Lena Tak Pulang

Karya : Muram Batubara
(JUARA 1) SATU

LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena Lena sudah pulang, Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Sudah tiga hari Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan. Pak Lena (Tetap memandang tv) Anak kita Bu Lena Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

1

Pak Lena Nanti juga pulang sendiri ketika bekalnya lari telah habis. Bu Lena Tidak segampang itu, Pak, ia itu perempuan! Pak Lena Jika memang ia perempuan, ia akan pulang. Bu Lena Tapi belum…(Menghentikan kalimat, memperhatikan pintu keluar rumah) Ada yang datang, sepertinya itu Lena, anak kita, pulang juga ia setelah tiga hari tidak pulang. Pak Lena Bukan, pasti temannya datang mencari. Bu Lena Pasti Lena Pak Lena Berani taruhan Bu Lena Taruhan apa? Pak Lena Jika bukan Lena, lebaran tahun ini kita pulang ke rumah orang tuaku. Bu Lena Tapi tahun kemarin sudah Pak Lena Itu karena kau kalah taruhan Bu Lena Ya tidak bisa, bayangkan dalam lima tahun ini kita tidak pernah pulang ke rumah orang tuaku. Pak Lena Berani taruhan tidak?

2

Bu Lena (Bingung) Ehm… Pak Lena Dengar langkah itu sudah semakin dekat. Bu Lena Baik

TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA MEMBUKA PINTU. KECEWA.

Tamu I Permisi Tante, Lenanya ada? Bu Lena Oh tidak ada, dia belum pulang. Tamu I Belum pulang? Pergi ke mana ya Tante? Bu Lena Tante juga tidak tahu tuh, kamu tahu tidak? Tamu I Ya, kalau tahu saya tidak datang Tante. Bu Lena Iya juga ya. Hm, kamu teman sekolahnya ya? Tamu I Bukan Tante, saya teman… Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu, hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Om, saya harus kembali pulang. Pak Lena Kenapa buru-buru?

3

BU LENA MENUTUP PINTU. saya permisi dulu. teman Lena tadi namanya siapa? Bu Lena Berarti tahun ini kita pulang ke rumah orang tuamu lagi? Pak Lena Jelas! Siapa nama teman Lena tadi! 4 . Tante. kenapa mencari Lena? Tamu I Ya itu dia.Tamu I Ada yang harus buru-buru saya lakukan Bu Lena Jika buru-buru. Karena Lenalah saya harus buru-buru? Pak Lena Masuk dulu jangan buru-buru Bu Lena Iya masuk dulu Tamu I Maaf tidak bisa. DUDUK DI RUANG TV. Pak Lena Siapa namanya? Bu Lena Siapa? Pak Lena Yang tadi? Bu Lena Teman Lena Pak Lena Iya.

bagaimana mungkin kamu tidak menanyakannya? Bu Lena Kenapa bukan kamu? Pak Lena Aku kan sedang nonton tv dan aku tidak sedang berhadapan langsung dengannya. Bu Lena Bagaimana jika Lena? Pak Lena Ya tetap dibuka pintu kan? 5 . Pak Lena Ada yang ketuk pintu. Pak Lena Loh Bu Lena Kok loh Pak Lena Ya. bukahlah. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Kasihan ibu sudah semakin tua. tidak bisa dirubah. bagaimana menjalankan kesepakatan itu dan untuk apa membuat kesepakatan jika tidak ada kepastian untuk dilakukan.Bu Lena Sudahlah ke rumah orang tuaku saja. dia ingin melihat kita sekeluarga kan? Pak Lena Tidak bisa! Kesepakatan telah tercipta. Jika terus dirubah. loh. Siapa nama teman Lena tadi? Bu Lena Nggak tahu.

Pak Lena Bukalah pintu itu. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Bu Lena Bukan itu. sabar ya. lagi menunggu kesepakan nih. perjanjian tadi batal. Tamu II Kesepakatan apa Tante? 6 . jika bukan Lena. BU LENA PUAS. PERBINCANGAN DI DEPAN PINTU MASUK RUMAH. Bu Lena Kesepakatan? Pak Lena Yah! PINTU TERBUKA. buka sana. Bu Lena Buat satu kesepakatan baru dulu. kasihan tamunya. Bu Lena (Teriak ke arah pintu) sebentar ya. TERDENGAR KETUKAN PINTU.TERDENGAR KETUKAN PINTU. Pak Lena Ya sudah.

Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu. Tante.Bu Lena Ah. 7 . Sumpah. Bu Lena Terus Tamu II Ya. karena itu Tante. Bu Lena Yang benar yang mana? Tamu II Saya memang mencari Lena. tidak. jadi saya mampir ke sini. Bu Lena Karena kebetulan? Tamu II Sebenarnya tidak Tante. kamu mampir dan mencari Lena? Tamu II Benar itu Tante. Karena kebetulan saya sedang main di daerah sini. Lenanya ada? Bu Lena Jadi karena kebetulan main di daerah sini. hm. Tante. Kamu siapa dan ada apa? Tamu II Saya temannya Lena. kebetulan saya sedang main di daerah sini. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Bu Lena Terus Tamu II Ya. Bu Lena Karena main di daerah sini? Tamu II Tidak Tante. saya memang sengaja kemari untuk mencari Lena. Tante. terus saya mampir. Tante.

Om. beritanya. Namanya berita harus mengutamakan kebenaran. Tamu II Itukan berita namanya. namanya juga pendapat. kenyataan tadi. Pak Lena Memang. Begini. Pak Lena Itu bukan berita. Om. Ingat. kenyataan.TAMU II MASUK DAN DUDUK DI RUANG TV. saya sedang melihat opini. Tamu II Kalau opini? Pak Lena Mengapa kucing itu mau ditabrak? 8 . itu berita. Tamu II Tapi itukan acara berita. itu opini. Om? Pak Lena Tidak. Opini itu pendapat. Tamu II Berarti sedang nonton berita. Tamu II Nonton berita ya. kebenarannya masih belum bisa diandalkan. sedang berita itu nyata. BU LENA MASUK DAPUR. Pak Lena Tidak. kucing ditabrak mobil. cuma sedang melihat tanggapan wakil rakyat tentang bencana yang tidak berkesudahan. wakil rakyat sedang memberikan opini. opini! Tamu II Bedanya apa. Om? Pak Lena Opini itu tidak murni kenyataan. Om.

Tante. opini kamu. Lihat omongan wakil rakyat itu. MEMBUKANYA. Bu Lena Tapi dingin? 9 . lagi batuk. semuanya serba mungkin kan? Tamu II Jadi yang serba mungkin itu bukan berita? Pak Lena Mungkin kok berita.Tamu II Mungkin saja ia tidak melihat mobil yang laju. Tante. Pak Lena Itu dia opini. Om? Pak Lena Ya. Tamu II Tidak usah yang dingin. opini. Bu Lena Mau puding? Tamu II Boleh. tiba-tiba saja ia sudah bersimbah darah. Tamu II Opini? Pak Lena Ya. Tamu II Tapi apa yang pasti di jaman sekarang. BU LENA KELUAR DAPUR MEMBAWA TEH DALAM GELAS MENUJU KULKAS. Mungkin itu kan belum jelas sedang berita adalah yang jelas dan pasti.

Pak Lena Teman dari mana? Tamu II Ya teman saja. Pak Lena Oh begitu. Pak Lena Yang dari sekolahan. renang. Pak Lena Mengapa? Apa karena sudah pintar mengaji? Tamu II Tidak Om. Om. Pak Lena Kamu temannya Lena? Tamu II Benar itu. atau malah dari kelas mengaji? Tamu II Untuk yang terakhir tampaknya bukan. Tamu II Om. Pak Lena Seingat saya Lena tidak mengambil les nongkrong. les balet. Om. terus dari mana? Tamu II Saya teman Lena dari tempat nongkrong. lucu juga. tidak dari mana-mana. saya non muslim. kan cuma puding. Om. Om. Tempat nongkrong itu tempat kita kumpul-kumpul. istilah kerennya berbincang atau berdiskusi.Tamu II Tidak apa-apa. Tante. les biola. 10 . ya. BU LENA KE RUANG TV DAN MELETAKKAN SAJIAN KEMUDIAN KEMBALI MENUJU DAPUR.

Om. saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Lena. Saya cuma teman Lena di tempat nongkrong. pertemanan itu belum begitu kuat. Om. Sudah tiga hari ia tidak muncul. Om.Pak Lena Oh begitu. Penting sekali? Tamu II Sangat penting malah. tapi yang nongkrong itu kan tentunya berasal dari tempat tertentu. Pak Lena Oh begitu. kamu itu selain teman nongkrong Lena. Om. Nah. dia bawa sesuatu yang penting. Pak Lena Terlalu tipis. Pak Lena Memangnya kenapa kalau ia tidak muncul dalam tiga hari? Tamu II Ya itu dia. Pak Lena Apa? Tamu II Ehm. lalu maksud kamu mencari Lena? Tamu II Ya itu dia Om. 11 . Hm. teman di mana? Tamu II Ya tidak ada. Sesuatu yang sangat saya banggakan. Pak Lena Lena mengambilnya dari kamu? Tamu II Begitulah Om. Om. saya malah tidak tahu bagaimana bersikap jika tidak ada kabar dari Lena.

Pak Lena Banyakkah? Tamu II Ya kalau besar itu dianggap banyak. Pak Lena Anakmu membawa lari uang temannya? Bu Lena Bagaimana bisa? Pak Lena Temannya yang datang tadi. banyak Om. melaporkan apa yang telah dilakukan anakmu. saya menjadi yakin untuk datang besok. pulanglah. besok kamu kembali lagi. Tamu II Tapi Lenanya bagaimana Om? Pak Lena Itu urusan saya. BU LENA MASUK. Tamu II Kalau memang begitu. Yang kamu punya itu pasti akan kembali. Pak Lena Ya. tentunya dengan ada kepastian dari Om. ya. ya. Pak Lena Begini saja. kamu pulang dulu. TAMU II PERGI. yang terlalu banyak bicara itu. Bu Lena Anak kita 12 .

Pak Lena Tanpa bicara.Pak Lena Ya. kata yang seharusnya bisa menjadi andalan. Bu Lena Belum tentu benar. kata kunci itu malah tidak keluar. Bu Lena Bagaimana jika benar? Pak Lena Kita harus menggantinya. bagaimana bisa ia tampak? Bu Lena Tetapi mengapa kau begitu percaya dengan anak ingusan yang terlalu banyak bicara itu? Pak Lena Karena tampaknya benar. Bu Lena Terlalu banyak bicara malah menghilangkan kata-kata kunci. Lena kan anak kita. Pencuri. tidak bisa tidak. dari mana kita tahu isi kepalanya jika tidak dikeluarkannya. sudah tiga hari Lena pun tidak muncul di tempat biasa mereka bertemu. Bu Lena Jika tidak benar? Pak Lena Mau taruhan? LAMPU PADAM 13 . Pak Lena Tapi bagaimana bisa kita percaya dengan orang yang sedikit bicara. anak kita. jangan terlalu banyak percaya dengan orang yang terlalu banyak bicara.

Bu Lena Lena sudah pulang. tidak ada usaha kita untuk mencarinya. Pak Lena Menunggu juga mencari. Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah empat hari ia tidak pulang. kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi juga. 14 . PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. MEJA MAKAN. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. SOFA BESAR MENGHADAP TV. KULKAS.DUA LAMPU MENYALA. Pak Lena Kok bisa? Bu Lena Lihatlah sendiri! Apa yang kita lakukan pada anak kita? Empat hari. Bagaimana kata dunia? Apa kata mereka pada kita? Orang tua yang tidak bertanggung jawab? Bu Lena Tampaknya kita memang tidak bertanggung jawab. mengabarkan pada semua orang bahwa anak kita yang perempuan tidak pulang dalam empat hari ini. bayangkan empat hari anak kita tidak pulang. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. PINTU KAMAR MANDI. DALAM SEBUAH RUMAH. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Kemarin kau jawab seperti itu juga. Pak Lena Terus harus bagaimana? Berteriak. tidak kemarin saja.

Jika kita mencari sendiri. toh lebih baik kita di rumah. bisa kita jemput. Semuanya itu berarti menunggu. Bu Lena Beda Pak Lena Apanya yang beda? Jika kita memasang iklan tentang kehilangan. jadi sama juga dengan nol. sama juga seperti melapor ke polisi. tentunya habis energi. Bu Lena Tapi kita tidak tahu di mana Lena berada? 15 . Jelas! Bu Lena Pusing aku. Menjemput. Dan dalam menunggu kabar dari pak polisi. Jika kita tahu di mana Lena berada kan gampang. terus apa yang kita lakukan? Menunggu kan? Menunggu kabar dari pak polisi itu.Bu Lena Menunggu itu pasrah Pak Lena Tidak sama. Kita tetap juga menunggu. kita juga menonton tv atau berbincang kemana suka kan? Sama saja. sama juga dengan menunggu kabar kan? Kita mencari itu tanpa tujuan. sama seperti berdoa. Daripada kita memutari kota. Menunggu juga mencari. Mununggu itu kan berbuat. kita tidak tahu di mana anak kita berada. Bu Lena Apa yang dilakukan dalam menunggu? Diam memandang tv atau sibuk berbincang tanpa tujuan? Pak Lena Jika kita ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan anak. pasrah itu tanpa berbuat. mencari itu juga menunggu. Menjemput itu jelas beda dengan mencari atau juga menunggu. Pak Lena Itu dia kata yang tepat.

Kenapa Lena belum pulang juga. jangan dibayar dulu Pak Lena Tapi kita belum tahu mana yang benar. bisa saja berita ini tidak benar. apa yang harus kita lakukan.Pak Lena Yah harus dicari Bu Lena Dengan? Pak Lena Ya menunggu. Bu Lena Yang uangnya Lena curi itu? Pak Lena Bagaimana ini. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Jika belum benar. ini pasti teman Lena yang banyak bicara kemarin itu. 16 . Bu Lena Kita bayar saja Pak Lena Tapi kita belum ketemu Lena. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bagaimana ini.

BU LENA BINGUNG. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena (Teriak ke arah pintu masuk) Sebentar ya. Permisi Tante. Tolong nanti kalau Lena pulang.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Bagaimana jika dia datang dengan polisi. katakan saja saya mencari dan akan kembali lagi. seakan-akan tak terjadi sesuatu) PINTU TERBUKA. nanti saya datang lagi. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bukahlah pintu Bu Lena Kau saja Pak Lena Kau kan perempuan Bu Lena Kau kan laki-laki Pak Lena Perempuan duluan. Terima kasih Tante. Lenanya sudah pulang? Belum ya? Ya sudahlah. Tamu I Maaf Tante. atas nama kesopanan. Pak Lena Bukalah pintunya (Berlari kecil menuju depan tv. (Pergi menghilang) 17 .

temannya Lena? Pak Lena Yang kemarin? Bu Lena Ya Pak Lena Terus dia menagih uangnya? Apa yang kau bilang hingga dia langsung pulang. Bu Lena Sudah pulang (menutup pintu dan berjalan menuju ruang tv) tamunya sudah pulang. Tunggu dulu. dia terlalu buru-buru. Bu Lena Aku tidak bilang apa-apa dan dia bukan yang uangnya dicuri Lena. Belum sempat aku bicara dia sudah pergi. Pak Lena Sudah tahu kau namanya? Bu Lena Belum. Pak Lena Tukang pos? Bu Lena Bukan. yang lupa kutanyakan namanya. Pak Lena Jadi teman yang mana? Bu Lena Yang pertama datang. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu.Pak Lena Suruh duduk dulu. siapa nama teman Lena yang banyak bicara itu? 18 . Pak Lena Tampaknya dia memang selalu buru-buru.

bukankah kau yang banyak bicara dengannya? Seharusnya kau tanyakan namanya. setidaknya tidak risau. dia terlalu berlama-lama sampai aku lupa menanyakan. padahal aku sudah berhadapan langsung dengannya. Pak Lena Itu dia. Pak Lena Untuk sementara Bu Lena Walau sementara. Bu Lena Sudahlah.Bu Lena Kenapa kau tanyakan aku. Setidaknya bukan dia yang datang jadi kita tidak perlu risau lagi. LAMPU PADAM 19 .

menegok keluar dan menutupnya kembali) Belum pulang juga. membukanya.) 20 . tepat lima hari Lena tidak pulang. keluar lagi sambil membawa piring makanan. Pak Lena Pulang juga rupanya kau Lena Lena Lapar (Berjalan menuju dapur. DALAM SEBUAH RUMAH. PINTU KAMAR MANDI. Apakah bekal larinya masih cukup? Bu Lena Mengapa kau kuatir? Pak Lena (Menuju pintu keluar masuk rumah. SOFA BESAR MENGHADAP TV. KULKAS. PAK LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PINTU KAMAR TIDUR. Pak Lena Sudah hampir sore. PAK LENA LANGSUNG MEMBUKA. TERDENGAR KETUKAN PINTU. TERSENYUM SENANG. apakah Lena tidak akan pulang lagi? Bu Lena Belum lima hari Pak Lena Hampir lima hari. makan di meja makan. lihatlah sudah mendekati senja. BU LENA DUDUK MEMANDANG TV. MEJA MAKAN. Jika matahari terbenam dan terbit lagi. PINTU DAPUR.TIGA LAMPU MENYALA. hari keempat sejak tidak pulang.

Bu Lena Jangan dikatakan dulu. les biola. (Berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin. Pak Lena Banyak temanmu yang datang. biar dia makan dengan nyaman. menuangkan ke gelas Lena) Dari mana saja kau Lena? Pak Lena Kenapa kau tanyakan? Lena Dari rumah teman (Terus makan) Pak Lena Temanmu yang mana? Yang dari sekolahan. les balet. Bu Lena Teman yang mana? 21 . banyak bertemu orang tentunya. rindu dengan rumah ini tentunya. kelas mengaji. tentunya kau lapar. atau malah teman nongkrong? Bu Lena Ya. Pak Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Dari mana saja? Bu Lena Jangan ditanyakan dulu. yang mana? Lena Teman lain Pak Lena Masih ada temanmu yang lain rupanya. lebih banyak dari kawannya yang datang. Sudah hampir lima hari dia berada di luar. renang. biarkan dia makan dengan tenang. sudah lima hari dia di luar.Bu Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Makanlah yang banyak.

BU LENA DAN PAK LENA MENDEKAT. masuk ke dalamnya) Bu Lena (Berbisik) Tidak berhasil. PERSISI MENGHALANGI JALAN LENA YANG MASIH BERADA DI DEPAN PINTU. Ibu sengaja masak untuk kamu. Pak Lena (Berbisik pula) Kita harus lebih berusaha lagi.) Pak Lena (Berbisik) Bagaimana ini? Bu Lena (Berbisik pula) Bagaimana apanya? Pak Lena Dia terlalu tertutup. duduk di depan tv sambil terus makan. Mengapa kita yang disalahkan? Kita kan hanya menanyakan temannya saja. 22 . Tampaknya dia memang marah pada kita.(Mendekati Lena) Enak makannya? Lena Biasa saja Bu Lena (Mendekati Lena) Tentunya enak. LENA KELUAR DARI DAPUR TANPA MEMBAWA SEBARANG PUN. seperti yang kalian inginkan. apakah kalian pernah menanyakan aku sekolah apa tidak? Dan. untuk apa les yang mahal-mahal itu. mengapa tidak mencari? Lalu. bukan untukku kan? Untuk kalian yang gila gengsi tanpa memikirkan kebutuhanku kan? (Berdiri.Lena Kenapa terlalu mengurusi sih? Bukannya selama ini aku bebas. Mengapa kalian bertanya ketika aku menghilang. kita harus bisa membukanya. Lena Sejak kapan masak khusus? (Berjalan menuju dapur. membawa makanan.

belum malam. Bu Lena Mungkin temannya yang lain. mari kita berbincang dulu. BU LENA DAN PAK LENA DUDUK DI KURSI MEJA MAKAN. PINTU TERTUTUP. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Pasti temannya yang banyak bicara itu. LENA MASUK KAMAR. Bu Lena Apa sebab dia begitu dingin Pak Lena Mungkin kita terlalu kaku Bu Lena Kau yang kaku Pak Lena Mungkin kau juga. 23 . bagaimana ini? Kita belum bicara tentang itu dengan Lena. Lena (Menghindar dan berjalan menuju kamar tidur) Mau tidur Pak Lena (Mengejar hingga depan pintu kamar tidur) Belum malam Bu Lena (Ikut mengejar) Iya. yang uangnya dicuri Lena.Pak Lena Sudah selesai makannya? Bu Lena Enak kan? Pasti kenyang.

Ayolah berbasa. PAK LENA TERKEJUT DAN LANGSUNG MEMBUKA PINTU. Om. terserah itu melangkahi kesopanan. Pak Lena (Gagap) Tidak. Tamu II Saya tidak kebetulan main ke daerah sini. Bu Lena (Muncul membawa segelas minuman hangat) Iya. 24 . TAMBAH TERKEJUT MELIHAT TAMU YANG DATANG. kenapa harus langsung jika kita bisa berbasa-basi terlebih dahulu. Jadi rasanya tidak perlu basa-basi lagi… Pak Lena (Memotong) Basa-basi itu terkadang perlu. Tamu II Terkejut. Om. PAK LENA DAN TAMU II DUDUK MENGHADAP TV. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Saya khusus datang seperti permintaan. tampaknya akan ada lampu hijau nih. BU LENA MENYINGKIR KE DAPUR. Pak Lena (Malas membuka pintu. Ayo masuklah. tidak. Tamu II Wah.basi. menoleh ke Bu Lena dengan bingung) Sebaiknya kau saja. hingga sampai depan pintu. kemarin itu. Om. Pak Lena Tidak hanya boleh langsung jalan. ini jalan tol jadi bisa sekencang apa juga.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Kau saja yang buka.

hubungannya apa? Tamu II Loh. Begini saja. jadi tidak mungkin kami membiarkannya mencuri uang kamu. bagaimanapun Lena itu anak kami. kita buang dulu basa-basi. bukankah sudah jelas Om. seperti janji Om kemarin. kami akan bayarkan semuanya. Apa maksudnya ini? Mertua dan ngebut. berapa yang dicuri dari kamu? Bu Lena Masalah besarnya tidak perlu risau. ini soal sesuatu yang saya miliki itu. asal pakai pengaman biar tidak kecelakaan. Bu Lena Ya terus. yang dibawa Lena.Tamu II Boleh ngebut? Pak Lena Oh tentu. Tamu II (Tertawa) Ini dia calon mertua yang paling hebat. 25 . Bu Lena Uang kan? Pak Lena Ya. Tamu II Bukankah hari ini akan saya temukan lagi. Bu Lena Mertua? Pak Lena Ada apa dengan mertua? Tamu II (Bingung) Katanya boleh langsung ngebut? Pak Lena (Bingung juga) Tunggu dulu.

ada yang harus kita selesaikan. Tamu II Tunggu dulu. teman kamu ini kemarin sudah datang. Bu. Bu Lena Tunggu dulu. santai semuanya. Lena (Senyum masam) Ada apa? Pak Lena Tenang. dia ini datang untuk meminta sesuatu yang kamu bawa. kau saja yang bicara. bertambah suntuk begitu melihat Tamu II) Ada apa? Bu Lena Ayo. Begini. 26 .Pak Lena Ya benar itu. Tante… Bu Lena Tenang. tapi karena kamu belum pulang. Nah. biar semuanya jelas (Berjalan menuju kamar Lena) Lena! Keluar kamu. Nak. sebaiknya kita cari tahu yang sebenarnya. kami suruh dia datang sekarang. Tamu II Tapi… Pak Lena Tenang saja Bu Lena Lena! Lena (Keluar dengan muka suntuk. begitulah. biar jelas saja. Bu Lena Lena. (Menggiring Lena ke depan tv) Tamu II (Tersenyum manis) Hai Len.

Berapa Lena? Lena (Bingung) Lena tidak mencuri apa-apa. Jangan takut kami marah. Katakan saja jumlahnya. dengan kata lain ia datang untuk menagih sesuatu yang telah kau curi. biar semuanya jelas. berapa yang kau ambil darinya. biar kita ganti. Bu Lena Tidak bisa begitu. anggap saja tidak terjadi apa-apa. (Duduk dengan sewot) Tamu II Waduh. Nah. Tamu II (Panik) Tunggu dulu… Pak Lena Sudah kamu jangan bicara dulu. bagaimana ini! Lena tidak mencuri. Nak. Hey (Menunjuk Tamu II) kamu jangan sembarangan menuduh aku pencuri ya! Sampai datang ke rumah lagi! Bu Lena Sabar Nak. Pak Lena Ya katakan saja. biarkan saja. (Bergerak pergi) Pak Lena (Menahan) Bagaimana kamu ini. sumpah. Sungguh kami tidak akan marah. Begini saja. Om. kenapa bisa kacau. Lena Ahk. bukannya kamu ingin mengambil yang telah dicuri Lena? Tamu II Sudahlah Om. bagaimana ini. Tanyakan saja sama dia. berapa jumlahnya. tenang. tidak apa-apa.Pak Lena Ya. Begini saja. berapa yang dicuri Lena? Lena Ya berapa yang kucuri! Cepat bilang! 27 . saya permisi.

Bu Lena Jadi apa? Bicara yang jelas! Tamu II (Malu) Lena mencuri hati saya. Tante. Lena tidak mencuri uang tapi… Bu Lena Tapi apa? HP. LENA TERTAWA. SEMUANYA TERKEJUT. Sejak tadi dan malah kemarin saya sudah ingin jelaskan tapi Om tidak mau mendengar. bukalah pintunya. Om. Saya pikir Om sudah mengerti dengan yang saya maksud. kamu bolak-balik ya mencari aku? 28 . saya itu senang sama Lena tapi Lenanya belum memberikan jawaban. Pak Lena Kok malah menyalahkan. Saya sudah coba jelaskan. Dengan kata lain. perhiasan.Tamu II (Takut) Tidak ada… Pak Lena Apa! Tamu II Lena tidak mencuri uang. Pak Lena Siapa lagi itu. Lena kamu yang buka. Om. atau apa? Tamu II Bukan itu Tante. Lena Aku baru saja pulang. PINTU TERBUKA. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Tamu II Benar.

gitu aja sewot. Bu Lena Siapa Len? Lena Teman Bu Lena Bawa temanmu ke dalam. Lena Ayolah masuk Tamu I Bayar dulu utangmu. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Lena Iya.Tamu I Kurang ajar. Tamu I Tapi… Lena Tidak ada alasan (menggandeng Tamu I) SEMUANYA BERKUMPUL DI DEPAN TV 29 . di sini saja. ini urusan kita berdua. Pak Lena Masuklah. nanti di dalam. Tamu I Terima kasih Tante. kalau utang cepat bayar dong! Lena Ala. tidak baik terus di depan pintu. Pak Lena Suruh duduk dulu. biar saling bertemu semuanya.

Om. rupanya kamu.Bu Lena Oh. Pak Lena Kamu di sini dulu. benar tidak? Tamu II Kalau begitu saya pulang lebih dulu saja. merepotkan. Len? Tamu II Tidak… tidak. Lena. Tamu I Kamu mencuri uang. tidak ada apa-apa. ada apa ini? Tamu I Tidak ada apa-apa. Tamu I Maaf Tante. Len. mari kita selesaikan. Pak Lena Kalau cuma sekedar berarti tidak berulang. temanmu ini bolak-balik mencari kamu. Lena Masalah apa lagi? Bu Lena Lena. Pak Lena Ah. Pak Lena Sudahlah. wah serba salah semuanya. cuma sekedar mampir. kamu kan belum mengembalikan uang yang kamu curi dari dia. katakan saja berapa yang kau ambil dari dia? Lena (Marah) Kenapa nggak ada yang percaya! Lena tidak pernah mencuri uangnya! Tamu II Iya. 30 . Om. Lena tidak mencuri uang saya. masalah yang tadi belum selesai. Om. Kenapa terlihat begitu penting.

Lena Hey! Tamu II Sudah jelas. Tamu II Kapan? Lena Bukan kamu! Tamu I Tidak. Aku pinjam uang kamu beberapa hari yang lalu sebagai bekal lari dari rumah. hati saya yang dicuri. Tante. Tante. Bu Lena Berarti uang kamu? Berapa? Tamu I Tidak ada. Om. Lena Hey! Jangan bohong kamu. Seperti yang sudah terkatakan tadi. bukankah kamu datang kemari untuk menagihnya? 31 . Tidak. saya tidak ada hubungan dengan uang. Dan. ada apa ini? Bu Lena Ya.Lena Dengar itu! Lena tidak pernah mencuri! Lena cuma meminjam uang. Lena tidak pernah meminjam uang. lalu uang siapa yang dicuri atau dipinjam? Tamu I Bukan uang saya. Lena Hey! Pak Lena Tunggu dulu. yang benar yang mana? Mencuri atau meminjam.

Aku. tidak perlu kamu pinjam uang kawan. Aku benci! (marah mendekati menangis) Tamu I Aku tidak tahu. kamu kan bisa permisi dulu. Aku lari dari rumah pun mereka tidak tahu. Nak. 32 . Len.Bu Lena Bekal lari? Pak Lena Lari dari mana. Kalau aku tahu kamu pinjam uang untuk lari. Bukankah hidup di luar itu lebih berbahaya. Yang mereka pikirkan semua baik-baik saja. lihatlah orang tuaku ini kawan-kawan. kamu mau membantunya lari kan! Lena Diam kalian! Kalian (memandang orang tua) lihatlah anak kalian ini! Apakah kalian hafal setiap tahi lalatnya? Apa kalian tahu yang diinginkannya? Pandang aku melalui mataku jangan pandang aku dengan mata kalian! Bu Lena Kenapa kamu harus lari. aku tidak beri tentunya. Pak Lena Jika memang ingin lari. Lena Ini bukan piknik…(menangis) BU LENA DAN PAK LENA LANGSUNG MENDEKATI LENA. aku pinjami kamu uang bukan untuk itu. Nak? Lena Lihat. Tamu II Kamu lari dari rumah? Kenapa tidak bilang padaku. ah… Tamu I Kenapa.

Pak Lena Diamlah. sebaiknya tidak perlu. Lena (Sambil menangis) Bukan uang… Pak Lena Jika begitu mengapa menangis? Bu Lena Diamlah. TANGIS LENA SEMAKIN MENJADI. Bu Lena Tidak punya rumah? 33 . jangan menangis terus. jangan menangis. Uangnya belum kita ganti. Kami bingung. Tamu II Kita harus permisi dulu Tamu I Kalau keadaannya seperti ini. Uang yang kamu pinjam akan kita ganti. Lena Lena tidak pulang selama ini karena Lena merasa tidak punya rumah. Nak. Ceritalah.Tamu I (Menarik Tamu II ke sudut lain) Urusan keluarga. sebaiknya kita menyingkir. mereka telah hilang. Len. Tamu II Uangmu… Tamu I Sudahlah… TAMU I DAN TAMU II PERGI DENGAN CEPAT. (Menyadari Tamu I dan Tamu II telah hilang) Bagaimana ini.

semuanya selalu dihitung dengan uang. Dulu kami dikekang orang tua kami dan kami tidak suka. Bu Lena Kita salah mendidiknya… Pak Lena Sebenarnya kita bermaksud baik.Lena Ya. SAHYDU BEGITU TERASA. Pak Lena Membebaskan kamu bukan berarti tidak perhatian. tapi salah juga… Bu Lena Kita harus bagaimana? Membebaskannya salah. Lena (Lari masuk kamar) Seharusnya kalian jadi orang tua yang benar-benar orang tua! MUSIK PERLAHAN. Kalian sibuk dan Lena pun sibuk sendiri. PAK LENA MENUJU PINTU DAN MEMBUKANYA. BU LENA Siapa lagi? SELESAI Yogyakarta maret-april 2006 34 . tidak ada pembicaraan yang menyenangkan. Lena benci. maka kami ingin kamu tidak seperti kami. mengekangnya juga bisa salah… TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Siapa lagi? TERDENGAR KETUKAN PINTU. Nak. Rumah ini rumah kamu. Lena butuh rumah yang benar-benar rumah! Bu Lena (Menangis) Maaf ya. kami tidak ingin mengekang. rumah ini segalanya dihitung dengan uang. kami rasa itu yang baik. BU LENA TERUS MENANGIS. rumah yang kami bebaskan untukmu. Tidak ada yang perhatikan. Mungkin selama ini kami tidak memperhatikan kamu.

BABON 3. PELIKAN 15. BANGAU 7. NONA ITIK 8. NY. KUTILANG 5. NONA ITIK 10. JOKO PERKUTUT 16. SWAN SONG 14. NYI KUNTIL JUARA II LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2006 35 . NONA MERPATI 9. NONA BEBEK 4. KAKAK TUA 12. NYI CENDRAWASIH 17.NASKAH TEATER REMAJA “KONGRES UNGGAS” KARYA : APRIS PELAKU : 1. NY. NY. KASUARI 6. NY. ANGSA 2. GAGAK 11. SAWUNG JAGO 13. NY.

Dia bilang jago-jago kita tambah gila saja. Tidak peduli perasaan para betina yang dikawini. Apalagi kalau melihat perempuan- perempuan muda. YANG SUDAH TERLIHAT DATANG LEBIH DULU NY. para jago kita tingkat kegilaannya sudah sangat tinggi. 36 . MEREKA SEDANG ASYIK NGRUMPI NONA ITIK.KONGRES UNGGAS BABAK I RUANG TAMU MEWAH SEBUAH BANGUNAN BESAR MILIK NY. Padahal. (TERTAWA). Babon : : Sedang membicarakan apa. BANGAU. ya main perkosa. KUTILANG. (BERHENTI SEJENAK). BANGAU. KUTILANG. kok kedengarannya meriah banget. Kalau tidak punya pangkat. Mana ada gila kok tinggi. NY. Itu lho Jeng Bebek aneh-aneh saja. (TERTAWA). Jeng Bebek juga mengatakan. cantik dan agak menggoda. Tante. PENGAWAL NY. ARISAN. ya mengobral janji di mana-mana. (TERTAWA LAGI. DUDUK MENYENDIRI DI SALAH SATU SUDUT RUANG ITU DENGAN ANGKERNYA. penjajahan dan kesewenang-wenangan para pejantan terhadap para betina sudah keterlaluan. DITEMANI TUAN RUMAH. Pejantan-pejantan kita tambah brutal dan tidak menghargai para betina sama sekali. sejak dulu yang namanya jago itu memang gila. Nah. SAMBIL TERSEDAK-SEDAK) 5. Angsa 4. mereka akan kawin dimana-mana. BABON DAN NONA BEBEK. DIIRINGI PENGAWAL SETIANYA JAKA PERKUTUT. tapi merasa sedikit tampan. begitu Iya. DISINI AKAN DILANGSUNGKAN PERTEMUAN RUTIN PARA UNGGAS. Babon : : O. TIDAK LAMA KEMUDIAN. SIBUK MELAYANI PARA TAMU. SAMBIL MELAHAP HIDANGAN YANG DISAJIKAN. cara mengukurnya bagaimana. Kalau punya pangkat. Kata Jeng Bebek lagi. kalau tidak punya semua itu. kedudukan dan uang. (TERTAWA) 3. Lantas. benarkan. Angsa 2. ANGSA BERSAMA NONA MERPATI PUTRINYA. MUNCUL NY. PUTRI NY. NYI KUNTIL. kedudukan atau uang. 1. Kutilang : Lho.

menghibur diri bagaimana. Babon : Ah. Mana mungkin mendukung saya. 12. Nggak peduli benar atau salah. Buktinya. masyarakat kita kan memang paling senang baca berita seperti itu. 14. masih ada pejantan seperti suami saya. tidak pernah ngobral nafsu dimana-mana. Bebek 9. MEREKA ASYIK MENIKMATI HIDANGAN YANG DISODORKAN OLEH TUAN RUMAH. radio dan televisi menyajikan berita kebrutalan para pejantan kita. Apa yang dimuat koran. Babon : : Ah. pokoknya bisa dijual. Kalau tidak menyajikan hal semacam itu. Buktinya suami saya. ANGSA) 15. YANG SESEKALI DILIRIK OLEH NY. Kalau terlalu dingin. Mereka tidak mungkin berani menyiarkan berita kalau tidak benar. Yang penting kan laku dijual. Lagi pula. Jeng. itu hanya menghibur diri. dimakan lagi hidangannya. RINGAN YANG PENTING NGRUMPI. pendapat Jeng Bebek itu benar. biarpun punya derajat dan uang. Masih banyak yang memiliki moral bersih. pasti berdasarkan sebuah fakta. Itu kan kenyataan. ngobrolnya kok jadi serius begitu. itu kan memang kerjaan wartawan dan lahan penghidupan media massa. 7. Bebek : Jumlah itu belum bisa dijadikan bukti. ya tidak akan ada yang beli koran. Lho. Tidak semua pejantan kita seperti itu. 16. (TERTAWA SINIS SAMBIL MEMANDANG BERKELILING. Sudah. Mbakyu. DI SUDUT LAIN. Babon : Tapi tidak semua pejantan seperti itu. Iya kan. Jeng Kasuari dan Jeng Angsa. kok juga mendukung Jeng Bebek. Jeng Bangau. suami Jeng Kutilang. Ayo. tidak begitu. Bebek : Mungkin saja. Tapi ucapan Tante Babon juga betul. Kasuari : Kalau saya pikir-pikir. 11. Mas Sawung Jago. Siapa sih yang tidak tahu prinsip media massa. Nyatanya hampir setiap hari koran-koran.6. 13. nanti nggak enak lho. JOKO PERKUTUT ASYIK MELADENI NONA MERPATI DAN NONA ITIK BERSENDA GURAU. diberitakan di radio dan ditayangkan di televisi. (SEMUA DIAM UNTUK BEBERAPA SAAT. Plin-plan. Angsa : Ya. Itu tidak tegas namanya. 8. PEMBICARAAN MEREKA DIALIHKAN KE HAL-HAL YANG LAIN. Angsa : Saya kok setuju dengan Tante Babon. MENCARI DUKUNGAN) 37 . dengarkan radio atau nonton televisi. Bangau : Waduh. merugikan atau menguntungkan orang lain. 10. Babon : Eeee. lha … gimana sih Jeng Kutilang ini.

Bangau : Benar. Benar semua atau salah semua. 23. Lantas. Kita tidak boleh mendua. sehingga kami jadi mudheng. Dus. 21. mengatakan semua pejantan kita sudah bejat moralnya. Angsa : Dalam dunia keilmuwan. kita tidak boleh mengungkapkan statement secara ngawur. baik cetak maupun elektronik. kita seharusnya hanya mendukung salah satu pihak. Menyamaratakan. Bisa runyam nanti. Tidak bisa dijadikan dasar analisis. Kita memang tidak boleh seenaknya sendiri. Wong suami saya tidak begitu. hal itu bisa saja terjadi. Saya kok jadi bingung. hanya karena suami Jeng tidak begitu. karena memang tidak semua pejantan bermoral bejat. Salah semua atau benar semua. Asal bicara. Pasti hanya satu yang salah dan satunya benar. benarkan apa yang saya katakan. Berarti yang bejat hanya seekor dan yang baik juga hanya satu ekor. Kasuari : Yang saya maksudkan begini. Tidak bisa keduanya. Angsa : Saya setuju dengan pendapat terakhir. Babon : Wah. Segala sesuatunya harus kita teliti dan kemudian kita analisis. Jeng Bebek benar karena semua media massa. Jadi. 24. Angsa : Jeng Babon juga tidak bisa menyalahkan Nona Bebek. Babon : Lha. Kan tidak mungkin salah semua atau benar semua. padahal yang melakukan hanya seekor pejantan. Dalam setiap persoalan. Mungkin Jeng Angsa bisa menjelaskan. Malah jadi tidak nyambung. 38 . tapi juga benar. Saya dinilai salah. Jeng Bebek juga dinilai begitu. tapi benar berdasar fakta atau penelitian. Bangau : Iya. bisa benar atau salah semua. to. untuk mengetahui apakah pendapat atau ucapan itu benar atau salah. Ah. Angsa : Begini lho Jeng. atau istilah ilmiahnya menggeneralisir setiap persoalan. tidak tahu saya. 22. Pendapat atau ucapan yang disampaikan.17. Sementara Tante Babon benar. 19. 25. 20. kok. Babon : Jeng Angsa ini aneh. MESKI ADA BEBERAPA YANG TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI). selalu menyajikan kebrutalan para pejantan kita. belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 26. yang terbaik bagaimana. (SEMUA YANG HADIR MANGGUT-MANGGUT. Saya juga jadi bingung. Nah. Kita tidak bisa seenaknya sendiri. ini gimana. 18.

Masak hanya dari omong-omong harus begitu panjang dan lama penyelesaiannya. Kalau Jeng Bebek bagaimana. hasilnya sulit diyakini kebenarannya. 28. Babon : : Waduh. silahkan. Kalau semuanya mau tinggal disini lebih lama dan berbincang-bincang. bagaimana dengan aktivitas kebabonan kita. 36. 27. Babon : Ya jelas tidak mau saya. Kasuari : Saya setuju dengan pendapat Jeng Angsa. Kalau tidak. Bangau : Kalau saya tidak jadi masalah. tinggal setuju atau tidak. Kok jadi tambah ruwet begitu. Harus lewat penelitian. Cara yang terbaik yang seperti yang dikemukakan Jeng Angsa. Babon : : Wow. Angsa : Itu kalau nyonya-nyonya di sini mau menguji kebenaran dari apa yang sudah diperbincangkan tadi secara ilmiah. Sementara. Paling tidak ya sebagai ibu rumah tangga dan istri. mengumpulkan betina dari seluruh dunia? Ck … ck … ck. Kami kan masih punya kegiatan lain. Iya. 33. sampai harus mengadakan penelitian dan musyawarah segala. Babon : Wah. Apalagi menyangkut sekelompok kaum. Di samping memakan waktu lama. Tapi seperti kata Tante Babon tadi. tanpa tahu ujung pangkalnya dan tidak mengerti mana yang benar. kok jadinya malah ruwet. 32. kita hanya bicara dan berdebat terus. akan sia-sia saja. Kalau saya. Kita harus melakukan penelitian untuk menjernihkan persoalan ini. 31. Kutilang : Melakukan penelitian. mana yang salah.maka harus diadakan penelitian. Paling tidak ya harus lewat forum musyawarah nasional atau bahkan musyawarah internasional. Bangau 30. juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Lalu biaya untuk menyelenggarakan acara itu cari di mana? 39 . Kalau saya lebih setuju mengumpulkan betina dari seluruh dunia dan mengadakan musyawarah untuk membuat resolusi. 35. berarti butuh waktu yang cukup panjang dan dana yang agak besar. waduh. itu ide gila. 34. Dus. Pembicaraan sederhana kok tiba-tiba jadi ruwet begitu. Bebek : Ya ndak bisa hanya sesederhana itu kalau masalahnya menang luas dan besar. Bangau 37. 29. Apa kita mau disini seharian hanya untuk memperdebatkan hal yang tak kita ketahui.

Ada dalam acara ini. MEREKA MASING-MASING SIBUK BERBICARA SENDIRI-SENDIRI). 42. 39. NONA MERPATI DAN NONA BEBEK) 47. 41. Bebek : Kita bebankan pada negara. Babon : Meski kamu tidak tercantum dalam daftar panitia. kan tidak ada jeleknya. kalau para pejantan mengadakan acara pasti membebankan seluruh biaya pada negara. TAMPAK TANTE BABON. (MUNCUL NY. Dalam susunan yang kalian buat nama saya kan tidak ada. DENGAN PAKAIAN YANG SERONOK. (TIDAK LANGSUNG TERDENGAR JAWABAN. saya kan tidak terdaftar sebagai panitia. NYI CENDRAWASIH. Yang penting konsumsi. Sawung Jago : Sudahlah. Sawung Jago 45. Lha kok saya disuruh kumpul sama jago-jago teras. Jangan hanya menyendiri di belakang. Kasuari : Jeng Babon sudah datang. NY. Sawung Jago : Habis. sana ikut nimbrung. saya kan termasuk panitia inti. apakah semuanya setuju dengan gagasan. KASUARI. Bagaimana nyonya-nyonya setuju? 40. BANGAU. NONA ITIK. Lho. NY. 40 . Selama ini. TAPI RUANGAN ITU SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA UNTUK KEPERLUAN MUSYAWARAH ATAU SEMINAR INTERNASIONAL. 44. Koor : Setuju ………………………… BABAK II SEBUAH RUANGAN BESAR ATAU LAPANGAN YANG CUKUP RINDANG. ndak masalah. 46. 43. Setidak-tidaknya kamu masih trah dalam. DI BERANDA. Masak kumpul sama jago kampung yang tidak berprestasi.38. Kalau sekali-kali kegiatan para babon dibiayai negara. Babon : : Orang seksi konsumsi kok panitia inti. BERSAMA SAWUNG JAGO SUAMINYA. Jeng Bebek. Saya kan malu. kumpul sama jago-jago teras kita. NYI KUNTIL. ANGSA. MASIH TAMPAK LENGANG. Pokoknya saya hadir. TAMPAK JOKO PERKUTUT. Panitia yang ngurusi konsumsi. Tidak usah macem-macem. Soal kumpul dengan siapa. Masih dialiri darah biru. Kasuari : Bagaimana nyonya-nyonya. apa acara ini nanti bisa berlangsung sehari penuh kalau tidak ada konsumsinya. Babon : Mas.

dan Joko Perkutut. Babon : Lha. Maklum. Kasuari 50. kan sehatsehat saja? 60. Kang? 62. Babon 49. Untuk jago lainnya. Nona Itik : Iya. ya jelas dong. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Ada-ada saja. Sawung Jago : Babon. 59. kakang Sawung Jago ini ada-ada saja. Jeng? Pokoknya beres. 52. lumayan meski tambah kurus. Kini. Lama tidak bertemu. YANG TINGGAL HANYA SAWUNG JAGO). Hanya saja. Kami yang ngurus konsumsinya. jadi ya agak pagi berangkatnya. Joko Perkutut kan jadi urusan saya. jadi ya tidak sempat kemana-mana. Kakak Tua : Kakang Sawung Jago malah sudah sampai disini. Jadi segalanya harus serba spesial. 56. kamu datang merebut. Maaf. ya belum. 54. Sejak dulu. Kakak Tua : : Yah.48. Masih muda mau seenaknya. (PERGI SAMBIL MARAH-MARAH. 41 . 53. Kami menyediakan diri sebagai sukarelawan. 55. kamu lagi-lagi nimbrung. yang kerja hari ini sudah disiapkan konsumsinya atau belum. Tadi sekalian mengantar istri saya. Ya yang tua. nasibmu baik benar. lho Mas. Waktu aku mengincar Angsa. Bagaimana konsumsinya. pencuci mulutnya belum terbayar. Sawung Jago : Namanya juga usaha. (TIBA-TIBA KAKAK TUA DAN GAGAK MASUK SEHINGGA MENGAGETKAN SAWUNG JAGO) 57. Angsa : : : : Lho. Angsa : Kalian berdua ini memang lancang. iya. kita harus kerja makin keras. Kakak Tua : O. Saya yang dipilih jadi penerima tamu malah datang belakangan. Yang melayani juga harus spesial. Sawung Jago 61. diurusi Nyi Cendrawasih dan Nyi Kunti. Babon 51. 58. Ah. Kan kemarin anggarannya tidak masuk ke anggaran saya. Sawung Jago : Tidak apa-apa. ya yang muda. Kok lama ndak kelihatan itu kemana saja. Mas. Mas Joko Perkutut tidak senang kalau dibuatkan konsumsi seperti jago kebanyakan. dia kan mahasiswa. dari dulu bisanya hanya petok-petok. Bagaimana kabarnya. Lantas. ketika aku sedang mengincar Merpati dan Itik. Mereka kan sudah mengajukan anggaran sendiri. Nona Merpati : Saya dan Nona Itik sudah berembug dengan Mas Joko Perkutut.

ANGSA TAMPIL BERBICARA) 42 . sehingga tidak tertangkap oleh si tua bangka itu. Melihat situasi dan kondisi. Yaitu mau menerima perlakuan sewenang-wenang mereka. Padahal kita bisa mencari makan sendiri. Saya juga lihat sendiri cara kerja Kakang Sawung Jago. MATANYA MELOTOT MEMANDANG. maka para betina di seluruh dunia harus bersatu dalam sebuah wadah. Mereka kebanyakan tidak bisa cari makan sendiri. yang nantinya akan menetapkan aturan main bersama penguasa. Tidak angon situasi. Tapi di dunia kita. Kita tahu bahwa para jago dimana-mana senang wayuh. SETELAH MENDENGUS KESAL. Ini yang tidak pernah anak-anaknya. (TERDENGAR TEPUK TANGAN LAGI). dan para jago tahu yang namanya keadilan. Kita berbeda dengan yang namanya manusia wanita. Maka wajar kalau manusia wanita rela disewenang-wenang manusia laki-laki. Tapi ada juga yang tidak mau menjaga diri. Tapi kenapa kita malah diperlakukan sewenang-wenang mempedulikan oleh para jago. LANTAS PERGI MENINGGALKAN KAKAK TUA DAN GAGAK YANG TERSENYUM SINIS). ada yang bisa lebih menjaga diri. para betina akan datang sendiri. Apalagi di dunia manusia ada peribahasa: surga dan neraka ikut laki-laki. tidak ada peribahasa semacam itu. MAKSUDNYA MAU MARAH. grusa-grusu. (TEPUK TANGAN MERIAH LAGI. Apa pengusaha sekarang juga diajari perang-perangan. Ini berarti mereka tidak menghormati para betina. Bahkan mencarikan makan anak-anak kita. Bedanya. Gagak : Memang benar. Sudah punya istri resmi dan beberapa simpanan. Untung keduanya cukup lincah dan gesit. kok ya masih senang mengejar ayamayam dara. TIBA-TIBA NY. TAPI TIDAK JADI. benar-benar keterlaluan. karena salah kita sendiri. (SAWUNG JAGO TIDAK MENJAWAB. Lebih-lebih kalau masuk klasifikasi pejantan. Agar mengetahui wewenang. dan menyampaikan resolusi. Berbeda dengan kamu. (TERDENGAR TEPUK TANGAN RIUH). ACARA PERTEMUAN DIMULAI 65.63. Tidak usaha dikejar-kejar. Kakang Sawung Jago itu aneh. Pakai kejar-kejaran segala. Kemarin Itik dan Merpati yang dapat giliran dikejarkejar mau diperkosa. Bebek : Saudara-saudara betina. sehingga sangat tergantung pada manusia laki-laki. Kenapa mereka tidak menghargai kita. kok kakang kemarin sepertinya serius mengejar musuh. Ujas-ujus. 64. begitulah yang namanya jago. Kakak Tua : Yah.

(TERDENGAR GERUTUAN DAN MAKIAN).66. Maklum. Jadi soal tata tertib. kita harus menyusun sebuah resolusi yang isinya antara lain: jago satu hanya boleh memiliki atau mengawini seekor betina. Kini kami mulai memasuki kehidupan yang sangat bebas. Pelikan : Saya setuju dengan Swan Song tadi. (TEPUK RIUH) 67. Kita perlu mencontoh wayang. Soal wayuh. kita harus secara aktif mengadakan pendidikan. Kami justru punya usulan. Hal itu terus berlangsung sampai kematian menjemput mereka. melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang hak. memang perlu dipertimbangkan kembali. begitu pula sebaliknya. jago dan betina punya hak sama dalam perceriaan. wewenang. tanggungjawab. bagaimana. Sama sekali tidak hewani. Kami bebas melakukan hubungan. serta tugas para betina maupun jago dalam pergaulan hidup sehari-hari. 68. Masak kaum betina kami selalu dikurung secara bergerombol dalam satu kandang dan tidak pernah diberi seekor pun jago. Seandainya dalam sebuah kelompok ayam ternyata jumlah jagonya lebih banyak dibanding betinanya atau sebaliknya. Ingat. Dengan demikian. Swan Song : Kami memahami betul apa yang disampaikan kedua betina terdahulu. Bikin resolusi yang memprotes sistem manusia memelihara ayam. tapi setiap hari diharuskan bertelur. unggahungguh dan semacamnya adalah nonsens. kami dari masyarakat modern. Ini benar-benar tidak adil dan harus dihentikan. tanpa harus memikirkan pernikahan. Betina bisa melayani selusin jago. Para betina punya harga diri yang patut diakui para jago. saya sampaikan beberapa catatan penting. Menyambung langsung apa yang baru saja disampaikan Nona Bebek. Tapi itu masa lalu. membuat resolusi buat manusia yang memperlakukan bangsa kami dengan semenamena. Harap jangan berisik. Drupadi itu suaminya lima. Tidak perlu menang-menangan. kami dari negara yang sudah sangat modern. yaitu Pandawa. Ketiga. Terlalu usang dan ketinggalan zaman. Perkawinan bukan lagi hal yang penting. Kedua. masing-masing bisa saling menghargai satu sama lain. Kami pun dulu tak terhindar dari keadaan dan situasi semacam itu. Pertama. Karena dinegaranya memang kekurangan wanita dan terlalu 43 . Angsa : Saudara-saudara. kita harus selalu mengkampanyekan bahwa betina bukan hanya sekedar pabrik telur yang bisa diperlakukan sewenang-wenang.

Rumah saya sekarang juga sering sepi. Babon : Yah. Ah. MALAM BULAN PURNAMA. 75. Kasuari : Untuk menyatukan para betina di seluruh dunia. Mbakyu. wayuh hanya diperbolehkan bukan karena kebutuhan seks semata. Mari Mbakyu. Babon 71. tapi karena keadaan yang memaksa. disepakati berdirinya perkumpulan betina se dunia yang diberi nama KONGRES UNGGAS SE DUNIA. TAMPAK ASYIK. Betina bisa menceraikan jago. yang disepakati : 1. (TERDENGAR JAWABAN KOOR SETUJU). seperti yang dianut ayam ras. 6. Betina yang dipelihara oleh manusia untuk tujuan penghasil telur. namanya saja wiraswasta. Sementara Kresna istrinya tiga. 70. TIBA-TIBA DATANG JENG BABON. Jeng. 3. Bagaimana pada semua yang hadir. enggak kok. Betina tidak boleh wayuh. Saya memang sengaja kemari untuk ngobrol. BLACK OUT BABAK III FADE IN TERAS SEBUAH RUMAH. apakah pembentukan wadah dan isi resolusi disetujui. ya Jeng? (AGAK TERKEJUT). 44 . Dengan kata lain. 5. silahkan duduk. Jadi ya sering pergi. NY. Babon : Tidak dari mana-mana. Kasuari : : Ngalamun. Maklum. MEREKA BERDUA NGOBROL. 2. Usulan betina lokal baru bisa dijalankan kalau situasinya seperti di Madura dan Awangga. Apa Sawung Jago sering pergi? 74. Jago tidak boleh wayuh. Di rumah sepi sekali. Kasuari : Sama. KUTILANG DUDUK TERMENUNG SEORANG DIRI. Manusia dilarang membudidayakan ayam seenaknya sendiri. 69. 73. kok jam sekian masih di luar. dimana jumlah wanita dan pria seimbang. 72. Begitu pula yang dipelihara untuk diambil keturunannya. begitulah. Dari mana. SEMENTARA SUASANA TAMPAK LENGANG DAN SEPI. karena di Drawati kekurangan pria dan terlalu banyak wanita. Malah sampai disini. Katanya untuk meningkatkan usaha. 4. harus tetap diberi jago yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah betina. Jago boleh menceraikan betina.banyak pria. Kasuari : Dan Mbakyu mempercayainya.

80. Sejak adanya Perkumpulan Betina Mardika dan resolusi yang dihasilkan beberapa waktu lalu. buat apa tidak mempercayai suami yang terus keluar rumah untuk mengembangkan usaha. TAPI SAYA PERCAYA SAMA KESETIAAN SUAMI 45 . entek ngalas. Babon : Masak ada betinayang punya watak seperti itu. Para betina juga banyak yang senang bermuka dua. Mbakyu. Tidak pernah percaya sama manusia lain. Dikasih kesempatan. Kalau suami kita beri kepercayaan penuh. Babon : Jangan-jangan … (AGAK GELISAH. Babon : Weh … weh … weh. Kasuari : : Walah. sejak sebelum musyawarah yang baru lalu dilaksanakan. saya tidak pernah menaruh curiga. Mbakyu. Tapi di belakang. 84. 82. Saya tidak guyon. Kalau suami saya pamit keluar rumah sampai menginap. saya jadi sering mikir. Para jago itu ndak bisa dilair-batini. gitu. meski pergi dari rumah sampai berhari-hari. kadang beberapa hari. Dan betina seperti itulah yang sering ngrusak tatanan. Bermuka dua. tidak-tidaknya kalau mereka nyeleweng. Bilangnya nglembur. Dia tidak pernah menyeleweng. Jeng? Ya bukan hanya para jago yang punya watak buruk seperti itu. Ini serius. Lagi pula. Kasuari : : Ah. 77. Termasuk pada suaminya sendiri. ndak tahunya kencan dengan betina lain. 86. Amit-amit. Kasuari : E … namanya jago kok diumbar. Babon 83. Merekalah yang sering memancang para jago untuk nyleweng. ya nglonjak. 79. Jeng Kasuari kok jadi begitu. Artinya. Jangan terlalu curiga. Curigaan saja kerjanya.76. Tapi setelah musyawarah besar beberapa waktu lalu. apa seburuk itu namanya jago. dong. Kasuari : Saya juga dulu punya pandangan yang sama dengan Mbakyu. Paling-paling untuk meningkatkan karier. Jangan-jangan suami saya sudah kelurahan penyakitnya manusia. Ya entek omah. 85. Jeng Kasuari ini kok ada-ada saja. suami saya merupakan tipe jago yang setia. 78. Kasuari : Tidak. Babon 81. Babon : Ya jelas. TAPI KEMUDIAN MENGHIBUR DIRI SENDIRI). Jangan-jangan malah sampeyan yang sudah ketularan penyakit manusia perempuan. Senangnya kok guyon. istilah apalagi itu. selingkuh. Mbok ya yang semeleh. Jeng. di muka orang banyak sangat berapi-api membela dan memperjuangkan hak kaumnya.

Nyi Kuntil : Eh … oh … ah. Babon : Iya. 87. Begitu saja kok didramatisir. TIBA-TIBA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH DATANG DENGAN SIKAP TAK MENENTU. kami lihat pemandangan yang nganeh-anehi. WAS-WAS DAN TAKUT). Babon : : Cuma apa. 96. Kacau. Cuma anu … e … anu … 91. Kasuari : Sudah. Gajah midak rapak. Merusak tatanan. kok. Nyi Cendrawasih 89. 93. Kami melihat suami Nyonya berdua bersama Nona Bebek dan Nona Merpati. Nyi Kuntil : (SETELAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA. gawat. Begini. Tidak berperi kebinatangan. Tidak plinthat-plinthut seperti itu. 99. Apa itu. JAGO LAIN BISA SAJA MUDAH DIGODA. Mereka mungkin sedang jalan-jalan sekeluarga. ayo. 90. Kalian ini ada apa. Mbok bicara to the point saja. MARAH. Mbok kamu saja yang menjelaskan. Kasuari : Itu kan biasa. Menikmati malam terang bulan yang indah ini.SAYA. Senangnya kok bikin dhegdhegan. Ya. nggak ada apa-apa kok Nyonya. di tempat remang-remang. Nyi Kuntil 88. KECEWA CAMPUR JADI SATU. Anu apa. 98. Bengak-bengok ndak karu-karuan. Iya. Ayo ngomong yang benar. (NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH TERKEJUT. E … e … e. Nyi Cendrawasih : Wong cuma anu. GELISAH. bingung aku. tegas. di taman kota. 94. KASUARI TERSENYUM KECUT. SEPERTI TAK MENGETAHUI KEBERADAAN KASUARI DAN BABON). ayo. Kasuari 92. 100. Babon 97. Salah satu dari kalian harus bicara terus terang dan yang sebenarnya. Kasuari : : : Wah. AKHIRNYA BISA JUGA BICARA). Kami berdua kebetulan sedang jalanjalan. anu dheng … ah. Mbok kalau bicara itu yang jelas. Nyi Kuntil : : Nganeh-anehi bagaimana. 95. gitu lho. KOK. Nyi Cendrawasih : Tapi mereka berkelompok secara terpisah-pisah. Nyonya. Datang-datang kok kayak orang ayan. ini ada apa. TAPI SUAMI SAYA TIDAK. 46 . Ketika sampai di taman kota. Ada apa. (NY.

SUASANANYA REMANG-REMANG. Kasuari : : : Wah. SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN DARI KATA-KATA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH. TAMPAK ENAM PASANG AYAM SECARA SILUET SEDANG BERCUMBU RAYU. TAMPAK NY. Iya. Kita harus menyelidikinya ke sana. ADA YANG 47 . Nyi Kuntil : Bukan begitu. 108. Kasuari 106. BABON BERTERIAK HISTERIS LALU JATUH PINGSAN. DARI KEJAUHAN. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : Baik. Nyonya. MENELITI TIAP-TIAP PASANGAN DENGAN TELITI DAN CERMAT. KASUARI. JOKO PERKETUT DENGAN ANGSA.101. (MEREKA BERGEGAS PERGI KE TAMAN KOTA UNTUK MENYELIDIKI KEBENARAN UCAPAN NYI KUNTI DAN NYI CENDRAWASIH). Kasuari : Apa …! Mereka berpasangan di taman kota? 104. yang namanya keluarga itu kan ya berkelompok-kelompok. Mereka berkelompok dua-dua. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : I … I … ya … 105. Mbakyu. BINGUNG DAN LARI BERSERABUTAN. NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH BERINDAP-INDAP MENDEKATI YANG SEDANG PACARAN. Ayo. gawat. 102. Kasuari : Lho. NY. NY. Nyi Kuntil dan Nyi Cendrawasih. Babon 107. Berpasangan! 103. KASUARI SERTA NY. DI ANTARA RERIMBUNAN TANAMAN TAMAN. benar. BLACK OUT – FADE IN LCD TAMAN KOTA MALAM HARI TERANG BULAN. SAWUNG JAGO BERPASANGAN DENGAN NONA BEBEK. tunjukkan tempatnya. NAGATUMURUN DENGAN NONA ITIK DAN KAKAK TUA DENGAN BANGAU. Biasakan. GAGAK DENGAN NONA ITIK. BABON. SEMUA PASANGAN YANG SEDANG PACARAN TERKEJUT. Nyonya.

KEDUANYA NAMPAK GEDHAG-GEDHEG TIDAK HABIS PIKIR. Memang aneh yang namanya ayam dan manusia itu. 110. Nyi Kuntil : Memang mengherankan. SERTA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH YANG BERDIRI BENGONG. Nyi Kuntil : Begitulah ayam. 109. SITUASI BENAR-BENAR KACAU. tapi kemudian mereka langgar. SUARA TERKEJUT BERBAUR DENGAN JERIT KESAKITAN. mengkampanyekan hak azasi dan mempropagandakan disiplin rasional. Beribu peraturan dikeluarkan dan ratusan kesepakatan disetujui.  T A M A T  48 . TINGGAL NY.SAMPAI BERTABRAKAN DENGAN PASANGAN ASLINYA. SEKEJAP KEMUDIAN PANGGUNG KOSONG. tetap saja terjadi penyelewengan. Senang main cinta belakang. 111. BABON YANG PINGSAN. suka melanggar ketentuan dan kesepakatan yang sudah dicanangkan. pelanggaran dan semacamnya. KASUARI DAN NY. Sama persis dengan manusia. Nyi Cendrawasih : Mereka senang bikin resolusi.

Ia harus direbut dan diperjuangkan………sendiri! KUD TA Sebuah Naskah Teater Remaja Oleh: JONED SURYATMOKO 49 e .Juara 3 Lomba Penulisan Naskah Teater Remaja Taman Budaya Jawa Timur 2006 Karena kekuasaan tidak gratis didapatkan.

mantan Jagoan BRIAN. NUNGKI. idola kelas II dan III. para siwa dan siswi yang lain WAKTU Sekarang TEMPAT SMA di Indonesia. siswi kelas II. PAK ISWADI.PEMAIN LINDA. guru pendamping OSIS. mantan Jagoan MEYMEY. BUNGA. siswi kelas III. RATNA. ibu LINDA Untuk adegan hiruk-pikuk bisa ditambahkan lebih banyak figuran. hampir pensiun IBU. Kamar LINDA. siswi kelas II. siswi kelas III. masih agak muda KEPALA SEKOLAH. mantan Jagoan KANDI. siswi kelas III. halaman sekolah. siswi kelas II. siswa kelas III. galak. Dalam hati LINDA (selera lokal disesuaikan) 50 . siswi kelas II. HELEN.

Linda tertinggal sendiri ketika ternyata Helen juga sudah berhasil mendapatkan murid kelas III yang menjadi idola mereka. Karena itulah kemenangan sebenarnya. Murid kelas III belum rela melepaskan jabatan jagoan mereka.SINOPSIS KUDETA Tahun ajaran baru sudah mulai. Masalah muncul ketika ternyata aksi kudeta mereka mengalami banyak halangan. HELEN. Satu kesempatan tersedia ketika Linda ditawari menjadi Ketua OSIS. Ia juga menyadari bahwa ia harus tetap siap mewujudkannya sendiri. Dengan demikian mereka bisa menguasai kantin. Empat murid kelas II. Kinilah saatnya bagi murid-murid kelas II yang baru untuk melakukan kudeta merebut kekuasaan jagoan sekolah mereka. Namun tawaran itu ditolaknya. Murid kelas III yang baru akan segera menghadapi ujian nasional dan terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar. Baginya menjadi jagoan dengan jabatan hasil pemberian sekolah tidak akan membanggakan. Mereka tahu bahwa mereka harus segera menyusun rencana untuk segera menunjukkan bahwa merekalah jagoan murid perempuan di sekolah. halaman sekolah dan juga toilet. Bunga dan Ratna sudah harus mengikuti bimbingan belajar sejak kelas II. 51 . yakni LINDA. BUNGA dan RATNA menyadari hal itu.

Tahun 1904 Juan Gaona melakukan kudeta dan menjadi presiden. Banyak orang yang ingin sekolah tapi tak bisa sekolah. sementara aku. Sekolah juga mahal! Tidak ada yang murah sekarang! Jadi… kamu harus belajar dengan benar!! OS. Selembar demi selembar! Penonton dibiarkan menikmati jatuhnya kertas-kertas tersebut dalam diam! Setelah beberapa saat. Tidak ada suara apapun! Pelan-pelan selembar demi selembar kertas putih jatuh dari langit-langit panggung. Hanya ada beberapa kursi. Lebih dari sepuluh kali kudeta terjadi di Paraguay. Ia membuka bukunya. Tahun 1921 Dr. OS. OS. Cecilio Baez melakukan kudeta. bahwa liburan kali ini aku benar-benar menginginkan masuk sekolah kembali. melengking dari ujung kanan panggung) Masa. Banyak pemimpin di Negara Amerika Selatan ini yang digulingkan dan digantikan dengan paksa. IBU : (melengking lagi) Asal kamu tahu. LINDA : Katanya. LINDA : Ibu tidak tahu. seperti kebiasaan kudeta berikutnya berkali-kali terjadi. LINDA muncul dengan seragam sekolah dan tas. IBU berdiri dengan tegak di ujung kanan panggung! Memandang ke arah entah!! Ingin berkata sesuatu dan selalu ingin berkata sesuatu. Ibu selalu mengingatkan aku. Ibu tidak memaksamu! Kamu bebas berkegiatan apa saja! Tapi jangan lupa belajar!!! Ketika IBU bicara. aku harus bersyukur karena masih bisa sekolah. IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!! 52 OS LINDA . Dengan sedikit omelan tentu saja! IBU : (tiba-tiba. kata ibu. dan meneruskan menulis. Pedro Pena. IBU : (tiba-tiba lagi. Manuel Gondra dipaksa mengundurkan diri. Sementara pada tahun 1912 kudeta dilakukan Dr. Lampu boleh terang boleh temaram. Ibu percaya padamu!!!! : Selama liburan aku membaca sejarah ini.OPENING Panggung dibiarkan lengang beberapa saat. melengking dari ujung kanan panggung) Beras sekarang mahal! Minyak semakin mahal. LINDA : (seperti bicara pada dirinya sendiri) Setiap kali aku menikmati liburan panjang dan bermalas-malasan. Kemudian duduk. tapi karena akan ada sesuatu yang berbeda. Tahun 1905 Dr. Kemudian. Emiliano Gonzales melakukan kudeta tahun 1908 dan Liberato Marcial Rojas melakukan kudeta tahun 1911. membawa buku hariannya.. menyia-nyiakan sekolah.sama anak sendiri ibu tega? Ibu tidak menyalahkanmu. berjalan perlahan ke arah salah satu kursi. Bukan karena aku ingin belajar lagi.

aku melewatkan liburan terindah kali ini! Tidak terceritakan. Musik sepotong. Akan ada yang membuktikan siapa yang akan menjadi siswi jagoan di sekolah ini. Jendral Higinio Morinigo kudeta tahun 1940. juga tidak ingin ditanyakan! BUNGA : Memang kamu liburan dimana? Paling ke rumah nenek! Disambut ketawa yang lainnya. LINDA : Pada tahun 1936 Kolonel Rafael Franco juga melakukan kudeta. Felix Paiva kudeta. LINDA : Ini liburan! Kita bebas kemana saja kan! BUNGA : Iya. hampir putus asa!!) Jangan!! PAUSE! IBU terdiam tertahan!! Mendesis-desis entah apa yang diucapkannya. OS LINDA IBU : (lebih pelan. LINDA : Tahun ini aku sudah naik kelas II. Tapi asal kalian tahu. Tahun 1937 Dr.OS. Seperti ingin melarang seseorang. BUNGA dan RATNA dengan teriakan-teriakan kegirangan. LINDA berhenti menulis dan melihat kertas-kertas yang masih jatuh. Jangan nakal!!! Lalu IBU berlari EXIT dengan cepat sambil terus berteriak!! Seperti tak ingin terlambat! LINDA melihat lembaran kertas terakhir jatuh. tidak terkatakan! LINDA : Sayangnya. Sebelum kertas menyentuh lantai. tapi menyentak!! Panggung menjadi terang!! BAGIAN I Halaman sekolah 1. Aku merasa sudah waktunya melakukan kudeta. Suasana menjadi gaduh. muncul HELEN. Tahun 1948 Dr. Ia lalu menulis kembali. Juan Natalico Gonzales dikudeta dan…… IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!!Jangan!! : tahun 1989 Jendral Adres Rodriguez melakukan kudeta. OS. Tidak sesuatupun terjadi. Menggulingkan kekuasaan murid kelas III. Mereka harus turun!! Kelas III harus segera turun!!! Segera!! IBU : Jangan nakal!!!!!!!!! Sudah Ibu bilang. nih! Susah kalau liburan! Kerjaanya makan terus! Kita jadi gendut semua nih! Lihat! 53 . HELEN : (pamer pada LINDA) AKu tahu aku harus minta maaf! Karena aku tidak membawa oleh-oleh.

BUNGA juga. Mereka adalah NUNGKI.sampai… LINDA : (pada BUNGA) Wah. Kalian perhatiakan murid kelas I.hm……apa ya…! RATNA : Aku tidak merasa apa-apa! LINDA : Kita sudah kelas II! BUNGA : Lantas? HELEN : aku tahu! Aku tahu! Kita jadi terasa lebih tua! RATNA : memang kita tambah umur kan? LINDA : Bukan itu! Kita merasa lebih tua karena di sekolah ini kita sekarang punya…. 54 . Lalu tanpa mereka sadari muncul siswi-siswi kelas III. he… he… kaya anak SD saja.... HELEN : adik kelas! RATNA dan BUNGA menutup mulutnya! RATNA : Benar juga! BUNGA : Kita sekarang bukan yang paling bontot di sekolah ini.aku tidak akan melupakan perlakukan kakak kelas tahun lalu! Yang lain tertawa.. kaki.. pipi mereka. kalau kalian ingat…. Lalu masing-masing saling memeriksa satu yang lainnya. LINDA : sekarang kita punya adik kelas. MEYMEY dan KANDIi. Kulit mereka.ini hadiah!! Aku tidak minta dibelikan kok …!!! HELEN : Tapi minta hadiah!!! Sama saja!!! LINDA : kalian merasa berbeda? HELEN : maksudnya? BUNGA : ya. Tahun lalu kita seperti itu! Dan.BUNGA menunjukkan badannya RATNA : Itu sih memang sudah gendut sebelum liburan! Yang lain ketawa.pengalamana buruk! BUNGA : Ehm.. NUNGKI : (menyindir LINDA) Wah. Masing-masing langsung diam. tentu saja! LINDA : Aku merasa lebih. naik kelas pakai tas baru!! BUNGA : Ih. pinggul. kayaknya ada yang tidak jadi dikeluarkan dari sekolah nih! KANDI : Iya…atau jangan-jangan ibunya merengek-rengek ke Kepala Sekolah supaya dia tidak dikeluarkan….kamu pakai tas baru ya!! He. Suasana ribut kembali!! 2.

Kalian harus menghadapi ujian akhir!! NUNGKI : Jangan salah! Kami masih cukup pintar untuk menghadapi ujian dan tetap menjadi jagoan!! Kalian? Hm…sepertinya masih harus banyak belajar? BUNGA : Mungkin! Tapi bagaimana dengan …. Nanti aku temui kamu! Ya? 55 . HELEN : Kalian memang kelewatan!! Kalian sudah tua! Sudah bau tanah!! Sebentar lagi juga keluar dari sekolah ini. Lalu BRIAN. Juga LINDA.. Meminta pacaranya itu menahan pembicaraan. kami masih punya setahun untuk menindas kalian!! Tahu? BUNGA : Ya. idola anak-anak kelas III dan II muncul dengan langkahnya yang mantap. Tapi NUNGKI menempelkan jari temunjukkanya di bibir BRIAN. KANDI dan MEYMEY terbahak. kalian para adik kelas harus tunduk pada kakak kelas! Tidak ada tawar menawar. Wajah NUNGKI jadi semakin marah! MEYMEY : Memang sih! Tapi emang enak jadi junior. nanti saja ya!! Aku baru sibuk mengajari adik-adik kelas ini sopan-santun dan kepribadian. MEYMEY mengulurkan punggung telapak tangannya seperti mempersilahkan mencium tangan.? NUNGKI : Pacar? Hm…. Ia menghampiri NUNGKI ingin mengucapkan sesuatu.murid-murid kelas III terlalu malas buat pacaran dengan adik kelas! Kalian kan manja! Anak kecil! Kolokan! Mereka lebih senang pacaran dengan kami!! Pada saat berbicara seperti itu NUNGKI sudah yakin benar pada omongannya. Kalian harus cium tangan pada kakak kelas.! tapi kalian harus menghadapi jam tambahan setiap hari.. Teman-teman HELEN menyoraki!!! KANDI : Sebentar lagi? Tidak salah tuh? Kami masih setahun di sini! Itu artinya. jadi pecundang? Heh? Sudah menjadi peraturan tidak tertulis.NUNGKI. BRIAN : Hm……. NUNGKI : Brian. Ayo…. LINDA : Heh! Aku tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah hanya karena pernah menjambak rambutmu dan memasukkanmu ke dalam bak mandi!! Teman-teman LINDA tertawa. LINDA dan kawan-kawan tampak geram.

muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! MUSIK menghentak. Belum selesai RATNA mengucapkan kalimatnya. PAK ISWADI mengikuti dari belakang.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. BRIAN lalu EXIT. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. ISWADI : Ehm…. 3. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. namun kemudian dia meninggalkan NUNGKI. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dkk. Jadi. P. MEYMEY : Bagaimana? Kalian masih belum percaya kalau murid kelas III lebih suka pada kami? RATNA : Tunggu saja saatnya!! Tapi bagaimanapun kalian sudah kelas III. Mereka berlarian. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. Teman-teman NUNGKI nampak puas. MEYMEY dan KANDI langsung panik. LINDA dan teman-temannya nampak geram dengan kecentilan musuhnya itu.BRIAN semula agak ragu-ragu. Kamu paham? LINDA : Paham Pak! 56 . Sudah saatnya kalian…………. BRIAN masih sempat melirik murid-murid kelas II.LINDA? : Ya. seperti ingin mengucapkan sesuatau tapi tak jadi. khususnya murid-murid kelas III. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara.. KEP. Namun ia kembali lagi. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. KEP. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. ISWADI LINDA P. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. LINDA dan kawan-kawan lebih lega setelah melihat murid-murid kelas III pergi.

Pak! Biasanya kami hanya terlbat di acara olah raga saja! Sesekali membantu anakanak musik dan teater memeriahkan suasana! Kami hanya penggembira. Ia hanya melihat LINDA dan teman-temannya. P. Dengan begitu. Tapi ia teringat sesuatu lalu kembali lagi. Dan saya yakin. ISWADI. LINDA : Itu kalau saya terpilih. Pak? HELEN : Ya. 4. ISWADI : Belum! Tapi kita bisa memperkirakan kalau acara-acara rutin tahunan tetap akan berjalan. tentu tidak hanya kami yang menyiapkan semua ini kan. Begitu guru mereka itu pergi. HELEN LINDA : Kenapa? : Apanya yang kenapa? RATNA : kenapa kamu tolak tawaran tadi? BUNGA : Tidak semua murid di sekolah ini ditawari Pak Iswadi menjadi Ketua OSIS!! LINDA : kalian ingin tahu kenapa? 57 . Saya tidak bersedia. P.ISWADI : Baiklah. kamu akan berubah pikiran! LINDA : Baik. Untuk itu kalian juga harus membuat banyak persiapan. Tapi kamu pikirkan lagi Linda! Kalau kamu berubah pikiran hubungi saya. LINDA : Kalau begitu saya mengundurkan diri saja sebelum dicalonkan. LINDA dan kawan-kawan melihat kepergian P. Pak! Kita lihat nanti perkembangannya! PAK ISWADI lalu hendak EXIT. Saya mencalonkan Linda untuk menjadi Ketua OSIS periode mendatang. Lalu P. P.ISWADI : Saya yakin kamu yang akan terpilih. Linda akan banyak mengurusi hal-hal lain juga. ISWADI : Benar begitu Linda? LINDA : Ya. saya tidak memaksa. ISWADI : Kamu tidak ada masalah dengan kelas III kan? : (kaget) Tidak Pak! : Baik! PAK ISWADI lalu EXIT. ISWADI LINDA P. Pak? P. ISWADI : Bapak tahu itu! Tapi saya mengatakan hal ini karena akan ada perubahan dengan itu. LINDA : Tapi.BUNGA : Apa sudah ada undangan untuk acara-acara dengan sekolah lain. PAUSE PAK ISWADI membuang nafas panjang seperti tahu seperti apa jawaban LINDA. Pak! P.

Masih diam. Kelas I tidak akan berani mengganggu kita karena mereka masih baru. memberi mereka waktu untuk berpikir.Ketiga temannya mengangguk LINDA : Karena. Ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkan mereka. Heh… Ketiga kawannya diam. Gak ada waktu untuk nonton DVD bareng kalian. kita yang akan teriak-teriak di kantin. Linda melihat teman-temannya. jago bikin film pendek dan. aku lebih memilih kalian! HELEN : Tapi Lin. BUNGA : Kenapa? Karena Kepala Sekolah sudah kasih peringatan supaya mereka siap-siap ujian nasional? LINDA : Persis!!! Mereka tidak akan berani ambil resiko. Kalian lihat tadi bagaimana sebentar lagi mereka bakalan kerepotan menghadapi ujian nasional? Ini saat yang tepat! HELEN : Lantas apa rencanamu? LINDA : Mulai besok. jago main gitar. RATNA : tapi kelas III bakalan marah besar! LINDA : Ya. semua murid ganteng kelas III yang jago basket. LINDA : Sekarang kalian pikir! APa kalian tidak risih melihat kelas III yang sok tua itu menguasai kantin! Makan sambil teriak-teriak seperti di rumah nenek mereka sendiri? Apa kalian mau setiap kali dapat giliran terakhir di toilet sampai antrian kelas III habis? Kalian mau. tapi mereka tidak akan berani berbuat apa-apa. kalau aku menerima tawaran menjadi ketua OSIS. aku tidak akan punya waktu untuk bertukar jajan dengan kalian waktu istirahat. Ini waktu yang tepat. dan menganggap kita hanya anak-anak lulusan SMP? He? Ketiga kawanya diam. jangan nakal! 58 . LINDA : Aku tidak mau! Aku yakin sekarang saatnya menjatuhkan mereka. jago game online semua jadi pacar kelas III. aku akan mengajak kalian untuk menghajar anak-anak kelas III. Alasan kedua adalah. Jadi. LINDA : Percaya deh!!! Kelas III sudah tidak punya gigi. … LINDA : Itu baru alasan pertama. BUNGA : wah. kamu cari mati! RATNA : Mana bisa kita mengalahkan kelas III. Muncul IBU menyeberang panggung sambil berteriak IBU : Sudah Ibu bilang.

: Aku mengganggu ya? : Hm…belum! : (tertawa) Kamu lucu! Dan.. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Sedang apa kamu? : Sedang nunggu teman. LINDA mengambil nafas panjang dan membuangnya ke samping. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Haloooo…Linda? Kamu masih di sana? : Hm…hm….juga cantik! LINDA hanya diam.ya! : Tidak perlu gugup! : Ak…aku…tt…idak…. LINDA : Bagaimana? Mereka tidak menjawab. Ditemukannya buku harian. Lampu BLACK OUT. hendak menulis sesuatu. AKu tahu kamu tidak gugup. Musik menghentak. LINDA nampak sedang membuka-buka tasnya.gu…gugup!! : Ok. BRIAN! LINDA menutup mulutnya. Mencari sesuatu. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Halo? : Halo. Dibuka. BAGIAN II Kamar LINDA 1.IBU lalu EXIT. Lalu HP-nya berbunyi. Melihat gelagat aneh pada BRIAN! 59 . LINDA masih memberi waktu. Di ujung panggung yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon LINDA. Ini aku. Lalu buru-buru merapikan diri. Tapi wajah LINDA menangkap tanda bahwa ia mendapat dukungan mereka. Linda! : Siapa ya? : Apa penting kamu tahu siapa aku? LINDA : Penting! Karena kamu menelepon aku! BRIAN : Simpan nomerku. menjauhi HP di dekat mulutnya. Aku tahu dari suaramu. PAUSE.

Ajak Linda belajar! Tuh.ada masalah! LINDA : Masalah apa? 60 . Berdiri di pintu kamar LINDA.. IBU : Sering-seringlah main kemari. katanya! : Apa yang mau kamu ucapkan tadi? : yang mana? : sebelum Ibumu datang. HELEN dan BUNGA masuk kamar LINDA. Dari arah panggung lain (arah dimana Ibu EXIT). teman-temanmu sudah datang! : Sebentar. IBU LINDA IBU : Lin. 2. LINDA : Lama banget? HELEN : Hm. Ia membuang nafas panjang lalu EXIT. IBU : Kalian pasti semakin banyak tugas sekolahnya ya? HELEN : Memang. LINDA meneruskan menelepon. Bu! : Ibu suruh mereka masuk ya? LINDA : (berpikir sebentar) YA! IBU EXIT.aku tidak bisa! : kenapa? : Pokoknya tidak bisa! Sudah ya! LINDA menutup telepon! BRIAN di ujung pangung yang lain kaget. dia sudah menunggu kalian di dalam kamar! Tante tinggal dulu ya! BUNGA : Baik. HELEN dan BUNGA muncul. Tante! Tapi kalau dikerjakan bersama kan jadi mudah.. IBU. : …aku Cuma mau bilang kalau. IBU tertawa senang. Tante! IBU lalu EXIT. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA : Siapa tadi? : Ibuku! Temen-temanku sudah datang.BRIAN LINDA : Kamu besok malam ada acara? : Hm…Dengar BRIAN! Aku …aku tidak bisa! IBU muncul menghampiri LINDA yang sedang menelepon.

Tapi hanya untuk istirahat! Tidak untuk menyerang kelas III. PAUSE Suasana menjadi kaku. Aku tidak akan punya waktu lagi! Aku akan jadi sesibuk Ketua OSIS. BUNGA : Aku sudah katakan itu pada ayahku. ya Lin! LINDA : Tidak apa-apa! Kita masih ada bertiga! 61 . Atau mungkin…lebih sibuk! LINDA : Kamu tidak bisa menawar? BUNGA : Menawar itu berarti melawan! Melawan berarti mencari mati! HELEN : (pada LINDA) Lalu apa rencanamu? LINDA : harus tetap dilakukan! Hanya Bunga yang tidak bisa! Kita masih bertiga! BUNGA : Maaf ya Lin. Masing-masing tidak tahu apa yang harus dilakukan.HELEN tidak menjawab! Hanya melihat ke arah BUNGA! LINDA : (ke arah BUNGA) Masalah apa? BUNGA : AKu harus mengikuti bimbingan belajar mulai tahun ini! Aku tidak bisa ikut rencana kalian untuk menghajar Kelas III. Tapi yang sekarang ini sudah keputusan final. BUNGA : Maaf. peluangnya lebih besar! PAUSE BUNGA : Maaf ya! Aku tidak bisa ikut! LINDA : Tapi kalau kita nongkrong di kantin kan kamu masih bisa ikut? BUNGA : kayaknya tidak juga! Ayahku menitipkan aku ke sekolah! Aku memang masih bisa ke kantin. LINDA : kenapa baru bilang sekarang? BUNGA : Aku mencoba menawar seperti usulmu tadi. Aku tidak bisa menawar lagi. Karena aku semua berantakan! LINDA : Kalau boleh tahu kapan kamu tahu kalau kamu bakalan ikut bimbiungan belajar? BUNGA : Sejak minggu terakhir liburan! HELEN : Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama? BUNGA mengangguk. PAUSE HELEN : Sebenarnya kita kan bisa belajar kelompok. LINDA : memang kalau bimbingan tes kamu dapat jaminan? BUNGA : tidak juga! Tapi kata ayah. tapi katanya belajar kelompok tidak menjamin aku dapat universitas bagus.

karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. HELEN : Ya. BUNGA dan RATNA sangat ketakutan.SEK :Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Lalu ia memencet dua kali! Memencet nomer BRIAN yang sudah tersimpan. Lalu di ujung panggung yang lain.Sepotong cahaya untuk mereka berdua. Di ujung panggung yang lain BRIAN muncul dengan cahaya sepotong. khususnya murid-murid kelas III. itu untuk kelas III. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! BUNGA : tapi kenapa ibu menyuruhku bimbingan belajar? KEP. yang sudah merasa tertekan) Kepala Sekolah selalu mengingatkan kita! LINDA : tapi itu untuk kelas III. KEPALA SEKOLAH berbicara dengan pengeras suara! LINDA dkk berbicara dalam ketakutan dan kepanikan! KEP. HELEN.RATNA muncul tiba-tiba. LINDA melihat pada HP-nya. KEP. Mereka menyambar tasnya dan berlari keluar! LINDA memanggil. Mereka EXIT. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! LINDA. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! BUNGA : (tiba-tiba. Semua EXIT! Hanya tinggal LINDA MUSIK SEPOTONG tapi gaduh! 3. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. Bukan untuk kita. BUNGA dan RATNA saling pandang. RATNA : Aku juga tidak bisa! Semua menoleh ke arah RATNA yang baru saja muncul! LINDA : maksudmu? RATNA : aku juga harus bimbingan belajar! HELEN : tapi kita belum akan ujian nasional! LINDA : Ujian kita masih tahun depan. yang tadi digunakan oleh BRIAN muncul KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI. Pada saat itu KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI keluar.SEK : Saya sebagai Kepala Sekolah. RATNA dan BUNGA diam. HELEN berlari menyusul.SEK : Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. BRIAN : Sudah berubah pikiran? LINDA : Besok kita ketemu! Istirahat kedua! BLACK OUT 62 . KEP.

tapi karena kemarin kamu mengajak kita ketemu! : Eh…. Tampak tenang dan yakin kalau LINDA akan datang. …ehm….MUSIK! Meneruskan potongan sebelumnya! BAGIAN III Taman Sekolah.. LINDA mengerutkan kening dan menahan gembira. Tapi.. Sesekali masih melihat HELEN yang menghilang.baik! Tidak masalah! HELEN hampir EXIT. HELEN muncul dengan canggung.! : Untuk apa? : Tidak untuk apa-apa! Hanya supaya kita impas! LINDA tertawa. BRIAN : (berteriak) tapi dia pasti ke sini? HELEN : (berteriak) Dia bilang dia bakalan ke sini! Tunggu sajaaaa…! BRIAN sendirian di bangku taman. PAUSE LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Ada yang mau kamu katakan? : Bukannya kamu yang mengajak aku ketemu? : Ya.kalau aku ya karena hanya ingin ketemu. kamu harus menunggu! : Maaf juga. Pada sebuah bangku! 1. Dari arah panggung lain muncul LINDA. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Maaf. BRIAN juga. : Aku sudah putus dengan Nungki. LINDA terdiam. …. LINDA BRIAN : Aku khawatir. BRIAN HELEN BRIAN : Hi! : Hm…… Tunggu saja! Sebentar lagi dia juga ke sini! : Dia titip pesan apa? HELEN : Tidak ada pesan apa-apa! Dia hanya bilang kamu tunggu saja di sini! BRIAN : Hm. LINDA : kenapa? 63 . Seperti menemukan sesuatu yang diharapkan. BRIAN menunggu LINDA di sebuah bangku taman sekolah.

Brian memberi kita informasi penting! Kelas III kelabakan mempersiapkan ujian nasional. Mereka 64 . Dia Cuma bakalan bawa perkara. mereka sepertinya tidak peduli dengan ujian nasional. Seperti. Dengan langkah agak lesu dia. bagaimana caranya mulai besok. HELEN : tapi kamu lihat sendiri. Itu sebabnya Brian car-cari yang lain. HELEN : oh. cukuplah kalau Brian meninggalkan dia. Jadi kalau hanya untuk membuktikan Nungki telah kalah dalam pertarungan babak awal ini.aku juga tidak bisa jawab sekarang. sekalipun jam istirahat. Kami akan tetap jalan. meninggalkan LINDA sendiri. HELEN muncul dari arah yang lain. Paham? HELEN : Tapi… LINDA : Sudahlah. Kalian akan menghadapi ujian nasional. Tapi yang sekarang terjadi. Selebihnya kita tidak perlu mengurus Brian. Brian itu trophi pertarungan ini. lebih baik kita mencari cara untuk usaha yang lainnya. Mereka harus merasa bahwa mereka terlalu tua untuk bersantai-santai di kantin.. dia sudah tidak punya waktu lagi jalan sama Brian. BRIAN tidak memaksa.baik! LINDA : Intinya. BRIAN : Ya. LINDA : Aku juga tidak asyik kalau diajak jalan! BRIAN : Tidak kalau dengan aku! LINDA : Karena aku memang tidak bisa! BRIAN : kenapa? LINDA : Hm…. kelas III tidak lagi nyaman di kantin. tapi bukan itu kesepakatanku dengan Nungki dulu. Tapi kemauan Brian. ya? Kenapa tidak kamu terima? LINDA : jangan dibahas lagi! Tidak penting! HELEN : Hm. HELEN LINDA : kenapa dia pergi? Kenapa tidak kamu teruskan? : dia hanya akan menganggu rencana kita! HELEN : tapi bukankah Nungki bakalan merasa kalah kalau Brian jalan sama kamu.BRIAN : Dia terlalu banyak belajar! LINDA : kalian kan memang sudah kelas III. dia jadi tidak asyik lagi kalau diajak jalan. Kenapa kamu biarkan lepas? LINDA : Bukan Brian yang jadi trophi. 2. BRIAN : Bisa kita coba dulu? LINDA menggeleng. Mereka masih santai-santai saja! LINDA : Siapa bilang? Nungki hanya berlagak dia tidak khwatir dengan ujian nasional! Padahal. Mereka harus terus membaca di kelas.

. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. Jadi. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. KEP. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini Bapak berharap sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. ISWADI LINDA P. Mereka harus ikut bimbingan belajar. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. IBU menyeberang panggung dengan cepat! IBU : Kamu paham? Kamu paham? Kamu paham? IBU EXIT! BLACK OUT. 3. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. Mereka berlarian. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. MUSIK SEPOTONG 65 . Kamu paham? LINDA mengangguk. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. Mereka harus selalu ingat bahwa mereka akan menghadapi ujian nas…. P. ISWADI : Ehm…. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. khususnya murid-murid kelas III. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. LINDA dan HELEN saling memandang. Namun ia kembali lagi. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dan HELEN.harus ikut pelajaran tambahan sepulang sekolah.. PAK ISWADI EXIT.LINDA? : Ya.. Belum selesai LINDA mengucapkan kalimatnya. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! Musik menghentak. Kelas III EXITi.

bertukar foto di kantin! Pacaran juga di kantin! Bukankan mereka seharusnya memang sudah tidak perlu lagi di kantin! Istirahat kelas II di kantin! Istirahat kelas III di perpustakaan. adalah tempat paling strategis untuk menyebarkan kekuasaan! Lebih dari ruang kepala sekolah. kudeta harus dilakukan! Apapun caranya! Bagaimanapun caranya! BAGIAN V Kamar LINDA 1. tapi menghitung semuanya dengan lebih hati-hati. LINDA : kenapa kamu tidak yakin? HELEN : Bukannya tidak yakin. HELEN : Tapi kenapa di kantin? LINDA : Kantin. HELEN hanya memandang LINDA yang nampak serius. menyatakan cinta di kantin. membicarakan potongn rambut di kantin. Atau tinggal saja di kelas dan meneruskan belajar. kelas apalagi UKS! Itulah kantin! Kita harus merebutnya! HELEN : Kamu yakin! LINDA : Tidak pernah seyakin ini! HELEN : meskipun kita hanya berdua? LINDA : Bisa kita lakukan! Tergantung caranya! HELEN : bagaimana? LINDA : Kita gunakan yang sudah kita punya! BRIAN! HELEN : katanya kamu tidak akan menerima anak itu? LINDA : Aku hanya akan menggunakannya! Tidak akan pacaran dengannya! Tapi tentu saja dia harus tahu seolah-olah memang kami akan pacaran? HELEN : Jadi? 66 . Tidak bisa ditawar. ruang guru. dengan cara bagaimana sebaiknya aku melakukannya? Bukankah kelas III memang sudah waktunya untuk tidak lagi membuat onar di kantin? Bayangkan bagaimana rasanya jika kita harus melihat murid-murid yang sudah hampir tiga tahun di sekolah ini masih terus-menerus menuntut perhatian dari seluruh sekolahan dengan tingkahnya yang aneh! Menyanyikan lagu ulang tahun di kantin. LINDA : Mempermalukan mereka di kantin adalah satu-satunya cara untuk mengusir mereka.BAGIAN IV Dalam hati LINDA Cahaya sepotong pada LINDA LINDA :Jika memang kudeta harus dilakukan.

nanti juga pasti kembali! PAUSE. IBU muncul dengan kawatir. LINDA juga diam. Menganggap LINDA menjawab ya atas pertanyaannya. IBU tidak bergerak dari tempatnya. LINDA : LEN. Selepas HELEN EXIT. Cara cadangan kalau cara ini gagal! LINDA : jangan takut! Aku punya banyak rencana cadangan! Bukan karena aku takut gagal. Bu? IBU : Boleh Ibu bicara? LINDA tidak menjawab. mata LINDA menangkap sebuah benda. IBU : Kenapa? Kalian bertengkar? LINDA : Tidak. LINDA : Ada apa. Mereka akan tahu dengan siapa BRIAN akan pacaran sekarang ini! HELEN : bagaimana kalau Brian tidak mau? LINDA : pasti mau! Kecuali sudah ada pengacau lain! HELEN : Pengacau? LINDA : ya. 67 .LINDA : Besok aku akan ketemu Brian dan mengajaknya ke kantin! Melewati barisan kelas III. LINDA juga tidak mengejar. HP HELEN ketinggalan. aku sengaja membuat jawabanku pada Brian masih mengambang! Jadi kalau selama masa mengambang itu dia sudah berubah haluan. HELEN : (tiba-tiba) mungkin lebih baik aku pulang dulu. LINDA : kenapa kamu? HELEN : Hm…. HP-mu………………! Tapi HELEN tidak mendengar. Sampai ketemu besok. Tapi karena aku yakin dibutuhkan lebih banyak cara untuk menjatuhkan kelas III. dia pasti sedang dikacaukan oleh seseorang! HELEN diam. Bu! HP Helen ketinggalan! Aku panggil tapi mungkin dia tidak dengar.tidak apa-apa! Hanya memikirkan apakah lebih baik jika kita memikirkan cara lain. LINDA melihat IBU yang tidak segera pergi. LINDA segera mengambilnya. Tidak apaapa. HELEN EXIT dengan sedikit berlari! 2.

Ibu cukup tahu kalau kamu tidak ingin. apa yang penting bagi ibu? LINDA : Belajar! IBU : bagus. IBU kemudian EXIT 3. Itu sudah alasan kuat bagiku. Kamu harus menjelaskan kenapa kamu tidak mau. mereka bicara berputar-putar dulu.IBU : Kamu sekarang sudah kelas II. LINDA : terus? IBU : Kamu pantas menjadi Ketua OSIS! LINDA : Ibu. Mungkin orang lain harus tahu alasanmu. LINDA : Apa dia bilang? IBU : Seperti yang ibu ingin bicarakan sekarang. Tidak apa-apa. Kenapa Ibu langsung saja mengatakan hal itu? IBU : Buat apa? Kamu terlalu pintar untuk diajak bicara putar-putar bukan? LINDA : dari mana ibu tahu sekolah memintaku jadi ketua OSIS? IBU : Pak ISWADI telepon. LINDA : menurut Ibu kenapa aku tidak mau? IBU : Karena kamu tidak ingin jadi ketua OSIS. HP Helen. kamu telepon rumahnya! Siapa tahu dia mencari-cari! LINDA memegang HP Helen dan menunjukkannya pada IBU. Ia hanya mengambil nafas panjang. jangan lupakan itu! IBU hendak EXIT tapi matanya menangkap sebuah benda. LINDA : Ibu tidak mempertanyakan itu? IBU : Ibu yang melahirkan kamu. LINDA : Aku sudah menjelaskan kepada mereka. IBU : kamu tahu. memang kamu tidak ingin. Tidak perlu ada penjelasan. kenapa langsung membicarakan hal itu? Biasanya kalau seorang Ibu mau merayu anaknya. Tapi IBU tidak tertarik. IBU : Apa alasanmu? LINDA : Ya. Tidak perlu ada penjelasan. Tapi ini Ibu. karena aku tidak ingin. IBU Linda IBU : Itu HP Helen? : Yap. IBU merasa perdebatan percuma. Dia akan mengambilnya nanti! : Kalau sampai malam dia tidak mengambil. 68 .

Nada dering masih terdengar! LINDA tidak mengangkat! Nada dering berhenti. Di ujung panggung lain BRIAN nampak kaget. LINDA dan HELEN saling pandang. LINDA terduduk. BRIAN. HELEN segera mengambil HP-nya tanpa mengira ada yang baru saja terjadi. IBU : (melengking) Jangan nakal! Jangan nakal! : Tapi kamu tidak mau menjadi ketua OSIS 69 KEP. LINDA sekali lagi memandang HP HELEN dan diangkatnya. Pak! Saya tidak! Saya masih kelas II. IBU. Dia diam sejenak dan penasaran. NUNGKI. SEK : Kalau begitu ikut saja ujian dengan kelas III supaya kamu segera lulus! LINDA : Kelas III ujian. Cahaya sepotong. Di belakangnya berdiri KEPALA SEKOLAH. LINDA meletakkan telepon. Pada saat itu di ujung panggung yang lain BRIAN menelepon. HP HELEN berbunyi. HELEN muncul kembali. dan HELEN. Helen? Kenapa lama sekali? LINDA tidak menjawab karena begitu yakin yang terdengar suara BRIAN! LINDA menutup telepon tanpa menjawab. Di ujung panggug yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon! LINDA mengangkat HP HELEN dan diam beberapa saat. HP HELEN berbunyi. HP ku ketinggalan di sini ya? LINDA hanya menunjuk dengan matanya. BRIAN : Halo. Tapi HP berbunyi.LINDA meletakkan kembali HP HELEN. HELEN sudah bersiap hendak berlari pergi. Semua memandang ke arah entah! LINDA : Ada masalah? Apa kalian punya masalah dengan yang kulakukan ini sehingga selalu saja kalian membuat rencana ini sendiri? APA ADA MASALAH? P. SEK . ISWADI : Sekolah kita harus tetap berprestasi! Saya ingin kamu yang menjadi ketua OSIS! LINDA : Saya tidak mau! KEP. BRIAN menelepon HELEN kembali. BLACK OUT MUSIK SEPOTONG! BAGIAN VI Dalam hati LINDA. HELEN : Lin. LINDA HELEN LINDA : kamu sedang menunggu telepon ya? : Iya! Kok tahu? : Dari siapa? HELEN baru merasa ada yang salah! Dilihatnya LINDA yang terus menatapnya. PAK ISWADI.

Sek IBU : Kalian……………….. : Ujian!!!!!!!!!!!!!!!! : kalian tidak ada masalah dengan kelas III kan? KEP. SEK P. itulah pertanda kemenangannya! Kamu sedang menunggu telepon? HELEN : dari mana kamu tahu? IBU : Sudah ibu bilang…. LINDA sedang berbicara dengan KEPALA SEKOLAH. PAK ISWADI berada di samping KEPALA SEKOLAH sebagai ajudan. Kamu akan diajari banyak hal untuk menjadi ketua OSIS dan mengatur anak buahmu! LINDA : Bagi saya masalahnya adalah kemauan! Saya merasa saya bukan orang yang tepat! 70 . SEK : Memang tidak ada yang mudah! : Bagi saya bukan itu masalahnya! : secara organisasi itu yang akan menjadi masalah! Kalau kamu merasa belum mampu. Kep. akan ada pelatihan kepemimpinan.Jangan nakal! : Kenapa kamu mengambil BRIAN? Kenapa kamu? NUNGKI HELEN : Bagaiamana caranya? Dari arah berlawanan RATNA dan BUNGA muncul. Hanya diam! BAGIAN V Halaman Sekolah 1.LINDA : Ketua OSIS dan ujian? Itu sama menakutkannya dengan perang nuklir! BRIAN : kenapa tidak bisa jalan sama aku? NUNGKI : kenapa kamu mengambil BRIAN! HELEN : kenapa kamu menolak? LINDA : Brian bukan trophinya! Tapi kemauan Brian meninggalkan Nungki. teman-temanmu sudah datang! : jangan senang dulu! Tahun depan giliran……. ISWADI BRIAN : Bisa kita coba dulu! Dia terlalu banyak belajar! LINDA : Kamu menunggu telepon? IBU : Lin.. masuk dalam potongan cahaya dengan paksa!! Beberapa yang tersenggol ambruk!! BUNGA : Aku harus ikut bimbingan belajar! RATNA : Aku juga! LINDA : Ini sudah waktunya! SUDAH WAKTUNYA! BLACK OUT TANPA MUSIK. SEK LINDA KEP. Seperti biasa! KEP.

SEK : Tapi itu area pemberontak! Jangan-jangan…. itu pasti hanya perasaannya saja! Yang benar terjadi adalah itu pemberian. PAK ISWADI juga tersenyum.KEP. SEK : Dari laporan Pak ISWADI kamu sangat sukses menjadi koordinator bidang tahun lalu. khususnya murid-murid kelas III. Saya sebagai Kepala Sekolah. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. LINDA : (berteriak mengomando peperangan) SERBU!!!!!! Tapi hening! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Sepi! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Semakin sepi! LINDA mulai meragukan dirinya sendiri.? Terlambat. IA memberikan pengeras suara kepada KEPALA SEKOLAH. KEP. KEPALA SEKOLAH hanya tersenyum. SEK : Tidak ada di dunia ini yang merupakan hasil perjuangan! Itu semua pemberian! Kalau orang merasa berhasil mendapatkan sesuatu karena perjuangan. saya tidak mau memaksa diri saya sendiri. lapangan parkir motor! Tambah satu bidang lagi. SEK : jadi apa yang kamu inginkan? LINDA : Saya ingin menguasai kantin. SEK : Kemauan bisa dipaksakan! LINDA : Itulah masalahnya. Itulah sebabnya orang menyebutnya perjuangan! LINDA : Setidaknya saya menginginkan yang perjuangan itu! Dalam arti apapun! KEP. trotoir depan sekolah kita! KEP. PAK ISWADI memberi rekomendasi supaya kamu masuk bursa calon ketua OSIS! LINDA : Itu bukan perjuangan! Itu pemberian! KEP. toilet. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! UJIAN!!!! MUSIK menghentak. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Lebih bergemuruh dari sebelumnya!! 71 . Itulah sebanya. Hanya saja terjadi pada waktu yang bersamaan. LINDA sudah mundur beberapa langkah! MUSIK FADE IN bersiap mengiringi adegan laga yang kemungkinan akan terjadi spekakuler. halaman sekolah.

Kecuali LINDA dan NUNGKI. di tempat parkir sampai toilet! Kamu boleh kuasai semua itu tapi.SEK : Kelas II. kalian tentu tidak akan berjalan sendiri-sendiri jika masih berteman. Semua sudah EXIT. lebih baik kuhajar teman seperti itu! LINDA : Itulah bedanya kamu dan aku! Aku tidak pernah serendah itu dalam berteman! NUNGKI : Benarkah? Masalahnya adalah. Mereka berlarian. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. MUSIK PAUSE Panggung lebih sepi. kalau kamu sanggup melakukan yang dulu aku tidak mampu lakukan! 72 . KEP.dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah! LINDA : tapi kamu akan kalah! NUNGKI : (memotong dengan berteriak cepat) Dengar baik-baik!! PAUSE NUNGKI : Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah meskipun kamu nanti sudah menjadi jagoan di kantin... Mereka saling memandang beberapa saat! LINDA hendak mendekat.aku tidak akan mengaku kalah! Kamu mengerti? LINDA : Lalu? NUNGKI : tapi aku akan mengaku kalah. kamu sedang ingin menyingkirkan aku! Tentu saja aku ingin tahu. NUNGKI mengangkat tangan menyuruh LINDA tetap menjauh. LINDA terdiam. sampai dimana usahamu! LINDA : Berjalan baik! Tidak ada halangan! NUNGKI : Tidak ada halangan? Yang benar saja? Lantas kenapa kamu sendirian? Dimana kawan-kawanmu yang lain? LINDA : Mereka ada urusan lain! Jadi tidak ada waktu untuk berurusan dengan kamu! NUNGKI : Betapa enaknya punya teman kamu! Masih melindungi teman yang mengkhianati! Kalau aku.Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. NUNGKI mengawasi dengan hati-hati! NUNGKI : Heh. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! 2. anak kecil! Apa saja yang sudah kamu pelajari selama dua minggu menjadi anak kelas II? LINDA : Apa pedulimu? NUNGKI : Apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi siswi jagoan sekolah ini kan? Dan itu artinya. NUNGKI : Bagus.

NUNGKI kembali berlarian! Musik bergemuruh kembali. IBU : (melengking tinggi) Ini bukan perjuangan! Ini pemberian! Jangan nakal! Apa Ibu bilang? 73 . LINDA NUNGKI : Kenapa kamu katakan ini kepadaku? : Karena. Tetap ingin mengucapkan sesuatu! LINDA : Mungkin benar apa yang diucapkan Kepala Sekolah! Tidak ada hasil perjuangan! Semuanya adalah pemberian! Kalaupun ada keberhasilan. Sementara di ujung kanan panggung IBU tetap berdiri dan tetap menatap ke arah entah.. Itu capaian tertinggi dari seorang jagoan! Jika kamu berhasil melakukan itu. suasana hiruk pikuk lagi dan musik kembali bergemuruh. Murid kelas III yang lain berlarian. pasti karena waktunya yang bersamaan dengan pemberian! Ini bukan perjuangan! Ini pemberian. NUNGKI juga masih memandang LINDA. Tapi sebelum EXIT dia melihat ke arah LINDA yang masih melihat ke arahnya. LALU semua FADE OUT! MUSIK dan LAMPU FADE OUT! ENDING Cahaya sepotong untuk LINDA yang duduk di sebuah kursi. Kita harus siap bekerja sendiri. Suara dan teriakan KEPALA SEKOLAH masih terdengar berteriak-teriak. NUNGKI : Kita harus siap bekerja sendiri!! Lalu tiba-tiba suara KEPALA SEKOLA terdengar lagi. tapi pegangannya lepas. OS. Termasuk MEYMEY dan KANDI. Lalu NUNGKI sedikit mendekat dan bersiap-siap mengucapkan sesuatu. pada saat kita sepakat untuk bekerja sama dengan orang lain. Hiruk-pikuk kali ini paling ramai.LINDA : Apa itu? NUNGKI : tetap melakukan rencana ini! Kamu tahu. Mereka berpegangan. aku baru akan mengaku kalah! LINDA terdiam. aku tahu! Bagaimanapun aku tetap akan pergi dari sekolah ini! LINDA nampak ingin mengucapkan sesuatu lagi. Lalu pelan-pelan NUNGKI bergerak hendak meninggalkan. MUSIK FADE OUT LINDA sempat memegang tangan NUNGKI yang berlarian di tengah hiruk pikuk. Matanya masih terus melihat ke arah NUNGKI.UJIAN!!!!!!!!!! NUNGKI hampir panik meninggalkan. KEPSEK : UJIAN. sebenarnya pada saat itu juga kita harus siap ditinggalkan.

selembar demi selembar kertas jatuh! LINDA masih memandangnya. Benar! Pada saat kita sepakat bekerja sama dengan orang lain. Bu! : Ayo masuk! Sering-seringlah kemari! Ayo masuk! Ajak LINDA belajar bersama! Tidak ada satu temanpun yang datang! Tidak ada teman yang masuk! IBU tetap menyambut! LINDA menangkap kertas sendirian! BLACK OUT MUSIK PENUTUP SELESAI YOGYAKARTA. Satu persatu ditangkapnya. LAMPU FADE IN. bukankah di situlah artinya perjuangan! IBU : (melengking tinggi) Kita harus siap ditinggalkan! Apa ibu bilang? Selembar kertas putih jatuh. menjadi semakin terang! Selembar kertas lain jatuh lagi. April 2006 JUARA Harapan 1 SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong Para tokoh: 01. Kita harus siap ditinggalkan! Karena. Nina 02. Lalu pelan-pelan ia berdiri dan mencoba menangkap kertas-kerta yang sedang melayang jatuh itu. Lalu seperti OPENING. suara keibuan) Lin. tidak melengking. LINDA : (berkali-kali dan semakin yakin) Kita harus siap ditinggalkan! Kita harus siap bekerja sendiri! IBU LINDA IBU : (menyela. Kakak Nina : Pelajar SMA : Abang ipar Nina : Istri Togi 74 . pada saat itu juga sebenarnya kita harus bersiap untuk bekerja sendiri. ia tidak akan terkalahkan! Karena aku juga tidak memperjuangkan sesuatu! Kemenangan ini hanya ada justru ketika aku terus melakukannya.LINDA : Mungkin juga benar kata Nungki. Dia kemudian menjadi bertambah sibuk menangkap lembaran kertas itu. Togi 03. teman-temanmu sudah datang! : Suruh saja masuk.

04. Dandi 05. Tono 06. Ruri 07. Tuti 08. Orang 1 09. Orang 2

: Pacar Nina : Pengagum Nina : Teman Nina yang sering iri : Teman Nina : Kelompok Ruri : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah 11. Guru

PARA PELAKU TIDAK BICARA

1 KANTIN SEKOLAH. PAGI. LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT. BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA. PARA MURID MENARI DAN MENYANYI Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu… Andai tak ada gedung sekolah Mungkin belajar di jalan raya Berbaur dengan pedagang kaki lima Menggelar alas koran di trotoar kota Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu…
75

Bukannya benci belajar Bukannya tak ingin pintar Tapi hati ingin senang sejenak Istirahatkan otak walau sesaat Wo wo wo… Ye ye ye… TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK. Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku. Nina : taman? Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. Ruri : Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET) Dari siapa? Apa pesannya? (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC. Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina : Ruri :

Nina :

(MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA) Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS) LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. 2 DALAM KELAS. SIANG. MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI. RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA. Ruri : (MENYANYI) Hai teman-teman Ada berita bagus Bukan akal bulus Kalian tentu senang Sini sini aku bisikkan Di antara kita semua
76

Ada yang ihh… nggak tega Semua Ruri : : Ada apa sih Bikin penasaran Di antara kita semua Salah satu teman kita Sudah bercinta tadi malam ah ah ah… Bukan hanya itu saja Tapi ada kondom dom dom dom : Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Semua Ruri :

Eee… Sini…Sini (BERBISIK) Nggak mungkin. Nggak mungkin. Nina itu anak baik-baik Nggak mungkin berbuat tak baik. Pacarnya alim Belajarnya rajin Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enakenak? Salah. Justru mereka lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan? Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka? Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih. : Huuu…

Semua:

Ruri

:

Orang 1: Ruri :

Semua

Ruri

: Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC, terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya. Apa? Apa? Apa? (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK KELAS.) Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga. MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Semua: Ruri :

Orang 2: Semua: Orang 1: Semua: Orang 2:: Orang 1:

(LATAH) Kondom…kondom eh kondom. (TERTAWA) (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom. (TERTAWA) Udah nggak keset keset keset lagi dong? Blong?
77

Orang 2: Ruri :

Bolong? Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya? Enak tenan… sst sst sst! (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA MENATAP ANEH. GURU MASUK.) LAMPU BERUBAH 3 RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE. TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Semua: Nina :

Togi : Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP… PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau antena atau KI PET tapi SIM KART. SIM KART lama diganti dengan yang baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik. Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.

Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapekcapek ria mendata lagi nomor-nomor telepon. Satu-satu masukin punya ibu Dua-dua masukin punya ayah Tiga-tiga masukin punya istri Satu dua tiga baru yang lainnya. Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.

78

Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda. Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain. Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon!

Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besarbesaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita. Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawincerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.

Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh! Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat. Kakak Nina: Siasat apa? Togi : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!
79

Togi

: Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis. Pinjam dong ! Sebentar saja. Togi : Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina: Ya sudah. Pinjamnya lama. Togi : Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina: Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja. Togi : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan HP Untuk SMS. Apalagi istri. Kakak Nina: (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR) Togi : Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan. Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)

LAMPU BERUBAH

4 DALAM KELAS. PAGI. MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI. Nina : (MENYANYI) Kepada angin dan matahari Kemana jawab akan kutemui Tak tahu aku apa yang terjadi Seolah aku kembang bangkai mati Baunya tajam menusuk nurani Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi

Apalah arti hidup begini Seperti mati Sendiri dan sepi Perjalanan kehidupan Butuh teman untuk berbagi Walau tak abadi tapi berganti Sesaat saja dibutuhkan hati Hati yang damai Teman yang ramai
80

Nanti ada apa-apa. aku ikut bertanggung jawab. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang memang benar. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku membersihkan nama. Nina : Sudah. Nina : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu memang benar. Dia menge-SMS berkali -kali. Kopi darat. Tapi dia tidak mau mengangkat. Niatnya hanya menggoda kamu. Mengejak bertemu. Bukti itu akan jadi alatku melawan gosip miring yang beredar.Jadi. Urusannya bisa panjang. Dia tahu sekolahmu. agar dia percaya kalau dia salah SMS. tidak mungkin kita saling kenal. Tapi tidak ada Hubungannya denganku. Terus sampai juga ke keluarga. Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. Bukan hanya orang lain atau tetangga yang ditipu. Tuti : Tapi Nina. Untung dia belum tahu rumahmu. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak akal. Main-main. Tuti : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Tuti : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. Pertama-tama jadi saksi lalu terdakwa. Berharap supaya dia mau mengirim SMS. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah. Aku percaya kamu seratus persen. Tak usah risau. Tapi jujur Nin! Kita kan sahabat. bisa gawat. Kamu anak baik. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Kamu tahu sendiri kan? Nina : Kamu sahabat sejati Tuti. 81 . Isi SMS itu benar. Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak usah malu atau sungkan. Aku ini anak sekolah. masalah tempat tinggal dia tidak kuberitahu. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting? Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia. Maksudku. bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak dikenal. Malah ingin Kenalan lebih jauh. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu tadi. Nina : Aku cuma ingin jujur. Tuti : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon? Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia. Gawat. menyatakan salah kirim SMS. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru. Apa dia sudah tahu lagi? Nina : Itu aku yang beritahu. Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. Untungnya. Takut lah. Tuti : Terus mau? Nina : Ya tidak. Nina : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku. Malah balas SMS: hemat pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja. Eh malah SMS lagi: istriku bisa saja. Aku butuh kejujuranmu.Tuti : Aku masih sahabatmu. bahkan istri dan anak tega ditipu. Aku tidak tahan lagi tatapan mata aneh teman-teman karena SMS pertama itu? Tuti : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. Itu saja.

(KE KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan bermain dengan teman-teman. Nina : Baik Bu. melepaskan aib dari Sekolah ini. Ibu bisa saja. (DILIRIK GURU) Bukan. 82 . Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai. Tidak Ibu sangka. Terima kasih. Nina : Ah. Kepala sekolah: Maksud saya. Tanggalkan bulu domba itu! Nina : Saya tidak pakai bulu Bu. Serigala berbulu domba. Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya? Nina : Kondom? Kepala sekolah : Memalukan. Tuti : Sementara diamin saja Nin.Guru : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah. Apa masalahnya Bu? Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Kepala sekolah: Kamu cantik hari ini. melepaskan aib. Bukan Ibu. kamu harus menanggalkan. Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis! Nina : Selamat pagi juga Ibu cantik! Kepala Sekolah: Haus? Silahkan minum! Nina : Tidak Bu. Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat. Nina : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH 5 RUANG KEPALA SEKOLAH.

Saya juga mau tahu. Saya memang menyukai pak Gatot. Kenapa Bu? 83 . Kalau dia mau jadi pacar. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran dengan pak Gatot. Tahu? Masih mau membantah? Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu? Nina : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu. Tidak baik seorang murid berpacaran dengan gurunya. Jadi sering jalan bersama. Itu tidak benar. saya benar-benar tidak bersalah. (GURU DAN RURI MASUK) Guru : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH) Kepala sekolah: Baik. Berpacaran dengan gurumu sendiri. Masalah SMS Kamu bantah. Saya mengagumi pak Gatot. jangan Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar -benar tidak saya kenal. Nina : Saya tidak ada apa-apa Bu. (GURU DAN RURI KELUAR) Nina : Bu. Salah kirim. Benar! Tidak mencuri kondom siapa. saya tidak keberatan. simpatik. Kepala sekolah: (KE PENONTON). pintar mengajar dan kebetulan rumahnya searah rumah saya. Mohon. Nina : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. Kepala sekolah: Nina Nina. Dilarang. SMS itu salah kirim Bu.Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik kitik! Itu masalahnya.siapa. (SADAR) Ooo. masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari kelas. Dia ganteng. Itu sama sekali tidak etis. Sulit bagi Ibu mempercayaimu. Terima kasih. Saya akan siapkan surat pemecatanmu dari sekolah ini. Tidak.

Nina : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP. Malah mengajak kenalan segala. maaf. Tapi Ibu butuh bukti. Sudah. Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah -pahaman! Kesalah. Nina : Baik bu. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari.kiriman SMS. Kalau tidak ya bye bye. Kamu bisa berceloteh apa saja. Silahkan cuap-cuap apa saja. Ibu tidak ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Pokoknya kamu harus dapat bukti. Tapi dia tidak menggubris. Hmmm… baik-baiklah. Bagaimana caranya. Juga sudah saya SMS. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS.Kepala Sekolah: Saya mau tahu. Saya menelepon langsung. Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur. Hubunganmu dengan pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut. Eh. Ibu butuh bukti. Nina : Ruri : (MASUK KELAS) (MENYANYI) Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Teman-teman: Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii Ruri: Tak punya malu sedikitpun Apa guna hidupmu Kalau bernoda dirimu Semua : Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii 84 TAK BERMORAL SECUILPUN . Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu.

Dandi : (MENYANYI) Kekasih Benarkah berita yang kudengar Jangan jadikan aku sedih Aku ingin kejujuran Kejujuran Apalagi yang bisa kuharap Semoga dewa cinta Masih menyatukan hati kita Kalau tidak Apa yang bisa kulakukan Bila berita itu benar Aku dibohongi selama ini Dibohongi beningnya mata Dan lembutnya kata dari mulutmu Apa aku kau bohongi Nina: (MENYANYI) Tidak kekasih Semua itu tidak benar Kesalah paham semata Dan salah kirim Hhhh… Aku tak percaya Aku tak percaya Tak bisa percaya begitu saja Pasti ada sesuatu yang salah Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini pun telah diketahui kedua orang tuaku. SORE. Dandi : Nina : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya? Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah? Atau? Baiklah. Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu. Mereka menasehati menjauhimu. Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin.! LAMPU BERUBAH 6 SUATU TEMPAT. Toh aku akan 85 . Aku mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian.Semua Nina : Semua : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he! (KELUAR SAMBIL MENANGIS) : Huuuuu….

sudah menyerah. Aku patuh padamu seumur hidupku. Kamu ingin menjebakku dengan tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu? Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang telah meninggalkanmu? Tidak. Ayolah! Dandi : (TERTAWA) Tidak. Aku tidak mau lagi melakukan. Carilah tempat yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat. Bila aku kehilanganmu. Anggap masa lalu. Tidak. Titik. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 86 . Janji yang pernah kita buat anggap tidak pernah ada. Kita harus saling melupakan. Sekalinya ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Asal tidak kehilangan dirimu. Apa salahnya mempercepat. tidak terpikir lagi. Aku masih suci Dandi. tidak tahu harus berbuat apa. Tidak sekalipun ada niat menghianati. Berat akibatnya kalau semakin terjerumus. Aku tidak bodoh. Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Tidak ingin kena getah perbuatanmu.kehilangan itu suatu saat. Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please! Nina : Setidaknya bukan masalah kematian. Tidak ingin berpisah darimu. Walau harus melakukan dosa paling besar aku rela. Percayalah! Dandi : Tidak. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. Nina : Sudah lama kita pacaran. Kau setuju dan tidak pernah meminta lagi. Aku mencintaimu Dandi. Nina : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai menghadang? Baru angin kecil saja. Aku tidak akan terjebak. tidak pernah melakukan hal buruk. Lalu dengan cara apa kubuktikan. Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa. Gampang sekali tidak percaya padaku. takut dosa.

Kabur! (KELUAR) (MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu 87 . kulaporkan ke keluargamu. Ayolah! Nina : Tono : Nina : Tolong! Beneran teriak lo.(MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu (MENANGIS) LAMPU BERUBAH Tono : Nina : (HENDAK MEMELUK) Hei! Tono : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi. Biar dipecat jadi anak. Sekarang kesempatanku memilikimu. Jeli Memanfaatkan kesempatan. Tono : (TERTAWA) Aku memang maling. (HENDAK MEMELUK) Nina : Apa-apaan sih? Tono : Kalau tidak mau. Akan sama-sama senang. Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu. aku puas kamu aman. Maling profesional. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak mau. Nina : Berani macam-macam akan kuteriaki maling.

Apalagi istri tidak memberi jatah. burung hendak keluar dari sarang. SORE. Dengan perjuangan keras. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS. Kakak sembuyi tidak jauh darimu. Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu. Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. Tanya dulu ah sudah dimana posisi. Makin tidak sabaran. Di taman lagi. buruuung kau sabarlah! Nina : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak? Kakak Nina: Tidak usah dulu. baik hati. posisi? (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. kepala mau pecah. Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi. Togi : Ciluk ba! Ketemu lagi. siang-malam. Posisi. Tempat romantis. MEREKA DALAM PERJALANAN MENUJU TAMAN). Hasrat meledak. Taman dekat jalan besar. Pura-pura jual mahal. Pagi-sore. akhirnya dia mau bertemu. Begitu ada apa-apa. sudah dekat. Kita tangkap dia dengan 88 . dia tanya posisi. Pura-pura sibuk. Ayo! Tolong! (MENGEJAR TONO) LAMPU BERUBAH 7 TAMAN. O. Sedikit cuek. Kakak akan teriak memanggil orang. Kakak Nina: Bilang sudah dekat! Togi : Oh. Mas pasti ganteng. Nina : (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak. Lagipula banyak penonton. Pucuk dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha… SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. Taktik tarik ulur mendapatkan mangsa. ramah.Tono : Nina : (MASUK LAGI). terus menerus.

mungkin diminta kakak ikut mengawasi kalau terjadi apa-apa.tangan sendiri. suka daging mentah. Kakak Nina: Sudah jangan menangis! Masalah ini segera selesai. sangsi kepala sekolah dan Dandi (MENANGIS). Kita sudah di taman. Tapi agak takut Kak. Kakak Nina: Kucing beda. Kacau kalau ketahuan. Aman. Ayo jalanlah! Togi : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya takut lewat sini. malah datang dua orang yang tidak diharapkan. Ciat. kamu dimana? Togi : Wah gawat. Kakak gemes ingin menjitak kepalanya. Huh! Harus bisa kujelaskan segala masalah ini.. Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga. Kok semua serba kebetulan ya? Aku sedang menunggu sesorang eh. Kakak menunggu di sini. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK) 89 . Huh! Nina : OK. Nina : Laki-laki juga seperti kucing. Bisa kacau pertemuan. (SMS MASUK. ada istriku di sini. Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat. Sudah dua orang menemani. bantuan datang. Cari tempat sembunyi. MEMBACA) Aku sudah di taman. Nina : Tadi si Abang bukan ya? Oh. Nina : Alaa… sama kucing saja takut. Bulunya bahaya buat rahim wanita. Daging apa saja. Dia belum Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Orang-orang juga siap membantu kalau kakak beraksi. Semoga secepatnya bisa bebas dari tatapan sinis teman-teman. Tinggal teriak.

YAH UNSENT LAGI. KOK ADA DI TAMAN INI? NINA MINTA DATANG KALI? AKU KASIH TAHU NINA. kalau tidak barabe. Buruan ya! TOGI : SINI? ADUH! HARUS PINDAH POSISI LAGI. KOK ADA DISINI? 90 . ABANG IPARNYA SUDAH DI SINI. K-A-M-U SPASI D-I SPASI M-A-N-A TANDA TANYA. AH. PESAN SUDAH DELIVERED. PANTAS. BANG! BANG! TOGI : ISTRIKU TAHU. Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina. Harus pindah lokasi. Kakak Nina: (SMS MASUK) SMS dari Nina. Kamu dimana? Dia sudah di sini. KOK UNSENT. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar . BIAR TENANG. ADUH! NINA KOK MALAH KE KAKAK NINA: SI ABANG NGAPAIN MENGENDAP-ENDAP DI SITU? TADI KATANYA MAU REUNIAN SMA. (MEMBACA) Dia ngajak pindah Tempat ketemuan. Bagaimana ya? (MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A spasi S-A-J-A tanda seru A-K-U spasi I-K-U-T spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G titik Nina : (SMS MASUK) (MEMBACA) Aku sudah di posisi. NINA : MANA DIA? (MENGETIK) A-K-U SPASI S-U-D-A-H SPASI D-I SPASI P-O-SI-S-I SPASI. Wah gawat. SENT.(MEMBACA) Aku juga sudah di sini.G SPASI T-O-G-I SPASI D-I SPASI S-I-N-I TITIK T-E-N-A-N-G SPASI S-A-J-A. (MENGETIK) B-A. TITIK. YES.N. SUDAH NOL. ADUH! DIA MEMANGGIL LAGI? TANDA TANDA GAGAL. CEK PULSA.

BANG TOGI? KOK DIA SMS PAKAI NOMOR INI? KENAPA YA? OOO… DIA PASTI SUDAH MENANGKAP ORANG ITU. JADI ABANG KE TAMAN. KAKAK NINA: TOGI : LIHAT CEWEK? OH? TIDAK. TERNYATA TIDAK MASALAH LAGI.M-E-N-U-N-G-G-U .D-I .T-O-G-I . ABANG COBA DULU.S-I-N-I . LHO ABANG KAN MAU REUNIAN? KOK TOGI: OH? REUNINYA DITUNDA. EH MAU KEMANA? TUNGGU DULU. KITA DI SINI SAJA. BISA KETAHUAN ISI SMS DARI SI GADIS CANTIK. JANGAN BANYAK-BANYAK! KAKAK NINA: TOGI : ADA RAHASIA YA? PAKAI DIUTAK-ATIK. CUCI MATA SAJA. SILAHKAN PUTRI. TOGI: HARUS SENDIRI-SENDIRI BIAR SERU.P-E-R-T-A-M-A T-A-D-I. AMAN. KAKAK NINA: (MENGETIK) B-A-N-G . NIH! TOGI : JALAN-JALAN DOANG. UNTUK APA LIHAT WANITA LAIN? ISTRI SENDIRI LEBIH CANTIK DARI SEMUA YANG ADA? AKU PERGI BERAKSI DULU YA. KAKAK NINA: PINJAM HP DULU! MAU SMS. BOROS SIH SMS MELULU.KAKAK NINA: DI SINI? NEMENIN NINA. NGOMONG-NGOMONG SUDAH. BYE. AYO! BURUAN DELETE.D-E-K- A-T . (KE DIRI SENDIRI) UPS. MAU KEMANA LAGI SIH BANG? NINA : (SMS MASUK). ABANG MENG SMS LEWAT 91 .T-E-M-P--T-M-U . TADI TOMBOLNYA AGAK MACET. APA SIH YANG MESTI DIRAHASIAIN.

ADIK SENDIRI MAU DIMAKAN. TOGI: TAPI? TIDAK ADA TAPI-TAPIAN (MENARIK TOGI). NOMOR BANG TOGI DI KAKAK NINA: HP-MU SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI.A-K-U . (SMS MASUK) JANGAN KEMANA-MANA DULU! KITA KE L-A-K-I . BANG MANA ORANGNYA? SUDAH DIBAWA POLISI ATAU KABUR? KAKAK NINA: ORANGNYA? SIAPA? DARI TADI AKU DENGAN ABANGMU KOK. PENGGANGGU NINA ITU TERNYATA KAMU. NINA : ABANG? IYA! DIA BARU GANTI NOMOR. DIA TIDAK MENANGKAP ORANG.S- KAKAK NIAN: TOGI : (KESAL) NINA : ITU MEREKA. DASAR SUAMI MATA KERANJANG. KAKAK NINA: SANA SEBENTAR NEMUIN NINA. DASAR KUCING GARONG. K-A-K U-D -A-H . NINA : DIA SMS PAKAI NOMOR LAKI-LAKI ITU. KAMPRET.-SMS LEWAT HP SI PEMBUAT SUSAH ITU.L-A-K-I . KALIMAT INI KAKAK YANG KIRIM PAKAI NOMOR…. NOMOR LAKI-LAKI ITU? SINI LIHAT! YANG MANA? KAKAK NINA: NINA: YANG INI.I-T-U .K-E-T-A-N-G-K-A-P . TAPI MANA LAKI-LAKI ITU? MEREKA BERDUA SAJA. DIA SUDAH KETEMU YANG MENGGANGGUNYA.T-E-M-P-A-T M-E-N-U-N-G-G-U .M-E-N-U-J-U . HEBAT. TOGI : AMPUN! AMPUN! 92 .P-E-R-T-A-M-A . KAKAK NINA: OOO. ABANG IPARKU BENAR-BENAR -BENAR HEBAT (MENGETIK).T-A-D-I.

LAMPU BERUBAH

SEMUA PEMAIN: (MENYANYI) HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN TAK SELAMANYA KEJUJURAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN BERHATI-HATILAH JANGAN PULA PERCAYA SAJA PADA TEKNOLOGI YANG CEPAT BERUBAH MESKI MUDAH TAPI AWAS KADANG ADA NEGATIFNYA WASPADALAH TEKNOLOGI PUNYA DUA SISI BISA BAIK, BISA JUGA JAHAT PERGUNAKAN SESUAI FUNGSI JANGAN PAKAI UNTUK KEJAHATAN HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN BISA-BISA NIKMATNYA MIMPI BERUBAH JADI MIMPI SETAN YOI YOI YOI YOI… YOI YOI YOI YOI…

### SELESAI ###

JUARA HARAPAN 2 NINA BOBO
KARYA : ROY AGUSTINUS

93

SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (MENANGIS)

KEJAM! BENAR-BENAR KEJAM! HUHUHU… KATANYA CINTA TAPI TERNYATA SELAMA INI DIA JUGA PACARIN CEWEK LAIN. KALAU DULU DIA PASTI SELALU NGERAYU, HONEY, HONEY, I LOVE YOU. HONEY, HONEY, CINTAKU. HONEY, HONEY, KU SUN DULU. MERAH BIBIRMU SEMERAH GELORAKU PADAMU. HUHUHU… DASAR PLAYBOY! BUAYA! SEKALI BUAYA, TETAP BUAYA! BUAYA YANG PANDAI MERAYU, TAPI SETELAH ITU, SEMUANYA BULLSHIT! BULLSHIT SHIT SHIT! PEMBOHONG! PEMBUAL! AKU DICELEIN, AKU DITIPU. AKU TERTIPUUUU! HUHUHU….

(BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN)

BAYU

DIKIRA SEKOLAHAN AJA YANG PENTING?? MUSIK ITU NGGAK PENTING?? DIKIRA CUMA NILAI RAPORT YANG PENTING? NGEBAND ITU GAK PENTING?? SEMUANYA NGGAK ADIL! CUMA UNTUK RAPORT, ANGKA, KELAKUAN BAIK, KERAPIHAN? DAN MUSIK HARUS DINOMOR DUAKAN? NGE BAND HARUS DIKESAMPINGKAN?? TAPI NYATANYA MEREKA SIBUK! MAMAH PAPAH SIBUK. SIBUK BUK BUK! NGGAK ADIL!

(BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU)
NINA Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?

(BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.)

94

BAYU MASA BODO! KALAU SEMUANYA MASA BODO, AKU PUN BISA MASA BODO! MASA BODO! NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya?? BAYU Cewek, apa pedulimu? NINA Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti?? BAYU Nggak. NINA Busyet! (PAUSE) Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu! BAYU Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini

(MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA) NINA (MENJERIT) Berisiiiiik!! BAYU Sudah tau!!

NINA Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak? BAYU Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama. NINA

95

Segalanya memang selalu berkomposisi. cinta. Ayo teruskan… BAYU Yaa. Tadi kamu bilang cinta. Kamu yang sok tau. sudah seperti komposer aja lagaknya. NINA Trus…? BAYU (MENUNJUK NINA) Hehehe… berarti menarik kan?? NINA Sudah jangan banyak mulut. Termasuk musik. dan gaya hidup.Irama. dan aku begitu menderita. Sok tau… BAYU Siapa yang sok tau. Sebutkan salah satunya. NINA Nangis? BAYU Yaa. NINA Hebat. nggak usah berfilosof deh. begitu? NINA Baru seucret-ucret mengenal musik. NINA Alahhhhhh. irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak! BAYU Musak?? Apa itu musak? NINA (tersenyum menyindir) Hmmhh! Musak. BAYU Waktu aku ditinggal pacar. apa pengetahuanmu tentang cinta? BAYU Segudang. waktu itu aku ditinggal pacar. musik rusak! BAYU Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik. nggak! Memangnya aku perempuan?? 96 .

jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis. maksudmu? BAYU Begitulah… NINA Siapa yang lebih dulu mencari masalah. Cinta yang lebih perfect. Seperti Kelinci yang akan dipotong. (PAUSE) Siapa namamu? NINA Untuk apa tanya-tanya nama. Namaku Bayu. NINA Maksudmu? BAYU Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…? (PAUSE) Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh? BAYU Bukan berselingkuh. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis. Manusia tidak ada yang perfect. Mau tahu nama aja nggak boleh. Dia menangis. NINA Aneh. ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi. begitu? BAYU Nggak seperti itu. Dan kami berpisah. NINA Dan rasanya seperti dipotong-potong. terlalu kasar itu. kamu atau pacarmu? BAYU Tidak ada yang bermasalah. NINA Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok? BAYU Betul itu.NINA Ohh. Makanya ada orang ketiga. (MENYODORKAN TANGAN) Namamu… NINA 97 . Mengeluarkan air mata. Tidak ada yang salah. Semuanya berjalan normal-normal saja. BAYU Pelit amat sih. Mendapatkan cinta yang baru.

NINA (BANGKIT BERDIRI LALU MENENDANG-NENDANG KALENG SATU PERSATU. His-tories! NINA Tapi saat ini kamu bukan histories.. kurang ajar. BAYU Jangan tertawa! Aku serius. Biar ku tambah H. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. Hahahahaha… 98 . jadinya bodoh… setuju? NINA Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu. jadi nggak perlu kita tahu nama. Musik terdengar. NINA TERTAWA-TAWA. Lagipula apa sih arti sebuah nama? BAYU Wahhh. dan bunyi itu mempunyai irama.(MENGIBAS TANGAN) Sudahlah. Setuju? NINA Ehhhh. kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu… BAYU (MELONCAT GIRANG) Yeahh. dan kamu… NINA Bodo! BAYU Ohhh. hahahaha…. sekarang aku memanggilmu Kebo. namamu bodo. ngak perlu kenalan. Memangnya aku binatang apa? BAYU Makanya nama itu kuanggap penting.makanya ada sejarah. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni. nama itu penting. dan sekarang sebutkan namamu (MENYODORKAN TANGAN) Aku Bayu. aku suka itu. DIA MENENDANGNENDANG KALENG ATAU MEMBENTUR-BENTURKAN KALENG KE LANTAI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING) Hahahaha…. BAYU Oke. Hahahaha…. Fan-tas-tic. NINA Kerompyang. kerompyang. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi. kerompyang. LAMA KELAMAAN NINA MENARI. TERDENGAR SUAR BISING.

tante. Nama saya Bayu. Malam-malam begini anak tante bersama saya. MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. MAMA NINA Nina naik masuk kamar. NINA 99 . Mam. tadi. MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV. MAMA NINA Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? NINA Tad. MEREKA LALU BERPELUKAN. Nina… MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. NINA DAN BAYU MASUK) MAMA NINA (MEMBENTAK) Dari mana kamu malam begini baru pulang?? (PAUSE) Kamu siapa? NINA Ini teman Nina.BAYU (BERGAYA DAN BERNYANYI ALA ROCKER) Disaat ini kita satukan rasa Membentuk lingkaran berpegang tangan Jangan lepaskan aku Jangan ikat diriku Bawa jiwaku Ke alam bebasmu Yeahhhhhh!!! Kuatkan rasa Demi cintaaaa! Beri kebebasan Untuk dirikuuu! Cintai aku Hargai aku Lihatlah aku Peluk diriku Yeahhhhhh!!! (NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? BAYU Betul Tante. Kamu siapa? BAYU (GUGUP) Saya Bayu.

BAYU MEMBALAS. aku punya kenalan. MENGIRIM SMS.Mam… MAMA NINA Masuk kamar! (NINA KELUAR PANGGUNG. DIA BERDIRI DAN PERGI) (DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR) PAPAH BAYU Kamu yang seharusnya mikir. baru semester 4 sudah hamili anak orang. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. aku juga mampu. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak. BULAN BULAT BERSINAR. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. NINA MENGECEK LAPORAN) NINA Masih nggak aktip. memakimaki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu. Tante. Selamat malam… (PANGGUNG GELAP) (PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. (MENEPUK DADA) Nih. Aku punya izasah. NINA TERLIHAT RISIH. Kemana sih dia… (NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. TERDENGAR SUARA MAILBOX) SUARA MAILBOX Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif. aku bisa cari kerja. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. NINA MEMASUKI PANGGUNG. aku punya otak. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT) (NINA MEMENCET HP. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. Lihat si Lilo. Paham? Selamat malam… BAYU Paham. Dan semua itu gara-gara kamu. saya memang pengagum sinetron. Karena kamu sok jadi wanita karier!! 100 . Memangnya kamu aja yang pantas cari uang. Bapak ke kantor dan ibu memasak. anak bungsu kita. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang! PAPAH BAYU Itulah egoismu. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi… NINA Bayu kok mailbox sih… (BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA. MAMA NINA MEMANDANG SINIS) MAMA NINA Tolong dengar. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik! MAMAH BAYU Enak aja. kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai.

Sungguh-sungguh saya kecewa. malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam. aku bisa. ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian. Meeting dikantor. PAPAH BAYU Itu. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. malah nyambung terus. perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar. Ayo sana masuk kamar. Belajar!! BAYU Belajar? Bayu sudah bosan belajar. masalah anakanak. Ayo sana masuk kamar!! Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya. mam. Seorang ibu!! MAMAH BAYU Lah. saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. itu hasil didikan kamu! MAMAH BAYU Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu. Ini bukan urusan anak-anak. Itu karena kamu perempuan. aku mampu!! (BAYU DATANG) BAYU Ada apa pap. apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu! BAYU (BERTERIAK SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGAN SEPERTI PAK POLISI) Stop! Stop! Semuanya stop berbicara. Pap? Bayu dengar kok semuanya. Perhatian. MAMAH BAYU Hehh. mamah bilang diam. MAMAH BAYU Ya ampunnn. (PAUSE) Saya sangat kecewa. Mam.MAMAH BAYU Eh. ingat itu? Ingat?? PAPAH BAYU Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. Berantem lagi? MAMAH BAYU Hushhh! Diam kamu. berangkat pagi pulang malam. PAPAH BAYU Hebat sekali kamu bicara. malah disambungin terus. jadi sebagai ayah. Ini bukan urusan anak-anak. Betul kan Pap? MAMAH DAN PAPAH BAYU Diam kamu!! BAYU Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak. Kamu selalu menganggap aku kuat. Saya sangat kecewa. mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam. Belum lagi kerjaan kantor. Dan kekecewaan itu. eh. Sana masuk ke kamar! BAYU Kenyataannya kan begitu Mam. tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata… Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara… 101 .

(BAYU KELUAR) (PANGGUNG GELAP. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila. Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. Kamu pasti marah… NINA Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang? BAYU Mau tau? NINA Pasti dong. BAYU Kenapa mamahmu tidak menikah saja? NINA Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. NINA Bukan cuma penggemar sinetron. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON) BAYU Maafkan aku. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku. BAYU Kamu rindu…? 102 . mau? BAYU Tapi sudah malam. Kadang jumlah mereka tidak tentu. NINA Kita pergi ke taman sekarang. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG. nggak pernah tentu… NINA Bising…? BAYU Jelas bising. NINA Mereka sedang bermain kartu. bisa malam. BAYU Dengar baik-baik (SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI) Sudah jelaskan…? Itu alasannya. Mau dengar? (TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA) BAYU Sudah kudengar. Bisa pagi. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. Yang laki-laki dan perempuan. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang. TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU) (PANGGUNG TERANG. bisa subuh. mungkin berbakat menjadi pemain film. Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. NINA Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi? BAYU Tergantung keinginan. DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA.

Mas? PAPAH BAYU 103 . PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA) MAMAH NINA Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak? PAPAH BAYU Tentu. Kesepian terus hidup begini. MAMAH NINA Dimuka bumi ini. toh mereka akan mengerti sendiri. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu. Plz… BAYU Oke. (PAUSE) Mau pergi ke taman sekarang…? BAYU Jangan sekarang. Sekarang lebih baik kita tidur… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan. MAMAH NINA Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang. Mas. MAMAH NINA Kalau mereka tahu kita akan menikah. Nina bobo Kalau kamu bobo Papahmu datang Bobo sayang Lupakan yang hitam Biarkan hatimu Ditemani malam (DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. tapi. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. Hidup penuh dosa. Ingin sebenarnya aku menikahimu. ahhh… MAMAH NINA Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku? PAPAH BAYU Termasuk hubungan Bayu dan Nina. Dan dalam kamus cintaku. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian. (BERNYANYI) Nina bobo O. tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM) (SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. Tapi tidak semudah itu. besok malam saja. tapi sayang. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik. Mas.NINA Rinduuu sekali. Aku sudah pernah melarang. Tapi lihat cinta kita. MAMAH NINA Aku memang perempuan kotor. PAPAH BAYU Aku juga bingung. aku akan menikahimu. papahku tidak mendengar. Kesepian… PAPAH BAYU Aku juga kesepian. sayang. BULAN BULAT BERSINAR. Tapi cintaku padamu cinta yang suci. PAPAH BAYU Jangan lihat status kita.

Mas? PAPAH BAYU Maksudmu? MAMAH NINA Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik. sayangku… MAMAH NINA Ahh. HENDAK MEMBUKA BAJU) BAYU Stop! Stop! NINA (TIDAK JADI MEMBUKA BAJU) Kenapa? (BAYU MENGHAMPIRI NINA) BAYU Terlalu cepat. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK) 104 .Sampai ke akhirat! MAMAH NINA Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana. PAPAH BAYU Dicegah? Kamu kira demam berdarah?? MAMAH NINA Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan. Kita lihat nanti apa yang terjadi. mas bisa aja… PAPAH BAYU Bener! Tanya aja penonton hehehe… (CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP. Seandainya rencana mereka tidak terwujud. Mas. Mas? PAPAH BAYU Bener juga kamu. toh kita akhirnya tetap jodoh. NINA (TERISAK) Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku? BAYU Belum tentu. Kita terlalu cepat mengambil keputusan. tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu. (NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. Diranjang ini. PAPAH BAYU Itu yang bahaya! MAMAH NINA Musti dicegah itu. NINA DAN BAYU MASUK) NINA Kamu yang menentukan sekarang. Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. kan itu kacau. NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK MEMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA. BAYU Disini? NINA Iya. dimana lagi? (NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. MENANGIS.

tapi karena persoalan. NINA Tapi aku mau tahu pendapatmu. NINA Aku begitu lemah sekarang. Tapi aku merasa. BAYU Tidurlah… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh? BAYU Sulit untuk ku jawab sekarang ini. aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang… NINA Tapi kamu masih mencintaiku kan…? BAYU Setulus hati… NINA Betul? BAYU Betul. Tapi asal kau tahu. Nina bobo Kalau tidak bobo digigit nyamuk Bobo sayang Adikku yang manis Kalau tidak bobo digigit nyamuk TAMAT Drama Remaja (NOMINATOR) 105 . Maafkan aku. (BERNYANYI) Nina bobo O. Mungkin bukan karena umur. beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung. Plz… BAYU Oke. aku sangat mencintaimu. mana yang kamu pilih.BAYU Sudahlah. semakin hari aku semakin bertambah tua.

Anting oleh Imran Laha Sinopsis PERJALANAN SEORANG GADIS MUDA YANG BERNAMA SITI UNTUK MEMUSNAHKAN ANTING. YANG AKHIRNYA IA HARUS TERBUNUH SEBAGAI PEREMPUAN YANG TAK BERTINDIK. SEGALA HAL IA LAKUKAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA PEREMPUAN BISA JADI PEREMPUAN TANPA ANTING. Karakter Gadis Botak/Siti Pria Mohwak Teman Guru Murid-murid Perempuan Muda Nenek Suami 106 . BAHKAN TAK BERTELINGA. SEMUA TELAH IA RENCANAKAN DAN MERACIK SESUATU UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA ANTING ITU SESUATU YANG TAK BERGUNA.

SUARA MESIN LAS YANG TERKADANG EFEK SINAR LAS MENERANGI KEGELAPAN MISTERIUS ITU DAN TERLIHAT SEAKAN SILUET NEGATIF FOTO/KLISE. KECUPAN-KECUPAN IBARAT TETESAN AIR MEMECAH PADA GENANGANNYA. kau tak peduli. Ada juga liang di selangkanganku yang kau andaikan bibir dari surga. Free sex telah kututup dalam kitab Kamasutra. BAHKAN PERCIKAN-PERCIKAN LUDAH MENYUMPAH SEMESTA DAN MENGGEMA MEMBERAIKAN BUHUL-BUHUL KEPEKATAN MALAM. Hanya nomor hotel semalam yang bertengger dalam ingatanku . ADA PINTU YANG TERTUTUP RAPAT BERNOMOR 501. RUANG SEINDAH KOMPOSISI TARIAN DALAM TAMAN SURGA. Akhirnya kusimpulkan setiap komposisi sex di dunia remaja yang begitu fantastic dengan fenomenanya. TERDENGAR ANGIN MENDESIR GANAS.. Entah itu berukuran kecil atau besar.. DAN DEGUPAN-DEGUPAN BIRAHI MEREKA BERSUARA DALAM KAMAR ITU . TUANGAN AIR DALAM BOTOL. Daging lebih di dadaku. Terlalu ketinggalan zaman menurutku. DENGAN SEKETIKA SOSOK DI BALIK GELAP LENYAP. DI BALIK SEMUANYA. SILUET RAMBUT SEORANG WANITA MENGGELIAT SERUPA TARIAN ULAR.Istri Siti Kecil DI SUDUT BUMI MALAM. tak perlu sebuah tindikan dan anting untuk mengatakanku seorang wanita.. Kini sudah usang berdebu dan entah di bilik ingatan mana kusimpan dia. 107 . Suara Wanita Inilah yang kau inginkan. hanya orgasme yang menjawab. TERTUKAR SEBUAH KAMAR LOSMEN SEDERHANA YANG KHAS DENGAN KEREMANGAN. DUA SOSOK REMAJA BERCUMBU DIIRINGI KESEPIAN MENGALUN BIRAHI. Dengan kedua itu. Aku lupa. Sosok di balik gelap. KEREMANGAN MEMBAHANA BUMI. KEKISRUHAN TERUS BERLANJUT MENGIRINGI ALUNAN GERUTU YANG DALAM DAN BERAROMA KEMARAHAN YANG KELUAR DARI SOSOK YANG TERTELAN GELAP ITU.. Setelah kupelajari setiap huruf-huruf gairah kemudaanku dengan berbagai pembenaran. AIR YANG MENDIDIH. NAFAS KEDUA SOSOK ITU MENAMBAH KENIKMATAN MUSIK. ADA SEGUMPAL CAHAYA LEWAT BERGANTI-GANTI MENERANGI MEJA YANG KISRUH DENGAN BUNYI DENTINGAN GELAS. MEREKA BERPELUKAN. IBARAT KIPAS ANGIN.

.. Setiap detik kupikir adalah Doggy Style.. ah aku lupa.. Seiring lenyapnya kamar senggama pikir itu. kau akan meminta lagi. Ini adalah imajinasiku. Sungguh aku sangat jenius. Anting hanyalah lambang perbudakan dunia. telah kuubani dengan ketabuan. aku merasa telah hidup di umur dewasa.. Ya 501! Nomor yang kini ada dalam kemenanganku. Wanita ini adalah senjataku untuk merenggut sejarah kemudaan. Dasar kampungan! Aku tak pernah mendapatkan ini dari mereka. karena pasti kau akan menyesal. perlukah anting untuk membuatmu penasaran? Suara Lelaki Tak penting untukku senggama yang romantis. dadanya naik turun mendenguskan gelisah. Mana ada orang tua dulu tahu tentang Chek In Hotel.. Dan mana tahu orang tuaku tentang 501 . Akulah kedewasaan sejati..Suara Lelaki Biarlah adegan ini cepat mencapai. Suara Wanita Inilah adegan pertukaran kehormatan. kau hanya bisa onani dengan rasa penasaran . Dengan terpaksa ia merapatkan matanya hingga yang ada hanyalah kerutan pejaman. Coba tadi aku dan perempuan ini patungan membayar hotel . Suara Wanita Bahkan kau pun akan terkejut ketika melihat darah di bibir surga itu. Seakan ia tak percaya. Dan aku tak yakin punya waktu denganmu lagi . aku tanya sekali lagi. Perang ini semakin menjelaskan kemenanganku. Ini suatu kehormatan untukku. Mata itu meringis malu. Nomor ini tertera di resletingku juga. Jangan-jangan malam ini ada razia di setiap hotel. Apakah orang tua berpikir seperti itu juga? Mereka malu.. Matanya menyalak menyinari layar komputer yang membiaskan cahaya. kemana harus kucari uangnya. Keperawananmu adalah mahkota untukku. Kini yang ada remaja berambut Mohwak. Suara Wanita Kau bisa menikmati misteri tubuh yang bernama wanita. aku benar-benar cantik. Padahal itu untuk kemajuan. Bukan anting yang menentukan. beranting di telinga kiri. dan berhadapan dengan komputer. Di kala seperti itu. bersinglet hitam. Saat itupun bisa kuludahi wajah kerut dan sok tua para pendahulu. Jangan lewatkan setiap detailnya. Apa telingamu akan gatal tanpa anting? Di sudut bumi yang lain merebak cahaya. besok hari terakhir pembayaran SPP. Bila jebol.. akulah raja. yaitu selama waktu itu berjalan. Saat kurenggut.. Suara Lelaki 501! .. Walau emas yang menggantung di tindikan sekalipun. keyakinanku hanya satu.. bertatto. Lihat rambutku.. entah kenapa bisa sama dengan nomor kamar ini. aroma kemenangan telah tercium.. Umurku masih 17 tahun dan Perempuan ini belum juga istriku .. Kita saling menyerahkan dan memahkotai. Setidaknya aku tak melakukan imajinasi yang berujung 501..ha-ha-ha. Tidak ada yang bisa mengalahkan predikatnya sebagai keanggunan. Mereka hanya segumpal nasihat yang melewati muda tidak seperti ini. Sangat keras pejaman itu hingga getaran menjalar keseluruh tubuhnya. Tegukan-tegukan ludah ketakutan 108 .

menambah getar dalam lubuk hatinya. Jari-jari yang berada di atas keyboard seakan paku yang telah menancap sepanjang peradaban kenistaan. Tiba-tiba semuanya meledak dalam dering Hp. Dengan gerak sigap bertanda gugup, remaja itu merogoh Hpnya yang ia sendiri lupa di mana. Cukup lama ia mencari dan akhirnya ketemu juga. Tapi ia belum juga menerima panggilan itu setelah ia melihat nama yang tertera di Lcd Hp. Lama ia berpikir lalu dengan ragu-ragu dia menekan tombol Yes dan perlahan Hp itu diantar ke telinga yang beranting. Mendengar sebentar dengan mata menerawang memikirkan sesuatu.

Pria Mohwak Akan aku jelaskan saat kita bertemu nanti ... aku tak tahu, itu mungkin orang lain ... ya, aku malu. Khususnya terhadap kamu ... sudahlah sayang, cukup. Jangan kamu teruskan kemarahanmu. Aku tak peduli apa kata orang tuaku nanti, aku hanya takut jikalau ini membuat cintamu berkurang ... kau ingat puisiku untukmu? Ingatlah itu, agar kamu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu ... kamu tahukan sayang, sex semacam ini (sambil menunjuk layar komputer dengan jari-jarinya) sudah ketinggalan jaman. Dan kamu juga tahu, aku remaja modern ... aku masih ingat sayang, anting yang kamu berikan ini adalah pengingatku. Dengan begitu kamu seharusnya mengingat puisiku juga, sebab waktu itulah kamu memberikan anting ini ... masak kamu lupa!... dua bulan yang lalu ... ya, aku sangat cepat menyerap perkembangan jaman ... aku lupa nama wanita itu ... ehm, siapa ya, si .. si.. siapa ya, Siti! Ya Siti, aku ingat sekarang. Namanya Siti ... dia teman sekelasku, dia meninggal sebulan yang lalu ... dia bunuh diri bersama semua wanita dalam kelasku, termasuk Guru Pendidikan Moral yang waktu itu bertepatan punya jadwal di kelas ... dia wanita gila menurutku ... kalau kamu melihat beberapa saat setelah terjadi peristiwa itu, kamu akan bersepakat dengan ungkapanku tadi ... saya datangnya ketika kelas sudah dipenuhi oleh Polisi dan orang banyak. Mayat-mayat wanita itu tak bertelinga semuanya ... iya, akupun heran kenapa dengan hanya sepenggal telinga mereka bisa mati. Menurut penglihatanku, mereka masih terlalu cantik untuk menjadi mayat ... oh maaf sayang, aku tak bermaksud merendahkanmu dengan mengatakan mereka cantik ... ya, kamulah yang paling spesial di hatiku ... iya kan? Kamu sendiri bisa mengatakan wanita itu jenius. Kalau aku mengatakan dia gila ... sampai sekarang pun Polisi tidak sanggup memecahkan kasus itu. Menurut Polisi itu pembunuhan yang paling sadis selama ini. Soalnya irisan-irisan telinga itu sangat halus. Tidak terlihat goresan-goresan pemaksaan. Padahal alat yang digunakan untuk mengiris telinga adalah Gergaji. Koki seahli apapun tak bisa mengiris seindah itu ... dan yang lebih aneh lagi semua potongan telinga mereka tak ditemukan di awal peristiwa. Nanti setelah divisum baru mereka tahu semua potongan telinga itu ada dalam perut Siti, termasuk telinganya ... apakah itu bukan hal yang gila? ... aku pun tak percaya pernah melakukan hubungan sex dengan seorang maniak ... aku juga tak tahu siapa yang merekam dalam kamar itu, aku hanya bisa terkejut ketika adegan dalam kamar itu telah tersiar di Internet ... (Hp di genggaman Remaja Mohwak berbunyi menandakan Lowbat.) Aduh sayang, kamu sekarang cari Warnet terdekat! Kita teruskan obrolannya lewat Chating. Batre Hp aku hampir habis ... (Belum juga habis katakatanya, Hp kehabisan Batre.) 109

PINTU RAPAT YANG BENOMOR 501 ITU, MEMBUKA KEMBALI CERITA SESUDAH ADEGAN SEX DITAYANGKAN. TAK LAGI TARIAN SURGA YANG TERLIHAT, HANYA DUA SOSOK DI BALIK SELIMUT. BUKAN LAGI DEGUPAN YANG BERUCAP. TAPI PERCAKAPAN NYATA BERADU. MEMECAH DENTINGAN CAHAYA IDE KEMAJUAN ...

SANG LELAKI.
Aku dewasa. Akulah raja sekarang. Saatnya untuk meludah pada setiap orang tua.

SANG WANITA.
Akhirnya aku sendiri membuktikan. Akulah pemilik keanggunan. Akulah wanita itu.

SANG LELAKI.
Kamu ingat Siti. Seanggun apapun, kamu hanya mahkotaku. Kamu properti ...

Sang Wanita
Beraninya kamu mengatakanku seperti properti. Apakah kata itu yang berlaku juga pada anting.

SANG LELAKI.
Kurang lebih seperti itu.

Sang Wanita
Tanpa properti anting itu, aku tetap anggun dengan darah yang keluar dari selangkanganku.

SANG LELAKI.
Darah itulah mahkota yang kurenggut untuk menjadi dewasa.

SANG WANITA.
Ha, lucu. Kamu pikir dengan itu kamu sudah dewasa? Belum.

SANG PRIA.
Lalu apa?

SANG WANITA.
Berani menentukan pilihanmu secara jujur. Kalau hari ini, kamu masih takut dan sebisanya bersembunyi di balik pintu hotel. Puh ... kayak anak-anak yang baru belajar onani.

SANG PRIA.

110

Jenius kamu Siti. Aku punya gagasan yang paling modern mendengar penjelasanmu. Sex mutakhir. Sodomi dengan lelaki. Itukan namanya memilih untuk melakukan dengan lelaki. Dan aku jujur padamu. Ah, aku puas sekarang. Akulah raja.

Sang Wanita
Sakit.

SANG PRIA.
Apa bedanya dengan kamu wanita tak bertindik. Kamu sakit juga. Mendingan kamu jadi lelaki saja ...

Sang Wanita
Jenius...jadi tak perlu lagi kupikirkan masalah keanggunan ...

KEDUA MATA REMAJA ITU BERBINAR-BINAR DENGAN SENYUM SIMPUL YANG PALING MANIS. KEDUANYA MELAYANGKAN IMAJINASI PADA KEREDUPAN CAHAYA YANG MAKIN REDUP, MAKIN REDUP LAGI, HINGGA MASUK DALAM KEPEKATAN GELAP. CAHAYA MUNCUL BERBENTUK LINGKARAN DI SUDUT BUMI LAIN. BERDIRI SOSOK DENGAN DANDANAN SEORANG GURU. SOSOK ITU SEPERTI SEDANG MENGAJARKAN SESUATU. GURU SEMUA HARUS BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. JANGAN PERNAH MELEBIHI KODRAT, KARENA ETIKA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KODRAT. BIARLAH ADA ATURAN-ATURAN KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DENGAN SEMUA ATRIBUTNYA. BEGITU JUGA DENGAN PEREMPUAN ...SEMUANYA MENGERTI? TAK ADA YANG MENJAWAB. SEMUA TETAP GELAP. HANYA TEMPAT GURU ITU BERDIRI YANG DITERANGI CAHAYA. SEMENTARA SANG GURU MASIH MENUNGGU JAWABAN. GURU MASAK BELUM MENGERTI? SAYA KASIH CONTOH, SEORANG LELAKI DIBERIKAN KODRAT OLEH SANG PENCIPTA MEMILIKI TUBUH YANG LEBIH KUAT, JADI SEANDAINYA LAKI-LAKI MELINDUNGI PEREMPUAN ITU DIKATAKAN ETIS. KALAU SEBALIKNYA DIKATAKAN TIDAK ETIS. BEGITU JUGA PEREMPUAN, TIDAK DIKATAKAN ETIS KALAU DIA BERBICARA KASAR. KARENA PEREMPUAN ITU TERCIPTA DENGAN KELEMBUTAN.
111

MURID 4 MENJADI TIDAK ETIS KALAU KITA BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGANNYA. 112 . TAPI BAGAIMANA DENGAN SITI YANG TAK BERTINDIK SEGALA . ADA CAHAYA LAGI DI SUDUT YANG LAIN MURID 2 BEGITU JUGA LAKI-LAKI DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MEMBUAHI.. SUASANA MENJADI TEGANG SEAKAN SEMUA MEMUSUHI GADIS YANG TERTUNDUK MALU ITU. ITU SANGAT ETIS KALAU DIFUNGSIKAN... SEMUANYA MEMPERHATIKAN GADIS ITU. PEREMPUAN HARUS PUNYA PAYUDARA. BISANYA KAMU BICARA TENTANG HUBUNGAN SEKS. MENAMPAKKAN SOSOK MURID YANG MENGACUNGKAN TANGAN. PEREMPUAN DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MENGANDUNG. CAHAYA DI SUDUT LAIN LAGI.JADI SANGAT ETIS KALAU LAKI-LAKI MENGHAMILINYA. APALAGI AKU SEORANG LELAKI. CAHAYA LAIN LAGI. PADAHAL AKU TAHU KAMU BARU SAJA BELAJAR ONANI.SATU CAHAYA TERANG DI SUDUT LAIN. MURID 1 SAYA MENGERTI SEKARANG. MURID 3 BERARTI... PUNYA VAGINA BIAR ETIS DIANGGAP ORANG LAIN. SITI KAMU JANGAN SOK TAHU. MISALNYA ANTING. SEMUANYA MENOLEH KEBELAKANG SEIRING CAHAYA MENYALA LAGI DAN MENAMPAKAN SOSOK GADIS YANG TERTUNDUK DIAM. MURID 4 KALAU BEGITU PEREMPUAN HARUS MEMPUNYAI ATRIBUTNYA.

. CAHAYA KHAS MESIN LAS PUN TAK KETINGGALAN MENAMBAH KESERIUSAN MISTERI ITU. MASIH DENGAN SEPENGGAL CAHAYA BERPUTAR DAN BERGANTIAN MENERANGI SOSOK ITU. BUMI PERLAHAN MEREDUP TERTELAN GELAP HINGGA SOSOK DI SUDUT BUMI LAIN TAMPAK JELAS DENGAN KEKISRUHANNYA YANG KHAS. SITI MEMBALAS DENGAN TATAPAN SERIBU RENCANA. 113 . (PADA SITI) SEMUA BENAR SITI. HABIS GELAP TERANG. AIR MENDIDIH TERUS MELANJUTKAN KISAHNYA. TANPA ANTING PUN AKU MASIH BISA DISEBUT PEREMPUAN. PALING HANYA BERKACA DI DEPAN CERMIN DENGAN SEGALA KESEPIAN HATIMU. SEMENTARA MURID 1 MENGGODA DENGAN MATANYA. MAKANYA KAMU BICARA SEPERTI ITU. APA TUJUANMU MEMAKAI ANTING. MURID 4 MANA BUKTINYA? PERTANYAAN MURID 1 YANG BERJENIS KELAMIN LELAKI ITU. HABIS GELAP TERANG BEGITU SETERUSNYA. MEMBUAT SITI TERDIAM DAN HANYA BISA MENATAP. MURID 3 AH. DI MANA-MANA SEMUA SAMA... ITU HANYA BAHASA KEIRIANMU SAJA. ANTING ITU MEMPERJELAS KAMU SEBAGAI SEORANG WANITA JALANG. KAMU PASTI TIDAK PERNAH DISENTUH LAKI-LAKI. YANG PENTING. ANTINGLAH YANG MEMPERCANTIK PEREMPUAN.MURID 2 ITU TIDAK PENTING. SITI JANGAN SEMBARANGAN BICARA.. APA YANG BISA KAMU PERBUAT TANPA ANTING ITU. SITI TUTUP MULUTMU WANITA JALANG. LEBIH BERMORAL JIKA KAMU MEMAKAI ANTING. KALAU BUKAN HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN BELAI LAKI-LAKI. SUMPAH SERAPAH BERTEBARAN . DENTINGAN GELAS. GURU TENANG ANAK-ANAK.

Segala macam barang berserakan dan genangan lumpur tak ketinggalan menghias. Salah satu dari mereka sudah tak dapat bangun lagi akibat mabuk. Sekarang dia ada di belakang jaman anak-anak kuno. Dasar kampungan! Setelah semuanya dia mau meninggalkanku. Yang satu pria berambut Mohwak dan satu lagi Gadis berambut botak. Tapi sebelum ia melakukan itu. aku mendahuluinya. Biarlah dia menjadi fosil-fosil. lalu banyak bicaranya. PRIA MOHWAK TAK SETIA KAWAN. Terjadi percakapan antara dua remaja yang masih sadar. Dan lucunya aku harus membayar mahal untuk dia.) GADIS BOTAK BIARLAH BANCI ITU BERISTIRAHAT SEBENTAR. Pria Mohwak Apa yang harus kita lakukan? Aku tak kuat lagi berjalan. (sosok itu meneruskan pekerjaannya. Pria Mohwak Bagaimana dengan dia? (menunjuk temannya yang tergeletak. menjadi tempat sandaran ketiga remaja yang sempoyongan itu. Yang jelas aku tak selera lagi dengan hal-hal ketinggalan jaman .. Bahkan bom yang meleburkan tubuh menjadi bagian-bagian molekul tak sanggup menandingi. Tumpukan-tumpukan karung yang sudah belel. Kenikmatan yang bahan itu tawarkan bukan sesuatu yang baru. Dan aku tak mau menjadi Darwin yang bodoh dengan meneliti fosil-fosil. JANGAN KITA BERISIK DI SINI. Bahan kimia yang telah jauh tertinggal dibanding kejeniusanku. Dengkul ini tak bersahabat. seharusnya yang aku racik adalah sesuatu yang lebih mahal. Puh(meludah).) Bumi kembali beralih menjadi sudut remang. GADIS BOTAK KENAPA. Sesuatu yang membawa ketingkat kemabukan paling tinggi. Gadis Botak Lalu kamu mau kita ditangkap Polisi di sini? Ayo kita paksakan untuk berjalan. Kali ini tempatnya berantakan layaknya sebuah pasar tradisional yang habis dipakai untuk jualan.. Dengan kejeniusanku ini.. KAU TAKUT? LAKI-LAKI BANCI.Sosok di balik gelap Begitu juga dengan Drugs. Lebih dari Trance. Kuno. PRIA MOHWAK 114 . Segala bunyi khas meja ilmuwan menjadi musik pada kegelapan itu. Drugs yang harus membayar padaku untuk setia mencintainya. Drugs pun bukan teman yang setia.. Lebih dari ekstase.

ITU KAMU SADAR JUGA. INGAT NAMA KAMU SITI. PRIA MOHWAK SUDAH. LALU DENGAN MEMPERTEGAS UCAPAN. AKU SEORANG GADIS PUN TAK BERTINDIK. KAMU PEREMPUAN! HANYA SAJA KAMU TAK BERTINDIK. APAKAH AKU BANCI DENGAN ITU. LAGIPULA AKU MABUK. GADIS BOTAK KALAU AKU TAHU KAMU SEORANG BANCI. MALAM ITU. HANYA BANCI YANG MAU MELAKUKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI. AKU TAK RELA. ANTING INI MEMBUATKU LEBIH MACHO APALAGI DITAMBAH DENGAN DRUGS.JUSTRU MENINGGALKANNYA ADALAH TINDAKAN PENGECUT. TAPI KAU. AKU TAK INGAT APA-APA. GADIS BOTAK NAH. PRIA MOHWAK KAMU JANGAN SOK! KAMU INGAT KELAMINMU APA. GADIS ITU MENGUNGKAPKAN SESUATU DITELINGA YANG DIA JEWER) KAMU BANCI! PRIA MOHWAK SUDAHLAH. AKU YANG MERENGGUT PERAWAN KAMU.(SAMBIL MENJEWER TELINGA KIRI PRIA MOHWAK DAN MELIHAT ANTING YANG DIKENAKAN PRIA ITU. PRIA MOHWAK SEENAKNYA KAMU BICARA. LEBIH CANTIK MAKSUDMU. KITA JANGAN MEMPERPANJANG MASALAH. GADIS BOTAK. MANA ADA NAMA SITI SEORANG LAKI-LAKI. GADIS BOTAK PUH! MAU JADI PAHLAWAN? KAMPUNGAN. GADIS BOTAK 115 . MENURUTKU INI SUATU KEMAJUAN. AYO KITA ANGKAT ORANG INI.

MURID 4 SABAR. GADIS BOTAK TANPA ANTING. TERTINGGAL PRIA MOHWAK DENGAN SEGUDANG KEBINGUNGAN. KALAU PERLU AKU AKAN MEMUSNAHKANYA. APA KARENA AKU MENGATAKAN KAMU TAK BERANTING. JANGAN SEMBARANGAN. GADIS BOTAK ITU PERGI DENGAN KESAL. SEGERALAH DITINDIK TELINGAMU ITU. INI ADA BANTUAN UNTUK MENGHILANGKAN GROGI (MENYERAHKAN SESUATU) SITI SABU-SABU! LAKI-LAKI PENGECUT.AKU BANYAK URUSAN. LIHAT SAJA NANTI. AKU SUDAH MEMESAN KAMAR HOTEL. KEREMANGAN MULAI MERASUKI BUMI. (MENYERAHKAN KUNCI KAMAR) INGAT 501 NOMOR KAMARNYA. KITA MAIN CANTIK. SEKARANG KAMU PERGI. JADI KAMU PASTI GROGI. KAMU PUN. HINGGA SUDUT KUMUH ITU BERGANTI SUDUT MISTERIUS YANG DIDIAMI DUA SOSOK BERSERAGAM SEKOLAH. KAMU SAJA YANG ANGKAT. GADIS BOTAK JANGAN BAWA-BAWA ANTING UNTUK MASALAH INI. AKU YAKIN INI PERTAMA KALI BUATMU. MURID 4 HEI. KALAU TAK ADA TONJOLAN DI DADAMU. 116 . (LANGSUNG PERGI) PRIA MOHWAK EH MAU KEMANA . JANGAN HANYA MULUTMU SAJA YANG BESAR. SITI KAMU MAU BUKTI? MAU COBA? AKU PUNYA WAKTU SEKARANG. SOSOKNYA KEBURU DITELAN GELAP.. AKU TAK YAKIN KAMU SEORANG PEREMPUAN. TADI KAMU YANG MEMAKSA UNTUK MENGANGKATNYA. KAMU AKAN MERASAKAN BELAIAN SEORANG PEREMPUAN. DAN PERGILAH BELI ANTING. AKU TAK PEDULI DENGAN BARANG ITU..

TIBA-TIBA TEMAN MABUKNYA ITU MENGGELIAT.BEGITU JUGA RAMBUT INI. SERASA AKU DISELIMUTI DUA KEMABUKAN. AH. DALAM HIDUP. HABIS MABUK.. DALAM KETIDAK PEDULIKU PADA KEANGGUNAN. MALAH DITAMBAH LAGI DENGAN MABUK BAHAN KIMIA... AKU DARI TADI DISINI MENUNGGUMU SADAR.. AKU HARUS TOTAL.BODOH! TAPI AKU SADAR DENGAN KETIDAK PEDULIANKU PADA KEANGGUNAN. CAHAYA MENERANGI SUDUT YANG KUMUH DAN BERTABURAN KARUNG-KARUNG BELEL TADI. TAK PERLU AKU PEDULI TENTANG KEANGGUNAN. SUDAH BERULANGKALI AKU SELALU BEGINI. SITI SEDANG BERADA DI DEPAN CERMIN MEMBELAI-BELAI RAMBUTNYA. TANGANNYA MEMBELAIBELAI RAMBUT. TAK ADA RAMBUT PUN AKU MASIH WANITA. TEMAN OH. SITI MENGANGKAT GUNTING DI ATAS MEJA. INI YANG DIKATAKAN SUPER MABUK. SEBAB DARAH PERAWAN TADI MEMBUKTIKANNYA. HARI INI KAMU KATAKAN ITU. AKU SUDAH MABUK DENGAN SEGALA PERMASALAHAN KEHIDUPAN. TIDUR DISEMBARANG TEMPAT. ANTING LAMBANG DARI ITU.. PRIA MOHWAK YA. LAMA DIA TERMANGU. KAMU SEORANG LELAKI YANG PERHATIAN. SEBUAH PASAR TRADISIONAL YANG HABIS DIPAKAI JUALAN. SETELAH GELAP. PRIA MOHWAK TERNYATA KAU SADAR JUGA. BESOK KAMU MENGHISAP SABU-SABU LAGI. SOSOK PRIA MOHWAK MASIH TERDUDUK MENUNGGU SAMPAI TEMANNYA YANG MABUK SADAR.KEREMANGAN MULAI TURUN LAGI MEMBASAHI BUMI. TAK PERNAH KUTEMUI ORANG SEPERTI KAMU. DI TENGAH BUMI SEDIKIT CAHAYA MENGESANKAN KAMAR SESEORANG YANG KESEPIAN.. MAKASIH. 117 . LALU DIA MENGGUNTING SECARA PERLAHAN-LAHAN RAMBUTNYA MENGIKUTI RITME CAHAYA YANG PERLAHAN MEREDUP JUGA. KETIKA GELAP. ITU BIASA. AKU TERPENGARUH SABUSABU TADI. SITI BENAR JUGA DIKATAKAN LAKI-LAKI TADI. DUA SOSOK TADI PERLAHAN TERTELAN GELAP TERSISA GERAK-GERIK PERDEBATAN MEREKA.

TEMAN AKU PUNYA ANTING JUGA.. AKU DI SINI KARENA HATIKU BAIK. PRIA MOHWAK DASAR KAMPUNGAN. KAMU BEGITU KARENA AKU MENTRAKTIR SABUSABU.TEMAN MANA BOTAK TADI. TEMAN BOHONG. AKAN AKU HADIAKAN KEPADAMU. TEMAN BARU KALI INI ADA TEMAN YANG BAIK HATI TANPA SABUSABU. BUAT APA KAMU MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PENTING ITU. TEMAN JADI KAMU ORANGNYA BERGAYA? PRIA MOHWAK SUDAHLAH KAMU SAJA TIDAK BERTINDIK. PRIA MOHWAK AKU AKAN MEMBALAS DENGAN APA? 118 . AKU ORANG YANG SANGAT BERSAHABAT. KARENA KAMU BAIK.(IA MELIHAT ANTING DI KIRI TELINGA PRIA MOHWAK) KAMU SUKA ANTING? PRIA MOHWAK INI UNTUK GAYA. TEMAN KENAPA KAMU TIDAK SEPERTI DIA SAJA? PRIA MOHWAK AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU.. PRIA MOHWAK DIA PERGI BEGITU SAJA.

TINGGAL BAGAIMANA MEMATIKAN ANTING. DIA TERUS TERTAWA. MEMBUAT SEMUA ATRIBUT PENEMUANNYA PUN MELEDAK-LEDAK HINGGA PADA TITIK YANG KLIMAKS. SEKETIKA PUN DI SUDUT YANG LAIN MEMULAI DENGAN KEREMANGAN MISTERIUS DAN SEPENGGAL CAHAYA SERUPA KIPAS ANGIN YANG BERPUTAR.. SOSOK DI BALIK GELAP SEMUA TELAH MENJALANI.HA. BUNYI KHAS MESIN LAS. AIR MENDIDIH MULAI TERDENGAR. DATANG SEORANG NENEK-NENEK DENGAN 119 .HA. LAMA IA BERPIKIR. NYATA JUGA DALAM PANDANGAN AKIBAT SEMUA BOTOL PERCOBAAN MELEDAK DAN DITAMBAH LAGI SINAR LAS YANG MENYOLOK. SETIDAKNYA AKU TELAH DIKENAL ORANG TANPA ANTING. IA MELETAKKAN BUNGKUSAN ITU LALU IA BERSEMBUNYI DI BALIK SESUATU. KENAPA AKU HARUS BERTEMU DENGAN MASALAH ANTING. ITU YANG LUAR BIASA . DENGAN GAYA YANG WASPADA..TEMAN INI UNTUK MENAMBAH GAYA KAMU. TERNYATA SOSOK DI BALIK GELAP ITU ADALAH GADIS BOTAK ATAU SITI. SOSOK ITU SIBUK KEMBALI DENGAN KEMARAHANNYA. BUMI MULAI MEMANCARKAN CAHAYA KEREMANGANNYA.. DALAM PERSEMBUNYIANNYA.. SETELAH IA SAMPAI DEKAT SELOKAN.HA! TAWANYA MENGGEMA BUMI. SEKARANG INI AKU DINYATAKAN LAHIR KARENA BERPIKIR TENTANG ANTING.. AKHIRNYA SOSOK DI BALIK GELAP YANG MISTERIUS ITU. SAMPAI-SAMPAI GELAP LANGSUNG SAJA MENIMBUNI TEMPAT KUMUH ITU. LAMPU TIBA-TIBA MELEDAK JUGA DAN GELAP JADINYA.. PRIA MOHWAK JADI ANTING ITU HANYA UNTUK SUPAYA AKU BERGAYA? KALAU BEGITU APA YANG AKAN MEMBALAS SEMUANYA? TEMANNYA ITU MEMIKIRKAN SESUATU UNTUK MENJAWAB. SEBAB BUAT APA SESEORANG LAHIR TANPA DIKETAHUI ORANG? ITU BUKAN HIDUP TAPI MATI. MUNGKIN TINGGAL KEMATIAN YANG SELALU MENAKUTI. SETELAH ITU TERDENGAR ANGIN MENDESIR SERAM. IA MEMELUK SEBUAH BUNGKUSAN YANG SEKALI-KALI MENGELUARKAN TAWA DAN TANGIS OROK. DAN KELAHIRAN HANYALAH PERTEMUAN. AKU PUN TAK MENGERTI. DENTINGAN GELAS. DAN ITU KELAHIRAN . DENGAN KEMARAHANNYA. MASUK SOSOK PEREMPUAN MUDA DENGAN EKSPRESI GELISAH. PADAHAL AKU TAK PERNAH PEDULI.

BERGEGAS PEREMPUAN MUDA ITU KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA UNTUK MENCEGAH. DITARIKNYA TELINGA OROK ITU. TAPI KAMU MAU MEMBUNUHNYA. SEBELUM NENEK SEMPAT MENINDIK. SAYA YAKIN INI ADALAH ANAK JADAH.. PEREMPUAN MUDA APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NENEK GILA NENEK TERKEJUT DAN TAK SEMPAT MENINDIK. SEMENTARA PEREMPUAN MUDA TADI. NENEK YA. LALU IA MEMERIKSANYA. PEREMPUAN MUDA BOHONG! NENEK MAU MEMBUNUHNYA! NENEK BUKANNYA KAMU YANG MAU MEMBUNUHNYA. KALAU AKU JUSTRU MENGHIDUPKANNYA. PEREMPUAN MUDA ITU ANAKKU. SAYA TAHU APA YANG HARUS DIPERBUAT UNTUK OROK SEPERTI INI. MASIH SANGAT MERAH DAN CANTIK. DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA. PEREMPUAN MUDA DENGAN MENINDIK SEPERTI ITU NENEK BILANG AKAN MENGHIDUPKANNYA? ANAK ITU PASTI KESAKITAN.. KAMU TINGGALKAN IA DI SINI KARENA KAMU TAK MENGINGINKANNYA.. 120 . NENEK ITU KAGET MELIHAT ADA BUNGKUSAN DENGAN SUARA OROK. NENEK AH.. NGERI MELIHAT APA YANG AKAN DILAKUKAN NENEK ITU. NENEK SAYA INGIN MEMBUAT DIA BERTAHAN HIDUP. AKU TAHU ITU.ADA OROK RUPANYA. NENEK ITU MENGELUARKAN JARUM DARI TAS BELELNYA.ANTING YANG MENYOLOK.

DENGAN ANTING SEMUA AKAN MEMANDANGNYA HIDUP.. BIARLAH AKU MATI DAN KAMU CARI KEHIDUPANMU SENDIRI..DENGAN SEGERA PEREMPUAN MUDA ITU MENCEKIK NENEK. BELUM BEBERAPA SAAT.. APA KUASA NENEK YANG TUA ITU...... BARU IA MELEPASKAN CENGKERAMANNYA.. DALAM CENGKERAMAN PEREMPUAN MUDA ITU NENEK BERKATA.. DAN MEREKA PUN MEMUNGUT LALU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT ITU. LALU DIA MENGHANTAM BERKALI-KALI KEPALANYA SENDIRI. LAMPU MENUJU KEREMANGAN SAMPAI GELAP MENJADI PEKAT. MEREKA KAGET DENGAN PENGLIHATAN MEREKA. IA HANYA BISA MENAHAN KEMATIAN UNTUK BISA LEBIH PERLAHAN. DENGAN TIBA-TIBA. PEREMPUAN MUDA ITU BELUM JUGA PUAS MENCEKIK. APALAGI MENGHIDUPKANMU. HANYA SEBUAH BUNGKUSAN YANG MEREKA RASA PANTAS UNTUK DISELAMATKAN. JANGAN KAMU TUNDA KEHIDUPANNYA. TAMPAK SEORANG GADIS BOTAK BERDIRI DI ATAS MEJA DENGAN 121 . DATANG SEPASANG SUAMI ISTRI YANG TUKANG PEMULUNG...AKU TAK SANGGUP MEMBUNUHMU. AKHIRNYA NENEK ITU MENYERAHKAN ROHNYA KEPADA KEMATIAN.YANG SAYA LAKUKAN UNTUK SIMBOL DUNAWI.. AKU MALU TERHADAP SETIAP MATA YANG MEMANDANGKU... APAKAH TANPA ANTING MENYEBABKANMU MATI WALAU NAFAS TETAP BERHEMBUS. NENEK SAYA MENGHIDUPKAN IA DI DUNIA INI.DENGAN ITU IA ADALAH WANITA. PEREMPUAN ITU MENGAMBIL BATU YANG TERGELETAK DI SAMPINGNYA.. BUMI TERANG BENDERANG MENGGANTI MENJADI RUANG KELAS. SAMPAI DENGAN SENDIRINYA PEREMPUAN MUDA ITU MENANGIS. PEREMPUAN MUDA BENARKAH AKU MENGINGINKAN KEMATIANMU? AKU HANYA INGIN MENINGGALKANMU DI SINI. AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA. TERSISA DUA MAYAT (NENEK DAN PEREMPUAN MUDA) YANG MENGHIAS. ANAK ITU WANITA. TERGELATAKLAH JASAD PEREMPUAN MUDA DI ATAS GENANGAN DARAHNYA.AKU TAK SANGGUP MENGHADAPI DUNIA. PEREMPUAN MUDA TUTUP MULUTMU NENEK GILA. IA ADALAH SALAH SATU ATRIBUT DUNIA.

. TAPI SEMUA SUDAH TERJAWAB! TAHU APA JAWABNYA?. MUNGKIN SUDAH TAK PUNYA UANG LAGI UNTUK BERGAYA. ADALAH GERGAJI YANG TERBUAT DARI KEIHKLASAN.. KALIAN KIRA DENGAN TERUS MEMIKIRKAN KEANGGUNAN ITU TIDAK MENYAKITKAN? KENAPA HIDUP HARUS DISAKITI DEGAN PERASAAN SEPERTI ITU. GERGAJI INI YANG MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI LEWAT KEMARAHAN. ADA YANG SUDAH SADAR. SAMPAI SEKARANG PUN DIA BERTANYA APA KEGUNAAN ANTING. SEMUA WANITA YANG TERIKAT ITU TERLIHAT GELISAH DAN KETAKUTAN DENGAN LAGAK GADIS BOTAK ITU. TAK AKAN ADA RASA SAKIT. TANPA ANTING KALIAN TAK MEMIKIRKAN KEANGGUNAN. MAKA.MEMEGANG SEBUAH GERGAJI. GADIS BOTAK/SITI SEKARANG WAKTUNYA MEMUSNAHKAN APA YANG KALIAN BANGGAKAN. TERMASUK GURU MEREKA. YAITU ANTING. DI BAWAHNYA ADA SEKITAR LIMA WANITA YANG TERIKAT. WANITA 3 BENAR! AKU MAU DULUAN! GADIS BOTAK/SITI AHA. GURU 122 . JADI KALIAN HARUS IHKLAS. LIHAT GERIGINYA. KARENA ANTING TAK PENTING UNTUK DIJAMINI. TAPI SESUNGGUHNYA DIA SAYANG DAN MAU MENYELAMATKAN KALIAN DARI KEMABUKAN TERHADAP ANTING..TAPI AKU TAK AKAN MEMAKSAKAN.. ATAU SITI..SIAPA YANG MAU DULUAN? WANITA 1 APA JAMINANNYA KALAU ITU TIDAK SAKIT? GADIS BOTAK/SITI TAK ADA. DI TANGANKU INI. DIA SANGAT MARAH. WANITA 2 TERUS APA MAKSUD KAMU TIDAK MENYAKITI? GADIS BOTAK/SITI KEHIDUPAN SELALU INDAH.JAWABNYA ADALAH KEHIDUPAN PEREMPUAN. DATANGNYA GERGAJI DI SINI UNTUK MENGHIDUPKAN PEREMPUAN TANPA ANTING..

KENAPA KAMU MAU MENYALAHI KODRAT-KODRAT ITU? GADIS BOTAK/SITI PERTANYAAN YANG TIDAK ETIS.. BAGAIMANA KITA MEMBELI ANTING? ISTRI TAK PERLU EMAS. MASAK ADA ANTING BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. YANG PENTING ADA YANG MENANDAKAN DIA PEREMPUAN. GURUKU SAYANG! KAMU HANYA BANYAK MEMBUAT ORANG-ORANG BODOH DENGAN KEETISANMU ITU.AH AKU TAK MAU BANYAK BUANG WAKTU. ITU BUKAN HAL YANG MENYAKITKAN. SUAMI TERUS. SITI TURUN DARI ATAS MEJA.KENAPA KAMU SANGAT TIDAK ETIS MEMAKSA WANITA MENGHAPUS SEJARAH ANTING? ANTING SUDAH SEUMUR MANUSIA. ITU CUMA LUARNYA SAJA. DENGAN GAYA YANG TEATRIKAL. APA DIA AKAN JADI LAKI-LAKI TANPA TINDIKAN? ISTRI DARI DULU JUGA PEREMPUAN PUNYA TINDIKAN. DIIRINGI TANGISAN BAYI. AKU AKAN SEGERA MEMOTONG TELINGA KALIAN SEMUA. JIKA INI PEMAKSAAN. LALU KEREMANGAN DATANG LAGI SECARA PERLAHAN.. LALU IA MENGANGKAT SALAH SATU MURID. DI SITU SUAMI ISTRI PEMULUNG TADI SEDANG BERDEBAT. IA MEMOTONG. MURID ITU TERIAK KESAKITAN. ETIKA ADA DALAM SINI (MENUNJUK DADANYA) DAN SINI (MENUNJUK KEPALANYA). JUSTRU SEBUAH KEBAHAGIAAN HIDUP. TERIAKANNYA MEMBUAT BUMI GELAP. SUAMI UNTUK APA ANAK ITU DITINDIK? ISTRI ANAK INI PEREMPUAN. SUAMI 123 . SUAMI MAKAN SAJA HARUS BANTING TULANG DULU. MENGGANTI RUANG KELAS DENGAN RUMAH KUMUH.

KAMU PERNAH BERTEMU DENGANNYA. CITA-CITAKU UNTUK MELUDAHI WAJAH MEREKA BELUM JUGA TERCAPAI .SITI HAWA.. ITU KATA KAMU. SAYANG MAAFKAN SAYA.. KARENA PILIHAN UNTUK MENCINTAIMU DIJAMAN INI SANGATLAH FENOMENAL JIKA TERBUKA KEPADA KHALAYAK RAMAI. SANG ISTRI MENENANGKAN.. AKU AKAN MEMBERIKAN DIA NAMA. AKU TADI MENYEBUTKAN GADIS BOTAK TADI . MEREKA KAN SOK TUA .. OH IYA.. PRIA MOHWAK APALAH ARTI SEBUAH NAMA UNTUK KITA SAYANG . TAPI BAGAIMANA DENGAN ORANG-ORANG LAIN? APALAGI PARA PENDAHULU. TAPI DOKTRIN GADIS BOTAK PADA MALAM ITU YANG MEMBUAT AKU KALAH . KAMU JANGAN MEMBANTAH.. DI SUDUT BUMI YANG LAIN ADA CAHAYA TERANG BENDERANG.. AKU MENDAPATKAN PRINSIP TENTANG BAGAIMANA MENJADI ORANG DEWASA. AKU SALAH STRATEGI.. BIAR ORANG TAHU BAHWA DIA PEREMPUAN... BUKAN KARENA MENCINTAIMU AKU KALAH.... 124 . AKU MELAKUKAN SEBELUM KENAL DENGANMU . BELUM MEMBUAT PENGAKUAN MEREKA TENTANG KEDEWASAAN . SUAMI CUKUP DENGAN NAMA.. YA. SETELAH MALAM BERSAMA DENGANNYA. KEDUANYA MEMBISU. KAMU TAHU SIAPA SI SITI ITU? YANG PASTI IA PEREMPUAN . YA. HANYA TANGIS BAYI YANG TERDENGAR. AKU PIKIR INILAH KEDEWASAAN.KAMU AKAN MENYAKITI DIA.. SEIRING CAHAYA MEREDUP KE KEGELAPAN.. AKU KALAH PERANG . BUKAN BEGITU SAYANG. JADI PILIHANKU MENCINTAIMU..... DAN MALAH MEREKA YANG DILUDAHI OLEH ORANG-ORANG DEWASA. OH. TAPI TERNYATA BANYAK JUGA YANG SEPERTI INI. ISTRI KAMU JUSTRU MEMUSNAHKAN DIA MENJADI PEREMPUAN. SAAT ITU KAMU MENTRAKTIR SABU-SABU .. GADIS ITULAH YANG BERADA DALAM INTERNET DENGAN SAYA... PRINSIP INI LAMA MEMBUAT SAYA UNTUK MENDAPATKAN MAHKOTA KEDEWASAANKU . ADA PRIA MOHWAK DENGAN EARPHONE DI TELINGANYA DAN MATANYA TERUS MELEKAT PADA LAYAR MONITOR KOMPUTER. KALIAN SAMASAMA TAK BERTINDIK .. BIARKAN PEREMPUAN MENJADI PEREMPUAN TANPA APA PUN...

PRIA MOHWAK TAK PEDULI KAU TAK BERANTING ASALKAN CINTA YANG ADA DI HATIMU TAK SELUAS LUBANG TINDIKAN INGIN KURENANGI SEMUA RASA YANG ADA DALAM SUKMA TAPI JASAD INI TAK BERBENTUK MENJAMAH CINTA MUSTAHIL INI HARUS DENGAN APA KUGAPAI CINTAMU SEBAB AKU RAJA YANG MENENTUKAN PILIHAN YANG TELAH BANYAK TERKAPAR DALAM PEPERANGAN AKU BUTUH MAHKOTA CINTA MAUKAH KAMU MENJADI MAHKOTAKU DALAM SINGGASANAN PILIHAN? TEMAN WAH. TAK PERLU DENGAN KATA CINTA. PRIA MOHWAK TERIMA KASIH ATAS ANTINGNYA. LALU IA MENGHEMPASKAN NAFAS KE SEMESTA.. DENGAN SEKALI TARIKAN NAFAS PANJANG. AKU AKAN MEMBALAS DENGAN PUISI UNTUKMU.IA MENEKAN TUTS KEYBOARD DENGAN TEGAS. KAMU SANGAT ROMANTIS. PRIA MOHWAK YANG TADI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER KINI BERADA BERSAMA TEMANNYA DAN KARUNG-KARUNG BELEL. SANGAT ROMANTIS.. TEMAN WAH. JUGA GENANGAN LUMPUR DAN SEGALA MACAM KEKUMUHAN. RUANG KEMBALI MENJADI PASAR TRADISIONAL DENGAN DUA SOSOK SETELAH GELAP MENYELIMUTI. LALU PRIA MOHWAK ITU MENYENDERKAN BADAN PADA SANDARAN KURSINYA. PRIA MOHWAK KAMU TAHU TENTANG ANAL SEX? TEMAN 125 . KENAPA MEMBACAKAN PUISI ITU UNTUKKU? KALAU SEKEDAR MEMBALAS HADIAH. PRIA MOHWAK BERDIRI SI ATAS KARUNG-KARUNG BELEL DAN MEMBACAKAN PUISI.

126 . SETIAP IKATAN DI LEPAS. DISAMBUT TEMANNYA YANG LANGSUNG BERDIRI DARI DUDUKNYA. WANITA 1 JUSTRU HARI INI KAMU SANGAT PEDULI DENGAN ANTING. BEGITU JUGA TEMANNYA ITU. GADIS BOTAK/SITI YANG SAKIT BUKAN FISIKMU. MENGGELIAT-GELIAT. GADIS BOTAK MENGUMPULKAN SEMUA POTONGAN TELINGA DI ATAS MEJA. GADIS BOTAK TELAH MEMOTONG SEMUA TELINGA PARA WANITA TERKAPAR. GADIS BOTAK/SITI BUAT APA? AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN ANTING. TURUNLAH PRIA MOHWAK DARI ATAS KARUNG. GADIS BOTAK/SITI OH BEGITU? GURU TELINGA ITU ADALAH KEHIDUPAN WANITA. BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. INI SANGAT SAKIT. PARA WANITA ITU LEBIH MENGGELAPAR DENGAN LANTAI DAN DARAHNYA. WANITA 4 KAMU PENIPU! KAMU MAU MEMBUNUH KAMI. GADIS BOTAK KASIHAN JUGA MELIHAT MEREKA. BERDUA MENUJU DAERAH BELAKANG KARUNGKARUNG. SATU PERSATU DI POTONG TALI IKATANNYA.. DARAH MUNCRAT DI MANA-MANA. TAPI HATIMU KAN? WANITA 2 KAMU SEBENARNYA HANYA IRI KEPADA ANTING. GADIS BOTAK/SITI KAMU TETAP SEORANG PEREMPUAN. ENTAH APA YANG TERJADI PADA KEREMANGAN YANG PERLAHAN REDUP DAN MENGGANTI DAERAH KUMUH ITU DENGAN TIBA-TIBA MENJADI RUANG KELAS. KEDUANYA BERBAHASA LEWAT MATA DAN KESUNYIAN GAIRAH ITU. TANPA TELINGA SEKALIPUN.TENTU! AKU SEORANG GUY MATA PRIA MOHWAK BERSINAR-SINAR... MEREKA SALING MEMEGANG TANGAN. KAMU MEMOTONGNYA HANYA UNTUK MEMBUAT KAMU HIDUP..

KAMU PIKIR GAMPANG MASALAH TELINGA INI UNTUK WANITA? SEKARANG BIARKAN TELINGA-TELINGA YANG MENJADI KEHIDUPAN WANITA MASUK KEDALAM TUBUHMU. SAMPAILAH SUARA TADI MENGHAMPIRI. SUARA SITI.SITI. LAMA-KELAMAAN RIUHNYA TERTINGGAL SAYUP-SAYUP. MENGGELAPAR-GELEPAR. SUARA 127 . TEPAT BERSAMAAN DENGAN KEREDUPAN CAHAYA MENUJU KEGELAPAN YANG PEKAT.... AWALNYA TERDENGAR SAYUP-SAYUP. PARA WANITA ITU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBUKA MULUTNYA DAN MEMASUKKAN SEMUA POTONGAN TELINGA.. PADA KEGELAPAN ITU TERDENGAR SUARA MEMANGGIL. SEKARANG KAMU MERASA HIDUP DI ANTARA KAMI YANG TAK BERTELINGA INI. WALAU DALAM KESAKITAN WANITA-WANITA ITU RAMAI-RAMAI MENANGKAP GADIS BOTAK/SITI. GURU SEKARANG KAMU HARUS RASAKAN BAGAIMANA MENJADI WANITA (DIIRIS TELINGA GADIS BOTAK ITU SATU PERSATU) GADIS BOTAK/SITI BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. KARENA TAK ADA ANTING BERTENGGER DI SITU. DAN GERGAJI BERADA DI TANGAN GURU. JASADNYA TERKAPAR TANPA TELINGA. SATU PER SATU TERKULAI MELEBUR LANTAI. AYO KITA MASUKAN TELINGA ITU KE DALAM PERUTNYA. KINI POSISINYA DITAHAN EMPAT WANITA. MEREKA LEMAS. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ORANG-ORANG DATANG BERKERUMUN MELIHAT MAYAT-MAYAT BERSERAKAN. MAKIN LAMA MAKIN KERAS.DAN KAMU HARUS MERASAKAN PUNYA TELINGA YANG MENYATU DENGAN TUBUHMU.. DI MANA KAMU NAK? DI SUDUT BUMI CAHAYA SENJA BERSINAR.SELAMA INI KAMU MERASA MATI DI ANTARA ORANG-ORANG YANG BERANTING. BEGITU JUGA PARA WANITA KEHABISAN DARAH. DAN AKHIRNYA TAK BERNYAWA LAGI.. SELAMA INI KAMU MERASA SEPERTI TAK PUNYA TELINGA.. RIUH ORANGORANG ITU TERUS BERTAMBAH. HINGGA IA TAK BERNAPAS LAGI. BAIK KAMU HARUS HIDUP. SEPERTI DIHIPNOTIS. BERDESAK-DESAKKAN UNTUK MELIHAT. HANYA MEMERLUKAN WAKTU SEBENTAR UNTUK MENAKLUKANNYA. GADIS BOTAK BERBALIK PANIK. SOSOK PEREMPUAN KECIL MERENUNG.. AGAR KAMU TAHU BAGAIMANA MENJADI WANITA.

APRIL 06 LAKON SANDIWARA PANGGUNG (NOMINATOR) 128 . LAMBAT LAUN SEMUA MEREDUP DAN MENJADI GELAP. SITI KECIL MEMPERHATIKAN BONEKA YANG BARU SAJA DIBERIKAN AYAHNYA. MELOMPAT-LOMPAT DAN MENARI-NARI. INI AYAH BELIKAN BONEKA UNTUKMU. INGAT ITU.SITI! KALAU DIPANGGIL MENYAHUT YA? NAMAMU SITI HAWA. TERBESIT SENYUM DI WAJAH SITI KECIL. *** IMRAN LAHA CIBUBUR. AYAHNYA TERTAWA MELIHAT ITU. IA GIRANG.

kejam dan tegas) TENTARA 2 (Laki-laki. KIAN LAMA KIAN MENGERAS HINGGA MEMEKAKKAN TELINGA. LAMPU DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH YANG BERUKURAN 3X3 METER YANG DISITU TERDAPAT TOKOH KSATRIA ‘BIMA 129 . SELANJUTNYA… MENUKIK DISERTAI JERITAN BERATUS RATUS BOCAH YANG MEMILUKAN. humoris) PLINTIS (Laki-laki usia 15 tahunan. tidak punya pendirian) ESTIN (Perempuan usia 16 tahun. licik) WARTAWAN 1 (Bisa laki-laki/Perempuan) WARTAWAN 2 (Bisa Laki-laki/Perempuan) TNTARA 1 (Laki-laki usia 16 tahun. baik hati. bodoh) PETHUK (Laki-laki usia 16 tahun) GEMBOS (Laki-laki usia 16 tahun) BUJEL (Laki-laki usia 15 tahun) MOGOL (Laki-laki usia 17 tahun. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. periang. BISA DOUBLE CASTING. kejam. bodoh. labil) AYU (Prempuan usia 15 tahun. bodoh. pemarah) BOCAH KECIL (Usia 13 tahun. sabar) CATATAN UNTUK MENSIASATI KETERBATASAN PEMAIN SERTA KWALITAS KEAKTORAN. nakal. SUASANA SEPERTI PERKAMPUNGAN MENGHADAPI MUSIBAH GEMPA DAN PANIK! (BIARKAN SEJENAK SUASANA SEPERTI INI) KEMUDIAN… SEKETIKA BERHENTI. mandiri. BERUBAH SUNYI SESAAT… SUARA DEBURAN OMBAK BERGENURUH MONOTONE. arif. SEBAB ADEGANNYA ADA YANG TIDAK BERSAMAAN. pengecut) PARMIN (Laki-laki usia 14 tahun. dengki. tahan uji. konyol) PEJUANG KOMANO (Bisa laki/perempuan. bijaksana) RONALD (Laki-laki usia 16 tahun. usia 15 tahunan. culas dan sok kaya) SUARA (Laki-laki usia seorang bapak. lembut. berprinsip) KREPO (Laki-laki se-usia Pelok. emosional) ARYA (Laki-laki usia 16 tahun. misterius) CANTIK (Perempuan 15 tahun. nakal.MENGGULUNG LAYAR Oleh: Anggi Valentinata Goenadi PARA PELAKU : PELOK (Laki-laki yatim piatu usia 15 tahunan. LAMPU BLACK OUT. manja. DIAWALI DARI SAYUP-SAYUP MUSIK GADUH. LAMPU MULAI MENYALA PELAN-PELAN DARI KEREMANGAN… LAYAR PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN PULA MULAI TERKUAK… SAAT TERBUKA PENUH. MULAI MERAMBAT. penakut.

SEOLAH-OLAH SEDANG MENERIMA WEJANGAN. SUARA : PELOOOK… KAMU MESTI TABAH! JANGAN HABISKAN WAKTUMU. PELOK. DI BAGIAN KIRI DEPAN PANGGUNG.ALIAS WERKUDARA’ POSISI BERDIRI AGAK MENUNDUK. 130 . SEDANG MERENUNGI NASIBNYA. SUARA DEBURAN OMBAK KIAN LAMAT-LAMAT. DENGAN KESEDIHAN-KESEDIHAN! JANGAN KECIL HATI LANTARAN KAMU SEORANG YATIM PIATU! KAMU MESTI SEMANGAT! KAMU MESTI TEGAR! KAMU MESTI BELAJAR MENGHADAPI HIDUP! PELOOOK… INGATLAH TOKOH BERNAMA BIMA MELANGKAHLAN SEPERTI DIA BUKANKAH SEMUA SUDAH KUAJARKAN KEPADAMU? PELOOOK… PESANKU YANG TERAKHIR: JADILAH ORANG YANG PINTER DAN BENER JANGAN SEKALI-SEKALI BIKIN DIRIMU NGILER JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU SAKITI LINGKUNGAN! INGAT ITU !!! PELOOOK… HATI-HATI. THOLE…!! PELOK TERSENTAK… DAN MENCARI-CARI DATANGNYA SUARA YANG SANGAT DIKENALNYA. LAMPU WARNA KEBIRU-BIRUAN DI ARAHKAN KE TEMPAT TERSEBUT. SAYUP-SAYUP TERDENGAR TEMBANG JAWA: MAS KUMAMBANG DILANTUNKAN KELEK-KELEK BIYUNG SIRO ANENG NGENDI ENGGAL TULUNGONO AWAKKU KECEMPLUNG WARIH… (DAN SETERUSNYA) DI BAWAH POHON KERING. LAKI-LAKI USIA 15 TAHUNAN.

PAK… SUARA PERGI… PELOK BERSAMA-SAMA. DIBAWAH POHON KERING DEPAN MAKAM. PAK? PULANGLAH PAK. LE. PAK. PAK. AKU TUNGGU… SUARA PELOK SUARA : TIDAK BISA. NEMANI AKU. AYO. SEPI SEKALI. TIDAK ADA SIAPA-SIAPA. AKU TUNGGU DISINI. DARIPADA DI RUMAH SENDIRIAN. LE… BAPAK HARUS PERGI. BAPAK SEKARANG ADA . THOLE. AKU IKUT PAK. PAAK…BAPAAAK… PAAK… BAPAAAK.PELOK : (SEDIH) PAK… BAPAK… PAK… BAPAK… JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN. PAK! AKU TAKUT. AKU TAKUT SENDIRIAN. : YAAAH… BAPAK! AKU TAKUT SENDIRIAN. BAPAKMU HARUS BANYAK. NANTI PULANGNYA : AKU TIDAK BISA PULANG. AKU SELALU SENDIRIAN. USAH TAKUT! : (SEMAKIN SEDIH DAN HAMPIR MENANGIS) KALAU BEGITU. PAK! AKU DISINI. AKU SEDIH. PAK… BAPAK… PAK… BAPAK (TERUS MENCARI-CARI) PAK… BEBERAPA ORANG SEBAYANYA DATANG. PELOK : TAPI KALAU DI RUMAH. DIMANA KAMU. AKU TIDAK BERANI. AKU TAKUT… SUARA : SUDAHLAH. KESINILAH PAK. PAK. TIDAK BAPAK JUGA SENDIRI. DI RUMAH SEPI SEKALI. LE. DISINI. PAK. SAAT PELOK MASIH ASYIK MENCARI-CARI SUARA BAPAKNYA DAN MEMANGGIL-MANGGIL… SALAH 131 PAK. PELOK DIMANA? AKU MAU NYUSUL BAPAK AJA. NANTI LAMA-LAMA AKAN TERBIASA. PAK! : THOLE… TIDAK USAH TAKUT! TEMAN-TEMANMU KAN : BISA. PAK.

MEREKA BERMAIN PERANG-PERANGAN. SEBENTAR-SEBENTAR TERDENGAR SUARA DAR-DERDOR TEMBAKAN… KETIKA LAMPU MENYAPUT PANGGUNG. SEROMBONGAN BOCAH BELASAN TAHUN SEDANG BERMAIN DI LAPANGAN. MUSIK GADUH. (SEREMPAK SEMUA TERTAWA.YA… TERKENCING DI CELANA. PO…KREPO !! P. PARMIN: (KAGET) LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA? P. PARMIN: PEJUANG ATAU PAHLAWAN ITU… TIDAK BOLEH TAKUT. KREPO : SAYA TAKUT SEKALI. KREPO : (KETAKUTAN) SAYA… SA.SATU DIANTARA ORANG-ORANG TADI MEMBERI TAHU TEMANNYA SAMBIL MENUNJUK KE ARAH PELOK. KOMANDO : (MELIHAT SITUASI) MAJUUU DAN BERPENCAR !! HATI-HATI! JANGAN LUPA. P. MIN! SAYA TAKUT MATI… P. (BISIKNYA KE KUPING PEJUANG PARMIN) P.. P. MOGOL : EH… LIHAT ITU. SAYA NGOMPOL. PARMIN: LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA?! 132 . DISINI BANYAK RANJAU… (DIUCAPKAN SETENGAH BERBISIK) P. KREPO : YA AMPUUUN… SAYA MALAH KECIPIRIT JUGA. SATU DUA ORANG MEWAKILI WARTAWAN/PAPARASI. SEBAGIAN BERPURA-PURA MENJADI TENTARA DAN YANG SEBAGIAN LAGI MENJADI PEJUANG. PELOK! SEPERTI ORANG GILA. KEMUDIAN…) PELOK GILA… PELOK GILA… PELOK GILA… (SEMUA MENGEJEKNYA) MASAK NGOMONG SENDIRI !! LAMPU BLACK OUT. MIN. MIN.

. KREPO : TIIIIIIUUUUT…BROUT (KENTUT SEKALIAN TERBERAK) P. PARMIN: (TERTAWA CEKIKIK’AN) P.. P. PO… KREPO !!!! P. CEPAT. PARMIN: WOOOOOW… BAUNYA. MATILAH AKU! WARTAWAN 1 NALURINYA…) PAYAH! INI MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERANG NAMANYA. PEJUANG KREPO DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI SAMBIL MENGINTAI MUSUHMUSUHNYA… P.! P. AYO MIN… CEPAT !! KITA BISA MATI KALAU GAK LARI DARI SINI. ADA YANG TERKENA DAN TERKAPAR. MIN. SALING BAKU TEMBAK. KREPO : (KIAN KETAKUTAN DAN PANIK) CELAKA! MEREKA MENGETAHUI KITA. MIN. KREPO : SAYA KETAKUTAN. SEBELUM MENOLONG.!!! AKHIRNYA KEDUA BELAH KUBU BAIK YANG PURA-PURA JADI TENTARA MAUPUN YANG BERPURA-PURA JADI PEJUANG. AYO MIN. WARTAWAN 1 : (SIBUK MEMBIDIKKAN KAMERANYA) WAH. INI AKAN JADI BERITA YANG MENARIK DAN … WARTAWAN 2 : (TERTEMBAK) AAAK…ADUH. . PLINTIS : (IKUT-IKUTAN MENGAMUK) SIKAAAT TERUS…. SIKAAAT TERUUUS. AYO KITA LARI DARI SINI..HIAAAT… P.P. NGAWUR! 133 : (TERTEGUN SESAAT. TEMBAK-MENEMBAK TERUS BERLANGSUNG. PLINTIS : (JENGKEL) SSSSSSTTT…. PARMIN: (MENEMBAK DENGAN MEMBABI BUTA) HIIAAAAAAT….!!! (TELUNJUKNYA NEMPEL DI BIBIR) DARI ARAH SEMAK-SEMAK SUARA-SUARA LETUSAN TEMBAKAN DIARAHKAN KE TEMPAT DIMANA PEJUANG PARMIN.

P. KREPO : JANGAN. TENTARA 2 `: SUDAH. KREPO : BETUL.. PAK. PAK! JANGAN TEMBAK SAYA. TENTARA 2 KREPO PUN TERKAPAR DAN MATI) : (TIDAK SABAR DAN MENEMBAK KEPALANYA… 134 . TEMBAK SAJA !! KATAKANA JUJUR !! P. SAYA TIDAK TAHU. KREPO : BETUL. TENTARA 1 KREPO) ANGKAT TANGAN…!!! (P. KREPO : (TUBUHNYA MENGGIGIL KETAKUTAN) SA… SAYA TIDAK TAHU… TENTARA 1 : (MEMBENTAK KASAR) BOHONG !! KAMU HARUS KALAU TIDAK… OTAKMU AKAN BERHAMBURAN KELUAR DARI BATOK KEPALA! P. KETIKA SAYA SEDANG NYARI RUMPUT UNTUK SAPI SAYA. KREPO : (PANIK… DAN MALAH LARI KE ARAH MUSUH) LHO… SALAH!! MANA KAWAN-KAWANKU?! KOK. SAYA DITINGGAL SENDIRI! MATI AKU… (LEMAS DAN TERJONGKOK) TIBA-TIBA…. JANGAN BOHONGI KAMI! PAHAM?! P. P. KREPO MENURUT DAN KETAKUTAN) DIMANA KAWAN-KAWANMU PEMBERONTAK BERSEMBUNYI ?!! TENTARA 2 : (MARAH) CEPAAAAT KATAKAN…!!! : (MENODONGKAN SENJATANYA KE ARAH KEPALA P. SA… SAYA TIDAK TAHU… SA… SA… SAYA HANYA DIAJAK UNTUK BERPERANG. TENTARA 1 : MAKANYA.

TIS… P. PLINTIS : AKU TAKUT SUARA TEMBAKANKU NANTI. LEBIH BAIK MATI KENA TEMBAKAN MUSUH !! CEPAAAT. PEJUANG PARMIN DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI DAN MERASA AMAN. PLINTIS : (KETAKUTAN) MIIIN… LIHAT ITU! DI SEBELAHMU A. PARMIN: DARIPADA MATI DIGIGIT ULAR. TIS… INI JUGA MUSUH KITA. TIS! TUGAS PAHLAWAN 135 . TIS!! ULARNYA MAKIN DEKAAAT DENGAN LEHERKU. PARMIN: TIS. TIBA-TIBA… TAK JAUH DARI MEREKA BERPOSISI TIARAP. TEMBAKLAH! P.. PLINTIS : AKU GAK MAU TEMBAK ULAR. NAMANYA BUKAN PEJUANG ATAU PAHLAWAN. PLINTIS : (BERBISIK) NANTI KETAHUAN MUSUH. ULAR ITU PASTI MENGHABISIKU DENGAN BISA RACUNNYA! TOLONG.A…ADA… P. P. TIS! TOLONG . KETAHUAN MUSUH… P. KITA BISA CELAKA! P.DI BAWAH POHON DI PINGGIR KALI. AKU MAUNYA NEMBAK MUSUH… TEMBAK SAJA SENDIRI. PARMIN: (KHAWATIR SETELAH TAHU DIRINYA DALAM BAHAYA…) TEMBAK SAJA. PARMIN: (JNGKEL) GUOBLOG!! NANTI KALAU SAYA BERGERAK SEDIKIT SAJA. TEMBAKLAH! P. P. PARMIN: (MAKIN NGERI) SUDAHLAH. SAYA INGIN DISEBUT PAHLAWAN.TIS! SEBELUM ULAR ITU MENYAMBAR SAYA!! CEPEEETAN DIKIT. MIN. KALAU SAYA MATI DIGIGIT ULAR INI. ULAR ITU…!! P. PLINTIS : (KESAL) TEMBAK SAJA SENDIRI !!!! P. TIIIS! AKU TIDAK MAU MATI KARENA ULAR INI.

TENTARA 1 DAN TENTARA 2 MENGENDAP-ENDAP PENUH HATI0HATI.. JADI JENGKEL MELIHAT ULAH PARMIN. KENAPA TAK SEGERA KAU TEMBAK?! P. PLINTIS : SUDAHLAH. JANGAN RIBUT TERUS! ASAL KAMU DIAM. : BETUL! MARI KITA CARI MEREKA. YUUK! NGGAK ASYIK... TIBA-TIBA PEJUANG PLINTIS DAN PEJUANG PEJUANG PARMIN. PETHUK YANG PURA-PURA JADI TENTARA 1. DEH… . PARMIN: (MELIRIK POSISI KEPALA ULAR YANG MAKIN DEKAT LEHER) PAYAH KAMU. ULAR ITU TAK AKAN MENGGIGIT ! PERCAYALAH…!!! P. DEMIKIAN JUGA GEMBOS YANG BERMAIN JADI TENTARA 2 136 AMPUN. MIN. ULAR JUGA MUSUH KITA. PLINTIS : (JENGKEL DAN RISIH) JANGANKAN ULAR. PARMIN: KAMU BETUL-BETUL TEGA SESAMA PEJUANG. P. TIS!! P. DARI ARAH SANA. TIKUS PUN JUGA MUSUH KITA!! (SAMBIL MEMBERONDONGKAN SENAPAN KE ARAH ULAR) TENTARA 1 TENTARA 2 : ITU SUARA TEMBAKAN.. KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA SAMBIL ANGKAT TANGAN… PARMIN : (MEMBUANG SENAPANNYA) YUUK. KAMU! PLEASE TEMBAKLAH. TIS! BETUL-BETUL PAYAH. SAMBIL SESEKALI MENGARAHKAN SENAPANNYA KE BERBAGAI PENJURU. MAIN PERANG-PERANGAN. TIS! KATANYA. PLINTIS : ULAR JUGA MUSUH KITA. KITA BERMAIN-MAIN YANG LAIN SAJA.BUKAN MENEMBAK ULAR TAPI MENEMBAK MUSUH P. MENAKUTKAN… PLINTIS : DASAR PENAKUT!! SAMA ULAR SAJA TAKUTNYA MINTA PADAHAL SEMUANYA… KHAN HANYA PURA-PURA.

YA NGGAK PETHUK. (SAMBIL MENEPUK-NEPUK DADA) MESTI TAKUT?!! DONG. SAMPAI KETIDURAN BENERAN. MIN.PETHUK GEMBOS PARMIN : KAMU TERLALU SERIUS SICH. GEMBOS : BAKAT MENJADI MAYAT KAMU. KREPO MENDEKATI BUJEL (SANG WARTAWAN YANG MASIH ASYIK MENIKMATI PERANNYA) KREPO (KAGET) YA AMPUUUN… BUJEL. PO-KREPO. GEMBOS DAN PLINTIS SECARA SEREMPAK MELAMPIASKAN KEJENGKELANNYA… : HUUUUUUUUUUUUU…. PARMIN KREPO. SAMPAI CAPEK JE… PURA-PURA NGGAK BERNAFASNYA. INI KHAN CUMAK MAIN-MAIN SAJA! KENAPA : BERARTI SAYA SANGAT BAKAT MENJADI PEMAIN DRAMA. GEMBOS LOBANG HIDUNG BUJEL DENGAN RUMPUTAN DAN…) : SSSSST…. MIN… : HIYA. KITA KERJAIN SAJA. PETHUK MIIIN !! KREPO BILANG. TAEK ANJING !! GEMBOS PARMIN YA THO…. (GEMBOS MENUSUKI : HEY… BANGUN! PERANG-PERANGAN SUDAH SELESAI. YANG PENTING KHAN MEMILIKI BAKAT… YA THO… SEMUANYA TERTAWA NGAKAK. : BERARTI KAMU JUGA PUNYA BAKAT BERMAIN DRAMA PO… : (BANGUN DARI TERLENTANGNYA. 137 . MIIIN… : BAKAT JADI SEORANG PENAKUT… : BIARIN. KARENA MATI) LHO… SUDAH SELESAI THO INI?? WAAAH… NGAK BILANG: BAKAT JADI SEORANG PENAKUT KOK SOMBONG.

KATANYA… : KALAU SERING ITU MEMANG HOBI!! KALAU SAYA KHAN ITU PUN DIAJAK MOGOL. MOGOL KEMANA. MEMANG HOBI KOK. EMANG KENAPA?! 138 : (MERASA) JANGAN NYINDIR SAYA.BUJEL : (BERSIN DAN BANGUN) SIALAN KALIAN… NGGANGGU SAJA !! KREPO ADA SENDIRI… PETHUK : PALING-PALING NGINTIP ORANG YANG SEDANG MANDI DI : (MENCARI-CARI) LHO. GEMBOS KREPO HOBINYA SAMA DENGAN MOGOL. MALES. APA KAMU BARU SEKALI. BARANGKALI DIA SUDAH HOBINYA… KREPO PETHUK! PETHUK : ENAK SAJA! EEEEHM… KALAU IYA. SEMUA KEMBALI TERTAWA CEKIKIK’AN… PARMIN BUJEL : SUDAH… SUDAH! KAYAK GITU KOK. DIOMONGIN. (SEPI SESAAT) YUUK. THUK-PETHUK ! : KOK… KAMU MERASA TERSINDIR SICH. KITA BERMAIN LAGI… APA GITU. DAN… CUMAK MELIHAT DIKIIIT SEKALI.. ASYIK DENGAN : BARANGKALI KAMU JUGA PINGIN NGINTIP. KAMU. YUUK! GEMBOS PETHUK : PALING-PALING KAMU TIDUR LAGI. MIN. KOK GAK KALI SANA.. TAUK!! KREPO GEMBOS : KALAU MOGOL. KITA CARI MOGOL DI KALI. THUK- . MBOS-GEMBOS?! GEMBOS : (AGAK TERSINGGUNG) ITU KHAN CUMA ISENG… BUKAN HOBI. SARU !! : HEBAT. PARMIN! AKU SETUJU. AH…! : YUUK.

GEMURUH SUARA OMBAK KEMBALI HADIR. TEMBANG MAS KUMAMBANG PUN MERAMBATI KUPING. CUKUP MURAH MERIAH. SUASANA REDUP KARENA MENDUNG. SESEKALI BUNYI PETIR MENYAMBAR. KOK. KAMU! NGGAK TAHU. MEREKA BERKACAK PINGGANG MENGHADANG PELOK. YA? MEMANGNYA KITA-KITA INI . GOL! BAHKAN BISA KENA : EH… ORANG GILA! KAMU MAU JADI JAGOAN. DISAMBUNG DENGAN TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA) TIBA-TIBA… TEMAN-TEMAN ITU DIA. YUUK!! AJAKAN MOGOL ITU DISAMBUT TEMAN-TEMANNYA SETUJU. MOGOL KATANYA KAMU SEDANG BERGURU UNTUK MENCARI KESAKTIAN? PELOK MOGOL : (BINGUNG DAN KETAKUTAN) BERGURU APA? : ALAA… JANGAN PURA-PURA BINGUNG. TIDAK HANYA MALU. APA YANG KALIAN NGOMONGIN SAYA? BICARAKAN! PETHUK : SUDAH. (KREPO TERTAWA NGAKAK. NAMPAKNYA PELOK TAK BEGITU YAKIN BAHWA MEREKA HENDAK BERBUAT JAHAT TERHADAP DIRINYA.MOGOL : (DATANG TIBA-TIBA…) SIAPA TADI YANG MEMANGNYA SAYA TIDAK TAHU. DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH.. BOGEM MENTAH DARI BAPAK SAYA. PELOK! KITA HAJAR RAMAI-RAMAI SAJA. GOL… NGGAK USAH TERSINGGUNG! LAGI PULA. KAMU SERING KE MAKAM DAN NGOMONG SENDIRI DI BAWAH POHON KERING! 139 HOBIMU ITU… : BAYARANNYA KALAU KETAHUAN BAPAKMU. TANPA BAYARAN! KREPO MALU! MOGOL : KALAU KETAHUAN BAPAKKU. LAMPU SEDIKIT KEMERAHAN.

UNTUK MENDOAKAN ORANG MENINGGAL. PETHUK : DASAR ORANG MISKIN! SUDAK MISKIN. MEREKA BERAMAI-RAMAI MENYERETNYA DAN MENGIKATNYA DI POHON KERING YANG SERING DIGUNAKAN PELOK UNTUK MERENUNGKAN NASIBNYA SEHABIS DARI MAKAM ORANG TUANYA. PELOK : AKU TIDAK PUNYA NIAT SEPERTI ITU. WAJAH DAN PAKAIANNYA PUN SERBA PUTIH. IA HANYA MENGADUH KESAKITAN. KAWAN. ENTAH SIAPA. SESEKALI MERINTIH MINTA AMPUN DAN MENYEBUT-NYEBUT NAMA BAPAK DAN IBUNYA. kawan! YUUK. BOCAH ITU DATANG TERSENYUM SAMBIL MENGUSAP-USAP KEPALA PELOK. BOHONG LAGI. GEMBOS : SUDAH! JANGAN BOHONG! KITA PERNAH MELIHATMU MEMBACA MANTRA. KEMUDIAN MELEPAS TALI YANG MENGIKATNYA TANPA BANYAK BICARA. SAAT PELOK BABAK BELUR DAN TAK SADARKAN DIRI. KEMUDIAN MEREKA MENINGGALKAN PELOK BEGITU SAJA. PELOK TERSADAR DARI PINGSANNYA… Pelok Bocah Kecil : (MENATAP HERAN BOCAH DI DEPANNYA) Siapa kamu…? : (HANYA MENATAPNYA LEKAT-LEKAT DAN TERSENYUM) 140 . SAYA KEBAIKAN ORANG TUAKU AGAR DITERIMA ALLOH DI HANYA BERDOA UNTUK SISINYA. SEPERTI SEDANG BETUL! BUAT APA BERANTEM. SEPERTINYA… KAMU SERING NGOMONGNGOMONG SAMA SIAPA. SAJA. PADA SAAT SEPERTI ITU… DATANGLAH BOCAH KECIL. BUKAN BERGURU. KITA HAJAR MEREKA RAMAI-RAMAI MEMUKULI PELOK. SAYA TIDAK NGOMONG APA-APA. PELOK : TIDAK. SETUJU?! SEREMPAK Pelok : Setujuuuuu… : Jangan… Jangan sakiti aku. KALAU BUKAN SAMA GURUMU? NGOMONG SENDIRI. TUAKU YANG SUDAH MOGOL : KOK. PELOK TAK BRDAYA. LOK-PELOK! NGAKU SAJA KALAU KAMU MAU NANTANG KITA-KITA INI. KEADAAN PELOK MENYDIHKAN SEKALI.PELOK : AKU KE MAKAM.

KERETA-KERETAAN. NAMUN YANG DIRASAKAN PELOK SEPERTI ADA YANG BERKELEBAT DI BELAKANGNYA. (SAMBIL TANGANNYA MEMAINKAN REMOTE) : Tepuk tangan. tapi ngeliat kamu makan. Ron-Ron… PS. udah… makasih. DAN MUSIK PUN MENEKAN SETIAP LANGKAHNYA.. kawan-kawan! (SEREMPAK TEPUK TANGAN) Bayangkan seorang perempuan mampu menjadi pilot yang sangat Gesit dan tangkas. Ayu : Ini… ambil saja! Ice cream-nya… kalau kamu mau juga. Saya sudah kenyang banget. POP CORN. HELYCOPTER. Arya : (MENCIBIRI RONALD DENGAN SINIS) Main tetris itu…sekarang sudah kuno. lihat score-ku! 100 ribu lebih. BOCAH-BOCAH BERMAIN BERAGAM MAINAN MODERN: MOBIL-MOBILAN. dong. DUM… DUM… DUM… DAN SETERUSNYA. Cantik : Kawan-kaan. Aku adalah Bima! : (TERHERAN-HERAN) Jadi… Pelok LAAAP…! BOCAH KECIL MENYUSUP KE DALAM DIRI PELOK. !!! PELOK MENGHENTAKKAN KAKINYA. Ayu Ronald : Hey…kawan-kawan. lihatlah mainanku. dipamerkan! Kalau aku… malu. Ayo siapa berani memecahkan record-ku? Kawan-kawan… siapa yang mampu mengalahkan aku… 100 ribu rupiah. dong. Cantik : Mana-mana… saya mau. Aku lapar nih… Rundy : Kamu belum makan ya… sepulang sekolah? (MEMBERINYA) Estin Ayu Estin : Sudah sih. kamu mau enggak… ice cream? 141 . Sudah. dong! Ronald : Bukan masalah Game-Watch-nya tapi score-nya. makan terus. DAN TUBUHNYA TERASA DINGIN DAN BERAT. LAMPU NETRAL (BOLEH LAMPU FOLLOW) MULAI DIARAHKAN KE TEMPAT MEREKA BERMAIN. hadiahnya. PADA SAAT BERGEROMBOL DAN ASYIK DENGAN MAINANNYA SENDIRI-SENDIRI. rasanya. ambil ! Ronald : Ya… Arya. TANGAN BIMA BERUBAH MENJADI TOLAK PINGGANG DAN MENGGERAM : Heeeeeeeeeemmmmmmm…. dong. Cantik : Ramai dech… ramai. : Estin… kamu mau Pizza? Saya sudah kenyang. Masak semua untuk Cantik! Ayu : Ini. ICE CREAM. Ronald : Ice cream-nya buat saya. tauk! Game watch murahan Saja. Bisa meletus perutku ntar. nih… : Enggak. kayaknya nikmat buanget. MUSIK BERGEMURUH DAN BERDENTAM. LAMPU BLACK OUT. jangan ribut! Berisik. Jadi pingin… Makasih ya Run. BEBRAPA BOCAH MENIKMATI PIZZA. Arya. AYAM KENTUCKY DAN LAIN SEBAGAINYA. Kampungan! Estin : Bagi berger-nya.Pelok Bocah Kecil : (SEPERTI DIRAMBATI KEKUATAN TERTENTU HINGGA BADANNYA TIBA-TIBA SEGAR) Kamu… siapa sebenarnya? : (TERSENYUM) Aku meskipun kecil dan dikecilkan banyak orang. BERGER. ROBOT-ROBOT KECIL BERBAGAI TOKOH (POKOKNYA SEGALA MACAM MAINAN SEJENIS ‘TAMIA’) SUASANA TAMPAK RAMAI. Hely ini tidak bisa jatuh meski menukik 180 derajad. PELOK MELANGKAHKAN KAKINYA LEBAR-LEBAR SEPERTI BIMA. Ini baru namanya Helycopter Termegah dan termodern. BYAARR !! LAMPU KEMBALI DIFOKUSKAN KE LAYAR DIMANA BIMA BERADA DISANA. COKELAT. PANGGUNG KOSONG.

masak… mereka berpikiran seperti itu? : (DIANTARA MEREKA) Ayuuuuu…. Kamu salah menduga! Ronald : (TAK MENDENGARKAN PERINGATAN AYU) Ayuuu… larilah kemari! Daripada kamu nanti kena lemparan batu. ADA YANG MEMBAWA TALI. ENTAH SIAPA YANG MENGHASUT HINGGA MEREKA MARAH BESAR. Suka ngamuk… Ayu Pelok Ayu : Nggak percaya. Kenapa mereka pergi?! : Mereka menganggapku tak pantas berkawan dengannya. : Aah. KEPALANYA MENGENAKAN MAHKOTA BIKINANNYA SENDIRI YANG TERBUAT DARI DAUN NANGKA. Saya menyukai wayang.Arya : Enggak. Biarlah mereka mengeroyokku. Apakah salah? Dan kekagumanku terhadap tokoh Bima. Ayu Pelok : Pelok. ADA YANG MEMBAWA BATU. Ronald : Tapi… katanya sekarang dia gila kok. Ayu! Ayu Pelok Ayu TERIAKAN Pelok Ayu Pelok Ayu Pelok SUARA GADUH ORANG-ORANG MENUJU TEMPAT ITU. : Barangkali… karena kamu sering mengenakan daun seperti itu… : Ayu. TAK MENJAWAB… KECUALI SEGERA MEMBERESKAN MAINANNYA DAN BUBAR MENINGGALKAN TEMPAT ITU. ANAK-ANAK SEKOLAH ITU. Ronald : Asyiiiik… biar aku sendiri yang habiskan. memang. ESTIN DAN RUNDY. Mereka menganggapku gila. hati-hati! Dia… orangnya gila! Sekali lagi. Pelok tidak punya maksud jahat. aku. Silahkan kalau mau mengikuti mereka. ARYA. PELOK TERUS MELANGKAH MENIRUKAN LANGKAH-LANGKAH SEORANG BIMA. Jangan pergi! Aku betul-betul Tidak mengerti. Yu-Ayu? Ayu : Ronald. saya menjelaskan kepada mereka… kalau saya masih waras. Lagi pula. Yang penting saya… tidak bersalah. 142 . Ayu. Kenapa kamu mengajak teman-temanmu untuk mengeroyok Pelok. Jangan bilang begitu! Dia khan teman kita juga. saya pergi dari… : Tunggu! Aku tidak seperti mereka. Tapi… harus bagaimana. RONALD. : aah. : Ooooo… begitu. Arya Ayu : Sssssstt…. sehingga saya membuat mahkotanya dari daun nangka. Yu-Ayu. SEMUA TEMAN-TEMAN PELOK JUGA TEMAN-TEMAN AYU. Kesukaan saya hanya meniru-niru seorang Bima. CANTIK. Kamu juga. Ronald : (MENUNJUK KE ARAH PELOK DAN AYU) Itu. ach! Dia orangnya baik. ADA YANG MEMBAWA PENTUNGAN. PELOK TERHERAN-HERAN… DEMIKIAN JUGA AYU. larilah! : Tidak. teman-teman.kok. Pelok. saya orang miskin. Ayu Pelok : Pada mau kemana? Kok… : Ayu. PELOK MELINTAS DI TEMPAT ITU. ADA YANG MEMBAWA KETAPEL. larilah! Cepat. Ayu. mereka tak senang dengan kedatanganku. : (BERHENTI) Selamat siang. Terima kasih… Kenyang. Menyakitkan. sebelum dan sesudah ayah saya meninggal. jika aku Mengganggu kalian disini. Sebaiknya. kita bubar saja! Ada orang gila datang. selalu berpesan agar saya menjadi contoh seperti Bima. dia! Sikat saja! Kasihan Ayu… Dijailin apa tadi kamu sama dia. kamu. Boleh saya bergabung? : Silahkan. MEREKA HENDAK MENGHABISI SI PELOK. Maaf. awas lho !! : Kamu dengar sendiri. tho? : Betul.

DENGAN UJUNG BAJUNYA. Tinggalkan saya! Pulanglah! DENGAN LANGKAH BERAT DAN MALAS-MALASAN. Ayu. ADA SESUATU YANG MEREKA PIKIRKAN.. (SEMUA MENGIKUTI APA KATA RONALD) AYU MELANGKAH MENDEKATI PELOK YANG MASIH MERINGKUK KESAKITAN Ayu : (MENATAP PENUH IBA) Pelok… Pelok… (PELOK MENOLEH KE AYU. Kalian salah paham! : Keroyok saja…! Jangan hiraukan kata Ayu! Sikaaaat…! KERIBUTAN PUN SULIT DIHINDARI.. BERTUJUAN KEMANA. TEMBANG MAS KUMAMBANG KEMBALI HADIR. nanti juga sembuh. disuruh Papa pulang. menemanimu. kawan-kawan… Yuuk kita CABUT DARI TEMPAT INI. LAMPU TEMARAM MUSIK MENGALUN. aku nggak sengaja… (KAGET) Pelok Ayu Pelok : Sudahlah. Ayu… nggak usah. Yuuk! : Terima kasih. (SAAT SEBAGIAN LUKANYA TERKENA USAPAN AYU) : Maaf… maaf. Aa. Sudah. : Sudah. Yu. ngelapnya. ADIK AYU. ya…? (PELOK TERUS MERINGIS KESAKITAN) Pelok. NGLANGUT. MENGIRIS-IRIS ULU HATI… PELOK BANGKIT DARI DUDUKNYA DAN TERTATIH-TATIH MELANGKAH PERGI. dia! AYU MEMELOTOTI RONALD. (AYU HANYA DIAM) Ayo! Nanti Papa marah. Yu… Tinggalkan saja. seperti itu? (MELUDAH SINIS) Urusi…tuch. AYU DAN RANI MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. Rani Pelok : Mbak Ayu. Sekali lagi. Pulanglah! Nanti kamu dicari orang tuamu. Ronald : (NGOS-NGOSAN) Yuuuk. PELOK TAK DAPAT BERBUAT BANYAK KECUALI MENAHAN KENYERIAN DAN MENGADUH SAMBIL BERTERIAK MINTA TOLONG.. khan? Kalau dia menantang kita. AYU MENANGIS SAMBIL SIBUK BERTERIAK-TERIAK BERUSAHA MELERAI. Ayu antarkan ke Puskesmas. Ayu Gembos : Tidak! Dia tidak menantang kalian. Sudah mampus. BOCAH KECIL SUDAH 143 : HEY…! (PELOK KAGET. Sudahlah! Jangan teruskan Niat kalian. BERCAKBERCAK DARAH MENGOTORI BAJU YANG DIKENAKAN AYU) Sakit sekali.Ronald : Kalian dengar sendiri. terima kasih atas kepdulianmu. SAAT DIHADAPANNYA . MEREKA SALING PANDANG. WAJAHNYA MENYIRATKAN KEBENCIAN YANG MENDALAM. Ayu : Tidak! Biar aku disini. PELOK SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU. ENTAH APA? DATANG RANI. MASING-MASING MERASAKAN KESEDIHAN. AYU MEMBERSIHKAN LUKA-LUKANYA DENGAN PENUH HATI-HATI. MEREKA LAMA BERTATAPAN. kalau Mbak Ayu nggak segera pulang. TIBA DI SUATU TEMPAT. DAN TERJADILAH PENGEROYOKAN TERHADAP DIRI PELOK. sahabat baikmu! (KEPADA KAWAN-KAWANNYA) Okey. Ronald : Knapa kamu melotot aku.ak. saya di sini. kita cabut.

BUKTINYA. KALAU KAMU : KAMU… (TERHERAN-HERAN SAMBIL MNAHAN MAU MATI KONYOL! BOCAH KECIL : HEY. IYA. COBA! DIKEROYOK ORANG SEBANYAK ITU. TAPI TIDAK IMBANG! SAYA TIDAK : GILA! ORANG SEBANYAK ITU. KAWAN! SALAH DAN BENAR TIDAK MENGENAL RUMUSANMU. 144 . KENAPA KAMU TAK MELAWANNYA. SURUH : YA… AKU ADALAH TEMANMU. TAMBAH HIDUP. PUSING AKU MENDENGAR IMBANG KOK. FAKTA… EMANGNYA AKU NGARANG-NGARANG CERITA PALSU? BAYANGKAN. KAMU MASIH HIDUP. KAMU! NGACO! : LHO?! AKU NGOMONG BERDASARKAN KENYATAAN. (TERBAHAK-BAHAK) PELOK BOCAH KECIL : JANGAN KONYOL. TIDAK MATI. DISURUH MELAWAN. MATI.BERDIRI SEORANG BOCAH KECIL YANG MISTERIUS) PELOK NYERI) BOCAH KECIL MENYADARI. SAAT KAMU DIKEROYOK? PELOK MELAWANNYA?! BOCAH KECIL PELOK : TAKUT? : BUKANNYA TAKUT. PADAHAL KAMU TIDAK BERUSAHA MEMBALAS DAN HANYA DIAM! COBA SEANDAINYA KAMU NGAMUK JUGA! PELOK : SUDAH… SUDAH. SECARA MATEMATIS. KAWAN! KAMU TIDAK MELAWANNYA SAJA. WONG TIDAK ANGKA MATEMATIKA. JELAS KALAH KOK! BOCAH KECIL : HEY. KHAN? COBA KALAU KAMU MELAWANNYA….

PELOK SEPERTI KENA STROOM. MENCARI BOCAH ITU. RASA TAKUTNYA PUN BERUBAH MENJADI KEBERANIAN YANG MELETUPLETUP. TAPI TAK DITEMUKANNYA. RASA NYERI. PELOK BERONTAK. PELOK KAGET TAPI BERUSAHA TENANG.YANG ADA HANYALAH BERANI ATAU TIDAK MEMPERTAHANKANNYA. PELOK KEMBALI MELANGKAH SEPERTI BIMA. RASA PERIH. RASA MEMAR. SAYA WAJIB MEMPERTAHANKANNYA. BOCAH KECIL YANG BERADA DIHADAPANNYA SUDAH MENGHILANG ENTAH KEMANA. KAMI? : TIDAK! SAYA HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN. KARENA ITU MEMANG TANGGUNG JAWAB SAYA. : SIKAAAATT…. PELOK MERASA SEGAR DAN SEHAT. ORANG-ORANG ITU MULAI MENARIK TANGAN PELOK DENGAN KASAR. SIAPA SAJA YANG BERUSAHA MERUSAK RUMAH INI. PEMARAH 2 PELOK YANG LAIN : JADI KAMU MENANTANG. KATANYA. BERPULUH-PULUH BOCAH BAHKAN BERATUSRATUS MENGGEDOR RUMAH PELOK. RASA NGILU. (HAAA…HAAAA…HAAA…! PELOK TERSADAR. PELOK MENDENGAR SUARA ORANG RIBUT-RIBUT. KARENA BOCAH ITU SUDAH MENYUSUP KE DIRINYA) PELOK MELANGKAH PULANG. DAN DUDUK TERMENUNG DI DEPAN LAYAR PUTIH. KARENA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH RUMAHKU. TERUS MENGGERAM DAN MEMAINKAN KUKU PONCONOKO. KAMU INGIN SEPERTI BIMA! DEGG…!SEKETIKA PELOK BERKECAMUK DADANYA.! 145 DENGAN KALIAN. ADA SESUATU YANG MERAMBATI SELURUH TUBUHNYA. BEBERAPA ORANG MASUK. DAN INI… . SUARA ITU SEMAKIN DEKAT. MEREKA MARAH BESAR… PEMARAH 1 PELOK : (GERAM) KAMU MAU MELAWAN KAMI. MEREKA BERJATUHAN. TIBATIBA SEKETIKA MUSNAH. SAYA BER-HAK MELINDUNGINYA. BANGSAT?!! : YA.

ASAP MEMBUBUNG DI LOKASI TERSEBUT. HEEEEEMMMMMMMMMMM…… TIDAK TURUT TERGULUNG BERSAMA LAYAR. DAN SEKETIKA BERHENTI. BUNYI PETIR TUMPANG TINDIH. LAYAR PANGGUNG DITUTUP T A MA T Bontang. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. DAN TERUS MENGGERAM PULA: HEEEEEMMMMMMM…… TEMBANG MAS KUMAMBANGTERUS MELANTUN… KIAN LAMA KIAN MENGHILANG BERSAMA REDUPNYA LAMPU.OK. TAK SEDIKIT YANG BERGELIMPANGAN AKIBAT PUKULANNYA YANG MEMBABI BUTA. April 2006 146 . DIA TAMPAK KUAT SEKALI. LAMPU MERAH MENYALA DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH DIMANA BIMA TERUS MENGGERAM DI DALAMNYA. BUNYI RERUNTUHAN. SUASANA GADUH MENCAPAI PUNCAK. MUSIK GADUH. PELAN-PELAN MEREKA MENGGULUNGNYA NAIK KEATAS HINGGA HABIS… NAMUN WAYANG BIMA YANG TERTANCAP DISITU MASIH BERDIRI TEGAK DAN TERUS MENGGERAM. PELOK BERDIRI TEGAK DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERGELETAK DAN TAK BERDAYA. PELOK MASIH BERDIRI MEMATUNG. DEBURAN OMBAK YANG MENGGANAS. KALI INI PELOK BETUL-BETUL SEPERTI ORANG KESURUPAN.TERJADILAH PERKELAIAN YANG SERU. TAK SEDIKIT YANG BERTERIAK MENGKOMANDO UNTUK MEMBAKAR RUMAH PEL. SUARA DARI LUAR KIAN RIBUT. DUA ORANG YANG SANGAR WAJAHNYA BERADA DIKANAN KIRI LAYAR PUTIH. JERITAN-JERITAN ORANG TERUS MELENGKING. ORANG-ORANG TERUS BERGELIMPANGAN DAN JADI KORBAN. GAGAH. AKIBAT RUMAH PELOK YANG DIBAKAR RAMAIRAMAI.

(NOMINATOR) PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi Tokoh : RAYANI MARIO LINDA PRIA CANGKLONG SABRON ABAH NINI 147 .

: (mengangguk-angguk) Berapa umurnya? : 16 tahun. Aku senang cara kerjamu. Asap mengepul dari rokok di dalam cangklongnya. Broken home. LAKI-LAKI PEMUDA. Back Sound Samar-samar terdengar lagu House musik. Seorang pria duduk di kursi memperhatikan selembar photo. 09...PEMUDI ORANG-ORANG SEBUAH RUANG Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light).. Lelaki 05.) Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan.. TUKANG PEL.ATOK ITEM SUTRADARA ANTON PENJUAL TEROMPET. : Alah. satu atau dua minggu sepertinya mungkin. Mereka hanya dibatasi sebuah meja.. 07. Pria Cangklong : Usia yang tepat untuk disate. waktu segitu terlalu lama! Tidak bisa lebih cepat? : Aku usahakan secepatnya Boss. Lelaki 03. Kapan bisa kau dapatkan dia? : Tidak lama lagi. Pria cangklong 02. Lelaki : Tipe begini banyak yang suka. Boss. Di depannya duduk Seorang laki-laki. Lelaki tertawa.. Pria Cangklong 06. 08. Pria Cangklong 04. Pria Cangklong : Baiklah. Lelaki : Beri aku waktu.. Akan kuberi kabar baik secepatnya. Kau tak mungkin mengecewakan aku kan? Aku harap jangan! 148 .. Jadi tidak terlalu susah untuk dikerjain kan? Pria Cangklong tertawa. (Mungkin penonton akan mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah diskotik... 01. dan seorang lagi berdiri tegak di belakangnya. Orangku sedang berusaha.

Mario & Rayani : (berbarengan) Silahkan! Keduanya jadi serba salah. Makin serba salah...) 19.. Rayani : Biarkan.. maaf! Kena ya? Aku nggak tahu.. 17. Mereka tiba di bangku. Aku yang salah kok.. Sama-sama tertawa.. Mario : (mukanya mendekat ke Rayani) Cari app.. Suara teriakan Pedagang keliling. Mario membuka bungkusan kacang rebus. Mario 20.. Background hotel dan gedung perkantoran untuk menunjukkan bahwa setting adalah nuansa tengah kota... Rayani : (sibuk) Di mana sih. (Memunguti kacang di bangku dan di tanah. Rayani : Aduh. Rayani membuka tas... Tak disangka siku lengan Rayani mengenai muka Mario. 11. Keduanya duduk. TAMAN Set sederhana. Mario kesakitan. Muka kamu nggak apa-apa kan? 149 .. Kacang rebus tumpah ke muka Mario... Mario & Rayani : (berbarengan) Kamu duluan. Boss. Sebuah bangku panjang terletak tengah panggung. Rayani : Maaf ya.. aduh. Rayani membantu. (Lighting fade in) Mario dan Rayani masuk bersamaan dari Arah berlawanan... Berdua memunguti kacang rebus di tanah... 22. Awan putih menutup cakrawala. aku saja. Tentu! Tertawa. Tapi kemudian sadar dengan keadaan orang di sampingnya. serempak ingin duduk. maaf. perasaan sudah aku masukin. 18. Rayani : Kamu nggak apa-apa. tangannya menyentuh tangan Mario yang sedang memegang bungkus kacang rebus. Maaf lagi. : Aku saja. mengeluarkan lembar skenario. 21.. Back sound bunyi seliweran kendaraan sesekali. (Kesal... Namun tidak jadi.. 14. 12. Mario 16. Mario memunguti kembali kacang rebus yang berserakan. Biar aku yang ambil. : Oh. Saling menunggu... Rayani : Aduh. Mario : Nggak usah... Lelaki : Tentu. Mau aku ganti? Aku cari tukang kacang rebusnya dulu. Beberapa saat Rayani kembali sibuk mencari.. aduh....10. Mengaduk-aduk isi tas. 13. Langit sore yang cerah. 15.. Rayani ingin melihat muka Mario. Biarkan.) Aduh.

Rayani 39. Memperhatikan lensanya. tapi malah nggak ada.. Rayani : kamu punya makanan dimakan sendiri. : Kamu cari apa? : Aku cari lensa kontakku. kalau tak punya dapatkan dengan kerja.. Lagian kamu nggak takut kaca matamu kubawa lari? 150 . Mario : Mau kemana? : Cari tempat lain.. Pakai aja dulu. aku nggak bakal ganggu kamu.. Mario 30. kalau terus duduk di situ mukaku bisa babak belur. Rayani 37. Mario 32...... 43.. Coba aja dulu. Mario 36.. Rayani 33. harusnya paling nggak tawarin orang kek.... Terima kasih.. Setelah ini aku jamin kamu bakalan merasa lebih nyaman duduk di sini ketimbang duduk di kafe.. Kursinya masih lebar kok. Nih.... Rayani : Minus berapa nih? : Minus dua. Sirik tanda tak punya.. Duduk di sini aja.... Maaf deh. Mario : (Menahan sakit) Nggak apa-apa kok. 31. Rayani : (tertawa) basi banget kamu.. Nggak bawa kaca mata lagi.23. (Membuka lembar skenario) Mario berdiri..... makanan kesukaanku. Mario : (melepas kaca mata) Pakai punyaku... berniat mencari tempat duduk lain.. Mario 40... Rayani : (kembali ke tas) Maaf. duduk) Terima kasih. : Bener nih nggak apa-apa? : Nggak apa-apa. Rayani 42. maaf... Rayani 25. Mario 38. : (mengangsurkan kaca mata) Nggak apa-apa.. Perasaan waktu di rumah aku sudah taruh di tas. jadi dari tadi kamu sudah ngiler sama kacang rebusku? Kalau kepingin kenapa nggak minta aja? Dari pada nyumpahin orang yang punya makanan. 34. Baru sebentar duduk aja Aku hampir nggak jadi makan kacang rebus. Mario 24.. aku yang menderita kok malah dibilang salah? Terus salahnya di mana? 26. : Kok bisa kebetulan cocok ya? : Ya sudah pakai aja.. 41. : kamu juga sih salah.. Rayani mengambil kaca mata. mukaku hampir memar.. Mario : Oh. : Loh.. 27.. : (memakai kaca mata Mario... : Nggak usah.... Rayani 29. Rayani 35.. jangan menyumpah! 28..

51.. Aku tidak mau orang yang kubuat menderita makin menderita karena terusir dari tempatnya. Kebetulan hari ini aku perlu suasana seperti itu... 151 . 60. Aku hanya lihat dari jendela mobil setiap pergi atau pulang dari sekolah. lalu kembalikan pandang ke skenario. lebih baik duduk di sini kan? Menunjuk space kosong di sebelahnya.. 54. ya? Cuaca bagus. Rayani 55. Mario : Eh jangan! Cuma satu-satunya tuh. Sekarang orang lebih milih pergi ke kafe daripada di taman.. Tiba-tiba hujan turun. Rayani : (matanya masih ke skenario) Oh. Makanya aku ke sini. hanya sebentar. 46.) Kemarin aku berharap muncul pelangi. ya? Diam..... Tapi sedikit ada benarnya juga. Mario mengambil tempat. Mario : Nggak mungkin. Mario : Deras. : Oh..... 56.. 53.... Rayani menggeser duduk.. Kembali ke skenario. Rayani : Makanya. Mario : Lagi nunggu siapa? Aryani menoleh... 49. Mario : (Tersenyum. Rayani : Hah? Kepedean kamu.) Kamu memilih tempat yang tepat. 48. Sebentar lagi musim bunga. (Melihat langit) Langitnya cerah. Rayani : Pernah! : Sering kemari? : (menggeleng) Hanya hari ini. Kamu pernah lihat kembang-kembang itu mekar? 57. Rayani mengangguk.. Rayani 58.... (Diam. Mario 59. : Oh. Mario : Kenapa aku harus duduk di sini? Biar kamu aman? Nggak diganggu orang iseng? Atau cari pembenaran karena sudah membuat kerusuhan? 47. Kelihatan sepi. Pelangi muncul habis hujan di siang terik. Tapi hanya sebentar. 52. Mario : Nggak nunggu siapa-siapa. Rayani 50... Ayo duduklah. Diam. tenang. Rayani melihat langit... Mario : Tapi cuaca kadang suka menipu.44. Tadi sepulang sekolah aku melihat taman ini dari atas bus. Padahal lebih sehat di sini. Mengangguk.. Diam. ya? Hujannya deras? Mario mengangguk... Mario : Sudah datang musim hujan.. 45. Seperti sore kemarin. Rayani tertawa.

Mario 62. 69. bukan berarti aku ingin mencopet kamu kan? Lagian mana ada copet yang mau minjemin kaca matanya? 72. aku diam. Mario 68. Rayani : Maaf.. nah. 86. kamu banyak mau tahu.. : (tersenyum malu) Maaf! : Jangan membuatku menyesal berbagi tempat duduk sama kamu. Besok aku ikut test peran utama. Mario : Wah! Good luck. Mario 70.. Rayani 65. Mario 64. ya? : Apa ruginya buat kamu? : Aku bisa menyangka kamu orang jahat! : Apa penampilanku begitu? : Nggak sih. Kayak orang-orang kantoran. 80. 87. Ini skenario film.. Mario 83... Mario 85. : Kalau aku mengajak bicara kamu.... Mario : (jengkel) Apa sih? : Boleh tanya kan? Diam.. 82. Tadi kan aku sudah bilang aku perlu ketenangan. Mario : Apa orang yang banyak tanya itu orang jahat? : Nggak juga sih.. Rayani 71. Rayani 77. Copet-copet di bis kota kelihatan rapi-rapi. Rayani 73.. : Kamu artis? : Bukan. 81. Rayani : (menyerah) Baik. 152 . Mario : Baik... Mario 76.. ya! Rayani mengangguk. sayangnya aku malas fokus sama penampilan ketika pertama kali bertemu seseorang.. Mario 66.. : Lalu? : Apa? : Kalau bukan artis ngapain baca skenario film? Ah! Produser? Sutradara? 78. Sumpah! Diam. aku tidak mengganggu lagi. Aku lagi mencoba membedah naskah ini. baik. Rayani 67.. Klimis malah. Rayani 75. baik. Rayani : Aku mengganggu? : Kalau kamu terus bertanya. Rayani 63.. Mario 74. Rayani : Drama atau film? : Apa? : Kamu baca skenario kan? : Hey.61. Mario : (tertawa) Bisa aja kamu.. Rayani 84.. Rayani 79.

Berhenti tidak jauh dari mereka.... Rayani 94.... terompet. Hening.(toet) Terompet. (toet. Diam. toet) Terompet.. toet) 92. Terompet : Tidak bisa dong! Saya kan orang dagang. namaku... Tk. Mario menghampiri Penjual Terompet.. toet. Rayani : Sebenarnya tadi aku mau bilang. (Back sound) Suara kendaraan lewat satu-satu. saya selalu diusir sana-sini.. 90. Bunyi terompet panjang. Mario 93. (toet. 96. Penjual Terompet mendengarkan.88..) Rayani menarik napas dalam. Terompet : Dasar nasib! Jadi orang kecil sudah bingung.... Mario menatap Penjual terompet pergi. Rayani : Biar aku bicara. 98. Pergi sambil terus menggerutu. : Tidak usah! Dipikirin banget. Pedagang terompet muncul sesekali menjajakan dagangan. Tk. Penjual Terompet hilang ditikungan (Keluar). Mario melambaikan tangan tanda perpisahan pada Rayani. Kalau saya tidak membunyikan terompet. sekarang waktunya kurang tepat. mengeluarkan dengan berat. ya? Masa terus dilaranglarang. toet) Terompet.... 91. 99. Tapi Penjual Terompet akhirnya mengalah juga. tersenyum.. Terompet : Terompet. toet. Kamu mau kita kenalan? Perkenalkan... Mario : Jangan pergi dulu! : Ada apa? Oh.. suara kenek angkot.(toet) Terompet. Rayani 101. Kali ini terdengar lebih keras.. Bicara berbisik di telinga.. Rayani : Nggak perlu minta maaflah. Jualan di pinggir jalan dilarang! Di taman dilarang! Saya mau cari makan halal buat anak-istri saya. : Kamu nggak marah kan? Mario menggeleng.. Mario 89. Nah. Tk. Nanti kalau saya terus-terusan dihalangi saya cari makan untuk mereka di mana lagi? Jadi maling ayam? Jualan dilarang. Tk. Bunyi terompet. siapa yang tahu kalau saya jual terompet? Siapa yang tertarik beli dagangan saya? Bicaranya situ sembarangan aja! Mentang-mentang saya kere. Bunyi kendaraan berhenti. malah terus dibikin bingung. (toet. (toet. Mario 95. taman ini bakalan ramai bukan main kan? Kembali teriakan penjual terompet.. Aku lupa. Merasa terganggu.. 153 . terompet. Mario 97. toet. : Apa? : Ini hari apa? : (tertawa) Sabtu! Malam minggu. membunyikan terompet dilarang. 100. Terompet : Terompet.

. Aku tahu Mama menyuruh aku menangis supaya perasaanku bisa lega.. Tapi sumpah. Aku gagal. Mario : Eee. 109....... Mama malah suruh aku menangis... Plong. Mario pergi.. Marah. Suara dering hand phone.. sudah. 106. dia memang nggak pernah setuju aku ikut kegiatan percuma dan buang-buang waktu seperti ini. Sampai besok.. Aku nggak perlu peerhatian macam itu... (Kehabisan kata. Rayani tak membalas. tangisnya tambah pecah... 112. Semoga berhasil! Mario bergegas pergi... Rayani : Setuju! Memang itu caranya! Mau? (Menawarkan kacang rebus. Mario mengambil hand phone. Rayani : (berteriak) Kaca mata kamu.. Mario menepuk tangan. Tiba-tiba Rayani gemes sendiri. Air mata tidak bisa mengobati kegagalan kan? Aku mau buktikan pada mereka bahwa aku serius. man! Tidak mampu..) Ah. 110. 102.. Mario : (tertawa) Semua pekerjaan punya resiko. Menutup wajah dengan kedua tapak tangan. 104.. 108. mengusap air matanya. aku memang terus-terusan gagal. menangis. Rayani : Aku mengadu ke mama. Aku tidak mau mereka melihatku menangis karena itu.. kenapa aku sekarang bisa menangis. Oke.... Bagaimana bisa membuktikan. Papa tersenyum mengejekku. Mario : Hallo.. Rayani mengambil tissu dari hand bag. Mario : Sabar.... tapi aku tidak menyerah.. 105.! Di mana? Sekarang? Oke.. 154 . Mario : Katanya nggak mau menangis? Rayani menggeleng... Sudah. tapi aku menangis bukan karena aku bicara kegagagalan tadi. TAMAN (Ligting fade in – suasana senja) Di bangku yang sama. Rayani : Aku nggak tahu. Aku. Mario : Aku paham! Rayani menarik napas dalam untuk menghentikan tangis... Mario 107. 103.Mengulurkan tangan... (Kepada Rayani) Aku ada keperluan. Aku Cuma mau Mama tahu kalau aku sudah berusaha... Rayani bingung. kalau aku sudah bekerja sebaik-baiknya.. Rayani memberi isyarat dengan tangan agar Mario berhenti bicara.) : Tapi aku nggak tahu caranya. 111..

122. Rayani 121.. Ah.. membentangkan selebar-lebarnya.113. 132. Rayani 129.. Masa nggak ada satu pun yang nyangkut?! 133. Jadi menangis adalah manusiawi dan berguna.. 136.. : Apa yang baik? Menangis? : (mengangguk ragu.. Rayani : Rudi Sudjarwo lebih menantang barangkali! 155 . Rayani 135.. Ada yang bilang jumlah air mata saat kita sedih berbanding seimbang dengan air mata saat kita bahagia... Berdoa sambil berusaha. Rayani 127.) Masih banyak kesempatan. kita nggak bisa percaya atau nggak percaya. Masih sangat panjang.. : Hanya masalah selera.. gitu dong! Kalau keinginan dicampur sama semangat dan usaha . 123. Mario : (menghapus air mata) Tadi kamu bukan mau bicarakan itu kan? : (mengangguk) Ya. Mario : Di usia seperti kita. Rayani 117. Rayani 115.. 120.. Keluar masuk studio dengan wajah coreng-moreng. : Apa? : Justru malah baik. Mario : (membuang napas) Hah! : (membuang napas) Hah! Maju terus pantang menyerah! Kalau sudah bertemu untungnya kali aja kamu main peran utama di filmnya Garin. 118.. mengangguk.. : Yakin waktunya akan datang? : Yang penting jangan terlalu berserah pada nasib! : Salut buat semangatmu. Rayani : Aku seperti badut yang terlepas dan dibiarkan berkeliaran. Rayani 119.. Mario : Jangan taruh harapan di tempat yang tidak nyata. Mario 116. Mario 128. Mario 126. Rayani : Aku terus merajut jaring. Gagal di usia seperti kita justru lebih baik. Mario : Aku masih belum percaya kalau aku gagal lagi. aku terus berharap.. 134.. Kalau urusan selera. semut pun bisa memindahkan gunung.. pelan) Menangis kalau harus menangis. Kamu bagaimana sih? Ambil! (Rayani mengambil beberapa butir. Jalan masih panjang. : (Semangat) Ya! : Mau? : (senang) Kacang rebus! : Dari tadi juga kacang rebus. aku harus terus... : Itu hidupku! Aku pikir. Rayani 125. Aryani 131. Mario 124. Mario : Nah. Mario 114. Mario 130.

149. Rayani : Sekolah tidak pernah menampung. Mereka tidak mendidik kita bekerja membuat tangga ke langit. 145. Nggak tahu mau ngapain.. Ilmu pengetahuan nggak selalu bersarang di sekolah kan? 143.. warna tanah telah berubah karena waktu. Mario : Sekolah kamu bagaimana? Sudah banyak mangkir pasti.. Hanya diberi tahu. Mereka memberi tahu kaki kita menginjak bumi. 148. tahu? : Mereka hanya tahu aku kepala batu. Sekolah jadi tempat legitimasi formal pendidikan yang semu.Diam. Mereka tahu apa yang harus mereka beri dan apa yang harus mereka simpan untuk suatu saat. Artis juga perlu punya pikiran intelektual. Mereka menggembar-gemborkan orang lain yang sudah membuat tangga kecil menuju kesana. 146. Tetapi mereka mengajak kita terbang ke masa lalu melihat kejayaan nenek moyang. Mario 140. Hari gini masih bicara hati nurani? Lagian sekolah nggak akan cukup menampung semua material itu. Mario : Sial! Aku nggak paham bahasa kamu! Ngomong yang lain aja! Rayani membolak-balik lembar-lembar skenario. Lulus sekolah kita malah gagap. setelah itu takut menginjak tanah. Mario : Semua bidang memerlukan orang yang cerdas. Mario 144. Rayani : Sekolah tidak dapat membuatku yakin bisa menggantungkan harapan. Mario : Apa adanya sajalah. Jangan ambisius dong! Ambisi malah akan menjatuhkan kita.. Kerja pikiran dan respon manusia kan terbatas oleh keadaan.. 156 . diberitahu betapa tingginya langit. Rayani : Aku nggak pernah yakin bisa mendapatkan itu di sekolah. : Kok gitu? Bokap-nyokap. 142. Rayani 139. Rayani : Terus mau belajar di mana? : Sekolah banyak ngajarin bagaimana menggunakan pikiran. 151. 147. Ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk bisa survive di mana saja. tapi membiarkan dia bercecer di luaran.. Rayani 141... 150. Mario 138. : Sekolah adalah rumah ilmu pengetahuan.. : Nggak tahu.. Rayani : Kita di atas gedung tinggi. belajar cara menggunakan hati nurani dikesampingkan. Mengajarkan cara memperhatikan dan mengagumi tangga itu. 137. Mario : (tertawa) Kalau mau begitu kamu ikut latihan yoga aja.

Rayani : Huh! Padahal tesnya hanya begitu-begitu saja! Adegan senang. Kamu nggak ingin pulang? : Di rumah juga tak ada siapa-siapa. amit-amit! : Mereka sama dengan kamu. (Tersenyum pahit. Mario 170. Aku menarik. Nggak pernah terpilih yang utama. Rayani : Huss! Jangan bicara sembarang. Mario : Akan jadi sempurna buat pengalaman hidupmu kalau tiba-tiba keburuntungan itu datang. 168. tidak lulus nggak apa-apa. Mario : Kamu mau cara mereka? : Aku? Pakai cara itu? Ih. Mario : Aku sabar! : (menyelidik) Masa? : (bangun memperhatikan bintang) Bisa! Aku yakin ada saatnya. Rayani : (tertawa) Kok jadi hilang harapan begitu? : Kesel sendiri aku! Apa harus pacaran sama casting produsernya dulu untuk jadi peran utama? 157. Rayani : Aku kurang apa ya? Kurang cantik? Aku bisa nyanyi... Seperti apa cahayanya nanti. Tidur sama orang-orang itu? 159. Mario 166. Rayani 163.. lalu menangis. Aku sudah lelah jadi anak bawang terus. Kuhitung sudah sembilan kali aku ikut casting film.. bisa nari. kalau senja turun.. marah. Lama-lama aku bisa lumutan di studio casting.... Casting iklan.. (Terpekik) Aku suka bintang! 169. : Sudah hampir gelap. Masalahnya kamu bisa sabar atau tidak? 162. atau ke kiri. Rayani 165. Kemana-mana kita akan bertemu dua jalan.. : Ada saatnya. Mario 160. Ke kanan. Aku perempuan yang dipuji perempuan. nyanyi.152. Rayani : (menunjuk langit) Lihat bintang itu. Mario : Kalau kamu? : Apa? : Kok nggak pulang? 157 .. Keduanya punya resiko. macam-macam. Nggak ada yang berhasil mulus. : Ada yang bilang beberapa orang memilih jalan tol.. Rayani 161.. Mario 158. Mario 156. pernah merasa kesulitan juga. Rayani 171. Hidungku nggak terlalu ke dalam kan? Tinggi sama berat badanku pas kan? Proposional? Apa dari aku yang kelihatan kurang? 155. Rayani 167. 153. Multi talent. Kok kamu yang tanya? Harusnya aku.. Mario 164. Kamu jadi nggak kaget! 154. Kalau awal-awal ikut.) Selalu jadi figuran.

ya? Aku minta Maaf! 183.. Rayani 185. Linda bilang dari dulu dia tertarik bakatku. Jujur! Aku mulai senang suasana taman ini.172.. 176.. Pertemuan kami unik. 187.. : (Sadar) Oh. (Tertawa.) Nanti kukenalkan kau pada sahabatku. Ceritanya kapan-kapan. Namanya Linda. Tapi enggan menegurku duluan. Mario 174. (Membuka tas. 178. Rayani : Aku minta kamu rawat buku itu baik-baik... juga talentscout. Cita-citanya sama dengan kamu. : Kenapa? : Kalau aku cerita sekarang waktunya nggak bakal cukup.. Sebentar. Pencari bakat. Mario 182. Mario 184. Mario : Aku harus mengenalnya.. Mario 188. Wah jadi nggak repot-repot cari lagi dong. ya. Rayani : Apa kubilang! : Boleh aku tanya? 158 . Rayani : (Sedih. Semua punya kamu? Dapat darimana? 177. Aku yakin buku-buku ini akan banyak membantu kamu. Mario 186.. : Baiklah. Aku harus bertemu seseorang. Tapi setelah lama kami tegur-teguran. Rayani 175.. (menunjuk bintang) Bintang itu pasti paling terang. Rayani : Dia sudah nggak perlu lagi sama buku-buku ini? Kenapa? Padahal buku-buku ini bagus loh! 179. Dia aktris. Terima kasih.. Rayani 181. Thanks.. Sumpah. Rayani : Oh? Buatku? (Mario mengangguk) Beneran nih buatku? Kamu nggak nyesel? Aku sudah lama cari buku-buku ini. ya.. Kayaknya Linda bakal nyenengin.. Menyodorkan ke Rayani) Buat kamu. Lantaran dia pikir aku sudah punya manajer. Setelah itu kami selalu bersama. (Ke Mario.... aku cari kemana-mana nggak ada.. Linda hebat loh.... : Pulang. yuk! : Aku masih ingin di sini. Mario 180. Mengeluarkan tumpukan buku.) Keinginannya banyak. : Besok di sini? : Entah. Tadi dia begitu antusias mau mengorbitkan aku.) Dia sudah pergi. Rayani : Rumahku membuat aku jadi penganggur.. Ini buku panduan akting. Mario : Teman.. Aku duluan.. Nggak apa-apa. Aku ingin jadi bintang itu! Oh.. Sebenarnya setiap kali aku ikut casting kami bertemu.. Banyak kenalannya orang-orang film. itu bintang pahlawan! Terus bersinar ketika yang lain redup.. Nggak ada yang bisa dikerjakan. Aku dan dia sahabatan.. 173.

setelahnya? : Itu pertanyaanmu. Mungkin jika aku masih muda.) Suasana inilah yang semua orang cari. 197..) Bunyi dan suara begitu harmoni di telinga. Rayani 193. RUMAH ABAH (Lighting fade in – Suasana sore) Set tempat Abah dan Nini bisa hanya sebuah balai panjang dan sebuah meja tempat kendi air munum dan perkakas seperti piring dan gelas. Mario 192. 159 . menciptakan harmoni untuk menghantar waktu istirahatku. aku akan membuat karangan lagu untuk Nini. Mario 194. Abah sedang rebahan di tengah balai. Angin sejuk tenang membuai pepohonan. Abah. Rayani 195. (Nini tersenyum. Tapi tidak ingin tertidur. Abah : Aduh. 198. Perasaaku bergetar bagai mojang pertama kali kenal cinta (Tertawa. Rayani keluar. Tetapi tanpa sebuah lagu pun untuk Nini. bukan pertanyaanku. Mario 196. mengerti) Oh! Baik lah! (Pergi. Nini.. betapa pandai dalam bekerjasamanya alam. Mario sendiri. burung-burung kecil itu bernyanyi menggodaku? Abah sudah sangat mengantuk. Rayani 191. Nini dengar.. Nini akan tetap mencintai Abah. Meletakkan kepala di paha Nini yang merajut anyaman bambu. Mario diam. dan suara burung bernyanyi ikut mengiringi.) : Nggak ada pertanyaan lagi? : (menggeleng) Nggak ada apa-apa lagi dipikiranku. : Sungguh nih.189. 199. Mereka seolah berbisik menghipnotis sadar. : Masa? Kamu nggak tanya apa itu. Rayani : Boleh.. Nini. Ah. Abah tak mau kehilangan suasana indah ini bersama Nini. Nini : (tertawa) Terima kasih. kamu kemari hanya untuk kacang rebus? : Awalnya iya. setelah itu tidak lagi. Mario 190. Musik seruling atau kecapi dari Sunda.. Bunyi air jatuh di kucuran.. Rayani : Aku duluan. : (mengangguk-angguk. Saat seperti membuat pikiranku segar dan merasa menjadi muda kembali. Nini. Betapa indahnya dunia jika suasananya damai seperti ini.

Sebentar. Abah : Tanpa sebuah lagu pun? : Tanpa sebuah lagu pun. : Nini bisa bangunkan Abah? : (berbisik) Maaf.. Nini tidak pernah angkuh ketika berpunya. 213. Abah sudah mendengkur. Bicaralah pada Nini. 208... Abah mengangguk dalam setengah tidurnya. Nini 204. Linda duduk di tepi balai. : Sebentar saja. Abah tahu! Abah begitu mengagumi kesetiaan Nini. Nini membelai rambut Abah. Abah. Nini 209. Muncul Linda. Nini 217. Abah orang sakti kan? 160 . : Kenapa Abah tidak Nini bangunkan? : Abah baru beristirahat. lalu melanjutkan kerja anyamannya. Linda 212.. Meminta yang macam-macam pada Abah. : Oh. Nini 215. Di sisi kaki Abah. Nini tak pernah mengeluh menemani Abah yang lumpuh. jangan ganggu Abah. Itu menyalahi kodrat. Linda 210. Nini tidak tega bangunkan bayi yang sedang lelah ini.. Nini : Sudah. 205. Linda : Saya ingin bicara sama Abah. 220. Linda 207. Abah tidur lah. Nini akan senantiasa di samping Abah. Nini. Abah 203. Banyak saya dengar cerita kehebatan Abah... Nini 202. Nini masih ingat.. Lihat! Tidurnya nyenyak sekali. Linda 214. Abah tidak akan melakukan itu. ya? : Abah boleh sangsi! : Oh tidak. Nini : Anak ada perlu apa? : Nini masih ingat saya? : Oh. Nak. Nini tidak pernah putus asa ketika hidup menderita. Nini menggeleng. Nini rela hidup bersama Abah dalam suka dan duka. tidak! Abah tidak pernah sangsi pada Nini. Linda 216. Linda : Saya tahu sesungguhnya Abah bisa membantu saya. : Kalau begitu Nini minta maaf sekali lagi. Kamu sudah pernah ke sini.200. 206.. Nini : Bukan Abah tidak ingin menemuimu. Linda : Kenapa Nini selalu menghalangi saya? Setiap kali saya datang Abah seolah enggan menemui saya? 219. Nini 211. Abah 201. 218. Nini : Sampurasun! : Silahkan duduk. Anak meminta Abah merubah wajah Anak.

228. Nini. Tolong bangunkan Abah untuk saya.... Nini menangis.... Alam ciptaan-Nya sudah memberikan semua tanpa Nini dan Abah minta dari manusia.. Nini! Saya tahu Abah bisa menolong. Nak. Linda : (emosional) Saya ketakutan. Linda : Saya akan menunggu sampai Abah bangun. Anak tak perlu terus sembunyi.. Nini tidak bisa membantu anak. Nini. 232. Linda : Apa salah saya.) Ah. Tapi Abah juga manusia. Nini : Maaf. pikiran dan tenaga. Nini. Linda mengguncang-guncangkan tubuh Abah. telah mengganggu tidur Abah. Kalian memang hancur.. (Melihat Nini....221. Apa yang dilakukan terbatas kekuatannya. Nini : Kamu sudah keterlaluan. Membantu sekuat hati.. Nini menggeleng. Linda : Tolong saya. ingin aku Linda berjalan mundur tertatih keluar panggung... Nini? Nini menggeleng. Kami tidak pernah meminta atau menerima balasan jasa dari orang yang kami bantu karena Nini dan Abah memang tidak memerlukan itu semua. Abah tidak memicingkan mata sedikit pun.. Linda : Abah manusia. 233. Linda : Kalian ingin aku menderita. Anak harus mengaku salah. Nini : Nini minta maaf. 226. Tolong. Nini diam. saya tamu yang tidak diinginkan Abah? : Bukan! Tapi Anak bertujuan ke tempat yang salah. 231. Kamu harus pergi. 225. 230. Abah : Ah. : Jadi menurut Nini. 229. tinggalkan kami. Nini menggeleng... Nini 224. Nak. Itulah cara untuk mengembalikan wajah anak. Nini 222. Abah memang tidak mau membantu saya? Kenapa? Berapa saja uang yang kalian minta akan saya turuti.. kenapa menangis? 234. nikmat sekali tidur yang hanya sebentar ini. Nini : (menggeleng) Abah tidak pernah memilih untuk membantu siapa saja. 227. : Nini. Tolong saya. Linda 223. 161 .. Saya merasa ada seseorang yang membuntuti saya setiap saat. Jimat yang pernah diberikan Abah tidak dapat menenangkan hati saya.

Aku menunggu saat itu. Aku masih. dan bintang berpaling muka karena redup sinarnya. Ada sebuah bintang yang tak pernah redup sinarnya menyinari Abah. namun begitu menyejukkan. Bunyi angin menggoyang dedaunan.. Abah : (menghapus air mata di pipi Nini) Tidak..... Abah tadi bermimpi tentang malam yang gelap..235.. 236. aku tetap seekor srigala. Mas Atok. tolong saya dong! 162 . TAMAN Malam turun hujan. Karena ketika kau membutuhkan aku.. tidak. Penuh dendam..) TANAH LAPANG (Lighting fade in – suasana malam) Beberapa pemuda sedang berlatih drama. Ni..... Linda : Mas atok. Berhentilah menangis. Aku menunggu saat bulan bulat penuh. tapi berkualitas. Mario duduk sendiri di bangku taman. Aku tahu kau sedang memandang marah kepadaku. Linda menarik lengan Rayani setengah berlari ke arah Atok. Isi surat terakhir sebelum kematianmu penuh dendam. Jika bara di dada belum tersiram oleh darah. Lihat! Aku masih tetap di sini! Akan tetap di sini. Bau darah. Parwita.. bau kematian orang lain yang membuat hidupmu pendek. Mario : (membaca selembar surat) Penat? Aku tidak kalah oleh penat. Lelah? Aku tak takluk karena lelah.. aku tak ada di sampingmu.. (Menangis.. Oh.. Bintang itu tidak begitu terang. Tapi Abah bahagia.... hingga bara yang kau sulut di dadaku dapat kuberikan untuknya. Abah mengambil jemari Nini.. Aku bukan pengecut! Akan kubuktikan cinta yang kau sangsikan.. Atok sang pelatih tampak serius memperhatikan teman-temannya berlatih olah tubuh... 237. Suasana taman yang temaram sesekali menjadi terang sesaaat terbias cahaya Kilat yang menggelegar di angkasa... Untuk apa mengakhiri hidup sekonyol itu? Aku masih mencintaimu Parwita. Tidur Abah sedikit. Abah memang sudah waktunya bangun.

Linda 262. jadi mau malu ngomongnya. Lin. Linda 260. kok. (Kepada Atok.) 256.. Tulisantulisannya dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Linda : (Menyodorkan naskah. Tahu sih. Atok 261. : (kepada Atok) Rayani. Atok 257.) Tidak ada apa-apa. Atok 263. dia lari paling dulu! : Wah. Item melirik genit ke Rayani. Pemudi 1 245. Rayani! Halah. : Marjuki. kenalan sendiri aja deh biar lebih enakan. Atok 249.. Atok : (memperkenalkan diri) Rayani. 238.. Dia penulis naskah-naskah realis. Linda : Ada apa? : Iya. Kak Atok bisa aja. 255. Rayani 252. Linda 264.. Memang kenapa? : Dia yang tulis naskah sinetron Angling Darma. iya lupa. 163 . Pemuda 1 243.) Ada perlu sama Kak Atok. 251.. : Ngomong aja.. Linda 247. Pemuda 3 : Ah. Atok : Sialan! Gua kira ada yang mau ngajak ribut! : Si Item basi banget! : Iya. Item 250. ya? : (tertawa) Bukan. 246. 248. Peserta latihan bangun menghampiri Linda. Biasa dipanggil Item. 241. Linda 258. Item : Oh.Latihan olah tubuh buyar. Atok : Arswendo Atmowiloto.. : Atok. Tahu sinetron Keluarga Cemara? 259. Dia yang tulis skenarionya? : (mengangguk) Terus? : Apa? : Terus apa hubungannya dengan saya? : (tersipu) Oh. yuk! Peserta latihan pergi sambil menggerutu. Item 240. : Aku lihat waktu yang lain berantem. kalau begitu kalian lanjutkan latihan aja lagi! Biar mereka kuurus.) Kak Atok kenal penulis naskah ini? (Atok membaca halaman depan skenario. Linda : Sorry! Ada perlu apa? : Ngomong-ngomong kenalin dulu dong temannya. Pemuda 2 244. Padahal waktu ribut-ribut kemarin kakinya gemetaran. Atok 239. Suasana langsung ramai. : Oh. Item 242. Rayani 254. Item 253. tahu! Pantas sinetronnya laku. Memangnya kita anak ayam? Kok diurus? : Latihan lagi. Kalian punya masalah? Kami siap bantu kok. Ada apa? Anak-anak kampung sebelah mengamuk lagi? : (Tersipu sendiri.

) Sebenarnya saya diminta mempelajari naskah ini. Makanya. : Hah? Latihan kayak begitu? Nggak mau. ah. ya. Capek-capekin aja. Atok 267. Gunanya supaya tubuh kita fleksibel dan tidak kaku. Tiba-tiba tertawa. Apa coba? Nggak nyambung bangetkan? Kalau alasan lain saya tidak tahu kenapa. iya. Sutradaranya bilang saya paling cocok jadi peran utamanya. padahal wajah kami tidak ada miripnya sama sekali kan? Mungkin dari body kali. kok saya dibilang mirip Yati Oktavia. Kak Atok sama Item jangan bilang-bilang ke orang lain dulu ya. 275. Atok 273. (Pause.) Ketinggalan di tas satunya. Saya diajar akting film dong. Rencananya sebentar lagi naskah ini diproduksi. siapa itu? Aduh. judul aslinya Yang Muda Yang Bercinta. Linda : Oh. maksudmu? : Oh. Linda : Iya deh saya mengaku. ya? Film itu garapan sutradara. Atok 271. kalau mau belajar. Itu film puisi kan? Saya mau cari vcdnya ah. kapan ada waktu ajarin saya akting? 270.265.) Tidak tahu kenapa. Itu kan latihan akting teater. Di mana saya taruh. kok bisa lupa namanya. Eee.. aktris-aktris yang dapat piala citra. Saya mau latihan cara mengeluarkan air mata yang banyak. Buat apa tanya-tanya ke orang yang punya niat baik sama kita. 164 . Syumanjaya. Saya mau kasih surprise ke orang-orang kampung! Biar mereka tahu sendiri kalau saya bintangnya. ya? Soalnya banyak sair-sair bermutu di cerita itu.. Linda. : Joged-joged kayak orang gatel begitu? : Itu bukan joged-joged. saya tidak mau latihan begitu. Linda : Yang Muda yang bercinta. Dasar pikun! 268.. Kata sutradara saya itu film bagus.) Ssstt. Jadi penasaran. Linda : Syumanjaya. yang penting dikasih kesempatan untuk jadi bintang filmnya. Linda 274. (Merogoh tas.. langsung gabung latihan sama kami. 272. kan? Ngomong-ngomong Kak Atok pernan nonton film Yang Muda Yang Bercerita? 266. Linda : Ah. Atok 269.. ya? Dia bintang lawas banget kan? Linda sih dibilang begitu masabodoh saja. Katanya saya mirip Yati Oktavia waktu masih muda loh. Padahal tadi sudah saya catat di tissu loh. kalau saya dapat peran utama ini. Kak Atok. Akting begituan loh yang paling sulit. (Meletakkan telunjuk di bibir. Iya. (Menyodorkan naskah. tapi latihan olah tubuh. : Ah. Item : Latihan akting memang seperti itu.

dan Antigone. Item : (berbisik kepada Atok) Kita kan kekurangan pemain. Tok! Break! Break! Habis istirahat kita masuk adegan. Ini cerita tragedi Yunani. Oedhipus Di Kolonus. Atok 282. ngobrolnya kita lanjutkan nanti. Item 290. Kalau ngajarin akting saja. Linda : Oh. 277. 276. tapi Rayani! (Kepada Rayani lagi. Linda 295. Tok! Pas sekali kan dengan yang kita ingin untuk naskah ini. ya? Terus kapan waktu buat saya? : Tenang Lin. Linda : Aku pikir-pikir dulu.. Item : (menghampiri) Latihan pemanasannya sudah selesai. Item masih stand bye untuk membantu kamu. Item : Kamu mau menerima tantangan ini? 165 . Aryani 286. : Sangat mau! (Kepada Rayani) Biar aku yang putuskan! Rayani terkejut. Item : Rayani? : Cewek teman Linda itu! Lihat karakter wajahnya. Item : Kak Atok mau latihan. Antigone adalah nama tokoh utama perempuan di naskah ini. Item 294. Aryani 296. Linda 287.) Maaf ya. 283. 292. Item maksa-maksa! : Saya. Atok : Oke. Item : Bukan! Ini nama tokoh dari cerita trilogi Sophocles.. Item 288.) Ayolah! Mau kan? : Ih. Linda 279. : (kepada Rayani) Kamu mau ikut proses? : (terkejut) Saya? : Bang Item mau ajak Rayani main teater? : (kepada Rayani) Mau tidak? : Main naskah apa dulu dong? Terus perannya apa? : Antigone! : Antigone? Wah.. 297. Saya mau pemanasan sendiri dulu. Atok 284. Linda 289. Bagaimana kalau kita ajak Rayani main? 281. cerita tragedi? Ceritanya bisa bikin penonton menangis kan? Tadi saya sudah bilang Kak Atok. Oedhipus Sang Raja. buat Item hal kecil. Linda : Bukan kamu. Apalagi jadi peran utamanya.piala vidia atau oscar biasanya meranin tokoh yang berlinangan air mata kan? Beberapa peserta latihan bubar untuk istirahat. Sayang saya tidak ada waktu! 293. Item 285. 278.. (Kepada Rayani. 280. kalau saya suka sekali memainkan peran yang beruraian air mata. nama yang bagus sekali! Itu nama apa? Kayaknya nama kota di Perancis . ya? 291.

Aku paham. Anak-anak. Linda : Kan saya sudah bilang mau. (Kepada Atok) Aryani setuju. aku paham.) Baca saja dulu naskahnya! 300.. : Bye. Item senyum-senyum genit. : Bye. : (menarik lengan Item) Item! Kita harus bicara dulu sama anakanak! 302. kok! 307. Atok : (menarik lengan Linda) Sebentar. 305. Item 314. Bye. Waktumu aku yang atur. Sampai ketemu lagi Bang Item.. kapan tokoh Antigone muncul dalam latihan. Sumpah! (Menyodorkan naskah. Linda 315. 308. Mendengar koor mereka terus bikin kepala pusing! 303. Linda 313. mau! Sekarang sudah yakin? Eh. Item : Bye. Tok! Anak-anak biar aku urus. memberi isyarat pada peserta latihan membuat lingkaran. Item : Tapi dia tidak bisa ikut latihan hari ini. Lagipula yang ikut latihan sudah sering mengeluh.. Linda : Tapi.. (Kepada peserta latihan.. Masa mereka latihan koor terus. : Bye. Atok 304. tapi di cerita Antigone ini tidak ada adegan pornonya kan? 299. Atok pergi. Item : Tidak ada kok. Besok aku ke kostmu untuk kasih jadwal latihannya. Rayani 301. Item : Tenang. : Oh. Kalau begitu saya pergi dulu... Aryani 306.. 310..298. Linda dan Rayani hilang di tikungan. 166 .. Apa perlu saya ulang? Mau. 311. Linda 309.. terima kasih Bang Item. : Tidak apa-apa. tidak ada.. Kak Atok! Bye semua! Atok mengangguk. Nanti kalau kebanyakan koor mereka seperti para wakil rakyat kita di senayan sana. : Bye. ya. mau. Atok : Ya sudah. Linda : Oh. : Iya saja.) Perhatian! Perhatian! Grup sudah mendapat orang yang cocok untuk Antigone! (Seperti MC di pagelaran tinju) Perkenalkan. Item : Maksudku bukan itu. Sudah ditunggu untuk latihan di studio. Lin. Aryani! Peserta latihan bingung. Item 312. Bingung! Terus-terusan koor.

mudah. soal itu mudah. Pemuda 1 346.. Tem! : Tenang. Item 361. Tok? : Bergaya luh. Pemuda 2 348. ii. 167 . kamu sudah cocok jadi Ismene. Perempuan 1 : Kok aku nggak pernah dikasting jadi Antigone? Tiba-tiba orang yang nggak jelas dari mana datangnya ditawarin! 359. Item : Tapi bukan begitu caranya. : Kenapa? : Nggak setuju aja! : Gua nggak mau dengar gerutuan nggak jelas.. Betul! : Pokoknya aku tidak setuju kalau dia jadi Antigone. Atok : Betul. biar kita tahu kemampuan beraktingnya. Kalau nanti ternyata baca dialog bisanya aa. bagaimana? 364.. : Mudah.. Sedang mereka lihat latihan olah tubuh saja kelihatan jijik begitu. tapi cara kamu salah. tenang.. Apa bisa diandalkan? 366. Atok : (memanggil) Item! Item berlari menghampiri. Pemuda 2 341. Pemudi 1 345. Item 363. ngomong yang jelas. Item : Ada apa.. Pemuda 1 139.. Pemuda 4 : Aku boleh mencalonkan diri jadi Antigone? : Jangan Noni. kepalamu! Kita sudah latihan berbulan-bulan. Ke laut aja luh! Kalau mau ngomong. gua dengerin. : Aku nggak setuju dia jadi Antigone! : Aku juga. Item 340. Tok. Atok 342. uu.. Item 369. Kalian pernah bilang untuk cari partner main kan? Kalian perlu Antigone cepat-cepat dimunculkan. 343. Pemuda 4 : Cara bagaimana yang benar? : Harusnya dia dikasting dulu. Jangan ngomongnya kayak orang mau berak! 349. Pemuda 3 344. : Nggak perdulilah siapa yang jadi Antigone. : Bergaya apanya? : Ngasih peran ke orang lain kok tidak bicara dulu sama kita-kita? : Tanggung jawab.316. Item 365. Tem. bagaimana nih? : Aku pikir-pikir dulu. Tem. 317. cool man! Aku paham kegelisahan kalian. Tunggang-tunggingan.. Pemuda 3 : Alah. Perempuan 2 360. Item 347. 362. Pemuda 3 368. Item 318. : Nah.. Koor 367.

Ini perlu pertunjukan dibisnisin. Tok. Kamu tak perlu ikut naik panggung. Eby. Kita harus test kemampuannya dulu untuk menjadi Antigone. Paling nggak dapat uang lelah dong biar sedikit. kamu. dibisnisin.. Item : Terserah kalianlah. Biar ada uang masuk buat grup. Eby : Siiip! : Konsentrasi. Lin. Kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan kamu di sana. Menari. Rayani : Kan bisa dipikir-pikir dulu. Kambing juga kamu. 374. Aku akan terus memperhatikan kemajuan kamu. ya. Koor 375. Ra. TAMAN (lighting fade in – Suasana malam) Bulan di pucuk daun. Ra.370. strophe 1. Malah maunya aku malah taruh pemain bintang dipertunjukan kita. : Santai. musik siap? : Siap. baik.. Rayani dan Linda masuk.. Atok : Baik. adegan khorus masuk. Jika sudah saatnya kamu berhenti. Aku setuju pendapat teman-teman. Tapi kamu langsung mengiyakan. Berdebat. 377. 373. Musik on. Item : Alah.) Terima kasih. Atok 376. 381. 372. Ayo mainkan musiknya. Lin? 168 . Semua pemain siap pada posisinya masing-masing. hanya ikut latihan. Tem! Latihan. Semua memang sudah dalam rencanaku. man. 379. Atau pengganti uang transport. Tok! 371.. Masa capek-capek latihan kalian tidak dapat apa-apa. Emas harus dipoles oleh tukang emas. Linda : Itulah maksudku. Khorus siap? Koor membentuk komposisi. Linda : Tapi aku tidak bisa bagi. Susah pikiran! Setidak-tidaknya kamu hargai aku dong yang sudah tenar masih mau capek-capek mengurus grup sandiwara kamu. Kita bisa jual tiket masuk. Rayani 380. kamu Tok. Nanti jadi sufi. apa-apa pikir-pikir terus. Perlu waktu banyak untuk ikut kegiatan itu! 378. Tem. Aku ingin kau ikut latihan bersama mereka. Semua khorus bernyanyi. Masa padamu negeri terus. Rayani : Kamu mau bikin aku gila. Atok : (Bangun. Biar pertunjukan bisa dijual. kamu berhenti! Kamu perlu alasan ke mereka? Tenang! Biar aku urus. yuk! Kita mulai dari ode pertama.

Bang! 169 . Ton! 393. 383. Mario : Aku sedang tidak enak untuk bercanda. kau tega melewati purnama? Bahkan Raja Kaligula rela keluar istana hanya untuk mencari bulan. Rayani mengangguk. setelah itu kerja lagi.. STUDIO CASTING (Fade in – suasana pagi) Seseorang sedang mengepel lantai. (Kepada Rayani) Kapan kita ngobrol-ngobrol lagi? Sekarang malam purnama.) Aku pikir kamu sudah melupakan taman ini. (OS) Anton : Iya. (berbisik. Linda membuka tas. 382. Linda 387.. Muncul mario. 389. Mario : Hey.. Bicara dengan orang di seberang. Rayani 385. (OS) Linda 392. Apa kabar? Sebentar. Rayani menengok ke Linda yang sedang membelakanginya. tau nggak? Tukang Pel mencuri dengar..) Perkenalkan. Tangan Rayani merogoh tas Linda. kalian! Apa kabar? (Pada Rayani. Mengeluarkan sebuah senjata api.. Menutup tas. 384. : Oh? : Aku harus pergi. Masih berburu suasana tenang? Masih suka lihat bintang? (Melihat Linda) Oh? Kamu pasti Linda! (Menjabat tangan Linda. mengambil HP. Linda berjalan menjauh. (OS)Rayani 390. Ekor matanya melirik ke dalam tas.. Rayani duduk di samping tas Linda yang terbuka. Bulan terlihat lebih lebar senyumnya dari sini. Apa kita pernah bertemu? (Linda menggeleng. 391. Wajahnya terkejut.Suara dering HP Linda. namaku Mario. Pusing! Gua minta minuman...) Oh. : Mau kemana? Linda. 388. Hallo? . Kok pada diam? Kuda Nil kalian semua! Siapa saja yang merasa gerah berada di dalam ruang ini lebih baik keluar! Dari pada mengganggu terus! Kepala gua pusing nih..) Benarkan itu Linda? (Rayani mengangguk. lepasin! Bangsat ini ngacau terus kerjanya! : Tenang semua! Tenang! Ada berapa orang sutradara di sini? Ayo jawab! Gua barusan tanya.. Mario 386. Barangkali orang yang lain.) Dia cantik. Rayani cepat-cepat memasukkan senjata itu ke tas Linda. Linda : (pada Rayani) Sebentar. Linda : (Sinis) Aku kenal kamu? (Pada Rayani) Aku harus pergi. (OS) Sutradara : Hei. Linda pergi.. bukan. (OS) Mario : (marah) Rio! Apa-apan sih kamu? : Permintaannya di luar batas. sebentar..

Linda : (berbisik) Sok tahu. Mario : (berbisik. Anton 404. Linda : Ssst! : (berbisik) Saya tahu kok pandangan orang suka. Hampir menabrak Tukang Pel.. Linda : Mana saya tahu! : Saya pikir ada kamu di sampingnya bisa bantu mendorong sutradaranya senang dengan Yani. Sudah jelas tadi sutradaranya tertarik. Hey ikut saya kamu! Pintu terbuka. Anton : Anjing! Belum ambil gambar aja repotnya sudah begini! Jepri. kamu! Tadinya saya yakin dia akan mengambil Yani sebagai tokoh utama dalam filmnya. saya sudah beri isyarat supaya kamu diam? Disuruh diam malah tambah ngaco! Tahu diri dong. amanin temannya Yani dong! : Iya. Itu pun aku harus bujuk-bujuk assisten sutradaranya. 406. Mario 401. Tapi gara-gara kamu semuanya bisa berantakan. Terus jadi ill feel gara-gara ulah kamu. Saya lihat matanya bersinar waktu lihat Yani. 396. 394. 402. 398. Muncul kepala Anton. Muncul Linda menuntun lengan Mario keluar ruangan. masuk ke dalam. ya! 395. 405. Mario : Dari mana kamu tahu dia suka Aryani? Pintu terbuka. dia itu sungguh-sungguh mau jadi pemain atau tidak! 407. Kamu pikir di dalam tadi sidang kelas? Pakai ada interupsi segala! (Sedikit keras) Mau apa pakai sok melarang Rayani buka kancing baju? Apa sih ruginya disuruh begitu? (Keras. Mario : (keras) Halah! Tes apa? Ngetes kok pakai cara cabul begitu? 170 . Tukang Pel : Oh ya. Mario 399.. (OS) Anton 397. kamu malah bikin ricuh. Ton! Tukang Pel meninggalkan alat pelnya. tahu? Kamu tidak tahu kan? 400. Menggerutu. (OS)Linda : Linda. kamu itu siapa? Kita butuh mereka untuk Rayani.) Rayani hanya ditest. iya.) Pandangan matanya sama ketika dia melihat perempuan-perempuan cantik! Laki-laki mata keranjang! Tukang Pel membawa teh.Anton muncul dari balik pintu. Eh ini tidak. 403. Sebenarnya kamu tadi lihat kan. tolong bikinin teh pahit untuk Abang. Linda : Ada apa nih? : Kamu bagaimana sih? Kok bikin rusuh? Kok ikut-ikut jawab pertanyaan sutradaranya segala? Sudah untung loh kamu boleh ikut ke dalam ruang kasting.

Linda 430. Tentu dia akan berpikir seribu kali meminta Rayani sungguh-sungguh membuka kancing baju di depan kita. Tukang pel keluar dari ruang. tahu nggak? Linda diam. Mario : Alasan apa? : Kamu cemburu kan? Dia sutradara dan lebih tampan dari kamu! : Eh. mulut kamu lebih berbisa dari mulut ular. Mario : Mau kemana kamu? : Mengajak Yani pergi dari neraka ini! : Ssst! : Persetan denganmu! : Kalau berani masuk. Linda membuka sebelah sepatu. Tukang Pel : Ssst! Linda dan Mario diam. Sekarang saya tahu siapa kamu! Saya tahu kamu sebenarnya tidak ingin Yani jadi bintang. : Berniat macam-macam apa? Bukan kamu saja yang di sana. Linda 426.408. Mario 423. Mario 417. Mario 429. Seseorang melanjutkan pekerjaannya. Linda : Aku tidak mau ada orang berniat macam-macam sama Rayani. : Taik kucing! Jangan menipu kamu! : Kok dikatakan menipu? : Kenapa tadi kamu terus menghalang-halangi Yani? : Kamu sudah tahu alasannya. Linda : Kamu pikir saya main-main? 171 . 411. Mario : (berbisik) Dilecehkan? Dilecehkan apanya? : (keras) Apa untuk tahu seberapa besar bakatnya. Linda 418. Iya kan? 416. 422. 409. Rayani harus buka kancing baju? Kalau pun dia tidak sungguh-sungguh. 415. Mario 419. Mario 427. Mario menuju pintu studio. Tukang Pel 428. tetap saja itu pelecehan. melemparkan ke wajah Mario. Mario 410. Linda : Aku mendukung dia jadi apa saja yang dia inginkan. 425. Mario 421. 431. Linda : Alah. 412. Sok. Mario : (keras) Aku tidak mau Rayani dilecehkan. 413. Linda : (keras) Kamu ini bodoh apa bego sih? Test kesungguhan tentunya! Jelas-jelas dia minta di depan kamu. : Bukan karena alasan lain? Diam. banyak kru lainnya. bicara macam aktivis HAM lagi. Linda 424. berarti sutradaranya kan tidak sungguh-sungguh!. Linda 414. saya teriak! : Teriak aja sesuka kamu! Mario memegang handle pintu. Linda 420.

. Linda 440. 450. Linda : (ke tukang pel) Hey. 435. menyudutkan Linda di dinding.Linda 434.Membuka satu sepatunya lagi..... Satpam 1 terjatuh. Tukang pel : (tercekik) Cepat tolong. Kalau ikut-ikutan saya takut saya sendiri yang susah. Mario tidak dapat menahan emosi. Bunyi peluit. Satpam 2 mengambil ember. Aku lebih sekarat. Sutradara : Itu sungguhan Mas. Sutradara 447.. saya nggak mau ikutikutan.. 442..... Mario 439. lepaskan dia! : (panik) Wah benar. 433. 432. Mario mencengkram leher Linda. melemparkan air ke Mario. Linda 438.. Saya hanya tukang pel. Linda 436. Linda : (hampir hilang napas) Tolong... Ton. Ton! Panggil keamanan! 449.. Dua orang Satpam itu mencoba melerai. 172 ... Satpam 2 membantu. Linda menjerit-jerit kesal.. Anton : Iya. Kepala Sutradara... masa sungguhan? : (menjerit) Hei. Kedua Satpam berhasil Membekuk Mario. Sayangnya Satpam 1 sudah lebih dulu berhasil mendorong Mario ke sudut.. lepaskan tanganmu! Mario menggeleng. Bang. Anton : (menjerit) Ada apa dengan kalian? Hey. Mario berontak mendorong Satpam 1.. : Aku tak kenal Parwita. Anton dan dua orang satpam masuk. Kasihan keluarga saya. : Ini untuk semua yang pernah kamu lakukan pada Parwita.. Anton 446. : Maaf. : Tidak! Aku lebih sekarat. Anton 448.. Satpam 1 menyergap Mario.. : (tertawa) Gua senang akting luh! Tepuk tangan.. Linda 451. merangsek ke arah Linda. sungguhan. : (takut) Parwita? : Kamu membunuhnya. bukan akting! : (tak percaya) Ah. : (marah) Bangsat! Kamu mau mengingkarinya? : Aku tak kenal Parwita. Sutradara : Tidak! Dia telah mebuat hidupku berantakan. Mario 444. Anton keluar. 443. : (Marah) Lepaskan tanganmu! Dia sekarat.. Pergi ketakutan meninggalkan pekerjaannya.. Menarik Mario... Tolong saya dong! Tukang pel ragu-ragu.. Mbak.. Mario 441. Mario : Lepaskan.. Tubuh Linda basah kuyup. Anton di balik pintu setengah terbuka.. Mario 437.. Sutradara 452. 445. Cepat panggil keamanan.

Sekali kita lengah kawat tali tiba-tiba melilit di leher. Anton 457. Linda 461. : Kamu tidak apa-apa. Boss. kan? : (menjerit) Aku tidak apa-apa. Ayo coba lawan saya sini! (Mengeluarkan jurus-jurus pencak silat. Saya janji! : Secepatnya-secepatnya. Satpam 2 : Siap.) Tuh kan. Anton 462.453. Aku hanya ingin sendiri! : Baik. Linda lunglai. Lelaki 466.) Ayo maju! (Tertawa. Sutradara menutup pintu dengan wajah bertanya-tanya. Boss.. Pak! Saya tidak bersalah! : Halah! Sudah jelas-jelas kamu bikin onar kok pakai bilang tidak bersalah! Beraninya lawan perempuan kamu. Sutradara : Pakai handukku aja nih Ton. Anton mendekati. 173 . Bawa dia ke pos! 455. Menangis sesunggukan. 458. baik! Anton masuk ke dalam studio. Anton 460. Anton : (Mengulurkan handuk) Kamu aman sekarang. Pak! Kedua Satpam membawa mario pergi. 465.... Besok harus sudah ada beberapa yang kau bawa kemari! 467. Lelaki : (nada ketakutan) Baik. kapan? Aku tidak mau tahu. Pria Cangklong : Secepatnya. 456. Pria Cangklong : Kapan kau bisa bawa perempuan-perempuan itu? Kau tahu sifat klien-klien kita terhadap orang yang keleleran dan lambat? Mereka sangat cepat seperti bayangan. SEBUAH RUANG 464.. : (mengambil handuk dengan terpaksa) Aku ingin sendiri. jatuh duduk bersandar tembok.. Satpam 1 : Lepaskan. ternyata pengecut dia. Sutradara : (ke Sutradara) Ada yang punya tissu? : (ke dalam ruang) Ada yang punya tissu? Sepi. Melemparkan handuk kecil yang menggantung di bahunya 459. Mario 454. Jangan sampai mereka punya anggapan aku tukang tipu... Linda 463.

Rayani : Kau tidak ada di situ! Kau tidak ada! : Maaf. semua obsesi-obsesiku. Merangkul Rayani. bicara dengan teman di sampingnya. : Berhenti menyesali diri. Rayani sesunggukan di bahu Mario. 174 . Rayani : Bukan. Ra. Aku jadi ikut merasa bodoh. : Dan aku memang seperti katamu. Begitu kan? 473. kuatir mereka tidak memandangku. 488.. : Tak perlu persetujuan mereka. 469. Ra.. Mario 484.. Mario 472. Mereka duduk di bangku. Ra. Aku perlu seseorang untuk menghilangkan perasaan itu. Rayani : Apakah itu penting kuketahui? Kalau memang. Ra. Rio? Kamu tahu betapa tertekannya aku di dalam studio. Mario 482. Rayani 475........ : Kamu menuntut pengertianku? Baik! Kamu ingin aku mengerti apa maumu? Berhenti mengejar mimpi ini kan? 477. Maaf! : Kamu benar. Mario : Suatu saat harapan itu di tempat nyata. Mario : Aku ingin kau tahu satu hal.. Rayani : Aku selalu merasa bukan diriku yang berada di situ.. Rayani 485. Rayani : Kamu sudah lakukan sepenuhnya tadi. Diam. Mario memandang kosong ke depan. aku menaruh harapan di tempat yang tidak nyata... 487. 486. tapi aku nggak mampu.... Saling merangkul. Mario 478.. ini aku. Aku selalu takut kalau aku salah. Mario 476. Mario 470. : Dan lagi-lagi mereka tidak memilihku jadi bintang. 479.. ini aku. 483. Rio... Rayani : Tidak! : Aku tidak mau tahu lagi! : Kamu tidak mengerti.. Membuatmu bodoh dengan keinginanku. Mario : Ini aku. Mario 474. Rio... 480. : Di mana kamu.. bukan itu. Mario : Mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjagamu.. 468.. Terlena kehangatan membaca bahasa hati masing-masing..TAMAN Rayani duduk dengan wajah kusut. kau telah jadi bintang buatku. Tapi aku yakin kau tak mungkin percaya. Rayani 481.. : Aku memang ambisius. Rayani 471.. Aku janji! Rayani menunduk... karena aku tidak mengesankan apa-apa kepada mereka. Aku berusaha meyakinkan diri dan berkata pada diriku bahwa ini aku.

509. Aku tak ingin kau seperti Parwita. Ra. Rayani 507.. Linda : Menjauhlah dari Linda. Ra! Kau harus percaya dan menerima ucapanku... 508. Linda beku.. 490.. Mario : Menjauhlah dari Linda! Rayani terpana tak percaya. Aku hanya ingin kau mendengar kata-kataku... Mario jatuh berlutut. : (ke Mario) Bangsat kamu! Rayani menutup kedua telinga dengan tangannya. Linda datang ke arah mereka. 175 . Mario : Aku tak punya maksud apa-apa padamu........ Dia jadi sakit karena cemburu! 502. Mario : Hal ini sangat penting kamu ketahui.489. Mario 501. Rayani 505.. Rio! Aku benci kamu. 510. Aku ingin kita cepat-cepat pergi dari sini.. 506. Beberapa perempuan termasuk Parwita sudah menjadi korbannya.. Mario : Dengar aku. Rayani : Kenapa kamu pakai cara ini? Aku bukan anak kecil. bangsat! Menjauh dari dia... : Kamu bicara apa? : Kau tak berhak mengatur aku! : Dia ingin menjualmu! : Jaga bicaramu. Mario 498.. Ra. Kumohon Linda.. Kau dengar? : Kenapa? : Dia berbahaya! : Maksudmu? : Jangan dengarkan! : Sungguh. Dia ingin menjebakmu. Linda : Linda sahabatku. Linda 497. Dia tetap sahabatku.. Ra... Rayani : (menahan Lengan Linda) Cepat kita pergi dari sini! Aku tak ingin melihat dia lagi. Rayani 500. : (marah) Apa-apan kamu? : Aku sudah tahu sepak terjang komplotan mereka. Rio. Linda 499. Mario 504. Sudah lama aku ingin mengingatkan kamu. 491. Mario 493. Ra. menatap marah pada Mario.. Mario 495... 507. 503.. Rayani : Aku tak mau mendengar omonganmu.. Linda merogoh tas. 492.. Mario tersedu. Mario : Ia anggota komplotan penjual gadis-gadis ke luar negeri. Rayani : Percayalah. Aku tak mau mendengar omongmu. Rayani 496. Rayani 494.

. Kamu juga cantik. ya? Kenapa tidak kamu saja. 514. 176 ... Saya janji. Aku sudah menemukan buruan kita. Parwita. Seperti tukang obat murahan di pasar yang becek dan bau. ya? Kamu sudah gantikan dia? Dengan siapa? Perempuan mana? 517. Perempuan 518. Pria Cangklong 521... untuk gadis yang satu ini... (tiba-tiba marah) Aku tidak suka dipermainkan! Aku mau anak itu! Mereka menginginkan anak itu dan aku sudah berjanji untuk mengirimkan kepada mereka! 519. SEBUAH RUANG 512. Buktinya saya masih bisa membawa beberapa ke Boss. Parwita.. Saya sudah hampir mendapatkan dia Boss. Perempuan : Bukan Boss.... Aku tidak dapat membalaskan sakit hatimu. : (napas tersenggal) Oh. Pria Cangklong : Katamu dia bisa kau bawa? Kau bicara begitu meyakinkan saat itu.. Ternyata aku hanya seekor rubah pengecut yang tidak dapat berbuat apa-apa..... Maafkan aku.. Boss.. Salahkan aku Parwita.. Pria Cangklong : Dengan yang lebih cantik dan lebih hot tentunya. Pria Cangklong : (mengangguk) Oh.. Ah..... Tidak ada seorang pun tahu pekerjaan saya... Perempuan : Dia sudah di bawah pengaruh saya. Sebentar lagi.... Kesusahan dan penderitaan yang kupendam setelah kematianmu pupus karena perasaan cinta. Tapi ternyata aku tak mampu melakukan apa yang selama ini kupendam. Boss. Lagipula saya sudah ganti dengan yang lebih cantik dari dia kan? 516.. Perempuan : (menggeleng takut) Saya tidak akan main-main.. Boss! Sumpah demi bintang yang bersinar di langit! Tapi saya minta uang saya dahulu.. Boss jangan kuatir... Kalau saja... untuk yang satu itu saya tetap berjanji membawanya! 520...511.. Pria Cangklong : (menggebrak meja) Kalau saja apa? Kalau saja gerak-gerikmu tidak tercium oleh seseorang? Dan kau jadi kucing ompong yang dipermainkan kecoa? 515. Sebentar lagi.. bukan itu...... Perempuan : (tenang) Kapan? : Besok. 513... Maafkan aku... Mario : Maafkan aku Parwita. Saya perlu uang untuk membujuk dia.

atau cepat-cepat ke sauna untuk menguras keringat yang beracun di badannya. ya? : Ah. Tertawa tergelak. Pria Cangklong : Setelah ruangan ini bersih. Aku takut kehilangan kau. Boss. Pria Cangklong : Siap.. Mungkin dia ingin make up untuk menghilangkan kerut takut di muka. si boss kayak nggak tahu aja. : (tertawa) Oh. Perempuan mana yang tidak suka ke salon? Boss ingin melihat mereka cantik kan? Pria cangklong tertawa. Perempuan tertawa.. (Ke Perempuan) Bukan begitu? 525. Perempuan : Beberapa ratus ribu sisanya untuk itu juga. Pria Cangklong : (setengah gelak) Anjing! Kau dengar apa katanya Sabron? Sabron mengeluarkan tas uang. Sabron.. curiga. Sabron mengeluarkan tali dari saku celananya. Secepat bayangan Sabron menjerat leher perempuan dengan tali. tapi belakangan aku sering merasa dikecewakan.. Perempuan menoleh ke arah sabron.. 529. Perempuan menghitung uang. Sabron kembali ke belakang perempuan.. sayang. Membuka di depan perempuan.. Kau bisa menggantikan dia ke salon. Sabron tetap berdiri seperti biasa. Sumpah demi bintang yang bersinar di langit. Pria cangklong 527. Pria Cangklong berbalik membelakangi kegiatan Sabron.. : Berikan dia imbalan hasil kerjanya....522. Perempuan menghitung uangnya. SELESAI 15 April 2006 177 . Perempuan menggelepar. ke salon. Sabron 524.. Sebab kau pekerja terbaikku. Pria Cangklong : Kau perlu uang? Selama ini kerjamu bagus. tewas. (Memanggil) Sabron! 523. Perempuan 526.. 528.

(NOMINATOR) “ SANDAL JEPIT “ Karya : Herlina Syarifudin Para pelakon : 1. 4. JOKO PEGGY LALA ‘MASKOT’ (tak berwujud. 2. 5. hanya suara saja) EMAK JOKO PARA PENARI/PROPERTY MAN/HEWAN PELIHARAAN 178 . 3. 6.

Hatiku sudah pantang berpaling darinya. rumahnya jadi rumah hantu? Masa tak satupun ada yang ngangkat telpon? Benar-benar keluarga super ajaib. (JOKO MENGAMBIL SENDAL JEPIT SEADANYA. nenek trembel pasti mau berkicau lagi nih. aku banting nanti. rotanpun jadi. PROP RAK SEPATU DIISI DENGAN SEPATU DAN SENDAL. GITAR DAN DRUM. (TELPON LALU BERHENTI BERDERING) ’MASKOT’ : Nah. DAN GANTUNGAN BAJU – FREEZE.FREEZE 179 . PADA MENIT TERTENTU PARA PENARI BERGULINGAN LALU MEMBENTUK FORMASI PROPERTY PANGGUNG. RUANG TENGAH RUMAH JOKO ) (DARI BALIK WING TIBA-TIBA BEBERAPA SENDAL DAN SEPATU DILEMPAR TAK BERATURAN KE DALAM PANGGUNG. Itu angkat dulu sebentar telponnya. LANTAS PERGI) EMAK : Hati-hati. RAK SENDAL/SEPATU. DIIRINGI FADE IN OMELAN JOKO) JOKO : Ugh. DIIRINGI ALUNAN MUSIK GAMELAN . nanti gosong. Diam kamu telpon! Kalau tidak. gigih juga dia. Kan tenang. jelek-jelek. TELPON RUMAH BERDERING) Ugh. Bodo ah. Males ah. PIANO. Nak. Apa kalo pagi. ini apaan sih. Emak lagi menggoreng tempe. . telpon rumahpun tak disentuh. (LAMPU BERUBAH. TELPON RUMAH TETAP BERDERING. sulit bagiku untuk meninggalkannya. (TERIAK) Maakkk ! Joko berangkat dulu. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH MENJADI POHON DAN KURSI TAMAN.PEMBUKA (TAMPAK PARA PENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKI BERGERAK.ATAU ALAT MUSIK TRADISIONAL LAIN MENYESUAIKAN DAERAH MASING-MASING. ADA YANG MENJADI MEJA. MEJA DITARUH PESAWAT TELPON – LAMPU FADE IN) ADEGAN 1 (PAGI. DIPADU ALAT MUSIK MODERN. Tak ada akar. ditaruh dimana sih sepatuku. KURSI. Tapi.) ’MASKOT’ : Aduh. (TIDAK ADA SAHUTAN. LAMPU GENERAL SUASANA TAMAN PAGI HARI) ADEGAN 2 (PAGI. Pagi-pagi sudah berisik. SELANG BEBERAPA DETIK KEMUDIAN. gitu. (HP DIBIARKAN TERUS BERBUNYI. TAMAN KAMPUS) PEGGY : Kemana sih anak kampung ini? HP tak diangkat. MEMBENTUK KOREOGRAFI GERAK YANG HARMONIS. (JOKO MENUJU RAK SEPATU) Walah. (HP JOKO BERBUNYI) Aduh. kenapa cuma satu. LAMPU BLACK OUT.

Realistis sajalah. Peggy. Sok idealis. Ternyata kita semua patut dikasihani. gaya hidup negara kita tanpa disadari memang plagiat total dari seberang. biyuh. Butuh proses. karena salah satu temanku yang saat ini lagi observasi di beberapa pelosok pedalaman buat studi akhirnya. Betapa percaya dirinya mereka ketika bisa menggaet pasangan imigran. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang. ini. Bagiku. jangan sembarangan kamu bicara ya. Itu juga kalau kita mau peduli. : Nah. Love is Blind. Disana terkenal dengan paras cantik para gadisnya. Ini pernyataan jujur. Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya. Aku bisa omong begini. Pokoknya kalau masalah setia mati. Joko is the best deh. PEGGY LALA : Oh ya? Masa? Aku jadi penasaran. coba kau jalan-jalan ke pesisir Banten lalu kau cari desa yang namanya Menes. Resikonya kamu memang harus sabar. Kamu ternyata berbakat jadi keponakannya da’i kondang Arifin bahkan Aa’ Gym. aku juga bukan tipe plagiat. prinsip hidupku tak seperti ceritacerita konyol di sinetron. itu hanya karena faktor x yang datangnya bukan dari genetik. dia adalah sobat karib sepanjang masa. Padahal andai mau membuka mata hati lebar-lebar. LALA : Peggy. 180 . mungkin hanya akan sebatas angin semilir saja yang kita nikmati dengan syahwat tanpa sempat kita syukuri dengan hati. yang aku utarakan tadi itu sudah sangat realistis. Tidak semua orang sepertimu. Sorry ya. PEGGY : Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh. PEGGY : (TERTAWA) Busyet. aku belum pernah menemukan orang setulus dia. PEGGY LALA : Ceilee. : Eh. bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. segitu idealisnya. Tidak bakalan dia mendua. LALA : Eh Mbakyu. Aku tahu.’MASKOT’ : Dasar lagunya Tiffany laku terus sepanjang masa. Betapa bangganya cowok-cewek gaul masa kini. ini. Itu kenyataan. aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri. Maaf maaf saja. Ngapain juga mamaku susah payah melahirkanku kalau ternyata hanya jadi seorang pengkhianat atau bahkan pecundang. Kalaupun ternyata di muka bumi ini tak terhitung para pengkhianat dan pecundang yang bertebaran. Sampai sekarang.. Padahal kalau kita tidak malas. Dasar manusianya saja yang tidak bisa mengontrol hawa setan. Kalau tidak. LALA : Aku serius ini. Di depan kita dan akan banyak lagi di sekitar kita. Tidak usah jauh-jauh. Apalagi di kampus kita ini. Sayangnya. nusantara ini dengan mottonya gemah ripah loh jinawi bukan sembarang bualan motto. selalu memberi informasi perkembangan yang dia dapat selama ini. salah satu bentuk pengkhianatan terselubung.. ketika mereka mengenakan busana import. tak kurang gadis dan perjaka pedalaman yang aura cantik dan tampannya menyiratkan keunikan zamrud khatulistiwa yang luar biasa fantastik. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD.

bobot. Cerminan sifat warga negara yang baik dan patuh. (PANGGILAN MESRA PEGGY KEPADA JOKO) I’ll never stop loving you. kamu jangan berusaha membuatku terpengaruh atau bahkan merubahku untuk mengikuti jalurmu itu. aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. Be our self itu penting. Kejujuran itulah yang membuatku terpikat sejak pandangan pertama. jangan salah. Toh. plagiat lagi. Yang satu bernuansa keroncong.. dibela koq malah tidak mendukung. TAPI LALA MENYELA) LALA JOKO : Plagiat lagi. Pasti jantung Peggy berdegup kencang menahan rasa. Kalau bisa aku akan berusaha akrab dengannya. Keanekaragaman dari hubungan kita. Berusaha mengeruk massa dengan bujukan yang murahan. Maka itu aku pilih Joko. JOKO : Cintaku. Kau memilih aku yang hina dina ini saja. Kapan tanah kelahiran kita ini berada pada posisi penawaran harga yang cukup bernilai sehingga tidak begitu saja cepat laris manis namun tidak mampu lagi menyediakan stock karena tutup buku. negeriku. LALA : Picisan! Sok mendramatisir. (TEPUK TANGAN MENYINDIR) PEGGY : Bagaimana sih sayangku ini.. aku tidak pernah mengeluh dengan keborjuisan kamu. Begitu obralnya harga kita. namanya juga pasangan segar. Ajaran bibit. Pastilah masih banyak madu dibanding racunnya. PEGGY : Tuh. tumpah darahku. Ih.. kemudian merubah 180% dari apa yang ada pada dirimu saat ini dan kemarin atau bahkan esok. bukannya aku tidak mau membelamu sayang . pengen.. Kau cerdas. namun lebih kepada sosok tersiratnya yang bagiku nusantara sekali. pangeran sejati yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. itu tadi salah lain dari negara ini. Malah sok berlindung sebagai oposisi. dia tak pernah malu menemaniku jalan dengan sendal jepit kesayangannya. tidak salah kan aku. Apa aku bilang? Aku rela dimadu dengan sendal jepitnya. (JOKO MUNCUL – SEMUA PEMAIN FREEZE) ’MASKOT’ : Wow. Oh. Seumur-umur aku pacaran. Tapi aku mohon.PEGGY : Eits. Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan akur. bebet itulah pondasi prinsipku hingga kini. (JOKO BERUSAHA IKUT NIMBRUNG. baru kali ini aku mendapatkan seorang pangeran yang begitu percaya diri dengan kesederhanaannya. tentu tahu apa yang harus kau perbuat dalam hidupmu. Maklum. Namun aku tidak akan memintamu untuk berprinsip sama denganku. Dan yang membuatku salut. Joky. Kau tidak perlu beradaptasi denganku dari sisi penampilan atau gaya hidup. Jangan hanya karena masalah hati. : Dua burung pipit sedang adu senandung.. Besok aku akan ke kampus dengan memakai sendal jepit pula. itu yang aku nikmati hingga saat ini. 181 . sementara yang lain dengan top forty-nya. Karena aku bukan jatuh hati pada sosoknya yang terlihat. LALA : Nah. Pribadiku akan tetap menjadi Joko seperti yang kau lihat sekarang ini baik sebelum atau sesudah mengenalmu.. Aku jadi menyesal membelamu.

Beres bos. Beda ketika aku mencoba mengajak masuk dan mulai menapak badan bukit. jaga Peggy ya. Maaf. LALA : Siippp. kita tidak hanya melalui dataran. tapak kaki ini agak sulit berkompromi dengan kata hatiku. Jangan sampai dia lupa jalan pulang. Satu pesanku. ya hampir lupa. Silahkan lanjutkan provokasinya. JOKO : Ok juga boss. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. Titah paduka akan segera hamba laksanakan. aku merasa jalan yang harus kulalui adalah bukit. Saat ini aku masih merasa berputar-putar di lerengnya. Namun ketika sendal jepitku ini berjalan di lereng. cinta. (PEMAIN FREEZE . PEGGY : Maaf. TELUNGKUP.. Nanti aku menyusul. Aku ke sekret BEM dulu ya. LALA MENYELA) LALA : Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer. setiap kali aku mencoba menanjak menuju badan bukit. Walau sebenarnya aku tahu. TELENTANG. MERUNDUK DAN MENGGAPAI – LAMPU BERUBAH) 182 . siapa tahu teman-teman sudah pada nongol. Jangan kau salah mengerti. (LALA PERGI DENGAN SENYUM) PEGGY : Koq abdi? Selama ini berarti kau hanya menempatkan dirimu pada posisi bodyguard yang dengan setia mengawalku kemana-mana demi keamanan? Begitu? Segitu rendahnya kau menghargai posisimu dihatiku. La. Saat pertama aku membuka pintu hatimu. Maunya tetap saja menapak di lereng. Oh. Namun. (BELUM SELESAI PEGGY BICARA. JOKO : Mohon. Mamaku. Dalam perjalanan. Jok. Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik.. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta. Jangan kau kira aku bangga dengan status keluargaku saat ini. itulah caraku untuk sedikit demi sedikit mengurangi keeksklusifan yang sebenarnya cukup menyiksaku. Akhirnya aku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku. Apa karena alas kakiku yang hanya sebatas sendal jepit ini yang merasa tidak mampu menapak di jalan yang mulai terjal dan landai. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. Entah mengapa. aku bisa merasakan nyamannya. ok. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH POSISI MENJADI SOSOK-SOSOK DENGAN KOMPOSISI ABSTRAK SIMBOL BUKIT. Berarti selama ini aku terlalu buta untuk menelusuri bahkan menerjang kabut yang menutupi hatimu. kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. Hingga sekarang aku sadar ternyata kau membatasi ruangmu untuk kumasuki. Tolong sampaikan pada Bo’im. sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain. kau telah cemas menungguku di puncak bukit. Tak baik bertamu terlalu lama.PEGGY : (TERSENYUM MALU) Maafkan aku sayang.LAMPU BERUBAH.. kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. jeritan kesakitannya sanggup menusuk telapak kakiku. Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol. Bukan maksud hati ingin berseimbang diri denganmu. surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan.

Maaf.PEGGY : (MENANGIS) Jadi. Sampai nafas kita berhentipun. Semua butuh kematangan. Tapi kau tak pernah punya keberanian untuk jujur. Masalah telpon tadi pagi. aku tidak ingin egois.. keruklah tanah di sekitarmu. hatiku tak berubah. Aku tidak punya pulsa untuk membalas. Kalau memang susah mencari air. Proses.. Kau tetap mengisi ruangku saat ini. Aku seorang tolol yang buta sekaligus kehilangan tongkat. Jangan kau salah menilaiku. sakit. Maaf. Dan akan terus kita lakukan tanpa henti. Itulah yang saat ini yang sedang kita jalani. Tak baik memandang persoalan hanya pada satu sisi. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirku untuk mengabaikanmu. Cintamu pada sendal jepitmu ternyata lebih mendalam ketimbang padaku. wah. Tapi aku berusaha menelusurinya walau dengan tertatih. Anggap saja aku memang tolol. Kau pikir aku bodoh. Aku menyesal ternyata kecerdasanmu kalah oleh emosional sesaat.. kali ini mata hatiku tlah benar-benar terbelalak lebar. dengar dulu penjelasanku. Maaf. proses itu akan terus bergulir. Aku sadar. Lantas kedok perasaan apa yang selama ini kau pakai sebagai topeng? Abdi sejati? Hanya itu? Dasar pengecut! Ternyata hatiku selama ini telah terbuai oleh bualan picisan seorang pecundang sejati. Kau takut aku tersinggung jika kau ungkap keluhanmu itu? Iya kan?! Dan kini kau pasti terkejut karena aku telah terbangun dari buaian mimpi burukku selama ini. Nafasku kini kian sesak. Harus ada yang mengalah di antara kita. JOKO ’MASKOT’ : Sayang. Aktingmu melebihi kehebatan para aktor broadway.. itu masih lebih ksatria. Jangan kau salah tafsir. Masa setiap saat aku harus memberi laporan padamu sejauh mana aku mempelajari dirimu selama ini. PEGGY : Cukup! Jangan lagi kau mempertebal susunan topengmu dengan sebutan munafik itu. prasangka yang coba aku pendam bahkan aku tepis ternyata benar adanya... aku mohon maaf.. saat 183 . Bakalan seru.. Gejolak tahap berikutnya dimulai. Selamat tinggal kenangan.. salut. Aku tak sanggup menahan muntah jika kemunafikanmu masih menghadang nafasku. Selamat tinggal. Tapi orang idiotpun tetap punya harga diri. (PERGI) JOKO : (TERIAK) Peggy . PEGGY : Klasik! Itulah senjatamu agar tetap bisa berada pada posisi permakluman. Peggy. PEGGY : (BALIK LAGI) Apa kamu bilang? Licik sekali kamu memvonis aku? Apa selama ini kau telah cukup mengenal diriku secara mendalam? Puas kamu! (MELOTOT SAMBIL MENAHAN TANGIS) JOKO : Janganlah kau semakin barakan api yang telah menyala. Tentu kau sudah paham hal itu. (SEMUA PEMAIN FREEZE) : Wah. Dan bahkan laknat bagiku kalau sampai aku menduakanmu... Jujur. Sebaiknya kau segera lenyap dari pandangku. Racunnya sudah mulai menampakkan diri nih. Pantang bagiku mengulang kebodohan. selama ini . Salut. Dan kau telah berhasil menyimpang-siurkan arah mata anginku. kau pasti menganggapku terlalu posesif terhadapmu. begitu saja percaya dengan alasanmu itu! Aku tahu. Terima kasih atas ‘pengorbanan’mu selama ini. diriku masih jauh dari itu. Sakit..

LALA PERGI MENINGGALKAN PANGGUNG) ’MASKOT’ : Mmh. Beres kan? (MENGHELA NAFAS PANJANG KEMUDIAN BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN JOKO) – FREEZE ’MASKOT’ : Yach. aduh jangan. Walau sesungguhnya itu berarti aku telah menjadi seorang pecundang dalam perjalanan cinta kalian. Aku berusaha perlahan masuk dalam gaya hidupnya.ini aku belum dapat membalasnya.cinta. Sudah-sudah. aku dan dia telah selisih jalan... Kamu genit. telah terkoyak hanya dengan sentilan jari kelingking. Masih ada waktu untuk sebuah ketulusan. aku kapok. Aku yakin. capek. Sudah ah. butuh strategi yang 184 . Kebebasan yang dia impikan selama ini telah ia temukan dari dirimu. Ugh. terkadang kamu bikin gemes. karena aku sayang pada kalian berdua. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Namun lewat ke-elastisannya. ckk. Sakit hatiku ini anggap saja impas sebagai balasan dari pengorbananmu tempo lalu. Namun dia berusaha tersenyum.. Cinta terlalu suci untuk dinodai. aku tidak tahan geli nih. ini tidak adil. nah.. (MEMUNGUT SENDAL JEPIT DARI TANGAN JOKO) Dia hanyalah saksi bisu. kau tidak hanya saksi bisu.. Cinta ibarat perang. Cinta. ckk. mengapa jadi sad ending begini? Nah. Peggy tak sepicik itu menilaimu mentah-mentah. air mataku jadi bergulir membasahi pipiku deh. Strategi baru akan tiba. ternyata diapun melakukan hal yang sama? Begitu bodohnya aku. Cinta. lho. ah. Tuhan hadirkan cinta bukan untuk dikhianati. Aku ternyata bukan sobat yang baik.. Muuaaccchhh. ckk. tapi rasanya tak perlu. shit! Ternyata selama ini. Tidak ada kata terlambat dalam kamusku. (LAMPU BERUBAH.. Terima kasih sendal. Karena cinta sejati tak pernah berharap apapun. dia mencoba tuk bicara. tersirat kepedihan yang cukup dalam. Kau telah jadi penyelamat. Kau telah menempatkan dirimu pada posisi yang selayaknya. Tidakkah kau sadar akan hal itu? JOKO : Oh.. Terkadang pula kamu menjengkelkan. JOKO MENYUSUL DAN AKHIRNYA MENARI BERDUA BERSAMA PEGGY DI BALIK SILUET. DIIRINGI PROPERTY MAN YANG BERGULINGAN BERUBAH MENJADI TANAMAN-TANAMAN LAYU-LAMPU BERUBAH) JOKO : Puzzle yang telah kususun dengan penuh sabar dan hampir jadi.. Mengapa salah paham ini harus terjadi pada saat yang tidak tepat? (MEMANDANG SENDAL JEPITNYA DAN MEMUNGUTNYA DARI TELAPAK KAKINYA) Mengapa harus kau yang .. (TERTAWA GELI SEPERTI DIGELITIK) Ih. Ups. (LAMPU BERUBAH FOKUS KE SILUET.. (LALA MUNCUL) LALA : Mengapa kau setega itu sobat? Aku berusaha menutupi tabirmu yang sesungguhnya. Andai kau lihat sorot matanya tadi. Dimana Peggy sekarang? PEGGY : Tuh. Dasar badung kamu.? Tak layak kau jadi kambing hitam. TAMPAK PEGGY SEDANG MENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKINYA...

PARA PROPERTY MAN TELAH BERUBAH MENJADI PENARI. (MENANGIS) Ugh.lho. Apa salah dia? PEGGY : Apa? Cinta? Siapa yang bilang aku masih memendam cinta padamu? Cuih! Pantang bagi Peggy tuk berlutut pada sendal jepit butut lagi kotor. bisa-bisa habis nafas digencet dan diinjak-injak. LANTAS PERGI TANPA PAMIT) PEGGY : (KETAWA) Ternyata sendal jepit takut juga sama sepatu hak.he. Bahkan untuk hubungan kita sekalipun... hak sepatuku yang lumayan kokoh ini. akan melayang membabibuta pada tubuhmu. PARA PENARI TERKEJUT LALU FREEZE) PEGGY : Bajingan! Siapa bilang aku luluh hanya karena sendal jepit? Semana-mena saja hargaku disamakan dengan sendal jepit. He. apalagi sendal jepit bututmu itu! JOKO : Lho. jangan ambil posisi di tempat terang. ini koq jadi tidak karuan? Eh. dua seperempat... Tidak perlu bawabawa sendal jepit donk.. kenapa kamu pergi begitu saja. entah mata-mata Namun jika cinta telah merasuk Wirid asmara kan terus terngiang khusyuk (SILUET BLACK IN. Mbakyu cinta ya cinta. Apalagi sama sepatu boots. sekarang aku yang mengusirmu dari hadapku.. dua. Silahkan! Satu. Jika hendak menyerang.. (JOKO SALAH TINGKAH TAK BERDAYA. Silahkan Tuan Joko segera angkat kaki. Tapi mengapa 185 . Jangan kau berlindung di balik kepolosan sendal jepitmu itu ya. Cuih! Memandang dirimu saja aku ogah. Dia tak kan mampu berbuat apa-apa.. Sekarang juga! Atau kalau tidak. Biar impas...... Banyak pintu yang bisa kau lalui untuk segera lenyap dari pandangku. Cinta? Aku tadi kan Cuma menggertakmu saja.. KEMUDIAN MENARI MENGIKUTI IRAMA) SYAIR LAGU JOKO DAN PEGGY : Cinta ibarat perang Butuh strategi yang matang Jika posisi telah siap menyerang Mengendap-endaplah di remang-remang Liku laku perjalanan cinta Tak kan lepas dari sorot mata Entah mata hati. SAYUP-SAYUP TERDENGAR SENANDUNG JOKO DAN PEGGY. TIBA-TIBA PEGGY KELUAR MENYIBAK KAIN BELAHAN TENGAH SILUET DAN MASUK KE PANGGUNG DENGAN MARAH DIIKUTI JOKO DARI BELAKANG.matang.. memangnya mau bunuh diri? (SILUET FADE OUT-LAMPU BERUBAH FADE INI KE PANGGUNG..

PARA PENARI BERUBAH MENJADI HEWAN-HEWAN PELIHARAAN.. Aku kan tidak hanya merawat dirimu. honey. Nanti aku belikan yang ukuran kecil. SAMPAI AKHIRNYA KARENA KASIHAN JOKO MELEPAS SANDAL JEPITNYA.. Joky-ku sayang. Mony sudah ah.. Orang lagi sensitif dikerjain. sayang. Ada-ada saja kamu. Jangan manja begitu donk. kamu apa-apaan sih? Ini bukan makanan. PEGGY MENINGGALKAN PANGGUNG. kamu layak jadi anggota sirkus deh. Ini racun. KUCING KESAYANGAN JOKO MENDEKAT DAN MENGELUSELUS KAKI JOKO.. TAMAN BELAKANG RUMAH JOKO) JOKO : (BERDIALOG DENGAN MONYET) Mony. (MONYET TIDAK MAU TAHU. teman-temanmu yang lain masih menunggu giliran buat disuapin. (PEGGY DAN PARA PENARI BERJALAN MELINGKARI PANGGUNG. BURUNG KAKAK TUA JOKO BERKICAU DAN ANJINGNYA SI DOGGY MENGGONGGONG TANDA IRI DAN BERUSAHA MENCARI PERHATIAN JOKO) 186 . MONYET MELOMPATLOMPAT TERTAWA KEGIRANGAN. OPET. LALU MONYET ITU MENARIK-NARIK SANDAL BERUSAHA MELEPAS DARI KAKI JOKO) JOKO : Mony. SI MARCO. SI MONYET MENCOBA MEMAKAI SANDAL JEPIT PADA KAKINYA. Dari pagi kamu belum makan. Padahal sebenarnya aku kan masih cinta sama kamu. sudah malam. cintaku. PARA PENARI ON STAGE DIIRINGI PERLAHAN LAMPU FADE OUT) (LAMPU BLACK IN DENGAN SETTING HALAMAN BELAKANG RUMAH JOKO. negeriku. Tuh. SIMBOL PERJALANAN PERGANTIAN WAKTU.) JOKO : (TERTAWA GELI) Astaga Mony. Ayo sambil dimakan ini pisangnya. (SI MONYET MONY DIAM SAJA. Jadi harus merawat kamu. (MONY MENYAHUT PISANG DARI TELAPAK TANGAN JOKO DAN MENGUPAS LANTAS MELAHAPNYA. DIA TETAP MENARIK-NARIK SANDAL JOKO. kita juga sudah capek dari tadi menemani mbak. Kita juga butuh istirahat. ’MASKOT’ : Makanya tidak usah sok jaim. Biar kamu tidak merebut sandalku lagi. akibatnya aku jadi bolos ke kampus. eh. tumpah darahku. Kamu jangan mengajak bercanda donk. iya iya.. SEBAGIAN MENJADI PEPOHONAN KECIL DAN BANGKU TAMAN) ADEGAN 3 (SIANG. aku yang repot. MATANYA TERTUJU PADA SANDAL JEPIT YANG DIPAKAI JOKO. KUCING. ANJING DAN BURUNG KAKAK TUA. Nanti kalau kamu sakit. (PARA PENARI YANG FREEZE BERUBAH MENJADI AKTOR) PENARI 1 : Mbak.kamu jadi takut beneran? Aku jadi menyesal. Yuk kita pulang. hayo makan! Ini pisang bukan buat dipelototi saja. Besok dilanjut lagi ya? PEGGY : (BERHENTI MENANGIS) Oh. mbak. Aduh. ADA YANG JADI MONYET.

diam! Tumben sih kalian ini koq jadi pada ramai begini? Iya. Masa ada yang tega mau mencelakakan Joko. kadang pula sunyi Andai salah satu jadi batu karang Yang lain tentu bijak menjadi air yang terus menyerang Namun dengan kelembutan Dan ketelatenan JOKO : Di sudut hatiku kau berpijak Entah alas apapun kau buat pijak Jejakmu kan selalu membekas Kan kugenggam jangan sampai lepas PEGGY : Sengaja kukirim sebelah-sebelah Ku tak ingin kau terbelah-belah Karena aku bakal meledak-ledak Sampai dirimu terkapar membelalak JOKO : Adindaku.JOKO : Ssstt. TERNYATA BUNGKUSAN ITU BERLAPIS-LAPIS SAMPAI JOKO CAPEK MEMBUKANYA) JOKO : Siapa yang iseng ngerjain aku sih? Dasar kurang kerjaan! (SAMPAI PADA LAPISAN BUNGKUSAN TERAKHIR TERNYATA ISINYA 1 BUAH SANDAL JEPIT DAN 1 BUAH SEPATU CEWEK. (JOKO MEMBUKA KOTAK BINGKISAN YANG DIBUNGKUS RAPI ITU PELAN-PELAN. SEMUA PENARI YANG MENJADI HEWAN PELIHARAAN IKUT MENARI DENGAN GERAKANNYA MASING-MASING) PEGGY : Romantisme sandal jepit dan sepatu hak tinggi Menjadi kisah unik yang membuat geli Bekas tapak sandal jepit akan selalu bergaris Bekas tapak sepatu berhak belum tentu bergaris Perbedaan adalah pelangi hidup yang harmoni Kadang riuh. oh sayangku Prasangka buruk tak semestinya membuatmu bisu Ku tersiksa walau hanya menunggu Dalam terpaku aku ragu PEGGY : Kakandaku. Apa maksudnya mengirimkan ini padaku? (JOKO BERPIKIR KERAS BERUSAHA MENAFSIR MAKSUD DARI KIRIMAN MISTERIUS ITU) (PEGGY MUNCUL TIBA-TIBA SAMBIL BERSENANDUNG. Antri ya! Tenang! EMAK : Jok. oh sayangku 187 . Emak temukan di depan pintu barusan. iya. TAK ADA SEPUCUK SURATPUN DI DALAMNYA) JOKO : Peggy? Ini pasti Peggy. emak ada-ada saja. Emak tidak berani membukanya. ini ada bingkisan buatmu. Perasaan Joko tak pernah berbuat jahat pada siapapun. JOKO : Ah. nanti semua pasti dapat giliran. Hati-hati! Jangan-jangan jebakan.

Aku iri padamu. JOKO DAN 188 . JOKO : Sudahlah sayang. (LAMPU BERUBAH. aku . Mengapa kau tidak mau berterus terang masalah hp tempo hari? PEGGY : Usahlah kau merasa bersalah. Aku lelah dengan sepatu hakku. pintar sekali memutar persoalan.. Aku terlalu memposisikan diriku layaknya intel.. Dialah yang selama ini setia menjaga agar kita tak terjebak dalam api. Aku terlalu mencurigaimu.. Biar lebih fleksibel. sandal jepitmulah yang telah membantuku keluar dari penjaraku selama ini. Aku ternyata belum terlalu dalam mengenalmu. Maka itu diciptakan keseimbangan yang bisa saling melengkapi. – FREEZE ’MASKOT’ : Hey begundal. Akulah yang selama ini telah egois padamu. Ruang geraknya sesungguhnya lebih sempit dan hanya di lorong bawah tanah. Padahal aku sendiri merasa tersiksa dengan itu semua. Terlalu idealis. Dasar kadal daratan. Tapi sama sekali aku tak punya niatan lain akal hal itu. ku tak ingin kau meragu lagi. Padahal.. Maka itu diciptakan sepatu sandal. Sudah saatnya aku juga butuh keseimbangan. Selama ini aku terlalu egois. MEREKA MENARI DENGAN MENGGUNAKAN HAND PROPS SANDAL JEPIT. PARA PENARI YANG TADINYA MENJADI HEWAN PELIHARAAN BERUBAH MENJADI PENARI MENGELILINGI JOKO DAN PEGGY. Itu juga aku yang salah.. Tak selayaknya aku meragukan ketulusanmu. sayang..? Sebenarnya aku telah berbohong padamu tentang hal lain. Aku merasa terkekang olehnya. Aku patut berterima kasih padanya. Sandal jepit tak selamanya bisa bebas kemana saja. JOKO : Lala? Ternyata dari dulu dia tak berubah... aku.. TARIAN YANG DIMAINKAN ADALAH TARIAN GLIPANG / KUDA LUMPING / TARI COKEK / TARIAN TRADISIONAL LAIN. Maafkan kalau sebelumnya aku berprasangka melenceng..Asmara itu lagu lucu Jika engkau merasa ragu Namun waktu terus memburu JOKO : Sekarang aku siap atas segala titahmu Kan kuselipkan setiap waktuku Tuk bercanda di sampingmu Dan kan terus merayu manjamu PEGGY : Maafku yang tak terputus. Pasti ada pincang. Padahal itupun tak seharusnya kulakukan. Kenyamanan kakimupun belum tentu terjamin hanya dengan sandal jepit. Kita diciptakan memang tidak selalu sempurna seluruhnya...MENYESUAIKAN DAERAH TEMPAT PERTUNJUKAN INI DILAKUKAN. PEGGY : Aku tahu maksudmu. Aku terharu niatan tulusmu. Biarlah kesalahpahaman ini hanya sebatas kerikil.. Ehm. JOKO : Tapi Peggy. Aku hanya tidak begitu nyaman. Namun aku berusaha masa bodoh. Kau harus berterima kasih pada Lala. Naif dan bodoh jika aku cemburu pada sandal jepitmu.. Ruang gerakku sungguh sempit..

tak bermotif Bahannya lentur tak bertulang Tapi lumayan sakit kalau kena tabokannya Asmara sandal jepit Kisah unik yang berhimpit-himpit Kalau rasa sudah terjepit Apa daya otak pula menyipit -TAMAT- Bintaro-Jakarta.PEGGY JUGA BERGERAK BERIRAMA LAYAKNYA SEPASANG KEKASIH YANG SEDANG KASMARAN. 07. sandal jepit Tampangnya polos.34 wib (NOMINATOR) Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya PADANG BULAN Drama sederhana buat belia Karya : Ucok Klasta Tokoh – tokoh 189 . 19 April 2006. sandal jepit. TARIAN ITU DIIRINGI ALUNAN SYAIR BERIRAMA RANCAK) SYAIR SANDAL JEPIT : Sandal jepit.

Kalangan : HEI !!! 009. Bulan 015. Jembar 012. Bulan 006. setuju. main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan? : Tebak-tebakan saja deh. Boss (Pengusaha). Bagaimana kalau menirukan gerak binatang. Tebak-tebakan. 001. Padang. Jembar. Politikus (Anggota Dewan Kota). apa hukumnya? : Mmm … Di suruh menari saja. 003. Bulan masuk panggung. Padang 014. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Bulan. : Menirukan gerak binatang dengan tarian? 018. Bulan. 008. Jembar ? : Tidak. 010. Kalangan : Setuju? 020. Bulan : Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …! Dari belakang panggung bersama-sama. Aki. Jembar 017. Padang. 190 . 005. Nini / (sekaligus) Ibu lugu. : Usul. 007. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Lugu. Bulan. Jembar : Ya ya ya … 019. : Ya. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. : Yang tak bisa menebak. Jembar : Kamu tak bersama kalangan. Bulan. pejabat Pemerintah Kota. berteriak memanggili teman-temannya. Lampu hidup. Jembar : Ora kageeet …Weee ! Semuanya tertawa. Padang. Petugas Kamtib MULAI ADEGAN I Lagu Tema : Padang Bulan. Padang : Mana yang lain ? : Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …! 004. 002. Jembar : Setujuuu … Mereka duduk melingkar (setengah lingkaran menghadap penonton). Bulan. Kalangan : Nah. Kalangan 013. Kalangan. Bulan. Padang 011. Padang.Padang. Koor Padang masuk.

D. Koor 037. Semua ke sini … 027. indahnya … : Kebersamaaan …. Bulan : Nama apa? Buah ya? 022. 041. Ayo.Cara bermain : Anak-anak mengeja huruf bergiliran dan urut seiring dengan musik. Aki-Nini keluar rumah (masuk panggung). : Wis … Wis … Anak-anak menikmati klenyem bersama-sama. 026. Nok ayu … 028. B. Nini meletakkan piring berisi klenyem. Koor : Haa … Klenyem … Woooow … keren … Anak-anak berentengan ke teras. Aki : Yang ada dibagi me …? 032. Padang. Koor : Ingat … Tidak usah re …? : Butaaan … 031. Musik – Lagu Tema : Padang Bulan. buah … Musik. 021. Aki : Iyo. Koor 033. Aki 030. F … : (Gelagapan) G … : (Bersahutan) Haa …Jembar berdiri Ayo …Ayo … ADEGAN 2 Lagu Tema. Kalangan : Ya. berdiri diteras memanggil anak-anak. Saat musik berhenti pada anak tertentu. Lantas permainan mulai lagi sampai beberapa kali (fleksibel) : A. (Urut) 024. Koor : Rataaa … : Maka tak ada yang tak keba …? : Giaaan … 035. Nini 034. Koor lagu ‘ Menthog-mentog’ tapi dengan kata ‘menthog’ diganti nama binatang lain dan gerakannya harus ditirukan yang kena hukuman. 191 . 023. Jembar. C. Jembar. Nini : Hei cucu-cucuku! Istirahat dulu. Bulan 038. 029. Aki-Nini : Kahaaan … : Inilah saudara-saudara tercinta. Kalangan …Yo nganggo leren barang podho mreneo Nang bagus. E. Aki : Sebab tak ada kesera …? 036. Jembar 025. ia menyebutkan nama sesuatu yang dijadikan tebakan sesuai huruf terakhir yang diejanya. Padang. Koor 040. Bulan. Padang 042. Jembar : Ayo Simbah … Seperti biasanya … : Iya … Cerita. Ini ada klenyem anget bikinan Simah. pada duduk menggelesot. para penonton sekalian. Bersama Jembar berdiri.

Bangaimana bisa mendapatkan makanan ya? Kerja? Kerja apa ya? Minta? Minta siapa ya? Mem-bedhol ketela? Tegalnya mana ya? Lugu tambah dan tambah dan tambah bingung … Keringat dingin mengalir … Lemas sekujur badan … Kelaparan … Jatuhlah ia ndeprok. Lugu memperagakan cerita Aki. laksana benteng gagah perkasa. tersebutlah seorang anak bernama Lugu. mewah kencar-kencar mencerminkan kesuksesan bisnisnya. Ia mendengar cerita-cerita bahwa di kota alangkah majunya. Aki Lampu mati. Sebab apa ? Sebab hari ini tepat weton-nya Nini. tak seperti desanya. 048. : Di sebuah desa tersebutlah seorang pemuda bernama Lugu … ADEGAN 3 Lampu hidup. Nini masuk rumah (keluar panggung). Alun-alunnya? Ada tugu tertinggi sedunia. Di tengah kota. tak ada orang. 047. Mobil-motor war-wer-war-wer berseliweran. kemakmuran kota. 046. Dan pabrik-pabrik di pinggir-pinggirnya. dengarkan ya … Dulu cucu-cucuku … Musik Latar. Di sebelahnya. Kalangan : Biar tambah nikmat klenyemnya. kokoh megah mencerminkan kekuasaan berwibawa. ruaaarrr biasaaa … Gedung-gedung bagus tinggi menjulang-laaang … bagai menjolok awan. Koor : Ooo … Aki masuk rumah (keluar panggung) dan keluar lagi membawa sebuah buku tebal. Apa-apa ada. ruaaarrr biasaaa … lugu terus berjalan-jalan dengan takjub.043. Supermarket bertaburan menggoda. memang benar apa yang ia dengar. Istana satria-satria diraja dewan kota. entah habis berapa membangunnya. Lugu masuk panggung. membersihkan debu pada buku dan membukanya. terpesona buaian kota. 045. istana saudagar-saudagar. seolah semua keinginan kita tersedia di sana. berangkatlah ia ke kota. Di sana-sini. 044. Aki : Ya ya ya … Untuk purnama kali ini Simbah sudah menyiapkan sebuah dongeng istimewa. Maka di suatu siang yang sunyi. Aki dan anak-anak keluar panggung. duduk di kursi / lincak. Lugu bingung jadinya. Aki : Nah. bagai tak berkesudahan. Ternyata nun di sana. Dan tanpa disadarinya tangannya telah terangkat 192 . seolah tak ada kesedihan everything just for fun. Narasi Aki dari luar panggung. Sampai akhirnya ia pun merasa lapar. Kota. Tempat hiburan sungguh aneka ragam. elok anggun mencerminkan kebijaksanaan penghuninya. diiringi lagu dari suara keresek daun bambu digoyang sepoi angin lalu. Istana raja diraja walikota. Aki : Syahdan di sebuah desa. Pergantian ‘ setting’. Kota. nyeyet. yang penting jadilah lambang .

Lugu diseret-seret. berjalan hanya melewati Lugu saja sambil bercakap-cakap. Lugu : Saya bukan gelandangan! Saya Lugu! : Lha iya ! Wong Lugu tur gelandangan! Ayo ikut aku! : Tidak mau! : Heh … Ngelawan kamu. 053. Kamtib 063. Politikus : Ya ya ya bla bla bla bla … 059. Pejabat. Politikus dan Boss (masuk panggung) keluar dari restoran habis ‘meeting’. Politikus dan Boss keluar panggung. dus segenap warga terse … 055. pemerintah kota dan dewan kota. Kamtib : He! Dilarang Ngemis tahu? Dlarang menggelandang tahu?! Kamu ini mengganggu pemandangan! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada gelandangannya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada pengangguranya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada kemiskinannya Tahu ?! Tahu ?! Tahu?! 061. kalangan investor. Petugas Kabtib masuk panggung. 060. Pejabat. 051. Musik. kita-kita untung. Ya ya ya … 057. 050. ia merasa tidak kenal dengan perempuan ini. Kamtib : Ini anak Ibu? 193 . Boss : Sekali lagi ini bukan suap Pak / Bu … Yah. menadahkan tangan! 049. Semua : Nyuuummm! 056. Lugu 064. Politikus : Harmonis. Koor : Bla bla bla bla bla … Pejabat. Nini : Paaak … Paaak … Anakku diapakan?! Anakku mau dibawa kemana?! Lugu bingung. 067. Nini masuk panggung. Ya ya ya … 054. 066. ha?! Tak seret sisan kowe! : Tidak mau! Saya bukan gelandangan! Saya Lugu ! Saya manusia! Saya bukan binatang! Kamtib dan Lugu bergelut. mendatangi Lugu. Boss : Dengan demikian bla bla bla bla … 058. Ya ya ya … 052. Pejabat. Boss : Dengan demikian akan terciptalah kerjasama propesional yang kompak lagi saling menguntungkan. Lugu meronta-ronta. Kamtib 065. Politikus : Harmonis. Politikus : Harmonis.pelan-pelan … Makin terangkat … Menadah … Lugu ndeprok di pinggir jalan dekat restoran kondang . Lugu 062. Boss : Dengan demikian kota akan terus membangun. Tiba-tiba berteriaklah seseorang. Pejabat. sekedar silaturahmi untuk mempererat hubungan antara kita. Lugu : Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Pejabat.

bb. : Benar di kota? Bukannya dikampung kita? : Benar! Eh … Mmm … Ah. : Lha tegal.068. Kamtib 074. Lugu 082. Lugu : Eh … Tapi … Tunggu dulu! Nini berhenti dan berbalik. Sekarang. Nini 085. Nini 073. Nini 083. tidak! Aku yakin. bukan. Nini : Wis? Tetep ngeyel? Jadi aku. : Kamu benar anaknya Ibu ini? : Bb. Sudah … Permisi. bukan! Ini bukan kampungku! Eh. Kamtib keluar panggung. Lugu : Ini makanlah … Kamu lapar kan? : Ibu siapa sebenarnya? : Lho … Aku ini ya ibumu tho le … : Bukan! Jelas kamu bukan ibuku! Ibuku ya di kampung sana! : Kamu pikir sekarang ini kita dimana? : Di kota. Lugu 075. 089. lantas mana rumahku hayooo?! : Rumah kita dan rumah-rumah tetangga sudah jadi gedung-gedung megah itu anakku. Itu nasi bungkusnya dimakan … Aku pergi sekarang. Lugu 084. Nini 081. : Bukan gelandangan? : Bukan. Nini 087. Nini mendekati Lugu. Nongkrong di pinggir jalan seperti itu merusak pemandangan. anak ini dibawa pulang saja. Lugu 091. Lugu 086. Ini bukan kampungku! Dan kamu. Kamtib 070. Lugu 097. : Benar? : Benar. Nini : Kalau ini memang kampungku. Lugu 093. Nini 096. sawah …? : Yah … Sebutlah itu sekarang : jalan tol. Lugu 095. Nini 079. itu pedati kita. eh … Benar! Bb. Nini 094. benar Pak … : Kenapa ngemis? Kenapa menggelandang? : Saya ini bukan ngemis! Saya bukan gelandangan? : Yo wis sekarepmu. : Lha pasar? Pasar Wage? : Kamu lihat supermarket itu? Itulah pasar kita. Kamtib 076. Selamat siang. Nini 092. 090. bukan ibuku! Sudah … Pergi sana! Kamu itu Cuma orang gila! 088. Lugu 080. Kamtib 072. Mengganggu ketertiban. Ya sudah Bu … Saya percaya pada Ibu. Nini 069. Lugu 077. Nini 071. Lugu masih bingung. ibumu ini kamu suruh pergi saja? Yo wis. : Lha yang hilir-mudik di jalan ini? Pasa ngebut ini …? : Ya. tapi … Nggg … : Naaa … Kamu ragu kan? : Tidak …Tapiiii … Ah. gerobak kit. 078. Kamtib : Iya. gledheganmu … 194 .

108. 107. Nini 102. Bulan. Koor Padang masuk. Bulan.098. Mereka di supermarket-supermarket itu … Tapi bukan pemiliknya … Kuli gudangnya. berteriak memanggil teman-teman. Bulan. Bulan 111. Mereka di rumah-rumah mewah itu … Tapi bukan pemiliknya … Babu-nya. Jembar : Ora kageeet …Weee! Semua tertawa. 195 . Lugu : Cukup! Cukuuup ! Cukuuuuuuup! Ini gila … Ini gila … Gila! Aku mau kampungku … Kembalikan kampungku! Kembalikan kampungku! Kampungku !!! 105. Bulan : Heiii … Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul …! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini … Dari belakang panggung bersama-sama. Padang. 113. : Lantas orang-orang kampung pada dimana? : Mereka di gedung-gedung itu … Tapi bukan pemiliknya … Klining serpis-nya. 112. Lugu 103. Padang. Kalangan : HEI!!! 114. Nini 100. Lugu 101. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk degan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Bulan masuk panggung. Lugu : Kampungku jadi macam ini?! O ya. Jembar : Kamu tak bersama Kalangan. Mereka dimana-mana … Tapi tak punya apa-apa … Tak ada tempatnya … Merana … 104. Nini Lampu mati. o ya … Bagaimana dengan lapangan? Jadi apa tempat bocah-bocah berkumpul kalau malam padhang mbulan? 099. Lampu hidup. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. 106. Mereka di jalan-jalan itu … Tapi bukan pemiliknya … Kakilimanya. 110. Padang : Mana yang lain? : Aduhaaai …! Bulan purnama ooo indahnya … 109. Nini : Jadi … Jadi ‘ dufan’ Le … : Haaa … Tapi … Tapi kan ini semua … Milik kita? Kan kampung kita? : Sayangnya … Ini semua bukan milik kita. Jembar? : Tidak. Mereka di pabrik-parik itu … Tapi bukan pemiliknya …Buruhnya. : He! Bangun Lugu! Ayo bangun! Kerjanya molor saja ! Bangun! ADEGAN 4 Lagu tema. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk.

Jembar 127. Koor Musik. Setuju? 120. Bulan. Swer! : Katanya rumah itu dibeli sama orang kota ya ? : Iya. jembar. tutup mata! 196 : Tu Wa Ga Pat! . Kalangan 134. bermain apa kita sekarang? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan? Tebak-tebakan? 131. Bulan : Aduuuh … Sedih ya … Aki-Nini sudah setahun ini tiada … Tiba-tiba aku terkenangkenang mereka … 116. Pokoknya semoga semoga Aki-Nini bahagia selamanya. Bulan 125. Jembar : Ayo. Baris. Jembar : Jilumpet saja. Kalangan 128. pantang Nyulayani. 142. Padang. jangan hompimpah terus … : Terus piye? : Pingsut? Itu kalo dua orang … : Gini … Dengar! Gini … Bulan memperagakan ‘gerak-lagu’ dengan iringan musik ‘Padhang mbulan’. Bulan : Sekarang kita hompimpah … : Lainnya deh. Bulan : Benar. (Siapa yang giliran bergerak saat musik berhenti. Jembar 123. Jembar : Oh Aki … Oh Nini … Sekali kami janji. Jembar : Iya.115. Kalangan : Jelas … Jelas … 140. Kalangan : Setuju … Setuju … 133. Kalangan : Huuuuu! 130. Bulan. Ternyata yang ‘jadi’ Bulan. cucu apalagi … 118. Padang. Koor 122. Kalangan : Bulan ‘ jadi’! Bulan ‘jadi’! 143. Jembar 137. Padang : Yuk atur posisi. : Baik hati juga enggak ya? Seperti Aki-Nini enggak ya? : Katanya. dia yang ‘jadi’) 138. Padang. Sembunyi-sembunyian. : Dan tak bakal menunggui kita bermain ya … : Tak bakal juga mendongengi kita … : Apalagi berharap keluarnya klenyem manis-gurih-anget ya … 129. Tak kenal tetangga. 132. pemilik baru itu orangnya sombong. Padang. Padang 126. Kalangan 124. Padang. Belum lama. Padang 117. 141. Padang 136. Lagi mereka tak meninggalkan siapa-siapa … : Dulu saja mereka sudah sepi … Cuma berdua saban hari … Tak ada anak. Kalangan : Tapi tetap ada kita semua … Kita kan sudah jadi cucu-cucu mereka? Seperti mereka pun sudah jadi kakek-nenek kita … 119. Padang : Sudah sudah … Ayuk. jembar. Anak-anak berbaris menyamping menghadap ke kanan dan menghitung bersama. Kalangan : Setujuuu! 121. Bulan : Jelas enggak? 139. Jembar. Bulan 135. Pokoknya kita semua janji tak akan sekali-kali melupakan mereka.

Bulan : He! Padang! Jembar … Kalangan … Mereka tetap diam. Jembar : Jembar … Heh! Jembar! Jembar … : Aku bukan Jembar. 150. 154. Lampu mati. Ia dijalari semacam campuran antara rasa cemas. : Aku bukan Padang. Aku HENPOOON … Bulan tambah terlonjak. Padang masuk panggung. Bulan : Oooiii! Kalian mengerjai aku yaaa ?! Perlahan-lahan ekspresi Bulan mulai berubah. mengambil ‘blocking’ dan ‘pose’ tertentu. 152. Bulan : Padang! Jembar! Kalangan! Jangan jauh-jauh kalian sembunyi! Oooiii! Kalian tu dimana? Bulan mencari-cari lagi. Bulan : Play station?! Bulan mendekati Jembar. 157. Disusul Jembar. Bulan 153. Terus mencari … Mencari … Mencari … Sampai lama tak ketemu-ketemu … Mencari … Mencari … Lama sekali … (keluar masuk panggung). Aku PLEIII … STESIEEEN … Bulan terlonjak mundur. 145. 147. Bulan : Sepuluh! Bulan mencari-cari teman-temannya. 155. 197 . Bulan 156. Bulan : Kuhitung sampai 20 ya? Satu! Dua … Bulan menghitung. Sampai mencari diantara penonton. Komposisi diam. Disusul Kalangan. Bulan : Padang … Jembar … Kalangan … Kalian mbook jangan keterlaluan … Aku agak-agak merinding ini … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Kalian mbok nongol … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Dipuncak rasa tercekamnya. Bulan : Kalian dari mana saja tadi? Kalian sembunyi dimana sih? Kalian sudah rencana ngerjai aku ya? Awas ya? Mereka tetap diam. Lainnya berlarian mencari tempat sembunyi (keluar panggung). takut … 148. Sejurus kemudian Bulan masuk panggung. Padang : He! Kok pada diam?! Padang! Padang …(Suara melunak). Bulan lari keluar panggung. gelisah. 146. berjalan dengan langkah tertahan-tahan. ADEGAN 5 Lampu hidup.144. Bulan : Handpone?! Bulan mendekati Kalangan. 149.

158. Semua pemain masuk panggung menyanyi dan menari dengan lagu Padang Bulan. Aplus. 162. Off Stage’. cita umat manusia. mengerubut Bulan. Buldozer mulai tertawa mengikik. 161. Bulaaan … Bulaaan … Bulaaan … BULAAAN! BULAAAAAN!!! Sambil meronta-ronta Bulan memekik-mekik memanggili teman-temannya. impian. Bulan 159. PADANG !!! JEMBAR !!! KALANGAN!!! DI MANA KALIAN TEMAN-TEMANKU SAYAAANG???!!! PADAAANG!!! JEMBAAAR!!! KALANGAAAN !!! ‘Black Out’. lama-lama makin keras dan makin keras sambil berkata-kata secara menyayat-parau. Bulan? Dimana Jembar. Aku BULDOZERRR … Bulan bahkan terjengkang. teruntuk adik-adik tersayang. Februari 2006 198 . 160. ada di kancah bumi. Bulan : Buldoser?! Plei Stesien. tanpa menyangkali gua garbanya Jagalan. Lampu menyala. tanpa kehilangan sejarahnya. Dimana Padang. tumbuhkembang-mekar dalam karya. SELESAI Penghormatan untuk tanah kelahiran-kampung halaman. Kalangan : Kalangan … Kamu apa lagi? Kalangan … : Aku bukan Kalangan. tanpa sekali-kali lupa hulunya. mengoda bersama berbagai hasrat. melangkah-mengalir sebagai jalan-kali-mu sendiri. menarik-nariknya kesana-kemari. Henpon. Bulan?! Dimana Kalangan Bulan?! Mereka mulai merengsek.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful