P. 1
Naskah Drama Taman Budaya Jatim 2006

Naskah Drama Taman Budaya Jatim 2006

|Views: 113|Likes:
Dipublikasikan oleh Tinni Tonnes

More info:

Published by: Tinni Tonnes on Nov 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2013

pdf

text

original

Lena Tak Pulang

Karya : Muram Batubara
(JUARA 1) SATU

LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena Lena sudah pulang, Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Sudah tiga hari Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan. Pak Lena (Tetap memandang tv) Anak kita Bu Lena Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

1

Pak Lena Nanti juga pulang sendiri ketika bekalnya lari telah habis. Bu Lena Tidak segampang itu, Pak, ia itu perempuan! Pak Lena Jika memang ia perempuan, ia akan pulang. Bu Lena Tapi belum…(Menghentikan kalimat, memperhatikan pintu keluar rumah) Ada yang datang, sepertinya itu Lena, anak kita, pulang juga ia setelah tiga hari tidak pulang. Pak Lena Bukan, pasti temannya datang mencari. Bu Lena Pasti Lena Pak Lena Berani taruhan Bu Lena Taruhan apa? Pak Lena Jika bukan Lena, lebaran tahun ini kita pulang ke rumah orang tuaku. Bu Lena Tapi tahun kemarin sudah Pak Lena Itu karena kau kalah taruhan Bu Lena Ya tidak bisa, bayangkan dalam lima tahun ini kita tidak pernah pulang ke rumah orang tuaku. Pak Lena Berani taruhan tidak?

2

Bu Lena (Bingung) Ehm… Pak Lena Dengar langkah itu sudah semakin dekat. Bu Lena Baik

TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA MEMBUKA PINTU. KECEWA.

Tamu I Permisi Tante, Lenanya ada? Bu Lena Oh tidak ada, dia belum pulang. Tamu I Belum pulang? Pergi ke mana ya Tante? Bu Lena Tante juga tidak tahu tuh, kamu tahu tidak? Tamu I Ya, kalau tahu saya tidak datang Tante. Bu Lena Iya juga ya. Hm, kamu teman sekolahnya ya? Tamu I Bukan Tante, saya teman… Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu, hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Om, saya harus kembali pulang. Pak Lena Kenapa buru-buru?

3

kenapa mencari Lena? Tamu I Ya itu dia. teman Lena tadi namanya siapa? Bu Lena Berarti tahun ini kita pulang ke rumah orang tuamu lagi? Pak Lena Jelas! Siapa nama teman Lena tadi! 4 . saya permisi dulu. Karena Lenalah saya harus buru-buru? Pak Lena Masuk dulu jangan buru-buru Bu Lena Iya masuk dulu Tamu I Maaf tidak bisa. BU LENA MENUTUP PINTU. DUDUK DI RUANG TV.Tamu I Ada yang harus buru-buru saya lakukan Bu Lena Jika buru-buru. Tante. Pak Lena Siapa namanya? Bu Lena Siapa? Pak Lena Yang tadi? Bu Lena Teman Lena Pak Lena Iya.

tidak bisa dirubah. Bu Lena Bagaimana jika Lena? Pak Lena Ya tetap dibuka pintu kan? 5 . bagaimana mungkin kamu tidak menanyakannya? Bu Lena Kenapa bukan kamu? Pak Lena Aku kan sedang nonton tv dan aku tidak sedang berhadapan langsung dengannya. bukahlah. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Kasihan ibu sudah semakin tua. Siapa nama teman Lena tadi? Bu Lena Nggak tahu. Pak Lena Loh Bu Lena Kok loh Pak Lena Ya. Pak Lena Ada yang ketuk pintu. dia ingin melihat kita sekeluarga kan? Pak Lena Tidak bisa! Kesepakatan telah tercipta. Jika terus dirubah. bagaimana menjalankan kesepakatan itu dan untuk apa membuat kesepakatan jika tidak ada kepastian untuk dilakukan. loh.Bu Lena Sudahlah ke rumah orang tuaku saja.

TERDENGAR KETUKAN PINTU. buka sana. Bu Lena Kesepakatan? Pak Lena Yah! PINTU TERBUKA. jika bukan Lena. lagi menunggu kesepakan nih. Bu Lena (Teriak ke arah pintu) sebentar ya. Bu Lena Buat satu kesepakatan baru dulu. perjanjian tadi batal. kasihan tamunya. Pak Lena Ya sudah. Pak Lena Bukalah pintu itu. Bu Lena Bukan itu. PERBINCANGAN DI DEPAN PINTU MASUK RUMAH. sabar ya. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Tamu II Kesepakatan apa Tante? 6 . BU LENA PUAS.TERDENGAR KETUKAN PINTU.

saya memang sengaja kemari untuk mencari Lena. Kamu siapa dan ada apa? Tamu II Saya temannya Lena. terus saya mampir. Lenanya ada? Bu Lena Jadi karena kebetulan main di daerah sini. Tante. Tante. Bu Lena Karena main di daerah sini? Tamu II Tidak Tante. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Bu Lena Yang benar yang mana? Tamu II Saya memang mencari Lena. kamu mampir dan mencari Lena? Tamu II Benar itu Tante.Bu Lena Ah. karena itu Tante. Bu Lena Karena kebetulan? Tamu II Sebenarnya tidak Tante. Sumpah. hm. Tante. Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu. Tante. jadi saya mampir ke sini. Karena kebetulan saya sedang main di daerah sini. Bu Lena Terus Tamu II Ya. tidak. 7 . kebetulan saya sedang main di daerah sini. Bu Lena Terus Tamu II Ya.

Tamu II Itukan berita namanya. Tamu II Kalau opini? Pak Lena Mengapa kucing itu mau ditabrak? 8 . wakil rakyat sedang memberikan opini. Tamu II Berarti sedang nonton berita. Opini itu pendapat. beritanya. namanya juga pendapat. Om.TAMU II MASUK DAN DUDUK DI RUANG TV. kucing ditabrak mobil. Om. Begini. Namanya berita harus mengutamakan kebenaran. Tamu II Tapi itukan acara berita. kenyataan tadi. opini! Tamu II Bedanya apa. Om? Pak Lena Opini itu tidak murni kenyataan. sedang berita itu nyata. itu opini. saya sedang melihat opini. Om? Pak Lena Tidak. kenyataan. BU LENA MASUK DAPUR. Om. Ingat. kebenarannya masih belum bisa diandalkan. itu berita. Pak Lena Tidak. Tamu II Nonton berita ya. Pak Lena Itu bukan berita. Pak Lena Memang. cuma sedang melihat tanggapan wakil rakyat tentang bencana yang tidak berkesudahan.

Tante. Tante. tiba-tiba saja ia sudah bersimbah darah. lagi batuk. semuanya serba mungkin kan? Tamu II Jadi yang serba mungkin itu bukan berita? Pak Lena Mungkin kok berita. Tamu II Tapi apa yang pasti di jaman sekarang. Mungkin itu kan belum jelas sedang berita adalah yang jelas dan pasti. Lihat omongan wakil rakyat itu. Bu Lena Tapi dingin? 9 . Tamu II Opini? Pak Lena Ya.Tamu II Mungkin saja ia tidak melihat mobil yang laju. opini. opini kamu. MEMBUKANYA. Om? Pak Lena Ya. Tamu II Tidak usah yang dingin. Bu Lena Mau puding? Tamu II Boleh. BU LENA KELUAR DAPUR MEMBAWA TEH DALAM GELAS MENUJU KULKAS. Pak Lena Itu dia opini.

Tamu II Om. Pak Lena Yang dari sekolahan. saya non muslim. istilah kerennya berbincang atau berdiskusi. kan cuma puding. renang. ya. terus dari mana? Tamu II Saya teman Lena dari tempat nongkrong. Pak Lena Seingat saya Lena tidak mengambil les nongkrong. les biola. tidak dari mana-mana. atau malah dari kelas mengaji? Tamu II Untuk yang terakhir tampaknya bukan. BU LENA KE RUANG TV DAN MELETAKKAN SAJIAN KEMUDIAN KEMBALI MENUJU DAPUR. Om. Om. Om. Tante. Pak Lena Oh begitu. 10 . Pak Lena Mengapa? Apa karena sudah pintar mengaji? Tamu II Tidak Om. les balet. lucu juga. Pak Lena Teman dari mana? Tamu II Ya teman saja. Pak Lena Kamu temannya Lena? Tamu II Benar itu. Tempat nongkrong itu tempat kita kumpul-kumpul.Tamu II Tidak apa-apa. Om.

kamu itu selain teman nongkrong Lena. Om. Saya cuma teman Lena di tempat nongkrong. Sesuatu yang sangat saya banggakan. lalu maksud kamu mencari Lena? Tamu II Ya itu dia Om. 11 . Sudah tiga hari ia tidak muncul. pertemanan itu belum begitu kuat. teman di mana? Tamu II Ya tidak ada. Pak Lena Lena mengambilnya dari kamu? Tamu II Begitulah Om. Pak Lena Oh begitu. Penting sekali? Tamu II Sangat penting malah. Om. Om. Nah. Hm. dia bawa sesuatu yang penting. saya malah tidak tahu bagaimana bersikap jika tidak ada kabar dari Lena. tapi yang nongkrong itu kan tentunya berasal dari tempat tertentu. Pak Lena Terlalu tipis. Om. Om. saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Lena.Pak Lena Oh begitu. Pak Lena Memangnya kenapa kalau ia tidak muncul dalam tiga hari? Tamu II Ya itu dia. Pak Lena Apa? Tamu II Ehm.

melaporkan apa yang telah dilakukan anakmu. pulanglah. kamu pulang dulu. ya. ya. Pak Lena Begini saja. besok kamu kembali lagi. Tamu II Tapi Lenanya bagaimana Om? Pak Lena Itu urusan saya. tentunya dengan ada kepastian dari Om. saya menjadi yakin untuk datang besok. yang terlalu banyak bicara itu. TAMU II PERGI. Bu Lena Anak kita 12 . BU LENA MASUK. Tamu II Kalau memang begitu. banyak Om.Pak Lena Banyakkah? Tamu II Ya kalau besar itu dianggap banyak. Yang kamu punya itu pasti akan kembali. Pak Lena Anakmu membawa lari uang temannya? Bu Lena Bagaimana bisa? Pak Lena Temannya yang datang tadi. Pak Lena Ya.

kata kunci itu malah tidak keluar. Bu Lena Terlalu banyak bicara malah menghilangkan kata-kata kunci. Bu Lena Belum tentu benar. bagaimana bisa ia tampak? Bu Lena Tetapi mengapa kau begitu percaya dengan anak ingusan yang terlalu banyak bicara itu? Pak Lena Karena tampaknya benar.Pak Lena Ya. kata yang seharusnya bisa menjadi andalan. Bu Lena Bagaimana jika benar? Pak Lena Kita harus menggantinya. anak kita. Bu Lena Jika tidak benar? Pak Lena Mau taruhan? LAMPU PADAM 13 . Pencuri. Pak Lena Tapi bagaimana bisa kita percaya dengan orang yang sedikit bicara. tidak bisa tidak. Lena kan anak kita. Pak Lena Tanpa bicara. dari mana kita tahu isi kepalanya jika tidak dikeluarkannya. sudah tiga hari Lena pun tidak muncul di tempat biasa mereka bertemu. jangan terlalu banyak percaya dengan orang yang terlalu banyak bicara.

SOFA BESAR MENGHADAP TV. Bu Lena Lena sudah pulang.DUA LAMPU MENYALA. mengabarkan pada semua orang bahwa anak kita yang perempuan tidak pulang dalam empat hari ini. tidak kemarin saja. Pak Lena Kok bisa? Bu Lena Lihatlah sendiri! Apa yang kita lakukan pada anak kita? Empat hari. Pak Lena Menunggu juga mencari. MEJA MAKAN. DALAM SEBUAH RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. Bagaimana kata dunia? Apa kata mereka pada kita? Orang tua yang tidak bertanggung jawab? Bu Lena Tampaknya kita memang tidak bertanggung jawab. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. 14 . PINTU KAMAR MANDI. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. Pak Lena Terus harus bagaimana? Berteriak. kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi juga. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Kemarin kau jawab seperti itu juga. KULKAS. Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah empat hari ia tidak pulang. tidak ada usaha kita untuk mencarinya. bayangkan empat hari anak kita tidak pulang.

Bu Lena Beda Pak Lena Apanya yang beda? Jika kita memasang iklan tentang kehilangan. jadi sama juga dengan nol. kita juga menonton tv atau berbincang kemana suka kan? Sama saja. toh lebih baik kita di rumah. terus apa yang kita lakukan? Menunggu kan? Menunggu kabar dari pak polisi itu. pasrah itu tanpa berbuat. Semuanya itu berarti menunggu.Bu Lena Menunggu itu pasrah Pak Lena Tidak sama. Mununggu itu kan berbuat. Menjemput. sama juga dengan menunggu kabar kan? Kita mencari itu tanpa tujuan. sama seperti berdoa. tentunya habis energi. Kita tetap juga menunggu. Dan dalam menunggu kabar dari pak polisi. Jika kita mencari sendiri. Daripada kita memutari kota. kita tidak tahu di mana anak kita berada. Menjemput itu jelas beda dengan mencari atau juga menunggu. Pak Lena Itu dia kata yang tepat. Bu Lena Apa yang dilakukan dalam menunggu? Diam memandang tv atau sibuk berbincang tanpa tujuan? Pak Lena Jika kita ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan anak. Bu Lena Tapi kita tidak tahu di mana Lena berada? 15 . mencari itu juga menunggu. Menunggu juga mencari. Jika kita tahu di mana Lena berada kan gampang. Jelas! Bu Lena Pusing aku. bisa kita jemput. sama juga seperti melapor ke polisi.

ini pasti teman Lena yang banyak bicara kemarin itu. Bu Lena Yang uangnya Lena curi itu? Pak Lena Bagaimana ini. Kenapa Lena belum pulang juga. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bagaimana ini. bisa saja berita ini tidak benar. apa yang harus kita lakukan.Pak Lena Yah harus dicari Bu Lena Dengan? Pak Lena Ya menunggu. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Jika belum benar. Bu Lena Kita bayar saja Pak Lena Tapi kita belum ketemu Lena. jangan dibayar dulu Pak Lena Tapi kita belum tahu mana yang benar. 16 .

BU LENA BINGUNG. seakan-akan tak terjadi sesuatu) PINTU TERBUKA. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bukahlah pintu Bu Lena Kau saja Pak Lena Kau kan perempuan Bu Lena Kau kan laki-laki Pak Lena Perempuan duluan. Tolong nanti kalau Lena pulang.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Bagaimana jika dia datang dengan polisi. nanti saya datang lagi. Terima kasih Tante. Permisi Tante. katakan saja saya mencari dan akan kembali lagi. Pak Lena Bukalah pintunya (Berlari kecil menuju depan tv. atas nama kesopanan. Lenanya sudah pulang? Belum ya? Ya sudahlah. (Pergi menghilang) 17 . Tamu I Maaf Tante. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena (Teriak ke arah pintu masuk) Sebentar ya.

Pak Lena Suruh duduk dulu. yang lupa kutanyakan namanya. Pak Lena Tukang pos? Bu Lena Bukan. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Bu Lena Sudah pulang (menutup pintu dan berjalan menuju ruang tv) tamunya sudah pulang. dia terlalu buru-buru. Bu Lena Aku tidak bilang apa-apa dan dia bukan yang uangnya dicuri Lena. Pak Lena Jadi teman yang mana? Bu Lena Yang pertama datang. siapa nama teman Lena yang banyak bicara itu? 18 . Pak Lena Sudah tahu kau namanya? Bu Lena Belum. Belum sempat aku bicara dia sudah pergi. temannya Lena? Pak Lena Yang kemarin? Bu Lena Ya Pak Lena Terus dia menagih uangnya? Apa yang kau bilang hingga dia langsung pulang. Pak Lena Tampaknya dia memang selalu buru-buru. Tunggu dulu.

bukankah kau yang banyak bicara dengannya? Seharusnya kau tanyakan namanya. setidaknya tidak risau. Pak Lena Untuk sementara Bu Lena Walau sementara. Bu Lena Sudahlah. Pak Lena Itu dia. dia terlalu berlama-lama sampai aku lupa menanyakan. Setidaknya bukan dia yang datang jadi kita tidak perlu risau lagi. padahal aku sudah berhadapan langsung dengannya.Bu Lena Kenapa kau tanyakan aku. LAMPU PADAM 19 .

keluar lagi sambil membawa piring makanan. Pak Lena Sudah hampir sore. PINTU DAPUR. KULKAS. TERSENYUM SENANG. Pak Lena Pulang juga rupanya kau Lena Lena Lapar (Berjalan menuju dapur. membukanya.) 20 . PINTU KAMAR TIDUR. Jika matahari terbenam dan terbit lagi. PINTU KAMAR MANDI. Apakah bekal larinya masih cukup? Bu Lena Mengapa kau kuatir? Pak Lena (Menuju pintu keluar masuk rumah. makan di meja makan. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. BU LENA DUDUK MEMANDANG TV. MEJA MAKAN. PAK LENA LANGSUNG MEMBUKA. SOFA BESAR MENGHADAP TV. apakah Lena tidak akan pulang lagi? Bu Lena Belum lima hari Pak Lena Hampir lima hari. menegok keluar dan menutupnya kembali) Belum pulang juga. TERDENGAR KETUKAN PINTU.TIGA LAMPU MENYALA. lihatlah sudah mendekati senja. hari keempat sejak tidak pulang. tepat lima hari Lena tidak pulang. PAK LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. DALAM SEBUAH RUMAH.

les balet. Bu Lena Teman yang mana? 21 . Sudah hampir lima hari dia berada di luar. les biola. kelas mengaji. Bu Lena Jangan dikatakan dulu. atau malah teman nongkrong? Bu Lena Ya. biar dia makan dengan nyaman.Bu Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Makanlah yang banyak. Pak Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Dari mana saja? Bu Lena Jangan ditanyakan dulu. banyak bertemu orang tentunya. lebih banyak dari kawannya yang datang. (Berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin. yang mana? Lena Teman lain Pak Lena Masih ada temanmu yang lain rupanya. biarkan dia makan dengan tenang. Pak Lena Banyak temanmu yang datang. rindu dengan rumah ini tentunya. sudah lima hari dia di luar. menuangkan ke gelas Lena) Dari mana saja kau Lena? Pak Lena Kenapa kau tanyakan? Lena Dari rumah teman (Terus makan) Pak Lena Temanmu yang mana? Yang dari sekolahan. renang. tentunya kau lapar.

Pak Lena (Berbisik pula) Kita harus lebih berusaha lagi.) Pak Lena (Berbisik) Bagaimana ini? Bu Lena (Berbisik pula) Bagaimana apanya? Pak Lena Dia terlalu tertutup. seperti yang kalian inginkan. masuk ke dalamnya) Bu Lena (Berbisik) Tidak berhasil. mengapa tidak mencari? Lalu. duduk di depan tv sambil terus makan. membawa makanan. apakah kalian pernah menanyakan aku sekolah apa tidak? Dan. kita harus bisa membukanya. 22 . Tampaknya dia memang marah pada kita. LENA KELUAR DARI DAPUR TANPA MEMBAWA SEBARANG PUN. Lena Sejak kapan masak khusus? (Berjalan menuju dapur. Ibu sengaja masak untuk kamu.(Mendekati Lena) Enak makannya? Lena Biasa saja Bu Lena (Mendekati Lena) Tentunya enak. PERSISI MENGHALANGI JALAN LENA YANG MASIH BERADA DI DEPAN PINTU. untuk apa les yang mahal-mahal itu. Mengapa kita yang disalahkan? Kita kan hanya menanyakan temannya saja. BU LENA DAN PAK LENA MENDEKAT. Mengapa kalian bertanya ketika aku menghilang.Lena Kenapa terlalu mengurusi sih? Bukannya selama ini aku bebas. bukan untukku kan? Untuk kalian yang gila gengsi tanpa memikirkan kebutuhanku kan? (Berdiri.

Pak Lena Sudah selesai makannya? Bu Lena Enak kan? Pasti kenyang. 23 . BU LENA DAN PAK LENA DUDUK DI KURSI MEJA MAKAN. Lena (Menghindar dan berjalan menuju kamar tidur) Mau tidur Pak Lena (Mengejar hingga depan pintu kamar tidur) Belum malam Bu Lena (Ikut mengejar) Iya. Bu Lena Mungkin temannya yang lain. LENA MASUK KAMAR. yang uangnya dicuri Lena. Bu Lena Apa sebab dia begitu dingin Pak Lena Mungkin kita terlalu kaku Bu Lena Kau yang kaku Pak Lena Mungkin kau juga. bagaimana ini? Kita belum bicara tentang itu dengan Lena. belum malam. PINTU TERTUTUP. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Pasti temannya yang banyak bicara itu. mari kita berbincang dulu.

TAMBAH TERKEJUT MELIHAT TAMU YANG DATANG.basi. Pak Lena (Gagap) Tidak. Pak Lena (Malas membuka pintu. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Om.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Kau saja yang buka. 24 . PAK LENA DAN TAMU II DUDUK MENGHADAP TV. BU LENA MENYINGKIR KE DAPUR. terserah itu melangkahi kesopanan. hingga sampai depan pintu. Jadi rasanya tidak perlu basa-basi lagi… Pak Lena (Memotong) Basa-basi itu terkadang perlu. kenapa harus langsung jika kita bisa berbasa-basi terlebih dahulu. Pak Lena Tidak hanya boleh langsung jalan. tampaknya akan ada lampu hijau nih. Tamu II Wah. tidak. Om. ini jalan tol jadi bisa sekencang apa juga. PAK LENA TERKEJUT DAN LANGSUNG MEMBUKA PINTU. kemarin itu. Ayo masuklah. Saya khusus datang seperti permintaan. Om. menoleh ke Bu Lena dengan bingung) Sebaiknya kau saja. Tamu II Terkejut. Bu Lena (Muncul membawa segelas minuman hangat) Iya. Tamu II Saya tidak kebetulan main ke daerah sini. Ayolah berbasa.

Bu Lena Uang kan? Pak Lena Ya. yang dibawa Lena. Tamu II Bukankah hari ini akan saya temukan lagi. ini soal sesuatu yang saya miliki itu. 25 . jadi tidak mungkin kami membiarkannya mencuri uang kamu. Apa maksudnya ini? Mertua dan ngebut. kita buang dulu basa-basi. seperti janji Om kemarin. hubungannya apa? Tamu II Loh.Tamu II Boleh ngebut? Pak Lena Oh tentu. asal pakai pengaman biar tidak kecelakaan. berapa yang dicuri dari kamu? Bu Lena Masalah besarnya tidak perlu risau. kami akan bayarkan semuanya. bukankah sudah jelas Om. Begini saja. bagaimanapun Lena itu anak kami. Bu Lena Ya terus. Bu Lena Mertua? Pak Lena Ada apa dengan mertua? Tamu II (Bingung) Katanya boleh langsung ngebut? Pak Lena (Bingung juga) Tunggu dulu. Tamu II (Tertawa) Ini dia calon mertua yang paling hebat.

dia ini datang untuk meminta sesuatu yang kamu bawa. tapi karena kamu belum pulang. Bu Lena Lena. bertambah suntuk begitu melihat Tamu II) Ada apa? Bu Lena Ayo. Bu. Tamu II Tapi… Pak Lena Tenang saja Bu Lena Lena! Lena (Keluar dengan muka suntuk. santai semuanya. kau saja yang bicara. biar semuanya jelas (Berjalan menuju kamar Lena) Lena! Keluar kamu. Tamu II Tunggu dulu. (Menggiring Lena ke depan tv) Tamu II (Tersenyum manis) Hai Len. Nak. kami suruh dia datang sekarang. Tante… Bu Lena Tenang. Bu Lena Tunggu dulu. ada yang harus kita selesaikan. begitulah. sebaiknya kita cari tahu yang sebenarnya.Pak Lena Ya benar itu. teman kamu ini kemarin sudah datang. 26 . biar jelas saja. Begini. Lena (Senyum masam) Ada apa? Pak Lena Tenang. Nah.

tidak apa-apa. Katakan saja jumlahnya. anggap saja tidak terjadi apa-apa. Tanyakan saja sama dia. Nak. Bu Lena Tidak bisa begitu. saya permisi. Hey (Menunjuk Tamu II) kamu jangan sembarangan menuduh aku pencuri ya! Sampai datang ke rumah lagi! Bu Lena Sabar Nak. Tamu II (Panik) Tunggu dulu… Pak Lena Sudah kamu jangan bicara dulu. biarkan saja. Jangan takut kami marah. kenapa bisa kacau. Begini saja. biar semuanya jelas. sumpah. Sungguh kami tidak akan marah. (Duduk dengan sewot) Tamu II Waduh. dengan kata lain ia datang untuk menagih sesuatu yang telah kau curi. Om. Nah. berapa yang kau ambil darinya. tenang. Begini saja. bagaimana ini! Lena tidak mencuri. biar kita ganti. (Bergerak pergi) Pak Lena (Menahan) Bagaimana kamu ini. berapa jumlahnya.Pak Lena Ya. bukannya kamu ingin mengambil yang telah dicuri Lena? Tamu II Sudahlah Om. bagaimana ini. Pak Lena Ya katakan saja. Lena Ahk. Berapa Lena? Lena (Bingung) Lena tidak mencuri apa-apa. berapa yang dicuri Lena? Lena Ya berapa yang kucuri! Cepat bilang! 27 .

Saya pikir Om sudah mengerti dengan yang saya maksud. Lena Aku baru saja pulang. Saya sudah coba jelaskan. bukalah pintunya. SEMUANYA TERKEJUT. PINTU TERBUKA. LENA TERTAWA. Lena kamu yang buka. Dengan kata lain.Tamu II (Takut) Tidak ada… Pak Lena Apa! Tamu II Lena tidak mencuri uang. Tante. Lena tidak mencuri uang tapi… Bu Lena Tapi apa? HP. Pak Lena Siapa lagi itu. saya itu senang sama Lena tapi Lenanya belum memberikan jawaban. TERDENGAR KETUKAN PINTU. perhiasan. Om. Sejak tadi dan malah kemarin saya sudah ingin jelaskan tapi Om tidak mau mendengar. Pak Lena Kok malah menyalahkan. atau apa? Tamu II Bukan itu Tante. Tamu II Benar. Bu Lena Jadi apa? Bicara yang jelas! Tamu II (Malu) Lena mencuri hati saya. Om. kamu bolak-balik ya mencari aku? 28 .

gitu aja sewot. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Tapi… Lena Tidak ada alasan (menggandeng Tamu I) SEMUANYA BERKUMPUL DI DEPAN TV 29 . kalau utang cepat bayar dong! Lena Ala. Pak Lena Masuklah.Tamu I Kurang ajar. nanti di dalam. Lena Iya. Bu Lena Siapa Len? Lena Teman Bu Lena Bawa temanmu ke dalam. Lena Ayolah masuk Tamu I Bayar dulu utangmu. di sini saja. tidak baik terus di depan pintu. Tamu I Terima kasih Tante. biar saling bertemu semuanya. ini urusan kita berdua. Pak Lena Suruh duduk dulu.

benar tidak? Tamu II Kalau begitu saya pulang lebih dulu saja. Om. katakan saja berapa yang kau ambil dari dia? Lena (Marah) Kenapa nggak ada yang percaya! Lena tidak pernah mencuri uangnya! Tamu II Iya. Lena tidak mencuri uang saya. Kenapa terlihat begitu penting. mari kita selesaikan. Pak Lena Kalau cuma sekedar berarti tidak berulang. 30 . ada apa ini? Tamu I Tidak ada apa-apa. Pak Lena Kamu di sini dulu. wah serba salah semuanya.Bu Lena Oh. Len? Tamu II Tidak… tidak. Om. Lena Masalah apa lagi? Bu Lena Lena. Len. merepotkan. Pak Lena Ah. cuma sekedar mampir. Lena. Pak Lena Sudahlah. Tamu I Maaf Tante. rupanya kamu. masalah yang tadi belum selesai. kamu kan belum mengembalikan uang yang kamu curi dari dia. tidak ada apa-apa. temanmu ini bolak-balik mencari kamu. Tamu I Kamu mencuri uang. Om.

bukankah kamu datang kemari untuk menagihnya? 31 . Tidak. Tante. yang benar yang mana? Mencuri atau meminjam. Dan. saya tidak ada hubungan dengan uang. Lena Hey! Pak Lena Tunggu dulu. Aku pinjam uang kamu beberapa hari yang lalu sebagai bekal lari dari rumah. Tamu II Kapan? Lena Bukan kamu! Tamu I Tidak. Lena Hey! Jangan bohong kamu. lalu uang siapa yang dicuri atau dipinjam? Tamu I Bukan uang saya. hati saya yang dicuri. Om. Seperti yang sudah terkatakan tadi. ada apa ini? Bu Lena Ya. Lena tidak pernah meminjam uang. Tante.Lena Dengar itu! Lena tidak pernah mencuri! Lena cuma meminjam uang. Lena Hey! Tamu II Sudah jelas. Bu Lena Berarti uang kamu? Berapa? Tamu I Tidak ada.

Bu Lena Bekal lari? Pak Lena Lari dari mana. lihatlah orang tuaku ini kawan-kawan. Aku lari dari rumah pun mereka tidak tahu. kamu mau membantunya lari kan! Lena Diam kalian! Kalian (memandang orang tua) lihatlah anak kalian ini! Apakah kalian hafal setiap tahi lalatnya? Apa kalian tahu yang diinginkannya? Pandang aku melalui mataku jangan pandang aku dengan mata kalian! Bu Lena Kenapa kamu harus lari. Yang mereka pikirkan semua baik-baik saja. tidak perlu kamu pinjam uang kawan. 32 . Lena Ini bukan piknik…(menangis) BU LENA DAN PAK LENA LANGSUNG MENDEKATI LENA. Tamu II Kamu lari dari rumah? Kenapa tidak bilang padaku. Kalau aku tahu kamu pinjam uang untuk lari. Nak. aku tidak beri tentunya. ah… Tamu I Kenapa. Aku. Pak Lena Jika memang ingin lari. Bukankah hidup di luar itu lebih berbahaya. Nak? Lena Lihat. aku pinjami kamu uang bukan untuk itu. Aku benci! (marah mendekati menangis) Tamu I Aku tidak tahu. kamu kan bisa permisi dulu. Len.

Bu Lena Tidak punya rumah? 33 . Uangnya belum kita ganti. jangan menangis. Lena Lena tidak pulang selama ini karena Lena merasa tidak punya rumah. Uang yang kamu pinjam akan kita ganti. (Menyadari Tamu I dan Tamu II telah hilang) Bagaimana ini. Pak Lena Diamlah. mereka telah hilang. TANGIS LENA SEMAKIN MENJADI. Tamu II Uangmu… Tamu I Sudahlah… TAMU I DAN TAMU II PERGI DENGAN CEPAT. Ceritalah. Nak.Tamu I (Menarik Tamu II ke sudut lain) Urusan keluarga. sebaiknya tidak perlu. Lena (Sambil menangis) Bukan uang… Pak Lena Jika begitu mengapa menangis? Bu Lena Diamlah. Len. Kami bingung. jangan menangis terus. sebaiknya kita menyingkir. Tamu II Kita harus permisi dulu Tamu I Kalau keadaannya seperti ini.

mengekangnya juga bisa salah… TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Siapa lagi? TERDENGAR KETUKAN PINTU. Dulu kami dikekang orang tua kami dan kami tidak suka. Bu Lena Kita salah mendidiknya… Pak Lena Sebenarnya kita bermaksud baik. maka kami ingin kamu tidak seperti kami. Lena benci. Lena butuh rumah yang benar-benar rumah! Bu Lena (Menangis) Maaf ya. rumah yang kami bebaskan untukmu. PAK LENA MENUJU PINTU DAN MEMBUKANYA. semuanya selalu dihitung dengan uang. Mungkin selama ini kami tidak memperhatikan kamu.Lena Ya. Tidak ada yang perhatikan. Kalian sibuk dan Lena pun sibuk sendiri. kami rasa itu yang baik. kami tidak ingin mengekang. Nak. Pak Lena Membebaskan kamu bukan berarti tidak perhatian. BU LENA TERUS MENANGIS. SAHYDU BEGITU TERASA. tidak ada pembicaraan yang menyenangkan. Lena (Lari masuk kamar) Seharusnya kalian jadi orang tua yang benar-benar orang tua! MUSIK PERLAHAN. rumah ini segalanya dihitung dengan uang. BU LENA Siapa lagi? SELESAI Yogyakarta maret-april 2006 34 . Rumah ini rumah kamu. tapi salah juga… Bu Lena Kita harus bagaimana? Membebaskannya salah.

NONA ITIK 10. NY. SAWUNG JAGO 13. NY. NONA MERPATI 9. NYI CENDRAWASIH 17. NYI KUNTIL JUARA II LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2006 35 . PELIKAN 15. NY. ANGSA 2. SWAN SONG 14. NONA ITIK 8. BANGAU 7. KASUARI 6. GAGAK 11. NY.NASKAH TEATER REMAJA “KONGRES UNGGAS” KARYA : APRIS PELAKU : 1. BABON 3. NONA BEBEK 4. KAKAK TUA 12. NY. KUTILANG 5. JOKO PERKUTUT 16.

KONGRES UNGGAS BABAK I RUANG TAMU MEWAH SEBUAH BANGUNAN BESAR MILIK NY. Babon : : Sedang membicarakan apa. (TERTAWA LAGI. sejak dulu yang namanya jago itu memang gila. 1. BANGAU. Kalau tidak punya pangkat. DIIRINGI PENGAWAL SETIANYA JAKA PERKUTUT. begitu Iya. KUTILANG. SAMBIL TERSEDAK-SEDAK) 5. (TERTAWA). Lantas. Dia bilang jago-jago kita tambah gila saja. SAMBIL MELAHAP HIDANGAN YANG DISAJIKAN. Kalau punya pangkat. TIDAK LAMA KEMUDIAN. ya mengobral janji di mana-mana. Kutilang : Lho. NY. SIBUK MELAYANI PARA TAMU. DISINI AKAN DILANGSUNGKAN PERTEMUAN RUTIN PARA UNGGAS. tapi merasa sedikit tampan. ARISAN. 36 . Itu lho Jeng Bebek aneh-aneh saja. Jeng Bebek juga mengatakan. BABON DAN NONA BEBEK. ANGSA BERSAMA NONA MERPATI PUTRINYA. penjajahan dan kesewenang-wenangan para pejantan terhadap para betina sudah keterlaluan. KUTILANG. Nah. DUDUK MENYENDIRI DI SALAH SATU SUDUT RUANG ITU DENGAN ANGKERNYA. Kata Jeng Bebek lagi. Apalagi kalau melihat perempuan- perempuan muda. cantik dan agak menggoda. para jago kita tingkat kegilaannya sudah sangat tinggi. PENGAWAL NY. BANGAU. (BERHENTI SEJENAK). ya main perkosa. mereka akan kawin dimana-mana. Tidak peduli perasaan para betina yang dikawini. Padahal. kedudukan dan uang. Mana ada gila kok tinggi. YANG SUDAH TERLIHAT DATANG LEBIH DULU NY. NYI KUNTIL. kok kedengarannya meriah banget. PUTRI NY. Pejantan-pejantan kita tambah brutal dan tidak menghargai para betina sama sekali. benarkan. MEREKA SEDANG ASYIK NGRUMPI NONA ITIK. Tante. Angsa 4. kalau tidak punya semua itu. (TERTAWA). kedudukan atau uang. cara mengukurnya bagaimana. Babon : : O. DITEMANI TUAN RUMAH. MUNCUL NY. (TERTAWA) 3. Angsa 2.

dimakan lagi hidangannya. JOKO PERKUTUT ASYIK MELADENI NONA MERPATI DAN NONA ITIK BERSENDA GURAU. Mereka tidak mungkin berani menyiarkan berita kalau tidak benar. 10. Babon : Eeee. Buktinya. Jeng Kasuari dan Jeng Angsa. 13. Babon : Tapi tidak semua pejantan seperti itu. Yang penting kan laku dijual. Nyatanya hampir setiap hari koran-koran. Jeng Bangau. Tidak semua pejantan kita seperti itu. biarpun punya derajat dan uang. Babon : : Ah. 14. Siapa sih yang tidak tahu prinsip media massa. Buktinya suami saya. Kalau tidak menyajikan hal semacam itu. kok juga mendukung Jeng Bebek. Angsa : Saya kok setuju dengan Tante Babon. itu kan memang kerjaan wartawan dan lahan penghidupan media massa. Itu kan kenyataan. Bebek : Mungkin saja. Itu tidak tegas namanya. Kasuari : Kalau saya pikir-pikir. YANG SESEKALI DILIRIK OLEH NY. pendapat Jeng Bebek itu benar. Nggak peduli benar atau salah. Plin-plan. dengarkan radio atau nonton televisi. Jeng. (TERTAWA SINIS SAMBIL MEMANDANG BERKELILING. menghibur diri bagaimana. lha … gimana sih Jeng Kutilang ini. Bangau : Waduh. diberitakan di radio dan ditayangkan di televisi. Babon : Ah. Mbakyu. ngobrolnya kok jadi serius begitu. Mana mungkin mendukung saya. PEMBICARAAN MEREKA DIALIHKAN KE HAL-HAL YANG LAIN. ANGSA) 15. Tapi ucapan Tante Babon juga betul. pasti berdasarkan sebuah fakta. MENCARI DUKUNGAN) 37 . DI SUDUT LAIN. merugikan atau menguntungkan orang lain. 11. RINGAN YANG PENTING NGRUMPI. 16. Sudah. pokoknya bisa dijual. itu hanya menghibur diri. Masih banyak yang memiliki moral bersih. Bebek 9. tidak pernah ngobral nafsu dimana-mana. Lagi pula. masih ada pejantan seperti suami saya. Mas Sawung Jago. masyarakat kita kan memang paling senang baca berita seperti itu. nanti nggak enak lho. tidak begitu. Apa yang dimuat koran. Angsa : Ya. suami Jeng Kutilang. Bebek : Jumlah itu belum bisa dijadikan bukti. Lho. 8. Ayo.6. radio dan televisi menyajikan berita kebrutalan para pejantan kita. Kalau terlalu dingin. 7. Iya kan. MEREKA ASYIK MENIKMATI HIDANGAN YANG DISODORKAN OLEH TUAN RUMAH. (SEMUA DIAM UNTUK BEBERAPA SAAT. ya tidak akan ada yang beli koran. 12.

Tidak bisa keduanya. Angsa : Dalam dunia keilmuwan. Tidak bisa dijadikan dasar analisis. benarkan apa yang saya katakan. Bangau : Benar. tapi juga benar. MESKI ADA BEBERAPA YANG TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI). Wong suami saya tidak begitu. Sementara Tante Babon benar. Kita tidak boleh mendua. 18. Menyamaratakan. (SEMUA YANG HADIR MANGGUT-MANGGUT. Dus. to. baik cetak maupun elektronik. untuk mengetahui apakah pendapat atau ucapan itu benar atau salah. Mungkin Jeng Angsa bisa menjelaskan. Saya kok jadi bingung. 20. Kasuari : Yang saya maksudkan begini. 23. Lantas. tapi benar berdasar fakta atau penelitian. yang terbaik bagaimana. kok. Angsa : Jeng Babon juga tidak bisa menyalahkan Nona Bebek. kita seharusnya hanya mendukung salah satu pihak. ini gimana. kita tidak boleh mengungkapkan statement secara ngawur. Jadi. bisa benar atau salah semua. Jeng Bebek benar karena semua media massa. 22. Angsa : Begini lho Jeng. tidak tahu saya. 21. selalu menyajikan kebrutalan para pejantan kita. Kita tidak bisa seenaknya sendiri.17. Angsa : Saya setuju dengan pendapat terakhir. padahal yang melakukan hanya seekor pejantan. Bangau : Iya. hanya karena suami Jeng tidak begitu. Babon : Lha. Babon : Wah. Benar semua atau salah semua. Saya juga jadi bingung. Ah. Salah semua atau benar semua. 25. Babon : Jeng Angsa ini aneh. Dalam setiap persoalan. Bisa runyam nanti. 19. Asal bicara. Segala sesuatunya harus kita teliti dan kemudian kita analisis. 38 . 24. Malah jadi tidak nyambung. Jeng Bebek juga dinilai begitu. Pendapat atau ucapan yang disampaikan. atau istilah ilmiahnya menggeneralisir setiap persoalan. belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kita memang tidak boleh seenaknya sendiri. Kan tidak mungkin salah semua atau benar semua. Berarti yang bejat hanya seekor dan yang baik juga hanya satu ekor. Nah. Pasti hanya satu yang salah dan satunya benar. 26. Saya dinilai salah. karena memang tidak semua pejantan bermoral bejat. sehingga kami jadi mudheng. mengatakan semua pejantan kita sudah bejat moralnya. hal itu bisa saja terjadi.

Iya. Bangau 30. Babon : : Waduh. 29. mana yang salah. hasilnya sulit diyakini kebenarannya. Kami kan masih punya kegiatan lain. 31. Kita harus melakukan penelitian untuk menjernihkan persoalan ini. Babon : Ya jelas tidak mau saya. bagaimana dengan aktivitas kebabonan kita. Bebek : Ya ndak bisa hanya sesederhana itu kalau masalahnya menang luas dan besar. Bangau : Kalau saya tidak jadi masalah. kok jadinya malah ruwet. Kalau saya lebih setuju mengumpulkan betina dari seluruh dunia dan mengadakan musyawarah untuk membuat resolusi. Kutilang : Melakukan penelitian. juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apa kita mau disini seharian hanya untuk memperdebatkan hal yang tak kita ketahui. sampai harus mengadakan penelitian dan musyawarah segala. 33. Pembicaraan sederhana kok tiba-tiba jadi ruwet begitu. Paling tidak ya harus lewat forum musyawarah nasional atau bahkan musyawarah internasional. Kok jadi tambah ruwet begitu. Kalau tidak. itu ide gila. 35. kita hanya bicara dan berdebat terus. tanpa tahu ujung pangkalnya dan tidak mengerti mana yang benar. Bangau 37. Kasuari : Saya setuju dengan pendapat Jeng Angsa. Sementara. Babon : : Wow. waduh. Kalau semuanya mau tinggal disini lebih lama dan berbincang-bincang. 36. mengumpulkan betina dari seluruh dunia? Ck … ck … ck. Harus lewat penelitian. 34. Apalagi menyangkut sekelompok kaum. Cara yang terbaik yang seperti yang dikemukakan Jeng Angsa. Dus. Masak hanya dari omong-omong harus begitu panjang dan lama penyelesaiannya. Lalu biaya untuk menyelenggarakan acara itu cari di mana? 39 . Di samping memakan waktu lama. 27. silahkan. Angsa : Itu kalau nyonya-nyonya di sini mau menguji kebenaran dari apa yang sudah diperbincangkan tadi secara ilmiah. Tapi seperti kata Tante Babon tadi. Kalau Jeng Bebek bagaimana.maka harus diadakan penelitian. Kalau saya. akan sia-sia saja. Paling tidak ya sebagai ibu rumah tangga dan istri. 28. tinggal setuju atau tidak. Babon : Wah. berarti butuh waktu yang cukup panjang dan dana yang agak besar. 32.

Bagaimana nyonya-nyonya setuju? 40. ndak masalah.38. Setidak-tidaknya kamu masih trah dalam. KASUARI. DI BERANDA. Kasuari : Jeng Babon sudah datang. Sawung Jago 45. Masak kumpul sama jago kampung yang tidak berprestasi. 40 . Tidak usah macem-macem. (TIDAK LANGSUNG TERDENGAR JAWABAN. Babon : Mas. Jeng Bebek. saya kan termasuk panitia inti. kan tidak ada jeleknya. 42. Bebek : Kita bebankan pada negara. BANGAU. saya kan tidak terdaftar sebagai panitia. TAMPAK JOKO PERKUTUT. 43. Masih dialiri darah biru. MASIH TAMPAK LENGANG. Koor : Setuju ………………………… BABAK II SEBUAH RUANGAN BESAR ATAU LAPANGAN YANG CUKUP RINDANG. Saya kan malu. Yang penting konsumsi. 46. NYI CENDRAWASIH. BERSAMA SAWUNG JAGO SUAMINYA. TAPI RUANGAN ITU SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA UNTUK KEPERLUAN MUSYAWARAH ATAU SEMINAR INTERNASIONAL. NYI KUNTIL. (MUNCUL NY. sana ikut nimbrung. NONA ITIK. Selama ini. Jangan hanya menyendiri di belakang. NY. NY. Sawung Jago : Sudahlah. kumpul sama jago-jago teras kita. Kalau sekali-kali kegiatan para babon dibiayai negara. Pokoknya saya hadir. Lha kok saya disuruh kumpul sama jago-jago teras. 39. NONA MERPATI DAN NONA BEBEK) 47. Panitia yang ngurusi konsumsi. Ada dalam acara ini. Babon : : Orang seksi konsumsi kok panitia inti. Kasuari : Bagaimana nyonya-nyonya. Babon : Meski kamu tidak tercantum dalam daftar panitia. apakah semuanya setuju dengan gagasan. TAMPAK TANTE BABON. Lho. Soal kumpul dengan siapa. MEREKA MASING-MASING SIBUK BERBICARA SENDIRI-SENDIRI). kalau para pejantan mengadakan acara pasti membebankan seluruh biaya pada negara. ANGSA. Sawung Jago : Habis. Dalam susunan yang kalian buat nama saya kan tidak ada. 44. DENGAN PAKAIAN YANG SERONOK. apa acara ini nanti bisa berlangsung sehari penuh kalau tidak ada konsumsinya. 41.

59. kamu datang merebut. kita harus kerja makin keras. diurusi Nyi Cendrawasih dan Nyi Kunti. Ya yang tua. Lama tidak bertemu. Kan kemarin anggarannya tidak masuk ke anggaran saya. kakang Sawung Jago ini ada-ada saja. Waktu aku mengincar Angsa. Angsa : : : : Lho. (TIBA-TIBA KAKAK TUA DAN GAGAK MASUK SEHINGGA MENGAGETKAN SAWUNG JAGO) 57. Saya yang dipilih jadi penerima tamu malah datang belakangan. Kang? 62. 54. nasibmu baik benar. kan sehatsehat saja? 60. kamu lagi-lagi nimbrung. Joko Perkutut kan jadi urusan saya. Kasuari 50. lumayan meski tambah kurus. iya. 58. Mas. Angsa : Kalian berdua ini memang lancang. Kakak Tua : Kakang Sawung Jago malah sudah sampai disini. 56. Maaf. Bagaimana kabarnya. dan Joko Perkutut. Ada-ada saja. ya jelas dong. Kakak Tua : O. Maklum. 41 . dari dulu bisanya hanya petok-petok. Mas Joko Perkutut tidak senang kalau dibuatkan konsumsi seperti jago kebanyakan. Jeng? Pokoknya beres. Lantas. Sawung Jago : Tidak apa-apa. dia kan mahasiswa.48. 53. ya belum. yang kerja hari ini sudah disiapkan konsumsinya atau belum. Babon : Lha. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Nona Merpati : Saya dan Nona Itik sudah berembug dengan Mas Joko Perkutut. Nona Itik : Iya. Sejak dulu. Babon 51. Sawung Jago : Namanya juga usaha. Masih muda mau seenaknya. Hanya saja. Kami yang ngurus konsumsinya. pencuci mulutnya belum terbayar. Jadi segalanya harus serba spesial. Kok lama ndak kelihatan itu kemana saja. ketika aku sedang mengincar Merpati dan Itik. (PERGI SAMBIL MARAH-MARAH. Kakak Tua : : Yah. Bagaimana konsumsinya. Sawung Jago 61. Babon 49. 55. jadi ya agak pagi berangkatnya. Untuk jago lainnya. 52. Ah. Kini. ya yang muda. Kami menyediakan diri sebagai sukarelawan. Yang melayani juga harus spesial. lho Mas. jadi ya tidak sempat kemana-mana. Mereka kan sudah mengajukan anggaran sendiri. Tadi sekalian mengantar istri saya. YANG TINGGAL HANYA SAWUNG JAGO). Sawung Jago : Babon.

63. Bebek : Saudara-saudara betina. Untung keduanya cukup lincah dan gesit. dan para jago tahu yang namanya keadilan. Tapi di dunia kita. karena salah kita sendiri. (TEPUK TANGAN MERIAH LAGI. Kenapa mereka tidak menghargai kita. Apa pengusaha sekarang juga diajari perang-perangan. yang nantinya akan menetapkan aturan main bersama penguasa. para betina akan datang sendiri. begitulah yang namanya jago. Gagak : Memang benar. Mereka kebanyakan tidak bisa cari makan sendiri. TAPI TIDAK JADI. 64. Ini yang tidak pernah anak-anaknya. Tidak usaha dikejar-kejar. dan menyampaikan resolusi. Berbeda dengan kamu. grusa-grusu. LANTAS PERGI MENINGGALKAN KAKAK TUA DAN GAGAK YANG TERSENYUM SINIS). Bedanya. Ujas-ujus. ANGSA TAMPIL BERBICARA) 42 . Kita tahu bahwa para jago dimana-mana senang wayuh. TIBA-TIBA NY. Bahkan mencarikan makan anak-anak kita. sehingga tidak tertangkap oleh si tua bangka itu. kok ya masih senang mengejar ayamayam dara. Sudah punya istri resmi dan beberapa simpanan. Agar mengetahui wewenang. (TERDENGAR TEPUK TANGAN RIUH). Melihat situasi dan kondisi. Kemarin Itik dan Merpati yang dapat giliran dikejarkejar mau diperkosa. (TERDENGAR TEPUK TANGAN LAGI). kok kakang kemarin sepertinya serius mengejar musuh. Tidak angon situasi. sehingga sangat tergantung pada manusia laki-laki. Maka wajar kalau manusia wanita rela disewenang-wenang manusia laki-laki. Tapi ada juga yang tidak mau menjaga diri. SETELAH MENDENGUS KESAL. (SAWUNG JAGO TIDAK MENJAWAB. MATANYA MELOTOT MEMANDANG. Saya juga lihat sendiri cara kerja Kakang Sawung Jago. ada yang bisa lebih menjaga diri. tidak ada peribahasa semacam itu. Kita berbeda dengan yang namanya manusia wanita. Yaitu mau menerima perlakuan sewenang-wenang mereka. Apalagi di dunia manusia ada peribahasa: surga dan neraka ikut laki-laki. Tapi kenapa kita malah diperlakukan sewenang-wenang mempedulikan oleh para jago. Pakai kejar-kejaran segala. MAKSUDNYA MAU MARAH. Padahal kita bisa mencari makan sendiri. Kakang Sawung Jago itu aneh. ACARA PERTEMUAN DIMULAI 65. Kakak Tua : Yah. Ini berarti mereka tidak menghormati para betina. benar-benar keterlaluan. maka para betina di seluruh dunia harus bersatu dalam sebuah wadah. Lebih-lebih kalau masuk klasifikasi pejantan.

kita harus selalu mengkampanyekan bahwa betina bukan hanya sekedar pabrik telur yang bisa diperlakukan sewenang-wenang. kita harus secara aktif mengadakan pendidikan. begitu pula sebaliknya. tanggungjawab. Karena dinegaranya memang kekurangan wanita dan terlalu 43 . Para betina punya harga diri yang patut diakui para jago. kita harus menyusun sebuah resolusi yang isinya antara lain: jago satu hanya boleh memiliki atau mengawini seekor betina. jago dan betina punya hak sama dalam perceriaan. yaitu Pandawa.66. Harap jangan berisik. Masak kaum betina kami selalu dikurung secara bergerombol dalam satu kandang dan tidak pernah diberi seekor pun jago. Seandainya dalam sebuah kelompok ayam ternyata jumlah jagonya lebih banyak dibanding betinanya atau sebaliknya. Hal itu terus berlangsung sampai kematian menjemput mereka. bagaimana. Sama sekali tidak hewani. Kita perlu mencontoh wayang. Kami justru punya usulan. (TERDENGAR GERUTUAN DAN MAKIAN). Menyambung langsung apa yang baru saja disampaikan Nona Bebek. masing-masing bisa saling menghargai satu sama lain. tanpa harus memikirkan pernikahan. Terlalu usang dan ketinggalan zaman. Kami bebas melakukan hubungan. serta tugas para betina maupun jago dalam pergaulan hidup sehari-hari. Soal wayuh. Dengan demikian. Pertama. Betina bisa melayani selusin jago. (TEPUK RIUH) 67. Ketiga. wewenang. Pelikan : Saya setuju dengan Swan Song tadi. Angsa : Saudara-saudara. 68. Kini kami mulai memasuki kehidupan yang sangat bebas. kami dari masyarakat modern. unggahungguh dan semacamnya adalah nonsens. tapi setiap hari diharuskan bertelur. memang perlu dipertimbangkan kembali. Jadi soal tata tertib. kami dari negara yang sudah sangat modern. saya sampaikan beberapa catatan penting. Bikin resolusi yang memprotes sistem manusia memelihara ayam. melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang hak. Kedua. Ini benar-benar tidak adil dan harus dihentikan. Tidak perlu menang-menangan. Kami pun dulu tak terhindar dari keadaan dan situasi semacam itu. Drupadi itu suaminya lima. membuat resolusi buat manusia yang memperlakukan bangsa kami dengan semenamena. Tapi itu masa lalu. Perkawinan bukan lagi hal yang penting. Maklum. Ingat. Swan Song : Kami memahami betul apa yang disampaikan kedua betina terdahulu.

Mbakyu. Saya memang sengaja kemari untuk ngobrol. TIBA-TIBA DATANG JENG BABON. Mari Mbakyu. Kasuari : Sama. Betina tidak boleh wayuh. Jadi ya sering pergi. Begitu pula yang dipelihara untuk diambil keturunannya. Ah. NY. MEREKA BERDUA NGOBROL. 73. ya Jeng? (AGAK TERKEJUT). Kasuari : : Ngalamun. 44 . harus tetap diberi jago yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah betina. tapi karena keadaan yang memaksa. 2. BLACK OUT BABAK III FADE IN TERAS SEBUAH RUMAH. apakah pembentukan wadah dan isi resolusi disetujui. Dengan kata lain. Maklum. MALAM BULAN PURNAMA. 5. Dari mana. karena di Drawati kekurangan pria dan terlalu banyak wanita. silahkan duduk. Babon : Yah. Kasuari : Dan Mbakyu mempercayainya. 75. Betina yang dipelihara oleh manusia untuk tujuan penghasil telur. seperti yang dianut ayam ras. dimana jumlah wanita dan pria seimbang. Rumah saya sekarang juga sering sepi. Malah sampai disini. disepakati berdirinya perkumpulan betina se dunia yang diberi nama KONGRES UNGGAS SE DUNIA. 72. Jago tidak boleh wayuh. namanya saja wiraswasta. KUTILANG DUDUK TERMENUNG SEORANG DIRI. 70. (TERDENGAR JAWABAN KOOR SETUJU). Babon : Tidak dari mana-mana. Babon 71. 6. Jeng. yang disepakati : 1. Manusia dilarang membudidayakan ayam seenaknya sendiri. Betina bisa menceraikan jago. enggak kok. wayuh hanya diperbolehkan bukan karena kebutuhan seks semata. Sementara Kresna istrinya tiga. Usulan betina lokal baru bisa dijalankan kalau situasinya seperti di Madura dan Awangga. SEMENTARA SUASANA TAMPAK LENGANG DAN SEPI. Apa Sawung Jago sering pergi? 74. 4. Kasuari : Untuk menyatukan para betina di seluruh dunia. begitulah.banyak pria. 3. Di rumah sepi sekali. Jago boleh menceraikan betina. TAMPAK ASYIK. Bagaimana pada semua yang hadir. 69. Katanya untuk meningkatkan usaha. kok jam sekian masih di luar.

Termasuk pada suaminya sendiri. Ya entek omah. Jangan-jangan suami saya sudah kelurahan penyakitnya manusia. 84. Dikasih kesempatan. selingkuh. 78. Paling-paling untuk meningkatkan karier.76. Kasuari : Saya juga dulu punya pandangan yang sama dengan Mbakyu. Kalau suami saya pamit keluar rumah sampai menginap. Lagi pula. 77. Babon 83. sejak sebelum musyawarah yang baru lalu dilaksanakan. Babon 81. Babon : Ya jelas. Jangan terlalu curiga. Bilangnya nglembur. apa seburuk itu namanya jago. Kasuari : Tidak. Para jago itu ndak bisa dilair-batini. Kalau suami kita beri kepercayaan penuh. saya tidak pernah menaruh curiga. Tidak pernah percaya sama manusia lain. kadang beberapa hari. Jeng? Ya bukan hanya para jago yang punya watak buruk seperti itu. ndak tahunya kencan dengan betina lain. 85. Bermuka dua. Jeng. Babon : Masak ada betinayang punya watak seperti itu. TAPI SAYA PERCAYA SAMA KESETIAAN SUAMI 45 . 86. Jeng Kasuari ini kok ada-ada saja. Babon : Jangan-jangan … (AGAK GELISAH. suami saya merupakan tipe jago yang setia. Kasuari : : Walah. Dia tidak pernah menyeleweng. gitu. Sejak adanya Perkumpulan Betina Mardika dan resolusi yang dihasilkan beberapa waktu lalu. di muka orang banyak sangat berapi-api membela dan memperjuangkan hak kaumnya. TAPI KEMUDIAN MENGHIBUR DIRI SENDIRI). Kasuari : : Ah. tidak-tidaknya kalau mereka nyeleweng. Dan betina seperti itulah yang sering ngrusak tatanan. Curigaan saja kerjanya. Senangnya kok guyon. Tapi setelah musyawarah besar beberapa waktu lalu. Artinya. Babon : Weh … weh … weh. dong. 82. ya nglonjak. Merekalah yang sering memancang para jago untuk nyleweng. entek ngalas. istilah apalagi itu. Saya tidak guyon. saya jadi sering mikir. Jeng Kasuari kok jadi begitu. Mbakyu. Mbakyu. Para betina juga banyak yang senang bermuka dua. Jangan-jangan malah sampeyan yang sudah ketularan penyakit manusia perempuan. Mbok ya yang semeleh. buat apa tidak mempercayai suami yang terus keluar rumah untuk mengembangkan usaha. meski pergi dari rumah sampai berhari-hari. Kasuari : E … namanya jago kok diumbar. 79. Ini serius. 80. Tapi di belakang. Amit-amit.

KOK. bingung aku. Kasuari : Itu kan biasa. 93. Kami berdua kebetulan sedang jalanjalan. TIBA-TIBA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH DATANG DENGAN SIKAP TAK MENENTU. Ayo ngomong yang benar. Kalian ini ada apa. Ketika sampai di taman kota. Tidak berperi kebinatangan. Datang-datang kok kayak orang ayan. Nyi Cendrawasih 89. 87. tegas. Menikmati malam terang bulan yang indah ini. di taman kota. Kacau. Mbok kalau bicara itu yang jelas. Anu apa. Nyi Kuntil 88. Kasuari 92. ayo. Ada apa. E … e … e. Salah satu dari kalian harus bicara terus terang dan yang sebenarnya. Mbok bicara to the point saja. WAS-WAS DAN TAKUT). Begini. Ya. gawat. Nyonya. SEPERTI TAK MENGETAHUI KEBERADAAN KASUARI DAN BABON). JAGO LAIN BISA SAJA MUDAH DIGODA. 100. Gajah midak rapak. 98. 46 . nggak ada apa-apa kok Nyonya. Kasuari : : : Wah. gitu lho. Begitu saja kok didramatisir. kami lihat pemandangan yang nganeh-anehi. Nyi Kuntil : : Nganeh-anehi bagaimana. TAPI SUAMI SAYA TIDAK. MARAH. Cuma anu … e … anu … 91. Senangnya kok bikin dhegdhegan. 94. (NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH TERKEJUT. Babon 97. Kasuari : Sudah. Babon : Iya. 90. Kami melihat suami Nyonya berdua bersama Nona Bebek dan Nona Merpati. anu dheng … ah. Iya. 95. Apa itu. ayo. di tempat remang-remang. 96. GELISAH. Nyi Kuntil : (SETELAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA. (NY. Nyi Kuntil : Eh … oh … ah. Tidak plinthat-plinthut seperti itu. Bengak-bengok ndak karu-karuan. Nyi Cendrawasih : Tapi mereka berkelompok secara terpisah-pisah. AKHIRNYA BISA JUGA BICARA). Mereka mungkin sedang jalan-jalan sekeluarga.SAYA. 99. Nyi Cendrawasih : Wong cuma anu. kok. KASUARI TERSENYUM KECUT. Mbok kamu saja yang menjelaskan. KECEWA CAMPUR JADI SATU. Babon : : Cuma apa. ini ada apa. Merusak tatanan.

yang namanya keluarga itu kan ya berkelompok-kelompok. Biasakan. Nyi Kuntil : Bukan begitu. NY. KASUARI. 108. Babon 107. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : I … I … ya … 105. NY. TAMPAK ENAM PASANG AYAM SECARA SILUET SEDANG BERCUMBU RAYU. benar. Kita harus menyelidikinya ke sana. Iya. SEMUA PASANGAN YANG SEDANG PACARAN TERKEJUT. SAWUNG JAGO BERPASANGAN DENGAN NONA BEBEK. SUASANANYA REMANG-REMANG. TAMPAK NY. (MEREKA BERGEGAS PERGI KE TAMAN KOTA UNTUK MENYELIDIKI KEBENARAN UCAPAN NYI KUNTI DAN NYI CENDRAWASIH). DARI KEJAUHAN. gawat. JOKO PERKETUT DENGAN ANGSA. Kasuari : Apa …! Mereka berpasangan di taman kota? 104.101. NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH BERINDAP-INDAP MENDEKATI YANG SEDANG PACARAN. Nyi Kuntil dan Nyi Cendrawasih. BLACK OUT – FADE IN LCD TAMAN KOTA MALAM HARI TERANG BULAN. Kasuari : : : Wah. Berpasangan! 103. GAGAK DENGAN NONA ITIK. Mereka berkelompok dua-dua. 102. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : Baik. Mbakyu. BABON BERTERIAK HISTERIS LALU JATUH PINGSAN. SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN DARI KATA-KATA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH. MENELITI TIAP-TIAP PASANGAN DENGAN TELITI DAN CERMAT. Nyonya. Kasuari : Lho. BABON. tunjukkan tempatnya. DI ANTARA RERIMBUNAN TANAMAN TAMAN. BINGUNG DAN LARI BERSERABUTAN. KASUARI SERTA NY. Kasuari 106. ADA YANG 47 . Ayo. NAGATUMURUN DENGAN NONA ITIK DAN KAKAK TUA DENGAN BANGAU. Nyonya.

SAMPAI BERTABRAKAN DENGAN PASANGAN ASLINYA. KEDUANYA NAMPAK GEDHAG-GEDHEG TIDAK HABIS PIKIR. 111. 109. BABON YANG PINGSAN. tapi kemudian mereka langgar. Senang main cinta belakang. SITUASI BENAR-BENAR KACAU. Sama persis dengan manusia. KASUARI DAN NY. Nyi Cendrawasih : Mereka senang bikin resolusi. SEKEJAP KEMUDIAN PANGGUNG KOSONG. SERTA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH YANG BERDIRI BENGONG. TINGGAL NY. mengkampanyekan hak azasi dan mempropagandakan disiplin rasional. SUARA TERKEJUT BERBAUR DENGAN JERIT KESAKITAN. suka melanggar ketentuan dan kesepakatan yang sudah dicanangkan. Beribu peraturan dikeluarkan dan ratusan kesepakatan disetujui. 110. Nyi Kuntil : Begitulah ayam. Memang aneh yang namanya ayam dan manusia itu. Nyi Kuntil : Memang mengherankan. tetap saja terjadi penyelewengan.  T A M A T  48 . pelanggaran dan semacamnya.

Juara 3 Lomba Penulisan Naskah Teater Remaja Taman Budaya Jawa Timur 2006 Karena kekuasaan tidak gratis didapatkan. Ia harus direbut dan diperjuangkan………sendiri! KUD TA Sebuah Naskah Teater Remaja Oleh: JONED SURYATMOKO 49 e .

Kamar LINDA. guru pendamping OSIS. siswa kelas III. mantan Jagoan MEYMEY. siswi kelas II. siswi kelas II. halaman sekolah. mantan Jagoan BRIAN. RATNA. ibu LINDA Untuk adegan hiruk-pikuk bisa ditambahkan lebih banyak figuran. para siwa dan siswi yang lain WAKTU Sekarang TEMPAT SMA di Indonesia. PAK ISWADI. galak. NUNGKI. siswi kelas III. BUNGA.PEMAIN LINDA. siswi kelas II. siswi kelas III. mantan Jagoan KANDI. siswi kelas II. idola kelas II dan III. hampir pensiun IBU. Dalam hati LINDA (selera lokal disesuaikan) 50 . siswi kelas III. HELEN. masih agak muda KEPALA SEKOLAH.

Baginya menjadi jagoan dengan jabatan hasil pemberian sekolah tidak akan membanggakan. Karena itulah kemenangan sebenarnya. Mereka tahu bahwa mereka harus segera menyusun rencana untuk segera menunjukkan bahwa merekalah jagoan murid perempuan di sekolah. Empat murid kelas II. Ia juga menyadari bahwa ia harus tetap siap mewujudkannya sendiri. Kinilah saatnya bagi murid-murid kelas II yang baru untuk melakukan kudeta merebut kekuasaan jagoan sekolah mereka. HELEN. Namun tawaran itu ditolaknya. Murid kelas III belum rela melepaskan jabatan jagoan mereka. Dengan demikian mereka bisa menguasai kantin. Satu kesempatan tersedia ketika Linda ditawari menjadi Ketua OSIS. 51 . Linda tertinggal sendiri ketika ternyata Helen juga sudah berhasil mendapatkan murid kelas III yang menjadi idola mereka. yakni LINDA. Murid kelas III yang baru akan segera menghadapi ujian nasional dan terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar.SINOPSIS KUDETA Tahun ajaran baru sudah mulai. halaman sekolah dan juga toilet. Bunga dan Ratna sudah harus mengikuti bimbingan belajar sejak kelas II. Masalah muncul ketika ternyata aksi kudeta mereka mengalami banyak halangan. BUNGA dan RATNA menyadari hal itu.

OPENING Panggung dibiarkan lengang beberapa saat. Selembar demi selembar! Penonton dibiarkan menikmati jatuhnya kertas-kertas tersebut dalam diam! Setelah beberapa saat. membawa buku hariannya. Kemudian duduk. Kemudian. Hanya ada beberapa kursi.sama anak sendiri ibu tega? Ibu tidak menyalahkanmu. Banyak pemimpin di Negara Amerika Selatan ini yang digulingkan dan digantikan dengan paksa. Sementara pada tahun 1912 kudeta dilakukan Dr. Ia membuka bukunya. Tahun 1921 Dr. dan meneruskan menulis. berjalan perlahan ke arah salah satu kursi. sementara aku. melengking dari ujung kanan panggung) Beras sekarang mahal! Minyak semakin mahal. LINDA : Katanya. Lebih dari sepuluh kali kudeta terjadi di Paraguay.. tapi karena akan ada sesuatu yang berbeda. Ibu selalu mengingatkan aku. melengking dari ujung kanan panggung) Masa. Ibu percaya padamu!!!! : Selama liburan aku membaca sejarah ini. menyia-nyiakan sekolah. Dengan sedikit omelan tentu saja! IBU : (tiba-tiba. Ibu tidak memaksamu! Kamu bebas berkegiatan apa saja! Tapi jangan lupa belajar!!! Ketika IBU bicara. Tahun 1905 Dr. Tahun 1904 Juan Gaona melakukan kudeta dan menjadi presiden. LINDA muncul dengan seragam sekolah dan tas. Cecilio Baez melakukan kudeta. Lampu boleh terang boleh temaram. Pedro Pena. LINDA : Ibu tidak tahu. Tidak ada suara apapun! Pelan-pelan selembar demi selembar kertas putih jatuh dari langit-langit panggung. seperti kebiasaan kudeta berikutnya berkali-kali terjadi. Sekolah juga mahal! Tidak ada yang murah sekarang! Jadi… kamu harus belajar dengan benar!! OS. Manuel Gondra dipaksa mengundurkan diri. aku harus bersyukur karena masih bisa sekolah. LINDA : (seperti bicara pada dirinya sendiri) Setiap kali aku menikmati liburan panjang dan bermalas-malasan. IBU : (tiba-tiba lagi. bahwa liburan kali ini aku benar-benar menginginkan masuk sekolah kembali. OS. IBU berdiri dengan tegak di ujung kanan panggung! Memandang ke arah entah!! Ingin berkata sesuatu dan selalu ingin berkata sesuatu. Emiliano Gonzales melakukan kudeta tahun 1908 dan Liberato Marcial Rojas melakukan kudeta tahun 1911. Banyak orang yang ingin sekolah tapi tak bisa sekolah. Bukan karena aku ingin belajar lagi. IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!! 52 OS LINDA . OS. kata ibu. IBU : (melengking lagi) Asal kamu tahu.

aku melewatkan liburan terindah kali ini! Tidak terceritakan. Juan Natalico Gonzales dikudeta dan…… IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!!Jangan!! : tahun 1989 Jendral Adres Rodriguez melakukan kudeta. Mereka harus turun!! Kelas III harus segera turun!!! Segera!! IBU : Jangan nakal!!!!!!!!! Sudah Ibu bilang. hampir putus asa!!) Jangan!! PAUSE! IBU terdiam tertahan!! Mendesis-desis entah apa yang diucapkannya. OS LINDA IBU : (lebih pelan. Tidak sesuatupun terjadi. Suasana menjadi gaduh. LINDA berhenti menulis dan melihat kertas-kertas yang masih jatuh. LINDA : Ini liburan! Kita bebas kemana saja kan! BUNGA : Iya. nih! Susah kalau liburan! Kerjaanya makan terus! Kita jadi gendut semua nih! Lihat! 53 . Menggulingkan kekuasaan murid kelas III. Tapi asal kalian tahu. Felix Paiva kudeta. HELEN : (pamer pada LINDA) AKu tahu aku harus minta maaf! Karena aku tidak membawa oleh-oleh. Ia lalu menulis kembali. Akan ada yang membuktikan siapa yang akan menjadi siswi jagoan di sekolah ini. BUNGA dan RATNA dengan teriakan-teriakan kegirangan. juga tidak ingin ditanyakan! BUNGA : Memang kamu liburan dimana? Paling ke rumah nenek! Disambut ketawa yang lainnya. LINDA : Pada tahun 1936 Kolonel Rafael Franco juga melakukan kudeta. Tahun 1948 Dr. Jendral Higinio Morinigo kudeta tahun 1940. Jangan nakal!!! Lalu IBU berlari EXIT dengan cepat sambil terus berteriak!! Seperti tak ingin terlambat! LINDA melihat lembaran kertas terakhir jatuh. tidak terkatakan! LINDA : Sayangnya. Sebelum kertas menyentuh lantai. Aku merasa sudah waktunya melakukan kudeta. Musik sepotong. muncul HELEN. OS. Tahun 1937 Dr. LINDA : Tahun ini aku sudah naik kelas II. Seperti ingin melarang seseorang.OS. tapi menyentak!! Panggung menjadi terang!! BAGIAN I Halaman sekolah 1.

Mereka adalah NUNGKI. HELEN : adik kelas! RATNA dan BUNGA menutup mulutnya! RATNA : Benar juga! BUNGA : Kita sekarang bukan yang paling bontot di sekolah ini.. Tahun lalu kita seperti itu! Dan. pinggul. Lalu masing-masing saling memeriksa satu yang lainnya. pipi mereka.pengalamana buruk! BUNGA : Ehm.hm……apa ya…! RATNA : Aku tidak merasa apa-apa! LINDA : Kita sudah kelas II! BUNGA : Lantas? HELEN : aku tahu! Aku tahu! Kita jadi terasa lebih tua! RATNA : memang kita tambah umur kan? LINDA : Bukan itu! Kita merasa lebih tua karena di sekolah ini kita sekarang punya…. naik kelas pakai tas baru!! BUNGA : Ih. Lalu tanpa mereka sadari muncul siswi-siswi kelas III.. Suasana ribut kembali!! 2. 54 . NUNGKI : (menyindir LINDA) Wah. tentu saja! LINDA : Aku merasa lebih.ini hadiah!! Aku tidak minta dibelikan kok …!!! HELEN : Tapi minta hadiah!!! Sama saja!!! LINDA : kalian merasa berbeda? HELEN : maksudnya? BUNGA : ya. LINDA : sekarang kita punya adik kelas. kayaknya ada yang tidak jadi dikeluarkan dari sekolah nih! KANDI : Iya…atau jangan-jangan ibunya merengek-rengek ke Kepala Sekolah supaya dia tidak dikeluarkan…..kamu pakai tas baru ya!! He. Masing-masing langsung diam.aku tidak akan melupakan perlakukan kakak kelas tahun lalu! Yang lain tertawa. MEYMEY dan KANDIi. kalau kalian ingat…...BUNGA menunjukkan badannya RATNA : Itu sih memang sudah gendut sebelum liburan! Yang lain ketawa. Kalian perhatiakan murid kelas I.sampai… LINDA : (pada BUNGA) Wah. Kulit mereka.. he… he… kaya anak SD saja. kaki. BUNGA juga.

LINDA dan kawan-kawan tampak geram. idola anak-anak kelas III dan II muncul dengan langkahnya yang mantap... Juga LINDA. Nanti aku temui kamu! Ya? 55 . Meminta pacaranya itu menahan pembicaraan. kalian para adik kelas harus tunduk pada kakak kelas! Tidak ada tawar menawar.NUNGKI. jadi pecundang? Heh? Sudah menjadi peraturan tidak tertulis. Lalu BRIAN. LINDA : Heh! Aku tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah hanya karena pernah menjambak rambutmu dan memasukkanmu ke dalam bak mandi!! Teman-teman LINDA tertawa. Ayo…. NUNGKI : Brian. BRIAN : Hm……. Teman-teman HELEN menyoraki!!! KANDI : Sebentar lagi? Tidak salah tuh? Kami masih setahun di sini! Itu artinya. Ia menghampiri NUNGKI ingin mengucapkan sesuatu. Wajah NUNGKI jadi semakin marah! MEYMEY : Memang sih! Tapi emang enak jadi junior. Kalian harus cium tangan pada kakak kelas. KANDI dan MEYMEY terbahak. kami masih punya setahun untuk menindas kalian!! Tahu? BUNGA : Ya.murid-murid kelas III terlalu malas buat pacaran dengan adik kelas! Kalian kan manja! Anak kecil! Kolokan! Mereka lebih senang pacaran dengan kami!! Pada saat berbicara seperti itu NUNGKI sudah yakin benar pada omongannya. HELEN : Kalian memang kelewatan!! Kalian sudah tua! Sudah bau tanah!! Sebentar lagi juga keluar dari sekolah ini. nanti saja ya!! Aku baru sibuk mengajari adik-adik kelas ini sopan-santun dan kepribadian.? NUNGKI : Pacar? Hm….! tapi kalian harus menghadapi jam tambahan setiap hari. Tapi NUNGKI menempelkan jari temunjukkanya di bibir BRIAN. MEYMEY mengulurkan punggung telapak tangannya seperti mempersilahkan mencium tangan. Kalian harus menghadapi ujian akhir!! NUNGKI : Jangan salah! Kami masih cukup pintar untuk menghadapi ujian dan tetap menjadi jagoan!! Kalian? Hm…sepertinya masih harus banyak belajar? BUNGA : Mungkin! Tapi bagaimana dengan ….

Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. Namun ia kembali lagi. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! MUSIK menghentak. namun kemudian dia meninggalkan NUNGKI. LINDA dan teman-temannya nampak geram dengan kecentilan musuhnya itu. ISWADI LINDA P. Jadi. BRIAN masih sempat melirik murid-murid kelas II.. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dkk. khususnya murid-murid kelas III. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. 3. Mereka berlarian. BRIAN lalu EXIT. seperti ingin mengucapkan sesuatau tapi tak jadi.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. KEP. MEYMEY dan KANDI langsung panik. Kamu paham? LINDA : Paham Pak! 56 . KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. LINDA dan kawan-kawan lebih lega setelah melihat murid-murid kelas III pergi. Teman-teman NUNGKI nampak puas. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. Sudah saatnya kalian…………. KEP.LINDA? : Ya. P. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. MEYMEY : Bagaimana? Kalian masih belum percaya kalau murid kelas III lebih suka pada kami? RATNA : Tunggu saja saatnya!! Tapi bagaimanapun kalian sudah kelas III. Belum selesai RATNA mengucapkan kalimatnya. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. ISWADI : Ehm….BRIAN semula agak ragu-ragu.

ISWADI : Baiklah. ISWADI : Belum! Tapi kita bisa memperkirakan kalau acara-acara rutin tahunan tetap akan berjalan. Begitu guru mereka itu pergi. ISWADI LINDA P. Pak! Biasanya kami hanya terlbat di acara olah raga saja! Sesekali membantu anakanak musik dan teater memeriahkan suasana! Kami hanya penggembira. kamu akan berubah pikiran! LINDA : Baik. Pak! Kita lihat nanti perkembangannya! PAK ISWADI lalu hendak EXIT. P. Dengan begitu. P. ISWADI : Kamu tidak ada masalah dengan kelas III kan? : (kaget) Tidak Pak! : Baik! PAK ISWADI lalu EXIT. ISWADI : Bapak tahu itu! Tapi saya mengatakan hal ini karena akan ada perubahan dengan itu. Tapi ia teringat sesuatu lalu kembali lagi. LINDA : Kalau begitu saya mengundurkan diri saja sebelum dicalonkan. Saya mencalonkan Linda untuk menjadi Ketua OSIS periode mendatang. Dan saya yakin. LINDA dan kawan-kawan melihat kepergian P. Ia hanya melihat LINDA dan teman-temannya. Lalu P.BUNGA : Apa sudah ada undangan untuk acara-acara dengan sekolah lain. Pak? HELEN : Ya. saya tidak memaksa. Pak? P. HELEN LINDA : Kenapa? : Apanya yang kenapa? RATNA : kenapa kamu tolak tawaran tadi? BUNGA : Tidak semua murid di sekolah ini ditawari Pak Iswadi menjadi Ketua OSIS!! LINDA : kalian ingin tahu kenapa? 57 . Untuk itu kalian juga harus membuat banyak persiapan. tentu tidak hanya kami yang menyiapkan semua ini kan. ISWADI : Benar begitu Linda? LINDA : Ya. LINDA : Itu kalau saya terpilih. 4. Saya tidak bersedia. Linda akan banyak mengurusi hal-hal lain juga.ISWADI : Saya yakin kamu yang akan terpilih. LINDA : Tapi. Pak! P. PAUSE PAK ISWADI membuang nafas panjang seperti tahu seperti apa jawaban LINDA. ISWADI. Tapi kamu pikirkan lagi Linda! Kalau kamu berubah pikiran hubungi saya. P.

Ini waktu yang tepat. Alasan kedua adalah. jago bikin film pendek dan. Linda melihat teman-temannya. LINDA : Sekarang kalian pikir! APa kalian tidak risih melihat kelas III yang sok tua itu menguasai kantin! Makan sambil teriak-teriak seperti di rumah nenek mereka sendiri? Apa kalian mau setiap kali dapat giliran terakhir di toilet sampai antrian kelas III habis? Kalian mau. tapi mereka tidak akan berani berbuat apa-apa. Gak ada waktu untuk nonton DVD bareng kalian. aku lebih memilih kalian! HELEN : Tapi Lin. Muncul IBU menyeberang panggung sambil berteriak IBU : Sudah Ibu bilang. LINDA : Aku tidak mau! Aku yakin sekarang saatnya menjatuhkan mereka. kita yang akan teriak-teriak di kantin. jangan nakal! 58 . … LINDA : Itu baru alasan pertama. jago game online semua jadi pacar kelas III. semua murid ganteng kelas III yang jago basket. Jadi. BUNGA : Kenapa? Karena Kepala Sekolah sudah kasih peringatan supaya mereka siap-siap ujian nasional? LINDA : Persis!!! Mereka tidak akan berani ambil resiko.Ketiga temannya mengangguk LINDA : Karena. dan menganggap kita hanya anak-anak lulusan SMP? He? Ketiga kawanya diam. Ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkan mereka. Kelas I tidak akan berani mengganggu kita karena mereka masih baru. Masih diam. kalau aku menerima tawaran menjadi ketua OSIS. kamu cari mati! RATNA : Mana bisa kita mengalahkan kelas III. LINDA : Percaya deh!!! Kelas III sudah tidak punya gigi. RATNA : tapi kelas III bakalan marah besar! LINDA : Ya. Kalian lihat tadi bagaimana sebentar lagi mereka bakalan kerepotan menghadapi ujian nasional? Ini saat yang tepat! HELEN : Lantas apa rencanamu? LINDA : Mulai besok. aku tidak akan punya waktu untuk bertukar jajan dengan kalian waktu istirahat. memberi mereka waktu untuk berpikir. jago main gitar. Heh… Ketiga kawannya diam. aku akan mengajak kalian untuk menghajar anak-anak kelas III. BUNGA : wah.

gu…gugup!! : Ok. BAGIAN II Kamar LINDA 1. Aku tahu dari suaramu. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Haloooo…Linda? Kamu masih di sana? : Hm…hm…. Ditemukannya buku harian.juga cantik! LINDA hanya diam. Ini aku.IBU lalu EXIT. Lampu BLACK OUT. BRIAN! LINDA menutup mulutnya. Lalu HP-nya berbunyi. Lalu buru-buru merapikan diri.. Dibuka. PAUSE. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Sedang apa kamu? : Sedang nunggu teman.ya! : Tidak perlu gugup! : Ak…aku…tt…idak…. AKu tahu kamu tidak gugup. LINDA masih memberi waktu. menjauhi HP di dekat mulutnya. Linda! : Siapa ya? : Apa penting kamu tahu siapa aku? LINDA : Penting! Karena kamu menelepon aku! BRIAN : Simpan nomerku. Tapi wajah LINDA menangkap tanda bahwa ia mendapat dukungan mereka. LINDA nampak sedang membuka-buka tasnya. Musik menghentak. hendak menulis sesuatu. Melihat gelagat aneh pada BRIAN! 59 . LINDA : Bagaimana? Mereka tidak menjawab. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Halo? : Halo. LINDA mengambil nafas panjang dan membuangnya ke samping. Mencari sesuatu. : Aku mengganggu ya? : Hm…belum! : (tertawa) Kamu lucu! Dan. Di ujung panggung yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon LINDA.

dia sudah menunggu kalian di dalam kamar! Tante tinggal dulu ya! BUNGA : Baik. Tante! Tapi kalau dikerjakan bersama kan jadi mudah. LINDA meneruskan menelepon. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA : Siapa tadi? : Ibuku! Temen-temanku sudah datang.BRIAN LINDA : Kamu besok malam ada acara? : Hm…Dengar BRIAN! Aku …aku tidak bisa! IBU muncul menghampiri LINDA yang sedang menelepon.aku tidak bisa! : kenapa? : Pokoknya tidak bisa! Sudah ya! LINDA menutup telepon! BRIAN di ujung pangung yang lain kaget. IBU : Kalian pasti semakin banyak tugas sekolahnya ya? HELEN : Memang. IBU tertawa senang. Bu! : Ibu suruh mereka masuk ya? LINDA : (berpikir sebentar) YA! IBU EXIT. HELEN dan BUNGA muncul. Tante! IBU lalu EXIT. : …aku Cuma mau bilang kalau. Ajak Linda belajar! Tuh. HELEN dan BUNGA masuk kamar LINDA. Ia membuang nafas panjang lalu EXIT. teman-temanmu sudah datang! : Sebentar. IBU. 2.ada masalah! LINDA : Masalah apa? 60 . katanya! : Apa yang mau kamu ucapkan tadi? : yang mana? : sebelum Ibumu datang.. LINDA : Lama banget? HELEN : Hm. Dari arah panggung lain (arah dimana Ibu EXIT). IBU : Sering-seringlah main kemari.. Berdiri di pintu kamar LINDA. IBU LINDA IBU : Lin.

PAUSE HELEN : Sebenarnya kita kan bisa belajar kelompok. LINDA : kenapa baru bilang sekarang? BUNGA : Aku mencoba menawar seperti usulmu tadi. Tapi yang sekarang ini sudah keputusan final. Masing-masing tidak tahu apa yang harus dilakukan. BUNGA : Aku sudah katakan itu pada ayahku. Tapi hanya untuk istirahat! Tidak untuk menyerang kelas III. tapi katanya belajar kelompok tidak menjamin aku dapat universitas bagus. ya Lin! LINDA : Tidak apa-apa! Kita masih ada bertiga! 61 . Aku tidak bisa menawar lagi. Karena aku semua berantakan! LINDA : Kalau boleh tahu kapan kamu tahu kalau kamu bakalan ikut bimbiungan belajar? BUNGA : Sejak minggu terakhir liburan! HELEN : Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama? BUNGA mengangguk. PAUSE Suasana menjadi kaku. BUNGA : Maaf. Atau mungkin…lebih sibuk! LINDA : Kamu tidak bisa menawar? BUNGA : Menawar itu berarti melawan! Melawan berarti mencari mati! HELEN : (pada LINDA) Lalu apa rencanamu? LINDA : harus tetap dilakukan! Hanya Bunga yang tidak bisa! Kita masih bertiga! BUNGA : Maaf ya Lin.HELEN tidak menjawab! Hanya melihat ke arah BUNGA! LINDA : (ke arah BUNGA) Masalah apa? BUNGA : AKu harus mengikuti bimbingan belajar mulai tahun ini! Aku tidak bisa ikut rencana kalian untuk menghajar Kelas III. Aku tidak akan punya waktu lagi! Aku akan jadi sesibuk Ketua OSIS. LINDA : memang kalau bimbingan tes kamu dapat jaminan? BUNGA : tidak juga! Tapi kata ayah. peluangnya lebih besar! PAUSE BUNGA : Maaf ya! Aku tidak bisa ikut! LINDA : Tapi kalau kita nongkrong di kantin kan kamu masih bisa ikut? BUNGA : kayaknya tidak juga! Ayahku menitipkan aku ke sekolah! Aku memang masih bisa ke kantin.

khususnya murid-murid kelas III. KEP. Di ujung panggung yang lain BRIAN muncul dengan cahaya sepotong. Lalu di ujung panggung yang lain. Mereka EXIT. HELEN. Bukan untuk kita. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. HELEN : Ya. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. RATNA : Aku juga tidak bisa! Semua menoleh ke arah RATNA yang baru saja muncul! LINDA : maksudmu? RATNA : aku juga harus bimbingan belajar! HELEN : tapi kita belum akan ujian nasional! LINDA : Ujian kita masih tahun depan. RATNA dan BUNGA diam. yang sudah merasa tertekan) Kepala Sekolah selalu mengingatkan kita! LINDA : tapi itu untuk kelas III. yang tadi digunakan oleh BRIAN muncul KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI.Sepotong cahaya untuk mereka berdua. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! BUNGA : (tiba-tiba. KEP.SEK : Saya sebagai Kepala Sekolah. BUNGA dan RATNA saling pandang. Lalu ia memencet dua kali! Memencet nomer BRIAN yang sudah tersimpan. LINDA melihat pada HP-nya.RATNA muncul tiba-tiba.SEK : Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! LINDA. BUNGA dan RATNA sangat ketakutan. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! BUNGA : tapi kenapa ibu menyuruhku bimbingan belajar? KEP. Semua EXIT! Hanya tinggal LINDA MUSIK SEPOTONG tapi gaduh! 3. HELEN berlari menyusul. BRIAN : Sudah berubah pikiran? LINDA : Besok kita ketemu! Istirahat kedua! BLACK OUT 62 . Mereka menyambar tasnya dan berlari keluar! LINDA memanggil. itu untuk kelas III. KEPALA SEKOLAH berbicara dengan pengeras suara! LINDA dkk berbicara dalam ketakutan dan kepanikan! KEP.SEK :Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Pada saat itu KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI keluar.

baik! Tidak masalah! HELEN hampir EXIT. : Aku sudah putus dengan Nungki. tapi karena kemarin kamu mengajak kita ketemu! : Eh…. Tapi. BRIAN : (berteriak) tapi dia pasti ke sini? HELEN : (berteriak) Dia bilang dia bakalan ke sini! Tunggu sajaaaa…! BRIAN sendirian di bangku taman.! : Untuk apa? : Tidak untuk apa-apa! Hanya supaya kita impas! LINDA tertawa. Sesekali masih melihat HELEN yang menghilang. BRIAN HELEN BRIAN : Hi! : Hm…… Tunggu saja! Sebentar lagi dia juga ke sini! : Dia titip pesan apa? HELEN : Tidak ada pesan apa-apa! Dia hanya bilang kamu tunggu saja di sini! BRIAN : Hm. Seperti menemukan sesuatu yang diharapkan. …ehm…. HELEN muncul dengan canggung. LINDA mengerutkan kening dan menahan gembira.. PAUSE LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Ada yang mau kamu katakan? : Bukannya kamu yang mengajak aku ketemu? : Ya. BRIAN juga. …. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Maaf.. Tampak tenang dan yakin kalau LINDA akan datang. Dari arah panggung lain muncul LINDA. Pada sebuah bangku! 1. LINDA terdiam.MUSIK! Meneruskan potongan sebelumnya! BAGIAN III Taman Sekolah.kalau aku ya karena hanya ingin ketemu. LINDA BRIAN : Aku khawatir. kamu harus menunggu! : Maaf juga. BRIAN menunggu LINDA di sebuah bangku taman sekolah. LINDA : kenapa? 63 .

sekalipun jam istirahat. cukuplah kalau Brian meninggalkan dia. lebih baik kita mencari cara untuk usaha yang lainnya. BRIAN tidak memaksa. tapi bukan itu kesepakatanku dengan Nungki dulu. dia jadi tidak asyik lagi kalau diajak jalan. 2. Kenapa kamu biarkan lepas? LINDA : Bukan Brian yang jadi trophi. Mereka masih santai-santai saja! LINDA : Siapa bilang? Nungki hanya berlagak dia tidak khwatir dengan ujian nasional! Padahal. BRIAN : Bisa kita coba dulu? LINDA menggeleng. dia sudah tidak punya waktu lagi jalan sama Brian. Tapi yang sekarang terjadi. Kami akan tetap jalan. Paham? HELEN : Tapi… LINDA : Sudahlah. Seperti. Mereka harus merasa bahwa mereka terlalu tua untuk bersantai-santai di kantin. HELEN : tapi kamu lihat sendiri. HELEN LINDA : kenapa dia pergi? Kenapa tidak kamu teruskan? : dia hanya akan menganggu rencana kita! HELEN : tapi bukankah Nungki bakalan merasa kalah kalau Brian jalan sama kamu. LINDA : Aku juga tidak asyik kalau diajak jalan! BRIAN : Tidak kalau dengan aku! LINDA : Karena aku memang tidak bisa! BRIAN : kenapa? LINDA : Hm…. Mereka harus terus membaca di kelas. ya? Kenapa tidak kamu terima? LINDA : jangan dibahas lagi! Tidak penting! HELEN : Hm. HELEN muncul dari arah yang lain. Brian itu trophi pertarungan ini. Brian memberi kita informasi penting! Kelas III kelabakan mempersiapkan ujian nasional.aku juga tidak bisa jawab sekarang. kelas III tidak lagi nyaman di kantin. mereka sepertinya tidak peduli dengan ujian nasional. HELEN : oh. Itu sebabnya Brian car-cari yang lain. Mereka 64 . Dia Cuma bakalan bawa perkara. bagaimana caranya mulai besok. Selebihnya kita tidak perlu mengurus Brian. Dengan langkah agak lesu dia.BRIAN : Dia terlalu banyak belajar! LINDA : kalian kan memang sudah kelas III..baik! LINDA : Intinya. Kalian akan menghadapi ujian nasional. BRIAN : Ya. Jadi kalau hanya untuk membuktikan Nungki telah kalah dalam pertarungan babak awal ini. Tapi kemauan Brian. meninggalkan LINDA sendiri.

LINDA? : Ya.. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. ISWADI LINDA P. Mereka harus ikut bimbingan belajar. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dan HELEN.. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. 3.harus ikut pelajaran tambahan sepulang sekolah. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. P. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. Kamu paham? LINDA mengangguk. LINDA dan HELEN saling memandang. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. Kelas III EXITi. KEP. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. IBU menyeberang panggung dengan cepat! IBU : Kamu paham? Kamu paham? Kamu paham? IBU EXIT! BLACK OUT. Belum selesai LINDA mengucapkan kalimatnya. Namun ia kembali lagi. khususnya murid-murid kelas III. MUSIK SEPOTONG 65 . SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Mereka harus selalu ingat bahwa mereka akan menghadapi ujian nas…. Mereka berlarian. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini Bapak berharap sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! Musik menghentak. ISWADI : Ehm…. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. PAK ISWADI EXIT. Jadi..

HELEN hanya memandang LINDA yang nampak serius. ruang guru. Tidak bisa ditawar. menyatakan cinta di kantin. membicarakan potongn rambut di kantin. kelas apalagi UKS! Itulah kantin! Kita harus merebutnya! HELEN : Kamu yakin! LINDA : Tidak pernah seyakin ini! HELEN : meskipun kita hanya berdua? LINDA : Bisa kita lakukan! Tergantung caranya! HELEN : bagaimana? LINDA : Kita gunakan yang sudah kita punya! BRIAN! HELEN : katanya kamu tidak akan menerima anak itu? LINDA : Aku hanya akan menggunakannya! Tidak akan pacaran dengannya! Tapi tentu saja dia harus tahu seolah-olah memang kami akan pacaran? HELEN : Jadi? 66 . Atau tinggal saja di kelas dan meneruskan belajar. LINDA : Mempermalukan mereka di kantin adalah satu-satunya cara untuk mengusir mereka. bertukar foto di kantin! Pacaran juga di kantin! Bukankan mereka seharusnya memang sudah tidak perlu lagi di kantin! Istirahat kelas II di kantin! Istirahat kelas III di perpustakaan. tapi menghitung semuanya dengan lebih hati-hati. dengan cara bagaimana sebaiknya aku melakukannya? Bukankah kelas III memang sudah waktunya untuk tidak lagi membuat onar di kantin? Bayangkan bagaimana rasanya jika kita harus melihat murid-murid yang sudah hampir tiga tahun di sekolah ini masih terus-menerus menuntut perhatian dari seluruh sekolahan dengan tingkahnya yang aneh! Menyanyikan lagu ulang tahun di kantin. adalah tempat paling strategis untuk menyebarkan kekuasaan! Lebih dari ruang kepala sekolah. kudeta harus dilakukan! Apapun caranya! Bagaimanapun caranya! BAGIAN V Kamar LINDA 1. LINDA : kenapa kamu tidak yakin? HELEN : Bukannya tidak yakin. HELEN : Tapi kenapa di kantin? LINDA : Kantin.BAGIAN IV Dalam hati LINDA Cahaya sepotong pada LINDA LINDA :Jika memang kudeta harus dilakukan.

nanti juga pasti kembali! PAUSE. IBU tidak bergerak dari tempatnya. Mereka akan tahu dengan siapa BRIAN akan pacaran sekarang ini! HELEN : bagaimana kalau Brian tidak mau? LINDA : pasti mau! Kecuali sudah ada pengacau lain! HELEN : Pengacau? LINDA : ya. Tidak apaapa. LINDA : kenapa kamu? HELEN : Hm…. Menganggap LINDA menjawab ya atas pertanyaannya. LINDA juga tidak mengejar. Sampai ketemu besok. HP HELEN ketinggalan. dia pasti sedang dikacaukan oleh seseorang! HELEN diam. LINDA juga diam.LINDA : Besok aku akan ketemu Brian dan mengajaknya ke kantin! Melewati barisan kelas III. LINDA melihat IBU yang tidak segera pergi. HP-mu………………! Tapi HELEN tidak mendengar. HELEN : (tiba-tiba) mungkin lebih baik aku pulang dulu. aku sengaja membuat jawabanku pada Brian masih mengambang! Jadi kalau selama masa mengambang itu dia sudah berubah haluan. Bu? IBU : Boleh Ibu bicara? LINDA tidak menjawab. Selepas HELEN EXIT. LINDA : LEN. IBU : Kenapa? Kalian bertengkar? LINDA : Tidak. IBU muncul dengan kawatir. mata LINDA menangkap sebuah benda. Tapi karena aku yakin dibutuhkan lebih banyak cara untuk menjatuhkan kelas III. HELEN EXIT dengan sedikit berlari! 2. 67 . Bu! HP Helen ketinggalan! Aku panggil tapi mungkin dia tidak dengar. LINDA segera mengambilnya.tidak apa-apa! Hanya memikirkan apakah lebih baik jika kita memikirkan cara lain. Cara cadangan kalau cara ini gagal! LINDA : jangan takut! Aku punya banyak rencana cadangan! Bukan karena aku takut gagal. LINDA : Ada apa.

kamu telepon rumahnya! Siapa tahu dia mencari-cari! LINDA memegang HP Helen dan menunjukkannya pada IBU. IBU merasa perdebatan percuma. 68 . apa yang penting bagi ibu? LINDA : Belajar! IBU : bagus. Mungkin orang lain harus tahu alasanmu. Dia akan mengambilnya nanti! : Kalau sampai malam dia tidak mengambil. LINDA : terus? IBU : Kamu pantas menjadi Ketua OSIS! LINDA : Ibu. LINDA : Ibu tidak mempertanyakan itu? IBU : Ibu yang melahirkan kamu. Kenapa Ibu langsung saja mengatakan hal itu? IBU : Buat apa? Kamu terlalu pintar untuk diajak bicara putar-putar bukan? LINDA : dari mana ibu tahu sekolah memintaku jadi ketua OSIS? IBU : Pak ISWADI telepon. mereka bicara berputar-putar dulu. Tidak perlu ada penjelasan. LINDA : Aku sudah menjelaskan kepada mereka. jangan lupakan itu! IBU hendak EXIT tapi matanya menangkap sebuah benda. LINDA : menurut Ibu kenapa aku tidak mau? IBU : Karena kamu tidak ingin jadi ketua OSIS. LINDA : Apa dia bilang? IBU : Seperti yang ibu ingin bicarakan sekarang. kenapa langsung membicarakan hal itu? Biasanya kalau seorang Ibu mau merayu anaknya. HP Helen. IBU Linda IBU : Itu HP Helen? : Yap. IBU : kamu tahu. Tidak apa-apa. Kamu harus menjelaskan kenapa kamu tidak mau. memang kamu tidak ingin. IBU kemudian EXIT 3.IBU : Kamu sekarang sudah kelas II. karena aku tidak ingin. Ibu cukup tahu kalau kamu tidak ingin. Tapi ini Ibu. IBU : Apa alasanmu? LINDA : Ya. Tidak perlu ada penjelasan. Ia hanya mengambil nafas panjang. Tapi IBU tidak tertarik. Itu sudah alasan kuat bagiku.

dan HELEN. LINDA sekali lagi memandang HP HELEN dan diangkatnya. SEK . IBU : (melengking) Jangan nakal! Jangan nakal! : Tapi kamu tidak mau menjadi ketua OSIS 69 KEP. LINDA meletakkan telepon. Pak! Saya tidak! Saya masih kelas II. PAK ISWADI. LINDA terduduk. Helen? Kenapa lama sekali? LINDA tidak menjawab karena begitu yakin yang terdengar suara BRIAN! LINDA menutup telepon tanpa menjawab. HELEN muncul kembali. BRIAN menelepon HELEN kembali. HELEN sudah bersiap hendak berlari pergi. LINDA dan HELEN saling pandang. Pada saat itu di ujung panggung yang lain BRIAN menelepon. BRIAN : Halo. HP ku ketinggalan di sini ya? LINDA hanya menunjuk dengan matanya. Cahaya sepotong. Di ujung panggug yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon! LINDA mengangkat HP HELEN dan diam beberapa saat. BLACK OUT MUSIK SEPOTONG! BAGIAN VI Dalam hati LINDA. HELEN : Lin. SEK : Kalau begitu ikut saja ujian dengan kelas III supaya kamu segera lulus! LINDA : Kelas III ujian. Semua memandang ke arah entah! LINDA : Ada masalah? Apa kalian punya masalah dengan yang kulakukan ini sehingga selalu saja kalian membuat rencana ini sendiri? APA ADA MASALAH? P. HELEN segera mengambil HP-nya tanpa mengira ada yang baru saja terjadi. NUNGKI. Di ujung panggung lain BRIAN nampak kaget. Di belakangnya berdiri KEPALA SEKOLAH. BRIAN. ISWADI : Sekolah kita harus tetap berprestasi! Saya ingin kamu yang menjadi ketua OSIS! LINDA : Saya tidak mau! KEP. Nada dering masih terdengar! LINDA tidak mengangkat! Nada dering berhenti.LINDA meletakkan kembali HP HELEN. LINDA HELEN LINDA : kamu sedang menunggu telepon ya? : Iya! Kok tahu? : Dari siapa? HELEN baru merasa ada yang salah! Dilihatnya LINDA yang terus menatapnya. HP HELEN berbunyi. IBU. Dia diam sejenak dan penasaran. Tapi HP berbunyi. HP HELEN berbunyi.

Kamu akan diajari banyak hal untuk menjadi ketua OSIS dan mengatur anak buahmu! LINDA : Bagi saya masalahnya adalah kemauan! Saya merasa saya bukan orang yang tepat! 70 .. : Ujian!!!!!!!!!!!!!!!! : kalian tidak ada masalah dengan kelas III kan? KEP. itulah pertanda kemenangannya! Kamu sedang menunggu telepon? HELEN : dari mana kamu tahu? IBU : Sudah ibu bilang…. Kep. akan ada pelatihan kepemimpinan. Hanya diam! BAGIAN V Halaman Sekolah 1.Jangan nakal! : Kenapa kamu mengambil BRIAN? Kenapa kamu? NUNGKI HELEN : Bagaiamana caranya? Dari arah berlawanan RATNA dan BUNGA muncul.LINDA : Ketua OSIS dan ujian? Itu sama menakutkannya dengan perang nuklir! BRIAN : kenapa tidak bisa jalan sama aku? NUNGKI : kenapa kamu mengambil BRIAN! HELEN : kenapa kamu menolak? LINDA : Brian bukan trophinya! Tapi kemauan Brian meninggalkan Nungki. SEK P. SEK : Memang tidak ada yang mudah! : Bagi saya bukan itu masalahnya! : secara organisasi itu yang akan menjadi masalah! Kalau kamu merasa belum mampu. PAK ISWADI berada di samping KEPALA SEKOLAH sebagai ajudan. SEK LINDA KEP. ISWADI BRIAN : Bisa kita coba dulu! Dia terlalu banyak belajar! LINDA : Kamu menunggu telepon? IBU : Lin. masuk dalam potongan cahaya dengan paksa!! Beberapa yang tersenggol ambruk!! BUNGA : Aku harus ikut bimbingan belajar! RATNA : Aku juga! LINDA : Ini sudah waktunya! SUDAH WAKTUNYA! BLACK OUT TANPA MUSIK. Sek IBU : Kalian………………. teman-temanmu sudah datang! : jangan senang dulu! Tahun depan giliran……. LINDA sedang berbicara dengan KEPALA SEKOLAH. Seperti biasa! KEP..

SEK : Kemauan bisa dipaksakan! LINDA : Itulah masalahnya. Lebih bergemuruh dari sebelumnya!! 71 . toilet. Saya sebagai Kepala Sekolah. PAK ISWADI memberi rekomendasi supaya kamu masuk bursa calon ketua OSIS! LINDA : Itu bukan perjuangan! Itu pemberian! KEP. trotoir depan sekolah kita! KEP. SEK : Tidak ada di dunia ini yang merupakan hasil perjuangan! Itu semua pemberian! Kalau orang merasa berhasil mendapatkan sesuatu karena perjuangan. saya tidak mau memaksa diri saya sendiri. Itulah sebanya. IA memberikan pengeras suara kepada KEPALA SEKOLAH. LINDA sudah mundur beberapa langkah! MUSIK FADE IN bersiap mengiringi adegan laga yang kemungkinan akan terjadi spekakuler. KEPALA SEKOLAH hanya tersenyum. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! UJIAN!!!! MUSIK menghentak. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. PAK ISWADI juga tersenyum. SEK : Dari laporan Pak ISWADI kamu sangat sukses menjadi koordinator bidang tahun lalu. KEP. halaman sekolah. itu pasti hanya perasaannya saja! Yang benar terjadi adalah itu pemberian. khususnya murid-murid kelas III. lapangan parkir motor! Tambah satu bidang lagi.KEP. SEK : jadi apa yang kamu inginkan? LINDA : Saya ingin menguasai kantin. Itulah sebabnya orang menyebutnya perjuangan! LINDA : Setidaknya saya menginginkan yang perjuangan itu! Dalam arti apapun! KEP. Hanya saja terjadi pada waktu yang bersamaan. SEK : Tapi itu area pemberontak! Jangan-jangan…. LINDA : (berteriak mengomando peperangan) SERBU!!!!!! Tapi hening! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Sepi! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Semakin sepi! LINDA mulai meragukan dirinya sendiri.? Terlambat.

Kecuali LINDA dan NUNGKI. LINDA terdiam. Mereka berlarian.SEK : Kelas II.. NUNGKI : Bagus. NUNGKI mengangkat tangan menyuruh LINDA tetap menjauh. kalau kamu sanggup melakukan yang dulu aku tidak mampu lakukan! 72 . NUNGKI mengawasi dengan hati-hati! NUNGKI : Heh. MUSIK PAUSE Panggung lebih sepi.aku tidak akan mengaku kalah! Kamu mengerti? LINDA : Lalu? NUNGKI : tapi aku akan mengaku kalah. kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! 2. lebih baik kuhajar teman seperti itu! LINDA : Itulah bedanya kamu dan aku! Aku tidak pernah serendah itu dalam berteman! NUNGKI : Benarkah? Masalahnya adalah. anak kecil! Apa saja yang sudah kamu pelajari selama dua minggu menjadi anak kelas II? LINDA : Apa pedulimu? NUNGKI : Apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi siswi jagoan sekolah ini kan? Dan itu artinya. Semua sudah EXIT.dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah! LINDA : tapi kamu akan kalah! NUNGKI : (memotong dengan berteriak cepat) Dengar baik-baik!! PAUSE NUNGKI : Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah meskipun kamu nanti sudah menjadi jagoan di kantin.Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. di tempat parkir sampai toilet! Kamu boleh kuasai semua itu tapi. sampai dimana usahamu! LINDA : Berjalan baik! Tidak ada halangan! NUNGKI : Tidak ada halangan? Yang benar saja? Lantas kenapa kamu sendirian? Dimana kawan-kawanmu yang lain? LINDA : Mereka ada urusan lain! Jadi tidak ada waktu untuk berurusan dengan kamu! NUNGKI : Betapa enaknya punya teman kamu! Masih melindungi teman yang mengkhianati! Kalau aku. kamu sedang ingin menyingkirkan aku! Tentu saja aku ingin tahu. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. Mereka saling memandang beberapa saat! LINDA hendak mendekat. KEP.. kalian tentu tidak akan berjalan sendiri-sendiri jika masih berteman. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik.

KEPSEK : UJIAN. Lalu NUNGKI sedikit mendekat dan bersiap-siap mengucapkan sesuatu. LALU semua FADE OUT! MUSIK dan LAMPU FADE OUT! ENDING Cahaya sepotong untuk LINDA yang duduk di sebuah kursi.. Lalu pelan-pelan NUNGKI bergerak hendak meninggalkan. OS. NUNGKI : Kita harus siap bekerja sendiri!! Lalu tiba-tiba suara KEPALA SEKOLA terdengar lagi. Murid kelas III yang lain berlarian. IBU : (melengking tinggi) Ini bukan perjuangan! Ini pemberian! Jangan nakal! Apa Ibu bilang? 73 . Termasuk MEYMEY dan KANDI. tapi pegangannya lepas. Tapi sebelum EXIT dia melihat ke arah LINDA yang masih melihat ke arahnya. Sementara di ujung kanan panggung IBU tetap berdiri dan tetap menatap ke arah entah. Hiruk-pikuk kali ini paling ramai.UJIAN!!!!!!!!!! NUNGKI hampir panik meninggalkan. Matanya masih terus melihat ke arah NUNGKI. sebenarnya pada saat itu juga kita harus siap ditinggalkan. Suara dan teriakan KEPALA SEKOLAH masih terdengar berteriak-teriak. NUNGKI kembali berlarian! Musik bergemuruh kembali. Tetap ingin mengucapkan sesuatu! LINDA : Mungkin benar apa yang diucapkan Kepala Sekolah! Tidak ada hasil perjuangan! Semuanya adalah pemberian! Kalaupun ada keberhasilan. aku baru akan mengaku kalah! LINDA terdiam. suasana hiruk pikuk lagi dan musik kembali bergemuruh. pada saat kita sepakat untuk bekerja sama dengan orang lain. Mereka berpegangan.LINDA : Apa itu? NUNGKI : tetap melakukan rencana ini! Kamu tahu. pasti karena waktunya yang bersamaan dengan pemberian! Ini bukan perjuangan! Ini pemberian. MUSIK FADE OUT LINDA sempat memegang tangan NUNGKI yang berlarian di tengah hiruk pikuk. NUNGKI juga masih memandang LINDA. Kita harus siap bekerja sendiri. Itu capaian tertinggi dari seorang jagoan! Jika kamu berhasil melakukan itu. aku tahu! Bagaimanapun aku tetap akan pergi dari sekolah ini! LINDA nampak ingin mengucapkan sesuatu lagi. LINDA NUNGKI : Kenapa kamu katakan ini kepadaku? : Karena.

Kita harus siap ditinggalkan! Karena. Nina 02. suara keibuan) Lin. Lalu seperti OPENING. LAMPU FADE IN. Benar! Pada saat kita sepakat bekerja sama dengan orang lain. Lalu pelan-pelan ia berdiri dan mencoba menangkap kertas-kerta yang sedang melayang jatuh itu. LINDA : (berkali-kali dan semakin yakin) Kita harus siap ditinggalkan! Kita harus siap bekerja sendiri! IBU LINDA IBU : (menyela. Togi 03. Satu persatu ditangkapnya. April 2006 JUARA Harapan 1 SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong Para tokoh: 01. Dia kemudian menjadi bertambah sibuk menangkap lembaran kertas itu. ia tidak akan terkalahkan! Karena aku juga tidak memperjuangkan sesuatu! Kemenangan ini hanya ada justru ketika aku terus melakukannya. bukankah di situlah artinya perjuangan! IBU : (melengking tinggi) Kita harus siap ditinggalkan! Apa ibu bilang? Selembar kertas putih jatuh. selembar demi selembar kertas jatuh! LINDA masih memandangnya. Bu! : Ayo masuk! Sering-seringlah kemari! Ayo masuk! Ajak LINDA belajar bersama! Tidak ada satu temanpun yang datang! Tidak ada teman yang masuk! IBU tetap menyambut! LINDA menangkap kertas sendirian! BLACK OUT MUSIK PENUTUP SELESAI YOGYAKARTA. pada saat itu juga sebenarnya kita harus bersiap untuk bekerja sendiri. tidak melengking. Kakak Nina : Pelajar SMA : Abang ipar Nina : Istri Togi 74 . menjadi semakin terang! Selembar kertas lain jatuh lagi.LINDA : Mungkin juga benar kata Nungki. teman-temanmu sudah datang! : Suruh saja masuk.

04. Dandi 05. Tono 06. Ruri 07. Tuti 08. Orang 1 09. Orang 2

: Pacar Nina : Pengagum Nina : Teman Nina yang sering iri : Teman Nina : Kelompok Ruri : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah 11. Guru

PARA PELAKU TIDAK BICARA

1 KANTIN SEKOLAH. PAGI. LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT. BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA. PARA MURID MENARI DAN MENYANYI Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu… Andai tak ada gedung sekolah Mungkin belajar di jalan raya Berbaur dengan pedagang kaki lima Menggelar alas koran di trotoar kota Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu…
75

Bukannya benci belajar Bukannya tak ingin pintar Tapi hati ingin senang sejenak Istirahatkan otak walau sesaat Wo wo wo… Ye ye ye… TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK. Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku. Nina : taman? Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. Ruri : Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET) Dari siapa? Apa pesannya? (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC. Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina : Ruri :

Nina :

(MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA) Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS) LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. 2 DALAM KELAS. SIANG. MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI. RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA. Ruri : (MENYANYI) Hai teman-teman Ada berita bagus Bukan akal bulus Kalian tentu senang Sini sini aku bisikkan Di antara kita semua
76

Ada yang ihh… nggak tega Semua Ruri : : Ada apa sih Bikin penasaran Di antara kita semua Salah satu teman kita Sudah bercinta tadi malam ah ah ah… Bukan hanya itu saja Tapi ada kondom dom dom dom : Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Semua Ruri :

Eee… Sini…Sini (BERBISIK) Nggak mungkin. Nggak mungkin. Nina itu anak baik-baik Nggak mungkin berbuat tak baik. Pacarnya alim Belajarnya rajin Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enakenak? Salah. Justru mereka lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan? Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka? Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih. : Huuu…

Semua:

Ruri

:

Orang 1: Ruri :

Semua

Ruri

: Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC, terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya. Apa? Apa? Apa? (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK KELAS.) Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga. MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Semua: Ruri :

Orang 2: Semua: Orang 1: Semua: Orang 2:: Orang 1:

(LATAH) Kondom…kondom eh kondom. (TERTAWA) (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom. (TERTAWA) Udah nggak keset keset keset lagi dong? Blong?
77

Orang 2: Ruri :

Bolong? Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya? Enak tenan… sst sst sst! (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA MENATAP ANEH. GURU MASUK.) LAMPU BERUBAH 3 RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE. TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Semua: Nina :

Togi : Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP… PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau antena atau KI PET tapi SIM KART. SIM KART lama diganti dengan yang baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik. Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.

Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapekcapek ria mendata lagi nomor-nomor telepon. Satu-satu masukin punya ibu Dua-dua masukin punya ayah Tiga-tiga masukin punya istri Satu dua tiga baru yang lainnya. Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.

78

Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda. Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain. Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon!

Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besarbesaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita. Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawincerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.

Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh! Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat. Kakak Nina: Siasat apa? Togi : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!
79

Togi

: Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis. Pinjam dong ! Sebentar saja. Togi : Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina: Ya sudah. Pinjamnya lama. Togi : Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina: Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja. Togi : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan HP Untuk SMS. Apalagi istri. Kakak Nina: (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR) Togi : Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan. Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)

LAMPU BERUBAH

4 DALAM KELAS. PAGI. MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI. Nina : (MENYANYI) Kepada angin dan matahari Kemana jawab akan kutemui Tak tahu aku apa yang terjadi Seolah aku kembang bangkai mati Baunya tajam menusuk nurani Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi

Apalah arti hidup begini Seperti mati Sendiri dan sepi Perjalanan kehidupan Butuh teman untuk berbagi Walau tak abadi tapi berganti Sesaat saja dibutuhkan hati Hati yang damai Teman yang ramai
80

Malah ingin Kenalan lebih jauh. aku ikut bertanggung jawab. Malah balas SMS: hemat pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja. bahkan istri dan anak tega ditipu. Nina : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu memang benar. Dia tahu sekolahmu. menyatakan salah kirim SMS. Tuti : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon? Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia. Bukan hanya orang lain atau tetangga yang ditipu. Maksudku. Eh malah SMS lagi: istriku bisa saja. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu tadi. Nanti ada apa-apa. Dia menge-SMS berkali -kali. Tuti : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. Aku percaya kamu seratus persen. Untung dia belum tahu rumahmu. Mengejak bertemu. tidak mungkin kita saling kenal. Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak usah malu atau sungkan. Kamu tahu sendiri kan? Nina : Kamu sahabat sejati Tuti.Jadi. Berharap supaya dia mau mengirim SMS. Tuti : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Untungnya. Tak usah risau. Tuti : Terus mau? Nina : Ya tidak. Isi SMS itu benar. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting? Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. bisa gawat. Itu saja. Gawat. Tapi tidak ada Hubungannya denganku. agar dia percaya kalau dia salah SMS. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku membersihkan nama. Main-main. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru. Kamu anak baik. Bukti itu akan jadi alatku melawan gosip miring yang beredar. Kopi darat. Niatnya hanya menggoda kamu. Aku tidak tahan lagi tatapan mata aneh teman-teman karena SMS pertama itu? Tuti : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang memang benar. Tapi dia tidak mau mengangkat. Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. Urusannya bisa panjang. Takut lah. Nina : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku. Tuti : Tapi Nina. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak akal. Nina : Sudah. Terus sampai juga ke keluarga. bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak dikenal. Aku ini anak sekolah. Aku butuh kejujuranmu. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah. Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. Apa dia sudah tahu lagi? Nina : Itu aku yang beritahu. 81 . masalah tempat tinggal dia tidak kuberitahu. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Nina : Aku cuma ingin jujur. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia. Tapi jujur Nin! Kita kan sahabat.Tuti : Aku masih sahabatmu. Pertama-tama jadi saksi lalu terdakwa.

(KE KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan bermain dengan teman-teman.Guru : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah. Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya? Nina : Kondom? Kepala sekolah : Memalukan. Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis! Nina : Selamat pagi juga Ibu cantik! Kepala Sekolah: Haus? Silahkan minum! Nina : Tidak Bu. Serigala berbulu domba. Ibu bisa saja. Bukan Ibu. kamu harus menanggalkan. Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai. (DILIRIK GURU) Bukan. Nina : Baik Bu. Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Nina : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib. Tuti : Sementara diamin saja Nin. 82 . Tidak Ibu sangka. Tanggalkan bulu domba itu! Nina : Saya tidak pakai bulu Bu. Nina : Ah. Kepala sekolah: Maksud saya. melepaskan aib dari Sekolah ini. Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat. Apa masalahnya Bu? Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Terima kasih. melepaskan aib. Kepala sekolah: Kamu cantik hari ini. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH 5 RUANG KEPALA SEKOLAH.

Saya memang menyukai pak Gatot. Berpacaran dengan gurumu sendiri.siapa. Benar! Tidak mencuri kondom siapa. Jadi sering jalan bersama. jangan Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar -benar tidak saya kenal. Saya mengagumi pak Gatot. Masalah SMS Kamu bantah.Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik kitik! Itu masalahnya. Kalau dia mau jadi pacar. (SADAR) Ooo. saya benar-benar tidak bersalah. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran dengan pak Gatot. (GURU DAN RURI KELUAR) Nina : Bu. saya tidak keberatan. Dia ganteng. Tidak. Kepala sekolah: Nina Nina. Terima kasih. Saya akan siapkan surat pemecatanmu dari sekolah ini. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari kelas. Sulit bagi Ibu mempercayaimu. Kenapa Bu? 83 . simpatik. Itu sama sekali tidak etis. Tidak baik seorang murid berpacaran dengan gurunya. SMS itu salah kirim Bu. Kepala sekolah: (KE PENONTON). Dilarang. Tahu? Masih mau membantah? Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu? Nina : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu. masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu. Nina : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. (GURU DAN RURI MASUK) Guru : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH) Kepala sekolah: Baik. pintar mengajar dan kebetulan rumahnya searah rumah saya. Nina : Saya tidak ada apa-apa Bu. Mohon. Salah kirim. Itu tidak benar. Saya juga mau tahu.

Nina : Baik bu. Sudah. Kalau tidak ya bye bye. Saya menelepon langsung. Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah -pahaman! Kesalah. Tapi dia tidak menggubris. Pokoknya kamu harus dapat bukti. Hubunganmu dengan pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut.kiriman SMS. Tapi Ibu butuh bukti. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari. Malah mengajak kenalan segala. Hmmm… baik-baiklah. Nina : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP. Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu. Nina : Ruri : (MASUK KELAS) (MENYANYI) Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Teman-teman: Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii Ruri: Tak punya malu sedikitpun Apa guna hidupmu Kalau bernoda dirimu Semua : Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii 84 TAK BERMORAL SECUILPUN . Bagaimana caranya. Eh.Kepala Sekolah: Saya mau tahu. Ibu tidak ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Kamu bisa berceloteh apa saja. Silahkan cuap-cuap apa saja. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. Ibu butuh bukti. Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur. Juga sudah saya SMS. maaf.

Semua Nina : Semua : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he! (KELUAR SAMBIL MENANGIS) : Huuuuu…. Dandi : (MENYANYI) Kekasih Benarkah berita yang kudengar Jangan jadikan aku sedih Aku ingin kejujuran Kejujuran Apalagi yang bisa kuharap Semoga dewa cinta Masih menyatukan hati kita Kalau tidak Apa yang bisa kulakukan Bila berita itu benar Aku dibohongi selama ini Dibohongi beningnya mata Dan lembutnya kata dari mulutmu Apa aku kau bohongi Nina: (MENYANYI) Tidak kekasih Semua itu tidak benar Kesalah paham semata Dan salah kirim Hhhh… Aku tak percaya Aku tak percaya Tak bisa percaya begitu saja Pasti ada sesuatu yang salah Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini pun telah diketahui kedua orang tuaku. Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin.! LAMPU BERUBAH 6 SUATU TEMPAT. SORE. Dandi : Nina : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya? Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah? Atau? Baiklah. Mereka menasehati menjauhimu. Aku mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian. Toh aku akan 85 . Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu.

Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Tidak. Aku tidak bodoh. Asal tidak kehilangan dirimu. Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa. Aku masih suci Dandi. Carilah tempat yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 86 . Kau setuju dan tidak pernah meminta lagi. Janji yang pernah kita buat anggap tidak pernah ada. Tidak ingin kena getah perbuatanmu. Berat akibatnya kalau semakin terjerumus. Sekalinya ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Apa salahnya mempercepat. Kita harus saling melupakan. tidak terpikir lagi. Nina : Sudah lama kita pacaran. Anggap masa lalu. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. Nina : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai menghadang? Baru angin kecil saja. tidak pernah melakukan hal buruk. Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please! Nina : Setidaknya bukan masalah kematian. Tidak ingin berpisah darimu. Aku patuh padamu seumur hidupku. Gampang sekali tidak percaya padaku. Ayolah! Dandi : (TERTAWA) Tidak. takut dosa. Titik. Percayalah! Dandi : Tidak. tidak tahu harus berbuat apa. Walau harus melakukan dosa paling besar aku rela. sudah menyerah.kehilangan itu suatu saat. Aku mencintaimu Dandi. Aku tidak mau lagi melakukan. Lalu dengan cara apa kubuktikan. Aku tidak akan terjebak. Kamu ingin menjebakku dengan tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu? Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang telah meninggalkanmu? Tidak. Bila aku kehilanganmu. Tidak sekalipun ada niat menghianati.

Biar dipecat jadi anak. Jeli Memanfaatkan kesempatan.(MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu (MENANGIS) LAMPU BERUBAH Tono : Nina : (HENDAK MEMELUK) Hei! Tono : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi. Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu. Tono : (TERTAWA) Aku memang maling. kulaporkan ke keluargamu. Akan sama-sama senang. Maling profesional. aku puas kamu aman. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak mau. Nina : Berani macam-macam akan kuteriaki maling. (HENDAK MEMELUK) Nina : Apa-apaan sih? Tono : Kalau tidak mau. Kabur! (KELUAR) (MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu 87 . Sekarang kesempatanku memilikimu. Ayolah! Nina : Tono : Nina : Tolong! Beneran teriak lo.

Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. Dengan perjuangan keras. Pagi-sore. akhirnya dia mau bertemu. Lagipula banyak penonton. Pura-pura jual mahal. Apalagi istri tidak memberi jatah. Togi : Ciluk ba! Ketemu lagi. siang-malam. Kakak Nina: Bilang sudah dekat! Togi : Oh. Kakak sembuyi tidak jauh darimu.Tono : Nina : (MASUK LAGI). Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi. Tanya dulu ah sudah dimana posisi. dia tanya posisi. Taman dekat jalan besar. SORE. Di taman lagi. Ayo! Tolong! (MENGEJAR TONO) LAMPU BERUBAH 7 TAMAN. MEREKA DALAM PERJALANAN MENUJU TAMAN). Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu. Taktik tarik ulur mendapatkan mangsa. Tempat romantis. Hasrat meledak. Posisi. Mas pasti ganteng. buruuung kau sabarlah! Nina : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak? Kakak Nina: Tidak usah dulu. Kita tangkap dia dengan 88 . baik hati. Pucuk dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha… SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. ramah. terus menerus. burung hendak keluar dari sarang. Pura-pura sibuk. posisi? (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS. Nina : (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak. Makin tidak sabaran. Begitu ada apa-apa. Kakak akan teriak memanggil orang. kepala mau pecah. sudah dekat. O. Sedikit cuek.

Sudah dua orang menemani.tangan sendiri. Kakak Nina: Kucing beda. Daging apa saja. Bulunya bahaya buat rahim wanita.. Nina : Laki-laki juga seperti kucing. Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat. Semoga secepatnya bisa bebas dari tatapan sinis teman-teman. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK) 89 . malah datang dua orang yang tidak diharapkan. Dia belum Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Kakak gemes ingin menjitak kepalanya. (SMS MASUK. Tapi agak takut Kak. Huh! Nina : OK. suka daging mentah. Kacau kalau ketahuan. Ciat. Kita sudah di taman. sangsi kepala sekolah dan Dandi (MENANGIS). Kok semua serba kebetulan ya? Aku sedang menunggu sesorang eh. Ayo jalanlah! Togi : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya takut lewat sini. Aman. Orang-orang juga siap membantu kalau kakak beraksi. Bisa kacau pertemuan. Cari tempat sembunyi. Kakak menunggu di sini. Tinggal teriak. Nina : Alaa… sama kucing saja takut. Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga. Kakak Nina: Sudah jangan menangis! Masalah ini segera selesai. Nina : Tadi si Abang bukan ya? Oh. Huh! Harus bisa kujelaskan segala masalah ini. mungkin diminta kakak ikut mengawasi kalau terjadi apa-apa. kamu dimana? Togi : Wah gawat. MEMBACA) Aku sudah di taman. ada istriku di sini. bantuan datang.

Bagaimana ya? (MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A spasi S-A-J-A tanda seru A-K-U spasi I-K-U-T spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G titik Nina : (SMS MASUK) (MEMBACA) Aku sudah di posisi. KOK ADA DI TAMAN INI? NINA MINTA DATANG KALI? AKU KASIH TAHU NINA.N. ADUH! NINA KOK MALAH KE KAKAK NINA: SI ABANG NGAPAIN MENGENDAP-ENDAP DI SITU? TADI KATANYA MAU REUNIAN SMA. Harus pindah lokasi. YAH UNSENT LAGI. (MEMBACA) Dia ngajak pindah Tempat ketemuan. SENT. NINA : MANA DIA? (MENGETIK) A-K-U SPASI S-U-D-A-H SPASI D-I SPASI P-O-SI-S-I SPASI. ADUH! DIA MEMANGGIL LAGI? TANDA TANDA GAGAL. Kakak Nina: (SMS MASUK) SMS dari Nina. Wah gawat. Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina.G SPASI T-O-G-I SPASI D-I SPASI S-I-N-I TITIK T-E-N-A-N-G SPASI S-A-J-A. BANG! BANG! TOGI : ISTRIKU TAHU. ABANG IPARNYA SUDAH DI SINI. Kamu dimana? Dia sudah di sini. TITIK. CEK PULSA. K-A-M-U SPASI D-I SPASI M-A-N-A TANDA TANYA. kalau tidak barabe. PESAN SUDAH DELIVERED. PANTAS. SUDAH NOL. KOK UNSENT.(MEMBACA) Aku juga sudah di sini. YES. KOK ADA DISINI? 90 . Buruan ya! TOGI : SINI? ADUH! HARUS PINDAH POSISI LAGI. AH. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar . BIAR TENANG. (MENGETIK) B-A.

SILAHKAN PUTRI. BYE.S-I-N-I . APA SIH YANG MESTI DIRAHASIAIN. TADI TOMBOLNYA AGAK MACET. BANG TOGI? KOK DIA SMS PAKAI NOMOR INI? KENAPA YA? OOO… DIA PASTI SUDAH MENANGKAP ORANG ITU. CUCI MATA SAJA.M-E-N-U-N-G-G-U .KAKAK NINA: DI SINI? NEMENIN NINA. MAU KEMANA LAGI SIH BANG? NINA : (SMS MASUK). ABANG MENG SMS LEWAT 91 . KAKAK NINA: (MENGETIK) B-A-N-G . AYO! BURUAN DELETE. TERNYATA TIDAK MASALAH LAGI. JADI ABANG KE TAMAN. TOGI: HARUS SENDIRI-SENDIRI BIAR SERU. LHO ABANG KAN MAU REUNIAN? KOK TOGI: OH? REUNINYA DITUNDA.P-E-R-T-A-M-A T-A-D-I.T-O-G-I . EH MAU KEMANA? TUNGGU DULU. NGOMONG-NGOMONG SUDAH. BISA KETAHUAN ISI SMS DARI SI GADIS CANTIK. (KE DIRI SENDIRI) UPS. BOROS SIH SMS MELULU.D-E-K- A-T . JANGAN BANYAK-BANYAK! KAKAK NINA: TOGI : ADA RAHASIA YA? PAKAI DIUTAK-ATIK.D-I .T-E-M-P--T-M-U . KAKAK NINA: TOGI : LIHAT CEWEK? OH? TIDAK. AMAN. UNTUK APA LIHAT WANITA LAIN? ISTRI SENDIRI LEBIH CANTIK DARI SEMUA YANG ADA? AKU PERGI BERAKSI DULU YA. NIH! TOGI : JALAN-JALAN DOANG. KITA DI SINI SAJA. KAKAK NINA: PINJAM HP DULU! MAU SMS. ABANG COBA DULU.

NINA : DIA SMS PAKAI NOMOR LAKI-LAKI ITU. BANG MANA ORANGNYA? SUDAH DIBAWA POLISI ATAU KABUR? KAKAK NINA: ORANGNYA? SIAPA? DARI TADI AKU DENGAN ABANGMU KOK. KAKAK NINA: OOO.L-A-K-I . DIA TIDAK MENANGKAP ORANG. TAPI MANA LAKI-LAKI ITU? MEREKA BERDUA SAJA. KAMPRET.T-E-M-P-A-T M-E-N-U-N-G-G-U . ADIK SENDIRI MAU DIMAKAN. DASAR KUCING GARONG.M-E-N-U-J-U .I-T-U . ABANG IPARKU BENAR-BENAR -BENAR HEBAT (MENGETIK).S- KAKAK NIAN: TOGI : (KESAL) NINA : ITU MEREKA.K-E-T-A-N-G-K-A-P . DASAR SUAMI MATA KERANJANG.T-A-D-I. KAKAK NINA: SANA SEBENTAR NEMUIN NINA. NOMOR LAKI-LAKI ITU? SINI LIHAT! YANG MANA? KAKAK NINA: NINA: YANG INI. TOGI: TAPI? TIDAK ADA TAPI-TAPIAN (MENARIK TOGI). PENGGANGGU NINA ITU TERNYATA KAMU. KALIMAT INI KAKAK YANG KIRIM PAKAI NOMOR…. TOGI : AMPUN! AMPUN! 92 . NINA : ABANG? IYA! DIA BARU GANTI NOMOR. DIA SUDAH KETEMU YANG MENGGANGGUNYA. (SMS MASUK) JANGAN KEMANA-MANA DULU! KITA KE L-A-K-I .P-E-R-T-A-M-A . HEBAT.A-K-U .-SMS LEWAT HP SI PEMBUAT SUSAH ITU. NOMOR BANG TOGI DI KAKAK NINA: HP-MU SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI. K-A-K U-D -A-H .

LAMPU BERUBAH

SEMUA PEMAIN: (MENYANYI) HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN TAK SELAMANYA KEJUJURAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN BERHATI-HATILAH JANGAN PULA PERCAYA SAJA PADA TEKNOLOGI YANG CEPAT BERUBAH MESKI MUDAH TAPI AWAS KADANG ADA NEGATIFNYA WASPADALAH TEKNOLOGI PUNYA DUA SISI BISA BAIK, BISA JUGA JAHAT PERGUNAKAN SESUAI FUNGSI JANGAN PAKAI UNTUK KEJAHATAN HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN BISA-BISA NIKMATNYA MIMPI BERUBAH JADI MIMPI SETAN YOI YOI YOI YOI… YOI YOI YOI YOI…

### SELESAI ###

JUARA HARAPAN 2 NINA BOBO
KARYA : ROY AGUSTINUS

93

SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (MENANGIS)

KEJAM! BENAR-BENAR KEJAM! HUHUHU… KATANYA CINTA TAPI TERNYATA SELAMA INI DIA JUGA PACARIN CEWEK LAIN. KALAU DULU DIA PASTI SELALU NGERAYU, HONEY, HONEY, I LOVE YOU. HONEY, HONEY, CINTAKU. HONEY, HONEY, KU SUN DULU. MERAH BIBIRMU SEMERAH GELORAKU PADAMU. HUHUHU… DASAR PLAYBOY! BUAYA! SEKALI BUAYA, TETAP BUAYA! BUAYA YANG PANDAI MERAYU, TAPI SETELAH ITU, SEMUANYA BULLSHIT! BULLSHIT SHIT SHIT! PEMBOHONG! PEMBUAL! AKU DICELEIN, AKU DITIPU. AKU TERTIPUUUU! HUHUHU….

(BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN)

BAYU

DIKIRA SEKOLAHAN AJA YANG PENTING?? MUSIK ITU NGGAK PENTING?? DIKIRA CUMA NILAI RAPORT YANG PENTING? NGEBAND ITU GAK PENTING?? SEMUANYA NGGAK ADIL! CUMA UNTUK RAPORT, ANGKA, KELAKUAN BAIK, KERAPIHAN? DAN MUSIK HARUS DINOMOR DUAKAN? NGE BAND HARUS DIKESAMPINGKAN?? TAPI NYATANYA MEREKA SIBUK! MAMAH PAPAH SIBUK. SIBUK BUK BUK! NGGAK ADIL!

(BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU)
NINA Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?

(BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.)

94

BAYU MASA BODO! KALAU SEMUANYA MASA BODO, AKU PUN BISA MASA BODO! MASA BODO! NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya?? BAYU Cewek, apa pedulimu? NINA Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti?? BAYU Nggak. NINA Busyet! (PAUSE) Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu! BAYU Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini

(MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA) NINA (MENJERIT) Berisiiiiik!! BAYU Sudah tau!!

NINA Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak? BAYU Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama. NINA

95

apa pengetahuanmu tentang cinta? BAYU Segudang. cinta. NINA Alahhhhhh. Segalanya memang selalu berkomposisi. dan aku begitu menderita. Ayo teruskan… BAYU Yaa. Tadi kamu bilang cinta. BAYU Waktu aku ditinggal pacar. waktu itu aku ditinggal pacar. dan gaya hidup. Sok tau… BAYU Siapa yang sok tau. sudah seperti komposer aja lagaknya. Kamu yang sok tau. nggak! Memangnya aku perempuan?? 96 . Sebutkan salah satunya. irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak! BAYU Musak?? Apa itu musak? NINA (tersenyum menyindir) Hmmhh! Musak. NINA Hebat. NINA Nangis? BAYU Yaa. Termasuk musik.Irama. nggak usah berfilosof deh. begitu? NINA Baru seucret-ucret mengenal musik. musik rusak! BAYU Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik. NINA Trus…? BAYU (MENUNJUK NINA) Hehehe… berarti menarik kan?? NINA Sudah jangan banyak mulut.

Mengeluarkan air mata. Dia menangis. Dan kami berpisah. Makanya ada orang ketiga. Tidak ada yang salah. Mendapatkan cinta yang baru. NINA Dan rasanya seperti dipotong-potong. maksudmu? BAYU Begitulah… NINA Siapa yang lebih dulu mencari masalah. Cinta yang lebih perfect. Mau tahu nama aja nggak boleh. Seperti Kelinci yang akan dipotong. BAYU Pelit amat sih. terlalu kasar itu. Semuanya berjalan normal-normal saja. (PAUSE) Siapa namamu? NINA Untuk apa tanya-tanya nama. jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis.NINA Ohh. Namaku Bayu. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis. ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi. kamu atau pacarmu? BAYU Tidak ada yang bermasalah. NINA Aneh. (MENYODORKAN TANGAN) Namamu… NINA 97 . NINA Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok? BAYU Betul itu. Manusia tidak ada yang perfect. NINA Maksudmu? BAYU Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. begitu? BAYU Nggak seperti itu. dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…? (PAUSE) Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh? BAYU Bukan berselingkuh.

dan sekarang sebutkan namamu (MENYODORKAN TANGAN) Aku Bayu. hahahaha…. Fan-tas-tic. NINA Kerompyang.. DIA MENENDANGNENDANG KALENG ATAU MEMBENTUR-BENTURKAN KALENG KE LANTAI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING) Hahahaha…. dan kamu… NINA Bodo! BAYU Ohhh. Hahahahaha… 98 . kerompyang. LAMA KELAMAAN NINA MENARI.makanya ada sejarah. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi. Musik terdengar.(MENGIBAS TANGAN) Sudahlah. kurang ajar. Lagipula apa sih arti sebuah nama? BAYU Wahhh. TERDENGAR SUAR BISING. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni. jadi nggak perlu kita tahu nama. ngak perlu kenalan. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. Memangnya aku binatang apa? BAYU Makanya nama itu kuanggap penting. Hahahaha…. Biar ku tambah H. NINA TERTAWA-TAWA. sekarang aku memanggilmu Kebo. Setuju? NINA Ehhhh. His-tories! NINA Tapi saat ini kamu bukan histories. dan bunyi itu mempunyai irama. NINA (BANGKIT BERDIRI LALU MENENDANG-NENDANG KALENG SATU PERSATU. kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu… BAYU (MELONCAT GIRANG) Yeahh. namamu bodo. nama itu penting. aku suka itu. BAYU Oke. BAYU Jangan tertawa! Aku serius. kerompyang. jadinya bodoh… setuju? NINA Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu.

Mam. Nama saya Bayu. NINA 99 . MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV. tante.BAYU (BERGAYA DAN BERNYANYI ALA ROCKER) Disaat ini kita satukan rasa Membentuk lingkaran berpegang tangan Jangan lepaskan aku Jangan ikat diriku Bawa jiwaku Ke alam bebasmu Yeahhhhhh!!! Kuatkan rasa Demi cintaaaa! Beri kebebasan Untuk dirikuuu! Cintai aku Hargai aku Lihatlah aku Peluk diriku Yeahhhhhh!!! (NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. Kamu siapa? BAYU (GUGUP) Saya Bayu. MEREKA LALU BERPELUKAN. MAMA NINA Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? NINA Tad. NINA DAN BAYU MASUK) MAMA NINA (MEMBENTAK) Dari mana kamu malam begini baru pulang?? (PAUSE) Kamu siapa? NINA Ini teman Nina. Malam-malam begini anak tante bersama saya. tadi. MAMA NINA Nina naik masuk kamar. Nina… MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? BAYU Betul Tante.

(MENEPUK DADA) Nih. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang! PAPAH BAYU Itulah egoismu. Memangnya kamu aja yang pantas cari uang. Selamat malam… (PANGGUNG GELAP) (PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. anak bungsu kita. Aku punya izasah. aku punya otak. BULAN BULAT BERSINAR. Lihat si Lilo. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. NINA TERLIHAT RISIH. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. DIA BERDIRI DAN PERGI) (DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR) PAPAH BAYU Kamu yang seharusnya mikir.Mam… MAMA NINA Masuk kamar! (NINA KELUAR PANGGUNG. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT) (NINA MEMENCET HP. Bapak ke kantor dan ibu memasak. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. MAMA NINA MEMANDANG SINIS) MAMA NINA Tolong dengar. baru semester 4 sudah hamili anak orang. Dan semua itu gara-gara kamu. Kemana sih dia… (NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi… NINA Bayu kok mailbox sih… (BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai. aku bisa cari kerja. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik! MAMAH BAYU Enak aja. aku juga mampu. NINA MEMASUKI PANGGUNG. Tante. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. Karena kamu sok jadi wanita karier!! 100 . NINA MENGECEK LAPORAN) NINA Masih nggak aktip. Paham? Selamat malam… BAYU Paham. TERDENGAR SUARA MAILBOX) SUARA MAILBOX Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif. saya memang pengagum sinetron. aku punya kenalan. BAYU MEMBALAS. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. memakimaki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. MENGIRIM SMS.

tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata… Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara… 101 . Sungguh-sungguh saya kecewa. perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar. di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak. mamah bilang diam. malah nyambung terus. apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu! BAYU (BERTERIAK SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGAN SEPERTI PAK POLISI) Stop! Stop! Semuanya stop berbicara. Ini bukan urusan anak-anak. PAPAH BAYU Hebat sekali kamu bicara. MAMAH BAYU Hehh. Berantem lagi? MAMAH BAYU Hushhh! Diam kamu. Ayo sana masuk kamar!! Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya. berangkat pagi pulang malam. Mam. malah disambungin terus. Kamu selalu menganggap aku kuat. saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. eh. Meeting dikantor. masalah anakanak. aku bisa. Saya sangat kecewa. mam. jadi sebagai ayah. Pap? Bayu dengar kok semuanya. Belum lagi kerjaan kantor. aku mampu!! (BAYU DATANG) BAYU Ada apa pap. Dan kekecewaan itu. Ini bukan urusan anak-anak. malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam. MAMAH BAYU Ya ampunnn. Itu karena kamu perempuan.MAMAH BAYU Eh. itu hasil didikan kamu! MAMAH BAYU Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu. Betul kan Pap? MAMAH DAN PAPAH BAYU Diam kamu!! BAYU Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. Perhatian. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. (PAUSE) Saya sangat kecewa. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam. mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. PAPAH BAYU Itu. ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian. Ayo sana masuk kamar. Sana masuk ke kamar! BAYU Kenyataannya kan begitu Mam. ingat itu? Ingat?? PAPAH BAYU Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. Belajar!! BAYU Belajar? Bayu sudah bosan belajar. Seorang ibu!! MAMAH BAYU Lah.

BAYU Kenapa mamahmu tidak menikah saja? NINA Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. Kamu pasti marah… NINA Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang? BAYU Mau tau? NINA Pasti dong. Bisa pagi. NINA Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi? BAYU Tergantung keinginan. TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU) (PANGGUNG TERANG. Kadang jumlah mereka tidak tentu. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON) BAYU Maafkan aku. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku. bisa malam. mungkin berbakat menjadi pemain film. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila. Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang. DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA. nggak pernah tentu… NINA Bising…? BAYU Jelas bising. Mau dengar? (TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA) BAYU Sudah kudengar. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. bisa subuh. mau? BAYU Tapi sudah malam. NINA Mereka sedang bermain kartu. NINA Bukan cuma penggemar sinetron. Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG.(BAYU KELUAR) (PANGGUNG GELAP. Yang laki-laki dan perempuan. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman. BAYU Kamu rindu…? 102 . NINA Kita pergi ke taman sekarang. BAYU Dengar baik-baik (SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI) Sudah jelaskan…? Itu alasannya.

Tapi lihat cinta kita. MAMAH NINA Dimuka bumi ini. Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan. (PAUSE) Mau pergi ke taman sekarang…? BAYU Jangan sekarang. Nina bobo Kalau kamu bobo Papahmu datang Bobo sayang Lupakan yang hitam Biarkan hatimu Ditemani malam (DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. MAMAH NINA Kalau mereka tahu kita akan menikah. Aku sudah pernah melarang. Mas. aku akan menikahimu. Sekarang lebih baik kita tidur… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. Hidup penuh dosa. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian. Tapi cintaku padamu cinta yang suci. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. Mas. Tapi tidak semudah itu. Mas? PAPAH BAYU 103 . MAMAH NINA Aku memang perempuan kotor. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik.NINA Rinduuu sekali. tapi. (BERNYANYI) Nina bobo O. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang. Dan dalam kamus cintaku. Plz… BAYU Oke. PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA) MAMAH NINA Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta. Kesepian… PAPAH BAYU Aku juga kesepian. kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui. tapi sayang. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku. Kesepian terus hidup begini. MAMAH NINA Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. BULAN BULAT BERSINAR. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM) (SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. PAPAH BAYU Aku juga bingung. ahhh… MAMAH NINA Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku? PAPAH BAYU Termasuk hubungan Bayu dan Nina. PAPAH BAYU Jangan lihat status kita. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. besok malam saja. Ingin sebenarnya aku menikahimu. papahku tidak mendengar. apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak? PAPAH BAYU Tentu. toh mereka akan mengerti sendiri. sayang.

Mas? PAPAH BAYU Bener juga kamu. Mas. Diranjang ini. BAYU Disini? NINA Iya. NINA DAN BAYU MASUK) NINA Kamu yang menentukan sekarang. Kita terlalu cepat mengambil keputusan. mas bisa aja… PAPAH BAYU Bener! Tanya aja penonton hehehe… (CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP.Sampai ke akhirat! MAMAH NINA Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana. tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu. PAPAH BAYU Dicegah? Kamu kira demam berdarah?? MAMAH NINA Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan. HENDAK MEMBUKA BAJU) BAYU Stop! Stop! NINA (TIDAK JADI MEMBUKA BAJU) Kenapa? (BAYU MENGHAMPIRI NINA) BAYU Terlalu cepat. dimana lagi? (NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK) 104 . MENANGIS. toh kita akhirnya tetap jodoh. sayangku… MAMAH NINA Ahh. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK MEMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA. PAPAH BAYU Itu yang bahaya! MAMAH NINA Musti dicegah itu. Seandainya rencana mereka tidak terwujud. Kita lihat nanti apa yang terjadi. (NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. NINA (TERISAK) Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku? BAYU Belum tentu. kan itu kacau. Mas? PAPAH BAYU Maksudmu? MAMAH NINA Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik.

(BERNYANYI) Nina bobo O. NINA Aku begitu lemah sekarang. orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh? BAYU Sulit untuk ku jawab sekarang ini. tapi karena persoalan. aku sangat mencintaimu.BAYU Sudahlah. Tapi aku merasa. aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang… NINA Tapi kamu masih mencintaiku kan…? BAYU Setulus hati… NINA Betul? BAYU Betul. Plz… BAYU Oke. Nina bobo Kalau tidak bobo digigit nyamuk Bobo sayang Adikku yang manis Kalau tidak bobo digigit nyamuk TAMAT Drama Remaja (NOMINATOR) 105 . Mungkin bukan karena umur. Tapi asal kau tahu. BAYU Tidurlah… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. mana yang kamu pilih. semakin hari aku semakin bertambah tua. NINA Tapi aku mau tahu pendapatmu. beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung. Maafkan aku.

BAHKAN TAK BERTELINGA. SEMUA TELAH IA RENCANAKAN DAN MERACIK SESUATU UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA ANTING ITU SESUATU YANG TAK BERGUNA. YANG AKHIRNYA IA HARUS TERBUNUH SEBAGAI PEREMPUAN YANG TAK BERTINDIK. SEGALA HAL IA LAKUKAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA PEREMPUAN BISA JADI PEREMPUAN TANPA ANTING.Anting oleh Imran Laha Sinopsis PERJALANAN SEORANG GADIS MUDA YANG BERNAMA SITI UNTUK MEMUSNAHKAN ANTING. Karakter Gadis Botak/Siti Pria Mohwak Teman Guru Murid-murid Perempuan Muda Nenek Suami 106 .

Setelah kupelajari setiap huruf-huruf gairah kemudaanku dengan berbagai pembenaran. Suara Wanita Inilah yang kau inginkan. KEKISRUHAN TERUS BERLANJUT MENGIRINGI ALUNAN GERUTU YANG DALAM DAN BERAROMA KEMARAHAN YANG KELUAR DARI SOSOK YANG TERTELAN GELAP ITU. SUARA MESIN LAS YANG TERKADANG EFEK SINAR LAS MENERANGI KEGELAPAN MISTERIUS ITU DAN TERLIHAT SEAKAN SILUET NEGATIF FOTO/KLISE. MEREKA BERPELUKAN. tak perlu sebuah tindikan dan anting untuk mengatakanku seorang wanita.. Daging lebih di dadaku. Entah itu berukuran kecil atau besar. Aku lupa. 107 . IBARAT KIPAS ANGIN. Kini sudah usang berdebu dan entah di bilik ingatan mana kusimpan dia. DENGAN SEKETIKA SOSOK DI BALIK GELAP LENYAP. DUA SOSOK REMAJA BERCUMBU DIIRINGI KESEPIAN MENGALUN BIRAHI. DI BALIK SEMUANYA. SILUET RAMBUT SEORANG WANITA MENGGELIAT SERUPA TARIAN ULAR. TERDENGAR ANGIN MENDESIR GANAS. DAN DEGUPAN-DEGUPAN BIRAHI MEREKA BERSUARA DALAM KAMAR ITU . TERTUKAR SEBUAH KAMAR LOSMEN SEDERHANA YANG KHAS DENGAN KEREMANGAN. Dengan kedua itu. ADA PINTU YANG TERTUTUP RAPAT BERNOMOR 501... BAHKAN PERCIKAN-PERCIKAN LUDAH MENYUMPAH SEMESTA DAN MENGGEMA MEMBERAIKAN BUHUL-BUHUL KEPEKATAN MALAM. AIR YANG MENDIDIH. Free sex telah kututup dalam kitab Kamasutra. ADA SEGUMPAL CAHAYA LEWAT BERGANTI-GANTI MENERANGI MEJA YANG KISRUH DENGAN BUNYI DENTINGAN GELAS. Terlalu ketinggalan zaman menurutku.. Sosok di balik gelap. Hanya nomor hotel semalam yang bertengger dalam ingatanku . Ada juga liang di selangkanganku yang kau andaikan bibir dari surga. NAFAS KEDUA SOSOK ITU MENAMBAH KENIKMATAN MUSIK. RUANG SEINDAH KOMPOSISI TARIAN DALAM TAMAN SURGA. Akhirnya kusimpulkan setiap komposisi sex di dunia remaja yang begitu fantastic dengan fenomenanya. kau tak peduli. hanya orgasme yang menjawab. KECUPAN-KECUPAN IBARAT TETESAN AIR MEMECAH PADA GENANGANNYA. KEREMANGAN MEMBAHANA BUMI.Istri Siti Kecil DI SUDUT BUMI MALAM. TUANGAN AIR DALAM BOTOL.

Bukan anting yang menentukan.. Apakah orang tua berpikir seperti itu juga? Mereka malu. Lihat rambutku. beranting di telinga kiri. Jangan-jangan malam ini ada razia di setiap hotel. karena pasti kau akan menyesal. Padahal itu untuk kemajuan.. Keperawananmu adalah mahkota untukku. Seiring lenyapnya kamar senggama pikir itu. Kini yang ada remaja berambut Mohwak.. Sangat keras pejaman itu hingga getaran menjalar keseluruh tubuhnya. yaitu selama waktu itu berjalan. dadanya naik turun mendenguskan gelisah. kemana harus kucari uangnya. Suara Lelaki 501! . Setiap detik kupikir adalah Doggy Style. Dasar kampungan! Aku tak pernah mendapatkan ini dari mereka... Seakan ia tak percaya. Dan aku tak yakin punya waktu denganmu lagi . besok hari terakhir pembayaran SPP. Walau emas yang menggantung di tindikan sekalipun. entah kenapa bisa sama dengan nomor kamar ini. telah kuubani dengan ketabuan.. Suara Wanita Kau bisa menikmati misteri tubuh yang bernama wanita... Setidaknya aku tak melakukan imajinasi yang berujung 501. ah aku lupa.. Dengan terpaksa ia merapatkan matanya hingga yang ada hanyalah kerutan pejaman. akulah raja. Umurku masih 17 tahun dan Perempuan ini belum juga istriku . Tegukan-tegukan ludah ketakutan 108 .. kau akan meminta lagi. Ini suatu kehormatan untukku. dan berhadapan dengan komputer. Nomor ini tertera di resletingku juga.. Kita saling menyerahkan dan memahkotai. Suara Wanita Bahkan kau pun akan terkejut ketika melihat darah di bibir surga itu. Apa telingamu akan gatal tanpa anting? Di sudut bumi yang lain merebak cahaya. Suara Wanita Inilah adegan pertukaran kehormatan. Tidak ada yang bisa mengalahkan predikatnya sebagai keanggunan.. keyakinanku hanya satu. Ini adalah imajinasiku. Saat itupun bisa kuludahi wajah kerut dan sok tua para pendahulu. aku merasa telah hidup di umur dewasa.. Coba tadi aku dan perempuan ini patungan membayar hotel .. Wanita ini adalah senjataku untuk merenggut sejarah kemudaan. aku tanya sekali lagi.. bertatto. Sungguh aku sangat jenius. Mereka hanya segumpal nasihat yang melewati muda tidak seperti ini. aku benar-benar cantik. Bila jebol. Jangan lewatkan setiap detailnya. Saat kurenggut. kau hanya bisa onani dengan rasa penasaran .Suara Lelaki Biarlah adegan ini cepat mencapai. aroma kemenangan telah tercium. Matanya menyalak menyinari layar komputer yang membiaskan cahaya. Mana ada orang tua dulu tahu tentang Chek In Hotel. Di kala seperti itu. bersinglet hitam.. Perang ini semakin menjelaskan kemenanganku. perlukah anting untuk membuatmu penasaran? Suara Lelaki Tak penting untukku senggama yang romantis. Akulah kedewasaan sejati. Ya 501! Nomor yang kini ada dalam kemenanganku.ha-ha-ha. Mata itu meringis malu. Dan mana tahu orang tuaku tentang 501 . Anting hanyalah lambang perbudakan dunia.

menambah getar dalam lubuk hatinya. Jari-jari yang berada di atas keyboard seakan paku yang telah menancap sepanjang peradaban kenistaan. Tiba-tiba semuanya meledak dalam dering Hp. Dengan gerak sigap bertanda gugup, remaja itu merogoh Hpnya yang ia sendiri lupa di mana. Cukup lama ia mencari dan akhirnya ketemu juga. Tapi ia belum juga menerima panggilan itu setelah ia melihat nama yang tertera di Lcd Hp. Lama ia berpikir lalu dengan ragu-ragu dia menekan tombol Yes dan perlahan Hp itu diantar ke telinga yang beranting. Mendengar sebentar dengan mata menerawang memikirkan sesuatu.

Pria Mohwak Akan aku jelaskan saat kita bertemu nanti ... aku tak tahu, itu mungkin orang lain ... ya, aku malu. Khususnya terhadap kamu ... sudahlah sayang, cukup. Jangan kamu teruskan kemarahanmu. Aku tak peduli apa kata orang tuaku nanti, aku hanya takut jikalau ini membuat cintamu berkurang ... kau ingat puisiku untukmu? Ingatlah itu, agar kamu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu ... kamu tahukan sayang, sex semacam ini (sambil menunjuk layar komputer dengan jari-jarinya) sudah ketinggalan jaman. Dan kamu juga tahu, aku remaja modern ... aku masih ingat sayang, anting yang kamu berikan ini adalah pengingatku. Dengan begitu kamu seharusnya mengingat puisiku juga, sebab waktu itulah kamu memberikan anting ini ... masak kamu lupa!... dua bulan yang lalu ... ya, aku sangat cepat menyerap perkembangan jaman ... aku lupa nama wanita itu ... ehm, siapa ya, si .. si.. siapa ya, Siti! Ya Siti, aku ingat sekarang. Namanya Siti ... dia teman sekelasku, dia meninggal sebulan yang lalu ... dia bunuh diri bersama semua wanita dalam kelasku, termasuk Guru Pendidikan Moral yang waktu itu bertepatan punya jadwal di kelas ... dia wanita gila menurutku ... kalau kamu melihat beberapa saat setelah terjadi peristiwa itu, kamu akan bersepakat dengan ungkapanku tadi ... saya datangnya ketika kelas sudah dipenuhi oleh Polisi dan orang banyak. Mayat-mayat wanita itu tak bertelinga semuanya ... iya, akupun heran kenapa dengan hanya sepenggal telinga mereka bisa mati. Menurut penglihatanku, mereka masih terlalu cantik untuk menjadi mayat ... oh maaf sayang, aku tak bermaksud merendahkanmu dengan mengatakan mereka cantik ... ya, kamulah yang paling spesial di hatiku ... iya kan? Kamu sendiri bisa mengatakan wanita itu jenius. Kalau aku mengatakan dia gila ... sampai sekarang pun Polisi tidak sanggup memecahkan kasus itu. Menurut Polisi itu pembunuhan yang paling sadis selama ini. Soalnya irisan-irisan telinga itu sangat halus. Tidak terlihat goresan-goresan pemaksaan. Padahal alat yang digunakan untuk mengiris telinga adalah Gergaji. Koki seahli apapun tak bisa mengiris seindah itu ... dan yang lebih aneh lagi semua potongan telinga mereka tak ditemukan di awal peristiwa. Nanti setelah divisum baru mereka tahu semua potongan telinga itu ada dalam perut Siti, termasuk telinganya ... apakah itu bukan hal yang gila? ... aku pun tak percaya pernah melakukan hubungan sex dengan seorang maniak ... aku juga tak tahu siapa yang merekam dalam kamar itu, aku hanya bisa terkejut ketika adegan dalam kamar itu telah tersiar di Internet ... (Hp di genggaman Remaja Mohwak berbunyi menandakan Lowbat.) Aduh sayang, kamu sekarang cari Warnet terdekat! Kita teruskan obrolannya lewat Chating. Batre Hp aku hampir habis ... (Belum juga habis katakatanya, Hp kehabisan Batre.) 109

PINTU RAPAT YANG BENOMOR 501 ITU, MEMBUKA KEMBALI CERITA SESUDAH ADEGAN SEX DITAYANGKAN. TAK LAGI TARIAN SURGA YANG TERLIHAT, HANYA DUA SOSOK DI BALIK SELIMUT. BUKAN LAGI DEGUPAN YANG BERUCAP. TAPI PERCAKAPAN NYATA BERADU. MEMECAH DENTINGAN CAHAYA IDE KEMAJUAN ...

SANG LELAKI.
Aku dewasa. Akulah raja sekarang. Saatnya untuk meludah pada setiap orang tua.

SANG WANITA.
Akhirnya aku sendiri membuktikan. Akulah pemilik keanggunan. Akulah wanita itu.

SANG LELAKI.
Kamu ingat Siti. Seanggun apapun, kamu hanya mahkotaku. Kamu properti ...

Sang Wanita
Beraninya kamu mengatakanku seperti properti. Apakah kata itu yang berlaku juga pada anting.

SANG LELAKI.
Kurang lebih seperti itu.

Sang Wanita
Tanpa properti anting itu, aku tetap anggun dengan darah yang keluar dari selangkanganku.

SANG LELAKI.
Darah itulah mahkota yang kurenggut untuk menjadi dewasa.

SANG WANITA.
Ha, lucu. Kamu pikir dengan itu kamu sudah dewasa? Belum.

SANG PRIA.
Lalu apa?

SANG WANITA.
Berani menentukan pilihanmu secara jujur. Kalau hari ini, kamu masih takut dan sebisanya bersembunyi di balik pintu hotel. Puh ... kayak anak-anak yang baru belajar onani.

SANG PRIA.

110

Jenius kamu Siti. Aku punya gagasan yang paling modern mendengar penjelasanmu. Sex mutakhir. Sodomi dengan lelaki. Itukan namanya memilih untuk melakukan dengan lelaki. Dan aku jujur padamu. Ah, aku puas sekarang. Akulah raja.

Sang Wanita
Sakit.

SANG PRIA.
Apa bedanya dengan kamu wanita tak bertindik. Kamu sakit juga. Mendingan kamu jadi lelaki saja ...

Sang Wanita
Jenius...jadi tak perlu lagi kupikirkan masalah keanggunan ...

KEDUA MATA REMAJA ITU BERBINAR-BINAR DENGAN SENYUM SIMPUL YANG PALING MANIS. KEDUANYA MELAYANGKAN IMAJINASI PADA KEREDUPAN CAHAYA YANG MAKIN REDUP, MAKIN REDUP LAGI, HINGGA MASUK DALAM KEPEKATAN GELAP. CAHAYA MUNCUL BERBENTUK LINGKARAN DI SUDUT BUMI LAIN. BERDIRI SOSOK DENGAN DANDANAN SEORANG GURU. SOSOK ITU SEPERTI SEDANG MENGAJARKAN SESUATU. GURU SEMUA HARUS BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. JANGAN PERNAH MELEBIHI KODRAT, KARENA ETIKA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KODRAT. BIARLAH ADA ATURAN-ATURAN KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DENGAN SEMUA ATRIBUTNYA. BEGITU JUGA DENGAN PEREMPUAN ...SEMUANYA MENGERTI? TAK ADA YANG MENJAWAB. SEMUA TETAP GELAP. HANYA TEMPAT GURU ITU BERDIRI YANG DITERANGI CAHAYA. SEMENTARA SANG GURU MASIH MENUNGGU JAWABAN. GURU MASAK BELUM MENGERTI? SAYA KASIH CONTOH, SEORANG LELAKI DIBERIKAN KODRAT OLEH SANG PENCIPTA MEMILIKI TUBUH YANG LEBIH KUAT, JADI SEANDAINYA LAKI-LAKI MELINDUNGI PEREMPUAN ITU DIKATAKAN ETIS. KALAU SEBALIKNYA DIKATAKAN TIDAK ETIS. BEGITU JUGA PEREMPUAN, TIDAK DIKATAKAN ETIS KALAU DIA BERBICARA KASAR. KARENA PEREMPUAN ITU TERCIPTA DENGAN KELEMBUTAN.
111

PADAHAL AKU TAHU KAMU BARU SAJA BELAJAR ONANI. ADA CAHAYA LAGI DI SUDUT YANG LAIN MURID 2 BEGITU JUGA LAKI-LAKI DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MEMBUAHI. BISANYA KAMU BICARA TENTANG HUBUNGAN SEKS. ITU SANGAT ETIS KALAU DIFUNGSIKAN. MURID 3 BERARTI. SITI KAMU JANGAN SOK TAHU. APALAGI AKU SEORANG LELAKI. PEREMPUAN DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MENGANDUNG. MENAMPAKKAN SOSOK MURID YANG MENGACUNGKAN TANGAN. PEREMPUAN HARUS PUNYA PAYUDARA. MISALNYA ANTING. SEMUANYA MENOLEH KEBELAKANG SEIRING CAHAYA MENYALA LAGI DAN MENAMPAKAN SOSOK GADIS YANG TERTUNDUK DIAM.SATU CAHAYA TERANG DI SUDUT LAIN. MURID 1 SAYA MENGERTI SEKARANG.. MURID 4 MENJADI TIDAK ETIS KALAU KITA BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGANNYA. MURID 4 KALAU BEGITU PEREMPUAN HARUS MEMPUNYAI ATRIBUTNYA. 112 .JADI SANGAT ETIS KALAU LAKI-LAKI MENGHAMILINYA. CAHAYA LAIN LAGI. PUNYA VAGINA BIAR ETIS DIANGGAP ORANG LAIN.. SEMUANYA MEMPERHATIKAN GADIS ITU. TAPI BAGAIMANA DENGAN SITI YANG TAK BERTINDIK SEGALA . CAHAYA DI SUDUT LAIN LAGI.... SUASANA MENJADI TEGANG SEAKAN SEMUA MEMUSUHI GADIS YANG TERTUNDUK MALU ITU.

. MURID 3 AH. (PADA SITI) SEMUA BENAR SITI. BUMI PERLAHAN MEREDUP TERTELAN GELAP HINGGA SOSOK DI SUDUT BUMI LAIN TAMPAK JELAS DENGAN KEKISRUHANNYA YANG KHAS. APA YANG BISA KAMU PERBUAT TANPA ANTING ITU. SEMENTARA MURID 1 MENGGODA DENGAN MATANYA. 113 . ANTING ITU MEMPERJELAS KAMU SEBAGAI SEORANG WANITA JALANG. DENTINGAN GELAS. MASIH DENGAN SEPENGGAL CAHAYA BERPUTAR DAN BERGANTIAN MENERANGI SOSOK ITU. YANG PENTING.. MURID 4 MANA BUKTINYA? PERTANYAAN MURID 1 YANG BERJENIS KELAMIN LELAKI ITU. LEBIH BERMORAL JIKA KAMU MEMAKAI ANTING. TANPA ANTING PUN AKU MASIH BISA DISEBUT PEREMPUAN. ITU HANYA BAHASA KEIRIANMU SAJA. KAMU PASTI TIDAK PERNAH DISENTUH LAKI-LAKI. DI MANA-MANA SEMUA SAMA.. CAHAYA KHAS MESIN LAS PUN TAK KETINGGALAN MENAMBAH KESERIUSAN MISTERI ITU. SITI MEMBALAS DENGAN TATAPAN SERIBU RENCANA.MURID 2 ITU TIDAK PENTING. MAKANYA KAMU BICARA SEPERTI ITU. HABIS GELAP TERANG BEGITU SETERUSNYA. AIR MENDIDIH TERUS MELANJUTKAN KISAHNYA.. SITI TUTUP MULUTMU WANITA JALANG. APA TUJUANMU MEMAKAI ANTING. SUMPAH SERAPAH BERTEBARAN . PALING HANYA BERKACA DI DEPAN CERMIN DENGAN SEGALA KESEPIAN HATIMU. GURU TENANG ANAK-ANAK. SITI JANGAN SEMBARANGAN BICARA. KALAU BUKAN HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN BELAI LAKI-LAKI. MEMBUAT SITI TERDIAM DAN HANYA BISA MENATAP. HABIS GELAP TERANG. ANTINGLAH YANG MEMPERCANTIK PEREMPUAN.

Dan aku tak mau menjadi Darwin yang bodoh dengan meneliti fosil-fosil. Drugs pun bukan teman yang setia. Kali ini tempatnya berantakan layaknya sebuah pasar tradisional yang habis dipakai untuk jualan. Gadis Botak Lalu kamu mau kita ditangkap Polisi di sini? Ayo kita paksakan untuk berjalan.. Kenikmatan yang bahan itu tawarkan bukan sesuatu yang baru. Lebih dari Trance. Sekarang dia ada di belakang jaman anak-anak kuno. Bahan kimia yang telah jauh tertinggal dibanding kejeniusanku. (sosok itu meneruskan pekerjaannya. KAU TAKUT? LAKI-LAKI BANCI. JANGAN KITA BERISIK DI SINI.) GADIS BOTAK BIARLAH BANCI ITU BERISTIRAHAT SEBENTAR. Bahkan bom yang meleburkan tubuh menjadi bagian-bagian molekul tak sanggup menandingi.. Lebih dari ekstase. lalu banyak bicaranya. Biarlah dia menjadi fosil-fosil. Puh(meludah). PRIA MOHWAK TAK SETIA KAWAN. PRIA MOHWAK 114 ... GADIS BOTAK KENAPA.) Bumi kembali beralih menjadi sudut remang. Yang jelas aku tak selera lagi dengan hal-hal ketinggalan jaman . Pria Mohwak Bagaimana dengan dia? (menunjuk temannya yang tergeletak. Salah satu dari mereka sudah tak dapat bangun lagi akibat mabuk. seharusnya yang aku racik adalah sesuatu yang lebih mahal. menjadi tempat sandaran ketiga remaja yang sempoyongan itu. Segala bunyi khas meja ilmuwan menjadi musik pada kegelapan itu. Dengan kejeniusanku ini.Sosok di balik gelap Begitu juga dengan Drugs. Sesuatu yang membawa ketingkat kemabukan paling tinggi. Yang satu pria berambut Mohwak dan satu lagi Gadis berambut botak. Drugs yang harus membayar padaku untuk setia mencintainya. Dasar kampungan! Setelah semuanya dia mau meninggalkanku. Kuno. Tumpukan-tumpukan karung yang sudah belel. Segala macam barang berserakan dan genangan lumpur tak ketinggalan menghias. Dan lucunya aku harus membayar mahal untuk dia. Tapi sebelum ia melakukan itu. Terjadi percakapan antara dua remaja yang masih sadar. aku mendahuluinya. Dengkul ini tak bersahabat. Pria Mohwak Apa yang harus kita lakukan? Aku tak kuat lagi berjalan.

ITU KAMU SADAR JUGA. MALAM ITU. GADIS BOTAK PUH! MAU JADI PAHLAWAN? KAMPUNGAN. APAKAH AKU BANCI DENGAN ITU. AKU YANG MERENGGUT PERAWAN KAMU. PRIA MOHWAK KAMU JANGAN SOK! KAMU INGAT KELAMINMU APA. GADIS BOTAK NAH. AKU TAK INGAT APA-APA. ANTING INI MEMBUATKU LEBIH MACHO APALAGI DITAMBAH DENGAN DRUGS. KAMU PEREMPUAN! HANYA SAJA KAMU TAK BERTINDIK. MANA ADA NAMA SITI SEORANG LAKI-LAKI. KITA JANGAN MEMPERPANJANG MASALAH.(SAMBIL MENJEWER TELINGA KIRI PRIA MOHWAK DAN MELIHAT ANTING YANG DIKENAKAN PRIA ITU. TAPI KAU. AKU TAK RELA. GADIS ITU MENGUNGKAPKAN SESUATU DITELINGA YANG DIA JEWER) KAMU BANCI! PRIA MOHWAK SUDAHLAH. PRIA MOHWAK SUDAH. GADIS BOTAK 115 . MENURUTKU INI SUATU KEMAJUAN. GADIS BOTAK. LAGIPULA AKU MABUK. PRIA MOHWAK SEENAKNYA KAMU BICARA. LALU DENGAN MEMPERTEGAS UCAPAN. AYO KITA ANGKAT ORANG INI. AKU SEORANG GADIS PUN TAK BERTINDIK.JUSTRU MENINGGALKANNYA ADALAH TINDAKAN PENGECUT. GADIS BOTAK KALAU AKU TAHU KAMU SEORANG BANCI. HANYA BANCI YANG MAU MELAKUKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI. LEBIH CANTIK MAKSUDMU. INGAT NAMA KAMU SITI.

SOSOKNYA KEBURU DITELAN GELAP. AKU YAKIN INI PERTAMA KALI BUATMU. AKU TAK YAKIN KAMU SEORANG PEREMPUAN. KAMU AKAN MERASAKAN BELAIAN SEORANG PEREMPUAN. KALAU TAK ADA TONJOLAN DI DADAMU. SEGERALAH DITINDIK TELINGAMU ITU. KAMU PUN. HINGGA SUDUT KUMUH ITU BERGANTI SUDUT MISTERIUS YANG DIDIAMI DUA SOSOK BERSERAGAM SEKOLAH. AKU TAK PEDULI DENGAN BARANG ITU. GADIS BOTAK JANGAN BAWA-BAWA ANTING UNTUK MASALAH INI. SITI KAMU MAU BUKTI? MAU COBA? AKU PUNYA WAKTU SEKARANG.. JADI KAMU PASTI GROGI. GADIS BOTAK TANPA ANTING. 116 . KALAU PERLU AKU AKAN MEMUSNAHKANYA. JANGAN HANYA MULUTMU SAJA YANG BESAR. MURID 4 SABAR.. AKU SUDAH MEMESAN KAMAR HOTEL.AKU BANYAK URUSAN. (MENYERAHKAN KUNCI KAMAR) INGAT 501 NOMOR KAMARNYA. DAN PERGILAH BELI ANTING. SEKARANG KAMU PERGI. JANGAN SEMBARANGAN. LIHAT SAJA NANTI. APA KARENA AKU MENGATAKAN KAMU TAK BERANTING. KAMU SAJA YANG ANGKAT. (LANGSUNG PERGI) PRIA MOHWAK EH MAU KEMANA . TADI KAMU YANG MEMAKSA UNTUK MENGANGKATNYA. KITA MAIN CANTIK. GADIS BOTAK ITU PERGI DENGAN KESAL. INI ADA BANTUAN UNTUK MENGHILANGKAN GROGI (MENYERAHKAN SESUATU) SITI SABU-SABU! LAKI-LAKI PENGECUT. KEREMANGAN MULAI MERASUKI BUMI. MURID 4 HEI. TERTINGGAL PRIA MOHWAK DENGAN SEGUDANG KEBINGUNGAN.

BEGITU JUGA RAMBUT INI. AH.. SITI SEDANG BERADA DI DEPAN CERMIN MEMBELAI-BELAI RAMBUTNYA. DI TENGAH BUMI SEDIKIT CAHAYA MENGESANKAN KAMAR SESEORANG YANG KESEPIAN. BESOK KAMU MENGHISAP SABU-SABU LAGI. INI YANG DIKATAKAN SUPER MABUK. ITU BIASA. TIBA-TIBA TEMAN MABUKNYA ITU MENGGELIAT. TIDUR DISEMBARANG TEMPAT. PRIA MOHWAK YA. SOSOK PRIA MOHWAK MASIH TERDUDUK MENUNGGU SAMPAI TEMANNYA YANG MABUK SADAR. HARI INI KAMU KATAKAN ITU. SERASA AKU DISELIMUTI DUA KEMABUKAN. DUA SOSOK TADI PERLAHAN TERTELAN GELAP TERSISA GERAK-GERIK PERDEBATAN MEREKA. TANGANNYA MEMBELAIBELAI RAMBUT. DALAM KETIDAK PEDULIKU PADA KEANGGUNAN. SEBAB DARAH PERAWAN TADI MEMBUKTIKANNYA. TAK PERNAH KUTEMUI ORANG SEPERTI KAMU. HABIS MABUK. AKU DARI TADI DISINI MENUNGGUMU SADAR. 117 . LALU DIA MENGGUNTING SECARA PERLAHAN-LAHAN RAMBUTNYA MENGIKUTI RITME CAHAYA YANG PERLAHAN MEREDUP JUGA.BODOH! TAPI AKU SADAR DENGAN KETIDAK PEDULIANKU PADA KEANGGUNAN. PRIA MOHWAK TERNYATA KAU SADAR JUGA. TEMAN OH. CAHAYA MENERANGI SUDUT YANG KUMUH DAN BERTABURAN KARUNG-KARUNG BELEL TADI. TAK PERLU AKU PEDULI TENTANG KEANGGUNAN.. AKU TERPENGARUH SABUSABU TADI. LAMA DIA TERMANGU. TAK ADA RAMBUT PUN AKU MASIH WANITA. MALAH DITAMBAH LAGI DENGAN MABUK BAHAN KIMIA. MAKASIH. SUDAH BERULANGKALI AKU SELALU BEGINI.. AKU HARUS TOTAL. ANTING LAMBANG DARI ITU. SITI MENGANGKAT GUNTING DI ATAS MEJA.. DALAM HIDUP.. KAMU SEORANG LELAKI YANG PERHATIAN. KETIKA GELAP.. AKU SUDAH MABUK DENGAN SEGALA PERMASALAHAN KEHIDUPAN.KEREMANGAN MULAI TURUN LAGI MEMBASAHI BUMI. SETELAH GELAP. SITI BENAR JUGA DIKATAKAN LAKI-LAKI TADI. SEBUAH PASAR TRADISIONAL YANG HABIS DIPAKAI JUALAN.

TEMAN AKU PUNYA ANTING JUGA. PRIA MOHWAK DASAR KAMPUNGAN. AKAN AKU HADIAKAN KEPADAMU. TEMAN JADI KAMU ORANGNYA BERGAYA? PRIA MOHWAK SUDAHLAH KAMU SAJA TIDAK BERTINDIK. PRIA MOHWAK AKU AKAN MEMBALAS DENGAN APA? 118 .TEMAN MANA BOTAK TADI. PRIA MOHWAK DIA PERGI BEGITU SAJA. BUAT APA KAMU MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PENTING ITU.. KAMU BEGITU KARENA AKU MENTRAKTIR SABUSABU.. TEMAN BARU KALI INI ADA TEMAN YANG BAIK HATI TANPA SABUSABU. TEMAN KENAPA KAMU TIDAK SEPERTI DIA SAJA? PRIA MOHWAK AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU. TEMAN BOHONG. AKU ORANG YANG SANGAT BERSAHABAT. AKU DI SINI KARENA HATIKU BAIK.(IA MELIHAT ANTING DI KIRI TELINGA PRIA MOHWAK) KAMU SUKA ANTING? PRIA MOHWAK INI UNTUK GAYA. KARENA KAMU BAIK.

HA. LAMPU TIBA-TIBA MELEDAK JUGA DAN GELAP JADINYA. BUMI MULAI MEMANCARKAN CAHAYA KEREMANGANNYA. DIA TERUS TERTAWA.. MASUK SOSOK PEREMPUAN MUDA DENGAN EKSPRESI GELISAH.. DENGAN GAYA YANG WASPADA. SOSOK ITU SIBUK KEMBALI DENGAN KEMARAHANNYA. AIR MENDIDIH MULAI TERDENGAR.. DATANG SEORANG NENEK-NENEK DENGAN 119 . IA MELETAKKAN BUNGKUSAN ITU LALU IA BERSEMBUNYI DI BALIK SESUATU. SOSOK DI BALIK GELAP SEMUA TELAH MENJALANI. DALAM PERSEMBUNYIANNYA. DENTINGAN GELAS. SETELAH IA SAMPAI DEKAT SELOKAN.HA.TEMAN INI UNTUK MENAMBAH GAYA KAMU.. IA MEMELUK SEBUAH BUNGKUSAN YANG SEKALI-KALI MENGELUARKAN TAWA DAN TANGIS OROK. SEBAB BUAT APA SESEORANG LAHIR TANPA DIKETAHUI ORANG? ITU BUKAN HIDUP TAPI MATI. MUNGKIN TINGGAL KEMATIAN YANG SELALU MENAKUTI. TERNYATA SOSOK DI BALIK GELAP ITU ADALAH GADIS BOTAK ATAU SITI.. NYATA JUGA DALAM PANDANGAN AKIBAT SEMUA BOTOL PERCOBAAN MELEDAK DAN DITAMBAH LAGI SINAR LAS YANG MENYOLOK.HA! TAWANYA MENGGEMA BUMI. SAMPAI-SAMPAI GELAP LANGSUNG SAJA MENIMBUNI TEMPAT KUMUH ITU. BUNYI KHAS MESIN LAS. SETELAH ITU TERDENGAR ANGIN MENDESIR SERAM. PADAHAL AKU TAK PERNAH PEDULI. SEKARANG INI AKU DINYATAKAN LAHIR KARENA BERPIKIR TENTANG ANTING. DAN KELAHIRAN HANYALAH PERTEMUAN. TINGGAL BAGAIMANA MEMATIKAN ANTING. PRIA MOHWAK JADI ANTING ITU HANYA UNTUK SUPAYA AKU BERGAYA? KALAU BEGITU APA YANG AKAN MEMBALAS SEMUANYA? TEMANNYA ITU MEMIKIRKAN SESUATU UNTUK MENJAWAB. SEKETIKA PUN DI SUDUT YANG LAIN MEMULAI DENGAN KEREMANGAN MISTERIUS DAN SEPENGGAL CAHAYA SERUPA KIPAS ANGIN YANG BERPUTAR. MEMBUAT SEMUA ATRIBUT PENEMUANNYA PUN MELEDAK-LEDAK HINGGA PADA TITIK YANG KLIMAKS.. AKHIRNYA SOSOK DI BALIK GELAP YANG MISTERIUS ITU. DAN ITU KELAHIRAN . KENAPA AKU HARUS BERTEMU DENGAN MASALAH ANTING. DENGAN KEMARAHANNYA. SETIDAKNYA AKU TELAH DIKENAL ORANG TANPA ANTING. ITU YANG LUAR BIASA . AKU PUN TAK MENGERTI. LAMA IA BERPIKIR.

NENEK SAYA INGIN MEMBUAT DIA BERTAHAN HIDUP.. SAYA YAKIN INI ADALAH ANAK JADAH. SAYA TAHU APA YANG HARUS DIPERBUAT UNTUK OROK SEPERTI INI. PEREMPUAN MUDA APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NENEK GILA NENEK TERKEJUT DAN TAK SEMPAT MENINDIK. NENEK ITU KAGET MELIHAT ADA BUNGKUSAN DENGAN SUARA OROK. MASIH SANGAT MERAH DAN CANTIK. TAPI KAMU MAU MEMBUNUHNYA. KAMU TINGGALKAN IA DI SINI KARENA KAMU TAK MENGINGINKANNYA. DITARIKNYA TELINGA OROK ITU. SEMENTARA PEREMPUAN MUDA TADI.. LALU IA MEMERIKSANYA. NENEK YA. SEBELUM NENEK SEMPAT MENINDIK.. BERGEGAS PEREMPUAN MUDA ITU KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA UNTUK MENCEGAH.ADA OROK RUPANYA. PEREMPUAN MUDA BOHONG! NENEK MAU MEMBUNUHNYA! NENEK BUKANNYA KAMU YANG MAU MEMBUNUHNYA.ANTING YANG MENYOLOK. NGERI MELIHAT APA YANG AKAN DILAKUKAN NENEK ITU. PEREMPUAN MUDA ITU ANAKKU. KALAU AKU JUSTRU MENGHIDUPKANNYA. 120 . NENEK ITU MENGELUARKAN JARUM DARI TAS BELELNYA. PEREMPUAN MUDA DENGAN MENINDIK SEPERTI ITU NENEK BILANG AKAN MENGHIDUPKANNYA? ANAK ITU PASTI KESAKITAN. DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA.. NENEK AH. AKU TAHU ITU.

MEREKA KAGET DENGAN PENGLIHATAN MEREKA. BELUM BEBERAPA SAAT.. PEREMPUAN MUDA ITU BELUM JUGA PUAS MENCEKIK.. ANAK ITU WANITA.. AKU MALU TERHADAP SETIAP MATA YANG MEMANDANGKU. SAMPAI DENGAN SENDIRINYA PEREMPUAN MUDA ITU MENANGIS. TERGELATAKLAH JASAD PEREMPUAN MUDA DI ATAS GENANGAN DARAHNYA.. BIARLAH AKU MATI DAN KAMU CARI KEHIDUPANMU SENDIRI. NENEK SAYA MENGHIDUPKAN IA DI DUNIA INI.. IA ADALAH SALAH SATU ATRIBUT DUNIA. BUMI TERANG BENDERANG MENGGANTI MENJADI RUANG KELAS. LAMPU MENUJU KEREMANGAN SAMPAI GELAP MENJADI PEKAT. DAN MEREKA PUN MEMUNGUT LALU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT ITU. LALU DIA MENGHANTAM BERKALI-KALI KEPALANYA SENDIRI.. BARU IA MELEPASKAN CENGKERAMANNYA. APAKAH TANPA ANTING MENYEBABKANMU MATI WALAU NAFAS TETAP BERHEMBUS.YANG SAYA LAKUKAN UNTUK SIMBOL DUNAWI...DENGAN SEGERA PEREMPUAN MUDA ITU MENCEKIK NENEK.AKU TAK SANGGUP MENGHADAPI DUNIA. DENGAN TIBA-TIBA. HANYA SEBUAH BUNGKUSAN YANG MEREKA RASA PANTAS UNTUK DISELAMATKAN. PEREMPUAN MUDA BENARKAH AKU MENGINGINKAN KEMATIANMU? AKU HANYA INGIN MENINGGALKANMU DI SINI.. PEREMPUAN ITU MENGAMBIL BATU YANG TERGELETAK DI SAMPINGNYA. APALAGI MENGHIDUPKANMU. AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA..AKU TAK SANGGUP MEMBUNUHMU.. AKHIRNYA NENEK ITU MENYERAHKAN ROHNYA KEPADA KEMATIAN. DENGAN ANTING SEMUA AKAN MEMANDANGNYA HIDUP.. TERSISA DUA MAYAT (NENEK DAN PEREMPUAN MUDA) YANG MENGHIAS. PEREMPUAN MUDA TUTUP MULUTMU NENEK GILA.... TAMPAK SEORANG GADIS BOTAK BERDIRI DI ATAS MEJA DENGAN 121 . IA HANYA BISA MENAHAN KEMATIAN UNTUK BISA LEBIH PERLAHAN. JANGAN KAMU TUNDA KEHIDUPANNYA.DENGAN ITU IA ADALAH WANITA. DATANG SEPASANG SUAMI ISTRI YANG TUKANG PEMULUNG. DALAM CENGKERAMAN PEREMPUAN MUDA ITU NENEK BERKATA. APA KUASA NENEK YANG TUA ITU..

. DATANGNYA GERGAJI DI SINI UNTUK MENGHIDUPKAN PEREMPUAN TANPA ANTING. MAKA. WANITA 2 TERUS APA MAKSUD KAMU TIDAK MENYAKITI? GADIS BOTAK/SITI KEHIDUPAN SELALU INDAH. TERMASUK GURU MEREKA. JADI KALIAN HARUS IHKLAS. DI TANGANKU INI. ATAU SITI. YAITU ANTING. LIHAT GERIGINYA. KARENA ANTING TAK PENTING UNTUK DIJAMINI... GERGAJI INI YANG MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI LEWAT KEMARAHAN. TANPA ANTING KALIAN TAK MEMIKIRKAN KEANGGUNAN. GADIS BOTAK/SITI SEKARANG WAKTUNYA MEMUSNAHKAN APA YANG KALIAN BANGGAKAN.. DIA SANGAT MARAH.TAPI AKU TAK AKAN MEMAKSAKAN. TAPI SESUNGGUHNYA DIA SAYANG DAN MAU MENYELAMATKAN KALIAN DARI KEMABUKAN TERHADAP ANTING. SEMUA WANITA YANG TERIKAT ITU TERLIHAT GELISAH DAN KETAKUTAN DENGAN LAGAK GADIS BOTAK ITU. WANITA 3 BENAR! AKU MAU DULUAN! GADIS BOTAK/SITI AHA.JAWABNYA ADALAH KEHIDUPAN PEREMPUAN. TAK AKAN ADA RASA SAKIT. TAPI SEMUA SUDAH TERJAWAB! TAHU APA JAWABNYA?. SAMPAI SEKARANG PUN DIA BERTANYA APA KEGUNAAN ANTING.. KALIAN KIRA DENGAN TERUS MEMIKIRKAN KEANGGUNAN ITU TIDAK MENYAKITKAN? KENAPA HIDUP HARUS DISAKITI DEGAN PERASAAN SEPERTI ITU. ADA YANG SUDAH SADAR. DI BAWAHNYA ADA SEKITAR LIMA WANITA YANG TERIKAT..SIAPA YANG MAU DULUAN? WANITA 1 APA JAMINANNYA KALAU ITU TIDAK SAKIT? GADIS BOTAK/SITI TAK ADA.MEMEGANG SEBUAH GERGAJI. GURU 122 . ADALAH GERGAJI YANG TERBUAT DARI KEIHKLASAN. MUNGKIN SUDAH TAK PUNYA UANG LAGI UNTUK BERGAYA.

DIIRINGI TANGISAN BAYI. ITU CUMA LUARNYA SAJA. ETIKA ADA DALAM SINI (MENUNJUK DADANYA) DAN SINI (MENUNJUK KEPALANYA). SITI TURUN DARI ATAS MEJA. TERIAKANNYA MEMBUAT BUMI GELAP.. JUSTRU SEBUAH KEBAHAGIAAN HIDUP. JIKA INI PEMAKSAAN. DENGAN GAYA YANG TEATRIKAL. BAGAIMANA KITA MEMBELI ANTING? ISTRI TAK PERLU EMAS. SUAMI UNTUK APA ANAK ITU DITINDIK? ISTRI ANAK INI PEREMPUAN.AH AKU TAK MAU BANYAK BUANG WAKTU. SUAMI 123 . IA MEMOTONG.KENAPA KAMU SANGAT TIDAK ETIS MEMAKSA WANITA MENGHAPUS SEJARAH ANTING? ANTING SUDAH SEUMUR MANUSIA. MENGGANTI RUANG KELAS DENGAN RUMAH KUMUH.. AKU AKAN SEGERA MEMOTONG TELINGA KALIAN SEMUA. YANG PENTING ADA YANG MENANDAKAN DIA PEREMPUAN. MASAK ADA ANTING BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. APA DIA AKAN JADI LAKI-LAKI TANPA TINDIKAN? ISTRI DARI DULU JUGA PEREMPUAN PUNYA TINDIKAN. MURID ITU TERIAK KESAKITAN. LALU KEREMANGAN DATANG LAGI SECARA PERLAHAN. SUAMI TERUS. SUAMI MAKAN SAJA HARUS BANTING TULANG DULU. GURUKU SAYANG! KAMU HANYA BANYAK MEMBUAT ORANG-ORANG BODOH DENGAN KEETISANMU ITU. KENAPA KAMU MAU MENYALAHI KODRAT-KODRAT ITU? GADIS BOTAK/SITI PERTANYAAN YANG TIDAK ETIS. ITU BUKAN HAL YANG MENYAKITKAN. LALU IA MENGANGKAT SALAH SATU MURID. DI SITU SUAMI ISTRI PEMULUNG TADI SEDANG BERDEBAT.

TAPI TERNYATA BANYAK JUGA YANG SEPERTI INI. KAMU JANGAN MEMBANTAH. YA. DAN MALAH MEREKA YANG DILUDAHI OLEH ORANG-ORANG DEWASA. SEIRING CAHAYA MEREDUP KE KEGELAPAN. AKU AKAN MEMBERIKAN DIA NAMA.... 124 . PRIA MOHWAK APALAH ARTI SEBUAH NAMA UNTUK KITA SAYANG . JADI PILIHANKU MENCINTAIMU.. OH IYA. KALIAN SAMASAMA TAK BERTINDIK . SANG ISTRI MENENANGKAN. SAYANG MAAFKAN SAYA.KAMU AKAN MENYAKITI DIA. YA. HANYA TANGIS BAYI YANG TERDENGAR.. ITU KATA KAMU.. BIARKAN PEREMPUAN MENJADI PEREMPUAN TANPA APA PUN. SETELAH MALAM BERSAMA DENGANNYA.. AKU TADI MENYEBUTKAN GADIS BOTAK TADI ... MEREKA KAN SOK TUA . SAAT ITU KAMU MENTRAKTIR SABU-SABU .. AKU MENDAPATKAN PRINSIP TENTANG BAGAIMANA MENJADI ORANG DEWASA. DI SUDUT BUMI YANG LAIN ADA CAHAYA TERANG BENDERANG. BIAR ORANG TAHU BAHWA DIA PEREMPUAN.. TAPI DOKTRIN GADIS BOTAK PADA MALAM ITU YANG MEMBUAT AKU KALAH .. ISTRI KAMU JUSTRU MEMUSNAHKAN DIA MENJADI PEREMPUAN. BUKAN KARENA MENCINTAIMU AKU KALAH. AKU MELAKUKAN SEBELUM KENAL DENGANMU . BUKAN BEGITU SAYANG.. KEDUANYA MEMBISU... TAPI BAGAIMANA DENGAN ORANG-ORANG LAIN? APALAGI PARA PENDAHULU.SITI HAWA. OH. PRINSIP INI LAMA MEMBUAT SAYA UNTUK MENDAPATKAN MAHKOTA KEDEWASAANKU .. KAMU PERNAH BERTEMU DENGANNYA.. CITA-CITAKU UNTUK MELUDAHI WAJAH MEREKA BELUM JUGA TERCAPAI . AKU SALAH STRATEGI.. AKU PIKIR INILAH KEDEWASAAN. BELUM MEMBUAT PENGAKUAN MEREKA TENTANG KEDEWASAAN . ADA PRIA MOHWAK DENGAN EARPHONE DI TELINGANYA DAN MATANYA TERUS MELEKAT PADA LAYAR MONITOR KOMPUTER. KAMU TAHU SIAPA SI SITI ITU? YANG PASTI IA PEREMPUAN ...... SUAMI CUKUP DENGAN NAMA.. AKU KALAH PERANG . GADIS ITULAH YANG BERADA DALAM INTERNET DENGAN SAYA.. KARENA PILIHAN UNTUK MENCINTAIMU DIJAMAN INI SANGATLAH FENOMENAL JIKA TERBUKA KEPADA KHALAYAK RAMAI..

PRIA MOHWAK TAK PEDULI KAU TAK BERANTING ASALKAN CINTA YANG ADA DI HATIMU TAK SELUAS LUBANG TINDIKAN INGIN KURENANGI SEMUA RASA YANG ADA DALAM SUKMA TAPI JASAD INI TAK BERBENTUK MENJAMAH CINTA MUSTAHIL INI HARUS DENGAN APA KUGAPAI CINTAMU SEBAB AKU RAJA YANG MENENTUKAN PILIHAN YANG TELAH BANYAK TERKAPAR DALAM PEPERANGAN AKU BUTUH MAHKOTA CINTA MAUKAH KAMU MENJADI MAHKOTAKU DALAM SINGGASANAN PILIHAN? TEMAN WAH. TAK PERLU DENGAN KATA CINTA.IA MENEKAN TUTS KEYBOARD DENGAN TEGAS. RUANG KEMBALI MENJADI PASAR TRADISIONAL DENGAN DUA SOSOK SETELAH GELAP MENYELIMUTI.. PRIA MOHWAK YANG TADI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER KINI BERADA BERSAMA TEMANNYA DAN KARUNG-KARUNG BELEL. JUGA GENANGAN LUMPUR DAN SEGALA MACAM KEKUMUHAN. PRIA MOHWAK BERDIRI SI ATAS KARUNG-KARUNG BELEL DAN MEMBACAKAN PUISI. AKU AKAN MEMBALAS DENGAN PUISI UNTUKMU. LALU IA MENGHEMPASKAN NAFAS KE SEMESTA.. KENAPA MEMBACAKAN PUISI ITU UNTUKKU? KALAU SEKEDAR MEMBALAS HADIAH. PRIA MOHWAK TERIMA KASIH ATAS ANTINGNYA. PRIA MOHWAK KAMU TAHU TENTANG ANAL SEX? TEMAN 125 . DENGAN SEKALI TARIKAN NAFAS PANJANG. KAMU SANGAT ROMANTIS. TEMAN WAH. SANGAT ROMANTIS. LALU PRIA MOHWAK ITU MENYENDERKAN BADAN PADA SANDARAN KURSINYA.

GADIS BOTAK/SITI BUAT APA? AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN ANTING. PARA WANITA ITU LEBIH MENGGELAPAR DENGAN LANTAI DAN DARAHNYA. SETIAP IKATAN DI LEPAS. GADIS BOTAK MENGUMPULKAN SEMUA POTONGAN TELINGA DI ATAS MEJA. 126 .. GADIS BOTAK/SITI YANG SAKIT BUKAN FISIKMU. TANPA TELINGA SEKALIPUN. GADIS BOTAK TELAH MEMOTONG SEMUA TELINGA PARA WANITA TERKAPAR. SATU PERSATU DI POTONG TALI IKATANNYA. KEDUANYA BERBAHASA LEWAT MATA DAN KESUNYIAN GAIRAH ITU.TENTU! AKU SEORANG GUY MATA PRIA MOHWAK BERSINAR-SINAR. GADIS BOTAK KASIHAN JUGA MELIHAT MEREKA. ENTAH APA YANG TERJADI PADA KEREMANGAN YANG PERLAHAN REDUP DAN MENGGANTI DAERAH KUMUH ITU DENGAN TIBA-TIBA MENJADI RUANG KELAS.. BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN.. GADIS BOTAK/SITI KAMU TETAP SEORANG PEREMPUAN. DARAH MUNCRAT DI MANA-MANA. BERDUA MENUJU DAERAH BELAKANG KARUNGKARUNG. WANITA 4 KAMU PENIPU! KAMU MAU MEMBUNUH KAMI. TURUNLAH PRIA MOHWAK DARI ATAS KARUNG.. WANITA 1 JUSTRU HARI INI KAMU SANGAT PEDULI DENGAN ANTING. TAPI HATIMU KAN? WANITA 2 KAMU SEBENARNYA HANYA IRI KEPADA ANTING. DISAMBUT TEMANNYA YANG LANGSUNG BERDIRI DARI DUDUKNYA. INI SANGAT SAKIT. GADIS BOTAK/SITI OH BEGITU? GURU TELINGA ITU ADALAH KEHIDUPAN WANITA. MEREKA SALING MEMEGANG TANGAN. BEGITU JUGA TEMANNYA ITU. MENGGELIAT-GELIAT. KAMU MEMOTONGNYA HANYA UNTUK MEMBUAT KAMU HIDUP.

KINI POSISINYA DITAHAN EMPAT WANITA.. SELAMA INI KAMU MERASA SEPERTI TAK PUNYA TELINGA. TEPAT BERSAMAAN DENGAN KEREDUPAN CAHAYA MENUJU KEGELAPAN YANG PEKAT. SUARA 127 . MEREKA LEMAS. HANYA MEMERLUKAN WAKTU SEBENTAR UNTUK MENAKLUKANNYA. KAMU PIKIR GAMPANG MASALAH TELINGA INI UNTUK WANITA? SEKARANG BIARKAN TELINGA-TELINGA YANG MENJADI KEHIDUPAN WANITA MASUK KEDALAM TUBUHMU. GURU SEKARANG KAMU HARUS RASAKAN BAGAIMANA MENJADI WANITA (DIIRIS TELINGA GADIS BOTAK ITU SATU PERSATU) GADIS BOTAK/SITI BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN.. JASADNYA TERKAPAR TANPA TELINGA.SELAMA INI KAMU MERASA MATI DI ANTARA ORANG-ORANG YANG BERANTING. BEGITU JUGA PARA WANITA KEHABISAN DARAH.SITI.. HINGGA IA TAK BERNAPAS LAGI. AWALNYA TERDENGAR SAYUP-SAYUP. WALAU DALAM KESAKITAN WANITA-WANITA ITU RAMAI-RAMAI MENANGKAP GADIS BOTAK/SITI. SAMPAILAH SUARA TADI MENGHAMPIRI. MENGGELAPAR-GELEPAR. LAMA-KELAMAAN RIUHNYA TERTINGGAL SAYUP-SAYUP. GADIS BOTAK BERBALIK PANIK... SUARA SITI. DI MANA KAMU NAK? DI SUDUT BUMI CAHAYA SENJA BERSINAR. AYO KITA MASUKAN TELINGA ITU KE DALAM PERUTNYA. KARENA TAK ADA ANTING BERTENGGER DI SITU.. SEPERTI DIHIPNOTIS.DAN KAMU HARUS MERASAKAN PUNYA TELINGA YANG MENYATU DENGAN TUBUHMU. SATU PER SATU TERKULAI MELEBUR LANTAI. SEKARANG KAMU MERASA HIDUP DI ANTARA KAMI YANG TAK BERTELINGA INI. AGAR KAMU TAHU BAGAIMANA MENJADI WANITA. BAIK KAMU HARUS HIDUP. MAKIN LAMA MAKIN KERAS.. BERDESAK-DESAKKAN UNTUK MELIHAT. RIUH ORANGORANG ITU TERUS BERTAMBAH. SOSOK PEREMPUAN KECIL MERENUNG. PARA WANITA ITU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBUKA MULUTNYA DAN MEMASUKKAN SEMUA POTONGAN TELINGA.. DAN AKHIRNYA TAK BERNYAWA LAGI. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ORANG-ORANG DATANG BERKERUMUN MELIHAT MAYAT-MAYAT BERSERAKAN. PADA KEGELAPAN ITU TERDENGAR SUARA MEMANGGIL. DAN GERGAJI BERADA DI TANGAN GURU.

*** IMRAN LAHA CIBUBUR. APRIL 06 LAKON SANDIWARA PANGGUNG (NOMINATOR) 128 . AYAHNYA TERTAWA MELIHAT ITU. MELOMPAT-LOMPAT DAN MENARI-NARI. TERBESIT SENYUM DI WAJAH SITI KECIL. LAMBAT LAUN SEMUA MEREDUP DAN MENJADI GELAP. SITI KECIL MEMPERHATIKAN BONEKA YANG BARU SAJA DIBERIKAN AYAHNYA. IA GIRANG.SITI! KALAU DIPANGGIL MENYAHUT YA? NAMAMU SITI HAWA. INI AYAH BELIKAN BONEKA UNTUKMU. INGAT ITU.

bijaksana) RONALD (Laki-laki usia 16 tahun. KIAN LAMA KIAN MENGERAS HINGGA MEMEKAKKAN TELINGA. nakal. bodoh. SELANJUTNYA… MENUKIK DISERTAI JERITAN BERATUS RATUS BOCAH YANG MEMILUKAN. kejam. penakut. mandiri. periang. tahan uji. MULAI MERAMBAT. bodoh) PETHUK (Laki-laki usia 16 tahun) GEMBOS (Laki-laki usia 16 tahun) BUJEL (Laki-laki usia 15 tahun) MOGOL (Laki-laki usia 17 tahun. arif. LAMPU DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH YANG BERUKURAN 3X3 METER YANG DISITU TERDAPAT TOKOH KSATRIA ‘BIMA 129 . emosional) ARYA (Laki-laki usia 16 tahun. pengecut) PARMIN (Laki-laki usia 14 tahun. kejam dan tegas) TENTARA 2 (Laki-laki.MENGGULUNG LAYAR Oleh: Anggi Valentinata Goenadi PARA PELAKU : PELOK (Laki-laki yatim piatu usia 15 tahunan. humoris) PLINTIS (Laki-laki usia 15 tahunan. manja. sabar) CATATAN UNTUK MENSIASATI KETERBATASAN PEMAIN SERTA KWALITAS KEAKTORAN. pemarah) BOCAH KECIL (Usia 13 tahun. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. misterius) CANTIK (Perempuan 15 tahun. berprinsip) KREPO (Laki-laki se-usia Pelok. konyol) PEJUANG KOMANO (Bisa laki/perempuan. tidak punya pendirian) ESTIN (Perempuan usia 16 tahun. DIAWALI DARI SAYUP-SAYUP MUSIK GADUH. LAMPU BLACK OUT. LAMPU MULAI MENYALA PELAN-PELAN DARI KEREMANGAN… LAYAR PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN PULA MULAI TERKUAK… SAAT TERBUKA PENUH. baik hati. nakal. BERUBAH SUNYI SESAAT… SUARA DEBURAN OMBAK BERGENURUH MONOTONE. culas dan sok kaya) SUARA (Laki-laki usia seorang bapak. SEBAB ADEGANNYA ADA YANG TIDAK BERSAMAAN. labil) AYU (Prempuan usia 15 tahun. bodoh. dengki. SUASANA SEPERTI PERKAMPUNGAN MENGHADAPI MUSIBAH GEMPA DAN PANIK! (BIARKAN SEJENAK SUASANA SEPERTI INI) KEMUDIAN… SEKETIKA BERHENTI. BISA DOUBLE CASTING. lembut. licik) WARTAWAN 1 (Bisa laki-laki/Perempuan) WARTAWAN 2 (Bisa Laki-laki/Perempuan) TNTARA 1 (Laki-laki usia 16 tahun. usia 15 tahunan.

LAMPU WARNA KEBIRU-BIRUAN DI ARAHKAN KE TEMPAT TERSEBUT. 130 . THOLE…!! PELOK TERSENTAK… DAN MENCARI-CARI DATANGNYA SUARA YANG SANGAT DIKENALNYA. LAKI-LAKI USIA 15 TAHUNAN. DI BAGIAN KIRI DEPAN PANGGUNG. SAYUP-SAYUP TERDENGAR TEMBANG JAWA: MAS KUMAMBANG DILANTUNKAN KELEK-KELEK BIYUNG SIRO ANENG NGENDI ENGGAL TULUNGONO AWAKKU KECEMPLUNG WARIH… (DAN SETERUSNYA) DI BAWAH POHON KERING.ALIAS WERKUDARA’ POSISI BERDIRI AGAK MENUNDUK. SUARA DEBURAN OMBAK KIAN LAMAT-LAMAT. SEOLAH-OLAH SEDANG MENERIMA WEJANGAN. PELOK. SUARA : PELOOOK… KAMU MESTI TABAH! JANGAN HABISKAN WAKTUMU. SEDANG MERENUNGI NASIBNYA. DENGAN KESEDIHAN-KESEDIHAN! JANGAN KECIL HATI LANTARAN KAMU SEORANG YATIM PIATU! KAMU MESTI SEMANGAT! KAMU MESTI TEGAR! KAMU MESTI BELAJAR MENGHADAPI HIDUP! PELOOOK… INGATLAH TOKOH BERNAMA BIMA MELANGKAHLAN SEPERTI DIA BUKANKAH SEMUA SUDAH KUAJARKAN KEPADAMU? PELOOOK… PESANKU YANG TERAKHIR: JADILAH ORANG YANG PINTER DAN BENER JANGAN SEKALI-SEKALI BIKIN DIRIMU NGILER JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU SAKITI LINGKUNGAN! INGAT ITU !!! PELOOOK… HATI-HATI.

AYO. AKU TIDAK BERANI. NANTI PULANGNYA : AKU TIDAK BISA PULANG. PAK. BAPAKMU HARUS BANYAK. AKU TAKUT… SUARA : SUDAHLAH. PAK. PAK. AKU TAKUT SENDIRIAN. KESINILAH PAK. AKU SELALU SENDIRIAN. PAK! AKU DISINI. LE. TIDAK BAPAK JUGA SENDIRI. USAH TAKUT! : (SEMAKIN SEDIH DAN HAMPIR MENANGIS) KALAU BEGITU. DIMANA KAMU. DISINI. SEPI SEKALI. PAK? PULANGLAH PAK. PAK. DI RUMAH SEPI SEKALI. DARIPADA DI RUMAH SENDIRIAN. THOLE. LE.PELOK : (SEDIH) PAK… BAPAK… PAK… BAPAK… JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN. PAK. : YAAAH… BAPAK! AKU TAKUT SENDIRIAN. AKU TUNGGU DISINI. AKU SEDIH. PAK! AKU TAKUT. LE… BAPAK HARUS PERGI. SAAT PELOK MASIH ASYIK MENCARI-CARI SUARA BAPAKNYA DAN MEMANGGIL-MANGGIL… SALAH 131 PAK. PAAK…BAPAAAK… PAAK… BAPAAAK. AKU IKUT PAK. PAK… SUARA PERGI… PELOK BERSAMA-SAMA. PELOK DIMANA? AKU MAU NYUSUL BAPAK AJA. TIDAK ADA SIAPA-SIAPA. DIBAWAH POHON KERING DEPAN MAKAM. PAK! : THOLE… TIDAK USAH TAKUT! TEMAN-TEMANMU KAN : BISA. AKU TUNGGU… SUARA PELOK SUARA : TIDAK BISA. NEMANI AKU. NANTI LAMA-LAMA AKAN TERBIASA. BAPAK SEKARANG ADA . PELOK : TAPI KALAU DI RUMAH. PAK… BAPAK… PAK… BAPAK (TERUS MENCARI-CARI) PAK… BEBERAPA ORANG SEBAYANYA DATANG.

PARMIN: (KAGET) LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA? P. MIN. PARMIN: PEJUANG ATAU PAHLAWAN ITU… TIDAK BOLEH TAKUT. SATU DUA ORANG MEWAKILI WARTAWAN/PAPARASI. KREPO : YA AMPUUUN… SAYA MALAH KECIPIRIT JUGA. PO…KREPO !! P. SAYA NGOMPOL. DISINI BANYAK RANJAU… (DIUCAPKAN SETENGAH BERBISIK) P. MUSIK GADUH. SEROMBONGAN BOCAH BELASAN TAHUN SEDANG BERMAIN DI LAPANGAN. MIN.YA… TERKENCING DI CELANA. KOMANDO : (MELIHAT SITUASI) MAJUUU DAN BERPENCAR !! HATI-HATI! JANGAN LUPA.SATU DIANTARA ORANG-ORANG TADI MEMBERI TAHU TEMANNYA SAMBIL MENUNJUK KE ARAH PELOK. MEREKA BERMAIN PERANG-PERANGAN.. PARMIN: LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA?! 132 . SEBAGIAN BERPURA-PURA MENJADI TENTARA DAN YANG SEBAGIAN LAGI MENJADI PEJUANG. PELOK! SEPERTI ORANG GILA. (BISIKNYA KE KUPING PEJUANG PARMIN) P. KREPO : SAYA TAKUT SEKALI. P. (SEREMPAK SEMUA TERTAWA. MIN! SAYA TAKUT MATI… P. SEBENTAR-SEBENTAR TERDENGAR SUARA DAR-DERDOR TEMBAKAN… KETIKA LAMPU MENYAPUT PANGGUNG. P. KEMUDIAN…) PELOK GILA… PELOK GILA… PELOK GILA… (SEMUA MENGEJEKNYA) MASAK NGOMONG SENDIRI !! LAMPU BLACK OUT. KREPO : (KETAKUTAN) SAYA… SA. MOGOL : EH… LIHAT ITU.

CEPAT. AYO MIN… CEPAT !! KITA BISA MATI KALAU GAK LARI DARI SINI. PLINTIS : (IKUT-IKUTAN MENGAMUK) SIKAAAT TERUS…. PO… KREPO !!!! P. PEJUANG KREPO DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI SAMBIL MENGINTAI MUSUHMUSUHNYA… P. .. PARMIN: (MENEMBAK DENGAN MEMBABI BUTA) HIIAAAAAAT….. AYO MIN. NGAWUR! 133 : (TERTEGUN SESAAT. MIN. PLINTIS : (JENGKEL) SSSSSSTTT…. KREPO : TIIIIIIUUUUT…BROUT (KENTUT SEKALIAN TERBERAK) P. AYO KITA LARI DARI SINI. KREPO : (KIAN KETAKUTAN DAN PANIK) CELAKA! MEREKA MENGETAHUI KITA. SEBELUM MENOLONG.HIAAAT… P. ADA YANG TERKENA DAN TERKAPAR. P.!!! AKHIRNYA KEDUA BELAH KUBU BAIK YANG PURA-PURA JADI TENTARA MAUPUN YANG BERPURA-PURA JADI PEJUANG. KREPO : SAYA KETAKUTAN.P. SIKAAAT TERUUUS. INI AKAN JADI BERITA YANG MENARIK DAN … WARTAWAN 2 : (TERTEMBAK) AAAK…ADUH.! P. PARMIN: WOOOOOW… BAUNYA. PARMIN: (TERTAWA CEKIKIK’AN) P. WARTAWAN 1 : (SIBUK MEMBIDIKKAN KAMERANYA) WAH. SALING BAKU TEMBAK.!!! (TELUNJUKNYA NEMPEL DI BIBIR) DARI ARAH SEMAK-SEMAK SUARA-SUARA LETUSAN TEMBAKAN DIARAHKAN KE TEMPAT DIMANA PEJUANG PARMIN.. TEMBAK-MENEMBAK TERUS BERLANGSUNG. MATILAH AKU! WARTAWAN 1 NALURINYA…) PAYAH! INI MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERANG NAMANYA. MIN.

KREPO MENURUT DAN KETAKUTAN) DIMANA KAWAN-KAWANMU PEMBERONTAK BERSEMBUNYI ?!! TENTARA 2 : (MARAH) CEPAAAAT KATAKAN…!!! : (MENODONGKAN SENJATANYA KE ARAH KEPALA P. SA… SAYA TIDAK TAHU… SA… SA… SAYA HANYA DIAJAK UNTUK BERPERANG. KREPO : BETUL. KETIKA SAYA SEDANG NYARI RUMPUT UNTUK SAPI SAYA. TENTARA 2 KREPO PUN TERKAPAR DAN MATI) : (TIDAK SABAR DAN MENEMBAK KEPALANYA… 134 . TENTARA 2 `: SUDAH. TENTARA 1 : MAKANYA. KREPO : JANGAN. KREPO : BETUL. KREPO : (PANIK… DAN MALAH LARI KE ARAH MUSUH) LHO… SALAH!! MANA KAWAN-KAWANKU?! KOK. SAYA TIDAK TAHU. KREPO : (TUBUHNYA MENGGIGIL KETAKUTAN) SA… SAYA TIDAK TAHU… TENTARA 1 : (MEMBENTAK KASAR) BOHONG !! KAMU HARUS KALAU TIDAK… OTAKMU AKAN BERHAMBURAN KELUAR DARI BATOK KEPALA! P. PAK.. JANGAN BOHONGI KAMI! PAHAM?! P. SAYA DITINGGAL SENDIRI! MATI AKU… (LEMAS DAN TERJONGKOK) TIBA-TIBA…. PAK! JANGAN TEMBAK SAYA. TENTARA 1 KREPO) ANGKAT TANGAN…!!! (P.P. P. TEMBAK SAJA !! KATAKANA JUJUR !! P.

NAMANYA BUKAN PEJUANG ATAU PAHLAWAN. PEJUANG PARMIN DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI DAN MERASA AMAN. TIIIS! AKU TIDAK MAU MATI KARENA ULAR INI. PLINTIS : (KETAKUTAN) MIIIN… LIHAT ITU! DI SEBELAHMU A. TIS!! ULARNYA MAKIN DEKAAAT DENGAN LEHERKU. P.A…ADA… P. KETAHUAN MUSUH… P. SAYA INGIN DISEBUT PAHLAWAN. KITA BISA CELAKA! P. PLINTIS : AKU TAKUT SUARA TEMBAKANKU NANTI. AKU MAUNYA NEMBAK MUSUH… TEMBAK SAJA SENDIRI. PARMIN: DARIPADA MATI DIGIGIT ULAR. PARMIN: (MAKIN NGERI) SUDAHLAH. TIS! TUGAS PAHLAWAN 135 . TIS! TOLONG . P. ULAR ITU…!! P.DI BAWAH POHON DI PINGGIR KALI. PARMIN: TIS. PARMIN: (JNGKEL) GUOBLOG!! NANTI KALAU SAYA BERGERAK SEDIKIT SAJA.. PLINTIS : (BERBISIK) NANTI KETAHUAN MUSUH. TIS… P. TIS… INI JUGA MUSUH KITA. PLINTIS : (KESAL) TEMBAK SAJA SENDIRI !!!! P. TEMBAKLAH! P. PLINTIS : AKU GAK MAU TEMBAK ULAR. MIN. TIBA-TIBA… TAK JAUH DARI MEREKA BERPOSISI TIARAP. ULAR ITU PASTI MENGHABISIKU DENGAN BISA RACUNNYA! TOLONG. PARMIN: (KHAWATIR SETELAH TAHU DIRINYA DALAM BAHAYA…) TEMBAK SAJA.TIS! SEBELUM ULAR ITU MENYAMBAR SAYA!! CEPEEETAN DIKIT. KALAU SAYA MATI DIGIGIT ULAR INI. TEMBAKLAH! P. LEBIH BAIK MATI KENA TEMBAKAN MUSUH !! CEPAAAT.

KAMU! PLEASE TEMBAKLAH. KENAPA TAK SEGERA KAU TEMBAK?! P. PLINTIS : SUDAHLAH. KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA SAMBIL ANGKAT TANGAN… PARMIN : (MEMBUANG SENAPANNYA) YUUK. MIN. ULAR ITU TAK AKAN MENGGIGIT ! PERCAYALAH…!!! P.. SAMBIL SESEKALI MENGARAHKAN SENAPANNYA KE BERBAGAI PENJURU.. ULAR JUGA MUSUH KITA. DARI ARAH SANA. DEH… . P. PARMIN: (MELIRIK POSISI KEPALA ULAR YANG MAKIN DEKAT LEHER) PAYAH KAMU. TIS!! P. PLINTIS : ULAR JUGA MUSUH KITA. TIS! KATANYA. MAIN PERANG-PERANGAN. PLINTIS : (JENGKEL DAN RISIH) JANGANKAN ULAR. TIBA-TIBA PEJUANG PLINTIS DAN PEJUANG PEJUANG PARMIN. YUUK! NGGAK ASYIK.. JADI JENGKEL MELIHAT ULAH PARMIN. PARMIN: KAMU BETUL-BETUL TEGA SESAMA PEJUANG. TIS! BETUL-BETUL PAYAH.. : BETUL! MARI KITA CARI MEREKA. TENTARA 1 DAN TENTARA 2 MENGENDAP-ENDAP PENUH HATI0HATI. KITA BERMAIN-MAIN YANG LAIN SAJA.BUKAN MENEMBAK ULAR TAPI MENEMBAK MUSUH P. DEMIKIAN JUGA GEMBOS YANG BERMAIN JADI TENTARA 2 136 AMPUN. TIKUS PUN JUGA MUSUH KITA!! (SAMBIL MEMBERONDONGKAN SENAPAN KE ARAH ULAR) TENTARA 1 TENTARA 2 : ITU SUARA TEMBAKAN. JANGAN RIBUT TERUS! ASAL KAMU DIAM. MENAKUTKAN… PLINTIS : DASAR PENAKUT!! SAMA ULAR SAJA TAKUTNYA MINTA PADAHAL SEMUANYA… KHAN HANYA PURA-PURA. PETHUK YANG PURA-PURA JADI TENTARA 1.

GEMBOS DAN PLINTIS SECARA SEREMPAK MELAMPIASKAN KEJENGKELANNYA… : HUUUUUUUUUUUUU…. YANG PENTING KHAN MEMILIKI BAKAT… YA THO… SEMUANYA TERTAWA NGAKAK. MIN. PETHUK MIIIN !! KREPO BILANG. SAMPAI KETIDURAN BENERAN. (GEMBOS MENUSUKI : HEY… BANGUN! PERANG-PERANGAN SUDAH SELESAI. PO-KREPO.PETHUK GEMBOS PARMIN : KAMU TERLALU SERIUS SICH. 137 . MIN… : HIYA. MIIIN… : BAKAT JADI SEORANG PENAKUT… : BIARIN. : BERARTI KAMU JUGA PUNYA BAKAT BERMAIN DRAMA PO… : (BANGUN DARI TERLENTANGNYA. TAEK ANJING !! GEMBOS PARMIN YA THO…. GEMBOS : BAKAT MENJADI MAYAT KAMU. KITA KERJAIN SAJA. SAMPAI CAPEK JE… PURA-PURA NGGAK BERNAFASNYA. GEMBOS LOBANG HIDUNG BUJEL DENGAN RUMPUTAN DAN…) : SSSSST…. KARENA MATI) LHO… SUDAH SELESAI THO INI?? WAAAH… NGAK BILANG: BAKAT JADI SEORANG PENAKUT KOK SOMBONG. INI KHAN CUMAK MAIN-MAIN SAJA! KENAPA : BERARTI SAYA SANGAT BAKAT MENJADI PEMAIN DRAMA. (SAMBIL MENEPUK-NEPUK DADA) MESTI TAKUT?!! DONG. PARMIN KREPO. YA NGGAK PETHUK. KREPO MENDEKATI BUJEL (SANG WARTAWAN YANG MASIH ASYIK MENIKMATI PERANNYA) KREPO (KAGET) YA AMPUUUN… BUJEL.

(SEPI SESAAT) YUUK. THUK-PETHUK ! : KOK… KAMU MERASA TERSINDIR SICH. KITA BERMAIN LAGI… APA GITU. EMANG KENAPA?! 138 : (MERASA) JANGAN NYINDIR SAYA. KITA CARI MOGOL DI KALI. MEMANG HOBI KOK. SEMUA KEMBALI TERTAWA CEKIKIK’AN… PARMIN BUJEL : SUDAH… SUDAH! KAYAK GITU KOK.. KAMU. YUUK! GEMBOS PETHUK : PALING-PALING KAMU TIDUR LAGI. BARANGKALI DIA SUDAH HOBINYA… KREPO PETHUK! PETHUK : ENAK SAJA! EEEEHM… KALAU IYA. THUK- . PARMIN! AKU SETUJU. KATANYA… : KALAU SERING ITU MEMANG HOBI!! KALAU SAYA KHAN ITU PUN DIAJAK MOGOL. KOK GAK KALI SANA.BUJEL : (BERSIN DAN BANGUN) SIALAN KALIAN… NGGANGGU SAJA !! KREPO ADA SENDIRI… PETHUK : PALING-PALING NGINTIP ORANG YANG SEDANG MANDI DI : (MENCARI-CARI) LHO. AH…! : YUUK. SARU !! : HEBAT. MALES.. APA KAMU BARU SEKALI. DAN… CUMAK MELIHAT DIKIIIT SEKALI. TAUK!! KREPO GEMBOS : KALAU MOGOL. ASYIK DENGAN : BARANGKALI KAMU JUGA PINGIN NGINTIP. MIN. MBOS-GEMBOS?! GEMBOS : (AGAK TERSINGGUNG) ITU KHAN CUMA ISENG… BUKAN HOBI. MOGOL KEMANA. GEMBOS KREPO HOBINYA SAMA DENGAN MOGOL. DIOMONGIN.

YUUK!! AJAKAN MOGOL ITU DISAMBUT TEMAN-TEMANNYA SETUJU. (KREPO TERTAWA NGAKAK. DISAMBUNG DENGAN TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA) TIBA-TIBA… TEMAN-TEMAN ITU DIA. BOGEM MENTAH DARI BAPAK SAYA. KAMU! NGGAK TAHU. KAMU SERING KE MAKAM DAN NGOMONG SENDIRI DI BAWAH POHON KERING! 139 HOBIMU ITU… : BAYARANNYA KALAU KETAHUAN BAPAKMU. APA YANG KALIAN NGOMONGIN SAYA? BICARAKAN! PETHUK : SUDAH. SESEKALI BUNYI PETIR MENYAMBAR. PELOK! KITA HAJAR RAMAI-RAMAI SAJA. TEMBANG MAS KUMAMBANG PUN MERAMBATI KUPING. DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH.. MEREKA BERKACAK PINGGANG MENGHADANG PELOK. NAMPAKNYA PELOK TAK BEGITU YAKIN BAHWA MEREKA HENDAK BERBUAT JAHAT TERHADAP DIRINYA. YA? MEMANGNYA KITA-KITA INI . TIDAK HANYA MALU. CUKUP MURAH MERIAH. KOK. SUASANA REDUP KARENA MENDUNG. GEMURUH SUARA OMBAK KEMBALI HADIR.MOGOL : (DATANG TIBA-TIBA…) SIAPA TADI YANG MEMANGNYA SAYA TIDAK TAHU. GOL… NGGAK USAH TERSINGGUNG! LAGI PULA. MOGOL KATANYA KAMU SEDANG BERGURU UNTUK MENCARI KESAKTIAN? PELOK MOGOL : (BINGUNG DAN KETAKUTAN) BERGURU APA? : ALAA… JANGAN PURA-PURA BINGUNG. GOL! BAHKAN BISA KENA : EH… ORANG GILA! KAMU MAU JADI JAGOAN. TANPA BAYARAN! KREPO MALU! MOGOL : KALAU KETAHUAN BAPAKKU. LAMPU SEDIKIT KEMERAHAN.

GEMBOS : SUDAH! JANGAN BOHONG! KITA PERNAH MELIHATMU MEMBACA MANTRA. SAYA TIDAK NGOMONG APA-APA. BOCAH ITU DATANG TERSENYUM SAMBIL MENGUSAP-USAP KEPALA PELOK. SEPERTINYA… KAMU SERING NGOMONGNGOMONG SAMA SIAPA. KAWAN. PELOK : AKU TIDAK PUNYA NIAT SEPERTI ITU. KEMUDIAN MELEPAS TALI YANG MENGIKATNYA TANPA BANYAK BICARA. KALAU BUKAN SAMA GURUMU? NGOMONG SENDIRI. TUAKU YANG SUDAH MOGOL : KOK. PELOK TERSADAR DARI PINGSANNYA… Pelok Bocah Kecil : (MENATAP HERAN BOCAH DI DEPANNYA) Siapa kamu…? : (HANYA MENATAPNYA LEKAT-LEKAT DAN TERSENYUM) 140 . KITA HAJAR MEREKA RAMAI-RAMAI MEMUKULI PELOK. PETHUK : DASAR ORANG MISKIN! SUDAK MISKIN. KEMUDIAN MEREKA MENINGGALKAN PELOK BEGITU SAJA. SAYA KEBAIKAN ORANG TUAKU AGAR DITERIMA ALLOH DI HANYA BERDOA UNTUK SISINYA. LOK-PELOK! NGAKU SAJA KALAU KAMU MAU NANTANG KITA-KITA INI. BUKAN BERGURU. KEADAAN PELOK MENYDIHKAN SEKALI. SAAT PELOK BABAK BELUR DAN TAK SADARKAN DIRI. kawan! YUUK. PADA SAAT SEPERTI ITU… DATANGLAH BOCAH KECIL. IA HANYA MENGADUH KESAKITAN.PELOK : AKU KE MAKAM. PELOK TAK BRDAYA. UNTUK MENDOAKAN ORANG MENINGGAL. SAJA. MEREKA BERAMAI-RAMAI MENYERETNYA DAN MENGIKATNYA DI POHON KERING YANG SERING DIGUNAKAN PELOK UNTUK MERENUNGKAN NASIBNYA SEHABIS DARI MAKAM ORANG TUANYA. SEPERTI SEDANG BETUL! BUAT APA BERANTEM. SETUJU?! SEREMPAK Pelok : Setujuuuuu… : Jangan… Jangan sakiti aku. ENTAH SIAPA. SESEKALI MERINTIH MINTA AMPUN DAN MENYEBUT-NYEBUT NAMA BAPAK DAN IBUNYA. BOHONG LAGI. PELOK : TIDAK. WAJAH DAN PAKAIANNYA PUN SERBA PUTIH.

Ayo siapa berani memecahkan record-ku? Kawan-kawan… siapa yang mampu mengalahkan aku… 100 ribu rupiah. BOCAH-BOCAH BERMAIN BERAGAM MAINAN MODERN: MOBIL-MOBILAN. hadiahnya. Ron-Ron… PS. kayaknya nikmat buanget. DAN TUBUHNYA TERASA DINGIN DAN BERAT. Ayu Ronald : Hey…kawan-kawan. Cantik : Ramai dech… ramai. LAMPU BLACK OUT. PADA SAAT BERGEROMBOL DAN ASYIK DENGAN MAINANNYA SENDIRI-SENDIRI. Masak semua untuk Cantik! Ayu : Ini. PANGGUNG KOSONG. Ronald : Ice cream-nya buat saya. Ayu : Ini… ambil saja! Ice cream-nya… kalau kamu mau juga. BEBRAPA BOCAH MENIKMATI PIZZA. BYAARR !! LAMPU KEMBALI DIFOKUSKAN KE LAYAR DIMANA BIMA BERADA DISANA. TANGAN BIMA BERUBAH MENJADI TOLAK PINGGANG DAN MENGGERAM : Heeeeeeeeeemmmmmmm…. POP CORN. rasanya. nih… : Enggak. Sudah.. ROBOT-ROBOT KECIL BERBAGAI TOKOH (POKOKNYA SEGALA MACAM MAINAN SEJENIS ‘TAMIA’) SUASANA TAMPAK RAMAI. MUSIK BERGEMURUH DAN BERDENTAM. Arya. BERGER. HELYCOPTER. : Estin… kamu mau Pizza? Saya sudah kenyang. Cantik : Kawan-kaan. NAMUN YANG DIRASAKAN PELOK SEPERTI ADA YANG BERKELEBAT DI BELAKANGNYA. Ini baru namanya Helycopter Termegah dan termodern. PELOK MELANGKAHKAN KAKINYA LEBAR-LEBAR SEPERTI BIMA. Aku lapar nih… Rundy : Kamu belum makan ya… sepulang sekolah? (MEMBERINYA) Estin Ayu Estin : Sudah sih. tauk! Game watch murahan Saja. Kampungan! Estin : Bagi berger-nya. DUM… DUM… DUM… DAN SETERUSNYA.Pelok Bocah Kecil : (SEPERTI DIRAMBATI KEKUATAN TERTENTU HINGGA BADANNYA TIBA-TIBA SEGAR) Kamu… siapa sebenarnya? : (TERSENYUM) Aku meskipun kecil dan dikecilkan banyak orang. lihatlah mainanku. Cantik : Mana-mana… saya mau. dong. Hely ini tidak bisa jatuh meski menukik 180 derajad. jangan ribut! Berisik. kamu mau enggak… ice cream? 141 . udah… makasih. dong. ambil ! Ronald : Ya… Arya. LAMPU NETRAL (BOLEH LAMPU FOLLOW) MULAI DIARAHKAN KE TEMPAT MEREKA BERMAIN. DAN MUSIK PUN MENEKAN SETIAP LANGKAHNYA. makan terus. KERETA-KERETAAN. Jadi pingin… Makasih ya Run. kawan-kawan! (SEREMPAK TEPUK TANGAN) Bayangkan seorang perempuan mampu menjadi pilot yang sangat Gesit dan tangkas. !!! PELOK MENGHENTAKKAN KAKINYA. dipamerkan! Kalau aku… malu. COKELAT. ICE CREAM. dong! Ronald : Bukan masalah Game-Watch-nya tapi score-nya. tapi ngeliat kamu makan. Saya sudah kenyang banget. (SAMBIL TANGANNYA MEMAINKAN REMOTE) : Tepuk tangan. Arya : (MENCIBIRI RONALD DENGAN SINIS) Main tetris itu…sekarang sudah kuno. Aku adalah Bima! : (TERHERAN-HERAN) Jadi… Pelok LAAAP…! BOCAH KECIL MENYUSUP KE DALAM DIRI PELOK. AYAM KENTUCKY DAN LAIN SEBAGAINYA. dong. Bisa meletus perutku ntar. lihat score-ku! 100 ribu lebih.

Ronald : (MENUNJUK KE ARAH PELOK DAN AYU) Itu. Ayu Pelok : Pelok. PELOK TERUS MELANGKAH MENIRUKAN LANGKAH-LANGKAH SEORANG BIMA. kamu. sebelum dan sesudah ayah saya meninggal. : Ooooo… begitu. Yang penting saya… tidak bersalah. : Aah. Tapi… harus bagaimana.Arya : Enggak. Jangan bilang begitu! Dia khan teman kita juga. saya orang miskin. Yu-Ayu. Ayu. RONALD. Ronald : Asyiiiik… biar aku sendiri yang habiskan. : aah. ENTAH SIAPA YANG MENGHASUT HINGGA MEREKA MARAH BESAR. selalu berpesan agar saya menjadi contoh seperti Bima. Pelok tidak punya maksud jahat. Ayu Pelok : Pada mau kemana? Kok… : Ayu. ANAK-ANAK SEKOLAH ITU. KEPALANYA MENGENAKAN MAHKOTA BIKINANNYA SENDIRI YANG TERBUAT DARI DAUN NANGKA. ADA YANG MEMBAWA TALI. ARYA. saya menjelaskan kepada mereka… kalau saya masih waras. Yu-Ayu? Ayu : Ronald. Ayu! Ayu Pelok Ayu TERIAKAN Pelok Ayu Pelok Ayu Pelok SUARA GADUH ORANG-ORANG MENUJU TEMPAT ITU. sehingga saya membuat mahkotanya dari daun nangka. Arya Ayu : Sssssstt…. Terima kasih… Kenyang. masak… mereka berpikiran seperti itu? : (DIANTARA MEREKA) Ayuuuuu…. kita bubar saja! Ada orang gila datang. tho? : Betul. jika aku Mengganggu kalian disini. ach! Dia orangnya baik. Biarlah mereka mengeroyokku. Saya menyukai wayang. PELOK MELINTAS DI TEMPAT ITU. Mereka menganggapku gila. : Barangkali… karena kamu sering mengenakan daun seperti itu… : Ayu. Sebaiknya. aku. Kesukaan saya hanya meniru-niru seorang Bima. memang. Boleh saya bergabung? : Silahkan. awas lho !! : Kamu dengar sendiri. Maaf. Ayu. ESTIN DAN RUNDY. Pelok. CANTIK. ADA YANG MEMBAWA BATU. Kenapa kamu mengajak teman-temanmu untuk mengeroyok Pelok. larilah! Cepat. larilah! : Tidak. Menyakitkan.kok. saya pergi dari… : Tunggu! Aku tidak seperti mereka. Ronald : Tapi… katanya sekarang dia gila kok. PELOK TERHERAN-HERAN… DEMIKIAN JUGA AYU. 142 . : (BERHENTI) Selamat siang. Jangan pergi! Aku betul-betul Tidak mengerti. SEMUA TEMAN-TEMAN PELOK JUGA TEMAN-TEMAN AYU. teman-teman. mereka tak senang dengan kedatanganku. Silahkan kalau mau mengikuti mereka. Lagi pula. MEREKA HENDAK MENGHABISI SI PELOK. TAK MENJAWAB… KECUALI SEGERA MEMBERESKAN MAINANNYA DAN BUBAR MENINGGALKAN TEMPAT ITU. ADA YANG MEMBAWA KETAPEL. Kamu juga. Apakah salah? Dan kekagumanku terhadap tokoh Bima. Suka ngamuk… Ayu Pelok Ayu : Nggak percaya. ADA YANG MEMBAWA PENTUNGAN. dia! Sikat saja! Kasihan Ayu… Dijailin apa tadi kamu sama dia. Kenapa mereka pergi?! : Mereka menganggapku tak pantas berkawan dengannya. Kamu salah menduga! Ronald : (TAK MENDENGARKAN PERINGATAN AYU) Ayuuu… larilah kemari! Daripada kamu nanti kena lemparan batu. hati-hati! Dia… orangnya gila! Sekali lagi.

Ayu antarkan ke Puskesmas.. BOCAH KECIL SUDAH 143 : HEY…! (PELOK KAGET. Pulanglah! Nanti kamu dicari orang tuamu. menemanimu. ngelapnya. AYU MENANGIS SAMBIL SIBUK BERTERIAK-TERIAK BERUSAHA MELERAI. kalau Mbak Ayu nggak segera pulang.. ADA SESUATU YANG MEREKA PIKIRKAN. Kalian salah paham! : Keroyok saja…! Jangan hiraukan kata Ayu! Sikaaaat…! KERIBUTAN PUN SULIT DIHINDARI. ENTAH APA? DATANG RANI. (SEMUA MENGIKUTI APA KATA RONALD) AYU MELANGKAH MENDEKATI PELOK YANG MASIH MERINGKUK KESAKITAN Ayu : (MENATAP PENUH IBA) Pelok… Pelok… (PELOK MENOLEH KE AYU. NGLANGUT. (AYU HANYA DIAM) Ayo! Nanti Papa marah. ADIK AYU. Tinggalkan saya! Pulanglah! DENGAN LANGKAH BERAT DAN MALAS-MALASAN. Yu.. LAMPU TEMARAM MUSIK MENGALUN. dia! AYU MEMELOTOTI RONALD. Ayu… nggak usah. Sekali lagi. MEREKA SALING PANDANG. Aa. disuruh Papa pulang. AYU MEMBERSIHKAN LUKA-LUKANYA DENGAN PENUH HATI-HATI. Ayu Gembos : Tidak! Dia tidak menantang kalian. Ronald : Knapa kamu melotot aku.Ronald : Kalian dengar sendiri. AYU DAN RANI MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. : Sudah. Yuuk! : Terima kasih. khan? Kalau dia menantang kita. PELOK SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU. BERTUJUAN KEMANA. Ayu. Sudah mampus. Sudah. SAAT DIHADAPANNYA . PELOK TAK DAPAT BERBUAT BANYAK KECUALI MENAHAN KENYERIAN DAN MENGADUH SAMBIL BERTERIAK MINTA TOLONG. WAJAHNYA MENYIRATKAN KEBENCIAN YANG MENDALAM. MENGIRIS-IRIS ULU HATI… PELOK BANGKIT DARI DUDUKNYA DAN TERTATIH-TATIH MELANGKAH PERGI. TEMBANG MAS KUMAMBANG KEMBALI HADIR. ya…? (PELOK TERUS MERINGIS KESAKITAN) Pelok. MEREKA LAMA BERTATAPAN. DAN TERJADILAH PENGEROYOKAN TERHADAP DIRI PELOK. (SAAT SEBAGIAN LUKANYA TERKENA USAPAN AYU) : Maaf… maaf. aku nggak sengaja… (KAGET) Pelok Ayu Pelok : Sudahlah. seperti itu? (MELUDAH SINIS) Urusi…tuch. sahabat baikmu! (KEPADA KAWAN-KAWANNYA) Okey. Ayu : Tidak! Biar aku disini. kawan-kawan… Yuuk kita CABUT DARI TEMPAT INI. TIBA DI SUATU TEMPAT.ak. terima kasih atas kepdulianmu. saya di sini. Sudahlah! Jangan teruskan Niat kalian. MASING-MASING MERASAKAN KESEDIHAN. BERCAKBERCAK DARAH MENGOTORI BAJU YANG DIKENAKAN AYU) Sakit sekali. DENGAN UJUNG BAJUNYA. Rani Pelok : Mbak Ayu. kita cabut. nanti juga sembuh. Ronald : (NGOS-NGOSAN) Yuuuk. Yu… Tinggalkan saja.

KALAU KAMU : KAMU… (TERHERAN-HERAN SAMBIL MNAHAN MAU MATI KONYOL! BOCAH KECIL : HEY. KHAN? COBA KALAU KAMU MELAWANNYA…. TAPI TIDAK IMBANG! SAYA TIDAK : GILA! ORANG SEBANYAK ITU. PUSING AKU MENDENGAR IMBANG KOK. JELAS KALAH KOK! BOCAH KECIL : HEY. SURUH : YA… AKU ADALAH TEMANMU. COBA! DIKEROYOK ORANG SEBANYAK ITU. DISURUH MELAWAN.BERDIRI SEORANG BOCAH KECIL YANG MISTERIUS) PELOK NYERI) BOCAH KECIL MENYADARI. KENAPA KAMU TAK MELAWANNYA. TAMBAH HIDUP. SAAT KAMU DIKEROYOK? PELOK MELAWANNYA?! BOCAH KECIL PELOK : TAKUT? : BUKANNYA TAKUT. TIDAK MATI. FAKTA… EMANGNYA AKU NGARANG-NGARANG CERITA PALSU? BAYANGKAN. KAWAN! SALAH DAN BENAR TIDAK MENGENAL RUMUSANMU. SECARA MATEMATIS. (TERBAHAK-BAHAK) PELOK BOCAH KECIL : JANGAN KONYOL. KAMU! NGACO! : LHO?! AKU NGOMONG BERDASARKAN KENYATAAN. KAMU MASIH HIDUP. IYA. 144 . MATI. KAWAN! KAMU TIDAK MELAWANNYA SAJA. BUKTINYA. PADAHAL KAMU TIDAK BERUSAHA MEMBALAS DAN HANYA DIAM! COBA SEANDAINYA KAMU NGAMUK JUGA! PELOK : SUDAH… SUDAH. WONG TIDAK ANGKA MATEMATIKA.

KAMU INGIN SEPERTI BIMA! DEGG…!SEKETIKA PELOK BERKECAMUK DADANYA. (HAAA…HAAAA…HAAA…! PELOK TERSADAR.! 145 DENGAN KALIAN. TIBATIBA SEKETIKA MUSNAH. SUARA ITU SEMAKIN DEKAT. SAYA BER-HAK MELINDUNGINYA. ADA SESUATU YANG MERAMBATI SELURUH TUBUHNYA. PELOK SEPERTI KENA STROOM. KAMI? : TIDAK! SAYA HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN. MEREKA BERJATUHAN. PEMARAH 2 PELOK YANG LAIN : JADI KAMU MENANTANG. MEREKA MARAH BESAR… PEMARAH 1 PELOK : (GERAM) KAMU MAU MELAWAN KAMI. TAPI TAK DITEMUKANNYA.YANG ADA HANYALAH BERANI ATAU TIDAK MEMPERTAHANKANNYA. PELOK KAGET TAPI BERUSAHA TENANG. TERUS MENGGERAM DAN MEMAINKAN KUKU PONCONOKO. RASA NGILU. PELOK MERASA SEGAR DAN SEHAT. BERPULUH-PULUH BOCAH BAHKAN BERATUSRATUS MENGGEDOR RUMAH PELOK. BEBERAPA ORANG MASUK. MENCARI BOCAH ITU. KATANYA. PELOK MENDENGAR SUARA ORANG RIBUT-RIBUT. BANGSAT?!! : YA. : SIKAAAATT…. ORANG-ORANG ITU MULAI MENARIK TANGAN PELOK DENGAN KASAR. SAYA WAJIB MEMPERTAHANKANNYA. SIAPA SAJA YANG BERUSAHA MERUSAK RUMAH INI. KARENA BOCAH ITU SUDAH MENYUSUP KE DIRINYA) PELOK MELANGKAH PULANG. RASA TAKUTNYA PUN BERUBAH MENJADI KEBERANIAN YANG MELETUPLETUP. KARENA ITU MEMANG TANGGUNG JAWAB SAYA. KARENA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH RUMAHKU. BOCAH KECIL YANG BERADA DIHADAPANNYA SUDAH MENGHILANG ENTAH KEMANA. PELOK BERONTAK. RASA NYERI. DAN INI… . RASA MEMAR. DAN DUDUK TERMENUNG DI DEPAN LAYAR PUTIH. RASA PERIH. PELOK KEMBALI MELANGKAH SEPERTI BIMA.

ORANG-ORANG TERUS BERGELIMPANGAN DAN JADI KORBAN. BUNYI RERUNTUHAN. MUSIK GADUH.TERJADILAH PERKELAIAN YANG SERU. TAK SEDIKIT YANG BERTERIAK MENGKOMANDO UNTUK MEMBAKAR RUMAH PEL. DAN SEKETIKA BERHENTI. DEBURAN OMBAK YANG MENGGANAS. DAN TERUS MENGGERAM PULA: HEEEEEMMMMMMM…… TEMBANG MAS KUMAMBANGTERUS MELANTUN… KIAN LAMA KIAN MENGHILANG BERSAMA REDUPNYA LAMPU.OK. DUA ORANG YANG SANGAR WAJAHNYA BERADA DIKANAN KIRI LAYAR PUTIH. HEEEEEMMMMMMMMMMM…… TIDAK TURUT TERGULUNG BERSAMA LAYAR. ASAP MEMBUBUNG DI LOKASI TERSEBUT. GAGAH. KALI INI PELOK BETUL-BETUL SEPERTI ORANG KESURUPAN. PELOK BERDIRI TEGAK DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERGELETAK DAN TAK BERDAYA. SUASANA GADUH MENCAPAI PUNCAK. April 2006 146 . TAK SEDIKIT YANG BERGELIMPANGAN AKIBAT PUKULANNYA YANG MEMBABI BUTA. AKIBAT RUMAH PELOK YANG DIBAKAR RAMAIRAMAI. PELAN-PELAN MEREKA MENGGULUNGNYA NAIK KEATAS HINGGA HABIS… NAMUN WAYANG BIMA YANG TERTANCAP DISITU MASIH BERDIRI TEGAK DAN TERUS MENGGERAM. JERITAN-JERITAN ORANG TERUS MELENGKING. LAYAR PANGGUNG DITUTUP T A MA T Bontang. LAMPU MERAH MENYALA DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH DIMANA BIMA TERUS MENGGERAM DI DALAMNYA. BUNYI PETIR TUMPANG TINDIH. SUARA DARI LUAR KIAN RIBUT. PELOK MASIH BERDIRI MEMATUNG. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. DIA TAMPAK KUAT SEKALI.

(NOMINATOR) PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi Tokoh : RAYANI MARIO LINDA PRIA CANGKLONG SABRON ABAH NINI 147 .

) Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan. Kau tak mungkin mengecewakan aku kan? Aku harap jangan! 148 . 07. dan seorang lagi berdiri tegak di belakangnya. satu atau dua minggu sepertinya mungkin. Pria Cangklong : Baiklah. Akan kuberi kabar baik secepatnya.. Pria Cangklong 04. Back Sound Samar-samar terdengar lagu House musik. Pria cangklong 02.. (Mungkin penonton akan mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah diskotik. Kapan bisa kau dapatkan dia? : Tidak lama lagi..PEMUDI ORANG-ORANG SEBUAH RUANG Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light). Lelaki : Beri aku waktu. Lelaki 03.. Mereka hanya dibatasi sebuah meja. Broken home. Asap mengepul dari rokok di dalam cangklongnya. LAKI-LAKI PEMUDA. 08. 09.. Di depannya duduk Seorang laki-laki. : Alah.. waktu segitu terlalu lama! Tidak bisa lebih cepat? : Aku usahakan secepatnya Boss. Aku senang cara kerjamu. Lelaki : Tipe begini banyak yang suka. Jadi tidak terlalu susah untuk dikerjain kan? Pria Cangklong tertawa.. Pria Cangklong : Usia yang tepat untuk disate..ATOK ITEM SUTRADARA ANTON PENJUAL TEROMPET.. Lelaki tertawa. 01. Orangku sedang berusaha. TUKANG PEL. Lelaki 05. Seorang pria duduk di kursi memperhatikan selembar photo.. Pria Cangklong 06. Boss. : (mengangguk-angguk) Berapa umurnya? : 16 tahun.

. Maaf lagi. Berdua memunguti kacang rebus di tanah. tangannya menyentuh tangan Mario yang sedang memegang bungkus kacang rebus. Sebuah bangku panjang terletak tengah panggung. Mario & Rayani : (berbarengan) Silahkan! Keduanya jadi serba salah. : Aku saja.. 11. Mario & Rayani : (berbarengan) Kamu duluan... (Kesal. Background hotel dan gedung perkantoran untuk menunjukkan bahwa setting adalah nuansa tengah kota... Rayani : Kamu nggak apa-apa. Rayani ingin melihat muka Mario. Suara teriakan Pedagang keliling.. Mengaduk-aduk isi tas. maaf... Rayani : Aduh. Biar aku yang ambil.. 14. : Oh. Mario 20.. Rayani membantu.. Beberapa saat Rayani kembali sibuk mencari. Mau aku ganti? Aku cari tukang kacang rebusnya dulu. Kacang rebus tumpah ke muka Mario. Mario kesakitan. Boss.. 18.10.. Mario 16.... Rayani : Maaf ya. Mario : (mukanya mendekat ke Rayani) Cari app. Tak disangka siku lengan Rayani mengenai muka Mario.. Mereka tiba di bangku. (Memunguti kacang di bangku dan di tanah. Tapi kemudian sadar dengan keadaan orang di sampingnya. 12. Sama-sama tertawa.. (Lighting fade in) Mario dan Rayani masuk bersamaan dari Arah berlawanan. Makin serba salah. Awan putih menutup cakrawala.. Mario memunguti kembali kacang rebus yang berserakan.. aku saja.. Rayani : Biarkan. aduh. 15.. mengeluarkan lembar skenario. maaf! Kena ya? Aku nggak tahu. aduh. Lelaki : Tentu. Namun tidak jadi.. 17.) 19. Rayani membuka tas. serempak ingin duduk. TAMAN Set sederhana. Back sound bunyi seliweran kendaraan sesekali. Rayani : (sibuk) Di mana sih. Aku yang salah kok.. Saling menunggu. Mario membuka bungkusan kacang rebus. Rayani : Aduh. Muka kamu nggak apa-apa kan? 149 . Mario : Nggak usah.. Langit sore yang cerah. 13.) Aduh. 22. 21.. perasaan sudah aku masukin. Biarkan. Tentu! Tertawa..... Keduanya duduk....

. aku yang menderita kok malah dibilang salah? Terus salahnya di mana? 26.23. Rayani 33.. Kursinya masih lebar kok. : (memakai kaca mata Mario. Rayani : (kembali ke tas) Maaf.. Terima kasih... Lagian kamu nggak takut kaca matamu kubawa lari? 150 . Mario : (Menahan sakit) Nggak apa-apa kok.... Rayani : (tertawa) basi banget kamu. Mario 36. aku nggak bakal ganggu kamu. Nih.... Perasaan waktu di rumah aku sudah taruh di tas. 43.. Coba aja dulu... : Loh. Mario : (melepas kaca mata) Pakai punyaku. Rayani 25. : kamu juga sih salah.. Mario 40... 34. duduk) Terima kasih..... Mario : Mau kemana? : Cari tempat lain. Rayani 42..... Baru sebentar duduk aja Aku hampir nggak jadi makan kacang rebus. Rayani 29. 31. berniat mencari tempat duduk lain. Maaf deh.... Sirik tanda tak punya. Mario 38. 41. Pakai aja dulu... maaf.. jangan menyumpah! 28... Mario 30.. Rayani 37. Rayani : kamu punya makanan dimakan sendiri.. mukaku hampir memar.. makanan kesukaanku. Nggak bawa kaca mata lagi.. Setelah ini aku jamin kamu bakalan merasa lebih nyaman duduk di sini ketimbang duduk di kafe.. Rayani 35. (Membuka lembar skenario) Mario berdiri. : Kok bisa kebetulan cocok ya? : Ya sudah pakai aja. Mario : Oh.. Memperhatikan lensanya. jadi dari tadi kamu sudah ngiler sama kacang rebusku? Kalau kepingin kenapa nggak minta aja? Dari pada nyumpahin orang yang punya makanan.. Mario 32.. kalau terus duduk di situ mukaku bisa babak belur. : (mengangsurkan kaca mata) Nggak apa-apa.. : Kamu cari apa? : Aku cari lensa kontakku. 27.... harusnya paling nggak tawarin orang kek. Rayani : Minus berapa nih? : Minus dua. : Nggak usah... Rayani mengambil kaca mata... Duduk di sini aja. kalau tak punya dapatkan dengan kerja. : Bener nih nggak apa-apa? : Nggak apa-apa. Rayani 39. tapi malah nggak ada. Mario 24.

44. Mario : Sudah datang musim hujan. Mario : Nggak nunggu siapa-siapa. 49.. Mario : Eh jangan! Cuma satu-satunya tuh. Kelihatan sepi. 46. Aku hanya lihat dari jendela mobil setiap pergi atau pulang dari sekolah. (Melihat langit) Langitnya cerah. Rayani melihat langit.. Rayani 50.. hanya sebentar... Rayani tertawa.. Tadi sepulang sekolah aku melihat taman ini dari atas bus. Rayani : Pernah! : Sering kemari? : (menggeleng) Hanya hari ini. Rayani : (matanya masih ke skenario) Oh. Ayo duduklah. lalu kembalikan pandang ke skenario. Tapi hanya sebentar. 151 .) Kamu memilih tempat yang tepat.. 53. Diam..... Aku tidak mau orang yang kubuat menderita makin menderita karena terusir dari tempatnya.. Kamu pernah lihat kembang-kembang itu mekar? 57. Rayani : Makanya. Mario : Nggak mungkin. Kembali ke skenario. ya? Hujannya deras? Mario mengangguk.. Mengangguk.. Sebentar lagi musim bunga..... Padahal lebih sehat di sini.) Kemarin aku berharap muncul pelangi. Mario : Lagi nunggu siapa? Aryani menoleh. Diam. tenang. Makanya aku ke sini.. Tapi sedikit ada benarnya juga. Sekarang orang lebih milih pergi ke kafe daripada di taman... 51. Rayani mengangguk. 45.. Rayani 55. Mario 59. 54. (Diam. Kebetulan hari ini aku perlu suasana seperti itu. lebih baik duduk di sini kan? Menunjuk space kosong di sebelahnya.. : Oh. 52.. Rayani 58... Rayani menggeser duduk. Mario : Deras. Mario : (Tersenyum. 60. 56. Mario : Tapi cuaca kadang suka menipu. 48. Pelangi muncul habis hujan di siang terik.. Mario : Kenapa aku harus duduk di sini? Biar kamu aman? Nggak diganggu orang iseng? Atau cari pembenaran karena sudah membuat kerusuhan? 47. Mario mengambil tempat. ya? Diam... : Oh.. Tiba-tiba hujan turun... Rayani : Hah? Kepedean kamu. Seperti sore kemarin. ya? Cuaca bagus.

Sumpah! Diam. Rayani 67.. 152 . Rayani 77. Mario : (tertawa) Bisa aja kamu.. aku diam. Mario 74.. ya? : Apa ruginya buat kamu? : Aku bisa menyangka kamu orang jahat! : Apa penampilanku begitu? : Nggak sih. 82. Kayak orang-orang kantoran. nah. Rayani : Drama atau film? : Apa? : Kamu baca skenario kan? : Hey. Copet-copet di bis kota kelihatan rapi-rapi... Mario 70. Rayani 71. Mario 83. : Kamu artis? : Bukan. kamu banyak mau tahu. 80. Mario : (jengkel) Apa sih? : Boleh tanya kan? Diam. ya! Rayani mengangguk. Rayani 84. 86.. Mario 66. Klimis malah. Rayani : Aku mengganggu? : Kalau kamu terus bertanya. 81. Mario : Wah! Good luck. Rayani : (menyerah) Baik. Rayani 63.. Tadi kan aku sudah bilang aku perlu ketenangan. sayangnya aku malas fokus sama penampilan ketika pertama kali bertemu seseorang. Rayani 73. Mario 62.. aku tidak mengganggu lagi. 87.. : Kalau aku mengajak bicara kamu. Mario : Baik.. Mario 68. 69. Rayani 65.. Rayani : Maaf. Mario 64.. bukan berarti aku ingin mencopet kamu kan? Lagian mana ada copet yang mau minjemin kaca matanya? 72.. baik. baik.61. Mario 85. Mario : Apa orang yang banyak tanya itu orang jahat? : Nggak juga sih. Mario 76.. Rayani 75... Ini skenario film. Rayani 79.. Besok aku ikut test peran utama.. Aku lagi mencoba membedah naskah ini.... : (tersenyum malu) Maaf! : Jangan membuatku menyesal berbagi tempat duduk sama kamu. : Lalu? : Apa? : Kalau bukan artis ngapain baca skenario film? Ah! Produser? Sutradara? 78.

.(toet) Terompet... 90. Rayani : Biar aku bicara. tersenyum. Terompet : Dasar nasib! Jadi orang kecil sudah bingung.. Rayani : Sebenarnya tadi aku mau bilang.. Tapi Penjual Terompet akhirnya mengalah juga... taman ini bakalan ramai bukan main kan? Kembali teriakan penjual terompet. Bunyi terompet panjang. Diam. Tk. : Apa? : Ini hari apa? : (tertawa) Sabtu! Malam minggu. : Tidak usah! Dipikirin banget. Mario menatap Penjual terompet pergi.. Kalau saya tidak membunyikan terompet. Bunyi kendaraan berhenti. Rayani : Nggak perlu minta maaflah. ya? Masa terus dilaranglarang... toet.. Terompet : Tidak bisa dong! Saya kan orang dagang. Rayani 101. Kali ini terdengar lebih keras. membunyikan terompet dilarang. Mario 89. 153 . Pergi sambil terus menggerutu. (Back sound) Suara kendaraan lewat satu-satu. Mario menghampiri Penjual Terompet..(toet) Terompet. 100. namaku. suara kenek angkot. Terompet : Terompet. Bunyi terompet... toet) 92. Bicara berbisik di telinga.. Rayani 94. : Kamu nggak marah kan? Mario menggeleng. Penjual Terompet mendengarkan. Nah.. Merasa terganggu. 91. toet) Terompet. Jualan di pinggir jalan dilarang! Di taman dilarang! Saya mau cari makan halal buat anak-istri saya.. Tk. malah terus dibikin bingung. sekarang waktunya kurang tepat.. Mario 95. Aku lupa... Pedagang terompet muncul sesekali menjajakan dagangan. 98. Tk... 96. mengeluarkan dengan berat. Nanti kalau saya terus-terusan dihalangi saya cari makan untuk mereka di mana lagi? Jadi maling ayam? Jualan dilarang. siapa yang tahu kalau saya jual terompet? Siapa yang tertarik beli dagangan saya? Bicaranya situ sembarangan aja! Mentang-mentang saya kere. Mario : Jangan pergi dulu! : Ada apa? Oh. 99. (toet. Terompet : Terompet. toet. Hening. (toet.. Mario melambaikan tangan tanda perpisahan pada Rayani.. (toet. Mario 93. toet. Tk.) Rayani menarik napas dalam. Berhenti tidak jauh dari mereka. terompet..88. saya selalu diusir sana-sini.. Penjual Terompet hilang ditikungan (Keluar). (toet. Mario 97. Kamu mau kita kenalan? Perkenalkan. toet) Terompet.. terompet.

. 111. 102.. Mario 107. 108. Rayani : Setuju! Memang itu caranya! Mau? (Menawarkan kacang rebus... Papa tersenyum mengejekku. kenapa aku sekarang bisa menangis.. Mario : Katanya nggak mau menangis? Rayani menggeleng. Semoga berhasil! Mario bergegas pergi.. tapi aku menangis bukan karena aku bicara kegagagalan tadi. Sampai besok... Rayani mengambil tissu dari hand bag. Aku Cuma mau Mama tahu kalau aku sudah berusaha. 110. Mario pergi.) Ah... TAMAN (Ligting fade in – suasana senja) Di bangku yang sama.. Rayani : Aku nggak tahu. Marah. (Kehabisan kata.... aku memang terus-terusan gagal. kalau aku sudah bekerja sebaik-baiknya. 106.. Aku nggak perlu peerhatian macam itu. (Kepada Rayani) Aku ada keperluan. Mario : (tertawa) Semua pekerjaan punya resiko. dia memang nggak pernah setuju aku ikut kegiatan percuma dan buang-buang waktu seperti ini... Menutup wajah dengan kedua tapak tangan. Rayani memberi isyarat dengan tangan agar Mario berhenti bicara. Rayani : (berteriak) Kaca mata kamu.) : Tapi aku nggak tahu caranya. Suara dering hand phone. Aku tahu Mama menyuruh aku menangis supaya perasaanku bisa lega. 112... Bagaimana bisa membuktikan. Air mata tidak bisa mengobati kegagalan kan? Aku mau buktikan pada mereka bahwa aku serius. Mama malah suruh aku menangis. Aku. menangis... sudah. Mario : Hallo. tapi aku tidak menyerah. Tiba-tiba Rayani gemes sendiri.. Rayani tak membalas. 103. Mario : Aku paham! Rayani menarik napas dalam untuk menghentikan tangis.. Rayani : Aku mengadu ke mama.. Mario menepuk tangan..... Aku gagal.. man! Tidak mampu..Mengulurkan tangan.. Mario mengambil hand phone. Aku tidak mau mereka melihatku menangis karena itu..... Rayani bingung... 109. 105.. 154 .. Mario : Eee. Plong.. Oke.. Tapi sumpah.! Di mana? Sekarang? Oke. Sudah. 104. mengusap air matanya... tangisnya tambah pecah. Mario : Sabar.

Rayani 135. 120. Rayani : Aku terus merajut jaring.. Rayani 121.. Jadi menangis adalah manusiawi dan berguna. mengangguk... Rayani 115.. Mario : Di usia seperti kita. Rayani 125. gitu dong! Kalau keinginan dicampur sama semangat dan usaha . : Itu hidupku! Aku pikir. 134. Berdoa sambil berusaha.. Gagal di usia seperti kita justru lebih baik. Mario : (menghapus air mata) Tadi kamu bukan mau bicarakan itu kan? : (mengangguk) Ya. Mario : Jangan taruh harapan di tempat yang tidak nyata. pelan) Menangis kalau harus menangis. Masih sangat panjang. Ah.. Jalan masih panjang. 136. Mario : (membuang napas) Hah! : (membuang napas) Hah! Maju terus pantang menyerah! Kalau sudah bertemu untungnya kali aja kamu main peran utama di filmnya Garin.. aku terus berharap. Kamu bagaimana sih? Ambil! (Rayani mengambil beberapa butir. Aryani 131. Mario 114.. kita nggak bisa percaya atau nggak percaya.. Rayani 127. Rayani : Rudi Sudjarwo lebih menantang barangkali! 155 .. Mario 126. Rayani 129.. semut pun bisa memindahkan gunung..113. Mario : Aku masih belum percaya kalau aku gagal lagi. Rayani 119. Mario 124. 132. Ada yang bilang jumlah air mata saat kita sedih berbanding seimbang dengan air mata saat kita bahagia. Mario 128. Rayani : Aku seperti badut yang terlepas dan dibiarkan berkeliaran. : Yakin waktunya akan datang? : Yang penting jangan terlalu berserah pada nasib! : Salut buat semangatmu.) Masih banyak kesempatan. : Hanya masalah selera. Masa nggak ada satu pun yang nyangkut?! 133. Mario 130.... Mario 116.. Mario : Nah. membentangkan selebar-lebarnya.. Rayani 117. 118. Kalau urusan selera. aku harus terus. Keluar masuk studio dengan wajah coreng-moreng. : Apa? : Justru malah baik. 123. : (Semangat) Ya! : Mau? : (senang) Kacang rebus! : Dari tadi juga kacang rebus... 122. : Apa yang baik? Menangis? : (mengangguk ragu..

Jangan ambisius dong! Ambisi malah akan menjatuhkan kita. Mario : Apa adanya sajalah. Mereka memberi tahu kaki kita menginjak bumi. Mereka menggembar-gemborkan orang lain yang sudah membuat tangga kecil menuju kesana. Mario : Semua bidang memerlukan orang yang cerdas. Rayani : Sekolah tidak pernah menampung... Rayani : Terus mau belajar di mana? : Sekolah banyak ngajarin bagaimana menggunakan pikiran.. Mereka tidak mendidik kita bekerja membuat tangga ke langit. 150. : Kok gitu? Bokap-nyokap.. Mario : Sial! Aku nggak paham bahasa kamu! Ngomong yang lain aja! Rayani membolak-balik lembar-lembar skenario. Mario : Sekolah kamu bagaimana? Sudah banyak mangkir pasti. Lulus sekolah kita malah gagap. Mario 138. 156 . Mario 144. Artis juga perlu punya pikiran intelektual. Ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk bisa survive di mana saja. Rayani : Aku nggak pernah yakin bisa mendapatkan itu di sekolah. Hari gini masih bicara hati nurani? Lagian sekolah nggak akan cukup menampung semua material itu.. Hanya diberi tahu. warna tanah telah berubah karena waktu. Mario : (tertawa) Kalau mau begitu kamu ikut latihan yoga aja. tapi membiarkan dia bercecer di luaran. Rayani 139.. Mengajarkan cara memperhatikan dan mengagumi tangga itu. 137. Ilmu pengetahuan nggak selalu bersarang di sekolah kan? 143. 145. Tetapi mereka mengajak kita terbang ke masa lalu melihat kejayaan nenek moyang. 146. diberitahu betapa tingginya langit. Rayani : Sekolah tidak dapat membuatku yakin bisa menggantungkan harapan. Rayani : Kita di atas gedung tinggi. Nggak tahu mau ngapain. 148. Rayani 141. Mereka tahu apa yang harus mereka beri dan apa yang harus mereka simpan untuk suatu saat.Diam. 151. setelah itu takut menginjak tanah. : Sekolah adalah rumah ilmu pengetahuan. : Nggak tahu. Mario 140. 149. Sekolah jadi tempat legitimasi formal pendidikan yang semu.. tahu? : Mereka hanya tahu aku kepala batu. 142. Kerja pikiran dan respon manusia kan terbatas oleh keadaan... 147. belajar cara menggunakan hati nurani dikesampingkan..

Rayani 167. : Ada yang bilang beberapa orang memilih jalan tol.. Rayani 165. Lama-lama aku bisa lumutan di studio casting. Rayani 171. Rayani : Aku kurang apa ya? Kurang cantik? Aku bisa nyanyi.) Selalu jadi figuran. Casting iklan. Kamu jadi nggak kaget! 154. Masalahnya kamu bisa sabar atau tidak? 162.. atau ke kiri.. (Terpekik) Aku suka bintang! 169. Kemana-mana kita akan bertemu dua jalan. Aku perempuan yang dipuji perempuan. Ke kanan. Mario : Kamu mau cara mereka? : Aku? Pakai cara itu? Ih. Aku menarik. kalau senja turun. Mario 158.. Rayani : (menunjuk langit) Lihat bintang itu. 153. 168. lalu menangis. Mario : Aku sabar! : (menyelidik) Masa? : (bangun memperhatikan bintang) Bisa! Aku yakin ada saatnya. macam-macam. Mario 164.152.. Rayani 161.. (Tersenyum pahit. Kuhitung sudah sembilan kali aku ikut casting film. Rayani : Huh! Padahal tesnya hanya begitu-begitu saja! Adegan senang.. Mario 170. Mario : Akan jadi sempurna buat pengalaman hidupmu kalau tiba-tiba keburuntungan itu datang. Rayani 163. Tidur sama orang-orang itu? 159. pernah merasa kesulitan juga. Rayani : Huss! Jangan bicara sembarang. Nggak ada yang berhasil mulus. Mario : Kalau kamu? : Apa? : Kok nggak pulang? 157 .. Kalau awal-awal ikut.. Rayani : (tertawa) Kok jadi hilang harapan begitu? : Kesel sendiri aku! Apa harus pacaran sama casting produsernya dulu untuk jadi peran utama? 157.. Keduanya punya resiko. Kamu nggak ingin pulang? : Di rumah juga tak ada siapa-siapa. marah.... Nggak pernah terpilih yang utama. amit-amit! : Mereka sama dengan kamu. bisa nari. Mario 166. Mario 156. tidak lulus nggak apa-apa.. Multi talent. Seperti apa cahayanya nanti. : Sudah hampir gelap. Aku sudah lelah jadi anak bawang terus. Kok kamu yang tanya? Harusnya aku. : Ada saatnya. Hidungku nggak terlalu ke dalam kan? Tinggi sama berat badanku pas kan? Proposional? Apa dari aku yang kelihatan kurang? 155. nyanyi. Mario 160.

Semua punya kamu? Dapat darimana? 177. : Besok di sini? : Entah. Lantaran dia pikir aku sudah punya manajer.. Linda hebat loh. Wah jadi nggak repot-repot cari lagi dong.. Aku harus bertemu seseorang. (Ke Mario. Aku yakin buku-buku ini akan banyak membantu kamu.. Rayani 185. 178. Mario 184.. Mario : Aku harus mengenalnya. Nggak ada yang bisa dikerjakan. (menunjuk bintang) Bintang itu pasti paling terang. : (Sadar) Oh.. Aku duluan. 187. yuk! : Aku masih ingin di sini.172. Pertemuan kami unik... Rayani : (Sedih.. Ceritanya kapan-kapan.) Keinginannya banyak. ya. Sumpah.) Nanti kukenalkan kau pada sahabatku. Mario 188. Rayani 175. Banyak kenalannya orang-orang film.) Dia sudah pergi. Rayani : Rumahku membuat aku jadi penganggur. (Membuka tas... Jujur! Aku mulai senang suasana taman ini. Mario 174. Thanks. Rayani : Dia sudah nggak perlu lagi sama buku-buku ini? Kenapa? Padahal buku-buku ini bagus loh! 179. : Baiklah. Sebenarnya setiap kali aku ikut casting kami bertemu.. Mario 180. Ini buku panduan akting. Terima kasih. Dia aktris... Tadi dia begitu antusias mau mengorbitkan aku. Mario : Teman. Rayani : Apa kubilang! : Boleh aku tanya? 158 . Aku ingin jadi bintang itu! Oh. Aku dan dia sahabatan. aku cari kemana-mana nggak ada.. Tapi enggan menegurku duluan.. ya? Aku minta Maaf! 183... Rayani : Oh? Buatku? (Mario mengangguk) Beneran nih buatku? Kamu nggak nyesel? Aku sudah lama cari buku-buku ini.. Linda bilang dari dulu dia tertarik bakatku. juga talentscout.. Cita-citanya sama dengan kamu. itu bintang pahlawan! Terus bersinar ketika yang lain redup... Mengeluarkan tumpukan buku. 176. ya.. Kayaknya Linda bakal nyenengin. Namanya Linda. Pencari bakat... Rayani : Aku minta kamu rawat buku itu baik-baik.. 173. Sebentar. Setelah itu kami selalu bersama. Mario 182. Tapi setelah lama kami tegur-teguran. Mario 186. Rayani 181. (Tertawa.... Menyodorkan ke Rayani) Buat kamu. : Pulang. : Kenapa? : Kalau aku cerita sekarang waktunya nggak bakal cukup. Nggak apa-apa.

aku akan membuat karangan lagu untuk Nini. Nini : (tertawa) Terima kasih. setelahnya? : Itu pertanyaanmu. Betapa indahnya dunia jika suasananya damai seperti ini.. Rayani 191.) Suasana inilah yang semua orang cari. 199. 198. Nini. Tapi tidak ingin tertidur. : Masa? Kamu nggak tanya apa itu. Perasaaku bergetar bagai mojang pertama kali kenal cinta (Tertawa. Tetapi tanpa sebuah lagu pun untuk Nini.) Bunyi dan suara begitu harmoni di telinga. Nini dengar. bukan pertanyaanku. 159 .. Mungkin jika aku masih muda. Rayani 195.189. Musik seruling atau kecapi dari Sunda. Nini. dan suara burung bernyanyi ikut mengiringi. Meletakkan kepala di paha Nini yang merajut anyaman bambu. Mario 192. Mario 196. RUMAH ABAH (Lighting fade in – Suasana sore) Set tempat Abah dan Nini bisa hanya sebuah balai panjang dan sebuah meja tempat kendi air munum dan perkakas seperti piring dan gelas. burung-burung kecil itu bernyanyi menggodaku? Abah sudah sangat mengantuk. Ah. menciptakan harmoni untuk menghantar waktu istirahatku. betapa pandai dalam bekerjasamanya alam. Mario 194. Abah sedang rebahan di tengah balai. Mario 190. Rayani 193.. Nini. mengerti) Oh! Baik lah! (Pergi. kamu kemari hanya untuk kacang rebus? : Awalnya iya. Mario diam. Rayani : Aku duluan.) : Nggak ada pertanyaan lagi? : (menggeleng) Nggak ada apa-apa lagi dipikiranku. Abah tak mau kehilangan suasana indah ini bersama Nini. Angin sejuk tenang membuai pepohonan. Nini akan tetap mencintai Abah. Abah : Aduh. Saat seperti membuat pikiranku segar dan merasa menjadi muda kembali. : Sungguh nih. setelah itu tidak lagi. Rayani : Boleh. Mereka seolah berbisik menghipnotis sadar. Rayani keluar. Abah. : (mengangguk-angguk.... 197. Bunyi air jatuh di kucuran. Mario sendiri. (Nini tersenyum.

Nini menggeleng. Sebentar. tidak! Abah tidak pernah sangsi pada Nini. 205. Nak. Abah sudah mendengkur. Itu menyalahi kodrat. Di sisi kaki Abah. 213. Bicaralah pada Nini. jangan ganggu Abah. Linda : Kenapa Nini selalu menghalangi saya? Setiap kali saya datang Abah seolah enggan menemui saya? 219. Abah mengangguk dalam setengah tidurnya. Meminta yang macam-macam pada Abah. Linda duduk di tepi balai. Nini : Sudah. : Kalau begitu Nini minta maaf sekali lagi.. Abah tidur lah. 208. Nini 204. 206. Linda : Saya ingin bicara sama Abah.. Nini membelai rambut Abah. ya? : Abah boleh sangsi! : Oh tidak. Nini. Abah 201. Nini masih ingat. Banyak saya dengar cerita kehebatan Abah. : Kenapa Abah tidak Nini bangunkan? : Abah baru beristirahat. Nini 202. Nini 211.. Linda 216.. Anak meminta Abah merubah wajah Anak. Nini 215. Abah. 218. Nini : Sampurasun! : Silahkan duduk. Nini akan senantiasa di samping Abah. Lihat! Tidurnya nyenyak sekali.200. Nini 217. Nini : Anak ada perlu apa? : Nini masih ingat saya? : Oh.. Linda : Saya tahu sesungguhnya Abah bisa membantu saya. Linda 214. Abah tidak akan melakukan itu. Muncul Linda. Nini tidak pernah putus asa ketika hidup menderita. Linda 207. : Sebentar saja... : Oh. lalu melanjutkan kerja anyamannya.. : Nini bisa bangunkan Abah? : (berbisik) Maaf. Abah orang sakti kan? 160 . Linda 212. Nini : Bukan Abah tidak ingin menemuimu. Kamu sudah pernah ke sini. Abah : Tanpa sebuah lagu pun? : Tanpa sebuah lagu pun.. Linda 210. Nini tak pernah mengeluh menemani Abah yang lumpuh. Nini tidak tega bangunkan bayi yang sedang lelah ini. Abah 203. Abah tahu! Abah begitu mengagumi kesetiaan Nini. 220. Nini tidak pernah angkuh ketika berpunya. Nini 209. Nini rela hidup bersama Abah dalam suka dan duka.

Linda : Kalian ingin aku menderita. Nini : (menggeleng) Abah tidak pernah memilih untuk membantu siapa saja. Kalian memang hancur. : Nini.. Tolong. Nini : Kamu sudah keterlaluan. Kami tidak pernah meminta atau menerima balasan jasa dari orang yang kami bantu karena Nini dan Abah memang tidak memerlukan itu semua. Kamu harus pergi.. Nini : Maaf. Abah tidak memicingkan mata sedikit pun. Membantu sekuat hati. Nini menggeleng. Abah memang tidak mau membantu saya? Kenapa? Berapa saja uang yang kalian minta akan saya turuti. Nini! Saya tahu Abah bisa menolong.) Ah. Nini diam. : Jadi menurut Nini. 231. (Melihat Nini. nikmat sekali tidur yang hanya sebentar ini. 227.. 228. ingin aku Linda berjalan mundur tertatih keluar panggung. telah mengganggu tidur Abah. Nini : Nini minta maaf. Anak tak perlu terus sembunyi.. Nini. Linda : (emosional) Saya ketakutan. Nini tidak bisa membantu anak... Nak.. Saya merasa ada seseorang yang membuntuti saya setiap saat. 233. kenapa menangis? 234. Linda 223. Tolong saya. Linda mengguncang-guncangkan tubuh Abah... Nini. Nini menangis. 161 .. Nini? Nini menggeleng. 226. 232. Nini 224.. Nini 222. Linda : Saya akan menunggu sampai Abah bangun. Anak harus mengaku salah. 225. 230... Nini menggeleng.. Tapi Abah juga manusia. Linda : Tolong saya. Alam ciptaan-Nya sudah memberikan semua tanpa Nini dan Abah minta dari manusia. Jimat yang pernah diberikan Abah tidak dapat menenangkan hati saya. Apa yang dilakukan terbatas kekuatannya. Linda : Abah manusia. pikiran dan tenaga. Itulah cara untuk mengembalikan wajah anak.. Nini. saya tamu yang tidak diinginkan Abah? : Bukan! Tapi Anak bertujuan ke tempat yang salah. Linda : Apa salah saya..... Abah : Ah. tinggalkan kami.221. Nak. 229. Tolong bangunkan Abah untuk saya..

. Lihat! Aku masih tetap di sini! Akan tetap di sini. Abah : (menghapus air mata di pipi Nini) Tidak. Parwita.. Abah memang sudah waktunya bangun. Atok sang pelatih tampak serius memperhatikan teman-temannya berlatih olah tubuh.. Berhentilah menangis.... 237... Ada sebuah bintang yang tak pernah redup sinarnya menyinari Abah. Tapi Abah bahagia. aku tetap seekor srigala. Lelah? Aku tak takluk karena lelah. Isi surat terakhir sebelum kematianmu penuh dendam. Untuk apa mengakhiri hidup sekonyol itu? Aku masih mencintaimu Parwita.. Abah tadi bermimpi tentang malam yang gelap.. Jika bara di dada belum tersiram oleh darah..... TAMAN Malam turun hujan. (Menangis. Aku bukan pengecut! Akan kubuktikan cinta yang kau sangsikan. aku tak ada di sampingmu. 236.. Bunyi angin menggoyang dedaunan. Oh. Mario : (membaca selembar surat) Penat? Aku tidak kalah oleh penat..) TANAH LAPANG (Lighting fade in – suasana malam) Beberapa pemuda sedang berlatih drama. Linda : Mas atok.. Penuh dendam. tidak... tolong saya dong! 162 . Mario duduk sendiri di bangku taman. Abah mengambil jemari Nini.. Tidur Abah sedikit. Karena ketika kau membutuhkan aku. Linda menarik lengan Rayani setengah berlari ke arah Atok..... namun begitu menyejukkan.. bau kematian orang lain yang membuat hidupmu pendek. Aku menunggu saat itu. Aku masih.. tapi berkualitas.235. Bintang itu tidak begitu terang. Suasana taman yang temaram sesekali menjadi terang sesaaat terbias cahaya Kilat yang menggelegar di angkasa. hingga bara yang kau sulut di dadaku dapat kuberikan untuknya. Aku menunggu saat bulan bulat penuh.. dan bintang berpaling muka karena redup sinarnya. Mas Atok. Bau darah. Aku tahu kau sedang memandang marah kepadaku. Ni.

Tulisantulisannya dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Rayani! Halah. Dia penulis naskah-naskah realis. Kalian punya masalah? Kami siap bantu kok.) 256. Item melirik genit ke Rayani. Linda 262. 248. Item 253. Linda 258. 246. ya? : (tertawa) Bukan.. 255.. Atok 249.) Kak Atok kenal penulis naskah ini? (Atok membaca halaman depan skenario. Tahu sinetron Keluarga Cemara? 259. Peserta latihan bangun menghampiri Linda. Rayani 252. : Oh. tahu! Pantas sinetronnya laku. : Marjuki. Atok 239. Linda 264..Latihan olah tubuh buyar. Dia yang tulis skenarionya? : (mengangguk) Terus? : Apa? : Terus apa hubungannya dengan saya? : (tersipu) Oh. Pemuda 3 : Ah. Linda : (Menyodorkan naskah. Item : Oh.. iya lupa. Atok : (memperkenalkan diri) Rayani. Pemuda 1 243. : (kepada Atok) Rayani. 241. yuk! Peserta latihan pergi sambil menggerutu. dia lari paling dulu! : Wah. : Ngomong aja. (Kepada Atok. Linda : Ada apa? : Iya. : Aku lihat waktu yang lain berantem. Item 242. Atok : Sialan! Gua kira ada yang mau ngajak ribut! : Si Item basi banget! : Iya. Pemudi 1 245. Rayani 254. Atok 263. kalau begitu kalian lanjutkan latihan aja lagi! Biar mereka kuurus. Atok 257. Linda 247. kok. jadi mau malu ngomongnya.. Biasa dipanggil Item. Memangnya kita anak ayam? Kok diurus? : Latihan lagi. Pemuda 2 244. Padahal waktu ribut-ribut kemarin kakinya gemetaran. Kak Atok bisa aja. Atok 261.) Tidak ada apa-apa. Memang kenapa? : Dia yang tulis naskah sinetron Angling Darma. Item 250. Suasana langsung ramai. : Atok. 163 . Linda 260. Lin.) Ada perlu sama Kak Atok. Item 240. Ada apa? Anak-anak kampung sebelah mengamuk lagi? : (Tersipu sendiri. Atok : Arswendo Atmowiloto. kenalan sendiri aja deh biar lebih enakan. Tahu sih... Linda : Sorry! Ada perlu apa? : Ngomong-ngomong kenalin dulu dong temannya. 251. 238.

Kak Atok sama Item jangan bilang-bilang ke orang lain dulu ya. Atok 269. Linda. ah. langsung gabung latihan sama kami. Apa coba? Nggak nyambung bangetkan? Kalau alasan lain saya tidak tahu kenapa. kok saya dibilang mirip Yati Oktavia. (Merogoh tas. Linda : Iya deh saya mengaku. Akting begituan loh yang paling sulit.) Sebenarnya saya diminta mempelajari naskah ini. iya.265. : Hah? Latihan kayak begitu? Nggak mau. Sutradaranya bilang saya paling cocok jadi peran utamanya. Itu kan latihan akting teater. yang penting dikasih kesempatan untuk jadi bintang filmnya. Saya mau latihan cara mengeluarkan air mata yang banyak.) Ketinggalan di tas satunya. padahal wajah kami tidak ada miripnya sama sekali kan? Mungkin dari body kali. Kak Atok.. kalau mau belajar.. Linda 274. (Menyodorkan naskah. Linda : Oh. 272. ya.. saya tidak mau latihan begitu. Syumanjaya. maksudmu? : Oh. tapi latihan olah tubuh. kok bisa lupa namanya. Eee. judul aslinya Yang Muda Yang Bercinta. Katanya saya mirip Yati Oktavia waktu masih muda loh. Linda : Ah. Gunanya supaya tubuh kita fleksibel dan tidak kaku. Capek-capekin aja. Itu film puisi kan? Saya mau cari vcdnya ah.. siapa itu? Aduh. Kata sutradara saya itu film bagus. Iya. ya? Dia bintang lawas banget kan? Linda sih dibilang begitu masabodoh saja. (Pause. Di mana saya taruh. Dasar pikun! 268. Saya mau kasih surprise ke orang-orang kampung! Biar mereka tahu sendiri kalau saya bintangnya. 164 . kapan ada waktu ajarin saya akting? 270. Tiba-tiba tertawa. Item : Latihan akting memang seperti itu. aktris-aktris yang dapat piala citra. Saya diajar akting film dong. Jadi penasaran. ya? Film itu garapan sutradara. Linda : Syumanjaya. kan? Ngomong-ngomong Kak Atok pernan nonton film Yang Muda Yang Bercerita? 266. ya? Soalnya banyak sair-sair bermutu di cerita itu. Padahal tadi sudah saya catat di tissu loh. : Joged-joged kayak orang gatel begitu? : Itu bukan joged-joged.. 275. Atok 267.) Tidak tahu kenapa. Atok 271. kalau saya dapat peran utama ini. Buat apa tanya-tanya ke orang yang punya niat baik sama kita. Makanya. Rencananya sebentar lagi naskah ini diproduksi. : Ah. (Meletakkan telunjuk di bibir. Atok 273. Linda : Yang Muda yang bercinta.) Ssstt.

Item 294. Antigone adalah nama tokoh utama perempuan di naskah ini. Atok : Oke.. : Sangat mau! (Kepada Rayani) Biar aku yang putuskan! Rayani terkejut. Item masih stand bye untuk membantu kamu. Aryani 286. Saya mau pemanasan sendiri dulu. tapi Rayani! (Kepada Rayani lagi. Item 290.) Ayolah! Mau kan? : Ih. Ini cerita tragedi Yunani.. Item : Bukan! Ini nama tokoh dari cerita trilogi Sophocles. Oedhipus Di Kolonus. Oedhipus Sang Raja. Apalagi jadi peran utamanya. nama yang bagus sekali! Itu nama apa? Kayaknya nama kota di Perancis . cerita tragedi? Ceritanya bisa bikin penonton menangis kan? Tadi saya sudah bilang Kak Atok. Linda : Aku pikir-pikir dulu. ngobrolnya kita lanjutkan nanti.. Atok 284. (Kepada Rayani. Item : (menghampiri) Latihan pemanasannya sudah selesai. ya? 291. Tok! Break! Break! Habis istirahat kita masuk adegan. Item : (berbisik kepada Atok) Kita kan kekurangan pemain. Item : Kak Atok mau latihan. Item : Rayani? : Cewek teman Linda itu! Lihat karakter wajahnya. kalau saya suka sekali memainkan peran yang beruraian air mata. 292. ya? Terus kapan waktu buat saya? : Tenang Lin. Item maksa-maksa! : Saya.. Tok! Pas sekali kan dengan yang kita ingin untuk naskah ini.piala vidia atau oscar biasanya meranin tokoh yang berlinangan air mata kan? Beberapa peserta latihan bubar untuk istirahat. Linda 287. 278. Kalau ngajarin akting saja. buat Item hal kecil. Linda 279. 297. dan Antigone. Item 285. 283. Aryani 296. Linda 295.) Maaf ya. Linda 289. Linda : Bukan kamu. 276. Item : Kamu mau menerima tantangan ini? 165 . Linda : Oh. Item 288. : (kepada Rayani) Kamu mau ikut proses? : (terkejut) Saya? : Bang Item mau ajak Rayani main teater? : (kepada Rayani) Mau tidak? : Main naskah apa dulu dong? Terus perannya apa? : Antigone! : Antigone? Wah. 277. 280. Sayang saya tidak ada waktu! 293. Bagaimana kalau kita ajak Rayani main? 281. Atok 282.

Item senyum-senyum genit. tapi di cerita Antigone ini tidak ada adegan pornonya kan? 299. Lagipula yang ikut latihan sudah sering mengeluh. ya. (Kepada peserta latihan. Linda 313.) Baca saja dulu naskahnya! 300. : Bye. Bye. 310. memberi isyarat pada peserta latihan membuat lingkaran.) Perhatian! Perhatian! Grup sudah mendapat orang yang cocok untuk Antigone! (Seperti MC di pagelaran tinju) Perkenalkan. Nanti kalau kebanyakan koor mereka seperti para wakil rakyat kita di senayan sana. mau! Sekarang sudah yakin? Eh. Item : Tenang..298.. 311. Item : Tidak ada kok.. Atok 304. : Bye. : Bye. Apa perlu saya ulang? Mau. Item 314. Kalau begitu saya pergi dulu. : Tidak apa-apa. Rayani 301. kok! 307. 308. Atok pergi. Linda dan Rayani hilang di tikungan. : (menarik lengan Item) Item! Kita harus bicara dulu sama anakanak! 302. 305. Atok : (menarik lengan Linda) Sebentar. 166 . : Oh. Linda 315... Waktumu aku yang atur. Mendengar koor mereka terus bikin kepala pusing! 303.. Kak Atok! Bye semua! Atok mengangguk. Lin. Linda : Oh. aku paham.. Sampai ketemu lagi Bang Item. Aku paham. Item : Bye. Anak-anak. Sudah ditunggu untuk latihan di studio.. terima kasih Bang Item. mau. Atok : Ya sudah. kapan tokoh Antigone muncul dalam latihan. Besok aku ke kostmu untuk kasih jadwal latihannya. Item : Maksudku bukan itu.. Masa mereka latihan koor terus. : Iya saja. Bingung! Terus-terusan koor. Item : Tapi dia tidak bisa ikut latihan hari ini. (Kepada Atok) Aryani setuju. : Bye. Sumpah! (Menyodorkan naskah. Aryani! Peserta latihan bingung.. Tok! Anak-anak biar aku urus. Aryani 306. Linda : Tapi.. Item 312.. Linda : Kan saya sudah bilang mau. Linda 309. tidak ada.

Tem! : Tenang. tapi cara kamu salah.. uu. Item 340. Pemuda 4 : Cara bagaimana yang benar? : Harusnya dia dikasting dulu. Pemuda 3 : Alah. Atok : Betul. Item 365. : Nggak perdulilah siapa yang jadi Antigone. bagaimana? 364.. Apa bisa diandalkan? 366. Item 363. Perempuan 1 : Kok aku nggak pernah dikasting jadi Antigone? Tiba-tiba orang yang nggak jelas dari mana datangnya ditawarin! 359. Tem. Kalian pernah bilang untuk cari partner main kan? Kalian perlu Antigone cepat-cepat dimunculkan.316. 362. : Kenapa? : Nggak setuju aja! : Gua nggak mau dengar gerutuan nggak jelas. Kalau nanti ternyata baca dialog bisanya aa. cool man! Aku paham kegelisahan kalian. Atok 342. Item : Ada apa. Pemuda 1 139. 343. Tok. Pemuda 3 344... Pemuda 2 348.. ngomong yang jelas.. Betul! : Pokoknya aku tidak setuju kalau dia jadi Antigone. : Bergaya apanya? : Ngasih peran ke orang lain kok tidak bicara dulu sama kita-kita? : Tanggung jawab. Ke laut aja luh! Kalau mau ngomong. Item 318. 317. : Mudah. Item 347. Koor 367. Item 361. biar kita tahu kemampuan beraktingnya... Tunggang-tunggingan. kepalamu! Kita sudah latihan berbulan-bulan. Pemuda 2 341. Pemuda 3 368. mudah. gua dengerin. Pemuda 4 : Aku boleh mencalonkan diri jadi Antigone? : Jangan Noni. Item 369. Atok : (memanggil) Item! Item berlari menghampiri. Item : Tapi bukan begitu caranya. : Nah. Tok? : Bergaya luh. Sedang mereka lihat latihan olah tubuh saja kelihatan jijik begitu.. : Aku nggak setuju dia jadi Antigone! : Aku juga. Pemuda 1 346.. Perempuan 2 360. tenang. Tem. ii. bagaimana nih? : Aku pikir-pikir dulu. 167 . Jangan ngomongnya kayak orang mau berak! 349. soal itu mudah. Pemudi 1 345. kamu sudah cocok jadi Ismene.

Berdebat. Eby : Siiip! : Konsentrasi. kamu Tok. baik. 379. Lin? 168 . : Santai. ya.) Terima kasih. Rayani : Kan bisa dipikir-pikir dulu. Jika sudah saatnya kamu berhenti. Atok : (Bangun.. Kamu tak perlu ikut naik panggung. Atok : Baik. TAMAN (lighting fade in – Suasana malam) Bulan di pucuk daun. Kambing juga kamu. Ini perlu pertunjukan dibisnisin. Aku ingin kau ikut latihan bersama mereka. Semua memang sudah dalam rencanaku. Kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan kamu di sana. Kita harus test kemampuannya dulu untuk menjadi Antigone. Linda : Itulah maksudku. Ayo mainkan musiknya. Musik on. 374. Tem! Latihan. Eby. Paling nggak dapat uang lelah dong biar sedikit. Ra. Ra. 377. Tok. Biar pertunjukan bisa dijual. Item : Terserah kalianlah. yuk! Kita mulai dari ode pertama. Rayani 380. Linda : Tapi aku tidak bisa bagi. Malah maunya aku malah taruh pemain bintang dipertunjukan kita. 381..370. Masa padamu negeri terus. Rayani dan Linda masuk. Item : Alah. Masa capek-capek latihan kalian tidak dapat apa-apa. Susah pikiran! Setidak-tidaknya kamu hargai aku dong yang sudah tenar masih mau capek-capek mengurus grup sandiwara kamu. Atau pengganti uang transport. Aku setuju pendapat teman-teman. Aku akan terus memperhatikan kemajuan kamu. Semua khorus bernyanyi. Semua pemain siap pada posisinya masing-masing. Tok! 371. Perlu waktu banyak untuk ikut kegiatan itu! 378. Emas harus dipoles oleh tukang emas. Tapi kamu langsung mengiyakan. man. Lin. Rayani : Kamu mau bikin aku gila. strophe 1.. 372. Khorus siap? Koor membentuk komposisi. kamu berhenti! Kamu perlu alasan ke mereka? Tenang! Biar aku urus. Koor 375. Menari. Atok 376. musik siap? : Siap. Kita bisa jual tiket masuk.. apa-apa pikir-pikir terus. kamu. Biar ada uang masuk buat grup. 373. adegan khorus masuk. Tem. dibisnisin. hanya ikut latihan. Nanti jadi sufi.

. : Mau kemana? Linda. 384. Mario 386. 388. Hallo? . Mengeluarkan sebuah senjata api. Linda : (pada Rayani) Sebentar.) Dia cantik. (OS) Anton : Iya.. bukan. : Oh? : Aku harus pergi. Kok pada diam? Kuda Nil kalian semua! Siapa saja yang merasa gerah berada di dalam ruang ini lebih baik keluar! Dari pada mengganggu terus! Kepala gua pusing nih. (berbisik. 382. Mario : Hey. Rayani duduk di samping tas Linda yang terbuka.. Masih berburu suasana tenang? Masih suka lihat bintang? (Melihat Linda) Oh? Kamu pasti Linda! (Menjabat tangan Linda. Bang! 169 .. Apa kita pernah bertemu? (Linda menggeleng. Linda pergi. (OS) Mario : (marah) Rio! Apa-apan sih kamu? : Permintaannya di luar batas. (OS)Rayani 390.. Bulan terlihat lebih lebar senyumnya dari sini. (OS) Linda 392. Bicara dengan orang di seberang.) Oh. Linda : (Sinis) Aku kenal kamu? (Pada Rayani) Aku harus pergi. Apa kabar? Sebentar. (Kepada Rayani) Kapan kita ngobrol-ngobrol lagi? Sekarang malam purnama. kau tega melewati purnama? Bahkan Raja Kaligula rela keluar istana hanya untuk mencari bulan. Linda 387. tau nggak? Tukang Pel mencuri dengar. setelah itu kerja lagi. Barangkali orang yang lain. mengambil HP. kalian! Apa kabar? (Pada Rayani. namaku Mario. Tangan Rayani merogoh tas Linda.. Ekor matanya melirik ke dalam tas. (OS) Sutradara : Hei.. 391. Linda berjalan menjauh.Suara dering HP Linda.. Rayani cepat-cepat memasukkan senjata itu ke tas Linda. Ton! 393. Linda membuka tas.) Benarkan itu Linda? (Rayani mengangguk. Muncul mario. Wajahnya terkejut.. STUDIO CASTING (Fade in – suasana pagi) Seseorang sedang mengepel lantai. 389.) Aku pikir kamu sudah melupakan taman ini. Rayani menengok ke Linda yang sedang membelakanginya. sebentar.) Perkenalkan. Menutup tas.. 383. Rayani 385. Pusing! Gua minta minuman. lepasin! Bangsat ini ngacau terus kerjanya! : Tenang semua! Tenang! Ada berapa orang sutradara di sini? Ayo jawab! Gua barusan tanya. Mario : Aku sedang tidak enak untuk bercanda.. Rayani mengangguk..

403..) Pandangan matanya sama ketika dia melihat perempuan-perempuan cantik! Laki-laki mata keranjang! Tukang Pel membawa teh. Mario 399. Sebenarnya kamu tadi lihat kan. Anton : Anjing! Belum ambil gambar aja repotnya sudah begini! Jepri. amanin temannya Yani dong! : Iya. dia itu sungguh-sungguh mau jadi pemain atau tidak! 407. 402.. ya! 395. Tukang Pel : Oh ya. Muncul Linda menuntun lengan Mario keluar ruangan. (OS) Anton 397. Hampir menabrak Tukang Pel. saya sudah beri isyarat supaya kamu diam? Disuruh diam malah tambah ngaco! Tahu diri dong. Mario : (keras) Halah! Tes apa? Ngetes kok pakai cara cabul begitu? 170 . 394. iya. kamu itu siapa? Kita butuh mereka untuk Rayani. Saya lihat matanya bersinar waktu lihat Yani. Mario : Dari mana kamu tahu dia suka Aryani? Pintu terbuka.) Rayani hanya ditest. Linda : Mana saya tahu! : Saya pikir ada kamu di sampingnya bisa bantu mendorong sutradaranya senang dengan Yani.Anton muncul dari balik pintu. Itu pun aku harus bujuk-bujuk assisten sutradaranya. tolong bikinin teh pahit untuk Abang. kamu! Tadinya saya yakin dia akan mengambil Yani sebagai tokoh utama dalam filmnya. 406. tahu? Kamu tidak tahu kan? 400. 396. (OS)Linda : Linda. Linda : (berbisik) Sok tahu. Eh ini tidak. Linda : Ada apa nih? : Kamu bagaimana sih? Kok bikin rusuh? Kok ikut-ikut jawab pertanyaan sutradaranya segala? Sudah untung loh kamu boleh ikut ke dalam ruang kasting. Terus jadi ill feel gara-gara ulah kamu. Kamu pikir di dalam tadi sidang kelas? Pakai ada interupsi segala! (Sedikit keras) Mau apa pakai sok melarang Rayani buka kancing baju? Apa sih ruginya disuruh begitu? (Keras. Menggerutu. Muncul kepala Anton. masuk ke dalam. Sudah jelas tadi sutradaranya tertarik. Mario 401. Tapi gara-gara kamu semuanya bisa berantakan. 405. Linda : Ssst! : (berbisik) Saya tahu kok pandangan orang suka. Mario : (berbisik. 398. Ton! Tukang Pel meninggalkan alat pelnya. kamu malah bikin ricuh. Hey ikut saya kamu! Pintu terbuka. Anton 404.

banyak kru lainnya. : Bukan karena alasan lain? Diam. 411. Linda : Aku mendukung dia jadi apa saja yang dia inginkan. Mario : (keras) Aku tidak mau Rayani dilecehkan. Tentu dia akan berpikir seribu kali meminta Rayani sungguh-sungguh membuka kancing baju di depan kita. Sok. Mario 417. : Berniat macam-macam apa? Bukan kamu saja yang di sana. Mario : Mau kemana kamu? : Mengajak Yani pergi dari neraka ini! : Ssst! : Persetan denganmu! : Kalau berani masuk. melemparkan ke wajah Mario. Mario 423. Tukang Pel : Ssst! Linda dan Mario diam. Linda 424. Linda membuka sebelah sepatu. 425. tetap saja itu pelecehan. Linda : (keras) Kamu ini bodoh apa bego sih? Test kesungguhan tentunya! Jelas-jelas dia minta di depan kamu. : Taik kucing! Jangan menipu kamu! : Kok dikatakan menipu? : Kenapa tadi kamu terus menghalang-halangi Yani? : Kamu sudah tahu alasannya. 431. Iya kan? 416. Tukang pel keluar dari ruang. Linda : Aku tidak mau ada orang berniat macam-macam sama Rayani. Linda 430. Linda 414. 422. Mario 419. Mario : Alasan apa? : Kamu cemburu kan? Dia sutradara dan lebih tampan dari kamu! : Eh. Mario 429. mulut kamu lebih berbisa dari mulut ular. Linda : Kamu pikir saya main-main? 171 . 412. 415. bicara macam aktivis HAM lagi. tahu nggak? Linda diam. Linda 426. saya teriak! : Teriak aja sesuka kamu! Mario memegang handle pintu. Mario 427. 413. Seseorang melanjutkan pekerjaannya. Mario 410. Mario 421. Linda 418. Linda 420. berarti sutradaranya kan tidak sungguh-sungguh!. Rayani harus buka kancing baju? Kalau pun dia tidak sungguh-sungguh. Linda : Alah. Mario menuju pintu studio. Mario : (berbisik) Dilecehkan? Dilecehkan apanya? : (keras) Apa untuk tahu seberapa besar bakatnya. Tukang Pel 428. Sekarang saya tahu siapa kamu! Saya tahu kamu sebenarnya tidak ingin Yani jadi bintang. 409.408.

. Anton 448. Kalau ikut-ikutan saya takut saya sendiri yang susah. saya nggak mau ikutikutan. lepaskan tanganmu! Mario menggeleng. Kasihan keluarga saya. : (tertawa) Gua senang akting luh! Tepuk tangan. Linda 438. 450. Sutradara : Itu sungguhan Mas. Bunyi peluit. Satpam 1 menyergap Mario. melemparkan air ke Mario. Tubuh Linda basah kuyup. Aku lebih sekarat.. Menarik Mario. Linda 440. 443. : Aku tak kenal Parwita.. masa sungguhan? : (menjerit) Hei.... Mario berontak mendorong Satpam 1.. Sutradara 452. Mario 444. menyudutkan Linda di dinding. Linda 436. : Maaf. Mario mencengkram leher Linda.. bukan akting! : (tak percaya) Ah.. Cepat panggil keamanan. lepaskan dia! : (panik) Wah benar.Membuka satu sepatunya lagi.. Ton! Panggil keamanan! 449. Mbak. 172 .. Bang. : (Marah) Lepaskan tanganmu! Dia sekarat. Linda : (ke tukang pel) Hey. Sutradara 447. Tolong saya dong! Tukang pel ragu-ragu... 442.. Satpam 2 mengambil ember. Anton dan dua orang satpam masuk.. sungguhan. Linda menjerit-jerit kesal.. 432.. Sayangnya Satpam 1 sudah lebih dulu berhasil mendorong Mario ke sudut.. Linda 451. Mario tidak dapat menahan emosi. Saya hanya tukang pel. 445. : (marah) Bangsat! Kamu mau mengingkarinya? : Aku tak kenal Parwita. Sutradara : Tidak! Dia telah mebuat hidupku berantakan. Anton 446.. Kedua Satpam berhasil Membekuk Mario.. : Ini untuk semua yang pernah kamu lakukan pada Parwita....Linda 434. Mario 437. merangsek ke arah Linda. Anton di balik pintu setengah terbuka. Mario 441. Anton keluar.. 433.. Mario 439. Satpam 2 membantu.. Satpam 1 terjatuh. Mario : Lepaskan.. Ton.. 435.... : Tidak! Aku lebih sekarat. Pergi ketakutan meninggalkan pekerjaannya. Linda : (hampir hilang napas) Tolong. Dua orang Satpam itu mencoba melerai. Anton : Iya.. Anton : (menjerit) Ada apa dengan kalian? Hey.. Tukang pel : (tercekik) Cepat tolong.. : (takut) Parwita? : Kamu membunuhnya. Kepala Sutradara..

458. Sutradara : Pakai handukku aja nih Ton. Lelaki : (nada ketakutan) Baik. SEBUAH RUANG 464. Boss. Aku hanya ingin sendiri! : Baik. Sutradara : (ke Sutradara) Ada yang punya tissu? : (ke dalam ruang) Ada yang punya tissu? Sepi. Linda lunglai. ternyata pengecut dia. 456. Sutradara menutup pintu dengan wajah bertanya-tanya. 465. kan? : (menjerit) Aku tidak apa-apa. Besok harus sudah ada beberapa yang kau bawa kemari! 467. : (mengambil handuk dengan terpaksa) Aku ingin sendiri. Pak! Kedua Satpam membawa mario pergi. Mario 454. baik! Anton masuk ke dalam studio. Pak! Saya tidak bersalah! : Halah! Sudah jelas-jelas kamu bikin onar kok pakai bilang tidak bersalah! Beraninya lawan perempuan kamu. Linda 461. Anton 460. Sekali kita lengah kawat tali tiba-tiba melilit di leher. Satpam 2 : Siap. Menangis sesunggukan. Anton 462. Anton 457. Ayo coba lawan saya sini! (Mengeluarkan jurus-jurus pencak silat. Lelaki 466. Saya janji! : Secepatnya-secepatnya.. Bawa dia ke pos! 455. Satpam 1 : Lepaskan. Boss. Jangan sampai mereka punya anggapan aku tukang tipu.453.. Linda 463.. Melemparkan handuk kecil yang menggantung di bahunya 459. Pria Cangklong : Kapan kau bisa bawa perempuan-perempuan itu? Kau tahu sifat klien-klien kita terhadap orang yang keleleran dan lambat? Mereka sangat cepat seperti bayangan.. Anton : (Mengulurkan handuk) Kamu aman sekarang. 173 . Pria Cangklong : Secepatnya.. jatuh duduk bersandar tembok.. kapan? Aku tidak mau tahu.) Ayo maju! (Tertawa..) Tuh kan.. Anton mendekati. : Kamu tidak apa-apa.

. Mario : Mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjagamu. : Dan lagi-lagi mereka tidak memilihku jadi bintang.. : Kamu menuntut pengertianku? Baik! Kamu ingin aku mengerti apa maumu? Berhenti mengejar mimpi ini kan? 477.TAMAN Rayani duduk dengan wajah kusut. : Berhenti menyesali diri.. 488. Ra.. Mario 472. karena aku tidak mengesankan apa-apa kepada mereka. 469. 487.. 174 .. Mario 482. Rayani 485. Mario : Aku ingin kau tahu satu hal. Aku perlu seseorang untuk menghilangkan perasaan itu... Merangkul Rayani. Rayani : Kamu sudah lakukan sepenuhnya tadi. Rio.... Ra. semua obsesi-obsesiku.. Rayani : Tidak! : Aku tidak mau tahu lagi! : Kamu tidak mengerti. 483.. Ra.. : Tak perlu persetujuan mereka. Rayani sesunggukan di bahu Mario. Aku selalu takut kalau aku salah. Mario 470... bicara dengan teman di sampingnya. ini aku.. Maaf! : Kamu benar.. Rayani 471.. 480. aku menaruh harapan di tempat yang tidak nyata.. tapi aku nggak mampu. Ra. Tapi aku yakin kau tak mungkin percaya. Rayani : Kau tidak ada di situ! Kau tidak ada! : Maaf.. Rio? Kamu tahu betapa tertekannya aku di dalam studio. kuatir mereka tidak memandangku. Aku berusaha meyakinkan diri dan berkata pada diriku bahwa ini aku. : Aku memang ambisius. Rayani : Apakah itu penting kuketahui? Kalau memang. : Di mana kamu.. Rayani : Bukan. Rayani : Aku selalu merasa bukan diriku yang berada di situ. Mario 474.. kau telah jadi bintang buatku. Begitu kan? 473. : Dan aku memang seperti katamu..... Membuatmu bodoh dengan keinginanku. Aku jadi ikut merasa bodoh.. Terlena kehangatan membaca bahasa hati masing-masing. 479. Mario : Suatu saat harapan itu di tempat nyata. Rayani 475. Mario 484... Saling merangkul.. 486. Mario 476. Mereka duduk di bangku. ini aku. Mario : Ini aku. Mario 478. Rayani 481. bukan itu. Aku janji! Rayani menunduk.. 468. Diam. Rio. Mario memandang kosong ke depan.

Mario : Aku tak punya maksud apa-apa padamu.. 510. 492... Mario jatuh berlutut. Dia jadi sakit karena cemburu! 502. Kumohon Linda. Rayani 507. : (marah) Apa-apan kamu? : Aku sudah tahu sepak terjang komplotan mereka.. Kau dengar? : Kenapa? : Dia berbahaya! : Maksudmu? : Jangan dengarkan! : Sungguh.. 491. 503. Mario tersedu.. Sudah lama aku ingin mengingatkan kamu. Linda merogoh tas. Ra! Kau harus percaya dan menerima ucapanku. : (ke Mario) Bangsat kamu! Rayani menutup kedua telinga dengan tangannya. Aku ingin kita cepat-cepat pergi dari sini. Ra.. Linda : Linda sahabatku.. Mario 501.. Mario 498. bangsat! Menjauh dari dia. Ra. Linda 497. Ra. 490. 175 ... Rayani 505.. Dia ingin menjebakmu. Rayani 494. Dia tetap sahabatku... Rayani : (menahan Lengan Linda) Cepat kita pergi dari sini! Aku tak ingin melihat dia lagi... Rio! Aku benci kamu.. Aku tak ingin kau seperti Parwita.. Aku hanya ingin kau mendengar kata-kataku. Rio. Linda : Menjauhlah dari Linda. : Kamu bicara apa? : Kau tak berhak mengatur aku! : Dia ingin menjualmu! : Jaga bicaramu... Mario : Dengar aku. Aku tak mau mendengar omongmu.489. Rayani : Aku tak mau mendengar omonganmu. menatap marah pada Mario.. Linda beku.. Ra. 508. 507. 509. 506. Rayani : Kenapa kamu pakai cara ini? Aku bukan anak kecil.. Linda 499... Mario : Ia anggota komplotan penjual gadis-gadis ke luar negeri... Mario 495. Mario : Hal ini sangat penting kamu ketahui. Linda datang ke arah mereka.. Mario 493.. Beberapa perempuan termasuk Parwita sudah menjadi korbannya. Rayani 500.. Mario 504. Rayani : Percayalah. Mario : Menjauhlah dari Linda! Rayani terpana tak percaya. Rayani 496.

bukan itu. SEBUAH RUANG 512.. untuk gadis yang satu ini.. Aku tidak dapat membalaskan sakit hatimu... Perempuan : (tenang) Kapan? : Besok. Kalau saja. Buktinya saya masih bisa membawa beberapa ke Boss.... Saya sudah hampir mendapatkan dia Boss. Ternyata aku hanya seekor rubah pengecut yang tidak dapat berbuat apa-apa. ya? Kamu sudah gantikan dia? Dengan siapa? Perempuan mana? 517.. Sebentar lagi. Boss.... Tapi ternyata aku tak mampu melakukan apa yang selama ini kupendam. untuk yang satu itu saya tetap berjanji membawanya! 520....... Pria Cangklong 521. Pria Cangklong : (mengangguk) Oh.. Pria Cangklong : Dengan yang lebih cantik dan lebih hot tentunya. 176 ....511.. Ah.. Kesusahan dan penderitaan yang kupendam setelah kematianmu pupus karena perasaan cinta..... Boss. Mario : Maafkan aku Parwita. Maafkan aku... 513. Parwita. Saya perlu uang untuk membujuk dia.. Parwita. Perempuan : (menggeleng takut) Saya tidak akan main-main. Lagipula saya sudah ganti dengan yang lebih cantik dari dia kan? 516. ya? Kenapa tidak kamu saja... Sebentar lagi. Boss jangan kuatir.. Pria Cangklong : (menggebrak meja) Kalau saja apa? Kalau saja gerak-gerikmu tidak tercium oleh seseorang? Dan kau jadi kucing ompong yang dipermainkan kecoa? 515. Perempuan : Dia sudah di bawah pengaruh saya. Seperti tukang obat murahan di pasar yang becek dan bau. Kamu juga cantik. (tiba-tiba marah) Aku tidak suka dipermainkan! Aku mau anak itu! Mereka menginginkan anak itu dan aku sudah berjanji untuk mengirimkan kepada mereka! 519.. Pria Cangklong : Katamu dia bisa kau bawa? Kau bicara begitu meyakinkan saat itu.. Aku sudah menemukan buruan kita.. Salahkan aku Parwita... Maafkan aku... Saya janji. Perempuan : Bukan Boss.. Boss! Sumpah demi bintang yang bersinar di langit! Tapi saya minta uang saya dahulu.. 514. : (napas tersenggal) Oh... Perempuan 518..... Tidak ada seorang pun tahu pekerjaan saya..

. Pria Cangklong : Kau perlu uang? Selama ini kerjamu bagus. Pria Cangklong : Siap.. Sabron mengeluarkan tali dari saku celananya. Sabron tetap berdiri seperti biasa. SELESAI 15 April 2006 177 . Membuka di depan perempuan. Aku takut kehilangan kau. Secepat bayangan Sabron menjerat leher perempuan dengan tali..522.. curiga. : Berikan dia imbalan hasil kerjanya. Sabron kembali ke belakang perempuan.. Boss. ya? : Ah. Pria Cangklong : (setengah gelak) Anjing! Kau dengar apa katanya Sabron? Sabron mengeluarkan tas uang. Sebab kau pekerja terbaikku. Pria Cangklong : Setelah ruangan ini bersih. Pria cangklong 527. Perempuan 526. Sumpah demi bintang yang bersinar di langit. Tertawa tergelak. Sabron 524. Perempuan menoleh ke arah sabron. Perempuan menghitung uang. tewas.. Perempuan mana yang tidak suka ke salon? Boss ingin melihat mereka cantik kan? Pria cangklong tertawa.. Perempuan menggelepar. (Memanggil) Sabron! 523. : (tertawa) Oh. Pria Cangklong berbalik membelakangi kegiatan Sabron. Perempuan menghitung uangnya... Perempuan tertawa.. Kau bisa menggantikan dia ke salon. 528. Sabron. 529. (Ke Perempuan) Bukan begitu? 525. sayang. Mungkin dia ingin make up untuk menghilangkan kerut takut di muka. tapi belakangan aku sering merasa dikecewakan. ke salon.. atau cepat-cepat ke sauna untuk menguras keringat yang beracun di badannya... Perempuan : Beberapa ratus ribu sisanya untuk itu juga. si boss kayak nggak tahu aja.

hanya suara saja) EMAK JOKO PARA PENARI/PROPERTY MAN/HEWAN PELIHARAAN 178 . 2. JOKO PEGGY LALA ‘MASKOT’ (tak berwujud. 3. 4.(NOMINATOR) “ SANDAL JEPIT “ Karya : Herlina Syarifudin Para pelakon : 1. 5. 6.

RAK SENDAL/SEPATU. SELANG BEBERAPA DETIK KEMUDIAN. DIPADU ALAT MUSIK MODERN. ADA YANG MENJADI MEJA. (LAMPU BERUBAH. Males ah. Apa kalo pagi. DIIRINGI FADE IN OMELAN JOKO) JOKO : Ugh. ini apaan sih.ATAU ALAT MUSIK TRADISIONAL LAIN MENYESUAIKAN DAERAH MASING-MASING. (JOKO MENUJU RAK SEPATU) Walah. KURSI. (TERIAK) Maakkk ! Joko berangkat dulu. Itu angkat dulu sebentar telponnya. Nak. aku banting nanti. LANTAS PERGI) EMAK : Hati-hati. Pagi-pagi sudah berisik. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH MENJADI POHON DAN KURSI TAMAN.FREEZE 179 . Emak lagi menggoreng tempe. Tapi. (HP JOKO BERBUNYI) Aduh. TELPON RUMAH BERDERING) Ugh. sulit bagiku untuk meninggalkannya. PROP RAK SEPATU DIISI DENGAN SEPATU DAN SENDAL. nenek trembel pasti mau berkicau lagi nih. (TELPON LALU BERHENTI BERDERING) ’MASKOT’ : Nah. DAN GANTUNGAN BAJU – FREEZE. PADA MENIT TERTENTU PARA PENARI BERGULINGAN LALU MEMBENTUK FORMASI PROPERTY PANGGUNG. MEJA DITARUH PESAWAT TELPON – LAMPU FADE IN) ADEGAN 1 (PAGI. (HP DIBIARKAN TERUS BERBUNYI. Tak ada akar. GITAR DAN DRUM. Kan tenang. LAMPU BLACK OUT. ditaruh dimana sih sepatuku. gitu. telpon rumahpun tak disentuh.) ’MASKOT’ : Aduh. rotanpun jadi. Hatiku sudah pantang berpaling darinya. LAMPU GENERAL SUASANA TAMAN PAGI HARI) ADEGAN 2 (PAGI. Bodo ah. (TIDAK ADA SAHUTAN. rumahnya jadi rumah hantu? Masa tak satupun ada yang ngangkat telpon? Benar-benar keluarga super ajaib. TAMAN KAMPUS) PEGGY : Kemana sih anak kampung ini? HP tak diangkat. Diam kamu telpon! Kalau tidak.PEMBUKA (TAMPAK PARA PENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKI BERGERAK. gigih juga dia. nanti gosong. kenapa cuma satu. (JOKO MENGAMBIL SENDAL JEPIT SEADANYA. . MEMBENTUK KOREOGRAFI GERAK YANG HARMONIS. PIANO. DIIRINGI ALUNAN MUSIK GAMELAN . RUANG TENGAH RUMAH JOKO ) (DARI BALIK WING TIBA-TIBA BEBERAPA SENDAL DAN SEPATU DILEMPAR TAK BERATURAN KE DALAM PANGGUNG. TELPON RUMAH TETAP BERDERING. jelek-jelek.

LALA : Aku serius ini. PEGGY LALA : Ceilee. PEGGY : (TERTAWA) Busyet. jangan sembarangan kamu bicara ya. LALA : Eh Mbakyu. salah satu bentuk pengkhianatan terselubung. Love is Blind. Resikonya kamu memang harus sabar. ini. selalu memberi informasi perkembangan yang dia dapat selama ini. nusantara ini dengan mottonya gemah ripah loh jinawi bukan sembarang bualan motto. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang. gaya hidup negara kita tanpa disadari memang plagiat total dari seberang. prinsip hidupku tak seperti ceritacerita konyol di sinetron. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD. Peggy. Tidak bakalan dia mendua. Tidak semua orang sepertimu. Itu juga kalau kita mau peduli. Bagiku. PEGGY : Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh. Ternyata kita semua patut dikasihani. ini. Padahal kalau kita tidak malas. yang aku utarakan tadi itu sudah sangat realistis. Sampai sekarang. karena salah satu temanku yang saat ini lagi observasi di beberapa pelosok pedalaman buat studi akhirnya. bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. Betapa percaya dirinya mereka ketika bisa menggaet pasangan imigran.’MASKOT’ : Dasar lagunya Tiffany laku terus sepanjang masa. mungkin hanya akan sebatas angin semilir saja yang kita nikmati dengan syahwat tanpa sempat kita syukuri dengan hati. Aku tahu. LALA : Peggy. biyuh. Sayangnya. aku belum pernah menemukan orang setulus dia. : Nah. Betapa bangganya cowok-cewek gaul masa kini. tak kurang gadis dan perjaka pedalaman yang aura cantik dan tampannya menyiratkan keunikan zamrud khatulistiwa yang luar biasa fantastik. Maaf maaf saja. Disana terkenal dengan paras cantik para gadisnya. Sok idealis. aku juga bukan tipe plagiat. coba kau jalan-jalan ke pesisir Banten lalu kau cari desa yang namanya Menes. : Eh. Apalagi di kampus kita ini. Padahal andai mau membuka mata hati lebar-lebar. Dasar manusianya saja yang tidak bisa mengontrol hawa setan. Pokoknya kalau masalah setia mati. Sorry ya. Butuh proses. Tidak usah jauh-jauh. Kalaupun ternyata di muka bumi ini tak terhitung para pengkhianat dan pecundang yang bertebaran. PEGGY LALA : Oh ya? Masa? Aku jadi penasaran. 180 . aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri. Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya. dia adalah sobat karib sepanjang masa. Aku bisa omong begini.. ketika mereka mengenakan busana import. Joko is the best deh. Ngapain juga mamaku susah payah melahirkanku kalau ternyata hanya jadi seorang pengkhianat atau bahkan pecundang. Realistis sajalah.. Itu kenyataan. itu hanya karena faktor x yang datangnya bukan dari genetik. segitu idealisnya. Di depan kita dan akan banyak lagi di sekitar kita. Ini pernyataan jujur. Kamu ternyata berbakat jadi keponakannya da’i kondang Arifin bahkan Aa’ Gym. Kalau tidak.

Berusaha mengeruk massa dengan bujukan yang murahan. aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. (JOKO MUNCUL – SEMUA PEMAIN FREEZE) ’MASKOT’ : Wow. Pastilah masih banyak madu dibanding racunnya.PEGGY : Eits. itu tadi salah lain dari negara ini.. namanya juga pasangan segar. pangeran sejati yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Yang satu bernuansa keroncong. Apa aku bilang? Aku rela dimadu dengan sendal jepitnya. Kau tidak perlu beradaptasi denganku dari sisi penampilan atau gaya hidup. Kau memilih aku yang hina dina ini saja. Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan akur. Kapan tanah kelahiran kita ini berada pada posisi penawaran harga yang cukup bernilai sehingga tidak begitu saja cepat laris manis namun tidak mampu lagi menyediakan stock karena tutup buku. Jangan hanya karena masalah hati. Namun aku tidak akan memintamu untuk berprinsip sama denganku. tumpah darahku.. jangan salah. baru kali ini aku mendapatkan seorang pangeran yang begitu percaya diri dengan kesederhanaannya. LALA : Nah. (PANGGILAN MESRA PEGGY KEPADA JOKO) I’ll never stop loving you. Kejujuran itulah yang membuatku terpikat sejak pandangan pertama. Be our self itu penting. Karena aku bukan jatuh hati pada sosoknya yang terlihat. 181 .. Maklum. aku tidak pernah mengeluh dengan keborjuisan kamu. Besok aku akan ke kampus dengan memakai sendal jepit pula. Ih. Seumur-umur aku pacaran. Kalau bisa aku akan berusaha akrab dengannya. Toh. Maka itu aku pilih Joko. Ajaran bibit. Oh. negeriku. TAPI LALA MENYELA) LALA JOKO : Plagiat lagi. dibela koq malah tidak mendukung. JOKO : Cintaku. itu yang aku nikmati hingga saat ini. tidak salah kan aku. bobot. plagiat lagi.. Keanekaragaman dari hubungan kita. (TEPUK TANGAN MENYINDIR) PEGGY : Bagaimana sih sayangku ini. PEGGY : Tuh.. Pribadiku akan tetap menjadi Joko seperti yang kau lihat sekarang ini baik sebelum atau sesudah mengenalmu. Aku jadi menyesal membelamu. Dan yang membuatku salut. Pasti jantung Peggy berdegup kencang menahan rasa. kemudian merubah 180% dari apa yang ada pada dirimu saat ini dan kemarin atau bahkan esok. sementara yang lain dengan top forty-nya. Malah sok berlindung sebagai oposisi. (JOKO BERUSAHA IKUT NIMBRUNG. Tapi aku mohon. tentu tahu apa yang harus kau perbuat dalam hidupmu. Kau cerdas. kamu jangan berusaha membuatku terpengaruh atau bahkan merubahku untuk mengikuti jalurmu itu. pengen. bukannya aku tidak mau membelamu sayang . : Dua burung pipit sedang adu senandung. namun lebih kepada sosok tersiratnya yang bagiku nusantara sekali. dia tak pernah malu menemaniku jalan dengan sendal jepit kesayangannya. bebet itulah pondasi prinsipku hingga kini. Cerminan sifat warga negara yang baik dan patuh.. Joky. Begitu obralnya harga kita. LALA : Picisan! Sok mendramatisir.

Jangan kau kira aku bangga dengan status keluargaku saat ini.. (BELUM SELESAI PEGGY BICARA.. Namun. siapa tahu teman-teman sudah pada nongol. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta. ok. JOKO : Ok juga boss. (LALA PERGI DENGAN SENYUM) PEGGY : Koq abdi? Selama ini berarti kau hanya menempatkan dirimu pada posisi bodyguard yang dengan setia mengawalku kemana-mana demi keamanan? Begitu? Segitu rendahnya kau menghargai posisimu dihatiku. MERUNDUK DAN MENGGAPAI – LAMPU BERUBAH) 182 . Mamaku. sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain. (PEMAIN FREEZE . kita tidak hanya melalui dataran. Nanti aku menyusul.LAMPU BERUBAH. Jangan sampai dia lupa jalan pulang. Tolong sampaikan pada Bo’im. TELUNGKUP. Saat ini aku masih merasa berputar-putar di lerengnya. Aku ke sekret BEM dulu ya. Titah paduka akan segera hamba laksanakan. Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol. Walau sebenarnya aku tahu. kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. Apa karena alas kakiku yang hanya sebatas sendal jepit ini yang merasa tidak mampu menapak di jalan yang mulai terjal dan landai. PEGGY : Maaf. setiap kali aku mencoba menanjak menuju badan bukit. Berarti selama ini aku terlalu buta untuk menelusuri bahkan menerjang kabut yang menutupi hatimu. tapak kaki ini agak sulit berkompromi dengan kata hatiku. jaga Peggy ya. cinta. Beda ketika aku mencoba mengajak masuk dan mulai menapak badan bukit. JOKO : Mohon. aku merasa jalan yang harus kulalui adalah bukit.. LALA : Siippp. Jok. La. Hingga sekarang aku sadar ternyata kau membatasi ruangmu untuk kumasuki. Akhirnya aku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku.PEGGY : (TERSENYUM MALU) Maafkan aku sayang. itulah caraku untuk sedikit demi sedikit mengurangi keeksklusifan yang sebenarnya cukup menyiksaku. Namun ketika sendal jepitku ini berjalan di lereng. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. Saat pertama aku membuka pintu hatimu. TELENTANG. Maaf. Satu pesanku. Maunya tetap saja menapak di lereng. jeritan kesakitannya sanggup menusuk telapak kakiku. kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH POSISI MENJADI SOSOK-SOSOK DENGAN KOMPOSISI ABSTRAK SIMBOL BUKIT. Dalam perjalanan. Oh. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. kau telah cemas menungguku di puncak bukit. Beres bos. Bukan maksud hati ingin berseimbang diri denganmu. Silahkan lanjutkan provokasinya. ya hampir lupa. Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik. aku bisa merasakan nyamannya. surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan. Tak baik bertamu terlalu lama. LALA MENYELA) LALA : Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. Entah mengapa. Jangan kau salah mengerti.

PEGGY : Cukup! Jangan lagi kau mempertebal susunan topengmu dengan sebutan munafik itu. Aku tak sanggup menahan muntah jika kemunafikanmu masih menghadang nafasku. JOKO ’MASKOT’ : Sayang. Jangan kau salah menilaiku.. Nafasku kini kian sesak.. Kalau memang susah mencari air. (SEMUA PEMAIN FREEZE) : Wah. Peggy. Masa setiap saat aku harus memberi laporan padamu sejauh mana aku mempelajari dirimu selama ini. Tak baik memandang persoalan hanya pada satu sisi. sakit. Maaf. Salut. Racunnya sudah mulai menampakkan diri nih. begitu saja percaya dengan alasanmu itu! Aku tahu. salut. saat 183 . keruklah tanah di sekitarmu. hatiku tak berubah.. Tapi kau tak pernah punya keberanian untuk jujur. Kau takut aku tersinggung jika kau ungkap keluhanmu itu? Iya kan?! Dan kini kau pasti terkejut karena aku telah terbangun dari buaian mimpi burukku selama ini. kau pasti menganggapku terlalu posesif terhadapmu. Masalah telpon tadi pagi. proses itu akan terus bergulir..... Cintamu pada sendal jepitmu ternyata lebih mendalam ketimbang padaku. Anggap saja aku memang tolol. Aku sadar. Aku menyesal ternyata kecerdasanmu kalah oleh emosional sesaat. Sampai nafas kita berhentipun. Proses. kali ini mata hatiku tlah benar-benar terbelalak lebar. itu masih lebih ksatria. prasangka yang coba aku pendam bahkan aku tepis ternyata benar adanya. Tapi orang idiotpun tetap punya harga diri. Aku tidak punya pulsa untuk membalas. Aktingmu melebihi kehebatan para aktor broadway. Lantas kedok perasaan apa yang selama ini kau pakai sebagai topeng? Abdi sejati? Hanya itu? Dasar pengecut! Ternyata hatiku selama ini telah terbuai oleh bualan picisan seorang pecundang sejati. Kau tetap mengisi ruangku saat ini. aku tidak ingin egois. Terima kasih atas ‘pengorbanan’mu selama ini. Harus ada yang mengalah di antara kita. Bakalan seru. Dan akan terus kita lakukan tanpa henti. Tentu kau sudah paham hal itu.PEGGY : (MENANGIS) Jadi. Kau pikir aku bodoh. wah. Dan kau telah berhasil menyimpang-siurkan arah mata anginku.. Selamat tinggal. Itulah yang saat ini yang sedang kita jalani. Selamat tinggal kenangan. aku mohon maaf.. Semua butuh kematangan. Sakit. Maaf. PEGGY : (BALIK LAGI) Apa kamu bilang? Licik sekali kamu memvonis aku? Apa selama ini kau telah cukup mengenal diriku secara mendalam? Puas kamu! (MELOTOT SAMBIL MENAHAN TANGIS) JOKO : Janganlah kau semakin barakan api yang telah menyala. PEGGY : Klasik! Itulah senjatamu agar tetap bisa berada pada posisi permakluman.. (PERGI) JOKO : (TERIAK) Peggy . Maaf. selama ini . Pantang bagiku mengulang kebodohan. Jujur. Gejolak tahap berikutnya dimulai. dengar dulu penjelasanku. Tapi aku berusaha menelusurinya walau dengan tertatih.. Jangan kau salah tafsir.. diriku masih jauh dari itu. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirku untuk mengabaikanmu. Dan bahkan laknat bagiku kalau sampai aku menduakanmu. Aku seorang tolol yang buta sekaligus kehilangan tongkat. Sebaiknya kau segera lenyap dari pandangku.

Tuhan hadirkan cinta bukan untuk dikhianati. Sakit hatiku ini anggap saja impas sebagai balasan dari pengorbananmu tempo lalu. Karena cinta sejati tak pernah berharap apapun. aku tidak tahan geli nih. Cinta. TAMPAK PEGGY SEDANG MENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKINYA. DIIRINGI PROPERTY MAN YANG BERGULINGAN BERUBAH MENJADI TANAMAN-TANAMAN LAYU-LAMPU BERUBAH) JOKO : Puzzle yang telah kususun dengan penuh sabar dan hampir jadi.ini aku belum dapat membalasnya.? Tak layak kau jadi kambing hitam. (MEMUNGUT SENDAL JEPIT DARI TANGAN JOKO) Dia hanyalah saksi bisu. tersirat kepedihan yang cukup dalam. Mengapa salah paham ini harus terjadi pada saat yang tidak tepat? (MEMANDANG SENDAL JEPITNYA DAN MEMUNGUTNYA DARI TELAPAK KAKINYA) Mengapa harus kau yang . Peggy tak sepicik itu menilaimu mentah-mentah. Kau telah jadi penyelamat. karena aku sayang pada kalian berdua. Dimana Peggy sekarang? PEGGY : Tuh. Namun lewat ke-elastisannya. ckk. aku kapok.. Ups.. Tidakkah kau sadar akan hal itu? JOKO : Oh. ckk. Strategi baru akan tiba. (LAMPU BERUBAH FOKUS KE SILUET. Beres kan? (MENGHELA NAFAS PANJANG KEMUDIAN BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN JOKO) – FREEZE ’MASKOT’ : Yach. tapi rasanya tak perlu. terkadang kamu bikin gemes. nah. Sudah ah. capek. aku dan dia telah selisih jalan. Cinta ibarat perang. kau tidak hanya saksi bisu. ah. Walau sesungguhnya itu berarti aku telah menjadi seorang pecundang dalam perjalanan cinta kalian. ckk. mengapa jadi sad ending begini? Nah... (TERTAWA GELI SEPERTI DIGELITIK) Ih. Andai kau lihat sorot matanya tadi.. butuh strategi yang 184 . air mataku jadi bergulir membasahi pipiku deh. Aku yakin. Dasar badung kamu. Masih ada waktu untuk sebuah ketulusan. (LALA MUNCUL) LALA : Mengapa kau setega itu sobat? Aku berusaha menutupi tabirmu yang sesungguhnya. Kamu genit. lho. aduh jangan. ternyata diapun melakukan hal yang sama? Begitu bodohnya aku. Aku ternyata bukan sobat yang baik. Terkadang pula kamu menjengkelkan. Cinta terlalu suci untuk dinodai..cinta. ini tidak adil. Aku berusaha perlahan masuk dalam gaya hidupnya.. JOKO MENYUSUL DAN AKHIRNYA MENARI BERDUA BERSAMA PEGGY DI BALIK SILUET... Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. LALA PERGI MENINGGALKAN PANGGUNG) ’MASKOT’ : Mmh. Terima kasih sendal. dia mencoba tuk bicara. (LAMPU BERUBAH. shit! Ternyata selama ini.. Ugh. Kebebasan yang dia impikan selama ini telah ia temukan dari dirimu. Sudah-sudah. Cinta. Namun dia berusaha tersenyum. telah terkoyak hanya dengan sentilan jari kelingking.. Tidak ada kata terlambat dalam kamusku.. Kau telah menempatkan dirimu pada posisi yang selayaknya. Muuaaccchhh..

hak sepatuku yang lumayan kokoh ini. dua. Silahkan Tuan Joko segera angkat kaki. Jika hendak menyerang.. jangan ambil posisi di tempat terang.. Cuih! Memandang dirimu saja aku ogah. Banyak pintu yang bisa kau lalui untuk segera lenyap dari pandangku. Cinta? Aku tadi kan Cuma menggertakmu saja. Tidak perlu bawabawa sendal jepit donk. PARA PENARI TERKEJUT LALU FREEZE) PEGGY : Bajingan! Siapa bilang aku luluh hanya karena sendal jepit? Semana-mena saja hargaku disamakan dengan sendal jepit.matang. akan melayang membabibuta pada tubuhmu.he. kenapa kamu pergi begitu saja. (MENANGIS) Ugh. Mbakyu cinta ya cinta. sekarang aku yang mengusirmu dari hadapku. Apalagi sama sepatu boots. He... LANTAS PERGI TANPA PAMIT) PEGGY : (KETAWA) Ternyata sendal jepit takut juga sama sepatu hak.. Sekarang juga! Atau kalau tidak... PARA PROPERTY MAN TELAH BERUBAH MENJADI PENARI. dua seperempat. memangnya mau bunuh diri? (SILUET FADE OUT-LAMPU BERUBAH FADE INI KE PANGGUNG... Dia tak kan mampu berbuat apa-apa. entah mata-mata Namun jika cinta telah merasuk Wirid asmara kan terus terngiang khusyuk (SILUET BLACK IN..... ini koq jadi tidak karuan? Eh. KEMUDIAN MENARI MENGIKUTI IRAMA) SYAIR LAGU JOKO DAN PEGGY : Cinta ibarat perang Butuh strategi yang matang Jika posisi telah siap menyerang Mengendap-endaplah di remang-remang Liku laku perjalanan cinta Tak kan lepas dari sorot mata Entah mata hati.lho. Jangan kau berlindung di balik kepolosan sendal jepitmu itu ya. Bahkan untuk hubungan kita sekalipun. Biar impas. Silahkan! Satu. (JOKO SALAH TINGKAH TAK BERDAYA. apalagi sendal jepit bututmu itu! JOKO : Lho.. Apa salah dia? PEGGY : Apa? Cinta? Siapa yang bilang aku masih memendam cinta padamu? Cuih! Pantang bagi Peggy tuk berlutut pada sendal jepit butut lagi kotor. SAYUP-SAYUP TERDENGAR SENANDUNG JOKO DAN PEGGY. TIBA-TIBA PEGGY KELUAR MENYIBAK KAIN BELAHAN TENGAH SILUET DAN MASUK KE PANGGUNG DENGAN MARAH DIIKUTI JOKO DARI BELAKANG. bisa-bisa habis nafas digencet dan diinjak-injak. Tapi mengapa 185 ...

Aku kan tidak hanya merawat dirimu. Aduh. (SI MONYET MONY DIAM SAJA. Ini racun. ADA YANG JADI MONYET. Nanti kalau kamu sakit.. Kamu jangan mengajak bercanda donk.. kita juga sudah capek dari tadi menemani mbak. Padahal sebenarnya aku kan masih cinta sama kamu. aku yang repot.. teman-temanmu yang lain masih menunggu giliran buat disuapin. (PEGGY DAN PARA PENARI BERJALAN MELINGKARI PANGGUNG. BURUNG KAKAK TUA JOKO BERKICAU DAN ANJINGNYA SI DOGGY MENGGONGGONG TANDA IRI DAN BERUSAHA MENCARI PERHATIAN JOKO) 186 . Jangan manja begitu donk. (MONY MENYAHUT PISANG DARI TELAPAK TANGAN JOKO DAN MENGUPAS LANTAS MELAHAPNYA. KUCING KESAYANGAN JOKO MENDEKAT DAN MENGELUSELUS KAKI JOKO. Yuk kita pulang. DIA TETAP MENARIK-NARIK SANDAL JOKO. sayang. Biar kamu tidak merebut sandalku lagi. iya iya. Kita juga butuh istirahat.. (MONYET TIDAK MAU TAHU. cintaku. PARA PENARI BERUBAH MENJADI HEWAN-HEWAN PELIHARAAN. Orang lagi sensitif dikerjain. TAMAN BELAKANG RUMAH JOKO) JOKO : (BERDIALOG DENGAN MONYET) Mony. SIMBOL PERJALANAN PERGANTIAN WAKTU. Dari pagi kamu belum makan. kamu apa-apaan sih? Ini bukan makanan. tumpah darahku. ANJING DAN BURUNG KAKAK TUA.kamu jadi takut beneran? Aku jadi menyesal. Joky-ku sayang. Jadi harus merawat kamu. SI MONYET MENCOBA MEMAKAI SANDAL JEPIT PADA KAKINYA. OPET. sudah malam. Ayo sambil dimakan ini pisangnya. Besok dilanjut lagi ya? PEGGY : (BERHENTI MENANGIS) Oh.) JOKO : (TERTAWA GELI) Astaga Mony. Ada-ada saja kamu. PEGGY MENINGGALKAN PANGGUNG.. Nanti aku belikan yang ukuran kecil. Tuh. MONYET MELOMPATLOMPAT TERTAWA KEGIRANGAN. MATANYA TERTUJU PADA SANDAL JEPIT YANG DIPAKAI JOKO. LALU MONYET ITU MENARIK-NARIK SANDAL BERUSAHA MELEPAS DARI KAKI JOKO) JOKO : Mony. ’MASKOT’ : Makanya tidak usah sok jaim. Mony sudah ah. SEBAGIAN MENJADI PEPOHONAN KECIL DAN BANGKU TAMAN) ADEGAN 3 (SIANG. PARA PENARI ON STAGE DIIRINGI PERLAHAN LAMPU FADE OUT) (LAMPU BLACK IN DENGAN SETTING HALAMAN BELAKANG RUMAH JOKO. SAMPAI AKHIRNYA KARENA KASIHAN JOKO MELEPAS SANDAL JEPITNYA. honey. kamu layak jadi anggota sirkus deh. negeriku. akibatnya aku jadi bolos ke kampus. mbak. hayo makan! Ini pisang bukan buat dipelototi saja. SI MARCO. (PARA PENARI YANG FREEZE BERUBAH MENJADI AKTOR) PENARI 1 : Mbak. KUCING. eh.

Apa maksudnya mengirimkan ini padaku? (JOKO BERPIKIR KERAS BERUSAHA MENAFSIR MAKSUD DARI KIRIMAN MISTERIUS ITU) (PEGGY MUNCUL TIBA-TIBA SAMBIL BERSENANDUNG. TAK ADA SEPUCUK SURATPUN DI DALAMNYA) JOKO : Peggy? Ini pasti Peggy. (JOKO MEMBUKA KOTAK BINGKISAN YANG DIBUNGKUS RAPI ITU PELAN-PELAN. diam! Tumben sih kalian ini koq jadi pada ramai begini? Iya. oh sayangku 187 . TERNYATA BUNGKUSAN ITU BERLAPIS-LAPIS SAMPAI JOKO CAPEK MEMBUKANYA) JOKO : Siapa yang iseng ngerjain aku sih? Dasar kurang kerjaan! (SAMPAI PADA LAPISAN BUNGKUSAN TERAKHIR TERNYATA ISINYA 1 BUAH SANDAL JEPIT DAN 1 BUAH SEPATU CEWEK. Antri ya! Tenang! EMAK : Jok. kadang pula sunyi Andai salah satu jadi batu karang Yang lain tentu bijak menjadi air yang terus menyerang Namun dengan kelembutan Dan ketelatenan JOKO : Di sudut hatiku kau berpijak Entah alas apapun kau buat pijak Jejakmu kan selalu membekas Kan kugenggam jangan sampai lepas PEGGY : Sengaja kukirim sebelah-sebelah Ku tak ingin kau terbelah-belah Karena aku bakal meledak-ledak Sampai dirimu terkapar membelalak JOKO : Adindaku. Emak temukan di depan pintu barusan. emak ada-ada saja. Masa ada yang tega mau mencelakakan Joko. ini ada bingkisan buatmu. nanti semua pasti dapat giliran. SEMUA PENARI YANG MENJADI HEWAN PELIHARAAN IKUT MENARI DENGAN GERAKANNYA MASING-MASING) PEGGY : Romantisme sandal jepit dan sepatu hak tinggi Menjadi kisah unik yang membuat geli Bekas tapak sandal jepit akan selalu bergaris Bekas tapak sepatu berhak belum tentu bergaris Perbedaan adalah pelangi hidup yang harmoni Kadang riuh. iya. Emak tidak berani membukanya. oh sayangku Prasangka buruk tak semestinya membuatmu bisu Ku tersiksa walau hanya menunggu Dalam terpaku aku ragu PEGGY : Kakandaku.JOKO : Ssstt. Perasaan Joko tak pernah berbuat jahat pada siapapun. JOKO : Ah. Hati-hati! Jangan-jangan jebakan.

Namun aku berusaha masa bodoh. Kenyamanan kakimupun belum tentu terjamin hanya dengan sandal jepit. Terlalu idealis... Aku terlalu memposisikan diriku layaknya intel. Selama ini aku terlalu egois.MENYESUAIKAN DAERAH TEMPAT PERTUNJUKAN INI DILAKUKAN.. Mengapa kau tidak mau berterus terang masalah hp tempo hari? PEGGY : Usahlah kau merasa bersalah. Padahal itupun tak seharusnya kulakukan. Naif dan bodoh jika aku cemburu pada sandal jepitmu. Aku lelah dengan sepatu hakku. ku tak ingin kau meragu lagi. pintar sekali memutar persoalan. – FREEZE ’MASKOT’ : Hey begundal. Maka itu diciptakan keseimbangan yang bisa saling melengkapi. Biarlah kesalahpahaman ini hanya sebatas kerikil.Asmara itu lagu lucu Jika engkau merasa ragu Namun waktu terus memburu JOKO : Sekarang aku siap atas segala titahmu Kan kuselipkan setiap waktuku Tuk bercanda di sampingmu Dan kan terus merayu manjamu PEGGY : Maafku yang tak terputus. PEGGY : Aku tahu maksudmu. Padahal.. Sudah saatnya aku juga butuh keseimbangan. Dasar kadal daratan... sayang. PARA PENARI YANG TADINYA MENJADI HEWAN PELIHARAAN BERUBAH MENJADI PENARI MENGELILINGI JOKO DAN PEGGY. (LAMPU BERUBAH. Ruang gerakku sungguh sempit. JOKO DAN 188 . Akulah yang selama ini telah egois padamu.. Aku ternyata belum terlalu dalam mengenalmu. aku . Dialah yang selama ini setia menjaga agar kita tak terjebak dalam api. JOKO : Lala? Ternyata dari dulu dia tak berubah. JOKO : Tapi Peggy.. Kau harus berterima kasih pada Lala. JOKO : Sudahlah sayang. TARIAN YANG DIMAINKAN ADALAH TARIAN GLIPANG / KUDA LUMPING / TARI COKEK / TARIAN TRADISIONAL LAIN.. aku. Biar lebih fleksibel. Sandal jepit tak selamanya bisa bebas kemana saja... Aku patut berterima kasih padanya. MEREKA MENARI DENGAN MENGGUNAKAN HAND PROPS SANDAL JEPIT. Aku terharu niatan tulusmu. Aku merasa terkekang olehnya. Padahal aku sendiri merasa tersiksa dengan itu semua. Maka itu diciptakan sepatu sandal.. Tapi sama sekali aku tak punya niatan lain akal hal itu.? Sebenarnya aku telah berbohong padamu tentang hal lain... Maafkan kalau sebelumnya aku berprasangka melenceng. Ehm. Aku hanya tidak begitu nyaman.. Pasti ada pincang. Kita diciptakan memang tidak selalu sempurna seluruhnya. Tak selayaknya aku meragukan ketulusanmu. Ruang geraknya sesungguhnya lebih sempit dan hanya di lorong bawah tanah. Itu juga aku yang salah. Aku terlalu mencurigaimu. Aku iri padamu. sandal jepitmulah yang telah membantuku keluar dari penjaraku selama ini.

34 wib (NOMINATOR) Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya PADANG BULAN Drama sederhana buat belia Karya : Ucok Klasta Tokoh – tokoh 189 . 07.PEGGY JUGA BERGERAK BERIRAMA LAYAKNYA SEPASANG KEKASIH YANG SEDANG KASMARAN. sandal jepit. tak bermotif Bahannya lentur tak bertulang Tapi lumayan sakit kalau kena tabokannya Asmara sandal jepit Kisah unik yang berhimpit-himpit Kalau rasa sudah terjepit Apa daya otak pula menyipit -TAMAT- Bintaro-Jakarta. 19 April 2006. sandal jepit Tampangnya polos. TARIAN ITU DIIRINGI ALUNAN SYAIR BERIRAMA RANCAK) SYAIR SANDAL JEPIT : Sandal jepit.

apa hukumnya? : Mmm … Di suruh menari saja. : Yang tak bisa menebak. Jembar : Setujuuu … Mereka duduk melingkar (setengah lingkaran menghadap penonton). Tebak-tebakan. Kalangan : HEI !!! 009. Bulan. Padang 014. Kalangan : Nah. Boss (Pengusaha). Jembar 017. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Bagaimana kalau menirukan gerak binatang. Kalangan. Padang.Padang. Politikus (Anggota Dewan Kota). Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Jembar : Ya ya ya … 019. 007. Jembar 012. berteriak memanggili teman-temannya. Jembar : Kamu tak bersama kalangan. Kalangan 013. : Ya. 001. Jembar ? : Tidak. 010. 005. : Usul. Padang. 002. Bulan. Koor Padang masuk. Bulan : Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …! Dari belakang panggung bersama-sama. Aki. Petugas Kamtib MULAI ADEGAN I Lagu Tema : Padang Bulan. Lampu hidup. 003. Bulan 015. Lugu. pejabat Pemerintah Kota. Jembar : Ora kageeet …Weee ! Semuanya tertawa. Nini / (sekaligus) Ibu lugu. Padang. Jembar. 190 . Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Bulan. Bulan. Padang. Padang : Mana yang lain ? : Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …! 004. 008. Padang 011. setuju. Bulan. Bulan masuk panggung. Bulan. Kalangan : Setuju? 020. : Menirukan gerak binatang dengan tarian? 018. Bulan 006. main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan? : Tebak-tebakan saja deh.

023. Jembar : Ayo Simbah … Seperti biasanya … : Iya … Cerita. Padang. Koor lagu ‘ Menthog-mentog’ tapi dengan kata ‘menthog’ diganti nama binatang lain dan gerakannya harus ditirukan yang kena hukuman. Bulan : Nama apa? Buah ya? 022. Koor 040. Nok ayu … 028. Padang.Cara bermain : Anak-anak mengeja huruf bergiliran dan urut seiring dengan musik. 026. Koor 037. Semua ke sini … 027. Aki : Yang ada dibagi me …? 032. Bulan 038. E. Bersama Jembar berdiri. Nini 034. Nini meletakkan piring berisi klenyem. Kalangan : Ya. Koor : Ingat … Tidak usah re …? : Butaaan … 031. Koor : Haa … Klenyem … Woooow … keren … Anak-anak berentengan ke teras. (Urut) 024. D. Koor : Rataaa … : Maka tak ada yang tak keba …? : Giaaan … 035. Nini : Hei cucu-cucuku! Istirahat dulu. Aki 030. para penonton sekalian. Koor 033. Ini ada klenyem anget bikinan Simah. Jembar 025. pada duduk menggelesot. ia menyebutkan nama sesuatu yang dijadikan tebakan sesuai huruf terakhir yang diejanya. Musik – Lagu Tema : Padang Bulan. Aki-Nini : Kahaaan … : Inilah saudara-saudara tercinta. Aki-Nini keluar rumah (masuk panggung). 041. indahnya … : Kebersamaaan …. berdiri diteras memanggil anak-anak. Lantas permainan mulai lagi sampai beberapa kali (fleksibel) : A. Bulan. Padang 042. B. Saat musik berhenti pada anak tertentu. buah … Musik. C. Ayo. Jembar. Aki : Iyo. F … : (Gelagapan) G … : (Bersahutan) Haa …Jembar berdiri Ayo …Ayo … ADEGAN 2 Lagu Tema. 191 . Kalangan …Yo nganggo leren barang podho mreneo Nang bagus. 029. Jembar. Aki : Sebab tak ada kesera …? 036. : Wis … Wis … Anak-anak menikmati klenyem bersama-sama. 021.

istana saudagar-saudagar. Pergantian ‘ setting’. 047. berangkatlah ia ke kota. memang benar apa yang ia dengar. Apa-apa ada. mewah kencar-kencar mencerminkan kesuksesan bisnisnya. Ternyata nun di sana. Supermarket bertaburan menggoda. Sebab apa ? Sebab hari ini tepat weton-nya Nini. dengarkan ya … Dulu cucu-cucuku … Musik Latar. Aki dan anak-anak keluar panggung. Narasi Aki dari luar panggung. 046. nyeyet. Mobil-motor war-wer-war-wer berseliweran. Lugu memperagakan cerita Aki. ruaaarrr biasaaa … lugu terus berjalan-jalan dengan takjub. tak seperti desanya. Istana raja diraja walikota. Di sebelahnya. 044. duduk di kursi / lincak. entah habis berapa membangunnya. Lugu masuk panggung. Alun-alunnya? Ada tugu tertinggi sedunia. Lugu bingung jadinya. Aki : Nah. 045. Aki : Ya ya ya … Untuk purnama kali ini Simbah sudah menyiapkan sebuah dongeng istimewa. Istana satria-satria diraja dewan kota.043. Dan pabrik-pabrik di pinggir-pinggirnya. yang penting jadilah lambang . Maka di suatu siang yang sunyi. seolah tak ada kesedihan everything just for fun. tersebutlah seorang anak bernama Lugu. Kota. Koor : Ooo … Aki masuk rumah (keluar panggung) dan keluar lagi membawa sebuah buku tebal. terpesona buaian kota. ruaaarrr biasaaa … Gedung-gedung bagus tinggi menjulang-laaang … bagai menjolok awan. diiringi lagu dari suara keresek daun bambu digoyang sepoi angin lalu. Tempat hiburan sungguh aneka ragam. seolah semua keinginan kita tersedia di sana. Di sana-sini. tak ada orang. laksana benteng gagah perkasa. Nini masuk rumah (keluar panggung). bagai tak berkesudahan. kokoh megah mencerminkan kekuasaan berwibawa. membersihkan debu pada buku dan membukanya. : Di sebuah desa tersebutlah seorang pemuda bernama Lugu … ADEGAN 3 Lampu hidup. elok anggun mencerminkan kebijaksanaan penghuninya. Sampai akhirnya ia pun merasa lapar. Bangaimana bisa mendapatkan makanan ya? Kerja? Kerja apa ya? Minta? Minta siapa ya? Mem-bedhol ketela? Tegalnya mana ya? Lugu tambah dan tambah dan tambah bingung … Keringat dingin mengalir … Lemas sekujur badan … Kelaparan … Jatuhlah ia ndeprok. Kalangan : Biar tambah nikmat klenyemnya. Aki Lampu mati. Aki : Syahdan di sebuah desa. 048. Kota. kemakmuran kota. Ia mendengar cerita-cerita bahwa di kota alangkah majunya. Dan tanpa disadarinya tangannya telah terangkat 192 . Di tengah kota.

067. Politikus dan Boss keluar panggung. Lugu : Saya bukan gelandangan! Saya Lugu! : Lha iya ! Wong Lugu tur gelandangan! Ayo ikut aku! : Tidak mau! : Heh … Ngelawan kamu. 060. Ya ya ya … 052. menadahkan tangan! 049. Kamtib 063. pemerintah kota dan dewan kota. Politikus : Harmonis. ha?! Tak seret sisan kowe! : Tidak mau! Saya bukan gelandangan! Saya Lugu ! Saya manusia! Saya bukan binatang! Kamtib dan Lugu bergelut. Ya ya ya … 054. berjalan hanya melewati Lugu saja sambil bercakap-cakap. Politikus : Ya ya ya bla bla bla bla … 059. Kamtib 065. 066. Politikus : Harmonis. Lugu diseret-seret. ia merasa tidak kenal dengan perempuan ini. Boss : Dengan demikian kota akan terus membangun. mendatangi Lugu. Lugu 064. Kamtib : He! Dilarang Ngemis tahu? Dlarang menggelandang tahu?! Kamu ini mengganggu pemandangan! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada gelandangannya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada pengangguranya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada kemiskinannya Tahu ?! Tahu ?! Tahu?! 061. Tiba-tiba berteriaklah seseorang. 050. Lugu 062. sekedar silaturahmi untuk mempererat hubungan antara kita. Boss : Dengan demikian bla bla bla bla … 058. Semua : Nyuuummm! 056. Politikus : Harmonis.pelan-pelan … Makin terangkat … Menadah … Lugu ndeprok di pinggir jalan dekat restoran kondang . 051. kalangan investor. Nini : Paaak … Paaak … Anakku diapakan?! Anakku mau dibawa kemana?! Lugu bingung. Nini masuk panggung. Boss : Dengan demikian akan terciptalah kerjasama propesional yang kompak lagi saling menguntungkan. Boss : Sekali lagi ini bukan suap Pak / Bu … Yah. Lugu meronta-ronta. Lugu : Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Pejabat. Kamtib : Ini anak Ibu? 193 . Pejabat. 053. Petugas Kabtib masuk panggung. Pejabat. Koor : Bla bla bla bla bla … Pejabat. Pejabat. dus segenap warga terse … 055. Musik. kita-kita untung. Politikus dan Boss (masuk panggung) keluar dari restoran habis ‘meeting’. Pejabat. Ya ya ya … 057.

eh … Benar! Bb. gerobak kit. tapi … Nggg … : Naaa … Kamu ragu kan? : Tidak …Tapiiii … Ah. Lugu : Ini makanlah … Kamu lapar kan? : Ibu siapa sebenarnya? : Lho … Aku ini ya ibumu tho le … : Bukan! Jelas kamu bukan ibuku! Ibuku ya di kampung sana! : Kamu pikir sekarang ini kita dimana? : Di kota. : Lha tegal. 089. sawah …? : Yah … Sebutlah itu sekarang : jalan tol. : Benar di kota? Bukannya dikampung kita? : Benar! Eh … Mmm … Ah. Lugu 080. gledheganmu … 194 . Kamtib 074. Nini 081. : Lha pasar? Pasar Wage? : Kamu lihat supermarket itu? Itulah pasar kita.068. Ini bukan kampungku! Dan kamu. bukan. Kamtib 076. : Bukan gelandangan? : Bukan. 090. Kamtib keluar panggung. Nini 087. bukan ibuku! Sudah … Pergi sana! Kamu itu Cuma orang gila! 088. lantas mana rumahku hayooo?! : Rumah kita dan rumah-rumah tetangga sudah jadi gedung-gedung megah itu anakku. Itu nasi bungkusnya dimakan … Aku pergi sekarang. Lugu 093. Lugu 082. tidak! Aku yakin. Mengganggu ketertiban. Nini 085. Sekarang. Kamtib 072. bb. : Benar? : Benar. Lugu 091. Lugu 095. Nini 073. Selamat siang. Nini 071. Nini 079. Nini 092. itu pedati kita. Ya sudah Bu … Saya percaya pada Ibu. bukan! Ini bukan kampungku! Eh. ibumu ini kamu suruh pergi saja? Yo wis. Nini 069. Nongkrong di pinggir jalan seperti itu merusak pemandangan. 078. Nini : Wis? Tetep ngeyel? Jadi aku. Lugu 075. Nini 096. : Lha yang hilir-mudik di jalan ini? Pasa ngebut ini …? : Ya. Nini : Kalau ini memang kampungku. : Kamu benar anaknya Ibu ini? : Bb. Kamtib : Iya. Lugu : Eh … Tapi … Tunggu dulu! Nini berhenti dan berbalik. Lugu 084. Sudah … Permisi. Lugu 077. anak ini dibawa pulang saja. Kamtib 070. benar Pak … : Kenapa ngemis? Kenapa menggelandang? : Saya ini bukan ngemis! Saya bukan gelandangan? : Yo wis sekarepmu. Lugu masih bingung. Nini mendekati Lugu. Lugu 097. Lugu 086. Nini 083. Nini 094.

Mereka di supermarket-supermarket itu … Tapi bukan pemiliknya … Kuli gudangnya. o ya … Bagaimana dengan lapangan? Jadi apa tempat bocah-bocah berkumpul kalau malam padhang mbulan? 099. 112. 113. 108. Jembar? : Tidak. berteriak memanggil teman-teman. 106. Mereka di jalan-jalan itu … Tapi bukan pemiliknya … Kakilimanya. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk degan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Padang : Mana yang lain? : Aduhaaai …! Bulan purnama ooo indahnya … 109. Nini 100. Nini 102. Mereka dimana-mana … Tapi tak punya apa-apa … Tak ada tempatnya … Merana … 104. Jembar : Kamu tak bersama Kalangan. 195 . Pekarangan depan rumah Aki-Nini. 107. Mereka di rumah-rumah mewah itu … Tapi bukan pemiliknya … Babu-nya.098. Bulan 111. Lugu 103. Jembar : Ora kageeet …Weee! Semua tertawa. Lugu : Cukup! Cukuuup ! Cukuuuuuuup! Ini gila … Ini gila … Gila! Aku mau kampungku … Kembalikan kampungku! Kembalikan kampungku! Kampungku !!! 105. Bulan. Lampu hidup. Lugu : Kampungku jadi macam ini?! O ya. Lugu 101. : Lantas orang-orang kampung pada dimana? : Mereka di gedung-gedung itu … Tapi bukan pemiliknya … Klining serpis-nya. Kalangan : HEI!!! 114. Koor Padang masuk. Bulan. Mereka di pabrik-parik itu … Tapi bukan pemiliknya …Buruhnya. Nini : Jadi … Jadi ‘ dufan’ Le … : Haaa … Tapi … Tapi kan ini semua … Milik kita? Kan kampung kita? : Sayangnya … Ini semua bukan milik kita. Nini Lampu mati. Bulan : Heiii … Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul …! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini … Dari belakang panggung bersama-sama. : He! Bangun Lugu! Ayo bangun! Kerjanya molor saja ! Bangun! ADEGAN 4 Lagu tema. 110. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Bulan. Padang. Bulan masuk panggung. Padang.

dia yang ‘jadi’) 138. Padang. Bulan : Aduuuh … Sedih ya … Aki-Nini sudah setahun ini tiada … Tiba-tiba aku terkenangkenang mereka … 116. Anak-anak berbaris menyamping menghadap ke kanan dan menghitung bersama. Padang : Sudah sudah … Ayuk. Bulan : Jelas enggak? 139. Jembar : Jilumpet saja. Kalangan 128. bermain apa kita sekarang? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan? Tebak-tebakan? 131. Baris. tutup mata! 196 : Tu Wa Ga Pat! . cucu apalagi … 118. : Dan tak bakal menunggui kita bermain ya … : Tak bakal juga mendongengi kita … : Apalagi berharap keluarnya klenyem manis-gurih-anget ya … 129. Kalangan : Setujuuu! 121. pantang Nyulayani. Padang 126. Kalangan 124. Kalangan : Jelas … Jelas … 140. Pokoknya kita semua janji tak akan sekali-kali melupakan mereka. Pokoknya semoga semoga Aki-Nini bahagia selamanya. jembar. Padang : Yuk atur posisi. Padang. : Baik hati juga enggak ya? Seperti Aki-Nini enggak ya? : Katanya. 132. Jembar 123. Padang 117. Jembar : Oh Aki … Oh Nini … Sekali kami janji. Bulan 135. Bulan : Sekarang kita hompimpah … : Lainnya deh. Sembunyi-sembunyian. Koor 122. pemilik baru itu orangnya sombong. Kalangan : Huuuuu! 130. Jembar 137. jembar. Jembar.115. Bulan 125. Bulan. Setuju? 120. Belum lama. Padang. Jembar : Iya. Jembar : Ayo. Koor Musik. Kalangan : Bulan ‘ jadi’! Bulan ‘jadi’! 143. Ternyata yang ‘jadi’ Bulan. Bulan. Jembar 127. Padang 136. (Siapa yang giliran bergerak saat musik berhenti. Kalangan : Setuju … Setuju … 133. Bulan : Benar. Kalangan : Tapi tetap ada kita semua … Kita kan sudah jadi cucu-cucu mereka? Seperti mereka pun sudah jadi kakek-nenek kita … 119. Padang. Lagi mereka tak meninggalkan siapa-siapa … : Dulu saja mereka sudah sepi … Cuma berdua saban hari … Tak ada anak. 142. Kalangan 134. Tak kenal tetangga. jangan hompimpah terus … : Terus piye? : Pingsut? Itu kalo dua orang … : Gini … Dengar! Gini … Bulan memperagakan ‘gerak-lagu’ dengan iringan musik ‘Padhang mbulan’. Padang. 141. Swer! : Katanya rumah itu dibeli sama orang kota ya ? : Iya.

Disusul Jembar. Bulan : Sepuluh! Bulan mencari-cari teman-temannya. 152.144. takut … 148. ADEGAN 5 Lampu hidup. Sejurus kemudian Bulan masuk panggung. 154. Lainnya berlarian mencari tempat sembunyi (keluar panggung). Padang masuk panggung. Padang : He! Kok pada diam?! Padang! Padang …(Suara melunak). Bulan lari keluar panggung. Aku HENPOOON … Bulan tambah terlonjak. 157. Ia dijalari semacam campuran antara rasa cemas. Bulan : Padang! Jembar! Kalangan! Jangan jauh-jauh kalian sembunyi! Oooiii! Kalian tu dimana? Bulan mencari-cari lagi. Bulan : Handpone?! Bulan mendekati Kalangan. Bulan : Kuhitung sampai 20 ya? Satu! Dua … Bulan menghitung. berjalan dengan langkah tertahan-tahan. Jembar : Jembar … Heh! Jembar! Jembar … : Aku bukan Jembar. Komposisi diam. 145. : Aku bukan Padang. 149. Bulan 153. Bulan : He! Padang! Jembar … Kalangan … Mereka tetap diam. mengambil ‘blocking’ dan ‘pose’ tertentu. 197 . Disusul Kalangan. 155. Lampu mati. Bulan : Padang … Jembar … Kalangan … Kalian mbook jangan keterlaluan … Aku agak-agak merinding ini … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Kalian mbok nongol … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Dipuncak rasa tercekamnya. 147. 150. Bulan : Oooiii! Kalian mengerjai aku yaaa ?! Perlahan-lahan ekspresi Bulan mulai berubah. Bulan 156. 146. gelisah. Sampai mencari diantara penonton. Aku PLEIII … STESIEEEN … Bulan terlonjak mundur. Bulan : Play station?! Bulan mendekati Jembar. Terus mencari … Mencari … Mencari … Sampai lama tak ketemu-ketemu … Mencari … Mencari … Lama sekali … (keluar masuk panggung). Bulan : Kalian dari mana saja tadi? Kalian sembunyi dimana sih? Kalian sudah rencana ngerjai aku ya? Awas ya? Mereka tetap diam.

Bulan?! Dimana Kalangan Bulan?! Mereka mulai merengsek. Kalangan : Kalangan … Kamu apa lagi? Kalangan … : Aku bukan Kalangan. mengerubut Bulan. Semua pemain masuk panggung menyanyi dan menari dengan lagu Padang Bulan. tanpa kehilangan sejarahnya. Bulan 159. tumbuhkembang-mekar dalam karya. melangkah-mengalir sebagai jalan-kali-mu sendiri. cita umat manusia.158. menarik-nariknya kesana-kemari. mengoda bersama berbagai hasrat. teruntuk adik-adik tersayang. Bulan : Buldoser?! Plei Stesien. Buldozer mulai tertawa mengikik. Off Stage’. Bulaaan … Bulaaan … Bulaaan … BULAAAN! BULAAAAAN!!! Sambil meronta-ronta Bulan memekik-mekik memanggili teman-temannya. impian. ada di kancah bumi. Henpon. Dimana Padang. Februari 2006 198 . lama-lama makin keras dan makin keras sambil berkata-kata secara menyayat-parau. Aku BULDOZERRR … Bulan bahkan terjengkang. Lampu menyala. Aplus. Bulan? Dimana Jembar. 161. PADANG !!! JEMBAR !!! KALANGAN!!! DI MANA KALIAN TEMAN-TEMANKU SAYAAANG???!!! PADAAANG!!! JEMBAAAR!!! KALANGAAAN !!! ‘Black Out’. 160. 162. SELESAI Penghormatan untuk tanah kelahiran-kampung halaman. tanpa menyangkali gua garbanya Jagalan. tanpa sekali-kali lupa hulunya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->