Anda di halaman 1dari 16

Pengembangan Wirausaha Mahasiswa Pada Bidang Teknologi Refrigerasi dan Tata Udara TUGAS AKHIR diajukan untuk memenuhi

salah satu tugas mata kuliah Metodologi Penelitian semester genap dengan dosen pengampuh mata kuliah Dr.H. Wahid Munawar, M.Pd..

oleh AZMI ROSYADI SALIM 0905666

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2012

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah Pada era perdagangan bebas seperti sekarang ini lapangan pekerjaan bukanlah sesuatu yang mudah didapat, dibutuhkan kerja keras dan keahlian yang baik dalam bidangnya. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menghasilkan manusia yang kompeten di bidangnya. Salah satu tujuan pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993 yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja professional, serta sehat jasmani dan rohani. Membentuk masyarakat yang berwirausaha adalah salah satu cara untuk menanggulangi sulitnya mendapatkan lapangan kerja. Menurut Joseph

Schumpeter, kelompok ini selalu menciptakan pembaharuan kreatif, tajam melihat peluang usaha, berani mengambil risiko dan memiliki ambisi sukses yang kuat. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2006 menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2006 sebanyak 39,05 juta atau 17,75 persen dari total 222 juta penduduk. Penduduk miskin bertambah empat juta orang dibanding yang tercatat pada Februari 2005. Angka pengangguran berada pada kisaran 10,8% sampai dengan 11% dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka. Bahkan mereka yang lulus perguruan tinggi semakin sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak banyak terjadi ekspansi kegiatan usaha. Dalam keadaan seperti ini maka masalah pengangguran termasuk yang berpendidikan tinggi akan berdampak negatif terhadap stabilitas sosial dan kemasyarakatan. Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi APEC, diperlukan satu unit UKM untuk setiap 20 orang penduduk, sehingga diperlukan tambahan 70 juta UKM di kawasan anggota APEC sampai dengan tahun 2020 (Harvie dan Hoa, 2003). Hal ini berdasarkan hasil kajian Pacific Economic Cooperation Council

bahwa anggota ekonomi APEC yang maju, umumnya memiliki rasio wirausaha terhadap terhadap jumlah penduduk yang lebih besar dibandingkan dengan anggota APEC yang tergolong sedang berkembang. Soetrisno (2003)

menyebutkan bahwa untuk kasus Indonesia, diperlukan tambahan 20 juta unit UKM di luar sektor pertanian sampai dengan tahun 2020, mengingat sebagian besar UKM berada dalam skala industri rumahtangga. Dalam rangka mengembangkan wirausaha baru yang berbasis pengetahuan dan teknologi, diperlukan pengembangan kewirausahaan terutama pada sektor ekonomi yang propspektif, perekayasaan budaya masyarakat yang mendukung kewirausahaan, penciptaan lingkungan usaha kondusif, dan dukungan perkuatan bagi lahirnya wirausaha baru yang berbasis pengetahuan dan teknologi. Kajian ini berupaya memetakan proyeksi jumlah wirausaha baru di setiap sektor ekonomi, termasuk di dalamnya upaya penumbuhannya. Kelompok masyarakat wirausaha dapat dimulai dari perguruan tinggi, sehingga dapat memulai semasa kuliah dan sudah siap saat mereka lulus. Pengembangan wirausaha pada mahasiswa sangatlah penting untuk

menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa.Sehingga antara sains, teknologi dan jiwa kewirausahaan memiliki kesinambungan.Menurut Thomas W Zimmerer, kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluangpeluang yang dihadapi orang setiap hari. Peran dari perguruan tinggi dalam memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha sangatlah penting. Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu untuk berwirausaha, dan hal ini harus ditindaklanjuti oleh pihak jurusan untuk dimasukkan dalam kurikulum ataupun dalam Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat jurusan. Program Studi (Prodi) Teknik Refrigerasi dan Tata Udara merupakan prodi dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Peluang untuk berwirausaha sangatlah luas, terutama yang berhubungan dengan jasa pemasangan sampai perbaikan unit pendingin. Banyak perusahaan komanditer yang bergerak di bidang pendingin tidak memiliki basik akademik

sebagai lulusan pendingin, oleh karena itu inilah peluang yang dilihat penulis untuk dituangkan dalam karya ilmiah berupa skripsi yang berjudul Pengembangan Wirausaha Mahasiswa Pada Bidang Teknologi Refrigerasi dan Tata Udara

I.2 Identifikasi Masalah Maksud dari identifikasi masalah yaitu untuk memilah masalah yang pokok dalam objek untuk diteliti dan tidak akan diteliti dalam hubungannya dengan variabel tertentu yang dianggap menjadi masalah dalam latar belakang diatas. Dalam hal ini dituliskan beberapa identifikasi masalah, diantaranya sebagai berikut : 1. Bagaimana mahasiswa mengembangkan wirausaha di bidang refrigerasi dan tata udara. 2. Bagaimana kondisi fasilitas peralatan yang tersedia di workshop refrigerasi dan tata udara. 3. Sejauh mana mahasiswa menggunakan fasilitas peralatan yang tersedia di workshop refrigerasi dan tata udara. I.3 Pembatasan Masalah Batasan masalah dilakukan karena keterbatasan waktu, dana, tenaga, teori agar penelitian dapat lebih mendalam, maka penulis membatasi permasalahan di dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Jenis wirausaha yang diteliti yaitu jasa pemasangan dan perbaikan AC (Air Conditioning) 2. Mahasiswa yang diteliti yaitu mahasiswa angkatan 2009 dan 2010. 3. Fasilitas yang digunakan yaitu fasilitas workshop refrigerasi dan tata udara UPI.

I.4 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah, maka penulis merumuskan permasalahan utama yaitu bagaimanakah peningkatan kemampuan

berwirausaha mahasiswa setelah diadakan kegiatan wirausaha pemasangan dan perbaikan AC di teknik refrigerasi dan tata udara UPI?.

I.5 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi pengaruh dengan diadakannya kegiatan wirausaha pemasangan dan perbaikan AC di teknik refrigerasi dan tata udara UPI.

I.6 Manfaat Dalam penelitian ini ada beberapa manfaat yang ingin dicapai, diantaranya sebagai berikut: 1. Bagi Perguruan Tinggi, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dalam membuat program mahasiswa berwirausaha. 2. Bagi dosen, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memantau kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha. 3. Bagi mahasiswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan

motivasi berwirausaha mereka dan berkompetisi dalam hal pekerjaan, terutama berwirausaha di bidang jasa pemasangan dan perbaikan AC.

I.7 Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan Pada bab ini mengemukaan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, sistematika penulisan. Bab II Landasan Teori Pada bab ini penulis menjelaskan landasan teori, anggapan dasar dan hipotesis yang yang diajukan dalam penelitian. Bab III Metodologi Penelitian rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat, dan

Pada bab ini penulis menjelaskan metode penelitian yang digunaka, variable dan paradigm penelitian, data dan sumber data, populasi dan sampel, teknik pengupulan data dan instrumem pengumpulan data, pengujian instrument data dan teknik analisis data. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada bab ini penulis menguraikan dan membahas hasil penelitian yang diperoleh meliputi: deskripsi data, analisis data dan pembahasan hasil penelitian. Bab V Kesimpulan dan Saran Pada bab ini penulis menjelaskan kesimpulan dari penelitian ini dan saran sebagai tindak lanjut dari kesimpulan.

BAB II LANDASAN TEORI

II.1 Wirausaha Wirausaha atau kewirausahaan adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan bathin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas. Berikut ini ada beberapa pengertian wirausaha menurut para ahli : JOSEPH C. SCHUMPETER Wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut RAYMOND W.Y. KAO Wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu gagasan menjadi realita. RICHARD CANTILLON Wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau

mengkonversikan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi SCHUMPETER Wirausaha merupakan inovator yang tidak selalu menjadi inventor (penemu) SYAMSUDIN SURYANA Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan. PRAWIROKUSUMO Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup

Kewirausahaan sebagaimana dikemukakan di atas disimpulkan secara umum merupakan harmonisasi antara kreativitas yang menciptakan ide-ide dengan pertimbangan peluang maupun resiko dan keinovasian dalam menerapkan ide-ide kreatif menjadi suatu bentuk barang dan jasa yang mempunyai nilai jual bagi wirausahawan. Membangun kewirausahaan berarti membangun atau menciptakan sesuatu yang baru. Kehidupan entrepreneur adalah kehidupan yang sangat ditentukan oleh pasar karena di situlah enterpreneur dan masyarakat bertemu dan berinteraksi untuk saling memperkenalkan dan menjual barang dan jasa dan untuk saling menemukan kebutuhan akan barang dan jasa oleh masyarakat pembeli (Miraza, 2008). Kewirausahaan mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi, oleh sebab itu objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk prilaku (Suryana, 2001).

II.2 Sikap Mandiri Dalam Hal berwirausaha, sikap mandiri sangatlah penting untuk menopang kemajuan dari usaha yang dijalankannya. Sikap adalah sebagai suatu kesiapan mental atau emosional dalam beberapa jenis tindakan pada suatu yang tepat (Djaali, 2008), dan menurut Slamet (2003) sikap merupakan sesuatu yang dipelajari dan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan.Sedangkan mandiri memiliki arti berdiri sendiri, yaitu dimana seseorang mampu untuk melakukan kegiatan berwirausaha tanpa bantuan orang lain secara langsung. Orang yang mampu mandiri dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dialaminya dengan inisiatif dan penuh dengan keyakinan bahwa dia bisa untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu maka mahasiswa harus mampu bersikap mandiri dalam hal berwirausaha, agar dapat memilih sendiri usaha apa yang akan mereka pilih untuk kedepannya.

II.3 Pengetahuan Kewirausahaan Pengertian pengetahuan menurut kamus Bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang diketahui. Wirausahawan secara umum adalah orang-orang yang mampu menjawab tantangan-tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada, ide adalah hal yang utama. Dengan demikian maka pengetahuan berwirausaha adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang tentang berwirausaha. Setiap orang pasti punya pikiran, tapi hanya sedikit yang punya ide, sehingga dalam berwirausaha diperlukan pengetahuan sehingga ide-ide/gagasan yang kreatif dan inovatif dapat

memunculkan bentuk-bentuk wirausaha yang terus aktual dan memiliki trend dalam kebutuhan konsumen. Sebelum memulai berwirausaha maka seseorang perlu mengetahui atau menambah pemahamannya tentang berwirausaha, agar dalam pelaksanaannya seseorang tidak salah dalam membuat keputusan. Demikian juga dengan para mahasiswa teknik refrigerasi dan tata udara, mereka harus dibekali pengetahuan tentang berwirausaha agar mereka setelah lulus nanti mampu memilih wirausaha apa yang akan mereka tekuni dan jalani.

II.4 Motivasi Berwirausaha Menurut Robbins (2001) motivasi adalah kesediaan individu untuk mengeluarkan berbagai upaya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Jadi motivasi adalah suatu kemampuan untuk membangkitkan, mempengaruhi, dan menyemangati dirinya sendiri untuk bertindak sesuai dengan keinginan dan tujuannya. Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Pentingnya motivasi adalah karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal (Hasibuan, 2005).

II.5 Minat Berwirausaha Minat adalah rasa ingin, lebih dan menyukai suatu hal tanpa adanya paksaan dan tekanan. Dalah hal ini berkaitan dengan minat berwirausaha dimana

mahasiswa harus memiliki minat berwirausaha untuk memulai suatu kegiatan usaha. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka semakin besar minatnya (Djaali, 2008). Jika seseorang telah memiliki minat untuk berwirausaha, maka seluruh jalan akan terbuka seiring dengan berjalannya usaha yang akan ditekuninya. Minat merupakan salah satu aspek psikis manusia yang mendorongnya untuk memperoleh sesuatu atau untuk mencapai suatu tujuan, sehingga minat mengandung unsur keinginan untuk mengetahui dan mempelajari dari sesuatu yang diinginkannya itu sebagai kebutuhannya. Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Oleh sebab itu, apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri. Minat merupakan suatu keinginan yang cenderung menetap pada diri seseorang untuk mengarahkan pada suatu pilihan tertentu sebagai kebutuhannya, kemudian dilanjutkan untuk diwujudkan dalam tindakan nyata dengan adanya perhatian pada objek yang diinginkannya itu untuk mencari informasi sebagai wawasan bagi dirinya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha, diantaranya: a. Kemauan Kemauan adalah suatu kegiatan yang menyebabkan seseorang mampu untuk melakukan tindakan dalam mencapai tujuan tertentu. Dengan adanya kemauan seseorang untuk mencoba berwirausaha merupakan suatu hal yang baik. b. Ketertarikan Ketertarikan adalah perasaan senang, terpikat, menaruh minat kepada sesuatu. Saat ada ketertarikan dari diri seseorang maka ada daya juang untuk meraih yang ingin dicapai. Dalam hal ini adalah ketertarikan untuk mau berwirausaha, maka siswa tersebut mempunyai minat untuk berwirausaha.

II.6 Mahasiswa

Mahasiswa adalah sebagian kecil dari generasi muda Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuannya di Perguruan Tinggi. Tentunya sangat diharapkan mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dalam pendidikan agar kelak mampu menyumbangkan kemampuannya untuk

memperbaiki kualitas hidup bangsa Indonesia yang saat ini belum pulih sepenuhnya dari krisis yang dialami pada akhir abad ke20 (Salim dan Sukadji, 2006).dan menurut peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990 Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Sedangkan pengertian Mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insane-insan calon sarjana yang dalam

keterlibatannyadengan perguruan tinggi ( yang makin menyatu dengan masyarakat), dididik dan di harapkan menjadi calon-clon intelektual.Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa adalah status yang diberikan kepada kaum muda yang terikat oleh suatu perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mampu menciptakan terobosanterobosan untuk membangun bangsa ini, salah satunya di bidang ekonomi dengan cara berwirausaha, dengan cara ini mahasiswa dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat menyerap banyak pengangguran.

II.7 Teknologi Teknologi merupakan sesuatu yang mengikuti perkembangan sejarah manusia, Setiap maju nya peradaban manusia, selalu ditandai oleh kemajuan teknologi. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.Arti dari sains itu sendiri menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak

dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya. Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna sains, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas seni terapan atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004, 35) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004, 34) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.. Teknologi merupakan hal penting dalam kemajuan bangsa dan negara ini, terutama seornga

II.8 Refrigerasi dan Tata Udara Refrigerasi dan tata udara adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara mengkondisikan udara, temperatur, dan kelembapan. Secara

spesifik refrigerasi dan tata udara memiliki perbedaan. Refrigerasi adalah proses pengambilan panas atau pemindahan panas dari tempat yang tidak diinginkan ke tempat lain melalui perubahan phasa (wujud) suatu cairan.dan menghasilkan kondisi dingin atau menjaga sesuatu tetap dingin dan bekerja dibawah 0oC. Sedangkan tata udara adalah pengkondisian udara, temperatur, dan kelembapan sesuai dengan kondisi yang diinginkan oleh tubh manusia, ataupun oleh makhluk hidup lainnya. Biasanya bekerja diatas 0oC. Dengan adanya pengkondisian udara ini memungkinkan kita untuk merubah kondisi udara di dalam ruangan tertutup. Oleh karena manusia modern menghabiskan sebagian hidupnya di dalam ruangan tertutup, maka pengkondisian udara menjadi suatu hal yang penting dan dapat menghasilkan sesuatu hasil yang lebih menguntungkan bagi manusia disbanding keadaan cuaca di luar.

II.9 Hubungan Antar Variabel Dalam penelitian ini, variabel dibagi menjadi dua jenis yaitu variabel terikat (Y), dan variabel bebas (X). Untuk penjelasan lebih lanjut yaitu sebagai berikut: 1. Variabel bebas (X) 2. Variabel terikat (Y) : Pengembangan Wirausaha Mahasiswa : Teknologi Refrigerasi dan Tata Udara

Secara skematis hubungan kedua variabel tersebut digambarkan sebagai berikut :

Variabel Bebas (X)

Variabel Terikat (Y)

Pengembangan Wirausaha Mahasiswa

Teknologi Refrigerasi dan Tata Udara

Gambar 1. Hubungan Antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat

II.10 Hipotesis Penelitian dan Statistik Berdasarkan asumsi yang telah dinyatakan, penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut: Ha H0 = Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Pada Bidang Teknologi

Refrigerasi dan Tata Udara masih buruk = Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Pada Bidang Teknologi

Refrigerasi dan Tata Udara sudah baik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Tempat dan Waktu Tempat : Workshop Refrigerasi dan Tata Udara Universitas Pendidikan Indonesia Waktu : 27 Juni 27 September 2012

III.2 Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk memahami suatu objek dalam suatu kegiatan penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengembangan wirausaha Mahasiswa Pada Bidang Teknologi Refrigerasi dan Tata Udara. Pengembangan ini dapat dilihat dari berjalannya unit usaha yang telah dibuat yang bergerak di bidang jasa pemasangan dan perbaikan AC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dimana model yang digunakan bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan mahasiswa yang siap berwirausaha.

III.3 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Teknik Refrigerasi dan Tata Udara (RTU), Jurusan Pendidikan Teknik Mesin (JPTM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sampel diambil dari mahasiswa RTU angkatan 2009 dan 2010, JPTM UPI

III.4 Teknik Pengambilan Data Disini peneliti melakukan teknik pengambilan data menggunakan metode triangulasi yang merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat

menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Untuk observasi, peneliti menggunakan observasi terus terang dimana peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan

penelitian.Sedangkan untuk wawancara menggunakan metode wawancara terstruktur, dimana peneliti sudah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis dan alternatif jawaban. Langlah-langkah

wawancara menurut Lincoln & Guba, ada 7 langkah : Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan. Mengawali atau membuka wawancara. Melangsungkan alur wawancara. Mengonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya. Menuliskan hasil wawancara. Identifikasi tindak lanjut hasil wawancara. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dengan dokumen yaitu berbentuk gambar, tulisan, dan karya yang memiliki kredibilitas yang tinggi

III.5 Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan menggunakan statistik non-parametrik.