Nomor Daftar

:

KEMAMPUAN MEMAHAMI CERITA PENDEK SISWA KELAS II SLTP
(Penelitian terhadap Siswa Kelas II SLTP Negeri 2 Warungkondang Cianjur Tahun Pelajaran 2001 – 2002)

RINGKASAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan oleh:

APENDI
00210104

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
2002

1

ERMAN HUSEIN. H. IIS RISTIANI. . DIKETAHUI DAN DISAHKAN OLEH PIMPINAN PERGURUAN TINGGI Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana Cianjur Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIKP Universitas Suryakancana Cianjur Drs. M. Pd. Pembimbing II. M. Drs. ABUD PRAWIRASUMANTRI 2 . H. USEP KUSWARI.DISETUJUI OLEH TIM PEMBIMBING Pembimbing I. M. Pd. D. Drs. S.

.Tuhanku. serta agamaku 3 . aku tahu. nusa dan bangsaku.. jauh di dalam diriku ada beribu warna yang tak bisa kuramu dan kuoleskan dengan tangan pandirku . 99 Untuk Tuhanku) Setiap desah nafas dan langkah gerak kupersembahkan bagi anak istriku. (Emha Ainun Nadjib.. di antara beberapa warna yang kasat mata.

4 . karena apresiasi sastra merupakan sebuah proses panjang peningkatan dan pengembangan pemahaman serta kemampuan memahami. Pendidikan apresiasi sastra melalui pendidikan formal sebenarnya baru merupakan langkah awal dari proses apresiasi sastra yang sebenarnya. diharapkan juga akan mampu mengembangkan kemampuan membaca pemahaman siswa serta mempertajam kemampuan berpikir siswa. dan menghargai setiap karya sastra yang lahir dari waktu ke waktu. khususnya pembacaan cerita pendek. Sebagai sampel diambil 1 (satu) kelas yang berjumlah 35 orang di kelas 2 – C. Oleh sebab itu. pembelajaran apresiasi sastra di sekolah harus memiliki cirri tertentu yang mengarah kepada kebermaknaan pembelajaran sastra yang sesungguhnya serta bukan hanya sekedar menghapalkan nama-nama sastrawan serta angkatannya. Di sisi lain. pembelajaran apresiasi sastra. Berdasarkan anggapan tersebut. mereaksi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SLTP Negeri 2 Warungkondang Cianjur tahun pelajaran 2001 – 2002 yang berjumlah 132 orang. penelitian tentang kemampuan memahami cerita pendek siswa SLTP dilakukan.KEMAMPUAN MEMAHAMI CERITA PENDEK SISWA KELAS II SLTP NEGERI 2 WARUNGKONDANG CIANJUR TAHUN PELAJARAN 2001 – 2002 Pembelajaran apresiasi sastra bertujuan di antaranya untuk meningkatkan penghargaan siswa terhadap karya-karya sastra Indonesia dan karya sastra lainnya. Dikatakan demikian. Sampel ini ditentukan dengan teknik random dengan asumsi seluruh populasi bersifat homogen.

5 . b. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data tes dan angket mengenai kemampuan pemahaman cerita pendek siswa kelas II-B SLTP Negeri 2 Warungkondang Cianjur diperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut. 1.80 di atas skor rata-rata minimal yang dipersyaratkan (60 %). Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa data tes berdistribusi normal dengan ditunjukkan oleh pernyataan bahwa χ2hitung < χ2tabel. Rata-rata skor perolehan siswa adalah 25. 2. khususnya unsure-unsur intrinsic cerita pendek yang dibacanya.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan tujuan memberikan gambaran secara sitematis mengenai kemampuan membaca dan memahami cerita pendek siswa kelas II SLTP Negeri 2 Warungkondang Cianjur tahun pelajaran 2001 – 2002. Teknik pengumpulan data yang dikembangkan adalah tekni angket yang digunakan untuk menggali informasi mengenai sikap siswa serta kebiasaan siswa membaca dan memahami cerita pendek. Data tes pemahaman menunjukkan bahwa: a. Data hasil angket menunjukkan bahwa kebiasaan membaca siswa yang kurang baik ternyata dapat diperbaiki melalui pembelajaran unsur-unsur intrinsik cerita pendek (karya fiksi pada umumnya) sehingga akan merangsang minat siswa dalam membaca yang pada akhirnya akan meningkatkan frekuensi siswa dalam membaca.80 yang berada 1. Teknik tes diberikan berupa tes membaca pemahaman cerita pendek yang dimaksudkan untuk mengukur sampai sejauh mana kemampuan siswa memahami cerita pendek yang dibacanya.

Dengan demikian dapatlah ditarik kesimpulan secara umum bahwa setelah melalui pembelajaran mengenai unsur-unsur intrinsik cerita pendek. tingkat pemahaman atas unsur-unsur in-trinsik cerita pendek siswa kelas II-B SLTP Negeri 2 Warungkon-dang Cianjur berada pada tingkat pemahaman baik (68 % . Pada pengujian hipotesis melalui uji Z-skor ternyata pada tingkat kepercayaan 99 % Zhitung > . pemahaman atas unsur-unsur intrinsik cerita pendek akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih memahami isi atau intisari cerita sehingga dapat menumbuhkan sikap positif membaca cerita pendek sebagai proses penikmatan karya sastra bagi siswa.c. 6 .100 %) 3. Dengan kata lain. Sikap positif siswa dalam memahami unsur-unsur intrinsik memberikan peluang penikmatan membaca cerita pendek sebagai sebagai proses penikmatan karya cipta sastra. tingkat pemahaman siswa kelas II-B SLTP Negeri 2 Warungkondang Cianjur berada pada tingkat pemahaman baik. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan melalui angket bahwa pa-da umumnya siswa memiliki sikap positif terhadap pemahaman unsur-unsur intrinsik cerita pendek dengan pernyataan bahwa memahami cerita pendek lebih mudah setelah memahami unsur-unsur intrinsik yang terdapat di dalamnya. Di samping itu. 4.Ztabel yang berarti hipotesis dapat di-terima.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful