Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KASUS OSTEOMALASIA

Disusun Oleh : 1. Ainil Azizah 2. Devi Triyanti 3. Feni Alfionita 4. Melsa Septi W. 5. Ririn Permata Sari 6. Titi Sumarni 7. Novrizal AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2012

Defenisi
Defenisi Osteomalasia adalah manifestasi defisiensi vitamin D. Perubahanmendasar pada penyakti ini adalah gangguan mineralisasi tulang, disertaimeningkatnya osteoid yang tidak mengalami mineralisasi.(Robins, 2007)

Etiologi
Kekurangan vitamin D Kekurangan kalsium dalam diet Kelainan gastrointestinal Malabsorbsi kalsium Gagal ginjal kronis

Patofisiologi
Defisiensi vitamin D menyebabkan penurunan kalsium serum, yangmerangsang pelepasan hormon paratiroid. Peningkatan hormon paratiroidmeningkatkan penguraian tulang dan ekskresi fosfat oleh ginjal. Tanpamineralisasi tulang yang adekuat, maka tulang menjadi tipis. Terjadi penimbunanosteoid yang tidak terkristalisasi dalam jumlah abnormal yang membungkussaluran-saluran tulang bagian dalam, hal ini menimbulkan deformitas tulang.Diperkirakan defek primernya adalah kekurangan vitamin D aktif yangmemacu absorbsi kalsium dari traktus gastrointestinal dan memfasilitasimineralisasi tulang. Masukan kalsium dan fosfat dalam cairan ekstrasel rendah. Tanpa vitamin D yang mencukupi, kalsium dan fosfat tidak dapat dimasukkan ketempat kalsifikasi tulang, sehingga mengakibatkan kegagalan mineralisasi,terjadi perlunakan dan perlemahan kerangka tubuh.

Penyebab osteomalasia adalah kekurangan kalsium dalam diet,malabsorbsi kalsium (kegagalan absorbsi atau kehilangan kalsium berlebihandari tubuh), kelainan gastrointestinal (absorbsi lemak tidak memadai sehinggamengakibatkan kehilangan vitamin D dan kalsium) gagal ginjal berat dapatmengakibatkan asidosis (kalsium yang tersedia dalam tubuh digunakan untukmenetralkan asidosis, pelepasan kaslsium skelet terus-menerus mengakibatkan demineralisasi tulang), dan kekurangan vitamin D (diet dan sinar matahari.Rakhitis (riskets) adalah penyakit tulang pada anak akibat defisiensi vitamin D.

MANIFESTASI KLINIS
- Nyeri tulang dan nyeri tekan tulang - Kelemahan otot - Cara berjalan seperti bebek atau pincang Pada penyakit yang lebih lanjut, tungkai melengkung (karena berat tubuhdan tarikan otot) - Vertebra yang melunak mengalami kompresi, sehingga mengalamipemendekan tinggi badan dan merusak bentuk toraks (kifosis) - Sakrum terdorong ke bawah dan depan, pelvis tertekan ke lateral - Kelemahan dan ketidakseimbangan meningkatkan risiko jatuh dan fraktur

Pemeriksaan Diagnostik
- Evaluasi dengan sinar-x - Pengukuran kalsium dan fosfat serum - Pemeriksaan urin menunjukkan kalsium dan kreatinin rendah - Pemeriksaan vertebra - Biopsi tulang akan menunjukkan peningkatan jumlah osteoid

Penatalaksanaan
- Diperlukan diet vitamin D disertai suplemen kalsium. - Apabila osteomalasia disebabkan oleh penyakit lain, makapenyakit tersebut akan memerlukan penanganan terlebih dahulu. - Pemajanan sinar matahari dianjurkan. - Jika terjadi deformitas ortopedik persisten perlu penggunaan Brace /korset atau dengan pembedahan.

ASKEP TEORITIS
A. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Pengkajian Umum Sistim Muskuloskeletal Riwayat kesehatan meliputi informasi tentang aktivitas hidup sehari-hari,pola ambulasi, alat bantu yang digunakan (misalnya kursi roda, tongkat, walker) ,dan nyeri (jika ada nyeri tetapkan lokasi, derajat nyeri, lama, faktor yangmemperberat dan faktor pencetus) kram atau kelemahanPengkajian perlu dilakukan secara sistematis, teliti dan terarah.

B. ANAMNESIS
1. Data demografi 2. Riwayat perkembangan : Data ini untuk mengetahui tingkat perkembanganpada neonatus, bayi, prasekolah, remaja, dewasa dan tua. 3. Riwayat sosial : Data ini meliputi pendidikan dan pekerjaan. Seseorang yangterpapar terus-menerus dengan agens tertentu dalam pekerjaannya, statuskesehatannya dapat dipengaruhi. 4. Riwayat penyakit keturunan : Riwayat penyakit keluarga perlu diketahuiuntuk menentukan hubungan genetik yang perlu diidentifikasi misalnya(penyakit diabetes melitus yang merupakan predisposisi penyakit sendidegeneratif, TBC, artritis, riketsia, osteomielitis, dll) 5. Riwayat diet : Bagaimana menu makanan sehari-hari dan konsumsi vitamin A,D, kalsium, serta protein yang merupakan zat untuk menjaga kondisimuskuloskeletal. 6. Aktivitas kegiatan sehari-hari 7. Riwayat kesehatan masa lalu : Data ini meliputi kondisi kesehatan individu.Data tentang adanya efek langsung atau tidak langsung terhadapmuskuloskeletal, misalnya riwayat trauma atau kerusakan tulang rawan,riwayat artritis dan osteomielitis.

8. Riwayat kesehatan sekarang : sejak kapan timbul keluhan, apakan adariwayat trauma. Hal-hal yang menimbulkan gejala. Timbulnya gejalamendadak atau perlahan. Timbulnya untuk pertama kalinya atau berulang.Perlu ditanyakan pula tentang ada-tidaknya gangguan pada sistem lainnya. Kaji klien untuk mengungkapkan alasan klien memeriksakan diri ataumengunjungi fasilitas kesehatan, keluhan utama pasien dan gangguanmuskuloskeletal meliputi : - Nyeri Kekuatan sendi - Bengkak - Deformitas dan imobilitas - Perubahan sensori

C. PEMERIKSAAN FISIK
A. Pengkajian Skeletal Tubuh Hal-hal yang perlu dikaji pada skelet tubuh, yaitu : Adanya deformitas dan ketidaksejajaran yang dapat disebabkan olehpenyakit sendi Pertumbuhan tulang abnormal. Hal ini dapat disebabkan oleh adanyatumor tulang. Pemendekan ekstrimitas, amputasi dan bagian tubuh yang tidak sejajarsecara anatomis Angulasi abnormal pada tulang panjang, gerakan pada titik bukan sendi,teraba krepitus pada titik gerakan abnormal, menunjukkan adanya patah tulang.

B. Pengkajian Tulang Belakang Deformitas tulang belakang yang sering terjadi perlu diperhatikan yaitu : 1. Skoliosis (deviasi kurvantura lateral tulang belakang) - Bahu tidak sama tinggi - Garis pinggang yang tidak simetris - Skapula yang menonjolSkoliosis tidak diketahui penyebabnya (idiopatik), kelainan kongenital,atau akibat kerusakan otot para-spinal 2. Kifosis (kenaikan kurvantura tulang belakang bagian dada). Sering terjadipada lansia dengan osteoporosis atau penyakti neuromuskular. 3. Lordosis (membebek, kurvantura tulang bagian pinggang yangberlebihan.

Pengkajian Sistem Persendian


Pengkajian sistem perssendian dengan pemeriksaan luas gerak sendi baik aktif maupun pasif, deformitas, stabilitas dan adanya benjolan. Pemeriksaan sendi menggunakan alat goniometer, yaitu busur derajat yang dirancang khusus untukevakuasi gerak sendi.

Pengkajian Sistem Otot


Pengkajian sistem otot meliputi kemampuan mengubah posisi, kekuatan dankoordinasi otot, serta ukuran masing-masing otot. Kelemahan sekelompok ototmenunjukkan berbagai kondisi seperti polineuropati, gangguan elektrolit,miastenia grafis, poliomielitis dan distrofi otot.Palpasi otot dilakukan ketika ekstrimitas rileks dan digerakkan secara pasif,perawat akan merasakan tonus otot. Kekuatan otot dapat diukur dengan memintapasien menggerakkan ekstrimitas dengan atau tanpa tahanan.

Pengkajian Cara Berjalan


Pada pengkajian ini, pasien diminta berjalan. Perhatikan hal berikut : Kehalusan dan irama berjalan, gerakan teratur atau tidak Pincang dapat disebabkan oleh nyeri atau salah satu ekstrimitas pendek. Keterbatasan gerak sendi dapat memengaruhi cara berjalan Abnormalitas neurologis yang berhubungan dengan cara berjalan.

Pemeriksaan Fisik (Umum)Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul


1. Nyeri berhubungan dengan kompresi saraf spinal Intervensi : Pantau tingkat dan intensitas nyeri Lakukan imobilisasi Ajarkan teknik relaksasi (nafas dalam) . Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi 2. Risiko cedera berhubungan dengan kehilangan integritas tulang Intervensi : Ajarkan klien untuk mempergunakan alat bantu mobilisasi. Sarankan untuk melakukan aktivitas sesuai kemampuan dan batasi aktivitas yang berlebihan

3. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri/ketidaknyamanan Intervensi : 1. Lakukan imobilisasi 2. Ajarkan penggunaan alat bantu berpindah 3. Jelaskan pada pasien tentang pentingnya pembatasan aktivitas 4. Latihan ROM aktif dan perpindahan maksimal 2 kali dalam sehari 5. Anjurkan partisipasi partisipasi aktif sesuai kemampuan dalam kegiatan sehari-hari

TERIMA KASIH