Macam-Macam Topologi Jaringan

Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk
menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. Pada sistem LAN
terdapat tiga topologi utama yang paling sering digunakan: bus, star,
dan ring. Topologi jaringan ini kemudian berkembang menjadi
topologi tree dan mesh yang merupakan kombinasi dari star, mesh,
dan bus. Dengan populernya teknologi nirkabel dewasa ini maka lahir
pula satu topologi baru yaitu topologi wireless. Berikut topologitopologi yang dimaksud:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Topologi
Topologi
Topologi
Topologi
Topologi
Topologi

Bus
Ring (Cincin)
Star (Bintang)
Tree (Pohon)
Mesh (Tak beraturan)
Wireless (Nirkabel)

Topologi Bus
Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone,
dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa
komputer dihubungkan pada kabel tersebut.

Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media
transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua
ujung ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance
(biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm).

GAMBAR: Prinsip Topologi Bus




Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap
terminal.
Wujud dari tap ini bisa berupa “kabel transceiver” bila
digunakan “thick coax” sebagai media transmisi.
Atau berupa “BNC T-connector” bila digunakan “thin coax”
sebagai media transmisi.
Atau berupa konektor “RJ-45” dan “hub” bila digunakan kabel
UTP.
Transmisi data dalam kabel bersifat “full duplex”, dan sifatnya
“broadcast”, semua terminal bisa menerima transmisi data.

GAMBAR: Koneksi kabel-transceiver pada topologi Bus

Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data,
yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD.
Pemakaian kabel coax (10Base5 dan 10Base2) telah
distandarisasi dalam IEEE 802.3, yaitu sbb:
TABEL: Karakteritik Kabel Coaxial
10Base5

10Base2

Rate Data

10 Mbps

10 Mbps

Panjang / segmen

500 m

185 m

Rentang Max

2500 m

1000 m

Tap / segmen

100

30

Jarak per Tap

2.5 m

0.5 m

Diameter kabel

1 cm

0.5 cm

Melihat bahwa pada setiap segmen (bentang) kabel ada
batasnya maka diperlukan “Repeater” untuk menyambungkan
segmen-segmen kabel.

GAMBAR: Perluasan topologi Bus menggunakan Repeater
Kelebihan topologi Bus adalah:


Instalasi relatif lebih murah
Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi
komunikasi antar client lainnya
Biaya relatif lebih murah

Kelemahan topologi Bus adalah:

Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi
gagal
Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan
menjadi sulit

Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila
banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan
kecepatan komunikasi.

Topologi Ring (Cincin)
Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena
bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam
jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir
sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi
pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang
terhubung.

Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian
media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga
membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya “satu
arah”.

Tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin : penyelipan data,
penerimaan data, dan pemindahan data.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Ring

Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan
kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi
alamat dan bit-bit tambahan lainnya.
Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju
telah mengambil data dari saluran, yaitu dengan cara
membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan
alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka
data kiriman disalin.
Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil
kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang
menerimanya (mungkin akibat salah alamat). Jika data tidak
diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalama saluran. Pada
jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena kiriman akan
diserap oleh “terminator”.


Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan cincin adalah
“repeater”, dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi
cincin.
Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data
berlangsung pada jaringan cincin sering disebut token-ring.
Kemungkinan permasalahan yang bisa timbul dalam jaringan
cincin adalah:
o Kegagalan satu terminal / repeater akan memutuskan
komunikasi ke semua terminal.
o Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan
terhadap jaringan, terminal baru harus mengenal dan
dihubungkan dengan kedua terminal tetangganya.

Topologi Star (Bintang)
Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat
yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi
pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke
concentrator ini.

Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak
sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang
terjadi. Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui
terminal pusat ini.
Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang
difungsikan sebagai pengendali tetapi bisa juga berupa “HUB”
atau “MAU” (Multi Accsess Unit).

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Star

Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat.
o Simpul pusat beroperasi secara “broadcast” yang
menyalurkan data ke seluruh arah. Pada operasi ini
walaupun secara fisik kelihatan sebagai bintang namun
secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus. Alternatif
ini menggunakan HUB.
o Simpul pusat beroperasi sebagai “switch”, data kiriman
diterima oleh simpul kemudian dikirim hanya ke terminal
tujuan (bersifat point-to-point), akternatif ini
menggunakan MAU sebagai pengendali.
Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan
berbentuk topologi Bintang namun secara logis bertopologi Bus.
Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis
bertopologi Bintang.
Kelebihan topologi bintang :
o Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke
simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah,
kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
o Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak
mempengaruhi komunikasi terminal lain.
Kelemahan topologi bintang:
o Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan
semua komunikasi

o

Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB
maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan
penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.

Topologi Tree (Pohon)

Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi
topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang
bercabang namun loop tidak tertutup.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Tree

Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut “headend”.
Dari headend beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada
setiap cabang terhubung beberapa terminal dalam bentuk bus,
atau dicabang lagi hingga menjadi rumit.
Ada dua kesulitan pada topologi ini:
o Karena bercabang maka diperlukan cara untuk
menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa
transmisi data ditujukan.

o

Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari
terminal terminal dalam jaringan.

Topologi Mesh (Tak beraturan)

Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan
dalam koneksi. Topologi ini biasanya timbul akibat tidak adanya
perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan.
Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit
dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media
transmisi.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Mesh
Topologi Wireless (Nirkabel)

Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel,
terutama untuk pengembangan LAN tradisional karena bisa
mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas-tugas
relokasi kabel apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan
dsb. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya WLAN,
WaveLAN, HotSpot, dsb.
Model dasar dari LAN nirkabel adalah sbb:

GAMBAR: Prinsip LAN Nirkabel


Blok terkecil dari LAN Nirkabel disebut Basic Service Set
(BSS) , yang terdiri atas sejumlah station / terminal yang
menjalankan protokol yang sama dan berlomba dalam hal
akses menuju media bersama yang sama.
Suatu BSS bisa terhubung langsung atau terpisah dari suatu
sistem distribusi backbone melalui titik akses (Access Point).
Protokol MAC bisa terdistribusikan secara penuh atau terkontrol
melalui suatu fungsi kordinasi sentral yang berada dalam titik
akses.
Suatu Extended Service Set (ESS) terdiri dari dua atau lebih
BSS yang dihubungkan melalui suatu sistem distribusi.
Interaksi antara LAN nirkabel dengan jenis LAN lainnya
digambarkan sebagai berikut:

GAMBAR: Koneksi Jaringan Nirkabel


Pada suatu jaringan LAN bisa terdapat LAN berkabel backbone,
seperti “Ethernet” yang mendukung server, workstation, dan
satu atau lebih bridge / router untuk dihubungkan dengan
jaringan lain. Selain itu terdapat modul kontrol (CM) yang
bertindak sebagai interface untuk jaringan LAN nirkabel. CM
meliputi baik fungsi bridge ataupun fungsi router untuk
menghubungkan LAN nirkabel dengan jaringan induk. Selain
itu terdapat Hub dan juga modul pemakai (UM) yang
mengontrol sejumlah stasiun LAN berkabel.
Penggunaan teknologi LAN nirkabel lainnya adalah untuk
menghubungkan LAN pada bangunan yang berdekatan.
Syarat-syarat LAN nirkabel :
o Laju penyelesaian: protokol medium access control harus
bisa digunakan se-efisien mungkin oleh media nirkabel
untuk memaksimalkan kapasitas.
o Jumlah simpul: LAN nirkabel perlu mendukung ratusan
simpul pada sel-sel multipel.

Koneksi ke LAN backbone: modul kontrol (CM) harus
mampu menghubungkan suatu jaringan LAN ke jaringan
LAN lainnya atau suatu jaringan ad-hoc nirkabel.
o Daerah layanan: daerah jangkauan untuk LAN nirkabel
biasanya memiliki diameter 100 hingga 300 meter.
o Kekokohan dan keamanan transmisi: sistem LAN nirkabel
harus handal dan mampu menyediakan sistem
pengamanan terutama penyadapan.
Teknologi LAN nirkabel:
o LAN infrared (IR) : terbatas dalam sebuah ruangan
karena IR tidak mampu menembus dinding yang tidak
tembus cahaya.
o LAN gelombang radio : terbatas dalam sebuah kompleks
gedung, seperti bluetooth, WiFi, dan HomeRF.
o LAN spektrum penyebaran: beroperasi pada band-band
ISM (industrial, scientific, medical) yang tidak
memerlukan lisensi.
o Gelombang mikro narrowband : beroperasi pada
frekuensi gelombang mikro yang tidak termasuk dalam
spektrum penyebaran.
o

ASCII (AMERICAN STANDARD CODE FOR
INFORMATION INTERCHANGE)
Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII
(American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu
standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode
tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter
"|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk
menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan
biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 0000 0000 hingga 1111 1111. Total

kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255
dalam sistem bilangan Desimal.

ASCII CODE EVEN PARITY (KODE ASCII PARITAS GENAP)
----------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
----------------------------------------------------------------------------A
41
101
01000001
065
P
50
120
01010000
080
B
42
102
01000010
066
Q
D1
321
11010001
209
C
C3
303
11000011
195
R
D2
322
11010010
210
D
44
104
01000100
068
S
53
123
01010011
083
E
C5
305
11000101
197
T
D4
324
11010100
212
F
C6
306
11000110
198
U
55
125
01010101
085
G
47
107
01000111
071
V
56
126
01010110
086
H
48
110
01001000
072
W
D7
327
11010111
215
I
C9
311
11001001
201
X
D8
330
11011000
216
J
CA
312
11001010
202
Y
59
131
01011001
089
K
4B
113
01001011
075
Z
5A
132
01011010
090
L
CC
314
11001100
204
M
4D
115
01001101
077
N
4E
116
01001110
078
O
CF
317
11001111
207
----------------------------------------------------------------------------a
E1
341
11100001
225
p
F0
360
11110000
240
b
E2
342
11100010
226
q
71
161
01110001
113
c
63
143
01100011
099
r
72
162
01110010
114
d
E4
344
11100100
228
s
F3
363
11110011
243
e
65
145
01100101
101
t
74
164
01110100
116
f
66
146
01100110
102
u
F5
365
11110101
245
g
E7
347
11100111
231
v
F6
366
11110110
246

h

E8

350

11101000

232

w

77

167

01110111

i

69

151

01101001

105

x

78

170

01111000

j

6A

152

01101010

106

y

F9

371

11111001

k

EB

353

11101011

235

z

FA

372

11111010

119
120
249
250

l
6C
154
01101100
108
m
ED
355
11101101
237
n
EE
356
11101110
238
o
6F
157
01101111
111
----------------------------------------------------------------------------0
30
060
00110000
048
%
A5
245
10100101
165
1
B1
261
10110001
177
&
A6
246
10100110
166
2
B2
262
10110010
178
'
27
047
00100111
039
3
33
063
00110011
051
(
28
050
00101000
040
4
B4
264
10110100
180
)
A9
251
10101001
169
5
35
065
00110101
053
*
AA
252
10101010
170
6
36
066
00110110
054
+
2B
053
00101011
043
7
B7
267
10110111
183
,
AC
254
10101100
172
8
B8
270
10111000
184
2D
055
00101101
045
9
39
071
00111001
057
.
2E
056
00101110
046
SP
A0
240
10100000
160
/
AF
257
10101111
175
!
21
041
00100001
033
:
3A
072
00111010
058
"
22
042
00100010
034
;
BB
273
10111011
187
#
A3
243
10100011
163
<
3C
074
00111100
060
$
24
044
00100100
036
=
BD
275
10111101
189
>
BE
276
10111110
190
STX
82
202
10000010
130
?
3F
077
00111111
063
ETX
03
003
00000011
003
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
-----------------------------------------------------------------------------

@

C0

300

11000000

192

EOT

84

204

10000100

[

DB

333

11011011

219

ENQ

05

005

00000101

\

5C

134

01011100

092

ACK

06

006

00000110

]

DD

335

11011101

221

BEL

87

207

10000111

^

DE

336

11011110

222

BS

88

210

10001000

5F

137

01011111

095

HT

09

011

00001001

{

7B

173

01111011

123

LF

0A

012

00001010

|

FC

374

11111100

252

VT

8B

213

10001011

}

7D

175

01111101

125

FF

0C

014

00001100

~

7E

176

01111110

126

CR

8D

215

10001101

DEL

FF

377

11111111

255

SO

8E

216

10001110

NUL

00

000

00000000

000

SI

0F

017

00001111

132
005
006
135
136
009
010
139
012
141
142
015

SOH
81
201
10000001
129
DLE
90
220
10010000
144
----------------------------------------------------------------------------D1
11
021
00010001
017
D2
12
022
00010010
018
D3
93
223
10010011
147
D4
14
024
00010100
020
NAK
95
225
10010101
149
SYN
96
226
10010110
150
ETB
17
027
00010111
023
CAN
18
030
00011000
024
EM
99
231
10011001
153
SUB
9A
232
10011010
154
ESC
1B
033
00011011
027
FS
9C
234
10011100
156
GS
1D
035
00011101
029
RS
1E
036
00011110
030
US
9F
237
10011111
159
----------------------------------------

ASCII CODE ODD PARITY (KODE ASCII PARITAS GANJIL)

----------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
-----------------------------------------------------------------------------

A

C1

301

11000001

193

P

D0

320

11010000

B

C2

302

11000010

194

Q

51

121

01010001

C

43

103

01000011

067

R

52

122

01010010

D

C4

304

11000100

196

S

D3

323

11010011

E

45

105

01000101

069

T

54

124

01010100

F

46

106

01000110

198

U

D5

325

11010101

G

C7

307

11000111

199

V

D6

326

11010110

H

C8

310

11001000

200

W

57

127

01010111

I

49

111

01001001

073

X

58

130

01011000

J

4A

112

01001010

074

Y

D9

331

11011001

K

CB

313

11001011

203

Z

DA

332

11011010

208
081
082
211
084
213
214
087
088
217
218

L
4C
114
01001100
076
M
CD
315
11001101
205
N
CE
316
11001110
206
O
4F
117
01001111
079
----------------------------------------------------------------------------a
61
141
01100001
097
p
70
160
01110000
112
b
62
142
01100010
098
q
F1
361
11110001
241
c
E3
343
11100011
227
r
F2
362
11110010
242
d
64
144
01100100
100
s
73
163
01110011
115
e
E5
345
11100101
229
t
F4
364
11110100
244
f
E6
346
11100110
230
u
75
165
01110101
117
g
67
147
01100111
103
v
76
166
01110110
118
h
68
150
01101000
104
w
F7
367
11110111
247
i
E9
351
11101001
233
x
F8
370
11111000
248
j
EA
352
11101010
234
y
79
171
01111001
121
k
6B
153
01101011
107
z
7A
172
01111010
122
l
EC
354
11101100
236
m
6D
155
01101101
109
n
6E
156
01101110
110
o
EF
357
11101111
239
-----------------------------------------------------------------------------

0

B0

260

10110000

176

%

25

045

00100101

1

31

061

00110001

049

&

26

046

00100110

2

32

062

00110010

050

'

A7

247

10100111

3

B3

263

10110011

179

(

A8

250

10101000

4

34

064

00110100

052

)

29

051

00101001

5

B5

265

10110101

181

*

2A

052

00101010

6

B6

266

10110110

182

+

AB

253

10101011

7

37

067

00110111

055

,

2C

054

00101100

8

38

070

00111000

056

-

AD

255

10101101

9

B9

271

10111001

185

.

AE

256

10101110

SP

20

040

00100000

032

/

2F

057

00101111

!

A1

241

10100001

161

:

BA

272

10111010

"

A2

242

10100010

162

;

3B

073

00111011

#

23

043

00100011

035

<

BC

274

10111100

$

A4

244

10100100

164

=

3D

075

00111101

>

3E

076

00111110

062

STX

02

002

00000010

037
038
167
168
041
042
171
044
173
174
047
186
059
188
061
002

?
BF
277
10111111
191
ETX
83
203
10000011
131
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
----------------------------------------------------------------------------@
40
100
01000000
064
EOT
04
004
00000100
004
[
5B
133
01011011
091
ENQ
85
205
10000101
133
\
DC
334
11011100
220
ACK
86
206
10000110
134
]
5D
135
01011101
093
BEL
07
007
00000111
007
^
5E
136
01011110
094
BS
08
010
00001000
008
DF
337
11011111
223
HT
89
211
10001001
137
{
FB
373
11111011
251
LF
8A
212
10001010
138

|

7C

174

01111100

124

VT

0B

013

00001011

}

FD

375

11111101

253

FF

8C

214

10001100

~

FE

376

11111110

254

CR

0D

015

00001101

DEL

7F

177

01111111

127

SO

0E

016

00001110

NUL

80

200

10000000

128

SI

8F

217

10001111

011
140
013
014
143

SOH
01
001
00000001
001
DLE
10
020
00010000
016
----------------------------------------------------------------------------D1
91
221
10010001
145
D2
92
222
10010010
146
D3
13
023
00010011
019
D4
94
224
10010100
148
NAK
15
025
00010101
021
SYN
16
026
00010110
022
ETB
97
227
10010111
151
CAN
98
230
10011000
152
EM
19
031
00011001
025
SUB
1A
032
00011010
026
ESC
9B
233
10011011
155
FS
1C
034
00011100
028
GS
9D
235
10011101
157
RS
9E
236
10011110
158
US
1F
037
00011111
031
----------------------------------------

ASCII CODE SPACE PARITY (KODE ASCII PARITAS SPACE)
----------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
----------------------------------------------------------------------------A
41
101
01000001
065
P
50
120
01010000
080
B
42
102
01000010
066
Q
51
121
01010001
081
C
43
103
01000011
067
R
52
122
01010010
082
D
44
104
01000100
068
S
53
123
01010011
083
E
45
105
01000101
069
T
54
124
01010100
084
F
46
106
01000110
070
U
55
125
01010101
085
G
47
107
01000111
071
V
56
126
01010110
086
H
48
110
01001000
072
W
57
127
01010111
087

I

49

111

01001001

073

X

58

130

01011000

J

4A

112

01001010

074

Y

59

131

01011001

K

4B

113

01001011

075

Z

5A

132

01011010

088
089
090

L
4C
114
01001100
076
M
4D
115
01001101
077
N
4E
116
01001110
078
O
4F
117
01001111
079
----------------------------------------------------------------------------a
61
141
01100001
097
p
70
160
01110000
112
b
62
142
01100010
098
q
71
161
01110001
113
c
63
143
01100011
099
r
72
162
01110010
114
d
64
144
01100100
100
s
73
163
01110011
115
e
65
145
01100101
101
t
74
164
01110100
116
f
66
146
01100110
102
u
75
165
01110101
117
g
67
147
01100111
103
v
76
166
01110110
118
h
68
150
01101000
104
w
77
167
01110111
119
i
69
151
01101001
105
x
78
170
01111000
120
j
6A
152
01101010
106
y
79
171
01111001
121
k
6B
153
01101011
107
z
7A
172
01111010
122
l
6C
154
01101100
108
m
6D
155
01101101
109
n
6E
156
01101110
110
o
6F
157
01101111
111
----------------------------------------------------------------------------0
30
060
00110000
048
%
25
045
00100101
037
1
31
061
00110001
049
&
26
046
00100110
038
2
32
062
00110010
050
'
27
047
00100111
039
3
33
063
00110011
051
(
28
050
00101000
040
4
34
064
00110100
052
)
29
051
00101001
041
5
35
065
00110101
053
*
2A
052
00101010
042
6
36
066
00110110
054
+
2B
053
00101011
043
7
37
067
00110111
055
,
2C
054
00101100
044

8

38

070

00111000

056

-

2D

055

00101101

9

39

071

00111001

057

.

2E

056

00101110

SP

20

040

00100000

032

/

2F

057

00101111

!

21

041

00100001

033

:

3A

072

00111010

"

22

042

00100010

034

;

3B

073

00111011

#

23

043

00100011

035

<

3C

074

00111100

$

24

044

00100100

036

=

3D

075

00111101

>

3E

076

00111110

062

STX

02

002

00000010

045
046
047
058
059
060
061
002

?
3F
077
00111111
063
ETX
03
003
00000011
003
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
----------------------------------------------------------------------------@
40
100
01000000
064
EOT
04
004
00000100
004
[
5B
133
01011011
091
ENQ
05
005
00000101
005
\
5C
134
01011100
092
ACK
06
006
00000110
006
]
5D
135
01011101
093
BEL
07
007
00000111
007
^
5E
136
01011110
094
BS
08
010
00001000
008
5F
137
01011111
095
HT
09
011
00001001
009
{
7B
173
01111011
123
LF
0A
012
00001010
010
|
7C
174
01111100
124
VT
0B
013
00001011
011
}
7D
175
01111101
125
FF
0C
014
00001100
012
~
7E
176
01111110
126
CR
0D
015
00001101
013
DEL
7F
177
01111111
127
SO
0E
016
00001110
014
NUL
00
000
00000000
000
SI
0F
017
00001111
015
SOH
01
001
00000001
001
DLE
10
020
00010000
016
----------------------------------------------------------------------------D1
11
021
00010001
017
D2
12
022
00010010
018

D3
13
023
00010011
019
D4
14
024
00010100
020
NAK
15
025
00010101
021
SYN
16
026
00010110
022
ETB
17
027
00010111
023
CAN
18
030
00011000
024
EM
09
031
00011001
025
SUB
1A
032
00011010
026
ESC
1B
033
00011011
027
FS
1C
034
00011100
028
GS
1D
035
00011101
029
RS
1E
036
00011110
030
US
1F
037
00011111
031
-----------------------------------------

ASCII CODE MARK PARITY (KODE ASCII PARITAS MARK)
----------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
----------------------------------------------------------------------------A
C1
301
11000001
193
P
D0
320
11010000
208
B
C2
302
11000010
194
Q
D1
321
11010001
209
C
C3
303
11000011
195
R
D2
322
11010010
210
D
C4
304
11000100
196
S
D3
323
11010011
211
E
C5
305
11000101
197
T
D4
324
11010100
212
F
C6
306
11000110
198
U
D5
325
11010101
213
G
C7
307
11000111
199
V
D6
326
11010110
214
H
C8
310
11001000
200
W
D7
327
11010111
215
I
C9
311
11001001
201
X
D8
330
11011000
216
J
CA
312
11001010
202
Y
D9
331
11011001
217
K
CB
313
11001011
203
Z
DA
332
11011010
218
L
CC
314
11001100
204
M
CD
315
11001101
205
N
CE
316
11001110
206
O
CF
317
11001111
207
-----------------------------------------------------------------------------

a

E1

341

11100001

225

p

F0

360

11110000

b

E2

342

11100010

226

q

F1

361

11110001

c

E3

343

11100011

227

r

F2

362

11110010

d

E4

344

11100100

228

s

F3

363

11110011

e

E5

345

11100101

229

t

F4

364

11110100

f

E6

346

11100110

230

u

F5

365

11110101

g

E7

347

11100111

231

v

F6

366

11110110

h

E8

350

11101000

232

w

F7

367

11110111

i

E9

351

11101001

233

x

F8

370

11111000

j

EA

352

11101010

234

y

F9

371

11111001

k

EB

353

11101011

235

z

FA

372

11111010

240
241
242
243
244
245
246
247
248
249
250

l
EC
354
11101100
236
m
ED
355
11101101
237
n
EE
356
11101110
238
o
EF
357
11101111
239
----------------------------------------------------------------------------0
B0
260
10110000
176
%
A5
245
10100101
165
1
B1
261
10110001
177
&
A6
246
10100110
166
2
B2
262
10110010
178
'
A7
247
10100111
167
3
B3
263
10110011
179
(
A8
250
10101000
168
4
B4
264
10110100
180
)
A9
251
10101001
169
5
B5
265
10110101
181
*
AA
252
10101010
170
6
B6
266
10110110
182
+
AB
253
10101011
171
7
B7
267
10110111
183
,
AC
254
10101100
172
8
B8
270
10111000
184
AD
255
10101101
173
9
B9
271
10111001
185
.
AE
256
10101110
174
SP
A0
240
10100000
160
/
AF
257
10101111
175
!
A1
241
10100001
161
:
BA
272
10111010
186
"
A2
242
10100010
162
;
BB
273
10111011
187
#
A3
243
10100011
163
<
BC
274
10111100
188

$

A4

244

10100100

164

=

BD

275

10111101

>

BE

276

10111110

190

STX

82

202

10000010

189
130

?
BF
277
10111111
191
ETX
83
203
10000011
131
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
CHAR
HEX
OCTAL
BINARY
DEC
----------------------------------------------------------------------------@
C0
300
11000000
192
EOT
84
204
10000100
132
[
DB
333
11011011
219
ENQ
85
205
10000101
133
\
DC
334
11011100
220
ACK
86
206
10000110
134
]
DD
335
11011101
221
BEL
87
207
10000111
135
^
DE
336
11011110
222
BS
88
210
10001000
136
_
DF
337
11011111
223
HT
89
211
10001001
137
{
FB
373
11111011
251
LF
8A
212
10001010
138
|
FC
374
11111100
252
VT
8B
213
10001011
139
}
FD
375
11111101
253
FF
8C
214
10001100
140
~
FE
376
11111110
254
CR
8D
215
10001101
141
DEL
FF
377
11111111
255
SO
8E
216
10001110
142
NUL
80
200
10000000
128
SI
8F
217
10001111
143
SOH
81
201
10000001
129
DLE
90
220
10010000
144
----------------------------------------------------------------------------D1
91
221
10010001
145
D2
92
222
10010010
146
D3
93
223
10010011
147
D4
94
224
10010100
148
NAK
95
225
10010101
149
SYN
96
226
10010110
150
ETB
97
227
10010111
151
CAN
98
230
10011000
152
EM
99
231
10011001
153
SUB
9A
232
10011010
154
ESC
9B
233
10011011
155
FS
9C
234
10011100
156
GS
9D
235
10011101
157
RS
9E
236
10011110
158

US
9F
237
10011111
159
----------------------------------------

ASCII CONTROL CODE
Key
Character
----------------Control @
NUL
Control A
SOH
Control B
STX
Control C
ETX
Control D
EOT
Control E
ENQ
Control F
ACK
Control G
BEL
Control H
BS
Control I
HT
Control J
LF
Control K
VT
Control L
FF
Control M
CR
Control N
SO
Control O
SI
Control P
DLE
Control Q
DC1
Control R
DC2
Control S
DC3
Control T
DC4
Control U
NAK
Control V
SYN
Control W
ETB
Control X
CAN
Control Y
EM
Control Z
SUB

Control
Control
Control
Control
Control

[
\
]
^
_

ESC
FS
GS
RS
US

EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Information Code)
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Information Code) is an eight-bit
character set that was developed by International Business Machines (IBM). It
was the character set used on most computers manufactured by IBM.

Least Significant Bits
Mos
t
0
1
Sig.
0000 0001
Bits
\/
NU SO
0
L H
0000 (0) (1)
00

01

2
3
4
5
6
9
B C
7
8
A
D
E
F
001 001 010 010 011
100
101 110
0111 1000
1010
1101 1110 1111
0
1
0
1
0
1
1
0
ST ET
DE
RL SM
PF HT LC
GE
VT FF CR SO SI
X X (4) (5) (6) L (8) F M (11) (12) (13) (14) (15)
(2)
02

(3)
03

04

05

06

(7)
07

08

(9)
09

(10)
0A

0B

0C

0D

0E

0F

DL
DC
RE
CA
DC1
TM
NL BS IL
EM CC CUI IFS IGS IRS IUS
1
E (17) 2 (19) S (21) (22) (23) N (25) (26) (27) (28) (29) (30) (31)
0001 (16) 11 (18) 13 (20) 15 16 17 (24) 19 1A 1B 1C 1D 1E 1F
10

2

12

DS SOS FS
(32) (33) (34) (35)

14

18

BY LF ET ESC
(37)

(39) (40) (41)

SM CU
(42)

EN AC BEL
(44)

(47)

0010 20

21

22

23

P
(36)
24

25

B
(38)
26

27

28

29

2A

2
(43)
2B

2C

Q

K

(45)
2D

(46)
2E

2F

SY
EO
CU
NA
PN RS US
DC4
SUB
3
3 (60) K (62) (63)
(48) (49) N (51) (52) (53) (54) T (56) (57) (58)
0011 30 31 (50) 33 34 35 36 (55) 38 39 3A (59) 3C (61) 3E 3F
32

37

3B

3D

¢
.
<
(
+ Note1
4 SP
(64) (65) (66) (67) (68) (69) (70) (71) (72) (73) (74) (75) (76) (77) (78) (79)
0100 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 4A 4B 4C 4D 4E 4F
&
!
$
*
)
;
¬
5
(80) (81) (82) (83) (84) (85) (86) (87) (88) (89)
51
52 53 54 55 56
57
58
59

0101 50
6
0110

/

(90)
5A

|

(91) (92) (93)
5B 5C 5D

,

%

_

(94)
5E

(95)
5F

>

?

(96) (97) (98) (99) (100) (101) (102) (103) (104) (105) (106) (107) (108) (109) (110) (111)
60
61
62 63 64 65 66
67
68
69
6A 6B 6C 6D
6E
6F

`
:
# @
'
=
"
7
(112) (113) (114) (115) (116) (117) (118) (119) (120) (121) (122) (123) (124) (125) (126) (127)
0111 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 7A 7B 7C 7D 7E 7F
a
b
c
d
e
f
g
h
i
8
(128) (129) (130) (131) (132) (133) (134) (135) (136) (137) (138) (139) (140) (141) (142) (143)
81
82 83 84 85 86
87
88
89
8A 8B 8C 8D
8E
8F

1000 80

j
k
l
m n
o
p
q
r
9
(144) (145) (146) (147) (148) (149) (150) (151) (152) (153) (154) (155) (156) (157) (158) (159)
1001 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 9A 9B 9C 9D 9E 9F
~
s
t
u
v w x
y
z
A
(160) (161) (162) (163) (164) (165) (166) (167) (168) (169) (170) (171) (172) (173) (174) (175)
A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 AA AB AC AD AE AF

1010 A0

B
(176) (177) (178) (179) (180) (181) (182) (183) (184) (185) (186) (187) (188) (189) (190) (191)
1011 B0 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 BA BB BC BD BE BF
Note

Note3
{
A B C D E F G H
I
C
2
(192) (193) (194) (195) (196) (197) (198) (199) (200) (201) (202) (203) (204) (205) (206) (207)
1100 C0 C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 CA CB
CE
CF
CC CD

}
J K L M N O P Q R
D
(208) (209) (210) (211) (212) (213) (214) (215) (216) (217) (218) (219) (220) (221) (222) (223)
1101 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 DA DB DC DD DE DF
Note

\
S T U V W X Y Z
E
4
(224) (225) (226) (227) (228) (229) (230) (231) (232) (233) (234) (235) (236) (237) (238) (239)
1110 E0 E1 E2 E3 E4 E5 E6 E7 E8 E9 EA EB
EF
EC ED EE
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
F
(240) (241) (242) (243) (244) (245) (246) (247) (248) (249) (250) (251) (252) (253) (254) (255)
1111 F0 F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 F8 F9 FA FB FC FD FE FF

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful