P. 1
Dakwaan Dan Upaya Hukum 1

Dakwaan Dan Upaya Hukum 1

|Views: 159|Likes:
Dipublikasikan oleh Ida Bagus Wiratama

More info:

Published by: Ida Bagus Wiratama on Nov 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2015

pdf

text

original

1

be created by DJOKO SARWOKO, be created by DJOKO SARWOKO TUADAWAS MA RI

11/29/2012

1

PERMASALAHAN SURAT DAKWAAN DAN UPAYA HUKUM

OLEH : DJOKO SARWOKO

FUNGSI & PERAN SURAT DAKWAAN
1.DARI SISI KEPENTINGAN JPU Surat dakwaan sebagai dasar pelimpahan perkara dengan acara biasa, agar perkara diperiksa dan diputus dalam sidang Pengadilan, proses selanjutnya “dakwaan menjadi dasar pembahasan Yuridis sebagai dasar penuntutan yang kemudian juga merupakan dasar untuk menentukan upaya hukum terhadap putusan yang dijatuhkan hakim .
be created by DJOKO SARWOKO, TUADAWAS MA RI 3

dapat menjadi dasar untuk menyampaikan notakeberatan (eksepsi).Sisi kepentingan terdakwa/penasihat hukum.SISI KEPENTINGAN TERDAKWA/PENASIHAT HUKUM 2. analisa pembuktian. mempersiapkan nota pembelaan. memori kasasi dan atau upaya hukum lainnya . TUADAWAS MA RI 4 . dalam rangka menangkis tuntutan JPU. sebagai pembahasan yuridis didalam proses persidangan di Pengadilan. be created by DJOKO SARWOKO. penyusunan memori banding.

SISI KEPENTINGAN HAKIM
3.Surat dakwaan bagi hakim dapat menjadi arah pemeriksaan perkaranya, sekaligus akan memberikan limitasi (pembatasan dimensi ruang lingkup) pemeriksaan, dasar analisa proses pembuktian, pertimbangan hukum & pengambilan putusan guna menentukan bersalah/tidaknya terdakwa sebagai klimaksnya hasil pemeriksaan perkara.
be created by DJOKO SARWOKO, TUADAWAS MA RI 5

PERSYARATAN DITENTUKAN UU

Begitu petingnya fungsi surat dakwaan tersebut, maka tidak berkelebihan lah jika Undang undang menentukan beberapa syarat penting (persyaratan formil & materiel) adalah dimaksudkan agar sisisisi Kepentingan dari ketiga fihak (JPU Terdakwa/PH dan Hakim) dapat secara utuh terakomodir didalamnya .
be created by DJOKO SARWOKO, TUADAWAS MA RI 6

MASALAH-MASALAH YG SERING TIMBUL DARI SURAT DAKWAAN
1. Masalah muncul karena didalam berkas pemeriksaan penyidikan, terdapat kekurangan atau kelemahan tehnis, aspek prosedural yg tidak terpenuhi, yang dapat mengakibatkan hasil penyidikan cacat hukum, dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar menyusun dakwaan 2. Kekurang lengkapan berita acara pemeriksaan disebabkan karena tidak adanya sinkronisasi & kurangnya koordinasi antara penyidik dengan JPU, pada tingkat penyidikan & pemberkasan.
be created by DJOKO SARWOKO, TUADAWAS MA RI 7

be created by DJOKO SARWOKO.3. TUADAWAS MA RI 8 . sehingga out putnya & implementasinya didalam praktek berbeda sangat tajam bahkan terkadang bertentangan secara diametral.Karena adanya diferensiasi fungsional maka sering terjadi pengkotak-kotakan cara berfikir aparat penegak hukum mengakibatkan seringnya terjadi perbedaan persepsi terhadap suatu permasalahan hukum padahal UU nya sama namun masing-masing aparat penegak hukum tsb memberikan pemaknaan yg saling berbeda.

be created by DJOKO SARWOKO.4. TUADAWAS MA RI 9 . sehingga tidak dapat mengungkapkan peristiwa pidana yang senyatanya telah terjadi secara tuntas.  Hal mana akan menjadi beban yang amat berat bagi JPU didalam pembuktian perkaranya dan dapat mengakibatkan kandasnya dakwaan JPU.Kurang lengkapnya aspek tehnis yg menyangkut pembuktian maupun kurang terfokusnya proses pemeriksaan penyidikan.

PERUBAHAN SURAT DAKWAAN. dengan tujuan untuk menyempurnakan surat dakwaan ataupun untuk tidak melanjutkan proses penuntutan. Perubahan dakwaan hanya dapat dilakukan satu kali.    Jaksa/PU. se-lambat2nya tujuh hari sebelum persidangan dimulai. TUADAWAS MA RI 10 . dapat mengubah surat dakwaan sebelum ditetapkan hari sidang. be created by DJOKO SARWOKO. Perubahan dakwaan tsb disampaikan turunannya kepada tersangka/PH dan penyidik.

menegakkan hukum & keadilan dan pada sisi lain tetap menjaga keseimbangan. TUADAWAS MA RI 11 . tidak mengakibatkan terjadinya nebis in idem. be created by DJOKO SARWOKO.SEJAUH MANA PERUBAHAN DAKWAAN DIBENARKAN  Didalam KUHAP. agar kepentingan untuk pembelaan bagi terdakwa tidak terabaikan/dilanggar. masih dalam bingkai mencari kebenaran materiel. dengan demikian bermakna bahwa “sepanjang masih dalam tenggang waktu. tidak secara tegas mengatur nya.

1 b.dakwaan batal demi hukum. agar dapat diajukan kembali dengan terlebih dahulu memperbaiki surat dakwaan be created by DJOKO SARWOKO. selanjutnya berkas perkara dikembalikan kepada JPU. huruf.2.DAKWAAN BATAL DEMI HUKUM   Surat dakwaan harus memenuhi syarat formel & materiel sesuai dengan pasal.143 KUHAP. Surat dakwaan yg tidak memenuhi syarat2 seperti tersebut dalam ayat. TUADAWAS MA RI 12 .Dalam hal dakwaan dinyatakan batal demi hukum.maka status penahanan Terdakwa harus ditentukan didalam amar putusan ”terdakwa dibebaskan dari tahanan”.

Selain eksepsi psl. Error Impersona. Jalur yg berkaitan dng kewenangan (kompetensi) untuk memeriksa dan mengadili perkaranya (absolut & relatif). Jalur dakwaan batal demi hukum/dakwaan tidak dapat diterima. rei yudicatae (ne bis in idem). 156 KUHAP. 2.terdapat eksepsi lain: obscuur libel. peremtoar (kadaluwarsa). telah membuka akses bagi terdakwa/PH untuk mengajukan eksepai yg intinya dapat ditempuh melalui dua jalur : 1. be created by DJOKO SARWOKO.NOTA KEBERATAN EKSEPSI Hukum acara pidana(KUHAP)pasal: 156. TUADAWAS MA RI 13 .

SURAT DAKWAAN JUGA MEMPENGARUHI UPAYA HUKUM  Konsekwensi yuridis dakwaan. putusan ”onstlaag van alle rechts vervolging“ terhadap kedua putusan tsb tidak dapat diajukan banding. maka akan terdapat bbrp kemungkinan misalnya: putusan yg menyatakan tidak terbukti melakukan perbuatan pidana (bebas murni (vrijs praak). TUADAWAS MA RI 14 . akan tetapi upaya hukumnya adalah kasasi &J PU wajib membuktikan bahwa “pembebasan tidak murni” sebagai entry point. be created by DJOKO SARWOKO. sebagai dasar pemeriksaan perkara yg dikaitkan dengan pembuktian. perbuatan terdakwa terbukti tetapi bukan merupakan perbuatan pidana.

DAKWAAN KUMULASI & SPLITSING PERKARA  Dakwaan komulasi (multiple) yg tersusun secara berangkai dari beberapa surat dakwaan. Terdakwa pada saat yg sama tlh menghadapi gabungan dakwaan secara simultan . TUADAWAS MA RI 15 . atau deel neming. konkursus. be created by DJOKO SARWOKO. untuk menggambarkan bhw didalam dakwaan tsb terdapat beberapa perbuatan pidana yg didakwakan harus dibuktikan yg sering disebut sebagai: samen loop.

tetapi merupakan suatu pelaksanaan dari permufakatan jahat yg dilakukan oleh mereka sebelumnya. 2.PENGGABUNGAN PERKARA  Beberapa tindak pidana yg dilakukan seorang yg sama dan kepentingan untuk penggabungannya tidak ada halangannya beberapa tindak pidana yg ada sangkut pautnya satu sama lain (Innerlijke samen hang). be created by DJOKO SARWOKO. dengan kriteria sebagai berikut: 1. Tindak pidana dilakukan oleh lebih dari satu orang yg bekerja sama dan dilakukan pada saat bersamaan. Tindak pidana yg dilakukan oleh lebih dari satu orang pada saat dan tempat yg berbeda. TUADAWAS MA RI 16 .

3. be created by DJOKO SARWOKO. Beberapa tindak pidana yg tidak bersangkut paut satu sama lainnya ada hubungan yg dalam hal ini penggabungan tersebut diperlukan bagi kepentingan pemeriksaan perkara. Tindak pidana dilakukan oleh satu orang atau lebih dengan maksud mendapatkan alat yg akan mereka pergunakan untuk melakukan perbuatannya. TUADAWAS MA RI 17 . 4.

kumulasi korupsi dan ekonomi. komulasi dalam konkursus. TUADAWAS MA RI 18 .JENIS-JENIS DAKWAAN KUMULASI Didalam praktek dakwaan kumulasi dibedakan dalam bentuk:  Kumulasi dalam penyertaan. komulasi tipid sus dan tipidum. bahkan sesuai dengan perkembangan hukum pidana pada saat ini lebih kompleks sesuai dengan dimensi perkara. kumulasi antara Tipikor dengan TPPU. be created by DJOKO SARWOKO.

141 KUHAP. TUADAWAS MA RI 19 . maka JPU dapat melakukan penuntutan secara terpisah be created by DJOKO SARWOKO.SPLITSING PERKARA  Jika pasal: 141 KUHAP mengatur ttg penggabungan perkara. maka pasal: 142 KUHAP mengatur ttg pemecahan (splitsing) perkara “dalam hal JPU menerima berkas perkara yg memuat beberapa tindak pidana yg dilakukan oleh beberapa orang tersangka yg tidak termasuk dalam ketentuan psl.

proses pemeriksan perkaranyapun akan dilakukan secara terpisah. maka terhadap setiap terdakwa akan didakwa secara sendiri-sendiri. pemisahan perkara menjadi sangat penting dalam perkara tersebut kekurangan alat bukti saksi. TUADAWAS MA RI 20 . Pemisahan/splitsing berkas perkara oleh JPU. be created by DJOKO SARWOKO. sehingga dengan pemecahan perkara dapat memungkinkan adanya tambahan bukti saksi (antara terdakwa yg satu dengan yg lain akan menjadi saksi secara timbal balik).

PENGERTIAN UPAYA HUKUM PASAL PSL 1 AYAT 12 UPAYA HUKUM ADALAH HAK TERDAKWA ATAU PENUNTUT UMUM UNTUK TIDAK MENERIMA PUTUSAN PENGADILAN YANG BERUPA FERLAWANAN ATAU BANDING ATAU KASASI ATAU HAK TERPIDANA UNTUK MENGAJUKAN PERMOHONAN PK DALAM HAL SERTA MENURUT CARA YANG DIATUR DALAM UU INI be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 21 .

UPAYA HUKUM BIASA (BAB XVI BAGIAN KETIGA DAN BAB XVII) "UPAYA HUKUM YANG DAPAT DIAJUKAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN YANG BELUM BERKEKUATAN HUKUM TETAP YANG DALAM BENTUK PERLAWANAN. BANDING DAN KASASI" be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 22 .

TUADAWAS MA RI 23 . DALAM BENTUK KASASI DEMI KEPENTINGAN HUKUM DAN PK PUTUSAN YANG BHT be created by DJOKO SARWOKO.UPAYA HUKUM LUAR BIASA (BAB XVIII) UPAYA HUKUM YANG DAPAT DIAJUKAN TERHADAP SEMUA PUTUSAN PENGADILAN YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP.

UPAYA HUKUM PERLAWANAN TERHADAP PUTUSAN TENTANG “KEBERATAN / EKSEPSI” (EKS PSL 156 KUHAP) be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 24 .

PENGERTIAN KEBERATAN / EKSEPSI PENGERTIAN EKSEPSI ATAU EXCEPTION ADALAH: • TANGKISAN (PLEAD) ATAU PEMBELAAN YANG TIDAK MENGENAI ATAU TIDAK DITUJUKAN TERHADAP “MATERI POKOK” SURAT DAKWAAN. TUADAWAS MA RI 25 . • TETAPI KEBERATAN ATAU PMBELAAN DITUJUKAN TERHADAP CACAT “FORMIL” YANG MELEKAT PADA SURAT DAKWAAN be created by DJOKO SARWOKO.

PRINSIP PENGAJUAN KEBERATAN / EKSEPSI JIKA DIPERHATIKAN PSL 156 (1) Pengajuan keberatan yang menyangkut pembelaan atas alasan “formil” oleh terdakwa atau penasihat hukumnya adalah “Hak” dengan ketentuan: • PRINSIP HARUS DIAJUKAN PADA “SIDANG PERTAMA” • YAKNI “SESAAT” ATAU “SETELAH” PENUNTUT UMUM MEMBACA SURAT DAKWAAN • BILA PENGAJUAN DILUAR TENGGANG YANG DISEBUTKAN. KECUALI MENGENAI EKSEPSI KEWENANAGN MENGADILI YANG DISEBUT DALAM PASAL 156 (7) be created by DJOKO SARWOKO. EKSEPSI TIDAK PERLU DITANGGAPI PENUNTUT UMUM DAN PN. TUADAWAS MA RI 26 .

KLASIFIKASI KEBERATAN / EKSEPSI I.PRAKTEK PERADILAN be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 27 . UNDANG-UNDANG LAIN III. PASAL 156 (1) KUHAP II.

PASAL 156 (1) KUHAP • PENGADILAN TIDAK BERWENANG MENGADILI PERKARANYA • DAKWAAN TIDAK DAPAT DITERIMA • DAKWAAN HARUS DIBATALKAN be created by DJOKO SARWOKO. KEBERATAN / EKSEPSI EX. TUADAWAS MA RI 28 .I.

TUADAWAS MA RI 29 .KEBERATAN / EKSEPSI KEWENANGAN MENGADILI 1.SECARA ABSOLUT 2.SECARA RELATIF be created by DJOKO SARWOKO.

KELIRU BENTUK DAKWAAN YANG DIAJUKAN 1. be created by DJOKO SARWOKO. EXCEPTION IN PERSONAM 3. EKSEPSI KELIRU SISTIMATIKA DAKWAAN SUBSIDAIRITAS 4.KEBERATAN / EKSEPSI DAKWAAN TIDAK DAPAT DITERIMA EKSEPSI SUBJUDICE 2. TUADAWAS MA RI 30 .

4.KEBERATAN / EKSEPSI DAKWAAN “BATAL” ATAU BATAL DEMI HUKUM tidak memenuhi pasal 143 (2) KUHAP 1. JELAS LENGKAP URAIAN TENTANG TINDAK PIDANA YANG DIDAKWAKAN be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 31 . 3. 2. TIDAK MEMUAT TANGGAL DAN TANDA TANGAN TIDAK SECARA LENGKAP MENYEBUT IDENTITAS TERDAKWA TIDAK MENYEBUT LOCUS DELICTI DAN TEMPUS DELICTI TIDAK CERMAT.

KEWENANGAN ATAU HAK UNTUK MENUNTUT HAPUS ATAU GUGUR TUNTUTAN PENUNTUT UMUM TIDAK DAPAT DITERIMA LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 32 . 3. EKSEPSI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG LAIN DAN PRAKTEK PERADILAN 1.II. 2.

EKSEPSI KEWENANGAN ATAU HAK UNTUK MENUNTUT HAPUS ATAU GUGUR 1. IN IDEM (PASAL 76 KUHP) EXCEPTION IN TEMPORES (PASAL 78 KUHP) TERDAKWA MENINGGAL DUNIA (PASAL 77 KUHP) be created by DJOKO SARWOKO. 3. TUADAWAS MA RI 33 . EXCEPTION JUDICATE ATAU NE BIS 2.

PENYIDIKAN TIDAK MEMENUHI KETENTUAN PASAL 56 (1) KUHAP 2. TIDAK MEMENUHI SYARAT “DELIK ADUAN”.EKSEPSI TUNTUTAN PENUNTUT UMUM TIDAK DAPAT DITERIMA 1. TUADAWAS MA RI 34 . be created by DJOKO SARWOKO.

EKSEPSI LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM JIKA PERBUATAN YANG DIDAKWAKAN KEPADA TERDAKWA TERBUKTI. TUADAWAS MA RI 35 . TETAPI PERBUATAN ITU TIDAK MERUPAKAN SESUATU TINDAK PIDANA be created by DJOKO SARWOKO.

• • • PUTUSAN AKHIR UNTUK EKSEPSI . DAKWAAN TIDAK DAPAT DITERIMA SURAT DAKWAAN HARUS DIBATALKAN PASAL 156 (1) KUHAP TUNTUTAN PENUNTUT UMUM TIDAK DAPAT DITERIMA KEWENANGAN ATAU HAK UNTUK MENUNTUT HAPUS ATAU GUGUR LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM be created by DJOKO SARWOKO. PUTUSAN SELA   EKSEPSI KEWENANGAN MENGADILI. TUADAWAS MA RI 36 2.PUTUSAN TERHADAP EKSEPSI 1.

UPAYA HUKUM   TERHADAP PUTUSAN SELA MENGENAI EKSEPSI EX PASAL 156 (1) KUHAP. (3) KUHAP) TERHADAP PUTUSAN AKHIR MENGENAI EKSEPSI LAINNYA ADALAH BANDING be created by DJOKO SARWOKO. PERLAWANAN KEPADA PENGADILAN TINGGI (PASAL 156 (2). TUADAWAS MA RI 37 .

TUADAWAS MA RI 38 . 156 (2) MEMBERI WEWENANG KEPADA HAKIM UNTUK “MENERIMA” (MENGABULKAN) ATAU TIDAK MENERIMA (MENOLAK) EKSEPSI YANG DIAJUKAN TERDAKWA ATAU PENASIHAT HUKUM.JENIS PUTUSAN EKSEPSI PS. ATAU DIPUTUS SETELAH SELESAI PEMERIKSAAN be created by DJOKO SARWOKO.

PENGERTIAN PERLAWANAN
PERLAWANAN ADALAH “UPAYA HUKUM” YANG DAPAT DILAKUKAN ATAU YANG DAPAT DIBENARKAN TERHADAP PUTUSAN SELA YANG DIJATUHKAN HAKIM (PENGADILAN NEGERI) MENGENAI EKSEPSI, KHUSUSNYA EKSEPSI KEWENANGAN MENGADLI
be created by DJOKO SARWOKO, TUADAWAS MA RI 39

INSTANSI YANG BERWENANG

YANG BERWENANG MEMERIKSA DAN MEMUTUS PERLAWANAN TERHADAP PUTUSAN EKSEPSI ADALAH PENGADILAN TINGGI

be created by DJOKO SARWOKO, TUADAWAS MA RI

40

YANG BERHAK MENGAJUKAN PERLAWANAN

1.PENUNTUT UMUM 2.TERDAKWA
be created by DJOKO SARWOKO, TUADAWAS MA RI 41

PROSES PENYELESAIAN PENGADILAN TINGI   Pengadilan Tinggi harus segera memeriksa dan memutus perlawanan paling lambat 14 hari dari tanggal penerimaan (registrasi) dan langsung segera menyampaikan putusan ke Pengadilan Negeri Perlawanan diterima Pengadilan Tinggi kalau Pengadilan Tinggi “menerima” (mengabulkan) perlawanan berarti : be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 42 .

     Pengadilan Tinggi membatalkan putusan sela Menyatakan Pengadilan negeri “tidak berwenang” mengadili Menunjuk Pengadilan (Pengadilan Negeri) yang berwenang untuk itu dan memerintahkan untuk segera melakukan pemeriksaan Putusan Pengadilan Tinggi atas pengabulan. langsung “final” tidak bisa dibanding atau kasasi Pengadilan Negeri segera mengembalikan berkas perkara kepada Penuntut Umum untuk dilimpahkan kepada pengadilan yang ditunjuk dalam putusan Pengadilan Tinggi be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 43 .

PENGIRIMAN BERKAS KE PENGADILAN TINGGI 1. Pengadilan Negeri menghentikan ”atau tidak melanjutkan” pemeriksaan perkara be created by DJOKO SARWOKO. EKSEPSI DITERIMA (DIKABULKAN) apabila hakim mengabulkan eksepsi tentang tidak berwenang mengadili dan atas pengabulan itu. maka menurut pasal 156 (2): Dengan pengabulan itu. Penuntut Umum. mengajukan perlawanan ke Pengadilan Tinggi. TUADAWAS MA RI 44 .

 Namun demikian dengan menyampaikan salinan putusan sela sajapun dianggap memadai bagi Pengadilan Tinggi untuk mengambil putusan be created by DJOKO SARWOKO.Karena pemeriksaan tidak dilanjutkan maka:  Tidak ada halangan untuk mengirimkan seluruh berkas perkara ke Pengadilan Tinggi dalam rangka penyelesaian perlawanan yang diajukan Penuntut Umum. TUADAWAS MA RI 45 .

tidak boleh dihentikan. EKSEPSI DITOLAK (tidak diterima)  Sesuai dengan ketentuan pasal 156 (2) KUHAP apabila hakim “menolak” (tidak menerima eksepsi tentang Kewenangan mengadili yang diajukan terdakwa / Penasihat Hukumnya   Pemeriksaan perkara terus dilanjutkan Meskipun terdakwa / penasihat hukumnya mengajukan perlawanan ke Pengadilan Tinggi. be created by DJOKO SARWOKO. pemeriksaan perkara tetap dilanjutkan.2. TUADAWAS MA RI 46 .

156 (2) tidak terhalang maka :  Pengadilan negeri “tidak dibenarkan” mengirimkan berkas ke Pengadilan Tinggi  Yang disampaikan hanya salinan putusan sela saja be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 47 .Agar proses pemeriksaan yang diperintahkan Ps.

be created by DJOKO SARWOKO. 3 dan 4 yang mengatur tentang sistem penyelesaian eksepsi “kewenangan mengadili secara relatif”. TUADAWAS MA RI 48 . untuk mengetahui dengan pasti eksepsi apa yang dimaksud. harus didekati melalui metode “sistematika” dikaitkan dengan teori “ellipsis” ketentuan ayat (5) ini merupakan rangkaian dari ayat 2.KONTRUKSI PENERAPAN PERLAWANAN YANG DIAJUKAN BERSAMAAN DENGAN BANDING 1. EKSEPSI YANG DISEBUT DALAM KETENTUAN AYAT INI yang pertama-tama perlu dipahami adalah mengenai jenis atau bentuk eksepsi apa yang dimaksud dalam pasal 156 (5) huruf a.

TUADAWAS MA RI 49 . Bertitik tolak dari pemikiran di atas “perlawanan” yang diatur dalam ketentuan ini hanya sebatas perlawanan terhadap putusan eksepsi “kompetensi relatif” be created by DJOKO SARWOKO. 3 dan telah mengkhususkan dan memfokuskan pembicaraan / hanya terhadap eksepsi kompetensi relatif saja. sedangkan eksepsi yang lain dianggap cukup singkat pengaturannya.Begitu juga dari sudut “ellipsis” ayat (5) huruf a tidak mengulang-ulang lagi menyebut eksepsi kompetensi relatif didalamnya karena hal itu sudah disebut secara jelas dalam pasal 156 (1) dan ayat 2.

TUADAWAS MA RI 50 . membolehkan penggabungan “perlawanan” bersamasama dengan permintaan “banding”.2. be created by DJOKO SARWOKO. CARA PENGGABUNGAN PERLAWANAN DAN BANDING Seperti yang dijelaskan ps 156 (5) huruf a.

TUADAWAS MA RI 51 . MENOLAK ATAU TIDAK MENERIMA EKSEPSI Terhadap putusan sela.BEBERAPA KEMUNGKINAN TERDAKWA / PENASIHAT HUKUM MENGAJUKAN EKSEPSI KOMPETENSI RELATIF I. PENGADILAN NEGERI MENJATUHKAN PUTUSAN SELA. terdakwa tidak mengajukan perlawanan langsung  Dengan demikian Pengadilan Negeri melanjutkan penyelesaian pemeriksaan yang dibarengi dengan penjatuhan “putusan akhir”  be created by DJOKO SARWOKO.

PENGADILAN NEGERI MENJATUHKAN PUTUSAN SELA YANG MENEGASKAN: EKSEPSI BARU DAPAT DIPUTUS (AKAN) SETELAH PEMERIKSAAN PERKARA SELESAI be created by DJOKO SARWOKO.II. TUADAWAS MA 52 .

PT hrs mentaati ketentuan jangka waktu penyelesaian yang digariskan ps 156 (5) huruf a I. Fokus pemeriksaan be created by DJOKO SARWOKO. Pengadilan Tinggi “memprioritaskan” penyelesaian. TUADAWAS MA RI 53 .Apabila terdakwa/ PHnya mengajukan “perlawanan” bersama-sama dengan permintaan banding. III. Pengadilan Tinggi harus “segera memeriksa” dan memutus • • Paling lambat 14 hari Terhitung dari tanggal diterima (diregistrasi) II.

Perlawanan dikabulkan Pengadilan Tinggi Kalau Pengadilan Tinggi mengabulkan perlawanan. TUADAWAS MA RI 54 . sekaligus dengan sendirinya meliputi “putusan akhir” terhadap pokok perkara – Oleh karena itu putusan PT harus mencantumkan amar – PT menyampaikan salinan putusan be created by DJOKO SARWOKO. hal itu langsung menimbulkan akibat hukum: – PN tidak berwenang mengadili – Dengan demikian pengabulan atas perlawanan yang dibarengi dengan pembatalan putusan eksepsi.IV.

TUADAWAS MA RI 55 . berarti Pengadilan Tinggi membenarkan kewenangan Pengadilan Negeri mengadili perkara dan pemeriksaan maupun putusan akhir yang dijatuhkan Pengadilan Negeri adalah salah be created by DJOKO SARWOKO. Perlawanan ditolak Pengadilan Tinggi Apabila Pengadilan Tinggi menolak perlawanan.V.

4/2004 ) ( PSL 67 BAB XVII BAGIAN KESATU (PSL 233 s/d 243) KUHAP ) be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 56 .UPAYA HUKUM BANDING ( PSL 21 UU NO.

SEGALA SESUATU BERALIH MENJADI TANGGUNG JAWAB JURIDIS PENGADILAN TINGKAT BANDING c. TUADAWAS MA RI 57 .AKIBAT PERMINTAAN BANDING : a. PUTUSAN YANG DIMINTAKAN BANDING TIDAK MEMPUNYAI DAYA EKSEKUSI be created by DJOKO SARWOKO. PUTUSAN PN MENJADI MENTAH KEMBALI b.

2.WEWENANG TK BANDING 1. TUADAWAS MA RI 58 . MELIPUTI SELURUH PEMERIKSAAN DAN PUTUSAN PENGADILAN TINGKAT PERTAMA BERWENANG MENINJAU SEGALA SEGI PEMERIKSAAN DAN PUTUSAN MEMERIKSA ULANG PERKARA SECARA KESELURUHAN be created by DJOKO SARWOKO. 3.

PERBEDAAN UPAYA HUKUM PERLAWANAN DAN BANDING 1. TUADAWAS MA RI 59 . UPAYA PERLAWANAN TIDAK DITUJUKAN TERHADAP PUTUSAN AKHIR be created by DJOKO SARWOKO. UPAYA PERLAWANAN BERSIFAT “INSIDENTIL” 2.

PROSES PEMERIKSAAN PERLAWANAN BERBEDA DENGAN TK BANDING 4. TUADAWAS MA RI 60 . PERLAWANAN HANYA DAPAT DIAJUKAN TERHADAP PUTUSAN ATAU PENETAPAN PN YANG SEGERA LIMITATIF DISEBUT DALAM PASAL-PASAL DARI UU be created by DJOKO SARWOKO.3.

PRINSIP : SEMUA PUTUSAN AKHIR. TUADAWAS MA RI 61 . KECUALI PUTUSAN BEBAS ATAU LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HKM (PSL 67 KUHAP) be created by DJOKO SARWOKO.

TUADAWAS MA RI 62 .1. PUTUSAN PEMIDANAAN DALAM “ACARA BIASA” “ACARA SINGKAT “ ACARA CEPAT APABILA DIJATUHKAN PIDANA PERAMPASAN KEMERDEKAAN” be created by DJOKO SARWOKO.

PUTUSAN YANG MENYATAKAN DAKWAAN TIDAK DAPAT DITERIMA PUTUSAN PRAPERADILAN TERHADAP PENGHENTIAN PENYIDIKAN ATAU PENUNTUTAN be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 63 .

PUTUSAN BEBAS (PSL 191 AYAT1 KUHAP) 2. PUTUSAN ACARA CEPAT KECUALI APABILA DIJATUHKAN PIDANA PERAMPASAN KEMERDEKAAN be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 64 .PUTUSAN YANG MENYATAKAN DAKWAAN TIDAK DAPAT DITERIMA 1. PUTUSAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM (PSL 191 AYAT 2 KUHAP) 3.

PENOLAKAN BANDING DASAR HUKUM : PENJELASAN PSL 233 KUHAP PERMINTAAN BANDING YANG TIDAK SAH : 1. PERMINTAAN BANDING YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT 2. TUADAWAS MA RI 65 . PERMINTAAN BANDING YANG DIAJUKAN SETELAH LEWAT WAKTU be created by DJOKO SARWOKO.

DIKETAHUI DAN DITANDATANGANI OLEH KPN 4.TATA CARA PENOLAKAN BANDING (HAL 161 PEDOMAN PELAKSANAAN KUHAP) 1. BERKAS PERKARA TIDAK DIKIRM be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 66 . PANITERA MEMBUAT “AKTA PENOLAKAN“ PERMOHONAN BANDING 2. AKTA PENOLAKAN DITANDATANGANI OLEH PANITERA DAN PEMOHON 3.

TUADAWAS MA RI 67 . 2. 3. PERMOHONAN DIAJUKAN KEPADA PANITERA PN YANG MEMUTUS POKOK PERKARA PERMOHONAN DIAJUKAN TERHADAP PUTUSAN YANG DAPAT DIMINTAKAN BANDING PERMINTAAN DIAJUKAN DALAM TENGGANG WAKTU YANG DITENTUKAN UU be created by DJOKO SARWOKO.1.

TUADAWAS MA RI 68 .YANG BERHAK MENGAJUKAN PERMINTAAN BANDING TERDAKWA atau 2. PENUNTUT UMUM. ORANG YANG KHUSUS DIKUASAKAN TERDAKWA. TERDAKWA / PENASIHAT HUKUM TERDAKWA DAN PENUNTUT UMUM BERSAMA-SAMA 1. atau 4. be created by DJOKO SARWOKO. atau 3.

TENGGANG WAKTU MEMPELAJARI BERKAS (PSL 236 AYAT 2. TUADAWAS MA RI . KESEMPATAN MENELITI KEASLIAN BERKAS YANG DITERIMA PT 1. 69 be created by DJOKO SARWOKO.14-PW.DI PN .THN1983 3.M.3) .07.HAL-HAL LAIN DARI PEMERIKSAAN TKT BANDING YANG PERLU DIPERTAHANKAN PERMINTAAN BANDING WAJIB DIBERITAHUKAN KEPADA PIHAK LAIN (PSL 233 AYAT 5) 2.03.DI PT 4. TENGGANG WAKTU BERPIKIR (PSL 196 AYAT 3 HURUF a KUHAP DAN ANGKA 14 LAMPIRAN KEPMENKEH NO.

TANPA MEMORI BANDING PERKARA TETAP DIPERIKSA ULANG SECARA KESELURUHAN c. TUADAWAS MA RI 70 .DITERIMA TIDAKNYA BANDING TIDAK TERGANTUNG PADA ADANYA MEMORI BANDING b. PEMERIKSAAN TINGKAT BANDING TIDAK DIGANTUNGKAN PADA MEMORI BANDING a. PENGIRIMAN BERKAS PERKARA TIDAK BOLEH TERGANTUNG KEPADA PENYERAHAN MEMORI BANDING d. be created by DJOKO SARWOKO.

ADA YANG KURANG LENGKAP CATATAN : PEMERIKSAAN TAMBAHAN DAPAT DILAKUKAN OLEH PT SENDIRI ATAU PT MEMERINTAHKAN PN 71 be created by DJOKO SARWOKO. b. d.6. TUADAWAS MA RI . 2. c. KEKELIURAN PENERAPAN HUKUM ACARA 3. TATA CARA PEMERIKSAAN TINGKAT BANDING a. PEMERIKSAAN DENGAN SEKURANG-KURANGNYA 3 ORANG HAKIM PEMERIKSAAN BERDASARKAN BERKAS PERKARA MENDENGAR LANGSUNG PIHAK YANG DIANGGAP PERLU DIMUNGKINKAN DILAKUKAN PEMERIKSAAN TAMBAHAN DALAM HAL : 1. TERHADAP KELALAIAN DALAM PENERAPAN HUKUM ACARA.

MENGUBAH ATAU MEMPERBAIKI AMAR PUTUSAN PN • • • PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KUALIFIKASI TINDAK PIDANA PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN MENGENAI BARANG BUKTI PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN PEMIDANAAN be created by DJOKO SARWOKO.7. PUTUSAN TINGKAT BANDING a. MENGUATKAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI • • • MENGUATKAN PUTUSAN PN “SECARA MURNI” MENGUATKAN PUTUSAN “DENGAN TAMBAHAN PERTIMBANGAN” MENGUATKAN PUTUSAN DENGAN ALASAN PERTIMBANGAN LAIN b. TUADAWAS MA RI 72 .

MEMBATALKAN PUTUSAN PN • • • • • • • ALASAN PEMBATALAN TIDAK SEPENDAPAT DENGAN PENILAIN PEMBUKTIAN APA YANG DIDAKWAKAN TIDAK MERUPAKAN TINDAK PIDANA SURAT DAKWAAN BATAL DEMI HUKUM SURAT DAKWAAN TIDAK DAPAT DITERIMA PEMERIKSAAN DAN PUTUSAN BERTENTANGAN DENGAN PSL 157 DAN 220 PUTUSAN TIDAK MEMUAT HAL-HAL YANG DIRINCI PSL 197 AYAT (1) be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 73 .c.

5 / 2004 jo UU NO. TUADAWAS MA RI 74 .14 / 1985 (BAGIAN KEDUA BAB XVII.KASASI (PSL 22 UU NO. PSL 244 s/d 258 KUHAP be created by DJOKO SARWOKO.4 / 2004) (UU NO.

TUADAWAS MA RI 75 . TERDAKWA / KUASANYA DAN PENUNTUT UMUM SEKALIGUS SECARA BERSAMA-SAMA 1. be created by DJOKO SARWOKO.YANG BERHAK MENGAJUKAN KASASI : TERDAKWA ATAU KUASANYA 2. PENUNTUT UMUM 3.

PUTUSAN YANG DAPAT DIKASASI PUTUSAN YANG DAPAT DIAJUKAN PERMOHONAN PEMERIKSAAN KASASI (PSL 244) : “SEMUA PUTUSAN PERKARA PIDANA YANG DIBERIKAN PADA TINGKAT TERAKHIR OLEH PENGADILAN SELAIN MA KECUALI PUTUSAN BEBAS” be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 76 .

TUADAWAS MA RI 77 .PUTUSAN PENGADILAN (PSL 1 AYAT 1) PERNYATAAN HAKIM YANG DIUCAPKAN DALAM SIDANG TERBUKTI DAPAT BERUPA :  PEMIDANAAN  BEBAS ATAU LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM be created by DJOKO SARWOKO.

PUTUSAN PENGADILAN TINGKAT BANDING PUTUSAN BEBAS SESUAI DENGAN YURISPRUDENSI (MA NO. 2. TUADAWAS MA RI 78 .1.275 K/PID/1983) be created by DJOKO SARWOKO.

2.14-PW.MA/PEMB/2653/1983 PUT MA TANGGAL 15 DESEMBER 1983 NO. KEADILAN DAN KEBENARAN SEMA NO. 3. DEMI HUKUM.03 THN 1983 TENTANG TAMBAHAN PEDOMAN PELAKSANAAN KUHAP BERDASARKAN SITUASI DAN KONDISI.M. ANGKA 19 LAMPIRAN SK MENTERI MENKEH TANGGAL 10 DESEMBER 1983 NO.07.1.275 K/PID/1983 be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 79 .

PENGAJUAN TENGGANG WAKTU YANG DITENTUKAN OLEH UU (PSL 245 (1) KUHAP) .MENGAJUKAN MEMORI KASASI DAN TAMBAHAN MEMORI KASASI DALAM TENGGANG WAKTU MENURUT UU (PSL 248 AYAT (1) KUHAP) AKIBAT PENGAJUAN TERSEBUT LEWAT WAKTU .PASAL 246 AYAT (1) DIANGGAP MEMENUHI PUTUSAN DALAM AYAT (2) HAK KASASI GUGUR . TUADAWAS MA RI 80 .PASAL 248 (4)KUHAP – HAK KASASI GUGUR be created by DJOKO SARWOKO.

APAKAH BENAR CARA MENGADILI TIDAK DILAKSANAKAN MENURUT KETENTUAN UU c.ALASAN KASASI PSL 253 (1) KUHAP a. APAKAH BENAR SUATU PERATURAN HUKUM TIDAK DITERAPKAN ATAU DITERAPKAN TIDAK SEBAGIAMANA MESTINYA b. APAKAH BENAR PENGADILAN TELAH MELAMPUI BATAS WEWENANG be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 81 .

1. 2. TUADAWAS MA RI 82 . 3. 5. 4. KEBERATAN KASASI MENGENAI PUTUSAN PT YANG MENGUATKAN PUTUSAN PN KEBERATAN ATAS PENILAIAN PEMBUKTIAN ALASAN KASASI YANG BERSIFAT PENGULANGAN FAKTA ALASAN YANG TIDAK MENYANGKUT PERSOALAN PERKARA KEBERATAN KASASI ATAS PENGEMBALIAN ALAT BUKTI KEBERATAN KASASI MENGENAI NOVUM be created by DJOKO SARWOKO. 6.

DAPAT MEMUTUS BERDASARKAN ALASAN SENDIRI be created by DJOKO SARWOKO.14/1985 MA TIDAK MENGAMBIL PUTUSAN. TUADAWAS MA RI 83 . MENYATAKAN KASASI TIDAK DAPAT DITERIMA CATATAN : PSL 52 UU NO. TIDAK TERIKAT OLEH ALASAN KASASI. MENOLAK KASASI 2.BENTUK PUTUSAN KASASI 1. MENGABULKAN PERMOHONAN KASASI 3.

MENCIPTAKAN DAN MEMBUAT HUKUM BARU 3. TUADAWAS MA RI 84 .TUJUAN UPAYA HUKUM KASASI : KOREKSI TERHADAP KESALAHAN PUTUSAN PENGADILAN BAWAHAN 2. PENGAWASAN TERCIPTANYA KESERAGAMAN PENERAPAN HUKUM 1. CONTOH : PUT MA TANGGAL 15 DESEMBER 1983 NO. be created by DJOKO SARWOKO.275K/PID 1983 4.

be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 85 .

KASASI DEMI KEPENTINGAN HUKUM (PSL259 AYAT 1) TERHADAP SEMUA PUTUSAN KECUALI PUTUSAN MA. TUADAWAS MA RI 86 . DAPAT DIAJUKAN KASASI DEMI KEPENTINGAN HUKUM DENGAN SYARAT PUTUSAN PENGADILAN ITU TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP DAN HANYA TERBATAS PUTUSAN PN DAN ATAU PT be created by DJOKO SARWOKO.

TUADAWAS MA RI 87 . 2. 3. HANYA DAPAT DIAJUKAN SEKALI YANG DAPAT MENGAJUKAN PERMINTAAN KASASI DEMI KEPENTINGAN HUKUM HANYA JAKSA AGUNG KARENA JABATANNYA PUTUSAN KASASI DEMI KEPENTINGAN HUKUM TIDAK BOLEH MERUGIKAN PIHAK YANG BERKEPENTINGAN TIDAK ADA TENGGANG WAKTU UNTUK MENGAJUKAN KASASI DEMI KEPENTINGAN HUKUM be created by DJOKO SARWOKO. 4.1.

TUADAWAS MA RI 88 .4/2004.PENINJAUAN KEMBALI (PSL 23 UU NO. PSL 263 s/d PSL 269 ) be created by DJOKO SARWOKO.

TUADAWAS MA RI 89 . KECUALI PUTUSAN BEBAS ATAU LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM. TERPIDANA ATAU AHLI WARISNYA DAPAT MENGAJUKAN PERMINTAAN PENINJAUAN KEMBALI KEPADA MAHKAMAH AGUNG be created by DJOKO SARWOKO.TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN YANG TELAH MEMPEROLEH KEKUATAN HUKUM TETAP.

TUADAWAS MA RI 90 . 2.1. DAPAT DIAJUKAN TERHADAP SEMUA PUTUSAN PENGADILAN YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP TIDAK DAPAT DIAJUKAN TERHADAP PUTUSAN BEBAS DAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM be created by DJOKO SARWOKO.

YANG DAPAT MENGAJUKAN PK 91 BERDASARKAN PSL 263 AYAT 1 .AHLI WARIS BERDASARKAN YURISPRUDENSI  JAKSA (MA NO. TUADAWAS MA RI .3 PK/PID/2001)  PIHAK KETIGA YANG BERKEPENTINGAN (PUT MA NO.59 PK/PID/2006) be created by DJOKO SARWOKO.55 PK/PID/2006.55 PK/PID/1996 DAN MA NO. PUT MA NO.TERPIDANA . MA NO.4 PK PID/2000.

1. APABILA DALAM BERBAGAI PUTUSAN TERDAPAT SALING BERTENTANGAN 3. APABILA TERDAPAT KEKHILAFAN HAKIM ATAU SUATU KEKELIRUAN YANG NYATA be created by DJOKO SARWOKO. APABILA TERDAPAT KEADAAN BARU 2. TUADAWAS MA RI 92 .

TUADAWAS MA RI 93 .TATA CARA MENGAJUKAN PK 1. PANITERA MEMBUAT AKTA PERMINTAAN PK CATATAN : TIDAK ADA BATASAN WAKTU UNTUK MENGAJUKAN PK be created by DJOKO SARWOKO. PERMINTAAN DIAJUKAN KEPADA PANITERA PN YANG MEMUTUS PERKARA 2.

JPU DIMANA MEREKA DAPAT MENYAMPAIKAN PENDAPATNYA DIBUAT BERITA ACARA SIDANG DAN BERITA ACARA PENDAPAT be created by DJOKO SARWOKO. 4.1. KETUA PN MENUNJUK HAKIM YANG AKAN MEMERIKSA OBJEK PEMERIKSAAN SIDANG TIDAK DIPERKENANKAN MEMERIKSA HAL-HAL YANG BERADA DILUAR ALASAN PK YANG DIAJUKAN OLEH PEMOHON SIFAT PEMERIKSAAN RESMI DAN TERBUKA UNTUK UMUM DIHADIRI OLEH PEMOHON. 2. 3. TUADAWAS MA RI 94 .

TUADAWAS MA RI . 2. 3. PERMINTAAN DINYATAKAN TIDAK DAPAT DITERIMA PUTUSAN MENOLAK PERMINTAAN PK PUTUSAN YANG MEMBENARKAN ALASAN PK 95 be created by DJOKO SARWOKO.PUTUSAN PK 1.

PERMINTAAN PK TIDAK MENANGGUHKAN PELAKSANAAN PUTUSAN 3. TUADAWAS MA RI 96 . PERMINTAAN PK HANYA DAPAT DILAKUKAN SEKALI be created by DJOKO SARWOKO. PIDANA YANG DIJATUHKAN TIDAK BOLEH MELEBIHI PUTUSAN SEMULA 2.BEBERAPA ASAS DALAM PK 1.

1 THN 1969 PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NO.14 THN 1970 (UU POKOK KEKUASAAN KEHAKIMAN) UU NO. 2.1.8 THN 1981 UU NO. 4. 3. TUADAWAS MA RI 97 . REGLEMENT OF DE STRAF VORDERING PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NO. 6.4 THN 2004 be created by DJOKO SARWOKO. 5.1 THN 1980 UU NO.

”  be created by DJOKO SARWOKO. TUADAWAS MA RI 98 .Terima kasih atas perhatiannya  Atas segala kekurangan dalam penyajian mohon dimaafkan karena : “Seluas-luasnya pikiran manusia pasti lebih luas lautan ilmu pengetahuan….

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->