Lena Tak Pulang

Karya : Muram Batubara
(JUARA 1) SATU

LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena Lena sudah pulang, Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Sudah tiga hari Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan. Pak Lena (Tetap memandang tv) Anak kita Bu Lena Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

1

Pak Lena Nanti juga pulang sendiri ketika bekalnya lari telah habis. Bu Lena Tidak segampang itu, Pak, ia itu perempuan! Pak Lena Jika memang ia perempuan, ia akan pulang. Bu Lena Tapi belum…(Menghentikan kalimat, memperhatikan pintu keluar rumah) Ada yang datang, sepertinya itu Lena, anak kita, pulang juga ia setelah tiga hari tidak pulang. Pak Lena Bukan, pasti temannya datang mencari. Bu Lena Pasti Lena Pak Lena Berani taruhan Bu Lena Taruhan apa? Pak Lena Jika bukan Lena, lebaran tahun ini kita pulang ke rumah orang tuaku. Bu Lena Tapi tahun kemarin sudah Pak Lena Itu karena kau kalah taruhan Bu Lena Ya tidak bisa, bayangkan dalam lima tahun ini kita tidak pernah pulang ke rumah orang tuaku. Pak Lena Berani taruhan tidak?

2

Bu Lena (Bingung) Ehm… Pak Lena Dengar langkah itu sudah semakin dekat. Bu Lena Baik

TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA MEMBUKA PINTU. KECEWA.

Tamu I Permisi Tante, Lenanya ada? Bu Lena Oh tidak ada, dia belum pulang. Tamu I Belum pulang? Pergi ke mana ya Tante? Bu Lena Tante juga tidak tahu tuh, kamu tahu tidak? Tamu I Ya, kalau tahu saya tidak datang Tante. Bu Lena Iya juga ya. Hm, kamu teman sekolahnya ya? Tamu I Bukan Tante, saya teman… Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu, hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Om, saya harus kembali pulang. Pak Lena Kenapa buru-buru?

3

saya permisi dulu. kenapa mencari Lena? Tamu I Ya itu dia. teman Lena tadi namanya siapa? Bu Lena Berarti tahun ini kita pulang ke rumah orang tuamu lagi? Pak Lena Jelas! Siapa nama teman Lena tadi! 4 . DUDUK DI RUANG TV. Karena Lenalah saya harus buru-buru? Pak Lena Masuk dulu jangan buru-buru Bu Lena Iya masuk dulu Tamu I Maaf tidak bisa. BU LENA MENUTUP PINTU. Tante. Pak Lena Siapa namanya? Bu Lena Siapa? Pak Lena Yang tadi? Bu Lena Teman Lena Pak Lena Iya.Tamu I Ada yang harus buru-buru saya lakukan Bu Lena Jika buru-buru.

loh. Jika terus dirubah. dia ingin melihat kita sekeluarga kan? Pak Lena Tidak bisa! Kesepakatan telah tercipta. Kasihan ibu sudah semakin tua. tidak bisa dirubah. Siapa nama teman Lena tadi? Bu Lena Nggak tahu.Bu Lena Sudahlah ke rumah orang tuaku saja. Pak Lena Ada yang ketuk pintu. bukahlah. Pak Lena Loh Bu Lena Kok loh Pak Lena Ya. Bu Lena Bagaimana jika Lena? Pak Lena Ya tetap dibuka pintu kan? 5 . TERDENGAR KETUKAN PINTU. bagaimana menjalankan kesepakatan itu dan untuk apa membuat kesepakatan jika tidak ada kepastian untuk dilakukan. bagaimana mungkin kamu tidak menanyakannya? Bu Lena Kenapa bukan kamu? Pak Lena Aku kan sedang nonton tv dan aku tidak sedang berhadapan langsung dengannya.

TERDENGAR KETUKAN PINTU.TERDENGAR KETUKAN PINTU. jika bukan Lena. Tamu II Kesepakatan apa Tante? 6 . kasihan tamunya. PERBINCANGAN DI DEPAN PINTU MASUK RUMAH. Bu Lena Buat satu kesepakatan baru dulu. sabar ya. buka sana. perjanjian tadi batal. BU LENA PUAS. Bu Lena Bukan itu. Bu Lena (Teriak ke arah pintu) sebentar ya. lagi menunggu kesepakan nih. Bu Lena Kesepakatan? Pak Lena Yah! PINTU TERBUKA. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Pak Lena Bukalah pintu itu. Pak Lena Ya sudah.

hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Bu Lena Karena kebetulan? Tamu II Sebenarnya tidak Tante. Tante. tidak. kamu mampir dan mencari Lena? Tamu II Benar itu Tante. karena itu Tante. Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu. Bu Lena Yang benar yang mana? Tamu II Saya memang mencari Lena. Bu Lena Terus Tamu II Ya. Tante. terus saya mampir. Kamu siapa dan ada apa? Tamu II Saya temannya Lena. Tante. Tante. saya memang sengaja kemari untuk mencari Lena. Karena kebetulan saya sedang main di daerah sini. jadi saya mampir ke sini. 7 . Bu Lena Karena main di daerah sini? Tamu II Tidak Tante. kebetulan saya sedang main di daerah sini.Bu Lena Ah. Lenanya ada? Bu Lena Jadi karena kebetulan main di daerah sini. Bu Lena Terus Tamu II Ya. hm. Sumpah.

Pak Lena Memang. Pak Lena Itu bukan berita. Tamu II Itukan berita namanya. cuma sedang melihat tanggapan wakil rakyat tentang bencana yang tidak berkesudahan. namanya juga pendapat. beritanya. Namanya berita harus mengutamakan kebenaran. Om. Begini. itu berita. wakil rakyat sedang memberikan opini. Tamu II Tapi itukan acara berita. Tamu II Berarti sedang nonton berita. BU LENA MASUK DAPUR. kenyataan tadi.TAMU II MASUK DAN DUDUK DI RUANG TV. kucing ditabrak mobil. saya sedang melihat opini. itu opini. Tamu II Nonton berita ya. Pak Lena Tidak. Ingat. Om. Om? Pak Lena Tidak. kenyataan. sedang berita itu nyata. kebenarannya masih belum bisa diandalkan. Om? Pak Lena Opini itu tidak murni kenyataan. Opini itu pendapat. opini! Tamu II Bedanya apa. Tamu II Kalau opini? Pak Lena Mengapa kucing itu mau ditabrak? 8 . Om.

opini kamu. Bu Lena Tapi dingin? 9 . Tamu II Tapi apa yang pasti di jaman sekarang. Tante. Bu Lena Mau puding? Tamu II Boleh. Pak Lena Itu dia opini. MEMBUKANYA. tiba-tiba saja ia sudah bersimbah darah. BU LENA KELUAR DAPUR MEMBAWA TEH DALAM GELAS MENUJU KULKAS. Tamu II Opini? Pak Lena Ya. Lihat omongan wakil rakyat itu. Om? Pak Lena Ya. semuanya serba mungkin kan? Tamu II Jadi yang serba mungkin itu bukan berita? Pak Lena Mungkin kok berita. lagi batuk.Tamu II Mungkin saja ia tidak melihat mobil yang laju. opini. Tante. Mungkin itu kan belum jelas sedang berita adalah yang jelas dan pasti. Tamu II Tidak usah yang dingin.

ya. istilah kerennya berbincang atau berdiskusi. tidak dari mana-mana. kan cuma puding. Om. Om. Pak Lena Seingat saya Lena tidak mengambil les nongkrong. terus dari mana? Tamu II Saya teman Lena dari tempat nongkrong. Pak Lena Yang dari sekolahan. Om. renang. Pak Lena Kamu temannya Lena? Tamu II Benar itu. Tamu II Om. les biola. Tempat nongkrong itu tempat kita kumpul-kumpul. atau malah dari kelas mengaji? Tamu II Untuk yang terakhir tampaknya bukan. Om.Tamu II Tidak apa-apa. BU LENA KE RUANG TV DAN MELETAKKAN SAJIAN KEMUDIAN KEMBALI MENUJU DAPUR. lucu juga. Pak Lena Oh begitu. Pak Lena Teman dari mana? Tamu II Ya teman saja. Tante. Pak Lena Mengapa? Apa karena sudah pintar mengaji? Tamu II Tidak Om. saya non muslim. les balet. 10 .

Om. Om. Om. teman di mana? Tamu II Ya tidak ada. Hm. kamu itu selain teman nongkrong Lena. saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Lena. 11 . Pak Lena Lena mengambilnya dari kamu? Tamu II Begitulah Om. tapi yang nongkrong itu kan tentunya berasal dari tempat tertentu. dia bawa sesuatu yang penting. saya malah tidak tahu bagaimana bersikap jika tidak ada kabar dari Lena. Pak Lena Terlalu tipis. Pak Lena Oh begitu. Om. Om. Nah. Saya cuma teman Lena di tempat nongkrong. Pak Lena Memangnya kenapa kalau ia tidak muncul dalam tiga hari? Tamu II Ya itu dia. Sudah tiga hari ia tidak muncul. pertemanan itu belum begitu kuat. Pak Lena Apa? Tamu II Ehm. Sesuatu yang sangat saya banggakan.Pak Lena Oh begitu. lalu maksud kamu mencari Lena? Tamu II Ya itu dia Om. Penting sekali? Tamu II Sangat penting malah.

Tamu II Kalau memang begitu. melaporkan apa yang telah dilakukan anakmu. Yang kamu punya itu pasti akan kembali. Pak Lena Anakmu membawa lari uang temannya? Bu Lena Bagaimana bisa? Pak Lena Temannya yang datang tadi. banyak Om. Pak Lena Ya. Pak Lena Begini saja. saya menjadi yakin untuk datang besok. yang terlalu banyak bicara itu. tentunya dengan ada kepastian dari Om. Tamu II Tapi Lenanya bagaimana Om? Pak Lena Itu urusan saya. Bu Lena Anak kita 12 . pulanglah. ya. ya.Pak Lena Banyakkah? Tamu II Ya kalau besar itu dianggap banyak. TAMU II PERGI. kamu pulang dulu. BU LENA MASUK. besok kamu kembali lagi.

anak kita. bagaimana bisa ia tampak? Bu Lena Tetapi mengapa kau begitu percaya dengan anak ingusan yang terlalu banyak bicara itu? Pak Lena Karena tampaknya benar. kata yang seharusnya bisa menjadi andalan. Pak Lena Tapi bagaimana bisa kita percaya dengan orang yang sedikit bicara. Bu Lena Bagaimana jika benar? Pak Lena Kita harus menggantinya. jangan terlalu banyak percaya dengan orang yang terlalu banyak bicara. Lena kan anak kita. Bu Lena Belum tentu benar. Bu Lena Terlalu banyak bicara malah menghilangkan kata-kata kunci. tidak bisa tidak. Pak Lena Tanpa bicara.Pak Lena Ya. kata kunci itu malah tidak keluar. Pencuri. Bu Lena Jika tidak benar? Pak Lena Mau taruhan? LAMPU PADAM 13 . sudah tiga hari Lena pun tidak muncul di tempat biasa mereka bertemu. dari mana kita tahu isi kepalanya jika tidak dikeluarkannya.

14 . Bu Lena Lena sudah pulang. Bagaimana kata dunia? Apa kata mereka pada kita? Orang tua yang tidak bertanggung jawab? Bu Lena Tampaknya kita memang tidak bertanggung jawab. tidak ada usaha kita untuk mencarinya. SOFA BESAR MENGHADAP TV. PINTU KAMAR MANDI.DUA LAMPU MENYALA. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Kemarin kau jawab seperti itu juga. kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi juga. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. Pak Lena Terus harus bagaimana? Berteriak. MEJA MAKAN. bayangkan empat hari anak kita tidak pulang. KULKAS. PINTU KAMAR TIDUR. Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah empat hari ia tidak pulang. DALAM SEBUAH RUMAH. mengabarkan pada semua orang bahwa anak kita yang perempuan tidak pulang dalam empat hari ini. tidak kemarin saja. Pak Lena Menunggu juga mencari. Pak Lena Kok bisa? Bu Lena Lihatlah sendiri! Apa yang kita lakukan pada anak kita? Empat hari.

Menjemput. toh lebih baik kita di rumah. Dan dalam menunggu kabar dari pak polisi. sama juga dengan menunggu kabar kan? Kita mencari itu tanpa tujuan.Bu Lena Menunggu itu pasrah Pak Lena Tidak sama. Bu Lena Tapi kita tidak tahu di mana Lena berada? 15 . mencari itu juga menunggu. kita tidak tahu di mana anak kita berada. Pak Lena Itu dia kata yang tepat. Bu Lena Apa yang dilakukan dalam menunggu? Diam memandang tv atau sibuk berbincang tanpa tujuan? Pak Lena Jika kita ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan anak. terus apa yang kita lakukan? Menunggu kan? Menunggu kabar dari pak polisi itu. sama juga seperti melapor ke polisi. Jelas! Bu Lena Pusing aku. Daripada kita memutari kota. Menunggu juga mencari. Jika kita tahu di mana Lena berada kan gampang. bisa kita jemput. Mununggu itu kan berbuat. sama seperti berdoa. Jika kita mencari sendiri. pasrah itu tanpa berbuat. jadi sama juga dengan nol. Menjemput itu jelas beda dengan mencari atau juga menunggu. Bu Lena Beda Pak Lena Apanya yang beda? Jika kita memasang iklan tentang kehilangan. kita juga menonton tv atau berbincang kemana suka kan? Sama saja. Kita tetap juga menunggu. tentunya habis energi. Semuanya itu berarti menunggu.

ini pasti teman Lena yang banyak bicara kemarin itu. 16 . apa yang harus kita lakukan. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bagaimana ini. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Jika belum benar. Bu Lena Yang uangnya Lena curi itu? Pak Lena Bagaimana ini. bisa saja berita ini tidak benar. jangan dibayar dulu Pak Lena Tapi kita belum tahu mana yang benar.Pak Lena Yah harus dicari Bu Lena Dengan? Pak Lena Ya menunggu. Kenapa Lena belum pulang juga. Bu Lena Kita bayar saja Pak Lena Tapi kita belum ketemu Lena.

TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena (Teriak ke arah pintu masuk) Sebentar ya. Lenanya sudah pulang? Belum ya? Ya sudahlah. seakan-akan tak terjadi sesuatu) PINTU TERBUKA. katakan saja saya mencari dan akan kembali lagi. nanti saya datang lagi. Tolong nanti kalau Lena pulang.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Bagaimana jika dia datang dengan polisi. Pak Lena Bukalah pintunya (Berlari kecil menuju depan tv. (Pergi menghilang) 17 . atas nama kesopanan. Tamu I Maaf Tante. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bukahlah pintu Bu Lena Kau saja Pak Lena Kau kan perempuan Bu Lena Kau kan laki-laki Pak Lena Perempuan duluan. BU LENA BINGUNG. Terima kasih Tante. Permisi Tante.

Bu Lena Aku tidak bilang apa-apa dan dia bukan yang uangnya dicuri Lena. Bu Lena Sudah pulang (menutup pintu dan berjalan menuju ruang tv) tamunya sudah pulang. Belum sempat aku bicara dia sudah pergi. yang lupa kutanyakan namanya. temannya Lena? Pak Lena Yang kemarin? Bu Lena Ya Pak Lena Terus dia menagih uangnya? Apa yang kau bilang hingga dia langsung pulang. Pak Lena Sudah tahu kau namanya? Bu Lena Belum. dia terlalu buru-buru. siapa nama teman Lena yang banyak bicara itu? 18 . Pak Lena Tukang pos? Bu Lena Bukan. Pak Lena Tampaknya dia memang selalu buru-buru. Pak Lena Jadi teman yang mana? Bu Lena Yang pertama datang. Tunggu dulu. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu.Pak Lena Suruh duduk dulu.

bukankah kau yang banyak bicara dengannya? Seharusnya kau tanyakan namanya. Setidaknya bukan dia yang datang jadi kita tidak perlu risau lagi. padahal aku sudah berhadapan langsung dengannya. setidaknya tidak risau. Bu Lena Sudahlah. dia terlalu berlama-lama sampai aku lupa menanyakan.Bu Lena Kenapa kau tanyakan aku. Pak Lena Itu dia. Pak Lena Untuk sementara Bu Lena Walau sementara. LAMPU PADAM 19 .

PINTU KELUAR MASUK RUMAH. Apakah bekal larinya masih cukup? Bu Lena Mengapa kau kuatir? Pak Lena (Menuju pintu keluar masuk rumah. KULKAS. Jika matahari terbenam dan terbit lagi. PINTU KAMAR MANDI. BU LENA DUDUK MEMANDANG TV. DALAM SEBUAH RUMAH. PAK LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. lihatlah sudah mendekati senja. keluar lagi sambil membawa piring makanan. membukanya. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. TERDENGAR KETUKAN PINTU. PINTU KAMAR TIDUR.) 20 . TERSENYUM SENANG. tepat lima hari Lena tidak pulang. menegok keluar dan menutupnya kembali) Belum pulang juga. PAK LENA LANGSUNG MEMBUKA. Pak Lena Sudah hampir sore. Pak Lena Pulang juga rupanya kau Lena Lena Lapar (Berjalan menuju dapur. PINTU DAPUR. makan di meja makan. apakah Lena tidak akan pulang lagi? Bu Lena Belum lima hari Pak Lena Hampir lima hari. hari keempat sejak tidak pulang.TIGA LAMPU MENYALA.

Sudah hampir lima hari dia berada di luar. sudah lima hari dia di luar. les balet. (Berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin. Pak Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Dari mana saja? Bu Lena Jangan ditanyakan dulu. Pak Lena Banyak temanmu yang datang. kelas mengaji. lebih banyak dari kawannya yang datang. rindu dengan rumah ini tentunya. Bu Lena Teman yang mana? 21 . Bu Lena Jangan dikatakan dulu. biar dia makan dengan nyaman. yang mana? Lena Teman lain Pak Lena Masih ada temanmu yang lain rupanya. menuangkan ke gelas Lena) Dari mana saja kau Lena? Pak Lena Kenapa kau tanyakan? Lena Dari rumah teman (Terus makan) Pak Lena Temanmu yang mana? Yang dari sekolahan. tentunya kau lapar.Bu Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Makanlah yang banyak. banyak bertemu orang tentunya. biarkan dia makan dengan tenang. renang. atau malah teman nongkrong? Bu Lena Ya. les biola.

masuk ke dalamnya) Bu Lena (Berbisik) Tidak berhasil. Lena Sejak kapan masak khusus? (Berjalan menuju dapur. Pak Lena (Berbisik pula) Kita harus lebih berusaha lagi. Mengapa kita yang disalahkan? Kita kan hanya menanyakan temannya saja. Tampaknya dia memang marah pada kita. bukan untukku kan? Untuk kalian yang gila gengsi tanpa memikirkan kebutuhanku kan? (Berdiri.) Pak Lena (Berbisik) Bagaimana ini? Bu Lena (Berbisik pula) Bagaimana apanya? Pak Lena Dia terlalu tertutup. PERSISI MENGHALANGI JALAN LENA YANG MASIH BERADA DI DEPAN PINTU. untuk apa les yang mahal-mahal itu.(Mendekati Lena) Enak makannya? Lena Biasa saja Bu Lena (Mendekati Lena) Tentunya enak. Mengapa kalian bertanya ketika aku menghilang. Ibu sengaja masak untuk kamu. membawa makanan. BU LENA DAN PAK LENA MENDEKAT. mengapa tidak mencari? Lalu. kita harus bisa membukanya. apakah kalian pernah menanyakan aku sekolah apa tidak? Dan. 22 . LENA KELUAR DARI DAPUR TANPA MEMBAWA SEBARANG PUN. duduk di depan tv sambil terus makan.Lena Kenapa terlalu mengurusi sih? Bukannya selama ini aku bebas. seperti yang kalian inginkan.

TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Pasti temannya yang banyak bicara itu. Bu Lena Apa sebab dia begitu dingin Pak Lena Mungkin kita terlalu kaku Bu Lena Kau yang kaku Pak Lena Mungkin kau juga.Pak Lena Sudah selesai makannya? Bu Lena Enak kan? Pasti kenyang. mari kita berbincang dulu. 23 . PINTU TERTUTUP. belum malam. yang uangnya dicuri Lena. BU LENA DAN PAK LENA DUDUK DI KURSI MEJA MAKAN. bagaimana ini? Kita belum bicara tentang itu dengan Lena. Lena (Menghindar dan berjalan menuju kamar tidur) Mau tidur Pak Lena (Mengejar hingga depan pintu kamar tidur) Belum malam Bu Lena (Ikut mengejar) Iya. Bu Lena Mungkin temannya yang lain. LENA MASUK KAMAR.

hingga sampai depan pintu. TAMBAH TERKEJUT MELIHAT TAMU YANG DATANG.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Kau saja yang buka. Om. Jadi rasanya tidak perlu basa-basi lagi… Pak Lena (Memotong) Basa-basi itu terkadang perlu. Om. kemarin itu. ini jalan tol jadi bisa sekencang apa juga. BU LENA MENYINGKIR KE DAPUR.basi. Ayo masuklah. Tamu II Saya tidak kebetulan main ke daerah sini. TERDENGAR KETUKAN PINTU. menoleh ke Bu Lena dengan bingung) Sebaiknya kau saja. Bu Lena (Muncul membawa segelas minuman hangat) Iya. 24 . PAK LENA TERKEJUT DAN LANGSUNG MEMBUKA PINTU. Ayolah berbasa. Om. terserah itu melangkahi kesopanan. PAK LENA DAN TAMU II DUDUK MENGHADAP TV. Pak Lena (Malas membuka pintu. tidak. Tamu II Terkejut. Pak Lena Tidak hanya boleh langsung jalan. Tamu II Wah. tampaknya akan ada lampu hijau nih. kenapa harus langsung jika kita bisa berbasa-basi terlebih dahulu. Saya khusus datang seperti permintaan. Pak Lena (Gagap) Tidak.

kami akan bayarkan semuanya. ini soal sesuatu yang saya miliki itu. asal pakai pengaman biar tidak kecelakaan. Bu Lena Ya terus. bagaimanapun Lena itu anak kami. Begini saja. Bu Lena Mertua? Pak Lena Ada apa dengan mertua? Tamu II (Bingung) Katanya boleh langsung ngebut? Pak Lena (Bingung juga) Tunggu dulu. berapa yang dicuri dari kamu? Bu Lena Masalah besarnya tidak perlu risau. hubungannya apa? Tamu II Loh. kita buang dulu basa-basi. Bu Lena Uang kan? Pak Lena Ya. seperti janji Om kemarin. jadi tidak mungkin kami membiarkannya mencuri uang kamu. Tamu II (Tertawa) Ini dia calon mertua yang paling hebat. Tamu II Bukankah hari ini akan saya temukan lagi.Tamu II Boleh ngebut? Pak Lena Oh tentu. yang dibawa Lena. 25 . Apa maksudnya ini? Mertua dan ngebut. bukankah sudah jelas Om.

Lena (Senyum masam) Ada apa? Pak Lena Tenang. santai semuanya.Pak Lena Ya benar itu. ada yang harus kita selesaikan. Tamu II Tunggu dulu. Bu Lena Tunggu dulu. Nah. kau saja yang bicara. Tante… Bu Lena Tenang. Bu. (Menggiring Lena ke depan tv) Tamu II (Tersenyum manis) Hai Len. bertambah suntuk begitu melihat Tamu II) Ada apa? Bu Lena Ayo. begitulah. teman kamu ini kemarin sudah datang. 26 . dia ini datang untuk meminta sesuatu yang kamu bawa. Begini. Tamu II Tapi… Pak Lena Tenang saja Bu Lena Lena! Lena (Keluar dengan muka suntuk. tapi karena kamu belum pulang. Nak. kami suruh dia datang sekarang. biar jelas saja. biar semuanya jelas (Berjalan menuju kamar Lena) Lena! Keluar kamu. sebaiknya kita cari tahu yang sebenarnya. Bu Lena Lena.

Begini saja. Begini saja. berapa yang kau ambil darinya. tenang. dengan kata lain ia datang untuk menagih sesuatu yang telah kau curi. (Duduk dengan sewot) Tamu II Waduh. Hey (Menunjuk Tamu II) kamu jangan sembarangan menuduh aku pencuri ya! Sampai datang ke rumah lagi! Bu Lena Sabar Nak. Nak. anggap saja tidak terjadi apa-apa. biar kita ganti. kenapa bisa kacau. Nah. Sungguh kami tidak akan marah. Berapa Lena? Lena (Bingung) Lena tidak mencuri apa-apa. biar semuanya jelas. sumpah. Jangan takut kami marah. bagaimana ini. tidak apa-apa. Tanyakan saja sama dia.Pak Lena Ya. bagaimana ini! Lena tidak mencuri. berapa yang dicuri Lena? Lena Ya berapa yang kucuri! Cepat bilang! 27 . (Bergerak pergi) Pak Lena (Menahan) Bagaimana kamu ini. Pak Lena Ya katakan saja. Lena Ahk. Katakan saja jumlahnya. saya permisi. bukannya kamu ingin mengambil yang telah dicuri Lena? Tamu II Sudahlah Om. Tamu II (Panik) Tunggu dulu… Pak Lena Sudah kamu jangan bicara dulu. biarkan saja. Om. berapa jumlahnya. Bu Lena Tidak bisa begitu.

Tante. Pak Lena Kok malah menyalahkan.Tamu II (Takut) Tidak ada… Pak Lena Apa! Tamu II Lena tidak mencuri uang. atau apa? Tamu II Bukan itu Tante. kamu bolak-balik ya mencari aku? 28 . Saya sudah coba jelaskan. Lena Aku baru saja pulang. Om. Tamu II Benar. saya itu senang sama Lena tapi Lenanya belum memberikan jawaban. Lena kamu yang buka. Om. PINTU TERBUKA. Pak Lena Siapa lagi itu. Lena tidak mencuri uang tapi… Bu Lena Tapi apa? HP. Saya pikir Om sudah mengerti dengan yang saya maksud. perhiasan. Sejak tadi dan malah kemarin saya sudah ingin jelaskan tapi Om tidak mau mendengar. Bu Lena Jadi apa? Bicara yang jelas! Tamu II (Malu) Lena mencuri hati saya. bukalah pintunya. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Dengan kata lain. SEMUANYA TERKEJUT. LENA TERTAWA.

Tamu I Tapi… Lena Tidak ada alasan (menggandeng Tamu I) SEMUANYA BERKUMPUL DI DEPAN TV 29 . tidak baik terus di depan pintu. biar saling bertemu semuanya. Bu Lena Siapa Len? Lena Teman Bu Lena Bawa temanmu ke dalam. di sini saja. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Pak Lena Masuklah. Pak Lena Suruh duduk dulu. Lena Iya. gitu aja sewot. Lena Ayolah masuk Tamu I Bayar dulu utangmu. ini urusan kita berdua. kalau utang cepat bayar dong! Lena Ala. Tamu I Terima kasih Tante. nanti di dalam.Tamu I Kurang ajar.

Kenapa terlihat begitu penting. Lena. benar tidak? Tamu II Kalau begitu saya pulang lebih dulu saja. Lena Masalah apa lagi? Bu Lena Lena. Lena tidak mencuri uang saya. Om. mari kita selesaikan. cuma sekedar mampir. Pak Lena Kalau cuma sekedar berarti tidak berulang. Len? Tamu II Tidak… tidak. temanmu ini bolak-balik mencari kamu. ada apa ini? Tamu I Tidak ada apa-apa. Tamu I Maaf Tante. wah serba salah semuanya. kamu kan belum mengembalikan uang yang kamu curi dari dia. masalah yang tadi belum selesai. Len. rupanya kamu. merepotkan. Tamu I Kamu mencuri uang. 30 .Bu Lena Oh. Pak Lena Sudahlah. Pak Lena Kamu di sini dulu. Pak Lena Ah. katakan saja berapa yang kau ambil dari dia? Lena (Marah) Kenapa nggak ada yang percaya! Lena tidak pernah mencuri uangnya! Tamu II Iya. Om. Om. tidak ada apa-apa.

Tante. yang benar yang mana? Mencuri atau meminjam. Lena Hey! Pak Lena Tunggu dulu. Bu Lena Berarti uang kamu? Berapa? Tamu I Tidak ada. Lena Hey! Jangan bohong kamu. Tante. Dan. lalu uang siapa yang dicuri atau dipinjam? Tamu I Bukan uang saya. Tamu II Kapan? Lena Bukan kamu! Tamu I Tidak.Lena Dengar itu! Lena tidak pernah mencuri! Lena cuma meminjam uang. Tidak. Om. hati saya yang dicuri. saya tidak ada hubungan dengan uang. bukankah kamu datang kemari untuk menagihnya? 31 . Aku pinjam uang kamu beberapa hari yang lalu sebagai bekal lari dari rumah. Lena Hey! Tamu II Sudah jelas. Seperti yang sudah terkatakan tadi. ada apa ini? Bu Lena Ya. Lena tidak pernah meminjam uang.

Aku. tidak perlu kamu pinjam uang kawan. Bukankah hidup di luar itu lebih berbahaya. Lena Ini bukan piknik…(menangis) BU LENA DAN PAK LENA LANGSUNG MENDEKATI LENA. 32 . Kalau aku tahu kamu pinjam uang untuk lari. Aku lari dari rumah pun mereka tidak tahu. Aku benci! (marah mendekati menangis) Tamu I Aku tidak tahu. lihatlah orang tuaku ini kawan-kawan. Tamu II Kamu lari dari rumah? Kenapa tidak bilang padaku.Bu Lena Bekal lari? Pak Lena Lari dari mana. Yang mereka pikirkan semua baik-baik saja. Len. kamu mau membantunya lari kan! Lena Diam kalian! Kalian (memandang orang tua) lihatlah anak kalian ini! Apakah kalian hafal setiap tahi lalatnya? Apa kalian tahu yang diinginkannya? Pandang aku melalui mataku jangan pandang aku dengan mata kalian! Bu Lena Kenapa kamu harus lari. Pak Lena Jika memang ingin lari. aku tidak beri tentunya. Nak? Lena Lihat. Nak. aku pinjami kamu uang bukan untuk itu. ah… Tamu I Kenapa. kamu kan bisa permisi dulu.

Tamu I (Menarik Tamu II ke sudut lain) Urusan keluarga. TANGIS LENA SEMAKIN MENJADI. Kami bingung. mereka telah hilang. jangan menangis terus. Len. Lena Lena tidak pulang selama ini karena Lena merasa tidak punya rumah. Pak Lena Diamlah. Tamu II Uangmu… Tamu I Sudahlah… TAMU I DAN TAMU II PERGI DENGAN CEPAT. sebaiknya kita menyingkir. Nak. sebaiknya tidak perlu. Tamu II Kita harus permisi dulu Tamu I Kalau keadaannya seperti ini. (Menyadari Tamu I dan Tamu II telah hilang) Bagaimana ini. Uang yang kamu pinjam akan kita ganti. jangan menangis. Uangnya belum kita ganti. Lena (Sambil menangis) Bukan uang… Pak Lena Jika begitu mengapa menangis? Bu Lena Diamlah. Ceritalah. Bu Lena Tidak punya rumah? 33 .

Lena Ya. BU LENA TERUS MENANGIS. Lena (Lari masuk kamar) Seharusnya kalian jadi orang tua yang benar-benar orang tua! MUSIK PERLAHAN. tidak ada pembicaraan yang menyenangkan. Kalian sibuk dan Lena pun sibuk sendiri. Rumah ini rumah kamu. kami rasa itu yang baik. tapi salah juga… Bu Lena Kita harus bagaimana? Membebaskannya salah. Lena benci. mengekangnya juga bisa salah… TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Siapa lagi? TERDENGAR KETUKAN PINTU. PAK LENA MENUJU PINTU DAN MEMBUKANYA. rumah yang kami bebaskan untukmu. Dulu kami dikekang orang tua kami dan kami tidak suka. rumah ini segalanya dihitung dengan uang. Lena butuh rumah yang benar-benar rumah! Bu Lena (Menangis) Maaf ya. Bu Lena Kita salah mendidiknya… Pak Lena Sebenarnya kita bermaksud baik. maka kami ingin kamu tidak seperti kami. Mungkin selama ini kami tidak memperhatikan kamu. semuanya selalu dihitung dengan uang. Nak. Tidak ada yang perhatikan. Pak Lena Membebaskan kamu bukan berarti tidak perhatian. SAHYDU BEGITU TERASA. kami tidak ingin mengekang. BU LENA Siapa lagi? SELESAI Yogyakarta maret-april 2006 34 .

NONA MERPATI 9. NONA BEBEK 4. NY. NY. NY. KUTILANG 5. KASUARI 6. JOKO PERKUTUT 16. BABON 3. KAKAK TUA 12. NONA ITIK 8. NYI CENDRAWASIH 17. PELIKAN 15. ANGSA 2. NY. NYI KUNTIL JUARA II LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2006 35 . NONA ITIK 10. SWAN SONG 14. BANGAU 7. GAGAK 11. SAWUNG JAGO 13. NY.NASKAH TEATER REMAJA “KONGRES UNGGAS” KARYA : APRIS PELAKU : 1.

mereka akan kawin dimana-mana. NY. Tante. (TERTAWA LAGI. Itu lho Jeng Bebek aneh-aneh saja. (TERTAWA) 3. Nah. cara mengukurnya bagaimana. DUDUK MENYENDIRI DI SALAH SATU SUDUT RUANG ITU DENGAN ANGKERNYA. ya mengobral janji di mana-mana. ANGSA BERSAMA NONA MERPATI PUTRINYA. Padahal. kalau tidak punya semua itu. Lantas. Angsa 4. kedudukan atau uang. Kutilang : Lho. Kalau tidak punya pangkat. Jeng Bebek juga mengatakan. PUTRI NY. (BERHENTI SEJENAK). penjajahan dan kesewenang-wenangan para pejantan terhadap para betina sudah keterlaluan. Babon : : Sedang membicarakan apa. ARISAN. Babon : : O. sejak dulu yang namanya jago itu memang gila. BABON DAN NONA BEBEK. Dia bilang jago-jago kita tambah gila saja. KUTILANG. Kalau punya pangkat. Tidak peduli perasaan para betina yang dikawini. KUTILANG. Angsa 2. 36 . 1. tapi merasa sedikit tampan. BANGAU. ya main perkosa. PENGAWAL NY. para jago kita tingkat kegilaannya sudah sangat tinggi. Apalagi kalau melihat perempuan- perempuan muda. DITEMANI TUAN RUMAH. SAMBIL TERSEDAK-SEDAK) 5. BANGAU. DIIRINGI PENGAWAL SETIANYA JAKA PERKUTUT. SAMBIL MELAHAP HIDANGAN YANG DISAJIKAN. kok kedengarannya meriah banget. cantik dan agak menggoda. (TERTAWA). benarkan. SIBUK MELAYANI PARA TAMU. NYI KUNTIL. Pejantan-pejantan kita tambah brutal dan tidak menghargai para betina sama sekali. Mana ada gila kok tinggi. MUNCUL NY. Kata Jeng Bebek lagi.KONGRES UNGGAS BABAK I RUANG TAMU MEWAH SEBUAH BANGUNAN BESAR MILIK NY. TIDAK LAMA KEMUDIAN. kedudukan dan uang. DISINI AKAN DILANGSUNGKAN PERTEMUAN RUTIN PARA UNGGAS. MEREKA SEDANG ASYIK NGRUMPI NONA ITIK. (TERTAWA). YANG SUDAH TERLIHAT DATANG LEBIH DULU NY. begitu Iya.

pendapat Jeng Bebek itu benar. Sudah. Bebek 9. YANG SESEKALI DILIRIK OLEH NY. Babon : : Ah. Nggak peduli benar atau salah. Itu tidak tegas namanya. Siapa sih yang tidak tahu prinsip media massa. Kalau terlalu dingin. 7. Babon : Tapi tidak semua pejantan seperti itu. radio dan televisi menyajikan berita kebrutalan para pejantan kita. RINGAN YANG PENTING NGRUMPI. Itu kan kenyataan.6. PEMBICARAAN MEREKA DIALIHKAN KE HAL-HAL YANG LAIN. Mereka tidak mungkin berani menyiarkan berita kalau tidak benar. ya tidak akan ada yang beli koran. 14. Kasuari : Kalau saya pikir-pikir. (SEMUA DIAM UNTUK BEBERAPA SAAT. menghibur diri bagaimana. JOKO PERKUTUT ASYIK MELADENI NONA MERPATI DAN NONA ITIK BERSENDA GURAU. 10. (TERTAWA SINIS SAMBIL MEMANDANG BERKELILING. kok juga mendukung Jeng Bebek. MENCARI DUKUNGAN) 37 . 12. itu hanya menghibur diri. DI SUDUT LAIN. merugikan atau menguntungkan orang lain. ANGSA) 15. Masih banyak yang memiliki moral bersih. Ayo. Iya kan. Tidak semua pejantan kita seperti itu. Babon : Ah. Buktinya suami saya. lha … gimana sih Jeng Kutilang ini. Mana mungkin mendukung saya. Bebek : Jumlah itu belum bisa dijadikan bukti. Babon : Eeee. Kalau tidak menyajikan hal semacam itu. Angsa : Ya. Buktinya. Mbakyu. Lho. Jeng Kasuari dan Jeng Angsa. Plin-plan. masih ada pejantan seperti suami saya. tidak begitu. tidak pernah ngobral nafsu dimana-mana. Apa yang dimuat koran. nanti nggak enak lho. Jeng Bangau. diberitakan di radio dan ditayangkan di televisi. MEREKA ASYIK MENIKMATI HIDANGAN YANG DISODORKAN OLEH TUAN RUMAH. 13. Lagi pula. Mas Sawung Jago. suami Jeng Kutilang. Nyatanya hampir setiap hari koran-koran. ngobrolnya kok jadi serius begitu. Yang penting kan laku dijual. dimakan lagi hidangannya. masyarakat kita kan memang paling senang baca berita seperti itu. pasti berdasarkan sebuah fakta. biarpun punya derajat dan uang. Bangau : Waduh. Tapi ucapan Tante Babon juga betul. 11. Jeng. 16. dengarkan radio atau nonton televisi. pokoknya bisa dijual. 8. Angsa : Saya kok setuju dengan Tante Babon. Bebek : Mungkin saja. itu kan memang kerjaan wartawan dan lahan penghidupan media massa.

baik cetak maupun elektronik. Bangau : Benar. Bisa runyam nanti. Jeng Bebek juga dinilai begitu. 25. 21. 19. MESKI ADA BEBERAPA YANG TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI). Wong suami saya tidak begitu. mengatakan semua pejantan kita sudah bejat moralnya. 18. Kita tidak bisa seenaknya sendiri. Menyamaratakan. 20. 38 . Kita memang tidak boleh seenaknya sendiri. Angsa : Saya setuju dengan pendapat terakhir. Dalam setiap persoalan. Benar semua atau salah semua. bisa benar atau salah semua. tidak tahu saya. (SEMUA YANG HADIR MANGGUT-MANGGUT. tapi juga benar. 24. Mungkin Jeng Angsa bisa menjelaskan. Dus. Saya dinilai salah. Angsa : Dalam dunia keilmuwan. ini gimana. Saya kok jadi bingung. padahal yang melakukan hanya seekor pejantan. 22. Salah semua atau benar semua. Kita tidak boleh mendua. 26. atau istilah ilmiahnya menggeneralisir setiap persoalan. benarkan apa yang saya katakan. Pasti hanya satu yang salah dan satunya benar. hanya karena suami Jeng tidak begitu. untuk mengetahui apakah pendapat atau ucapan itu benar atau salah. Malah jadi tidak nyambung. kita seharusnya hanya mendukung salah satu pihak. Pendapat atau ucapan yang disampaikan. Sementara Tante Babon benar. Nah. to. Berarti yang bejat hanya seekor dan yang baik juga hanya satu ekor. Lantas. kita tidak boleh mengungkapkan statement secara ngawur. Jadi. tapi benar berdasar fakta atau penelitian. Tidak bisa keduanya. Bangau : Iya. 23. Kasuari : Yang saya maksudkan begini. karena memang tidak semua pejantan bermoral bejat. Babon : Jeng Angsa ini aneh. belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jeng Bebek benar karena semua media massa. Segala sesuatunya harus kita teliti dan kemudian kita analisis. Tidak bisa dijadikan dasar analisis. Asal bicara. Ah. Babon : Lha. Angsa : Jeng Babon juga tidak bisa menyalahkan Nona Bebek. yang terbaik bagaimana. Kan tidak mungkin salah semua atau benar semua. Babon : Wah. selalu menyajikan kebrutalan para pejantan kita. kok. Saya juga jadi bingung. hal itu bisa saja terjadi.17. sehingga kami jadi mudheng. Angsa : Begini lho Jeng.

Babon : : Wow. Kalau semuanya mau tinggal disini lebih lama dan berbincang-bincang. silahkan. akan sia-sia saja. Dus. Harus lewat penelitian. Bangau 37. Angsa : Itu kalau nyonya-nyonya di sini mau menguji kebenaran dari apa yang sudah diperbincangkan tadi secara ilmiah. 33. Sementara. Kita harus melakukan penelitian untuk menjernihkan persoalan ini. Iya. Apa kita mau disini seharian hanya untuk memperdebatkan hal yang tak kita ketahui. mengumpulkan betina dari seluruh dunia? Ck … ck … ck. Tapi seperti kata Tante Babon tadi. Kami kan masih punya kegiatan lain. Kalau saya. bagaimana dengan aktivitas kebabonan kita. Bangau 30. 36. 28. tanpa tahu ujung pangkalnya dan tidak mengerti mana yang benar. Paling tidak ya harus lewat forum musyawarah nasional atau bahkan musyawarah internasional. tinggal setuju atau tidak. Babon : : Waduh. Kalau saya lebih setuju mengumpulkan betina dari seluruh dunia dan mengadakan musyawarah untuk membuat resolusi.maka harus diadakan penelitian. itu ide gila. 34. Apalagi menyangkut sekelompok kaum. Kasuari : Saya setuju dengan pendapat Jeng Angsa. sampai harus mengadakan penelitian dan musyawarah segala. kita hanya bicara dan berdebat terus. Lalu biaya untuk menyelenggarakan acara itu cari di mana? 39 . Babon : Ya jelas tidak mau saya. Paling tidak ya sebagai ibu rumah tangga dan istri. Kutilang : Melakukan penelitian. 29. Cara yang terbaik yang seperti yang dikemukakan Jeng Angsa. Pembicaraan sederhana kok tiba-tiba jadi ruwet begitu. 35. Kok jadi tambah ruwet begitu. Babon : Wah. mana yang salah. 32. berarti butuh waktu yang cukup panjang dan dana yang agak besar. juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. kok jadinya malah ruwet. Kalau tidak. Kalau Jeng Bebek bagaimana. Masak hanya dari omong-omong harus begitu panjang dan lama penyelesaiannya. Bebek : Ya ndak bisa hanya sesederhana itu kalau masalahnya menang luas dan besar. 27. Di samping memakan waktu lama. waduh. Bangau : Kalau saya tidak jadi masalah. hasilnya sulit diyakini kebenarannya. 31.

Kasuari : Bagaimana nyonya-nyonya. TAMPAK TANTE BABON. Dalam susunan yang kalian buat nama saya kan tidak ada. DENGAN PAKAIAN YANG SERONOK. Koor : Setuju ………………………… BABAK II SEBUAH RUANGAN BESAR ATAU LAPANGAN YANG CUKUP RINDANG. saya kan tidak terdaftar sebagai panitia. sana ikut nimbrung. Ada dalam acara ini. DI BERANDA. NYI CENDRAWASIH. ndak masalah. Bebek : Kita bebankan pada negara. Selama ini. Sawung Jago : Sudahlah. Masak kumpul sama jago kampung yang tidak berprestasi. Sawung Jago 45. Saya kan malu. 41. saya kan termasuk panitia inti. kalau para pejantan mengadakan acara pasti membebankan seluruh biaya pada negara. Kalau sekali-kali kegiatan para babon dibiayai negara. Masih dialiri darah biru. Bagaimana nyonya-nyonya setuju? 40. Panitia yang ngurusi konsumsi. (TIDAK LANGSUNG TERDENGAR JAWABAN. Yang penting konsumsi. Babon : : Orang seksi konsumsi kok panitia inti. (MUNCUL NY. Jeng Bebek. 44. Babon : Mas. Babon : Meski kamu tidak tercantum dalam daftar panitia. 46. NY. Jangan hanya menyendiri di belakang. Tidak usah macem-macem. 40 . MEREKA MASING-MASING SIBUK BERBICARA SENDIRI-SENDIRI). apa acara ini nanti bisa berlangsung sehari penuh kalau tidak ada konsumsinya. kumpul sama jago-jago teras kita. Soal kumpul dengan siapa. TAMPAK JOKO PERKUTUT. Kasuari : Jeng Babon sudah datang. BANGAU. kan tidak ada jeleknya. KASUARI. 43. MASIH TAMPAK LENGANG. Lho. Setidak-tidaknya kamu masih trah dalam. BERSAMA SAWUNG JAGO SUAMINYA. NYI KUNTIL. 39. TAPI RUANGAN ITU SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA UNTUK KEPERLUAN MUSYAWARAH ATAU SEMINAR INTERNASIONAL. Sawung Jago : Habis. apakah semuanya setuju dengan gagasan. ANGSA. NY. NONA ITIK. 42. NONA MERPATI DAN NONA BEBEK) 47. Lha kok saya disuruh kumpul sama jago-jago teras. Pokoknya saya hadir.38.

Kan kemarin anggarannya tidak masuk ke anggaran saya.48. Lama tidak bertemu. ketika aku sedang mengincar Merpati dan Itik. 58. Sawung Jago : Tidak apa-apa. Kasuari 50. Kami yang ngurus konsumsinya. Bagaimana kabarnya. ya yang muda. Maaf. Untuk jago lainnya. kakang Sawung Jago ini ada-ada saja. ya belum. 52. Nona Itik : Iya. Sawung Jago : Namanya juga usaha. YANG TINGGAL HANYA SAWUNG JAGO). Sejak dulu. 54. dan Joko Perkutut. kamu lagi-lagi nimbrung. Nona Merpati : Saya dan Nona Itik sudah berembug dengan Mas Joko Perkutut. Ada-ada saja. Sawung Jago 61. 56. (PERGI SAMBIL MARAH-MARAH. Yang melayani juga harus spesial. Kakak Tua : : Yah. Saya yang dipilih jadi penerima tamu malah datang belakangan. dari dulu bisanya hanya petok-petok. Kok lama ndak kelihatan itu kemana saja. (TIBA-TIBA KAKAK TUA DAN GAGAK MASUK SEHINGGA MENGAGETKAN SAWUNG JAGO) 57. pencuci mulutnya belum terbayar. Joko Perkutut kan jadi urusan saya. kita harus kerja makin keras. jadi ya tidak sempat kemana-mana. Kang? 62. lumayan meski tambah kurus. Jeng? Pokoknya beres. jadi ya agak pagi berangkatnya. diurusi Nyi Cendrawasih dan Nyi Kunti. Lantas. Jadi segalanya harus serba spesial. Mas. yang kerja hari ini sudah disiapkan konsumsinya atau belum. Kakak Tua : Kakang Sawung Jago malah sudah sampai disini. Ya yang tua. Ah. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Maklum. Kini. Angsa : Kalian berdua ini memang lancang. Babon 49. kamu datang merebut. 55. Sawung Jago : Babon. dia kan mahasiswa. Angsa : : : : Lho. Hanya saja. Mereka kan sudah mengajukan anggaran sendiri. nasibmu baik benar. Babon 51. 41 . Bagaimana konsumsinya. iya. Kami menyediakan diri sebagai sukarelawan. Mas Joko Perkutut tidak senang kalau dibuatkan konsumsi seperti jago kebanyakan. ya jelas dong. Kakak Tua : O. Tadi sekalian mengantar istri saya. Babon : Lha. Masih muda mau seenaknya. 59. Waktu aku mengincar Angsa. 53. lho Mas. kan sehatsehat saja? 60.

MATANYA MELOTOT MEMANDANG. Gagak : Memang benar. Tidak angon situasi. Ini berarti mereka tidak menghormati para betina. benar-benar keterlaluan. Ini yang tidak pernah anak-anaknya. Apa pengusaha sekarang juga diajari perang-perangan. Bedanya. Bebek : Saudara-saudara betina. Bahkan mencarikan makan anak-anak kita.63. maka para betina di seluruh dunia harus bersatu dalam sebuah wadah. SETELAH MENDENGUS KESAL. Kenapa mereka tidak menghargai kita. Saya juga lihat sendiri cara kerja Kakang Sawung Jago. Padahal kita bisa mencari makan sendiri. Tapi kenapa kita malah diperlakukan sewenang-wenang mempedulikan oleh para jago. ACARA PERTEMUAN DIMULAI 65. Ujas-ujus. Agar mengetahui wewenang. yang nantinya akan menetapkan aturan main bersama penguasa. kok kakang kemarin sepertinya serius mengejar musuh. ANGSA TAMPIL BERBICARA) 42 . karena salah kita sendiri. (TERDENGAR TEPUK TANGAN RIUH). dan para jago tahu yang namanya keadilan. Maka wajar kalau manusia wanita rela disewenang-wenang manusia laki-laki. Untung keduanya cukup lincah dan gesit. sehingga tidak tertangkap oleh si tua bangka itu. MAKSUDNYA MAU MARAH. dan menyampaikan resolusi. Lebih-lebih kalau masuk klasifikasi pejantan. Pakai kejar-kejaran segala. Kita berbeda dengan yang namanya manusia wanita. Kakang Sawung Jago itu aneh. Kemarin Itik dan Merpati yang dapat giliran dikejarkejar mau diperkosa. para betina akan datang sendiri. Berbeda dengan kamu. LANTAS PERGI MENINGGALKAN KAKAK TUA DAN GAGAK YANG TERSENYUM SINIS). sehingga sangat tergantung pada manusia laki-laki. Tidak usaha dikejar-kejar. 64. Yaitu mau menerima perlakuan sewenang-wenang mereka. TIBA-TIBA NY. ada yang bisa lebih menjaga diri. Tapi ada juga yang tidak mau menjaga diri. Apalagi di dunia manusia ada peribahasa: surga dan neraka ikut laki-laki. tidak ada peribahasa semacam itu. Mereka kebanyakan tidak bisa cari makan sendiri. Kakak Tua : Yah. (TERDENGAR TEPUK TANGAN LAGI). Tapi di dunia kita. (SAWUNG JAGO TIDAK MENJAWAB. Sudah punya istri resmi dan beberapa simpanan. grusa-grusu. TAPI TIDAK JADI. Kita tahu bahwa para jago dimana-mana senang wayuh. (TEPUK TANGAN MERIAH LAGI. kok ya masih senang mengejar ayamayam dara. begitulah yang namanya jago. Melihat situasi dan kondisi.

Seandainya dalam sebuah kelompok ayam ternyata jumlah jagonya lebih banyak dibanding betinanya atau sebaliknya. Masak kaum betina kami selalu dikurung secara bergerombol dalam satu kandang dan tidak pernah diberi seekor pun jago. Kedua. Ini benar-benar tidak adil dan harus dihentikan. tanpa harus memikirkan pernikahan. kita harus menyusun sebuah resolusi yang isinya antara lain: jago satu hanya boleh memiliki atau mengawini seekor betina. Pertama. masing-masing bisa saling menghargai satu sama lain. unggahungguh dan semacamnya adalah nonsens. memang perlu dipertimbangkan kembali. saya sampaikan beberapa catatan penting. Betina bisa melayani selusin jago. Harap jangan berisik. Bikin resolusi yang memprotes sistem manusia memelihara ayam. Para betina punya harga diri yang patut diakui para jago. Soal wayuh.66. Terlalu usang dan ketinggalan zaman. kita harus secara aktif mengadakan pendidikan. Kini kami mulai memasuki kehidupan yang sangat bebas. membuat resolusi buat manusia yang memperlakukan bangsa kami dengan semenamena. Sama sekali tidak hewani. Kami bebas melakukan hubungan. Tidak perlu menang-menangan. Swan Song : Kami memahami betul apa yang disampaikan kedua betina terdahulu. bagaimana. kita harus selalu mengkampanyekan bahwa betina bukan hanya sekedar pabrik telur yang bisa diperlakukan sewenang-wenang. (TERDENGAR GERUTUAN DAN MAKIAN). begitu pula sebaliknya. Pelikan : Saya setuju dengan Swan Song tadi. Hal itu terus berlangsung sampai kematian menjemput mereka. wewenang. Menyambung langsung apa yang baru saja disampaikan Nona Bebek. Karena dinegaranya memang kekurangan wanita dan terlalu 43 . Ketiga. kami dari masyarakat modern. jago dan betina punya hak sama dalam perceriaan. kami dari negara yang sudah sangat modern. Tapi itu masa lalu. 68. Kami pun dulu tak terhindar dari keadaan dan situasi semacam itu. Dengan demikian. tapi setiap hari diharuskan bertelur. Kita perlu mencontoh wayang. Ingat. Maklum. yaitu Pandawa. Drupadi itu suaminya lima. Perkawinan bukan lagi hal yang penting. melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang hak. (TEPUK RIUH) 67. serta tugas para betina maupun jago dalam pergaulan hidup sehari-hari. Kami justru punya usulan. Jadi soal tata tertib. Angsa : Saudara-saudara. tanggungjawab.

karena di Drawati kekurangan pria dan terlalu banyak wanita. Betina yang dipelihara oleh manusia untuk tujuan penghasil telur. begitulah. Begitu pula yang dipelihara untuk diambil keturunannya. Kasuari : : Ngalamun. BLACK OUT BABAK III FADE IN TERAS SEBUAH RUMAH. (TERDENGAR JAWABAN KOOR SETUJU). ya Jeng? (AGAK TERKEJUT). Jeng. apakah pembentukan wadah dan isi resolusi disetujui. Kasuari : Sama. dimana jumlah wanita dan pria seimbang. Bagaimana pada semua yang hadir. Babon 71. Babon : Yah. Babon : Tidak dari mana-mana. kok jam sekian masih di luar. KUTILANG DUDUK TERMENUNG SEORANG DIRI. 4. 3. yang disepakati : 1. harus tetap diberi jago yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah betina. Malah sampai disini. Dengan kata lain. wayuh hanya diperbolehkan bukan karena kebutuhan seks semata. 5. Mbakyu. namanya saja wiraswasta. Di rumah sepi sekali. 73. Betina tidak boleh wayuh. 75. enggak kok. seperti yang dianut ayam ras. 72. Kasuari : Dan Mbakyu mempercayainya. 69. 6. Katanya untuk meningkatkan usaha. silahkan duduk. Sementara Kresna istrinya tiga. 44 . Jadi ya sering pergi. Dari mana. Manusia dilarang membudidayakan ayam seenaknya sendiri. SEMENTARA SUASANA TAMPAK LENGANG DAN SEPI. Mari Mbakyu. Saya memang sengaja kemari untuk ngobrol. Betina bisa menceraikan jago. Ah. Rumah saya sekarang juga sering sepi. Jago boleh menceraikan betina. NY. disepakati berdirinya perkumpulan betina se dunia yang diberi nama KONGRES UNGGAS SE DUNIA. tapi karena keadaan yang memaksa. MALAM BULAN PURNAMA. 70. TAMPAK ASYIK. Usulan betina lokal baru bisa dijalankan kalau situasinya seperti di Madura dan Awangga. MEREKA BERDUA NGOBROL. Jago tidak boleh wayuh. TIBA-TIBA DATANG JENG BABON. Maklum. 2. Apa Sawung Jago sering pergi? 74. Kasuari : Untuk menyatukan para betina di seluruh dunia.banyak pria.

entek ngalas. ndak tahunya kencan dengan betina lain. Bermuka dua. Dikasih kesempatan. Tapi di belakang. Merekalah yang sering memancang para jago untuk nyleweng. apa seburuk itu namanya jago. Babon : Masak ada betinayang punya watak seperti itu. Jangan-jangan malah sampeyan yang sudah ketularan penyakit manusia perempuan. 78. Kasuari : Tidak. Tapi setelah musyawarah besar beberapa waktu lalu. Kalau suami kita beri kepercayaan penuh. Termasuk pada suaminya sendiri. Curigaan saja kerjanya. TAPI SAYA PERCAYA SAMA KESETIAAN SUAMI 45 . Babon 81. 84. Bilangnya nglembur. Jeng Kasuari kok jadi begitu. Babon : Ya jelas. saya jadi sering mikir. istilah apalagi itu. Jeng Kasuari ini kok ada-ada saja. Jangan-jangan suami saya sudah kelurahan penyakitnya manusia. Dia tidak pernah menyeleweng. Amit-amit. 77. gitu. Kasuari : Saya juga dulu punya pandangan yang sama dengan Mbakyu. meski pergi dari rumah sampai berhari-hari. di muka orang banyak sangat berapi-api membela dan memperjuangkan hak kaumnya. tidak-tidaknya kalau mereka nyeleweng. Kalau suami saya pamit keluar rumah sampai menginap. Ini serius. 79. suami saya merupakan tipe jago yang setia. Mbakyu. Artinya. Lagi pula. buat apa tidak mempercayai suami yang terus keluar rumah untuk mengembangkan usaha. Ya entek omah. Jangan terlalu curiga. Babon : Weh … weh … weh. 80. Mbakyu. Babon : Jangan-jangan … (AGAK GELISAH. Mbok ya yang semeleh. 86. selingkuh. 82. Dan betina seperti itulah yang sering ngrusak tatanan. ya nglonjak. sejak sebelum musyawarah yang baru lalu dilaksanakan. saya tidak pernah menaruh curiga. TAPI KEMUDIAN MENGHIBUR DIRI SENDIRI). 85. Para jago itu ndak bisa dilair-batini. Jeng? Ya bukan hanya para jago yang punya watak buruk seperti itu. Jeng. Saya tidak guyon.76. kadang beberapa hari. Babon 83. Sejak adanya Perkumpulan Betina Mardika dan resolusi yang dihasilkan beberapa waktu lalu. Kasuari : : Walah. Kasuari : E … namanya jago kok diumbar. Kasuari : : Ah. Paling-paling untuk meningkatkan karier. Tidak pernah percaya sama manusia lain. Para betina juga banyak yang senang bermuka dua. Senangnya kok guyon. dong.

Mbok kamu saja yang menjelaskan. Anu apa. KASUARI TERSENYUM KECUT. Cuma anu … e … anu … 91. AKHIRNYA BISA JUGA BICARA). MARAH. Mereka mungkin sedang jalan-jalan sekeluarga. Nyi Kuntil 88. Gajah midak rapak. Kasuari : : : Wah. bingung aku. di taman kota. 96. ayo. 90. Nyi Cendrawasih : Tapi mereka berkelompok secara terpisah-pisah. KECEWA CAMPUR JADI SATU. Ya. ayo. Bengak-bengok ndak karu-karuan. Kasuari : Itu kan biasa. anu dheng … ah. GELISAH. kami lihat pemandangan yang nganeh-anehi. Tidak plinthat-plinthut seperti itu. Nyi Kuntil : Eh … oh … ah. gitu lho. 46 . Kalian ini ada apa. Begitu saja kok didramatisir. Mbok bicara to the point saja. SEPERTI TAK MENGETAHUI KEBERADAAN KASUARI DAN BABON). Nyi Kuntil : (SETELAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA. 87. Kasuari 92. 94. nggak ada apa-apa kok Nyonya. Kami melihat suami Nyonya berdua bersama Nona Bebek dan Nona Merpati. tegas. Nyi Kuntil : : Nganeh-anehi bagaimana. (NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH TERKEJUT. 93. TIBA-TIBA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH DATANG DENGAN SIKAP TAK MENENTU. kok. Iya. Nyonya. Ayo ngomong yang benar. (NY. Ketika sampai di taman kota. Babon 97. Kacau. Datang-datang kok kayak orang ayan. WAS-WAS DAN TAKUT). Salah satu dari kalian harus bicara terus terang dan yang sebenarnya. di tempat remang-remang. Kasuari : Sudah.SAYA. E … e … e. Mbok kalau bicara itu yang jelas. Senangnya kok bikin dhegdhegan. 98. Apa itu. gawat. Babon : Iya. Nyi Cendrawasih 89. Tidak berperi kebinatangan. Ada apa. Kami berdua kebetulan sedang jalanjalan. Menikmati malam terang bulan yang indah ini. ini ada apa. KOK. 95. 99. JAGO LAIN BISA SAJA MUDAH DIGODA. Begini. Merusak tatanan. Nyi Cendrawasih : Wong cuma anu. 100. Babon : : Cuma apa. TAPI SUAMI SAYA TIDAK.

108. KASUARI. SEMUA PASANGAN YANG SEDANG PACARAN TERKEJUT. Nyi Kuntil dan Nyi Cendrawasih. BLACK OUT – FADE IN LCD TAMAN KOTA MALAM HARI TERANG BULAN. 102.101. NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH BERINDAP-INDAP MENDEKATI YANG SEDANG PACARAN. Kasuari : : : Wah. KASUARI SERTA NY. DARI KEJAUHAN. NY. Kasuari : Lho. benar. BABON BERTERIAK HISTERIS LALU JATUH PINGSAN. Nyi Kuntil : Bukan begitu. Kasuari : Apa …! Mereka berpasangan di taman kota? 104. Kita harus menyelidikinya ke sana. TAMPAK ENAM PASANG AYAM SECARA SILUET SEDANG BERCUMBU RAYU. DI ANTARA RERIMBUNAN TANAMAN TAMAN. tunjukkan tempatnya. JOKO PERKETUT DENGAN ANGSA. Berpasangan! 103. gawat. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : I … I … ya … 105. Mbakyu. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : Baik. Ayo. Mereka berkelompok dua-dua. NY. BABON. SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN DARI KATA-KATA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH. Nyonya. SAWUNG JAGO BERPASANGAN DENGAN NONA BEBEK. Biasakan. GAGAK DENGAN NONA ITIK. NAGATUMURUN DENGAN NONA ITIK DAN KAKAK TUA DENGAN BANGAU. TAMPAK NY. ADA YANG 47 . SUASANANYA REMANG-REMANG. BINGUNG DAN LARI BERSERABUTAN. yang namanya keluarga itu kan ya berkelompok-kelompok. (MEREKA BERGEGAS PERGI KE TAMAN KOTA UNTUK MENYELIDIKI KEBENARAN UCAPAN NYI KUNTI DAN NYI CENDRAWASIH). MENELITI TIAP-TIAP PASANGAN DENGAN TELITI DAN CERMAT. Kasuari 106. Babon 107. Nyonya. Iya.

Sama persis dengan manusia. mengkampanyekan hak azasi dan mempropagandakan disiplin rasional. BABON YANG PINGSAN. pelanggaran dan semacamnya. SERTA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH YANG BERDIRI BENGONG.SAMPAI BERTABRAKAN DENGAN PASANGAN ASLINYA. Nyi Kuntil : Begitulah ayam. suka melanggar ketentuan dan kesepakatan yang sudah dicanangkan. Nyi Cendrawasih : Mereka senang bikin resolusi. Nyi Kuntil : Memang mengherankan. TINGGAL NY. KASUARI DAN NY. Beribu peraturan dikeluarkan dan ratusan kesepakatan disetujui. SEKEJAP KEMUDIAN PANGGUNG KOSONG.  T A M A T  48 . 110. SUARA TERKEJUT BERBAUR DENGAN JERIT KESAKITAN. SITUASI BENAR-BENAR KACAU. Memang aneh yang namanya ayam dan manusia itu. tetap saja terjadi penyelewengan. 111. 109. KEDUANYA NAMPAK GEDHAG-GEDHEG TIDAK HABIS PIKIR. Senang main cinta belakang. tapi kemudian mereka langgar.

Juara 3 Lomba Penulisan Naskah Teater Remaja Taman Budaya Jawa Timur 2006 Karena kekuasaan tidak gratis didapatkan. Ia harus direbut dan diperjuangkan………sendiri! KUD TA Sebuah Naskah Teater Remaja Oleh: JONED SURYATMOKO 49 e .

siswi kelas II. galak. siswi kelas II. siswi kelas II. mantan Jagoan BRIAN. BUNGA. Kamar LINDA. Dalam hati LINDA (selera lokal disesuaikan) 50 . siswa kelas III. para siwa dan siswi yang lain WAKTU Sekarang TEMPAT SMA di Indonesia. siswi kelas III. idola kelas II dan III. siswi kelas III. mantan Jagoan MEYMEY. NUNGKI. mantan Jagoan KANDI. PAK ISWADI. guru pendamping OSIS. siswi kelas III. HELEN. hampir pensiun IBU. halaman sekolah. siswi kelas II. ibu LINDA Untuk adegan hiruk-pikuk bisa ditambahkan lebih banyak figuran.PEMAIN LINDA. RATNA. masih agak muda KEPALA SEKOLAH.

Karena itulah kemenangan sebenarnya. yakni LINDA. Masalah muncul ketika ternyata aksi kudeta mereka mengalami banyak halangan. Mereka tahu bahwa mereka harus segera menyusun rencana untuk segera menunjukkan bahwa merekalah jagoan murid perempuan di sekolah. Ia juga menyadari bahwa ia harus tetap siap mewujudkannya sendiri. Satu kesempatan tersedia ketika Linda ditawari menjadi Ketua OSIS.SINOPSIS KUDETA Tahun ajaran baru sudah mulai. 51 . Namun tawaran itu ditolaknya. Murid kelas III belum rela melepaskan jabatan jagoan mereka. halaman sekolah dan juga toilet. Baginya menjadi jagoan dengan jabatan hasil pemberian sekolah tidak akan membanggakan. Empat murid kelas II. Bunga dan Ratna sudah harus mengikuti bimbingan belajar sejak kelas II. Dengan demikian mereka bisa menguasai kantin. HELEN. Murid kelas III yang baru akan segera menghadapi ujian nasional dan terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar. Linda tertinggal sendiri ketika ternyata Helen juga sudah berhasil mendapatkan murid kelas III yang menjadi idola mereka. Kinilah saatnya bagi murid-murid kelas II yang baru untuk melakukan kudeta merebut kekuasaan jagoan sekolah mereka. BUNGA dan RATNA menyadari hal itu.

Tidak ada suara apapun! Pelan-pelan selembar demi selembar kertas putih jatuh dari langit-langit panggung. Emiliano Gonzales melakukan kudeta tahun 1908 dan Liberato Marcial Rojas melakukan kudeta tahun 1911. Ibu tidak memaksamu! Kamu bebas berkegiatan apa saja! Tapi jangan lupa belajar!!! Ketika IBU bicara. IBU : (tiba-tiba lagi. OS.sama anak sendiri ibu tega? Ibu tidak menyalahkanmu. Lebih dari sepuluh kali kudeta terjadi di Paraguay. Ibu percaya padamu!!!! : Selama liburan aku membaca sejarah ini. melengking dari ujung kanan panggung) Beras sekarang mahal! Minyak semakin mahal. tapi karena akan ada sesuatu yang berbeda. Kemudian duduk.OPENING Panggung dibiarkan lengang beberapa saat. Manuel Gondra dipaksa mengundurkan diri. seperti kebiasaan kudeta berikutnya berkali-kali terjadi. Bukan karena aku ingin belajar lagi. Tahun 1904 Juan Gaona melakukan kudeta dan menjadi presiden. Selembar demi selembar! Penonton dibiarkan menikmati jatuhnya kertas-kertas tersebut dalam diam! Setelah beberapa saat. LINDA : Katanya. IBU berdiri dengan tegak di ujung kanan panggung! Memandang ke arah entah!! Ingin berkata sesuatu dan selalu ingin berkata sesuatu. aku harus bersyukur karena masih bisa sekolah. Lampu boleh terang boleh temaram. menyia-nyiakan sekolah. Hanya ada beberapa kursi. IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!! 52 OS LINDA . Banyak orang yang ingin sekolah tapi tak bisa sekolah. Sekolah juga mahal! Tidak ada yang murah sekarang! Jadi… kamu harus belajar dengan benar!! OS. LINDA muncul dengan seragam sekolah dan tas. dan meneruskan menulis. IBU : (melengking lagi) Asal kamu tahu. berjalan perlahan ke arah salah satu kursi. OS. Ia membuka bukunya. kata ibu. Tahun 1905 Dr. sementara aku. Sementara pada tahun 1912 kudeta dilakukan Dr. Ibu selalu mengingatkan aku. Banyak pemimpin di Negara Amerika Selatan ini yang digulingkan dan digantikan dengan paksa. melengking dari ujung kanan panggung) Masa. Dengan sedikit omelan tentu saja! IBU : (tiba-tiba. Kemudian. Cecilio Baez melakukan kudeta. membawa buku hariannya. Pedro Pena. Tahun 1921 Dr. LINDA : (seperti bicara pada dirinya sendiri) Setiap kali aku menikmati liburan panjang dan bermalas-malasan. bahwa liburan kali ini aku benar-benar menginginkan masuk sekolah kembali. LINDA : Ibu tidak tahu..

Tahun 1948 Dr. Menggulingkan kekuasaan murid kelas III. HELEN : (pamer pada LINDA) AKu tahu aku harus minta maaf! Karena aku tidak membawa oleh-oleh. Felix Paiva kudeta. tapi menyentak!! Panggung menjadi terang!! BAGIAN I Halaman sekolah 1. OS LINDA IBU : (lebih pelan. hampir putus asa!!) Jangan!! PAUSE! IBU terdiam tertahan!! Mendesis-desis entah apa yang diucapkannya.OS. Tapi asal kalian tahu. aku melewatkan liburan terindah kali ini! Tidak terceritakan. LINDA : Pada tahun 1936 Kolonel Rafael Franco juga melakukan kudeta. Jendral Higinio Morinigo kudeta tahun 1940. Ia lalu menulis kembali. tidak terkatakan! LINDA : Sayangnya. LINDA : Ini liburan! Kita bebas kemana saja kan! BUNGA : Iya. Juan Natalico Gonzales dikudeta dan…… IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!!Jangan!! : tahun 1989 Jendral Adres Rodriguez melakukan kudeta. Suasana menjadi gaduh. Akan ada yang membuktikan siapa yang akan menjadi siswi jagoan di sekolah ini. Tahun 1937 Dr. BUNGA dan RATNA dengan teriakan-teriakan kegirangan. Seperti ingin melarang seseorang. Sebelum kertas menyentuh lantai. juga tidak ingin ditanyakan! BUNGA : Memang kamu liburan dimana? Paling ke rumah nenek! Disambut ketawa yang lainnya. muncul HELEN. Jangan nakal!!! Lalu IBU berlari EXIT dengan cepat sambil terus berteriak!! Seperti tak ingin terlambat! LINDA melihat lembaran kertas terakhir jatuh. Aku merasa sudah waktunya melakukan kudeta. LINDA berhenti menulis dan melihat kertas-kertas yang masih jatuh. OS. Mereka harus turun!! Kelas III harus segera turun!!! Segera!! IBU : Jangan nakal!!!!!!!!! Sudah Ibu bilang. Tidak sesuatupun terjadi. Musik sepotong. nih! Susah kalau liburan! Kerjaanya makan terus! Kita jadi gendut semua nih! Lihat! 53 . LINDA : Tahun ini aku sudah naik kelas II.

BUNGA menunjukkan badannya RATNA : Itu sih memang sudah gendut sebelum liburan! Yang lain ketawa. MEYMEY dan KANDIi.aku tidak akan melupakan perlakukan kakak kelas tahun lalu! Yang lain tertawa. Lalu tanpa mereka sadari muncul siswi-siswi kelas III..hm……apa ya…! RATNA : Aku tidak merasa apa-apa! LINDA : Kita sudah kelas II! BUNGA : Lantas? HELEN : aku tahu! Aku tahu! Kita jadi terasa lebih tua! RATNA : memang kita tambah umur kan? LINDA : Bukan itu! Kita merasa lebih tua karena di sekolah ini kita sekarang punya….kamu pakai tas baru ya!! He. he… he… kaya anak SD saja. HELEN : adik kelas! RATNA dan BUNGA menutup mulutnya! RATNA : Benar juga! BUNGA : Kita sekarang bukan yang paling bontot di sekolah ini. LINDA : sekarang kita punya adik kelas. kayaknya ada yang tidak jadi dikeluarkan dari sekolah nih! KANDI : Iya…atau jangan-jangan ibunya merengek-rengek ke Kepala Sekolah supaya dia tidak dikeluarkan…. kalau kalian ingat…. NUNGKI : (menyindir LINDA) Wah. Kulit mereka. Masing-masing langsung diam. Lalu masing-masing saling memeriksa satu yang lainnya. Mereka adalah NUNGKI. pipi mereka.. 54 . BUNGA juga.. Tahun lalu kita seperti itu! Dan. Suasana ribut kembali!! 2. pinggul.pengalamana buruk! BUNGA : Ehm. kaki.ini hadiah!! Aku tidak minta dibelikan kok …!!! HELEN : Tapi minta hadiah!!! Sama saja!!! LINDA : kalian merasa berbeda? HELEN : maksudnya? BUNGA : ya. Kalian perhatiakan murid kelas I.. naik kelas pakai tas baru!! BUNGA : Ih. tentu saja! LINDA : Aku merasa lebih.sampai… LINDA : (pada BUNGA) Wah...

Meminta pacaranya itu menahan pembicaraan. LINDA : Heh! Aku tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah hanya karena pernah menjambak rambutmu dan memasukkanmu ke dalam bak mandi!! Teman-teman LINDA tertawa.. Ia menghampiri NUNGKI ingin mengucapkan sesuatu. jadi pecundang? Heh? Sudah menjadi peraturan tidak tertulis.? NUNGKI : Pacar? Hm…. BRIAN : Hm……. nanti saja ya!! Aku baru sibuk mengajari adik-adik kelas ini sopan-santun dan kepribadian.! tapi kalian harus menghadapi jam tambahan setiap hari. Kalian harus cium tangan pada kakak kelas.NUNGKI. HELEN : Kalian memang kelewatan!! Kalian sudah tua! Sudah bau tanah!! Sebentar lagi juga keluar dari sekolah ini. Wajah NUNGKI jadi semakin marah! MEYMEY : Memang sih! Tapi emang enak jadi junior. idola anak-anak kelas III dan II muncul dengan langkahnya yang mantap. KANDI dan MEYMEY terbahak.. Tapi NUNGKI menempelkan jari temunjukkanya di bibir BRIAN. Ayo…. Nanti aku temui kamu! Ya? 55 .murid-murid kelas III terlalu malas buat pacaran dengan adik kelas! Kalian kan manja! Anak kecil! Kolokan! Mereka lebih senang pacaran dengan kami!! Pada saat berbicara seperti itu NUNGKI sudah yakin benar pada omongannya. kami masih punya setahun untuk menindas kalian!! Tahu? BUNGA : Ya. NUNGKI : Brian. Kalian harus menghadapi ujian akhir!! NUNGKI : Jangan salah! Kami masih cukup pintar untuk menghadapi ujian dan tetap menjadi jagoan!! Kalian? Hm…sepertinya masih harus banyak belajar? BUNGA : Mungkin! Tapi bagaimana dengan …. LINDA dan kawan-kawan tampak geram. kalian para adik kelas harus tunduk pada kakak kelas! Tidak ada tawar menawar. Juga LINDA. Lalu BRIAN. MEYMEY mengulurkan punggung telapak tangannya seperti mempersilahkan mencium tangan. Teman-teman HELEN menyoraki!!! KANDI : Sebentar lagi? Tidak salah tuh? Kami masih setahun di sini! Itu artinya.

Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. KEP. P. namun kemudian dia meninggalkan NUNGKI. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. BRIAN masih sempat melirik murid-murid kelas II.LINDA? : Ya. MEYMEY : Bagaimana? Kalian masih belum percaya kalau murid kelas III lebih suka pada kami? RATNA : Tunggu saja saatnya!! Tapi bagaimanapun kalian sudah kelas III. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. KEP.BRIAN semula agak ragu-ragu. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. Sudah saatnya kalian…………. MEYMEY dan KANDI langsung panik. LINDA dan teman-temannya nampak geram dengan kecentilan musuhnya itu. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI.. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dkk. ISWADI : Ehm…. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! MUSIK menghentak. LINDA dan kawan-kawan lebih lega setelah melihat murid-murid kelas III pergi. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. seperti ingin mengucapkan sesuatau tapi tak jadi. Jadi. Mereka berlarian. Teman-teman NUNGKI nampak puas. khususnya murid-murid kelas III. BRIAN lalu EXIT. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. Namun ia kembali lagi. Belum selesai RATNA mengucapkan kalimatnya.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. Kamu paham? LINDA : Paham Pak! 56 . karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. ISWADI LINDA P. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. 3.

kamu akan berubah pikiran! LINDA : Baik. P. ISWADI : Benar begitu Linda? LINDA : Ya. tentu tidak hanya kami yang menyiapkan semua ini kan. Pak? P. PAUSE PAK ISWADI membuang nafas panjang seperti tahu seperti apa jawaban LINDA. LINDA : Tapi. ISWADI : Kamu tidak ada masalah dengan kelas III kan? : (kaget) Tidak Pak! : Baik! PAK ISWADI lalu EXIT. P. Tapi kamu pikirkan lagi Linda! Kalau kamu berubah pikiran hubungi saya. Begitu guru mereka itu pergi. ISWADI : Belum! Tapi kita bisa memperkirakan kalau acara-acara rutin tahunan tetap akan berjalan. Pak! P.ISWADI : Baiklah.BUNGA : Apa sudah ada undangan untuk acara-acara dengan sekolah lain. LINDA : Kalau begitu saya mengundurkan diri saja sebelum dicalonkan. Dengan begitu. Pak! Biasanya kami hanya terlbat di acara olah raga saja! Sesekali membantu anakanak musik dan teater memeriahkan suasana! Kami hanya penggembira. Ia hanya melihat LINDA dan teman-temannya. Untuk itu kalian juga harus membuat banyak persiapan. HELEN LINDA : Kenapa? : Apanya yang kenapa? RATNA : kenapa kamu tolak tawaran tadi? BUNGA : Tidak semua murid di sekolah ini ditawari Pak Iswadi menjadi Ketua OSIS!! LINDA : kalian ingin tahu kenapa? 57 .ISWADI : Saya yakin kamu yang akan terpilih. LINDA dan kawan-kawan melihat kepergian P. Saya mencalonkan Linda untuk menjadi Ketua OSIS periode mendatang. Pak? HELEN : Ya. Tapi ia teringat sesuatu lalu kembali lagi. Linda akan banyak mengurusi hal-hal lain juga. Lalu P. Pak! Kita lihat nanti perkembangannya! PAK ISWADI lalu hendak EXIT. LINDA : Itu kalau saya terpilih. P. Saya tidak bersedia. ISWADI. saya tidak memaksa. ISWADI LINDA P. 4. ISWADI : Bapak tahu itu! Tapi saya mengatakan hal ini karena akan ada perubahan dengan itu. Dan saya yakin.

kalau aku menerima tawaran menjadi ketua OSIS. Ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkan mereka. BUNGA : Kenapa? Karena Kepala Sekolah sudah kasih peringatan supaya mereka siap-siap ujian nasional? LINDA : Persis!!! Mereka tidak akan berani ambil resiko. jangan nakal! 58 . aku lebih memilih kalian! HELEN : Tapi Lin. Linda melihat teman-temannya. LINDA : Aku tidak mau! Aku yakin sekarang saatnya menjatuhkan mereka. memberi mereka waktu untuk berpikir. semua murid ganteng kelas III yang jago basket. kamu cari mati! RATNA : Mana bisa kita mengalahkan kelas III. RATNA : tapi kelas III bakalan marah besar! LINDA : Ya. Alasan kedua adalah. jago game online semua jadi pacar kelas III. … LINDA : Itu baru alasan pertama. jago main gitar. LINDA : Sekarang kalian pikir! APa kalian tidak risih melihat kelas III yang sok tua itu menguasai kantin! Makan sambil teriak-teriak seperti di rumah nenek mereka sendiri? Apa kalian mau setiap kali dapat giliran terakhir di toilet sampai antrian kelas III habis? Kalian mau. aku akan mengajak kalian untuk menghajar anak-anak kelas III. LINDA : Percaya deh!!! Kelas III sudah tidak punya gigi. Jadi. BUNGA : wah. Kelas I tidak akan berani mengganggu kita karena mereka masih baru. Muncul IBU menyeberang panggung sambil berteriak IBU : Sudah Ibu bilang. Heh… Ketiga kawannya diam. Gak ada waktu untuk nonton DVD bareng kalian. kita yang akan teriak-teriak di kantin. Masih diam. tapi mereka tidak akan berani berbuat apa-apa. Ini waktu yang tepat. dan menganggap kita hanya anak-anak lulusan SMP? He? Ketiga kawanya diam. jago bikin film pendek dan.Ketiga temannya mengangguk LINDA : Karena. aku tidak akan punya waktu untuk bertukar jajan dengan kalian waktu istirahat. Kalian lihat tadi bagaimana sebentar lagi mereka bakalan kerepotan menghadapi ujian nasional? Ini saat yang tepat! HELEN : Lantas apa rencanamu? LINDA : Mulai besok.

LINDA mengambil nafas panjang dan membuangnya ke samping. BAGIAN II Kamar LINDA 1. Lalu buru-buru merapikan diri. Melihat gelagat aneh pada BRIAN! 59 . Lalu HP-nya berbunyi. Linda! : Siapa ya? : Apa penting kamu tahu siapa aku? LINDA : Penting! Karena kamu menelepon aku! BRIAN : Simpan nomerku. Ditemukannya buku harian.IBU lalu EXIT. Aku tahu dari suaramu. Lampu BLACK OUT.gu…gugup!! : Ok. Musik menghentak. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Sedang apa kamu? : Sedang nunggu teman. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Haloooo…Linda? Kamu masih di sana? : Hm…hm…. Tapi wajah LINDA menangkap tanda bahwa ia mendapat dukungan mereka.ya! : Tidak perlu gugup! : Ak…aku…tt…idak…. Ini aku. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Halo? : Halo. menjauhi HP di dekat mulutnya. BRIAN! LINDA menutup mulutnya. Di ujung panggung yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon LINDA. : Aku mengganggu ya? : Hm…belum! : (tertawa) Kamu lucu! Dan. LINDA : Bagaimana? Mereka tidak menjawab. LINDA nampak sedang membuka-buka tasnya.. hendak menulis sesuatu. PAUSE. AKu tahu kamu tidak gugup. Mencari sesuatu. LINDA masih memberi waktu.juga cantik! LINDA hanya diam. Dibuka.

BRIAN LINDA : Kamu besok malam ada acara? : Hm…Dengar BRIAN! Aku …aku tidak bisa! IBU muncul menghampiri LINDA yang sedang menelepon.ada masalah! LINDA : Masalah apa? 60 . Ia membuang nafas panjang lalu EXIT.. HELEN dan BUNGA muncul. katanya! : Apa yang mau kamu ucapkan tadi? : yang mana? : sebelum Ibumu datang. IBU : Sering-seringlah main kemari. dia sudah menunggu kalian di dalam kamar! Tante tinggal dulu ya! BUNGA : Baik. IBU tertawa senang. Tante! IBU lalu EXIT. IBU. Dari arah panggung lain (arah dimana Ibu EXIT). LINDA : Lama banget? HELEN : Hm. IBU : Kalian pasti semakin banyak tugas sekolahnya ya? HELEN : Memang. Bu! : Ibu suruh mereka masuk ya? LINDA : (berpikir sebentar) YA! IBU EXIT. HELEN dan BUNGA masuk kamar LINDA. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA : Siapa tadi? : Ibuku! Temen-temanku sudah datang. LINDA meneruskan menelepon. IBU LINDA IBU : Lin. Berdiri di pintu kamar LINDA. 2.aku tidak bisa! : kenapa? : Pokoknya tidak bisa! Sudah ya! LINDA menutup telepon! BRIAN di ujung pangung yang lain kaget. : …aku Cuma mau bilang kalau.. Ajak Linda belajar! Tuh. Tante! Tapi kalau dikerjakan bersama kan jadi mudah. teman-temanmu sudah datang! : Sebentar.

BUNGA : Aku sudah katakan itu pada ayahku. Atau mungkin…lebih sibuk! LINDA : Kamu tidak bisa menawar? BUNGA : Menawar itu berarti melawan! Melawan berarti mencari mati! HELEN : (pada LINDA) Lalu apa rencanamu? LINDA : harus tetap dilakukan! Hanya Bunga yang tidak bisa! Kita masih bertiga! BUNGA : Maaf ya Lin. Tapi yang sekarang ini sudah keputusan final. LINDA : memang kalau bimbingan tes kamu dapat jaminan? BUNGA : tidak juga! Tapi kata ayah.HELEN tidak menjawab! Hanya melihat ke arah BUNGA! LINDA : (ke arah BUNGA) Masalah apa? BUNGA : AKu harus mengikuti bimbingan belajar mulai tahun ini! Aku tidak bisa ikut rencana kalian untuk menghajar Kelas III. tapi katanya belajar kelompok tidak menjamin aku dapat universitas bagus. LINDA : kenapa baru bilang sekarang? BUNGA : Aku mencoba menawar seperti usulmu tadi. peluangnya lebih besar! PAUSE BUNGA : Maaf ya! Aku tidak bisa ikut! LINDA : Tapi kalau kita nongkrong di kantin kan kamu masih bisa ikut? BUNGA : kayaknya tidak juga! Ayahku menitipkan aku ke sekolah! Aku memang masih bisa ke kantin. PAUSE Suasana menjadi kaku. ya Lin! LINDA : Tidak apa-apa! Kita masih ada bertiga! 61 . Tapi hanya untuk istirahat! Tidak untuk menyerang kelas III. Masing-masing tidak tahu apa yang harus dilakukan. PAUSE HELEN : Sebenarnya kita kan bisa belajar kelompok. Aku tidak bisa menawar lagi. Karena aku semua berantakan! LINDA : Kalau boleh tahu kapan kamu tahu kalau kamu bakalan ikut bimbiungan belajar? BUNGA : Sejak minggu terakhir liburan! HELEN : Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama? BUNGA mengangguk. BUNGA : Maaf. Aku tidak akan punya waktu lagi! Aku akan jadi sesibuk Ketua OSIS.

Lalu di ujung panggung yang lain. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! LINDA. RATNA dan BUNGA diam. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. KEPALA SEKOLAH berbicara dengan pengeras suara! LINDA dkk berbicara dalam ketakutan dan kepanikan! KEP. Bukan untuk kita. RATNA : Aku juga tidak bisa! Semua menoleh ke arah RATNA yang baru saja muncul! LINDA : maksudmu? RATNA : aku juga harus bimbingan belajar! HELEN : tapi kita belum akan ujian nasional! LINDA : Ujian kita masih tahun depan. yang sudah merasa tertekan) Kepala Sekolah selalu mengingatkan kita! LINDA : tapi itu untuk kelas III. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! BUNGA : (tiba-tiba.Sepotong cahaya untuk mereka berdua. Di ujung panggung yang lain BRIAN muncul dengan cahaya sepotong. HELEN.RATNA muncul tiba-tiba. Mereka menyambar tasnya dan berlari keluar! LINDA memanggil. Semua EXIT! Hanya tinggal LINDA MUSIK SEPOTONG tapi gaduh! 3. khususnya murid-murid kelas III. BUNGA dan RATNA sangat ketakutan.SEK : Saya sebagai Kepala Sekolah. Pada saat itu KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI keluar. HELEN berlari menyusul. yang tadi digunakan oleh BRIAN muncul KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI. Lalu ia memencet dua kali! Memencet nomer BRIAN yang sudah tersimpan. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! BUNGA : tapi kenapa ibu menyuruhku bimbingan belajar? KEP. BRIAN : Sudah berubah pikiran? LINDA : Besok kita ketemu! Istirahat kedua! BLACK OUT 62 .SEK :Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. LINDA melihat pada HP-nya. KEP. Mereka EXIT.SEK : Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. BUNGA dan RATNA saling pandang. itu untuk kelas III. HELEN : Ya. KEP.

MUSIK! Meneruskan potongan sebelumnya! BAGIAN III Taman Sekolah. PAUSE LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Ada yang mau kamu katakan? : Bukannya kamu yang mengajak aku ketemu? : Ya.kalau aku ya karena hanya ingin ketemu. : Aku sudah putus dengan Nungki. BRIAN juga. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Maaf.. tapi karena kemarin kamu mengajak kita ketemu! : Eh….baik! Tidak masalah! HELEN hampir EXIT. …ehm…. Pada sebuah bangku! 1. BRIAN menunggu LINDA di sebuah bangku taman sekolah. LINDA : kenapa? 63 . HELEN muncul dengan canggung. Sesekali masih melihat HELEN yang menghilang. Tapi.! : Untuk apa? : Tidak untuk apa-apa! Hanya supaya kita impas! LINDA tertawa. BRIAN HELEN BRIAN : Hi! : Hm…… Tunggu saja! Sebentar lagi dia juga ke sini! : Dia titip pesan apa? HELEN : Tidak ada pesan apa-apa! Dia hanya bilang kamu tunggu saja di sini! BRIAN : Hm. Tampak tenang dan yakin kalau LINDA akan datang. Seperti menemukan sesuatu yang diharapkan.. kamu harus menunggu! : Maaf juga. BRIAN : (berteriak) tapi dia pasti ke sini? HELEN : (berteriak) Dia bilang dia bakalan ke sini! Tunggu sajaaaa…! BRIAN sendirian di bangku taman. LINDA mengerutkan kening dan menahan gembira. LINDA terdiam. Dari arah panggung lain muncul LINDA. …. LINDA BRIAN : Aku khawatir.

lebih baik kita mencari cara untuk usaha yang lainnya. Dengan langkah agak lesu dia. sekalipun jam istirahat. bagaimana caranya mulai besok. HELEN : tapi kamu lihat sendiri. Brian itu trophi pertarungan ini. tapi bukan itu kesepakatanku dengan Nungki dulu. Mereka harus terus membaca di kelas. BRIAN tidak memaksa. HELEN muncul dari arah yang lain. Seperti. Mereka 64 . Paham? HELEN : Tapi… LINDA : Sudahlah. Brian memberi kita informasi penting! Kelas III kelabakan mempersiapkan ujian nasional. HELEN LINDA : kenapa dia pergi? Kenapa tidak kamu teruskan? : dia hanya akan menganggu rencana kita! HELEN : tapi bukankah Nungki bakalan merasa kalah kalau Brian jalan sama kamu. HELEN : oh. ya? Kenapa tidak kamu terima? LINDA : jangan dibahas lagi! Tidak penting! HELEN : Hm. 2.aku juga tidak bisa jawab sekarang. Tapi yang sekarang terjadi.baik! LINDA : Intinya. Dia Cuma bakalan bawa perkara.BRIAN : Dia terlalu banyak belajar! LINDA : kalian kan memang sudah kelas III. BRIAN : Bisa kita coba dulu? LINDA menggeleng. dia sudah tidak punya waktu lagi jalan sama Brian. Kenapa kamu biarkan lepas? LINDA : Bukan Brian yang jadi trophi. mereka sepertinya tidak peduli dengan ujian nasional. Kalian akan menghadapi ujian nasional. cukuplah kalau Brian meninggalkan dia. LINDA : Aku juga tidak asyik kalau diajak jalan! BRIAN : Tidak kalau dengan aku! LINDA : Karena aku memang tidak bisa! BRIAN : kenapa? LINDA : Hm…. meninggalkan LINDA sendiri. dia jadi tidak asyik lagi kalau diajak jalan. Selebihnya kita tidak perlu mengurus Brian. Tapi kemauan Brian. Itu sebabnya Brian car-cari yang lain. Jadi kalau hanya untuk membuktikan Nungki telah kalah dalam pertarungan babak awal ini. Mereka masih santai-santai saja! LINDA : Siapa bilang? Nungki hanya berlagak dia tidak khwatir dengan ujian nasional! Padahal. kelas III tidak lagi nyaman di kantin. BRIAN : Ya. Kami akan tetap jalan.. Mereka harus merasa bahwa mereka terlalu tua untuk bersantai-santai di kantin.

Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dan HELEN. Namun ia kembali lagi.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. Mereka harus ikut bimbingan belajar. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP.harus ikut pelajaran tambahan sepulang sekolah. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. Mereka harus selalu ingat bahwa mereka akan menghadapi ujian nas…. IBU menyeberang panggung dengan cepat! IBU : Kamu paham? Kamu paham? Kamu paham? IBU EXIT! BLACK OUT. MUSIK SEPOTONG 65 . Belum selesai LINDA mengucapkan kalimatnya. khususnya murid-murid kelas III. Mereka berlarian. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. KEP. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! Musik menghentak. ISWADI LINDA P. P..LINDA? : Ya. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. PAK ISWADI EXIT.. Kelas III EXITi. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. Kamu paham? LINDA mengangguk. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara.. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. Jadi. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini Bapak berharap sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. LINDA dan HELEN saling memandang. ISWADI : Ehm…. 3. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir.

Tidak bisa ditawar. tapi menghitung semuanya dengan lebih hati-hati. kelas apalagi UKS! Itulah kantin! Kita harus merebutnya! HELEN : Kamu yakin! LINDA : Tidak pernah seyakin ini! HELEN : meskipun kita hanya berdua? LINDA : Bisa kita lakukan! Tergantung caranya! HELEN : bagaimana? LINDA : Kita gunakan yang sudah kita punya! BRIAN! HELEN : katanya kamu tidak akan menerima anak itu? LINDA : Aku hanya akan menggunakannya! Tidak akan pacaran dengannya! Tapi tentu saja dia harus tahu seolah-olah memang kami akan pacaran? HELEN : Jadi? 66 . adalah tempat paling strategis untuk menyebarkan kekuasaan! Lebih dari ruang kepala sekolah. LINDA : kenapa kamu tidak yakin? HELEN : Bukannya tidak yakin. membicarakan potongn rambut di kantin.BAGIAN IV Dalam hati LINDA Cahaya sepotong pada LINDA LINDA :Jika memang kudeta harus dilakukan. bertukar foto di kantin! Pacaran juga di kantin! Bukankan mereka seharusnya memang sudah tidak perlu lagi di kantin! Istirahat kelas II di kantin! Istirahat kelas III di perpustakaan. Atau tinggal saja di kelas dan meneruskan belajar. HELEN hanya memandang LINDA yang nampak serius. menyatakan cinta di kantin. dengan cara bagaimana sebaiknya aku melakukannya? Bukankah kelas III memang sudah waktunya untuk tidak lagi membuat onar di kantin? Bayangkan bagaimana rasanya jika kita harus melihat murid-murid yang sudah hampir tiga tahun di sekolah ini masih terus-menerus menuntut perhatian dari seluruh sekolahan dengan tingkahnya yang aneh! Menyanyikan lagu ulang tahun di kantin. LINDA : Mempermalukan mereka di kantin adalah satu-satunya cara untuk mengusir mereka. ruang guru. HELEN : Tapi kenapa di kantin? LINDA : Kantin. kudeta harus dilakukan! Apapun caranya! Bagaimanapun caranya! BAGIAN V Kamar LINDA 1.

LINDA : kenapa kamu? HELEN : Hm…. HELEN EXIT dengan sedikit berlari! 2. LINDA segera mengambilnya. Bu? IBU : Boleh Ibu bicara? LINDA tidak menjawab. Bu! HP Helen ketinggalan! Aku panggil tapi mungkin dia tidak dengar. Mereka akan tahu dengan siapa BRIAN akan pacaran sekarang ini! HELEN : bagaimana kalau Brian tidak mau? LINDA : pasti mau! Kecuali sudah ada pengacau lain! HELEN : Pengacau? LINDA : ya. IBU : Kenapa? Kalian bertengkar? LINDA : Tidak. 67 . Tidak apaapa. Menganggap LINDA menjawab ya atas pertanyaannya. Tapi karena aku yakin dibutuhkan lebih banyak cara untuk menjatuhkan kelas III. LINDA melihat IBU yang tidak segera pergi. aku sengaja membuat jawabanku pada Brian masih mengambang! Jadi kalau selama masa mengambang itu dia sudah berubah haluan.tidak apa-apa! Hanya memikirkan apakah lebih baik jika kita memikirkan cara lain. HP-mu………………! Tapi HELEN tidak mendengar. HELEN : (tiba-tiba) mungkin lebih baik aku pulang dulu. LINDA juga diam. dia pasti sedang dikacaukan oleh seseorang! HELEN diam. Sampai ketemu besok.LINDA : Besok aku akan ketemu Brian dan mengajaknya ke kantin! Melewati barisan kelas III. Cara cadangan kalau cara ini gagal! LINDA : jangan takut! Aku punya banyak rencana cadangan! Bukan karena aku takut gagal. mata LINDA menangkap sebuah benda. LINDA : LEN. IBU muncul dengan kawatir. HP HELEN ketinggalan. IBU tidak bergerak dari tempatnya. LINDA : Ada apa. LINDA juga tidak mengejar. Selepas HELEN EXIT. nanti juga pasti kembali! PAUSE.

Ia hanya mengambil nafas panjang. kamu telepon rumahnya! Siapa tahu dia mencari-cari! LINDA memegang HP Helen dan menunjukkannya pada IBU. Ibu cukup tahu kalau kamu tidak ingin. LINDA : Apa dia bilang? IBU : Seperti yang ibu ingin bicarakan sekarang. Mungkin orang lain harus tahu alasanmu. Dia akan mengambilnya nanti! : Kalau sampai malam dia tidak mengambil. IBU kemudian EXIT 3. mereka bicara berputar-putar dulu. Itu sudah alasan kuat bagiku. LINDA : terus? IBU : Kamu pantas menjadi Ketua OSIS! LINDA : Ibu. Tapi IBU tidak tertarik. IBU merasa perdebatan percuma. Kamu harus menjelaskan kenapa kamu tidak mau. jangan lupakan itu! IBU hendak EXIT tapi matanya menangkap sebuah benda. Tidak perlu ada penjelasan. kenapa langsung membicarakan hal itu? Biasanya kalau seorang Ibu mau merayu anaknya. IBU : kamu tahu. karena aku tidak ingin.IBU : Kamu sekarang sudah kelas II. LINDA : Ibu tidak mempertanyakan itu? IBU : Ibu yang melahirkan kamu. Tidak perlu ada penjelasan. Kenapa Ibu langsung saja mengatakan hal itu? IBU : Buat apa? Kamu terlalu pintar untuk diajak bicara putar-putar bukan? LINDA : dari mana ibu tahu sekolah memintaku jadi ketua OSIS? IBU : Pak ISWADI telepon. Tidak apa-apa. apa yang penting bagi ibu? LINDA : Belajar! IBU : bagus. LINDA : Aku sudah menjelaskan kepada mereka. 68 . IBU Linda IBU : Itu HP Helen? : Yap. memang kamu tidak ingin. LINDA : menurut Ibu kenapa aku tidak mau? IBU : Karena kamu tidak ingin jadi ketua OSIS. IBU : Apa alasanmu? LINDA : Ya. Tapi ini Ibu. HP Helen.

Di belakangnya berdiri KEPALA SEKOLAH. HP HELEN berbunyi. LINDA terduduk. LINDA HELEN LINDA : kamu sedang menunggu telepon ya? : Iya! Kok tahu? : Dari siapa? HELEN baru merasa ada yang salah! Dilihatnya LINDA yang terus menatapnya. Pada saat itu di ujung panggung yang lain BRIAN menelepon. HP HELEN berbunyi. BRIAN : Halo. Helen? Kenapa lama sekali? LINDA tidak menjawab karena begitu yakin yang terdengar suara BRIAN! LINDA menutup telepon tanpa menjawab. BLACK OUT MUSIK SEPOTONG! BAGIAN VI Dalam hati LINDA. HELEN : Lin. HELEN segera mengambil HP-nya tanpa mengira ada yang baru saja terjadi. Dia diam sejenak dan penasaran. Di ujung panggung lain BRIAN nampak kaget. Semua memandang ke arah entah! LINDA : Ada masalah? Apa kalian punya masalah dengan yang kulakukan ini sehingga selalu saja kalian membuat rencana ini sendiri? APA ADA MASALAH? P. PAK ISWADI. BRIAN menelepon HELEN kembali. Nada dering masih terdengar! LINDA tidak mengangkat! Nada dering berhenti. Cahaya sepotong. SEK . NUNGKI. ISWADI : Sekolah kita harus tetap berprestasi! Saya ingin kamu yang menjadi ketua OSIS! LINDA : Saya tidak mau! KEP. Di ujung panggug yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon! LINDA mengangkat HP HELEN dan diam beberapa saat. dan HELEN. HP ku ketinggalan di sini ya? LINDA hanya menunjuk dengan matanya. SEK : Kalau begitu ikut saja ujian dengan kelas III supaya kamu segera lulus! LINDA : Kelas III ujian. LINDA dan HELEN saling pandang. LINDA meletakkan telepon. HELEN sudah bersiap hendak berlari pergi.LINDA meletakkan kembali HP HELEN. Tapi HP berbunyi. BRIAN. IBU. Pak! Saya tidak! Saya masih kelas II. LINDA sekali lagi memandang HP HELEN dan diangkatnya. IBU : (melengking) Jangan nakal! Jangan nakal! : Tapi kamu tidak mau menjadi ketua OSIS 69 KEP. HELEN muncul kembali.

SEK : Memang tidak ada yang mudah! : Bagi saya bukan itu masalahnya! : secara organisasi itu yang akan menjadi masalah! Kalau kamu merasa belum mampu. Seperti biasa! KEP. PAK ISWADI berada di samping KEPALA SEKOLAH sebagai ajudan. itulah pertanda kemenangannya! Kamu sedang menunggu telepon? HELEN : dari mana kamu tahu? IBU : Sudah ibu bilang…. akan ada pelatihan kepemimpinan. Hanya diam! BAGIAN V Halaman Sekolah 1. ISWADI BRIAN : Bisa kita coba dulu! Dia terlalu banyak belajar! LINDA : Kamu menunggu telepon? IBU : Lin. SEK P.. Kep. Sek IBU : Kalian………………. teman-temanmu sudah datang! : jangan senang dulu! Tahun depan giliran……. masuk dalam potongan cahaya dengan paksa!! Beberapa yang tersenggol ambruk!! BUNGA : Aku harus ikut bimbingan belajar! RATNA : Aku juga! LINDA : Ini sudah waktunya! SUDAH WAKTUNYA! BLACK OUT TANPA MUSIK.LINDA : Ketua OSIS dan ujian? Itu sama menakutkannya dengan perang nuklir! BRIAN : kenapa tidak bisa jalan sama aku? NUNGKI : kenapa kamu mengambil BRIAN! HELEN : kenapa kamu menolak? LINDA : Brian bukan trophinya! Tapi kemauan Brian meninggalkan Nungki. : Ujian!!!!!!!!!!!!!!!! : kalian tidak ada masalah dengan kelas III kan? KEP. Kamu akan diajari banyak hal untuk menjadi ketua OSIS dan mengatur anak buahmu! LINDA : Bagi saya masalahnya adalah kemauan! Saya merasa saya bukan orang yang tepat! 70 .. LINDA sedang berbicara dengan KEPALA SEKOLAH.Jangan nakal! : Kenapa kamu mengambil BRIAN? Kenapa kamu? NUNGKI HELEN : Bagaiamana caranya? Dari arah berlawanan RATNA dan BUNGA muncul. SEK LINDA KEP.

saya tidak mau memaksa diri saya sendiri. IA memberikan pengeras suara kepada KEPALA SEKOLAH. Lebih bergemuruh dari sebelumnya!! 71 . Saya sebagai Kepala Sekolah. SEK : Kemauan bisa dipaksakan! LINDA : Itulah masalahnya. Itulah sebanya. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! UJIAN!!!! MUSIK menghentak.? Terlambat.KEP. PAK ISWADI memberi rekomendasi supaya kamu masuk bursa calon ketua OSIS! LINDA : Itu bukan perjuangan! Itu pemberian! KEP. itu pasti hanya perasaannya saja! Yang benar terjadi adalah itu pemberian. KEP. toilet. trotoir depan sekolah kita! KEP. SEK : Dari laporan Pak ISWADI kamu sangat sukses menjadi koordinator bidang tahun lalu. LINDA sudah mundur beberapa langkah! MUSIK FADE IN bersiap mengiringi adegan laga yang kemungkinan akan terjadi spekakuler. KEPALA SEKOLAH hanya tersenyum. SEK : jadi apa yang kamu inginkan? LINDA : Saya ingin menguasai kantin. Itulah sebabnya orang menyebutnya perjuangan! LINDA : Setidaknya saya menginginkan yang perjuangan itu! Dalam arti apapun! KEP. Hanya saja terjadi pada waktu yang bersamaan. halaman sekolah. SEK : Tidak ada di dunia ini yang merupakan hasil perjuangan! Itu semua pemberian! Kalau orang merasa berhasil mendapatkan sesuatu karena perjuangan. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. lapangan parkir motor! Tambah satu bidang lagi. SEK : Tapi itu area pemberontak! Jangan-jangan…. khususnya murid-murid kelas III. LINDA : (berteriak mengomando peperangan) SERBU!!!!!! Tapi hening! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Sepi! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Semakin sepi! LINDA mulai meragukan dirinya sendiri. PAK ISWADI juga tersenyum.

anak kecil! Apa saja yang sudah kamu pelajari selama dua minggu menjadi anak kelas II? LINDA : Apa pedulimu? NUNGKI : Apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi siswi jagoan sekolah ini kan? Dan itu artinya.Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. kamu sedang ingin menyingkirkan aku! Tentu saja aku ingin tahu. Mereka saling memandang beberapa saat! LINDA hendak mendekat. MUSIK PAUSE Panggung lebih sepi. Semua sudah EXIT. NUNGKI mengawasi dengan hati-hati! NUNGKI : Heh.aku tidak akan mengaku kalah! Kamu mengerti? LINDA : Lalu? NUNGKI : tapi aku akan mengaku kalah. NUNGKI : Bagus. KEP.. kalian tentu tidak akan berjalan sendiri-sendiri jika masih berteman. LINDA terdiam. Mereka berlarian. kalau kamu sanggup melakukan yang dulu aku tidak mampu lakukan! 72 . Kecuali LINDA dan NUNGKI.dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah! LINDA : tapi kamu akan kalah! NUNGKI : (memotong dengan berteriak cepat) Dengar baik-baik!! PAUSE NUNGKI : Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah meskipun kamu nanti sudah menjadi jagoan di kantin.SEK : Kelas II.. kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! 2. sampai dimana usahamu! LINDA : Berjalan baik! Tidak ada halangan! NUNGKI : Tidak ada halangan? Yang benar saja? Lantas kenapa kamu sendirian? Dimana kawan-kawanmu yang lain? LINDA : Mereka ada urusan lain! Jadi tidak ada waktu untuk berurusan dengan kamu! NUNGKI : Betapa enaknya punya teman kamu! Masih melindungi teman yang mengkhianati! Kalau aku. di tempat parkir sampai toilet! Kamu boleh kuasai semua itu tapi. lebih baik kuhajar teman seperti itu! LINDA : Itulah bedanya kamu dan aku! Aku tidak pernah serendah itu dalam berteman! NUNGKI : Benarkah? Masalahnya adalah. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. NUNGKI mengangkat tangan menyuruh LINDA tetap menjauh.

sebenarnya pada saat itu juga kita harus siap ditinggalkan. pasti karena waktunya yang bersamaan dengan pemberian! Ini bukan perjuangan! Ini pemberian. LALU semua FADE OUT! MUSIK dan LAMPU FADE OUT! ENDING Cahaya sepotong untuk LINDA yang duduk di sebuah kursi.. Hiruk-pikuk kali ini paling ramai. Kita harus siap bekerja sendiri. OS. aku baru akan mengaku kalah! LINDA terdiam. Tapi sebelum EXIT dia melihat ke arah LINDA yang masih melihat ke arahnya. Termasuk MEYMEY dan KANDI. LINDA NUNGKI : Kenapa kamu katakan ini kepadaku? : Karena.LINDA : Apa itu? NUNGKI : tetap melakukan rencana ini! Kamu tahu. NUNGKI : Kita harus siap bekerja sendiri!! Lalu tiba-tiba suara KEPALA SEKOLA terdengar lagi. MUSIK FADE OUT LINDA sempat memegang tangan NUNGKI yang berlarian di tengah hiruk pikuk. Suara dan teriakan KEPALA SEKOLAH masih terdengar berteriak-teriak. IBU : (melengking tinggi) Ini bukan perjuangan! Ini pemberian! Jangan nakal! Apa Ibu bilang? 73 . NUNGKI juga masih memandang LINDA. Itu capaian tertinggi dari seorang jagoan! Jika kamu berhasil melakukan itu. aku tahu! Bagaimanapun aku tetap akan pergi dari sekolah ini! LINDA nampak ingin mengucapkan sesuatu lagi. NUNGKI kembali berlarian! Musik bergemuruh kembali. Sementara di ujung kanan panggung IBU tetap berdiri dan tetap menatap ke arah entah. Tetap ingin mengucapkan sesuatu! LINDA : Mungkin benar apa yang diucapkan Kepala Sekolah! Tidak ada hasil perjuangan! Semuanya adalah pemberian! Kalaupun ada keberhasilan. Murid kelas III yang lain berlarian. Lalu NUNGKI sedikit mendekat dan bersiap-siap mengucapkan sesuatu. KEPSEK : UJIAN. tapi pegangannya lepas. Lalu pelan-pelan NUNGKI bergerak hendak meninggalkan. suasana hiruk pikuk lagi dan musik kembali bergemuruh. Mereka berpegangan.UJIAN!!!!!!!!!! NUNGKI hampir panik meninggalkan. Matanya masih terus melihat ke arah NUNGKI. pada saat kita sepakat untuk bekerja sama dengan orang lain.

ia tidak akan terkalahkan! Karena aku juga tidak memperjuangkan sesuatu! Kemenangan ini hanya ada justru ketika aku terus melakukannya. April 2006 JUARA Harapan 1 SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong Para tokoh: 01. LAMPU FADE IN. Kakak Nina : Pelajar SMA : Abang ipar Nina : Istri Togi 74 . selembar demi selembar kertas jatuh! LINDA masih memandangnya. suara keibuan) Lin. Satu persatu ditangkapnya. Lalu pelan-pelan ia berdiri dan mencoba menangkap kertas-kerta yang sedang melayang jatuh itu. menjadi semakin terang! Selembar kertas lain jatuh lagi. Lalu seperti OPENING. bukankah di situlah artinya perjuangan! IBU : (melengking tinggi) Kita harus siap ditinggalkan! Apa ibu bilang? Selembar kertas putih jatuh. teman-temanmu sudah datang! : Suruh saja masuk. LINDA : (berkali-kali dan semakin yakin) Kita harus siap ditinggalkan! Kita harus siap bekerja sendiri! IBU LINDA IBU : (menyela. Dia kemudian menjadi bertambah sibuk menangkap lembaran kertas itu. Kita harus siap ditinggalkan! Karena. Bu! : Ayo masuk! Sering-seringlah kemari! Ayo masuk! Ajak LINDA belajar bersama! Tidak ada satu temanpun yang datang! Tidak ada teman yang masuk! IBU tetap menyambut! LINDA menangkap kertas sendirian! BLACK OUT MUSIK PENUTUP SELESAI YOGYAKARTA. pada saat itu juga sebenarnya kita harus bersiap untuk bekerja sendiri. Nina 02. Togi 03. Benar! Pada saat kita sepakat bekerja sama dengan orang lain.LINDA : Mungkin juga benar kata Nungki. tidak melengking.

04. Dandi 05. Tono 06. Ruri 07. Tuti 08. Orang 1 09. Orang 2

: Pacar Nina : Pengagum Nina : Teman Nina yang sering iri : Teman Nina : Kelompok Ruri : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah 11. Guru

PARA PELAKU TIDAK BICARA

1 KANTIN SEKOLAH. PAGI. LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT. BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA. PARA MURID MENARI DAN MENYANYI Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu… Andai tak ada gedung sekolah Mungkin belajar di jalan raya Berbaur dengan pedagang kaki lima Menggelar alas koran di trotoar kota Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu…
75

Bukannya benci belajar Bukannya tak ingin pintar Tapi hati ingin senang sejenak Istirahatkan otak walau sesaat Wo wo wo… Ye ye ye… TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK. Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku. Nina : taman? Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. Ruri : Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET) Dari siapa? Apa pesannya? (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC. Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina : Ruri :

Nina :

(MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA) Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS) LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. 2 DALAM KELAS. SIANG. MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI. RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA. Ruri : (MENYANYI) Hai teman-teman Ada berita bagus Bukan akal bulus Kalian tentu senang Sini sini aku bisikkan Di antara kita semua
76

Ada yang ihh… nggak tega Semua Ruri : : Ada apa sih Bikin penasaran Di antara kita semua Salah satu teman kita Sudah bercinta tadi malam ah ah ah… Bukan hanya itu saja Tapi ada kondom dom dom dom : Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Semua Ruri :

Eee… Sini…Sini (BERBISIK) Nggak mungkin. Nggak mungkin. Nina itu anak baik-baik Nggak mungkin berbuat tak baik. Pacarnya alim Belajarnya rajin Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enakenak? Salah. Justru mereka lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan? Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka? Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih. : Huuu…

Semua:

Ruri

:

Orang 1: Ruri :

Semua

Ruri

: Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC, terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya. Apa? Apa? Apa? (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK KELAS.) Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga. MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Semua: Ruri :

Orang 2: Semua: Orang 1: Semua: Orang 2:: Orang 1:

(LATAH) Kondom…kondom eh kondom. (TERTAWA) (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom. (TERTAWA) Udah nggak keset keset keset lagi dong? Blong?
77

Orang 2: Ruri :

Bolong? Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya? Enak tenan… sst sst sst! (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA MENATAP ANEH. GURU MASUK.) LAMPU BERUBAH 3 RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE. TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Semua: Nina :

Togi : Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP… PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau antena atau KI PET tapi SIM KART. SIM KART lama diganti dengan yang baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik. Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.

Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapekcapek ria mendata lagi nomor-nomor telepon. Satu-satu masukin punya ibu Dua-dua masukin punya ayah Tiga-tiga masukin punya istri Satu dua tiga baru yang lainnya. Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.

78

Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda. Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain. Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon!

Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besarbesaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita. Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawincerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.

Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh! Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat. Kakak Nina: Siasat apa? Togi : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!
79

Togi

: Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis. Pinjam dong ! Sebentar saja. Togi : Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina: Ya sudah. Pinjamnya lama. Togi : Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina: Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja. Togi : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan HP Untuk SMS. Apalagi istri. Kakak Nina: (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR) Togi : Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan. Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)

LAMPU BERUBAH

4 DALAM KELAS. PAGI. MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI. Nina : (MENYANYI) Kepada angin dan matahari Kemana jawab akan kutemui Tak tahu aku apa yang terjadi Seolah aku kembang bangkai mati Baunya tajam menusuk nurani Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi

Apalah arti hidup begini Seperti mati Sendiri dan sepi Perjalanan kehidupan Butuh teman untuk berbagi Walau tak abadi tapi berganti Sesaat saja dibutuhkan hati Hati yang damai Teman yang ramai
80

Terus sampai juga ke keluarga. Kopi darat. Nina : Sudah. Mengejak bertemu. Berharap supaya dia mau mengirim SMS. Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. Tuti : Terus mau? Nina : Ya tidak. Takut lah. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang memang benar. Aku ini anak sekolah. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting? Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. Untung dia belum tahu rumahmu. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia. Isi SMS itu benar. Kamu anak baik. bisa gawat. Aku tidak tahan lagi tatapan mata aneh teman-teman karena SMS pertama itu? Tuti : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. Nanti ada apa-apa. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak akal. Aku percaya kamu seratus persen. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah. Dia menge-SMS berkali -kali. Kamu tahu sendiri kan? Nina : Kamu sahabat sejati Tuti. Nina : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku.Tuti : Aku masih sahabatmu. Tapi jujur Nin! Kita kan sahabat. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu tadi. Urusannya bisa panjang. Tapi dia tidak mau mengangkat. Apa dia sudah tahu lagi? Nina : Itu aku yang beritahu. Dia tahu sekolahmu. Eh malah SMS lagi: istriku bisa saja. Tapi tidak ada Hubungannya denganku. agar dia percaya kalau dia salah SMS. Tuti : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Tuti : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. Tak usah risau. Itu saja. masalah tempat tinggal dia tidak kuberitahu. menyatakan salah kirim SMS. Aku butuh kejujuranmu. Nina : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu memang benar. Tuti : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon? Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia. Bukan hanya orang lain atau tetangga yang ditipu. Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. Nina : Aku cuma ingin jujur. Pertama-tama jadi saksi lalu terdakwa. Malah ingin Kenalan lebih jauh. bahkan istri dan anak tega ditipu. Gawat. Niatnya hanya menggoda kamu.Jadi. bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak dikenal. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru. 81 . aku ikut bertanggung jawab. Maksudku. Malah balas SMS: hemat pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak usah malu atau sungkan. Untungnya. Main-main. Tuti : Tapi Nina. tidak mungkin kita saling kenal. Bukti itu akan jadi alatku melawan gosip miring yang beredar. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku membersihkan nama.

(DILIRIK GURU) Bukan. Nina : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib. Bukan Ibu. Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis! Nina : Selamat pagi juga Ibu cantik! Kepala Sekolah: Haus? Silahkan minum! Nina : Tidak Bu. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH 5 RUANG KEPALA SEKOLAH. melepaskan aib dari Sekolah ini. Kepala sekolah: Kamu cantik hari ini. (KE KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan bermain dengan teman-teman. Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat. Nina : Baik Bu. melepaskan aib. Terima kasih. Ibu bisa saja. 82 . Serigala berbulu domba. Kepala sekolah: Maksud saya. kamu harus menanggalkan. Tuti : Sementara diamin saja Nin. Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai. Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Tidak Ibu sangka. Nina : Ah. Apa masalahnya Bu? Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa.Guru : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah. Tanggalkan bulu domba itu! Nina : Saya tidak pakai bulu Bu. Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya? Nina : Kondom? Kepala sekolah : Memalukan.

Saya memang menyukai pak Gatot. Masalah SMS Kamu bantah. Nina : Saya tidak ada apa-apa Bu. Jadi sering jalan bersama. Saya juga mau tahu. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran dengan pak Gatot. Salah kirim. Tidak baik seorang murid berpacaran dengan gurunya. simpatik. Dia ganteng. Kalau dia mau jadi pacar. saya tidak keberatan. Mohon. Benar! Tidak mencuri kondom siapa. SMS itu salah kirim Bu. Sulit bagi Ibu mempercayaimu. Itu tidak benar. Kenapa Bu? 83 . pintar mengajar dan kebetulan rumahnya searah rumah saya. Tidak. Terima kasih. Kepala sekolah: Nina Nina. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari kelas. Berpacaran dengan gurumu sendiri.Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik kitik! Itu masalahnya. (GURU DAN RURI KELUAR) Nina : Bu. Dilarang. Saya mengagumi pak Gatot. Nina : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. saya benar-benar tidak bersalah. (SADAR) Ooo. jangan Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar -benar tidak saya kenal. Kepala sekolah: (KE PENONTON). Itu sama sekali tidak etis. Tahu? Masih mau membantah? Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu? Nina : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu. Saya akan siapkan surat pemecatanmu dari sekolah ini. masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu.siapa. (GURU DAN RURI MASUK) Guru : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH) Kepala sekolah: Baik.

Malah mengajak kenalan segala. Pokoknya kamu harus dapat bukti. Ibu tidak ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Hubunganmu dengan pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut. Bagaimana caranya. Sudah. Ibu butuh bukti. maaf. Nina : Baik bu. Juga sudah saya SMS. Nina : Ruri : (MASUK KELAS) (MENYANYI) Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Teman-teman: Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii Ruri: Tak punya malu sedikitpun Apa guna hidupmu Kalau bernoda dirimu Semua : Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii 84 TAK BERMORAL SECUILPUN . Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah -pahaman! Kesalah. Hmmm… baik-baiklah. Silahkan cuap-cuap apa saja. Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur. Kamu bisa berceloteh apa saja. Tapi Ibu butuh bukti. Tapi dia tidak menggubris. Kalau tidak ya bye bye. Eh. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS.kiriman SMS. Nina : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP.Kepala Sekolah: Saya mau tahu. Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu. Saya menelepon langsung. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari.

! LAMPU BERUBAH 6 SUATU TEMPAT. Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu. Toh aku akan 85 . SORE. Dandi : Nina : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya? Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah? Atau? Baiklah. Aku mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian. Mereka menasehati menjauhimu.Semua Nina : Semua : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he! (KELUAR SAMBIL MENANGIS) : Huuuuu…. Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin. Dandi : (MENYANYI) Kekasih Benarkah berita yang kudengar Jangan jadikan aku sedih Aku ingin kejujuran Kejujuran Apalagi yang bisa kuharap Semoga dewa cinta Masih menyatukan hati kita Kalau tidak Apa yang bisa kulakukan Bila berita itu benar Aku dibohongi selama ini Dibohongi beningnya mata Dan lembutnya kata dari mulutmu Apa aku kau bohongi Nina: (MENYANYI) Tidak kekasih Semua itu tidak benar Kesalah paham semata Dan salah kirim Hhhh… Aku tak percaya Aku tak percaya Tak bisa percaya begitu saja Pasti ada sesuatu yang salah Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini pun telah diketahui kedua orang tuaku.

Janji yang pernah kita buat anggap tidak pernah ada. Lalu dengan cara apa kubuktikan. takut dosa. Gampang sekali tidak percaya padaku. tidak tahu harus berbuat apa. Titik. Apa salahnya mempercepat. tidak terpikir lagi. Aku mencintaimu Dandi. Percayalah! Dandi : Tidak. Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Aku tidak mau lagi melakukan. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa. Berat akibatnya kalau semakin terjerumus. Walau harus melakukan dosa paling besar aku rela. Tidak. Asal tidak kehilangan dirimu. Ayolah! Dandi : (TERTAWA) Tidak. Aku tidak akan terjebak. Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please! Nina : Setidaknya bukan masalah kematian. Sekalinya ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Tidak sekalipun ada niat menghianati. Kita harus saling melupakan. Bila aku kehilanganmu. Anggap masa lalu. Carilah tempat yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat. Aku patuh padamu seumur hidupku. sudah menyerah. Tidak ingin berpisah darimu.kehilangan itu suatu saat. Aku tidak bodoh. Aku masih suci Dandi. tidak pernah melakukan hal buruk. Nina : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai menghadang? Baru angin kecil saja. Kau setuju dan tidak pernah meminta lagi. Tidak ingin kena getah perbuatanmu. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 86 . Nina : Sudah lama kita pacaran. Kamu ingin menjebakku dengan tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu? Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang telah meninggalkanmu? Tidak.

Tono : (TERTAWA) Aku memang maling.(MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu (MENANGIS) LAMPU BERUBAH Tono : Nina : (HENDAK MEMELUK) Hei! Tono : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi. Ayolah! Nina : Tono : Nina : Tolong! Beneran teriak lo. Nina : Berani macam-macam akan kuteriaki maling. Akan sama-sama senang. Maling profesional. aku puas kamu aman. kulaporkan ke keluargamu. Biar dipecat jadi anak. Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu. (HENDAK MEMELUK) Nina : Apa-apaan sih? Tono : Kalau tidak mau. Kabur! (KELUAR) (MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu 87 . Jeli Memanfaatkan kesempatan. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak mau. Sekarang kesempatanku memilikimu.

Hasrat meledak. Apalagi istri tidak memberi jatah. posisi? (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. MEREKA DALAM PERJALANAN MENUJU TAMAN). terus menerus. Tanya dulu ah sudah dimana posisi. Begitu ada apa-apa. burung hendak keluar dari sarang. Di taman lagi. O. sudah dekat. Tempat romantis. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS. Nina : (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak. Kakak akan teriak memanggil orang. Posisi. kepala mau pecah. Dengan perjuangan keras. Pura-pura jual mahal. Sedikit cuek. siang-malam. Mas pasti ganteng. Kakak sembuyi tidak jauh darimu. Taktik tarik ulur mendapatkan mangsa. Kita tangkap dia dengan 88 . Pura-pura sibuk. buruuung kau sabarlah! Nina : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak? Kakak Nina: Tidak usah dulu. Ayo! Tolong! (MENGEJAR TONO) LAMPU BERUBAH 7 TAMAN. ramah. Pagi-sore. Taman dekat jalan besar.Tono : Nina : (MASUK LAGI). Kakak Nina: Bilang sudah dekat! Togi : Oh. Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. SORE. Makin tidak sabaran. Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu. Togi : Ciluk ba! Ketemu lagi. Lagipula banyak penonton. dia tanya posisi. akhirnya dia mau bertemu. Pucuk dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha… SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi. baik hati.

Huh! Harus bisa kujelaskan segala masalah ini.. Semoga secepatnya bisa bebas dari tatapan sinis teman-teman. Kita sudah di taman. Tapi agak takut Kak. Daging apa saja. Kakak menunggu di sini. Aman. Kakak Nina: Sudah jangan menangis! Masalah ini segera selesai. Nina : Alaa… sama kucing saja takut. Bisa kacau pertemuan. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK) 89 . Nina : Laki-laki juga seperti kucing. Ayo jalanlah! Togi : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya takut lewat sini. Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga. Bulunya bahaya buat rahim wanita.tangan sendiri. MEMBACA) Aku sudah di taman. malah datang dua orang yang tidak diharapkan. Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat. ada istriku di sini. Dia belum Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Kakak Nina: Kucing beda. Orang-orang juga siap membantu kalau kakak beraksi. Ciat. Kacau kalau ketahuan. Huh! Nina : OK. Kakak gemes ingin menjitak kepalanya. Tinggal teriak. Sudah dua orang menemani. Cari tempat sembunyi. kamu dimana? Togi : Wah gawat. bantuan datang. (SMS MASUK. Nina : Tadi si Abang bukan ya? Oh. sangsi kepala sekolah dan Dandi (MENANGIS). Kok semua serba kebetulan ya? Aku sedang menunggu sesorang eh. mungkin diminta kakak ikut mengawasi kalau terjadi apa-apa. suka daging mentah.

N. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar . BIAR TENANG. Harus pindah lokasi. (MEMBACA) Dia ngajak pindah Tempat ketemuan. CEK PULSA. KOK ADA DISINI? 90 . kalau tidak barabe. BANG! BANG! TOGI : ISTRIKU TAHU. TITIK. YAH UNSENT LAGI. NINA : MANA DIA? (MENGETIK) A-K-U SPASI S-U-D-A-H SPASI D-I SPASI P-O-SI-S-I SPASI. PESAN SUDAH DELIVERED.G SPASI T-O-G-I SPASI D-I SPASI S-I-N-I TITIK T-E-N-A-N-G SPASI S-A-J-A. Buruan ya! TOGI : SINI? ADUH! HARUS PINDAH POSISI LAGI. SUDAH NOL. KOK ADA DI TAMAN INI? NINA MINTA DATANG KALI? AKU KASIH TAHU NINA. ADUH! NINA KOK MALAH KE KAKAK NINA: SI ABANG NGAPAIN MENGENDAP-ENDAP DI SITU? TADI KATANYA MAU REUNIAN SMA. K-A-M-U SPASI D-I SPASI M-A-N-A TANDA TANYA. ADUH! DIA MEMANGGIL LAGI? TANDA TANDA GAGAL. Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina. YES. SENT. KOK UNSENT.(MEMBACA) Aku juga sudah di sini. PANTAS. Kakak Nina: (SMS MASUK) SMS dari Nina. Wah gawat. AH. (MENGETIK) B-A. ABANG IPARNYA SUDAH DI SINI. Bagaimana ya? (MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A spasi S-A-J-A tanda seru A-K-U spasi I-K-U-T spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G titik Nina : (SMS MASUK) (MEMBACA) Aku sudah di posisi. Kamu dimana? Dia sudah di sini.

AYO! BURUAN DELETE. KAKAK NINA: TOGI : LIHAT CEWEK? OH? TIDAK. KITA DI SINI SAJA. KAKAK NINA: (MENGETIK) B-A-N-G . APA SIH YANG MESTI DIRAHASIAIN. (KE DIRI SENDIRI) UPS.D-I . AMAN.P-E-R-T-A-M-A T-A-D-I. TOGI: HARUS SENDIRI-SENDIRI BIAR SERU. MAU KEMANA LAGI SIH BANG? NINA : (SMS MASUK). JADI ABANG KE TAMAN.KAKAK NINA: DI SINI? NEMENIN NINA. EH MAU KEMANA? TUNGGU DULU.S-I-N-I . SILAHKAN PUTRI. CUCI MATA SAJA. ABANG COBA DULU. JANGAN BANYAK-BANYAK! KAKAK NINA: TOGI : ADA RAHASIA YA? PAKAI DIUTAK-ATIK. TERNYATA TIDAK MASALAH LAGI. BISA KETAHUAN ISI SMS DARI SI GADIS CANTIK. BANG TOGI? KOK DIA SMS PAKAI NOMOR INI? KENAPA YA? OOO… DIA PASTI SUDAH MENANGKAP ORANG ITU. NGOMONG-NGOMONG SUDAH. LHO ABANG KAN MAU REUNIAN? KOK TOGI: OH? REUNINYA DITUNDA.D-E-K- A-T .M-E-N-U-N-G-G-U . BOROS SIH SMS MELULU.T-O-G-I . BYE. KAKAK NINA: PINJAM HP DULU! MAU SMS. NIH! TOGI : JALAN-JALAN DOANG.T-E-M-P--T-M-U . ABANG MENG SMS LEWAT 91 . UNTUK APA LIHAT WANITA LAIN? ISTRI SENDIRI LEBIH CANTIK DARI SEMUA YANG ADA? AKU PERGI BERAKSI DULU YA. TADI TOMBOLNYA AGAK MACET.

A-K-U . TOGI: TAPI? TIDAK ADA TAPI-TAPIAN (MENARIK TOGI). ADIK SENDIRI MAU DIMAKAN. DIA SUDAH KETEMU YANG MENGGANGGUNYA. DASAR SUAMI MATA KERANJANG. NOMOR BANG TOGI DI KAKAK NINA: HP-MU SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI. DIA TIDAK MENANGKAP ORANG. NINA : DIA SMS PAKAI NOMOR LAKI-LAKI ITU. NINA : ABANG? IYA! DIA BARU GANTI NOMOR. ABANG IPARKU BENAR-BENAR -BENAR HEBAT (MENGETIK). HEBAT.I-T-U .T-A-D-I. K-A-K U-D -A-H . (SMS MASUK) JANGAN KEMANA-MANA DULU! KITA KE L-A-K-I .K-E-T-A-N-G-K-A-P . KALIMAT INI KAKAK YANG KIRIM PAKAI NOMOR…. PENGGANGGU NINA ITU TERNYATA KAMU.L-A-K-I .-SMS LEWAT HP SI PEMBUAT SUSAH ITU. KAKAK NINA: OOO. TAPI MANA LAKI-LAKI ITU? MEREKA BERDUA SAJA.M-E-N-U-J-U . NOMOR LAKI-LAKI ITU? SINI LIHAT! YANG MANA? KAKAK NINA: NINA: YANG INI. BANG MANA ORANGNYA? SUDAH DIBAWA POLISI ATAU KABUR? KAKAK NINA: ORANGNYA? SIAPA? DARI TADI AKU DENGAN ABANGMU KOK. DASAR KUCING GARONG.S- KAKAK NIAN: TOGI : (KESAL) NINA : ITU MEREKA. KAMPRET.T-E-M-P-A-T M-E-N-U-N-G-G-U .P-E-R-T-A-M-A . TOGI : AMPUN! AMPUN! 92 . KAKAK NINA: SANA SEBENTAR NEMUIN NINA.

LAMPU BERUBAH

SEMUA PEMAIN: (MENYANYI) HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN TAK SELAMANYA KEJUJURAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN BERHATI-HATILAH JANGAN PULA PERCAYA SAJA PADA TEKNOLOGI YANG CEPAT BERUBAH MESKI MUDAH TAPI AWAS KADANG ADA NEGATIFNYA WASPADALAH TEKNOLOGI PUNYA DUA SISI BISA BAIK, BISA JUGA JAHAT PERGUNAKAN SESUAI FUNGSI JANGAN PAKAI UNTUK KEJAHATAN HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN BISA-BISA NIKMATNYA MIMPI BERUBAH JADI MIMPI SETAN YOI YOI YOI YOI… YOI YOI YOI YOI…

### SELESAI ###

JUARA HARAPAN 2 NINA BOBO
KARYA : ROY AGUSTINUS

93

SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (MENANGIS)

KEJAM! BENAR-BENAR KEJAM! HUHUHU… KATANYA CINTA TAPI TERNYATA SELAMA INI DIA JUGA PACARIN CEWEK LAIN. KALAU DULU DIA PASTI SELALU NGERAYU, HONEY, HONEY, I LOVE YOU. HONEY, HONEY, CINTAKU. HONEY, HONEY, KU SUN DULU. MERAH BIBIRMU SEMERAH GELORAKU PADAMU. HUHUHU… DASAR PLAYBOY! BUAYA! SEKALI BUAYA, TETAP BUAYA! BUAYA YANG PANDAI MERAYU, TAPI SETELAH ITU, SEMUANYA BULLSHIT! BULLSHIT SHIT SHIT! PEMBOHONG! PEMBUAL! AKU DICELEIN, AKU DITIPU. AKU TERTIPUUUU! HUHUHU….

(BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN)

BAYU

DIKIRA SEKOLAHAN AJA YANG PENTING?? MUSIK ITU NGGAK PENTING?? DIKIRA CUMA NILAI RAPORT YANG PENTING? NGEBAND ITU GAK PENTING?? SEMUANYA NGGAK ADIL! CUMA UNTUK RAPORT, ANGKA, KELAKUAN BAIK, KERAPIHAN? DAN MUSIK HARUS DINOMOR DUAKAN? NGE BAND HARUS DIKESAMPINGKAN?? TAPI NYATANYA MEREKA SIBUK! MAMAH PAPAH SIBUK. SIBUK BUK BUK! NGGAK ADIL!

(BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU)
NINA Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?

(BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.)

94

BAYU MASA BODO! KALAU SEMUANYA MASA BODO, AKU PUN BISA MASA BODO! MASA BODO! NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya?? BAYU Cewek, apa pedulimu? NINA Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti?? BAYU Nggak. NINA Busyet! (PAUSE) Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu! BAYU Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini

(MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA) NINA (MENJERIT) Berisiiiiik!! BAYU Sudah tau!!

NINA Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak? BAYU Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama. NINA

95

Sebutkan salah satunya. Sok tau… BAYU Siapa yang sok tau. NINA Alahhhhhh. Ayo teruskan… BAYU Yaa. NINA Trus…? BAYU (MENUNJUK NINA) Hehehe… berarti menarik kan?? NINA Sudah jangan banyak mulut. nggak usah berfilosof deh. cinta. nggak! Memangnya aku perempuan?? 96 .Irama. musik rusak! BAYU Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik. apa pengetahuanmu tentang cinta? BAYU Segudang. begitu? NINA Baru seucret-ucret mengenal musik. sudah seperti komposer aja lagaknya. irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak! BAYU Musak?? Apa itu musak? NINA (tersenyum menyindir) Hmmhh! Musak. NINA Hebat. BAYU Waktu aku ditinggal pacar. waktu itu aku ditinggal pacar. Segalanya memang selalu berkomposisi. NINA Nangis? BAYU Yaa. dan aku begitu menderita. Kamu yang sok tau. dan gaya hidup. Termasuk musik. Tadi kamu bilang cinta.

Tidak ada yang salah. Mau tahu nama aja nggak boleh. Cinta yang lebih perfect. Semuanya berjalan normal-normal saja. Mengeluarkan air mata. (PAUSE) Siapa namamu? NINA Untuk apa tanya-tanya nama. NINA Maksudmu? BAYU Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. BAYU Pelit amat sih. maksudmu? BAYU Begitulah… NINA Siapa yang lebih dulu mencari masalah. terlalu kasar itu. jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis. ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi. Namaku Bayu. Mendapatkan cinta yang baru. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis.NINA Ohh. NINA Aneh. Makanya ada orang ketiga. Seperti Kelinci yang akan dipotong. begitu? BAYU Nggak seperti itu. (MENYODORKAN TANGAN) Namamu… NINA 97 . NINA Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok? BAYU Betul itu. Manusia tidak ada yang perfect. NINA Dan rasanya seperti dipotong-potong. kamu atau pacarmu? BAYU Tidak ada yang bermasalah. dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…? (PAUSE) Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh? BAYU Bukan berselingkuh. Dan kami berpisah. Dia menangis.

jadinya bodoh… setuju? NINA Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu. namamu bodo. kerompyang. Lagipula apa sih arti sebuah nama? BAYU Wahhh. hahahaha…. dan bunyi itu mempunyai irama. ngak perlu kenalan. BAYU Oke. BAYU Jangan tertawa! Aku serius. His-tories! NINA Tapi saat ini kamu bukan histories. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni. sekarang aku memanggilmu Kebo. dan kamu… NINA Bodo! BAYU Ohhh. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi. jadi nggak perlu kita tahu nama. nama itu penting. DIA MENENDANGNENDANG KALENG ATAU MEMBENTUR-BENTURKAN KALENG KE LANTAI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING) Hahahaha…. LAMA KELAMAAN NINA MENARI. dan sekarang sebutkan namamu (MENYODORKAN TANGAN) Aku Bayu. Memangnya aku binatang apa? BAYU Makanya nama itu kuanggap penting.(MENGIBAS TANGAN) Sudahlah. NINA Kerompyang. Hahahaha….. aku suka itu. Fan-tas-tic. Hahahahaha… 98 . TERDENGAR SUAR BISING. NINA TERTAWA-TAWA. Biar ku tambah H. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. kurang ajar. NINA (BANGKIT BERDIRI LALU MENENDANG-NENDANG KALENG SATU PERSATU. Setuju? NINA Ehhhh. kerompyang. Musik terdengar.makanya ada sejarah. kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu… BAYU (MELONCAT GIRANG) Yeahh.

MAMA NINA Nina naik masuk kamar. Malam-malam begini anak tante bersama saya. NINA 99 . Nama saya Bayu. tante. Kamu siapa? BAYU (GUGUP) Saya Bayu. Mam. Nina… MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? BAYU Betul Tante. tadi. NINA DAN BAYU MASUK) MAMA NINA (MEMBENTAK) Dari mana kamu malam begini baru pulang?? (PAUSE) Kamu siapa? NINA Ini teman Nina. MEREKA LALU BERPELUKAN.BAYU (BERGAYA DAN BERNYANYI ALA ROCKER) Disaat ini kita satukan rasa Membentuk lingkaran berpegang tangan Jangan lepaskan aku Jangan ikat diriku Bawa jiwaku Ke alam bebasmu Yeahhhhhh!!! Kuatkan rasa Demi cintaaaa! Beri kebebasan Untuk dirikuuu! Cintai aku Hargai aku Lihatlah aku Peluk diriku Yeahhhhhh!!! (NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. MAMA NINA Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? NINA Tad. MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV.

Mam… MAMA NINA Masuk kamar! (NINA KELUAR PANGGUNG. DIA BERDIRI DAN PERGI) (DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR) PAPAH BAYU Kamu yang seharusnya mikir. MAMA NINA MEMANDANG SINIS) MAMA NINA Tolong dengar. (MENEPUK DADA) Nih. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. Bapak ke kantor dan ibu memasak. Tante. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik! MAMAH BAYU Enak aja. MENGIRIM SMS. Dan semua itu gara-gara kamu. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu. NINA MEMASUKI PANGGUNG. BULAN BULAT BERSINAR. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang! PAPAH BAYU Itulah egoismu. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi… NINA Bayu kok mailbox sih… (BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. Lihat si Lilo. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA. NINA TERLIHAT RISIH. aku punya otak. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. BAYU MEMBALAS. baru semester 4 sudah hamili anak orang. saya memang pengagum sinetron. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT) (NINA MEMENCET HP. aku juga mampu. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak. Selamat malam… (PANGGUNG GELAP) (PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. Memangnya kamu aja yang pantas cari uang. NINA MENGECEK LAPORAN) NINA Masih nggak aktip. kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai. Paham? Selamat malam… BAYU Paham. aku punya kenalan. Kemana sih dia… (NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. aku bisa cari kerja. TERDENGAR SUARA MAILBOX) SUARA MAILBOX Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. anak bungsu kita. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. Aku punya izasah. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. memakimaki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. Karena kamu sok jadi wanita karier!! 100 .

tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata… Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara… 101 . jadi sebagai ayah. eh. Saya sangat kecewa. apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu! BAYU (BERTERIAK SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGAN SEPERTI PAK POLISI) Stop! Stop! Semuanya stop berbicara. Kamu selalu menganggap aku kuat. Ini bukan urusan anak-anak. Meeting dikantor. Ayo sana masuk kamar. Belum lagi kerjaan kantor. Sungguh-sungguh saya kecewa. malah nyambung terus. Itu karena kamu perempuan. Seorang ibu!! MAMAH BAYU Lah. MAMAH BAYU Ya ampunnn.MAMAH BAYU Eh. malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam. berangkat pagi pulang malam. PAPAH BAYU Hebat sekali kamu bicara. aku mampu!! (BAYU DATANG) BAYU Ada apa pap. Berantem lagi? MAMAH BAYU Hushhh! Diam kamu. saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. malah disambungin terus. mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. mam. MAMAH BAYU Hehh. Betul kan Pap? MAMAH DAN PAPAH BAYU Diam kamu!! BAYU Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. Perhatian. Pap? Bayu dengar kok semuanya. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. aku bisa. PAPAH BAYU Itu. di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak. perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar. ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian. Mam. itu hasil didikan kamu! MAMAH BAYU Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam. Sana masuk ke kamar! BAYU Kenyataannya kan begitu Mam. Ini bukan urusan anak-anak. Dan kekecewaan itu. masalah anakanak. Belajar!! BAYU Belajar? Bayu sudah bosan belajar. (PAUSE) Saya sangat kecewa. Ayo sana masuk kamar!! Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya. ingat itu? Ingat?? PAPAH BAYU Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. mamah bilang diam.

TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU) (PANGGUNG TERANG. NINA Bukan cuma penggemar sinetron. Mau dengar? (TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA) BAYU Sudah kudengar. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG. BAYU Kenapa mamahmu tidak menikah saja? NINA Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. NINA Kita pergi ke taman sekarang. Kadang jumlah mereka tidak tentu. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman. Bisa pagi. NINA Mereka sedang bermain kartu. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang. Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. BAYU Dengar baik-baik (SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI) Sudah jelaskan…? Itu alasannya. Yang laki-laki dan perempuan. BAYU Kamu rindu…? 102 . DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON) BAYU Maafkan aku. mau? BAYU Tapi sudah malam. bisa subuh. Kamu pasti marah… NINA Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang? BAYU Mau tau? NINA Pasti dong. nggak pernah tentu… NINA Bising…? BAYU Jelas bising. mungkin berbakat menjadi pemain film. Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. NINA Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi? BAYU Tergantung keinginan.(BAYU KELUAR) (PANGGUNG GELAP. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku. bisa malam.

ahhh… MAMAH NINA Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku? PAPAH BAYU Termasuk hubungan Bayu dan Nina. toh mereka akan mengerti sendiri. papahku tidak mendengar.NINA Rinduuu sekali. PAPAH BAYU Aku juga bingung. Ingin sebenarnya aku menikahimu. Sekarang lebih baik kita tidur… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. MAMAH NINA Dimuka bumi ini. PAPAH BAYU Jangan lihat status kita. (BERNYANYI) Nina bobo O. Tapi lihat cinta kita. Mas? PAPAH BAYU 103 . sayang. Mas. Mas. tapi. MAMAH NINA Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. Tapi cintaku padamu cinta yang suci. tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta. PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA) MAMAH NINA Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui. Plz… BAYU Oke. aku akan menikahimu. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM) (SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. besok malam saja. (PAUSE) Mau pergi ke taman sekarang…? BAYU Jangan sekarang. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu. tapi sayang. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik. apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak? PAPAH BAYU Tentu. BULAN BULAT BERSINAR. Tapi tidak semudah itu. Dan dalam kamus cintaku. Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku. Aku sudah pernah melarang. Kesepian terus hidup begini. Hidup penuh dosa. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. MAMAH NINA Aku memang perempuan kotor. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian. MAMAH NINA Kalau mereka tahu kita akan menikah. Kesepian… PAPAH BAYU Aku juga kesepian. Nina bobo Kalau kamu bobo Papahmu datang Bobo sayang Lupakan yang hitam Biarkan hatimu Ditemani malam (DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang.

Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK MEMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA. NINA (TERISAK) Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku? BAYU Belum tentu. PAPAH BAYU Itu yang bahaya! MAMAH NINA Musti dicegah itu. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK) 104 . Kita terlalu cepat mengambil keputusan. Mas. NINA DAN BAYU MASUK) NINA Kamu yang menentukan sekarang. Seandainya rencana mereka tidak terwujud. HENDAK MEMBUKA BAJU) BAYU Stop! Stop! NINA (TIDAK JADI MEMBUKA BAJU) Kenapa? (BAYU MENGHAMPIRI NINA) BAYU Terlalu cepat. NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. PAPAH BAYU Dicegah? Kamu kira demam berdarah?? MAMAH NINA Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan. Mas? PAPAH BAYU Bener juga kamu. Diranjang ini.Sampai ke akhirat! MAMAH NINA Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana. mas bisa aja… PAPAH BAYU Bener! Tanya aja penonton hehehe… (CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP. sayangku… MAMAH NINA Ahh. BAYU Disini? NINA Iya. dimana lagi? (NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. Mas? PAPAH BAYU Maksudmu? MAMAH NINA Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik. tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu. toh kita akhirnya tetap jodoh. Kita lihat nanti apa yang terjadi. MENANGIS. (NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. kan itu kacau.

aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang… NINA Tapi kamu masih mencintaiku kan…? BAYU Setulus hati… NINA Betul? BAYU Betul. beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung. Maafkan aku. BAYU Tidurlah… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. Tapi aku merasa. tapi karena persoalan. semakin hari aku semakin bertambah tua. (BERNYANYI) Nina bobo O. Plz… BAYU Oke. Mungkin bukan karena umur. NINA Tapi aku mau tahu pendapatmu. orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh? BAYU Sulit untuk ku jawab sekarang ini. NINA Aku begitu lemah sekarang. Tapi asal kau tahu. Nina bobo Kalau tidak bobo digigit nyamuk Bobo sayang Adikku yang manis Kalau tidak bobo digigit nyamuk TAMAT Drama Remaja (NOMINATOR) 105 .BAYU Sudahlah. mana yang kamu pilih. aku sangat mencintaimu.

YANG AKHIRNYA IA HARUS TERBUNUH SEBAGAI PEREMPUAN YANG TAK BERTINDIK.Anting oleh Imran Laha Sinopsis PERJALANAN SEORANG GADIS MUDA YANG BERNAMA SITI UNTUK MEMUSNAHKAN ANTING. SEGALA HAL IA LAKUKAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA PEREMPUAN BISA JADI PEREMPUAN TANPA ANTING. BAHKAN TAK BERTELINGA. Karakter Gadis Botak/Siti Pria Mohwak Teman Guru Murid-murid Perempuan Muda Nenek Suami 106 . SEMUA TELAH IA RENCANAKAN DAN MERACIK SESUATU UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA ANTING ITU SESUATU YANG TAK BERGUNA.

Dengan kedua itu.. TUANGAN AIR DALAM BOTOL. RUANG SEINDAH KOMPOSISI TARIAN DALAM TAMAN SURGA. tak perlu sebuah tindikan dan anting untuk mengatakanku seorang wanita. MEREKA BERPELUKAN. Daging lebih di dadaku. DAN DEGUPAN-DEGUPAN BIRAHI MEREKA BERSUARA DALAM KAMAR ITU .. kau tak peduli. SUARA MESIN LAS YANG TERKADANG EFEK SINAR LAS MENERANGI KEGELAPAN MISTERIUS ITU DAN TERLIHAT SEAKAN SILUET NEGATIF FOTO/KLISE. Setelah kupelajari setiap huruf-huruf gairah kemudaanku dengan berbagai pembenaran. DUA SOSOK REMAJA BERCUMBU DIIRINGI KESEPIAN MENGALUN BIRAHI. ADA SEGUMPAL CAHAYA LEWAT BERGANTI-GANTI MENERANGI MEJA YANG KISRUH DENGAN BUNYI DENTINGAN GELAS. 107 . hanya orgasme yang menjawab. Entah itu berukuran kecil atau besar. DENGAN SEKETIKA SOSOK DI BALIK GELAP LENYAP. Sosok di balik gelap. KEREMANGAN MEMBAHANA BUMI. Free sex telah kututup dalam kitab Kamasutra. DI BALIK SEMUANYA. IBARAT KIPAS ANGIN. KECUPAN-KECUPAN IBARAT TETESAN AIR MEMECAH PADA GENANGANNYA. KEKISRUHAN TERUS BERLANJUT MENGIRINGI ALUNAN GERUTU YANG DALAM DAN BERAROMA KEMARAHAN YANG KELUAR DARI SOSOK YANG TERTELAN GELAP ITU.Istri Siti Kecil DI SUDUT BUMI MALAM... BAHKAN PERCIKAN-PERCIKAN LUDAH MENYUMPAH SEMESTA DAN MENGGEMA MEMBERAIKAN BUHUL-BUHUL KEPEKATAN MALAM. TERTUKAR SEBUAH KAMAR LOSMEN SEDERHANA YANG KHAS DENGAN KEREMANGAN. Suara Wanita Inilah yang kau inginkan. SILUET RAMBUT SEORANG WANITA MENGGELIAT SERUPA TARIAN ULAR. Aku lupa. Akhirnya kusimpulkan setiap komposisi sex di dunia remaja yang begitu fantastic dengan fenomenanya. AIR YANG MENDIDIH. Ada juga liang di selangkanganku yang kau andaikan bibir dari surga. TERDENGAR ANGIN MENDESIR GANAS. Kini sudah usang berdebu dan entah di bilik ingatan mana kusimpan dia. NAFAS KEDUA SOSOK ITU MENAMBAH KENIKMATAN MUSIK. ADA PINTU YANG TERTUTUP RAPAT BERNOMOR 501. Hanya nomor hotel semalam yang bertengger dalam ingatanku . Terlalu ketinggalan zaman menurutku.

. Dengan terpaksa ia merapatkan matanya hingga yang ada hanyalah kerutan pejaman.. Ya 501! Nomor yang kini ada dalam kemenanganku. Mereka hanya segumpal nasihat yang melewati muda tidak seperti ini. bersinglet hitam.Suara Lelaki Biarlah adegan ini cepat mencapai.. kau hanya bisa onani dengan rasa penasaran .. Coba tadi aku dan perempuan ini patungan membayar hotel . akulah raja. Setiap detik kupikir adalah Doggy Style. Keperawananmu adalah mahkota untukku. yaitu selama waktu itu berjalan. Tidak ada yang bisa mengalahkan predikatnya sebagai keanggunan. bertatto. aku merasa telah hidup di umur dewasa. perlukah anting untuk membuatmu penasaran? Suara Lelaki Tak penting untukku senggama yang romantis. Umurku masih 17 tahun dan Perempuan ini belum juga istriku .. Jangan lewatkan setiap detailnya. aku benar-benar cantik. Sungguh aku sangat jenius. Suara Wanita Inilah adegan pertukaran kehormatan. Ini adalah imajinasiku. kau akan meminta lagi. Jangan-jangan malam ini ada razia di setiap hotel.. Dasar kampungan! Aku tak pernah mendapatkan ini dari mereka.ha-ha-ha. Suara Wanita Kau bisa menikmati misteri tubuh yang bernama wanita. Bukan anting yang menentukan. Apakah orang tua berpikir seperti itu juga? Mereka malu. Lihat rambutku. Matanya menyalak menyinari layar komputer yang membiaskan cahaya. Suara Lelaki 501! .. Akulah kedewasaan sejati.. Kini yang ada remaja berambut Mohwak.. Ini suatu kehormatan untukku. Wanita ini adalah senjataku untuk merenggut sejarah kemudaan. dadanya naik turun mendenguskan gelisah. Apa telingamu akan gatal tanpa anting? Di sudut bumi yang lain merebak cahaya. ah aku lupa. Sangat keras pejaman itu hingga getaran menjalar keseluruh tubuhnya. Suara Wanita Bahkan kau pun akan terkejut ketika melihat darah di bibir surga itu. Saat itupun bisa kuludahi wajah kerut dan sok tua para pendahulu. Seiring lenyapnya kamar senggama pikir itu. Anting hanyalah lambang perbudakan dunia. Nomor ini tertera di resletingku juga. entah kenapa bisa sama dengan nomor kamar ini. Bila jebol. besok hari terakhir pembayaran SPP. Seakan ia tak percaya. Kita saling menyerahkan dan memahkotai. keyakinanku hanya satu. aroma kemenangan telah tercium. Walau emas yang menggantung di tindikan sekalipun.. Mana ada orang tua dulu tahu tentang Chek In Hotel. Tegukan-tegukan ludah ketakutan 108 . Saat kurenggut. telah kuubani dengan ketabuan. aku tanya sekali lagi... beranting di telinga kiri. Setidaknya aku tak melakukan imajinasi yang berujung 501. Dan mana tahu orang tuaku tentang 501 . Padahal itu untuk kemajuan. karena pasti kau akan menyesal. Di kala seperti itu. kemana harus kucari uangnya. Perang ini semakin menjelaskan kemenanganku.. Dan aku tak yakin punya waktu denganmu lagi . dan berhadapan dengan komputer.. Mata itu meringis malu...

menambah getar dalam lubuk hatinya. Jari-jari yang berada di atas keyboard seakan paku yang telah menancap sepanjang peradaban kenistaan. Tiba-tiba semuanya meledak dalam dering Hp. Dengan gerak sigap bertanda gugup, remaja itu merogoh Hpnya yang ia sendiri lupa di mana. Cukup lama ia mencari dan akhirnya ketemu juga. Tapi ia belum juga menerima panggilan itu setelah ia melihat nama yang tertera di Lcd Hp. Lama ia berpikir lalu dengan ragu-ragu dia menekan tombol Yes dan perlahan Hp itu diantar ke telinga yang beranting. Mendengar sebentar dengan mata menerawang memikirkan sesuatu.

Pria Mohwak Akan aku jelaskan saat kita bertemu nanti ... aku tak tahu, itu mungkin orang lain ... ya, aku malu. Khususnya terhadap kamu ... sudahlah sayang, cukup. Jangan kamu teruskan kemarahanmu. Aku tak peduli apa kata orang tuaku nanti, aku hanya takut jikalau ini membuat cintamu berkurang ... kau ingat puisiku untukmu? Ingatlah itu, agar kamu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu ... kamu tahukan sayang, sex semacam ini (sambil menunjuk layar komputer dengan jari-jarinya) sudah ketinggalan jaman. Dan kamu juga tahu, aku remaja modern ... aku masih ingat sayang, anting yang kamu berikan ini adalah pengingatku. Dengan begitu kamu seharusnya mengingat puisiku juga, sebab waktu itulah kamu memberikan anting ini ... masak kamu lupa!... dua bulan yang lalu ... ya, aku sangat cepat menyerap perkembangan jaman ... aku lupa nama wanita itu ... ehm, siapa ya, si .. si.. siapa ya, Siti! Ya Siti, aku ingat sekarang. Namanya Siti ... dia teman sekelasku, dia meninggal sebulan yang lalu ... dia bunuh diri bersama semua wanita dalam kelasku, termasuk Guru Pendidikan Moral yang waktu itu bertepatan punya jadwal di kelas ... dia wanita gila menurutku ... kalau kamu melihat beberapa saat setelah terjadi peristiwa itu, kamu akan bersepakat dengan ungkapanku tadi ... saya datangnya ketika kelas sudah dipenuhi oleh Polisi dan orang banyak. Mayat-mayat wanita itu tak bertelinga semuanya ... iya, akupun heran kenapa dengan hanya sepenggal telinga mereka bisa mati. Menurut penglihatanku, mereka masih terlalu cantik untuk menjadi mayat ... oh maaf sayang, aku tak bermaksud merendahkanmu dengan mengatakan mereka cantik ... ya, kamulah yang paling spesial di hatiku ... iya kan? Kamu sendiri bisa mengatakan wanita itu jenius. Kalau aku mengatakan dia gila ... sampai sekarang pun Polisi tidak sanggup memecahkan kasus itu. Menurut Polisi itu pembunuhan yang paling sadis selama ini. Soalnya irisan-irisan telinga itu sangat halus. Tidak terlihat goresan-goresan pemaksaan. Padahal alat yang digunakan untuk mengiris telinga adalah Gergaji. Koki seahli apapun tak bisa mengiris seindah itu ... dan yang lebih aneh lagi semua potongan telinga mereka tak ditemukan di awal peristiwa. Nanti setelah divisum baru mereka tahu semua potongan telinga itu ada dalam perut Siti, termasuk telinganya ... apakah itu bukan hal yang gila? ... aku pun tak percaya pernah melakukan hubungan sex dengan seorang maniak ... aku juga tak tahu siapa yang merekam dalam kamar itu, aku hanya bisa terkejut ketika adegan dalam kamar itu telah tersiar di Internet ... (Hp di genggaman Remaja Mohwak berbunyi menandakan Lowbat.) Aduh sayang, kamu sekarang cari Warnet terdekat! Kita teruskan obrolannya lewat Chating. Batre Hp aku hampir habis ... (Belum juga habis katakatanya, Hp kehabisan Batre.) 109

PINTU RAPAT YANG BENOMOR 501 ITU, MEMBUKA KEMBALI CERITA SESUDAH ADEGAN SEX DITAYANGKAN. TAK LAGI TARIAN SURGA YANG TERLIHAT, HANYA DUA SOSOK DI BALIK SELIMUT. BUKAN LAGI DEGUPAN YANG BERUCAP. TAPI PERCAKAPAN NYATA BERADU. MEMECAH DENTINGAN CAHAYA IDE KEMAJUAN ...

SANG LELAKI.
Aku dewasa. Akulah raja sekarang. Saatnya untuk meludah pada setiap orang tua.

SANG WANITA.
Akhirnya aku sendiri membuktikan. Akulah pemilik keanggunan. Akulah wanita itu.

SANG LELAKI.
Kamu ingat Siti. Seanggun apapun, kamu hanya mahkotaku. Kamu properti ...

Sang Wanita
Beraninya kamu mengatakanku seperti properti. Apakah kata itu yang berlaku juga pada anting.

SANG LELAKI.
Kurang lebih seperti itu.

Sang Wanita
Tanpa properti anting itu, aku tetap anggun dengan darah yang keluar dari selangkanganku.

SANG LELAKI.
Darah itulah mahkota yang kurenggut untuk menjadi dewasa.

SANG WANITA.
Ha, lucu. Kamu pikir dengan itu kamu sudah dewasa? Belum.

SANG PRIA.
Lalu apa?

SANG WANITA.
Berani menentukan pilihanmu secara jujur. Kalau hari ini, kamu masih takut dan sebisanya bersembunyi di balik pintu hotel. Puh ... kayak anak-anak yang baru belajar onani.

SANG PRIA.

110

Jenius kamu Siti. Aku punya gagasan yang paling modern mendengar penjelasanmu. Sex mutakhir. Sodomi dengan lelaki. Itukan namanya memilih untuk melakukan dengan lelaki. Dan aku jujur padamu. Ah, aku puas sekarang. Akulah raja.

Sang Wanita
Sakit.

SANG PRIA.
Apa bedanya dengan kamu wanita tak bertindik. Kamu sakit juga. Mendingan kamu jadi lelaki saja ...

Sang Wanita
Jenius...jadi tak perlu lagi kupikirkan masalah keanggunan ...

KEDUA MATA REMAJA ITU BERBINAR-BINAR DENGAN SENYUM SIMPUL YANG PALING MANIS. KEDUANYA MELAYANGKAN IMAJINASI PADA KEREDUPAN CAHAYA YANG MAKIN REDUP, MAKIN REDUP LAGI, HINGGA MASUK DALAM KEPEKATAN GELAP. CAHAYA MUNCUL BERBENTUK LINGKARAN DI SUDUT BUMI LAIN. BERDIRI SOSOK DENGAN DANDANAN SEORANG GURU. SOSOK ITU SEPERTI SEDANG MENGAJARKAN SESUATU. GURU SEMUA HARUS BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. JANGAN PERNAH MELEBIHI KODRAT, KARENA ETIKA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KODRAT. BIARLAH ADA ATURAN-ATURAN KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DENGAN SEMUA ATRIBUTNYA. BEGITU JUGA DENGAN PEREMPUAN ...SEMUANYA MENGERTI? TAK ADA YANG MENJAWAB. SEMUA TETAP GELAP. HANYA TEMPAT GURU ITU BERDIRI YANG DITERANGI CAHAYA. SEMENTARA SANG GURU MASIH MENUNGGU JAWABAN. GURU MASAK BELUM MENGERTI? SAYA KASIH CONTOH, SEORANG LELAKI DIBERIKAN KODRAT OLEH SANG PENCIPTA MEMILIKI TUBUH YANG LEBIH KUAT, JADI SEANDAINYA LAKI-LAKI MELINDUNGI PEREMPUAN ITU DIKATAKAN ETIS. KALAU SEBALIKNYA DIKATAKAN TIDAK ETIS. BEGITU JUGA PEREMPUAN, TIDAK DIKATAKAN ETIS KALAU DIA BERBICARA KASAR. KARENA PEREMPUAN ITU TERCIPTA DENGAN KELEMBUTAN.
111

ITU SANGAT ETIS KALAU DIFUNGSIKAN. SEMUANYA MENOLEH KEBELAKANG SEIRING CAHAYA MENYALA LAGI DAN MENAMPAKAN SOSOK GADIS YANG TERTUNDUK DIAM. MURID 1 SAYA MENGERTI SEKARANG. PEREMPUAN DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MENGANDUNG. CAHAYA DI SUDUT LAIN LAGI. SEMUANYA MEMPERHATIKAN GADIS ITU.. MURID 4 MENJADI TIDAK ETIS KALAU KITA BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGANNYA... SUASANA MENJADI TEGANG SEAKAN SEMUA MEMUSUHI GADIS YANG TERTUNDUK MALU ITU.. PUNYA VAGINA BIAR ETIS DIANGGAP ORANG LAIN. 112 . SITI KAMU JANGAN SOK TAHU. TAPI BAGAIMANA DENGAN SITI YANG TAK BERTINDIK SEGALA .JADI SANGAT ETIS KALAU LAKI-LAKI MENGHAMILINYA. ADA CAHAYA LAGI DI SUDUT YANG LAIN MURID 2 BEGITU JUGA LAKI-LAKI DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MEMBUAHI. MISALNYA ANTING. BISANYA KAMU BICARA TENTANG HUBUNGAN SEKS. CAHAYA LAIN LAGI. MURID 4 KALAU BEGITU PEREMPUAN HARUS MEMPUNYAI ATRIBUTNYA. PEREMPUAN HARUS PUNYA PAYUDARA. PADAHAL AKU TAHU KAMU BARU SAJA BELAJAR ONANI. MURID 3 BERARTI. APALAGI AKU SEORANG LELAKI..SATU CAHAYA TERANG DI SUDUT LAIN. MENAMPAKKAN SOSOK MURID YANG MENGACUNGKAN TANGAN.

APA YANG BISA KAMU PERBUAT TANPA ANTING ITU. HABIS GELAP TERANG. DI MANA-MANA SEMUA SAMA. 113 . SUMPAH SERAPAH BERTEBARAN . LEBIH BERMORAL JIKA KAMU MEMAKAI ANTING. YANG PENTING. AIR MENDIDIH TERUS MELANJUTKAN KISAHNYA. ANTING ITU MEMPERJELAS KAMU SEBAGAI SEORANG WANITA JALANG. SITI JANGAN SEMBARANGAN BICARA.. BUMI PERLAHAN MEREDUP TERTELAN GELAP HINGGA SOSOK DI SUDUT BUMI LAIN TAMPAK JELAS DENGAN KEKISRUHANNYA YANG KHAS. GURU TENANG ANAK-ANAK. APA TUJUANMU MEMAKAI ANTING. TANPA ANTING PUN AKU MASIH BISA DISEBUT PEREMPUAN.. SITI TUTUP MULUTMU WANITA JALANG. SITI MEMBALAS DENGAN TATAPAN SERIBU RENCANA. SEMENTARA MURID 1 MENGGODA DENGAN MATANYA. ITU HANYA BAHASA KEIRIANMU SAJA. KAMU PASTI TIDAK PERNAH DISENTUH LAKI-LAKI. ANTINGLAH YANG MEMPERCANTIK PEREMPUAN. MEMBUAT SITI TERDIAM DAN HANYA BISA MENATAP. PALING HANYA BERKACA DI DEPAN CERMIN DENGAN SEGALA KESEPIAN HATIMU. CAHAYA KHAS MESIN LAS PUN TAK KETINGGALAN MENAMBAH KESERIUSAN MISTERI ITU.MURID 2 ITU TIDAK PENTING. MASIH DENGAN SEPENGGAL CAHAYA BERPUTAR DAN BERGANTIAN MENERANGI SOSOK ITU. KALAU BUKAN HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN BELAI LAKI-LAKI. MURID 4 MANA BUKTINYA? PERTANYAAN MURID 1 YANG BERJENIS KELAMIN LELAKI ITU.. MURID 3 AH. MAKANYA KAMU BICARA SEPERTI ITU. DENTINGAN GELAS. HABIS GELAP TERANG BEGITU SETERUSNYA. (PADA SITI) SEMUA BENAR SITI..

JANGAN KITA BERISIK DI SINI. Puh(meludah). Lebih dari Trance.Sosok di balik gelap Begitu juga dengan Drugs. Kenikmatan yang bahan itu tawarkan bukan sesuatu yang baru. seharusnya yang aku racik adalah sesuatu yang lebih mahal. Dengkul ini tak bersahabat.) Bumi kembali beralih menjadi sudut remang. Kuno.. PRIA MOHWAK 114 . Yang jelas aku tak selera lagi dengan hal-hal ketinggalan jaman . Kali ini tempatnya berantakan layaknya sebuah pasar tradisional yang habis dipakai untuk jualan. Pria Mohwak Bagaimana dengan dia? (menunjuk temannya yang tergeletak..) GADIS BOTAK BIARLAH BANCI ITU BERISTIRAHAT SEBENTAR. Segala bunyi khas meja ilmuwan menjadi musik pada kegelapan itu. Sekarang dia ada di belakang jaman anak-anak kuno. Terjadi percakapan antara dua remaja yang masih sadar. Dan aku tak mau menjadi Darwin yang bodoh dengan meneliti fosil-fosil. Dengan kejeniusanku ini. aku mendahuluinya.. Pria Mohwak Apa yang harus kita lakukan? Aku tak kuat lagi berjalan. Tumpukan-tumpukan karung yang sudah belel. Biarlah dia menjadi fosil-fosil. PRIA MOHWAK TAK SETIA KAWAN. Gadis Botak Lalu kamu mau kita ditangkap Polisi di sini? Ayo kita paksakan untuk berjalan.. Bahan kimia yang telah jauh tertinggal dibanding kejeniusanku. Dan lucunya aku harus membayar mahal untuk dia. GADIS BOTAK KENAPA. Yang satu pria berambut Mohwak dan satu lagi Gadis berambut botak. Drugs yang harus membayar padaku untuk setia mencintainya. Tapi sebelum ia melakukan itu. Segala macam barang berserakan dan genangan lumpur tak ketinggalan menghias. (sosok itu meneruskan pekerjaannya. Drugs pun bukan teman yang setia. menjadi tempat sandaran ketiga remaja yang sempoyongan itu. Dasar kampungan! Setelah semuanya dia mau meninggalkanku. Salah satu dari mereka sudah tak dapat bangun lagi akibat mabuk. Sesuatu yang membawa ketingkat kemabukan paling tinggi. Bahkan bom yang meleburkan tubuh menjadi bagian-bagian molekul tak sanggup menandingi. Lebih dari ekstase. lalu banyak bicaranya. KAU TAKUT? LAKI-LAKI BANCI.

LALU DENGAN MEMPERTEGAS UCAPAN. LEBIH CANTIK MAKSUDMU. AKU SEORANG GADIS PUN TAK BERTINDIK. PRIA MOHWAK SEENAKNYA KAMU BICARA. GADIS BOTAK KALAU AKU TAHU KAMU SEORANG BANCI. MENURUTKU INI SUATU KEMAJUAN. KAMU PEREMPUAN! HANYA SAJA KAMU TAK BERTINDIK.(SAMBIL MENJEWER TELINGA KIRI PRIA MOHWAK DAN MELIHAT ANTING YANG DIKENAKAN PRIA ITU. GADIS BOTAK PUH! MAU JADI PAHLAWAN? KAMPUNGAN. MANA ADA NAMA SITI SEORANG LAKI-LAKI. GADIS ITU MENGUNGKAPKAN SESUATU DITELINGA YANG DIA JEWER) KAMU BANCI! PRIA MOHWAK SUDAHLAH. AKU TAK INGAT APA-APA. AKU YANG MERENGGUT PERAWAN KAMU. HANYA BANCI YANG MAU MELAKUKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI. PRIA MOHWAK KAMU JANGAN SOK! KAMU INGAT KELAMINMU APA.JUSTRU MENINGGALKANNYA ADALAH TINDAKAN PENGECUT. APAKAH AKU BANCI DENGAN ITU. AYO KITA ANGKAT ORANG INI. LAGIPULA AKU MABUK. MALAM ITU. GADIS BOTAK 115 . INGAT NAMA KAMU SITI. TAPI KAU. AKU TAK RELA. GADIS BOTAK. ANTING INI MEMBUATKU LEBIH MACHO APALAGI DITAMBAH DENGAN DRUGS. GADIS BOTAK NAH. KITA JANGAN MEMPERPANJANG MASALAH. ITU KAMU SADAR JUGA. PRIA MOHWAK SUDAH.

SEGERALAH DITINDIK TELINGAMU ITU. KAMU PUN. GADIS BOTAK JANGAN BAWA-BAWA ANTING UNTUK MASALAH INI. GADIS BOTAK TANPA ANTING. (MENYERAHKAN KUNCI KAMAR) INGAT 501 NOMOR KAMARNYA. TERTINGGAL PRIA MOHWAK DENGAN SEGUDANG KEBINGUNGAN. JANGAN HANYA MULUTMU SAJA YANG BESAR. HINGGA SUDUT KUMUH ITU BERGANTI SUDUT MISTERIUS YANG DIDIAMI DUA SOSOK BERSERAGAM SEKOLAH. TADI KAMU YANG MEMAKSA UNTUK MENGANGKATNYA.. AKU TAK PEDULI DENGAN BARANG ITU. KITA MAIN CANTIK. JADI KAMU PASTI GROGI. MURID 4 SABAR. LIHAT SAJA NANTI. DAN PERGILAH BELI ANTING. 116 . JANGAN SEMBARANGAN. AKU YAKIN INI PERTAMA KALI BUATMU. AKU TAK YAKIN KAMU SEORANG PEREMPUAN.AKU BANYAK URUSAN. SITI KAMU MAU BUKTI? MAU COBA? AKU PUNYA WAKTU SEKARANG. KALAU PERLU AKU AKAN MEMUSNAHKANYA. INI ADA BANTUAN UNTUK MENGHILANGKAN GROGI (MENYERAHKAN SESUATU) SITI SABU-SABU! LAKI-LAKI PENGECUT. MURID 4 HEI. KAMU AKAN MERASAKAN BELAIAN SEORANG PEREMPUAN. SOSOKNYA KEBURU DITELAN GELAP. KALAU TAK ADA TONJOLAN DI DADAMU. AKU SUDAH MEMESAN KAMAR HOTEL. GADIS BOTAK ITU PERGI DENGAN KESAL. APA KARENA AKU MENGATAKAN KAMU TAK BERANTING.. (LANGSUNG PERGI) PRIA MOHWAK EH MAU KEMANA . SEKARANG KAMU PERGI. KAMU SAJA YANG ANGKAT. KEREMANGAN MULAI MERASUKI BUMI.

PRIA MOHWAK TERNYATA KAU SADAR JUGA. TIDUR DISEMBARANG TEMPAT. CAHAYA MENERANGI SUDUT YANG KUMUH DAN BERTABURAN KARUNG-KARUNG BELEL TADI. TANGANNYA MEMBELAIBELAI RAMBUT. LALU DIA MENGGUNTING SECARA PERLAHAN-LAHAN RAMBUTNYA MENGIKUTI RITME CAHAYA YANG PERLAHAN MEREDUP JUGA. DUA SOSOK TADI PERLAHAN TERTELAN GELAP TERSISA GERAK-GERIK PERDEBATAN MEREKA. TAK PERNAH KUTEMUI ORANG SEPERTI KAMU.. MALAH DITAMBAH LAGI DENGAN MABUK BAHAN KIMIA. SITI SEDANG BERADA DI DEPAN CERMIN MEMBELAI-BELAI RAMBUTNYA. AKU TERPENGARUH SABUSABU TADI.. TEMAN OH. INI YANG DIKATAKAN SUPER MABUK. BESOK KAMU MENGHISAP SABU-SABU LAGI. TIBA-TIBA TEMAN MABUKNYA ITU MENGGELIAT.. SUDAH BERULANGKALI AKU SELALU BEGINI. SEBAB DARAH PERAWAN TADI MEMBUKTIKANNYA. TAK ADA RAMBUT PUN AKU MASIH WANITA. ITU BIASA. AKU HARUS TOTAL. AKU SUDAH MABUK DENGAN SEGALA PERMASALAHAN KEHIDUPAN. SETELAH GELAP. SERASA AKU DISELIMUTI DUA KEMABUKAN.. DALAM HIDUP. TAK PERLU AKU PEDULI TENTANG KEANGGUNAN. PRIA MOHWAK YA.BEGITU JUGA RAMBUT INI. 117 . MAKASIH. SITI MENGANGKAT GUNTING DI ATAS MEJA. HABIS MABUK. AKU DARI TADI DISINI MENUNGGUMU SADAR. HARI INI KAMU KATAKAN ITU. KETIKA GELAP.. DI TENGAH BUMI SEDIKIT CAHAYA MENGESANKAN KAMAR SESEORANG YANG KESEPIAN. SOSOK PRIA MOHWAK MASIH TERDUDUK MENUNGGU SAMPAI TEMANNYA YANG MABUK SADAR.BODOH! TAPI AKU SADAR DENGAN KETIDAK PEDULIANKU PADA KEANGGUNAN. SITI BENAR JUGA DIKATAKAN LAKI-LAKI TADI. ANTING LAMBANG DARI ITU. AH. SEBUAH PASAR TRADISIONAL YANG HABIS DIPAKAI JUALAN. KAMU SEORANG LELAKI YANG PERHATIAN.KEREMANGAN MULAI TURUN LAGI MEMBASAHI BUMI. DALAM KETIDAK PEDULIKU PADA KEANGGUNAN.. LAMA DIA TERMANGU.

.. KAMU BEGITU KARENA AKU MENTRAKTIR SABUSABU. KARENA KAMU BAIK. AKU ORANG YANG SANGAT BERSAHABAT. AKAN AKU HADIAKAN KEPADAMU.(IA MELIHAT ANTING DI KIRI TELINGA PRIA MOHWAK) KAMU SUKA ANTING? PRIA MOHWAK INI UNTUK GAYA. TEMAN BOHONG. TEMAN BARU KALI INI ADA TEMAN YANG BAIK HATI TANPA SABUSABU. BUAT APA KAMU MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PENTING ITU. PRIA MOHWAK DIA PERGI BEGITU SAJA. TEMAN JADI KAMU ORANGNYA BERGAYA? PRIA MOHWAK SUDAHLAH KAMU SAJA TIDAK BERTINDIK. PRIA MOHWAK AKU AKAN MEMBALAS DENGAN APA? 118 . TEMAN AKU PUNYA ANTING JUGA. TEMAN KENAPA KAMU TIDAK SEPERTI DIA SAJA? PRIA MOHWAK AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU. AKU DI SINI KARENA HATIKU BAIK. PRIA MOHWAK DASAR KAMPUNGAN.TEMAN MANA BOTAK TADI.

PADAHAL AKU TAK PERNAH PEDULI..HA! TAWANYA MENGGEMA BUMI. DENGAN GAYA YANG WASPADA. SOSOK DI BALIK GELAP SEMUA TELAH MENJALANI. DIA TERUS TERTAWA. AKU PUN TAK MENGERTI. SEBAB BUAT APA SESEORANG LAHIR TANPA DIKETAHUI ORANG? ITU BUKAN HIDUP TAPI MATI. IA MEMELUK SEBUAH BUNGKUSAN YANG SEKALI-KALI MENGELUARKAN TAWA DAN TANGIS OROK.HA. TERNYATA SOSOK DI BALIK GELAP ITU ADALAH GADIS BOTAK ATAU SITI. IA MELETAKKAN BUNGKUSAN ITU LALU IA BERSEMBUNYI DI BALIK SESUATU. DALAM PERSEMBUNYIANNYA. SETELAH ITU TERDENGAR ANGIN MENDESIR SERAM. DENTINGAN GELAS.. DAN KELAHIRAN HANYALAH PERTEMUAN. KENAPA AKU HARUS BERTEMU DENGAN MASALAH ANTING. MUNGKIN TINGGAL KEMATIAN YANG SELALU MENAKUTI. BUMI MULAI MEMANCARKAN CAHAYA KEREMANGANNYA. LAMA IA BERPIKIR. SETIDAKNYA AKU TELAH DIKENAL ORANG TANPA ANTING. NYATA JUGA DALAM PANDANGAN AKIBAT SEMUA BOTOL PERCOBAAN MELEDAK DAN DITAMBAH LAGI SINAR LAS YANG MENYOLOK. SAMPAI-SAMPAI GELAP LANGSUNG SAJA MENIMBUNI TEMPAT KUMUH ITU. SEKARANG INI AKU DINYATAKAN LAHIR KARENA BERPIKIR TENTANG ANTING. PRIA MOHWAK JADI ANTING ITU HANYA UNTUK SUPAYA AKU BERGAYA? KALAU BEGITU APA YANG AKAN MEMBALAS SEMUANYA? TEMANNYA ITU MEMIKIRKAN SESUATU UNTUK MENJAWAB. DENGAN KEMARAHANNYA.HA. DATANG SEORANG NENEK-NENEK DENGAN 119 . MASUK SOSOK PEREMPUAN MUDA DENGAN EKSPRESI GELISAH. AKHIRNYA SOSOK DI BALIK GELAP YANG MISTERIUS ITU. SEKETIKA PUN DI SUDUT YANG LAIN MEMULAI DENGAN KEREMANGAN MISTERIUS DAN SEPENGGAL CAHAYA SERUPA KIPAS ANGIN YANG BERPUTAR. SETELAH IA SAMPAI DEKAT SELOKAN.. ITU YANG LUAR BIASA .TEMAN INI UNTUK MENAMBAH GAYA KAMU. AIR MENDIDIH MULAI TERDENGAR.. LAMPU TIBA-TIBA MELEDAK JUGA DAN GELAP JADINYA. DAN ITU KELAHIRAN . TINGGAL BAGAIMANA MEMATIKAN ANTING. SOSOK ITU SIBUK KEMBALI DENGAN KEMARAHANNYA. BUNYI KHAS MESIN LAS. MEMBUAT SEMUA ATRIBUT PENEMUANNYA PUN MELEDAK-LEDAK HINGGA PADA TITIK YANG KLIMAKS...

KALAU AKU JUSTRU MENGHIDUPKANNYA. SAYA TAHU APA YANG HARUS DIPERBUAT UNTUK OROK SEPERTI INI. PEREMPUAN MUDA BOHONG! NENEK MAU MEMBUNUHNYA! NENEK BUKANNYA KAMU YANG MAU MEMBUNUHNYA. PEREMPUAN MUDA DENGAN MENINDIK SEPERTI ITU NENEK BILANG AKAN MENGHIDUPKANNYA? ANAK ITU PASTI KESAKITAN. KAMU TINGGALKAN IA DI SINI KARENA KAMU TAK MENGINGINKANNYA. NENEK ITU MENGELUARKAN JARUM DARI TAS BELELNYA. DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA. PEREMPUAN MUDA ITU ANAKKU.ANTING YANG MENYOLOK. MASIH SANGAT MERAH DAN CANTIK... LALU IA MEMERIKSANYA. TAPI KAMU MAU MEMBUNUHNYA. BERGEGAS PEREMPUAN MUDA ITU KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA UNTUK MENCEGAH. NENEK YA. SEMENTARA PEREMPUAN MUDA TADI. NGERI MELIHAT APA YANG AKAN DILAKUKAN NENEK ITU. SAYA YAKIN INI ADALAH ANAK JADAH. SEBELUM NENEK SEMPAT MENINDIK. NENEK ITU KAGET MELIHAT ADA BUNGKUSAN DENGAN SUARA OROK. DITARIKNYA TELINGA OROK ITU. NENEK SAYA INGIN MEMBUAT DIA BERTAHAN HIDUP. AKU TAHU ITU. PEREMPUAN MUDA APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NENEK GILA NENEK TERKEJUT DAN TAK SEMPAT MENINDIK.. NENEK AH.ADA OROK RUPANYA.. 120 .

HANYA SEBUAH BUNGKUSAN YANG MEREKA RASA PANTAS UNTUK DISELAMATKAN. PEREMPUAN MUDA TUTUP MULUTMU NENEK GILA.. AKHIRNYA NENEK ITU MENYERAHKAN ROHNYA KEPADA KEMATIAN.... TAMPAK SEORANG GADIS BOTAK BERDIRI DI ATAS MEJA DENGAN 121 . TERSISA DUA MAYAT (NENEK DAN PEREMPUAN MUDA) YANG MENGHIAS. SAMPAI DENGAN SENDIRINYA PEREMPUAN MUDA ITU MENANGIS. LALU DIA MENGHANTAM BERKALI-KALI KEPALANYA SENDIRI. BUMI TERANG BENDERANG MENGGANTI MENJADI RUANG KELAS.. APALAGI MENGHIDUPKANMU. MEREKA KAGET DENGAN PENGLIHATAN MEREKA. APAKAH TANPA ANTING MENYEBABKANMU MATI WALAU NAFAS TETAP BERHEMBUS. JANGAN KAMU TUNDA KEHIDUPANNYA.. AKU MALU TERHADAP SETIAP MATA YANG MEMANDANGKU. APA KUASA NENEK YANG TUA ITU. PEREMPUAN MUDA ITU BELUM JUGA PUAS MENCEKIK. BIARLAH AKU MATI DAN KAMU CARI KEHIDUPANMU SENDIRI. PEREMPUAN ITU MENGAMBIL BATU YANG TERGELETAK DI SAMPINGNYA. DATANG SEPASANG SUAMI ISTRI YANG TUKANG PEMULUNG... ANAK ITU WANITA. IA HANYA BISA MENAHAN KEMATIAN UNTUK BISA LEBIH PERLAHAN. TERGELATAKLAH JASAD PEREMPUAN MUDA DI ATAS GENANGAN DARAHNYA. NENEK SAYA MENGHIDUPKAN IA DI DUNIA INI..YANG SAYA LAKUKAN UNTUK SIMBOL DUNAWI.AKU TAK SANGGUP MEMBUNUHMU. DAN MEREKA PUN MEMUNGUT LALU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT ITU. DALAM CENGKERAMAN PEREMPUAN MUDA ITU NENEK BERKATA. DENGAN TIBA-TIBA.DENGAN ITU IA ADALAH WANITA. DENGAN ANTING SEMUA AKAN MEMANDANGNYA HIDUP... IA ADALAH SALAH SATU ATRIBUT DUNIA. PEREMPUAN MUDA BENARKAH AKU MENGINGINKAN KEMATIANMU? AKU HANYA INGIN MENINGGALKANMU DI SINI...DENGAN SEGERA PEREMPUAN MUDA ITU MENCEKIK NENEK.AKU TAK SANGGUP MENGHADAPI DUNIA.. LAMPU MENUJU KEREMANGAN SAMPAI GELAP MENJADI PEKAT. AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA.. BELUM BEBERAPA SAAT. BARU IA MELEPASKAN CENGKERAMANNYA..

JAWABNYA ADALAH KEHIDUPAN PEREMPUAN... TAPI SEMUA SUDAH TERJAWAB! TAHU APA JAWABNYA?. WANITA 2 TERUS APA MAKSUD KAMU TIDAK MENYAKITI? GADIS BOTAK/SITI KEHIDUPAN SELALU INDAH. MAKA. LIHAT GERIGINYA. WANITA 3 BENAR! AKU MAU DULUAN! GADIS BOTAK/SITI AHA.TAPI AKU TAK AKAN MEMAKSAKAN.. DIA SANGAT MARAH. DI TANGANKU INI. DI BAWAHNYA ADA SEKITAR LIMA WANITA YANG TERIKAT. KALIAN KIRA DENGAN TERUS MEMIKIRKAN KEANGGUNAN ITU TIDAK MENYAKITKAN? KENAPA HIDUP HARUS DISAKITI DEGAN PERASAAN SEPERTI ITU. SAMPAI SEKARANG PUN DIA BERTANYA APA KEGUNAAN ANTING.SIAPA YANG MAU DULUAN? WANITA 1 APA JAMINANNYA KALAU ITU TIDAK SAKIT? GADIS BOTAK/SITI TAK ADA. GURU 122 .MEMEGANG SEBUAH GERGAJI. KARENA ANTING TAK PENTING UNTUK DIJAMINI. JADI KALIAN HARUS IHKLAS. TAPI SESUNGGUHNYA DIA SAYANG DAN MAU MENYELAMATKAN KALIAN DARI KEMABUKAN TERHADAP ANTING. DATANGNYA GERGAJI DI SINI UNTUK MENGHIDUPKAN PEREMPUAN TANPA ANTING. TANPA ANTING KALIAN TAK MEMIKIRKAN KEANGGUNAN.. TERMASUK GURU MEREKA. GADIS BOTAK/SITI SEKARANG WAKTUNYA MEMUSNAHKAN APA YANG KALIAN BANGGAKAN. YAITU ANTING. ADA YANG SUDAH SADAR.. MUNGKIN SUDAH TAK PUNYA UANG LAGI UNTUK BERGAYA. ADALAH GERGAJI YANG TERBUAT DARI KEIHKLASAN. TAK AKAN ADA RASA SAKIT. ATAU SITI. GERGAJI INI YANG MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI LEWAT KEMARAHAN.. SEMUA WANITA YANG TERIKAT ITU TERLIHAT GELISAH DAN KETAKUTAN DENGAN LAGAK GADIS BOTAK ITU.

DENGAN GAYA YANG TEATRIKAL. DIIRINGI TANGISAN BAYI. SUAMI TERUS. ETIKA ADA DALAM SINI (MENUNJUK DADANYA) DAN SINI (MENUNJUK KEPALANYA). DI SITU SUAMI ISTRI PEMULUNG TADI SEDANG BERDEBAT. LALU IA MENGANGKAT SALAH SATU MURID. MASAK ADA ANTING BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. GURUKU SAYANG! KAMU HANYA BANYAK MEMBUAT ORANG-ORANG BODOH DENGAN KEETISANMU ITU.KENAPA KAMU SANGAT TIDAK ETIS MEMAKSA WANITA MENGHAPUS SEJARAH ANTING? ANTING SUDAH SEUMUR MANUSIA. ITU CUMA LUARNYA SAJA. LALU KEREMANGAN DATANG LAGI SECARA PERLAHAN. TERIAKANNYA MEMBUAT BUMI GELAP. JIKA INI PEMAKSAAN. SUAMI 123 . ITU BUKAN HAL YANG MENYAKITKAN. IA MEMOTONG. SUAMI UNTUK APA ANAK ITU DITINDIK? ISTRI ANAK INI PEREMPUAN. APA DIA AKAN JADI LAKI-LAKI TANPA TINDIKAN? ISTRI DARI DULU JUGA PEREMPUAN PUNYA TINDIKAN. YANG PENTING ADA YANG MENANDAKAN DIA PEREMPUAN.. SUAMI MAKAN SAJA HARUS BANTING TULANG DULU.. KENAPA KAMU MAU MENYALAHI KODRAT-KODRAT ITU? GADIS BOTAK/SITI PERTANYAAN YANG TIDAK ETIS. MENGGANTI RUANG KELAS DENGAN RUMAH KUMUH. JUSTRU SEBUAH KEBAHAGIAAN HIDUP. BAGAIMANA KITA MEMBELI ANTING? ISTRI TAK PERLU EMAS. MURID ITU TERIAK KESAKITAN.AH AKU TAK MAU BANYAK BUANG WAKTU. SITI TURUN DARI ATAS MEJA. AKU AKAN SEGERA MEMOTONG TELINGA KALIAN SEMUA.

KAMU TAHU SIAPA SI SITI ITU? YANG PASTI IA PEREMPUAN ..SITI HAWA.. SAAT ITU KAMU MENTRAKTIR SABU-SABU ... 124 . TAPI TERNYATA BANYAK JUGA YANG SEPERTI INI. JADI PILIHANKU MENCINTAIMU.. KAMU PERNAH BERTEMU DENGANNYA.. DAN MALAH MEREKA YANG DILUDAHI OLEH ORANG-ORANG DEWASA... AKU SALAH STRATEGI. KALIAN SAMASAMA TAK BERTINDIK . AKU TADI MENYEBUTKAN GADIS BOTAK TADI . MEREKA KAN SOK TUA . YA.... KEDUANYA MEMBISU.. DI SUDUT BUMI YANG LAIN ADA CAHAYA TERANG BENDERANG. KARENA PILIHAN UNTUK MENCINTAIMU DIJAMAN INI SANGATLAH FENOMENAL JIKA TERBUKA KEPADA KHALAYAK RAMAI.. AKU MENDAPATKAN PRINSIP TENTANG BAGAIMANA MENJADI ORANG DEWASA. PRINSIP INI LAMA MEMBUAT SAYA UNTUK MENDAPATKAN MAHKOTA KEDEWASAANKU .. PRIA MOHWAK APALAH ARTI SEBUAH NAMA UNTUK KITA SAYANG .. OH. TAPI DOKTRIN GADIS BOTAK PADA MALAM ITU YANG MEMBUAT AKU KALAH . OH IYA... KAMU JANGAN MEMBANTAH. SAYANG MAAFKAN SAYA. AKU AKAN MEMBERIKAN DIA NAMA. BELUM MEMBUAT PENGAKUAN MEREKA TENTANG KEDEWASAAN . SEIRING CAHAYA MEREDUP KE KEGELAPAN. ADA PRIA MOHWAK DENGAN EARPHONE DI TELINGANYA DAN MATANYA TERUS MELEKAT PADA LAYAR MONITOR KOMPUTER. SUAMI CUKUP DENGAN NAMA. AKU PIKIR INILAH KEDEWASAAN. AKU MELAKUKAN SEBELUM KENAL DENGANMU . HANYA TANGIS BAYI YANG TERDENGAR. BUKAN KARENA MENCINTAIMU AKU KALAH. BUKAN BEGITU SAYANG. GADIS ITULAH YANG BERADA DALAM INTERNET DENGAN SAYA. TAPI BAGAIMANA DENGAN ORANG-ORANG LAIN? APALAGI PARA PENDAHULU. AKU KALAH PERANG .KAMU AKAN MENYAKITI DIA.... BIAR ORANG TAHU BAHWA DIA PEREMPUAN. ISTRI KAMU JUSTRU MEMUSNAHKAN DIA MENJADI PEREMPUAN. SETELAH MALAM BERSAMA DENGANNYA. BIARKAN PEREMPUAN MENJADI PEREMPUAN TANPA APA PUN. YA.. CITA-CITAKU UNTUK MELUDAHI WAJAH MEREKA BELUM JUGA TERCAPAI ... ITU KATA KAMU... SANG ISTRI MENENANGKAN..

IA MENEKAN TUTS KEYBOARD DENGAN TEGAS. SANGAT ROMANTIS. TEMAN WAH. LALU PRIA MOHWAK ITU MENYENDERKAN BADAN PADA SANDARAN KURSINYA. PRIA MOHWAK YANG TADI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER KINI BERADA BERSAMA TEMANNYA DAN KARUNG-KARUNG BELEL. LALU IA MENGHEMPASKAN NAFAS KE SEMESTA. KAMU SANGAT ROMANTIS.. PRIA MOHWAK TAK PEDULI KAU TAK BERANTING ASALKAN CINTA YANG ADA DI HATIMU TAK SELUAS LUBANG TINDIKAN INGIN KURENANGI SEMUA RASA YANG ADA DALAM SUKMA TAPI JASAD INI TAK BERBENTUK MENJAMAH CINTA MUSTAHIL INI HARUS DENGAN APA KUGAPAI CINTAMU SEBAB AKU RAJA YANG MENENTUKAN PILIHAN YANG TELAH BANYAK TERKAPAR DALAM PEPERANGAN AKU BUTUH MAHKOTA CINTA MAUKAH KAMU MENJADI MAHKOTAKU DALAM SINGGASANAN PILIHAN? TEMAN WAH. RUANG KEMBALI MENJADI PASAR TRADISIONAL DENGAN DUA SOSOK SETELAH GELAP MENYELIMUTI. PRIA MOHWAK TERIMA KASIH ATAS ANTINGNYA. PRIA MOHWAK KAMU TAHU TENTANG ANAL SEX? TEMAN 125 . PRIA MOHWAK BERDIRI SI ATAS KARUNG-KARUNG BELEL DAN MEMBACAKAN PUISI. JUGA GENANGAN LUMPUR DAN SEGALA MACAM KEKUMUHAN. TAK PERLU DENGAN KATA CINTA.. AKU AKAN MEMBALAS DENGAN PUISI UNTUKMU. KENAPA MEMBACAKAN PUISI ITU UNTUKKU? KALAU SEKEDAR MEMBALAS HADIAH. DENGAN SEKALI TARIKAN NAFAS PANJANG.

TAPI HATIMU KAN? WANITA 2 KAMU SEBENARNYA HANYA IRI KEPADA ANTING. WANITA 1 JUSTRU HARI INI KAMU SANGAT PEDULI DENGAN ANTING. SETIAP IKATAN DI LEPAS. 126 . MEREKA SALING MEMEGANG TANGAN.. SATU PERSATU DI POTONG TALI IKATANNYA. INI SANGAT SAKIT.... TURUNLAH PRIA MOHWAK DARI ATAS KARUNG. DISAMBUT TEMANNYA YANG LANGSUNG BERDIRI DARI DUDUKNYA. GADIS BOTAK MENGUMPULKAN SEMUA POTONGAN TELINGA DI ATAS MEJA. GADIS BOTAK/SITI YANG SAKIT BUKAN FISIKMU. DARAH MUNCRAT DI MANA-MANA. GADIS BOTAK KASIHAN JUGA MELIHAT MEREKA. GADIS BOTAK TELAH MEMOTONG SEMUA TELINGA PARA WANITA TERKAPAR. MENGGELIAT-GELIAT. KAMU MEMOTONGNYA HANYA UNTUK MEMBUAT KAMU HIDUP. ENTAH APA YANG TERJADI PADA KEREMANGAN YANG PERLAHAN REDUP DAN MENGGANTI DAERAH KUMUH ITU DENGAN TIBA-TIBA MENJADI RUANG KELAS. GADIS BOTAK/SITI KAMU TETAP SEORANG PEREMPUAN. GADIS BOTAK/SITI BUAT APA? AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN ANTING.TENTU! AKU SEORANG GUY MATA PRIA MOHWAK BERSINAR-SINAR. TANPA TELINGA SEKALIPUN. GADIS BOTAK/SITI OH BEGITU? GURU TELINGA ITU ADALAH KEHIDUPAN WANITA. KEDUANYA BERBAHASA LEWAT MATA DAN KESUNYIAN GAIRAH ITU. PARA WANITA ITU LEBIH MENGGELAPAR DENGAN LANTAI DAN DARAHNYA. BEGITU JUGA TEMANNYA ITU. BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. WANITA 4 KAMU PENIPU! KAMU MAU MEMBUNUH KAMI. BERDUA MENUJU DAERAH BELAKANG KARUNGKARUNG.

. GURU SEKARANG KAMU HARUS RASAKAN BAGAIMANA MENJADI WANITA (DIIRIS TELINGA GADIS BOTAK ITU SATU PERSATU) GADIS BOTAK/SITI BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN.. LAMA-KELAMAAN RIUHNYA TERTINGGAL SAYUP-SAYUP.. SUARA 127 . JASADNYA TERKAPAR TANPA TELINGA. SEPERTI DIHIPNOTIS.. SAMPAILAH SUARA TADI MENGHAMPIRI. KINI POSISINYA DITAHAN EMPAT WANITA. BAIK KAMU HARUS HIDUP. HANYA MEMERLUKAN WAKTU SEBENTAR UNTUK MENAKLUKANNYA.. MAKIN LAMA MAKIN KERAS.. HINGGA IA TAK BERNAPAS LAGI. SOSOK PEREMPUAN KECIL MERENUNG.. DAN AKHIRNYA TAK BERNYAWA LAGI. PADA KEGELAPAN ITU TERDENGAR SUARA MEMANGGIL. AYO KITA MASUKAN TELINGA ITU KE DALAM PERUTNYA. SELAMA INI KAMU MERASA SEPERTI TAK PUNYA TELINGA. KAMU PIKIR GAMPANG MASALAH TELINGA INI UNTUK WANITA? SEKARANG BIARKAN TELINGA-TELINGA YANG MENJADI KEHIDUPAN WANITA MASUK KEDALAM TUBUHMU. MENGGELAPAR-GELEPAR. WALAU DALAM KESAKITAN WANITA-WANITA ITU RAMAI-RAMAI MENANGKAP GADIS BOTAK/SITI. BEGITU JUGA PARA WANITA KEHABISAN DARAH. KARENA TAK ADA ANTING BERTENGGER DI SITU.DAN KAMU HARUS MERASAKAN PUNYA TELINGA YANG MENYATU DENGAN TUBUHMU. PARA WANITA ITU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBUKA MULUTNYA DAN MEMASUKKAN SEMUA POTONGAN TELINGA. GADIS BOTAK BERBALIK PANIK. DI MANA KAMU NAK? DI SUDUT BUMI CAHAYA SENJA BERSINAR. SATU PER SATU TERKULAI MELEBUR LANTAI. SUARA SITI. DAN GERGAJI BERADA DI TANGAN GURU. TEPAT BERSAMAAN DENGAN KEREDUPAN CAHAYA MENUJU KEGELAPAN YANG PEKAT. RIUH ORANGORANG ITU TERUS BERTAMBAH. MEREKA LEMAS. AWALNYA TERDENGAR SAYUP-SAYUP. BERDESAK-DESAKKAN UNTUK MELIHAT. AGAR KAMU TAHU BAGAIMANA MENJADI WANITA. SEKARANG KAMU MERASA HIDUP DI ANTARA KAMI YANG TAK BERTELINGA INI.SITI. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ORANG-ORANG DATANG BERKERUMUN MELIHAT MAYAT-MAYAT BERSERAKAN..SELAMA INI KAMU MERASA MATI DI ANTARA ORANG-ORANG YANG BERANTING.

SITI KECIL MEMPERHATIKAN BONEKA YANG BARU SAJA DIBERIKAN AYAHNYA. *** IMRAN LAHA CIBUBUR. LAMBAT LAUN SEMUA MEREDUP DAN MENJADI GELAP. IA GIRANG. APRIL 06 LAKON SANDIWARA PANGGUNG (NOMINATOR) 128 . MELOMPAT-LOMPAT DAN MENARI-NARI. AYAHNYA TERTAWA MELIHAT ITU. TERBESIT SENYUM DI WAJAH SITI KECIL.SITI! KALAU DIPANGGIL MENYAHUT YA? NAMAMU SITI HAWA. INGAT ITU. INI AYAH BELIKAN BONEKA UNTUKMU.

humoris) PLINTIS (Laki-laki usia 15 tahunan. culas dan sok kaya) SUARA (Laki-laki usia seorang bapak. nakal. SEBAB ADEGANNYA ADA YANG TIDAK BERSAMAAN. arif. baik hati. tahan uji. bijaksana) RONALD (Laki-laki usia 16 tahun. tidak punya pendirian) ESTIN (Perempuan usia 16 tahun. sabar) CATATAN UNTUK MENSIASATI KETERBATASAN PEMAIN SERTA KWALITAS KEAKTORAN. usia 15 tahunan. konyol) PEJUANG KOMANO (Bisa laki/perempuan. BERUBAH SUNYI SESAAT… SUARA DEBURAN OMBAK BERGENURUH MONOTONE. LAMPU BLACK OUT. labil) AYU (Prempuan usia 15 tahun. dengki. emosional) ARYA (Laki-laki usia 16 tahun. MULAI MERAMBAT. penakut. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. licik) WARTAWAN 1 (Bisa laki-laki/Perempuan) WARTAWAN 2 (Bisa Laki-laki/Perempuan) TNTARA 1 (Laki-laki usia 16 tahun. kejam dan tegas) TENTARA 2 (Laki-laki. LAMPU MULAI MENYALA PELAN-PELAN DARI KEREMANGAN… LAYAR PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN PULA MULAI TERKUAK… SAAT TERBUKA PENUH. periang. bodoh) PETHUK (Laki-laki usia 16 tahun) GEMBOS (Laki-laki usia 16 tahun) BUJEL (Laki-laki usia 15 tahun) MOGOL (Laki-laki usia 17 tahun. DIAWALI DARI SAYUP-SAYUP MUSIK GADUH. misterius) CANTIK (Perempuan 15 tahun. lembut.MENGGULUNG LAYAR Oleh: Anggi Valentinata Goenadi PARA PELAKU : PELOK (Laki-laki yatim piatu usia 15 tahunan. LAMPU DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH YANG BERUKURAN 3X3 METER YANG DISITU TERDAPAT TOKOH KSATRIA ‘BIMA 129 . SELANJUTNYA… MENUKIK DISERTAI JERITAN BERATUS RATUS BOCAH YANG MEMILUKAN. kejam. bodoh. berprinsip) KREPO (Laki-laki se-usia Pelok. SUASANA SEPERTI PERKAMPUNGAN MENGHADAPI MUSIBAH GEMPA DAN PANIK! (BIARKAN SEJENAK SUASANA SEPERTI INI) KEMUDIAN… SEKETIKA BERHENTI. BISA DOUBLE CASTING. manja. bodoh. mandiri. pemarah) BOCAH KECIL (Usia 13 tahun. nakal. KIAN LAMA KIAN MENGERAS HINGGA MEMEKAKKAN TELINGA. pengecut) PARMIN (Laki-laki usia 14 tahun.

THOLE…!! PELOK TERSENTAK… DAN MENCARI-CARI DATANGNYA SUARA YANG SANGAT DIKENALNYA.ALIAS WERKUDARA’ POSISI BERDIRI AGAK MENUNDUK. SAYUP-SAYUP TERDENGAR TEMBANG JAWA: MAS KUMAMBANG DILANTUNKAN KELEK-KELEK BIYUNG SIRO ANENG NGENDI ENGGAL TULUNGONO AWAKKU KECEMPLUNG WARIH… (DAN SETERUSNYA) DI BAWAH POHON KERING. SEOLAH-OLAH SEDANG MENERIMA WEJANGAN. SUARA : PELOOOK… KAMU MESTI TABAH! JANGAN HABISKAN WAKTUMU. LAKI-LAKI USIA 15 TAHUNAN. 130 . PELOK. SEDANG MERENUNGI NASIBNYA. SUARA DEBURAN OMBAK KIAN LAMAT-LAMAT. DI BAGIAN KIRI DEPAN PANGGUNG. DENGAN KESEDIHAN-KESEDIHAN! JANGAN KECIL HATI LANTARAN KAMU SEORANG YATIM PIATU! KAMU MESTI SEMANGAT! KAMU MESTI TEGAR! KAMU MESTI BELAJAR MENGHADAPI HIDUP! PELOOOK… INGATLAH TOKOH BERNAMA BIMA MELANGKAHLAN SEPERTI DIA BUKANKAH SEMUA SUDAH KUAJARKAN KEPADAMU? PELOOOK… PESANKU YANG TERAKHIR: JADILAH ORANG YANG PINTER DAN BENER JANGAN SEKALI-SEKALI BIKIN DIRIMU NGILER JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU SAKITI LINGKUNGAN! INGAT ITU !!! PELOOOK… HATI-HATI. LAMPU WARNA KEBIRU-BIRUAN DI ARAHKAN KE TEMPAT TERSEBUT.

DIMANA KAMU. PAK! AKU TAKUT. PELOK : TAPI KALAU DI RUMAH. AKU TIDAK BERANI. THOLE. AKU TAKUT SENDIRIAN. AKU TUNGGU DISINI. DI RUMAH SEPI SEKALI. AYO. PELOK DIMANA? AKU MAU NYUSUL BAPAK AJA. USAH TAKUT! : (SEMAKIN SEDIH DAN HAMPIR MENANGIS) KALAU BEGITU. TIDAK BAPAK JUGA SENDIRI. PAK. DARIPADA DI RUMAH SENDIRIAN. BAPAK SEKARANG ADA . SAAT PELOK MASIH ASYIK MENCARI-CARI SUARA BAPAKNYA DAN MEMANGGIL-MANGGIL… SALAH 131 PAK. KESINILAH PAK. SEPI SEKALI. : YAAAH… BAPAK! AKU TAKUT SENDIRIAN. TIDAK ADA SIAPA-SIAPA. NEMANI AKU. PAK! : THOLE… TIDAK USAH TAKUT! TEMAN-TEMANMU KAN : BISA. AKU IKUT PAK. AKU TUNGGU… SUARA PELOK SUARA : TIDAK BISA. LE. LE… BAPAK HARUS PERGI. BAPAKMU HARUS BANYAK. PAK? PULANGLAH PAK. PAAK…BAPAAAK… PAAK… BAPAAAK. NANTI PULANGNYA : AKU TIDAK BISA PULANG. PAK! AKU DISINI. LE. PAK. PAK… SUARA PERGI… PELOK BERSAMA-SAMA. DISINI. AKU SELALU SENDIRIAN. PAK. PAK… BAPAK… PAK… BAPAK (TERUS MENCARI-CARI) PAK… BEBERAPA ORANG SEBAYANYA DATANG. AKU TAKUT… SUARA : SUDAHLAH. PAK. PAK.PELOK : (SEDIH) PAK… BAPAK… PAK… BAPAK… JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN. DIBAWAH POHON KERING DEPAN MAKAM. NANTI LAMA-LAMA AKAN TERBIASA. AKU SEDIH.

SATU DUA ORANG MEWAKILI WARTAWAN/PAPARASI. P. KEMUDIAN…) PELOK GILA… PELOK GILA… PELOK GILA… (SEMUA MENGEJEKNYA) MASAK NGOMONG SENDIRI !! LAMPU BLACK OUT. PARMIN: LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA?! 132 . (BISIKNYA KE KUPING PEJUANG PARMIN) P. SEROMBONGAN BOCAH BELASAN TAHUN SEDANG BERMAIN DI LAPANGAN. KREPO : YA AMPUUUN… SAYA MALAH KECIPIRIT JUGA. PARMIN: (KAGET) LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA? P. KREPO : SAYA TAKUT SEKALI. SEBAGIAN BERPURA-PURA MENJADI TENTARA DAN YANG SEBAGIAN LAGI MENJADI PEJUANG. PELOK! SEPERTI ORANG GILA. MIN. MIN! SAYA TAKUT MATI… P. MUSIK GADUH. KOMANDO : (MELIHAT SITUASI) MAJUUU DAN BERPENCAR !! HATI-HATI! JANGAN LUPA. DISINI BANYAK RANJAU… (DIUCAPKAN SETENGAH BERBISIK) P. (SEREMPAK SEMUA TERTAWA. P. PO…KREPO !! P. PARMIN: PEJUANG ATAU PAHLAWAN ITU… TIDAK BOLEH TAKUT. KREPO : (KETAKUTAN) SAYA… SA. MIN.YA… TERKENCING DI CELANA. SAYA NGOMPOL. MEREKA BERMAIN PERANG-PERANGAN. MOGOL : EH… LIHAT ITU. SEBENTAR-SEBENTAR TERDENGAR SUARA DAR-DERDOR TEMBAKAN… KETIKA LAMPU MENYAPUT PANGGUNG..SATU DIANTARA ORANG-ORANG TADI MEMBERI TAHU TEMANNYA SAMBIL MENUNJUK KE ARAH PELOK.

PO… KREPO !!!! P. MIN. TEMBAK-MENEMBAK TERUS BERLANGSUNG.. KREPO : SAYA KETAKUTAN.. NGAWUR! 133 : (TERTEGUN SESAAT. INI AKAN JADI BERITA YANG MENARIK DAN … WARTAWAN 2 : (TERTEMBAK) AAAK…ADUH. PLINTIS : (IKUT-IKUTAN MENGAMUK) SIKAAAT TERUS…. P.HIAAAT… P. CEPAT. PLINTIS : (JENGKEL) SSSSSSTTT…. .!!! (TELUNJUKNYA NEMPEL DI BIBIR) DARI ARAH SEMAK-SEMAK SUARA-SUARA LETUSAN TEMBAKAN DIARAHKAN KE TEMPAT DIMANA PEJUANG PARMIN. AYO MIN. SIKAAAT TERUUUS. MIN. AYO MIN… CEPAT !! KITA BISA MATI KALAU GAK LARI DARI SINI. WARTAWAN 1 : (SIBUK MEMBIDIKKAN KAMERANYA) WAH. PEJUANG KREPO DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI SAMBIL MENGINTAI MUSUHMUSUHNYA… P.!!! AKHIRNYA KEDUA BELAH KUBU BAIK YANG PURA-PURA JADI TENTARA MAUPUN YANG BERPURA-PURA JADI PEJUANG. SEBELUM MENOLONG.P. PARMIN: (TERTAWA CEKIKIK’AN) P. KREPO : TIIIIIIUUUUT…BROUT (KENTUT SEKALIAN TERBERAK) P. MATILAH AKU! WARTAWAN 1 NALURINYA…) PAYAH! INI MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERANG NAMANYA.! P.. PARMIN: (MENEMBAK DENGAN MEMBABI BUTA) HIIAAAAAAT…. PARMIN: WOOOOOW… BAUNYA. ADA YANG TERKENA DAN TERKAPAR. SALING BAKU TEMBAK. KREPO : (KIAN KETAKUTAN DAN PANIK) CELAKA! MEREKA MENGETAHUI KITA. AYO KITA LARI DARI SINI.

JANGAN BOHONGI KAMI! PAHAM?! P. KREPO : JANGAN. TENTARA 1 KREPO) ANGKAT TANGAN…!!! (P. KETIKA SAYA SEDANG NYARI RUMPUT UNTUK SAPI SAYA. KREPO : (PANIK… DAN MALAH LARI KE ARAH MUSUH) LHO… SALAH!! MANA KAWAN-KAWANKU?! KOK. TENTARA 1 : MAKANYA. TEMBAK SAJA !! KATAKANA JUJUR !! P.P. SA… SAYA TIDAK TAHU… SA… SA… SAYA HANYA DIAJAK UNTUK BERPERANG. TENTARA 2 KREPO PUN TERKAPAR DAN MATI) : (TIDAK SABAR DAN MENEMBAK KEPALANYA… 134 . SAYA TIDAK TAHU. KREPO : BETUL. KREPO : (TUBUHNYA MENGGIGIL KETAKUTAN) SA… SAYA TIDAK TAHU… TENTARA 1 : (MEMBENTAK KASAR) BOHONG !! KAMU HARUS KALAU TIDAK… OTAKMU AKAN BERHAMBURAN KELUAR DARI BATOK KEPALA! P. TENTARA 2 `: SUDAH. KREPO MENURUT DAN KETAKUTAN) DIMANA KAWAN-KAWANMU PEMBERONTAK BERSEMBUNYI ?!! TENTARA 2 : (MARAH) CEPAAAAT KATAKAN…!!! : (MENODONGKAN SENJATANYA KE ARAH KEPALA P.. P. SAYA DITINGGAL SENDIRI! MATI AKU… (LEMAS DAN TERJONGKOK) TIBA-TIBA…. PAK! JANGAN TEMBAK SAYA. KREPO : BETUL. PAK.

TIS! TOLONG . AKU MAUNYA NEMBAK MUSUH… TEMBAK SAJA SENDIRI. PARMIN: (MAKIN NGERI) SUDAHLAH. TIIIS! AKU TIDAK MAU MATI KARENA ULAR INI. TIS… P. TIS! TUGAS PAHLAWAN 135 . TIBA-TIBA… TAK JAUH DARI MEREKA BERPOSISI TIARAP. PARMIN: DARIPADA MATI DIGIGIT ULAR.. KETAHUAN MUSUH… P. PARMIN: TIS. PLINTIS : (KETAKUTAN) MIIIN… LIHAT ITU! DI SEBELAHMU A. ULAR ITU PASTI MENGHABISIKU DENGAN BISA RACUNNYA! TOLONG. PARMIN: (KHAWATIR SETELAH TAHU DIRINYA DALAM BAHAYA…) TEMBAK SAJA. TEMBAKLAH! P. ULAR ITU…!! P. NAMANYA BUKAN PEJUANG ATAU PAHLAWAN. P. PARMIN: (JNGKEL) GUOBLOG!! NANTI KALAU SAYA BERGERAK SEDIKIT SAJA.DI BAWAH POHON DI PINGGIR KALI.A…ADA… P. PLINTIS : AKU TAKUT SUARA TEMBAKANKU NANTI. KITA BISA CELAKA! P. LEBIH BAIK MATI KENA TEMBAKAN MUSUH !! CEPAAAT. P. TEMBAKLAH! P. PEJUANG PARMIN DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI DAN MERASA AMAN. MIN. TIS… INI JUGA MUSUH KITA. PLINTIS : (KESAL) TEMBAK SAJA SENDIRI !!!! P.TIS! SEBELUM ULAR ITU MENYAMBAR SAYA!! CEPEEETAN DIKIT. KALAU SAYA MATI DIGIGIT ULAR INI. TIS!! ULARNYA MAKIN DEKAAAT DENGAN LEHERKU. PLINTIS : (BERBISIK) NANTI KETAHUAN MUSUH. PLINTIS : AKU GAK MAU TEMBAK ULAR. SAYA INGIN DISEBUT PAHLAWAN.

. PLINTIS : (JENGKEL DAN RISIH) JANGANKAN ULAR. JADI JENGKEL MELIHAT ULAH PARMIN. P. TIKUS PUN JUGA MUSUH KITA!! (SAMBIL MEMBERONDONGKAN SENAPAN KE ARAH ULAR) TENTARA 1 TENTARA 2 : ITU SUARA TEMBAKAN. KENAPA TAK SEGERA KAU TEMBAK?! P. : BETUL! MARI KITA CARI MEREKA. PARMIN: KAMU BETUL-BETUL TEGA SESAMA PEJUANG. PLINTIS : ULAR JUGA MUSUH KITA. TIS! BETUL-BETUL PAYAH. KAMU! PLEASE TEMBAKLAH. TIS! KATANYA. MIN. TIS!! P. DEH… . PARMIN: (MELIRIK POSISI KEPALA ULAR YANG MAKIN DEKAT LEHER) PAYAH KAMU. MENAKUTKAN… PLINTIS : DASAR PENAKUT!! SAMA ULAR SAJA TAKUTNYA MINTA PADAHAL SEMUANYA… KHAN HANYA PURA-PURA.. TIBA-TIBA PEJUANG PLINTIS DAN PEJUANG PEJUANG PARMIN. ULAR ITU TAK AKAN MENGGIGIT ! PERCAYALAH…!!! P. PLINTIS : SUDAHLAH. KITA BERMAIN-MAIN YANG LAIN SAJA. TENTARA 1 DAN TENTARA 2 MENGENDAP-ENDAP PENUH HATI0HATI. DARI ARAH SANA. YUUK! NGGAK ASYIK. MAIN PERANG-PERANGAN. ULAR JUGA MUSUH KITA.BUKAN MENEMBAK ULAR TAPI MENEMBAK MUSUH P. JANGAN RIBUT TERUS! ASAL KAMU DIAM. SAMBIL SESEKALI MENGARAHKAN SENAPANNYA KE BERBAGAI PENJURU... PETHUK YANG PURA-PURA JADI TENTARA 1. KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA SAMBIL ANGKAT TANGAN… PARMIN : (MEMBUANG SENAPANNYA) YUUK. DEMIKIAN JUGA GEMBOS YANG BERMAIN JADI TENTARA 2 136 AMPUN.

TAEK ANJING !! GEMBOS PARMIN YA THO…. PARMIN KREPO. GEMBOS DAN PLINTIS SECARA SEREMPAK MELAMPIASKAN KEJENGKELANNYA… : HUUUUUUUUUUUUU…. MIN.PETHUK GEMBOS PARMIN : KAMU TERLALU SERIUS SICH. PETHUK MIIIN !! KREPO BILANG. (GEMBOS MENUSUKI : HEY… BANGUN! PERANG-PERANGAN SUDAH SELESAI. SAMPAI KETIDURAN BENERAN. YA NGGAK PETHUK. INI KHAN CUMAK MAIN-MAIN SAJA! KENAPA : BERARTI SAYA SANGAT BAKAT MENJADI PEMAIN DRAMA. MIN… : HIYA. : BERARTI KAMU JUGA PUNYA BAKAT BERMAIN DRAMA PO… : (BANGUN DARI TERLENTANGNYA. 137 . YANG PENTING KHAN MEMILIKI BAKAT… YA THO… SEMUANYA TERTAWA NGAKAK. KITA KERJAIN SAJA. GEMBOS LOBANG HIDUNG BUJEL DENGAN RUMPUTAN DAN…) : SSSSST…. MIIIN… : BAKAT JADI SEORANG PENAKUT… : BIARIN. KREPO MENDEKATI BUJEL (SANG WARTAWAN YANG MASIH ASYIK MENIKMATI PERANNYA) KREPO (KAGET) YA AMPUUUN… BUJEL. (SAMBIL MENEPUK-NEPUK DADA) MESTI TAKUT?!! DONG. GEMBOS : BAKAT MENJADI MAYAT KAMU. SAMPAI CAPEK JE… PURA-PURA NGGAK BERNAFASNYA. KARENA MATI) LHO… SUDAH SELESAI THO INI?? WAAAH… NGAK BILANG: BAKAT JADI SEORANG PENAKUT KOK SOMBONG. PO-KREPO.

. KATANYA… : KALAU SERING ITU MEMANG HOBI!! KALAU SAYA KHAN ITU PUN DIAJAK MOGOL. MALES.BUJEL : (BERSIN DAN BANGUN) SIALAN KALIAN… NGGANGGU SAJA !! KREPO ADA SENDIRI… PETHUK : PALING-PALING NGINTIP ORANG YANG SEDANG MANDI DI : (MENCARI-CARI) LHO. DIOMONGIN. KOK GAK KALI SANA. EMANG KENAPA?! 138 : (MERASA) JANGAN NYINDIR SAYA. ASYIK DENGAN : BARANGKALI KAMU JUGA PINGIN NGINTIP. TAUK!! KREPO GEMBOS : KALAU MOGOL. KAMU. PARMIN! AKU SETUJU. GEMBOS KREPO HOBINYA SAMA DENGAN MOGOL. MIN. SARU !! : HEBAT. KITA BERMAIN LAGI… APA GITU. AH…! : YUUK. (SEPI SESAAT) YUUK. YUUK! GEMBOS PETHUK : PALING-PALING KAMU TIDUR LAGI. MBOS-GEMBOS?! GEMBOS : (AGAK TERSINGGUNG) ITU KHAN CUMA ISENG… BUKAN HOBI. THUK- . DAN… CUMAK MELIHAT DIKIIIT SEKALI. MEMANG HOBI KOK. THUK-PETHUK ! : KOK… KAMU MERASA TERSINDIR SICH.. APA KAMU BARU SEKALI. MOGOL KEMANA. KITA CARI MOGOL DI KALI. BARANGKALI DIA SUDAH HOBINYA… KREPO PETHUK! PETHUK : ENAK SAJA! EEEEHM… KALAU IYA. SEMUA KEMBALI TERTAWA CEKIKIK’AN… PARMIN BUJEL : SUDAH… SUDAH! KAYAK GITU KOK.

NAMPAKNYA PELOK TAK BEGITU YAKIN BAHWA MEREKA HENDAK BERBUAT JAHAT TERHADAP DIRINYA. MEREKA BERKACAK PINGGANG MENGHADANG PELOK. SESEKALI BUNYI PETIR MENYAMBAR. KAMU SERING KE MAKAM DAN NGOMONG SENDIRI DI BAWAH POHON KERING! 139 HOBIMU ITU… : BAYARANNYA KALAU KETAHUAN BAPAKMU. TANPA BAYARAN! KREPO MALU! MOGOL : KALAU KETAHUAN BAPAKKU. BOGEM MENTAH DARI BAPAK SAYA. MOGOL KATANYA KAMU SEDANG BERGURU UNTUK MENCARI KESAKTIAN? PELOK MOGOL : (BINGUNG DAN KETAKUTAN) BERGURU APA? : ALAA… JANGAN PURA-PURA BINGUNG.. TIDAK HANYA MALU. PELOK! KITA HAJAR RAMAI-RAMAI SAJA. GEMURUH SUARA OMBAK KEMBALI HADIR. SUASANA REDUP KARENA MENDUNG. CUKUP MURAH MERIAH. DISAMBUNG DENGAN TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA) TIBA-TIBA… TEMAN-TEMAN ITU DIA. GOL! BAHKAN BISA KENA : EH… ORANG GILA! KAMU MAU JADI JAGOAN. YA? MEMANGNYA KITA-KITA INI . KOK. TEMBANG MAS KUMAMBANG PUN MERAMBATI KUPING. KAMU! NGGAK TAHU. YUUK!! AJAKAN MOGOL ITU DISAMBUT TEMAN-TEMANNYA SETUJU. (KREPO TERTAWA NGAKAK. GOL… NGGAK USAH TERSINGGUNG! LAGI PULA. APA YANG KALIAN NGOMONGIN SAYA? BICARAKAN! PETHUK : SUDAH. LAMPU SEDIKIT KEMERAHAN. DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH.MOGOL : (DATANG TIBA-TIBA…) SIAPA TADI YANG MEMANGNYA SAYA TIDAK TAHU.

PELOK : AKU TIDAK PUNYA NIAT SEPERTI ITU. IA HANYA MENGADUH KESAKITAN. BOHONG LAGI. KEMUDIAN MEREKA MENINGGALKAN PELOK BEGITU SAJA. GEMBOS : SUDAH! JANGAN BOHONG! KITA PERNAH MELIHATMU MEMBACA MANTRA. kawan! YUUK. PETHUK : DASAR ORANG MISKIN! SUDAK MISKIN. KEMUDIAN MELEPAS TALI YANG MENGIKATNYA TANPA BANYAK BICARA. BOCAH ITU DATANG TERSENYUM SAMBIL MENGUSAP-USAP KEPALA PELOK. LOK-PELOK! NGAKU SAJA KALAU KAMU MAU NANTANG KITA-KITA INI. KITA HAJAR MEREKA RAMAI-RAMAI MEMUKULI PELOK. SAJA. SEPERTI SEDANG BETUL! BUAT APA BERANTEM. PELOK TAK BRDAYA. PELOK TERSADAR DARI PINGSANNYA… Pelok Bocah Kecil : (MENATAP HERAN BOCAH DI DEPANNYA) Siapa kamu…? : (HANYA MENATAPNYA LEKAT-LEKAT DAN TERSENYUM) 140 . SEPERTINYA… KAMU SERING NGOMONGNGOMONG SAMA SIAPA. UNTUK MENDOAKAN ORANG MENINGGAL. KAWAN. ENTAH SIAPA. KEADAAN PELOK MENYDIHKAN SEKALI. PELOK : TIDAK.PELOK : AKU KE MAKAM. MEREKA BERAMAI-RAMAI MENYERETNYA DAN MENGIKATNYA DI POHON KERING YANG SERING DIGUNAKAN PELOK UNTUK MERENUNGKAN NASIBNYA SEHABIS DARI MAKAM ORANG TUANYA. TUAKU YANG SUDAH MOGOL : KOK. PADA SAAT SEPERTI ITU… DATANGLAH BOCAH KECIL. KALAU BUKAN SAMA GURUMU? NGOMONG SENDIRI. SAYA TIDAK NGOMONG APA-APA. SAAT PELOK BABAK BELUR DAN TAK SADARKAN DIRI. SAYA KEBAIKAN ORANG TUAKU AGAR DITERIMA ALLOH DI HANYA BERDOA UNTUK SISINYA. SESEKALI MERINTIH MINTA AMPUN DAN MENYEBUT-NYEBUT NAMA BAPAK DAN IBUNYA. WAJAH DAN PAKAIANNYA PUN SERBA PUTIH. BUKAN BERGURU. SETUJU?! SEREMPAK Pelok : Setujuuuuu… : Jangan… Jangan sakiti aku.

kamu mau enggak… ice cream? 141 . : Estin… kamu mau Pizza? Saya sudah kenyang. KERETA-KERETAAN. BOCAH-BOCAH BERMAIN BERAGAM MAINAN MODERN: MOBIL-MOBILAN. COKELAT. hadiahnya. Jadi pingin… Makasih ya Run.. Cantik : Ramai dech… ramai. Masak semua untuk Cantik! Ayu : Ini.Pelok Bocah Kecil : (SEPERTI DIRAMBATI KEKUATAN TERTENTU HINGGA BADANNYA TIBA-TIBA SEGAR) Kamu… siapa sebenarnya? : (TERSENYUM) Aku meskipun kecil dan dikecilkan banyak orang. nih… : Enggak. BEBRAPA BOCAH MENIKMATI PIZZA. PADA SAAT BERGEROMBOL DAN ASYIK DENGAN MAINANNYA SENDIRI-SENDIRI. LAMPU NETRAL (BOLEH LAMPU FOLLOW) MULAI DIARAHKAN KE TEMPAT MEREKA BERMAIN. Ronald : Ice cream-nya buat saya. kawan-kawan! (SEREMPAK TEPUK TANGAN) Bayangkan seorang perempuan mampu menjadi pilot yang sangat Gesit dan tangkas. dong. Hely ini tidak bisa jatuh meski menukik 180 derajad. dipamerkan! Kalau aku… malu. ICE CREAM. dong. Ayu Ronald : Hey…kawan-kawan. udah… makasih. LAMPU BLACK OUT. Kampungan! Estin : Bagi berger-nya. Arya : (MENCIBIRI RONALD DENGAN SINIS) Main tetris itu…sekarang sudah kuno. tapi ngeliat kamu makan. Ron-Ron… PS. kayaknya nikmat buanget. makan terus. DUM… DUM… DUM… DAN SETERUSNYA. Cantik : Mana-mana… saya mau. PELOK MELANGKAHKAN KAKINYA LEBAR-LEBAR SEPERTI BIMA. jangan ribut! Berisik. Sudah. AYAM KENTUCKY DAN LAIN SEBAGAINYA. BYAARR !! LAMPU KEMBALI DIFOKUSKAN KE LAYAR DIMANA BIMA BERADA DISANA. TANGAN BIMA BERUBAH MENJADI TOLAK PINGGANG DAN MENGGERAM : Heeeeeeeeeemmmmmmm…. Ayu : Ini… ambil saja! Ice cream-nya… kalau kamu mau juga. MUSIK BERGEMURUH DAN BERDENTAM. Ayo siapa berani memecahkan record-ku? Kawan-kawan… siapa yang mampu mengalahkan aku… 100 ribu rupiah. POP CORN. Arya. NAMUN YANG DIRASAKAN PELOK SEPERTI ADA YANG BERKELEBAT DI BELAKANGNYA. tauk! Game watch murahan Saja. rasanya. HELYCOPTER. lihat score-ku! 100 ribu lebih. Cantik : Kawan-kaan. Aku adalah Bima! : (TERHERAN-HERAN) Jadi… Pelok LAAAP…! BOCAH KECIL MENYUSUP KE DALAM DIRI PELOK. ROBOT-ROBOT KECIL BERBAGAI TOKOH (POKOKNYA SEGALA MACAM MAINAN SEJENIS ‘TAMIA’) SUASANA TAMPAK RAMAI. PANGGUNG KOSONG. !!! PELOK MENGHENTAKKAN KAKINYA. BERGER. ambil ! Ronald : Ya… Arya. Bisa meletus perutku ntar. DAN MUSIK PUN MENEKAN SETIAP LANGKAHNYA. DAN TUBUHNYA TERASA DINGIN DAN BERAT. dong. lihatlah mainanku. Aku lapar nih… Rundy : Kamu belum makan ya… sepulang sekolah? (MEMBERINYA) Estin Ayu Estin : Sudah sih. Saya sudah kenyang banget. dong! Ronald : Bukan masalah Game-Watch-nya tapi score-nya. (SAMBIL TANGANNYA MEMAINKAN REMOTE) : Tepuk tangan. Ini baru namanya Helycopter Termegah dan termodern.

Boleh saya bergabung? : Silahkan. ach! Dia orangnya baik. 142 . Ayu. awas lho !! : Kamu dengar sendiri. Mereka menganggapku gila. CANTIK. : (BERHENTI) Selamat siang.kok. kamu. jika aku Mengganggu kalian disini. Sebaiknya. Ayu! Ayu Pelok Ayu TERIAKAN Pelok Ayu Pelok Ayu Pelok SUARA GADUH ORANG-ORANG MENUJU TEMPAT ITU. Biarlah mereka mengeroyokku. larilah! Cepat. Apakah salah? Dan kekagumanku terhadap tokoh Bima. KEPALANYA MENGENAKAN MAHKOTA BIKINANNYA SENDIRI YANG TERBUAT DARI DAUN NANGKA. Lagi pula. Suka ngamuk… Ayu Pelok Ayu : Nggak percaya. ADA YANG MEMBAWA KETAPEL. masak… mereka berpikiran seperti itu? : (DIANTARA MEREKA) Ayuuuuu…. Jangan pergi! Aku betul-betul Tidak mengerti. kita bubar saja! Ada orang gila datang. sebelum dan sesudah ayah saya meninggal. Ayu Pelok : Pelok. ARYA. saya pergi dari… : Tunggu! Aku tidak seperti mereka. tho? : Betul. SEMUA TEMAN-TEMAN PELOK JUGA TEMAN-TEMAN AYU. Ronald : (MENUNJUK KE ARAH PELOK DAN AYU) Itu. PELOK MELINTAS DI TEMPAT ITU. memang. sehingga saya membuat mahkotanya dari daun nangka. Kesukaan saya hanya meniru-niru seorang Bima. Menyakitkan. Yang penting saya… tidak bersalah. Kenapa mereka pergi?! : Mereka menganggapku tak pantas berkawan dengannya. : Barangkali… karena kamu sering mengenakan daun seperti itu… : Ayu. : Ooooo… begitu. saya menjelaskan kepada mereka… kalau saya masih waras. Terima kasih… Kenyang. : Aah. hati-hati! Dia… orangnya gila! Sekali lagi. ENTAH SIAPA YANG MENGHASUT HINGGA MEREKA MARAH BESAR. Ronald : Tapi… katanya sekarang dia gila kok. saya orang miskin. ADA YANG MEMBAWA BATU. ESTIN DAN RUNDY. Tapi… harus bagaimana. Arya Ayu : Sssssstt…. ADA YANG MEMBAWA PENTUNGAN. Yu-Ayu. PELOK TERUS MELANGKAH MENIRUKAN LANGKAH-LANGKAH SEORANG BIMA.Arya : Enggak. Ayu. Jangan bilang begitu! Dia khan teman kita juga. Pelok tidak punya maksud jahat. larilah! : Tidak. Kamu juga. ANAK-ANAK SEKOLAH ITU. selalu berpesan agar saya menjadi contoh seperti Bima. TAK MENJAWAB… KECUALI SEGERA MEMBERESKAN MAINANNYA DAN BUBAR MENINGGALKAN TEMPAT ITU. dia! Sikat saja! Kasihan Ayu… Dijailin apa tadi kamu sama dia. ADA YANG MEMBAWA TALI. Maaf. Saya menyukai wayang. Pelok. MEREKA HENDAK MENGHABISI SI PELOK. Ayu Pelok : Pada mau kemana? Kok… : Ayu. PELOK TERHERAN-HERAN… DEMIKIAN JUGA AYU. : aah. Kenapa kamu mengajak teman-temanmu untuk mengeroyok Pelok. Silahkan kalau mau mengikuti mereka. aku. teman-teman. RONALD. Ronald : Asyiiiik… biar aku sendiri yang habiskan. mereka tak senang dengan kedatanganku. Kamu salah menduga! Ronald : (TAK MENDENGARKAN PERINGATAN AYU) Ayuuu… larilah kemari! Daripada kamu nanti kena lemparan batu. Yu-Ayu? Ayu : Ronald.

PELOK TAK DAPAT BERBUAT BANYAK KECUALI MENAHAN KENYERIAN DAN MENGADUH SAMBIL BERTERIAK MINTA TOLONG. Tinggalkan saya! Pulanglah! DENGAN LANGKAH BERAT DAN MALAS-MALASAN. ENTAH APA? DATANG RANI.ak. BERCAKBERCAK DARAH MENGOTORI BAJU YANG DIKENAKAN AYU) Sakit sekali. Ayu Gembos : Tidak! Dia tidak menantang kalian. Ronald : Knapa kamu melotot aku. Ayu antarkan ke Puskesmas. Pulanglah! Nanti kamu dicari orang tuamu. kawan-kawan… Yuuk kita CABUT DARI TEMPAT INI. Sekali lagi. dia! AYU MEMELOTOTI RONALD. AYU MEMBERSIHKAN LUKA-LUKANYA DENGAN PENUH HATI-HATI. ngelapnya. WAJAHNYA MENYIRATKAN KEBENCIAN YANG MENDALAM.Ronald : Kalian dengar sendiri. DENGAN UJUNG BAJUNYA. MENGIRIS-IRIS ULU HATI… PELOK BANGKIT DARI DUDUKNYA DAN TERTATIH-TATIH MELANGKAH PERGI. AYU DAN RANI MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. ya…? (PELOK TERUS MERINGIS KESAKITAN) Pelok. kita cabut. ADIK AYU. Rani Pelok : Mbak Ayu. (SAAT SEBAGIAN LUKANYA TERKENA USAPAN AYU) : Maaf… maaf. MASING-MASING MERASAKAN KESEDIHAN. Sudahlah! Jangan teruskan Niat kalian. BERTUJUAN KEMANA.. PELOK SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU. (AYU HANYA DIAM) Ayo! Nanti Papa marah. TIBA DI SUATU TEMPAT. MEREKA LAMA BERTATAPAN. saya di sini. Sudah. sahabat baikmu! (KEPADA KAWAN-KAWANNYA) Okey. TEMBANG MAS KUMAMBANG KEMBALI HADIR. ADA SESUATU YANG MEREKA PIKIRKAN. kalau Mbak Ayu nggak segera pulang. Ayu. Ayu : Tidak! Biar aku disini. nanti juga sembuh. Ronald : (NGOS-NGOSAN) Yuuuk. Yu… Tinggalkan saja. Kalian salah paham! : Keroyok saja…! Jangan hiraukan kata Ayu! Sikaaaat…! KERIBUTAN PUN SULIT DIHINDARI. aku nggak sengaja… (KAGET) Pelok Ayu Pelok : Sudahlah. MEREKA SALING PANDANG. menemanimu. terima kasih atas kepdulianmu. Yu. Yuuk! : Terima kasih. SAAT DIHADAPANNYA . : Sudah. DAN TERJADILAH PENGEROYOKAN TERHADAP DIRI PELOK. Sudah mampus. LAMPU TEMARAM MUSIK MENGALUN. seperti itu? (MELUDAH SINIS) Urusi…tuch. Ayu… nggak usah. khan? Kalau dia menantang kita. NGLANGUT.. AYU MENANGIS SAMBIL SIBUK BERTERIAK-TERIAK BERUSAHA MELERAI. (SEMUA MENGIKUTI APA KATA RONALD) AYU MELANGKAH MENDEKATI PELOK YANG MASIH MERINGKUK KESAKITAN Ayu : (MENATAP PENUH IBA) Pelok… Pelok… (PELOK MENOLEH KE AYU. Aa. disuruh Papa pulang.. BOCAH KECIL SUDAH 143 : HEY…! (PELOK KAGET.

BUKTINYA. JELAS KALAH KOK! BOCAH KECIL : HEY. (TERBAHAK-BAHAK) PELOK BOCAH KECIL : JANGAN KONYOL. KALAU KAMU : KAMU… (TERHERAN-HERAN SAMBIL MNAHAN MAU MATI KONYOL! BOCAH KECIL : HEY. TIDAK MATI. FAKTA… EMANGNYA AKU NGARANG-NGARANG CERITA PALSU? BAYANGKAN. TAMBAH HIDUP. COBA! DIKEROYOK ORANG SEBANYAK ITU. MATI. PUSING AKU MENDENGAR IMBANG KOK. IYA. KHAN? COBA KALAU KAMU MELAWANNYA…. KAMU! NGACO! : LHO?! AKU NGOMONG BERDASARKAN KENYATAAN. KAMU MASIH HIDUP. TAPI TIDAK IMBANG! SAYA TIDAK : GILA! ORANG SEBANYAK ITU. KAWAN! KAMU TIDAK MELAWANNYA SAJA. SAAT KAMU DIKEROYOK? PELOK MELAWANNYA?! BOCAH KECIL PELOK : TAKUT? : BUKANNYA TAKUT. PADAHAL KAMU TIDAK BERUSAHA MEMBALAS DAN HANYA DIAM! COBA SEANDAINYA KAMU NGAMUK JUGA! PELOK : SUDAH… SUDAH.BERDIRI SEORANG BOCAH KECIL YANG MISTERIUS) PELOK NYERI) BOCAH KECIL MENYADARI. SURUH : YA… AKU ADALAH TEMANMU. SECARA MATEMATIS. KENAPA KAMU TAK MELAWANNYA. WONG TIDAK ANGKA MATEMATIKA. KAWAN! SALAH DAN BENAR TIDAK MENGENAL RUMUSANMU. 144 . DISURUH MELAWAN.

PELOK KAGET TAPI BERUSAHA TENANG. MENCARI BOCAH ITU. KAMI? : TIDAK! SAYA HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN. TIBATIBA SEKETIKA MUSNAH. ORANG-ORANG ITU MULAI MENARIK TANGAN PELOK DENGAN KASAR. RASA PERIH. (HAAA…HAAAA…HAAA…! PELOK TERSADAR. RASA NGILU. KARENA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH RUMAHKU.YANG ADA HANYALAH BERANI ATAU TIDAK MEMPERTAHANKANNYA. MEREKA MARAH BESAR… PEMARAH 1 PELOK : (GERAM) KAMU MAU MELAWAN KAMI. KARENA BOCAH ITU SUDAH MENYUSUP KE DIRINYA) PELOK MELANGKAH PULANG. PELOK MENDENGAR SUARA ORANG RIBUT-RIBUT. BERPULUH-PULUH BOCAH BAHKAN BERATUSRATUS MENGGEDOR RUMAH PELOK. BANGSAT?!! : YA. SAYA BER-HAK MELINDUNGINYA. BEBERAPA ORANG MASUK. MEREKA BERJATUHAN.! 145 DENGAN KALIAN. SIAPA SAJA YANG BERUSAHA MERUSAK RUMAH INI. SUARA ITU SEMAKIN DEKAT. PEMARAH 2 PELOK YANG LAIN : JADI KAMU MENANTANG. TERUS MENGGERAM DAN MEMAINKAN KUKU PONCONOKO. SAYA WAJIB MEMPERTAHANKANNYA. DAN DUDUK TERMENUNG DI DEPAN LAYAR PUTIH. RASA TAKUTNYA PUN BERUBAH MENJADI KEBERANIAN YANG MELETUPLETUP. : SIKAAAATT…. RASA NYERI. BOCAH KECIL YANG BERADA DIHADAPANNYA SUDAH MENGHILANG ENTAH KEMANA. ADA SESUATU YANG MERAMBATI SELURUH TUBUHNYA. KATANYA. TAPI TAK DITEMUKANNYA. KARENA ITU MEMANG TANGGUNG JAWAB SAYA. PELOK KEMBALI MELANGKAH SEPERTI BIMA. PELOK SEPERTI KENA STROOM. RASA MEMAR. DAN INI… . PELOK MERASA SEGAR DAN SEHAT. PELOK BERONTAK. KAMU INGIN SEPERTI BIMA! DEGG…!SEKETIKA PELOK BERKECAMUK DADANYA.

HEEEEEMMMMMMMMMMM…… TIDAK TURUT TERGULUNG BERSAMA LAYAR. PELOK BERDIRI TEGAK DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERGELETAK DAN TAK BERDAYA. BUNYI RERUNTUHAN. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. ORANG-ORANG TERUS BERGELIMPANGAN DAN JADI KORBAN. DAN TERUS MENGGERAM PULA: HEEEEEMMMMMMM…… TEMBANG MAS KUMAMBANGTERUS MELANTUN… KIAN LAMA KIAN MENGHILANG BERSAMA REDUPNYA LAMPU. PELAN-PELAN MEREKA MENGGULUNGNYA NAIK KEATAS HINGGA HABIS… NAMUN WAYANG BIMA YANG TERTANCAP DISITU MASIH BERDIRI TEGAK DAN TERUS MENGGERAM. GAGAH. AKIBAT RUMAH PELOK YANG DIBAKAR RAMAIRAMAI. DIA TAMPAK KUAT SEKALI.OK. PELOK MASIH BERDIRI MEMATUNG. ASAP MEMBUBUNG DI LOKASI TERSEBUT. MUSIK GADUH. KALI INI PELOK BETUL-BETUL SEPERTI ORANG KESURUPAN. LAYAR PANGGUNG DITUTUP T A MA T Bontang. April 2006 146 . DEBURAN OMBAK YANG MENGGANAS. TAK SEDIKIT YANG BERGELIMPANGAN AKIBAT PUKULANNYA YANG MEMBABI BUTA. DUA ORANG YANG SANGAR WAJAHNYA BERADA DIKANAN KIRI LAYAR PUTIH. BUNYI PETIR TUMPANG TINDIH.TERJADILAH PERKELAIAN YANG SERU. SUARA DARI LUAR KIAN RIBUT. JERITAN-JERITAN ORANG TERUS MELENGKING. SUASANA GADUH MENCAPAI PUNCAK. DAN SEKETIKA BERHENTI. LAMPU MERAH MENYALA DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH DIMANA BIMA TERUS MENGGERAM DI DALAMNYA. TAK SEDIKIT YANG BERTERIAK MENGKOMANDO UNTUK MEMBAKAR RUMAH PEL.

(NOMINATOR) PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi Tokoh : RAYANI MARIO LINDA PRIA CANGKLONG SABRON ABAH NINI 147 .

) Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan. : (mengangguk-angguk) Berapa umurnya? : 16 tahun. Di depannya duduk Seorang laki-laki.. 07. Lelaki tertawa.. : Alah. Kau tak mungkin mengecewakan aku kan? Aku harap jangan! 148 ..PEMUDI ORANG-ORANG SEBUAH RUANG Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light).ATOK ITEM SUTRADARA ANTON PENJUAL TEROMPET. Lelaki 05. Pria Cangklong : Usia yang tepat untuk disate. Lelaki : Beri aku waktu. Pria Cangklong 06.. Jadi tidak terlalu susah untuk dikerjain kan? Pria Cangklong tertawa. Pria cangklong 02. 09. 01... Lelaki 03. Lelaki : Tipe begini banyak yang suka. Kapan bisa kau dapatkan dia? : Tidak lama lagi. TUKANG PEL. LAKI-LAKI PEMUDA. dan seorang lagi berdiri tegak di belakangnya. Orangku sedang berusaha. Boss. satu atau dua minggu sepertinya mungkin. (Mungkin penonton akan mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah diskotik. Broken home. Akan kuberi kabar baik secepatnya. 08. Pria Cangklong : Baiklah.... Asap mengepul dari rokok di dalam cangklongnya. Aku senang cara kerjamu. waktu segitu terlalu lama! Tidak bisa lebih cepat? : Aku usahakan secepatnya Boss. Pria Cangklong 04. Back Sound Samar-samar terdengar lagu House musik. Mereka hanya dibatasi sebuah meja.. Seorang pria duduk di kursi memperhatikan selembar photo.

. Background hotel dan gedung perkantoran untuk menunjukkan bahwa setting adalah nuansa tengah kota. Sebuah bangku panjang terletak tengah panggung.. aduh. Rayani : Kamu nggak apa-apa. Tentu! Tertawa. Mau aku ganti? Aku cari tukang kacang rebusnya dulu. Langit sore yang cerah. Mario 16. Rayani : Aduh. Rayani membantu..... Makin serba salah.. Rayani : (sibuk) Di mana sih... Biarkan.. Kacang rebus tumpah ke muka Mario. Mario membuka bungkusan kacang rebus.. Rayani : Biarkan. Back sound bunyi seliweran kendaraan sesekali. serempak ingin duduk. 13. (Memunguti kacang di bangku dan di tanah. 22. Mario & Rayani : (berbarengan) Kamu duluan. Rayani : Aduh. Mario : (mukanya mendekat ke Rayani) Cari app... Mereka tiba di bangku. Keduanya duduk. Maaf lagi. Sama-sama tertawa.. : Oh. Mario 20.. Tak disangka siku lengan Rayani mengenai muka Mario. aduh.. Rayani membuka tas. (Kesal.. 14. perasaan sudah aku masukin. (Lighting fade in) Mario dan Rayani masuk bersamaan dari Arah berlawanan... Mario kesakitan.. maaf! Kena ya? Aku nggak tahu.. Mario & Rayani : (berbarengan) Silahkan! Keduanya jadi serba salah.. Rayani ingin melihat muka Mario.... Biar aku yang ambil.. TAMAN Set sederhana. 21. Suara teriakan Pedagang keliling.) 19. mengeluarkan lembar skenario. 15.. 11... Mengaduk-aduk isi tas. Berdua memunguti kacang rebus di tanah. Muka kamu nggak apa-apa kan? 149 . Tapi kemudian sadar dengan keadaan orang di sampingnya. 12.10. : Aku saja. Saling menunggu.. 18.. aku saja. tangannya menyentuh tangan Mario yang sedang memegang bungkus kacang rebus. Mario memunguti kembali kacang rebus yang berserakan. Rayani : Maaf ya.. Aku yang salah kok. Mario : Nggak usah.) Aduh. 17. Awan putih menutup cakrawala. Beberapa saat Rayani kembali sibuk mencari.. Lelaki : Tentu. maaf.. Boss. Namun tidak jadi.

. : (memakai kaca mata Mario. Rayani 39.. 31. Mario 30. kalau tak punya dapatkan dengan kerja. Mario 36.. Baru sebentar duduk aja Aku hampir nggak jadi makan kacang rebus.. 34. Mario 32..... Mario 38. 41... 43.. berniat mencari tempat duduk lain.. Rayani 25. : kamu juga sih salah... Rayani : kamu punya makanan dimakan sendiri. : Nggak usah.23... aku nggak bakal ganggu kamu. Mario : Oh. : Bener nih nggak apa-apa? : Nggak apa-apa. Rayani : Minus berapa nih? : Minus dua.. mukaku hampir memar.. harusnya paling nggak tawarin orang kek. Duduk di sini aja.. : (mengangsurkan kaca mata) Nggak apa-apa.... Sirik tanda tak punya. 27... : Kok bisa kebetulan cocok ya? : Ya sudah pakai aja.. Rayani : (kembali ke tas) Maaf. : Loh. Perasaan waktu di rumah aku sudah taruh di tas. jangan menyumpah! 28. Kursinya masih lebar kok.. Coba aja dulu. maaf. Maaf deh. (Membuka lembar skenario) Mario berdiri. tapi malah nggak ada. Rayani 35. Mario : (melepas kaca mata) Pakai punyaku.. Nggak bawa kaca mata lagi. Mario 40..... Rayani 42. Mario : Mau kemana? : Cari tempat lain. Rayani mengambil kaca mata.. jadi dari tadi kamu sudah ngiler sama kacang rebusku? Kalau kepingin kenapa nggak minta aja? Dari pada nyumpahin orang yang punya makanan. Mario : (Menahan sakit) Nggak apa-apa kok.. Memperhatikan lensanya. Rayani : (tertawa) basi banget kamu. Pakai aja dulu.. aku yang menderita kok malah dibilang salah? Terus salahnya di mana? 26... Rayani 33.... Rayani 29... Terima kasih. duduk) Terima kasih. Setelah ini aku jamin kamu bakalan merasa lebih nyaman duduk di sini ketimbang duduk di kafe. makanan kesukaanku. Rayani 37. : Kamu cari apa? : Aku cari lensa kontakku. Nih.. kalau terus duduk di situ mukaku bisa babak belur.. Mario 24.... Lagian kamu nggak takut kaca matamu kubawa lari? 150 ....

Rayani 58. Rayani mengangguk. Kembali ke skenario. Aku hanya lihat dari jendela mobil setiap pergi atau pulang dari sekolah... Seperti sore kemarin. Padahal lebih sehat di sini.. Makanya aku ke sini. Diam. ya? Cuaca bagus. ya? Diam.. 151 ... Diam.) Kemarin aku berharap muncul pelangi.. 53. Tapi sedikit ada benarnya juga. Rayani 55. Aku tidak mau orang yang kubuat menderita makin menderita karena terusir dari tempatnya. : Oh... Mario 59. Sebentar lagi musim bunga. Kamu pernah lihat kembang-kembang itu mekar? 57... Rayani 50. Ayo duduklah.. lebih baik duduk di sini kan? Menunjuk space kosong di sebelahnya..) Kamu memilih tempat yang tepat. 48. Mario : Lagi nunggu siapa? Aryani menoleh.. 56. hanya sebentar. : Oh.. Rayani tertawa. Tadi sepulang sekolah aku melihat taman ini dari atas bus. (Melihat langit) Langitnya cerah. Mario mengambil tempat. Rayani : Makanya.. 46. Pelangi muncul habis hujan di siang terik. Mario : Sudah datang musim hujan. Mario : Deras.. lalu kembalikan pandang ke skenario... 54. Mario : Nggak mungkin... Rayani : Hah? Kepedean kamu. 52. (Diam. Mario : Nggak nunggu siapa-siapa. Rayani menggeser duduk. Mario : (Tersenyum.. Tiba-tiba hujan turun.... 49.. Rayani : Pernah! : Sering kemari? : (menggeleng) Hanya hari ini. Kelihatan sepi... Kebetulan hari ini aku perlu suasana seperti itu. 45. Mario : Kenapa aku harus duduk di sini? Biar kamu aman? Nggak diganggu orang iseng? Atau cari pembenaran karena sudah membuat kerusuhan? 47.. Mario : Eh jangan! Cuma satu-satunya tuh. tenang. Tapi hanya sebentar.. Rayani : (matanya masih ke skenario) Oh. 51. Sekarang orang lebih milih pergi ke kafe daripada di taman. Mario : Tapi cuaca kadang suka menipu.. Rayani melihat langit. ya? Hujannya deras? Mario mengangguk. Mengangguk.44. 60..

. Mario 66. Mario 74. 82. Mario 64. 87.. Mario : Apa orang yang banyak tanya itu orang jahat? : Nggak juga sih.. ya? : Apa ruginya buat kamu? : Aku bisa menyangka kamu orang jahat! : Apa penampilanku begitu? : Nggak sih.. Rayani 84... 80. Rayani : (menyerah) Baik.. aku diam. baik. : Lalu? : Apa? : Kalau bukan artis ngapain baca skenario film? Ah! Produser? Sutradara? 78. Ini skenario film.61. Mario : (tertawa) Bisa aja kamu.. 81.. ya! Rayani mengangguk. Rayani 65. 69. bukan berarti aku ingin mencopet kamu kan? Lagian mana ada copet yang mau minjemin kaca matanya? 72. Mario 70. : Kamu artis? : Bukan.. Mario 76. 86. baik. sayangnya aku malas fokus sama penampilan ketika pertama kali bertemu seseorang. Rayani : Drama atau film? : Apa? : Kamu baca skenario kan? : Hey. Aku lagi mencoba membedah naskah ini. : (tersenyum malu) Maaf! : Jangan membuatku menyesal berbagi tempat duduk sama kamu. Mario 62.. Rayani 75... Mario 83. Mario : Wah! Good luck. Rayani 73.. aku tidak mengganggu lagi.. Rayani : Maaf. Sumpah! Diam. Rayani 79. Rayani : Aku mengganggu? : Kalau kamu terus bertanya. 152 .. Tadi kan aku sudah bilang aku perlu ketenangan. kamu banyak mau tahu.. Copet-copet di bis kota kelihatan rapi-rapi. Rayani 67. Rayani 71. Besok aku ikut test peran utama. Rayani 63. Rayani 77. Mario : (jengkel) Apa sih? : Boleh tanya kan? Diam. Klimis malah... Mario 85. Mario 68.. Mario : Baik. : Kalau aku mengajak bicara kamu. nah. Kayak orang-orang kantoran..

. : Tidak usah! Dipikirin banget. mengeluarkan dengan berat.. Bicara berbisik di telinga... Mario menatap Penjual terompet pergi. Bunyi kendaraan berhenti. Rayani : Sebenarnya tadi aku mau bilang. Aku lupa.. Rayani 94.. saya selalu diusir sana-sini. toet. Penjual Terompet hilang ditikungan (Keluar). terompet. Terompet : Dasar nasib! Jadi orang kecil sudah bingung. Nanti kalau saya terus-terusan dihalangi saya cari makan untuk mereka di mana lagi? Jadi maling ayam? Jualan dilarang. suara kenek angkot. 91. Pedagang terompet muncul sesekali menjajakan dagangan. Terompet : Terompet. toet. sekarang waktunya kurang tepat. Tk.. Tk. Rayani 101. (toet. : Kamu nggak marah kan? Mario menggeleng. (Back sound) Suara kendaraan lewat satu-satu... 98.. ya? Masa terus dilaranglarang. 99. Penjual Terompet mendengarkan.. (toet.. Rayani : Biar aku bicara. terompet. toet. toet) Terompet.. Tapi Penjual Terompet akhirnya mengalah juga. toet) Terompet.. tersenyum.. Mario 89.. Mario 93.. membunyikan terompet dilarang. Merasa terganggu. 90. : Apa? : Ini hari apa? : (tertawa) Sabtu! Malam minggu.. 100. Mario menghampiri Penjual Terompet.. Nah. 153 ..(toet) Terompet. Bunyi terompet panjang. siapa yang tahu kalau saya jual terompet? Siapa yang tertarik beli dagangan saya? Bicaranya situ sembarangan aja! Mentang-mentang saya kere.. Mario 97. toet) 92. Mario melambaikan tangan tanda perpisahan pada Rayani. Kalau saya tidak membunyikan terompet. malah terus dibikin bingung.. Kamu mau kita kenalan? Perkenalkan.. Jualan di pinggir jalan dilarang! Di taman dilarang! Saya mau cari makan halal buat anak-istri saya. Kali ini terdengar lebih keras. Rayani : Nggak perlu minta maaflah. Pergi sambil terus menggerutu. Mario 95.(toet) Terompet. Bunyi terompet. Tk.. Mario : Jangan pergi dulu! : Ada apa? Oh. Berhenti tidak jauh dari mereka. 96. (toet. Terompet : Tidak bisa dong! Saya kan orang dagang. Terompet : Terompet.. Tk.. Diam. taman ini bakalan ramai bukan main kan? Kembali teriakan penjual terompet..88. (toet.) Rayani menarik napas dalam. Hening. namaku.

. tangisnya tambah pecah. Mario : Aku paham! Rayani menarik napas dalam untuk menghentikan tangis. Tapi sumpah. Aku tidak mau mereka melihatku menangis karena itu. Menutup wajah dengan kedua tapak tangan. 104. Bagaimana bisa membuktikan. Rayani bingung. Mario : Eee... Rayani mengambil tissu dari hand bag... 112.. Rayani memberi isyarat dengan tangan agar Mario berhenti bicara. man! Tidak mampu. dia memang nggak pernah setuju aku ikut kegiatan percuma dan buang-buang waktu seperti ini.. Aku gagal. 102.. 111.. Rayani : Setuju! Memang itu caranya! Mau? (Menawarkan kacang rebus. Aku. tapi aku tidak menyerah.. Rayani tak membalas. Rayani : Aku nggak tahu. Mario menepuk tangan. tapi aku menangis bukan karena aku bicara kegagagalan tadi... kenapa aku sekarang bisa menangis.. (Kehabisan kata. Rayani : Aku mengadu ke mama.. Mario : Sabar. Papa tersenyum mengejekku...) : Tapi aku nggak tahu caranya.. (Kepada Rayani) Aku ada keperluan... 106.... Aku tahu Mama menyuruh aku menangis supaya perasaanku bisa lega.. TAMAN (Ligting fade in – suasana senja) Di bangku yang sama. 105.. sudah. Air mata tidak bisa mengobati kegagalan kan? Aku mau buktikan pada mereka bahwa aku serius.. Mario : (tertawa) Semua pekerjaan punya resiko. Mario : Katanya nggak mau menangis? Rayani menggeleng. Sudah.. Mario mengambil hand phone.. Suara dering hand phone... 110... Semoga berhasil! Mario bergegas pergi. kalau aku sudah bekerja sebaik-baiknya. 103. Tiba-tiba Rayani gemes sendiri.) Ah. Sampai besok.... Mama malah suruh aku menangis. 109. Oke. Rayani : (berteriak) Kaca mata kamu. Aku nggak perlu peerhatian macam itu.! Di mana? Sekarang? Oke.. Plong.... menangis. Mario pergi. Mario 107.. Marah. mengusap air matanya. 154 .. 108.. aku memang terus-terusan gagal.Mengulurkan tangan. Mario : Hallo... Aku Cuma mau Mama tahu kalau aku sudah berusaha.

Mario : Di usia seperti kita. 118.. membentangkan selebar-lebarnya. Rayani : Aku terus merajut jaring. Mario : Aku masih belum percaya kalau aku gagal lagi.. Aryani 131.. Ah... Rayani 119. 120. Mario : (menghapus air mata) Tadi kamu bukan mau bicarakan itu kan? : (mengangguk) Ya. Jadi menangis adalah manusiawi dan berguna. Rayani 129.. Rayani 121. Mario : (membuang napas) Hah! : (membuang napas) Hah! Maju terus pantang menyerah! Kalau sudah bertemu untungnya kali aja kamu main peran utama di filmnya Garin. : Apa? : Justru malah baik.. 132. Rayani 117.... gitu dong! Kalau keinginan dicampur sama semangat dan usaha . Mario 124.. kita nggak bisa percaya atau nggak percaya. Berdoa sambil berusaha. aku harus terus. 136. Ada yang bilang jumlah air mata saat kita sedih berbanding seimbang dengan air mata saat kita bahagia.. Keluar masuk studio dengan wajah coreng-moreng. Gagal di usia seperti kita justru lebih baik. Kalau urusan selera. Rayani 115. pelan) Menangis kalau harus menangis. Masa nggak ada satu pun yang nyangkut?! 133.. Mario 114. : Hanya masalah selera.) Masih banyak kesempatan.. Mario 128.. Mario : Jangan taruh harapan di tempat yang tidak nyata. Mario 130. Rayani : Rudi Sudjarwo lebih menantang barangkali! 155 . Jalan masih panjang. Rayani : Aku seperti badut yang terlepas dan dibiarkan berkeliaran. semut pun bisa memindahkan gunung. : Itu hidupku! Aku pikir. Masih sangat panjang.. : (Semangat) Ya! : Mau? : (senang) Kacang rebus! : Dari tadi juga kacang rebus. mengangguk... Mario : Nah. Mario 126. : Apa yang baik? Menangis? : (mengangguk ragu. Kamu bagaimana sih? Ambil! (Rayani mengambil beberapa butir. 123.. Rayani 125. 122. Rayani 135. aku terus berharap. 134... Mario 116. Rayani 127. : Yakin waktunya akan datang? : Yang penting jangan terlalu berserah pada nasib! : Salut buat semangatmu.113.

tahu? : Mereka hanya tahu aku kepala batu. Rayani : Terus mau belajar di mana? : Sekolah banyak ngajarin bagaimana menggunakan pikiran.. : Sekolah adalah rumah ilmu pengetahuan. : Kok gitu? Bokap-nyokap. 137. Mario 144. Jangan ambisius dong! Ambisi malah akan menjatuhkan kita. Mereka menggembar-gemborkan orang lain yang sudah membuat tangga kecil menuju kesana. Tetapi mereka mengajak kita terbang ke masa lalu melihat kejayaan nenek moyang. 145. 142. Mario 140. Mereka tahu apa yang harus mereka beri dan apa yang harus mereka simpan untuk suatu saat. Artis juga perlu punya pikiran intelektual.. Mengajarkan cara memperhatikan dan mengagumi tangga itu. Mereka tidak mendidik kita bekerja membuat tangga ke langit. warna tanah telah berubah karena waktu. Rayani 141.... Mario : (tertawa) Kalau mau begitu kamu ikut latihan yoga aja.. 147. Mereka memberi tahu kaki kita menginjak bumi. 151. 146. Mario 138. diberitahu betapa tingginya langit. Hari gini masih bicara hati nurani? Lagian sekolah nggak akan cukup menampung semua material itu. Rayani : Sekolah tidak pernah menampung. Nggak tahu mau ngapain. Rayani : Sekolah tidak dapat membuatku yakin bisa menggantungkan harapan. : Nggak tahu. 149. Sekolah jadi tempat legitimasi formal pendidikan yang semu. Mario : Semua bidang memerlukan orang yang cerdas. Mario : Sekolah kamu bagaimana? Sudah banyak mangkir pasti. Mario : Sial! Aku nggak paham bahasa kamu! Ngomong yang lain aja! Rayani membolak-balik lembar-lembar skenario.. 156 . Lulus sekolah kita malah gagap. setelah itu takut menginjak tanah. Mario : Apa adanya sajalah. tapi membiarkan dia bercecer di luaran. Ilmu pengetahuan nggak selalu bersarang di sekolah kan? 143. Rayani 139. Hanya diberi tahu. Kerja pikiran dan respon manusia kan terbatas oleh keadaan.Diam.. 148. Rayani : Aku nggak pernah yakin bisa mendapatkan itu di sekolah. 150. Rayani : Kita di atas gedung tinggi.. Ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk bisa survive di mana saja.. belajar cara menggunakan hati nurani dikesampingkan.

Kamu nggak ingin pulang? : Di rumah juga tak ada siapa-siapa. pernah merasa kesulitan juga. 168. Nggak ada yang berhasil mulus... Aku sudah lelah jadi anak bawang terus. marah. lalu menangis. : Ada saatnya. Rayani : (menunjuk langit) Lihat bintang itu. Aku menarik. Kuhitung sudah sembilan kali aku ikut casting film. Mario : Kalau kamu? : Apa? : Kok nggak pulang? 157 . Kok kamu yang tanya? Harusnya aku... Casting iklan. Rayani 167. Mario 164.. : Sudah hampir gelap. Kalau awal-awal ikut. : Ada yang bilang beberapa orang memilih jalan tol. Nggak pernah terpilih yang utama. kalau senja turun. Multi talent. bisa nari. Mario 170. Rayani : Aku kurang apa ya? Kurang cantik? Aku bisa nyanyi.. Rayani : Huh! Padahal tesnya hanya begitu-begitu saja! Adegan senang. Masalahnya kamu bisa sabar atau tidak? 162. Ke kanan.152. Mario : Kamu mau cara mereka? : Aku? Pakai cara itu? Ih.) Selalu jadi figuran. Mario : Aku sabar! : (menyelidik) Masa? : (bangun memperhatikan bintang) Bisa! Aku yakin ada saatnya. Mario : Akan jadi sempurna buat pengalaman hidupmu kalau tiba-tiba keburuntungan itu datang. Kamu jadi nggak kaget! 154.. Mario 166. Rayani 171. macam-macam. Tidur sama orang-orang itu? 159. Aku perempuan yang dipuji perempuan.. tidak lulus nggak apa-apa. (Tersenyum pahit. nyanyi. Kemana-mana kita akan bertemu dua jalan. Rayani : (tertawa) Kok jadi hilang harapan begitu? : Kesel sendiri aku! Apa harus pacaran sama casting produsernya dulu untuk jadi peran utama? 157. Hidungku nggak terlalu ke dalam kan? Tinggi sama berat badanku pas kan? Proposional? Apa dari aku yang kelihatan kurang? 155. Rayani : Huss! Jangan bicara sembarang. Mario 156. (Terpekik) Aku suka bintang! 169. amit-amit! : Mereka sama dengan kamu. Lama-lama aku bisa lumutan di studio casting. Mario 158. Seperti apa cahayanya nanti.. Rayani 165... Keduanya punya resiko. 153. Mario 160.. Rayani 163. Rayani 161... atau ke kiri.

176... Sebenarnya setiap kali aku ikut casting kami bertemu.) Nanti kukenalkan kau pada sahabatku. (menunjuk bintang) Bintang itu pasti paling terang.172. Mario 186. (Membuka tas... Pertemuan kami unik. Aku yakin buku-buku ini akan banyak membantu kamu. : Pulang..... : Kenapa? : Kalau aku cerita sekarang waktunya nggak bakal cukup. Namanya Linda. Menyodorkan ke Rayani) Buat kamu. Jujur! Aku mulai senang suasana taman ini. Rayani 175. Rayani : Dia sudah nggak perlu lagi sama buku-buku ini? Kenapa? Padahal buku-buku ini bagus loh! 179. Linda hebat loh. Nggak ada yang bisa dikerjakan. Pencari bakat. Aku dan dia sahabatan. Aku duluan.. Mario : Aku harus mengenalnya. : Baiklah. Mario 174. Sebentar... itu bintang pahlawan! Terus bersinar ketika yang lain redup.. Thanks. Ini buku panduan akting. ya. Mario 180. Aku ingin jadi bintang itu! Oh. Lantaran dia pikir aku sudah punya manajer. Mario 188.... Terima kasih. Dia aktris... Mario : Teman. 187.. Rayani : Aku minta kamu rawat buku itu baik-baik.. Mario 184. ya? Aku minta Maaf! 183. Rayani : Apa kubilang! : Boleh aku tanya? 158 . : Besok di sini? : Entah.. Ceritanya kapan-kapan. juga talentscout... 178. Tapi setelah lama kami tegur-teguran. Semua punya kamu? Dapat darimana? 177. Aku harus bertemu seseorang. Kayaknya Linda bakal nyenengin. (Tertawa. (Ke Mario. Rayani 181.. Banyak kenalannya orang-orang film.) Keinginannya banyak. ya. Rayani : (Sedih. 173. Mengeluarkan tumpukan buku... yuk! : Aku masih ingin di sini..) Dia sudah pergi. Linda bilang dari dulu dia tertarik bakatku. : (Sadar) Oh. Wah jadi nggak repot-repot cari lagi dong.. Tapi enggan menegurku duluan.. Cita-citanya sama dengan kamu. aku cari kemana-mana nggak ada. Setelah itu kami selalu bersama. Rayani 185. Rayani : Rumahku membuat aku jadi penganggur. Mario 182. Rayani : Oh? Buatku? (Mario mengangguk) Beneran nih buatku? Kamu nggak nyesel? Aku sudah lama cari buku-buku ini. Sumpah. Tadi dia begitu antusias mau mengorbitkan aku. Nggak apa-apa.

Nini. kamu kemari hanya untuk kacang rebus? : Awalnya iya. 197. Nini akan tetap mencintai Abah. Tapi tidak ingin tertidur. Mario 194. Rayani 191. 199. bukan pertanyaanku. RUMAH ABAH (Lighting fade in – Suasana sore) Set tempat Abah dan Nini bisa hanya sebuah balai panjang dan sebuah meja tempat kendi air munum dan perkakas seperti piring dan gelas. (Nini tersenyum. Mario sendiri. Abah : Aduh. Saat seperti membuat pikiranku segar dan merasa menjadi muda kembali. Rayani : Aku duluan. setelah itu tidak lagi.) : Nggak ada pertanyaan lagi? : (menggeleng) Nggak ada apa-apa lagi dipikiranku. Tetapi tanpa sebuah lagu pun untuk Nini. Ah. : Masa? Kamu nggak tanya apa itu.189. Nini : (tertawa) Terima kasih. Betapa indahnya dunia jika suasananya damai seperti ini. aku akan membuat karangan lagu untuk Nini. Mario 196. Abah tak mau kehilangan suasana indah ini bersama Nini. Rayani : Boleh. 198.) Suasana inilah yang semua orang cari. Mario 192. : (mengangguk-angguk. Bunyi air jatuh di kucuran. Mario diam.) Bunyi dan suara begitu harmoni di telinga. Nini. Mario 190. Nini dengar. Angin sejuk tenang membuai pepohonan.. Meletakkan kepala di paha Nini yang merajut anyaman bambu. Abah. betapa pandai dalam bekerjasamanya alam. Rayani 193. Nini. Perasaaku bergetar bagai mojang pertama kali kenal cinta (Tertawa... Mungkin jika aku masih muda. Rayani keluar. burung-burung kecil itu bernyanyi menggodaku? Abah sudah sangat mengantuk.. mengerti) Oh! Baik lah! (Pergi.. Mereka seolah berbisik menghipnotis sadar. dan suara burung bernyanyi ikut mengiringi. Abah sedang rebahan di tengah balai. setelahnya? : Itu pertanyaanmu. Rayani 195. 159 . Musik seruling atau kecapi dari Sunda.. menciptakan harmoni untuk menghantar waktu istirahatku. : Sungguh nih.

Linda 212. Di sisi kaki Abah. : Kenapa Abah tidak Nini bangunkan? : Abah baru beristirahat. Abah mengangguk dalam setengah tidurnya. Nini : Anak ada perlu apa? : Nini masih ingat saya? : Oh. 218. Nini 202. Nini rela hidup bersama Abah dalam suka dan duka. Abah tidak akan melakukan itu. Muncul Linda. Nini menggeleng. Lihat! Tidurnya nyenyak sekali. Nini 204. Linda : Saya tahu sesungguhnya Abah bisa membantu saya. Nak. tidak! Abah tidak pernah sangsi pada Nini... ya? : Abah boleh sangsi! : Oh tidak. 208.. Nini 209. Nini : Sudah. Itu menyalahi kodrat. Nini tidak pernah putus asa ketika hidup menderita. Linda : Saya ingin bicara sama Abah. Linda duduk di tepi balai. Bicaralah pada Nini. 206. Meminta yang macam-macam pada Abah. Abah 201. Nini : Bukan Abah tidak ingin menemuimu. Nini tidak pernah angkuh ketika berpunya. : Sebentar saja. Linda 207. Sebentar. lalu melanjutkan kerja anyamannya. Abah.. Kamu sudah pernah ke sini. Nini.... Abah orang sakti kan? 160 . Nini 215. Linda : Kenapa Nini selalu menghalangi saya? Setiap kali saya datang Abah seolah enggan menemui saya? 219. 205. Nini akan senantiasa di samping Abah. Nini : Sampurasun! : Silahkan duduk. Nini masih ingat. Abah : Tanpa sebuah lagu pun? : Tanpa sebuah lagu pun. Banyak saya dengar cerita kehebatan Abah. Nini membelai rambut Abah. : Kalau begitu Nini minta maaf sekali lagi. Anak meminta Abah merubah wajah Anak. Linda 210. 220. jangan ganggu Abah. Linda 214. Nini 217. : Oh. Nini tidak tega bangunkan bayi yang sedang lelah ini.200. 213. Abah tidur lah... Abah 203. Abah sudah mendengkur. : Nini bisa bangunkan Abah? : (berbisik) Maaf. Nini tak pernah mengeluh menemani Abah yang lumpuh. Linda 216. Nini 211. Abah tahu! Abah begitu mengagumi kesetiaan Nini.

Abah memang tidak mau membantu saya? Kenapa? Berapa saja uang yang kalian minta akan saya turuti.. Apa yang dilakukan terbatas kekuatannya.. Nini! Saya tahu Abah bisa menolong. Linda : Abah manusia. 226.) Ah. Nini : (menggeleng) Abah tidak pernah memilih untuk membantu siapa saja. Linda mengguncang-guncangkan tubuh Abah. Nak.. 230.. Linda : Saya akan menunggu sampai Abah bangun. (Melihat Nini. ingin aku Linda berjalan mundur tertatih keluar panggung. Nini menggeleng.. Jimat yang pernah diberikan Abah tidak dapat menenangkan hati saya.. saya tamu yang tidak diinginkan Abah? : Bukan! Tapi Anak bertujuan ke tempat yang salah. Linda : (emosional) Saya ketakutan. Tolong. : Nini. Linda : Apa salah saya. kenapa menangis? 234. Nini : Nini minta maaf.. : Jadi menurut Nini. Nini : Kamu sudah keterlaluan. Tolong saya. Abah : Ah. Nini 222. Nini diam. Kamu harus pergi. nikmat sekali tidur yang hanya sebentar ini. Nini menggeleng. Nini. Nini. Nini 224. Kami tidak pernah meminta atau menerima balasan jasa dari orang yang kami bantu karena Nini dan Abah memang tidak memerlukan itu semua. Tolong bangunkan Abah untuk saya.. Nini menangis. Anak harus mengaku salah. Kalian memang hancur.. 229. 228.. Nini : Maaf. Linda 223. Anak tak perlu terus sembunyi... 233.. 225. Nini? Nini menggeleng..221.. Membantu sekuat hati.. Nini tidak bisa membantu anak. Linda : Kalian ingin aku menderita.. telah mengganggu tidur Abah. Tapi Abah juga manusia. Alam ciptaan-Nya sudah memberikan semua tanpa Nini dan Abah minta dari manusia. Saya merasa ada seseorang yang membuntuti saya setiap saat. 231. 227. pikiran dan tenaga. 161 .... Abah tidak memicingkan mata sedikit pun. Linda : Tolong saya. Nak. tinggalkan kami. Itulah cara untuk mengembalikan wajah anak. 232. Nini.

tolong saya dong! 162 ... Mas Atok. 237. Untuk apa mengakhiri hidup sekonyol itu? Aku masih mencintaimu Parwita. Bunyi angin menggoyang dedaunan. Tidur Abah sedikit.. Atok sang pelatih tampak serius memperhatikan teman-temannya berlatih olah tubuh. Linda : Mas atok. Abah tadi bermimpi tentang malam yang gelap. Suasana taman yang temaram sesekali menjadi terang sesaaat terbias cahaya Kilat yang menggelegar di angkasa. Aku masih.... hingga bara yang kau sulut di dadaku dapat kuberikan untuknya.) TANAH LAPANG (Lighting fade in – suasana malam) Beberapa pemuda sedang berlatih drama. aku tak ada di sampingmu... aku tetap seekor srigala. Ni. Aku menunggu saat itu. Abah : (menghapus air mata di pipi Nini) Tidak. Mario : (membaca selembar surat) Penat? Aku tidak kalah oleh penat.. Jika bara di dada belum tersiram oleh darah. Abah mengambil jemari Nini.. 236. (Menangis. dan bintang berpaling muka karena redup sinarnya. namun begitu menyejukkan. Penuh dendam. Aku bukan pengecut! Akan kubuktikan cinta yang kau sangsikan.. Lelah? Aku tak takluk karena lelah... Abah memang sudah waktunya bangun.. Isi surat terakhir sebelum kematianmu penuh dendam. Bau darah. tapi berkualitas. Tapi Abah bahagia.... TAMAN Malam turun hujan.. Lihat! Aku masih tetap di sini! Akan tetap di sini.235... Karena ketika kau membutuhkan aku. Oh.. Bintang itu tidak begitu terang.. Ada sebuah bintang yang tak pernah redup sinarnya menyinari Abah. tidak.. Aku menunggu saat bulan bulat penuh. Mario duduk sendiri di bangku taman... Parwita.. bau kematian orang lain yang membuat hidupmu pendek. Linda menarik lengan Rayani setengah berlari ke arah Atok. Berhentilah menangis.. Aku tahu kau sedang memandang marah kepadaku.

. Atok 257. Kak Atok bisa aja. 251. 163 . ya? : (tertawa) Bukan.. Atok 239.) Tidak ada apa-apa. : (kepada Atok) Rayani. Suasana langsung ramai. dia lari paling dulu! : Wah. Rayani! Halah. Atok : (memperkenalkan diri) Rayani. : Oh. Linda 258. Atok 263. Item melirik genit ke Rayani.. Ada apa? Anak-anak kampung sebelah mengamuk lagi? : (Tersipu sendiri.. Lin. Linda 264. kenalan sendiri aja deh biar lebih enakan. Memangnya kita anak ayam? Kok diurus? : Latihan lagi. Pemuda 2 244. 241. : Aku lihat waktu yang lain berantem. Kalian punya masalah? Kami siap bantu kok. Item 242. Rayani 254. Item 253. Biasa dipanggil Item. yuk! Peserta latihan pergi sambil menggerutu. iya lupa.) Kak Atok kenal penulis naskah ini? (Atok membaca halaman depan skenario. jadi mau malu ngomongnya. Item 250. Linda : (Menyodorkan naskah. Peserta latihan bangun menghampiri Linda..) 256.Latihan olah tubuh buyar. Dia penulis naskah-naskah realis. Pemudi 1 245. Linda : Ada apa? : Iya. Linda : Sorry! Ada perlu apa? : Ngomong-ngomong kenalin dulu dong temannya. Padahal waktu ribut-ribut kemarin kakinya gemetaran. Tahu sinetron Keluarga Cemara? 259. : Marjuki. (Kepada Atok. Linda 247. Rayani 252. : Ngomong aja.) Ada perlu sama Kak Atok. kok. 246. Item : Oh.. Linda 260.. Atok 261. kalau begitu kalian lanjutkan latihan aja lagi! Biar mereka kuurus. 255. Linda 262. Tulisantulisannya dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Tahu sih. Item 240. Atok : Sialan! Gua kira ada yang mau ngajak ribut! : Si Item basi banget! : Iya. Dia yang tulis skenarionya? : (mengangguk) Terus? : Apa? : Terus apa hubungannya dengan saya? : (tersipu) Oh. Atok 249. 238. Pemuda 3 : Ah. Memang kenapa? : Dia yang tulis naskah sinetron Angling Darma. Pemuda 1 243. Atok : Arswendo Atmowiloto. tahu! Pantas sinetronnya laku. 248. : Atok.

Linda. (Meletakkan telunjuk di bibir. (Pause. Atok 273. Kak Atok. kalau saya dapat peran utama ini. tapi latihan olah tubuh. Atok 269. Jadi penasaran. kapan ada waktu ajarin saya akting? 270. Saya mau kasih surprise ke orang-orang kampung! Biar mereka tahu sendiri kalau saya bintangnya. Iya. Kak Atok sama Item jangan bilang-bilang ke orang lain dulu ya. Itu film puisi kan? Saya mau cari vcdnya ah. Tiba-tiba tertawa. : Joged-joged kayak orang gatel begitu? : Itu bukan joged-joged.) Tidak tahu kenapa. ya. Saya diajar akting film dong. 275. Padahal tadi sudah saya catat di tissu loh. Apa coba? Nggak nyambung bangetkan? Kalau alasan lain saya tidak tahu kenapa. kan? Ngomong-ngomong Kak Atok pernan nonton film Yang Muda Yang Bercerita? 266. Makanya.) Sebenarnya saya diminta mempelajari naskah ini. ah. judul aslinya Yang Muda Yang Bercinta. Eee. : Hah? Latihan kayak begitu? Nggak mau. Capek-capekin aja. siapa itu? Aduh. Di mana saya taruh. Katanya saya mirip Yati Oktavia waktu masih muda loh. ya? Film itu garapan sutradara. yang penting dikasih kesempatan untuk jadi bintang filmnya. Rencananya sebentar lagi naskah ini diproduksi. Akting begituan loh yang paling sulit. aktris-aktris yang dapat piala citra. ya? Soalnya banyak sair-sair bermutu di cerita itu. Buat apa tanya-tanya ke orang yang punya niat baik sama kita. Linda : Oh. Linda : Yang Muda yang bercinta. : Ah.. kalau mau belajar. Itu kan latihan akting teater. iya. maksudmu? : Oh. Linda 274. Atok 267.. Linda : Iya deh saya mengaku.) Ssstt. kok saya dibilang mirip Yati Oktavia. langsung gabung latihan sama kami. 164 . (Merogoh tas. saya tidak mau latihan begitu. padahal wajah kami tidak ada miripnya sama sekali kan? Mungkin dari body kali. ya? Dia bintang lawas banget kan? Linda sih dibilang begitu masabodoh saja.) Ketinggalan di tas satunya. kok bisa lupa namanya. Linda : Syumanjaya. Kata sutradara saya itu film bagus. 272.. (Menyodorkan naskah. Dasar pikun! 268.. Atok 271. Saya mau latihan cara mengeluarkan air mata yang banyak. Linda : Ah. Syumanjaya.265.. Item : Latihan akting memang seperti itu. Gunanya supaya tubuh kita fleksibel dan tidak kaku. Sutradaranya bilang saya paling cocok jadi peran utamanya.

Item : Kamu mau menerima tantangan ini? 165 . Item : Rayani? : Cewek teman Linda itu! Lihat karakter wajahnya. Item maksa-maksa! : Saya. ya? Terus kapan waktu buat saya? : Tenang Lin. Saya mau pemanasan sendiri dulu. Linda 289. Atok 284. Apalagi jadi peran utamanya. kalau saya suka sekali memainkan peran yang beruraian air mata. Linda 287. Item : Kak Atok mau latihan. Aryani 296. : Sangat mau! (Kepada Rayani) Biar aku yang putuskan! Rayani terkejut. Item 294. ya? 291. cerita tragedi? Ceritanya bisa bikin penonton menangis kan? Tadi saya sudah bilang Kak Atok. (Kepada Rayani. Bagaimana kalau kita ajak Rayani main? 281.) Maaf ya.. 283. Linda 295. buat Item hal kecil. Sayang saya tidak ada waktu! 293. Atok : Oke. Item 290. dan Antigone. Item : (menghampiri) Latihan pemanasannya sudah selesai.. tapi Rayani! (Kepada Rayani lagi. 297. ngobrolnya kita lanjutkan nanti. Item : (berbisik kepada Atok) Kita kan kekurangan pemain.. 276. Item : Bukan! Ini nama tokoh dari cerita trilogi Sophocles. Linda 279. Tok! Pas sekali kan dengan yang kita ingin untuk naskah ini. Atok 282. Linda : Oh. 278. Oedhipus Di Kolonus.. Item 288. 292. Tok! Break! Break! Habis istirahat kita masuk adegan. Linda : Bukan kamu. Oedhipus Sang Raja. Linda : Aku pikir-pikir dulu.piala vidia atau oscar biasanya meranin tokoh yang berlinangan air mata kan? Beberapa peserta latihan bubar untuk istirahat. nama yang bagus sekali! Itu nama apa? Kayaknya nama kota di Perancis . Ini cerita tragedi Yunani. Item masih stand bye untuk membantu kamu. Item 285. Aryani 286. Kalau ngajarin akting saja.) Ayolah! Mau kan? : Ih. 280. 277. : (kepada Rayani) Kamu mau ikut proses? : (terkejut) Saya? : Bang Item mau ajak Rayani main teater? : (kepada Rayani) Mau tidak? : Main naskah apa dulu dong? Terus perannya apa? : Antigone! : Antigone? Wah. Antigone adalah nama tokoh utama perempuan di naskah ini.

Masa mereka latihan koor terus. Bingung! Terus-terusan koor. Kak Atok! Bye semua! Atok mengangguk. : Tidak apa-apa. mau. Linda 309. 311. Item : Tenang.. : Bye.. : Bye. 305...298. kapan tokoh Antigone muncul dalam latihan.. kok! 307. ya. Item 314.) Baca saja dulu naskahnya! 300. 166 . Item : Bye. (Kepada peserta latihan.. Atok : (menarik lengan Linda) Sebentar. : Bye. Lagipula yang ikut latihan sudah sering mengeluh. Waktumu aku yang atur. Linda 315. Linda dan Rayani hilang di tikungan.. Bye. Atok : Ya sudah. tidak ada. Linda 313. Atok pergi. Apa perlu saya ulang? Mau. mau! Sekarang sudah yakin? Eh. Nanti kalau kebanyakan koor mereka seperti para wakil rakyat kita di senayan sana. Item : Tidak ada kok. Rayani 301. Item senyum-senyum genit. Sampai ketemu lagi Bang Item. Aku paham.. Linda : Tapi. Sudah ditunggu untuk latihan di studio. Kalau begitu saya pergi dulu. Aryani! Peserta latihan bingung. Anak-anak. tapi di cerita Antigone ini tidak ada adegan pornonya kan? 299. Mendengar koor mereka terus bikin kepala pusing! 303. Besok aku ke kostmu untuk kasih jadwal latihannya. : Oh. Item : Maksudku bukan itu.. Sumpah! (Menyodorkan naskah.) Perhatian! Perhatian! Grup sudah mendapat orang yang cocok untuk Antigone! (Seperti MC di pagelaran tinju) Perkenalkan. Linda : Oh. 310. Atok 304. memberi isyarat pada peserta latihan membuat lingkaran. (Kepada Atok) Aryani setuju.. Item 312. Aryani 306. Item : Tapi dia tidak bisa ikut latihan hari ini. Linda : Kan saya sudah bilang mau. : Bye. terima kasih Bang Item. Lin.. : Iya saja. aku paham. Tok! Anak-anak biar aku urus.. : (menarik lengan Item) Item! Kita harus bicara dulu sama anakanak! 302. 308.

. : Nah. biar kita tahu kemampuan beraktingnya. Pemuda 4 : Aku boleh mencalonkan diri jadi Antigone? : Jangan Noni.. 362. bagaimana nih? : Aku pikir-pikir dulu. Ke laut aja luh! Kalau mau ngomong. : Bergaya apanya? : Ngasih peran ke orang lain kok tidak bicara dulu sama kita-kita? : Tanggung jawab. kepalamu! Kita sudah latihan berbulan-bulan. cool man! Aku paham kegelisahan kalian. Item 318. Item 361. Koor 367. Tem. : Aku nggak setuju dia jadi Antigone! : Aku juga.. Pemuda 4 : Cara bagaimana yang benar? : Harusnya dia dikasting dulu.. Jangan ngomongnya kayak orang mau berak! 349. Kalian pernah bilang untuk cari partner main kan? Kalian perlu Antigone cepat-cepat dimunculkan. Apa bisa diandalkan? 366. ii. Perempuan 2 360. 167 . 343. Tok. Tok? : Bergaya luh. Tunggang-tunggingan. Pemuda 1 139. Atok : Betul. ngomong yang jelas. soal itu mudah.. Item 363. Item : Ada apa. Item 340. gua dengerin. Atok 342. uu. mudah. Pemuda 3 : Alah.. Betul! : Pokoknya aku tidak setuju kalau dia jadi Antigone. bagaimana? 364. : Mudah. kamu sudah cocok jadi Ismene. Pemuda 2 348. : Nggak perdulilah siapa yang jadi Antigone. Atok : (memanggil) Item! Item berlari menghampiri. Sedang mereka lihat latihan olah tubuh saja kelihatan jijik begitu.. Item 347. Tem. Tem! : Tenang. tapi cara kamu salah. Item 369. Pemuda 2 341.316. Pemudi 1 345.. Item 365.. Pemuda 3 368. Perempuan 1 : Kok aku nggak pernah dikasting jadi Antigone? Tiba-tiba orang yang nggak jelas dari mana datangnya ditawarin! 359. 317. Item : Tapi bukan begitu caranya. Kalau nanti ternyata baca dialog bisanya aa.. : Kenapa? : Nggak setuju aja! : Gua nggak mau dengar gerutuan nggak jelas. Pemuda 1 346. Pemuda 3 344. tenang.

Rayani : Kan bisa dipikir-pikir dulu. Emas harus dipoles oleh tukang emas. Aku akan terus memperhatikan kemajuan kamu... 373. Atok : (Bangun. 374. Ra. Tem! Latihan. Ayo mainkan musiknya. Semua memang sudah dalam rencanaku. adegan khorus masuk. Musik on. hanya ikut latihan. kamu berhenti! Kamu perlu alasan ke mereka? Tenang! Biar aku urus. Berdebat. TAMAN (lighting fade in – Suasana malam) Bulan di pucuk daun. Nanti jadi sufi.. Biar ada uang masuk buat grup. Tok! 371. Kambing juga kamu. Kamu tak perlu ikut naik panggung. Linda : Itulah maksudku. Semua khorus bernyanyi. Item : Alah. Koor 375. kamu. 372. Perlu waktu banyak untuk ikut kegiatan itu! 378. Susah pikiran! Setidak-tidaknya kamu hargai aku dong yang sudah tenar masih mau capek-capek mengurus grup sandiwara kamu. yuk! Kita mulai dari ode pertama. Atau pengganti uang transport. strophe 1. Tem. Atok : Baik.) Terima kasih. apa-apa pikir-pikir terus. Kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan kamu di sana.. 377. Jika sudah saatnya kamu berhenti. Aku setuju pendapat teman-teman. Tapi kamu langsung mengiyakan. man. Eby. 381. baik. Ra. Lin? 168 . Linda : Tapi aku tidak bisa bagi. Khorus siap? Koor membentuk komposisi. Semua pemain siap pada posisinya masing-masing. Paling nggak dapat uang lelah dong biar sedikit. Eby : Siiip! : Konsentrasi.370. Atok 376. dibisnisin. Tok. Rayani : Kamu mau bikin aku gila. Masa capek-capek latihan kalian tidak dapat apa-apa. Aku ingin kau ikut latihan bersama mereka. Rayani dan Linda masuk. Rayani 380. Malah maunya aku malah taruh pemain bintang dipertunjukan kita. : Santai. Kita bisa jual tiket masuk. Masa padamu negeri terus. 379. ya. Biar pertunjukan bisa dijual. kamu Tok. Menari. Kita harus test kemampuannya dulu untuk menjadi Antigone. Ini perlu pertunjukan dibisnisin. Item : Terserah kalianlah. musik siap? : Siap. Lin.

kau tega melewati purnama? Bahkan Raja Kaligula rela keluar istana hanya untuk mencari bulan. mengambil HP. Hallo? . Linda 387. Mario 386. Bang! 169 . 384. (berbisik... setelah itu kerja lagi. Mario : Hey. 388.) Oh. Rayani menengok ke Linda yang sedang membelakanginya.) Benarkan itu Linda? (Rayani mengangguk. (OS) Linda 392.) Dia cantik. Linda pergi. : Mau kemana? Linda. STUDIO CASTING (Fade in – suasana pagi) Seseorang sedang mengepel lantai. tau nggak? Tukang Pel mencuri dengar.Suara dering HP Linda. Apa kita pernah bertemu? (Linda menggeleng. namaku Mario. (OS) Mario : (marah) Rio! Apa-apan sih kamu? : Permintaannya di luar batas. Rayani cepat-cepat memasukkan senjata itu ke tas Linda. Kok pada diam? Kuda Nil kalian semua! Siapa saja yang merasa gerah berada di dalam ruang ini lebih baik keluar! Dari pada mengganggu terus! Kepala gua pusing nih. lepasin! Bangsat ini ngacau terus kerjanya! : Tenang semua! Tenang! Ada berapa orang sutradara di sini? Ayo jawab! Gua barusan tanya.. 382. Masih berburu suasana tenang? Masih suka lihat bintang? (Melihat Linda) Oh? Kamu pasti Linda! (Menjabat tangan Linda.. Mengeluarkan sebuah senjata api. Ekor matanya melirik ke dalam tas. sebentar.. 389. Rayani 385. Mario : Aku sedang tidak enak untuk bercanda.. kalian! Apa kabar? (Pada Rayani. Muncul mario.) Aku pikir kamu sudah melupakan taman ini.. Linda : (pada Rayani) Sebentar. Pusing! Gua minta minuman. Barangkali orang yang lain. Ton! 393. Apa kabar? Sebentar. (OS)Rayani 390.. Linda berjalan menjauh. Bulan terlihat lebih lebar senyumnya dari sini.. 391.. (OS) Sutradara : Hei. Wajahnya terkejut.. Tangan Rayani merogoh tas Linda.. (OS) Anton : Iya. Linda : (Sinis) Aku kenal kamu? (Pada Rayani) Aku harus pergi. 383.) Perkenalkan. Rayani duduk di samping tas Linda yang terbuka. Rayani mengangguk. Bicara dengan orang di seberang. bukan. (Kepada Rayani) Kapan kita ngobrol-ngobrol lagi? Sekarang malam purnama. Linda membuka tas. Menutup tas. : Oh? : Aku harus pergi.

iya. (OS) Anton 397. ya! 395. Sudah jelas tadi sutradaranya tertarik.) Rayani hanya ditest.. Terus jadi ill feel gara-gara ulah kamu. 403. Saya lihat matanya bersinar waktu lihat Yani. kamu malah bikin ricuh. Hampir menabrak Tukang Pel. Menggerutu. 394. Anton 404. amanin temannya Yani dong! : Iya. Linda : Ssst! : (berbisik) Saya tahu kok pandangan orang suka. 406. saya sudah beri isyarat supaya kamu diam? Disuruh diam malah tambah ngaco! Tahu diri dong. Tapi gara-gara kamu semuanya bisa berantakan. Ton! Tukang Pel meninggalkan alat pelnya. Mario : Dari mana kamu tahu dia suka Aryani? Pintu terbuka. Eh ini tidak. Mario 399. dia itu sungguh-sungguh mau jadi pemain atau tidak! 407. Mario : (berbisik. Sebenarnya kamu tadi lihat kan. Mario 401. Mario : (keras) Halah! Tes apa? Ngetes kok pakai cara cabul begitu? 170 . Muncul kepala Anton.) Pandangan matanya sama ketika dia melihat perempuan-perempuan cantik! Laki-laki mata keranjang! Tukang Pel membawa teh. Itu pun aku harus bujuk-bujuk assisten sutradaranya. Muncul Linda menuntun lengan Mario keluar ruangan. tahu? Kamu tidak tahu kan? 400. masuk ke dalam.Anton muncul dari balik pintu. 402. Tukang Pel : Oh ya. Hey ikut saya kamu! Pintu terbuka. tolong bikinin teh pahit untuk Abang.. Anton : Anjing! Belum ambil gambar aja repotnya sudah begini! Jepri. (OS)Linda : Linda. 405. kamu! Tadinya saya yakin dia akan mengambil Yani sebagai tokoh utama dalam filmnya. 396. Linda : Mana saya tahu! : Saya pikir ada kamu di sampingnya bisa bantu mendorong sutradaranya senang dengan Yani. 398. Linda : Ada apa nih? : Kamu bagaimana sih? Kok bikin rusuh? Kok ikut-ikut jawab pertanyaan sutradaranya segala? Sudah untung loh kamu boleh ikut ke dalam ruang kasting. kamu itu siapa? Kita butuh mereka untuk Rayani. Kamu pikir di dalam tadi sidang kelas? Pakai ada interupsi segala! (Sedikit keras) Mau apa pakai sok melarang Rayani buka kancing baju? Apa sih ruginya disuruh begitu? (Keras. Linda : (berbisik) Sok tahu.

413. Linda : Kamu pikir saya main-main? 171 . Mario 417. Linda : Aku mendukung dia jadi apa saja yang dia inginkan. Seseorang melanjutkan pekerjaannya.408. 425. Sekarang saya tahu siapa kamu! Saya tahu kamu sebenarnya tidak ingin Yani jadi bintang. : Bukan karena alasan lain? Diam. Mario : Alasan apa? : Kamu cemburu kan? Dia sutradara dan lebih tampan dari kamu! : Eh. saya teriak! : Teriak aja sesuka kamu! Mario memegang handle pintu. Linda 418. : Berniat macam-macam apa? Bukan kamu saja yang di sana. 422. Mario 419. Tukang pel keluar dari ruang. Linda : Alah. berarti sutradaranya kan tidak sungguh-sungguh!. 415. Rayani harus buka kancing baju? Kalau pun dia tidak sungguh-sungguh. 412. Linda 424. tahu nggak? Linda diam. Mario menuju pintu studio. Linda membuka sebelah sepatu. Tentu dia akan berpikir seribu kali meminta Rayani sungguh-sungguh membuka kancing baju di depan kita. Linda : Aku tidak mau ada orang berniat macam-macam sama Rayani. Linda 414. Iya kan? 416. Linda : (keras) Kamu ini bodoh apa bego sih? Test kesungguhan tentunya! Jelas-jelas dia minta di depan kamu. Tukang Pel : Ssst! Linda dan Mario diam. Tukang Pel 428. 409. Linda 420. 431. Mario 410. : Taik kucing! Jangan menipu kamu! : Kok dikatakan menipu? : Kenapa tadi kamu terus menghalang-halangi Yani? : Kamu sudah tahu alasannya. bicara macam aktivis HAM lagi. Mario 427. Mario : (keras) Aku tidak mau Rayani dilecehkan. mulut kamu lebih berbisa dari mulut ular. Mario 423. Mario : Mau kemana kamu? : Mengajak Yani pergi dari neraka ini! : Ssst! : Persetan denganmu! : Kalau berani masuk. Linda 430. Linda 426. Mario 429. melemparkan ke wajah Mario. 411. Mario 421. Mario : (berbisik) Dilecehkan? Dilecehkan apanya? : (keras) Apa untuk tahu seberapa besar bakatnya. banyak kru lainnya. Sok. tetap saja itu pelecehan.

.. masa sungguhan? : (menjerit) Hei.. Satpam 2 mengambil ember. Sutradara 452.. Anton di balik pintu setengah terbuka.. Linda 438. merangsek ke arah Linda.. Saya hanya tukang pel.. : (Marah) Lepaskan tanganmu! Dia sekarat. Kepala Sutradara. Anton : (menjerit) Ada apa dengan kalian? Hey. 432. 450.. Anton dan dua orang satpam masuk.. Tubuh Linda basah kuyup. Linda : (hampir hilang napas) Tolong..Membuka satu sepatunya lagi. : (takut) Parwita? : Kamu membunuhnya. Anton keluar. Satpam 1 terjatuh. Linda menjerit-jerit kesal. Mario tidak dapat menahan emosi. Aku lebih sekarat. : Ini untuk semua yang pernah kamu lakukan pada Parwita.. Tolong saya dong! Tukang pel ragu-ragu. Mario mencengkram leher Linda. saya nggak mau ikutikutan.. Linda 440. Anton : Iya. Sutradara : Itu sungguhan Mas. Bang.... : (tertawa) Gua senang akting luh! Tepuk tangan. Kedua Satpam berhasil Membekuk Mario.Linda 434. : Aku tak kenal Parwita. bukan akting! : (tak percaya) Ah. 172 ... Ton! Panggil keamanan! 449.. Cepat panggil keamanan.. Satpam 2 membantu. Mario 441. : Maaf... Menarik Mario. Mario berontak mendorong Satpam 1.. Sutradara : Tidak! Dia telah mebuat hidupku berantakan. Linda 451. lepaskan tanganmu! Mario menggeleng... Mario 439. sungguhan. melemparkan air ke Mario. Anton 446. Mbak. Bunyi peluit. Linda : (ke tukang pel) Hey. Satpam 1 menyergap Mario. Pergi ketakutan meninggalkan pekerjaannya. 433.. Mario : Lepaskan. 443. Kasihan keluarga saya. lepaskan dia! : (panik) Wah benar. Dua orang Satpam itu mencoba melerai..... Linda 436. Ton. Sutradara 447. 435.. menyudutkan Linda di dinding. 442. Anton 448. Mario 444. Mario 437. : (marah) Bangsat! Kamu mau mengingkarinya? : Aku tak kenal Parwita. Tukang pel : (tercekik) Cepat tolong.... Kalau ikut-ikutan saya takut saya sendiri yang susah.. 445. Sayangnya Satpam 1 sudah lebih dulu berhasil mendorong Mario ke sudut. : Tidak! Aku lebih sekarat..

Saya janji! : Secepatnya-secepatnya. Linda 463. Pak! Saya tidak bersalah! : Halah! Sudah jelas-jelas kamu bikin onar kok pakai bilang tidak bersalah! Beraninya lawan perempuan kamu. Anton : (Mengulurkan handuk) Kamu aman sekarang. : (mengambil handuk dengan terpaksa) Aku ingin sendiri. Mario 454.. Melemparkan handuk kecil yang menggantung di bahunya 459. 456. Anton mendekati. Satpam 2 : Siap. Boss. Anton 457. Satpam 1 : Lepaskan. Sutradara menutup pintu dengan wajah bertanya-tanya.. Anton 462. 458. Linda 461. Ayo coba lawan saya sini! (Mengeluarkan jurus-jurus pencak silat. Besok harus sudah ada beberapa yang kau bawa kemari! 467.. ternyata pengecut dia. Bawa dia ke pos! 455. Pak! Kedua Satpam membawa mario pergi... Sekali kita lengah kawat tali tiba-tiba melilit di leher. Jangan sampai mereka punya anggapan aku tukang tipu. SEBUAH RUANG 464. Menangis sesunggukan.) Ayo maju! (Tertawa.) Tuh kan. Sutradara : Pakai handukku aja nih Ton. Boss. kapan? Aku tidak mau tahu. kan? : (menjerit) Aku tidak apa-apa. baik! Anton masuk ke dalam studio. : Kamu tidak apa-apa.. Sutradara : (ke Sutradara) Ada yang punya tissu? : (ke dalam ruang) Ada yang punya tissu? Sepi. Aku hanya ingin sendiri! : Baik.453. Pria Cangklong : Secepatnya... Lelaki : (nada ketakutan) Baik. Linda lunglai. 173 . Pria Cangklong : Kapan kau bisa bawa perempuan-perempuan itu? Kau tahu sifat klien-klien kita terhadap orang yang keleleran dan lambat? Mereka sangat cepat seperti bayangan. 465. Anton 460. Lelaki 466. jatuh duduk bersandar tembok.

. : Dan lagi-lagi mereka tidak memilihku jadi bintang. Mario 474. Tapi aku yakin kau tak mungkin percaya. Ra.. Mario 484. Membuatmu bodoh dengan keinginanku. Mario : Mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjagamu...... Rayani 485.. Mario 482. karena aku tidak mengesankan apa-apa kepada mereka. Aku jadi ikut merasa bodoh... Saling merangkul.... 468. : Aku memang ambisius. Merangkul Rayani. Rayani : Bukan. ini aku. Ra. : Di mana kamu.. : Berhenti menyesali diri. Rio... Rayani : Apakah itu penting kuketahui? Kalau memang.. Mario : Ini aku. Mario 472.. Aku perlu seseorang untuk menghilangkan perasaan itu. Mereka duduk di bangku. Mario 476. : Kamu menuntut pengertianku? Baik! Kamu ingin aku mengerti apa maumu? Berhenti mengejar mimpi ini kan? 477. 174 . Mario : Aku ingin kau tahu satu hal. : Tak perlu persetujuan mereka. Aku selalu takut kalau aku salah. kuatir mereka tidak memandangku. Ra. kau telah jadi bintang buatku.. 469. Rayani : Kau tidak ada di situ! Kau tidak ada! : Maaf. Rayani 481. Rayani sesunggukan di bahu Mario. Mario 470. 479.TAMAN Rayani duduk dengan wajah kusut... 480. 486. Rayani 475. Mario 478. Maaf! : Kamu benar. Rayani 471. aku menaruh harapan di tempat yang tidak nyata. 483. Rio? Kamu tahu betapa tertekannya aku di dalam studio.. bukan itu. Ra. Rio. Mario : Suatu saat harapan itu di tempat nyata.. : Dan aku memang seperti katamu. bicara dengan teman di sampingnya... Aku janji! Rayani menunduk. semua obsesi-obsesiku. Rayani : Aku selalu merasa bukan diriku yang berada di situ. tapi aku nggak mampu. ini aku.. Begitu kan? 473.. Rayani : Kamu sudah lakukan sepenuhnya tadi. Rayani : Tidak! : Aku tidak mau tahu lagi! : Kamu tidak mengerti. Terlena kehangatan membaca bahasa hati masing-masing..... Aku berusaha meyakinkan diri dan berkata pada diriku bahwa ini aku.. 488. Mario memandang kosong ke depan. 487. Diam.

: (ke Mario) Bangsat kamu! Rayani menutup kedua telinga dengan tangannya. Aku tak ingin kau seperti Parwita. Rayani : (menahan Lengan Linda) Cepat kita pergi dari sini! Aku tak ingin melihat dia lagi. Sudah lama aku ingin mengingatkan kamu... Rayani 496. 175 . Mario 495. Mario 498. Linda merogoh tas. Aku hanya ingin kau mendengar kata-kataku. 503. 492.. Dia ingin menjebakmu. Aku tak mau mendengar omongmu. menatap marah pada Mario. Dia tetap sahabatku. Linda beku.. Linda 499. Beberapa perempuan termasuk Parwita sudah menjadi korbannya. bangsat! Menjauh dari dia.. Aku ingin kita cepat-cepat pergi dari sini. Rayani : Percayalah.. Mario : Dengar aku. : (marah) Apa-apan kamu? : Aku sudah tahu sepak terjang komplotan mereka. 510. 507.. Rayani 507.... Mario 501.. Linda datang ke arah mereka... Rayani 494.. : Kamu bicara apa? : Kau tak berhak mengatur aku! : Dia ingin menjualmu! : Jaga bicaramu.... Ra. Mario jatuh berlutut... Ra... Mario : Menjauhlah dari Linda! Rayani terpana tak percaya. Rio.. Rayani 505. Ra.. Mario tersedu. Mario : Aku tak punya maksud apa-apa padamu.489. Linda 497. 506.. Kau dengar? : Kenapa? : Dia berbahaya! : Maksudmu? : Jangan dengarkan! : Sungguh. Rayani 500. Mario 504. Mario : Hal ini sangat penting kamu ketahui. 490. 491. 509.. Rayani : Kenapa kamu pakai cara ini? Aku bukan anak kecil. Linda : Linda sahabatku. Rayani : Aku tak mau mendengar omonganmu. Ra! Kau harus percaya dan menerima ucapanku.. Mario : Ia anggota komplotan penjual gadis-gadis ke luar negeri. Linda : Menjauhlah dari Linda. Dia jadi sakit karena cemburu! 502. Mario 493.. 508. Rio! Aku benci kamu. Kumohon Linda... Ra..

Kesusahan dan penderitaan yang kupendam setelah kematianmu pupus karena perasaan cinta.. (tiba-tiba marah) Aku tidak suka dipermainkan! Aku mau anak itu! Mereka menginginkan anak itu dan aku sudah berjanji untuk mengirimkan kepada mereka! 519.511. Maafkan aku. Perempuan : Bukan Boss. Maafkan aku.. Mario : Maafkan aku Parwita. Sebentar lagi..... Ternyata aku hanya seekor rubah pengecut yang tidak dapat berbuat apa-apa... Lagipula saya sudah ganti dengan yang lebih cantik dari dia kan? 516.... Seperti tukang obat murahan di pasar yang becek dan bau..... Perempuan : (menggeleng takut) Saya tidak akan main-main.. Salahkan aku Parwita.. Perempuan : (tenang) Kapan? : Besok. Boss jangan kuatir. Buktinya saya masih bisa membawa beberapa ke Boss.. : (napas tersenggal) Oh.. Kalau saja.. Saya perlu uang untuk membujuk dia. Tidak ada seorang pun tahu pekerjaan saya. Pria Cangklong : (mengangguk) Oh.... 514.... ya? Kenapa tidak kamu saja. Kamu juga cantik. untuk gadis yang satu ini. ya? Kamu sudah gantikan dia? Dengan siapa? Perempuan mana? 517. 513.... Pria Cangklong : (menggebrak meja) Kalau saja apa? Kalau saja gerak-gerikmu tidak tercium oleh seseorang? Dan kau jadi kucing ompong yang dipermainkan kecoa? 515. Sebentar lagi. Saya janji.. Boss.. Pria Cangklong : Dengan yang lebih cantik dan lebih hot tentunya.. Boss. untuk yang satu itu saya tetap berjanji membawanya! 520... Boss! Sumpah demi bintang yang bersinar di langit! Tapi saya minta uang saya dahulu. Parwita.. Saya sudah hampir mendapatkan dia Boss. Ah... Parwita. Pria Cangklong : Katamu dia bisa kau bawa? Kau bicara begitu meyakinkan saat itu. Perempuan : Dia sudah di bawah pengaruh saya. Perempuan 518... Aku tidak dapat membalaskan sakit hatimu.. bukan itu.. Pria Cangklong 521. Aku sudah menemukan buruan kita..... SEBUAH RUANG 512... 176 ... Tapi ternyata aku tak mampu melakukan apa yang selama ini kupendam.

Perempuan : Beberapa ratus ribu sisanya untuk itu juga. Perempuan 526. Perempuan tertawa. Sabron tetap berdiri seperti biasa.. Sebab kau pekerja terbaikku. si boss kayak nggak tahu aja. ya? : Ah. Sabron. Pria Cangklong : Siap. Pria cangklong 527. Tertawa tergelak. Sabron kembali ke belakang perempuan.522. Perempuan menghitung uang. Pria Cangklong : Kau perlu uang? Selama ini kerjamu bagus. Sabron 524. Membuka di depan perempuan. Perempuan menggelepar. Pria Cangklong : (setengah gelak) Anjing! Kau dengar apa katanya Sabron? Sabron mengeluarkan tas uang. : Berikan dia imbalan hasil kerjanya. Sumpah demi bintang yang bersinar di langit. (Ke Perempuan) Bukan begitu? 525. tewas. 528. Secepat bayangan Sabron menjerat leher perempuan dengan tali.. sayang. curiga.... Kau bisa menggantikan dia ke salon. Pria Cangklong berbalik membelakangi kegiatan Sabron.. (Memanggil) Sabron! 523. Perempuan menoleh ke arah sabron.. Pria Cangklong : Setelah ruangan ini bersih. Sabron mengeluarkan tali dari saku celananya.. Boss. atau cepat-cepat ke sauna untuk menguras keringat yang beracun di badannya.. : (tertawa) Oh. Aku takut kehilangan kau. Mungkin dia ingin make up untuk menghilangkan kerut takut di muka. 529.. Perempuan mana yang tidak suka ke salon? Boss ingin melihat mereka cantik kan? Pria cangklong tertawa... SELESAI 15 April 2006 177 .. ke salon. tapi belakangan aku sering merasa dikecewakan. Perempuan menghitung uangnya.

(NOMINATOR) “ SANDAL JEPIT “ Karya : Herlina Syarifudin Para pelakon : 1. JOKO PEGGY LALA ‘MASKOT’ (tak berwujud. 5. hanya suara saja) EMAK JOKO PARA PENARI/PROPERTY MAN/HEWAN PELIHARAAN 178 . 3. 6. 4. 2.

DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH MENJADI POHON DAN KURSI TAMAN. aku banting nanti.) ’MASKOT’ : Aduh. ditaruh dimana sih sepatuku. (HP DIBIARKAN TERUS BERBUNYI. KURSI. kenapa cuma satu. Bodo ah. Emak lagi menggoreng tempe. PADA MENIT TERTENTU PARA PENARI BERGULINGAN LALU MEMBENTUK FORMASI PROPERTY PANGGUNG. (TIDAK ADA SAHUTAN.FREEZE 179 . TAMAN KAMPUS) PEGGY : Kemana sih anak kampung ini? HP tak diangkat. TELPON RUMAH BERDERING) Ugh. Nak. DIIRINGI FADE IN OMELAN JOKO) JOKO : Ugh.PEMBUKA (TAMPAK PARA PENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKI BERGERAK. PIANO. ini apaan sih. DIIRINGI ALUNAN MUSIK GAMELAN . MEMBENTUK KOREOGRAFI GERAK YANG HARMONIS. RUANG TENGAH RUMAH JOKO ) (DARI BALIK WING TIBA-TIBA BEBERAPA SENDAL DAN SEPATU DILEMPAR TAK BERATURAN KE DALAM PANGGUNG. (JOKO MENUJU RAK SEPATU) Walah. PROP RAK SEPATU DIISI DENGAN SEPATU DAN SENDAL. rotanpun jadi. SELANG BEBERAPA DETIK KEMUDIAN. Diam kamu telpon! Kalau tidak. Pagi-pagi sudah berisik. LAMPU GENERAL SUASANA TAMAN PAGI HARI) ADEGAN 2 (PAGI. Apa kalo pagi. jelek-jelek. sulit bagiku untuk meninggalkannya. Kan tenang. DIPADU ALAT MUSIK MODERN. . Itu angkat dulu sebentar telponnya. TELPON RUMAH TETAP BERDERING. LAMPU BLACK OUT.ATAU ALAT MUSIK TRADISIONAL LAIN MENYESUAIKAN DAERAH MASING-MASING. (JOKO MENGAMBIL SENDAL JEPIT SEADANYA. nanti gosong. ADA YANG MENJADI MEJA. Hatiku sudah pantang berpaling darinya. MEJA DITARUH PESAWAT TELPON – LAMPU FADE IN) ADEGAN 1 (PAGI. (LAMPU BERUBAH. RAK SENDAL/SEPATU. LANTAS PERGI) EMAK : Hati-hati. gitu. gigih juga dia. DAN GANTUNGAN BAJU – FREEZE. GITAR DAN DRUM. (TERIAK) Maakkk ! Joko berangkat dulu. Males ah. (HP JOKO BERBUNYI) Aduh. telpon rumahpun tak disentuh. (TELPON LALU BERHENTI BERDERING) ’MASKOT’ : Nah. rumahnya jadi rumah hantu? Masa tak satupun ada yang ngangkat telpon? Benar-benar keluarga super ajaib. nenek trembel pasti mau berkicau lagi nih. Tak ada akar. Tapi.

Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya. Maaf maaf saja. Tidak usah jauh-jauh. ketika mereka mengenakan busana import. Realistis sajalah. Padahal kalau kita tidak malas. 180 . Itu juga kalau kita mau peduli. Sok idealis. PEGGY : Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh. gaya hidup negara kita tanpa disadari memang plagiat total dari seberang. ini. Love is Blind. Ini pernyataan jujur. Disana terkenal dengan paras cantik para gadisnya. Butuh proses. karena salah satu temanku yang saat ini lagi observasi di beberapa pelosok pedalaman buat studi akhirnya. : Eh. Kalau tidak. itu hanya karena faktor x yang datangnya bukan dari genetik. Ngapain juga mamaku susah payah melahirkanku kalau ternyata hanya jadi seorang pengkhianat atau bahkan pecundang. Pokoknya kalau masalah setia mati. prinsip hidupku tak seperti ceritacerita konyol di sinetron. Kalaupun ternyata di muka bumi ini tak terhitung para pengkhianat dan pecundang yang bertebaran. Betapa bangganya cowok-cewek gaul masa kini. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD.. Padahal andai mau membuka mata hati lebar-lebar. Ternyata kita semua patut dikasihani. nusantara ini dengan mottonya gemah ripah loh jinawi bukan sembarang bualan motto. Sampai sekarang. segitu idealisnya. aku juga bukan tipe plagiat. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang. dia adalah sobat karib sepanjang masa. Apalagi di kampus kita ini. salah satu bentuk pengkhianatan terselubung. PEGGY LALA : Ceilee. Kamu ternyata berbakat jadi keponakannya da’i kondang Arifin bahkan Aa’ Gym. mungkin hanya akan sebatas angin semilir saja yang kita nikmati dengan syahwat tanpa sempat kita syukuri dengan hati. Sayangnya. Joko is the best deh. aku belum pernah menemukan orang setulus dia. bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. Betapa percaya dirinya mereka ketika bisa menggaet pasangan imigran. selalu memberi informasi perkembangan yang dia dapat selama ini. Resikonya kamu memang harus sabar. yang aku utarakan tadi itu sudah sangat realistis. Sorry ya. LALA : Aku serius ini. Tidak semua orang sepertimu.. Dasar manusianya saja yang tidak bisa mengontrol hawa setan. Aku tahu. LALA : Peggy.’MASKOT’ : Dasar lagunya Tiffany laku terus sepanjang masa. PEGGY : (TERTAWA) Busyet. : Nah. Bagiku. LALA : Eh Mbakyu. aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri. Aku bisa omong begini. Tidak bakalan dia mendua. coba kau jalan-jalan ke pesisir Banten lalu kau cari desa yang namanya Menes. jangan sembarangan kamu bicara ya. Di depan kita dan akan banyak lagi di sekitar kita. biyuh. ini. tak kurang gadis dan perjaka pedalaman yang aura cantik dan tampannya menyiratkan keunikan zamrud khatulistiwa yang luar biasa fantastik. Peggy. PEGGY LALA : Oh ya? Masa? Aku jadi penasaran. Itu kenyataan.

tumpah darahku. namun lebih kepada sosok tersiratnya yang bagiku nusantara sekali. kamu jangan berusaha membuatku terpengaruh atau bahkan merubahku untuk mengikuti jalurmu itu. Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan akur. Kau tidak perlu beradaptasi denganku dari sisi penampilan atau gaya hidup. Jangan hanya karena masalah hati.. Ajaran bibit. aku tidak pernah mengeluh dengan keborjuisan kamu.. Pribadiku akan tetap menjadi Joko seperti yang kau lihat sekarang ini baik sebelum atau sesudah mengenalmu.PEGGY : Eits. Kejujuran itulah yang membuatku terpikat sejak pandangan pertama. Dan yang membuatku salut. : Dua burung pipit sedang adu senandung. bukannya aku tidak mau membelamu sayang . Kau memilih aku yang hina dina ini saja. Karena aku bukan jatuh hati pada sosoknya yang terlihat. Cerminan sifat warga negara yang baik dan patuh. JOKO : Cintaku. pengen. (TEPUK TANGAN MENYINDIR) PEGGY : Bagaimana sih sayangku ini. Malah sok berlindung sebagai oposisi. Seumur-umur aku pacaran. Kau cerdas. Toh. kemudian merubah 180% dari apa yang ada pada dirimu saat ini dan kemarin atau bahkan esok.. Ih. LALA : Picisan! Sok mendramatisir. sementara yang lain dengan top forty-nya. Besok aku akan ke kampus dengan memakai sendal jepit pula. Pastilah masih banyak madu dibanding racunnya. Pasti jantung Peggy berdegup kencang menahan rasa. Kalau bisa aku akan berusaha akrab dengannya. Oh. dibela koq malah tidak mendukung. negeriku. tentu tahu apa yang harus kau perbuat dalam hidupmu. itu yang aku nikmati hingga saat ini. Tapi aku mohon. Keanekaragaman dari hubungan kita. Kapan tanah kelahiran kita ini berada pada posisi penawaran harga yang cukup bernilai sehingga tidak begitu saja cepat laris manis namun tidak mampu lagi menyediakan stock karena tutup buku. (PANGGILAN MESRA PEGGY KEPADA JOKO) I’ll never stop loving you. (JOKO BERUSAHA IKUT NIMBRUNG. Joky. aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. PEGGY : Tuh. plagiat lagi. Yang satu bernuansa keroncong. Apa aku bilang? Aku rela dimadu dengan sendal jepitnya... dia tak pernah malu menemaniku jalan dengan sendal jepit kesayangannya. namanya juga pasangan segar. baru kali ini aku mendapatkan seorang pangeran yang begitu percaya diri dengan kesederhanaannya. tidak salah kan aku. Aku jadi menyesal membelamu. (JOKO MUNCUL – SEMUA PEMAIN FREEZE) ’MASKOT’ : Wow. itu tadi salah lain dari negara ini. jangan salah.. bebet itulah pondasi prinsipku hingga kini. Namun aku tidak akan memintamu untuk berprinsip sama denganku. Be our self itu penting. 181 . pangeran sejati yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Maklum. Maka itu aku pilih Joko. bobot. TAPI LALA MENYELA) LALA JOKO : Plagiat lagi. Begitu obralnya harga kita. Berusaha mengeruk massa dengan bujukan yang murahan. LALA : Nah.

Silahkan lanjutkan provokasinya. Akhirnya aku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku. (LALA PERGI DENGAN SENYUM) PEGGY : Koq abdi? Selama ini berarti kau hanya menempatkan dirimu pada posisi bodyguard yang dengan setia mengawalku kemana-mana demi keamanan? Begitu? Segitu rendahnya kau menghargai posisimu dihatiku. itulah caraku untuk sedikit demi sedikit mengurangi keeksklusifan yang sebenarnya cukup menyiksaku. LALA MENYELA) LALA : Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. Jangan sampai dia lupa jalan pulang.. Saat ini aku masih merasa berputar-putar di lerengnya. Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik. Oh. Saat pertama aku membuka pintu hatimu. cinta. Maunya tetap saja menapak di lereng. siapa tahu teman-teman sudah pada nongol. (BELUM SELESAI PEGGY BICARA. La. jaga Peggy ya. tapak kaki ini agak sulit berkompromi dengan kata hatiku. sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain. Mamaku. Jok. kau telah cemas menungguku di puncak bukit. Satu pesanku.LAMPU BERUBAH.. MERUNDUK DAN MENGGAPAI – LAMPU BERUBAH) 182 .PEGGY : (TERSENYUM MALU) Maafkan aku sayang. Nanti aku menyusul. TELUNGKUP. kita tidak hanya melalui dataran. Aku ke sekret BEM dulu ya. JOKO : Mohon. Tak baik bertamu terlalu lama. Beres bos. Apa karena alas kakiku yang hanya sebatas sendal jepit ini yang merasa tidak mampu menapak di jalan yang mulai terjal dan landai. Hingga sekarang aku sadar ternyata kau membatasi ruangmu untuk kumasuki. kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. (PEMAIN FREEZE . jeritan kesakitannya sanggup menusuk telapak kakiku. ya hampir lupa. JOKO : Ok juga boss. Walau sebenarnya aku tahu. Maaf. Titah paduka akan segera hamba laksanakan. Dalam perjalanan. aku bisa merasakan nyamannya. Berarti selama ini aku terlalu buta untuk menelusuri bahkan menerjang kabut yang menutupi hatimu. setiap kali aku mencoba menanjak menuju badan bukit. Jangan kau kira aku bangga dengan status keluargaku saat ini. LALA : Siippp. TELENTANG.. Entah mengapa. Beda ketika aku mencoba mengajak masuk dan mulai menapak badan bukit. Namun ketika sendal jepitku ini berjalan di lereng. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. Bukan maksud hati ingin berseimbang diri denganmu. ok. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH POSISI MENJADI SOSOK-SOSOK DENGAN KOMPOSISI ABSTRAK SIMBOL BUKIT. aku merasa jalan yang harus kulalui adalah bukit. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer. surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan. Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. Jangan kau salah mengerti. kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. PEGGY : Maaf. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta. Tolong sampaikan pada Bo’im. Namun.

hatiku tak berubah.. kau pasti menganggapku terlalu posesif terhadapmu.. Anggap saja aku memang tolol. (SEMUA PEMAIN FREEZE) : Wah. diriku masih jauh dari itu.. Tentu kau sudah paham hal itu. Aku menyesal ternyata kecerdasanmu kalah oleh emosional sesaat. Lantas kedok perasaan apa yang selama ini kau pakai sebagai topeng? Abdi sejati? Hanya itu? Dasar pengecut! Ternyata hatiku selama ini telah terbuai oleh bualan picisan seorang pecundang sejati. Sakit. Jujur. Maaf. Racunnya sudah mulai menampakkan diri nih. Kau tetap mengisi ruangku saat ini. Cintamu pada sendal jepitmu ternyata lebih mendalam ketimbang padaku. Pantang bagiku mengulang kebodohan. Tapi orang idiotpun tetap punya harga diri. Harus ada yang mengalah di antara kita. Kau pikir aku bodoh. wah. Nafasku kini kian sesak. (PERGI) JOKO : (TERIAK) Peggy . saat 183 . Bakalan seru. Selamat tinggal kenangan. Dan kau telah berhasil menyimpang-siurkan arah mata anginku. proses itu akan terus bergulir. Aktingmu melebihi kehebatan para aktor broadway. Dan bahkan laknat bagiku kalau sampai aku menduakanmu.. Dan akan terus kita lakukan tanpa henti. Maaf.PEGGY : (MENANGIS) Jadi. Aku sadar. Tapi kau tak pernah punya keberanian untuk jujur. Jangan kau salah menilaiku. begitu saja percaya dengan alasanmu itu! Aku tahu. PEGGY : (BALIK LAGI) Apa kamu bilang? Licik sekali kamu memvonis aku? Apa selama ini kau telah cukup mengenal diriku secara mendalam? Puas kamu! (MELOTOT SAMBIL MENAHAN TANGIS) JOKO : Janganlah kau semakin barakan api yang telah menyala. PEGGY : Klasik! Itulah senjatamu agar tetap bisa berada pada posisi permakluman. Selamat tinggal.. Maaf. Semua butuh kematangan. Jangan kau salah tafsir.. Salut. prasangka yang coba aku pendam bahkan aku tepis ternyata benar adanya. Tapi aku berusaha menelusurinya walau dengan tertatih. salut. Sebaiknya kau segera lenyap dari pandangku. selama ini . Gejolak tahap berikutnya dimulai... Aku seorang tolol yang buta sekaligus kehilangan tongkat.. JOKO ’MASKOT’ : Sayang. Kau takut aku tersinggung jika kau ungkap keluhanmu itu? Iya kan?! Dan kini kau pasti terkejut karena aku telah terbangun dari buaian mimpi burukku selama ini. kali ini mata hatiku tlah benar-benar terbelalak lebar. Proses. aku tidak ingin egois. dengar dulu penjelasanku. Masa setiap saat aku harus memberi laporan padamu sejauh mana aku mempelajari dirimu selama ini. Peggy. itu masih lebih ksatria. PEGGY : Cukup! Jangan lagi kau mempertebal susunan topengmu dengan sebutan munafik itu. Sampai nafas kita berhentipun. keruklah tanah di sekitarmu. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirku untuk mengabaikanmu. Terima kasih atas ‘pengorbanan’mu selama ini.. Kalau memang susah mencari air. Aku tidak punya pulsa untuk membalas. Masalah telpon tadi pagi.. aku mohon maaf. Itulah yang saat ini yang sedang kita jalani.. Aku tak sanggup menahan muntah jika kemunafikanmu masih menghadang nafasku. sakit. Tak baik memandang persoalan hanya pada satu sisi.

. ini tidak adil. Sudah ah. telah terkoyak hanya dengan sentilan jari kelingking. (MEMUNGUT SENDAL JEPIT DARI TANGAN JOKO) Dia hanyalah saksi bisu. (LAMPU BERUBAH FOKUS KE SILUET. Ups. Aku yakin. LALA PERGI MENINGGALKAN PANGGUNG) ’MASKOT’ : Mmh. Masih ada waktu untuk sebuah ketulusan. butuh strategi yang 184 . (TERTAWA GELI SEPERTI DIGELITIK) Ih. Aku ternyata bukan sobat yang baik. Terima kasih sendal. Tuhan hadirkan cinta bukan untuk dikhianati. (LAMPU BERUBAH. ckk. JOKO MENYUSUL DAN AKHIRNYA MENARI BERDUA BERSAMA PEGGY DI BALIK SILUET. ternyata diapun melakukan hal yang sama? Begitu bodohnya aku.ini aku belum dapat membalasnya. tapi rasanya tak perlu. ckk. Ugh. Mengapa salah paham ini harus terjadi pada saat yang tidak tepat? (MEMANDANG SENDAL JEPITNYA DAN MEMUNGUTNYA DARI TELAPAK KAKINYA) Mengapa harus kau yang .. Aku berusaha perlahan masuk dalam gaya hidupnya. Kau telah jadi penyelamat. kau tidak hanya saksi bisu. tersirat kepedihan yang cukup dalam. Kamu genit.. aku tidak tahan geli nih. aku kapok. Muuaaccchhh. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. ckk. Cinta ibarat perang. air mataku jadi bergulir membasahi pipiku deh.. Kau telah menempatkan dirimu pada posisi yang selayaknya. Dimana Peggy sekarang? PEGGY : Tuh. nah. Sakit hatiku ini anggap saja impas sebagai balasan dari pengorbananmu tempo lalu. ah. Peggy tak sepicik itu menilaimu mentah-mentah. Sudah-sudah. Andai kau lihat sorot matanya tadi. Namun lewat ke-elastisannya.. Dasar badung kamu. capek.. Tidakkah kau sadar akan hal itu? JOKO : Oh.. dia mencoba tuk bicara. shit! Ternyata selama ini. mengapa jadi sad ending begini? Nah. Cinta.cinta... lho. Terkadang pula kamu menjengkelkan.. (LALA MUNCUL) LALA : Mengapa kau setega itu sobat? Aku berusaha menutupi tabirmu yang sesungguhnya. aduh jangan. Tidak ada kata terlambat dalam kamusku. terkadang kamu bikin gemes. Cinta. Walau sesungguhnya itu berarti aku telah menjadi seorang pecundang dalam perjalanan cinta kalian..? Tak layak kau jadi kambing hitam. Kebebasan yang dia impikan selama ini telah ia temukan dari dirimu. karena aku sayang pada kalian berdua. Strategi baru akan tiba. aku dan dia telah selisih jalan.. Cinta terlalu suci untuk dinodai. TAMPAK PEGGY SEDANG MENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKINYA.. Beres kan? (MENGHELA NAFAS PANJANG KEMUDIAN BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN JOKO) – FREEZE ’MASKOT’ : Yach. DIIRINGI PROPERTY MAN YANG BERGULINGAN BERUBAH MENJADI TANAMAN-TANAMAN LAYU-LAMPU BERUBAH) JOKO : Puzzle yang telah kususun dengan penuh sabar dan hampir jadi. Karena cinta sejati tak pernah berharap apapun. Namun dia berusaha tersenyum.

. SAYUP-SAYUP TERDENGAR SENANDUNG JOKO DAN PEGGY.he. entah mata-mata Namun jika cinta telah merasuk Wirid asmara kan terus terngiang khusyuk (SILUET BLACK IN. apalagi sendal jepit bututmu itu! JOKO : Lho.. Apa salah dia? PEGGY : Apa? Cinta? Siapa yang bilang aku masih memendam cinta padamu? Cuih! Pantang bagi Peggy tuk berlutut pada sendal jepit butut lagi kotor. Silahkan Tuan Joko segera angkat kaki. bisa-bisa habis nafas digencet dan diinjak-injak. Cinta? Aku tadi kan Cuma menggertakmu saja. Cuih! Memandang dirimu saja aku ogah. kenapa kamu pergi begitu saja. Silahkan! Satu. KEMUDIAN MENARI MENGIKUTI IRAMA) SYAIR LAGU JOKO DAN PEGGY : Cinta ibarat perang Butuh strategi yang matang Jika posisi telah siap menyerang Mengendap-endaplah di remang-remang Liku laku perjalanan cinta Tak kan lepas dari sorot mata Entah mata hati. Jika hendak menyerang. PARA PENARI TERKEJUT LALU FREEZE) PEGGY : Bajingan! Siapa bilang aku luluh hanya karena sendal jepit? Semana-mena saja hargaku disamakan dengan sendal jepit.. memangnya mau bunuh diri? (SILUET FADE OUT-LAMPU BERUBAH FADE INI KE PANGGUNG. Bahkan untuk hubungan kita sekalipun. sekarang aku yang mengusirmu dari hadapku. LANTAS PERGI TANPA PAMIT) PEGGY : (KETAWA) Ternyata sendal jepit takut juga sama sepatu hak. ini koq jadi tidak karuan? Eh.. Biar impas.. Mbakyu cinta ya cinta. Sekarang juga! Atau kalau tidak. jangan ambil posisi di tempat terang. Banyak pintu yang bisa kau lalui untuk segera lenyap dari pandangku. hak sepatuku yang lumayan kokoh ini. Apalagi sama sepatu boots..matang. dua.. Tidak perlu bawabawa sendal jepit donk.. PARA PROPERTY MAN TELAH BERUBAH MENJADI PENARI.. Tapi mengapa 185 . TIBA-TIBA PEGGY KELUAR MENYIBAK KAIN BELAHAN TENGAH SILUET DAN MASUK KE PANGGUNG DENGAN MARAH DIIKUTI JOKO DARI BELAKANG.. dua seperempat.. (JOKO SALAH TINGKAH TAK BERDAYA. He. Jangan kau berlindung di balik kepolosan sendal jepitmu itu ya. Dia tak kan mampu berbuat apa-apa. akan melayang membabibuta pada tubuhmu. (MENANGIS) Ugh..lho.....

(PARA PENARI YANG FREEZE BERUBAH MENJADI AKTOR) PENARI 1 : Mbak. Besok dilanjut lagi ya? PEGGY : (BERHENTI MENANGIS) Oh. TAMAN BELAKANG RUMAH JOKO) JOKO : (BERDIALOG DENGAN MONYET) Mony. tumpah darahku. Jadi harus merawat kamu. Aku kan tidak hanya merawat dirimu.. Kamu jangan mengajak bercanda donk. Tuh.kamu jadi takut beneran? Aku jadi menyesal. Mony sudah ah. KUCING KESAYANGAN JOKO MENDEKAT DAN MENGELUSELUS KAKI JOKO. PEGGY MENINGGALKAN PANGGUNG.) JOKO : (TERTAWA GELI) Astaga Mony. kita juga sudah capek dari tadi menemani mbak. BURUNG KAKAK TUA JOKO BERKICAU DAN ANJINGNYA SI DOGGY MENGGONGGONG TANDA IRI DAN BERUSAHA MENCARI PERHATIAN JOKO) 186 . ADA YANG JADI MONYET. MONYET MELOMPATLOMPAT TERTAWA KEGIRANGAN. hayo makan! Ini pisang bukan buat dipelototi saja. sayang. aku yang repot. KUCING. Kita juga butuh istirahat. Dari pagi kamu belum makan.. Orang lagi sensitif dikerjain. akibatnya aku jadi bolos ke kampus.. PARA PENARI BERUBAH MENJADI HEWAN-HEWAN PELIHARAAN. (MONY MENYAHUT PISANG DARI TELAPAK TANGAN JOKO DAN MENGUPAS LANTAS MELAHAPNYA. MATANYA TERTUJU PADA SANDAL JEPIT YANG DIPAKAI JOKO. Yuk kita pulang. kamu apa-apaan sih? Ini bukan makanan. SEBAGIAN MENJADI PEPOHONAN KECIL DAN BANGKU TAMAN) ADEGAN 3 (SIANG.. mbak. Ini racun. negeriku. cintaku. ’MASKOT’ : Makanya tidak usah sok jaim. sudah malam. Ayo sambil dimakan ini pisangnya. (SI MONYET MONY DIAM SAJA. SI MONYET MENCOBA MEMAKAI SANDAL JEPIT PADA KAKINYA. (MONYET TIDAK MAU TAHU. LALU MONYET ITU MENARIK-NARIK SANDAL BERUSAHA MELEPAS DARI KAKI JOKO) JOKO : Mony. eh. SAMPAI AKHIRNYA KARENA KASIHAN JOKO MELEPAS SANDAL JEPITNYA. honey. DIA TETAP MENARIK-NARIK SANDAL JOKO. Biar kamu tidak merebut sandalku lagi. (PEGGY DAN PARA PENARI BERJALAN MELINGKARI PANGGUNG. ANJING DAN BURUNG KAKAK TUA. Nanti aku belikan yang ukuran kecil. Aduh. kamu layak jadi anggota sirkus deh. PARA PENARI ON STAGE DIIRINGI PERLAHAN LAMPU FADE OUT) (LAMPU BLACK IN DENGAN SETTING HALAMAN BELAKANG RUMAH JOKO. SIMBOL PERJALANAN PERGANTIAN WAKTU. Padahal sebenarnya aku kan masih cinta sama kamu. SI MARCO. teman-temanmu yang lain masih menunggu giliran buat disuapin.. Ada-ada saja kamu. iya iya. Nanti kalau kamu sakit. Joky-ku sayang. OPET. Jangan manja begitu donk.

TAK ADA SEPUCUK SURATPUN DI DALAMNYA) JOKO : Peggy? Ini pasti Peggy. Perasaan Joko tak pernah berbuat jahat pada siapapun. JOKO : Ah. oh sayangku Prasangka buruk tak semestinya membuatmu bisu Ku tersiksa walau hanya menunggu Dalam terpaku aku ragu PEGGY : Kakandaku. Emak tidak berani membukanya. TERNYATA BUNGKUSAN ITU BERLAPIS-LAPIS SAMPAI JOKO CAPEK MEMBUKANYA) JOKO : Siapa yang iseng ngerjain aku sih? Dasar kurang kerjaan! (SAMPAI PADA LAPISAN BUNGKUSAN TERAKHIR TERNYATA ISINYA 1 BUAH SANDAL JEPIT DAN 1 BUAH SEPATU CEWEK. Masa ada yang tega mau mencelakakan Joko. kadang pula sunyi Andai salah satu jadi batu karang Yang lain tentu bijak menjadi air yang terus menyerang Namun dengan kelembutan Dan ketelatenan JOKO : Di sudut hatiku kau berpijak Entah alas apapun kau buat pijak Jejakmu kan selalu membekas Kan kugenggam jangan sampai lepas PEGGY : Sengaja kukirim sebelah-sebelah Ku tak ingin kau terbelah-belah Karena aku bakal meledak-ledak Sampai dirimu terkapar membelalak JOKO : Adindaku. ini ada bingkisan buatmu. diam! Tumben sih kalian ini koq jadi pada ramai begini? Iya. Antri ya! Tenang! EMAK : Jok. Apa maksudnya mengirimkan ini padaku? (JOKO BERPIKIR KERAS BERUSAHA MENAFSIR MAKSUD DARI KIRIMAN MISTERIUS ITU) (PEGGY MUNCUL TIBA-TIBA SAMBIL BERSENANDUNG. emak ada-ada saja. nanti semua pasti dapat giliran.JOKO : Ssstt. Emak temukan di depan pintu barusan. (JOKO MEMBUKA KOTAK BINGKISAN YANG DIBUNGKUS RAPI ITU PELAN-PELAN. Hati-hati! Jangan-jangan jebakan. SEMUA PENARI YANG MENJADI HEWAN PELIHARAAN IKUT MENARI DENGAN GERAKANNYA MASING-MASING) PEGGY : Romantisme sandal jepit dan sepatu hak tinggi Menjadi kisah unik yang membuat geli Bekas tapak sandal jepit akan selalu bergaris Bekas tapak sepatu berhak belum tentu bergaris Perbedaan adalah pelangi hidup yang harmoni Kadang riuh. iya. oh sayangku 187 .

JOKO DAN 188 .. Aku terlalu mencurigaimu. Sandal jepit tak selamanya bisa bebas kemana saja.. Ruang gerakku sungguh sempit... aku . Dialah yang selama ini setia menjaga agar kita tak terjebak dalam api. MEREKA MENARI DENGAN MENGGUNAKAN HAND PROPS SANDAL JEPIT..Asmara itu lagu lucu Jika engkau merasa ragu Namun waktu terus memburu JOKO : Sekarang aku siap atas segala titahmu Kan kuselipkan setiap waktuku Tuk bercanda di sampingmu Dan kan terus merayu manjamu PEGGY : Maafku yang tak terputus. Aku lelah dengan sepatu hakku. Padahal.. Akulah yang selama ini telah egois padamu. Aku iri padamu.. Selama ini aku terlalu egois.. Dasar kadal daratan. Biarlah kesalahpahaman ini hanya sebatas kerikil. Ruang geraknya sesungguhnya lebih sempit dan hanya di lorong bawah tanah. Kau harus berterima kasih pada Lala. Naif dan bodoh jika aku cemburu pada sandal jepitmu. Kita diciptakan memang tidak selalu sempurna seluruhnya. Tak selayaknya aku meragukan ketulusanmu.. Aku terharu niatan tulusmu.? Sebenarnya aku telah berbohong padamu tentang hal lain. PARA PENARI YANG TADINYA MENJADI HEWAN PELIHARAAN BERUBAH MENJADI PENARI MENGELILINGI JOKO DAN PEGGY. ku tak ingin kau meragu lagi. JOKO : Sudahlah sayang. sandal jepitmulah yang telah membantuku keluar dari penjaraku selama ini.. Aku ternyata belum terlalu dalam mengenalmu. (LAMPU BERUBAH. Maka itu diciptakan sepatu sandal. Aku merasa terkekang olehnya. Terlalu idealis.. Padahal aku sendiri merasa tersiksa dengan itu semua. Aku hanya tidak begitu nyaman. sayang.. PEGGY : Aku tahu maksudmu.. Padahal itupun tak seharusnya kulakukan. Biar lebih fleksibel. Mengapa kau tidak mau berterus terang masalah hp tempo hari? PEGGY : Usahlah kau merasa bersalah. Tapi sama sekali aku tak punya niatan lain akal hal itu. Itu juga aku yang salah. – FREEZE ’MASKOT’ : Hey begundal. aku. Aku terlalu memposisikan diriku layaknya intel.MENYESUAIKAN DAERAH TEMPAT PERTUNJUKAN INI DILAKUKAN. Namun aku berusaha masa bodoh. JOKO : Tapi Peggy. TARIAN YANG DIMAINKAN ADALAH TARIAN GLIPANG / KUDA LUMPING / TARI COKEK / TARIAN TRADISIONAL LAIN. Maka itu diciptakan keseimbangan yang bisa saling melengkapi. JOKO : Lala? Ternyata dari dulu dia tak berubah. Maafkan kalau sebelumnya aku berprasangka melenceng. pintar sekali memutar persoalan. Pasti ada pincang.. Sudah saatnya aku juga butuh keseimbangan. Ehm. Kenyamanan kakimupun belum tentu terjamin hanya dengan sandal jepit. Aku patut berterima kasih padanya..

PEGGY JUGA BERGERAK BERIRAMA LAYAKNYA SEPASANG KEKASIH YANG SEDANG KASMARAN. sandal jepit. 19 April 2006. sandal jepit Tampangnya polos. TARIAN ITU DIIRINGI ALUNAN SYAIR BERIRAMA RANCAK) SYAIR SANDAL JEPIT : Sandal jepit. 07. tak bermotif Bahannya lentur tak bertulang Tapi lumayan sakit kalau kena tabokannya Asmara sandal jepit Kisah unik yang berhimpit-himpit Kalau rasa sudah terjepit Apa daya otak pula menyipit -TAMAT- Bintaro-Jakarta.34 wib (NOMINATOR) Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya PADANG BULAN Drama sederhana buat belia Karya : Ucok Klasta Tokoh – tokoh 189 .

007. Padang : Mana yang lain ? : Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …! 004. Bulan. : Menirukan gerak binatang dengan tarian? 018. Kalangan. Padang 014. 005. Bulan masuk panggung. Kalangan 013. Jembar 017. 190 . Bulan. 002. Jembar. Padang. Padang. Jembar 012. Padang. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Padang 011. 003. Tebak-tebakan. Lugu. Kalangan : Nah. Aki. Kalangan : HEI !!! 009. Bulan. Bulan. Kalangan : Setuju? 020. Jembar : Ora kageeet …Weee ! Semuanya tertawa. Bulan. apa hukumnya? : Mmm … Di suruh menari saja. pejabat Pemerintah Kota. main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan? : Tebak-tebakan saja deh. Jembar : Setujuuu … Mereka duduk melingkar (setengah lingkaran menghadap penonton). Petugas Kamtib MULAI ADEGAN I Lagu Tema : Padang Bulan. Politikus (Anggota Dewan Kota). Bagaimana kalau menirukan gerak binatang. 001. Jembar ? : Tidak. 010. : Ya. berteriak memanggili teman-temannya. Jembar : Kamu tak bersama kalangan. 008. setuju. : Yang tak bisa menebak. Bulan : Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …! Dari belakang panggung bersama-sama. Padang. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Koor Padang masuk. : Usul. Boss (Pengusaha). Bulan 015. Bulan 006. Lampu hidup.Padang. Bulan. Jembar : Ya ya ya … 019. Nini / (sekaligus) Ibu lugu.

Aki : Yang ada dibagi me …? 032. Aki-Nini : Kahaaan … : Inilah saudara-saudara tercinta. pada duduk menggelesot. Aki : Iyo. Saat musik berhenti pada anak tertentu. Koor : Haa … Klenyem … Woooow … keren … Anak-anak berentengan ke teras. 041. Bulan. Koor lagu ‘ Menthog-mentog’ tapi dengan kata ‘menthog’ diganti nama binatang lain dan gerakannya harus ditirukan yang kena hukuman. E. ia menyebutkan nama sesuatu yang dijadikan tebakan sesuai huruf terakhir yang diejanya. Bulan : Nama apa? Buah ya? 022. Nok ayu … 028. (Urut) 024.Cara bermain : Anak-anak mengeja huruf bergiliran dan urut seiring dengan musik. Jembar : Ayo Simbah … Seperti biasanya … : Iya … Cerita. Aki : Sebab tak ada kesera …? 036. 029. Ayo. 026. Padang 042. para penonton sekalian. Kalangan : Ya. Jembar. Aki 030. Bulan 038. Padang. Ini ada klenyem anget bikinan Simah. 191 . 023. : Wis … Wis … Anak-anak menikmati klenyem bersama-sama. F … : (Gelagapan) G … : (Bersahutan) Haa …Jembar berdiri Ayo …Ayo … ADEGAN 2 Lagu Tema. Kalangan …Yo nganggo leren barang podho mreneo Nang bagus. Koor 037. buah … Musik. Koor 040. Semua ke sini … 027. C. Koor 033. Nini : Hei cucu-cucuku! Istirahat dulu. Nini meletakkan piring berisi klenyem. Musik – Lagu Tema : Padang Bulan. berdiri diteras memanggil anak-anak. Lantas permainan mulai lagi sampai beberapa kali (fleksibel) : A. indahnya … : Kebersamaaan …. B. Aki-Nini keluar rumah (masuk panggung). Jembar. Koor : Rataaa … : Maka tak ada yang tak keba …? : Giaaan … 035. Bersama Jembar berdiri. D. Nini 034. 021. Padang. Koor : Ingat … Tidak usah re …? : Butaaan … 031. Jembar 025.

Aki : Syahdan di sebuah desa. Sebab apa ? Sebab hari ini tepat weton-nya Nini. tak ada orang. : Di sebuah desa tersebutlah seorang pemuda bernama Lugu … ADEGAN 3 Lampu hidup. 044.043. Di sebelahnya. Tempat hiburan sungguh aneka ragam. yang penting jadilah lambang . Di sana-sini. Apa-apa ada. Lugu masuk panggung. Bangaimana bisa mendapatkan makanan ya? Kerja? Kerja apa ya? Minta? Minta siapa ya? Mem-bedhol ketela? Tegalnya mana ya? Lugu tambah dan tambah dan tambah bingung … Keringat dingin mengalir … Lemas sekujur badan … Kelaparan … Jatuhlah ia ndeprok. diiringi lagu dari suara keresek daun bambu digoyang sepoi angin lalu. Di tengah kota. memang benar apa yang ia dengar. 046. laksana benteng gagah perkasa. tersebutlah seorang anak bernama Lugu. ruaaarrr biasaaa … Gedung-gedung bagus tinggi menjulang-laaang … bagai menjolok awan. bagai tak berkesudahan. Alun-alunnya? Ada tugu tertinggi sedunia. Kalangan : Biar tambah nikmat klenyemnya. Ternyata nun di sana. kemakmuran kota. 047. duduk di kursi / lincak. Lugu memperagakan cerita Aki. seolah tak ada kesedihan everything just for fun. mewah kencar-kencar mencerminkan kesuksesan bisnisnya. Koor : Ooo … Aki masuk rumah (keluar panggung) dan keluar lagi membawa sebuah buku tebal. membersihkan debu pada buku dan membukanya. Narasi Aki dari luar panggung. kokoh megah mencerminkan kekuasaan berwibawa. Aki : Ya ya ya … Untuk purnama kali ini Simbah sudah menyiapkan sebuah dongeng istimewa. Supermarket bertaburan menggoda. istana saudagar-saudagar. Dan pabrik-pabrik di pinggir-pinggirnya. berangkatlah ia ke kota. Istana satria-satria diraja dewan kota. Dan tanpa disadarinya tangannya telah terangkat 192 . tak seperti desanya. 045. Aki : Nah. Ia mendengar cerita-cerita bahwa di kota alangkah majunya. terpesona buaian kota. ruaaarrr biasaaa … lugu terus berjalan-jalan dengan takjub. Mobil-motor war-wer-war-wer berseliweran. Lugu bingung jadinya. elok anggun mencerminkan kebijaksanaan penghuninya. Kota. Nini masuk rumah (keluar panggung). Sampai akhirnya ia pun merasa lapar. seolah semua keinginan kita tersedia di sana. nyeyet. Aki Lampu mati. dengarkan ya … Dulu cucu-cucuku … Musik Latar. Kota. entah habis berapa membangunnya. Pergantian ‘ setting’. Maka di suatu siang yang sunyi. 048. Aki dan anak-anak keluar panggung. Istana raja diraja walikota.

pemerintah kota dan dewan kota. 066. Boss : Dengan demikian bla bla bla bla … 058. Politikus dan Boss keluar panggung. Semua : Nyuuummm! 056. Lugu diseret-seret. Politikus : Harmonis. 050. menadahkan tangan! 049. Petugas Kabtib masuk panggung. berjalan hanya melewati Lugu saja sambil bercakap-cakap. 060. Politikus : Harmonis. Kamtib 065. Kamtib : He! Dilarang Ngemis tahu? Dlarang menggelandang tahu?! Kamu ini mengganggu pemandangan! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada gelandangannya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada pengangguranya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada kemiskinannya Tahu ?! Tahu ?! Tahu?! 061. Politikus : Harmonis. Ya ya ya … 054. Pejabat. Lugu 064. Lugu : Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Pejabat. kalangan investor. Pejabat. ha?! Tak seret sisan kowe! : Tidak mau! Saya bukan gelandangan! Saya Lugu ! Saya manusia! Saya bukan binatang! Kamtib dan Lugu bergelut. 051. 067. ia merasa tidak kenal dengan perempuan ini. Koor : Bla bla bla bla bla … Pejabat. Musik. Politikus : Ya ya ya bla bla bla bla … 059. mendatangi Lugu. sekedar silaturahmi untuk mempererat hubungan antara kita. Politikus dan Boss (masuk panggung) keluar dari restoran habis ‘meeting’. Ya ya ya … 052. Boss : Dengan demikian kota akan terus membangun. Lugu meronta-ronta. Boss : Dengan demikian akan terciptalah kerjasama propesional yang kompak lagi saling menguntungkan. dus segenap warga terse … 055. Pejabat. Ya ya ya … 057. Tiba-tiba berteriaklah seseorang. Kamtib : Ini anak Ibu? 193 . Pejabat. Nini : Paaak … Paaak … Anakku diapakan?! Anakku mau dibawa kemana?! Lugu bingung. 053. Boss : Sekali lagi ini bukan suap Pak / Bu … Yah. kita-kita untung. Kamtib 063.pelan-pelan … Makin terangkat … Menadah … Lugu ndeprok di pinggir jalan dekat restoran kondang . Lugu 062. Nini masuk panggung. Lugu : Saya bukan gelandangan! Saya Lugu! : Lha iya ! Wong Lugu tur gelandangan! Ayo ikut aku! : Tidak mau! : Heh … Ngelawan kamu.

Kamtib 072. Sekarang. : Benar? : Benar. bukan! Ini bukan kampungku! Eh. Nini mendekati Lugu. Mengganggu ketertiban. Lugu 095. Kamtib 070. Nongkrong di pinggir jalan seperti itu merusak pemandangan. 089. 090. Lugu 093. Itu nasi bungkusnya dimakan … Aku pergi sekarang. Lugu 086. Lugu 077. Nini 094. Nini 081. Lugu 091. Lugu 080. Lugu : Eh … Tapi … Tunggu dulu! Nini berhenti dan berbalik. 078. Ini bukan kampungku! Dan kamu. itu pedati kita. : Lha pasar? Pasar Wage? : Kamu lihat supermarket itu? Itulah pasar kita. Lugu 082. Nini 073. bukan ibuku! Sudah … Pergi sana! Kamu itu Cuma orang gila! 088. anak ini dibawa pulang saja. Nini 071. ibumu ini kamu suruh pergi saja? Yo wis. bb. sawah …? : Yah … Sebutlah itu sekarang : jalan tol. : Lha yang hilir-mudik di jalan ini? Pasa ngebut ini …? : Ya. Nini 096. Nini 079. Nini : Wis? Tetep ngeyel? Jadi aku. tapi … Nggg … : Naaa … Kamu ragu kan? : Tidak …Tapiiii … Ah. : Benar di kota? Bukannya dikampung kita? : Benar! Eh … Mmm … Ah. Nini 092. gerobak kit. Nini 087. Nini 069. eh … Benar! Bb. Lugu : Ini makanlah … Kamu lapar kan? : Ibu siapa sebenarnya? : Lho … Aku ini ya ibumu tho le … : Bukan! Jelas kamu bukan ibuku! Ibuku ya di kampung sana! : Kamu pikir sekarang ini kita dimana? : Di kota. Lugu masih bingung. Nini 085. Kamtib keluar panggung. : Kamu benar anaknya Ibu ini? : Bb. tidak! Aku yakin. : Bukan gelandangan? : Bukan. Sudah … Permisi. bukan. Lugu 084. Lugu 075. lantas mana rumahku hayooo?! : Rumah kita dan rumah-rumah tetangga sudah jadi gedung-gedung megah itu anakku. Selamat siang.068. Ya sudah Bu … Saya percaya pada Ibu. benar Pak … : Kenapa ngemis? Kenapa menggelandang? : Saya ini bukan ngemis! Saya bukan gelandangan? : Yo wis sekarepmu. Nini : Kalau ini memang kampungku. : Lha tegal. Nini 083. Lugu 097. Kamtib 074. Kamtib : Iya. Kamtib 076. gledheganmu … 194 .

112. Nini 102. 195 . Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Mereka dimana-mana … Tapi tak punya apa-apa … Tak ada tempatnya … Merana … 104. Bulan masuk panggung. Jembar? : Tidak. Mereka di rumah-rumah mewah itu … Tapi bukan pemiliknya … Babu-nya. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk degan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. Nini Lampu mati. Bulan. Padang : Mana yang lain? : Aduhaaai …! Bulan purnama ooo indahnya … 109. berteriak memanggil teman-teman. o ya … Bagaimana dengan lapangan? Jadi apa tempat bocah-bocah berkumpul kalau malam padhang mbulan? 099. 108. Jembar : Kamu tak bersama Kalangan.098. 107. Nini 100. Lampu hidup. Bulan : Heiii … Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul …! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini … Dari belakang panggung bersama-sama. : Lantas orang-orang kampung pada dimana? : Mereka di gedung-gedung itu … Tapi bukan pemiliknya … Klining serpis-nya. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Lugu : Kampungku jadi macam ini?! O ya. Bulan 111. Mereka di jalan-jalan itu … Tapi bukan pemiliknya … Kakilimanya. Lugu 103. Kalangan : HEI!!! 114. Bulan. Jembar : Ora kageeet …Weee! Semua tertawa. Mereka di supermarket-supermarket itu … Tapi bukan pemiliknya … Kuli gudangnya. Lugu : Cukup! Cukuuup ! Cukuuuuuuup! Ini gila … Ini gila … Gila! Aku mau kampungku … Kembalikan kampungku! Kembalikan kampungku! Kampungku !!! 105. Padang. 110. Bulan. Lugu 101. Padang. Nini : Jadi … Jadi ‘ dufan’ Le … : Haaa … Tapi … Tapi kan ini semua … Milik kita? Kan kampung kita? : Sayangnya … Ini semua bukan milik kita. Mereka di pabrik-parik itu … Tapi bukan pemiliknya …Buruhnya. 106. : He! Bangun Lugu! Ayo bangun! Kerjanya molor saja ! Bangun! ADEGAN 4 Lagu tema. Koor Padang masuk. 113.

Ternyata yang ‘jadi’ Bulan. Padang : Sudah sudah … Ayuk. Padang. Jembar 123. Koor Musik. 132. Bulan : Sekarang kita hompimpah … : Lainnya deh. Padang. Kalangan : Huuuuu! 130. Setuju? 120. Kalangan : Setujuuu! 121. Jembar : Jilumpet saja. cucu apalagi … 118. pemilik baru itu orangnya sombong. Anak-anak berbaris menyamping menghadap ke kanan dan menghitung bersama. Kalangan : Tapi tetap ada kita semua … Kita kan sudah jadi cucu-cucu mereka? Seperti mereka pun sudah jadi kakek-nenek kita … 119. 141. jembar. Jembar : Ayo. (Siapa yang giliran bergerak saat musik berhenti. Tak kenal tetangga. Padang. Jembar 137. Lagi mereka tak meninggalkan siapa-siapa … : Dulu saja mereka sudah sepi … Cuma berdua saban hari … Tak ada anak. Bulan. Padang. Padang. Jembar : Iya. Padang 136. Kalangan 134. Koor 122. Kalangan 124. Bulan 135. Belum lama. Jembar. Jembar 127. Padang 126. Jembar : Oh Aki … Oh Nini … Sekali kami janji. bermain apa kita sekarang? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan? Tebak-tebakan? 131. Bulan. Swer! : Katanya rumah itu dibeli sama orang kota ya ? : Iya. 142. Baris. Padang 117. Bulan : Aduuuh … Sedih ya … Aki-Nini sudah setahun ini tiada … Tiba-tiba aku terkenangkenang mereka … 116. Sembunyi-sembunyian. Kalangan : Bulan ‘ jadi’! Bulan ‘jadi’! 143.115. Bulan 125. Kalangan : Jelas … Jelas … 140. dia yang ‘jadi’) 138. tutup mata! 196 : Tu Wa Ga Pat! . Bulan : Jelas enggak? 139. Kalangan 128. : Dan tak bakal menunggui kita bermain ya … : Tak bakal juga mendongengi kita … : Apalagi berharap keluarnya klenyem manis-gurih-anget ya … 129. pantang Nyulayani. Pokoknya kita semua janji tak akan sekali-kali melupakan mereka. Pokoknya semoga semoga Aki-Nini bahagia selamanya. Kalangan : Setuju … Setuju … 133. : Baik hati juga enggak ya? Seperti Aki-Nini enggak ya? : Katanya. jembar. jangan hompimpah terus … : Terus piye? : Pingsut? Itu kalo dua orang … : Gini … Dengar! Gini … Bulan memperagakan ‘gerak-lagu’ dengan iringan musik ‘Padhang mbulan’. Padang : Yuk atur posisi. Bulan : Benar.

Bulan 156. Bulan : Kalian dari mana saja tadi? Kalian sembunyi dimana sih? Kalian sudah rencana ngerjai aku ya? Awas ya? Mereka tetap diam. Lampu mati. 154. Disusul Kalangan. : Aku bukan Padang. 155. gelisah. Sejurus kemudian Bulan masuk panggung. Padang : He! Kok pada diam?! Padang! Padang …(Suara melunak).144. 152. Jembar : Jembar … Heh! Jembar! Jembar … : Aku bukan Jembar. takut … 148. Bulan : Padang … Jembar … Kalangan … Kalian mbook jangan keterlaluan … Aku agak-agak merinding ini … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Kalian mbok nongol … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Dipuncak rasa tercekamnya. Bulan : Oooiii! Kalian mengerjai aku yaaa ?! Perlahan-lahan ekspresi Bulan mulai berubah. Disusul Jembar. 146. Aku PLEIII … STESIEEEN … Bulan terlonjak mundur. Sampai mencari diantara penonton. Bulan : Sepuluh! Bulan mencari-cari teman-temannya. 157. Bulan lari keluar panggung. Terus mencari … Mencari … Mencari … Sampai lama tak ketemu-ketemu … Mencari … Mencari … Lama sekali … (keluar masuk panggung). Lainnya berlarian mencari tempat sembunyi (keluar panggung). Bulan : Handpone?! Bulan mendekati Kalangan. 197 . Bulan : Play station?! Bulan mendekati Jembar. Padang masuk panggung. ADEGAN 5 Lampu hidup. mengambil ‘blocking’ dan ‘pose’ tertentu. Aku HENPOOON … Bulan tambah terlonjak. 145. 149. 150. Komposisi diam. berjalan dengan langkah tertahan-tahan. Bulan : Padang! Jembar! Kalangan! Jangan jauh-jauh kalian sembunyi! Oooiii! Kalian tu dimana? Bulan mencari-cari lagi. Ia dijalari semacam campuran antara rasa cemas. Bulan : He! Padang! Jembar … Kalangan … Mereka tetap diam. Bulan : Kuhitung sampai 20 ya? Satu! Dua … Bulan menghitung. 147. Bulan 153.

160. Bulaaan … Bulaaan … Bulaaan … BULAAAN! BULAAAAAN!!! Sambil meronta-ronta Bulan memekik-mekik memanggili teman-temannya. Lampu menyala. Semua pemain masuk panggung menyanyi dan menari dengan lagu Padang Bulan. Dimana Padang. 161. tanpa menyangkali gua garbanya Jagalan. Februari 2006 198 . SELESAI Penghormatan untuk tanah kelahiran-kampung halaman. Bulan : Buldoser?! Plei Stesien. PADANG !!! JEMBAR !!! KALANGAN!!! DI MANA KALIAN TEMAN-TEMANKU SAYAAANG???!!! PADAAANG!!! JEMBAAAR!!! KALANGAAAN !!! ‘Black Out’. teruntuk adik-adik tersayang. Bulan?! Dimana Kalangan Bulan?! Mereka mulai merengsek.158. ada di kancah bumi. lama-lama makin keras dan makin keras sambil berkata-kata secara menyayat-parau. mengerubut Bulan. melangkah-mengalir sebagai jalan-kali-mu sendiri. Bulan? Dimana Jembar. impian. 162. Buldozer mulai tertawa mengikik. tanpa kehilangan sejarahnya. Henpon. Aplus. tumbuhkembang-mekar dalam karya. menarik-nariknya kesana-kemari. mengoda bersama berbagai hasrat. tanpa sekali-kali lupa hulunya. Off Stage’. cita umat manusia. Bulan 159. Aku BULDOZERRR … Bulan bahkan terjengkang. Kalangan : Kalangan … Kamu apa lagi? Kalangan … : Aku bukan Kalangan.