Anda di halaman 1dari 12

CORPORATE PUBLIC RELATIONS (CPR) Jabatan PR sering diremehkan oleh perusahaan.

Sebuah tim CPR harus bekerjasama dalam menyediakan sumber daya bagi perusahaan tersebut. CPR sangatlah penting untuk menangani perhatian publik. Sebuah tim CPR harus menyediakan para ahli pada bidang tertentu, alat yang diperlukan, sumber daya, informasi, dan hubungan dengan media. Merek harus mampu untuk memberikan informasi yang banyak tentang perusahaan bagi publiknya. CPR bertanggung jawab untuk menemukan investor potensial yang akan menginvestasikan uang di perusahaan tersebut. Kebanyakan para investor mencari perusahaan yang berbeda untuk dalam berinvestasi dan tentu saja perusahaan yang menjanjikan. Oleh karena itu, CPR harus meningkatan kesadaran publik terhadap perusahaan tersebut, layanan perusahaan, atau produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan agar para investor lebih yakin untuk berinvestasi. Kesadaran tim CPR dalam meningkatkan kualitas perusahaan maka akan tercipta reputasi yang baik pula. Perusahaan pun harus bisa mempromosikan nama baik perusahaan dalam rangka membangun reputasi dan identitas perusahaan di pasar yang akan menghasilkan peningkatan dalam penjualan dan pendapatan bagi perusahaan. Semakin besar suatu perusahaan, semakin besar pula tim CPR di perusahaan tersebut. Sebuah tim CPR harus menciptakan kampanye PR yang efektif dan menerapkannya dalam organisasi. Sebuah kampanye PR yang efektif membutuhkan waktu. Beberapa perusahaan tidak menciptakan kampanye PR karena mereka tidak mau rumit dan mengeluarkan biaya hanya untuk kampanye PR. Padahal, fungsi dari kampanye PR itu sendiri adalah untuk membangkitkan minat publik tentang perusahaan yang bersangkutan. Sebuah tim CPR harus dilatih dengan sangat baik dalam hal keterampilan komunikasi, baik lisan maupun tertulis karena mereka sendiri bertanggung jawab atas reputasi perusahaan. CPR membutuhkan masukan atau saran-saran dari publiknya. Oleh karena itu, pertemuan brainstorming penting dilakukan untuk mendiskusikan pendapat dari publiknya. Orang yang bekerja menjadi CPR perusahaan harus mampu menyusun strategi dan menjadi kreatif. Ada beberapa cara untuk mempromosikan bisnis dalam strategi CPR. Karena CPR bertanggung jawab membangun dan mempertahankan reputasi sebuah perusahaan, penting bagi mereka untuk menghadiri pertemuan sosial di mana mereka dapat menjalin jaringan perusahaan dengan orang lain. Tujuannya adalah untuk membangun kredibilitas di bidang tertentu dan membangun citra perusahaan. Beberapa perusahaan telah mulai menulis blog

mingguan atau harian yang memungkinkan mereka untuk membahas keahlian mereka dalam bidang mereka. Sebuah situs web adalah bagian yang sangat penting bagi hubungan masyarakat perusahaan. Investor yang tertarik dan pihak lain dapat mengakses ke situs web dan berharap untuk menemukan konten rinci tentang produk dan layanan dari perusahaan. Sebuah situs web harus menyertakan informasi tentang struktur perusahaan dari perusahaan termasuk pejabat, direktur, dan perencana strategis. Informasi lain tentang perusahaan yang harus disertakan adalah sebagai berikut: sejarah perusahaan, bagaimana mulai dan bagaimana hal itu tumbuh menjadi perusahaan seperti sekarang ini, informasi yang membuat perusahaan terpisah dari pesaing, dan informasi tambahan yang menetapkan perusahaan tersebut ahli di bidang mereka. Tim CPR juga bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan acara perusahaan. Peristiwa yang paling korporasi disebut di "meet and greet" karena saling bertemu dan menyapa adalah cara yang efektif untuk membangun jaringan kontak dan meningkatkan eksposur perusahaan. Sebuah tim PR perusahaan bertanggung jawab untuk berbagai tugas, yang paling penting adalah untuk menjaga reputasi perusahaan yang positif. Jika media perhatian tertarik pada aspek negatif dari perusahaan, itu adalah tugas tim CPR perusahaan untuk memperbaikinya dan menunjukkan perusahaan dalam cara yang positif. Dalam CPR terdapat program-program sebagai berikut : 1. Hubungan dengan pemerintah (government relations): lobi, mempercepat proses prosedur perijinan, memperoleh dukungan-dukungan moral, dan ijin-ijin legal lainnya. 2. Hubungan dengan komunitas (community relations): masalah polusi, 3. masalah keamanan, masalah fasilitas-fasilitas sosial, keterlibatan komunitas, 4. dan menjadi warga kota/negara yang baik. 5. Hubungan dengan media (press relations): press release, press conference, media tour,interview; dan jurnalisme foto. 6. Hubungan dengan karyawan: moral kerja, citra karyawan, budaya perusahaan, filosofi perusahaan, media internal; dukungan karyawan atas produk-produk perusahaan, dan kegiatan-kegiatan karyawan 7. Hubungan dengan pemegang saham 8. Hubungan dengan Bank. 9. Hubungan dengan opinion leaders. 10. Hubungan dengan akademisi.

11. Hubungan dengan konsumen 12. Mengatasi krisis:ketika perusahaan menurun; dan krisis yang meluas. Dalam implementasi program corporate public relations ini, publik yang menjadi sasaran program dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya (Kasali,1994:11) sebagai berikut: a. Publik Internal dan Publik Eksternal. Publik Internal adalah publik yang ada di dalam organisasi. Misalnya karyawan, satpam, supervisor, sekretaris, manajer, pemegang saham dan sebagainya. o Hubungan dengan karyawan: - Kegiatan rutin guna mempererat hubungan antara manajemen dan karyawan.Dalam pertemuan ini dapat dibahas problem-problem sekaligus di musyawarahkan untuk mencari pemecahannya. - Membuat buku pegangan karyawan. Buku itu berisi jobdesk dari masing-masing karyawan, peraturan perusahaan, serta hak dan kewajiban karyawan. - Menyediakan kotak suara karyawan. Hal ini perlu agar manajemen mengetahui keinginan serta keluh kesah karyawan. - Hiburan,darmawisata dan olahraga. Kegiatan ini perlu untuk menyenagkan hati karyawan dan menyalurkan bakat karyawan dibidang olahraga. Dengan kegiatan ini loyalitas karyawan dengan sendirinya akan terbentuk. - Menyediakan saran prasarana yang memadai dilingkungan kantor.Seperti tempat ibadah, klinik kesehatan, kantin, dll - Memberikan award kepada karyawan berprestasi. o Hubungan dengan keluarga karyawan: Mengadakan family gathering guna mempererat tali silahturahmi antara karyawan dan keluarga karyawan lainnya. Menyediakan beasiswa pendidikan untuk anak karyawan yang berprestasi o Hubungan dengan investor Laporan kepada pemegang saham, pertemuan antara pimpinan perusahaan dan pemegang saham untuk pertanggungjawaban dalam bidang keuangan. Sehingga para pemegang saham tetap menaruh kepercayaan karena merasa ikut serta membina perusahaan dan mengetahui kegunaan uangnya. Adapun publik eksternal adalah publik yang berkepentingan terhadap organisasi namun berada di luar organisasi. Sebagai contoh adalah penyalur, pemasok, bank, pemerintah, pers, masyarakat sekitar dan sebagainya. Misalnya :

o Hubungan dengan komunitas yaitu dengan mengadakan progam-program kegiatan guna mengatasi masalah lingkungan tempat perusahaan dan komunitas berada. Progam ini sering disebut Corporate Social Responsibility (CSR). Misalnya kegiatan progam air bersih untuk warga sekitar, progam keamanan, fasilitas sosial/umum. Jika hubungan dengan komunitas baik maka lingkungan kerja pun menjadi nyaman. Masyarakat tidak merasa hanya dimanfaatkan oleh perusahaan, tetapi

kepentingannya pun ternyata diperhatikan oleh perusahaan. o Hubungan dengan media sering disebut dengan media relations. Hubungan ini penting karena salah satu Jobdesk PR adalah Publisitas, maka media lah alat untuk mendukung kegiatan tsb. Misalnya agar press conference yang kita buat diterbitkan oleh media maka selain isinya menarik kita juga harus memiliki hubungan yang baik dengan media tsb.Kita dapat mengadakan media gathering untuk mewujudkan hal tsb. Lebih jauhnya hubungan dengan media ini menjadi penting jika kita ingin mengontrol, mencegah, dan meminimalisir berita-berita negatif tentang perusahaan kita. o Hubungan dengan Opinion leader dengan mengadakan opinion leader

gathering,memberikan bahan berita kepada mereka terkait dengan issue yang menyangkut organisasi.Kegiatan itu diperlukan agar opinion leader memiliki pendapat/opini yang sama dengan organisasi guna mempersuasi pendapat publik.Opinion leader adalah orang2 yang memiliki kapasitas sebagai orang ke-3 yang dapat menginspirasi masyarakat.Yang termasuk opinion leader antara lain tokoh masyarakat,pemuka agama,pejabat negara,dan selebritis. o Hubungan dengan pemerintah.Masih ingat 2 fungsi PR yaitu Lobying dan press agentry?yah inilah yang saya maksud.Hubungan pemerintah bertujuan agar kita dapat menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kebiajakan yang akan pemerintah terapkan terkait dengan kegiatan perusahaan.

Dua kegiatan diatas yaitu Internal PR & Eksternal PR bertujuan membangun dan menjaga hubungan yang baik antara publik dan organisasi guna mendukung tujuan organisasi. b. Publik Primer, Sekunder, dan Marjinal Tidak semua elemen dalam stakeholders perlu diperhatikan organisasi. Organisasi dapat menyusun daftar prioritas terkait dengan stakeholders tersebut. Yang paling penting disebut PublikPrimer, yang kurang penting disebut Publik Sekunder, dan yang tidak penting

disebut Publik Marjinal. Daftar prioritas ini dapat berubah setiap saat sesuai dengan kepentingannya. c. Publik Tradisional dan Publik Masa Depan Karyawan dan konsumen adalah publik tradisional sedangkan mahasiswa, peneliti, konsumen potensial, pejabat pemerintah adalah publik masa depan. d. Proponents, Opponents, dan Uncommitted Di antara publik terdapat kelompok yang memihak organisasi (proponents),kelompok yang menentang organisasi (opponents), dan yang tidak peduli (uncommitted). Organisasi perlu secara jernih melihat kelompok-kelompok ini. e. Silent Majority and Vocal Minority Apabila dilihat dari kegiatan publik dalam menyampaikan dukungan dan keluhan terhadap organisasi, maka ada kelompok yang vokal yang biasanya jumlahnya sedikit (vocal minority) dan ada kelompok yang jumlahnya besar tetapi pasif dalam menyampaikan dukungan dan keluhan (silent majority)

Contoh aktivitas CPR Hotel Santika Bandung merupakan perusahan yang bergerak di bidang jasa, dimana sebagian pengguna jasa berasal dari kalangan bisnis. Dalam melaksanakan kegiatan CPR haruslah mengacu pada tujuan yang jelas. Begitu pula yang dilakukan oleh Hotel Santika Bandung yang memiliki tujuan yang ingin dicapai, antara lain : 1. Membina hubungan baik antara konsumen, karyawan, pemerintah, dan masyarakat. 2. Menjaga citra perusahaan dimata konsumen, masyarakat, dan pemerintah 3. Mempromosikan dan menjual jasa di perusahaan dengan cara mempertahankan pelanggan yang pernah atau telah menggunakan jasa hotel. 4. Melawan berita bohong yang dapat merugikan perusahaan Jenis kegiatan CPR Internal Tujuannya adalah untuk mempererat rasa persaudaraan diantara karyawan dengan atasannya atau antar karyawan sendiri sehingga akan tercipta image yang baik di mata masyarakat karena pihak perusahaan telah menunjukkan rasa perhatian terhadap karyawannya. Kegiatan tersebut meliputi : o Diskusi/ Rapat Bila terjadi suatu masalah maka masalah tersebut dapat dicari jalan keluarnya melalui forum diskusi. Sehingga mau tidak mau antara atasan dan bawahan atau

sesama karyawan akan berkomunikasi satu dengan yang lainnya, dan hubungan mereka akan terpelihara. o Kegiatan bersama-sama Merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan secara bersama-sama diluar aktivitas sehari-hari, misalnya kegiatan darma wisata, olahraga, atau kegiatan buka bersama. Hotel Santika melakukan kegiatan bersama para karyawan dan tamu juga turut diundang seperti jalan-jalan ke Punclut, Pangalengan, dll yang dilakukan dalam tiga bulan sekali. Eksternal Tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan mengenai keadaan perusahaan kepada para tamu dan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan eksternal di Hotel Santika Bandung adalah : o Press Releas Press Releas yang dilakukan Hotel Santika Bandung adalah berupa berita yang dimuat melalui media massa yang berisi tentang perubahan, perkembangan, peristiwa, kejadian tertentu di perusahaan yang layak dimuat di media untuk meningkatkan citra hotel. o News Letter News Letter pada Hotel Santika Bandung adalah Info Kita yaitu media khusus yang berguna untuk menyampaikan segala informasi dan peristiwa yang terjadi di Hotel Santika Bandung kepada pihak manajer, karyawan, dan mitra kerja perusahaan. o Lobbying Hotel Santika mengadakan acara Festifal Makanan yang diadakan pada acara Tahun Baru, mengadakan pasar nelayan dan kegiatan ini melibatkan pehak pemerintah dan tamu o Berita (news) Hotel Santika memberikan informasi terbaru bagi para tamunya seperti terangkum dalam Metro Indonesia, koran Pikiran Rakyat pada tahun 2004 Hotel Santika Bandung memberikan ucapan selamat ulang tahun Kota Bandung

MARKETING PUBLIC RELATIONS (MPR) Secara umum Marketing Public Relations merupakan suatu proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang dapat merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui pengkomunikasian informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan positif yang ditimbulkan dan berkaitan dengan identitas perusahaan atau produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan bagi para konsumennya. Philip Kotler yang pertama kali memunculkan konsep Mega Marketing yang merupakan perpaduan antara kekuatan Public Relations dan Maketing Mix. Kemudian muncul lagi istilah Marketing Public Relations (MPR), sebagai pengembangan tahap berikutnya dari konsep sebelumnya (Mega Marketing) yang dipopulerkan oleh Thomas L Harris sebagai berikut : Marketing Public Relations adalah sebuah proses perencanaan dan pengevaluasian program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan, produknya dengan kebutuhan serta perhatian pelanggan. Marketing adalah salah satu fungsi utama dari kegiatan bisnis, sedangkan bidang Public Relations memiliki hubungan kuat dengan fungsi-fungsi finansial dan produksi. Disini aktivitas Public Relations lebih dititikberatkan pada hubungan yang berkesinambungan antara organisasi dengan publik, sedangkan Marketing lebih mengutamakan pada upaya pencapaian keuntungan finansial bagi perusahaan. Keberadaan Marketing Public Relations bermanfaat untuk mendukung secara langsung kegiatan promosi perusahaan atau untuk produknya dan untuk membangun citra (image). Menurut Widodo Muktiyo, menyebutkan bahwa dalam membangun citra (image) diperlukan strategi dasar : a) Menentukan kelompok sasaran (memilih segmen sasaran dengan sarana riset pasar) b) Keberhasilan membangun citra dipengaruhi oleh beberapa faktor : - Citra dibangun berdasarkan orientasi terhadap manfaat yang dibutuhkan dan diinginkan kelompok sasaran - Manfaat yang ditonjolkan cukup realistis - Citra yang ditonjolkan sesuai dengan kemampuan perusahaan - Citra mudah dimengerti kelompok sasaran - Citra merupakan sarana bukan merupakan tujuan usaha c) Koordinasi di dalam

d) Merger dan Franchising sebagai sarana penunjang membangun citra Marketing Public Relations penekanannya bukan pada penjualan, namun berperan sebagai pemberi informasi yang bersifat mendidik dan upaya untuk meningkatkan pengertian lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu produk atau jasa perusahaan, yang akan lebih kuat dampaknya dan agar lebih lama diingat oleh konsumen. Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi perusahaan dalam berkompetisi yaitu : 1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan 2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat atas produk yang ditawarkan atau digunakan 3. Mendorong antusiasme melalui suatu artikel sponsor tentang kegunaan dan manfaat suatu produk 4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya 5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya 6. Membantu dalam mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama 7. Mengkomunikasikan terus-menerus melalui media Public Relations tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup, supaya tercapai publikasi yang positif di mata masyarakat atau publik 8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya 9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang.

Contoh aktivitas MPR Kegiatan MPR dalam Mensosialisasikan Tarif Terbaru IM3 Rp 0,0000000000...1/detik (Tarif Sejuta Nol) Dalam kegiatan promosi industri telekomunikasi yang terjadi saat ini, terlihat jelas bahwa persaingan terjadi begitu ketatnya. Setiap perusahaan telekomunikasi menawarkan berbagai produk dengan berbagai keunggulan masing-masing. Untuk itu sangat diperlukan beberapa strategi yang harus diterapkan untuk memenangkan persaingan tersebut dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pelanggan.

Demikian halnya yang dilakukan oleh PT Indosat, Tbk Surabaya. Dalam rangka memenangkan persaingan di bidang industri telekomunikasi, perusahaan ini menawarkan promosi kepada pelanggannya dengan menerapkan tarif pembicaraan yang sangat kompetitif, yaitu dengan pemberlakuan tarif Rp 0,000000000...1/detik (Sejuta Nol). Tarif ini dinilai sangat memberikan kemudahan bagi para pelanggannya karena pelanggan dapat menghemat pemakaian pulsa dalam melakukan pembicaraan via telepon. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh divisi MPR dalam mensosialisasikan tarif terbaru IM3 Rp 0,0000000000...1/detik (Sejuta Nol) adalah sebagai berikut, 1. Melakukan Kegiatan Promosi ATL dan BTL a. Kegiatan ATL (Above The Line) Talk Show di beberapa radio lokal di Surabaya misal di radio EBS FM, Colors Radio dan Istara FM mengenai tarif Sejuta Nol Pelaksanaan Quiz Interactive di beberapa radio di Surabaya misal di radio EBS FM, Colors Radio dan Istara FM mengenai tarif Sejuta Nol Penayangan iklan di media cetak lokal seperti di surat kabar (Surabaya Pos, Harian Surya dan Jawa Pos), tabloid, majalah, dll mengenai tarif sejuta nol Penayangan iklan di media televisi lokal (JTV) mengenai tarif sejuta nol Penerbitan booklet bulanan Indosat yang dibagikan secara gratis untuk customer Indosat b. Kegiatan BTL (Below The Line) Pemasangan Umbul-umbul di beberapa ruas jalan yang strategis di Surabaya, seperti di Jalan Pemuda, Jalan Kenjeran, Jalan Urip Sumoharjo, dll Pemasangan Baliho dengan tematik tarif Sejuta Nol di beberapa lokasi yang strategis di Surabaya seperti di Jalan Demak, Jalan Kertajaya, Jalan Raya Darmo dan Jalan Urip Sumoharjo Pemasangan Billboard dengan tematik tarif Sejuta Nol di beberapa lokasi yang strategis di Surabaya seperti di Jalan Pemuda, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Urip Sumoharjo, dll Penyebaran Flyer di beberapa tempat yang mempunyai konsentrasi massa yang banyak, misalnya di sekolah-sekolah (SMA 11, SMA 17, SMA Komplek, dll), tempat makan (kantin kampus, dll), mall (Tunjungan Plaza, Galaxy, Delta, dll) dan supermarket (Hypermart, Carrefour, dll)

Pemasangan Banner in Store, contohnya Neonbox, X-Banner, Vinnyl, Poster, dll di counter-counter penjualan handphone atau voucher isi ulang Dll

2. Melakukan Kegiatan Event Berbagai bentuk kegiatan event dilakukan oleh PT Indosat, Tbk Surabaya untuk lebih memfamiliarkan program-program yang ditawarkan dan untuk lebih menancapkan brand image di benak konsumen. a. Event Musik Berbagai event musik dilaksanakan sesuai dengan target segmentasi IM3 yaitu lebih diutamakan ke anak-anak muda. Seperti contohnya, IM3 Goes To School di SMA 11 Surabaya bersama artis Shaggydog, 23 Februari 2008 IM3 Goes To School di SMA 17 Surabaya bersama band-band lokal Surabaya, 23 Februari 2008 IM3 Goes To School di SMA Komplek Surabaya bersama band-band lokal Surabaya IM3 Musical Roadshow di Balaikota Surabaya bersama artis internasional Ozomatli, 29 Maret 2008 b. Event Happening Art Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk motion dan pengumuman secara langsung kepada konsumen tentang sebuah program yang sedang diadakan atau diluncurkan dengan memberikaan informasi di beberapa perempatan jalan protokol yang strategis dengan menggunakan pengeras suara. Kegiatan ini dilakukan pada saat kondisi traffic di jalan lebih padat dari biasanya (jam berangkat kerja dan sekolah serta jam pulang kerja dan pulang sekolah). Contoh kegiatan happening art ini adalah sebagai berikut, Happening Art Gong Xi Fat Chai, 6 Februari 2008 Happening Art Valentines Day, 14 Februari 2008 Happening Art Tarif IM3 Rp 0,0000000000...1/detik

c. Event Kompetisi Berbagai event yang bersifat kompetisi pun digelar oleh Indosat untuk lebih menanamkan brand image dan memperluas market segment IM3 di berbagai kalangan. Contoh kegiatan kompetisi yang pernah diselenggarakan adalah, Indosat Bowling Cup II di Kahong Bowling Centre, 11-13 April 2008 ESWC (Electronic Sport World Championship) di Royal Plaza Surabaya, 18-20 April 2008

Sumber : http://wicaksonodjatmiko.wordpress.com/2011/06/06/marketing-public-relations/ http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/konsep-marketing-public-relations-mpr.html http://female.store.co.id/images/media/KOMUNIKASI%20TERAPAN%20%20marketing.pdf http://dspace.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/667/content%202.pdf?sequence=2

Tugas Kapita Selekta PR Aktivitas Corporate Public Relations (CPR) dan Marketing Public Relations (MPR)

Oleh :

Mochamad Tegar Pamula Kelas : D

NPM. 10080009328

Fakultas Ilmu Komunikasi UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2011