Anda di halaman 1dari 30

http://wengayo.blogspot.com/2010/06/analisis-biomekanika-pada-gerakan.html ANALISIS BIOMEKANIKA PADA GERAKAN MENENDANG BOLA DALAM SEPAKBOLA.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Olahraga sekarang ini khususnya di dunia internasional, semakin maju saja. Di benua Eropah sepakbola menjadi olahraga yang mampu menjamin kehidupan pelakunya untuk seumur hidupnya. Seorang Adriano pemain sepakbola padal klub Inter milan yang berasal dari negara brazil sedang diburu oleh tim-tim raksasa dilingkungan Eropah. Seperti Chealse, salah satu klub besar di Inggris sedang menawar transfer pemain tersebut dengan nilai bilangan rupiah mencapai 1.125 triliun. Nilai tersebut sama dengan mengadakan liga sepakbola di indonesia selama 10 atau sampi 15 musim. Itu menunjukkan bahwa begitu besarnya nilai olahraga dimata dunia. Karena didalamnya telah dicampur dengan unsur bisnis yang bisa mendatangkan uang yang sangat besar. Daved Backham, pemain sepak bola Real Madrid, selalu menjadi perburuan untuk menjadi model dalam suatu iklan untuk mempromosikan suatu produk tertentu. Hal ini juga menunjukkan bahwa olahraga juga telah memasuki dunia entertaiment. Dan masih banyak lagi contoh-contoh atlet olahraga yang sangat digandrungi oleh masyarakat dunia. Mengapa mereka mampu dihargai oleh banyak kalangan masyarakat dunia, karena ini semua disebabkan kepiawaiannya dalam bermain sepakbola. Keberhasilan bermain sepakbola itu tentunya tidak ditempuh dengan mudah melainkan malaui proses yang sangat panjang dalam suatu sesi-sesi latihan yang bermutu. Latihan tersebut ternyata setelah ditelusuri, memang peran ilmu pengetahuan dan teknologi menduduki posisi yang sangat penting. Seperti pemain sepakbola Roberto Karlos, yang mampu menendang pada tendangan bebas dengan jarak hampir mencapai 25 meter kegawang dengan keras dan tepat. Ternyata ia memang melakukan latihan dengan bimbingan pelatih yang paham benar terhadap ilmu keolahragaan tersebut, seperti ilmu kepelatihan, biomekanika dan anatomi tubuh manusia. Sekarang jika kita lihat kondisi didalam negeri, ternyata belum mampu menghasilkan pemain sepakbola yang dapat menjadi kebanggaan bangsa. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menaikkan harkat martabat bangsa memalui olahraga. Tetapi hasilnya malah sebaliknya dimana prestasi olahraga Indonesia di even-even regional maupun internasional mengalami penurunan. Banyak faktor yang meyebabkan kondisi ini terjadi, salah satunya adalah sumberdaya pelatih yang kurang mendukung. Pelatih di Indonesia kebanyakan mereka yang mantan atlet lalu melatih. Tentunya mereka kurang memahami ilmu pendukung dari kepelatihan seperti biomekanika. Seharusnya untuk mempelajari satu teknik gerakan, harus dianalisis terlebih dahulu karakter gerakannya secara anatomi dan biomekanika, sehingga dapat menjadi acuan untuk membuat program latihan yang sesuai.

Tendangan sangat penting dalam permainan sepakbola, Dieterich (1982) mengemukakan bahwa barang siapa yang hendak bermain sepakbola maka pertama-tama kali harus menendang bola. Menendang bola memiliki tujuan adalah untuk menciptakan gol, membuang bola atau menhindarkan bola dari pertahanan. Berdasarkan itu pulalah maka penulis mengadakan suatu analisa gerakan pada salah satu teknik gerakan dalam sepakbola, khususnya menendang. Dalam pembahasan ini, tendangan yang dilakukan adalah menendang dengan punggung kaki yang mengarah pada suatu sasaran tertentu. B. IDENTIFIKASI MASALAH Banyak sekali unsur-unsur yang dapat dianalisis dalam upaya mencapai kualitas tendangan dalam sepakbola, dan mungkin teridentifikasikan pada beberapa masalah, yaitu; apakah besarnya otot-otot mempengaruhi tendangan dalam sepakbola? Apakah tinggi badan seorang pemain sepakbola mempengaruhi tendangan? Apakah jauhnya ancang-ancang mempengaruhi tendangan sepakbola? Apakan faktor fifik mempengaruhi tendangan sepakbola? Apakah istirahat mempengaruhi hasil tendangan? Apakan ilmu gizi mendukung dalam keberhasilan atlet? Apakah ilmu psikologi mempengaruhi tendangan sepakbola? Apakah kajian biomekanika memiliki pengaruh terhadap kemampuan tendangan? C. PEMBATASAN MASALAH Berdasarkan latarbelakang masalah dan identifikasi masalah dimana, masalah yang dapat muncul dan perlu pengkajian begitu luas maka perlu ditasi permasalahan tersebut agar lebih terarah. Adapun kajian ini dibatasi pada: rangkaian gerakan menendang yang dilakukan penulis, uraian tentang teknik gerakan tersebut, kajian gerakan secara biomekanika dan anatomical, dan kajian Biomekanika yang meliputi; gerak kinematika angular, kinematika linier, kinetika angular dan kinetika linier. Analisa gerakan menendang dibatasi pada menendang bola dengan punggung kaki. D. TUJUAN ANALISIS Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan paper in adalah sebagai berikut:: 1. Untuk menguraiakan gerakan menendang dalam kawasan teknik pelaksanaan 2. Untuk menganalisa rangkaian gerakan anatomi dan biomekanika. 3. Untuk menganalisa secara biomekanika yang mmeliputi; gerak kinetika angular, kinetika linier, kinematika angular dan kinematika linier. 4. Untuk menambah wawasan buat para pembaca sekalian

BAB II PEMBAHASAN B. URAIAN KETERANGAN GERAKAN Gerakan menendang dengan punggung dalam sepak bola pada umumnya dilakukan dengan tujuan untuk menendang lurus dan datar. Biasanya dilakukan pada tendangan bebas atau tendangan dengan jarak yang sedikit lebih jauh. Tendangan ini sangat bermanfaat sekali sebab, meluncurnya bola cukup keras dan lurus serta mendatar. Analisa gerakannya didasarkan pada tiga tahap yaitu; (1) persiapan/ancang-ancang, (2) tendangan, dan (3) follow-trough. Keberhasilan menendang tergantung pada beberapa bagian

yaitu melihat perkenaan bola dengan kaki dan perkenaan kaki dengan bola. Dalam melaksanakan menendang dengan punggung kaki dimulai dari; 1. Ancang-ancang. Ancang ancang dilakukan 3-4 meter yang dilakukan sambil berlari untuk memperoleh percepatan. Lari yang dilakukan seenaknya dengan percepatan yang diatur sedemikian rupa dengan tetap melihat letak bola. Sambil berlari ayunlan tangan seenaknya mengikuti irama langkah kaki. Jika melangkah kaki kanan, maka tangan kiri diayun ke depan demikian sebaliknya hingga posisi menepakkan kaki kira. Ancang-ancang sebaiknya dibelakang bola dan jika ditarik garis lurus, sejajar dengan sasaran. 2. Tendangan. Sebelum melakukan tendangan (menggunakan kaki kanan) maka letakkanlah kaki kiri persis disisi kiri dan agak ke belakang dari bola yang jika ditarik garis lurus membentuk sudut 450. Posisi letak kaki kiri menentukan luncuran bola. Jika kaki kiri berada dibelakang bola, maka jalannya bola akan melambung karena dengan sendirinya perkenaan bola tepat dibagian bawah. Jika kaki kira persis disisi kiri bila, jannya bola akan ground atau bergelinding di tanah. Karena perkenaannya berada pada bagian atas bola. Jika letak kaki kiri agar mundur sedikir sekitar 450 maka dapat diprediksi jalannya bola lurus dan mendatar, sebab perkenaan bola pada bagian tengah antara atas dan bawah. Menendang dengan punggung kaki maksudnya adalah perkenaan bola pada kaki tepat pada bagian punggung kaki. Setelat dirasa letak kaki kiri cukup enak maka ayunlah kaki kakan yang masih dibelakang sekuat-kuatnya dengan tetap memperhatikan perkenaan kaki dengan bola dan perkenaan bola dengan kaki. Perkenaan pada punggung kaki berarti keadaan angkel adalah ekstensi atau jika ditarik garis lurus sejajar dengan tulang kering. 3. Follow trough. Setelah bola ditendang oleh kaki kanan, maka lanjutkanlah kaki kanan dengan melangkah ke depan satu atau dua langkah. C. ANALISIS BIOMEKANIKA PADA GERAKAN MENENDANG BOLA DALAM SEPAKBOLA. 1. Analisa secara anatomi Anallsa secara anatomi berarti membahas tentang gerakan tubuh manusia yang meliputi otot-otot dan persendian serta tulang-tulang. Dalam menendang anggota tubuh yang menjadi penggeran utama adalah anggota gerak bagian bawah yaitu tungkai. Sedangkan gerakan tangan hanya berayun untuk menjaga keseimbangan dan keserasian gerak. Akan tetapi tetap saja berkontraksi, terus hingga pada saat menapakkan kaki kiri tangan kiri diangkat seenaknya ke depan sedikit dengan ketiak terbuka dan tangan kanan berada di belakang. Pada saar ancang-ancang, persendian bergerak dimulai dari fleksi dari persendian lutut dan panggul serta angkel kaki kanan yang terangkat ke atas. Sedangkan pada saat melurus di kaki kiri terjadi eketensi panggul, lutut dan engkel yang memberikan tolakan. Demikian seterusnya hingga pergantian langkah kaki. Ketikan kaki kiri berhenti, maka akan terjadi penahanan berat badan pada kaki kiri, yang didukung oleh otot-otot hamstrings, quadriceps, gluteus dan gastronocmeus. Berat badan akan ditanggung seluruhnya oleh kaki kiri. Kaki kiri dalan menahan berat badan sedikit dibengkokkan agar mendapatkan jangkauan kaki kanan pada bola. Sehingga perkenaannya sesuai dengan yang diinginkan. Pandangan sebelun tendangan dikonsentrasikan ke bola sedangkan ketika hampir menyetuh bola lihatlah sasaran yang akan dituju. Pada saat menendang bola dengan kaki kanan maka poros pertama persendian terdapat pada sendi pinggul. Lutut sedikit fleksi yang digerakkan oleh kelompok otot-otot hamstring yang juga

ikut mengambl ancang-ancang dan sendi engkel lurus ekstensi yang dikontraksikan oleh otototot betis. Pada saat pergerakan menarik kaki tendang dari belakang yang bertugas adalah otot illiacus, anterior sup. Illi spine, tensor fasciae latae atau kelomponk quadricep extensor bagian froximal. Sedangkan saat ekestensi lutut digerakkan oleh rectus femoris, vastus medialis, vastus rateralis atau kelompok quadricep bagian distal. Pada saat gerakan follow trough, otot-otot rileks dan menapakkan kaki seenaknya sebagai gerakan lanjutan untuk menghindari resiko cidera. 2. Kinematika Angular Dalam melaksanakan tendangan bola dalam sepak bola akan kita jumpai perpindahan badan dari satu posisi ke posisi lain dimana terdapat perubahan kecepatan yang diwujutkan pada langkahan kaki. Kinematika angular kita jumpai pada sendi bahu yang menayunkan lengan seenaknya dan persendian pada panggul saat mengangkat kaki kedepan dan pada sendi lutut pada saat melangkahkan kaki untuk mendapatkan jangkauan kaki ke depan. Pada gerakan ini rotasi pada sendi pinggul dapat mencapai satu putaran penuh (3600) dari mulai lepasnya kaku belakang dari tanah kemudian diayun keatas sehingga terjadi fleksi pada lutut, ayunan ke depan hingga sampai ke belakang kembali. Ancan-ancangan ina bertujuan untuk memperoleh kecepatan saat berlari hingga tiba di sisi bola yang dapat memberikan dukungan terhadap kekuatan. Ayunan pada sendi elbow tidak memiliki sumbangan yang begitu baik untuk mendapatkan kekuatan tendangan hanya saja mengatur kestabilan tubuh. 3. Kinematika Linier Rentang kaki tendang yang dimulai dari belakang hingga benturan dengan bola atau hiperekstensi, jika ditarik sudut yang berporos pada sendi pinggul sekitan 450, kemudian rentang sudut dari poros fleksi lutut mencapai 900. Sehingga jika digabungkan rentangan secara keseluruhan mencapai 1350. Perkenaan kaki dengan bola merupakan ajang terpenting menghasilkan kekuatan. Disini terdapat perpanjangan ruang gerak kaki yang dimulai dari persendian pinggul ang dilanjutkan dengan persendian lutut. Tentunya dengan ruang gerak inilah yang akan membangkitkan kecepatan pergerakan kaki dan akan dapat lebih meudah memperolah kekuatan kontraksi ototnya. Perpaduan kecepatan dan kekuatan inilah yang biasa disebut dengan power. Dengan demikian pulalah bahwa menendang bola dibutuhkan power otot-otot tungkai. Kemampuan kaki belakang akan dapat membentuk sudut yang lebih besar, jika kelentikan pada sendi pinggul cukup besar. Tangan ddalam hal ini hanya menjaga keseimbangan, dimana lengan kiri terangkat hingga sejajar dengan nahu yang merupakan kerja dari otot deltoid dan persendian glenohumeral. Tangan kanan kelihatan akan kebelakang sebagai upaya menjaga keserasian gerak dan koordinasi. 4. Kinetika Angular Pada saat menendang bola akan kita jumpai poros persendian yang memungkinkan terjadi pada kinetika angular. Jalannya bola tergantung gaya yang diberikan oleh tekanan kaki. Kuat tidaknya tergantung pada gaya yang diberikan oleh kaki. Selain gaya dalam hal ini tergantung pada percepatan ayunan kaki yang baik. Percepatan ini tentunya didukung oleh kemampuan otot-otot. Pergelangan kaki degerakkan hingga posisi benatbenar ekstensi sehingga punggung kaki benar-benar berada di depan dan tentunya akan terdapat benturan pada bagian ini. Tidak ada bagian lain yang dapat menunjang kekuatan tendangan, hanyalah kemampuan

membangkitkan power yang cukup besar. Dimana persendian pinggul sebagai poros utama dan persendian lutut berfungsi sebagai tambahan. 5. Kinetika Linier Dalam hal ini pengaruh yang diberikan tungkai kepada bola ditentukan sekali oleh kemampuan otot-otot penggeraknya. Disamping ayunan kaki belakang, ancang-ancang berlari merupakan pase yang berperan penting untuk mendapatkan saat yang tepat dalam membangkitkan kekuatan maksimal. Ancang-ancang yang terlalu jauh cenderung akan menimbulkan kelelahan otot, sehingga jarak 3-4 meter cukup efektif untuk memperoleh kecepatan terbaik untuk memperoleh saat yang tepat tersebut. BAB III PENUTUP A. IMPLEMENTASI Implikasi hasil analisa yang dilakukan ini mengkaji tentang implikasi secara fungsional anatomi dan biomekanika. Secara anatomi, kemampuan menendang merupakan serangkaian gerakan yang dilakukan oleh kaki khususnya kaki kanan dalam melakukan tendangan terhadap bola dengantujuan tertentu. Dalam menendang, kekuatan menendang akan sangat membantu untuk mendapatkan kekuatan jalannya bola dan diharapkan juga mengarah pada sasaran. Dalam menendang bola, adalah kerja organ kaki yang meliputi persendia, tulang dan otot-otot. Persendian yang terlibat adalah sendi pinggul, sendi lutut dan pergelangan kaki. Ketiga sendi ini bergerak serentak dalam suatu rangkaian yang bersambung. Sedangkan otot-oto yang terlibat adalah kelompok otot-oto tungkai berupa gluteus maksimus, gleuteus minimius, qudriceps, hamstring, dan gastronocnimeus. Semua persendia ini dilibatkan secara bersamaan dan berantai dimana otot bagian paha sebagai penggerak diawal-awal gerakan yang selanjutnya oleh otot-toto betis. Kajian anatomi membehas tentang efektifitas dan efisiensi gerak. Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa. Ancang-ancang yang terlalu jauh tidak cukup efektif untuk melakukan tendangan, tetapi ancang-ancang menjadi bagian yang sangat penting dalam, menendang bola. Menendang dengan menggunakan punggung bertujuan untuk mendapatkan tendangan yang kuat dan akura, dimana penapang kaki adalah tulang yang terbuat dari bahan yang keras sehingga hasilnya akan menghasilkan kekuatan yang besar, hanya saja dalam hal ini lebih hati-hati untuk menjaga agar jalannya bola dapat di kuasai. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, selain ancang-ancang untuk memperoleh kecepatan, kekuatan otot-otot menjadi bagian yang sangat penting dalam menghasilkan tendangan yang kuat. Oleh sebab itu dalam latihan dibutuhkan penguatan otot-otot tungkai khususnya quadriceps ekstensor sebagai penggerak gerakan ekstensi lutut yang menjadi subjek pelaku utama. B. KESIMPULAN 1. Secara keseluruhan rangkai gerak dalam menendang sepenuhnya terpusat pada anggota gerak bawah atau tungkai. 2. untuk mendapatkan hasil menendang yang baik dibutuhkan suatu ancang-ancang untuk mendapatkan kecepatan yang membangkitkan power. 3. Dibutuhkan kekuatan otot-otot untuk menghasilkan kekuatan yang besar. 4. Penempatan kaki tumpu menjadi penentu arah jalannya bola, melambungkah, mendatarkah atau bergelinding.

C. SARAN Dengan hasil analisi diatas maka disarankan; 1. Bagi pelatih sepak bola, dalam melatih kemampiuan menendang, selain melatih teknik disarankan melatih fisik terlebih pada peningkatan power tungkainya. 2. Pagi pemain sepakbola, untuk menendang bola hendaknya memperhatikan rangkaian teknik yan ada bengan mempertimbangkan nilai biomekanikanya. 3. Untuk dapat menjadi pemain sepakbola harus memiliki kemampuan menendang yang baik. DAFTAR PUSTAKA Erich, Fuchs, Dieter, Kruer, dan Gunter, Jansen. Sepakbola: Pembinaan Teknik dan Kondisi. Jakarta: PT Gramedia. 1978

Hammil, Josep dan Knutzen,M. Kthleen. Biomechanical Basis of Human Movemen. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins a Wolter Kluwer Company. 2003. Knut, Dietrich, K. J. Dietrich. Sepakbola: Aturan dan Latihan. Jakarta. PT Gramedia. 1982.
http://www.scribd.com/doc/54663098/Biomekanika-Penjaga-Gawang-Sepakbola

Analisis Biomekanika Side Jump Penjaga Gawang Sepak Bola Mohammad Ikhsan (13207130) Sekolah Teknik Elektro dan InformatikaInstitut Teknologi BandungBandung, Jawa Barat, Indonesia Abstract

P enjaga gawang, dalam permainan sepak bola, merupakan lini pertahanan terakhir bagi sebuah kesebelasan sepak bola. Gerakan yang sering dilakukan oleh seorang penjaga gawang adalah sebuah side jump. Side jump yang maksimal sering dijumpai pada saat pengambilan tendangan penalty. Dalam pengambilan side jump tersebut,terdapat risiko cedera pada tubuh, terutama daerah pinggul (hip) pada saat pendaratan. Tujuan dari penelitian iniadalah mengetahui profil biomekanik dari seorang penjaga gawang pada saat melakukan sebuah side jump.

P rofil biomekanika diambil dari cuplikan-cuplikan video yang berhasil diperoleh oleh penulis. Video diolah menggunakanaplikasi pengolahan video untuk mengekstraksi gerakan dari penjaga gawang pada saat melakukan loncatan.Gerakan dianalisis untuk memperoleh profil biomekanik berupa gaya, momentum, kecepatan, dan percepatan pada saat pendaratan. Dari profil biomekanik tersebut, ditentukan penyebab cedera pada pinngul dan gerakan penjaga gawang yang benar untuk menghindari cedera tersebut. Kata Kunci: biomekanika, penjaga gawang, cedera, pencegahan cedera, pinggul Pend ahulua n Sepakbola adalah salah satu olahraga yang sangatdikenal oleh masyarakat dunia. Setiap hari, pertandingan dengan level permainan yang berbedadimainkan di seluruh dunia. Masyarakat kagum akan permainannya yang tak dapat diduga, yang,terkadang ditentukan oleh gerakan-gerakanspektakuler atau kesalahan-kesalahan fatal. Sebagaigaris terakhir pertahanan, seorang penjaga gawangseringkali terlibat dalam keadaan menentukan didalam permainan. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan lebih mengenai permainan seorang penjaga gawang. Penelitian yang banyak dilakukandi bidang olahraga sepak bola lebih banyak memfokuskan topiknya pada keadaan physiologi danlebih aplikatif terhadap pemain sepakbola selain penjaga gawang. Gerakan seorang penjaga gawanglebih banyak gerakan jangka pendek, eksplosif, dan berteknik tinggi, sehingga lebih bersifat biomekanika.Dari penelitian-penelitian yang sudah berlangsung,diperoleh bahwa dalam sebuah pertandingan seorang penjaga gawang akan berhadapan dengan tantangansebagai berikut (Sorensen, 2008),-

Meloncat untuk menangkap bola-

Melakukan diving untuk melakukan save -

Memiliki kekuatan anaerobik yang memadaiuntuk melakukan sprint-

Memiliki pergerakan lincah-

Memiliki reaksi yang cepat-

Menghindari terjadinya cedera dari gerakan-gerakan yang dilakukannyaDari tantangan yang dihadapi di atas, sering dijumpaikeadaan dimana seorang penjaga gawang harusmeloncat secara horizontal sekaligus vertical untuk melakukan penyelamatan. Loncatan inilah yangdisebut side jump . Untuk seorang penjaga gawang, side jump merupakan salah satu gerakan utama untuk melakukan penyelamatan. Namun, side jump mengandung risiko yang sangat tinggi untuk memperoleh cedera, terutama pada pinggul, pada saat pendaratan.Dari semua cedera yang dialami di permainan sepak bola, majoritas berkaitan dengan belahan bawah daritubuh seorang pemain (Junge, 2004), termasuk bagian pinggul. Walaupun, lebih sering terjadi k e s e l eo, fraktur atau patah tulang juga dapat terjadi pada bagian tubuh tersebut (Goga 2003), dengan penjaga gawang sebagai orang yang lebih seringterkena cedera pada pinggul dibandingkan dengan pemain outfield (Schmitt, 2009).Untuk mengurangi risiko dari cedera terhadap penjaga gawang, pakaian yang memiliki padding direkomendasikan oleh FIFA (FederationInternationale de Football Association, 2005).Mayoritas dari celana yang didesain untuk dikenakan penjaga gawang telah diberikan

padding terutama pada bagian atas lengan kaki, baik di bagian anterior maupun posterior. Namun, masih banyak yang dapatdilakukan untuk memperbaiki padding pada pakaian penjaga gawang (Schmitt, 2008) dan tidak semua penjaga gawang mengenakan celana tersebut karena padding yang dikenakan dapat menggangu pergerakan natural penjaga gawang (Nusser, 2008). P adding atau pengamanan terhadap pinggul penjagagawang mirip dengan pengamanan yang digunakanoleh o ra ng tua yang membutuhkannya untuk mengurangi risiko cedera ketika jatuh. Oleh karenaitu, beberapa penelitian sudah membahas biomekanika jatuhnya seseorang. Pada tahun 1999,Sabick menganalisis gaya vertikal yang timbul padasaat seseorang jatuh dari posisi jongkok (Sabick,1999). Van den Kroonenberg melakukan analisisyang sama tetapi dengan subject dalam keadaan awal berdiri atau berjalan. Dari penelitian-penelitiantersebut, didapat bahwa beban yang dirasakan oleh pinggul mencapai 2.83 4.45 kali berat badansubject dengan kecepatan impact sebesar 1.18ms -1 sampai 2.75 ms -1 (Van den Kroonenberg, 2008).Walaupun penelitian-penelitian yang telah disebutkan berhasil menentukan data biomekanika yang baik,data tersebut akan sulit untuk diimplementasikanuntuk seorang penjaga gawang. Hal ini disebabkankarena seorang penjaga gawang meloncat dengan posisi

yang lebih horizontal dibandingkan denganorang yang jatuh dari posisi berdiri maupun jongkok.Selain itu, dapat diasumsikan bahwa ketika seorang penjaga gawang melakukan side jump tersebut diaakan mengangkat tangannya untuk melakukan penyelamatan bola. Hal ini akan menarik badannyasehingga lebih banyak otot-otot yang aktif di bagianlengan bawah dan bagian tengah badan. Oleh karenaitu, keadaan ini sangat berbeda dengan simulasi yangtelah dilakukan sebelumnya. Untuk itu, dibutuhkananalisis secara langsung gerakan seorang penjagagawang ketika melakukan side jump tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkandata tersebut, yaitu profil biomekanik yang timbul di bagian pinggang pada saat pendaratan seorang penjaga gawang. M at e rial d a n Me t ode Pada penelitian ini, analisis gerakan side dive seorang penjaga gawang dilakukan melalui video rekamanseorang menjaga gawang. Video ini berisi seorang penjaga gawang sehat yang melakukan side dive padasaat latihan. Side dive dilakukan di lapangan bola, didepan gawang, dengan alas dari rumput. Penjagagawang melakukan loncatan dengan arah menunjusebuah bola yang dilempar dari belakang kameramenuju pojok atas gawang. Letak awal penjagagawang di tengah gawang. Penjaga gawang memulaigerakannya dari posisi

berdiri. Kemudian, penjagagawang mengambil beberapa langkah menuju boladan kemudian meloncat untuk menepis bola.Untuk menganalisis gerakan penjaga gawang dalamvideo, dilakukan tracking terhadap gerakan beberapatitik di penjaga gawang. Menggunakan softwareAdobe After Effects CS4, titik-titik di tubuh disetsehingga terdapat garis yang mengikuti gerakan titik-titik tersebut. Titik-titik yang diikuti sebagai berikut,-

Kepala-

Perut-

Kedua telapak tangan-

LututTitik-titik tersebut dipilih karena merupakan titik-titik krusial dalam pendaratan penjaga gawang tersebut.Setelah penjaga gawang menyelesaikan gerakannya,dapat terlihat jelas jalur yang telah dilewati titik-titik di atas. Dari garis yang diperoleh, dapat diperolehdata sebagai berikut,-

Kecepatan pendaratan-

Percepatan-

Gaya impact Profil biomekanik diatas digunakan untuk menentukan pengaruh yang dirasakan oleh tubuh penjaga gawang ketika mendarat dari loncatannya.Untuk gaya yang diterima oleh penjaga gawang,terdapat beberapa nilai yang diasumsikan, yaitu-

Berat Badan 65 kg-

Tinggi badan 180 cm-

Tinggi tiang sepakbola (sebagai kalibrasi)sebesar 2.44 m-

Lebar tiang sepakbola sebesar 7.32 m-

Penjaga gawang berada di titik tengahgawang pada saat memulai loncatannyaSelain itu, nilai gaya hanya akan ditentukan untuk titik perut saja sedangkan titik-titik lain ditrackinguntuk mengetahui cara jatuh penjaga gawangtersebut. Oleh karena itu, titik-titik lainnya hanyadiamati jalur pergerakannya saja.Cuplikan materi video mentah sebagai berikut,Gambar 1. Keadaan Awal GerakangGambar 2. Pertengahan Side Jump Gambar 3. Akhir Side Jump

H asil

Hasil yang diperoleh untuk masing-masing titik yangdiamati sebagai berikut

Pada pendaratan penjaga gawang melakukangerakan bergulingKemudian, untuk daerah pinggul, dari analisisterhadap gerakan secara lebih detail dapat diperolehdata-data sebagai berikut,-

Ketinggian maksimum pinggul sebesar 2.5m-

Waktu dari puncak loncatan ke tanahsebesar 0.33 sDari data tersebut diperoleh kecepatan impact sebesar 3.25 m s -1 . Jika dibandingkan dengan hasil yangdiperoleh oleh penelitian-penelitian sebelumnya,kecepatan ini mirip dengan kecepatan yang diperoleholeh Lees pada tahun 2005, yaitu 3 4 m s -1 . Darihasil ini dapat diperoleh momentum yang dibawaoleh penjaga gawang pada saat pendaratan, yaitu p = mv = 65 * 3.25 = 211.25 kg m s -1 Dari literature yang diperoleh, gaya puncak yangdapat diterima oleh penjaga gawang pada saat pendaratan sebesar 3 8 kN. Jika penjaga gawangmemiliki massa sebesar 65 kg, hal ini bisa mencapai4.6 12.3 kali berat badannya. Tentunya, gayasebesar ini jika dikenakan langsung dapat mencederai penjaga gawang.Dari literature juga diperoleh bahwa penjaga gawangyang melakukan gerakan berputar mengalami gayayang lebih kecil pada pinggul dibandingkan dengan penjaga gawang yang mendarat langsung di pinggulnya tanpa berputarl. Gaya yang diterima berkisar diantara 3 4.5 kN, atau di rentang bawahdari data gaya yang diperoleh secara total.Jika dilihat korelasi antara gaya dan momentum,gerakan berguling jelas dapat mengurangi bebanyang diterima oleh pinggul. KarenaF = mv/tWaktu impact yang lebih lama akan mengakibatkangaya yang diterima menjadi berkurang. Karenagerakan berguling meningkatkan waktu impact penjaga gawang, dapat disimpulkan bahwa gerakan berguling dapat mengurangi beban yang diterima pinggul penjaga gawang sehingga mengurangi risikocedera pada pinggul. Namun, karena pada keadaan berguling impact dibagi ke seluruh tubuh, risiko yangditerima bagian tubuh lain meningkat. Namun,karena gaya yang terbagi menjadi kecil, risikotersebut tidak sebanding dengan risiko yang akanditerima pinggul jika mendarat langsung di pinggultersebut. Ke simpula n Sebagai kesimpulan, penelitian ini membahas tentang side jump yang dilakukan oleh penjaga gawang sepak bola. Secara umum, penjaga gawang yang melakukangerakan berguling pada saat pendaratan akanmenurunkan beban pada pinggul secara signifikan.Walaupun demikian, data yang diperoleh dari hasilanalisis video belum cukup akurat untuk mengukur gaya tersebut. Perlu dilakukan penelitianmenggunakan sensor gaya dan high-speed kamerauntuk mendapatkan data yang lebih akurat. Namun,karena ketika diperiksa data yang diperoleh

miripdengan data pada literature, dapat disimpulkan bahwahasil analisis dapat diterima. Diharapkan hasil inidapat berkontribusi pada design alat-alat pengamanan, baik untuk penjaga gawang maupununtuk penggunaan umum seperti hip protector . R efe r en c e s

Federation Internationale de Football Association(2005). The Football Medicine Resource Kit(FMARC).http://www.fifa.com.Goga, I., & Gongal, P. (2003). Severe soccer injuriesin amateurs. British Journal of SportsMedicine, 37, 498501.Ostojic, S. (2003). Comparing sports injuries insoccer: Influence of a positional role.Research in Sports Medicine, 11, 203208.van den Kroonenberg, A., Hayes, W., & McMahon,T. (1996). Hip impact. Journal of Biomechanics, 29, 807 811.Schmitt, Kai-Uwe, Maja, Biomechanical loading of the hip during side jumps by soccer goalkeepers, Journal of Sports Science. P53 59. 2009 http://tegartia.wordpress.com/2009/11/22/kumpulan-tugas-tugas-biomekanika-olahraga-tugas-1-13/

KUMPULAN TUGAS-TUGAS BIOMEKANIKA OLAHRAGA (TUGAS 1-13)


Filed under: Tugas Kuliah Kaitkata:biomekanika, GLB, GLBB, Stabilitas, titik berat tegartia @ 10:57 pm

Tugas 1 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN DALAM CABANG OLAHRAGA BULU TANGKIS Faktor : Stabilitas Berbanding Lurus dengan Besarnya Jarak Proyeksi Jatuhnya Titik Berat Badan ke Tepi Alas yang Searah dengan Gerakan

Keseimbangan atau stabilitas sangat penting dalam kegiatan olahraga. Keseimbangan digunakan sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing cabang olahraga termasuk cabang olahraga bulu tangkis. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan atau stabilitas, salah satunya adalah Stabilitas Berbanding Lurus dengan Besarnya Jarak Proyeksi Jatuhnya Titik Berat Badan ke Tepi Alas yang Searah dengan Gerakan. Di dalam cabang olahraga bulu tangkis, terdapat service atau pukulan-pukulan yang dapat digunakan oleh para pemain bulu tangkis untuk membuat permainannya lebih bagus, sehingga perlu adanya suatu keseimbangan dalam bermain bulu tangkis. Service yang menerapkan faktor kesimbangan adalah Deep Single Service dan Short Double Service, sedangkan pukulannya adalah pukulan Forehand Overhead. Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana pengaruh faktor Stabilitas Berbanding Lurus dengan Besarnya Jarak Proyeksi Jatuhnya Titik Berat Badan ke Tepi Alas yang Searah dengan Gerakan dalam service atau pukulan tersebut.
1. Deep Single Service

Dalam melakukan serve ini yang harus dilakukan adalah berdiri dengan enak dengan sebagian besar berat badan berada pada kaki belakang. Rentangkan ke depan lengan dan jatuhkan shuttle tepat sebelum mengayunkan raket ke muka. Putarlah bahu dan pinggul saat berat badan pindah dari kaki belakang ke kaki muka. Pergelangan tangan dan lengan bawah harus berputar pada saat shuttle disentuh oleh raket. Gerakan akhir serve harus berada tinggi dan usahakan tangan melampaui bahu kiri. Jangan mengangkat atau menggeser kedua kaki sampai saat shuttle dipukul. Dari penjelasan di atas sangat jelas bahwa stabilitas berbanding lurus dengan besarnya jarak proyeksi jatuhnya titik berat badan ke tepi alas yang searah dengan gerakan. Pada saat awal melakukan serve, berat badan di letakkan di kaki belakang. Kemudian pada saat hendak melakukan pukulan pada shuttle, gerakan bahu dan pinggul diputar ke depan yang diikuti oleh perpindahan berat badan dari kaki belakang ke kaki kanan sehingga disini keseimbangan dapat dicapai pada saat memindahkan berat badan yang searah dengan gerakan.
1. Short Double Service

Ada beberapa yang harus dilakukan dalam serve ini, pertama peganglah shuttle pada ketinggian dada. Pukullah shuttle pada ketinggian sedikit di bawah pinggang dengan raket berada di tangan kanan. Antarlah shuttle, jangan dijentikkan. Pergelangan tangan pada posisi teracung dan teguh selama gerakan ayunan. Pindahkan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri sebelum shuttle tersentuh raket dan sedikit sekali gerakan ayunan lanjut serta gerakan putar tubuh dilakukan. Sangatlah jelas bahwa stabilitas berbanding lurus dengan besarnya jarak proyeksi jatuhnya titik berat badan ke tepi alas yang searah dengan gerakan dalam melakukan serve ini. Pada saat memukul shuttle dengan raket di tangan kanan, didikuti pula dengan memindakan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri. Sehingga pemindahan berat badan searah dengan gerakan memukul shuttle yang dapat menimbulkan keseimbangan.
1. Pukulan Forehand Overhead

Pukulan ini dilakukan bila pemain berada di bidang kanan lapangan pada posisi belakang. Pertama ambillah posisi siap, yaitu dengan kaki dan bahu sejajar dengan jaring. Raket digenggam dengan pegangannya setinggi pinggang dan kepala reket kira-kira setinggi bahu anda serta agak concong ke posisi backhand. Lutut agak ditekukkan. Shuttle dipukul ke arah sisi forehand, putarlah tubuh sehingga kaki tegak lurus jaring dan bahu kiri mengarah ke jaring. Pindahkan berat badan ke kaki belakang dan bila perlu melompatlah ke belakang sehingga berada tepat di belakang shuttle yang sedang melayang. Ketika melangkah ke belakang, angkatlah raket, pergelangan tangan dalam posisi teracung dengan raket berada di belakang kepala dan bahu, kepala raket menghadap ke bawah dan tangan kanan berada di belakang telinga kanan. Dalam melakukan pukulan ini, arah gerakan searah dengan proyeksi jatuhnya berat badan ke tepi alas yang dapat membuat keseimbangan. Berat badan dipindahkan ke kaki belakang yang diiikuti oleh melangkahkan kaki ke belakang dan jika perlu melompat ke belakang kemudian kita memukul shuttle. Tugas 2 GERAK LURUS BERUBAH TERATUR Soal : Seorang atlit lari jarak jauh berlari dengan kecepatan 40 m/dt setelah 4 detik. Berapakah jarak yang ditempuh oleh atlet tersebut jika dipercepat 3 m/dt dan diperlambat 2 m/dt? Jawaban dari Soal : Diketahui : Vt = 40 m/dt t = 4 dt

Percepatan a = 3 m/dt Perlambatan a = 2 m/dt Ditanya : a. St jika dipercepat.

1. St jika diperlambat

Jawab

1. Gerak Lurus Berubah Teratur dengan Percepatan

V0 = Vt at = 40 (3 x 4)

= 40 12 = 28 m/dt St = V0.t + at = 28 . 4 + . 3 (4) = 112 + 24 = 136 m


1. Gerak Lurus Berubah Teratur dengan Perlambatan

V0 = Vt + at = 40 + (2 x 4) = 40 + 8 = 48 m/dt St = V0.t at = 48 . 4 . 2 (4) = 192 16 = 176 m Tugas 3 GERAK CABANG OLAHRAGA ATLETIK (TOLAK PELURU) Dalam Analisis Gerak Lurus dan Gerak Berputar Di dalam suatu cabang olahraga manapun, pasti tidak terlepas dari gerakan yang ada di dalamnya. Suatu gerakan yang harmonis akan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Suatu benda atau tubuh dapat membuat gerak lurus dan gerak berputar sekaligus. Salah satu cabang olahraga yakni atletik seperti tolak peluru memadukan dua gerak sekaligus yakni gerak lurus dan gerak berputar. Dalam melakukan tolak peluru memanfaatkan dorongan tungkai, putaran badan, dan tolakan lengan sebagai suatu gaya.

Pada tolak peluru, mula-mula tungkai depan bebas diayun sehingga terjadi momentum, kemudian tungkai belakang yang ditekuk, diluruskan sehingga terjadi gaya dorong yang menyababkan tubuh bergeser (shift) ke depan. Akhir dari shift ini yakni lutut ditekuk dalamdalam untuk menghimpun gaya dorong berikutnya. Mulailah tolakan yang sebenarnya, yang dikerahkan dari tungkai, putaran pada panggul, lentingan togok dan ayunan lengan (yang tidak memegang peluru) untuk mendapatkan momentum, putaran dari bahu, dorongan dari lengan melalui persendian dari siku, pergelangan tangan dan sentuhan akhir dari jari-jari tangan. Dari penjelasan di atas mengenai teknik yang ada di dalam tolak peluru, sangatlah jelas bahwa di dalamnya memadukan dua gerak sekaligus yakni gerak lurus dan gerak berputar. Gerak lurus dapat dilihat ketika tungkai belakang yang ditekuk kemudian diluruskan sehingga terjadi gaya dorong yang menyebabkan tubuh bergeser ke depan. Dalam tolak peluru, gerak lurus menimbulkan badan atlit juga bergerak ke depan. Gerak berputar juga terpadu dengan gerak lurus yang sudah di analisis pada paragraf di atas. Pada tolak peluru, gerak berputar terjadi ketika atlit memulai tolakan yang sebenarnya, yang dikerahkan dari tungkai, kemudian memutar panggul,serta memutar bahu untuk mendapatkan momentum. Sangatlah jelas bahwa ketika kita melempar peluru, untuk mendapatkan momentum yang kuat maka kita perlu memutar tubuh terutama putaran dari pinggul dan bahu yang sudah dijelaskan di atas. Gerak lurus dan gerak berputar terjadi di dalam melakukan tolak peluru, pada suatu cabang olahraga akan menggabungkan kedua gerak ini. Di dalam tolak peluru perpaduan yang harmonis antara gerak lurus ketika tungkai belakang diluruskan dan gerak berputar terjadi ketika memutar pinggul dan bahu. Seorang atlit harus dapat memadukan kedua gerak ini, sehingga perpaduan antara gerak lurus dan gerak berputar akan dapat manghasilkan suatu prestasi yang membanggakan dalam cabang olah raga atletik terutama tolak peluru. Tugas 4 GERAK PARABOLA Soal : Pada sudut dengan garis horisontal, sebuah bola dilempar dengan kecepatan awal 35 m/dt. Berapakah jarak horisontal dan vertikal serta waktu masing-masing yang ditempuh bola jika sudutnya , , dengan garis horisontal. (g = 10 m/dt) Jawaban dari Soal : Diket : = 35 m/dt = =

= g = 10 m/dt Ditanya : R dan t, dan t dari masing-masing sudut. Jawab :


1. Horisontal

R = = = = 61,25 m

t = = = = 1,82 dt

R = = = = 122,5 m

t = = = = 4,97 dt

R = = = = 106,58 m
1. Vertikal

t = = = = 6,09 dt

t =

= = = 4,14 m

= = = 0,91 dt

= = = = 30,88 m

t = = = = 2,49 dt

= = = = 46,36 m Tugas 5

t = = = = 3,01 dt

GERAK PARABOLA KHUSUS TOLAK PELURU Soal : Sebuah peluru dilempar dengan kecepatan awal 10 m/dt. Peluru dilepas dari tangan pada ketinggian 4m. Hitunglah jarak hasil tolak peluru jika membentuk sudut , , . Jawaban dari Soal : Diket : = 10 m/dt h = 4m

g = 10 m/dt Ditanya : a. b. jika = jika =

c.

jika =

Jawab :
1. a. =

= = = = 124,8 m
1. b.

= = = = 109,88 m
1. c.

= = = = 77,54 m GERAK PARABOLA KHUSUS LOMPAT JAUH Soal : Seorang atlit lompat jauh bergerak dengan kecepatan titik berat badan saat bertumpu adalah 7,5 m/dt. Jarak vertikal dari titik berat badan ke tanah saat bertumpu adalah 1m. Sementara jarak dari titik berat badan saat bertumpu adalah 1,3m. Sudut proyeksi titik berat badan . Sudut tungkai saat bertumpu terhadap garis vertikal adalah dan sudut sudut tungkai kaki saat mendarat adalah . Berapakah jarak yang lompatan yang dicapai atlit? Jawaban dari Soal :

Diket : V = 7,5 m/dt h = 1m

c = 1,3 m = = = g = 10 m/dt Ditanya : Jawab : = = = = 19,67 m Tugas 6 HUKUM NEWTON Hukum Newton terdiri dari tiga bagian yakni :
1. Hukum I : Hukum Kelembaman (Law of intertia)

Suatu benda akan tetap dalam keadaan diam atau dalam keadaan gerak kecuali karena pengaruh gaya yang merubah keadaannya.
1. Hukum II : Hukum Percepatan (law of acceleration)

Percepatan suatu benda karena suatu gaya berbanding lurus dengan gaya penyababnya
1. Hukum III : Hukum Reaksi (Law of reaction)

Setiap aksi selalu ada rekasi yang sama dan berlawanan Analisis Hukum Newton dengan Aplikasi Dikaitkan dengan Kegiatan Olah Raga Bela Diri

1. 1. Hukum I

: Hukum Kelembaman (Law of intertia)

Ketika olah raga beladiri baru dimulai maka kedua atlet yang melakukan pertandingan belum melakukan suatu gerakan apapun. Ketika wasit mulai menentukan atlet mana yang boleh bergerak untuk menyerang atlet lain. Atlet II akan diam karena belum mendapatkan penyerangan dari atlet I, barulah atlet II akan bergerak ketika ia mendapatkan sebuah gaya dari atlet I. Hal ini sesuai dengan pernyataan pada hukum Newton I yakni Hukum Kelembaman yang menyatakan suatu benda akan tetap dalam keadaan diam atau dalam keadaan gerak kecuali karena pengaruh gaya yang merubah keadaannya
1. 2. Hukum II : Hukum Percepatan (law of acceleration)

Pada olah raga beladiri, seorang atlet dapat menyerang atlet lain diseeuailkan dengan sudut serangan yang dilakukan oleh atlet I. Atlet I menyerang dengan menggunakan siku dengan sudut tertentu sehingga dapat merobohkan lawan. Maka gaya yang diberikan oleh atlet I untuk menyerang atlet II berbanding lurus dengan percepatan ketika atlet II jatuh. Penje;asan di atas sesuai dengan pernyataan pada Hukum Newton II yakni Hukum Percepatan yang menyebutkan bahwa Percepatan suatu benda karena suatu gaya berbanding lurus dengan gaya penyababnya.
1. 3. Hukum III : Hukum Reaksi (Law of reaction)

Dalam olah raga bela diri tentunya terdapat dua atlet yang berusaha untuk menjadi pemenang. Jika atlet I menyerang atlet II, maka atlet II dapat juga mnyerang kembali atlet I dengan tempat yang berlawanan. Misalnya saja atlet I menyerang pundak pemain dua maka atlet dua dapat melawan dengan menyerang kembali bagian dada atau bahkan menjatuhkannya. Pemain II menyerang kembali karena berusaha mempertahankan dirinya agar tidak terjatuh. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan hukum Newton III yakni Hukum Reaksi yang berbunyi setiap aksi selalu ada rekasi yang sama dan berlawanan Tugas 7 HUKUM NEWTON Soal : Atlet A menabrak atlet B pada sudut dengan arah gerakannya dan menggunakan gaya sebesar 100 kg. Sedangkan atlet B bertumbukan menggunakan gaya sebesar 150 kg. Berapa jauh atlet A dapat menggeser atlet B, apabila atlet A menumbuk dengan B pada sudut dengan arah gerakannya? Jawaban : Diket : A = 100 kg B = 150 kg

= = Ditanya : dan Jawab :


1. = +- 2 AB cos cos =

= +- 2(100)(150) cos = 10000 + 22500 30000 (0,087) = 29885 = = 172,9 kg


1. = +- 2 AB cos

= = 0,868 =

= +- 2(100)(150) cos = 10000 + 22500 30000 (0,906) = 5310 = = 72,9 kg cos = = = = 0,594 = Tugas 8 SISTEM PENGUNGKIT

1. A. Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit I

Sistem Pengungkit dapat diaplikasikan ke dalam olahraga yang sering kita lakukan. Sistem Pengungkit I digunakan dalam olahraga basket. Ketika menggunakan teknik-teknik dalam olahraga basket, terutama pada saat kita melakukan shooting, maka kita menggunakan jenis pengungkit I yakni sumbu putaran terletak antara beban dan gaya. Sendi siku (ekstensi sendi siku/articulatio cubiti) yang menggerakkan incertio tricep brachii dan lengan bawah dan tangan. Sendi siku menggerakkan lengan bawah dan tangan yang terdapat berat, sehingga incertio tricep brachii akan tergerak dan memberikan gaya. Dengan adanya pergerakan sistem sendi yang merupakan jenis pengungkit I, maka sendi siku incertio tricep brachii memberikan gaya pada berat yang ada pada tangan sehingga bola dapat masuk dengan tepat ke dalam ring.
1. B. Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit III

Di dalam olahraga voli dapat diaplikasikan juga jenis pengungkit III, terutama ketika kita melakukan phusing. Jenis pengungkit III yakni gaya terletak antara beban dan sumbu putaran. Sendi yang menggerakkan adalah sendi siku dan menggerakkan incertio bicep brachii dan lengan bawah dan tangan. Namun berbeda dengan jenis pengungkit I, disini gaya yakni incertio bicep brachii berda di antara sumbu putaran yakni sendi siku dan beban yakni lenganbawah tangan. Dengan adanya gerakan dari sendi siku yang menghasilkan sebuah gaya, akan mendorong beban yang tidak lain adalah bola voli itu sendiri sehingga kita dapat memukul bola voli ke atas yang disebut teknik phusing. Tugas 9 MOMENT GAYA Soal : Pelempar tolak peluru mengakhiri putarannya siap untuk melepaskan peluru dengan kecepatan rata-rata 28,17 radial/detik. Besarnya jarak antara pusat peluru sampai dengan pusat putaran (columna vertebralis) adalah 70 centimeter (radius). Berapakah kecepatan linier peluru? Jawaban : Diket : = 100 kg Perpanjangan = 70 cm = 0,7 m Ditanya : Jawab : Jika radius di perpanjang 0,7cm, maka : = 28,17 x 0,7 = 19,72 m/dt

Tugas 10 GAYA SENTRIFUGAL DAN SENTRIPETAL Soal : Seorang pelari berlari di lintasan menikung yang berjari-jari 40 m, dengan sudut untuk menetralisir gaya sentrifugal. Berapakah gaya yang manarik keluar lintasan dari tikungan tersebut jika berat padan pelari adalah 60 kg? Jawaban : Diket : r = B = 60 kg = 20 m

g = 10 m/dt Ditanya : Gaya sentrifugal = G Jawab : Untuk mencari gaya sentrifugal maka harus terlebih dahulu dicari kecepatannya dengan cara sebagai berikut : tg =

tg 30 = 0,577 = = 200 x 0.577 = 115,4 = 10,7 m/dt Mencari gaya sentrifugal yakni dengan cara sebagai berikut : G = = =

= 34,62 kg Tugas 11 GAYA GESER Aplikasi Gaya Geser dalam Olah Raga Basket Gaya geser dapat dialikasikan ke dalam olah raga seperti olah raga bola basket. Di dalam olah raga bola basket sangat diperlukan kecepatan gerak kaki dan tangan. Ketika mendrible bola dan melempar bola pada teman diperlukan keseimbangan yang tepat agar bola benar-benar tepat sampai di tangan teman. Kemungkinan dari pergerakan kaki yang ideal adalah tergelincir karena sepatu pemain yang licin ketika bersentuhan dengan lantai. Hal ini bisa diminimalisir dengan menerpakan gaya gesr pada olah raga basket, diantaranya pemain dapat mengganti bahan sol spatu dengan sol karet yang tidak licin dan sedikit diperlebar agar gaya geser yang dihasilkan dari gaya yang menekan permukaan sepatu dengan gaya yang menekan permukaan lantai dapat diminamilir sehingga tidak terjadi gaya geser yang cukup besar yang dapat menyebabkan pemain tergelincir. Tugas 12 TUMBUKAN Aplikasi Tumbukan dalam Olah Raga Tenis Lapangan Tumbukan terjadi pada olah raga tenis lapangan diantaranya adalah oleh raga tenis lapangan. Arah gerap pukulah bola pada tenis lapangan sangat tergantung dari sudut penekanan yang dibentuk anatara tangan dan juga raket. Ketika pemain memukul bola dengan raket maka yang terjadi adalah tumbukan antara raket dengan tenis yang menghasilkan arah gerak pukulan. Sehingga ketika atlet menginginkan gerak pukulan yang baik maka ia harus mengkoordinasikan tumbukan yang terjadi antara bola dengan raket tenis lapangan. Tugas 13 ELASTISITAS A. Rumus Elastisitas untuk Dua Buah Benda yang Sama-sama Bergerak Soal : Dua buah bola digelindingkan saling berhadapan sehingga keduanya saling bertumbukan. Kecepatan bola pertama sebelum tumbukan adalah 40 m/dt, sedekan setelah tumbukan berubah menjadi 20 m/dt. sedangkan bola kedua memiliki kecepatan awal sebelum tumbukan yakni 30 m/dt, sedangkan setelah tumbukan berubah menjadi 25 m/dt. bearapakan elasitasnya? Jawaban :

Diket : = 20 m/dt = 40 m/dt = 25 m/dt = 30 m/dt Ditanya : elastisitas = e Jawab : e = = = 0,5 B. Rumus Elastisitas untuk Dua Buah Benda yang Salah Satunya Tidak Bergerak Soal : Sebuah bola basket yang berdiameter 20 cm, dijatuhkan dari ketinggian 140 cm. Berapakah koefisien elastisitasnya? Jawaban : Diket : diameter = 20 cm tinggi = 140 cm

Ditanya : koefisien elastisitas = e Jawab : Kecepatan bola setelah tumbukan : St = 140 20 = 120 cm = 1,2 m = 2 .g. St = 2. 10. 1,2 = 24 = 4,9 m/dt

Kecepatan bola sebelum tumbukan : St = 140 + 20 = 160 cm = 1,6 m = 2 .g. St = 2. 10. 1,6 = 32 = 5,6 m/dt Elastisitas bola basket tersebut adalah : e = = 0,875 C. Kecepatan Bola Setelah Terkena Pukulan Soal : Sebuah bola dilempar dengan kecepatan 50 m/dt, kecepatam pemukul 25 m/dt. berat pemukul adalah 2,7 kg, sedangkan berat bola adalah 0,7 kg, koefisien elastisitas bola adalah 0,14. berpakah kecepatan bole setalah kena pukul? Jawaban : Diket : = 50 m/dt = 25 m/dt = 2,7 kg = 0,27 = 0,7 kg = 0,07 e = 0,7 Ditanya : kecepatan bola setelah kena pukul = Jawab : = =

= = = = 41,25 m/dt
About these ads

Suka Be the first to like this.