Anda di halaman 1dari 2

Jian Septian/F24090046 Food Packaging Technology BAHAYA AKRILAMIDA Akrilamida adalah salah satu bahan organik yang biasa

digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari, untuk memproduksi plastik dan bahan pewarna. Akrilamida memiliki efek neurotoksik, genotoksik dan karsinogenik. Akrilamida terdapat dalam makanan kaya karbohidrat, misalnya roti, beberapa produk kentang, biskuit, jagung, sereal dan lain-lain. Dari hasil penelitian terhadap beragam jenis makanan kandungan akrilamida yang terbesar terdapat pada makanan berkabohidrat tinggi yang dimasak pada suhu diatas 1200C (Friedman, 2003). Peneliti Swedia mendapatkan bahwa terdapat konsentrasi akrilamida yang sangat besar pada makanan yang digoreng (Harahap, 2006). Akrilamida dipercaya dapat menyebabkan penyakit kanker pada sekitar 2% (100-700 dari 45.000) kasus tiap tahun di Swedia, bentuk monomernya bersifat racun terhadap sistem saraf pusat, sedangkan bentuk polimer diketahui tidak bersifat toksik.

Tabel 1. Kadar Akrilamida pada beberapa produk makanan di Norwegia, Swedia, Switzerland dan Amerika

Solusi terbaik untuk mencegah adanya akrilamida adalah dengan melakukan proses pengolahan makanan dibawah suhu 1200C khususnya makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Hal ini dikarenakan semakin lama proses pemanasan semakin tinggi kandungan akrilamida dalam makanan. Sumber : Harahap, Y. 2006. Pembentukan Akrilamida dalam Makanan dan Analisisnya. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. III, No. 3, Departemen Farmasi FMIPA-UI, Depok Friedman, M. Chemistry, Biochemistry, and Safety of Acrylamide. A Review. 2003. J. Agric. Food. Chem 51, 4504-4526.

Joint

FAO/WHO

Consultation.

2002.

FOOD

SAFETY

CONSULTATIONS:

Health

Implications of Acrylamide in Food Issued by the World Health Organization in collaboration with the Food and Agriculture Organization of the United Nations. Geneva, Switzerland.