Anda di halaman 1dari 8

TUGAS WIDYA SELAM

NAMA : JEFRI TRI SUSANTO NIM : 115080601111058

1. SEJARAH SELAM Menyelam adalah kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air, dengan atau tanpa menggunakan peralatan, untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menyelam, sebagai suatu profesi, sudah dikenal lebih dari 5000 tahun lalu. Penyelam zaman dulu mungkin tidak bisa mencapai kedalaman lebih dari 100 feet. Biasanya kegiatan ini dilakukan untuk mengambil kerang dan mutiara. Dalam sejarah Yunani, Herodotus menceritakan seorang penyelam bernama Scyllis yang dipekerjakan Raja Persia Xerxes untuk mengambil harta karun yang tenggelam pada abad ke 5 SM. Sejak jaman dulu, penyelam juga dipergunakan untuk militer, seperti

menenggelamkan kapal musuh, memotong jangkar, dan melubangi kapal dari bawah. Alexander The Great mengirimkan penyelam untuk meruntuhkan pelabuhan di kota Tyra (Libanon) yang kemudian dikuasai tahun 332 SM. Para penyelam jaman dulu juga dipergunakan untuk menyelamatkan barang yang tenggelam. Pada abad pertama SM, khususnya di Mediterania barat, para penyelam sudah terorganisir dan pembayarannya sudah diatur hukum. Pembayarannya tergantung kedalaman air yang diselami. Jika kedalamannya 24 feet maka penyelam dibayar barang yang diselamatkan. Kedalaman 12 feet maka diberikan 1/3, dalam kedalaman 3 feet maka diberikan 1/10.

Pipa udara Penyelam jaman dulu hanya memikirkan bahwa panjangnya pipa udara adalah sangat penting dalam penyelaman. Banyak design yang memakai pipa panjang yang fleksibel dengan bagian atas mengapung. Tentunya hal ini tidak akan bekerja dengan baik pada kedalaman 3 feet, karena akan menyebabkan penyelam kekurangan oksigen dan akan tenggelam. Tekanan air juga meningkat sehingga menekan pipa dan dada. Hal ini menyebabkan design alat selam yang menggunakan pipa udara tidak praktis dan sukar dilakukan.

Breathing Bag Lukisan Asyiria pada abad 9 SM menggambarkan seorang penyelam menggunakan tanki udara terbuat dari kulit. Namun penafsiran lain menjelaskan bahwa itu adalah perenang yang menggunakan tanki udara untuk mengapung di air.

Diving Bell Sekitar tahun 1500-1800 lonceng selam telah berkembang, sehingga penyelam dapat menyelam dalam hitungan jam. Lonceng selam adalah peralatan berbentuk bel dimana dasarnya terbuka di dalam laut. Lonceng selam pertama sangat besar sehingga penyelam dapat menyelam dalam beberapa jam. pada perkembangan lanjut, lonceng selam ini terhubungkan dengan kabel dari permukaan. Lonceng ini tidak dapat bermanuver dengan baik. Penyelam dapat tetap didalam atau keluar lonceng sebentar sambil menahan napas. Lonceng selam pertama dibuat tahun 1513. Pada tahun 1680, petualang bernama William Philip berhasil mengangkat harta tenggelam sebanyak $200.000 dengan metode ini.

Pada tahun 1690, seorang ahli astronomi Inggris, Edmund Halley mengembangkan lonceng selam, dengan menenggelamkan tong dengan pemberat. Bersama 4 temannya ia dapat bertahan 1 1/2 jam dalam kedalaman 60 feet di sungai Thomas. 26 tahun kemudian, dengan mengembangkan peralatannya menjadi lebih baik ia dapat bertahan 4 jam dalam kedalaman 66 feet.

Diving Suit Pada tahun 1715, seorang Inggris bernama John Lethbridge mengembangkan baju selam. Pertama kali ia menciptakan sebuah tong dari kayu yang dilapisi kulit, juga dilengkapi dengan kaca di bagian depan, dan lubang untuk lengan. Dengan menggunakan peralatan ini penyelam bisa melakukan tugasnya. Peralatan ini diturunkan dari kapal ke dalam air. Baju selam ini cukup berhasil, karena kedalaman normal operasinya 60 feet dan selama 34 menit. Tapi kelemahannya hampir sama dengan lonceng selam, yaitu terbatasnya suplai udara.

Pada tahun 1823 John dan Charles Deane, mempatenkan pakaian pemadam kebakaran. Dengan pakaian tersebut, pemadam kebakaran dapat masuk ke dalam bangunan yang terbakar. Pada tahun 1828, pakaian tersebut dipatenkan untuk selam, dimana terdiri dari pakaian yang dapat menahan dingin, helm, dan hose yang menghubungkan dengan permukaan. Suplai udara berasal dari permukaan dan dikeluarkan lewat bagian bawah helm, sehingga jika posisi helm terbalik maka akan cepat terisi air. Akhirnya oleh Augustus Siebe, helm ini dilengkapi dengan seal di bagian leher dan katup kuras.

Beberapa penemu bekerja sama untuk membuat pakaian selam yang dilengkapi dengan senjata. Pakaian ini dapat mengatur tekanan sehingga tekanan udara yang dihirup sama dengan tekanan udara permukaan. Pakaian selam ini merupakan pengembangan dari pakaian John Lethbridge. Penggunaan pakaian ini dipertanyakan, karena bentuknya agak kaku untuk melakukan tugas. Pada tahun 1930 kedalaman yang dicapai 700 feet, tetapi dengan pengembangan sekarang sudah mencapai 2000 feet air asin (fsw).

Caissons Pada saat yang sama dalam pengembangan pakaian selam, para penemu bekerja keras untuk mengembangkan lonceng selam dengan meningkatkan ukuran dan menambah kapasitas pompa udara sehingga dapat menjaga tekanan udara dan mengeluarkan air di dalam lonceng. Perkembangan pompa udara yang cepat menambah ukuran ruang yang cukup luas sehingga beberapa pekerja dapat bekerja dibawah air. Hal ini bermanfaat terutama dalam

pembangunan kaki jembatan atau terowongan. Ruangan yang diciptakan disebut caissons, dalam bahasa Prancis berarti kotak besar. Caisson didesain sehingga penyelam dapat mudah mencapai permukaan. Dengan mengggunakan sistem kunci, tekanan di dalam caisson dapat diatur saat penyelam masuk dan keluar. Pada akhirnya caisson berkembang cepat. Tapi dengan pemakaian caisson ini banyak pekerja mengalami penyakit dekompressi, sehingga penyakit dekompresi disebut juga penyakit caisson.

SCUBA (Self Contained Breathing Apparatus) Peralatan selam yang dikembangkan John Deane, Agustus Siebe memang memberikan penyelam waktu yang lama dalam air, tetapi mobilitas sangat kurang. Para penemu mencari metode lain tanpa menurunkan tingkat bahaya. Solusi terbaik adalah menyediakan suatu alat suplai udara yang dapat dibawa. Pada awalnya tidak berhasil karena terbatasnya kapasitas pompa udara untuk menyimpan udara dalam tekanan tinggi. Setelah hal ini dapat diatasi, maka udara dapat disimpan dalam suatu tempat tabung dalam tekanan tinggi sehingga menyediakan suplai udara yang cukup lama.

Scuba berkembang dengan cepat sehingga berkembang menjadi 3 macam tipe dasar:

Open Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang langsung dikeluarkan ke lingkungan sekitarnya). Regulatornya dikembangkan oleh Benoist Rouquayrol, sedangkan sistemnya dikembangkan oleh Jacques-Yves Cousteau dan Emile Gagnan.

Closed Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang dimasukkan lagi ke sistem sehingga dapat di daur ulang). Henry A. Fleuss mengembangkan sistem ini pada tahun 1876 dan 1878, Fleuss kemudian berhasil menguji peralatannya pada tahun 1879 dalam tanki air hampir selama 1 jam.

Semiclosed Circuit Scuba (kombinasi dari keduanya).

2. PENYAKIT PENYELAMAN 1. Hypercapnia ( Keracunan CO2 ) Penumpukan CO2 yang berlebihan didalam tubuh. Penyebabnya adalah menelan atau menghembus sedikit demi sedikit untuk memperpanjang waktu selam yang akan menyebabkan Pingsan. Gejala :Pernapasan pendek dan cepat, Lemah, kelambanan reaksi, Pusing, mual.

Pencegahan : Istirahat jika gejala gejala diatas timbul dan Berlatih bernapas secara baik dan teratur. Pengobatan : Hirup udara segar, beri oksigen dan Pernapasan buatan bila perlu. 2. Hyperpnea ( Bernapas Cepat ) Bernapas cepat dan pendek pendek yang disebabkan karena Kelelahan, pemaksaan diri, Kedinginan, Takut dan panik. Akibatnya Kesulitan dalam mengapung dan kemungkinan pingsan. Pencegahan : Menyelam sesuai dengan kemampuan dan Istirahat pada selang waktu tertentu. 3. Hypoglycenia ( Low Blood Sugar Level ) Kadar gula / glukosa didalam darah sangat kurang yang disebabkan oleh makanan yang buruk ( kurang kalori ) sebelum menyelam. Akibatnya Pusing dan mual, Lelah dan kedinginan Pencegahan : Makanan yang berkalori tinggi dan hindari lemak lemak.

3. FISIKA PENYELAMAN 1. Satuan Tekanan Tekanan udara dipermukaan laut pada suhu 0oC pada dasarnya adalah tekanan yang disebabkan oleh atmosfir diatasnya.Tekanan ini konstan,yaitu sekitar 760 mmHg (14,7psi) dan dijadikan dasar hukum satu atmosfir. Tekanan menurun pada ketinggian karena atmosfir diatasnya berkurang,sehingga berat udarapun berkurang.Demikian pula tekanan akan meningkat bila seseorang menyelmam dibawah permukaan air. Satuan-satuan dari jumlah tekanan adalah Atmosfer Absolut (ATA) yaitu : Kedalaman permukaan. Kedalaman permukaan 10 meter 20 meter 30 meter 40 meter 50 meter Dst. Tekanan Absolut 1 ATA 2 ATA 3 ATA 4 ATA 5 ATA Dst. Gauge Pressure 0 ATG 1 ATG 2 ATG 3 ATG 4 ATG Dst..

2 . Hukum-Hukum Gas 1) Hukum Boyle (Perubahan Tekanan dan Volume) 2) Hukum Charles (Perubahan suhu dan volume) 3) Hukum Dalton (Tekanan parsial dari campuran gas) 4) Hukum Henry (Larutan gas dan cairan ini berhubungan dengan penyerapan gas didalam cairan) 3. Daya Apung (Bouyancy) Daya apung positif yaitu bila seseorang cenderung untuk mengambang,sedangkan daya apung negative yaitu apabila seseorang yang cenderung tenggelam dan daya apung netral maka seseorang cenderung melayang.

4. Suhu Suhu air disekeliling menentukan kenyaman penyelaman dan lamanya penyelaman secara maksimal.Hampir semua perairan lebih dingin daripada suhu badan yang normal (37oC atau 98oF) dank arena itu seorang penyelam akan kehilangan panas terhadap air karena konduksi. 5. Penglihatan Dan Cahaya Penglihatan tanpa bantuan alat,dibwah air akan buruk yang diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan dalam penbiasan sinar dibawah air. Masalah ini sebagian dapat diatasi dengan memakai topeng muka (face mask),dimana terdapat suatu lapisan udara antara mata dan air. Namun akibat dari pemakaian ini adalah menyebabkan suatu kesan yang palsu akan jarak. 6. Suara Suara dibawah air sangat dipengaruhi penghantarannya melalui media cairan.Kecepatan media dibawah air kira-kira 4x lebih cepat dibandingkan diudara.Suara diudara akan cepat kehilangan energinya bila dipancarkan kedalam air.Dengan demikian didalam air sukar untuk mendengar suara yang dibuat diudara dekat permukaan air.

4. HEWAN-HEWAN BERBAHAYA SAAT MENYELAM Karang Api, Ubur-ubur, Konus, Bulu Babi, Ikan Lepu Ayam (Lionfish), Ikan Pari, Bintang Laut Mahkota Duri, Hiu, Kerang Beracun, Blue Ringed Octopus, Stone Fish, Ular Laut, Ular Laut, dll.