Lena Tak Pulang

Karya : Muram Batubara
(JUARA 1) SATU

LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena Lena sudah pulang, Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Sudah tiga hari Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan. Pak Lena (Tetap memandang tv) Anak kita Bu Lena Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

1

Pak Lena Nanti juga pulang sendiri ketika bekalnya lari telah habis. Bu Lena Tidak segampang itu, Pak, ia itu perempuan! Pak Lena Jika memang ia perempuan, ia akan pulang. Bu Lena Tapi belum…(Menghentikan kalimat, memperhatikan pintu keluar rumah) Ada yang datang, sepertinya itu Lena, anak kita, pulang juga ia setelah tiga hari tidak pulang. Pak Lena Bukan, pasti temannya datang mencari. Bu Lena Pasti Lena Pak Lena Berani taruhan Bu Lena Taruhan apa? Pak Lena Jika bukan Lena, lebaran tahun ini kita pulang ke rumah orang tuaku. Bu Lena Tapi tahun kemarin sudah Pak Lena Itu karena kau kalah taruhan Bu Lena Ya tidak bisa, bayangkan dalam lima tahun ini kita tidak pernah pulang ke rumah orang tuaku. Pak Lena Berani taruhan tidak?

2

Bu Lena (Bingung) Ehm… Pak Lena Dengar langkah itu sudah semakin dekat. Bu Lena Baik

TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA MEMBUKA PINTU. KECEWA.

Tamu I Permisi Tante, Lenanya ada? Bu Lena Oh tidak ada, dia belum pulang. Tamu I Belum pulang? Pergi ke mana ya Tante? Bu Lena Tante juga tidak tahu tuh, kamu tahu tidak? Tamu I Ya, kalau tahu saya tidak datang Tante. Bu Lena Iya juga ya. Hm, kamu teman sekolahnya ya? Tamu I Bukan Tante, saya teman… Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu, hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Om, saya harus kembali pulang. Pak Lena Kenapa buru-buru?

3

saya permisi dulu. Pak Lena Siapa namanya? Bu Lena Siapa? Pak Lena Yang tadi? Bu Lena Teman Lena Pak Lena Iya. DUDUK DI RUANG TV. Tante.Tamu I Ada yang harus buru-buru saya lakukan Bu Lena Jika buru-buru. BU LENA MENUTUP PINTU. Karena Lenalah saya harus buru-buru? Pak Lena Masuk dulu jangan buru-buru Bu Lena Iya masuk dulu Tamu I Maaf tidak bisa. teman Lena tadi namanya siapa? Bu Lena Berarti tahun ini kita pulang ke rumah orang tuamu lagi? Pak Lena Jelas! Siapa nama teman Lena tadi! 4 . kenapa mencari Lena? Tamu I Ya itu dia.

Bu Lena Bagaimana jika Lena? Pak Lena Ya tetap dibuka pintu kan? 5 . TERDENGAR KETUKAN PINTU. dia ingin melihat kita sekeluarga kan? Pak Lena Tidak bisa! Kesepakatan telah tercipta. bagaimana menjalankan kesepakatan itu dan untuk apa membuat kesepakatan jika tidak ada kepastian untuk dilakukan. Kasihan ibu sudah semakin tua. Pak Lena Loh Bu Lena Kok loh Pak Lena Ya.Bu Lena Sudahlah ke rumah orang tuaku saja. Jika terus dirubah. loh. Siapa nama teman Lena tadi? Bu Lena Nggak tahu. tidak bisa dirubah. bukahlah. Pak Lena Ada yang ketuk pintu. bagaimana mungkin kamu tidak menanyakannya? Bu Lena Kenapa bukan kamu? Pak Lena Aku kan sedang nonton tv dan aku tidak sedang berhadapan langsung dengannya.

lagi menunggu kesepakan nih. jika bukan Lena. PERBINCANGAN DI DEPAN PINTU MASUK RUMAH. Tamu II Kesepakatan apa Tante? 6 . Bu Lena Bukan itu. Bu Lena Kesepakatan? Pak Lena Yah! PINTU TERBUKA.TERDENGAR KETUKAN PINTU. Pak Lena Bukalah pintu itu. sabar ya. Bu Lena Buat satu kesepakatan baru dulu. Pak Lena Ya sudah. TERDENGAR KETUKAN PINTU. TERDENGAR KETUKAN PINTU. kasihan tamunya. perjanjian tadi batal. Bu Lena (Teriak ke arah pintu) sebentar ya. BU LENA PUAS. buka sana.

Karena kebetulan saya sedang main di daerah sini. jadi saya mampir ke sini. Tante. Bu Lena Yang benar yang mana? Tamu II Saya memang mencari Lena. karena itu Tante. Bu Lena Karena kebetulan? Tamu II Sebenarnya tidak Tante. Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu. Bu Lena Terus Tamu II Ya. kamu mampir dan mencari Lena? Tamu II Benar itu Tante. terus saya mampir. tidak. Sumpah. 7 . Bu Lena Karena main di daerah sini? Tamu II Tidak Tante. Bu Lena Terus Tamu II Ya. Kamu siapa dan ada apa? Tamu II Saya temannya Lena. Tante. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Lenanya ada? Bu Lena Jadi karena kebetulan main di daerah sini. Tante. Tante. saya memang sengaja kemari untuk mencari Lena.Bu Lena Ah. hm. kebetulan saya sedang main di daerah sini.

itu opini. BU LENA MASUK DAPUR. Opini itu pendapat. Om? Pak Lena Tidak. Om? Pak Lena Opini itu tidak murni kenyataan. kebenarannya masih belum bisa diandalkan. wakil rakyat sedang memberikan opini. Om. cuma sedang melihat tanggapan wakil rakyat tentang bencana yang tidak berkesudahan. Pak Lena Memang. Om. Tamu II Tapi itukan acara berita. Tamu II Berarti sedang nonton berita. itu berita. Begini. opini! Tamu II Bedanya apa. Pak Lena Itu bukan berita.TAMU II MASUK DAN DUDUK DI RUANG TV. kucing ditabrak mobil. kenyataan. Pak Lena Tidak. namanya juga pendapat. Tamu II Itukan berita namanya. saya sedang melihat opini. Tamu II Nonton berita ya. Tamu II Kalau opini? Pak Lena Mengapa kucing itu mau ditabrak? 8 . beritanya. Ingat. Namanya berita harus mengutamakan kebenaran. kenyataan tadi. Om. sedang berita itu nyata.

Mungkin itu kan belum jelas sedang berita adalah yang jelas dan pasti. opini kamu. Tamu II Opini? Pak Lena Ya. Bu Lena Tapi dingin? 9 . Tante. Tante. Tamu II Tapi apa yang pasti di jaman sekarang. BU LENA KELUAR DAPUR MEMBAWA TEH DALAM GELAS MENUJU KULKAS.Tamu II Mungkin saja ia tidak melihat mobil yang laju. MEMBUKANYA. Bu Lena Mau puding? Tamu II Boleh. lagi batuk. Om? Pak Lena Ya. tiba-tiba saja ia sudah bersimbah darah. opini. Lihat omongan wakil rakyat itu. Tamu II Tidak usah yang dingin. Pak Lena Itu dia opini. semuanya serba mungkin kan? Tamu II Jadi yang serba mungkin itu bukan berita? Pak Lena Mungkin kok berita.

kan cuma puding.Tamu II Tidak apa-apa. Om. Om. Tempat nongkrong itu tempat kita kumpul-kumpul. Om. Tante. tidak dari mana-mana. les biola. ya. Pak Lena Seingat saya Lena tidak mengambil les nongkrong. Pak Lena Mengapa? Apa karena sudah pintar mengaji? Tamu II Tidak Om. lucu juga. Pak Lena Yang dari sekolahan. Pak Lena Kamu temannya Lena? Tamu II Benar itu. Tamu II Om. Pak Lena Oh begitu. saya non muslim. 10 . BU LENA KE RUANG TV DAN MELETAKKAN SAJIAN KEMUDIAN KEMBALI MENUJU DAPUR. Om. istilah kerennya berbincang atau berdiskusi. atau malah dari kelas mengaji? Tamu II Untuk yang terakhir tampaknya bukan. Pak Lena Teman dari mana? Tamu II Ya teman saja. les balet. terus dari mana? Tamu II Saya teman Lena dari tempat nongkrong. renang.

Om. teman di mana? Tamu II Ya tidak ada. Om. Hm. tapi yang nongkrong itu kan tentunya berasal dari tempat tertentu. Om. Saya cuma teman Lena di tempat nongkrong. Pak Lena Terlalu tipis. saya malah tidak tahu bagaimana bersikap jika tidak ada kabar dari Lena. Om. dia bawa sesuatu yang penting. Om. Pak Lena Apa? Tamu II Ehm. 11 . Sesuatu yang sangat saya banggakan. Sudah tiga hari ia tidak muncul. lalu maksud kamu mencari Lena? Tamu II Ya itu dia Om.Pak Lena Oh begitu. saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Lena. pertemanan itu belum begitu kuat. kamu itu selain teman nongkrong Lena. Penting sekali? Tamu II Sangat penting malah. Pak Lena Oh begitu. Pak Lena Memangnya kenapa kalau ia tidak muncul dalam tiga hari? Tamu II Ya itu dia. Nah. Pak Lena Lena mengambilnya dari kamu? Tamu II Begitulah Om.

Bu Lena Anak kita 12 . ya. TAMU II PERGI. BU LENA MASUK. Tamu II Kalau memang begitu. Tamu II Tapi Lenanya bagaimana Om? Pak Lena Itu urusan saya. ya. besok kamu kembali lagi. banyak Om. kamu pulang dulu. Yang kamu punya itu pasti akan kembali. saya menjadi yakin untuk datang besok. Pak Lena Anakmu membawa lari uang temannya? Bu Lena Bagaimana bisa? Pak Lena Temannya yang datang tadi. pulanglah. tentunya dengan ada kepastian dari Om. Pak Lena Begini saja.Pak Lena Banyakkah? Tamu II Ya kalau besar itu dianggap banyak. melaporkan apa yang telah dilakukan anakmu. yang terlalu banyak bicara itu. Pak Lena Ya.

dari mana kita tahu isi kepalanya jika tidak dikeluarkannya. tidak bisa tidak. Pak Lena Tapi bagaimana bisa kita percaya dengan orang yang sedikit bicara. Lena kan anak kita.Pak Lena Ya. bagaimana bisa ia tampak? Bu Lena Tetapi mengapa kau begitu percaya dengan anak ingusan yang terlalu banyak bicara itu? Pak Lena Karena tampaknya benar. jangan terlalu banyak percaya dengan orang yang terlalu banyak bicara. anak kita. kata kunci itu malah tidak keluar. kata yang seharusnya bisa menjadi andalan. Bu Lena Belum tentu benar. Pak Lena Tanpa bicara. Bu Lena Terlalu banyak bicara malah menghilangkan kata-kata kunci. Bu Lena Jika tidak benar? Pak Lena Mau taruhan? LAMPU PADAM 13 . sudah tiga hari Lena pun tidak muncul di tempat biasa mereka bertemu. Bu Lena Bagaimana jika benar? Pak Lena Kita harus menggantinya. Pencuri.

KULKAS. Pak Lena Menunggu juga mencari. Pak Lena Terus harus bagaimana? Berteriak. Bagaimana kata dunia? Apa kata mereka pada kita? Orang tua yang tidak bertanggung jawab? Bu Lena Tampaknya kita memang tidak bertanggung jawab. PINTU KAMAR TIDUR. Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah empat hari ia tidak pulang. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. tidak kemarin saja.DUA LAMPU MENYALA. kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi juga. MEJA MAKAN. tidak ada usaha kita untuk mencarinya. Bu Lena Lena sudah pulang. 14 . PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. Pak Lena Kok bisa? Bu Lena Lihatlah sendiri! Apa yang kita lakukan pada anak kita? Empat hari. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. mengabarkan pada semua orang bahwa anak kita yang perempuan tidak pulang dalam empat hari ini. bayangkan empat hari anak kita tidak pulang. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Kemarin kau jawab seperti itu juga.

Menjemput itu jelas beda dengan mencari atau juga menunggu. kita tidak tahu di mana anak kita berada. Bu Lena Tapi kita tidak tahu di mana Lena berada? 15 . Bu Lena Beda Pak Lena Apanya yang beda? Jika kita memasang iklan tentang kehilangan. bisa kita jemput.Bu Lena Menunggu itu pasrah Pak Lena Tidak sama. Jika kita mencari sendiri. sama juga dengan menunggu kabar kan? Kita mencari itu tanpa tujuan. mencari itu juga menunggu. sama juga seperti melapor ke polisi. Mununggu itu kan berbuat. Menunggu juga mencari. jadi sama juga dengan nol. Kita tetap juga menunggu. Semuanya itu berarti menunggu. Jelas! Bu Lena Pusing aku. toh lebih baik kita di rumah. Bu Lena Apa yang dilakukan dalam menunggu? Diam memandang tv atau sibuk berbincang tanpa tujuan? Pak Lena Jika kita ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan anak. tentunya habis energi. terus apa yang kita lakukan? Menunggu kan? Menunggu kabar dari pak polisi itu. Pak Lena Itu dia kata yang tepat. pasrah itu tanpa berbuat. kita juga menonton tv atau berbincang kemana suka kan? Sama saja. Dan dalam menunggu kabar dari pak polisi. Jika kita tahu di mana Lena berada kan gampang. sama seperti berdoa. Menjemput. Daripada kita memutari kota.

16 . TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bagaimana ini. Kenapa Lena belum pulang juga. ini pasti teman Lena yang banyak bicara kemarin itu. apa yang harus kita lakukan. Bu Lena Kita bayar saja Pak Lena Tapi kita belum ketemu Lena. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Jika belum benar.Pak Lena Yah harus dicari Bu Lena Dengan? Pak Lena Ya menunggu. bisa saja berita ini tidak benar. Bu Lena Yang uangnya Lena curi itu? Pak Lena Bagaimana ini. jangan dibayar dulu Pak Lena Tapi kita belum tahu mana yang benar.

(Pergi menghilang) 17 . Pak Lena Bukalah pintunya (Berlari kecil menuju depan tv. Terima kasih Tante. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bukahlah pintu Bu Lena Kau saja Pak Lena Kau kan perempuan Bu Lena Kau kan laki-laki Pak Lena Perempuan duluan.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Bagaimana jika dia datang dengan polisi. Permisi Tante. seakan-akan tak terjadi sesuatu) PINTU TERBUKA. BU LENA BINGUNG. katakan saja saya mencari dan akan kembali lagi. Lenanya sudah pulang? Belum ya? Ya sudahlah. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena (Teriak ke arah pintu masuk) Sebentar ya. nanti saya datang lagi. Tamu I Maaf Tante. Tolong nanti kalau Lena pulang. atas nama kesopanan.

Bu Lena Aku tidak bilang apa-apa dan dia bukan yang uangnya dicuri Lena. Pak Lena Tukang pos? Bu Lena Bukan. yang lupa kutanyakan namanya. dia terlalu buru-buru. temannya Lena? Pak Lena Yang kemarin? Bu Lena Ya Pak Lena Terus dia menagih uangnya? Apa yang kau bilang hingga dia langsung pulang. Belum sempat aku bicara dia sudah pergi. siapa nama teman Lena yang banyak bicara itu? 18 . Pak Lena Jadi teman yang mana? Bu Lena Yang pertama datang. Pak Lena Sudah tahu kau namanya? Bu Lena Belum.Pak Lena Suruh duduk dulu. Bu Lena Sudah pulang (menutup pintu dan berjalan menuju ruang tv) tamunya sudah pulang. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Pak Lena Tampaknya dia memang selalu buru-buru. Tunggu dulu.

Setidaknya bukan dia yang datang jadi kita tidak perlu risau lagi.Bu Lena Kenapa kau tanyakan aku. bukankah kau yang banyak bicara dengannya? Seharusnya kau tanyakan namanya. Pak Lena Itu dia. padahal aku sudah berhadapan langsung dengannya. Pak Lena Untuk sementara Bu Lena Walau sementara. dia terlalu berlama-lama sampai aku lupa menanyakan. Bu Lena Sudahlah. LAMPU PADAM 19 . setidaknya tidak risau.

hari keempat sejak tidak pulang. SOFA BESAR MENGHADAP TV. Jika matahari terbenam dan terbit lagi. TERSENYUM SENANG. TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA DUDUK MEMANDANG TV. Pak Lena Pulang juga rupanya kau Lena Lena Lapar (Berjalan menuju dapur. PINTU DAPUR. keluar lagi sambil membawa piring makanan. makan di meja makan. KULKAS. DALAM SEBUAH RUMAH. MEJA MAKAN.) 20 . menegok keluar dan menutupnya kembali) Belum pulang juga. tepat lima hari Lena tidak pulang. Pak Lena Sudah hampir sore. membukanya. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. lihatlah sudah mendekati senja. PINTU KAMAR MANDI. PAK LENA LANGSUNG MEMBUKA. apakah Lena tidak akan pulang lagi? Bu Lena Belum lima hari Pak Lena Hampir lima hari.TIGA LAMPU MENYALA. Apakah bekal larinya masih cukup? Bu Lena Mengapa kau kuatir? Pak Lena (Menuju pintu keluar masuk rumah.

(Berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin. rindu dengan rumah ini tentunya. kelas mengaji. menuangkan ke gelas Lena) Dari mana saja kau Lena? Pak Lena Kenapa kau tanyakan? Lena Dari rumah teman (Terus makan) Pak Lena Temanmu yang mana? Yang dari sekolahan. lebih banyak dari kawannya yang datang. Pak Lena Banyak temanmu yang datang. Bu Lena Jangan dikatakan dulu. atau malah teman nongkrong? Bu Lena Ya. sudah lima hari dia di luar. Pak Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Dari mana saja? Bu Lena Jangan ditanyakan dulu. Sudah hampir lima hari dia berada di luar. les balet.Bu Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Makanlah yang banyak. yang mana? Lena Teman lain Pak Lena Masih ada temanmu yang lain rupanya. renang. banyak bertemu orang tentunya. Bu Lena Teman yang mana? 21 . les biola. biarkan dia makan dengan tenang. tentunya kau lapar. biar dia makan dengan nyaman.

Mengapa kalian bertanya ketika aku menghilang. membawa makanan. PERSISI MENGHALANGI JALAN LENA YANG MASIH BERADA DI DEPAN PINTU. untuk apa les yang mahal-mahal itu.(Mendekati Lena) Enak makannya? Lena Biasa saja Bu Lena (Mendekati Lena) Tentunya enak. LENA KELUAR DARI DAPUR TANPA MEMBAWA SEBARANG PUN.Lena Kenapa terlalu mengurusi sih? Bukannya selama ini aku bebas. mengapa tidak mencari? Lalu. Pak Lena (Berbisik pula) Kita harus lebih berusaha lagi.) Pak Lena (Berbisik) Bagaimana ini? Bu Lena (Berbisik pula) Bagaimana apanya? Pak Lena Dia terlalu tertutup. BU LENA DAN PAK LENA MENDEKAT. Mengapa kita yang disalahkan? Kita kan hanya menanyakan temannya saja. bukan untukku kan? Untuk kalian yang gila gengsi tanpa memikirkan kebutuhanku kan? (Berdiri. duduk di depan tv sambil terus makan. Ibu sengaja masak untuk kamu. seperti yang kalian inginkan. masuk ke dalamnya) Bu Lena (Berbisik) Tidak berhasil. Lena Sejak kapan masak khusus? (Berjalan menuju dapur. Tampaknya dia memang marah pada kita. apakah kalian pernah menanyakan aku sekolah apa tidak? Dan. 22 . kita harus bisa membukanya.

yang uangnya dicuri Lena. belum malam. Bu Lena Apa sebab dia begitu dingin Pak Lena Mungkin kita terlalu kaku Bu Lena Kau yang kaku Pak Lena Mungkin kau juga. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Pasti temannya yang banyak bicara itu. BU LENA DAN PAK LENA DUDUK DI KURSI MEJA MAKAN. Bu Lena Mungkin temannya yang lain. mari kita berbincang dulu. 23 . bagaimana ini? Kita belum bicara tentang itu dengan Lena. PINTU TERTUTUP. Lena (Menghindar dan berjalan menuju kamar tidur) Mau tidur Pak Lena (Mengejar hingga depan pintu kamar tidur) Belum malam Bu Lena (Ikut mengejar) Iya.Pak Lena Sudah selesai makannya? Bu Lena Enak kan? Pasti kenyang. LENA MASUK KAMAR.

tampaknya akan ada lampu hijau nih. terserah itu melangkahi kesopanan. PAK LENA TERKEJUT DAN LANGSUNG MEMBUKA PINTU. Pak Lena Tidak hanya boleh langsung jalan. PAK LENA DAN TAMU II DUDUK MENGHADAP TV. Om. Bu Lena (Muncul membawa segelas minuman hangat) Iya. Jadi rasanya tidak perlu basa-basi lagi… Pak Lena (Memotong) Basa-basi itu terkadang perlu. hingga sampai depan pintu. kenapa harus langsung jika kita bisa berbasa-basi terlebih dahulu. BU LENA MENYINGKIR KE DAPUR.basi. kemarin itu. Pak Lena (Malas membuka pintu. 24 . TAMBAH TERKEJUT MELIHAT TAMU YANG DATANG. Tamu II Saya tidak kebetulan main ke daerah sini. menoleh ke Bu Lena dengan bingung) Sebaiknya kau saja. Pak Lena (Gagap) Tidak. ini jalan tol jadi bisa sekencang apa juga.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Kau saja yang buka. tidak. Ayo masuklah. Saya khusus datang seperti permintaan. Om. Ayolah berbasa. Om. Tamu II Terkejut. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Tamu II Wah.

kami akan bayarkan semuanya. hubungannya apa? Tamu II Loh. Tamu II (Tertawa) Ini dia calon mertua yang paling hebat. Bu Lena Uang kan? Pak Lena Ya. Bu Lena Mertua? Pak Lena Ada apa dengan mertua? Tamu II (Bingung) Katanya boleh langsung ngebut? Pak Lena (Bingung juga) Tunggu dulu. asal pakai pengaman biar tidak kecelakaan. seperti janji Om kemarin. berapa yang dicuri dari kamu? Bu Lena Masalah besarnya tidak perlu risau. yang dibawa Lena. kita buang dulu basa-basi. jadi tidak mungkin kami membiarkannya mencuri uang kamu. Bu Lena Ya terus. ini soal sesuatu yang saya miliki itu. 25 . bagaimanapun Lena itu anak kami. Begini saja. Tamu II Bukankah hari ini akan saya temukan lagi.Tamu II Boleh ngebut? Pak Lena Oh tentu. Apa maksudnya ini? Mertua dan ngebut. bukankah sudah jelas Om.

sebaiknya kita cari tahu yang sebenarnya. biar jelas saja. (Menggiring Lena ke depan tv) Tamu II (Tersenyum manis) Hai Len. bertambah suntuk begitu melihat Tamu II) Ada apa? Bu Lena Ayo. Bu Lena Lena. 26 . Tante… Bu Lena Tenang. Nah. Nak. Lena (Senyum masam) Ada apa? Pak Lena Tenang. Tamu II Tapi… Pak Lena Tenang saja Bu Lena Lena! Lena (Keluar dengan muka suntuk. kami suruh dia datang sekarang. Bu Lena Tunggu dulu. santai semuanya. Begini. tapi karena kamu belum pulang. kau saja yang bicara. ada yang harus kita selesaikan. teman kamu ini kemarin sudah datang.Pak Lena Ya benar itu. Tamu II Tunggu dulu. Bu. begitulah. biar semuanya jelas (Berjalan menuju kamar Lena) Lena! Keluar kamu. dia ini datang untuk meminta sesuatu yang kamu bawa.

biar semuanya jelas. anggap saja tidak terjadi apa-apa. bagaimana ini. Jangan takut kami marah. Nak. dengan kata lain ia datang untuk menagih sesuatu yang telah kau curi. Tanyakan saja sama dia. Hey (Menunjuk Tamu II) kamu jangan sembarangan menuduh aku pencuri ya! Sampai datang ke rumah lagi! Bu Lena Sabar Nak. (Bergerak pergi) Pak Lena (Menahan) Bagaimana kamu ini. kenapa bisa kacau. berapa yang kau ambil darinya. berapa jumlahnya. (Duduk dengan sewot) Tamu II Waduh. sumpah. bukannya kamu ingin mengambil yang telah dicuri Lena? Tamu II Sudahlah Om. Tamu II (Panik) Tunggu dulu… Pak Lena Sudah kamu jangan bicara dulu. saya permisi. Begini saja. Katakan saja jumlahnya. tidak apa-apa. Lena Ahk. tenang. Pak Lena Ya katakan saja. Berapa Lena? Lena (Bingung) Lena tidak mencuri apa-apa.Pak Lena Ya. Begini saja. berapa yang dicuri Lena? Lena Ya berapa yang kucuri! Cepat bilang! 27 . Bu Lena Tidak bisa begitu. Sungguh kami tidak akan marah. biarkan saja. bagaimana ini! Lena tidak mencuri. Om. Nah. biar kita ganti.

Om. LENA TERTAWA. Om. atau apa? Tamu II Bukan itu Tante. Tante. Bu Lena Jadi apa? Bicara yang jelas! Tamu II (Malu) Lena mencuri hati saya. Pak Lena Siapa lagi itu. bukalah pintunya. perhiasan. Pak Lena Kok malah menyalahkan. saya itu senang sama Lena tapi Lenanya belum memberikan jawaban. Saya pikir Om sudah mengerti dengan yang saya maksud. Lena tidak mencuri uang tapi… Bu Lena Tapi apa? HP. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Saya sudah coba jelaskan. kamu bolak-balik ya mencari aku? 28 . PINTU TERBUKA. SEMUANYA TERKEJUT. Sejak tadi dan malah kemarin saya sudah ingin jelaskan tapi Om tidak mau mendengar. Lena kamu yang buka. Dengan kata lain. Tamu II Benar.Tamu II (Takut) Tidak ada… Pak Lena Apa! Tamu II Lena tidak mencuri uang. Lena Aku baru saja pulang.

tidak baik terus di depan pintu. Pak Lena Masuklah. Tamu I Terima kasih Tante. Bu Lena Siapa Len? Lena Teman Bu Lena Bawa temanmu ke dalam. nanti di dalam. Lena Ayolah masuk Tamu I Bayar dulu utangmu. biar saling bertemu semuanya. kalau utang cepat bayar dong! Lena Ala. ini urusan kita berdua. Lena Iya.Tamu I Kurang ajar. di sini saja. gitu aja sewot. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Pak Lena Suruh duduk dulu. Tamu I Tapi… Lena Tidak ada alasan (menggandeng Tamu I) SEMUANYA BERKUMPUL DI DEPAN TV 29 .

rupanya kamu. wah serba salah semuanya. Tamu I Maaf Tante. mari kita selesaikan. Om. benar tidak? Tamu II Kalau begitu saya pulang lebih dulu saja. Lena Masalah apa lagi? Bu Lena Lena. ada apa ini? Tamu I Tidak ada apa-apa. Len. Len? Tamu II Tidak… tidak. Kenapa terlihat begitu penting. Pak Lena Kalau cuma sekedar berarti tidak berulang. Om. masalah yang tadi belum selesai. 30 . merepotkan. cuma sekedar mampir. Pak Lena Ah. Tamu I Kamu mencuri uang. Pak Lena Kamu di sini dulu. temanmu ini bolak-balik mencari kamu. Lena. Pak Lena Sudahlah.Bu Lena Oh. tidak ada apa-apa. Lena tidak mencuri uang saya. kamu kan belum mengembalikan uang yang kamu curi dari dia. Om. katakan saja berapa yang kau ambil dari dia? Lena (Marah) Kenapa nggak ada yang percaya! Lena tidak pernah mencuri uangnya! Tamu II Iya.

Aku pinjam uang kamu beberapa hari yang lalu sebagai bekal lari dari rumah. Seperti yang sudah terkatakan tadi. lalu uang siapa yang dicuri atau dipinjam? Tamu I Bukan uang saya. hati saya yang dicuri. Tante. Lena Hey! Pak Lena Tunggu dulu. Tidak. Tamu II Kapan? Lena Bukan kamu! Tamu I Tidak. Lena Hey! Jangan bohong kamu. Dan.Lena Dengar itu! Lena tidak pernah mencuri! Lena cuma meminjam uang. ada apa ini? Bu Lena Ya. Om. saya tidak ada hubungan dengan uang. Tante. Bu Lena Berarti uang kamu? Berapa? Tamu I Tidak ada. Lena tidak pernah meminjam uang. yang benar yang mana? Mencuri atau meminjam. Lena Hey! Tamu II Sudah jelas. bukankah kamu datang kemari untuk menagihnya? 31 .

aku tidak beri tentunya. kamu mau membantunya lari kan! Lena Diam kalian! Kalian (memandang orang tua) lihatlah anak kalian ini! Apakah kalian hafal setiap tahi lalatnya? Apa kalian tahu yang diinginkannya? Pandang aku melalui mataku jangan pandang aku dengan mata kalian! Bu Lena Kenapa kamu harus lari. Lena Ini bukan piknik…(menangis) BU LENA DAN PAK LENA LANGSUNG MENDEKATI LENA. Pak Lena Jika memang ingin lari. Kalau aku tahu kamu pinjam uang untuk lari. lihatlah orang tuaku ini kawan-kawan. kamu kan bisa permisi dulu. Tamu II Kamu lari dari rumah? Kenapa tidak bilang padaku. Aku benci! (marah mendekati menangis) Tamu I Aku tidak tahu. tidak perlu kamu pinjam uang kawan. aku pinjami kamu uang bukan untuk itu. Bukankah hidup di luar itu lebih berbahaya. Aku lari dari rumah pun mereka tidak tahu. Yang mereka pikirkan semua baik-baik saja. Nak? Lena Lihat. ah… Tamu I Kenapa. Len.Bu Lena Bekal lari? Pak Lena Lari dari mana. Aku. Nak. 32 .

sebaiknya kita menyingkir. (Menyadari Tamu I dan Tamu II telah hilang) Bagaimana ini. Kami bingung. Lena (Sambil menangis) Bukan uang… Pak Lena Jika begitu mengapa menangis? Bu Lena Diamlah. Nak. TANGIS LENA SEMAKIN MENJADI. Uang yang kamu pinjam akan kita ganti. jangan menangis. Pak Lena Diamlah. Len. Lena Lena tidak pulang selama ini karena Lena merasa tidak punya rumah. mereka telah hilang. Tamu II Uangmu… Tamu I Sudahlah… TAMU I DAN TAMU II PERGI DENGAN CEPAT.Tamu I (Menarik Tamu II ke sudut lain) Urusan keluarga. Ceritalah. Uangnya belum kita ganti. sebaiknya tidak perlu. Bu Lena Tidak punya rumah? 33 . Tamu II Kita harus permisi dulu Tamu I Kalau keadaannya seperti ini. jangan menangis terus.

semuanya selalu dihitung dengan uang. Kalian sibuk dan Lena pun sibuk sendiri. Bu Lena Kita salah mendidiknya… Pak Lena Sebenarnya kita bermaksud baik. Pak Lena Membebaskan kamu bukan berarti tidak perhatian. Nak. Lena benci. kami rasa itu yang baik. rumah ini segalanya dihitung dengan uang. maka kami ingin kamu tidak seperti kami. tidak ada pembicaraan yang menyenangkan. Tidak ada yang perhatikan. BU LENA Siapa lagi? SELESAI Yogyakarta maret-april 2006 34 . rumah yang kami bebaskan untukmu. PAK LENA MENUJU PINTU DAN MEMBUKANYA. SAHYDU BEGITU TERASA. kami tidak ingin mengekang. Dulu kami dikekang orang tua kami dan kami tidak suka. mengekangnya juga bisa salah… TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Siapa lagi? TERDENGAR KETUKAN PINTU. Lena butuh rumah yang benar-benar rumah! Bu Lena (Menangis) Maaf ya. Lena (Lari masuk kamar) Seharusnya kalian jadi orang tua yang benar-benar orang tua! MUSIK PERLAHAN. Rumah ini rumah kamu.Lena Ya. BU LENA TERUS MENANGIS. Mungkin selama ini kami tidak memperhatikan kamu. tapi salah juga… Bu Lena Kita harus bagaimana? Membebaskannya salah.

BANGAU 7.NASKAH TEATER REMAJA “KONGRES UNGGAS” KARYA : APRIS PELAKU : 1. KAKAK TUA 12. SWAN SONG 14. NONA ITIK 8. GAGAK 11. KASUARI 6. NY. PELIKAN 15. JOKO PERKUTUT 16. SAWUNG JAGO 13. NY. NONA MERPATI 9. ANGSA 2. NYI CENDRAWASIH 17. NONA ITIK 10. KUTILANG 5. NONA BEBEK 4. NY. BABON 3. NYI KUNTIL JUARA II LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2006 35 . NY. NY.

kedudukan atau uang. SAMBIL MELAHAP HIDANGAN YANG DISAJIKAN. Dia bilang jago-jago kita tambah gila saja. Kalau punya pangkat. Tidak peduli perasaan para betina yang dikawini. Babon : : Sedang membicarakan apa. TIDAK LAMA KEMUDIAN. ARISAN. cantik dan agak menggoda. ya main perkosa. Nah. para jago kita tingkat kegilaannya sudah sangat tinggi. Itu lho Jeng Bebek aneh-aneh saja. (TERTAWA LAGI. Jeng Bebek juga mengatakan. kalau tidak punya semua itu. BANGAU. kedudukan dan uang. MEREKA SEDANG ASYIK NGRUMPI NONA ITIK. DUDUK MENYENDIRI DI SALAH SATU SUDUT RUANG ITU DENGAN ANGKERNYA. Padahal. Kalau tidak punya pangkat. Mana ada gila kok tinggi. Kata Jeng Bebek lagi. mereka akan kawin dimana-mana. BANGAU. Lantas.KONGRES UNGGAS BABAK I RUANG TAMU MEWAH SEBUAH BANGUNAN BESAR MILIK NY. penjajahan dan kesewenang-wenangan para pejantan terhadap para betina sudah keterlaluan. sejak dulu yang namanya jago itu memang gila. PUTRI NY. DISINI AKAN DILANGSUNGKAN PERTEMUAN RUTIN PARA UNGGAS. NY. (BERHENTI SEJENAK). MUNCUL NY. DITEMANI TUAN RUMAH. ANGSA BERSAMA NONA MERPATI PUTRINYA. KUTILANG. (TERTAWA). begitu Iya. Apalagi kalau melihat perempuan- perempuan muda. PENGAWAL NY. Babon : : O. cara mengukurnya bagaimana. 1. tapi merasa sedikit tampan. (TERTAWA). NYI KUNTIL. ya mengobral janji di mana-mana. benarkan. Angsa 4. kok kedengarannya meriah banget. BABON DAN NONA BEBEK. Tante. KUTILANG. Kutilang : Lho. SIBUK MELAYANI PARA TAMU. YANG SUDAH TERLIHAT DATANG LEBIH DULU NY. Angsa 2. Pejantan-pejantan kita tambah brutal dan tidak menghargai para betina sama sekali. SAMBIL TERSEDAK-SEDAK) 5. (TERTAWA) 3. 36 . DIIRINGI PENGAWAL SETIANYA JAKA PERKUTUT.

lha … gimana sih Jeng Kutilang ini. Buktinya suami saya. Tidak semua pejantan kita seperti itu. dimakan lagi hidangannya. Itu tidak tegas namanya. nanti nggak enak lho. masih ada pejantan seperti suami saya. Mereka tidak mungkin berani menyiarkan berita kalau tidak benar. masyarakat kita kan memang paling senang baca berita seperti itu. 10. Kalau tidak menyajikan hal semacam itu. Kasuari : Kalau saya pikir-pikir. Plin-plan. Lho. Babon : : Ah. RINGAN YANG PENTING NGRUMPI. itu kan memang kerjaan wartawan dan lahan penghidupan media massa. Yang penting kan laku dijual. Babon : Tapi tidak semua pejantan seperti itu. dengarkan radio atau nonton televisi. Jeng Kasuari dan Jeng Angsa. Buktinya. Angsa : Saya kok setuju dengan Tante Babon. tidak pernah ngobral nafsu dimana-mana. 7. merugikan atau menguntungkan orang lain. tidak begitu. (TERTAWA SINIS SAMBIL MEMANDANG BERKELILING. Iya kan. Nyatanya hampir setiap hari koran-koran. suami Jeng Kutilang. Masih banyak yang memiliki moral bersih. Mana mungkin mendukung saya. radio dan televisi menyajikan berita kebrutalan para pejantan kita. Siapa sih yang tidak tahu prinsip media massa. Babon : Ah. 11. Bebek : Jumlah itu belum bisa dijadikan bukti. 12. Sudah. menghibur diri bagaimana. pasti berdasarkan sebuah fakta. Bangau : Waduh. ngobrolnya kok jadi serius begitu. ya tidak akan ada yang beli koran. 13. Itu kan kenyataan. Apa yang dimuat koran. PEMBICARAAN MEREKA DIALIHKAN KE HAL-HAL YANG LAIN. Tapi ucapan Tante Babon juga betul. Bebek 9. Jeng Bangau. Babon : Eeee. Mas Sawung Jago. pendapat Jeng Bebek itu benar. 8. JOKO PERKUTUT ASYIK MELADENI NONA MERPATI DAN NONA ITIK BERSENDA GURAU. ANGSA) 15. Lagi pula. DI SUDUT LAIN. biarpun punya derajat dan uang. diberitakan di radio dan ditayangkan di televisi. kok juga mendukung Jeng Bebek. itu hanya menghibur diri. Angsa : Ya. MENCARI DUKUNGAN) 37 . pokoknya bisa dijual. Nggak peduli benar atau salah. Bebek : Mungkin saja. Kalau terlalu dingin. YANG SESEKALI DILIRIK OLEH NY. (SEMUA DIAM UNTUK BEBERAPA SAAT. Ayo. 14. Mbakyu. MEREKA ASYIK MENIKMATI HIDANGAN YANG DISODORKAN OLEH TUAN RUMAH.6. 16. Jeng.

Angsa : Dalam dunia keilmuwan. 38 . 25. yang terbaik bagaimana. Bangau : Benar. Lantas. Berarti yang bejat hanya seekor dan yang baik juga hanya satu ekor. Kita memang tidak boleh seenaknya sendiri. 19. bisa benar atau salah semua. Benar semua atau salah semua. atau istilah ilmiahnya menggeneralisir setiap persoalan. Saya kok jadi bingung. 18. baik cetak maupun elektronik. karena memang tidak semua pejantan bermoral bejat. benarkan apa yang saya katakan. 23. Ah. Pendapat atau ucapan yang disampaikan. 20. Angsa : Jeng Babon juga tidak bisa menyalahkan Nona Bebek. Dalam setiap persoalan. Wong suami saya tidak begitu. Babon : Jeng Angsa ini aneh. Kita tidak boleh mendua. MESKI ADA BEBERAPA YANG TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI). Tidak bisa dijadikan dasar analisis. Jadi. padahal yang melakukan hanya seekor pejantan. Babon : Wah. Nah. Menyamaratakan. Segala sesuatunya harus kita teliti dan kemudian kita analisis. Malah jadi tidak nyambung. Kan tidak mungkin salah semua atau benar semua. tapi juga benar. Sementara Tante Babon benar. Jeng Bebek juga dinilai begitu. Dus. Angsa : Begini lho Jeng. Asal bicara. mengatakan semua pejantan kita sudah bejat moralnya. tapi benar berdasar fakta atau penelitian. Mungkin Jeng Angsa bisa menjelaskan. kita tidak boleh mengungkapkan statement secara ngawur. tidak tahu saya. hanya karena suami Jeng tidak begitu. (SEMUA YANG HADIR MANGGUT-MANGGUT. 26. untuk mengetahui apakah pendapat atau ucapan itu benar atau salah. Pasti hanya satu yang salah dan satunya benar. Bangau : Iya. kita seharusnya hanya mendukung salah satu pihak. Angsa : Saya setuju dengan pendapat terakhir. Kita tidak bisa seenaknya sendiri. Salah semua atau benar semua. Tidak bisa keduanya. to. Bisa runyam nanti. 24. belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kasuari : Yang saya maksudkan begini. 21. Babon : Lha. kok. Saya dinilai salah. selalu menyajikan kebrutalan para pejantan kita. Saya juga jadi bingung. hal itu bisa saja terjadi. sehingga kami jadi mudheng. 22.17. ini gimana. Jeng Bebek benar karena semua media massa.

Paling tidak ya sebagai ibu rumah tangga dan istri. Apalagi menyangkut sekelompok kaum. itu ide gila. 28.maka harus diadakan penelitian. Paling tidak ya harus lewat forum musyawarah nasional atau bahkan musyawarah internasional. Bebek : Ya ndak bisa hanya sesederhana itu kalau masalahnya menang luas dan besar. Kok jadi tambah ruwet begitu. Kalau semuanya mau tinggal disini lebih lama dan berbincang-bincang. Pembicaraan sederhana kok tiba-tiba jadi ruwet begitu. Masak hanya dari omong-omong harus begitu panjang dan lama penyelesaiannya. 36. sampai harus mengadakan penelitian dan musyawarah segala. mana yang salah. 27. 31. tinggal setuju atau tidak. juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Di samping memakan waktu lama. Iya. waduh. tanpa tahu ujung pangkalnya dan tidak mengerti mana yang benar. 34. Babon : : Waduh. 35. 29. Bangau 30. 32. Kutilang : Melakukan penelitian. Harus lewat penelitian. Tapi seperti kata Tante Babon tadi. Bangau : Kalau saya tidak jadi masalah. Kalau saya lebih setuju mengumpulkan betina dari seluruh dunia dan mengadakan musyawarah untuk membuat resolusi. Kita harus melakukan penelitian untuk menjernihkan persoalan ini. Kami kan masih punya kegiatan lain. Apa kita mau disini seharian hanya untuk memperdebatkan hal yang tak kita ketahui. Angsa : Itu kalau nyonya-nyonya di sini mau menguji kebenaran dari apa yang sudah diperbincangkan tadi secara ilmiah. akan sia-sia saja. Babon : : Wow. Sementara. Babon : Wah. Bangau 37. bagaimana dengan aktivitas kebabonan kita. 33. kita hanya bicara dan berdebat terus. Dus. Kalau saya. mengumpulkan betina dari seluruh dunia? Ck … ck … ck. hasilnya sulit diyakini kebenarannya. Kalau tidak. kok jadinya malah ruwet. Kasuari : Saya setuju dengan pendapat Jeng Angsa. silahkan. Babon : Ya jelas tidak mau saya. Lalu biaya untuk menyelenggarakan acara itu cari di mana? 39 . berarti butuh waktu yang cukup panjang dan dana yang agak besar. Cara yang terbaik yang seperti yang dikemukakan Jeng Angsa. Kalau Jeng Bebek bagaimana.

41. Tidak usah macem-macem. Dalam susunan yang kalian buat nama saya kan tidak ada. 46. (MUNCUL NY. NY. Babon : Meski kamu tidak tercantum dalam daftar panitia. kan tidak ada jeleknya. NY. NONA ITIK. KASUARI. NYI KUNTIL. Masak kumpul sama jago kampung yang tidak berprestasi. Kasuari : Bagaimana nyonya-nyonya. 40 . Selama ini.38. Babon : : Orang seksi konsumsi kok panitia inti. Masih dialiri darah biru. DI BERANDA. BANGAU. Babon : Mas. NYI CENDRAWASIH. MASIH TAMPAK LENGANG. Panitia yang ngurusi konsumsi. Kalau sekali-kali kegiatan para babon dibiayai negara. apakah semuanya setuju dengan gagasan. TAMPAK JOKO PERKUTUT. (TIDAK LANGSUNG TERDENGAR JAWABAN. ndak masalah. Saya kan malu. BERSAMA SAWUNG JAGO SUAMINYA. Sawung Jago : Habis. 42. kalau para pejantan mengadakan acara pasti membebankan seluruh biaya pada negara. Sawung Jago : Sudahlah. Lho. Lha kok saya disuruh kumpul sama jago-jago teras. Soal kumpul dengan siapa. saya kan termasuk panitia inti. 39. DENGAN PAKAIAN YANG SERONOK. 43. Setidak-tidaknya kamu masih trah dalam. apa acara ini nanti bisa berlangsung sehari penuh kalau tidak ada konsumsinya. Bagaimana nyonya-nyonya setuju? 40. Sawung Jago 45. Jangan hanya menyendiri di belakang. Bebek : Kita bebankan pada negara. saya kan tidak terdaftar sebagai panitia. Koor : Setuju ………………………… BABAK II SEBUAH RUANGAN BESAR ATAU LAPANGAN YANG CUKUP RINDANG. Jeng Bebek. kumpul sama jago-jago teras kita. MEREKA MASING-MASING SIBUK BERBICARA SENDIRI-SENDIRI). NONA MERPATI DAN NONA BEBEK) 47. Ada dalam acara ini. Yang penting konsumsi. Kasuari : Jeng Babon sudah datang. ANGSA. 44. TAPI RUANGAN ITU SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA UNTUK KEPERLUAN MUSYAWARAH ATAU SEMINAR INTERNASIONAL. Pokoknya saya hadir. TAMPAK TANTE BABON. sana ikut nimbrung.

iya. (TIBA-TIBA KAKAK TUA DAN GAGAK MASUK SEHINGGA MENGAGETKAN SAWUNG JAGO) 57. ketika aku sedang mengincar Merpati dan Itik. Sawung Jago : Namanya juga usaha. YANG TINGGAL HANYA SAWUNG JAGO). kamu datang merebut. Sawung Jago : Tidak apa-apa. Angsa : : : : Lho. diurusi Nyi Cendrawasih dan Nyi Kunti. Nona Merpati : Saya dan Nona Itik sudah berembug dengan Mas Joko Perkutut. Kasuari 50. Bagaimana konsumsinya. pencuci mulutnya belum terbayar. lumayan meski tambah kurus. Yang melayani juga harus spesial. Mas Joko Perkutut tidak senang kalau dibuatkan konsumsi seperti jago kebanyakan. 55. yang kerja hari ini sudah disiapkan konsumsinya atau belum. Mereka kan sudah mengajukan anggaran sendiri. Kakak Tua : O. Kan kemarin anggarannya tidak masuk ke anggaran saya. Babon 51. (PERGI SAMBIL MARAH-MARAH. dari dulu bisanya hanya petok-petok. Lantas. 52. Kini. Ya yang tua. lho Mas. ya belum. Babon 49. Kakak Tua : Kakang Sawung Jago malah sudah sampai disini. Maklum. Masih muda mau seenaknya. kan sehatsehat saja? 60. kamu lagi-lagi nimbrung. kakang Sawung Jago ini ada-ada saja. Untuk jago lainnya. Ah. ya yang muda. Jeng? Pokoknya beres. jadi ya tidak sempat kemana-mana. Kang? 62. Sawung Jago : Babon. Ada-ada saja. Mas. Kami menyediakan diri sebagai sukarelawan. 59. Joko Perkutut kan jadi urusan saya. 56. Jadi segalanya harus serba spesial. Waktu aku mengincar Angsa. Sawung Jago 61. dia kan mahasiswa. Maaf. Bagaimana kabarnya. Babon : Lha. Kakak Tua : : Yah.48. Kami yang ngurus konsumsinya. Saya yang dipilih jadi penerima tamu malah datang belakangan. 54. 58. 53. kita harus kerja makin keras. ya jelas dong. dan Joko Perkutut. Tadi sekalian mengantar istri saya. 41 . Kok lama ndak kelihatan itu kemana saja. jadi ya agak pagi berangkatnya. Lama tidak bertemu. Hanya saja. Angsa : Kalian berdua ini memang lancang. Sejak dulu. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Nona Itik : Iya. nasibmu baik benar.

(TERDENGAR TEPUK TANGAN RIUH). Untung keduanya cukup lincah dan gesit. Kakak Tua : Yah. Maka wajar kalau manusia wanita rela disewenang-wenang manusia laki-laki. yang nantinya akan menetapkan aturan main bersama penguasa. Agar mengetahui wewenang. Ini yang tidak pernah anak-anaknya. Bahkan mencarikan makan anak-anak kita. Gagak : Memang benar. Kita tahu bahwa para jago dimana-mana senang wayuh. MATANYA MELOTOT MEMANDANG. Kemarin Itik dan Merpati yang dapat giliran dikejarkejar mau diperkosa. MAKSUDNYA MAU MARAH. Apalagi di dunia manusia ada peribahasa: surga dan neraka ikut laki-laki. begitulah yang namanya jago. Sudah punya istri resmi dan beberapa simpanan. Kita berbeda dengan yang namanya manusia wanita. para betina akan datang sendiri. maka para betina di seluruh dunia harus bersatu dalam sebuah wadah. (SAWUNG JAGO TIDAK MENJAWAB. Melihat situasi dan kondisi. Tidak angon situasi. kok kakang kemarin sepertinya serius mengejar musuh. Saya juga lihat sendiri cara kerja Kakang Sawung Jago. sehingga sangat tergantung pada manusia laki-laki. Padahal kita bisa mencari makan sendiri. 64. Bedanya. Kenapa mereka tidak menghargai kita. Pakai kejar-kejaran segala. Tidak usaha dikejar-kejar. Lebih-lebih kalau masuk klasifikasi pejantan. tidak ada peribahasa semacam itu. ACARA PERTEMUAN DIMULAI 65. Kakang Sawung Jago itu aneh.63. TAPI TIDAK JADI. ANGSA TAMPIL BERBICARA) 42 . benar-benar keterlaluan. dan menyampaikan resolusi. TIBA-TIBA NY. ada yang bisa lebih menjaga diri. LANTAS PERGI MENINGGALKAN KAKAK TUA DAN GAGAK YANG TERSENYUM SINIS). dan para jago tahu yang namanya keadilan. Mereka kebanyakan tidak bisa cari makan sendiri. (TEPUK TANGAN MERIAH LAGI. grusa-grusu. (TERDENGAR TEPUK TANGAN LAGI). Tapi ada juga yang tidak mau menjaga diri. SETELAH MENDENGUS KESAL. kok ya masih senang mengejar ayamayam dara. Berbeda dengan kamu. Tapi kenapa kita malah diperlakukan sewenang-wenang mempedulikan oleh para jago. sehingga tidak tertangkap oleh si tua bangka itu. Ini berarti mereka tidak menghormati para betina. karena salah kita sendiri. Tapi di dunia kita. Yaitu mau menerima perlakuan sewenang-wenang mereka. Apa pengusaha sekarang juga diajari perang-perangan. Bebek : Saudara-saudara betina. Ujas-ujus.

Karena dinegaranya memang kekurangan wanita dan terlalu 43 . Hal itu terus berlangsung sampai kematian menjemput mereka. Kedua. Swan Song : Kami memahami betul apa yang disampaikan kedua betina terdahulu. Kami justru punya usulan. masing-masing bisa saling menghargai satu sama lain. (TERDENGAR GERUTUAN DAN MAKIAN). bagaimana. Tidak perlu menang-menangan. Ini benar-benar tidak adil dan harus dihentikan. Kini kami mulai memasuki kehidupan yang sangat bebas. kita harus secara aktif mengadakan pendidikan. tanpa harus memikirkan pernikahan. Masak kaum betina kami selalu dikurung secara bergerombol dalam satu kandang dan tidak pernah diberi seekor pun jago. Drupadi itu suaminya lima. Tapi itu masa lalu. wewenang. membuat resolusi buat manusia yang memperlakukan bangsa kami dengan semenamena. Seandainya dalam sebuah kelompok ayam ternyata jumlah jagonya lebih banyak dibanding betinanya atau sebaliknya.66. memang perlu dipertimbangkan kembali. Soal wayuh. serta tugas para betina maupun jago dalam pergaulan hidup sehari-hari. Kita perlu mencontoh wayang. Maklum. Pelikan : Saya setuju dengan Swan Song tadi. kami dari masyarakat modern. kami dari negara yang sudah sangat modern. unggahungguh dan semacamnya adalah nonsens. Jadi soal tata tertib. tapi setiap hari diharuskan bertelur. Pertama. Angsa : Saudara-saudara. jago dan betina punya hak sama dalam perceriaan. Para betina punya harga diri yang patut diakui para jago. Menyambung langsung apa yang baru saja disampaikan Nona Bebek. Kami bebas melakukan hubungan. Betina bisa melayani selusin jago. tanggungjawab. kita harus selalu mengkampanyekan bahwa betina bukan hanya sekedar pabrik telur yang bisa diperlakukan sewenang-wenang. 68. kita harus menyusun sebuah resolusi yang isinya antara lain: jago satu hanya boleh memiliki atau mengawini seekor betina. yaitu Pandawa. (TEPUK RIUH) 67. Ketiga. Ingat. saya sampaikan beberapa catatan penting. Terlalu usang dan ketinggalan zaman. Kami pun dulu tak terhindar dari keadaan dan situasi semacam itu. Perkawinan bukan lagi hal yang penting. Harap jangan berisik. Dengan demikian. begitu pula sebaliknya. Bikin resolusi yang memprotes sistem manusia memelihara ayam. melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang hak. Sama sekali tidak hewani.

TAMPAK ASYIK. Maklum. tapi karena keadaan yang memaksa. dimana jumlah wanita dan pria seimbang. Malah sampai disini. Dari mana. 73. 6. 72. Betina tidak boleh wayuh. Bagaimana pada semua yang hadir. disepakati berdirinya perkumpulan betina se dunia yang diberi nama KONGRES UNGGAS SE DUNIA. Babon : Tidak dari mana-mana. Betina yang dipelihara oleh manusia untuk tujuan penghasil telur. 5. NY. Katanya untuk meningkatkan usaha. 2. Jeng. Mari Mbakyu. apakah pembentukan wadah dan isi resolusi disetujui. Babon 71. Kasuari : Sama. (TERDENGAR JAWABAN KOOR SETUJU). 70. Kasuari : Dan Mbakyu mempercayainya. MALAM BULAN PURNAMA. MEREKA BERDUA NGOBROL. 75. namanya saja wiraswasta. 3. Di rumah sepi sekali. Kasuari : : Ngalamun. BLACK OUT BABAK III FADE IN TERAS SEBUAH RUMAH. kok jam sekian masih di luar. Babon : Yah. Apa Sawung Jago sering pergi? 74. Saya memang sengaja kemari untuk ngobrol. seperti yang dianut ayam ras. 69. yang disepakati : 1. Usulan betina lokal baru bisa dijalankan kalau situasinya seperti di Madura dan Awangga. TIBA-TIBA DATANG JENG BABON. Jago boleh menceraikan betina. KUTILANG DUDUK TERMENUNG SEORANG DIRI. harus tetap diberi jago yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah betina. enggak kok. karena di Drawati kekurangan pria dan terlalu banyak wanita. Kasuari : Untuk menyatukan para betina di seluruh dunia. silahkan duduk. Manusia dilarang membudidayakan ayam seenaknya sendiri. Betina bisa menceraikan jago. Ah. 4. SEMENTARA SUASANA TAMPAK LENGANG DAN SEPI. Begitu pula yang dipelihara untuk diambil keturunannya. ya Jeng? (AGAK TERKEJUT). begitulah. Jadi ya sering pergi. 44 . Mbakyu. Sementara Kresna istrinya tiga. Dengan kata lain. Rumah saya sekarang juga sering sepi. wayuh hanya diperbolehkan bukan karena kebutuhan seks semata.banyak pria. Jago tidak boleh wayuh.

ya nglonjak. selingkuh. TAPI KEMUDIAN MENGHIBUR DIRI SENDIRI). Sejak adanya Perkumpulan Betina Mardika dan resolusi yang dihasilkan beberapa waktu lalu. Dikasih kesempatan. sejak sebelum musyawarah yang baru lalu dilaksanakan. 80. 85. Dan betina seperti itulah yang sering ngrusak tatanan. saya tidak pernah menaruh curiga. 86. Bilangnya nglembur. Babon : Masak ada betinayang punya watak seperti itu. Kasuari : : Walah. Jeng Kasuari kok jadi begitu. Kalau suami saya pamit keluar rumah sampai menginap. Bermuka dua. gitu. Tidak pernah percaya sama manusia lain. TAPI SAYA PERCAYA SAMA KESETIAAN SUAMI 45 . Tapi di belakang. Babon 83. Babon : Jangan-jangan … (AGAK GELISAH. meski pergi dari rumah sampai berhari-hari. ndak tahunya kencan dengan betina lain. Lagi pula. Para betina juga banyak yang senang bermuka dua. Termasuk pada suaminya sendiri. Kasuari : Saya juga dulu punya pandangan yang sama dengan Mbakyu. tidak-tidaknya kalau mereka nyeleweng. Dia tidak pernah menyeleweng. Amit-amit. Ini serius. entek ngalas. Ya entek omah. Jeng. Jangan-jangan malah sampeyan yang sudah ketularan penyakit manusia perempuan. buat apa tidak mempercayai suami yang terus keluar rumah untuk mengembangkan usaha. istilah apalagi itu. Senangnya kok guyon. Artinya. dong. Jeng? Ya bukan hanya para jago yang punya watak buruk seperti itu. Paling-paling untuk meningkatkan karier. Kalau suami kita beri kepercayaan penuh. suami saya merupakan tipe jago yang setia. Babon : Ya jelas. Curigaan saja kerjanya. di muka orang banyak sangat berapi-api membela dan memperjuangkan hak kaumnya. Mbok ya yang semeleh. Mbakyu. Kasuari : : Ah. 82. Babon 81.76. Mbakyu. Jangan-jangan suami saya sudah kelurahan penyakitnya manusia. 79. Para jago itu ndak bisa dilair-batini. Babon : Weh … weh … weh. 77. Saya tidak guyon. Merekalah yang sering memancang para jago untuk nyleweng. Jeng Kasuari ini kok ada-ada saja. 84. apa seburuk itu namanya jago. Kasuari : E … namanya jago kok diumbar. Kasuari : Tidak. kadang beberapa hari. 78. Tapi setelah musyawarah besar beberapa waktu lalu. Jangan terlalu curiga. saya jadi sering mikir.

Kasuari 92. WAS-WAS DAN TAKUT). SEPERTI TAK MENGETAHUI KEBERADAAN KASUARI DAN BABON).SAYA. Babon 97. KECEWA CAMPUR JADI SATU. ayo. Merusak tatanan. Mbok bicara to the point saja. Iya. 94. Kami melihat suami Nyonya berdua bersama Nona Bebek dan Nona Merpati. Tidak berperi kebinatangan. gawat. E … e … e. KASUARI TERSENYUM KECUT. Mbok kamu saja yang menjelaskan. Mbok kalau bicara itu yang jelas. (NY. ini ada apa. Datang-datang kok kayak orang ayan. 90. 93. Nyi Kuntil 88. TIBA-TIBA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH DATANG DENGAN SIKAP TAK MENENTU. Nyi Cendrawasih : Wong cuma anu. 95. 46 . GELISAH. Menikmati malam terang bulan yang indah ini. di taman kota. Kalian ini ada apa. TAPI SUAMI SAYA TIDAK. Nyi Cendrawasih 89. Anu apa. Nyi Kuntil : : Nganeh-anehi bagaimana. Cuma anu … e … anu … 91. bingung aku. Ayo ngomong yang benar. JAGO LAIN BISA SAJA MUDAH DIGODA. Salah satu dari kalian harus bicara terus terang dan yang sebenarnya. Kacau. ayo. 87. Apa itu. Gajah midak rapak. Bengak-bengok ndak karu-karuan. Ketika sampai di taman kota. 96. AKHIRNYA BISA JUGA BICARA). anu dheng … ah. Nyi Cendrawasih : Tapi mereka berkelompok secara terpisah-pisah. Babon : Iya. nggak ada apa-apa kok Nyonya. KOK. Ada apa. MARAH. Nyonya. gitu lho. kok. Kasuari : : : Wah. 98. 99. 100. Nyi Kuntil : (SETELAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA. Begitu saja kok didramatisir. (NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH TERKEJUT. Ya. Tidak plinthat-plinthut seperti itu. Babon : : Cuma apa. Kasuari : Sudah. tegas. Senangnya kok bikin dhegdhegan. Kasuari : Itu kan biasa. Begini. Mereka mungkin sedang jalan-jalan sekeluarga. di tempat remang-remang. Kami berdua kebetulan sedang jalanjalan. kami lihat pemandangan yang nganeh-anehi. Nyi Kuntil : Eh … oh … ah.

BLACK OUT – FADE IN LCD TAMAN KOTA MALAM HARI TERANG BULAN. (MEREKA BERGEGAS PERGI KE TAMAN KOTA UNTUK MENYELIDIKI KEBENARAN UCAPAN NYI KUNTI DAN NYI CENDRAWASIH). Ayo. BABON. Nyonya. Kasuari : Apa …! Mereka berpasangan di taman kota? 104. DI ANTARA RERIMBUNAN TANAMAN TAMAN. Babon 107. TAMPAK NY. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : Baik. Nyi Kuntil : Bukan begitu. tunjukkan tempatnya. Iya. KASUARI SERTA NY. SEMUA PASANGAN YANG SEDANG PACARAN TERKEJUT. yang namanya keluarga itu kan ya berkelompok-kelompok. Mereka berkelompok dua-dua. Nyonya. NY. ADA YANG 47 . Mbakyu. NAGATUMURUN DENGAN NONA ITIK DAN KAKAK TUA DENGAN BANGAU. 108. BINGUNG DAN LARI BERSERABUTAN. KASUARI. SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN DARI KATA-KATA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH. Nyi Kuntil dan Nyi Cendrawasih. NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH BERINDAP-INDAP MENDEKATI YANG SEDANG PACARAN. BABON BERTERIAK HISTERIS LALU JATUH PINGSAN. SUASANANYA REMANG-REMANG. Kasuari : : : Wah. DARI KEJAUHAN. Berpasangan! 103. SAWUNG JAGO BERPASANGAN DENGAN NONA BEBEK.101. benar. Kasuari 106. Biasakan. TAMPAK ENAM PASANG AYAM SECARA SILUET SEDANG BERCUMBU RAYU. Kasuari : Lho. GAGAK DENGAN NONA ITIK. JOKO PERKETUT DENGAN ANGSA. NY. 102. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : I … I … ya … 105. Kita harus menyelidikinya ke sana. MENELITI TIAP-TIAP PASANGAN DENGAN TELITI DAN CERMAT. gawat.

 T A M A T  48 . TINGGAL NY. 111. tetap saja terjadi penyelewengan. Sama persis dengan manusia. 110. suka melanggar ketentuan dan kesepakatan yang sudah dicanangkan. pelanggaran dan semacamnya. SITUASI BENAR-BENAR KACAU. 109. tapi kemudian mereka langgar. Nyi Kuntil : Memang mengherankan. KASUARI DAN NY. SEKEJAP KEMUDIAN PANGGUNG KOSONG. Senang main cinta belakang. BABON YANG PINGSAN. SERTA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH YANG BERDIRI BENGONG. KEDUANYA NAMPAK GEDHAG-GEDHEG TIDAK HABIS PIKIR. Beribu peraturan dikeluarkan dan ratusan kesepakatan disetujui. Nyi Kuntil : Begitulah ayam. SUARA TERKEJUT BERBAUR DENGAN JERIT KESAKITAN.SAMPAI BERTABRAKAN DENGAN PASANGAN ASLINYA. Nyi Cendrawasih : Mereka senang bikin resolusi. mengkampanyekan hak azasi dan mempropagandakan disiplin rasional. Memang aneh yang namanya ayam dan manusia itu.

Ia harus direbut dan diperjuangkan………sendiri! KUD TA Sebuah Naskah Teater Remaja Oleh: JONED SURYATMOKO 49 e .Juara 3 Lomba Penulisan Naskah Teater Remaja Taman Budaya Jawa Timur 2006 Karena kekuasaan tidak gratis didapatkan.

RATNA. halaman sekolah. siswi kelas III. guru pendamping OSIS. siswi kelas III. masih agak muda KEPALA SEKOLAH. siswi kelas II. mantan Jagoan KANDI. Kamar LINDA. siswi kelas II. NUNGKI. HELEN. galak. hampir pensiun IBU. mantan Jagoan MEYMEY. PAK ISWADI.PEMAIN LINDA. siswi kelas III. siswi kelas II. BUNGA. Dalam hati LINDA (selera lokal disesuaikan) 50 . idola kelas II dan III. para siwa dan siswi yang lain WAKTU Sekarang TEMPAT SMA di Indonesia. mantan Jagoan BRIAN. ibu LINDA Untuk adegan hiruk-pikuk bisa ditambahkan lebih banyak figuran. siswi kelas II. siswa kelas III.

Dengan demikian mereka bisa menguasai kantin. Murid kelas III belum rela melepaskan jabatan jagoan mereka. HELEN. Kinilah saatnya bagi murid-murid kelas II yang baru untuk melakukan kudeta merebut kekuasaan jagoan sekolah mereka. yakni LINDA. 51 . Baginya menjadi jagoan dengan jabatan hasil pemberian sekolah tidak akan membanggakan. Karena itulah kemenangan sebenarnya. Empat murid kelas II.SINOPSIS KUDETA Tahun ajaran baru sudah mulai. halaman sekolah dan juga toilet. Bunga dan Ratna sudah harus mengikuti bimbingan belajar sejak kelas II. Linda tertinggal sendiri ketika ternyata Helen juga sudah berhasil mendapatkan murid kelas III yang menjadi idola mereka. Murid kelas III yang baru akan segera menghadapi ujian nasional dan terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar. Ia juga menyadari bahwa ia harus tetap siap mewujudkannya sendiri. Satu kesempatan tersedia ketika Linda ditawari menjadi Ketua OSIS. BUNGA dan RATNA menyadari hal itu. Namun tawaran itu ditolaknya. Masalah muncul ketika ternyata aksi kudeta mereka mengalami banyak halangan. Mereka tahu bahwa mereka harus segera menyusun rencana untuk segera menunjukkan bahwa merekalah jagoan murid perempuan di sekolah.

Tidak ada suara apapun! Pelan-pelan selembar demi selembar kertas putih jatuh dari langit-langit panggung.OPENING Panggung dibiarkan lengang beberapa saat. Manuel Gondra dipaksa mengundurkan diri. tapi karena akan ada sesuatu yang berbeda. Sementara pada tahun 1912 kudeta dilakukan Dr. IBU : (melengking lagi) Asal kamu tahu. bahwa liburan kali ini aku benar-benar menginginkan masuk sekolah kembali. Ibu selalu mengingatkan aku. Lampu boleh terang boleh temaram. IBU berdiri dengan tegak di ujung kanan panggung! Memandang ke arah entah!! Ingin berkata sesuatu dan selalu ingin berkata sesuatu. berjalan perlahan ke arah salah satu kursi.sama anak sendiri ibu tega? Ibu tidak menyalahkanmu. IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!! 52 OS LINDA . Selembar demi selembar! Penonton dibiarkan menikmati jatuhnya kertas-kertas tersebut dalam diam! Setelah beberapa saat. Banyak orang yang ingin sekolah tapi tak bisa sekolah. Tahun 1921 Dr. IBU : (tiba-tiba lagi. Emiliano Gonzales melakukan kudeta tahun 1908 dan Liberato Marcial Rojas melakukan kudeta tahun 1911. Pedro Pena. LINDA : Katanya. kata ibu. seperti kebiasaan kudeta berikutnya berkali-kali terjadi. menyia-nyiakan sekolah. Ibu tidak memaksamu! Kamu bebas berkegiatan apa saja! Tapi jangan lupa belajar!!! Ketika IBU bicara. melengking dari ujung kanan panggung) Masa. LINDA muncul dengan seragam sekolah dan tas. LINDA : Ibu tidak tahu. melengking dari ujung kanan panggung) Beras sekarang mahal! Minyak semakin mahal. Kemudian. aku harus bersyukur karena masih bisa sekolah. Dengan sedikit omelan tentu saja! IBU : (tiba-tiba.. Sekolah juga mahal! Tidak ada yang murah sekarang! Jadi… kamu harus belajar dengan benar!! OS. Tahun 1904 Juan Gaona melakukan kudeta dan menjadi presiden. OS. Ia membuka bukunya. Lebih dari sepuluh kali kudeta terjadi di Paraguay. Banyak pemimpin di Negara Amerika Selatan ini yang digulingkan dan digantikan dengan paksa. Cecilio Baez melakukan kudeta. sementara aku. Kemudian duduk. LINDA : (seperti bicara pada dirinya sendiri) Setiap kali aku menikmati liburan panjang dan bermalas-malasan. Hanya ada beberapa kursi. membawa buku hariannya. OS. Ibu percaya padamu!!!! : Selama liburan aku membaca sejarah ini. dan meneruskan menulis. Tahun 1905 Dr. Bukan karena aku ingin belajar lagi.

LINDA : Tahun ini aku sudah naik kelas II. Tidak sesuatupun terjadi. OS LINDA IBU : (lebih pelan. tapi menyentak!! Panggung menjadi terang!! BAGIAN I Halaman sekolah 1. OS. BUNGA dan RATNA dengan teriakan-teriakan kegirangan. nih! Susah kalau liburan! Kerjaanya makan terus! Kita jadi gendut semua nih! Lihat! 53 . Akan ada yang membuktikan siapa yang akan menjadi siswi jagoan di sekolah ini. Ia lalu menulis kembali. Seperti ingin melarang seseorang. Juan Natalico Gonzales dikudeta dan…… IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!!Jangan!! : tahun 1989 Jendral Adres Rodriguez melakukan kudeta. Menggulingkan kekuasaan murid kelas III. muncul HELEN. Musik sepotong. hampir putus asa!!) Jangan!! PAUSE! IBU terdiam tertahan!! Mendesis-desis entah apa yang diucapkannya. LINDA : Ini liburan! Kita bebas kemana saja kan! BUNGA : Iya. Suasana menjadi gaduh. HELEN : (pamer pada LINDA) AKu tahu aku harus minta maaf! Karena aku tidak membawa oleh-oleh. Jendral Higinio Morinigo kudeta tahun 1940. Mereka harus turun!! Kelas III harus segera turun!!! Segera!! IBU : Jangan nakal!!!!!!!!! Sudah Ibu bilang. Tapi asal kalian tahu. juga tidak ingin ditanyakan! BUNGA : Memang kamu liburan dimana? Paling ke rumah nenek! Disambut ketawa yang lainnya. Tahun 1948 Dr. Tahun 1937 Dr. Aku merasa sudah waktunya melakukan kudeta. LINDA : Pada tahun 1936 Kolonel Rafael Franco juga melakukan kudeta. Felix Paiva kudeta. LINDA berhenti menulis dan melihat kertas-kertas yang masih jatuh. Jangan nakal!!! Lalu IBU berlari EXIT dengan cepat sambil terus berteriak!! Seperti tak ingin terlambat! LINDA melihat lembaran kertas terakhir jatuh. aku melewatkan liburan terindah kali ini! Tidak terceritakan. Sebelum kertas menyentuh lantai. tidak terkatakan! LINDA : Sayangnya.OS.

ini hadiah!! Aku tidak minta dibelikan kok …!!! HELEN : Tapi minta hadiah!!! Sama saja!!! LINDA : kalian merasa berbeda? HELEN : maksudnya? BUNGA : ya.sampai… LINDA : (pada BUNGA) Wah. naik kelas pakai tas baru!! BUNGA : Ih. he… he… kaya anak SD saja. Lalu masing-masing saling memeriksa satu yang lainnya..BUNGA menunjukkan badannya RATNA : Itu sih memang sudah gendut sebelum liburan! Yang lain ketawa. 54 . kaki. kalau kalian ingat…. pipi mereka. NUNGKI : (menyindir LINDA) Wah. kayaknya ada yang tidak jadi dikeluarkan dari sekolah nih! KANDI : Iya…atau jangan-jangan ibunya merengek-rengek ke Kepala Sekolah supaya dia tidak dikeluarkan….. tentu saja! LINDA : Aku merasa lebih. BUNGA juga. pinggul. MEYMEY dan KANDIi.kamu pakai tas baru ya!! He.. Suasana ribut kembali!! 2. Lalu tanpa mereka sadari muncul siswi-siswi kelas III. Masing-masing langsung diam.hm……apa ya…! RATNA : Aku tidak merasa apa-apa! LINDA : Kita sudah kelas II! BUNGA : Lantas? HELEN : aku tahu! Aku tahu! Kita jadi terasa lebih tua! RATNA : memang kita tambah umur kan? LINDA : Bukan itu! Kita merasa lebih tua karena di sekolah ini kita sekarang punya…...aku tidak akan melupakan perlakukan kakak kelas tahun lalu! Yang lain tertawa. Kalian perhatiakan murid kelas I.pengalamana buruk! BUNGA : Ehm. Kulit mereka.. Tahun lalu kita seperti itu! Dan. LINDA : sekarang kita punya adik kelas. Mereka adalah NUNGKI. HELEN : adik kelas! RATNA dan BUNGA menutup mulutnya! RATNA : Benar juga! BUNGA : Kita sekarang bukan yang paling bontot di sekolah ini.

.. idola anak-anak kelas III dan II muncul dengan langkahnya yang mantap. Juga LINDA. Ayo…. jadi pecundang? Heh? Sudah menjadi peraturan tidak tertulis. kalian para adik kelas harus tunduk pada kakak kelas! Tidak ada tawar menawar. Meminta pacaranya itu menahan pembicaraan. Teman-teman HELEN menyoraki!!! KANDI : Sebentar lagi? Tidak salah tuh? Kami masih setahun di sini! Itu artinya. LINDA : Heh! Aku tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah hanya karena pernah menjambak rambutmu dan memasukkanmu ke dalam bak mandi!! Teman-teman LINDA tertawa. Lalu BRIAN. NUNGKI : Brian. KANDI dan MEYMEY terbahak.murid-murid kelas III terlalu malas buat pacaran dengan adik kelas! Kalian kan manja! Anak kecil! Kolokan! Mereka lebih senang pacaran dengan kami!! Pada saat berbicara seperti itu NUNGKI sudah yakin benar pada omongannya.? NUNGKI : Pacar? Hm…. BRIAN : Hm……. HELEN : Kalian memang kelewatan!! Kalian sudah tua! Sudah bau tanah!! Sebentar lagi juga keluar dari sekolah ini. LINDA dan kawan-kawan tampak geram. Kalian harus cium tangan pada kakak kelas.! tapi kalian harus menghadapi jam tambahan setiap hari. Kalian harus menghadapi ujian akhir!! NUNGKI : Jangan salah! Kami masih cukup pintar untuk menghadapi ujian dan tetap menjadi jagoan!! Kalian? Hm…sepertinya masih harus banyak belajar? BUNGA : Mungkin! Tapi bagaimana dengan …. Tapi NUNGKI menempelkan jari temunjukkanya di bibir BRIAN. Nanti aku temui kamu! Ya? 55 . kami masih punya setahun untuk menindas kalian!! Tahu? BUNGA : Ya. MEYMEY mengulurkan punggung telapak tangannya seperti mempersilahkan mencium tangan. Ia menghampiri NUNGKI ingin mengucapkan sesuatu. nanti saja ya!! Aku baru sibuk mengajari adik-adik kelas ini sopan-santun dan kepribadian. Wajah NUNGKI jadi semakin marah! MEYMEY : Memang sih! Tapi emang enak jadi junior.NUNGKI.

Persiapkan dengan sungguh-sungguh. Jadi. ISWADI : Ehm…. seperti ingin mengucapkan sesuatau tapi tak jadi.. LINDA dan kawan-kawan lebih lega setelah melihat murid-murid kelas III pergi. namun kemudian dia meninggalkan NUNGKI. MEYMEY dan KANDI langsung panik. LINDA dan teman-temannya nampak geram dengan kecentilan musuhnya itu. Sudah saatnya kalian………….LINDA? : Ya. KEP.BRIAN semula agak ragu-ragu. Kamu paham? LINDA : Paham Pak! 56 . sementara KEPALA SEKOLAH keluar. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. Belum selesai RATNA mengucapkan kalimatnya. 3. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. KEP. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. MEYMEY : Bagaimana? Kalian masih belum percaya kalau murid kelas III lebih suka pada kami? RATNA : Tunggu saja saatnya!! Tapi bagaimanapun kalian sudah kelas III. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! MUSIK menghentak. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. Namun ia kembali lagi.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. BRIAN masih sempat melirik murid-murid kelas II. Teman-teman NUNGKI nampak puas. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dkk. khususnya murid-murid kelas III. BRIAN lalu EXIT. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. Mereka berlarian. P. ISWADI LINDA P. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara.

ISWADI. ISWADI : Benar begitu Linda? LINDA : Ya. Pak? HELEN : Ya.ISWADI : Baiklah. ISWADI : Belum! Tapi kita bisa memperkirakan kalau acara-acara rutin tahunan tetap akan berjalan. Dengan begitu. tentu tidak hanya kami yang menyiapkan semua ini kan. PAUSE PAK ISWADI membuang nafas panjang seperti tahu seperti apa jawaban LINDA. Untuk itu kalian juga harus membuat banyak persiapan. P. saya tidak memaksa. Pak? P. ISWADI LINDA P. Pak! Biasanya kami hanya terlbat di acara olah raga saja! Sesekali membantu anakanak musik dan teater memeriahkan suasana! Kami hanya penggembira. ISWADI : Kamu tidak ada masalah dengan kelas III kan? : (kaget) Tidak Pak! : Baik! PAK ISWADI lalu EXIT. ISWADI : Bapak tahu itu! Tapi saya mengatakan hal ini karena akan ada perubahan dengan itu. P. 4. Saya mencalonkan Linda untuk menjadi Ketua OSIS periode mendatang. LINDA : Tapi. kamu akan berubah pikiran! LINDA : Baik. Tapi kamu pikirkan lagi Linda! Kalau kamu berubah pikiran hubungi saya. Linda akan banyak mengurusi hal-hal lain juga. Saya tidak bersedia. Tapi ia teringat sesuatu lalu kembali lagi. Lalu P. LINDA dan kawan-kawan melihat kepergian P.BUNGA : Apa sudah ada undangan untuk acara-acara dengan sekolah lain. Pak! P. Dan saya yakin. Pak! Kita lihat nanti perkembangannya! PAK ISWADI lalu hendak EXIT. LINDA : Itu kalau saya terpilih. HELEN LINDA : Kenapa? : Apanya yang kenapa? RATNA : kenapa kamu tolak tawaran tadi? BUNGA : Tidak semua murid di sekolah ini ditawari Pak Iswadi menjadi Ketua OSIS!! LINDA : kalian ingin tahu kenapa? 57 . Begitu guru mereka itu pergi. P. LINDA : Kalau begitu saya mengundurkan diri saja sebelum dicalonkan. Ia hanya melihat LINDA dan teman-temannya.ISWADI : Saya yakin kamu yang akan terpilih.

memberi mereka waktu untuk berpikir. Alasan kedua adalah. jago main gitar. jangan nakal! 58 . BUNGA : wah. jago bikin film pendek dan. kamu cari mati! RATNA : Mana bisa kita mengalahkan kelas III. Masih diam. RATNA : tapi kelas III bakalan marah besar! LINDA : Ya. aku akan mengajak kalian untuk menghajar anak-anak kelas III. Linda melihat teman-temannya. Muncul IBU menyeberang panggung sambil berteriak IBU : Sudah Ibu bilang. tapi mereka tidak akan berani berbuat apa-apa. kita yang akan teriak-teriak di kantin. LINDA : Percaya deh!!! Kelas III sudah tidak punya gigi. aku lebih memilih kalian! HELEN : Tapi Lin. kalau aku menerima tawaran menjadi ketua OSIS. Ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkan mereka. Ini waktu yang tepat. Jadi. LINDA : Sekarang kalian pikir! APa kalian tidak risih melihat kelas III yang sok tua itu menguasai kantin! Makan sambil teriak-teriak seperti di rumah nenek mereka sendiri? Apa kalian mau setiap kali dapat giliran terakhir di toilet sampai antrian kelas III habis? Kalian mau. semua murid ganteng kelas III yang jago basket. dan menganggap kita hanya anak-anak lulusan SMP? He? Ketiga kawanya diam. jago game online semua jadi pacar kelas III. … LINDA : Itu baru alasan pertama. Gak ada waktu untuk nonton DVD bareng kalian. Heh… Ketiga kawannya diam. BUNGA : Kenapa? Karena Kepala Sekolah sudah kasih peringatan supaya mereka siap-siap ujian nasional? LINDA : Persis!!! Mereka tidak akan berani ambil resiko. Kelas I tidak akan berani mengganggu kita karena mereka masih baru.Ketiga temannya mengangguk LINDA : Karena. LINDA : Aku tidak mau! Aku yakin sekarang saatnya menjatuhkan mereka. Kalian lihat tadi bagaimana sebentar lagi mereka bakalan kerepotan menghadapi ujian nasional? Ini saat yang tepat! HELEN : Lantas apa rencanamu? LINDA : Mulai besok. aku tidak akan punya waktu untuk bertukar jajan dengan kalian waktu istirahat.

BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Sedang apa kamu? : Sedang nunggu teman. Musik menghentak. Ini aku. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Haloooo…Linda? Kamu masih di sana? : Hm…hm…. AKu tahu kamu tidak gugup.ya! : Tidak perlu gugup! : Ak…aku…tt…idak…. hendak menulis sesuatu. Lalu HP-nya berbunyi. Mencari sesuatu. : Aku mengganggu ya? : Hm…belum! : (tertawa) Kamu lucu! Dan. LINDA nampak sedang membuka-buka tasnya. BRIAN! LINDA menutup mulutnya. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Halo? : Halo. Aku tahu dari suaramu. menjauhi HP di dekat mulutnya.. PAUSE. Melihat gelagat aneh pada BRIAN! 59 . BAGIAN II Kamar LINDA 1. Tapi wajah LINDA menangkap tanda bahwa ia mendapat dukungan mereka.gu…gugup!! : Ok.IBU lalu EXIT. LINDA masih memberi waktu. LINDA mengambil nafas panjang dan membuangnya ke samping. Ditemukannya buku harian. Lampu BLACK OUT. Di ujung panggung yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon LINDA. Lalu buru-buru merapikan diri.juga cantik! LINDA hanya diam. Linda! : Siapa ya? : Apa penting kamu tahu siapa aku? LINDA : Penting! Karena kamu menelepon aku! BRIAN : Simpan nomerku. LINDA : Bagaimana? Mereka tidak menjawab. Dibuka.

IBU : Sering-seringlah main kemari.. teman-temanmu sudah datang! : Sebentar.aku tidak bisa! : kenapa? : Pokoknya tidak bisa! Sudah ya! LINDA menutup telepon! BRIAN di ujung pangung yang lain kaget. HELEN dan BUNGA muncul. Dari arah panggung lain (arah dimana Ibu EXIT).. Berdiri di pintu kamar LINDA. Ia membuang nafas panjang lalu EXIT. Bu! : Ibu suruh mereka masuk ya? LINDA : (berpikir sebentar) YA! IBU EXIT. dia sudah menunggu kalian di dalam kamar! Tante tinggal dulu ya! BUNGA : Baik.BRIAN LINDA : Kamu besok malam ada acara? : Hm…Dengar BRIAN! Aku …aku tidak bisa! IBU muncul menghampiri LINDA yang sedang menelepon. LINDA meneruskan menelepon. Ajak Linda belajar! Tuh. IBU LINDA IBU : Lin. 2. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA : Siapa tadi? : Ibuku! Temen-temanku sudah datang. Tante! IBU lalu EXIT. IBU tertawa senang. katanya! : Apa yang mau kamu ucapkan tadi? : yang mana? : sebelum Ibumu datang. : …aku Cuma mau bilang kalau. IBU : Kalian pasti semakin banyak tugas sekolahnya ya? HELEN : Memang. IBU. HELEN dan BUNGA masuk kamar LINDA.ada masalah! LINDA : Masalah apa? 60 . LINDA : Lama banget? HELEN : Hm. Tante! Tapi kalau dikerjakan bersama kan jadi mudah.

Masing-masing tidak tahu apa yang harus dilakukan. peluangnya lebih besar! PAUSE BUNGA : Maaf ya! Aku tidak bisa ikut! LINDA : Tapi kalau kita nongkrong di kantin kan kamu masih bisa ikut? BUNGA : kayaknya tidak juga! Ayahku menitipkan aku ke sekolah! Aku memang masih bisa ke kantin. BUNGA : Maaf. Tapi hanya untuk istirahat! Tidak untuk menyerang kelas III. tapi katanya belajar kelompok tidak menjamin aku dapat universitas bagus. ya Lin! LINDA : Tidak apa-apa! Kita masih ada bertiga! 61 . PAUSE HELEN : Sebenarnya kita kan bisa belajar kelompok. Karena aku semua berantakan! LINDA : Kalau boleh tahu kapan kamu tahu kalau kamu bakalan ikut bimbiungan belajar? BUNGA : Sejak minggu terakhir liburan! HELEN : Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama? BUNGA mengangguk. Tapi yang sekarang ini sudah keputusan final. PAUSE Suasana menjadi kaku. Aku tidak bisa menawar lagi. LINDA : memang kalau bimbingan tes kamu dapat jaminan? BUNGA : tidak juga! Tapi kata ayah. Aku tidak akan punya waktu lagi! Aku akan jadi sesibuk Ketua OSIS. Atau mungkin…lebih sibuk! LINDA : Kamu tidak bisa menawar? BUNGA : Menawar itu berarti melawan! Melawan berarti mencari mati! HELEN : (pada LINDA) Lalu apa rencanamu? LINDA : harus tetap dilakukan! Hanya Bunga yang tidak bisa! Kita masih bertiga! BUNGA : Maaf ya Lin. BUNGA : Aku sudah katakan itu pada ayahku. LINDA : kenapa baru bilang sekarang? BUNGA : Aku mencoba menawar seperti usulmu tadi.HELEN tidak menjawab! Hanya melihat ke arah BUNGA! LINDA : (ke arah BUNGA) Masalah apa? BUNGA : AKu harus mengikuti bimbingan belajar mulai tahun ini! Aku tidak bisa ikut rencana kalian untuk menghajar Kelas III.

sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! LINDA. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. HELEN. RATNA dan BUNGA diam. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. BUNGA dan RATNA sangat ketakutan. HELEN : Ya.SEK : Kalian semua harus belajar lebih giat lagi.Sepotong cahaya untuk mereka berdua. khususnya murid-murid kelas III.SEK :Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Lalu di ujung panggung yang lain. Mereka menyambar tasnya dan berlari keluar! LINDA memanggil. yang tadi digunakan oleh BRIAN muncul KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI.RATNA muncul tiba-tiba. KEP. RATNA : Aku juga tidak bisa! Semua menoleh ke arah RATNA yang baru saja muncul! LINDA : maksudmu? RATNA : aku juga harus bimbingan belajar! HELEN : tapi kita belum akan ujian nasional! LINDA : Ujian kita masih tahun depan. KEP. itu untuk kelas III. Bukan untuk kita. HELEN berlari menyusul. BRIAN : Sudah berubah pikiran? LINDA : Besok kita ketemu! Istirahat kedua! BLACK OUT 62 . SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! BUNGA : (tiba-tiba. LINDA melihat pada HP-nya.SEK : Saya sebagai Kepala Sekolah. Pada saat itu KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI keluar. Lalu ia memencet dua kali! Memencet nomer BRIAN yang sudah tersimpan. Semua EXIT! Hanya tinggal LINDA MUSIK SEPOTONG tapi gaduh! 3. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! BUNGA : tapi kenapa ibu menyuruhku bimbingan belajar? KEP. KEPALA SEKOLAH berbicara dengan pengeras suara! LINDA dkk berbicara dalam ketakutan dan kepanikan! KEP. yang sudah merasa tertekan) Kepala Sekolah selalu mengingatkan kita! LINDA : tapi itu untuk kelas III. Mereka EXIT. Di ujung panggung yang lain BRIAN muncul dengan cahaya sepotong. BUNGA dan RATNA saling pandang.

LINDA terdiam.. …. LINDA BRIAN : Aku khawatir.MUSIK! Meneruskan potongan sebelumnya! BAGIAN III Taman Sekolah..kalau aku ya karena hanya ingin ketemu. Pada sebuah bangku! 1. tapi karena kemarin kamu mengajak kita ketemu! : Eh…. : Aku sudah putus dengan Nungki. PAUSE LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Ada yang mau kamu katakan? : Bukannya kamu yang mengajak aku ketemu? : Ya. Tampak tenang dan yakin kalau LINDA akan datang. …ehm…. BRIAN : (berteriak) tapi dia pasti ke sini? HELEN : (berteriak) Dia bilang dia bakalan ke sini! Tunggu sajaaaa…! BRIAN sendirian di bangku taman. Tapi. BRIAN menunggu LINDA di sebuah bangku taman sekolah. Sesekali masih melihat HELEN yang menghilang. LINDA : kenapa? 63 . Seperti menemukan sesuatu yang diharapkan. LINDA mengerutkan kening dan menahan gembira. HELEN muncul dengan canggung. Dari arah panggung lain muncul LINDA. BRIAN juga.baik! Tidak masalah! HELEN hampir EXIT.! : Untuk apa? : Tidak untuk apa-apa! Hanya supaya kita impas! LINDA tertawa. BRIAN HELEN BRIAN : Hi! : Hm…… Tunggu saja! Sebentar lagi dia juga ke sini! : Dia titip pesan apa? HELEN : Tidak ada pesan apa-apa! Dia hanya bilang kamu tunggu saja di sini! BRIAN : Hm. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Maaf. kamu harus menunggu! : Maaf juga.

Dia Cuma bakalan bawa perkara. kelas III tidak lagi nyaman di kantin. Paham? HELEN : Tapi… LINDA : Sudahlah. dia sudah tidak punya waktu lagi jalan sama Brian. Seperti. LINDA : Aku juga tidak asyik kalau diajak jalan! BRIAN : Tidak kalau dengan aku! LINDA : Karena aku memang tidak bisa! BRIAN : kenapa? LINDA : Hm…. bagaimana caranya mulai besok. cukuplah kalau Brian meninggalkan dia. mereka sepertinya tidak peduli dengan ujian nasional.aku juga tidak bisa jawab sekarang. BRIAN : Ya. Tapi kemauan Brian. Mereka masih santai-santai saja! LINDA : Siapa bilang? Nungki hanya berlagak dia tidak khwatir dengan ujian nasional! Padahal.. Selebihnya kita tidak perlu mengurus Brian. Mereka 64 . HELEN LINDA : kenapa dia pergi? Kenapa tidak kamu teruskan? : dia hanya akan menganggu rencana kita! HELEN : tapi bukankah Nungki bakalan merasa kalah kalau Brian jalan sama kamu. BRIAN tidak memaksa. Brian itu trophi pertarungan ini.baik! LINDA : Intinya. sekalipun jam istirahat. tapi bukan itu kesepakatanku dengan Nungki dulu. HELEN : oh. Tapi yang sekarang terjadi. Kalian akan menghadapi ujian nasional. Jadi kalau hanya untuk membuktikan Nungki telah kalah dalam pertarungan babak awal ini. Itu sebabnya Brian car-cari yang lain. Mereka harus merasa bahwa mereka terlalu tua untuk bersantai-santai di kantin. meninggalkan LINDA sendiri. 2. Kami akan tetap jalan. Dengan langkah agak lesu dia. Mereka harus terus membaca di kelas. BRIAN : Bisa kita coba dulu? LINDA menggeleng. lebih baik kita mencari cara untuk usaha yang lainnya. Kenapa kamu biarkan lepas? LINDA : Bukan Brian yang jadi trophi. ya? Kenapa tidak kamu terima? LINDA : jangan dibahas lagi! Tidak penting! HELEN : Hm. HELEN : tapi kamu lihat sendiri. Brian memberi kita informasi penting! Kelas III kelabakan mempersiapkan ujian nasional.BRIAN : Dia terlalu banyak belajar! LINDA : kalian kan memang sudah kelas III. HELEN muncul dari arah yang lain. dia jadi tidak asyik lagi kalau diajak jalan.

supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. Belum selesai LINDA mengucapkan kalimatnya. Mereka berlarian. Kamu paham? LINDA mengangguk. ISWADI : Ehm…. ISWADI LINDA P. MUSIK SEPOTONG 65 . MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! Musik menghentak. khususnya murid-murid kelas III.. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. 3. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. Jadi. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dan HELEN..harus ikut pelajaran tambahan sepulang sekolah. Mereka harus selalu ingat bahwa mereka akan menghadapi ujian nas…. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. Kelas III EXITi. PAK ISWADI EXIT.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. KEP. LINDA dan HELEN saling memandang.. Mereka harus ikut bimbingan belajar. Namun ia kembali lagi. P. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini Bapak berharap sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP.LINDA? : Ya. IBU menyeberang panggung dengan cepat! IBU : Kamu paham? Kamu paham? Kamu paham? IBU EXIT! BLACK OUT. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan.

dengan cara bagaimana sebaiknya aku melakukannya? Bukankah kelas III memang sudah waktunya untuk tidak lagi membuat onar di kantin? Bayangkan bagaimana rasanya jika kita harus melihat murid-murid yang sudah hampir tiga tahun di sekolah ini masih terus-menerus menuntut perhatian dari seluruh sekolahan dengan tingkahnya yang aneh! Menyanyikan lagu ulang tahun di kantin. bertukar foto di kantin! Pacaran juga di kantin! Bukankan mereka seharusnya memang sudah tidak perlu lagi di kantin! Istirahat kelas II di kantin! Istirahat kelas III di perpustakaan. Atau tinggal saja di kelas dan meneruskan belajar. kudeta harus dilakukan! Apapun caranya! Bagaimanapun caranya! BAGIAN V Kamar LINDA 1.BAGIAN IV Dalam hati LINDA Cahaya sepotong pada LINDA LINDA :Jika memang kudeta harus dilakukan. kelas apalagi UKS! Itulah kantin! Kita harus merebutnya! HELEN : Kamu yakin! LINDA : Tidak pernah seyakin ini! HELEN : meskipun kita hanya berdua? LINDA : Bisa kita lakukan! Tergantung caranya! HELEN : bagaimana? LINDA : Kita gunakan yang sudah kita punya! BRIAN! HELEN : katanya kamu tidak akan menerima anak itu? LINDA : Aku hanya akan menggunakannya! Tidak akan pacaran dengannya! Tapi tentu saja dia harus tahu seolah-olah memang kami akan pacaran? HELEN : Jadi? 66 . ruang guru. membicarakan potongn rambut di kantin. adalah tempat paling strategis untuk menyebarkan kekuasaan! Lebih dari ruang kepala sekolah. HELEN : Tapi kenapa di kantin? LINDA : Kantin. menyatakan cinta di kantin. tapi menghitung semuanya dengan lebih hati-hati. HELEN hanya memandang LINDA yang nampak serius. LINDA : kenapa kamu tidak yakin? HELEN : Bukannya tidak yakin. Tidak bisa ditawar. LINDA : Mempermalukan mereka di kantin adalah satu-satunya cara untuk mengusir mereka.

mata LINDA menangkap sebuah benda. nanti juga pasti kembali! PAUSE. HP HELEN ketinggalan. IBU tidak bergerak dari tempatnya. IBU : Kenapa? Kalian bertengkar? LINDA : Tidak. aku sengaja membuat jawabanku pada Brian masih mengambang! Jadi kalau selama masa mengambang itu dia sudah berubah haluan. Cara cadangan kalau cara ini gagal! LINDA : jangan takut! Aku punya banyak rencana cadangan! Bukan karena aku takut gagal. LINDA melihat IBU yang tidak segera pergi.LINDA : Besok aku akan ketemu Brian dan mengajaknya ke kantin! Melewati barisan kelas III. LINDA : Ada apa. HELEN : (tiba-tiba) mungkin lebih baik aku pulang dulu. Tidak apaapa. HELEN EXIT dengan sedikit berlari! 2. Menganggap LINDA menjawab ya atas pertanyaannya. Selepas HELEN EXIT. Mereka akan tahu dengan siapa BRIAN akan pacaran sekarang ini! HELEN : bagaimana kalau Brian tidak mau? LINDA : pasti mau! Kecuali sudah ada pengacau lain! HELEN : Pengacau? LINDA : ya. LINDA juga tidak mengejar. HP-mu………………! Tapi HELEN tidak mendengar. dia pasti sedang dikacaukan oleh seseorang! HELEN diam. Bu! HP Helen ketinggalan! Aku panggil tapi mungkin dia tidak dengar. Tapi karena aku yakin dibutuhkan lebih banyak cara untuk menjatuhkan kelas III. LINDA segera mengambilnya. IBU muncul dengan kawatir. LINDA : LEN. 67 . LINDA : kenapa kamu? HELEN : Hm….tidak apa-apa! Hanya memikirkan apakah lebih baik jika kita memikirkan cara lain. LINDA juga diam. Bu? IBU : Boleh Ibu bicara? LINDA tidak menjawab. Sampai ketemu besok.

IBU : kamu tahu. apa yang penting bagi ibu? LINDA : Belajar! IBU : bagus. memang kamu tidak ingin. Kamu harus menjelaskan kenapa kamu tidak mau. IBU merasa perdebatan percuma. Tidak apa-apa. mereka bicara berputar-putar dulu. LINDA : menurut Ibu kenapa aku tidak mau? IBU : Karena kamu tidak ingin jadi ketua OSIS. LINDA : Ibu tidak mempertanyakan itu? IBU : Ibu yang melahirkan kamu. LINDA : Apa dia bilang? IBU : Seperti yang ibu ingin bicarakan sekarang. IBU Linda IBU : Itu HP Helen? : Yap. Tapi IBU tidak tertarik. Itu sudah alasan kuat bagiku. Tapi ini Ibu. Kenapa Ibu langsung saja mengatakan hal itu? IBU : Buat apa? Kamu terlalu pintar untuk diajak bicara putar-putar bukan? LINDA : dari mana ibu tahu sekolah memintaku jadi ketua OSIS? IBU : Pak ISWADI telepon.IBU : Kamu sekarang sudah kelas II. Ia hanya mengambil nafas panjang. Tidak perlu ada penjelasan. Tidak perlu ada penjelasan. Mungkin orang lain harus tahu alasanmu. Ibu cukup tahu kalau kamu tidak ingin. IBU kemudian EXIT 3. 68 . Dia akan mengambilnya nanti! : Kalau sampai malam dia tidak mengambil. LINDA : terus? IBU : Kamu pantas menjadi Ketua OSIS! LINDA : Ibu. kamu telepon rumahnya! Siapa tahu dia mencari-cari! LINDA memegang HP Helen dan menunjukkannya pada IBU. LINDA : Aku sudah menjelaskan kepada mereka. kenapa langsung membicarakan hal itu? Biasanya kalau seorang Ibu mau merayu anaknya. jangan lupakan itu! IBU hendak EXIT tapi matanya menangkap sebuah benda. karena aku tidak ingin. IBU : Apa alasanmu? LINDA : Ya. HP Helen.

SEK : Kalau begitu ikut saja ujian dengan kelas III supaya kamu segera lulus! LINDA : Kelas III ujian. SEK . HP ku ketinggalan di sini ya? LINDA hanya menunjuk dengan matanya. HELEN muncul kembali. Helen? Kenapa lama sekali? LINDA tidak menjawab karena begitu yakin yang terdengar suara BRIAN! LINDA menutup telepon tanpa menjawab. HELEN sudah bersiap hendak berlari pergi.LINDA meletakkan kembali HP HELEN. BRIAN. LINDA sekali lagi memandang HP HELEN dan diangkatnya. PAK ISWADI. BLACK OUT MUSIK SEPOTONG! BAGIAN VI Dalam hati LINDA. ISWADI : Sekolah kita harus tetap berprestasi! Saya ingin kamu yang menjadi ketua OSIS! LINDA : Saya tidak mau! KEP. Di ujung panggung lain BRIAN nampak kaget. HP HELEN berbunyi. BRIAN : Halo. IBU. BRIAN menelepon HELEN kembali. LINDA meletakkan telepon. HELEN segera mengambil HP-nya tanpa mengira ada yang baru saja terjadi. LINDA terduduk. Pak! Saya tidak! Saya masih kelas II. Nada dering masih terdengar! LINDA tidak mengangkat! Nada dering berhenti. Dia diam sejenak dan penasaran. HELEN : Lin. Pada saat itu di ujung panggung yang lain BRIAN menelepon. Tapi HP berbunyi. Di ujung panggug yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon! LINDA mengangkat HP HELEN dan diam beberapa saat. IBU : (melengking) Jangan nakal! Jangan nakal! : Tapi kamu tidak mau menjadi ketua OSIS 69 KEP. dan HELEN. Semua memandang ke arah entah! LINDA : Ada masalah? Apa kalian punya masalah dengan yang kulakukan ini sehingga selalu saja kalian membuat rencana ini sendiri? APA ADA MASALAH? P. NUNGKI. LINDA HELEN LINDA : kamu sedang menunggu telepon ya? : Iya! Kok tahu? : Dari siapa? HELEN baru merasa ada yang salah! Dilihatnya LINDA yang terus menatapnya. Cahaya sepotong. HP HELEN berbunyi. Di belakangnya berdiri KEPALA SEKOLAH. LINDA dan HELEN saling pandang.

akan ada pelatihan kepemimpinan.Jangan nakal! : Kenapa kamu mengambil BRIAN? Kenapa kamu? NUNGKI HELEN : Bagaiamana caranya? Dari arah berlawanan RATNA dan BUNGA muncul. itulah pertanda kemenangannya! Kamu sedang menunggu telepon? HELEN : dari mana kamu tahu? IBU : Sudah ibu bilang…. masuk dalam potongan cahaya dengan paksa!! Beberapa yang tersenggol ambruk!! BUNGA : Aku harus ikut bimbingan belajar! RATNA : Aku juga! LINDA : Ini sudah waktunya! SUDAH WAKTUNYA! BLACK OUT TANPA MUSIK. Hanya diam! BAGIAN V Halaman Sekolah 1. Sek IBU : Kalian………………. SEK P. LINDA sedang berbicara dengan KEPALA SEKOLAH. ISWADI BRIAN : Bisa kita coba dulu! Dia terlalu banyak belajar! LINDA : Kamu menunggu telepon? IBU : Lin. Seperti biasa! KEP. SEK LINDA KEP. PAK ISWADI berada di samping KEPALA SEKOLAH sebagai ajudan. SEK : Memang tidak ada yang mudah! : Bagi saya bukan itu masalahnya! : secara organisasi itu yang akan menjadi masalah! Kalau kamu merasa belum mampu. Kep.. Kamu akan diajari banyak hal untuk menjadi ketua OSIS dan mengatur anak buahmu! LINDA : Bagi saya masalahnya adalah kemauan! Saya merasa saya bukan orang yang tepat! 70 .LINDA : Ketua OSIS dan ujian? Itu sama menakutkannya dengan perang nuklir! BRIAN : kenapa tidak bisa jalan sama aku? NUNGKI : kenapa kamu mengambil BRIAN! HELEN : kenapa kamu menolak? LINDA : Brian bukan trophinya! Tapi kemauan Brian meninggalkan Nungki. teman-temanmu sudah datang! : jangan senang dulu! Tahun depan giliran……. : Ujian!!!!!!!!!!!!!!!! : kalian tidak ada masalah dengan kelas III kan? KEP..

LINDA : (berteriak mengomando peperangan) SERBU!!!!!! Tapi hening! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Sepi! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Semakin sepi! LINDA mulai meragukan dirinya sendiri. IA memberikan pengeras suara kepada KEPALA SEKOLAH. lapangan parkir motor! Tambah satu bidang lagi. Itulah sebanya. SEK : Dari laporan Pak ISWADI kamu sangat sukses menjadi koordinator bidang tahun lalu. Itulah sebabnya orang menyebutnya perjuangan! LINDA : Setidaknya saya menginginkan yang perjuangan itu! Dalam arti apapun! KEP. halaman sekolah. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! UJIAN!!!! MUSIK menghentak. SEK : Tidak ada di dunia ini yang merupakan hasil perjuangan! Itu semua pemberian! Kalau orang merasa berhasil mendapatkan sesuatu karena perjuangan. SEK : Tapi itu area pemberontak! Jangan-jangan….? Terlambat. itu pasti hanya perasaannya saja! Yang benar terjadi adalah itu pemberian. Lebih bergemuruh dari sebelumnya!! 71 . KEP. trotoir depan sekolah kita! KEP. Hanya saja terjadi pada waktu yang bersamaan. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. PAK ISWADI memberi rekomendasi supaya kamu masuk bursa calon ketua OSIS! LINDA : Itu bukan perjuangan! Itu pemberian! KEP. toilet.KEP. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. SEK : jadi apa yang kamu inginkan? LINDA : Saya ingin menguasai kantin. PAK ISWADI juga tersenyum. SEK : Kemauan bisa dipaksakan! LINDA : Itulah masalahnya. saya tidak mau memaksa diri saya sendiri. Saya sebagai Kepala Sekolah. KEPALA SEKOLAH hanya tersenyum. LINDA sudah mundur beberapa langkah! MUSIK FADE IN bersiap mengiringi adegan laga yang kemungkinan akan terjadi spekakuler. khususnya murid-murid kelas III.

kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! 2. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. anak kecil! Apa saja yang sudah kamu pelajari selama dua minggu menjadi anak kelas II? LINDA : Apa pedulimu? NUNGKI : Apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi siswi jagoan sekolah ini kan? Dan itu artinya. di tempat parkir sampai toilet! Kamu boleh kuasai semua itu tapi. Semua sudah EXIT. MUSIK PAUSE Panggung lebih sepi. NUNGKI mengawasi dengan hati-hati! NUNGKI : Heh.. kalau kamu sanggup melakukan yang dulu aku tidak mampu lakukan! 72 .aku tidak akan mengaku kalah! Kamu mengerti? LINDA : Lalu? NUNGKI : tapi aku akan mengaku kalah. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. lebih baik kuhajar teman seperti itu! LINDA : Itulah bedanya kamu dan aku! Aku tidak pernah serendah itu dalam berteman! NUNGKI : Benarkah? Masalahnya adalah. kamu sedang ingin menyingkirkan aku! Tentu saja aku ingin tahu. Kecuali LINDA dan NUNGKI. NUNGKI mengangkat tangan menyuruh LINDA tetap menjauh.. Mereka berlarian. NUNGKI : Bagus. LINDA terdiam. sampai dimana usahamu! LINDA : Berjalan baik! Tidak ada halangan! NUNGKI : Tidak ada halangan? Yang benar saja? Lantas kenapa kamu sendirian? Dimana kawan-kawanmu yang lain? LINDA : Mereka ada urusan lain! Jadi tidak ada waktu untuk berurusan dengan kamu! NUNGKI : Betapa enaknya punya teman kamu! Masih melindungi teman yang mengkhianati! Kalau aku. kalian tentu tidak akan berjalan sendiri-sendiri jika masih berteman. Mereka saling memandang beberapa saat! LINDA hendak mendekat.Murid-murid kelas III yakni NUNGKI.SEK : Kelas II. KEP.dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah! LINDA : tapi kamu akan kalah! NUNGKI : (memotong dengan berteriak cepat) Dengar baik-baik!! PAUSE NUNGKI : Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah meskipun kamu nanti sudah menjadi jagoan di kantin.

Lalu pelan-pelan NUNGKI bergerak hendak meninggalkan. Suara dan teriakan KEPALA SEKOLAH masih terdengar berteriak-teriak.LINDA : Apa itu? NUNGKI : tetap melakukan rencana ini! Kamu tahu.UJIAN!!!!!!!!!! NUNGKI hampir panik meninggalkan. pada saat kita sepakat untuk bekerja sama dengan orang lain. LALU semua FADE OUT! MUSIK dan LAMPU FADE OUT! ENDING Cahaya sepotong untuk LINDA yang duduk di sebuah kursi. Tetap ingin mengucapkan sesuatu! LINDA : Mungkin benar apa yang diucapkan Kepala Sekolah! Tidak ada hasil perjuangan! Semuanya adalah pemberian! Kalaupun ada keberhasilan. sebenarnya pada saat itu juga kita harus siap ditinggalkan. NUNGKI kembali berlarian! Musik bergemuruh kembali. LINDA NUNGKI : Kenapa kamu katakan ini kepadaku? : Karena. Termasuk MEYMEY dan KANDI. aku baru akan mengaku kalah! LINDA terdiam. Kita harus siap bekerja sendiri. Hiruk-pikuk kali ini paling ramai. NUNGKI juga masih memandang LINDA. NUNGKI : Kita harus siap bekerja sendiri!! Lalu tiba-tiba suara KEPALA SEKOLA terdengar lagi. Murid kelas III yang lain berlarian. KEPSEK : UJIAN. pasti karena waktunya yang bersamaan dengan pemberian! Ini bukan perjuangan! Ini pemberian. Matanya masih terus melihat ke arah NUNGKI. suasana hiruk pikuk lagi dan musik kembali bergemuruh. Mereka berpegangan. aku tahu! Bagaimanapun aku tetap akan pergi dari sekolah ini! LINDA nampak ingin mengucapkan sesuatu lagi. MUSIK FADE OUT LINDA sempat memegang tangan NUNGKI yang berlarian di tengah hiruk pikuk. OS.. tapi pegangannya lepas. Tapi sebelum EXIT dia melihat ke arah LINDA yang masih melihat ke arahnya. Itu capaian tertinggi dari seorang jagoan! Jika kamu berhasil melakukan itu. IBU : (melengking tinggi) Ini bukan perjuangan! Ini pemberian! Jangan nakal! Apa Ibu bilang? 73 . Lalu NUNGKI sedikit mendekat dan bersiap-siap mengucapkan sesuatu. Sementara di ujung kanan panggung IBU tetap berdiri dan tetap menatap ke arah entah.

April 2006 JUARA Harapan 1 SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong Para tokoh: 01. tidak melengking. Lalu pelan-pelan ia berdiri dan mencoba menangkap kertas-kerta yang sedang melayang jatuh itu. Dia kemudian menjadi bertambah sibuk menangkap lembaran kertas itu. Benar! Pada saat kita sepakat bekerja sama dengan orang lain. Togi 03. Kita harus siap ditinggalkan! Karena. menjadi semakin terang! Selembar kertas lain jatuh lagi. pada saat itu juga sebenarnya kita harus bersiap untuk bekerja sendiri. bukankah di situlah artinya perjuangan! IBU : (melengking tinggi) Kita harus siap ditinggalkan! Apa ibu bilang? Selembar kertas putih jatuh.LINDA : Mungkin juga benar kata Nungki. LINDA : (berkali-kali dan semakin yakin) Kita harus siap ditinggalkan! Kita harus siap bekerja sendiri! IBU LINDA IBU : (menyela. ia tidak akan terkalahkan! Karena aku juga tidak memperjuangkan sesuatu! Kemenangan ini hanya ada justru ketika aku terus melakukannya. suara keibuan) Lin. Satu persatu ditangkapnya. Bu! : Ayo masuk! Sering-seringlah kemari! Ayo masuk! Ajak LINDA belajar bersama! Tidak ada satu temanpun yang datang! Tidak ada teman yang masuk! IBU tetap menyambut! LINDA menangkap kertas sendirian! BLACK OUT MUSIK PENUTUP SELESAI YOGYAKARTA. Kakak Nina : Pelajar SMA : Abang ipar Nina : Istri Togi 74 . teman-temanmu sudah datang! : Suruh saja masuk. LAMPU FADE IN. Nina 02. selembar demi selembar kertas jatuh! LINDA masih memandangnya. Lalu seperti OPENING.

04. Dandi 05. Tono 06. Ruri 07. Tuti 08. Orang 1 09. Orang 2

: Pacar Nina : Pengagum Nina : Teman Nina yang sering iri : Teman Nina : Kelompok Ruri : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah 11. Guru

PARA PELAKU TIDAK BICARA

1 KANTIN SEKOLAH. PAGI. LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT. BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA. PARA MURID MENARI DAN MENYANYI Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu… Andai tak ada gedung sekolah Mungkin belajar di jalan raya Berbaur dengan pedagang kaki lima Menggelar alas koran di trotoar kota Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu…
75

Bukannya benci belajar Bukannya tak ingin pintar Tapi hati ingin senang sejenak Istirahatkan otak walau sesaat Wo wo wo… Ye ye ye… TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK. Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku. Nina : taman? Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. Ruri : Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET) Dari siapa? Apa pesannya? (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC. Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina : Ruri :

Nina :

(MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA) Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS) LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. 2 DALAM KELAS. SIANG. MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI. RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA. Ruri : (MENYANYI) Hai teman-teman Ada berita bagus Bukan akal bulus Kalian tentu senang Sini sini aku bisikkan Di antara kita semua
76

Ada yang ihh… nggak tega Semua Ruri : : Ada apa sih Bikin penasaran Di antara kita semua Salah satu teman kita Sudah bercinta tadi malam ah ah ah… Bukan hanya itu saja Tapi ada kondom dom dom dom : Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Semua Ruri :

Eee… Sini…Sini (BERBISIK) Nggak mungkin. Nggak mungkin. Nina itu anak baik-baik Nggak mungkin berbuat tak baik. Pacarnya alim Belajarnya rajin Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enakenak? Salah. Justru mereka lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan? Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka? Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih. : Huuu…

Semua:

Ruri

:

Orang 1: Ruri :

Semua

Ruri

: Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC, terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya. Apa? Apa? Apa? (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK KELAS.) Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga. MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Semua: Ruri :

Orang 2: Semua: Orang 1: Semua: Orang 2:: Orang 1:

(LATAH) Kondom…kondom eh kondom. (TERTAWA) (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom. (TERTAWA) Udah nggak keset keset keset lagi dong? Blong?
77

Orang 2: Ruri :

Bolong? Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya? Enak tenan… sst sst sst! (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA MENATAP ANEH. GURU MASUK.) LAMPU BERUBAH 3 RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE. TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Semua: Nina :

Togi : Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP… PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau antena atau KI PET tapi SIM KART. SIM KART lama diganti dengan yang baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik. Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.

Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapekcapek ria mendata lagi nomor-nomor telepon. Satu-satu masukin punya ibu Dua-dua masukin punya ayah Tiga-tiga masukin punya istri Satu dua tiga baru yang lainnya. Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.

78

Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda. Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain. Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon!

Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besarbesaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita. Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawincerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.

Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh! Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat. Kakak Nina: Siasat apa? Togi : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!
79

Togi

: Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis. Pinjam dong ! Sebentar saja. Togi : Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina: Ya sudah. Pinjamnya lama. Togi : Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina: Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja. Togi : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan HP Untuk SMS. Apalagi istri. Kakak Nina: (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR) Togi : Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan. Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)

LAMPU BERUBAH

4 DALAM KELAS. PAGI. MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI. Nina : (MENYANYI) Kepada angin dan matahari Kemana jawab akan kutemui Tak tahu aku apa yang terjadi Seolah aku kembang bangkai mati Baunya tajam menusuk nurani Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi

Apalah arti hidup begini Seperti mati Sendiri dan sepi Perjalanan kehidupan Butuh teman untuk berbagi Walau tak abadi tapi berganti Sesaat saja dibutuhkan hati Hati yang damai Teman yang ramai
80

Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak usah malu atau sungkan. Mengejak bertemu. Kamu anak baik. Apa dia sudah tahu lagi? Nina : Itu aku yang beritahu. Aku tidak tahan lagi tatapan mata aneh teman-teman karena SMS pertama itu? Tuti : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. Nanti ada apa-apa. Eh malah SMS lagi: istriku bisa saja. 81 .Tuti : Aku masih sahabatmu. Pertama-tama jadi saksi lalu terdakwa. Tak usah risau. Takut lah. agar dia percaya kalau dia salah SMS. bahkan istri dan anak tega ditipu. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah. Main-main. Tapi jujur Nin! Kita kan sahabat. Nina : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku. Nina : Sudah. Kamu tahu sendiri kan? Nina : Kamu sahabat sejati Tuti. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru. bisa gawat. Itu saja. Nina : Aku cuma ingin jujur. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Tapi dia tidak mau mengangkat. Tuti : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. Kopi darat. Bukan hanya orang lain atau tetangga yang ditipu. Maksudku. Dia menge-SMS berkali -kali. Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. aku ikut bertanggung jawab. Aku ini anak sekolah. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu tadi. Tuti : Terus mau? Nina : Ya tidak. masalah tempat tinggal dia tidak kuberitahu. bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak dikenal. Niatnya hanya menggoda kamu. Gawat. Isi SMS itu benar. Tuti : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon? Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia. Aku butuh kejujuranmu. Untungnya. Malah balas SMS: hemat pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja. Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. Urusannya bisa panjang.Jadi. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak akal. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting? Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. tidak mungkin kita saling kenal. Nina : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu memang benar. Dia tahu sekolahmu. Tuti : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Berharap supaya dia mau mengirim SMS. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia. Bukti itu akan jadi alatku melawan gosip miring yang beredar. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang memang benar. Tapi tidak ada Hubungannya denganku. Terus sampai juga ke keluarga. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku membersihkan nama. Aku percaya kamu seratus persen. Untung dia belum tahu rumahmu. Tuti : Tapi Nina. Malah ingin Kenalan lebih jauh. menyatakan salah kirim SMS.

Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Ibu bisa saja. melepaskan aib dari Sekolah ini. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH 5 RUANG KEPALA SEKOLAH. Terima kasih. Tuti : Sementara diamin saja Nin. (DILIRIK GURU) Bukan. Nina : Baik Bu. Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis! Nina : Selamat pagi juga Ibu cantik! Kepala Sekolah: Haus? Silahkan minum! Nina : Tidak Bu. melepaskan aib. Tidak Ibu sangka. Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai. Serigala berbulu domba. Bukan Ibu. 82 . Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat. Nina : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib. Nina : Ah. Kepala sekolah: Kamu cantik hari ini. Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya? Nina : Kondom? Kepala sekolah : Memalukan. Kepala sekolah: Maksud saya. kamu harus menanggalkan. Apa masalahnya Bu? Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa.Guru : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah. Tanggalkan bulu domba itu! Nina : Saya tidak pakai bulu Bu. (KE KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan bermain dengan teman-teman.

Saya akan siapkan surat pemecatanmu dari sekolah ini. saya tidak keberatan. Jadi sering jalan bersama. simpatik. Tahu? Masih mau membantah? Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu? Nina : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu. Salah kirim. Dia ganteng. Mohon. Kepala sekolah: (KE PENONTON).siapa. saya benar-benar tidak bersalah. Dilarang. Saya memang menyukai pak Gatot. (GURU DAN RURI MASUK) Guru : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH) Kepala sekolah: Baik. Kepala sekolah: Nina Nina. Masalah SMS Kamu bantah. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran dengan pak Gatot.Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik kitik! Itu masalahnya. masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu. Itu sama sekali tidak etis. Sulit bagi Ibu mempercayaimu. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari kelas. Saya mengagumi pak Gatot. Nina : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. Tidak baik seorang murid berpacaran dengan gurunya. pintar mengajar dan kebetulan rumahnya searah rumah saya. Itu tidak benar. Kenapa Bu? 83 . (SADAR) Ooo. Benar! Tidak mencuri kondom siapa. (GURU DAN RURI KELUAR) Nina : Bu. Terima kasih. Saya juga mau tahu. SMS itu salah kirim Bu. Berpacaran dengan gurumu sendiri. Nina : Saya tidak ada apa-apa Bu. Kalau dia mau jadi pacar. Tidak. jangan Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar -benar tidak saya kenal.

Kamu bisa berceloteh apa saja. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari. Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu.kiriman SMS. maaf. Sudah. Juga sudah saya SMS. Saya menelepon langsung. Nina : Baik bu. Nina : Ruri : (MASUK KELAS) (MENYANYI) Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Teman-teman: Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii Ruri: Tak punya malu sedikitpun Apa guna hidupmu Kalau bernoda dirimu Semua : Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii 84 TAK BERMORAL SECUILPUN . Pokoknya kamu harus dapat bukti. Tapi Ibu butuh bukti. Nina : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP. Tapi dia tidak menggubris. Kalau tidak ya bye bye. Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur. Ibu butuh bukti. Silahkan cuap-cuap apa saja.Kepala Sekolah: Saya mau tahu. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah -pahaman! Kesalah. Eh. Malah mengajak kenalan segala. Ibu tidak ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Hmmm… baik-baiklah. Bagaimana caranya. Hubunganmu dengan pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut.

Dandi : Nina : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya? Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah? Atau? Baiklah.! LAMPU BERUBAH 6 SUATU TEMPAT. Aku mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian. Dandi : (MENYANYI) Kekasih Benarkah berita yang kudengar Jangan jadikan aku sedih Aku ingin kejujuran Kejujuran Apalagi yang bisa kuharap Semoga dewa cinta Masih menyatukan hati kita Kalau tidak Apa yang bisa kulakukan Bila berita itu benar Aku dibohongi selama ini Dibohongi beningnya mata Dan lembutnya kata dari mulutmu Apa aku kau bohongi Nina: (MENYANYI) Tidak kekasih Semua itu tidak benar Kesalah paham semata Dan salah kirim Hhhh… Aku tak percaya Aku tak percaya Tak bisa percaya begitu saja Pasti ada sesuatu yang salah Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini pun telah diketahui kedua orang tuaku.Semua Nina : Semua : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he! (KELUAR SAMBIL MENANGIS) : Huuuuu…. SORE. Toh aku akan 85 . Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin. Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu. Mereka menasehati menjauhimu.

Aku tidak akan terjebak. Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Aku masih suci Dandi. Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 86 . Walau harus melakukan dosa paling besar aku rela. Tidak sekalipun ada niat menghianati. Janji yang pernah kita buat anggap tidak pernah ada. Gampang sekali tidak percaya padaku. tidak pernah melakukan hal buruk. Tidak. Titik. Percayalah! Dandi : Tidak. Kita harus saling melupakan. Tidak ingin kena getah perbuatanmu. Aku patuh padamu seumur hidupku.kehilangan itu suatu saat. Tidak ingin berpisah darimu. Ayolah! Dandi : (TERTAWA) Tidak. Lalu dengan cara apa kubuktikan. Anggap masa lalu. Aku mencintaimu Dandi. Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please! Nina : Setidaknya bukan masalah kematian. tidak tahu harus berbuat apa. Kau setuju dan tidak pernah meminta lagi. sudah menyerah. Aku tidak bodoh. tidak terpikir lagi. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. Nina : Sudah lama kita pacaran. Apa salahnya mempercepat. Asal tidak kehilangan dirimu. Carilah tempat yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat. Berat akibatnya kalau semakin terjerumus. Nina : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai menghadang? Baru angin kecil saja. Aku tidak mau lagi melakukan. Kamu ingin menjebakku dengan tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu? Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang telah meninggalkanmu? Tidak. Sekalinya ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Bila aku kehilanganmu. takut dosa.

Maling profesional. Kabur! (KELUAR) (MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu 87 . Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu. Jeli Memanfaatkan kesempatan. Ayolah! Nina : Tono : Nina : Tolong! Beneran teriak lo. Nina : Berani macam-macam akan kuteriaki maling. Sekarang kesempatanku memilikimu.(MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu (MENANGIS) LAMPU BERUBAH Tono : Nina : (HENDAK MEMELUK) Hei! Tono : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi. (HENDAK MEMELUK) Nina : Apa-apaan sih? Tono : Kalau tidak mau. kulaporkan ke keluargamu. Tono : (TERTAWA) Aku memang maling. Biar dipecat jadi anak. Akan sama-sama senang. aku puas kamu aman. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak mau.

akhirnya dia mau bertemu. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS. O. terus menerus. Tanya dulu ah sudah dimana posisi. Ayo! Tolong! (MENGEJAR TONO) LAMPU BERUBAH 7 TAMAN. SORE. kepala mau pecah. Pura-pura jual mahal. Hasrat meledak. Pura-pura sibuk. Taman dekat jalan besar. posisi? (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi. siang-malam. Pagi-sore. buruuung kau sabarlah! Nina : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak? Kakak Nina: Tidak usah dulu. Di taman lagi. burung hendak keluar dari sarang. Taktik tarik ulur mendapatkan mangsa. Lagipula banyak penonton.Tono : Nina : (MASUK LAGI). Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu. Begitu ada apa-apa. Nina : (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak. Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. Makin tidak sabaran. Pucuk dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha… SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. Kakak Nina: Bilang sudah dekat! Togi : Oh. baik hati. dia tanya posisi. sudah dekat. ramah. Sedikit cuek. Kakak akan teriak memanggil orang. Kakak sembuyi tidak jauh darimu. Mas pasti ganteng. Tempat romantis. Kita tangkap dia dengan 88 . Posisi. Dengan perjuangan keras. Togi : Ciluk ba! Ketemu lagi. Apalagi istri tidak memberi jatah. MEREKA DALAM PERJALANAN MENUJU TAMAN).

Aman. kamu dimana? Togi : Wah gawat. Orang-orang juga siap membantu kalau kakak beraksi. Ayo jalanlah! Togi : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya takut lewat sini. Kita sudah di taman. Kakak gemes ingin menjitak kepalanya. sangsi kepala sekolah dan Dandi (MENANGIS). Huh! Harus bisa kujelaskan segala masalah ini. malah datang dua orang yang tidak diharapkan.tangan sendiri. Bulunya bahaya buat rahim wanita. Nina : Tadi si Abang bukan ya? Oh. Tinggal teriak. (SMS MASUK. Kacau kalau ketahuan. Nina : Laki-laki juga seperti kucing. Dia belum Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Sudah dua orang menemani. Kakak Nina: Kucing beda.. Tapi agak takut Kak. Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga. suka daging mentah. Bisa kacau pertemuan. Huh! Nina : OK. Kakak Nina: Sudah jangan menangis! Masalah ini segera selesai. Daging apa saja. bantuan datang. Kakak menunggu di sini. ada istriku di sini. mungkin diminta kakak ikut mengawasi kalau terjadi apa-apa. Ciat. Nina : Alaa… sama kucing saja takut. Kok semua serba kebetulan ya? Aku sedang menunggu sesorang eh. Cari tempat sembunyi. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK) 89 . MEMBACA) Aku sudah di taman. Semoga secepatnya bisa bebas dari tatapan sinis teman-teman. Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat.

Kamu dimana? Dia sudah di sini. SUDAH NOL. ABANG IPARNYA SUDAH DI SINI. Kakak Nina: (SMS MASUK) SMS dari Nina. Harus pindah lokasi. ADUH! DIA MEMANGGIL LAGI? TANDA TANDA GAGAL. PESAN SUDAH DELIVERED. Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina. KOK UNSENT. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar . YES.G SPASI T-O-G-I SPASI D-I SPASI S-I-N-I TITIK T-E-N-A-N-G SPASI S-A-J-A. kalau tidak barabe. KOK ADA DI TAMAN INI? NINA MINTA DATANG KALI? AKU KASIH TAHU NINA. CEK PULSA. KOK ADA DISINI? 90 .(MEMBACA) Aku juga sudah di sini. NINA : MANA DIA? (MENGETIK) A-K-U SPASI S-U-D-A-H SPASI D-I SPASI P-O-SI-S-I SPASI. SENT. Buruan ya! TOGI : SINI? ADUH! HARUS PINDAH POSISI LAGI. Wah gawat. K-A-M-U SPASI D-I SPASI M-A-N-A TANDA TANYA. (MENGETIK) B-A.N. BIAR TENANG. AH. Bagaimana ya? (MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A spasi S-A-J-A tanda seru A-K-U spasi I-K-U-T spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G titik Nina : (SMS MASUK) (MEMBACA) Aku sudah di posisi. YAH UNSENT LAGI. PANTAS. BANG! BANG! TOGI : ISTRIKU TAHU. TITIK. (MEMBACA) Dia ngajak pindah Tempat ketemuan. ADUH! NINA KOK MALAH KE KAKAK NINA: SI ABANG NGAPAIN MENGENDAP-ENDAP DI SITU? TADI KATANYA MAU REUNIAN SMA.

TADI TOMBOLNYA AGAK MACET. BYE. LHO ABANG KAN MAU REUNIAN? KOK TOGI: OH? REUNINYA DITUNDA. KAKAK NINA: (MENGETIK) B-A-N-G . APA SIH YANG MESTI DIRAHASIAIN. (KE DIRI SENDIRI) UPS.T-E-M-P--T-M-U . BOROS SIH SMS MELULU. JANGAN BANYAK-BANYAK! KAKAK NINA: TOGI : ADA RAHASIA YA? PAKAI DIUTAK-ATIK.D-I .D-E-K- A-T . KAKAK NINA: TOGI : LIHAT CEWEK? OH? TIDAK. TERNYATA TIDAK MASALAH LAGI. EH MAU KEMANA? TUNGGU DULU.M-E-N-U-N-G-G-U . ABANG COBA DULU. NIH! TOGI : JALAN-JALAN DOANG. AYO! BURUAN DELETE. AMAN. MAU KEMANA LAGI SIH BANG? NINA : (SMS MASUK). ABANG MENG SMS LEWAT 91 . BISA KETAHUAN ISI SMS DARI SI GADIS CANTIK. CUCI MATA SAJA. SILAHKAN PUTRI.T-O-G-I .S-I-N-I . TOGI: HARUS SENDIRI-SENDIRI BIAR SERU.P-E-R-T-A-M-A T-A-D-I. KITA DI SINI SAJA. NGOMONG-NGOMONG SUDAH.KAKAK NINA: DI SINI? NEMENIN NINA. JADI ABANG KE TAMAN. BANG TOGI? KOK DIA SMS PAKAI NOMOR INI? KENAPA YA? OOO… DIA PASTI SUDAH MENANGKAP ORANG ITU. UNTUK APA LIHAT WANITA LAIN? ISTRI SENDIRI LEBIH CANTIK DARI SEMUA YANG ADA? AKU PERGI BERAKSI DULU YA. KAKAK NINA: PINJAM HP DULU! MAU SMS.

KAKAK NINA: SANA SEBENTAR NEMUIN NINA.-SMS LEWAT HP SI PEMBUAT SUSAH ITU. KAMPRET.P-E-R-T-A-M-A . TAPI MANA LAKI-LAKI ITU? MEREKA BERDUA SAJA.S- KAKAK NIAN: TOGI : (KESAL) NINA : ITU MEREKA.T-E-M-P-A-T M-E-N-U-N-G-G-U . TOGI: TAPI? TIDAK ADA TAPI-TAPIAN (MENARIK TOGI).M-E-N-U-J-U .T-A-D-I. HEBAT. DIA TIDAK MENANGKAP ORANG. DIA SUDAH KETEMU YANG MENGGANGGUNYA.K-E-T-A-N-G-K-A-P . NINA : DIA SMS PAKAI NOMOR LAKI-LAKI ITU. NOMOR LAKI-LAKI ITU? SINI LIHAT! YANG MANA? KAKAK NINA: NINA: YANG INI.A-K-U . (SMS MASUK) JANGAN KEMANA-MANA DULU! KITA KE L-A-K-I . DASAR KUCING GARONG. DASAR SUAMI MATA KERANJANG. ADIK SENDIRI MAU DIMAKAN. TOGI : AMPUN! AMPUN! 92 .L-A-K-I . K-A-K U-D -A-H . BANG MANA ORANGNYA? SUDAH DIBAWA POLISI ATAU KABUR? KAKAK NINA: ORANGNYA? SIAPA? DARI TADI AKU DENGAN ABANGMU KOK.I-T-U . NINA : ABANG? IYA! DIA BARU GANTI NOMOR. PENGGANGGU NINA ITU TERNYATA KAMU. ABANG IPARKU BENAR-BENAR -BENAR HEBAT (MENGETIK). NOMOR BANG TOGI DI KAKAK NINA: HP-MU SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI. KAKAK NINA: OOO. KALIMAT INI KAKAK YANG KIRIM PAKAI NOMOR….

LAMPU BERUBAH

SEMUA PEMAIN: (MENYANYI) HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN TAK SELAMANYA KEJUJURAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN BERHATI-HATILAH JANGAN PULA PERCAYA SAJA PADA TEKNOLOGI YANG CEPAT BERUBAH MESKI MUDAH TAPI AWAS KADANG ADA NEGATIFNYA WASPADALAH TEKNOLOGI PUNYA DUA SISI BISA BAIK, BISA JUGA JAHAT PERGUNAKAN SESUAI FUNGSI JANGAN PAKAI UNTUK KEJAHATAN HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN BISA-BISA NIKMATNYA MIMPI BERUBAH JADI MIMPI SETAN YOI YOI YOI YOI… YOI YOI YOI YOI…

### SELESAI ###

JUARA HARAPAN 2 NINA BOBO
KARYA : ROY AGUSTINUS

93

SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (MENANGIS)

KEJAM! BENAR-BENAR KEJAM! HUHUHU… KATANYA CINTA TAPI TERNYATA SELAMA INI DIA JUGA PACARIN CEWEK LAIN. KALAU DULU DIA PASTI SELALU NGERAYU, HONEY, HONEY, I LOVE YOU. HONEY, HONEY, CINTAKU. HONEY, HONEY, KU SUN DULU. MERAH BIBIRMU SEMERAH GELORAKU PADAMU. HUHUHU… DASAR PLAYBOY! BUAYA! SEKALI BUAYA, TETAP BUAYA! BUAYA YANG PANDAI MERAYU, TAPI SETELAH ITU, SEMUANYA BULLSHIT! BULLSHIT SHIT SHIT! PEMBOHONG! PEMBUAL! AKU DICELEIN, AKU DITIPU. AKU TERTIPUUUU! HUHUHU….

(BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN)

BAYU

DIKIRA SEKOLAHAN AJA YANG PENTING?? MUSIK ITU NGGAK PENTING?? DIKIRA CUMA NILAI RAPORT YANG PENTING? NGEBAND ITU GAK PENTING?? SEMUANYA NGGAK ADIL! CUMA UNTUK RAPORT, ANGKA, KELAKUAN BAIK, KERAPIHAN? DAN MUSIK HARUS DINOMOR DUAKAN? NGE BAND HARUS DIKESAMPINGKAN?? TAPI NYATANYA MEREKA SIBUK! MAMAH PAPAH SIBUK. SIBUK BUK BUK! NGGAK ADIL!

(BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU)
NINA Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?

(BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.)

94

BAYU MASA BODO! KALAU SEMUANYA MASA BODO, AKU PUN BISA MASA BODO! MASA BODO! NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya?? BAYU Cewek, apa pedulimu? NINA Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti?? BAYU Nggak. NINA Busyet! (PAUSE) Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu! BAYU Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini

(MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA) NINA (MENJERIT) Berisiiiiik!! BAYU Sudah tau!!

NINA Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak? BAYU Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama. NINA

95

Segalanya memang selalu berkomposisi. Sebutkan salah satunya. Ayo teruskan… BAYU Yaa. dan gaya hidup. BAYU Waktu aku ditinggal pacar. cinta. NINA Nangis? BAYU Yaa. Tadi kamu bilang cinta. nggak usah berfilosof deh. NINA Hebat. waktu itu aku ditinggal pacar. nggak! Memangnya aku perempuan?? 96 . NINA Alahhhhhh. apa pengetahuanmu tentang cinta? BAYU Segudang. Termasuk musik. Kamu yang sok tau.Irama. begitu? NINA Baru seucret-ucret mengenal musik. NINA Trus…? BAYU (MENUNJUK NINA) Hehehe… berarti menarik kan?? NINA Sudah jangan banyak mulut. Sok tau… BAYU Siapa yang sok tau. sudah seperti komposer aja lagaknya. dan aku begitu menderita. irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak! BAYU Musak?? Apa itu musak? NINA (tersenyum menyindir) Hmmhh! Musak. musik rusak! BAYU Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik.

NINA Dan rasanya seperti dipotong-potong. Makanya ada orang ketiga. (PAUSE) Siapa namamu? NINA Untuk apa tanya-tanya nama. Dia menangis. Mengeluarkan air mata. NINA Maksudmu? BAYU Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. NINA Aneh. Cinta yang lebih perfect. begitu? BAYU Nggak seperti itu. Namaku Bayu. maksudmu? BAYU Begitulah… NINA Siapa yang lebih dulu mencari masalah. dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…? (PAUSE) Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh? BAYU Bukan berselingkuh. BAYU Pelit amat sih. NINA Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok? BAYU Betul itu. ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi. Tidak ada yang salah.NINA Ohh. terlalu kasar itu. Dan kami berpisah. Semuanya berjalan normal-normal saja. kamu atau pacarmu? BAYU Tidak ada yang bermasalah. Mau tahu nama aja nggak boleh. (MENYODORKAN TANGAN) Namamu… NINA 97 . jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis. Mendapatkan cinta yang baru. Manusia tidak ada yang perfect. Seperti Kelinci yang akan dipotong. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis.

Hahahaha…. jadinya bodoh… setuju? NINA Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu. Memangnya aku binatang apa? BAYU Makanya nama itu kuanggap penting. jadi nggak perlu kita tahu nama. NINA (BANGKIT BERDIRI LALU MENENDANG-NENDANG KALENG SATU PERSATU. BAYU Oke. Fan-tas-tic.(MENGIBAS TANGAN) Sudahlah. Setuju? NINA Ehhhh. namamu bodo. TERDENGAR SUAR BISING. nama itu penting.makanya ada sejarah. BAYU Jangan tertawa! Aku serius. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi. kerompyang. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni. dan bunyi itu mempunyai irama. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. NINA TERTAWA-TAWA. DIA MENENDANGNENDANG KALENG ATAU MEMBENTUR-BENTURKAN KALENG KE LANTAI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING) Hahahaha…. NINA Kerompyang. Hahahahaha… 98 . kerompyang. aku suka itu.. hahahaha…. LAMA KELAMAAN NINA MENARI. ngak perlu kenalan. dan sekarang sebutkan namamu (MENYODORKAN TANGAN) Aku Bayu. Biar ku tambah H. kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu… BAYU (MELONCAT GIRANG) Yeahh. Lagipula apa sih arti sebuah nama? BAYU Wahhh. kurang ajar. Musik terdengar. His-tories! NINA Tapi saat ini kamu bukan histories. sekarang aku memanggilmu Kebo. dan kamu… NINA Bodo! BAYU Ohhh.

MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV. MAMA NINA Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? NINA Tad. tante. Nama saya Bayu. Kamu siapa? BAYU (GUGUP) Saya Bayu. NINA 99 . Malam-malam begini anak tante bersama saya. NINA DAN BAYU MASUK) MAMA NINA (MEMBENTAK) Dari mana kamu malam begini baru pulang?? (PAUSE) Kamu siapa? NINA Ini teman Nina. MAMA NINA Nina naik masuk kamar. tadi. MEREKA LALU BERPELUKAN. Nina… MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? BAYU Betul Tante. MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu.BAYU (BERGAYA DAN BERNYANYI ALA ROCKER) Disaat ini kita satukan rasa Membentuk lingkaran berpegang tangan Jangan lepaskan aku Jangan ikat diriku Bawa jiwaku Ke alam bebasmu Yeahhhhhh!!! Kuatkan rasa Demi cintaaaa! Beri kebebasan Untuk dirikuuu! Cintai aku Hargai aku Lihatlah aku Peluk diriku Yeahhhhhh!!! (NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. Mam.

aku juga mampu. (MENEPUK DADA) Nih. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang! PAPAH BAYU Itulah egoismu. aku punya otak. Lihat si Lilo. Paham? Selamat malam… BAYU Paham. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT) (NINA MEMENCET HP. baru semester 4 sudah hamili anak orang. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak. BAYU MEMBALAS. Kemana sih dia… (NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. MAMA NINA MEMANDANG SINIS) MAMA NINA Tolong dengar.Mam… MAMA NINA Masuk kamar! (NINA KELUAR PANGGUNG. Dan semua itu gara-gara kamu. memakimaki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. Bapak ke kantor dan ibu memasak. DIA BERDIRI DAN PERGI) (DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR) PAPAH BAYU Kamu yang seharusnya mikir. TERDENGAR SUARA MAILBOX) SUARA MAILBOX Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif. Karena kamu sok jadi wanita karier!! 100 . anak bungsu kita. Memangnya kamu aja yang pantas cari uang. NINA TERLIHAT RISIH. kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai. MENGIRIM SMS. aku bisa cari kerja. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu. saya memang pengagum sinetron. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi… NINA Bayu kok mailbox sih… (BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. aku punya kenalan. Tante. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik! MAMAH BAYU Enak aja. Selamat malam… (PANGGUNG GELAP) (PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. NINA MEMASUKI PANGGUNG. NINA MENGECEK LAPORAN) NINA Masih nggak aktip. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. BULAN BULAT BERSINAR. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. Aku punya izasah. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA.

Sana masuk ke kamar! BAYU Kenyataannya kan begitu Mam. Seorang ibu!! MAMAH BAYU Lah. di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak. mam. Ini bukan urusan anak-anak. ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian. Itu karena kamu perempuan. jadi sebagai ayah. aku mampu!! (BAYU DATANG) BAYU Ada apa pap. Ayo sana masuk kamar!! Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya. Mam. Dan kekecewaan itu. Meeting dikantor. aku bisa. Saya sangat kecewa. perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar. Kamu selalu menganggap aku kuat. Ini bukan urusan anak-anak. PAPAH BAYU Hebat sekali kamu bicara.MAMAH BAYU Eh. Betul kan Pap? MAMAH DAN PAPAH BAYU Diam kamu!! BAYU Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. (PAUSE) Saya sangat kecewa. malah disambungin terus. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. Sungguh-sungguh saya kecewa. tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata… Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara… 101 . masalah anakanak. Belajar!! BAYU Belajar? Bayu sudah bosan belajar. malah nyambung terus. Perhatian. Berantem lagi? MAMAH BAYU Hushhh! Diam kamu. ingat itu? Ingat?? PAPAH BAYU Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam. mamah bilang diam. eh. berangkat pagi pulang malam. mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. Pap? Bayu dengar kok semuanya. saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu! BAYU (BERTERIAK SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGAN SEPERTI PAK POLISI) Stop! Stop! Semuanya stop berbicara. Ayo sana masuk kamar. MAMAH BAYU Hehh. itu hasil didikan kamu! MAMAH BAYU Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu. Belum lagi kerjaan kantor. PAPAH BAYU Itu. MAMAH BAYU Ya ampunnn.

DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku. Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON) BAYU Maafkan aku. mau? BAYU Tapi sudah malam. Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. NINA Mereka sedang bermain kartu. TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU) (PANGGUNG TERANG. BAYU Kenapa mamahmu tidak menikah saja? NINA Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. mungkin berbakat menjadi pemain film.(BAYU KELUAR) (PANGGUNG GELAP. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila. Mau dengar? (TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA) BAYU Sudah kudengar. Yang laki-laki dan perempuan. bisa malam. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG. NINA Bukan cuma penggemar sinetron. Bisa pagi. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang. BAYU Kamu rindu…? 102 . NINA Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi? BAYU Tergantung keinginan. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman. bisa subuh. nggak pernah tentu… NINA Bising…? BAYU Jelas bising. Kadang jumlah mereka tidak tentu. NINA Kita pergi ke taman sekarang. Kamu pasti marah… NINA Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang? BAYU Mau tau? NINA Pasti dong. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. BAYU Dengar baik-baik (SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI) Sudah jelaskan…? Itu alasannya.

tapi sayang. Mas? PAPAH BAYU 103 . Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan. toh mereka akan mengerti sendiri. papahku tidak mendengar. Mas. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian. besok malam saja. PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA) MAMAH NINA Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. tapi. Plz… BAYU Oke. (PAUSE) Mau pergi ke taman sekarang…? BAYU Jangan sekarang. PAPAH BAYU Aku juga bingung. Hidup penuh dosa. Tapi lihat cinta kita. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu. Kesepian terus hidup begini. sayang. Tapi cintaku padamu cinta yang suci. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku. MAMAH NINA Aku memang perempuan kotor. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. Nina bobo Kalau kamu bobo Papahmu datang Bobo sayang Lupakan yang hitam Biarkan hatimu Ditemani malam (DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. MAMAH NINA Kalau mereka tahu kita akan menikah. BULAN BULAT BERSINAR. Aku sudah pernah melarang. Dan dalam kamus cintaku. (BERNYANYI) Nina bobo O.NINA Rinduuu sekali. Ingin sebenarnya aku menikahimu. apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak? PAPAH BAYU Tentu. MAMAH NINA Dimuka bumi ini. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik. Tapi tidak semudah itu. Sekarang lebih baik kita tidur… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui. Kesepian… PAPAH BAYU Aku juga kesepian. aku akan menikahimu. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. ahhh… MAMAH NINA Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku? PAPAH BAYU Termasuk hubungan Bayu dan Nina. tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta. Mas. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM) (SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. MAMAH NINA Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. PAPAH BAYU Jangan lihat status kita.

(NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. Kita lihat nanti apa yang terjadi. NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. NINA (TERISAK) Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku? BAYU Belum tentu. Seandainya rencana mereka tidak terwujud. kan itu kacau. BAYU Disini? NINA Iya. PAPAH BAYU Dicegah? Kamu kira demam berdarah?? MAMAH NINA Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan. PAPAH BAYU Itu yang bahaya! MAMAH NINA Musti dicegah itu. mas bisa aja… PAPAH BAYU Bener! Tanya aja penonton hehehe… (CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP. Kita terlalu cepat mengambil keputusan. Mas? PAPAH BAYU Maksudmu? MAMAH NINA Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu.Sampai ke akhirat! MAMAH NINA Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana. Diranjang ini. Mas? PAPAH BAYU Bener juga kamu. HENDAK MEMBUKA BAJU) BAYU Stop! Stop! NINA (TIDAK JADI MEMBUKA BAJU) Kenapa? (BAYU MENGHAMPIRI NINA) BAYU Terlalu cepat. dimana lagi? (NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. sayangku… MAMAH NINA Ahh. Mas. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK MEMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA. toh kita akhirnya tetap jodoh. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik. tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu. MENANGIS. Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK) 104 . NINA DAN BAYU MASUK) NINA Kamu yang menentukan sekarang.

NINA Tapi aku mau tahu pendapatmu. aku sangat mencintaimu. orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh? BAYU Sulit untuk ku jawab sekarang ini. Mungkin bukan karena umur. mana yang kamu pilih. semakin hari aku semakin bertambah tua. Plz… BAYU Oke.BAYU Sudahlah. NINA Aku begitu lemah sekarang. (BERNYANYI) Nina bobo O. aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang… NINA Tapi kamu masih mencintaiku kan…? BAYU Setulus hati… NINA Betul? BAYU Betul. Maafkan aku. Nina bobo Kalau tidak bobo digigit nyamuk Bobo sayang Adikku yang manis Kalau tidak bobo digigit nyamuk TAMAT Drama Remaja (NOMINATOR) 105 . tapi karena persoalan. Tapi aku merasa. beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung. Tapi asal kau tahu. BAYU Tidurlah… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu.

SEGALA HAL IA LAKUKAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA PEREMPUAN BISA JADI PEREMPUAN TANPA ANTING.Anting oleh Imran Laha Sinopsis PERJALANAN SEORANG GADIS MUDA YANG BERNAMA SITI UNTUK MEMUSNAHKAN ANTING. Karakter Gadis Botak/Siti Pria Mohwak Teman Guru Murid-murid Perempuan Muda Nenek Suami 106 . SEMUA TELAH IA RENCANAKAN DAN MERACIK SESUATU UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA ANTING ITU SESUATU YANG TAK BERGUNA. YANG AKHIRNYA IA HARUS TERBUNUH SEBAGAI PEREMPUAN YANG TAK BERTINDIK. BAHKAN TAK BERTELINGA.

. DI BALIK SEMUANYA. SILUET RAMBUT SEORANG WANITA MENGGELIAT SERUPA TARIAN ULAR. ADA SEGUMPAL CAHAYA LEWAT BERGANTI-GANTI MENERANGI MEJA YANG KISRUH DENGAN BUNYI DENTINGAN GELAS. RUANG SEINDAH KOMPOSISI TARIAN DALAM TAMAN SURGA. kau tak peduli. MEREKA BERPELUKAN. ADA PINTU YANG TERTUTUP RAPAT BERNOMOR 501. hanya orgasme yang menjawab. Dengan kedua itu. Terlalu ketinggalan zaman menurutku. DENGAN SEKETIKA SOSOK DI BALIK GELAP LENYAP. Setelah kupelajari setiap huruf-huruf gairah kemudaanku dengan berbagai pembenaran.Istri Siti Kecil DI SUDUT BUMI MALAM. DAN DEGUPAN-DEGUPAN BIRAHI MEREKA BERSUARA DALAM KAMAR ITU . Sosok di balik gelap.. Daging lebih di dadaku.. 107 . KEKISRUHAN TERUS BERLANJUT MENGIRINGI ALUNAN GERUTU YANG DALAM DAN BERAROMA KEMARAHAN YANG KELUAR DARI SOSOK YANG TERTELAN GELAP ITU. Akhirnya kusimpulkan setiap komposisi sex di dunia remaja yang begitu fantastic dengan fenomenanya. TERDENGAR ANGIN MENDESIR GANAS. BAHKAN PERCIKAN-PERCIKAN LUDAH MENYUMPAH SEMESTA DAN MENGGEMA MEMBERAIKAN BUHUL-BUHUL KEPEKATAN MALAM. Aku lupa.. NAFAS KEDUA SOSOK ITU MENAMBAH KENIKMATAN MUSIK. Hanya nomor hotel semalam yang bertengger dalam ingatanku . KEREMANGAN MEMBAHANA BUMI. AIR YANG MENDIDIH. tak perlu sebuah tindikan dan anting untuk mengatakanku seorang wanita. SUARA MESIN LAS YANG TERKADANG EFEK SINAR LAS MENERANGI KEGELAPAN MISTERIUS ITU DAN TERLIHAT SEAKAN SILUET NEGATIF FOTO/KLISE. Entah itu berukuran kecil atau besar. DUA SOSOK REMAJA BERCUMBU DIIRINGI KESEPIAN MENGALUN BIRAHI. IBARAT KIPAS ANGIN. Kini sudah usang berdebu dan entah di bilik ingatan mana kusimpan dia. TUANGAN AIR DALAM BOTOL. TERTUKAR SEBUAH KAMAR LOSMEN SEDERHANA YANG KHAS DENGAN KEREMANGAN. KECUPAN-KECUPAN IBARAT TETESAN AIR MEMECAH PADA GENANGANNYA. Ada juga liang di selangkanganku yang kau andaikan bibir dari surga. Free sex telah kututup dalam kitab Kamasutra. Suara Wanita Inilah yang kau inginkan.

Coba tadi aku dan perempuan ini patungan membayar hotel . kau akan meminta lagi. Jangan-jangan malam ini ada razia di setiap hotel. Tidak ada yang bisa mengalahkan predikatnya sebagai keanggunan.. Saat kurenggut. Dengan terpaksa ia merapatkan matanya hingga yang ada hanyalah kerutan pejaman. Ini suatu kehormatan untukku. dan berhadapan dengan komputer. Ini adalah imajinasiku. Suara Lelaki 501! . Perang ini semakin menjelaskan kemenanganku. Sangat keras pejaman itu hingga getaran menjalar keseluruh tubuhnya.. Mata itu meringis malu. Seiring lenyapnya kamar senggama pikir itu.. telah kuubani dengan ketabuan. Tegukan-tegukan ludah ketakutan 108 . Akulah kedewasaan sejati. bertatto. Suara Wanita Bahkan kau pun akan terkejut ketika melihat darah di bibir surga itu. entah kenapa bisa sama dengan nomor kamar ini. yaitu selama waktu itu berjalan. Suara Wanita Kau bisa menikmati misteri tubuh yang bernama wanita.. aroma kemenangan telah tercium. Mana ada orang tua dulu tahu tentang Chek In Hotel. Mereka hanya segumpal nasihat yang melewati muda tidak seperti ini.. Saat itupun bisa kuludahi wajah kerut dan sok tua para pendahulu. Kita saling menyerahkan dan memahkotai. Seakan ia tak percaya. Dasar kampungan! Aku tak pernah mendapatkan ini dari mereka. bersinglet hitam. keyakinanku hanya satu. karena pasti kau akan menyesal. Walau emas yang menggantung di tindikan sekalipun.. Lihat rambutku... Jangan lewatkan setiap detailnya. Umurku masih 17 tahun dan Perempuan ini belum juga istriku . besok hari terakhir pembayaran SPP. Padahal itu untuk kemajuan. ah aku lupa. beranting di telinga kiri. Nomor ini tertera di resletingku juga... Kini yang ada remaja berambut Mohwak.. Bukan anting yang menentukan. Apakah orang tua berpikir seperti itu juga? Mereka malu. Setiap detik kupikir adalah Doggy Style. Anting hanyalah lambang perbudakan dunia. aku benar-benar cantik.Suara Lelaki Biarlah adegan ini cepat mencapai. Dan aku tak yakin punya waktu denganmu lagi .. Ya 501! Nomor yang kini ada dalam kemenanganku. Dan mana tahu orang tuaku tentang 501 ... perlukah anting untuk membuatmu penasaran? Suara Lelaki Tak penting untukku senggama yang romantis. Suara Wanita Inilah adegan pertukaran kehormatan. Setidaknya aku tak melakukan imajinasi yang berujung 501. aku merasa telah hidup di umur dewasa.. Wanita ini adalah senjataku untuk merenggut sejarah kemudaan. Sungguh aku sangat jenius. dadanya naik turun mendenguskan gelisah. kau hanya bisa onani dengan rasa penasaran .ha-ha-ha. Di kala seperti itu. Keperawananmu adalah mahkota untukku.. Apa telingamu akan gatal tanpa anting? Di sudut bumi yang lain merebak cahaya. Matanya menyalak menyinari layar komputer yang membiaskan cahaya. akulah raja. Bila jebol. kemana harus kucari uangnya. aku tanya sekali lagi.

menambah getar dalam lubuk hatinya. Jari-jari yang berada di atas keyboard seakan paku yang telah menancap sepanjang peradaban kenistaan. Tiba-tiba semuanya meledak dalam dering Hp. Dengan gerak sigap bertanda gugup, remaja itu merogoh Hpnya yang ia sendiri lupa di mana. Cukup lama ia mencari dan akhirnya ketemu juga. Tapi ia belum juga menerima panggilan itu setelah ia melihat nama yang tertera di Lcd Hp. Lama ia berpikir lalu dengan ragu-ragu dia menekan tombol Yes dan perlahan Hp itu diantar ke telinga yang beranting. Mendengar sebentar dengan mata menerawang memikirkan sesuatu.

Pria Mohwak Akan aku jelaskan saat kita bertemu nanti ... aku tak tahu, itu mungkin orang lain ... ya, aku malu. Khususnya terhadap kamu ... sudahlah sayang, cukup. Jangan kamu teruskan kemarahanmu. Aku tak peduli apa kata orang tuaku nanti, aku hanya takut jikalau ini membuat cintamu berkurang ... kau ingat puisiku untukmu? Ingatlah itu, agar kamu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu ... kamu tahukan sayang, sex semacam ini (sambil menunjuk layar komputer dengan jari-jarinya) sudah ketinggalan jaman. Dan kamu juga tahu, aku remaja modern ... aku masih ingat sayang, anting yang kamu berikan ini adalah pengingatku. Dengan begitu kamu seharusnya mengingat puisiku juga, sebab waktu itulah kamu memberikan anting ini ... masak kamu lupa!... dua bulan yang lalu ... ya, aku sangat cepat menyerap perkembangan jaman ... aku lupa nama wanita itu ... ehm, siapa ya, si .. si.. siapa ya, Siti! Ya Siti, aku ingat sekarang. Namanya Siti ... dia teman sekelasku, dia meninggal sebulan yang lalu ... dia bunuh diri bersama semua wanita dalam kelasku, termasuk Guru Pendidikan Moral yang waktu itu bertepatan punya jadwal di kelas ... dia wanita gila menurutku ... kalau kamu melihat beberapa saat setelah terjadi peristiwa itu, kamu akan bersepakat dengan ungkapanku tadi ... saya datangnya ketika kelas sudah dipenuhi oleh Polisi dan orang banyak. Mayat-mayat wanita itu tak bertelinga semuanya ... iya, akupun heran kenapa dengan hanya sepenggal telinga mereka bisa mati. Menurut penglihatanku, mereka masih terlalu cantik untuk menjadi mayat ... oh maaf sayang, aku tak bermaksud merendahkanmu dengan mengatakan mereka cantik ... ya, kamulah yang paling spesial di hatiku ... iya kan? Kamu sendiri bisa mengatakan wanita itu jenius. Kalau aku mengatakan dia gila ... sampai sekarang pun Polisi tidak sanggup memecahkan kasus itu. Menurut Polisi itu pembunuhan yang paling sadis selama ini. Soalnya irisan-irisan telinga itu sangat halus. Tidak terlihat goresan-goresan pemaksaan. Padahal alat yang digunakan untuk mengiris telinga adalah Gergaji. Koki seahli apapun tak bisa mengiris seindah itu ... dan yang lebih aneh lagi semua potongan telinga mereka tak ditemukan di awal peristiwa. Nanti setelah divisum baru mereka tahu semua potongan telinga itu ada dalam perut Siti, termasuk telinganya ... apakah itu bukan hal yang gila? ... aku pun tak percaya pernah melakukan hubungan sex dengan seorang maniak ... aku juga tak tahu siapa yang merekam dalam kamar itu, aku hanya bisa terkejut ketika adegan dalam kamar itu telah tersiar di Internet ... (Hp di genggaman Remaja Mohwak berbunyi menandakan Lowbat.) Aduh sayang, kamu sekarang cari Warnet terdekat! Kita teruskan obrolannya lewat Chating. Batre Hp aku hampir habis ... (Belum juga habis katakatanya, Hp kehabisan Batre.) 109

PINTU RAPAT YANG BENOMOR 501 ITU, MEMBUKA KEMBALI CERITA SESUDAH ADEGAN SEX DITAYANGKAN. TAK LAGI TARIAN SURGA YANG TERLIHAT, HANYA DUA SOSOK DI BALIK SELIMUT. BUKAN LAGI DEGUPAN YANG BERUCAP. TAPI PERCAKAPAN NYATA BERADU. MEMECAH DENTINGAN CAHAYA IDE KEMAJUAN ...

SANG LELAKI.
Aku dewasa. Akulah raja sekarang. Saatnya untuk meludah pada setiap orang tua.

SANG WANITA.
Akhirnya aku sendiri membuktikan. Akulah pemilik keanggunan. Akulah wanita itu.

SANG LELAKI.
Kamu ingat Siti. Seanggun apapun, kamu hanya mahkotaku. Kamu properti ...

Sang Wanita
Beraninya kamu mengatakanku seperti properti. Apakah kata itu yang berlaku juga pada anting.

SANG LELAKI.
Kurang lebih seperti itu.

Sang Wanita
Tanpa properti anting itu, aku tetap anggun dengan darah yang keluar dari selangkanganku.

SANG LELAKI.
Darah itulah mahkota yang kurenggut untuk menjadi dewasa.

SANG WANITA.
Ha, lucu. Kamu pikir dengan itu kamu sudah dewasa? Belum.

SANG PRIA.
Lalu apa?

SANG WANITA.
Berani menentukan pilihanmu secara jujur. Kalau hari ini, kamu masih takut dan sebisanya bersembunyi di balik pintu hotel. Puh ... kayak anak-anak yang baru belajar onani.

SANG PRIA.

110

Jenius kamu Siti. Aku punya gagasan yang paling modern mendengar penjelasanmu. Sex mutakhir. Sodomi dengan lelaki. Itukan namanya memilih untuk melakukan dengan lelaki. Dan aku jujur padamu. Ah, aku puas sekarang. Akulah raja.

Sang Wanita
Sakit.

SANG PRIA.
Apa bedanya dengan kamu wanita tak bertindik. Kamu sakit juga. Mendingan kamu jadi lelaki saja ...

Sang Wanita
Jenius...jadi tak perlu lagi kupikirkan masalah keanggunan ...

KEDUA MATA REMAJA ITU BERBINAR-BINAR DENGAN SENYUM SIMPUL YANG PALING MANIS. KEDUANYA MELAYANGKAN IMAJINASI PADA KEREDUPAN CAHAYA YANG MAKIN REDUP, MAKIN REDUP LAGI, HINGGA MASUK DALAM KEPEKATAN GELAP. CAHAYA MUNCUL BERBENTUK LINGKARAN DI SUDUT BUMI LAIN. BERDIRI SOSOK DENGAN DANDANAN SEORANG GURU. SOSOK ITU SEPERTI SEDANG MENGAJARKAN SESUATU. GURU SEMUA HARUS BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. JANGAN PERNAH MELEBIHI KODRAT, KARENA ETIKA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KODRAT. BIARLAH ADA ATURAN-ATURAN KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DENGAN SEMUA ATRIBUTNYA. BEGITU JUGA DENGAN PEREMPUAN ...SEMUANYA MENGERTI? TAK ADA YANG MENJAWAB. SEMUA TETAP GELAP. HANYA TEMPAT GURU ITU BERDIRI YANG DITERANGI CAHAYA. SEMENTARA SANG GURU MASIH MENUNGGU JAWABAN. GURU MASAK BELUM MENGERTI? SAYA KASIH CONTOH, SEORANG LELAKI DIBERIKAN KODRAT OLEH SANG PENCIPTA MEMILIKI TUBUH YANG LEBIH KUAT, JADI SEANDAINYA LAKI-LAKI MELINDUNGI PEREMPUAN ITU DIKATAKAN ETIS. KALAU SEBALIKNYA DIKATAKAN TIDAK ETIS. BEGITU JUGA PEREMPUAN, TIDAK DIKATAKAN ETIS KALAU DIA BERBICARA KASAR. KARENA PEREMPUAN ITU TERCIPTA DENGAN KELEMBUTAN.
111

MURID 4 MENJADI TIDAK ETIS KALAU KITA BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGANNYA. MISALNYA ANTING. MURID 1 SAYA MENGERTI SEKARANG. SUASANA MENJADI TEGANG SEAKAN SEMUA MEMUSUHI GADIS YANG TERTUNDUK MALU ITU. SEMUANYA MENOLEH KEBELAKANG SEIRING CAHAYA MENYALA LAGI DAN MENAMPAKAN SOSOK GADIS YANG TERTUNDUK DIAM. CAHAYA LAIN LAGI. 112 .. BISANYA KAMU BICARA TENTANG HUBUNGAN SEKS. PEREMPUAN DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MENGANDUNG... MURID 3 BERARTI. PADAHAL AKU TAHU KAMU BARU SAJA BELAJAR ONANI. MENAMPAKKAN SOSOK MURID YANG MENGACUNGKAN TANGAN. MURID 4 KALAU BEGITU PEREMPUAN HARUS MEMPUNYAI ATRIBUTNYA. PEREMPUAN HARUS PUNYA PAYUDARA. SITI KAMU JANGAN SOK TAHU. ITU SANGAT ETIS KALAU DIFUNGSIKAN. APALAGI AKU SEORANG LELAKI.. ADA CAHAYA LAGI DI SUDUT YANG LAIN MURID 2 BEGITU JUGA LAKI-LAKI DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MEMBUAHI. CAHAYA DI SUDUT LAIN LAGI. SEMUANYA MEMPERHATIKAN GADIS ITU. TAPI BAGAIMANA DENGAN SITI YANG TAK BERTINDIK SEGALA .. PUNYA VAGINA BIAR ETIS DIANGGAP ORANG LAIN.SATU CAHAYA TERANG DI SUDUT LAIN.JADI SANGAT ETIS KALAU LAKI-LAKI MENGHAMILINYA.

APA TUJUANMU MEMAKAI ANTING. SITI TUTUP MULUTMU WANITA JALANG. (PADA SITI) SEMUA BENAR SITI. KALAU BUKAN HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN BELAI LAKI-LAKI. YANG PENTING.. KAMU PASTI TIDAK PERNAH DISENTUH LAKI-LAKI.MURID 2 ITU TIDAK PENTING. SITI MEMBALAS DENGAN TATAPAN SERIBU RENCANA. HABIS GELAP TERANG BEGITU SETERUSNYA. MURID 3 AH. PALING HANYA BERKACA DI DEPAN CERMIN DENGAN SEGALA KESEPIAN HATIMU. DI MANA-MANA SEMUA SAMA. HABIS GELAP TERANG. APA YANG BISA KAMU PERBUAT TANPA ANTING ITU. SEMENTARA MURID 1 MENGGODA DENGAN MATANYA.. ITU HANYA BAHASA KEIRIANMU SAJA. GURU TENANG ANAK-ANAK. TANPA ANTING PUN AKU MASIH BISA DISEBUT PEREMPUAN. ANTING ITU MEMPERJELAS KAMU SEBAGAI SEORANG WANITA JALANG. SUMPAH SERAPAH BERTEBARAN . MEMBUAT SITI TERDIAM DAN HANYA BISA MENATAP. AIR MENDIDIH TERUS MELANJUTKAN KISAHNYA. 113 . MURID 4 MANA BUKTINYA? PERTANYAAN MURID 1 YANG BERJENIS KELAMIN LELAKI ITU. MASIH DENGAN SEPENGGAL CAHAYA BERPUTAR DAN BERGANTIAN MENERANGI SOSOK ITU.. CAHAYA KHAS MESIN LAS PUN TAK KETINGGALAN MENAMBAH KESERIUSAN MISTERI ITU. BUMI PERLAHAN MEREDUP TERTELAN GELAP HINGGA SOSOK DI SUDUT BUMI LAIN TAMPAK JELAS DENGAN KEKISRUHANNYA YANG KHAS. SITI JANGAN SEMBARANGAN BICARA. LEBIH BERMORAL JIKA KAMU MEMAKAI ANTING. DENTINGAN GELAS. MAKANYA KAMU BICARA SEPERTI ITU.. ANTINGLAH YANG MEMPERCANTIK PEREMPUAN.

Sesuatu yang membawa ketingkat kemabukan paling tinggi.) GADIS BOTAK BIARLAH BANCI ITU BERISTIRAHAT SEBENTAR. Drugs pun bukan teman yang setia. Segala bunyi khas meja ilmuwan menjadi musik pada kegelapan itu. lalu banyak bicaranya. Lebih dari Trance. Dengan kejeniusanku ini. Tumpukan-tumpukan karung yang sudah belel. Drugs yang harus membayar padaku untuk setia mencintainya. Bahkan bom yang meleburkan tubuh menjadi bagian-bagian molekul tak sanggup menandingi. (sosok itu meneruskan pekerjaannya.Sosok di balik gelap Begitu juga dengan Drugs. aku mendahuluinya. Dasar kampungan! Setelah semuanya dia mau meninggalkanku. Bahan kimia yang telah jauh tertinggal dibanding kejeniusanku.) Bumi kembali beralih menjadi sudut remang. Yang satu pria berambut Mohwak dan satu lagi Gadis berambut botak.. Kali ini tempatnya berantakan layaknya sebuah pasar tradisional yang habis dipakai untuk jualan. Biarlah dia menjadi fosil-fosil. Sekarang dia ada di belakang jaman anak-anak kuno. menjadi tempat sandaran ketiga remaja yang sempoyongan itu. PRIA MOHWAK TAK SETIA KAWAN. Lebih dari ekstase. Kuno. JANGAN KITA BERISIK DI SINI.. Puh(meludah). Segala macam barang berserakan dan genangan lumpur tak ketinggalan menghias. Gadis Botak Lalu kamu mau kita ditangkap Polisi di sini? Ayo kita paksakan untuk berjalan. Pria Mohwak Apa yang harus kita lakukan? Aku tak kuat lagi berjalan. PRIA MOHWAK 114 . GADIS BOTAK KENAPA. Pria Mohwak Bagaimana dengan dia? (menunjuk temannya yang tergeletak. Kenikmatan yang bahan itu tawarkan bukan sesuatu yang baru. Tapi sebelum ia melakukan itu. Dan lucunya aku harus membayar mahal untuk dia. KAU TAKUT? LAKI-LAKI BANCI. Dan aku tak mau menjadi Darwin yang bodoh dengan meneliti fosil-fosil. Terjadi percakapan antara dua remaja yang masih sadar.. Dengkul ini tak bersahabat. seharusnya yang aku racik adalah sesuatu yang lebih mahal. Salah satu dari mereka sudah tak dapat bangun lagi akibat mabuk. Yang jelas aku tak selera lagi dengan hal-hal ketinggalan jaman ..

ANTING INI MEMBUATKU LEBIH MACHO APALAGI DITAMBAH DENGAN DRUGS. AKU TAK INGAT APA-APA. GADIS BOTAK KALAU AKU TAHU KAMU SEORANG BANCI. LALU DENGAN MEMPERTEGAS UCAPAN. GADIS ITU MENGUNGKAPKAN SESUATU DITELINGA YANG DIA JEWER) KAMU BANCI! PRIA MOHWAK SUDAHLAH. PRIA MOHWAK KAMU JANGAN SOK! KAMU INGAT KELAMINMU APA. INGAT NAMA KAMU SITI. HANYA BANCI YANG MAU MELAKUKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI. PRIA MOHWAK SUDAH. ITU KAMU SADAR JUGA. AKU TAK RELA. LAGIPULA AKU MABUK. MANA ADA NAMA SITI SEORANG LAKI-LAKI. AYO KITA ANGKAT ORANG INI. AKU SEORANG GADIS PUN TAK BERTINDIK. AKU YANG MERENGGUT PERAWAN KAMU. GADIS BOTAK 115 . GADIS BOTAK NAH. KITA JANGAN MEMPERPANJANG MASALAH. PRIA MOHWAK SEENAKNYA KAMU BICARA. GADIS BOTAK.JUSTRU MENINGGALKANNYA ADALAH TINDAKAN PENGECUT. MENURUTKU INI SUATU KEMAJUAN. LEBIH CANTIK MAKSUDMU.(SAMBIL MENJEWER TELINGA KIRI PRIA MOHWAK DAN MELIHAT ANTING YANG DIKENAKAN PRIA ITU. GADIS BOTAK PUH! MAU JADI PAHLAWAN? KAMPUNGAN. TAPI KAU. MALAM ITU. APAKAH AKU BANCI DENGAN ITU. KAMU PEREMPUAN! HANYA SAJA KAMU TAK BERTINDIK.

KAMU PUN. MURID 4 SABAR. GADIS BOTAK JANGAN BAWA-BAWA ANTING UNTUK MASALAH INI. HINGGA SUDUT KUMUH ITU BERGANTI SUDUT MISTERIUS YANG DIDIAMI DUA SOSOK BERSERAGAM SEKOLAH. TERTINGGAL PRIA MOHWAK DENGAN SEGUDANG KEBINGUNGAN. GADIS BOTAK TANPA ANTING. 116 . AKU SUDAH MEMESAN KAMAR HOTEL. SEGERALAH DITINDIK TELINGAMU ITU. TADI KAMU YANG MEMAKSA UNTUK MENGANGKATNYA. DAN PERGILAH BELI ANTING. AKU TAK YAKIN KAMU SEORANG PEREMPUAN. KALAU PERLU AKU AKAN MEMUSNAHKANYA. KAMU SAJA YANG ANGKAT. LIHAT SAJA NANTI.AKU BANYAK URUSAN. KAMU AKAN MERASAKAN BELAIAN SEORANG PEREMPUAN. JADI KAMU PASTI GROGI. KITA MAIN CANTIK. INI ADA BANTUAN UNTUK MENGHILANGKAN GROGI (MENYERAHKAN SESUATU) SITI SABU-SABU! LAKI-LAKI PENGECUT. (LANGSUNG PERGI) PRIA MOHWAK EH MAU KEMANA . KEREMANGAN MULAI MERASUKI BUMI.. AKU YAKIN INI PERTAMA KALI BUATMU. SITI KAMU MAU BUKTI? MAU COBA? AKU PUNYA WAKTU SEKARANG. JANGAN HANYA MULUTMU SAJA YANG BESAR. SEKARANG KAMU PERGI. KALAU TAK ADA TONJOLAN DI DADAMU. MURID 4 HEI. AKU TAK PEDULI DENGAN BARANG ITU. SOSOKNYA KEBURU DITELAN GELAP.. GADIS BOTAK ITU PERGI DENGAN KESAL. APA KARENA AKU MENGATAKAN KAMU TAK BERANTING. JANGAN SEMBARANGAN. (MENYERAHKAN KUNCI KAMAR) INGAT 501 NOMOR KAMARNYA.

PRIA MOHWAK YA. MAKASIH.BEGITU JUGA RAMBUT INI. AKU SUDAH MABUK DENGAN SEGALA PERMASALAHAN KEHIDUPAN. TIDUR DISEMBARANG TEMPAT. TIBA-TIBA TEMAN MABUKNYA ITU MENGGELIAT. SITI BENAR JUGA DIKATAKAN LAKI-LAKI TADI. MALAH DITAMBAH LAGI DENGAN MABUK BAHAN KIMIA. TAK PERNAH KUTEMUI ORANG SEPERTI KAMU.. 117 . CAHAYA MENERANGI SUDUT YANG KUMUH DAN BERTABURAN KARUNG-KARUNG BELEL TADI. BESOK KAMU MENGHISAP SABU-SABU LAGI. LALU DIA MENGGUNTING SECARA PERLAHAN-LAHAN RAMBUTNYA MENGIKUTI RITME CAHAYA YANG PERLAHAN MEREDUP JUGA. SERASA AKU DISELIMUTI DUA KEMABUKAN.. DI TENGAH BUMI SEDIKIT CAHAYA MENGESANKAN KAMAR SESEORANG YANG KESEPIAN. PRIA MOHWAK TERNYATA KAU SADAR JUGA. SITI SEDANG BERADA DI DEPAN CERMIN MEMBELAI-BELAI RAMBUTNYA. ITU BIASA. ANTING LAMBANG DARI ITU. SUDAH BERULANGKALI AKU SELALU BEGINI. TAK ADA RAMBUT PUN AKU MASIH WANITA.KEREMANGAN MULAI TURUN LAGI MEMBASAHI BUMI. TANGANNYA MEMBELAIBELAI RAMBUT... KETIKA GELAP. SEBUAH PASAR TRADISIONAL YANG HABIS DIPAKAI JUALAN. HABIS MABUK. DALAM KETIDAK PEDULIKU PADA KEANGGUNAN. SITI MENGANGKAT GUNTING DI ATAS MEJA. SEBAB DARAH PERAWAN TADI MEMBUKTIKANNYA. HARI INI KAMU KATAKAN ITU. INI YANG DIKATAKAN SUPER MABUK. LAMA DIA TERMANGU. AKU DARI TADI DISINI MENUNGGUMU SADAR. KAMU SEORANG LELAKI YANG PERHATIAN. AKU TERPENGARUH SABUSABU TADI. DUA SOSOK TADI PERLAHAN TERTELAN GELAP TERSISA GERAK-GERIK PERDEBATAN MEREKA.. AKU HARUS TOTAL. SOSOK PRIA MOHWAK MASIH TERDUDUK MENUNGGU SAMPAI TEMANNYA YANG MABUK SADAR.. TEMAN OH.BODOH! TAPI AKU SADAR DENGAN KETIDAK PEDULIANKU PADA KEANGGUNAN. AH. DALAM HIDUP. SETELAH GELAP. TAK PERLU AKU PEDULI TENTANG KEANGGUNAN.

BUAT APA KAMU MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PENTING ITU. TEMAN KENAPA KAMU TIDAK SEPERTI DIA SAJA? PRIA MOHWAK AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU. KARENA KAMU BAIK.TEMAN MANA BOTAK TADI. PRIA MOHWAK DIA PERGI BEGITU SAJA..(IA MELIHAT ANTING DI KIRI TELINGA PRIA MOHWAK) KAMU SUKA ANTING? PRIA MOHWAK INI UNTUK GAYA. TEMAN JADI KAMU ORANGNYA BERGAYA? PRIA MOHWAK SUDAHLAH KAMU SAJA TIDAK BERTINDIK. AKAN AKU HADIAKAN KEPADAMU. PRIA MOHWAK AKU AKAN MEMBALAS DENGAN APA? 118 . AKU DI SINI KARENA HATIKU BAIK. KAMU BEGITU KARENA AKU MENTRAKTIR SABUSABU. TEMAN AKU PUNYA ANTING JUGA. PRIA MOHWAK DASAR KAMPUNGAN. AKU ORANG YANG SANGAT BERSAHABAT. TEMAN BARU KALI INI ADA TEMAN YANG BAIK HATI TANPA SABUSABU.. TEMAN BOHONG.

. SETIDAKNYA AKU TELAH DIKENAL ORANG TANPA ANTING. MASUK SOSOK PEREMPUAN MUDA DENGAN EKSPRESI GELISAH. LAMA IA BERPIKIR. NYATA JUGA DALAM PANDANGAN AKIBAT SEMUA BOTOL PERCOBAAN MELEDAK DAN DITAMBAH LAGI SINAR LAS YANG MENYOLOK. MEMBUAT SEMUA ATRIBUT PENEMUANNYA PUN MELEDAK-LEDAK HINGGA PADA TITIK YANG KLIMAKS. SEKARANG INI AKU DINYATAKAN LAHIR KARENA BERPIKIR TENTANG ANTING. AIR MENDIDIH MULAI TERDENGAR. PADAHAL AKU TAK PERNAH PEDULI. SAMPAI-SAMPAI GELAP LANGSUNG SAJA MENIMBUNI TEMPAT KUMUH ITU. DIA TERUS TERTAWA. AKU PUN TAK MENGERTI. PRIA MOHWAK JADI ANTING ITU HANYA UNTUK SUPAYA AKU BERGAYA? KALAU BEGITU APA YANG AKAN MEMBALAS SEMUANYA? TEMANNYA ITU MEMIKIRKAN SESUATU UNTUK MENJAWAB.HA. DALAM PERSEMBUNYIANNYA.. BUNYI KHAS MESIN LAS. DENTINGAN GELAS.TEMAN INI UNTUK MENAMBAH GAYA KAMU. DAN ITU KELAHIRAN .HA! TAWANYA MENGGEMA BUMI. AKHIRNYA SOSOK DI BALIK GELAP YANG MISTERIUS ITU. SEBAB BUAT APA SESEORANG LAHIR TANPA DIKETAHUI ORANG? ITU BUKAN HIDUP TAPI MATI. TERNYATA SOSOK DI BALIK GELAP ITU ADALAH GADIS BOTAK ATAU SITI.HA.. SOSOK ITU SIBUK KEMBALI DENGAN KEMARAHANNYA.. SOSOK DI BALIK GELAP SEMUA TELAH MENJALANI. LAMPU TIBA-TIBA MELEDAK JUGA DAN GELAP JADINYA. BUMI MULAI MEMANCARKAN CAHAYA KEREMANGANNYA. DAN KELAHIRAN HANYALAH PERTEMUAN. SEKETIKA PUN DI SUDUT YANG LAIN MEMULAI DENGAN KEREMANGAN MISTERIUS DAN SEPENGGAL CAHAYA SERUPA KIPAS ANGIN YANG BERPUTAR.. DENGAN GAYA YANG WASPADA. DENGAN KEMARAHANNYA. SETELAH ITU TERDENGAR ANGIN MENDESIR SERAM. KENAPA AKU HARUS BERTEMU DENGAN MASALAH ANTING.. SETELAH IA SAMPAI DEKAT SELOKAN. ITU YANG LUAR BIASA . DATANG SEORANG NENEK-NENEK DENGAN 119 . TINGGAL BAGAIMANA MEMATIKAN ANTING. IA MELETAKKAN BUNGKUSAN ITU LALU IA BERSEMBUNYI DI BALIK SESUATU. MUNGKIN TINGGAL KEMATIAN YANG SELALU MENAKUTI. IA MEMELUK SEBUAH BUNGKUSAN YANG SEKALI-KALI MENGELUARKAN TAWA DAN TANGIS OROK.

ANTING YANG MENYOLOK. NENEK YA. KAMU TINGGALKAN IA DI SINI KARENA KAMU TAK MENGINGINKANNYA. PEREMPUAN MUDA DENGAN MENINDIK SEPERTI ITU NENEK BILANG AKAN MENGHIDUPKANNYA? ANAK ITU PASTI KESAKITAN.ADA OROK RUPANYA. SAYA YAKIN INI ADALAH ANAK JADAH. SEBELUM NENEK SEMPAT MENINDIK. NENEK SAYA INGIN MEMBUAT DIA BERTAHAN HIDUP. AKU TAHU ITU. PEREMPUAN MUDA ITU ANAKKU... DITARIKNYA TELINGA OROK ITU. NENEK AH. LALU IA MEMERIKSANYA. TAPI KAMU MAU MEMBUNUHNYA. BERGEGAS PEREMPUAN MUDA ITU KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA UNTUK MENCEGAH.. NENEK ITU MENGELUARKAN JARUM DARI TAS BELELNYA. DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA. PEREMPUAN MUDA APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NENEK GILA NENEK TERKEJUT DAN TAK SEMPAT MENINDIK. MASIH SANGAT MERAH DAN CANTIK. KALAU AKU JUSTRU MENGHIDUPKANNYA. SEMENTARA PEREMPUAN MUDA TADI. PEREMPUAN MUDA BOHONG! NENEK MAU MEMBUNUHNYA! NENEK BUKANNYA KAMU YANG MAU MEMBUNUHNYA. 120 .. NGERI MELIHAT APA YANG AKAN DILAKUKAN NENEK ITU. SAYA TAHU APA YANG HARUS DIPERBUAT UNTUK OROK SEPERTI INI. NENEK ITU KAGET MELIHAT ADA BUNGKUSAN DENGAN SUARA OROK.

DALAM CENGKERAMAN PEREMPUAN MUDA ITU NENEK BERKATA.. BIARLAH AKU MATI DAN KAMU CARI KEHIDUPANMU SENDIRI... PEREMPUAN ITU MENGAMBIL BATU YANG TERGELETAK DI SAMPINGNYA.YANG SAYA LAKUKAN UNTUK SIMBOL DUNAWI. APA KUASA NENEK YANG TUA ITU.DENGAN SEGERA PEREMPUAN MUDA ITU MENCEKIK NENEK. TERGELATAKLAH JASAD PEREMPUAN MUDA DI ATAS GENANGAN DARAHNYA. HANYA SEBUAH BUNGKUSAN YANG MEREKA RASA PANTAS UNTUK DISELAMATKAN.. PEREMPUAN MUDA BENARKAH AKU MENGINGINKAN KEMATIANMU? AKU HANYA INGIN MENINGGALKANMU DI SINI. APAKAH TANPA ANTING MENYEBABKANMU MATI WALAU NAFAS TETAP BERHEMBUS. AKU MALU TERHADAP SETIAP MATA YANG MEMANDANGKU. MEREKA KAGET DENGAN PENGLIHATAN MEREKA. BARU IA MELEPASKAN CENGKERAMANNYA. DENGAN ANTING SEMUA AKAN MEMANDANGNYA HIDUP. DAN MEREKA PUN MEMUNGUT LALU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT ITU.. NENEK SAYA MENGHIDUPKAN IA DI DUNIA INI.. ANAK ITU WANITA. AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA.. BELUM BEBERAPA SAAT.. BUMI TERANG BENDERANG MENGGANTI MENJADI RUANG KELAS.. LALU DIA MENGHANTAM BERKALI-KALI KEPALANYA SENDIRI.. TERSISA DUA MAYAT (NENEK DAN PEREMPUAN MUDA) YANG MENGHIAS. APALAGI MENGHIDUPKANMU.. DENGAN TIBA-TIBA. TAMPAK SEORANG GADIS BOTAK BERDIRI DI ATAS MEJA DENGAN 121 . DATANG SEPASANG SUAMI ISTRI YANG TUKANG PEMULUNG.. IA ADALAH SALAH SATU ATRIBUT DUNIA. LAMPU MENUJU KEREMANGAN SAMPAI GELAP MENJADI PEKAT. SAMPAI DENGAN SENDIRINYA PEREMPUAN MUDA ITU MENANGIS.... PEREMPUAN MUDA TUTUP MULUTMU NENEK GILA.DENGAN ITU IA ADALAH WANITA.AKU TAK SANGGUP MEMBUNUHMU. JANGAN KAMU TUNDA KEHIDUPANNYA.. AKHIRNYA NENEK ITU MENYERAHKAN ROHNYA KEPADA KEMATIAN. IA HANYA BISA MENAHAN KEMATIAN UNTUK BISA LEBIH PERLAHAN.AKU TAK SANGGUP MENGHADAPI DUNIA. PEREMPUAN MUDA ITU BELUM JUGA PUAS MENCEKIK.

. DIA SANGAT MARAH. DI TANGANKU INI. MAKA.. YAITU ANTING. LIHAT GERIGINYA. MUNGKIN SUDAH TAK PUNYA UANG LAGI UNTUK BERGAYA.. TAK AKAN ADA RASA SAKIT... TANPA ANTING KALIAN TAK MEMIKIRKAN KEANGGUNAN. DI BAWAHNYA ADA SEKITAR LIMA WANITA YANG TERIKAT. GURU 122 . TERMASUK GURU MEREKA. TAPI SESUNGGUHNYA DIA SAYANG DAN MAU MENYELAMATKAN KALIAN DARI KEMABUKAN TERHADAP ANTING. WANITA 2 TERUS APA MAKSUD KAMU TIDAK MENYAKITI? GADIS BOTAK/SITI KEHIDUPAN SELALU INDAH. WANITA 3 BENAR! AKU MAU DULUAN! GADIS BOTAK/SITI AHA. KARENA ANTING TAK PENTING UNTUK DIJAMINI. GADIS BOTAK/SITI SEKARANG WAKTUNYA MEMUSNAHKAN APA YANG KALIAN BANGGAKAN. SEMUA WANITA YANG TERIKAT ITU TERLIHAT GELISAH DAN KETAKUTAN DENGAN LAGAK GADIS BOTAK ITU.SIAPA YANG MAU DULUAN? WANITA 1 APA JAMINANNYA KALAU ITU TIDAK SAKIT? GADIS BOTAK/SITI TAK ADA. KALIAN KIRA DENGAN TERUS MEMIKIRKAN KEANGGUNAN ITU TIDAK MENYAKITKAN? KENAPA HIDUP HARUS DISAKITI DEGAN PERASAAN SEPERTI ITU. ADA YANG SUDAH SADAR.JAWABNYA ADALAH KEHIDUPAN PEREMPUAN. ATAU SITI.MEMEGANG SEBUAH GERGAJI. JADI KALIAN HARUS IHKLAS. GERGAJI INI YANG MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI LEWAT KEMARAHAN. TAPI SEMUA SUDAH TERJAWAB! TAHU APA JAWABNYA?. SAMPAI SEKARANG PUN DIA BERTANYA APA KEGUNAAN ANTING. ADALAH GERGAJI YANG TERBUAT DARI KEIHKLASAN. DATANGNYA GERGAJI DI SINI UNTUK MENGHIDUPKAN PEREMPUAN TANPA ANTING.TAPI AKU TAK AKAN MEMAKSAKAN..

LALU IA MENGANGKAT SALAH SATU MURID. KENAPA KAMU MAU MENYALAHI KODRAT-KODRAT ITU? GADIS BOTAK/SITI PERTANYAAN YANG TIDAK ETIS. YANG PENTING ADA YANG MENANDAKAN DIA PEREMPUAN. MASAK ADA ANTING BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. SUAMI 123 . AKU AKAN SEGERA MEMOTONG TELINGA KALIAN SEMUA. DI SITU SUAMI ISTRI PEMULUNG TADI SEDANG BERDEBAT. ITU BUKAN HAL YANG MENYAKITKAN. SITI TURUN DARI ATAS MEJA. SUAMI TERUS. BAGAIMANA KITA MEMBELI ANTING? ISTRI TAK PERLU EMAS. ETIKA ADA DALAM SINI (MENUNJUK DADANYA) DAN SINI (MENUNJUK KEPALANYA).. JIKA INI PEMAKSAAN. APA DIA AKAN JADI LAKI-LAKI TANPA TINDIKAN? ISTRI DARI DULU JUGA PEREMPUAN PUNYA TINDIKAN.KENAPA KAMU SANGAT TIDAK ETIS MEMAKSA WANITA MENGHAPUS SEJARAH ANTING? ANTING SUDAH SEUMUR MANUSIA. MENGGANTI RUANG KELAS DENGAN RUMAH KUMUH. SUAMI MAKAN SAJA HARUS BANTING TULANG DULU. IA MEMOTONG.. GURUKU SAYANG! KAMU HANYA BANYAK MEMBUAT ORANG-ORANG BODOH DENGAN KEETISANMU ITU. DIIRINGI TANGISAN BAYI. SUAMI UNTUK APA ANAK ITU DITINDIK? ISTRI ANAK INI PEREMPUAN.AH AKU TAK MAU BANYAK BUANG WAKTU. LALU KEREMANGAN DATANG LAGI SECARA PERLAHAN. ITU CUMA LUARNYA SAJA. DENGAN GAYA YANG TEATRIKAL. MURID ITU TERIAK KESAKITAN. JUSTRU SEBUAH KEBAHAGIAAN HIDUP. TERIAKANNYA MEMBUAT BUMI GELAP.

AKU TADI MENYEBUTKAN GADIS BOTAK TADI .. KALIAN SAMASAMA TAK BERTINDIK .... TAPI DOKTRIN GADIS BOTAK PADA MALAM ITU YANG MEMBUAT AKU KALAH . GADIS ITULAH YANG BERADA DALAM INTERNET DENGAN SAYA.. OH IYA. MEREKA KAN SOK TUA .. AKU KALAH PERANG .. PRINSIP INI LAMA MEMBUAT SAYA UNTUK MENDAPATKAN MAHKOTA KEDEWASAANKU .. SAAT ITU KAMU MENTRAKTIR SABU-SABU .. BUKAN KARENA MENCINTAIMU AKU KALAH. BIARKAN PEREMPUAN MENJADI PEREMPUAN TANPA APA PUN. KAMU PERNAH BERTEMU DENGANNYA. ADA PRIA MOHWAK DENGAN EARPHONE DI TELINGANYA DAN MATANYA TERUS MELEKAT PADA LAYAR MONITOR KOMPUTER. ISTRI KAMU JUSTRU MEMUSNAHKAN DIA MENJADI PEREMPUAN.. DI SUDUT BUMI YANG LAIN ADA CAHAYA TERANG BENDERANG. KEDUANYA MEMBISU. BELUM MEMBUAT PENGAKUAN MEREKA TENTANG KEDEWASAAN . SEIRING CAHAYA MEREDUP KE KEGELAPAN. KAMU JANGAN MEMBANTAH..... BUKAN BEGITU SAYANG.. SUAMI CUKUP DENGAN NAMA. SETELAH MALAM BERSAMA DENGANNYA. TAPI TERNYATA BANYAK JUGA YANG SEPERTI INI.. BIAR ORANG TAHU BAHWA DIA PEREMPUAN. KARENA PILIHAN UNTUK MENCINTAIMU DIJAMAN INI SANGATLAH FENOMENAL JIKA TERBUKA KEPADA KHALAYAK RAMAI.SITI HAWA. JADI PILIHANKU MENCINTAIMU. AKU AKAN MEMBERIKAN DIA NAMA. TAPI BAGAIMANA DENGAN ORANG-ORANG LAIN? APALAGI PARA PENDAHULU. OH.. AKU PIKIR INILAH KEDEWASAAN. CITA-CITAKU UNTUK MELUDAHI WAJAH MEREKA BELUM JUGA TERCAPAI .. KAMU TAHU SIAPA SI SITI ITU? YANG PASTI IA PEREMPUAN .. HANYA TANGIS BAYI YANG TERDENGAR. SAYANG MAAFKAN SAYA.KAMU AKAN MENYAKITI DIA.. YA.. AKU MENDAPATKAN PRINSIP TENTANG BAGAIMANA MENJADI ORANG DEWASA. SANG ISTRI MENENANGKAN. PRIA MOHWAK APALAH ARTI SEBUAH NAMA UNTUK KITA SAYANG . AKU SALAH STRATEGI.. 124 . AKU MELAKUKAN SEBELUM KENAL DENGANMU . YA.. ITU KATA KAMU. DAN MALAH MEREKA YANG DILUDAHI OLEH ORANG-ORANG DEWASA....

RUANG KEMBALI MENJADI PASAR TRADISIONAL DENGAN DUA SOSOK SETELAH GELAP MENYELIMUTI. PRIA MOHWAK BERDIRI SI ATAS KARUNG-KARUNG BELEL DAN MEMBACAKAN PUISI.IA MENEKAN TUTS KEYBOARD DENGAN TEGAS. LALU IA MENGHEMPASKAN NAFAS KE SEMESTA. LALU PRIA MOHWAK ITU MENYENDERKAN BADAN PADA SANDARAN KURSINYA. PRIA MOHWAK KAMU TAHU TENTANG ANAL SEX? TEMAN 125 . AKU AKAN MEMBALAS DENGAN PUISI UNTUKMU. PRIA MOHWAK TAK PEDULI KAU TAK BERANTING ASALKAN CINTA YANG ADA DI HATIMU TAK SELUAS LUBANG TINDIKAN INGIN KURENANGI SEMUA RASA YANG ADA DALAM SUKMA TAPI JASAD INI TAK BERBENTUK MENJAMAH CINTA MUSTAHIL INI HARUS DENGAN APA KUGAPAI CINTAMU SEBAB AKU RAJA YANG MENENTUKAN PILIHAN YANG TELAH BANYAK TERKAPAR DALAM PEPERANGAN AKU BUTUH MAHKOTA CINTA MAUKAH KAMU MENJADI MAHKOTAKU DALAM SINGGASANAN PILIHAN? TEMAN WAH. JUGA GENANGAN LUMPUR DAN SEGALA MACAM KEKUMUHAN. TAK PERLU DENGAN KATA CINTA. PRIA MOHWAK TERIMA KASIH ATAS ANTINGNYA. DENGAN SEKALI TARIKAN NAFAS PANJANG. TEMAN WAH.. SANGAT ROMANTIS. KAMU SANGAT ROMANTIS.. PRIA MOHWAK YANG TADI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER KINI BERADA BERSAMA TEMANNYA DAN KARUNG-KARUNG BELEL. KENAPA MEMBACAKAN PUISI ITU UNTUKKU? KALAU SEKEDAR MEMBALAS HADIAH.

KAMU MEMOTONGNYA HANYA UNTUK MEMBUAT KAMU HIDUP. MENGGELIAT-GELIAT. GADIS BOTAK MENGUMPULKAN SEMUA POTONGAN TELINGA DI ATAS MEJA. SETIAP IKATAN DI LEPAS. TANPA TELINGA SEKALIPUN. WANITA 1 JUSTRU HARI INI KAMU SANGAT PEDULI DENGAN ANTING. DISAMBUT TEMANNYA YANG LANGSUNG BERDIRI DARI DUDUKNYA. MEREKA SALING MEMEGANG TANGAN. TAPI HATIMU KAN? WANITA 2 KAMU SEBENARNYA HANYA IRI KEPADA ANTING. TURUNLAH PRIA MOHWAK DARI ATAS KARUNG.. GADIS BOTAK/SITI BUAT APA? AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN ANTING. SATU PERSATU DI POTONG TALI IKATANNYA. PARA WANITA ITU LEBIH MENGGELAPAR DENGAN LANTAI DAN DARAHNYA. GADIS BOTAK TELAH MEMOTONG SEMUA TELINGA PARA WANITA TERKAPAR.TENTU! AKU SEORANG GUY MATA PRIA MOHWAK BERSINAR-SINAR.. GADIS BOTAK KASIHAN JUGA MELIHAT MEREKA. GADIS BOTAK/SITI KAMU TETAP SEORANG PEREMPUAN. 126 . BEGITU JUGA TEMANNYA ITU. KEDUANYA BERBAHASA LEWAT MATA DAN KESUNYIAN GAIRAH ITU. ENTAH APA YANG TERJADI PADA KEREMANGAN YANG PERLAHAN REDUP DAN MENGGANTI DAERAH KUMUH ITU DENGAN TIBA-TIBA MENJADI RUANG KELAS. BERDUA MENUJU DAERAH BELAKANG KARUNGKARUNG. DARAH MUNCRAT DI MANA-MANA. GADIS BOTAK/SITI OH BEGITU? GURU TELINGA ITU ADALAH KEHIDUPAN WANITA. BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. INI SANGAT SAKIT.. GADIS BOTAK/SITI YANG SAKIT BUKAN FISIKMU. WANITA 4 KAMU PENIPU! KAMU MAU MEMBUNUH KAMI..

KINI POSISINYA DITAHAN EMPAT WANITA. SATU PER SATU TERKULAI MELEBUR LANTAI. KARENA TAK ADA ANTING BERTENGGER DI SITU. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ORANG-ORANG DATANG BERKERUMUN MELIHAT MAYAT-MAYAT BERSERAKAN.. DI MANA KAMU NAK? DI SUDUT BUMI CAHAYA SENJA BERSINAR. AGAR KAMU TAHU BAGAIMANA MENJADI WANITA.. DAN GERGAJI BERADA DI TANGAN GURU. HINGGA IA TAK BERNAPAS LAGI.. MAKIN LAMA MAKIN KERAS. RIUH ORANGORANG ITU TERUS BERTAMBAH. WALAU DALAM KESAKITAN WANITA-WANITA ITU RAMAI-RAMAI MENANGKAP GADIS BOTAK/SITI. SUARA SITI. KAMU PIKIR GAMPANG MASALAH TELINGA INI UNTUK WANITA? SEKARANG BIARKAN TELINGA-TELINGA YANG MENJADI KEHIDUPAN WANITA MASUK KEDALAM TUBUHMU. BAIK KAMU HARUS HIDUP. SOSOK PEREMPUAN KECIL MERENUNG. LAMA-KELAMAAN RIUHNYA TERTINGGAL SAYUP-SAYUP. GADIS BOTAK BERBALIK PANIK. TEPAT BERSAMAAN DENGAN KEREDUPAN CAHAYA MENUJU KEGELAPAN YANG PEKAT. SEPERTI DIHIPNOTIS.. SAMPAILAH SUARA TADI MENGHAMPIRI. MEREKA LEMAS. HANYA MEMERLUKAN WAKTU SEBENTAR UNTUK MENAKLUKANNYA. MENGGELAPAR-GELEPAR. AWALNYA TERDENGAR SAYUP-SAYUP. PARA WANITA ITU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBUKA MULUTNYA DAN MEMASUKKAN SEMUA POTONGAN TELINGA. BERDESAK-DESAKKAN UNTUK MELIHAT. SELAMA INI KAMU MERASA SEPERTI TAK PUNYA TELINGA.. AYO KITA MASUKAN TELINGA ITU KE DALAM PERUTNYA. SUARA 127 .. DAN AKHIRNYA TAK BERNYAWA LAGI. BEGITU JUGA PARA WANITA KEHABISAN DARAH..SELAMA INI KAMU MERASA MATI DI ANTARA ORANG-ORANG YANG BERANTING. SEKARANG KAMU MERASA HIDUP DI ANTARA KAMI YANG TAK BERTELINGA INI. GURU SEKARANG KAMU HARUS RASAKAN BAGAIMANA MENJADI WANITA (DIIRIS TELINGA GADIS BOTAK ITU SATU PERSATU) GADIS BOTAK/SITI BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. JASADNYA TERKAPAR TANPA TELINGA. PADA KEGELAPAN ITU TERDENGAR SUARA MEMANGGIL.DAN KAMU HARUS MERASAKAN PUNYA TELINGA YANG MENYATU DENGAN TUBUHMU.SITI..

MELOMPAT-LOMPAT DAN MENARI-NARI. LAMBAT LAUN SEMUA MEREDUP DAN MENJADI GELAP. INI AYAH BELIKAN BONEKA UNTUKMU. IA GIRANG.SITI! KALAU DIPANGGIL MENYAHUT YA? NAMAMU SITI HAWA. *** IMRAN LAHA CIBUBUR. AYAHNYA TERTAWA MELIHAT ITU. INGAT ITU. TERBESIT SENYUM DI WAJAH SITI KECIL. APRIL 06 LAKON SANDIWARA PANGGUNG (NOMINATOR) 128 . SITI KECIL MEMPERHATIKAN BONEKA YANG BARU SAJA DIBERIKAN AYAHNYA.

arif. LAMPU MULAI MENYALA PELAN-PELAN DARI KEREMANGAN… LAYAR PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN PULA MULAI TERKUAK… SAAT TERBUKA PENUH. berprinsip) KREPO (Laki-laki se-usia Pelok. licik) WARTAWAN 1 (Bisa laki-laki/Perempuan) WARTAWAN 2 (Bisa Laki-laki/Perempuan) TNTARA 1 (Laki-laki usia 16 tahun. DIAWALI DARI SAYUP-SAYUP MUSIK GADUH. misterius) CANTIK (Perempuan 15 tahun. lembut. mandiri. bijaksana) RONALD (Laki-laki usia 16 tahun. emosional) ARYA (Laki-laki usia 16 tahun. pengecut) PARMIN (Laki-laki usia 14 tahun. tidak punya pendirian) ESTIN (Perempuan usia 16 tahun. tahan uji. SUASANA SEPERTI PERKAMPUNGAN MENGHADAPI MUSIBAH GEMPA DAN PANIK! (BIARKAN SEJENAK SUASANA SEPERTI INI) KEMUDIAN… SEKETIKA BERHENTI. manja. penakut. SEBAB ADEGANNYA ADA YANG TIDAK BERSAMAAN. MULAI MERAMBAT. konyol) PEJUANG KOMANO (Bisa laki/perempuan. kejam. bodoh. baik hati. nakal.MENGGULUNG LAYAR Oleh: Anggi Valentinata Goenadi PARA PELAKU : PELOK (Laki-laki yatim piatu usia 15 tahunan. humoris) PLINTIS (Laki-laki usia 15 tahunan. culas dan sok kaya) SUARA (Laki-laki usia seorang bapak. kejam dan tegas) TENTARA 2 (Laki-laki. bodoh. KIAN LAMA KIAN MENGERAS HINGGA MEMEKAKKAN TELINGA. dengki. pemarah) BOCAH KECIL (Usia 13 tahun. nakal. BERUBAH SUNYI SESAAT… SUARA DEBURAN OMBAK BERGENURUH MONOTONE. usia 15 tahunan. bodoh) PETHUK (Laki-laki usia 16 tahun) GEMBOS (Laki-laki usia 16 tahun) BUJEL (Laki-laki usia 15 tahun) MOGOL (Laki-laki usia 17 tahun. labil) AYU (Prempuan usia 15 tahun. LAMPU DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH YANG BERUKURAN 3X3 METER YANG DISITU TERDAPAT TOKOH KSATRIA ‘BIMA 129 . SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. periang. SELANJUTNYA… MENUKIK DISERTAI JERITAN BERATUS RATUS BOCAH YANG MEMILUKAN. BISA DOUBLE CASTING. LAMPU BLACK OUT. sabar) CATATAN UNTUK MENSIASATI KETERBATASAN PEMAIN SERTA KWALITAS KEAKTORAN.

ALIAS WERKUDARA’ POSISI BERDIRI AGAK MENUNDUK. SEDANG MERENUNGI NASIBNYA. LAMPU WARNA KEBIRU-BIRUAN DI ARAHKAN KE TEMPAT TERSEBUT. 130 . SUARA DEBURAN OMBAK KIAN LAMAT-LAMAT. LAKI-LAKI USIA 15 TAHUNAN. PELOK. SUARA : PELOOOK… KAMU MESTI TABAH! JANGAN HABISKAN WAKTUMU. SEOLAH-OLAH SEDANG MENERIMA WEJANGAN. SAYUP-SAYUP TERDENGAR TEMBANG JAWA: MAS KUMAMBANG DILANTUNKAN KELEK-KELEK BIYUNG SIRO ANENG NGENDI ENGGAL TULUNGONO AWAKKU KECEMPLUNG WARIH… (DAN SETERUSNYA) DI BAWAH POHON KERING. DENGAN KESEDIHAN-KESEDIHAN! JANGAN KECIL HATI LANTARAN KAMU SEORANG YATIM PIATU! KAMU MESTI SEMANGAT! KAMU MESTI TEGAR! KAMU MESTI BELAJAR MENGHADAPI HIDUP! PELOOOK… INGATLAH TOKOH BERNAMA BIMA MELANGKAHLAN SEPERTI DIA BUKANKAH SEMUA SUDAH KUAJARKAN KEPADAMU? PELOOOK… PESANKU YANG TERAKHIR: JADILAH ORANG YANG PINTER DAN BENER JANGAN SEKALI-SEKALI BIKIN DIRIMU NGILER JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU SAKITI LINGKUNGAN! INGAT ITU !!! PELOOOK… HATI-HATI. DI BAGIAN KIRI DEPAN PANGGUNG. THOLE…!! PELOK TERSENTAK… DAN MENCARI-CARI DATANGNYA SUARA YANG SANGAT DIKENALNYA.

AKU TAKUT… SUARA : SUDAHLAH. BAPAKMU HARUS BANYAK. PAAK…BAPAAAK… PAAK… BAPAAAK. NANTI LAMA-LAMA AKAN TERBIASA. PAK. AKU TAKUT SENDIRIAN. PAK. PELOK DIMANA? AKU MAU NYUSUL BAPAK AJA. DARIPADA DI RUMAH SENDIRIAN. NANTI PULANGNYA : AKU TIDAK BISA PULANG. DISINI. BAPAK SEKARANG ADA . PAK. LE… BAPAK HARUS PERGI. : YAAAH… BAPAK! AKU TAKUT SENDIRIAN. PAK! AKU DISINI. AKU SEDIH. DIMANA KAMU. SAAT PELOK MASIH ASYIK MENCARI-CARI SUARA BAPAKNYA DAN MEMANGGIL-MANGGIL… SALAH 131 PAK. DI RUMAH SEPI SEKALI. LE.PELOK : (SEDIH) PAK… BAPAK… PAK… BAPAK… JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN. PAK? PULANGLAH PAK. THOLE. AKU SELALU SENDIRIAN. AYO. PAK. KESINILAH PAK. AKU TUNGGU DISINI. LE. NEMANI AKU. PAK. TIDAK ADA SIAPA-SIAPA. DIBAWAH POHON KERING DEPAN MAKAM. SEPI SEKALI. PAK! : THOLE… TIDAK USAH TAKUT! TEMAN-TEMANMU KAN : BISA. PAK! AKU TAKUT. AKU IKUT PAK. USAH TAKUT! : (SEMAKIN SEDIH DAN HAMPIR MENANGIS) KALAU BEGITU. AKU TIDAK BERANI. PAK… BAPAK… PAK… BAPAK (TERUS MENCARI-CARI) PAK… BEBERAPA ORANG SEBAYANYA DATANG. PAK… SUARA PERGI… PELOK BERSAMA-SAMA. AKU TUNGGU… SUARA PELOK SUARA : TIDAK BISA. PELOK : TAPI KALAU DI RUMAH. TIDAK BAPAK JUGA SENDIRI.

SATU DIANTARA ORANG-ORANG TADI MEMBERI TAHU TEMANNYA SAMBIL MENUNJUK KE ARAH PELOK. KREPO : (KETAKUTAN) SAYA… SA. SEBAGIAN BERPURA-PURA MENJADI TENTARA DAN YANG SEBAGIAN LAGI MENJADI PEJUANG. KEMUDIAN…) PELOK GILA… PELOK GILA… PELOK GILA… (SEMUA MENGEJEKNYA) MASAK NGOMONG SENDIRI !! LAMPU BLACK OUT. PARMIN: PEJUANG ATAU PAHLAWAN ITU… TIDAK BOLEH TAKUT.YA… TERKENCING DI CELANA. PARMIN: LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA?! 132 . PARMIN: (KAGET) LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA? P. MIN. SAYA NGOMPOL. KREPO : YA AMPUUUN… SAYA MALAH KECIPIRIT JUGA.. SEBENTAR-SEBENTAR TERDENGAR SUARA DAR-DERDOR TEMBAKAN… KETIKA LAMPU MENYAPUT PANGGUNG. SEROMBONGAN BOCAH BELASAN TAHUN SEDANG BERMAIN DI LAPANGAN. MUSIK GADUH. MIN. SATU DUA ORANG MEWAKILI WARTAWAN/PAPARASI. (SEREMPAK SEMUA TERTAWA. MOGOL : EH… LIHAT ITU. KREPO : SAYA TAKUT SEKALI. (BISIKNYA KE KUPING PEJUANG PARMIN) P. PO…KREPO !! P. MEREKA BERMAIN PERANG-PERANGAN. MIN! SAYA TAKUT MATI… P. DISINI BANYAK RANJAU… (DIUCAPKAN SETENGAH BERBISIK) P. P. P. PELOK! SEPERTI ORANG GILA. KOMANDO : (MELIHAT SITUASI) MAJUUU DAN BERPENCAR !! HATI-HATI! JANGAN LUPA.

! P. SEBELUM MENOLONG. AYO KITA LARI DARI SINI. CEPAT. PARMIN: (MENEMBAK DENGAN MEMBABI BUTA) HIIAAAAAAT…. PARMIN: (TERTAWA CEKIKIK’AN) P.!!! AKHIRNYA KEDUA BELAH KUBU BAIK YANG PURA-PURA JADI TENTARA MAUPUN YANG BERPURA-PURA JADI PEJUANG.. KREPO : SAYA KETAKUTAN. AYO MIN. MATILAH AKU! WARTAWAN 1 NALURINYA…) PAYAH! INI MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERANG NAMANYA. KREPO : (KIAN KETAKUTAN DAN PANIK) CELAKA! MEREKA MENGETAHUI KITA. NGAWUR! 133 : (TERTEGUN SESAAT. P. PEJUANG KREPO DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI SAMBIL MENGINTAI MUSUHMUSUHNYA… P. PARMIN: WOOOOOW… BAUNYA.P. TEMBAK-MENEMBAK TERUS BERLANGSUNG.. SALING BAKU TEMBAK. . INI AKAN JADI BERITA YANG MENARIK DAN … WARTAWAN 2 : (TERTEMBAK) AAAK…ADUH..!!! (TELUNJUKNYA NEMPEL DI BIBIR) DARI ARAH SEMAK-SEMAK SUARA-SUARA LETUSAN TEMBAKAN DIARAHKAN KE TEMPAT DIMANA PEJUANG PARMIN. PLINTIS : (JENGKEL) SSSSSSTTT…. MIN.HIAAAT… P. MIN. AYO MIN… CEPAT !! KITA BISA MATI KALAU GAK LARI DARI SINI. PO… KREPO !!!! P. ADA YANG TERKENA DAN TERKAPAR. SIKAAAT TERUUUS. KREPO : TIIIIIIUUUUT…BROUT (KENTUT SEKALIAN TERBERAK) P. WARTAWAN 1 : (SIBUK MEMBIDIKKAN KAMERANYA) WAH. PLINTIS : (IKUT-IKUTAN MENGAMUK) SIKAAAT TERUS….

P. PAK! JANGAN TEMBAK SAYA. SAYA TIDAK TAHU. SAYA DITINGGAL SENDIRI! MATI AKU… (LEMAS DAN TERJONGKOK) TIBA-TIBA…. TENTARA 2 KREPO PUN TERKAPAR DAN MATI) : (TIDAK SABAR DAN MENEMBAK KEPALANYA… 134 . TENTARA 1 : MAKANYA.. KREPO : (PANIK… DAN MALAH LARI KE ARAH MUSUH) LHO… SALAH!! MANA KAWAN-KAWANKU?! KOK. P. KREPO : JANGAN. TENTARA 1 KREPO) ANGKAT TANGAN…!!! (P. KREPO : BETUL. SA… SAYA TIDAK TAHU… SA… SA… SAYA HANYA DIAJAK UNTUK BERPERANG. JANGAN BOHONGI KAMI! PAHAM?! P. PAK. KREPO : BETUL. TENTARA 2 `: SUDAH. KREPO MENURUT DAN KETAKUTAN) DIMANA KAWAN-KAWANMU PEMBERONTAK BERSEMBUNYI ?!! TENTARA 2 : (MARAH) CEPAAAAT KATAKAN…!!! : (MENODONGKAN SENJATANYA KE ARAH KEPALA P. KETIKA SAYA SEDANG NYARI RUMPUT UNTUK SAPI SAYA. TEMBAK SAJA !! KATAKANA JUJUR !! P. KREPO : (TUBUHNYA MENGGIGIL KETAKUTAN) SA… SAYA TIDAK TAHU… TENTARA 1 : (MEMBENTAK KASAR) BOHONG !! KAMU HARUS KALAU TIDAK… OTAKMU AKAN BERHAMBURAN KELUAR DARI BATOK KEPALA! P.

KETAHUAN MUSUH… P.DI BAWAH POHON DI PINGGIR KALI. PLINTIS : AKU GAK MAU TEMBAK ULAR. TEMBAKLAH! P. PLINTIS : (KETAKUTAN) MIIIN… LIHAT ITU! DI SEBELAHMU A. KALAU SAYA MATI DIGIGIT ULAR INI. LEBIH BAIK MATI KENA TEMBAKAN MUSUH !! CEPAAAT. ULAR ITU…!! P. PARMIN: (MAKIN NGERI) SUDAHLAH. TEMBAKLAH! P. PLINTIS : (BERBISIK) NANTI KETAHUAN MUSUH. PLINTIS : AKU TAKUT SUARA TEMBAKANKU NANTI.TIS! SEBELUM ULAR ITU MENYAMBAR SAYA!! CEPEEETAN DIKIT. P. PARMIN: TIS. TIIIS! AKU TIDAK MAU MATI KARENA ULAR INI. AKU MAUNYA NEMBAK MUSUH… TEMBAK SAJA SENDIRI. PEJUANG PARMIN DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI DAN MERASA AMAN. SAYA INGIN DISEBUT PAHLAWAN.. TIS!! ULARNYA MAKIN DEKAAAT DENGAN LEHERKU. TIBA-TIBA… TAK JAUH DARI MEREKA BERPOSISI TIARAP. PARMIN: (JNGKEL) GUOBLOG!! NANTI KALAU SAYA BERGERAK SEDIKIT SAJA. TIS! TUGAS PAHLAWAN 135 . PLINTIS : (KESAL) TEMBAK SAJA SENDIRI !!!! P. TIS! TOLONG . TIS… INI JUGA MUSUH KITA. PARMIN: (KHAWATIR SETELAH TAHU DIRINYA DALAM BAHAYA…) TEMBAK SAJA. MIN. PARMIN: DARIPADA MATI DIGIGIT ULAR. TIS… P. NAMANYA BUKAN PEJUANG ATAU PAHLAWAN.A…ADA… P. KITA BISA CELAKA! P. ULAR ITU PASTI MENGHABISIKU DENGAN BISA RACUNNYA! TOLONG. P.

PARMIN: (MELIRIK POSISI KEPALA ULAR YANG MAKIN DEKAT LEHER) PAYAH KAMU. MENAKUTKAN… PLINTIS : DASAR PENAKUT!! SAMA ULAR SAJA TAKUTNYA MINTA PADAHAL SEMUANYA… KHAN HANYA PURA-PURA.. MIN. TIKUS PUN JUGA MUSUH KITA!! (SAMBIL MEMBERONDONGKAN SENAPAN KE ARAH ULAR) TENTARA 1 TENTARA 2 : ITU SUARA TEMBAKAN. TIS! BETUL-BETUL PAYAH. JADI JENGKEL MELIHAT ULAH PARMIN. P. TIS! KATANYA. JANGAN RIBUT TERUS! ASAL KAMU DIAM. : BETUL! MARI KITA CARI MEREKA. PLINTIS : ULAR JUGA MUSUH KITA. PLINTIS : SUDAHLAH. PARMIN: KAMU BETUL-BETUL TEGA SESAMA PEJUANG. KITA BERMAIN-MAIN YANG LAIN SAJA. TIBA-TIBA PEJUANG PLINTIS DAN PEJUANG PEJUANG PARMIN. SAMBIL SESEKALI MENGARAHKAN SENAPANNYA KE BERBAGAI PENJURU.BUKAN MENEMBAK ULAR TAPI MENEMBAK MUSUH P. DARI ARAH SANA. ULAR JUGA MUSUH KITA. PLINTIS : (JENGKEL DAN RISIH) JANGANKAN ULAR. TENTARA 1 DAN TENTARA 2 MENGENDAP-ENDAP PENUH HATI0HATI. DEMIKIAN JUGA GEMBOS YANG BERMAIN JADI TENTARA 2 136 AMPUN. ULAR ITU TAK AKAN MENGGIGIT ! PERCAYALAH…!!! P.. DEH… . YUUK! NGGAK ASYIK. KAMU! PLEASE TEMBAKLAH.. MAIN PERANG-PERANGAN.. PETHUK YANG PURA-PURA JADI TENTARA 1. TIS!! P. KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA SAMBIL ANGKAT TANGAN… PARMIN : (MEMBUANG SENAPANNYA) YUUK. KENAPA TAK SEGERA KAU TEMBAK?! P.

(SAMBIL MENEPUK-NEPUK DADA) MESTI TAKUT?!! DONG. KARENA MATI) LHO… SUDAH SELESAI THO INI?? WAAAH… NGAK BILANG: BAKAT JADI SEORANG PENAKUT KOK SOMBONG. TAEK ANJING !! GEMBOS PARMIN YA THO….PETHUK GEMBOS PARMIN : KAMU TERLALU SERIUS SICH. MIN… : HIYA. INI KHAN CUMAK MAIN-MAIN SAJA! KENAPA : BERARTI SAYA SANGAT BAKAT MENJADI PEMAIN DRAMA. (GEMBOS MENUSUKI : HEY… BANGUN! PERANG-PERANGAN SUDAH SELESAI. KREPO MENDEKATI BUJEL (SANG WARTAWAN YANG MASIH ASYIK MENIKMATI PERANNYA) KREPO (KAGET) YA AMPUUUN… BUJEL. PETHUK MIIIN !! KREPO BILANG. GEMBOS LOBANG HIDUNG BUJEL DENGAN RUMPUTAN DAN…) : SSSSST…. YA NGGAK PETHUK. MIIIN… : BAKAT JADI SEORANG PENAKUT… : BIARIN. PARMIN KREPO. YANG PENTING KHAN MEMILIKI BAKAT… YA THO… SEMUANYA TERTAWA NGAKAK. GEMBOS : BAKAT MENJADI MAYAT KAMU. PO-KREPO. SAMPAI KETIDURAN BENERAN. SAMPAI CAPEK JE… PURA-PURA NGGAK BERNAFASNYA. : BERARTI KAMU JUGA PUNYA BAKAT BERMAIN DRAMA PO… : (BANGUN DARI TERLENTANGNYA. KITA KERJAIN SAJA. GEMBOS DAN PLINTIS SECARA SEREMPAK MELAMPIASKAN KEJENGKELANNYA… : HUUUUUUUUUUUUU…. 137 . MIN.

MIN. AH…! : YUUK. EMANG KENAPA?! 138 : (MERASA) JANGAN NYINDIR SAYA. ASYIK DENGAN : BARANGKALI KAMU JUGA PINGIN NGINTIP. MOGOL KEMANA. DAN… CUMAK MELIHAT DIKIIIT SEKALI. YUUK! GEMBOS PETHUK : PALING-PALING KAMU TIDUR LAGI. KATANYA… : KALAU SERING ITU MEMANG HOBI!! KALAU SAYA KHAN ITU PUN DIAJAK MOGOL. PARMIN! AKU SETUJU. MBOS-GEMBOS?! GEMBOS : (AGAK TERSINGGUNG) ITU KHAN CUMA ISENG… BUKAN HOBI. SEMUA KEMBALI TERTAWA CEKIKIK’AN… PARMIN BUJEL : SUDAH… SUDAH! KAYAK GITU KOK. TAUK!! KREPO GEMBOS : KALAU MOGOL. KOK GAK KALI SANA..BUJEL : (BERSIN DAN BANGUN) SIALAN KALIAN… NGGANGGU SAJA !! KREPO ADA SENDIRI… PETHUK : PALING-PALING NGINTIP ORANG YANG SEDANG MANDI DI : (MENCARI-CARI) LHO. DIOMONGIN. MALES. THUK-PETHUK ! : KOK… KAMU MERASA TERSINDIR SICH.. KITA BERMAIN LAGI… APA GITU. KITA CARI MOGOL DI KALI. (SEPI SESAAT) YUUK. SARU !! : HEBAT. MEMANG HOBI KOK. APA KAMU BARU SEKALI. THUK- . KAMU. BARANGKALI DIA SUDAH HOBINYA… KREPO PETHUK! PETHUK : ENAK SAJA! EEEEHM… KALAU IYA. GEMBOS KREPO HOBINYA SAMA DENGAN MOGOL.

YA? MEMANGNYA KITA-KITA INI . YUUK!! AJAKAN MOGOL ITU DISAMBUT TEMAN-TEMANNYA SETUJU.MOGOL : (DATANG TIBA-TIBA…) SIAPA TADI YANG MEMANGNYA SAYA TIDAK TAHU. BOGEM MENTAH DARI BAPAK SAYA. MOGOL KATANYA KAMU SEDANG BERGURU UNTUK MENCARI KESAKTIAN? PELOK MOGOL : (BINGUNG DAN KETAKUTAN) BERGURU APA? : ALAA… JANGAN PURA-PURA BINGUNG. PELOK! KITA HAJAR RAMAI-RAMAI SAJA. (KREPO TERTAWA NGAKAK. KAMU SERING KE MAKAM DAN NGOMONG SENDIRI DI BAWAH POHON KERING! 139 HOBIMU ITU… : BAYARANNYA KALAU KETAHUAN BAPAKMU. LAMPU SEDIKIT KEMERAHAN. APA YANG KALIAN NGOMONGIN SAYA? BICARAKAN! PETHUK : SUDAH. MEREKA BERKACAK PINGGANG MENGHADANG PELOK. DISAMBUNG DENGAN TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA) TIBA-TIBA… TEMAN-TEMAN ITU DIA. NAMPAKNYA PELOK TAK BEGITU YAKIN BAHWA MEREKA HENDAK BERBUAT JAHAT TERHADAP DIRINYA. DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH. TANPA BAYARAN! KREPO MALU! MOGOL : KALAU KETAHUAN BAPAKKU. SESEKALI BUNYI PETIR MENYAMBAR. CUKUP MURAH MERIAH.. SUASANA REDUP KARENA MENDUNG. GEMURUH SUARA OMBAK KEMBALI HADIR. GOL! BAHKAN BISA KENA : EH… ORANG GILA! KAMU MAU JADI JAGOAN. KAMU! NGGAK TAHU. KOK. TIDAK HANYA MALU. TEMBANG MAS KUMAMBANG PUN MERAMBATI KUPING. GOL… NGGAK USAH TERSINGGUNG! LAGI PULA.

SEPERTINYA… KAMU SERING NGOMONGNGOMONG SAMA SIAPA. SAAT PELOK BABAK BELUR DAN TAK SADARKAN DIRI. SETUJU?! SEREMPAK Pelok : Setujuuuuu… : Jangan… Jangan sakiti aku. GEMBOS : SUDAH! JANGAN BOHONG! KITA PERNAH MELIHATMU MEMBACA MANTRA. SEPERTI SEDANG BETUL! BUAT APA BERANTEM. BOCAH ITU DATANG TERSENYUM SAMBIL MENGUSAP-USAP KEPALA PELOK. TUAKU YANG SUDAH MOGOL : KOK. kawan! YUUK. KEMUDIAN MEREKA MENINGGALKAN PELOK BEGITU SAJA. IA HANYA MENGADUH KESAKITAN. SESEKALI MERINTIH MINTA AMPUN DAN MENYEBUT-NYEBUT NAMA BAPAK DAN IBUNYA. PETHUK : DASAR ORANG MISKIN! SUDAK MISKIN. MEREKA BERAMAI-RAMAI MENYERETNYA DAN MENGIKATNYA DI POHON KERING YANG SERING DIGUNAKAN PELOK UNTUK MERENUNGKAN NASIBNYA SEHABIS DARI MAKAM ORANG TUANYA. PADA SAAT SEPERTI ITU… DATANGLAH BOCAH KECIL. SAJA. KEMUDIAN MELEPAS TALI YANG MENGIKATNYA TANPA BANYAK BICARA. KAWAN. PELOK TAK BRDAYA. KALAU BUKAN SAMA GURUMU? NGOMONG SENDIRI. PELOK : TIDAK. PELOK TERSADAR DARI PINGSANNYA… Pelok Bocah Kecil : (MENATAP HERAN BOCAH DI DEPANNYA) Siapa kamu…? : (HANYA MENATAPNYA LEKAT-LEKAT DAN TERSENYUM) 140 .PELOK : AKU KE MAKAM. BOHONG LAGI. PELOK : AKU TIDAK PUNYA NIAT SEPERTI ITU. SAYA KEBAIKAN ORANG TUAKU AGAR DITERIMA ALLOH DI HANYA BERDOA UNTUK SISINYA. WAJAH DAN PAKAIANNYA PUN SERBA PUTIH. KEADAAN PELOK MENYDIHKAN SEKALI. ENTAH SIAPA. UNTUK MENDOAKAN ORANG MENINGGAL. LOK-PELOK! NGAKU SAJA KALAU KAMU MAU NANTANG KITA-KITA INI. KITA HAJAR MEREKA RAMAI-RAMAI MEMUKULI PELOK. BUKAN BERGURU. SAYA TIDAK NGOMONG APA-APA.

TANGAN BIMA BERUBAH MENJADI TOLAK PINGGANG DAN MENGGERAM : Heeeeeeeeeemmmmmmm…. HELYCOPTER. : Estin… kamu mau Pizza? Saya sudah kenyang. dong. PADA SAAT BERGEROMBOL DAN ASYIK DENGAN MAINANNYA SENDIRI-SENDIRI. PANGGUNG KOSONG. PELOK MELANGKAHKAN KAKINYA LEBAR-LEBAR SEPERTI BIMA. POP CORN. Cantik : Kawan-kaan. kayaknya nikmat buanget. Saya sudah kenyang banget. AYAM KENTUCKY DAN LAIN SEBAGAINYA. Ayu Ronald : Hey…kawan-kawan. BOCAH-BOCAH BERMAIN BERAGAM MAINAN MODERN: MOBIL-MOBILAN. rasanya. DUM… DUM… DUM… DAN SETERUSNYA. Cantik : Ramai dech… ramai. Arya. Hely ini tidak bisa jatuh meski menukik 180 derajad. Bisa meletus perutku ntar. BYAARR !! LAMPU KEMBALI DIFOKUSKAN KE LAYAR DIMANA BIMA BERADA DISANA. Ron-Ron… PS. dong. COKELAT. DAN MUSIK PUN MENEKAN SETIAP LANGKAHNYA. LAMPU BLACK OUT.. BERGER. udah… makasih. DAN TUBUHNYA TERASA DINGIN DAN BERAT. ambil ! Ronald : Ya… Arya. lihat score-ku! 100 ribu lebih.Pelok Bocah Kecil : (SEPERTI DIRAMBATI KEKUATAN TERTENTU HINGGA BADANNYA TIBA-TIBA SEGAR) Kamu… siapa sebenarnya? : (TERSENYUM) Aku meskipun kecil dan dikecilkan banyak orang. NAMUN YANG DIRASAKAN PELOK SEPERTI ADA YANG BERKELEBAT DI BELAKANGNYA. ICE CREAM. lihatlah mainanku. Kampungan! Estin : Bagi berger-nya. Aku lapar nih… Rundy : Kamu belum makan ya… sepulang sekolah? (MEMBERINYA) Estin Ayu Estin : Sudah sih. tapi ngeliat kamu makan. Ayu : Ini… ambil saja! Ice cream-nya… kalau kamu mau juga. tauk! Game watch murahan Saja. Ronald : Ice cream-nya buat saya. dong! Ronald : Bukan masalah Game-Watch-nya tapi score-nya. dong. ROBOT-ROBOT KECIL BERBAGAI TOKOH (POKOKNYA SEGALA MACAM MAINAN SEJENIS ‘TAMIA’) SUASANA TAMPAK RAMAI. hadiahnya. Jadi pingin… Makasih ya Run. (SAMBIL TANGANNYA MEMAINKAN REMOTE) : Tepuk tangan. Masak semua untuk Cantik! Ayu : Ini. Ayo siapa berani memecahkan record-ku? Kawan-kawan… siapa yang mampu mengalahkan aku… 100 ribu rupiah. jangan ribut! Berisik. MUSIK BERGEMURUH DAN BERDENTAM. kamu mau enggak… ice cream? 141 . Aku adalah Bima! : (TERHERAN-HERAN) Jadi… Pelok LAAAP…! BOCAH KECIL MENYUSUP KE DALAM DIRI PELOK. makan terus. Cantik : Mana-mana… saya mau. Ini baru namanya Helycopter Termegah dan termodern. BEBRAPA BOCAH MENIKMATI PIZZA. kawan-kawan! (SEREMPAK TEPUK TANGAN) Bayangkan seorang perempuan mampu menjadi pilot yang sangat Gesit dan tangkas. dipamerkan! Kalau aku… malu. Sudah. nih… : Enggak. Arya : (MENCIBIRI RONALD DENGAN SINIS) Main tetris itu…sekarang sudah kuno. KERETA-KERETAAN. LAMPU NETRAL (BOLEH LAMPU FOLLOW) MULAI DIARAHKAN KE TEMPAT MEREKA BERMAIN. !!! PELOK MENGHENTAKKAN KAKINYA.

Yang penting saya… tidak bersalah. ADA YANG MEMBAWA PENTUNGAN. Terima kasih… Kenyang. Ayu Pelok : Pelok. Ayu! Ayu Pelok Ayu TERIAKAN Pelok Ayu Pelok Ayu Pelok SUARA GADUH ORANG-ORANG MENUJU TEMPAT ITU. kamu. Kesukaan saya hanya meniru-niru seorang Bima. kita bubar saja! Ada orang gila datang. saya menjelaskan kepada mereka… kalau saya masih waras. sehingga saya membuat mahkotanya dari daun nangka.kok. : Barangkali… karena kamu sering mengenakan daun seperti itu… : Ayu. Ronald : Tapi… katanya sekarang dia gila kok. Kamu juga. Silahkan kalau mau mengikuti mereka. Jangan pergi! Aku betul-betul Tidak mengerti. Apakah salah? Dan kekagumanku terhadap tokoh Bima. Suka ngamuk… Ayu Pelok Ayu : Nggak percaya.Arya : Enggak. ENTAH SIAPA YANG MENGHASUT HINGGA MEREKA MARAH BESAR. ANAK-ANAK SEKOLAH ITU. Kamu salah menduga! Ronald : (TAK MENDENGARKAN PERINGATAN AYU) Ayuuu… larilah kemari! Daripada kamu nanti kena lemparan batu. MEREKA HENDAK MENGHABISI SI PELOK. ESTIN DAN RUNDY. : Ooooo… begitu. Kenapa mereka pergi?! : Mereka menganggapku tak pantas berkawan dengannya. teman-teman. RONALD. Biarlah mereka mengeroyokku. ADA YANG MEMBAWA BATU. TAK MENJAWAB… KECUALI SEGERA MEMBERESKAN MAINANNYA DAN BUBAR MENINGGALKAN TEMPAT ITU. Tapi… harus bagaimana. Mereka menganggapku gila. Jangan bilang begitu! Dia khan teman kita juga. Saya menyukai wayang. mereka tak senang dengan kedatanganku. awas lho !! : Kamu dengar sendiri. ach! Dia orangnya baik. Sebaiknya. ADA YANG MEMBAWA KETAPEL. : (BERHENTI) Selamat siang. Menyakitkan. 142 . jika aku Mengganggu kalian disini. Ronald : (MENUNJUK KE ARAH PELOK DAN AYU) Itu. Ayu. dia! Sikat saja! Kasihan Ayu… Dijailin apa tadi kamu sama dia. memang. Yu-Ayu? Ayu : Ronald. Ayu. Maaf. sebelum dan sesudah ayah saya meninggal. Pelok tidak punya maksud jahat. selalu berpesan agar saya menjadi contoh seperti Bima. masak… mereka berpikiran seperti itu? : (DIANTARA MEREKA) Ayuuuuu…. Arya Ayu : Sssssstt…. KEPALANYA MENGENAKAN MAHKOTA BIKINANNYA SENDIRI YANG TERBUAT DARI DAUN NANGKA. PELOK TERHERAN-HERAN… DEMIKIAN JUGA AYU. CANTIK. aku. ADA YANG MEMBAWA TALI. saya pergi dari… : Tunggu! Aku tidak seperti mereka. SEMUA TEMAN-TEMAN PELOK JUGA TEMAN-TEMAN AYU. Kenapa kamu mengajak teman-temanmu untuk mengeroyok Pelok. PELOK TERUS MELANGKAH MENIRUKAN LANGKAH-LANGKAH SEORANG BIMA. Ayu Pelok : Pada mau kemana? Kok… : Ayu. PELOK MELINTAS DI TEMPAT ITU. Boleh saya bergabung? : Silahkan. saya orang miskin. : Aah. Yu-Ayu. Lagi pula. Pelok. Ronald : Asyiiiik… biar aku sendiri yang habiskan. larilah! : Tidak. : aah. larilah! Cepat. hati-hati! Dia… orangnya gila! Sekali lagi. tho? : Betul. ARYA.

Ronald : (NGOS-NGOSAN) Yuuuk. Yuuk! : Terima kasih. kawan-kawan… Yuuk kita CABUT DARI TEMPAT INI. ADA SESUATU YANG MEREKA PIKIRKAN. BERCAKBERCAK DARAH MENGOTORI BAJU YANG DIKENAKAN AYU) Sakit sekali. Yu… Tinggalkan saja. terima kasih atas kepdulianmu. Sekali lagi. kalau Mbak Ayu nggak segera pulang. TIBA DI SUATU TEMPAT. Ronald : Knapa kamu melotot aku. MASING-MASING MERASAKAN KESEDIHAN. Sudah mampus. Pulanglah! Nanti kamu dicari orang tuamu. SAAT DIHADAPANNYA . AYU MEMBERSIHKAN LUKA-LUKANYA DENGAN PENUH HATI-HATI. BOCAH KECIL SUDAH 143 : HEY…! (PELOK KAGET. TEMBANG MAS KUMAMBANG KEMBALI HADIR. seperti itu? (MELUDAH SINIS) Urusi…tuch.Ronald : Kalian dengar sendiri.. ADIK AYU. Tinggalkan saya! Pulanglah! DENGAN LANGKAH BERAT DAN MALAS-MALASAN. Kalian salah paham! : Keroyok saja…! Jangan hiraukan kata Ayu! Sikaaaat…! KERIBUTAN PUN SULIT DIHINDARI.. sahabat baikmu! (KEPADA KAWAN-KAWANNYA) Okey. Sudahlah! Jangan teruskan Niat kalian. ya…? (PELOK TERUS MERINGIS KESAKITAN) Pelok. PELOK SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU. (AYU HANYA DIAM) Ayo! Nanti Papa marah. DAN TERJADILAH PENGEROYOKAN TERHADAP DIRI PELOK. nanti juga sembuh. MEREKA SALING PANDANG. Ayu antarkan ke Puskesmas. Ayu. disuruh Papa pulang. Ayu Gembos : Tidak! Dia tidak menantang kalian. : Sudah. ENTAH APA? DATANG RANI. saya di sini. DENGAN UJUNG BAJUNYA. kita cabut. (SAAT SEBAGIAN LUKANYA TERKENA USAPAN AYU) : Maaf… maaf. ngelapnya. Ayu : Tidak! Biar aku disini. AYU DAN RANI MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. khan? Kalau dia menantang kita. MENGIRIS-IRIS ULU HATI… PELOK BANGKIT DARI DUDUKNYA DAN TERTATIH-TATIH MELANGKAH PERGI. Aa. Ayu… nggak usah. Rani Pelok : Mbak Ayu. aku nggak sengaja… (KAGET) Pelok Ayu Pelok : Sudahlah. BERTUJUAN KEMANA. Sudah. MEREKA LAMA BERTATAPAN. (SEMUA MENGIKUTI APA KATA RONALD) AYU MELANGKAH MENDEKATI PELOK YANG MASIH MERINGKUK KESAKITAN Ayu : (MENATAP PENUH IBA) Pelok… Pelok… (PELOK MENOLEH KE AYU. WAJAHNYA MENYIRATKAN KEBENCIAN YANG MENDALAM. LAMPU TEMARAM MUSIK MENGALUN. AYU MENANGIS SAMBIL SIBUK BERTERIAK-TERIAK BERUSAHA MELERAI. NGLANGUT. menemanimu. Yu.ak.. dia! AYU MEMELOTOTI RONALD. PELOK TAK DAPAT BERBUAT BANYAK KECUALI MENAHAN KENYERIAN DAN MENGADUH SAMBIL BERTERIAK MINTA TOLONG.

BUKTINYA. SURUH : YA… AKU ADALAH TEMANMU. KHAN? COBA KALAU KAMU MELAWANNYA…. DISURUH MELAWAN. SECARA MATEMATIS. COBA! DIKEROYOK ORANG SEBANYAK ITU. TAMBAH HIDUP. SAAT KAMU DIKEROYOK? PELOK MELAWANNYA?! BOCAH KECIL PELOK : TAKUT? : BUKANNYA TAKUT. TIDAK MATI. TAPI TIDAK IMBANG! SAYA TIDAK : GILA! ORANG SEBANYAK ITU. KAMU MASIH HIDUP. FAKTA… EMANGNYA AKU NGARANG-NGARANG CERITA PALSU? BAYANGKAN. KAWAN! KAMU TIDAK MELAWANNYA SAJA. KENAPA KAMU TAK MELAWANNYA. KAMU! NGACO! : LHO?! AKU NGOMONG BERDASARKAN KENYATAAN. MATI. IYA. PUSING AKU MENDENGAR IMBANG KOK. WONG TIDAK ANGKA MATEMATIKA.BERDIRI SEORANG BOCAH KECIL YANG MISTERIUS) PELOK NYERI) BOCAH KECIL MENYADARI. PADAHAL KAMU TIDAK BERUSAHA MEMBALAS DAN HANYA DIAM! COBA SEANDAINYA KAMU NGAMUK JUGA! PELOK : SUDAH… SUDAH. (TERBAHAK-BAHAK) PELOK BOCAH KECIL : JANGAN KONYOL. KAWAN! SALAH DAN BENAR TIDAK MENGENAL RUMUSANMU. JELAS KALAH KOK! BOCAH KECIL : HEY. 144 . KALAU KAMU : KAMU… (TERHERAN-HERAN SAMBIL MNAHAN MAU MATI KONYOL! BOCAH KECIL : HEY.

ADA SESUATU YANG MERAMBATI SELURUH TUBUHNYA. KATANYA. BOCAH KECIL YANG BERADA DIHADAPANNYA SUDAH MENGHILANG ENTAH KEMANA. SAYA WAJIB MEMPERTAHANKANNYA. PELOK BERONTAK.! 145 DENGAN KALIAN. PELOK KAGET TAPI BERUSAHA TENANG. MEREKA BERJATUHAN. TAPI TAK DITEMUKANNYA. DAN DUDUK TERMENUNG DI DEPAN LAYAR PUTIH. KARENA BOCAH ITU SUDAH MENYUSUP KE DIRINYA) PELOK MELANGKAH PULANG. BEBERAPA ORANG MASUK. DAN INI… . RASA PERIH. KARENA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH RUMAHKU. TIBATIBA SEKETIKA MUSNAH. PELOK MENDENGAR SUARA ORANG RIBUT-RIBUT. RASA NGILU. BANGSAT?!! : YA. KAMU INGIN SEPERTI BIMA! DEGG…!SEKETIKA PELOK BERKECAMUK DADANYA. RASA NYERI. (HAAA…HAAAA…HAAA…! PELOK TERSADAR. SUARA ITU SEMAKIN DEKAT. MEREKA MARAH BESAR… PEMARAH 1 PELOK : (GERAM) KAMU MAU MELAWAN KAMI. : SIKAAAATT…. MENCARI BOCAH ITU. ORANG-ORANG ITU MULAI MENARIK TANGAN PELOK DENGAN KASAR. KAMI? : TIDAK! SAYA HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN. RASA MEMAR. PELOK KEMBALI MELANGKAH SEPERTI BIMA. KARENA ITU MEMANG TANGGUNG JAWAB SAYA.YANG ADA HANYALAH BERANI ATAU TIDAK MEMPERTAHANKANNYA. PEMARAH 2 PELOK YANG LAIN : JADI KAMU MENANTANG. PELOK MERASA SEGAR DAN SEHAT. BERPULUH-PULUH BOCAH BAHKAN BERATUSRATUS MENGGEDOR RUMAH PELOK. RASA TAKUTNYA PUN BERUBAH MENJADI KEBERANIAN YANG MELETUPLETUP. SAYA BER-HAK MELINDUNGINYA. SIAPA SAJA YANG BERUSAHA MERUSAK RUMAH INI. PELOK SEPERTI KENA STROOM. TERUS MENGGERAM DAN MEMAINKAN KUKU PONCONOKO.

ORANG-ORANG TERUS BERGELIMPANGAN DAN JADI KORBAN. PELAN-PELAN MEREKA MENGGULUNGNYA NAIK KEATAS HINGGA HABIS… NAMUN WAYANG BIMA YANG TERTANCAP DISITU MASIH BERDIRI TEGAK DAN TERUS MENGGERAM. SUASANA GADUH MENCAPAI PUNCAK. SUARA DARI LUAR KIAN RIBUT. HEEEEEMMMMMMMMMMM…… TIDAK TURUT TERGULUNG BERSAMA LAYAR. DUA ORANG YANG SANGAR WAJAHNYA BERADA DIKANAN KIRI LAYAR PUTIH. GAGAH. DEBURAN OMBAK YANG MENGGANAS.TERJADILAH PERKELAIAN YANG SERU. PELOK BERDIRI TEGAK DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERGELETAK DAN TAK BERDAYA. AKIBAT RUMAH PELOK YANG DIBAKAR RAMAIRAMAI. JERITAN-JERITAN ORANG TERUS MELENGKING. ASAP MEMBUBUNG DI LOKASI TERSEBUT. TAK SEDIKIT YANG BERTERIAK MENGKOMANDO UNTUK MEMBAKAR RUMAH PEL. MUSIK GADUH. DAN SEKETIKA BERHENTI. PELOK MASIH BERDIRI MEMATUNG. BUNYI PETIR TUMPANG TINDIH. DIA TAMPAK KUAT SEKALI. BUNYI RERUNTUHAN. LAMPU MERAH MENYALA DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH DIMANA BIMA TERUS MENGGERAM DI DALAMNYA. April 2006 146 . TAK SEDIKIT YANG BERGELIMPANGAN AKIBAT PUKULANNYA YANG MEMBABI BUTA. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. KALI INI PELOK BETUL-BETUL SEPERTI ORANG KESURUPAN. DAN TERUS MENGGERAM PULA: HEEEEEMMMMMMM…… TEMBANG MAS KUMAMBANGTERUS MELANTUN… KIAN LAMA KIAN MENGHILANG BERSAMA REDUPNYA LAMPU.OK. LAYAR PANGGUNG DITUTUP T A MA T Bontang.

(NOMINATOR) PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi Tokoh : RAYANI MARIO LINDA PRIA CANGKLONG SABRON ABAH NINI 147 .

. 08. Pria Cangklong 04. Aku senang cara kerjamu.. Lelaki : Beri aku waktu. 01. Pria Cangklong 06.ATOK ITEM SUTRADARA ANTON PENJUAL TEROMPET. Pria Cangklong : Baiklah.. Kau tak mungkin mengecewakan aku kan? Aku harap jangan! 148 . Back Sound Samar-samar terdengar lagu House musik.. satu atau dua minggu sepertinya mungkin. Pria cangklong 02. Pria Cangklong : Usia yang tepat untuk disate.) Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan. Kapan bisa kau dapatkan dia? : Tidak lama lagi. LAKI-LAKI PEMUDA. Lelaki 03. : Alah. Lelaki : Tipe begini banyak yang suka.. Seorang pria duduk di kursi memperhatikan selembar photo. 09. Mereka hanya dibatasi sebuah meja.. TUKANG PEL.. dan seorang lagi berdiri tegak di belakangnya. Boss. waktu segitu terlalu lama! Tidak bisa lebih cepat? : Aku usahakan secepatnya Boss. Orangku sedang berusaha. Broken home. Di depannya duduk Seorang laki-laki. Jadi tidak terlalu susah untuk dikerjain kan? Pria Cangklong tertawa..PEMUDI ORANG-ORANG SEBUAH RUANG Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light).. : (mengangguk-angguk) Berapa umurnya? : 16 tahun.. Lelaki tertawa. (Mungkin penonton akan mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah diskotik. 07. Lelaki 05. Akan kuberi kabar baik secepatnya. Asap mengepul dari rokok di dalam cangklongnya.

maaf! Kena ya? Aku nggak tahu.. Lelaki : Tentu. : Aku saja.. Rayani : Aduh. Rayani membuka tas. Tentu! Tertawa. Mereka tiba di bangku. Kacang rebus tumpah ke muka Mario. Rayani : Biarkan. Sama-sama tertawa. Mario & Rayani : (berbarengan) Silahkan! Keduanya jadi serba salah.. Mario & Rayani : (berbarengan) Kamu duluan. Suara teriakan Pedagang keliling. maaf. 12.. Makin serba salah.10. serempak ingin duduk. Namun tidak jadi..) 19. Mario : Nggak usah. Background hotel dan gedung perkantoran untuk menunjukkan bahwa setting adalah nuansa tengah kota... Berdua memunguti kacang rebus di tanah. TAMAN Set sederhana. aduh.... aduh.. Mario 16. Maaf lagi. 22. Rayani : (sibuk) Di mana sih.. Biar aku yang ambil. Boss. 11. Mario membuka bungkusan kacang rebus. 15. Mario 20. Tapi kemudian sadar dengan keadaan orang di sampingnya.. Muka kamu nggak apa-apa kan? 149 .. Mario : (mukanya mendekat ke Rayani) Cari app. perasaan sudah aku masukin. 14.. Tak disangka siku lengan Rayani mengenai muka Mario.) Aduh.. Langit sore yang cerah. Mario memunguti kembali kacang rebus yang berserakan. tangannya menyentuh tangan Mario yang sedang memegang bungkus kacang rebus.. Mario kesakitan....... Rayani : Kamu nggak apa-apa. Awan putih menutup cakrawala. Aku yang salah kok.. Rayani ingin melihat muka Mario.. Rayani membantu. Mengaduk-aduk isi tas. (Kesal.... Biarkan. : Oh.. 13.. (Lighting fade in) Mario dan Rayani masuk bersamaan dari Arah berlawanan.. Mau aku ganti? Aku cari tukang kacang rebusnya dulu.. aku saja. 21. Rayani : Maaf ya. Keduanya duduk.. Beberapa saat Rayani kembali sibuk mencari. Back sound bunyi seliweran kendaraan sesekali. 18. 17. mengeluarkan lembar skenario. Rayani : Aduh. Sebuah bangku panjang terletak tengah panggung. Saling menunggu.. (Memunguti kacang di bangku dan di tanah.

: (memakai kaca mata Mario.. Memperhatikan lensanya. 41. Duduk di sini aja.. : Kamu cari apa? : Aku cari lensa kontakku. maaf. Pakai aja dulu. Sirik tanda tak punya.23...... : (mengangsurkan kaca mata) Nggak apa-apa. Mario 30.. Rayani : (kembali ke tas) Maaf.. kalau terus duduk di situ mukaku bisa babak belur. Mario : (Menahan sakit) Nggak apa-apa kok. Rayani : Minus berapa nih? : Minus dua... jadi dari tadi kamu sudah ngiler sama kacang rebusku? Kalau kepingin kenapa nggak minta aja? Dari pada nyumpahin orang yang punya makanan... Setelah ini aku jamin kamu bakalan merasa lebih nyaman duduk di sini ketimbang duduk di kafe. aku nggak bakal ganggu kamu. Rayani 33. Maaf deh. mukaku hampir memar. Mario 38. Mario 40. Mario 36... Mario : (melepas kaca mata) Pakai punyaku.. 27..... : Bener nih nggak apa-apa? : Nggak apa-apa. kalau tak punya dapatkan dengan kerja... Perasaan waktu di rumah aku sudah taruh di tas. harusnya paling nggak tawarin orang kek. Rayani : (tertawa) basi banget kamu... Rayani : kamu punya makanan dimakan sendiri.. makanan kesukaanku... Nih. Coba aja dulu.. Rayani mengambil kaca mata. Kursinya masih lebar kok... : Nggak usah.. Rayani 42. : Loh. Rayani 37. duduk) Terima kasih.... Mario : Oh. Mario 32.... tapi malah nggak ada. Nggak bawa kaca mata lagi. Rayani 25.. 31.. Baru sebentar duduk aja Aku hampir nggak jadi makan kacang rebus. berniat mencari tempat duduk lain... 43.. Rayani 29. jangan menyumpah! 28.. Lagian kamu nggak takut kaca matamu kubawa lari? 150 ... : kamu juga sih salah.. Rayani 35. Mario : Mau kemana? : Cari tempat lain.. Rayani 39.. Mario 24. : Kok bisa kebetulan cocok ya? : Ya sudah pakai aja. (Membuka lembar skenario) Mario berdiri. aku yang menderita kok malah dibilang salah? Terus salahnya di mana? 26.. 34. Terima kasih.

54. : Oh. Mario : Deras.) Kemarin aku berharap muncul pelangi... Rayani 55.. Rayani mengangguk. Tadi sepulang sekolah aku melihat taman ini dari atas bus. Mario : Kenapa aku harus duduk di sini? Biar kamu aman? Nggak diganggu orang iseng? Atau cari pembenaran karena sudah membuat kerusuhan? 47. 45. tenang... ya? Diam. Kamu pernah lihat kembang-kembang itu mekar? 57. Pelangi muncul habis hujan di siang terik. Kelihatan sepi. Ayo duduklah. Tapi hanya sebentar. Aku tidak mau orang yang kubuat menderita makin menderita karena terusir dari tempatnya... 52.. Sekarang orang lebih milih pergi ke kafe daripada di taman. Kembali ke skenario. lebih baik duduk di sini kan? Menunjuk space kosong di sebelahnya. Mario : Tapi cuaca kadang suka menipu. Mario : Nggak nunggu siapa-siapa. Mario 59. 151 .. Rayani : Makanya.... Diam. 48. Seperti sore kemarin.. ya? Hujannya deras? Mario mengangguk. Sebentar lagi musim bunga. (Diam. 53. Tiba-tiba hujan turun. Mario : Sudah datang musim hujan. Rayani 50. Rayani : (matanya masih ke skenario) Oh... Mario : Eh jangan! Cuma satu-satunya tuh.44. : Oh. 46. Aku hanya lihat dari jendela mobil setiap pergi atau pulang dari sekolah. 56.. Tapi sedikit ada benarnya juga.. Mario : (Tersenyum..... 60... Rayani menggeser duduk. Kebetulan hari ini aku perlu suasana seperti itu. 51. (Melihat langit) Langitnya cerah. Mario : Lagi nunggu siapa? Aryani menoleh. Rayani tertawa.. 49.) Kamu memilih tempat yang tepat. Diam. hanya sebentar.. ya? Cuaca bagus. Rayani : Pernah! : Sering kemari? : (menggeleng) Hanya hari ini... Padahal lebih sehat di sini. lalu kembalikan pandang ke skenario.. Rayani : Hah? Kepedean kamu.. Mario : Nggak mungkin. Mengangguk... Rayani melihat langit. Rayani 58. Makanya aku ke sini.. Mario mengambil tempat.

Rayani 79. Mario 83.. Mario : Apa orang yang banyak tanya itu orang jahat? : Nggak juga sih.. Sumpah! Diam. ya? : Apa ruginya buat kamu? : Aku bisa menyangka kamu orang jahat! : Apa penampilanku begitu? : Nggak sih. Rayani 65. Mario : Wah! Good luck.. Rayani 75. Rayani : (menyerah) Baik. Klimis malah. : Kamu artis? : Bukan.. Mario 85.. Mario : Baik.. Ini skenario film. Rayani 77. 69. kamu banyak mau tahu.. Rayani 67. aku diam.. Rayani 73. Rayani 63. Mario 70. Mario 68.... 80.. Aku lagi mencoba membedah naskah ini. Rayani : Drama atau film? : Apa? : Kamu baca skenario kan? : Hey. Mario 76. sayangnya aku malas fokus sama penampilan ketika pertama kali bertemu seseorang. Tadi kan aku sudah bilang aku perlu ketenangan. Besok aku ikut test peran utama.. 152 . Kayak orang-orang kantoran. 87. : (tersenyum malu) Maaf! : Jangan membuatku menyesal berbagi tempat duduk sama kamu. ya! Rayani mengangguk.. Mario 62. Rayani : Maaf. 82.. : Lalu? : Apa? : Kalau bukan artis ngapain baca skenario film? Ah! Produser? Sutradara? 78. Rayani 71. Rayani 84. 81. bukan berarti aku ingin mencopet kamu kan? Lagian mana ada copet yang mau minjemin kaca matanya? 72. Rayani : Aku mengganggu? : Kalau kamu terus bertanya.. Mario 74.. Mario : (tertawa) Bisa aja kamu. baik.61. Mario 66. aku tidak mengganggu lagi.. Copet-copet di bis kota kelihatan rapi-rapi.. : Kalau aku mengajak bicara kamu. Mario : (jengkel) Apa sih? : Boleh tanya kan? Diam. Mario 64.. 86. nah. baik..

. Tk... Rayani 94. Penjual Terompet mendengarkan. Jualan di pinggir jalan dilarang! Di taman dilarang! Saya mau cari makan halal buat anak-istri saya. 100. Bicara berbisik di telinga. Mario 89. Mario menghampiri Penjual Terompet..(toet) Terompet. Kamu mau kita kenalan? Perkenalkan. taman ini bakalan ramai bukan main kan? Kembali teriakan penjual terompet.. toet.. (Back sound) Suara kendaraan lewat satu-satu.88. Tk.. Tk. toet) Terompet. sekarang waktunya kurang tepat. 153 . tersenyum. suara kenek angkot. Diam. (toet. Nah. terompet. Rayani : Sebenarnya tadi aku mau bilang. Terompet : Terompet.. Kali ini terdengar lebih keras.. Mario : Jangan pergi dulu! : Ada apa? Oh. namaku. Bunyi terompet. Rayani : Nggak perlu minta maaflah. : Apa? : Ini hari apa? : (tertawa) Sabtu! Malam minggu.. 98. Pedagang terompet muncul sesekali menjajakan dagangan. Kalau saya tidak membunyikan terompet. Mario 97..) Rayani menarik napas dalam.. Terompet : Tidak bisa dong! Saya kan orang dagang. Rayani 101. Terompet : Terompet. Berhenti tidak jauh dari mereka... terompet.. siapa yang tahu kalau saya jual terompet? Siapa yang tertarik beli dagangan saya? Bicaranya situ sembarangan aja! Mentang-mentang saya kere. 91. Mario melambaikan tangan tanda perpisahan pada Rayani.. toet) Terompet.. Mario menatap Penjual terompet pergi. Penjual Terompet hilang ditikungan (Keluar). toet. Bunyi terompet panjang. (toet.. toet. 99. Merasa terganggu.. Mario 93.. Pergi sambil terus menggerutu.(toet) Terompet.. Tapi Penjual Terompet akhirnya mengalah juga. Tk. Hening... Aku lupa. Bunyi kendaraan berhenti. Terompet : Dasar nasib! Jadi orang kecil sudah bingung. ya? Masa terus dilaranglarang. : Tidak usah! Dipikirin banget. : Kamu nggak marah kan? Mario menggeleng. membunyikan terompet dilarang. 96. toet) 92.. Mario 95. Rayani : Biar aku bicara.. (toet. (toet.. saya selalu diusir sana-sini. mengeluarkan dengan berat.. malah terus dibikin bingung. Nanti kalau saya terus-terusan dihalangi saya cari makan untuk mereka di mana lagi? Jadi maling ayam? Jualan dilarang. 90.

106.. (Kepada Rayani) Aku ada keperluan.... 111.. TAMAN (Ligting fade in – suasana senja) Di bangku yang sama. Rayani memberi isyarat dengan tangan agar Mario berhenti bicara... sudah. Aku. Marah.. Sudah.. menangis. kenapa aku sekarang bisa menangis. Aku tidak mau mereka melihatku menangis karena itu. 109. Tapi sumpah. Mario : Hallo. Suara dering hand phone.... Rayani mengambil tissu dari hand bag.. Mario : Katanya nggak mau menangis? Rayani menggeleng. 104. tapi aku tidak menyerah... aku memang terus-terusan gagal.. 112. Rayani : Aku mengadu ke mama. 154 ........ Air mata tidak bisa mengobati kegagalan kan? Aku mau buktikan pada mereka bahwa aku serius. 108. man! Tidak mampu.... Aku gagal... Mario pergi... Mario 107.. Rayani : Setuju! Memang itu caranya! Mau? (Menawarkan kacang rebus... Rayani : (berteriak) Kaca mata kamu. Mario menepuk tangan. Plong. Aku nggak perlu peerhatian macam itu. 103. 105..! Di mana? Sekarang? Oke. 110. Bagaimana bisa membuktikan. Rayani tak membalas. Menutup wajah dengan kedua tapak tangan.. kalau aku sudah bekerja sebaik-baiknya. Sampai besok.. Aku tahu Mama menyuruh aku menangis supaya perasaanku bisa lega. Semoga berhasil! Mario bergegas pergi. Mario : (tertawa) Semua pekerjaan punya resiko. Oke. Aku Cuma mau Mama tahu kalau aku sudah berusaha. tapi aku menangis bukan karena aku bicara kegagagalan tadi. dia memang nggak pernah setuju aku ikut kegiatan percuma dan buang-buang waktu seperti ini.. Mama malah suruh aku menangis. Mario : Sabar.. (Kehabisan kata.. Mario : Aku paham! Rayani menarik napas dalam untuk menghentikan tangis.. tangisnya tambah pecah. Rayani bingung. Tiba-tiba Rayani gemes sendiri.. mengusap air matanya. Mario : Eee.) Ah.) : Tapi aku nggak tahu caranya. Rayani : Aku nggak tahu. Mario mengambil hand phone. Papa tersenyum mengejekku.Mengulurkan tangan.. 102..

.. kita nggak bisa percaya atau nggak percaya. aku harus terus. 132. Gagal di usia seperti kita justru lebih baik.. Rayani : Aku seperti badut yang terlepas dan dibiarkan berkeliaran... Masih sangat panjang. 122. Mario : (menghapus air mata) Tadi kamu bukan mau bicarakan itu kan? : (mengangguk) Ya. Mario 116.. Rayani 135.. Mario : Jangan taruh harapan di tempat yang tidak nyata. Mario 130. 120. Rayani 119.. : (Semangat) Ya! : Mau? : (senang) Kacang rebus! : Dari tadi juga kacang rebus. Aryani 131. gitu dong! Kalau keinginan dicampur sama semangat dan usaha . Mario : Di usia seperti kita. Mario : (membuang napas) Hah! : (membuang napas) Hah! Maju terus pantang menyerah! Kalau sudah bertemu untungnya kali aja kamu main peran utama di filmnya Garin.. Keluar masuk studio dengan wajah coreng-moreng. Mario 128.113.) Masih banyak kesempatan. Mario 114. semut pun bisa memindahkan gunung.. Mario : Aku masih belum percaya kalau aku gagal lagi. Rayani 115. : Yakin waktunya akan datang? : Yang penting jangan terlalu berserah pada nasib! : Salut buat semangatmu. membentangkan selebar-lebarnya. Mario : Nah. Kalau urusan selera. 134. Rayani 117.. : Apa yang baik? Menangis? : (mengangguk ragu. Kamu bagaimana sih? Ambil! (Rayani mengambil beberapa butir. : Itu hidupku! Aku pikir.. Mario 124.. 123. Mario 126. mengangguk.. pelan) Menangis kalau harus menangis. aku terus berharap. Ada yang bilang jumlah air mata saat kita sedih berbanding seimbang dengan air mata saat kita bahagia. Jadi menangis adalah manusiawi dan berguna. Masa nggak ada satu pun yang nyangkut?! 133. Berdoa sambil berusaha. Jalan masih panjang... Rayani 129. Rayani 121. 136.. Rayani 127.. : Apa? : Justru malah baik. Rayani : Rudi Sudjarwo lebih menantang barangkali! 155 . 118.. Ah. : Hanya masalah selera.. Rayani : Aku terus merajut jaring.. Rayani 125.

Rayani 141. 151. Mario : (tertawa) Kalau mau begitu kamu ikut latihan yoga aja.. Tetapi mereka mengajak kita terbang ke masa lalu melihat kejayaan nenek moyang. 142. 145. Mereka memberi tahu kaki kita menginjak bumi. Artis juga perlu punya pikiran intelektual.. 149. 148. Kerja pikiran dan respon manusia kan terbatas oleh keadaan. Ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk bisa survive di mana saja. Nggak tahu mau ngapain. Rayani 139. Rayani : Sekolah tidak pernah menampung.. diberitahu betapa tingginya langit. : Kok gitu? Bokap-nyokap. 137. Mereka tahu apa yang harus mereka beri dan apa yang harus mereka simpan untuk suatu saat.. Rayani : Terus mau belajar di mana? : Sekolah banyak ngajarin bagaimana menggunakan pikiran.. Sekolah jadi tempat legitimasi formal pendidikan yang semu. Mengajarkan cara memperhatikan dan mengagumi tangga itu. 147. Mario : Semua bidang memerlukan orang yang cerdas. Rayani : Aku nggak pernah yakin bisa mendapatkan itu di sekolah. warna tanah telah berubah karena waktu. setelah itu takut menginjak tanah. Mario : Sekolah kamu bagaimana? Sudah banyak mangkir pasti. Ilmu pengetahuan nggak selalu bersarang di sekolah kan? 143. belajar cara menggunakan hati nurani dikesampingkan.. Mereka menggembar-gemborkan orang lain yang sudah membuat tangga kecil menuju kesana... tahu? : Mereka hanya tahu aku kepala batu. Rayani : Kita di atas gedung tinggi. Mario 138. : Nggak tahu. Jangan ambisius dong! Ambisi malah akan menjatuhkan kita. 146.Diam. 150. Mario : Apa adanya sajalah. Hari gini masih bicara hati nurani? Lagian sekolah nggak akan cukup menampung semua material itu. Mario 144... Mereka tidak mendidik kita bekerja membuat tangga ke langit. Rayani : Sekolah tidak dapat membuatku yakin bisa menggantungkan harapan. Lulus sekolah kita malah gagap. : Sekolah adalah rumah ilmu pengetahuan. tapi membiarkan dia bercecer di luaran. Hanya diberi tahu. 156 . Mario : Sial! Aku nggak paham bahasa kamu! Ngomong yang lain aja! Rayani membolak-balik lembar-lembar skenario. Mario 140.

Tidur sama orang-orang itu? 159. Kuhitung sudah sembilan kali aku ikut casting film. Mario 158. Rayani : (menunjuk langit) Lihat bintang itu. macam-macam. : Ada saatnya. Aku menarik. Hidungku nggak terlalu ke dalam kan? Tinggi sama berat badanku pas kan? Proposional? Apa dari aku yang kelihatan kurang? 155. Kalau awal-awal ikut.. Rayani : Huss! Jangan bicara sembarang. tidak lulus nggak apa-apa... 168. Kok kamu yang tanya? Harusnya aku. Rayani 163. Mario : Akan jadi sempurna buat pengalaman hidupmu kalau tiba-tiba keburuntungan itu datang. Kemana-mana kita akan bertemu dua jalan. Nggak ada yang berhasil mulus.. Mario 166. marah... Mario 164. (Tersenyum pahit. Mario : Kamu mau cara mereka? : Aku? Pakai cara itu? Ih. 153.152. Keduanya punya resiko. bisa nari. Kamu nggak ingin pulang? : Di rumah juga tak ada siapa-siapa. amit-amit! : Mereka sama dengan kamu.) Selalu jadi figuran.. Aku perempuan yang dipuji perempuan. Casting iklan. atau ke kiri. Kamu jadi nggak kaget! 154.. Rayani 161. Masalahnya kamu bisa sabar atau tidak? 162.. Mario 160.. Rayani : (tertawa) Kok jadi hilang harapan begitu? : Kesel sendiri aku! Apa harus pacaran sama casting produsernya dulu untuk jadi peran utama? 157. Aku sudah lelah jadi anak bawang terus. Mario : Aku sabar! : (menyelidik) Masa? : (bangun memperhatikan bintang) Bisa! Aku yakin ada saatnya.. (Terpekik) Aku suka bintang! 169. Nggak pernah terpilih yang utama. Rayani 165.. Mario 170. Rayani 167. kalau senja turun.. Mario : Kalau kamu? : Apa? : Kok nggak pulang? 157 . Rayani 171. Rayani : Aku kurang apa ya? Kurang cantik? Aku bisa nyanyi. : Sudah hampir gelap.. Seperti apa cahayanya nanti. lalu menangis. Lama-lama aku bisa lumutan di studio casting. Ke kanan. Multi talent. Rayani : Huh! Padahal tesnya hanya begitu-begitu saja! Adegan senang. nyanyi. Mario 156. pernah merasa kesulitan juga. : Ada yang bilang beberapa orang memilih jalan tol.

Namanya Linda. : Pulang. Tadi dia begitu antusias mau mengorbitkan aku.. Mario 180. Menyodorkan ke Rayani) Buat kamu. Aku yakin buku-buku ini akan banyak membantu kamu.172. Kayaknya Linda bakal nyenengin. Mengeluarkan tumpukan buku. (Tertawa. Mario 188.) Dia sudah pergi. Nggak ada yang bisa dikerjakan. juga talentscout.. Sebentar. Terima kasih. Sebenarnya setiap kali aku ikut casting kami bertemu... Mario 174. Mario 184....) Nanti kukenalkan kau pada sahabatku.. Tapi enggan menegurku duluan...... : Kenapa? : Kalau aku cerita sekarang waktunya nggak bakal cukup.. Sumpah. Rayani 185. Pertemuan kami unik... Mario 186. Lantaran dia pikir aku sudah punya manajer. Semua punya kamu? Dapat darimana? 177. Rayani : Dia sudah nggak perlu lagi sama buku-buku ini? Kenapa? Padahal buku-buku ini bagus loh! 179. Rayani : (Sedih. Linda bilang dari dulu dia tertarik bakatku. ya.. Mario : Aku harus mengenalnya. Rayani : Rumahku membuat aku jadi penganggur. Aku duluan... 176. Rayani : Aku minta kamu rawat buku itu baik-baik. Jujur! Aku mulai senang suasana taman ini. ya. Mario 182.. Nggak apa-apa... Setelah itu kami selalu bersama. : Baiklah.) Keinginannya banyak. Mario : Teman.. 173. Pencari bakat.. Aku dan dia sahabatan. yuk! : Aku masih ingin di sini. : Besok di sini? : Entah. Rayani 181. (Membuka tas. Tapi setelah lama kami tegur-teguran. Cita-citanya sama dengan kamu. Aku harus bertemu seseorang.. Aku ingin jadi bintang itu! Oh. aku cari kemana-mana nggak ada. Banyak kenalannya orang-orang film. : (Sadar) Oh. Ini buku panduan akting. Thanks. Rayani : Apa kubilang! : Boleh aku tanya? 158 .. 178... Linda hebat loh. (Ke Mario. Rayani : Oh? Buatku? (Mario mengangguk) Beneran nih buatku? Kamu nggak nyesel? Aku sudah lama cari buku-buku ini. Ceritanya kapan-kapan. 187. ya? Aku minta Maaf! 183. itu bintang pahlawan! Terus bersinar ketika yang lain redup. (menunjuk bintang) Bintang itu pasti paling terang. Wah jadi nggak repot-repot cari lagi dong. Rayani 175. Dia aktris.

menciptakan harmoni untuk menghantar waktu istirahatku. dan suara burung bernyanyi ikut mengiringi.) : Nggak ada pertanyaan lagi? : (menggeleng) Nggak ada apa-apa lagi dipikiranku. Nini akan tetap mencintai Abah. 199. kamu kemari hanya untuk kacang rebus? : Awalnya iya. Ah. Nini. Mario 196. Rayani 191. Mario sendiri. Tetapi tanpa sebuah lagu pun untuk Nini. Bunyi air jatuh di kucuran. Saat seperti membuat pikiranku segar dan merasa menjadi muda kembali. Rayani 193. Abah tak mau kehilangan suasana indah ini bersama Nini. 198. Abah.. Perasaaku bergetar bagai mojang pertama kali kenal cinta (Tertawa. Musik seruling atau kecapi dari Sunda. 159 . setelah itu tidak lagi. burung-burung kecil itu bernyanyi menggodaku? Abah sudah sangat mengantuk. Mario diam. Mereka seolah berbisik menghipnotis sadar. Abah sedang rebahan di tengah balai. : (mengangguk-angguk. Rayani keluar. mengerti) Oh! Baik lah! (Pergi. setelahnya? : Itu pertanyaanmu.189. Mario 192. bukan pertanyaanku. aku akan membuat karangan lagu untuk Nini.. betapa pandai dalam bekerjasamanya alam. : Masa? Kamu nggak tanya apa itu. 197... Rayani 195. Rayani : Aku duluan. Nini. Abah : Aduh. Nini. Tapi tidak ingin tertidur. : Sungguh nih.. Mario 190..) Bunyi dan suara begitu harmoni di telinga. (Nini tersenyum. Nini : (tertawa) Terima kasih. Mungkin jika aku masih muda. Meletakkan kepala di paha Nini yang merajut anyaman bambu. Nini dengar. Rayani : Boleh.) Suasana inilah yang semua orang cari. Betapa indahnya dunia jika suasananya damai seperti ini. Angin sejuk tenang membuai pepohonan. Mario 194. RUMAH ABAH (Lighting fade in – Suasana sore) Set tempat Abah dan Nini bisa hanya sebuah balai panjang dan sebuah meja tempat kendi air munum dan perkakas seperti piring dan gelas.

Nini 211. Itu menyalahi kodrat. Abah tahu! Abah begitu mengagumi kesetiaan Nini. Sebentar. Nini masih ingat. Abah tidak akan melakukan itu. Abah : Tanpa sebuah lagu pun? : Tanpa sebuah lagu pun. Abah orang sakti kan? 160 . jangan ganggu Abah. Nini menggeleng. Abah 203. : Sebentar saja. ya? : Abah boleh sangsi! : Oh tidak.. Lihat! Tidurnya nyenyak sekali. Kamu sudah pernah ke sini.200. Bicaralah pada Nini. Nak. 213. Linda duduk di tepi balai.. Linda 216. Nini 215. Meminta yang macam-macam pada Abah. Nini 217. 218. Nini : Sudah. Linda : Saya tahu sesungguhnya Abah bisa membantu saya.. : Kenapa Abah tidak Nini bangunkan? : Abah baru beristirahat. Nini tidak tega bangunkan bayi yang sedang lelah ini. Linda : Kenapa Nini selalu menghalangi saya? Setiap kali saya datang Abah seolah enggan menemui saya? 219.. Nini 204. : Nini bisa bangunkan Abah? : (berbisik) Maaf. Nini tidak pernah putus asa ketika hidup menderita. Linda 207. Nini tidak pernah angkuh ketika berpunya. Abah sudah mendengkur. Banyak saya dengar cerita kehebatan Abah. : Kalau begitu Nini minta maaf sekali lagi. 208.. Abah 201. Linda 210. 220. Abah mengangguk dalam setengah tidurnya... Anak meminta Abah merubah wajah Anak. Di sisi kaki Abah. Nini tak pernah mengeluh menemani Abah yang lumpuh.. Nini 202. Abah tidur lah. Linda 214. Nini 209.. Nini akan senantiasa di samping Abah. lalu melanjutkan kerja anyamannya. Nini : Bukan Abah tidak ingin menemuimu. Abah. tidak! Abah tidak pernah sangsi pada Nini. Linda : Saya ingin bicara sama Abah. Nini : Sampurasun! : Silahkan duduk. Nini. 206. 205. Linda 212. Muncul Linda. Nini membelai rambut Abah. Nini : Anak ada perlu apa? : Nini masih ingat saya? : Oh. Nini rela hidup bersama Abah dalam suka dan duka. : Oh.

230.. Kalian memang hancur.. Nini. Saya merasa ada seseorang yang membuntuti saya setiap saat. Abah : Ah. Anak tak perlu terus sembunyi.. 232. Linda mengguncang-guncangkan tubuh Abah. saya tamu yang tidak diinginkan Abah? : Bukan! Tapi Anak bertujuan ke tempat yang salah.. 227... 161 . 228. Nini 222. 233. Kamu harus pergi. Tapi Abah juga manusia. Abah memang tidak mau membantu saya? Kenapa? Berapa saja uang yang kalian minta akan saya turuti.... Tolong saya. Itulah cara untuk mengembalikan wajah anak. 229. Anak harus mengaku salah. : Jadi menurut Nini.221.) Ah.. Nini. (Melihat Nini. pikiran dan tenaga. Kami tidak pernah meminta atau menerima balasan jasa dari orang yang kami bantu karena Nini dan Abah memang tidak memerlukan itu semua. Jimat yang pernah diberikan Abah tidak dapat menenangkan hati saya. Abah tidak memicingkan mata sedikit pun. 226. Nini menggeleng. Nini tidak bisa membantu anak. ingin aku Linda berjalan mundur tertatih keluar panggung. Tolong.. Linda 223.. Linda : Tolong saya. Nini! Saya tahu Abah bisa menolong. Tolong bangunkan Abah untuk saya. Nak.. telah mengganggu tidur Abah. Nini : Maaf. kenapa menangis? 234. Apa yang dilakukan terbatas kekuatannya. Nini menggeleng. nikmat sekali tidur yang hanya sebentar ini. Linda : (emosional) Saya ketakutan. Nini? Nini menggeleng. Nini diam.. Linda : Saya akan menunggu sampai Abah bangun.. Nini : Nini minta maaf. Membantu sekuat hati. Nini.. Linda : Abah manusia. Nini 224. 231. 225. tinggalkan kami.. Nak.. Nini : (menggeleng) Abah tidak pernah memilih untuk membantu siapa saja. : Nini. Linda : Apa salah saya. Nini : Kamu sudah keterlaluan. Linda : Kalian ingin aku menderita.. Nini menangis.. Alam ciptaan-Nya sudah memberikan semua tanpa Nini dan Abah minta dari manusia.

Ada sebuah bintang yang tak pernah redup sinarnya menyinari Abah. dan bintang berpaling muka karena redup sinarnya.. Penuh dendam.. Linda menarik lengan Rayani setengah berlari ke arah Atok. Aku masih... TAMAN Malam turun hujan.) TANAH LAPANG (Lighting fade in – suasana malam) Beberapa pemuda sedang berlatih drama.. Abah : (menghapus air mata di pipi Nini) Tidak... tapi berkualitas.. Karena ketika kau membutuhkan aku. Aku bukan pengecut! Akan kubuktikan cinta yang kau sangsikan. Aku tahu kau sedang memandang marah kepadaku. Aku menunggu saat bulan bulat penuh. Suasana taman yang temaram sesekali menjadi terang sesaaat terbias cahaya Kilat yang menggelegar di angkasa. namun begitu menyejukkan.. Atok sang pelatih tampak serius memperhatikan teman-temannya berlatih olah tubuh.. Bau darah.. Abah memang sudah waktunya bangun. Isi surat terakhir sebelum kematianmu penuh dendam. Mario duduk sendiri di bangku taman. Berhentilah menangis. aku tak ada di sampingmu. tidak. Lelah? Aku tak takluk karena lelah.. bau kematian orang lain yang membuat hidupmu pendek... Lihat! Aku masih tetap di sini! Akan tetap di sini. tolong saya dong! 162 . Mario : (membaca selembar surat) Penat? Aku tidak kalah oleh penat.. Oh.. aku tetap seekor srigala. Abah tadi bermimpi tentang malam yang gelap. Untuk apa mengakhiri hidup sekonyol itu? Aku masih mencintaimu Parwita. 237.. hingga bara yang kau sulut di dadaku dapat kuberikan untuknya.235... Mas Atok. Tapi Abah bahagia.. Aku menunggu saat itu. Abah mengambil jemari Nini... Bunyi angin menggoyang dedaunan.... Parwita.. (Menangis. 236.. Jika bara di dada belum tersiram oleh darah. Bintang itu tidak begitu terang. Tidur Abah sedikit. Ni. Linda : Mas atok.

Linda 262.) Ada perlu sama Kak Atok. Padahal waktu ribut-ribut kemarin kakinya gemetaran..) Kak Atok kenal penulis naskah ini? (Atok membaca halaman depan skenario. 163 . Peserta latihan bangun menghampiri Linda. Biasa dipanggil Item. Lin. Memang kenapa? : Dia yang tulis naskah sinetron Angling Darma. Linda 264. 255. : (kepada Atok) Rayani. jadi mau malu ngomongnya. Tahu sih. Atok : (memperkenalkan diri) Rayani. Linda : (Menyodorkan naskah. Atok 249. Linda : Ada apa? : Iya. Item 250. Dia yang tulis skenarionya? : (mengangguk) Terus? : Apa? : Terus apa hubungannya dengan saya? : (tersipu) Oh.. Item melirik genit ke Rayani.. Dia penulis naskah-naskah realis. iya lupa. 246. Tahu sinetron Keluarga Cemara? 259.. 251. : Aku lihat waktu yang lain berantem. Ada apa? Anak-anak kampung sebelah mengamuk lagi? : (Tersipu sendiri. 241. Pemuda 2 244.) 256. kalau begitu kalian lanjutkan latihan aja lagi! Biar mereka kuurus. dia lari paling dulu! : Wah. Atok : Arswendo Atmowiloto. Linda 247. Atok : Sialan! Gua kira ada yang mau ngajak ribut! : Si Item basi banget! : Iya. Pemuda 3 : Ah. Item 242. yuk! Peserta latihan pergi sambil menggerutu. Atok 261. Suasana langsung ramai. kok. : Atok. Item 240. ya? : (tertawa) Bukan. Tulisantulisannya dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Kalian punya masalah? Kami siap bantu kok. 248. Linda : Sorry! Ada perlu apa? : Ngomong-ngomong kenalin dulu dong temannya. Atok 263. (Kepada Atok.. Item : Oh. Memangnya kita anak ayam? Kok diurus? : Latihan lagi. : Oh. Item 253. Pemuda 1 243... Rayani 254. Linda 258. Linda 260.) Tidak ada apa-apa. kenalan sendiri aja deh biar lebih enakan. Rayani! Halah. 238. Kak Atok bisa aja. Rayani 252. Atok 257. tahu! Pantas sinetronnya laku. : Ngomong aja. Atok 239.Latihan olah tubuh buyar. : Marjuki. Pemudi 1 245.

ya? Soalnya banyak sair-sair bermutu di cerita itu. Syumanjaya. kok bisa lupa namanya. ya? Dia bintang lawas banget kan? Linda sih dibilang begitu masabodoh saja. Atok 269. Linda : Iya deh saya mengaku. Gunanya supaya tubuh kita fleksibel dan tidak kaku. Dasar pikun! 268. Eee. Saya mau latihan cara mengeluarkan air mata yang banyak. Atok 273. : Hah? Latihan kayak begitu? Nggak mau. maksudmu? : Oh.. Di mana saya taruh. (Pause. kan? Ngomong-ngomong Kak Atok pernan nonton film Yang Muda Yang Bercerita? 266.. Iya. (Meletakkan telunjuk di bibir. langsung gabung latihan sama kami.. Kata sutradara saya itu film bagus. (Menyodorkan naskah. Jadi penasaran. Capek-capekin aja. iya. tapi latihan olah tubuh. Kak Atok sama Item jangan bilang-bilang ke orang lain dulu ya. 275.) Ssstt. Linda : Ah. kalau saya dapat peran utama ini. judul aslinya Yang Muda Yang Bercinta. Itu film puisi kan? Saya mau cari vcdnya ah. 272.265. Rencananya sebentar lagi naskah ini diproduksi. Linda : Syumanjaya. : Ah. saya tidak mau latihan begitu. kapan ada waktu ajarin saya akting? 270.) Ketinggalan di tas satunya. Buat apa tanya-tanya ke orang yang punya niat baik sama kita. (Merogoh tas. Sutradaranya bilang saya paling cocok jadi peran utamanya. Tiba-tiba tertawa. ya. Linda : Yang Muda yang bercinta. Makanya. Saya mau kasih surprise ke orang-orang kampung! Biar mereka tahu sendiri kalau saya bintangnya. Kak Atok. aktris-aktris yang dapat piala citra.. : Joged-joged kayak orang gatel begitu? : Itu bukan joged-joged.. Item : Latihan akting memang seperti itu. yang penting dikasih kesempatan untuk jadi bintang filmnya. Katanya saya mirip Yati Oktavia waktu masih muda loh. ya? Film itu garapan sutradara. ah. kalau mau belajar. Saya diajar akting film dong. Akting begituan loh yang paling sulit. Atok 267. Atok 271. 164 . Linda 274. Apa coba? Nggak nyambung bangetkan? Kalau alasan lain saya tidak tahu kenapa.) Tidak tahu kenapa. Padahal tadi sudah saya catat di tissu loh. siapa itu? Aduh. Linda : Oh.) Sebenarnya saya diminta mempelajari naskah ini. padahal wajah kami tidak ada miripnya sama sekali kan? Mungkin dari body kali. Linda. kok saya dibilang mirip Yati Oktavia. Itu kan latihan akting teater.

nama yang bagus sekali! Itu nama apa? Kayaknya nama kota di Perancis . Linda 295. Linda : Bukan kamu. Linda 279. 292. : (kepada Rayani) Kamu mau ikut proses? : (terkejut) Saya? : Bang Item mau ajak Rayani main teater? : (kepada Rayani) Mau tidak? : Main naskah apa dulu dong? Terus perannya apa? : Antigone! : Antigone? Wah. Item : (menghampiri) Latihan pemanasannya sudah selesai. Atok : Oke.. Item 290. Oedhipus Sang Raja.. tapi Rayani! (Kepada Rayani lagi. 280. Item masih stand bye untuk membantu kamu. Item 288. Item : (berbisik kepada Atok) Kita kan kekurangan pemain. Ini cerita tragedi Yunani. Aryani 296. Oedhipus Di Kolonus. 283. dan Antigone. ya? 291. Apalagi jadi peran utamanya.. Item : Kak Atok mau latihan. kalau saya suka sekali memainkan peran yang beruraian air mata.) Maaf ya.. Aryani 286. Saya mau pemanasan sendiri dulu. 276. Sayang saya tidak ada waktu! 293. Linda : Oh. Atok 284. Item 294. ya? Terus kapan waktu buat saya? : Tenang Lin. Bagaimana kalau kita ajak Rayani main? 281.piala vidia atau oscar biasanya meranin tokoh yang berlinangan air mata kan? Beberapa peserta latihan bubar untuk istirahat. buat Item hal kecil. Item : Bukan! Ini nama tokoh dari cerita trilogi Sophocles. ngobrolnya kita lanjutkan nanti. Atok 282. 297. Item maksa-maksa! : Saya. Item 285. (Kepada Rayani. Tok! Pas sekali kan dengan yang kita ingin untuk naskah ini. cerita tragedi? Ceritanya bisa bikin penonton menangis kan? Tadi saya sudah bilang Kak Atok. Item : Rayani? : Cewek teman Linda itu! Lihat karakter wajahnya. Tok! Break! Break! Habis istirahat kita masuk adegan.) Ayolah! Mau kan? : Ih. Item : Kamu mau menerima tantangan ini? 165 . 277. Antigone adalah nama tokoh utama perempuan di naskah ini. : Sangat mau! (Kepada Rayani) Biar aku yang putuskan! Rayani terkejut. 278. Linda : Aku pikir-pikir dulu. Linda 287. Linda 289. Kalau ngajarin akting saja.

Bye. Linda : Kan saya sudah bilang mau. Nanti kalau kebanyakan koor mereka seperti para wakil rakyat kita di senayan sana. mau! Sekarang sudah yakin? Eh. 311. Aryani! Peserta latihan bingung. Rayani 301. Mendengar koor mereka terus bikin kepala pusing! 303. Kak Atok! Bye semua! Atok mengangguk. tidak ada. Anak-anak. Linda : Oh. Bingung! Terus-terusan koor. Lin. Tok! Anak-anak biar aku urus. memberi isyarat pada peserta latihan membuat lingkaran. Atok 304. Aku paham. Kalau begitu saya pergi dulu...298. kok! 307. 166 . Linda 315. tapi di cerita Antigone ini tidak ada adegan pornonya kan? 299. Atok : (menarik lengan Linda) Sebentar. Linda : Tapi. (Kepada Atok) Aryani setuju. (Kepada peserta latihan.. : Iya saja.. Linda dan Rayani hilang di tikungan. : (menarik lengan Item) Item! Kita harus bicara dulu sama anakanak! 302. : Bye. Waktumu aku yang atur.. Lagipula yang ikut latihan sudah sering mengeluh. aku paham.. ya. 308. Sudah ditunggu untuk latihan di studio. : Bye.) Perhatian! Perhatian! Grup sudah mendapat orang yang cocok untuk Antigone! (Seperti MC di pagelaran tinju) Perkenalkan. Item : Maksudku bukan itu.. Sumpah! (Menyodorkan naskah. Sampai ketemu lagi Bang Item. kapan tokoh Antigone muncul dalam latihan. Besok aku ke kostmu untuk kasih jadwal latihannya.. 310. terima kasih Bang Item. Item : Tenang.. Item : Tidak ada kok. : Oh. Item : Bye. Masa mereka latihan koor terus. Apa perlu saya ulang? Mau. Item senyum-senyum genit.. Linda 309. 305.. Atok : Ya sudah. Linda 313. Atok pergi. : Tidak apa-apa. mau. Item 314. Item 312.) Baca saja dulu naskahnya! 300. Aryani 306. Item : Tapi dia tidak bisa ikut latihan hari ini. : Bye.. : Bye.

Tok. Pemuda 3 368. Item : Tapi bukan begitu caranya. Item 369.. Tok? : Bergaya luh. Item 361.. Pemuda 1 346. Perempuan 2 360. ii. Sedang mereka lihat latihan olah tubuh saja kelihatan jijik begitu.. Tunggang-tunggingan. Item 363. : Kenapa? : Nggak setuju aja! : Gua nggak mau dengar gerutuan nggak jelas. Koor 367. Item 347. Tem. Pemuda 3 344. Atok : Betul. tapi cara kamu salah. bagaimana? 364. 317. Apa bisa diandalkan? 366.. bagaimana nih? : Aku pikir-pikir dulu. : Nah. Perempuan 1 : Kok aku nggak pernah dikasting jadi Antigone? Tiba-tiba orang yang nggak jelas dari mana datangnya ditawarin! 359. cool man! Aku paham kegelisahan kalian. Pemuda 4 : Cara bagaimana yang benar? : Harusnya dia dikasting dulu. Atok : (memanggil) Item! Item berlari menghampiri. : Bergaya apanya? : Ngasih peran ke orang lain kok tidak bicara dulu sama kita-kita? : Tanggung jawab.. biar kita tahu kemampuan beraktingnya. : Aku nggak setuju dia jadi Antigone! : Aku juga. Item 365. mudah.. Pemuda 1 139.316. Item 340. Pemudi 1 345. tenang. : Mudah. 167 . Betul! : Pokoknya aku tidak setuju kalau dia jadi Antigone. Jangan ngomongnya kayak orang mau berak! 349. Pemuda 3 : Alah. Item 318. : Nggak perdulilah siapa yang jadi Antigone. kepalamu! Kita sudah latihan berbulan-bulan.. Pemuda 2 341. gua dengerin.. soal itu mudah. Kalian pernah bilang untuk cari partner main kan? Kalian perlu Antigone cepat-cepat dimunculkan. Tem! : Tenang. Kalau nanti ternyata baca dialog bisanya aa. uu. Tem. Ke laut aja luh! Kalau mau ngomong. Item : Ada apa. Atok 342. kamu sudah cocok jadi Ismene. 343. ngomong yang jelas... Pemuda 2 348. Pemuda 4 : Aku boleh mencalonkan diri jadi Antigone? : Jangan Noni. 362.

Item : Alah.. : Santai. Aku ingin kau ikut latihan bersama mereka. Kambing juga kamu. Eby : Siiip! : Konsentrasi. Koor 375. musik siap? : Siap. Rayani : Kamu mau bikin aku gila.. Tok! 371. Menari. Tok. Lin. Ra. Kita harus test kemampuannya dulu untuk menjadi Antigone. 374.) Terima kasih. 379. Ini perlu pertunjukan dibisnisin. Masa padamu negeri terus. Semua khorus bernyanyi. Berdebat. strophe 1. Rayani 380. Atok : Baik. Nanti jadi sufi. 372. Rayani : Kan bisa dipikir-pikir dulu.370. Perlu waktu banyak untuk ikut kegiatan itu! 378. Masa capek-capek latihan kalian tidak dapat apa-apa. Aku akan terus memperhatikan kemajuan kamu. hanya ikut latihan. Lin? 168 . 373. Atok : (Bangun. adegan khorus masuk. apa-apa pikir-pikir terus. man. Khorus siap? Koor membentuk komposisi. Kamu tak perlu ikut naik panggung. Jika sudah saatnya kamu berhenti. Semua pemain siap pada posisinya masing-masing. ya. Aku setuju pendapat teman-teman. Rayani dan Linda masuk. Tem! Latihan.. baik. Atok 376. Susah pikiran! Setidak-tidaknya kamu hargai aku dong yang sudah tenar masih mau capek-capek mengurus grup sandiwara kamu. 381. Kita bisa jual tiket masuk. Paling nggak dapat uang lelah dong biar sedikit. Linda : Itulah maksudku. kamu berhenti! Kamu perlu alasan ke mereka? Tenang! Biar aku urus. 377. kamu Tok. kamu. Ra. Linda : Tapi aku tidak bisa bagi. Emas harus dipoles oleh tukang emas. Kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan kamu di sana. Atau pengganti uang transport. Biar pertunjukan bisa dijual. Item : Terserah kalianlah. TAMAN (lighting fade in – Suasana malam) Bulan di pucuk daun. Biar ada uang masuk buat grup. Musik on. yuk! Kita mulai dari ode pertama. dibisnisin. Semua memang sudah dalam rencanaku. Malah maunya aku malah taruh pemain bintang dipertunjukan kita. Eby. Tapi kamu langsung mengiyakan. Ayo mainkan musiknya. Tem..

Mengeluarkan sebuah senjata api. Rayani menengok ke Linda yang sedang membelakanginya. lepasin! Bangsat ini ngacau terus kerjanya! : Tenang semua! Tenang! Ada berapa orang sutradara di sini? Ayo jawab! Gua barusan tanya. Kok pada diam? Kuda Nil kalian semua! Siapa saja yang merasa gerah berada di dalam ruang ini lebih baik keluar! Dari pada mengganggu terus! Kepala gua pusing nih.) Oh. Rayani cepat-cepat memasukkan senjata itu ke tas Linda. Ton! 393. (OS) Sutradara : Hei.. sebentar. namaku Mario. Muncul mario. mengambil HP. Menutup tas.) Dia cantik. (Kepada Rayani) Kapan kita ngobrol-ngobrol lagi? Sekarang malam purnama. Mario : Hey. setelah itu kerja lagi. Rayani 385.Suara dering HP Linda. bukan. Apa kabar? Sebentar. Wajahnya terkejut. (OS)Rayani 390. : Mau kemana? Linda. (OS) Linda 392. Mario 386. tau nggak? Tukang Pel mencuri dengar.) Perkenalkan. Mario : Aku sedang tidak enak untuk bercanda. Rayani duduk di samping tas Linda yang terbuka. Linda berjalan menjauh. Linda : (pada Rayani) Sebentar. 388. Bicara dengan orang di seberang. (OS) Mario : (marah) Rio! Apa-apan sih kamu? : Permintaannya di luar batas. Rayani mengangguk. Ekor matanya melirik ke dalam tas. Bang! 169 . Linda pergi.. Tangan Rayani merogoh tas Linda. Apa kita pernah bertemu? (Linda menggeleng. (OS) Anton : Iya.. Linda membuka tas. Linda 387. 384..) Aku pikir kamu sudah melupakan taman ini. 391. STUDIO CASTING (Fade in – suasana pagi) Seseorang sedang mengepel lantai. Pusing! Gua minta minuman.. Linda : (Sinis) Aku kenal kamu? (Pada Rayani) Aku harus pergi.) Benarkan itu Linda? (Rayani mengangguk. 382... : Oh? : Aku harus pergi. 383.. Barangkali orang yang lain. Masih berburu suasana tenang? Masih suka lihat bintang? (Melihat Linda) Oh? Kamu pasti Linda! (Menjabat tangan Linda.. 389. kalian! Apa kabar? (Pada Rayani. kau tega melewati purnama? Bahkan Raja Kaligula rela keluar istana hanya untuk mencari bulan.... Hallo? . Bulan terlihat lebih lebar senyumnya dari sini. (berbisik.

Linda : (berbisik) Sok tahu. kamu! Tadinya saya yakin dia akan mengambil Yani sebagai tokoh utama dalam filmnya. iya. Sebenarnya kamu tadi lihat kan. 403. 406. Tukang Pel : Oh ya. Linda : Ada apa nih? : Kamu bagaimana sih? Kok bikin rusuh? Kok ikut-ikut jawab pertanyaan sutradaranya segala? Sudah untung loh kamu boleh ikut ke dalam ruang kasting. Muncul Linda menuntun lengan Mario keluar ruangan. 405. Terus jadi ill feel gara-gara ulah kamu. dia itu sungguh-sungguh mau jadi pemain atau tidak! 407. Anton 404. Hey ikut saya kamu! Pintu terbuka.. 396. kamu itu siapa? Kita butuh mereka untuk Rayani. 402. Saya lihat matanya bersinar waktu lihat Yani. Mario 399. Eh ini tidak. ya! 395. Mario : (keras) Halah! Tes apa? Ngetes kok pakai cara cabul begitu? 170 . (OS)Linda : Linda. Muncul kepala Anton. Tapi gara-gara kamu semuanya bisa berantakan. Linda : Mana saya tahu! : Saya pikir ada kamu di sampingnya bisa bantu mendorong sutradaranya senang dengan Yani. Sudah jelas tadi sutradaranya tertarik. tolong bikinin teh pahit untuk Abang. Menggerutu.. kamu malah bikin ricuh. Itu pun aku harus bujuk-bujuk assisten sutradaranya.) Pandangan matanya sama ketika dia melihat perempuan-perempuan cantik! Laki-laki mata keranjang! Tukang Pel membawa teh. saya sudah beri isyarat supaya kamu diam? Disuruh diam malah tambah ngaco! Tahu diri dong. Mario 401. 394. masuk ke dalam. Linda : Ssst! : (berbisik) Saya tahu kok pandangan orang suka.) Rayani hanya ditest. Hampir menabrak Tukang Pel. tahu? Kamu tidak tahu kan? 400. Mario : (berbisik. amanin temannya Yani dong! : Iya. (OS) Anton 397. Kamu pikir di dalam tadi sidang kelas? Pakai ada interupsi segala! (Sedikit keras) Mau apa pakai sok melarang Rayani buka kancing baju? Apa sih ruginya disuruh begitu? (Keras. Anton : Anjing! Belum ambil gambar aja repotnya sudah begini! Jepri.Anton muncul dari balik pintu. 398. Ton! Tukang Pel meninggalkan alat pelnya. Mario : Dari mana kamu tahu dia suka Aryani? Pintu terbuka.

411. berarti sutradaranya kan tidak sungguh-sungguh!. Mario 427. Sekarang saya tahu siapa kamu! Saya tahu kamu sebenarnya tidak ingin Yani jadi bintang. 413. Mario 421. 425. : Berniat macam-macam apa? Bukan kamu saja yang di sana. 412. Mario 419. : Taik kucing! Jangan menipu kamu! : Kok dikatakan menipu? : Kenapa tadi kamu terus menghalang-halangi Yani? : Kamu sudah tahu alasannya. 415. Linda : Aku mendukung dia jadi apa saja yang dia inginkan. Linda : Kamu pikir saya main-main? 171 . mulut kamu lebih berbisa dari mulut ular. Mario : (berbisik) Dilecehkan? Dilecehkan apanya? : (keras) Apa untuk tahu seberapa besar bakatnya. Linda 414. Mario 410. Linda 418. tahu nggak? Linda diam.408. Mario menuju pintu studio. Mario 423. Mario : (keras) Aku tidak mau Rayani dilecehkan. Rayani harus buka kancing baju? Kalau pun dia tidak sungguh-sungguh. Mario : Mau kemana kamu? : Mengajak Yani pergi dari neraka ini! : Ssst! : Persetan denganmu! : Kalau berani masuk. Sok. Mario : Alasan apa? : Kamu cemburu kan? Dia sutradara dan lebih tampan dari kamu! : Eh. 431. Linda 424. Tukang Pel : Ssst! Linda dan Mario diam. Mario 417. Linda 420. Linda : Aku tidak mau ada orang berniat macam-macam sama Rayani. banyak kru lainnya. Linda : (keras) Kamu ini bodoh apa bego sih? Test kesungguhan tentunya! Jelas-jelas dia minta di depan kamu. Mario 429. Tentu dia akan berpikir seribu kali meminta Rayani sungguh-sungguh membuka kancing baju di depan kita. Iya kan? 416. Tukang pel keluar dari ruang. Tukang Pel 428. Linda : Alah. melemparkan ke wajah Mario. Seseorang melanjutkan pekerjaannya. 422. 409. Linda 430. : Bukan karena alasan lain? Diam. bicara macam aktivis HAM lagi. saya teriak! : Teriak aja sesuka kamu! Mario memegang handle pintu. Linda 426. tetap saja itu pelecehan. Linda membuka sebelah sepatu.

Linda 451. 172 . : Tidak! Aku lebih sekarat. merangsek ke arah Linda..... Satpam 2 mengambil ember. : Maaf. 442. : Aku tak kenal Parwita. Cepat panggil keamanan. : (tertawa) Gua senang akting luh! Tepuk tangan. Sutradara 452. Sutradara : Itu sungguhan Mas. Pergi ketakutan meninggalkan pekerjaannya. Kasihan keluarga saya. masa sungguhan? : (menjerit) Hei. Mario tidak dapat menahan emosi.. Mario berontak mendorong Satpam 1.Membuka satu sepatunya lagi. : (marah) Bangsat! Kamu mau mengingkarinya? : Aku tak kenal Parwita. Bang. Kalau ikut-ikutan saya takut saya sendiri yang susah. Satpam 2 membantu. Kedua Satpam berhasil Membekuk Mario.. Anton 446.. Tukang pel : (tercekik) Cepat tolong... Saya hanya tukang pel. Satpam 1 menyergap Mario.. Aku lebih sekarat. Anton : Iya. Sutradara : Tidak! Dia telah mebuat hidupku berantakan..... 443.Linda 434. Mario 444... melemparkan air ke Mario.. Anton : (menjerit) Ada apa dengan kalian? Hey. Tolong saya dong! Tukang pel ragu-ragu. Dua orang Satpam itu mencoba melerai. lepaskan dia! : (panik) Wah benar.. Linda 440. sungguhan. menyudutkan Linda di dinding. : (takut) Parwita? : Kamu membunuhnya. Menarik Mario. Mario 437.. Linda menjerit-jerit kesal.. Linda 438. Anton dan dua orang satpam masuk. Anton di balik pintu setengah terbuka.. bukan akting! : (tak percaya) Ah. : (Marah) Lepaskan tanganmu! Dia sekarat... Anton keluar.. Mario : Lepaskan. Ton! Panggil keamanan! 449.. Kepala Sutradara. Satpam 1 terjatuh. Linda : (hampir hilang napas) Tolong. Linda : (ke tukang pel) Hey... Mario 439. 433.. 432. Mario mencengkram leher Linda.. 435.. Anton 448. Sutradara 447. Tubuh Linda basah kuyup.. Sayangnya Satpam 1 sudah lebih dulu berhasil mendorong Mario ke sudut. Mario 441.. Bunyi peluit. 450.. : Ini untuk semua yang pernah kamu lakukan pada Parwita... Mbak. lepaskan tanganmu! Mario menggeleng. Ton. saya nggak mau ikutikutan. 445. Linda 436.

Pak! Kedua Satpam membawa mario pergi.) Ayo maju! (Tertawa. Sekali kita lengah kawat tali tiba-tiba melilit di leher. 465. Anton mendekati. jatuh duduk bersandar tembok.. Jangan sampai mereka punya anggapan aku tukang tipu. Saya janji! : Secepatnya-secepatnya. Anton : (Mengulurkan handuk) Kamu aman sekarang. Linda 463. Melemparkan handuk kecil yang menggantung di bahunya 459.453. 458. 173 . Pria Cangklong : Kapan kau bisa bawa perempuan-perempuan itu? Kau tahu sifat klien-klien kita terhadap orang yang keleleran dan lambat? Mereka sangat cepat seperti bayangan. : Kamu tidak apa-apa. Satpam 2 : Siap. Sutradara : Pakai handukku aja nih Ton. Sutradara : (ke Sutradara) Ada yang punya tissu? : (ke dalam ruang) Ada yang punya tissu? Sepi. 456. Pak! Saya tidak bersalah! : Halah! Sudah jelas-jelas kamu bikin onar kok pakai bilang tidak bersalah! Beraninya lawan perempuan kamu. Sutradara menutup pintu dengan wajah bertanya-tanya. SEBUAH RUANG 464. Aku hanya ingin sendiri! : Baik. Bawa dia ke pos! 455. Pria Cangklong : Secepatnya. Mario 454. Lelaki : (nada ketakutan) Baik. ternyata pengecut dia.. Linda lunglai... Ayo coba lawan saya sini! (Mengeluarkan jurus-jurus pencak silat.) Tuh kan. baik! Anton masuk ke dalam studio. Lelaki 466. Besok harus sudah ada beberapa yang kau bawa kemari! 467.. kan? : (menjerit) Aku tidak apa-apa. Boss. kapan? Aku tidak mau tahu. Menangis sesunggukan.. Linda 461. : (mengambil handuk dengan terpaksa) Aku ingin sendiri.. Anton 460. Anton 462. Anton 457. Boss.. Satpam 1 : Lepaskan.

488.. Mario : Suatu saat harapan itu di tempat nyata. Mereka duduk di bangku. Begitu kan? 473. 480..TAMAN Rayani duduk dengan wajah kusut. Rayani 471.. ini aku. Rio? Kamu tahu betapa tertekannya aku di dalam studio. Mario : Aku ingin kau tahu satu hal. 468. Mario : Ini aku. Aku janji! Rayani menunduk... : Di mana kamu.. Ra. Aku selalu takut kalau aku salah. 487. Rayani : Kau tidak ada di situ! Kau tidak ada! : Maaf... Mario memandang kosong ke depan. Rayani 475. Rayani 485.. Ra. Membuatmu bodoh dengan keinginanku. Aku perlu seseorang untuk menghilangkan perasaan itu. tapi aku nggak mampu. Rayani : Apakah itu penting kuketahui? Kalau memang.. Tapi aku yakin kau tak mungkin percaya. 483. ini aku. Mario 478. Ra. 174 ... 479. semua obsesi-obsesiku. Aku berusaha meyakinkan diri dan berkata pada diriku bahwa ini aku. Saling merangkul. Mario 484. : Dan lagi-lagi mereka tidak memilihku jadi bintang.. Rayani : Bukan. Rio. Rayani 481.... kuatir mereka tidak memandangku. Rayani : Kamu sudah lakukan sepenuhnya tadi. Rio.. Mario 482. aku menaruh harapan di tempat yang tidak nyata. 486. Mario 470. Mario 474. : Dan aku memang seperti katamu. Mario : Mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjagamu... : Aku memang ambisius. bicara dengan teman di sampingnya.. Terlena kehangatan membaca bahasa hati masing-masing.... : Tak perlu persetujuan mereka. Rayani : Tidak! : Aku tidak mau tahu lagi! : Kamu tidak mengerti. Rayani sesunggukan di bahu Mario.... bukan itu. karena aku tidak mengesankan apa-apa kepada mereka. Aku jadi ikut merasa bodoh... Maaf! : Kamu benar. Diam. Merangkul Rayani. kau telah jadi bintang buatku. Mario 472. 469.. Mario 476.... : Berhenti menyesali diri. Ra. Rayani : Aku selalu merasa bukan diriku yang berada di situ. : Kamu menuntut pengertianku? Baik! Kamu ingin aku mengerti apa maumu? Berhenti mengejar mimpi ini kan? 477.

.. 175 . Rayani : (menahan Lengan Linda) Cepat kita pergi dari sini! Aku tak ingin melihat dia lagi.. Aku ingin kita cepat-cepat pergi dari sini.. 506. Rayani 500. Mario tersedu. Ra. Mario : Hal ini sangat penting kamu ketahui. Kumohon Linda. 507.. Aku hanya ingin kau mendengar kata-kataku.. 503. Aku tak mau mendengar omongmu. Rayani : Kenapa kamu pakai cara ini? Aku bukan anak kecil. Dia ingin menjebakmu. Rayani 496.489. Ra.. 509.. 492. bangsat! Menjauh dari dia. Dia tetap sahabatku.. 508.. Mario 504. Aku tak ingin kau seperti Parwita. Mario 498. Linda merogoh tas. Rayani : Aku tak mau mendengar omonganmu. : (marah) Apa-apan kamu? : Aku sudah tahu sepak terjang komplotan mereka.... Rayani : Percayalah. Rayani 505.. Linda 497. Rio. Linda datang ke arah mereka.. Mario jatuh berlutut. 491. Linda beku.. 510.. Ra! Kau harus percaya dan menerima ucapanku.. Rayani 507. Linda : Linda sahabatku. 490.. Mario 495. Ra. Beberapa perempuan termasuk Parwita sudah menjadi korbannya. : Kamu bicara apa? : Kau tak berhak mengatur aku! : Dia ingin menjualmu! : Jaga bicaramu. Mario : Menjauhlah dari Linda! Rayani terpana tak percaya. Mario : Ia anggota komplotan penjual gadis-gadis ke luar negeri. Dia jadi sakit karena cemburu! 502. Mario 493. : (ke Mario) Bangsat kamu! Rayani menutup kedua telinga dengan tangannya. Linda 499. Kau dengar? : Kenapa? : Dia berbahaya! : Maksudmu? : Jangan dengarkan! : Sungguh... Mario : Dengar aku. Ra. Sudah lama aku ingin mengingatkan kamu. Mario 501... menatap marah pada Mario. Mario : Aku tak punya maksud apa-apa padamu.. Linda : Menjauhlah dari Linda. Rio! Aku benci kamu. Rayani 494.......

. Kesusahan dan penderitaan yang kupendam setelah kematianmu pupus karena perasaan cinta. Perempuan : Dia sudah di bawah pengaruh saya. Boss. Tidak ada seorang pun tahu pekerjaan saya. ya? Kamu sudah gantikan dia? Dengan siapa? Perempuan mana? 517. Pria Cangklong : Dengan yang lebih cantik dan lebih hot tentunya. Parwita..... : (napas tersenggal) Oh. Pria Cangklong : (menggebrak meja) Kalau saja apa? Kalau saja gerak-gerikmu tidak tercium oleh seseorang? Dan kau jadi kucing ompong yang dipermainkan kecoa? 515. Sebentar lagi.. Pria Cangklong : (mengangguk) Oh. Ah.. Ternyata aku hanya seekor rubah pengecut yang tidak dapat berbuat apa-apa. bukan itu.. Boss! Sumpah demi bintang yang bersinar di langit! Tapi saya minta uang saya dahulu.511.. Perempuan : (menggeleng takut) Saya tidak akan main-main.. 176 .... Seperti tukang obat murahan di pasar yang becek dan bau. Perempuan : (tenang) Kapan? : Besok. Pria Cangklong 521. Aku tidak dapat membalaskan sakit hatimu. Maafkan aku..... untuk yang satu itu saya tetap berjanji membawanya! 520.. SEBUAH RUANG 512. Saya perlu uang untuk membujuk dia. 513.... Sebentar lagi. Kalau saja.... ya? Kenapa tidak kamu saja... (tiba-tiba marah) Aku tidak suka dipermainkan! Aku mau anak itu! Mereka menginginkan anak itu dan aku sudah berjanji untuk mengirimkan kepada mereka! 519. Perempuan : Bukan Boss.. untuk gadis yang satu ini.. Perempuan 518.. Saya sudah hampir mendapatkan dia Boss.. Boss. Buktinya saya masih bisa membawa beberapa ke Boss..... Mario : Maafkan aku Parwita..... Parwita.. Pria Cangklong : Katamu dia bisa kau bawa? Kau bicara begitu meyakinkan saat itu.... Aku sudah menemukan buruan kita. Lagipula saya sudah ganti dengan yang lebih cantik dari dia kan? 516. Maafkan aku.. Boss jangan kuatir... Salahkan aku Parwita. Tapi ternyata aku tak mampu melakukan apa yang selama ini kupendam..... Kamu juga cantik. 514. Saya janji.

Perempuan menoleh ke arah sabron.. SELESAI 15 April 2006 177 .. Perempuan 526. Pria Cangklong berbalik membelakangi kegiatan Sabron. Pria Cangklong : Kau perlu uang? Selama ini kerjamu bagus. Boss. 528. Sumpah demi bintang yang bersinar di langit. Perempuan : Beberapa ratus ribu sisanya untuk itu juga.. Pria Cangklong : Siap. Tertawa tergelak. Sabron kembali ke belakang perempuan. Sabron. Sabron tetap berdiri seperti biasa.. : (tertawa) Oh. Perempuan tertawa. ke salon. tewas. Perempuan menggelepar. Sabron mengeluarkan tali dari saku celananya. curiga. Perempuan mana yang tidak suka ke salon? Boss ingin melihat mereka cantik kan? Pria cangklong tertawa. Mungkin dia ingin make up untuk menghilangkan kerut takut di muka.. tapi belakangan aku sering merasa dikecewakan. (Memanggil) Sabron! 523.. 529. Perempuan menghitung uangnya. si boss kayak nggak tahu aja. Secepat bayangan Sabron menjerat leher perempuan dengan tali.522. Pria Cangklong : (setengah gelak) Anjing! Kau dengar apa katanya Sabron? Sabron mengeluarkan tas uang. Pria cangklong 527. sayang.. ya? : Ah.. Sebab kau pekerja terbaikku... atau cepat-cepat ke sauna untuk menguras keringat yang beracun di badannya.. Membuka di depan perempuan. Perempuan menghitung uang. Aku takut kehilangan kau. : Berikan dia imbalan hasil kerjanya. Kau bisa menggantikan dia ke salon. Sabron 524... (Ke Perempuan) Bukan begitu? 525. Pria Cangklong : Setelah ruangan ini bersih.

JOKO PEGGY LALA ‘MASKOT’ (tak berwujud. hanya suara saja) EMAK JOKO PARA PENARI/PROPERTY MAN/HEWAN PELIHARAAN 178 . 6.(NOMINATOR) “ SANDAL JEPIT “ Karya : Herlina Syarifudin Para pelakon : 1. 5. 3. 4. 2.

(TERIAK) Maakkk ! Joko berangkat dulu. Itu angkat dulu sebentar telponnya. ini apaan sih. TAMAN KAMPUS) PEGGY : Kemana sih anak kampung ini? HP tak diangkat. PADA MENIT TERTENTU PARA PENARI BERGULINGAN LALU MEMBENTUK FORMASI PROPERTY PANGGUNG. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH MENJADI POHON DAN KURSI TAMAN. LAMPU BLACK OUT. (TIDAK ADA SAHUTAN. ditaruh dimana sih sepatuku.ATAU ALAT MUSIK TRADISIONAL LAIN MENYESUAIKAN DAERAH MASING-MASING. LAMPU GENERAL SUASANA TAMAN PAGI HARI) ADEGAN 2 (PAGI. Pagi-pagi sudah berisik.FREEZE 179 . jelek-jelek. (JOKO MENGAMBIL SENDAL JEPIT SEADANYA. Diam kamu telpon! Kalau tidak. telpon rumahpun tak disentuh.PEMBUKA (TAMPAK PARA PENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKI BERGERAK. RAK SENDAL/SEPATU. Tapi. DIIRINGI FADE IN OMELAN JOKO) JOKO : Ugh. RUANG TENGAH RUMAH JOKO ) (DARI BALIK WING TIBA-TIBA BEBERAPA SENDAL DAN SEPATU DILEMPAR TAK BERATURAN KE DALAM PANGGUNG. LANTAS PERGI) EMAK : Hati-hati. ADA YANG MENJADI MEJA. (JOKO MENUJU RAK SEPATU) Walah. PIANO. MEMBENTUK KOREOGRAFI GERAK YANG HARMONIS. DIPADU ALAT MUSIK MODERN. kenapa cuma satu. Apa kalo pagi. (TELPON LALU BERHENTI BERDERING) ’MASKOT’ : Nah.) ’MASKOT’ : Aduh. Hatiku sudah pantang berpaling darinya. gitu. rumahnya jadi rumah hantu? Masa tak satupun ada yang ngangkat telpon? Benar-benar keluarga super ajaib. PROP RAK SEPATU DIISI DENGAN SEPATU DAN SENDAL. GITAR DAN DRUM. Emak lagi menggoreng tempe. (LAMPU BERUBAH. TELPON RUMAH BERDERING) Ugh. nenek trembel pasti mau berkicau lagi nih. sulit bagiku untuk meninggalkannya. gigih juga dia. rotanpun jadi. Nak. (HP DIBIARKAN TERUS BERBUNYI. . MEJA DITARUH PESAWAT TELPON – LAMPU FADE IN) ADEGAN 1 (PAGI. KURSI. Bodo ah. TELPON RUMAH TETAP BERDERING. aku banting nanti. Tak ada akar. nanti gosong. DAN GANTUNGAN BAJU – FREEZE. SELANG BEBERAPA DETIK KEMUDIAN. (HP JOKO BERBUNYI) Aduh. Males ah. Kan tenang. DIIRINGI ALUNAN MUSIK GAMELAN .

karena salah satu temanku yang saat ini lagi observasi di beberapa pelosok pedalaman buat studi akhirnya. Sorry ya. Peggy. Resikonya kamu memang harus sabar. Kalau tidak. dia adalah sobat karib sepanjang masa. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD. itu hanya karena faktor x yang datangnya bukan dari genetik. PEGGY : (TERTAWA) Busyet. LALA : Aku serius ini. PEGGY LALA : Oh ya? Masa? Aku jadi penasaran. : Nah. Kalaupun ternyata di muka bumi ini tak terhitung para pengkhianat dan pecundang yang bertebaran. Disana terkenal dengan paras cantik para gadisnya. ini. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang. segitu idealisnya. Padahal kalau kita tidak malas. Itu kenyataan. Sampai sekarang. Joko is the best deh. aku belum pernah menemukan orang setulus dia. aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri.. selalu memberi informasi perkembangan yang dia dapat selama ini. gaya hidup negara kita tanpa disadari memang plagiat total dari seberang. Aku bisa omong begini. Pokoknya kalau masalah setia mati. Sayangnya. Sok idealis. bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. 180 . Butuh proses. tak kurang gadis dan perjaka pedalaman yang aura cantik dan tampannya menyiratkan keunikan zamrud khatulistiwa yang luar biasa fantastik. Betapa percaya dirinya mereka ketika bisa menggaet pasangan imigran. Tidak usah jauh-jauh. prinsip hidupku tak seperti ceritacerita konyol di sinetron. Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya. Realistis sajalah. yang aku utarakan tadi itu sudah sangat realistis. PEGGY LALA : Ceilee. Dasar manusianya saja yang tidak bisa mengontrol hawa setan. PEGGY : Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh. salah satu bentuk pengkhianatan terselubung. Tidak semua orang sepertimu. Ini pernyataan jujur. nusantara ini dengan mottonya gemah ripah loh jinawi bukan sembarang bualan motto. jangan sembarangan kamu bicara ya. LALA : Peggy. Tidak bakalan dia mendua. biyuh. Ternyata kita semua patut dikasihani.’MASKOT’ : Dasar lagunya Tiffany laku terus sepanjang masa. ini. Itu juga kalau kita mau peduli. aku juga bukan tipe plagiat. Love is Blind. ketika mereka mengenakan busana import. Bagiku. Di depan kita dan akan banyak lagi di sekitar kita. Apalagi di kampus kita ini. Betapa bangganya cowok-cewek gaul masa kini. Aku tahu. Ngapain juga mamaku susah payah melahirkanku kalau ternyata hanya jadi seorang pengkhianat atau bahkan pecundang. Padahal andai mau membuka mata hati lebar-lebar. LALA : Eh Mbakyu. : Eh.. coba kau jalan-jalan ke pesisir Banten lalu kau cari desa yang namanya Menes. Kamu ternyata berbakat jadi keponakannya da’i kondang Arifin bahkan Aa’ Gym. Maaf maaf saja. mungkin hanya akan sebatas angin semilir saja yang kita nikmati dengan syahwat tanpa sempat kita syukuri dengan hati.

Kau cerdas. plagiat lagi. Kejujuran itulah yang membuatku terpikat sejak pandangan pertama. baru kali ini aku mendapatkan seorang pangeran yang begitu percaya diri dengan kesederhanaannya.. Yang satu bernuansa keroncong. TAPI LALA MENYELA) LALA JOKO : Plagiat lagi. Kau tidak perlu beradaptasi denganku dari sisi penampilan atau gaya hidup. Dan yang membuatku salut. Karena aku bukan jatuh hati pada sosoknya yang terlihat. itu tadi salah lain dari negara ini. Ajaran bibit. Kau memilih aku yang hina dina ini saja.. Aku jadi menyesal membelamu. Cerminan sifat warga negara yang baik dan patuh. bobot. tumpah darahku. pengen. jangan salah. sementara yang lain dengan top forty-nya. Ih.. kamu jangan berusaha membuatku terpengaruh atau bahkan merubahku untuk mengikuti jalurmu itu. LALA : Picisan! Sok mendramatisir. Be our self itu penting. namanya juga pasangan segar. Besok aku akan ke kampus dengan memakai sendal jepit pula. kemudian merubah 180% dari apa yang ada pada dirimu saat ini dan kemarin atau bahkan esok. PEGGY : Tuh.PEGGY : Eits. Kapan tanah kelahiran kita ini berada pada posisi penawaran harga yang cukup bernilai sehingga tidak begitu saja cepat laris manis namun tidak mampu lagi menyediakan stock karena tutup buku. pangeran sejati yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kalau bisa aku akan berusaha akrab dengannya. Joky. namun lebih kepada sosok tersiratnya yang bagiku nusantara sekali. Berusaha mengeruk massa dengan bujukan yang murahan. negeriku. Apa aku bilang? Aku rela dimadu dengan sendal jepitnya. aku tidak pernah mengeluh dengan keborjuisan kamu. bukannya aku tidak mau membelamu sayang . Maka itu aku pilih Joko. Pastilah masih banyak madu dibanding racunnya. LALA : Nah. 181 . JOKO : Cintaku. Seumur-umur aku pacaran. Tapi aku mohon. Oh.. Begitu obralnya harga kita. : Dua burung pipit sedang adu senandung. (JOKO MUNCUL – SEMUA PEMAIN FREEZE) ’MASKOT’ : Wow. Toh. Malah sok berlindung sebagai oposisi. (JOKO BERUSAHA IKUT NIMBRUNG. (PANGGILAN MESRA PEGGY KEPADA JOKO) I’ll never stop loving you. Maklum. Pribadiku akan tetap menjadi Joko seperti yang kau lihat sekarang ini baik sebelum atau sesudah mengenalmu.. dibela koq malah tidak mendukung. Keanekaragaman dari hubungan kita. tentu tahu apa yang harus kau perbuat dalam hidupmu. dia tak pernah malu menemaniku jalan dengan sendal jepit kesayangannya. bebet itulah pondasi prinsipku hingga kini. aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. Jangan hanya karena masalah hati. itu yang aku nikmati hingga saat ini.. Pasti jantung Peggy berdegup kencang menahan rasa. tidak salah kan aku. (TEPUK TANGAN MENYINDIR) PEGGY : Bagaimana sih sayangku ini. Namun aku tidak akan memintamu untuk berprinsip sama denganku. Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan akur.

Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik. Mamaku. MERUNDUK DAN MENGGAPAI – LAMPU BERUBAH) 182 .PEGGY : (TERSENYUM MALU) Maafkan aku sayang. TELENTANG. Silahkan lanjutkan provokasinya. Apa karena alas kakiku yang hanya sebatas sendal jepit ini yang merasa tidak mampu menapak di jalan yang mulai terjal dan landai. kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. Maaf. cinta. Hingga sekarang aku sadar ternyata kau membatasi ruangmu untuk kumasuki. Satu pesanku. ok. surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan.LAMPU BERUBAH. ya hampir lupa. Nanti aku menyusul. kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. (PEMAIN FREEZE . Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol. Saat ini aku masih merasa berputar-putar di lerengnya. Namun.. kita tidak hanya melalui dataran.. Entah mengapa.. LALA : Siippp. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH POSISI MENJADI SOSOK-SOSOK DENGAN KOMPOSISI ABSTRAK SIMBOL BUKIT. (LALA PERGI DENGAN SENYUM) PEGGY : Koq abdi? Selama ini berarti kau hanya menempatkan dirimu pada posisi bodyguard yang dengan setia mengawalku kemana-mana demi keamanan? Begitu? Segitu rendahnya kau menghargai posisimu dihatiku. jaga Peggy ya. Tolong sampaikan pada Bo’im. (BELUM SELESAI PEGGY BICARA. Beda ketika aku mencoba mengajak masuk dan mulai menapak badan bukit. Maunya tetap saja menapak di lereng. Berarti selama ini aku terlalu buta untuk menelusuri bahkan menerjang kabut yang menutupi hatimu. tapak kaki ini agak sulit berkompromi dengan kata hatiku. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta. JOKO : Ok juga boss. Akhirnya aku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku. Jangan kau salah mengerti. Aku ke sekret BEM dulu ya. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. setiap kali aku mencoba menanjak menuju badan bukit. Beres bos. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer. Jok. jeritan kesakitannya sanggup menusuk telapak kakiku. Bukan maksud hati ingin berseimbang diri denganmu. siapa tahu teman-teman sudah pada nongol. Tak baik bertamu terlalu lama. JOKO : Mohon. kau telah cemas menungguku di puncak bukit. TELUNGKUP. Saat pertama aku membuka pintu hatimu. Jangan sampai dia lupa jalan pulang. aku merasa jalan yang harus kulalui adalah bukit. aku bisa merasakan nyamannya. Dalam perjalanan. sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain. Walau sebenarnya aku tahu. itulah caraku untuk sedikit demi sedikit mengurangi keeksklusifan yang sebenarnya cukup menyiksaku. LALA MENYELA) LALA : Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. Oh. Titah paduka akan segera hamba laksanakan. La. Namun ketika sendal jepitku ini berjalan di lereng. Jangan kau kira aku bangga dengan status keluargaku saat ini. PEGGY : Maaf.

selama ini . Tak baik memandang persoalan hanya pada satu sisi... begitu saja percaya dengan alasanmu itu! Aku tahu. PEGGY : Klasik! Itulah senjatamu agar tetap bisa berada pada posisi permakluman. JOKO ’MASKOT’ : Sayang. Nafasku kini kian sesak. Dan kau telah berhasil menyimpang-siurkan arah mata anginku. Jujur. Aku sadar. Pantang bagiku mengulang kebodohan. Maaf. Tapi aku berusaha menelusurinya walau dengan tertatih. diriku masih jauh dari itu... Kalau memang susah mencari air. Kau pikir aku bodoh.. Salut. (PERGI) JOKO : (TERIAK) Peggy . aku tidak ingin egois. keruklah tanah di sekitarmu.. Harus ada yang mengalah di antara kita.. Sampai nafas kita berhentipun. Jangan kau salah tafsir. Terima kasih atas ‘pengorbanan’mu selama ini. Kau tetap mengisi ruangku saat ini. kau pasti menganggapku terlalu posesif terhadapmu. proses itu akan terus bergulir. Peggy. Aku menyesal ternyata kecerdasanmu kalah oleh emosional sesaat. PEGGY : Cukup! Jangan lagi kau mempertebal susunan topengmu dengan sebutan munafik itu. aku mohon maaf. Masalah telpon tadi pagi.PEGGY : (MENANGIS) Jadi. hatiku tak berubah. Semua butuh kematangan. itu masih lebih ksatria. Aku tak sanggup menahan muntah jika kemunafikanmu masih menghadang nafasku. PEGGY : (BALIK LAGI) Apa kamu bilang? Licik sekali kamu memvonis aku? Apa selama ini kau telah cukup mengenal diriku secara mendalam? Puas kamu! (MELOTOT SAMBIL MENAHAN TANGIS) JOKO : Janganlah kau semakin barakan api yang telah menyala. Sebaiknya kau segera lenyap dari pandangku. Racunnya sudah mulai menampakkan diri nih. Jangan kau salah menilaiku. Proses. sakit. (SEMUA PEMAIN FREEZE) : Wah. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirku untuk mengabaikanmu. Masa setiap saat aku harus memberi laporan padamu sejauh mana aku mempelajari dirimu selama ini. Selamat tinggal kenangan. wah. Maaf.. Gejolak tahap berikutnya dimulai. Dan bahkan laknat bagiku kalau sampai aku menduakanmu. Selamat tinggal. Aku seorang tolol yang buta sekaligus kehilangan tongkat. Kau takut aku tersinggung jika kau ungkap keluhanmu itu? Iya kan?! Dan kini kau pasti terkejut karena aku telah terbangun dari buaian mimpi burukku selama ini. Anggap saja aku memang tolol.. Tentu kau sudah paham hal itu. salut. Itulah yang saat ini yang sedang kita jalani. Bakalan seru.. kali ini mata hatiku tlah benar-benar terbelalak lebar. Maaf. Aku tidak punya pulsa untuk membalas. Dan akan terus kita lakukan tanpa henti. prasangka yang coba aku pendam bahkan aku tepis ternyata benar adanya.. saat 183 .. Aktingmu melebihi kehebatan para aktor broadway. Tapi orang idiotpun tetap punya harga diri. Lantas kedok perasaan apa yang selama ini kau pakai sebagai topeng? Abdi sejati? Hanya itu? Dasar pengecut! Ternyata hatiku selama ini telah terbuai oleh bualan picisan seorang pecundang sejati. Sakit. Cintamu pada sendal jepitmu ternyata lebih mendalam ketimbang padaku. dengar dulu penjelasanku. Tapi kau tak pernah punya keberanian untuk jujur.

ini tidak adil.. terkadang kamu bikin gemes. Namun lewat ke-elastisannya. Beres kan? (MENGHELA NAFAS PANJANG KEMUDIAN BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN JOKO) – FREEZE ’MASKOT’ : Yach... Aku yakin.. (LAMPU BERUBAH FOKUS KE SILUET. ah. aku kapok. (MEMUNGUT SENDAL JEPIT DARI TANGAN JOKO) Dia hanyalah saksi bisu. Kebebasan yang dia impikan selama ini telah ia temukan dari dirimu. aduh jangan. Dasar badung kamu. Strategi baru akan tiba. ckk. Mengapa salah paham ini harus terjadi pada saat yang tidak tepat? (MEMANDANG SENDAL JEPITNYA DAN MEMUNGUTNYA DARI TELAPAK KAKINYA) Mengapa harus kau yang . mengapa jadi sad ending begini? Nah. Terkadang pula kamu menjengkelkan. Peggy tak sepicik itu menilaimu mentah-mentah. ckk.? Tak layak kau jadi kambing hitam. butuh strategi yang 184 . Andai kau lihat sorot matanya tadi. Cinta... (LALA MUNCUL) LALA : Mengapa kau setega itu sobat? Aku berusaha menutupi tabirmu yang sesungguhnya. Tidakkah kau sadar akan hal itu? JOKO : Oh. telah terkoyak hanya dengan sentilan jari kelingking. Dimana Peggy sekarang? PEGGY : Tuh. Kau telah menempatkan dirimu pada posisi yang selayaknya. Aku ternyata bukan sobat yang baik. aku dan dia telah selisih jalan. Masih ada waktu untuk sebuah ketulusan. Sudah ah.. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Namun dia berusaha tersenyum. Sakit hatiku ini anggap saja impas sebagai balasan dari pengorbananmu tempo lalu. Sudah-sudah. tersirat kepedihan yang cukup dalam. Walau sesungguhnya itu berarti aku telah menjadi seorang pecundang dalam perjalanan cinta kalian. Ugh. ternyata diapun melakukan hal yang sama? Begitu bodohnya aku.. nah.. aku tidak tahan geli nih. shit! Ternyata selama ini. karena aku sayang pada kalian berdua. Kamu genit. kau tidak hanya saksi bisu. DIIRINGI PROPERTY MAN YANG BERGULINGAN BERUBAH MENJADI TANAMAN-TANAMAN LAYU-LAMPU BERUBAH) JOKO : Puzzle yang telah kususun dengan penuh sabar dan hampir jadi. Cinta terlalu suci untuk dinodai. JOKO MENYUSUL DAN AKHIRNYA MENARI BERDUA BERSAMA PEGGY DI BALIK SILUET. Terima kasih sendal. TAMPAK PEGGY SEDANG MENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKINYA. Cinta ibarat perang.ini aku belum dapat membalasnya.. LALA PERGI MENINGGALKAN PANGGUNG) ’MASKOT’ : Mmh. Muuaaccchhh. dia mencoba tuk bicara.. Karena cinta sejati tak pernah berharap apapun. Tidak ada kata terlambat dalam kamusku. Aku berusaha perlahan masuk dalam gaya hidupnya. Tuhan hadirkan cinta bukan untuk dikhianati. ckk. capek. Kau telah jadi penyelamat. Cinta. Ups.cinta... tapi rasanya tak perlu. (TERTAWA GELI SEPERTI DIGELITIK) Ih. (LAMPU BERUBAH. lho. air mataku jadi bergulir membasahi pipiku deh.

memangnya mau bunuh diri? (SILUET FADE OUT-LAMPU BERUBAH FADE INI KE PANGGUNG.. TIBA-TIBA PEGGY KELUAR MENYIBAK KAIN BELAHAN TENGAH SILUET DAN MASUK KE PANGGUNG DENGAN MARAH DIIKUTI JOKO DARI BELAKANG. sekarang aku yang mengusirmu dari hadapku.. Cuih! Memandang dirimu saja aku ogah.. Silahkan Tuan Joko segera angkat kaki. SAYUP-SAYUP TERDENGAR SENANDUNG JOKO DAN PEGGY.. Apalagi sama sepatu boots...... apalagi sendal jepit bututmu itu! JOKO : Lho.. Jangan kau berlindung di balik kepolosan sendal jepitmu itu ya. Tidak perlu bawabawa sendal jepit donk.. Dia tak kan mampu berbuat apa-apa. dua seperempat. Bahkan untuk hubungan kita sekalipun.. entah mata-mata Namun jika cinta telah merasuk Wirid asmara kan terus terngiang khusyuk (SILUET BLACK IN. Mbakyu cinta ya cinta.. Silahkan! Satu. Banyak pintu yang bisa kau lalui untuk segera lenyap dari pandangku. Biar impas. (JOKO SALAH TINGKAH TAK BERDAYA.he... Cinta? Aku tadi kan Cuma menggertakmu saja. KEMUDIAN MENARI MENGIKUTI IRAMA) SYAIR LAGU JOKO DAN PEGGY : Cinta ibarat perang Butuh strategi yang matang Jika posisi telah siap menyerang Mengendap-endaplah di remang-remang Liku laku perjalanan cinta Tak kan lepas dari sorot mata Entah mata hati. jangan ambil posisi di tempat terang. bisa-bisa habis nafas digencet dan diinjak-injak. dua. Apa salah dia? PEGGY : Apa? Cinta? Siapa yang bilang aku masih memendam cinta padamu? Cuih! Pantang bagi Peggy tuk berlutut pada sendal jepit butut lagi kotor.. PARA PENARI TERKEJUT LALU FREEZE) PEGGY : Bajingan! Siapa bilang aku luluh hanya karena sendal jepit? Semana-mena saja hargaku disamakan dengan sendal jepit. PARA PROPERTY MAN TELAH BERUBAH MENJADI PENARI. akan melayang membabibuta pada tubuhmu. Tapi mengapa 185 . LANTAS PERGI TANPA PAMIT) PEGGY : (KETAWA) Ternyata sendal jepit takut juga sama sepatu hak. Sekarang juga! Atau kalau tidak. He. Jika hendak menyerang. (MENANGIS) Ugh. ini koq jadi tidak karuan? Eh.matang. hak sepatuku yang lumayan kokoh ini.lho. kenapa kamu pergi begitu saja.

Yuk kita pulang. Besok dilanjut lagi ya? PEGGY : (BERHENTI MENANGIS) Oh..) JOKO : (TERTAWA GELI) Astaga Mony. (MONY MENYAHUT PISANG DARI TELAPAK TANGAN JOKO DAN MENGUPAS LANTAS MELAHAPNYA. Dari pagi kamu belum makan. Kamu jangan mengajak bercanda donk. Jangan manja begitu donk. KUCING KESAYANGAN JOKO MENDEKAT DAN MENGELUSELUS KAKI JOKO. (PARA PENARI YANG FREEZE BERUBAH MENJADI AKTOR) PENARI 1 : Mbak. Biar kamu tidak merebut sandalku lagi. Aku kan tidak hanya merawat dirimu. eh. Ada-ada saja kamu. ’MASKOT’ : Makanya tidak usah sok jaim. Ini racun. MONYET MELOMPATLOMPAT TERTAWA KEGIRANGAN. Nanti kalau kamu sakit. kita juga sudah capek dari tadi menemani mbak. negeriku. ANJING DAN BURUNG KAKAK TUA. OPET. mbak... tumpah darahku. honey. ADA YANG JADI MONYET. (MONYET TIDAK MAU TAHU. Aduh. iya iya. Nanti aku belikan yang ukuran kecil. Joky-ku sayang. TAMAN BELAKANG RUMAH JOKO) JOKO : (BERDIALOG DENGAN MONYET) Mony. (SI MONYET MONY DIAM SAJA. MATANYA TERTUJU PADA SANDAL JEPIT YANG DIPAKAI JOKO. (PEGGY DAN PARA PENARI BERJALAN MELINGKARI PANGGUNG. SAMPAI AKHIRNYA KARENA KASIHAN JOKO MELEPAS SANDAL JEPITNYA. PARA PENARI BERUBAH MENJADI HEWAN-HEWAN PELIHARAAN. SEBAGIAN MENJADI PEPOHONAN KECIL DAN BANGKU TAMAN) ADEGAN 3 (SIANG. teman-temanmu yang lain masih menunggu giliran buat disuapin. Padahal sebenarnya aku kan masih cinta sama kamu. DIA TETAP MENARIK-NARIK SANDAL JOKO. sudah malam. Orang lagi sensitif dikerjain. sayang. Kita juga butuh istirahat. KUCING. Mony sudah ah. aku yang repot. PARA PENARI ON STAGE DIIRINGI PERLAHAN LAMPU FADE OUT) (LAMPU BLACK IN DENGAN SETTING HALAMAN BELAKANG RUMAH JOKO.. kamu apa-apaan sih? Ini bukan makanan. akibatnya aku jadi bolos ke kampus. SI MONYET MENCOBA MEMAKAI SANDAL JEPIT PADA KAKINYA. BURUNG KAKAK TUA JOKO BERKICAU DAN ANJINGNYA SI DOGGY MENGGONGGONG TANDA IRI DAN BERUSAHA MENCARI PERHATIAN JOKO) 186 . PEGGY MENINGGALKAN PANGGUNG. LALU MONYET ITU MENARIK-NARIK SANDAL BERUSAHA MELEPAS DARI KAKI JOKO) JOKO : Mony. Ayo sambil dimakan ini pisangnya.kamu jadi takut beneran? Aku jadi menyesal. SIMBOL PERJALANAN PERGANTIAN WAKTU. hayo makan! Ini pisang bukan buat dipelototi saja. Jadi harus merawat kamu. SI MARCO.. cintaku. Tuh. kamu layak jadi anggota sirkus deh.

iya. SEMUA PENARI YANG MENJADI HEWAN PELIHARAAN IKUT MENARI DENGAN GERAKANNYA MASING-MASING) PEGGY : Romantisme sandal jepit dan sepatu hak tinggi Menjadi kisah unik yang membuat geli Bekas tapak sandal jepit akan selalu bergaris Bekas tapak sepatu berhak belum tentu bergaris Perbedaan adalah pelangi hidup yang harmoni Kadang riuh. TAK ADA SEPUCUK SURATPUN DI DALAMNYA) JOKO : Peggy? Ini pasti Peggy. kadang pula sunyi Andai salah satu jadi batu karang Yang lain tentu bijak menjadi air yang terus menyerang Namun dengan kelembutan Dan ketelatenan JOKO : Di sudut hatiku kau berpijak Entah alas apapun kau buat pijak Jejakmu kan selalu membekas Kan kugenggam jangan sampai lepas PEGGY : Sengaja kukirim sebelah-sebelah Ku tak ingin kau terbelah-belah Karena aku bakal meledak-ledak Sampai dirimu terkapar membelalak JOKO : Adindaku. Perasaan Joko tak pernah berbuat jahat pada siapapun. Hati-hati! Jangan-jangan jebakan. Apa maksudnya mengirimkan ini padaku? (JOKO BERPIKIR KERAS BERUSAHA MENAFSIR MAKSUD DARI KIRIMAN MISTERIUS ITU) (PEGGY MUNCUL TIBA-TIBA SAMBIL BERSENANDUNG. Masa ada yang tega mau mencelakakan Joko. diam! Tumben sih kalian ini koq jadi pada ramai begini? Iya. oh sayangku 187 . emak ada-ada saja. nanti semua pasti dapat giliran. ini ada bingkisan buatmu.JOKO : Ssstt. JOKO : Ah. Antri ya! Tenang! EMAK : Jok. (JOKO MEMBUKA KOTAK BINGKISAN YANG DIBUNGKUS RAPI ITU PELAN-PELAN. TERNYATA BUNGKUSAN ITU BERLAPIS-LAPIS SAMPAI JOKO CAPEK MEMBUKANYA) JOKO : Siapa yang iseng ngerjain aku sih? Dasar kurang kerjaan! (SAMPAI PADA LAPISAN BUNGKUSAN TERAKHIR TERNYATA ISINYA 1 BUAH SANDAL JEPIT DAN 1 BUAH SEPATU CEWEK. Emak tidak berani membukanya. Emak temukan di depan pintu barusan. oh sayangku Prasangka buruk tak semestinya membuatmu bisu Ku tersiksa walau hanya menunggu Dalam terpaku aku ragu PEGGY : Kakandaku.

sayang. Biar lebih fleksibel. Tapi sama sekali aku tak punya niatan lain akal hal itu.. sandal jepitmulah yang telah membantuku keluar dari penjaraku selama ini. Aku patut berterima kasih padanya. Tak selayaknya aku meragukan ketulusanmu. Maka itu diciptakan keseimbangan yang bisa saling melengkapi. TARIAN YANG DIMAINKAN ADALAH TARIAN GLIPANG / KUDA LUMPING / TARI COKEK / TARIAN TRADISIONAL LAIN. aku . Sandal jepit tak selamanya bisa bebas kemana saja. Akulah yang selama ini telah egois padamu. MEREKA MENARI DENGAN MENGGUNAKAN HAND PROPS SANDAL JEPIT.. Pasti ada pincang. Aku terlalu memposisikan diriku layaknya intel.. ku tak ingin kau meragu lagi. PARA PENARI YANG TADINYA MENJADI HEWAN PELIHARAAN BERUBAH MENJADI PENARI MENGELILINGI JOKO DAN PEGGY. Kita diciptakan memang tidak selalu sempurna seluruhnya. Maka itu diciptakan sepatu sandal. Itu juga aku yang salah. Aku lelah dengan sepatu hakku. Aku iri padamu. – FREEZE ’MASKOT’ : Hey begundal. Ehm. Aku merasa terkekang olehnya. PEGGY : Aku tahu maksudmu.MENYESUAIKAN DAERAH TEMPAT PERTUNJUKAN INI DILAKUKAN..? Sebenarnya aku telah berbohong padamu tentang hal lain. JOKO : Lala? Ternyata dari dulu dia tak berubah.... Dasar kadal daratan. Sudah saatnya aku juga butuh keseimbangan.. Padahal itupun tak seharusnya kulakukan. Aku ternyata belum terlalu dalam mengenalmu. Biarlah kesalahpahaman ini hanya sebatas kerikil... Naif dan bodoh jika aku cemburu pada sandal jepitmu. pintar sekali memutar persoalan. Dialah yang selama ini setia menjaga agar kita tak terjebak dalam api. Padahal. JOKO : Tapi Peggy. JOKO : Sudahlah sayang. Aku terlalu mencurigaimu.. Aku hanya tidak begitu nyaman. JOKO DAN 188 . Mengapa kau tidak mau berterus terang masalah hp tempo hari? PEGGY : Usahlah kau merasa bersalah. Padahal aku sendiri merasa tersiksa dengan itu semua. Ruang geraknya sesungguhnya lebih sempit dan hanya di lorong bawah tanah. Terlalu idealis. Maafkan kalau sebelumnya aku berprasangka melenceng. Kenyamanan kakimupun belum tentu terjamin hanya dengan sandal jepit. Kau harus berterima kasih pada Lala..Asmara itu lagu lucu Jika engkau merasa ragu Namun waktu terus memburu JOKO : Sekarang aku siap atas segala titahmu Kan kuselipkan setiap waktuku Tuk bercanda di sampingmu Dan kan terus merayu manjamu PEGGY : Maafku yang tak terputus. Aku terharu niatan tulusmu.. (LAMPU BERUBAH.. Selama ini aku terlalu egois.. aku. Namun aku berusaha masa bodoh. Ruang gerakku sungguh sempit.

07. 19 April 2006. sandal jepit Tampangnya polos.PEGGY JUGA BERGERAK BERIRAMA LAYAKNYA SEPASANG KEKASIH YANG SEDANG KASMARAN. sandal jepit.34 wib (NOMINATOR) Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya PADANG BULAN Drama sederhana buat belia Karya : Ucok Klasta Tokoh – tokoh 189 . tak bermotif Bahannya lentur tak bertulang Tapi lumayan sakit kalau kena tabokannya Asmara sandal jepit Kisah unik yang berhimpit-himpit Kalau rasa sudah terjepit Apa daya otak pula menyipit -TAMAT- Bintaro-Jakarta. TARIAN ITU DIIRINGI ALUNAN SYAIR BERIRAMA RANCAK) SYAIR SANDAL JEPIT : Sandal jepit.

Bulan : Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …! Dari belakang panggung bersama-sama. Padang 011. Padang. : Menirukan gerak binatang dengan tarian? 018. 007. 010. Petugas Kamtib MULAI ADEGAN I Lagu Tema : Padang Bulan. berteriak memanggili teman-temannya. Bagaimana kalau menirukan gerak binatang. Koor Padang masuk. Lugu. : Ya. Padang : Mana yang lain ? : Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …! 004. main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan? : Tebak-tebakan saja deh. Padang. Boss (Pengusaha). 001. Kalangan : Setuju? 020. Bulan 015. Jembar : Ora kageeet …Weee ! Semuanya tertawa. Kalangan 013. 002. : Usul. Bulan. Jembar : Setujuuu … Mereka duduk melingkar (setengah lingkaran menghadap penonton). 005. : Yang tak bisa menebak. Kalangan : HEI !!! 009. Jembar. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Jembar : Kamu tak bersama kalangan. Bulan. Kalangan. Bulan. Aki. apa hukumnya? : Mmm … Di suruh menari saja. Bulan masuk panggung. 003. Politikus (Anggota Dewan Kota).Padang. Padang. Bulan. Nini / (sekaligus) Ibu lugu. Bulan. Padang 014. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Lampu hidup. Jembar ? : Tidak. pejabat Pemerintah Kota. 190 . Bulan 006. Bulan. Tebak-tebakan. Kalangan : Nah. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. setuju. Jembar 012. Padang. 008. Jembar 017. Jembar : Ya ya ya … 019.

023. 026. Nini : Hei cucu-cucuku! Istirahat dulu. Lantas permainan mulai lagi sampai beberapa kali (fleksibel) : A. B. Padang. 041. Koor : Ingat … Tidak usah re …? : Butaaan … 031. Koor : Rataaa … : Maka tak ada yang tak keba …? : Giaaan … 035. Jembar. E. Jembar 025. Koor 033. C. Nok ayu … 028. Padang. Aki : Sebab tak ada kesera …? 036. Saat musik berhenti pada anak tertentu. Kalangan …Yo nganggo leren barang podho mreneo Nang bagus. Nini 034. Jembar : Ayo Simbah … Seperti biasanya … : Iya … Cerita. F … : (Gelagapan) G … : (Bersahutan) Haa …Jembar berdiri Ayo …Ayo … ADEGAN 2 Lagu Tema. Aki 030. Nini meletakkan piring berisi klenyem. Koor 040. Ini ada klenyem anget bikinan Simah. Bulan. D. Aki : Iyo. Musik – Lagu Tema : Padang Bulan. para penonton sekalian. indahnya … : Kebersamaaan …. ia menyebutkan nama sesuatu yang dijadikan tebakan sesuai huruf terakhir yang diejanya. 191 . Koor : Haa … Klenyem … Woooow … keren … Anak-anak berentengan ke teras. Bulan : Nama apa? Buah ya? 022. Ayo. Aki-Nini : Kahaaan … : Inilah saudara-saudara tercinta. : Wis … Wis … Anak-anak menikmati klenyem bersama-sama. 021. pada duduk menggelesot. berdiri diteras memanggil anak-anak. Bersama Jembar berdiri. Padang 042. (Urut) 024. Jembar. 029. Koor 037. Koor lagu ‘ Menthog-mentog’ tapi dengan kata ‘menthog’ diganti nama binatang lain dan gerakannya harus ditirukan yang kena hukuman.Cara bermain : Anak-anak mengeja huruf bergiliran dan urut seiring dengan musik. Aki : Yang ada dibagi me …? 032. Semua ke sini … 027. Bulan 038. Aki-Nini keluar rumah (masuk panggung). Kalangan : Ya. buah … Musik.

ruaaarrr biasaaa … Gedung-gedung bagus tinggi menjulang-laaang … bagai menjolok awan. terpesona buaian kota. diiringi lagu dari suara keresek daun bambu digoyang sepoi angin lalu. : Di sebuah desa tersebutlah seorang pemuda bernama Lugu … ADEGAN 3 Lampu hidup. laksana benteng gagah perkasa. kokoh megah mencerminkan kekuasaan berwibawa. 047. Kota. mewah kencar-kencar mencerminkan kesuksesan bisnisnya. Alun-alunnya? Ada tugu tertinggi sedunia. Lugu masuk panggung. Ia mendengar cerita-cerita bahwa di kota alangkah majunya. Di tengah kota. Aki dan anak-anak keluar panggung. Pergantian ‘ setting’. elok anggun mencerminkan kebijaksanaan penghuninya. Ternyata nun di sana. Di sebelahnya. 045. tersebutlah seorang anak bernama Lugu. Aki : Ya ya ya … Untuk purnama kali ini Simbah sudah menyiapkan sebuah dongeng istimewa. Di sana-sini. dengarkan ya … Dulu cucu-cucuku … Musik Latar. berangkatlah ia ke kota. 044. memang benar apa yang ia dengar.043. Koor : Ooo … Aki masuk rumah (keluar panggung) dan keluar lagi membawa sebuah buku tebal. Lugu memperagakan cerita Aki. Apa-apa ada. duduk di kursi / lincak. Maka di suatu siang yang sunyi. Istana raja diraja walikota. Aki Lampu mati. 046. Dan pabrik-pabrik di pinggir-pinggirnya. Aki : Nah. Supermarket bertaburan menggoda. Istana satria-satria diraja dewan kota. Aki : Syahdan di sebuah desa. Dan tanpa disadarinya tangannya telah terangkat 192 . Lugu bingung jadinya. Sebab apa ? Sebab hari ini tepat weton-nya Nini. membersihkan debu pada buku dan membukanya. Kalangan : Biar tambah nikmat klenyemnya. Narasi Aki dari luar panggung. entah habis berapa membangunnya. kemakmuran kota. nyeyet. tak seperti desanya. Tempat hiburan sungguh aneka ragam. seolah semua keinginan kita tersedia di sana. Kota. 048. bagai tak berkesudahan. tak ada orang. Bangaimana bisa mendapatkan makanan ya? Kerja? Kerja apa ya? Minta? Minta siapa ya? Mem-bedhol ketela? Tegalnya mana ya? Lugu tambah dan tambah dan tambah bingung … Keringat dingin mengalir … Lemas sekujur badan … Kelaparan … Jatuhlah ia ndeprok. yang penting jadilah lambang . seolah tak ada kesedihan everything just for fun. Mobil-motor war-wer-war-wer berseliweran. istana saudagar-saudagar. Nini masuk rumah (keluar panggung). Sampai akhirnya ia pun merasa lapar. ruaaarrr biasaaa … lugu terus berjalan-jalan dengan takjub.

Pejabat. Politikus dan Boss (masuk panggung) keluar dari restoran habis ‘meeting’. Boss : Sekali lagi ini bukan suap Pak / Bu … Yah. Musik. mendatangi Lugu. 051. ha?! Tak seret sisan kowe! : Tidak mau! Saya bukan gelandangan! Saya Lugu ! Saya manusia! Saya bukan binatang! Kamtib dan Lugu bergelut. dus segenap warga terse … 055. Kamtib : Ini anak Ibu? 193 . Boss : Dengan demikian bla bla bla bla … 058. Politikus : Ya ya ya bla bla bla bla … 059. Semua : Nyuuummm! 056. Tiba-tiba berteriaklah seseorang. Petugas Kabtib masuk panggung. 060. 066. Lugu meronta-ronta. Nini : Paaak … Paaak … Anakku diapakan?! Anakku mau dibawa kemana?! Lugu bingung. Nini masuk panggung. Politikus : Harmonis. Boss : Dengan demikian akan terciptalah kerjasama propesional yang kompak lagi saling menguntungkan. Lugu 064. kalangan investor. Lugu diseret-seret. pemerintah kota dan dewan kota. berjalan hanya melewati Lugu saja sambil bercakap-cakap. Pejabat. Politikus dan Boss keluar panggung. Kamtib : He! Dilarang Ngemis tahu? Dlarang menggelandang tahu?! Kamu ini mengganggu pemandangan! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada gelandangannya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada pengangguranya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada kemiskinannya Tahu ?! Tahu ?! Tahu?! 061. 067. Kamtib 063. Pejabat. Koor : Bla bla bla bla bla … Pejabat.pelan-pelan … Makin terangkat … Menadah … Lugu ndeprok di pinggir jalan dekat restoran kondang . Ya ya ya … 057. Ya ya ya … 052. Politikus : Harmonis. Kamtib 065. sekedar silaturahmi untuk mempererat hubungan antara kita. 050. 053. kita-kita untung. Lugu : Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Pejabat. Lugu 062. Boss : Dengan demikian kota akan terus membangun. Ya ya ya … 054. ia merasa tidak kenal dengan perempuan ini. menadahkan tangan! 049. Lugu : Saya bukan gelandangan! Saya Lugu! : Lha iya ! Wong Lugu tur gelandangan! Ayo ikut aku! : Tidak mau! : Heh … Ngelawan kamu. Pejabat. Politikus : Harmonis.

Lugu masih bingung. Lugu 086. Nini : Kalau ini memang kampungku. gledheganmu … 194 .068. Lugu 095. Nini 092. Nini 096. Lugu : Eh … Tapi … Tunggu dulu! Nini berhenti dan berbalik. Itu nasi bungkusnya dimakan … Aku pergi sekarang. gerobak kit. Nini 081. Ini bukan kampungku! Dan kamu. Nini 079. Nini 085. Nini 069. Kamtib 070. Lugu 080. Nini 094. Nini 083. : Lha pasar? Pasar Wage? : Kamu lihat supermarket itu? Itulah pasar kita. Selamat siang. Nini 087. Nini mendekati Lugu. itu pedati kita. Lugu 097. bukan ibuku! Sudah … Pergi sana! Kamu itu Cuma orang gila! 088. Lugu 084. bukan! Ini bukan kampungku! Eh. Nongkrong di pinggir jalan seperti itu merusak pemandangan. Lugu 082. tidak! Aku yakin. Kamtib 076. Nini 073. benar Pak … : Kenapa ngemis? Kenapa menggelandang? : Saya ini bukan ngemis! Saya bukan gelandangan? : Yo wis sekarepmu. tapi … Nggg … : Naaa … Kamu ragu kan? : Tidak …Tapiiii … Ah. : Lha yang hilir-mudik di jalan ini? Pasa ngebut ini …? : Ya. Kamtib keluar panggung. Sekarang. Nini : Wis? Tetep ngeyel? Jadi aku. ibumu ini kamu suruh pergi saja? Yo wis. sawah …? : Yah … Sebutlah itu sekarang : jalan tol. lantas mana rumahku hayooo?! : Rumah kita dan rumah-rumah tetangga sudah jadi gedung-gedung megah itu anakku. : Lha tegal. Sudah … Permisi. bukan. Ya sudah Bu … Saya percaya pada Ibu. : Kamu benar anaknya Ibu ini? : Bb. Lugu 077. Mengganggu ketertiban. Kamtib : Iya. bb. 089. Lugu 075. Kamtib 072. : Bukan gelandangan? : Bukan. 090. Lugu 091. : Benar? : Benar. Lugu 093. Kamtib 074. : Benar di kota? Bukannya dikampung kita? : Benar! Eh … Mmm … Ah. Nini 071. anak ini dibawa pulang saja. eh … Benar! Bb. 078. Lugu : Ini makanlah … Kamu lapar kan? : Ibu siapa sebenarnya? : Lho … Aku ini ya ibumu tho le … : Bukan! Jelas kamu bukan ibuku! Ibuku ya di kampung sana! : Kamu pikir sekarang ini kita dimana? : Di kota.

Kalangan : HEI!!! 114. 108. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk degan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Mereka dimana-mana … Tapi tak punya apa-apa … Tak ada tempatnya … Merana … 104. Lugu : Kampungku jadi macam ini?! O ya. 195 . Nini 100. 107. Nini 102. 106. Lampu hidup. Bulan : Heiii … Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul …! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini … Dari belakang panggung bersama-sama. Bulan. 112. Padang. Mereka di rumah-rumah mewah itu … Tapi bukan pemiliknya … Babu-nya. Mereka di supermarket-supermarket itu … Tapi bukan pemiliknya … Kuli gudangnya. Padang.098. Koor Padang masuk. : Lantas orang-orang kampung pada dimana? : Mereka di gedung-gedung itu … Tapi bukan pemiliknya … Klining serpis-nya. Lugu 101. Nini : Jadi … Jadi ‘ dufan’ Le … : Haaa … Tapi … Tapi kan ini semua … Milik kita? Kan kampung kita? : Sayangnya … Ini semua bukan milik kita. 110. Mereka di jalan-jalan itu … Tapi bukan pemiliknya … Kakilimanya. Jembar : Ora kageeet …Weee! Semua tertawa. Jembar : Kamu tak bersama Kalangan. Bulan 111. Mereka di pabrik-parik itu … Tapi bukan pemiliknya …Buruhnya. Nini Lampu mati. Bulan. 113. o ya … Bagaimana dengan lapangan? Jadi apa tempat bocah-bocah berkumpul kalau malam padhang mbulan? 099. Lugu : Cukup! Cukuuup ! Cukuuuuuuup! Ini gila … Ini gila … Gila! Aku mau kampungku … Kembalikan kampungku! Kembalikan kampungku! Kampungku !!! 105. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. : He! Bangun Lugu! Ayo bangun! Kerjanya molor saja ! Bangun! ADEGAN 4 Lagu tema. Padang : Mana yang lain? : Aduhaaai …! Bulan purnama ooo indahnya … 109. berteriak memanggil teman-teman. Lugu 103. Bulan. Bulan masuk panggung. Jembar? : Tidak.

Jembar : Ayo. Koor Musik. Padang 126. Jembar 127. 142. Kalangan : Huuuuu! 130. jembar. Padang 136. Bulan 125. bermain apa kita sekarang? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan? Tebak-tebakan? 131. Padang. : Baik hati juga enggak ya? Seperti Aki-Nini enggak ya? : Katanya. Jembar 123. Kalangan 128. Jembar : Jilumpet saja. Padang 117. Tak kenal tetangga. Kalangan : Tapi tetap ada kita semua … Kita kan sudah jadi cucu-cucu mereka? Seperti mereka pun sudah jadi kakek-nenek kita … 119. Bulan : Jelas enggak? 139. Padang. Jembar 137. tutup mata! 196 : Tu Wa Ga Pat! . Ternyata yang ‘jadi’ Bulan. (Siapa yang giliran bergerak saat musik berhenti. Lagi mereka tak meninggalkan siapa-siapa … : Dulu saja mereka sudah sepi … Cuma berdua saban hari … Tak ada anak. pantang Nyulayani. Setuju? 120. jangan hompimpah terus … : Terus piye? : Pingsut? Itu kalo dua orang … : Gini … Dengar! Gini … Bulan memperagakan ‘gerak-lagu’ dengan iringan musik ‘Padhang mbulan’. Padang : Yuk atur posisi. Padang. Bulan. Padang. Kalangan 124. Bulan : Aduuuh … Sedih ya … Aki-Nini sudah setahun ini tiada … Tiba-tiba aku terkenangkenang mereka … 116. jembar. Kalangan 134. Pokoknya kita semua janji tak akan sekali-kali melupakan mereka. Jembar : Oh Aki … Oh Nini … Sekali kami janji. Kalangan : Setuju … Setuju … 133. Jembar. Padang.115. Baris. Anak-anak berbaris menyamping menghadap ke kanan dan menghitung bersama. Kalangan : Setujuuu! 121. pemilik baru itu orangnya sombong. Kalangan : Jelas … Jelas … 140. Bulan : Sekarang kita hompimpah … : Lainnya deh. Bulan 135. Swer! : Katanya rumah itu dibeli sama orang kota ya ? : Iya. Bulan : Benar. 141. Bulan. cucu apalagi … 118. Belum lama. Pokoknya semoga semoga Aki-Nini bahagia selamanya. 132. Jembar : Iya. Padang : Sudah sudah … Ayuk. Kalangan : Bulan ‘ jadi’! Bulan ‘jadi’! 143. : Dan tak bakal menunggui kita bermain ya … : Tak bakal juga mendongengi kita … : Apalagi berharap keluarnya klenyem manis-gurih-anget ya … 129. Koor 122. Sembunyi-sembunyian. dia yang ‘jadi’) 138.

Padang masuk panggung. 155. Jembar : Jembar … Heh! Jembar! Jembar … : Aku bukan Jembar. Terus mencari … Mencari … Mencari … Sampai lama tak ketemu-ketemu … Mencari … Mencari … Lama sekali … (keluar masuk panggung). Bulan : He! Padang! Jembar … Kalangan … Mereka tetap diam. Aku PLEIII … STESIEEEN … Bulan terlonjak mundur. Disusul Kalangan. mengambil ‘blocking’ dan ‘pose’ tertentu. Sejurus kemudian Bulan masuk panggung. Bulan : Play station?! Bulan mendekati Jembar. Aku HENPOOON … Bulan tambah terlonjak. Bulan 156. gelisah. Sampai mencari diantara penonton. 145.144. Bulan : Padang! Jembar! Kalangan! Jangan jauh-jauh kalian sembunyi! Oooiii! Kalian tu dimana? Bulan mencari-cari lagi. 146. Bulan 153. Lampu mati. ADEGAN 5 Lampu hidup. 147. Bulan : Padang … Jembar … Kalangan … Kalian mbook jangan keterlaluan … Aku agak-agak merinding ini … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Kalian mbok nongol … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Dipuncak rasa tercekamnya. 154. Bulan : Handpone?! Bulan mendekati Kalangan. 150. Bulan : Sepuluh! Bulan mencari-cari teman-temannya. : Aku bukan Padang. Disusul Jembar. Bulan : Oooiii! Kalian mengerjai aku yaaa ?! Perlahan-lahan ekspresi Bulan mulai berubah. 157. Bulan : Kuhitung sampai 20 ya? Satu! Dua … Bulan menghitung. Komposisi diam. 152. Lainnya berlarian mencari tempat sembunyi (keluar panggung). takut … 148. Ia dijalari semacam campuran antara rasa cemas. 149. Padang : He! Kok pada diam?! Padang! Padang …(Suara melunak). Bulan : Kalian dari mana saja tadi? Kalian sembunyi dimana sih? Kalian sudah rencana ngerjai aku ya? Awas ya? Mereka tetap diam. 197 . berjalan dengan langkah tertahan-tahan. Bulan lari keluar panggung.

lama-lama makin keras dan makin keras sambil berkata-kata secara menyayat-parau. Februari 2006 198 . Dimana Padang. Bulan?! Dimana Kalangan Bulan?! Mereka mulai merengsek. Semua pemain masuk panggung menyanyi dan menari dengan lagu Padang Bulan. mengerubut Bulan. Lampu menyala. tanpa kehilangan sejarahnya. 161. impian. tumbuhkembang-mekar dalam karya. PADANG !!! JEMBAR !!! KALANGAN!!! DI MANA KALIAN TEMAN-TEMANKU SAYAAANG???!!! PADAAANG!!! JEMBAAAR!!! KALANGAAAN !!! ‘Black Out’. Off Stage’. Henpon. 162. tanpa sekali-kali lupa hulunya. ada di kancah bumi. Kalangan : Kalangan … Kamu apa lagi? Kalangan … : Aku bukan Kalangan. mengoda bersama berbagai hasrat. SELESAI Penghormatan untuk tanah kelahiran-kampung halaman. tanpa menyangkali gua garbanya Jagalan. teruntuk adik-adik tersayang. Aplus. Bulan 159.158. Aku BULDOZERRR … Bulan bahkan terjengkang. Buldozer mulai tertawa mengikik. melangkah-mengalir sebagai jalan-kali-mu sendiri. cita umat manusia. 160. Bulaaan … Bulaaan … Bulaaan … BULAAAN! BULAAAAAN!!! Sambil meronta-ronta Bulan memekik-mekik memanggili teman-temannya. menarik-nariknya kesana-kemari. Bulan : Buldoser?! Plei Stesien. Bulan? Dimana Jembar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful