P. 1
Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

|Views: 63|Likes:
Dipublikasikan oleh Drs. Jisman M. Lubis, MM.
Disusun oleh: Drs. Jisman M. Lubis, MM.

Dosen Program Studi S1,
Fakultas Ekonomi,
Universitas Darma Agung,
Medan.
Disusun oleh: Drs. Jisman M. Lubis, MM.

Dosen Program Studi S1,
Fakultas Ekonomi,
Universitas Darma Agung,
Medan.

More info:

Published by: Drs. Jisman M. Lubis, MM. on Nov 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Materi Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

Fakultas Ekonomi Universitas Darma Agung, Medan TA. 2012-2013

VISI

Drs. Jisman M. Lubis, MM.
1

 PENGERTIAN BANK

Berdasarkan UU No.10 Tahun 1998, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan (funding) dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit (lending) dan atau bentuk-jasa lainnya (fee based) dalm rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak

 FUNGSI BANK  MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT (FUNDING) Menghimpun dana berarti mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Kegiatan menghimpun dana ini disebut funding. Strategi bank dalam menghimpun dana adalah dengan memberikan rangsangan berupa imbalan jasa berupa bunga bagi bank konvensional dan prinsip jual beli atau bagi hasil bagi bank Syariah, selain itu juga berupa hadiah, pelayanan yang menarik dan lain-lain.  MENYALURKAN DANA PADA MASYARAKAT Menyalurkan dana berarti melempar kembali dana yang telah dihimpun melalui simpanan giro, tabungan dan deposito kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (loanable fund) bagi bank konvensional dan pembiayaan bagi bank Syariah. Bagi bank konvensional dalam memberikan pinjaman dikenakan bunga dan jasa pinjaman lain dalam bentuk biaya administrasi, biaya provisi dan komisi. Sedangkan bank Syariah didasarkan pada jual beli dan bagi hasil.

Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
 Lembaga Keuangan ( financial intermediary) Adalah suatu badan/perusahaan yang kegiatannya di bidang keuangan untuk melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan/konsumsi dan distribusi barang dan jasa. (SK Menkeu No. 792 tahun 1990)

 Otoritas Moneter ( Bank Sentral ) Adalah suatu lembaga yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter yang efektif dan efisien melalui sistem keuangan yang sehat dan transparan, mengatur dan mengawasi bank serta menjaga kestabilan rupiah dan kelancaran sistem devisa ( UU No. 23 tahun 1999)

PRINSIP KEHATI-HATIAN (prudential banking)

FINANCIAL INTERMEDIARY

PEMINJAM

DANA
PENABUNG

BANK

KREDIT

PRINSIP KEPERCAYAAN

4

TUGAS BANK INDONESIA
 MENETAPKAN DAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN MONETER
Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkannya.  Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk, tetapi tidak terbatas pada:  Operasi pasar terbuka di pasar uang  Penetapan tingkat diskonto  penetapan cadangan wajib minimum  pengaturan kredit atau pembiayaan  Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, paling lama 90 hari kepada bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek bank yang bersangkuitan  Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkan  Mengelola cadangan devisa  Menyelenggarakan survei secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan yang dapat bersifat makro dan mikro MENGATUR DAN MENJAGA KELANCARAN SISTEM PEMBAYARAN  Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran  Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya .

 Menetapkan penggunaan alat pembayaran

 Mengatur sistem kliring antar bank
 Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank  Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan dan

tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah  Mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dari peredaran, termasuk memberikan penggantian dengan nilai yang sama.

 MENGATUR DAN MENGAWASI BANK
      Menetapkan ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian Memberikan dan mencabut izin usaha bank Memberikan izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank Memberikan izin atas kepemilikan dan kepengurusan bank Memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu Mewajibkan bank untuk menyampaikan laporan, keterangan dan penjelasan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan Bank Indonesia  Melakukan pemeriksaan terhadap bank  Memerintahkan bank untuk menghentikan sementara sebagian atau keseluruhan kegiatan apabila diduga merupakan tindak pidana

BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL
 PENGERTIAN BANK SENTRAL
Bank Sentral merupakan lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah di suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai lender of last resort. Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia, Bank Sentral sebagai bank milik pemerintah tidak bertujuan memaksimumkan profit tetapi untuk mencapai tujuan tertentu.

 TUJUAN BANK INDONESIA
Berdasarkan UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan Rupiah. Kestabilan Rupiah yang diinginkan adalah :  Kestabilan nilai Rupiah terhadap barang dan jasa yang dapat diukur dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasi  Kestabilan nilai Rupiah terhadap mata uang negara lain.

Tujuan & Tugas Bank Indonesia
    

Tujuan BI:=> Untuk mencapai dan memelihara kestabilan Nilai Rupiah. Tugas BI : => Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Mengatur dan Mengawasi Bank. Membantu pemerintah perihal akuntabilitas, hubungan international dan anggaran membantu perbankan nasional yang mengalami kesulitan keuangan bila berdampak sistemik terhadap perekonomian nasional ( Lender of Last Resort )  Lembaga yang mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah, serta mencabut dan memusnahkan uang yang telah ditarik dari peredaran.  Bertindak sebagai kas pemerintah

Otoritas Moneter & Dewan Gubernur Bank Indonesia
 Menurut UU No. 23 Tahun 1999, Dewan Gubernur terdiri dari : 1 Gubernur BI 2. Deputi Gubernur Senior

3. Deputi Gubernur Pengangkatan Dewan Gubernur diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR dengan masa jabatan 5 tahun dan dapat diangkat kembali dalam jabatan yang sama maksimal 1 kali.
• Menurut UU No. 23 Tahun 1999 Dewan Gubernur terdiri dari : 1 Gubernur BI 2. Deputi Gubernur senior 3. Deputi Gubernur Pengangkatan Dewan Gubernur diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR dengan masa jabatan 5 tahun dan dapat diangkat kembali dalam jabatan yang sama maksimal 1 kali.

Kantor Pusat Bank Indonesia

Logo Bank

PENGERTIAN KREDIT Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1992 pasal 1 tentang perbankan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998, pengertian kredit adalah sebagai berikut :

”Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.

TUJUAN PEMBERIAN KREDIT • BAGI BANK PROFITABILITY ; ADA KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH SECARA WAJAR. SAFETY; HARUS AMAN DENGAN RISIKO YANG MINIMAL. • BAGI NASABAH MEMBERIKAN MANFAAT YANG POSITIF BAGI MASYARAKAT LUAS DAN MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS USAHA. • BAGI MASYARAKAT UMUM DAPAT MENUNJANG PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL DAN MENINGKATKAN KESEMPATAN KERJA.
13

KOLEKTIBILITAS KREDIT :
1 – LANCAR (0%)

2 – PERHATIAN KHUSUS (25%)
3 – KURANG LANCAR/SUB STANDARD (50%) 4 – DIRAGUKAN/DOUBTFULL (75%) 5 – MACET/LOSS (100%) ATMR ASSET TERTIMBANG MENURUT RESIKO CAR CAPITAL ADEQUACY RATIO
14

PRINSIP PERKREDITAN 1. PRINSIP 5 C CHARACTER CAPACITY CAPITAL COLLATERAL CONDITION OF ECONOMY
15

FILOSOFI PERKREDITAN • FINANCING AS NEEDED SESUAI KEBUTUHAN BUKAN KEINGINAN DAN HARUS LUNAS SESUAI WAKTU YANG DIPERJANJIKAN. • FIRST AND SECOND WAY OUT FIRST WAY OUT (FWO) SUMBER PENGEMBALIAN BERASAL DARI KELAYAKAN USAHA SECOND WAY OUT (SWO) ADANYA JAMINAN AKTIVA YANG LIKUID DAN MARKETABLE • INTEREST RATE VS RISK TINGKAT SUKU BUNGA YANG TINGGI BERKAITAN DENGAN MENINGKATNYA RESIKO ATAS KREDITNYA

16

HOW TO MAKE A GOOD CREDIT ?
BERIKAN SESUAI KEBUTUHANNYA, BAIK JENISNYA, JUMLAHNYA,
JANGKA WAKTUNYA

JENIS KREDIT :
1. CASH LOAN : MODAL KERJA, INVESTASI, KPR, KARTU KREDIT BANK GARANSI , LETTER OF CREDIT ( L/C )

2. NON CASH LOAN :

17

Sejarah perbankan Indonesia
Perbankan Indonesia tidak lepas dari penjajahan Belanda:
 - De Javasche NV ( Bank Sentral tahun 1951)  - De Algemene Volk Crediet ( BRI tahun 1946)  - De Escompto Bank NV ( BDN tahun 1960 )  - Nederlandsch Indische Handles Bank ( BBD tahun 1968)  - De Post Paar Bank ( BTN tahun 1950 )  - Bank Timur NV di Semarang ganti dengan Bank Gemari merger dengan

BCA tahun 1949

Sejarah Bank Pemerintah
 Bank Sentral ( Bank Indonesia ) berdasarkan UU No.13 Tahun 1968         

dan UU No.23 Tahun 1999 BRI membidangi sektor unit desa UU No.21 Tahun 1968 Bank Eksim membidangi sektor Eksim UU No.22 Tahun 1968 BNI membidangi sektor Ekonomi UU No.17 Tahun 1968 BDN membidangi sektor pertambangan UU. No.18 Tahun 1968 BAPINDO membidangi sektor Industri UU No.21 Tahun 1960 BPD untuk daerah tingkat I, UU No.13 Tahun 1962 BTN membidangi Pos dan Perumahan UU No.20 Tahun 1968 Bank Mandiri merger dari 4 Bank tahun 1999 Bank Mutiara diambil alih oleh pemerintah (LPS) tahun 2008

Sejarah Bank Syariah

Kerjasama dengan skema bagi hasil baik untung maupun rugi dengan konsep Islam

     

Dimulai di Pakistan dan Malaysia tahun1940 Di Mesir, Islamic Rural Bank tahun 1963 Di Arab, Dubai Islamic Bank tahun 1975 Di Kuwait, Kuwait Finance House tahun 1977 Di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia tahun 1991 (di prakarsai oleh MUI) Bank Syariah Mandiri tahun 2004 ( Ex. Bank Susila Bhakti )

PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK
Dasar Hukum Penilaian Tingkat Kesehatan
Bank Oleh Bank Indonesia
 Dasar Hukum I

UU No. 10 Tahun 1998, Undang-Undang Perbankan.
 Dasar Hukum II

UU No. 3 Tahun 2004, Undang-Undang Bank Sentral.

21

Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
 Pengertian : Kesehatan bank dapat diartikan sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya

sesuai ketentuan berlaku. Penilaian kesehatan bank dapat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgment seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional.

Tehnik/Prinsip Penilaian Kinerja Bank
CAMEL
Capital, Asset, Management, Earning, Liquidity

EAGLES
Earning Ability, Asset Quality, Growth, Liquidity, Equity,

dan Strategic Management
23

Faktor & Komponen Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
Faktor yang dinilai Permodalan (Capital) Kualitas aktifa produktif (Asset)
-Rasio modal -Rasio aktifa produktif yg diklasifikasikan terhadap aktifa produktif (25%) -Cadangan penghapusan terhadap aktifa yg diklasifikasikan (5%)

Komponen

Bobot 25% 30%

Manajemen (Management)

-Manajemen modal (2,5%) -Manajemen aktifa (5%) -Manajemen umum (12,5%) -Manajemen rentabilitas (2,5%) -Manajemen likuiditas (2,5%)

25%

Rentabilitas (Earnings) Likuiditas (Liquidity)

-Rasio laba sebelum pajak terhadap total aset (5%) 10% -Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (5%) -Rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga (5%) -Rasio call money terhadap aktifa lancar (5%)

10%
24

Liquidity, digunakan untuk menilai kemampuan bank dalam menjaga liquiditas. Rasio yang digunakan LDR dan NCM to CA.

LDR =

Jumlah kredit yang diberikan
Dana pihak ketiga + KLBI + Modal inti

x100%

Untuk rasio ≥ 110%, nilai kredit 0. Untuk rasio < 110%, nilai kredit 100

29

Sistem penilaian perbankan di Indonesia
 Kondisi Keuangan Bank Likuiditas, Rentabilitas, Solvabilitas.  Kualitas Aktiva Produktif Kredit, Surat berharga, Penempatan Dana antar Bank,

Penyertaan.  Tata kerja serta kepatuhan bank terhadap peraturanperaturan.
CAMEL Plus (Penilaian Tingkat Kesehatan bank di Indonesia)

30

Jenis & Fungsi Bank
Jenis : - Bank Umum ( Commercial Bank ) - BPR (tidak memberikan jasa dalam lalu pembayaran )

 -

lintas

-

Fungsi : Agent of Trust Agent of Development Agent of Services

Kriteria Bank yang Sehat
       

Kecukupan Modal Kualitas Asset Kualitas Manajemen Likuiditas Rentabilitas Solvabilitas Melakukan kegiatan usaha dengan prinsip kehati-hatian Tidak merugikan bank dan nasabah

32

Hasil Penilaian Kuantitatif
Nilai kredit 81 – 100 66 - < 81 51 - < 66 0 - < 51 Predikat SEHAT CUKUP SEHAT KURANG SEHAT TIDAK SEHAT

33

Kepemilikan dan Status Bank
 Kepemilikan : - Bank Pemerintah ( BUMN) - Bank Milik Pemerintah Daerah (BPD) - Bank Swasta Nasional

- Bank Milik Koperasi - Bank Swasta Asing  Status : - Devisa - Non Devisa

Arsitektur Perbankan Indonesia (API)
Latar belakang: Sejak tahun 1990 an terdapat pertumbuhan bank di Indonesia yang cukup pesat hingga mencapai sekitar 242 bank di Indonesia. Namun dalam prakteknya tidak menerapkan prinsip kehati hatian (prudential banking ) hingga banyak Bank yang di likuidasi terutama setelah krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sekitar tahun 1997. VISI API: Untuk menciptakan perbankan yang sehat, kuat dan efisien demi kestabilan keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sistematika Arsitektur Perbankan Indonesia
Deregulasi Perbankan 1980
Kebutuhan Stabilitas Keuangan International

Krisis Ekonomi 1997

Basel Committee

Upaya Penyehatan Perbankan Nasional

API API

Basel Principles 1997 Basel Principles1997

Sistem Perbankan yang Sehat, kuat dan Efisien

Kestabilan Sistem Keuangan

Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Enam Pilar API
Sistem Perbankan Sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam Sistem Perbankan Sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam Sistem Perbankan Sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu,mendorong pertumbuhan ekonomi nasional rangka membantu,mendorong pertumbuhan ekonomi nasional rangka membantu,mendorong pertumbuhan ekonomi nasional

P I L A R 1

P I L A R 2

P I L A R 3

P I L A R 4

P I L A R 5

P I L A R 6

Struktur Perbankan yang Sehat

Sistem Pengaturan Yang Efektif

Industri Perbankan yg kuat dan memiliki daya saing yang tinggi

Tata Kelola yang Industri Baik Perbankan ( Good Corporate yang Kuat Governance)

Infrastruktur Pendukung Yang Mencukupi

Perlindungan Konsumen

Tantangan dan Permasahan yg dihadapi perbankan Nasional
       

Pertumbuhan kredit yang masih rendah Struktur perbankan yang belum optimal Kebutuhan layanan perbankan yang masih kurang Pengawasan bank yang perlu ditingkatkan Corporate governance yang masih lemah Profitabilitas dan efisiensi bank yang tidak mampu bertahan Perlindungan nasabah yang masih harus ditingkatkan Perkembangan teknologi Informasi

Jadi Nomor “ 1 “ Terdepan di era persaingan
         

Jangan mengeluh dan berobsesi jadi pemenang Asalah empati Being recoqnized : tidak cukup dengan kerja baik Investasilah diri sendiri Feeling in Action Bacalah.....!!! SPIRIT & SMART Berubahlah....!!! Character Building Bergaullah.... !!!

Kegiatan dan Layanan Bank
 Menghimpun Dana (Funding)

- Simpanan Giro ( Demand Deposits ) - Tabungan ( Savings Deposits ) - Deposito ( Time Deposits ) - Deposito On Call (DOC) - Serticate deposits  Menyalurkan Dana ( Lending) - Kredit Modal Kerja - Kredit Perdagangan - Kredit Perdagangan dan Jasa - Kredit Konsumtif, dll

Kegiatan dan Layanan Bank
 -

Jasa Bank Lainnya Transfer & Inkaso Kliring & RTGS Safe Deposits Box Bank Notes Bank Garansi Bank Referensi Bank Draft Letter of Credit (L/C)

Travellers Cheque Agents surat berharga Setoran Pajak, Telepon PLN, Air, Listrik, Uang Kuliah Pembayaran Gaji (payroll), Pensiun dll Kartu Kredit. Penjamin (guarantor) dll

Rahasia Bank
 UU No. 7 Tahun 1992 Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan
 UU No. 10 Tahun 1998

Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.

Pengecualian Rahasia Bank
 Kepentingan perpajakan
 Penyelesaian Piutang ke BPULN  Kepentingan peradilan dalam perkara pidana  Tukar menukar informasi bank  Dalam hal nasabah meninggal dunia

Sanksi pelanggaran rahasia Bank
 UU No. 10 Tahun 1998 :
Diancam pidana penjara sekurang kurangnya 2 ( dua) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun atau denda sekurang

kurangnya Rp.2 Milyar dan maksimal Rp.8 Milyar.

Fungsi & Klasifikasi Uang
 Defenisi :

Uang adalah sebagai alat pembayaran yang sah dan juga sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum  Klasifikasi: 1. Narrow money (Uang Kartal & Giral ) 2. Broad money (saving deposits & time deposits)  Fungsi Uang : a. Alat tukar menukar b. Alat pengukur nilai c. Standar pembayaran d. Alat penimbun kekayaan atau daya beli

Perbedaan Uang Kartal & Giral
 Uang Kartal :

Uang yang diterbitkan oleh Bank Sentral baik uang logam maupun uang kertas.
 Uang Giral :

Uang yang diterbitkan oleh bank umum seperti Cek, Bilyet Giro, Traveller Cheque, dan Credit Card.
 Uang kartal dijamin oleh pemerintah sedangkan uang giral

dijamin oleh bank yang mengeluarkan saja.

Jenis Mata Uang
Mata Uang AUD BND CAD CHF CNY DKK EUR GBP HKD JPY KRW MYR NOK NZD PGK PHP SEK SGD THB USD Nilai 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 100.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 Kurs Jual 8,567.25 6,783.97 8,719.61 9,144.74 1,343.79 1,612.43 12,011.80 14,129.31 1,160.14 10,650.66 7.79 2,908.42 1,515.58 6,575.79 3,534.58 204.43 1,306.96 6,783.97 292.97 9,003.00 Kurs Beli 8,479.83 6,710.08 8,629.94 9,048.73 1,330.36 1,595.74 11,889.94 13,986.28 1,148.52 10,540.44 7.71 2,876.55 1,498.61 6,502.92 3,298.70 202.29 1,291.59 6,710.08 289.57 8,913.00 Graph

Sumber Dana Bank
1.
 

Modal Sendiri
Setoran modal dari pemegang saham Cadangan laba yang di tahan dan belum dibagikan

2.
   

Dana dari lembaga lainnya
Kredit Likuiditas Bank Indonesia Pinjaman antar bank ( call money ) Pinjaman bank luar negeri Surat Berharga Pasar Uang

3. Dana Pihak Ke III (Dana Masyarakat)

Giro, Tabungan, Deposito

Simpanan GIRO
 UU Perbankan No. 10 Tahun 1998
Simpanan Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan Cek, Bilyet

Giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara
pemindah bukuan.

Cek (Cheque) & Bilyet Giro
Cek (Cheque) merupakan surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut. Syarat hukum Cek diatur dalam KUHD pasal 178 dengan syarat sbb : Harus tertulis perkataan “CEK” Harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu Nama bank yang harus membayar (tertarik) Penyebutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan Tanda tangan penarik

• •
• • •

Jenis Cek
 Cek atas Nama
 Cek atas Unjuk  Cek Silang  Cek Mundur  Cek Kosong

Bilyet Giro
 Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank

yang memelihara rekening Giro tersebut untuk memindah bukuan sejumlah uang yang tertera di dalam Bilyet Giro tersebut pada saat jatuh tempo.
 Masa berlaku Bilyet Giro adalah 70 hari dari tanggal

penarikannya. Kecuali dilakukan nazegling di kantor pos
(dimeteraikan kembali)

Perbedaan Cek & Bilyet Giro
No Keterangan 1.
2. 3. 4.

Cheque
- Atas

Bilyet Giro
- Atas
-

Identitas
Sifat Tanggal Dasar Hukum

nama - Atas Unjuk - Tunai & non tunai - Hanya satu tanggal
-

nama

KUHD Pasal 178

Non tunai - Ada dua tanggal - Peraturan Bank Indonesia

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->