Anda di halaman 1dari 10

Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan SMA N 1 SEWON Tahun Pelajaran 2012/2013

BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sampah adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang. Sampah tidak berarti sesuatu hal yang tidak dapat dipakai lagi atau didaur ulang. Pada umumnya sampah berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia, termasuk kegiatan industry, ( Azwar, 1990 dalam Oswari Suryanto Susilowati, 2006 : 59 ). Tanpa disadari kegiatan manusia banyak menghasilkan sampah. Sampah yang dihasilkan manusia dari kehidupan rumah tangganya disebut sampah rumah tangga. Selain itu sampah juga banyak dihasilkan dari sisa industry. Sampah yang dihasilkan dari sisa industry disebut sebagai limbah. Limbah industri bersumber dari kegiatan industry baik karena proses secara langsung maupun secara tidak langsung. Limbah bersumber langsung dari kegiatan industry yaitu limbah yang terproduksi bersamaan dengan proses produksi sedang berlangsung, dimana produk dan limbah hadir pada saat yang sama, ( Perdana Ginting 2007 : 37 ). Limbah industry merupakan proses dari kegiatan industry yang perlu mendapat penanggulangan. Berbagai proses industry kebanyakan menghasilkan limbah yang bersifat cairan sehingga sangat susah untuk diolah. Pengkonsumsian produk industy di di tengah masyarakat sudah menjadi tanggung jawab masyarakat sendiri. Oleh sebab itu masyarakat harus benar-benar jeli terhadap kasus limbah atau persampahan supaya lingkungan disekitarnya tidak terjadi pencemaran lingkungan yang hebat.

Limbah atau sampah rumah tangga saat ini banyak yang menumpuk hingga volumenya naik sampai ambang batas. Semua ini karena meningkatnya jumlah penduduk dan belum banyaknya penanganan limbah secara benar. Kecenderungan jumlah penduduk yang semakin meningkat dewasa ini diikuti kegiatan kota yang makin berkembang menimbulkan dampak adanya kecenderungan buangan/limbah yang meningkat dan bervariasi (Syafrudin, 2006 : 2). Seiring dengan pertambahan penduduk menimbulkan penumpukan sampah yang hebat. Selama ini, sampah kurang mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Terbukti dengan menumpuknya sampah di depo-depo sampah atau pun di tempat sampah rumah tangga. Keadaan ini amat memprihatinkan, karena dengan penumpukkan sampah akan mengakibatkan penyakit dan polusi. Menumpuknya sampah yang hebat akan menimbulkan warga sekitar terancam wabah penyakit. Berbagai permasalahan dalam pengelolaan sampah tersebut tentu saja memerlukan penanganan yang serius karena pertumbuhan kota yang cepat secara langsung berimplikasi pada pembangunan infrastruktur dasar dan pelayanan publik (Nurmadi, 1999 : 6-7) Apabila diamati, timbulnya masalah persampahan tidak dapat lepas dari perilaku manusia/masyarakat sebagai penghasil sampah. Sejauh ini dirasakan bahwa pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam kebersihan belum berjalan sesuai dengan harapan. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan meskipun tempat sampah sudah tersedia. Jika jumah penduduk Indonesia sebanyak 220 juta jiwa, maka produk sampah setiap harinya sebanyak 110.000 ton atau 40.150.000 ton/tahun. Bisa dibayangkan jika sampah sebanyak itu tidak diolah tentu akan menimbulkan banyak masalah, terutama pencemaran lingkungan. Seharusnya masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Agar partisipasi masyarakat dapat terwujud secara nyata, perlu ada usaha yang dapat membangkitkan motivasi, kemampuan, kesempatan dan menggali serta mengembangkan sumbersumber yang ada pada masyarakat. Sehingga masyarakat bersedia berpartisipasi dalam pengelolaan persampahan secara konsisten dan berkesinambungan. Mengingat perilaku masyarakat berpengaruh besar terhadap kebersihan, maka masyarakat harus berperan secara aktif dalam pengelolaan sampah yang optimal. Dibutuhkan pionir

untuk merubah paradigma pengelolaan sampah dari pendekatan ujung pipa (end of pipes) yaitu membuang sampah langsung ke TPA ke arah pengelolaan sampah dengan prinsip 3 R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (daur ulang), ( Witoelar 2006 : 2 ). Kebijakan pengelolaan sampah ditekankan pada pengurangan sampah pada sumbernya, pemilahan dan daur ulang. Pijakan awal yang sangat penting dalam merubah paradigma ini adalah merubah kebijakan ke arah minimalisasi sampah pada sumbernya, bukan pada pembuangannya. Sampah-sampah yang dihasilkan dirumah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi warga dan membantu menyelamatkan lingkungan, ( Teti Suryati 2009 : 1 ). Pada umumnya warga malas berurusan dengan sampah organic atau anorganik. Pasalnya, jenis sampah tersebut mudah berbau dan busuk. Seiring dengan berjalannya waktu sampah semakin menumpuk. Perbandingan antara jumlah sampah yang dihasilkan dengan sampah yang diolah tidak seimbang. Hal ini dipengaruhi aktivitas manusia, pertambahan jumlah penduduk dan ketersediaan ruang lingkup manusia yang relative tetap. Semakin maju gaya hidup manusia, semakin banyak sampah yang dihasilkan dan mungkin tidak dimanfaatkan. Dilingkungan SMAN 1 SEWON sendiri sangat banyak sampah-sampah yang berserakan. Sampah-sampah tersebut ada yang tergolong samapah organik dan anorganik. Tetapi dilingkungan SMAN 1 SEWON lebih banyak sampah-sampah anorganik dibandingkan sampah organik. Banyaknya sampah-sampah anorganik dikarenakan sisa-sisa bungkus makanan para siswa kebanyakan dari plastik dan botol. Padahal sampah anorganik lebih berbahaya daripada sampah organik. Sampah anorganik dikatakan bahaya karena banyak terdapat zat-zat kimia di dalam smpah tersebut. Oleh karena itu, pemanfaatan sampah organik dan anorganik di lingkungan SMAN 1 SEWON pada tahun pelajaran 2012/2013 perlu diteliti lebih lanjut.

B. Rumusan Masalah Bagaimana cara pemanfaatan sampah organik dan anorganik di lingkungan SMAN 1 SEWON pada tahun ajaran 2012/2013 ? C. Tujuan Untuk mendiskripsikan cara pemanfaatan sampah organik dan anorganik yang berada di SMAN 1 SEWON pada tahun ajaran 2012/2013.

D. Manfaat penelitian 1. Dapat mengurangi sampah-sampah yang berada di SMA N 1 SEWON. 2. Dapat mengurangi pencemaran tanah. 3. Dapat mengurangi bahaya dari sampah tersebut. 4. Mendorong untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan kreasi untuk selalu berinovasi.

BAB II
DASAR TEORI A. Definisi Sampah Menurut Widyatmoko dan Sintorini (2009: 01) sampah dan limbah adalah Aktivitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang dianggapnya sudah tidak berguna lagi sehingga diperlakukannya sebagai barang buangan. Istilah buangan, sampah atau limbah memang mempunyai pengertian yang berbeda, namun karena perbedaannya sangat tipis, maka ketiga istilah itu sering dicampur adukkan. Suatu kegiatan manusia yang membuang barang atau sisa-sisa material yang menurutnya sudah tidak layak pakai dan dibuang disebut sampah. Sampah perkotaan adalah sampah yang timbul di kota dan tidak termasuk sampah berbahaya dan beracun. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sampah adalah limbah padat yang terdiri dari bahan organik dan anorganikyang dipandang oleh pemiliknya sudah tidak berguna dan telah dibuang, sehingga harus dikelola dengan baik agar tidak membahayakan lingkungan. Pada dasarnya sampah bisa digolongkan menjadi dua, yaitu sampah organic dan sampah anorganik. Secara sederhana, jenis sampah dapat dibagi berdasarkan sifatnya. Sampah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik,(PS 2008 : 6). Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan organik yang mudah membusuk yang sebagian besar adalah sisa makanan, potongan hewan, sayuran dll. Sampah jenis ini sangat mudah terurai secara alami (degradable). Sementara itu sampah anorganik atau sampah kering adalah sampah yang tidak dapat terurai.( http://viemufidah.guru-indonesia.net/artikel_detail-18152.html) Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).(http://dedymeliala.blogspot.com/2012/05/pengertian-jenis-dampak-negatifsampah.html)

B. Jenis jenis sampah Berdasarkan kompsisi atau asal sampah dapat digolongkan mejadi dua : 1. Sampah organik
Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikrobia atau bersifat biodegradable. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Misalnya, sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus(selain kertas, karet, dan plastik), tepung, kulit buah, daun dan ranting.

2. Sampah anorganik
Sampah anorganik yakni dsampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik sebagai produk sintetis maupun hasil pengolahan teknologi bahan tambang, hasil olahan bahan hayati dan sebagainya. Sampah anorganik dibedakan menjadi sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan plastik, sampah deterjen. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diurai oleh alam atau mikroorganisme, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng. Contoh sampah dari zat anorganik adalah: potongan-potongan / pelat-pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecahan-pecahan gelas, tulang-belulang, dan lain-lain. Sampah jenis ini, melihat fisiknya keras maka baik untuk peninggian tanah rendah atau dapat pula untuk memperluas jalan setapak. Tetapi bila rajin mengusahakannya sampah dari logam dapat kembali dilebur untuk dijadikan barang yang berguna, batu-batuan untuk mengurug tanah yang rendah atau memperkeras jalan setapak, pecahan gelas dapat dilebur kembali dan dijadikan barang-barang berguna, dan tulang-belulang bila dihaluskan (dan diproses) dapat unutk pupuk dan lain-lain.

Berdasarkan sifat fisiknya, sampah digolongkanmenjadi 5 : 1. Sampah Basah (Garbage) Terdiri dari bahan-bahan organik yang mempunyaisifat mudah membusuk. Sifat utama dari sampah basah ini banyak mengandung air dan cepat membusuk terutama pada daerah tropis seperti Indonesia. 2. Sampah Kering (Rubbish) Tersusun dari bahan organik maupun anorganik yang sifatnya lambat atau tidak mudah membusuk. 3. Sampah Lembut

Terdiri dari partikel-partikel kecil, ringan, dan mempunyai sifat mudah berterbangan yang dapat membahayakan dan menganggu pernafasan damn mata. 4. Sampah Besar (Bulky Waste) Merupakan sampah yang berukuran besar. Misalnya peralatan rumah tangga. 5. Sampah Berbahaya dan Beracun Merupakan sampah yang berbahaya baik bagi manusia, hewan, maupun tanaman. Seperti sampah yang berasal dari rumah sakit atau klinik, sampah bahanbahan nuklir, sampah ledakan dan lain lain. C. Dampak Negatif Sampah Dampak bagi kesehatan 1. Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah juga dapat meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaannya kurang memadai. 2. Penyakit jamur dapat menyebar. Dampak bagi lingkungan 1. Terjadi perubahan warna dan bau pada air sungai. 2. Penyebaran bahan kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan dan meresapnya bahan bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air. 3. Bahan bahan kimia tersebut dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, cacat pada bayi, kerusakan sel hati atau ginjal. Dampak bagi keadaan sosial dan ekonomi 1. Pengolahan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat. 2. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan. 3. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase. ( http://dedymeliala.blogspot.com/2012/05/pengertian-jenis-dampak-

negatif-sampah.html) D. Manfaat Sampah Sampah merupakan masalah yang memerlukan perhatian lebih agar bermanfaat bagi lingkungan. Salah satu cara agar sampah dimanfaatkan adalah

dengan cara pengolahan sampah yang baru. Manfaat pengolahan sampah ada dua macam, yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung, (Kusumastuti, Dian Seri Rezeki, dalam http://eprints.ui.ac.id/7971/, 2011: 1). Manfaat langsung yaitu manfaat yang berhubungan langsung dengan warga sekitar lingkungan, seperti kegiatan keseharian warga. Dan manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang berhubungan dengan kondisi lingkungan pengolahan sampah. Kondisi lingkungan tersebut juga berdampak kepada warga sekitar. 1. Manfaat Langsung Dian Seri Rezeki Kusumastuti (2003, dalam http://eprints.ui.ac.id/7971/, 2011: 1) mengutarakan bahwa manfaat langsung pengolahan sampah terpadu skala kawasan terdiri atas penghasilan dari penjualan kompos dan pemanfaatan daur ulang sampah komersil. Hasil kompos dan daur ulang sampah tersebut dijual oleh warga sekitar untuk kegiatan rumah tangga dan memperbaiki lingkungan sekitar. Kompos adalah hasil pemanfaatan dari pengolahan sampah. Lita Uditomo (2006, dalam hasanpoerbo.blogspot.com: 1) mengatakan bahwa kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik dan tanah menjadi gembur. Kompos dapat dibuat dari sampah organik sepeti daun, tangkai sayur dan daging. Daur ulang sendiri artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampahsampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah yang telah terpakai. Sampah yang dapat di daur ulang seperti kertas dan plastik. Kita tidak harus mengubur atau membakar sampah kita. Jika sampah plastik dikubur, tidak akan terurai selamanya. Dan jika dibakar akan menambah polusi udara. Maka dari itu kegiatan daur ulang perlu digalakkan lebih jauh. Rudi Hartono (2008: 3) menyatakan bahwa dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan seperti : buku, komik, pigora, dan lain-lain. Hasil daur ulang itu bisa dijual kembali untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar lingkungan. 2. Manfaat Tidak Langsung Selain manfaat langsung pengolahan sampah juga memiliki manfaat tidak langsung. Dian Seri Rezeki Kusumastuti (2003, dalam http://eprints.ui.ac.id/7971/, 2011: 1) menyatakan bahwa manfaat tak langsung (lingkungan) adalah nilai kualitas lingkungan yang dihasilkan dengan adanya

usaha tersebut. Lingkungan tempat pengolahan sampah akan jauh lebih sehat, indah, dan terhindar dari sumber penyakit. Lingkungan tersebut cocok sekali untuk menanam tanaman produktif seperti tanaman mangga, pisang, cabai, dan lain-lain. Nantinya tanaman-tanaman itu akan menghasilkan buah yang dapat dinikmati warga di lingkungan sekitar.

BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan SMA N 1 SEWON Tahun pelajaran 2012/2013 dilaksanakan pada bulan Desember-Februari 2012 Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan SMA N 1 SEWON Tahun pelajaran 2012/2013 dilaksanakan di Jalan Parangtritis km 5 Yogyakarta, Sewon, Bantul. B. Subjek Penelitian Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan SMA N 1 SEWON Tahun pelajaran 2012/2013 menggunakan siswa-siswa yang ada di SMA N 1 SEWON Sampel Penelitian Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan SMA N 1 SEWON Tahun pelajaran 2012/2013 menggunakan siswa-siswa yang ada di SMA N 1 SEWON C. Teknik Pengumpulan Data Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan SMA N 1 SEWON Tahun pelajaran 2012/2013 mengguakan observasi. D. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan SMA N 1 SEWON Tahun pelajaran 2012/2013 melalui analisis kualitaif dan deskriptif. Analisis kualitatif adalah analisis yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan diakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada,(Denzin dan Lincoln 1987:5). Latar alamiah yang dimaksudkan adalah hasil yang dapat digunakan untuk menafsirkan fenomena dengan cara wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen.

Anda mungkin juga menyukai