Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM KMB II PERAWATAN LUKA oleh Taurusia Marilyn, 0706271235

Penanganan luka meliputi membersihkan luka, menutup luka, menutup dan membalutnya, serta mengamankan balutan. Balutan luka bertujuan untuk mengangkat jaringan nekrotik atau eksudat luka yang kering, meningkatkan penyembuhan luka dengan mencegah kerusakan luka, dan melindungi pertumbuhan kulit baru dari kerusakan. Untuk penanganan luka, berbagai alat dan bahan digunakan untuk keperluan ini. Pemilihan tergantung pada jenis, luas dan lokasi luka, adanya drainase atau infeksi, serta hasil yang diinginkan.

Alat dan bahan yang diperlukan: 1. sarung tangan bersih, tujuan untuk melindungi tangan perawat dari luka yang terbuka ketika menyentuh eksudat atau balutan 2. sarung tangan steril, tujuan untuk mempertahankan teknik steril ketika memegang peralatan steril 3. set balut steril, terdiri dari: a. alas steril untuk menciptakan area steril b. kassa kecil/depper untuk membersihkan luka c. kom steril untuk menempatkan larutan (membersihkan atau melembabkan balutan) d. gunting untuk menggunting bahan-bahan balutan jika diperlukan e. forcep atau hemostat untuk memegang alat-alat steril atau yang telah terkontaminasi dan untuk mempertahankan sterilitas 4. Larutan steril untuk membersihkan luka dan membasahi balutan 5. salep/powder (jika diperlukan) untuk dibubuhi pada luka 6. plester/perban untuk mengamankan balutan 7. kantong tahan air untuk tempat pengumpulan balutan yang kotor dan basah 8. selimut untuk menutupi klien selama prosedur agar terpelihara privacy dan kehangatan

9. alas tahan air untuk memelihara kebersihan dan kekeringan alat tenun

Metode penanganan luka: metode tertutup Keuntungan: 1. meningkatkan penyembuhan dengan mengabsorpsi drainase dan mengangkat jaringan yang mati 2. melindungi luka dari kontaminasi mikroorganisme 3. membantu dalam hemostasis melalui penggunaan tekanan terhadap jaringan 4. membantu merapatnya kembali tepi-tepi luka 5. mengurangi imobilisasi dengan pembidaian dan menahan luka 6. menutupi kerusakan bentuk

Kerugian: 1. menciptakan tempat untuk pertumbuhan mikroorganisme 2. jaringan yang tertutup dapat menjadi tertekan dan menyebabkan iritasi dan kerusakan kulit jika balutan tertarik atau menggosok kulit metode terbuka tanpa balutan Keuntungan: 1. mengurangi atau menghilangkan tempat pertumbuhan mikroba 2. mengurangi iritasi dan gesekan luka dan kulit di sekitar luka 3. membantu mengeringkan luka

Kerugian: 1. tidak mengimmobilisasi bagian tubuh jika hal tersebut diperlukan untuk penyembuhan luka 2. tidak membantu perlengketan atau merapatnya tepi luka 3. memungkinkan masuknya mikroorganisme yang berbahaya terhadap terbukanya luka

Jenis balutan: balutan basah-kering Balutan ini digunakan untuk membersihkan luka, meningkatkan penyembuhan, dan meningkatkan absorpsi drainase luka. Jenis balutan ini digunakan pada luka yang luas dan akan sembuh dengan secondary intention. Balutan ini terdiri dari balutan yang lembab yang diletakkan pada daerah luka. Kemudian lapisan ini tertutup dengan balutan yang kering. Lapisan yang basah dibiarkan mengering di antara waktu penggantian balutan. Setelah kering kassa yang basah akan menarik jaringan nekrotik dan drainase. Balutan ini merupakan pilihan dalam perawatan luka dengan jumlah drainase yang banyak atau luka yang perlu debridment. balutan kering-steril balutan ini digunakan untuk melindungi luka dari cedera dan mencegah kontaminasi bakteri. Balutan kering menyerap eksudat yang tidak kental dan memberikan mekanisme debridemen terhadap luka. Balutan ini biasanya digunakan pada luka dengan penyembuhan primary intention seperti pada abrasi dan insisi operasi. Balutan digunakan 3 lapis: yang pertama adalah kassa yang bersentuhan dengan kulit; lapisan kedua, kassa yang menyerap eksudat; dan lapisan ketiga adalah balutan yan tebal yang melindungi luka dari kontaminasi eksternal. balutan transparan Balutan digunakan di atas luka yang tidak terkontaminasi atau luka yang bersih. Penggunannya bebas dari lipatan tetapi tidak secara ketat menarik daerah kulit. Jika tanda infeksi terjadi, balutan diangkat, luka dibersihkan, dan balutan baru dipasang. balutan penekan Balutan ini digunakan untuk mencegah perdarahan setelah cedera, temporal mengatasi perdarahan yang tidak terkontrol, untuk memberikan tekanan pada suatu skin graft dan untuk menyokong struktur/organ di bagian bawah setelah selesai pembedahan. Balutan tetap pada posisinya sampai penanganan/pengobatan lebih lanjut dilakukan.

Dasar-dasar pembersihan luka: Bersihkan dari arah area yang sedikit terkontaminasi, seperti dari luka atau insisi ke kulit di sekitarnya atau dari tempat drain ke kulit di sekitarnya Gunakan friksi lembut saat menuangkan larutan ke kulit Saat melakukan irigasi, biarkan larutan mengalir dari area yang kurang terkontaminasi ke area yang paling terkontaminasi Langkah-langkah membersihkan luka: 1. Pastikan perlu/tidaknya dilakukan pembersihan luka. Cek adanya instruksi dokter. Cek ada-tidaknya alergi, misalnya terhadap antiseptik 2. Kaji kondisi klien, ukuran, serta lokasi luka. Tentukan kebutuhan alat tambahan. 3. Siapkan alat dan bahan perawatan luka 4. Jelaskan prosedur kepada klien/keluarga. Katakan pada klien tentang tujuan perawatan luka dan apa yang diharapkan perawat dalam prosedur perawatan luka 5. Pertahankan privasi, naikkan tempat tidur, turunkan penahan sisi tempat tidur, dan bantu klien pada posisi yang nyaman dan mudah untuk melakukan pembersihan luka 6. Lindungi alas tempat tidur dengan alas anti air 7. Cuci tangan 8. Buka balutan lama/kotor dengan alat bersih atau sarung tangan bersih. Gunakan teknik yang benar untuk membuka balutan dengan plester (tekan kulit di sekitar plester dan angkat perlahan plester di sekitar balutan) 9. Buang balutan kotor di tempat yang telah disediakan 10. Cuci tangan 11. Buka set steril dan tambahkan peralatan yang dibutuhkan dengan teknik steril. Jangan mengkontaminasi area steril 12. Gunakan teknik yang benar dalam menambahkan cairan pembersih ke dalam kom steril. Jangan membasahi area steril 13. Pakai sarung tangan steril 14. Gunakan teknik yang benar untuk membersihkan luka. Gunakan klem steril untuk mengambil balutan steril. Bersihkan luka, dari area bersih ke area kurang bersih. Gunakan kassa baru untuk setiap kali tindakan pembersihan luka 15. Buang kassa kotor pada tempatnya

16. Bilas luka dengan cara yang sama seperti di atas, gunakan normal saline. 17. Keringkan luka dengan kassa kering 18. Gunakan balutan yang sesuai 19. Buka sarung tangan dan kembalikan alat sesuai peraturan institusi 20. Kembalikan klien ke posisi semula, turunkan tempat tidur, dan naikkan kembali penahan sisi tempat tidur 21. Cuci tangan 22. Kaji kondisi klien 23. Dokumentasi

Langkah-langkah mengganti balutan kering steril: 1. Pastikan perlu/tidaknya dilakukan pembersihan luka. Cek adanya instruksi dokter. Cek ada-tidaknya alergi, misalnya terhadap cairan antiseptik, dll. 2. Kaji kondisi klien (tingkat kenyamanan dan kebutuhan untuk mengganti balutan). Jelaskan prosedur/tujuan pada klien/keluarga 3. Berikan analgesik jika diindikasikan 4. Siapkan alat ketika menunggu analgesik efektif 5. Pertahankan privasi, naikkan tempat tidur, turunkan penahan sisi tempat tidur, dan bantu klien pada posisi yang nyaman yang memudahkan untuk melakukan pembersihan luka 6. Lindungi alas tempat tidur dengan alas anti air 7. Cuci tangan 8. Buka balutan lama/kotor dengan alat bersih atau sarung tangan bersih. Gunakan teknik yang benar untuk membuka balutan dengan plester (tekan kulit di sekitar plester dan angkat perlahan plester di sekitar balutan) 9. Buang balutan kotor di tempat yang telah disediakan 10. Cuci tangan 11. Buka set steril dengan teknik steril 12. Pakai sarung tangan steril 13. Kaji keadaan luka, misalnya kedalaman, lebar, penampilan umum, kemerahan, bengkak, eksudat, jaringan nekrotik, jaringan granulasi, dan bau

14. Bersihkan luka bila diperlukan 15. Letakkan kassa steril di sepanjang luka 16. Lanjutkan hingga luka tertutup. Antisipasi area yang mengeluarkan eksudat lebih banyak dan tambahkan kassa ekstra di luar area 17. Buka sarung tangan dan kembalikan alat sesuai peraturan institusi 18. Kembalikan klien ke posisi semula, turunkan tempat tidur, dan naikkan kembali penahan sisi tempat tidur 19. Cuci tangan 20. Kaji kondisi klien 21. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan respon klien

Referensi: DKKD FIK UI. (2007). Panduan Praktikum Keperawatan Dasar II. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI. Potter, Perry. (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik Edisi 4 Volume II. Jakarta: EGC.