Anda di halaman 1dari 12

DEFINISI

Koeswono (2005) mengatakan bahwa transeksual ialah gejala merasa memiliki seksualitas yang berlawanan dengan struktur fisiknya Sue (1986) mengatakan bahwa transeksual ialah seseorang yang merasa memiliki kelamin yang berwarnan dimana terdapat pertentangan antara identitas jenis kelamin dan jenis kelamin biologisnya

Bastaman, Amir, Idris, dan Wiguna (2004) mengatakan transeksual merupakan keinginan untuk hidup dan diterima sebagai anggota kelompok lawan jenis, biasanya disertai dengan rasa tidak nyaman atau tidak sesuai dengan jenis kelamin anatomisnya, dan menginginkan untuk membedah jenis kelamin serta menjalani terapi hormonal agar tubuhnya sepadan mungkin dengan jenis kelamin

FAKTOR PENYEBAB
Faktor Biologis Faktor Psikologis Fsktor Sosial

Faktor Biologis
Penjelasan biologis munculnya gangguan identitas gender sangat berkaitan dengan hormon dalam tubuh. Tubuh manusia menghasilkan hormon testosteron yang mempengaruhi neuron otak, berkontribusi terhadap maskulinitas otak yang terjadi pada area seperti hipotalamus, dan sebaliknya dengan hormon feminism

Faktor Psikologis
Yang termasuk ke dalam pendekatan psikologis ini, antara lain : Early deprivation Deprivasi merupakan suatu istilah yang menggambarkan adanya reaksi menerima atau pasrah dari individu terhadap keadaan-keadaan yang menuntut, senang atau tidak senang ia ikut. Pengasuhan orang tua yang tidak adekuat Pengasuhan orang tua yang tidak adekuat ialah tidak tercukupinya rasa aman sehingga tidak terdapat adanya values atau norma-norma sebagai pegangan.

Lanjutan...
Struktur keluarga yang patogenik Struktur keluarga yang patogenik adalah struktur keluarga yang tidak seimbang, terdapat banyak pertentangan atau pertengkaran antara orang tua sehingga anak-anak merasa kurang kasih sayang. Trauma pada masa anak-anak. Mendapatkan perlakuan yang salah (abuse) pada masa anak-anak yang berbentuk fisik (physical), seksual (sexual), diabaikan (neglect), emosi (emotional). Sehingga menimbulkan trauma yang dapat mengakibatkan efek jangka pendek maupun panjang pada seorang anak (Siswanto, 2007: 124-125).

Faktor Sosial
Tjahjono (1995) menyatakan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya transeksual yaitu : Anak laki-laki yang dibesarkan tanpa kehadiran ayah selama periode waktu yang panjang menunjukkan minat-minat, sikap-sikap dan perilaku feminin. Hubungan yang terlalu dekat antara anak dengan orang tua yang berlawanan dengan jenis kelaminnya. Anak dan orang tua cenderung memiliki kontak yang sangat intim baik secara fisik maupun secara psikis. Sehingga anak hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk mengidentifikasi orang tua yang sama dengan jenis kelaminnya dan kurang mengembangkan perilaku-perilaku sesuai dengan peran jenisnya. Keinginan orang tua terhadap anak dengan jenis kelamin yang lain, sehingga berusaha menjadikan anak perempuan bersikap seperti laki-laki yang tidak pernah dimilikinya atau sebaliknya.

Lanjutan...
Seorang ibu yang membenci dan iri terhadap kejantanan bisa membentuk perilaku yang kurang jantan pada anak laki-lakinya. Iu mungkin mengasosiasikan maskulinitas dengan kekerasan fisik dan agresivitas, penyalahgunaan seksual dan kekerasan. Ia lebih suka anak laki-lakinya lembut. Pengaruh-pengaruh genetik atau hormonal. Dari perspektif medis, pada waria (transeksual) ini terdapat kemungkinan disebabkan oleh predisposisi hormonal, hormon faktorfaktor endokrin (kelenjar) konstitusi pembawaan, dan beberapa diantaranya basis biologis pada masa prenatal atau masa di dalam kandungan.

Dampak operasi penggantian kelamin


Dampak Sosial
Berbagai bentuk penolakan, seperti olok-olokan, diremehkan, dan dipandang rendah diperlihatkan kepada kaum transeksual ini karena mereka dianggap menentang kodrat. Pada tahap yang lebih lanjut, penolakan ini akan muncul dalam bentuk sikap antipati dari masyarakat. Oleh karena itu, dampak negatif dari segi sosial dapat terlihat dengan jelas, yaitu selain mempersempit ruang gerak pergaulan seharihari, kaum transeksual juga akan sangat sulit mendapatkan lapangan pekerjaan (Atmojo, 1986).

Lanjutan...
Dampak Medis
Laki-laki transeksual tidak dapat menghasilkan sel telur ataupun mengandung. Perempuan transeksual tidak dapat menghasilkan sperma. Ketergantungan kaum transeksual terhadap hormonhormon sintetik, yang pada akhirnya dapat memicu timbulnya penyakit kanker, yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Memutuskan jalan pengembangbiakan anak-anak atau memutuskan jalan dalam keturunan.