Anda di halaman 1dari 1

PEDOMAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PERKREDITAN A. Umum : 1.

Kinerja dan kelangsungan usaha BPR dipengaruhi oleh kualitas penyediaan dana pada aktiva produktif, termasuk kesiapan untuk menghadapi resiko kerugia dari penyediaan dana tersebut. Dalam rangka pengembangan usaha dan mengelola resiko, pengurus BPR wajib menjaga kualitas aktiva produktif dan membentuk PPAP yang cukup. Di sisi lain, penyediaan dan BPR pada aktiva produktiv, memilik karakteristik yang berbeda dengan Bank Umum. 2. Untuk mendorong penyaluaran kredit kepada UMKM namun dengan tetap memeperhatikan prinsip kehati-hatian yaitu memeperluas jenis agunan dan pengikatan yang dapat menjadi pengurang pembentukan PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif). 3. Mendorong governance BPR dalam penyaluran kredit yaitu kewajiban BPR untuk memiliki kebijakan dan prosedur perkreditan secara tertulis. 4. Menselaraskan ketentuan mengenai Kualitas Aktiva Produktif dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Bank Perkreditan Rakyat (KAP dan PPAP BPR) dengan Standar Akutansi Keuangan untuk Entittas tanpa akuntabilitas Punlik (SAK-ETAP) dan Pedoman Akutansi BPR (PA BPR) yang telah berlaku sejak 2010. Berkenann dengan hal-hal lain