FUNGSI LINIER

Chairul A.S.

PENGERTIAN DAN UNSUR PEMBENTUK FU:ngsi

PENGERTIAN Fungsi adalah suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan antara suatu variabel dengan variabel lain. UNSUR PEMBENTUK FUNGSI: Variabel Koefisien Konstanta

UNSUR PEMBENTUK FUNGSI

Variabel adalah unsur pembentuk fungsi yang
melambangkan faktor tertentu dinyatakan dengan huruf atau simbol yang lain

Ada 2 jenis variabel:
1. 2.

variabel terikat/dependent variable. variabel bebas/independent variable.

  

Koefisien adalah bilangan yang melekat pada
variabel

Konstanta adalah bilangan yang berdiri sendiri
tidak melekat pada variabel

Contoh: Y = f(X) Y = 3 + 0,2 X

FUNGSI LINIER

FUNGSI LINIER

FUNGSI LINIER .

FUNGSI LINIER .

FUNGSI LINIER .

0) (-1.-3) (0.3)  Bentuklah dan gambarkan persamaan linier yang garisnya lewat titik dengan koordinat (4.Soal latihan  Bentuklah dan gambarkan persamaan linier yang garisnya lewat titik-titik dengan koordinat berikut ini:     (-1.4) dan (2.0) dan (1.4) dan (1.3) dan memiliki slope sebesar:    –1 2 5 .5) (1.-2) dan (-5.

1/b2 atau b1 . meskipun konstantanya tidaklah sama. Y = a1 + b1X berpotongan tegak lurus dengan : Y = a2 + b2X jika b1 = . Y = a1 + b1X berpotongan dengan : Y = a2 + b2X jika : b1 ≠ b2  Berpotongan secara tegak lurus apabila slope persamaan garis yang satu merupakan lawan kebalikan slope garis-garis yang lain. Y = a1 + b1X sejajar Y = a2 + b2X jika: b1 = b2  Berhimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari persamaan garis yang lain.1 . Y = a + bX berhimpit nY = n(a2 + b2X)  Berpotongan apabila persamaan garis yang satu memiliki slope yang berbeda besarnya dengan garis-garis yang lain. b2 = .HUBUNGAN DUA GARIS LURUS  Sejajar apabila persamaan garis yang satu memiliki slope yang sama besarnya dengan garis-garis yang lain.

Soal latihan Selidiki hubungan antara garis Y + 3X – 6 = 0 dengan garis-garis berikut ini:     Y/2 – X/6 = 1 X/3 + Y/9 = 1 2Y + 6X – 12 = 0 Y + 2X – 3 = 0 .

2/3X  dalam bentuk lain : 2X + 3Y = 21 persamaan 2: Y = 23/4 -1/4X  dalam bentuk lain : X + 4Y = 23  selesaikan persamaan 2 (boleh juga persamaan 1 dulu): X + 4Y = 23 X = 23 – 4Y Kemudian mensubstitusikannya dalam persamaan 1: 2X + 3Y = 21 2(23 – 4Y) + 3Y = 21 46 – 8Y + 3Y = 21 –5Y = –25 Y=5   Substitusikan nilai Y = 5 kedalam persaman 2: X + 4Y = 23 X + 4(5) = 23 X=3 .PENCARIAN AKAR-AKAR FUNGSI Cara Substitusi: Selesaikan salah satu persamaan. lalu substitusikan ke dlm persamaan yg lain Jika persamaan 1: Y = 7 .

FUNGSI LINIER  Cara eliminasi dilakukan dengan jalan mengeliminir/menghilangkan salah satu bilangan unknown-nya (bisa X atau Y) terlebih dahulu.2/3X  2X + 3Y = 21 persamaan 2: Y = 23/4 -1/4X  X + 4Y = 23 misal menghilangkan bilangan X terlebih dahulu (boleh juga bilangan Y dulu) sebagai berikut: 2X + 3Y = 21 x1 2X + 3Y = 21 X + 4Y = 23 x2 2X + 8Y = 46 (-) -5Y = -25 Y=5 Masukkan nilai Y = 5 kedalam persaman 2: X + 4Y = 23 X + 4(5) = 23 X=3 . persamaan 1: Y = 7 . Perhatikan contoh yang sama berikut ini.

FUNGSI LINIER  Cara Determinan Secara umum determinan dituliskan dengan notasi sbb: a c b d Prinsip mengerjakan : mengalikan unsurnya secara diagonal dari kiri atas ke kanan bawah dikurangi dengan perkalian unsurnya secara diagonal dari kiri bawah ke kanan atas. Untuk determinan berderajad dua (2x2): a b a b c d c d (–) (+) Untuk determinan berderajad tiga (3x3): a b c a b c a b d e f d e f d e = aei + bfg + cdh – gec – hfa – idb g h i g h i g h (–) (–) (–) (+) (+) (+) = ad – cb .

FUNGSI LINIER   Cramers rule: Apabila ada dua persamaan dengan dua bilangan un-known: Persamaan 1: aX + bY = c Persamaan 2: dX + eY = f Secara matriks dapat dituliskan a d b e X = Y f c .

FUNGSI LINIER  Apabila ada tiga persamaan dengan tiga bilangan un-known: Persamaan 1: aX + bY + cZ = k Persamaan 2: dX + eY + fZ = l Persamaan 3: gX + hY + iZ = m Secara matriks dapat dituliskan a d g b e h c f i X Y Z = k l m .

FUNGSI LINIER .

FUNGSI LINIER persamaan 1: Y = 7 .2/3X persamaan 2: Y = 23/4 -1/4X Secara matriks dapat dituliskan   2 1 3 4 2X + 3Y = 21 X + 4Y = 23 X = Y 23 21 .

Soal latihan Carilah akar-akar fungsi berikut ini: A. 2X + 3Y = 21 dan 8X – 4Y – 4 = 0 2X + 2Y = 30 dan 4X – 8Y = -24 X + Y + Z = 3 dan 5X – 9Y –2Z = 8 dan 3X + 5Y – 3Z = 45 . B. C.

TUGAS  Tentukan persamaan garis yang melewati titik dengan koordinat (4.16) .2) dan tegak lurus dengan garis yang melewati titik-titik berkoordinat (1.0) dan (9.

APLIKASI FUNGSI LINIER Chairul A. .S.

Penawaran Dan Keseimbangan Pasar    Fungsi Permintaan Fungsi permintaan menunjukkan hubungan negatif antara jumlah barang yang diminta dengan harganya Secara umum bentuk fungsi permintaan dituliskan: Q = -aP + b atau P = -1/a Q + b/a Secara grafis hubungan tersebut dapat digambarkan: .APLIKASI MIKRO : Permintaan.

APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar   Fungsi Penawaran Fungsi penawaran menunjukkan hubungan positif antara jumlah barang yang diminta dengan harganya Secara umum bentuk fungsi penawaran dituliskan: Q = aP – b atau P = 1/a Q + b/a Secara grafis hubungan tersebut dapat digambarkan:  .

APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar   Keseimbangan Pasar Pada keadaan ini jumlah yang diminta konsumen sama dengan jumlah yang ditawarkan produsen dan harga yang ditawarkan sama dengan harga yang diminta Secara grafis keseimbangan (Equilibrium) ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. .

APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Contoh : Fungsi permintaan Fungsi penawaran : Q = -P + 15  P = -Q + 15 : Q = 2P – 6  P = 0.5Q + 3  Equilibrium: QPERMINTAAN = Q PENAWARAN -P + 15 = 2P – 6 21 = 3P PE = 7 Q = -P + 15 Q = 2P – 6 Q = -(7) + 15 atau Q = 2(7) – 6 Q=8 Q=8 .

APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Secara grafis keseimbangan tersebut digambarkan: .

5Q + 6 0. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar    Pengaruh Pajak Dan Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar Pajak menjadikan harga jual lebih mahal (menambahi harga jual)  merubah fungsi penawaran Contoh : Fungsi permintaan : P = -Q + 15  Q = -P + 15 Fungsi penawaran : P = 0.APLIKASI MIKRO : Permintaan.5Q + 3  Q = 2P – 6 + 3 pajak sebesar 3 perunit barang Fungsi penawaran sebelum pajak : Q = 2P – 6 Berarti harga jual sebelum pajak Setelah pajak harga jual menjadi : P = 0.5Q = P – 6 : Q = 2P – 12 : Q = -P + 15 Fungsi penawaran setelah pajak Sementara permintaan tetap .5Q + 3 : P = 0.5Q + 3 + 3 P = 0.

Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Dengan demikian keseimbangan setelah pajak: QPERMINTAAN = Q PENAWARAN -P + 15 = 2P – 12 27 = 3P PE = 9 Pada harga keseimbangan ini jumlah yang ditransaksikan: Q = -P + 15 Q = 2P – 12 Q = -(9) + 15 atau Q = 2(9) – 12 Q=6 Q=6 .APLIKASI MIKRO : Permintaan.

APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Secara grafis seluruh permasalahan di atas tersebut digambarkan: .

APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Besarnya beban pajak yang ditanggung masing-masing pihak: Beban pajak yang ditanggung konsumen Per unit barang =9–7=2 Total = 6 x 2 = 12 Beban pajak yang ditanggung produsen Per unit barang =3–2=1 Total =6x1=6 Pajak yang diterima pemerintah Per unit barang =3 Total = 6 x 3 = 18 .

5Q = P – 1.5 perunit barang Fungsi penawaran sebelum subsidi Berarti harga jual sebelum subsidi Setelah subsidi harga jual menjadi Sementara permintaan tetap : Q = -P + 15 .5 Fungsi penawaran setelah subsidi : Q = 2P – 3 pajak sebesar 1.5 P = 0.5Q + 3 : P = 0.5Q + 3 – 1.5 : Q = 2P – 6 : P = 0.5Q + 1.APLIKASI MIKRO : Permintaan.5Q + 3  Q = 2P – 6 – 1. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar   Subsidi menjadikan harga jual lebih murah (mengurangi harga jual)  merubah fungsi penawaran Contoh : Fungsi permintaan Fungsi penawaran : P = -Q + 15  Q = -P + 15 : P = 0.5 0.

Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Dengan demikian keseimbangan setelah subsidi: QPERMINTAAN = Q PENAWARAN -P + 15 = 2P – 3 18 = 3P PE = 6 Pada harga keseimbangan ini jumlah yang ditransaksikan: Q = -P + 15 Q = 2P – 3 Q = -(6) + 15 atau Q = 2(6) – 3 Q=9 Q=9 .APLIKASI MIKRO : Permintaan.

APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Secara grafis seluruh permasalahan di atas tersebut digambarkan: .

5 subsidi yang diberikan pemerintah Per unit barang = 1.5 = 13.5 Total = 9 x 1.5 Total = 9 x 0.5 .5 = 4.5 – 1 = 0.APLIKASI MIKRO : Permintaan. Penawaran Dan Keseimbangan Pasar  Besarnya subsidi yang diterima masing-masing pihak: Besar subsidi yang diterima konsumen Per unit barang =7–6=1 Total =9x1=9 Besar subsidi yang diterima produsen Per unit barang = 1.

Py) = a – bPx + cPy Dimana: Qx = jumlah barang x yang diminta Qy = jumlah barang y yang diminta Px = harga barang x Py = harga barang y = k + lPx – mPy  Jika koefisien dari harga barang lain positif artinya kedua barang saling substitutif (mengganti) sebaliknya jika tanda koefisien negatif maka kedua barang saling komplementer (melengkapi). permintaan dapat dituliskan: Qx = f(Px.APLIKASI MIKRO : Keseimbangan Pasar Kasus Banyak Barang  Dalam kasus dua barang yang berhubungan. . Py) sementara Qy = f(Px.

(+) –46Px = –92 Px = 2 .APLIKASI MIKRO : Keseimbangan Pasar Kasus Banyak Barang Pasar barang x Pasar barang y Permintaan: Qx = 10 – 4Px + 2Py Permintaan: Qy = 9 + 4Px – 3Py Penawaran : Qx = 6Px – 6 Penawaran : Qy = 7Py – 3 Keseimbangan pasar barang x Keseimbangan pasar barang y QPERMINTAAN = Q PENAWARAN QPERMINTAAN = Q PENAWARAN 10 – 4Px + 2Py = 6Px – 6 9 + 4Px – 3Py = 7Py – 3 –10Px + 2Py = –16 4Px – 10Py = –12 Secara simultan keseimbangan harga dan jumlah dapat dicari: –10Px + 2Py = –16 x5 –50Px + 10Py = –80 4Px – 10Py = –12 4Px – 10Py = –12 --------------------------------------------------.

APLIKASI MIKRO : Keseimbangan Pasar Kasus Banyak Barang Substitusikan dalam: 4Px – 10Py = –12 4(2) – 10Py = –12 Py = 2 Substitusikan Px = 2 dan Py = 2 dalam: Qx = 10 – 4Px + 2Py Qy = 9 + 4Px – 3Py Qx = 10 – 4(2) + 2(2) Qy = 9 + 4(2) – 3(2) Qx = 6 Qy = 11 Atau dan Atau Qx = 6Px – 6 Qy = 7Py – 3 Qx = 6(2) – 6 Qy = 7(2) – 3 Qx = 6 Qy = 11 .

APLIKASI MIKRO : Biaya Dan Penerimaan  Fungsi Biaya Biaya fixed cost (FC) variabel cost (VC) total cost (TC) TFC AFC = -----Q TVC AVC = ------Q TC AC = ----Q TFC = k TVC = f (Q) = aQ + 0 TC = f (Q) = TFC + TVC = k + aQ .

Q .APLIKASI MIKRO : Biaya Dan Penerimaan  Fungsi Penerimaan Penerimaan merupakan hasil kali harga jual dengan jumlah yang terjual. TR = f(Q) = P.

APLIKASI MIKRO : Biaya Dan Penerimaan  Keuntungan Perusahaan .

apabila menjual produknya seharga 1000. biaya tetap yang dipikul.000 = 110. dan biaya variabel per produk sebesar 500 (TVC = 500Q).000 = -10.000 Maka keuntungan atau kerugian dapat dihitung:  = TR. TFC = 60.000 + 500(100) = 100.TC = 100.000 (selisih negatif berarti rugi) . Total Revenue  TR = P  Q = 1000 Q Total Cost  TC = TFC + TVC = 60.000 + 500Q = 1000 (100) = 60.000.000 – 110.APLIKASI MIKRO : Biaya Dan Penerimaan  contoh kasus.000 + 500Q  bila memproduksi dan menjual produk sebesar 100 maka TR = 1000 Q TC = 60.

TC = 120.000 (selisih positif berarti untung) TC = 60.000 + 500Q = 60.000 = 15.000 .000 + 500(120) = 120.000 + 500(150) = 135.000 – 135.000 – 120.000 = 0 (selisih nol berati break even) TC = 60.000 + 500Q = 60.000 Maka :  = TR.APLIKASI MIKRO : Biaya Dan Penerimaan  Apabila perusahaan menjual produk sebesar 120 TR = 1000 Q = 1000 (120) = 120.TC = 150.000 Maka :  = TR.000  Apabila perusahaan menjual produk sebesar 150 TR = 1000 Q = 1000 (150) = 150.

APLIKASI MAKRO : Fungsi Konsumsi Dan Penabungan Consumsi  Pendapatan Nasional Tabungan Y=C+S Dimana: Y = Pendapatan Nasional C = Besarnya konsumsi masyarakat S = Besarnya tabungan masyarakat Fungsi Konsumsi C = f(Y)  C = a + bY Dimana: a = autonomous consumption = konsumsi otonom b = Marginal Propensity to Consume = MPC = C/Y .

C S = Y – (a + bY) = Y – a – bY = –a +(1–b)Y Dimana: S = Besarnya penabungan masyarakat –a = autonomous saving = penabungan otonom 1–b = Marginal Propensity to Save = MPS = S/Y = 1–MPC MPC + MPS = 1 .APLIKASI MAKRO : Fungsi Konsumsi Dan Penabungan Fungsi Penabungan Y = C + S  S = Y.

APLIKASI MAKRO : Fungsi Konsumsi Dan Penabungan .

APLIKASI MAKRO : Fungsi Investasi Fungsi Investasi I = f(i) = I = Io – pi Dimana: Io = autonomous investment/investasi otonom p = proporsi investasi terhadap tingkat bunga .

APLIKASI MAKRO : Fungsi Pajak Fungsi Pajak Pajak tetap : Tx = t Pajak progresif : Tx = hY Pajak campuran : Tx = t + hY Dimana: Tx = Besarnya pajak t = autonomous pajak h = proporsi pajak terhadap pendapatan .

APLIKASI MAKRO : Pendapatan Siap Pakai Pendapatan Siap Pakai Yd = Y – Tx + Tr Dimana: Yd = Pendapatan siap pakai/disposable income Y = Pendapatan Nasional Tx = Pajak/Tax Tr = Pembayaran alihan/Transfer Payment Yd = C + S C = f(Yd) C = a + bYd dan S = f(Yd) S = -a + (1-b)Yd .

APLIKASI MAKRO : Fungsi Impor Fungsi Impor M = f(Y) = M0 + mY Di mana: M0 = impor otonom/autonomous import m = marginal propensity to impor = M/Y Y = Pendapatan nasional .

600 Impor : M = 900 + 0.2Y Ekspor : X = 1. maka pendapatan nasional perekonomian tersebut dapat dihitung sebagai berikut: .1Y Jika tingkat bunga (i) adalah 15 persen.75 Yd Investasi : I = 1.000 + 0.500 – 400i Pengeluaran pemerintah : G = 700 Pembayaran alihan : Tr = 100 Pajak : Tx = 300 + 0.APLIKASI MAKRO : Analisis Pendapatan Nasional Analisis Pendapatan Nasional Y = C + I + G + (X – M) Contoh diketahui: Konsumsi masyarakatnya : C = 2.

500 – 400(0.8Y – 200) C = 2.000 + 0.850 + 0.500 – 400i I = 1.75Yd sementara Yd = Y – Tx + Tr = Y – (300 + 0.8Y – 200 .000 + 0.15) I = 1.500 – 60 I = 1.440 dimana i = 15% = 0.6Y Sektor perusahaan I = 1.2Y) + 100 = Y – 300 – 0.6Y – 150 C = 1.APLIKASI MAKRO : Analisis Pendapatan Nasional Sektor Rumah tangga C = 2.75(0.000 + 0.15 = 0.2Y + 100 C = 2.

850 + 1.440 + 700 + 1.600 – 900 0.850 + 0.600 M = 900 + 0.440 + 700 + 1.5Y = 4690 Y = 9.1Y = 1.APLIKASI MAKRO : Analisis Pendapatan Nasional Sektor pemerintah G = 700 Tr = 100 Tx = 300 + 0.1Y Pendapatan nasional: Y=C+I+G+X–M Y = (1.6Y + 1.2Y Sektor luar negeri X = 1.6 Y + 0.600) – (900 + 0.440) + (700) + (1.600 – 900 – 0.1Y) Y = 1.850 + 0.380 .6Y) + (1.1Y Y – 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful