Anda di halaman 1dari 2

Dalam penerapannya, sistem pendidikan di SMK dengan sistem pendidikan di SMA berbeda.

Ini dikarenakan visi dan misi sekolah yang berbeda, dimana SMK mempersiapkan siswanya untuk siap kerja dan SMA mempersiapkan siswanya untuk melanjutkan di dunia pendidikan yang lebih tinggi. Kejuruan disini sangat dituntut mampu menciptakan tenaga siap pakai yang mampu bekerja dengan keterampilan yang ia miliki dan berkompetisi serta mampu mencegah pengangguran. Ini dikarenakan tingkat pengangguran di Indonesia masih sangat besar. Maka dari itu SMK menerapkan sistem Link and match dalam sistem pendidikannya. Sistem Link and match berati dari sekolah melakukan suatu kerjasama dengan instansi atau industri untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman yang tidak didapat siswa di dalam sekolah namun juga tetap mencocokkan dengan bidang keahlian dari siswa. Salah satu contohnya adalah dengan jalan mengadakan kerjasama dengan industri untuk menampung siswanya dalam kegiatan PKL dan Magang. Kegiatan ini mampu menjadi suatu nilai plus bagi sekolah, karena dengan terjadinya kerja sama tersebut siswa akan mendapat tambahan ilmu, keterampilan, dan disiplin kerja dari pengalamannya magang dan PKL di tempat tersebut. Selain itu dengan mengadakan suatu Link (hubungan) akan memudahkan para siswa setelah tamat dari SMK untuk bekerja di Industri tersebut. Program link and match ini juga bisa menjadi suatu pemecahan masalah pengangguran yang terjadi di Indonesia. Dalam kurikulum ini pihak sekolah melakukan pendidikan sistem ganda, yaitu sistem pengajaran yang memiliki 2 tahap teori dan praktek secara formal yang bertempat disekolah dan pelatihan yang bertempat di industri atau luar sekolah untuk menambah ilmu mereka yang tidak ia dapat disekolah. Namun banyak sekali keluhan dari perusahaan yang terjadi karena kedisiplinan siswa SMK yang masih sangat kurang. Masalah ini harusnya ditanggapai serius oleh beberapa pihak sekolah karena ini bukan saja merusak nama perseorangan tapi juga merusak nama sekolah yang akan menghancurkan hubungan antara pihak terkait. Contoh yang sering terjadi adalah siswa yang sering terlambat masuk kerja dan sering membolos bekerja serta ia tidak tahu konsep dari apa yang ia harusnya kerjakan. Pemecahan yang harusnya dilakukan sekolah adalah lebih mendisiplinkan lagi siswanya bukan hanya dari tampilan rambut dan pakaian namun juga dari segi kedisiplinan datang, soft skill, dll. Langkah ini haruslah dilakukan agar siswa siap menghadapi dunia industri.

Penilaian hasil belajar dalam Pendidikan sistem ganda ini dibagi 2, yaitu: pada saat siswa berada pada lingkungan pembelajaran di sekolah maka penilaian sepenuhnya berada di tangan para guru dan pada saat siswa berada di Industri para guru tidak berhak untuk ikut campur dalam kegiatan penilaian tersebut. Guru hanya perlu untuk mengawasi kegiatan praktek kerja lapangan para siswa sudah baik atau belum. Kenapa guru tidak berhak memberi nilai pada saat siswa berada di Industri? Ini dikarenakan pada saat siswa berada di lapangan, sepenuhnya penilaian disiplin, keterampilan, dan kecakapakan siswa semua diawasi oleh para pegawai atau bos di perusahaan tersebut. Selain guru mengawasi perkembangan siswa, guru juga harus memantau point point penting yang akan diajarkan oleh industri. Agar anak didik tidak hanya diam tidak tau apa yang harus ia lakukan karena tidak diberi arahan oleh pegawai yang lain. Jika siswa tidak mendapat arahan, maka saat siswa selesai melakukan praktik kerja lapangan, ia tidak akan mendapat ilmu yang berati. Selain masalah penilaian, dari segi sertifikasi dalam pendidikan sistem ganda juga tidak kalah pentingnya. Karena jika tanpa didasari dengan peningkatan mutu dari siswa aalah arti PSG tersebut. Untuk memaksimalkan peningkatan mutu/ sertifikasi pendidikan maka guru harus diberi reward agar guru mampu mengajar dengan lebih baik, selain itu adalah dengan perbaikan kurikulum di sekolah yang lebih menekankan pada pembelajaran kedisiplinan dan praktek keterampilan yang nantinya akan menjadi modal awal bagi para siswa untuk menuju dunia industri dan dunia kerja nantinya.