Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK

APLIKASI PLC MITSUBISHI MELSEC FX 0N 30MR PADA MESIN ROVING STRIPPER


UNIT SPINNING 7 PT. APAC INTI CORPORA
Pandhu Wicaksono ( L2F 004 498 )

ABSTRAK
Kemajuan teknologi di bidang elektronika ini menjadi suatu tantangan bagi dunia industri. Karena persaingan
industri semakin meningkat maka efisiensi produksi umumnya dianggap sebagai kunci sukses perusahaan.
Perkembangan zaman yang demikian memaksa dunia industri untuk terus berupaya meningkatkan efisiensi produksi
dengan cara menggantikan sistem kontrol konvensional dengan sistem kontrol yang lebih modern, lebih mudah dalam
perawatannya, pengoperasiannya maupun dalam kemudahan untuk melakukan modifikasi sistem bila diperlukan
dikemudian hari.
Sistem kontrol yang demikian dapat diperoleh salah satunya dengan menggunakan PLC (Programmable Logic
Controller), karena untuk memodifikasi sistem dapat dilakukan cukup dengan mengubah program yang sudah ada
(perubahan dan modifikasi sistem dapat dilakukan melalui software). Sedangkan pada sistem kontrol konvensional
memerlukan pengawatan ulang, sehingga modifikasi sistem menjadi tidak seefisien bila menggunakan PLC.

Kata kunci : PLC, roving stripper, slyver, bobbin

I. PENDAHULUAN melepas sisa benang Roving yang masih menempel


1.1 Latar Belakang pada Bobbin.
Kemajuan teknologi di bidang elektronika
ini menjadi suatu tantangan bagi dunia industri atau 1.2 Tujuan
pabrik. Karena persaingan industri semakin Adapun tujuan dari penulisan Laporan Kerja
meningkat maka efisiensi produksi umumnya Praktek ini adalah:
dianggap sebagai kunci sukses perusahaan. Oleh 1. Mengetahui dan mempelajari proses
karena itu untuk mengendalikan proses produksi pemintalan dan pertenunan.
yang berkesinambungan dengan kualitas produk 2. Mengetahui penerapan sistem kontrol di
yang terjamin serta memiliki daya saing yang tinggi industri, khususnya sistem yang
dengan industri lainnya diperlukan mesin-mesin menggunakan Programmable Logic
berteknologi tinggi dengan sistem pengendalian Controller (PLC).
otomatis berbasis elektronika.
Perkembangan zaman yang demikian 1.3 Pembatasan Masalah
memaksa dunia industri untuk terus berupaya Pada penyusunan laporan Kerja Praktek ini,
meningkatkan efisiensi produksi dengan cara penulis menjelaskan tentang PLC Mitsubishi Melsec
menggantikan sistem kontrol konvensional dengan FX 0N 30MR sebagai pengontrol mesin Roving
sistem kontrol yang lebih modern, lebih mudah Stripper pada Unit Spinning 7 di PT. APAC INTI
dalam perawatannya, pengoperasiannya maupun CORPORA
dalam kemudahan untuk melakukan modifikasi
sistem bila diperlukan dikemudian hari. II. UNIT PRODUKSI
Sistem kontrol yang demikian dapat diperoleh salah 2.1 Spinning
satunya dengan menggunakan PLC (Programmable Spinning (pemintalan) adalah istilah umum
Logic Controller), karena untuk memodifikasi untuk suatu proses pembuatan benang, dimana
sistem dapat dilakukan cukup dengan mengubah sejumlah serat yang relatif pendek disejajarkan satu
program yang sudah ada (perubahan dan modifikasi sama lain dan dibentuk menjadi ukuran tertentu.
sistem dapat dilakukan melalui software). Lalu dipilin agar serat-serat tidak terlepas dan
Sedangkan pada sistem kontrol konvensional dengan demikian telah dihasilkan benang.
memerlukan pengawatan ulang, sehingga modifikasi Di PT. AIC bahan yang digunakan pada
sistem menjadi tidak seefisien bila menggunakan proses spinning adalah kapas ball, yaitu kapas yang
PLC. masih berbentuk kotak-kotak besar. Kapas tersebut
PT. APAC INTI CORPORA yang dapat berasal dari produk kapas alam (cotton) atau
merupakan salah satu perusahaan tekstil yang kapas sintesis, misalnya tetoron atau rayon. Kapas
berskala internasional, menggunakan PLC untuk tersebut akan memasuki mesin blowing. Pada mesin
meningkatkan efisiensi produksi. Salah satu mesin ini kapas akan diuraikan dan dibersihkan dari
yang pengontrolannya menggunakan PLC adalah kotoran-kotoran yang tercampur di dalamnya.
mesin Roving Stripper. Mesin ini digunakan untuk Kotoran ini biasanya berupa logam. Hal ini terutama
terdapat pada kapas alam, sedangkan pada kapas tersebut dimasak (dipanaskan) pada mesin steamer,
sintesis relatif lebih bersih. hal ini agar benang lebih kuat dan mematikan
Untuk memenuhi keperluan ini pada mesin puntiran yang ada.
blowing terdapat sensor logam yang akan
menghentikan mesin jika ada logam yang masuk.
Hal ini sangat penting karena bila kotoran logam
tersebut masuk ke proses selanjutnya akan
merusakkan mesin yang ada. Dan pada mesin ini,
serat kapas yang tidak beraturan akan disejajarkan.
Hasil keluaran bagian ini akan bersih dan serat
sudah sejajar. Untuk bahan kapas campuran juga
dilakukan penimbangan atau penyamaan tekanan
(bahan campuran itu misalnya tetoron dan rayon Gambar 1 Tipe – tipe cone
dengan prosentase campuran tertentu).
Kemudian proses dilanjutkan ke mesin Benang yang ada dalam cone kecil
carding. Pada mesin ini kapas akan dibentuk disambung dan digulung ulang dalam cone yang
menjadi slyver, yaitu dengan menggunakan alat yang besar (Gambar 1). Hal ini dilakukan dalam mesin
berbentuk seperti sikat atau sisir dan dilewatkan winding. Penyambungan benang ini dilakukan
kedalam susunan silinder yang akan menarik dan dengan otomatis oleh robot penyambung. Benang
membuat lembaran kapas menjadi tali kapas atau yang cacat dengan sendirinya akan terpotong dan
disebut slyver. Slyver tersebut ada yang diteruskan dibuang. Setelah tahap ini benang siap dikemas.
melalui proses hylape dan ada juga yang langsung Proses open end tidak terdiri dari tahap yang
ke proses drawing. Apabila memasuki proses ada pada proses ring yarn. S1yver yang masuk ke
hylape, slyver diuraikan lagi dan dibuat rangkap. Hal open end langsung dibuat menjadi benang yang siap
ini dimaksudkan supaya nantinya menghasilkan untuk dikemas. Benang yang dihasilkan pada proses
benang yang kuat. Lembaran slyver yang dibuat ini memiliki ukuran yang relatif besar dan langsung
rangkap tersebut dimasukkan ke dalam mesin digunakan oleh PT. AIC untuk penenunan denim
combing. jeans.
Pada mesin ini dilakukan penyisiran serat,
sehingga dihasilkan serat yang panjang. Slyver yang
melalui proses ini akan menghasilkan benang
dengan kualitas yang lebih bagus, dibandingkan
dengan yang langsung ke drawing. Setelah ini,
slyver masuk ke mesin drawing, proses ini
merupakan awal yang penting bagi kualitas benang.
Karena dalam proses ini dilakukan perangkapan dan
penarikan slyver, hingga mencapai berat dan panjang
tententu. Bila terjadi kesalahan pada proses ini, mutu
benang akan turun. Hasil dari proses ini juga disebut Gambar 2 Cara pemuntiran benang
slyver, tetapi berat dan panjangnya standar. Dan
proses ini dapat diteruskan pada dua proses
selanjutnya yaitu ring yarn dan openend.
Proses ring yarn diawali oleh mesin roving,
mesin ini menguhah slyver yang besar menjadi
berdiameter kecil. Ini dilakukan dengan menarik
dengan kekuatan dan twist (puntiran) tertentu. Hal
ini dilakukan dengan mengatur kecepatan motor
yang memberi supply slyver dan kecepatan motor
yang digunakan untuk menggulung slyver kecil.
Kemudian hasil dan proses tersebut masuk
pada mesin ring frame untuk dilakukan proses
seperti diatas, yaitu puntiran dan penarikan. Pada
proses ring frame ini adalah inti dari proses
pemintalan (spinning). Benang yang keluar sudah
tergulung dalam cone kecil. Proses berikutnya
adalah proses penyempurnaan berdasarkan pesanan
konsumen. Benang yang tergulung dalam cone
RAW MATERIAL

BLOWING

CARDING

ROVING STRIPPER HYLAPE

COMBING

DRAWING

RING YARN

ROVING

RING FRAME

OPEN END (OE)

STEAMER

WINDING

PACKING

Gambar 5 Diagram alir proses Weaving

MASUK KE WEAVING

III. PLC
KE PASAR Konsep dari PLC adalah Programmable,
Gambar 3 Diagram alir proses spinning menunjukkan kemampuannya yang dapat dengan
mudah diubah-ubah sesuai program yang dibuat dan
2.2 Weaving kemampuannya dalam hal memori program yang
Blok proses pertenunan (weaving) dapat telah dibuat. Logic, menunjukkan kemampuannya
dilihat pada Gambar 5. Bahan mentah pada unit dalam memproses input secara aritmatik, yakni
weaving dihasilkan oleh unit Spinning. Gulungan melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan,
benang yang semula tergulung pada cone besar mengalikan, membagi, mengurangi dan negasi serta
digulung pada beam dengan mesin benninger controller, menunjukkan kemampuan dalam
(warping) mengontrol dan mengatur proses sehingga
menghasilkan output yang diinginkan.
Fungsi dan kegunaan dari PLC hampir dapat
dikatakan tidak terbatas. Tapi dalam prakteknya
dapat dibagi secara umum dan secara khusus.
Secara umum, fungsi PLC adalah sebagai
berikut:
1. Kontrol Sekuensial.
PLC memproses input sinyal biner menjadi
output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan
Gambar 4 Perbedaan antara beam kosong dengan beam teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC
tergulung benang. menjaga agar semua step/langkah dalam proses
sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant.
PLC secara terus menerus memonitor status
suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat
ketinggian) dan mengambil tindakan yang
diperlukan sehubungan dengan proses yang
dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau
menampilkan pesan tersebut kepada operator.
tangga yang memiliki sejumlah anak tangga,
2.1 Bagian-bagian PLC diagram ini juga memiliki anak-anak tangga tempat
Secara umum PLC terdapat 3 komponen setiap peralatan dikoneksikan.
bagian utama,yaitu:
1. Central Processing Unit (CPU),merupakan otak
PLC yang terdiri 3 bagian, yaitu:
a. Mikroprosesor merupakan otak dari PLC
yang difungsikan untuk operasi matematika
dan operasi logika.
b. Memori, merupakan daerah CPU yang
digunakan untuk melakukan proses
penyimpanan dan pengiriman data pada
PLC.
c. Power Supply, yang berfungsi untuk
mengubah sumber masukan tegangan bolak-
balik menjadi tegangan searah.
2. Monitor/ Programmer (digunakan untuk Gambar 7 Contoh diagram ladder elektromekanis
memasukkan program ke dalam PLC, sederhana
monitoring PLC).
3. I/O modul (sebagai terminal untuk dihubungkan
dengan peralatan luar).

2.2 Pemrograman pada PLC


Untuk memprogram sebuah PLC dapat
dilakukan dengan melalui dua cara yaitu
pemrograman secara online dan pemrograman
secara offline. Pemrograman secara online adalah
pemrograman melalui PC (Personal Komputer), Gambar 8 Implementasi PLC untuk Gambar 8
pemrograman dengan cara ini menggunakan LSS
(Ladder Support Software) pada PC yang kemudian
program yang telah dibuat didownLOADkan ke IV. APLIKASI PLC MITSUBISHI MELSEC
PLC. Sedangkan pemrograman secara offline adalah FX0N 30MR
pemrograman PLC dengan menggunakan HPP 4.1 PLC MITSUBISHI
(Handy Programming Panel) atau yang lebih PLC yang digunakan pada mesin Roving
familiar dengan sebutan Programming Console. Bila Stripper di PT. APAC INTI CORPORA
dengan menggunakan cara yang kedua ini maka khususnya di spinning 7 adalah jenis PLC
instruksi dimasukkan satu persatu ke PLC pada saat MITSUBISHI MELSEC FX 0N 30MR. PLC ini
pemrograman.
merupakan jenis PLC yang compact dimana
semua unit PLC, diantaranya Unit CPU, Unit
Power Supply, dan Unit Input Output masih
tersusun menjadi satu modul.

Gambar 6 Programming Console

Diagram Ladder
Diagram ladder atau diagram satu garis
adalah satu cara untuk menggambarkan proses
kontrol sekuensial yang umum dijumpai di industri. Gambar 9 PLC MITSUBISHI MELSEC seri FX 0N
Diagram ini mempresentasikan interkoneksi antara
perangkat input dan perangkat output sistem kontrol.
Dinamakan diagram ladder (tangga) karena diagram Penggunaan Instruksi
ini mirip dengan tangga. Seperti halnya sebuah 1 Program Self Holding
X0 X0 Y0

Y0

Gambar 13 Contoh penggunaan perintah OR dan ORI


Gambar 10 Diagram Ladder self holding
5. ANB
2. LD dan LDI
Perintah ANB berfungsi untuk mengANDkan
Perintah LD digunakan untuk memulai setiap
blok A dan blok B. perintah ini tidak memiliki
baris atau blok logika dengan sambungan
ekspresi Ladder diagram sendiri dan pada
normally open (NO) sedangkan perintah LDI
program Ladder langsung dikonversikan ke
memiliki fungsi berkebalikan dengan perintah
program mnemonic.
LD yaitu untuk memulai setiap baris atau blok
Contoh :
logika dengan sambungan normally close (NC)
Contoh :

Gambar 14 Contoh penggunaan perintah ANB

Gambar 11 Contoh penggunaan perintah LD dan LDI


6. ORB
3. AND dan ANI Perintah ORB merupakan perintah untuk
Perintah AND merupakan koneksi serial mengORkan hasil operasi pada blok A dan blok
Normally Open (NO) kontaktor yang bekerja B. Perintah ini tidak memiliki ekspresi Ladder
sepeti logika AND antara dua buah operandd. sendiri dan dalam aplikasinya dikonversikan ke
Perintah ANI memiliki fungsi yang sama program mnemonic pada program Ladder yang
dengan peritah AND, perbedaannya perintah bersangkutan.
ANI memiliki kontaktor normally close (NC). Contoh :
Contoh :

Gambar 12 Contoh penggunaan perintah AND dan ANI


Gambar 15 Contoh penggunaan perintah ORB
4. OR dan ORI
Perintah OR merupakan koneksi paralel
Normally Open kontaktor yang bekerja sepeti
logika OR antara dua buah operandd. Perintah
ORI memiliki fungsi yang sama dengan peritah
OR, perbedaannya perintah ORI memiliki
kontaktor NC.
Contoh :
4.2 Mesin Roving Stripper menangkap sisa benang yang masih menempel pada
bobbin. Gerakan carrier yang berlawanan dengan
belt akan membuat bobbin berputar dan melepas
roving.
Sisa benang roving yang menempel pada
belt selanjutnya akan melewati sisir dari stripping
roller yang berputar. Gerakan dari stripping roller
tersebut akan melepas sisa benang roving dari belt
sekaligus membuka pilinan roving. Setelah itu sisa
benang roving akan diberikan ke Blower untuk
diuraikan dengan cara memutar dan
menghembuskan angin padanya.
Sisa benang - benang roving tadi akan
terurai dan menjadi serat kapas lagi. Serat kapas ini
akan tertampung oleh container box yang berada di
dalam mesin roving stripper ini. Apabila container
box yang terisi serat kapas ini sudah penuh, maka
Gambar 16 Mesin Roving Stripper LED indikator container box akan menyala dan
mesin akan berhenti. Serat kapas tersebut harus
Mesin yang digunakan pada industri tekstil diambil terlebih dahulu. Sementara itu bobbin yang
khususnya bagian spinning salah satunya adalah sudah tidak ada sisa benang akan dibawa keluar oleh
mesin Roving Stripper, mesin ini sebenarnya bukan return conveyor dan siap ditempatkan kembali pada
mesin utama dari proses produksi tetapi hanya mesin Mesin Roving.
pendukung saja, yang berguna untuk mempercepat
pemrosesan produksi.
Mesin Roving Stripper ini biasa juga disebut V. PENUTUP
dengan Roving Cleaner yang berfungsi untuk 5.1 Kesimpulan
melepas/membersihkan benang yang masih 1. Proses pemintalan kapas menjadi benang
menempel pada bobbin dan mengubahnya menjadi terdiri dari raw material, blowing, carding,
serat kapas kembali. Dengan demikian mesin ini hylape, combing, drawing. Setelah proses
bukan merupakan bagian utama dari mesin Ring drawing, pemrosesan slyver dibagi menjadi
Yarn. dua proses yaitu ring yarn dan open end.
Sisa benang dari mesin Roving yang masih 2. Perbedaan yang mendasar antara proses
menempel pada bobbin ini diletakkan pada open end dengan proses ring yarn adalah
penampung (hopper). Pada saat meletakkan bobbin, ukuran benang yang dihasilkan, pada proses
posisi bobbin harus benar dan tidak asal meletakkan open end ukuran benang yang dihasilkan
bobbin saja. Hal ini dimaksudkan agar supaya sisa relatif lebih besar dibandingkan dengan
benang (roving) dapat ditarik oleh Brushing belt, proses ring yarn.
jika tidak, maka roving tidak dapat ditarik oleh 3. Mesin Roving Stripper adalah mesin yang
Brushing belt dan hanya berputar - putar saja. digunakan untuk melepas sisa benang roving
yang masih menempel pada bobbin serta
mengubahnya menjadi serat kapas kembali.

5.2 Saran
Sehubungan dengan mesin-mesin produksi
yang ada di PT AIC banyak yang menggunakan
PLC sebagai sistem kontrol pengendalinya, maka
perlu kiranya diadakan training atau pelatihan yang
berkenaan dengan PLC kepada teknisi-teknisi yang
ada di masing-masing unit.
Gambar 17 Proses penangkapan sisa benang oleh
brushing belt
Pada saat tombol Start ditekan, maka mesin
akan aktif dan motor carrier akan mulai
menggerakkan bobbin guide dan akan membawa
bobbin ke atas mesin. Dimana disana sudah ada
Brushing Belt yang berputar yang siap untuk
DAFTAR PUSTAKA BIODATA PENULIS

[1] Ogata, Katsuhiko, Teknik Kontrol Penulis lahir


Automatik Jilid 1, diterjemahkan belasan tahun
oleh Edi Leksono, Erlangga, Jakarta, yang lalu di
1994. sebuah kota yang
[2] Ogata, Katsuhiko, Teknik Kontrol merupakan
Automatik Jilid 2, diterjemahkan kerajaan Islam
oleh Edi Leksono, Erlangga, Jakarta, pertama di tanah
1994. Jawa. Saat ini
[3] Setiawan, Iwan, Programmable Logic sedang
Controller (PLC) dan Teknik menempuh studi
Perancangan Sistem Kontrol, S1 di Jurusan
Penerbit Andi, Yogyakarta, 2006. Teknik Elektro
Fakultas Teknik
[4] ……., www.artisan-scientific.com/info/ Universitas
Diponegoro mengambil Konsentrasi
Mitsubishi_Melsec_FX_Series_ Teknik Kontrol.
PLC_ Datasheet.pdf
[5] ……., www.taiwan-control.com.tw/
Semarang, November 2007
products/plc/fx0n.pdf

Mengetahui,
Dosen Pembimbing

IWAN SETIAWAN, ST.MT


NIP. 132 283 183