Anda di halaman 1dari 10

Makalah Pendidikan Agama Kristen

FAKTOR PENDORONG PERILAKU SEKS BEBAS, NARKOBA & ABORSI PADA REMAJA

Oleh: ROSS SHIELD RENTI BELLINDA XI IPA 5 SMA NEGERI 2 PALANGKARAYA RSBI

KATA PENGANTAR
` Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat

limpahan karunianya saya dapat menyelesaikan penulisan makalah Pendidikan Agama Kristen ini yang berjudul Pergaulan Remaja. Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan saya terima dengan senang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran agar kelak lebih baik lagi. Semoga makalah Pergaulan Remaja ini memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan pembaca pada khususnya serta dapat membantu meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita dalam membangun bangsa Indonesia tercinta ini.

Palangkaraya, 23 November 2012

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......1 Daftar Isi........................................................................................................................2 Narkoba..3 Seks bebas..6 Aborsi.8 Daftar Pustaka9

NARKOBA

Penyalahgunaan dalam penggunaan narkoba adalah pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi yang cukup wajar/sesuai dosis yang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja maka penggunaan narkoba secara terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan, depedensi, adiksi atau kecanduan. Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada remaja bahkan dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadianya. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang wajar bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari. Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik dan harus menjadi perhatian segenap pihak. Meskipun sudah terdapat banyak informasi yang menyatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba, tapi hal ini belum memberi angka yang cukup signifikan dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba. Terdapat 4 faktor yang dapat dikatakan sebagai pemicu seseorang dalam penyalahgunakan narkoba yaitu

1. FAKTOR KEPRIBADIAN Individu yang mencoba-coba menggunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan akan narkoba serta efek-efek bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba. Individu tersebut tidak bisa mengontrol keinginanya untuk mencoba, sikap impulsive dengan didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat akan mempengaruhi self knowledge sehingga ia menjadi terjebak dalam ketergantungan yang tinggi akan obat-obatan tersebut.

Adjustment yang tidak tepat Individu yang memiliki benturan-benturan konflik yang menimbulkan frustasi membuat individu melakukan kompensasi dengan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sebagai bentuk tension reduction. Biasanya individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung untuk menggunakan narkoba, hal ini disebabkan individu melakukan mal-adjustment akibat pengalaman-pengalaman dalam making decision untuk menyelesaikan permasalahan dirinya. Kecemasan yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut ia atasi dengan menkonsumsi narkoba.

Pleasure principle Individu yang terbiasa pada kesenangan semata justru menghindari permasalahan yang lebih ruwet, biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan dan praktis. Mereka tidak terbiasa bersikap sabar, telaten, ulet, atau berpikir konstruktif, dan hanya berpikir simple yang hanya mendatangkan kesenangan sesaat, yaitu dengan cara mengkonsumsi narkoba yang bisa memberikan rasa euphoria secara berlebihan.

2. MASYARAKAT YANG PERMISIF DAN INDIVIDUALIS Lingkungan yang individualistik seperti yang terdapat dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain dan lingkungannya, mereka hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya, biasanya orang-orang seperti ini selalu beranggapan bahwa yang penting bukan dirinya, saudara/familinya tidak terlibat narkoba maka ia tidak mau ambil pusing dengan penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas pada remaja dan pada anak-anak.

Pengaruh teman Pengaruh teman atau kelompok pergaulan sangat penting terhadap penggunaan narkoba, hal ini disebabkan sebagai syarat kemudahan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau geng mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba bersama pula.

Hukuman yang terlalu ringan Hukuman/sangsi yang diberikan kepda pengguna dan pengedar narkoba yang terlalu ringan juga mempengaruhi penggunaan narkoba secara meluas, apalagi bila terjadinya penegakan hukum yang kurang adil, misalnya individu yang kedapatan menggunakan narkoba di hukum ringan dengan cara membayar, ini tidak akan efektif dan memberikan efek jera untuk memerangi penyebaran penggunaan narkoba. Tetapi apabila pihak yang berwenang memberikan hukuman yang seberatberatnya kalau perlu hukuman mati akan memberikan efek jera pada pemakai atupun pengedar, dan juga mempengaruhi secara psicologis bagi masyarakat untuk menggunakan narkoba.

3. KONTROL KELUARGA Orang tua yang terlalu sibuk jarang mempunyai waktu untuk mengontrol anakanaknya. Anak yang kurang perhatian dari orang tua cenderung mencari perhatian dari luar, biasanya mereka juga mencari "kesibukan" bersama teman-temannya. Anak-anak

abusive juga kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, termasuk mengenal norma-norma yang diperkenalkan sejak dini dari dalam keluarga.

Disiplin dan tanggung jawab Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimulai dari keluarga yang broken home, semua anak mempunya potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Pengenalan anak terhadap disiplin dan tanggung jawab akan mengurangi resiko anak terjebak didalamnya. Apabila anak sudah mempunyai tanggung jawab terhadap tuhannya, dirinya, orang tuanya dan juga terhadap masyarakatnya, maka tersebut akan mempertimbangkan beberapa hal untuk mencoba-coba menggunakan narkoba.

4. FAKTOR PENDIDIKAN Kampanye sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi akan bahayanya menggunakan narkoba. Pemerintah dan instansi terkait seharusnya berperan aktif terhadap pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda sebagai penerus bangsa, karena dampaknya kesehatan akan mempengaruhi generasi muda di masa mendatang. Poster-poster anti narkoba seharusnya juga tidak menggambarkan dampak kematian semata, melainkan juga harus bersifat informatif yang berkenaan dengan dampaknya dalam waktu singkat terhadap penggunaan narkoba.

Pendidikan di sekolah Pendidikan akan bahayanya narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye, kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh siswa akan bahayanya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya pengguna narkoba dikalangan pelajar.

SEKS BEBAS
Kenakalan remaja belakangan ini sangat memprihatinkan sekali, semuanya ini bukan hanya disebabkan oleh faktor remaja itu sendiri tetapi ada lagi faktor lain yang mendasarinya. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang melakukan seks bebas yaitu:

1. ORANGTUA Kurangnya bimbingan dan pengawasan orang tua sudah pasti akan membuat anak menjadi liar, orang tua yang terlalu percaya kepada anak tanpa mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh anak-anaknya merupakan tindakan yang salah yang berakibat fatal bagi si anak sendiri. Bahkan bukan tidak mungkin sebenarnya orang tua sendiri yang menjerumuskan anaknya, sebagai contoh misalnya, orang tua merasa malu kalau anaknya yang sudah SMA ataupun sudah remaja belum punya pacar, pasti akan ditanya, akhirnya si anak cari pacar, awalnya mungkin biasa saja, ke toko buku, atau sesekali ke cafe. Lalu pelan-pelan naik pangkat pegang tangan, lalu naik pangkat lagi, dan meningkat ke lainnya. Orang tua yang terlalu otoriter juga tidak baik bagi perkembangan psikologi anak, ketika ia mendapatkan sekali kebebasan ia lupa segalanya.

2. LINGKUNGAN/TEMAN Sekuat apapun kita mempertahankan diri jika lingkungan dan orang-orang terdekat kita tidak mendukung kita, bukan tidak mungkin kita akhirnya ikut dengan perilaku mereka. Contohnya seorang pecandu narkoba awalnya cuma ikut-ikutan dengan temantemannya dan sekedar iseng, begitu juga dengan sex bebas.

3. UANG Di zaman sekarang ini uang adalah segala-galanya, tolok ukur seseorang ada pada uang, kehormatan, harga diri semua diukur dengan uang. Makanya orang-orang yang kebutuhannya tidak terpenuhi mencari penghasilan tambahan dengan cara seperti itu, dengan iming-iming uang semua menjadi tidak berarti. Apa yang harampun dihalalkan. 4. IMAN YANG LEMAH Seseorang yang tidak punya iman dihatinya sudah pasti dia tidak tahan dengan godaan duniawi yang memang berat, sekecil apapun godaan itu apalagi godaan berat. 5. KETAGIHAN Seks sama seperti orang makan, kebutuhan mutlak setiap orang. Tetapi jika tidak dikelola dengan benar akibatnya fatal. Sekali saja mencoba pasti akan mau lagi, dan mau lagi, sama seperti kecanduan. 6

6. PENGARUH BUDAYA BARAT Remaja saat ini cenderung untuk meniru budaya barat yang mereka anggap lebih modern dan terbuka. Sehingga tak segan mereka melakukan hubungan seks bebas dengan siapa saja tanpa memikirkan dampak dan akibat yang akan terjadi.

7. PENGARUH MEDIA MASSA Media massa juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perilaku seks bebas. Beberapa program dan drama televisi sering kali menampilkan acara-acara yang hanya menghibur namun tidak mendidik. Contohnya, perilaku remaja yang jauh dari nilainilai ketimuran, cara berpakaian yang tidak sopan dan gaya hidup yang mengikuti budaya barat.

Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai : 1. Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa memanipulasi alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi. 2. Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan memuaskan dorongan seksual. 3. Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang pada dasarnya menunjukan tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikannya atau kegagalan untuk mengalihkan dorongan tersebut ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan.

ABORSI

Banyak faktor yang mendorong para remaja melakukan tindakan aborsi terhadap kandungannya. Namun, penyebab paling utama dari tindakan aborsi dikarenakan pergaulan bebas yang dimulai dengan aktivitas pacaran. Berikut beberapa faktor penyebab aborsi. A. USIA MASIH MUDA Para remaja yang banyak menggugurkan kandungannya karena alasan masih muda dan masih tak ingin terikat pernikahan. Mereka beranggapan bahwa usia muda identik dengan kesenangan.

B. HAMIL DI UMUR YANG TERLALU MUDA Kehamilan di usia muda sebenarnya dapat membahayakan nyawa si ibu, bahkan kondisi ini turut menyumbang tingginya angka kematian ibu. Terlebih lagi bila ibu yang usianya sangat muda ingin melakukan aborsi dengan cara yang tidak aman.

C. TIDAK SIAP JADI IBU Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya informasi yang didapatkan oleh remaja. Banyak remaja yang masih menganggap bahwa melakukan hubungan seksual pertama kali tidak dapat menyebabkan kehamilan. Akhirnya ketika kehamilan yang tidak diinginkan terjadi, ia tidak siap untuk menjadi ibu.

D. MASIH SEKOLAH Alasan lain remaja menggugurkan kandungannya karena mereka masih sekolah.

E. MEMENTINGKAN KARIR Terkadang karir juga menjadi alasan remajamenggugurkan kandungan. Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi alasan terikat kontrak kerja, tidak ingin disibukkan dengan anak atau ingin meraih karir yang tinggi juga menjadi alasan wanita melakukan aborsi.

F. MALU Remaja takut ketahuan orang lain akan perbuatannya yang hamil di luar nikah dan tak ingin namanya tercoreng gara-gara ulah si jabang bayi sehingga ia lebih suka menghabisi nyawa si jabang bayi

DAFTAR PUSTAKA
http://bmpk27.blogspot.com/2010/08/xxx_2888.html http://organisasi.org/faktor-penyebab-alasan-seseorang-memakai-menggunakannarkoba-narkotika-zat-adiktif http://www.jualbeliforum.com/lounge/86296-faktor-faktor-penyebab-penyalahgunaan-narkoba.html http://zackybee7.blogspot.com/2012/05/faktor-penyebab-seks-bebas.html