Anda di halaman 1dari 5

A.

Tujuan Mahasiswa mengenal dan mampu menggunakan tabung bordon Mahasiswa mampu memahami prinsip kerja tabing bordon Mahasiswa mampu menerapkan aplikasi tabung bordon

B. Dasar Teori Tekanan merupakan suatu gaya yang dikenakan pada suatu permukaan penampang. Tekanan terdapat 3 jenis, yaitu tekanan absolut, tekanan relatif, dan tekanan atmosphere. Mengetahui besarnya tekanan sangatlah penting karena dalam suatu sistem perpipaan, tekanan menunjukkan tingkat keseimbangan aliran fluida yang mengalir pada pipa. Jika tekanannya tidak terkontrol, maka sistem tersebut akan menjadi rusak dan pipanya akan cepat jebol. Dalam penerapannya, ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengetahui besarnya tekanan, yaitu seperti pipa U, manometer dan tabung bordon. Biasanya pipa U digunakan untuk mengetahui tekanan di suatu tempat berdasarkan dari tinggi fluida yang ada di dalam pipa U dengan tekanan referensi mengambil tekanan udara, sedangkan manometer seperti halnya dengan pipa U, tetapi manometer lebih cocok digunakan untuk mengkur tekanan suatu fluida di dalam tempat tertutup seperti pipa, boiler, dll. Yang terakhir adalah tabung bordon, alat ini merupakan alat yang paling baik jika digunakan untuk mengukur tekanan fluida di tempat tertutup, karena untuk mengetahui besarnya tekanan, kita bisa langsung melihat dari angka pada tabung bordon yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk. Berbeda dengan manometer yang dimana kita harus hitung dulu secara manual sehingga kita baru bisa mengetahui besarnya tekanan.

Bordon Tube

Page 1

Bordon tube / tabung bordon merupakan alat yang paling efektif untuk mengetahui besarnya tekanan fluida dalam suatu sistem tertutup karena kemudahannya. Berikut adalah konstruksi dan cara kerja dari suatu bordon tube.

1. P merupakan tekanan yang masuk ke dalam tabung bordon dan tekanan yang akan diukur melalui tabung bordon 2. Bordon tube merupakan sebagai tempat jalannya fluida yang akan diukur tekanannya. 3. Original state merupakan keadaan awal pipa bordon sebelum dikenai tekanan dari fluida. 4. Deformed state merupakan perubahan pipa bordon akibat tekanan yang terjadi di dalamnya. 5. Indicating needle / knife pointer merupakan jarum penunjuk skala yang berada dalam alat ukur tabung bordon, berguna untuk menunjukkan besarnya tekanan fluida yang mengenai tabung bordon tersebut. Berikut adalah prinsip kerja dari tabung bordon, fluida dialirkan ke dalam bordon tube yang mengakibatkan suatu deformasi pada penampang pipa bordon. Perubahan tersebut dikonversi ke dalam gerakan jarum penunjuk yang menunjukkan besarnya tekanan tersebut. C. Alat dan Bahan 1. Bordon tube 2. Sumber tegangan 3. Sistem perpipaan

Bordon Tube

Page 2

D. Deskripsi Percobaan

Keterangan gambar : 1 = reservoir 2 = Pompa 3 = Power supply 4 = Pressure tank 5 = Valve 6 = tabung bordon Valve di atur sampai tekanan yang ditunjukkan pada tabung bordon stabil, setelah itu catat waktunya E. Langkah kerja 1. Persiapkanlah alat dan bahan yang diperlukan 2. Nyalakanlah sumber tegangan sehingga air dari reservoir dapat dialirkan ke dalam pipa 3. Ada dua valve untuk satu bordon tube, aturlah valve tersebut agar tekanan fluida dalam pipa menjadi stabil mulai dari 1-4 bar. 4. Catat waktu yang diperlukan agar tekanan menjadi stabil dalam tabel percobaan 5. Setelah mencapai 4 bar, atur lagi valve yang ada dalam pipa agar tekanan fluida dalam pipa menjadi stabil mulai dari 4-1 bar. 6. Catat waktu yang diperlukan agar tekanan menjadi stabil dalam tabel percobaan 7. Ulangi langkah 3-6 sebanyak 2 kali. F. Data Percobaan 1. Percobaan I Menaikkan tekanan Tekanan
Bordon Tube

Waktu (s)
Page 3

Bar 2 3 4

Pa 200000 300000 400000

PSI 29,01 43,51 58,02

Atm 1,974 2,961 3,948

Kgf/cm2 2,039 3,059 4,078

cmHg 150,01 225,018 300,024 22,32 37,35 39

Menurunkan Tekanan Tekanan Bar 3 2 1 Pa 300000 200000 100000 PSI 43,51 29,01 14,5 Atm 2,961 1,974 0,9869 Kgf/cm2 3,059 2,039 1,019 cmHg 225,018 150,01 75,006 58,17 86 54,65 Waktu (s)

2. Percobaan 2 Menaikkan tekanan Tekanan Bar 2 3 4 Pa 200000 300000 400000 PSI 29,01 43,51 58,02 Atm 1,974 2,961 3,948 Kgf/cm2 2,039 3,059 4,078 cmHg 150,01 225,018 300,024 71,43 45 43 Waktu (s)

Menurunkan tekanan Tekanan Bar 3 2 1 Pa 300000 200000 100000 PSI 43,51 29,01 14,5 Atm 2,961 1,974 0,9869 Kgf/cm2 3,059 2,039 1,019 cmHg 225,018 150,01 75,006 22 40 59 Waktu (s)

G. Analisa Data Dari data percobaan dapat kita ketahui bahwa waktu yang diperlukan untuk membuat tekanan menjadi stabil dari tekanan kecil ke tekanan yang lebih besar dengan waktu yang digunakan untuk membuat tekanan menjadi stabil dari tekanan tinggi ke tekanan rendah berbeda. Dalam praktiknya, untuk menaikkan tekanan agar jadi stabil butuh waktu yang relatif lebih sedikit dari pada menurnkan tekanan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.
Bordon Tube Page 4

Hal ini dapat disebabkan karena saat menaikkan tekanan, jarum menunjuk secara perlahan lahan, sehingga untuk membuat jarum menjadi stabil di angka tertentu membutuhkan waktu yang relatif singkat, sedangkan untuk saat menurunkan tekanan, untuk membuat jarum stabil di angka tertentu sangat susah, karena pergerakan jarum saat turun sangat tidak stabil, seperti ada tremor yang bekerja pada jarum tersebut, sehingga untuk membuatnya stabil butuh waktu yang relatif lama. Hal yang membuat jarum bergerak secara perlahan saat menaikkan tekanan yaitu karena saat membutuhkan kerja awal, tekanan masuk dalam tabung bordon secara perlahan, sehingga jarum juga dapat menunjukkan tekanan secara perlahan pula, tapi saat menurunkan tekanan, tekanan keluar secara tabung bordon secara tiba tiba, sehingga membuat jarum penunjuknya menunjukkan jarum dengan sangat tidak stabil. H. Kesimpulan Dalam penerapan penggunaan tabung bordon, untuk menstabilkan tekanan saat menaikkan tekanan dan menurunkan tekanan butuh perlakuan yang berbeda. Untuk menstabilkan tekanan dari tekanan tinggi ke rendah butuh waktu yang lama dan kehati hatian yang lebih tinggi dari pada menstabilkan tekanan dari tekanan rendah ke tekanan yang tinggi.

Bordon Tube

Page 5