Lena Tak Pulang

Karya : Muram Batubara
(JUARA 1) SATU

LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena Lena sudah pulang, Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Sudah tiga hari Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan. Pak Lena (Tetap memandang tv) Anak kita Bu Lena Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

1

Pak Lena Nanti juga pulang sendiri ketika bekalnya lari telah habis. Bu Lena Tidak segampang itu, Pak, ia itu perempuan! Pak Lena Jika memang ia perempuan, ia akan pulang. Bu Lena Tapi belum…(Menghentikan kalimat, memperhatikan pintu keluar rumah) Ada yang datang, sepertinya itu Lena, anak kita, pulang juga ia setelah tiga hari tidak pulang. Pak Lena Bukan, pasti temannya datang mencari. Bu Lena Pasti Lena Pak Lena Berani taruhan Bu Lena Taruhan apa? Pak Lena Jika bukan Lena, lebaran tahun ini kita pulang ke rumah orang tuaku. Bu Lena Tapi tahun kemarin sudah Pak Lena Itu karena kau kalah taruhan Bu Lena Ya tidak bisa, bayangkan dalam lima tahun ini kita tidak pernah pulang ke rumah orang tuaku. Pak Lena Berani taruhan tidak?

2

Bu Lena (Bingung) Ehm… Pak Lena Dengar langkah itu sudah semakin dekat. Bu Lena Baik

TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA MEMBUKA PINTU. KECEWA.

Tamu I Permisi Tante, Lenanya ada? Bu Lena Oh tidak ada, dia belum pulang. Tamu I Belum pulang? Pergi ke mana ya Tante? Bu Lena Tante juga tidak tahu tuh, kamu tahu tidak? Tamu I Ya, kalau tahu saya tidak datang Tante. Bu Lena Iya juga ya. Hm, kamu teman sekolahnya ya? Tamu I Bukan Tante, saya teman… Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu, hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Om, saya harus kembali pulang. Pak Lena Kenapa buru-buru?

3

teman Lena tadi namanya siapa? Bu Lena Berarti tahun ini kita pulang ke rumah orang tuamu lagi? Pak Lena Jelas! Siapa nama teman Lena tadi! 4 . kenapa mencari Lena? Tamu I Ya itu dia. Tante. DUDUK DI RUANG TV. saya permisi dulu. Pak Lena Siapa namanya? Bu Lena Siapa? Pak Lena Yang tadi? Bu Lena Teman Lena Pak Lena Iya.Tamu I Ada yang harus buru-buru saya lakukan Bu Lena Jika buru-buru. BU LENA MENUTUP PINTU. Karena Lenalah saya harus buru-buru? Pak Lena Masuk dulu jangan buru-buru Bu Lena Iya masuk dulu Tamu I Maaf tidak bisa.

bagaimana menjalankan kesepakatan itu dan untuk apa membuat kesepakatan jika tidak ada kepastian untuk dilakukan. dia ingin melihat kita sekeluarga kan? Pak Lena Tidak bisa! Kesepakatan telah tercipta. Pak Lena Loh Bu Lena Kok loh Pak Lena Ya. Kasihan ibu sudah semakin tua. tidak bisa dirubah. Bu Lena Bagaimana jika Lena? Pak Lena Ya tetap dibuka pintu kan? 5 . Jika terus dirubah. loh. Siapa nama teman Lena tadi? Bu Lena Nggak tahu.Bu Lena Sudahlah ke rumah orang tuaku saja. bukahlah. TERDENGAR KETUKAN PINTU. bagaimana mungkin kamu tidak menanyakannya? Bu Lena Kenapa bukan kamu? Pak Lena Aku kan sedang nonton tv dan aku tidak sedang berhadapan langsung dengannya. Pak Lena Ada yang ketuk pintu.

kasihan tamunya. Bu Lena (Teriak ke arah pintu) sebentar ya. buka sana. perjanjian tadi batal. sabar ya. Bu Lena Kesepakatan? Pak Lena Yah! PINTU TERBUKA.TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA PUAS. Pak Lena Bukalah pintu itu. Bu Lena Bukan itu. jika bukan Lena. lagi menunggu kesepakan nih. PERBINCANGAN DI DEPAN PINTU MASUK RUMAH. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Pak Lena Ya sudah. Tamu II Kesepakatan apa Tante? 6 . Bu Lena Buat satu kesepakatan baru dulu. TERDENGAR KETUKAN PINTU.

tidak. 7 . hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. saya memang sengaja kemari untuk mencari Lena. Karena kebetulan saya sedang main di daerah sini. Tante. Lenanya ada? Bu Lena Jadi karena kebetulan main di daerah sini. karena itu Tante. Bu Lena Yang benar yang mana? Tamu II Saya memang mencari Lena. terus saya mampir. Bu Lena Terus Tamu II Ya. Tante. jadi saya mampir ke sini. Kamu siapa dan ada apa? Tamu II Saya temannya Lena. Bu Lena Karena kebetulan? Tamu II Sebenarnya tidak Tante.Bu Lena Ah. Tante. hm. Tante. Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu. Bu Lena Karena main di daerah sini? Tamu II Tidak Tante. kamu mampir dan mencari Lena? Tamu II Benar itu Tante. Sumpah. Bu Lena Terus Tamu II Ya. kebetulan saya sedang main di daerah sini.

Ingat. kenyataan tadi. namanya juga pendapat. Tamu II Nonton berita ya. Tamu II Itukan berita namanya. Tamu II Tapi itukan acara berita. Begini. cuma sedang melihat tanggapan wakil rakyat tentang bencana yang tidak berkesudahan. saya sedang melihat opini. Om. itu berita.TAMU II MASUK DAN DUDUK DI RUANG TV. wakil rakyat sedang memberikan opini. Om. kucing ditabrak mobil. beritanya. Pak Lena Itu bukan berita. opini! Tamu II Bedanya apa. Opini itu pendapat. Pak Lena Memang. Om? Pak Lena Tidak. Pak Lena Tidak. BU LENA MASUK DAPUR. Namanya berita harus mengutamakan kebenaran. itu opini. kebenarannya masih belum bisa diandalkan. Om. sedang berita itu nyata. kenyataan. Tamu II Kalau opini? Pak Lena Mengapa kucing itu mau ditabrak? 8 . Tamu II Berarti sedang nonton berita. Om? Pak Lena Opini itu tidak murni kenyataan.

opini. semuanya serba mungkin kan? Tamu II Jadi yang serba mungkin itu bukan berita? Pak Lena Mungkin kok berita. Tamu II Tapi apa yang pasti di jaman sekarang. opini kamu. Bu Lena Tapi dingin? 9 . tiba-tiba saja ia sudah bersimbah darah. BU LENA KELUAR DAPUR MEMBAWA TEH DALAM GELAS MENUJU KULKAS. Lihat omongan wakil rakyat itu. Mungkin itu kan belum jelas sedang berita adalah yang jelas dan pasti. Tamu II Opini? Pak Lena Ya. Tante.Tamu II Mungkin saja ia tidak melihat mobil yang laju. Om? Pak Lena Ya. Tamu II Tidak usah yang dingin. lagi batuk. Tante. Pak Lena Itu dia opini. Bu Lena Mau puding? Tamu II Boleh. MEMBUKANYA.

Om. Tante. Pak Lena Seingat saya Lena tidak mengambil les nongkrong. BU LENA KE RUANG TV DAN MELETAKKAN SAJIAN KEMUDIAN KEMBALI MENUJU DAPUR. Pak Lena Oh begitu. Om. les balet. kan cuma puding. Pak Lena Mengapa? Apa karena sudah pintar mengaji? Tamu II Tidak Om. les biola. Om. saya non muslim.Tamu II Tidak apa-apa. lucu juga. Om. Tamu II Om. Pak Lena Kamu temannya Lena? Tamu II Benar itu. Pak Lena Teman dari mana? Tamu II Ya teman saja. Pak Lena Yang dari sekolahan. tidak dari mana-mana. renang. atau malah dari kelas mengaji? Tamu II Untuk yang terakhir tampaknya bukan. ya. istilah kerennya berbincang atau berdiskusi. Tempat nongkrong itu tempat kita kumpul-kumpul. 10 . terus dari mana? Tamu II Saya teman Lena dari tempat nongkrong.

Om. Pak Lena Oh begitu. saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Lena. Pak Lena Apa? Tamu II Ehm. Om. Saya cuma teman Lena di tempat nongkrong. Om. Penting sekali? Tamu II Sangat penting malah. saya malah tidak tahu bagaimana bersikap jika tidak ada kabar dari Lena. Sudah tiga hari ia tidak muncul. dia bawa sesuatu yang penting. Pak Lena Lena mengambilnya dari kamu? Tamu II Begitulah Om. pertemanan itu belum begitu kuat. teman di mana? Tamu II Ya tidak ada. kamu itu selain teman nongkrong Lena. Hm. 11 . lalu maksud kamu mencari Lena? Tamu II Ya itu dia Om. Sesuatu yang sangat saya banggakan. Om. Nah. Om.Pak Lena Oh begitu. tapi yang nongkrong itu kan tentunya berasal dari tempat tertentu. Pak Lena Terlalu tipis. Pak Lena Memangnya kenapa kalau ia tidak muncul dalam tiga hari? Tamu II Ya itu dia.

ya. ya. besok kamu kembali lagi. BU LENA MASUK. TAMU II PERGI. Yang kamu punya itu pasti akan kembali. pulanglah. Pak Lena Begini saja. banyak Om. saya menjadi yakin untuk datang besok. melaporkan apa yang telah dilakukan anakmu. Pak Lena Ya. kamu pulang dulu.Pak Lena Banyakkah? Tamu II Ya kalau besar itu dianggap banyak. Tamu II Kalau memang begitu. tentunya dengan ada kepastian dari Om. Bu Lena Anak kita 12 . yang terlalu banyak bicara itu. Pak Lena Anakmu membawa lari uang temannya? Bu Lena Bagaimana bisa? Pak Lena Temannya yang datang tadi. Tamu II Tapi Lenanya bagaimana Om? Pak Lena Itu urusan saya.

Bu Lena Jika tidak benar? Pak Lena Mau taruhan? LAMPU PADAM 13 . kata yang seharusnya bisa menjadi andalan. dari mana kita tahu isi kepalanya jika tidak dikeluarkannya. Pak Lena Tapi bagaimana bisa kita percaya dengan orang yang sedikit bicara. Pencuri. jangan terlalu banyak percaya dengan orang yang terlalu banyak bicara.Pak Lena Ya. Bu Lena Bagaimana jika benar? Pak Lena Kita harus menggantinya. Bu Lena Terlalu banyak bicara malah menghilangkan kata-kata kunci. Lena kan anak kita. sudah tiga hari Lena pun tidak muncul di tempat biasa mereka bertemu. Bu Lena Belum tentu benar. anak kita. bagaimana bisa ia tampak? Bu Lena Tetapi mengapa kau begitu percaya dengan anak ingusan yang terlalu banyak bicara itu? Pak Lena Karena tampaknya benar. tidak bisa tidak. Pak Lena Tanpa bicara. kata kunci itu malah tidak keluar.

bayangkan empat hari anak kita tidak pulang. tidak ada usaha kita untuk mencarinya. 14 .DUA LAMPU MENYALA. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. Pak Lena Menunggu juga mencari. PINTU DAPUR. KULKAS. Bagaimana kata dunia? Apa kata mereka pada kita? Orang tua yang tidak bertanggung jawab? Bu Lena Tampaknya kita memang tidak bertanggung jawab. mengabarkan pada semua orang bahwa anak kita yang perempuan tidak pulang dalam empat hari ini. tidak kemarin saja. DALAM SEBUAH RUMAH. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. SOFA BESAR MENGHADAP TV. kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi juga. Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah empat hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Kemarin kau jawab seperti itu juga. Pak Lena Kok bisa? Bu Lena Lihatlah sendiri! Apa yang kita lakukan pada anak kita? Empat hari. PINTU KAMAR MANDI. PINTU KAMAR TIDUR. Bu Lena Lena sudah pulang. MEJA MAKAN. Pak Lena Terus harus bagaimana? Berteriak.

Bu Lena Tapi kita tidak tahu di mana Lena berada? 15 . pasrah itu tanpa berbuat. Semuanya itu berarti menunggu. Dan dalam menunggu kabar dari pak polisi. kita juga menonton tv atau berbincang kemana suka kan? Sama saja. Jelas! Bu Lena Pusing aku.Bu Lena Menunggu itu pasrah Pak Lena Tidak sama. Menunggu juga mencari. Bu Lena Beda Pak Lena Apanya yang beda? Jika kita memasang iklan tentang kehilangan. kita tidak tahu di mana anak kita berada. Bu Lena Apa yang dilakukan dalam menunggu? Diam memandang tv atau sibuk berbincang tanpa tujuan? Pak Lena Jika kita ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan anak. jadi sama juga dengan nol. Jika kita mencari sendiri. sama juga seperti melapor ke polisi. tentunya habis energi. Jika kita tahu di mana Lena berada kan gampang. Daripada kita memutari kota. Kita tetap juga menunggu. Menjemput itu jelas beda dengan mencari atau juga menunggu. sama juga dengan menunggu kabar kan? Kita mencari itu tanpa tujuan. mencari itu juga menunggu. toh lebih baik kita di rumah. Pak Lena Itu dia kata yang tepat. Mununggu itu kan berbuat. Menjemput. bisa kita jemput. sama seperti berdoa. terus apa yang kita lakukan? Menunggu kan? Menunggu kabar dari pak polisi itu.

Bu Lena Yang uangnya Lena curi itu? Pak Lena Bagaimana ini. ini pasti teman Lena yang banyak bicara kemarin itu. bisa saja berita ini tidak benar. jangan dibayar dulu Pak Lena Tapi kita belum tahu mana yang benar. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bagaimana ini. Kenapa Lena belum pulang juga. apa yang harus kita lakukan. 16 .Pak Lena Yah harus dicari Bu Lena Dengan? Pak Lena Ya menunggu. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Jika belum benar. Bu Lena Kita bayar saja Pak Lena Tapi kita belum ketemu Lena.

Terima kasih Tante. seakan-akan tak terjadi sesuatu) PINTU TERBUKA. BU LENA BINGUNG. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena (Teriak ke arah pintu masuk) Sebentar ya. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bukahlah pintu Bu Lena Kau saja Pak Lena Kau kan perempuan Bu Lena Kau kan laki-laki Pak Lena Perempuan duluan. Lenanya sudah pulang? Belum ya? Ya sudahlah. katakan saja saya mencari dan akan kembali lagi.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Bagaimana jika dia datang dengan polisi. Tamu I Maaf Tante. Tolong nanti kalau Lena pulang. Permisi Tante. (Pergi menghilang) 17 . nanti saya datang lagi. atas nama kesopanan. Pak Lena Bukalah pintunya (Berlari kecil menuju depan tv.

Pak Lena Tampaknya dia memang selalu buru-buru. Pak Lena Jadi teman yang mana? Bu Lena Yang pertama datang. yang lupa kutanyakan namanya. temannya Lena? Pak Lena Yang kemarin? Bu Lena Ya Pak Lena Terus dia menagih uangnya? Apa yang kau bilang hingga dia langsung pulang.Pak Lena Suruh duduk dulu. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. siapa nama teman Lena yang banyak bicara itu? 18 . Pak Lena Tukang pos? Bu Lena Bukan. Pak Lena Sudah tahu kau namanya? Bu Lena Belum. Belum sempat aku bicara dia sudah pergi. Bu Lena Aku tidak bilang apa-apa dan dia bukan yang uangnya dicuri Lena. dia terlalu buru-buru. Tunggu dulu. Bu Lena Sudah pulang (menutup pintu dan berjalan menuju ruang tv) tamunya sudah pulang.

padahal aku sudah berhadapan langsung dengannya. Pak Lena Untuk sementara Bu Lena Walau sementara. Bu Lena Sudahlah. Setidaknya bukan dia yang datang jadi kita tidak perlu risau lagi. LAMPU PADAM 19 . bukankah kau yang banyak bicara dengannya? Seharusnya kau tanyakan namanya. setidaknya tidak risau. dia terlalu berlama-lama sampai aku lupa menanyakan. Pak Lena Itu dia.Bu Lena Kenapa kau tanyakan aku.

TERSENYUM SENANG. BU LENA DUDUK MEMANDANG TV. hari keempat sejak tidak pulang. apakah Lena tidak akan pulang lagi? Bu Lena Belum lima hari Pak Lena Hampir lima hari. membukanya. makan di meja makan. KULKAS. Pak Lena Pulang juga rupanya kau Lena Lena Lapar (Berjalan menuju dapur. PAK LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. Jika matahari terbenam dan terbit lagi. menegok keluar dan menutupnya kembali) Belum pulang juga. tepat lima hari Lena tidak pulang. MEJA MAKAN. PAK LENA LANGSUNG MEMBUKA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. Pak Lena Sudah hampir sore. TERDENGAR KETUKAN PINTU. keluar lagi sambil membawa piring makanan. Apakah bekal larinya masih cukup? Bu Lena Mengapa kau kuatir? Pak Lena (Menuju pintu keluar masuk rumah.) 20 .TIGA LAMPU MENYALA. lihatlah sudah mendekati senja. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR.

atau malah teman nongkrong? Bu Lena Ya. menuangkan ke gelas Lena) Dari mana saja kau Lena? Pak Lena Kenapa kau tanyakan? Lena Dari rumah teman (Terus makan) Pak Lena Temanmu yang mana? Yang dari sekolahan. biarkan dia makan dengan tenang. Bu Lena Jangan dikatakan dulu. Bu Lena Teman yang mana? 21 . Pak Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Dari mana saja? Bu Lena Jangan ditanyakan dulu. lebih banyak dari kawannya yang datang. banyak bertemu orang tentunya. Pak Lena Banyak temanmu yang datang. Sudah hampir lima hari dia berada di luar. les balet. tentunya kau lapar. rindu dengan rumah ini tentunya. (Berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin.Bu Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Makanlah yang banyak. renang. kelas mengaji. sudah lima hari dia di luar. les biola. yang mana? Lena Teman lain Pak Lena Masih ada temanmu yang lain rupanya. biar dia makan dengan nyaman.

) Pak Lena (Berbisik) Bagaimana ini? Bu Lena (Berbisik pula) Bagaimana apanya? Pak Lena Dia terlalu tertutup. untuk apa les yang mahal-mahal itu.Lena Kenapa terlalu mengurusi sih? Bukannya selama ini aku bebas. apakah kalian pernah menanyakan aku sekolah apa tidak? Dan. Mengapa kita yang disalahkan? Kita kan hanya menanyakan temannya saja. duduk di depan tv sambil terus makan. PERSISI MENGHALANGI JALAN LENA YANG MASIH BERADA DI DEPAN PINTU. 22 . Lena Sejak kapan masak khusus? (Berjalan menuju dapur. LENA KELUAR DARI DAPUR TANPA MEMBAWA SEBARANG PUN. bukan untukku kan? Untuk kalian yang gila gengsi tanpa memikirkan kebutuhanku kan? (Berdiri. Mengapa kalian bertanya ketika aku menghilang.(Mendekati Lena) Enak makannya? Lena Biasa saja Bu Lena (Mendekati Lena) Tentunya enak. Tampaknya dia memang marah pada kita. membawa makanan. masuk ke dalamnya) Bu Lena (Berbisik) Tidak berhasil. BU LENA DAN PAK LENA MENDEKAT. Ibu sengaja masak untuk kamu. seperti yang kalian inginkan. Pak Lena (Berbisik pula) Kita harus lebih berusaha lagi. kita harus bisa membukanya. mengapa tidak mencari? Lalu.

LENA MASUK KAMAR. mari kita berbincang dulu.Pak Lena Sudah selesai makannya? Bu Lena Enak kan? Pasti kenyang. Bu Lena Mungkin temannya yang lain. bagaimana ini? Kita belum bicara tentang itu dengan Lena. Bu Lena Apa sebab dia begitu dingin Pak Lena Mungkin kita terlalu kaku Bu Lena Kau yang kaku Pak Lena Mungkin kau juga. BU LENA DAN PAK LENA DUDUK DI KURSI MEJA MAKAN. PINTU TERTUTUP. Lena (Menghindar dan berjalan menuju kamar tidur) Mau tidur Pak Lena (Mengejar hingga depan pintu kamar tidur) Belum malam Bu Lena (Ikut mengejar) Iya. 23 . TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Pasti temannya yang banyak bicara itu. yang uangnya dicuri Lena. belum malam.

TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Kau saja yang buka. Saya khusus datang seperti permintaan. kenapa harus langsung jika kita bisa berbasa-basi terlebih dahulu. Om. Tamu II Terkejut. Tamu II Wah. Pak Lena (Malas membuka pintu. TAMBAH TERKEJUT MELIHAT TAMU YANG DATANG. 24 . hingga sampai depan pintu. Om. terserah itu melangkahi kesopanan. Tamu II Saya tidak kebetulan main ke daerah sini. Pak Lena (Gagap) Tidak. menoleh ke Bu Lena dengan bingung) Sebaiknya kau saja. Pak Lena Tidak hanya boleh langsung jalan. PAK LENA DAN TAMU II DUDUK MENGHADAP TV.basi. ini jalan tol jadi bisa sekencang apa juga. Jadi rasanya tidak perlu basa-basi lagi… Pak Lena (Memotong) Basa-basi itu terkadang perlu. tampaknya akan ada lampu hijau nih. kemarin itu. tidak. PAK LENA TERKEJUT DAN LANGSUNG MEMBUKA PINTU. Ayo masuklah. Bu Lena (Muncul membawa segelas minuman hangat) Iya. Om. BU LENA MENYINGKIR KE DAPUR. Ayolah berbasa. TERDENGAR KETUKAN PINTU.

hubungannya apa? Tamu II Loh. ini soal sesuatu yang saya miliki itu. yang dibawa Lena. Tamu II (Tertawa) Ini dia calon mertua yang paling hebat. seperti janji Om kemarin. kita buang dulu basa-basi. Bu Lena Mertua? Pak Lena Ada apa dengan mertua? Tamu II (Bingung) Katanya boleh langsung ngebut? Pak Lena (Bingung juga) Tunggu dulu. 25 . bagaimanapun Lena itu anak kami. Bu Lena Uang kan? Pak Lena Ya. Begini saja. berapa yang dicuri dari kamu? Bu Lena Masalah besarnya tidak perlu risau. bukankah sudah jelas Om. Bu Lena Ya terus. jadi tidak mungkin kami membiarkannya mencuri uang kamu. Tamu II Bukankah hari ini akan saya temukan lagi. kami akan bayarkan semuanya.Tamu II Boleh ngebut? Pak Lena Oh tentu. Apa maksudnya ini? Mertua dan ngebut. asal pakai pengaman biar tidak kecelakaan.

tapi karena kamu belum pulang.Pak Lena Ya benar itu. Bu Lena Tunggu dulu. Nah. kami suruh dia datang sekarang. Lena (Senyum masam) Ada apa? Pak Lena Tenang. kau saja yang bicara. Tamu II Tunggu dulu. biar semuanya jelas (Berjalan menuju kamar Lena) Lena! Keluar kamu. santai semuanya. bertambah suntuk begitu melihat Tamu II) Ada apa? Bu Lena Ayo. Bu. ada yang harus kita selesaikan. Tante… Bu Lena Tenang. teman kamu ini kemarin sudah datang. Begini. (Menggiring Lena ke depan tv) Tamu II (Tersenyum manis) Hai Len. 26 . biar jelas saja. begitulah. Tamu II Tapi… Pak Lena Tenang saja Bu Lena Lena! Lena (Keluar dengan muka suntuk. Bu Lena Lena. Nak. dia ini datang untuk meminta sesuatu yang kamu bawa. sebaiknya kita cari tahu yang sebenarnya.

Begini saja. berapa yang dicuri Lena? Lena Ya berapa yang kucuri! Cepat bilang! 27 . Om. Pak Lena Ya katakan saja. Berapa Lena? Lena (Bingung) Lena tidak mencuri apa-apa. berapa yang kau ambil darinya. tidak apa-apa. berapa jumlahnya. biar kita ganti. bagaimana ini! Lena tidak mencuri. Sungguh kami tidak akan marah. Tamu II (Panik) Tunggu dulu… Pak Lena Sudah kamu jangan bicara dulu. Hey (Menunjuk Tamu II) kamu jangan sembarangan menuduh aku pencuri ya! Sampai datang ke rumah lagi! Bu Lena Sabar Nak. (Bergerak pergi) Pak Lena (Menahan) Bagaimana kamu ini. Katakan saja jumlahnya. tenang. bagaimana ini. Nah. Begini saja. Lena Ahk. dengan kata lain ia datang untuk menagih sesuatu yang telah kau curi. kenapa bisa kacau. Jangan takut kami marah. anggap saja tidak terjadi apa-apa. biarkan saja. saya permisi. Tanyakan saja sama dia. sumpah. biar semuanya jelas. Bu Lena Tidak bisa begitu.Pak Lena Ya. (Duduk dengan sewot) Tamu II Waduh. bukannya kamu ingin mengambil yang telah dicuri Lena? Tamu II Sudahlah Om. Nak.

Tamu II (Takut) Tidak ada… Pak Lena Apa! Tamu II Lena tidak mencuri uang. atau apa? Tamu II Bukan itu Tante. Om. saya itu senang sama Lena tapi Lenanya belum memberikan jawaban. Tamu II Benar. Pak Lena Siapa lagi itu. bukalah pintunya. LENA TERTAWA. Lena tidak mencuri uang tapi… Bu Lena Tapi apa? HP. Dengan kata lain. perhiasan. Lena kamu yang buka. PINTU TERBUKA. kamu bolak-balik ya mencari aku? 28 . TERDENGAR KETUKAN PINTU. Tante. Saya sudah coba jelaskan. Lena Aku baru saja pulang. SEMUANYA TERKEJUT. Bu Lena Jadi apa? Bicara yang jelas! Tamu II (Malu) Lena mencuri hati saya. Om. Saya pikir Om sudah mengerti dengan yang saya maksud. Sejak tadi dan malah kemarin saya sudah ingin jelaskan tapi Om tidak mau mendengar. Pak Lena Kok malah menyalahkan.

tidak baik terus di depan pintu. Pak Lena Masuklah. Tamu I Tapi… Lena Tidak ada alasan (menggandeng Tamu I) SEMUANYA BERKUMPUL DI DEPAN TV 29 . Lena Iya. Pak Lena Suruh duduk dulu. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. nanti di dalam. biar saling bertemu semuanya. Lena Ayolah masuk Tamu I Bayar dulu utangmu. gitu aja sewot.Tamu I Kurang ajar. kalau utang cepat bayar dong! Lena Ala. ini urusan kita berdua. Bu Lena Siapa Len? Lena Teman Bu Lena Bawa temanmu ke dalam. di sini saja. Tamu I Terima kasih Tante.

Tamu I Maaf Tante. Pak Lena Kamu di sini dulu. Om. Len. Lena. Pak Lena Kalau cuma sekedar berarti tidak berulang. Lena tidak mencuri uang saya. Len? Tamu II Tidak… tidak. katakan saja berapa yang kau ambil dari dia? Lena (Marah) Kenapa nggak ada yang percaya! Lena tidak pernah mencuri uangnya! Tamu II Iya. Tamu I Kamu mencuri uang. wah serba salah semuanya. benar tidak? Tamu II Kalau begitu saya pulang lebih dulu saja. Lena Masalah apa lagi? Bu Lena Lena. masalah yang tadi belum selesai.Bu Lena Oh. 30 . Pak Lena Ah. mari kita selesaikan. cuma sekedar mampir. Om. Pak Lena Sudahlah. merepotkan. ada apa ini? Tamu I Tidak ada apa-apa. Om. rupanya kamu. tidak ada apa-apa. temanmu ini bolak-balik mencari kamu. Kenapa terlihat begitu penting. kamu kan belum mengembalikan uang yang kamu curi dari dia.

Dan. Lena tidak pernah meminjam uang. Aku pinjam uang kamu beberapa hari yang lalu sebagai bekal lari dari rumah. yang benar yang mana? Mencuri atau meminjam. Bu Lena Berarti uang kamu? Berapa? Tamu I Tidak ada. Tante.Lena Dengar itu! Lena tidak pernah mencuri! Lena cuma meminjam uang. hati saya yang dicuri. Lena Hey! Pak Lena Tunggu dulu. Om. saya tidak ada hubungan dengan uang. Tidak. Seperti yang sudah terkatakan tadi. Lena Hey! Jangan bohong kamu. ada apa ini? Bu Lena Ya. lalu uang siapa yang dicuri atau dipinjam? Tamu I Bukan uang saya. Tamu II Kapan? Lena Bukan kamu! Tamu I Tidak. Tante. Lena Hey! Tamu II Sudah jelas. bukankah kamu datang kemari untuk menagihnya? 31 .

tidak perlu kamu pinjam uang kawan. Lena Ini bukan piknik…(menangis) BU LENA DAN PAK LENA LANGSUNG MENDEKATI LENA. Kalau aku tahu kamu pinjam uang untuk lari. kamu mau membantunya lari kan! Lena Diam kalian! Kalian (memandang orang tua) lihatlah anak kalian ini! Apakah kalian hafal setiap tahi lalatnya? Apa kalian tahu yang diinginkannya? Pandang aku melalui mataku jangan pandang aku dengan mata kalian! Bu Lena Kenapa kamu harus lari. ah… Tamu I Kenapa. Pak Lena Jika memang ingin lari. aku tidak beri tentunya. Len. Nak. Aku benci! (marah mendekati menangis) Tamu I Aku tidak tahu. Tamu II Kamu lari dari rumah? Kenapa tidak bilang padaku. Bukankah hidup di luar itu lebih berbahaya.Bu Lena Bekal lari? Pak Lena Lari dari mana. aku pinjami kamu uang bukan untuk itu. 32 . Yang mereka pikirkan semua baik-baik saja. kamu kan bisa permisi dulu. Aku. lihatlah orang tuaku ini kawan-kawan. Aku lari dari rumah pun mereka tidak tahu. Nak? Lena Lihat.

mereka telah hilang. jangan menangis terus. Bu Lena Tidak punya rumah? 33 .Tamu I (Menarik Tamu II ke sudut lain) Urusan keluarga. (Menyadari Tamu I dan Tamu II telah hilang) Bagaimana ini. jangan menangis. Uangnya belum kita ganti. Tamu II Kita harus permisi dulu Tamu I Kalau keadaannya seperti ini. Kami bingung. Nak. sebaiknya tidak perlu. Pak Lena Diamlah. sebaiknya kita menyingkir. Len. TANGIS LENA SEMAKIN MENJADI. Tamu II Uangmu… Tamu I Sudahlah… TAMU I DAN TAMU II PERGI DENGAN CEPAT. Uang yang kamu pinjam akan kita ganti. Ceritalah. Lena Lena tidak pulang selama ini karena Lena merasa tidak punya rumah. Lena (Sambil menangis) Bukan uang… Pak Lena Jika begitu mengapa menangis? Bu Lena Diamlah.

BU LENA Siapa lagi? SELESAI Yogyakarta maret-april 2006 34 . kami tidak ingin mengekang.Lena Ya. Pak Lena Membebaskan kamu bukan berarti tidak perhatian. mengekangnya juga bisa salah… TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Siapa lagi? TERDENGAR KETUKAN PINTU. kami rasa itu yang baik. Tidak ada yang perhatikan. semuanya selalu dihitung dengan uang. Mungkin selama ini kami tidak memperhatikan kamu. Kalian sibuk dan Lena pun sibuk sendiri. Lena benci. Dulu kami dikekang orang tua kami dan kami tidak suka. Nak. Lena butuh rumah yang benar-benar rumah! Bu Lena (Menangis) Maaf ya. rumah yang kami bebaskan untukmu. tidak ada pembicaraan yang menyenangkan. SAHYDU BEGITU TERASA. Bu Lena Kita salah mendidiknya… Pak Lena Sebenarnya kita bermaksud baik. Rumah ini rumah kamu. rumah ini segalanya dihitung dengan uang. BU LENA TERUS MENANGIS. Lena (Lari masuk kamar) Seharusnya kalian jadi orang tua yang benar-benar orang tua! MUSIK PERLAHAN. maka kami ingin kamu tidak seperti kami. PAK LENA MENUJU PINTU DAN MEMBUKANYA. tapi salah juga… Bu Lena Kita harus bagaimana? Membebaskannya salah.

NONA ITIK 10. NY. JOKO PERKUTUT 16. KASUARI 6. SWAN SONG 14. NONA MERPATI 9. SAWUNG JAGO 13. NY. KUTILANG 5. KAKAK TUA 12. NONA ITIK 8. PELIKAN 15. NYI KUNTIL JUARA II LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2006 35 . ANGSA 2. NY. NONA BEBEK 4. BANGAU 7.NASKAH TEATER REMAJA “KONGRES UNGGAS” KARYA : APRIS PELAKU : 1. NY. BABON 3. GAGAK 11. NY. NYI CENDRAWASIH 17.

MEREKA SEDANG ASYIK NGRUMPI NONA ITIK. (BERHENTI SEJENAK). NYI KUNTIL. Tante. BANGAU. kok kedengarannya meriah banget. ya mengobral janji di mana-mana. YANG SUDAH TERLIHAT DATANG LEBIH DULU NY. Kalau tidak punya pangkat. Mana ada gila kok tinggi. kedudukan dan uang. kedudukan atau uang. ya main perkosa. TIDAK LAMA KEMUDIAN. PENGAWAL NY. NY. SIBUK MELAYANI PARA TAMU. SAMBIL TERSEDAK-SEDAK) 5. (TERTAWA). begitu Iya. para jago kita tingkat kegilaannya sudah sangat tinggi. 1. penjajahan dan kesewenang-wenangan para pejantan terhadap para betina sudah keterlaluan. Kalau punya pangkat. Babon : : O. Angsa 2. (TERTAWA) 3. sejak dulu yang namanya jago itu memang gila. mereka akan kawin dimana-mana. Apalagi kalau melihat perempuan- perempuan muda. tapi merasa sedikit tampan. 36 . DUDUK MENYENDIRI DI SALAH SATU SUDUT RUANG ITU DENGAN ANGKERNYA. kalau tidak punya semua itu. cara mengukurnya bagaimana. KUTILANG. Itu lho Jeng Bebek aneh-aneh saja. Pejantan-pejantan kita tambah brutal dan tidak menghargai para betina sama sekali. PUTRI NY. SAMBIL MELAHAP HIDANGAN YANG DISAJIKAN. Dia bilang jago-jago kita tambah gila saja. Jeng Bebek juga mengatakan. BABON DAN NONA BEBEK. benarkan.KONGRES UNGGAS BABAK I RUANG TAMU MEWAH SEBUAH BANGUNAN BESAR MILIK NY. Padahal. Kutilang : Lho. KUTILANG. DITEMANI TUAN RUMAH. cantik dan agak menggoda. BANGAU. Babon : : Sedang membicarakan apa. Kata Jeng Bebek lagi. Lantas. (TERTAWA). ANGSA BERSAMA NONA MERPATI PUTRINYA. (TERTAWA LAGI. DISINI AKAN DILANGSUNGKAN PERTEMUAN RUTIN PARA UNGGAS. DIIRINGI PENGAWAL SETIANYA JAKA PERKUTUT. MUNCUL NY. Angsa 4. Tidak peduli perasaan para betina yang dikawini. Nah. ARISAN.

Bebek : Jumlah itu belum bisa dijadikan bukti. Babon : : Ah. Angsa : Saya kok setuju dengan Tante Babon. Tapi ucapan Tante Babon juga betul. biarpun punya derajat dan uang. 14. dengarkan radio atau nonton televisi. Jeng Kasuari dan Jeng Angsa. YANG SESEKALI DILIRIK OLEH NY. radio dan televisi menyajikan berita kebrutalan para pejantan kita. itu kan memang kerjaan wartawan dan lahan penghidupan media massa. tidak begitu. diberitakan di radio dan ditayangkan di televisi. masyarakat kita kan memang paling senang baca berita seperti itu. masih ada pejantan seperti suami saya. Bebek 9. JOKO PERKUTUT ASYIK MELADENI NONA MERPATI DAN NONA ITIK BERSENDA GURAU. Babon : Eeee. dimakan lagi hidangannya. Itu kan kenyataan. 7. Yang penting kan laku dijual. kok juga mendukung Jeng Bebek. 11. Mas Sawung Jago. Apa yang dimuat koran. ngobrolnya kok jadi serius begitu. Mbakyu. tidak pernah ngobral nafsu dimana-mana. 13. Sudah. Bangau : Waduh. Kasuari : Kalau saya pikir-pikir. (SEMUA DIAM UNTUK BEBERAPA SAAT. Babon : Ah. lha … gimana sih Jeng Kutilang ini. 12. Plin-plan. pokoknya bisa dijual. Kalau tidak menyajikan hal semacam itu. Iya kan. RINGAN YANG PENTING NGRUMPI. 8. Nyatanya hampir setiap hari koran-koran. Mereka tidak mungkin berani menyiarkan berita kalau tidak benar. ANGSA) 15. Jeng Bangau. Nggak peduli benar atau salah. menghibur diri bagaimana. Kalau terlalu dingin. Bebek : Mungkin saja. 16. nanti nggak enak lho. ya tidak akan ada yang beli koran. Lho. pasti berdasarkan sebuah fakta. DI SUDUT LAIN. Masih banyak yang memiliki moral bersih. Angsa : Ya. suami Jeng Kutilang. Tidak semua pejantan kita seperti itu. Buktinya suami saya. merugikan atau menguntungkan orang lain. Lagi pula. MEREKA ASYIK MENIKMATI HIDANGAN YANG DISODORKAN OLEH TUAN RUMAH. Itu tidak tegas namanya. Mana mungkin mendukung saya. itu hanya menghibur diri. Siapa sih yang tidak tahu prinsip media massa. Jeng. PEMBICARAAN MEREKA DIALIHKAN KE HAL-HAL YANG LAIN. MENCARI DUKUNGAN) 37 . Babon : Tapi tidak semua pejantan seperti itu. 10. (TERTAWA SINIS SAMBIL MEMANDANG BERKELILING.6. Buktinya. Ayo. pendapat Jeng Bebek itu benar.

sehingga kami jadi mudheng. bisa benar atau salah semua. karena memang tidak semua pejantan bermoral bejat. 24. Wong suami saya tidak begitu. Saya dinilai salah. Babon : Jeng Angsa ini aneh. 18. tapi juga benar. selalu menyajikan kebrutalan para pejantan kita. atau istilah ilmiahnya menggeneralisir setiap persoalan. Sementara Tante Babon benar. Angsa : Saya setuju dengan pendapat terakhir. Pasti hanya satu yang salah dan satunya benar. kok. 38 . Bangau : Iya. Dalam setiap persoalan. mengatakan semua pejantan kita sudah bejat moralnya. tapi benar berdasar fakta atau penelitian. MESKI ADA BEBERAPA YANG TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI). Kita memang tidak boleh seenaknya sendiri. hal itu bisa saja terjadi. kita tidak boleh mengungkapkan statement secara ngawur. Mungkin Jeng Angsa bisa menjelaskan. Berarti yang bejat hanya seekor dan yang baik juga hanya satu ekor. 20. Tidak bisa dijadikan dasar analisis. Dus. 19. Kita tidak boleh mendua. Kasuari : Yang saya maksudkan begini. Kita tidak bisa seenaknya sendiri. 21. Benar semua atau salah semua. Bangau : Benar. Salah semua atau benar semua. benarkan apa yang saya katakan. Malah jadi tidak nyambung. tidak tahu saya. baik cetak maupun elektronik. kita seharusnya hanya mendukung salah satu pihak. Angsa : Begini lho Jeng. Lantas. Kan tidak mungkin salah semua atau benar semua. Nah. to. Babon : Lha. Babon : Wah. Bisa runyam nanti. Segala sesuatunya harus kita teliti dan kemudian kita analisis. Saya juga jadi bingung. Jeng Bebek benar karena semua media massa. Jeng Bebek juga dinilai begitu. 25. Pendapat atau ucapan yang disampaikan.17. 23. yang terbaik bagaimana. Asal bicara. 22. hanya karena suami Jeng tidak begitu. untuk mengetahui apakah pendapat atau ucapan itu benar atau salah. 26. Menyamaratakan. ini gimana. Saya kok jadi bingung. (SEMUA YANG HADIR MANGGUT-MANGGUT. Angsa : Dalam dunia keilmuwan. Jadi. Ah. Tidak bisa keduanya. padahal yang melakukan hanya seekor pejantan. Angsa : Jeng Babon juga tidak bisa menyalahkan Nona Bebek. belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Babon : Ya jelas tidak mau saya. 28. Babon : Wah. Kalau saya lebih setuju mengumpulkan betina dari seluruh dunia dan mengadakan musyawarah untuk membuat resolusi. Babon : : Wow. 32. Kutilang : Melakukan penelitian. Pembicaraan sederhana kok tiba-tiba jadi ruwet begitu. waduh. silahkan. Lalu biaya untuk menyelenggarakan acara itu cari di mana? 39 . Sementara. Babon : : Waduh. Kasuari : Saya setuju dengan pendapat Jeng Angsa. Paling tidak ya harus lewat forum musyawarah nasional atau bahkan musyawarah internasional. tinggal setuju atau tidak. Kalau tidak. Bangau : Kalau saya tidak jadi masalah. Paling tidak ya sebagai ibu rumah tangga dan istri. akan sia-sia saja. Kalau Jeng Bebek bagaimana. Angsa : Itu kalau nyonya-nyonya di sini mau menguji kebenaran dari apa yang sudah diperbincangkan tadi secara ilmiah. Kita harus melakukan penelitian untuk menjernihkan persoalan ini. Tapi seperti kata Tante Babon tadi. itu ide gila. sampai harus mengadakan penelitian dan musyawarah segala. Bangau 37. mengumpulkan betina dari seluruh dunia? Ck … ck … ck. Di samping memakan waktu lama. Kalau saya. 33. Bangau 30. bagaimana dengan aktivitas kebabonan kita. 31.maka harus diadakan penelitian. Harus lewat penelitian. 27. Kok jadi tambah ruwet begitu. Apa kita mau disini seharian hanya untuk memperdebatkan hal yang tak kita ketahui. mana yang salah. Dus. tanpa tahu ujung pangkalnya dan tidak mengerti mana yang benar. 34. Cara yang terbaik yang seperti yang dikemukakan Jeng Angsa. Kalau semuanya mau tinggal disini lebih lama dan berbincang-bincang. hasilnya sulit diyakini kebenarannya. kita hanya bicara dan berdebat terus. berarti butuh waktu yang cukup panjang dan dana yang agak besar. 29. kok jadinya malah ruwet. Iya. Masak hanya dari omong-omong harus begitu panjang dan lama penyelesaiannya. Apalagi menyangkut sekelompok kaum. 35. 36. Bebek : Ya ndak bisa hanya sesederhana itu kalau masalahnya menang luas dan besar. juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kami kan masih punya kegiatan lain.

Sawung Jago 45. Jeng Bebek. Masak kumpul sama jago kampung yang tidak berprestasi. 42. Babon : Mas. saya kan termasuk panitia inti. Pokoknya saya hadir. Jangan hanya menyendiri di belakang. TAMPAK JOKO PERKUTUT. DENGAN PAKAIAN YANG SERONOK. (MUNCUL NY. TAMPAK TANTE BABON. MEREKA MASING-MASING SIBUK BERBICARA SENDIRI-SENDIRI). Selama ini. 43. MASIH TAMPAK LENGANG. Kasuari : Jeng Babon sudah datang. apakah semuanya setuju dengan gagasan. apa acara ini nanti bisa berlangsung sehari penuh kalau tidak ada konsumsinya. 44. Kasuari : Bagaimana nyonya-nyonya. KASUARI. ndak masalah. Lho. (TIDAK LANGSUNG TERDENGAR JAWABAN. Babon : Meski kamu tidak tercantum dalam daftar panitia.38. kan tidak ada jeleknya. Sawung Jago : Habis. Soal kumpul dengan siapa. saya kan tidak terdaftar sebagai panitia. Yang penting konsumsi. NYI CENDRAWASIH. DI BERANDA. Kalau sekali-kali kegiatan para babon dibiayai negara. Lha kok saya disuruh kumpul sama jago-jago teras. kumpul sama jago-jago teras kita. Koor : Setuju ………………………… BABAK II SEBUAH RUANGAN BESAR ATAU LAPANGAN YANG CUKUP RINDANG. NY. 40 . sana ikut nimbrung. Saya kan malu. NONA ITIK. 46. Dalam susunan yang kalian buat nama saya kan tidak ada. Babon : : Orang seksi konsumsi kok panitia inti. Masih dialiri darah biru. kalau para pejantan mengadakan acara pasti membebankan seluruh biaya pada negara. 39. 41. Sawung Jago : Sudahlah. BANGAU. Bebek : Kita bebankan pada negara. ANGSA. Ada dalam acara ini. Bagaimana nyonya-nyonya setuju? 40. Panitia yang ngurusi konsumsi. NONA MERPATI DAN NONA BEBEK) 47. Setidak-tidaknya kamu masih trah dalam. TAPI RUANGAN ITU SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA UNTUK KEPERLUAN MUSYAWARAH ATAU SEMINAR INTERNASIONAL. Tidak usah macem-macem. NYI KUNTIL. BERSAMA SAWUNG JAGO SUAMINYA. NY.

Bagaimana konsumsinya. Kan kemarin anggarannya tidak masuk ke anggaran saya. kita harus kerja makin keras. Kakak Tua : Kakang Sawung Jago malah sudah sampai disini. Maaf. Maklum. lho Mas. Untuk jago lainnya. ya jelas dong. yang kerja hari ini sudah disiapkan konsumsinya atau belum. Ah. jadi ya tidak sempat kemana-mana. kamu lagi-lagi nimbrung. Mas Joko Perkutut tidak senang kalau dibuatkan konsumsi seperti jago kebanyakan. Saya yang dipilih jadi penerima tamu malah datang belakangan. Sejak dulu. Bagaimana kabarnya. Jeng? Pokoknya beres. Mas. Sawung Jago : Namanya juga usaha. 52. nasibmu baik benar. YANG TINGGAL HANYA SAWUNG JAGO). Ada-ada saja. Lantas. pencuci mulutnya belum terbayar. Kami yang ngurus konsumsinya. Nona Merpati : Saya dan Nona Itik sudah berembug dengan Mas Joko Perkutut. Tadi sekalian mengantar istri saya. (PERGI SAMBIL MARAH-MARAH. Lama tidak bertemu. Mereka kan sudah mengajukan anggaran sendiri. lumayan meski tambah kurus. iya. 54. Sawung Jago 61. ya yang muda. 55. Kakak Tua : O. Ya yang tua. Yang melayani juga harus spesial. Sawung Jago : Tidak apa-apa. Angsa : Kalian berdua ini memang lancang. jadi ya agak pagi berangkatnya. 58. Sawung Jago : Babon. 41 . Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. dan Joko Perkutut. dari dulu bisanya hanya petok-petok.48. Masih muda mau seenaknya. Babon 49. Kakak Tua : : Yah. diurusi Nyi Cendrawasih dan Nyi Kunti. Kang? 62. Kok lama ndak kelihatan itu kemana saja. kamu datang merebut. dia kan mahasiswa. Nona Itik : Iya. ketika aku sedang mengincar Merpati dan Itik. Hanya saja. Babon 51. Angsa : : : : Lho. Jadi segalanya harus serba spesial. Kami menyediakan diri sebagai sukarelawan. ya belum. 59. Babon : Lha. Kini. 53. kan sehatsehat saja? 60. kakang Sawung Jago ini ada-ada saja. Waktu aku mengincar Angsa. Joko Perkutut kan jadi urusan saya. Kasuari 50. 56. (TIBA-TIBA KAKAK TUA DAN GAGAK MASUK SEHINGGA MENGAGETKAN SAWUNG JAGO) 57.

Bahkan mencarikan makan anak-anak kita. (TERDENGAR TEPUK TANGAN LAGI). Agar mengetahui wewenang. Apa pengusaha sekarang juga diajari perang-perangan. TIBA-TIBA NY. sehingga sangat tergantung pada manusia laki-laki. ANGSA TAMPIL BERBICARA) 42 . Tidak usaha dikejar-kejar. Padahal kita bisa mencari makan sendiri. SETELAH MENDENGUS KESAL. Maka wajar kalau manusia wanita rela disewenang-wenang manusia laki-laki. Untung keduanya cukup lincah dan gesit. Tidak angon situasi.63. Berbeda dengan kamu. Ini berarti mereka tidak menghormati para betina. Kemarin Itik dan Merpati yang dapat giliran dikejarkejar mau diperkosa. Tapi ada juga yang tidak mau menjaga diri. dan para jago tahu yang namanya keadilan. MAKSUDNYA MAU MARAH. benar-benar keterlaluan. Kenapa mereka tidak menghargai kita. Kita tahu bahwa para jago dimana-mana senang wayuh. Sudah punya istri resmi dan beberapa simpanan. 64. begitulah yang namanya jago. sehingga tidak tertangkap oleh si tua bangka itu. kok ya masih senang mengejar ayamayam dara. Ujas-ujus. ada yang bisa lebih menjaga diri. Gagak : Memang benar. (TERDENGAR TEPUK TANGAN RIUH). para betina akan datang sendiri. Bedanya. Apalagi di dunia manusia ada peribahasa: surga dan neraka ikut laki-laki. Yaitu mau menerima perlakuan sewenang-wenang mereka. karena salah kita sendiri. Saya juga lihat sendiri cara kerja Kakang Sawung Jago. Lebih-lebih kalau masuk klasifikasi pejantan. kok kakang kemarin sepertinya serius mengejar musuh. Kakak Tua : Yah. Tapi di dunia kita. Bebek : Saudara-saudara betina. Pakai kejar-kejaran segala. Kita berbeda dengan yang namanya manusia wanita. yang nantinya akan menetapkan aturan main bersama penguasa. grusa-grusu. LANTAS PERGI MENINGGALKAN KAKAK TUA DAN GAGAK YANG TERSENYUM SINIS). maka para betina di seluruh dunia harus bersatu dalam sebuah wadah. Melihat situasi dan kondisi. Mereka kebanyakan tidak bisa cari makan sendiri. dan menyampaikan resolusi. (TEPUK TANGAN MERIAH LAGI. Tapi kenapa kita malah diperlakukan sewenang-wenang mempedulikan oleh para jago. Kakang Sawung Jago itu aneh. Ini yang tidak pernah anak-anaknya. tidak ada peribahasa semacam itu. (SAWUNG JAGO TIDAK MENJAWAB. TAPI TIDAK JADI. MATANYA MELOTOT MEMANDANG. ACARA PERTEMUAN DIMULAI 65.

Harap jangan berisik. begitu pula sebaliknya. tanpa harus memikirkan pernikahan. (TERDENGAR GERUTUAN DAN MAKIAN). tapi setiap hari diharuskan bertelur. Bikin resolusi yang memprotes sistem manusia memelihara ayam. Sama sekali tidak hewani. Terlalu usang dan ketinggalan zaman. Hal itu terus berlangsung sampai kematian menjemput mereka. Jadi soal tata tertib. unggahungguh dan semacamnya adalah nonsens. Ketiga. yaitu Pandawa. Drupadi itu suaminya lima. bagaimana. saya sampaikan beberapa catatan penting. Masak kaum betina kami selalu dikurung secara bergerombol dalam satu kandang dan tidak pernah diberi seekor pun jago. Tapi itu masa lalu. Seandainya dalam sebuah kelompok ayam ternyata jumlah jagonya lebih banyak dibanding betinanya atau sebaliknya. Swan Song : Kami memahami betul apa yang disampaikan kedua betina terdahulu. 68. Kini kami mulai memasuki kehidupan yang sangat bebas. kita harus selalu mengkampanyekan bahwa betina bukan hanya sekedar pabrik telur yang bisa diperlakukan sewenang-wenang. Menyambung langsung apa yang baru saja disampaikan Nona Bebek. Kami justru punya usulan. Soal wayuh. masing-masing bisa saling menghargai satu sama lain. Kedua. serta tugas para betina maupun jago dalam pergaulan hidup sehari-hari. kami dari negara yang sudah sangat modern. Pelikan : Saya setuju dengan Swan Song tadi. Tidak perlu menang-menangan. Maklum. Para betina punya harga diri yang patut diakui para jago. wewenang. tanggungjawab. kita harus secara aktif mengadakan pendidikan. Ini benar-benar tidak adil dan harus dihentikan. kita harus menyusun sebuah resolusi yang isinya antara lain: jago satu hanya boleh memiliki atau mengawini seekor betina. Angsa : Saudara-saudara. Ingat. Kami bebas melakukan hubungan. Dengan demikian.66. kami dari masyarakat modern. memang perlu dipertimbangkan kembali. jago dan betina punya hak sama dalam perceriaan. Kita perlu mencontoh wayang. Pertama. Betina bisa melayani selusin jago. (TEPUK RIUH) 67. Kami pun dulu tak terhindar dari keadaan dan situasi semacam itu. membuat resolusi buat manusia yang memperlakukan bangsa kami dengan semenamena. Perkawinan bukan lagi hal yang penting. Karena dinegaranya memang kekurangan wanita dan terlalu 43 . melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang hak.

enggak kok. 44 . Mari Mbakyu. 5. yang disepakati : 1. Betina tidak boleh wayuh. Saya memang sengaja kemari untuk ngobrol. Katanya untuk meningkatkan usaha. Betina bisa menceraikan jago. Usulan betina lokal baru bisa dijalankan kalau situasinya seperti di Madura dan Awangga. Babon 71. begitulah. disepakati berdirinya perkumpulan betina se dunia yang diberi nama KONGRES UNGGAS SE DUNIA. apakah pembentukan wadah dan isi resolusi disetujui. Rumah saya sekarang juga sering sepi. 3. MALAM BULAN PURNAMA. Babon : Yah. Mbakyu. Maklum. harus tetap diberi jago yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah betina. Babon : Tidak dari mana-mana. Jago tidak boleh wayuh. Kasuari : Untuk menyatukan para betina di seluruh dunia. karena di Drawati kekurangan pria dan terlalu banyak wanita. Kasuari : Dan Mbakyu mempercayainya. Jeng. 73. Apa Sawung Jago sering pergi? 74. 4. Kasuari : : Ngalamun. MEREKA BERDUA NGOBROL. Manusia dilarang membudidayakan ayam seenaknya sendiri. 6.banyak pria. Kasuari : Sama. 72. Di rumah sepi sekali. SEMENTARA SUASANA TAMPAK LENGANG DAN SEPI. 69. Jadi ya sering pergi. BLACK OUT BABAK III FADE IN TERAS SEBUAH RUMAH. namanya saja wiraswasta. silahkan duduk. 2. Dengan kata lain. (TERDENGAR JAWABAN KOOR SETUJU). Bagaimana pada semua yang hadir. dimana jumlah wanita dan pria seimbang. tapi karena keadaan yang memaksa. Dari mana. TIBA-TIBA DATANG JENG BABON. wayuh hanya diperbolehkan bukan karena kebutuhan seks semata. Sementara Kresna istrinya tiga. Ah. kok jam sekian masih di luar. Jago boleh menceraikan betina. Malah sampai disini. Begitu pula yang dipelihara untuk diambil keturunannya. TAMPAK ASYIK. Betina yang dipelihara oleh manusia untuk tujuan penghasil telur. ya Jeng? (AGAK TERKEJUT). KUTILANG DUDUK TERMENUNG SEORANG DIRI. 75. NY. 70. seperti yang dianut ayam ras.

Saya tidak guyon. Tidak pernah percaya sama manusia lain. meski pergi dari rumah sampai berhari-hari. Para jago itu ndak bisa dilair-batini. Babon : Jangan-jangan … (AGAK GELISAH. di muka orang banyak sangat berapi-api membela dan memperjuangkan hak kaumnya. Babon : Weh … weh … weh. selingkuh. Babon 83. Kasuari : : Ah. entek ngalas. Amit-amit. Para betina juga banyak yang senang bermuka dua. 80. Dan betina seperti itulah yang sering ngrusak tatanan. istilah apalagi itu. sejak sebelum musyawarah yang baru lalu dilaksanakan. Dikasih kesempatan. 77. 79. Jangan-jangan malah sampeyan yang sudah ketularan penyakit manusia perempuan. Termasuk pada suaminya sendiri. Ya entek omah. Senangnya kok guyon. Kasuari : : Walah. Ini serius. Babon : Masak ada betinayang punya watak seperti itu. Tapi setelah musyawarah besar beberapa waktu lalu. Bilangnya nglembur. saya tidak pernah menaruh curiga. Kasuari : E … namanya jago kok diumbar. saya jadi sering mikir. Kalau suami saya pamit keluar rumah sampai menginap. Jeng Kasuari kok jadi begitu. 78. Babon : Ya jelas. Jangan-jangan suami saya sudah kelurahan penyakitnya manusia. Jeng. Kalau suami kita beri kepercayaan penuh. kadang beberapa hari. TAPI SAYA PERCAYA SAMA KESETIAAN SUAMI 45 . Mbok ya yang semeleh. Artinya. tidak-tidaknya kalau mereka nyeleweng. TAPI KEMUDIAN MENGHIBUR DIRI SENDIRI). Mbakyu. Babon 81. suami saya merupakan tipe jago yang setia. apa seburuk itu namanya jago. 82.76. Bermuka dua. Merekalah yang sering memancang para jago untuk nyleweng. ya nglonjak. Kasuari : Saya juga dulu punya pandangan yang sama dengan Mbakyu. gitu. Curigaan saja kerjanya. Jeng? Ya bukan hanya para jago yang punya watak buruk seperti itu. 86. Jangan terlalu curiga. Lagi pula. ndak tahunya kencan dengan betina lain. Sejak adanya Perkumpulan Betina Mardika dan resolusi yang dihasilkan beberapa waktu lalu. Dia tidak pernah menyeleweng. Jeng Kasuari ini kok ada-ada saja. dong. Tapi di belakang. buat apa tidak mempercayai suami yang terus keluar rumah untuk mengembangkan usaha. Paling-paling untuk meningkatkan karier. Kasuari : Tidak. 84. 85. Mbakyu.

46 . nggak ada apa-apa kok Nyonya. ayo. kok. gitu lho. KECEWA CAMPUR JADI SATU. 94. MARAH. Nyi Kuntil : (SETELAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA. Ya. di taman kota. Ada apa. Cuma anu … e … anu … 91. 93. Nyi Kuntil : Eh … oh … ah. TIBA-TIBA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH DATANG DENGAN SIKAP TAK MENENTU. Kami berdua kebetulan sedang jalanjalan. bingung aku. Salah satu dari kalian harus bicara terus terang dan yang sebenarnya. 96. Apa itu. Babon 97. TAPI SUAMI SAYA TIDAK. SEPERTI TAK MENGETAHUI KEBERADAAN KASUARI DAN BABON). KOK. 87. Merusak tatanan. Kasuari 92. Tidak berperi kebinatangan. JAGO LAIN BISA SAJA MUDAH DIGODA. Kalian ini ada apa. Mereka mungkin sedang jalan-jalan sekeluarga. Nyi Cendrawasih 89. Datang-datang kok kayak orang ayan. 98. WAS-WAS DAN TAKUT). Kasuari : : : Wah. 90. Mbok kamu saja yang menjelaskan. Kasuari : Itu kan biasa. kami lihat pemandangan yang nganeh-anehi. Iya. Babon : Iya. 99. ayo. Begini. KASUARI TERSENYUM KECUT. Nyi Kuntil : : Nganeh-anehi bagaimana. E … e … e. di tempat remang-remang. Nyi Kuntil 88. 95. ini ada apa. Ayo ngomong yang benar. Senangnya kok bikin dhegdhegan. Tidak plinthat-plinthut seperti itu. GELISAH. tegas. Gajah midak rapak. AKHIRNYA BISA JUGA BICARA). Nyonya. Anu apa. 100. anu dheng … ah. (NY. Menikmati malam terang bulan yang indah ini. Ketika sampai di taman kota. Nyi Cendrawasih : Wong cuma anu. Kasuari : Sudah. Begitu saja kok didramatisir. Kami melihat suami Nyonya berdua bersama Nona Bebek dan Nona Merpati. Babon : : Cuma apa. Mbok bicara to the point saja. Bengak-bengok ndak karu-karuan. Kacau. Nyi Cendrawasih : Tapi mereka berkelompok secara terpisah-pisah. gawat.SAYA. (NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH TERKEJUT. Mbok kalau bicara itu yang jelas.

DI ANTARA RERIMBUNAN TANAMAN TAMAN. SUASANANYA REMANG-REMANG. (MEREKA BERGEGAS PERGI KE TAMAN KOTA UNTUK MENYELIDIKI KEBENARAN UCAPAN NYI KUNTI DAN NYI CENDRAWASIH). 102. Ayo. benar. SEMUA PASANGAN YANG SEDANG PACARAN TERKEJUT. Berpasangan! 103. BABON BERTERIAK HISTERIS LALU JATUH PINGSAN. MENELITI TIAP-TIAP PASANGAN DENGAN TELITI DAN CERMAT. Nyonya. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : I … I … ya … 105. KASUARI SERTA NY. Nyonya. Kasuari : Lho. BINGUNG DAN LARI BERSERABUTAN. Biasakan. Mbakyu. Kasuari : : : Wah. BLACK OUT – FADE IN LCD TAMAN KOTA MALAM HARI TERANG BULAN. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : Baik. Nyi Kuntil : Bukan begitu. Iya. Kita harus menyelidikinya ke sana. Babon 107. DARI KEJAUHAN. 108. TAMPAK NY. yang namanya keluarga itu kan ya berkelompok-kelompok. tunjukkan tempatnya. BABON. SAWUNG JAGO BERPASANGAN DENGAN NONA BEBEK. NY. Mereka berkelompok dua-dua. gawat. TAMPAK ENAM PASANG AYAM SECARA SILUET SEDANG BERCUMBU RAYU. Kasuari 106. JOKO PERKETUT DENGAN ANGSA. ADA YANG 47 . NY. NAGATUMURUN DENGAN NONA ITIK DAN KAKAK TUA DENGAN BANGAU. SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN DARI KATA-KATA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH. Nyi Kuntil dan Nyi Cendrawasih.101. GAGAK DENGAN NONA ITIK. NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH BERINDAP-INDAP MENDEKATI YANG SEDANG PACARAN. KASUARI. Kasuari : Apa …! Mereka berpasangan di taman kota? 104.

SAMPAI BERTABRAKAN DENGAN PASANGAN ASLINYA. Nyi Kuntil : Memang mengherankan. pelanggaran dan semacamnya. Memang aneh yang namanya ayam dan manusia itu. SUARA TERKEJUT BERBAUR DENGAN JERIT KESAKITAN.  T A M A T  48 . tapi kemudian mereka langgar. TINGGAL NY. SEKEJAP KEMUDIAN PANGGUNG KOSONG. KEDUANYA NAMPAK GEDHAG-GEDHEG TIDAK HABIS PIKIR. Sama persis dengan manusia. 111. SERTA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH YANG BERDIRI BENGONG. SITUASI BENAR-BENAR KACAU. suka melanggar ketentuan dan kesepakatan yang sudah dicanangkan. Nyi Kuntil : Begitulah ayam. KASUARI DAN NY. Nyi Cendrawasih : Mereka senang bikin resolusi. mengkampanyekan hak azasi dan mempropagandakan disiplin rasional. 110. Beribu peraturan dikeluarkan dan ratusan kesepakatan disetujui. Senang main cinta belakang. 109. BABON YANG PINGSAN. tetap saja terjadi penyelewengan.

Ia harus direbut dan diperjuangkan………sendiri! KUD TA Sebuah Naskah Teater Remaja Oleh: JONED SURYATMOKO 49 e .Juara 3 Lomba Penulisan Naskah Teater Remaja Taman Budaya Jawa Timur 2006 Karena kekuasaan tidak gratis didapatkan.

mantan Jagoan KANDI. ibu LINDA Untuk adegan hiruk-pikuk bisa ditambahkan lebih banyak figuran. siswa kelas III. halaman sekolah. NUNGKI. siswi kelas III. siswi kelas III. siswi kelas III. HELEN. Dalam hati LINDA (selera lokal disesuaikan) 50 . siswi kelas II.PEMAIN LINDA. masih agak muda KEPALA SEKOLAH. siswi kelas II. guru pendamping OSIS. idola kelas II dan III. mantan Jagoan MEYMEY. Kamar LINDA. PAK ISWADI. RATNA. para siwa dan siswi yang lain WAKTU Sekarang TEMPAT SMA di Indonesia. siswi kelas II. galak. siswi kelas II. hampir pensiun IBU. mantan Jagoan BRIAN. BUNGA.

Namun tawaran itu ditolaknya. Karena itulah kemenangan sebenarnya. 51 . Murid kelas III belum rela melepaskan jabatan jagoan mereka. Satu kesempatan tersedia ketika Linda ditawari menjadi Ketua OSIS. Ia juga menyadari bahwa ia harus tetap siap mewujudkannya sendiri. Bunga dan Ratna sudah harus mengikuti bimbingan belajar sejak kelas II. Murid kelas III yang baru akan segera menghadapi ujian nasional dan terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar. Mereka tahu bahwa mereka harus segera menyusun rencana untuk segera menunjukkan bahwa merekalah jagoan murid perempuan di sekolah. Dengan demikian mereka bisa menguasai kantin. yakni LINDA. HELEN. Empat murid kelas II. Masalah muncul ketika ternyata aksi kudeta mereka mengalami banyak halangan. halaman sekolah dan juga toilet. Kinilah saatnya bagi murid-murid kelas II yang baru untuk melakukan kudeta merebut kekuasaan jagoan sekolah mereka.SINOPSIS KUDETA Tahun ajaran baru sudah mulai. Baginya menjadi jagoan dengan jabatan hasil pemberian sekolah tidak akan membanggakan. BUNGA dan RATNA menyadari hal itu. Linda tertinggal sendiri ketika ternyata Helen juga sudah berhasil mendapatkan murid kelas III yang menjadi idola mereka.

Ibu tidak memaksamu! Kamu bebas berkegiatan apa saja! Tapi jangan lupa belajar!!! Ketika IBU bicara. Tahun 1905 Dr. LINDA : (seperti bicara pada dirinya sendiri) Setiap kali aku menikmati liburan panjang dan bermalas-malasan. melengking dari ujung kanan panggung) Beras sekarang mahal! Minyak semakin mahal. OS. Banyak pemimpin di Negara Amerika Selatan ini yang digulingkan dan digantikan dengan paksa. Bukan karena aku ingin belajar lagi.sama anak sendiri ibu tega? Ibu tidak menyalahkanmu. Ia membuka bukunya. Tahun 1921 Dr. bahwa liburan kali ini aku benar-benar menginginkan masuk sekolah kembali. Emiliano Gonzales melakukan kudeta tahun 1908 dan Liberato Marcial Rojas melakukan kudeta tahun 1911. aku harus bersyukur karena masih bisa sekolah. berjalan perlahan ke arah salah satu kursi. membawa buku hariannya. IBU : (tiba-tiba lagi. IBU : (melengking lagi) Asal kamu tahu. LINDA : Ibu tidak tahu.OPENING Panggung dibiarkan lengang beberapa saat. Lebih dari sepuluh kali kudeta terjadi di Paraguay. Pedro Pena. Tidak ada suara apapun! Pelan-pelan selembar demi selembar kertas putih jatuh dari langit-langit panggung. dan meneruskan menulis. Cecilio Baez melakukan kudeta. Lampu boleh terang boleh temaram. Tahun 1904 Juan Gaona melakukan kudeta dan menjadi presiden. Manuel Gondra dipaksa mengundurkan diri. Ibu percaya padamu!!!! : Selama liburan aku membaca sejarah ini. Kemudian duduk. menyia-nyiakan sekolah. Hanya ada beberapa kursi. IBU berdiri dengan tegak di ujung kanan panggung! Memandang ke arah entah!! Ingin berkata sesuatu dan selalu ingin berkata sesuatu. Selembar demi selembar! Penonton dibiarkan menikmati jatuhnya kertas-kertas tersebut dalam diam! Setelah beberapa saat. tapi karena akan ada sesuatu yang berbeda. kata ibu. melengking dari ujung kanan panggung) Masa. Banyak orang yang ingin sekolah tapi tak bisa sekolah. seperti kebiasaan kudeta berikutnya berkali-kali terjadi. LINDA muncul dengan seragam sekolah dan tas. sementara aku. Sementara pada tahun 1912 kudeta dilakukan Dr. IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!! 52 OS LINDA . OS. LINDA : Katanya.. Sekolah juga mahal! Tidak ada yang murah sekarang! Jadi… kamu harus belajar dengan benar!! OS. Dengan sedikit omelan tentu saja! IBU : (tiba-tiba. Kemudian. Ibu selalu mengingatkan aku.

HELEN : (pamer pada LINDA) AKu tahu aku harus minta maaf! Karena aku tidak membawa oleh-oleh. nih! Susah kalau liburan! Kerjaanya makan terus! Kita jadi gendut semua nih! Lihat! 53 . Felix Paiva kudeta. Sebelum kertas menyentuh lantai. muncul HELEN. Akan ada yang membuktikan siapa yang akan menjadi siswi jagoan di sekolah ini. Musik sepotong. Seperti ingin melarang seseorang. aku melewatkan liburan terindah kali ini! Tidak terceritakan. Ia lalu menulis kembali. Menggulingkan kekuasaan murid kelas III. BUNGA dan RATNA dengan teriakan-teriakan kegirangan. Tapi asal kalian tahu. juga tidak ingin ditanyakan! BUNGA : Memang kamu liburan dimana? Paling ke rumah nenek! Disambut ketawa yang lainnya. LINDA : Pada tahun 1936 Kolonel Rafael Franco juga melakukan kudeta. Aku merasa sudah waktunya melakukan kudeta. hampir putus asa!!) Jangan!! PAUSE! IBU terdiam tertahan!! Mendesis-desis entah apa yang diucapkannya. Juan Natalico Gonzales dikudeta dan…… IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!!Jangan!! : tahun 1989 Jendral Adres Rodriguez melakukan kudeta. OS. LINDA berhenti menulis dan melihat kertas-kertas yang masih jatuh. LINDA : Ini liburan! Kita bebas kemana saja kan! BUNGA : Iya. LINDA : Tahun ini aku sudah naik kelas II.OS. tidak terkatakan! LINDA : Sayangnya. Mereka harus turun!! Kelas III harus segera turun!!! Segera!! IBU : Jangan nakal!!!!!!!!! Sudah Ibu bilang. tapi menyentak!! Panggung menjadi terang!! BAGIAN I Halaman sekolah 1. Tahun 1948 Dr. Tahun 1937 Dr. Jangan nakal!!! Lalu IBU berlari EXIT dengan cepat sambil terus berteriak!! Seperti tak ingin terlambat! LINDA melihat lembaran kertas terakhir jatuh. OS LINDA IBU : (lebih pelan. Suasana menjadi gaduh. Jendral Higinio Morinigo kudeta tahun 1940. Tidak sesuatupun terjadi.

LINDA : sekarang kita punya adik kelas. MEYMEY dan KANDIi. he… he… kaya anak SD saja.BUNGA menunjukkan badannya RATNA : Itu sih memang sudah gendut sebelum liburan! Yang lain ketawa... Masing-masing langsung diam. naik kelas pakai tas baru!! BUNGA : Ih...kamu pakai tas baru ya!! He. BUNGA juga. kalau kalian ingat…. NUNGKI : (menyindir LINDA) Wah. Mereka adalah NUNGKI. Kalian perhatiakan murid kelas I.. Tahun lalu kita seperti itu! Dan. Suasana ribut kembali!! 2.aku tidak akan melupakan perlakukan kakak kelas tahun lalu! Yang lain tertawa.sampai… LINDA : (pada BUNGA) Wah. Kulit mereka. tentu saja! LINDA : Aku merasa lebih.pengalamana buruk! BUNGA : Ehm. kaki. Lalu tanpa mereka sadari muncul siswi-siswi kelas III. 54 . Lalu masing-masing saling memeriksa satu yang lainnya. pipi mereka.ini hadiah!! Aku tidak minta dibelikan kok …!!! HELEN : Tapi minta hadiah!!! Sama saja!!! LINDA : kalian merasa berbeda? HELEN : maksudnya? BUNGA : ya.. HELEN : adik kelas! RATNA dan BUNGA menutup mulutnya! RATNA : Benar juga! BUNGA : Kita sekarang bukan yang paling bontot di sekolah ini.hm……apa ya…! RATNA : Aku tidak merasa apa-apa! LINDA : Kita sudah kelas II! BUNGA : Lantas? HELEN : aku tahu! Aku tahu! Kita jadi terasa lebih tua! RATNA : memang kita tambah umur kan? LINDA : Bukan itu! Kita merasa lebih tua karena di sekolah ini kita sekarang punya…. kayaknya ada yang tidak jadi dikeluarkan dari sekolah nih! KANDI : Iya…atau jangan-jangan ibunya merengek-rengek ke Kepala Sekolah supaya dia tidak dikeluarkan…. pinggul.

KANDI dan MEYMEY terbahak. HELEN : Kalian memang kelewatan!! Kalian sudah tua! Sudah bau tanah!! Sebentar lagi juga keluar dari sekolah ini. Tapi NUNGKI menempelkan jari temunjukkanya di bibir BRIAN. idola anak-anak kelas III dan II muncul dengan langkahnya yang mantap. Nanti aku temui kamu! Ya? 55 . MEYMEY mengulurkan punggung telapak tangannya seperti mempersilahkan mencium tangan. Lalu BRIAN. Ayo…. Teman-teman HELEN menyoraki!!! KANDI : Sebentar lagi? Tidak salah tuh? Kami masih setahun di sini! Itu artinya. Juga LINDA. Ia menghampiri NUNGKI ingin mengucapkan sesuatu. LINDA dan kawan-kawan tampak geram.? NUNGKI : Pacar? Hm….NUNGKI. Kalian harus menghadapi ujian akhir!! NUNGKI : Jangan salah! Kami masih cukup pintar untuk menghadapi ujian dan tetap menjadi jagoan!! Kalian? Hm…sepertinya masih harus banyak belajar? BUNGA : Mungkin! Tapi bagaimana dengan ….. BRIAN : Hm…….murid-murid kelas III terlalu malas buat pacaran dengan adik kelas! Kalian kan manja! Anak kecil! Kolokan! Mereka lebih senang pacaran dengan kami!! Pada saat berbicara seperti itu NUNGKI sudah yakin benar pada omongannya. jadi pecundang? Heh? Sudah menjadi peraturan tidak tertulis.! tapi kalian harus menghadapi jam tambahan setiap hari. kalian para adik kelas harus tunduk pada kakak kelas! Tidak ada tawar menawar. Kalian harus cium tangan pada kakak kelas. Meminta pacaranya itu menahan pembicaraan. LINDA : Heh! Aku tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah hanya karena pernah menjambak rambutmu dan memasukkanmu ke dalam bak mandi!! Teman-teman LINDA tertawa. kami masih punya setahun untuk menindas kalian!! Tahu? BUNGA : Ya.. nanti saja ya!! Aku baru sibuk mengajari adik-adik kelas ini sopan-santun dan kepribadian. NUNGKI : Brian. Wajah NUNGKI jadi semakin marah! MEYMEY : Memang sih! Tapi emang enak jadi junior.

Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. Belum selesai RATNA mengucapkan kalimatnya. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. MEYMEY dan KANDI langsung panik. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. PAK ISWADI mengikuti dari belakang.LINDA? : Ya. namun kemudian dia meninggalkan NUNGKI.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. BRIAN lalu EXIT. ISWADI : Ehm…. MEYMEY : Bagaimana? Kalian masih belum percaya kalau murid kelas III lebih suka pada kami? RATNA : Tunggu saja saatnya!! Tapi bagaimanapun kalian sudah kelas III. 3. Kamu paham? LINDA : Paham Pak! 56 .BRIAN semula agak ragu-ragu. LINDA dan teman-temannya nampak geram dengan kecentilan musuhnya itu. ISWADI LINDA P. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. sementara KEPALA SEKOLAH keluar.. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dkk. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. KEP. LINDA dan kawan-kawan lebih lega setelah melihat murid-murid kelas III pergi. Sudah saatnya kalian…………. Namun ia kembali lagi. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Jadi. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. Mereka berlarian. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! MUSIK menghentak. KEP. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. P. khususnya murid-murid kelas III. seperti ingin mengucapkan sesuatau tapi tak jadi. Teman-teman NUNGKI nampak puas. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. BRIAN masih sempat melirik murid-murid kelas II.

ISWADI : Belum! Tapi kita bisa memperkirakan kalau acara-acara rutin tahunan tetap akan berjalan. ISWADI : Bapak tahu itu! Tapi saya mengatakan hal ini karena akan ada perubahan dengan itu. PAUSE PAK ISWADI membuang nafas panjang seperti tahu seperti apa jawaban LINDA. Linda akan banyak mengurusi hal-hal lain juga. Pak? P. Begitu guru mereka itu pergi. LINDA : Kalau begitu saya mengundurkan diri saja sebelum dicalonkan. Lalu P. HELEN LINDA : Kenapa? : Apanya yang kenapa? RATNA : kenapa kamu tolak tawaran tadi? BUNGA : Tidak semua murid di sekolah ini ditawari Pak Iswadi menjadi Ketua OSIS!! LINDA : kalian ingin tahu kenapa? 57 . kamu akan berubah pikiran! LINDA : Baik.ISWADI : Saya yakin kamu yang akan terpilih. Saya mencalonkan Linda untuk menjadi Ketua OSIS periode mendatang. P. Pak! P. LINDA : Itu kalau saya terpilih. Dengan begitu.BUNGA : Apa sudah ada undangan untuk acara-acara dengan sekolah lain. saya tidak memaksa. ISWADI. Ia hanya melihat LINDA dan teman-temannya. 4. Pak! Biasanya kami hanya terlbat di acara olah raga saja! Sesekali membantu anakanak musik dan teater memeriahkan suasana! Kami hanya penggembira. ISWADI LINDA P. LINDA dan kawan-kawan melihat kepergian P. Pak! Kita lihat nanti perkembangannya! PAK ISWADI lalu hendak EXIT. Untuk itu kalian juga harus membuat banyak persiapan. P. Tapi ia teringat sesuatu lalu kembali lagi. LINDA : Tapi. Tapi kamu pikirkan lagi Linda! Kalau kamu berubah pikiran hubungi saya. ISWADI : Kamu tidak ada masalah dengan kelas III kan? : (kaget) Tidak Pak! : Baik! PAK ISWADI lalu EXIT. Pak? HELEN : Ya. P. Dan saya yakin.ISWADI : Baiklah. Saya tidak bersedia. tentu tidak hanya kami yang menyiapkan semua ini kan. ISWADI : Benar begitu Linda? LINDA : Ya.

jago game online semua jadi pacar kelas III. Ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkan mereka. RATNA : tapi kelas III bakalan marah besar! LINDA : Ya. Muncul IBU menyeberang panggung sambil berteriak IBU : Sudah Ibu bilang. Linda melihat teman-temannya. LINDA : Sekarang kalian pikir! APa kalian tidak risih melihat kelas III yang sok tua itu menguasai kantin! Makan sambil teriak-teriak seperti di rumah nenek mereka sendiri? Apa kalian mau setiap kali dapat giliran terakhir di toilet sampai antrian kelas III habis? Kalian mau. jago bikin film pendek dan.Ketiga temannya mengangguk LINDA : Karena. BUNGA : Kenapa? Karena Kepala Sekolah sudah kasih peringatan supaya mereka siap-siap ujian nasional? LINDA : Persis!!! Mereka tidak akan berani ambil resiko. dan menganggap kita hanya anak-anak lulusan SMP? He? Ketiga kawanya diam. kamu cari mati! RATNA : Mana bisa kita mengalahkan kelas III. semua murid ganteng kelas III yang jago basket. LINDA : Aku tidak mau! Aku yakin sekarang saatnya menjatuhkan mereka. aku lebih memilih kalian! HELEN : Tapi Lin. tapi mereka tidak akan berani berbuat apa-apa. Heh… Ketiga kawannya diam. BUNGA : wah. Masih diam. kalau aku menerima tawaran menjadi ketua OSIS. … LINDA : Itu baru alasan pertama. LINDA : Percaya deh!!! Kelas III sudah tidak punya gigi. aku akan mengajak kalian untuk menghajar anak-anak kelas III. Gak ada waktu untuk nonton DVD bareng kalian. Kelas I tidak akan berani mengganggu kita karena mereka masih baru. Kalian lihat tadi bagaimana sebentar lagi mereka bakalan kerepotan menghadapi ujian nasional? Ini saat yang tepat! HELEN : Lantas apa rencanamu? LINDA : Mulai besok. kita yang akan teriak-teriak di kantin. memberi mereka waktu untuk berpikir. jangan nakal! 58 . Jadi. Ini waktu yang tepat. jago main gitar. aku tidak akan punya waktu untuk bertukar jajan dengan kalian waktu istirahat. Alasan kedua adalah.

Musik menghentak. BAGIAN II Kamar LINDA 1.gu…gugup!! : Ok. Ditemukannya buku harian. Di ujung panggung yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon LINDA. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Sedang apa kamu? : Sedang nunggu teman.juga cantik! LINDA hanya diam. Melihat gelagat aneh pada BRIAN! 59 . LINDA masih memberi waktu. Lalu buru-buru merapikan diri.. LINDA : Bagaimana? Mereka tidak menjawab. Tapi wajah LINDA menangkap tanda bahwa ia mendapat dukungan mereka. Lampu BLACK OUT. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Halo? : Halo. BRIAN! LINDA menutup mulutnya. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Haloooo…Linda? Kamu masih di sana? : Hm…hm…. AKu tahu kamu tidak gugup. PAUSE. LINDA mengambil nafas panjang dan membuangnya ke samping. Dibuka. Linda! : Siapa ya? : Apa penting kamu tahu siapa aku? LINDA : Penting! Karena kamu menelepon aku! BRIAN : Simpan nomerku. : Aku mengganggu ya? : Hm…belum! : (tertawa) Kamu lucu! Dan. LINDA nampak sedang membuka-buka tasnya. Ini aku. menjauhi HP di dekat mulutnya.ya! : Tidak perlu gugup! : Ak…aku…tt…idak….IBU lalu EXIT. Mencari sesuatu. hendak menulis sesuatu. Aku tahu dari suaramu. Lalu HP-nya berbunyi.

Ia membuang nafas panjang lalu EXIT. HELEN dan BUNGA masuk kamar LINDA. IBU LINDA IBU : Lin. Berdiri di pintu kamar LINDA. LINDA : Lama banget? HELEN : Hm. 2. Ajak Linda belajar! Tuh. IBU. : …aku Cuma mau bilang kalau.BRIAN LINDA : Kamu besok malam ada acara? : Hm…Dengar BRIAN! Aku …aku tidak bisa! IBU muncul menghampiri LINDA yang sedang menelepon. IBU tertawa senang. Tante! Tapi kalau dikerjakan bersama kan jadi mudah.. HELEN dan BUNGA muncul.. Dari arah panggung lain (arah dimana Ibu EXIT).aku tidak bisa! : kenapa? : Pokoknya tidak bisa! Sudah ya! LINDA menutup telepon! BRIAN di ujung pangung yang lain kaget.ada masalah! LINDA : Masalah apa? 60 . Tante! IBU lalu EXIT. IBU : Sering-seringlah main kemari. IBU : Kalian pasti semakin banyak tugas sekolahnya ya? HELEN : Memang. katanya! : Apa yang mau kamu ucapkan tadi? : yang mana? : sebelum Ibumu datang. dia sudah menunggu kalian di dalam kamar! Tante tinggal dulu ya! BUNGA : Baik. teman-temanmu sudah datang! : Sebentar. LINDA meneruskan menelepon. Bu! : Ibu suruh mereka masuk ya? LINDA : (berpikir sebentar) YA! IBU EXIT. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA : Siapa tadi? : Ibuku! Temen-temanku sudah datang.

Aku tidak akan punya waktu lagi! Aku akan jadi sesibuk Ketua OSIS. peluangnya lebih besar! PAUSE BUNGA : Maaf ya! Aku tidak bisa ikut! LINDA : Tapi kalau kita nongkrong di kantin kan kamu masih bisa ikut? BUNGA : kayaknya tidak juga! Ayahku menitipkan aku ke sekolah! Aku memang masih bisa ke kantin.HELEN tidak menjawab! Hanya melihat ke arah BUNGA! LINDA : (ke arah BUNGA) Masalah apa? BUNGA : AKu harus mengikuti bimbingan belajar mulai tahun ini! Aku tidak bisa ikut rencana kalian untuk menghajar Kelas III. Tapi hanya untuk istirahat! Tidak untuk menyerang kelas III. BUNGA : Maaf. PAUSE HELEN : Sebenarnya kita kan bisa belajar kelompok. LINDA : kenapa baru bilang sekarang? BUNGA : Aku mencoba menawar seperti usulmu tadi. Masing-masing tidak tahu apa yang harus dilakukan. Karena aku semua berantakan! LINDA : Kalau boleh tahu kapan kamu tahu kalau kamu bakalan ikut bimbiungan belajar? BUNGA : Sejak minggu terakhir liburan! HELEN : Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama? BUNGA mengangguk. Atau mungkin…lebih sibuk! LINDA : Kamu tidak bisa menawar? BUNGA : Menawar itu berarti melawan! Melawan berarti mencari mati! HELEN : (pada LINDA) Lalu apa rencanamu? LINDA : harus tetap dilakukan! Hanya Bunga yang tidak bisa! Kita masih bertiga! BUNGA : Maaf ya Lin. tapi katanya belajar kelompok tidak menjamin aku dapat universitas bagus. Tapi yang sekarang ini sudah keputusan final. Aku tidak bisa menawar lagi. ya Lin! LINDA : Tidak apa-apa! Kita masih ada bertiga! 61 . LINDA : memang kalau bimbingan tes kamu dapat jaminan? BUNGA : tidak juga! Tapi kata ayah. BUNGA : Aku sudah katakan itu pada ayahku. PAUSE Suasana menjadi kaku.

KEPALA SEKOLAH berbicara dengan pengeras suara! LINDA dkk berbicara dalam ketakutan dan kepanikan! KEP. BUNGA dan RATNA saling pandang. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! LINDA. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! BUNGA : tapi kenapa ibu menyuruhku bimbingan belajar? KEP. HELEN berlari menyusul.SEK :Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. BRIAN : Sudah berubah pikiran? LINDA : Besok kita ketemu! Istirahat kedua! BLACK OUT 62 . KEP. Semua EXIT! Hanya tinggal LINDA MUSIK SEPOTONG tapi gaduh! 3.SEK : Saya sebagai Kepala Sekolah. RATNA : Aku juga tidak bisa! Semua menoleh ke arah RATNA yang baru saja muncul! LINDA : maksudmu? RATNA : aku juga harus bimbingan belajar! HELEN : tapi kita belum akan ujian nasional! LINDA : Ujian kita masih tahun depan. yang tadi digunakan oleh BRIAN muncul KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI. Mereka EXIT. HELEN : Ya.SEK : Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. Lalu ia memencet dua kali! Memencet nomer BRIAN yang sudah tersimpan. Lalu di ujung panggung yang lain. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! BUNGA : (tiba-tiba.RATNA muncul tiba-tiba. Mereka menyambar tasnya dan berlari keluar! LINDA memanggil. HELEN. itu untuk kelas III. khususnya murid-murid kelas III.Sepotong cahaya untuk mereka berdua. Pada saat itu KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI keluar. yang sudah merasa tertekan) Kepala Sekolah selalu mengingatkan kita! LINDA : tapi itu untuk kelas III. Bukan untuk kita. RATNA dan BUNGA diam. BUNGA dan RATNA sangat ketakutan. KEP. LINDA melihat pada HP-nya. Di ujung panggung yang lain BRIAN muncul dengan cahaya sepotong.

LINDA BRIAN : Aku khawatir. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Maaf.! : Untuk apa? : Tidak untuk apa-apa! Hanya supaya kita impas! LINDA tertawa.MUSIK! Meneruskan potongan sebelumnya! BAGIAN III Taman Sekolah. tapi karena kemarin kamu mengajak kita ketemu! : Eh….. LINDA terdiam.baik! Tidak masalah! HELEN hampir EXIT. LINDA : kenapa? 63 . BRIAN juga. LINDA mengerutkan kening dan menahan gembira. Sesekali masih melihat HELEN yang menghilang. BRIAN HELEN BRIAN : Hi! : Hm…… Tunggu saja! Sebentar lagi dia juga ke sini! : Dia titip pesan apa? HELEN : Tidak ada pesan apa-apa! Dia hanya bilang kamu tunggu saja di sini! BRIAN : Hm. BRIAN : (berteriak) tapi dia pasti ke sini? HELEN : (berteriak) Dia bilang dia bakalan ke sini! Tunggu sajaaaa…! BRIAN sendirian di bangku taman. HELEN muncul dengan canggung. Tampak tenang dan yakin kalau LINDA akan datang. : Aku sudah putus dengan Nungki..kalau aku ya karena hanya ingin ketemu. BRIAN menunggu LINDA di sebuah bangku taman sekolah. Dari arah panggung lain muncul LINDA. PAUSE LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Ada yang mau kamu katakan? : Bukannya kamu yang mengajak aku ketemu? : Ya. Pada sebuah bangku! 1. Seperti menemukan sesuatu yang diharapkan. Tapi. kamu harus menunggu! : Maaf juga. …ehm…. ….

Selebihnya kita tidak perlu mengurus Brian. dia sudah tidak punya waktu lagi jalan sama Brian. Brian memberi kita informasi penting! Kelas III kelabakan mempersiapkan ujian nasional. Kalian akan menghadapi ujian nasional. 2. Mereka masih santai-santai saja! LINDA : Siapa bilang? Nungki hanya berlagak dia tidak khwatir dengan ujian nasional! Padahal. HELEN muncul dari arah yang lain. Itu sebabnya Brian car-cari yang lain. tapi bukan itu kesepakatanku dengan Nungki dulu. Paham? HELEN : Tapi… LINDA : Sudahlah. Tapi kemauan Brian. Mereka harus merasa bahwa mereka terlalu tua untuk bersantai-santai di kantin. dia jadi tidak asyik lagi kalau diajak jalan. HELEN : tapi kamu lihat sendiri. Kenapa kamu biarkan lepas? LINDA : Bukan Brian yang jadi trophi.aku juga tidak bisa jawab sekarang. Mereka harus terus membaca di kelas. Kami akan tetap jalan. LINDA : Aku juga tidak asyik kalau diajak jalan! BRIAN : Tidak kalau dengan aku! LINDA : Karena aku memang tidak bisa! BRIAN : kenapa? LINDA : Hm…. cukuplah kalau Brian meninggalkan dia. Seperti.baik! LINDA : Intinya. ya? Kenapa tidak kamu terima? LINDA : jangan dibahas lagi! Tidak penting! HELEN : Hm. lebih baik kita mencari cara untuk usaha yang lainnya.. mereka sepertinya tidak peduli dengan ujian nasional. BRIAN : Bisa kita coba dulu? LINDA menggeleng. kelas III tidak lagi nyaman di kantin. Dengan langkah agak lesu dia. bagaimana caranya mulai besok. Tapi yang sekarang terjadi. sekalipun jam istirahat. Jadi kalau hanya untuk membuktikan Nungki telah kalah dalam pertarungan babak awal ini. Dia Cuma bakalan bawa perkara. Brian itu trophi pertarungan ini. Mereka 64 . BRIAN tidak memaksa. HELEN : oh.BRIAN : Dia terlalu banyak belajar! LINDA : kalian kan memang sudah kelas III. HELEN LINDA : kenapa dia pergi? Kenapa tidak kamu teruskan? : dia hanya akan menganggu rencana kita! HELEN : tapi bukankah Nungki bakalan merasa kalah kalau Brian jalan sama kamu. meninggalkan LINDA sendiri. BRIAN : Ya.

Mereka harus ikut bimbingan belajar. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. MUSIK SEPOTONG 65 . Namun ia kembali lagi. Belum selesai LINDA mengucapkan kalimatnya. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. ISWADI LINDA P. Jadi.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini Bapak berharap sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional.. ISWADI : Ehm…. KEP. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. PAK ISWADI EXIT. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dan HELEN. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. Kelas III EXITi. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! Musik menghentak. 3. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik.LINDA? : Ya. P... IBU menyeberang panggung dengan cepat! IBU : Kamu paham? Kamu paham? Kamu paham? IBU EXIT! BLACK OUT. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. Kamu paham? LINDA mengangguk.harus ikut pelajaran tambahan sepulang sekolah. khususnya murid-murid kelas III. Mereka harus selalu ingat bahwa mereka akan menghadapi ujian nas…. Mereka berlarian. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. LINDA dan HELEN saling memandang.

dengan cara bagaimana sebaiknya aku melakukannya? Bukankah kelas III memang sudah waktunya untuk tidak lagi membuat onar di kantin? Bayangkan bagaimana rasanya jika kita harus melihat murid-murid yang sudah hampir tiga tahun di sekolah ini masih terus-menerus menuntut perhatian dari seluruh sekolahan dengan tingkahnya yang aneh! Menyanyikan lagu ulang tahun di kantin. adalah tempat paling strategis untuk menyebarkan kekuasaan! Lebih dari ruang kepala sekolah. ruang guru.BAGIAN IV Dalam hati LINDA Cahaya sepotong pada LINDA LINDA :Jika memang kudeta harus dilakukan. membicarakan potongn rambut di kantin. LINDA : Mempermalukan mereka di kantin adalah satu-satunya cara untuk mengusir mereka. HELEN : Tapi kenapa di kantin? LINDA : Kantin. kudeta harus dilakukan! Apapun caranya! Bagaimanapun caranya! BAGIAN V Kamar LINDA 1. LINDA : kenapa kamu tidak yakin? HELEN : Bukannya tidak yakin. menyatakan cinta di kantin. Atau tinggal saja di kelas dan meneruskan belajar. Tidak bisa ditawar. HELEN hanya memandang LINDA yang nampak serius. tapi menghitung semuanya dengan lebih hati-hati. bertukar foto di kantin! Pacaran juga di kantin! Bukankan mereka seharusnya memang sudah tidak perlu lagi di kantin! Istirahat kelas II di kantin! Istirahat kelas III di perpustakaan. kelas apalagi UKS! Itulah kantin! Kita harus merebutnya! HELEN : Kamu yakin! LINDA : Tidak pernah seyakin ini! HELEN : meskipun kita hanya berdua? LINDA : Bisa kita lakukan! Tergantung caranya! HELEN : bagaimana? LINDA : Kita gunakan yang sudah kita punya! BRIAN! HELEN : katanya kamu tidak akan menerima anak itu? LINDA : Aku hanya akan menggunakannya! Tidak akan pacaran dengannya! Tapi tentu saja dia harus tahu seolah-olah memang kami akan pacaran? HELEN : Jadi? 66 .

HELEN : (tiba-tiba) mungkin lebih baik aku pulang dulu. Bu? IBU : Boleh Ibu bicara? LINDA tidak menjawab. LINDA juga tidak mengejar. HP HELEN ketinggalan. LINDA : Ada apa.LINDA : Besok aku akan ketemu Brian dan mengajaknya ke kantin! Melewati barisan kelas III. Menganggap LINDA menjawab ya atas pertanyaannya. aku sengaja membuat jawabanku pada Brian masih mengambang! Jadi kalau selama masa mengambang itu dia sudah berubah haluan. Cara cadangan kalau cara ini gagal! LINDA : jangan takut! Aku punya banyak rencana cadangan! Bukan karena aku takut gagal. Sampai ketemu besok. Bu! HP Helen ketinggalan! Aku panggil tapi mungkin dia tidak dengar. LINDA melihat IBU yang tidak segera pergi. LINDA : kenapa kamu? HELEN : Hm…. LINDA juga diam. Tidak apaapa. 67 . dia pasti sedang dikacaukan oleh seseorang! HELEN diam. HELEN EXIT dengan sedikit berlari! 2. Tapi karena aku yakin dibutuhkan lebih banyak cara untuk menjatuhkan kelas III. HP-mu………………! Tapi HELEN tidak mendengar. IBU tidak bergerak dari tempatnya. LINDA : LEN. LINDA segera mengambilnya. nanti juga pasti kembali! PAUSE. Selepas HELEN EXIT. mata LINDA menangkap sebuah benda. IBU : Kenapa? Kalian bertengkar? LINDA : Tidak. IBU muncul dengan kawatir. Mereka akan tahu dengan siapa BRIAN akan pacaran sekarang ini! HELEN : bagaimana kalau Brian tidak mau? LINDA : pasti mau! Kecuali sudah ada pengacau lain! HELEN : Pengacau? LINDA : ya.tidak apa-apa! Hanya memikirkan apakah lebih baik jika kita memikirkan cara lain.

Tapi IBU tidak tertarik.IBU : Kamu sekarang sudah kelas II. Kamu harus menjelaskan kenapa kamu tidak mau. karena aku tidak ingin. LINDA : menurut Ibu kenapa aku tidak mau? IBU : Karena kamu tidak ingin jadi ketua OSIS. Ibu cukup tahu kalau kamu tidak ingin. IBU Linda IBU : Itu HP Helen? : Yap. Tapi ini Ibu. Itu sudah alasan kuat bagiku. Dia akan mengambilnya nanti! : Kalau sampai malam dia tidak mengambil. Kenapa Ibu langsung saja mengatakan hal itu? IBU : Buat apa? Kamu terlalu pintar untuk diajak bicara putar-putar bukan? LINDA : dari mana ibu tahu sekolah memintaku jadi ketua OSIS? IBU : Pak ISWADI telepon. Tidak perlu ada penjelasan. IBU : kamu tahu. Tidak perlu ada penjelasan. IBU merasa perdebatan percuma. 68 . mereka bicara berputar-putar dulu. HP Helen. jangan lupakan itu! IBU hendak EXIT tapi matanya menangkap sebuah benda. Ia hanya mengambil nafas panjang. memang kamu tidak ingin. Tidak apa-apa. LINDA : Aku sudah menjelaskan kepada mereka. LINDA : Ibu tidak mempertanyakan itu? IBU : Ibu yang melahirkan kamu. IBU kemudian EXIT 3. kamu telepon rumahnya! Siapa tahu dia mencari-cari! LINDA memegang HP Helen dan menunjukkannya pada IBU. LINDA : Apa dia bilang? IBU : Seperti yang ibu ingin bicarakan sekarang. apa yang penting bagi ibu? LINDA : Belajar! IBU : bagus. kenapa langsung membicarakan hal itu? Biasanya kalau seorang Ibu mau merayu anaknya. LINDA : terus? IBU : Kamu pantas menjadi Ketua OSIS! LINDA : Ibu. IBU : Apa alasanmu? LINDA : Ya. Mungkin orang lain harus tahu alasanmu.

BRIAN menelepon HELEN kembali. LINDA HELEN LINDA : kamu sedang menunggu telepon ya? : Iya! Kok tahu? : Dari siapa? HELEN baru merasa ada yang salah! Dilihatnya LINDA yang terus menatapnya. LINDA dan HELEN saling pandang. BLACK OUT MUSIK SEPOTONG! BAGIAN VI Dalam hati LINDA. HELEN segera mengambil HP-nya tanpa mengira ada yang baru saja terjadi. HP HELEN berbunyi. HP ku ketinggalan di sini ya? LINDA hanya menunjuk dengan matanya. Nada dering masih terdengar! LINDA tidak mengangkat! Nada dering berhenti. BRIAN : Halo. LINDA sekali lagi memandang HP HELEN dan diangkatnya. Di ujung panggug yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon! LINDA mengangkat HP HELEN dan diam beberapa saat. Di ujung panggung lain BRIAN nampak kaget. HELEN : Lin. Pada saat itu di ujung panggung yang lain BRIAN menelepon. LINDA meletakkan telepon. Pak! Saya tidak! Saya masih kelas II. Cahaya sepotong. LINDA terduduk. HELEN muncul kembali. HP HELEN berbunyi. HELEN sudah bersiap hendak berlari pergi.LINDA meletakkan kembali HP HELEN. NUNGKI. IBU. Dia diam sejenak dan penasaran. ISWADI : Sekolah kita harus tetap berprestasi! Saya ingin kamu yang menjadi ketua OSIS! LINDA : Saya tidak mau! KEP. Helen? Kenapa lama sekali? LINDA tidak menjawab karena begitu yakin yang terdengar suara BRIAN! LINDA menutup telepon tanpa menjawab. SEK : Kalau begitu ikut saja ujian dengan kelas III supaya kamu segera lulus! LINDA : Kelas III ujian. IBU : (melengking) Jangan nakal! Jangan nakal! : Tapi kamu tidak mau menjadi ketua OSIS 69 KEP. dan HELEN. Tapi HP berbunyi. SEK . PAK ISWADI. Semua memandang ke arah entah! LINDA : Ada masalah? Apa kalian punya masalah dengan yang kulakukan ini sehingga selalu saja kalian membuat rencana ini sendiri? APA ADA MASALAH? P. BRIAN. Di belakangnya berdiri KEPALA SEKOLAH.

SEK LINDA KEP. Seperti biasa! KEP. SEK P. LINDA sedang berbicara dengan KEPALA SEKOLAH.Jangan nakal! : Kenapa kamu mengambil BRIAN? Kenapa kamu? NUNGKI HELEN : Bagaiamana caranya? Dari arah berlawanan RATNA dan BUNGA muncul. itulah pertanda kemenangannya! Kamu sedang menunggu telepon? HELEN : dari mana kamu tahu? IBU : Sudah ibu bilang…. : Ujian!!!!!!!!!!!!!!!! : kalian tidak ada masalah dengan kelas III kan? KEP. SEK : Memang tidak ada yang mudah! : Bagi saya bukan itu masalahnya! : secara organisasi itu yang akan menjadi masalah! Kalau kamu merasa belum mampu. Sek IBU : Kalian……………….. ISWADI BRIAN : Bisa kita coba dulu! Dia terlalu banyak belajar! LINDA : Kamu menunggu telepon? IBU : Lin.LINDA : Ketua OSIS dan ujian? Itu sama menakutkannya dengan perang nuklir! BRIAN : kenapa tidak bisa jalan sama aku? NUNGKI : kenapa kamu mengambil BRIAN! HELEN : kenapa kamu menolak? LINDA : Brian bukan trophinya! Tapi kemauan Brian meninggalkan Nungki. PAK ISWADI berada di samping KEPALA SEKOLAH sebagai ajudan. teman-temanmu sudah datang! : jangan senang dulu! Tahun depan giliran……. Kep. masuk dalam potongan cahaya dengan paksa!! Beberapa yang tersenggol ambruk!! BUNGA : Aku harus ikut bimbingan belajar! RATNA : Aku juga! LINDA : Ini sudah waktunya! SUDAH WAKTUNYA! BLACK OUT TANPA MUSIK. Hanya diam! BAGIAN V Halaman Sekolah 1. akan ada pelatihan kepemimpinan.. Kamu akan diajari banyak hal untuk menjadi ketua OSIS dan mengatur anak buahmu! LINDA : Bagi saya masalahnya adalah kemauan! Saya merasa saya bukan orang yang tepat! 70 .

Lebih bergemuruh dari sebelumnya!! 71 . LINDA sudah mundur beberapa langkah! MUSIK FADE IN bersiap mengiringi adegan laga yang kemungkinan akan terjadi spekakuler. SEK : Kemauan bisa dipaksakan! LINDA : Itulah masalahnya. PAK ISWADI memberi rekomendasi supaya kamu masuk bursa calon ketua OSIS! LINDA : Itu bukan perjuangan! Itu pemberian! KEP. halaman sekolah. lapangan parkir motor! Tambah satu bidang lagi. SEK : Tapi itu area pemberontak! Jangan-jangan…. Itulah sebanya. saya tidak mau memaksa diri saya sendiri. khususnya murid-murid kelas III. SEK : jadi apa yang kamu inginkan? LINDA : Saya ingin menguasai kantin. KEP. toilet. Hanya saja terjadi pada waktu yang bersamaan. Saya sebagai Kepala Sekolah. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! UJIAN!!!! MUSIK menghentak. itu pasti hanya perasaannya saja! Yang benar terjadi adalah itu pemberian. Itulah sebabnya orang menyebutnya perjuangan! LINDA : Setidaknya saya menginginkan yang perjuangan itu! Dalam arti apapun! KEP. SEK : Tidak ada di dunia ini yang merupakan hasil perjuangan! Itu semua pemberian! Kalau orang merasa berhasil mendapatkan sesuatu karena perjuangan. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP.? Terlambat. LINDA : (berteriak mengomando peperangan) SERBU!!!!!! Tapi hening! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Sepi! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Semakin sepi! LINDA mulai meragukan dirinya sendiri. trotoir depan sekolah kita! KEP. PAK ISWADI juga tersenyum. IA memberikan pengeras suara kepada KEPALA SEKOLAH. KEPALA SEKOLAH hanya tersenyum. SEK : Dari laporan Pak ISWADI kamu sangat sukses menjadi koordinator bidang tahun lalu.KEP.

dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah! LINDA : tapi kamu akan kalah! NUNGKI : (memotong dengan berteriak cepat) Dengar baik-baik!! PAUSE NUNGKI : Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah meskipun kamu nanti sudah menjadi jagoan di kantin. NUNGKI : Bagus. NUNGKI mengangkat tangan menyuruh LINDA tetap menjauh. Semua sudah EXIT. LINDA terdiam. MUSIK PAUSE Panggung lebih sepi. lebih baik kuhajar teman seperti itu! LINDA : Itulah bedanya kamu dan aku! Aku tidak pernah serendah itu dalam berteman! NUNGKI : Benarkah? Masalahnya adalah. NUNGKI mengawasi dengan hati-hati! NUNGKI : Heh. Mereka saling memandang beberapa saat! LINDA hendak mendekat. kalian tentu tidak akan berjalan sendiri-sendiri jika masih berteman. anak kecil! Apa saja yang sudah kamu pelajari selama dua minggu menjadi anak kelas II? LINDA : Apa pedulimu? NUNGKI : Apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi siswi jagoan sekolah ini kan? Dan itu artinya. di tempat parkir sampai toilet! Kamu boleh kuasai semua itu tapi. sampai dimana usahamu! LINDA : Berjalan baik! Tidak ada halangan! NUNGKI : Tidak ada halangan? Yang benar saja? Lantas kenapa kamu sendirian? Dimana kawan-kawanmu yang lain? LINDA : Mereka ada urusan lain! Jadi tidak ada waktu untuk berurusan dengan kamu! NUNGKI : Betapa enaknya punya teman kamu! Masih melindungi teman yang mengkhianati! Kalau aku. KEP. Kecuali LINDA dan NUNGKI. kamu sedang ingin menyingkirkan aku! Tentu saja aku ingin tahu.SEK : Kelas II. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik.aku tidak akan mengaku kalah! Kamu mengerti? LINDA : Lalu? NUNGKI : tapi aku akan mengaku kalah. kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! 2.Murid-murid kelas III yakni NUNGKI... kalau kamu sanggup melakukan yang dulu aku tidak mampu lakukan! 72 . Mereka berlarian.

aku baru akan mengaku kalah! LINDA terdiam. Hiruk-pikuk kali ini paling ramai. Tapi sebelum EXIT dia melihat ke arah LINDA yang masih melihat ke arahnya. Lalu NUNGKI sedikit mendekat dan bersiap-siap mengucapkan sesuatu. Itu capaian tertinggi dari seorang jagoan! Jika kamu berhasil melakukan itu. KEPSEK : UJIAN. Termasuk MEYMEY dan KANDI. NUNGKI juga masih memandang LINDA. Sementara di ujung kanan panggung IBU tetap berdiri dan tetap menatap ke arah entah. OS. Mereka berpegangan. NUNGKI : Kita harus siap bekerja sendiri!! Lalu tiba-tiba suara KEPALA SEKOLA terdengar lagi. Matanya masih terus melihat ke arah NUNGKI. Murid kelas III yang lain berlarian. Suara dan teriakan KEPALA SEKOLAH masih terdengar berteriak-teriak. MUSIK FADE OUT LINDA sempat memegang tangan NUNGKI yang berlarian di tengah hiruk pikuk. Lalu pelan-pelan NUNGKI bergerak hendak meninggalkan. sebenarnya pada saat itu juga kita harus siap ditinggalkan. Kita harus siap bekerja sendiri. LINDA NUNGKI : Kenapa kamu katakan ini kepadaku? : Karena. pada saat kita sepakat untuk bekerja sama dengan orang lain. LALU semua FADE OUT! MUSIK dan LAMPU FADE OUT! ENDING Cahaya sepotong untuk LINDA yang duduk di sebuah kursi. Tetap ingin mengucapkan sesuatu! LINDA : Mungkin benar apa yang diucapkan Kepala Sekolah! Tidak ada hasil perjuangan! Semuanya adalah pemberian! Kalaupun ada keberhasilan.UJIAN!!!!!!!!!! NUNGKI hampir panik meninggalkan. suasana hiruk pikuk lagi dan musik kembali bergemuruh.LINDA : Apa itu? NUNGKI : tetap melakukan rencana ini! Kamu tahu. NUNGKI kembali berlarian! Musik bergemuruh kembali. aku tahu! Bagaimanapun aku tetap akan pergi dari sekolah ini! LINDA nampak ingin mengucapkan sesuatu lagi. pasti karena waktunya yang bersamaan dengan pemberian! Ini bukan perjuangan! Ini pemberian.. IBU : (melengking tinggi) Ini bukan perjuangan! Ini pemberian! Jangan nakal! Apa Ibu bilang? 73 . tapi pegangannya lepas.

tidak melengking. Kakak Nina : Pelajar SMA : Abang ipar Nina : Istri Togi 74 . Bu! : Ayo masuk! Sering-seringlah kemari! Ayo masuk! Ajak LINDA belajar bersama! Tidak ada satu temanpun yang datang! Tidak ada teman yang masuk! IBU tetap menyambut! LINDA menangkap kertas sendirian! BLACK OUT MUSIK PENUTUP SELESAI YOGYAKARTA. Satu persatu ditangkapnya. menjadi semakin terang! Selembar kertas lain jatuh lagi. ia tidak akan terkalahkan! Karena aku juga tidak memperjuangkan sesuatu! Kemenangan ini hanya ada justru ketika aku terus melakukannya. April 2006 JUARA Harapan 1 SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong Para tokoh: 01. bukankah di situlah artinya perjuangan! IBU : (melengking tinggi) Kita harus siap ditinggalkan! Apa ibu bilang? Selembar kertas putih jatuh. pada saat itu juga sebenarnya kita harus bersiap untuk bekerja sendiri. Dia kemudian menjadi bertambah sibuk menangkap lembaran kertas itu. Kita harus siap ditinggalkan! Karena. LAMPU FADE IN. Lalu pelan-pelan ia berdiri dan mencoba menangkap kertas-kerta yang sedang melayang jatuh itu. selembar demi selembar kertas jatuh! LINDA masih memandangnya. teman-temanmu sudah datang! : Suruh saja masuk. Benar! Pada saat kita sepakat bekerja sama dengan orang lain. Nina 02. LINDA : (berkali-kali dan semakin yakin) Kita harus siap ditinggalkan! Kita harus siap bekerja sendiri! IBU LINDA IBU : (menyela. suara keibuan) Lin.LINDA : Mungkin juga benar kata Nungki. Lalu seperti OPENING. Togi 03.

04. Dandi 05. Tono 06. Ruri 07. Tuti 08. Orang 1 09. Orang 2

: Pacar Nina : Pengagum Nina : Teman Nina yang sering iri : Teman Nina : Kelompok Ruri : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah 11. Guru

PARA PELAKU TIDAK BICARA

1 KANTIN SEKOLAH. PAGI. LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT. BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA. PARA MURID MENARI DAN MENYANYI Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu… Andai tak ada gedung sekolah Mungkin belajar di jalan raya Berbaur dengan pedagang kaki lima Menggelar alas koran di trotoar kota Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu…
75

Bukannya benci belajar Bukannya tak ingin pintar Tapi hati ingin senang sejenak Istirahatkan otak walau sesaat Wo wo wo… Ye ye ye… TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK. Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku. Nina : taman? Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. Ruri : Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET) Dari siapa? Apa pesannya? (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC. Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina : Ruri :

Nina :

(MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA) Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS) LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. 2 DALAM KELAS. SIANG. MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI. RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA. Ruri : (MENYANYI) Hai teman-teman Ada berita bagus Bukan akal bulus Kalian tentu senang Sini sini aku bisikkan Di antara kita semua
76

Ada yang ihh… nggak tega Semua Ruri : : Ada apa sih Bikin penasaran Di antara kita semua Salah satu teman kita Sudah bercinta tadi malam ah ah ah… Bukan hanya itu saja Tapi ada kondom dom dom dom : Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Semua Ruri :

Eee… Sini…Sini (BERBISIK) Nggak mungkin. Nggak mungkin. Nina itu anak baik-baik Nggak mungkin berbuat tak baik. Pacarnya alim Belajarnya rajin Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enakenak? Salah. Justru mereka lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan? Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka? Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih. : Huuu…

Semua:

Ruri

:

Orang 1: Ruri :

Semua

Ruri

: Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC, terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya. Apa? Apa? Apa? (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK KELAS.) Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga. MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Semua: Ruri :

Orang 2: Semua: Orang 1: Semua: Orang 2:: Orang 1:

(LATAH) Kondom…kondom eh kondom. (TERTAWA) (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom. (TERTAWA) Udah nggak keset keset keset lagi dong? Blong?
77

Orang 2: Ruri :

Bolong? Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya? Enak tenan… sst sst sst! (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA MENATAP ANEH. GURU MASUK.) LAMPU BERUBAH 3 RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE. TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Semua: Nina :

Togi : Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP… PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau antena atau KI PET tapi SIM KART. SIM KART lama diganti dengan yang baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik. Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.

Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapekcapek ria mendata lagi nomor-nomor telepon. Satu-satu masukin punya ibu Dua-dua masukin punya ayah Tiga-tiga masukin punya istri Satu dua tiga baru yang lainnya. Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.

78

Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda. Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain. Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon!

Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besarbesaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita. Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawincerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.

Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh! Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat. Kakak Nina: Siasat apa? Togi : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!
79

Togi

: Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis. Pinjam dong ! Sebentar saja. Togi : Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina: Ya sudah. Pinjamnya lama. Togi : Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina: Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja. Togi : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan HP Untuk SMS. Apalagi istri. Kakak Nina: (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR) Togi : Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan. Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)

LAMPU BERUBAH

4 DALAM KELAS. PAGI. MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI. Nina : (MENYANYI) Kepada angin dan matahari Kemana jawab akan kutemui Tak tahu aku apa yang terjadi Seolah aku kembang bangkai mati Baunya tajam menusuk nurani Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi

Apalah arti hidup begini Seperti mati Sendiri dan sepi Perjalanan kehidupan Butuh teman untuk berbagi Walau tak abadi tapi berganti Sesaat saja dibutuhkan hati Hati yang damai Teman yang ramai
80

Nina : Aku cuma ingin jujur. Tuti : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon? Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia. Apa dia sudah tahu lagi? Nina : Itu aku yang beritahu. Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. bahkan istri dan anak tega ditipu. Maksudku. Eh malah SMS lagi: istriku bisa saja. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia. Aku tidak tahan lagi tatapan mata aneh teman-teman karena SMS pertama itu? Tuti : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. tidak mungkin kita saling kenal. bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak dikenal. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak akal. Tuti : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak usah malu atau sungkan. Kamu anak baik. bisa gawat. Untungnya. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru. Tuti : Tapi Nina. Aku percaya kamu seratus persen. Pertama-tama jadi saksi lalu terdakwa. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Mengejak bertemu. aku ikut bertanggung jawab. Aku butuh kejujuranmu. Tuti : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Itu saja. Nina : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu memang benar. Malah balas SMS: hemat pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja. Niatnya hanya menggoda kamu.Jadi. Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. Bukan hanya orang lain atau tetangga yang ditipu. Dia tahu sekolahmu. Aku ini anak sekolah. 81 . Nina : Sudah. agar dia percaya kalau dia salah SMS. Main-main. masalah tempat tinggal dia tidak kuberitahu. Kopi darat. Dia menge-SMS berkali -kali. menyatakan salah kirim SMS. Kamu tahu sendiri kan? Nina : Kamu sahabat sejati Tuti. Berharap supaya dia mau mengirim SMS. Takut lah. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu tadi. Gawat. Tak usah risau. Nanti ada apa-apa. Bukti itu akan jadi alatku melawan gosip miring yang beredar. Tapi jujur Nin! Kita kan sahabat. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting? Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang memang benar. Urusannya bisa panjang. Terus sampai juga ke keluarga. Untung dia belum tahu rumahmu. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku membersihkan nama. Isi SMS itu benar. Tuti : Terus mau? Nina : Ya tidak. Tapi dia tidak mau mengangkat.Tuti : Aku masih sahabatmu. Malah ingin Kenalan lebih jauh. Nina : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah. Tapi tidak ada Hubungannya denganku.

Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Tuti : Sementara diamin saja Nin. Apa masalahnya Bu? Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. (DILIRIK GURU) Bukan. Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat. Ibu bisa saja. Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya? Nina : Kondom? Kepala sekolah : Memalukan. Kepala sekolah: Maksud saya. Nina : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib. Kepala sekolah: Kamu cantik hari ini. 82 . Serigala berbulu domba. Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai. Bukan Ibu. Terima kasih. melepaskan aib. Nina : Ah. kamu harus menanggalkan. (KE KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan bermain dengan teman-teman. melepaskan aib dari Sekolah ini.Guru : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah. Tidak Ibu sangka. Nina : Baik Bu. Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis! Nina : Selamat pagi juga Ibu cantik! Kepala Sekolah: Haus? Silahkan minum! Nina : Tidak Bu. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH 5 RUANG KEPALA SEKOLAH. Tanggalkan bulu domba itu! Nina : Saya tidak pakai bulu Bu.

Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik kitik! Itu masalahnya. Itu sama sekali tidak etis. Saya akan siapkan surat pemecatanmu dari sekolah ini. Nina : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. saya benar-benar tidak bersalah. (SADAR) Ooo. saya tidak keberatan. Kalau dia mau jadi pacar. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari kelas. Sulit bagi Ibu mempercayaimu. pintar mengajar dan kebetulan rumahnya searah rumah saya. Berpacaran dengan gurumu sendiri. (GURU DAN RURI MASUK) Guru : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH) Kepala sekolah: Baik. Jadi sering jalan bersama. Masalah SMS Kamu bantah. Terima kasih. Benar! Tidak mencuri kondom siapa. Saya juga mau tahu. Kepala sekolah: (KE PENONTON). jangan Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar -benar tidak saya kenal. Itu tidak benar.siapa. Kenapa Bu? 83 . Nina : Saya tidak ada apa-apa Bu. Tidak baik seorang murid berpacaran dengan gurunya. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran dengan pak Gatot. Dia ganteng. Mohon. Saya mengagumi pak Gatot. Dilarang. Saya memang menyukai pak Gatot. Tahu? Masih mau membantah? Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu? Nina : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu. Kepala sekolah: Nina Nina. masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu. (GURU DAN RURI KELUAR) Nina : Bu. Salah kirim. simpatik. Tidak. SMS itu salah kirim Bu.

Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah -pahaman! Kesalah. Tapi Ibu butuh bukti. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari. Malah mengajak kenalan segala. Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur. Bagaimana caranya. Nina : Baik bu. Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu.Kepala Sekolah: Saya mau tahu. Sudah. Hmmm… baik-baiklah. Tapi dia tidak menggubris. Juga sudah saya SMS.kiriman SMS. Saya menelepon langsung. Kalau tidak ya bye bye. Hubunganmu dengan pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut. Nina : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP. Kamu bisa berceloteh apa saja. Ibu tidak ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Eh. Nina : Ruri : (MASUK KELAS) (MENYANYI) Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Teman-teman: Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii Ruri: Tak punya malu sedikitpun Apa guna hidupmu Kalau bernoda dirimu Semua : Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii 84 TAK BERMORAL SECUILPUN . LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. maaf. Pokoknya kamu harus dapat bukti. Ibu butuh bukti. Silahkan cuap-cuap apa saja.

Semua Nina : Semua : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he! (KELUAR SAMBIL MENANGIS) : Huuuuu…. Mereka menasehati menjauhimu. Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin. Aku mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian.! LAMPU BERUBAH 6 SUATU TEMPAT. Dandi : Nina : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya? Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah? Atau? Baiklah. Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu. SORE. Toh aku akan 85 . Dandi : (MENYANYI) Kekasih Benarkah berita yang kudengar Jangan jadikan aku sedih Aku ingin kejujuran Kejujuran Apalagi yang bisa kuharap Semoga dewa cinta Masih menyatukan hati kita Kalau tidak Apa yang bisa kulakukan Bila berita itu benar Aku dibohongi selama ini Dibohongi beningnya mata Dan lembutnya kata dari mulutmu Apa aku kau bohongi Nina: (MENYANYI) Tidak kekasih Semua itu tidak benar Kesalah paham semata Dan salah kirim Hhhh… Aku tak percaya Aku tak percaya Tak bisa percaya begitu saja Pasti ada sesuatu yang salah Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini pun telah diketahui kedua orang tuaku.

Aku tidak mau lagi melakukan. sudah menyerah. takut dosa. Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please! Nina : Setidaknya bukan masalah kematian. tidak pernah melakukan hal buruk. tidak tahu harus berbuat apa. Bila aku kehilanganmu. Aku tidak akan terjebak. Percayalah! Dandi : Tidak. Lalu dengan cara apa kubuktikan. Berat akibatnya kalau semakin terjerumus. Anggap masa lalu. Aku tidak bodoh. Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Ayolah! Dandi : (TERTAWA) Tidak. Kamu ingin menjebakku dengan tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu? Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang telah meninggalkanmu? Tidak. Tidak ingin berpisah darimu. Aku masih suci Dandi. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. Apa salahnya mempercepat. Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa. Nina : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai menghadang? Baru angin kecil saja. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 86 .kehilangan itu suatu saat. tidak terpikir lagi. Asal tidak kehilangan dirimu. Tidak ingin kena getah perbuatanmu. Carilah tempat yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat. Tidak sekalipun ada niat menghianati. Kau setuju dan tidak pernah meminta lagi. Aku patuh padamu seumur hidupku. Tidak. Walau harus melakukan dosa paling besar aku rela. Aku mencintaimu Dandi. Titik. Gampang sekali tidak percaya padaku. Sekalinya ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Janji yang pernah kita buat anggap tidak pernah ada. Nina : Sudah lama kita pacaran. Kita harus saling melupakan.

kulaporkan ke keluargamu. Kabur! (KELUAR) (MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu 87 . Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu. Sekarang kesempatanku memilikimu. Maling profesional. Akan sama-sama senang. (HENDAK MEMELUK) Nina : Apa-apaan sih? Tono : Kalau tidak mau. aku puas kamu aman.(MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu (MENANGIS) LAMPU BERUBAH Tono : Nina : (HENDAK MEMELUK) Hei! Tono : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi. Nina : Berani macam-macam akan kuteriaki maling. Jeli Memanfaatkan kesempatan. Biar dipecat jadi anak. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak mau. Ayolah! Nina : Tono : Nina : Tolong! Beneran teriak lo. Tono : (TERTAWA) Aku memang maling.

sudah dekat. Kakak sembuyi tidak jauh darimu. Pagi-sore. Makin tidak sabaran. Di taman lagi. dia tanya posisi. Kakak Nina: Bilang sudah dekat! Togi : Oh. Ayo! Tolong! (MENGEJAR TONO) LAMPU BERUBAH 7 TAMAN. Kakak akan teriak memanggil orang. Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. Dengan perjuangan keras. Pura-pura jual mahal. buruuung kau sabarlah! Nina : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak? Kakak Nina: Tidak usah dulu. MEREKA DALAM PERJALANAN MENUJU TAMAN). Pura-pura sibuk. Apalagi istri tidak memberi jatah. akhirnya dia mau bertemu. O. Taman dekat jalan besar. Lagipula banyak penonton. Hasrat meledak. posisi? (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi. Tempat romantis. Nina : (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak.Tono : Nina : (MASUK LAGI). terus menerus. Posisi. kepala mau pecah. SORE. Taktik tarik ulur mendapatkan mangsa. Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu. burung hendak keluar dari sarang. baik hati. Mas pasti ganteng. Pucuk dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha… SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. Begitu ada apa-apa. siang-malam. Sedikit cuek. ramah. Togi : Ciluk ba! Ketemu lagi. Kita tangkap dia dengan 88 . Tanya dulu ah sudah dimana posisi. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS.

Nina : Tadi si Abang bukan ya? Oh. Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat. MEMBACA) Aku sudah di taman. Bisa kacau pertemuan. Aman. Sudah dua orang menemani. ada istriku di sini. bantuan datang.tangan sendiri. Daging apa saja. Ciat. Ayo jalanlah! Togi : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya takut lewat sini. malah datang dua orang yang tidak diharapkan. Huh! Nina : OK. Tapi agak takut Kak. Nina : Laki-laki juga seperti kucing. Orang-orang juga siap membantu kalau kakak beraksi. sangsi kepala sekolah dan Dandi (MENANGIS). Nina : Alaa… sama kucing saja takut. Kakak Nina: Sudah jangan menangis! Masalah ini segera selesai. (SMS MASUK. mungkin diminta kakak ikut mengawasi kalau terjadi apa-apa. Tinggal teriak. Huh! Harus bisa kujelaskan segala masalah ini. Kita sudah di taman. Kakak gemes ingin menjitak kepalanya.. Kakak menunggu di sini. kamu dimana? Togi : Wah gawat. Semoga secepatnya bisa bebas dari tatapan sinis teman-teman. Cari tempat sembunyi. Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga. Dia belum Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Bulunya bahaya buat rahim wanita. Kacau kalau ketahuan. suka daging mentah. Kok semua serba kebetulan ya? Aku sedang menunggu sesorang eh. Kakak Nina: Kucing beda. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK) 89 .

(MEMBACA) Aku juga sudah di sini. kalau tidak barabe. Kamu dimana? Dia sudah di sini. KOK ADA DISINI? 90 . Wah gawat. (MEMBACA) Dia ngajak pindah Tempat ketemuan. NINA : MANA DIA? (MENGETIK) A-K-U SPASI S-U-D-A-H SPASI D-I SPASI P-O-SI-S-I SPASI. PESAN SUDAH DELIVERED. YES. K-A-M-U SPASI D-I SPASI M-A-N-A TANDA TANYA. Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina. TITIK. Buruan ya! TOGI : SINI? ADUH! HARUS PINDAH POSISI LAGI. ADUH! NINA KOK MALAH KE KAKAK NINA: SI ABANG NGAPAIN MENGENDAP-ENDAP DI SITU? TADI KATANYA MAU REUNIAN SMA.G SPASI T-O-G-I SPASI D-I SPASI S-I-N-I TITIK T-E-N-A-N-G SPASI S-A-J-A. BANG! BANG! TOGI : ISTRIKU TAHU. SUDAH NOL. Bagaimana ya? (MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A spasi S-A-J-A tanda seru A-K-U spasi I-K-U-T spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G titik Nina : (SMS MASUK) (MEMBACA) Aku sudah di posisi. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar . Kakak Nina: (SMS MASUK) SMS dari Nina. SENT. KOK UNSENT. BIAR TENANG. CEK PULSA. AH. KOK ADA DI TAMAN INI? NINA MINTA DATANG KALI? AKU KASIH TAHU NINA. ADUH! DIA MEMANGGIL LAGI? TANDA TANDA GAGAL. ABANG IPARNYA SUDAH DI SINI. Harus pindah lokasi.N. (MENGETIK) B-A. PANTAS. YAH UNSENT LAGI.

T-O-G-I . CUCI MATA SAJA. APA SIH YANG MESTI DIRAHASIAIN. NGOMONG-NGOMONG SUDAH.T-E-M-P--T-M-U .P-E-R-T-A-M-A T-A-D-I. TADI TOMBOLNYA AGAK MACET.S-I-N-I .KAKAK NINA: DI SINI? NEMENIN NINA. BOROS SIH SMS MELULU. MAU KEMANA LAGI SIH BANG? NINA : (SMS MASUK). NIH! TOGI : JALAN-JALAN DOANG.D-I . BYE. KITA DI SINI SAJA. TOGI: HARUS SENDIRI-SENDIRI BIAR SERU. JADI ABANG KE TAMAN. ABANG COBA DULU. AMAN. JANGAN BANYAK-BANYAK! KAKAK NINA: TOGI : ADA RAHASIA YA? PAKAI DIUTAK-ATIK. SILAHKAN PUTRI. KAKAK NINA: TOGI : LIHAT CEWEK? OH? TIDAK. UNTUK APA LIHAT WANITA LAIN? ISTRI SENDIRI LEBIH CANTIK DARI SEMUA YANG ADA? AKU PERGI BERAKSI DULU YA.D-E-K- A-T . (KE DIRI SENDIRI) UPS. AYO! BURUAN DELETE. LHO ABANG KAN MAU REUNIAN? KOK TOGI: OH? REUNINYA DITUNDA. BISA KETAHUAN ISI SMS DARI SI GADIS CANTIK. KAKAK NINA: PINJAM HP DULU! MAU SMS.M-E-N-U-N-G-G-U . BANG TOGI? KOK DIA SMS PAKAI NOMOR INI? KENAPA YA? OOO… DIA PASTI SUDAH MENANGKAP ORANG ITU. KAKAK NINA: (MENGETIK) B-A-N-G . ABANG MENG SMS LEWAT 91 . EH MAU KEMANA? TUNGGU DULU. TERNYATA TIDAK MASALAH LAGI.

NINA : DIA SMS PAKAI NOMOR LAKI-LAKI ITU. ABANG IPARKU BENAR-BENAR -BENAR HEBAT (MENGETIK).I-T-U . (SMS MASUK) JANGAN KEMANA-MANA DULU! KITA KE L-A-K-I .T-E-M-P-A-T M-E-N-U-N-G-G-U . DIA SUDAH KETEMU YANG MENGGANGGUNYA. DIA TIDAK MENANGKAP ORANG.K-E-T-A-N-G-K-A-P . BANG MANA ORANGNYA? SUDAH DIBAWA POLISI ATAU KABUR? KAKAK NINA: ORANGNYA? SIAPA? DARI TADI AKU DENGAN ABANGMU KOK. TOGI: TAPI? TIDAK ADA TAPI-TAPIAN (MENARIK TOGI). TOGI : AMPUN! AMPUN! 92 . NINA : ABANG? IYA! DIA BARU GANTI NOMOR. K-A-K U-D -A-H . HEBAT. ADIK SENDIRI MAU DIMAKAN. KAKAK NINA: OOO. PENGGANGGU NINA ITU TERNYATA KAMU. NOMOR LAKI-LAKI ITU? SINI LIHAT! YANG MANA? KAKAK NINA: NINA: YANG INI. KAMPRET. DASAR KUCING GARONG. KALIMAT INI KAKAK YANG KIRIM PAKAI NOMOR…. TAPI MANA LAKI-LAKI ITU? MEREKA BERDUA SAJA.M-E-N-U-J-U .L-A-K-I . KAKAK NINA: SANA SEBENTAR NEMUIN NINA. NOMOR BANG TOGI DI KAKAK NINA: HP-MU SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI.S- KAKAK NIAN: TOGI : (KESAL) NINA : ITU MEREKA. DASAR SUAMI MATA KERANJANG.T-A-D-I.P-E-R-T-A-M-A .A-K-U .-SMS LEWAT HP SI PEMBUAT SUSAH ITU.

LAMPU BERUBAH

SEMUA PEMAIN: (MENYANYI) HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN TAK SELAMANYA KEJUJURAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN BERHATI-HATILAH JANGAN PULA PERCAYA SAJA PADA TEKNOLOGI YANG CEPAT BERUBAH MESKI MUDAH TAPI AWAS KADANG ADA NEGATIFNYA WASPADALAH TEKNOLOGI PUNYA DUA SISI BISA BAIK, BISA JUGA JAHAT PERGUNAKAN SESUAI FUNGSI JANGAN PAKAI UNTUK KEJAHATAN HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN BISA-BISA NIKMATNYA MIMPI BERUBAH JADI MIMPI SETAN YOI YOI YOI YOI… YOI YOI YOI YOI…

### SELESAI ###

JUARA HARAPAN 2 NINA BOBO
KARYA : ROY AGUSTINUS

93

SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (MENANGIS)

KEJAM! BENAR-BENAR KEJAM! HUHUHU… KATANYA CINTA TAPI TERNYATA SELAMA INI DIA JUGA PACARIN CEWEK LAIN. KALAU DULU DIA PASTI SELALU NGERAYU, HONEY, HONEY, I LOVE YOU. HONEY, HONEY, CINTAKU. HONEY, HONEY, KU SUN DULU. MERAH BIBIRMU SEMERAH GELORAKU PADAMU. HUHUHU… DASAR PLAYBOY! BUAYA! SEKALI BUAYA, TETAP BUAYA! BUAYA YANG PANDAI MERAYU, TAPI SETELAH ITU, SEMUANYA BULLSHIT! BULLSHIT SHIT SHIT! PEMBOHONG! PEMBUAL! AKU DICELEIN, AKU DITIPU. AKU TERTIPUUUU! HUHUHU….

(BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN)

BAYU

DIKIRA SEKOLAHAN AJA YANG PENTING?? MUSIK ITU NGGAK PENTING?? DIKIRA CUMA NILAI RAPORT YANG PENTING? NGEBAND ITU GAK PENTING?? SEMUANYA NGGAK ADIL! CUMA UNTUK RAPORT, ANGKA, KELAKUAN BAIK, KERAPIHAN? DAN MUSIK HARUS DINOMOR DUAKAN? NGE BAND HARUS DIKESAMPINGKAN?? TAPI NYATANYA MEREKA SIBUK! MAMAH PAPAH SIBUK. SIBUK BUK BUK! NGGAK ADIL!

(BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU)
NINA Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?

(BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.)

94

BAYU MASA BODO! KALAU SEMUANYA MASA BODO, AKU PUN BISA MASA BODO! MASA BODO! NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya?? BAYU Cewek, apa pedulimu? NINA Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti?? BAYU Nggak. NINA Busyet! (PAUSE) Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu! BAYU Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini

(MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA) NINA (MENJERIT) Berisiiiiik!! BAYU Sudah tau!!

NINA Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak? BAYU Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama. NINA

95

musik rusak! BAYU Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik. BAYU Waktu aku ditinggal pacar. nggak! Memangnya aku perempuan?? 96 . NINA Trus…? BAYU (MENUNJUK NINA) Hehehe… berarti menarik kan?? NINA Sudah jangan banyak mulut. apa pengetahuanmu tentang cinta? BAYU Segudang. Segalanya memang selalu berkomposisi. Tadi kamu bilang cinta. NINA Nangis? BAYU Yaa. Sok tau… BAYU Siapa yang sok tau. irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak! BAYU Musak?? Apa itu musak? NINA (tersenyum menyindir) Hmmhh! Musak. begitu? NINA Baru seucret-ucret mengenal musik. NINA Alahhhhhh. sudah seperti komposer aja lagaknya.Irama. Kamu yang sok tau. nggak usah berfilosof deh. Ayo teruskan… BAYU Yaa. cinta. Termasuk musik. dan aku begitu menderita. NINA Hebat. dan gaya hidup. waktu itu aku ditinggal pacar. Sebutkan salah satunya.

NINA Dan rasanya seperti dipotong-potong. ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi. NINA Aneh. NINA Maksudmu? BAYU Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. Dia menangis. Dan kami berpisah. Cinta yang lebih perfect. maksudmu? BAYU Begitulah… NINA Siapa yang lebih dulu mencari masalah. Tidak ada yang salah. Makanya ada orang ketiga. Semuanya berjalan normal-normal saja. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis. kamu atau pacarmu? BAYU Tidak ada yang bermasalah. Namaku Bayu. BAYU Pelit amat sih. dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…? (PAUSE) Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh? BAYU Bukan berselingkuh. Mendapatkan cinta yang baru. Manusia tidak ada yang perfect. (MENYODORKAN TANGAN) Namamu… NINA 97 . (PAUSE) Siapa namamu? NINA Untuk apa tanya-tanya nama. begitu? BAYU Nggak seperti itu. jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis. Mau tahu nama aja nggak boleh. NINA Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok? BAYU Betul itu. Seperti Kelinci yang akan dipotong.NINA Ohh. terlalu kasar itu. Mengeluarkan air mata.

Lagipula apa sih arti sebuah nama? BAYU Wahhh. Biar ku tambah H.makanya ada sejarah. kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu… BAYU (MELONCAT GIRANG) Yeahh. sekarang aku memanggilmu Kebo. BAYU Jangan tertawa! Aku serius. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. BAYU Oke. dan bunyi itu mempunyai irama. DIA MENENDANGNENDANG KALENG ATAU MEMBENTUR-BENTURKAN KALENG KE LANTAI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING) Hahahaha…. hahahaha….. jadi nggak perlu kita tahu nama. dan kamu… NINA Bodo! BAYU Ohhh. Hahahahaha… 98 . Musik terdengar. dan sekarang sebutkan namamu (MENYODORKAN TANGAN) Aku Bayu. kerompyang. Hahahaha…. His-tories! NINA Tapi saat ini kamu bukan histories. aku suka itu. NINA TERTAWA-TAWA. NINA (BANGKIT BERDIRI LALU MENENDANG-NENDANG KALENG SATU PERSATU. namamu bodo. Memangnya aku binatang apa? BAYU Makanya nama itu kuanggap penting. LAMA KELAMAAN NINA MENARI. kurang ajar. Setuju? NINA Ehhhh. nama itu penting. ngak perlu kenalan. jadinya bodoh… setuju? NINA Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu. kerompyang. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni. NINA Kerompyang. TERDENGAR SUAR BISING.(MENGIBAS TANGAN) Sudahlah. Fan-tas-tic.

tante. Kamu siapa? BAYU (GUGUP) Saya Bayu. MEREKA LALU BERPELUKAN. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? BAYU Betul Tante. MAMA NINA Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? NINA Tad. NINA DAN BAYU MASUK) MAMA NINA (MEMBENTAK) Dari mana kamu malam begini baru pulang?? (PAUSE) Kamu siapa? NINA Ini teman Nina. MAMA NINA Nina naik masuk kamar. MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV. Mam. Malam-malam begini anak tante bersama saya.BAYU (BERGAYA DAN BERNYANYI ALA ROCKER) Disaat ini kita satukan rasa Membentuk lingkaran berpegang tangan Jangan lepaskan aku Jangan ikat diriku Bawa jiwaku Ke alam bebasmu Yeahhhhhh!!! Kuatkan rasa Demi cintaaaa! Beri kebebasan Untuk dirikuuu! Cintai aku Hargai aku Lihatlah aku Peluk diriku Yeahhhhhh!!! (NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. NINA 99 . Nama saya Bayu. MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. Nina… MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. tadi.

Selamat malam… (PANGGUNG GELAP) (PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. Paham? Selamat malam… BAYU Paham. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. baru semester 4 sudah hamili anak orang. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT) (NINA MEMENCET HP. saya memang pengagum sinetron. MAMA NINA MEMANDANG SINIS) MAMA NINA Tolong dengar. Tante. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang! PAPAH BAYU Itulah egoismu. BAYU MEMBALAS. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. Memangnya kamu aja yang pantas cari uang. BULAN BULAT BERSINAR. aku bisa cari kerja. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA. Aku punya izasah. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. Kemana sih dia… (NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. Bapak ke kantor dan ibu memasak. aku punya otak. DIA BERDIRI DAN PERGI) (DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR) PAPAH BAYU Kamu yang seharusnya mikir. MENGIRIM SMS. Lihat si Lilo. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. Karena kamu sok jadi wanita karier!! 100 . NINA TERLIHAT RISIH. NINA MENGECEK LAPORAN) NINA Masih nggak aktip. anak bungsu kita. Dan semua itu gara-gara kamu. TERDENGAR SUARA MAILBOX) SUARA MAILBOX Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif.Mam… MAMA NINA Masuk kamar! (NINA KELUAR PANGGUNG. memakimaki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi… NINA Bayu kok mailbox sih… (BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. aku juga mampu. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. (MENEPUK DADA) Nih. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik! MAMAH BAYU Enak aja. aku punya kenalan. NINA MEMASUKI PANGGUNG. kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai.

mam. perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar.MAMAH BAYU Eh. Kamu selalu menganggap aku kuat. Berantem lagi? MAMAH BAYU Hushhh! Diam kamu. Meeting dikantor. apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu! BAYU (BERTERIAK SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGAN SEPERTI PAK POLISI) Stop! Stop! Semuanya stop berbicara. berangkat pagi pulang malam. malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam. Ini bukan urusan anak-anak. Seorang ibu!! MAMAH BAYU Lah. tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata… Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara… 101 . Ini bukan urusan anak-anak. malah disambungin terus. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. aku bisa. malah nyambung terus. Ayo sana masuk kamar!! Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya. Dan kekecewaan itu. jadi sebagai ayah. Ayo sana masuk kamar. MAMAH BAYU Hehh. Itu karena kamu perempuan. mamah bilang diam. MAMAH BAYU Ya ampunnn. Mam. eh. PAPAH BAYU Itu. Saya sangat kecewa. Belajar!! BAYU Belajar? Bayu sudah bosan belajar. mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam. (PAUSE) Saya sangat kecewa. ingat itu? Ingat?? PAPAH BAYU Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. PAPAH BAYU Hebat sekali kamu bicara. Betul kan Pap? MAMAH DAN PAPAH BAYU Diam kamu!! BAYU Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak. Pap? Bayu dengar kok semuanya. ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian. Sungguh-sungguh saya kecewa. masalah anakanak. itu hasil didikan kamu! MAMAH BAYU Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu. aku mampu!! (BAYU DATANG) BAYU Ada apa pap. Sana masuk ke kamar! BAYU Kenyataannya kan begitu Mam. Perhatian. Belum lagi kerjaan kantor.

TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU) (PANGGUNG TERANG. bisa subuh. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON) BAYU Maafkan aku. NINA Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi? BAYU Tergantung keinginan. Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG. Bisa pagi. DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA. NINA Bukan cuma penggemar sinetron. nggak pernah tentu… NINA Bising…? BAYU Jelas bising. mungkin berbakat menjadi pemain film. NINA Mereka sedang bermain kartu. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila. BAYU Kenapa mamahmu tidak menikah saja? NINA Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. Yang laki-laki dan perempuan. BAYU Dengar baik-baik (SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI) Sudah jelaskan…? Itu alasannya. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. Mau dengar? (TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA) BAYU Sudah kudengar. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman. mau? BAYU Tapi sudah malam. NINA Kita pergi ke taman sekarang. Kamu pasti marah… NINA Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang? BAYU Mau tau? NINA Pasti dong.(BAYU KELUAR) (PANGGUNG GELAP. Kadang jumlah mereka tidak tentu. BAYU Kamu rindu…? 102 . Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. bisa malam. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku.

PAPAH BAYU Jangan lihat status kita. apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak? PAPAH BAYU Tentu. Mas. Tapi lihat cinta kita. Mas? PAPAH BAYU 103 . MAMAH NINA Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. MAMAH NINA Kalau mereka tahu kita akan menikah. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM) (SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. sayang. Plz… BAYU Oke. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian. Ingin sebenarnya aku menikahimu. MAMAH NINA Dimuka bumi ini. Mas. MAMAH NINA Aku memang perempuan kotor. Nina bobo Kalau kamu bobo Papahmu datang Bobo sayang Lupakan yang hitam Biarkan hatimu Ditemani malam (DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan. Tapi cintaku padamu cinta yang suci. Dan dalam kamus cintaku. kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui. Kesepian terus hidup begini. tapi sayang. Kesepian… PAPAH BAYU Aku juga kesepian. tapi. BULAN BULAT BERSINAR. tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta. PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA) MAMAH NINA Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. toh mereka akan mengerti sendiri. Tapi tidak semudah itu. Aku sudah pernah melarang. Sekarang lebih baik kita tidur… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. (PAUSE) Mau pergi ke taman sekarang…? BAYU Jangan sekarang.NINA Rinduuu sekali. besok malam saja. PAPAH BAYU Aku juga bingung. papahku tidak mendengar. Hidup penuh dosa. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku. (BERNYANYI) Nina bobo O. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang. ahhh… MAMAH NINA Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku? PAPAH BAYU Termasuk hubungan Bayu dan Nina. aku akan menikahimu.

Mas.Sampai ke akhirat! MAMAH NINA Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana. Diranjang ini. NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. NINA (TERISAK) Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku? BAYU Belum tentu. HENDAK MEMBUKA BAJU) BAYU Stop! Stop! NINA (TIDAK JADI MEMBUKA BAJU) Kenapa? (BAYU MENGHAMPIRI NINA) BAYU Terlalu cepat. Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. MENANGIS. toh kita akhirnya tetap jodoh. Seandainya rencana mereka tidak terwujud. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik. PAPAH BAYU Dicegah? Kamu kira demam berdarah?? MAMAH NINA Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan. Mas? PAPAH BAYU Bener juga kamu. PAPAH BAYU Itu yang bahaya! MAMAH NINA Musti dicegah itu. kan itu kacau. Kita terlalu cepat mengambil keputusan. BAYU Disini? NINA Iya. Mas? PAPAH BAYU Maksudmu? MAMAH NINA Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu. dimana lagi? (NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK) 104 . sayangku… MAMAH NINA Ahh. (NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. mas bisa aja… PAPAH BAYU Bener! Tanya aja penonton hehehe… (CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP. Kita lihat nanti apa yang terjadi. tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu. NINA DAN BAYU MASUK) NINA Kamu yang menentukan sekarang. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK MEMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA.

BAYU Tidurlah… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. NINA Aku begitu lemah sekarang. Mungkin bukan karena umur. Plz… BAYU Oke. Tapi asal kau tahu. Tapi aku merasa. aku sangat mencintaimu. Nina bobo Kalau tidak bobo digigit nyamuk Bobo sayang Adikku yang manis Kalau tidak bobo digigit nyamuk TAMAT Drama Remaja (NOMINATOR) 105 . (BERNYANYI) Nina bobo O.BAYU Sudahlah. mana yang kamu pilih. Maafkan aku. aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang… NINA Tapi kamu masih mencintaiku kan…? BAYU Setulus hati… NINA Betul? BAYU Betul. semakin hari aku semakin bertambah tua. NINA Tapi aku mau tahu pendapatmu. orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh? BAYU Sulit untuk ku jawab sekarang ini. tapi karena persoalan. beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung.

Karakter Gadis Botak/Siti Pria Mohwak Teman Guru Murid-murid Perempuan Muda Nenek Suami 106 . YANG AKHIRNYA IA HARUS TERBUNUH SEBAGAI PEREMPUAN YANG TAK BERTINDIK. SEGALA HAL IA LAKUKAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA PEREMPUAN BISA JADI PEREMPUAN TANPA ANTING. SEMUA TELAH IA RENCANAKAN DAN MERACIK SESUATU UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA ANTING ITU SESUATU YANG TAK BERGUNA. BAHKAN TAK BERTELINGA.Anting oleh Imran Laha Sinopsis PERJALANAN SEORANG GADIS MUDA YANG BERNAMA SITI UNTUK MEMUSNAHKAN ANTING.

Akhirnya kusimpulkan setiap komposisi sex di dunia remaja yang begitu fantastic dengan fenomenanya. hanya orgasme yang menjawab. Dengan kedua itu. Kini sudah usang berdebu dan entah di bilik ingatan mana kusimpan dia. IBARAT KIPAS ANGIN. tak perlu sebuah tindikan dan anting untuk mengatakanku seorang wanita. Hanya nomor hotel semalam yang bertengger dalam ingatanku . 107 . Ada juga liang di selangkanganku yang kau andaikan bibir dari surga. SILUET RAMBUT SEORANG WANITA MENGGELIAT SERUPA TARIAN ULAR. AIR YANG MENDIDIH. TERDENGAR ANGIN MENDESIR GANAS.. TERTUKAR SEBUAH KAMAR LOSMEN SEDERHANA YANG KHAS DENGAN KEREMANGAN. BAHKAN PERCIKAN-PERCIKAN LUDAH MENYUMPAH SEMESTA DAN MENGGEMA MEMBERAIKAN BUHUL-BUHUL KEPEKATAN MALAM. SUARA MESIN LAS YANG TERKADANG EFEK SINAR LAS MENERANGI KEGELAPAN MISTERIUS ITU DAN TERLIHAT SEAKAN SILUET NEGATIF FOTO/KLISE. Terlalu ketinggalan zaman menurutku.. DENGAN SEKETIKA SOSOK DI BALIK GELAP LENYAP. Suara Wanita Inilah yang kau inginkan. ADA SEGUMPAL CAHAYA LEWAT BERGANTI-GANTI MENERANGI MEJA YANG KISRUH DENGAN BUNYI DENTINGAN GELAS. Free sex telah kututup dalam kitab Kamasutra. Daging lebih di dadaku. KEKISRUHAN TERUS BERLANJUT MENGIRINGI ALUNAN GERUTU YANG DALAM DAN BERAROMA KEMARAHAN YANG KELUAR DARI SOSOK YANG TERTELAN GELAP ITU. DAN DEGUPAN-DEGUPAN BIRAHI MEREKA BERSUARA DALAM KAMAR ITU . kau tak peduli. TUANGAN AIR DALAM BOTOL. MEREKA BERPELUKAN. KEREMANGAN MEMBAHANA BUMI. DUA SOSOK REMAJA BERCUMBU DIIRINGI KESEPIAN MENGALUN BIRAHI. NAFAS KEDUA SOSOK ITU MENAMBAH KENIKMATAN MUSIK. KECUPAN-KECUPAN IBARAT TETESAN AIR MEMECAH PADA GENANGANNYA.. RUANG SEINDAH KOMPOSISI TARIAN DALAM TAMAN SURGA.Istri Siti Kecil DI SUDUT BUMI MALAM. ADA PINTU YANG TERTUTUP RAPAT BERNOMOR 501. DI BALIK SEMUANYA. Setelah kupelajari setiap huruf-huruf gairah kemudaanku dengan berbagai pembenaran. Sosok di balik gelap. Aku lupa.. Entah itu berukuran kecil atau besar.

Bila jebol. Suara Wanita Bahkan kau pun akan terkejut ketika melihat darah di bibir surga itu. Setidaknya aku tak melakukan imajinasi yang berujung 501. aroma kemenangan telah tercium.. dan berhadapan dengan komputer.. Suara Lelaki 501! . Suara Wanita Inilah adegan pertukaran kehormatan. Mata itu meringis malu. Apa telingamu akan gatal tanpa anting? Di sudut bumi yang lain merebak cahaya. Saat itupun bisa kuludahi wajah kerut dan sok tua para pendahulu.. kau akan meminta lagi. Mana ada orang tua dulu tahu tentang Chek In Hotel. Sungguh aku sangat jenius.. Umurku masih 17 tahun dan Perempuan ini belum juga istriku . Keperawananmu adalah mahkota untukku.. dadanya naik turun mendenguskan gelisah... Mereka hanya segumpal nasihat yang melewati muda tidak seperti ini. Kini yang ada remaja berambut Mohwak. Apakah orang tua berpikir seperti itu juga? Mereka malu. yaitu selama waktu itu berjalan. Tidak ada yang bisa mengalahkan predikatnya sebagai keanggunan. Dan mana tahu orang tuaku tentang 501 . Ini adalah imajinasiku... bersinglet hitam. Seiring lenyapnya kamar senggama pikir itu. Anting hanyalah lambang perbudakan dunia.Suara Lelaki Biarlah adegan ini cepat mencapai. Nomor ini tertera di resletingku juga.. Matanya menyalak menyinari layar komputer yang membiaskan cahaya. Jangan-jangan malam ini ada razia di setiap hotel. Kita saling menyerahkan dan memahkotai. aku merasa telah hidup di umur dewasa. akulah raja. Suara Wanita Kau bisa menikmati misteri tubuh yang bernama wanita. Tegukan-tegukan ludah ketakutan 108 . ah aku lupa. aku tanya sekali lagi. Sangat keras pejaman itu hingga getaran menjalar keseluruh tubuhnya.. Ini suatu kehormatan untukku. kemana harus kucari uangnya. perlukah anting untuk membuatmu penasaran? Suara Lelaki Tak penting untukku senggama yang romantis. Bukan anting yang menentukan. Dasar kampungan! Aku tak pernah mendapatkan ini dari mereka. bertatto. Lihat rambutku. entah kenapa bisa sama dengan nomor kamar ini. kau hanya bisa onani dengan rasa penasaran . karena pasti kau akan menyesal. aku benar-benar cantik. Dan aku tak yakin punya waktu denganmu lagi . Saat kurenggut. Jangan lewatkan setiap detailnya.ha-ha-ha. Wanita ini adalah senjataku untuk merenggut sejarah kemudaan. Setiap detik kupikir adalah Doggy Style.. Padahal itu untuk kemajuan. Ya 501! Nomor yang kini ada dalam kemenanganku. Coba tadi aku dan perempuan ini patungan membayar hotel . Dengan terpaksa ia merapatkan matanya hingga yang ada hanyalah kerutan pejaman... Seakan ia tak percaya.. Walau emas yang menggantung di tindikan sekalipun. besok hari terakhir pembayaran SPP. Perang ini semakin menjelaskan kemenanganku. keyakinanku hanya satu. beranting di telinga kiri. Di kala seperti itu. Akulah kedewasaan sejati.. telah kuubani dengan ketabuan.

menambah getar dalam lubuk hatinya. Jari-jari yang berada di atas keyboard seakan paku yang telah menancap sepanjang peradaban kenistaan. Tiba-tiba semuanya meledak dalam dering Hp. Dengan gerak sigap bertanda gugup, remaja itu merogoh Hpnya yang ia sendiri lupa di mana. Cukup lama ia mencari dan akhirnya ketemu juga. Tapi ia belum juga menerima panggilan itu setelah ia melihat nama yang tertera di Lcd Hp. Lama ia berpikir lalu dengan ragu-ragu dia menekan tombol Yes dan perlahan Hp itu diantar ke telinga yang beranting. Mendengar sebentar dengan mata menerawang memikirkan sesuatu.

Pria Mohwak Akan aku jelaskan saat kita bertemu nanti ... aku tak tahu, itu mungkin orang lain ... ya, aku malu. Khususnya terhadap kamu ... sudahlah sayang, cukup. Jangan kamu teruskan kemarahanmu. Aku tak peduli apa kata orang tuaku nanti, aku hanya takut jikalau ini membuat cintamu berkurang ... kau ingat puisiku untukmu? Ingatlah itu, agar kamu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu ... kamu tahukan sayang, sex semacam ini (sambil menunjuk layar komputer dengan jari-jarinya) sudah ketinggalan jaman. Dan kamu juga tahu, aku remaja modern ... aku masih ingat sayang, anting yang kamu berikan ini adalah pengingatku. Dengan begitu kamu seharusnya mengingat puisiku juga, sebab waktu itulah kamu memberikan anting ini ... masak kamu lupa!... dua bulan yang lalu ... ya, aku sangat cepat menyerap perkembangan jaman ... aku lupa nama wanita itu ... ehm, siapa ya, si .. si.. siapa ya, Siti! Ya Siti, aku ingat sekarang. Namanya Siti ... dia teman sekelasku, dia meninggal sebulan yang lalu ... dia bunuh diri bersama semua wanita dalam kelasku, termasuk Guru Pendidikan Moral yang waktu itu bertepatan punya jadwal di kelas ... dia wanita gila menurutku ... kalau kamu melihat beberapa saat setelah terjadi peristiwa itu, kamu akan bersepakat dengan ungkapanku tadi ... saya datangnya ketika kelas sudah dipenuhi oleh Polisi dan orang banyak. Mayat-mayat wanita itu tak bertelinga semuanya ... iya, akupun heran kenapa dengan hanya sepenggal telinga mereka bisa mati. Menurut penglihatanku, mereka masih terlalu cantik untuk menjadi mayat ... oh maaf sayang, aku tak bermaksud merendahkanmu dengan mengatakan mereka cantik ... ya, kamulah yang paling spesial di hatiku ... iya kan? Kamu sendiri bisa mengatakan wanita itu jenius. Kalau aku mengatakan dia gila ... sampai sekarang pun Polisi tidak sanggup memecahkan kasus itu. Menurut Polisi itu pembunuhan yang paling sadis selama ini. Soalnya irisan-irisan telinga itu sangat halus. Tidak terlihat goresan-goresan pemaksaan. Padahal alat yang digunakan untuk mengiris telinga adalah Gergaji. Koki seahli apapun tak bisa mengiris seindah itu ... dan yang lebih aneh lagi semua potongan telinga mereka tak ditemukan di awal peristiwa. Nanti setelah divisum baru mereka tahu semua potongan telinga itu ada dalam perut Siti, termasuk telinganya ... apakah itu bukan hal yang gila? ... aku pun tak percaya pernah melakukan hubungan sex dengan seorang maniak ... aku juga tak tahu siapa yang merekam dalam kamar itu, aku hanya bisa terkejut ketika adegan dalam kamar itu telah tersiar di Internet ... (Hp di genggaman Remaja Mohwak berbunyi menandakan Lowbat.) Aduh sayang, kamu sekarang cari Warnet terdekat! Kita teruskan obrolannya lewat Chating. Batre Hp aku hampir habis ... (Belum juga habis katakatanya, Hp kehabisan Batre.) 109

PINTU RAPAT YANG BENOMOR 501 ITU, MEMBUKA KEMBALI CERITA SESUDAH ADEGAN SEX DITAYANGKAN. TAK LAGI TARIAN SURGA YANG TERLIHAT, HANYA DUA SOSOK DI BALIK SELIMUT. BUKAN LAGI DEGUPAN YANG BERUCAP. TAPI PERCAKAPAN NYATA BERADU. MEMECAH DENTINGAN CAHAYA IDE KEMAJUAN ...

SANG LELAKI.
Aku dewasa. Akulah raja sekarang. Saatnya untuk meludah pada setiap orang tua.

SANG WANITA.
Akhirnya aku sendiri membuktikan. Akulah pemilik keanggunan. Akulah wanita itu.

SANG LELAKI.
Kamu ingat Siti. Seanggun apapun, kamu hanya mahkotaku. Kamu properti ...

Sang Wanita
Beraninya kamu mengatakanku seperti properti. Apakah kata itu yang berlaku juga pada anting.

SANG LELAKI.
Kurang lebih seperti itu.

Sang Wanita
Tanpa properti anting itu, aku tetap anggun dengan darah yang keluar dari selangkanganku.

SANG LELAKI.
Darah itulah mahkota yang kurenggut untuk menjadi dewasa.

SANG WANITA.
Ha, lucu. Kamu pikir dengan itu kamu sudah dewasa? Belum.

SANG PRIA.
Lalu apa?

SANG WANITA.
Berani menentukan pilihanmu secara jujur. Kalau hari ini, kamu masih takut dan sebisanya bersembunyi di balik pintu hotel. Puh ... kayak anak-anak yang baru belajar onani.

SANG PRIA.

110

Jenius kamu Siti. Aku punya gagasan yang paling modern mendengar penjelasanmu. Sex mutakhir. Sodomi dengan lelaki. Itukan namanya memilih untuk melakukan dengan lelaki. Dan aku jujur padamu. Ah, aku puas sekarang. Akulah raja.

Sang Wanita
Sakit.

SANG PRIA.
Apa bedanya dengan kamu wanita tak bertindik. Kamu sakit juga. Mendingan kamu jadi lelaki saja ...

Sang Wanita
Jenius...jadi tak perlu lagi kupikirkan masalah keanggunan ...

KEDUA MATA REMAJA ITU BERBINAR-BINAR DENGAN SENYUM SIMPUL YANG PALING MANIS. KEDUANYA MELAYANGKAN IMAJINASI PADA KEREDUPAN CAHAYA YANG MAKIN REDUP, MAKIN REDUP LAGI, HINGGA MASUK DALAM KEPEKATAN GELAP. CAHAYA MUNCUL BERBENTUK LINGKARAN DI SUDUT BUMI LAIN. BERDIRI SOSOK DENGAN DANDANAN SEORANG GURU. SOSOK ITU SEPERTI SEDANG MENGAJARKAN SESUATU. GURU SEMUA HARUS BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. JANGAN PERNAH MELEBIHI KODRAT, KARENA ETIKA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KODRAT. BIARLAH ADA ATURAN-ATURAN KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DENGAN SEMUA ATRIBUTNYA. BEGITU JUGA DENGAN PEREMPUAN ...SEMUANYA MENGERTI? TAK ADA YANG MENJAWAB. SEMUA TETAP GELAP. HANYA TEMPAT GURU ITU BERDIRI YANG DITERANGI CAHAYA. SEMENTARA SANG GURU MASIH MENUNGGU JAWABAN. GURU MASAK BELUM MENGERTI? SAYA KASIH CONTOH, SEORANG LELAKI DIBERIKAN KODRAT OLEH SANG PENCIPTA MEMILIKI TUBUH YANG LEBIH KUAT, JADI SEANDAINYA LAKI-LAKI MELINDUNGI PEREMPUAN ITU DIKATAKAN ETIS. KALAU SEBALIKNYA DIKATAKAN TIDAK ETIS. BEGITU JUGA PEREMPUAN, TIDAK DIKATAKAN ETIS KALAU DIA BERBICARA KASAR. KARENA PEREMPUAN ITU TERCIPTA DENGAN KELEMBUTAN.
111

MURID 4 KALAU BEGITU PEREMPUAN HARUS MEMPUNYAI ATRIBUTNYA. PUNYA VAGINA BIAR ETIS DIANGGAP ORANG LAIN. APALAGI AKU SEORANG LELAKI. MURID 3 BERARTI.SATU CAHAYA TERANG DI SUDUT LAIN. MURID 4 MENJADI TIDAK ETIS KALAU KITA BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGANNYA. ITU SANGAT ETIS KALAU DIFUNGSIKAN. MISALNYA ANTING.JADI SANGAT ETIS KALAU LAKI-LAKI MENGHAMILINYA. PEREMPUAN HARUS PUNYA PAYUDARA. BISANYA KAMU BICARA TENTANG HUBUNGAN SEKS.. SITI KAMU JANGAN SOK TAHU. MURID 1 SAYA MENGERTI SEKARANG. SEMUANYA MENOLEH KEBELAKANG SEIRING CAHAYA MENYALA LAGI DAN MENAMPAKAN SOSOK GADIS YANG TERTUNDUK DIAM.. CAHAYA DI SUDUT LAIN LAGI. TAPI BAGAIMANA DENGAN SITI YANG TAK BERTINDIK SEGALA . CAHAYA LAIN LAGI. MENAMPAKKAN SOSOK MURID YANG MENGACUNGKAN TANGAN.. PADAHAL AKU TAHU KAMU BARU SAJA BELAJAR ONANI. 112 . PEREMPUAN DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MENGANDUNG. SUASANA MENJADI TEGANG SEAKAN SEMUA MEMUSUHI GADIS YANG TERTUNDUK MALU ITU.. ADA CAHAYA LAGI DI SUDUT YANG LAIN MURID 2 BEGITU JUGA LAKI-LAKI DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MEMBUAHI.. SEMUANYA MEMPERHATIKAN GADIS ITU.

SITI JANGAN SEMBARANGAN BICARA. MURID 4 MANA BUKTINYA? PERTANYAAN MURID 1 YANG BERJENIS KELAMIN LELAKI ITU. GURU TENANG ANAK-ANAK. DI MANA-MANA SEMUA SAMA. LEBIH BERMORAL JIKA KAMU MEMAKAI ANTING. ANTINGLAH YANG MEMPERCANTIK PEREMPUAN. DENTINGAN GELAS. (PADA SITI) SEMUA BENAR SITI. SUMPAH SERAPAH BERTEBARAN . YANG PENTING.MURID 2 ITU TIDAK PENTING. BUMI PERLAHAN MEREDUP TERTELAN GELAP HINGGA SOSOK DI SUDUT BUMI LAIN TAMPAK JELAS DENGAN KEKISRUHANNYA YANG KHAS.. ANTING ITU MEMPERJELAS KAMU SEBAGAI SEORANG WANITA JALANG.. AIR MENDIDIH TERUS MELANJUTKAN KISAHNYA. MASIH DENGAN SEPENGGAL CAHAYA BERPUTAR DAN BERGANTIAN MENERANGI SOSOK ITU. 113 . SEMENTARA MURID 1 MENGGODA DENGAN MATANYA. KAMU PASTI TIDAK PERNAH DISENTUH LAKI-LAKI. PALING HANYA BERKACA DI DEPAN CERMIN DENGAN SEGALA KESEPIAN HATIMU. TANPA ANTING PUN AKU MASIH BISA DISEBUT PEREMPUAN. MAKANYA KAMU BICARA SEPERTI ITU. SITI TUTUP MULUTMU WANITA JALANG. MURID 3 AH. KALAU BUKAN HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN BELAI LAKI-LAKI. HABIS GELAP TERANG.. SITI MEMBALAS DENGAN TATAPAN SERIBU RENCANA. HABIS GELAP TERANG BEGITU SETERUSNYA. MEMBUAT SITI TERDIAM DAN HANYA BISA MENATAP. APA TUJUANMU MEMAKAI ANTING. ITU HANYA BAHASA KEIRIANMU SAJA. APA YANG BISA KAMU PERBUAT TANPA ANTING ITU.. CAHAYA KHAS MESIN LAS PUN TAK KETINGGALAN MENAMBAH KESERIUSAN MISTERI ITU.

Drugs yang harus membayar padaku untuk setia mencintainya. Sesuatu yang membawa ketingkat kemabukan paling tinggi. Kuno. Bahan kimia yang telah jauh tertinggal dibanding kejeniusanku. Dan lucunya aku harus membayar mahal untuk dia. lalu banyak bicaranya. Segala macam barang berserakan dan genangan lumpur tak ketinggalan menghias. Kenikmatan yang bahan itu tawarkan bukan sesuatu yang baru. aku mendahuluinya. PRIA MOHWAK TAK SETIA KAWAN. menjadi tempat sandaran ketiga remaja yang sempoyongan itu.Sosok di balik gelap Begitu juga dengan Drugs. Lebih dari ekstase. Puh(meludah). Tumpukan-tumpukan karung yang sudah belel. Bahkan bom yang meleburkan tubuh menjadi bagian-bagian molekul tak sanggup menandingi. JANGAN KITA BERISIK DI SINI.. KAU TAKUT? LAKI-LAKI BANCI. Gadis Botak Lalu kamu mau kita ditangkap Polisi di sini? Ayo kita paksakan untuk berjalan.) Bumi kembali beralih menjadi sudut remang. Dengkul ini tak bersahabat. Dengan kejeniusanku ini. Yang satu pria berambut Mohwak dan satu lagi Gadis berambut botak.. Terjadi percakapan antara dua remaja yang masih sadar. Tapi sebelum ia melakukan itu. Yang jelas aku tak selera lagi dengan hal-hal ketinggalan jaman . seharusnya yang aku racik adalah sesuatu yang lebih mahal. Segala bunyi khas meja ilmuwan menjadi musik pada kegelapan itu. Sekarang dia ada di belakang jaman anak-anak kuno. PRIA MOHWAK 114 . Lebih dari Trance.) GADIS BOTAK BIARLAH BANCI ITU BERISTIRAHAT SEBENTAR. Kali ini tempatnya berantakan layaknya sebuah pasar tradisional yang habis dipakai untuk jualan. Pria Mohwak Apa yang harus kita lakukan? Aku tak kuat lagi berjalan. Biarlah dia menjadi fosil-fosil. Pria Mohwak Bagaimana dengan dia? (menunjuk temannya yang tergeletak. Salah satu dari mereka sudah tak dapat bangun lagi akibat mabuk. GADIS BOTAK KENAPA. Dan aku tak mau menjadi Darwin yang bodoh dengan meneliti fosil-fosil.. (sosok itu meneruskan pekerjaannya. Dasar kampungan! Setelah semuanya dia mau meninggalkanku.. Drugs pun bukan teman yang setia.

GADIS BOTAK PUH! MAU JADI PAHLAWAN? KAMPUNGAN. GADIS BOTAK. AKU SEORANG GADIS PUN TAK BERTINDIK. KAMU PEREMPUAN! HANYA SAJA KAMU TAK BERTINDIK. PRIA MOHWAK SUDAH. AKU YANG MERENGGUT PERAWAN KAMU. ANTING INI MEMBUATKU LEBIH MACHO APALAGI DITAMBAH DENGAN DRUGS.JUSTRU MENINGGALKANNYA ADALAH TINDAKAN PENGECUT. GADIS BOTAK 115 . PRIA MOHWAK KAMU JANGAN SOK! KAMU INGAT KELAMINMU APA. PRIA MOHWAK SEENAKNYA KAMU BICARA. LEBIH CANTIK MAKSUDMU.(SAMBIL MENJEWER TELINGA KIRI PRIA MOHWAK DAN MELIHAT ANTING YANG DIKENAKAN PRIA ITU. ITU KAMU SADAR JUGA. MENURUTKU INI SUATU KEMAJUAN. AKU TAK INGAT APA-APA. MANA ADA NAMA SITI SEORANG LAKI-LAKI. HANYA BANCI YANG MAU MELAKUKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI. AYO KITA ANGKAT ORANG INI. AKU TAK RELA. TAPI KAU. INGAT NAMA KAMU SITI. MALAM ITU. GADIS ITU MENGUNGKAPKAN SESUATU DITELINGA YANG DIA JEWER) KAMU BANCI! PRIA MOHWAK SUDAHLAH. LALU DENGAN MEMPERTEGAS UCAPAN. LAGIPULA AKU MABUK. APAKAH AKU BANCI DENGAN ITU. GADIS BOTAK KALAU AKU TAHU KAMU SEORANG BANCI. KITA JANGAN MEMPERPANJANG MASALAH. GADIS BOTAK NAH.

JANGAN SEMBARANGAN. MURID 4 SABAR. GADIS BOTAK TANPA ANTING. MURID 4 HEI. AKU SUDAH MEMESAN KAMAR HOTEL. KAMU SAJA YANG ANGKAT. AKU TAK PEDULI DENGAN BARANG ITU. AKU TAK YAKIN KAMU SEORANG PEREMPUAN. AKU YAKIN INI PERTAMA KALI BUATMU. KAMU PUN.AKU BANYAK URUSAN. KEREMANGAN MULAI MERASUKI BUMI.. JADI KAMU PASTI GROGI. KITA MAIN CANTIK. TADI KAMU YANG MEMAKSA UNTUK MENGANGKATNYA. INI ADA BANTUAN UNTUK MENGHILANGKAN GROGI (MENYERAHKAN SESUATU) SITI SABU-SABU! LAKI-LAKI PENGECUT. SEKARANG KAMU PERGI. GADIS BOTAK ITU PERGI DENGAN KESAL. JANGAN HANYA MULUTMU SAJA YANG BESAR. APA KARENA AKU MENGATAKAN KAMU TAK BERANTING. SITI KAMU MAU BUKTI? MAU COBA? AKU PUNYA WAKTU SEKARANG. DAN PERGILAH BELI ANTING. KALAU PERLU AKU AKAN MEMUSNAHKANYA. LIHAT SAJA NANTI. KAMU AKAN MERASAKAN BELAIAN SEORANG PEREMPUAN. GADIS BOTAK JANGAN BAWA-BAWA ANTING UNTUK MASALAH INI. TERTINGGAL PRIA MOHWAK DENGAN SEGUDANG KEBINGUNGAN. SOSOKNYA KEBURU DITELAN GELAP. (MENYERAHKAN KUNCI KAMAR) INGAT 501 NOMOR KAMARNYA. 116 . (LANGSUNG PERGI) PRIA MOHWAK EH MAU KEMANA .. HINGGA SUDUT KUMUH ITU BERGANTI SUDUT MISTERIUS YANG DIDIAMI DUA SOSOK BERSERAGAM SEKOLAH. SEGERALAH DITINDIK TELINGAMU ITU. KALAU TAK ADA TONJOLAN DI DADAMU.

PRIA MOHWAK YA. TEMAN OH. HARI INI KAMU KATAKAN ITU. HABIS MABUK. LAMA DIA TERMANGU. AH. ANTING LAMBANG DARI ITU. TIDUR DISEMBARANG TEMPAT. DALAM HIDUP. INI YANG DIKATAKAN SUPER MABUK. AKU SUDAH MABUK DENGAN SEGALA PERMASALAHAN KEHIDUPAN. TANGANNYA MEMBELAIBELAI RAMBUT. SITI BENAR JUGA DIKATAKAN LAKI-LAKI TADI. AKU TERPENGARUH SABUSABU TADI.BODOH! TAPI AKU SADAR DENGAN KETIDAK PEDULIANKU PADA KEANGGUNAN. ITU BIASA.. SEBAB DARAH PERAWAN TADI MEMBUKTIKANNYA. KETIKA GELAP. DI TENGAH BUMI SEDIKIT CAHAYA MENGESANKAN KAMAR SESEORANG YANG KESEPIAN. KAMU SEORANG LELAKI YANG PERHATIAN. DUA SOSOK TADI PERLAHAN TERTELAN GELAP TERSISA GERAK-GERIK PERDEBATAN MEREKA. AKU DARI TADI DISINI MENUNGGUMU SADAR. TAK PERNAH KUTEMUI ORANG SEPERTI KAMU.. LALU DIA MENGGUNTING SECARA PERLAHAN-LAHAN RAMBUTNYA MENGIKUTI RITME CAHAYA YANG PERLAHAN MEREDUP JUGA. AKU HARUS TOTAL. CAHAYA MENERANGI SUDUT YANG KUMUH DAN BERTABURAN KARUNG-KARUNG BELEL TADI. SITI MENGANGKAT GUNTING DI ATAS MEJA. TAK ADA RAMBUT PUN AKU MASIH WANITA. SUDAH BERULANGKALI AKU SELALU BEGINI. SEBUAH PASAR TRADISIONAL YANG HABIS DIPAKAI JUALAN. DALAM KETIDAK PEDULIKU PADA KEANGGUNAN.. SERASA AKU DISELIMUTI DUA KEMABUKAN.KEREMANGAN MULAI TURUN LAGI MEMBASAHI BUMI.BEGITU JUGA RAMBUT INI. PRIA MOHWAK TERNYATA KAU SADAR JUGA. MALAH DITAMBAH LAGI DENGAN MABUK BAHAN KIMIA. SOSOK PRIA MOHWAK MASIH TERDUDUK MENUNGGU SAMPAI TEMANNYA YANG MABUK SADAR.. MAKASIH. BESOK KAMU MENGHISAP SABU-SABU LAGI. 117 . SITI SEDANG BERADA DI DEPAN CERMIN MEMBELAI-BELAI RAMBUTNYA. SETELAH GELAP. TAK PERLU AKU PEDULI TENTANG KEANGGUNAN. TIBA-TIBA TEMAN MABUKNYA ITU MENGGELIAT...

KARENA KAMU BAIK. PRIA MOHWAK DIA PERGI BEGITU SAJA. AKU ORANG YANG SANGAT BERSAHABAT. TEMAN KENAPA KAMU TIDAK SEPERTI DIA SAJA? PRIA MOHWAK AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU. BUAT APA KAMU MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PENTING ITU. TEMAN AKU PUNYA ANTING JUGA. KAMU BEGITU KARENA AKU MENTRAKTIR SABUSABU.(IA MELIHAT ANTING DI KIRI TELINGA PRIA MOHWAK) KAMU SUKA ANTING? PRIA MOHWAK INI UNTUK GAYA. PRIA MOHWAK DASAR KAMPUNGAN. TEMAN JADI KAMU ORANGNYA BERGAYA? PRIA MOHWAK SUDAHLAH KAMU SAJA TIDAK BERTINDIK.TEMAN MANA BOTAK TADI. TEMAN BOHONG. AKU DI SINI KARENA HATIKU BAIK.. AKAN AKU HADIAKAN KEPADAMU. PRIA MOHWAK AKU AKAN MEMBALAS DENGAN APA? 118 . TEMAN BARU KALI INI ADA TEMAN YANG BAIK HATI TANPA SABUSABU..

AKU PUN TAK MENGERTI. BUNYI KHAS MESIN LAS. TERNYATA SOSOK DI BALIK GELAP ITU ADALAH GADIS BOTAK ATAU SITI. DENTINGAN GELAS. IA MELETAKKAN BUNGKUSAN ITU LALU IA BERSEMBUNYI DI BALIK SESUATU. TINGGAL BAGAIMANA MEMATIKAN ANTING.. IA MEMELUK SEBUAH BUNGKUSAN YANG SEKALI-KALI MENGELUARKAN TAWA DAN TANGIS OROK. SAMPAI-SAMPAI GELAP LANGSUNG SAJA MENIMBUNI TEMPAT KUMUH ITU. PADAHAL AKU TAK PERNAH PEDULI. SEBAB BUAT APA SESEORANG LAHIR TANPA DIKETAHUI ORANG? ITU BUKAN HIDUP TAPI MATI. SEKARANG INI AKU DINYATAKAN LAHIR KARENA BERPIKIR TENTANG ANTING.HA. SETIDAKNYA AKU TELAH DIKENAL ORANG TANPA ANTING. MASUK SOSOK PEREMPUAN MUDA DENGAN EKSPRESI GELISAH. DENGAN KEMARAHANNYA.. BUMI MULAI MEMANCARKAN CAHAYA KEREMANGANNYA. PRIA MOHWAK JADI ANTING ITU HANYA UNTUK SUPAYA AKU BERGAYA? KALAU BEGITU APA YANG AKAN MEMBALAS SEMUANYA? TEMANNYA ITU MEMIKIRKAN SESUATU UNTUK MENJAWAB. MEMBUAT SEMUA ATRIBUT PENEMUANNYA PUN MELEDAK-LEDAK HINGGA PADA TITIK YANG KLIMAKS. DATANG SEORANG NENEK-NENEK DENGAN 119 . ITU YANG LUAR BIASA . DIA TERUS TERTAWA. KENAPA AKU HARUS BERTEMU DENGAN MASALAH ANTING. DENGAN GAYA YANG WASPADA. DAN KELAHIRAN HANYALAH PERTEMUAN. SOSOK DI BALIK GELAP SEMUA TELAH MENJALANI.. SETELAH IA SAMPAI DEKAT SELOKAN. DAN ITU KELAHIRAN . SOSOK ITU SIBUK KEMBALI DENGAN KEMARAHANNYA. AIR MENDIDIH MULAI TERDENGAR. MUNGKIN TINGGAL KEMATIAN YANG SELALU MENAKUTI. SEKETIKA PUN DI SUDUT YANG LAIN MEMULAI DENGAN KEREMANGAN MISTERIUS DAN SEPENGGAL CAHAYA SERUPA KIPAS ANGIN YANG BERPUTAR. NYATA JUGA DALAM PANDANGAN AKIBAT SEMUA BOTOL PERCOBAAN MELEDAK DAN DITAMBAH LAGI SINAR LAS YANG MENYOLOK.. LAMA IA BERPIKIR. SETELAH ITU TERDENGAR ANGIN MENDESIR SERAM.HA! TAWANYA MENGGEMA BUMI.HA.. AKHIRNYA SOSOK DI BALIK GELAP YANG MISTERIUS ITU. LAMPU TIBA-TIBA MELEDAK JUGA DAN GELAP JADINYA. DALAM PERSEMBUNYIANNYA.TEMAN INI UNTUK MENAMBAH GAYA KAMU..

SEMENTARA PEREMPUAN MUDA TADI. DITARIKNYA TELINGA OROK ITU..ADA OROK RUPANYA.ANTING YANG MENYOLOK.. SAYA YAKIN INI ADALAH ANAK JADAH. PEREMPUAN MUDA BOHONG! NENEK MAU MEMBUNUHNYA! NENEK BUKANNYA KAMU YANG MAU MEMBUNUHNYA. NENEK ITU KAGET MELIHAT ADA BUNGKUSAN DENGAN SUARA OROK. LALU IA MEMERIKSANYA. NENEK AH. PEREMPUAN MUDA ITU ANAKKU. NENEK SAYA INGIN MEMBUAT DIA BERTAHAN HIDUP. MASIH SANGAT MERAH DAN CANTIK. PEREMPUAN MUDA APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NENEK GILA NENEK TERKEJUT DAN TAK SEMPAT MENINDIK. 120 . SAYA TAHU APA YANG HARUS DIPERBUAT UNTUK OROK SEPERTI INI. NENEK ITU MENGELUARKAN JARUM DARI TAS BELELNYA. NENEK YA. BERGEGAS PEREMPUAN MUDA ITU KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA UNTUK MENCEGAH. NGERI MELIHAT APA YANG AKAN DILAKUKAN NENEK ITU. KALAU AKU JUSTRU MENGHIDUPKANNYA. PEREMPUAN MUDA DENGAN MENINDIK SEPERTI ITU NENEK BILANG AKAN MENGHIDUPKANNYA? ANAK ITU PASTI KESAKITAN.. SEBELUM NENEK SEMPAT MENINDIK.. DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA. KAMU TINGGALKAN IA DI SINI KARENA KAMU TAK MENGINGINKANNYA. AKU TAHU ITU. TAPI KAMU MAU MEMBUNUHNYA.

BARU IA MELEPASKAN CENGKERAMANNYA. SAMPAI DENGAN SENDIRINYA PEREMPUAN MUDA ITU MENANGIS. BUMI TERANG BENDERANG MENGGANTI MENJADI RUANG KELAS. ANAK ITU WANITA. BELUM BEBERAPA SAAT. DAN MEREKA PUN MEMUNGUT LALU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT ITU.. LALU DIA MENGHANTAM BERKALI-KALI KEPALANYA SENDIRI. IA HANYA BISA MENAHAN KEMATIAN UNTUK BISA LEBIH PERLAHAN. TAMPAK SEORANG GADIS BOTAK BERDIRI DI ATAS MEJA DENGAN 121 .DENGAN ITU IA ADALAH WANITA. DATANG SEPASANG SUAMI ISTRI YANG TUKANG PEMULUNG. HANYA SEBUAH BUNGKUSAN YANG MEREKA RASA PANTAS UNTUK DISELAMATKAN. MEREKA KAGET DENGAN PENGLIHATAN MEREKA. PEREMPUAN MUDA TUTUP MULUTMU NENEK GILA... JANGAN KAMU TUNDA KEHIDUPANNYA. APA KUASA NENEK YANG TUA ITU. IA ADALAH SALAH SATU ATRIBUT DUNIA...AKU TAK SANGGUP MENGHADAPI DUNIA. TERGELATAKLAH JASAD PEREMPUAN MUDA DI ATAS GENANGAN DARAHNYA. APAKAH TANPA ANTING MENYEBABKANMU MATI WALAU NAFAS TETAP BERHEMBUS. DALAM CENGKERAMAN PEREMPUAN MUDA ITU NENEK BERKATA.. APALAGI MENGHIDUPKANMU.. BIARLAH AKU MATI DAN KAMU CARI KEHIDUPANMU SENDIRI. TERSISA DUA MAYAT (NENEK DAN PEREMPUAN MUDA) YANG MENGHIAS.. PEREMPUAN ITU MENGAMBIL BATU YANG TERGELETAK DI SAMPINGNYA. NENEK SAYA MENGHIDUPKAN IA DI DUNIA INI..DENGAN SEGERA PEREMPUAN MUDA ITU MENCEKIK NENEK. PEREMPUAN MUDA BENARKAH AKU MENGINGINKAN KEMATIANMU? AKU HANYA INGIN MENINGGALKANMU DI SINI. AKHIRNYA NENEK ITU MENYERAHKAN ROHNYA KEPADA KEMATIAN. DENGAN ANTING SEMUA AKAN MEMANDANGNYA HIDUP. PEREMPUAN MUDA ITU BELUM JUGA PUAS MENCEKIK.. DENGAN TIBA-TIBA.. AKU MALU TERHADAP SETIAP MATA YANG MEMANDANGKU...AKU TAK SANGGUP MEMBUNUHMU.. AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA..YANG SAYA LAKUKAN UNTUK SIMBOL DUNAWI.. LAMPU MENUJU KEREMANGAN SAMPAI GELAP MENJADI PEKAT.

DATANGNYA GERGAJI DI SINI UNTUK MENGHIDUPKAN PEREMPUAN TANPA ANTING. KARENA ANTING TAK PENTING UNTUK DIJAMINI. YAITU ANTING. ATAU SITI. ADALAH GERGAJI YANG TERBUAT DARI KEIHKLASAN. LIHAT GERIGINYA. JADI KALIAN HARUS IHKLAS.TAPI AKU TAK AKAN MEMAKSAKAN. TAPI SEMUA SUDAH TERJAWAB! TAHU APA JAWABNYA?. SEMUA WANITA YANG TERIKAT ITU TERLIHAT GELISAH DAN KETAKUTAN DENGAN LAGAK GADIS BOTAK ITU.. WANITA 2 TERUS APA MAKSUD KAMU TIDAK MENYAKITI? GADIS BOTAK/SITI KEHIDUPAN SELALU INDAH. MAKA. TAK AKAN ADA RASA SAKIT. MUNGKIN SUDAH TAK PUNYA UANG LAGI UNTUK BERGAYA... KALIAN KIRA DENGAN TERUS MEMIKIRKAN KEANGGUNAN ITU TIDAK MENYAKITKAN? KENAPA HIDUP HARUS DISAKITI DEGAN PERASAAN SEPERTI ITU...JAWABNYA ADALAH KEHIDUPAN PEREMPUAN. SAMPAI SEKARANG PUN DIA BERTANYA APA KEGUNAAN ANTING. TANPA ANTING KALIAN TAK MEMIKIRKAN KEANGGUNAN. ADA YANG SUDAH SADAR. GADIS BOTAK/SITI SEKARANG WAKTUNYA MEMUSNAHKAN APA YANG KALIAN BANGGAKAN.. DI TANGANKU INI.MEMEGANG SEBUAH GERGAJI. TAPI SESUNGGUHNYA DIA SAYANG DAN MAU MENYELAMATKAN KALIAN DARI KEMABUKAN TERHADAP ANTING. DI BAWAHNYA ADA SEKITAR LIMA WANITA YANG TERIKAT. TERMASUK GURU MEREKA. DIA SANGAT MARAH.SIAPA YANG MAU DULUAN? WANITA 1 APA JAMINANNYA KALAU ITU TIDAK SAKIT? GADIS BOTAK/SITI TAK ADA. GURU 122 . GERGAJI INI YANG MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI LEWAT KEMARAHAN. WANITA 3 BENAR! AKU MAU DULUAN! GADIS BOTAK/SITI AHA.

IA MEMOTONG. SUAMI TERUS. BAGAIMANA KITA MEMBELI ANTING? ISTRI TAK PERLU EMAS. MASAK ADA ANTING BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. SUAMI 123 . SITI TURUN DARI ATAS MEJA.AH AKU TAK MAU BANYAK BUANG WAKTU. MENGGANTI RUANG KELAS DENGAN RUMAH KUMUH. TERIAKANNYA MEMBUAT BUMI GELAP. SUAMI UNTUK APA ANAK ITU DITINDIK? ISTRI ANAK INI PEREMPUAN. APA DIA AKAN JADI LAKI-LAKI TANPA TINDIKAN? ISTRI DARI DULU JUGA PEREMPUAN PUNYA TINDIKAN..KENAPA KAMU SANGAT TIDAK ETIS MEMAKSA WANITA MENGHAPUS SEJARAH ANTING? ANTING SUDAH SEUMUR MANUSIA. DENGAN GAYA YANG TEATRIKAL.. JUSTRU SEBUAH KEBAHAGIAAN HIDUP. ETIKA ADA DALAM SINI (MENUNJUK DADANYA) DAN SINI (MENUNJUK KEPALANYA). JIKA INI PEMAKSAAN. DIIRINGI TANGISAN BAYI. MURID ITU TERIAK KESAKITAN. GURUKU SAYANG! KAMU HANYA BANYAK MEMBUAT ORANG-ORANG BODOH DENGAN KEETISANMU ITU. ITU CUMA LUARNYA SAJA. YANG PENTING ADA YANG MENANDAKAN DIA PEREMPUAN. LALU IA MENGANGKAT SALAH SATU MURID. DI SITU SUAMI ISTRI PEMULUNG TADI SEDANG BERDEBAT. SUAMI MAKAN SAJA HARUS BANTING TULANG DULU. LALU KEREMANGAN DATANG LAGI SECARA PERLAHAN. AKU AKAN SEGERA MEMOTONG TELINGA KALIAN SEMUA. KENAPA KAMU MAU MENYALAHI KODRAT-KODRAT ITU? GADIS BOTAK/SITI PERTANYAAN YANG TIDAK ETIS. ITU BUKAN HAL YANG MENYAKITKAN.

SAYANG MAAFKAN SAYA. GADIS ITULAH YANG BERADA DALAM INTERNET DENGAN SAYA... AKU AKAN MEMBERIKAN DIA NAMA... BUKAN KARENA MENCINTAIMU AKU KALAH... KAMU PERNAH BERTEMU DENGANNYA. CITA-CITAKU UNTUK MELUDAHI WAJAH MEREKA BELUM JUGA TERCAPAI . AKU MELAKUKAN SEBELUM KENAL DENGANMU . ITU KATA KAMU.. JADI PILIHANKU MENCINTAIMU. OH.... ADA PRIA MOHWAK DENGAN EARPHONE DI TELINGANYA DAN MATANYA TERUS MELEKAT PADA LAYAR MONITOR KOMPUTER. YA. AKU KALAH PERANG ... HANYA TANGIS BAYI YANG TERDENGAR.. AKU MENDAPATKAN PRINSIP TENTANG BAGAIMANA MENJADI ORANG DEWASA. TAPI DOKTRIN GADIS BOTAK PADA MALAM ITU YANG MEMBUAT AKU KALAH . PRINSIP INI LAMA MEMBUAT SAYA UNTUK MENDAPATKAN MAHKOTA KEDEWASAANKU .KAMU AKAN MENYAKITI DIA. DAN MALAH MEREKA YANG DILUDAHI OLEH ORANG-ORANG DEWASA.. MEREKA KAN SOK TUA .. KEDUANYA MEMBISU. 124 . KARENA PILIHAN UNTUK MENCINTAIMU DIJAMAN INI SANGATLAH FENOMENAL JIKA TERBUKA KEPADA KHALAYAK RAMAI. PRIA MOHWAK APALAH ARTI SEBUAH NAMA UNTUK KITA SAYANG . SETELAH MALAM BERSAMA DENGANNYA.SITI HAWA. TAPI TERNYATA BANYAK JUGA YANG SEPERTI INI. ISTRI KAMU JUSTRU MEMUSNAHKAN DIA MENJADI PEREMPUAN. TAPI BAGAIMANA DENGAN ORANG-ORANG LAIN? APALAGI PARA PENDAHULU. YA. BUKAN BEGITU SAYANG.. SUAMI CUKUP DENGAN NAMA. AKU PIKIR INILAH KEDEWASAAN... BIAR ORANG TAHU BAHWA DIA PEREMPUAN. SEIRING CAHAYA MEREDUP KE KEGELAPAN. OH IYA.. BELUM MEMBUAT PENGAKUAN MEREKA TENTANG KEDEWASAAN .. DI SUDUT BUMI YANG LAIN ADA CAHAYA TERANG BENDERANG. KALIAN SAMASAMA TAK BERTINDIK .. KAMU TAHU SIAPA SI SITI ITU? YANG PASTI IA PEREMPUAN .. BIARKAN PEREMPUAN MENJADI PEREMPUAN TANPA APA PUN. AKU SALAH STRATEGI. SANG ISTRI MENENANGKAN.. KAMU JANGAN MEMBANTAH.. AKU TADI MENYEBUTKAN GADIS BOTAK TADI .. SAAT ITU KAMU MENTRAKTIR SABU-SABU ..

LALU PRIA MOHWAK ITU MENYENDERKAN BADAN PADA SANDARAN KURSINYA. RUANG KEMBALI MENJADI PASAR TRADISIONAL DENGAN DUA SOSOK SETELAH GELAP MENYELIMUTI. PRIA MOHWAK YANG TADI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER KINI BERADA BERSAMA TEMANNYA DAN KARUNG-KARUNG BELEL. SANGAT ROMANTIS. TAK PERLU DENGAN KATA CINTA..IA MENEKAN TUTS KEYBOARD DENGAN TEGAS. PRIA MOHWAK KAMU TAHU TENTANG ANAL SEX? TEMAN 125 . LALU IA MENGHEMPASKAN NAFAS KE SEMESTA. PRIA MOHWAK TERIMA KASIH ATAS ANTINGNYA. JUGA GENANGAN LUMPUR DAN SEGALA MACAM KEKUMUHAN. TEMAN WAH. PRIA MOHWAK TAK PEDULI KAU TAK BERANTING ASALKAN CINTA YANG ADA DI HATIMU TAK SELUAS LUBANG TINDIKAN INGIN KURENANGI SEMUA RASA YANG ADA DALAM SUKMA TAPI JASAD INI TAK BERBENTUK MENJAMAH CINTA MUSTAHIL INI HARUS DENGAN APA KUGAPAI CINTAMU SEBAB AKU RAJA YANG MENENTUKAN PILIHAN YANG TELAH BANYAK TERKAPAR DALAM PEPERANGAN AKU BUTUH MAHKOTA CINTA MAUKAH KAMU MENJADI MAHKOTAKU DALAM SINGGASANAN PILIHAN? TEMAN WAH. KAMU SANGAT ROMANTIS. PRIA MOHWAK BERDIRI SI ATAS KARUNG-KARUNG BELEL DAN MEMBACAKAN PUISI. KENAPA MEMBACAKAN PUISI ITU UNTUKKU? KALAU SEKEDAR MEMBALAS HADIAH.. AKU AKAN MEMBALAS DENGAN PUISI UNTUKMU. DENGAN SEKALI TARIKAN NAFAS PANJANG.

GADIS BOTAK/SITI KAMU TETAP SEORANG PEREMPUAN. 126 . DISAMBUT TEMANNYA YANG LANGSUNG BERDIRI DARI DUDUKNYA. PARA WANITA ITU LEBIH MENGGELAPAR DENGAN LANTAI DAN DARAHNYA. DARAH MUNCRAT DI MANA-MANA. GADIS BOTAK/SITI YANG SAKIT BUKAN FISIKMU.. SATU PERSATU DI POTONG TALI IKATANNYA.. WANITA 1 JUSTRU HARI INI KAMU SANGAT PEDULI DENGAN ANTING. GADIS BOTAK KASIHAN JUGA MELIHAT MEREKA. TAPI HATIMU KAN? WANITA 2 KAMU SEBENARNYA HANYA IRI KEPADA ANTING. KAMU MEMOTONGNYA HANYA UNTUK MEMBUAT KAMU HIDUP. ENTAH APA YANG TERJADI PADA KEREMANGAN YANG PERLAHAN REDUP DAN MENGGANTI DAERAH KUMUH ITU DENGAN TIBA-TIBA MENJADI RUANG KELAS. BEGITU JUGA TEMANNYA ITU. KEDUANYA BERBAHASA LEWAT MATA DAN KESUNYIAN GAIRAH ITU. WANITA 4 KAMU PENIPU! KAMU MAU MEMBUNUH KAMI. TANPA TELINGA SEKALIPUN. TURUNLAH PRIA MOHWAK DARI ATAS KARUNG. GADIS BOTAK MENGUMPULKAN SEMUA POTONGAN TELINGA DI ATAS MEJA.. GADIS BOTAK TELAH MEMOTONG SEMUA TELINGA PARA WANITA TERKAPAR. MENGGELIAT-GELIAT. GADIS BOTAK/SITI OH BEGITU? GURU TELINGA ITU ADALAH KEHIDUPAN WANITA.. BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN.TENTU! AKU SEORANG GUY MATA PRIA MOHWAK BERSINAR-SINAR. SETIAP IKATAN DI LEPAS. BERDUA MENUJU DAERAH BELAKANG KARUNGKARUNG. INI SANGAT SAKIT. MEREKA SALING MEMEGANG TANGAN. GADIS BOTAK/SITI BUAT APA? AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN ANTING.

HINGGA IA TAK BERNAPAS LAGI.. MAKIN LAMA MAKIN KERAS. KAMU PIKIR GAMPANG MASALAH TELINGA INI UNTUK WANITA? SEKARANG BIARKAN TELINGA-TELINGA YANG MENJADI KEHIDUPAN WANITA MASUK KEDALAM TUBUHMU. TEPAT BERSAMAAN DENGAN KEREDUPAN CAHAYA MENUJU KEGELAPAN YANG PEKAT. LAMA-KELAMAAN RIUHNYA TERTINGGAL SAYUP-SAYUP. JASADNYA TERKAPAR TANPA TELINGA. SUARA 127 .. DI MANA KAMU NAK? DI SUDUT BUMI CAHAYA SENJA BERSINAR.SELAMA INI KAMU MERASA MATI DI ANTARA ORANG-ORANG YANG BERANTING.. SOSOK PEREMPUAN KECIL MERENUNG. AGAR KAMU TAHU BAGAIMANA MENJADI WANITA. AYO KITA MASUKAN TELINGA ITU KE DALAM PERUTNYA.DAN KAMU HARUS MERASAKAN PUNYA TELINGA YANG MENYATU DENGAN TUBUHMU. SUARA SITI. GURU SEKARANG KAMU HARUS RASAKAN BAGAIMANA MENJADI WANITA (DIIRIS TELINGA GADIS BOTAK ITU SATU PERSATU) GADIS BOTAK/SITI BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ORANG-ORANG DATANG BERKERUMUN MELIHAT MAYAT-MAYAT BERSERAKAN. KINI POSISINYA DITAHAN EMPAT WANITA. SATU PER SATU TERKULAI MELEBUR LANTAI.. SEKARANG KAMU MERASA HIDUP DI ANTARA KAMI YANG TAK BERTELINGA INI.. HANYA MEMERLUKAN WAKTU SEBENTAR UNTUK MENAKLUKANNYA. MENGGELAPAR-GELEPAR.. WALAU DALAM KESAKITAN WANITA-WANITA ITU RAMAI-RAMAI MENANGKAP GADIS BOTAK/SITI. DAN GERGAJI BERADA DI TANGAN GURU.. SEPERTI DIHIPNOTIS.. GADIS BOTAK BERBALIK PANIK. DAN AKHIRNYA TAK BERNYAWA LAGI. SELAMA INI KAMU MERASA SEPERTI TAK PUNYA TELINGA. SAMPAILAH SUARA TADI MENGHAMPIRI. PARA WANITA ITU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBUKA MULUTNYA DAN MEMASUKKAN SEMUA POTONGAN TELINGA. BERDESAK-DESAKKAN UNTUK MELIHAT. BAIK KAMU HARUS HIDUP. PADA KEGELAPAN ITU TERDENGAR SUARA MEMANGGIL. MEREKA LEMAS. AWALNYA TERDENGAR SAYUP-SAYUP. KARENA TAK ADA ANTING BERTENGGER DI SITU.SITI. RIUH ORANGORANG ITU TERUS BERTAMBAH. BEGITU JUGA PARA WANITA KEHABISAN DARAH.

MELOMPAT-LOMPAT DAN MENARI-NARI. IA GIRANG. TERBESIT SENYUM DI WAJAH SITI KECIL. *** IMRAN LAHA CIBUBUR. INI AYAH BELIKAN BONEKA UNTUKMU. SITI KECIL MEMPERHATIKAN BONEKA YANG BARU SAJA DIBERIKAN AYAHNYA.SITI! KALAU DIPANGGIL MENYAHUT YA? NAMAMU SITI HAWA. INGAT ITU. AYAHNYA TERTAWA MELIHAT ITU. APRIL 06 LAKON SANDIWARA PANGGUNG (NOMINATOR) 128 . LAMBAT LAUN SEMUA MEREDUP DAN MENJADI GELAP.

emosional) ARYA (Laki-laki usia 16 tahun. labil) AYU (Prempuan usia 15 tahun. licik) WARTAWAN 1 (Bisa laki-laki/Perempuan) WARTAWAN 2 (Bisa Laki-laki/Perempuan) TNTARA 1 (Laki-laki usia 16 tahun. pengecut) PARMIN (Laki-laki usia 14 tahun. KIAN LAMA KIAN MENGERAS HINGGA MEMEKAKKAN TELINGA. arif. baik hati. mandiri. LAMPU MULAI MENYALA PELAN-PELAN DARI KEREMANGAN… LAYAR PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN PULA MULAI TERKUAK… SAAT TERBUKA PENUH. nakal. bodoh. SELANJUTNYA… MENUKIK DISERTAI JERITAN BERATUS RATUS BOCAH YANG MEMILUKAN. konyol) PEJUANG KOMANO (Bisa laki/perempuan. BISA DOUBLE CASTING. sabar) CATATAN UNTUK MENSIASATI KETERBATASAN PEMAIN SERTA KWALITAS KEAKTORAN. pemarah) BOCAH KECIL (Usia 13 tahun. nakal. BERUBAH SUNYI SESAAT… SUARA DEBURAN OMBAK BERGENURUH MONOTONE. dengki.MENGGULUNG LAYAR Oleh: Anggi Valentinata Goenadi PARA PELAKU : PELOK (Laki-laki yatim piatu usia 15 tahunan. misterius) CANTIK (Perempuan 15 tahun. MULAI MERAMBAT. SUASANA SEPERTI PERKAMPUNGAN MENGHADAPI MUSIBAH GEMPA DAN PANIK! (BIARKAN SEJENAK SUASANA SEPERTI INI) KEMUDIAN… SEKETIKA BERHENTI. lembut. usia 15 tahunan. LAMPU BLACK OUT. bodoh) PETHUK (Laki-laki usia 16 tahun) GEMBOS (Laki-laki usia 16 tahun) BUJEL (Laki-laki usia 15 tahun) MOGOL (Laki-laki usia 17 tahun. LAMPU DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH YANG BERUKURAN 3X3 METER YANG DISITU TERDAPAT TOKOH KSATRIA ‘BIMA 129 . tahan uji. periang. kejam dan tegas) TENTARA 2 (Laki-laki. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. manja. SEBAB ADEGANNYA ADA YANG TIDAK BERSAMAAN. berprinsip) KREPO (Laki-laki se-usia Pelok. tidak punya pendirian) ESTIN (Perempuan usia 16 tahun. bijaksana) RONALD (Laki-laki usia 16 tahun. culas dan sok kaya) SUARA (Laki-laki usia seorang bapak. DIAWALI DARI SAYUP-SAYUP MUSIK GADUH. humoris) PLINTIS (Laki-laki usia 15 tahunan. bodoh. kejam. penakut.

ALIAS WERKUDARA’ POSISI BERDIRI AGAK MENUNDUK. LAMPU WARNA KEBIRU-BIRUAN DI ARAHKAN KE TEMPAT TERSEBUT. DENGAN KESEDIHAN-KESEDIHAN! JANGAN KECIL HATI LANTARAN KAMU SEORANG YATIM PIATU! KAMU MESTI SEMANGAT! KAMU MESTI TEGAR! KAMU MESTI BELAJAR MENGHADAPI HIDUP! PELOOOK… INGATLAH TOKOH BERNAMA BIMA MELANGKAHLAN SEPERTI DIA BUKANKAH SEMUA SUDAH KUAJARKAN KEPADAMU? PELOOOK… PESANKU YANG TERAKHIR: JADILAH ORANG YANG PINTER DAN BENER JANGAN SEKALI-SEKALI BIKIN DIRIMU NGILER JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU SAKITI LINGKUNGAN! INGAT ITU !!! PELOOOK… HATI-HATI. LAKI-LAKI USIA 15 TAHUNAN. PELOK. SEOLAH-OLAH SEDANG MENERIMA WEJANGAN. DI BAGIAN KIRI DEPAN PANGGUNG. THOLE…!! PELOK TERSENTAK… DAN MENCARI-CARI DATANGNYA SUARA YANG SANGAT DIKENALNYA. 130 . SUARA DEBURAN OMBAK KIAN LAMAT-LAMAT. SEDANG MERENUNGI NASIBNYA. SAYUP-SAYUP TERDENGAR TEMBANG JAWA: MAS KUMAMBANG DILANTUNKAN KELEK-KELEK BIYUNG SIRO ANENG NGENDI ENGGAL TULUNGONO AWAKKU KECEMPLUNG WARIH… (DAN SETERUSNYA) DI BAWAH POHON KERING. SUARA : PELOOOK… KAMU MESTI TABAH! JANGAN HABISKAN WAKTUMU.

: YAAAH… BAPAK! AKU TAKUT SENDIRIAN. AKU SELALU SENDIRIAN. KESINILAH PAK. PAAK…BAPAAAK… PAAK… BAPAAAK. PAK! AKU DISINI. DIMANA KAMU. PAK! : THOLE… TIDAK USAH TAKUT! TEMAN-TEMANMU KAN : BISA. PAK. AKU TIDAK BERANI. TIDAK ADA SIAPA-SIAPA. TIDAK BAPAK JUGA SENDIRI. PAK. DARIPADA DI RUMAH SENDIRIAN. SAAT PELOK MASIH ASYIK MENCARI-CARI SUARA BAPAKNYA DAN MEMANGGIL-MANGGIL… SALAH 131 PAK. PAK. THOLE. DI RUMAH SEPI SEKALI. AKU TAKUT… SUARA : SUDAHLAH. AKU IKUT PAK. LE… BAPAK HARUS PERGI. PELOK : TAPI KALAU DI RUMAH. PAK… SUARA PERGI… PELOK BERSAMA-SAMA. PAK! AKU TAKUT. PAK… BAPAK… PAK… BAPAK (TERUS MENCARI-CARI) PAK… BEBERAPA ORANG SEBAYANYA DATANG. DISINI. LE. LE. AYO. USAH TAKUT! : (SEMAKIN SEDIH DAN HAMPIR MENANGIS) KALAU BEGITU. NANTI LAMA-LAMA AKAN TERBIASA. BAPAK SEKARANG ADA . PELOK DIMANA? AKU MAU NYUSUL BAPAK AJA. NEMANI AKU. BAPAKMU HARUS BANYAK. AKU TAKUT SENDIRIAN. AKU TUNGGU… SUARA PELOK SUARA : TIDAK BISA. AKU TUNGGU DISINI. PAK? PULANGLAH PAK. AKU SEDIH. SEPI SEKALI. PAK. PAK. NANTI PULANGNYA : AKU TIDAK BISA PULANG.PELOK : (SEDIH) PAK… BAPAK… PAK… BAPAK… JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN. DIBAWAH POHON KERING DEPAN MAKAM.

PELOK! SEPERTI ORANG GILA. PO…KREPO !! P. PARMIN: PEJUANG ATAU PAHLAWAN ITU… TIDAK BOLEH TAKUT. P. KOMANDO : (MELIHAT SITUASI) MAJUUU DAN BERPENCAR !! HATI-HATI! JANGAN LUPA. SATU DUA ORANG MEWAKILI WARTAWAN/PAPARASI. MIN. (BISIKNYA KE KUPING PEJUANG PARMIN) P. PARMIN: (KAGET) LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA? P. MIN. MEREKA BERMAIN PERANG-PERANGAN. MIN! SAYA TAKUT MATI… P. KREPO : (KETAKUTAN) SAYA… SA.SATU DIANTARA ORANG-ORANG TADI MEMBERI TAHU TEMANNYA SAMBIL MENUNJUK KE ARAH PELOK.. PARMIN: LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA?! 132 . KREPO : SAYA TAKUT SEKALI. SAYA NGOMPOL. (SEREMPAK SEMUA TERTAWA. SEBENTAR-SEBENTAR TERDENGAR SUARA DAR-DERDOR TEMBAKAN… KETIKA LAMPU MENYAPUT PANGGUNG. KREPO : YA AMPUUUN… SAYA MALAH KECIPIRIT JUGA. DISINI BANYAK RANJAU… (DIUCAPKAN SETENGAH BERBISIK) P. SEROMBONGAN BOCAH BELASAN TAHUN SEDANG BERMAIN DI LAPANGAN. P. KEMUDIAN…) PELOK GILA… PELOK GILA… PELOK GILA… (SEMUA MENGEJEKNYA) MASAK NGOMONG SENDIRI !! LAMPU BLACK OUT. MUSIK GADUH. MOGOL : EH… LIHAT ITU.YA… TERKENCING DI CELANA. SEBAGIAN BERPURA-PURA MENJADI TENTARA DAN YANG SEBAGIAN LAGI MENJADI PEJUANG.

AYO MIN. SIKAAAT TERUUUS. NGAWUR! 133 : (TERTEGUN SESAAT.P. ADA YANG TERKENA DAN TERKAPAR.!!! (TELUNJUKNYA NEMPEL DI BIBIR) DARI ARAH SEMAK-SEMAK SUARA-SUARA LETUSAN TEMBAKAN DIARAHKAN KE TEMPAT DIMANA PEJUANG PARMIN. WARTAWAN 1 : (SIBUK MEMBIDIKKAN KAMERANYA) WAH. . CEPAT. PLINTIS : (JENGKEL) SSSSSSTTT…. PO… KREPO !!!! P.!!! AKHIRNYA KEDUA BELAH KUBU BAIK YANG PURA-PURA JADI TENTARA MAUPUN YANG BERPURA-PURA JADI PEJUANG. SEBELUM MENOLONG. P. PEJUANG KREPO DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI SAMBIL MENGINTAI MUSUHMUSUHNYA… P. KREPO : (KIAN KETAKUTAN DAN PANIK) CELAKA! MEREKA MENGETAHUI KITA. KREPO : SAYA KETAKUTAN. SALING BAKU TEMBAK. AYO KITA LARI DARI SINI.. PLINTIS : (IKUT-IKUTAN MENGAMUK) SIKAAAT TERUS…. PARMIN: (MENEMBAK DENGAN MEMBABI BUTA) HIIAAAAAAT…. MIN.. AYO MIN… CEPAT !! KITA BISA MATI KALAU GAK LARI DARI SINI. MATILAH AKU! WARTAWAN 1 NALURINYA…) PAYAH! INI MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERANG NAMANYA.HIAAAT… P. TEMBAK-MENEMBAK TERUS BERLANGSUNG. PARMIN: WOOOOOW… BAUNYA. MIN.. KREPO : TIIIIIIUUUUT…BROUT (KENTUT SEKALIAN TERBERAK) P. INI AKAN JADI BERITA YANG MENARIK DAN … WARTAWAN 2 : (TERTEMBAK) AAAK…ADUH.! P. PARMIN: (TERTAWA CEKIKIK’AN) P.

KREPO : (PANIK… DAN MALAH LARI KE ARAH MUSUH) LHO… SALAH!! MANA KAWAN-KAWANKU?! KOK. KETIKA SAYA SEDANG NYARI RUMPUT UNTUK SAPI SAYA. P. TENTARA 2 `: SUDAH.. SAYA DITINGGAL SENDIRI! MATI AKU… (LEMAS DAN TERJONGKOK) TIBA-TIBA…. SA… SAYA TIDAK TAHU… SA… SA… SAYA HANYA DIAJAK UNTUK BERPERANG. TENTARA 1 : MAKANYA. KREPO : BETUL. TENTARA 2 KREPO PUN TERKAPAR DAN MATI) : (TIDAK SABAR DAN MENEMBAK KEPALANYA… 134 . KREPO : JANGAN. PAK! JANGAN TEMBAK SAYA. KREPO : BETUL. TEMBAK SAJA !! KATAKANA JUJUR !! P. KREPO : (TUBUHNYA MENGGIGIL KETAKUTAN) SA… SAYA TIDAK TAHU… TENTARA 1 : (MEMBENTAK KASAR) BOHONG !! KAMU HARUS KALAU TIDAK… OTAKMU AKAN BERHAMBURAN KELUAR DARI BATOK KEPALA! P. JANGAN BOHONGI KAMI! PAHAM?! P.P. TENTARA 1 KREPO) ANGKAT TANGAN…!!! (P. KREPO MENURUT DAN KETAKUTAN) DIMANA KAWAN-KAWANMU PEMBERONTAK BERSEMBUNYI ?!! TENTARA 2 : (MARAH) CEPAAAAT KATAKAN…!!! : (MENODONGKAN SENJATANYA KE ARAH KEPALA P. SAYA TIDAK TAHU. PAK.

TIS! SEBELUM ULAR ITU MENYAMBAR SAYA!! CEPEEETAN DIKIT.A…ADA… P. KETAHUAN MUSUH… P. ULAR ITU…!! P. TIS… P. PLINTIS : AKU GAK MAU TEMBAK ULAR. TEMBAKLAH! P. PLINTIS : (BERBISIK) NANTI KETAHUAN MUSUH. SAYA INGIN DISEBUT PAHLAWAN. PARMIN: (MAKIN NGERI) SUDAHLAH. TIS!! ULARNYA MAKIN DEKAAAT DENGAN LEHERKU. TIS! TUGAS PAHLAWAN 135 . TIIIS! AKU TIDAK MAU MATI KARENA ULAR INI.DI BAWAH POHON DI PINGGIR KALI. PARMIN: (JNGKEL) GUOBLOG!! NANTI KALAU SAYA BERGERAK SEDIKIT SAJA. MIN. P. PLINTIS : AKU TAKUT SUARA TEMBAKANKU NANTI. PARMIN: TIS. PLINTIS : (KETAKUTAN) MIIIN… LIHAT ITU! DI SEBELAHMU A. KITA BISA CELAKA! P. P.. PEJUANG PARMIN DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI DAN MERASA AMAN. NAMANYA BUKAN PEJUANG ATAU PAHLAWAN. PLINTIS : (KESAL) TEMBAK SAJA SENDIRI !!!! P. PARMIN: DARIPADA MATI DIGIGIT ULAR. AKU MAUNYA NEMBAK MUSUH… TEMBAK SAJA SENDIRI. KALAU SAYA MATI DIGIGIT ULAR INI. ULAR ITU PASTI MENGHABISIKU DENGAN BISA RACUNNYA! TOLONG. TIS… INI JUGA MUSUH KITA. TEMBAKLAH! P. TIS! TOLONG . PARMIN: (KHAWATIR SETELAH TAHU DIRINYA DALAM BAHAYA…) TEMBAK SAJA. LEBIH BAIK MATI KENA TEMBAKAN MUSUH !! CEPAAAT. TIBA-TIBA… TAK JAUH DARI MEREKA BERPOSISI TIARAP.

TIS! KATANYA. MENAKUTKAN… PLINTIS : DASAR PENAKUT!! SAMA ULAR SAJA TAKUTNYA MINTA PADAHAL SEMUANYA… KHAN HANYA PURA-PURA. ULAR ITU TAK AKAN MENGGIGIT ! PERCAYALAH…!!! P. : BETUL! MARI KITA CARI MEREKA. PLINTIS : (JENGKEL DAN RISIH) JANGANKAN ULAR. TIS! BETUL-BETUL PAYAH. DEMIKIAN JUGA GEMBOS YANG BERMAIN JADI TENTARA 2 136 AMPUN. YUUK! NGGAK ASYIK. DEH… . PLINTIS : SUDAHLAH. ULAR JUGA MUSUH KITA. MAIN PERANG-PERANGAN.. KITA BERMAIN-MAIN YANG LAIN SAJA. KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA SAMBIL ANGKAT TANGAN… PARMIN : (MEMBUANG SENAPANNYA) YUUK. TIKUS PUN JUGA MUSUH KITA!! (SAMBIL MEMBERONDONGKAN SENAPAN KE ARAH ULAR) TENTARA 1 TENTARA 2 : ITU SUARA TEMBAKAN. PARMIN: KAMU BETUL-BETUL TEGA SESAMA PEJUANG... PETHUK YANG PURA-PURA JADI TENTARA 1.BUKAN MENEMBAK ULAR TAPI MENEMBAK MUSUH P. MIN. KENAPA TAK SEGERA KAU TEMBAK?! P. P. TIBA-TIBA PEJUANG PLINTIS DAN PEJUANG PEJUANG PARMIN. SAMBIL SESEKALI MENGARAHKAN SENAPANNYA KE BERBAGAI PENJURU. JANGAN RIBUT TERUS! ASAL KAMU DIAM. TIS!! P. PLINTIS : ULAR JUGA MUSUH KITA. JADI JENGKEL MELIHAT ULAH PARMIN.. DARI ARAH SANA. TENTARA 1 DAN TENTARA 2 MENGENDAP-ENDAP PENUH HATI0HATI. PARMIN: (MELIRIK POSISI KEPALA ULAR YANG MAKIN DEKAT LEHER) PAYAH KAMU. KAMU! PLEASE TEMBAKLAH.

GEMBOS LOBANG HIDUNG BUJEL DENGAN RUMPUTAN DAN…) : SSSSST…. MIN. GEMBOS : BAKAT MENJADI MAYAT KAMU. SAMPAI KETIDURAN BENERAN.PETHUK GEMBOS PARMIN : KAMU TERLALU SERIUS SICH. YANG PENTING KHAN MEMILIKI BAKAT… YA THO… SEMUANYA TERTAWA NGAKAK. 137 . KREPO MENDEKATI BUJEL (SANG WARTAWAN YANG MASIH ASYIK MENIKMATI PERANNYA) KREPO (KAGET) YA AMPUUUN… BUJEL. YA NGGAK PETHUK. KITA KERJAIN SAJA. SAMPAI CAPEK JE… PURA-PURA NGGAK BERNAFASNYA. TAEK ANJING !! GEMBOS PARMIN YA THO…. MIN… : HIYA. PARMIN KREPO. MIIIN… : BAKAT JADI SEORANG PENAKUT… : BIARIN. PETHUK MIIIN !! KREPO BILANG. PO-KREPO. KARENA MATI) LHO… SUDAH SELESAI THO INI?? WAAAH… NGAK BILANG: BAKAT JADI SEORANG PENAKUT KOK SOMBONG. (SAMBIL MENEPUK-NEPUK DADA) MESTI TAKUT?!! DONG. (GEMBOS MENUSUKI : HEY… BANGUN! PERANG-PERANGAN SUDAH SELESAI. : BERARTI KAMU JUGA PUNYA BAKAT BERMAIN DRAMA PO… : (BANGUN DARI TERLENTANGNYA. GEMBOS DAN PLINTIS SECARA SEREMPAK MELAMPIASKAN KEJENGKELANNYA… : HUUUUUUUUUUUUU…. INI KHAN CUMAK MAIN-MAIN SAJA! KENAPA : BERARTI SAYA SANGAT BAKAT MENJADI PEMAIN DRAMA.

KITA CARI MOGOL DI KALI. ASYIK DENGAN : BARANGKALI KAMU JUGA PINGIN NGINTIP. MOGOL KEMANA.. (SEPI SESAAT) YUUK. DAN… CUMAK MELIHAT DIKIIIT SEKALI. MBOS-GEMBOS?! GEMBOS : (AGAK TERSINGGUNG) ITU KHAN CUMA ISENG… BUKAN HOBI. KOK GAK KALI SANA. THUK- . MALES. SEMUA KEMBALI TERTAWA CEKIKIK’AN… PARMIN BUJEL : SUDAH… SUDAH! KAYAK GITU KOK. APA KAMU BARU SEKALI. TAUK!! KREPO GEMBOS : KALAU MOGOL. KITA BERMAIN LAGI… APA GITU. GEMBOS KREPO HOBINYA SAMA DENGAN MOGOL. EMANG KENAPA?! 138 : (MERASA) JANGAN NYINDIR SAYA.BUJEL : (BERSIN DAN BANGUN) SIALAN KALIAN… NGGANGGU SAJA !! KREPO ADA SENDIRI… PETHUK : PALING-PALING NGINTIP ORANG YANG SEDANG MANDI DI : (MENCARI-CARI) LHO. DIOMONGIN. PARMIN! AKU SETUJU. KATANYA… : KALAU SERING ITU MEMANG HOBI!! KALAU SAYA KHAN ITU PUN DIAJAK MOGOL. YUUK! GEMBOS PETHUK : PALING-PALING KAMU TIDUR LAGI. KAMU. MEMANG HOBI KOK. BARANGKALI DIA SUDAH HOBINYA… KREPO PETHUK! PETHUK : ENAK SAJA! EEEEHM… KALAU IYA. AH…! : YUUK. MIN. SARU !! : HEBAT. THUK-PETHUK ! : KOK… KAMU MERASA TERSINDIR SICH..

MOGOL KATANYA KAMU SEDANG BERGURU UNTUK MENCARI KESAKTIAN? PELOK MOGOL : (BINGUNG DAN KETAKUTAN) BERGURU APA? : ALAA… JANGAN PURA-PURA BINGUNG. YA? MEMANGNYA KITA-KITA INI . KOK. GOL! BAHKAN BISA KENA : EH… ORANG GILA! KAMU MAU JADI JAGOAN. KAMU SERING KE MAKAM DAN NGOMONG SENDIRI DI BAWAH POHON KERING! 139 HOBIMU ITU… : BAYARANNYA KALAU KETAHUAN BAPAKMU. TANPA BAYARAN! KREPO MALU! MOGOL : KALAU KETAHUAN BAPAKKU. APA YANG KALIAN NGOMONGIN SAYA? BICARAKAN! PETHUK : SUDAH.MOGOL : (DATANG TIBA-TIBA…) SIAPA TADI YANG MEMANGNYA SAYA TIDAK TAHU. DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH. (KREPO TERTAWA NGAKAK. YUUK!! AJAKAN MOGOL ITU DISAMBUT TEMAN-TEMANNYA SETUJU. GEMURUH SUARA OMBAK KEMBALI HADIR.. MEREKA BERKACAK PINGGANG MENGHADANG PELOK. LAMPU SEDIKIT KEMERAHAN. PELOK! KITA HAJAR RAMAI-RAMAI SAJA. GOL… NGGAK USAH TERSINGGUNG! LAGI PULA. SESEKALI BUNYI PETIR MENYAMBAR. CUKUP MURAH MERIAH. KAMU! NGGAK TAHU. TEMBANG MAS KUMAMBANG PUN MERAMBATI KUPING. NAMPAKNYA PELOK TAK BEGITU YAKIN BAHWA MEREKA HENDAK BERBUAT JAHAT TERHADAP DIRINYA. SUASANA REDUP KARENA MENDUNG. BOGEM MENTAH DARI BAPAK SAYA. DISAMBUNG DENGAN TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA) TIBA-TIBA… TEMAN-TEMAN ITU DIA. TIDAK HANYA MALU.

IA HANYA MENGADUH KESAKITAN. PELOK TERSADAR DARI PINGSANNYA… Pelok Bocah Kecil : (MENATAP HERAN BOCAH DI DEPANNYA) Siapa kamu…? : (HANYA MENATAPNYA LEKAT-LEKAT DAN TERSENYUM) 140 . LOK-PELOK! NGAKU SAJA KALAU KAMU MAU NANTANG KITA-KITA INI. SEPERTINYA… KAMU SERING NGOMONGNGOMONG SAMA SIAPA. PELOK TAK BRDAYA. PADA SAAT SEPERTI ITU… DATANGLAH BOCAH KECIL. KAWAN. SETUJU?! SEREMPAK Pelok : Setujuuuuu… : Jangan… Jangan sakiti aku. KEADAAN PELOK MENYDIHKAN SEKALI. MEREKA BERAMAI-RAMAI MENYERETNYA DAN MENGIKATNYA DI POHON KERING YANG SERING DIGUNAKAN PELOK UNTUK MERENUNGKAN NASIBNYA SEHABIS DARI MAKAM ORANG TUANYA. SAAT PELOK BABAK BELUR DAN TAK SADARKAN DIRI. kawan! YUUK. SAYA TIDAK NGOMONG APA-APA. SAJA. GEMBOS : SUDAH! JANGAN BOHONG! KITA PERNAH MELIHATMU MEMBACA MANTRA. KEMUDIAN MELEPAS TALI YANG MENGIKATNYA TANPA BANYAK BICARA. PELOK : AKU TIDAK PUNYA NIAT SEPERTI ITU. KITA HAJAR MEREKA RAMAI-RAMAI MEMUKULI PELOK. BOHONG LAGI. TUAKU YANG SUDAH MOGOL : KOK. SAYA KEBAIKAN ORANG TUAKU AGAR DITERIMA ALLOH DI HANYA BERDOA UNTUK SISINYA. UNTUK MENDOAKAN ORANG MENINGGAL. WAJAH DAN PAKAIANNYA PUN SERBA PUTIH. BUKAN BERGURU. BOCAH ITU DATANG TERSENYUM SAMBIL MENGUSAP-USAP KEPALA PELOK. PETHUK : DASAR ORANG MISKIN! SUDAK MISKIN. PELOK : TIDAK. SEPERTI SEDANG BETUL! BUAT APA BERANTEM. KEMUDIAN MEREKA MENINGGALKAN PELOK BEGITU SAJA. ENTAH SIAPA.PELOK : AKU KE MAKAM. SESEKALI MERINTIH MINTA AMPUN DAN MENYEBUT-NYEBUT NAMA BAPAK DAN IBUNYA. KALAU BUKAN SAMA GURUMU? NGOMONG SENDIRI.

kawan-kawan! (SEREMPAK TEPUK TANGAN) Bayangkan seorang perempuan mampu menjadi pilot yang sangat Gesit dan tangkas. Masak semua untuk Cantik! Ayu : Ini. (SAMBIL TANGANNYA MEMAINKAN REMOTE) : Tepuk tangan. makan terus. hadiahnya. ROBOT-ROBOT KECIL BERBAGAI TOKOH (POKOKNYA SEGALA MACAM MAINAN SEJENIS ‘TAMIA’) SUASANA TAMPAK RAMAI. Saya sudah kenyang banget. PELOK MELANGKAHKAN KAKINYA LEBAR-LEBAR SEPERTI BIMA. tauk! Game watch murahan Saja. LAMPU NETRAL (BOLEH LAMPU FOLLOW) MULAI DIARAHKAN KE TEMPAT MEREKA BERMAIN. dong. Cantik : Ramai dech… ramai. udah… makasih. POP CORN. nih… : Enggak. DAN TUBUHNYA TERASA DINGIN DAN BERAT. Jadi pingin… Makasih ya Run. MUSIK BERGEMURUH DAN BERDENTAM. DUM… DUM… DUM… DAN SETERUSNYA. kamu mau enggak… ice cream? 141 . NAMUN YANG DIRASAKAN PELOK SEPERTI ADA YANG BERKELEBAT DI BELAKANGNYA. tapi ngeliat kamu makan. KERETA-KERETAAN. rasanya. Sudah. lihat score-ku! 100 ribu lebih. dong. Aku lapar nih… Rundy : Kamu belum makan ya… sepulang sekolah? (MEMBERINYA) Estin Ayu Estin : Sudah sih. Cantik : Mana-mana… saya mau. Ayu : Ini… ambil saja! Ice cream-nya… kalau kamu mau juga. dong.. TANGAN BIMA BERUBAH MENJADI TOLAK PINGGANG DAN MENGGERAM : Heeeeeeeeeemmmmmmm…. DAN MUSIK PUN MENEKAN SETIAP LANGKAHNYA. dong! Ronald : Bukan masalah Game-Watch-nya tapi score-nya. !!! PELOK MENGHENTAKKAN KAKINYA. Hely ini tidak bisa jatuh meski menukik 180 derajad. Bisa meletus perutku ntar.Pelok Bocah Kecil : (SEPERTI DIRAMBATI KEKUATAN TERTENTU HINGGA BADANNYA TIBA-TIBA SEGAR) Kamu… siapa sebenarnya? : (TERSENYUM) Aku meskipun kecil dan dikecilkan banyak orang. ambil ! Ronald : Ya… Arya. AYAM KENTUCKY DAN LAIN SEBAGAINYA. Arya : (MENCIBIRI RONALD DENGAN SINIS) Main tetris itu…sekarang sudah kuno. : Estin… kamu mau Pizza? Saya sudah kenyang. BEBRAPA BOCAH MENIKMATI PIZZA. Ayu Ronald : Hey…kawan-kawan. Aku adalah Bima! : (TERHERAN-HERAN) Jadi… Pelok LAAAP…! BOCAH KECIL MENYUSUP KE DALAM DIRI PELOK. kayaknya nikmat buanget. LAMPU BLACK OUT. BERGER. COKELAT. HELYCOPTER. BOCAH-BOCAH BERMAIN BERAGAM MAINAN MODERN: MOBIL-MOBILAN. Arya. lihatlah mainanku. jangan ribut! Berisik. Ronald : Ice cream-nya buat saya. ICE CREAM. PADA SAAT BERGEROMBOL DAN ASYIK DENGAN MAINANNYA SENDIRI-SENDIRI. Ayo siapa berani memecahkan record-ku? Kawan-kawan… siapa yang mampu mengalahkan aku… 100 ribu rupiah. Cantik : Kawan-kaan. Ron-Ron… PS. Ini baru namanya Helycopter Termegah dan termodern. dipamerkan! Kalau aku… malu. BYAARR !! LAMPU KEMBALI DIFOKUSKAN KE LAYAR DIMANA BIMA BERADA DISANA. Kampungan! Estin : Bagi berger-nya. PANGGUNG KOSONG.

Pelok tidak punya maksud jahat. Terima kasih… Kenyang. larilah! : Tidak. ARYA. Ayu! Ayu Pelok Ayu TERIAKAN Pelok Ayu Pelok Ayu Pelok SUARA GADUH ORANG-ORANG MENUJU TEMPAT ITU. ADA YANG MEMBAWA PENTUNGAN. Silahkan kalau mau mengikuti mereka. Yu-Ayu? Ayu : Ronald. Kenapa kamu mengajak teman-temanmu untuk mengeroyok Pelok. awas lho !! : Kamu dengar sendiri. Kamu salah menduga! Ronald : (TAK MENDENGARKAN PERINGATAN AYU) Ayuuu… larilah kemari! Daripada kamu nanti kena lemparan batu. SEMUA TEMAN-TEMAN PELOK JUGA TEMAN-TEMAN AYU. Ayu. dia! Sikat saja! Kasihan Ayu… Dijailin apa tadi kamu sama dia. Boleh saya bergabung? : Silahkan. : (BERHENTI) Selamat siang. RONALD. Yang penting saya… tidak bersalah. Pelok. PELOK MELINTAS DI TEMPAT ITU. Ronald : (MENUNJUK KE ARAH PELOK DAN AYU) Itu. PELOK TERUS MELANGKAH MENIRUKAN LANGKAH-LANGKAH SEORANG BIMA. Yu-Ayu. ADA YANG MEMBAWA KETAPEL. CANTIK. selalu berpesan agar saya menjadi contoh seperti Bima. : Aah. Tapi… harus bagaimana. Ayu Pelok : Pelok. Arya Ayu : Sssssstt…. masak… mereka berpikiran seperti itu? : (DIANTARA MEREKA) Ayuuuuu…. kamu. Menyakitkan. mereka tak senang dengan kedatanganku. : Barangkali… karena kamu sering mengenakan daun seperti itu… : Ayu. saya pergi dari… : Tunggu! Aku tidak seperti mereka. Maaf. : Ooooo… begitu. kita bubar saja! Ada orang gila datang. Kamu juga. saya orang miskin. ENTAH SIAPA YANG MENGHASUT HINGGA MEREKA MARAH BESAR. Biarlah mereka mengeroyokku. Jangan bilang begitu! Dia khan teman kita juga. memang. ADA YANG MEMBAWA BATU. Lagi pula. ANAK-ANAK SEKOLAH ITU. Jangan pergi! Aku betul-betul Tidak mengerti. ADA YANG MEMBAWA TALI. ESTIN DAN RUNDY. Kenapa mereka pergi?! : Mereka menganggapku tak pantas berkawan dengannya. PELOK TERHERAN-HERAN… DEMIKIAN JUGA AYU. sehingga saya membuat mahkotanya dari daun nangka. teman-teman. Apakah salah? Dan kekagumanku terhadap tokoh Bima. Suka ngamuk… Ayu Pelok Ayu : Nggak percaya. ach! Dia orangnya baik. : aah. saya menjelaskan kepada mereka… kalau saya masih waras. Kesukaan saya hanya meniru-niru seorang Bima. 142 . TAK MENJAWAB… KECUALI SEGERA MEMBERESKAN MAINANNYA DAN BUBAR MENINGGALKAN TEMPAT ITU.Arya : Enggak. jika aku Mengganggu kalian disini. Saya menyukai wayang. MEREKA HENDAK MENGHABISI SI PELOK. Ayu Pelok : Pada mau kemana? Kok… : Ayu. tho? : Betul. KEPALANYA MENGENAKAN MAHKOTA BIKINANNYA SENDIRI YANG TERBUAT DARI DAUN NANGKA. larilah! Cepat. sebelum dan sesudah ayah saya meninggal. Ronald : Tapi… katanya sekarang dia gila kok. Sebaiknya. Ronald : Asyiiiik… biar aku sendiri yang habiskan. Ayu. aku. Mereka menganggapku gila.kok. hati-hati! Dia… orangnya gila! Sekali lagi.

Yu… Tinggalkan saja. WAJAHNYA MENYIRATKAN KEBENCIAN YANG MENDALAM.ak. Pulanglah! Nanti kamu dicari orang tuamu. Tinggalkan saya! Pulanglah! DENGAN LANGKAH BERAT DAN MALAS-MALASAN. ADIK AYU. BOCAH KECIL SUDAH 143 : HEY…! (PELOK KAGET. SAAT DIHADAPANNYA . MEREKA LAMA BERTATAPAN. DAN TERJADILAH PENGEROYOKAN TERHADAP DIRI PELOK. (SEMUA MENGIKUTI APA KATA RONALD) AYU MELANGKAH MENDEKATI PELOK YANG MASIH MERINGKUK KESAKITAN Ayu : (MENATAP PENUH IBA) Pelok… Pelok… (PELOK MENOLEH KE AYU. Yuuk! : Terima kasih. AYU MEMBERSIHKAN LUKA-LUKANYA DENGAN PENUH HATI-HATI. BERCAKBERCAK DARAH MENGOTORI BAJU YANG DIKENAKAN AYU) Sakit sekali. dia! AYU MEMELOTOTI RONALD. Sudahlah! Jangan teruskan Niat kalian. kita cabut. Ayu… nggak usah. NGLANGUT. (SAAT SEBAGIAN LUKANYA TERKENA USAPAN AYU) : Maaf… maaf.. aku nggak sengaja… (KAGET) Pelok Ayu Pelok : Sudahlah. Sekali lagi. : Sudah. terima kasih atas kepdulianmu. Ayu Gembos : Tidak! Dia tidak menantang kalian. disuruh Papa pulang. ENTAH APA? DATANG RANI. Ronald : Knapa kamu melotot aku. saya di sini. AYU MENANGIS SAMBIL SIBUK BERTERIAK-TERIAK BERUSAHA MELERAI. TEMBANG MAS KUMAMBANG KEMBALI HADIR. sahabat baikmu! (KEPADA KAWAN-KAWANNYA) Okey. (AYU HANYA DIAM) Ayo! Nanti Papa marah. menemanimu. Sudah. ngelapnya. nanti juga sembuh.Ronald : Kalian dengar sendiri. Ayu. TIBA DI SUATU TEMPAT. AYU DAN RANI MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. MEREKA SALING PANDANG. Ayu antarkan ke Puskesmas. Yu.. LAMPU TEMARAM MUSIK MENGALUN. ya…? (PELOK TERUS MERINGIS KESAKITAN) Pelok. BERTUJUAN KEMANA. Ronald : (NGOS-NGOSAN) Yuuuk.. Ayu : Tidak! Biar aku disini. ADA SESUATU YANG MEREKA PIKIRKAN. DENGAN UJUNG BAJUNYA. Rani Pelok : Mbak Ayu. kalau Mbak Ayu nggak segera pulang. MENGIRIS-IRIS ULU HATI… PELOK BANGKIT DARI DUDUKNYA DAN TERTATIH-TATIH MELANGKAH PERGI. PELOK TAK DAPAT BERBUAT BANYAK KECUALI MENAHAN KENYERIAN DAN MENGADUH SAMBIL BERTERIAK MINTA TOLONG. Aa. kawan-kawan… Yuuk kita CABUT DARI TEMPAT INI. seperti itu? (MELUDAH SINIS) Urusi…tuch. khan? Kalau dia menantang kita. Kalian salah paham! : Keroyok saja…! Jangan hiraukan kata Ayu! Sikaaaat…! KERIBUTAN PUN SULIT DIHINDARI. MASING-MASING MERASAKAN KESEDIHAN. Sudah mampus. PELOK SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU.

KAWAN! KAMU TIDAK MELAWANNYA SAJA. 144 . IYA. SAAT KAMU DIKEROYOK? PELOK MELAWANNYA?! BOCAH KECIL PELOK : TAKUT? : BUKANNYA TAKUT. KAMU! NGACO! : LHO?! AKU NGOMONG BERDASARKAN KENYATAAN. KENAPA KAMU TAK MELAWANNYA. SECARA MATEMATIS. FAKTA… EMANGNYA AKU NGARANG-NGARANG CERITA PALSU? BAYANGKAN. TAMBAH HIDUP. BUKTINYA. JELAS KALAH KOK! BOCAH KECIL : HEY.BERDIRI SEORANG BOCAH KECIL YANG MISTERIUS) PELOK NYERI) BOCAH KECIL MENYADARI. TAPI TIDAK IMBANG! SAYA TIDAK : GILA! ORANG SEBANYAK ITU. SURUH : YA… AKU ADALAH TEMANMU. DISURUH MELAWAN. KAMU MASIH HIDUP. PUSING AKU MENDENGAR IMBANG KOK. TIDAK MATI. KALAU KAMU : KAMU… (TERHERAN-HERAN SAMBIL MNAHAN MAU MATI KONYOL! BOCAH KECIL : HEY. WONG TIDAK ANGKA MATEMATIKA. PADAHAL KAMU TIDAK BERUSAHA MEMBALAS DAN HANYA DIAM! COBA SEANDAINYA KAMU NGAMUK JUGA! PELOK : SUDAH… SUDAH. KHAN? COBA KALAU KAMU MELAWANNYA…. MATI. COBA! DIKEROYOK ORANG SEBANYAK ITU. (TERBAHAK-BAHAK) PELOK BOCAH KECIL : JANGAN KONYOL. KAWAN! SALAH DAN BENAR TIDAK MENGENAL RUMUSANMU.

DAN INI… . BERPULUH-PULUH BOCAH BAHKAN BERATUSRATUS MENGGEDOR RUMAH PELOK. TAPI TAK DITEMUKANNYA. RASA NYERI. TERUS MENGGERAM DAN MEMAINKAN KUKU PONCONOKO. : SIKAAAATT…. KATANYA. SAYA BER-HAK MELINDUNGINYA. KAMI? : TIDAK! SAYA HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN. SUARA ITU SEMAKIN DEKAT. RASA TAKUTNYA PUN BERUBAH MENJADI KEBERANIAN YANG MELETUPLETUP. PELOK KEMBALI MELANGKAH SEPERTI BIMA. KARENA BOCAH ITU SUDAH MENYUSUP KE DIRINYA) PELOK MELANGKAH PULANG. MEREKA BERJATUHAN. PELOK SEPERTI KENA STROOM. SAYA WAJIB MEMPERTAHANKANNYA. ORANG-ORANG ITU MULAI MENARIK TANGAN PELOK DENGAN KASAR. KARENA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH RUMAHKU. SIAPA SAJA YANG BERUSAHA MERUSAK RUMAH INI. DAN DUDUK TERMENUNG DI DEPAN LAYAR PUTIH. TIBATIBA SEKETIKA MUSNAH. (HAAA…HAAAA…HAAA…! PELOK TERSADAR. KARENA ITU MEMANG TANGGUNG JAWAB SAYA. RASA NGILU. BOCAH KECIL YANG BERADA DIHADAPANNYA SUDAH MENGHILANG ENTAH KEMANA. RASA MEMAR. PELOK MERASA SEGAR DAN SEHAT.YANG ADA HANYALAH BERANI ATAU TIDAK MEMPERTAHANKANNYA. PELOK BERONTAK. BEBERAPA ORANG MASUK. MENCARI BOCAH ITU.! 145 DENGAN KALIAN. ADA SESUATU YANG MERAMBATI SELURUH TUBUHNYA. KAMU INGIN SEPERTI BIMA! DEGG…!SEKETIKA PELOK BERKECAMUK DADANYA. BANGSAT?!! : YA. PELOK KAGET TAPI BERUSAHA TENANG. PEMARAH 2 PELOK YANG LAIN : JADI KAMU MENANTANG. MEREKA MARAH BESAR… PEMARAH 1 PELOK : (GERAM) KAMU MAU MELAWAN KAMI. PELOK MENDENGAR SUARA ORANG RIBUT-RIBUT. RASA PERIH.

PELAN-PELAN MEREKA MENGGULUNGNYA NAIK KEATAS HINGGA HABIS… NAMUN WAYANG BIMA YANG TERTANCAP DISITU MASIH BERDIRI TEGAK DAN TERUS MENGGERAM. BUNYI RERUNTUHAN. JERITAN-JERITAN ORANG TERUS MELENGKING.OK. HEEEEEMMMMMMMMMMM…… TIDAK TURUT TERGULUNG BERSAMA LAYAR. PELOK BERDIRI TEGAK DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERGELETAK DAN TAK BERDAYA. KALI INI PELOK BETUL-BETUL SEPERTI ORANG KESURUPAN. ORANG-ORANG TERUS BERGELIMPANGAN DAN JADI KORBAN. DUA ORANG YANG SANGAR WAJAHNYA BERADA DIKANAN KIRI LAYAR PUTIH. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. PELOK MASIH BERDIRI MEMATUNG. ASAP MEMBUBUNG DI LOKASI TERSEBUT. GAGAH.TERJADILAH PERKELAIAN YANG SERU. LAMPU MERAH MENYALA DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH DIMANA BIMA TERUS MENGGERAM DI DALAMNYA. BUNYI PETIR TUMPANG TINDIH. DAN TERUS MENGGERAM PULA: HEEEEEMMMMMMM…… TEMBANG MAS KUMAMBANGTERUS MELANTUN… KIAN LAMA KIAN MENGHILANG BERSAMA REDUPNYA LAMPU. DAN SEKETIKA BERHENTI. DIA TAMPAK KUAT SEKALI. SUASANA GADUH MENCAPAI PUNCAK. LAYAR PANGGUNG DITUTUP T A MA T Bontang. AKIBAT RUMAH PELOK YANG DIBAKAR RAMAIRAMAI. TAK SEDIKIT YANG BERGELIMPANGAN AKIBAT PUKULANNYA YANG MEMBABI BUTA. TAK SEDIKIT YANG BERTERIAK MENGKOMANDO UNTUK MEMBAKAR RUMAH PEL. MUSIK GADUH. April 2006 146 . SUARA DARI LUAR KIAN RIBUT. DEBURAN OMBAK YANG MENGGANAS.

(NOMINATOR) PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi Tokoh : RAYANI MARIO LINDA PRIA CANGKLONG SABRON ABAH NINI 147 .

TUKANG PEL. 09. Lelaki : Tipe begini banyak yang suka.. Broken home. Seorang pria duduk di kursi memperhatikan selembar photo. Lelaki 03... Pria Cangklong 04.. Mereka hanya dibatasi sebuah meja. Lelaki : Beri aku waktu. Back Sound Samar-samar terdengar lagu House musik. Di depannya duduk Seorang laki-laki. 07. Boss. Pria Cangklong : Usia yang tepat untuk disate. (Mungkin penonton akan mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah diskotik. : (mengangguk-angguk) Berapa umurnya? : 16 tahun. waktu segitu terlalu lama! Tidak bisa lebih cepat? : Aku usahakan secepatnya Boss. Kau tak mungkin mengecewakan aku kan? Aku harap jangan! 148 .PEMUDI ORANG-ORANG SEBUAH RUANG Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light).. Kapan bisa kau dapatkan dia? : Tidak lama lagi. dan seorang lagi berdiri tegak di belakangnya. Asap mengepul dari rokok di dalam cangklongnya.. Akan kuberi kabar baik secepatnya.. Lelaki 05.ATOK ITEM SUTRADARA ANTON PENJUAL TEROMPET. : Alah. Pria Cangklong 06. LAKI-LAKI PEMUDA. 08. 01. Pria cangklong 02. satu atau dua minggu sepertinya mungkin. Lelaki tertawa.. Jadi tidak terlalu susah untuk dikerjain kan? Pria Cangklong tertawa. Orangku sedang berusaha. Aku senang cara kerjamu. Pria Cangklong : Baiklah...) Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan.

Biar aku yang ambil. Suara teriakan Pedagang keliling. 22. Kacang rebus tumpah ke muka Mario. : Aku saja. Namun tidak jadi.. Sama-sama tertawa.) 19. mengeluarkan lembar skenario. Maaf lagi. Rayani : Kamu nggak apa-apa. Awan putih menutup cakrawala.. 17. Mario : (mukanya mendekat ke Rayani) Cari app. Makin serba salah. Lelaki : Tentu.... Saling menunggu.. maaf. Beberapa saat Rayani kembali sibuk mencari. Tentu! Tertawa. (Memunguti kacang di bangku dan di tanah. Langit sore yang cerah. Mario kesakitan.. aduh. Mario memunguti kembali kacang rebus yang berserakan. Rayani : Biarkan. Sebuah bangku panjang terletak tengah panggung. maaf! Kena ya? Aku nggak tahu. Rayani membantu. 18. Back sound bunyi seliweran kendaraan sesekali. Biarkan.. 12. Mario 16. 11. Mario & Rayani : (berbarengan) Silahkan! Keduanya jadi serba salah.. perasaan sudah aku masukin. Mengaduk-aduk isi tas.. Rayani : Aduh... Muka kamu nggak apa-apa kan? 149 . Rayani : Aduh.. serempak ingin duduk. Boss. Background hotel dan gedung perkantoran untuk menunjukkan bahwa setting adalah nuansa tengah kota. Tapi kemudian sadar dengan keadaan orang di sampingnya. Aku yang salah kok.. 13. Mario 20.. : Oh. Mario membuka bungkusan kacang rebus........ tangannya menyentuh tangan Mario yang sedang memegang bungkus kacang rebus.. aduh. Rayani : Maaf ya. Berdua memunguti kacang rebus di tanah. Rayani : (sibuk) Di mana sih. (Kesal... Mereka tiba di bangku.... (Lighting fade in) Mario dan Rayani masuk bersamaan dari Arah berlawanan.... Rayani membuka tas. TAMAN Set sederhana.) Aduh. Mario : Nggak usah. 15. Keduanya duduk... Mario & Rayani : (berbarengan) Kamu duluan.. Tak disangka siku lengan Rayani mengenai muka Mario.10. Mau aku ganti? Aku cari tukang kacang rebusnya dulu. aku saja. Rayani ingin melihat muka Mario. 21. 14.

jangan menyumpah! 28... Nih. : (mengangsurkan kaca mata) Nggak apa-apa. harusnya paling nggak tawarin orang kek.... duduk) Terima kasih.. Nggak bawa kaca mata lagi. Baru sebentar duduk aja Aku hampir nggak jadi makan kacang rebus. Mario 32.. Rayani 35.. 27. Rayani 33. : (memakai kaca mata Mario.. berniat mencari tempat duduk lain... mukaku hampir memar. Rayani 42. : Bener nih nggak apa-apa? : Nggak apa-apa.. (Membuka lembar skenario) Mario berdiri.... : Kamu cari apa? : Aku cari lensa kontakku. aku nggak bakal ganggu kamu. Mario 40. Duduk di sini aja. Rayani : (kembali ke tas) Maaf.. tapi malah nggak ada.. Mario : Oh. Rayani mengambil kaca mata. Kursinya masih lebar kok. kalau terus duduk di situ mukaku bisa babak belur. Rayani 37. Memperhatikan lensanya.... Rayani : (tertawa) basi banget kamu. aku yang menderita kok malah dibilang salah? Terus salahnya di mana? 26... Maaf deh. Lagian kamu nggak takut kaca matamu kubawa lari? 150 . Mario : (melepas kaca mata) Pakai punyaku... : kamu juga sih salah... maaf. 43... Mario 36.. 34. Mario 38.. Mario : Mau kemana? : Cari tempat lain.. : Kok bisa kebetulan cocok ya? : Ya sudah pakai aja.23... Rayani 29. Pakai aja dulu.. Mario 24. : Loh. 31. Terima kasih. kalau tak punya dapatkan dengan kerja. jadi dari tadi kamu sudah ngiler sama kacang rebusku? Kalau kepingin kenapa nggak minta aja? Dari pada nyumpahin orang yang punya makanan. makanan kesukaanku. Coba aja dulu.. Setelah ini aku jamin kamu bakalan merasa lebih nyaman duduk di sini ketimbang duduk di kafe.. Mario 30.. Sirik tanda tak punya..... Rayani 25.. : Nggak usah.. Perasaan waktu di rumah aku sudah taruh di tas.... 41.. Mario : (Menahan sakit) Nggak apa-apa kok. Rayani : kamu punya makanan dimakan sendiri.. Rayani : Minus berapa nih? : Minus dua.. Rayani 39.

Mengangguk.. (Melihat langit) Langitnya cerah. Rayani : Pernah! : Sering kemari? : (menggeleng) Hanya hari ini. Rayani 58.. Padahal lebih sehat di sini... Mario : Tapi cuaca kadang suka menipu.. ya? Cuaca bagus. Mario : Lagi nunggu siapa? Aryani menoleh.. 54... 151 . Diam. Kebetulan hari ini aku perlu suasana seperti itu... Rayani : (matanya masih ke skenario) Oh. Sekarang orang lebih milih pergi ke kafe daripada di taman.. Rayani mengangguk.... Rayani 50. ya? Hujannya deras? Mario mengangguk. Mario : Nggak mungkin. Ayo duduklah. Aku hanya lihat dari jendela mobil setiap pergi atau pulang dari sekolah. Kembali ke skenario.44. Sebentar lagi musim bunga.. Tapi hanya sebentar.) Kamu memilih tempat yang tepat. 52. : Oh. Rayani : Makanya.. 46. 56.. lebih baik duduk di sini kan? Menunjuk space kosong di sebelahnya.. Pelangi muncul habis hujan di siang terik. Rayani menggeser duduk. Mario : Sudah datang musim hujan. : Oh. Mario : Deras. Rayani 55. Mario : Eh jangan! Cuma satu-satunya tuh.. (Diam.. Tadi sepulang sekolah aku melihat taman ini dari atas bus... Aku tidak mau orang yang kubuat menderita makin menderita karena terusir dari tempatnya. Mario 59. Tapi sedikit ada benarnya juga. Mario : Kenapa aku harus duduk di sini? Biar kamu aman? Nggak diganggu orang iseng? Atau cari pembenaran karena sudah membuat kerusuhan? 47. ya? Diam... 60. Mario : (Tersenyum. 53. Rayani tertawa.. hanya sebentar. Makanya aku ke sini.) Kemarin aku berharap muncul pelangi.. 48.... 45.. Rayani : Hah? Kepedean kamu. Seperti sore kemarin. Diam. Mario mengambil tempat. Kamu pernah lihat kembang-kembang itu mekar? 57. Kelihatan sepi. lalu kembalikan pandang ke skenario. Tiba-tiba hujan turun.. 49. 51. Rayani melihat langit. Mario : Nggak nunggu siapa-siapa.. tenang.

Rayani 67. Mario : (tertawa) Bisa aja kamu. Rayani 73...... Rayani : Maaf. Mario : Apa orang yang banyak tanya itu orang jahat? : Nggak juga sih... 82. baik. ya? : Apa ruginya buat kamu? : Aku bisa menyangka kamu orang jahat! : Apa penampilanku begitu? : Nggak sih.. Rayani : Drama atau film? : Apa? : Kamu baca skenario kan? : Hey. 81. 80. : Kalau aku mengajak bicara kamu..61.. Mario : (jengkel) Apa sih? : Boleh tanya kan? Diam. baik. Besok aku ikut test peran utama.. Sumpah! Diam. Rayani : Aku mengganggu? : Kalau kamu terus bertanya. Rayani 71. sayangnya aku malas fokus sama penampilan ketika pertama kali bertemu seseorang. Ini skenario film.. : Lalu? : Apa? : Kalau bukan artis ngapain baca skenario film? Ah! Produser? Sutradara? 78. Aku lagi mencoba membedah naskah ini. Rayani : (menyerah) Baik. aku diam. Rayani 77.... 152 . Mario 66. Rayani 63. Rayani 65. nah. 87. : (tersenyum malu) Maaf! : Jangan membuatku menyesal berbagi tempat duduk sama kamu. Mario 68. Kayak orang-orang kantoran.. ya! Rayani mengangguk. Klimis malah. aku tidak mengganggu lagi.. Mario 85. Mario 64. Mario 62. Mario 76. Mario 74. kamu banyak mau tahu. Mario 83. Mario : Wah! Good luck. Tadi kan aku sudah bilang aku perlu ketenangan. Copet-copet di bis kota kelihatan rapi-rapi. 69.. Rayani 84. Mario 70. bukan berarti aku ingin mencopet kamu kan? Lagian mana ada copet yang mau minjemin kaca matanya? 72.. Rayani 79. 86. Mario : Baik. Rayani 75. : Kamu artis? : Bukan...

Pergi sambil terus menggerutu.. sekarang waktunya kurang tepat. 90. mengeluarkan dengan berat.. (toet. 99.. : Apa? : Ini hari apa? : (tertawa) Sabtu! Malam minggu.. Kalau saya tidak membunyikan terompet.. Hening. Terompet : Terompet. Berhenti tidak jauh dari mereka.. Kali ini terdengar lebih keras.. Mario 95. Jualan di pinggir jalan dilarang! Di taman dilarang! Saya mau cari makan halal buat anak-istri saya. Diam. (toet. Terompet : Dasar nasib! Jadi orang kecil sudah bingung. namaku. 98. terompet.. Terompet : Terompet.. Merasa terganggu. Bunyi kendaraan berhenti. Mario menatap Penjual terompet pergi..88. Bunyi terompet panjang... malah terus dibikin bingung. Aku lupa. 96. Penjual Terompet mendengarkan. Penjual Terompet hilang ditikungan (Keluar). Nanti kalau saya terus-terusan dihalangi saya cari makan untuk mereka di mana lagi? Jadi maling ayam? Jualan dilarang. Pedagang terompet muncul sesekali menjajakan dagangan. toet. Tk. (toet. membunyikan terompet dilarang. terompet.. (toet.(toet) Terompet. toet) Terompet.. tersenyum... toet. suara kenek angkot. Rayani : Nggak perlu minta maaflah. Kamu mau kita kenalan? Perkenalkan. 153 . Mario melambaikan tangan tanda perpisahan pada Rayani. toet) 92. toet. Bicara berbisik di telinga.. siapa yang tahu kalau saya jual terompet? Siapa yang tertarik beli dagangan saya? Bicaranya situ sembarangan aja! Mentang-mentang saya kere. : Kamu nggak marah kan? Mario menggeleng. Tk. Mario menghampiri Penjual Terompet. Rayani : Sebenarnya tadi aku mau bilang. (Back sound) Suara kendaraan lewat satu-satu. taman ini bakalan ramai bukan main kan? Kembali teriakan penjual terompet. Tk.. Tapi Penjual Terompet akhirnya mengalah juga... : Tidak usah! Dipikirin banget.. Rayani : Biar aku bicara. toet) Terompet. Mario 89. Mario : Jangan pergi dulu! : Ada apa? Oh.. Mario 97. Rayani 101. ya? Masa terus dilaranglarang. Tk. Bunyi terompet.) Rayani menarik napas dalam..(toet) Terompet. 100... saya selalu diusir sana-sini. Terompet : Tidak bisa dong! Saya kan orang dagang. 91. Rayani 94. Mario 93... Nah.

Aku nggak perlu peerhatian macam itu. (Kepada Rayani) Aku ada keperluan. 102. 103. 105. Aku gagal.......) : Tapi aku nggak tahu caranya. Menutup wajah dengan kedua tapak tangan.. tapi aku tidak menyerah. Mario : Aku paham! Rayani menarik napas dalam untuk menghentikan tangis.. Tapi sumpah. Mario pergi.... Plong.. kalau aku sudah bekerja sebaik-baiknya. 111.. Rayani memberi isyarat dengan tangan agar Mario berhenti bicara. 104.... Rayani tak membalas. Aku. Rayani mengambil tissu dari hand bag... Sampai besok.. Rayani : (berteriak) Kaca mata kamu. Aku tahu Mama menyuruh aku menangis supaya perasaanku bisa lega... Suara dering hand phone. Oke..... Aku tidak mau mereka melihatku menangis karena itu. mengusap air matanya.. Sudah. kenapa aku sekarang bisa menangis. Rayani bingung. Semoga berhasil! Mario bergegas pergi.. Mario menepuk tangan. Mario : Katanya nggak mau menangis? Rayani menggeleng. Mario mengambil hand phone. TAMAN (Ligting fade in – suasana senja) Di bangku yang sama. aku memang terus-terusan gagal... Papa tersenyum mengejekku. 112. tangisnya tambah pecah... Mario : Sabar. 109. Air mata tidak bisa mengobati kegagalan kan? Aku mau buktikan pada mereka bahwa aku serius. 110.. Rayani : Setuju! Memang itu caranya! Mau? (Menawarkan kacang rebus.) Ah.... Mario : (tertawa) Semua pekerjaan punya resiko.. 108.Mengulurkan tangan.. (Kehabisan kata. 154 . Mario 107. dia memang nggak pernah setuju aku ikut kegiatan percuma dan buang-buang waktu seperti ini. 106.. Rayani : Aku mengadu ke mama... Tiba-tiba Rayani gemes sendiri. man! Tidak mampu.. Mario : Hallo. Bagaimana bisa membuktikan. Mario : Eee. Mama malah suruh aku menangis. menangis. tapi aku menangis bukan karena aku bicara kegagagalan tadi. sudah. Marah. Rayani : Aku nggak tahu. Aku Cuma mau Mama tahu kalau aku sudah berusaha...! Di mana? Sekarang? Oke.

Rayani : Aku terus merajut jaring.. Kamu bagaimana sih? Ambil! (Rayani mengambil beberapa butir... Keluar masuk studio dengan wajah coreng-moreng. Rayani : Aku seperti badut yang terlepas dan dibiarkan berkeliaran.. Mario 130.. 132.. Ada yang bilang jumlah air mata saat kita sedih berbanding seimbang dengan air mata saat kita bahagia. mengangguk. Mario 126. aku harus terus. Jadi menangis adalah manusiawi dan berguna.. Rayani 117. pelan) Menangis kalau harus menangis. Mario 128. Rayani 119. Mario : (menghapus air mata) Tadi kamu bukan mau bicarakan itu kan? : (mengangguk) Ya. Jalan masih panjang. semut pun bisa memindahkan gunung. Mario 116.... gitu dong! Kalau keinginan dicampur sama semangat dan usaha . Masih sangat panjang.. Ah. Mario : Nah.. : Yakin waktunya akan datang? : Yang penting jangan terlalu berserah pada nasib! : Salut buat semangatmu. Rayani : Rudi Sudjarwo lebih menantang barangkali! 155 .. 123. : (Semangat) Ya! : Mau? : (senang) Kacang rebus! : Dari tadi juga kacang rebus. Rayani 129. Aryani 131.. Kalau urusan selera. Rayani 135. 122. Mario 114. : Itu hidupku! Aku pikir. Mario : Aku masih belum percaya kalau aku gagal lagi. Rayani 127. 120. Mario : Jangan taruh harapan di tempat yang tidak nyata.. Mario : (membuang napas) Hah! : (membuang napas) Hah! Maju terus pantang menyerah! Kalau sudah bertemu untungnya kali aja kamu main peran utama di filmnya Garin.) Masih banyak kesempatan. 136. Rayani 121.. membentangkan selebar-lebarnya.. Rayani 115.113. Mario 124. Mario : Di usia seperti kita. Gagal di usia seperti kita justru lebih baik. : Apa? : Justru malah baik. : Apa yang baik? Menangis? : (mengangguk ragu. 134. : Hanya masalah selera.. 118. Berdoa sambil berusaha. Rayani 125. kita nggak bisa percaya atau nggak percaya. aku terus berharap.... Masa nggak ada satu pun yang nyangkut?! 133.

. Rayani : Sekolah tidak dapat membuatku yakin bisa menggantungkan harapan. : Nggak tahu. Ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk bisa survive di mana saja. Rayani 139. 151. Mario 138.. Mengajarkan cara memperhatikan dan mengagumi tangga itu. 137. 145. 146. Rayani 141. Hanya diberi tahu. Mario : Sial! Aku nggak paham bahasa kamu! Ngomong yang lain aja! Rayani membolak-balik lembar-lembar skenario. Ilmu pengetahuan nggak selalu bersarang di sekolah kan? 143. Tetapi mereka mengajak kita terbang ke masa lalu melihat kejayaan nenek moyang. diberitahu betapa tingginya langit.Diam.. 149. : Kok gitu? Bokap-nyokap. Mereka menggembar-gemborkan orang lain yang sudah membuat tangga kecil menuju kesana. belajar cara menggunakan hati nurani dikesampingkan.... Kerja pikiran dan respon manusia kan terbatas oleh keadaan.. Mereka tahu apa yang harus mereka beri dan apa yang harus mereka simpan untuk suatu saat. Rayani : Aku nggak pernah yakin bisa mendapatkan itu di sekolah. Mario : Semua bidang memerlukan orang yang cerdas. Nggak tahu mau ngapain. Artis juga perlu punya pikiran intelektual.. Mereka memberi tahu kaki kita menginjak bumi. 148. Mario 140. Mereka tidak mendidik kita bekerja membuat tangga ke langit. warna tanah telah berubah karena waktu. Rayani : Terus mau belajar di mana? : Sekolah banyak ngajarin bagaimana menggunakan pikiran. Mario : Apa adanya sajalah. 147. tapi membiarkan dia bercecer di luaran. setelah itu takut menginjak tanah. Jangan ambisius dong! Ambisi malah akan menjatuhkan kita.. 150. 142. Rayani : Sekolah tidak pernah menampung. tahu? : Mereka hanya tahu aku kepala batu. Mario 144. 156 . Sekolah jadi tempat legitimasi formal pendidikan yang semu. : Sekolah adalah rumah ilmu pengetahuan.. Lulus sekolah kita malah gagap. Mario : (tertawa) Kalau mau begitu kamu ikut latihan yoga aja. Hari gini masih bicara hati nurani? Lagian sekolah nggak akan cukup menampung semua material itu. Rayani : Kita di atas gedung tinggi. Mario : Sekolah kamu bagaimana? Sudah banyak mangkir pasti.

Rayani 167... Kamu nggak ingin pulang? : Di rumah juga tak ada siapa-siapa. (Tersenyum pahit. Seperti apa cahayanya nanti. : Ada yang bilang beberapa orang memilih jalan tol. tidak lulus nggak apa-apa. Casting iklan. Aku sudah lelah jadi anak bawang terus. 153.. Rayani : Huss! Jangan bicara sembarang. Rayani 171. Mario 156. Rayani 161. : Sudah hampir gelap. Tidur sama orang-orang itu? 159.152.. Rayani : Aku kurang apa ya? Kurang cantik? Aku bisa nyanyi. : Ada saatnya. marah. Lama-lama aku bisa lumutan di studio casting. Mario 166. Multi talent. Rayani : (menunjuk langit) Lihat bintang itu. Masalahnya kamu bisa sabar atau tidak? 162. Keduanya punya resiko. macam-macam. Aku perempuan yang dipuji perempuan. Mario : Kamu mau cara mereka? : Aku? Pakai cara itu? Ih. bisa nari. Nggak pernah terpilih yang utama.. lalu menangis... Rayani 165. kalau senja turun. Rayani 163. Kemana-mana kita akan bertemu dua jalan. Kuhitung sudah sembilan kali aku ikut casting film. Rayani : Huh! Padahal tesnya hanya begitu-begitu saja! Adegan senang. Kok kamu yang tanya? Harusnya aku. 168. pernah merasa kesulitan juga. Mario 158. amit-amit! : Mereka sama dengan kamu. nyanyi. Rayani : (tertawa) Kok jadi hilang harapan begitu? : Kesel sendiri aku! Apa harus pacaran sama casting produsernya dulu untuk jadi peran utama? 157.. Mario 170. (Terpekik) Aku suka bintang! 169. Mario : Akan jadi sempurna buat pengalaman hidupmu kalau tiba-tiba keburuntungan itu datang. Mario 160. Hidungku nggak terlalu ke dalam kan? Tinggi sama berat badanku pas kan? Proposional? Apa dari aku yang kelihatan kurang? 155.. Mario : Kalau kamu? : Apa? : Kok nggak pulang? 157 . atau ke kiri. Kalau awal-awal ikut.) Selalu jadi figuran. Nggak ada yang berhasil mulus. Kamu jadi nggak kaget! 154.... Mario : Aku sabar! : (menyelidik) Masa? : (bangun memperhatikan bintang) Bisa! Aku yakin ada saatnya... Aku menarik. Ke kanan. Mario 164.

: Besok di sini? : Entah. Mario 182.. : (Sadar) Oh. Namanya Linda. 176. Aku ingin jadi bintang itu! Oh. 173. (menunjuk bintang) Bintang itu pasti paling terang. Linda bilang dari dulu dia tertarik bakatku. Mengeluarkan tumpukan buku. Kayaknya Linda bakal nyenengin. Terima kasih. Rayani : Rumahku membuat aku jadi penganggur.. Menyodorkan ke Rayani) Buat kamu. Rayani : Apa kubilang! : Boleh aku tanya? 158 .. Banyak kenalannya orang-orang film... (Ke Mario. ya? Aku minta Maaf! 183.... juga talentscout.172.) Nanti kukenalkan kau pada sahabatku. Mario 188. Sebenarnya setiap kali aku ikut casting kami bertemu. Mario 186. Sumpah. Rayani 175. Rayani : Oh? Buatku? (Mario mengangguk) Beneran nih buatku? Kamu nggak nyesel? Aku sudah lama cari buku-buku ini.. Tapi enggan menegurku duluan. Cita-citanya sama dengan kamu. Pertemuan kami unik.. Nggak ada yang bisa dikerjakan... Mario 180.. Aku yakin buku-buku ini akan banyak membantu kamu. Lantaran dia pikir aku sudah punya manajer... Rayani : Dia sudah nggak perlu lagi sama buku-buku ini? Kenapa? Padahal buku-buku ini bagus loh! 179. (Membuka tas. Tadi dia begitu antusias mau mengorbitkan aku.... Aku duluan. Rayani : (Sedih..) Dia sudah pergi. Pencari bakat. yuk! : Aku masih ingin di sini.. Dia aktris. Linda hebat loh.. Ini buku panduan akting. : Kenapa? : Kalau aku cerita sekarang waktunya nggak bakal cukup.. Sebentar. Thanks. Mario : Teman. itu bintang pahlawan! Terus bersinar ketika yang lain redup. Aku harus bertemu seseorang.) Keinginannya banyak. : Pulang.. ya. Nggak apa-apa. Mario : Aku harus mengenalnya. 187. Rayani : Aku minta kamu rawat buku itu baik-baik. Setelah itu kami selalu bersama... Jujur! Aku mulai senang suasana taman ini. Ceritanya kapan-kapan. (Tertawa. : Baiklah.. Aku dan dia sahabatan. ya. Rayani 185. Mario 174. Semua punya kamu? Dapat darimana? 177. 178. Mario 184. aku cari kemana-mana nggak ada... Rayani 181. Tapi setelah lama kami tegur-teguran. Wah jadi nggak repot-repot cari lagi dong.

setelah itu tidak lagi. : Sungguh nih. Abah : Aduh. Nini.) Bunyi dan suara begitu harmoni di telinga. Abah sedang rebahan di tengah balai. Rayani 191. Rayani keluar.. Ah. Meletakkan kepala di paha Nini yang merajut anyaman bambu. Mario 192. Musik seruling atau kecapi dari Sunda. Bunyi air jatuh di kucuran.. kamu kemari hanya untuk kacang rebus? : Awalnya iya. aku akan membuat karangan lagu untuk Nini. : Masa? Kamu nggak tanya apa itu. Nini akan tetap mencintai Abah. mengerti) Oh! Baik lah! (Pergi. Angin sejuk tenang membuai pepohonan. : (mengangguk-angguk. Tetapi tanpa sebuah lagu pun untuk Nini. Rayani 193. Mario 196. Betapa indahnya dunia jika suasananya damai seperti ini. Mereka seolah berbisik menghipnotis sadar. Saat seperti membuat pikiranku segar dan merasa menjadi muda kembali. setelahnya? : Itu pertanyaanmu. Nini dengar. Rayani 195. Nini. Abah.) Suasana inilah yang semua orang cari. Nini.189. Abah tak mau kehilangan suasana indah ini bersama Nini. Nini : (tertawa) Terima kasih. Rayani : Aku duluan. betapa pandai dalam bekerjasamanya alam. Mario diam.. Mario 190. Mario 194. Perasaaku bergetar bagai mojang pertama kali kenal cinta (Tertawa.) : Nggak ada pertanyaan lagi? : (menggeleng) Nggak ada apa-apa lagi dipikiranku. bukan pertanyaanku.. 199.. 197. dan suara burung bernyanyi ikut mengiringi. RUMAH ABAH (Lighting fade in – Suasana sore) Set tempat Abah dan Nini bisa hanya sebuah balai panjang dan sebuah meja tempat kendi air munum dan perkakas seperti piring dan gelas.. Tapi tidak ingin tertidur. burung-burung kecil itu bernyanyi menggodaku? Abah sudah sangat mengantuk. menciptakan harmoni untuk menghantar waktu istirahatku. 198. Mungkin jika aku masih muda. 159 . Rayani : Boleh. Mario sendiri. (Nini tersenyum.

Nini 215. Linda duduk di tepi balai. Banyak saya dengar cerita kehebatan Abah. Meminta yang macam-macam pada Abah. Anak meminta Abah merubah wajah Anak. Linda 214. 206. Abah mengangguk dalam setengah tidurnya. : Nini bisa bangunkan Abah? : (berbisik) Maaf. Linda 212. Nini : Sudah. Nini akan senantiasa di samping Abah.. Nini : Sampurasun! : Silahkan duduk. Nini tidak pernah angkuh ketika berpunya. Nini 204. Nini : Anak ada perlu apa? : Nini masih ingat saya? : Oh. Abah 201. Nini : Bukan Abah tidak ingin menemuimu. : Kalau begitu Nini minta maaf sekali lagi. Abah sudah mendengkur. Nak. Sebentar. jangan ganggu Abah. Abah : Tanpa sebuah lagu pun? : Tanpa sebuah lagu pun. Abah. 205.200. 208. Linda 216. Linda 210. Nini tidak pernah putus asa ketika hidup menderita. Itu menyalahi kodrat.. Kamu sudah pernah ke sini. tidak! Abah tidak pernah sangsi pada Nini.. 213. Nini tak pernah mengeluh menemani Abah yang lumpuh. Abah tidak akan melakukan itu. Nini 211.. : Sebentar saja. Linda : Kenapa Nini selalu menghalangi saya? Setiap kali saya datang Abah seolah enggan menemui saya? 219. 218. Nini 202. Muncul Linda. Nini rela hidup bersama Abah dalam suka dan duka. Abah tahu! Abah begitu mengagumi kesetiaan Nini... Nini 209. Linda 207.. 220. Lihat! Tidurnya nyenyak sekali. Nini tidak tega bangunkan bayi yang sedang lelah ini. : Oh. lalu melanjutkan kerja anyamannya.. Linda : Saya ingin bicara sama Abah. Bicaralah pada Nini. Nini membelai rambut Abah. Linda : Saya tahu sesungguhnya Abah bisa membantu saya. : Kenapa Abah tidak Nini bangunkan? : Abah baru beristirahat. Abah tidur lah. Nini menggeleng. Abah orang sakti kan? 160 .. Nini 217. Nini masih ingat. Nini. ya? : Abah boleh sangsi! : Oh tidak. Di sisi kaki Abah. Abah 203.

pikiran dan tenaga. Linda : Apa salah saya.. Nak. kenapa menangis? 234. Jimat yang pernah diberikan Abah tidak dapat menenangkan hati saya. Anak harus mengaku salah.. telah mengganggu tidur Abah... (Melihat Nini. Kamu harus pergi.. Kami tidak pernah meminta atau menerima balasan jasa dari orang yang kami bantu karena Nini dan Abah memang tidak memerlukan itu semua.. Nini.. 233. Abah tidak memicingkan mata sedikit pun. tinggalkan kami.. Alam ciptaan-Nya sudah memberikan semua tanpa Nini dan Abah minta dari manusia.. nikmat sekali tidur yang hanya sebentar ini.. Tolong saya. Abah memang tidak mau membantu saya? Kenapa? Berapa saja uang yang kalian minta akan saya turuti. 231... Nini tidak bisa membantu anak.. Nini? Nini menggeleng. 226. Nini : Nini minta maaf. 225. Linda : Abah manusia.. Nini : Kamu sudah keterlaluan. 232. Linda : Tolong saya. Tolong. 161 . Nini 224.. Nak.) Ah. 228. Linda : Saya akan menunggu sampai Abah bangun. 227. Itulah cara untuk mengembalikan wajah anak. saya tamu yang tidak diinginkan Abah? : Bukan! Tapi Anak bertujuan ke tempat yang salah.. Linda : Kalian ingin aku menderita. Abah : Ah. Tolong bangunkan Abah untuk saya. 229. ingin aku Linda berjalan mundur tertatih keluar panggung. Saya merasa ada seseorang yang membuntuti saya setiap saat. Nini menggeleng. Nini 222. Nini : (menggeleng) Abah tidak pernah memilih untuk membantu siapa saja. Linda 223. Nini menangis. Linda mengguncang-guncangkan tubuh Abah.. Nini : Maaf. Apa yang dilakukan terbatas kekuatannya. : Jadi menurut Nini. Nini.. Nini diam. Tapi Abah juga manusia. Nini menggeleng. 230.221. Membantu sekuat hati. Nini! Saya tahu Abah bisa menolong. Nini. Anak tak perlu terus sembunyi. Kalian memang hancur. Linda : (emosional) Saya ketakutan... : Nini.

Abah mengambil jemari Nini. Abah : (menghapus air mata di pipi Nini) Tidak... Penuh dendam.235. Abah memang sudah waktunya bangun.. Tidur Abah sedikit.. aku tak ada di sampingmu. Bau darah.. Suasana taman yang temaram sesekali menjadi terang sesaaat terbias cahaya Kilat yang menggelegar di angkasa. tapi berkualitas..... Linda menarik lengan Rayani setengah berlari ke arah Atok. Linda : Mas atok.. tolong saya dong! 162 ... (Menangis. namun begitu menyejukkan. bau kematian orang lain yang membuat hidupmu pendek. Ni. Mario duduk sendiri di bangku taman... Lihat! Aku masih tetap di sini! Akan tetap di sini.. Lelah? Aku tak takluk karena lelah. Karena ketika kau membutuhkan aku.) TANAH LAPANG (Lighting fade in – suasana malam) Beberapa pemuda sedang berlatih drama.. tidak. Mas Atok. Abah tadi bermimpi tentang malam yang gelap... dan bintang berpaling muka karena redup sinarnya. TAMAN Malam turun hujan. Bunyi angin menggoyang dedaunan.. Atok sang pelatih tampak serius memperhatikan teman-temannya berlatih olah tubuh. Isi surat terakhir sebelum kematianmu penuh dendam.. hingga bara yang kau sulut di dadaku dapat kuberikan untuknya. Berhentilah menangis. 237. 236.. Jika bara di dada belum tersiram oleh darah. Aku menunggu saat bulan bulat penuh. aku tetap seekor srigala. Oh.. Tapi Abah bahagia.. Mario : (membaca selembar surat) Penat? Aku tidak kalah oleh penat. Untuk apa mengakhiri hidup sekonyol itu? Aku masih mencintaimu Parwita.. Aku bukan pengecut! Akan kubuktikan cinta yang kau sangsikan. Parwita.. Aku tahu kau sedang memandang marah kepadaku. Aku menunggu saat itu. Aku masih. Bintang itu tidak begitu terang... Ada sebuah bintang yang tak pernah redup sinarnya menyinari Abah.

Pemuda 1 243. 251. Rayani 254. Linda 260. : Atok. Rayani! Halah. kenalan sendiri aja deh biar lebih enakan. Atok 261. Dia yang tulis skenarionya? : (mengangguk) Terus? : Apa? : Terus apa hubungannya dengan saya? : (tersipu) Oh.) Kak Atok kenal penulis naskah ini? (Atok membaca halaman depan skenario. tahu! Pantas sinetronnya laku. Linda 258. Atok : Arswendo Atmowiloto. Item 250. Atok : Sialan! Gua kira ada yang mau ngajak ribut! : Si Item basi banget! : Iya. Atok 263.. 248. Kak Atok bisa aja. Dia penulis naskah-naskah realis. Rayani 252..) Ada perlu sama Kak Atok. 163 . Tulisantulisannya dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Suasana langsung ramai. Linda 247. Pemuda 2 244. Lin. Item : Oh. yuk! Peserta latihan pergi sambil menggerutu. Atok 257. 238. ya? : (tertawa) Bukan. Item melirik genit ke Rayani. Linda : Ada apa? : Iya. Kalian punya masalah? Kami siap bantu kok. Memangnya kita anak ayam? Kok diurus? : Latihan lagi. Ada apa? Anak-anak kampung sebelah mengamuk lagi? : (Tersipu sendiri. kok. Padahal waktu ribut-ribut kemarin kakinya gemetaran. Tahu sih. (Kepada Atok. Tahu sinetron Keluarga Cemara? 259.. Pemuda 3 : Ah. Biasa dipanggil Item. Atok 249..) 256. Pemudi 1 245. : Ngomong aja. Item 240. Item 253. : Oh. : Marjuki. Linda 262. 241. Item 242. dia lari paling dulu! : Wah. jadi mau malu ngomongnya.Latihan olah tubuh buyar.. Atok 239. : (kepada Atok) Rayani. kalau begitu kalian lanjutkan latihan aja lagi! Biar mereka kuurus. iya lupa. Atok : (memperkenalkan diri) Rayani..) Tidak ada apa-apa. Linda 264. Peserta latihan bangun menghampiri Linda. Memang kenapa? : Dia yang tulis naskah sinetron Angling Darma.. : Aku lihat waktu yang lain berantem. 255. Linda : Sorry! Ada perlu apa? : Ngomong-ngomong kenalin dulu dong temannya. 246. Linda : (Menyodorkan naskah.

Rencananya sebentar lagi naskah ini diproduksi. Katanya saya mirip Yati Oktavia waktu masih muda loh. Saya mau kasih surprise ke orang-orang kampung! Biar mereka tahu sendiri kalau saya bintangnya. kok saya dibilang mirip Yati Oktavia. Kak Atok sama Item jangan bilang-bilang ke orang lain dulu ya. langsung gabung latihan sama kami. (Merogoh tas. kok bisa lupa namanya. Syumanjaya. 275. kalau mau belajar. Di mana saya taruh. Atok 267. Kata sutradara saya itu film bagus. : Hah? Latihan kayak begitu? Nggak mau. Padahal tadi sudah saya catat di tissu loh. kapan ada waktu ajarin saya akting? 270.265. Atok 271.. Linda : Ah.) Ketinggalan di tas satunya. iya. yang penting dikasih kesempatan untuk jadi bintang filmnya.. : Ah.. Makanya. Kak Atok.. Akting begituan loh yang paling sulit. Jadi penasaran. Linda : Yang Muda yang bercinta. Linda : Oh. Buat apa tanya-tanya ke orang yang punya niat baik sama kita. Itu kan latihan akting teater. (Pause. Linda : Iya deh saya mengaku. Iya. (Meletakkan telunjuk di bibir. 164 .) Sebenarnya saya diminta mempelajari naskah ini. Linda. ah. judul aslinya Yang Muda Yang Bercinta.) Ssstt. aktris-aktris yang dapat piala citra.. (Menyodorkan naskah. saya tidak mau latihan begitu. kan? Ngomong-ngomong Kak Atok pernan nonton film Yang Muda Yang Bercerita? 266. Linda 274. Eee. Dasar pikun! 268. Apa coba? Nggak nyambung bangetkan? Kalau alasan lain saya tidak tahu kenapa. Saya mau latihan cara mengeluarkan air mata yang banyak. Sutradaranya bilang saya paling cocok jadi peran utamanya. Atok 273. Atok 269. Linda : Syumanjaya. Itu film puisi kan? Saya mau cari vcdnya ah. tapi latihan olah tubuh. maksudmu? : Oh. ya? Dia bintang lawas banget kan? Linda sih dibilang begitu masabodoh saja. : Joged-joged kayak orang gatel begitu? : Itu bukan joged-joged. Saya diajar akting film dong. padahal wajah kami tidak ada miripnya sama sekali kan? Mungkin dari body kali. ya? Film itu garapan sutradara. Gunanya supaya tubuh kita fleksibel dan tidak kaku. 272. Item : Latihan akting memang seperti itu. ya. ya? Soalnya banyak sair-sair bermutu di cerita itu. Capek-capekin aja.) Tidak tahu kenapa. kalau saya dapat peran utama ini. Tiba-tiba tertawa. siapa itu? Aduh.

buat Item hal kecil.. Linda 279. Saya mau pemanasan sendiri dulu. 292.. Item 285. : (kepada Rayani) Kamu mau ikut proses? : (terkejut) Saya? : Bang Item mau ajak Rayani main teater? : (kepada Rayani) Mau tidak? : Main naskah apa dulu dong? Terus perannya apa? : Antigone! : Antigone? Wah. kalau saya suka sekali memainkan peran yang beruraian air mata. Atok 284.piala vidia atau oscar biasanya meranin tokoh yang berlinangan air mata kan? Beberapa peserta latihan bubar untuk istirahat. ya? 291. Ini cerita tragedi Yunani. Linda : Bukan kamu. Atok 282. Item 294. Apalagi jadi peran utamanya. Tok! Pas sekali kan dengan yang kita ingin untuk naskah ini.) Ayolah! Mau kan? : Ih. nama yang bagus sekali! Itu nama apa? Kayaknya nama kota di Perancis . ngobrolnya kita lanjutkan nanti. (Kepada Rayani. Oedhipus Di Kolonus. Tok! Break! Break! Habis istirahat kita masuk adegan. 278. Antigone adalah nama tokoh utama perempuan di naskah ini. 297. Linda 295. Item : (berbisik kepada Atok) Kita kan kekurangan pemain. Item : Bukan! Ini nama tokoh dari cerita trilogi Sophocles. Oedhipus Sang Raja. Aryani 286.. Bagaimana kalau kita ajak Rayani main? 281. Item : (menghampiri) Latihan pemanasannya sudah selesai. Linda 289. ya? Terus kapan waktu buat saya? : Tenang Lin. Item : Kak Atok mau latihan. 283. Item maksa-maksa! : Saya. : Sangat mau! (Kepada Rayani) Biar aku yang putuskan! Rayani terkejut. 280. Item 288. Aryani 296. Item : Rayani? : Cewek teman Linda itu! Lihat karakter wajahnya. 277. Linda : Aku pikir-pikir dulu. Kalau ngajarin akting saja. Linda : Oh. Item : Kamu mau menerima tantangan ini? 165 . dan Antigone.. Atok : Oke.) Maaf ya. tapi Rayani! (Kepada Rayani lagi. cerita tragedi? Ceritanya bisa bikin penonton menangis kan? Tadi saya sudah bilang Kak Atok. Linda 287. Item masih stand bye untuk membantu kamu. Item 290. 276. Sayang saya tidak ada waktu! 293.

310. Atok pergi. Item : Tidak ada kok.) Perhatian! Perhatian! Grup sudah mendapat orang yang cocok untuk Antigone! (Seperti MC di pagelaran tinju) Perkenalkan. Aryani 306. memberi isyarat pada peserta latihan membuat lingkaran... : (menarik lengan Item) Item! Kita harus bicara dulu sama anakanak! 302.. Rayani 301. ya.) Baca saja dulu naskahnya! 300. Linda : Tapi. Mendengar koor mereka terus bikin kepala pusing! 303. Sumpah! (Menyodorkan naskah.. Sampai ketemu lagi Bang Item.. kok! 307. (Kepada peserta latihan. : Iya saja. Item : Tapi dia tidak bisa ikut latihan hari ini. Item : Bye. Kak Atok! Bye semua! Atok mengangguk. Besok aku ke kostmu untuk kasih jadwal latihannya. Linda 313. 305. Masa mereka latihan koor terus. : Bye. Atok : Ya sudah. Anak-anak. kapan tokoh Antigone muncul dalam latihan. tapi di cerita Antigone ini tidak ada adegan pornonya kan? 299. : Oh. Linda : Oh... aku paham. terima kasih Bang Item.. mau. Sudah ditunggu untuk latihan di studio.. 166 . Lin. Item 314. Item : Maksudku bukan itu. mau! Sekarang sudah yakin? Eh.298. Lagipula yang ikut latihan sudah sering mengeluh. Linda dan Rayani hilang di tikungan. Atok 304. Apa perlu saya ulang? Mau. : Bye. tidak ada. 308. Linda : Kan saya sudah bilang mau. : Bye. Atok : (menarik lengan Linda) Sebentar. Linda 309. : Bye.. Item senyum-senyum genit. : Tidak apa-apa. Kalau begitu saya pergi dulu. (Kepada Atok) Aryani setuju.. Item 312. Item : Tenang. Aryani! Peserta latihan bingung.. Nanti kalau kebanyakan koor mereka seperti para wakil rakyat kita di senayan sana. Aku paham. Linda 315. Bye. 311. Bingung! Terus-terusan koor. Waktumu aku yang atur. Tok! Anak-anak biar aku urus.

soal itu mudah. Item 361. Tem. bagaimana? 364. tenang. Pemuda 3 344.. Jangan ngomongnya kayak orang mau berak! 349. Pemudi 1 345. Pemuda 2 341.. Betul! : Pokoknya aku tidak setuju kalau dia jadi Antigone. bagaimana nih? : Aku pikir-pikir dulu. Pemuda 1 346. Item 340. Item 363. Pemuda 3 368.. Pemuda 4 : Cara bagaimana yang benar? : Harusnya dia dikasting dulu. Tem! : Tenang... Item 318.. Atok 342. Item 347. Tunggang-tunggingan. mudah. biar kita tahu kemampuan beraktingnya. kepalamu! Kita sudah latihan berbulan-bulan. Item : Ada apa. Pemuda 1 139. Pemuda 2 348. Tok. Kalian pernah bilang untuk cari partner main kan? Kalian perlu Antigone cepat-cepat dimunculkan. : Aku nggak setuju dia jadi Antigone! : Aku juga.. Ke laut aja luh! Kalau mau ngomong. Perempuan 1 : Kok aku nggak pernah dikasting jadi Antigone? Tiba-tiba orang yang nggak jelas dari mana datangnya ditawarin! 359. 343. Pemuda 3 : Alah. Sedang mereka lihat latihan olah tubuh saja kelihatan jijik begitu. Koor 367. : Bergaya apanya? : Ngasih peran ke orang lain kok tidak bicara dulu sama kita-kita? : Tanggung jawab. Perempuan 2 360. Item : Tapi bukan begitu caranya. ngomong yang jelas. 317. Pemuda 4 : Aku boleh mencalonkan diri jadi Antigone? : Jangan Noni. Tok? : Bergaya luh. tapi cara kamu salah. Atok : Betul. Atok : (memanggil) Item! Item berlari menghampiri. : Kenapa? : Nggak setuju aja! : Gua nggak mau dengar gerutuan nggak jelas. : Nah. 167 . Kalau nanti ternyata baca dialog bisanya aa. gua dengerin... Apa bisa diandalkan? 366. Item 369.. uu.316. : Nggak perdulilah siapa yang jadi Antigone. : Mudah. 362. cool man! Aku paham kegelisahan kalian. Tem. kamu sudah cocok jadi Ismene. Item 365. ii.

musik siap? : Siap. Tapi kamu langsung mengiyakan. Tok. strophe 1. Lin. dibisnisin.. Nanti jadi sufi. Aku setuju pendapat teman-teman.370. Koor 375. Eby : Siiip! : Konsentrasi. Kita bisa jual tiket masuk. Semua pemain siap pada posisinya masing-masing. kamu. Item : Alah. Kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan kamu di sana. Aku ingin kau ikut latihan bersama mereka. Semua khorus bernyanyi..) Terima kasih. Masa capek-capek latihan kalian tidak dapat apa-apa. Ini perlu pertunjukan dibisnisin. Ra. Kamu tak perlu ikut naik panggung. Semua memang sudah dalam rencanaku. Linda : Itulah maksudku. man. 381. 374. apa-apa pikir-pikir terus. Tem! Latihan. baik. Rayani 380. ya. Rayani : Kan bisa dipikir-pikir dulu. Rayani dan Linda masuk. Item : Terserah kalianlah. Atok 376.. Linda : Tapi aku tidak bisa bagi. Kita harus test kemampuannya dulu untuk menjadi Antigone. Kambing juga kamu. Tok! 371. Malah maunya aku malah taruh pemain bintang dipertunjukan kita. Susah pikiran! Setidak-tidaknya kamu hargai aku dong yang sudah tenar masih mau capek-capek mengurus grup sandiwara kamu. Musik on. Jika sudah saatnya kamu berhenti. 379. Masa padamu negeri terus. : Santai. Tem. Khorus siap? Koor membentuk komposisi. 377. 373. Atok : (Bangun. Paling nggak dapat uang lelah dong biar sedikit. hanya ikut latihan. Menari. Perlu waktu banyak untuk ikut kegiatan itu! 378. Lin? 168 . Ra. kamu berhenti! Kamu perlu alasan ke mereka? Tenang! Biar aku urus. Atau pengganti uang transport. TAMAN (lighting fade in – Suasana malam) Bulan di pucuk daun. Biar pertunjukan bisa dijual. Emas harus dipoles oleh tukang emas.. Rayani : Kamu mau bikin aku gila. Aku akan terus memperhatikan kemajuan kamu. Eby. kamu Tok. Biar ada uang masuk buat grup. Berdebat. Ayo mainkan musiknya. 372. yuk! Kita mulai dari ode pertama. adegan khorus masuk. Atok : Baik.

(OS) Linda 392. Barangkali orang yang lain. setelah itu kerja lagi.) Benarkan itu Linda? (Rayani mengangguk. (OS) Mario : (marah) Rio! Apa-apan sih kamu? : Permintaannya di luar batas.. lepasin! Bangsat ini ngacau terus kerjanya! : Tenang semua! Tenang! Ada berapa orang sutradara di sini? Ayo jawab! Gua barusan tanya. Apa kita pernah bertemu? (Linda menggeleng.) Perkenalkan. bukan. Bang! 169 . namaku Mario. Linda pergi. Muncul mario. 382. Masih berburu suasana tenang? Masih suka lihat bintang? (Melihat Linda) Oh? Kamu pasti Linda! (Menjabat tangan Linda. Ekor matanya melirik ke dalam tas. 389.. Rayani duduk di samping tas Linda yang terbuka. tau nggak? Tukang Pel mencuri dengar. Pusing! Gua minta minuman. Kok pada diam? Kuda Nil kalian semua! Siapa saja yang merasa gerah berada di dalam ruang ini lebih baik keluar! Dari pada mengganggu terus! Kepala gua pusing nih. kalian! Apa kabar? (Pada Rayani. 388.. Bicara dengan orang di seberang. Rayani 385. Apa kabar? Sebentar.) Oh. 383. Linda membuka tas. kau tega melewati purnama? Bahkan Raja Kaligula rela keluar istana hanya untuk mencari bulan. Hallo? .Suara dering HP Linda. (OS)Rayani 390.. Mengeluarkan sebuah senjata api. Rayani mengangguk. Linda berjalan menjauh.... Ton! 393. Linda : (Sinis) Aku kenal kamu? (Pada Rayani) Aku harus pergi. 391. (Kepada Rayani) Kapan kita ngobrol-ngobrol lagi? Sekarang malam purnama.. Bulan terlihat lebih lebar senyumnya dari sini. Wajahnya terkejut. Mario : Aku sedang tidak enak untuk bercanda. Menutup tas. sebentar.. Mario : Hey. Linda : (pada Rayani) Sebentar.. Tangan Rayani merogoh tas Linda. : Mau kemana? Linda. (berbisik. (OS) Sutradara : Hei. Mario 386.. Linda 387. STUDIO CASTING (Fade in – suasana pagi) Seseorang sedang mengepel lantai..) Dia cantik. Rayani menengok ke Linda yang sedang membelakanginya. 384. mengambil HP.) Aku pikir kamu sudah melupakan taman ini. (OS) Anton : Iya. : Oh? : Aku harus pergi. Rayani cepat-cepat memasukkan senjata itu ke tas Linda.

kamu itu siapa? Kita butuh mereka untuk Rayani. dia itu sungguh-sungguh mau jadi pemain atau tidak! 407. 398. 405. Mario 401. Linda : Ada apa nih? : Kamu bagaimana sih? Kok bikin rusuh? Kok ikut-ikut jawab pertanyaan sutradaranya segala? Sudah untung loh kamu boleh ikut ke dalam ruang kasting. amanin temannya Yani dong! : Iya. Hey ikut saya kamu! Pintu terbuka. (OS)Linda : Linda. 402. ya! 395. Menggerutu. Mario 399. Mario : (berbisik. Terus jadi ill feel gara-gara ulah kamu. Muncul Linda menuntun lengan Mario keluar ruangan. Sebenarnya kamu tadi lihat kan. tolong bikinin teh pahit untuk Abang. Muncul kepala Anton. kamu! Tadinya saya yakin dia akan mengambil Yani sebagai tokoh utama dalam filmnya. Sudah jelas tadi sutradaranya tertarik. Saya lihat matanya bersinar waktu lihat Yani. Anton : Anjing! Belum ambil gambar aja repotnya sudah begini! Jepri. Tukang Pel : Oh ya. (OS) Anton 397.. kamu malah bikin ricuh.) Rayani hanya ditest. 403. Itu pun aku harus bujuk-bujuk assisten sutradaranya. 396. Anton 404. Linda : Mana saya tahu! : Saya pikir ada kamu di sampingnya bisa bantu mendorong sutradaranya senang dengan Yani. Eh ini tidak. Mario : Dari mana kamu tahu dia suka Aryani? Pintu terbuka. Ton! Tukang Pel meninggalkan alat pelnya.) Pandangan matanya sama ketika dia melihat perempuan-perempuan cantik! Laki-laki mata keranjang! Tukang Pel membawa teh. masuk ke dalam. Tapi gara-gara kamu semuanya bisa berantakan. Kamu pikir di dalam tadi sidang kelas? Pakai ada interupsi segala! (Sedikit keras) Mau apa pakai sok melarang Rayani buka kancing baju? Apa sih ruginya disuruh begitu? (Keras. Mario : (keras) Halah! Tes apa? Ngetes kok pakai cara cabul begitu? 170 . 394. 406. iya. tahu? Kamu tidak tahu kan? 400. Linda : (berbisik) Sok tahu.Anton muncul dari balik pintu. Linda : Ssst! : (berbisik) Saya tahu kok pandangan orang suka. saya sudah beri isyarat supaya kamu diam? Disuruh diam malah tambah ngaco! Tahu diri dong. Hampir menabrak Tukang Pel..

tetap saja itu pelecehan. Mario 419. Iya kan? 416. Sekarang saya tahu siapa kamu! Saya tahu kamu sebenarnya tidak ingin Yani jadi bintang. 409. Tukang Pel 428. Linda : Aku tidak mau ada orang berniat macam-macam sama Rayani. : Bukan karena alasan lain? Diam. bicara macam aktivis HAM lagi. Mario : Alasan apa? : Kamu cemburu kan? Dia sutradara dan lebih tampan dari kamu! : Eh. Tentu dia akan berpikir seribu kali meminta Rayani sungguh-sungguh membuka kancing baju di depan kita. Linda : Kamu pikir saya main-main? 171 . 422. Tukang pel keluar dari ruang. Mario 421. Linda 426. Mario 423. Linda : (keras) Kamu ini bodoh apa bego sih? Test kesungguhan tentunya! Jelas-jelas dia minta di depan kamu. 425. melemparkan ke wajah Mario. 412. Mario 417. Linda : Alah. Tukang Pel : Ssst! Linda dan Mario diam. Mario : (berbisik) Dilecehkan? Dilecehkan apanya? : (keras) Apa untuk tahu seberapa besar bakatnya. Linda membuka sebelah sepatu. Linda 430. : Taik kucing! Jangan menipu kamu! : Kok dikatakan menipu? : Kenapa tadi kamu terus menghalang-halangi Yani? : Kamu sudah tahu alasannya. Mario : (keras) Aku tidak mau Rayani dilecehkan. Linda : Aku mendukung dia jadi apa saja yang dia inginkan. berarti sutradaranya kan tidak sungguh-sungguh!. tahu nggak? Linda diam. Mario 427. Seseorang melanjutkan pekerjaannya. 415. Linda 414. Linda 424. banyak kru lainnya. Linda 420.408. 431. Sok. Linda 418. Mario 410. 413. Mario menuju pintu studio. Rayani harus buka kancing baju? Kalau pun dia tidak sungguh-sungguh. Mario 429. : Berniat macam-macam apa? Bukan kamu saja yang di sana. saya teriak! : Teriak aja sesuka kamu! Mario memegang handle pintu. mulut kamu lebih berbisa dari mulut ular. Mario : Mau kemana kamu? : Mengajak Yani pergi dari neraka ini! : Ssst! : Persetan denganmu! : Kalau berani masuk. 411.

. Mario 439. 435. Bang. Satpam 1 terjatuh. lepaskan dia! : (panik) Wah benar. : Maaf... : (marah) Bangsat! Kamu mau mengingkarinya? : Aku tak kenal Parwita. Linda menjerit-jerit kesal.. Linda : (ke tukang pel) Hey.. Mario 441.. bukan akting! : (tak percaya) Ah. Anton 446.... Kedua Satpam berhasil Membekuk Mario.. 433.. Linda 436..... Anton : (menjerit) Ada apa dengan kalian? Hey. Anton keluar... Mario 437. Menarik Mario. 172 . : (takut) Parwita? : Kamu membunuhnya.. Bunyi peluit. Mbak.. Satpam 2 mengambil ember. 443... Linda 451. : (tertawa) Gua senang akting luh! Tepuk tangan.. Sayangnya Satpam 1 sudah lebih dulu berhasil mendorong Mario ke sudut.Membuka satu sepatunya lagi. menyudutkan Linda di dinding. Anton 448.. Kasihan keluarga saya. saya nggak mau ikutikutan. Tubuh Linda basah kuyup. Mario mencengkram leher Linda. Mario : Lepaskan. Dua orang Satpam itu mencoba melerai. Mario 444.. Cepat panggil keamanan. melemparkan air ke Mario.. Linda 440. 445... 432. Kalau ikut-ikutan saya takut saya sendiri yang susah. 442... : Ini untuk semua yang pernah kamu lakukan pada Parwita. Aku lebih sekarat. Sutradara 447.. Saya hanya tukang pel. lepaskan tanganmu! Mario menggeleng... merangsek ke arah Linda. Anton dan dua orang satpam masuk. Sutradara 452. Linda : (hampir hilang napas) Tolong. masa sungguhan? : (menjerit) Hei.Linda 434. : (Marah) Lepaskan tanganmu! Dia sekarat. Anton : Iya. Mario tidak dapat menahan emosi.. Ton. : Tidak! Aku lebih sekarat.. Pergi ketakutan meninggalkan pekerjaannya. Tukang pel : (tercekik) Cepat tolong. Anton di balik pintu setengah terbuka. Satpam 2 membantu. Ton! Panggil keamanan! 449. Sutradara : Itu sungguhan Mas. Kepala Sutradara. sungguhan. : Aku tak kenal Parwita. Tolong saya dong! Tukang pel ragu-ragu. Sutradara : Tidak! Dia telah mebuat hidupku berantakan. 450. Linda 438. Mario berontak mendorong Satpam 1. Satpam 1 menyergap Mario..

173 . Sutradara : Pakai handukku aja nih Ton. Mario 454. Lelaki : (nada ketakutan) Baik. SEBUAH RUANG 464. Lelaki 466.. Besok harus sudah ada beberapa yang kau bawa kemari! 467. 456. Pak! Saya tidak bersalah! : Halah! Sudah jelas-jelas kamu bikin onar kok pakai bilang tidak bersalah! Beraninya lawan perempuan kamu. Linda lunglai.) Tuh kan. Anton 460. Sutradara menutup pintu dengan wajah bertanya-tanya. ternyata pengecut dia. 465. Boss.453... : Kamu tidak apa-apa. Jangan sampai mereka punya anggapan aku tukang tipu. Anton : (Mengulurkan handuk) Kamu aman sekarang. Anton 457. Satpam 2 : Siap. kapan? Aku tidak mau tahu.. Sekali kita lengah kawat tali tiba-tiba melilit di leher. Menangis sesunggukan. Satpam 1 : Lepaskan. Bawa dia ke pos! 455. Boss. 458. Aku hanya ingin sendiri! : Baik.. kan? : (menjerit) Aku tidak apa-apa. Pria Cangklong : Kapan kau bisa bawa perempuan-perempuan itu? Kau tahu sifat klien-klien kita terhadap orang yang keleleran dan lambat? Mereka sangat cepat seperti bayangan. jatuh duduk bersandar tembok. Ayo coba lawan saya sini! (Mengeluarkan jurus-jurus pencak silat. Linda 463. baik! Anton masuk ke dalam studio.. Pak! Kedua Satpam membawa mario pergi..) Ayo maju! (Tertawa. Anton 462. Melemparkan handuk kecil yang menggantung di bahunya 459. : (mengambil handuk dengan terpaksa) Aku ingin sendiri. Saya janji! : Secepatnya-secepatnya. Sutradara : (ke Sutradara) Ada yang punya tissu? : (ke dalam ruang) Ada yang punya tissu? Sepi. Pria Cangklong : Secepatnya.. Anton mendekati. Linda 461.

. Rayani : Tidak! : Aku tidak mau tahu lagi! : Kamu tidak mengerti. Begitu kan? 473. 479. Aku perlu seseorang untuk menghilangkan perasaan itu.. Aku berusaha meyakinkan diri dan berkata pada diriku bahwa ini aku. Rayani sesunggukan di bahu Mario. Mario 484. Membuatmu bodoh dengan keinginanku. 174 . Aku janji! Rayani menunduk.. Rayani : Aku selalu merasa bukan diriku yang berada di situ... Merangkul Rayani.. Ra.. Mario : Aku ingin kau tahu satu hal. Mario 476. Rayani : Bukan. Terlena kehangatan membaca bahasa hati masing-masing. Rayani 481. : Kamu menuntut pengertianku? Baik! Kamu ingin aku mengerti apa maumu? Berhenti mengejar mimpi ini kan? 477. : Berhenti menyesali diri. Ra. Diam. 486. : Dan lagi-lagi mereka tidak memilihku jadi bintang. Mario 474. Rayani : Kamu sudah lakukan sepenuhnya tadi.. Rayani 475.. Rio. Rayani : Apakah itu penting kuketahui? Kalau memang.. ini aku. Mario 472.. Mario 478. Rayani : Kau tidak ada di situ! Kau tidak ada! : Maaf. ini aku. tapi aku nggak mampu. 487.. Mario 482. Ra. Aku jadi ikut merasa bodoh. Tapi aku yakin kau tak mungkin percaya. Mario : Mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjagamu. Maaf! : Kamu benar. bukan itu. Rio? Kamu tahu betapa tertekannya aku di dalam studio. kau telah jadi bintang buatku..... 483.. 468.. Ra..TAMAN Rayani duduk dengan wajah kusut. Rayani 485. 480. aku menaruh harapan di tempat yang tidak nyata. Aku selalu takut kalau aku salah.... Rayani 471.. : Dan aku memang seperti katamu. Mario memandang kosong ke depan. Mario : Suatu saat harapan itu di tempat nyata... kuatir mereka tidak memandangku.. bicara dengan teman di sampingnya.. 469.. : Aku memang ambisius.. Mario 470. Saling merangkul... : Tak perlu persetujuan mereka. Mario : Ini aku. Mereka duduk di bangku. : Di mana kamu.. 488. semua obsesi-obsesiku. karena aku tidak mengesankan apa-apa kepada mereka. Rio.

Rayani 494. Ra! Kau harus percaya dan menerima ucapanku. Rayani 500.489. Linda : Linda sahabatku...... Mario : Aku tak punya maksud apa-apa padamu. Aku tak ingin kau seperti Parwita.. Linda merogoh tas. Kumohon Linda.. 509. Dia jadi sakit karena cemburu! 502. Ra. Sudah lama aku ingin mengingatkan kamu. Rayani 496. 492. 175 . Dia tetap sahabatku.... Mario : Menjauhlah dari Linda! Rayani terpana tak percaya. : Kamu bicara apa? : Kau tak berhak mengatur aku! : Dia ingin menjualmu! : Jaga bicaramu.. Mario 498. 503..... 491. Aku ingin kita cepat-cepat pergi dari sini.. Mario : Ia anggota komplotan penjual gadis-gadis ke luar negeri. Beberapa perempuan termasuk Parwita sudah menjadi korbannya. 506. Rio! Aku benci kamu. Linda beku. Rayani : Kenapa kamu pakai cara ini? Aku bukan anak kecil. Mario 493.. Mario : Hal ini sangat penting kamu ketahui.. Mario 504. Mario 501.. Mario : Dengar aku. 510. Aku tak mau mendengar omongmu. Linda 497. 508. Ra. Mario 495... Rayani 505... Dia ingin menjebakmu. Rayani : (menahan Lengan Linda) Cepat kita pergi dari sini! Aku tak ingin melihat dia lagi. Ra.... Rio.. Rayani 507.. Linda : Menjauhlah dari Linda. Mario tersedu. Ra. menatap marah pada Mario. bangsat! Menjauh dari dia. Mario jatuh berlutut. : (ke Mario) Bangsat kamu! Rayani menutup kedua telinga dengan tangannya. 490. Rayani : Percayalah. Aku hanya ingin kau mendengar kata-kataku. 507. Linda datang ke arah mereka. Rayani : Aku tak mau mendengar omonganmu. Linda 499. : (marah) Apa-apan kamu? : Aku sudah tahu sepak terjang komplotan mereka... Kau dengar? : Kenapa? : Dia berbahaya! : Maksudmu? : Jangan dengarkan! : Sungguh.

.. Tapi ternyata aku tak mampu melakukan apa yang selama ini kupendam... Aku tidak dapat membalaskan sakit hatimu.. Salahkan aku Parwita.... ya? Kenapa tidak kamu saja..... Pria Cangklong : Dengan yang lebih cantik dan lebih hot tentunya. Perempuan : Bukan Boss. Boss.... Pria Cangklong : Katamu dia bisa kau bawa? Kau bicara begitu meyakinkan saat itu. Boss! Sumpah demi bintang yang bersinar di langit! Tapi saya minta uang saya dahulu. Saya sudah hampir mendapatkan dia Boss. Perempuan : (tenang) Kapan? : Besok. Seperti tukang obat murahan di pasar yang becek dan bau... Saya janji. Kesusahan dan penderitaan yang kupendam setelah kematianmu pupus karena perasaan cinta.511... : (napas tersenggal) Oh.. Maafkan aku. 176 . Kamu juga cantik. Boss jangan kuatir.. (tiba-tiba marah) Aku tidak suka dipermainkan! Aku mau anak itu! Mereka menginginkan anak itu dan aku sudah berjanji untuk mengirimkan kepada mereka! 519... Aku sudah menemukan buruan kita.. untuk yang satu itu saya tetap berjanji membawanya! 520.. Perempuan : Dia sudah di bawah pengaruh saya.. Pria Cangklong 521. ya? Kamu sudah gantikan dia? Dengan siapa? Perempuan mana? 517. Sebentar lagi.. Mario : Maafkan aku Parwita... Pria Cangklong : (menggebrak meja) Kalau saja apa? Kalau saja gerak-gerikmu tidak tercium oleh seseorang? Dan kau jadi kucing ompong yang dipermainkan kecoa? 515... Parwita... Pria Cangklong : (mengangguk) Oh... Maafkan aku. Sebentar lagi... Ah.. bukan itu.. untuk gadis yang satu ini..... Saya perlu uang untuk membujuk dia. Perempuan 518. 513. Perempuan : (menggeleng takut) Saya tidak akan main-main. Lagipula saya sudah ganti dengan yang lebih cantik dari dia kan? 516. SEBUAH RUANG 512. 514. Tidak ada seorang pun tahu pekerjaan saya.. Boss.. Kalau saja.. Buktinya saya masih bisa membawa beberapa ke Boss. Parwita.... Ternyata aku hanya seekor rubah pengecut yang tidak dapat berbuat apa-apa.

ya? : Ah.. Pria Cangklong : Kau perlu uang? Selama ini kerjamu bagus. Secepat bayangan Sabron menjerat leher perempuan dengan tali. Pria Cangklong berbalik membelakangi kegiatan Sabron. 528. (Memanggil) Sabron! 523. Perempuan mana yang tidak suka ke salon? Boss ingin melihat mereka cantik kan? Pria cangklong tertawa... Perempuan tertawa. si boss kayak nggak tahu aja... 529. Perempuan menghitung uang. Pria Cangklong : (setengah gelak) Anjing! Kau dengar apa katanya Sabron? Sabron mengeluarkan tas uang. : Berikan dia imbalan hasil kerjanya. Sabron. tewas. Pria cangklong 527. Pria Cangklong : Setelah ruangan ini bersih. Perempuan menghitung uangnya. Tertawa tergelak. Perempuan menggelepar. Boss. Kau bisa menggantikan dia ke salon. Membuka di depan perempuan. Sabron 524. atau cepat-cepat ke sauna untuk menguras keringat yang beracun di badannya. : (tertawa) Oh.522. tapi belakangan aku sering merasa dikecewakan.. Sabron kembali ke belakang perempuan. SELESAI 15 April 2006 177 ..... Sumpah demi bintang yang bersinar di langit. ke salon. Perempuan 526. Mungkin dia ingin make up untuk menghilangkan kerut takut di muka.. Perempuan menoleh ke arah sabron. Aku takut kehilangan kau. Pria Cangklong : Siap. Sabron mengeluarkan tali dari saku celananya. Sabron tetap berdiri seperti biasa. curiga. sayang. (Ke Perempuan) Bukan begitu? 525.. Sebab kau pekerja terbaikku.. Perempuan : Beberapa ratus ribu sisanya untuk itu juga.

hanya suara saja) EMAK JOKO PARA PENARI/PROPERTY MAN/HEWAN PELIHARAAN 178 . 6. 2.(NOMINATOR) “ SANDAL JEPIT “ Karya : Herlina Syarifudin Para pelakon : 1. 4. 3. 5. JOKO PEGGY LALA ‘MASKOT’ (tak berwujud.

nanti gosong. ADA YANG MENJADI MEJA. PROP RAK SEPATU DIISI DENGAN SEPATU DAN SENDAL.ATAU ALAT MUSIK TRADISIONAL LAIN MENYESUAIKAN DAERAH MASING-MASING. RUANG TENGAH RUMAH JOKO ) (DARI BALIK WING TIBA-TIBA BEBERAPA SENDAL DAN SEPATU DILEMPAR TAK BERATURAN KE DALAM PANGGUNG. TAMAN KAMPUS) PEGGY : Kemana sih anak kampung ini? HP tak diangkat. Nak. jelek-jelek. (HP DIBIARKAN TERUS BERBUNYI. nenek trembel pasti mau berkicau lagi nih. Pagi-pagi sudah berisik. LAMPU GENERAL SUASANA TAMAN PAGI HARI) ADEGAN 2 (PAGI. Itu angkat dulu sebentar telponnya. rotanpun jadi. telpon rumahpun tak disentuh. gigih juga dia. MEJA DITARUH PESAWAT TELPON – LAMPU FADE IN) ADEGAN 1 (PAGI. DIPADU ALAT MUSIK MODERN. ini apaan sih. Emak lagi menggoreng tempe. sulit bagiku untuk meninggalkannya. Kan tenang. (TERIAK) Maakkk ! Joko berangkat dulu. (JOKO MENGAMBIL SENDAL JEPIT SEADANYA. PADA MENIT TERTENTU PARA PENARI BERGULINGAN LALU MEMBENTUK FORMASI PROPERTY PANGGUNG. LAMPU BLACK OUT. Bodo ah. Tak ada akar. LANTAS PERGI) EMAK : Hati-hati. TELPON RUMAH TETAP BERDERING. (TIDAK ADA SAHUTAN. kenapa cuma satu. TELPON RUMAH BERDERING) Ugh. PIANO. DIIRINGI FADE IN OMELAN JOKO) JOKO : Ugh. Males ah. rumahnya jadi rumah hantu? Masa tak satupun ada yang ngangkat telpon? Benar-benar keluarga super ajaib. DAN GANTUNGAN BAJU – FREEZE. Diam kamu telpon! Kalau tidak. RAK SENDAL/SEPATU. SELANG BEBERAPA DETIK KEMUDIAN. (LAMPU BERUBAH. (HP JOKO BERBUNYI) Aduh. GITAR DAN DRUM. KURSI. DIIRINGI ALUNAN MUSIK GAMELAN . . (TELPON LALU BERHENTI BERDERING) ’MASKOT’ : Nah.PEMBUKA (TAMPAK PARA PENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKI BERGERAK. aku banting nanti. ditaruh dimana sih sepatuku.FREEZE 179 . MEMBENTUK KOREOGRAFI GERAK YANG HARMONIS. Apa kalo pagi. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH MENJADI POHON DAN KURSI TAMAN. Hatiku sudah pantang berpaling darinya. gitu. Tapi. (JOKO MENUJU RAK SEPATU) Walah.) ’MASKOT’ : Aduh.

Sok idealis. Butuh proses. Realistis sajalah. Sorry ya. LALA : Peggy.. gaya hidup negara kita tanpa disadari memang plagiat total dari seberang. Dasar manusianya saja yang tidak bisa mengontrol hawa setan. Bagiku. Joko is the best deh. Love is Blind. Resikonya kamu memang harus sabar. yang aku utarakan tadi itu sudah sangat realistis. Sayangnya. mungkin hanya akan sebatas angin semilir saja yang kita nikmati dengan syahwat tanpa sempat kita syukuri dengan hati. Disana terkenal dengan paras cantik para gadisnya. Aku tahu. tak kurang gadis dan perjaka pedalaman yang aura cantik dan tampannya menyiratkan keunikan zamrud khatulistiwa yang luar biasa fantastik. aku belum pernah menemukan orang setulus dia. Padahal kalau kita tidak malas. Kalau tidak. LALA : Aku serius ini. : Nah. segitu idealisnya. salah satu bentuk pengkhianatan terselubung. Peggy. Itu juga kalau kita mau peduli. Betapa percaya dirinya mereka ketika bisa menggaet pasangan imigran. PEGGY LALA : Oh ya? Masa? Aku jadi penasaran. Tidak semua orang sepertimu. PEGGY : Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh. PEGGY LALA : Ceilee. Kalaupun ternyata di muka bumi ini tak terhitung para pengkhianat dan pecundang yang bertebaran. Apalagi di kampus kita ini. itu hanya karena faktor x yang datangnya bukan dari genetik. Ini pernyataan jujur. : Eh. coba kau jalan-jalan ke pesisir Banten lalu kau cari desa yang namanya Menes. Ternyata kita semua patut dikasihani. bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. biyuh. ini. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD. Ngapain juga mamaku susah payah melahirkanku kalau ternyata hanya jadi seorang pengkhianat atau bahkan pecundang. Di depan kita dan akan banyak lagi di sekitar kita. karena salah satu temanku yang saat ini lagi observasi di beberapa pelosok pedalaman buat studi akhirnya. aku juga bukan tipe plagiat.’MASKOT’ : Dasar lagunya Tiffany laku terus sepanjang masa. ketika mereka mengenakan busana import. prinsip hidupku tak seperti ceritacerita konyol di sinetron. aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri. Itu kenyataan. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang. 180 . jangan sembarangan kamu bicara ya. LALA : Eh Mbakyu. nusantara ini dengan mottonya gemah ripah loh jinawi bukan sembarang bualan motto. Tidak bakalan dia mendua. Sampai sekarang. dia adalah sobat karib sepanjang masa. ini. Kamu ternyata berbakat jadi keponakannya da’i kondang Arifin bahkan Aa’ Gym. Aku bisa omong begini. PEGGY : (TERTAWA) Busyet. Maaf maaf saja. selalu memberi informasi perkembangan yang dia dapat selama ini.. Pokoknya kalau masalah setia mati. Betapa bangganya cowok-cewek gaul masa kini. Padahal andai mau membuka mata hati lebar-lebar. Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya. Tidak usah jauh-jauh.

JOKO : Cintaku. Besok aku akan ke kampus dengan memakai sendal jepit pula. LALA : Picisan! Sok mendramatisir. Tapi aku mohon.. namanya juga pasangan segar. (JOKO BERUSAHA IKUT NIMBRUNG. tentu tahu apa yang harus kau perbuat dalam hidupmu. Pasti jantung Peggy berdegup kencang menahan rasa. baru kali ini aku mendapatkan seorang pangeran yang begitu percaya diri dengan kesederhanaannya. sementara yang lain dengan top forty-nya. 181 . Pastilah masih banyak madu dibanding racunnya. Apa aku bilang? Aku rela dimadu dengan sendal jepitnya. Kau cerdas. namun lebih kepada sosok tersiratnya yang bagiku nusantara sekali. dia tak pernah malu menemaniku jalan dengan sendal jepit kesayangannya. Berusaha mengeruk massa dengan bujukan yang murahan. bobot. negeriku..PEGGY : Eits. Maklum. kemudian merubah 180% dari apa yang ada pada dirimu saat ini dan kemarin atau bahkan esok. Namun aku tidak akan memintamu untuk berprinsip sama denganku. Karena aku bukan jatuh hati pada sosoknya yang terlihat. itu yang aku nikmati hingga saat ini. pangeran sejati yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Be our self itu penting. tidak salah kan aku.. Toh. Kalau bisa aku akan berusaha akrab dengannya. itu tadi salah lain dari negara ini. aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. Ajaran bibit. Joky. Dan yang membuatku salut. tumpah darahku. Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan akur. Kapan tanah kelahiran kita ini berada pada posisi penawaran harga yang cukup bernilai sehingga tidak begitu saja cepat laris manis namun tidak mampu lagi menyediakan stock karena tutup buku. kamu jangan berusaha membuatku terpengaruh atau bahkan merubahku untuk mengikuti jalurmu itu.. Jangan hanya karena masalah hati. Seumur-umur aku pacaran. Begitu obralnya harga kita. Aku jadi menyesal membelamu. plagiat lagi. bukannya aku tidak mau membelamu sayang . Kau tidak perlu beradaptasi denganku dari sisi penampilan atau gaya hidup. Cerminan sifat warga negara yang baik dan patuh. Yang satu bernuansa keroncong. aku tidak pernah mengeluh dengan keborjuisan kamu. (PANGGILAN MESRA PEGGY KEPADA JOKO) I’ll never stop loving you. : Dua burung pipit sedang adu senandung. Ih. LALA : Nah.. Oh. (TEPUK TANGAN MENYINDIR) PEGGY : Bagaimana sih sayangku ini. Kau memilih aku yang hina dina ini saja. Pribadiku akan tetap menjadi Joko seperti yang kau lihat sekarang ini baik sebelum atau sesudah mengenalmu. (JOKO MUNCUL – SEMUA PEMAIN FREEZE) ’MASKOT’ : Wow.. PEGGY : Tuh. Keanekaragaman dari hubungan kita. pengen. TAPI LALA MENYELA) LALA JOKO : Plagiat lagi. Kejujuran itulah yang membuatku terpikat sejak pandangan pertama. Malah sok berlindung sebagai oposisi. dibela koq malah tidak mendukung. bebet itulah pondasi prinsipku hingga kini. jangan salah. Maka itu aku pilih Joko.

DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH POSISI MENJADI SOSOK-SOSOK DENGAN KOMPOSISI ABSTRAK SIMBOL BUKIT. aku bisa merasakan nyamannya. cinta. kau telah cemas menungguku di puncak bukit. aku merasa jalan yang harus kulalui adalah bukit. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta. tapak kaki ini agak sulit berkompromi dengan kata hatiku. (PEMAIN FREEZE . MERUNDUK DAN MENGGAPAI – LAMPU BERUBAH) 182 . siapa tahu teman-teman sudah pada nongol. La. JOKO : Ok juga boss. TELUNGKUP. Berarti selama ini aku terlalu buta untuk menelusuri bahkan menerjang kabut yang menutupi hatimu. TELENTANG. jeritan kesakitannya sanggup menusuk telapak kakiku. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. Beres bos. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer. LALA : Siippp. Jangan kau kira aku bangga dengan status keluargaku saat ini.. Oh. itulah caraku untuk sedikit demi sedikit mengurangi keeksklusifan yang sebenarnya cukup menyiksaku. Namun. PEGGY : Maaf. Titah paduka akan segera hamba laksanakan. sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain.. Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol.. kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. Entah mengapa. Maaf.PEGGY : (TERSENYUM MALU) Maafkan aku sayang. Tolong sampaikan pada Bo’im. jaga Peggy ya. ok. Jangan sampai dia lupa jalan pulang. kita tidak hanya melalui dataran. Namun ketika sendal jepitku ini berjalan di lereng. (LALA PERGI DENGAN SENYUM) PEGGY : Koq abdi? Selama ini berarti kau hanya menempatkan dirimu pada posisi bodyguard yang dengan setia mengawalku kemana-mana demi keamanan? Begitu? Segitu rendahnya kau menghargai posisimu dihatiku. Nanti aku menyusul. Maunya tetap saja menapak di lereng. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. LALA MENYELA) LALA : Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. Akhirnya aku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku. Dalam perjalanan. Satu pesanku. Beda ketika aku mencoba mengajak masuk dan mulai menapak badan bukit. Bukan maksud hati ingin berseimbang diri denganmu. Hingga sekarang aku sadar ternyata kau membatasi ruangmu untuk kumasuki.LAMPU BERUBAH. kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan. Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik. Saat ini aku masih merasa berputar-putar di lerengnya. Apa karena alas kakiku yang hanya sebatas sendal jepit ini yang merasa tidak mampu menapak di jalan yang mulai terjal dan landai. Walau sebenarnya aku tahu. Jok. Saat pertama aku membuka pintu hatimu. Aku ke sekret BEM dulu ya. JOKO : Mohon. Mamaku. Tak baik bertamu terlalu lama. Silahkan lanjutkan provokasinya. Jangan kau salah mengerti. ya hampir lupa. (BELUM SELESAI PEGGY BICARA. setiap kali aku mencoba menanjak menuju badan bukit.

Jangan kau salah tafsir.. aku tidak ingin egois. Cintamu pada sendal jepitmu ternyata lebih mendalam ketimbang padaku. Aku menyesal ternyata kecerdasanmu kalah oleh emosional sesaat. Aku tidak punya pulsa untuk membalas. Tapi aku berusaha menelusurinya walau dengan tertatih. Masa setiap saat aku harus memberi laporan padamu sejauh mana aku mempelajari dirimu selama ini. Jangan kau salah menilaiku. Tapi kau tak pernah punya keberanian untuk jujur. Peggy.. Aktingmu melebihi kehebatan para aktor broadway. Dan akan terus kita lakukan tanpa henti. Nafasku kini kian sesak. Racunnya sudah mulai menampakkan diri nih. Tak baik memandang persoalan hanya pada satu sisi. Sakit. Dan bahkan laknat bagiku kalau sampai aku menduakanmu. Selamat tinggal kenangan. Dan kau telah berhasil menyimpang-siurkan arah mata anginku. kali ini mata hatiku tlah benar-benar terbelalak lebar. Maaf.. kau pasti menganggapku terlalu posesif terhadapmu. prasangka yang coba aku pendam bahkan aku tepis ternyata benar adanya.PEGGY : (MENANGIS) Jadi. (PERGI) JOKO : (TERIAK) Peggy . saat 183 . Kalau memang susah mencari air. hatiku tak berubah. PEGGY : (BALIK LAGI) Apa kamu bilang? Licik sekali kamu memvonis aku? Apa selama ini kau telah cukup mengenal diriku secara mendalam? Puas kamu! (MELOTOT SAMBIL MENAHAN TANGIS) JOKO : Janganlah kau semakin barakan api yang telah menyala. Proses. Pantang bagiku mengulang kebodohan. selama ini . Aku seorang tolol yang buta sekaligus kehilangan tongkat.. salut. Semua butuh kematangan... Tapi orang idiotpun tetap punya harga diri. Lantas kedok perasaan apa yang selama ini kau pakai sebagai topeng? Abdi sejati? Hanya itu? Dasar pengecut! Ternyata hatiku selama ini telah terbuai oleh bualan picisan seorang pecundang sejati. Itulah yang saat ini yang sedang kita jalani. itu masih lebih ksatria. PEGGY : Klasik! Itulah senjatamu agar tetap bisa berada pada posisi permakluman. dengar dulu penjelasanku. Kau tetap mengisi ruangku saat ini. Sebaiknya kau segera lenyap dari pandangku. Tentu kau sudah paham hal itu. Jujur.... Maaf. Aku sadar. Maaf. wah. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirku untuk mengabaikanmu.. keruklah tanah di sekitarmu. Masalah telpon tadi pagi. Salut. JOKO ’MASKOT’ : Sayang. Gejolak tahap berikutnya dimulai. sakit. Sampai nafas kita berhentipun.. Terima kasih atas ‘pengorbanan’mu selama ini. diriku masih jauh dari itu. aku mohon maaf. Aku tak sanggup menahan muntah jika kemunafikanmu masih menghadang nafasku. (SEMUA PEMAIN FREEZE) : Wah. Harus ada yang mengalah di antara kita. Bakalan seru. proses itu akan terus bergulir. Selamat tinggal. Anggap saja aku memang tolol. begitu saja percaya dengan alasanmu itu! Aku tahu. Kau pikir aku bodoh. PEGGY : Cukup! Jangan lagi kau mempertebal susunan topengmu dengan sebutan munafik itu. Kau takut aku tersinggung jika kau ungkap keluhanmu itu? Iya kan?! Dan kini kau pasti terkejut karena aku telah terbangun dari buaian mimpi burukku selama ini..

(LAMPU BERUBAH. aduh jangan. Dimana Peggy sekarang? PEGGY : Tuh. TAMPAK PEGGY SEDANG MENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKINYA. ini tidak adil. Sakit hatiku ini anggap saja impas sebagai balasan dari pengorbananmu tempo lalu. capek. Beres kan? (MENGHELA NAFAS PANJANG KEMUDIAN BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN JOKO) – FREEZE ’MASKOT’ : Yach. air mataku jadi bergulir membasahi pipiku deh. karena aku sayang pada kalian berdua. tersirat kepedihan yang cukup dalam. Terima kasih sendal. aku tidak tahan geli nih. Aku ternyata bukan sobat yang baik. Walau sesungguhnya itu berarti aku telah menjadi seorang pecundang dalam perjalanan cinta kalian.. Ugh. Tidakkah kau sadar akan hal itu? JOKO : Oh. JOKO MENYUSUL DAN AKHIRNYA MENARI BERDUA BERSAMA PEGGY DI BALIK SILUET. dia mencoba tuk bicara. Peggy tak sepicik itu menilaimu mentah-mentah. Namun lewat ke-elastisannya. (LALA MUNCUL) LALA : Mengapa kau setega itu sobat? Aku berusaha menutupi tabirmu yang sesungguhnya. LALA PERGI MENINGGALKAN PANGGUNG) ’MASKOT’ : Mmh. Sudah ah. tapi rasanya tak perlu.? Tak layak kau jadi kambing hitam. butuh strategi yang 184 .. telah terkoyak hanya dengan sentilan jari kelingking. lho. Ups. ah.. Karena cinta sejati tak pernah berharap apapun. aku kapok. Namun dia berusaha tersenyum. Kamu genit. Masih ada waktu untuk sebuah ketulusan. kau tidak hanya saksi bisu. nah.. DIIRINGI PROPERTY MAN YANG BERGULINGAN BERUBAH MENJADI TANAMAN-TANAMAN LAYU-LAMPU BERUBAH) JOKO : Puzzle yang telah kususun dengan penuh sabar dan hampir jadi.. (LAMPU BERUBAH FOKUS KE SILUET.. Dasar badung kamu. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. ternyata diapun melakukan hal yang sama? Begitu bodohnya aku. (TERTAWA GELI SEPERTI DIGELITIK) Ih. Aku yakin.ini aku belum dapat membalasnya. Kau telah jadi penyelamat. Cinta. Cinta terlalu suci untuk dinodai. Aku berusaha perlahan masuk dalam gaya hidupnya. ckk.. Cinta ibarat perang. Muuaaccchhh. terkadang kamu bikin gemes. Cinta. Strategi baru akan tiba. aku dan dia telah selisih jalan. mengapa jadi sad ending begini? Nah. Sudah-sudah... Tuhan hadirkan cinta bukan untuk dikhianati. Kau telah menempatkan dirimu pada posisi yang selayaknya.. shit! Ternyata selama ini.cinta... (MEMUNGUT SENDAL JEPIT DARI TANGAN JOKO) Dia hanyalah saksi bisu. Mengapa salah paham ini harus terjadi pada saat yang tidak tepat? (MEMANDANG SENDAL JEPITNYA DAN MEMUNGUTNYA DARI TELAPAK KAKINYA) Mengapa harus kau yang . Andai kau lihat sorot matanya tadi. Tidak ada kata terlambat dalam kamusku. ckk.. ckk. Kebebasan yang dia impikan selama ini telah ia temukan dari dirimu. Terkadang pula kamu menjengkelkan.

PARA PROPERTY MAN TELAH BERUBAH MENJADI PENARI. Silahkan Tuan Joko segera angkat kaki. Silahkan! Satu.. apalagi sendal jepit bututmu itu! JOKO : Lho. Cuih! Memandang dirimu saja aku ogah. kenapa kamu pergi begitu saja. Dia tak kan mampu berbuat apa-apa. Jangan kau berlindung di balik kepolosan sendal jepitmu itu ya.. PARA PENARI TERKEJUT LALU FREEZE) PEGGY : Bajingan! Siapa bilang aku luluh hanya karena sendal jepit? Semana-mena saja hargaku disamakan dengan sendal jepit..... Apa salah dia? PEGGY : Apa? Cinta? Siapa yang bilang aku masih memendam cinta padamu? Cuih! Pantang bagi Peggy tuk berlutut pada sendal jepit butut lagi kotor. akan melayang membabibuta pada tubuhmu. Jika hendak menyerang.lho. hak sepatuku yang lumayan kokoh ini. sekarang aku yang mengusirmu dari hadapku.. Sekarang juga! Atau kalau tidak.matang. Tapi mengapa 185 .. bisa-bisa habis nafas digencet dan diinjak-injak. dua.. memangnya mau bunuh diri? (SILUET FADE OUT-LAMPU BERUBAH FADE INI KE PANGGUNG. Tidak perlu bawabawa sendal jepit donk. jangan ambil posisi di tempat terang. LANTAS PERGI TANPA PAMIT) PEGGY : (KETAWA) Ternyata sendal jepit takut juga sama sepatu hak. dua seperempat. ini koq jadi tidak karuan? Eh. Bahkan untuk hubungan kita sekalipun.. Apalagi sama sepatu boots.he... He. Cinta? Aku tadi kan Cuma menggertakmu saja.... (MENANGIS) Ugh. TIBA-TIBA PEGGY KELUAR MENYIBAK KAIN BELAHAN TENGAH SILUET DAN MASUK KE PANGGUNG DENGAN MARAH DIIKUTI JOKO DARI BELAKANG. entah mata-mata Namun jika cinta telah merasuk Wirid asmara kan terus terngiang khusyuk (SILUET BLACK IN. KEMUDIAN MENARI MENGIKUTI IRAMA) SYAIR LAGU JOKO DAN PEGGY : Cinta ibarat perang Butuh strategi yang matang Jika posisi telah siap menyerang Mengendap-endaplah di remang-remang Liku laku perjalanan cinta Tak kan lepas dari sorot mata Entah mata hati. (JOKO SALAH TINGKAH TAK BERDAYA. Banyak pintu yang bisa kau lalui untuk segera lenyap dari pandangku. SAYUP-SAYUP TERDENGAR SENANDUNG JOKO DAN PEGGY. Biar impas.. Mbakyu cinta ya cinta.

KUCING KESAYANGAN JOKO MENDEKAT DAN MENGELUSELUS KAKI JOKO. akibatnya aku jadi bolos ke kampus. Orang lagi sensitif dikerjain. PEGGY MENINGGALKAN PANGGUNG. teman-temanmu yang lain masih menunggu giliran buat disuapin. (PARA PENARI YANG FREEZE BERUBAH MENJADI AKTOR) PENARI 1 : Mbak. (PEGGY DAN PARA PENARI BERJALAN MELINGKARI PANGGUNG.) JOKO : (TERTAWA GELI) Astaga Mony. eh. Mony sudah ah. Yuk kita pulang. negeriku. honey.. Biar kamu tidak merebut sandalku lagi. SAMPAI AKHIRNYA KARENA KASIHAN JOKO MELEPAS SANDAL JEPITNYA. Ayo sambil dimakan ini pisangnya. DIA TETAP MENARIK-NARIK SANDAL JOKO. ADA YANG JADI MONYET. SI MONYET MENCOBA MEMAKAI SANDAL JEPIT PADA KAKINYA. cintaku. SIMBOL PERJALANAN PERGANTIAN WAKTU. hayo makan! Ini pisang bukan buat dipelototi saja. ANJING DAN BURUNG KAKAK TUA. kita juga sudah capek dari tadi menemani mbak. Nanti kalau kamu sakit.. aku yang repot. TAMAN BELAKANG RUMAH JOKO) JOKO : (BERDIALOG DENGAN MONYET) Mony. BURUNG KAKAK TUA JOKO BERKICAU DAN ANJINGNYA SI DOGGY MENGGONGGONG TANDA IRI DAN BERUSAHA MENCARI PERHATIAN JOKO) 186 . KUCING. iya iya. Aduh. Kamu jangan mengajak bercanda donk. (MONYET TIDAK MAU TAHU. ’MASKOT’ : Makanya tidak usah sok jaim. LALU MONYET ITU MENARIK-NARIK SANDAL BERUSAHA MELEPAS DARI KAKI JOKO) JOKO : Mony. sudah malam. PARA PENARI ON STAGE DIIRINGI PERLAHAN LAMPU FADE OUT) (LAMPU BLACK IN DENGAN SETTING HALAMAN BELAKANG RUMAH JOKO. Jangan manja begitu donk. Kita juga butuh istirahat. Joky-ku sayang. sayang. kamu layak jadi anggota sirkus deh. PARA PENARI BERUBAH MENJADI HEWAN-HEWAN PELIHARAAN. Ada-ada saja kamu. (SI MONYET MONY DIAM SAJA. OPET. MONYET MELOMPATLOMPAT TERTAWA KEGIRANGAN. Dari pagi kamu belum makan. Jadi harus merawat kamu. kamu apa-apaan sih? Ini bukan makanan. MATANYA TERTUJU PADA SANDAL JEPIT YANG DIPAKAI JOKO. Besok dilanjut lagi ya? PEGGY : (BERHENTI MENANGIS) Oh. (MONY MENYAHUT PISANG DARI TELAPAK TANGAN JOKO DAN MENGUPAS LANTAS MELAHAPNYA. tumpah darahku. Tuh. Padahal sebenarnya aku kan masih cinta sama kamu.. Nanti aku belikan yang ukuran kecil. Aku kan tidak hanya merawat dirimu.. mbak.. SI MARCO. Ini racun.kamu jadi takut beneran? Aku jadi menyesal. SEBAGIAN MENJADI PEPOHONAN KECIL DAN BANGKU TAMAN) ADEGAN 3 (SIANG.

ini ada bingkisan buatmu. oh sayangku 187 . SEMUA PENARI YANG MENJADI HEWAN PELIHARAAN IKUT MENARI DENGAN GERAKANNYA MASING-MASING) PEGGY : Romantisme sandal jepit dan sepatu hak tinggi Menjadi kisah unik yang membuat geli Bekas tapak sandal jepit akan selalu bergaris Bekas tapak sepatu berhak belum tentu bergaris Perbedaan adalah pelangi hidup yang harmoni Kadang riuh. JOKO : Ah. oh sayangku Prasangka buruk tak semestinya membuatmu bisu Ku tersiksa walau hanya menunggu Dalam terpaku aku ragu PEGGY : Kakandaku. iya. Hati-hati! Jangan-jangan jebakan. Antri ya! Tenang! EMAK : Jok. TAK ADA SEPUCUK SURATPUN DI DALAMNYA) JOKO : Peggy? Ini pasti Peggy. Apa maksudnya mengirimkan ini padaku? (JOKO BERPIKIR KERAS BERUSAHA MENAFSIR MAKSUD DARI KIRIMAN MISTERIUS ITU) (PEGGY MUNCUL TIBA-TIBA SAMBIL BERSENANDUNG. (JOKO MEMBUKA KOTAK BINGKISAN YANG DIBUNGKUS RAPI ITU PELAN-PELAN. Emak temukan di depan pintu barusan. TERNYATA BUNGKUSAN ITU BERLAPIS-LAPIS SAMPAI JOKO CAPEK MEMBUKANYA) JOKO : Siapa yang iseng ngerjain aku sih? Dasar kurang kerjaan! (SAMPAI PADA LAPISAN BUNGKUSAN TERAKHIR TERNYATA ISINYA 1 BUAH SANDAL JEPIT DAN 1 BUAH SEPATU CEWEK. Perasaan Joko tak pernah berbuat jahat pada siapapun.JOKO : Ssstt. Emak tidak berani membukanya. diam! Tumben sih kalian ini koq jadi pada ramai begini? Iya. Masa ada yang tega mau mencelakakan Joko. nanti semua pasti dapat giliran. emak ada-ada saja. kadang pula sunyi Andai salah satu jadi batu karang Yang lain tentu bijak menjadi air yang terus menyerang Namun dengan kelembutan Dan ketelatenan JOKO : Di sudut hatiku kau berpijak Entah alas apapun kau buat pijak Jejakmu kan selalu membekas Kan kugenggam jangan sampai lepas PEGGY : Sengaja kukirim sebelah-sebelah Ku tak ingin kau terbelah-belah Karena aku bakal meledak-ledak Sampai dirimu terkapar membelalak JOKO : Adindaku.

.. Pasti ada pincang.. Terlalu idealis. Aku hanya tidak begitu nyaman.. Dialah yang selama ini setia menjaga agar kita tak terjebak dalam api... ku tak ingin kau meragu lagi. Aku merasa terkekang olehnya. Ehm.. Maafkan kalau sebelumnya aku berprasangka melenceng. JOKO : Tapi Peggy. Kita diciptakan memang tidak selalu sempurna seluruhnya.. Padahal. Aku patut berterima kasih padanya. Maka itu diciptakan keseimbangan yang bisa saling melengkapi. Mengapa kau tidak mau berterus terang masalah hp tempo hari? PEGGY : Usahlah kau merasa bersalah. MEREKA MENARI DENGAN MENGGUNAKAN HAND PROPS SANDAL JEPIT.. Dasar kadal daratan. PEGGY : Aku tahu maksudmu. Padahal aku sendiri merasa tersiksa dengan itu semua. Aku iri padamu. Selama ini aku terlalu egois. TARIAN YANG DIMAINKAN ADALAH TARIAN GLIPANG / KUDA LUMPING / TARI COKEK / TARIAN TRADISIONAL LAIN. Naif dan bodoh jika aku cemburu pada sandal jepitmu. Aku terlalu mencurigaimu. JOKO : Lala? Ternyata dari dulu dia tak berubah.Asmara itu lagu lucu Jika engkau merasa ragu Namun waktu terus memburu JOKO : Sekarang aku siap atas segala titahmu Kan kuselipkan setiap waktuku Tuk bercanda di sampingmu Dan kan terus merayu manjamu PEGGY : Maafku yang tak terputus.MENYESUAIKAN DAERAH TEMPAT PERTUNJUKAN INI DILAKUKAN. (LAMPU BERUBAH. Akulah yang selama ini telah egois padamu.. Sandal jepit tak selamanya bisa bebas kemana saja... Biarlah kesalahpahaman ini hanya sebatas kerikil. Ruang gerakku sungguh sempit. Namun aku berusaha masa bodoh. Kau harus berterima kasih pada Lala. Ruang geraknya sesungguhnya lebih sempit dan hanya di lorong bawah tanah. Tapi sama sekali aku tak punya niatan lain akal hal itu. PARA PENARI YANG TADINYA MENJADI HEWAN PELIHARAAN BERUBAH MENJADI PENARI MENGELILINGI JOKO DAN PEGGY. JOKO : Sudahlah sayang. JOKO DAN 188 . Itu juga aku yang salah. Aku terharu niatan tulusmu. aku . aku. pintar sekali memutar persoalan.. Aku lelah dengan sepatu hakku. sandal jepitmulah yang telah membantuku keluar dari penjaraku selama ini. Kenyamanan kakimupun belum tentu terjamin hanya dengan sandal jepit. Aku ternyata belum terlalu dalam mengenalmu.? Sebenarnya aku telah berbohong padamu tentang hal lain. Tak selayaknya aku meragukan ketulusanmu. Aku terlalu memposisikan diriku layaknya intel. Biar lebih fleksibel. – FREEZE ’MASKOT’ : Hey begundal. Padahal itupun tak seharusnya kulakukan. Maka itu diciptakan sepatu sandal. sayang.. Sudah saatnya aku juga butuh keseimbangan..

sandal jepit.PEGGY JUGA BERGERAK BERIRAMA LAYAKNYA SEPASANG KEKASIH YANG SEDANG KASMARAN.34 wib (NOMINATOR) Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya PADANG BULAN Drama sederhana buat belia Karya : Ucok Klasta Tokoh – tokoh 189 . tak bermotif Bahannya lentur tak bertulang Tapi lumayan sakit kalau kena tabokannya Asmara sandal jepit Kisah unik yang berhimpit-himpit Kalau rasa sudah terjepit Apa daya otak pula menyipit -TAMAT- Bintaro-Jakarta. TARIAN ITU DIIRINGI ALUNAN SYAIR BERIRAMA RANCAK) SYAIR SANDAL JEPIT : Sandal jepit. 07. 19 April 2006. sandal jepit Tampangnya polos.

190 . Politikus (Anggota Dewan Kota). Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Jembar : Ora kageeet …Weee ! Semuanya tertawa. Tebak-tebakan. Koor Padang masuk. pejabat Pemerintah Kota. Jembar 012. Padang 014. Aki. berteriak memanggili teman-temannya. Bulan masuk panggung. Bulan.Padang. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. 003. setuju. 001. Jembar : Kamu tak bersama kalangan. Petugas Kamtib MULAI ADEGAN I Lagu Tema : Padang Bulan. Jembar : Setujuuu … Mereka duduk melingkar (setengah lingkaran menghadap penonton). Bulan. Bulan. 002. apa hukumnya? : Mmm … Di suruh menari saja. Kalangan. Jembar ? : Tidak. : Usul. Jembar. Kalangan 013. Padang. Bulan. Padang. 007. Bulan 006. Lugu. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan? : Tebak-tebakan saja deh. Jembar : Ya ya ya … 019. : Menirukan gerak binatang dengan tarian? 018. Bulan. : Ya. : Yang tak bisa menebak. 010. Boss (Pengusaha). Kalangan : Nah. Padang. Bagaimana kalau menirukan gerak binatang. Padang : Mana yang lain ? : Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …! 004. Bulan. Padang. Bulan : Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …! Dari belakang panggung bersama-sama. Padang 011. Kalangan : Setuju? 020. Lampu hidup. 008. Nini / (sekaligus) Ibu lugu. Bulan 015. Jembar 017. 005. Kalangan : HEI !!! 009.

Padang. Bulan 038. Koor lagu ‘ Menthog-mentog’ tapi dengan kata ‘menthog’ diganti nama binatang lain dan gerakannya harus ditirukan yang kena hukuman. Koor : Haa … Klenyem … Woooow … keren … Anak-anak berentengan ke teras. Aki : Sebab tak ada kesera …? 036. Lantas permainan mulai lagi sampai beberapa kali (fleksibel) : A. Bulan. 021. Nok ayu … 028. Kalangan : Ya. Jembar : Ayo Simbah … Seperti biasanya … : Iya … Cerita. Kalangan …Yo nganggo leren barang podho mreneo Nang bagus. Koor 033. D. Ini ada klenyem anget bikinan Simah. buah … Musik. Bersama Jembar berdiri. Nini meletakkan piring berisi klenyem. 023.Cara bermain : Anak-anak mengeja huruf bergiliran dan urut seiring dengan musik. Padang. Padang 042. Ayo. 026. Nini : Hei cucu-cucuku! Istirahat dulu. (Urut) 024. Saat musik berhenti pada anak tertentu. 029. Koor 037. Aki-Nini : Kahaaan … : Inilah saudara-saudara tercinta. Aki : Iyo. ia menyebutkan nama sesuatu yang dijadikan tebakan sesuai huruf terakhir yang diejanya. C. berdiri diteras memanggil anak-anak. E. : Wis … Wis … Anak-anak menikmati klenyem bersama-sama. F … : (Gelagapan) G … : (Bersahutan) Haa …Jembar berdiri Ayo …Ayo … ADEGAN 2 Lagu Tema. Jembar 025. 191 . pada duduk menggelesot. B. Semua ke sini … 027. 041. Jembar. para penonton sekalian. Koor : Rataaa … : Maka tak ada yang tak keba …? : Giaaan … 035. Aki-Nini keluar rumah (masuk panggung). Bulan : Nama apa? Buah ya? 022. Nini 034. Aki 030. indahnya … : Kebersamaaan …. Musik – Lagu Tema : Padang Bulan. Koor : Ingat … Tidak usah re …? : Butaaan … 031. Aki : Yang ada dibagi me …? 032. Koor 040. Jembar.

kokoh megah mencerminkan kekuasaan berwibawa. ruaaarrr biasaaa … Gedung-gedung bagus tinggi menjulang-laaang … bagai menjolok awan. : Di sebuah desa tersebutlah seorang pemuda bernama Lugu … ADEGAN 3 Lampu hidup. Istana raja diraja walikota. istana saudagar-saudagar. dengarkan ya … Dulu cucu-cucuku … Musik Latar. Nini masuk rumah (keluar panggung). berangkatlah ia ke kota. Sampai akhirnya ia pun merasa lapar. Dan pabrik-pabrik di pinggir-pinggirnya. diiringi lagu dari suara keresek daun bambu digoyang sepoi angin lalu. Lugu masuk panggung. Mobil-motor war-wer-war-wer berseliweran. tersebutlah seorang anak bernama Lugu. entah habis berapa membangunnya. memang benar apa yang ia dengar. 044. Narasi Aki dari luar panggung. bagai tak berkesudahan. yang penting jadilah lambang . kemakmuran kota. Kota. terpesona buaian kota. Aki : Ya ya ya … Untuk purnama kali ini Simbah sudah menyiapkan sebuah dongeng istimewa. laksana benteng gagah perkasa.043. Lugu bingung jadinya. seolah tak ada kesedihan everything just for fun. tak ada orang. mewah kencar-kencar mencerminkan kesuksesan bisnisnya. Di sana-sini. 046. Koor : Ooo … Aki masuk rumah (keluar panggung) dan keluar lagi membawa sebuah buku tebal. elok anggun mencerminkan kebijaksanaan penghuninya. 048. Ternyata nun di sana. Maka di suatu siang yang sunyi. Tempat hiburan sungguh aneka ragam. seolah semua keinginan kita tersedia di sana. Kalangan : Biar tambah nikmat klenyemnya. Apa-apa ada. Aki : Nah. Istana satria-satria diraja dewan kota. nyeyet. ruaaarrr biasaaa … lugu terus berjalan-jalan dengan takjub. Alun-alunnya? Ada tugu tertinggi sedunia. Kota. tak seperti desanya. membersihkan debu pada buku dan membukanya. Ia mendengar cerita-cerita bahwa di kota alangkah majunya. 047. 045. Supermarket bertaburan menggoda. Aki dan anak-anak keluar panggung. Lugu memperagakan cerita Aki. Di tengah kota. Di sebelahnya. Sebab apa ? Sebab hari ini tepat weton-nya Nini. Aki : Syahdan di sebuah desa. Dan tanpa disadarinya tangannya telah terangkat 192 . Pergantian ‘ setting’. Aki Lampu mati. Bangaimana bisa mendapatkan makanan ya? Kerja? Kerja apa ya? Minta? Minta siapa ya? Mem-bedhol ketela? Tegalnya mana ya? Lugu tambah dan tambah dan tambah bingung … Keringat dingin mengalir … Lemas sekujur badan … Kelaparan … Jatuhlah ia ndeprok. duduk di kursi / lincak.

Politikus : Ya ya ya bla bla bla bla … 059. Kamtib 063. berjalan hanya melewati Lugu saja sambil bercakap-cakap. Boss : Sekali lagi ini bukan suap Pak / Bu … Yah. Kamtib : He! Dilarang Ngemis tahu? Dlarang menggelandang tahu?! Kamu ini mengganggu pemandangan! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada gelandangannya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada pengangguranya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada kemiskinannya Tahu ?! Tahu ?! Tahu?! 061. Tiba-tiba berteriaklah seseorang. Lugu 062. Petugas Kabtib masuk panggung. Politikus : Harmonis. 066. Koor : Bla bla bla bla bla … Pejabat. Lugu diseret-seret. kalangan investor. 053. 067. Pejabat. Kamtib : Ini anak Ibu? 193 . Ya ya ya … 052. ia merasa tidak kenal dengan perempuan ini. pemerintah kota dan dewan kota. Pejabat. Nini masuk panggung. Pejabat. Lugu : Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Pejabat. Politikus : Harmonis. Lugu 064. 050. kita-kita untung. Kamtib 065. Nini : Paaak … Paaak … Anakku diapakan?! Anakku mau dibawa kemana?! Lugu bingung. sekedar silaturahmi untuk mempererat hubungan antara kita. Politikus dan Boss keluar panggung. Boss : Dengan demikian kota akan terus membangun. Politikus dan Boss (masuk panggung) keluar dari restoran habis ‘meeting’. Lugu meronta-ronta. menadahkan tangan! 049.pelan-pelan … Makin terangkat … Menadah … Lugu ndeprok di pinggir jalan dekat restoran kondang . Lugu : Saya bukan gelandangan! Saya Lugu! : Lha iya ! Wong Lugu tur gelandangan! Ayo ikut aku! : Tidak mau! : Heh … Ngelawan kamu. mendatangi Lugu. 060. Politikus : Harmonis. ha?! Tak seret sisan kowe! : Tidak mau! Saya bukan gelandangan! Saya Lugu ! Saya manusia! Saya bukan binatang! Kamtib dan Lugu bergelut. Semua : Nyuuummm! 056. Boss : Dengan demikian bla bla bla bla … 058. Musik. Ya ya ya … 054. Pejabat. dus segenap warga terse … 055. 051. Ya ya ya … 057. Boss : Dengan demikian akan terciptalah kerjasama propesional yang kompak lagi saling menguntungkan.

ibumu ini kamu suruh pergi saja? Yo wis. Nongkrong di pinggir jalan seperti itu merusak pemandangan. : Bukan gelandangan? : Bukan. eh … Benar! Bb. : Lha yang hilir-mudik di jalan ini? Pasa ngebut ini …? : Ya. bukan! Ini bukan kampungku! Eh. Lugu 091. Kamtib : Iya. Kamtib 076. Nini 081. Sudah … Permisi. Kamtib keluar panggung. Lugu 095. Nini 083. Nini : Kalau ini memang kampungku. 078. tidak! Aku yakin. Lugu 097. Nini 073. Sekarang. Lugu 084. Nini 094. Kamtib 070. Lugu : Eh … Tapi … Tunggu dulu! Nini berhenti dan berbalik. : Lha pasar? Pasar Wage? : Kamu lihat supermarket itu? Itulah pasar kita. Lugu : Ini makanlah … Kamu lapar kan? : Ibu siapa sebenarnya? : Lho … Aku ini ya ibumu tho le … : Bukan! Jelas kamu bukan ibuku! Ibuku ya di kampung sana! : Kamu pikir sekarang ini kita dimana? : Di kota. gledheganmu … 194 . Ini bukan kampungku! Dan kamu. Nini 085. Nini 092. bukan. Lugu 077. itu pedati kita. Lugu 075. 089. lantas mana rumahku hayooo?! : Rumah kita dan rumah-rumah tetangga sudah jadi gedung-gedung megah itu anakku. Nini 069. Ya sudah Bu … Saya percaya pada Ibu. tapi … Nggg … : Naaa … Kamu ragu kan? : Tidak …Tapiiii … Ah. Lugu masih bingung. Kamtib 074. anak ini dibawa pulang saja. benar Pak … : Kenapa ngemis? Kenapa menggelandang? : Saya ini bukan ngemis! Saya bukan gelandangan? : Yo wis sekarepmu. Nini mendekati Lugu. Lugu 086. Nini 071. Nini 096. Lugu 080. Kamtib 072. Lugu 093. sawah …? : Yah … Sebutlah itu sekarang : jalan tol. gerobak kit. : Benar? : Benar. Itu nasi bungkusnya dimakan … Aku pergi sekarang. Selamat siang. Mengganggu ketertiban.068. Lugu 082. Nini 087. Nini 079. : Lha tegal. Nini : Wis? Tetep ngeyel? Jadi aku. 090. bukan ibuku! Sudah … Pergi sana! Kamu itu Cuma orang gila! 088. : Kamu benar anaknya Ibu ini? : Bb. : Benar di kota? Bukannya dikampung kita? : Benar! Eh … Mmm … Ah. bb.

195 . Mereka dimana-mana … Tapi tak punya apa-apa … Tak ada tempatnya … Merana … 104. Bulan. Mereka di jalan-jalan itu … Tapi bukan pemiliknya … Kakilimanya. Nini Lampu mati. 110. Kalangan : HEI!!! 114. Nini 100. berteriak memanggil teman-teman. Padang. Bulan. : Lantas orang-orang kampung pada dimana? : Mereka di gedung-gedung itu … Tapi bukan pemiliknya … Klining serpis-nya. Mereka di supermarket-supermarket itu … Tapi bukan pemiliknya … Kuli gudangnya. Lampu hidup. 112. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Padang : Mana yang lain? : Aduhaaai …! Bulan purnama ooo indahnya … 109. 113. Bulan masuk panggung. Bulan 111. Jembar : Kamu tak bersama Kalangan. Jembar : Ora kageeet …Weee! Semua tertawa. Koor Padang masuk. Jembar? : Tidak. Bulan : Heiii … Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul …! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini … Dari belakang panggung bersama-sama. Nini 102. Lugu : Kampungku jadi macam ini?! O ya. Lugu 101.098. o ya … Bagaimana dengan lapangan? Jadi apa tempat bocah-bocah berkumpul kalau malam padhang mbulan? 099. Mereka di pabrik-parik itu … Tapi bukan pemiliknya …Buruhnya. Mereka di rumah-rumah mewah itu … Tapi bukan pemiliknya … Babu-nya. 108. Bulan. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk degan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Nini : Jadi … Jadi ‘ dufan’ Le … : Haaa … Tapi … Tapi kan ini semua … Milik kita? Kan kampung kita? : Sayangnya … Ini semua bukan milik kita. 106. Padang. Lugu 103. 107. Lugu : Cukup! Cukuuup ! Cukuuuuuuup! Ini gila … Ini gila … Gila! Aku mau kampungku … Kembalikan kampungku! Kembalikan kampungku! Kampungku !!! 105. : He! Bangun Lugu! Ayo bangun! Kerjanya molor saja ! Bangun! ADEGAN 4 Lagu tema.

Baris. Jembar : Jilumpet saja. Kalangan 128. Pokoknya semoga semoga Aki-Nini bahagia selamanya. Kalangan : Huuuuu! 130. tutup mata! 196 : Tu Wa Ga Pat! . Bulan. Padang. 142. Bulan : Aduuuh … Sedih ya … Aki-Nini sudah setahun ini tiada … Tiba-tiba aku terkenangkenang mereka … 116. bermain apa kita sekarang? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan? Tebak-tebakan? 131. Padang. Kalangan 134. Bulan : Jelas enggak? 139. Padang 117. Anak-anak berbaris menyamping menghadap ke kanan dan menghitung bersama. Jembar. Padang 126. pantang Nyulayani. Sembunyi-sembunyian. Padang : Sudah sudah … Ayuk. 141. cucu apalagi … 118. Bulan 135. dia yang ‘jadi’) 138. Belum lama. Padang. Padang : Yuk atur posisi.115. Pokoknya kita semua janji tak akan sekali-kali melupakan mereka. Bulan : Benar. 132. Koor Musik. Kalangan : Setuju … Setuju … 133. Kalangan : Tapi tetap ada kita semua … Kita kan sudah jadi cucu-cucu mereka? Seperti mereka pun sudah jadi kakek-nenek kita … 119. Padang. Lagi mereka tak meninggalkan siapa-siapa … : Dulu saja mereka sudah sepi … Cuma berdua saban hari … Tak ada anak. Jembar : Iya. Padang 136. Padang. Jembar 137. Jembar 127. Kalangan : Bulan ‘ jadi’! Bulan ‘jadi’! 143. jembar. Swer! : Katanya rumah itu dibeli sama orang kota ya ? : Iya. pemilik baru itu orangnya sombong. Bulan 125. jembar. jangan hompimpah terus … : Terus piye? : Pingsut? Itu kalo dua orang … : Gini … Dengar! Gini … Bulan memperagakan ‘gerak-lagu’ dengan iringan musik ‘Padhang mbulan’. Kalangan : Setujuuu! 121. Tak kenal tetangga. Setuju? 120. Kalangan : Jelas … Jelas … 140. Jembar : Oh Aki … Oh Nini … Sekali kami janji. Bulan. Jembar : Ayo. Koor 122. Jembar 123. : Baik hati juga enggak ya? Seperti Aki-Nini enggak ya? : Katanya. Bulan : Sekarang kita hompimpah … : Lainnya deh. : Dan tak bakal menunggui kita bermain ya … : Tak bakal juga mendongengi kita … : Apalagi berharap keluarnya klenyem manis-gurih-anget ya … 129. Ternyata yang ‘jadi’ Bulan. Kalangan 124. (Siapa yang giliran bergerak saat musik berhenti.

Lampu mati. Bulan : Sepuluh! Bulan mencari-cari teman-temannya. Aku PLEIII … STESIEEEN … Bulan terlonjak mundur. Jembar : Jembar … Heh! Jembar! Jembar … : Aku bukan Jembar. Bulan : Kalian dari mana saja tadi? Kalian sembunyi dimana sih? Kalian sudah rencana ngerjai aku ya? Awas ya? Mereka tetap diam. gelisah. Aku HENPOOON … Bulan tambah terlonjak. 157. Padang masuk panggung. 150. Lainnya berlarian mencari tempat sembunyi (keluar panggung). 147. 146. 154. takut … 148. Sampai mencari diantara penonton. mengambil ‘blocking’ dan ‘pose’ tertentu.144. Bulan : Handpone?! Bulan mendekati Kalangan. Komposisi diam. Bulan lari keluar panggung. Terus mencari … Mencari … Mencari … Sampai lama tak ketemu-ketemu … Mencari … Mencari … Lama sekali … (keluar masuk panggung). Sejurus kemudian Bulan masuk panggung. Bulan : Kuhitung sampai 20 ya? Satu! Dua … Bulan menghitung. 145. Bulan 153. berjalan dengan langkah tertahan-tahan. Bulan : Padang … Jembar … Kalangan … Kalian mbook jangan keterlaluan … Aku agak-agak merinding ini … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Kalian mbok nongol … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Dipuncak rasa tercekamnya. Bulan : Play station?! Bulan mendekati Jembar. Bulan 156. 152. Bulan : Oooiii! Kalian mengerjai aku yaaa ?! Perlahan-lahan ekspresi Bulan mulai berubah. Padang : He! Kok pada diam?! Padang! Padang …(Suara melunak). Bulan : He! Padang! Jembar … Kalangan … Mereka tetap diam. Disusul Kalangan. ADEGAN 5 Lampu hidup. 155. 149. Bulan : Padang! Jembar! Kalangan! Jangan jauh-jauh kalian sembunyi! Oooiii! Kalian tu dimana? Bulan mencari-cari lagi. Disusul Jembar. : Aku bukan Padang. Ia dijalari semacam campuran antara rasa cemas. 197 .

lama-lama makin keras dan makin keras sambil berkata-kata secara menyayat-parau. 161. Bulan?! Dimana Kalangan Bulan?! Mereka mulai merengsek. tumbuhkembang-mekar dalam karya. Bulan 159. ada di kancah bumi. Aku BULDOZERRR … Bulan bahkan terjengkang. 162. Aplus. teruntuk adik-adik tersayang. tanpa kehilangan sejarahnya. Off Stage’. Februari 2006 198 . Bulaaan … Bulaaan … Bulaaan … BULAAAN! BULAAAAAN!!! Sambil meronta-ronta Bulan memekik-mekik memanggili teman-temannya. mengoda bersama berbagai hasrat. impian. Dimana Padang. Lampu menyala. Buldozer mulai tertawa mengikik. SELESAI Penghormatan untuk tanah kelahiran-kampung halaman. 160. Henpon. cita umat manusia. tanpa menyangkali gua garbanya Jagalan. tanpa sekali-kali lupa hulunya. melangkah-mengalir sebagai jalan-kali-mu sendiri. Kalangan : Kalangan … Kamu apa lagi? Kalangan … : Aku bukan Kalangan. Bulan? Dimana Jembar.158. Bulan : Buldoser?! Plei Stesien. Semua pemain masuk panggung menyanyi dan menari dengan lagu Padang Bulan. mengerubut Bulan. PADANG !!! JEMBAR !!! KALANGAN!!! DI MANA KALIAN TEMAN-TEMANKU SAYAAANG???!!! PADAAANG!!! JEMBAAAR!!! KALANGAAAN !!! ‘Black Out’. menarik-nariknya kesana-kemari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful