Anda di halaman 1dari 4

UNIVERSITAS INDONESIA

Internal Control

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Auditing 1

DISUSUN OLEH: ANNISA AULIADINI 1106135136

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI PROGRAM EKSTENSI DEPOK NOVEMBER 2012

Statement of Authorship Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada Mata Kuliah lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya. Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksiadanya plagiarisme. Kami bersedia menerima sanksi yang diberikan, jika suatu waktu diketahui bahwa tugas yang kami buat merupakan hasil plagiarisme. Mata Kuliah Judul Makalah Tanggal Dosen Nama NPM Tandatangan : Auditing 1 : Internal Control : 26 November 2012 : Agung Nugroho Soedibyo S.E., M.Ak. : Annisa Auliadini : 1106135136 :

Internal Control
Sistem pengawasan perusahaan atau yang lebih dikenal dengan internal control merupakan salah satu bentuk pengendalian perusahaan yang bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan dan memeriksa Laporan Keuangan telah sesuai dengan PSAK atau tidak. AICPA mendefinisikan Internal Control sebagai rencana organisasi dan semua metode yang terkoordinasi dan pengukuran pengukuran yang diterapkan di perusahaan untuk mengamankan aktiva, meyakini keandalan dan akurasi data akuntansi, meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang telah ditetapkan. Definisi ini diinterpretasikan oleh banyak pihak terdiri atas dua kelompok yaitu pengendalian administrative dan pengendalian akuntansi. Pengendalian administrative yang berkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan sedangkan pengendalian akuntansi terkait dengan penyajian Laporan Keuangan. Untuk perusahaan yang sudah listed menyadari internal control sangatlah penting adanya dan biasanya dijalankan oleh seluruh pihak yang ada diorganisasi. Namun jika ditemukan kejanggalan diwajibkan melaporkan hasil temuannya ke tingkat top management atau Director. Meskipun pada kenyataannya banyak kasus antara top management dan managementnya bekerja sama untuk melakukan kejahatan dan memanipulasi Laporan Keuangan. Salah satunya bisa dilihat dari kasus Enron yang ternyata antara top menegement dan menegement perusahaan menggelembungkan pendapatan senilai US$ 600 juta dan menyembunyikan utang senilai US$ 1,2 miliar. Terungkap bahwa Enron menggunakan out sourcing secara total atas fungsi internal audit perusahaan dari KAP Arthur Endersen sehingga menjadi tidak obyektif. Di Indonesia sendiri ada kasus fraud di BNI pada tahun 2002 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1,7 triliun akibat adanya penyimpangan prosedur L/C. Dikatakan bahwa internal control BNI tidak dapat mendekteksi kesalahan prosedur dan pemimpin cabang seperti mengabaikan kesalahan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan dari kasus diatas bahwa internal control harus dijalankan dengan baik dan sesuai prosedur SOP perusahaan serta UU PT. Selain itu gangguan seperti bekerja sama dalam kejahatan yang merugikan dapat dicegah dengan selalu melakukan check and balances serta pengawasan dari pihak eksternal perusahaan.

Daftar Referensi

Arens, Alvin dkk. 2011. Jasa audit dan Assurance: Pendekatan Terpadu (Adaptasi Indonesia. Jakarta: Salemba Empat. File Media. 2008. Menyikapi Skandal LC Ekspor BNI. http://filemediakasus-lcbni.blogspot.com/2008/07/menyikapi-skandal-lc-ekspor-bni.html diakses tanggal 25 November 2012 Rengga, Andreas. Kasus Enron dan Akibatnya. diakses

http://andreasrengga.blogspot.com/2011/06/kasus-enron-dan-akibatnya.html tanggal 25 November 2012 Syarifudin. Internal

Control.

http://syarifuddin1978.wordpress.com/2008/10/28/internal-control/ diakses pada tanggal 25 November 2012