Lena Tak Pulang

Karya : Muram Batubara
(JUARA 1) SATU

LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena Lena sudah pulang, Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Sudah tiga hari Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan. Pak Lena (Tetap memandang tv) Anak kita Bu Lena Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

1

Pak Lena Nanti juga pulang sendiri ketika bekalnya lari telah habis. Bu Lena Tidak segampang itu, Pak, ia itu perempuan! Pak Lena Jika memang ia perempuan, ia akan pulang. Bu Lena Tapi belum…(Menghentikan kalimat, memperhatikan pintu keluar rumah) Ada yang datang, sepertinya itu Lena, anak kita, pulang juga ia setelah tiga hari tidak pulang. Pak Lena Bukan, pasti temannya datang mencari. Bu Lena Pasti Lena Pak Lena Berani taruhan Bu Lena Taruhan apa? Pak Lena Jika bukan Lena, lebaran tahun ini kita pulang ke rumah orang tuaku. Bu Lena Tapi tahun kemarin sudah Pak Lena Itu karena kau kalah taruhan Bu Lena Ya tidak bisa, bayangkan dalam lima tahun ini kita tidak pernah pulang ke rumah orang tuaku. Pak Lena Berani taruhan tidak?

2

Bu Lena (Bingung) Ehm… Pak Lena Dengar langkah itu sudah semakin dekat. Bu Lena Baik

TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA MEMBUKA PINTU. KECEWA.

Tamu I Permisi Tante, Lenanya ada? Bu Lena Oh tidak ada, dia belum pulang. Tamu I Belum pulang? Pergi ke mana ya Tante? Bu Lena Tante juga tidak tahu tuh, kamu tahu tidak? Tamu I Ya, kalau tahu saya tidak datang Tante. Bu Lena Iya juga ya. Hm, kamu teman sekolahnya ya? Tamu I Bukan Tante, saya teman… Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu, hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Om, saya harus kembali pulang. Pak Lena Kenapa buru-buru?

3

Tante. BU LENA MENUTUP PINTU.Tamu I Ada yang harus buru-buru saya lakukan Bu Lena Jika buru-buru. DUDUK DI RUANG TV. Pak Lena Siapa namanya? Bu Lena Siapa? Pak Lena Yang tadi? Bu Lena Teman Lena Pak Lena Iya. teman Lena tadi namanya siapa? Bu Lena Berarti tahun ini kita pulang ke rumah orang tuamu lagi? Pak Lena Jelas! Siapa nama teman Lena tadi! 4 . kenapa mencari Lena? Tamu I Ya itu dia. Karena Lenalah saya harus buru-buru? Pak Lena Masuk dulu jangan buru-buru Bu Lena Iya masuk dulu Tamu I Maaf tidak bisa. saya permisi dulu.

Jika terus dirubah. tidak bisa dirubah. loh. Kasihan ibu sudah semakin tua.Bu Lena Sudahlah ke rumah orang tuaku saja. Siapa nama teman Lena tadi? Bu Lena Nggak tahu. Pak Lena Ada yang ketuk pintu. bagaimana menjalankan kesepakatan itu dan untuk apa membuat kesepakatan jika tidak ada kepastian untuk dilakukan. bukahlah. Bu Lena Bagaimana jika Lena? Pak Lena Ya tetap dibuka pintu kan? 5 . TERDENGAR KETUKAN PINTU. Pak Lena Loh Bu Lena Kok loh Pak Lena Ya. dia ingin melihat kita sekeluarga kan? Pak Lena Tidak bisa! Kesepakatan telah tercipta. bagaimana mungkin kamu tidak menanyakannya? Bu Lena Kenapa bukan kamu? Pak Lena Aku kan sedang nonton tv dan aku tidak sedang berhadapan langsung dengannya.

Bu Lena Buat satu kesepakatan baru dulu. PERBINCANGAN DI DEPAN PINTU MASUK RUMAH. Tamu II Kesepakatan apa Tante? 6 . kasihan tamunya. jika bukan Lena. Bu Lena Kesepakatan? Pak Lena Yah! PINTU TERBUKA.TERDENGAR KETUKAN PINTU. Bu Lena (Teriak ke arah pintu) sebentar ya. TERDENGAR KETUKAN PINTU. lagi menunggu kesepakan nih. BU LENA PUAS. Pak Lena Bukalah pintu itu. perjanjian tadi batal. buka sana. Pak Lena Ya sudah. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Bu Lena Bukan itu. sabar ya.

kamu mampir dan mencari Lena? Tamu II Benar itu Tante. Tante. hm. jadi saya mampir ke sini.Bu Lena Ah. 7 . Bu Lena Terus Tamu II Ya. Tante. kebetulan saya sedang main di daerah sini. Kamu siapa dan ada apa? Tamu II Saya temannya Lena. saya memang sengaja kemari untuk mencari Lena. Tante. Lenanya ada? Bu Lena Jadi karena kebetulan main di daerah sini. Bu Lena Terus Tamu II Ya. Karena kebetulan saya sedang main di daerah sini. Bu Lena Karena main di daerah sini? Tamu II Tidak Tante. Tante. terus saya mampir. Bu Lena Karena kebetulan? Tamu II Sebenarnya tidak Tante. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Sumpah. tidak. karena itu Tante. Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu. Bu Lena Yang benar yang mana? Tamu II Saya memang mencari Lena.

kenyataan tadi. Om? Pak Lena Tidak. Begini. Om. opini! Tamu II Bedanya apa. itu opini. Om? Pak Lena Opini itu tidak murni kenyataan. Tamu II Kalau opini? Pak Lena Mengapa kucing itu mau ditabrak? 8 . Ingat. beritanya. kebenarannya masih belum bisa diandalkan. kenyataan.TAMU II MASUK DAN DUDUK DI RUANG TV. Tamu II Berarti sedang nonton berita. wakil rakyat sedang memberikan opini. Pak Lena Itu bukan berita. saya sedang melihat opini. Tamu II Nonton berita ya. namanya juga pendapat. BU LENA MASUK DAPUR. cuma sedang melihat tanggapan wakil rakyat tentang bencana yang tidak berkesudahan. Tamu II Itukan berita namanya. sedang berita itu nyata. Namanya berita harus mengutamakan kebenaran. Pak Lena Memang. Opini itu pendapat. kucing ditabrak mobil. itu berita. Tamu II Tapi itukan acara berita. Om. Om. Pak Lena Tidak.

Tamu II Mungkin saja ia tidak melihat mobil yang laju. Lihat omongan wakil rakyat itu. lagi batuk. Bu Lena Mau puding? Tamu II Boleh. semuanya serba mungkin kan? Tamu II Jadi yang serba mungkin itu bukan berita? Pak Lena Mungkin kok berita. Tamu II Opini? Pak Lena Ya. Tamu II Tidak usah yang dingin. Tante. Tamu II Tapi apa yang pasti di jaman sekarang. Om? Pak Lena Ya. Tante. tiba-tiba saja ia sudah bersimbah darah. Pak Lena Itu dia opini. opini. Bu Lena Tapi dingin? 9 . Mungkin itu kan belum jelas sedang berita adalah yang jelas dan pasti. MEMBUKANYA. BU LENA KELUAR DAPUR MEMBAWA TEH DALAM GELAS MENUJU KULKAS. opini kamu.

terus dari mana? Tamu II Saya teman Lena dari tempat nongkrong. lucu juga. Om. Tempat nongkrong itu tempat kita kumpul-kumpul. atau malah dari kelas mengaji? Tamu II Untuk yang terakhir tampaknya bukan. Tante. Pak Lena Kamu temannya Lena? Tamu II Benar itu. tidak dari mana-mana. les balet. Pak Lena Yang dari sekolahan. les biola. Pak Lena Seingat saya Lena tidak mengambil les nongkrong. Om. Pak Lena Oh begitu. BU LENA KE RUANG TV DAN MELETAKKAN SAJIAN KEMUDIAN KEMBALI MENUJU DAPUR. saya non muslim. kan cuma puding. renang. istilah kerennya berbincang atau berdiskusi. Pak Lena Teman dari mana? Tamu II Ya teman saja. 10 . Om. Om. ya. Tamu II Om. Pak Lena Mengapa? Apa karena sudah pintar mengaji? Tamu II Tidak Om.Tamu II Tidak apa-apa.

saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Lena. Om. Om. Om. Om. Penting sekali? Tamu II Sangat penting malah. pertemanan itu belum begitu kuat. lalu maksud kamu mencari Lena? Tamu II Ya itu dia Om. Pak Lena Apa? Tamu II Ehm. Sudah tiga hari ia tidak muncul. Pak Lena Lena mengambilnya dari kamu? Tamu II Begitulah Om. 11 . Pak Lena Terlalu tipis. Hm. Pak Lena Memangnya kenapa kalau ia tidak muncul dalam tiga hari? Tamu II Ya itu dia. teman di mana? Tamu II Ya tidak ada. Sesuatu yang sangat saya banggakan. Pak Lena Oh begitu. kamu itu selain teman nongkrong Lena. saya malah tidak tahu bagaimana bersikap jika tidak ada kabar dari Lena. Nah. dia bawa sesuatu yang penting. tapi yang nongkrong itu kan tentunya berasal dari tempat tertentu.Pak Lena Oh begitu. Om. Saya cuma teman Lena di tempat nongkrong.

melaporkan apa yang telah dilakukan anakmu. kamu pulang dulu. tentunya dengan ada kepastian dari Om. Bu Lena Anak kita 12 . TAMU II PERGI. Yang kamu punya itu pasti akan kembali. pulanglah. BU LENA MASUK. besok kamu kembali lagi. ya. Pak Lena Ya. Pak Lena Begini saja. banyak Om.Pak Lena Banyakkah? Tamu II Ya kalau besar itu dianggap banyak. Tamu II Tapi Lenanya bagaimana Om? Pak Lena Itu urusan saya. ya. saya menjadi yakin untuk datang besok. Pak Lena Anakmu membawa lari uang temannya? Bu Lena Bagaimana bisa? Pak Lena Temannya yang datang tadi. yang terlalu banyak bicara itu. Tamu II Kalau memang begitu.

Bu Lena Jika tidak benar? Pak Lena Mau taruhan? LAMPU PADAM 13 . Pak Lena Tapi bagaimana bisa kita percaya dengan orang yang sedikit bicara. Bu Lena Terlalu banyak bicara malah menghilangkan kata-kata kunci. Lena kan anak kita. Pencuri. tidak bisa tidak. Bu Lena Bagaimana jika benar? Pak Lena Kita harus menggantinya. kata kunci itu malah tidak keluar. bagaimana bisa ia tampak? Bu Lena Tetapi mengapa kau begitu percaya dengan anak ingusan yang terlalu banyak bicara itu? Pak Lena Karena tampaknya benar. anak kita. Pak Lena Tanpa bicara. Bu Lena Belum tentu benar.Pak Lena Ya. kata yang seharusnya bisa menjadi andalan. jangan terlalu banyak percaya dengan orang yang terlalu banyak bicara. dari mana kita tahu isi kepalanya jika tidak dikeluarkannya. sudah tiga hari Lena pun tidak muncul di tempat biasa mereka bertemu.

PINTU KAMAR TIDUR. KULKAS. Bagaimana kata dunia? Apa kata mereka pada kita? Orang tua yang tidak bertanggung jawab? Bu Lena Tampaknya kita memang tidak bertanggung jawab. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. bayangkan empat hari anak kita tidak pulang. Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah empat hari ia tidak pulang. tidak kemarin saja. MEJA MAKAN. DALAM SEBUAH RUMAH. Pak Lena Menunggu juga mencari. SOFA BESAR MENGHADAP TV.DUA LAMPU MENYALA. kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi juga. tidak ada usaha kita untuk mencarinya. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. Pak Lena Kok bisa? Bu Lena Lihatlah sendiri! Apa yang kita lakukan pada anak kita? Empat hari. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Kemarin kau jawab seperti itu juga. PINTU DAPUR. 14 . Bu Lena Lena sudah pulang. mengabarkan pada semua orang bahwa anak kita yang perempuan tidak pulang dalam empat hari ini. Pak Lena Terus harus bagaimana? Berteriak. PINTU KAMAR MANDI.

Semuanya itu berarti menunggu. jadi sama juga dengan nol. Kita tetap juga menunggu.Bu Lena Menunggu itu pasrah Pak Lena Tidak sama. sama seperti berdoa. Menjemput. Pak Lena Itu dia kata yang tepat. Bu Lena Apa yang dilakukan dalam menunggu? Diam memandang tv atau sibuk berbincang tanpa tujuan? Pak Lena Jika kita ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan anak. Bu Lena Beda Pak Lena Apanya yang beda? Jika kita memasang iklan tentang kehilangan. tentunya habis energi. bisa kita jemput. pasrah itu tanpa berbuat. terus apa yang kita lakukan? Menunggu kan? Menunggu kabar dari pak polisi itu. Jika kita mencari sendiri. toh lebih baik kita di rumah. kita tidak tahu di mana anak kita berada. sama juga dengan menunggu kabar kan? Kita mencari itu tanpa tujuan. Bu Lena Tapi kita tidak tahu di mana Lena berada? 15 . Jika kita tahu di mana Lena berada kan gampang. Mununggu itu kan berbuat. Menunggu juga mencari. Jelas! Bu Lena Pusing aku. Dan dalam menunggu kabar dari pak polisi. sama juga seperti melapor ke polisi. mencari itu juga menunggu. Daripada kita memutari kota. Menjemput itu jelas beda dengan mencari atau juga menunggu. kita juga menonton tv atau berbincang kemana suka kan? Sama saja.

Kenapa Lena belum pulang juga. apa yang harus kita lakukan.Pak Lena Yah harus dicari Bu Lena Dengan? Pak Lena Ya menunggu. Bu Lena Yang uangnya Lena curi itu? Pak Lena Bagaimana ini. 16 . TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bagaimana ini. bisa saja berita ini tidak benar. jangan dibayar dulu Pak Lena Tapi kita belum tahu mana yang benar. ini pasti teman Lena yang banyak bicara kemarin itu. Bu Lena Kita bayar saja Pak Lena Tapi kita belum ketemu Lena. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Jika belum benar.

Permisi Tante. Pak Lena Bukalah pintunya (Berlari kecil menuju depan tv. seakan-akan tak terjadi sesuatu) PINTU TERBUKA. Lenanya sudah pulang? Belum ya? Ya sudahlah.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Bagaimana jika dia datang dengan polisi. Terima kasih Tante. atas nama kesopanan. Tamu I Maaf Tante. nanti saya datang lagi. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bukahlah pintu Bu Lena Kau saja Pak Lena Kau kan perempuan Bu Lena Kau kan laki-laki Pak Lena Perempuan duluan. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena (Teriak ke arah pintu masuk) Sebentar ya. BU LENA BINGUNG. Tolong nanti kalau Lena pulang. katakan saja saya mencari dan akan kembali lagi. (Pergi menghilang) 17 .

Pak Lena Jadi teman yang mana? Bu Lena Yang pertama datang. Pak Lena Tukang pos? Bu Lena Bukan.Pak Lena Suruh duduk dulu. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. siapa nama teman Lena yang banyak bicara itu? 18 . Pak Lena Sudah tahu kau namanya? Bu Lena Belum. yang lupa kutanyakan namanya. dia terlalu buru-buru. temannya Lena? Pak Lena Yang kemarin? Bu Lena Ya Pak Lena Terus dia menagih uangnya? Apa yang kau bilang hingga dia langsung pulang. Bu Lena Sudah pulang (menutup pintu dan berjalan menuju ruang tv) tamunya sudah pulang. Tunggu dulu. Pak Lena Tampaknya dia memang selalu buru-buru. Bu Lena Aku tidak bilang apa-apa dan dia bukan yang uangnya dicuri Lena. Belum sempat aku bicara dia sudah pergi.

padahal aku sudah berhadapan langsung dengannya. LAMPU PADAM 19 . bukankah kau yang banyak bicara dengannya? Seharusnya kau tanyakan namanya. dia terlalu berlama-lama sampai aku lupa menanyakan.Bu Lena Kenapa kau tanyakan aku. Bu Lena Sudahlah. Pak Lena Untuk sementara Bu Lena Walau sementara. Pak Lena Itu dia. Setidaknya bukan dia yang datang jadi kita tidak perlu risau lagi. setidaknya tidak risau.

tepat lima hari Lena tidak pulang.) 20 . TERDENGAR KETUKAN PINTU. membukanya. TERSENYUM SENANG. BU LENA DUDUK MEMANDANG TV. DALAM SEBUAH RUMAH. PAK LENA LANGSUNG MEMBUKA. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. PINTU KAMAR MANDI. makan di meja makan. menegok keluar dan menutupnya kembali) Belum pulang juga. apakah Lena tidak akan pulang lagi? Bu Lena Belum lima hari Pak Lena Hampir lima hari. PINTU KAMAR TIDUR. Apakah bekal larinya masih cukup? Bu Lena Mengapa kau kuatir? Pak Lena (Menuju pintu keluar masuk rumah. Jika matahari terbenam dan terbit lagi. KULKAS. Pak Lena Pulang juga rupanya kau Lena Lena Lapar (Berjalan menuju dapur. lihatlah sudah mendekati senja. SOFA BESAR MENGHADAP TV. keluar lagi sambil membawa piring makanan. hari keempat sejak tidak pulang. Pak Lena Sudah hampir sore.TIGA LAMPU MENYALA. MEJA MAKAN. PINTU DAPUR.

atau malah teman nongkrong? Bu Lena Ya. kelas mengaji. banyak bertemu orang tentunya. tentunya kau lapar. biar dia makan dengan nyaman. rindu dengan rumah ini tentunya. les balet. yang mana? Lena Teman lain Pak Lena Masih ada temanmu yang lain rupanya.Bu Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Makanlah yang banyak. sudah lima hari dia di luar. Pak Lena Banyak temanmu yang datang. Bu Lena Teman yang mana? 21 . les biola. menuangkan ke gelas Lena) Dari mana saja kau Lena? Pak Lena Kenapa kau tanyakan? Lena Dari rumah teman (Terus makan) Pak Lena Temanmu yang mana? Yang dari sekolahan. Bu Lena Jangan dikatakan dulu. lebih banyak dari kawannya yang datang. (Berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin. Pak Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Dari mana saja? Bu Lena Jangan ditanyakan dulu. Sudah hampir lima hari dia berada di luar. renang. biarkan dia makan dengan tenang.

bukan untukku kan? Untuk kalian yang gila gengsi tanpa memikirkan kebutuhanku kan? (Berdiri. 22 . Mengapa kalian bertanya ketika aku menghilang. duduk di depan tv sambil terus makan. Lena Sejak kapan masak khusus? (Berjalan menuju dapur. Tampaknya dia memang marah pada kita. membawa makanan. masuk ke dalamnya) Bu Lena (Berbisik) Tidak berhasil.) Pak Lena (Berbisik) Bagaimana ini? Bu Lena (Berbisik pula) Bagaimana apanya? Pak Lena Dia terlalu tertutup.(Mendekati Lena) Enak makannya? Lena Biasa saja Bu Lena (Mendekati Lena) Tentunya enak. kita harus bisa membukanya. LENA KELUAR DARI DAPUR TANPA MEMBAWA SEBARANG PUN.Lena Kenapa terlalu mengurusi sih? Bukannya selama ini aku bebas. Mengapa kita yang disalahkan? Kita kan hanya menanyakan temannya saja. mengapa tidak mencari? Lalu. Ibu sengaja masak untuk kamu. BU LENA DAN PAK LENA MENDEKAT. apakah kalian pernah menanyakan aku sekolah apa tidak? Dan. PERSISI MENGHALANGI JALAN LENA YANG MASIH BERADA DI DEPAN PINTU. untuk apa les yang mahal-mahal itu. seperti yang kalian inginkan. Pak Lena (Berbisik pula) Kita harus lebih berusaha lagi.

Lena (Menghindar dan berjalan menuju kamar tidur) Mau tidur Pak Lena (Mengejar hingga depan pintu kamar tidur) Belum malam Bu Lena (Ikut mengejar) Iya. 23 . TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Pasti temannya yang banyak bicara itu. LENA MASUK KAMAR. mari kita berbincang dulu. BU LENA DAN PAK LENA DUDUK DI KURSI MEJA MAKAN. Bu Lena Apa sebab dia begitu dingin Pak Lena Mungkin kita terlalu kaku Bu Lena Kau yang kaku Pak Lena Mungkin kau juga. yang uangnya dicuri Lena. Bu Lena Mungkin temannya yang lain.Pak Lena Sudah selesai makannya? Bu Lena Enak kan? Pasti kenyang. bagaimana ini? Kita belum bicara tentang itu dengan Lena. PINTU TERTUTUP. belum malam.

terserah itu melangkahi kesopanan. hingga sampai depan pintu. PAK LENA TERKEJUT DAN LANGSUNG MEMBUKA PINTU. Om. kenapa harus langsung jika kita bisa berbasa-basi terlebih dahulu. Bu Lena (Muncul membawa segelas minuman hangat) Iya. Pak Lena (Gagap) Tidak. Tamu II Terkejut. Om. PAK LENA DAN TAMU II DUDUK MENGHADAP TV. TAMBAH TERKEJUT MELIHAT TAMU YANG DATANG. menoleh ke Bu Lena dengan bingung) Sebaiknya kau saja. 24 .basi. Ayolah berbasa. Om. Saya khusus datang seperti permintaan. tidak. Tamu II Saya tidak kebetulan main ke daerah sini. TERDENGAR KETUKAN PINTU. ini jalan tol jadi bisa sekencang apa juga. Tamu II Wah. Ayo masuklah. tampaknya akan ada lampu hijau nih. Pak Lena Tidak hanya boleh langsung jalan. BU LENA MENYINGKIR KE DAPUR.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Kau saja yang buka. kemarin itu. Pak Lena (Malas membuka pintu. Jadi rasanya tidak perlu basa-basi lagi… Pak Lena (Memotong) Basa-basi itu terkadang perlu.

Bu Lena Uang kan? Pak Lena Ya. Tamu II (Tertawa) Ini dia calon mertua yang paling hebat. yang dibawa Lena. ini soal sesuatu yang saya miliki itu. seperti janji Om kemarin. bukankah sudah jelas Om. bagaimanapun Lena itu anak kami. kami akan bayarkan semuanya. asal pakai pengaman biar tidak kecelakaan. Begini saja. berapa yang dicuri dari kamu? Bu Lena Masalah besarnya tidak perlu risau. Apa maksudnya ini? Mertua dan ngebut. Bu Lena Mertua? Pak Lena Ada apa dengan mertua? Tamu II (Bingung) Katanya boleh langsung ngebut? Pak Lena (Bingung juga) Tunggu dulu. Tamu II Bukankah hari ini akan saya temukan lagi. Bu Lena Ya terus. jadi tidak mungkin kami membiarkannya mencuri uang kamu. hubungannya apa? Tamu II Loh. 25 .Tamu II Boleh ngebut? Pak Lena Oh tentu. kita buang dulu basa-basi.

Nak. Tamu II Tapi… Pak Lena Tenang saja Bu Lena Lena! Lena (Keluar dengan muka suntuk. 26 . kau saja yang bicara. begitulah. Bu. Tamu II Tunggu dulu. biar semuanya jelas (Berjalan menuju kamar Lena) Lena! Keluar kamu. Bu Lena Lena. bertambah suntuk begitu melihat Tamu II) Ada apa? Bu Lena Ayo. sebaiknya kita cari tahu yang sebenarnya. Bu Lena Tunggu dulu. dia ini datang untuk meminta sesuatu yang kamu bawa. Nah. kami suruh dia datang sekarang. Lena (Senyum masam) Ada apa? Pak Lena Tenang. ada yang harus kita selesaikan. Tante… Bu Lena Tenang.Pak Lena Ya benar itu. (Menggiring Lena ke depan tv) Tamu II (Tersenyum manis) Hai Len. biar jelas saja. tapi karena kamu belum pulang. Begini. santai semuanya. teman kamu ini kemarin sudah datang.

tenang. dengan kata lain ia datang untuk menagih sesuatu yang telah kau curi. berapa yang dicuri Lena? Lena Ya berapa yang kucuri! Cepat bilang! 27 . biar semuanya jelas. Nah. Pak Lena Ya katakan saja. Nak. Tanyakan saja sama dia. biarkan saja. biar kita ganti. Jangan takut kami marah. Bu Lena Tidak bisa begitu. kenapa bisa kacau. (Duduk dengan sewot) Tamu II Waduh. Katakan saja jumlahnya. sumpah. bagaimana ini. Tamu II (Panik) Tunggu dulu… Pak Lena Sudah kamu jangan bicara dulu. saya permisi. Begini saja. tidak apa-apa. Begini saja.Pak Lena Ya. Lena Ahk. (Bergerak pergi) Pak Lena (Menahan) Bagaimana kamu ini. Berapa Lena? Lena (Bingung) Lena tidak mencuri apa-apa. Hey (Menunjuk Tamu II) kamu jangan sembarangan menuduh aku pencuri ya! Sampai datang ke rumah lagi! Bu Lena Sabar Nak. berapa yang kau ambil darinya. Om. bukannya kamu ingin mengambil yang telah dicuri Lena? Tamu II Sudahlah Om. Sungguh kami tidak akan marah. berapa jumlahnya. bagaimana ini! Lena tidak mencuri. anggap saja tidak terjadi apa-apa.

Bu Lena Jadi apa? Bicara yang jelas! Tamu II (Malu) Lena mencuri hati saya. Om. saya itu senang sama Lena tapi Lenanya belum memberikan jawaban. Tante. Dengan kata lain. kamu bolak-balik ya mencari aku? 28 . Lena kamu yang buka. TERDENGAR KETUKAN PINTU. PINTU TERBUKA. Lena tidak mencuri uang tapi… Bu Lena Tapi apa? HP.Tamu II (Takut) Tidak ada… Pak Lena Apa! Tamu II Lena tidak mencuri uang. Om. Pak Lena Kok malah menyalahkan. Pak Lena Siapa lagi itu. SEMUANYA TERKEJUT. atau apa? Tamu II Bukan itu Tante. Saya pikir Om sudah mengerti dengan yang saya maksud. Saya sudah coba jelaskan. Lena Aku baru saja pulang. bukalah pintunya. LENA TERTAWA. Tamu II Benar. perhiasan. Sejak tadi dan malah kemarin saya sudah ingin jelaskan tapi Om tidak mau mendengar.

Lena Ayolah masuk Tamu I Bayar dulu utangmu.Tamu I Kurang ajar. nanti di dalam. ini urusan kita berdua. biar saling bertemu semuanya. Tamu I Tapi… Lena Tidak ada alasan (menggandeng Tamu I) SEMUANYA BERKUMPUL DI DEPAN TV 29 . gitu aja sewot. Pak Lena Suruh duduk dulu. Bu Lena Siapa Len? Lena Teman Bu Lena Bawa temanmu ke dalam. Pak Lena Masuklah. kalau utang cepat bayar dong! Lena Ala. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Tante. Lena Iya. di sini saja. tidak baik terus di depan pintu.

masalah yang tadi belum selesai. katakan saja berapa yang kau ambil dari dia? Lena (Marah) Kenapa nggak ada yang percaya! Lena tidak pernah mencuri uangnya! Tamu II Iya. Pak Lena Kamu di sini dulu. Om. Om. benar tidak? Tamu II Kalau begitu saya pulang lebih dulu saja. mari kita selesaikan. Tamu I Kamu mencuri uang. Tamu I Maaf Tante. Len? Tamu II Tidak… tidak. Pak Lena Sudahlah. wah serba salah semuanya. Pak Lena Ah. Pak Lena Kalau cuma sekedar berarti tidak berulang. Om. 30 . rupanya kamu. Lena. Kenapa terlihat begitu penting. Lena tidak mencuri uang saya. kamu kan belum mengembalikan uang yang kamu curi dari dia.Bu Lena Oh. cuma sekedar mampir. temanmu ini bolak-balik mencari kamu. Lena Masalah apa lagi? Bu Lena Lena. merepotkan. tidak ada apa-apa. ada apa ini? Tamu I Tidak ada apa-apa. Len.

Lena Dengar itu! Lena tidak pernah mencuri! Lena cuma meminjam uang. Tamu II Kapan? Lena Bukan kamu! Tamu I Tidak. Tante. Dan. bukankah kamu datang kemari untuk menagihnya? 31 . Lena Hey! Jangan bohong kamu. Bu Lena Berarti uang kamu? Berapa? Tamu I Tidak ada. Lena tidak pernah meminjam uang. saya tidak ada hubungan dengan uang. Seperti yang sudah terkatakan tadi. Om. Lena Hey! Pak Lena Tunggu dulu. Tidak. yang benar yang mana? Mencuri atau meminjam. lalu uang siapa yang dicuri atau dipinjam? Tamu I Bukan uang saya. hati saya yang dicuri. ada apa ini? Bu Lena Ya. Tante. Lena Hey! Tamu II Sudah jelas. Aku pinjam uang kamu beberapa hari yang lalu sebagai bekal lari dari rumah.

ah… Tamu I Kenapa. Aku benci! (marah mendekati menangis) Tamu I Aku tidak tahu. tidak perlu kamu pinjam uang kawan. Yang mereka pikirkan semua baik-baik saja. aku tidak beri tentunya. kamu kan bisa permisi dulu. aku pinjami kamu uang bukan untuk itu. lihatlah orang tuaku ini kawan-kawan. Lena Ini bukan piknik…(menangis) BU LENA DAN PAK LENA LANGSUNG MENDEKATI LENA. Nak? Lena Lihat. Len.Bu Lena Bekal lari? Pak Lena Lari dari mana. Bukankah hidup di luar itu lebih berbahaya. Aku lari dari rumah pun mereka tidak tahu. kamu mau membantunya lari kan! Lena Diam kalian! Kalian (memandang orang tua) lihatlah anak kalian ini! Apakah kalian hafal setiap tahi lalatnya? Apa kalian tahu yang diinginkannya? Pandang aku melalui mataku jangan pandang aku dengan mata kalian! Bu Lena Kenapa kamu harus lari. Nak. Aku. Tamu II Kamu lari dari rumah? Kenapa tidak bilang padaku. Pak Lena Jika memang ingin lari. 32 . Kalau aku tahu kamu pinjam uang untuk lari.

Kami bingung. mereka telah hilang. Bu Lena Tidak punya rumah? 33 . Lena (Sambil menangis) Bukan uang… Pak Lena Jika begitu mengapa menangis? Bu Lena Diamlah. TANGIS LENA SEMAKIN MENJADI. sebaiknya kita menyingkir. Lena Lena tidak pulang selama ini karena Lena merasa tidak punya rumah. Tamu II Kita harus permisi dulu Tamu I Kalau keadaannya seperti ini. Uang yang kamu pinjam akan kita ganti. Nak. (Menyadari Tamu I dan Tamu II telah hilang) Bagaimana ini. Pak Lena Diamlah. jangan menangis terus. jangan menangis. Uangnya belum kita ganti. sebaiknya tidak perlu. Ceritalah. Tamu II Uangmu… Tamu I Sudahlah… TAMU I DAN TAMU II PERGI DENGAN CEPAT. Len.Tamu I (Menarik Tamu II ke sudut lain) Urusan keluarga.

Nak.Lena Ya. Pak Lena Membebaskan kamu bukan berarti tidak perhatian. BU LENA Siapa lagi? SELESAI Yogyakarta maret-april 2006 34 . tapi salah juga… Bu Lena Kita harus bagaimana? Membebaskannya salah. Lena (Lari masuk kamar) Seharusnya kalian jadi orang tua yang benar-benar orang tua! MUSIK PERLAHAN. Bu Lena Kita salah mendidiknya… Pak Lena Sebenarnya kita bermaksud baik. kami rasa itu yang baik. Dulu kami dikekang orang tua kami dan kami tidak suka. Lena benci. Mungkin selama ini kami tidak memperhatikan kamu. semuanya selalu dihitung dengan uang. rumah ini segalanya dihitung dengan uang. Lena butuh rumah yang benar-benar rumah! Bu Lena (Menangis) Maaf ya. Tidak ada yang perhatikan. BU LENA TERUS MENANGIS. maka kami ingin kamu tidak seperti kami. Kalian sibuk dan Lena pun sibuk sendiri. PAK LENA MENUJU PINTU DAN MEMBUKANYA. tidak ada pembicaraan yang menyenangkan. SAHYDU BEGITU TERASA. Rumah ini rumah kamu. mengekangnya juga bisa salah… TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Siapa lagi? TERDENGAR KETUKAN PINTU. kami tidak ingin mengekang. rumah yang kami bebaskan untukmu.

NY.NASKAH TEATER REMAJA “KONGRES UNGGAS” KARYA : APRIS PELAKU : 1. PELIKAN 15. SWAN SONG 14. NYI CENDRAWASIH 17. KUTILANG 5. ANGSA 2. BANGAU 7. JOKO PERKUTUT 16. NYI KUNTIL JUARA II LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2006 35 . NY. SAWUNG JAGO 13. NY. NONA MERPATI 9. KAKAK TUA 12. GAGAK 11. NONA BEBEK 4. NONA ITIK 8. NY. BABON 3. NY. KASUARI 6. NONA ITIK 10.

SAMBIL TERSEDAK-SEDAK) 5. (TERTAWA).KONGRES UNGGAS BABAK I RUANG TAMU MEWAH SEBUAH BANGUNAN BESAR MILIK NY. KUTILANG. Tante. MUNCUL NY. Kutilang : Lho. tapi merasa sedikit tampan. DUDUK MENYENDIRI DI SALAH SATU SUDUT RUANG ITU DENGAN ANGKERNYA. ANGSA BERSAMA NONA MERPATI PUTRINYA. NY. Dia bilang jago-jago kita tambah gila saja. Babon : : Sedang membicarakan apa. (TERTAWA LAGI. PENGAWAL NY. Lantas. DIIRINGI PENGAWAL SETIANYA JAKA PERKUTUT. BANGAU. kedudukan dan uang. Kata Jeng Bebek lagi. kok kedengarannya meriah banget. para jago kita tingkat kegilaannya sudah sangat tinggi. SIBUK MELAYANI PARA TAMU. DISINI AKAN DILANGSUNGKAN PERTEMUAN RUTIN PARA UNGGAS. SAMBIL MELAHAP HIDANGAN YANG DISAJIKAN. YANG SUDAH TERLIHAT DATANG LEBIH DULU NY. PUTRI NY. ya main perkosa. 1. Angsa 4. Kalau punya pangkat. kedudukan atau uang. Nah. BABON DAN NONA BEBEK. begitu Iya. MEREKA SEDANG ASYIK NGRUMPI NONA ITIK. 36 . TIDAK LAMA KEMUDIAN. Jeng Bebek juga mengatakan. (BERHENTI SEJENAK). kalau tidak punya semua itu. Mana ada gila kok tinggi. NYI KUNTIL. Babon : : O. sejak dulu yang namanya jago itu memang gila. mereka akan kawin dimana-mana. ARISAN. BANGAU. penjajahan dan kesewenang-wenangan para pejantan terhadap para betina sudah keterlaluan. ya mengobral janji di mana-mana. Angsa 2. KUTILANG. DITEMANI TUAN RUMAH. Kalau tidak punya pangkat. Itu lho Jeng Bebek aneh-aneh saja. cantik dan agak menggoda. Tidak peduli perasaan para betina yang dikawini. Padahal. (TERTAWA) 3. cara mengukurnya bagaimana. (TERTAWA). benarkan. Apalagi kalau melihat perempuan- perempuan muda. Pejantan-pejantan kita tambah brutal dan tidak menghargai para betina sama sekali.

Babon : Ah. Mana mungkin mendukung saya. 10. Tapi ucapan Tante Babon juga betul. 12. Lho. itu hanya menghibur diri. Babon : Tapi tidak semua pejantan seperti itu. Mereka tidak mungkin berani menyiarkan berita kalau tidak benar. Buktinya. 11. Nggak peduli benar atau salah. Iya kan. Angsa : Ya. tidak begitu. Jeng Bangau. JOKO PERKUTUT ASYIK MELADENI NONA MERPATI DAN NONA ITIK BERSENDA GURAU. nanti nggak enak lho. pokoknya bisa dijual. Babon : : Ah. Angsa : Saya kok setuju dengan Tante Babon. (TERTAWA SINIS SAMBIL MEMANDANG BERKELILING. Babon : Eeee. merugikan atau menguntungkan orang lain. Tidak semua pejantan kita seperti itu.6. Yang penting kan laku dijual. Bebek : Jumlah itu belum bisa dijadikan bukti. Bebek 9. Masih banyak yang memiliki moral bersih. itu kan memang kerjaan wartawan dan lahan penghidupan media massa. ngobrolnya kok jadi serius begitu. Plin-plan. ya tidak akan ada yang beli koran. Ayo. kok juga mendukung Jeng Bebek. pasti berdasarkan sebuah fakta. YANG SESEKALI DILIRIK OLEH NY. Jeng Kasuari dan Jeng Angsa. biarpun punya derajat dan uang. Siapa sih yang tidak tahu prinsip media massa. Jeng. Mas Sawung Jago. Bangau : Waduh. 14. Kasuari : Kalau saya pikir-pikir. DI SUDUT LAIN. masih ada pejantan seperti suami saya. Mbakyu. PEMBICARAAN MEREKA DIALIHKAN KE HAL-HAL YANG LAIN. MENCARI DUKUNGAN) 37 . 13. Buktinya suami saya. Kalau tidak menyajikan hal semacam itu. lha … gimana sih Jeng Kutilang ini. masyarakat kita kan memang paling senang baca berita seperti itu. Nyatanya hampir setiap hari koran-koran. radio dan televisi menyajikan berita kebrutalan para pejantan kita. Bebek : Mungkin saja. ANGSA) 15. tidak pernah ngobral nafsu dimana-mana. dimakan lagi hidangannya. 7. Apa yang dimuat koran. suami Jeng Kutilang. MEREKA ASYIK MENIKMATI HIDANGAN YANG DISODORKAN OLEH TUAN RUMAH. Kalau terlalu dingin. pendapat Jeng Bebek itu benar. diberitakan di radio dan ditayangkan di televisi. Sudah. Lagi pula. 16. (SEMUA DIAM UNTUK BEBERAPA SAAT. Itu tidak tegas namanya. RINGAN YANG PENTING NGRUMPI. dengarkan radio atau nonton televisi. 8. menghibur diri bagaimana. Itu kan kenyataan.

20. yang terbaik bagaimana. Jeng Bebek juga dinilai begitu. untuk mengetahui apakah pendapat atau ucapan itu benar atau salah. Saya kok jadi bingung. Wong suami saya tidak begitu. Bangau : Iya. Jeng Bebek benar karena semua media massa. Kita memang tidak boleh seenaknya sendiri. Babon : Wah. Kasuari : Yang saya maksudkan begini. Dus. Nah. 22. Saya dinilai salah. Benar semua atau salah semua. Jadi. 38 . tapi juga benar. Dalam setiap persoalan. Menyamaratakan. kita tidak boleh mengungkapkan statement secara ngawur. atau istilah ilmiahnya menggeneralisir setiap persoalan. Mungkin Jeng Angsa bisa menjelaskan. 18. Kan tidak mungkin salah semua atau benar semua. Babon : Jeng Angsa ini aneh. 26. Tidak bisa dijadikan dasar analisis. Lantas. Ah. Kita tidak boleh mendua. tapi benar berdasar fakta atau penelitian. padahal yang melakukan hanya seekor pejantan. Pendapat atau ucapan yang disampaikan. tidak tahu saya. selalu menyajikan kebrutalan para pejantan kita. kita seharusnya hanya mendukung salah satu pihak. Bangau : Benar. kok. Angsa : Saya setuju dengan pendapat terakhir. hal itu bisa saja terjadi. Segala sesuatunya harus kita teliti dan kemudian kita analisis. mengatakan semua pejantan kita sudah bejat moralnya. 19. 21. 24. Malah jadi tidak nyambung. Babon : Lha. belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 23. benarkan apa yang saya katakan. Kita tidak bisa seenaknya sendiri. ini gimana. sehingga kami jadi mudheng.17. hanya karena suami Jeng tidak begitu. (SEMUA YANG HADIR MANGGUT-MANGGUT. Angsa : Jeng Babon juga tidak bisa menyalahkan Nona Bebek. Tidak bisa keduanya. bisa benar atau salah semua. MESKI ADA BEBERAPA YANG TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI). Angsa : Dalam dunia keilmuwan. karena memang tidak semua pejantan bermoral bejat. Berarti yang bejat hanya seekor dan yang baik juga hanya satu ekor. 25. Angsa : Begini lho Jeng. baik cetak maupun elektronik. Saya juga jadi bingung. Bisa runyam nanti. to. Asal bicara. Pasti hanya satu yang salah dan satunya benar. Salah semua atau benar semua. Sementara Tante Babon benar.

Kalau tidak. Kalau saya. Masak hanya dari omong-omong harus begitu panjang dan lama penyelesaiannya. Babon : Ya jelas tidak mau saya. 29. Pembicaraan sederhana kok tiba-tiba jadi ruwet begitu. Bangau 37. Kita harus melakukan penelitian untuk menjernihkan persoalan ini. Kutilang : Melakukan penelitian. Kami kan masih punya kegiatan lain. Harus lewat penelitian. waduh. silahkan. Bangau 30. 32. Di samping memakan waktu lama. hasilnya sulit diyakini kebenarannya. 35. Apa kita mau disini seharian hanya untuk memperdebatkan hal yang tak kita ketahui. Cara yang terbaik yang seperti yang dikemukakan Jeng Angsa. Kok jadi tambah ruwet begitu. Iya. Bangau : Kalau saya tidak jadi masalah. tanpa tahu ujung pangkalnya dan tidak mengerti mana yang benar.maka harus diadakan penelitian. 27. Kalau Jeng Bebek bagaimana. sampai harus mengadakan penelitian dan musyawarah segala. Dus. Paling tidak ya harus lewat forum musyawarah nasional atau bahkan musyawarah internasional. 28. Kasuari : Saya setuju dengan pendapat Jeng Angsa. Kalau saya lebih setuju mengumpulkan betina dari seluruh dunia dan mengadakan musyawarah untuk membuat resolusi. juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara. 34. Babon : Wah. Angsa : Itu kalau nyonya-nyonya di sini mau menguji kebenaran dari apa yang sudah diperbincangkan tadi secara ilmiah. mengumpulkan betina dari seluruh dunia? Ck … ck … ck. 33. bagaimana dengan aktivitas kebabonan kita. Kalau semuanya mau tinggal disini lebih lama dan berbincang-bincang. akan sia-sia saja. tinggal setuju atau tidak. Bebek : Ya ndak bisa hanya sesederhana itu kalau masalahnya menang luas dan besar. kok jadinya malah ruwet. Babon : : Waduh. itu ide gila. Paling tidak ya sebagai ibu rumah tangga dan istri. Babon : : Wow. 31. Lalu biaya untuk menyelenggarakan acara itu cari di mana? 39 . Tapi seperti kata Tante Babon tadi. berarti butuh waktu yang cukup panjang dan dana yang agak besar. mana yang salah. kita hanya bicara dan berdebat terus. Apalagi menyangkut sekelompok kaum. 36.

kan tidak ada jeleknya. NYI CENDRAWASIH. kumpul sama jago-jago teras kita. 40 . Masak kumpul sama jago kampung yang tidak berprestasi. TAPI RUANGAN ITU SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA UNTUK KEPERLUAN MUSYAWARAH ATAU SEMINAR INTERNASIONAL. Lho. 43. KASUARI. kalau para pejantan mengadakan acara pasti membebankan seluruh biaya pada negara. NYI KUNTIL. Soal kumpul dengan siapa. 46. Pokoknya saya hadir. Sawung Jago 45. (TIDAK LANGSUNG TERDENGAR JAWABAN. ndak masalah. Lha kok saya disuruh kumpul sama jago-jago teras. saya kan tidak terdaftar sebagai panitia. Koor : Setuju ………………………… BABAK II SEBUAH RUANGAN BESAR ATAU LAPANGAN YANG CUKUP RINDANG. 42. Kalau sekali-kali kegiatan para babon dibiayai negara. 39. ANGSA.38. Selama ini. Setidak-tidaknya kamu masih trah dalam. Panitia yang ngurusi konsumsi. Babon : Meski kamu tidak tercantum dalam daftar panitia. Sawung Jago : Sudahlah. NY. NONA MERPATI DAN NONA BEBEK) 47. 41. Yang penting konsumsi. DENGAN PAKAIAN YANG SERONOK. DI BERANDA. Kasuari : Jeng Babon sudah datang. Ada dalam acara ini. NY. Jangan hanya menyendiri di belakang. 44. Babon : : Orang seksi konsumsi kok panitia inti. Bebek : Kita bebankan pada negara. MEREKA MASING-MASING SIBUK BERBICARA SENDIRI-SENDIRI). sana ikut nimbrung. Tidak usah macem-macem. apakah semuanya setuju dengan gagasan. Masih dialiri darah biru. Bagaimana nyonya-nyonya setuju? 40. Saya kan malu. Babon : Mas. (MUNCUL NY. apa acara ini nanti bisa berlangsung sehari penuh kalau tidak ada konsumsinya. MASIH TAMPAK LENGANG. saya kan termasuk panitia inti. TAMPAK TANTE BABON. NONA ITIK. BANGAU. Sawung Jago : Habis. Dalam susunan yang kalian buat nama saya kan tidak ada. TAMPAK JOKO PERKUTUT. Jeng Bebek. BERSAMA SAWUNG JAGO SUAMINYA. Kasuari : Bagaimana nyonya-nyonya.

Masih muda mau seenaknya. Angsa : Kalian berdua ini memang lancang. yang kerja hari ini sudah disiapkan konsumsinya atau belum. Yang melayani juga harus spesial. Mereka kan sudah mengajukan anggaran sendiri. pencuci mulutnya belum terbayar. 59. Kini. Kami menyediakan diri sebagai sukarelawan. lumayan meski tambah kurus. diurusi Nyi Cendrawasih dan Nyi Kunti. Babon 49. Lama tidak bertemu. jadi ya tidak sempat kemana-mana. Kok lama ndak kelihatan itu kemana saja. kamu datang merebut. ketika aku sedang mengincar Merpati dan Itik. 41 . Babon : Lha. Untuk jago lainnya. (PERGI SAMBIL MARAH-MARAH. Lantas. Bagaimana konsumsinya. 54. Kakak Tua : Kakang Sawung Jago malah sudah sampai disini. dia kan mahasiswa. lho Mas. Maaf. Hanya saja. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Ah. 56. Sawung Jago : Tidak apa-apa. Babon 51. kita harus kerja makin keras. Nona Itik : Iya. Kan kemarin anggarannya tidak masuk ke anggaran saya. Kami yang ngurus konsumsinya. nasibmu baik benar. Kasuari 50. Ya yang tua. Ada-ada saja. kan sehatsehat saja? 60. kakang Sawung Jago ini ada-ada saja. Waktu aku mengincar Angsa. Sawung Jago : Namanya juga usaha. Tadi sekalian mengantar istri saya. Maklum. Sejak dulu. Sawung Jago 61. iya. Mas Joko Perkutut tidak senang kalau dibuatkan konsumsi seperti jago kebanyakan. 55. ya jelas dong. 52. dan Joko Perkutut. Angsa : : : : Lho. ya yang muda. (TIBA-TIBA KAKAK TUA DAN GAGAK MASUK SEHINGGA MENGAGETKAN SAWUNG JAGO) 57. Kakak Tua : O. Nona Merpati : Saya dan Nona Itik sudah berembug dengan Mas Joko Perkutut. Mas. Joko Perkutut kan jadi urusan saya. Kakak Tua : : Yah. Jeng? Pokoknya beres. Saya yang dipilih jadi penerima tamu malah datang belakangan. 58. Jadi segalanya harus serba spesial. YANG TINGGAL HANYA SAWUNG JAGO). Kang? 62. jadi ya agak pagi berangkatnya. dari dulu bisanya hanya petok-petok. ya belum. kamu lagi-lagi nimbrung. Bagaimana kabarnya.48. 53. Sawung Jago : Babon.

63. MATANYA MELOTOT MEMANDANG. sehingga sangat tergantung pada manusia laki-laki. LANTAS PERGI MENINGGALKAN KAKAK TUA DAN GAGAK YANG TERSENYUM SINIS). para betina akan datang sendiri. dan para jago tahu yang namanya keadilan. Agar mengetahui wewenang. Pakai kejar-kejaran segala. (TERDENGAR TEPUK TANGAN RIUH). benar-benar keterlaluan. Ujas-ujus. kok ya masih senang mengejar ayamayam dara. Tapi kenapa kita malah diperlakukan sewenang-wenang mempedulikan oleh para jago. karena salah kita sendiri. Untung keduanya cukup lincah dan gesit. Kakang Sawung Jago itu aneh. Lebih-lebih kalau masuk klasifikasi pejantan. Ini berarti mereka tidak menghormati para betina. Kenapa mereka tidak menghargai kita. ACARA PERTEMUAN DIMULAI 65. Padahal kita bisa mencari makan sendiri. TAPI TIDAK JADI. Bebek : Saudara-saudara betina. Gagak : Memang benar. maka para betina di seluruh dunia harus bersatu dalam sebuah wadah. Melihat situasi dan kondisi. Tidak usaha dikejar-kejar. dan menyampaikan resolusi. (TEPUK TANGAN MERIAH LAGI. Bedanya. Kita tahu bahwa para jago dimana-mana senang wayuh. ANGSA TAMPIL BERBICARA) 42 . kok kakang kemarin sepertinya serius mengejar musuh. 64. Ini yang tidak pernah anak-anaknya. Kakak Tua : Yah. Tapi di dunia kita. yang nantinya akan menetapkan aturan main bersama penguasa. Maka wajar kalau manusia wanita rela disewenang-wenang manusia laki-laki. Saya juga lihat sendiri cara kerja Kakang Sawung Jago. Sudah punya istri resmi dan beberapa simpanan. Berbeda dengan kamu. TIBA-TIBA NY. SETELAH MENDENGUS KESAL. Apalagi di dunia manusia ada peribahasa: surga dan neraka ikut laki-laki. grusa-grusu. sehingga tidak tertangkap oleh si tua bangka itu. Mereka kebanyakan tidak bisa cari makan sendiri. begitulah yang namanya jago. Kemarin Itik dan Merpati yang dapat giliran dikejarkejar mau diperkosa. tidak ada peribahasa semacam itu. Yaitu mau menerima perlakuan sewenang-wenang mereka. Bahkan mencarikan makan anak-anak kita. Tapi ada juga yang tidak mau menjaga diri. (SAWUNG JAGO TIDAK MENJAWAB. Tidak angon situasi. ada yang bisa lebih menjaga diri. Apa pengusaha sekarang juga diajari perang-perangan. MAKSUDNYA MAU MARAH. (TERDENGAR TEPUK TANGAN LAGI). Kita berbeda dengan yang namanya manusia wanita.

tanpa harus memikirkan pernikahan. wewenang. Tidak perlu menang-menangan. Tapi itu masa lalu. Kedua. kita harus secara aktif mengadakan pendidikan. Dengan demikian. serta tugas para betina maupun jago dalam pergaulan hidup sehari-hari. (TEPUK RIUH) 67. Menyambung langsung apa yang baru saja disampaikan Nona Bebek. Kita perlu mencontoh wayang. Hal itu terus berlangsung sampai kematian menjemput mereka. Terlalu usang dan ketinggalan zaman. memang perlu dipertimbangkan kembali. Pertama. Ketiga. Kami pun dulu tak terhindar dari keadaan dan situasi semacam itu. Sama sekali tidak hewani. Maklum. Karena dinegaranya memang kekurangan wanita dan terlalu 43 . (TERDENGAR GERUTUAN DAN MAKIAN). unggahungguh dan semacamnya adalah nonsens. membuat resolusi buat manusia yang memperlakukan bangsa kami dengan semenamena. Masak kaum betina kami selalu dikurung secara bergerombol dalam satu kandang dan tidak pernah diberi seekor pun jago. Jadi soal tata tertib. melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang hak. tapi setiap hari diharuskan bertelur. Ingat.66. bagaimana. Harap jangan berisik. Swan Song : Kami memahami betul apa yang disampaikan kedua betina terdahulu. Pelikan : Saya setuju dengan Swan Song tadi. Angsa : Saudara-saudara. yaitu Pandawa. Drupadi itu suaminya lima. Para betina punya harga diri yang patut diakui para jago. jago dan betina punya hak sama dalam perceriaan. Soal wayuh. 68. Bikin resolusi yang memprotes sistem manusia memelihara ayam. Seandainya dalam sebuah kelompok ayam ternyata jumlah jagonya lebih banyak dibanding betinanya atau sebaliknya. kita harus menyusun sebuah resolusi yang isinya antara lain: jago satu hanya boleh memiliki atau mengawini seekor betina. Kini kami mulai memasuki kehidupan yang sangat bebas. tanggungjawab. kita harus selalu mengkampanyekan bahwa betina bukan hanya sekedar pabrik telur yang bisa diperlakukan sewenang-wenang. Betina bisa melayani selusin jago. saya sampaikan beberapa catatan penting. Kami justru punya usulan. kami dari masyarakat modern. begitu pula sebaliknya. masing-masing bisa saling menghargai satu sama lain. Kami bebas melakukan hubungan. Perkawinan bukan lagi hal yang penting. kami dari negara yang sudah sangat modern. Ini benar-benar tidak adil dan harus dihentikan.

70. MEREKA BERDUA NGOBROL. seperti yang dianut ayam ras. Sementara Kresna istrinya tiga. harus tetap diberi jago yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah betina. Maklum. namanya saja wiraswasta. KUTILANG DUDUK TERMENUNG SEORANG DIRI. enggak kok. silahkan duduk. Betina bisa menceraikan jago. apakah pembentukan wadah dan isi resolusi disetujui. 75. begitulah. Rumah saya sekarang juga sering sepi. Jago boleh menceraikan betina. Usulan betina lokal baru bisa dijalankan kalau situasinya seperti di Madura dan Awangga. tapi karena keadaan yang memaksa. kok jam sekian masih di luar. 4. Babon : Yah. Dari mana. 72. Kasuari : : Ngalamun. 44 . 3. Mari Mbakyu. Betina tidak boleh wayuh. wayuh hanya diperbolehkan bukan karena kebutuhan seks semata. 73. Betina yang dipelihara oleh manusia untuk tujuan penghasil telur. dimana jumlah wanita dan pria seimbang. (TERDENGAR JAWABAN KOOR SETUJU). Mbakyu. 5. 2. Apa Sawung Jago sering pergi? 74. NY. Babon 71. karena di Drawati kekurangan pria dan terlalu banyak wanita. Babon : Tidak dari mana-mana. 6.banyak pria. Bagaimana pada semua yang hadir. SEMENTARA SUASANA TAMPAK LENGANG DAN SEPI. 69. Jago tidak boleh wayuh. TAMPAK ASYIK. Kasuari : Dan Mbakyu mempercayainya. MALAM BULAN PURNAMA. Manusia dilarang membudidayakan ayam seenaknya sendiri. Saya memang sengaja kemari untuk ngobrol. BLACK OUT BABAK III FADE IN TERAS SEBUAH RUMAH. Malah sampai disini. TIBA-TIBA DATANG JENG BABON. Jeng. disepakati berdirinya perkumpulan betina se dunia yang diberi nama KONGRES UNGGAS SE DUNIA. Di rumah sepi sekali. Jadi ya sering pergi. yang disepakati : 1. ya Jeng? (AGAK TERKEJUT). Dengan kata lain. Ah. Begitu pula yang dipelihara untuk diambil keturunannya. Kasuari : Sama. Katanya untuk meningkatkan usaha. Kasuari : Untuk menyatukan para betina di seluruh dunia.

dong. Kasuari : : Ah. Artinya. Dan betina seperti itulah yang sering ngrusak tatanan. 84. selingkuh. Kalau suami kita beri kepercayaan penuh. Lagi pula. Jangan terlalu curiga. Termasuk pada suaminya sendiri. Kasuari : Tidak. Babon 81. suami saya merupakan tipe jago yang setia. Jeng? Ya bukan hanya para jago yang punya watak buruk seperti itu. Mbok ya yang semeleh. Kasuari : Saya juga dulu punya pandangan yang sama dengan Mbakyu. Para betina juga banyak yang senang bermuka dua. Paling-paling untuk meningkatkan karier. Jangan-jangan malah sampeyan yang sudah ketularan penyakit manusia perempuan. 82. gitu. 78. Para jago itu ndak bisa dilair-batini. Babon : Masak ada betinayang punya watak seperti itu. Saya tidak guyon. Babon 83. Jeng. saya tidak pernah menaruh curiga. Mbakyu. Senangnya kok guyon. Dia tidak pernah menyeleweng. Babon : Weh … weh … weh. 79. apa seburuk itu namanya jago. Babon : Ya jelas. 80. 85. Tapi di belakang. Babon : Jangan-jangan … (AGAK GELISAH. istilah apalagi itu. Ya entek omah. sejak sebelum musyawarah yang baru lalu dilaksanakan. Bermuka dua. Sejak adanya Perkumpulan Betina Mardika dan resolusi yang dihasilkan beberapa waktu lalu. ndak tahunya kencan dengan betina lain. Merekalah yang sering memancang para jago untuk nyleweng. Jangan-jangan suami saya sudah kelurahan penyakitnya manusia. 86. di muka orang banyak sangat berapi-api membela dan memperjuangkan hak kaumnya. kadang beberapa hari. Dikasih kesempatan. Tapi setelah musyawarah besar beberapa waktu lalu. TAPI KEMUDIAN MENGHIBUR DIRI SENDIRI). TAPI SAYA PERCAYA SAMA KESETIAAN SUAMI 45 . entek ngalas. Tidak pernah percaya sama manusia lain. Amit-amit. Kasuari : : Walah. saya jadi sering mikir.76. ya nglonjak. Bilangnya nglembur. Kasuari : E … namanya jago kok diumbar. Kalau suami saya pamit keluar rumah sampai menginap. tidak-tidaknya kalau mereka nyeleweng. Ini serius. Curigaan saja kerjanya. meski pergi dari rumah sampai berhari-hari. buat apa tidak mempercayai suami yang terus keluar rumah untuk mengembangkan usaha. Jeng Kasuari ini kok ada-ada saja. 77. Jeng Kasuari kok jadi begitu. Mbakyu.

MARAH. Menikmati malam terang bulan yang indah ini. Babon : Iya. Kalian ini ada apa. Bengak-bengok ndak karu-karuan. 94. ini ada apa. Cuma anu … e … anu … 91. KOK. 46 . tegas. KECEWA CAMPUR JADI SATU. kami lihat pemandangan yang nganeh-anehi. Kasuari 92. Nyi Kuntil : : Nganeh-anehi bagaimana. gitu lho. 93. 95. Anu apa. di tempat remang-remang. Senangnya kok bikin dhegdhegan. Ya. Merusak tatanan. Babon : : Cuma apa. E … e … e. Kami melihat suami Nyonya berdua bersama Nona Bebek dan Nona Merpati. Begitu saja kok didramatisir. Begini. TIBA-TIBA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH DATANG DENGAN SIKAP TAK MENENTU. 90. Nyi Kuntil : (SETELAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA. Tidak plinthat-plinthut seperti itu. ayo. Kasuari : Sudah. (NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH TERKEJUT. WAS-WAS DAN TAKUT). di taman kota. 96. ayo. Nyi Cendrawasih : Wong cuma anu. AKHIRNYA BISA JUGA BICARA). Mbok kamu saja yang menjelaskan. Tidak berperi kebinatangan. 100. Kacau. Nyi Cendrawasih : Tapi mereka berkelompok secara terpisah-pisah.SAYA. Babon 97. gawat. GELISAH. Salah satu dari kalian harus bicara terus terang dan yang sebenarnya. Ada apa. Ketika sampai di taman kota. Kami berdua kebetulan sedang jalanjalan. Datang-datang kok kayak orang ayan. bingung aku. (NY. 87. Nyi Kuntil 88. Mereka mungkin sedang jalan-jalan sekeluarga. Mbok kalau bicara itu yang jelas. Apa itu. Kasuari : : : Wah. anu dheng … ah. KASUARI TERSENYUM KECUT. Gajah midak rapak. 98. Nyi Kuntil : Eh … oh … ah. JAGO LAIN BISA SAJA MUDAH DIGODA. SEPERTI TAK MENGETAHUI KEBERADAAN KASUARI DAN BABON). Iya. kok. 99. Nyi Cendrawasih 89. Ayo ngomong yang benar. Mbok bicara to the point saja. TAPI SUAMI SAYA TIDAK. Nyonya. Kasuari : Itu kan biasa. nggak ada apa-apa kok Nyonya.

GAGAK DENGAN NONA ITIK. gawat. NY. (MEREKA BERGEGAS PERGI KE TAMAN KOTA UNTUK MENYELIDIKI KEBENARAN UCAPAN NYI KUNTI DAN NYI CENDRAWASIH). yang namanya keluarga itu kan ya berkelompok-kelompok. benar. MENELITI TIAP-TIAP PASANGAN DENGAN TELITI DAN CERMAT. Kasuari : : : Wah. Biasakan. NY. Mereka berkelompok dua-dua. TAMPAK ENAM PASANG AYAM SECARA SILUET SEDANG BERCUMBU RAYU. Berpasangan! 103. Kasuari 106.101. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : Baik. Kasuari : Lho. BINGUNG DAN LARI BERSERABUTAN. Kasuari : Apa …! Mereka berpasangan di taman kota? 104. NAGATUMURUN DENGAN NONA ITIK DAN KAKAK TUA DENGAN BANGAU. KASUARI SERTA NY. JOKO PERKETUT DENGAN ANGSA. tunjukkan tempatnya. BABON. Iya. Nyi Kuntil : Bukan begitu. SAWUNG JAGO BERPASANGAN DENGAN NONA BEBEK. Kita harus menyelidikinya ke sana. Nyi Kuntil dan Nyi Cendrawasih. SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN DARI KATA-KATA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : I … I … ya … 105. 102. Ayo. Mbakyu. TAMPAK NY. NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH BERINDAP-INDAP MENDEKATI YANG SEDANG PACARAN. ADA YANG 47 . DI ANTARA RERIMBUNAN TANAMAN TAMAN. BABON BERTERIAK HISTERIS LALU JATUH PINGSAN. Babon 107. Nyonya. KASUARI. DARI KEJAUHAN. 108. SEMUA PASANGAN YANG SEDANG PACARAN TERKEJUT. Nyonya. SUASANANYA REMANG-REMANG. BLACK OUT – FADE IN LCD TAMAN KOTA MALAM HARI TERANG BULAN.

BABON YANG PINGSAN. TINGGAL NY. SERTA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH YANG BERDIRI BENGONG. Nyi Cendrawasih : Mereka senang bikin resolusi. 109. 110. Nyi Kuntil : Memang mengherankan. SUARA TERKEJUT BERBAUR DENGAN JERIT KESAKITAN. tapi kemudian mereka langgar.SAMPAI BERTABRAKAN DENGAN PASANGAN ASLINYA.  T A M A T  48 . Memang aneh yang namanya ayam dan manusia itu. SITUASI BENAR-BENAR KACAU. SEKEJAP KEMUDIAN PANGGUNG KOSONG. pelanggaran dan semacamnya. Nyi Kuntil : Begitulah ayam. Beribu peraturan dikeluarkan dan ratusan kesepakatan disetujui. KEDUANYA NAMPAK GEDHAG-GEDHEG TIDAK HABIS PIKIR. 111. suka melanggar ketentuan dan kesepakatan yang sudah dicanangkan. mengkampanyekan hak azasi dan mempropagandakan disiplin rasional. tetap saja terjadi penyelewengan. Senang main cinta belakang. Sama persis dengan manusia. KASUARI DAN NY.

Ia harus direbut dan diperjuangkan………sendiri! KUD TA Sebuah Naskah Teater Remaja Oleh: JONED SURYATMOKO 49 e .Juara 3 Lomba Penulisan Naskah Teater Remaja Taman Budaya Jawa Timur 2006 Karena kekuasaan tidak gratis didapatkan.

mantan Jagoan BRIAN. siswi kelas III. siswi kelas III. galak. guru pendamping OSIS. siswa kelas III. masih agak muda KEPALA SEKOLAH. BUNGA.PEMAIN LINDA. siswi kelas III. siswi kelas II. hampir pensiun IBU. Kamar LINDA. idola kelas II dan III. Dalam hati LINDA (selera lokal disesuaikan) 50 . siswi kelas II. siswi kelas II. NUNGKI. siswi kelas II. para siwa dan siswi yang lain WAKTU Sekarang TEMPAT SMA di Indonesia. mantan Jagoan KANDI. RATNA. halaman sekolah. ibu LINDA Untuk adegan hiruk-pikuk bisa ditambahkan lebih banyak figuran. PAK ISWADI. HELEN. mantan Jagoan MEYMEY.

Murid kelas III belum rela melepaskan jabatan jagoan mereka. Satu kesempatan tersedia ketika Linda ditawari menjadi Ketua OSIS.SINOPSIS KUDETA Tahun ajaran baru sudah mulai. Karena itulah kemenangan sebenarnya. Mereka tahu bahwa mereka harus segera menyusun rencana untuk segera menunjukkan bahwa merekalah jagoan murid perempuan di sekolah. Baginya menjadi jagoan dengan jabatan hasil pemberian sekolah tidak akan membanggakan. HELEN. halaman sekolah dan juga toilet. Kinilah saatnya bagi murid-murid kelas II yang baru untuk melakukan kudeta merebut kekuasaan jagoan sekolah mereka. Ia juga menyadari bahwa ia harus tetap siap mewujudkannya sendiri. 51 . BUNGA dan RATNA menyadari hal itu. Linda tertinggal sendiri ketika ternyata Helen juga sudah berhasil mendapatkan murid kelas III yang menjadi idola mereka. Namun tawaran itu ditolaknya. Murid kelas III yang baru akan segera menghadapi ujian nasional dan terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar. Dengan demikian mereka bisa menguasai kantin. Empat murid kelas II. Bunga dan Ratna sudah harus mengikuti bimbingan belajar sejak kelas II. Masalah muncul ketika ternyata aksi kudeta mereka mengalami banyak halangan. yakni LINDA.

menyia-nyiakan sekolah. sementara aku. berjalan perlahan ke arah salah satu kursi. IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!! 52 OS LINDA . Cecilio Baez melakukan kudeta. Ibu percaya padamu!!!! : Selama liburan aku membaca sejarah ini. LINDA : (seperti bicara pada dirinya sendiri) Setiap kali aku menikmati liburan panjang dan bermalas-malasan. Lebih dari sepuluh kali kudeta terjadi di Paraguay. Ia membuka bukunya. Sekolah juga mahal! Tidak ada yang murah sekarang! Jadi… kamu harus belajar dengan benar!! OS.OPENING Panggung dibiarkan lengang beberapa saat. tapi karena akan ada sesuatu yang berbeda. seperti kebiasaan kudeta berikutnya berkali-kali terjadi. Banyak orang yang ingin sekolah tapi tak bisa sekolah. Tidak ada suara apapun! Pelan-pelan selembar demi selembar kertas putih jatuh dari langit-langit panggung. dan meneruskan menulis. IBU : (melengking lagi) Asal kamu tahu. IBU berdiri dengan tegak di ujung kanan panggung! Memandang ke arah entah!! Ingin berkata sesuatu dan selalu ingin berkata sesuatu. OS. bahwa liburan kali ini aku benar-benar menginginkan masuk sekolah kembali. Bukan karena aku ingin belajar lagi. Tahun 1921 Dr. Tahun 1905 Dr. Dengan sedikit omelan tentu saja! IBU : (tiba-tiba. aku harus bersyukur karena masih bisa sekolah. Pedro Pena. Banyak pemimpin di Negara Amerika Selatan ini yang digulingkan dan digantikan dengan paksa. Tahun 1904 Juan Gaona melakukan kudeta dan menjadi presiden. Sementara pada tahun 1912 kudeta dilakukan Dr. kata ibu. LINDA : Katanya. melengking dari ujung kanan panggung) Beras sekarang mahal! Minyak semakin mahal. Lampu boleh terang boleh temaram. Selembar demi selembar! Penonton dibiarkan menikmati jatuhnya kertas-kertas tersebut dalam diam! Setelah beberapa saat. Ibu tidak memaksamu! Kamu bebas berkegiatan apa saja! Tapi jangan lupa belajar!!! Ketika IBU bicara. Emiliano Gonzales melakukan kudeta tahun 1908 dan Liberato Marcial Rojas melakukan kudeta tahun 1911. Kemudian duduk. Kemudian. LINDA : Ibu tidak tahu.sama anak sendiri ibu tega? Ibu tidak menyalahkanmu. Hanya ada beberapa kursi. IBU : (tiba-tiba lagi. OS. melengking dari ujung kanan panggung) Masa. Manuel Gondra dipaksa mengundurkan diri.. Ibu selalu mengingatkan aku. membawa buku hariannya. LINDA muncul dengan seragam sekolah dan tas.

Suasana menjadi gaduh. Tahun 1937 Dr. LINDA : Pada tahun 1936 Kolonel Rafael Franco juga melakukan kudeta. Aku merasa sudah waktunya melakukan kudeta. tidak terkatakan! LINDA : Sayangnya. Tahun 1948 Dr. nih! Susah kalau liburan! Kerjaanya makan terus! Kita jadi gendut semua nih! Lihat! 53 . LINDA berhenti menulis dan melihat kertas-kertas yang masih jatuh. Seperti ingin melarang seseorang. hampir putus asa!!) Jangan!! PAUSE! IBU terdiam tertahan!! Mendesis-desis entah apa yang diucapkannya.OS. Musik sepotong. OS. OS LINDA IBU : (lebih pelan. LINDA : Ini liburan! Kita bebas kemana saja kan! BUNGA : Iya. Jangan nakal!!! Lalu IBU berlari EXIT dengan cepat sambil terus berteriak!! Seperti tak ingin terlambat! LINDA melihat lembaran kertas terakhir jatuh. Sebelum kertas menyentuh lantai. Akan ada yang membuktikan siapa yang akan menjadi siswi jagoan di sekolah ini. Jendral Higinio Morinigo kudeta tahun 1940. Tidak sesuatupun terjadi. aku melewatkan liburan terindah kali ini! Tidak terceritakan. BUNGA dan RATNA dengan teriakan-teriakan kegirangan. Juan Natalico Gonzales dikudeta dan…… IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!!Jangan!! : tahun 1989 Jendral Adres Rodriguez melakukan kudeta. Mereka harus turun!! Kelas III harus segera turun!!! Segera!! IBU : Jangan nakal!!!!!!!!! Sudah Ibu bilang. Ia lalu menulis kembali. muncul HELEN. LINDA : Tahun ini aku sudah naik kelas II. juga tidak ingin ditanyakan! BUNGA : Memang kamu liburan dimana? Paling ke rumah nenek! Disambut ketawa yang lainnya. Menggulingkan kekuasaan murid kelas III. Felix Paiva kudeta. Tapi asal kalian tahu. HELEN : (pamer pada LINDA) AKu tahu aku harus minta maaf! Karena aku tidak membawa oleh-oleh. tapi menyentak!! Panggung menjadi terang!! BAGIAN I Halaman sekolah 1.

. Suasana ribut kembali!! 2..pengalamana buruk! BUNGA : Ehm.BUNGA menunjukkan badannya RATNA : Itu sih memang sudah gendut sebelum liburan! Yang lain ketawa. kalau kalian ingat…. Lalu tanpa mereka sadari muncul siswi-siswi kelas III. pipi mereka. Tahun lalu kita seperti itu! Dan. Kalian perhatiakan murid kelas I.aku tidak akan melupakan perlakukan kakak kelas tahun lalu! Yang lain tertawa.kamu pakai tas baru ya!! He. naik kelas pakai tas baru!! BUNGA : Ih.. Masing-masing langsung diam. kaki..sampai… LINDA : (pada BUNGA) Wah. 54 . kayaknya ada yang tidak jadi dikeluarkan dari sekolah nih! KANDI : Iya…atau jangan-jangan ibunya merengek-rengek ke Kepala Sekolah supaya dia tidak dikeluarkan…. he… he… kaya anak SD saja. NUNGKI : (menyindir LINDA) Wah. tentu saja! LINDA : Aku merasa lebih..ini hadiah!! Aku tidak minta dibelikan kok …!!! HELEN : Tapi minta hadiah!!! Sama saja!!! LINDA : kalian merasa berbeda? HELEN : maksudnya? BUNGA : ya.hm……apa ya…! RATNA : Aku tidak merasa apa-apa! LINDA : Kita sudah kelas II! BUNGA : Lantas? HELEN : aku tahu! Aku tahu! Kita jadi terasa lebih tua! RATNA : memang kita tambah umur kan? LINDA : Bukan itu! Kita merasa lebih tua karena di sekolah ini kita sekarang punya…. pinggul.. LINDA : sekarang kita punya adik kelas. Lalu masing-masing saling memeriksa satu yang lainnya. BUNGA juga. Mereka adalah NUNGKI. MEYMEY dan KANDIi. HELEN : adik kelas! RATNA dan BUNGA menutup mulutnya! RATNA : Benar juga! BUNGA : Kita sekarang bukan yang paling bontot di sekolah ini. Kulit mereka.

idola anak-anak kelas III dan II muncul dengan langkahnya yang mantap. HELEN : Kalian memang kelewatan!! Kalian sudah tua! Sudah bau tanah!! Sebentar lagi juga keluar dari sekolah ini. KANDI dan MEYMEY terbahak. Ia menghampiri NUNGKI ingin mengucapkan sesuatu. Juga LINDA. Ayo…. kalian para adik kelas harus tunduk pada kakak kelas! Tidak ada tawar menawar. kami masih punya setahun untuk menindas kalian!! Tahu? BUNGA : Ya. MEYMEY mengulurkan punggung telapak tangannya seperti mempersilahkan mencium tangan. BRIAN : Hm…….NUNGKI.? NUNGKI : Pacar? Hm…. Kalian harus cium tangan pada kakak kelas. LINDA : Heh! Aku tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah hanya karena pernah menjambak rambutmu dan memasukkanmu ke dalam bak mandi!! Teman-teman LINDA tertawa. Meminta pacaranya itu menahan pembicaraan. jadi pecundang? Heh? Sudah menjadi peraturan tidak tertulis. LINDA dan kawan-kawan tampak geram. nanti saja ya!! Aku baru sibuk mengajari adik-adik kelas ini sopan-santun dan kepribadian. Lalu BRIAN..murid-murid kelas III terlalu malas buat pacaran dengan adik kelas! Kalian kan manja! Anak kecil! Kolokan! Mereka lebih senang pacaran dengan kami!! Pada saat berbicara seperti itu NUNGKI sudah yakin benar pada omongannya. Wajah NUNGKI jadi semakin marah! MEYMEY : Memang sih! Tapi emang enak jadi junior. NUNGKI : Brian. Tapi NUNGKI menempelkan jari temunjukkanya di bibir BRIAN. Kalian harus menghadapi ujian akhir!! NUNGKI : Jangan salah! Kami masih cukup pintar untuk menghadapi ujian dan tetap menjadi jagoan!! Kalian? Hm…sepertinya masih harus banyak belajar? BUNGA : Mungkin! Tapi bagaimana dengan ….. Teman-teman HELEN menyoraki!!! KANDI : Sebentar lagi? Tidak salah tuh? Kami masih setahun di sini! Itu artinya. Nanti aku temui kamu! Ya? 55 .! tapi kalian harus menghadapi jam tambahan setiap hari.

Persiapkan dengan sungguh-sungguh. ISWADI : Ehm…. MEYMEY dan KANDI langsung panik. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. LINDA dan kawan-kawan lebih lega setelah melihat murid-murid kelas III pergi. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! MUSIK menghentak. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. khususnya murid-murid kelas III. Jadi. Belum selesai RATNA mengucapkan kalimatnya. Kamu paham? LINDA : Paham Pak! 56 . muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. seperti ingin mengucapkan sesuatau tapi tak jadi. Namun ia kembali lagi. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua.BRIAN semula agak ragu-ragu. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. PAK ISWADI mengikuti dari belakang.. KEP. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. Mereka berlarian. namun kemudian dia meninggalkan NUNGKI. ISWADI LINDA P. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. Teman-teman NUNGKI nampak puas.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat.LINDA? : Ya. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. BRIAN masih sempat melirik murid-murid kelas II. KEP. BRIAN lalu EXIT. P. LINDA dan teman-temannya nampak geram dengan kecentilan musuhnya itu. Sudah saatnya kalian…………. 3. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. MEYMEY : Bagaimana? Kalian masih belum percaya kalau murid kelas III lebih suka pada kami? RATNA : Tunggu saja saatnya!! Tapi bagaimanapun kalian sudah kelas III. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dkk.

ISWADI. LINDA : Kalau begitu saya mengundurkan diri saja sebelum dicalonkan. Linda akan banyak mengurusi hal-hal lain juga. Pak? P. LINDA dan kawan-kawan melihat kepergian P. Pak! P. Pak? HELEN : Ya. P. P. kamu akan berubah pikiran! LINDA : Baik. tentu tidak hanya kami yang menyiapkan semua ini kan.ISWADI : Saya yakin kamu yang akan terpilih. ISWADI : Kamu tidak ada masalah dengan kelas III kan? : (kaget) Tidak Pak! : Baik! PAK ISWADI lalu EXIT. LINDA : Tapi.BUNGA : Apa sudah ada undangan untuk acara-acara dengan sekolah lain. 4. Tapi kamu pikirkan lagi Linda! Kalau kamu berubah pikiran hubungi saya. ISWADI LINDA P. saya tidak memaksa. Untuk itu kalian juga harus membuat banyak persiapan. ISWADI : Belum! Tapi kita bisa memperkirakan kalau acara-acara rutin tahunan tetap akan berjalan. HELEN LINDA : Kenapa? : Apanya yang kenapa? RATNA : kenapa kamu tolak tawaran tadi? BUNGA : Tidak semua murid di sekolah ini ditawari Pak Iswadi menjadi Ketua OSIS!! LINDA : kalian ingin tahu kenapa? 57 . Begitu guru mereka itu pergi. Saya mencalonkan Linda untuk menjadi Ketua OSIS periode mendatang. Pak! Kita lihat nanti perkembangannya! PAK ISWADI lalu hendak EXIT. Dengan begitu. ISWADI : Benar begitu Linda? LINDA : Ya. Tapi ia teringat sesuatu lalu kembali lagi. PAUSE PAK ISWADI membuang nafas panjang seperti tahu seperti apa jawaban LINDA. Dan saya yakin. P. ISWADI : Bapak tahu itu! Tapi saya mengatakan hal ini karena akan ada perubahan dengan itu. Lalu P.ISWADI : Baiklah. Saya tidak bersedia. Ia hanya melihat LINDA dan teman-temannya. LINDA : Itu kalau saya terpilih. Pak! Biasanya kami hanya terlbat di acara olah raga saja! Sesekali membantu anakanak musik dan teater memeriahkan suasana! Kami hanya penggembira.

LINDA : Sekarang kalian pikir! APa kalian tidak risih melihat kelas III yang sok tua itu menguasai kantin! Makan sambil teriak-teriak seperti di rumah nenek mereka sendiri? Apa kalian mau setiap kali dapat giliran terakhir di toilet sampai antrian kelas III habis? Kalian mau.Ketiga temannya mengangguk LINDA : Karena. semua murid ganteng kelas III yang jago basket. Linda melihat teman-temannya. kamu cari mati! RATNA : Mana bisa kita mengalahkan kelas III. RATNA : tapi kelas III bakalan marah besar! LINDA : Ya. dan menganggap kita hanya anak-anak lulusan SMP? He? Ketiga kawanya diam. jago game online semua jadi pacar kelas III. Muncul IBU menyeberang panggung sambil berteriak IBU : Sudah Ibu bilang. … LINDA : Itu baru alasan pertama. kalau aku menerima tawaran menjadi ketua OSIS. tapi mereka tidak akan berani berbuat apa-apa. kita yang akan teriak-teriak di kantin. BUNGA : Kenapa? Karena Kepala Sekolah sudah kasih peringatan supaya mereka siap-siap ujian nasional? LINDA : Persis!!! Mereka tidak akan berani ambil resiko. Kalian lihat tadi bagaimana sebentar lagi mereka bakalan kerepotan menghadapi ujian nasional? Ini saat yang tepat! HELEN : Lantas apa rencanamu? LINDA : Mulai besok. jago bikin film pendek dan. aku akan mengajak kalian untuk menghajar anak-anak kelas III. LINDA : Aku tidak mau! Aku yakin sekarang saatnya menjatuhkan mereka. aku tidak akan punya waktu untuk bertukar jajan dengan kalian waktu istirahat. jangan nakal! 58 . Jadi. Heh… Ketiga kawannya diam. BUNGA : wah. Ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkan mereka. Ini waktu yang tepat. Alasan kedua adalah. Gak ada waktu untuk nonton DVD bareng kalian. LINDA : Percaya deh!!! Kelas III sudah tidak punya gigi. Masih diam. memberi mereka waktu untuk berpikir. aku lebih memilih kalian! HELEN : Tapi Lin. jago main gitar. Kelas I tidak akan berani mengganggu kita karena mereka masih baru.

Ditemukannya buku harian. Mencari sesuatu. Aku tahu dari suaramu. : Aku mengganggu ya? : Hm…belum! : (tertawa) Kamu lucu! Dan. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Haloooo…Linda? Kamu masih di sana? : Hm…hm…. hendak menulis sesuatu. LINDA mengambil nafas panjang dan membuangnya ke samping. AKu tahu kamu tidak gugup. Dibuka. BAGIAN II Kamar LINDA 1. Lalu HP-nya berbunyi. LINDA nampak sedang membuka-buka tasnya.ya! : Tidak perlu gugup! : Ak…aku…tt…idak…. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Sedang apa kamu? : Sedang nunggu teman. Ini aku.juga cantik! LINDA hanya diam.. Lampu BLACK OUT.gu…gugup!! : Ok. PAUSE. BRIAN! LINDA menutup mulutnya. Musik menghentak. Tapi wajah LINDA menangkap tanda bahwa ia mendapat dukungan mereka.IBU lalu EXIT. Di ujung panggung yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon LINDA. LINDA masih memberi waktu. LINDA : Bagaimana? Mereka tidak menjawab. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Halo? : Halo. Lalu buru-buru merapikan diri. Melihat gelagat aneh pada BRIAN! 59 . menjauhi HP di dekat mulutnya. Linda! : Siapa ya? : Apa penting kamu tahu siapa aku? LINDA : Penting! Karena kamu menelepon aku! BRIAN : Simpan nomerku.

Dari arah panggung lain (arah dimana Ibu EXIT). IBU : Sering-seringlah main kemari.. : …aku Cuma mau bilang kalau. IBU tertawa senang. IBU LINDA IBU : Lin. katanya! : Apa yang mau kamu ucapkan tadi? : yang mana? : sebelum Ibumu datang. Bu! : Ibu suruh mereka masuk ya? LINDA : (berpikir sebentar) YA! IBU EXIT.BRIAN LINDA : Kamu besok malam ada acara? : Hm…Dengar BRIAN! Aku …aku tidak bisa! IBU muncul menghampiri LINDA yang sedang menelepon.ada masalah! LINDA : Masalah apa? 60 . LINDA : Lama banget? HELEN : Hm. dia sudah menunggu kalian di dalam kamar! Tante tinggal dulu ya! BUNGA : Baik.. Ia membuang nafas panjang lalu EXIT. IBU.aku tidak bisa! : kenapa? : Pokoknya tidak bisa! Sudah ya! LINDA menutup telepon! BRIAN di ujung pangung yang lain kaget. LINDA meneruskan menelepon. teman-temanmu sudah datang! : Sebentar. HELEN dan BUNGA masuk kamar LINDA. 2. HELEN dan BUNGA muncul. IBU : Kalian pasti semakin banyak tugas sekolahnya ya? HELEN : Memang. Berdiri di pintu kamar LINDA. Tante! Tapi kalau dikerjakan bersama kan jadi mudah. Ajak Linda belajar! Tuh. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA : Siapa tadi? : Ibuku! Temen-temanku sudah datang. Tante! IBU lalu EXIT.

Atau mungkin…lebih sibuk! LINDA : Kamu tidak bisa menawar? BUNGA : Menawar itu berarti melawan! Melawan berarti mencari mati! HELEN : (pada LINDA) Lalu apa rencanamu? LINDA : harus tetap dilakukan! Hanya Bunga yang tidak bisa! Kita masih bertiga! BUNGA : Maaf ya Lin. Karena aku semua berantakan! LINDA : Kalau boleh tahu kapan kamu tahu kalau kamu bakalan ikut bimbiungan belajar? BUNGA : Sejak minggu terakhir liburan! HELEN : Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama? BUNGA mengangguk. PAUSE Suasana menjadi kaku. peluangnya lebih besar! PAUSE BUNGA : Maaf ya! Aku tidak bisa ikut! LINDA : Tapi kalau kita nongkrong di kantin kan kamu masih bisa ikut? BUNGA : kayaknya tidak juga! Ayahku menitipkan aku ke sekolah! Aku memang masih bisa ke kantin. tapi katanya belajar kelompok tidak menjamin aku dapat universitas bagus. Aku tidak akan punya waktu lagi! Aku akan jadi sesibuk Ketua OSIS. BUNGA : Maaf. LINDA : kenapa baru bilang sekarang? BUNGA : Aku mencoba menawar seperti usulmu tadi. Tapi yang sekarang ini sudah keputusan final. PAUSE HELEN : Sebenarnya kita kan bisa belajar kelompok. Masing-masing tidak tahu apa yang harus dilakukan. ya Lin! LINDA : Tidak apa-apa! Kita masih ada bertiga! 61 . LINDA : memang kalau bimbingan tes kamu dapat jaminan? BUNGA : tidak juga! Tapi kata ayah. BUNGA : Aku sudah katakan itu pada ayahku. Tapi hanya untuk istirahat! Tidak untuk menyerang kelas III. Aku tidak bisa menawar lagi.HELEN tidak menjawab! Hanya melihat ke arah BUNGA! LINDA : (ke arah BUNGA) Masalah apa? BUNGA : AKu harus mengikuti bimbingan belajar mulai tahun ini! Aku tidak bisa ikut rencana kalian untuk menghajar Kelas III.

karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. Lalu ia memencet dua kali! Memencet nomer BRIAN yang sudah tersimpan. Di ujung panggung yang lain BRIAN muncul dengan cahaya sepotong. Pada saat itu KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI keluar. Mereka EXIT.RATNA muncul tiba-tiba. KEP. yang tadi digunakan oleh BRIAN muncul KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI.SEK : Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. LINDA melihat pada HP-nya. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! LINDA. HELEN : Ya. BUNGA dan RATNA saling pandang. Lalu di ujung panggung yang lain. itu untuk kelas III. yang sudah merasa tertekan) Kepala Sekolah selalu mengingatkan kita! LINDA : tapi itu untuk kelas III.SEK :Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. BUNGA dan RATNA sangat ketakutan. BRIAN : Sudah berubah pikiran? LINDA : Besok kita ketemu! Istirahat kedua! BLACK OUT 62 .SEK : Saya sebagai Kepala Sekolah. HELEN berlari menyusul. KEPALA SEKOLAH berbicara dengan pengeras suara! LINDA dkk berbicara dalam ketakutan dan kepanikan! KEP. Bukan untuk kita. Mereka menyambar tasnya dan berlari keluar! LINDA memanggil.Sepotong cahaya untuk mereka berdua. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! BUNGA : tapi kenapa ibu menyuruhku bimbingan belajar? KEP. RATNA : Aku juga tidak bisa! Semua menoleh ke arah RATNA yang baru saja muncul! LINDA : maksudmu? RATNA : aku juga harus bimbingan belajar! HELEN : tapi kita belum akan ujian nasional! LINDA : Ujian kita masih tahun depan. khususnya murid-murid kelas III. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! BUNGA : (tiba-tiba. HELEN. RATNA dan BUNGA diam. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. KEP. Semua EXIT! Hanya tinggal LINDA MUSIK SEPOTONG tapi gaduh! 3.

LINDA mengerutkan kening dan menahan gembira. BRIAN juga. Pada sebuah bangku! 1. LINDA BRIAN : Aku khawatir.baik! Tidak masalah! HELEN hampir EXIT.kalau aku ya karena hanya ingin ketemu. : Aku sudah putus dengan Nungki.. BRIAN : (berteriak) tapi dia pasti ke sini? HELEN : (berteriak) Dia bilang dia bakalan ke sini! Tunggu sajaaaa…! BRIAN sendirian di bangku taman. Seperti menemukan sesuatu yang diharapkan. HELEN muncul dengan canggung.. Dari arah panggung lain muncul LINDA. tapi karena kemarin kamu mengajak kita ketemu! : Eh…. …. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Maaf. LINDA terdiam. PAUSE LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Ada yang mau kamu katakan? : Bukannya kamu yang mengajak aku ketemu? : Ya. BRIAN menunggu LINDA di sebuah bangku taman sekolah. Sesekali masih melihat HELEN yang menghilang. BRIAN HELEN BRIAN : Hi! : Hm…… Tunggu saja! Sebentar lagi dia juga ke sini! : Dia titip pesan apa? HELEN : Tidak ada pesan apa-apa! Dia hanya bilang kamu tunggu saja di sini! BRIAN : Hm. …ehm….MUSIK! Meneruskan potongan sebelumnya! BAGIAN III Taman Sekolah. Tampak tenang dan yakin kalau LINDA akan datang. LINDA : kenapa? 63 .! : Untuk apa? : Tidak untuk apa-apa! Hanya supaya kita impas! LINDA tertawa. kamu harus menunggu! : Maaf juga. Tapi.

Mereka 64 . sekalipun jam istirahat. Mereka harus terus membaca di kelas. ya? Kenapa tidak kamu terima? LINDA : jangan dibahas lagi! Tidak penting! HELEN : Hm. dia jadi tidak asyik lagi kalau diajak jalan. BRIAN : Bisa kita coba dulu? LINDA menggeleng. Selebihnya kita tidak perlu mengurus Brian. tapi bukan itu kesepakatanku dengan Nungki dulu. BRIAN tidak memaksa. HELEN : oh. Mereka harus merasa bahwa mereka terlalu tua untuk bersantai-santai di kantin. Dia Cuma bakalan bawa perkara. BRIAN : Ya. Kalian akan menghadapi ujian nasional. cukuplah kalau Brian meninggalkan dia. Seperti. lebih baik kita mencari cara untuk usaha yang lainnya. Dengan langkah agak lesu dia.baik! LINDA : Intinya. Tapi yang sekarang terjadi. Brian itu trophi pertarungan ini. Brian memberi kita informasi penting! Kelas III kelabakan mempersiapkan ujian nasional. LINDA : Aku juga tidak asyik kalau diajak jalan! BRIAN : Tidak kalau dengan aku! LINDA : Karena aku memang tidak bisa! BRIAN : kenapa? LINDA : Hm…. kelas III tidak lagi nyaman di kantin. Tapi kemauan Brian. 2. bagaimana caranya mulai besok. Itu sebabnya Brian car-cari yang lain. HELEN LINDA : kenapa dia pergi? Kenapa tidak kamu teruskan? : dia hanya akan menganggu rencana kita! HELEN : tapi bukankah Nungki bakalan merasa kalah kalau Brian jalan sama kamu. Jadi kalau hanya untuk membuktikan Nungki telah kalah dalam pertarungan babak awal ini.aku juga tidak bisa jawab sekarang.. mereka sepertinya tidak peduli dengan ujian nasional.BRIAN : Dia terlalu banyak belajar! LINDA : kalian kan memang sudah kelas III. HELEN : tapi kamu lihat sendiri. dia sudah tidak punya waktu lagi jalan sama Brian. Mereka masih santai-santai saja! LINDA : Siapa bilang? Nungki hanya berlagak dia tidak khwatir dengan ujian nasional! Padahal. Kenapa kamu biarkan lepas? LINDA : Bukan Brian yang jadi trophi. HELEN muncul dari arah yang lain. Paham? HELEN : Tapi… LINDA : Sudahlah. Kami akan tetap jalan. meninggalkan LINDA sendiri.

Mereka harus selalu ingat bahwa mereka akan menghadapi ujian nas…. P. khususnya murid-murid kelas III. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. PAK ISWADI EXIT. KEP. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dan HELEN. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. Kelas III EXITi.LINDA? : Ya. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. IBU menyeberang panggung dengan cepat! IBU : Kamu paham? Kamu paham? Kamu paham? IBU EXIT! BLACK OUT.. Belum selesai LINDA mengucapkan kalimatnya. Mereka berlarian. ISWADI : Ehm….. Jadi. 3. LINDA dan HELEN saling memandang. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. MUSIK SEPOTONG 65 .. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! Musik menghentak. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan.harus ikut pelajaran tambahan sepulang sekolah. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. Namun ia kembali lagi. Kamu paham? LINDA mengangguk. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini Bapak berharap sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Mereka harus ikut bimbingan belajar. ISWADI LINDA P. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat.

membicarakan potongn rambut di kantin. HELEN : Tapi kenapa di kantin? LINDA : Kantin. LINDA : kenapa kamu tidak yakin? HELEN : Bukannya tidak yakin. menyatakan cinta di kantin. dengan cara bagaimana sebaiknya aku melakukannya? Bukankah kelas III memang sudah waktunya untuk tidak lagi membuat onar di kantin? Bayangkan bagaimana rasanya jika kita harus melihat murid-murid yang sudah hampir tiga tahun di sekolah ini masih terus-menerus menuntut perhatian dari seluruh sekolahan dengan tingkahnya yang aneh! Menyanyikan lagu ulang tahun di kantin.BAGIAN IV Dalam hati LINDA Cahaya sepotong pada LINDA LINDA :Jika memang kudeta harus dilakukan. tapi menghitung semuanya dengan lebih hati-hati. kelas apalagi UKS! Itulah kantin! Kita harus merebutnya! HELEN : Kamu yakin! LINDA : Tidak pernah seyakin ini! HELEN : meskipun kita hanya berdua? LINDA : Bisa kita lakukan! Tergantung caranya! HELEN : bagaimana? LINDA : Kita gunakan yang sudah kita punya! BRIAN! HELEN : katanya kamu tidak akan menerima anak itu? LINDA : Aku hanya akan menggunakannya! Tidak akan pacaran dengannya! Tapi tentu saja dia harus tahu seolah-olah memang kami akan pacaran? HELEN : Jadi? 66 . bertukar foto di kantin! Pacaran juga di kantin! Bukankan mereka seharusnya memang sudah tidak perlu lagi di kantin! Istirahat kelas II di kantin! Istirahat kelas III di perpustakaan. Atau tinggal saja di kelas dan meneruskan belajar. kudeta harus dilakukan! Apapun caranya! Bagaimanapun caranya! BAGIAN V Kamar LINDA 1. HELEN hanya memandang LINDA yang nampak serius. adalah tempat paling strategis untuk menyebarkan kekuasaan! Lebih dari ruang kepala sekolah. LINDA : Mempermalukan mereka di kantin adalah satu-satunya cara untuk mengusir mereka. Tidak bisa ditawar. ruang guru.

LINDA juga tidak mengejar. Bu? IBU : Boleh Ibu bicara? LINDA tidak menjawab. mata LINDA menangkap sebuah benda. LINDA juga diam. HELEN : (tiba-tiba) mungkin lebih baik aku pulang dulu. IBU : Kenapa? Kalian bertengkar? LINDA : Tidak. Tapi karena aku yakin dibutuhkan lebih banyak cara untuk menjatuhkan kelas III. LINDA : kenapa kamu? HELEN : Hm…. IBU muncul dengan kawatir. HP HELEN ketinggalan. LINDA : LEN. IBU tidak bergerak dari tempatnya. aku sengaja membuat jawabanku pada Brian masih mengambang! Jadi kalau selama masa mengambang itu dia sudah berubah haluan. dia pasti sedang dikacaukan oleh seseorang! HELEN diam. Tidak apaapa. Bu! HP Helen ketinggalan! Aku panggil tapi mungkin dia tidak dengar. HELEN EXIT dengan sedikit berlari! 2.tidak apa-apa! Hanya memikirkan apakah lebih baik jika kita memikirkan cara lain. nanti juga pasti kembali! PAUSE. Menganggap LINDA menjawab ya atas pertanyaannya. Sampai ketemu besok. Selepas HELEN EXIT. LINDA : Ada apa. LINDA segera mengambilnya.LINDA : Besok aku akan ketemu Brian dan mengajaknya ke kantin! Melewati barisan kelas III. Mereka akan tahu dengan siapa BRIAN akan pacaran sekarang ini! HELEN : bagaimana kalau Brian tidak mau? LINDA : pasti mau! Kecuali sudah ada pengacau lain! HELEN : Pengacau? LINDA : ya. HP-mu………………! Tapi HELEN tidak mendengar. Cara cadangan kalau cara ini gagal! LINDA : jangan takut! Aku punya banyak rencana cadangan! Bukan karena aku takut gagal. 67 . LINDA melihat IBU yang tidak segera pergi.

Mungkin orang lain harus tahu alasanmu. kenapa langsung membicarakan hal itu? Biasanya kalau seorang Ibu mau merayu anaknya. jangan lupakan itu! IBU hendak EXIT tapi matanya menangkap sebuah benda. IBU Linda IBU : Itu HP Helen? : Yap. 68 . Ia hanya mengambil nafas panjang. mereka bicara berputar-putar dulu. IBU merasa perdebatan percuma. Tidak perlu ada penjelasan. LINDA : terus? IBU : Kamu pantas menjadi Ketua OSIS! LINDA : Ibu. LINDA : Apa dia bilang? IBU : Seperti yang ibu ingin bicarakan sekarang. apa yang penting bagi ibu? LINDA : Belajar! IBU : bagus. Ibu cukup tahu kalau kamu tidak ingin. Dia akan mengambilnya nanti! : Kalau sampai malam dia tidak mengambil. LINDA : Ibu tidak mempertanyakan itu? IBU : Ibu yang melahirkan kamu. Tidak perlu ada penjelasan. Tapi ini Ibu. karena aku tidak ingin. Kenapa Ibu langsung saja mengatakan hal itu? IBU : Buat apa? Kamu terlalu pintar untuk diajak bicara putar-putar bukan? LINDA : dari mana ibu tahu sekolah memintaku jadi ketua OSIS? IBU : Pak ISWADI telepon. kamu telepon rumahnya! Siapa tahu dia mencari-cari! LINDA memegang HP Helen dan menunjukkannya pada IBU. IBU kemudian EXIT 3. HP Helen. IBU : kamu tahu. Tapi IBU tidak tertarik. Itu sudah alasan kuat bagiku. LINDA : menurut Ibu kenapa aku tidak mau? IBU : Karena kamu tidak ingin jadi ketua OSIS. memang kamu tidak ingin. IBU : Apa alasanmu? LINDA : Ya. LINDA : Aku sudah menjelaskan kepada mereka.IBU : Kamu sekarang sudah kelas II. Tidak apa-apa. Kamu harus menjelaskan kenapa kamu tidak mau.

BRIAN menelepon HELEN kembali. dan HELEN. Pak! Saya tidak! Saya masih kelas II. SEK : Kalau begitu ikut saja ujian dengan kelas III supaya kamu segera lulus! LINDA : Kelas III ujian. SEK . Nada dering masih terdengar! LINDA tidak mengangkat! Nada dering berhenti.LINDA meletakkan kembali HP HELEN. HP HELEN berbunyi. Tapi HP berbunyi. Helen? Kenapa lama sekali? LINDA tidak menjawab karena begitu yakin yang terdengar suara BRIAN! LINDA menutup telepon tanpa menjawab. Semua memandang ke arah entah! LINDA : Ada masalah? Apa kalian punya masalah dengan yang kulakukan ini sehingga selalu saja kalian membuat rencana ini sendiri? APA ADA MASALAH? P. Di ujung panggung lain BRIAN nampak kaget. PAK ISWADI. HELEN : Lin. LINDA terduduk. Pada saat itu di ujung panggung yang lain BRIAN menelepon. HP HELEN berbunyi. ISWADI : Sekolah kita harus tetap berprestasi! Saya ingin kamu yang menjadi ketua OSIS! LINDA : Saya tidak mau! KEP. LINDA sekali lagi memandang HP HELEN dan diangkatnya. Di belakangnya berdiri KEPALA SEKOLAH. IBU : (melengking) Jangan nakal! Jangan nakal! : Tapi kamu tidak mau menjadi ketua OSIS 69 KEP. NUNGKI. BRIAN. BRIAN : Halo. HELEN segera mengambil HP-nya tanpa mengira ada yang baru saja terjadi. LINDA HELEN LINDA : kamu sedang menunggu telepon ya? : Iya! Kok tahu? : Dari siapa? HELEN baru merasa ada yang salah! Dilihatnya LINDA yang terus menatapnya. Dia diam sejenak dan penasaran. HELEN muncul kembali. Di ujung panggug yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon! LINDA mengangkat HP HELEN dan diam beberapa saat. HELEN sudah bersiap hendak berlari pergi. IBU. Cahaya sepotong. LINDA dan HELEN saling pandang. HP ku ketinggalan di sini ya? LINDA hanya menunjuk dengan matanya. BLACK OUT MUSIK SEPOTONG! BAGIAN VI Dalam hati LINDA. LINDA meletakkan telepon.

Hanya diam! BAGIAN V Halaman Sekolah 1.. SEK : Memang tidak ada yang mudah! : Bagi saya bukan itu masalahnya! : secara organisasi itu yang akan menjadi masalah! Kalau kamu merasa belum mampu. masuk dalam potongan cahaya dengan paksa!! Beberapa yang tersenggol ambruk!! BUNGA : Aku harus ikut bimbingan belajar! RATNA : Aku juga! LINDA : Ini sudah waktunya! SUDAH WAKTUNYA! BLACK OUT TANPA MUSIK. LINDA sedang berbicara dengan KEPALA SEKOLAH.LINDA : Ketua OSIS dan ujian? Itu sama menakutkannya dengan perang nuklir! BRIAN : kenapa tidak bisa jalan sama aku? NUNGKI : kenapa kamu mengambil BRIAN! HELEN : kenapa kamu menolak? LINDA : Brian bukan trophinya! Tapi kemauan Brian meninggalkan Nungki. teman-temanmu sudah datang! : jangan senang dulu! Tahun depan giliran……. ISWADI BRIAN : Bisa kita coba dulu! Dia terlalu banyak belajar! LINDA : Kamu menunggu telepon? IBU : Lin. Kamu akan diajari banyak hal untuk menjadi ketua OSIS dan mengatur anak buahmu! LINDA : Bagi saya masalahnya adalah kemauan! Saya merasa saya bukan orang yang tepat! 70 .Jangan nakal! : Kenapa kamu mengambil BRIAN? Kenapa kamu? NUNGKI HELEN : Bagaiamana caranya? Dari arah berlawanan RATNA dan BUNGA muncul. : Ujian!!!!!!!!!!!!!!!! : kalian tidak ada masalah dengan kelas III kan? KEP. SEK P. Kep. itulah pertanda kemenangannya! Kamu sedang menunggu telepon? HELEN : dari mana kamu tahu? IBU : Sudah ibu bilang…. SEK LINDA KEP. Sek IBU : Kalian……………….. PAK ISWADI berada di samping KEPALA SEKOLAH sebagai ajudan. akan ada pelatihan kepemimpinan. Seperti biasa! KEP.

Saya sebagai Kepala Sekolah. trotoir depan sekolah kita! KEP. KEPALA SEKOLAH hanya tersenyum. Itulah sebanya. KEP. Lebih bergemuruh dari sebelumnya!! 71 . SEK : Tapi itu area pemberontak! Jangan-jangan…. SEK : jadi apa yang kamu inginkan? LINDA : Saya ingin menguasai kantin. khususnya murid-murid kelas III. Itulah sebabnya orang menyebutnya perjuangan! LINDA : Setidaknya saya menginginkan yang perjuangan itu! Dalam arti apapun! KEP. SEK : Dari laporan Pak ISWADI kamu sangat sukses menjadi koordinator bidang tahun lalu. LINDA sudah mundur beberapa langkah! MUSIK FADE IN bersiap mengiringi adegan laga yang kemungkinan akan terjadi spekakuler. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. PAK ISWADI juga tersenyum.KEP. SEK : Kemauan bisa dipaksakan! LINDA : Itulah masalahnya. lapangan parkir motor! Tambah satu bidang lagi.? Terlambat. LINDA : (berteriak mengomando peperangan) SERBU!!!!!! Tapi hening! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Sepi! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Semakin sepi! LINDA mulai meragukan dirinya sendiri. toilet. PAK ISWADI memberi rekomendasi supaya kamu masuk bursa calon ketua OSIS! LINDA : Itu bukan perjuangan! Itu pemberian! KEP. SEK : Tidak ada di dunia ini yang merupakan hasil perjuangan! Itu semua pemberian! Kalau orang merasa berhasil mendapatkan sesuatu karena perjuangan. halaman sekolah. IA memberikan pengeras suara kepada KEPALA SEKOLAH. itu pasti hanya perasaannya saja! Yang benar terjadi adalah itu pemberian. saya tidak mau memaksa diri saya sendiri. Hanya saja terjadi pada waktu yang bersamaan. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! UJIAN!!!! MUSIK menghentak.

LINDA terdiam.aku tidak akan mengaku kalah! Kamu mengerti? LINDA : Lalu? NUNGKI : tapi aku akan mengaku kalah.dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah! LINDA : tapi kamu akan kalah! NUNGKI : (memotong dengan berteriak cepat) Dengar baik-baik!! PAUSE NUNGKI : Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah meskipun kamu nanti sudah menjadi jagoan di kantin. MUSIK PAUSE Panggung lebih sepi. lebih baik kuhajar teman seperti itu! LINDA : Itulah bedanya kamu dan aku! Aku tidak pernah serendah itu dalam berteman! NUNGKI : Benarkah? Masalahnya adalah. NUNGKI : Bagus. Semua sudah EXIT. kalau kamu sanggup melakukan yang dulu aku tidak mampu lakukan! 72 . Mereka saling memandang beberapa saat! LINDA hendak mendekat. kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! 2.. NUNGKI mengangkat tangan menyuruh LINDA tetap menjauh. kamu sedang ingin menyingkirkan aku! Tentu saja aku ingin tahu. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik.. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. kalian tentu tidak akan berjalan sendiri-sendiri jika masih berteman. anak kecil! Apa saja yang sudah kamu pelajari selama dua minggu menjadi anak kelas II? LINDA : Apa pedulimu? NUNGKI : Apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi siswi jagoan sekolah ini kan? Dan itu artinya.Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. di tempat parkir sampai toilet! Kamu boleh kuasai semua itu tapi. sampai dimana usahamu! LINDA : Berjalan baik! Tidak ada halangan! NUNGKI : Tidak ada halangan? Yang benar saja? Lantas kenapa kamu sendirian? Dimana kawan-kawanmu yang lain? LINDA : Mereka ada urusan lain! Jadi tidak ada waktu untuk berurusan dengan kamu! NUNGKI : Betapa enaknya punya teman kamu! Masih melindungi teman yang mengkhianati! Kalau aku. Kecuali LINDA dan NUNGKI. Mereka berlarian. KEP. NUNGKI mengawasi dengan hati-hati! NUNGKI : Heh.SEK : Kelas II.

Matanya masih terus melihat ke arah NUNGKI. Termasuk MEYMEY dan KANDI. LALU semua FADE OUT! MUSIK dan LAMPU FADE OUT! ENDING Cahaya sepotong untuk LINDA yang duduk di sebuah kursi.UJIAN!!!!!!!!!! NUNGKI hampir panik meninggalkan. sebenarnya pada saat itu juga kita harus siap ditinggalkan. NUNGKI : Kita harus siap bekerja sendiri!! Lalu tiba-tiba suara KEPALA SEKOLA terdengar lagi. Itu capaian tertinggi dari seorang jagoan! Jika kamu berhasil melakukan itu. suasana hiruk pikuk lagi dan musik kembali bergemuruh. Tapi sebelum EXIT dia melihat ke arah LINDA yang masih melihat ke arahnya. tapi pegangannya lepas. OS. Lalu NUNGKI sedikit mendekat dan bersiap-siap mengucapkan sesuatu.LINDA : Apa itu? NUNGKI : tetap melakukan rencana ini! Kamu tahu. Sementara di ujung kanan panggung IBU tetap berdiri dan tetap menatap ke arah entah. Suara dan teriakan KEPALA SEKOLAH masih terdengar berteriak-teriak. pada saat kita sepakat untuk bekerja sama dengan orang lain.. NUNGKI juga masih memandang LINDA. IBU : (melengking tinggi) Ini bukan perjuangan! Ini pemberian! Jangan nakal! Apa Ibu bilang? 73 . Kita harus siap bekerja sendiri. pasti karena waktunya yang bersamaan dengan pemberian! Ini bukan perjuangan! Ini pemberian. Tetap ingin mengucapkan sesuatu! LINDA : Mungkin benar apa yang diucapkan Kepala Sekolah! Tidak ada hasil perjuangan! Semuanya adalah pemberian! Kalaupun ada keberhasilan. Murid kelas III yang lain berlarian. LINDA NUNGKI : Kenapa kamu katakan ini kepadaku? : Karena. NUNGKI kembali berlarian! Musik bergemuruh kembali. Mereka berpegangan. aku baru akan mengaku kalah! LINDA terdiam. Lalu pelan-pelan NUNGKI bergerak hendak meninggalkan. KEPSEK : UJIAN. MUSIK FADE OUT LINDA sempat memegang tangan NUNGKI yang berlarian di tengah hiruk pikuk. Hiruk-pikuk kali ini paling ramai. aku tahu! Bagaimanapun aku tetap akan pergi dari sekolah ini! LINDA nampak ingin mengucapkan sesuatu lagi.

Lalu pelan-pelan ia berdiri dan mencoba menangkap kertas-kerta yang sedang melayang jatuh itu. suara keibuan) Lin. selembar demi selembar kertas jatuh! LINDA masih memandangnya. tidak melengking. Satu persatu ditangkapnya. Togi 03. pada saat itu juga sebenarnya kita harus bersiap untuk bekerja sendiri. Lalu seperti OPENING.LINDA : Mungkin juga benar kata Nungki. Dia kemudian menjadi bertambah sibuk menangkap lembaran kertas itu. Bu! : Ayo masuk! Sering-seringlah kemari! Ayo masuk! Ajak LINDA belajar bersama! Tidak ada satu temanpun yang datang! Tidak ada teman yang masuk! IBU tetap menyambut! LINDA menangkap kertas sendirian! BLACK OUT MUSIK PENUTUP SELESAI YOGYAKARTA. menjadi semakin terang! Selembar kertas lain jatuh lagi. Kita harus siap ditinggalkan! Karena. April 2006 JUARA Harapan 1 SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong Para tokoh: 01. Kakak Nina : Pelajar SMA : Abang ipar Nina : Istri Togi 74 . LAMPU FADE IN. bukankah di situlah artinya perjuangan! IBU : (melengking tinggi) Kita harus siap ditinggalkan! Apa ibu bilang? Selembar kertas putih jatuh. Nina 02. LINDA : (berkali-kali dan semakin yakin) Kita harus siap ditinggalkan! Kita harus siap bekerja sendiri! IBU LINDA IBU : (menyela. Benar! Pada saat kita sepakat bekerja sama dengan orang lain. teman-temanmu sudah datang! : Suruh saja masuk. ia tidak akan terkalahkan! Karena aku juga tidak memperjuangkan sesuatu! Kemenangan ini hanya ada justru ketika aku terus melakukannya.

04. Dandi 05. Tono 06. Ruri 07. Tuti 08. Orang 1 09. Orang 2

: Pacar Nina : Pengagum Nina : Teman Nina yang sering iri : Teman Nina : Kelompok Ruri : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah 11. Guru

PARA PELAKU TIDAK BICARA

1 KANTIN SEKOLAH. PAGI. LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT. BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA. PARA MURID MENARI DAN MENYANYI Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu… Andai tak ada gedung sekolah Mungkin belajar di jalan raya Berbaur dengan pedagang kaki lima Menggelar alas koran di trotoar kota Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu…
75

Bukannya benci belajar Bukannya tak ingin pintar Tapi hati ingin senang sejenak Istirahatkan otak walau sesaat Wo wo wo… Ye ye ye… TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK. Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku. Nina : taman? Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. Ruri : Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET) Dari siapa? Apa pesannya? (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC. Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina : Ruri :

Nina :

(MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA) Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS) LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. 2 DALAM KELAS. SIANG. MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI. RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA. Ruri : (MENYANYI) Hai teman-teman Ada berita bagus Bukan akal bulus Kalian tentu senang Sini sini aku bisikkan Di antara kita semua
76

Ada yang ihh… nggak tega Semua Ruri : : Ada apa sih Bikin penasaran Di antara kita semua Salah satu teman kita Sudah bercinta tadi malam ah ah ah… Bukan hanya itu saja Tapi ada kondom dom dom dom : Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Semua Ruri :

Eee… Sini…Sini (BERBISIK) Nggak mungkin. Nggak mungkin. Nina itu anak baik-baik Nggak mungkin berbuat tak baik. Pacarnya alim Belajarnya rajin Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enakenak? Salah. Justru mereka lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan? Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka? Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih. : Huuu…

Semua:

Ruri

:

Orang 1: Ruri :

Semua

Ruri

: Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC, terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya. Apa? Apa? Apa? (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK KELAS.) Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga. MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Semua: Ruri :

Orang 2: Semua: Orang 1: Semua: Orang 2:: Orang 1:

(LATAH) Kondom…kondom eh kondom. (TERTAWA) (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom. (TERTAWA) Udah nggak keset keset keset lagi dong? Blong?
77

Orang 2: Ruri :

Bolong? Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya? Enak tenan… sst sst sst! (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA MENATAP ANEH. GURU MASUK.) LAMPU BERUBAH 3 RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE. TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Semua: Nina :

Togi : Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP… PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau antena atau KI PET tapi SIM KART. SIM KART lama diganti dengan yang baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik. Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.

Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapekcapek ria mendata lagi nomor-nomor telepon. Satu-satu masukin punya ibu Dua-dua masukin punya ayah Tiga-tiga masukin punya istri Satu dua tiga baru yang lainnya. Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.

78

Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda. Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain. Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon!

Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besarbesaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita. Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawincerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.

Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh! Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat. Kakak Nina: Siasat apa? Togi : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!
79

Togi

: Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis. Pinjam dong ! Sebentar saja. Togi : Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina: Ya sudah. Pinjamnya lama. Togi : Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina: Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja. Togi : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan HP Untuk SMS. Apalagi istri. Kakak Nina: (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR) Togi : Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan. Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)

LAMPU BERUBAH

4 DALAM KELAS. PAGI. MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI. Nina : (MENYANYI) Kepada angin dan matahari Kemana jawab akan kutemui Tak tahu aku apa yang terjadi Seolah aku kembang bangkai mati Baunya tajam menusuk nurani Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi

Apalah arti hidup begini Seperti mati Sendiri dan sepi Perjalanan kehidupan Butuh teman untuk berbagi Walau tak abadi tapi berganti Sesaat saja dibutuhkan hati Hati yang damai Teman yang ramai
80

Tuti : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon? Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak akal. aku ikut bertanggung jawab. Aku percaya kamu seratus persen. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Malah ingin Kenalan lebih jauh. Maksudku. Takut lah. Isi SMS itu benar. Dia menge-SMS berkali -kali. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru. Itu saja. Niatnya hanya menggoda kamu. Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. Tuti : Terus mau? Nina : Ya tidak. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang memang benar.Jadi. Tapi tidak ada Hubungannya denganku. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting? Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. Urusannya bisa panjang. masalah tempat tinggal dia tidak kuberitahu. Tak usah risau. Nina : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku. Berharap supaya dia mau mengirim SMS. Untungnya. Nanti ada apa-apa. Aku butuh kejujuranmu. Aku ini anak sekolah. menyatakan salah kirim SMS.Tuti : Aku masih sahabatmu. Kopi darat. bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak dikenal. Mengejak bertemu. Nina : Sudah. bisa gawat. Main-main. 81 . Tapi dia tidak mau mengangkat. Terus sampai juga ke keluarga. Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak usah malu atau sungkan. agar dia percaya kalau dia salah SMS. Eh malah SMS lagi: istriku bisa saja. Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. Dia tahu sekolahmu. Bukan hanya orang lain atau tetangga yang ditipu. Nina : Aku cuma ingin jujur. Tapi jujur Nin! Kita kan sahabat. Nina : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu memang benar. Kamu tahu sendiri kan? Nina : Kamu sahabat sejati Tuti. Tuti : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia. Kamu anak baik. Gawat. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku membersihkan nama. Aku tidak tahan lagi tatapan mata aneh teman-teman karena SMS pertama itu? Tuti : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. Tuti : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. tidak mungkin kita saling kenal. Tuti : Tapi Nina. Malah balas SMS: hemat pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu tadi. Bukti itu akan jadi alatku melawan gosip miring yang beredar. Pertama-tama jadi saksi lalu terdakwa. Apa dia sudah tahu lagi? Nina : Itu aku yang beritahu. Untung dia belum tahu rumahmu. bahkan istri dan anak tega ditipu.

melepaskan aib dari Sekolah ini. Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat. Ibu bisa saja. Nina : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib. Nina : Ah. (DILIRIK GURU) Bukan. Tidak Ibu sangka. melepaskan aib. Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis! Nina : Selamat pagi juga Ibu cantik! Kepala Sekolah: Haus? Silahkan minum! Nina : Tidak Bu.Guru : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah. Bukan Ibu. 82 . Tuti : Sementara diamin saja Nin. Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya? Nina : Kondom? Kepala sekolah : Memalukan. Tanggalkan bulu domba itu! Nina : Saya tidak pakai bulu Bu. Serigala berbulu domba. Nina : Baik Bu. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH 5 RUANG KEPALA SEKOLAH. Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai. Kepala sekolah: Kamu cantik hari ini. Apa masalahnya Bu? Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Terima kasih. Kepala sekolah: Maksud saya. (KE KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan bermain dengan teman-teman. kamu harus menanggalkan.

Nina : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari kelas. simpatik. masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu. SMS itu salah kirim Bu. Kepala sekolah: (KE PENONTON). Saya akan siapkan surat pemecatanmu dari sekolah ini. Itu sama sekali tidak etis. Masalah SMS Kamu bantah. Sulit bagi Ibu mempercayaimu.Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik kitik! Itu masalahnya. (SADAR) Ooo. Saya memang menyukai pak Gatot. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran dengan pak Gatot. Saya mengagumi pak Gatot. saya benar-benar tidak bersalah. Dilarang. Tidak baik seorang murid berpacaran dengan gurunya. Itu tidak benar. pintar mengajar dan kebetulan rumahnya searah rumah saya. Salah kirim. Kenapa Bu? 83 . Saya juga mau tahu. Benar! Tidak mencuri kondom siapa. Tidak. (GURU DAN RURI MASUK) Guru : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH) Kepala sekolah: Baik. Mohon. Dia ganteng. (GURU DAN RURI KELUAR) Nina : Bu. Nina : Saya tidak ada apa-apa Bu. Kalau dia mau jadi pacar. saya tidak keberatan. Tahu? Masih mau membantah? Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu? Nina : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu. Kepala sekolah: Nina Nina. jangan Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar -benar tidak saya kenal. Terima kasih.siapa. Jadi sering jalan bersama. Berpacaran dengan gurumu sendiri.

Saya menelepon langsung. Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur. Kalau tidak ya bye bye. Kamu bisa berceloteh apa saja. Hmmm… baik-baiklah. Tapi Ibu butuh bukti. Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu. Juga sudah saya SMS. Nina : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP. Ibu butuh bukti.kiriman SMS. Sudah. maaf. Tapi dia tidak menggubris.Kepala Sekolah: Saya mau tahu. Nina : Baik bu. Pokoknya kamu harus dapat bukti. Malah mengajak kenalan segala. Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah -pahaman! Kesalah. Bagaimana caranya. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. Silahkan cuap-cuap apa saja. Ibu tidak ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Hubunganmu dengan pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut. Nina : Ruri : (MASUK KELAS) (MENYANYI) Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Teman-teman: Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii Ruri: Tak punya malu sedikitpun Apa guna hidupmu Kalau bernoda dirimu Semua : Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii 84 TAK BERMORAL SECUILPUN . Eh.

Semua Nina : Semua : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he! (KELUAR SAMBIL MENANGIS) : Huuuuu…. SORE. Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin. Dandi : Nina : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya? Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah? Atau? Baiklah. Dandi : (MENYANYI) Kekasih Benarkah berita yang kudengar Jangan jadikan aku sedih Aku ingin kejujuran Kejujuran Apalagi yang bisa kuharap Semoga dewa cinta Masih menyatukan hati kita Kalau tidak Apa yang bisa kulakukan Bila berita itu benar Aku dibohongi selama ini Dibohongi beningnya mata Dan lembutnya kata dari mulutmu Apa aku kau bohongi Nina: (MENYANYI) Tidak kekasih Semua itu tidak benar Kesalah paham semata Dan salah kirim Hhhh… Aku tak percaya Aku tak percaya Tak bisa percaya begitu saja Pasti ada sesuatu yang salah Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini pun telah diketahui kedua orang tuaku. Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu. Mereka menasehati menjauhimu. Aku mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian.! LAMPU BERUBAH 6 SUATU TEMPAT. Toh aku akan 85 .

Ayolah! Dandi : (TERTAWA) Tidak. Bila aku kehilanganmu. Aku tidak bodoh.kehilangan itu suatu saat. Kamu ingin menjebakku dengan tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu? Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang telah meninggalkanmu? Tidak. Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please! Nina : Setidaknya bukan masalah kematian. Anggap masa lalu. Walau harus melakukan dosa paling besar aku rela. Tidak. Percayalah! Dandi : Tidak. Carilah tempat yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat. Aku tidak mau lagi melakukan. Nina : Sudah lama kita pacaran. tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. Titik. Sekalinya ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Apa salahnya mempercepat. tidak pernah melakukan hal buruk. tidak terpikir lagi. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 86 . Kita harus saling melupakan. Aku mencintaimu Dandi. takut dosa. Nina : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai menghadang? Baru angin kecil saja. Asal tidak kehilangan dirimu. Aku patuh padamu seumur hidupku. Tidak sekalipun ada niat menghianati. Gampang sekali tidak percaya padaku. Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa. Berat akibatnya kalau semakin terjerumus. Aku masih suci Dandi. sudah menyerah. Lalu dengan cara apa kubuktikan. Janji yang pernah kita buat anggap tidak pernah ada. Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Tidak ingin berpisah darimu. Tidak ingin kena getah perbuatanmu. Aku tidak akan terjebak. Kau setuju dan tidak pernah meminta lagi.

Maling profesional. (HENDAK MEMELUK) Nina : Apa-apaan sih? Tono : Kalau tidak mau. Nina : Berani macam-macam akan kuteriaki maling. Jeli Memanfaatkan kesempatan. Biar dipecat jadi anak. Akan sama-sama senang. Kabur! (KELUAR) (MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu 87 . Ayolah! Nina : Tono : Nina : Tolong! Beneran teriak lo. Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu. kulaporkan ke keluargamu. Tono : (TERTAWA) Aku memang maling.(MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu (MENANGIS) LAMPU BERUBAH Tono : Nina : (HENDAK MEMELUK) Hei! Tono : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak mau. aku puas kamu aman. Sekarang kesempatanku memilikimu.

Posisi. burung hendak keluar dari sarang. ramah. Ayo! Tolong! (MENGEJAR TONO) LAMPU BERUBAH 7 TAMAN. Kakak sembuyi tidak jauh darimu. Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi. Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. Taman dekat jalan besar.Tono : Nina : (MASUK LAGI). Mas pasti ganteng. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS. Makin tidak sabaran. O. dia tanya posisi. Togi : Ciluk ba! Ketemu lagi. Tempat romantis. Begitu ada apa-apa. Kita tangkap dia dengan 88 . Lagipula banyak penonton. MEREKA DALAM PERJALANAN MENUJU TAMAN). Taktik tarik ulur mendapatkan mangsa. Apalagi istri tidak memberi jatah. buruuung kau sabarlah! Nina : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak? Kakak Nina: Tidak usah dulu. Pura-pura sibuk. Dengan perjuangan keras. Hasrat meledak. sudah dekat. terus menerus. Pura-pura jual mahal. SORE. Sedikit cuek. Pagi-sore. Kakak akan teriak memanggil orang. Di taman lagi. Nina : (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak. Tanya dulu ah sudah dimana posisi. Kakak Nina: Bilang sudah dekat! Togi : Oh. posisi? (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu. siang-malam. Pucuk dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha… SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. kepala mau pecah. baik hati. akhirnya dia mau bertemu.

Kakak gemes ingin menjitak kepalanya. Kakak menunggu di sini. Kita sudah di taman. Nina : Alaa… sama kucing saja takut. MEMBACA) Aku sudah di taman. Ayo jalanlah! Togi : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya takut lewat sini. Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat. Huh! Harus bisa kujelaskan segala masalah ini. Kacau kalau ketahuan. mungkin diminta kakak ikut mengawasi kalau terjadi apa-apa. (SMS MASUK. Kok semua serba kebetulan ya? Aku sedang menunggu sesorang eh.. Daging apa saja. Kakak Nina: Sudah jangan menangis! Masalah ini segera selesai. Bulunya bahaya buat rahim wanita. bantuan datang. Orang-orang juga siap membantu kalau kakak beraksi. Nina : Laki-laki juga seperti kucing. suka daging mentah. Dia belum Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Huh! Nina : OK. malah datang dua orang yang tidak diharapkan. Tinggal teriak. Tapi agak takut Kak. ada istriku di sini. Sudah dua orang menemani. Kakak Nina: Kucing beda. Nina : Tadi si Abang bukan ya? Oh. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK) 89 . sangsi kepala sekolah dan Dandi (MENANGIS).tangan sendiri. Bisa kacau pertemuan. Cari tempat sembunyi. Aman. Semoga secepatnya bisa bebas dari tatapan sinis teman-teman. Ciat. kamu dimana? Togi : Wah gawat. Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga.

BANG! BANG! TOGI : ISTRIKU TAHU. BIAR TENANG. ABANG IPARNYA SUDAH DI SINI. kalau tidak barabe. YES. (MEMBACA) Dia ngajak pindah Tempat ketemuan. KOK ADA DI TAMAN INI? NINA MINTA DATANG KALI? AKU KASIH TAHU NINA.G SPASI T-O-G-I SPASI D-I SPASI S-I-N-I TITIK T-E-N-A-N-G SPASI S-A-J-A. ADUH! DIA MEMANGGIL LAGI? TANDA TANDA GAGAL. KOK UNSENT. TITIK. ADUH! NINA KOK MALAH KE KAKAK NINA: SI ABANG NGAPAIN MENGENDAP-ENDAP DI SITU? TADI KATANYA MAU REUNIAN SMA.(MEMBACA) Aku juga sudah di sini. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar . NINA : MANA DIA? (MENGETIK) A-K-U SPASI S-U-D-A-H SPASI D-I SPASI P-O-SI-S-I SPASI. K-A-M-U SPASI D-I SPASI M-A-N-A TANDA TANYA. (MENGETIK) B-A.N. KOK ADA DISINI? 90 . YAH UNSENT LAGI. AH. Buruan ya! TOGI : SINI? ADUH! HARUS PINDAH POSISI LAGI. Harus pindah lokasi. Wah gawat. Bagaimana ya? (MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A spasi S-A-J-A tanda seru A-K-U spasi I-K-U-T spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G titik Nina : (SMS MASUK) (MEMBACA) Aku sudah di posisi. SENT. CEK PULSA. PANTAS. PESAN SUDAH DELIVERED. SUDAH NOL. Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina. Kamu dimana? Dia sudah di sini. Kakak Nina: (SMS MASUK) SMS dari Nina.

D-E-K- A-T . TADI TOMBOLNYA AGAK MACET. KITA DI SINI SAJA. CUCI MATA SAJA. MAU KEMANA LAGI SIH BANG? NINA : (SMS MASUK).T-O-G-I .D-I . NGOMONG-NGOMONG SUDAH. SILAHKAN PUTRI. LHO ABANG KAN MAU REUNIAN? KOK TOGI: OH? REUNINYA DITUNDA. KAKAK NINA: TOGI : LIHAT CEWEK? OH? TIDAK. BISA KETAHUAN ISI SMS DARI SI GADIS CANTIK. (KE DIRI SENDIRI) UPS. JADI ABANG KE TAMAN. TERNYATA TIDAK MASALAH LAGI.P-E-R-T-A-M-A T-A-D-I. APA SIH YANG MESTI DIRAHASIAIN. KAKAK NINA: PINJAM HP DULU! MAU SMS. BYE. NIH! TOGI : JALAN-JALAN DOANG. BANG TOGI? KOK DIA SMS PAKAI NOMOR INI? KENAPA YA? OOO… DIA PASTI SUDAH MENANGKAP ORANG ITU. EH MAU KEMANA? TUNGGU DULU. AYO! BURUAN DELETE. BOROS SIH SMS MELULU. ABANG COBA DULU.S-I-N-I .KAKAK NINA: DI SINI? NEMENIN NINA. UNTUK APA LIHAT WANITA LAIN? ISTRI SENDIRI LEBIH CANTIK DARI SEMUA YANG ADA? AKU PERGI BERAKSI DULU YA. JANGAN BANYAK-BANYAK! KAKAK NINA: TOGI : ADA RAHASIA YA? PAKAI DIUTAK-ATIK.T-E-M-P--T-M-U . ABANG MENG SMS LEWAT 91 .M-E-N-U-N-G-G-U . KAKAK NINA: (MENGETIK) B-A-N-G . TOGI: HARUS SENDIRI-SENDIRI BIAR SERU. AMAN.

S- KAKAK NIAN: TOGI : (KESAL) NINA : ITU MEREKA.M-E-N-U-J-U .T-A-D-I. TOGI : AMPUN! AMPUN! 92 . TAPI MANA LAKI-LAKI ITU? MEREKA BERDUA SAJA. DIA TIDAK MENANGKAP ORANG. KAMPRET. BANG MANA ORANGNYA? SUDAH DIBAWA POLISI ATAU KABUR? KAKAK NINA: ORANGNYA? SIAPA? DARI TADI AKU DENGAN ABANGMU KOK.P-E-R-T-A-M-A .T-E-M-P-A-T M-E-N-U-N-G-G-U . KAKAK NINA: SANA SEBENTAR NEMUIN NINA.K-E-T-A-N-G-K-A-P . TOGI: TAPI? TIDAK ADA TAPI-TAPIAN (MENARIK TOGI). DASAR SUAMI MATA KERANJANG. NINA : ABANG? IYA! DIA BARU GANTI NOMOR. NINA : DIA SMS PAKAI NOMOR LAKI-LAKI ITU.L-A-K-I . KALIMAT INI KAKAK YANG KIRIM PAKAI NOMOR….-SMS LEWAT HP SI PEMBUAT SUSAH ITU. PENGGANGGU NINA ITU TERNYATA KAMU.I-T-U .A-K-U . HEBAT. DASAR KUCING GARONG. DIA SUDAH KETEMU YANG MENGGANGGUNYA. NOMOR LAKI-LAKI ITU? SINI LIHAT! YANG MANA? KAKAK NINA: NINA: YANG INI. NOMOR BANG TOGI DI KAKAK NINA: HP-MU SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI. (SMS MASUK) JANGAN KEMANA-MANA DULU! KITA KE L-A-K-I . ABANG IPARKU BENAR-BENAR -BENAR HEBAT (MENGETIK). K-A-K U-D -A-H . ADIK SENDIRI MAU DIMAKAN. KAKAK NINA: OOO.

LAMPU BERUBAH

SEMUA PEMAIN: (MENYANYI) HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN TAK SELAMANYA KEJUJURAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN BERHATI-HATILAH JANGAN PULA PERCAYA SAJA PADA TEKNOLOGI YANG CEPAT BERUBAH MESKI MUDAH TAPI AWAS KADANG ADA NEGATIFNYA WASPADALAH TEKNOLOGI PUNYA DUA SISI BISA BAIK, BISA JUGA JAHAT PERGUNAKAN SESUAI FUNGSI JANGAN PAKAI UNTUK KEJAHATAN HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN BISA-BISA NIKMATNYA MIMPI BERUBAH JADI MIMPI SETAN YOI YOI YOI YOI… YOI YOI YOI YOI…

### SELESAI ###

JUARA HARAPAN 2 NINA BOBO
KARYA : ROY AGUSTINUS

93

SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (MENANGIS)

KEJAM! BENAR-BENAR KEJAM! HUHUHU… KATANYA CINTA TAPI TERNYATA SELAMA INI DIA JUGA PACARIN CEWEK LAIN. KALAU DULU DIA PASTI SELALU NGERAYU, HONEY, HONEY, I LOVE YOU. HONEY, HONEY, CINTAKU. HONEY, HONEY, KU SUN DULU. MERAH BIBIRMU SEMERAH GELORAKU PADAMU. HUHUHU… DASAR PLAYBOY! BUAYA! SEKALI BUAYA, TETAP BUAYA! BUAYA YANG PANDAI MERAYU, TAPI SETELAH ITU, SEMUANYA BULLSHIT! BULLSHIT SHIT SHIT! PEMBOHONG! PEMBUAL! AKU DICELEIN, AKU DITIPU. AKU TERTIPUUUU! HUHUHU….

(BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN)

BAYU

DIKIRA SEKOLAHAN AJA YANG PENTING?? MUSIK ITU NGGAK PENTING?? DIKIRA CUMA NILAI RAPORT YANG PENTING? NGEBAND ITU GAK PENTING?? SEMUANYA NGGAK ADIL! CUMA UNTUK RAPORT, ANGKA, KELAKUAN BAIK, KERAPIHAN? DAN MUSIK HARUS DINOMOR DUAKAN? NGE BAND HARUS DIKESAMPINGKAN?? TAPI NYATANYA MEREKA SIBUK! MAMAH PAPAH SIBUK. SIBUK BUK BUK! NGGAK ADIL!

(BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU)
NINA Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?

(BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.)

94

BAYU MASA BODO! KALAU SEMUANYA MASA BODO, AKU PUN BISA MASA BODO! MASA BODO! NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya?? BAYU Cewek, apa pedulimu? NINA Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti?? BAYU Nggak. NINA Busyet! (PAUSE) Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu! BAYU Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini

(MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA) NINA (MENJERIT) Berisiiiiik!! BAYU Sudah tau!!

NINA Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak? BAYU Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama. NINA

95

apa pengetahuanmu tentang cinta? BAYU Segudang. sudah seperti komposer aja lagaknya. dan aku begitu menderita. cinta. nggak usah berfilosof deh. Sok tau… BAYU Siapa yang sok tau. Termasuk musik. NINA Hebat. NINA Trus…? BAYU (MENUNJUK NINA) Hehehe… berarti menarik kan?? NINA Sudah jangan banyak mulut. Tadi kamu bilang cinta. NINA Alahhhhhh. NINA Nangis? BAYU Yaa. nggak! Memangnya aku perempuan?? 96 . Segalanya memang selalu berkomposisi. dan gaya hidup. Ayo teruskan… BAYU Yaa. Sebutkan salah satunya.Irama. waktu itu aku ditinggal pacar. musik rusak! BAYU Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik. irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak! BAYU Musak?? Apa itu musak? NINA (tersenyum menyindir) Hmmhh! Musak. begitu? NINA Baru seucret-ucret mengenal musik. BAYU Waktu aku ditinggal pacar. Kamu yang sok tau.

begitu? BAYU Nggak seperti itu. Makanya ada orang ketiga. Manusia tidak ada yang perfect. terlalu kasar itu. kamu atau pacarmu? BAYU Tidak ada yang bermasalah. Mengeluarkan air mata. Cinta yang lebih perfect. NINA Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok? BAYU Betul itu. ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi. NINA Maksudmu? BAYU Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. NINA Aneh. Namaku Bayu. Dan kami berpisah. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis. dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…? (PAUSE) Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh? BAYU Bukan berselingkuh. Dia menangis. jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis. Mendapatkan cinta yang baru. NINA Dan rasanya seperti dipotong-potong. BAYU Pelit amat sih. Tidak ada yang salah.NINA Ohh. Mau tahu nama aja nggak boleh. Semuanya berjalan normal-normal saja. maksudmu? BAYU Begitulah… NINA Siapa yang lebih dulu mencari masalah. (PAUSE) Siapa namamu? NINA Untuk apa tanya-tanya nama. (MENYODORKAN TANGAN) Namamu… NINA 97 . Seperti Kelinci yang akan dipotong.

aku suka itu. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi. ngak perlu kenalan. NINA TERTAWA-TAWA. Fan-tas-tic.makanya ada sejarah. kerompyang. kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu… BAYU (MELONCAT GIRANG) Yeahh. nama itu penting.. dan sekarang sebutkan namamu (MENYODORKAN TANGAN) Aku Bayu. sekarang aku memanggilmu Kebo. kurang ajar. NINA (BANGKIT BERDIRI LALU MENENDANG-NENDANG KALENG SATU PERSATU. hahahaha…. BAYU Oke. Hahahahaha… 98 . dan bunyi itu mempunyai irama. His-tories! NINA Tapi saat ini kamu bukan histories. Memangnya aku binatang apa? BAYU Makanya nama itu kuanggap penting. kerompyang. namamu bodo. LAMA KELAMAAN NINA MENARI. Biar ku tambah H. DIA MENENDANGNENDANG KALENG ATAU MEMBENTUR-BENTURKAN KALENG KE LANTAI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING) Hahahaha…. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni. Musik terdengar. Hahahaha…. BAYU Jangan tertawa! Aku serius. Setuju? NINA Ehhhh. NINA Kerompyang.(MENGIBAS TANGAN) Sudahlah. Lagipula apa sih arti sebuah nama? BAYU Wahhh. jadinya bodoh… setuju? NINA Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu. jadi nggak perlu kita tahu nama. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. dan kamu… NINA Bodo! BAYU Ohhh. TERDENGAR SUAR BISING.

NINA DAN BAYU MASUK) MAMA NINA (MEMBENTAK) Dari mana kamu malam begini baru pulang?? (PAUSE) Kamu siapa? NINA Ini teman Nina. MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? BAYU Betul Tante. MAMA NINA Nina naik masuk kamar. NINA 99 . MEREKA LALU BERPELUKAN. MAMA NINA Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? NINA Tad. Kamu siapa? BAYU (GUGUP) Saya Bayu.BAYU (BERGAYA DAN BERNYANYI ALA ROCKER) Disaat ini kita satukan rasa Membentuk lingkaran berpegang tangan Jangan lepaskan aku Jangan ikat diriku Bawa jiwaku Ke alam bebasmu Yeahhhhhh!!! Kuatkan rasa Demi cintaaaa! Beri kebebasan Untuk dirikuuu! Cintai aku Hargai aku Lihatlah aku Peluk diriku Yeahhhhhh!!! (NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. tadi. Malam-malam begini anak tante bersama saya. Nina… MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. Nama saya Bayu. Mam. tante.

Aku punya izasah. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. NINA MEMASUKI PANGGUNG. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu. kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai. Selamat malam… (PANGGUNG GELAP) (PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. TERDENGAR SUARA MAILBOX) SUARA MAILBOX Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif. BAYU MEMBALAS. aku bisa cari kerja. Paham? Selamat malam… BAYU Paham. Memangnya kamu aja yang pantas cari uang. Dan semua itu gara-gara kamu. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. NINA MENGECEK LAPORAN) NINA Masih nggak aktip. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA. Bapak ke kantor dan ibu memasak. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. MAMA NINA MEMANDANG SINIS) MAMA NINA Tolong dengar. Karena kamu sok jadi wanita karier!! 100 . baru semester 4 sudah hamili anak orang. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik! MAMAH BAYU Enak aja. saya memang pengagum sinetron. (MENEPUK DADA) Nih. aku punya kenalan. NINA TERLIHAT RISIH. aku juga mampu.Mam… MAMA NINA Masuk kamar! (NINA KELUAR PANGGUNG. aku punya otak. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT) (NINA MEMENCET HP. Kemana sih dia… (NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. anak bungsu kita. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi… NINA Bayu kok mailbox sih… (BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. Lihat si Lilo. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang! PAPAH BAYU Itulah egoismu. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. DIA BERDIRI DAN PERGI) (DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR) PAPAH BAYU Kamu yang seharusnya mikir. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. memakimaki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. BULAN BULAT BERSINAR. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak. Tante. MENGIRIM SMS.

ingat itu? Ingat?? PAPAH BAYU Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian. mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata… Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara… 101 . Ayo sana masuk kamar!! Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya. Belum lagi kerjaan kantor. jadi sebagai ayah. Ini bukan urusan anak-anak. masalah anakanak. Perhatian. Belajar!! BAYU Belajar? Bayu sudah bosan belajar. PAPAH BAYU Hebat sekali kamu bicara. Dan kekecewaan itu. Ayo sana masuk kamar. PAPAH BAYU Itu. eh. Mam. aku mampu!! (BAYU DATANG) BAYU Ada apa pap. Saya sangat kecewa. Seorang ibu!! MAMAH BAYU Lah.MAMAH BAYU Eh. malah nyambung terus. MAMAH BAYU Hehh. apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu! BAYU (BERTERIAK SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGAN SEPERTI PAK POLISI) Stop! Stop! Semuanya stop berbicara. MAMAH BAYU Ya ampunnn. di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak. Itu karena kamu perempuan. mamah bilang diam. berangkat pagi pulang malam. (PAUSE) Saya sangat kecewa. malah disambungin terus. aku bisa. Betul kan Pap? MAMAH DAN PAPAH BAYU Diam kamu!! BAYU Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. Berantem lagi? MAMAH BAYU Hushhh! Diam kamu. Sungguh-sungguh saya kecewa. perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam. itu hasil didikan kamu! MAMAH BAYU Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu. mam. Sana masuk ke kamar! BAYU Kenyataannya kan begitu Mam. Meeting dikantor. Kamu selalu menganggap aku kuat. Pap? Bayu dengar kok semuanya. Ini bukan urusan anak-anak.

mungkin berbakat menjadi pemain film. NINA Bukan cuma penggemar sinetron. TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU) (PANGGUNG TERANG. Yang laki-laki dan perempuan. nggak pernah tentu… NINA Bising…? BAYU Jelas bising. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman. Kamu pasti marah… NINA Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang? BAYU Mau tau? NINA Pasti dong. Mau dengar? (TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA) BAYU Sudah kudengar. Kadang jumlah mereka tidak tentu. NINA Mereka sedang bermain kartu. Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. BAYU Kamu rindu…? 102 . NINA Kita pergi ke taman sekarang. bisa malam. DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku. mau? BAYU Tapi sudah malam. BAYU Dengar baik-baik (SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI) Sudah jelaskan…? Itu alasannya.(BAYU KELUAR) (PANGGUNG GELAP. bisa subuh. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang. Bisa pagi. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON) BAYU Maafkan aku. NINA Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi? BAYU Tergantung keinginan. BAYU Kenapa mamahmu tidak menikah saja? NINA Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila.

aku akan menikahimu. tapi sayang. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak? PAPAH BAYU Tentu. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. Kesepian… PAPAH BAYU Aku juga kesepian. BULAN BULAT BERSINAR. MAMAH NINA Dimuka bumi ini. toh mereka akan mengerti sendiri.NINA Rinduuu sekali. kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM) (SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu. Aku sudah pernah melarang. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik. tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta. ahhh… MAMAH NINA Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku? PAPAH BAYU Termasuk hubungan Bayu dan Nina. Kesepian terus hidup begini. papahku tidak mendengar. Plz… BAYU Oke. Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan. Ingin sebenarnya aku menikahimu. sayang. Mas? PAPAH BAYU 103 . Sekarang lebih baik kita tidur… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. Mas. PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA) MAMAH NINA Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. PAPAH BAYU Jangan lihat status kita. (PAUSE) Mau pergi ke taman sekarang…? BAYU Jangan sekarang. Nina bobo Kalau kamu bobo Papahmu datang Bobo sayang Lupakan yang hitam Biarkan hatimu Ditemani malam (DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. Mas. MAMAH NINA Kalau mereka tahu kita akan menikah. Tapi lihat cinta kita. MAMAH NINA Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. Dan dalam kamus cintaku. Tapi cintaku padamu cinta yang suci. Tapi tidak semudah itu. PAPAH BAYU Aku juga bingung. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku. Hidup penuh dosa. tapi. besok malam saja. (BERNYANYI) Nina bobo O. MAMAH NINA Aku memang perempuan kotor.

NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. HENDAK MEMBUKA BAJU) BAYU Stop! Stop! NINA (TIDAK JADI MEMBUKA BAJU) Kenapa? (BAYU MENGHAMPIRI NINA) BAYU Terlalu cepat. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK) 104 . NINA (TERISAK) Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku? BAYU Belum tentu. PAPAH BAYU Itu yang bahaya! MAMAH NINA Musti dicegah itu.Sampai ke akhirat! MAMAH NINA Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK MEMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA. Mas? PAPAH BAYU Maksudmu? MAMAH NINA Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu. Diranjang ini. Kita lihat nanti apa yang terjadi. PAPAH BAYU Dicegah? Kamu kira demam berdarah?? MAMAH NINA Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan. sayangku… MAMAH NINA Ahh. Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. BAYU Disini? NINA Iya. Seandainya rencana mereka tidak terwujud. toh kita akhirnya tetap jodoh. tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu. MENANGIS. dimana lagi? (NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. mas bisa aja… PAPAH BAYU Bener! Tanya aja penonton hehehe… (CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP. Kita terlalu cepat mengambil keputusan. Mas. Mas? PAPAH BAYU Bener juga kamu. (NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik. NINA DAN BAYU MASUK) NINA Kamu yang menentukan sekarang. kan itu kacau.

Plz… BAYU Oke. Mungkin bukan karena umur. BAYU Tidurlah… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang… NINA Tapi kamu masih mencintaiku kan…? BAYU Setulus hati… NINA Betul? BAYU Betul. orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh? BAYU Sulit untuk ku jawab sekarang ini. Tapi aku merasa. aku sangat mencintaimu. Maafkan aku. Tapi asal kau tahu. Nina bobo Kalau tidak bobo digigit nyamuk Bobo sayang Adikku yang manis Kalau tidak bobo digigit nyamuk TAMAT Drama Remaja (NOMINATOR) 105 . (BERNYANYI) Nina bobo O. tapi karena persoalan. NINA Tapi aku mau tahu pendapatmu. beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung. semakin hari aku semakin bertambah tua. NINA Aku begitu lemah sekarang. mana yang kamu pilih.BAYU Sudahlah.

Anting oleh Imran Laha Sinopsis PERJALANAN SEORANG GADIS MUDA YANG BERNAMA SITI UNTUK MEMUSNAHKAN ANTING. SEMUA TELAH IA RENCANAKAN DAN MERACIK SESUATU UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA ANTING ITU SESUATU YANG TAK BERGUNA. SEGALA HAL IA LAKUKAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA PEREMPUAN BISA JADI PEREMPUAN TANPA ANTING. Karakter Gadis Botak/Siti Pria Mohwak Teman Guru Murid-murid Perempuan Muda Nenek Suami 106 . BAHKAN TAK BERTELINGA. YANG AKHIRNYA IA HARUS TERBUNUH SEBAGAI PEREMPUAN YANG TAK BERTINDIK.

Aku lupa. Sosok di balik gelap. KEREMANGAN MEMBAHANA BUMI. Entah itu berukuran kecil atau besar. ADA SEGUMPAL CAHAYA LEWAT BERGANTI-GANTI MENERANGI MEJA YANG KISRUH DENGAN BUNYI DENTINGAN GELAS.. KECUPAN-KECUPAN IBARAT TETESAN AIR MEMECAH PADA GENANGANNYA. TERDENGAR ANGIN MENDESIR GANAS. hanya orgasme yang menjawab. NAFAS KEDUA SOSOK ITU MENAMBAH KENIKMATAN MUSIK. Terlalu ketinggalan zaman menurutku.Istri Siti Kecil DI SUDUT BUMI MALAM. Suara Wanita Inilah yang kau inginkan. MEREKA BERPELUKAN. AIR YANG MENDIDIH.. ADA PINTU YANG TERTUTUP RAPAT BERNOMOR 501. Ada juga liang di selangkanganku yang kau andaikan bibir dari surga. DI BALIK SEMUANYA. Kini sudah usang berdebu dan entah di bilik ingatan mana kusimpan dia.. KEKISRUHAN TERUS BERLANJUT MENGIRINGI ALUNAN GERUTU YANG DALAM DAN BERAROMA KEMARAHAN YANG KELUAR DARI SOSOK YANG TERTELAN GELAP ITU. DUA SOSOK REMAJA BERCUMBU DIIRINGI KESEPIAN MENGALUN BIRAHI. Daging lebih di dadaku. Akhirnya kusimpulkan setiap komposisi sex di dunia remaja yang begitu fantastic dengan fenomenanya. Hanya nomor hotel semalam yang bertengger dalam ingatanku . kau tak peduli. Dengan kedua itu. 107 . IBARAT KIPAS ANGIN. DAN DEGUPAN-DEGUPAN BIRAHI MEREKA BERSUARA DALAM KAMAR ITU . SUARA MESIN LAS YANG TERKADANG EFEK SINAR LAS MENERANGI KEGELAPAN MISTERIUS ITU DAN TERLIHAT SEAKAN SILUET NEGATIF FOTO/KLISE. RUANG SEINDAH KOMPOSISI TARIAN DALAM TAMAN SURGA. DENGAN SEKETIKA SOSOK DI BALIK GELAP LENYAP. Setelah kupelajari setiap huruf-huruf gairah kemudaanku dengan berbagai pembenaran. tak perlu sebuah tindikan dan anting untuk mengatakanku seorang wanita. SILUET RAMBUT SEORANG WANITA MENGGELIAT SERUPA TARIAN ULAR.. TUANGAN AIR DALAM BOTOL. Free sex telah kututup dalam kitab Kamasutra. TERTUKAR SEBUAH KAMAR LOSMEN SEDERHANA YANG KHAS DENGAN KEREMANGAN. BAHKAN PERCIKAN-PERCIKAN LUDAH MENYUMPAH SEMESTA DAN MENGGEMA MEMBERAIKAN BUHUL-BUHUL KEPEKATAN MALAM.

Padahal itu untuk kemajuan. Akulah kedewasaan sejati.. Suara Wanita Kau bisa menikmati misteri tubuh yang bernama wanita. Matanya menyalak menyinari layar komputer yang membiaskan cahaya. Seiring lenyapnya kamar senggama pikir itu.. Setidaknya aku tak melakukan imajinasi yang berujung 501.ha-ha-ha.. Ya 501! Nomor yang kini ada dalam kemenanganku.. entah kenapa bisa sama dengan nomor kamar ini. Di kala seperti itu.. Mereka hanya segumpal nasihat yang melewati muda tidak seperti ini. Bila jebol. dadanya naik turun mendenguskan gelisah. Perang ini semakin menjelaskan kemenanganku. Ini adalah imajinasiku. bersinglet hitam. Ini suatu kehormatan untukku. Dan mana tahu orang tuaku tentang 501 .. Seakan ia tak percaya. Mata itu meringis malu. perlukah anting untuk membuatmu penasaran? Suara Lelaki Tak penting untukku senggama yang romantis. Lihat rambutku. Jangan lewatkan setiap detailnya.. karena pasti kau akan menyesal. Sungguh aku sangat jenius. Dengan terpaksa ia merapatkan matanya hingga yang ada hanyalah kerutan pejaman. Umurku masih 17 tahun dan Perempuan ini belum juga istriku . Walau emas yang menggantung di tindikan sekalipun. Apa telingamu akan gatal tanpa anting? Di sudut bumi yang lain merebak cahaya. aku merasa telah hidup di umur dewasa. aku benar-benar cantik.. aku tanya sekali lagi. Bukan anting yang menentukan. Apakah orang tua berpikir seperti itu juga? Mereka malu. Saat itupun bisa kuludahi wajah kerut dan sok tua para pendahulu. dan berhadapan dengan komputer. akulah raja. Suara Lelaki 501! . Anting hanyalah lambang perbudakan dunia. Keperawananmu adalah mahkota untukku. aroma kemenangan telah tercium.. Dasar kampungan! Aku tak pernah mendapatkan ini dari mereka. bertatto. Wanita ini adalah senjataku untuk merenggut sejarah kemudaan... Tidak ada yang bisa mengalahkan predikatnya sebagai keanggunan. Suara Wanita Inilah adegan pertukaran kehormatan.. beranting di telinga kiri. Sangat keras pejaman itu hingga getaran menjalar keseluruh tubuhnya.. Setiap detik kupikir adalah Doggy Style. besok hari terakhir pembayaran SPP. kau hanya bisa onani dengan rasa penasaran . kau akan meminta lagi. keyakinanku hanya satu. Kini yang ada remaja berambut Mohwak.Suara Lelaki Biarlah adegan ini cepat mencapai. telah kuubani dengan ketabuan.... Suara Wanita Bahkan kau pun akan terkejut ketika melihat darah di bibir surga itu. Jangan-jangan malam ini ada razia di setiap hotel. Saat kurenggut. yaitu selama waktu itu berjalan. Tegukan-tegukan ludah ketakutan 108 . ah aku lupa. Nomor ini tertera di resletingku juga. kemana harus kucari uangnya. Mana ada orang tua dulu tahu tentang Chek In Hotel. Kita saling menyerahkan dan memahkotai. Dan aku tak yakin punya waktu denganmu lagi . Coba tadi aku dan perempuan ini patungan membayar hotel .

menambah getar dalam lubuk hatinya. Jari-jari yang berada di atas keyboard seakan paku yang telah menancap sepanjang peradaban kenistaan. Tiba-tiba semuanya meledak dalam dering Hp. Dengan gerak sigap bertanda gugup, remaja itu merogoh Hpnya yang ia sendiri lupa di mana. Cukup lama ia mencari dan akhirnya ketemu juga. Tapi ia belum juga menerima panggilan itu setelah ia melihat nama yang tertera di Lcd Hp. Lama ia berpikir lalu dengan ragu-ragu dia menekan tombol Yes dan perlahan Hp itu diantar ke telinga yang beranting. Mendengar sebentar dengan mata menerawang memikirkan sesuatu.

Pria Mohwak Akan aku jelaskan saat kita bertemu nanti ... aku tak tahu, itu mungkin orang lain ... ya, aku malu. Khususnya terhadap kamu ... sudahlah sayang, cukup. Jangan kamu teruskan kemarahanmu. Aku tak peduli apa kata orang tuaku nanti, aku hanya takut jikalau ini membuat cintamu berkurang ... kau ingat puisiku untukmu? Ingatlah itu, agar kamu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu ... kamu tahukan sayang, sex semacam ini (sambil menunjuk layar komputer dengan jari-jarinya) sudah ketinggalan jaman. Dan kamu juga tahu, aku remaja modern ... aku masih ingat sayang, anting yang kamu berikan ini adalah pengingatku. Dengan begitu kamu seharusnya mengingat puisiku juga, sebab waktu itulah kamu memberikan anting ini ... masak kamu lupa!... dua bulan yang lalu ... ya, aku sangat cepat menyerap perkembangan jaman ... aku lupa nama wanita itu ... ehm, siapa ya, si .. si.. siapa ya, Siti! Ya Siti, aku ingat sekarang. Namanya Siti ... dia teman sekelasku, dia meninggal sebulan yang lalu ... dia bunuh diri bersama semua wanita dalam kelasku, termasuk Guru Pendidikan Moral yang waktu itu bertepatan punya jadwal di kelas ... dia wanita gila menurutku ... kalau kamu melihat beberapa saat setelah terjadi peristiwa itu, kamu akan bersepakat dengan ungkapanku tadi ... saya datangnya ketika kelas sudah dipenuhi oleh Polisi dan orang banyak. Mayat-mayat wanita itu tak bertelinga semuanya ... iya, akupun heran kenapa dengan hanya sepenggal telinga mereka bisa mati. Menurut penglihatanku, mereka masih terlalu cantik untuk menjadi mayat ... oh maaf sayang, aku tak bermaksud merendahkanmu dengan mengatakan mereka cantik ... ya, kamulah yang paling spesial di hatiku ... iya kan? Kamu sendiri bisa mengatakan wanita itu jenius. Kalau aku mengatakan dia gila ... sampai sekarang pun Polisi tidak sanggup memecahkan kasus itu. Menurut Polisi itu pembunuhan yang paling sadis selama ini. Soalnya irisan-irisan telinga itu sangat halus. Tidak terlihat goresan-goresan pemaksaan. Padahal alat yang digunakan untuk mengiris telinga adalah Gergaji. Koki seahli apapun tak bisa mengiris seindah itu ... dan yang lebih aneh lagi semua potongan telinga mereka tak ditemukan di awal peristiwa. Nanti setelah divisum baru mereka tahu semua potongan telinga itu ada dalam perut Siti, termasuk telinganya ... apakah itu bukan hal yang gila? ... aku pun tak percaya pernah melakukan hubungan sex dengan seorang maniak ... aku juga tak tahu siapa yang merekam dalam kamar itu, aku hanya bisa terkejut ketika adegan dalam kamar itu telah tersiar di Internet ... (Hp di genggaman Remaja Mohwak berbunyi menandakan Lowbat.) Aduh sayang, kamu sekarang cari Warnet terdekat! Kita teruskan obrolannya lewat Chating. Batre Hp aku hampir habis ... (Belum juga habis katakatanya, Hp kehabisan Batre.) 109

PINTU RAPAT YANG BENOMOR 501 ITU, MEMBUKA KEMBALI CERITA SESUDAH ADEGAN SEX DITAYANGKAN. TAK LAGI TARIAN SURGA YANG TERLIHAT, HANYA DUA SOSOK DI BALIK SELIMUT. BUKAN LAGI DEGUPAN YANG BERUCAP. TAPI PERCAKAPAN NYATA BERADU. MEMECAH DENTINGAN CAHAYA IDE KEMAJUAN ...

SANG LELAKI.
Aku dewasa. Akulah raja sekarang. Saatnya untuk meludah pada setiap orang tua.

SANG WANITA.
Akhirnya aku sendiri membuktikan. Akulah pemilik keanggunan. Akulah wanita itu.

SANG LELAKI.
Kamu ingat Siti. Seanggun apapun, kamu hanya mahkotaku. Kamu properti ...

Sang Wanita
Beraninya kamu mengatakanku seperti properti. Apakah kata itu yang berlaku juga pada anting.

SANG LELAKI.
Kurang lebih seperti itu.

Sang Wanita
Tanpa properti anting itu, aku tetap anggun dengan darah yang keluar dari selangkanganku.

SANG LELAKI.
Darah itulah mahkota yang kurenggut untuk menjadi dewasa.

SANG WANITA.
Ha, lucu. Kamu pikir dengan itu kamu sudah dewasa? Belum.

SANG PRIA.
Lalu apa?

SANG WANITA.
Berani menentukan pilihanmu secara jujur. Kalau hari ini, kamu masih takut dan sebisanya bersembunyi di balik pintu hotel. Puh ... kayak anak-anak yang baru belajar onani.

SANG PRIA.

110

Jenius kamu Siti. Aku punya gagasan yang paling modern mendengar penjelasanmu. Sex mutakhir. Sodomi dengan lelaki. Itukan namanya memilih untuk melakukan dengan lelaki. Dan aku jujur padamu. Ah, aku puas sekarang. Akulah raja.

Sang Wanita
Sakit.

SANG PRIA.
Apa bedanya dengan kamu wanita tak bertindik. Kamu sakit juga. Mendingan kamu jadi lelaki saja ...

Sang Wanita
Jenius...jadi tak perlu lagi kupikirkan masalah keanggunan ...

KEDUA MATA REMAJA ITU BERBINAR-BINAR DENGAN SENYUM SIMPUL YANG PALING MANIS. KEDUANYA MELAYANGKAN IMAJINASI PADA KEREDUPAN CAHAYA YANG MAKIN REDUP, MAKIN REDUP LAGI, HINGGA MASUK DALAM KEPEKATAN GELAP. CAHAYA MUNCUL BERBENTUK LINGKARAN DI SUDUT BUMI LAIN. BERDIRI SOSOK DENGAN DANDANAN SEORANG GURU. SOSOK ITU SEPERTI SEDANG MENGAJARKAN SESUATU. GURU SEMUA HARUS BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. JANGAN PERNAH MELEBIHI KODRAT, KARENA ETIKA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KODRAT. BIARLAH ADA ATURAN-ATURAN KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DENGAN SEMUA ATRIBUTNYA. BEGITU JUGA DENGAN PEREMPUAN ...SEMUANYA MENGERTI? TAK ADA YANG MENJAWAB. SEMUA TETAP GELAP. HANYA TEMPAT GURU ITU BERDIRI YANG DITERANGI CAHAYA. SEMENTARA SANG GURU MASIH MENUNGGU JAWABAN. GURU MASAK BELUM MENGERTI? SAYA KASIH CONTOH, SEORANG LELAKI DIBERIKAN KODRAT OLEH SANG PENCIPTA MEMILIKI TUBUH YANG LEBIH KUAT, JADI SEANDAINYA LAKI-LAKI MELINDUNGI PEREMPUAN ITU DIKATAKAN ETIS. KALAU SEBALIKNYA DIKATAKAN TIDAK ETIS. BEGITU JUGA PEREMPUAN, TIDAK DIKATAKAN ETIS KALAU DIA BERBICARA KASAR. KARENA PEREMPUAN ITU TERCIPTA DENGAN KELEMBUTAN.
111

MURID 4 MENJADI TIDAK ETIS KALAU KITA BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGANNYA. MENAMPAKKAN SOSOK MURID YANG MENGACUNGKAN TANGAN.SATU CAHAYA TERANG DI SUDUT LAIN. SUASANA MENJADI TEGANG SEAKAN SEMUA MEMUSUHI GADIS YANG TERTUNDUK MALU ITU. 112 . SEMUANYA MEMPERHATIKAN GADIS ITU.. APALAGI AKU SEORANG LELAKI. PEREMPUAN HARUS PUNYA PAYUDARA. MISALNYA ANTING.. MURID 3 BERARTI. ITU SANGAT ETIS KALAU DIFUNGSIKAN.. MURID 1 SAYA MENGERTI SEKARANG. CAHAYA LAIN LAGI. TAPI BAGAIMANA DENGAN SITI YANG TAK BERTINDIK SEGALA . ADA CAHAYA LAGI DI SUDUT YANG LAIN MURID 2 BEGITU JUGA LAKI-LAKI DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MEMBUAHI. SEMUANYA MENOLEH KEBELAKANG SEIRING CAHAYA MENYALA LAGI DAN MENAMPAKAN SOSOK GADIS YANG TERTUNDUK DIAM.JADI SANGAT ETIS KALAU LAKI-LAKI MENGHAMILINYA.. BISANYA KAMU BICARA TENTANG HUBUNGAN SEKS. MURID 4 KALAU BEGITU PEREMPUAN HARUS MEMPUNYAI ATRIBUTNYA. CAHAYA DI SUDUT LAIN LAGI. PADAHAL AKU TAHU KAMU BARU SAJA BELAJAR ONANI. SITI KAMU JANGAN SOK TAHU.. PUNYA VAGINA BIAR ETIS DIANGGAP ORANG LAIN. PEREMPUAN DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MENGANDUNG.

(PADA SITI) SEMUA BENAR SITI. MEMBUAT SITI TERDIAM DAN HANYA BISA MENATAP. BUMI PERLAHAN MEREDUP TERTELAN GELAP HINGGA SOSOK DI SUDUT BUMI LAIN TAMPAK JELAS DENGAN KEKISRUHANNYA YANG KHAS. SITI MEMBALAS DENGAN TATAPAN SERIBU RENCANA. CAHAYA KHAS MESIN LAS PUN TAK KETINGGALAN MENAMBAH KESERIUSAN MISTERI ITU. ITU HANYA BAHASA KEIRIANMU SAJA. DENTINGAN GELAS. AIR MENDIDIH TERUS MELANJUTKAN KISAHNYA. LEBIH BERMORAL JIKA KAMU MEMAKAI ANTING. MURID 3 AH. SEMENTARA MURID 1 MENGGODA DENGAN MATANYA. MASIH DENGAN SEPENGGAL CAHAYA BERPUTAR DAN BERGANTIAN MENERANGI SOSOK ITU.MURID 2 ITU TIDAK PENTING.. APA TUJUANMU MEMAKAI ANTING. HABIS GELAP TERANG.. SITI JANGAN SEMBARANGAN BICARA. PALING HANYA BERKACA DI DEPAN CERMIN DENGAN SEGALA KESEPIAN HATIMU. DI MANA-MANA SEMUA SAMA. SITI TUTUP MULUTMU WANITA JALANG. KALAU BUKAN HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN BELAI LAKI-LAKI.. KAMU PASTI TIDAK PERNAH DISENTUH LAKI-LAKI. SUMPAH SERAPAH BERTEBARAN . ANTING ITU MEMPERJELAS KAMU SEBAGAI SEORANG WANITA JALANG.. 113 . GURU TENANG ANAK-ANAK. ANTINGLAH YANG MEMPERCANTIK PEREMPUAN. MURID 4 MANA BUKTINYA? PERTANYAAN MURID 1 YANG BERJENIS KELAMIN LELAKI ITU. TANPA ANTING PUN AKU MASIH BISA DISEBUT PEREMPUAN. MAKANYA KAMU BICARA SEPERTI ITU. YANG PENTING. APA YANG BISA KAMU PERBUAT TANPA ANTING ITU. HABIS GELAP TERANG BEGITU SETERUSNYA.

PRIA MOHWAK TAK SETIA KAWAN. Lebih dari Trance. Gadis Botak Lalu kamu mau kita ditangkap Polisi di sini? Ayo kita paksakan untuk berjalan. Drugs yang harus membayar padaku untuk setia mencintainya. aku mendahuluinya. Bahkan bom yang meleburkan tubuh menjadi bagian-bagian molekul tak sanggup menandingi. Terjadi percakapan antara dua remaja yang masih sadar. PRIA MOHWAK 114 . Yang jelas aku tak selera lagi dengan hal-hal ketinggalan jaman . KAU TAKUT? LAKI-LAKI BANCI. Dengkul ini tak bersahabat. Sesuatu yang membawa ketingkat kemabukan paling tinggi.) GADIS BOTAK BIARLAH BANCI ITU BERISTIRAHAT SEBENTAR. Sekarang dia ada di belakang jaman anak-anak kuno. Yang satu pria berambut Mohwak dan satu lagi Gadis berambut botak.. (sosok itu meneruskan pekerjaannya. Segala bunyi khas meja ilmuwan menjadi musik pada kegelapan itu.) Bumi kembali beralih menjadi sudut remang. Bahan kimia yang telah jauh tertinggal dibanding kejeniusanku. Tapi sebelum ia melakukan itu. Pria Mohwak Bagaimana dengan dia? (menunjuk temannya yang tergeletak. Dasar kampungan! Setelah semuanya dia mau meninggalkanku. GADIS BOTAK KENAPA. Segala macam barang berserakan dan genangan lumpur tak ketinggalan menghias. lalu banyak bicaranya.. Dengan kejeniusanku ini. Drugs pun bukan teman yang setia. Kuno... Puh(meludah). Biarlah dia menjadi fosil-fosil. Tumpukan-tumpukan karung yang sudah belel. Pria Mohwak Apa yang harus kita lakukan? Aku tak kuat lagi berjalan. Lebih dari ekstase. Salah satu dari mereka sudah tak dapat bangun lagi akibat mabuk. Kenikmatan yang bahan itu tawarkan bukan sesuatu yang baru. JANGAN KITA BERISIK DI SINI. seharusnya yang aku racik adalah sesuatu yang lebih mahal. Dan lucunya aku harus membayar mahal untuk dia. menjadi tempat sandaran ketiga remaja yang sempoyongan itu. Dan aku tak mau menjadi Darwin yang bodoh dengan meneliti fosil-fosil. Kali ini tempatnya berantakan layaknya sebuah pasar tradisional yang habis dipakai untuk jualan.Sosok di balik gelap Begitu juga dengan Drugs.

GADIS BOTAK NAH. PRIA MOHWAK SUDAH. KAMU PEREMPUAN! HANYA SAJA KAMU TAK BERTINDIK. AYO KITA ANGKAT ORANG INI. APAKAH AKU BANCI DENGAN ITU. MANA ADA NAMA SITI SEORANG LAKI-LAKI. HANYA BANCI YANG MAU MELAKUKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI.(SAMBIL MENJEWER TELINGA KIRI PRIA MOHWAK DAN MELIHAT ANTING YANG DIKENAKAN PRIA ITU. GADIS BOTAK.JUSTRU MENINGGALKANNYA ADALAH TINDAKAN PENGECUT. AKU SEORANG GADIS PUN TAK BERTINDIK. GADIS BOTAK 115 . ITU KAMU SADAR JUGA. MENURUTKU INI SUATU KEMAJUAN. LALU DENGAN MEMPERTEGAS UCAPAN. ANTING INI MEMBUATKU LEBIH MACHO APALAGI DITAMBAH DENGAN DRUGS. GADIS BOTAK KALAU AKU TAHU KAMU SEORANG BANCI. AKU TAK RELA. GADIS ITU MENGUNGKAPKAN SESUATU DITELINGA YANG DIA JEWER) KAMU BANCI! PRIA MOHWAK SUDAHLAH. GADIS BOTAK PUH! MAU JADI PAHLAWAN? KAMPUNGAN. AKU TAK INGAT APA-APA. PRIA MOHWAK KAMU JANGAN SOK! KAMU INGAT KELAMINMU APA. MALAM ITU. PRIA MOHWAK SEENAKNYA KAMU BICARA. LAGIPULA AKU MABUK. AKU YANG MERENGGUT PERAWAN KAMU. LEBIH CANTIK MAKSUDMU. TAPI KAU. INGAT NAMA KAMU SITI. KITA JANGAN MEMPERPANJANG MASALAH.

INI ADA BANTUAN UNTUK MENGHILANGKAN GROGI (MENYERAHKAN SESUATU) SITI SABU-SABU! LAKI-LAKI PENGECUT. KITA MAIN CANTIK. AKU SUDAH MEMESAN KAMAR HOTEL. 116 . AKU TAK PEDULI DENGAN BARANG ITU. SITI KAMU MAU BUKTI? MAU COBA? AKU PUNYA WAKTU SEKARANG. LIHAT SAJA NANTI. KEREMANGAN MULAI MERASUKI BUMI.. JADI KAMU PASTI GROGI. KALAU TAK ADA TONJOLAN DI DADAMU. APA KARENA AKU MENGATAKAN KAMU TAK BERANTING. KALAU PERLU AKU AKAN MEMUSNAHKANYA. SOSOKNYA KEBURU DITELAN GELAP.AKU BANYAK URUSAN. JANGAN SEMBARANGAN. KAMU AKAN MERASAKAN BELAIAN SEORANG PEREMPUAN. HINGGA SUDUT KUMUH ITU BERGANTI SUDUT MISTERIUS YANG DIDIAMI DUA SOSOK BERSERAGAM SEKOLAH. MURID 4 HEI.. SEGERALAH DITINDIK TELINGAMU ITU. (MENYERAHKAN KUNCI KAMAR) INGAT 501 NOMOR KAMARNYA. GADIS BOTAK ITU PERGI DENGAN KESAL. GADIS BOTAK JANGAN BAWA-BAWA ANTING UNTUK MASALAH INI. DAN PERGILAH BELI ANTING. SEKARANG KAMU PERGI. AKU TAK YAKIN KAMU SEORANG PEREMPUAN. TERTINGGAL PRIA MOHWAK DENGAN SEGUDANG KEBINGUNGAN. AKU YAKIN INI PERTAMA KALI BUATMU. KAMU SAJA YANG ANGKAT. TADI KAMU YANG MEMAKSA UNTUK MENGANGKATNYA. MURID 4 SABAR. KAMU PUN. (LANGSUNG PERGI) PRIA MOHWAK EH MAU KEMANA . JANGAN HANYA MULUTMU SAJA YANG BESAR. GADIS BOTAK TANPA ANTING.

LAMA DIA TERMANGU. HABIS MABUK.. LALU DIA MENGGUNTING SECARA PERLAHAN-LAHAN RAMBUTNYA MENGIKUTI RITME CAHAYA YANG PERLAHAN MEREDUP JUGA. SITI SEDANG BERADA DI DEPAN CERMIN MEMBELAI-BELAI RAMBUTNYA. AKU SUDAH MABUK DENGAN SEGALA PERMASALAHAN KEHIDUPAN. TAK ADA RAMBUT PUN AKU MASIH WANITA..BODOH! TAPI AKU SADAR DENGAN KETIDAK PEDULIANKU PADA KEANGGUNAN. DUA SOSOK TADI PERLAHAN TERTELAN GELAP TERSISA GERAK-GERIK PERDEBATAN MEREKA. SETELAH GELAP. AH. TIBA-TIBA TEMAN MABUKNYA ITU MENGGELIAT.. SEBUAH PASAR TRADISIONAL YANG HABIS DIPAKAI JUALAN. MAKASIH. AKU HARUS TOTAL.KEREMANGAN MULAI TURUN LAGI MEMBASAHI BUMI. SEBAB DARAH PERAWAN TADI MEMBUKTIKANNYA. SUDAH BERULANGKALI AKU SELALU BEGINI. SITI BENAR JUGA DIKATAKAN LAKI-LAKI TADI. TAK PERNAH KUTEMUI ORANG SEPERTI KAMU. DI TENGAH BUMI SEDIKIT CAHAYA MENGESANKAN KAMAR SESEORANG YANG KESEPIAN.BEGITU JUGA RAMBUT INI. BESOK KAMU MENGHISAP SABU-SABU LAGI. DALAM KETIDAK PEDULIKU PADA KEANGGUNAN. DALAM HIDUP. ANTING LAMBANG DARI ITU. CAHAYA MENERANGI SUDUT YANG KUMUH DAN BERTABURAN KARUNG-KARUNG BELEL TADI. TAK PERLU AKU PEDULI TENTANG KEANGGUNAN. TEMAN OH. TIDUR DISEMBARANG TEMPAT. PRIA MOHWAK TERNYATA KAU SADAR JUGA.. HARI INI KAMU KATAKAN ITU. AKU TERPENGARUH SABUSABU TADI. ITU BIASA. SITI MENGANGKAT GUNTING DI ATAS MEJA. INI YANG DIKATAKAN SUPER MABUK.. KAMU SEORANG LELAKI YANG PERHATIAN. SOSOK PRIA MOHWAK MASIH TERDUDUK MENUNGGU SAMPAI TEMANNYA YANG MABUK SADAR. MALAH DITAMBAH LAGI DENGAN MABUK BAHAN KIMIA. 117 .. PRIA MOHWAK YA. SERASA AKU DISELIMUTI DUA KEMABUKAN. TANGANNYA MEMBELAIBELAI RAMBUT. AKU DARI TADI DISINI MENUNGGUMU SADAR. KETIKA GELAP.

TEMAN KENAPA KAMU TIDAK SEPERTI DIA SAJA? PRIA MOHWAK AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU. TEMAN BARU KALI INI ADA TEMAN YANG BAIK HATI TANPA SABUSABU. PRIA MOHWAK AKU AKAN MEMBALAS DENGAN APA? 118 . PRIA MOHWAK DIA PERGI BEGITU SAJA. KAMU BEGITU KARENA AKU MENTRAKTIR SABUSABU. PRIA MOHWAK DASAR KAMPUNGAN.(IA MELIHAT ANTING DI KIRI TELINGA PRIA MOHWAK) KAMU SUKA ANTING? PRIA MOHWAK INI UNTUK GAYA.TEMAN MANA BOTAK TADI. AKU ORANG YANG SANGAT BERSAHABAT. AKAN AKU HADIAKAN KEPADAMU. KARENA KAMU BAIK. AKU DI SINI KARENA HATIKU BAIK. TEMAN JADI KAMU ORANGNYA BERGAYA? PRIA MOHWAK SUDAHLAH KAMU SAJA TIDAK BERTINDIK. TEMAN AKU PUNYA ANTING JUGA. BUAT APA KAMU MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PENTING ITU.. TEMAN BOHONG..

SOSOK ITU SIBUK KEMBALI DENGAN KEMARAHANNYA. SOSOK DI BALIK GELAP SEMUA TELAH MENJALANI. ITU YANG LUAR BIASA .. IA MELETAKKAN BUNGKUSAN ITU LALU IA BERSEMBUNYI DI BALIK SESUATU. PRIA MOHWAK JADI ANTING ITU HANYA UNTUK SUPAYA AKU BERGAYA? KALAU BEGITU APA YANG AKAN MEMBALAS SEMUANYA? TEMANNYA ITU MEMIKIRKAN SESUATU UNTUK MENJAWAB. AKHIRNYA SOSOK DI BALIK GELAP YANG MISTERIUS ITU. SEBAB BUAT APA SESEORANG LAHIR TANPA DIKETAHUI ORANG? ITU BUKAN HIDUP TAPI MATI. MEMBUAT SEMUA ATRIBUT PENEMUANNYA PUN MELEDAK-LEDAK HINGGA PADA TITIK YANG KLIMAKS.HA.HA. DATANG SEORANG NENEK-NENEK DENGAN 119 . DALAM PERSEMBUNYIANNYA. DENTINGAN GELAS. PADAHAL AKU TAK PERNAH PEDULI. MUNGKIN TINGGAL KEMATIAN YANG SELALU MENAKUTI... AKU PUN TAK MENGERTI. DENGAN GAYA YANG WASPADA. BUNYI KHAS MESIN LAS. IA MEMELUK SEBUAH BUNGKUSAN YANG SEKALI-KALI MENGELUARKAN TAWA DAN TANGIS OROK.. BUMI MULAI MEMANCARKAN CAHAYA KEREMANGANNYA.HA! TAWANYA MENGGEMA BUMI. AIR MENDIDIH MULAI TERDENGAR. LAMPU TIBA-TIBA MELEDAK JUGA DAN GELAP JADINYA. SETELAH ITU TERDENGAR ANGIN MENDESIR SERAM.. MASUK SOSOK PEREMPUAN MUDA DENGAN EKSPRESI GELISAH. DIA TERUS TERTAWA.. NYATA JUGA DALAM PANDANGAN AKIBAT SEMUA BOTOL PERCOBAAN MELEDAK DAN DITAMBAH LAGI SINAR LAS YANG MENYOLOK. TERNYATA SOSOK DI BALIK GELAP ITU ADALAH GADIS BOTAK ATAU SITI. KENAPA AKU HARUS BERTEMU DENGAN MASALAH ANTING. SEKETIKA PUN DI SUDUT YANG LAIN MEMULAI DENGAN KEREMANGAN MISTERIUS DAN SEPENGGAL CAHAYA SERUPA KIPAS ANGIN YANG BERPUTAR. DAN ITU KELAHIRAN . DAN KELAHIRAN HANYALAH PERTEMUAN. TINGGAL BAGAIMANA MEMATIKAN ANTING. LAMA IA BERPIKIR. SETIDAKNYA AKU TELAH DIKENAL ORANG TANPA ANTING. SETELAH IA SAMPAI DEKAT SELOKAN. SAMPAI-SAMPAI GELAP LANGSUNG SAJA MENIMBUNI TEMPAT KUMUH ITU. SEKARANG INI AKU DINYATAKAN LAHIR KARENA BERPIKIR TENTANG ANTING. DENGAN KEMARAHANNYA.TEMAN INI UNTUK MENAMBAH GAYA KAMU.

.ADA OROK RUPANYA. BERGEGAS PEREMPUAN MUDA ITU KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA UNTUK MENCEGAH. MASIH SANGAT MERAH DAN CANTIK. NENEK SAYA INGIN MEMBUAT DIA BERTAHAN HIDUP. AKU TAHU ITU. KAMU TINGGALKAN IA DI SINI KARENA KAMU TAK MENGINGINKANNYA. NENEK ITU MENGELUARKAN JARUM DARI TAS BELELNYA.. PEREMPUAN MUDA DENGAN MENINDIK SEPERTI ITU NENEK BILANG AKAN MENGHIDUPKANNYA? ANAK ITU PASTI KESAKITAN. KALAU AKU JUSTRU MENGHIDUPKANNYA. PEREMPUAN MUDA APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NENEK GILA NENEK TERKEJUT DAN TAK SEMPAT MENINDIK.. PEREMPUAN MUDA ITU ANAKKU. DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA. NGERI MELIHAT APA YANG AKAN DILAKUKAN NENEK ITU. NENEK YA.. SAYA TAHU APA YANG HARUS DIPERBUAT UNTUK OROK SEPERTI INI. 120 . SAYA YAKIN INI ADALAH ANAK JADAH. DITARIKNYA TELINGA OROK ITU. NENEK AH. SEBELUM NENEK SEMPAT MENINDIK. PEREMPUAN MUDA BOHONG! NENEK MAU MEMBUNUHNYA! NENEK BUKANNYA KAMU YANG MAU MEMBUNUHNYA. SEMENTARA PEREMPUAN MUDA TADI. LALU IA MEMERIKSANYA.ANTING YANG MENYOLOK. NENEK ITU KAGET MELIHAT ADA BUNGKUSAN DENGAN SUARA OROK. TAPI KAMU MAU MEMBUNUHNYA.

AKU TAK SANGGUP MEMBUNUHMU.. MEREKA KAGET DENGAN PENGLIHATAN MEREKA. DATANG SEPASANG SUAMI ISTRI YANG TUKANG PEMULUNG. AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA. LALU DIA MENGHANTAM BERKALI-KALI KEPALANYA SENDIRI.DENGAN ITU IA ADALAH WANITA. AKHIRNYA NENEK ITU MENYERAHKAN ROHNYA KEPADA KEMATIAN. APALAGI MENGHIDUPKANMU..DENGAN SEGERA PEREMPUAN MUDA ITU MENCEKIK NENEK.. PEREMPUAN MUDA ITU BELUM JUGA PUAS MENCEKIK.. HANYA SEBUAH BUNGKUSAN YANG MEREKA RASA PANTAS UNTUK DISELAMATKAN. DALAM CENGKERAMAN PEREMPUAN MUDA ITU NENEK BERKATA.... DENGAN TIBA-TIBA. LAMPU MENUJU KEREMANGAN SAMPAI GELAP MENJADI PEKAT... PEREMPUAN MUDA TUTUP MULUTMU NENEK GILA. BELUM BEBERAPA SAAT..AKU TAK SANGGUP MENGHADAPI DUNIA... PEREMPUAN ITU MENGAMBIL BATU YANG TERGELETAK DI SAMPINGNYA. AKU MALU TERHADAP SETIAP MATA YANG MEMANDANGKU. IA HANYA BISA MENAHAN KEMATIAN UNTUK BISA LEBIH PERLAHAN. TERGELATAKLAH JASAD PEREMPUAN MUDA DI ATAS GENANGAN DARAHNYA. DAN MEREKA PUN MEMUNGUT LALU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT ITU. SAMPAI DENGAN SENDIRINYA PEREMPUAN MUDA ITU MENANGIS... IA ADALAH SALAH SATU ATRIBUT DUNIA. APA KUASA NENEK YANG TUA ITU. DENGAN ANTING SEMUA AKAN MEMANDANGNYA HIDUP. BIARLAH AKU MATI DAN KAMU CARI KEHIDUPANMU SENDIRI.. APAKAH TANPA ANTING MENYEBABKANMU MATI WALAU NAFAS TETAP BERHEMBUS. ANAK ITU WANITA. NENEK SAYA MENGHIDUPKAN IA DI DUNIA INI.. TERSISA DUA MAYAT (NENEK DAN PEREMPUAN MUDA) YANG MENGHIAS. BUMI TERANG BENDERANG MENGGANTI MENJADI RUANG KELAS. PEREMPUAN MUDA BENARKAH AKU MENGINGINKAN KEMATIANMU? AKU HANYA INGIN MENINGGALKANMU DI SINI.YANG SAYA LAKUKAN UNTUK SIMBOL DUNAWI. JANGAN KAMU TUNDA KEHIDUPANNYA. BARU IA MELEPASKAN CENGKERAMANNYA. TAMPAK SEORANG GADIS BOTAK BERDIRI DI ATAS MEJA DENGAN 121 .

GURU 122 . SEMUA WANITA YANG TERIKAT ITU TERLIHAT GELISAH DAN KETAKUTAN DENGAN LAGAK GADIS BOTAK ITU.. SAMPAI SEKARANG PUN DIA BERTANYA APA KEGUNAAN ANTING. JADI KALIAN HARUS IHKLAS. GERGAJI INI YANG MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI LEWAT KEMARAHAN. WANITA 3 BENAR! AKU MAU DULUAN! GADIS BOTAK/SITI AHA. ADA YANG SUDAH SADAR. MAKA. TAPI SEMUA SUDAH TERJAWAB! TAHU APA JAWABNYA?.MEMEGANG SEBUAH GERGAJI. LIHAT GERIGINYA. DI BAWAHNYA ADA SEKITAR LIMA WANITA YANG TERIKAT. WANITA 2 TERUS APA MAKSUD KAMU TIDAK MENYAKITI? GADIS BOTAK/SITI KEHIDUPAN SELALU INDAH.. YAITU ANTING.. TAK AKAN ADA RASA SAKIT. DIA SANGAT MARAH. TANPA ANTING KALIAN TAK MEMIKIRKAN KEANGGUNAN. KALIAN KIRA DENGAN TERUS MEMIKIRKAN KEANGGUNAN ITU TIDAK MENYAKITKAN? KENAPA HIDUP HARUS DISAKITI DEGAN PERASAAN SEPERTI ITU.. GADIS BOTAK/SITI SEKARANG WAKTUNYA MEMUSNAHKAN APA YANG KALIAN BANGGAKAN. DATANGNYA GERGAJI DI SINI UNTUK MENGHIDUPKAN PEREMPUAN TANPA ANTING.TAPI AKU TAK AKAN MEMAKSAKAN. ADALAH GERGAJI YANG TERBUAT DARI KEIHKLASAN. ATAU SITI. TAPI SESUNGGUHNYA DIA SAYANG DAN MAU MENYELAMATKAN KALIAN DARI KEMABUKAN TERHADAP ANTING. MUNGKIN SUDAH TAK PUNYA UANG LAGI UNTUK BERGAYA. DI TANGANKU INI..SIAPA YANG MAU DULUAN? WANITA 1 APA JAMINANNYA KALAU ITU TIDAK SAKIT? GADIS BOTAK/SITI TAK ADA. KARENA ANTING TAK PENTING UNTUK DIJAMINI.. TERMASUK GURU MEREKA.JAWABNYA ADALAH KEHIDUPAN PEREMPUAN.

LALU IA MENGANGKAT SALAH SATU MURID. DIIRINGI TANGISAN BAYI. AKU AKAN SEGERA MEMOTONG TELINGA KALIAN SEMUA. ITU BUKAN HAL YANG MENYAKITKAN. KENAPA KAMU MAU MENYALAHI KODRAT-KODRAT ITU? GADIS BOTAK/SITI PERTANYAAN YANG TIDAK ETIS. BAGAIMANA KITA MEMBELI ANTING? ISTRI TAK PERLU EMAS. MURID ITU TERIAK KESAKITAN. LALU KEREMANGAN DATANG LAGI SECARA PERLAHAN. JUSTRU SEBUAH KEBAHAGIAAN HIDUP. SUAMI TERUS. DENGAN GAYA YANG TEATRIKAL. APA DIA AKAN JADI LAKI-LAKI TANPA TINDIKAN? ISTRI DARI DULU JUGA PEREMPUAN PUNYA TINDIKAN. TERIAKANNYA MEMBUAT BUMI GELAP.. SITI TURUN DARI ATAS MEJA.KENAPA KAMU SANGAT TIDAK ETIS MEMAKSA WANITA MENGHAPUS SEJARAH ANTING? ANTING SUDAH SEUMUR MANUSIA. ETIKA ADA DALAM SINI (MENUNJUK DADANYA) DAN SINI (MENUNJUK KEPALANYA). YANG PENTING ADA YANG MENANDAKAN DIA PEREMPUAN. GURUKU SAYANG! KAMU HANYA BANYAK MEMBUAT ORANG-ORANG BODOH DENGAN KEETISANMU ITU. IA MEMOTONG. MENGGANTI RUANG KELAS DENGAN RUMAH KUMUH. SUAMI UNTUK APA ANAK ITU DITINDIK? ISTRI ANAK INI PEREMPUAN. DI SITU SUAMI ISTRI PEMULUNG TADI SEDANG BERDEBAT. MASAK ADA ANTING BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA.. SUAMI 123 . JIKA INI PEMAKSAAN. SUAMI MAKAN SAJA HARUS BANTING TULANG DULU. ITU CUMA LUARNYA SAJA.AH AKU TAK MAU BANYAK BUANG WAKTU.

DI SUDUT BUMI YANG LAIN ADA CAHAYA TERANG BENDERANG. CITA-CITAKU UNTUK MELUDAHI WAJAH MEREKA BELUM JUGA TERCAPAI .. TAPI BAGAIMANA DENGAN ORANG-ORANG LAIN? APALAGI PARA PENDAHULU. AKU MELAKUKAN SEBELUM KENAL DENGANMU .. SAYANG MAAFKAN SAYA. TAPI TERNYATA BANYAK JUGA YANG SEPERTI INI. AKU MENDAPATKAN PRINSIP TENTANG BAGAIMANA MENJADI ORANG DEWASA..SITI HAWA.. TAPI DOKTRIN GADIS BOTAK PADA MALAM ITU YANG MEMBUAT AKU KALAH . BELUM MEMBUAT PENGAKUAN MEREKA TENTANG KEDEWASAAN ... SANG ISTRI MENENANGKAN. SAAT ITU KAMU MENTRAKTIR SABU-SABU . YA...... JADI PILIHANKU MENCINTAIMU.. BUKAN BEGITU SAYANG.. KARENA PILIHAN UNTUK MENCINTAIMU DIJAMAN INI SANGATLAH FENOMENAL JIKA TERBUKA KEPADA KHALAYAK RAMAI. BUKAN KARENA MENCINTAIMU AKU KALAH. AKU KALAH PERANG . 124 . ITU KATA KAMU....... AKU SALAH STRATEGI. KAMU PERNAH BERTEMU DENGANNYA. KALIAN SAMASAMA TAK BERTINDIK . AKU TADI MENYEBUTKAN GADIS BOTAK TADI .. SUAMI CUKUP DENGAN NAMA. BIARKAN PEREMPUAN MENJADI PEREMPUAN TANPA APA PUN..KAMU AKAN MENYAKITI DIA.. KAMU JANGAN MEMBANTAH. HANYA TANGIS BAYI YANG TERDENGAR. OH. KEDUANYA MEMBISU. PRIA MOHWAK APALAH ARTI SEBUAH NAMA UNTUK KITA SAYANG . GADIS ITULAH YANG BERADA DALAM INTERNET DENGAN SAYA. YA... SEIRING CAHAYA MEREDUP KE KEGELAPAN. ADA PRIA MOHWAK DENGAN EARPHONE DI TELINGANYA DAN MATANYA TERUS MELEKAT PADA LAYAR MONITOR KOMPUTER... SETELAH MALAM BERSAMA DENGANNYA. DAN MALAH MEREKA YANG DILUDAHI OLEH ORANG-ORANG DEWASA. OH IYA. PRINSIP INI LAMA MEMBUAT SAYA UNTUK MENDAPATKAN MAHKOTA KEDEWASAANKU . AKU AKAN MEMBERIKAN DIA NAMA. KAMU TAHU SIAPA SI SITI ITU? YANG PASTI IA PEREMPUAN . AKU PIKIR INILAH KEDEWASAAN. BIAR ORANG TAHU BAHWA DIA PEREMPUAN. MEREKA KAN SOK TUA . ISTRI KAMU JUSTRU MEMUSNAHKAN DIA MENJADI PEREMPUAN.

PRIA MOHWAK TERIMA KASIH ATAS ANTINGNYA. KENAPA MEMBACAKAN PUISI ITU UNTUKKU? KALAU SEKEDAR MEMBALAS HADIAH. PRIA MOHWAK BERDIRI SI ATAS KARUNG-KARUNG BELEL DAN MEMBACAKAN PUISI. PRIA MOHWAK YANG TADI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER KINI BERADA BERSAMA TEMANNYA DAN KARUNG-KARUNG BELEL. TEMAN WAH.IA MENEKAN TUTS KEYBOARD DENGAN TEGAS. DENGAN SEKALI TARIKAN NAFAS PANJANG. PRIA MOHWAK KAMU TAHU TENTANG ANAL SEX? TEMAN 125 . PRIA MOHWAK TAK PEDULI KAU TAK BERANTING ASALKAN CINTA YANG ADA DI HATIMU TAK SELUAS LUBANG TINDIKAN INGIN KURENANGI SEMUA RASA YANG ADA DALAM SUKMA TAPI JASAD INI TAK BERBENTUK MENJAMAH CINTA MUSTAHIL INI HARUS DENGAN APA KUGAPAI CINTAMU SEBAB AKU RAJA YANG MENENTUKAN PILIHAN YANG TELAH BANYAK TERKAPAR DALAM PEPERANGAN AKU BUTUH MAHKOTA CINTA MAUKAH KAMU MENJADI MAHKOTAKU DALAM SINGGASANAN PILIHAN? TEMAN WAH... RUANG KEMBALI MENJADI PASAR TRADISIONAL DENGAN DUA SOSOK SETELAH GELAP MENYELIMUTI. SANGAT ROMANTIS. LALU IA MENGHEMPASKAN NAFAS KE SEMESTA. JUGA GENANGAN LUMPUR DAN SEGALA MACAM KEKUMUHAN. LALU PRIA MOHWAK ITU MENYENDERKAN BADAN PADA SANDARAN KURSINYA. TAK PERLU DENGAN KATA CINTA. KAMU SANGAT ROMANTIS. AKU AKAN MEMBALAS DENGAN PUISI UNTUKMU.

. DISAMBUT TEMANNYA YANG LANGSUNG BERDIRI DARI DUDUKNYA. TANPA TELINGA SEKALIPUN. GADIS BOTAK/SITI BUAT APA? AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN ANTING. KAMU MEMOTONGNYA HANYA UNTUK MEMBUAT KAMU HIDUP. DARAH MUNCRAT DI MANA-MANA.TENTU! AKU SEORANG GUY MATA PRIA MOHWAK BERSINAR-SINAR. MEREKA SALING MEMEGANG TANGAN. BEGITU JUGA TEMANNYA ITU. WANITA 4 KAMU PENIPU! KAMU MAU MEMBUNUH KAMI. ENTAH APA YANG TERJADI PADA KEREMANGAN YANG PERLAHAN REDUP DAN MENGGANTI DAERAH KUMUH ITU DENGAN TIBA-TIBA MENJADI RUANG KELAS. WANITA 1 JUSTRU HARI INI KAMU SANGAT PEDULI DENGAN ANTING.. BERDUA MENUJU DAERAH BELAKANG KARUNGKARUNG. GADIS BOTAK/SITI KAMU TETAP SEORANG PEREMPUAN. TAPI HATIMU KAN? WANITA 2 KAMU SEBENARNYA HANYA IRI KEPADA ANTING. KEDUANYA BERBAHASA LEWAT MATA DAN KESUNYIAN GAIRAH ITU.. PARA WANITA ITU LEBIH MENGGELAPAR DENGAN LANTAI DAN DARAHNYA. SETIAP IKATAN DI LEPAS. GADIS BOTAK/SITI OH BEGITU? GURU TELINGA ITU ADALAH KEHIDUPAN WANITA. SATU PERSATU DI POTONG TALI IKATANNYA. INI SANGAT SAKIT. TURUNLAH PRIA MOHWAK DARI ATAS KARUNG. GADIS BOTAK TELAH MEMOTONG SEMUA TELINGA PARA WANITA TERKAPAR. GADIS BOTAK KASIHAN JUGA MELIHAT MEREKA.. GADIS BOTAK MENGUMPULKAN SEMUA POTONGAN TELINGA DI ATAS MEJA. MENGGELIAT-GELIAT. GADIS BOTAK/SITI YANG SAKIT BUKAN FISIKMU. 126 . BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN.

GURU SEKARANG KAMU HARUS RASAKAN BAGAIMANA MENJADI WANITA (DIIRIS TELINGA GADIS BOTAK ITU SATU PERSATU) GADIS BOTAK/SITI BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN.SITI. MENGGELAPAR-GELEPAR. SELAMA INI KAMU MERASA SEPERTI TAK PUNYA TELINGA. AYO KITA MASUKAN TELINGA ITU KE DALAM PERUTNYA. KARENA TAK ADA ANTING BERTENGGER DI SITU..SELAMA INI KAMU MERASA MATI DI ANTARA ORANG-ORANG YANG BERANTING. GADIS BOTAK BERBALIK PANIK. SUARA 127 . DI MANA KAMU NAK? DI SUDUT BUMI CAHAYA SENJA BERSINAR. KAMU PIKIR GAMPANG MASALAH TELINGA INI UNTUK WANITA? SEKARANG BIARKAN TELINGA-TELINGA YANG MENJADI KEHIDUPAN WANITA MASUK KEDALAM TUBUHMU. SEPERTI DIHIPNOTIS. SUARA SITI. BEGITU JUGA PARA WANITA KEHABISAN DARAH... SOSOK PEREMPUAN KECIL MERENUNG. WALAU DALAM KESAKITAN WANITA-WANITA ITU RAMAI-RAMAI MENANGKAP GADIS BOTAK/SITI. SEKARANG KAMU MERASA HIDUP DI ANTARA KAMI YANG TAK BERTELINGA INI... SAMPAILAH SUARA TADI MENGHAMPIRI.. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ORANG-ORANG DATANG BERKERUMUN MELIHAT MAYAT-MAYAT BERSERAKAN. PARA WANITA ITU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBUKA MULUTNYA DAN MEMASUKKAN SEMUA POTONGAN TELINGA. PADA KEGELAPAN ITU TERDENGAR SUARA MEMANGGIL. TEPAT BERSAMAAN DENGAN KEREDUPAN CAHAYA MENUJU KEGELAPAN YANG PEKAT. HANYA MEMERLUKAN WAKTU SEBENTAR UNTUK MENAKLUKANNYA. JASADNYA TERKAPAR TANPA TELINGA. BERDESAK-DESAKKAN UNTUK MELIHAT. MAKIN LAMA MAKIN KERAS.. BAIK KAMU HARUS HIDUP. RIUH ORANGORANG ITU TERUS BERTAMBAH.DAN KAMU HARUS MERASAKAN PUNYA TELINGA YANG MENYATU DENGAN TUBUHMU. AWALNYA TERDENGAR SAYUP-SAYUP. AGAR KAMU TAHU BAGAIMANA MENJADI WANITA. MEREKA LEMAS. DAN GERGAJI BERADA DI TANGAN GURU.. SATU PER SATU TERKULAI MELEBUR LANTAI. KINI POSISINYA DITAHAN EMPAT WANITA. LAMA-KELAMAAN RIUHNYA TERTINGGAL SAYUP-SAYUP. DAN AKHIRNYA TAK BERNYAWA LAGI. HINGGA IA TAK BERNAPAS LAGI.

IA GIRANG. APRIL 06 LAKON SANDIWARA PANGGUNG (NOMINATOR) 128 . INI AYAH BELIKAN BONEKA UNTUKMU. AYAHNYA TERTAWA MELIHAT ITU. MELOMPAT-LOMPAT DAN MENARI-NARI. SITI KECIL MEMPERHATIKAN BONEKA YANG BARU SAJA DIBERIKAN AYAHNYA. *** IMRAN LAHA CIBUBUR. LAMBAT LAUN SEMUA MEREDUP DAN MENJADI GELAP.SITI! KALAU DIPANGGIL MENYAHUT YA? NAMAMU SITI HAWA. INGAT ITU. TERBESIT SENYUM DI WAJAH SITI KECIL.

licik) WARTAWAN 1 (Bisa laki-laki/Perempuan) WARTAWAN 2 (Bisa Laki-laki/Perempuan) TNTARA 1 (Laki-laki usia 16 tahun. LAMPU MULAI MENYALA PELAN-PELAN DARI KEREMANGAN… LAYAR PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN PULA MULAI TERKUAK… SAAT TERBUKA PENUH. culas dan sok kaya) SUARA (Laki-laki usia seorang bapak. SUASANA SEPERTI PERKAMPUNGAN MENGHADAPI MUSIBAH GEMPA DAN PANIK! (BIARKAN SEJENAK SUASANA SEPERTI INI) KEMUDIAN… SEKETIKA BERHENTI. DIAWALI DARI SAYUP-SAYUP MUSIK GADUH. penakut. LAMPU DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH YANG BERUKURAN 3X3 METER YANG DISITU TERDAPAT TOKOH KSATRIA ‘BIMA 129 . SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. arif. manja. emosional) ARYA (Laki-laki usia 16 tahun. humoris) PLINTIS (Laki-laki usia 15 tahunan. periang. tidak punya pendirian) ESTIN (Perempuan usia 16 tahun.MENGGULUNG LAYAR Oleh: Anggi Valentinata Goenadi PARA PELAKU : PELOK (Laki-laki yatim piatu usia 15 tahunan. SELANJUTNYA… MENUKIK DISERTAI JERITAN BERATUS RATUS BOCAH YANG MEMILUKAN. MULAI MERAMBAT. tahan uji. kejam dan tegas) TENTARA 2 (Laki-laki. bijaksana) RONALD (Laki-laki usia 16 tahun. bodoh) PETHUK (Laki-laki usia 16 tahun) GEMBOS (Laki-laki usia 16 tahun) BUJEL (Laki-laki usia 15 tahun) MOGOL (Laki-laki usia 17 tahun. usia 15 tahunan. baik hati. sabar) CATATAN UNTUK MENSIASATI KETERBATASAN PEMAIN SERTA KWALITAS KEAKTORAN. berprinsip) KREPO (Laki-laki se-usia Pelok. BISA DOUBLE CASTING. LAMPU BLACK OUT. SEBAB ADEGANNYA ADA YANG TIDAK BERSAMAAN. bodoh. bodoh. dengki. nakal. lembut. misterius) CANTIK (Perempuan 15 tahun. kejam. mandiri. BERUBAH SUNYI SESAAT… SUARA DEBURAN OMBAK BERGENURUH MONOTONE. pengecut) PARMIN (Laki-laki usia 14 tahun. KIAN LAMA KIAN MENGERAS HINGGA MEMEKAKKAN TELINGA. nakal. labil) AYU (Prempuan usia 15 tahun. konyol) PEJUANG KOMANO (Bisa laki/perempuan. pemarah) BOCAH KECIL (Usia 13 tahun.

SAYUP-SAYUP TERDENGAR TEMBANG JAWA: MAS KUMAMBANG DILANTUNKAN KELEK-KELEK BIYUNG SIRO ANENG NGENDI ENGGAL TULUNGONO AWAKKU KECEMPLUNG WARIH… (DAN SETERUSNYA) DI BAWAH POHON KERING.ALIAS WERKUDARA’ POSISI BERDIRI AGAK MENUNDUK. SEOLAH-OLAH SEDANG MENERIMA WEJANGAN. LAMPU WARNA KEBIRU-BIRUAN DI ARAHKAN KE TEMPAT TERSEBUT. THOLE…!! PELOK TERSENTAK… DAN MENCARI-CARI DATANGNYA SUARA YANG SANGAT DIKENALNYA. SEDANG MERENUNGI NASIBNYA. PELOK. DI BAGIAN KIRI DEPAN PANGGUNG. SUARA : PELOOOK… KAMU MESTI TABAH! JANGAN HABISKAN WAKTUMU. SUARA DEBURAN OMBAK KIAN LAMAT-LAMAT. 130 . LAKI-LAKI USIA 15 TAHUNAN. DENGAN KESEDIHAN-KESEDIHAN! JANGAN KECIL HATI LANTARAN KAMU SEORANG YATIM PIATU! KAMU MESTI SEMANGAT! KAMU MESTI TEGAR! KAMU MESTI BELAJAR MENGHADAPI HIDUP! PELOOOK… INGATLAH TOKOH BERNAMA BIMA MELANGKAHLAN SEPERTI DIA BUKANKAH SEMUA SUDAH KUAJARKAN KEPADAMU? PELOOOK… PESANKU YANG TERAKHIR: JADILAH ORANG YANG PINTER DAN BENER JANGAN SEKALI-SEKALI BIKIN DIRIMU NGILER JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU SAKITI LINGKUNGAN! INGAT ITU !!! PELOOOK… HATI-HATI.

PAK… SUARA PERGI… PELOK BERSAMA-SAMA. TIDAK BAPAK JUGA SENDIRI. PELOK DIMANA? AKU MAU NYUSUL BAPAK AJA. DIBAWAH POHON KERING DEPAN MAKAM. : YAAAH… BAPAK! AKU TAKUT SENDIRIAN. PAK! AKU DISINI. DARIPADA DI RUMAH SENDIRIAN. PAK. PAK. PAK! AKU TAKUT. LE… BAPAK HARUS PERGI. AKU SELALU SENDIRIAN. AKU TAKUT… SUARA : SUDAHLAH. AKU SEDIH. USAH TAKUT! : (SEMAKIN SEDIH DAN HAMPIR MENANGIS) KALAU BEGITU. AKU TAKUT SENDIRIAN. BAPAKMU HARUS BANYAK. KESINILAH PAK. DIMANA KAMU. AYO. PAAK…BAPAAAK… PAAK… BAPAAAK. PAK. LE. PAK.PELOK : (SEDIH) PAK… BAPAK… PAK… BAPAK… JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN. LE. AKU TIDAK BERANI. SAAT PELOK MASIH ASYIK MENCARI-CARI SUARA BAPAKNYA DAN MEMANGGIL-MANGGIL… SALAH 131 PAK. AKU TUNGGU… SUARA PELOK SUARA : TIDAK BISA. NANTI PULANGNYA : AKU TIDAK BISA PULANG. AKU TUNGGU DISINI. PAK! : THOLE… TIDAK USAH TAKUT! TEMAN-TEMANMU KAN : BISA. PAK. PAK? PULANGLAH PAK. PAK… BAPAK… PAK… BAPAK (TERUS MENCARI-CARI) PAK… BEBERAPA ORANG SEBAYANYA DATANG. PELOK : TAPI KALAU DI RUMAH. SEPI SEKALI. TIDAK ADA SIAPA-SIAPA. NEMANI AKU. BAPAK SEKARANG ADA . AKU IKUT PAK. DI RUMAH SEPI SEKALI. NANTI LAMA-LAMA AKAN TERBIASA. DISINI. THOLE.

KREPO : SAYA TAKUT SEKALI. KOMANDO : (MELIHAT SITUASI) MAJUUU DAN BERPENCAR !! HATI-HATI! JANGAN LUPA. PARMIN: PEJUANG ATAU PAHLAWAN ITU… TIDAK BOLEH TAKUT.. (SEREMPAK SEMUA TERTAWA.YA… TERKENCING DI CELANA. MUSIK GADUH. PELOK! SEPERTI ORANG GILA. SEBAGIAN BERPURA-PURA MENJADI TENTARA DAN YANG SEBAGIAN LAGI MENJADI PEJUANG. SEBENTAR-SEBENTAR TERDENGAR SUARA DAR-DERDOR TEMBAKAN… KETIKA LAMPU MENYAPUT PANGGUNG. PO…KREPO !! P. MEREKA BERMAIN PERANG-PERANGAN. MOGOL : EH… LIHAT ITU. PARMIN: (KAGET) LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA? P. (BISIKNYA KE KUPING PEJUANG PARMIN) P. KEMUDIAN…) PELOK GILA… PELOK GILA… PELOK GILA… (SEMUA MENGEJEKNYA) MASAK NGOMONG SENDIRI !! LAMPU BLACK OUT. DISINI BANYAK RANJAU… (DIUCAPKAN SETENGAH BERBISIK) P. MIN.SATU DIANTARA ORANG-ORANG TADI MEMBERI TAHU TEMANNYA SAMBIL MENUNJUK KE ARAH PELOK. P. MIN. KREPO : YA AMPUUUN… SAYA MALAH KECIPIRIT JUGA. SATU DUA ORANG MEWAKILI WARTAWAN/PAPARASI. SEROMBONGAN BOCAH BELASAN TAHUN SEDANG BERMAIN DI LAPANGAN. SAYA NGOMPOL. KREPO : (KETAKUTAN) SAYA… SA. PARMIN: LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA?! 132 . P. MIN! SAYA TAKUT MATI… P.

MIN. PARMIN: (TERTAWA CEKIKIK’AN) P.!!! AKHIRNYA KEDUA BELAH KUBU BAIK YANG PURA-PURA JADI TENTARA MAUPUN YANG BERPURA-PURA JADI PEJUANG. PEJUANG KREPO DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI SAMBIL MENGINTAI MUSUHMUSUHNYA… P. SIKAAAT TERUUUS. PARMIN: (MENEMBAK DENGAN MEMBABI BUTA) HIIAAAAAAT…. KREPO : TIIIIIIUUUUT…BROUT (KENTUT SEKALIAN TERBERAK) P. SEBELUM MENOLONG. KREPO : SAYA KETAKUTAN. MIN... TEMBAK-MENEMBAK TERUS BERLANGSUNG. WARTAWAN 1 : (SIBUK MEMBIDIKKAN KAMERANYA) WAH. P. AYO MIN… CEPAT !! KITA BISA MATI KALAU GAK LARI DARI SINI.HIAAAT… P. PO… KREPO !!!! P.P. PLINTIS : (JENGKEL) SSSSSSTTT…. CEPAT. PARMIN: WOOOOOW… BAUNYA.! P.!!! (TELUNJUKNYA NEMPEL DI BIBIR) DARI ARAH SEMAK-SEMAK SUARA-SUARA LETUSAN TEMBAKAN DIARAHKAN KE TEMPAT DIMANA PEJUANG PARMIN. INI AKAN JADI BERITA YANG MENARIK DAN … WARTAWAN 2 : (TERTEMBAK) AAAK…ADUH. MATILAH AKU! WARTAWAN 1 NALURINYA…) PAYAH! INI MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERANG NAMANYA. SALING BAKU TEMBAK. PLINTIS : (IKUT-IKUTAN MENGAMUK) SIKAAAT TERUS….. . ADA YANG TERKENA DAN TERKAPAR. AYO KITA LARI DARI SINI. AYO MIN. KREPO : (KIAN KETAKUTAN DAN PANIK) CELAKA! MEREKA MENGETAHUI KITA. NGAWUR! 133 : (TERTEGUN SESAAT.

PAK. PAK! JANGAN TEMBAK SAYA. KREPO : JANGAN. KREPO MENURUT DAN KETAKUTAN) DIMANA KAWAN-KAWANMU PEMBERONTAK BERSEMBUNYI ?!! TENTARA 2 : (MARAH) CEPAAAAT KATAKAN…!!! : (MENODONGKAN SENJATANYA KE ARAH KEPALA P. TENTARA 2 `: SUDAH. JANGAN BOHONGI KAMI! PAHAM?! P. SA… SAYA TIDAK TAHU… SA… SA… SAYA HANYA DIAJAK UNTUK BERPERANG. TENTARA 1 KREPO) ANGKAT TANGAN…!!! (P. KREPO : (PANIK… DAN MALAH LARI KE ARAH MUSUH) LHO… SALAH!! MANA KAWAN-KAWANKU?! KOK. KREPO : BETUL.P. SAYA TIDAK TAHU. TENTARA 2 KREPO PUN TERKAPAR DAN MATI) : (TIDAK SABAR DAN MENEMBAK KEPALANYA… 134 . SAYA DITINGGAL SENDIRI! MATI AKU… (LEMAS DAN TERJONGKOK) TIBA-TIBA…. KREPO : BETUL. KETIKA SAYA SEDANG NYARI RUMPUT UNTUK SAPI SAYA. KREPO : (TUBUHNYA MENGGIGIL KETAKUTAN) SA… SAYA TIDAK TAHU… TENTARA 1 : (MEMBENTAK KASAR) BOHONG !! KAMU HARUS KALAU TIDAK… OTAKMU AKAN BERHAMBURAN KELUAR DARI BATOK KEPALA! P.. TENTARA 1 : MAKANYA. P. TEMBAK SAJA !! KATAKANA JUJUR !! P.

A…ADA… P. TEMBAKLAH! P. KETAHUAN MUSUH… P. TIS… INI JUGA MUSUH KITA. TIS! TOLONG .TIS! SEBELUM ULAR ITU MENYAMBAR SAYA!! CEPEEETAN DIKIT. TIIIS! AKU TIDAK MAU MATI KARENA ULAR INI. NAMANYA BUKAN PEJUANG ATAU PAHLAWAN. ULAR ITU…!! P. TIS… P. AKU MAUNYA NEMBAK MUSUH… TEMBAK SAJA SENDIRI. KALAU SAYA MATI DIGIGIT ULAR INI. TIS! TUGAS PAHLAWAN 135 .DI BAWAH POHON DI PINGGIR KALI. PARMIN: (MAKIN NGERI) SUDAHLAH. PLINTIS : AKU GAK MAU TEMBAK ULAR. PLINTIS : AKU TAKUT SUARA TEMBAKANKU NANTI. P. PLINTIS : (BERBISIK) NANTI KETAHUAN MUSUH. PARMIN: (JNGKEL) GUOBLOG!! NANTI KALAU SAYA BERGERAK SEDIKIT SAJA.. KITA BISA CELAKA! P. TIS!! ULARNYA MAKIN DEKAAAT DENGAN LEHERKU. ULAR ITU PASTI MENGHABISIKU DENGAN BISA RACUNNYA! TOLONG. PEJUANG PARMIN DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI DAN MERASA AMAN. PLINTIS : (KETAKUTAN) MIIIN… LIHAT ITU! DI SEBELAHMU A. LEBIH BAIK MATI KENA TEMBAKAN MUSUH !! CEPAAAT. PARMIN: TIS. PARMIN: DARIPADA MATI DIGIGIT ULAR. SAYA INGIN DISEBUT PAHLAWAN. PARMIN: (KHAWATIR SETELAH TAHU DIRINYA DALAM BAHAYA…) TEMBAK SAJA. TEMBAKLAH! P. PLINTIS : (KESAL) TEMBAK SAJA SENDIRI !!!! P. TIBA-TIBA… TAK JAUH DARI MEREKA BERPOSISI TIARAP. P. MIN.

TIS! BETUL-BETUL PAYAH. PLINTIS : (JENGKEL DAN RISIH) JANGANKAN ULAR. TIS! KATANYA. KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA SAMBIL ANGKAT TANGAN… PARMIN : (MEMBUANG SENAPANNYA) YUUK. PARMIN: KAMU BETUL-BETUL TEGA SESAMA PEJUANG. MIN. ULAR ITU TAK AKAN MENGGIGIT ! PERCAYALAH…!!! P.. ULAR JUGA MUSUH KITA. YUUK! NGGAK ASYIK. MENAKUTKAN… PLINTIS : DASAR PENAKUT!! SAMA ULAR SAJA TAKUTNYA MINTA PADAHAL SEMUANYA… KHAN HANYA PURA-PURA. KENAPA TAK SEGERA KAU TEMBAK?! P. KITA BERMAIN-MAIN YANG LAIN SAJA. : BETUL! MARI KITA CARI MEREKA. DEMIKIAN JUGA GEMBOS YANG BERMAIN JADI TENTARA 2 136 AMPUN.. KAMU! PLEASE TEMBAKLAH. DARI ARAH SANA. JANGAN RIBUT TERUS! ASAL KAMU DIAM. PARMIN: (MELIRIK POSISI KEPALA ULAR YANG MAKIN DEKAT LEHER) PAYAH KAMU.. DEH… . SAMBIL SESEKALI MENGARAHKAN SENAPANNYA KE BERBAGAI PENJURU. PLINTIS : ULAR JUGA MUSUH KITA.BUKAN MENEMBAK ULAR TAPI MENEMBAK MUSUH P. P. TENTARA 1 DAN TENTARA 2 MENGENDAP-ENDAP PENUH HATI0HATI. TIBA-TIBA PEJUANG PLINTIS DAN PEJUANG PEJUANG PARMIN. PETHUK YANG PURA-PURA JADI TENTARA 1. PLINTIS : SUDAHLAH.. JADI JENGKEL MELIHAT ULAH PARMIN. TIKUS PUN JUGA MUSUH KITA!! (SAMBIL MEMBERONDONGKAN SENAPAN KE ARAH ULAR) TENTARA 1 TENTARA 2 : ITU SUARA TEMBAKAN. MAIN PERANG-PERANGAN. TIS!! P.

137 . INI KHAN CUMAK MAIN-MAIN SAJA! KENAPA : BERARTI SAYA SANGAT BAKAT MENJADI PEMAIN DRAMA. PO-KREPO. MIN. SAMPAI CAPEK JE… PURA-PURA NGGAK BERNAFASNYA. MIIIN… : BAKAT JADI SEORANG PENAKUT… : BIARIN. YA NGGAK PETHUK. KARENA MATI) LHO… SUDAH SELESAI THO INI?? WAAAH… NGAK BILANG: BAKAT JADI SEORANG PENAKUT KOK SOMBONG. PETHUK MIIIN !! KREPO BILANG. : BERARTI KAMU JUGA PUNYA BAKAT BERMAIN DRAMA PO… : (BANGUN DARI TERLENTANGNYA.PETHUK GEMBOS PARMIN : KAMU TERLALU SERIUS SICH. GEMBOS : BAKAT MENJADI MAYAT KAMU. (SAMBIL MENEPUK-NEPUK DADA) MESTI TAKUT?!! DONG. GEMBOS LOBANG HIDUNG BUJEL DENGAN RUMPUTAN DAN…) : SSSSST…. YANG PENTING KHAN MEMILIKI BAKAT… YA THO… SEMUANYA TERTAWA NGAKAK. GEMBOS DAN PLINTIS SECARA SEREMPAK MELAMPIASKAN KEJENGKELANNYA… : HUUUUUUUUUUUUU…. TAEK ANJING !! GEMBOS PARMIN YA THO…. KREPO MENDEKATI BUJEL (SANG WARTAWAN YANG MASIH ASYIK MENIKMATI PERANNYA) KREPO (KAGET) YA AMPUUUN… BUJEL. SAMPAI KETIDURAN BENERAN. PARMIN KREPO. MIN… : HIYA. (GEMBOS MENUSUKI : HEY… BANGUN! PERANG-PERANGAN SUDAH SELESAI. KITA KERJAIN SAJA.

KOK GAK KALI SANA. AH…! : YUUK. APA KAMU BARU SEKALI. DAN… CUMAK MELIHAT DIKIIIT SEKALI. YUUK! GEMBOS PETHUK : PALING-PALING KAMU TIDUR LAGI.. BARANGKALI DIA SUDAH HOBINYA… KREPO PETHUK! PETHUK : ENAK SAJA! EEEEHM… KALAU IYA. KITA CARI MOGOL DI KALI. KITA BERMAIN LAGI… APA GITU.BUJEL : (BERSIN DAN BANGUN) SIALAN KALIAN… NGGANGGU SAJA !! KREPO ADA SENDIRI… PETHUK : PALING-PALING NGINTIP ORANG YANG SEDANG MANDI DI : (MENCARI-CARI) LHO. KAMU. MEMANG HOBI KOK. EMANG KENAPA?! 138 : (MERASA) JANGAN NYINDIR SAYA. PARMIN! AKU SETUJU. SEMUA KEMBALI TERTAWA CEKIKIK’AN… PARMIN BUJEL : SUDAH… SUDAH! KAYAK GITU KOK. KATANYA… : KALAU SERING ITU MEMANG HOBI!! KALAU SAYA KHAN ITU PUN DIAJAK MOGOL. GEMBOS KREPO HOBINYA SAMA DENGAN MOGOL. MBOS-GEMBOS?! GEMBOS : (AGAK TERSINGGUNG) ITU KHAN CUMA ISENG… BUKAN HOBI.. MIN. TAUK!! KREPO GEMBOS : KALAU MOGOL. (SEPI SESAAT) YUUK. DIOMONGIN. THUK- . MOGOL KEMANA. ASYIK DENGAN : BARANGKALI KAMU JUGA PINGIN NGINTIP. MALES. THUK-PETHUK ! : KOK… KAMU MERASA TERSINDIR SICH. SARU !! : HEBAT.

KAMU! NGGAK TAHU. DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH. DISAMBUNG DENGAN TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA) TIBA-TIBA… TEMAN-TEMAN ITU DIA. PELOK! KITA HAJAR RAMAI-RAMAI SAJA. (KREPO TERTAWA NGAKAK. SUASANA REDUP KARENA MENDUNG. YA? MEMANGNYA KITA-KITA INI . LAMPU SEDIKIT KEMERAHAN. TANPA BAYARAN! KREPO MALU! MOGOL : KALAU KETAHUAN BAPAKKU. GOL… NGGAK USAH TERSINGGUNG! LAGI PULA. MEREKA BERKACAK PINGGANG MENGHADANG PELOK. CUKUP MURAH MERIAH.. BOGEM MENTAH DARI BAPAK SAYA. TEMBANG MAS KUMAMBANG PUN MERAMBATI KUPING. NAMPAKNYA PELOK TAK BEGITU YAKIN BAHWA MEREKA HENDAK BERBUAT JAHAT TERHADAP DIRINYA. GOL! BAHKAN BISA KENA : EH… ORANG GILA! KAMU MAU JADI JAGOAN. APA YANG KALIAN NGOMONGIN SAYA? BICARAKAN! PETHUK : SUDAH. MOGOL KATANYA KAMU SEDANG BERGURU UNTUK MENCARI KESAKTIAN? PELOK MOGOL : (BINGUNG DAN KETAKUTAN) BERGURU APA? : ALAA… JANGAN PURA-PURA BINGUNG.MOGOL : (DATANG TIBA-TIBA…) SIAPA TADI YANG MEMANGNYA SAYA TIDAK TAHU. KOK. KAMU SERING KE MAKAM DAN NGOMONG SENDIRI DI BAWAH POHON KERING! 139 HOBIMU ITU… : BAYARANNYA KALAU KETAHUAN BAPAKMU. YUUK!! AJAKAN MOGOL ITU DISAMBUT TEMAN-TEMANNYA SETUJU. TIDAK HANYA MALU. SESEKALI BUNYI PETIR MENYAMBAR. GEMURUH SUARA OMBAK KEMBALI HADIR.

SESEKALI MERINTIH MINTA AMPUN DAN MENYEBUT-NYEBUT NAMA BAPAK DAN IBUNYA. WAJAH DAN PAKAIANNYA PUN SERBA PUTIH. SETUJU?! SEREMPAK Pelok : Setujuuuuu… : Jangan… Jangan sakiti aku. SEPERTI SEDANG BETUL! BUAT APA BERANTEM. kawan! YUUK. LOK-PELOK! NGAKU SAJA KALAU KAMU MAU NANTANG KITA-KITA INI. PELOK TERSADAR DARI PINGSANNYA… Pelok Bocah Kecil : (MENATAP HERAN BOCAH DI DEPANNYA) Siapa kamu…? : (HANYA MENATAPNYA LEKAT-LEKAT DAN TERSENYUM) 140 . TUAKU YANG SUDAH MOGOL : KOK. PADA SAAT SEPERTI ITU… DATANGLAH BOCAH KECIL. PELOK TAK BRDAYA. GEMBOS : SUDAH! JANGAN BOHONG! KITA PERNAH MELIHATMU MEMBACA MANTRA. KITA HAJAR MEREKA RAMAI-RAMAI MEMUKULI PELOK.PELOK : AKU KE MAKAM. KAWAN. KEMUDIAN MELEPAS TALI YANG MENGIKATNYA TANPA BANYAK BICARA. MEREKA BERAMAI-RAMAI MENYERETNYA DAN MENGIKATNYA DI POHON KERING YANG SERING DIGUNAKAN PELOK UNTUK MERENUNGKAN NASIBNYA SEHABIS DARI MAKAM ORANG TUANYA. KEMUDIAN MEREKA MENINGGALKAN PELOK BEGITU SAJA. PELOK : AKU TIDAK PUNYA NIAT SEPERTI ITU. PELOK : TIDAK. IA HANYA MENGADUH KESAKITAN. ENTAH SIAPA. BUKAN BERGURU. PETHUK : DASAR ORANG MISKIN! SUDAK MISKIN. SAYA KEBAIKAN ORANG TUAKU AGAR DITERIMA ALLOH DI HANYA BERDOA UNTUK SISINYA. KEADAAN PELOK MENYDIHKAN SEKALI. BOHONG LAGI. SAYA TIDAK NGOMONG APA-APA. SAJA. BOCAH ITU DATANG TERSENYUM SAMBIL MENGUSAP-USAP KEPALA PELOK. UNTUK MENDOAKAN ORANG MENINGGAL. SEPERTINYA… KAMU SERING NGOMONGNGOMONG SAMA SIAPA. KALAU BUKAN SAMA GURUMU? NGOMONG SENDIRI. SAAT PELOK BABAK BELUR DAN TAK SADARKAN DIRI.

LAMPU BLACK OUT. PADA SAAT BERGEROMBOL DAN ASYIK DENGAN MAINANNYA SENDIRI-SENDIRI. Ron-Ron… PS. Cantik : Ramai dech… ramai. tauk! Game watch murahan Saja. LAMPU NETRAL (BOLEH LAMPU FOLLOW) MULAI DIARAHKAN KE TEMPAT MEREKA BERMAIN. dipamerkan! Kalau aku… malu. makan terus. ICE CREAM. ambil ! Ronald : Ya… Arya. DAN TUBUHNYA TERASA DINGIN DAN BERAT. Aku lapar nih… Rundy : Kamu belum makan ya… sepulang sekolah? (MEMBERINYA) Estin Ayu Estin : Sudah sih. ROBOT-ROBOT KECIL BERBAGAI TOKOH (POKOKNYA SEGALA MACAM MAINAN SEJENIS ‘TAMIA’) SUASANA TAMPAK RAMAI. Jadi pingin… Makasih ya Run. Arya. dong. !!! PELOK MENGHENTAKKAN KAKINYA.. rasanya. Sudah. lihat score-ku! 100 ribu lebih. Kampungan! Estin : Bagi berger-nya. dong! Ronald : Bukan masalah Game-Watch-nya tapi score-nya. DUM… DUM… DUM… DAN SETERUSNYA. tapi ngeliat kamu makan. kayaknya nikmat buanget. kamu mau enggak… ice cream? 141 . Ayo siapa berani memecahkan record-ku? Kawan-kawan… siapa yang mampu mengalahkan aku… 100 ribu rupiah. hadiahnya. (SAMBIL TANGANNYA MEMAINKAN REMOTE) : Tepuk tangan. NAMUN YANG DIRASAKAN PELOK SEPERTI ADA YANG BERKELEBAT DI BELAKANGNYA. POP CORN. PELOK MELANGKAHKAN KAKINYA LEBAR-LEBAR SEPERTI BIMA. Ronald : Ice cream-nya buat saya. Hely ini tidak bisa jatuh meski menukik 180 derajad. lihatlah mainanku. PANGGUNG KOSONG. DAN MUSIK PUN MENEKAN SETIAP LANGKAHNYA. jangan ribut! Berisik. AYAM KENTUCKY DAN LAIN SEBAGAINYA. Saya sudah kenyang banget. KERETA-KERETAAN. dong. BOCAH-BOCAH BERMAIN BERAGAM MAINAN MODERN: MOBIL-MOBILAN. Cantik : Mana-mana… saya mau. COKELAT. Ayu Ronald : Hey…kawan-kawan. HELYCOPTER. kawan-kawan! (SEREMPAK TEPUK TANGAN) Bayangkan seorang perempuan mampu menjadi pilot yang sangat Gesit dan tangkas. BYAARR !! LAMPU KEMBALI DIFOKUSKAN KE LAYAR DIMANA BIMA BERADA DISANA.Pelok Bocah Kecil : (SEPERTI DIRAMBATI KEKUATAN TERTENTU HINGGA BADANNYA TIBA-TIBA SEGAR) Kamu… siapa sebenarnya? : (TERSENYUM) Aku meskipun kecil dan dikecilkan banyak orang. TANGAN BIMA BERUBAH MENJADI TOLAK PINGGANG DAN MENGGERAM : Heeeeeeeeeemmmmmmm…. BERGER. udah… makasih. nih… : Enggak. BEBRAPA BOCAH MENIKMATI PIZZA. MUSIK BERGEMURUH DAN BERDENTAM. dong. Cantik : Kawan-kaan. : Estin… kamu mau Pizza? Saya sudah kenyang. Aku adalah Bima! : (TERHERAN-HERAN) Jadi… Pelok LAAAP…! BOCAH KECIL MENYUSUP KE DALAM DIRI PELOK. Masak semua untuk Cantik! Ayu : Ini. Ayu : Ini… ambil saja! Ice cream-nya… kalau kamu mau juga. Ini baru namanya Helycopter Termegah dan termodern. Arya : (MENCIBIRI RONALD DENGAN SINIS) Main tetris itu…sekarang sudah kuno. Bisa meletus perutku ntar.

Sebaiknya. saya pergi dari… : Tunggu! Aku tidak seperti mereka. Terima kasih… Kenyang. ADA YANG MEMBAWA KETAPEL. dia! Sikat saja! Kasihan Ayu… Dijailin apa tadi kamu sama dia. larilah! : Tidak. Jangan bilang begitu! Dia khan teman kita juga. SEMUA TEMAN-TEMAN PELOK JUGA TEMAN-TEMAN AYU. sebelum dan sesudah ayah saya meninggal. jika aku Mengganggu kalian disini. : Ooooo… begitu. Menyakitkan. Ronald : Tapi… katanya sekarang dia gila kok.Arya : Enggak. TAK MENJAWAB… KECUALI SEGERA MEMBERESKAN MAINANNYA DAN BUBAR MENINGGALKAN TEMPAT ITU. kita bubar saja! Ada orang gila datang. ANAK-ANAK SEKOLAH ITU. larilah! Cepat. Silahkan kalau mau mengikuti mereka. Apakah salah? Dan kekagumanku terhadap tokoh Bima. ADA YANG MEMBAWA TALI. ach! Dia orangnya baik. Kenapa mereka pergi?! : Mereka menganggapku tak pantas berkawan dengannya. teman-teman. tho? : Betul. selalu berpesan agar saya menjadi contoh seperti Bima. ARYA. Arya Ayu : Sssssstt…. Ayu. PELOK MELINTAS DI TEMPAT ITU.kok. kamu. Ayu Pelok : Pada mau kemana? Kok… : Ayu. : Barangkali… karena kamu sering mengenakan daun seperti itu… : Ayu. Ayu! Ayu Pelok Ayu TERIAKAN Pelok Ayu Pelok Ayu Pelok SUARA GADUH ORANG-ORANG MENUJU TEMPAT ITU. Kenapa kamu mengajak teman-temanmu untuk mengeroyok Pelok. Kamu salah menduga! Ronald : (TAK MENDENGARKAN PERINGATAN AYU) Ayuuu… larilah kemari! Daripada kamu nanti kena lemparan batu. MEREKA HENDAK MENGHABISI SI PELOK. ADA YANG MEMBAWA BATU. Ayu Pelok : Pelok. aku. KEPALANYA MENGENAKAN MAHKOTA BIKINANNYA SENDIRI YANG TERBUAT DARI DAUN NANGKA. Tapi… harus bagaimana. Yu-Ayu. : Aah. hati-hati! Dia… orangnya gila! Sekali lagi. ADA YANG MEMBAWA PENTUNGAN. Kamu juga. masak… mereka berpikiran seperti itu? : (DIANTARA MEREKA) Ayuuuuu…. sehingga saya membuat mahkotanya dari daun nangka. Yang penting saya… tidak bersalah. awas lho !! : Kamu dengar sendiri. Pelok. Saya menyukai wayang. 142 . Ronald : (MENUNJUK KE ARAH PELOK DAN AYU) Itu. PELOK TERUS MELANGKAH MENIRUKAN LANGKAH-LANGKAH SEORANG BIMA. Pelok tidak punya maksud jahat. Suka ngamuk… Ayu Pelok Ayu : Nggak percaya. PELOK TERHERAN-HERAN… DEMIKIAN JUGA AYU. ESTIN DAN RUNDY. ENTAH SIAPA YANG MENGHASUT HINGGA MEREKA MARAH BESAR. saya menjelaskan kepada mereka… kalau saya masih waras. memang. : aah. Biarlah mereka mengeroyokku. Mereka menganggapku gila. RONALD. : (BERHENTI) Selamat siang. Lagi pula. Maaf. Jangan pergi! Aku betul-betul Tidak mengerti. mereka tak senang dengan kedatanganku. Yu-Ayu? Ayu : Ronald. CANTIK. Kesukaan saya hanya meniru-niru seorang Bima. saya orang miskin. Ayu. Ronald : Asyiiiik… biar aku sendiri yang habiskan. Boleh saya bergabung? : Silahkan.

NGLANGUT. Ayu antarkan ke Puskesmas. Ronald : Knapa kamu melotot aku. aku nggak sengaja… (KAGET) Pelok Ayu Pelok : Sudahlah. AYU MENANGIS SAMBIL SIBUK BERTERIAK-TERIAK BERUSAHA MELERAI. Yuuk! : Terima kasih. Rani Pelok : Mbak Ayu. Tinggalkan saya! Pulanglah! DENGAN LANGKAH BERAT DAN MALAS-MALASAN.. nanti juga sembuh. Ayu Gembos : Tidak! Dia tidak menantang kalian. Ayu… nggak usah. WAJAHNYA MENYIRATKAN KEBENCIAN YANG MENDALAM. PELOK TAK DAPAT BERBUAT BANYAK KECUALI MENAHAN KENYERIAN DAN MENGADUH SAMBIL BERTERIAK MINTA TOLONG. disuruh Papa pulang. DAN TERJADILAH PENGEROYOKAN TERHADAP DIRI PELOK. AYU MEMBERSIHKAN LUKA-LUKANYA DENGAN PENUH HATI-HATI. (SAAT SEBAGIAN LUKANYA TERKENA USAPAN AYU) : Maaf… maaf. kalau Mbak Ayu nggak segera pulang. khan? Kalau dia menantang kita. ADIK AYU.. MEREKA SALING PANDANG. TIBA DI SUATU TEMPAT. Pulanglah! Nanti kamu dicari orang tuamu. kita cabut. Ayu. Yu. BERCAKBERCAK DARAH MENGOTORI BAJU YANG DIKENAKAN AYU) Sakit sekali. Aa. sahabat baikmu! (KEPADA KAWAN-KAWANNYA) Okey. PELOK SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU. ngelapnya. ADA SESUATU YANG MEREKA PIKIRKAN. ya…? (PELOK TERUS MERINGIS KESAKITAN) Pelok. Kalian salah paham! : Keroyok saja…! Jangan hiraukan kata Ayu! Sikaaaat…! KERIBUTAN PUN SULIT DIHINDARI.Ronald : Kalian dengar sendiri. TEMBANG MAS KUMAMBANG KEMBALI HADIR. (AYU HANYA DIAM) Ayo! Nanti Papa marah. Sudah. saya di sini. seperti itu? (MELUDAH SINIS) Urusi…tuch. BERTUJUAN KEMANA. Ronald : (NGOS-NGOSAN) Yuuuk. kawan-kawan… Yuuk kita CABUT DARI TEMPAT INI. DENGAN UJUNG BAJUNYA. BOCAH KECIL SUDAH 143 : HEY…! (PELOK KAGET. Ayu : Tidak! Biar aku disini. MASING-MASING MERASAKAN KESEDIHAN. : Sudah. terima kasih atas kepdulianmu.. menemanimu. MEREKA LAMA BERTATAPAN. LAMPU TEMARAM MUSIK MENGALUN.ak. Sudah mampus. SAAT DIHADAPANNYA . Sekali lagi. MENGIRIS-IRIS ULU HATI… PELOK BANGKIT DARI DUDUKNYA DAN TERTATIH-TATIH MELANGKAH PERGI. Yu… Tinggalkan saja. dia! AYU MEMELOTOTI RONALD. AYU DAN RANI MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. (SEMUA MENGIKUTI APA KATA RONALD) AYU MELANGKAH MENDEKATI PELOK YANG MASIH MERINGKUK KESAKITAN Ayu : (MENATAP PENUH IBA) Pelok… Pelok… (PELOK MENOLEH KE AYU. Sudahlah! Jangan teruskan Niat kalian. ENTAH APA? DATANG RANI.

KHAN? COBA KALAU KAMU MELAWANNYA…. PADAHAL KAMU TIDAK BERUSAHA MEMBALAS DAN HANYA DIAM! COBA SEANDAINYA KAMU NGAMUK JUGA! PELOK : SUDAH… SUDAH. TAPI TIDAK IMBANG! SAYA TIDAK : GILA! ORANG SEBANYAK ITU. 144 . TIDAK MATI. SURUH : YA… AKU ADALAH TEMANMU. IYA. COBA! DIKEROYOK ORANG SEBANYAK ITU.BERDIRI SEORANG BOCAH KECIL YANG MISTERIUS) PELOK NYERI) BOCAH KECIL MENYADARI. SAAT KAMU DIKEROYOK? PELOK MELAWANNYA?! BOCAH KECIL PELOK : TAKUT? : BUKANNYA TAKUT. KAMU! NGACO! : LHO?! AKU NGOMONG BERDASARKAN KENYATAAN. FAKTA… EMANGNYA AKU NGARANG-NGARANG CERITA PALSU? BAYANGKAN. KAWAN! KAMU TIDAK MELAWANNYA SAJA. DISURUH MELAWAN. BUKTINYA. JELAS KALAH KOK! BOCAH KECIL : HEY. MATI. KENAPA KAMU TAK MELAWANNYA. SECARA MATEMATIS. KAMU MASIH HIDUP. TAMBAH HIDUP. WONG TIDAK ANGKA MATEMATIKA. KAWAN! SALAH DAN BENAR TIDAK MENGENAL RUMUSANMU. KALAU KAMU : KAMU… (TERHERAN-HERAN SAMBIL MNAHAN MAU MATI KONYOL! BOCAH KECIL : HEY. PUSING AKU MENDENGAR IMBANG KOK. (TERBAHAK-BAHAK) PELOK BOCAH KECIL : JANGAN KONYOL.

PELOK KEMBALI MELANGKAH SEPERTI BIMA. BEBERAPA ORANG MASUK. BOCAH KECIL YANG BERADA DIHADAPANNYA SUDAH MENGHILANG ENTAH KEMANA. MENCARI BOCAH ITU. PELOK BERONTAK. SAYA BER-HAK MELINDUNGINYA. KATANYA.! 145 DENGAN KALIAN. TERUS MENGGERAM DAN MEMAINKAN KUKU PONCONOKO. MEREKA MARAH BESAR… PEMARAH 1 PELOK : (GERAM) KAMU MAU MELAWAN KAMI. RASA PERIH. KAMU INGIN SEPERTI BIMA! DEGG…!SEKETIKA PELOK BERKECAMUK DADANYA. TIBATIBA SEKETIKA MUSNAH. KARENA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH RUMAHKU. RASA NGILU. SIAPA SAJA YANG BERUSAHA MERUSAK RUMAH INI. PELOK SEPERTI KENA STROOM. RASA MEMAR. (HAAA…HAAAA…HAAA…! PELOK TERSADAR. SUARA ITU SEMAKIN DEKAT. ORANG-ORANG ITU MULAI MENARIK TANGAN PELOK DENGAN KASAR. : SIKAAAATT…. MEREKA BERJATUHAN. DAN DUDUK TERMENUNG DI DEPAN LAYAR PUTIH. BERPULUH-PULUH BOCAH BAHKAN BERATUSRATUS MENGGEDOR RUMAH PELOK. PELOK MERASA SEGAR DAN SEHAT. BANGSAT?!! : YA. PEMARAH 2 PELOK YANG LAIN : JADI KAMU MENANTANG. KARENA ITU MEMANG TANGGUNG JAWAB SAYA. KAMI? : TIDAK! SAYA HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN. SAYA WAJIB MEMPERTAHANKANNYA. TAPI TAK DITEMUKANNYA. KARENA BOCAH ITU SUDAH MENYUSUP KE DIRINYA) PELOK MELANGKAH PULANG. DAN INI… . PELOK MENDENGAR SUARA ORANG RIBUT-RIBUT. PELOK KAGET TAPI BERUSAHA TENANG. RASA TAKUTNYA PUN BERUBAH MENJADI KEBERANIAN YANG MELETUPLETUP.YANG ADA HANYALAH BERANI ATAU TIDAK MEMPERTAHANKANNYA. RASA NYERI. ADA SESUATU YANG MERAMBATI SELURUH TUBUHNYA.

SUARA DARI LUAR KIAN RIBUT. HEEEEEMMMMMMMMMMM…… TIDAK TURUT TERGULUNG BERSAMA LAYAR.OK. LAYAR PANGGUNG DITUTUP T A MA T Bontang. KALI INI PELOK BETUL-BETUL SEPERTI ORANG KESURUPAN. TAK SEDIKIT YANG BERTERIAK MENGKOMANDO UNTUK MEMBAKAR RUMAH PEL. BUNYI RERUNTUHAN. PELOK MASIH BERDIRI MEMATUNG. ASAP MEMBUBUNG DI LOKASI TERSEBUT. PELOK BERDIRI TEGAK DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERGELETAK DAN TAK BERDAYA. DAN TERUS MENGGERAM PULA: HEEEEEMMMMMMM…… TEMBANG MAS KUMAMBANGTERUS MELANTUN… KIAN LAMA KIAN MENGHILANG BERSAMA REDUPNYA LAMPU. DAN SEKETIKA BERHENTI. LAMPU MERAH MENYALA DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH DIMANA BIMA TERUS MENGGERAM DI DALAMNYA. TAK SEDIKIT YANG BERGELIMPANGAN AKIBAT PUKULANNYA YANG MEMBABI BUTA. DUA ORANG YANG SANGAR WAJAHNYA BERADA DIKANAN KIRI LAYAR PUTIH. JERITAN-JERITAN ORANG TERUS MELENGKING. ORANG-ORANG TERUS BERGELIMPANGAN DAN JADI KORBAN. DEBURAN OMBAK YANG MENGGANAS. SUASANA GADUH MENCAPAI PUNCAK. GAGAH. MUSIK GADUH. BUNYI PETIR TUMPANG TINDIH. DIA TAMPAK KUAT SEKALI. April 2006 146 .TERJADILAH PERKELAIAN YANG SERU. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. PELAN-PELAN MEREKA MENGGULUNGNYA NAIK KEATAS HINGGA HABIS… NAMUN WAYANG BIMA YANG TERTANCAP DISITU MASIH BERDIRI TEGAK DAN TERUS MENGGERAM. AKIBAT RUMAH PELOK YANG DIBAKAR RAMAIRAMAI.

(NOMINATOR) PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi Tokoh : RAYANI MARIO LINDA PRIA CANGKLONG SABRON ABAH NINI 147 .

Lelaki : Beri aku waktu. Jadi tidak terlalu susah untuk dikerjain kan? Pria Cangklong tertawa. Seorang pria duduk di kursi memperhatikan selembar photo. Broken home....) Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan. (Mungkin penonton akan mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah diskotik. Akan kuberi kabar baik secepatnya.. 09.. Pria Cangklong : Usia yang tepat untuk disate. TUKANG PEL. Lelaki : Tipe begini banyak yang suka.PEMUDI ORANG-ORANG SEBUAH RUANG Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light). Lelaki tertawa. Kau tak mungkin mengecewakan aku kan? Aku harap jangan! 148 . Lelaki 03. Di depannya duduk Seorang laki-laki. Kapan bisa kau dapatkan dia? : Tidak lama lagi. dan seorang lagi berdiri tegak di belakangnya. Back Sound Samar-samar terdengar lagu House musik. Pria cangklong 02. Boss. 08. Pria Cangklong : Baiklah. Lelaki 05. : Alah. 01. Orangku sedang berusaha. LAKI-LAKI PEMUDA. Mereka hanya dibatasi sebuah meja. Pria Cangklong 06. 07... Aku senang cara kerjamu. : (mengangguk-angguk) Berapa umurnya? : 16 tahun... waktu segitu terlalu lama! Tidak bisa lebih cepat? : Aku usahakan secepatnya Boss. Asap mengepul dari rokok di dalam cangklongnya.. Pria Cangklong 04.ATOK ITEM SUTRADARA ANTON PENJUAL TEROMPET. satu atau dua minggu sepertinya mungkin.

10. Saling menunggu. Awan putih menutup cakrawala. Muka kamu nggak apa-apa kan? 149 . 21. Tak disangka siku lengan Rayani mengenai muka Mario. Kacang rebus tumpah ke muka Mario. Rayani : Biarkan. Mario & Rayani : (berbarengan) Kamu duluan.. Lelaki : Tentu.. Rayani : Maaf ya.. tangannya menyentuh tangan Mario yang sedang memegang bungkus kacang rebus... Rayani : Kamu nggak apa-apa. Back sound bunyi seliweran kendaraan sesekali. Berdua memunguti kacang rebus di tanah. : Aku saja. aduh. Tapi kemudian sadar dengan keadaan orang di sampingnya. (Kesal. Mario kesakitan. Mario : Nggak usah. Mengaduk-aduk isi tas. 22. Keduanya duduk. Rayani : (sibuk) Di mana sih. 12... Rayani membuka tas. aku saja... Mario : (mukanya mendekat ke Rayani) Cari app. Langit sore yang cerah... (Memunguti kacang di bangku dan di tanah. Rayani membantu. perasaan sudah aku masukin. Mario & Rayani : (berbarengan) Silahkan! Keduanya jadi serba salah.. aduh.. 18.) 19.. Sama-sama tertawa. mengeluarkan lembar skenario. TAMAN Set sederhana. Boss. Namun tidak jadi... Biarkan. Mario membuka bungkusan kacang rebus. Suara teriakan Pedagang keliling. 11.. Beberapa saat Rayani kembali sibuk mencari. Rayani : Aduh.. Rayani : Aduh... maaf! Kena ya? Aku nggak tahu. Sebuah bangku panjang terletak tengah panggung.... Background hotel dan gedung perkantoran untuk menunjukkan bahwa setting adalah nuansa tengah kota. serempak ingin duduk. Rayani ingin melihat muka Mario. Mau aku ganti? Aku cari tukang kacang rebusnya dulu. : Oh. 15. Mario 20. 14... (Lighting fade in) Mario dan Rayani masuk bersamaan dari Arah berlawanan.. Mereka tiba di bangku.... 13... Mario memunguti kembali kacang rebus yang berserakan....) Aduh. Tentu! Tertawa. maaf. Aku yang salah kok. 17. Mario 16. Biar aku yang ambil. Maaf lagi. Makin serba salah.

Setelah ini aku jamin kamu bakalan merasa lebih nyaman duduk di sini ketimbang duduk di kafe.. Mario 36.. Rayani 25. Sirik tanda tak punya. (Membuka lembar skenario) Mario berdiri....... Rayani 35.. kalau tak punya dapatkan dengan kerja. : Nggak usah.. Terima kasih... 34. Mario : Oh.. Rayani 39.. : Kamu cari apa? : Aku cari lensa kontakku.. maaf... kalau terus duduk di situ mukaku bisa babak belur. makanan kesukaanku.. Baru sebentar duduk aja Aku hampir nggak jadi makan kacang rebus. Rayani : kamu punya makanan dimakan sendiri. Rayani 29.... jangan menyumpah! 28. Duduk di sini aja. Rayani mengambil kaca mata.. aku yang menderita kok malah dibilang salah? Terus salahnya di mana? 26. tapi malah nggak ada.. 43. Rayani 37. Maaf deh.. mukaku hampir memar... : (mengangsurkan kaca mata) Nggak apa-apa.. Rayani : (tertawa) basi banget kamu. Mario 30. : Bener nih nggak apa-apa? : Nggak apa-apa... Mario 40..... duduk) Terima kasih. 41. 27. Memperhatikan lensanya.. : Kok bisa kebetulan cocok ya? : Ya sudah pakai aja.23..... Mario 38. Coba aja dulu. Lagian kamu nggak takut kaca matamu kubawa lari? 150 .. Perasaan waktu di rumah aku sudah taruh di tas. aku nggak bakal ganggu kamu.. : kamu juga sih salah. berniat mencari tempat duduk lain. Rayani : Minus berapa nih? : Minus dua.. Rayani 42. Mario 32. Nggak bawa kaca mata lagi. Mario 24. Mario : Mau kemana? : Cari tempat lain.. Mario : (melepas kaca mata) Pakai punyaku. Rayani : (kembali ke tas) Maaf... Nih. Kursinya masih lebar kok. 31. : (memakai kaca mata Mario. Rayani 33.... jadi dari tadi kamu sudah ngiler sama kacang rebusku? Kalau kepingin kenapa nggak minta aja? Dari pada nyumpahin orang yang punya makanan. harusnya paling nggak tawarin orang kek. : Loh.. Mario : (Menahan sakit) Nggak apa-apa kok. Pakai aja dulu..

Rayani 58.) Kemarin aku berharap muncul pelangi.. Tapi sedikit ada benarnya juga...44. Pelangi muncul habis hujan di siang terik. Rayani : Makanya.... (Melihat langit) Langitnya cerah. Kembali ke skenario. Mario mengambil tempat. Mario : Deras.. Kamu pernah lihat kembang-kembang itu mekar? 57.. Kelihatan sepi.. Mario 59. Mario : Nggak mungkin... Padahal lebih sehat di sini. Mario : Kenapa aku harus duduk di sini? Biar kamu aman? Nggak diganggu orang iseng? Atau cari pembenaran karena sudah membuat kerusuhan? 47. Rayani menggeser duduk. 56. ya? Diam... tenang. Seperti sore kemarin. Mario : (Tersenyum. 52. 60... Rayani tertawa. Makanya aku ke sini. ya? Cuaca bagus.. Kebetulan hari ini aku perlu suasana seperti itu.. lalu kembalikan pandang ke skenario. Diam.) Kamu memilih tempat yang tepat. Sebentar lagi musim bunga. 46. Mario : Sudah datang musim hujan. Mario : Tapi cuaca kadang suka menipu. Sekarang orang lebih milih pergi ke kafe daripada di taman.. Rayani 50. : Oh. 48.. Rayani mengangguk.. 53. Rayani 55. Ayo duduklah. Rayani : Pernah! : Sering kemari? : (menggeleng) Hanya hari ini. lebih baik duduk di sini kan? Menunjuk space kosong di sebelahnya... (Diam. Mario : Lagi nunggu siapa? Aryani menoleh. Rayani melihat langit. Rayani : (matanya masih ke skenario) Oh. Mario : Nggak nunggu siapa-siapa.. Mengangguk. 51.. Mario : Eh jangan! Cuma satu-satunya tuh.. ya? Hujannya deras? Mario mengangguk. Diam... 54. Aku tidak mau orang yang kubuat menderita makin menderita karena terusir dari tempatnya. hanya sebentar. : Oh. Aku hanya lihat dari jendela mobil setiap pergi atau pulang dari sekolah. Rayani : Hah? Kepedean kamu... Tiba-tiba hujan turun. Tapi hanya sebentar. 49. 45... Tadi sepulang sekolah aku melihat taman ini dari atas bus. 151 ..

Rayani 63.. aku tidak mengganggu lagi.. sayangnya aku malas fokus sama penampilan ketika pertama kali bertemu seseorang. Mario 64. Sumpah! Diam.. Rayani : Drama atau film? : Apa? : Kamu baca skenario kan? : Hey. ya? : Apa ruginya buat kamu? : Aku bisa menyangka kamu orang jahat! : Apa penampilanku begitu? : Nggak sih. Mario 74. Mario : Wah! Good luck. Copet-copet di bis kota kelihatan rapi-rapi... Ini skenario film. 82. Rayani 77. Mario 66. ya! Rayani mengangguk..... 80.. Mario : (jengkel) Apa sih? : Boleh tanya kan? Diam. Rayani 71. Mario 85.. baik. Rayani 84. Aku lagi mencoba membedah naskah ini. 69. 87. Rayani 75.. Rayani 79.. Rayani : Maaf. 81. Klimis malah. Mario 62.. nah.. Besok aku ikut test peran utama. Rayani 65.61. Rayani 73.. Mario 76. Mario 83. : (tersenyum malu) Maaf! : Jangan membuatku menyesal berbagi tempat duduk sama kamu. Mario : Apa orang yang banyak tanya itu orang jahat? : Nggak juga sih. Mario : Baik. Rayani : Aku mengganggu? : Kalau kamu terus bertanya. bukan berarti aku ingin mencopet kamu kan? Lagian mana ada copet yang mau minjemin kaca matanya? 72. kamu banyak mau tahu.. Kayak orang-orang kantoran. Tadi kan aku sudah bilang aku perlu ketenangan. aku diam. baik. Mario 70. : Kalau aku mengajak bicara kamu. Mario : (tertawa) Bisa aja kamu.. 86.. Rayani : (menyerah) Baik.. : Lalu? : Apa? : Kalau bukan artis ngapain baca skenario film? Ah! Produser? Sutradara? 78. Rayani 67.. : Kamu artis? : Bukan. Mario 68. 152 .

toet. Tk. Mario 93. namaku. mengeluarkan dengan berat. Rayani : Sebenarnya tadi aku mau bilang. 98. 153 . 96. siapa yang tahu kalau saya jual terompet? Siapa yang tertarik beli dagangan saya? Bicaranya situ sembarangan aja! Mentang-mentang saya kere.. (toet. malah terus dibikin bingung. ya? Masa terus dilaranglarang. Penjual Terompet hilang ditikungan (Keluar). toet) 92. Mario 97. terompet. Jualan di pinggir jalan dilarang! Di taman dilarang! Saya mau cari makan halal buat anak-istri saya.88. Bunyi kendaraan berhenti. Bunyi terompet. Rayani 94... : Tidak usah! Dipikirin banget. Rayani 101. sekarang waktunya kurang tepat. toet. terompet.. 99. Kali ini terdengar lebih keras... 91. Mario menghampiri Penjual Terompet. 90.. toet) Terompet... Mario 89.. Terompet : Dasar nasib! Jadi orang kecil sudah bingung. Terompet : Terompet... (Back sound) Suara kendaraan lewat satu-satu. Tk. membunyikan terompet dilarang. Terompet : Tidak bisa dong! Saya kan orang dagang. Merasa terganggu.. Aku lupa.. : Kamu nggak marah kan? Mario menggeleng.. Terompet : Terompet. Nanti kalau saya terus-terusan dihalangi saya cari makan untuk mereka di mana lagi? Jadi maling ayam? Jualan dilarang. Mario menatap Penjual terompet pergi.. suara kenek angkot. Tapi Penjual Terompet akhirnya mengalah juga. saya selalu diusir sana-sini. Hening. Kalau saya tidak membunyikan terompet.. Pedagang terompet muncul sesekali menjajakan dagangan. Diam..(toet) Terompet. (toet.. Rayani : Biar aku bicara. Pergi sambil terus menggerutu.. Bunyi terompet panjang. : Apa? : Ini hari apa? : (tertawa) Sabtu! Malam minggu. toet. 100.. Tk... (toet. Rayani : Nggak perlu minta maaflah. Bicara berbisik di telinga. Mario 95.. Berhenti tidak jauh dari mereka. Tk. (toet. Nah. Mario : Jangan pergi dulu! : Ada apa? Oh. Mario melambaikan tangan tanda perpisahan pada Rayani. taman ini bakalan ramai bukan main kan? Kembali teriakan penjual terompet. tersenyum.(toet) Terompet. toet) Terompet...) Rayani menarik napas dalam.. Kamu mau kita kenalan? Perkenalkan. Penjual Terompet mendengarkan.

Air mata tidak bisa mengobati kegagalan kan? Aku mau buktikan pada mereka bahwa aku serius. (Kepada Rayani) Aku ada keperluan. aku memang terus-terusan gagal... Mario : Aku paham! Rayani menarik napas dalam untuk menghentikan tangis. Aku Cuma mau Mama tahu kalau aku sudah berusaha.. kenapa aku sekarang bisa menangis. Rayani tak membalas. Aku nggak perlu peerhatian macam itu.. Mario pergi. Suara dering hand phone.. tapi aku menangis bukan karena aku bicara kegagagalan tadi. Mario : Sabar. 102. Sudah.. Plong. Mario 107. Mama malah suruh aku menangis. Rayani bingung.. Mario : Katanya nggak mau menangis? Rayani menggeleng. 106.Mengulurkan tangan. Marah. Mario : Hallo. kalau aku sudah bekerja sebaik-baiknya. 104. Oke. Menutup wajah dengan kedua tapak tangan.. 110.... Papa tersenyum mengejekku. Rayani mengambil tissu dari hand bag. 154 . Rayani : Setuju! Memang itu caranya! Mau? (Menawarkan kacang rebus. Sampai besok....... 109.. Aku tidak mau mereka melihatku menangis karena itu. menangis.. 111. tangisnya tambah pecah.. sudah. Bagaimana bisa membuktikan. Aku.. Aku gagal... Aku tahu Mama menyuruh aku menangis supaya perasaanku bisa lega..) Ah. mengusap air matanya. Rayani : (berteriak) Kaca mata kamu.) : Tapi aku nggak tahu caranya. 108.. 103.. man! Tidak mampu.. TAMAN (Ligting fade in – suasana senja) Di bangku yang sama. Rayani : Aku nggak tahu. Mario mengambil hand phone.. Mario : Eee.. Tiba-tiba Rayani gemes sendiri. dia memang nggak pernah setuju aku ikut kegiatan percuma dan buang-buang waktu seperti ini... 105.! Di mana? Sekarang? Oke.. Mario menepuk tangan.... Rayani memberi isyarat dengan tangan agar Mario berhenti bicara. Semoga berhasil! Mario bergegas pergi..... 112.. Rayani : Aku mengadu ke mama. Tapi sumpah. (Kehabisan kata. tapi aku tidak menyerah.... Mario : (tertawa) Semua pekerjaan punya resiko.

Rayani : Rudi Sudjarwo lebih menantang barangkali! 155 . Rayani : Aku seperti badut yang terlepas dan dibiarkan berkeliaran. membentangkan selebar-lebarnya.. Rayani 125. Berdoa sambil berusaha. Rayani : Aku terus merajut jaring. Kalau urusan selera. Rayani 115... : Yakin waktunya akan datang? : Yang penting jangan terlalu berserah pada nasib! : Salut buat semangatmu... Mario 130. : Itu hidupku! Aku pikir.. Ah. Mario 124. Masa nggak ada satu pun yang nyangkut?! 133. gitu dong! Kalau keinginan dicampur sama semangat dan usaha . : (Semangat) Ya! : Mau? : (senang) Kacang rebus! : Dari tadi juga kacang rebus. semut pun bisa memindahkan gunung. Mario 116. Rayani 117. : Apa? : Justru malah baik. Mario : (menghapus air mata) Tadi kamu bukan mau bicarakan itu kan? : (mengangguk) Ya.. Mario : (membuang napas) Hah! : (membuang napas) Hah! Maju terus pantang menyerah! Kalau sudah bertemu untungnya kali aja kamu main peran utama di filmnya Garin. Kamu bagaimana sih? Ambil! (Rayani mengambil beberapa butir.. 122.. 120. Jalan masih panjang. Mario 128. Masih sangat panjang.113. 118. Aryani 131. Rayani 135. Mario : Nah. pelan) Menangis kalau harus menangis.. Rayani 121. Jadi menangis adalah manusiawi dan berguna. : Hanya masalah selera. 134.. 132. Rayani 119. kita nggak bisa percaya atau nggak percaya... Mario : Di usia seperti kita. : Apa yang baik? Menangis? : (mengangguk ragu... Gagal di usia seperti kita justru lebih baik. Mario 126.. Rayani 127. Rayani 129. aku harus terus. Mario : Aku masih belum percaya kalau aku gagal lagi.. 136..) Masih banyak kesempatan. Keluar masuk studio dengan wajah coreng-moreng. 123. mengangguk. Ada yang bilang jumlah air mata saat kita sedih berbanding seimbang dengan air mata saat kita bahagia.. aku terus berharap. Mario 114.. Mario : Jangan taruh harapan di tempat yang tidak nyata..

145. Mereka tidak mendidik kita bekerja membuat tangga ke langit. Tetapi mereka mengajak kita terbang ke masa lalu melihat kejayaan nenek moyang. Rayani : Kita di atas gedung tinggi.. Mereka memberi tahu kaki kita menginjak bumi. Rayani 141. Sekolah jadi tempat legitimasi formal pendidikan yang semu. Rayani : Sekolah tidak dapat membuatku yakin bisa menggantungkan harapan. Ilmu pengetahuan nggak selalu bersarang di sekolah kan? 143. warna tanah telah berubah karena waktu. : Nggak tahu. Mario 140. 142. Mario : Semua bidang memerlukan orang yang cerdas. Mario : Apa adanya sajalah. Mereka menggembar-gemborkan orang lain yang sudah membuat tangga kecil menuju kesana. belajar cara menggunakan hati nurani dikesampingkan... 137. Kerja pikiran dan respon manusia kan terbatas oleh keadaan. : Sekolah adalah rumah ilmu pengetahuan. Jangan ambisius dong! Ambisi malah akan menjatuhkan kita. Artis juga perlu punya pikiran intelektual. 150. 156 . 146.Diam. Rayani : Terus mau belajar di mana? : Sekolah banyak ngajarin bagaimana menggunakan pikiran. Mario : (tertawa) Kalau mau begitu kamu ikut latihan yoga aja. Mario : Sial! Aku nggak paham bahasa kamu! Ngomong yang lain aja! Rayani membolak-balik lembar-lembar skenario.. Nggak tahu mau ngapain. 151. Lulus sekolah kita malah gagap.. tahu? : Mereka hanya tahu aku kepala batu.. 147. 148. Mario 144. Hanya diberi tahu. Mario 138. Ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk bisa survive di mana saja.. Hari gini masih bicara hati nurani? Lagian sekolah nggak akan cukup menampung semua material itu. diberitahu betapa tingginya langit. 149. Rayani 139.. : Kok gitu? Bokap-nyokap.. setelah itu takut menginjak tanah.. Rayani : Sekolah tidak pernah menampung. Mengajarkan cara memperhatikan dan mengagumi tangga itu. Mereka tahu apa yang harus mereka beri dan apa yang harus mereka simpan untuk suatu saat. Mario : Sekolah kamu bagaimana? Sudah banyak mangkir pasti. Rayani : Aku nggak pernah yakin bisa mendapatkan itu di sekolah. tapi membiarkan dia bercecer di luaran.

Mario 166. bisa nari. (Terpekik) Aku suka bintang! 169. Rayani 161. Ke kanan. marah. Aku perempuan yang dipuji perempuan. Rayani 165. (Tersenyum pahit.) Selalu jadi figuran.. Mario 170. Mario 156. kalau senja turun. Multi talent. Nggak ada yang berhasil mulus. Keduanya punya resiko. Mario : Kalau kamu? : Apa? : Kok nggak pulang? 157 .. pernah merasa kesulitan juga. amit-amit! : Mereka sama dengan kamu. Kemana-mana kita akan bertemu dua jalan. Rayani 163. Rayani : Huh! Padahal tesnya hanya begitu-begitu saja! Adegan senang. Kalau awal-awal ikut. 168. Hidungku nggak terlalu ke dalam kan? Tinggi sama berat badanku pas kan? Proposional? Apa dari aku yang kelihatan kurang? 155. lalu menangis. atau ke kiri. Rayani : (tertawa) Kok jadi hilang harapan begitu? : Kesel sendiri aku! Apa harus pacaran sama casting produsernya dulu untuk jadi peran utama? 157. : Sudah hampir gelap. Mario : Aku sabar! : (menyelidik) Masa? : (bangun memperhatikan bintang) Bisa! Aku yakin ada saatnya.. Kamu jadi nggak kaget! 154. Kamu nggak ingin pulang? : Di rumah juga tak ada siapa-siapa. Masalahnya kamu bisa sabar atau tidak? 162. Rayani : Aku kurang apa ya? Kurang cantik? Aku bisa nyanyi.. : Ada yang bilang beberapa orang memilih jalan tol.. Mario 164. Rayani 167. Mario : Akan jadi sempurna buat pengalaman hidupmu kalau tiba-tiba keburuntungan itu datang. Rayani : Huss! Jangan bicara sembarang. Kuhitung sudah sembilan kali aku ikut casting film... Mario 160. Aku menarik... Mario : Kamu mau cara mereka? : Aku? Pakai cara itu? Ih. Tidur sama orang-orang itu? 159. Casting iklan.152. : Ada saatnya. Rayani : (menunjuk langit) Lihat bintang itu.. Mario 158. Kok kamu yang tanya? Harusnya aku. macam-macam.. Seperti apa cahayanya nanti. Lama-lama aku bisa lumutan di studio casting. tidak lulus nggak apa-apa.. nyanyi.. Aku sudah lelah jadi anak bawang terus. Rayani 171. Nggak pernah terpilih yang utama.. 153.

178. Mario 180. Dia aktris. Rayani : Rumahku membuat aku jadi penganggur.. ya.. Rayani : Apa kubilang! : Boleh aku tanya? 158 . Banyak kenalannya orang-orang film.) Keinginannya banyak.. : Pulang. Cita-citanya sama dengan kamu. Pertemuan kami unik. Nggak apa-apa. Kayaknya Linda bakal nyenengin. : Besok di sini? : Entah.. Ini buku panduan akting. Terima kasih... Tapi setelah lama kami tegur-teguran.. Mario 174.. Mengeluarkan tumpukan buku. Rayani : (Sedih.. Thanks. Pencari bakat. Lantaran dia pikir aku sudah punya manajer.. Mario 186. Setelah itu kami selalu bersama.... Aku yakin buku-buku ini akan banyak membantu kamu. Namanya Linda. Rayani : Aku minta kamu rawat buku itu baik-baik.. Mario : Teman. Ceritanya kapan-kapan. : Baiklah. : Kenapa? : Kalau aku cerita sekarang waktunya nggak bakal cukup. Rayani 175. Rayani : Dia sudah nggak perlu lagi sama buku-buku ini? Kenapa? Padahal buku-buku ini bagus loh! 179. Aku duluan.. Linda hebat loh. : (Sadar) Oh. Nggak ada yang bisa dikerjakan. Mario 184. Jujur! Aku mulai senang suasana taman ini. Aku dan dia sahabatan. (Membuka tas. (Tertawa. Mario 188. yuk! : Aku masih ingin di sini. Wah jadi nggak repot-repot cari lagi dong.... juga talentscout. Tapi enggan menegurku duluan.. aku cari kemana-mana nggak ada. Rayani 181.. 173. Sebenarnya setiap kali aku ikut casting kami bertemu. ya? Aku minta Maaf! 183. Sebentar.. ya.. (Ke Mario. Rayani : Oh? Buatku? (Mario mengangguk) Beneran nih buatku? Kamu nggak nyesel? Aku sudah lama cari buku-buku ini. Aku ingin jadi bintang itu! Oh..172. 187.) Dia sudah pergi. Sumpah.. Linda bilang dari dulu dia tertarik bakatku. Mario : Aku harus mengenalnya. Semua punya kamu? Dapat darimana? 177.. 176.. itu bintang pahlawan! Terus bersinar ketika yang lain redup. Menyodorkan ke Rayani) Buat kamu... Aku harus bertemu seseorang. (menunjuk bintang) Bintang itu pasti paling terang. Rayani 185. Mario 182. Tadi dia begitu antusias mau mengorbitkan aku.) Nanti kukenalkan kau pada sahabatku.

) Suasana inilah yang semua orang cari. Nini akan tetap mencintai Abah. Rayani keluar. Mario diam. Perasaaku bergetar bagai mojang pertama kali kenal cinta (Tertawa. Mario 196. Rayani 193. 198. Rayani : Aku duluan.) Bunyi dan suara begitu harmoni di telinga.) : Nggak ada pertanyaan lagi? : (menggeleng) Nggak ada apa-apa lagi dipikiranku. Nini dengar. Musik seruling atau kecapi dari Sunda. 197. 199. Ah.. Nini. Mario 192. kamu kemari hanya untuk kacang rebus? : Awalnya iya. Saat seperti membuat pikiranku segar dan merasa menjadi muda kembali. Nini.189. Rayani : Boleh. Betapa indahnya dunia jika suasananya damai seperti ini. RUMAH ABAH (Lighting fade in – Suasana sore) Set tempat Abah dan Nini bisa hanya sebuah balai panjang dan sebuah meja tempat kendi air munum dan perkakas seperti piring dan gelas. Mario sendiri. : (mengangguk-angguk. Mereka seolah berbisik menghipnotis sadar.. Rayani 195. mengerti) Oh! Baik lah! (Pergi. Mario 194. Rayani 191. Mario 190. setelahnya? : Itu pertanyaanmu. bukan pertanyaanku.. betapa pandai dalam bekerjasamanya alam. burung-burung kecil itu bernyanyi menggodaku? Abah sudah sangat mengantuk. Nini : (tertawa) Terima kasih. Meletakkan kepala di paha Nini yang merajut anyaman bambu. Tetapi tanpa sebuah lagu pun untuk Nini. Tapi tidak ingin tertidur. menciptakan harmoni untuk menghantar waktu istirahatku. : Masa? Kamu nggak tanya apa itu. aku akan membuat karangan lagu untuk Nini. Abah. Abah : Aduh. Mungkin jika aku masih muda. dan suara burung bernyanyi ikut mengiringi.. Abah sedang rebahan di tengah balai. Nini. Abah tak mau kehilangan suasana indah ini bersama Nini. setelah itu tidak lagi.. : Sungguh nih. Angin sejuk tenang membuai pepohonan. (Nini tersenyum. Bunyi air jatuh di kucuran. 159 ..

Nini rela hidup bersama Abah dalam suka dan duka. Linda 212.. Banyak saya dengar cerita kehebatan Abah. Itu menyalahi kodrat. Muncul Linda. Nini. Linda : Kenapa Nini selalu menghalangi saya? Setiap kali saya datang Abah seolah enggan menemui saya? 219.. 208. Abah : Tanpa sebuah lagu pun? : Tanpa sebuah lagu pun. Nini 204. Nini : Sudah. Nini tidak pernah angkuh ketika berpunya. 220. : Sebentar saja. Abah sudah mendengkur. jangan ganggu Abah. Anak meminta Abah merubah wajah Anak. 206.. Nini 215. ya? : Abah boleh sangsi! : Oh tidak. 213. Nini akan senantiasa di samping Abah. Linda duduk di tepi balai. Kamu sudah pernah ke sini. Nini tidak pernah putus asa ketika hidup menderita. : Nini bisa bangunkan Abah? : (berbisik) Maaf. Linda : Saya ingin bicara sama Abah. Abah tidur lah. tidak! Abah tidak pernah sangsi pada Nini. : Kenapa Abah tidak Nini bangunkan? : Abah baru beristirahat. Sebentar. : Kalau begitu Nini minta maaf sekali lagi. Abah orang sakti kan? 160 . Nini 209. : Oh. Nini masih ingat. Linda 214. Nini tidak tega bangunkan bayi yang sedang lelah ini.200. Nini membelai rambut Abah. Meminta yang macam-macam pada Abah. Bicaralah pada Nini.. Lihat! Tidurnya nyenyak sekali. Abah tidak akan melakukan itu. Abah tahu! Abah begitu mengagumi kesetiaan Nini. Nini 217. Linda 216. 205. Nini menggeleng. Abah. Abah mengangguk dalam setengah tidurnya... Nini tak pernah mengeluh menemani Abah yang lumpuh. Abah 201. Linda 207. Di sisi kaki Abah. 218. Nini : Bukan Abah tidak ingin menemuimu. Linda 210. lalu melanjutkan kerja anyamannya.. Nini : Sampurasun! : Silahkan duduk. Nini : Anak ada perlu apa? : Nini masih ingat saya? : Oh. Nini 202.. Nini 211.. Linda : Saya tahu sesungguhnya Abah bisa membantu saya. Abah 203. Nak.

.. 228. Nak. (Melihat Nini.. Nini : Maaf. Jimat yang pernah diberikan Abah tidak dapat menenangkan hati saya. 225. Nini diam. Kalian memang hancur.. Linda : Tolong saya. Anak tak perlu terus sembunyi.. 227. Nini : Nini minta maaf. Linda mengguncang-guncangkan tubuh Abah. Abah tidak memicingkan mata sedikit pun.. Tolong saya. Nini tidak bisa membantu anak. Kami tidak pernah meminta atau menerima balasan jasa dari orang yang kami bantu karena Nini dan Abah memang tidak memerlukan itu semua. Nini. Nini 222. Linda : Kalian ingin aku menderita. Tolong bangunkan Abah untuk saya... Nini : Kamu sudah keterlaluan...) Ah. Abah : Ah. 233. Linda : Apa salah saya. Nak. Nini 224. nikmat sekali tidur yang hanya sebentar ini. telah mengganggu tidur Abah. Tapi Abah juga manusia. Nini! Saya tahu Abah bisa menolong. 226.221. Tolong. Apa yang dilakukan terbatas kekuatannya. 229. Linda : (emosional) Saya ketakutan. Membantu sekuat hati. ingin aku Linda berjalan mundur tertatih keluar panggung. Kamu harus pergi.. 230. Nini..... : Jadi menurut Nini. 232. Itulah cara untuk mengembalikan wajah anak.. pikiran dan tenaga. Linda 223. 231.. Linda : Saya akan menunggu sampai Abah bangun. saya tamu yang tidak diinginkan Abah? : Bukan! Tapi Anak bertujuan ke tempat yang salah. Anak harus mengaku salah.. Nini. Alam ciptaan-Nya sudah memberikan semua tanpa Nini dan Abah minta dari manusia. kenapa menangis? 234. 161 .. Nini menggeleng. Nini : (menggeleng) Abah tidak pernah memilih untuk membantu siapa saja. Linda : Abah manusia. Nini menangis. : Nini. Nini? Nini menggeleng. Abah memang tidak mau membantu saya? Kenapa? Berapa saja uang yang kalian minta akan saya turuti.. Nini menggeleng. tinggalkan kami. Saya merasa ada seseorang yang membuntuti saya setiap saat.

aku tetap seekor srigala...... Atok sang pelatih tampak serius memperhatikan teman-temannya berlatih olah tubuh.. 236. Mario : (membaca selembar surat) Penat? Aku tidak kalah oleh penat.. Abah : (menghapus air mata di pipi Nini) Tidak. aku tak ada di sampingmu.. tapi berkualitas... Berhentilah menangis.. Lelah? Aku tak takluk karena lelah. Untuk apa mengakhiri hidup sekonyol itu? Aku masih mencintaimu Parwita.. Aku bukan pengecut! Akan kubuktikan cinta yang kau sangsikan. Abah memang sudah waktunya bangun. Parwita... Penuh dendam.. Oh... Suasana taman yang temaram sesekali menjadi terang sesaaat terbias cahaya Kilat yang menggelegar di angkasa. 237.235. hingga bara yang kau sulut di dadaku dapat kuberikan untuknya. Abah mengambil jemari Nini. namun begitu menyejukkan. TAMAN Malam turun hujan. Linda menarik lengan Rayani setengah berlari ke arah Atok. Lihat! Aku masih tetap di sini! Akan tetap di sini. Isi surat terakhir sebelum kematianmu penuh dendam.. Aku menunggu saat bulan bulat penuh. Bau darah. Jika bara di dada belum tersiram oleh darah. Linda : Mas atok. Ada sebuah bintang yang tak pernah redup sinarnya menyinari Abah. Mario duduk sendiri di bangku taman. tolong saya dong! 162 .. Abah tadi bermimpi tentang malam yang gelap... Tidur Abah sedikit. Bunyi angin menggoyang dedaunan. Mas Atok. (Menangis. Aku menunggu saat itu. Bintang itu tidak begitu terang. bau kematian orang lain yang membuat hidupmu pendek. Karena ketika kau membutuhkan aku.. Aku masih.) TANAH LAPANG (Lighting fade in – suasana malam) Beberapa pemuda sedang berlatih drama... Tapi Abah bahagia. Ni. dan bintang berpaling muka karena redup sinarnya. tidak. Aku tahu kau sedang memandang marah kepadaku....

Item 250.. Linda 258.Latihan olah tubuh buyar. Peserta latihan bangun menghampiri Linda. Tahu sinetron Keluarga Cemara? 259.) Tidak ada apa-apa. Item melirik genit ke Rayani.. : Oh. Dia penulis naskah-naskah realis. : (kepada Atok) Rayani. Atok 249. : Marjuki. Rayani! Halah. Rayani 254. 248. Linda 264. Atok 239.) Ada perlu sama Kak Atok. 241. yuk! Peserta latihan pergi sambil menggerutu. Lin. Linda : Ada apa? : Iya.) 256. ya? : (tertawa) Bukan. Linda : Sorry! Ada perlu apa? : Ngomong-ngomong kenalin dulu dong temannya. Biasa dipanggil Item. : Atok. 251. 163 . iya lupa. Dia yang tulis skenarionya? : (mengangguk) Terus? : Apa? : Terus apa hubungannya dengan saya? : (tersipu) Oh. tahu! Pantas sinetronnya laku.. kok. Memangnya kita anak ayam? Kok diurus? : Latihan lagi. Linda 260.. Tahu sih. Ada apa? Anak-anak kampung sebelah mengamuk lagi? : (Tersipu sendiri. Pemuda 1 243. Rayani 252. Item : Oh. Atok : Sialan! Gua kira ada yang mau ngajak ribut! : Si Item basi banget! : Iya. Kalian punya masalah? Kami siap bantu kok. (Kepada Atok. Pemuda 2 244.. Atok 257. : Ngomong aja. 246. dia lari paling dulu! : Wah.) Kak Atok kenal penulis naskah ini? (Atok membaca halaman depan skenario. Linda : (Menyodorkan naskah. Atok : Arswendo Atmowiloto. : Aku lihat waktu yang lain berantem. Pemuda 3 : Ah. Padahal waktu ribut-ribut kemarin kakinya gemetaran. Item 242. 238. kalau begitu kalian lanjutkan latihan aja lagi! Biar mereka kuurus. 255. kenalan sendiri aja deh biar lebih enakan. Linda 262. Pemudi 1 245. jadi mau malu ngomongnya. Tulisantulisannya dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Suasana langsung ramai. Atok : (memperkenalkan diri) Rayani. Memang kenapa? : Dia yang tulis naskah sinetron Angling Darma. Kak Atok bisa aja. Item 253. Atok 263.. Item 240.. Linda 247. Atok 261.

Apa coba? Nggak nyambung bangetkan? Kalau alasan lain saya tidak tahu kenapa. ah.) Tidak tahu kenapa. Iya. ya? Dia bintang lawas banget kan? Linda sih dibilang begitu masabodoh saja. Linda : Ah. ya? Film itu garapan sutradara. (Merogoh tas. Kak Atok sama Item jangan bilang-bilang ke orang lain dulu ya.) Sebenarnya saya diminta mempelajari naskah ini. kok saya dibilang mirip Yati Oktavia. Di mana saya taruh. Atok 269. Rencananya sebentar lagi naskah ini diproduksi. (Menyodorkan naskah. padahal wajah kami tidak ada miripnya sama sekali kan? Mungkin dari body kali. Atok 267. Linda : Oh. Linda : Syumanjaya. ya? Soalnya banyak sair-sair bermutu di cerita itu. Item : Latihan akting memang seperti itu.) Ketinggalan di tas satunya. Saya diajar akting film dong. Akting begituan loh yang paling sulit. Dasar pikun! 268. Padahal tadi sudah saya catat di tissu loh. Itu kan latihan akting teater. 164 . kan? Ngomong-ngomong Kak Atok pernan nonton film Yang Muda Yang Bercerita? 266. kok bisa lupa namanya. Linda : Yang Muda yang bercinta. Capek-capekin aja.. maksudmu? : Oh. (Meletakkan telunjuk di bibir. saya tidak mau latihan begitu. judul aslinya Yang Muda Yang Bercinta. Atok 273. : Ah. Saya mau kasih surprise ke orang-orang kampung! Biar mereka tahu sendiri kalau saya bintangnya. kalau saya dapat peran utama ini.. aktris-aktris yang dapat piala citra. Eee.. Katanya saya mirip Yati Oktavia waktu masih muda loh.) Ssstt. (Pause. Linda.. Atok 271. 275. Kak Atok. yang penting dikasih kesempatan untuk jadi bintang filmnya. Syumanjaya. Jadi penasaran. Saya mau latihan cara mengeluarkan air mata yang banyak. kalau mau belajar. Itu film puisi kan? Saya mau cari vcdnya ah. Tiba-tiba tertawa. Buat apa tanya-tanya ke orang yang punya niat baik sama kita. kapan ada waktu ajarin saya akting? 270. : Joged-joged kayak orang gatel begitu? : Itu bukan joged-joged. 272. Makanya. Sutradaranya bilang saya paling cocok jadi peran utamanya. langsung gabung latihan sama kami. Linda 274. siapa itu? Aduh. iya. tapi latihan olah tubuh.. Gunanya supaya tubuh kita fleksibel dan tidak kaku. Linda : Iya deh saya mengaku. Kata sutradara saya itu film bagus. : Hah? Latihan kayak begitu? Nggak mau. ya.265.

kalau saya suka sekali memainkan peran yang beruraian air mata. Antigone adalah nama tokoh utama perempuan di naskah ini. Linda : Aku pikir-pikir dulu. Item : Kak Atok mau latihan.. Sayang saya tidak ada waktu! 293. dan Antigone. 280. ya? 291. tapi Rayani! (Kepada Rayani lagi. 292. Item 294. Item 288. Linda : Bukan kamu. Atok 282. Item 285. cerita tragedi? Ceritanya bisa bikin penonton menangis kan? Tadi saya sudah bilang Kak Atok. Linda 289. Ini cerita tragedi Yunani. 277.) Ayolah! Mau kan? : Ih. Saya mau pemanasan sendiri dulu. (Kepada Rayani. Kalau ngajarin akting saja. : Sangat mau! (Kepada Rayani) Biar aku yang putuskan! Rayani terkejut. Item : (menghampiri) Latihan pemanasannya sudah selesai.) Maaf ya. ya? Terus kapan waktu buat saya? : Tenang Lin. Item : Rayani? : Cewek teman Linda itu! Lihat karakter wajahnya. : (kepada Rayani) Kamu mau ikut proses? : (terkejut) Saya? : Bang Item mau ajak Rayani main teater? : (kepada Rayani) Mau tidak? : Main naskah apa dulu dong? Terus perannya apa? : Antigone! : Antigone? Wah. Aryani 296. nama yang bagus sekali! Itu nama apa? Kayaknya nama kota di Perancis . 283. Aryani 286. Item 290. Atok 284. buat Item hal kecil. Tok! Break! Break! Habis istirahat kita masuk adegan. Oedhipus Di Kolonus.. Item : (berbisik kepada Atok) Kita kan kekurangan pemain. Linda 287. Linda : Oh. Item : Kamu mau menerima tantangan ini? 165 . ngobrolnya kita lanjutkan nanti. Linda 295. Apalagi jadi peran utamanya. Item : Bukan! Ini nama tokoh dari cerita trilogi Sophocles. Oedhipus Sang Raja.piala vidia atau oscar biasanya meranin tokoh yang berlinangan air mata kan? Beberapa peserta latihan bubar untuk istirahat. Bagaimana kalau kita ajak Rayani main? 281. 276. Item maksa-maksa! : Saya. Linda 279.. Item masih stand bye untuk membantu kamu. Tok! Pas sekali kan dengan yang kita ingin untuk naskah ini. 278.. 297. Atok : Oke.

Linda 309. : (menarik lengan Item) Item! Kita harus bicara dulu sama anakanak! 302. Linda : Tapi. tapi di cerita Antigone ini tidak ada adegan pornonya kan? 299. Item : Tidak ada kok. Atok pergi. Bye.. Atok : Ya sudah.. Linda : Oh. ya.. mau. Lagipula yang ikut latihan sudah sering mengeluh. Item 312... : Oh. Waktumu aku yang atur..) Perhatian! Perhatian! Grup sudah mendapat orang yang cocok untuk Antigone! (Seperti MC di pagelaran tinju) Perkenalkan.. : Bye. Apa perlu saya ulang? Mau. Item : Bye.. : Tidak apa-apa. Linda 313. Linda : Kan saya sudah bilang mau. Atok 304. Sampai ketemu lagi Bang Item. Aryani 306. kok! 307. 166 . memberi isyarat pada peserta latihan membuat lingkaran. Item : Maksudku bukan itu.. kapan tokoh Antigone muncul dalam latihan. (Kepada peserta latihan.) Baca saja dulu naskahnya! 300. : Iya saja. Sumpah! (Menyodorkan naskah. Kak Atok! Bye semua! Atok mengangguk. Item senyum-senyum genit. Kalau begitu saya pergi dulu. Linda 315. Bingung! Terus-terusan koor. 305. : Bye. 308. Rayani 301. Item 314. Item : Tenang. : Bye. Aryani! Peserta latihan bingung. Atok : (menarik lengan Linda) Sebentar. terima kasih Bang Item. Aku paham. Besok aku ke kostmu untuk kasih jadwal latihannya. Anak-anak.. Item : Tapi dia tidak bisa ikut latihan hari ini. tidak ada. Mendengar koor mereka terus bikin kepala pusing! 303. 310. Masa mereka latihan koor terus. Tok! Anak-anak biar aku urus. (Kepada Atok) Aryani setuju.298. aku paham. Lin. : Bye. mau! Sekarang sudah yakin? Eh.. Nanti kalau kebanyakan koor mereka seperti para wakil rakyat kita di senayan sana.. 311. Linda dan Rayani hilang di tikungan. Sudah ditunggu untuk latihan di studio.

Pemuda 1 139. 317.. biar kita tahu kemampuan beraktingnya. Item 365. Jangan ngomongnya kayak orang mau berak! 349. 167 . 343.. Pemuda 3 368. Pemudi 1 345. bagaimana? 364. bagaimana nih? : Aku pikir-pikir dulu. : Kenapa? : Nggak setuju aja! : Gua nggak mau dengar gerutuan nggak jelas. gua dengerin. Kalian pernah bilang untuk cari partner main kan? Kalian perlu Antigone cepat-cepat dimunculkan.. Ke laut aja luh! Kalau mau ngomong. : Mudah. : Bergaya apanya? : Ngasih peran ke orang lain kok tidak bicara dulu sama kita-kita? : Tanggung jawab. Tem. Item 347. tenang. Kalau nanti ternyata baca dialog bisanya aa. : Aku nggak setuju dia jadi Antigone! : Aku juga. Item 361. mudah. : Nggak perdulilah siapa yang jadi Antigone. : Nah. Pemuda 1 346. Sedang mereka lihat latihan olah tubuh saja kelihatan jijik begitu. Item 369. Pemuda 4 : Aku boleh mencalonkan diri jadi Antigone? : Jangan Noni.. Atok : (memanggil) Item! Item berlari menghampiri. Tem! : Tenang. cool man! Aku paham kegelisahan kalian. ngomong yang jelas. Item 318..316. Pemuda 4 : Cara bagaimana yang benar? : Harusnya dia dikasting dulu. Item : Ada apa. uu.. Pemuda 2 348. Pemuda 2 341. Tunggang-tunggingan. kepalamu! Kita sudah latihan berbulan-bulan. 362. Perempuan 2 360. Koor 367. soal itu mudah. Tok? : Bergaya luh.. Perempuan 1 : Kok aku nggak pernah dikasting jadi Antigone? Tiba-tiba orang yang nggak jelas dari mana datangnya ditawarin! 359. ii. kamu sudah cocok jadi Ismene. Tem. Pemuda 3 : Alah. Atok : Betul. Pemuda 3 344. tapi cara kamu salah.. Apa bisa diandalkan? 366. Tok. Item 340.. Atok 342. Item 363.. Item : Tapi bukan begitu caranya. Betul! : Pokoknya aku tidak setuju kalau dia jadi Antigone.

apa-apa pikir-pikir terus. Eby.. Eby : Siiip! : Konsentrasi. Ra. Biar ada uang masuk buat grup. Kambing juga kamu.370. 379. Lin. Aku ingin kau ikut latihan bersama mereka. Atok : (Bangun. Berdebat. Lin? 168 . kamu. Atok : Baik. dibisnisin. Ini perlu pertunjukan dibisnisin. 373. Nanti jadi sufi. Malah maunya aku malah taruh pemain bintang dipertunjukan kita.) Terima kasih. Ayo mainkan musiknya. Musik on. kamu Tok. baik. 381. Ra. Rayani 380. Kita bisa jual tiket masuk. Masa padamu negeri terus. Khorus siap? Koor membentuk komposisi. Jika sudah saatnya kamu berhenti. Rayani : Kan bisa dipikir-pikir dulu. Tapi kamu langsung mengiyakan. 374. Perlu waktu banyak untuk ikut kegiatan itu! 378. 372. Koor 375. Linda : Itulah maksudku. Biar pertunjukan bisa dijual. Emas harus dipoles oleh tukang emas. Atau pengganti uang transport. Kamu tak perlu ikut naik panggung. Tok. Menari. kamu berhenti! Kamu perlu alasan ke mereka? Tenang! Biar aku urus. adegan khorus masuk. Kita harus test kemampuannya dulu untuk menjadi Antigone. hanya ikut latihan. Semua pemain siap pada posisinya masing-masing. Aku akan terus memperhatikan kemajuan kamu. musik siap? : Siap. Masa capek-capek latihan kalian tidak dapat apa-apa. Paling nggak dapat uang lelah dong biar sedikit. Semua memang sudah dalam rencanaku.. Kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan kamu di sana. Tem! Latihan. man. : Santai. Susah pikiran! Setidak-tidaknya kamu hargai aku dong yang sudah tenar masih mau capek-capek mengurus grup sandiwara kamu. Item : Terserah kalianlah. ya. Aku setuju pendapat teman-teman. 377.. TAMAN (lighting fade in – Suasana malam) Bulan di pucuk daun. Item : Alah. Rayani : Kamu mau bikin aku gila. Rayani dan Linda masuk. yuk! Kita mulai dari ode pertama. strophe 1.. Tem. Atok 376. Tok! 371. Linda : Tapi aku tidak bisa bagi. Semua khorus bernyanyi.

(OS) Mario : (marah) Rio! Apa-apan sih kamu? : Permintaannya di luar batas.) Perkenalkan. (OS)Rayani 390. (OS) Sutradara : Hei. 391. mengambil HP. bukan.. sebentar. (berbisik.) Dia cantik. 384. lepasin! Bangsat ini ngacau terus kerjanya! : Tenang semua! Tenang! Ada berapa orang sutradara di sini? Ayo jawab! Gua barusan tanya. Linda berjalan menjauh. namaku Mario. 388.. Ton! 393.. Tangan Rayani merogoh tas Linda. kalian! Apa kabar? (Pada Rayani. Pusing! Gua minta minuman. Rayani mengangguk. Linda pergi.Suara dering HP Linda. STUDIO CASTING (Fade in – suasana pagi) Seseorang sedang mengepel lantai..) Aku pikir kamu sudah melupakan taman ini.. Ekor matanya melirik ke dalam tas.. 383. Mario 386. Menutup tas. Rayani cepat-cepat memasukkan senjata itu ke tas Linda. Linda 387. : Oh? : Aku harus pergi. Wajahnya terkejut. Bang! 169 . tau nggak? Tukang Pel mencuri dengar.. Bicara dengan orang di seberang.) Oh. (OS) Linda 392. : Mau kemana? Linda. Bulan terlihat lebih lebar senyumnya dari sini. 389. Apa kita pernah bertemu? (Linda menggeleng.. Mario : Hey.. (OS) Anton : Iya.. Kok pada diam? Kuda Nil kalian semua! Siapa saja yang merasa gerah berada di dalam ruang ini lebih baik keluar! Dari pada mengganggu terus! Kepala gua pusing nih. setelah itu kerja lagi. Masih berburu suasana tenang? Masih suka lihat bintang? (Melihat Linda) Oh? Kamu pasti Linda! (Menjabat tangan Linda. 382. Apa kabar? Sebentar.. Mario : Aku sedang tidak enak untuk bercanda. Muncul mario. Rayani menengok ke Linda yang sedang membelakanginya.) Benarkan itu Linda? (Rayani mengangguk. Rayani 385. Linda membuka tas. (Kepada Rayani) Kapan kita ngobrol-ngobrol lagi? Sekarang malam purnama. Barangkali orang yang lain. kau tega melewati purnama? Bahkan Raja Kaligula rela keluar istana hanya untuk mencari bulan. Mengeluarkan sebuah senjata api. Rayani duduk di samping tas Linda yang terbuka. Hallo? . Linda : (pada Rayani) Sebentar. Linda : (Sinis) Aku kenal kamu? (Pada Rayani) Aku harus pergi..

403. (OS) Anton 397. 398. Linda : Ada apa nih? : Kamu bagaimana sih? Kok bikin rusuh? Kok ikut-ikut jawab pertanyaan sutradaranya segala? Sudah untung loh kamu boleh ikut ke dalam ruang kasting. Menggerutu. Hey ikut saya kamu! Pintu terbuka. Mario : (keras) Halah! Tes apa? Ngetes kok pakai cara cabul begitu? 170 . ya! 395. 405..) Rayani hanya ditest. Sudah jelas tadi sutradaranya tertarik. tolong bikinin teh pahit untuk Abang. 402. kamu! Tadinya saya yakin dia akan mengambil Yani sebagai tokoh utama dalam filmnya. kamu itu siapa? Kita butuh mereka untuk Rayani. Kamu pikir di dalam tadi sidang kelas? Pakai ada interupsi segala! (Sedikit keras) Mau apa pakai sok melarang Rayani buka kancing baju? Apa sih ruginya disuruh begitu? (Keras. saya sudah beri isyarat supaya kamu diam? Disuruh diam malah tambah ngaco! Tahu diri dong. Sebenarnya kamu tadi lihat kan.) Pandangan matanya sama ketika dia melihat perempuan-perempuan cantik! Laki-laki mata keranjang! Tukang Pel membawa teh. Mario : (berbisik. Linda : Mana saya tahu! : Saya pikir ada kamu di sampingnya bisa bantu mendorong sutradaranya senang dengan Yani. dia itu sungguh-sungguh mau jadi pemain atau tidak! 407. (OS)Linda : Linda. 396. 406. Mario : Dari mana kamu tahu dia suka Aryani? Pintu terbuka. 394. iya. kamu malah bikin ricuh. Itu pun aku harus bujuk-bujuk assisten sutradaranya. Muncul kepala Anton. Muncul Linda menuntun lengan Mario keluar ruangan. amanin temannya Yani dong! : Iya. Tukang Pel : Oh ya.. tahu? Kamu tidak tahu kan? 400. Linda : Ssst! : (berbisik) Saya tahu kok pandangan orang suka. Saya lihat matanya bersinar waktu lihat Yani. masuk ke dalam.Anton muncul dari balik pintu. Ton! Tukang Pel meninggalkan alat pelnya. Tapi gara-gara kamu semuanya bisa berantakan. Eh ini tidak. Anton : Anjing! Belum ambil gambar aja repotnya sudah begini! Jepri. Terus jadi ill feel gara-gara ulah kamu. Linda : (berbisik) Sok tahu. Mario 399. Hampir menabrak Tukang Pel. Anton 404. Mario 401.

Linda : Kamu pikir saya main-main? 171 . Iya kan? 416. 409. Mario 417. tahu nggak? Linda diam. tetap saja itu pelecehan. Linda 426. : Berniat macam-macam apa? Bukan kamu saja yang di sana. banyak kru lainnya. bicara macam aktivis HAM lagi. Tentu dia akan berpikir seribu kali meminta Rayani sungguh-sungguh membuka kancing baju di depan kita. melemparkan ke wajah Mario. Sekarang saya tahu siapa kamu! Saya tahu kamu sebenarnya tidak ingin Yani jadi bintang. Linda 430. Sok. Mario 429. Rayani harus buka kancing baju? Kalau pun dia tidak sungguh-sungguh. Mario menuju pintu studio. 431. Tukang Pel : Ssst! Linda dan Mario diam. Mario : Alasan apa? : Kamu cemburu kan? Dia sutradara dan lebih tampan dari kamu! : Eh. 415. Linda 418. Linda : Aku tidak mau ada orang berniat macam-macam sama Rayani. 425. 412. 413. Mario 421. Linda : (keras) Kamu ini bodoh apa bego sih? Test kesungguhan tentunya! Jelas-jelas dia minta di depan kamu. mulut kamu lebih berbisa dari mulut ular. 411. saya teriak! : Teriak aja sesuka kamu! Mario memegang handle pintu. Linda 424. Linda 414. berarti sutradaranya kan tidak sungguh-sungguh!. Mario 423. Mario 410. Linda : Alah. Mario : (keras) Aku tidak mau Rayani dilecehkan. Mario : Mau kemana kamu? : Mengajak Yani pergi dari neraka ini! : Ssst! : Persetan denganmu! : Kalau berani masuk. Mario 419. Seseorang melanjutkan pekerjaannya. Tukang Pel 428. Mario 427. Linda 420. 422. Tukang pel keluar dari ruang. Mario : (berbisik) Dilecehkan? Dilecehkan apanya? : (keras) Apa untuk tahu seberapa besar bakatnya. Linda membuka sebelah sepatu. : Taik kucing! Jangan menipu kamu! : Kok dikatakan menipu? : Kenapa tadi kamu terus menghalang-halangi Yani? : Kamu sudah tahu alasannya. Linda : Aku mendukung dia jadi apa saja yang dia inginkan. : Bukan karena alasan lain? Diam.408.

Linda 434. 172 . saya nggak mau ikutikutan. 432. Linda 438.. Satpam 2 mengambil ember.. : Tidak! Aku lebih sekarat. : (takut) Parwita? : Kamu membunuhnya. menyudutkan Linda di dinding. Linda : (hampir hilang napas) Tolong. Anton 448. 442. Kasihan keluarga saya.. Anton 446. Tubuh Linda basah kuyup. : Maaf. Anton dan dua orang satpam masuk. Satpam 1 menyergap Mario. Menarik Mario. Saya hanya tukang pel... Tolong saya dong! Tukang pel ragu-ragu.. Sutradara : Itu sungguhan Mas. Kalau ikut-ikutan saya takut saya sendiri yang susah. Kedua Satpam berhasil Membekuk Mario. Sutradara 447. Bunyi peluit. 443.. 433. Linda 451. Sutradara : Tidak! Dia telah mebuat hidupku berantakan. 445. 435.. merangsek ke arah Linda. : Aku tak kenal Parwita.... Mbak. Linda 436. sungguhan.. Mario 437.Membuka satu sepatunya lagi... Mario 441... : (tertawa) Gua senang akting luh! Tepuk tangan. Linda 440. lepaskan tanganmu! Mario menggeleng. Satpam 1 terjatuh.. Linda : (ke tukang pel) Hey. Ton! Panggil keamanan! 449. Anton di balik pintu setengah terbuka. Mario mencengkram leher Linda... Tukang pel : (tercekik) Cepat tolong.. : (marah) Bangsat! Kamu mau mengingkarinya? : Aku tak kenal Parwita... Linda menjerit-jerit kesal... Mario : Lepaskan. Kepala Sutradara.. Anton : Iya. Mario berontak mendorong Satpam 1. Aku lebih sekarat. Sutradara 452. Sayangnya Satpam 1 sudah lebih dulu berhasil mendorong Mario ke sudut. bukan akting! : (tak percaya) Ah. Mario 439. melemparkan air ke Mario. Ton. Mario tidak dapat menahan emosi. Anton : (menjerit) Ada apa dengan kalian? Hey. masa sungguhan? : (menjerit) Hei.. lepaskan dia! : (panik) Wah benar. Mario 444. Anton keluar... Satpam 2 membantu. : (Marah) Lepaskan tanganmu! Dia sekarat. Bang.. Cepat panggil keamanan.. Dua orang Satpam itu mencoba melerai.. 450. : Ini untuk semua yang pernah kamu lakukan pada Parwita.. Pergi ketakutan meninggalkan pekerjaannya....

. Melemparkan handuk kecil yang menggantung di bahunya 459. Ayo coba lawan saya sini! (Mengeluarkan jurus-jurus pencak silat.453. 173 . 458. Sutradara : (ke Sutradara) Ada yang punya tissu? : (ke dalam ruang) Ada yang punya tissu? Sepi. Satpam 1 : Lepaskan. Linda lunglai. jatuh duduk bersandar tembok. baik! Anton masuk ke dalam studio. Menangis sesunggukan. Satpam 2 : Siap. SEBUAH RUANG 464.. Pria Cangklong : Kapan kau bisa bawa perempuan-perempuan itu? Kau tahu sifat klien-klien kita terhadap orang yang keleleran dan lambat? Mereka sangat cepat seperti bayangan. Sutradara menutup pintu dengan wajah bertanya-tanya. Linda 463.) Tuh kan.. Lelaki 466. Anton 457.. 456... Lelaki : (nada ketakutan) Baik. kan? : (menjerit) Aku tidak apa-apa. Boss. Anton mendekati. Besok harus sudah ada beberapa yang kau bawa kemari! 467. : Kamu tidak apa-apa. Sekali kita lengah kawat tali tiba-tiba melilit di leher. Mario 454. Jangan sampai mereka punya anggapan aku tukang tipu. Boss. kapan? Aku tidak mau tahu. : (mengambil handuk dengan terpaksa) Aku ingin sendiri. Aku hanya ingin sendiri! : Baik. Pria Cangklong : Secepatnya.) Ayo maju! (Tertawa. Bawa dia ke pos! 455.. Anton : (Mengulurkan handuk) Kamu aman sekarang. Anton 462. Pak! Kedua Satpam membawa mario pergi.. Pak! Saya tidak bersalah! : Halah! Sudah jelas-jelas kamu bikin onar kok pakai bilang tidak bersalah! Beraninya lawan perempuan kamu. Sutradara : Pakai handukku aja nih Ton. Linda 461. Saya janji! : Secepatnya-secepatnya. ternyata pengecut dia. Anton 460. 465.

469. Mereka duduk di bangku... Mario : Mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjagamu.. Rio? Kamu tahu betapa tertekannya aku di dalam studio..TAMAN Rayani duduk dengan wajah kusut.. Terlena kehangatan membaca bahasa hati masing-masing... Aku perlu seseorang untuk menghilangkan perasaan itu. 488. : Tak perlu persetujuan mereka.. Saling merangkul. Mario 470. 479. Mario 484. Rayani : Apakah itu penting kuketahui? Kalau memang. Ra.. : Aku memang ambisius. Mario 478... Rio. : Berhenti menyesali diri. Mario 474... Mario 472.. Mario : Ini aku. 480... Merangkul Rayani. 174 . karena aku tidak mengesankan apa-apa kepada mereka. kuatir mereka tidak memandangku. Diam. semua obsesi-obsesiku. 483. : Dan aku memang seperti katamu. Rayani sesunggukan di bahu Mario.... Rayani : Bukan. Rayani : Kau tidak ada di situ! Kau tidak ada! : Maaf. ini aku... Rayani : Aku selalu merasa bukan diriku yang berada di situ.. Rayani 485. Rayani 475.. 487. ini aku. Mario memandang kosong ke depan. Mario : Suatu saat harapan itu di tempat nyata. Rayani 471. Ra.. Aku janji! Rayani menunduk. Rio. Tapi aku yakin kau tak mungkin percaya. 486. tapi aku nggak mampu.. Mario 482. : Kamu menuntut pengertianku? Baik! Kamu ingin aku mengerti apa maumu? Berhenti mengejar mimpi ini kan? 477.. aku menaruh harapan di tempat yang tidak nyata... bicara dengan teman di sampingnya. Rayani : Kamu sudah lakukan sepenuhnya tadi. Rayani : Tidak! : Aku tidak mau tahu lagi! : Kamu tidak mengerti. 468. : Di mana kamu. Ra. : Dan lagi-lagi mereka tidak memilihku jadi bintang. Rayani 481. kau telah jadi bintang buatku.. Membuatmu bodoh dengan keinginanku. Mario : Aku ingin kau tahu satu hal.... Begitu kan? 473. bukan itu. Ra. Aku selalu takut kalau aku salah. Aku berusaha meyakinkan diri dan berkata pada diriku bahwa ini aku. Maaf! : Kamu benar. Aku jadi ikut merasa bodoh. Mario 476.

Aku ingin kita cepat-cepat pergi dari sini. Aku tak ingin kau seperti Parwita.. Dia tetap sahabatku. 510. Mario 501.. Ra.. Mario : Aku tak punya maksud apa-apa padamu. 509. Beberapa perempuan termasuk Parwita sudah menjadi korbannya.489. Ra... : Kamu bicara apa? : Kau tak berhak mengatur aku! : Dia ingin menjualmu! : Jaga bicaramu. Rayani 496. : (ke Mario) Bangsat kamu! Rayani menutup kedua telinga dengan tangannya. Dia jadi sakit karena cemburu! 502. Mario jatuh berlutut. Linda 497. Linda beku... Ra... Mario 495. Mario tersedu.. Mario 498. Mario 504. Rayani 505. Linda merogoh tas... Rayani 500... 507.. Rayani 507. Mario : Hal ini sangat penting kamu ketahui. 491... Mario : Ia anggota komplotan penjual gadis-gadis ke luar negeri... Rayani : (menahan Lengan Linda) Cepat kita pergi dari sini! Aku tak ingin melihat dia lagi... Sudah lama aku ingin mengingatkan kamu.. Rayani : Kenapa kamu pakai cara ini? Aku bukan anak kecil. bangsat! Menjauh dari dia. Rio.. Mario : Dengar aku. Rayani 494. 508.. menatap marah pada Mario. 175 . Ra! Kau harus percaya dan menerima ucapanku. Kau dengar? : Kenapa? : Dia berbahaya! : Maksudmu? : Jangan dengarkan! : Sungguh. Linda 499. Rio! Aku benci kamu. Aku tak mau mendengar omongmu. 506. Dia ingin menjebakmu. Linda : Linda sahabatku. Ra. Rayani : Percayalah. 503. 490. Kumohon Linda.. Mario : Menjauhlah dari Linda! Rayani terpana tak percaya. 492.. Rayani : Aku tak mau mendengar omonganmu. Linda datang ke arah mereka.. Linda : Menjauhlah dari Linda... Mario 493.. : (marah) Apa-apan kamu? : Aku sudah tahu sepak terjang komplotan mereka. Aku hanya ingin kau mendengar kata-kataku.

. Kamu juga cantik.. Kalau saja. Pria Cangklong 521. Sebentar lagi. bukan itu. Buktinya saya masih bisa membawa beberapa ke Boss.. Mario : Maafkan aku Parwita. Boss... Parwita. ya? Kamu sudah gantikan dia? Dengan siapa? Perempuan mana? 517. : (napas tersenggal) Oh.. Perempuan : (tenang) Kapan? : Besok. Aku tidak dapat membalaskan sakit hatimu.. Seperti tukang obat murahan di pasar yang becek dan bau. Ternyata aku hanya seekor rubah pengecut yang tidak dapat berbuat apa-apa... Boss! Sumpah demi bintang yang bersinar di langit! Tapi saya minta uang saya dahulu.. Lagipula saya sudah ganti dengan yang lebih cantik dari dia kan? 516. Perempuan : Dia sudah di bawah pengaruh saya...... 513. SEBUAH RUANG 512.. Perempuan 518.. Pria Cangklong : Katamu dia bisa kau bawa? Kau bicara begitu meyakinkan saat itu. Tapi ternyata aku tak mampu melakukan apa yang selama ini kupendam. Boss jangan kuatir..511.. Saya janji.. Saya perlu uang untuk membujuk dia. Maafkan aku. Pria Cangklong : (menggebrak meja) Kalau saja apa? Kalau saja gerak-gerikmu tidak tercium oleh seseorang? Dan kau jadi kucing ompong yang dipermainkan kecoa? 515............. (tiba-tiba marah) Aku tidak suka dipermainkan! Aku mau anak itu! Mereka menginginkan anak itu dan aku sudah berjanji untuk mengirimkan kepada mereka! 519. Tidak ada seorang pun tahu pekerjaan saya... Pria Cangklong : Dengan yang lebih cantik dan lebih hot tentunya.. Saya sudah hampir mendapatkan dia Boss. Parwita... ya? Kenapa tidak kamu saja. 176 . Boss. untuk yang satu itu saya tetap berjanji membawanya! 520. Pria Cangklong : (mengangguk) Oh. Aku sudah menemukan buruan kita.... 514... Salahkan aku Parwita.. untuk gadis yang satu ini. Perempuan : (menggeleng takut) Saya tidak akan main-main. Kesusahan dan penderitaan yang kupendam setelah kematianmu pupus karena perasaan cinta. Perempuan : Bukan Boss.. Maafkan aku. Sebentar lagi. Ah......

Secepat bayangan Sabron menjerat leher perempuan dengan tali. Perempuan mana yang tidak suka ke salon? Boss ingin melihat mereka cantik kan? Pria cangklong tertawa.. 528. Pria cangklong 527.. Perempuan : Beberapa ratus ribu sisanya untuk itu juga. Sabron kembali ke belakang perempuan. tapi belakangan aku sering merasa dikecewakan.. Membuka di depan perempuan. Perempuan menggelepar. curiga. Boss... ke salon.. Mungkin dia ingin make up untuk menghilangkan kerut takut di muka.522. ya? : Ah. Perempuan tertawa.. sayang. Sabron. Tertawa tergelak. atau cepat-cepat ke sauna untuk menguras keringat yang beracun di badannya. Pria Cangklong : Kau perlu uang? Selama ini kerjamu bagus. Pria Cangklong : Siap. (Ke Perempuan) Bukan begitu? 525.. Pria Cangklong berbalik membelakangi kegiatan Sabron.. SELESAI 15 April 2006 177 . Pria Cangklong : (setengah gelak) Anjing! Kau dengar apa katanya Sabron? Sabron mengeluarkan tas uang. Kau bisa menggantikan dia ke salon. : Berikan dia imbalan hasil kerjanya. (Memanggil) Sabron! 523. Perempuan menghitung uang. Perempuan 526. : (tertawa) Oh. Sabron 524. Perempuan menoleh ke arah sabron. Aku takut kehilangan kau. Pria Cangklong : Setelah ruangan ini bersih. Sabron tetap berdiri seperti biasa. si boss kayak nggak tahu aja.. 529. Sebab kau pekerja terbaikku. tewas.. Perempuan menghitung uangnya. Sumpah demi bintang yang bersinar di langit.. Sabron mengeluarkan tali dari saku celananya..

(NOMINATOR) “ SANDAL JEPIT “ Karya : Herlina Syarifudin Para pelakon : 1. 2. hanya suara saja) EMAK JOKO PARA PENARI/PROPERTY MAN/HEWAN PELIHARAAN 178 . JOKO PEGGY LALA ‘MASKOT’ (tak berwujud. 6. 5. 3. 4.

GITAR DAN DRUM. PROP RAK SEPATU DIISI DENGAN SEPATU DAN SENDAL.FREEZE 179 . nanti gosong. gitu. Diam kamu telpon! Kalau tidak. Bodo ah. SELANG BEBERAPA DETIK KEMUDIAN. ditaruh dimana sih sepatuku. Emak lagi menggoreng tempe. RUANG TENGAH RUMAH JOKO ) (DARI BALIK WING TIBA-TIBA BEBERAPA SENDAL DAN SEPATU DILEMPAR TAK BERATURAN KE DALAM PANGGUNG. Hatiku sudah pantang berpaling darinya. (JOKO MENUJU RAK SEPATU) Walah. DIPADU ALAT MUSIK MODERN. LAMPU GENERAL SUASANA TAMAN PAGI HARI) ADEGAN 2 (PAGI. Tapi. (HP DIBIARKAN TERUS BERBUNYI. Tak ada akar. (LAMPU BERUBAH. TELPON RUMAH TETAP BERDERING. Nak. ini apaan sih. . sulit bagiku untuk meninggalkannya. DIIRINGI FADE IN OMELAN JOKO) JOKO : Ugh. Apa kalo pagi. rumahnya jadi rumah hantu? Masa tak satupun ada yang ngangkat telpon? Benar-benar keluarga super ajaib. Pagi-pagi sudah berisik. jelek-jelek. TAMAN KAMPUS) PEGGY : Kemana sih anak kampung ini? HP tak diangkat. (HP JOKO BERBUNYI) Aduh. nenek trembel pasti mau berkicau lagi nih. Kan tenang. gigih juga dia. PADA MENIT TERTENTU PARA PENARI BERGULINGAN LALU MEMBENTUK FORMASI PROPERTY PANGGUNG.ATAU ALAT MUSIK TRADISIONAL LAIN MENYESUAIKAN DAERAH MASING-MASING. DIIRINGI ALUNAN MUSIK GAMELAN . (TELPON LALU BERHENTI BERDERING) ’MASKOT’ : Nah. kenapa cuma satu. LANTAS PERGI) EMAK : Hati-hati. Males ah.PEMBUKA (TAMPAK PARA PENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKI BERGERAK. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH MENJADI POHON DAN KURSI TAMAN. (TERIAK) Maakkk ! Joko berangkat dulu. KURSI. PIANO. MEJA DITARUH PESAWAT TELPON – LAMPU FADE IN) ADEGAN 1 (PAGI. rotanpun jadi. telpon rumahpun tak disentuh. MEMBENTUK KOREOGRAFI GERAK YANG HARMONIS. (TIDAK ADA SAHUTAN. aku banting nanti. ADA YANG MENJADI MEJA. DAN GANTUNGAN BAJU – FREEZE. (JOKO MENGAMBIL SENDAL JEPIT SEADANYA. LAMPU BLACK OUT.) ’MASKOT’ : Aduh. TELPON RUMAH BERDERING) Ugh. RAK SENDAL/SEPATU. Itu angkat dulu sebentar telponnya.

Kalau tidak. Di depan kita dan akan banyak lagi di sekitar kita. nusantara ini dengan mottonya gemah ripah loh jinawi bukan sembarang bualan motto. : Nah. Dasar manusianya saja yang tidak bisa mengontrol hawa setan. Sorry ya. Disana terkenal dengan paras cantik para gadisnya. Ini pernyataan jujur. Aku bisa omong begini. Sampai sekarang. tak kurang gadis dan perjaka pedalaman yang aura cantik dan tampannya menyiratkan keunikan zamrud khatulistiwa yang luar biasa fantastik.’MASKOT’ : Dasar lagunya Tiffany laku terus sepanjang masa. ketika mereka mengenakan busana import. jangan sembarangan kamu bicara ya. LALA : Aku serius ini. Sayangnya. Peggy. Tidak usah jauh-jauh. bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. Padahal andai mau membuka mata hati lebar-lebar. Ngapain juga mamaku susah payah melahirkanku kalau ternyata hanya jadi seorang pengkhianat atau bahkan pecundang. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD. ini. Padahal kalau kita tidak malas. LALA : Peggy. Tidak bakalan dia mendua. yang aku utarakan tadi itu sudah sangat realistis. PEGGY LALA : Ceilee.. Itu kenyataan. biyuh. Ternyata kita semua patut dikasihani. 180 . Kamu ternyata berbakat jadi keponakannya da’i kondang Arifin bahkan Aa’ Gym. Betapa bangganya cowok-cewek gaul masa kini. Apalagi di kampus kita ini. Love is Blind. coba kau jalan-jalan ke pesisir Banten lalu kau cari desa yang namanya Menes. Bagiku. Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya. aku belum pernah menemukan orang setulus dia. Tidak semua orang sepertimu.. Aku tahu. Joko is the best deh. mungkin hanya akan sebatas angin semilir saja yang kita nikmati dengan syahwat tanpa sempat kita syukuri dengan hati. Realistis sajalah. PEGGY LALA : Oh ya? Masa? Aku jadi penasaran. karena salah satu temanku yang saat ini lagi observasi di beberapa pelosok pedalaman buat studi akhirnya. segitu idealisnya. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang. PEGGY : Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh. Butuh proses. Itu juga kalau kita mau peduli. LALA : Eh Mbakyu. prinsip hidupku tak seperti ceritacerita konyol di sinetron. salah satu bentuk pengkhianatan terselubung. aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri. dia adalah sobat karib sepanjang masa. selalu memberi informasi perkembangan yang dia dapat selama ini. Resikonya kamu memang harus sabar. Sok idealis. gaya hidup negara kita tanpa disadari memang plagiat total dari seberang. Pokoknya kalau masalah setia mati. : Eh. PEGGY : (TERTAWA) Busyet. Kalaupun ternyata di muka bumi ini tak terhitung para pengkhianat dan pecundang yang bertebaran. Maaf maaf saja. aku juga bukan tipe plagiat. Betapa percaya dirinya mereka ketika bisa menggaet pasangan imigran. itu hanya karena faktor x yang datangnya bukan dari genetik. ini.

Pribadiku akan tetap menjadi Joko seperti yang kau lihat sekarang ini baik sebelum atau sesudah mengenalmu. aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. namanya juga pasangan segar. Oh. Kau tidak perlu beradaptasi denganku dari sisi penampilan atau gaya hidup.. Aku jadi menyesal membelamu. tidak salah kan aku. LALA : Nah. kamu jangan berusaha membuatku terpengaruh atau bahkan merubahku untuk mengikuti jalurmu itu. itu tadi salah lain dari negara ini. Toh. Maka itu aku pilih Joko. : Dua burung pipit sedang adu senandung. pengen. tentu tahu apa yang harus kau perbuat dalam hidupmu. bebet itulah pondasi prinsipku hingga kini. (JOKO MUNCUL – SEMUA PEMAIN FREEZE) ’MASKOT’ : Wow. Pasti jantung Peggy berdegup kencang menahan rasa. Pastilah masih banyak madu dibanding racunnya. Begitu obralnya harga kita. Apa aku bilang? Aku rela dimadu dengan sendal jepitnya. Besok aku akan ke kampus dengan memakai sendal jepit pula.. dia tak pernah malu menemaniku jalan dengan sendal jepit kesayangannya. aku tidak pernah mengeluh dengan keborjuisan kamu. Ajaran bibit. Joky. jangan salah.. Karena aku bukan jatuh hati pada sosoknya yang terlihat. dibela koq malah tidak mendukung. baru kali ini aku mendapatkan seorang pangeran yang begitu percaya diri dengan kesederhanaannya. Dan yang membuatku salut. Keanekaragaman dari hubungan kita. Maklum.. pangeran sejati yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kejujuran itulah yang membuatku terpikat sejak pandangan pertama. (TEPUK TANGAN MENYINDIR) PEGGY : Bagaimana sih sayangku ini. Yang satu bernuansa keroncong. Ih. plagiat lagi. itu yang aku nikmati hingga saat ini. Tapi aku mohon.. Be our self itu penting. bobot. Kau cerdas. (PANGGILAN MESRA PEGGY KEPADA JOKO) I’ll never stop loving you. Seumur-umur aku pacaran. Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan akur. kemudian merubah 180% dari apa yang ada pada dirimu saat ini dan kemarin atau bahkan esok. Berusaha mengeruk massa dengan bujukan yang murahan. Kau memilih aku yang hina dina ini saja. PEGGY : Tuh. TAPI LALA MENYELA) LALA JOKO : Plagiat lagi. Cerminan sifat warga negara yang baik dan patuh. (JOKO BERUSAHA IKUT NIMBRUNG. Kapan tanah kelahiran kita ini berada pada posisi penawaran harga yang cukup bernilai sehingga tidak begitu saja cepat laris manis namun tidak mampu lagi menyediakan stock karena tutup buku.PEGGY : Eits. Jangan hanya karena masalah hati. tumpah darahku. Namun aku tidak akan memintamu untuk berprinsip sama denganku. namun lebih kepada sosok tersiratnya yang bagiku nusantara sekali.. JOKO : Cintaku. bukannya aku tidak mau membelamu sayang . Kalau bisa aku akan berusaha akrab dengannya. sementara yang lain dengan top forty-nya. LALA : Picisan! Sok mendramatisir. 181 . Malah sok berlindung sebagai oposisi. negeriku.

Saat ini aku masih merasa berputar-putar di lerengnya. kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. jaga Peggy ya.LAMPU BERUBAH.. Maunya tetap saja menapak di lereng. ya hampir lupa. Mamaku. Jok. JOKO : Ok juga boss. Walau sebenarnya aku tahu. Tak baik bertamu terlalu lama. Namun ketika sendal jepitku ini berjalan di lereng. setiap kali aku mencoba menanjak menuju badan bukit. Jangan kau salah mengerti. Beda ketika aku mencoba mengajak masuk dan mulai menapak badan bukit. tapak kaki ini agak sulit berkompromi dengan kata hatiku. Tolong sampaikan pada Bo’im. kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik. Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol. kau telah cemas menungguku di puncak bukit. LALA : Siippp. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. Apa karena alas kakiku yang hanya sebatas sendal jepit ini yang merasa tidak mampu menapak di jalan yang mulai terjal dan landai. Namun.. aku merasa jalan yang harus kulalui adalah bukit. La. TELUNGKUP. Bukan maksud hati ingin berseimbang diri denganmu. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. itulah caraku untuk sedikit demi sedikit mengurangi keeksklusifan yang sebenarnya cukup menyiksaku. Beres bos. Akhirnya aku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku. Dalam perjalanan.PEGGY : (TERSENYUM MALU) Maafkan aku sayang. Jangan kau kira aku bangga dengan status keluargaku saat ini. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta. Saat pertama aku membuka pintu hatimu. (PEMAIN FREEZE . JOKO : Mohon. cinta. Silahkan lanjutkan provokasinya. Hingga sekarang aku sadar ternyata kau membatasi ruangmu untuk kumasuki. ok. (LALA PERGI DENGAN SENYUM) PEGGY : Koq abdi? Selama ini berarti kau hanya menempatkan dirimu pada posisi bodyguard yang dengan setia mengawalku kemana-mana demi keamanan? Begitu? Segitu rendahnya kau menghargai posisimu dihatiku. aku bisa merasakan nyamannya. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer. sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain. kita tidak hanya melalui dataran. MERUNDUK DAN MENGGAPAI – LAMPU BERUBAH) 182 . Nanti aku menyusul. Satu pesanku. (BELUM SELESAI PEGGY BICARA. surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan. LALA MENYELA) LALA : Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. Berarti selama ini aku terlalu buta untuk menelusuri bahkan menerjang kabut yang menutupi hatimu. Oh. TELENTANG. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH POSISI MENJADI SOSOK-SOSOK DENGAN KOMPOSISI ABSTRAK SIMBOL BUKIT. Titah paduka akan segera hamba laksanakan. Maaf. PEGGY : Maaf. jeritan kesakitannya sanggup menusuk telapak kakiku.. Aku ke sekret BEM dulu ya. Jangan sampai dia lupa jalan pulang. siapa tahu teman-teman sudah pada nongol. Entah mengapa.

PEGGY : Cukup! Jangan lagi kau mempertebal susunan topengmu dengan sebutan munafik itu. Tentu kau sudah paham hal itu. dengar dulu penjelasanku.. itu masih lebih ksatria. Harus ada yang mengalah di antara kita. Kau tetap mengisi ruangku saat ini. (SEMUA PEMAIN FREEZE) : Wah. kau pasti menganggapku terlalu posesif terhadapmu. Pantang bagiku mengulang kebodohan. salut. Gejolak tahap berikutnya dimulai. Dan kau telah berhasil menyimpang-siurkan arah mata anginku. Selamat tinggal kenangan. Lantas kedok perasaan apa yang selama ini kau pakai sebagai topeng? Abdi sejati? Hanya itu? Dasar pengecut! Ternyata hatiku selama ini telah terbuai oleh bualan picisan seorang pecundang sejati. Cintamu pada sendal jepitmu ternyata lebih mendalam ketimbang padaku. Peggy. Aku tidak punya pulsa untuk membalas. Aku tak sanggup menahan muntah jika kemunafikanmu masih menghadang nafasku. Itulah yang saat ini yang sedang kita jalani. Maaf. Aktingmu melebihi kehebatan para aktor broadway. sakit. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirku untuk mengabaikanmu. proses itu akan terus bergulir. Masalah telpon tadi pagi. Aku menyesal ternyata kecerdasanmu kalah oleh emosional sesaat. kali ini mata hatiku tlah benar-benar terbelalak lebar. Aku sadar. (PERGI) JOKO : (TERIAK) Peggy . Sakit. Maaf. keruklah tanah di sekitarmu. Jujur. saat 183 . Aku seorang tolol yang buta sekaligus kehilangan tongkat. Semua butuh kematangan. Jangan kau salah menilaiku. Masa setiap saat aku harus memberi laporan padamu sejauh mana aku mempelajari dirimu selama ini.. wah.. Salut. Nafasku kini kian sesak. Proses. Dan akan terus kita lakukan tanpa henti. Selamat tinggal. diriku masih jauh dari itu. Tak baik memandang persoalan hanya pada satu sisi. Dan bahkan laknat bagiku kalau sampai aku menduakanmu. Kau pikir aku bodoh.. Sebaiknya kau segera lenyap dari pandangku. Bakalan seru. begitu saja percaya dengan alasanmu itu! Aku tahu. Tapi kau tak pernah punya keberanian untuk jujur. hatiku tak berubah. Jangan kau salah tafsir. Tapi aku berusaha menelusurinya walau dengan tertatih... prasangka yang coba aku pendam bahkan aku tepis ternyata benar adanya.PEGGY : (MENANGIS) Jadi. Kau takut aku tersinggung jika kau ungkap keluhanmu itu? Iya kan?! Dan kini kau pasti terkejut karena aku telah terbangun dari buaian mimpi burukku selama ini.. Terima kasih atas ‘pengorbanan’mu selama ini... Racunnya sudah mulai menampakkan diri nih.. Anggap saja aku memang tolol. PEGGY : (BALIK LAGI) Apa kamu bilang? Licik sekali kamu memvonis aku? Apa selama ini kau telah cukup mengenal diriku secara mendalam? Puas kamu! (MELOTOT SAMBIL MENAHAN TANGIS) JOKO : Janganlah kau semakin barakan api yang telah menyala. JOKO ’MASKOT’ : Sayang. aku tidak ingin egois. selama ini . Tapi orang idiotpun tetap punya harga diri. Maaf. aku mohon maaf.. Kalau memang susah mencari air. Sampai nafas kita berhentipun.. PEGGY : Klasik! Itulah senjatamu agar tetap bisa berada pada posisi permakluman.

Aku ternyata bukan sobat yang baik.. (MEMUNGUT SENDAL JEPIT DARI TANGAN JOKO) Dia hanyalah saksi bisu. dia mencoba tuk bicara.. (LAMPU BERUBAH. JOKO MENYUSUL DAN AKHIRNYA MENARI BERDUA BERSAMA PEGGY DI BALIK SILUET. Tidakkah kau sadar akan hal itu? JOKO : Oh. DIIRINGI PROPERTY MAN YANG BERGULINGAN BERUBAH MENJADI TANAMAN-TANAMAN LAYU-LAMPU BERUBAH) JOKO : Puzzle yang telah kususun dengan penuh sabar dan hampir jadi. ckk. nah. Sakit hatiku ini anggap saja impas sebagai balasan dari pengorbananmu tempo lalu. aku dan dia telah selisih jalan. Dimana Peggy sekarang? PEGGY : Tuh. Tidak ada kata terlambat dalam kamusku. Aku yakin. telah terkoyak hanya dengan sentilan jari kelingking.? Tak layak kau jadi kambing hitam. ckk. Kamu genit. Namun lewat ke-elastisannya. ah. ckk. Tuhan hadirkan cinta bukan untuk dikhianati... Andai kau lihat sorot matanya tadi. tersirat kepedihan yang cukup dalam. Muuaaccchhh. shit! Ternyata selama ini. butuh strategi yang 184 . capek. tapi rasanya tak perlu. Terima kasih sendal..cinta... Sudah-sudah. ini tidak adil. Sudah ah.. TAMPAK PEGGY SEDANG MENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKINYA. (LAMPU BERUBAH FOKUS KE SILUET. aku kapok.. mengapa jadi sad ending begini? Nah.. (TERTAWA GELI SEPERTI DIGELITIK) Ih. kau tidak hanya saksi bisu.. Strategi baru akan tiba. Kau telah jadi penyelamat.ini aku belum dapat membalasnya. Cinta. Aku berusaha perlahan masuk dalam gaya hidupnya. Ugh... Cinta terlalu suci untuk dinodai. aku tidak tahan geli nih. Cinta. Terkadang pula kamu menjengkelkan. terkadang kamu bikin gemes. karena aku sayang pada kalian berdua. Namun dia berusaha tersenyum. Ups. (LALA MUNCUL) LALA : Mengapa kau setega itu sobat? Aku berusaha menutupi tabirmu yang sesungguhnya. Dasar badung kamu. Beres kan? (MENGHELA NAFAS PANJANG KEMUDIAN BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN JOKO) – FREEZE ’MASKOT’ : Yach. ternyata diapun melakukan hal yang sama? Begitu bodohnya aku. aduh jangan. Kau telah menempatkan dirimu pada posisi yang selayaknya. Walau sesungguhnya itu berarti aku telah menjadi seorang pecundang dalam perjalanan cinta kalian. Mengapa salah paham ini harus terjadi pada saat yang tidak tepat? (MEMANDANG SENDAL JEPITNYA DAN MEMUNGUTNYA DARI TELAPAK KAKINYA) Mengapa harus kau yang . Kebebasan yang dia impikan selama ini telah ia temukan dari dirimu. Masih ada waktu untuk sebuah ketulusan. Karena cinta sejati tak pernah berharap apapun. air mataku jadi bergulir membasahi pipiku deh. LALA PERGI MENINGGALKAN PANGGUNG) ’MASKOT’ : Mmh. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Peggy tak sepicik itu menilaimu mentah-mentah. lho. Cinta ibarat perang.

LANTAS PERGI TANPA PAMIT) PEGGY : (KETAWA) Ternyata sendal jepit takut juga sama sepatu hak. Silahkan Tuan Joko segera angkat kaki.. ini koq jadi tidak karuan? Eh.matang. KEMUDIAN MENARI MENGIKUTI IRAMA) SYAIR LAGU JOKO DAN PEGGY : Cinta ibarat perang Butuh strategi yang matang Jika posisi telah siap menyerang Mengendap-endaplah di remang-remang Liku laku perjalanan cinta Tak kan lepas dari sorot mata Entah mata hati.. Apa salah dia? PEGGY : Apa? Cinta? Siapa yang bilang aku masih memendam cinta padamu? Cuih! Pantang bagi Peggy tuk berlutut pada sendal jepit butut lagi kotor. dua seperempat. bisa-bisa habis nafas digencet dan diinjak-injak.. Silahkan! Satu. entah mata-mata Namun jika cinta telah merasuk Wirid asmara kan terus terngiang khusyuk (SILUET BLACK IN. Banyak pintu yang bisa kau lalui untuk segera lenyap dari pandangku. Cuih! Memandang dirimu saja aku ogah. (JOKO SALAH TINGKAH TAK BERDAYA. Dia tak kan mampu berbuat apa-apa.. (MENANGIS) Ugh. Apalagi sama sepatu boots. Jika hendak menyerang. SAYUP-SAYUP TERDENGAR SENANDUNG JOKO DAN PEGGY. Tidak perlu bawabawa sendal jepit donk.... sekarang aku yang mengusirmu dari hadapku.he. PARA PROPERTY MAN TELAH BERUBAH MENJADI PENARI. jangan ambil posisi di tempat terang. PARA PENARI TERKEJUT LALU FREEZE) PEGGY : Bajingan! Siapa bilang aku luluh hanya karena sendal jepit? Semana-mena saja hargaku disamakan dengan sendal jepit. kenapa kamu pergi begitu saja.. apalagi sendal jepit bututmu itu! JOKO : Lho.lho.. He. Cinta? Aku tadi kan Cuma menggertakmu saja..... Tapi mengapa 185 . TIBA-TIBA PEGGY KELUAR MENYIBAK KAIN BELAHAN TENGAH SILUET DAN MASUK KE PANGGUNG DENGAN MARAH DIIKUTI JOKO DARI BELAKANG. Sekarang juga! Atau kalau tidak. memangnya mau bunuh diri? (SILUET FADE OUT-LAMPU BERUBAH FADE INI KE PANGGUNG. Mbakyu cinta ya cinta. Jangan kau berlindung di balik kepolosan sendal jepitmu itu ya. hak sepatuku yang lumayan kokoh ini.. Biar impas. dua. akan melayang membabibuta pada tubuhmu. Bahkan untuk hubungan kita sekalipun...

ANJING DAN BURUNG KAKAK TUA. Aku kan tidak hanya merawat dirimu. Jangan manja begitu donk. TAMAN BELAKANG RUMAH JOKO) JOKO : (BERDIALOG DENGAN MONYET) Mony. kamu apa-apaan sih? Ini bukan makanan.. aku yang repot. Padahal sebenarnya aku kan masih cinta sama kamu. PARA PENARI ON STAGE DIIRINGI PERLAHAN LAMPU FADE OUT) (LAMPU BLACK IN DENGAN SETTING HALAMAN BELAKANG RUMAH JOKO. Tuh. ADA YANG JADI MONYET. SAMPAI AKHIRNYA KARENA KASIHAN JOKO MELEPAS SANDAL JEPITNYA. (MONYET TIDAK MAU TAHU. SEBAGIAN MENJADI PEPOHONAN KECIL DAN BANGKU TAMAN) ADEGAN 3 (SIANG. negeriku. PEGGY MENINGGALKAN PANGGUNG. Nanti kalau kamu sakit. PARA PENARI BERUBAH MENJADI HEWAN-HEWAN PELIHARAAN.. KUCING. (PEGGY DAN PARA PENARI BERJALAN MELINGKARI PANGGUNG. sudah malam. Nanti aku belikan yang ukuran kecil. kita juga sudah capek dari tadi menemani mbak. kamu layak jadi anggota sirkus deh. Kamu jangan mengajak bercanda donk. Ini racun. Ayo sambil dimakan ini pisangnya. SI MONYET MENCOBA MEMAKAI SANDAL JEPIT PADA KAKINYA. Mony sudah ah. Kita juga butuh istirahat. akibatnya aku jadi bolos ke kampus. Yuk kita pulang. (PARA PENARI YANG FREEZE BERUBAH MENJADI AKTOR) PENARI 1 : Mbak.. (SI MONYET MONY DIAM SAJA. Biar kamu tidak merebut sandalku lagi. Dari pagi kamu belum makan. BURUNG KAKAK TUA JOKO BERKICAU DAN ANJINGNYA SI DOGGY MENGGONGGONG TANDA IRI DAN BERUSAHA MENCARI PERHATIAN JOKO) 186 . eh. honey. cintaku. Besok dilanjut lagi ya? PEGGY : (BERHENTI MENANGIS) Oh. (MONY MENYAHUT PISANG DARI TELAPAK TANGAN JOKO DAN MENGUPAS LANTAS MELAHAPNYA. hayo makan! Ini pisang bukan buat dipelototi saja. tumpah darahku. SIMBOL PERJALANAN PERGANTIAN WAKTU. Joky-ku sayang. Jadi harus merawat kamu... MONYET MELOMPATLOMPAT TERTAWA KEGIRANGAN. mbak. Aduh. ’MASKOT’ : Makanya tidak usah sok jaim. LALU MONYET ITU MENARIK-NARIK SANDAL BERUSAHA MELEPAS DARI KAKI JOKO) JOKO : Mony.) JOKO : (TERTAWA GELI) Astaga Mony. Ada-ada saja kamu. sayang. MATANYA TERTUJU PADA SANDAL JEPIT YANG DIPAKAI JOKO. OPET. teman-temanmu yang lain masih menunggu giliran buat disuapin.kamu jadi takut beneran? Aku jadi menyesal. DIA TETAP MENARIK-NARIK SANDAL JOKO. KUCING KESAYANGAN JOKO MENDEKAT DAN MENGELUSELUS KAKI JOKO. Orang lagi sensitif dikerjain. iya iya. SI MARCO.

Perasaan Joko tak pernah berbuat jahat pada siapapun. ini ada bingkisan buatmu. Emak tidak berani membukanya. kadang pula sunyi Andai salah satu jadi batu karang Yang lain tentu bijak menjadi air yang terus menyerang Namun dengan kelembutan Dan ketelatenan JOKO : Di sudut hatiku kau berpijak Entah alas apapun kau buat pijak Jejakmu kan selalu membekas Kan kugenggam jangan sampai lepas PEGGY : Sengaja kukirim sebelah-sebelah Ku tak ingin kau terbelah-belah Karena aku bakal meledak-ledak Sampai dirimu terkapar membelalak JOKO : Adindaku. JOKO : Ah. SEMUA PENARI YANG MENJADI HEWAN PELIHARAAN IKUT MENARI DENGAN GERAKANNYA MASING-MASING) PEGGY : Romantisme sandal jepit dan sepatu hak tinggi Menjadi kisah unik yang membuat geli Bekas tapak sandal jepit akan selalu bergaris Bekas tapak sepatu berhak belum tentu bergaris Perbedaan adalah pelangi hidup yang harmoni Kadang riuh. (JOKO MEMBUKA KOTAK BINGKISAN YANG DIBUNGKUS RAPI ITU PELAN-PELAN. nanti semua pasti dapat giliran. TERNYATA BUNGKUSAN ITU BERLAPIS-LAPIS SAMPAI JOKO CAPEK MEMBUKANYA) JOKO : Siapa yang iseng ngerjain aku sih? Dasar kurang kerjaan! (SAMPAI PADA LAPISAN BUNGKUSAN TERAKHIR TERNYATA ISINYA 1 BUAH SANDAL JEPIT DAN 1 BUAH SEPATU CEWEK. TAK ADA SEPUCUK SURATPUN DI DALAMNYA) JOKO : Peggy? Ini pasti Peggy. emak ada-ada saja. oh sayangku 187 . Emak temukan di depan pintu barusan. Apa maksudnya mengirimkan ini padaku? (JOKO BERPIKIR KERAS BERUSAHA MENAFSIR MAKSUD DARI KIRIMAN MISTERIUS ITU) (PEGGY MUNCUL TIBA-TIBA SAMBIL BERSENANDUNG. Masa ada yang tega mau mencelakakan Joko. Hati-hati! Jangan-jangan jebakan. diam! Tumben sih kalian ini koq jadi pada ramai begini? Iya.JOKO : Ssstt. oh sayangku Prasangka buruk tak semestinya membuatmu bisu Ku tersiksa walau hanya menunggu Dalam terpaku aku ragu PEGGY : Kakandaku. iya. Antri ya! Tenang! EMAK : Jok.

Tapi sama sekali aku tak punya niatan lain akal hal itu. aku .. Padahal itupun tak seharusnya kulakukan.. Biar lebih fleksibel. JOKO : Tapi Peggy.. Aku lelah dengan sepatu hakku. aku. Aku terlalu mencurigaimu. Tak selayaknya aku meragukan ketulusanmu. TARIAN YANG DIMAINKAN ADALAH TARIAN GLIPANG / KUDA LUMPING / TARI COKEK / TARIAN TRADISIONAL LAIN. Aku merasa terkekang olehnya. Naif dan bodoh jika aku cemburu pada sandal jepitmu. Aku iri padamu. (LAMPU BERUBAH. JOKO DAN 188 .. Kau harus berterima kasih pada Lala. Maka itu diciptakan keseimbangan yang bisa saling melengkapi. Aku terlalu memposisikan diriku layaknya intel. – FREEZE ’MASKOT’ : Hey begundal. Itu juga aku yang salah. Aku patut berterima kasih padanya.Asmara itu lagu lucu Jika engkau merasa ragu Namun waktu terus memburu JOKO : Sekarang aku siap atas segala titahmu Kan kuselipkan setiap waktuku Tuk bercanda di sampingmu Dan kan terus merayu manjamu PEGGY : Maafku yang tak terputus.? Sebenarnya aku telah berbohong padamu tentang hal lain. pintar sekali memutar persoalan. Terlalu idealis.. Sudah saatnya aku juga butuh keseimbangan.. Maafkan kalau sebelumnya aku berprasangka melenceng. Kita diciptakan memang tidak selalu sempurna seluruhnya. Aku hanya tidak begitu nyaman.... Aku ternyata belum terlalu dalam mengenalmu. Mengapa kau tidak mau berterus terang masalah hp tempo hari? PEGGY : Usahlah kau merasa bersalah. Ruang gerakku sungguh sempit. Padahal aku sendiri merasa tersiksa dengan itu semua. Dialah yang selama ini setia menjaga agar kita tak terjebak dalam api. Namun aku berusaha masa bodoh.. Selama ini aku terlalu egois..MENYESUAIKAN DAERAH TEMPAT PERTUNJUKAN INI DILAKUKAN. JOKO : Sudahlah sayang.. Ehm. PEGGY : Aku tahu maksudmu.. Biarlah kesalahpahaman ini hanya sebatas kerikil. Kenyamanan kakimupun belum tentu terjamin hanya dengan sandal jepit.. ku tak ingin kau meragu lagi. Dasar kadal daratan. sayang. MEREKA MENARI DENGAN MENGGUNAKAN HAND PROPS SANDAL JEPIT. Akulah yang selama ini telah egois padamu. Aku terharu niatan tulusmu. Sandal jepit tak selamanya bisa bebas kemana saja. Maka itu diciptakan sepatu sandal. Pasti ada pincang. Padahal. Ruang geraknya sesungguhnya lebih sempit dan hanya di lorong bawah tanah. PARA PENARI YANG TADINYA MENJADI HEWAN PELIHARAAN BERUBAH MENJADI PENARI MENGELILINGI JOKO DAN PEGGY. JOKO : Lala? Ternyata dari dulu dia tak berubah. sandal jepitmulah yang telah membantuku keluar dari penjaraku selama ini..

TARIAN ITU DIIRINGI ALUNAN SYAIR BERIRAMA RANCAK) SYAIR SANDAL JEPIT : Sandal jepit. tak bermotif Bahannya lentur tak bertulang Tapi lumayan sakit kalau kena tabokannya Asmara sandal jepit Kisah unik yang berhimpit-himpit Kalau rasa sudah terjepit Apa daya otak pula menyipit -TAMAT- Bintaro-Jakarta. sandal jepit. 07.34 wib (NOMINATOR) Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya PADANG BULAN Drama sederhana buat belia Karya : Ucok Klasta Tokoh – tokoh 189 . sandal jepit Tampangnya polos. 19 April 2006.PEGGY JUGA BERGERAK BERIRAMA LAYAKNYA SEPASANG KEKASIH YANG SEDANG KASMARAN.

: Ya. 010. Padang 011. Jembar ? : Tidak. Bagaimana kalau menirukan gerak binatang. Petugas Kamtib MULAI ADEGAN I Lagu Tema : Padang Bulan. setuju. : Yang tak bisa menebak. Bulan. pejabat Pemerintah Kota. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Bulan 015. Kalangan : Nah. Padang. Jembar : Kamu tak bersama kalangan. Jembar 012. 008. Jembar : Ora kageeet …Weee ! Semuanya tertawa. Aki. Bulan. Tebak-tebakan.Padang. Lampu hidup. Bulan. main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan? : Tebak-tebakan saja deh. Padang : Mana yang lain ? : Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …! 004. 190 . Padang. 007. Bulan : Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …! Dari belakang panggung bersama-sama. apa hukumnya? : Mmm … Di suruh menari saja. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Kalangan : HEI !!! 009. Politikus (Anggota Dewan Kota). Padang. Kalangan : Setuju? 020. Jembar : Setujuuu … Mereka duduk melingkar (setengah lingkaran menghadap penonton). 002. Kalangan 013. Bulan. : Menirukan gerak binatang dengan tarian? 018. Bulan. 003. Bulan 006. Padang 014. Jembar 017. Boss (Pengusaha). Jembar : Ya ya ya … 019. 001. berteriak memanggili teman-temannya. : Usul. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Jembar. Koor Padang masuk. Bulan masuk panggung. Nini / (sekaligus) Ibu lugu. Kalangan. Padang. Bulan. Lugu. 005.

Koor : Ingat … Tidak usah re …? : Butaaan … 031. Aki-Nini : Kahaaan … : Inilah saudara-saudara tercinta. D. Musik – Lagu Tema : Padang Bulan. indahnya … : Kebersamaaan …. para penonton sekalian. Semua ke sini … 027. Koor 040. Nini : Hei cucu-cucuku! Istirahat dulu. Bersama Jembar berdiri. 026. Lantas permainan mulai lagi sampai beberapa kali (fleksibel) : A. 191 . Bulan 038. Padang. Kalangan …Yo nganggo leren barang podho mreneo Nang bagus. Jembar. Kalangan : Ya. Jembar : Ayo Simbah … Seperti biasanya … : Iya … Cerita. Saat musik berhenti pada anak tertentu. Koor 033. Padang 042. B. 029. : Wis … Wis … Anak-anak menikmati klenyem bersama-sama. Nini meletakkan piring berisi klenyem. Aki : Iyo. ia menyebutkan nama sesuatu yang dijadikan tebakan sesuai huruf terakhir yang diejanya. Aki : Yang ada dibagi me …? 032. Bulan : Nama apa? Buah ya? 022. berdiri diteras memanggil anak-anak.Cara bermain : Anak-anak mengeja huruf bergiliran dan urut seiring dengan musik. Nini 034. Nok ayu … 028. Padang. C. Jembar 025. 021. buah … Musik. Koor : Haa … Klenyem … Woooow … keren … Anak-anak berentengan ke teras. Aki-Nini keluar rumah (masuk panggung). E. Bulan. Ayo. 023. Ini ada klenyem anget bikinan Simah. (Urut) 024. 041. Koor : Rataaa … : Maka tak ada yang tak keba …? : Giaaan … 035. Koor lagu ‘ Menthog-mentog’ tapi dengan kata ‘menthog’ diganti nama binatang lain dan gerakannya harus ditirukan yang kena hukuman. Koor 037. Jembar. Aki : Sebab tak ada kesera …? 036. F … : (Gelagapan) G … : (Bersahutan) Haa …Jembar berdiri Ayo …Ayo … ADEGAN 2 Lagu Tema. pada duduk menggelesot. Aki 030.

membersihkan debu pada buku dan membukanya. Supermarket bertaburan menggoda. memang benar apa yang ia dengar. nyeyet. seolah semua keinginan kita tersedia di sana. tersebutlah seorang anak bernama Lugu. Kota. Sampai akhirnya ia pun merasa lapar. Aki Lampu mati. mewah kencar-kencar mencerminkan kesuksesan bisnisnya. 046. Pergantian ‘ setting’. dengarkan ya … Dulu cucu-cucuku … Musik Latar. entah habis berapa membangunnya. kemakmuran kota. Maka di suatu siang yang sunyi. Lugu bingung jadinya. Nini masuk rumah (keluar panggung). Mobil-motor war-wer-war-wer berseliweran. Tempat hiburan sungguh aneka ragam. tak ada orang. 045. diiringi lagu dari suara keresek daun bambu digoyang sepoi angin lalu. Dan pabrik-pabrik di pinggir-pinggirnya. terpesona buaian kota. ruaaarrr biasaaa … lugu terus berjalan-jalan dengan takjub. Aki : Syahdan di sebuah desa. Istana raja diraja walikota. 044. Aki : Ya ya ya … Untuk purnama kali ini Simbah sudah menyiapkan sebuah dongeng istimewa. Ternyata nun di sana.043. istana saudagar-saudagar. elok anggun mencerminkan kebijaksanaan penghuninya. Dan tanpa disadarinya tangannya telah terangkat 192 . Aki : Nah. berangkatlah ia ke kota. Di tengah kota. Lugu masuk panggung. Apa-apa ada. Bangaimana bisa mendapatkan makanan ya? Kerja? Kerja apa ya? Minta? Minta siapa ya? Mem-bedhol ketela? Tegalnya mana ya? Lugu tambah dan tambah dan tambah bingung … Keringat dingin mengalir … Lemas sekujur badan … Kelaparan … Jatuhlah ia ndeprok. Sebab apa ? Sebab hari ini tepat weton-nya Nini. yang penting jadilah lambang . Narasi Aki dari luar panggung. Lugu memperagakan cerita Aki. Koor : Ooo … Aki masuk rumah (keluar panggung) dan keluar lagi membawa sebuah buku tebal. Di sana-sini. kokoh megah mencerminkan kekuasaan berwibawa. ruaaarrr biasaaa … Gedung-gedung bagus tinggi menjulang-laaang … bagai menjolok awan. 047. Di sebelahnya. seolah tak ada kesedihan everything just for fun. laksana benteng gagah perkasa. Aki dan anak-anak keluar panggung. : Di sebuah desa tersebutlah seorang pemuda bernama Lugu … ADEGAN 3 Lampu hidup. Ia mendengar cerita-cerita bahwa di kota alangkah majunya. bagai tak berkesudahan. Kalangan : Biar tambah nikmat klenyemnya. 048. Istana satria-satria diraja dewan kota. Alun-alunnya? Ada tugu tertinggi sedunia. tak seperti desanya. Kota. duduk di kursi / lincak.

Lugu 064. Ya ya ya … 054. ha?! Tak seret sisan kowe! : Tidak mau! Saya bukan gelandangan! Saya Lugu ! Saya manusia! Saya bukan binatang! Kamtib dan Lugu bergelut. Pejabat. Lugu : Saya bukan gelandangan! Saya Lugu! : Lha iya ! Wong Lugu tur gelandangan! Ayo ikut aku! : Tidak mau! : Heh … Ngelawan kamu. 067. Semua : Nyuuummm! 056. Pejabat. berjalan hanya melewati Lugu saja sambil bercakap-cakap. Lugu : Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Pejabat. Musik. kita-kita untung. Politikus : Ya ya ya bla bla bla bla … 059. Ya ya ya … 057. 066. dus segenap warga terse … 055. Kamtib 065. Boss : Dengan demikian kota akan terus membangun. Lugu diseret-seret. Politikus dan Boss (masuk panggung) keluar dari restoran habis ‘meeting’. Boss : Sekali lagi ini bukan suap Pak / Bu … Yah. 060. Petugas Kabtib masuk panggung. Politikus : Harmonis. 050. Lugu meronta-ronta. Politikus : Harmonis. Koor : Bla bla bla bla bla … Pejabat. Politikus dan Boss keluar panggung. mendatangi Lugu. Kamtib 063. 053. Tiba-tiba berteriaklah seseorang. Pejabat. Pejabat. Politikus : Harmonis. kalangan investor. pemerintah kota dan dewan kota. Kamtib : He! Dilarang Ngemis tahu? Dlarang menggelandang tahu?! Kamu ini mengganggu pemandangan! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada gelandangannya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada pengangguranya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada kemiskinannya Tahu ?! Tahu ?! Tahu?! 061. Boss : Dengan demikian akan terciptalah kerjasama propesional yang kompak lagi saling menguntungkan. 051. Lugu 062. Boss : Dengan demikian bla bla bla bla … 058. sekedar silaturahmi untuk mempererat hubungan antara kita. Ya ya ya … 052. Nini : Paaak … Paaak … Anakku diapakan?! Anakku mau dibawa kemana?! Lugu bingung.pelan-pelan … Makin terangkat … Menadah … Lugu ndeprok di pinggir jalan dekat restoran kondang . Nini masuk panggung. Kamtib : Ini anak Ibu? 193 . menadahkan tangan! 049. ia merasa tidak kenal dengan perempuan ini.

Selamat siang. anak ini dibawa pulang saja. Lugu 082. ibumu ini kamu suruh pergi saja? Yo wis. Lugu 091. : Lha yang hilir-mudik di jalan ini? Pasa ngebut ini …? : Ya. bukan. Nongkrong di pinggir jalan seperti itu merusak pemandangan. Kamtib keluar panggung. bukan! Ini bukan kampungku! Eh. Kamtib 076. Kamtib : Iya. : Benar? : Benar. Nini 069. : Lha tegal. Nini 096.068. Ini bukan kampungku! Dan kamu. Lugu 084. Lugu 086. Nini : Wis? Tetep ngeyel? Jadi aku. Nini 073. Kamtib 074. 089. Mengganggu ketertiban. : Lha pasar? Pasar Wage? : Kamu lihat supermarket itu? Itulah pasar kita. Nini 092. : Bukan gelandangan? : Bukan. 078. Ya sudah Bu … Saya percaya pada Ibu. Lugu 077. Nini 081. bukan ibuku! Sudah … Pergi sana! Kamu itu Cuma orang gila! 088. Lugu : Ini makanlah … Kamu lapar kan? : Ibu siapa sebenarnya? : Lho … Aku ini ya ibumu tho le … : Bukan! Jelas kamu bukan ibuku! Ibuku ya di kampung sana! : Kamu pikir sekarang ini kita dimana? : Di kota. : Benar di kota? Bukannya dikampung kita? : Benar! Eh … Mmm … Ah. Nini 071. Nini mendekati Lugu. Sekarang. lantas mana rumahku hayooo?! : Rumah kita dan rumah-rumah tetangga sudah jadi gedung-gedung megah itu anakku. bb. Nini 094. : Kamu benar anaknya Ibu ini? : Bb. eh … Benar! Bb. Lugu 097. gerobak kit. Kamtib 070. Itu nasi bungkusnya dimakan … Aku pergi sekarang. Nini 085. Nini 083. 090. Lugu masih bingung. Lugu 075. tapi … Nggg … : Naaa … Kamu ragu kan? : Tidak …Tapiiii … Ah. Nini 079. Lugu 095. benar Pak … : Kenapa ngemis? Kenapa menggelandang? : Saya ini bukan ngemis! Saya bukan gelandangan? : Yo wis sekarepmu. Lugu 093. Nini : Kalau ini memang kampungku. gledheganmu … 194 . Lugu 080. sawah …? : Yah … Sebutlah itu sekarang : jalan tol. Kamtib 072. tidak! Aku yakin. Sudah … Permisi. Lugu : Eh … Tapi … Tunggu dulu! Nini berhenti dan berbalik. itu pedati kita. Nini 087.

Nini 102. Padang : Mana yang lain? : Aduhaaai …! Bulan purnama ooo indahnya … 109. Mereka di supermarket-supermarket itu … Tapi bukan pemiliknya … Kuli gudangnya. Jembar? : Tidak. Bulan. Jembar : Kamu tak bersama Kalangan. Bulan masuk panggung. Lugu : Kampungku jadi macam ini?! O ya. Koor Padang masuk. Padang. Padang. Mereka dimana-mana … Tapi tak punya apa-apa … Tak ada tempatnya … Merana … 104. 195 . Bulan. Kalangan : HEI!!! 114. Bulan : Heiii … Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul …! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini … Dari belakang panggung bersama-sama. 113. Bulan. Bulan 111. Lugu 101. Lampu hidup. Nini : Jadi … Jadi ‘ dufan’ Le … : Haaa … Tapi … Tapi kan ini semua … Milik kita? Kan kampung kita? : Sayangnya … Ini semua bukan milik kita. : He! Bangun Lugu! Ayo bangun! Kerjanya molor saja ! Bangun! ADEGAN 4 Lagu tema. Nini Lampu mati. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk degan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Mereka di jalan-jalan itu … Tapi bukan pemiliknya … Kakilimanya. 110. Nini 100. 112. berteriak memanggil teman-teman. : Lantas orang-orang kampung pada dimana? : Mereka di gedung-gedung itu … Tapi bukan pemiliknya … Klining serpis-nya. Jembar : Ora kageeet …Weee! Semua tertawa. Lugu 103. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. 108. Lugu : Cukup! Cukuuup ! Cukuuuuuuup! Ini gila … Ini gila … Gila! Aku mau kampungku … Kembalikan kampungku! Kembalikan kampungku! Kampungku !!! 105. 107.098. 106. Mereka di pabrik-parik itu … Tapi bukan pemiliknya …Buruhnya. o ya … Bagaimana dengan lapangan? Jadi apa tempat bocah-bocah berkumpul kalau malam padhang mbulan? 099. Mereka di rumah-rumah mewah itu … Tapi bukan pemiliknya … Babu-nya.

Kalangan 128. Kalangan 134. : Dan tak bakal menunggui kita bermain ya … : Tak bakal juga mendongengi kita … : Apalagi berharap keluarnya klenyem manis-gurih-anget ya … 129. Baris. Belum lama. Bulan 125. Jembar 127. Koor Musik. Jembar : Iya. Bulan : Jelas enggak? 139. 142. Padang 126. dia yang ‘jadi’) 138. Kalangan : Tapi tetap ada kita semua … Kita kan sudah jadi cucu-cucu mereka? Seperti mereka pun sudah jadi kakek-nenek kita … 119. Kalangan 124. Ternyata yang ‘jadi’ Bulan. Setuju? 120. Bulan 135. Padang. Padang 136. Jembar : Oh Aki … Oh Nini … Sekali kami janji. Kalangan : Huuuuu! 130. Bulan. Pokoknya semoga semoga Aki-Nini bahagia selamanya. Lagi mereka tak meninggalkan siapa-siapa … : Dulu saja mereka sudah sepi … Cuma berdua saban hari … Tak ada anak. Padang. tutup mata! 196 : Tu Wa Ga Pat! . cucu apalagi … 118. Bulan. Padang. Swer! : Katanya rumah itu dibeli sama orang kota ya ? : Iya. Padang. Bulan : Aduuuh … Sedih ya … Aki-Nini sudah setahun ini tiada … Tiba-tiba aku terkenangkenang mereka … 116. Padang : Yuk atur posisi. Pokoknya kita semua janji tak akan sekali-kali melupakan mereka. pantang Nyulayani. bermain apa kita sekarang? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan? Tebak-tebakan? 131. Padang 117. Bulan : Sekarang kita hompimpah … : Lainnya deh. (Siapa yang giliran bergerak saat musik berhenti. jangan hompimpah terus … : Terus piye? : Pingsut? Itu kalo dua orang … : Gini … Dengar! Gini … Bulan memperagakan ‘gerak-lagu’ dengan iringan musik ‘Padhang mbulan’. Jembar 123. Sembunyi-sembunyian. pemilik baru itu orangnya sombong. Kalangan : Jelas … Jelas … 140. Kalangan : Bulan ‘ jadi’! Bulan ‘jadi’! 143. Kalangan : Setuju … Setuju … 133. Jembar 137. Jembar. 132. Jembar : Ayo. Koor 122. Kalangan : Setujuuu! 121. jembar. Jembar : Jilumpet saja. Padang. Anak-anak berbaris menyamping menghadap ke kanan dan menghitung bersama. Bulan : Benar. Tak kenal tetangga. Padang : Sudah sudah … Ayuk. 141.115. : Baik hati juga enggak ya? Seperti Aki-Nini enggak ya? : Katanya. jembar.

Aku HENPOOON … Bulan tambah terlonjak. Bulan : Kalian dari mana saja tadi? Kalian sembunyi dimana sih? Kalian sudah rencana ngerjai aku ya? Awas ya? Mereka tetap diam. Padang : He! Kok pada diam?! Padang! Padang …(Suara melunak). 152. berjalan dengan langkah tertahan-tahan. Bulan lari keluar panggung. Bulan : He! Padang! Jembar … Kalangan … Mereka tetap diam. Komposisi diam. Lainnya berlarian mencari tempat sembunyi (keluar panggung). Bulan 153. mengambil ‘blocking’ dan ‘pose’ tertentu. 145. Sejurus kemudian Bulan masuk panggung. Lampu mati. Jembar : Jembar … Heh! Jembar! Jembar … : Aku bukan Jembar. 150. Bulan : Padang! Jembar! Kalangan! Jangan jauh-jauh kalian sembunyi! Oooiii! Kalian tu dimana? Bulan mencari-cari lagi.144. Aku PLEIII … STESIEEEN … Bulan terlonjak mundur. Bulan : Kuhitung sampai 20 ya? Satu! Dua … Bulan menghitung. 157. 149. Bulan : Oooiii! Kalian mengerjai aku yaaa ?! Perlahan-lahan ekspresi Bulan mulai berubah. Ia dijalari semacam campuran antara rasa cemas. Bulan : Play station?! Bulan mendekati Jembar. Sampai mencari diantara penonton. Terus mencari … Mencari … Mencari … Sampai lama tak ketemu-ketemu … Mencari … Mencari … Lama sekali … (keluar masuk panggung). takut … 148. Bulan 156. Bulan : Handpone?! Bulan mendekati Kalangan. 155. 146. Disusul Kalangan. 197 . Padang masuk panggung. 147. : Aku bukan Padang. ADEGAN 5 Lampu hidup. gelisah. 154. Disusul Jembar. Bulan : Sepuluh! Bulan mencari-cari teman-temannya. Bulan : Padang … Jembar … Kalangan … Kalian mbook jangan keterlaluan … Aku agak-agak merinding ini … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Kalian mbok nongol … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Dipuncak rasa tercekamnya.

Lampu menyala. melangkah-mengalir sebagai jalan-kali-mu sendiri. SELESAI Penghormatan untuk tanah kelahiran-kampung halaman. mengerubut Bulan. Bulan? Dimana Jembar. lama-lama makin keras dan makin keras sambil berkata-kata secara menyayat-parau. Bulan 159. 161. Henpon. Aplus. tanpa sekali-kali lupa hulunya. Bulan : Buldoser?! Plei Stesien. Off Stage’. 160. ada di kancah bumi. 162. tanpa kehilangan sejarahnya. impian. teruntuk adik-adik tersayang. tanpa menyangkali gua garbanya Jagalan. menarik-nariknya kesana-kemari. Februari 2006 198 . Buldozer mulai tertawa mengikik. cita umat manusia. Aku BULDOZERRR … Bulan bahkan terjengkang. mengoda bersama berbagai hasrat. Semua pemain masuk panggung menyanyi dan menari dengan lagu Padang Bulan. Dimana Padang. Bulaaan … Bulaaan … Bulaaan … BULAAAN! BULAAAAAN!!! Sambil meronta-ronta Bulan memekik-mekik memanggili teman-temannya. tumbuhkembang-mekar dalam karya. Bulan?! Dimana Kalangan Bulan?! Mereka mulai merengsek. PADANG !!! JEMBAR !!! KALANGAN!!! DI MANA KALIAN TEMAN-TEMANKU SAYAAANG???!!! PADAAANG!!! JEMBAAAR!!! KALANGAAAN !!! ‘Black Out’. Kalangan : Kalangan … Kamu apa lagi? Kalangan … : Aku bukan Kalangan.158.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful