Lena Tak Pulang

Karya : Muram Batubara
(JUARA 1) SATU

LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena Lena sudah pulang, Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Sudah tiga hari Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan. Pak Lena (Tetap memandang tv) Anak kita Bu Lena Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

1

Pak Lena Nanti juga pulang sendiri ketika bekalnya lari telah habis. Bu Lena Tidak segampang itu, Pak, ia itu perempuan! Pak Lena Jika memang ia perempuan, ia akan pulang. Bu Lena Tapi belum…(Menghentikan kalimat, memperhatikan pintu keluar rumah) Ada yang datang, sepertinya itu Lena, anak kita, pulang juga ia setelah tiga hari tidak pulang. Pak Lena Bukan, pasti temannya datang mencari. Bu Lena Pasti Lena Pak Lena Berani taruhan Bu Lena Taruhan apa? Pak Lena Jika bukan Lena, lebaran tahun ini kita pulang ke rumah orang tuaku. Bu Lena Tapi tahun kemarin sudah Pak Lena Itu karena kau kalah taruhan Bu Lena Ya tidak bisa, bayangkan dalam lima tahun ini kita tidak pernah pulang ke rumah orang tuaku. Pak Lena Berani taruhan tidak?

2

Bu Lena (Bingung) Ehm… Pak Lena Dengar langkah itu sudah semakin dekat. Bu Lena Baik

TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA MEMBUKA PINTU. KECEWA.

Tamu I Permisi Tante, Lenanya ada? Bu Lena Oh tidak ada, dia belum pulang. Tamu I Belum pulang? Pergi ke mana ya Tante? Bu Lena Tante juga tidak tahu tuh, kamu tahu tidak? Tamu I Ya, kalau tahu saya tidak datang Tante. Bu Lena Iya juga ya. Hm, kamu teman sekolahnya ya? Tamu I Bukan Tante, saya teman… Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu, hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tamu I Terima kasih Om, saya harus kembali pulang. Pak Lena Kenapa buru-buru?

3

DUDUK DI RUANG TV. Pak Lena Siapa namanya? Bu Lena Siapa? Pak Lena Yang tadi? Bu Lena Teman Lena Pak Lena Iya.Tamu I Ada yang harus buru-buru saya lakukan Bu Lena Jika buru-buru. Karena Lenalah saya harus buru-buru? Pak Lena Masuk dulu jangan buru-buru Bu Lena Iya masuk dulu Tamu I Maaf tidak bisa. BU LENA MENUTUP PINTU. Tante. kenapa mencari Lena? Tamu I Ya itu dia. teman Lena tadi namanya siapa? Bu Lena Berarti tahun ini kita pulang ke rumah orang tuamu lagi? Pak Lena Jelas! Siapa nama teman Lena tadi! 4 . saya permisi dulu.

Bu Lena Sudahlah ke rumah orang tuaku saja. bagaimana menjalankan kesepakatan itu dan untuk apa membuat kesepakatan jika tidak ada kepastian untuk dilakukan. Pak Lena Ada yang ketuk pintu. dia ingin melihat kita sekeluarga kan? Pak Lena Tidak bisa! Kesepakatan telah tercipta. Bu Lena Bagaimana jika Lena? Pak Lena Ya tetap dibuka pintu kan? 5 . TERDENGAR KETUKAN PINTU. Kasihan ibu sudah semakin tua. bukahlah. Siapa nama teman Lena tadi? Bu Lena Nggak tahu. tidak bisa dirubah. loh. Pak Lena Loh Bu Lena Kok loh Pak Lena Ya. bagaimana mungkin kamu tidak menanyakannya? Bu Lena Kenapa bukan kamu? Pak Lena Aku kan sedang nonton tv dan aku tidak sedang berhadapan langsung dengannya. Jika terus dirubah.

lagi menunggu kesepakan nih. perjanjian tadi batal. buka sana. Bu Lena (Teriak ke arah pintu) sebentar ya. TERDENGAR KETUKAN PINTU. PERBINCANGAN DI DEPAN PINTU MASUK RUMAH. Bu Lena Kesepakatan? Pak Lena Yah! PINTU TERBUKA. Tamu II Kesepakatan apa Tante? 6 . kasihan tamunya. Pak Lena Bukalah pintu itu. Bu Lena Buat satu kesepakatan baru dulu. sabar ya. Pak Lena Ya sudah.TERDENGAR KETUKAN PINTU. BU LENA PUAS. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Bu Lena Bukan itu. jika bukan Lena.

kamu mampir dan mencari Lena? Tamu II Benar itu Tante. Bu Lena Karena main di daerah sini? Tamu II Tidak Tante. Bu Lena Yang benar yang mana? Tamu II Saya memang mencari Lena. hm. Bu Lena Terus Tamu II Ya. 7 . hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Tante. Karena kebetulan saya sedang main di daerah sini. Tante. Tante. Tante. Lenanya ada? Bu Lena Jadi karena kebetulan main di daerah sini. Sumpah. Kamu siapa dan ada apa? Tamu II Saya temannya Lena. tidak. terus saya mampir. kebetulan saya sedang main di daerah sini. Bu Lena Terus Tamu II Ya. karena itu Tante. Bu Lena Karena kebetulan? Tamu II Sebenarnya tidak Tante. jadi saya mampir ke sini. saya memang sengaja kemari untuk mencari Lena.Bu Lena Ah. Pak Lena (Memotong) Suruh duduk dulu.

Opini itu pendapat. kucing ditabrak mobil. kebenarannya masih belum bisa diandalkan. Tamu II Berarti sedang nonton berita. Om. BU LENA MASUK DAPUR. Tamu II Kalau opini? Pak Lena Mengapa kucing itu mau ditabrak? 8 . Tamu II Itukan berita namanya. cuma sedang melihat tanggapan wakil rakyat tentang bencana yang tidak berkesudahan. Begini. opini! Tamu II Bedanya apa. wakil rakyat sedang memberikan opini. namanya juga pendapat. itu berita. Pak Lena Memang. beritanya. Om? Pak Lena Tidak. saya sedang melihat opini.TAMU II MASUK DAN DUDUK DI RUANG TV. kenyataan tadi. Ingat. sedang berita itu nyata. kenyataan. Om? Pak Lena Opini itu tidak murni kenyataan. Om. Pak Lena Itu bukan berita. Tamu II Tapi itukan acara berita. Om. itu opini. Tamu II Nonton berita ya. Pak Lena Tidak. Namanya berita harus mengutamakan kebenaran.

opini. lagi batuk. Pak Lena Itu dia opini. Tamu II Tidak usah yang dingin. opini kamu.Tamu II Mungkin saja ia tidak melihat mobil yang laju. Tante. semuanya serba mungkin kan? Tamu II Jadi yang serba mungkin itu bukan berita? Pak Lena Mungkin kok berita. Tamu II Tapi apa yang pasti di jaman sekarang. Om? Pak Lena Ya. MEMBUKANYA. BU LENA KELUAR DAPUR MEMBAWA TEH DALAM GELAS MENUJU KULKAS. Tante. tiba-tiba saja ia sudah bersimbah darah. Mungkin itu kan belum jelas sedang berita adalah yang jelas dan pasti. Bu Lena Mau puding? Tamu II Boleh. Bu Lena Tapi dingin? 9 . Tamu II Opini? Pak Lena Ya. Lihat omongan wakil rakyat itu.

Tamu II Tidak apa-apa. terus dari mana? Tamu II Saya teman Lena dari tempat nongkrong. Pak Lena Seingat saya Lena tidak mengambil les nongkrong. Om. Pak Lena Teman dari mana? Tamu II Ya teman saja. 10 . Pak Lena Oh begitu. les biola. atau malah dari kelas mengaji? Tamu II Untuk yang terakhir tampaknya bukan. lucu juga. istilah kerennya berbincang atau berdiskusi. Tempat nongkrong itu tempat kita kumpul-kumpul. Om. Pak Lena Kamu temannya Lena? Tamu II Benar itu. Om. Pak Lena Mengapa? Apa karena sudah pintar mengaji? Tamu II Tidak Om. BU LENA KE RUANG TV DAN MELETAKKAN SAJIAN KEMUDIAN KEMBALI MENUJU DAPUR. kan cuma puding. Pak Lena Yang dari sekolahan. Om. renang. saya non muslim. tidak dari mana-mana. les balet. Tante. Tamu II Om. ya.

Penting sekali? Tamu II Sangat penting malah. Pak Lena Oh begitu. dia bawa sesuatu yang penting. Hm. pertemanan itu belum begitu kuat. tapi yang nongkrong itu kan tentunya berasal dari tempat tertentu. saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Lena. lalu maksud kamu mencari Lena? Tamu II Ya itu dia Om. teman di mana? Tamu II Ya tidak ada. Om. Nah. 11 . Sudah tiga hari ia tidak muncul. Om. Om. Sesuatu yang sangat saya banggakan. Saya cuma teman Lena di tempat nongkrong. Pak Lena Terlalu tipis. Pak Lena Apa? Tamu II Ehm. Pak Lena Memangnya kenapa kalau ia tidak muncul dalam tiga hari? Tamu II Ya itu dia.Pak Lena Oh begitu. Pak Lena Lena mengambilnya dari kamu? Tamu II Begitulah Om. Om. kamu itu selain teman nongkrong Lena. saya malah tidak tahu bagaimana bersikap jika tidak ada kabar dari Lena. Om.

Pak Lena Begini saja. Yang kamu punya itu pasti akan kembali. Tamu II Kalau memang begitu. TAMU II PERGI. yang terlalu banyak bicara itu. ya. kamu pulang dulu. Pak Lena Anakmu membawa lari uang temannya? Bu Lena Bagaimana bisa? Pak Lena Temannya yang datang tadi. tentunya dengan ada kepastian dari Om. BU LENA MASUK. banyak Om. saya menjadi yakin untuk datang besok. Bu Lena Anak kita 12 . Tamu II Tapi Lenanya bagaimana Om? Pak Lena Itu urusan saya. Pak Lena Ya. besok kamu kembali lagi. ya. melaporkan apa yang telah dilakukan anakmu. pulanglah.Pak Lena Banyakkah? Tamu II Ya kalau besar itu dianggap banyak.

Pak Lena Tapi bagaimana bisa kita percaya dengan orang yang sedikit bicara. Lena kan anak kita. Bu Lena Belum tentu benar. Bu Lena Bagaimana jika benar? Pak Lena Kita harus menggantinya. jangan terlalu banyak percaya dengan orang yang terlalu banyak bicara. Bu Lena Terlalu banyak bicara malah menghilangkan kata-kata kunci. Pencuri. tidak bisa tidak. Pak Lena Tanpa bicara. kata yang seharusnya bisa menjadi andalan. anak kita. kata kunci itu malah tidak keluar. sudah tiga hari Lena pun tidak muncul di tempat biasa mereka bertemu. Bu Lena Jika tidak benar? Pak Lena Mau taruhan? LAMPU PADAM 13 .Pak Lena Ya. dari mana kita tahu isi kepalanya jika tidak dikeluarkannya. bagaimana bisa ia tampak? Bu Lena Tetapi mengapa kau begitu percaya dengan anak ingusan yang terlalu banyak bicara itu? Pak Lena Karena tampaknya benar.

Pak Lena Terus harus bagaimana? Berteriak. Bagaimana kata dunia? Apa kata mereka pada kita? Orang tua yang tidak bertanggung jawab? Bu Lena Tampaknya kita memang tidak bertanggung jawab. tidak kemarin saja. Pak Lena Kok bisa? Bu Lena Lihatlah sendiri! Apa yang kita lakukan pada anak kita? Empat hari. bayangkan empat hari anak kita tidak pulang. Pak Lena Menunggu juga mencari. KULKAS.DUA LAMPU MENYALA. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. mengabarkan pada semua orang bahwa anak kita yang perempuan tidak pulang dalam empat hari ini. Pak? Pak Lena Belum Bu Lena (Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah empat hari ia tidak pulang. PINTU KAMAR MANDI. MEJA MAKAN. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. SOFA BESAR MENGHADAP TV. PINTU DAPUR. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. DALAM SEBUAH RUMAH. tidak ada usaha kita untuk mencarinya. Pak Lena Nanti juga pulang Bu Lena Kemarin kau jawab seperti itu juga. 14 . kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi juga. Bu Lena Lena sudah pulang.

tentunya habis energi. Daripada kita memutari kota. Jika kita tahu di mana Lena berada kan gampang. kita tidak tahu di mana anak kita berada. sama seperti berdoa.Bu Lena Menunggu itu pasrah Pak Lena Tidak sama. Dan dalam menunggu kabar dari pak polisi. Menjemput. Bu Lena Apa yang dilakukan dalam menunggu? Diam memandang tv atau sibuk berbincang tanpa tujuan? Pak Lena Jika kita ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan anak. Menjemput itu jelas beda dengan mencari atau juga menunggu. Bu Lena Beda Pak Lena Apanya yang beda? Jika kita memasang iklan tentang kehilangan. sama juga dengan menunggu kabar kan? Kita mencari itu tanpa tujuan. toh lebih baik kita di rumah. Jelas! Bu Lena Pusing aku. Menunggu juga mencari. pasrah itu tanpa berbuat. Pak Lena Itu dia kata yang tepat. mencari itu juga menunggu. Bu Lena Tapi kita tidak tahu di mana Lena berada? 15 . sama juga seperti melapor ke polisi. Mununggu itu kan berbuat. kita juga menonton tv atau berbincang kemana suka kan? Sama saja. Jika kita mencari sendiri. Semuanya itu berarti menunggu. terus apa yang kita lakukan? Menunggu kan? Menunggu kabar dari pak polisi itu. bisa kita jemput. jadi sama juga dengan nol. Kita tetap juga menunggu.

jangan dibayar dulu Pak Lena Tapi kita belum tahu mana yang benar. bisa saja berita ini tidak benar. Bu Lena Yang uangnya Lena curi itu? Pak Lena Bagaimana ini. apa yang harus kita lakukan. Bu Lena Kita bayar saja Pak Lena Tapi kita belum ketemu Lena. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bagaimana ini. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Jika belum benar. 16 . ini pasti teman Lena yang banyak bicara kemarin itu. Kenapa Lena belum pulang juga.Pak Lena Yah harus dicari Bu Lena Dengan? Pak Lena Ya menunggu.

TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Bagaimana jika dia datang dengan polisi. (Pergi menghilang) 17 . katakan saja saya mencari dan akan kembali lagi. nanti saya datang lagi. Lenanya sudah pulang? Belum ya? Ya sudahlah. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Bukahlah pintu Bu Lena Kau saja Pak Lena Kau kan perempuan Bu Lena Kau kan laki-laki Pak Lena Perempuan duluan. Pak Lena Bukalah pintunya (Berlari kecil menuju depan tv. Terima kasih Tante. atas nama kesopanan. Permisi Tante. BU LENA BINGUNG. seakan-akan tak terjadi sesuatu) PINTU TERBUKA. Tamu I Maaf Tante. Tolong nanti kalau Lena pulang. TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena (Teriak ke arah pintu masuk) Sebentar ya.

dia terlalu buru-buru. temannya Lena? Pak Lena Yang kemarin? Bu Lena Ya Pak Lena Terus dia menagih uangnya? Apa yang kau bilang hingga dia langsung pulang. yang lupa kutanyakan namanya. Pak Lena Tukang pos? Bu Lena Bukan. Bu Lena Aku tidak bilang apa-apa dan dia bukan yang uangnya dicuri Lena. Bu Lena Sudah pulang (menutup pintu dan berjalan menuju ruang tv) tamunya sudah pulang.Pak Lena Suruh duduk dulu. Pak Lena Sudah tahu kau namanya? Bu Lena Belum. Tunggu dulu. Pak Lena Jadi teman yang mana? Bu Lena Yang pertama datang. Belum sempat aku bicara dia sudah pergi. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. Pak Lena Tampaknya dia memang selalu buru-buru. siapa nama teman Lena yang banyak bicara itu? 18 .

dia terlalu berlama-lama sampai aku lupa menanyakan. Pak Lena Untuk sementara Bu Lena Walau sementara. setidaknya tidak risau.Bu Lena Kenapa kau tanyakan aku. Bu Lena Sudahlah. padahal aku sudah berhadapan langsung dengannya. Setidaknya bukan dia yang datang jadi kita tidak perlu risau lagi. bukankah kau yang banyak bicara dengannya? Seharusnya kau tanyakan namanya. LAMPU PADAM 19 . Pak Lena Itu dia.

PINTU KAMAR MANDI.TIGA LAMPU MENYALA. DALAM SEBUAH RUMAH. KULKAS. Jika matahari terbenam dan terbit lagi. keluar lagi sambil membawa piring makanan. membukanya. lihatlah sudah mendekati senja.) 20 . PINTU KELUAR MASUK RUMAH. menegok keluar dan menutupnya kembali) Belum pulang juga. MEJA MAKAN. Apakah bekal larinya masih cukup? Bu Lena Mengapa kau kuatir? Pak Lena (Menuju pintu keluar masuk rumah. Pak Lena Sudah hampir sore. Pak Lena Pulang juga rupanya kau Lena Lena Lapar (Berjalan menuju dapur. SOFA BESAR MENGHADAP TV. TERSENYUM SENANG. hari keempat sejak tidak pulang. PINTU DAPUR. PAK LENA LANGSUNG MEMBUKA. makan di meja makan. PINTU KAMAR TIDUR. BU LENA DUDUK MEMANDANG TV. apakah Lena tidak akan pulang lagi? Bu Lena Belum lima hari Pak Lena Hampir lima hari. TERDENGAR KETUKAN PINTU. PAK LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI. tepat lima hari Lena tidak pulang.

(Berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin. rindu dengan rumah ini tentunya. les balet. banyak bertemu orang tentunya. Pak Lena Banyak temanmu yang datang. tentunya kau lapar. lebih banyak dari kawannya yang datang. Pak Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Dari mana saja? Bu Lena Jangan ditanyakan dulu. atau malah teman nongkrong? Bu Lena Ya. biarkan dia makan dengan tenang. Bu Lena Jangan dikatakan dulu. sudah lima hari dia di luar.Bu Lena (Mendekat dan langsung duduk di samping Lena) Makanlah yang banyak. yang mana? Lena Teman lain Pak Lena Masih ada temanmu yang lain rupanya. Bu Lena Teman yang mana? 21 . les biola. Sudah hampir lima hari dia berada di luar. kelas mengaji. menuangkan ke gelas Lena) Dari mana saja kau Lena? Pak Lena Kenapa kau tanyakan? Lena Dari rumah teman (Terus makan) Pak Lena Temanmu yang mana? Yang dari sekolahan. renang. biar dia makan dengan nyaman.

bukan untukku kan? Untuk kalian yang gila gengsi tanpa memikirkan kebutuhanku kan? (Berdiri. membawa makanan. Pak Lena (Berbisik pula) Kita harus lebih berusaha lagi. untuk apa les yang mahal-mahal itu. mengapa tidak mencari? Lalu.(Mendekati Lena) Enak makannya? Lena Biasa saja Bu Lena (Mendekati Lena) Tentunya enak. kita harus bisa membukanya. Lena Sejak kapan masak khusus? (Berjalan menuju dapur. masuk ke dalamnya) Bu Lena (Berbisik) Tidak berhasil. apakah kalian pernah menanyakan aku sekolah apa tidak? Dan. 22 . Ibu sengaja masak untuk kamu. BU LENA DAN PAK LENA MENDEKAT. Mengapa kita yang disalahkan? Kita kan hanya menanyakan temannya saja.Lena Kenapa terlalu mengurusi sih? Bukannya selama ini aku bebas. LENA KELUAR DARI DAPUR TANPA MEMBAWA SEBARANG PUN. PERSISI MENGHALANGI JALAN LENA YANG MASIH BERADA DI DEPAN PINTU. Mengapa kalian bertanya ketika aku menghilang. seperti yang kalian inginkan.) Pak Lena (Berbisik) Bagaimana ini? Bu Lena (Berbisik pula) Bagaimana apanya? Pak Lena Dia terlalu tertutup. Tampaknya dia memang marah pada kita. duduk di depan tv sambil terus makan.

PINTU TERTUTUP. Bu Lena Apa sebab dia begitu dingin Pak Lena Mungkin kita terlalu kaku Bu Lena Kau yang kaku Pak Lena Mungkin kau juga. Lena (Menghindar dan berjalan menuju kamar tidur) Mau tidur Pak Lena (Mengejar hingga depan pintu kamar tidur) Belum malam Bu Lena (Ikut mengejar) Iya. yang uangnya dicuri Lena. belum malam. 23 . mari kita berbincang dulu. LENA MASUK KAMAR.Pak Lena Sudah selesai makannya? Bu Lena Enak kan? Pasti kenyang. BU LENA DAN PAK LENA DUDUK DI KURSI MEJA MAKAN. Bu Lena Mungkin temannya yang lain. bagaimana ini? Kita belum bicara tentang itu dengan Lena. TERDENGAR KETUKAN PINTU Pak Lena Pasti temannya yang banyak bicara itu.

Tamu II Saya tidak kebetulan main ke daerah sini. Saya khusus datang seperti permintaan. Ayolah berbasa. kenapa harus langsung jika kita bisa berbasa-basi terlebih dahulu. BU LENA MENYINGKIR KE DAPUR. PAK LENA TERKEJUT DAN LANGSUNG MEMBUKA PINTU. 24 . TAMBAH TERKEJUT MELIHAT TAMU YANG DATANG. Jadi rasanya tidak perlu basa-basi lagi… Pak Lena (Memotong) Basa-basi itu terkadang perlu. Om. tidak. Tamu II Wah. Pak Lena (Malas membuka pintu. Om. ini jalan tol jadi bisa sekencang apa juga. Ayo masuklah. Tamu II Terkejut. PAK LENA DAN TAMU II DUDUK MENGHADAP TV. terserah itu melangkahi kesopanan. Pak Lena Tidak hanya boleh langsung jalan.TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Kau saja yang buka. Pak Lena (Gagap) Tidak.basi. Om. hingga sampai depan pintu. menoleh ke Bu Lena dengan bingung) Sebaiknya kau saja. TERDENGAR KETUKAN PINTU. kemarin itu. tampaknya akan ada lampu hijau nih. Bu Lena (Muncul membawa segelas minuman hangat) Iya.

kita buang dulu basa-basi. berapa yang dicuri dari kamu? Bu Lena Masalah besarnya tidak perlu risau. bagaimanapun Lena itu anak kami. Bu Lena Uang kan? Pak Lena Ya. Tamu II Bukankah hari ini akan saya temukan lagi. Apa maksudnya ini? Mertua dan ngebut. 25 . asal pakai pengaman biar tidak kecelakaan. yang dibawa Lena. kami akan bayarkan semuanya. hubungannya apa? Tamu II Loh.Tamu II Boleh ngebut? Pak Lena Oh tentu. Begini saja. jadi tidak mungkin kami membiarkannya mencuri uang kamu. Tamu II (Tertawa) Ini dia calon mertua yang paling hebat. bukankah sudah jelas Om. Bu Lena Ya terus. ini soal sesuatu yang saya miliki itu. seperti janji Om kemarin. Bu Lena Mertua? Pak Lena Ada apa dengan mertua? Tamu II (Bingung) Katanya boleh langsung ngebut? Pak Lena (Bingung juga) Tunggu dulu.

dia ini datang untuk meminta sesuatu yang kamu bawa. kami suruh dia datang sekarang. sebaiknya kita cari tahu yang sebenarnya. biar jelas saja. begitulah. Nah. biar semuanya jelas (Berjalan menuju kamar Lena) Lena! Keluar kamu. (Menggiring Lena ke depan tv) Tamu II (Tersenyum manis) Hai Len. Lena (Senyum masam) Ada apa? Pak Lena Tenang. kau saja yang bicara. Begini. bertambah suntuk begitu melihat Tamu II) Ada apa? Bu Lena Ayo. Bu. tapi karena kamu belum pulang. teman kamu ini kemarin sudah datang. 26 . Tamu II Tapi… Pak Lena Tenang saja Bu Lena Lena! Lena (Keluar dengan muka suntuk. Tamu II Tunggu dulu. ada yang harus kita selesaikan. Bu Lena Lena. santai semuanya. Tante… Bu Lena Tenang. Bu Lena Tunggu dulu. Nak.Pak Lena Ya benar itu.

berapa yang kau ambil darinya. bagaimana ini. Tamu II (Panik) Tunggu dulu… Pak Lena Sudah kamu jangan bicara dulu. Om.Pak Lena Ya. berapa yang dicuri Lena? Lena Ya berapa yang kucuri! Cepat bilang! 27 . biarkan saja. Katakan saja jumlahnya. Begini saja. Lena Ahk. Sungguh kami tidak akan marah. biar semuanya jelas. saya permisi. berapa jumlahnya. Nak. Berapa Lena? Lena (Bingung) Lena tidak mencuri apa-apa. (Duduk dengan sewot) Tamu II Waduh. dengan kata lain ia datang untuk menagih sesuatu yang telah kau curi. Bu Lena Tidak bisa begitu. bukannya kamu ingin mengambil yang telah dicuri Lena? Tamu II Sudahlah Om. Jangan takut kami marah. tidak apa-apa. kenapa bisa kacau. Begini saja. biar kita ganti. Nah. Pak Lena Ya katakan saja. Hey (Menunjuk Tamu II) kamu jangan sembarangan menuduh aku pencuri ya! Sampai datang ke rumah lagi! Bu Lena Sabar Nak. (Bergerak pergi) Pak Lena (Menahan) Bagaimana kamu ini. anggap saja tidak terjadi apa-apa. bagaimana ini! Lena tidak mencuri. Tanyakan saja sama dia. sumpah. tenang.

Lena Aku baru saja pulang. Pak Lena Kok malah menyalahkan. bukalah pintunya. Saya pikir Om sudah mengerti dengan yang saya maksud.Tamu II (Takut) Tidak ada… Pak Lena Apa! Tamu II Lena tidak mencuri uang. Om. atau apa? Tamu II Bukan itu Tante. Tamu II Benar. perhiasan. Lena kamu yang buka. saya itu senang sama Lena tapi Lenanya belum memberikan jawaban. Bu Lena Jadi apa? Bicara yang jelas! Tamu II (Malu) Lena mencuri hati saya. Dengan kata lain. Om. Pak Lena Siapa lagi itu. Lena tidak mencuri uang tapi… Bu Lena Tapi apa? HP. Sejak tadi dan malah kemarin saya sudah ingin jelaskan tapi Om tidak mau mendengar. SEMUANYA TERKEJUT. Saya sudah coba jelaskan. TERDENGAR KETUKAN PINTU. Tante. PINTU TERBUKA. kamu bolak-balik ya mencari aku? 28 . LENA TERTAWA.

Tamu I Tapi… Lena Tidak ada alasan (menggandeng Tamu I) SEMUANYA BERKUMPUL DI DEPAN TV 29 . Pak Lena Suruh duduk dulu. Lena Ayolah masuk Tamu I Bayar dulu utangmu. ini urusan kita berdua. di sini saja. nanti di dalam. hanya tukang pos yang diterima di depan pintu. kalau utang cepat bayar dong! Lena Ala. biar saling bertemu semuanya. Lena Iya.Tamu I Kurang ajar. Pak Lena Masuklah. tidak baik terus di depan pintu. Bu Lena Siapa Len? Lena Teman Bu Lena Bawa temanmu ke dalam. gitu aja sewot. Tamu I Terima kasih Tante.

wah serba salah semuanya. kamu kan belum mengembalikan uang yang kamu curi dari dia. mari kita selesaikan. temanmu ini bolak-balik mencari kamu. rupanya kamu. Tamu I Kamu mencuri uang. Om. masalah yang tadi belum selesai. Len? Tamu II Tidak… tidak. Pak Lena Kalau cuma sekedar berarti tidak berulang. katakan saja berapa yang kau ambil dari dia? Lena (Marah) Kenapa nggak ada yang percaya! Lena tidak pernah mencuri uangnya! Tamu II Iya. Pak Lena Kamu di sini dulu. benar tidak? Tamu II Kalau begitu saya pulang lebih dulu saja. merepotkan. Om. Om. Len. Pak Lena Sudahlah. Tamu I Maaf Tante. Lena Masalah apa lagi? Bu Lena Lena. 30 . Pak Lena Ah.Bu Lena Oh. Lena. cuma sekedar mampir. tidak ada apa-apa. Lena tidak mencuri uang saya. Kenapa terlihat begitu penting. ada apa ini? Tamu I Tidak ada apa-apa.

bukankah kamu datang kemari untuk menagihnya? 31 . Tamu II Kapan? Lena Bukan kamu! Tamu I Tidak. Lena Hey! Jangan bohong kamu. Bu Lena Berarti uang kamu? Berapa? Tamu I Tidak ada. ada apa ini? Bu Lena Ya. Dan.Lena Dengar itu! Lena tidak pernah mencuri! Lena cuma meminjam uang. yang benar yang mana? Mencuri atau meminjam. hati saya yang dicuri. Aku pinjam uang kamu beberapa hari yang lalu sebagai bekal lari dari rumah. Lena tidak pernah meminjam uang. Seperti yang sudah terkatakan tadi. lalu uang siapa yang dicuri atau dipinjam? Tamu I Bukan uang saya. Lena Hey! Pak Lena Tunggu dulu. Tante. Tidak. Om. Tante. Lena Hey! Tamu II Sudah jelas. saya tidak ada hubungan dengan uang.

Aku lari dari rumah pun mereka tidak tahu. Pak Lena Jika memang ingin lari.Bu Lena Bekal lari? Pak Lena Lari dari mana. kamu mau membantunya lari kan! Lena Diam kalian! Kalian (memandang orang tua) lihatlah anak kalian ini! Apakah kalian hafal setiap tahi lalatnya? Apa kalian tahu yang diinginkannya? Pandang aku melalui mataku jangan pandang aku dengan mata kalian! Bu Lena Kenapa kamu harus lari. Bukankah hidup di luar itu lebih berbahaya. tidak perlu kamu pinjam uang kawan. aku tidak beri tentunya. Nak? Lena Lihat. Aku benci! (marah mendekati menangis) Tamu I Aku tidak tahu. 32 . Yang mereka pikirkan semua baik-baik saja. Nak. Aku. Kalau aku tahu kamu pinjam uang untuk lari. Tamu II Kamu lari dari rumah? Kenapa tidak bilang padaku. Lena Ini bukan piknik…(menangis) BU LENA DAN PAK LENA LANGSUNG MENDEKATI LENA. kamu kan bisa permisi dulu. aku pinjami kamu uang bukan untuk itu. Len. ah… Tamu I Kenapa. lihatlah orang tuaku ini kawan-kawan.

Lena (Sambil menangis) Bukan uang… Pak Lena Jika begitu mengapa menangis? Bu Lena Diamlah. Bu Lena Tidak punya rumah? 33 . Lena Lena tidak pulang selama ini karena Lena merasa tidak punya rumah.Tamu I (Menarik Tamu II ke sudut lain) Urusan keluarga. Kami bingung. jangan menangis. sebaiknya tidak perlu. Uangnya belum kita ganti. Nak. Tamu II Uangmu… Tamu I Sudahlah… TAMU I DAN TAMU II PERGI DENGAN CEPAT. TANGIS LENA SEMAKIN MENJADI. jangan menangis terus. Tamu II Kita harus permisi dulu Tamu I Kalau keadaannya seperti ini. (Menyadari Tamu I dan Tamu II telah hilang) Bagaimana ini. Uang yang kamu pinjam akan kita ganti. Pak Lena Diamlah. Ceritalah. sebaiknya kita menyingkir. mereka telah hilang. Len.

Pak Lena Membebaskan kamu bukan berarti tidak perhatian. mengekangnya juga bisa salah… TERDENGAR KETUKAN PINTU Bu Lena Siapa lagi? TERDENGAR KETUKAN PINTU. rumah ini segalanya dihitung dengan uang. Tidak ada yang perhatikan. rumah yang kami bebaskan untukmu.Lena Ya. PAK LENA MENUJU PINTU DAN MEMBUKANYA. BU LENA Siapa lagi? SELESAI Yogyakarta maret-april 2006 34 . BU LENA TERUS MENANGIS. SAHYDU BEGITU TERASA. Mungkin selama ini kami tidak memperhatikan kamu. maka kami ingin kamu tidak seperti kami. Rumah ini rumah kamu. tapi salah juga… Bu Lena Kita harus bagaimana? Membebaskannya salah. Bu Lena Kita salah mendidiknya… Pak Lena Sebenarnya kita bermaksud baik. tidak ada pembicaraan yang menyenangkan. Lena benci. kami rasa itu yang baik. Dulu kami dikekang orang tua kami dan kami tidak suka. semuanya selalu dihitung dengan uang. Lena (Lari masuk kamar) Seharusnya kalian jadi orang tua yang benar-benar orang tua! MUSIK PERLAHAN. Kalian sibuk dan Lena pun sibuk sendiri. Lena butuh rumah yang benar-benar rumah! Bu Lena (Menangis) Maaf ya. Nak. kami tidak ingin mengekang.

KAKAK TUA 12. SWAN SONG 14. NY. NY. NONA ITIK 8. JOKO PERKUTUT 16. NONA ITIK 10. NY. NYI CENDRAWASIH 17. BABON 3. NONA MERPATI 9. GAGAK 11. NYI KUNTIL JUARA II LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2006 35 . KASUARI 6. NY. NY. KUTILANG 5. BANGAU 7. NONA BEBEK 4. SAWUNG JAGO 13. PELIKAN 15.NASKAH TEATER REMAJA “KONGRES UNGGAS” KARYA : APRIS PELAKU : 1. ANGSA 2.

Jeng Bebek juga mengatakan. Kalau tidak punya pangkat. BANGAU. Kalau punya pangkat. para jago kita tingkat kegilaannya sudah sangat tinggi. ARISAN. sejak dulu yang namanya jago itu memang gila. tapi merasa sedikit tampan. NY. ANGSA BERSAMA NONA MERPATI PUTRINYA. benarkan. DITEMANI TUAN RUMAH. SAMBIL MELAHAP HIDANGAN YANG DISAJIKAN. Babon : : Sedang membicarakan apa. ya mengobral janji di mana-mana. MEREKA SEDANG ASYIK NGRUMPI NONA ITIK. Lantas. 1. ya main perkosa. cantik dan agak menggoda. (BERHENTI SEJENAK). Nah. DISINI AKAN DILANGSUNGKAN PERTEMUAN RUTIN PARA UNGGAS. DUDUK MENYENDIRI DI SALAH SATU SUDUT RUANG ITU DENGAN ANGKERNYA. DIIRINGI PENGAWAL SETIANYA JAKA PERKUTUT. (TERTAWA LAGI. Babon : : O. Itu lho Jeng Bebek aneh-aneh saja. BABON DAN NONA BEBEK. SIBUK MELAYANI PARA TAMU. (TERTAWA) 3. KUTILANG. kedudukan atau uang. BANGAU. kok kedengarannya meriah banget. Apalagi kalau melihat perempuan- perempuan muda. SAMBIL TERSEDAK-SEDAK) 5. begitu Iya. (TERTAWA). (TERTAWA). kedudukan dan uang. Kutilang : Lho. penjajahan dan kesewenang-wenangan para pejantan terhadap para betina sudah keterlaluan. Kata Jeng Bebek lagi. mereka akan kawin dimana-mana.KONGRES UNGGAS BABAK I RUANG TAMU MEWAH SEBUAH BANGUNAN BESAR MILIK NY. KUTILANG. PUTRI NY. MUNCUL NY. Padahal. Tante. Mana ada gila kok tinggi. NYI KUNTIL. Dia bilang jago-jago kita tambah gila saja. Pejantan-pejantan kita tambah brutal dan tidak menghargai para betina sama sekali. 36 . kalau tidak punya semua itu. YANG SUDAH TERLIHAT DATANG LEBIH DULU NY. TIDAK LAMA KEMUDIAN. PENGAWAL NY. Tidak peduli perasaan para betina yang dikawini. Angsa 4. Angsa 2. cara mengukurnya bagaimana.

11. JOKO PERKUTUT ASYIK MELADENI NONA MERPATI DAN NONA ITIK BERSENDA GURAU. Ayo. Tapi ucapan Tante Babon juga betul. Babon : : Ah. Buktinya suami saya. Lagi pula. Mana mungkin mendukung saya. dimakan lagi hidangannya. Mas Sawung Jago. Bangau : Waduh. tidak pernah ngobral nafsu dimana-mana. Itu kan kenyataan. RINGAN YANG PENTING NGRUMPI. pasti berdasarkan sebuah fakta. Plin-plan. masyarakat kita kan memang paling senang baca berita seperti itu. (TERTAWA SINIS SAMBIL MEMANDANG BERKELILING. Jeng Bangau. PEMBICARAAN MEREKA DIALIHKAN KE HAL-HAL YANG LAIN. Angsa : Saya kok setuju dengan Tante Babon. ya tidak akan ada yang beli koran. radio dan televisi menyajikan berita kebrutalan para pejantan kita. (SEMUA DIAM UNTUK BEBERAPA SAAT. kok juga mendukung Jeng Bebek. Masih banyak yang memiliki moral bersih. 14. pokoknya bisa dijual. Babon : Ah. Kasuari : Kalau saya pikir-pikir. nanti nggak enak lho. YANG SESEKALI DILIRIK OLEH NY. Itu tidak tegas namanya. 8. Mbakyu. MENCARI DUKUNGAN) 37 . Kalau terlalu dingin. Nggak peduli benar atau salah. itu hanya menghibur diri. Nyatanya hampir setiap hari koran-koran. Angsa : Ya. masih ada pejantan seperti suami saya. ANGSA) 15. Iya kan. Jeng. dengarkan radio atau nonton televisi. Apa yang dimuat koran. itu kan memang kerjaan wartawan dan lahan penghidupan media massa. ngobrolnya kok jadi serius begitu. Mereka tidak mungkin berani menyiarkan berita kalau tidak benar. Bebek 9. lha … gimana sih Jeng Kutilang ini. merugikan atau menguntungkan orang lain. Jeng Kasuari dan Jeng Angsa. Tidak semua pejantan kita seperti itu. DI SUDUT LAIN. Sudah. Bebek : Mungkin saja. 13. Bebek : Jumlah itu belum bisa dijadikan bukti. tidak begitu. Buktinya. 16.6. 12. Babon : Tapi tidak semua pejantan seperti itu. Babon : Eeee. 7. Lho. Yang penting kan laku dijual. menghibur diri bagaimana. 10. biarpun punya derajat dan uang. diberitakan di radio dan ditayangkan di televisi. Kalau tidak menyajikan hal semacam itu. MEREKA ASYIK MENIKMATI HIDANGAN YANG DISODORKAN OLEH TUAN RUMAH. Siapa sih yang tidak tahu prinsip media massa. suami Jeng Kutilang. pendapat Jeng Bebek itu benar.

26. (SEMUA YANG HADIR MANGGUT-MANGGUT. Dalam setiap persoalan. MESKI ADA BEBERAPA YANG TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI). Angsa : Begini lho Jeng. Bangau : Benar. 18. hal itu bisa saja terjadi. Nah. to. benarkan apa yang saya katakan. selalu menyajikan kebrutalan para pejantan kita. ini gimana. kok. Jeng Bebek juga dinilai begitu. Kita memang tidak boleh seenaknya sendiri. tidak tahu saya. belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. bisa benar atau salah semua. Babon : Jeng Angsa ini aneh. 20. Sementara Tante Babon benar. Jeng Bebek benar karena semua media massa. kita seharusnya hanya mendukung salah satu pihak. 23. Dus. 22. Ah. Menyamaratakan. Kita tidak boleh mendua. Saya dinilai salah. Tidak bisa keduanya. Mungkin Jeng Angsa bisa menjelaskan. Wong suami saya tidak begitu. atau istilah ilmiahnya menggeneralisir setiap persoalan. Bisa runyam nanti. Saya juga jadi bingung. 25. untuk mengetahui apakah pendapat atau ucapan itu benar atau salah. hanya karena suami Jeng tidak begitu. Saya kok jadi bingung. padahal yang melakukan hanya seekor pejantan. Pendapat atau ucapan yang disampaikan. Jadi. Salah semua atau benar semua. Kan tidak mungkin salah semua atau benar semua. 24. Segala sesuatunya harus kita teliti dan kemudian kita analisis. tapi benar berdasar fakta atau penelitian. Lantas. yang terbaik bagaimana. Asal bicara. Angsa : Dalam dunia keilmuwan.17. tapi juga benar. Kita tidak bisa seenaknya sendiri. karena memang tidak semua pejantan bermoral bejat. 19. Babon : Lha. Pasti hanya satu yang salah dan satunya benar. Berarti yang bejat hanya seekor dan yang baik juga hanya satu ekor. Angsa : Saya setuju dengan pendapat terakhir. Tidak bisa dijadikan dasar analisis. kita tidak boleh mengungkapkan statement secara ngawur. mengatakan semua pejantan kita sudah bejat moralnya. Angsa : Jeng Babon juga tidak bisa menyalahkan Nona Bebek. Benar semua atau salah semua. 38 . Babon : Wah. sehingga kami jadi mudheng. baik cetak maupun elektronik. Malah jadi tidak nyambung. 21. Bangau : Iya. Kasuari : Yang saya maksudkan begini.

waduh. Harus lewat penelitian. kok jadinya malah ruwet. 34. mana yang salah. 31. Lalu biaya untuk menyelenggarakan acara itu cari di mana? 39 . Babon : Wah. 33. 29. 27. bagaimana dengan aktivitas kebabonan kita. Bangau 37. tinggal setuju atau tidak. Masak hanya dari omong-omong harus begitu panjang dan lama penyelesaiannya. Babon : Ya jelas tidak mau saya. Pembicaraan sederhana kok tiba-tiba jadi ruwet begitu. Kalau Jeng Bebek bagaimana. Bebek : Ya ndak bisa hanya sesederhana itu kalau masalahnya menang luas dan besar. Kok jadi tambah ruwet begitu. itu ide gila. 28. Kasuari : Saya setuju dengan pendapat Jeng Angsa. Kalau semuanya mau tinggal disini lebih lama dan berbincang-bincang. Tapi seperti kata Tante Babon tadi. Apa kita mau disini seharian hanya untuk memperdebatkan hal yang tak kita ketahui. Dus. Angsa : Itu kalau nyonya-nyonya di sini mau menguji kebenaran dari apa yang sudah diperbincangkan tadi secara ilmiah. sampai harus mengadakan penelitian dan musyawarah segala. berarti butuh waktu yang cukup panjang dan dana yang agak besar. Babon : : Wow. Kalau tidak. tanpa tahu ujung pangkalnya dan tidak mengerti mana yang benar. Kutilang : Melakukan penelitian. Paling tidak ya sebagai ibu rumah tangga dan istri. 32. Apalagi menyangkut sekelompok kaum. Cara yang terbaik yang seperti yang dikemukakan Jeng Angsa. Iya. Bangau : Kalau saya tidak jadi masalah. mengumpulkan betina dari seluruh dunia? Ck … ck … ck. hasilnya sulit diyakini kebenarannya. Kalau saya. akan sia-sia saja. Kalau saya lebih setuju mengumpulkan betina dari seluruh dunia dan mengadakan musyawarah untuk membuat resolusi. silahkan. Di samping memakan waktu lama. juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 36. kita hanya bicara dan berdebat terus. Babon : : Waduh. Kita harus melakukan penelitian untuk menjernihkan persoalan ini.maka harus diadakan penelitian. Sementara. Paling tidak ya harus lewat forum musyawarah nasional atau bahkan musyawarah internasional. Kami kan masih punya kegiatan lain. Bangau 30. 35.

Saya kan malu. Masih dialiri darah biru. MASIH TAMPAK LENGANG. 42. MEREKA MASING-MASING SIBUK BERBICARA SENDIRI-SENDIRI). Kasuari : Jeng Babon sudah datang.38. NY. Sawung Jago 45. Jeng Bebek. Masak kumpul sama jago kampung yang tidak berprestasi. (MUNCUL NY. BERSAMA SAWUNG JAGO SUAMINYA. 44. Tidak usah macem-macem. Selama ini. TAPI RUANGAN ITU SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA UNTUK KEPERLUAN MUSYAWARAH ATAU SEMINAR INTERNASIONAL. Ada dalam acara ini. kumpul sama jago-jago teras kita. DENGAN PAKAIAN YANG SERONOK. NY. saya kan termasuk panitia inti. Yang penting konsumsi. apa acara ini nanti bisa berlangsung sehari penuh kalau tidak ada konsumsinya. NONA MERPATI DAN NONA BEBEK) 47. 41. 39. ndak masalah. BANGAU. saya kan tidak terdaftar sebagai panitia. Lha kok saya disuruh kumpul sama jago-jago teras. ANGSA. Dalam susunan yang kalian buat nama saya kan tidak ada. apakah semuanya setuju dengan gagasan. KASUARI. Pokoknya saya hadir. TAMPAK JOKO PERKUTUT. 40 . NYI CENDRAWASIH. Bagaimana nyonya-nyonya setuju? 40. Babon : Mas. NYI KUNTIL. 43. Kasuari : Bagaimana nyonya-nyonya. 46. Babon : : Orang seksi konsumsi kok panitia inti. Kalau sekali-kali kegiatan para babon dibiayai negara. Soal kumpul dengan siapa. Sawung Jago : Sudahlah. Bebek : Kita bebankan pada negara. kan tidak ada jeleknya. kalau para pejantan mengadakan acara pasti membebankan seluruh biaya pada negara. sana ikut nimbrung. Babon : Meski kamu tidak tercantum dalam daftar panitia. Panitia yang ngurusi konsumsi. Lho. Sawung Jago : Habis. (TIDAK LANGSUNG TERDENGAR JAWABAN. Jangan hanya menyendiri di belakang. NONA ITIK. Koor : Setuju ………………………… BABAK II SEBUAH RUANGAN BESAR ATAU LAPANGAN YANG CUKUP RINDANG. TAMPAK TANTE BABON. Setidak-tidaknya kamu masih trah dalam. DI BERANDA.

53. Lama tidak bertemu. lho Mas. Angsa : : : : Lho. Kini. Jadi segalanya harus serba spesial. Mereka kan sudah mengajukan anggaran sendiri. Ah. Babon 49. Maklum. Nona Itik : Iya. Kakak Tua : Kakang Sawung Jago malah sudah sampai disini. Babon : Lha. kakang Sawung Jago ini ada-ada saja. 55. Sawung Jago : Babon. 58. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Bagaimana konsumsinya. kamu lagi-lagi nimbrung. Sawung Jago : Tidak apa-apa. Kakak Tua : O. nasibmu baik benar. Yang melayani juga harus spesial. (PERGI SAMBIL MARAH-MARAH. dari dulu bisanya hanya petok-petok. Untuk jago lainnya. dia kan mahasiswa. Kakak Tua : : Yah. Kami menyediakan diri sebagai sukarelawan. ketika aku sedang mengincar Merpati dan Itik. Kan kemarin anggarannya tidak masuk ke anggaran saya. dan Joko Perkutut. iya. diurusi Nyi Cendrawasih dan Nyi Kunti. Angsa : Kalian berdua ini memang lancang. Masih muda mau seenaknya. ya jelas dong. Ya yang tua. YANG TINGGAL HANYA SAWUNG JAGO). Kasuari 50. Babon 51. Hanya saja. kan sehatsehat saja? 60. (TIBA-TIBA KAKAK TUA DAN GAGAK MASUK SEHINGGA MENGAGETKAN SAWUNG JAGO) 57. Ada-ada saja. Sawung Jago : Namanya juga usaha. ya belum. pencuci mulutnya belum terbayar. jadi ya tidak sempat kemana-mana. lumayan meski tambah kurus. Kang? 62. kita harus kerja makin keras. 54.48. Saya yang dipilih jadi penerima tamu malah datang belakangan. kamu datang merebut. 52. Kami yang ngurus konsumsinya. Maaf. jadi ya agak pagi berangkatnya. Sawung Jago 61. yang kerja hari ini sudah disiapkan konsumsinya atau belum. Jeng? Pokoknya beres. Kok lama ndak kelihatan itu kemana saja. 41 . 56. Mas Joko Perkutut tidak senang kalau dibuatkan konsumsi seperti jago kebanyakan. 59. Waktu aku mengincar Angsa. Mas. Joko Perkutut kan jadi urusan saya. Sejak dulu. Bagaimana kabarnya. ya yang muda. Lantas. Nona Merpati : Saya dan Nona Itik sudah berembug dengan Mas Joko Perkutut. Tadi sekalian mengantar istri saya.

Tapi ada juga yang tidak mau menjaga diri. Kita berbeda dengan yang namanya manusia wanita. dan menyampaikan resolusi. SETELAH MENDENGUS KESAL. (TERDENGAR TEPUK TANGAN RIUH). Tidak usaha dikejar-kejar. ada yang bisa lebih menjaga diri. Ini yang tidak pernah anak-anaknya. Apa pengusaha sekarang juga diajari perang-perangan. Lebih-lebih kalau masuk klasifikasi pejantan. Gagak : Memang benar. (TEPUK TANGAN MERIAH LAGI. Kakang Sawung Jago itu aneh. Kenapa mereka tidak menghargai kita. Ujas-ujus. MATANYA MELOTOT MEMANDANG. kok kakang kemarin sepertinya serius mengejar musuh. Mereka kebanyakan tidak bisa cari makan sendiri. Tidak angon situasi. Maka wajar kalau manusia wanita rela disewenang-wenang manusia laki-laki. begitulah yang namanya jago. Bebek : Saudara-saudara betina. Kakak Tua : Yah. Tapi kenapa kita malah diperlakukan sewenang-wenang mempedulikan oleh para jago. kok ya masih senang mengejar ayamayam dara. MAKSUDNYA MAU MARAH. Apalagi di dunia manusia ada peribahasa: surga dan neraka ikut laki-laki. sehingga sangat tergantung pada manusia laki-laki. sehingga tidak tertangkap oleh si tua bangka itu. Saya juga lihat sendiri cara kerja Kakang Sawung Jago. Pakai kejar-kejaran segala. Yaitu mau menerima perlakuan sewenang-wenang mereka. dan para jago tahu yang namanya keadilan. benar-benar keterlaluan. ACARA PERTEMUAN DIMULAI 65. Untung keduanya cukup lincah dan gesit. yang nantinya akan menetapkan aturan main bersama penguasa. Kita tahu bahwa para jago dimana-mana senang wayuh. Melihat situasi dan kondisi. Tapi di dunia kita. TAPI TIDAK JADI. Ini berarti mereka tidak menghormati para betina. Bahkan mencarikan makan anak-anak kita. Agar mengetahui wewenang. (TERDENGAR TEPUK TANGAN LAGI). Sudah punya istri resmi dan beberapa simpanan. ANGSA TAMPIL BERBICARA) 42 . para betina akan datang sendiri. maka para betina di seluruh dunia harus bersatu dalam sebuah wadah. TIBA-TIBA NY. karena salah kita sendiri. Bedanya. Berbeda dengan kamu. LANTAS PERGI MENINGGALKAN KAKAK TUA DAN GAGAK YANG TERSENYUM SINIS). tidak ada peribahasa semacam itu. Kemarin Itik dan Merpati yang dapat giliran dikejarkejar mau diperkosa.63. Padahal kita bisa mencari makan sendiri. 64. grusa-grusu. (SAWUNG JAGO TIDAK MENJAWAB.

Ini benar-benar tidak adil dan harus dihentikan. Drupadi itu suaminya lima. Ketiga. Kedua. Soal wayuh. begitu pula sebaliknya. Pertama. Kini kami mulai memasuki kehidupan yang sangat bebas. Kita perlu mencontoh wayang. 68. Hal itu terus berlangsung sampai kematian menjemput mereka. Tidak perlu menang-menangan. Pelikan : Saya setuju dengan Swan Song tadi. Karena dinegaranya memang kekurangan wanita dan terlalu 43 . kita harus secara aktif mengadakan pendidikan. melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang hak. jago dan betina punya hak sama dalam perceriaan. Sama sekali tidak hewani. Kami pun dulu tak terhindar dari keadaan dan situasi semacam itu. Para betina punya harga diri yang patut diakui para jago. Jadi soal tata tertib. (TERDENGAR GERUTUAN DAN MAKIAN). kita harus selalu mengkampanyekan bahwa betina bukan hanya sekedar pabrik telur yang bisa diperlakukan sewenang-wenang. tapi setiap hari diharuskan bertelur. masing-masing bisa saling menghargai satu sama lain. Angsa : Saudara-saudara. tanpa harus memikirkan pernikahan. Betina bisa melayani selusin jago. saya sampaikan beberapa catatan penting. tanggungjawab. unggahungguh dan semacamnya adalah nonsens. kita harus menyusun sebuah resolusi yang isinya antara lain: jago satu hanya boleh memiliki atau mengawini seekor betina. Kami bebas melakukan hubungan. kami dari masyarakat modern. Terlalu usang dan ketinggalan zaman. serta tugas para betina maupun jago dalam pergaulan hidup sehari-hari. Kami justru punya usulan. Menyambung langsung apa yang baru saja disampaikan Nona Bebek. Swan Song : Kami memahami betul apa yang disampaikan kedua betina terdahulu. kami dari negara yang sudah sangat modern. memang perlu dipertimbangkan kembali. yaitu Pandawa. Masak kaum betina kami selalu dikurung secara bergerombol dalam satu kandang dan tidak pernah diberi seekor pun jago. Harap jangan berisik. Seandainya dalam sebuah kelompok ayam ternyata jumlah jagonya lebih banyak dibanding betinanya atau sebaliknya. Tapi itu masa lalu. Maklum. bagaimana.66. Bikin resolusi yang memprotes sistem manusia memelihara ayam. Perkawinan bukan lagi hal yang penting. Dengan demikian. membuat resolusi buat manusia yang memperlakukan bangsa kami dengan semenamena. wewenang. (TEPUK RIUH) 67. Ingat.

Babon : Yah. Jago boleh menceraikan betina. Usulan betina lokal baru bisa dijalankan kalau situasinya seperti di Madura dan Awangga. MALAM BULAN PURNAMA. Babon : Tidak dari mana-mana. Manusia dilarang membudidayakan ayam seenaknya sendiri. Babon 71. 75. 70. yang disepakati : 1. Dengan kata lain. Dari mana. 4. Ah. Jago tidak boleh wayuh. Mbakyu. TAMPAK ASYIK. Di rumah sepi sekali. MEREKA BERDUA NGOBROL. 2. ya Jeng? (AGAK TERKEJUT). (TERDENGAR JAWABAN KOOR SETUJU). apakah pembentukan wadah dan isi resolusi disetujui. Betina bisa menceraikan jago. Katanya untuk meningkatkan usaha. Kasuari : Untuk menyatukan para betina di seluruh dunia. wayuh hanya diperbolehkan bukan karena kebutuhan seks semata. Kasuari : Dan Mbakyu mempercayainya. Betina tidak boleh wayuh. enggak kok. Malah sampai disini. 3. SEMENTARA SUASANA TAMPAK LENGANG DAN SEPI. 6. NY. 44 . Bagaimana pada semua yang hadir. KUTILANG DUDUK TERMENUNG SEORANG DIRI. dimana jumlah wanita dan pria seimbang. Kasuari : : Ngalamun. disepakati berdirinya perkumpulan betina se dunia yang diberi nama KONGRES UNGGAS SE DUNIA. TIBA-TIBA DATANG JENG BABON. begitulah. Jadi ya sering pergi. Apa Sawung Jago sering pergi? 74. Maklum. seperti yang dianut ayam ras.banyak pria. namanya saja wiraswasta. Mari Mbakyu. 73. 5. kok jam sekian masih di luar. silahkan duduk. Rumah saya sekarang juga sering sepi. 72. 69. Saya memang sengaja kemari untuk ngobrol. harus tetap diberi jago yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah betina. Kasuari : Sama. tapi karena keadaan yang memaksa. Jeng. karena di Drawati kekurangan pria dan terlalu banyak wanita. BLACK OUT BABAK III FADE IN TERAS SEBUAH RUMAH. Sementara Kresna istrinya tiga. Begitu pula yang dipelihara untuk diambil keturunannya. Betina yang dipelihara oleh manusia untuk tujuan penghasil telur.

Jangan-jangan malah sampeyan yang sudah ketularan penyakit manusia perempuan. Tapi di belakang. suami saya merupakan tipe jago yang setia. Jangan terlalu curiga. Mbakyu. Curigaan saja kerjanya. Artinya. Paling-paling untuk meningkatkan karier. Termasuk pada suaminya sendiri. Babon : Ya jelas. Kasuari : Tidak. 86. tidak-tidaknya kalau mereka nyeleweng. Dikasih kesempatan. Tapi setelah musyawarah besar beberapa waktu lalu. Dia tidak pernah menyeleweng. Babon : Weh … weh … weh. Jeng. Bilangnya nglembur. Jeng Kasuari kok jadi begitu. Senangnya kok guyon. entek ngalas. 85. 80. kadang beberapa hari. meski pergi dari rumah sampai berhari-hari. Babon 81. Ya entek omah. Babon : Masak ada betinayang punya watak seperti itu. Kasuari : Saya juga dulu punya pandangan yang sama dengan Mbakyu. ndak tahunya kencan dengan betina lain. apa seburuk itu namanya jago. TAPI SAYA PERCAYA SAMA KESETIAAN SUAMI 45 . Merekalah yang sering memancang para jago untuk nyleweng. TAPI KEMUDIAN MENGHIBUR DIRI SENDIRI). Amit-amit. Jeng Kasuari ini kok ada-ada saja. Kasuari : : Ah. Dan betina seperti itulah yang sering ngrusak tatanan. Ini serius. Bermuka dua. Kasuari : E … namanya jago kok diumbar. 79. sejak sebelum musyawarah yang baru lalu dilaksanakan. saya jadi sering mikir. buat apa tidak mempercayai suami yang terus keluar rumah untuk mengembangkan usaha. Mbok ya yang semeleh. saya tidak pernah menaruh curiga. Mbakyu. gitu. Kalau suami saya pamit keluar rumah sampai menginap. Sejak adanya Perkumpulan Betina Mardika dan resolusi yang dihasilkan beberapa waktu lalu. ya nglonjak. Kasuari : : Walah. Lagi pula. istilah apalagi itu. Para jago itu ndak bisa dilair-batini. 77. Jangan-jangan suami saya sudah kelurahan penyakitnya manusia. Tidak pernah percaya sama manusia lain. 84. 78. Para betina juga banyak yang senang bermuka dua. Saya tidak guyon. Babon : Jangan-jangan … (AGAK GELISAH. Kalau suami kita beri kepercayaan penuh. Babon 83. di muka orang banyak sangat berapi-api membela dan memperjuangkan hak kaumnya. 82. selingkuh. Jeng? Ya bukan hanya para jago yang punya watak buruk seperti itu. dong.76.

Tidak plinthat-plinthut seperti itu. Gajah midak rapak. Nyi Cendrawasih 89. (NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH TERKEJUT. Babon 97. Menikmati malam terang bulan yang indah ini. Kacau. kok. MARAH. KASUARI TERSENYUM KECUT. Kasuari : Itu kan biasa. 46 . 94. Merusak tatanan. 99. Mbok kamu saja yang menjelaskan. ayo. Ayo ngomong yang benar. Kasuari : : : Wah. Nyi Kuntil : Eh … oh … ah. 96. Begitu saja kok didramatisir. Kalian ini ada apa. 87. gitu lho. bingung aku. di tempat remang-remang. 93. AKHIRNYA BISA JUGA BICARA). 90. kami lihat pemandangan yang nganeh-anehi. TAPI SUAMI SAYA TIDAK. Kasuari 92. Tidak berperi kebinatangan. gawat. Nyi Kuntil 88. Senangnya kok bikin dhegdhegan. 98. Nyi Cendrawasih : Wong cuma anu. Ada apa. Ya. Datang-datang kok kayak orang ayan. KOK. Kami melihat suami Nyonya berdua bersama Nona Bebek dan Nona Merpati. KECEWA CAMPUR JADI SATU. SEPERTI TAK MENGETAHUI KEBERADAAN KASUARI DAN BABON). Bengak-bengok ndak karu-karuan. Kasuari : Sudah. E … e … e. Nyi Kuntil : : Nganeh-anehi bagaimana. 100. JAGO LAIN BISA SAJA MUDAH DIGODA. Babon : : Cuma apa. Ketika sampai di taman kota. anu dheng … ah. tegas. TIBA-TIBA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH DATANG DENGAN SIKAP TAK MENENTU. Begini.SAYA. Kami berdua kebetulan sedang jalanjalan. Anu apa. Nyi Kuntil : (SETELAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA. ini ada apa. Salah satu dari kalian harus bicara terus terang dan yang sebenarnya. Mbok bicara to the point saja. GELISAH. ayo. di taman kota. Mbok kalau bicara itu yang jelas. (NY. Cuma anu … e … anu … 91. Nyonya. Iya. WAS-WAS DAN TAKUT). Apa itu. Nyi Cendrawasih : Tapi mereka berkelompok secara terpisah-pisah. Mereka mungkin sedang jalan-jalan sekeluarga. nggak ada apa-apa kok Nyonya. 95. Babon : Iya.

KASUARI. NY. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : I … I … ya … 105. benar. Berpasangan! 103. BABON. Kasuari 106. tunjukkan tempatnya. gawat. Nyi Kuntil dan Nyi Cendrawasih. MENELITI TIAP-TIAP PASANGAN DENGAN TELITI DAN CERMAT. Nyi Kuntil + Nyi Cendrawasih : Baik. NAGATUMURUN DENGAN NONA ITIK DAN KAKAK TUA DENGAN BANGAU. NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH BERINDAP-INDAP MENDEKATI YANG SEDANG PACARAN.101. yang namanya keluarga itu kan ya berkelompok-kelompok. (MEREKA BERGEGAS PERGI KE TAMAN KOTA UNTUK MENYELIDIKI KEBENARAN UCAPAN NYI KUNTI DAN NYI CENDRAWASIH). DI ANTARA RERIMBUNAN TANAMAN TAMAN. Kasuari : Lho. 102. BABON BERTERIAK HISTERIS LALU JATUH PINGSAN. 108. SEMUA PASANGAN YANG SEDANG PACARAN TERKEJUT. KASUARI SERTA NY. Iya. Biasakan. Mbakyu. TAMPAK ENAM PASANG AYAM SECARA SILUET SEDANG BERCUMBU RAYU. TAMPAK NY. ADA YANG 47 . Kasuari : : : Wah. Kita harus menyelidikinya ke sana. Kasuari : Apa …! Mereka berpasangan di taman kota? 104. SUASANANYA REMANG-REMANG. DARI KEJAUHAN. Nyonya. SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN DARI KATA-KATA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH. Babon 107. SAWUNG JAGO BERPASANGAN DENGAN NONA BEBEK. Nyonya. Mereka berkelompok dua-dua. BINGUNG DAN LARI BERSERABUTAN. Ayo. GAGAK DENGAN NONA ITIK. Nyi Kuntil : Bukan begitu. BLACK OUT – FADE IN LCD TAMAN KOTA MALAM HARI TERANG BULAN. NY. JOKO PERKETUT DENGAN ANGSA.

TINGGAL NY. 111.SAMPAI BERTABRAKAN DENGAN PASANGAN ASLINYA. BABON YANG PINGSAN. SITUASI BENAR-BENAR KACAU. KEDUANYA NAMPAK GEDHAG-GEDHEG TIDAK HABIS PIKIR. Beribu peraturan dikeluarkan dan ratusan kesepakatan disetujui. Memang aneh yang namanya ayam dan manusia itu. Senang main cinta belakang. SEKEJAP KEMUDIAN PANGGUNG KOSONG.  T A M A T  48 . Sama persis dengan manusia. Nyi Kuntil : Memang mengherankan. SUARA TERKEJUT BERBAUR DENGAN JERIT KESAKITAN. Nyi Kuntil : Begitulah ayam. Nyi Cendrawasih : Mereka senang bikin resolusi. pelanggaran dan semacamnya. suka melanggar ketentuan dan kesepakatan yang sudah dicanangkan. SERTA NYI KUNTIL DAN NYI CENDRAWASIH YANG BERDIRI BENGONG. mengkampanyekan hak azasi dan mempropagandakan disiplin rasional. KASUARI DAN NY. tapi kemudian mereka langgar. 109. 110. tetap saja terjadi penyelewengan.

Ia harus direbut dan diperjuangkan………sendiri! KUD TA Sebuah Naskah Teater Remaja Oleh: JONED SURYATMOKO 49 e .Juara 3 Lomba Penulisan Naskah Teater Remaja Taman Budaya Jawa Timur 2006 Karena kekuasaan tidak gratis didapatkan.

siswi kelas II. siswi kelas III. siswi kelas II. galak.PEMAIN LINDA. guru pendamping OSIS. BUNGA. masih agak muda KEPALA SEKOLAH. siswi kelas II. mantan Jagoan BRIAN. para siwa dan siswi yang lain WAKTU Sekarang TEMPAT SMA di Indonesia. Dalam hati LINDA (selera lokal disesuaikan) 50 . RATNA. siswa kelas III. HELEN. halaman sekolah. mantan Jagoan MEYMEY. hampir pensiun IBU. NUNGKI. Kamar LINDA. siswi kelas III. ibu LINDA Untuk adegan hiruk-pikuk bisa ditambahkan lebih banyak figuran. siswi kelas III. siswi kelas II. idola kelas II dan III. mantan Jagoan KANDI. PAK ISWADI.

SINOPSIS KUDETA Tahun ajaran baru sudah mulai. Kinilah saatnya bagi murid-murid kelas II yang baru untuk melakukan kudeta merebut kekuasaan jagoan sekolah mereka. Namun tawaran itu ditolaknya. Empat murid kelas II. halaman sekolah dan juga toilet. Dengan demikian mereka bisa menguasai kantin. Bunga dan Ratna sudah harus mengikuti bimbingan belajar sejak kelas II. BUNGA dan RATNA menyadari hal itu. Baginya menjadi jagoan dengan jabatan hasil pemberian sekolah tidak akan membanggakan. 51 . Karena itulah kemenangan sebenarnya. Linda tertinggal sendiri ketika ternyata Helen juga sudah berhasil mendapatkan murid kelas III yang menjadi idola mereka. Murid kelas III belum rela melepaskan jabatan jagoan mereka. Ia juga menyadari bahwa ia harus tetap siap mewujudkannya sendiri. Masalah muncul ketika ternyata aksi kudeta mereka mengalami banyak halangan. HELEN. yakni LINDA. Murid kelas III yang baru akan segera menghadapi ujian nasional dan terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar. Satu kesempatan tersedia ketika Linda ditawari menjadi Ketua OSIS. Mereka tahu bahwa mereka harus segera menyusun rencana untuk segera menunjukkan bahwa merekalah jagoan murid perempuan di sekolah.

melengking dari ujung kanan panggung) Masa. Tahun 1904 Juan Gaona melakukan kudeta dan menjadi presiden. seperti kebiasaan kudeta berikutnya berkali-kali terjadi. Selembar demi selembar! Penonton dibiarkan menikmati jatuhnya kertas-kertas tersebut dalam diam! Setelah beberapa saat. Hanya ada beberapa kursi.sama anak sendiri ibu tega? Ibu tidak menyalahkanmu. Dengan sedikit omelan tentu saja! IBU : (tiba-tiba. menyia-nyiakan sekolah. IBU : (melengking lagi) Asal kamu tahu. Banyak pemimpin di Negara Amerika Selatan ini yang digulingkan dan digantikan dengan paksa. Sementara pada tahun 1912 kudeta dilakukan Dr. OS. LINDA : Ibu tidak tahu. Kemudian. Lampu boleh terang boleh temaram. Manuel Gondra dipaksa mengundurkan diri. Ibu percaya padamu!!!! : Selama liburan aku membaca sejarah ini.OPENING Panggung dibiarkan lengang beberapa saat. Banyak orang yang ingin sekolah tapi tak bisa sekolah. membawa buku hariannya. Ia membuka bukunya. tapi karena akan ada sesuatu yang berbeda. melengking dari ujung kanan panggung) Beras sekarang mahal! Minyak semakin mahal. berjalan perlahan ke arah salah satu kursi. Pedro Pena. OS. IBU berdiri dengan tegak di ujung kanan panggung! Memandang ke arah entah!! Ingin berkata sesuatu dan selalu ingin berkata sesuatu. LINDA muncul dengan seragam sekolah dan tas. aku harus bersyukur karena masih bisa sekolah. Tahun 1921 Dr. kata ibu. sementara aku. LINDA : (seperti bicara pada dirinya sendiri) Setiap kali aku menikmati liburan panjang dan bermalas-malasan. Tahun 1905 Dr. Tidak ada suara apapun! Pelan-pelan selembar demi selembar kertas putih jatuh dari langit-langit panggung. LINDA : Katanya. Emiliano Gonzales melakukan kudeta tahun 1908 dan Liberato Marcial Rojas melakukan kudeta tahun 1911. Kemudian duduk. IBU : (tiba-tiba lagi. Ibu tidak memaksamu! Kamu bebas berkegiatan apa saja! Tapi jangan lupa belajar!!! Ketika IBU bicara. bahwa liburan kali ini aku benar-benar menginginkan masuk sekolah kembali. Cecilio Baez melakukan kudeta. dan meneruskan menulis. Ibu selalu mengingatkan aku. Sekolah juga mahal! Tidak ada yang murah sekarang! Jadi… kamu harus belajar dengan benar!! OS. Bukan karena aku ingin belajar lagi. IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!! 52 OS LINDA . Lebih dari sepuluh kali kudeta terjadi di Paraguay..

LINDA : Ini liburan! Kita bebas kemana saja kan! BUNGA : Iya. Jangan nakal!!! Lalu IBU berlari EXIT dengan cepat sambil terus berteriak!! Seperti tak ingin terlambat! LINDA melihat lembaran kertas terakhir jatuh. HELEN : (pamer pada LINDA) AKu tahu aku harus minta maaf! Karena aku tidak membawa oleh-oleh. LINDA : Tahun ini aku sudah naik kelas II. Felix Paiva kudeta. juga tidak ingin ditanyakan! BUNGA : Memang kamu liburan dimana? Paling ke rumah nenek! Disambut ketawa yang lainnya. BUNGA dan RATNA dengan teriakan-teriakan kegirangan. Akan ada yang membuktikan siapa yang akan menjadi siswi jagoan di sekolah ini. Mereka harus turun!! Kelas III harus segera turun!!! Segera!! IBU : Jangan nakal!!!!!!!!! Sudah Ibu bilang. Musik sepotong. LINDA berhenti menulis dan melihat kertas-kertas yang masih jatuh. Aku merasa sudah waktunya melakukan kudeta. Juan Natalico Gonzales dikudeta dan…… IBU : (tiba-tiba lagi) Jangan nakal! Jangan nakal!!Jangan!! : tahun 1989 Jendral Adres Rodriguez melakukan kudeta. Suasana menjadi gaduh. Sebelum kertas menyentuh lantai. muncul HELEN. nih! Susah kalau liburan! Kerjaanya makan terus! Kita jadi gendut semua nih! Lihat! 53 . Menggulingkan kekuasaan murid kelas III.OS. OS. hampir putus asa!!) Jangan!! PAUSE! IBU terdiam tertahan!! Mendesis-desis entah apa yang diucapkannya. Ia lalu menulis kembali. tapi menyentak!! Panggung menjadi terang!! BAGIAN I Halaman sekolah 1. Jendral Higinio Morinigo kudeta tahun 1940. Tahun 1937 Dr. LINDA : Pada tahun 1936 Kolonel Rafael Franco juga melakukan kudeta. Tahun 1948 Dr. Tidak sesuatupun terjadi. Seperti ingin melarang seseorang. tidak terkatakan! LINDA : Sayangnya. OS LINDA IBU : (lebih pelan. Tapi asal kalian tahu. aku melewatkan liburan terindah kali ini! Tidak terceritakan.

BUNGA juga. kaki. Lalu masing-masing saling memeriksa satu yang lainnya.aku tidak akan melupakan perlakukan kakak kelas tahun lalu! Yang lain tertawa. LINDA : sekarang kita punya adik kelas..sampai… LINDA : (pada BUNGA) Wah. 54 . Suasana ribut kembali!! 2.kamu pakai tas baru ya!! He. Masing-masing langsung diam. naik kelas pakai tas baru!! BUNGA : Ih. tentu saja! LINDA : Aku merasa lebih.ini hadiah!! Aku tidak minta dibelikan kok …!!! HELEN : Tapi minta hadiah!!! Sama saja!!! LINDA : kalian merasa berbeda? HELEN : maksudnya? BUNGA : ya.. Lalu tanpa mereka sadari muncul siswi-siswi kelas III. Kulit mereka.. pinggul.pengalamana buruk! BUNGA : Ehm. NUNGKI : (menyindir LINDA) Wah.. kalau kalian ingat…. MEYMEY dan KANDIi.BUNGA menunjukkan badannya RATNA : Itu sih memang sudah gendut sebelum liburan! Yang lain ketawa.hm……apa ya…! RATNA : Aku tidak merasa apa-apa! LINDA : Kita sudah kelas II! BUNGA : Lantas? HELEN : aku tahu! Aku tahu! Kita jadi terasa lebih tua! RATNA : memang kita tambah umur kan? LINDA : Bukan itu! Kita merasa lebih tua karena di sekolah ini kita sekarang punya…. kayaknya ada yang tidak jadi dikeluarkan dari sekolah nih! KANDI : Iya…atau jangan-jangan ibunya merengek-rengek ke Kepala Sekolah supaya dia tidak dikeluarkan….. Kalian perhatiakan murid kelas I. he… he… kaya anak SD saja. pipi mereka.. HELEN : adik kelas! RATNA dan BUNGA menutup mulutnya! RATNA : Benar juga! BUNGA : Kita sekarang bukan yang paling bontot di sekolah ini. Mereka adalah NUNGKI. Tahun lalu kita seperti itu! Dan.

Teman-teman HELEN menyoraki!!! KANDI : Sebentar lagi? Tidak salah tuh? Kami masih setahun di sini! Itu artinya.NUNGKI.? NUNGKI : Pacar? Hm…. Lalu BRIAN. Kalian harus cium tangan pada kakak kelas. Juga LINDA.. HELEN : Kalian memang kelewatan!! Kalian sudah tua! Sudah bau tanah!! Sebentar lagi juga keluar dari sekolah ini. BRIAN : Hm……. kalian para adik kelas harus tunduk pada kakak kelas! Tidak ada tawar menawar. Tapi NUNGKI menempelkan jari temunjukkanya di bibir BRIAN.! tapi kalian harus menghadapi jam tambahan setiap hari. KANDI dan MEYMEY terbahak. LINDA : Heh! Aku tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah hanya karena pernah menjambak rambutmu dan memasukkanmu ke dalam bak mandi!! Teman-teman LINDA tertawa. Nanti aku temui kamu! Ya? 55 . jadi pecundang? Heh? Sudah menjadi peraturan tidak tertulis. nanti saja ya!! Aku baru sibuk mengajari adik-adik kelas ini sopan-santun dan kepribadian.. Ayo…. Meminta pacaranya itu menahan pembicaraan. MEYMEY mengulurkan punggung telapak tangannya seperti mempersilahkan mencium tangan. Ia menghampiri NUNGKI ingin mengucapkan sesuatu.murid-murid kelas III terlalu malas buat pacaran dengan adik kelas! Kalian kan manja! Anak kecil! Kolokan! Mereka lebih senang pacaran dengan kami!! Pada saat berbicara seperti itu NUNGKI sudah yakin benar pada omongannya. NUNGKI : Brian. kami masih punya setahun untuk menindas kalian!! Tahu? BUNGA : Ya. idola anak-anak kelas III dan II muncul dengan langkahnya yang mantap. Wajah NUNGKI jadi semakin marah! MEYMEY : Memang sih! Tapi emang enak jadi junior. Kalian harus menghadapi ujian akhir!! NUNGKI : Jangan salah! Kami masih cukup pintar untuk menghadapi ujian dan tetap menjadi jagoan!! Kalian? Hm…sepertinya masih harus banyak belajar? BUNGA : Mungkin! Tapi bagaimana dengan …. LINDA dan kawan-kawan tampak geram.

KEP. khususnya murid-murid kelas III.. BRIAN masih sempat melirik murid-murid kelas II. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dkk. P. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. ISWADI LINDA P. seperti ingin mengucapkan sesuatau tapi tak jadi. MEYMEY : Bagaimana? Kalian masih belum percaya kalau murid kelas III lebih suka pada kami? RATNA : Tunggu saja saatnya!! Tapi bagaimanapun kalian sudah kelas III. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. ISWADI : Ehm…. Belum selesai RATNA mengucapkan kalimatnya. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. LINDA dan kawan-kawan lebih lega setelah melihat murid-murid kelas III pergi. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. Mereka berlarian. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. 3. BRIAN lalu EXIT. LINDA dan teman-temannya nampak geram dengan kecentilan musuhnya itu. Namun ia kembali lagi. Jadi. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi.BRIAN semula agak ragu-ragu. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. MEYMEY dan KANDI langsung panik.LINDA? : Ya. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! MUSIK menghentak. Kamu paham? LINDA : Paham Pak! 56 . Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat. namun kemudian dia meninggalkan NUNGKI. KEP. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. Teman-teman NUNGKI nampak puas. Sudah saatnya kalian………….

tentu tidak hanya kami yang menyiapkan semua ini kan. Pak? P. kamu akan berubah pikiran! LINDA : Baik. ISWADI : Kamu tidak ada masalah dengan kelas III kan? : (kaget) Tidak Pak! : Baik! PAK ISWADI lalu EXIT. P. Saya tidak bersedia. P. LINDA : Kalau begitu saya mengundurkan diri saja sebelum dicalonkan. ISWADI. Ia hanya melihat LINDA dan teman-temannya. Begitu guru mereka itu pergi. ISWADI : Bapak tahu itu! Tapi saya mengatakan hal ini karena akan ada perubahan dengan itu. saya tidak memaksa. ISWADI LINDA P. Pak? HELEN : Ya. LINDA dan kawan-kawan melihat kepergian P. Untuk itu kalian juga harus membuat banyak persiapan. Tapi ia teringat sesuatu lalu kembali lagi. P. Saya mencalonkan Linda untuk menjadi Ketua OSIS periode mendatang.ISWADI : Baiklah. LINDA : Tapi. Dengan begitu. Tapi kamu pikirkan lagi Linda! Kalau kamu berubah pikiran hubungi saya. Linda akan banyak mengurusi hal-hal lain juga. PAUSE PAK ISWADI membuang nafas panjang seperti tahu seperti apa jawaban LINDA. Pak! Kita lihat nanti perkembangannya! PAK ISWADI lalu hendak EXIT. 4. Pak! Biasanya kami hanya terlbat di acara olah raga saja! Sesekali membantu anakanak musik dan teater memeriahkan suasana! Kami hanya penggembira. Lalu P. ISWADI : Belum! Tapi kita bisa memperkirakan kalau acara-acara rutin tahunan tetap akan berjalan. ISWADI : Benar begitu Linda? LINDA : Ya. LINDA : Itu kalau saya terpilih. HELEN LINDA : Kenapa? : Apanya yang kenapa? RATNA : kenapa kamu tolak tawaran tadi? BUNGA : Tidak semua murid di sekolah ini ditawari Pak Iswadi menjadi Ketua OSIS!! LINDA : kalian ingin tahu kenapa? 57 . Pak! P.BUNGA : Apa sudah ada undangan untuk acara-acara dengan sekolah lain. Dan saya yakin.ISWADI : Saya yakin kamu yang akan terpilih.

Ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkan mereka. Gak ada waktu untuk nonton DVD bareng kalian. LINDA : Percaya deh!!! Kelas III sudah tidak punya gigi. Ini waktu yang tepat. aku akan mengajak kalian untuk menghajar anak-anak kelas III.Ketiga temannya mengangguk LINDA : Karena. Alasan kedua adalah. … LINDA : Itu baru alasan pertama. memberi mereka waktu untuk berpikir. BUNGA : Kenapa? Karena Kepala Sekolah sudah kasih peringatan supaya mereka siap-siap ujian nasional? LINDA : Persis!!! Mereka tidak akan berani ambil resiko. Kalian lihat tadi bagaimana sebentar lagi mereka bakalan kerepotan menghadapi ujian nasional? Ini saat yang tepat! HELEN : Lantas apa rencanamu? LINDA : Mulai besok. Muncul IBU menyeberang panggung sambil berteriak IBU : Sudah Ibu bilang. Kelas I tidak akan berani mengganggu kita karena mereka masih baru. jago bikin film pendek dan. Jadi. kamu cari mati! RATNA : Mana bisa kita mengalahkan kelas III. jangan nakal! 58 . dan menganggap kita hanya anak-anak lulusan SMP? He? Ketiga kawanya diam. Heh… Ketiga kawannya diam. Masih diam. LINDA : Aku tidak mau! Aku yakin sekarang saatnya menjatuhkan mereka. aku lebih memilih kalian! HELEN : Tapi Lin. LINDA : Sekarang kalian pikir! APa kalian tidak risih melihat kelas III yang sok tua itu menguasai kantin! Makan sambil teriak-teriak seperti di rumah nenek mereka sendiri? Apa kalian mau setiap kali dapat giliran terakhir di toilet sampai antrian kelas III habis? Kalian mau. aku tidak akan punya waktu untuk bertukar jajan dengan kalian waktu istirahat. jago main gitar. semua murid ganteng kelas III yang jago basket. tapi mereka tidak akan berani berbuat apa-apa. Linda melihat teman-temannya. kalau aku menerima tawaran menjadi ketua OSIS. RATNA : tapi kelas III bakalan marah besar! LINDA : Ya. kita yang akan teriak-teriak di kantin. BUNGA : wah. jago game online semua jadi pacar kelas III.

PAUSE. Melihat gelagat aneh pada BRIAN! 59 . Dibuka. Lalu buru-buru merapikan diri. Musik menghentak.ya! : Tidak perlu gugup! : Ak…aku…tt…idak…. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Haloooo…Linda? Kamu masih di sana? : Hm…hm….IBU lalu EXIT. BRIAN! LINDA menutup mulutnya. Tapi wajah LINDA menangkap tanda bahwa ia mendapat dukungan mereka.juga cantik! LINDA hanya diam. LINDA mengambil nafas panjang dan membuangnya ke samping. Lampu BLACK OUT. : Aku mengganggu ya? : Hm…belum! : (tertawa) Kamu lucu! Dan. LINDA : Bagaimana? Mereka tidak menjawab. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Halo? : Halo. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Sedang apa kamu? : Sedang nunggu teman. Di ujung panggung yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon LINDA. LINDA masih memberi waktu. Ini aku.. BAGIAN II Kamar LINDA 1.gu…gugup!! : Ok. Linda! : Siapa ya? : Apa penting kamu tahu siapa aku? LINDA : Penting! Karena kamu menelepon aku! BRIAN : Simpan nomerku. menjauhi HP di dekat mulutnya. LINDA nampak sedang membuka-buka tasnya. AKu tahu kamu tidak gugup. Ditemukannya buku harian. Lalu HP-nya berbunyi. hendak menulis sesuatu. Aku tahu dari suaramu. Mencari sesuatu.

LINDA meneruskan menelepon. Tante! Tapi kalau dikerjakan bersama kan jadi mudah. Bu! : Ibu suruh mereka masuk ya? LINDA : (berpikir sebentar) YA! IBU EXIT. BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA BRIAN LINDA : Siapa tadi? : Ibuku! Temen-temanku sudah datang. HELEN dan BUNGA masuk kamar LINDA. IBU tertawa senang. Ajak Linda belajar! Tuh.aku tidak bisa! : kenapa? : Pokoknya tidak bisa! Sudah ya! LINDA menutup telepon! BRIAN di ujung pangung yang lain kaget. 2. LINDA : Lama banget? HELEN : Hm. Ia membuang nafas panjang lalu EXIT. IBU : Sering-seringlah main kemari. IBU. : …aku Cuma mau bilang kalau. Dari arah panggung lain (arah dimana Ibu EXIT).BRIAN LINDA : Kamu besok malam ada acara? : Hm…Dengar BRIAN! Aku …aku tidak bisa! IBU muncul menghampiri LINDA yang sedang menelepon. Berdiri di pintu kamar LINDA. IBU : Kalian pasti semakin banyak tugas sekolahnya ya? HELEN : Memang. dia sudah menunggu kalian di dalam kamar! Tante tinggal dulu ya! BUNGA : Baik. IBU LINDA IBU : Lin. teman-temanmu sudah datang! : Sebentar. Tante! IBU lalu EXIT.ada masalah! LINDA : Masalah apa? 60 . HELEN dan BUNGA muncul.. katanya! : Apa yang mau kamu ucapkan tadi? : yang mana? : sebelum Ibumu datang..

Tapi yang sekarang ini sudah keputusan final. BUNGA : Aku sudah katakan itu pada ayahku. PAUSE Suasana menjadi kaku. LINDA : memang kalau bimbingan tes kamu dapat jaminan? BUNGA : tidak juga! Tapi kata ayah. Aku tidak bisa menawar lagi. Aku tidak akan punya waktu lagi! Aku akan jadi sesibuk Ketua OSIS. peluangnya lebih besar! PAUSE BUNGA : Maaf ya! Aku tidak bisa ikut! LINDA : Tapi kalau kita nongkrong di kantin kan kamu masih bisa ikut? BUNGA : kayaknya tidak juga! Ayahku menitipkan aku ke sekolah! Aku memang masih bisa ke kantin. Karena aku semua berantakan! LINDA : Kalau boleh tahu kapan kamu tahu kalau kamu bakalan ikut bimbiungan belajar? BUNGA : Sejak minggu terakhir liburan! HELEN : Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama? BUNGA mengangguk. Atau mungkin…lebih sibuk! LINDA : Kamu tidak bisa menawar? BUNGA : Menawar itu berarti melawan! Melawan berarti mencari mati! HELEN : (pada LINDA) Lalu apa rencanamu? LINDA : harus tetap dilakukan! Hanya Bunga yang tidak bisa! Kita masih bertiga! BUNGA : Maaf ya Lin. tapi katanya belajar kelompok tidak menjamin aku dapat universitas bagus. PAUSE HELEN : Sebenarnya kita kan bisa belajar kelompok. Tapi hanya untuk istirahat! Tidak untuk menyerang kelas III. BUNGA : Maaf. ya Lin! LINDA : Tidak apa-apa! Kita masih ada bertiga! 61 . Masing-masing tidak tahu apa yang harus dilakukan. LINDA : kenapa baru bilang sekarang? BUNGA : Aku mencoba menawar seperti usulmu tadi.HELEN tidak menjawab! Hanya melihat ke arah BUNGA! LINDA : (ke arah BUNGA) Masalah apa? BUNGA : AKu harus mengikuti bimbingan belajar mulai tahun ini! Aku tidak bisa ikut rencana kalian untuk menghajar Kelas III.

Mereka EXIT. Pada saat itu KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI keluar.SEK :Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. Semua EXIT! Hanya tinggal LINDA MUSIK SEPOTONG tapi gaduh! 3. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! BUNGA : (tiba-tiba.SEK : Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. KEP. Lalu ia memencet dua kali! Memencet nomer BRIAN yang sudah tersimpan. itu untuk kelas III. HELEN : Ya. HELEN. LINDA melihat pada HP-nya. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! BUNGA : tapi kenapa ibu menyuruhku bimbingan belajar? KEP.Sepotong cahaya untuk mereka berdua. Persiapkan dengan sungguh-sungguh. HELEN berlari menyusul. BRIAN : Sudah berubah pikiran? LINDA : Besok kita ketemu! Istirahat kedua! BLACK OUT 62 . yang tadi digunakan oleh BRIAN muncul KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI. Bukan untuk kita. KEP.SEK : Saya sebagai Kepala Sekolah. Mereka menyambar tasnya dan berlari keluar! LINDA memanggil. RATNA dan BUNGA diam. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir. KEPALA SEKOLAH berbicara dengan pengeras suara! LINDA dkk berbicara dalam ketakutan dan kepanikan! KEP. BUNGA dan RATNA saling pandang. khususnya murid-murid kelas III. Di ujung panggung yang lain BRIAN muncul dengan cahaya sepotong. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! LINDA. Lalu di ujung panggung yang lain. RATNA : Aku juga tidak bisa! Semua menoleh ke arah RATNA yang baru saja muncul! LINDA : maksudmu? RATNA : aku juga harus bimbingan belajar! HELEN : tapi kita belum akan ujian nasional! LINDA : Ujian kita masih tahun depan.RATNA muncul tiba-tiba. yang sudah merasa tertekan) Kepala Sekolah selalu mengingatkan kita! LINDA : tapi itu untuk kelas III. BUNGA dan RATNA sangat ketakutan.

Seperti menemukan sesuatu yang diharapkan. Pada sebuah bangku! 1. HELEN muncul dengan canggung. LINDA : kenapa? 63 .kalau aku ya karena hanya ingin ketemu.. …ehm….! : Untuk apa? : Tidak untuk apa-apa! Hanya supaya kita impas! LINDA tertawa. LINDA BRIAN : Aku khawatir. LINDA terdiam. PAUSE LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Ada yang mau kamu katakan? : Bukannya kamu yang mengajak aku ketemu? : Ya. BRIAN : (berteriak) tapi dia pasti ke sini? HELEN : (berteriak) Dia bilang dia bakalan ke sini! Tunggu sajaaaa…! BRIAN sendirian di bangku taman. Tampak tenang dan yakin kalau LINDA akan datang. BRIAN HELEN BRIAN : Hi! : Hm…… Tunggu saja! Sebentar lagi dia juga ke sini! : Dia titip pesan apa? HELEN : Tidak ada pesan apa-apa! Dia hanya bilang kamu tunggu saja di sini! BRIAN : Hm. tapi karena kemarin kamu mengajak kita ketemu! : Eh…. Tapi. Dari arah panggung lain muncul LINDA.. …. BRIAN menunggu LINDA di sebuah bangku taman sekolah. LINDA BRIAN LINDA BRIAN : Maaf.MUSIK! Meneruskan potongan sebelumnya! BAGIAN III Taman Sekolah. BRIAN juga. : Aku sudah putus dengan Nungki.baik! Tidak masalah! HELEN hampir EXIT. kamu harus menunggu! : Maaf juga. LINDA mengerutkan kening dan menahan gembira. Sesekali masih melihat HELEN yang menghilang.

HELEN : oh. mereka sepertinya tidak peduli dengan ujian nasional. dia jadi tidak asyik lagi kalau diajak jalan. kelas III tidak lagi nyaman di kantin. HELEN muncul dari arah yang lain. Kami akan tetap jalan. lebih baik kita mencari cara untuk usaha yang lainnya. Paham? HELEN : Tapi… LINDA : Sudahlah. Kalian akan menghadapi ujian nasional.aku juga tidak bisa jawab sekarang. Mereka harus terus membaca di kelas. HELEN : tapi kamu lihat sendiri. BRIAN : Bisa kita coba dulu? LINDA menggeleng. cukuplah kalau Brian meninggalkan dia. Seperti. bagaimana caranya mulai besok. HELEN LINDA : kenapa dia pergi? Kenapa tidak kamu teruskan? : dia hanya akan menganggu rencana kita! HELEN : tapi bukankah Nungki bakalan merasa kalah kalau Brian jalan sama kamu. Jadi kalau hanya untuk membuktikan Nungki telah kalah dalam pertarungan babak awal ini. Dia Cuma bakalan bawa perkara. Kenapa kamu biarkan lepas? LINDA : Bukan Brian yang jadi trophi. Mereka masih santai-santai saja! LINDA : Siapa bilang? Nungki hanya berlagak dia tidak khwatir dengan ujian nasional! Padahal.baik! LINDA : Intinya. Brian itu trophi pertarungan ini. ya? Kenapa tidak kamu terima? LINDA : jangan dibahas lagi! Tidak penting! HELEN : Hm.. Brian memberi kita informasi penting! Kelas III kelabakan mempersiapkan ujian nasional. LINDA : Aku juga tidak asyik kalau diajak jalan! BRIAN : Tidak kalau dengan aku! LINDA : Karena aku memang tidak bisa! BRIAN : kenapa? LINDA : Hm…. Itu sebabnya Brian car-cari yang lain. 2. meninggalkan LINDA sendiri. Tapi kemauan Brian. BRIAN tidak memaksa. BRIAN : Ya. tapi bukan itu kesepakatanku dengan Nungki dulu. Tapi yang sekarang terjadi.BRIAN : Dia terlalu banyak belajar! LINDA : kalian kan memang sudah kelas III. dia sudah tidak punya waktu lagi jalan sama Brian. Dengan langkah agak lesu dia. Selebihnya kita tidak perlu mengurus Brian. Mereka harus merasa bahwa mereka terlalu tua untuk bersantai-santai di kantin. sekalipun jam istirahat. Mereka 64 .

P. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. Jadi. Belum selesai LINDA mengucapkan kalimatnya. Kelas III sudah akan mulai menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. Pak? Ada apa? : Bapak berharap tahun ini Bapak berharap sekolah kita lebih banyak mendapatkan prestasi. khususnya murid-murid kelas III. PAK ISWADI EXIT. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. tanggung jawab kalian kelas II untuk mewakili sekolah kita di banyak acara. Namun ia kembali lagi. muncul KEPALA SEKOLAH yang berdiri dengan garang membawa pengeras suara! Pak ISWADI berdiri sampingnya seperti ajudan.. ISWADI : Ehm…. Persiapkan dengan sungguh-sungguh.harus ikut pelajaran tambahan sepulang sekolah.SEK : Kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! LINDA dkk mengangguk hormat.. ISWADI LINDA P. Mereka harus ikut bimbingan belajar. PAK ISWADI mengikuti dari belakang. Kalian semua harus belajar lebih giat lagi. Kamu paham? LINDA mengangguk. 3. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. KEPALA SEKOLAH melangkah pergi dengan membawa pengeras suara dan terus meneriakkan ujian. KEPALA SEKOLAH dan PAK ISWADI mendekati LINDA dan HELEN. Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. sementara KEPALA SEKOLAH keluar. KEP. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! Musik menghentak.LINDA? : Ya. Mereka harus selalu ingat bahwa mereka akan menghadapi ujian nas…. LINDA dan HELEN saling memandang. MUSIK SEPOTONG 65 .. Kelas III EXITi. supaya kelak kalian bisa diterima di perguruan tinggi yang bergengsi!! Saya sebagai Kepala Sekolah. IBU menyeberang panggung dengan cepat! IBU : Kamu paham? Kamu paham? Kamu paham? IBU EXIT! BLACK OUT. Mereka berlarian. karena pada tahun ajaran ini kalian harus menghadapi ujian akhir.

HELEN hanya memandang LINDA yang nampak serius. adalah tempat paling strategis untuk menyebarkan kekuasaan! Lebih dari ruang kepala sekolah. dengan cara bagaimana sebaiknya aku melakukannya? Bukankah kelas III memang sudah waktunya untuk tidak lagi membuat onar di kantin? Bayangkan bagaimana rasanya jika kita harus melihat murid-murid yang sudah hampir tiga tahun di sekolah ini masih terus-menerus menuntut perhatian dari seluruh sekolahan dengan tingkahnya yang aneh! Menyanyikan lagu ulang tahun di kantin. kelas apalagi UKS! Itulah kantin! Kita harus merebutnya! HELEN : Kamu yakin! LINDA : Tidak pernah seyakin ini! HELEN : meskipun kita hanya berdua? LINDA : Bisa kita lakukan! Tergantung caranya! HELEN : bagaimana? LINDA : Kita gunakan yang sudah kita punya! BRIAN! HELEN : katanya kamu tidak akan menerima anak itu? LINDA : Aku hanya akan menggunakannya! Tidak akan pacaran dengannya! Tapi tentu saja dia harus tahu seolah-olah memang kami akan pacaran? HELEN : Jadi? 66 . ruang guru.BAGIAN IV Dalam hati LINDA Cahaya sepotong pada LINDA LINDA :Jika memang kudeta harus dilakukan. kudeta harus dilakukan! Apapun caranya! Bagaimanapun caranya! BAGIAN V Kamar LINDA 1. Tidak bisa ditawar. LINDA : Mempermalukan mereka di kantin adalah satu-satunya cara untuk mengusir mereka. tapi menghitung semuanya dengan lebih hati-hati. menyatakan cinta di kantin. Atau tinggal saja di kelas dan meneruskan belajar. membicarakan potongn rambut di kantin. LINDA : kenapa kamu tidak yakin? HELEN : Bukannya tidak yakin. HELEN : Tapi kenapa di kantin? LINDA : Kantin. bertukar foto di kantin! Pacaran juga di kantin! Bukankan mereka seharusnya memang sudah tidak perlu lagi di kantin! Istirahat kelas II di kantin! Istirahat kelas III di perpustakaan.

Bu! HP Helen ketinggalan! Aku panggil tapi mungkin dia tidak dengar. HP-mu………………! Tapi HELEN tidak mendengar. Tapi karena aku yakin dibutuhkan lebih banyak cara untuk menjatuhkan kelas III. 67 . IBU muncul dengan kawatir. dia pasti sedang dikacaukan oleh seseorang! HELEN diam. mata LINDA menangkap sebuah benda. LINDA melihat IBU yang tidak segera pergi. Mereka akan tahu dengan siapa BRIAN akan pacaran sekarang ini! HELEN : bagaimana kalau Brian tidak mau? LINDA : pasti mau! Kecuali sudah ada pengacau lain! HELEN : Pengacau? LINDA : ya. LINDA : LEN. Sampai ketemu besok. aku sengaja membuat jawabanku pada Brian masih mengambang! Jadi kalau selama masa mengambang itu dia sudah berubah haluan. Cara cadangan kalau cara ini gagal! LINDA : jangan takut! Aku punya banyak rencana cadangan! Bukan karena aku takut gagal.LINDA : Besok aku akan ketemu Brian dan mengajaknya ke kantin! Melewati barisan kelas III.tidak apa-apa! Hanya memikirkan apakah lebih baik jika kita memikirkan cara lain. nanti juga pasti kembali! PAUSE. HELEN : (tiba-tiba) mungkin lebih baik aku pulang dulu. LINDA juga tidak mengejar. HELEN EXIT dengan sedikit berlari! 2. Bu? IBU : Boleh Ibu bicara? LINDA tidak menjawab. LINDA : Ada apa. Tidak apaapa. IBU : Kenapa? Kalian bertengkar? LINDA : Tidak. LINDA juga diam. IBU tidak bergerak dari tempatnya. LINDA : kenapa kamu? HELEN : Hm…. Selepas HELEN EXIT. LINDA segera mengambilnya. Menganggap LINDA menjawab ya atas pertanyaannya. HP HELEN ketinggalan.

Ia hanya mengambil nafas panjang.IBU : Kamu sekarang sudah kelas II. Tapi IBU tidak tertarik. mereka bicara berputar-putar dulu. LINDA : Aku sudah menjelaskan kepada mereka. Dia akan mengambilnya nanti! : Kalau sampai malam dia tidak mengambil. LINDA : terus? IBU : Kamu pantas menjadi Ketua OSIS! LINDA : Ibu. IBU : Apa alasanmu? LINDA : Ya. Tapi ini Ibu. Kenapa Ibu langsung saja mengatakan hal itu? IBU : Buat apa? Kamu terlalu pintar untuk diajak bicara putar-putar bukan? LINDA : dari mana ibu tahu sekolah memintaku jadi ketua OSIS? IBU : Pak ISWADI telepon. memang kamu tidak ingin. Mungkin orang lain harus tahu alasanmu. LINDA : Ibu tidak mempertanyakan itu? IBU : Ibu yang melahirkan kamu. LINDA : Apa dia bilang? IBU : Seperti yang ibu ingin bicarakan sekarang. karena aku tidak ingin. kenapa langsung membicarakan hal itu? Biasanya kalau seorang Ibu mau merayu anaknya. jangan lupakan itu! IBU hendak EXIT tapi matanya menangkap sebuah benda. Kamu harus menjelaskan kenapa kamu tidak mau. Itu sudah alasan kuat bagiku. IBU : kamu tahu. apa yang penting bagi ibu? LINDA : Belajar! IBU : bagus. Tidak apa-apa. HP Helen. IBU Linda IBU : Itu HP Helen? : Yap. IBU merasa perdebatan percuma. LINDA : menurut Ibu kenapa aku tidak mau? IBU : Karena kamu tidak ingin jadi ketua OSIS. kamu telepon rumahnya! Siapa tahu dia mencari-cari! LINDA memegang HP Helen dan menunjukkannya pada IBU. Tidak perlu ada penjelasan. IBU kemudian EXIT 3. Tidak perlu ada penjelasan. 68 . Ibu cukup tahu kalau kamu tidak ingin.

Semua memandang ke arah entah! LINDA : Ada masalah? Apa kalian punya masalah dengan yang kulakukan ini sehingga selalu saja kalian membuat rencana ini sendiri? APA ADA MASALAH? P. HELEN : Lin. Di ujung panggung lain BRIAN nampak kaget. Tapi HP berbunyi. NUNGKI. BRIAN : Halo. LINDA sekali lagi memandang HP HELEN dan diangkatnya. Helen? Kenapa lama sekali? LINDA tidak menjawab karena begitu yakin yang terdengar suara BRIAN! LINDA menutup telepon tanpa menjawab. Nada dering masih terdengar! LINDA tidak mengangkat! Nada dering berhenti. BRIAN. IBU : (melengking) Jangan nakal! Jangan nakal! : Tapi kamu tidak mau menjadi ketua OSIS 69 KEP. LINDA meletakkan telepon. HELEN sudah bersiap hendak berlari pergi. LINDA terduduk. LINDA dan HELEN saling pandang. BLACK OUT MUSIK SEPOTONG! BAGIAN VI Dalam hati LINDA. Pada saat itu di ujung panggung yang lain BRIAN menelepon. SEK : Kalau begitu ikut saja ujian dengan kelas III supaya kamu segera lulus! LINDA : Kelas III ujian. dan HELEN. Cahaya sepotong. SEK . ISWADI : Sekolah kita harus tetap berprestasi! Saya ingin kamu yang menjadi ketua OSIS! LINDA : Saya tidak mau! KEP. Di ujung panggug yang lain sepotong cahaya untuk BRIAN yang sedang menelepon! LINDA mengangkat HP HELEN dan diam beberapa saat. Pak! Saya tidak! Saya masih kelas II. HELEN segera mengambil HP-nya tanpa mengira ada yang baru saja terjadi. LINDA HELEN LINDA : kamu sedang menunggu telepon ya? : Iya! Kok tahu? : Dari siapa? HELEN baru merasa ada yang salah! Dilihatnya LINDA yang terus menatapnya.LINDA meletakkan kembali HP HELEN. Di belakangnya berdiri KEPALA SEKOLAH. HP ku ketinggalan di sini ya? LINDA hanya menunjuk dengan matanya. HELEN muncul kembali. PAK ISWADI. HP HELEN berbunyi. BRIAN menelepon HELEN kembali. HP HELEN berbunyi. IBU. Dia diam sejenak dan penasaran.

Hanya diam! BAGIAN V Halaman Sekolah 1. akan ada pelatihan kepemimpinan. Sek IBU : Kalian………………. SEK P. SEK : Memang tidak ada yang mudah! : Bagi saya bukan itu masalahnya! : secara organisasi itu yang akan menjadi masalah! Kalau kamu merasa belum mampu.Jangan nakal! : Kenapa kamu mengambil BRIAN? Kenapa kamu? NUNGKI HELEN : Bagaiamana caranya? Dari arah berlawanan RATNA dan BUNGA muncul. PAK ISWADI berada di samping KEPALA SEKOLAH sebagai ajudan. masuk dalam potongan cahaya dengan paksa!! Beberapa yang tersenggol ambruk!! BUNGA : Aku harus ikut bimbingan belajar! RATNA : Aku juga! LINDA : Ini sudah waktunya! SUDAH WAKTUNYA! BLACK OUT TANPA MUSIK. Kamu akan diajari banyak hal untuk menjadi ketua OSIS dan mengatur anak buahmu! LINDA : Bagi saya masalahnya adalah kemauan! Saya merasa saya bukan orang yang tepat! 70 . SEK LINDA KEP.. Kep. ISWADI BRIAN : Bisa kita coba dulu! Dia terlalu banyak belajar! LINDA : Kamu menunggu telepon? IBU : Lin. itulah pertanda kemenangannya! Kamu sedang menunggu telepon? HELEN : dari mana kamu tahu? IBU : Sudah ibu bilang….. Seperti biasa! KEP. teman-temanmu sudah datang! : jangan senang dulu! Tahun depan giliran……. : Ujian!!!!!!!!!!!!!!!! : kalian tidak ada masalah dengan kelas III kan? KEP. LINDA sedang berbicara dengan KEPALA SEKOLAH.LINDA : Ketua OSIS dan ujian? Itu sama menakutkannya dengan perang nuklir! BRIAN : kenapa tidak bisa jalan sama aku? NUNGKI : kenapa kamu mengambil BRIAN! HELEN : kenapa kamu menolak? LINDA : Brian bukan trophinya! Tapi kemauan Brian meninggalkan Nungki.

LINDA sudah mundur beberapa langkah! MUSIK FADE IN bersiap mengiringi adegan laga yang kemungkinan akan terjadi spekakuler. SEK : jadi apa yang kamu inginkan? LINDA : Saya ingin menguasai kantin. sekali lagi mengingatkan: UJIAN!!!!!!!!! UJIAN!!!! MUSIK menghentak. itu pasti hanya perasaannya saja! Yang benar terjadi adalah itu pemberian. SEK : Kemauan bisa dipaksakan! LINDA : Itulah masalahnya. KEPALA SEKOLAH hanya tersenyum. toilet. PAK ISWADI juga tersenyum. Itulah sebabnya orang menyebutnya perjuangan! LINDA : Setidaknya saya menginginkan yang perjuangan itu! Dalam arti apapun! KEP. (mengulang adegan sebelumnya di BAGIAN I) KEP. Lebih bergemuruh dari sebelumnya!! 71 . Hanya saja terjadi pada waktu yang bersamaan. SEK : Tidak ada di dunia ini yang merupakan hasil perjuangan! Itu semua pemberian! Kalau orang merasa berhasil mendapatkan sesuatu karena perjuangan. lapangan parkir motor! Tambah satu bidang lagi. khususnya murid-murid kelas III. IA memberikan pengeras suara kepada KEPALA SEKOLAH.KEP. KEP. SEK : PERHATIANNNNN!!! Perhatian semuanya!! Sebagai Kepala Sekolah saya mengingatkan pada kalian semua. SEK : Dari laporan Pak ISWADI kamu sangat sukses menjadi koordinator bidang tahun lalu. Itulah sebanya. SEK : Tapi itu area pemberontak! Jangan-jangan…. LINDA : (berteriak mengomando peperangan) SERBU!!!!!! Tapi hening! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Sepi! LINDA mengulang sekali lagi LINDA : SERBU!!!!!!!!!! Tapi hening! Semakin sepi! LINDA mulai meragukan dirinya sendiri.? Terlambat. trotoir depan sekolah kita! KEP. saya tidak mau memaksa diri saya sendiri. PAK ISWADI memberi rekomendasi supaya kamu masuk bursa calon ketua OSIS! LINDA : Itu bukan perjuangan! Itu pemberian! KEP. halaman sekolah. Saya sebagai Kepala Sekolah.

Mereka saling memandang beberapa saat! LINDA hendak mendekat. MEYMEY dan KANDI muncul tiba-tiba di sekeliling panggung dan langsung panik.dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah! LINDA : tapi kamu akan kalah! NUNGKI : (memotong dengan berteriak cepat) Dengar baik-baik!! PAUSE NUNGKI : Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengaku kalah meskipun kamu nanti sudah menjadi jagoan di kantin. kalian jangan senang dulu! Tahun depan giliran kalian!! 2.Murid-murid kelas III yakni NUNGKI. KEP. kalau kamu sanggup melakukan yang dulu aku tidak mampu lakukan! 72 . LINDA terdiam.. di tempat parkir sampai toilet! Kamu boleh kuasai semua itu tapi. KEPALA SEKOLAH masih juga mengulangi kata-kata ujian. Semua sudah EXIT.SEK : Kelas II. MUSIK PAUSE Panggung lebih sepi. lebih baik kuhajar teman seperti itu! LINDA : Itulah bedanya kamu dan aku! Aku tidak pernah serendah itu dalam berteman! NUNGKI : Benarkah? Masalahnya adalah.aku tidak akan mengaku kalah! Kamu mengerti? LINDA : Lalu? NUNGKI : tapi aku akan mengaku kalah. anak kecil! Apa saja yang sudah kamu pelajari selama dua minggu menjadi anak kelas II? LINDA : Apa pedulimu? NUNGKI : Apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi siswi jagoan sekolah ini kan? Dan itu artinya. NUNGKI mengangkat tangan menyuruh LINDA tetap menjauh. sampai dimana usahamu! LINDA : Berjalan baik! Tidak ada halangan! NUNGKI : Tidak ada halangan? Yang benar saja? Lantas kenapa kamu sendirian? Dimana kawan-kawanmu yang lain? LINDA : Mereka ada urusan lain! Jadi tidak ada waktu untuk berurusan dengan kamu! NUNGKI : Betapa enaknya punya teman kamu! Masih melindungi teman yang mengkhianati! Kalau aku. Mereka berlarian.. NUNGKI : Bagus. kalian tentu tidak akan berjalan sendiri-sendiri jika masih berteman. kamu sedang ingin menyingkirkan aku! Tentu saja aku ingin tahu. NUNGKI mengawasi dengan hati-hati! NUNGKI : Heh. Kecuali LINDA dan NUNGKI.

KEPSEK : UJIAN.LINDA : Apa itu? NUNGKI : tetap melakukan rencana ini! Kamu tahu. aku tahu! Bagaimanapun aku tetap akan pergi dari sekolah ini! LINDA nampak ingin mengucapkan sesuatu lagi. LINDA NUNGKI : Kenapa kamu katakan ini kepadaku? : Karena. MUSIK FADE OUT LINDA sempat memegang tangan NUNGKI yang berlarian di tengah hiruk pikuk. Itu capaian tertinggi dari seorang jagoan! Jika kamu berhasil melakukan itu. Lalu pelan-pelan NUNGKI bergerak hendak meninggalkan. Kita harus siap bekerja sendiri. NUNGKI kembali berlarian! Musik bergemuruh kembali. Tapi sebelum EXIT dia melihat ke arah LINDA yang masih melihat ke arahnya. NUNGKI juga masih memandang LINDA. Suara dan teriakan KEPALA SEKOLAH masih terdengar berteriak-teriak. sebenarnya pada saat itu juga kita harus siap ditinggalkan. pasti karena waktunya yang bersamaan dengan pemberian! Ini bukan perjuangan! Ini pemberian. pada saat kita sepakat untuk bekerja sama dengan orang lain. Termasuk MEYMEY dan KANDI. NUNGKI : Kita harus siap bekerja sendiri!! Lalu tiba-tiba suara KEPALA SEKOLA terdengar lagi. Hiruk-pikuk kali ini paling ramai. Tetap ingin mengucapkan sesuatu! LINDA : Mungkin benar apa yang diucapkan Kepala Sekolah! Tidak ada hasil perjuangan! Semuanya adalah pemberian! Kalaupun ada keberhasilan. tapi pegangannya lepas. IBU : (melengking tinggi) Ini bukan perjuangan! Ini pemberian! Jangan nakal! Apa Ibu bilang? 73 . Murid kelas III yang lain berlarian. Mereka berpegangan. Sementara di ujung kanan panggung IBU tetap berdiri dan tetap menatap ke arah entah.UJIAN!!!!!!!!!! NUNGKI hampir panik meninggalkan. Lalu NUNGKI sedikit mendekat dan bersiap-siap mengucapkan sesuatu. suasana hiruk pikuk lagi dan musik kembali bergemuruh.. Matanya masih terus melihat ke arah NUNGKI. aku baru akan mengaku kalah! LINDA terdiam. OS. LALU semua FADE OUT! MUSIK dan LAMPU FADE OUT! ENDING Cahaya sepotong untuk LINDA yang duduk di sebuah kursi.

pada saat itu juga sebenarnya kita harus bersiap untuk bekerja sendiri. Nina 02. LAMPU FADE IN. Togi 03. LINDA : (berkali-kali dan semakin yakin) Kita harus siap ditinggalkan! Kita harus siap bekerja sendiri! IBU LINDA IBU : (menyela. suara keibuan) Lin. Lalu pelan-pelan ia berdiri dan mencoba menangkap kertas-kerta yang sedang melayang jatuh itu. ia tidak akan terkalahkan! Karena aku juga tidak memperjuangkan sesuatu! Kemenangan ini hanya ada justru ketika aku terus melakukannya. bukankah di situlah artinya perjuangan! IBU : (melengking tinggi) Kita harus siap ditinggalkan! Apa ibu bilang? Selembar kertas putih jatuh. Satu persatu ditangkapnya. Dia kemudian menjadi bertambah sibuk menangkap lembaran kertas itu. Bu! : Ayo masuk! Sering-seringlah kemari! Ayo masuk! Ajak LINDA belajar bersama! Tidak ada satu temanpun yang datang! Tidak ada teman yang masuk! IBU tetap menyambut! LINDA menangkap kertas sendirian! BLACK OUT MUSIK PENUTUP SELESAI YOGYAKARTA. Kakak Nina : Pelajar SMA : Abang ipar Nina : Istri Togi 74 . tidak melengking.LINDA : Mungkin juga benar kata Nungki. menjadi semakin terang! Selembar kertas lain jatuh lagi. teman-temanmu sudah datang! : Suruh saja masuk. Lalu seperti OPENING. April 2006 JUARA Harapan 1 SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong Para tokoh: 01. Benar! Pada saat kita sepakat bekerja sama dengan orang lain. selembar demi selembar kertas jatuh! LINDA masih memandangnya. Kita harus siap ditinggalkan! Karena.

04. Dandi 05. Tono 06. Ruri 07. Tuti 08. Orang 1 09. Orang 2

: Pacar Nina : Pengagum Nina : Teman Nina yang sering iri : Teman Nina : Kelompok Ruri : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah 11. Guru

PARA PELAKU TIDAK BICARA

1 KANTIN SEKOLAH. PAGI. LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT. BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA. PARA MURID MENARI DAN MENYANYI Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu… Andai tak ada gedung sekolah Mungkin belajar di jalan raya Berbaur dengan pedagang kaki lima Menggelar alas koran di trotoar kota Wo wo wo… Tiba saatnya istirahat sekolah Ya ya ya… Lupakan sejenak ilmu eksakta Ya ya ya wiyuuu…
75

Bukannya benci belajar Bukannya tak ingin pintar Tapi hati ingin senang sejenak Istirahatkan otak walau sesaat Wo wo wo… Ye ye ye… TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK. Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku. Nina : taman? Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. Ruri : Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET) Dari siapa? Apa pesannya? (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC. Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina : Ruri :

Nina :

(MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA) Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS) LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. 2 DALAM KELAS. SIANG. MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI. RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA. Ruri : (MENYANYI) Hai teman-teman Ada berita bagus Bukan akal bulus Kalian tentu senang Sini sini aku bisikkan Di antara kita semua
76

Ada yang ihh… nggak tega Semua Ruri : : Ada apa sih Bikin penasaran Di antara kita semua Salah satu teman kita Sudah bercinta tadi malam ah ah ah… Bukan hanya itu saja Tapi ada kondom dom dom dom : Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Semua Ruri :

Eee… Sini…Sini (BERBISIK) Nggak mungkin. Nggak mungkin. Nina itu anak baik-baik Nggak mungkin berbuat tak baik. Pacarnya alim Belajarnya rajin Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enakenak? Salah. Justru mereka lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan? Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka? Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih. : Huuu…

Semua:

Ruri

:

Orang 1: Ruri :

Semua

Ruri

: Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC, terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya. Apa? Apa? Apa? (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK KELAS.) Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga. MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Semua: Ruri :

Orang 2: Semua: Orang 1: Semua: Orang 2:: Orang 1:

(LATAH) Kondom…kondom eh kondom. (TERTAWA) (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom. (TERTAWA) Udah nggak keset keset keset lagi dong? Blong?
77

Orang 2: Ruri :

Bolong? Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya? Enak tenan… sst sst sst! (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA MENATAP ANEH. GURU MASUK.) LAMPU BERUBAH 3 RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE. TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Semua: Nina :

Togi : Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP… PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau antena atau KI PET tapi SIM KART. SIM KART lama diganti dengan yang baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik. Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.

Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapekcapek ria mendata lagi nomor-nomor telepon. Satu-satu masukin punya ibu Dua-dua masukin punya ayah Tiga-tiga masukin punya istri Satu dua tiga baru yang lainnya. Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.

78

Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda. Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain. Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon!

Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besarbesaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita. Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawincerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.

Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh! Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat. Kakak Nina: Siasat apa? Togi : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!
79

Togi

: Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis. Pinjam dong ! Sebentar saja. Togi : Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina: Ya sudah. Pinjamnya lama. Togi : Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina: Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja. Togi : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan HP Untuk SMS. Apalagi istri. Kakak Nina: (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR) Togi : Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan. Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)

LAMPU BERUBAH

4 DALAM KELAS. PAGI. MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI. Nina : (MENYANYI) Kepada angin dan matahari Kemana jawab akan kutemui Tak tahu aku apa yang terjadi Seolah aku kembang bangkai mati Baunya tajam menusuk nurani Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi

Apalah arti hidup begini Seperti mati Sendiri dan sepi Perjalanan kehidupan Butuh teman untuk berbagi Walau tak abadi tapi berganti Sesaat saja dibutuhkan hati Hati yang damai Teman yang ramai
80

Urusannya bisa panjang. menyatakan salah kirim SMS. Apa dia sudah tahu lagi? Nina : Itu aku yang beritahu. Malah ingin Kenalan lebih jauh. Untung dia belum tahu rumahmu. Terus sampai juga ke keluarga. Isi SMS itu benar. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia. Eh malah SMS lagi: istriku bisa saja. aku ikut bertanggung jawab. Tuti : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. Dia menge-SMS berkali -kali. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang memang benar. Tapi dia tidak mau mengangkat. Niatnya hanya menggoda kamu. Tuti : Tapi Nina. Pertama-tama jadi saksi lalu terdakwa. Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. Takut lah. Kamu anak baik. Aku butuh kejujuranmu. Tuti : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon? Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia. Tuti : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Aku tidak tahan lagi tatapan mata aneh teman-teman karena SMS pertama itu? Tuti : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. Berharap supaya dia mau mengirim SMS. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Tak usah risau. Tapi jujur Nin! Kita kan sahabat. Main-main. Bukti itu akan jadi alatku melawan gosip miring yang beredar. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah. masalah tempat tinggal dia tidak kuberitahu. Malah balas SMS: hemat pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja. bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak dikenal. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu tadi. Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak usah malu atau sungkan.Jadi. Aku percaya kamu seratus persen. Mengejak bertemu. Tapi tidak ada Hubungannya denganku. Bukan hanya orang lain atau tetangga yang ditipu. Nina : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku.Tuti : Aku masih sahabatmu. Nanti ada apa-apa. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku membersihkan nama. Aku ini anak sekolah. Maksudku. 81 . Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. Gawat. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru. Dia tahu sekolahmu. agar dia percaya kalau dia salah SMS. Kamu tahu sendiri kan? Nina : Kamu sahabat sejati Tuti. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak akal. Nina : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu memang benar. Itu saja. Tuti : Terus mau? Nina : Ya tidak. Nina : Aku cuma ingin jujur. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting? Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. Kopi darat. Untungnya. bisa gawat. bahkan istri dan anak tega ditipu. tidak mungkin kita saling kenal. Nina : Sudah.

kamu harus menanggalkan. Tidak Ibu sangka. Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai. melepaskan aib. Serigala berbulu domba. Tanggalkan bulu domba itu! Nina : Saya tidak pakai bulu Bu. Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Kepala sekolah: Kamu cantik hari ini. Ibu bisa saja. Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat. Nina : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib. Nina : Baik Bu. Tuti : Sementara diamin saja Nin. Nina : Ah. Apa masalahnya Bu? Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. 82 .Guru : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah. Bukan Ibu. Kepala sekolah: Maksud saya. Terima kasih. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH 5 RUANG KEPALA SEKOLAH. (DILIRIK GURU) Bukan. melepaskan aib dari Sekolah ini. (KE KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan bermain dengan teman-teman. Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis! Nina : Selamat pagi juga Ibu cantik! Kepala Sekolah: Haus? Silahkan minum! Nina : Tidak Bu. Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya? Nina : Kondom? Kepala sekolah : Memalukan.

(GURU DAN RURI KELUAR) Nina : Bu. Kepala sekolah: (KE PENONTON). (GURU DAN RURI MASUK) Guru : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH) Kepala sekolah: Baik. Benar! Tidak mencuri kondom siapa. Nina : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. Kenapa Bu? 83 . Salah kirim. Saya mengagumi pak Gatot. (SADAR) Ooo. pintar mengajar dan kebetulan rumahnya searah rumah saya. Terima kasih. Nina : Saya tidak ada apa-apa Bu. Itu tidak benar. Kalau dia mau jadi pacar. Berpacaran dengan gurumu sendiri.Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik kitik! Itu masalahnya. saya tidak keberatan. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran dengan pak Gatot. Tahu? Masih mau membantah? Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu? Nina : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu.siapa. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari kelas. Tidak. Saya memang menyukai pak Gatot. Masalah SMS Kamu bantah. Saya juga mau tahu. Kepala sekolah: Nina Nina. Saya akan siapkan surat pemecatanmu dari sekolah ini. Dilarang. Itu sama sekali tidak etis. masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu. Tidak baik seorang murid berpacaran dengan gurunya. jangan Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar -benar tidak saya kenal. Jadi sering jalan bersama. Sulit bagi Ibu mempercayaimu. saya benar-benar tidak bersalah. Mohon. SMS itu salah kirim Bu. simpatik. Dia ganteng.

Kalau tidak ya bye bye. Nina : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP. Pokoknya kamu harus dapat bukti. Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu. Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur. Nina : Baik bu. Malah mengajak kenalan segala.Kepala Sekolah: Saya mau tahu. Ibu butuh bukti. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari. Silahkan cuap-cuap apa saja. Kamu bisa berceloteh apa saja. Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah -pahaman! Kesalah. Nina : Ruri : (MASUK KELAS) (MENYANYI) Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Teman-teman: Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii Ruri: Tak punya malu sedikitpun Apa guna hidupmu Kalau bernoda dirimu Semua : Nah lo ini dia Gadis manis sok manis Tapi bau amis hiii Nah lo ini dia Putri manis bukan gadis Hiii 84 TAK BERMORAL SECUILPUN . Sudah. Eh. Saya menelepon langsung. Bagaimana caranya. maaf.kiriman SMS. Ibu tidak ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Juga sudah saya SMS. LAMPU BERUBAH MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS. Hmmm… baik-baiklah. Hubunganmu dengan pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut. Tapi dia tidak menggubris. Tapi Ibu butuh bukti.

! LAMPU BERUBAH 6 SUATU TEMPAT. SORE. Toh aku akan 85 . Aku mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian. Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin. Dandi : Nina : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya? Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah? Atau? Baiklah. Dandi : (MENYANYI) Kekasih Benarkah berita yang kudengar Jangan jadikan aku sedih Aku ingin kejujuran Kejujuran Apalagi yang bisa kuharap Semoga dewa cinta Masih menyatukan hati kita Kalau tidak Apa yang bisa kulakukan Bila berita itu benar Aku dibohongi selama ini Dibohongi beningnya mata Dan lembutnya kata dari mulutmu Apa aku kau bohongi Nina: (MENYANYI) Tidak kekasih Semua itu tidak benar Kesalah paham semata Dan salah kirim Hhhh… Aku tak percaya Aku tak percaya Tak bisa percaya begitu saja Pasti ada sesuatu yang salah Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini pun telah diketahui kedua orang tuaku.Semua Nina : Semua : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he! (KELUAR SAMBIL MENANGIS) : Huuuuu…. Mereka menasehati menjauhimu. Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu.

Percayalah! Dandi : Tidak.kehilangan itu suatu saat. Tidak ingin berpisah darimu. Bila aku kehilanganmu. Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Gampang sekali tidak percaya padaku. Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please! Nina : Setidaknya bukan masalah kematian. Aku masih suci Dandi. Sekalinya ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Nina : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai menghadang? Baru angin kecil saja. Tidak. Lalu dengan cara apa kubuktikan. Walau harus melakukan dosa paling besar aku rela. takut dosa. Kamu ingin menjebakku dengan tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu? Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang telah meninggalkanmu? Tidak. Tidak sekalipun ada niat menghianati. tidak tahu harus berbuat apa. sudah menyerah. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 86 . Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa. tidak terpikir lagi. Aku tidak bodoh. Berat akibatnya kalau semakin terjerumus. Janji yang pernah kita buat anggap tidak pernah ada. Kita harus saling melupakan. Apa salahnya mempercepat. Anggap masa lalu. Aku tidak akan terjebak. Nina : Sudah lama kita pacaran. Asal tidak kehilangan dirimu. Aku patuh padamu seumur hidupku. Carilah tempat yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat. tidak pernah melakukan hal buruk. Kau setuju dan tidak pernah meminta lagi. Titik. Tidak ingin kena getah perbuatanmu. Aku tidak mau lagi melakukan. Ayolah! Dandi : (TERTAWA) Tidak. Aku mencintaimu Dandi.

(MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu (MENANGIS) LAMPU BERUBAH Tono : Nina : (HENDAK MEMELUK) Hei! Tono : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi. (HENDAK MEMELUK) Nina : Apa-apaan sih? Tono : Kalau tidak mau. Maling profesional. Kabur! (KELUAR) (MENYANYI) Kepada siapa lagi mengadu Tidak ada yang percaya Bahkan kekasih hati Orang pertama mencium bibirku Tidak percaya lagi Ooo… dunia kemana harus pergi Adakah ujung dunia tempat mengadu 87 . Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak mau. Jeli Memanfaatkan kesempatan. Ayolah! Nina : Tono : Nina : Tolong! Beneran teriak lo. Tono : (TERTAWA) Aku memang maling. Nina : Berani macam-macam akan kuteriaki maling. Biar dipecat jadi anak. Sekarang kesempatanku memilikimu. kulaporkan ke keluargamu. aku puas kamu aman. Akan sama-sama senang.

Posisi. Dengan perjuangan keras. Kakak sembuyi tidak jauh darimu. Pura-pura sibuk. Apalagi istri tidak memberi jatah. siang-malam. Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu. Begitu ada apa-apa. Ayo! Tolong! (MENGEJAR TONO) LAMPU BERUBAH 7 TAMAN. Kakak Nina: Bilang sudah dekat! Togi : Oh. Hasrat meledak. Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi. Sedikit cuek. posisi? (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS. Tempat romantis. Nina : (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak. burung hendak keluar dari sarang. Pagi-sore. Pucuk dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha… SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. Togi : Ciluk ba! Ketemu lagi.Tono : Nina : (MASUK LAGI). SORE. Makin tidak sabaran. Taktik tarik ulur mendapatkan mangsa. baik hati. Kakak akan teriak memanggil orang. dia tanya posisi. akhirnya dia mau bertemu. terus menerus. ramah. Kita tangkap dia dengan 88 . buruuung kau sabarlah! Nina : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak? Kakak Nina: Tidak usah dulu. Lagipula banyak penonton. Mas pasti ganteng. sudah dekat. Pura-pura jual mahal. O. Di taman lagi. MEREKA DALAM PERJALANAN MENUJU TAMAN). Tanya dulu ah sudah dimana posisi. kepala mau pecah. Taman dekat jalan besar.

tangan sendiri. Kita sudah di taman. bantuan datang.. Huh! Harus bisa kujelaskan segala masalah ini. Ayo jalanlah! Togi : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya takut lewat sini. Nina : Alaa… sama kucing saja takut. Kacau kalau ketahuan. MEMBACA) Aku sudah di taman. mungkin diminta kakak ikut mengawasi kalau terjadi apa-apa. (SMS MASUK. malah datang dua orang yang tidak diharapkan. Huh! Nina : OK. Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga. Kakak Nina: Kucing beda. ada istriku di sini. Tapi agak takut Kak. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK) 89 . Tinggal teriak. Semoga secepatnya bisa bebas dari tatapan sinis teman-teman. Dia belum Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Bisa kacau pertemuan. Nina : Tadi si Abang bukan ya? Oh. Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat. Ciat. Kok semua serba kebetulan ya? Aku sedang menunggu sesorang eh. Daging apa saja. Aman. kamu dimana? Togi : Wah gawat. Nina : Laki-laki juga seperti kucing. Kakak menunggu di sini. sangsi kepala sekolah dan Dandi (MENANGIS). Orang-orang juga siap membantu kalau kakak beraksi. Kakak gemes ingin menjitak kepalanya. suka daging mentah. Cari tempat sembunyi. Bulunya bahaya buat rahim wanita. Sudah dua orang menemani. Kakak Nina: Sudah jangan menangis! Masalah ini segera selesai.

BIAR TENANG. Kakak Nina: (SMS MASUK) SMS dari Nina. CEK PULSA. ADUH! NINA KOK MALAH KE KAKAK NINA: SI ABANG NGAPAIN MENGENDAP-ENDAP DI SITU? TADI KATANYA MAU REUNIAN SMA. ABANG IPARNYA SUDAH DI SINI. BANG! BANG! TOGI : ISTRIKU TAHU. SUDAH NOL. ADUH! DIA MEMANGGIL LAGI? TANDA TANDA GAGAL. PANTAS. SENT. YAH UNSENT LAGI. Kamu dimana? Dia sudah di sini.G SPASI T-O-G-I SPASI D-I SPASI S-I-N-I TITIK T-E-N-A-N-G SPASI S-A-J-A. KOK ADA DISINI? 90 . Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina. Harus pindah lokasi.(MEMBACA) Aku juga sudah di sini. Bagaimana ya? (MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A spasi S-A-J-A tanda seru A-K-U spasi I-K-U-T spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G titik Nina : (SMS MASUK) (MEMBACA) Aku sudah di posisi. YES. KOK UNSENT. kalau tidak barabe. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar . PESAN SUDAH DELIVERED. Buruan ya! TOGI : SINI? ADUH! HARUS PINDAH POSISI LAGI. AH. (MEMBACA) Dia ngajak pindah Tempat ketemuan. NINA : MANA DIA? (MENGETIK) A-K-U SPASI S-U-D-A-H SPASI D-I SPASI P-O-SI-S-I SPASI. KOK ADA DI TAMAN INI? NINA MINTA DATANG KALI? AKU KASIH TAHU NINA. K-A-M-U SPASI D-I SPASI M-A-N-A TANDA TANYA. (MENGETIK) B-A. TITIK. Wah gawat.N.

S-I-N-I . AMAN. TADI TOMBOLNYA AGAK MACET. KAKAK NINA: (MENGETIK) B-A-N-G . ABANG COBA DULU.P-E-R-T-A-M-A T-A-D-I. KAKAK NINA: PINJAM HP DULU! MAU SMS. CUCI MATA SAJA. BANG TOGI? KOK DIA SMS PAKAI NOMOR INI? KENAPA YA? OOO… DIA PASTI SUDAH MENANGKAP ORANG ITU. BYE. MAU KEMANA LAGI SIH BANG? NINA : (SMS MASUK).D-E-K- A-T .M-E-N-U-N-G-G-U . TOGI: HARUS SENDIRI-SENDIRI BIAR SERU. AYO! BURUAN DELETE. APA SIH YANG MESTI DIRAHASIAIN. ABANG MENG SMS LEWAT 91 . UNTUK APA LIHAT WANITA LAIN? ISTRI SENDIRI LEBIH CANTIK DARI SEMUA YANG ADA? AKU PERGI BERAKSI DULU YA. KITA DI SINI SAJA. BOROS SIH SMS MELULU. (KE DIRI SENDIRI) UPS. JADI ABANG KE TAMAN. EH MAU KEMANA? TUNGGU DULU. BISA KETAHUAN ISI SMS DARI SI GADIS CANTIK. NGOMONG-NGOMONG SUDAH.T-O-G-I .KAKAK NINA: DI SINI? NEMENIN NINA. NIH! TOGI : JALAN-JALAN DOANG. LHO ABANG KAN MAU REUNIAN? KOK TOGI: OH? REUNINYA DITUNDA.T-E-M-P--T-M-U . SILAHKAN PUTRI. TERNYATA TIDAK MASALAH LAGI. JANGAN BANYAK-BANYAK! KAKAK NINA: TOGI : ADA RAHASIA YA? PAKAI DIUTAK-ATIK. KAKAK NINA: TOGI : LIHAT CEWEK? OH? TIDAK.D-I .

I-T-U . DASAR KUCING GARONG. NINA : ABANG? IYA! DIA BARU GANTI NOMOR. TOGI: TAPI? TIDAK ADA TAPI-TAPIAN (MENARIK TOGI).L-A-K-I . K-A-K U-D -A-H . KALIMAT INI KAKAK YANG KIRIM PAKAI NOMOR….T-A-D-I. PENGGANGGU NINA ITU TERNYATA KAMU.M-E-N-U-J-U . HEBAT. KAMPRET. KAKAK NINA: OOO.T-E-M-P-A-T M-E-N-U-N-G-G-U .P-E-R-T-A-M-A .K-E-T-A-N-G-K-A-P . TOGI : AMPUN! AMPUN! 92 . DASAR SUAMI MATA KERANJANG. KAKAK NINA: SANA SEBENTAR NEMUIN NINA. ADIK SENDIRI MAU DIMAKAN.-SMS LEWAT HP SI PEMBUAT SUSAH ITU. NOMOR BANG TOGI DI KAKAK NINA: HP-MU SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI. TAPI MANA LAKI-LAKI ITU? MEREKA BERDUA SAJA. (SMS MASUK) JANGAN KEMANA-MANA DULU! KITA KE L-A-K-I .S- KAKAK NIAN: TOGI : (KESAL) NINA : ITU MEREKA. NINA : DIA SMS PAKAI NOMOR LAKI-LAKI ITU. ABANG IPARKU BENAR-BENAR -BENAR HEBAT (MENGETIK). DIA TIDAK MENANGKAP ORANG. BANG MANA ORANGNYA? SUDAH DIBAWA POLISI ATAU KABUR? KAKAK NINA: ORANGNYA? SIAPA? DARI TADI AKU DENGAN ABANGMU KOK. DIA SUDAH KETEMU YANG MENGGANGGUNYA. NOMOR LAKI-LAKI ITU? SINI LIHAT! YANG MANA? KAKAK NINA: NINA: YANG INI.A-K-U .

LAMPU BERUBAH

SEMUA PEMAIN: (MENYANYI) HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN TAK SELAMANYA KEJUJURAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN BERHATI-HATILAH JANGAN PULA PERCAYA SAJA PADA TEKNOLOGI YANG CEPAT BERUBAH MESKI MUDAH TAPI AWAS KADANG ADA NEGATIFNYA WASPADALAH TEKNOLOGI PUNYA DUA SISI BISA BAIK, BISA JUGA JAHAT PERGUNAKAN SESUAI FUNGSI JANGAN PAKAI UNTUK KEJAHATAN HATI-HATI DALAM KEHIDUPAN WASPADAI SETIAP KEJADIAN BISA-BISA NIKMATNYA MIMPI BERUBAH JADI MIMPI SETAN YOI YOI YOI YOI… YOI YOI YOI YOI…

### SELESAI ###

JUARA HARAPAN 2 NINA BOBO
KARYA : ROY AGUSTINUS

93

SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (MENANGIS)

KEJAM! BENAR-BENAR KEJAM! HUHUHU… KATANYA CINTA TAPI TERNYATA SELAMA INI DIA JUGA PACARIN CEWEK LAIN. KALAU DULU DIA PASTI SELALU NGERAYU, HONEY, HONEY, I LOVE YOU. HONEY, HONEY, CINTAKU. HONEY, HONEY, KU SUN DULU. MERAH BIBIRMU SEMERAH GELORAKU PADAMU. HUHUHU… DASAR PLAYBOY! BUAYA! SEKALI BUAYA, TETAP BUAYA! BUAYA YANG PANDAI MERAYU, TAPI SETELAH ITU, SEMUANYA BULLSHIT! BULLSHIT SHIT SHIT! PEMBOHONG! PEMBUAL! AKU DICELEIN, AKU DITIPU. AKU TERTIPUUUU! HUHUHU….

(BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN)

BAYU

DIKIRA SEKOLAHAN AJA YANG PENTING?? MUSIK ITU NGGAK PENTING?? DIKIRA CUMA NILAI RAPORT YANG PENTING? NGEBAND ITU GAK PENTING?? SEMUANYA NGGAK ADIL! CUMA UNTUK RAPORT, ANGKA, KELAKUAN BAIK, KERAPIHAN? DAN MUSIK HARUS DINOMOR DUAKAN? NGE BAND HARUS DIKESAMPINGKAN?? TAPI NYATANYA MEREKA SIBUK! MAMAH PAPAH SIBUK. SIBUK BUK BUK! NGGAK ADIL!

(BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU)
NINA Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?

(BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.)

94

BAYU MASA BODO! KALAU SEMUANYA MASA BODO, AKU PUN BISA MASA BODO! MASA BODO! NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya?? BAYU Cewek, apa pedulimu? NINA Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti?? BAYU Nggak. NINA Busyet! (PAUSE) Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu! BAYU Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini

(MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA) NINA (MENJERIT) Berisiiiiik!! BAYU Sudah tau!!

NINA Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak? BAYU Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama. NINA

95

Ayo teruskan… BAYU Yaa. dan aku begitu menderita. nggak! Memangnya aku perempuan?? 96 . NINA Trus…? BAYU (MENUNJUK NINA) Hehehe… berarti menarik kan?? NINA Sudah jangan banyak mulut. sudah seperti komposer aja lagaknya.Irama. musik rusak! BAYU Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik. Segalanya memang selalu berkomposisi. NINA Hebat. cinta. irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak! BAYU Musak?? Apa itu musak? NINA (tersenyum menyindir) Hmmhh! Musak. NINA Nangis? BAYU Yaa. BAYU Waktu aku ditinggal pacar. Sebutkan salah satunya. Sok tau… BAYU Siapa yang sok tau. dan gaya hidup. Kamu yang sok tau. apa pengetahuanmu tentang cinta? BAYU Segudang. waktu itu aku ditinggal pacar. Termasuk musik. nggak usah berfilosof deh. NINA Alahhhhhh. Tadi kamu bilang cinta. begitu? NINA Baru seucret-ucret mengenal musik.

kamu atau pacarmu? BAYU Tidak ada yang bermasalah. Cinta yang lebih perfect. begitu? BAYU Nggak seperti itu. (PAUSE) Siapa namamu? NINA Untuk apa tanya-tanya nama. NINA Aneh. BAYU Pelit amat sih. dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…? (PAUSE) Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh? BAYU Bukan berselingkuh. Seperti Kelinci yang akan dipotong. Dan kami berpisah. NINA Dan rasanya seperti dipotong-potong. Makanya ada orang ketiga. Mengeluarkan air mata. Mendapatkan cinta yang baru. Namaku Bayu. Manusia tidak ada yang perfect. terlalu kasar itu. jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis.NINA Ohh. Tidak ada yang salah. Semuanya berjalan normal-normal saja. NINA Maksudmu? BAYU Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. Dia menangis. (MENYODORKAN TANGAN) Namamu… NINA 97 . maksudmu? BAYU Begitulah… NINA Siapa yang lebih dulu mencari masalah. ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi. Mau tahu nama aja nggak boleh. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis. NINA Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok? BAYU Betul itu.

NINA Kerompyang. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. NINA (BANGKIT BERDIRI LALU MENENDANG-NENDANG KALENG SATU PERSATU. Biar ku tambah H. ngak perlu kenalan. Fan-tas-tic. dan sekarang sebutkan namamu (MENYODORKAN TANGAN) Aku Bayu.makanya ada sejarah. hahahaha…. jadi nggak perlu kita tahu nama. kerompyang. kurang ajar. Lagipula apa sih arti sebuah nama? BAYU Wahhh.(MENGIBAS TANGAN) Sudahlah. Hahahahaha… 98 . TERDENGAR SUAR BISING. NINA TERTAWA-TAWA. aku suka itu. namamu bodo. jadinya bodoh… setuju? NINA Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu. DIA MENENDANGNENDANG KALENG ATAU MEMBENTUR-BENTURKAN KALENG KE LANTAI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING) Hahahaha…. His-tories! NINA Tapi saat ini kamu bukan histories. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni. dan bunyi itu mempunyai irama. BAYU Jangan tertawa! Aku serius. Hahahaha…. Memangnya aku binatang apa? BAYU Makanya nama itu kuanggap penting. kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu… BAYU (MELONCAT GIRANG) Yeahh. kerompyang. LAMA KELAMAAN NINA MENARI. Setuju? NINA Ehhhh. sekarang aku memanggilmu Kebo. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi.. nama itu penting. Musik terdengar. BAYU Oke. dan kamu… NINA Bodo! BAYU Ohhh.

MAMA NINA Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? NINA Tad. Kamu siapa? BAYU (GUGUP) Saya Bayu. Nama saya Bayu. Malam-malam begini anak tante bersama saya. MAMA NINA Nina naik masuk kamar.BAYU (BERGAYA DAN BERNYANYI ALA ROCKER) Disaat ini kita satukan rasa Membentuk lingkaran berpegang tangan Jangan lepaskan aku Jangan ikat diriku Bawa jiwaku Ke alam bebasmu Yeahhhhhh!!! Kuatkan rasa Demi cintaaaa! Beri kebebasan Untuk dirikuuu! Cintai aku Hargai aku Lihatlah aku Peluk diriku Yeahhhhhh!!! (NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. Nina… MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. MAMA NINA Mamah tanya dia bukan kamu. MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV. tadi. tante. MEREKA LALU BERPELUKAN. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…? BAYU Betul Tante. NINA DAN BAYU MASUK) MAMA NINA (MEMBENTAK) Dari mana kamu malam begini baru pulang?? (PAUSE) Kamu siapa? NINA Ini teman Nina. NINA 99 . Mam.

Dan semua itu gara-gara kamu. Karena kamu sok jadi wanita karier!! 100 . DIA BERDIRI DAN PERGI) (DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR) PAPAH BAYU Kamu yang seharusnya mikir. memakimaki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. NINA MEMASUKI PANGGUNG. aku punya otak. NINA TERLIHAT RISIH. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik! MAMAH BAYU Enak aja. Kemana sih dia… (NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT) (NINA MEMENCET HP. TERDENGAR SUARA MAILBOX) SUARA MAILBOX Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif. Lihat si Lilo. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang! PAPAH BAYU Itulah egoismu. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak.Mam… MAMA NINA Masuk kamar! (NINA KELUAR PANGGUNG. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA. aku bisa cari kerja. BULAN BULAT BERSINAR. aku punya kenalan. kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai. Memangnya kamu aja yang pantas cari uang. Paham? Selamat malam… BAYU Paham. NINA MENGECEK LAPORAN) NINA Masih nggak aktip. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. (MENEPUK DADA) Nih. anak bungsu kita. BAYU MEMBALAS. saya memang pengagum sinetron. Aku punya izasah. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu. MAMA NINA MEMANDANG SINIS) MAMA NINA Tolong dengar. Selamat malam… (PANGGUNG GELAP) (PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. baru semester 4 sudah hamili anak orang. Tante. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. MENGIRIM SMS. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi… NINA Bayu kok mailbox sih… (BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. Bapak ke kantor dan ibu memasak. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. aku juga mampu.

MAMAH BAYU Hehh. apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu! BAYU (BERTERIAK SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGAN SEPERTI PAK POLISI) Stop! Stop! Semuanya stop berbicara. malah nyambung terus. Betul kan Pap? MAMAH DAN PAPAH BAYU Diam kamu!! BAYU Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. Meeting dikantor. perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar. (PAUSE) Saya sangat kecewa. Perhatian. Belum lagi kerjaan kantor. di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak. Belajar!! BAYU Belajar? Bayu sudah bosan belajar. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. Mam. aku mampu!! (BAYU DATANG) BAYU Ada apa pap. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam. Pap? Bayu dengar kok semuanya. PAPAH BAYU Itu. aku bisa. masalah anakanak. Ayo sana masuk kamar. ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian. itu hasil didikan kamu! MAMAH BAYU Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu. Dan kekecewaan itu. malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam. mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. Kamu selalu menganggap aku kuat. PAPAH BAYU Hebat sekali kamu bicara. tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata… Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara… 101 . Seorang ibu!! MAMAH BAYU Lah. mam. Sungguh-sungguh saya kecewa. Ini bukan urusan anak-anak. Berantem lagi? MAMAH BAYU Hushhh! Diam kamu. malah disambungin terus. berangkat pagi pulang malam. eh. Ini bukan urusan anak-anak. saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. Sana masuk ke kamar! BAYU Kenyataannya kan begitu Mam.MAMAH BAYU Eh. ingat itu? Ingat?? PAPAH BAYU Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. Saya sangat kecewa. mamah bilang diam. Itu karena kamu perempuan. Ayo sana masuk kamar!! Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya. MAMAH BAYU Ya ampunnn. jadi sebagai ayah.

Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. NINA Bukan cuma penggemar sinetron. mungkin berbakat menjadi pemain film. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman.(BAYU KELUAR) (PANGGUNG GELAP. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON) BAYU Maafkan aku. bisa malam. BAYU Kamu rindu…? 102 . BAYU Dengar baik-baik (SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI) Sudah jelaskan…? Itu alasannya. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG. NINA Kita pergi ke taman sekarang. TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU) (PANGGUNG TERANG. Mau dengar? (TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA) BAYU Sudah kudengar. NINA Mereka sedang bermain kartu. mau? BAYU Tapi sudah malam. NINA Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi? BAYU Tergantung keinginan. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. BAYU Kenapa mamahmu tidak menikah saja? NINA Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. bisa subuh. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku. Bisa pagi. Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. nggak pernah tentu… NINA Bising…? BAYU Jelas bising. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang. Kadang jumlah mereka tidak tentu. Kamu pasti marah… NINA Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang? BAYU Mau tau? NINA Pasti dong. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila. Yang laki-laki dan perempuan. DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA.

besok malam saja. (PAUSE) Mau pergi ke taman sekarang…? BAYU Jangan sekarang. Sekarang lebih baik kita tidur… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. MAMAH NINA Kalau mereka tahu kita akan menikah. Aku sudah pernah melarang. PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA) MAMAH NINA Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. Tapi tidak semudah itu. tapi. tapi sayang. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu. PAPAH BAYU Jangan lihat status kita. sayang. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian. papahku tidak mendengar. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. MAMAH NINA Dimuka bumi ini. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. Mas? PAPAH BAYU 103 . aku akan menikahimu. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang. ahhh… MAMAH NINA Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku? PAPAH BAYU Termasuk hubungan Bayu dan Nina. BULAN BULAT BERSINAR. Nina bobo Kalau kamu bobo Papahmu datang Bobo sayang Lupakan yang hitam Biarkan hatimu Ditemani malam (DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. (BERNYANYI) Nina bobo O. Tapi cintaku padamu cinta yang suci. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM) (SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG.NINA Rinduuu sekali. Mas. MAMAH NINA Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui. Hidup penuh dosa. tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta. apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak? PAPAH BAYU Tentu. Ingin sebenarnya aku menikahimu. PAPAH BAYU Aku juga bingung. Mas. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik. Kesepian… PAPAH BAYU Aku juga kesepian. Tapi lihat cinta kita. Kesepian terus hidup begini. Dan dalam kamus cintaku. toh mereka akan mengerti sendiri. MAMAH NINA Aku memang perempuan kotor. Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan. Plz… BAYU Oke.

PAPAH BAYU Itu yang bahaya! MAMAH NINA Musti dicegah itu. kan itu kacau. BAYU Disini? NINA Iya. (NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. PAPAH BAYU Dicegah? Kamu kira demam berdarah?? MAMAH NINA Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan. sayangku… MAMAH NINA Ahh. Mas? PAPAH BAYU Maksudmu? MAMAH NINA Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK) 104 . NINA (TERISAK) Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku? BAYU Belum tentu. Kita lihat nanti apa yang terjadi. Diranjang ini. Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. dimana lagi? (NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. MENANGIS. Seandainya rencana mereka tidak terwujud. toh kita akhirnya tetap jodoh. mas bisa aja… PAPAH BAYU Bener! Tanya aja penonton hehehe… (CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK MEMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA. Mas.Sampai ke akhirat! MAMAH NINA Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana. HENDAK MEMBUKA BAJU) BAYU Stop! Stop! NINA (TIDAK JADI MEMBUKA BAJU) Kenapa? (BAYU MENGHAMPIRI NINA) BAYU Terlalu cepat. Kita terlalu cepat mengambil keputusan. NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI) (PANGGUNG GELAP) (DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. Mas? PAPAH BAYU Bener juga kamu. NINA DAN BAYU MASUK) NINA Kamu yang menentukan sekarang. tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu.

Mungkin bukan karena umur. Tapi asal kau tahu. aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang… NINA Tapi kamu masih mencintaiku kan…? BAYU Setulus hati… NINA Betul? BAYU Betul.BAYU Sudahlah. orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh? BAYU Sulit untuk ku jawab sekarang ini. BAYU Tidurlah… NINA Nyanyikan aku satu lagu dulu. beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung. Tapi aku merasa. Maafkan aku. Nina bobo Kalau tidak bobo digigit nyamuk Bobo sayang Adikku yang manis Kalau tidak bobo digigit nyamuk TAMAT Drama Remaja (NOMINATOR) 105 . aku sangat mencintaimu. NINA Tapi aku mau tahu pendapatmu. tapi karena persoalan. semakin hari aku semakin bertambah tua. NINA Aku begitu lemah sekarang. (BERNYANYI) Nina bobo O. Plz… BAYU Oke. mana yang kamu pilih.

Karakter Gadis Botak/Siti Pria Mohwak Teman Guru Murid-murid Perempuan Muda Nenek Suami 106 .Anting oleh Imran Laha Sinopsis PERJALANAN SEORANG GADIS MUDA YANG BERNAMA SITI UNTUK MEMUSNAHKAN ANTING. BAHKAN TAK BERTELINGA. YANG AKHIRNYA IA HARUS TERBUNUH SEBAGAI PEREMPUAN YANG TAK BERTINDIK. SEMUA TELAH IA RENCANAKAN DAN MERACIK SESUATU UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA ANTING ITU SESUATU YANG TAK BERGUNA. SEGALA HAL IA LAKUKAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA PEREMPUAN BISA JADI PEREMPUAN TANPA ANTING.

. SUARA MESIN LAS YANG TERKADANG EFEK SINAR LAS MENERANGI KEGELAPAN MISTERIUS ITU DAN TERLIHAT SEAKAN SILUET NEGATIF FOTO/KLISE. Ada juga liang di selangkanganku yang kau andaikan bibir dari surga. Free sex telah kututup dalam kitab Kamasutra. KEREMANGAN MEMBAHANA BUMI. DAN DEGUPAN-DEGUPAN BIRAHI MEREKA BERSUARA DALAM KAMAR ITU . Dengan kedua itu.. TUANGAN AIR DALAM BOTOL. ADA SEGUMPAL CAHAYA LEWAT BERGANTI-GANTI MENERANGI MEJA YANG KISRUH DENGAN BUNYI DENTINGAN GELAS. BAHKAN PERCIKAN-PERCIKAN LUDAH MENYUMPAH SEMESTA DAN MENGGEMA MEMBERAIKAN BUHUL-BUHUL KEPEKATAN MALAM. TERTUKAR SEBUAH KAMAR LOSMEN SEDERHANA YANG KHAS DENGAN KEREMANGAN. Kini sudah usang berdebu dan entah di bilik ingatan mana kusimpan dia. Daging lebih di dadaku. RUANG SEINDAH KOMPOSISI TARIAN DALAM TAMAN SURGA. Akhirnya kusimpulkan setiap komposisi sex di dunia remaja yang begitu fantastic dengan fenomenanya.Istri Siti Kecil DI SUDUT BUMI MALAM.. IBARAT KIPAS ANGIN. ADA PINTU YANG TERTUTUP RAPAT BERNOMOR 501. hanya orgasme yang menjawab. 107 . AIR YANG MENDIDIH. KEKISRUHAN TERUS BERLANJUT MENGIRINGI ALUNAN GERUTU YANG DALAM DAN BERAROMA KEMARAHAN YANG KELUAR DARI SOSOK YANG TERTELAN GELAP ITU. DUA SOSOK REMAJA BERCUMBU DIIRINGI KESEPIAN MENGALUN BIRAHI. KECUPAN-KECUPAN IBARAT TETESAN AIR MEMECAH PADA GENANGANNYA. Terlalu ketinggalan zaman menurutku. DI BALIK SEMUANYA. Entah itu berukuran kecil atau besar. NAFAS KEDUA SOSOK ITU MENAMBAH KENIKMATAN MUSIK. Hanya nomor hotel semalam yang bertengger dalam ingatanku . Setelah kupelajari setiap huruf-huruf gairah kemudaanku dengan berbagai pembenaran. Sosok di balik gelap. DENGAN SEKETIKA SOSOK DI BALIK GELAP LENYAP. Suara Wanita Inilah yang kau inginkan. SILUET RAMBUT SEORANG WANITA MENGGELIAT SERUPA TARIAN ULAR.. kau tak peduli. MEREKA BERPELUKAN. Aku lupa. TERDENGAR ANGIN MENDESIR GANAS. tak perlu sebuah tindikan dan anting untuk mengatakanku seorang wanita.

. Kini yang ada remaja berambut Mohwak. Anting hanyalah lambang perbudakan dunia. bertatto.. telah kuubani dengan ketabuan. kau hanya bisa onani dengan rasa penasaran . Mana ada orang tua dulu tahu tentang Chek In Hotel. Saat kurenggut. Apa telingamu akan gatal tanpa anting? Di sudut bumi yang lain merebak cahaya. Ini suatu kehormatan untukku. aku benar-benar cantik. Setiap detik kupikir adalah Doggy Style.. Jangan-jangan malam ini ada razia di setiap hotel. aroma kemenangan telah tercium. Walau emas yang menggantung di tindikan sekalipun. keyakinanku hanya satu. Jangan lewatkan setiap detailnya. Saat itupun bisa kuludahi wajah kerut dan sok tua para pendahulu.. dadanya naik turun mendenguskan gelisah.. akulah raja. ah aku lupa. Dengan terpaksa ia merapatkan matanya hingga yang ada hanyalah kerutan pejaman. Umurku masih 17 tahun dan Perempuan ini belum juga istriku . Bila jebol. kemana harus kucari uangnya.. Suara Wanita Inilah adegan pertukaran kehormatan. Setidaknya aku tak melakukan imajinasi yang berujung 501. Dan mana tahu orang tuaku tentang 501 . Tidak ada yang bisa mengalahkan predikatnya sebagai keanggunan. aku merasa telah hidup di umur dewasa. Ini adalah imajinasiku. perlukah anting untuk membuatmu penasaran? Suara Lelaki Tak penting untukku senggama yang romantis. Mata itu meringis malu. Padahal itu untuk kemajuan. Akulah kedewasaan sejati. Dasar kampungan! Aku tak pernah mendapatkan ini dari mereka. Suara Lelaki 501! . Nomor ini tertera di resletingku juga. dan berhadapan dengan komputer. Apakah orang tua berpikir seperti itu juga? Mereka malu. Suara Wanita Bahkan kau pun akan terkejut ketika melihat darah di bibir surga itu. entah kenapa bisa sama dengan nomor kamar ini. Sangat keras pejaman itu hingga getaran menjalar keseluruh tubuhnya.. Coba tadi aku dan perempuan ini patungan membayar hotel . Sungguh aku sangat jenius.Suara Lelaki Biarlah adegan ini cepat mencapai.. Dan aku tak yakin punya waktu denganmu lagi . Perang ini semakin menjelaskan kemenanganku. bersinglet hitam. yaitu selama waktu itu berjalan. Kita saling menyerahkan dan memahkotai. Matanya menyalak menyinari layar komputer yang membiaskan cahaya.. Wanita ini adalah senjataku untuk merenggut sejarah kemudaan. karena pasti kau akan menyesal.. Ya 501! Nomor yang kini ada dalam kemenanganku. Mereka hanya segumpal nasihat yang melewati muda tidak seperti ini.. Seiring lenyapnya kamar senggama pikir itu. aku tanya sekali lagi. Tegukan-tegukan ludah ketakutan 108 . Keperawananmu adalah mahkota untukku... Bukan anting yang menentukan. Di kala seperti itu. Suara Wanita Kau bisa menikmati misteri tubuh yang bernama wanita... besok hari terakhir pembayaran SPP. kau akan meminta lagi. Lihat rambutku..ha-ha-ha. beranting di telinga kiri. Seakan ia tak percaya.

menambah getar dalam lubuk hatinya. Jari-jari yang berada di atas keyboard seakan paku yang telah menancap sepanjang peradaban kenistaan. Tiba-tiba semuanya meledak dalam dering Hp. Dengan gerak sigap bertanda gugup, remaja itu merogoh Hpnya yang ia sendiri lupa di mana. Cukup lama ia mencari dan akhirnya ketemu juga. Tapi ia belum juga menerima panggilan itu setelah ia melihat nama yang tertera di Lcd Hp. Lama ia berpikir lalu dengan ragu-ragu dia menekan tombol Yes dan perlahan Hp itu diantar ke telinga yang beranting. Mendengar sebentar dengan mata menerawang memikirkan sesuatu.

Pria Mohwak Akan aku jelaskan saat kita bertemu nanti ... aku tak tahu, itu mungkin orang lain ... ya, aku malu. Khususnya terhadap kamu ... sudahlah sayang, cukup. Jangan kamu teruskan kemarahanmu. Aku tak peduli apa kata orang tuaku nanti, aku hanya takut jikalau ini membuat cintamu berkurang ... kau ingat puisiku untukmu? Ingatlah itu, agar kamu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu ... kamu tahukan sayang, sex semacam ini (sambil menunjuk layar komputer dengan jari-jarinya) sudah ketinggalan jaman. Dan kamu juga tahu, aku remaja modern ... aku masih ingat sayang, anting yang kamu berikan ini adalah pengingatku. Dengan begitu kamu seharusnya mengingat puisiku juga, sebab waktu itulah kamu memberikan anting ini ... masak kamu lupa!... dua bulan yang lalu ... ya, aku sangat cepat menyerap perkembangan jaman ... aku lupa nama wanita itu ... ehm, siapa ya, si .. si.. siapa ya, Siti! Ya Siti, aku ingat sekarang. Namanya Siti ... dia teman sekelasku, dia meninggal sebulan yang lalu ... dia bunuh diri bersama semua wanita dalam kelasku, termasuk Guru Pendidikan Moral yang waktu itu bertepatan punya jadwal di kelas ... dia wanita gila menurutku ... kalau kamu melihat beberapa saat setelah terjadi peristiwa itu, kamu akan bersepakat dengan ungkapanku tadi ... saya datangnya ketika kelas sudah dipenuhi oleh Polisi dan orang banyak. Mayat-mayat wanita itu tak bertelinga semuanya ... iya, akupun heran kenapa dengan hanya sepenggal telinga mereka bisa mati. Menurut penglihatanku, mereka masih terlalu cantik untuk menjadi mayat ... oh maaf sayang, aku tak bermaksud merendahkanmu dengan mengatakan mereka cantik ... ya, kamulah yang paling spesial di hatiku ... iya kan? Kamu sendiri bisa mengatakan wanita itu jenius. Kalau aku mengatakan dia gila ... sampai sekarang pun Polisi tidak sanggup memecahkan kasus itu. Menurut Polisi itu pembunuhan yang paling sadis selama ini. Soalnya irisan-irisan telinga itu sangat halus. Tidak terlihat goresan-goresan pemaksaan. Padahal alat yang digunakan untuk mengiris telinga adalah Gergaji. Koki seahli apapun tak bisa mengiris seindah itu ... dan yang lebih aneh lagi semua potongan telinga mereka tak ditemukan di awal peristiwa. Nanti setelah divisum baru mereka tahu semua potongan telinga itu ada dalam perut Siti, termasuk telinganya ... apakah itu bukan hal yang gila? ... aku pun tak percaya pernah melakukan hubungan sex dengan seorang maniak ... aku juga tak tahu siapa yang merekam dalam kamar itu, aku hanya bisa terkejut ketika adegan dalam kamar itu telah tersiar di Internet ... (Hp di genggaman Remaja Mohwak berbunyi menandakan Lowbat.) Aduh sayang, kamu sekarang cari Warnet terdekat! Kita teruskan obrolannya lewat Chating. Batre Hp aku hampir habis ... (Belum juga habis katakatanya, Hp kehabisan Batre.) 109

PINTU RAPAT YANG BENOMOR 501 ITU, MEMBUKA KEMBALI CERITA SESUDAH ADEGAN SEX DITAYANGKAN. TAK LAGI TARIAN SURGA YANG TERLIHAT, HANYA DUA SOSOK DI BALIK SELIMUT. BUKAN LAGI DEGUPAN YANG BERUCAP. TAPI PERCAKAPAN NYATA BERADU. MEMECAH DENTINGAN CAHAYA IDE KEMAJUAN ...

SANG LELAKI.
Aku dewasa. Akulah raja sekarang. Saatnya untuk meludah pada setiap orang tua.

SANG WANITA.
Akhirnya aku sendiri membuktikan. Akulah pemilik keanggunan. Akulah wanita itu.

SANG LELAKI.
Kamu ingat Siti. Seanggun apapun, kamu hanya mahkotaku. Kamu properti ...

Sang Wanita
Beraninya kamu mengatakanku seperti properti. Apakah kata itu yang berlaku juga pada anting.

SANG LELAKI.
Kurang lebih seperti itu.

Sang Wanita
Tanpa properti anting itu, aku tetap anggun dengan darah yang keluar dari selangkanganku.

SANG LELAKI.
Darah itulah mahkota yang kurenggut untuk menjadi dewasa.

SANG WANITA.
Ha, lucu. Kamu pikir dengan itu kamu sudah dewasa? Belum.

SANG PRIA.
Lalu apa?

SANG WANITA.
Berani menentukan pilihanmu secara jujur. Kalau hari ini, kamu masih takut dan sebisanya bersembunyi di balik pintu hotel. Puh ... kayak anak-anak yang baru belajar onani.

SANG PRIA.

110

Jenius kamu Siti. Aku punya gagasan yang paling modern mendengar penjelasanmu. Sex mutakhir. Sodomi dengan lelaki. Itukan namanya memilih untuk melakukan dengan lelaki. Dan aku jujur padamu. Ah, aku puas sekarang. Akulah raja.

Sang Wanita
Sakit.

SANG PRIA.
Apa bedanya dengan kamu wanita tak bertindik. Kamu sakit juga. Mendingan kamu jadi lelaki saja ...

Sang Wanita
Jenius...jadi tak perlu lagi kupikirkan masalah keanggunan ...

KEDUA MATA REMAJA ITU BERBINAR-BINAR DENGAN SENYUM SIMPUL YANG PALING MANIS. KEDUANYA MELAYANGKAN IMAJINASI PADA KEREDUPAN CAHAYA YANG MAKIN REDUP, MAKIN REDUP LAGI, HINGGA MASUK DALAM KEPEKATAN GELAP. CAHAYA MUNCUL BERBENTUK LINGKARAN DI SUDUT BUMI LAIN. BERDIRI SOSOK DENGAN DANDANAN SEORANG GURU. SOSOK ITU SEPERTI SEDANG MENGAJARKAN SESUATU. GURU SEMUA HARUS BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. JANGAN PERNAH MELEBIHI KODRAT, KARENA ETIKA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KODRAT. BIARLAH ADA ATURAN-ATURAN KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DENGAN SEMUA ATRIBUTNYA. BEGITU JUGA DENGAN PEREMPUAN ...SEMUANYA MENGERTI? TAK ADA YANG MENJAWAB. SEMUA TETAP GELAP. HANYA TEMPAT GURU ITU BERDIRI YANG DITERANGI CAHAYA. SEMENTARA SANG GURU MASIH MENUNGGU JAWABAN. GURU MASAK BELUM MENGERTI? SAYA KASIH CONTOH, SEORANG LELAKI DIBERIKAN KODRAT OLEH SANG PENCIPTA MEMILIKI TUBUH YANG LEBIH KUAT, JADI SEANDAINYA LAKI-LAKI MELINDUNGI PEREMPUAN ITU DIKATAKAN ETIS. KALAU SEBALIKNYA DIKATAKAN TIDAK ETIS. BEGITU JUGA PEREMPUAN, TIDAK DIKATAKAN ETIS KALAU DIA BERBICARA KASAR. KARENA PEREMPUAN ITU TERCIPTA DENGAN KELEMBUTAN.
111

MURID 1 SAYA MENGERTI SEKARANG. SITI KAMU JANGAN SOK TAHU. MENAMPAKKAN SOSOK MURID YANG MENGACUNGKAN TANGAN.JADI SANGAT ETIS KALAU LAKI-LAKI MENGHAMILINYA. SEMUANYA MENOLEH KEBELAKANG SEIRING CAHAYA MENYALA LAGI DAN MENAMPAKAN SOSOK GADIS YANG TERTUNDUK DIAM. TAPI BAGAIMANA DENGAN SITI YANG TAK BERTINDIK SEGALA . PEREMPUAN DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MENGANDUNG. PUNYA VAGINA BIAR ETIS DIANGGAP ORANG LAIN. MURID 3 BERARTI. MURID 4 KALAU BEGITU PEREMPUAN HARUS MEMPUNYAI ATRIBUTNYA. ITU SANGAT ETIS KALAU DIFUNGSIKAN.. 112 . MISALNYA ANTING. PEREMPUAN HARUS PUNYA PAYUDARA. SEMUANYA MEMPERHATIKAN GADIS ITU. BISANYA KAMU BICARA TENTANG HUBUNGAN SEKS. CAHAYA LAIN LAGI. ADA CAHAYA LAGI DI SUDUT YANG LAIN MURID 2 BEGITU JUGA LAKI-LAKI DICIPTAKAN TUHAN UNTUK MEMBUAHI.. APALAGI AKU SEORANG LELAKI...SATU CAHAYA TERANG DI SUDUT LAIN. CAHAYA DI SUDUT LAIN LAGI. PADAHAL AKU TAHU KAMU BARU SAJA BELAJAR ONANI. MURID 4 MENJADI TIDAK ETIS KALAU KITA BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGANNYA.. SUASANA MENJADI TEGANG SEAKAN SEMUA MEMUSUHI GADIS YANG TERTUNDUK MALU ITU.

SEMENTARA MURID 1 MENGGODA DENGAN MATANYA. DI MANA-MANA SEMUA SAMA. LEBIH BERMORAL JIKA KAMU MEMAKAI ANTING.. ANTING ITU MEMPERJELAS KAMU SEBAGAI SEORANG WANITA JALANG. SITI JANGAN SEMBARANGAN BICARA. TANPA ANTING PUN AKU MASIH BISA DISEBUT PEREMPUAN. SUMPAH SERAPAH BERTEBARAN .. HABIS GELAP TERANG. HABIS GELAP TERANG BEGITU SETERUSNYA. DENTINGAN GELAS. KALAU BUKAN HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN BELAI LAKI-LAKI. YANG PENTING. ITU HANYA BAHASA KEIRIANMU SAJA. SITI MEMBALAS DENGAN TATAPAN SERIBU RENCANA. (PADA SITI) SEMUA BENAR SITI. GURU TENANG ANAK-ANAK. APA TUJUANMU MEMAKAI ANTING. MAKANYA KAMU BICARA SEPERTI ITU. PALING HANYA BERKACA DI DEPAN CERMIN DENGAN SEGALA KESEPIAN HATIMU. ANTINGLAH YANG MEMPERCANTIK PEREMPUAN.MURID 2 ITU TIDAK PENTING. MASIH DENGAN SEPENGGAL CAHAYA BERPUTAR DAN BERGANTIAN MENERANGI SOSOK ITU. MURID 4 MANA BUKTINYA? PERTANYAAN MURID 1 YANG BERJENIS KELAMIN LELAKI ITU.. KAMU PASTI TIDAK PERNAH DISENTUH LAKI-LAKI.. 113 . MURID 3 AH. MEMBUAT SITI TERDIAM DAN HANYA BISA MENATAP. AIR MENDIDIH TERUS MELANJUTKAN KISAHNYA. SITI TUTUP MULUTMU WANITA JALANG. CAHAYA KHAS MESIN LAS PUN TAK KETINGGALAN MENAMBAH KESERIUSAN MISTERI ITU. APA YANG BISA KAMU PERBUAT TANPA ANTING ITU. BUMI PERLAHAN MEREDUP TERTELAN GELAP HINGGA SOSOK DI SUDUT BUMI LAIN TAMPAK JELAS DENGAN KEKISRUHANNYA YANG KHAS.

Segala bunyi khas meja ilmuwan menjadi musik pada kegelapan itu. Dasar kampungan! Setelah semuanya dia mau meninggalkanku.. Yang jelas aku tak selera lagi dengan hal-hal ketinggalan jaman .. Lebih dari Trance. Salah satu dari mereka sudah tak dapat bangun lagi akibat mabuk. Bahkan bom yang meleburkan tubuh menjadi bagian-bagian molekul tak sanggup menandingi. Segala macam barang berserakan dan genangan lumpur tak ketinggalan menghias.Sosok di balik gelap Begitu juga dengan Drugs. menjadi tempat sandaran ketiga remaja yang sempoyongan itu.) GADIS BOTAK BIARLAH BANCI ITU BERISTIRAHAT SEBENTAR. lalu banyak bicaranya. GADIS BOTAK KENAPA. PRIA MOHWAK TAK SETIA KAWAN. Terjadi percakapan antara dua remaja yang masih sadar. Lebih dari ekstase. Sesuatu yang membawa ketingkat kemabukan paling tinggi.. KAU TAKUT? LAKI-LAKI BANCI. Tapi sebelum ia melakukan itu. (sosok itu meneruskan pekerjaannya. Kenikmatan yang bahan itu tawarkan bukan sesuatu yang baru.) Bumi kembali beralih menjadi sudut remang. aku mendahuluinya. Pria Mohwak Apa yang harus kita lakukan? Aku tak kuat lagi berjalan. Dan aku tak mau menjadi Darwin yang bodoh dengan meneliti fosil-fosil. Sekarang dia ada di belakang jaman anak-anak kuno. Dengan kejeniusanku ini. Tumpukan-tumpukan karung yang sudah belel. Puh(meludah). Bahan kimia yang telah jauh tertinggal dibanding kejeniusanku. JANGAN KITA BERISIK DI SINI. Drugs pun bukan teman yang setia. seharusnya yang aku racik adalah sesuatu yang lebih mahal. Dengkul ini tak bersahabat. Dan lucunya aku harus membayar mahal untuk dia. Kuno. Gadis Botak Lalu kamu mau kita ditangkap Polisi di sini? Ayo kita paksakan untuk berjalan. Yang satu pria berambut Mohwak dan satu lagi Gadis berambut botak. Drugs yang harus membayar padaku untuk setia mencintainya. PRIA MOHWAK 114 . Kali ini tempatnya berantakan layaknya sebuah pasar tradisional yang habis dipakai untuk jualan.. Pria Mohwak Bagaimana dengan dia? (menunjuk temannya yang tergeletak. Biarlah dia menjadi fosil-fosil.

LAGIPULA AKU MABUK. LALU DENGAN MEMPERTEGAS UCAPAN. GADIS BOTAK KALAU AKU TAHU KAMU SEORANG BANCI. HANYA BANCI YANG MAU MELAKUKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI. ANTING INI MEMBUATKU LEBIH MACHO APALAGI DITAMBAH DENGAN DRUGS. GADIS BOTAK. LEBIH CANTIK MAKSUDMU. AKU YANG MERENGGUT PERAWAN KAMU. PRIA MOHWAK SEENAKNYA KAMU BICARA. INGAT NAMA KAMU SITI. MENURUTKU INI SUATU KEMAJUAN.(SAMBIL MENJEWER TELINGA KIRI PRIA MOHWAK DAN MELIHAT ANTING YANG DIKENAKAN PRIA ITU. PRIA MOHWAK SUDAH. PRIA MOHWAK KAMU JANGAN SOK! KAMU INGAT KELAMINMU APA. AKU SEORANG GADIS PUN TAK BERTINDIK. TAPI KAU. GADIS ITU MENGUNGKAPKAN SESUATU DITELINGA YANG DIA JEWER) KAMU BANCI! PRIA MOHWAK SUDAHLAH. AKU TAK RELA. ITU KAMU SADAR JUGA. APAKAH AKU BANCI DENGAN ITU. KITA JANGAN MEMPERPANJANG MASALAH. GADIS BOTAK PUH! MAU JADI PAHLAWAN? KAMPUNGAN. AKU TAK INGAT APA-APA.JUSTRU MENINGGALKANNYA ADALAH TINDAKAN PENGECUT. GADIS BOTAK NAH. MALAM ITU. GADIS BOTAK 115 . MANA ADA NAMA SITI SEORANG LAKI-LAKI. KAMU PEREMPUAN! HANYA SAJA KAMU TAK BERTINDIK. AYO KITA ANGKAT ORANG INI.

GADIS BOTAK ITU PERGI DENGAN KESAL. KAMU SAJA YANG ANGKAT. (LANGSUNG PERGI) PRIA MOHWAK EH MAU KEMANA . KALAU TAK ADA TONJOLAN DI DADAMU. JANGAN HANYA MULUTMU SAJA YANG BESAR.AKU BANYAK URUSAN. JADI KAMU PASTI GROGI. HINGGA SUDUT KUMUH ITU BERGANTI SUDUT MISTERIUS YANG DIDIAMI DUA SOSOK BERSERAGAM SEKOLAH. KEREMANGAN MULAI MERASUKI BUMI. DAN PERGILAH BELI ANTING. AKU TAK PEDULI DENGAN BARANG ITU. JANGAN SEMBARANGAN. 116 . KAMU AKAN MERASAKAN BELAIAN SEORANG PEREMPUAN.. SITI KAMU MAU BUKTI? MAU COBA? AKU PUNYA WAKTU SEKARANG. KAMU PUN. TERTINGGAL PRIA MOHWAK DENGAN SEGUDANG KEBINGUNGAN. KALAU PERLU AKU AKAN MEMUSNAHKANYA. KITA MAIN CANTIK. (MENYERAHKAN KUNCI KAMAR) INGAT 501 NOMOR KAMARNYA. MURID 4 HEI. GADIS BOTAK JANGAN BAWA-BAWA ANTING UNTUK MASALAH INI. AKU SUDAH MEMESAN KAMAR HOTEL. AKU YAKIN INI PERTAMA KALI BUATMU. SOSOKNYA KEBURU DITELAN GELAP. TADI KAMU YANG MEMAKSA UNTUK MENGANGKATNYA. APA KARENA AKU MENGATAKAN KAMU TAK BERANTING. AKU TAK YAKIN KAMU SEORANG PEREMPUAN. LIHAT SAJA NANTI. SEGERALAH DITINDIK TELINGAMU ITU. INI ADA BANTUAN UNTUK MENGHILANGKAN GROGI (MENYERAHKAN SESUATU) SITI SABU-SABU! LAKI-LAKI PENGECUT. MURID 4 SABAR. SEKARANG KAMU PERGI. GADIS BOTAK TANPA ANTING..

ITU BIASA. SETELAH GELAP.. BESOK KAMU MENGHISAP SABU-SABU LAGI.. TIBA-TIBA TEMAN MABUKNYA ITU MENGGELIAT. TEMAN OH. LALU DIA MENGGUNTING SECARA PERLAHAN-LAHAN RAMBUTNYA MENGIKUTI RITME CAHAYA YANG PERLAHAN MEREDUP JUGA. DALAM HIDUP. TANGANNYA MEMBELAIBELAI RAMBUT. SITI MENGANGKAT GUNTING DI ATAS MEJA. AKU DARI TADI DISINI MENUNGGUMU SADAR. SEBUAH PASAR TRADISIONAL YANG HABIS DIPAKAI JUALAN. AKU HARUS TOTAL. PRIA MOHWAK TERNYATA KAU SADAR JUGA. ANTING LAMBANG DARI ITU. SUDAH BERULANGKALI AKU SELALU BEGINI.BEGITU JUGA RAMBUT INI. SITI BENAR JUGA DIKATAKAN LAKI-LAKI TADI. DALAM KETIDAK PEDULIKU PADA KEANGGUNAN. MAKASIH. SOSOK PRIA MOHWAK MASIH TERDUDUK MENUNGGU SAMPAI TEMANNYA YANG MABUK SADAR. TAK PERLU AKU PEDULI TENTANG KEANGGUNAN. LAMA DIA TERMANGU... TIDUR DISEMBARANG TEMPAT. TAK ADA RAMBUT PUN AKU MASIH WANITA. TAK PERNAH KUTEMUI ORANG SEPERTI KAMU. 117 . AH.KEREMANGAN MULAI TURUN LAGI MEMBASAHI BUMI. INI YANG DIKATAKAN SUPER MABUK.BODOH! TAPI AKU SADAR DENGAN KETIDAK PEDULIANKU PADA KEANGGUNAN. SERASA AKU DISELIMUTI DUA KEMABUKAN. SEBAB DARAH PERAWAN TADI MEMBUKTIKANNYA. KAMU SEORANG LELAKI YANG PERHATIAN. KETIKA GELAP. DI TENGAH BUMI SEDIKIT CAHAYA MENGESANKAN KAMAR SESEORANG YANG KESEPIAN.. PRIA MOHWAK YA. HARI INI KAMU KATAKAN ITU. AKU SUDAH MABUK DENGAN SEGALA PERMASALAHAN KEHIDUPAN.. SITI SEDANG BERADA DI DEPAN CERMIN MEMBELAI-BELAI RAMBUTNYA. CAHAYA MENERANGI SUDUT YANG KUMUH DAN BERTABURAN KARUNG-KARUNG BELEL TADI. HABIS MABUK. DUA SOSOK TADI PERLAHAN TERTELAN GELAP TERSISA GERAK-GERIK PERDEBATAN MEREKA. AKU TERPENGARUH SABUSABU TADI. MALAH DITAMBAH LAGI DENGAN MABUK BAHAN KIMIA.

.(IA MELIHAT ANTING DI KIRI TELINGA PRIA MOHWAK) KAMU SUKA ANTING? PRIA MOHWAK INI UNTUK GAYA. TEMAN BARU KALI INI ADA TEMAN YANG BAIK HATI TANPA SABUSABU. TEMAN KENAPA KAMU TIDAK SEPERTI DIA SAJA? PRIA MOHWAK AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU. KAMU BEGITU KARENA AKU MENTRAKTIR SABUSABU. TEMAN AKU PUNYA ANTING JUGA. BUAT APA KAMU MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PENTING ITU. PRIA MOHWAK DIA PERGI BEGITU SAJA. PRIA MOHWAK DASAR KAMPUNGAN. PRIA MOHWAK AKU AKAN MEMBALAS DENGAN APA? 118 . TEMAN BOHONG. AKU ORANG YANG SANGAT BERSAHABAT. AKAN AKU HADIAKAN KEPADAMU. KARENA KAMU BAIK..TEMAN MANA BOTAK TADI. TEMAN JADI KAMU ORANGNYA BERGAYA? PRIA MOHWAK SUDAHLAH KAMU SAJA TIDAK BERTINDIK. AKU DI SINI KARENA HATIKU BAIK.

IA MELETAKKAN BUNGKUSAN ITU LALU IA BERSEMBUNYI DI BALIK SESUATU.. DAN ITU KELAHIRAN . PRIA MOHWAK JADI ANTING ITU HANYA UNTUK SUPAYA AKU BERGAYA? KALAU BEGITU APA YANG AKAN MEMBALAS SEMUANYA? TEMANNYA ITU MEMIKIRKAN SESUATU UNTUK MENJAWAB.HA.HA! TAWANYA MENGGEMA BUMI. SETIDAKNYA AKU TELAH DIKENAL ORANG TANPA ANTING. BUNYI KHAS MESIN LAS. NYATA JUGA DALAM PANDANGAN AKIBAT SEMUA BOTOL PERCOBAAN MELEDAK DAN DITAMBAH LAGI SINAR LAS YANG MENYOLOK. DENTINGAN GELAS. AKHIRNYA SOSOK DI BALIK GELAP YANG MISTERIUS ITU. SEKETIKA PUN DI SUDUT YANG LAIN MEMULAI DENGAN KEREMANGAN MISTERIUS DAN SEPENGGAL CAHAYA SERUPA KIPAS ANGIN YANG BERPUTAR. DENGAN KEMARAHANNYA. SEKARANG INI AKU DINYATAKAN LAHIR KARENA BERPIKIR TENTANG ANTING. MASUK SOSOK PEREMPUAN MUDA DENGAN EKSPRESI GELISAH. AIR MENDIDIH MULAI TERDENGAR. TINGGAL BAGAIMANA MEMATIKAN ANTING. LAMPU TIBA-TIBA MELEDAK JUGA DAN GELAP JADINYA. SOSOK DI BALIK GELAP SEMUA TELAH MENJALANI... SAMPAI-SAMPAI GELAP LANGSUNG SAJA MENIMBUNI TEMPAT KUMUH ITU. SETELAH ITU TERDENGAR ANGIN MENDESIR SERAM. TERNYATA SOSOK DI BALIK GELAP ITU ADALAH GADIS BOTAK ATAU SITI. MUNGKIN TINGGAL KEMATIAN YANG SELALU MENAKUTI.HA. IA MEMELUK SEBUAH BUNGKUSAN YANG SEKALI-KALI MENGELUARKAN TAWA DAN TANGIS OROK. AKU PUN TAK MENGERTI. MEMBUAT SEMUA ATRIBUT PENEMUANNYA PUN MELEDAK-LEDAK HINGGA PADA TITIK YANG KLIMAKS.. PADAHAL AKU TAK PERNAH PEDULI. ITU YANG LUAR BIASA . DAN KELAHIRAN HANYALAH PERTEMUAN. DIA TERUS TERTAWA. DATANG SEORANG NENEK-NENEK DENGAN 119 . SOSOK ITU SIBUK KEMBALI DENGAN KEMARAHANNYA. LAMA IA BERPIKIR. DENGAN GAYA YANG WASPADA.TEMAN INI UNTUK MENAMBAH GAYA KAMU.. KENAPA AKU HARUS BERTEMU DENGAN MASALAH ANTING. SEBAB BUAT APA SESEORANG LAHIR TANPA DIKETAHUI ORANG? ITU BUKAN HIDUP TAPI MATI. DALAM PERSEMBUNYIANNYA. BUMI MULAI MEMANCARKAN CAHAYA KEREMANGANNYA. SETELAH IA SAMPAI DEKAT SELOKAN..

DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA. NENEK SAYA INGIN MEMBUAT DIA BERTAHAN HIDUP.. KALAU AKU JUSTRU MENGHIDUPKANNYA. NENEK ITU MENGELUARKAN JARUM DARI TAS BELELNYA. SAYA TAHU APA YANG HARUS DIPERBUAT UNTUK OROK SEPERTI INI.. PEREMPUAN MUDA DENGAN MENINDIK SEPERTI ITU NENEK BILANG AKAN MENGHIDUPKANNYA? ANAK ITU PASTI KESAKITAN. NENEK ITU KAGET MELIHAT ADA BUNGKUSAN DENGAN SUARA OROK. SEBELUM NENEK SEMPAT MENINDIK. NENEK AH.. BERGEGAS PEREMPUAN MUDA ITU KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA UNTUK MENCEGAH. LALU IA MEMERIKSANYA. NGERI MELIHAT APA YANG AKAN DILAKUKAN NENEK ITU. 120 . SAYA YAKIN INI ADALAH ANAK JADAH. NENEK YA. AKU TAHU ITU. PEREMPUAN MUDA APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NENEK GILA NENEK TERKEJUT DAN TAK SEMPAT MENINDIK. DITARIKNYA TELINGA OROK ITU.ANTING YANG MENYOLOK. PEREMPUAN MUDA ITU ANAKKU. SEMENTARA PEREMPUAN MUDA TADI.ADA OROK RUPANYA. MASIH SANGAT MERAH DAN CANTIK. PEREMPUAN MUDA BOHONG! NENEK MAU MEMBUNUHNYA! NENEK BUKANNYA KAMU YANG MAU MEMBUNUHNYA. KAMU TINGGALKAN IA DI SINI KARENA KAMU TAK MENGINGINKANNYA.. TAPI KAMU MAU MEMBUNUHNYA.

APALAGI MENGHIDUPKANMU. AKU MALU TERHADAP SETIAP MATA YANG MEMANDANGKU. DENGAN ANTING SEMUA AKAN MEMANDANGNYA HIDUP. LAMPU MENUJU KEREMANGAN SAMPAI GELAP MENJADI PEKAT.. PEREMPUAN MUDA BENARKAH AKU MENGINGINKAN KEMATIANMU? AKU HANYA INGIN MENINGGALKANMU DI SINI.. DALAM CENGKERAMAN PEREMPUAN MUDA ITU NENEK BERKATA. IA ADALAH SALAH SATU ATRIBUT DUNIA... TERSISA DUA MAYAT (NENEK DAN PEREMPUAN MUDA) YANG MENGHIAS.. MEREKA KAGET DENGAN PENGLIHATAN MEREKA.. IA HANYA BISA MENAHAN KEMATIAN UNTUK BISA LEBIH PERLAHAN... PEREMPUAN MUDA ITU BELUM JUGA PUAS MENCEKIK.AKU TAK SANGGUP MEMBUNUHMU. NENEK SAYA MENGHIDUPKAN IA DI DUNIA INI. AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA. BUMI TERANG BENDERANG MENGGANTI MENJADI RUANG KELAS. SAMPAI DENGAN SENDIRINYA PEREMPUAN MUDA ITU MENANGIS.YANG SAYA LAKUKAN UNTUK SIMBOL DUNAWI. DAN MEREKA PUN MEMUNGUT LALU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT ITU.. APA KUASA NENEK YANG TUA ITU. BIARLAH AKU MATI DAN KAMU CARI KEHIDUPANMU SENDIRI. BELUM BEBERAPA SAAT. DENGAN TIBA-TIBA. PEREMPUAN MUDA TUTUP MULUTMU NENEK GILA. LALU DIA MENGHANTAM BERKALI-KALI KEPALANYA SENDIRI. DATANG SEPASANG SUAMI ISTRI YANG TUKANG PEMULUNG... TAMPAK SEORANG GADIS BOTAK BERDIRI DI ATAS MEJA DENGAN 121 .... HANYA SEBUAH BUNGKUSAN YANG MEREKA RASA PANTAS UNTUK DISELAMATKAN.. BARU IA MELEPASKAN CENGKERAMANNYA. ANAK ITU WANITA. JANGAN KAMU TUNDA KEHIDUPANNYA. AKHIRNYA NENEK ITU MENYERAHKAN ROHNYA KEPADA KEMATIAN.. TERGELATAKLAH JASAD PEREMPUAN MUDA DI ATAS GENANGAN DARAHNYA.DENGAN ITU IA ADALAH WANITA.AKU TAK SANGGUP MENGHADAPI DUNIA. PEREMPUAN ITU MENGAMBIL BATU YANG TERGELETAK DI SAMPINGNYA.DENGAN SEGERA PEREMPUAN MUDA ITU MENCEKIK NENEK. APAKAH TANPA ANTING MENYEBABKANMU MATI WALAU NAFAS TETAP BERHEMBUS.

MUNGKIN SUDAH TAK PUNYA UANG LAGI UNTUK BERGAYA. SAMPAI SEKARANG PUN DIA BERTANYA APA KEGUNAAN ANTING.. ADA YANG SUDAH SADAR.. DATANGNYA GERGAJI DI SINI UNTUK MENGHIDUPKAN PEREMPUAN TANPA ANTING. ATAU SITI.. SEMUA WANITA YANG TERIKAT ITU TERLIHAT GELISAH DAN KETAKUTAN DENGAN LAGAK GADIS BOTAK ITU. DI BAWAHNYA ADA SEKITAR LIMA WANITA YANG TERIKAT. ADALAH GERGAJI YANG TERBUAT DARI KEIHKLASAN. DI TANGANKU INI. GURU 122 . WANITA 2 TERUS APA MAKSUD KAMU TIDAK MENYAKITI? GADIS BOTAK/SITI KEHIDUPAN SELALU INDAH. TAPI SESUNGGUHNYA DIA SAYANG DAN MAU MENYELAMATKAN KALIAN DARI KEMABUKAN TERHADAP ANTING. TAPI SEMUA SUDAH TERJAWAB! TAHU APA JAWABNYA?. DIA SANGAT MARAH. KALIAN KIRA DENGAN TERUS MEMIKIRKAN KEANGGUNAN ITU TIDAK MENYAKITKAN? KENAPA HIDUP HARUS DISAKITI DEGAN PERASAAN SEPERTI ITU. MAKA. LIHAT GERIGINYA. YAITU ANTING. TANPA ANTING KALIAN TAK MEMIKIRKAN KEANGGUNAN. TAK AKAN ADA RASA SAKIT. KARENA ANTING TAK PENTING UNTUK DIJAMINI. GERGAJI INI YANG MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI LEWAT KEMARAHAN. WANITA 3 BENAR! AKU MAU DULUAN! GADIS BOTAK/SITI AHA..JAWABNYA ADALAH KEHIDUPAN PEREMPUAN... TERMASUK GURU MEREKA.MEMEGANG SEBUAH GERGAJI. JADI KALIAN HARUS IHKLAS. GADIS BOTAK/SITI SEKARANG WAKTUNYA MEMUSNAHKAN APA YANG KALIAN BANGGAKAN.SIAPA YANG MAU DULUAN? WANITA 1 APA JAMINANNYA KALAU ITU TIDAK SAKIT? GADIS BOTAK/SITI TAK ADA.TAPI AKU TAK AKAN MEMAKSAKAN.

YANG PENTING ADA YANG MENANDAKAN DIA PEREMPUAN. LALU KEREMANGAN DATANG LAGI SECARA PERLAHAN. MASAK ADA ANTING BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA. SITI TURUN DARI ATAS MEJA. SUAMI UNTUK APA ANAK ITU DITINDIK? ISTRI ANAK INI PEREMPUAN. APA DIA AKAN JADI LAKI-LAKI TANPA TINDIKAN? ISTRI DARI DULU JUGA PEREMPUAN PUNYA TINDIKAN. SUAMI TERUS. DENGAN GAYA YANG TEATRIKAL. GURUKU SAYANG! KAMU HANYA BANYAK MEMBUAT ORANG-ORANG BODOH DENGAN KEETISANMU ITU. MENGGANTI RUANG KELAS DENGAN RUMAH KUMUH. KENAPA KAMU MAU MENYALAHI KODRAT-KODRAT ITU? GADIS BOTAK/SITI PERTANYAAN YANG TIDAK ETIS. DIIRINGI TANGISAN BAYI. ITU CUMA LUARNYA SAJA.AH AKU TAK MAU BANYAK BUANG WAKTU. ITU BUKAN HAL YANG MENYAKITKAN. SUAMI MAKAN SAJA HARUS BANTING TULANG DULU. SUAMI 123 . LALU IA MENGANGKAT SALAH SATU MURID. JIKA INI PEMAKSAAN.. MURID ITU TERIAK KESAKITAN.KENAPA KAMU SANGAT TIDAK ETIS MEMAKSA WANITA MENGHAPUS SEJARAH ANTING? ANTING SUDAH SEUMUR MANUSIA. DI SITU SUAMI ISTRI PEMULUNG TADI SEDANG BERDEBAT. BAGAIMANA KITA MEMBELI ANTING? ISTRI TAK PERLU EMAS. JUSTRU SEBUAH KEBAHAGIAAN HIDUP. TERIAKANNYA MEMBUAT BUMI GELAP.. ETIKA ADA DALAM SINI (MENUNJUK DADANYA) DAN SINI (MENUNJUK KEPALANYA). AKU AKAN SEGERA MEMOTONG TELINGA KALIAN SEMUA. IA MEMOTONG.

AKU MENDAPATKAN PRINSIP TENTANG BAGAIMANA MENJADI ORANG DEWASA. PRINSIP INI LAMA MEMBUAT SAYA UNTUK MENDAPATKAN MAHKOTA KEDEWASAANKU . KAMU PERNAH BERTEMU DENGANNYA.. PRIA MOHWAK APALAH ARTI SEBUAH NAMA UNTUK KITA SAYANG .. BUKAN KARENA MENCINTAIMU AKU KALAH. TAPI BAGAIMANA DENGAN ORANG-ORANG LAIN? APALAGI PARA PENDAHULU.. HANYA TANGIS BAYI YANG TERDENGAR. KARENA PILIHAN UNTUK MENCINTAIMU DIJAMAN INI SANGATLAH FENOMENAL JIKA TERBUKA KEPADA KHALAYAK RAMAI. DAN MALAH MEREKA YANG DILUDAHI OLEH ORANG-ORANG DEWASA. SAAT ITU KAMU MENTRAKTIR SABU-SABU . AKU PIKIR INILAH KEDEWASAAN.. ISTRI KAMU JUSTRU MEMUSNAHKAN DIA MENJADI PEREMPUAN.. YA. OH IYA. AKU MELAKUKAN SEBELUM KENAL DENGANMU .. BIARKAN PEREMPUAN MENJADI PEREMPUAN TANPA APA PUN. AKU SALAH STRATEGI. CITA-CITAKU UNTUK MELUDAHI WAJAH MEREKA BELUM JUGA TERCAPAI . JADI PILIHANKU MENCINTAIMU. ITU KATA KAMU. TAPI DOKTRIN GADIS BOTAK PADA MALAM ITU YANG MEMBUAT AKU KALAH . YA. KEDUANYA MEMBISU.. TAPI TERNYATA BANYAK JUGA YANG SEPERTI INI. KAMU JANGAN MEMBANTAH. GADIS ITULAH YANG BERADA DALAM INTERNET DENGAN SAYA. BELUM MEMBUAT PENGAKUAN MEREKA TENTANG KEDEWASAAN .... SETELAH MALAM BERSAMA DENGANNYA. SAYANG MAAFKAN SAYA. AKU TADI MENYEBUTKAN GADIS BOTAK TADI . AKU KALAH PERANG .. KALIAN SAMASAMA TAK BERTINDIK .... AKU AKAN MEMBERIKAN DIA NAMA..SITI HAWA. ADA PRIA MOHWAK DENGAN EARPHONE DI TELINGANYA DAN MATANYA TERUS MELEKAT PADA LAYAR MONITOR KOMPUTER..KAMU AKAN MENYAKITI DIA. DI SUDUT BUMI YANG LAIN ADA CAHAYA TERANG BENDERANG.. BUKAN BEGITU SAYANG.. SUAMI CUKUP DENGAN NAMA.. KAMU TAHU SIAPA SI SITI ITU? YANG PASTI IA PEREMPUAN . SANG ISTRI MENENANGKAN.... MEREKA KAN SOK TUA .. OH. 124 .. SEIRING CAHAYA MEREDUP KE KEGELAPAN. BIAR ORANG TAHU BAHWA DIA PEREMPUAN...

DENGAN SEKALI TARIKAN NAFAS PANJANG.. KENAPA MEMBACAKAN PUISI ITU UNTUKKU? KALAU SEKEDAR MEMBALAS HADIAH. TAK PERLU DENGAN KATA CINTA. PRIA MOHWAK TERIMA KASIH ATAS ANTINGNYA. PRIA MOHWAK YANG TADI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER KINI BERADA BERSAMA TEMANNYA DAN KARUNG-KARUNG BELEL. LALU PRIA MOHWAK ITU MENYENDERKAN BADAN PADA SANDARAN KURSINYA. PRIA MOHWAK KAMU TAHU TENTANG ANAL SEX? TEMAN 125 . LALU IA MENGHEMPASKAN NAFAS KE SEMESTA. TEMAN WAH. JUGA GENANGAN LUMPUR DAN SEGALA MACAM KEKUMUHAN. AKU AKAN MEMBALAS DENGAN PUISI UNTUKMU. PRIA MOHWAK BERDIRI SI ATAS KARUNG-KARUNG BELEL DAN MEMBACAKAN PUISI..IA MENEKAN TUTS KEYBOARD DENGAN TEGAS. RUANG KEMBALI MENJADI PASAR TRADISIONAL DENGAN DUA SOSOK SETELAH GELAP MENYELIMUTI. KAMU SANGAT ROMANTIS. SANGAT ROMANTIS. PRIA MOHWAK TAK PEDULI KAU TAK BERANTING ASALKAN CINTA YANG ADA DI HATIMU TAK SELUAS LUBANG TINDIKAN INGIN KURENANGI SEMUA RASA YANG ADA DALAM SUKMA TAPI JASAD INI TAK BERBENTUK MENJAMAH CINTA MUSTAHIL INI HARUS DENGAN APA KUGAPAI CINTAMU SEBAB AKU RAJA YANG MENENTUKAN PILIHAN YANG TELAH BANYAK TERKAPAR DALAM PEPERANGAN AKU BUTUH MAHKOTA CINTA MAUKAH KAMU MENJADI MAHKOTAKU DALAM SINGGASANAN PILIHAN? TEMAN WAH.

. BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. SATU PERSATU DI POTONG TALI IKATANNYA. GADIS BOTAK MENGUMPULKAN SEMUA POTONGAN TELINGA DI ATAS MEJA. KAMU MEMOTONGNYA HANYA UNTUK MEMBUAT KAMU HIDUP. BEGITU JUGA TEMANNYA ITU. GADIS BOTAK/SITI BUAT APA? AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN ANTING. DISAMBUT TEMANNYA YANG LANGSUNG BERDIRI DARI DUDUKNYA. WANITA 4 KAMU PENIPU! KAMU MAU MEMBUNUH KAMI. TAPI HATIMU KAN? WANITA 2 KAMU SEBENARNYA HANYA IRI KEPADA ANTING. INI SANGAT SAKIT.TENTU! AKU SEORANG GUY MATA PRIA MOHWAK BERSINAR-SINAR. BERDUA MENUJU DAERAH BELAKANG KARUNGKARUNG. GADIS BOTAK TELAH MEMOTONG SEMUA TELINGA PARA WANITA TERKAPAR.. KEDUANYA BERBAHASA LEWAT MATA DAN KESUNYIAN GAIRAH ITU. TURUNLAH PRIA MOHWAK DARI ATAS KARUNG.. GADIS BOTAK/SITI KAMU TETAP SEORANG PEREMPUAN. TANPA TELINGA SEKALIPUN. GADIS BOTAK/SITI YANG SAKIT BUKAN FISIKMU. SETIAP IKATAN DI LEPAS. PARA WANITA ITU LEBIH MENGGELAPAR DENGAN LANTAI DAN DARAHNYA. MENGGELIAT-GELIAT. MEREKA SALING MEMEGANG TANGAN. WANITA 1 JUSTRU HARI INI KAMU SANGAT PEDULI DENGAN ANTING. ENTAH APA YANG TERJADI PADA KEREMANGAN YANG PERLAHAN REDUP DAN MENGGANTI DAERAH KUMUH ITU DENGAN TIBA-TIBA MENJADI RUANG KELAS. 126 .. DARAH MUNCRAT DI MANA-MANA. GADIS BOTAK KASIHAN JUGA MELIHAT MEREKA. GADIS BOTAK/SITI OH BEGITU? GURU TELINGA ITU ADALAH KEHIDUPAN WANITA.

DAN GERGAJI BERADA DI TANGAN GURU. SELAMA INI KAMU MERASA SEPERTI TAK PUNYA TELINGA. BEGITU JUGA PARA WANITA KEHABISAN DARAH. HANYA MEMERLUKAN WAKTU SEBENTAR UNTUK MENAKLUKANNYA... KINI POSISINYA DITAHAN EMPAT WANITA.DAN KAMU HARUS MERASAKAN PUNYA TELINGA YANG MENYATU DENGAN TUBUHMU. RIUH ORANGORANG ITU TERUS BERTAMBAH. LAMA-KELAMAAN RIUHNYA TERTINGGAL SAYUP-SAYUP. MAKIN LAMA MAKIN KERAS. AGAR KAMU TAHU BAGAIMANA MENJADI WANITA.. SATU PER SATU TERKULAI MELEBUR LANTAI. GADIS BOTAK BERBALIK PANIK. HINGGA IA TAK BERNAPAS LAGI. AYO KITA MASUKAN TELINGA ITU KE DALAM PERUTNYA. KAMU PIKIR GAMPANG MASALAH TELINGA INI UNTUK WANITA? SEKARANG BIARKAN TELINGA-TELINGA YANG MENJADI KEHIDUPAN WANITA MASUK KEDALAM TUBUHMU. BERDESAK-DESAKKAN UNTUK MELIHAT.. DI MANA KAMU NAK? DI SUDUT BUMI CAHAYA SENJA BERSINAR. SEKARANG KAMU MERASA HIDUP DI ANTARA KAMI YANG TAK BERTELINGA INI. SEPERTI DIHIPNOTIS. SUARA SITI.SELAMA INI KAMU MERASA MATI DI ANTARA ORANG-ORANG YANG BERANTING. TEPAT BERSAMAAN DENGAN KEREDUPAN CAHAYA MENUJU KEGELAPAN YANG PEKAT. KARENA TAK ADA ANTING BERTENGGER DI SITU.. BAIK KAMU HARUS HIDUP. GURU SEKARANG KAMU HARUS RASAKAN BAGAIMANA MENJADI WANITA (DIIRIS TELINGA GADIS BOTAK ITU SATU PERSATU) GADIS BOTAK/SITI BERTERIAK-TERIAK KESAKITAN. DAN AKHIRNYA TAK BERNYAWA LAGI.. SUARA 127 . AWALNYA TERDENGAR SAYUP-SAYUP. JASADNYA TERKAPAR TANPA TELINGA. PARA WANITA ITU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBUKA MULUTNYA DAN MEMASUKKAN SEMUA POTONGAN TELINGA. SAMPAILAH SUARA TADI MENGHAMPIRI... BEBERAPA SAAT KEMUDIAN ORANG-ORANG DATANG BERKERUMUN MELIHAT MAYAT-MAYAT BERSERAKAN.SITI. PADA KEGELAPAN ITU TERDENGAR SUARA MEMANGGIL. SOSOK PEREMPUAN KECIL MERENUNG. MENGGELAPAR-GELEPAR. WALAU DALAM KESAKITAN WANITA-WANITA ITU RAMAI-RAMAI MENANGKAP GADIS BOTAK/SITI. MEREKA LEMAS.

IA GIRANG.SITI! KALAU DIPANGGIL MENYAHUT YA? NAMAMU SITI HAWA. SITI KECIL MEMPERHATIKAN BONEKA YANG BARU SAJA DIBERIKAN AYAHNYA. MELOMPAT-LOMPAT DAN MENARI-NARI. TERBESIT SENYUM DI WAJAH SITI KECIL. LAMBAT LAUN SEMUA MEREDUP DAN MENJADI GELAP. AYAHNYA TERTAWA MELIHAT ITU. INI AYAH BELIKAN BONEKA UNTUKMU. INGAT ITU. *** IMRAN LAHA CIBUBUR. APRIL 06 LAKON SANDIWARA PANGGUNG (NOMINATOR) 128 .

nakal. lembut. baik hati. labil) AYU (Prempuan usia 15 tahun. konyol) PEJUANG KOMANO (Bisa laki/perempuan. LAMPU BLACK OUT. sabar) CATATAN UNTUK MENSIASATI KETERBATASAN PEMAIN SERTA KWALITAS KEAKTORAN. BISA DOUBLE CASTING. kejam. nakal. BERUBAH SUNYI SESAAT… SUARA DEBURAN OMBAK BERGENURUH MONOTONE. LAMPU DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH YANG BERUKURAN 3X3 METER YANG DISITU TERDAPAT TOKOH KSATRIA ‘BIMA 129 . licik) WARTAWAN 1 (Bisa laki-laki/Perempuan) WARTAWAN 2 (Bisa Laki-laki/Perempuan) TNTARA 1 (Laki-laki usia 16 tahun. humoris) PLINTIS (Laki-laki usia 15 tahunan. penakut. bijaksana) RONALD (Laki-laki usia 16 tahun. dengki. arif. MULAI MERAMBAT. SELANJUTNYA… MENUKIK DISERTAI JERITAN BERATUS RATUS BOCAH YANG MEMILUKAN. manja. misterius) CANTIK (Perempuan 15 tahun. tidak punya pendirian) ESTIN (Perempuan usia 16 tahun. tahan uji. bodoh. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. bodoh. LAMPU MULAI MENYALA PELAN-PELAN DARI KEREMANGAN… LAYAR PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN PULA MULAI TERKUAK… SAAT TERBUKA PENUH. periang. SEBAB ADEGANNYA ADA YANG TIDAK BERSAMAAN. SUASANA SEPERTI PERKAMPUNGAN MENGHADAPI MUSIBAH GEMPA DAN PANIK! (BIARKAN SEJENAK SUASANA SEPERTI INI) KEMUDIAN… SEKETIKA BERHENTI.MENGGULUNG LAYAR Oleh: Anggi Valentinata Goenadi PARA PELAKU : PELOK (Laki-laki yatim piatu usia 15 tahunan. pemarah) BOCAH KECIL (Usia 13 tahun. bodoh) PETHUK (Laki-laki usia 16 tahun) GEMBOS (Laki-laki usia 16 tahun) BUJEL (Laki-laki usia 15 tahun) MOGOL (Laki-laki usia 17 tahun. KIAN LAMA KIAN MENGERAS HINGGA MEMEKAKKAN TELINGA. emosional) ARYA (Laki-laki usia 16 tahun. usia 15 tahunan. culas dan sok kaya) SUARA (Laki-laki usia seorang bapak. berprinsip) KREPO (Laki-laki se-usia Pelok. mandiri. DIAWALI DARI SAYUP-SAYUP MUSIK GADUH. kejam dan tegas) TENTARA 2 (Laki-laki. pengecut) PARMIN (Laki-laki usia 14 tahun.

SAYUP-SAYUP TERDENGAR TEMBANG JAWA: MAS KUMAMBANG DILANTUNKAN KELEK-KELEK BIYUNG SIRO ANENG NGENDI ENGGAL TULUNGONO AWAKKU KECEMPLUNG WARIH… (DAN SETERUSNYA) DI BAWAH POHON KERING. DI BAGIAN KIRI DEPAN PANGGUNG. DENGAN KESEDIHAN-KESEDIHAN! JANGAN KECIL HATI LANTARAN KAMU SEORANG YATIM PIATU! KAMU MESTI SEMANGAT! KAMU MESTI TEGAR! KAMU MESTI BELAJAR MENGHADAPI HIDUP! PELOOOK… INGATLAH TOKOH BERNAMA BIMA MELANGKAHLAN SEPERTI DIA BUKANKAH SEMUA SUDAH KUAJARKAN KEPADAMU? PELOOOK… PESANKU YANG TERAKHIR: JADILAH ORANG YANG PINTER DAN BENER JANGAN SEKALI-SEKALI BIKIN DIRIMU NGILER JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU SAKITI LINGKUNGAN! INGAT ITU !!! PELOOOK… HATI-HATI. LAKI-LAKI USIA 15 TAHUNAN. 130 . SUARA DEBURAN OMBAK KIAN LAMAT-LAMAT. SUARA : PELOOOK… KAMU MESTI TABAH! JANGAN HABISKAN WAKTUMU. LAMPU WARNA KEBIRU-BIRUAN DI ARAHKAN KE TEMPAT TERSEBUT. SEOLAH-OLAH SEDANG MENERIMA WEJANGAN.ALIAS WERKUDARA’ POSISI BERDIRI AGAK MENUNDUK. SEDANG MERENUNGI NASIBNYA. THOLE…!! PELOK TERSENTAK… DAN MENCARI-CARI DATANGNYA SUARA YANG SANGAT DIKENALNYA. PELOK.

AKU TAKUT SENDIRIAN. AKU SELALU SENDIRIAN.PELOK : (SEDIH) PAK… BAPAK… PAK… BAPAK… JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN. LE. LE. DISINI. PAK… BAPAK… PAK… BAPAK (TERUS MENCARI-CARI) PAK… BEBERAPA ORANG SEBAYANYA DATANG. SEPI SEKALI. PAK. DIBAWAH POHON KERING DEPAN MAKAM. PAK. AYO. BAPAKMU HARUS BANYAK. AKU TUNGGU… SUARA PELOK SUARA : TIDAK BISA. PAK? PULANGLAH PAK. LE… BAPAK HARUS PERGI. AKU TIDAK BERANI. DIMANA KAMU. NANTI PULANGNYA : AKU TIDAK BISA PULANG. NEMANI AKU. SAAT PELOK MASIH ASYIK MENCARI-CARI SUARA BAPAKNYA DAN MEMANGGIL-MANGGIL… SALAH 131 PAK. USAH TAKUT! : (SEMAKIN SEDIH DAN HAMPIR MENANGIS) KALAU BEGITU. PELOK : TAPI KALAU DI RUMAH. PAK. AKU TUNGGU DISINI. BAPAK SEKARANG ADA . PAAK…BAPAAAK… PAAK… BAPAAAK. TIDAK ADA SIAPA-SIAPA. PAK. : YAAAH… BAPAK! AKU TAKUT SENDIRIAN. AKU IKUT PAK. THOLE. AKU SEDIH. PELOK DIMANA? AKU MAU NYUSUL BAPAK AJA. AKU TAKUT… SUARA : SUDAHLAH. NANTI LAMA-LAMA AKAN TERBIASA. PAK! AKU TAKUT. PAK! : THOLE… TIDAK USAH TAKUT! TEMAN-TEMANMU KAN : BISA. DI RUMAH SEPI SEKALI. TIDAK BAPAK JUGA SENDIRI. KESINILAH PAK. PAK… SUARA PERGI… PELOK BERSAMA-SAMA. PAK! AKU DISINI. PAK. DARIPADA DI RUMAH SENDIRIAN.

SEBENTAR-SEBENTAR TERDENGAR SUARA DAR-DERDOR TEMBAKAN… KETIKA LAMPU MENYAPUT PANGGUNG. KOMANDO : (MELIHAT SITUASI) MAJUUU DAN BERPENCAR !! HATI-HATI! JANGAN LUPA. PARMIN: (KAGET) LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA? P. SAYA NGOMPOL. MEREKA BERMAIN PERANG-PERANGAN. (SEREMPAK SEMUA TERTAWA. (BISIKNYA KE KUPING PEJUANG PARMIN) P. SEBAGIAN BERPURA-PURA MENJADI TENTARA DAN YANG SEBAGIAN LAGI MENJADI PEJUANG. MOGOL : EH… LIHAT ITU. KREPO : (KETAKUTAN) SAYA… SA. P. PARMIN: LHO… KOK BISA BEGITU?! APA NGGAK KERASA?! 132 .. PO…KREPO !! P. P. MUSIK GADUH. PARMIN: PEJUANG ATAU PAHLAWAN ITU… TIDAK BOLEH TAKUT. MIN.YA… TERKENCING DI CELANA. DISINI BANYAK RANJAU… (DIUCAPKAN SETENGAH BERBISIK) P. SATU DUA ORANG MEWAKILI WARTAWAN/PAPARASI. MIN. MIN! SAYA TAKUT MATI… P. KEMUDIAN…) PELOK GILA… PELOK GILA… PELOK GILA… (SEMUA MENGEJEKNYA) MASAK NGOMONG SENDIRI !! LAMPU BLACK OUT. PELOK! SEPERTI ORANG GILA. KREPO : SAYA TAKUT SEKALI. KREPO : YA AMPUUUN… SAYA MALAH KECIPIRIT JUGA.SATU DIANTARA ORANG-ORANG TADI MEMBERI TAHU TEMANNYA SAMBIL MENUNJUK KE ARAH PELOK. SEROMBONGAN BOCAH BELASAN TAHUN SEDANG BERMAIN DI LAPANGAN.

PEJUANG KREPO DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI SAMBIL MENGINTAI MUSUHMUSUHNYA… P. . CEPAT. SEBELUM MENOLONG. MIN. MATILAH AKU! WARTAWAN 1 NALURINYA…) PAYAH! INI MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERANG NAMANYA.!!! (TELUNJUKNYA NEMPEL DI BIBIR) DARI ARAH SEMAK-SEMAK SUARA-SUARA LETUSAN TEMBAKAN DIARAHKAN KE TEMPAT DIMANA PEJUANG PARMIN. SIKAAAT TERUUUS. AYO MIN.! P. P. ADA YANG TERKENA DAN TERKAPAR. KREPO : TIIIIIIUUUUT…BROUT (KENTUT SEKALIAN TERBERAK) P.. INI AKAN JADI BERITA YANG MENARIK DAN … WARTAWAN 2 : (TERTEMBAK) AAAK…ADUH. KREPO : SAYA KETAKUTAN. PLINTIS : (IKUT-IKUTAN MENGAMUK) SIKAAAT TERUS…. PARMIN: WOOOOOW… BAUNYA. SALING BAKU TEMBAK.HIAAAT… P. TEMBAK-MENEMBAK TERUS BERLANGSUNG. AYO MIN… CEPAT !! KITA BISA MATI KALAU GAK LARI DARI SINI. NGAWUR! 133 : (TERTEGUN SESAAT. PLINTIS : (JENGKEL) SSSSSSTTT….!!! AKHIRNYA KEDUA BELAH KUBU BAIK YANG PURA-PURA JADI TENTARA MAUPUN YANG BERPURA-PURA JADI PEJUANG.P.. KREPO : (KIAN KETAKUTAN DAN PANIK) CELAKA! MEREKA MENGETAHUI KITA. PO… KREPO !!!! P. AYO KITA LARI DARI SINI.. PARMIN: (MENEMBAK DENGAN MEMBABI BUTA) HIIAAAAAAT…. WARTAWAN 1 : (SIBUK MEMBIDIKKAN KAMERANYA) WAH. MIN. PARMIN: (TERTAWA CEKIKIK’AN) P.

P. SAYA TIDAK TAHU. PAK! JANGAN TEMBAK SAYA. TENTARA 2 KREPO PUN TERKAPAR DAN MATI) : (TIDAK SABAR DAN MENEMBAK KEPALANYA… 134 . TEMBAK SAJA !! KATAKANA JUJUR !! P. TENTARA 1 : MAKANYA. PAK. KREPO : BETUL. TENTARA 1 KREPO) ANGKAT TANGAN…!!! (P. KREPO : (PANIK… DAN MALAH LARI KE ARAH MUSUH) LHO… SALAH!! MANA KAWAN-KAWANKU?! KOK. KREPO : JANGAN. KETIKA SAYA SEDANG NYARI RUMPUT UNTUK SAPI SAYA. JANGAN BOHONGI KAMI! PAHAM?! P. KREPO : (TUBUHNYA MENGGIGIL KETAKUTAN) SA… SAYA TIDAK TAHU… TENTARA 1 : (MEMBENTAK KASAR) BOHONG !! KAMU HARUS KALAU TIDAK… OTAKMU AKAN BERHAMBURAN KELUAR DARI BATOK KEPALA! P.. KREPO MENURUT DAN KETAKUTAN) DIMANA KAWAN-KAWANMU PEMBERONTAK BERSEMBUNYI ?!! TENTARA 2 : (MARAH) CEPAAAAT KATAKAN…!!! : (MENODONGKAN SENJATANYA KE ARAH KEPALA P. KREPO : BETUL. SA… SAYA TIDAK TAHU… SA… SA… SAYA HANYA DIAJAK UNTUK BERPERANG. P. SAYA DITINGGAL SENDIRI! MATI AKU… (LEMAS DAN TERJONGKOK) TIBA-TIBA…. TENTARA 2 `: SUDAH.

TIS! TOLONG . ULAR ITU…!! P. TEMBAKLAH! P. PARMIN: DARIPADA MATI DIGIGIT ULAR. TIS… P. TIBA-TIBA… TAK JAUH DARI MEREKA BERPOSISI TIARAP. ULAR ITU PASTI MENGHABISIKU DENGAN BISA RACUNNYA! TOLONG.. KITA BISA CELAKA! P. SAYA INGIN DISEBUT PAHLAWAN.TIS! SEBELUM ULAR ITU MENYAMBAR SAYA!! CEPEEETAN DIKIT. PARMIN: (KHAWATIR SETELAH TAHU DIRINYA DALAM BAHAYA…) TEMBAK SAJA. PARMIN: (JNGKEL) GUOBLOG!! NANTI KALAU SAYA BERGERAK SEDIKIT SAJA. TIIIS! AKU TIDAK MAU MATI KARENA ULAR INI. MIN. PLINTIS : (BERBISIK) NANTI KETAHUAN MUSUH. PARMIN: TIS. PARMIN: (MAKIN NGERI) SUDAHLAH. NAMANYA BUKAN PEJUANG ATAU PAHLAWAN. PLINTIS : (KESAL) TEMBAK SAJA SENDIRI !!!! P. TIS! TUGAS PAHLAWAN 135 . PLINTIS : (KETAKUTAN) MIIIN… LIHAT ITU! DI SEBELAHMU A. LEBIH BAIK MATI KENA TEMBAKAN MUSUH !! CEPAAAT. KETAHUAN MUSUH… P. PEJUANG PARMIN DAN PEJUANG PLINTIS BERSEMBUNYI DAN MERASA AMAN. AKU MAUNYA NEMBAK MUSUH… TEMBAK SAJA SENDIRI. TEMBAKLAH! P. TIS!! ULARNYA MAKIN DEKAAAT DENGAN LEHERKU. P. PLINTIS : AKU TAKUT SUARA TEMBAKANKU NANTI.A…ADA… P.DI BAWAH POHON DI PINGGIR KALI. PLINTIS : AKU GAK MAU TEMBAK ULAR. TIS… INI JUGA MUSUH KITA. KALAU SAYA MATI DIGIGIT ULAR INI. P.

TIS! BETUL-BETUL PAYAH. SAMBIL SESEKALI MENGARAHKAN SENAPANNYA KE BERBAGAI PENJURU. JANGAN RIBUT TERUS! ASAL KAMU DIAM. PARMIN: (MELIRIK POSISI KEPALA ULAR YANG MAKIN DEKAT LEHER) PAYAH KAMU. PLINTIS : (JENGKEL DAN RISIH) JANGANKAN ULAR. YUUK! NGGAK ASYIK. KENAPA TAK SEGERA KAU TEMBAK?! P. ULAR JUGA MUSUH KITA. TIS!! P.. MAIN PERANG-PERANGAN. KITA BERMAIN-MAIN YANG LAIN SAJA. PLINTIS : SUDAHLAH. DEMIKIAN JUGA GEMBOS YANG BERMAIN JADI TENTARA 2 136 AMPUN.BUKAN MENEMBAK ULAR TAPI MENEMBAK MUSUH P. TENTARA 1 DAN TENTARA 2 MENGENDAP-ENDAP PENUH HATI0HATI. PETHUK YANG PURA-PURA JADI TENTARA 1. DARI ARAH SANA. MENAKUTKAN… PLINTIS : DASAR PENAKUT!! SAMA ULAR SAJA TAKUTNYA MINTA PADAHAL SEMUANYA… KHAN HANYA PURA-PURA.. KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA SAMBIL ANGKAT TANGAN… PARMIN : (MEMBUANG SENAPANNYA) YUUK. JADI JENGKEL MELIHAT ULAH PARMIN. MIN. TIKUS PUN JUGA MUSUH KITA!! (SAMBIL MEMBERONDONGKAN SENAPAN KE ARAH ULAR) TENTARA 1 TENTARA 2 : ITU SUARA TEMBAKAN. PLINTIS : ULAR JUGA MUSUH KITA. PARMIN: KAMU BETUL-BETUL TEGA SESAMA PEJUANG.. KAMU! PLEASE TEMBAKLAH. TIBA-TIBA PEJUANG PLINTIS DAN PEJUANG PEJUANG PARMIN. TIS! KATANYA. DEH… . : BETUL! MARI KITA CARI MEREKA. ULAR ITU TAK AKAN MENGGIGIT ! PERCAYALAH…!!! P.. P.

KREPO MENDEKATI BUJEL (SANG WARTAWAN YANG MASIH ASYIK MENIKMATI PERANNYA) KREPO (KAGET) YA AMPUUUN… BUJEL. PARMIN KREPO. SAMPAI KETIDURAN BENERAN. PETHUK MIIIN !! KREPO BILANG. GEMBOS : BAKAT MENJADI MAYAT KAMU. GEMBOS LOBANG HIDUNG BUJEL DENGAN RUMPUTAN DAN…) : SSSSST…. (SAMBIL MENEPUK-NEPUK DADA) MESTI TAKUT?!! DONG. PO-KREPO. (GEMBOS MENUSUKI : HEY… BANGUN! PERANG-PERANGAN SUDAH SELESAI. MIN… : HIYA. : BERARTI KAMU JUGA PUNYA BAKAT BERMAIN DRAMA PO… : (BANGUN DARI TERLENTANGNYA. GEMBOS DAN PLINTIS SECARA SEREMPAK MELAMPIASKAN KEJENGKELANNYA… : HUUUUUUUUUUUUU…. MIN. 137 . KARENA MATI) LHO… SUDAH SELESAI THO INI?? WAAAH… NGAK BILANG: BAKAT JADI SEORANG PENAKUT KOK SOMBONG. YANG PENTING KHAN MEMILIKI BAKAT… YA THO… SEMUANYA TERTAWA NGAKAK. SAMPAI CAPEK JE… PURA-PURA NGGAK BERNAFASNYA.PETHUK GEMBOS PARMIN : KAMU TERLALU SERIUS SICH. TAEK ANJING !! GEMBOS PARMIN YA THO…. KITA KERJAIN SAJA. INI KHAN CUMAK MAIN-MAIN SAJA! KENAPA : BERARTI SAYA SANGAT BAKAT MENJADI PEMAIN DRAMA. MIIIN… : BAKAT JADI SEORANG PENAKUT… : BIARIN. YA NGGAK PETHUK.

THUK-PETHUK ! : KOK… KAMU MERASA TERSINDIR SICH. DAN… CUMAK MELIHAT DIKIIIT SEKALI. MIN. SARU !! : HEBAT. MEMANG HOBI KOK. APA KAMU BARU SEKALI. KOK GAK KALI SANA. (SEPI SESAAT) YUUK. PARMIN! AKU SETUJU. BARANGKALI DIA SUDAH HOBINYA… KREPO PETHUK! PETHUK : ENAK SAJA! EEEEHM… KALAU IYA. KAMU.. TAUK!! KREPO GEMBOS : KALAU MOGOL. EMANG KENAPA?! 138 : (MERASA) JANGAN NYINDIR SAYA. SEMUA KEMBALI TERTAWA CEKIKIK’AN… PARMIN BUJEL : SUDAH… SUDAH! KAYAK GITU KOK. AH…! : YUUK.. DIOMONGIN. KITA BERMAIN LAGI… APA GITU. YUUK! GEMBOS PETHUK : PALING-PALING KAMU TIDUR LAGI. ASYIK DENGAN : BARANGKALI KAMU JUGA PINGIN NGINTIP. MALES. GEMBOS KREPO HOBINYA SAMA DENGAN MOGOL. KATANYA… : KALAU SERING ITU MEMANG HOBI!! KALAU SAYA KHAN ITU PUN DIAJAK MOGOL. MBOS-GEMBOS?! GEMBOS : (AGAK TERSINGGUNG) ITU KHAN CUMA ISENG… BUKAN HOBI. MOGOL KEMANA.BUJEL : (BERSIN DAN BANGUN) SIALAN KALIAN… NGGANGGU SAJA !! KREPO ADA SENDIRI… PETHUK : PALING-PALING NGINTIP ORANG YANG SEDANG MANDI DI : (MENCARI-CARI) LHO. THUK- . KITA CARI MOGOL DI KALI.

BOGEM MENTAH DARI BAPAK SAYA. YA? MEMANGNYA KITA-KITA INI . TIDAK HANYA MALU.MOGOL : (DATANG TIBA-TIBA…) SIAPA TADI YANG MEMANGNYA SAYA TIDAK TAHU. (KREPO TERTAWA NGAKAK. LAMPU SEDIKIT KEMERAHAN. SUASANA REDUP KARENA MENDUNG. NAMPAKNYA PELOK TAK BEGITU YAKIN BAHWA MEREKA HENDAK BERBUAT JAHAT TERHADAP DIRINYA. PELOK! KITA HAJAR RAMAI-RAMAI SAJA. KOK. DISAMBUNG DENGAN TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA) TIBA-TIBA… TEMAN-TEMAN ITU DIA. MEREKA BERKACAK PINGGANG MENGHADANG PELOK. CUKUP MURAH MERIAH. TEMBANG MAS KUMAMBANG PUN MERAMBATI KUPING. KAMU! NGGAK TAHU. APA YANG KALIAN NGOMONGIN SAYA? BICARAKAN! PETHUK : SUDAH. GEMURUH SUARA OMBAK KEMBALI HADIR. KAMU SERING KE MAKAM DAN NGOMONG SENDIRI DI BAWAH POHON KERING! 139 HOBIMU ITU… : BAYARANNYA KALAU KETAHUAN BAPAKMU. MOGOL KATANYA KAMU SEDANG BERGURU UNTUK MENCARI KESAKTIAN? PELOK MOGOL : (BINGUNG DAN KETAKUTAN) BERGURU APA? : ALAA… JANGAN PURA-PURA BINGUNG.. TANPA BAYARAN! KREPO MALU! MOGOL : KALAU KETAHUAN BAPAKKU. DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH. YUUK!! AJAKAN MOGOL ITU DISAMBUT TEMAN-TEMANNYA SETUJU. GOL! BAHKAN BISA KENA : EH… ORANG GILA! KAMU MAU JADI JAGOAN. GOL… NGGAK USAH TERSINGGUNG! LAGI PULA. SESEKALI BUNYI PETIR MENYAMBAR.

UNTUK MENDOAKAN ORANG MENINGGAL. SESEKALI MERINTIH MINTA AMPUN DAN MENYEBUT-NYEBUT NAMA BAPAK DAN IBUNYA. PELOK : AKU TIDAK PUNYA NIAT SEPERTI ITU. GEMBOS : SUDAH! JANGAN BOHONG! KITA PERNAH MELIHATMU MEMBACA MANTRA. KALAU BUKAN SAMA GURUMU? NGOMONG SENDIRI. SEPERTI SEDANG BETUL! BUAT APA BERANTEM. kawan! YUUK. BOHONG LAGI. SEPERTINYA… KAMU SERING NGOMONGNGOMONG SAMA SIAPA. SAYA KEBAIKAN ORANG TUAKU AGAR DITERIMA ALLOH DI HANYA BERDOA UNTUK SISINYA. KAWAN. PETHUK : DASAR ORANG MISKIN! SUDAK MISKIN. BUKAN BERGURU. KEMUDIAN MELEPAS TALI YANG MENGIKATNYA TANPA BANYAK BICARA. IA HANYA MENGADUH KESAKITAN. SAAT PELOK BABAK BELUR DAN TAK SADARKAN DIRI. MEREKA BERAMAI-RAMAI MENYERETNYA DAN MENGIKATNYA DI POHON KERING YANG SERING DIGUNAKAN PELOK UNTUK MERENUNGKAN NASIBNYA SEHABIS DARI MAKAM ORANG TUANYA. WAJAH DAN PAKAIANNYA PUN SERBA PUTIH.PELOK : AKU KE MAKAM. KEADAAN PELOK MENYDIHKAN SEKALI. TUAKU YANG SUDAH MOGOL : KOK. SAJA. KITA HAJAR MEREKA RAMAI-RAMAI MEMUKULI PELOK. PADA SAAT SEPERTI ITU… DATANGLAH BOCAH KECIL. PELOK TAK BRDAYA. BOCAH ITU DATANG TERSENYUM SAMBIL MENGUSAP-USAP KEPALA PELOK. PELOK TERSADAR DARI PINGSANNYA… Pelok Bocah Kecil : (MENATAP HERAN BOCAH DI DEPANNYA) Siapa kamu…? : (HANYA MENATAPNYA LEKAT-LEKAT DAN TERSENYUM) 140 . SETUJU?! SEREMPAK Pelok : Setujuuuuu… : Jangan… Jangan sakiti aku. PELOK : TIDAK. ENTAH SIAPA. KEMUDIAN MEREKA MENINGGALKAN PELOK BEGITU SAJA. LOK-PELOK! NGAKU SAJA KALAU KAMU MAU NANTANG KITA-KITA INI. SAYA TIDAK NGOMONG APA-APA.

rasanya. Ini baru namanya Helycopter Termegah dan termodern. : Estin… kamu mau Pizza? Saya sudah kenyang. MUSIK BERGEMURUH DAN BERDENTAM. Saya sudah kenyang banget. makan terus. LAMPU NETRAL (BOLEH LAMPU FOLLOW) MULAI DIARAHKAN KE TEMPAT MEREKA BERMAIN. dong. Ayu Ronald : Hey…kawan-kawan. dipamerkan! Kalau aku… malu. ROBOT-ROBOT KECIL BERBAGAI TOKOH (POKOKNYA SEGALA MACAM MAINAN SEJENIS ‘TAMIA’) SUASANA TAMPAK RAMAI. dong. Cantik : Ramai dech… ramai. kayaknya nikmat buanget. Kampungan! Estin : Bagi berger-nya.. Ayu : Ini… ambil saja! Ice cream-nya… kalau kamu mau juga. Cantik : Mana-mana… saya mau. TANGAN BIMA BERUBAH MENJADI TOLAK PINGGANG DAN MENGGERAM : Heeeeeeeeeemmmmmmm…. DAN MUSIK PUN MENEKAN SETIAP LANGKAHNYA. tauk! Game watch murahan Saja. Aku lapar nih… Rundy : Kamu belum makan ya… sepulang sekolah? (MEMBERINYA) Estin Ayu Estin : Sudah sih. nih… : Enggak. Hely ini tidak bisa jatuh meski menukik 180 derajad. Arya : (MENCIBIRI RONALD DENGAN SINIS) Main tetris itu…sekarang sudah kuno. Aku adalah Bima! : (TERHERAN-HERAN) Jadi… Pelok LAAAP…! BOCAH KECIL MENYUSUP KE DALAM DIRI PELOK. Ron-Ron… PS. ICE CREAM. BOCAH-BOCAH BERMAIN BERAGAM MAINAN MODERN: MOBIL-MOBILAN. LAMPU BLACK OUT. Ronald : Ice cream-nya buat saya. KERETA-KERETAAN. Sudah. Cantik : Kawan-kaan. kamu mau enggak… ice cream? 141 .Pelok Bocah Kecil : (SEPERTI DIRAMBATI KEKUATAN TERTENTU HINGGA BADANNYA TIBA-TIBA SEGAR) Kamu… siapa sebenarnya? : (TERSENYUM) Aku meskipun kecil dan dikecilkan banyak orang. BEBRAPA BOCAH MENIKMATI PIZZA. hadiahnya. DUM… DUM… DUM… DAN SETERUSNYA. COKELAT. Arya. ambil ! Ronald : Ya… Arya. kawan-kawan! (SEREMPAK TEPUK TANGAN) Bayangkan seorang perempuan mampu menjadi pilot yang sangat Gesit dan tangkas. Bisa meletus perutku ntar. Ayo siapa berani memecahkan record-ku? Kawan-kawan… siapa yang mampu mengalahkan aku… 100 ribu rupiah. PELOK MELANGKAHKAN KAKINYA LEBAR-LEBAR SEPERTI BIMA. HELYCOPTER. NAMUN YANG DIRASAKAN PELOK SEPERTI ADA YANG BERKELEBAT DI BELAKANGNYA. dong! Ronald : Bukan masalah Game-Watch-nya tapi score-nya. AYAM KENTUCKY DAN LAIN SEBAGAINYA. lihatlah mainanku. lihat score-ku! 100 ribu lebih. POP CORN. Jadi pingin… Makasih ya Run. DAN TUBUHNYA TERASA DINGIN DAN BERAT. !!! PELOK MENGHENTAKKAN KAKINYA. jangan ribut! Berisik. Masak semua untuk Cantik! Ayu : Ini. udah… makasih. PANGGUNG KOSONG. BERGER. dong. PADA SAAT BERGEROMBOL DAN ASYIK DENGAN MAINANNYA SENDIRI-SENDIRI. (SAMBIL TANGANNYA MEMAINKAN REMOTE) : Tepuk tangan. tapi ngeliat kamu makan. BYAARR !! LAMPU KEMBALI DIFOKUSKAN KE LAYAR DIMANA BIMA BERADA DISANA.

Jangan pergi! Aku betul-betul Tidak mengerti. CANTIK. Apakah salah? Dan kekagumanku terhadap tokoh Bima. sehingga saya membuat mahkotanya dari daun nangka. Kesukaan saya hanya meniru-niru seorang Bima. larilah! Cepat. PELOK MELINTAS DI TEMPAT ITU. Silahkan kalau mau mengikuti mereka. : aah. 142 . Maaf. PELOK TERHERAN-HERAN… DEMIKIAN JUGA AYU. jika aku Mengganggu kalian disini. Kamu juga. Ronald : (MENUNJUK KE ARAH PELOK DAN AYU) Itu. dia! Sikat saja! Kasihan Ayu… Dijailin apa tadi kamu sama dia. saya menjelaskan kepada mereka… kalau saya masih waras. Ayu. ADA YANG MEMBAWA KETAPEL. larilah! : Tidak. awas lho !! : Kamu dengar sendiri. Saya menyukai wayang. Suka ngamuk… Ayu Pelok Ayu : Nggak percaya. : Ooooo… begitu. ENTAH SIAPA YANG MENGHASUT HINGGA MEREKA MARAH BESAR. selalu berpesan agar saya menjadi contoh seperti Bima.Arya : Enggak. sebelum dan sesudah ayah saya meninggal. Boleh saya bergabung? : Silahkan. TAK MENJAWAB… KECUALI SEGERA MEMBERESKAN MAINANNYA DAN BUBAR MENINGGALKAN TEMPAT ITU. KEPALANYA MENGENAKAN MAHKOTA BIKINANNYA SENDIRI YANG TERBUAT DARI DAUN NANGKA. ADA YANG MEMBAWA BATU. PELOK TERUS MELANGKAH MENIRUKAN LANGKAH-LANGKAH SEORANG BIMA. Biarlah mereka mengeroyokku. ARYA. Mereka menganggapku gila. mereka tak senang dengan kedatanganku. Yang penting saya… tidak bersalah. kamu. Ayu. : Barangkali… karena kamu sering mengenakan daun seperti itu… : Ayu. Kenapa kamu mengajak teman-temanmu untuk mengeroyok Pelok. Kamu salah menduga! Ronald : (TAK MENDENGARKAN PERINGATAN AYU) Ayuuu… larilah kemari! Daripada kamu nanti kena lemparan batu. Ayu Pelok : Pelok. ADA YANG MEMBAWA TALI. Kenapa mereka pergi?! : Mereka menganggapku tak pantas berkawan dengannya. kita bubar saja! Ada orang gila datang. teman-teman. Pelok. Ronald : Tapi… katanya sekarang dia gila kok. ach! Dia orangnya baik. Terima kasih… Kenyang. memang. ADA YANG MEMBAWA PENTUNGAN. RONALD. Pelok tidak punya maksud jahat. Ayu! Ayu Pelok Ayu TERIAKAN Pelok Ayu Pelok Ayu Pelok SUARA GADUH ORANG-ORANG MENUJU TEMPAT ITU. Menyakitkan. SEMUA TEMAN-TEMAN PELOK JUGA TEMAN-TEMAN AYU. ESTIN DAN RUNDY. saya orang miskin. Arya Ayu : Sssssstt…. ANAK-ANAK SEKOLAH ITU. Ayu Pelok : Pada mau kemana? Kok… : Ayu. Tapi… harus bagaimana. saya pergi dari… : Tunggu! Aku tidak seperti mereka. Sebaiknya. Yu-Ayu? Ayu : Ronald. Ronald : Asyiiiik… biar aku sendiri yang habiskan. masak… mereka berpikiran seperti itu? : (DIANTARA MEREKA) Ayuuuuu…. Jangan bilang begitu! Dia khan teman kita juga. tho? : Betul. hati-hati! Dia… orangnya gila! Sekali lagi. aku.kok. Lagi pula. : Aah. Yu-Ayu. : (BERHENTI) Selamat siang. MEREKA HENDAK MENGHABISI SI PELOK.

ENTAH APA? DATANG RANI. (SAAT SEBAGIAN LUKANYA TERKENA USAPAN AYU) : Maaf… maaf. BOCAH KECIL SUDAH 143 : HEY…! (PELOK KAGET. ADIK AYU. Rani Pelok : Mbak Ayu. WAJAHNYA MENYIRATKAN KEBENCIAN YANG MENDALAM. Sudah. kawan-kawan… Yuuk kita CABUT DARI TEMPAT INI. nanti juga sembuh. disuruh Papa pulang. Yu. saya di sini. ADA SESUATU YANG MEREKA PIKIRKAN. BERCAKBERCAK DARAH MENGOTORI BAJU YANG DIKENAKAN AYU) Sakit sekali.. kalau Mbak Ayu nggak segera pulang. AYU MEMBERSIHKAN LUKA-LUKANYA DENGAN PENUH HATI-HATI. Ayu antarkan ke Puskesmas. Ayu… nggak usah. SAAT DIHADAPANNYA . MEREKA LAMA BERTATAPAN. DAN TERJADILAH PENGEROYOKAN TERHADAP DIRI PELOK. dia! AYU MEMELOTOTI RONALD. Ayu Gembos : Tidak! Dia tidak menantang kalian. Sekali lagi. Tinggalkan saya! Pulanglah! DENGAN LANGKAH BERAT DAN MALAS-MALASAN.Ronald : Kalian dengar sendiri. DENGAN UJUNG BAJUNYA. menemanimu. terima kasih atas kepdulianmu. aku nggak sengaja… (KAGET) Pelok Ayu Pelok : Sudahlah. Ayu. kita cabut. Pulanglah! Nanti kamu dicari orang tuamu. MENGIRIS-IRIS ULU HATI… PELOK BANGKIT DARI DUDUKNYA DAN TERTATIH-TATIH MELANGKAH PERGI.ak. PELOK SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU. sahabat baikmu! (KEPADA KAWAN-KAWANNYA) Okey. NGLANGUT. Yuuk! : Terima kasih. Ayu : Tidak! Biar aku disini. Ronald : Knapa kamu melotot aku.. LAMPU TEMARAM MUSIK MENGALUN. AYU MENANGIS SAMBIL SIBUK BERTERIAK-TERIAK BERUSAHA MELERAI. : Sudah. AYU DAN RANI MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. TIBA DI SUATU TEMPAT. MASING-MASING MERASAKAN KESEDIHAN. Aa. TEMBANG MAS KUMAMBANG KEMBALI HADIR. MEREKA SALING PANDANG. Kalian salah paham! : Keroyok saja…! Jangan hiraukan kata Ayu! Sikaaaat…! KERIBUTAN PUN SULIT DIHINDARI. khan? Kalau dia menantang kita. (AYU HANYA DIAM) Ayo! Nanti Papa marah. seperti itu? (MELUDAH SINIS) Urusi…tuch. Yu… Tinggalkan saja.. PELOK TAK DAPAT BERBUAT BANYAK KECUALI MENAHAN KENYERIAN DAN MENGADUH SAMBIL BERTERIAK MINTA TOLONG. (SEMUA MENGIKUTI APA KATA RONALD) AYU MELANGKAH MENDEKATI PELOK YANG MASIH MERINGKUK KESAKITAN Ayu : (MENATAP PENUH IBA) Pelok… Pelok… (PELOK MENOLEH KE AYU. BERTUJUAN KEMANA. ngelapnya. Sudahlah! Jangan teruskan Niat kalian. Sudah mampus. Ronald : (NGOS-NGOSAN) Yuuuk. ya…? (PELOK TERUS MERINGIS KESAKITAN) Pelok.

144 . WONG TIDAK ANGKA MATEMATIKA. KAMU! NGACO! : LHO?! AKU NGOMONG BERDASARKAN KENYATAAN. KAWAN! KAMU TIDAK MELAWANNYA SAJA. TIDAK MATI. SAAT KAMU DIKEROYOK? PELOK MELAWANNYA?! BOCAH KECIL PELOK : TAKUT? : BUKANNYA TAKUT. SURUH : YA… AKU ADALAH TEMANMU. KAWAN! SALAH DAN BENAR TIDAK MENGENAL RUMUSANMU. KAMU MASIH HIDUP. KALAU KAMU : KAMU… (TERHERAN-HERAN SAMBIL MNAHAN MAU MATI KONYOL! BOCAH KECIL : HEY. TAMBAH HIDUP. SECARA MATEMATIS. PADAHAL KAMU TIDAK BERUSAHA MEMBALAS DAN HANYA DIAM! COBA SEANDAINYA KAMU NGAMUK JUGA! PELOK : SUDAH… SUDAH. KHAN? COBA KALAU KAMU MELAWANNYA…. JELAS KALAH KOK! BOCAH KECIL : HEY. FAKTA… EMANGNYA AKU NGARANG-NGARANG CERITA PALSU? BAYANGKAN. COBA! DIKEROYOK ORANG SEBANYAK ITU. DISURUH MELAWAN.BERDIRI SEORANG BOCAH KECIL YANG MISTERIUS) PELOK NYERI) BOCAH KECIL MENYADARI. (TERBAHAK-BAHAK) PELOK BOCAH KECIL : JANGAN KONYOL. IYA. MATI. TAPI TIDAK IMBANG! SAYA TIDAK : GILA! ORANG SEBANYAK ITU. KENAPA KAMU TAK MELAWANNYA. PUSING AKU MENDENGAR IMBANG KOK. BUKTINYA.

BOCAH KECIL YANG BERADA DIHADAPANNYA SUDAH MENGHILANG ENTAH KEMANA. KAMI? : TIDAK! SAYA HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN. MEREKA MARAH BESAR… PEMARAH 1 PELOK : (GERAM) KAMU MAU MELAWAN KAMI. PELOK KEMBALI MELANGKAH SEPERTI BIMA. ADA SESUATU YANG MERAMBATI SELURUH TUBUHNYA. BANGSAT?!! : YA. TIBATIBA SEKETIKA MUSNAH. BERPULUH-PULUH BOCAH BAHKAN BERATUSRATUS MENGGEDOR RUMAH PELOK. PELOK SEPERTI KENA STROOM. KAMU INGIN SEPERTI BIMA! DEGG…!SEKETIKA PELOK BERKECAMUK DADANYA. PELOK MENDENGAR SUARA ORANG RIBUT-RIBUT. KARENA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH RUMAHKU. MEREKA BERJATUHAN. PELOK BERONTAK. TERUS MENGGERAM DAN MEMAINKAN KUKU PONCONOKO. PELOK KAGET TAPI BERUSAHA TENANG. RASA PERIH. BEBERAPA ORANG MASUK. (HAAA…HAAAA…HAAA…! PELOK TERSADAR.! 145 DENGAN KALIAN. SUARA ITU SEMAKIN DEKAT. SIAPA SAJA YANG BERUSAHA MERUSAK RUMAH INI. KARENA BOCAH ITU SUDAH MENYUSUP KE DIRINYA) PELOK MELANGKAH PULANG. DAN INI… .YANG ADA HANYALAH BERANI ATAU TIDAK MEMPERTAHANKANNYA. KATANYA. MENCARI BOCAH ITU. PELOK MERASA SEGAR DAN SEHAT. KARENA ITU MEMANG TANGGUNG JAWAB SAYA. : SIKAAAATT…. RASA MEMAR. SAYA WAJIB MEMPERTAHANKANNYA. RASA NYERI. SAYA BER-HAK MELINDUNGINYA. DAN DUDUK TERMENUNG DI DEPAN LAYAR PUTIH. PEMARAH 2 PELOK YANG LAIN : JADI KAMU MENANTANG. TAPI TAK DITEMUKANNYA. RASA TAKUTNYA PUN BERUBAH MENJADI KEBERANIAN YANG MELETUPLETUP. RASA NGILU. ORANG-ORANG ITU MULAI MENARIK TANGAN PELOK DENGAN KASAR.

TERJADILAH PERKELAIAN YANG SERU. BUNYI RERUNTUHAN. PELOK BERDIRI TEGAK DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERGELETAK DAN TAK BERDAYA. MUSIK GADUH. HEEEEEMMMMMMMMMMM…… TIDAK TURUT TERGULUNG BERSAMA LAYAR. PELAN-PELAN MEREKA MENGGULUNGNYA NAIK KEATAS HINGGA HABIS… NAMUN WAYANG BIMA YANG TERTANCAP DISITU MASIH BERDIRI TEGAK DAN TERUS MENGGERAM. April 2006 146 . GAGAH. SESEKALI MENGHENTAK DAN BERDENTAM. JERITAN-JERITAN ORANG TERUS MELENGKING. DIA TAMPAK KUAT SEKALI. TAK SEDIKIT YANG BERTERIAK MENGKOMANDO UNTUK MEMBAKAR RUMAH PEL. DAN TERUS MENGGERAM PULA: HEEEEEMMMMMMM…… TEMBANG MAS KUMAMBANGTERUS MELANTUN… KIAN LAMA KIAN MENGHILANG BERSAMA REDUPNYA LAMPU. BUNYI PETIR TUMPANG TINDIH.OK. KALI INI PELOK BETUL-BETUL SEPERTI ORANG KESURUPAN. DUA ORANG YANG SANGAR WAJAHNYA BERADA DIKANAN KIRI LAYAR PUTIH. AKIBAT RUMAH PELOK YANG DIBAKAR RAMAIRAMAI. SUASANA GADUH MENCAPAI PUNCAK. ASAP MEMBUBUNG DI LOKASI TERSEBUT. PELOK MASIH BERDIRI MEMATUNG. TAK SEDIKIT YANG BERGELIMPANGAN AKIBAT PUKULANNYA YANG MEMBABI BUTA. ORANG-ORANG TERUS BERGELIMPANGAN DAN JADI KORBAN. DAN SEKETIKA BERHENTI. LAYAR PANGGUNG DITUTUP T A MA T Bontang. SUARA DARI LUAR KIAN RIBUT. LAMPU MERAH MENYALA DIARAHKAN KE LAYAR PUTIH DIMANA BIMA TERUS MENGGERAM DI DALAMNYA. DEBURAN OMBAK YANG MENGGANAS.

(NOMINATOR) PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi Tokoh : RAYANI MARIO LINDA PRIA CANGKLONG SABRON ABAH NINI 147 .

Lelaki 05. TUKANG PEL..) Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan. Kapan bisa kau dapatkan dia? : Tidak lama lagi.. Asap mengepul dari rokok di dalam cangklongnya. Mereka hanya dibatasi sebuah meja... Lelaki 03.. Lelaki : Tipe begini banyak yang suka. Lelaki : Beri aku waktu. Boss. : (mengangguk-angguk) Berapa umurnya? : 16 tahun.. 07. Pria cangklong 02. Di depannya duduk Seorang laki-laki.PEMUDI ORANG-ORANG SEBUAH RUANG Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light). Pria Cangklong : Usia yang tepat untuk disate. LAKI-LAKI PEMUDA. 01.. Kau tak mungkin mengecewakan aku kan? Aku harap jangan! 148 . 08. waktu segitu terlalu lama! Tidak bisa lebih cepat? : Aku usahakan secepatnya Boss. Back Sound Samar-samar terdengar lagu House musik.. Seorang pria duduk di kursi memperhatikan selembar photo. (Mungkin penonton akan mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah diskotik. Broken home. Aku senang cara kerjamu. Orangku sedang berusaha. Pria Cangklong 06. Pria Cangklong : Baiklah..ATOK ITEM SUTRADARA ANTON PENJUAL TEROMPET. : Alah. Lelaki tertawa. dan seorang lagi berdiri tegak di belakangnya. satu atau dua minggu sepertinya mungkin.. Pria Cangklong 04. Akan kuberi kabar baik secepatnya. 09. Jadi tidak terlalu susah untuk dikerjain kan? Pria Cangklong tertawa.

Biar aku yang ambil.. Muka kamu nggak apa-apa kan? 149 .. tangannya menyentuh tangan Mario yang sedang memegang bungkus kacang rebus... aduh. 17. 12. Sama-sama tertawa. maaf. Mario & Rayani : (berbarengan) Kamu duluan.... Saling menunggu. Lelaki : Tentu. Langit sore yang cerah. : Oh. Background hotel dan gedung perkantoran untuk menunjukkan bahwa setting adalah nuansa tengah kota. Tak disangka siku lengan Rayani mengenai muka Mario.10. (Kesal... Rayani : Kamu nggak apa-apa. Mario : (mukanya mendekat ke Rayani) Cari app. aduh. Mario 20. 13. Mau aku ganti? Aku cari tukang kacang rebusnya dulu... Mario 16. Sebuah bangku panjang terletak tengah panggung. : Aku saja. Mario membuka bungkusan kacang rebus.. Maaf lagi... Kacang rebus tumpah ke muka Mario. Namun tidak jadi. 18.. Rayani : Maaf ya... Beberapa saat Rayani kembali sibuk mencari. Awan putih menutup cakrawala.. Boss. 11. Mario & Rayani : (berbarengan) Silahkan! Keduanya jadi serba salah. Mario : Nggak usah.. Biarkan. 14..) Aduh. (Memunguti kacang di bangku dan di tanah. (Lighting fade in) Mario dan Rayani masuk bersamaan dari Arah berlawanan. serempak ingin duduk.. Makin serba salah... Mario memunguti kembali kacang rebus yang berserakan.. Mengaduk-aduk isi tas. aku saja. Back sound bunyi seliweran kendaraan sesekali. perasaan sudah aku masukin.....) 19. 21.. Aku yang salah kok. Rayani : (sibuk) Di mana sih. Tentu! Tertawa. Rayani : Aduh. 15. Tapi kemudian sadar dengan keadaan orang di sampingnya.. mengeluarkan lembar skenario. Mereka tiba di bangku. Berdua memunguti kacang rebus di tanah. Rayani ingin melihat muka Mario. Keduanya duduk.. maaf! Kena ya? Aku nggak tahu. Rayani membantu.. Rayani membuka tas. TAMAN Set sederhana.. 22. Suara teriakan Pedagang keliling. Rayani : Aduh.. Rayani : Biarkan. Mario kesakitan.

Rayani 33. 31... kalau tak punya dapatkan dengan kerja.... 43. Rayani 39.... : Nggak usah. Rayani 42. (Membuka lembar skenario) Mario berdiri.. Rayani 25. : Kamu cari apa? : Aku cari lensa kontakku. tapi malah nggak ada. Rayani 37. Nih.. jadi dari tadi kamu sudah ngiler sama kacang rebusku? Kalau kepingin kenapa nggak minta aja? Dari pada nyumpahin orang yang punya makanan.... maaf.. Perasaan waktu di rumah aku sudah taruh di tas.. aku yang menderita kok malah dibilang salah? Terus salahnya di mana? 26. Duduk di sini aja. Mario : (Menahan sakit) Nggak apa-apa kok. Kursinya masih lebar kok. kalau terus duduk di situ mukaku bisa babak belur. 34. Rayani : (tertawa) basi banget kamu. : kamu juga sih salah.. aku nggak bakal ganggu kamu.... Mario 40. : Kok bisa kebetulan cocok ya? : Ya sudah pakai aja. Nggak bawa kaca mata lagi. Memperhatikan lensanya. : (mengangsurkan kaca mata) Nggak apa-apa.. : Bener nih nggak apa-apa? : Nggak apa-apa........... makanan kesukaanku.. Mario : Mau kemana? : Cari tempat lain. Pakai aja dulu.. : (memakai kaca mata Mario.. Mario 36. Mario 32. Lagian kamu nggak takut kaca matamu kubawa lari? 150 ... Maaf deh. Rayani : kamu punya makanan dimakan sendiri.. Sirik tanda tak punya. Coba aja dulu... Rayani : (kembali ke tas) Maaf. 27.. berniat mencari tempat duduk lain..23. duduk) Terima kasih. Mario 24. mukaku hampir memar. Rayani 29.... Mario : Oh.. Rayani : Minus berapa nih? : Minus dua. Mario 38... Terima kasih. Mario : (melepas kaca mata) Pakai punyaku... : Loh. Rayani 35.. Rayani mengambil kaca mata. Mario 30. 41. jangan menyumpah! 28. Setelah ini aku jamin kamu bakalan merasa lebih nyaman duduk di sini ketimbang duduk di kafe. harusnya paling nggak tawarin orang kek. Baru sebentar duduk aja Aku hampir nggak jadi makan kacang rebus.

Tapi hanya sebentar. Tapi sedikit ada benarnya juga. 49. Mengangguk..) Kamu memilih tempat yang tepat. Rayani : (matanya masih ke skenario) Oh.. Mario : Eh jangan! Cuma satu-satunya tuh.. Sebentar lagi musim bunga. Mario : Deras. Sekarang orang lebih milih pergi ke kafe daripada di taman. ya? Diam. Rayani : Hah? Kepedean kamu. Rayani : Makanya.. 46. (Diam. hanya sebentar. Rayani melihat langit. lebih baik duduk di sini kan? Menunjuk space kosong di sebelahnya. : Oh. Tiba-tiba hujan turun. Mario : Tapi cuaca kadang suka menipu. : Oh. Rayani 50... Rayani 58. 45. Aku hanya lihat dari jendela mobil setiap pergi atau pulang dari sekolah. Kamu pernah lihat kembang-kembang itu mekar? 57. Mario : Kenapa aku harus duduk di sini? Biar kamu aman? Nggak diganggu orang iseng? Atau cari pembenaran karena sudah membuat kerusuhan? 47.... Mario : Lagi nunggu siapa? Aryani menoleh. ya? Cuaca bagus.. 151 .... 53... Diam. Kebetulan hari ini aku perlu suasana seperti itu.. 48. 56. Mario 59.. 52. Rayani mengangguk... 60... Mario : (Tersenyum.44... Rayani : Pernah! : Sering kemari? : (menggeleng) Hanya hari ini.) Kemarin aku berharap muncul pelangi. Diam. Mario : Nggak nunggu siapa-siapa.. Mario mengambil tempat.. Rayani tertawa. Padahal lebih sehat di sini. ya? Hujannya deras? Mario mengangguk. Rayani 55. Aku tidak mau orang yang kubuat menderita makin menderita karena terusir dari tempatnya.. lalu kembalikan pandang ke skenario. Kelihatan sepi. Tadi sepulang sekolah aku melihat taman ini dari atas bus. tenang.. 51.. Seperti sore kemarin. Makanya aku ke sini... Mario : Sudah datang musim hujan. Mario : Nggak mungkin. 54.. Rayani menggeser duduk. Ayo duduklah. Pelangi muncul habis hujan di siang terik. (Melihat langit) Langitnya cerah. Kembali ke skenario..

Rayani 63. Mario : (tertawa) Bisa aja kamu.... Mario 68. Mario : (jengkel) Apa sih? : Boleh tanya kan? Diam. sayangnya aku malas fokus sama penampilan ketika pertama kali bertemu seseorang. Rayani : Aku mengganggu? : Kalau kamu terus bertanya... Mario 83. : Kamu artis? : Bukan. Rayani 77. aku diam... 87.. 80. Mario 66. 86.. Rayani 79. Mario 64. nah. Rayani 75. 82. ya! Rayani mengangguk. Mario 74. Sumpah! Diam. bukan berarti aku ingin mencopet kamu kan? Lagian mana ada copet yang mau minjemin kaca matanya? 72. 81.. : Lalu? : Apa? : Kalau bukan artis ngapain baca skenario film? Ah! Produser? Sutradara? 78..61. Rayani 84. 69.. Copet-copet di bis kota kelihatan rapi-rapi. : Kalau aku mengajak bicara kamu. Mario 70. baik.... Mario : Apa orang yang banyak tanya itu orang jahat? : Nggak juga sih. ya? : Apa ruginya buat kamu? : Aku bisa menyangka kamu orang jahat! : Apa penampilanku begitu? : Nggak sih. Ini skenario film. Aku lagi mencoba membedah naskah ini. Rayani 71. Mario 62. Kayak orang-orang kantoran. Rayani : Maaf. Mario : Baik. Rayani 65. kamu banyak mau tahu... Tadi kan aku sudah bilang aku perlu ketenangan. Mario : Wah! Good luck. baik.. Besok aku ikut test peran utama. Rayani 67.. Rayani 73. Rayani : Drama atau film? : Apa? : Kamu baca skenario kan? : Hey. Mario 76.. Klimis malah. 152 .. Mario 85. : (tersenyum malu) Maaf! : Jangan membuatku menyesal berbagi tempat duduk sama kamu. Rayani : (menyerah) Baik. aku tidak mengganggu lagi.

Berhenti tidak jauh dari mereka. : Apa? : Ini hari apa? : (tertawa) Sabtu! Malam minggu. Tapi Penjual Terompet akhirnya mengalah juga. siapa yang tahu kalau saya jual terompet? Siapa yang tertarik beli dagangan saya? Bicaranya situ sembarangan aja! Mentang-mentang saya kere. Pedagang terompet muncul sesekali menjajakan dagangan.. 96. Mario 93. Nah. Tk. taman ini bakalan ramai bukan main kan? Kembali teriakan penjual terompet.... (toet.88. Pergi sambil terus menggerutu. toet) 92. Bunyi terompet panjang. : Kamu nggak marah kan? Mario menggeleng. toet) Terompet. Tk. Bunyi terompet.. ya? Masa terus dilaranglarang. Kali ini terdengar lebih keras. 91.. mengeluarkan dengan berat... Tk. sekarang waktunya kurang tepat. saya selalu diusir sana-sini.. Rayani 101.... Mario 89. 153 . Rayani 94.. Kamu mau kita kenalan? Perkenalkan.. Mario menghampiri Penjual Terompet. Penjual Terompet hilang ditikungan (Keluar). Mario melambaikan tangan tanda perpisahan pada Rayani.. 90. Tk. Mario menatap Penjual terompet pergi.) Rayani menarik napas dalam. Penjual Terompet mendengarkan. Merasa terganggu. 98. 99. toet.. namaku. membunyikan terompet dilarang. malah terus dibikin bingung. suara kenek angkot. Kalau saya tidak membunyikan terompet. terompet. terompet. Aku lupa. Rayani : Nggak perlu minta maaflah.... Hening. Terompet : Terompet. (toet. Terompet : Tidak bisa dong! Saya kan orang dagang... Mario 95. Mario : Jangan pergi dulu! : Ada apa? Oh.(toet) Terompet. Bunyi kendaraan berhenti. toet. 100.. : Tidak usah! Dipikirin banget. tersenyum. (toet. Rayani : Biar aku bicara. Bicara berbisik di telinga. Terompet : Terompet. Terompet : Dasar nasib! Jadi orang kecil sudah bingung.. toet..(toet) Terompet.. Rayani : Sebenarnya tadi aku mau bilang. Nanti kalau saya terus-terusan dihalangi saya cari makan untuk mereka di mana lagi? Jadi maling ayam? Jualan dilarang.. Jualan di pinggir jalan dilarang! Di taman dilarang! Saya mau cari makan halal buat anak-istri saya. toet) Terompet. (Back sound) Suara kendaraan lewat satu-satu. Diam. (toet.. Mario 97.

Aku Cuma mau Mama tahu kalau aku sudah berusaha.. Plong.! Di mana? Sekarang? Oke. TAMAN (Ligting fade in – suasana senja) Di bangku yang sama. 108.. dia memang nggak pernah setuju aku ikut kegiatan percuma dan buang-buang waktu seperti ini. (Kehabisan kata. Rayani mengambil tissu dari hand bag... menangis.. 154 ...... 105.... Marah. Air mata tidak bisa mengobati kegagalan kan? Aku mau buktikan pada mereka bahwa aku serius. kenapa aku sekarang bisa menangis. Mario menepuk tangan. Sampai besok. tapi aku tidak menyerah.... mengusap air matanya.. Mama malah suruh aku menangis. Aku. Aku gagal. Rayani : Aku nggak tahu. 112... Mario : Hallo. Papa tersenyum mengejekku. Rayani memberi isyarat dengan tangan agar Mario berhenti bicara. 111.. Mario : Eee. 106. Oke. 104. tapi aku menangis bukan karena aku bicara kegagagalan tadi. Mario pergi. 102.... (Kepada Rayani) Aku ada keperluan... Suara dering hand phone. Aku tahu Mama menyuruh aku menangis supaya perasaanku bisa lega.. Sudah. Bagaimana bisa membuktikan.. Aku tidak mau mereka melihatku menangis karena itu. Semoga berhasil! Mario bergegas pergi. 109. Mario : Sabar. Mario 107.... Rayani : Setuju! Memang itu caranya! Mau? (Menawarkan kacang rebus. Tapi sumpah... kalau aku sudah bekerja sebaik-baiknya.Mengulurkan tangan.... Rayani bingung. Aku nggak perlu peerhatian macam itu. Mario mengambil hand phone.) Ah. man! Tidak mampu. aku memang terus-terusan gagal... Mario : Aku paham! Rayani menarik napas dalam untuk menghentikan tangis. Menutup wajah dengan kedua tapak tangan.. Rayani tak membalas.) : Tapi aku nggak tahu caranya. Mario : Katanya nggak mau menangis? Rayani menggeleng. Rayani : (berteriak) Kaca mata kamu. Tiba-tiba Rayani gemes sendiri. tangisnya tambah pecah... Mario : (tertawa) Semua pekerjaan punya resiko.. Rayani : Aku mengadu ke mama. 103. sudah.. 110..

.... Kamu bagaimana sih? Ambil! (Rayani mengambil beberapa butir. Mario : (menghapus air mata) Tadi kamu bukan mau bicarakan itu kan? : (mengangguk) Ya. gitu dong! Kalau keinginan dicampur sama semangat dan usaha . Rayani 117. Mario 128. 136. Gagal di usia seperti kita justru lebih baik. Rayani : Rudi Sudjarwo lebih menantang barangkali! 155 . Mario 124. : Yakin waktunya akan datang? : Yang penting jangan terlalu berserah pada nasib! : Salut buat semangatmu. Mario : Nah. Jalan masih panjang. Rayani : Aku terus merajut jaring.. Mario : (membuang napas) Hah! : (membuang napas) Hah! Maju terus pantang menyerah! Kalau sudah bertemu untungnya kali aja kamu main peran utama di filmnya Garin. : Apa? : Justru malah baik.. pelan) Menangis kalau harus menangis. Rayani 121. Mario 114. Kalau urusan selera.... semut pun bisa memindahkan gunung.) Masih banyak kesempatan. Mario : Jangan taruh harapan di tempat yang tidak nyata. Masih sangat panjang... Ah.. Jadi menangis adalah manusiawi dan berguna. membentangkan selebar-lebarnya. Keluar masuk studio dengan wajah coreng-moreng. Mario : Di usia seperti kita.. aku terus berharap. Mario 116. Masa nggak ada satu pun yang nyangkut?! 133. Rayani 125. 118. : (Semangat) Ya! : Mau? : (senang) Kacang rebus! : Dari tadi juga kacang rebus. 122. : Apa yang baik? Menangis? : (mengangguk ragu... Mario 126. Rayani : Aku seperti badut yang terlepas dan dibiarkan berkeliaran.. Rayani 127.113.. Rayani 119.. Mario : Aku masih belum percaya kalau aku gagal lagi. mengangguk.. Rayani 129. Aryani 131.. Rayani 135. 132. 134. Berdoa sambil berusaha. Ada yang bilang jumlah air mata saat kita sedih berbanding seimbang dengan air mata saat kita bahagia. aku harus terus. 123. 120. Mario 130. : Hanya masalah selera. : Itu hidupku! Aku pikir. kita nggak bisa percaya atau nggak percaya. Rayani 115..

.. warna tanah telah berubah karena waktu. 148. Mereka tahu apa yang harus mereka beri dan apa yang harus mereka simpan untuk suatu saat. Mario 144. Ilmu pengetahuan nggak selalu bersarang di sekolah kan? 143. Ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk bisa survive di mana saja. Rayani : Sekolah tidak dapat membuatku yakin bisa menggantungkan harapan. 146. Mario : Semua bidang memerlukan orang yang cerdas. 149. Kerja pikiran dan respon manusia kan terbatas oleh keadaan. setelah itu takut menginjak tanah. Rayani : Sekolah tidak pernah menampung. tahu? : Mereka hanya tahu aku kepala batu.. : Kok gitu? Bokap-nyokap. Hanya diberi tahu. diberitahu betapa tingginya langit. Mereka tidak mendidik kita bekerja membuat tangga ke langit. Rayani : Aku nggak pernah yakin bisa mendapatkan itu di sekolah. Sekolah jadi tempat legitimasi formal pendidikan yang semu.. Mario 140. : Sekolah adalah rumah ilmu pengetahuan. Mengajarkan cara memperhatikan dan mengagumi tangga itu. Rayani 141.. Mario : Apa adanya sajalah. Mario : Sekolah kamu bagaimana? Sudah banyak mangkir pasti. 156 . Lulus sekolah kita malah gagap. Mereka menggembar-gemborkan orang lain yang sudah membuat tangga kecil menuju kesana. : Nggak tahu. Nggak tahu mau ngapain. 150.. Mereka memberi tahu kaki kita menginjak bumi. Mario 138. Mario : (tertawa) Kalau mau begitu kamu ikut latihan yoga aja. Tetapi mereka mengajak kita terbang ke masa lalu melihat kejayaan nenek moyang.. 151. 147. 142.Diam. belajar cara menggunakan hati nurani dikesampingkan. Jangan ambisius dong! Ambisi malah akan menjatuhkan kita. tapi membiarkan dia bercecer di luaran. 145. Rayani : Terus mau belajar di mana? : Sekolah banyak ngajarin bagaimana menggunakan pikiran.... Hari gini masih bicara hati nurani? Lagian sekolah nggak akan cukup menampung semua material itu. Mario : Sial! Aku nggak paham bahasa kamu! Ngomong yang lain aja! Rayani membolak-balik lembar-lembar skenario. Rayani : Kita di atas gedung tinggi. Artis juga perlu punya pikiran intelektual. Rayani 139. 137.

Rayani 167. : Ada yang bilang beberapa orang memilih jalan tol. Mario : Akan jadi sempurna buat pengalaman hidupmu kalau tiba-tiba keburuntungan itu datang. Mario : Kamu mau cara mereka? : Aku? Pakai cara itu? Ih. Rayani : Huh! Padahal tesnya hanya begitu-begitu saja! Adegan senang. atau ke kiri. : Ada saatnya.. Mario : Kalau kamu? : Apa? : Kok nggak pulang? 157 . Rayani 163. Mario 158. tidak lulus nggak apa-apa.. Rayani : Huss! Jangan bicara sembarang.. Mario 160. (Tersenyum pahit. lalu menangis. Aku sudah lelah jadi anak bawang terus. kalau senja turun. Casting iklan.. Nggak pernah terpilih yang utama. Aku perempuan yang dipuji perempuan. Mario 164. bisa nari. macam-macam. Kamu nggak ingin pulang? : Di rumah juga tak ada siapa-siapa. Masalahnya kamu bisa sabar atau tidak? 162. 168. Nggak ada yang berhasil mulus. Kemana-mana kita akan bertemu dua jalan. (Terpekik) Aku suka bintang! 169.. pernah merasa kesulitan juga. Mario : Aku sabar! : (menyelidik) Masa? : (bangun memperhatikan bintang) Bisa! Aku yakin ada saatnya.. : Sudah hampir gelap. Mario 156. nyanyi. Seperti apa cahayanya nanti. Rayani : (tertawa) Kok jadi hilang harapan begitu? : Kesel sendiri aku! Apa harus pacaran sama casting produsernya dulu untuk jadi peran utama? 157. Kok kamu yang tanya? Harusnya aku. Aku menarik. Tidur sama orang-orang itu? 159. Rayani 165. Kalau awal-awal ikut. Kuhitung sudah sembilan kali aku ikut casting film.. marah.. Rayani : (menunjuk langit) Lihat bintang itu. Lama-lama aku bisa lumutan di studio casting. Mario 166. amit-amit! : Mereka sama dengan kamu.152. Rayani 171. Rayani : Aku kurang apa ya? Kurang cantik? Aku bisa nyanyi... 153. Rayani 161. Kamu jadi nggak kaget! 154.) Selalu jadi figuran... Keduanya punya resiko. Ke kanan.. Hidungku nggak terlalu ke dalam kan? Tinggi sama berat badanku pas kan? Proposional? Apa dari aku yang kelihatan kurang? 155. Multi talent. Mario 170..

. Tapi enggan menegurku duluan. Aku ingin jadi bintang itu! Oh. Aku yakin buku-buku ini akan banyak membantu kamu. 187.. Terima kasih. Rayani : Oh? Buatku? (Mario mengangguk) Beneran nih buatku? Kamu nggak nyesel? Aku sudah lama cari buku-buku ini. Mario : Teman... Thanks. yuk! : Aku masih ingin di sini. (Tertawa. Rayani 185.. Sumpah. Mario 182.. Wah jadi nggak repot-repot cari lagi dong. Lantaran dia pikir aku sudah punya manajer.. Nggak apa-apa.. Mario 174.. Sebenarnya setiap kali aku ikut casting kami bertemu. Linda hebat loh. Mario 180. 173. Kayaknya Linda bakal nyenengin. itu bintang pahlawan! Terus bersinar ketika yang lain redup..) Dia sudah pergi. Banyak kenalannya orang-orang film. Namanya Linda. Aku duluan.... Ini buku panduan akting. Mario 184. (Ke Mario. (Membuka tas. Mario : Aku harus mengenalnya.) Keinginannya banyak. juga talentscout. Tapi setelah lama kami tegur-teguran. Jujur! Aku mulai senang suasana taman ini. 176. Rayani : Dia sudah nggak perlu lagi sama buku-buku ini? Kenapa? Padahal buku-buku ini bagus loh! 179..) Nanti kukenalkan kau pada sahabatku. : Besok di sini? : Entah. Menyodorkan ke Rayani) Buat kamu. Semua punya kamu? Dapat darimana? 177.. 178.. Rayani : Apa kubilang! : Boleh aku tanya? 158 .. Mario 186. Mario 188. Mengeluarkan tumpukan buku...172. ya.. Rayani : (Sedih.. Tadi dia begitu antusias mau mengorbitkan aku. Dia aktris. Rayani 181. ya? Aku minta Maaf! 183. Cita-citanya sama dengan kamu. Rayani : Rumahku membuat aku jadi penganggur. Nggak ada yang bisa dikerjakan. Pertemuan kami unik. Setelah itu kami selalu bersama.. aku cari kemana-mana nggak ada.... Rayani 175. Rayani : Aku minta kamu rawat buku itu baik-baik.. Pencari bakat. : Kenapa? : Kalau aku cerita sekarang waktunya nggak bakal cukup. Aku dan dia sahabatan. ya. (menunjuk bintang) Bintang itu pasti paling terang. : (Sadar) Oh. Sebentar. Aku harus bertemu seseorang... : Baiklah. : Pulang. Ceritanya kapan-kapan. Linda bilang dari dulu dia tertarik bakatku.

: Masa? Kamu nggak tanya apa itu. Nini akan tetap mencintai Abah.) Bunyi dan suara begitu harmoni di telinga. Meletakkan kepala di paha Nini yang merajut anyaman bambu. 199. menciptakan harmoni untuk menghantar waktu istirahatku. Abah tak mau kehilangan suasana indah ini bersama Nini. bukan pertanyaanku. Tetapi tanpa sebuah lagu pun untuk Nini. Saat seperti membuat pikiranku segar dan merasa menjadi muda kembali. : (mengangguk-angguk. Nini. Perasaaku bergetar bagai mojang pertama kali kenal cinta (Tertawa. Nini dengar. Nini.. (Nini tersenyum. Mario 196.189. Abah : Aduh. Nini. burung-burung kecil itu bernyanyi menggodaku? Abah sudah sangat mengantuk. Mario 192. Abah sedang rebahan di tengah balai. Rayani : Aku duluan. RUMAH ABAH (Lighting fade in – Suasana sore) Set tempat Abah dan Nini bisa hanya sebuah balai panjang dan sebuah meja tempat kendi air munum dan perkakas seperti piring dan gelas. Rayani : Boleh. Ah. Nini : (tertawa) Terima kasih.. setelah itu tidak lagi. Rayani 195. 198. Mario 190.. Rayani 191. Musik seruling atau kecapi dari Sunda. : Sungguh nih. Rayani 193. Betapa indahnya dunia jika suasananya damai seperti ini. Mungkin jika aku masih muda. Angin sejuk tenang membuai pepohonan. Rayani keluar. aku akan membuat karangan lagu untuk Nini. 197. Mario diam. mengerti) Oh! Baik lah! (Pergi. Tapi tidak ingin tertidur. Bunyi air jatuh di kucuran.) Suasana inilah yang semua orang cari.. Mario sendiri. Mario 194. Abah. Mereka seolah berbisik menghipnotis sadar. betapa pandai dalam bekerjasamanya alam..) : Nggak ada pertanyaan lagi? : (menggeleng) Nggak ada apa-apa lagi dipikiranku. kamu kemari hanya untuk kacang rebus? : Awalnya iya.. setelahnya? : Itu pertanyaanmu. dan suara burung bernyanyi ikut mengiringi. 159 .

. Nini 211. Nini : Anak ada perlu apa? : Nini masih ingat saya? : Oh. Anak meminta Abah merubah wajah Anak.. Abah sudah mendengkur. Nini 204. Nini menggeleng. 218. Bicaralah pada Nini.200. Abah. : Kalau begitu Nini minta maaf sekali lagi. Di sisi kaki Abah. Linda duduk di tepi balai. Nini masih ingat. 208. Nini 217. Linda 214.. Linda 212. Linda 210. Nini. Nini akan senantiasa di samping Abah. Itu menyalahi kodrat. : Nini bisa bangunkan Abah? : (berbisik) Maaf. Nini tidak tega bangunkan bayi yang sedang lelah ini. Linda : Saya tahu sesungguhnya Abah bisa membantu saya. ya? : Abah boleh sangsi! : Oh tidak. Abah tidur lah. Nini tidak pernah putus asa ketika hidup menderita. : Oh. jangan ganggu Abah. Abah : Tanpa sebuah lagu pun? : Tanpa sebuah lagu pun. Nini tidak pernah angkuh ketika berpunya. Meminta yang macam-macam pada Abah. Banyak saya dengar cerita kehebatan Abah. lalu melanjutkan kerja anyamannya.. Nini rela hidup bersama Abah dalam suka dan duka. Abah tidak akan melakukan itu. Nini 209. : Sebentar saja. Nini 215. 220. tidak! Abah tidak pernah sangsi pada Nini. Linda : Saya ingin bicara sama Abah. Abah tahu! Abah begitu mengagumi kesetiaan Nini. Linda 207. Nini : Sudah... Abah orang sakti kan? 160 . Nini : Sampurasun! : Silahkan duduk. Sebentar. Linda : Kenapa Nini selalu menghalangi saya? Setiap kali saya datang Abah seolah enggan menemui saya? 219. Nak. Lihat! Tidurnya nyenyak sekali. Linda 216. Nini : Bukan Abah tidak ingin menemuimu. Abah mengangguk dalam setengah tidurnya. Abah 201. Nini membelai rambut Abah. 213. Kamu sudah pernah ke sini. : Kenapa Abah tidak Nini bangunkan? : Abah baru beristirahat.. Nini tak pernah mengeluh menemani Abah yang lumpuh.. Muncul Linda. Abah 203. 206. 205.. Nini 202.

Abah : Ah. Nini. Kamu harus pergi.. Apa yang dilakukan terbatas kekuatannya.. Nini? Nini menggeleng. Kalian memang hancur. 229. 226. Tolong bangunkan Abah untuk saya. Anak harus mengaku salah. Kami tidak pernah meminta atau menerima balasan jasa dari orang yang kami bantu karena Nini dan Abah memang tidak memerlukan itu semua. Linda 223. Nini! Saya tahu Abah bisa menolong. Abah tidak memicingkan mata sedikit pun. Nini tidak bisa membantu anak. pikiran dan tenaga. Linda mengguncang-guncangkan tubuh Abah. Nini : Kamu sudah keterlaluan.. Linda : Saya akan menunggu sampai Abah bangun. ingin aku Linda berjalan mundur tertatih keluar panggung. Nak. Nini menggeleng.. Tapi Abah juga manusia. Alam ciptaan-Nya sudah memberikan semua tanpa Nini dan Abah minta dari manusia. Jimat yang pernah diberikan Abah tidak dapat menenangkan hati saya. 233. 232.. Linda : Kalian ingin aku menderita...... 227.. Nini 224.. Linda : Tolong saya.. (Melihat Nini. Nini. Nini 222.. Itulah cara untuk mengembalikan wajah anak. Nini. Abah memang tidak mau membantu saya? Kenapa? Berapa saja uang yang kalian minta akan saya turuti. Saya merasa ada seseorang yang membuntuti saya setiap saat. 230.. Linda : Apa salah saya. 228. Nini : (menggeleng) Abah tidak pernah memilih untuk membantu siapa saja. Tolong saya. Nini diam. kenapa menangis? 234.) Ah. telah mengganggu tidur Abah. saya tamu yang tidak diinginkan Abah? : Bukan! Tapi Anak bertujuan ke tempat yang salah. 161 . Nini menangis. Membantu sekuat hati. Anak tak perlu terus sembunyi. Nak.. Linda : Abah manusia. Nini menggeleng.. nikmat sekali tidur yang hanya sebentar ini. Nini : Maaf. : Jadi menurut Nini.221. 225... Tolong. : Nini. tinggalkan kami. Nini : Nini minta maaf. Linda : (emosional) Saya ketakutan. 231..

Tapi Abah bahagia.. Abah memang sudah waktunya bangun. hingga bara yang kau sulut di dadaku dapat kuberikan untuknya... Untuk apa mengakhiri hidup sekonyol itu? Aku masih mencintaimu Parwita. dan bintang berpaling muka karena redup sinarnya.. 237. Atok sang pelatih tampak serius memperhatikan teman-temannya berlatih olah tubuh. Mario duduk sendiri di bangku taman. Lihat! Aku masih tetap di sini! Akan tetap di sini. 236. namun begitu menyejukkan.. bau kematian orang lain yang membuat hidupmu pendek.. Karena ketika kau membutuhkan aku. Linda : Mas atok. Ada sebuah bintang yang tak pernah redup sinarnya menyinari Abah. Mario : (membaca selembar surat) Penat? Aku tidak kalah oleh penat. Berhentilah menangis. Aku menunggu saat itu. TAMAN Malam turun hujan. Bunyi angin menggoyang dedaunan. Isi surat terakhir sebelum kematianmu penuh dendam..... Bau darah. Jika bara di dada belum tersiram oleh darah. Parwita. Ni... tapi berkualitas.. Linda menarik lengan Rayani setengah berlari ke arah Atok. Mas Atok. Bintang itu tidak begitu terang.. Abah tadi bermimpi tentang malam yang gelap.) TANAH LAPANG (Lighting fade in – suasana malam) Beberapa pemuda sedang berlatih drama.. tolong saya dong! 162 . Aku bukan pengecut! Akan kubuktikan cinta yang kau sangsikan. Penuh dendam... Suasana taman yang temaram sesekali menjadi terang sesaaat terbias cahaya Kilat yang menggelegar di angkasa.... Aku menunggu saat bulan bulat penuh.. Oh.. Aku tahu kau sedang memandang marah kepadaku.. Tidur Abah sedikit.. Aku masih.235. Abah mengambil jemari Nini. aku tak ada di sampingmu.. tidak. Lelah? Aku tak takluk karena lelah. Abah : (menghapus air mata di pipi Nini) Tidak. (Menangis.. aku tetap seekor srigala..

: (kepada Atok) Rayani. ya? : (tertawa) Bukan. iya lupa. jadi mau malu ngomongnya. Dia yang tulis skenarionya? : (mengangguk) Terus? : Apa? : Terus apa hubungannya dengan saya? : (tersipu) Oh. Item 250. Padahal waktu ribut-ribut kemarin kakinya gemetaran.. Pemuda 1 243. Kak Atok bisa aja. Atok 263. Item 240. 255. Atok 261. Atok 239. Suasana langsung ramai. Peserta latihan bangun menghampiri Linda. Item 242.. Atok : Sialan! Gua kira ada yang mau ngajak ribut! : Si Item basi banget! : Iya. Rayani 254. 163 . Linda : (Menyodorkan naskah.. Tahu sih. Linda 264. Linda 258.) 256. Memangnya kita anak ayam? Kok diurus? : Latihan lagi. kenalan sendiri aja deh biar lebih enakan. : Ngomong aja. tahu! Pantas sinetronnya laku. Linda 247.. kalau begitu kalian lanjutkan latihan aja lagi! Biar mereka kuurus. yuk! Peserta latihan pergi sambil menggerutu. Linda : Sorry! Ada perlu apa? : Ngomong-ngomong kenalin dulu dong temannya.) Kak Atok kenal penulis naskah ini? (Atok membaca halaman depan skenario.. Atok 257. Kalian punya masalah? Kami siap bantu kok. Tahu sinetron Keluarga Cemara? 259. Atok : Arswendo Atmowiloto. Memang kenapa? : Dia yang tulis naskah sinetron Angling Darma. Lin.) Ada perlu sama Kak Atok. Tulisantulisannya dekat dengan kehidupan masyarakat kita. : Marjuki. Linda 260. Biasa dipanggil Item. Rayani! Halah. Ada apa? Anak-anak kampung sebelah mengamuk lagi? : (Tersipu sendiri. Atok 249. Dia penulis naskah-naskah realis. Linda : Ada apa? : Iya. : Atok. 241.Latihan olah tubuh buyar. kok. Item 253. Linda 262. Pemudi 1 245. Rayani 252. 238. Pemuda 2 244.. Pemuda 3 : Ah. Atok : (memperkenalkan diri) Rayani. 248. dia lari paling dulu! : Wah. Item : Oh. : Oh. (Kepada Atok. 251. Item melirik genit ke Rayani.) Tidak ada apa-apa.. 246. : Aku lihat waktu yang lain berantem.

Dasar pikun! 268.. (Merogoh tas. Linda : Syumanjaya. aktris-aktris yang dapat piala citra. Itu kan latihan akting teater. Syumanjaya. ya. Iya.265. tapi latihan olah tubuh. ah.) Ssstt. iya. ya? Film itu garapan sutradara. kapan ada waktu ajarin saya akting? 270. Linda : Ah. kok saya dibilang mirip Yati Oktavia. yang penting dikasih kesempatan untuk jadi bintang filmnya. Rencananya sebentar lagi naskah ini diproduksi. Linda : Yang Muda yang bercinta. (Meletakkan telunjuk di bibir. Di mana saya taruh. Tiba-tiba tertawa. (Pause.) Ketinggalan di tas satunya. : Hah? Latihan kayak begitu? Nggak mau.. Akting begituan loh yang paling sulit. Linda : Oh. Kak Atok. Gunanya supaya tubuh kita fleksibel dan tidak kaku. Buat apa tanya-tanya ke orang yang punya niat baik sama kita. Eee. : Joged-joged kayak orang gatel begitu? : Itu bukan joged-joged. Atok 267. Item : Latihan akting memang seperti itu. Kak Atok sama Item jangan bilang-bilang ke orang lain dulu ya. langsung gabung latihan sama kami. 164 . kan? Ngomong-ngomong Kak Atok pernan nonton film Yang Muda Yang Bercerita? 266.) Tidak tahu kenapa. Katanya saya mirip Yati Oktavia waktu masih muda loh. Saya mau kasih surprise ke orang-orang kampung! Biar mereka tahu sendiri kalau saya bintangnya. Atok 271. : Ah. kalau saya dapat peran utama ini. padahal wajah kami tidak ada miripnya sama sekali kan? Mungkin dari body kali. Saya diajar akting film dong. saya tidak mau latihan begitu.. Padahal tadi sudah saya catat di tissu loh. Jadi penasaran. Kata sutradara saya itu film bagus. Atok 273. Apa coba? Nggak nyambung bangetkan? Kalau alasan lain saya tidak tahu kenapa. judul aslinya Yang Muda Yang Bercinta. 272. Capek-capekin aja. kalau mau belajar. Linda 274. Linda : Iya deh saya mengaku. ya? Soalnya banyak sair-sair bermutu di cerita itu.) Sebenarnya saya diminta mempelajari naskah ini.. kok bisa lupa namanya. Linda. Itu film puisi kan? Saya mau cari vcdnya ah. (Menyodorkan naskah. ya? Dia bintang lawas banget kan? Linda sih dibilang begitu masabodoh saja. 275. Saya mau latihan cara mengeluarkan air mata yang banyak. Sutradaranya bilang saya paling cocok jadi peran utamanya.. siapa itu? Aduh. maksudmu? : Oh. Makanya. Atok 269.

283. Oedhipus Di Kolonus. 277. Bagaimana kalau kita ajak Rayani main? 281. Apalagi jadi peran utamanya. : (kepada Rayani) Kamu mau ikut proses? : (terkejut) Saya? : Bang Item mau ajak Rayani main teater? : (kepada Rayani) Mau tidak? : Main naskah apa dulu dong? Terus perannya apa? : Antigone! : Antigone? Wah. Linda 287. Antigone adalah nama tokoh utama perempuan di naskah ini. Item 294. buat Item hal kecil. Item : (menghampiri) Latihan pemanasannya sudah selesai. Aryani 296.) Maaf ya.. kalau saya suka sekali memainkan peran yang beruraian air mata. Item masih stand bye untuk membantu kamu. Ini cerita tragedi Yunani. : Sangat mau! (Kepada Rayani) Biar aku yang putuskan! Rayani terkejut. Item 290. 292. ngobrolnya kita lanjutkan nanti. Item : Kamu mau menerima tantangan ini? 165 .. Item : Rayani? : Cewek teman Linda itu! Lihat karakter wajahnya. ya? Terus kapan waktu buat saya? : Tenang Lin. nama yang bagus sekali! Itu nama apa? Kayaknya nama kota di Perancis . Linda : Oh. Linda : Bukan kamu.. Linda 295. Item : Bukan! Ini nama tokoh dari cerita trilogi Sophocles. Atok : Oke. Aryani 286. ya? 291. Item maksa-maksa! : Saya.) Ayolah! Mau kan? : Ih. Atok 282. 278.piala vidia atau oscar biasanya meranin tokoh yang berlinangan air mata kan? Beberapa peserta latihan bubar untuk istirahat. Atok 284. cerita tragedi? Ceritanya bisa bikin penonton menangis kan? Tadi saya sudah bilang Kak Atok. dan Antigone. Item 288. Oedhipus Sang Raja. Saya mau pemanasan sendiri dulu. tapi Rayani! (Kepada Rayani lagi. Item : Kak Atok mau latihan. Sayang saya tidak ada waktu! 293. 280. Item 285. Linda 279. Linda 289. 297.. Item : (berbisik kepada Atok) Kita kan kekurangan pemain. Kalau ngajarin akting saja. Tok! Pas sekali kan dengan yang kita ingin untuk naskah ini. (Kepada Rayani. 276. Tok! Break! Break! Habis istirahat kita masuk adegan. Linda : Aku pikir-pikir dulu.

: Bye.. Lagipula yang ikut latihan sudah sering mengeluh. 310. Sudah ditunggu untuk latihan di studio.. mau! Sekarang sudah yakin? Eh. memberi isyarat pada peserta latihan membuat lingkaran.. Item 314. Masa mereka latihan koor terus.. Item : Tapi dia tidak bisa ikut latihan hari ini. Item 312. Item : Maksudku bukan itu. Kalau begitu saya pergi dulu. Item : Bye. tidak ada. (Kepada peserta latihan. Linda dan Rayani hilang di tikungan.) Perhatian! Perhatian! Grup sudah mendapat orang yang cocok untuk Antigone! (Seperti MC di pagelaran tinju) Perkenalkan.. Tok! Anak-anak biar aku urus. Atok pergi. Sampai ketemu lagi Bang Item. Mendengar koor mereka terus bikin kepala pusing! 303. (Kepada Atok) Aryani setuju. Atok 304. Waktumu aku yang atur.298. Kak Atok! Bye semua! Atok mengangguk. 166 . : Iya saja. : Tidak apa-apa. Nanti kalau kebanyakan koor mereka seperti para wakil rakyat kita di senayan sana. 311. kok! 307. : (menarik lengan Item) Item! Kita harus bicara dulu sama anakanak! 302.. : Bye. Linda 315. Linda : Kan saya sudah bilang mau. Linda 309. : Bye. Sumpah! (Menyodorkan naskah. Linda 313. Apa perlu saya ulang? Mau. Rayani 301. Item senyum-senyum genit. Besok aku ke kostmu untuk kasih jadwal latihannya. ya.. terima kasih Bang Item.. Lin.) Baca saja dulu naskahnya! 300. Item : Tenang. Bye. Anak-anak. kapan tokoh Antigone muncul dalam latihan. Aryani! Peserta latihan bingung. tapi di cerita Antigone ini tidak ada adegan pornonya kan? 299. 308. Aku paham. Aryani 306. Item : Tidak ada kok.. : Oh.. Linda : Tapi. Atok : Ya sudah. aku paham.. Linda : Oh. 305. Atok : (menarik lengan Linda) Sebentar.. Bingung! Terus-terusan koor. mau. : Bye.

Koor 367. Pemuda 3 344. Perempuan 2 360. ii. kepalamu! Kita sudah latihan berbulan-bulan. Pemuda 1 139. biar kita tahu kemampuan beraktingnya. Pemuda 3 : Alah. Item 365. Pemuda 3 368. Jangan ngomongnya kayak orang mau berak! 349. Tem. Tem! : Tenang... tenang.. Pemuda 1 346. : Aku nggak setuju dia jadi Antigone! : Aku juga. tapi cara kamu salah. 167 .316.. kamu sudah cocok jadi Ismene. Pemuda 2 348. Betul! : Pokoknya aku tidak setuju kalau dia jadi Antigone. bagaimana nih? : Aku pikir-pikir dulu. Item 369. Pemuda 4 : Cara bagaimana yang benar? : Harusnya dia dikasting dulu. ngomong yang jelas. Perempuan 1 : Kok aku nggak pernah dikasting jadi Antigone? Tiba-tiba orang yang nggak jelas dari mana datangnya ditawarin! 359. soal itu mudah. Atok : Betul... Kalau nanti ternyata baca dialog bisanya aa. Item 361. Atok : (memanggil) Item! Item berlari menghampiri.. Atok 342.. Item 340. 317. Item : Ada apa.. Pemuda 2 341. Item 318. Item : Tapi bukan begitu caranya. Tok. Pemuda 4 : Aku boleh mencalonkan diri jadi Antigone? : Jangan Noni. Pemudi 1 345. mudah. : Nah. : Mudah. 343. Tem. : Bergaya apanya? : Ngasih peran ke orang lain kok tidak bicara dulu sama kita-kita? : Tanggung jawab. gua dengerin. 362. Item 363. Item 347. Tok? : Bergaya luh. Tunggang-tunggingan. : Nggak perdulilah siapa yang jadi Antigone. Ke laut aja luh! Kalau mau ngomong. cool man! Aku paham kegelisahan kalian. Apa bisa diandalkan? 366. Kalian pernah bilang untuk cari partner main kan? Kalian perlu Antigone cepat-cepat dimunculkan. uu. : Kenapa? : Nggak setuju aja! : Gua nggak mau dengar gerutuan nggak jelas.. Sedang mereka lihat latihan olah tubuh saja kelihatan jijik begitu. bagaimana? 364.

. Atok : (Bangun. Tem. Berdebat. Atok 376. Rayani : Kamu mau bikin aku gila. Rayani dan Linda masuk. Atok : Baik. Ra. ya. man. Linda : Itulah maksudku. Ini perlu pertunjukan dibisnisin.370. hanya ikut latihan. Lin. : Santai. Masa padamu negeri terus. Emas harus dipoles oleh tukang emas. Malah maunya aku malah taruh pemain bintang dipertunjukan kita. 374. Koor 375. Musik on. Perlu waktu banyak untuk ikut kegiatan itu! 378.. Tapi kamu langsung mengiyakan. Kita bisa jual tiket masuk. 373. dibisnisin. Kamu tak perlu ikut naik panggung. TAMAN (lighting fade in – Suasana malam) Bulan di pucuk daun. 381. Paling nggak dapat uang lelah dong biar sedikit. Atau pengganti uang transport. Biar ada uang masuk buat grup. Nanti jadi sufi. Kambing juga kamu. yuk! Kita mulai dari ode pertama. Menari... Eby : Siiip! : Konsentrasi. kamu Tok. Aku setuju pendapat teman-teman. Tem! Latihan. Aku akan terus memperhatikan kemajuan kamu. musik siap? : Siap. kamu. Item : Alah. Ayo mainkan musiknya. 377. apa-apa pikir-pikir terus. Rayani 380. baik. Aku ingin kau ikut latihan bersama mereka. Item : Terserah kalianlah. Ra. 372.) Terima kasih. Jika sudah saatnya kamu berhenti. Lin? 168 . Semua khorus bernyanyi. Semua pemain siap pada posisinya masing-masing. 379. Biar pertunjukan bisa dijual. Semua memang sudah dalam rencanaku. Kita harus test kemampuannya dulu untuk menjadi Antigone. Eby. adegan khorus masuk. Masa capek-capek latihan kalian tidak dapat apa-apa. Tok. kamu berhenti! Kamu perlu alasan ke mereka? Tenang! Biar aku urus. Rayani : Kan bisa dipikir-pikir dulu. Susah pikiran! Setidak-tidaknya kamu hargai aku dong yang sudah tenar masih mau capek-capek mengurus grup sandiwara kamu. strophe 1. Kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan kamu di sana. Khorus siap? Koor membentuk komposisi. Linda : Tapi aku tidak bisa bagi. Tok! 371.

STUDIO CASTING (Fade in – suasana pagi) Seseorang sedang mengepel lantai. kalian! Apa kabar? (Pada Rayani. sebentar. setelah itu kerja lagi. Rayani duduk di samping tas Linda yang terbuka. tau nggak? Tukang Pel mencuri dengar.) Oh. 391. Bicara dengan orang di seberang. mengambil HP. Rayani mengangguk..) Benarkan itu Linda? (Rayani mengangguk. Rayani 385. Linda pergi. (OS) Anton : Iya. Apa kabar? Sebentar.... Kok pada diam? Kuda Nil kalian semua! Siapa saja yang merasa gerah berada di dalam ruang ini lebih baik keluar! Dari pada mengganggu terus! Kepala gua pusing nih. Mario : Hey. Barangkali orang yang lain. Linda 387. Mario : Aku sedang tidak enak untuk bercanda. 383. Mario 386. Bang! 169 .Suara dering HP Linda. (OS) Mario : (marah) Rio! Apa-apan sih kamu? : Permintaannya di luar batas.. (berbisik.) Dia cantik... Muncul mario.) Aku pikir kamu sudah melupakan taman ini. (Kepada Rayani) Kapan kita ngobrol-ngobrol lagi? Sekarang malam purnama. : Oh? : Aku harus pergi.. Bulan terlihat lebih lebar senyumnya dari sini. (OS)Rayani 390. lepasin! Bangsat ini ngacau terus kerjanya! : Tenang semua! Tenang! Ada berapa orang sutradara di sini? Ayo jawab! Gua barusan tanya. Wajahnya terkejut. 382. Apa kita pernah bertemu? (Linda menggeleng. Menutup tas. Hallo? . (OS) Sutradara : Hei. : Mau kemana? Linda. namaku Mario. Pusing! Gua minta minuman.) Perkenalkan. Linda : (pada Rayani) Sebentar. Linda : (Sinis) Aku kenal kamu? (Pada Rayani) Aku harus pergi. Rayani cepat-cepat memasukkan senjata itu ke tas Linda. Tangan Rayani merogoh tas Linda. Masih berburu suasana tenang? Masih suka lihat bintang? (Melihat Linda) Oh? Kamu pasti Linda! (Menjabat tangan Linda. Ton! 393. bukan. (OS) Linda 392. Rayani menengok ke Linda yang sedang membelakanginya... Mengeluarkan sebuah senjata api. kau tega melewati purnama? Bahkan Raja Kaligula rela keluar istana hanya untuk mencari bulan. Ekor matanya melirik ke dalam tas. Linda membuka tas. 389.. Linda berjalan menjauh.. 388. 384.

tolong bikinin teh pahit untuk Abang. saya sudah beri isyarat supaya kamu diam? Disuruh diam malah tambah ngaco! Tahu diri dong. Itu pun aku harus bujuk-bujuk assisten sutradaranya. Tukang Pel : Oh ya. Mario 399. Kamu pikir di dalam tadi sidang kelas? Pakai ada interupsi segala! (Sedikit keras) Mau apa pakai sok melarang Rayani buka kancing baju? Apa sih ruginya disuruh begitu? (Keras. Mario : (berbisik. Linda : Ada apa nih? : Kamu bagaimana sih? Kok bikin rusuh? Kok ikut-ikut jawab pertanyaan sutradaranya segala? Sudah untung loh kamu boleh ikut ke dalam ruang kasting. Anton 404. (OS) Anton 397. 398. dia itu sungguh-sungguh mau jadi pemain atau tidak! 407.) Pandangan matanya sama ketika dia melihat perempuan-perempuan cantik! Laki-laki mata keranjang! Tukang Pel membawa teh. Hampir menabrak Tukang Pel. amanin temannya Yani dong! : Iya. Linda : Ssst! : (berbisik) Saya tahu kok pandangan orang suka. Eh ini tidak. kamu! Tadinya saya yakin dia akan mengambil Yani sebagai tokoh utama dalam filmnya. masuk ke dalam. iya.) Rayani hanya ditest. Mario 401. kamu itu siapa? Kita butuh mereka untuk Rayani. 396. Hey ikut saya kamu! Pintu terbuka. Saya lihat matanya bersinar waktu lihat Yani. Sudah jelas tadi sutradaranya tertarik.Anton muncul dari balik pintu. Anton : Anjing! Belum ambil gambar aja repotnya sudah begini! Jepri. Tapi gara-gara kamu semuanya bisa berantakan. ya! 395. Linda : (berbisik) Sok tahu.. tahu? Kamu tidak tahu kan? 400. 394. Linda : Mana saya tahu! : Saya pikir ada kamu di sampingnya bisa bantu mendorong sutradaranya senang dengan Yani. Mario : (keras) Halah! Tes apa? Ngetes kok pakai cara cabul begitu? 170 . Ton! Tukang Pel meninggalkan alat pelnya. 403. Muncul kepala Anton. Terus jadi ill feel gara-gara ulah kamu. 405. Mario : Dari mana kamu tahu dia suka Aryani? Pintu terbuka. (OS)Linda : Linda. Menggerutu. Muncul Linda menuntun lengan Mario keluar ruangan. 406. kamu malah bikin ricuh.. 402. Sebenarnya kamu tadi lihat kan.

408. Linda : Kamu pikir saya main-main? 171 . Rayani harus buka kancing baju? Kalau pun dia tidak sungguh-sungguh. Linda 426. 409. 412. tetap saja itu pelecehan. Mario : (keras) Aku tidak mau Rayani dilecehkan. Mario : Alasan apa? : Kamu cemburu kan? Dia sutradara dan lebih tampan dari kamu! : Eh. 415. Linda 430. Mario 423. Tukang pel keluar dari ruang. Linda : Aku mendukung dia jadi apa saja yang dia inginkan. tahu nggak? Linda diam. : Berniat macam-macam apa? Bukan kamu saja yang di sana. Linda 418. Tentu dia akan berpikir seribu kali meminta Rayani sungguh-sungguh membuka kancing baju di depan kita. mulut kamu lebih berbisa dari mulut ular. Tukang Pel 428. 413. 411. bicara macam aktivis HAM lagi. Mario 429. Iya kan? 416. 422. 431. Tukang Pel : Ssst! Linda dan Mario diam. Linda : (keras) Kamu ini bodoh apa bego sih? Test kesungguhan tentunya! Jelas-jelas dia minta di depan kamu. 425. banyak kru lainnya. Mario : Mau kemana kamu? : Mengajak Yani pergi dari neraka ini! : Ssst! : Persetan denganmu! : Kalau berani masuk. Linda : Alah. : Taik kucing! Jangan menipu kamu! : Kok dikatakan menipu? : Kenapa tadi kamu terus menghalang-halangi Yani? : Kamu sudah tahu alasannya. Mario 410. Linda 424. berarti sutradaranya kan tidak sungguh-sungguh!. Sok. Mario 417. melemparkan ke wajah Mario. Linda 420. Sekarang saya tahu siapa kamu! Saya tahu kamu sebenarnya tidak ingin Yani jadi bintang. Linda membuka sebelah sepatu. Mario : (berbisik) Dilecehkan? Dilecehkan apanya? : (keras) Apa untuk tahu seberapa besar bakatnya. saya teriak! : Teriak aja sesuka kamu! Mario memegang handle pintu. Mario 421. Linda 414. Mario menuju pintu studio. Mario 427. Mario 419. : Bukan karena alasan lain? Diam. Linda : Aku tidak mau ada orang berniat macam-macam sama Rayani. Seseorang melanjutkan pekerjaannya.

. Mario 441... : Ini untuk semua yang pernah kamu lakukan pada Parwita.. merangsek ke arah Linda. Sutradara 447.. Tolong saya dong! Tukang pel ragu-ragu. Mbak. Satpam 2 mengambil ember. 442. Sutradara : Itu sungguhan Mas.. bukan akting! : (tak percaya) Ah. Satpam 2 membantu. Tukang pel : (tercekik) Cepat tolong. Cepat panggil keamanan. Sayangnya Satpam 1 sudah lebih dulu berhasil mendorong Mario ke sudut.. Mario berontak mendorong Satpam 1. Kepala Sutradara.. : (tertawa) Gua senang akting luh! Tepuk tangan. melemparkan air ke Mario. Anton 448.. Anton keluar. Mario 437. Pergi ketakutan meninggalkan pekerjaannya.. menyudutkan Linda di dinding. 172 ... Ton! Panggil keamanan! 449.... 435... Mario tidak dapat menahan emosi.. : Maaf. 445. Mario mencengkram leher Linda. Bunyi peluit... lepaskan tanganmu! Mario menggeleng. 450. masa sungguhan? : (menjerit) Hei.. : Tidak! Aku lebih sekarat. Kalau ikut-ikutan saya takut saya sendiri yang susah. Linda 440. Mario 444. 443. Linda : (hampir hilang napas) Tolong.. Satpam 1 terjatuh.. Ton. Aku lebih sekarat. : (takut) Parwita? : Kamu membunuhnya... Anton : Iya.. Mario 439.. Tubuh Linda basah kuyup. Saya hanya tukang pel. Linda menjerit-jerit kesal. Anton : (menjerit) Ada apa dengan kalian? Hey. Linda 436. saya nggak mau ikutikutan. : (Marah) Lepaskan tanganmu! Dia sekarat. sungguhan. Anton 446. Anton di balik pintu setengah terbuka.Membuka satu sepatunya lagi. : (marah) Bangsat! Kamu mau mengingkarinya? : Aku tak kenal Parwita.Linda 434.. Sutradara 452. 433. Menarik Mario. Bang... Linda 451. Kedua Satpam berhasil Membekuk Mario. Mario : Lepaskan. Kasihan keluarga saya. Linda 438... Sutradara : Tidak! Dia telah mebuat hidupku berantakan. Dua orang Satpam itu mencoba melerai. Linda : (ke tukang pel) Hey. lepaskan dia! : (panik) Wah benar.. Anton dan dua orang satpam masuk. Satpam 1 menyergap Mario.. 432.. : Aku tak kenal Parwita.

Sutradara : (ke Sutradara) Ada yang punya tissu? : (ke dalam ruang) Ada yang punya tissu? Sepi. 173 ... jatuh duduk bersandar tembok. Satpam 2 : Siap. Sutradara menutup pintu dengan wajah bertanya-tanya. Anton mendekati. Pria Cangklong : Secepatnya. Linda 461. : Kamu tidak apa-apa. Jangan sampai mereka punya anggapan aku tukang tipu. kapan? Aku tidak mau tahu. Boss. Linda lunglai. Besok harus sudah ada beberapa yang kau bawa kemari! 467.. Ayo coba lawan saya sini! (Mengeluarkan jurus-jurus pencak silat. Pak! Saya tidak bersalah! : Halah! Sudah jelas-jelas kamu bikin onar kok pakai bilang tidak bersalah! Beraninya lawan perempuan kamu.) Ayo maju! (Tertawa. Anton : (Mengulurkan handuk) Kamu aman sekarang. Sekali kita lengah kawat tali tiba-tiba melilit di leher. baik! Anton masuk ke dalam studio. 465. 456. Satpam 1 : Lepaskan. Boss. Anton 462. Lelaki : (nada ketakutan) Baik. Pak! Kedua Satpam membawa mario pergi.. Melemparkan handuk kecil yang menggantung di bahunya 459. Anton 460.. ternyata pengecut dia. : (mengambil handuk dengan terpaksa) Aku ingin sendiri. SEBUAH RUANG 464.. Anton 457.453. Saya janji! : Secepatnya-secepatnya. Menangis sesunggukan. Linda 463. Lelaki 466. Pria Cangklong : Kapan kau bisa bawa perempuan-perempuan itu? Kau tahu sifat klien-klien kita terhadap orang yang keleleran dan lambat? Mereka sangat cepat seperti bayangan.. Sutradara : Pakai handukku aja nih Ton. Bawa dia ke pos! 455. kan? : (menjerit) Aku tidak apa-apa.. Mario 454.) Tuh kan. Aku hanya ingin sendiri! : Baik. 458.

Rio. Rayani 475. Mario : Ini aku.... Mereka duduk di bangku. Rio. ini aku. Mario 484. Ra.. : Dan lagi-lagi mereka tidak memilihku jadi bintang. Aku berusaha meyakinkan diri dan berkata pada diriku bahwa ini aku. bicara dengan teman di sampingnya.. bukan itu.... Mario : Mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjagamu. Ra. 469. Aku jadi ikut merasa bodoh. Merangkul Rayani... 174 . 480.. Rayani 471. Mario : Suatu saat harapan itu di tempat nyata. karena aku tidak mengesankan apa-apa kepada mereka. kau telah jadi bintang buatku. kuatir mereka tidak memandangku. Rayani 481.. Mario memandang kosong ke depan. Rayani : Apakah itu penting kuketahui? Kalau memang. : Berhenti menyesali diri. Membuatmu bodoh dengan keinginanku.. 468. Tapi aku yakin kau tak mungkin percaya.TAMAN Rayani duduk dengan wajah kusut. Begitu kan? 473. Mario 476.. : Kamu menuntut pengertianku? Baik! Kamu ingin aku mengerti apa maumu? Berhenti mengejar mimpi ini kan? 477... Mario 470. 487. Rayani : Kau tidak ada di situ! Kau tidak ada! : Maaf.. Ra.. 483.. Rayani : Aku selalu merasa bukan diriku yang berada di situ. : Aku memang ambisius.. Mario : Aku ingin kau tahu satu hal. Rio? Kamu tahu betapa tertekannya aku di dalam studio. Saling merangkul. : Di mana kamu. Rayani : Tidak! : Aku tidak mau tahu lagi! : Kamu tidak mengerti. Aku perlu seseorang untuk menghilangkan perasaan itu. : Tak perlu persetujuan mereka. Rayani 485. Mario 478. : Dan aku memang seperti katamu. Mario 474. Rayani : Bukan. Terlena kehangatan membaca bahasa hati masing-masing. Aku janji! Rayani menunduk... Rayani : Kamu sudah lakukan sepenuhnya tadi.. 488. 479... aku menaruh harapan di tempat yang tidak nyata. tapi aku nggak mampu.... Rayani sesunggukan di bahu Mario. Aku selalu takut kalau aku salah. Diam. semua obsesi-obsesiku.. Maaf! : Kamu benar. ini aku.... Mario 482. Ra. Mario 472. 486.

Rio! Aku benci kamu. Rio. Rayani 496.. 490. Ra.. Aku tak ingin kau seperti Parwita.. Mario : Dengar aku. Mario 495. Aku ingin kita cepat-cepat pergi dari sini. Rayani : Percayalah. Mario 504. Linda beku. : Kamu bicara apa? : Kau tak berhak mengatur aku! : Dia ingin menjualmu! : Jaga bicaramu. 507.. Rayani 505. Linda : Menjauhlah dari Linda. Dia ingin menjebakmu. Mario : Hal ini sangat penting kamu ketahui.. Rayani : Kenapa kamu pakai cara ini? Aku bukan anak kecil.... menatap marah pada Mario. Rayani : (menahan Lengan Linda) Cepat kita pergi dari sini! Aku tak ingin melihat dia lagi.. Ra.. 175 . Ra.. Aku hanya ingin kau mendengar kata-kataku.. Linda merogoh tas. Linda : Linda sahabatku. Rayani : Aku tak mau mendengar omonganmu.. Mario : Aku tak punya maksud apa-apa padamu.... Beberapa perempuan termasuk Parwita sudah menjadi korbannya. Aku tak mau mendengar omongmu. Rayani 500... Mario : Ia anggota komplotan penjual gadis-gadis ke luar negeri. 491.. Linda datang ke arah mereka. Mario : Menjauhlah dari Linda! Rayani terpana tak percaya.. Kau dengar? : Kenapa? : Dia berbahaya! : Maksudmu? : Jangan dengarkan! : Sungguh.. Ra! Kau harus percaya dan menerima ucapanku. 510. Ra. Mario 501.. Linda 499. bangsat! Menjauh dari dia. 503. Mario 498.. 492... Dia jadi sakit karena cemburu! 502. 506.. : (marah) Apa-apan kamu? : Aku sudah tahu sepak terjang komplotan mereka. Rayani 507. Mario jatuh berlutut. 509.. Sudah lama aku ingin mengingatkan kamu. Linda 497. Kumohon Linda. Mario 493..489. Dia tetap sahabatku. Rayani 494. 508... : (ke Mario) Bangsat kamu! Rayani menutup kedua telinga dengan tangannya. Mario tersedu.

.... Mario : Maafkan aku Parwita.. Buktinya saya masih bisa membawa beberapa ke Boss. Kamu juga cantik. Ah.. Pria Cangklong 521... Sebentar lagi... Sebentar lagi. 176 . Perempuan : Bukan Boss. Saya perlu uang untuk membujuk dia.511..... Boss jangan kuatir.. Boss. ya? Kenapa tidak kamu saja.... Seperti tukang obat murahan di pasar yang becek dan bau.. Tidak ada seorang pun tahu pekerjaan saya.. Tapi ternyata aku tak mampu melakukan apa yang selama ini kupendam.. untuk yang satu itu saya tetap berjanji membawanya! 520. Kesusahan dan penderitaan yang kupendam setelah kematianmu pupus karena perasaan cinta.. Ternyata aku hanya seekor rubah pengecut yang tidak dapat berbuat apa-apa. Maafkan aku. Aku tidak dapat membalaskan sakit hatimu... 514. untuk gadis yang satu ini.. Kalau saja... : (napas tersenggal) Oh.. Pria Cangklong : (menggebrak meja) Kalau saja apa? Kalau saja gerak-gerikmu tidak tercium oleh seseorang? Dan kau jadi kucing ompong yang dipermainkan kecoa? 515. Saya janji. Perempuan : Dia sudah di bawah pengaruh saya. Perempuan : (tenang) Kapan? : Besok. Boss. Perempuan 518........ SEBUAH RUANG 512.. Pria Cangklong : Katamu dia bisa kau bawa? Kau bicara begitu meyakinkan saat itu. Parwita. Parwita.. Aku sudah menemukan buruan kita.... Lagipula saya sudah ganti dengan yang lebih cantik dari dia kan? 516.. 513. Perempuan : (menggeleng takut) Saya tidak akan main-main... Pria Cangklong : (mengangguk) Oh..... Saya sudah hampir mendapatkan dia Boss. ya? Kamu sudah gantikan dia? Dengan siapa? Perempuan mana? 517. (tiba-tiba marah) Aku tidak suka dipermainkan! Aku mau anak itu! Mereka menginginkan anak itu dan aku sudah berjanji untuk mengirimkan kepada mereka! 519.. Pria Cangklong : Dengan yang lebih cantik dan lebih hot tentunya. bukan itu. Maafkan aku. Boss! Sumpah demi bintang yang bersinar di langit! Tapi saya minta uang saya dahulu. Salahkan aku Parwita..

Perempuan tertawa..... Perempuan menoleh ke arah sabron. Pria Cangklong : (setengah gelak) Anjing! Kau dengar apa katanya Sabron? Sabron mengeluarkan tas uang. Sabron tetap berdiri seperti biasa. Perempuan : Beberapa ratus ribu sisanya untuk itu juga. Pria cangklong 527. Perempuan menghitung uang. 528. Boss... Sumpah demi bintang yang bersinar di langit. tewas. Perempuan menghitung uangnya. : (tertawa) Oh. (Ke Perempuan) Bukan begitu? 525... Aku takut kehilangan kau. Pria Cangklong : Siap. Membuka di depan perempuan. Sabron kembali ke belakang perempuan. (Memanggil) Sabron! 523. : Berikan dia imbalan hasil kerjanya. Pria Cangklong : Kau perlu uang? Selama ini kerjamu bagus.. ke salon.. sayang. si boss kayak nggak tahu aja. Pria Cangklong berbalik membelakangi kegiatan Sabron. Perempuan menggelepar. Kau bisa menggantikan dia ke salon.522. curiga. Sabron mengeluarkan tali dari saku celananya. SELESAI 15 April 2006 177 . Perempuan 526.. Sabron 524. 529. Sabron. Mungkin dia ingin make up untuk menghilangkan kerut takut di muka.. atau cepat-cepat ke sauna untuk menguras keringat yang beracun di badannya. Tertawa tergelak. Secepat bayangan Sabron menjerat leher perempuan dengan tali. Perempuan mana yang tidak suka ke salon? Boss ingin melihat mereka cantik kan? Pria cangklong tertawa. Pria Cangklong : Setelah ruangan ini bersih. Sebab kau pekerja terbaikku. tapi belakangan aku sering merasa dikecewakan. ya? : Ah..

4. JOKO PEGGY LALA ‘MASKOT’ (tak berwujud. 2. 5. hanya suara saja) EMAK JOKO PARA PENARI/PROPERTY MAN/HEWAN PELIHARAAN 178 . 6.(NOMINATOR) “ SANDAL JEPIT “ Karya : Herlina Syarifudin Para pelakon : 1. 3.

Bodo ah. TELPON RUMAH BERDERING) Ugh. (TELPON LALU BERHENTI BERDERING) ’MASKOT’ : Nah.PEMBUKA (TAMPAK PARA PENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKI BERGERAK. RUANG TENGAH RUMAH JOKO ) (DARI BALIK WING TIBA-TIBA BEBERAPA SENDAL DAN SEPATU DILEMPAR TAK BERATURAN KE DALAM PANGGUNG.ATAU ALAT MUSIK TRADISIONAL LAIN MENYESUAIKAN DAERAH MASING-MASING. KURSI. GITAR DAN DRUM. ditaruh dimana sih sepatuku. Diam kamu telpon! Kalau tidak. aku banting nanti. gigih juga dia. (TIDAK ADA SAHUTAN. DIIRINGI ALUNAN MUSIK GAMELAN . LAMPU GENERAL SUASANA TAMAN PAGI HARI) ADEGAN 2 (PAGI. PADA MENIT TERTENTU PARA PENARI BERGULINGAN LALU MEMBENTUK FORMASI PROPERTY PANGGUNG. PROP RAK SEPATU DIISI DENGAN SEPATU DAN SENDAL. Kan tenang. Nak. kenapa cuma satu. DAN GANTUNGAN BAJU – FREEZE. telpon rumahpun tak disentuh. .FREEZE 179 . SELANG BEBERAPA DETIK KEMUDIAN. (JOKO MENUJU RAK SEPATU) Walah.) ’MASKOT’ : Aduh. RAK SENDAL/SEPATU. (HP JOKO BERBUNYI) Aduh. (HP DIBIARKAN TERUS BERBUNYI. TAMAN KAMPUS) PEGGY : Kemana sih anak kampung ini? HP tak diangkat. (LAMPU BERUBAH. MEMBENTUK KOREOGRAFI GERAK YANG HARMONIS. MEJA DITARUH PESAWAT TELPON – LAMPU FADE IN) ADEGAN 1 (PAGI. Itu angkat dulu sebentar telponnya. jelek-jelek. rotanpun jadi. Males ah. Pagi-pagi sudah berisik. Hatiku sudah pantang berpaling darinya. LANTAS PERGI) EMAK : Hati-hati. ini apaan sih. (TERIAK) Maakkk ! Joko berangkat dulu. gitu. rumahnya jadi rumah hantu? Masa tak satupun ada yang ngangkat telpon? Benar-benar keluarga super ajaib. Apa kalo pagi. DIPADU ALAT MUSIK MODERN. Tapi. PIANO. DIIRINGI FADE IN OMELAN JOKO) JOKO : Ugh. sulit bagiku untuk meninggalkannya. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH MENJADI POHON DAN KURSI TAMAN. Tak ada akar. Emak lagi menggoreng tempe. (JOKO MENGAMBIL SENDAL JEPIT SEADANYA. TELPON RUMAH TETAP BERDERING. nanti gosong. nenek trembel pasti mau berkicau lagi nih. ADA YANG MENJADI MEJA. LAMPU BLACK OUT.

PEGGY LALA : Ceilee. Realistis sajalah. Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya.. ini. aku juga bukan tipe plagiat. biyuh. Ngapain juga mamaku susah payah melahirkanku kalau ternyata hanya jadi seorang pengkhianat atau bahkan pecundang. Tidak bakalan dia mendua. selalu memberi informasi perkembangan yang dia dapat selama ini. mungkin hanya akan sebatas angin semilir saja yang kita nikmati dengan syahwat tanpa sempat kita syukuri dengan hati. segitu idealisnya. prinsip hidupku tak seperti ceritacerita konyol di sinetron. itu hanya karena faktor x yang datangnya bukan dari genetik. : Eh. Maaf maaf saja. Resikonya kamu memang harus sabar. aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri. bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. Bagiku. Love is Blind. Kamu ternyata berbakat jadi keponakannya da’i kondang Arifin bahkan Aa’ Gym. Ini pernyataan jujur. Betapa percaya dirinya mereka ketika bisa menggaet pasangan imigran. Aku bisa omong begini. Peggy. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD. Apalagi di kampus kita ini. Padahal kalau kita tidak malas. nusantara ini dengan mottonya gemah ripah loh jinawi bukan sembarang bualan motto.’MASKOT’ : Dasar lagunya Tiffany laku terus sepanjang masa. Joko is the best deh. Sayangnya. karena salah satu temanku yang saat ini lagi observasi di beberapa pelosok pedalaman buat studi akhirnya. PEGGY : (TERTAWA) Busyet. Kalau tidak. coba kau jalan-jalan ke pesisir Banten lalu kau cari desa yang namanya Menes. gaya hidup negara kita tanpa disadari memang plagiat total dari seberang. Betapa bangganya cowok-cewek gaul masa kini. 180 . Disana terkenal dengan paras cantik para gadisnya. Ternyata kita semua patut dikasihani. Dasar manusianya saja yang tidak bisa mengontrol hawa setan. yang aku utarakan tadi itu sudah sangat realistis.. salah satu bentuk pengkhianatan terselubung. aku belum pernah menemukan orang setulus dia. Butuh proses. PEGGY LALA : Oh ya? Masa? Aku jadi penasaran. PEGGY : Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh. ini. LALA : Eh Mbakyu. Tidak usah jauh-jauh. Sampai sekarang. tak kurang gadis dan perjaka pedalaman yang aura cantik dan tampannya menyiratkan keunikan zamrud khatulistiwa yang luar biasa fantastik. Itu juga kalau kita mau peduli. : Nah. Pokoknya kalau masalah setia mati. Itu kenyataan. ketika mereka mengenakan busana import. dia adalah sobat karib sepanjang masa. Di depan kita dan akan banyak lagi di sekitar kita. Aku tahu. LALA : Aku serius ini. jangan sembarangan kamu bicara ya. Sok idealis. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang. Tidak semua orang sepertimu. Padahal andai mau membuka mata hati lebar-lebar. Sorry ya. Kalaupun ternyata di muka bumi ini tak terhitung para pengkhianat dan pecundang yang bertebaran. LALA : Peggy.

baru kali ini aku mendapatkan seorang pangeran yang begitu percaya diri dengan kesederhanaannya. kamu jangan berusaha membuatku terpengaruh atau bahkan merubahku untuk mengikuti jalurmu itu. 181 . itu tadi salah lain dari negara ini.. Jangan hanya karena masalah hati. Kapan tanah kelahiran kita ini berada pada posisi penawaran harga yang cukup bernilai sehingga tidak begitu saja cepat laris manis namun tidak mampu lagi menyediakan stock karena tutup buku. Keanekaragaman dari hubungan kita. Tapi aku mohon. negeriku. Dan yang membuatku salut. Besok aku akan ke kampus dengan memakai sendal jepit pula. Kalau bisa aku akan berusaha akrab dengannya. Toh. Apa aku bilang? Aku rela dimadu dengan sendal jepitnya. dia tak pernah malu menemaniku jalan dengan sendal jepit kesayangannya. Be our self itu penting. Pasti jantung Peggy berdegup kencang menahan rasa. TAPI LALA MENYELA) LALA JOKO : Plagiat lagi. Kejujuran itulah yang membuatku terpikat sejak pandangan pertama.. aku tidak pernah mengeluh dengan keborjuisan kamu. bukannya aku tidak mau membelamu sayang .. aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. plagiat lagi. pengen. jangan salah. Kau memilih aku yang hina dina ini saja. bobot. Pastilah masih banyak madu dibanding racunnya. Maka itu aku pilih Joko.. bebet itulah pondasi prinsipku hingga kini. Berusaha mengeruk massa dengan bujukan yang murahan. Joky. (JOKO MUNCUL – SEMUA PEMAIN FREEZE) ’MASKOT’ : Wow. (PANGGILAN MESRA PEGGY KEPADA JOKO) I’ll never stop loving you. Oh. tentu tahu apa yang harus kau perbuat dalam hidupmu. LALA : Nah. dibela koq malah tidak mendukung. Begitu obralnya harga kita. Kau cerdas. (TEPUK TANGAN MENYINDIR) PEGGY : Bagaimana sih sayangku ini. Pribadiku akan tetap menjadi Joko seperti yang kau lihat sekarang ini baik sebelum atau sesudah mengenalmu.PEGGY : Eits. Kau tidak perlu beradaptasi denganku dari sisi penampilan atau gaya hidup. Malah sok berlindung sebagai oposisi. kemudian merubah 180% dari apa yang ada pada dirimu saat ini dan kemarin atau bahkan esok. pangeran sejati yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ajaran bibit. Yang satu bernuansa keroncong. Aku jadi menyesal membelamu. tumpah darahku. Maklum. Namun aku tidak akan memintamu untuk berprinsip sama denganku. namun lebih kepada sosok tersiratnya yang bagiku nusantara sekali. Ih. LALA : Picisan! Sok mendramatisir. tidak salah kan aku. Cerminan sifat warga negara yang baik dan patuh. Karena aku bukan jatuh hati pada sosoknya yang terlihat. Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan akur. namanya juga pasangan segar. JOKO : Cintaku. PEGGY : Tuh. (JOKO BERUSAHA IKUT NIMBRUNG. itu yang aku nikmati hingga saat ini. sementara yang lain dengan top forty-nya. : Dua burung pipit sedang adu senandung. Seumur-umur aku pacaran...

. Jangan sampai dia lupa jalan pulang. LALA : Siippp. PEGGY : Maaf. ya hampir lupa. Saat pertama aku membuka pintu hatimu. Berarti selama ini aku terlalu buta untuk menelusuri bahkan menerjang kabut yang menutupi hatimu. Aku ke sekret BEM dulu ya. aku merasa jalan yang harus kulalui adalah bukit. itulah caraku untuk sedikit demi sedikit mengurangi keeksklusifan yang sebenarnya cukup menyiksaku. Bukan maksud hati ingin berseimbang diri denganmu. JOKO : Mohon. siapa tahu teman-teman sudah pada nongol.. Tak baik bertamu terlalu lama. La. Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol. Hingga sekarang aku sadar ternyata kau membatasi ruangmu untuk kumasuki. DIIRINGI PROPERTY MAN BERGULINGAN BERUBAH POSISI MENJADI SOSOK-SOSOK DENGAN KOMPOSISI ABSTRAK SIMBOL BUKIT. surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan. jaga Peggy ya.LAMPU BERUBAH. Saat ini aku masih merasa berputar-putar di lerengnya. Entah mengapa. setiap kali aku mencoba menanjak menuju badan bukit. kita tidak hanya melalui dataran. (PEMAIN FREEZE . Oh. Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik. Tolong sampaikan pada Bo’im. Namun ketika sendal jepitku ini berjalan di lereng. Beres bos. sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. (LALA PERGI DENGAN SENYUM) PEGGY : Koq abdi? Selama ini berarti kau hanya menempatkan dirimu pada posisi bodyguard yang dengan setia mengawalku kemana-mana demi keamanan? Begitu? Segitu rendahnya kau menghargai posisimu dihatiku. tapak kaki ini agak sulit berkompromi dengan kata hatiku. jeritan kesakitannya sanggup menusuk telapak kakiku. Akhirnya aku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku. cinta. Jok. JOKO : Ok juga boss.. Jangan kau kira aku bangga dengan status keluargaku saat ini. Beda ketika aku mencoba mengajak masuk dan mulai menapak badan bukit. Jangan kau salah mengerti. TELENTANG. (BELUM SELESAI PEGGY BICARA. ok. kau telah cemas menungguku di puncak bukit. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. aku bisa merasakan nyamannya. LALA MENYELA) LALA : Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. Maunya tetap saja menapak di lereng. Silahkan lanjutkan provokasinya. MERUNDUK DAN MENGGAPAI – LAMPU BERUBAH) 182 . kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. Maaf. kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. Apa karena alas kakiku yang hanya sebatas sendal jepit ini yang merasa tidak mampu menapak di jalan yang mulai terjal dan landai.PEGGY : (TERSENYUM MALU) Maafkan aku sayang. Mamaku. Dalam perjalanan. Walau sebenarnya aku tahu. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta. Satu pesanku. Nanti aku menyusul. Namun. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer. TELUNGKUP. Titah paduka akan segera hamba laksanakan.

Aktingmu melebihi kehebatan para aktor broadway. aku mohon maaf. aku tidak ingin egois. itu masih lebih ksatria. Jangan kau salah menilaiku. Aku seorang tolol yang buta sekaligus kehilangan tongkat. Kau tetap mengisi ruangku saat ini. Kau takut aku tersinggung jika kau ungkap keluhanmu itu? Iya kan?! Dan kini kau pasti terkejut karena aku telah terbangun dari buaian mimpi burukku selama ini.. Dan bahkan laknat bagiku kalau sampai aku menduakanmu. Nafasku kini kian sesak.. Peggy. selama ini . PEGGY : (BALIK LAGI) Apa kamu bilang? Licik sekali kamu memvonis aku? Apa selama ini kau telah cukup mengenal diriku secara mendalam? Puas kamu! (MELOTOT SAMBIL MENAHAN TANGIS) JOKO : Janganlah kau semakin barakan api yang telah menyala. kali ini mata hatiku tlah benar-benar terbelalak lebar.. Tapi kau tak pernah punya keberanian untuk jujur. Salut. Terima kasih atas ‘pengorbanan’mu selama ini. Aku tidak punya pulsa untuk membalas. diriku masih jauh dari itu. Cintamu pada sendal jepitmu ternyata lebih mendalam ketimbang padaku. Itulah yang saat ini yang sedang kita jalani.. Harus ada yang mengalah di antara kita. Aku sadar.. Jujur. sakit. Maaf. keruklah tanah di sekitarmu. Kalau memang susah mencari air. JOKO ’MASKOT’ : Sayang. Aku menyesal ternyata kecerdasanmu kalah oleh emosional sesaat. (SEMUA PEMAIN FREEZE) : Wah. Jangan kau salah tafsir. Sebaiknya kau segera lenyap dari pandangku. wah. Tak baik memandang persoalan hanya pada satu sisi.. proses itu akan terus bergulir.. Selamat tinggal.PEGGY : (MENANGIS) Jadi. PEGGY : Klasik! Itulah senjatamu agar tetap bisa berada pada posisi permakluman. Selamat tinggal kenangan. Aku tak sanggup menahan muntah jika kemunafikanmu masih menghadang nafasku. prasangka yang coba aku pendam bahkan aku tepis ternyata benar adanya. Anggap saja aku memang tolol. kau pasti menganggapku terlalu posesif terhadapmu. Proses. hatiku tak berubah. saat 183 . Sakit. Racunnya sudah mulai menampakkan diri nih. PEGGY : Cukup! Jangan lagi kau mempertebal susunan topengmu dengan sebutan munafik itu. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirku untuk mengabaikanmu.. salut. Tapi orang idiotpun tetap punya harga diri. Dan kau telah berhasil menyimpang-siurkan arah mata anginku. Lantas kedok perasaan apa yang selama ini kau pakai sebagai topeng? Abdi sejati? Hanya itu? Dasar pengecut! Ternyata hatiku selama ini telah terbuai oleh bualan picisan seorang pecundang sejati. Tapi aku berusaha menelusurinya walau dengan tertatih. Tentu kau sudah paham hal itu... Gejolak tahap berikutnya dimulai.. Sampai nafas kita berhentipun. Maaf. Kau pikir aku bodoh. (PERGI) JOKO : (TERIAK) Peggy . dengar dulu penjelasanku.. Dan akan terus kita lakukan tanpa henti. Masalah telpon tadi pagi. Pantang bagiku mengulang kebodohan. Masa setiap saat aku harus memberi laporan padamu sejauh mana aku mempelajari dirimu selama ini. Semua butuh kematangan. begitu saja percaya dengan alasanmu itu! Aku tahu. Bakalan seru. Maaf.

ini aku belum dapat membalasnya. ckk. tersirat kepedihan yang cukup dalam. Strategi baru akan tiba. Dasar badung kamu. Terima kasih sendal.. LALA PERGI MENINGGALKAN PANGGUNG) ’MASKOT’ : Mmh. Terkadang pula kamu menjengkelkan. air mataku jadi bergulir membasahi pipiku deh. JOKO MENYUSUL DAN AKHIRNYA MENARI BERDUA BERSAMA PEGGY DI BALIK SILUET. kau tidak hanya saksi bisu. Aku berusaha perlahan masuk dalam gaya hidupnya. Sudah-sudah.. aku kapok. (LAMPU BERUBAH FOKUS KE SILUET. telah terkoyak hanya dengan sentilan jari kelingking. Kamu genit.. karena aku sayang pada kalian berdua. dia mencoba tuk bicara. Peggy tak sepicik itu menilaimu mentah-mentah.. ckk. ckk. shit! Ternyata selama ini. aku dan dia telah selisih jalan. Karena cinta sejati tak pernah berharap apapun. ternyata diapun melakukan hal yang sama? Begitu bodohnya aku. Cinta.. lho. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ugh. Cinta ibarat perang. Namun dia berusaha tersenyum.cinta.. Aku yakin. Namun lewat ke-elastisannya. ah. Masih ada waktu untuk sebuah ketulusan. Beres kan? (MENGHELA NAFAS PANJANG KEMUDIAN BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN JOKO) – FREEZE ’MASKOT’ : Yach. Sudah ah. mengapa jadi sad ending begini? Nah.. aku tidak tahan geli nih. Cinta. (MEMUNGUT SENDAL JEPIT DARI TANGAN JOKO) Dia hanyalah saksi bisu. nah. ini tidak adil. Cinta terlalu suci untuk dinodai. capek. Muuaaccchhh. tapi rasanya tak perlu.. Mengapa salah paham ini harus terjadi pada saat yang tidak tepat? (MEMANDANG SENDAL JEPITNYA DAN MEMUNGUTNYA DARI TELAPAK KAKINYA) Mengapa harus kau yang . Andai kau lihat sorot matanya tadi. Walau sesungguhnya itu berarti aku telah menjadi seorang pecundang dalam perjalanan cinta kalian. (TERTAWA GELI SEPERTI DIGELITIK) Ih.... (LALA MUNCUL) LALA : Mengapa kau setega itu sobat? Aku berusaha menutupi tabirmu yang sesungguhnya. butuh strategi yang 184 . aduh jangan. Aku ternyata bukan sobat yang baik. (LAMPU BERUBAH. Dimana Peggy sekarang? PEGGY : Tuh. DIIRINGI PROPERTY MAN YANG BERGULINGAN BERUBAH MENJADI TANAMAN-TANAMAN LAYU-LAMPU BERUBAH) JOKO : Puzzle yang telah kususun dengan penuh sabar dan hampir jadi.? Tak layak kau jadi kambing hitam. Tuhan hadirkan cinta bukan untuk dikhianati. Ups. Kau telah menempatkan dirimu pada posisi yang selayaknya. Kebebasan yang dia impikan selama ini telah ia temukan dari dirimu. Tidak ada kata terlambat dalam kamusku. Kau telah jadi penyelamat.. Sakit hatiku ini anggap saja impas sebagai balasan dari pengorbananmu tempo lalu.. TAMPAK PEGGY SEDANG MENARI DENGAN HAND PROP SENDAL JEPIT DI TANGAN DAN KAKINYA. terkadang kamu bikin gemes. Tidakkah kau sadar akan hal itu? JOKO : Oh.

ini koq jadi tidak karuan? Eh... He. apalagi sendal jepit bututmu itu! JOKO : Lho. Tidak perlu bawabawa sendal jepit donk. Cinta? Aku tadi kan Cuma menggertakmu saja. Apalagi sama sepatu boots. Banyak pintu yang bisa kau lalui untuk segera lenyap dari pandangku.lho.. Tapi mengapa 185 .. akan melayang membabibuta pada tubuhmu.. Dia tak kan mampu berbuat apa-apa..matang.. memangnya mau bunuh diri? (SILUET FADE OUT-LAMPU BERUBAH FADE INI KE PANGGUNG. dua.. Cuih! Memandang dirimu saja aku ogah.. entah mata-mata Namun jika cinta telah merasuk Wirid asmara kan terus terngiang khusyuk (SILUET BLACK IN. Silahkan Tuan Joko segera angkat kaki. PARA PROPERTY MAN TELAH BERUBAH MENJADI PENARI. Silahkan! Satu. KEMUDIAN MENARI MENGIKUTI IRAMA) SYAIR LAGU JOKO DAN PEGGY : Cinta ibarat perang Butuh strategi yang matang Jika posisi telah siap menyerang Mengendap-endaplah di remang-remang Liku laku perjalanan cinta Tak kan lepas dari sorot mata Entah mata hati. Biar impas. Jangan kau berlindung di balik kepolosan sendal jepitmu itu ya. Mbakyu cinta ya cinta. sekarang aku yang mengusirmu dari hadapku.. Jika hendak menyerang.. jangan ambil posisi di tempat terang. (MENANGIS) Ugh. dua seperempat.. TIBA-TIBA PEGGY KELUAR MENYIBAK KAIN BELAHAN TENGAH SILUET DAN MASUK KE PANGGUNG DENGAN MARAH DIIKUTI JOKO DARI BELAKANG. LANTAS PERGI TANPA PAMIT) PEGGY : (KETAWA) Ternyata sendal jepit takut juga sama sepatu hak. hak sepatuku yang lumayan kokoh ini. (JOKO SALAH TINGKAH TAK BERDAYA.he.. Bahkan untuk hubungan kita sekalipun.. kenapa kamu pergi begitu saja. PARA PENARI TERKEJUT LALU FREEZE) PEGGY : Bajingan! Siapa bilang aku luluh hanya karena sendal jepit? Semana-mena saja hargaku disamakan dengan sendal jepit. Sekarang juga! Atau kalau tidak.. SAYUP-SAYUP TERDENGAR SENANDUNG JOKO DAN PEGGY. bisa-bisa habis nafas digencet dan diinjak-injak.. Apa salah dia? PEGGY : Apa? Cinta? Siapa yang bilang aku masih memendam cinta padamu? Cuih! Pantang bagi Peggy tuk berlutut pada sendal jepit butut lagi kotor.

... KUCING. SI MARCO. SAMPAI AKHIRNYA KARENA KASIHAN JOKO MELEPAS SANDAL JEPITNYA. Yuk kita pulang. sudah malam. kita juga sudah capek dari tadi menemani mbak. Joky-ku sayang. Ini racun. Biar kamu tidak merebut sandalku lagi. Orang lagi sensitif dikerjain. Ayo sambil dimakan ini pisangnya. eh. ADA YANG JADI MONYET. iya iya. Aku kan tidak hanya merawat dirimu. PEGGY MENINGGALKAN PANGGUNG. (MONY MENYAHUT PISANG DARI TELAPAK TANGAN JOKO DAN MENGUPAS LANTAS MELAHAPNYA. ANJING DAN BURUNG KAKAK TUA. Padahal sebenarnya aku kan masih cinta sama kamu.. kamu apa-apaan sih? Ini bukan makanan. tumpah darahku. ’MASKOT’ : Makanya tidak usah sok jaim. Dari pagi kamu belum makan. negeriku. aku yang repot. OPET. Kita juga butuh istirahat. LALU MONYET ITU MENARIK-NARIK SANDAL BERUSAHA MELEPAS DARI KAKI JOKO) JOKO : Mony.) JOKO : (TERTAWA GELI) Astaga Mony. Ada-ada saja kamu. SIMBOL PERJALANAN PERGANTIAN WAKTU. cintaku.. Jadi harus merawat kamu. Mony sudah ah. Kamu jangan mengajak bercanda donk. MATANYA TERTUJU PADA SANDAL JEPIT YANG DIPAKAI JOKO. MONYET MELOMPATLOMPAT TERTAWA KEGIRANGAN. Nanti kalau kamu sakit. SEBAGIAN MENJADI PEPOHONAN KECIL DAN BANGKU TAMAN) ADEGAN 3 (SIANG. BURUNG KAKAK TUA JOKO BERKICAU DAN ANJINGNYA SI DOGGY MENGGONGGONG TANDA IRI DAN BERUSAHA MENCARI PERHATIAN JOKO) 186 . hayo makan! Ini pisang bukan buat dipelototi saja. (SI MONYET MONY DIAM SAJA.kamu jadi takut beneran? Aku jadi menyesal. KUCING KESAYANGAN JOKO MENDEKAT DAN MENGELUSELUS KAKI JOKO. Jangan manja begitu donk. (PEGGY DAN PARA PENARI BERJALAN MELINGKARI PANGGUNG. PARA PENARI ON STAGE DIIRINGI PERLAHAN LAMPU FADE OUT) (LAMPU BLACK IN DENGAN SETTING HALAMAN BELAKANG RUMAH JOKO. sayang. DIA TETAP MENARIK-NARIK SANDAL JOKO. Tuh. kamu layak jadi anggota sirkus deh. Aduh. Nanti aku belikan yang ukuran kecil. Besok dilanjut lagi ya? PEGGY : (BERHENTI MENANGIS) Oh. honey. (PARA PENARI YANG FREEZE BERUBAH MENJADI AKTOR) PENARI 1 : Mbak. akibatnya aku jadi bolos ke kampus. (MONYET TIDAK MAU TAHU. PARA PENARI BERUBAH MENJADI HEWAN-HEWAN PELIHARAAN. TAMAN BELAKANG RUMAH JOKO) JOKO : (BERDIALOG DENGAN MONYET) Mony. SI MONYET MENCOBA MEMAKAI SANDAL JEPIT PADA KAKINYA. mbak. teman-temanmu yang lain masih menunggu giliran buat disuapin.

Emak temukan di depan pintu barusan. Emak tidak berani membukanya. Apa maksudnya mengirimkan ini padaku? (JOKO BERPIKIR KERAS BERUSAHA MENAFSIR MAKSUD DARI KIRIMAN MISTERIUS ITU) (PEGGY MUNCUL TIBA-TIBA SAMBIL BERSENANDUNG. iya. emak ada-ada saja. Perasaan Joko tak pernah berbuat jahat pada siapapun. TAK ADA SEPUCUK SURATPUN DI DALAMNYA) JOKO : Peggy? Ini pasti Peggy. oh sayangku 187 .JOKO : Ssstt. Hati-hati! Jangan-jangan jebakan. ini ada bingkisan buatmu. oh sayangku Prasangka buruk tak semestinya membuatmu bisu Ku tersiksa walau hanya menunggu Dalam terpaku aku ragu PEGGY : Kakandaku. kadang pula sunyi Andai salah satu jadi batu karang Yang lain tentu bijak menjadi air yang terus menyerang Namun dengan kelembutan Dan ketelatenan JOKO : Di sudut hatiku kau berpijak Entah alas apapun kau buat pijak Jejakmu kan selalu membekas Kan kugenggam jangan sampai lepas PEGGY : Sengaja kukirim sebelah-sebelah Ku tak ingin kau terbelah-belah Karena aku bakal meledak-ledak Sampai dirimu terkapar membelalak JOKO : Adindaku. (JOKO MEMBUKA KOTAK BINGKISAN YANG DIBUNGKUS RAPI ITU PELAN-PELAN. JOKO : Ah. Masa ada yang tega mau mencelakakan Joko. diam! Tumben sih kalian ini koq jadi pada ramai begini? Iya. TERNYATA BUNGKUSAN ITU BERLAPIS-LAPIS SAMPAI JOKO CAPEK MEMBUKANYA) JOKO : Siapa yang iseng ngerjain aku sih? Dasar kurang kerjaan! (SAMPAI PADA LAPISAN BUNGKUSAN TERAKHIR TERNYATA ISINYA 1 BUAH SANDAL JEPIT DAN 1 BUAH SEPATU CEWEK. nanti semua pasti dapat giliran. Antri ya! Tenang! EMAK : Jok. SEMUA PENARI YANG MENJADI HEWAN PELIHARAAN IKUT MENARI DENGAN GERAKANNYA MASING-MASING) PEGGY : Romantisme sandal jepit dan sepatu hak tinggi Menjadi kisah unik yang membuat geli Bekas tapak sandal jepit akan selalu bergaris Bekas tapak sepatu berhak belum tentu bergaris Perbedaan adalah pelangi hidup yang harmoni Kadang riuh.

Dialah yang selama ini setia menjaga agar kita tak terjebak dalam api. Biarlah kesalahpahaman ini hanya sebatas kerikil.Asmara itu lagu lucu Jika engkau merasa ragu Namun waktu terus memburu JOKO : Sekarang aku siap atas segala titahmu Kan kuselipkan setiap waktuku Tuk bercanda di sampingmu Dan kan terus merayu manjamu PEGGY : Maafku yang tak terputus. Naif dan bodoh jika aku cemburu pada sandal jepitmu. Biar lebih fleksibel. Aku terlalu memposisikan diriku layaknya intel. Tak selayaknya aku meragukan ketulusanmu. Padahal. Sandal jepit tak selamanya bisa bebas kemana saja. sandal jepitmulah yang telah membantuku keluar dari penjaraku selama ini. Kenyamanan kakimupun belum tentu terjamin hanya dengan sandal jepit. Kita diciptakan memang tidak selalu sempurna seluruhnya. Sudah saatnya aku juga butuh keseimbangan. Aku hanya tidak begitu nyaman.. Aku merasa terkekang olehnya. Ruang gerakku sungguh sempit.. Dasar kadal daratan. Maka itu diciptakan sepatu sandal. Akulah yang selama ini telah egois padamu. JOKO : Tapi Peggy. Aku terharu niatan tulusmu. PEGGY : Aku tahu maksudmu. Aku terlalu mencurigaimu. Padahal itupun tak seharusnya kulakukan. Aku iri padamu. Aku lelah dengan sepatu hakku.. Aku patut berterima kasih padanya.. ku tak ingin kau meragu lagi. Namun aku berusaha masa bodoh. Aku ternyata belum terlalu dalam mengenalmu.. PARA PENARI YANG TADINYA MENJADI HEWAN PELIHARAAN BERUBAH MENJADI PENARI MENGELILINGI JOKO DAN PEGGY. Padahal aku sendiri merasa tersiksa dengan itu semua. – FREEZE ’MASKOT’ : Hey begundal. MEREKA MENARI DENGAN MENGGUNAKAN HAND PROPS SANDAL JEPIT. Ruang geraknya sesungguhnya lebih sempit dan hanya di lorong bawah tanah. Maafkan kalau sebelumnya aku berprasangka melenceng. (LAMPU BERUBAH. TARIAN YANG DIMAINKAN ADALAH TARIAN GLIPANG / KUDA LUMPING / TARI COKEK / TARIAN TRADISIONAL LAIN. pintar sekali memutar persoalan.? Sebenarnya aku telah berbohong padamu tentang hal lain. JOKO : Sudahlah sayang.. JOKO DAN 188 .. Maka itu diciptakan keseimbangan yang bisa saling melengkapi. Pasti ada pincang. Terlalu idealis. aku. Mengapa kau tidak mau berterus terang masalah hp tempo hari? PEGGY : Usahlah kau merasa bersalah. Tapi sama sekali aku tak punya niatan lain akal hal itu. Kau harus berterima kasih pada Lala.. JOKO : Lala? Ternyata dari dulu dia tak berubah. Ehm. Itu juga aku yang salah. sayang.. Selama ini aku terlalu egois... aku .....MENYESUAIKAN DAERAH TEMPAT PERTUNJUKAN INI DILAKUKAN.

34 wib (NOMINATOR) Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya PADANG BULAN Drama sederhana buat belia Karya : Ucok Klasta Tokoh – tokoh 189 . tak bermotif Bahannya lentur tak bertulang Tapi lumayan sakit kalau kena tabokannya Asmara sandal jepit Kisah unik yang berhimpit-himpit Kalau rasa sudah terjepit Apa daya otak pula menyipit -TAMAT- Bintaro-Jakarta. sandal jepit. TARIAN ITU DIIRINGI ALUNAN SYAIR BERIRAMA RANCAK) SYAIR SANDAL JEPIT : Sandal jepit.PEGGY JUGA BERGERAK BERIRAMA LAYAKNYA SEPASANG KEKASIH YANG SEDANG KASMARAN. 07. sandal jepit Tampangnya polos. 19 April 2006.

: Yang tak bisa menebak. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. apa hukumnya? : Mmm … Di suruh menari saja. Boss (Pengusaha). : Menirukan gerak binatang dengan tarian? 018. setuju. Bagaimana kalau menirukan gerak binatang. Lugu. Kalangan : HEI !!! 009. Bulan masuk panggung. Kalangan : Setuju? 020. 007. Koor Padang masuk.Padang. Padang. Padang 014. Padang. 005. Bulan : Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …! Dari belakang panggung bersama-sama. pejabat Pemerintah Kota. Politikus (Anggota Dewan Kota). Bulan. Jembar : Setujuuu … Mereka duduk melingkar (setengah lingkaran menghadap penonton). 010. 003. Jembar 012. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Padang 011. Padang. Bulan 006. Nini / (sekaligus) Ibu lugu. 001. Bulan. Kalangan 013. Aki. Kalangan : Nah. berteriak memanggili teman-temannya. Petugas Kamtib MULAI ADEGAN I Lagu Tema : Padang Bulan. Jembar : Kamu tak bersama kalangan. Bulan 015. Bulan. Padang. Jembar ? : Tidak. 190 . Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Bulan. Bulan. : Usul. Jembar : Ora kageeet …Weee ! Semuanya tertawa. main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan? : Tebak-tebakan saja deh. Tebak-tebakan. Jembar 017. Kalangan. Jembar : Ya ya ya … 019. 008. 002. Bulan. : Ya. Lampu hidup. Jembar. Padang : Mana yang lain ? : Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …! 004.

Bulan 038. Semua ke sini … 027. Koor : Haa … Klenyem … Woooow … keren … Anak-anak berentengan ke teras. buah … Musik. indahnya … : Kebersamaaan …. Kalangan : Ya. 191 . Nok ayu … 028. Lantas permainan mulai lagi sampai beberapa kali (fleksibel) : A. Jembar. 021. berdiri diteras memanggil anak-anak. B. Aki-Nini : Kahaaan … : Inilah saudara-saudara tercinta. pada duduk menggelesot. Koor lagu ‘ Menthog-mentog’ tapi dengan kata ‘menthog’ diganti nama binatang lain dan gerakannya harus ditirukan yang kena hukuman. Koor 040. 029. Padang. : Wis … Wis … Anak-anak menikmati klenyem bersama-sama. Bulan : Nama apa? Buah ya? 022. Padang 042. Aki : Iyo. 023. Saat musik berhenti pada anak tertentu. Koor : Ingat … Tidak usah re …? : Butaaan … 031. Aki-Nini keluar rumah (masuk panggung). (Urut) 024. Jembar : Ayo Simbah … Seperti biasanya … : Iya … Cerita. E. Nini meletakkan piring berisi klenyem. D. Nini 034. Ayo. Padang. F … : (Gelagapan) G … : (Bersahutan) Haa …Jembar berdiri Ayo …Ayo … ADEGAN 2 Lagu Tema. ia menyebutkan nama sesuatu yang dijadikan tebakan sesuai huruf terakhir yang diejanya. para penonton sekalian. Bulan. Koor 033. Koor 037. 026. Jembar. Aki : Sebab tak ada kesera …? 036. Kalangan …Yo nganggo leren barang podho mreneo Nang bagus. Ini ada klenyem anget bikinan Simah.Cara bermain : Anak-anak mengeja huruf bergiliran dan urut seiring dengan musik. 041. Jembar 025. Nini : Hei cucu-cucuku! Istirahat dulu. Bersama Jembar berdiri. Aki 030. Aki : Yang ada dibagi me …? 032. Koor : Rataaa … : Maka tak ada yang tak keba …? : Giaaan … 035. Musik – Lagu Tema : Padang Bulan. C.

duduk di kursi / lincak. Tempat hiburan sungguh aneka ragam. Lugu bingung jadinya. 047. terpesona buaian kota. Aki dan anak-anak keluar panggung. ruaaarrr biasaaa … lugu terus berjalan-jalan dengan takjub. nyeyet. elok anggun mencerminkan kebijaksanaan penghuninya. membersihkan debu pada buku dan membukanya. Sampai akhirnya ia pun merasa lapar. Aki : Ya ya ya … Untuk purnama kali ini Simbah sudah menyiapkan sebuah dongeng istimewa. Lugu memperagakan cerita Aki. Mobil-motor war-wer-war-wer berseliweran. laksana benteng gagah perkasa. Nini masuk rumah (keluar panggung). Kota. Sebab apa ? Sebab hari ini tepat weton-nya Nini. Di sebelahnya. kemakmuran kota. Aki : Nah. Istana raja diraja walikota. Di tengah kota. bagai tak berkesudahan. 045. Ternyata nun di sana.043. seolah tak ada kesedihan everything just for fun. mewah kencar-kencar mencerminkan kesuksesan bisnisnya. Ia mendengar cerita-cerita bahwa di kota alangkah majunya. 044. Dan tanpa disadarinya tangannya telah terangkat 192 . entah habis berapa membangunnya. istana saudagar-saudagar. dengarkan ya … Dulu cucu-cucuku … Musik Latar. kokoh megah mencerminkan kekuasaan berwibawa. memang benar apa yang ia dengar. Supermarket bertaburan menggoda. tak seperti desanya. Pergantian ‘ setting’. Bangaimana bisa mendapatkan makanan ya? Kerja? Kerja apa ya? Minta? Minta siapa ya? Mem-bedhol ketela? Tegalnya mana ya? Lugu tambah dan tambah dan tambah bingung … Keringat dingin mengalir … Lemas sekujur badan … Kelaparan … Jatuhlah ia ndeprok. 046. 048. Maka di suatu siang yang sunyi. diiringi lagu dari suara keresek daun bambu digoyang sepoi angin lalu. Aki Lampu mati. Di sana-sini. Aki : Syahdan di sebuah desa. ruaaarrr biasaaa … Gedung-gedung bagus tinggi menjulang-laaang … bagai menjolok awan. yang penting jadilah lambang . tak ada orang. Koor : Ooo … Aki masuk rumah (keluar panggung) dan keluar lagi membawa sebuah buku tebal. Kalangan : Biar tambah nikmat klenyemnya. : Di sebuah desa tersebutlah seorang pemuda bernama Lugu … ADEGAN 3 Lampu hidup. Apa-apa ada. Kota. Dan pabrik-pabrik di pinggir-pinggirnya. Istana satria-satria diraja dewan kota. tersebutlah seorang anak bernama Lugu. Narasi Aki dari luar panggung. Lugu masuk panggung. Alun-alunnya? Ada tugu tertinggi sedunia. berangkatlah ia ke kota. seolah semua keinginan kita tersedia di sana.

067. 060. ia merasa tidak kenal dengan perempuan ini. Kamtib : Ini anak Ibu? 193 . Tiba-tiba berteriaklah seseorang. Kamtib 063. Pejabat. 050. Kamtib : He! Dilarang Ngemis tahu? Dlarang menggelandang tahu?! Kamu ini mengganggu pemandangan! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada gelandangannya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada pengangguranya! Kota ini tak boleh (Sambil menengok penonton : kelihatan) ada kemiskinannya Tahu ?! Tahu ?! Tahu?! 061.pelan-pelan … Makin terangkat … Menadah … Lugu ndeprok di pinggir jalan dekat restoran kondang . Ya ya ya … 054. Koor : Bla bla bla bla bla … Pejabat. Nini masuk panggung. 051. Semua : Nyuuummm! 056. Lugu diseret-seret. Nini : Paaak … Paaak … Anakku diapakan?! Anakku mau dibawa kemana?! Lugu bingung. Ya ya ya … 052. sekedar silaturahmi untuk mempererat hubungan antara kita. kita-kita untung. Politikus : Harmonis. Lugu : Saya bukan gelandangan! Saya Lugu! : Lha iya ! Wong Lugu tur gelandangan! Ayo ikut aku! : Tidak mau! : Heh … Ngelawan kamu. Ya ya ya … 057. Pejabat. 066. 053. Boss : Dengan demikian kota akan terus membangun. Pejabat. dus segenap warga terse … 055. ha?! Tak seret sisan kowe! : Tidak mau! Saya bukan gelandangan! Saya Lugu ! Saya manusia! Saya bukan binatang! Kamtib dan Lugu bergelut. Politikus : Ya ya ya bla bla bla bla … 059. kalangan investor. Boss : Dengan demikian bla bla bla bla … 058. mendatangi Lugu. menadahkan tangan! 049. pemerintah kota dan dewan kota. Boss : Sekali lagi ini bukan suap Pak / Bu … Yah. Lugu meronta-ronta. Politikus dan Boss keluar panggung. Lugu 064. Musik. Pejabat. Boss : Dengan demikian akan terciptalah kerjasama propesional yang kompak lagi saling menguntungkan. Lugu 062. Lugu : Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Kasihanilah Tuan … Kasihanilah Nyonya … Seikhlasnya Tuan … Seikhlasnya Nyonya … Pejabat. Kamtib 065. berjalan hanya melewati Lugu saja sambil bercakap-cakap. Politikus : Harmonis. Petugas Kabtib masuk panggung. Politikus : Harmonis. Politikus dan Boss (masuk panggung) keluar dari restoran habis ‘meeting’.

Sudah … Permisi. lantas mana rumahku hayooo?! : Rumah kita dan rumah-rumah tetangga sudah jadi gedung-gedung megah itu anakku. Lugu 091. : Lha tegal. Lugu : Eh … Tapi … Tunggu dulu! Nini berhenti dan berbalik. Lugu 075. ibumu ini kamu suruh pergi saja? Yo wis. bukan.068. Nini 079. : Bukan gelandangan? : Bukan. Nini 073. Kamtib 070. bukan ibuku! Sudah … Pergi sana! Kamu itu Cuma orang gila! 088. : Kamu benar anaknya Ibu ini? : Bb. itu pedati kita. Nini 087. Nini 069. 078. Nini : Wis? Tetep ngeyel? Jadi aku. : Lha pasar? Pasar Wage? : Kamu lihat supermarket itu? Itulah pasar kita. benar Pak … : Kenapa ngemis? Kenapa menggelandang? : Saya ini bukan ngemis! Saya bukan gelandangan? : Yo wis sekarepmu. Lugu 077. Lugu 097. 089. gledheganmu … 194 . Nongkrong di pinggir jalan seperti itu merusak pemandangan. : Lha yang hilir-mudik di jalan ini? Pasa ngebut ini …? : Ya. Nini 083. Lugu 086. Sekarang. bukan! Ini bukan kampungku! Eh. 090. Nini 081. gerobak kit. tidak! Aku yakin. Lugu 082. Ini bukan kampungku! Dan kamu. : Benar di kota? Bukannya dikampung kita? : Benar! Eh … Mmm … Ah. Itu nasi bungkusnya dimakan … Aku pergi sekarang. bb. Nini 096. Nini 071. Kamtib keluar panggung. : Benar? : Benar. Nini 094. Lugu 095. Nini 092. eh … Benar! Bb. Kamtib 076. Lugu 084. Nini 085. Lugu : Ini makanlah … Kamu lapar kan? : Ibu siapa sebenarnya? : Lho … Aku ini ya ibumu tho le … : Bukan! Jelas kamu bukan ibuku! Ibuku ya di kampung sana! : Kamu pikir sekarang ini kita dimana? : Di kota. Mengganggu ketertiban. sawah …? : Yah … Sebutlah itu sekarang : jalan tol. Kamtib 074. Nini : Kalau ini memang kampungku. Lugu 093. tapi … Nggg … : Naaa … Kamu ragu kan? : Tidak …Tapiiii … Ah. anak ini dibawa pulang saja. Ya sudah Bu … Saya percaya pada Ibu. Kamtib : Iya. Kamtib 072. Lugu 080. Nini mendekati Lugu. Selamat siang. Lugu masih bingung.

berteriak memanggil teman-teman. Bulan. Jembar : Kalangaaan …! Kalangan masuk degan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman. 108. Padang. Mereka di pabrik-parik itu … Tapi bukan pemiliknya …Buruhnya. Pekarangan depan rumah Aki-Nini. Nini Lampu mati. Bulan masuk panggung. Nini : Jadi … Jadi ‘ dufan’ Le … : Haaa … Tapi … Tapi kan ini semua … Milik kita? Kan kampung kita? : Sayangnya … Ini semua bukan milik kita. Nini 102. 107. o ya … Bagaimana dengan lapangan? Jadi apa tempat bocah-bocah berkumpul kalau malam padhang mbulan? 099. Lugu : Kampungku jadi macam ini?! O ya. : Lantas orang-orang kampung pada dimana? : Mereka di gedung-gedung itu … Tapi bukan pemiliknya … Klining serpis-nya. Padang : Mana yang lain? : Aduhaaai …! Bulan purnama ooo indahnya … 109. Lugu : Cukup! Cukuuup ! Cukuuuuuuup! Ini gila … Ini gila … Gila! Aku mau kampungku … Kembalikan kampungku! Kembalikan kampungku! Kampungku !!! 105. Mereka dimana-mana … Tapi tak punya apa-apa … Tak ada tempatnya … Merana … 104. Jembar : Ora kageeet …Weee! Semua tertawa. Mereka di supermarket-supermarket itu … Tapi bukan pemiliknya … Kuli gudangnya. Mereka di rumah-rumah mewah itu … Tapi bukan pemiliknya … Babu-nya. 106. Padang. Lugu 101. Bulan : Heiii … Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul …! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini … Dari belakang panggung bersama-sama. 112. Nini 100. Bulan. 195 . Mereka di jalan-jalan itu … Tapi bukan pemiliknya … Kakilimanya. Kalangan : HEI!!! 114. Lampu hidup. Jembar? : Tidak. : He! Bangun Lugu! Ayo bangun! Kerjanya molor saja ! Bangun! ADEGAN 4 Lagu tema. Bulan. Jembar : Kamu tak bersama Kalangan.098. Koor Padang masuk. Lugu 103. 110. 113. Padang : Jembaaar …! Kalangaaan! Jembar masuk. Bulan 111.

Bulan : Aduuuh … Sedih ya … Aki-Nini sudah setahun ini tiada … Tiba-tiba aku terkenangkenang mereka … 116. Padang. 142. Anak-anak berbaris menyamping menghadap ke kanan dan menghitung bersama. bermain apa kita sekarang? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan? Tebak-tebakan? 131. Kalangan : Bulan ‘ jadi’! Bulan ‘jadi’! 143. cucu apalagi … 118. Jembar. dia yang ‘jadi’) 138. Bulan : Jelas enggak? 139. Pokoknya semoga semoga Aki-Nini bahagia selamanya. Belum lama. Padang 126. pantang Nyulayani. Pokoknya kita semua janji tak akan sekali-kali melupakan mereka. Jembar : Iya. 141. Kalangan : Setuju … Setuju … 133. Padang. Sembunyi-sembunyian. Bulan. Jembar 123. Lagi mereka tak meninggalkan siapa-siapa … : Dulu saja mereka sudah sepi … Cuma berdua saban hari … Tak ada anak. Jembar : Oh Aki … Oh Nini … Sekali kami janji. : Dan tak bakal menunggui kita bermain ya … : Tak bakal juga mendongengi kita … : Apalagi berharap keluarnya klenyem manis-gurih-anget ya … 129. Padang : Sudah sudah … Ayuk. Padang. Kalangan : Huuuuu! 130. Tak kenal tetangga. Padang. Padang : Yuk atur posisi. tutup mata! 196 : Tu Wa Ga Pat! . Ternyata yang ‘jadi’ Bulan. Jembar : Jilumpet saja. Bulan 135. 132. Koor Musik. Padang 117. Bulan : Benar. Setuju? 120. Kalangan 128. pemilik baru itu orangnya sombong. Koor 122. Kalangan : Jelas … Jelas … 140. Bulan. Kalangan : Setujuuu! 121. Bulan : Sekarang kita hompimpah … : Lainnya deh. Swer! : Katanya rumah itu dibeli sama orang kota ya ? : Iya. Kalangan 134. jangan hompimpah terus … : Terus piye? : Pingsut? Itu kalo dua orang … : Gini … Dengar! Gini … Bulan memperagakan ‘gerak-lagu’ dengan iringan musik ‘Padhang mbulan’. Bulan 125. Padang. Jembar 127. Jembar : Ayo. Jembar 137. jembar. Baris. Kalangan : Tapi tetap ada kita semua … Kita kan sudah jadi cucu-cucu mereka? Seperti mereka pun sudah jadi kakek-nenek kita … 119. Padang 136. Kalangan 124. : Baik hati juga enggak ya? Seperti Aki-Nini enggak ya? : Katanya. (Siapa yang giliran bergerak saat musik berhenti.115. jembar.

Lampu mati. 145. Padang masuk panggung. Disusul Jembar. Sejurus kemudian Bulan masuk panggung. takut … 148. 147. Bulan : Kuhitung sampai 20 ya? Satu! Dua … Bulan menghitung. : Aku bukan Padang. mengambil ‘blocking’ dan ‘pose’ tertentu. Bulan : Padang … Jembar … Kalangan … Kalian mbook jangan keterlaluan … Aku agak-agak merinding ini … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Kalian mbok nongol … Padaaang … Jembaaar … Kalangaaan … Dipuncak rasa tercekamnya. Bulan lari keluar panggung. 152. 197 . Bulan : Play station?! Bulan mendekati Jembar. Bulan : Padang! Jembar! Kalangan! Jangan jauh-jauh kalian sembunyi! Oooiii! Kalian tu dimana? Bulan mencari-cari lagi. Terus mencari … Mencari … Mencari … Sampai lama tak ketemu-ketemu … Mencari … Mencari … Lama sekali … (keluar masuk panggung). Bulan 156. 149. Aku HENPOOON … Bulan tambah terlonjak. 154. Bulan : He! Padang! Jembar … Kalangan … Mereka tetap diam.144. gelisah. Ia dijalari semacam campuran antara rasa cemas. Padang : He! Kok pada diam?! Padang! Padang …(Suara melunak). ADEGAN 5 Lampu hidup. Disusul Kalangan. Komposisi diam. Bulan 153. 157. Sampai mencari diantara penonton. Lainnya berlarian mencari tempat sembunyi (keluar panggung). Bulan : Handpone?! Bulan mendekati Kalangan. 146. Bulan : Oooiii! Kalian mengerjai aku yaaa ?! Perlahan-lahan ekspresi Bulan mulai berubah. berjalan dengan langkah tertahan-tahan. Jembar : Jembar … Heh! Jembar! Jembar … : Aku bukan Jembar. 150. Bulan : Kalian dari mana saja tadi? Kalian sembunyi dimana sih? Kalian sudah rencana ngerjai aku ya? Awas ya? Mereka tetap diam. Bulan : Sepuluh! Bulan mencari-cari teman-temannya. 155. Aku PLEIII … STESIEEEN … Bulan terlonjak mundur.

mengerubut Bulan. tumbuhkembang-mekar dalam karya. ada di kancah bumi. Februari 2006 198 . mengoda bersama berbagai hasrat. Bulan : Buldoser?! Plei Stesien. PADANG !!! JEMBAR !!! KALANGAN!!! DI MANA KALIAN TEMAN-TEMANKU SAYAAANG???!!! PADAAANG!!! JEMBAAAR!!! KALANGAAAN !!! ‘Black Out’. lama-lama makin keras dan makin keras sambil berkata-kata secara menyayat-parau. 162. Bulan? Dimana Jembar. Off Stage’.158. Bulan?! Dimana Kalangan Bulan?! Mereka mulai merengsek. menarik-nariknya kesana-kemari. melangkah-mengalir sebagai jalan-kali-mu sendiri. 160. tanpa kehilangan sejarahnya. tanpa sekali-kali lupa hulunya. cita umat manusia. impian. tanpa menyangkali gua garbanya Jagalan. Bulaaan … Bulaaan … Bulaaan … BULAAAN! BULAAAAAN!!! Sambil meronta-ronta Bulan memekik-mekik memanggili teman-temannya. Aplus. Henpon. teruntuk adik-adik tersayang. Bulan 159. 161. Aku BULDOZERRR … Bulan bahkan terjengkang. Lampu menyala. Kalangan : Kalangan … Kamu apa lagi? Kalangan … : Aku bukan Kalangan. SELESAI Penghormatan untuk tanah kelahiran-kampung halaman. Semua pemain masuk panggung menyanyi dan menari dengan lagu Padang Bulan. Dimana Padang. Buldozer mulai tertawa mengikik.