Anda di halaman 1dari 14

GOLONGAN ALKALI

1. PENDAHULUAN
Nama Alkali berasal dari bahasa arab Al-Qali yang artinya abu . Sebab para ilmuan Muslim pada abad pertengahan mendapatkan garam-garam alkali dari abu tumbuhan laut yang dibakar. Unsur- unsur alkali tergolong logam karena mempunyai sifat-sifat logam yaitu permukaan mengkilap, mudah ditempa, dan merupakan konduktor listrik dan panas yang baik. Golongan ini disebut alkali karena dapat bereaksi dengan air dingin membentuk senyawa yang bersifat alkalis (basa). Logam-logam alkali merupakan golongan IA dalam Sistem Periodik Unsur. Unsur Alkali terdiri dari Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs), dan Fransium (Fr). Fransium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IA, sebab Fransium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh membentuk unsur baru lainnya.

2. KELIMPAHAN
Logam-logam golongan IA umumnya selalu ditemukan dalam bentuk persenyawaan berupa mineral-mineral di perut bumi, misalnya natrium yang ditemukan secara luas sebagai NaCl dalam deposit garam dan air laut. Untuk Natrium, selain banyak terdapat pada air laut sebagai NaCl, juga terdapat dalam borak (Na2B4O7.10H2O), trona (Na2CO3.NaHCO3.2H2O), saltpeter (NaNO3), dan mirabilit (Na2SO4). Untuk Kalium, logam ini terdapat dalam berbagai mineral seperti sylvit(KCl), sylvinite (campuran KCl dan NaCl), karnalit(garam rangkap KCl. MgCl2.6H2O) Untuk Litium, logam ini terdapat dalam berbagai mineral silikat seperti spodumene (LiAlSi2O6) dan Lepidolit {Li2Al2(SiO3)3(FOH)2} Unsur rubidium banyak terdapat di alam dalam jumlah yang kecil pada mineralmineral tertentu yang biasanya bersatu dengan logam alkali lainnya. Selain itu unsur rubidium juga terdapat pada teh, kopi, tembakau,dan beberapa tumbuhan lain.

Cesium banyak terdapat di alam pada lapisan-lapisan batuan, dan dalam bentuk mineral seperti pollux (pollucit), lepidotite, carnallite, dan feldspar. Fransium jarang ditemukan karena merupakan hasil peluruhan bahan radioaktif 227Ac dengan waktu paro 21 menit.

3. EKSTRAKSI
Reduksi ion +1 logam alkali menjadi unsur netral secara umum tidak bisa dilakukan dengan cara-cara kimia biasa, tetapi dapat dilakukan dengan mudah secara elektrolisis dari garam-garam netralnya.

Logam Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl (proses Down). Titik leleh senyawa NaCl cukup tinggi (801C), sehingga diperlukan jumlah energi yang besar untuk melelehkan padatan NaCl. Dengan menambahkan zat aditif CaCl2, titik leleh dapat diturunkan menjadi sekitar 600C, sehingga proses elektrolisis dapat berlangsung lebih efektif tanpa pemborosan energi. Logam natrium juga dibuat dengan elektrolisis campuran NaCI dan NaF cair.

Litium diekstraksi dari LiCl dengan cara yang sama. Pertama-tama, ke dalam spodumene ditambahkan CaO lalu dipanaskan dan diperoleh LiOH. Kemudian ke dalam LiOH ditambahkan HCl sehingga diperoleh LiCl. Logam litium juga dapat dibuat dengan elektrolisis campuran lelehan LiCl dan KCL cair. Penambahan KCL cair berfungsi untuk menurunkan titik leleh LiCl.

Logam Kalium tidak dapat diperoleh melalui metode elektrolisis leburan garamnya karena titik lebur dan titik didih logamnya yang relatif rendah serta kecenderung menguap pada temperatur reaksi. Tetapi, uap Natrium dapat digunakan untuk mengatasi kendala tersebut. Jadi, logam Kalium hanya dapat diperoleh melalui reaksi antara lelehan KCl dengan uap logam Natrium pada suhu 892C dimana uap Natrium dilewatkan ke dalam leburan KCl di dalam tower fraksinasi yang menghasilkan alloy Na-K yang kemudian dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan jalan destilasi. Logam Kalium juga dapat dibuat dengan elektrolisis campuran KCL dan CaCl2 cair.

Selain logam Kalium, Rubidium dan Sesium juga sulit diperoleh melalui elektrolisis leburan garamnya karena titik lebur dan titik didih logamnya yang relatif rendah serta kecenderung menguap pada temperatur reaksi. Dengan cara yang sama, yaitu menggunakan uap Natrium, Rubidium dan Sesium dapat diperoleh dari RbCl dan CsCl. Atau sebagai produk samping ekstraksi Li dari spodumene dalam jumlah kecil.

Sejumlah kecil Na, K, Rb, dan Cs juga dapat diperoleh dari peruraian termal azidaazidanya : 2 NaN3 570K, vacum Li tidak dapat diperoleh dengan cara seperti ini karena produk-produk reaksi dapat bergabung kembali menghasilkan nitrida, Li3N seperti pada persamaan reaksi: 6 Li + N2 2 Li3N 2 Na + 3 N2

4. SIFAT SIFAT
a. Sifat Sifat Golongan Alkali Dalam satu golongan, jari-jari atom semakin meningkat dari atas ke bawah. Meningkatnya jari-jari atom dipengaruhi oleh jumlah kulit elektron di sekitar inti dimana semakin banyak kulit elektron, maka semakin banyak ruang yang diisi karena elektron saling menolak satu sama lain. Ini berarti bahwa atom-atom secara golongan semakin kebawah akan semakin besar sehingga jari-jari atom juga ikut membesar. Dalam satu golongan, energi ionisasi pertama semakin berkurang dari atas ke bawah. Seperti yang sudah diketahui, jari-jari atom meningkat dari atas ke bawah. Semakin besar ukuran jari-jari atom menyebabkan jarak dari inti ke elektron terluar semakin jauh sehingga elektron-elektron tersebut semakin mudah terlepas,akibatnya energi ionisasinya semakin berkurang. Dalam satu golongan, keelektronegatifan akan semakin berkurang dari atas ke bawah. Seperti yang sudah diketahui, apabila atom-atom menjadi lebih besar, maka jari-jari atom akan ikut membesar dan membuat elektron terluar akan terus menjauh

dari inti atom, sehingga kurang kuat tertarik ke inti. Dengan kata lain, semakin ke bawah golongan, unsur-unsur menjadi semakin kurang elektronegatif. Dalam satu golongan, titik lebur maupun titik leleh akan semakin berkurang dari atas ke bawah. Ketika atom menjadi lebih besar, inti akan semakin menjauh dari elektron-elektron terluar, sehingga gaya tarik berkurang dan ikatannya menjadi lemah. Akibatnya, atom-atomnya bisa bergerak bebas dan lebih mudah terpisah untuk membentuk wujud cair dan pada akhirnya membentuk wujud gas. Dalam satu golongan, kereaktifan akan semakin meningkat dari atas ke bawah. Sebab semakin ke bawah atom akan semakin besar,begitu juga dengan jari-jari atom sehingga inti akan semakin menjauh dari elektron terluar dan menyebabkan gaya tarik berkurang, akibatnya mudah melepaskan elektron (teroksidasi) untuk mencapai kestabilan. Karena semua logam-logam pada golongan I mudah teroksidasi, maka harus dihindarkan dari bersentuhan dengan udara. Untuk mencegah terjadinya oksidasi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan : i. Lithium, natrium dan kalium dapat disimpan di dalam minyak ( Lithium sebenarnya mengapung dalam minyak, tetapi terdapat cukup banyak lapisan minyak untuk melindunginya. Itulah sebabnya lithium kurang reaktif dibanding unsur lain dalam Golongan 1 ). ii. Rubidium dan cesium biasanya disimpan dalam tabung-tabung kaca tertutup untuk mencegahnya bersentuhan dengan udara. Tabung-tabung tempat menyimpan kedua logam ini bisa berupa lingkungan gas vakum atau lembam, seperti gas argon. Tabung-tabung ini dipecahkan tutupnya jika logam didalamnya akan digunakan.

b. Sifat Sifat Logam-Logam Alkali Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam yang lunak seperti lilin, keperakan, sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air, sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni. Natrium mengapung di air, menguraikannya menjadi gas hidrogen dan ion

hidroksida. Jika digerus menjadi bubuk, natrium akan meledak dalam air secara spontan. Namun, biasanya ia tidak meledak di udara bersuhu di bawah 388 K.

Rubidium dapat menjelma dalam bentuk cair pada suhu ruangan. Ia merupakan logam akali yang lembut, keperak-perakan dan unsur akali kedua yang paling elektropositif. Ia terbakar secara spontan di udara dan bereaksi keras di dalam air, membakar hidrogen yang terlepaskan. Dengan logam-logam alkali yang lain, rubidium membentuk amalgam dengan raksa dan campuran logam dengan emas, cesium dan kalium. Ia membuat lidah api bewarna ungu kekuning-kuningan. Unsur ini harus disimpan dalam minyak mineral yang kering, di dalam vakum atau diselubungi gas mulia.

Kalium merupakan unsur yang sangat reaktif dan yang paling elektropositif di antara logam-logam. Kecuali litium, kalium juga logam yang sangat ringan. Kalium sangat lunak, dan mudah dipotong dengan pisau dan tampak keperakperakan pada permukaan barunya. Elemen ini cepat sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan dalam kerosene (minyak tanah). Seperti halnya dengan logamlogam lain dalam grup alkali, kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen. Unsur ini juga mudah terbakar pada air. Kalium dan garam-garamnya memberikan warna ungu pada lidah api.

Secara fisik, litium tampak keperak-perakan, mirip natrium (Na) dan kalium (K), anggota seri logam alkali. Litium bereaksi dengan air, tetapi tidak seperti natrium. Litium memberikan nuansa warna pelangi yang indah jika terjilat lidah api, tetapi ketika logam ini terbakar benar-benar, lidah apinya berubah menjadi putih.

Cesium memiliki titik leleh 28,4 C (83.1 F), menjadikannya salah satu dari beberapa unsur logam yang cair di suhu kamar. Selain itu logam ini memiliki titik didih , 641 C (1186 F). Cesium adalah bentuk paduan emas dengan logam alkali lainnya, dan amalgam dengan merkuri. Pada suhu di bawah 650 C (1202 F), berpadu dengan kobalt, besi, molibdenum, nikel, tantalum platinum, atau tungsten. Cesium membentuk senyawa intermetalik baik didefinisikan dengan antimon, galium, indium dan thorium, yang fotosensitif . Cesium bercampur dengan logam

alkali lain (kecuali dengan litium), dan paduan dengan distribusi molar cesium 41%, 47% kalium, dan natrium 12% memiliki titik leleh terendah dari setiap paduan logam yaitu pada -78 C (-108 F). Logam Cesium sangat reaktif dan sangat piroforik. Bereaksi eksplosif dengan air bahkan pada temperatur rendah. Reaksi dengan air padat terjadi pada temperatur -116 C (-177 F). Karena reaktivitas tinggi, logam cesium diklasifikasikan sebagai bahan berbahaya. Cesium disimpan dan dikirim dalam hidrokarbon jenuh kering seperti minyak mineral. Demikian pula harus ditangani di bawah atmosfer inert seperti argon. Hal ini dapat disimpan dalam vakum-disegel ampul kaca borosilikat. Dalam jumlah lebih dari sekitar 100 gram (3,5 oz), cesium dikirim dalam wadah tertutup rapat berbahan stainless steel. Sifat kimia dari cesium serupa dengan logam alkali lainnya, tetapi lebih dekat mirip dengan rubidium. Beberapa perbedaan kecil muncul dari fakta bahwa cesium memiliki massa atom yang lebih tinggi dan lebih elektropositif dari yang lain (non-radioaktif). Cesium adalah unsur kimia yang paling elektropositif stabil. Ion cesium juga lebih besar dan kurang keras daripada logam alkali ringan.

c. Sifat Fisika dan Sifat Kimia Alkali Sifat fisika unsur logam golongan alkaliSifat Li Nomor atom Jari-jari atom 3 155 Na 11 190 95 97,8 883 0,97 0,4 K 19 235 133 63,6 774 0,86 0,5 Rb 37 248 148 38,9 688 1,59 0,3 Cs 55 267 169 28,4 678 1,90 0,3

Jari-jari ion M 60 Titik leleh Titik didih Kerapatan Kekerasan Warna nyala 181 1347 0,53 0,6

Merah Kuning

Ungu Merah Biru

Sifat kimia Unsur logam golongan alkali Secara umum sifat kimia unsur-unsur logam alkali adalah sangat reaktif. Artinya, mudah mengalami reaksi dengan zat lainnya membentuk senyawa. Kereaktifan logam alkali dipengaruhi oleh jari-jari atom dan energi ionisasinya.Sifat

Li Konfigurasi electron Energi ionisasi pertama Keelegtronegatifan Potensial electrode standart

Na

Rb

Cs

(He)2s1 (Ne)3 s1 (Ar)4 s1 (Kr)5 s1 (Xe)6 s1 519 1,0 498 0,9 418 0,8 -2,925 401 0,8 -2,925 376 0,7 -2,923

-3,045 -2,714

5. PERSENYAWAAN PENTING GOLONGAN ALKALI


a. Natrium Natrium Benzoat (CH3COONa) Natrium Benzoat adalah garam natrium yang terbentuk dari reaksi antara natrium hidroksida dan asam benzoat. Garam ini biasa digunakan sebagai bahan pengawet makanan, dalam obat batuk, obat kumur bahkan digunakan sebagai bahan kembang api dan campuran bahan bakar peluit. Dalam penggunaannya sebagai bahan pengawet makanan, natrium benzoat memiliki sifat yang lebih bagus daripada asam benzoat yaitu mudah larut dalam air.

Natrium Hidroksida (NaOH) Natrium Hidroksida banyak digunakan dalam industri sabun, detergen, pulp dan kertas, pengolahan bauksit serta pengolahan minyak bumi. Senyawa ini dapat dibuat melalui elektrolisis larutan natrium klorida atau yang dikaenal dengan proses kloralkali menurut reaksi 2H2O(l) + NaCl(aq) 2NaOH(aq) + H2(g) + Cl2(g)

Natrium Klorida (NaCl) Natrium klorida atau yang dikenal dengan garam dapur merupakan garam Natrium yang biasa digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan. Selain itu garam dapur juga dapat digunakan sebagai inhibitor pada proses metabolisme benih recalsitran. Kemampuan tingkat osmotik yang tinggi mengakibatkan NaCl yang terlarut dalam air mengimbibisi kandungan air dalam benih sehingga akan terjadi kesetimbangan kadar air dalam benih dan menyebabkan kadar air dalam benih berkurang sehingga benih tidak cepat mengalami perkecambahan dan berjamur. Natrium klorida dapat dibuat dari air laut atau batu garam.

Natrium Sulfat (Na2SO4) Natrium Sulfat digunakan pada industry kertas sebagai bahan pelarut lignin kayu untuk membuat bubur kayu( bahan pembuat kertas). Natrium Sulfat dapat diperoleh melalui reaksi antara padatan Natrium klorida dengan asam sulfat pekat melalui reaksi 2NaCl(s) + H2SO4(l)
2SO4(s)

+ 2HCl(g)

Natrium Karbonat (Na2CO3) Natrium Karbonat (Na2CO3) digunakan sebagai bahan pembuatan kaca dan bahan pelunak air ( bahan penghilang kesadahan air). Seyawa ini banyak dihasilkan dari sumber alam seperti trona. Selain itu Natrium Karbonat juga dapat diperoeh melalui proses Solvay. NaCl(aq) + CO2(g) + NH3(aq) + H2O(l) NHCO3(s)
2CO3(s) 3(s)

+ NH4Cl(aq)

+ H2O(g) + CO2(g)

b. Litium LiAlSi2O6 LiAlSi2O6 atau spodumene merupakan mineral yang mengandung litium. Spodumene digunakan untuk sintesis litium

Li2CO3 Li2CO3 merupakan salah satu persenyawaan Litium yang digunakan pada pembuatan peralatan gelas dan keramik. LiOH Reaksi antara logam alkali dengan air membentuk senyawa hidroksida dan gas H2. Reaksi yang berlangsung semakin hebat dengan bertambah nomor atom LiCl Kecendrungan logam alkali teroksidasi menyebabkan mudah bereaksi dengan unsur bukan logam seperti halogen dan oksigen. Senyawa logam alkali (L) dengan halogen (X2) dapat dibuat langsung dari halogennya. Li2O Logam alkali sangat mudah bereaksi dengan oksigen membentuk oksida, contohnya litium oksida. LiH Litium bereaksi dengan hydrogen membentuk senyawa hidrida ( senyawa ion yang bilangan oksidasi unsur hidrogennya = -1) 2Li (s) + H2 (g) 2LiH(s)

c. Kalium KCl Kecendrungan logam alkali teroksidasi menyebabkan mudah bereaksi dengan unsur bukan logam seperti halogen dan oksigen. Senyawa logam alkali (L) dengan halogen (X2) dapat dibuat langsung dari halogennya. KCl digunakan dalam jumlah kecil dibidang medis.

KNO3 KNO3 merupakan salah satu persenyawaan Kalium yang digunakan pada pupuk dan bahan peledak. KOH Reaksi antara logam alkali dengan air membentuk senyawa hidroksida dan gas H2. Reaksi yang berlangsung semakin hebat dengan bertambah nomor atom. KOH dipakai untuk membuat sabun cair dan deterjen. KO2 Logam kalium dengan oksigen berlebih membentuk superoksida : K(s) + O2( g) KO2(g) Superoksida KO2 digunakan sebagai sumber oksigen dan penyerap karbon dioksida. Ia amat berguna dalam sistem pernafasan.

K2CO3 Logam-logam alkali (demikian juga ammonium) karbonat merupakan satu-satunya kelompok senyawa karbonat yang larut dalam air. K2CO3 digunakan pada industri kaca untuk membuat layar televisi. Kalium superoksida dapat bereaksi dengan CO2 dan menghasilkan O2. 4KO2(s) + 2CO2(g) 2K2CO3(s) + 3O2(g)

d. Sesium CsNO3 Cesium nitrat merupakan salah satu persenyawaan unsur sesium yang digunakan untuk membuat gelas optik.

CsO2 Logam sesium dengan oksigen berlebih membentuk superoksida : Rb(s) + O2( g) RbO2(g)

CsCl Cesium klorida adalah persenyawaan cesium yang digunakan pada sel fotoelektrik.

e. Rubidium Rubidium Klorida (RbCl) Rubidium klorida kemungkinan senyawaan rubidium yang paling banyak digunakan. Digunakan dalam bidang biokimia untuk menginduksi sel guna mendapatkan DNA. Superoksida (RbO2) Logam rubidium dengan oksigen berlebih membentuk superoksida : Rb(s) + O2( g) RbO2(g) Dalam air, Rubidium superoksida bereaksi RbO2(s) + 2H2O(l) 2Rb+(aq) + 2OH-(aq) + H2O2(aq)

Rubidium Karbonat (Rb2CO3) Adapun rubidium karbonat merupakan persenyawaan Rubidium yang digunakan pada beberapa gelas optik.

Rubidium Hidroksida(RbOH) Rubidium hidroksida adalah bahan dasar untuk sebagian besar proses kimia berdasar pada logam ini.

6. KEGUNAAN
a. Senyawa Natrium Natrium klorida (NaCl), merupakan bahan baku pembuatan garam dapur, NaOH, Na2CO3. Natrium hidrosida atau soda kaustik (NaOH). Digunakan dalam industri pembuatan sabun, kertas dan tekstil, dalam kilang minyak digunakan untuk menghilangkan belerang, dan ekstraksi aluminium dari bijihnya. Dalam laboratorium digunakan untuk menyerap gas karbondioksida atau gas-gas lain yang bersifat asam, dalam beberapa reaksi organik NaOH merupakan pereaksi yang penting misalnya pada reaksi hidrolisis. Soda cuci (Na2CO3), pelunak kesadahan air, zat pembersih (cleanser) peralatan rumah tangga, industri gelas. Natrium hidroksi karbonat (NaHCO3) atau soda kue, campuran pada minuman dalam botol (beverage) agar menghasilkan. Natrium nitrat (NaNO3), pupuk, sebagai pereaksi dalam pembuatan senyawa nitrat yang lain. Natrium nitrit (NaNO2), pembuatan zat warna (proses diazotasi), pencegahan korosi. Natrium sulfat (Na2SO4) atau garam Glauber, obat pencahar (cuci perut), zat pengering untuk senyawa organik. Natrium tiosulfat (Na2S2O3), larutan pencuci (hipo) dalam fotografi. Na3AlF6, pelarut dalam sintesis logam alumunium. Natrium sulfat dekahidrat (Na2SO4.10H2O) atau garam glauber: digunakan oleh industri pembuat kaca. Na3Pb8 sebagai pengisi lampu Natrium. Natrium peroksida (Na2O2): pemutih makanan. Na-benzoat, zat pengawet makanan dalam kaleng, obat rematik. Na-sitrat, zat anti beku darah. Na-glutamat, penyedap masakan (vetsin). Na-salsilat, obat antipiretik (penurun panas).

b. Senyawaan Kalium Kalium oksida (KO2), digunakan sebagai konverter CO2 pada alat bantuan pernafasan. Gas CO2 yang dihembuskan masuk kedalam alat dan bereaksi dengan KO2 menghasilkan O2. Kalium klorida (KCl), pupuk, bahan pembuat logam kalium dan KOH. Kalium hidroksida (KOH), bahan pembuat sabun mandi, elektrolit batu baterai batu alkali. Kalium bromida (KBr), obat penenang saraf (sedative), pembuat plat potografi. KClO3, bahan korek api, mercon, zat peledak, ditambahkan pada garam dapur sebagai sumber iodium sehingga dikenal sebagai garam beriodium. K2CrO4, indicator dalam titrasi argentomeri. K2Cr2O7, zat pengoksidasi (oksidator). KMnO4, zat pengoksidasi, zat desinfektan. Kalium nitrat (KNO3), bahan mesiu, bahan pembuat HNO3. K-sitrat, obat diuretik dan saluran kemih. K-hidrogentartrat, bahan pembuat kue (serbuk tartar).

c. Senyawa Litium Digunakan pada proses yang terjadi pada tungku peleburan logam (misalnya baja) Digunakan untuk mengikat karbondioksida dalam sistem ventilasi pesawat dan kapal selam Digunakan pada pembuatan bom hydrogen Litium karbonat digunakan pada proses perawatan penyakit atau gangguan sejenis depresi Digunakan sebagai katalisator dalam reaksi organic

d. Senyawa Rubidium Digunakan sebagai katalis pada beberapa reaksi kimia Digunakan sebagai sel fotolistrik Sifat radioaktif rubidium -87 digunakan dalam bidang geologi (untuk menentukan unsure batuan atau benda-benda lainnya) Dibutuhkan untuk kelangsungan hidup beberapa mahluk hidup (misalnya oleh tumbuhan).

e. Senyawa Sesium Digunakan untuk menghilangkan sisa oksigen dalam tabung hampa Karena muda memencarkan electron ketika disinari cahaya, maka cesium digunakan sebagai keping katoda photosensitive pada sel fotolistrik