Anda di halaman 1dari 14

Investasi Dalam Sekuritas Hutang dan Ekuitas

Disusun Untuk Nilai UAS Pada Mata Kuliah Akuntansi Keuangan II

Artikel

Oleh La Ode Aliman H NIM. 921 410 178

PRODI S1 AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO GORONTALO 2012

ABSTRAK Investasi merupakan komitmen saat ini untuk alokasi sumber daya tertentu untuk periode waktu tertentu dengan mengharapkan penerimaan sumber daya dimaksud dimasa depan sebagai kompensasi bagi investor atas waktu pelaksanaan komitmen, tingkat inflasi yang diharapkan dan resiko atas ketidakpastian pembayaran. Salah satu alasan utama berinvestasi adalah mempersiapkan masa depan sedini mungkin melalui perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan keuangan saat ini. Investasi terbagi atas dua yaitu investasi dalam sekuritas ekuitas dan investasi sekuritas hutang. Sekuritas ekuitas digambarklan sebagai sekuritas yang menunjukan bagian kepemilikan seperti saham biasa, saham preferen atau modal saham lainnya. Sedangkan Sekuritas hutang adalah instrumen yang menunjukan hubungan kreditur dengan suatu perusahaan. Dalam artikel ini penulis akan membahas bagaimana akuntansi untuk investasi dalam sekuritas hutang dan ekuitas bervariasi menurut maksud manajemen.

Kata kunci: sekuritas ekuitas, sekuritas hutang

A. PENDAHULUAN Dewasa ini persaingan dalam dunia bisnis berkembang begitu pesat. Dalam maningkatkan pendapatan perusahaan, salah satu upaya yang dilakukan oleh manajemen yaitu melakukan investasi baik itu investasi dalam sekuritas hutang ataupun investasi dalam sekuritas ekuitas. Investasi adalah aktivitas ekonomi yang mengorbankan konsumsi pada hari ini untuk meningkatkan output untuk masa depan. Perusahaan mempunyai motivasi yang berbeda untuk melakukan investasi dalam sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan lain. Salah satu motivasinya adalah untuk memdapatkan tingkat pengembalian yang tinggi. Motivasi lain dari berinvestasi dalam sekuritas ekuitas adalah untuk mengamankan operasi atau perjanjian pembiayaan tertentu dengan perusahaan lain. Guna memberikan informasi yang bermanfaat, perusahaan memperhitungkan investasi berdasarkan jenis sekuritas (hutang atau ekuitas) dan maksud manajemen berkaitan dengan investasi tersebut. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis akan

membahas bagaimana akuntansi untuk investasi dalam sekuritas hutang dan ekuitas bervariasi menurut maksud manajemen.

B. LANDASAN TEORI 1. Pengertian Investasi Menurut Pratomo & Nugraha (2001, p.3), berinvestasi pada dasarnya adalah membeli suatu aset yang diharapkan dimasa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Salah satu alasan utama berinvestasi adalah mempersiapkan masa depan sedini mungkin melalui perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan keuangan saat ini. Secara teoritis pengertian investasi menurut Reilly & Norton (2003: p.5) adalah investasi merupakan komitmen saat ini untuk alokasi sumber daya tertentu untuk periode waktu tertentu dengan mengharapkan penerimaan sumber daya dimaksud dimasa depan sebagai kompensasi bagi investor atas waktu pelaksanaan komitmen, tingkat inflasi yang diharapkan dan resiko atas ketidakpastian pembayaran. Dalam bukunya, Jogiyanto mengungkapkan (2009, p.5), investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu yang tertentu. Tujuan dari kegiatan investasi menurut Jones (2002, p.3), yakni untuk meningkatkan kesejahteraan baik disaat sekarang, maupun pada masa yang akan datang. Umumnya investasi dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Investasi pada aset-aset finansial (financial assets), dan b. Investasi pada aset-aset riil (real a ssets). Investasi pada aset-aset finansial dilakukan di pasar uang, misalnya berupa sertifikat deposito, commercial paper, surat berharga pasar uang, dan lainnya. Investasi dapat juga dilakukan di pasar modal, misalnya berupa saham, obligasi, waran, opsi, dan lain-lain. Sedangkan investasi pada aset-aset riil dapat berbentuk pembelian aset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya seperti yang diungkapkan oleh Halim (2005, p.4).

Investasi ke dalam aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung dan tidak langsung. Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjual-belikan di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (deriva tive m arket). Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva yang tidak dapat diperjual-belikan, contohnya tabungan di bank atau sertifikat deposito. Sementara itu, investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli surat-surat berharga dari perusahaan investasi yang mempunyai portofolio aktivaaktiva keuangan dari perusahaan lain. (Jogiyanto, 2009: p.7). Setiap orang atau organisasi memiliki tujuannya masing-masing untuk menginvestasikan uangnya kedalam bentuk investasi yang dianggapnya paling menguntungkan. Terdapat empat hal yang mendasari perlunya melakukan investasi menurut Pratomo dan Nugraha (2001, p.6) yaitu: 1. Adanya kebutuhan masa depan yang belum mampu untuk dipenuhi sehingga aset diinvestasikan dahulu untuk mendapatkan return. 2. Keinginan untuk menambah nilai aset. 3. Adanya kebutuhan untuk melidungi nilai aset yang sudah dimiliki 4. Adanya inflasi.

2. Tujuan dan Resiko Investasi Suatu perusahaan melakukan investasi tentunya didasarkan pada tujuan tertentu yang kemungkinan berbeda dengan perusahaan lain. Dalam uraian di depan telah disebutkan bahwa salah satu tujuan investasi adalah untuk mencari keuntungan. Secara umum tujuan investasi memang mencari untung, tetapi bagi perusahaan tertentu kemungkinan ada tujuan utama yang lain selain untuk mencari untung. Dari tulisan para ahli, diperoleh informasi bahwa pada umumnya tujuan investasi adalah sebagai berikut: a. Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya.

b. Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi, kepentingan sosial. c. Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut. d. Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan. e. Untuk mengurangi persaingan di antara perusahaan-perusahaan yang sejenis. f. Untuk menjaga hubungan antar perusahaan. Samuelson dan Nordhaus (1999:485) mengemukakan bahwa investasi adalah aktivitas ekonomi yang mengorbankan konsumsi pada hari ini untuk meningkatkan output untuk masa depan. Namun Halim (2003:47) mengemukakan bahwa investasi pun memiliki resiko. Resiko tersebut umumnya meliputi: a. Resiko bisnis (business risk), yaitu resiko yang timbul akibat menurunnya profitabilitas perusahaan emiten. b. Resiko likuiditas (liquidity risk), yaitu yang berkaitan dengan kemampuan saham yang bersangkutan untuk dapat segera diperjualbelikan tanpa mengalami kerugian. c. Resiko tingkat bunga (interest rate risk), yaitu resiko yang timbul akibat perubahan tingkat bunga yang belaku dipasar. d. Resiko pasar (market risk), yaitu resiko yang timbul akibat dari kondisi Negara yang berubah-ubah dipengaruhi oleh resesi dan kondisi perekonomian lainnya. e. Resiko daya beli (purchasing rist), yaitu resiko yang timbul akibat dari

pengaruh tinkat perubahan inflasi, dimana perubahan ini akan menyebabkan berkurangnya daya beli uang yang diinvestasikan maupun yang diperoleh dari investasi. f. Resiko mata uang (currency rist), yaitu resiko yang timbul dari pengaruh perubahan nilai tukar mata uang domestic dengan mata uang Negara lain.

3. Investasi Dalam Sekuritas Hutang Sekuritas hutang adalah instrumen yang menunjukan hubungan kreditor dengan suatu perusahaan. Sekuritas hutang meliputi sekuritas pemerintah AS, sekuritas pemerintah daerah, sekuritas persahaan , hutang konvertibel, kertas komersial/warkat niaga. Piutang dagang dan piutang pinjaman bukan merupakan sekuritas hutang karena tidak memnuhi definisi sekuritas. Investasi dalam sekuritas dikelompokan menjadi tiga kategori terpisah untuk tujuan akuntansi dan pelaporan yaitu: a. Dimiliki sampai jatuh tempo Sekuritas hutang yang menurut maksud dan kemampuan perusahaan akan dimiliki sampai jatuh yempo. Perusahaan menghitung sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo sebesar biaya yang diamortisasi, bukan pada nilai wajarnya. Jika manajemen berniat memiliki sekuritas investasi tertentu sampai jatuh tempo dan tidak mempunyai rencana untuk menjualnya, maka nilai wajar (harga jual) tidaklah relevan untuk mengukur dan mengevaluasi arus kas yang berkaitan dengan sekuritas ini. Terakhir, karena sekuritas yang dimiliki samapi jatuh tempo tidak sesuai dengan nilai wajar, maka sekuritas ini tidak meningkatkan volatilitas laba yanng dilaprkan atau modal yang dilaporkan seperti halnya sekuritas perdagangan dan sekuritas yanhg tersedia untuk dijual. Misalnya Robinson Company membeli obligasi 8% evermaster Corporaton bernilai pari $100.000 pada tanggal 1 januari 2006, pada diskonto dengan embayar $92.278. obligasi ini jatuh tempo tanggal 1 januari 2011, bunga dibayar setiap tanggal 1 juli dan 1 januari. Robinon mencatat investasi ini sebagai berikut. Sekuritas yang dimiliki samapi jatuh tempo Kas 92.278 92.278

Robinson menginginkan akun sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo untuk menunujukan jenis sekuritas hutang yang dibeli. Metode bunga efektif diterapkan pada investasi obligasi dengan cara yang sama seperti yang diuraiakn untuk hutang obligasi. Suku bunga efektif atau hasil dihitung pada saat investasi dilakukan dan dikenakan pada jumlah tercatat awalnya (nilai buku) atas setiap

periode bunga ntuk menghitung pendapatan bunga. Jumlah tercata investasi akan bertambah dengan diskonto yang diamortisassi yang diamortisasi atau berkurang dengan premi yang diamortisasi dalam setiap periode. Penjualan sekuritas hutang yang dimiliki sampai jatuh tempo menjelang tanggal jatuh temponya, dapat dianggap sebgai penjualan pada saat jatuh tempo sehingga perubahan suku bunga tidak akan mempengaruhi nilai wajar sekuritas itu secara signifikan. Penjualan semacam itu dapat dianggap penjualan pada saat jatuh tempo dan niat awal perusahaan untuk menhan investasi itu sampai jatuh tempo tdak akan dipertanyakn. b. Sekuritas yang tersedia untuk dijual Keuntunagn dan kerugian yang belum direalisasi yang berkaitan dengan perubahan nilai wajar sekuritas hutang yang tersedia yang dijual dicatat dalam akun keuntungan dan kerugian kepemilikan ayng belum direalisasi. Perusahaan seperi Amazon menambahkan (mengurangkan) jumlah ini terhadap laba konfrehensif lainnya pada periode tersebut. Laba konfrehensif lainnya kemudia ditambahakan ke (dikrangkan dari) akumulasi laba konfrehensif lainnhya yang ditunjukan sebagai komponen terpisah dari ekuitas pemegang saham sampai direalisasi. Jadi, perusahaan melaporkan dalam neraca, sekuritas yang tersedia untuk dijual pada nilai wajar, tetapi tidak melaporakan perubahan nilai wajar sebagai bagian dari laba bersih sampai sekuritas itu dijual. Pendekatan ini emngurangi volatilitas laba bersih. Contoh, Asumsi bahwa Graft Corporation membeli 10%, lima tahun, senilai $100.000 pada tanggal 1 januari 2006, dengan dibayar setiap tangal 1 juli dan 1 jannuari. Obligasi itu dijual dengan ahrga $108.111, yang emnghasilakn premi obligasi sebesar $8.111 dan suku bunga efektif 8%. 1 januari 2006 Sekuritas yang tersedia untuk dijual Kas 108.111 108.111

Untuk jurnal pencatatan bunga pada tanggal 1 juli 2006 adalah sebagai berikut. Kas 5.000

Sekuritas yang tersedia untuk dijual Pendapatan bunga

676 4.324

Pada tanggal 31 desember 2006 ayat jurnal untuk mengakui pendapatan bunga Piutang bunga Sekurittas yang tersedia untuk dijual Pendapatan bunag c. Sekuritas Perdagangan Sekuritas perdagangan dimiliki dengan maksud akan dijual dalam periode waku ayng singkat. Perdagangan dalam konteks ini berarti pembelian dan penjualan sering dilakuakn, dan sekurtias perdagangan digunakan untuk menghasilkan laba dari selisih harga jangka pendek. Periode kepemilikan atas sekuritas ini biasanya kurang dari 3 bulan dan mungkin lebih sering diukur dalam hitungan hari atau jam. Sekuritas ini dilporkan pada nilai wajar, dengan keuntungan dan kerugian kepemilikan yang belum direalisasi dilaporkan sebagi bagian dari laba bersih. Keuntungan atau kerugian kepemilkan adalah perubahan bersih dalam nilai wajar sekuritas dari satu periode ke periode lainnya tidak termasuk pendapatan dividen atau bungan ayng telah diakui tetapi belum diterima. Singkatnya FASB memutuskan u ntuk menyesuaikan sekuritas perdagangan dan nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan. Selain itu, perubahan nilai juga dilaporkan sebagai bagian dari laba bersih, bukan laba konfrehensif lainyya. Contohnya, asumsikan bahwa pada tanggal 31 desember 2007 Western Publising Corporation menetapkan portofolio sekurtoias perdaganganya sebagimana ditunjukan dalam ilustrsi berikut: Portofolio Sekuritas Hutang Perdagangan 31 Deember 2007 5.000 703 4.297

Investasi (kerugian)

Biaya

Nilai Wajar

Keuntungan

yg

belum

direalisasi Obligasi 10% Burlington Northern Obligasi 11% Gm Corporation Obligasi 8% Time Warner Total Portofolio Saldo penyesuaian nilai wajar sekuritas sebelumnya Penyesuaian nilai wajar sekuritas 0 $ 3.750 $ 48.860 184.230 86.360 $ 316.450 $ 51.500 175.200 91.500 $ 318.200 $ 7.640 (9.030) 5.140 3.750

Pada tanggal akuisis, sekuritas perdagangan ini dicatat pada biaya atau harga pokok, termasuk komisi pialang dan pajak, dalam akun yang berjudul sekuritas perdagangan. Total portofolio perdagangan western adalah $314.450. keuntungan kotor yang belum direalisasi adalah $12.780 ($7.640 + $5.140) dan kerugian kotor yang belum direalisasi adalah $9.030, yang menghasilakn keutungan bersih yang belum direalisasi sebesar $3.750. nilai wajar sekuritas perdagangan ini adlah $3750 lebih tinggi dari pada harga pokonya. Pada tanggal 31 desember, dibuat ayat jurnal penyesuaian ke uatu penyisihan penilaian, yang disebut dengan penyesuaian nilai wajar sekuritas (perdagangan) mencatyat kenaikan nilai tersebut dan untuk mencata keuantugan kepemilikan yang belum terealisasi: 31 desember 2007 Penyesuaian nilai wajar sekuritas (perdagangan) Keuntunagn/kerugian 3750 Karena saldo akun penyesuaian nilai wajar sekuritas suatu debet maka saldo itu ditambahkan ke biaya akuan sekuritas perdagangan untuk mendapatkan nilai kepemilikan yang 3750 belum direalisasi-laba

wajar perdagangan sekuritas tersebut. Nilai wajar sekurtias adalah jumlah yang dilaporkan di neraca.

4. Investasi dalam Sekurutas Ekuitas Sekuritas ekuitas digambarklan sebagai sekuritas yang menunjukan bagian kepemilikan seperti saham biasa, saham preferen atau modal saham lainnya. Sekuritas ekuitas juga mencakup hak untuk memperoleh atau melepaskan bagian kepemilikan denagn harga yang sudah disepakati atau yang dapat ditentukan seperti warran , hak, serat opsi beli atau opsi jual. Sekuritas hutang konvertibel dan saham preferen yang dapat ditebus tidaj diperlukan sebagai sekuritas ekuitas. Pada saat sekuritas ekluitas dibeli, harga pokoknya mencakup harga beli sekuritas tersebut ditambah komisi pialang dan ongkos lainnya. Yang berkitang dengan pembelian itu. Sampai dimana satu perusahaan (onvestor) memperolrh bagian atas saham biasa perusahaan lain (investe) niasanya menengtukan perlakuan akuntansi untyuk investasi tersebut sesudah akuisisi. Investasi oleh suatu perusahaanh dalam saham nbaisa perusahaan dapat diklasifikasikan menurut peresentasi saham dengan hak suara investe yang dimiliki investor yaitu: a. Kepemilikan kurang dari 20% (metode nilai wjar) Apabila seorang investoir memiliki hak kurang dari 20%, maka diasumsikan bahwa investor itu mempunyai pengaruh yang kecil atau tidak mempunyai pengaruh terhadap investe. Dalam hal ini, jika harga pasar tersedia, maka investee itu dinilai dan dilaporkan setelah akuisisi dengan menggunakan metode nilai wajar. Metode nilai wajar mengharuskan perusahaan mengklasifikasikan sekurita sekuitas pada saat akuisisi sebagai sekuritas yang tersedia untuk dijual atau sekuritas perdagangan karaena sekuritas ekuitas tidak mempunyai tanggal jatuh tempo, maka sekuritas ini toidak dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo. Sekuritas yang tersedia untuk dijual pada saat diperoleh dicatat pada biaya atau harga pokonya. Untuk menggambarkannya, asumsikan bahwa pada tanggal 3

november 2007, republik corporation membeli saham biasa 3 perusahaan, dan setiap investasi menunjukan hak kurang dari 20%:

Biaya Northwest Industries, Inc. Cambell Soup Co St. Regis Pulp Co Total biaya Investasi ini akan dicatat republik sebagi berikut: 3 November 2007 718.550 718.550 $529.700 317.500 141.350 $718.550

Sekuritas yang tersedia untuk dijual Kas

Pada tanggal 6 desember 2007 republik menerima dividen tunai sebesar $4.200 atas investasinya dalam saham biasa Camppbel Soup Co. Dividen tunai ini dicatat sebagi berikut: 6 Desember 2007 Kas Pendapatan diividen 4.200 4.200

Ketika perusahaan investee melaporkan laba bersih untuk tahun berjalan, tetapi hanya Cammpbl soup yang memngumumkan dan membayar dividen kepada republik. Namun, seperti ditujukan sebelumnnya jika seorang investor memiliki kurang dari 20% saham biasa perusahaan lain, maka dianggap perusahaan itu memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap investee. Akibatnya, laba bersih yang dihasilkan investee tidak dianggap sebgai dasar yang tepat untuk mengakui laba dari investasi oleh investor.

b. Kepemilikan antar 20% dan 50% Perusahaan investor dapat memiliki hak kurang dari 50% dalam perusahaan investee dan karenanya tidak memiliki kedandali hukum, akan tetapi, investasi dalam saham yang hak suara kurang dari 50% masih dapat memberi investor kemampuan untuk menerapkan pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan operasi dan keuangan pembatalannya (investee). Pengaruh yang signifikan dapat ditunjukan dalam beberapa cara contohnya adalah perwakilan dalam dewan direksi, partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, transaksi antar perusahaan yang materiil, pertukaran personil manajerial, atau ketergantungan teknologi. Pertimbangan penting lainnya adalah besarnya kepemilikan investor bila dikaitkan dengan pemusatan kepemilikan sajham lainnya. Untuk mecapai tingkat keseragaman yang layak dalam penerapan kriteria pengaruh yang signifikan, profesi akuntan menyimpulkan bahwa investasi (langsung atau tidak langsiung) sebsar 20% atau lebih dalam saham dengan hak suara investee harus mengarah pada anggapan bahwa bila tidak ada bukti yang menunjukan sebaliknya maka investor memiliki kemampuan untuk menjalankan pengaruh yang signifikan terhadap investee. Dalam hal terdapat pengaruh yang signifikan investor diharuskan untuk menghitungkan investasi itu dengan metode ekuitas. Dalam metode ekuitas diketahui adanya hubungan ekonomi yang nyata anatara investor dan investee. Investasi pada awalnya dicata pada biaya saham yang diperoleh tetapi kemudian disesuaikan pada setiap periode untuk memperhitungkan perbahan aktiva bersih investee. Yaitu, jumlah tercatat investee secara periodik ditambah(dikurangi) dengan bagian proporsional investor atas laba (rugi) investee dan dikurangi dengan semua dividen yang diterima investor dari investee. Metode ekuitas mengakui bahwa laba investee akan menambah aktiva bersih investee, dan bahkan kerugian serta dividen investee mengurangi aktiva bersih tersebut.

c. Kepemilikan lebih daari 50% Jika satu perusahaan memperoleh hak suara lebih dari 50% yaitu hak mengendalikan dalam perusahaan lain, maka perusahaan investor disebut sebagi perusahaan induk. Dan perusahaan investee disebut sebagai perusahaan anak. Investasi dalam saham biasa perusahaan anak disajikan sebagai investasi jangka panjang dalam lapran keuangan tersendiri yang dibuat oleh perusahaan induk. Apabila perusahaan induk memperlakukan perusahaan anak sebagai suatu investasi, maka yang biasanya dibuat adalah laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan konsolidasi memperlakuakn perusahaan induk dan anak sebagai suatu entitas ekonomi.

C. PENUTUP 1. Simpulan Dari uraian di atas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagi berikut: 1) Sekeuritas hutang adalah instrumen yang menunjukan hubungan kreditr dengan suatu perusahaan. Sekrtitas hutang meliputi sekuritas pemerintah AS, sekuritas pemerintah daerah, sekuritas persahaan , hutang konvertibel, kertas

komersial/warkat niaga. Piutang dagang dan piutang pinjaman bukan merupakan sekuritas hutang karena tidak memnuhi definisi sekuritas. Investasi dalam sekuritas dikelompokan menjadi tiga kategori terpsah untuk tujuan akuntansi dan pelaporan yaitu: Dimiliki sampai jatuh tempo Sekuritas yang tersedia untuk dijual Sekuritas Perdagangan 2) Sekuritas ekuitas digambarklan sebagai sekuritas yang menunjukan bagian kepemilikan seperti saham biasa, saham preferen atau modal saham lainyya.

Sekuritas ekuitas juga mencakup hak untuk memperoleh atau melepaskan bagian kepemilikan denagn harga yang sudah disepakati atau yang dapat ditentukan seperti warran , hak, serat opsi beli atau opsi jual. Sekuritas hutang konvertibel dan saham preferen yang dapat ditebus tidaj diperlukan sebagai sekuritas ekuitas. Pada saat sekuritas ekluitas dibeli, harga pokoknya mencakup harga beliu sekuritas rtersebut ditambah komisi pialang dan ongkos lainnya. Investasi oleh suatu perusahaanh dalam saham nbaisa perusahaan dapat diklasifikasikan menurut peresentasi saham dengan hak suara investe yang dimiliki investor yaitu: Kepemilikan kurang dari 20% (metode nilai wjar) investor mempunyai hak pasif. Kepemilikan antar 20% dan 50% Kepemilikan lebih daari 50%

DAFTAR PUSTAKA Kieso. Donald E. Dkk. Akuntansi Intermediate. 2002. Jakarta; Erlangga.

http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1992667-tujuaninvestasi /#ixzz1xjtzKRTu. Diunduh Hari Minggu, 10 Juni 2012