Anda di halaman 1dari 6

MATA KULIAH PENGANTAR EKONOMI PERIKANAN

MUNAWWAR KHALIL,S.Pi.,M.Si

PENDAHULUAN

A. Batas Wilayah Pesisir Wilayah pesisir adalah wilayah peralihan antara daratan dan lautan. Ditinjau dari garis pantai, suatu wilayah pesisir memiliki dua macam batas, yaitu batas yg sejajar garis pantai (long shore) dan batas yg tegak lurus thd garis pantai (cross-shore). B. Potensi Pembangunan Wil. Pesisir dan Lautan Potensi pembangunan yg tdp di WPL dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: 1. Sumberdaya dapat pulih (renewable resources). 2. Sumberdaya tidak dapat pulih (non-renewable resources). 3. Jasa-jasa lingkungan (environmental service)

> Sumberdaya dapat pulih terdiri atas hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun, rumput laut dan sumberdaya perikanan laut. > Sumberdaya tidak dapat pulih meliputi seluruh mineral dan geologi, misalnya mineral terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas A (mineral strategis, misalnya minyak bumi, gas, dan batu bara); kelas B (mineral vital, meliputi emas, timah, nikel, bauksit, biji besi, dan kromit), dan kelas C (mineral industri termasuk bahan bangunan dan galian seperti granit, kapur, tanah liat, dan pasir). > Jasa-jasa lingkungan dimaksud meliputi fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energi, sarana pendidikan dan penelitian, pertahanan dan keamanan, penampungan limbah, pengatur iklim, kawasan perlindungan (konservasi dan preservasi) dan sistem penunjang kehidupan serta fungsi ekologis lainnya.

C. Permasalahan Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan Aktivitas perekonomian utama yang menimbulkan permasalahan pengelolaan sumberdayaa dan lingkungan wilayah pesisir dan lautan, yaitu: 1. Perkapalan dan transportasi (tumpahan minyak, limbah padat dan kecelakaan). 2. Pengilangan minyak dan gas (tumpahan minyak, pembongkaran bahan pencemar, konversi kawasan pesisir). 3. Perikanan (over fishing, pencemaran pesisir, pemasaran dan distribusi, modal dan tenaga/keahlian). 4. Budidaya perairan (ekstensifikasi dan konversi hutan). 5. Pertambangan (penambangan pasir dan terumbu karang). 6. Kehutanan (penebangan dan konversi hutan). 7. Industri (reklamasi dan pengerukan tanah). 8. Pariwisata (pembangunan infrastruktur dan pencemaran air).

D. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Wil. Pesisir dan Lautan Tujuan jangka panjang pembangunan wil. Pesisir dan lautan a.l: 1. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha. 2. Pengembangan program dan kegiatan yang mengarah kepada peningkatan dan pemanfaatan secara optimal dan lestari sumberdaya di wilayah pesisir dan lautan. 3. Peningkatan kemampuan peran serta masyarakat pantai dalam pelestarian lingkungan, dan 4. Peningkatan pendidikan, latihan, riset, dan pengembangan di wilayah pesisir dan lautan.

Sasaran pembangunan wilayah pesisir dan lautan adalah: 1. Terwujudnya kedaulatan atas wilayah perairan Indonesia dan yurisdiksi nasional dalam wawasan nusantara. 2. Terciptanya industri kelautan yang kukuh dan maju yang didorong oleh kemitraan usaha yang erat antara badan usaha koperasi, negara dan swasta. 3. Pendayagunaan sumberdaya laut yang didukung oleh sumberdaya manusia yang berkualitas, maju, dan profesional dengan iklim usaha yang sehat. 4. Pemanfaatn ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga terwujud kemampuan untuk mendayagunakan potensi laut guna peningkatan kesejahteraan rakyat secara optimal. 5. Terpeliharanya kelestarian fungsi lingkungan hidup.