P. 1
Analisa Wilayah Kabupaten Solok

Analisa Wilayah Kabupaten Solok

|Views: 511|Likes:
Dipublikasikan oleh Pradipta Tiwi

More info:

Published by: Pradipta Tiwi on Nov 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2014

pdf

text

original

LAPORAN

ANALISA WIALAYAH “KABUPATEN SOLOK”

Dibuat Oleh:

Pradipta Tiwi Mujiatun Munawaroh Anastasia Lailatur Rahmi Yurdiana Rosi Rahmadhani

JURUSAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2009

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan merupakan upaya sadar dalam menciptakan manusia yang berkualitas serta memiliki kemampuan intelektual yang lebih baik. Salah satu sarana untuk menciptakan manusia berkualitas adalah menambah pengetahuan di pergutuan tinggi, dimana perguruan tinggi menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang serta membantu kesuksesan peserta didiknya. Setelah tamat dari perguruan tinggi peserta didiknya diharapkan mampu untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki selama mengikuti perkuliahan. Salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan serta cara untuk mengembangkan potensi tersebut adalah melalui mata kulah yang diberikan oleh jurusab geografi fakultas ilmu social universitas negeri padang, mata kuliah tersebut adalah analisa wilayah dimana mahasiswa diharapkan mampu menganalisis potensi-potensi yang dimiliki suatu wilayah, sehingga nantinya peserta didik mampu untuk mengmbangkan potensi tersebut untuk dijadikan sebagai lahan mendapatkan pekerjaan. Analisa wilayah merupakan bagian dari pembelajaran geografi dimana didalamnya dibahas secara spesifik bagaimana keadaan suatu daerah ditnjau dari berbagai aspek mulai dari analisis fisik (das, rawan bencana, kesesuaian lahan, lereng, kemampuan lahan), analisis kependudukan, analisis ekonomi, dan analisis sarana dan prasarana. Dalam hal ini peneliti mengambil daerah kabuoaten solok yang menjadi wilayah yang akan dianalisis, dan lebih spesifiknya mengambil sampel pada wilayah tanaman pangan (kecamatan gunung talang, kecamatan bukit sundi, dan kecataman lembang jaya). Tugas dari kelompok tanaman pangan ini adalah bagaimana mereka mampu menganalisis daerah tersebut sehingga nantinya dapat di etahui daerah tersebut cocok dijadikan sebagai tempat apa, utnuk budidaya apa, seghingga nantiknya daerah tersebut dapat dikembangkan berdasarkan kemampuan serta klasifikasi yang dimiliki daerah tersebut.

2

B. Rumusan Masalah 1. Apakah pengetian konsep wilayah? 2. Bagaimana analisis kawasan rawan bencana pada daerah tersebut? 3. Bagaimana analisis kesesuaian lahan dan kemampuan lahan daerah tersebut? 4. Bagaimana analisis kekritisan das daerah tersebut? 5. Bagaimana analisis sistem pemukiman dan ketersediaan sarana dan prasarana daerah tersebut? 6. Bagaimana analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam daerah tersebut? 7. Bagaimana analisis sumber daya penduduk dan kesejahteraan penduduk daerah tersebut?

C. Tujuan penulisan 1. Untuk mengetahui deskripsi dari konsep wilayah. 2. Untuk mengetahui daerah kawasan rawan bencana yang ada di daerah tersebut. 3. Untuk mengetahui kesesuaian dan kemampuan lahan daerah tersebut. 4. Untuk mengetahui kekritisan das daerah tersebut 5. Untuk mengetahui sistem permukiman dan ketersediaan sarana dan prasarana daerah tersebut 6. Untuk mengetahui ekonomi dan sumber daya alam yang berada di daerah tersebut 7. Untuk mengetahui kependudukan dan kesejahteraan penduduk wilayah tersebut.

D. Manfaat Penulisan 1. Untuk membantu mahasiswa geografi dalam mengolah data fisik maupun social sehingga mampu menganalisis potensi suatu daerah dari data-data yang didapatkan dari instansi-instansi terkait 2. Untuk memperoleh data atau informasi baik fisik maupun social yang dapat digunakan untuk pemerintah kabupaten solok dalam pengambilan kebijakan dalam pemerintah baik yang berhubungan dengan sektor perekonomian, penduduk, pendidikan dan lainlain.

3

BAB II ANALISIS FISIK WILAYAH TANAMAN PANGAN

A. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Solok terdiri dari 14 kecamatan, yaitu Kec. Payung Sekaki, Tigo

Lurah, Lembah Gumanti, Danau Kempar, IX Koto Sungai Lasi, Kubung, Hiliran Gumanti, Pantai Cermin, Bukit Sundi, Lembang Jaya, Gunung Talang, Junjung Sirih, X Koto Datus, dan X Koto Singkarak. Kabupaten Solok memiliki luas wilayah 373800 ha (3.738 km²), dengan ibu kota di Arosuka. Secara geografis letak Kabupaten Solok berada antara 0° 32’ 14" - 01° 46’ 45" Lintang Selatan dan 100° 25' 00" - 101° 41’ 41" Bujur Timur.. Kabupaten Solok berbatasan dengan : Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat : Kab. Tanah Datar : Kab. Sawah Lunto/ Sijunjung : Kab. Solok Selatan : Kota Padang dan Kab. Pesisir Selatan

Untuk Kec. Bukit Sundi, Lembang Jaya dan Gunung Talang dinamakan Kelompok Tanaman Pangan dimana pada kecamatan tersebut pada umumnya ditemukan persawahan yang diperuntukkan untuk tanaman pangan. Kecamatan Bukit Sundi terdiri dari lima nagari, yaitu nagari Kinari, nagari Parambahan, nagari Dilam, nagari Maura Panas, nagari Bukit Tandang. Secara geografis Kecamatan Bukit Sundi terletak diantara 00o50’57” - 00o59’34” Lintang Selatan dan 100o40’20” - 100o46’36” Bujur Timur. Kecamatan Lembang Jaya berpusat di nagari Bukit Sileh Salayo Tanang. Nagarinagari lain di kecamatan ini adalah Koto Laweh, Batu Bajanjang, Limau Lunggo, Batu Banyak, dan Kampung Dalam. Sedangkan di Ke. Gunung Talang terdiri dari desa
4

Talang, Kt. Gadang Guguk, Kt. Gaek Guguk, Jawi-jawi, Cupak, Sukarami, Kayu Aro, Sungai Janiah, Batang Barus, Aie Batumbuak. Dari total luas wilayah yang ada di Kecamatan Gunung Talang sebagian besar terdiri atas dataran tinggi yang di tanami dengan pepohonan (hutan). Adapun gambaran luas wilayah per Nagari di Kecamatan Gunung Talang sebagai berikut

Tabel 1 Luas wilayah Menurut Nagari di Kecamatan Gunung Talang Luas Wilayah (Km2) (3) 185.00 65.00 29.00 18.00 28.00 15.62 25.00 19.38 385.00

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8

Nagari (2) Batang Barus Aia Batumbuak Koto Gaek Guguak Koto Gadang Guguak Jawi – Jawi Talang Sungai Janiah Cupak

% (4) 16.88 7.53 4.67 7.27 4.07 6.49 5.04 48.05 100

Jumlah

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Tahun 2011

5

Persentase Luas Wilayah Menurut Nagari di Kecamatan Gunung Talang
Batang Barus Aia Batumbuak 8% 5% 7% 4% 5% 6% Koto Gaek Guguak Koto Gadang Guguak Jawi – Jawi Talang Sungai Janiah Cupak

17%

48%

Berdasarkan table dan grafik diatas dapat dilihat bahwa di kecamatan Gunung Talang terdiri atas 8 nagari, dan nagari yang mimiliki wilayah terluas di kecamatan tersebut yaitu Batang Barus dengan luas wilayah 185 ha, dan nagari yang terkecil di kecamatan tersebut yaitu Cupak dengan luas wilayah 19,38 ha. Dari total luas wilayah yang ada di Kecamatan Bukit Sundi sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang di tanami dengan sawah. Adapun gambaran luas wilayah per Nagari di Kecamatan Bukit Sundi sebagai berikut Tabel 2 Luas Wilayah Menurut Nagari di Kecamatan Bukit Sundi Luas Wilayah (Km2) (3) 28.86 4.00 35.00 33.14 8.00 109.00

No (1) 1 2 3 4 5 Kinari

Nagari (2)

% (4) 26.48 3.67 32.11 30.40 7.34 100

Parambahan Dilam Muara Panas Bukit Tandang

Jumlah

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Tahun 2011
6

Persentase Luas Wilayah Menurut Nagari di Kecamatan Bukit Sundi
7% 27% Kinari 30% 4% Parambahan Dilam Muara Panas Bukit Tandang

32%

Berdasarkan table dan grafik diatas dapat dilihat bahwa di kecamatan Bukit Sundi terdiri atas 5 nagari, dan nagari yang mimiliki wilayah terluas di kecamatan tersebut yaitu Kinari dengan luas wilayah 28,86 ha, dan nagari yang terkecil di kecamatan tersebut yaitu Bukit Talang dengan luas wilayah 8 ha.

7

Dari total luas wilayah yang ada di Kecamatan Lembang Jaya sebagian besar terdiri atas dataran rendah dan tinggi yang di tanami dengan sawah dan hutan. Adapun gambaran luas wilayah per Nagari di Kecamatan Lembang Jaya sebagai berikut Tabel 3 Luas Wilayah Menurut Nagari di Kecamatan Lembang Jaya Luas Wilayah (Km2) (3) 14.90 10.72 11.00 7.50 8.87 47.00 99.90

No (1) 1 2 3 4 5 6 Jumlah

Nagari (2) Salayo Talang Bukit Sileh Batu Bajanjang Koto Laweh Limau Lunggo Batu Banyak Koto Anau

% (4) 14.91 10.73 11.01 7.51 8.88 47.05 100

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Tahun 2011

Persentase Luas Wilayah Menurut Nagari di Kecamatan Lembang Jaya

15% Salayo Talng Bukit Sileh 47% 11% Batu Bajanjang Koto Laweh Limau Lunggo 11% Batu Banyak Koto Anau 7% 9%

8

Berdasarkan table dan grafik diatas dapat dilihat bahwa di kecamatan Lembang Jaya terdiri atas 6 nagari, dan nagari yang mimiliki wilayah terluas di kecamatan tersebut yaitu Koto Anau dengan luas wilayah 47 ha, dan nagari yang terkecil di kecamatan tersebut yaitu Limau Lunggo dengan luas wilayah 7,5 ha.

9

Gambar 1 Peta Administrasi Kabupaten Solok

10

Gambar 2 Peta Sebaran Wilayah Nagari di Kabupaten Solok
11

1. Klas Lereng Lereng adalah Kenampakan permukaan alam disebabkan adanya beda tinggi apabila beda tinggi dua tempat tersebut dibandingkan dengan jarak lurus mendatar sehingga akan diperoleh besarnya kelerengan (clope). Bentuk Lereng tergantung pada proses erosi juga gerakan tanah dan pelapukan. Lereng merupakan parametertopografi yang terbagi dalam dua bagian yaitu kemiringan lereng dan beda tinggi relative, dimana kedua bagian tersebut besar pengaruhnya terhadap penilaian suatu lahan kritis. Bila dimana suatu lahan yang lahan dapat merusak lahan secara fisik, kimia, dan biologi ,sehingga akan membahayakan hidrologi produksi pertanian dan pemukiman. Cara Mencari Kelas Lereng

Hasil 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.
12

14. 15. 16. 17.

Tabel 4 Skor Kelas Lereng Kelas 1 2 3 4 5 Kemiringan lereng 0-8% 8 - 15 % 15 - 25 % 25 - 45 % > 45 % Keterangan Datar Landai Agak curam Curam Sangat curam Skor 20 40 60 80 100

Sumber : Kepres No. 32 Tahun 1990

Pada wilayah tanaman pangan, pada umumnya di Kecamatan Bukit Sundi memiliki kemiringan lereng 0 - 8% yaitu datar, pada Kecamatan Gunung Talang pada umunya merupakan daerah landai dengan kemiringan lereng 8 - 15%. Namun terdapat sekitar 15% daerah Kecamatan Gunung Talang memiliki kemiringan lereng15 - 25% yaitu agak curam, dimana berada pada bagian selatan Kecamatan Gunung Talang, dan sebelah Timur. Sedangkan pada bagian timur Kecamatan Gunung Talang terdapat 15 25% dan 25 - 45% kemiringan lereng yaitu agak curam dan curam dimana pada daerah ini dekat dengan gunung Talang. Sedangkan pada Kec. Lembang Jaya pada umumnya juga memiliki jenis lereng yang landai, namun pada bagian selatannya terdapat jenis lereng agak curam dan curam.

13

Gambar 3 Peta Topografi Kabupaten Solok

14

2. Curah hujan Hujan adalah sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia, menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem, juga air untuk pembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca. Cara mencari curah hujan

Hasil 1. Merah 2. Hijau

3. Ungu 4. Biru

Pada wilayah tanaman pangan di Kab. Solok terdapat beragam jumlah intensitas hujan tahunan yang beragam yaitu :  < 2000 mm/tahun  2000 – 2500 mm/tahun  2500 – 3000 mm/tahun  3000 – 4000 mm/tahun Namun, jika kita konversikan ke dalam waktu harian maka intensitas hujan harian berada pada pada kelas 1 yaitu intensitas harian 0 s/d 13,50 mm/hari dengan klasifikasi rendah dan skor 10. Sehingga dapat di simpulkan bahwa kecamatan Gunung Talang, Lembang Jaya, dan Bukit Sundi memiliki rata-rata curah hujan yang rendah.

15

Tabel 5 Skor Intensitas Hujan Intensitas (mm/hari) 0 s/d 13,50 13,61-20,60 20,7-27,60 27,7-34,80 >34,80

kelas 1 2 3 4 5

keterangan Sangat rendah rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

skor 10 20 30 40 50

Sumber : Kepres No.32 Tahun 1990

16

Gambar 4 Peta Curah Hujan Kabupaten Solok

17

3. Geologi Berdasarkan hasil pengamatan peta geologi Tanaman Pangan skala 1 : 250.000 yang di dapat dari kantor Dinas Pertambangan, maka ditemukan sebagian besar jenis batuan yang ada di wilayah tersebut adalah sebagai berikut : a. Batu andesit : Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik dengan

komposisi antara dan tekstur spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah perbatasan lautan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. b. Batu lahar : batu yang dalam bentuk yg dicairkan (seperti magma) dari masalah volcanos; lahar adalah apa yang disebut magma ketika mencapai permukaan c. Batu granit : Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum.

18

Gambar 5 Peta Geologi Kabupaten Solok

19

4. Jenis tanah Pada wilayah tanaman pangan Kabupaten Solok ini, jenis tanah yang ditemukan sebagai berikut:  Tanah Podsolik (Kambisol) Tanah Podsolik (Kambisol) merupakan tanah yang memiliki tingkat kesuburan sedang. Tanahnya berwarna merah atau kekuning-kuningan. Tanah podsolik mempunyai karakteristik tekstur yang lempung atau berpasir dengan PH rendah serta memiliki kandungan unsur aluminum dan besi yang tinggi. Karakteristik lain yang dapat ditemui pada tanah podsolik adalah daya simpan unsur hara sangat rendah karena bersifat lempung yang beraktivitas rendah, kejenuhan unsur basa seperti K, Ca, dan Mg, rendah sehingga tidak memadai untuk tanaman semusim, kadar bahan-bahan organik rendah dan hanya terdapat di permukaan tanah saja, dan penyimpanan air sangat rendah sehingga mudah mengalami kekeringan. Tanah ini berada pada kelas 4 yaitu skor 80.  Tanah andosol Tanah andosol dari batuan beku pada pegunungan vulkanis ditandai dengan warna ungu garis mendatar. Berdasarkan kepekaan tanah terhadap erosi, jenis tanah ini berada pada kriteria peka terhadap erosi dan memiliki skor 80. Tanah andosol merupakan tanah yang relatif muda dibandingkan latosol, yang sifat- sifatnya sangat ditentukan oleh mineral liat yang dikandungnya yaitu alofan yang bersifat amorf. Tanah ini mempunyai horizon A1 tebal bewarna hitam yang kaya bahan organik, tetapi tidak mempunyai horizon A2, dengan horizon B berwarna kuning pucat, coklat kekuningan atau coklat keabu- abuan volkan terlapuk sampai ke horizon C. Umumnya mempunyai kejenuhan basa relatif rendah tetapi mempunyai AL dapat ditukar relatif tinggi. Terbawa oleh sifat mineral liat dominan yang dimilikinya maka andosol mempunyai sifat tiksotrofik, mempunyai kemampuan mengikat air besar, porositas tinggi, bobot isi rendah, gembur, tidak plastis dan tidak lengket serta kemampuan fiksasi fosfat yang tinggi.

20

 Tanah mediteran Tanah meditera adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur. Tanahnya tidak subur, akan tetapi cocok untuk tanaman jati. Tanah ini memiliki skor 60 terhadap kepekaan erosi artinya tanah ini agak peka terhadap erosi .

Tabel 6 Skor Kepekaan Erosi Pada Beberapa Jenis Tanah Kelas 1 2 3 4 Jenis tanah Alluvial, Glei, planosol, hidromorf. Latosol Mediteran Andosol, laterit, grumosol, podsol, podsolic Regosol, litosol, organosol, renzina Kepekaannya thd erosi Tidak peka Tidak peka Agak peka Peka skor 20 40 60 80

5

Sangat peka

100

Sumber : Kepres No. 32 Tahun 1990

5. Penggunaan Lahan Berdasarkan hasil pengamatan peta Penggunaan lahan skala 1:50.000 dari Bappeda, penggunaan lahan pada wilayah tanaman pangan ini diantaranya adalah :  Hutan  Perkebunan  Pertanian lahan kering  Semak belukar  Permukiman  Sawah :

21

Tabel 7. Luas Penggunaan Lahan Kecamatan Gunung Talang Realisasi dalam satu tahun Ditanami Padi No Penggunaan Lahan Tiga Kali ≥Dua Kali Tidak Satu kali ditana mi Padi (6) Sement ara tdk di usahaka n (7) (8) 608 1673 759 334 608 1673 1093 1,58 4,34 2,84 Jumlah %

(1) 1 1.1 a b c d e f g h LAHAN

(2)

(3)

(4)

(5)

PERTANIAN Lahan sawah Irigasi teknis Irigasi ½ teknis Irigasi sederhana Irigasi desa/Non PU Tadah Hujan Pasang Surut Lebak Polder dan Sawah lainnya Jumlah lahan sawah 3040 334 -

3374

8,76

No (1) 1.2 a b c Lahan Bukan Sawah Tegal/kebun Ladang Perkebunan

Penggunaan Lahan (2) (3)

825 423 4072
22

2,14 1,11 10,58

d e f g h i

Ditanami pohon/hutan rakyat Tambak Kolam//tegal/empang Pengembalaan/Padang rumput Sementara tidak diusahakan Lainnya (perkarangan yang ditanami tanam pertanian, dll) Jumlah lahan bukan sawah

4908 19 330 669 93 11339

12,75

0,05 0,86 1,74 0,24 29,45

2 a b c d

LAHAN BUKAN PERTANIAN Rumah, bangunan, dan halaman sekitarnya Hutan Negara Rawa-rawa (tidak ditanami) Lainnya (jalan, sungai, danau, lahan tandus) Jumlah lahan bukan pertanian 479 11908 11400 23787 38500 29,91 61,78 100 1,24 30,93

Total (luas wilayah kecamatan) = jumlah lahan sawah+jumlah bukan sawah+Lhn bkn pertanian Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Tahun 2011

23

Tabel 8. Luas Penggunaan Lahan Kecamatan Lembang Jaya Realisasi dalam satu tahun Ditanami Padi No Penggunaan Lahan Tiga Kali ≥Dua Kali Tidak Satu kali ditana mi Padi (6) Sement ara tdk di usahaka n (7) (8) 839 729 164 41 538 153 839 893 41 691 8,40 8,94 0,41 6,92 Jumlah %

(1) 1 1.1 A B C D E F G H LAHAN

(2)

(3)

(4)

(5)

PERTANIAN Lahan sawah Irigasi teknis Irigasi ½ teknis Irigasi sederhana Irigasi desa/Non PU Tadah Hujan Pasang Surut Lebak Polder dan Sawah lainnya Jumlah lahan sawah 1568 743 153 -

2464

24,66

No (1) 1.2 A B C Lahan Bukan Sawah Tegal/kebun Ladang Perkebunan

Penggunaan Lahan (2) (3)

759 1801 35

7,60 18,03 0,35

24

D E F G H I

Ditanami pohon/hutan rakyat Tambak Kolam//tegal/empang Pengembalaan/Padang rumput Sementara tidak diusahakan Lainnya (perkarangan yang ditanami tanam pertanian, dll) Jumlah lahan bukan sawah

1070 32 528 239 4464

10,71 0,32 5,28 2,39 44,68

2 A B C D

LAHAN BUKAN PERTANIAN Rumah, bangunan, dan halaman sekitarnya Hutan Negara Rawa-rawa (tidak ditanami) Lainnya (jalan, sungai, danau, lahan tandus) Jumlah lahan bukan pertanian 389 2405 268 3062 9990 3,89 24,07 2,68 30,65 100

Total (luas wilayah kecamatan) = jumlah lahan sawah+jumlah bukan sawah+Lhn bkn pertanian Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Tahun 2011

25

Tabel 9. Luas Penggunaan Lahan Kecamatan Bukit Sundi Realisasi dalam satu tahun Ditanami Padi No Penggunaan Lahan Tiga Kali ≥Dua Kali Tidak Satu kali ditana mi Padi (6) Sement ara tdk di usahaka n (7) (8) 1730 596 709 17 1730 596 726 15,87 5,48 6,66 Jumlah %

(1) 1 1.1 A B C D E F G H LAHAN

(2)

(3)

(4)

(5)

PERTANIAN Lahan sawah Irigasi teknis Irigasi ½ teknis Irigasi sederhana Irigasi desa/Non PU Tadah Hujan Pasang Surut Lebak Polder dan Sawah lainnya Jumlah lahan sawah 2326 709 17 -

3052

28

No (1) 1.2 A B C Lahan Bukan Sawah Tegal/kebun Ladang Perkebunan

Penggunaan Lahan (2) (3)

2919 144 429

26,78 1,32 3,93

26

D E F G h i

Ditanami pohon/hutan rakyat Tambak Kolam//tegal/empang Pengembalaan/Padang rumput Sementara tidak diusahakan Lainnya (perkarangan yang ditanami tanam pertanian, dll) Jumlah lahan bukan sawah

2405 42 46 195 110 6290

22,06 0,380 0,43 1,79 1,01 57,71

2 a b c d

LAHAN BUKAN PERTANIAN Rumah, bangunan, dan halaman sekitarnya Hutan Negara Rawa-rawa (tidak ditanami) Lainnya (jalan, sungai, danau, lahan tandus) Jumlah lahan bukan pertanian 1353 205 1558 10900 1,88 14,29 100 12,41

Total (luas wilayah kecamatan) = jumlah lahan sawah+jumlah bukan sawah+Lhn bkn pertanian Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Tahun 2011

Dari peta dan data di atas dapat dilihat bahwa penggunaan lahan di tiga Kecamatan yaitu Lembang jaya, Gunung Talang, dan Bukit Sundi bahwa di daerah ini di manfaatkan sebagai lahan pertanian. Untuk kecamatan Lembang Jaya luas lahan yang digunakan sebagai lahan pertanian adalah seluas 69,35%, dan lahan yang buka pertanian adalah seluas 30,65%. Untuk kecamatan Gunung Talang luas lahan yang digunakan sebagai lahan pertanian adalah seluas 38,22 % dan lahan bukan pertanian adalah seluas 61,78%. Untuk kecamatan Bukit Sundi luas lahan yang digunakan sebagai lahan pertanian adalah seluas 85,91% dan yang dimanfaatkan sebagai lahan bukan pertanian adalah seluas 14,29%. Dapat disimpulkan bahwa dari tiga kecamatan di atas, pemanfaatan lahan yang banyak digunakan adalah sebagai lahan pertanian.

27

Gambar 6 Peta Tutupan Lahan Kabupaten

28

B. Analisis Kesesuian Lahan dan Kemampuan Lahan 1) Analisis Kesesuain Lahan Penentuan deliniasi kawasan lindung dan kawasan budidaya, mengacu pada kepres No 32/1990 mengenai kawasan lindung dan Kepres No 57/1989 mengenai kawasan budidaya. Kawasan lindung adalah kawasan dengan total skor >175 dari kriteria yang ditentukan, kawasan budidaya terbatas kawasan penyangga adalah kawasan dengan total skor 126-174 dan kriteria yang telah ditentukan dan kawasan budidaya adalah kawasan yang memiliki total skor dibawah 125 dengan kriteria yang telah ditentukakan . 1. Data yang dibutuhkan untuk analisis kesesuaian lahan a. b. c. d. 2. Peta topografi Kabupaten Solok skala 1:50000 Peta kemiringan lereng skala 1:50000 Peta jenis tanah skala 1:50000 Peta intensitas hujan skla1:50000

Langkah langkah pembuatan peta kesesuaian lahan a. Overlay peta lereng dengan peta jenis tanah,adapun ketentuan skor pada faktor lereng dan penentuan skor kepekaan erosi pada beberapa jenis tanah. b. Kemudian hasil overlay yang pertama dioverlay dengan peta intensitas hujan.

3.

Hasil analisis Adapun hasil analisis dari peta kesesuaian lahan wilayah Solok bagian selatan terdapat: a. b. Kawasan Penyangga (130) dengan persentase 57,03%. Kawasan Budi Daya Tanaman Musiman dan permukiman(110) dengan persentase 42,675.

29

Tabel 10 Hasil Analisis Peta Kesesuaian Lahan tanaman Pangan Kab. Solok Luas (ha) No Kawasan Persentase 1. Kawasan Penyangga 57,03% Dg skor Tanah (80) Podsolik merah (kambisol) Daerah sangat kawasan subur ini Indikator Hasil Analisa Kesimpulan

namun

keadaan lereng tidak memungkinkan Lereng (40) 8 – 15 %,dan 15-25% dan 25-40 % dilakukan (sumber terbatas), dan curam Curah hujan (10) Rendah untuk

budidaya daya lahan ini

daerah

Landai, agak curam termasuk daerah rawan bencana longsor dan tingkat sedang. erosi yang

2.

Kawasan Budi tanaman semusim daya

42,97%

Tanah (80) Lereng (20)

andosol 0-8% datar

Kawasan

ini

sangat

subur dengan keadaaan lereng menunjukkan daya terbatas lahan datar sumber agak perlu khusus,

Curah Hujan (10)

Rendah

pengolahan

lereng ini juga rawan bencana namun tidak sebesar penyangga.
30

kawasan

Ketidaksesuaian lahan : No Kawasan 1. Kawasan Penyangga Penggunaan Lahan  Semak / rumput  permukiman  sawah  hutan  perkebunan campuran Kesimpulan  Terdapat pemukiman dan sawah sehingga tidak sesuai dengan fungsi lahan

2.

Kawasan daya

Budi

 Sawah  Permukiman  Tegalan / lading  Kebun campuran

 Terdapat pemukiman yang tersebar secara tidak merata dan tanaman yang banyak macamnya sehingga tidak teratur, tidak sesuai dengan fungsi lahan.

tanaman

musiman

2) Analisis Kemampuan Lahan Kemampuan lahan adalah istilah yang sudah lebih dahulu dan lebih lama digunakan oleh US Soil Conservation Service (Hockensmith and Steel: 1943, Klingebiled and Montgomery: 1973) di dalam sistem klasifikasi yang telah banyak dipergunakan juga di pelbagai Negara baik dalam bentuk yang telah diubah. Satusatunya perbedaan, mungkin, dan yang pada dasarnya adalah teoretis, terletak pada kenyataan bahwa kemempuan lahan berpijak pada anggapan untuk memelihara integritas tanah, sedangkan kesesuaian lahan meskipun juga berpedoman kepada kelestarian penggunaan lahan, mengandalkan pengendalian kerusakan tanah (erosi dan sebagainya) kepada praktik/tindakan pengelolaan masing-masing tipe penggunaan lahan. Perbedaan dalam kualitas tanah dan bentuk lahan (landform) seringkali merupakan penyebab utama terjadinya perbedaan satuan peta lahan dalam suatu areal. Inilah sebabnya mengapa survey tanah merupakan dasar utama dalam menentukan
31

satuan peta lahan. Pendekatan klasifikasi kemampuan lahan demikian ini disebut pendekatan atribut tunggal (Zonneveld: 1972) atau disebut juga dengan pendekatan disiplin tunggal. Pendekatan lain dalam survey klasifikasi kemampuan lahan adalah pendekatan terpadu atau pendekatan holistik. Pada pendekatan disiplin tunggal klasifikasi kemampuan lahan dimulai dari hasil survey tanah dan relief permukaan tanah kemudian disusun dan dipetakan lebih dahulu satuan peta tanah. Selanjutnya dengan mempertimbangkan komponen lahan lainnya seperti iklim, vegetasi/penggunaan lahan, disusun dan dipetakan kelas kemampuan lahan. Pada pendekatan holistik semua komponen lahan yang berpengaruh terhadap penggunaan lahan dinilai serentak untuk mengidentifikasi dan menetapkan pelbagai hierarki satuan lahan (Kips, et. Al: 1981, Mahi: 1987), dan kemudian disusun dan dipetakan kelas kemampuan lahan. Penggunaan potret udara sangat membantu dalam mengidentifikasi satuan lahan pada suatu wilayah (Mahi: 1987). Klasifikasi kemampuan lahan adalah klasifikasi lahan yang dilakukan dengan metode faktor penghambat. Dengan metode ini setiap kualitas lahan atau sifat-sifat lahan diurutkan dari yang terbaik sampai yang terburuk atau dari yang paling kecil hambatan atau ancamanya sampai yang terbesar. Kemudian disusun tabel kriteria untuk setiap kelas; penghambat yang terkecil untukkelas yang terbaik dan berurutan semakin besar hambatan semakin rendah kelasnya. Sistem klasifikasi kemampuan lahan yang banyak dipakai di Indonesia dikemukakan oleh Hockensmith dan Steele (1943). Menurut sistem ini lahan dikelompokan dalam tiga kategori umum yaitu Kelas, Subkelas dan Satuan Kemampuan (capability units) atau Satuan pengelompokan (management unit). Pengelompokan di dalam kelas didasarkan atas intensitas faktor penghambat. Jadi kelas kemampuan adalah kelompok unit lahan yang memiliki tingkat pembatas atau penghambat (degree of limitation) yang sama jika digunakan untuk pertanian yang umum (Sys et al., 1991). Tanah dikelompokan dalam delapan kelas yang ditandai dengan huruf Romawi dari I sampai VIII. Ancaman kerusakan atau hambatan meningkat berturut-turut dari Kelas I sampai kelas VIII. Untuk menentukan perencanaan tata ryang atau wilayah digunakan metode pengharkatan (scoring). Metode pengharkatan merupakan suatu cara menilai potensi
32

lahan dengan memberikan nilai pada pamsin-masing kareakteristik lahan, sehingga dapat dihiung nilainya dan dapat ditentukan harkatnya. 1. Data yang dibutuhkan untuk analisis kemampuan lahan : a. Peta lereng skala1:50000 b. Peta jenis tanah skala 1:50000 2. Langkah langkah membuat peta kemampuan lahan a. Peta kemiringan lereng dioverlay dengan peta jenis tanah, adapun jenis tanah yang terdapat di wilayah Solok bagian selatan:    Tanah Podsolik (Kambisol) Tanah Andosol Tanah Mediteran 3. Hasil analisis Adapun kemampuan yang ada di kelompok tanaman pangan setelah dilakukan overlay yaitu berada pada kelas penjelasan sebagai berikut: >>Kelas I Lahan yang termasuk kelas satu ini sesuai untuk berbagai penggunaan (pertanian, padang pengembalaan hutan, hutan cagar alam)lahan ini juga memiliki sedikit kendala dalam penggunaanya. Cirri-cirinya bertopografi datar / agak datar, bahaya erosi ringan,kedalaman efektif dalam, drainase baik dan mudah diolah. >>Kelas II Lahan memiliki kendala yang mengurang I pilihannya penggunaanya atau memerlukan tindakan konservasi sedang. Lahan kelas ini membutuhkan pengolahan tanah secara hati-hati termasuk tindakan konservasi tanah untuk mencegah kemerosostan tanah. Tanah kelas II dapat digunakan untuk tanaman semusim, padang rumput, padang rumput, padang pengembalaan, hutan roduksi, hutan lindung, dan cagar alam. >>Kelas III Lahan yang memiliki kendala yang berat sehingga mengurangi pilihan penggunaan, atau memerlukan tindakan konservasi khusus atau keduanya.
33

I, II, dan III. Dengan

Tanah kelas III dapat digunakan untuk tanaman semusim, padang pengembalaan, hutan produksi, hutan lindung, dan suaka marga satwa.

3) Analisis Rawan Bencana Berdasarkan pengamatan peta yang telah dianalisis, untuka menganalisis peta rawan bencana, peta yang di overlay diantaranya :     Peta curah hujan Peta jenis tanah Peta lereng Peta geologi

Dari hasil overlay peta diatas, maka didapatkan analisis rawan bencana tanaman pangan Kab. Solok adalah sebagai berikut : a) Bahaya Gunung Merapi (Bahaya 1) Bahaya gunung merapi ini terjadi pada daerah sekitar gunung merapi yang dapat dilihat dari ketinggian lereng yang curam dan agak curam dan geologinya lahar dan andesit. Sehingga dapat kita identifikasi adanya bahaya longsor di daerah tersebut. b) Waspada gunung Merapi (bahaya 2) Waspada gunung merapi ini terjadi pada daerah yang tidak terlalu jauh dari gunung merapi, dimana lerengnya agak landai dan jenis geologinya berupa andesitl dan lahar yang masih rawan akan bencana gunung merapi. c) Longsor Rawan bencana jenis ini pada umumnya terjadi di bagian selatan Kec. Gunung Talang dimana ketinggian lerengnya yang agak curam dan memiliki jenis tanah podsolik dan andosol dimana jenis tanah ini peka terhadap erosi yang dapat menimbulkan longsor serta didukung oleh curah hujan yang relatif tinggi. d) Daerah kerentanan gerakan tanah rendah Daerah ini sebagian besar terdapat di kec. Bukit Sundi dan Lembang Jaya dimana jenis tanahnya adalah andosol yangsifatnya subur dan peka
34

terhadap erosi dan memiliki kemiringan lereng yang datar sehingga bencana erosi dan longsor relatif kecil. e) Daerah kerentanan gerakan tanah sedang Daerah ini sebagian besar terdapat di kec. Bukit Gunung Talang dimana jenis tanahnya adalah podsolik(kambisol) yang sifatnya subur dan peka terhadap erosi serta memiliki kemiringan lereng yang landai sehingga bencana erosi dan longsor relatif sedang. f) Gempa bumi Bencana gempa bumi ini didapatkan dari adanya sesar yang melintang di sepanjang bagian timir kec. Lembang Jaya dan Bukit Sundi. Sesar ini juga terdapat di Kec Gunung Talang. Sehingga daerah sekitar sesar ini berpotensi rawan gempa bumi.

4) Analisis Daerah Aliran Sungai (DAS) Dalam menganalisis DAS di tiga kecamatan Tanaman Pangan yang perlu di perhatikan adalah persentase dari tutupan lahan yang dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Dalam analisis ini yang dibutuhkan beberapa peta untuk di overlay, diantaranya:   Peta Topografi Peta Penggunaan Lahan Eksisting

Dari hasil overlay kecamatan Tanaman Pangan yang dilakukan dapat dilihat bahwa luas DAS sebesar 12. 375 ha, hutan Negara seluas 11.908 ha dengan persentase 10,4 %, sawah 3.374 ha dengan persentase 35,7 %.

5) Potensi dan Kendala Fisik Wilayah Dari luas kecamatan Tanaman pangan yang seluas 593,9 km2 atau 593.900 ha. Bukit Sundi dengan luas 109,00 ha, Gunung Talang 385,00 ha, dan Lembang Jaya 99,90 ha. Dari ketiga kecamatan tersebut Bukit Sundi satu kecamatan nya bertopografi landai dan dan sangat cocok untuk kawasan budidaya dengan persentase 18,35 %. kecamatan Lembang Jaya seluas 16,82%, pada kecamatan Lembang Jaya memiliki topografi yang sangat beragam datar, landai, agak curam dan curam sehingga pada daerah ini 8,41%
35

cocok dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya, dan 8,41% lainnya cocok dimanfaatkan sebagai kawasan penyangga. Kecamatan Gunung Talang persentase luas daerahnya seluas 64,83%, daerah ini juga memiliki topografi yang sangat beragam datar, landai, agak curam, dan curam. Hanya 16,21 % dari daerah ini yang bisa di manfaatkan sebagai kawasan budidaya 48,62% nya cocok di manfaatkan sebagai kawasan penyangga. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa topografi suatu daerah sangat berperan penting dalam pengembangan peruntukan suatu daearah yang akan dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya atau kawasan penyangga. Di samping itu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan potensi suatu daerah adalah curah hujan dan jenis tanah.

36

BAB III ANALISIS KONDISI KEPENDUDUKAN

A. ANALISIS KEPENDUDUKAN Tabel 11 : Jumlah Penduduk Kecamatan Lembang Jaya Menurut Jenis Kelamin Tahun 2007-2010 Tahun Jenis Kelamin Laki - laki Perempuan Jumlah Laju Pertumbuhan 22.358 22.694 45.052 537 22.479 23.110 45.589 -2831 18.844 23.914 42.758 -17.006 12.764 12.988 25.752 76.445 82.706 159.151 2007 2008 2009 2010 Jumlah

Sumber : BPS Kabupaten Solok

Jumlah Penduduk Kecamatan Lembang Jaya Menurut Jenis Kelamin
25.000 20.000 15.000 laki-laki 10.000 perempuan 5.000 0.000 2007 2008 2009 2010

JUmlah Penduduk

Tahun 37

Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa jumlah laki-laki pada tahun 2007 sebanyak 22.358 jiwa, dan jumlah perempuan 22. 694 jiwa. Pada tahun 2008 jumlah penduduk laki-laki 22.479 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 23.110 jiwa. Tahun 2009 jumah penduduk perempuan di Kecamatan Lembang Jaya lebih banyak dari pada jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan sebanyak 23.914 dan penduduk laki-laki sebanyak 18.844 orang dan pada tahun 2010 jumlah penduduk kecamatan lembang jaya mengalami penurunan dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 12.764 dan penduduk perempuan sebanyak 12.988 orang. Jadi dapat diketahui bahwa dari tahun 2007-2009 Kecamatan Lembang Jaya mengalami peningkatan tetapi tidak dalam jumlah yang begitu signifikan. Pada tahun 2010 Kecamatan Lembang Jaya mengalami penurunan dari tahun 2009, pada tahun 2009 jumlah penduduk seuruhnya 42.758 sedangkan pada tahun 2010 jumlah penduduk seluruhnya adalah 25.752 orang.

Tabel 12: Jumlah Penduduk Kecamatan Gunung Talang Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2007-2010 Tahun Jenis Kelamin Laki - laki Perempuan Jumlah Laju Pertumbuhan 22.358 22.694 45.052 537 22.479 23.110 45.589 -2831 18.844 23.914 42.758 3.980 23.159 23.579 46.738 86.840 93.297 180.137 2007 2008 2009 2010 Jumlah

Sumber : BPS Kabupaten Solok

38

Jumlah Penduduk Kecamatan Gunung Talang Berdasarkan Jenis Kelamin
25.000

Jumlah Penduduk

20.000 15.000 laki-laki 10.000 5.000 0.000 2007 2008 2009 2010 perempuan

Tahun

Pada Kecamatan Gunung Talang jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah sebanyak 45.052 dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 22.358 orang dan penduduk perempuan sebanyak 22.694 orang. Tahun 2008 jumlah penduduk perempuan sebanyak 23.110 orang dan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 22.479 orang. Pada tahun 2009 jumlah penduduk laki-laki di Kecamatan Gunung Talang mengalami penurunan dari pada tahun sebelumnya dengan jumlah penduduk lakilaki 18.844 orang dan penduduk perempuan sebanyak 23.914 orang sedangkan tahun 2010 jumlah penduduk laki-laki mengalami peningkatan menjadi 23.159 sedangkan penduduk perempuan mengalami penurunan dengan jumlah penduduk 23.579 orang. Jadi dapat dipahami bahwa di Kecamatan Gunung Talang tiap tahunnya penduduknya mengalami peningkatan. meskipun tidak dalam jumlah yang besar dan jumlah penduduknya dari tahun-ketahun rata-rata seimbang dengan jumlah penduduk berkisar antara 40.000 - 45.000 orang tiap tahunnya.

39

Tabel 13.

Jumlah Penduduk Kecamatan Bukit Sundi Menurut Jenis

Kelamin Tahun 2007-2010 Tahun Jenis Kelamin Laki - laki Perempuan Jumlah Laju Pertumbuhan 11188 11847 23035 11169 12141 23310 725 12018 12017 24035 -1208 10998 11829 22827 45373 47834 2007 2008 2009 2010 Jumlah

93207 -

275 Sumber : BPS Kabupaten Solok

Jumlah Penduduk Kecamatan Bukit Sundi Menurut Jenis Kelamin
12.200 12.000

Jumlah Penduduk

11.800 11.600 11.400 11.200 11.000 10.800 10.600 10.400 2007 2008 2009 2010 perempuan laki-laki

Tahun

Berdasarkan tabel dan grafik batang di atas jumlah penduduk Kecamatan Bukit Sundi pada tahun 2007 jumlah penduduk laki-laki 11.188 dan tahun 2008 berjumlah 11.169 berarti penduduk laki laki mengalami penurunan. Kemudian pada tahun 2009 mengalami kenaikan yaitu sebanyak 12.018 dan pada tahun 2010

40

kembali menurun menjadi 10.998. Dapat di ketahui bahwa penduduk laki-laki dari tahun 2007 hingga 2010 mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya. Sedangkan jumlah penduduk perempuan pada tahun 2007 adalah 11.847,tahun 2008 jumlah penduduk perempuan mengalami peningkatan dengan jumlah penduduk perempuan sebanyak 12.141, pada tahun 2009 jumlah penduduk perempuan adalah sebanyak 12.017 sedangkan pada tahun 2010 penduduk perempuam di kecamatan bukit sundi mengalami pernurunan dengan jumlah penduduk peremuan sebanyak 11.829 orang.

Table 14 : Jumlah Penduduk Kelompok Tanaman Pangan Jumlah penduduk Kecamatan 2007 Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Jumlah Laju Pertumbuhan 41349 -4937 -14234 45052 45052 23035 73139 2008 45589 45589 23310 114488 2009 42758 42758 24035 109551 2010 25752 46738 22827 95317 159151 180137 93207 392495 Jumlah

-

Sumber : BPS Kabupaten Solok

41

Jumlah Penduduk Kelompok Tanaman Pangan
50 45

Jumlah Penduduk

40 35 30 25 20 15 10 5 0 2007 2008 2009 2010 Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi

Tahun

Dari ketiga kecamatan Jumlah penduduk dari data diatas dapat dilihat bahwa setiap kecamatan selalu mengalami peningkatan maupun penurunan, seperti kecamatan Lembang Jaya pada tahun 2007 jumlah penduduknya sebanyak 45.052 jiwa, pada tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 537 jiwa sehingga jumlah penduduk pada tahun 2008 sebanyak 45589 jiwa, pada tahun 2009 kecamatan ini mengalami penurunan jumlah penduduk sebesar 2831 jiwa sehingga jumlah penduduk pada tahun 2009 pada kematan ini sebesar 42758 jiwa. Pada tahun 2010 jumlah penduduk di kecamatan lembang jaya kemballi mengalami penurunan yang sangat signifikan sebesar 17006 jiwa sehingga pada tahun 2010 jumlah penduduk di kecamatan lembang jaya sebesar 25752 jiwa. Jumlah penduduk kecamatan Gunung Talang pada tahun 2007 sebesar 45052 jiwa, jumlah penduduk di Kecamatan Gunung Talang mengalami peningkatan pada tahun 2008 sebesar 537 jiwa sehingga jumlah penduduk pada tahun 2008 di kecamatan ini sebesar 45589 jiwa. Pada tahun 2009 penduduk di kecamatan Gunung taalang mengalami penurunan sebesar 2831 jiwa sehingga pada tahun 2009 jumlah penduduk di kecematan
42

ini sebesar 42758 jiwa. Pada tahun 2010 jumlah penduduk di Kecamatan Gunung Talang mengalami peningkatan sebesar 3980 jiwa sehingga jumlah penduduk di kecamatan gunung talang pada atahun 2010 sebesar 46738 jiwa. Jumlah penduduk Kecamatan Bukit Sundi pada tahun 2007 sebesar 23035 jiwa dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 sebesar 275 jiwa sehingga jumlah penduduk di kecamatan Bukit Sundi menjadi 23310 jiwa pada tahun 2008. Pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 725 jiwa sehingga jumlah penduduk kecamatan bukit sundi pada tahun 2009 sebesar 24035 jiwa. Namun pada tahun 2010 jumlah penduduk Bukit Sundi mengalami penurunan sebesar 1208 sehingga jumlah penduduk di Kecamatan Bukit Sundi pada tahun 2010 sebesar 22827 jiwa. Sehingga dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pada Kecamatan Lembang Jaya dan Kecamatan Gunung Talang mengalami peningkatan dan penurunan jumlah penduduk pada tahun yang sama yaitu pada tahun 2008 jumlah penduduk di dua kecamatan ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, tahun 2009 pada dua kecamatan ini mengalami penurunan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya, dan padatahun 2010 kedua kecamatan ini mengalami peningkatan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. Untuk Kecamatan Bukit Sundi dari tahun 2007 hingga tahun 2009 selalu mengalami peningkatan jumlah penduduk dan pada tahun 2010 kecamatan Bukit Sundi mengalami penurunan jumlah penduduk.

43

Table 15 : Jumlah Penduduk Kecamatan Lembang Jaya Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin No Kelompok umur Laki-laki perempuan Jenis kelamin Jumlah %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65 + Jumlah

1338 1456 1474 1354 1080 856 843 836 798 822 649 342 372 650 12872

1233 1331 1549 1511 1041 995 897 854 941 796 565 367 431 782 13295

2572 2788 3024 2865 2122 1851 1740 1690 1739 1618 1214 710 803 1433 26167 100

9.83 10.65 11.56 10.95 8.11 7.07 6.65 6.46 6.65 6.18 4.64 2.71 3.07 5.47

Sumber : BPS Kabupaten Solok 2010

44

Jumlah Penduduk Kecamatan Lembang Jaya Menurut Kelompok Umur dan Jenis Jelamin
65 + 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15- 19 10-14 5-9 0-4 -2000 -1500 -1000 -500 0 500 1000 1500 2000

Kelompok Umur

perempuan laki-laki

Jumlah Penduduk

Pada Kecamatan Lembang Jaya penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin dari umur tahun 0-4 s/d 65> (keseluruhan) jumlahnya lebih tinggi pada penduduk dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebesar 13295 sedangkan penduduk laki-laki berjumlah 12872. Namu jika dilihat dari setiap umur (tahun) antara laki-laki dan perempuan jumlahnya saling berselisih misalnya pada umur antara tahun 0-4 jumlah penduduk laki-laki sebesar 1338 dan perempuan lebih rendah yaitu 1233. Kemudian pada umur (tahun) 10-14 jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit yaitu 1474 dari jumlah perempuan yaitu 1549. Jadi tidak selalu penduduk laki-laki yang lebih tinggi atau perempuan yang lebih tinggi dan sebaliknya. Namun seperti yang telah dijelaskan di atas apabila dijumlahkan keseluruhan jumlah penduduk perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.

45

Kemudian jika dilihat dari jumlah laki-laki dan perempuan penduduk yang jumlahnya tertinggi yaitu pada umur antara 10-14 tahun yaitu sebesar 3024 dan terendah penduduk diantara umur 55-59 tahun yaitu hanya sebesar 710. Table 16: Jumlah Penduduk Kecamatan Gunung Talang Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin No Kelompok umur Laki-laki 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65 + 1958 2131 2159 1983 1581 1252 1234 1224 1167 1204 951 502 546 951 Perempuan 2220 2393 2786 2718 1873 1791 1614 1536 1694 1429 1014 661 775 1410 417 4525 4945 4700 3454 3043 2848 2760 2861 2633 1966 1163 1321 2361
0.98 10.58 11.57 10.10 8.08 7.12 6.67 6.45 6.69 6.16 4.60 2.72 3.09 5.52

Jenis kelamin

Jumlah %

46

Jumlah

18844

23914

42758

100

Sumber : BPS Kabupaten Solok 2010

Jumlah Penduduk Kecamatan Gunung Talang Menurut Kelompok Umur
65+ 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 -3000 -2000 -1000 0 1000 2000 3000 Jumlah Penduduk

Kelompok Umur

perempuan laki-laki

Selanjutnya jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin di Kecamatan Gunung Talang sama seperti kecamatan sebelumnya yaitu Lembang Jaya. Apabila dilihat dari jumlah keseluruhan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk yang perempuan, lebih tinggi penduduk yang perempuan yaitu sebesar 23914 sedangkan laki-laki sebesar 18844. Kemudian jika dilihat dari jumlah laki-laki dan perempuan jumlah penduduk tertinggi yaitu pada umur 10-14 tahun yaitu 4945 sedangkan yang paling rendah pada umur 0-4 yaitu sebesar 417.

47

Table 17 : Jumlah Penduduk Kecamatan Bukit Sundi Menurut Umur Dan Jenis Kelamin No Kelompok umur Laki-laki 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65 + Jumlah 1161 1264 1280 1175 938 743 732 726 691 713 563 296 323 564 11169 Perempuan 1126 1215 1414 1380 951 911 819 779 859 726 516 336 394 716 12141 2288 2479 2694 2555 1889 1653 1551 1505 1550 1439 1078 632 718 1280 23310 Jenis kelamin Jumlah

Sumber : BPS Kab. Solok 2010
48

Jumlah Penduduk Kecamatan Bukit Sundi Berdasarkan Kelompok Umur
65+ 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 -1500 -1000 -500 0 500 1000 1500 2000 Jumlah Penduduk

Kelompok Umur

PEREMPUAN LAKI-LAKI

Pada kecamatan Bukit Sundi jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin masih sama seperti dua kecamatan di atas yaitu jumlah laki-laki lebih rendah dibanding perempuan. Yaitu laki-laki sebesar 11169 dan jumlah perempuan sebesar 12141. Dan dilihat dari jumlah antara laki-laki dan perempuan yang tertinggi yaitu pada umur 10-14 tahun sebesar 2694. Sedangkan yang paling rendah pada umur 55-59 yaitu sebesar 632.

49

Table 18 : Jumlah Penduduk Menurut Umur Dan Jenis Kelamin Kabupaten Solok 2010 No Kelompok umur Laki-laki 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65 + Jumlah 19082 20531 19915 19454 11884 13777 12738 11427 9766 9279 8836 7173 3920 8243 171845 Perempuan 17960 19230 19024 15346 12348 13934 12827 11686 10569 10290 9508 7087 4210 8823 176721 37042 39581 38939 30800 24232 27711 25565 23113 20335 19569 18344 14260 8130 17066 348566 Jenis kelamin Jumlah

Sumber: BPS Kabupaten Solok 2010

50

B. SUMBER DAYA MANUSIA 1. PENDIDIKAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang berperan meningkatkan kualitas hidup yang dapat bearti peningkatan kesejahteraan.Pentingnya pendidikan tercermin dalam UUD 1945 dimana dinyatakan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga Negara yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Meningkatkan pendidikan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pembangunan dibidang pendidikan meliputi pembangunan pendidikan secara formal maupun non formal.Titik berat pendidikan formal adalah peningkatan mutu dan perluasan pendidikan dasar.Selain itu kesempatan belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga turut ditingkatkan. Keberhasilan program pendidikan perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan dan kesempatan memperoleh pendidikan dalam rangka menunjang program wajib belajar.

a. Jumlah Kelas, Murid Dan Guru Menurut Tingkat Pendidikan

Tabel 19 : Jumlah Kelas, Murid Dan Guru Menurut Tingkat Pendidikan Kecamatan Lembang jaya Tahun 2010 Sekolah TK SD SLTP SLTA Gunung talang 2010 TK SD Kelas 14 146 43 16 23 302 Guru 28 316 102 48 22 387 Murid 211 4405 1079 422 738 6595

51

SLTP SLTA Kecamaatan Tahun Bukit sundi 2010 Sekolah TK SD SLTP SLTA Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

76 45 Kelas 22 135 34 19

194 99 Guru 46 270 91 63

2052 1394 Murid 346 3238 744 243

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwasanya pada Kecamatan Lembang Jaya pada tahun 2010 memiliki 11 TK, dengan jumlah kelas 14, guru 114 orang dan jumlah siswa 211 murid. Untuk SD sebanyak 146 kelas, guru 316 orang dan jumlah murid 4405, pada tingkat SLTP didapatkan sebanyak 43 kelas, 102 guru dan 1079 murid. Sedangkan pada tingkat SLTA didapatkan sebanyak 16 kelas, 48 guru dan 422 murid. Kecamatan Gunung Talang pada tahun 2010, pada tingkat TK jumlah kelasnya sebanyak 23, guru 22 orang dan jumlah murid 738 orang. Pada tingkat SD jumlah kelasnya sebanyak 302, jumlah guru sebanyak 387, dan jumlah murid sebanyak 6595. Pada tingkat SLTP didapatkan sebanyak 76 kelas, 194 guru dan 2052 murid. Sedangkan pada tingkat SLTA didapatkan sebanyak 45 kelas, 99 guru dan 1394 murid. Sedangkan pada Kecamatan Bukit Sundi pada tahun 2010, pada pada tingkat TK jumlah kelasnya sebanyak 22, guru 46 orang dan jumlah murid 346 orang. Pada tingkat SD jumlah kelasnya sebanyak 135, jumlah guru sebanyak 270, dan jumlah murid sebanyak 3238. Pada tingkat SLTP didapatkan sebanyak 34 kelas, 91 guru dan 744 murid. Sedangkan pada tingkat SLTA didapatkan sebanyak 19 kelas, 63 guru dan 243 murid. Table 20 : Jumlah Kelas,Murid Dan Guru ,Menurut Tingkat Pendidikan Di Kabupaten Solok

52

Kabupaten Solok

Tahun 2009

Sekolah SD SLTP SLTA PERGURUAN TINGGI

Kelas 2296 506 356 *

Guru 51253 1715 897 21

Murid 3806 16261 9844 80

Sumber : BPS Kabupaten Solok Tahun 2009 Kebutuhan jumlah sekolah, jumlah kelas dan tenaga pengajar yang cukup dapat kita lihat dari table diatas. Dimana upaya untuk menigkatkan mutu pendidikan dapat dilihat dari upaya pemerintah Kabupaten Solok dalam pengadaan sarana pendidikan.Hal ini dapat kita lihat dengan bertambahnya jumlah sekolah dasar dari unit 343 pada tahun 2008 menjadi 340 unit pada tahun 2009.Dan peningkatan lainnya dapat kita lihat pada rasio murid terhadap sekolah, rasio murid terhadap kelas dan rasio murid terhadap guru. Pada tahun 2009 rasio murid terhadap sekolah adalah 151 yang artinya setiap sekolah rata-rata menampung sebanyak 151 orang.Sedangkan rasio murid terhadap kelas adalah sebanyak 22 yang artinya setiap kelas rata-rata menampung siswa sebanyak 22 orang dan hal ini mengalami kenaikan dari pada tahun-tahun sebelumnya. Jumlah sekolah pada jenjang SLTP pada tahun 2009 di Kabupaten Solok adalah sebanyak 95 sekolah dengan jumlah kelas 506,1715 orang guru dan 16.261 orang murid.Rasio murid terhadap sekolah pada tahun 2009 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dari 289 murid menjadi 171 murid untuk setiap sekolah.Rasio murid dan kelas juga mengalami penurunan dari 35 menjadi 32 murid untuk setiap kelasnya.Sedangkan rasio antara murid dan guru pada tahun 2009 termasuk kedalam kategori yang sangat rendah yaitu 9 yang artinya secara rata-rata setiap guru harus mengawasi 9 orang siswa. Pada jenjang SLTA jumlah sekolah di Kabupaten Solok pada tahun 2009 seebanyak 39 sekolah.Jumlah tersebut termasuk didalamnya Sekolah Menengah Umum (SMU) negeri dan swasta,Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi negeri dan swasta serta SMK sosial.Dari ke 39 sekolah
53

terdapat 356 kelas, dengan jumlah guru sebanyak 897 orang dan murid sebanyak 9.844 orang. Jumlah Perguruan Tinggi di kabupaten solok pada tahun 2009 sebanyk 1 buah yaitu Perguruan Tinggi ELHAKIM Sulit Air yang berlokasi di kecamatan X koto Di Atas dengan jumlah dossen mengajar sebnayk 21 orang dan jumlah mahasiswa sebanyak 90 orang.Jumlah mahasiswa di Kabupaten Solok terlihat masih cukup rendah disebabkan karena banyak lulusan SLTA di Kabupaten Solok lebih banyak kuliah di ibukota Propinsi Sumatra Barat. b. Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Keberhasilan program pemerintah dalam bidang pendidikan dapat dilihat dari indikator pendidikan yaitu tertinggi yang ditamatkan oleh penduduknya.Indikator ini mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang dimilki oleh suatu daerah.Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin besar pula aksesnya pada lapangan pekerjaan sehingga kesejahteraannya dapat ditingkatkan.

Tabel 21 : Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan di Kecamatan Gunung Talang Menurut Jenis Kelamin No Tingkat pendidikan yang ditamatkan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak / belum Sekolah TIdak Tamat SD Tamat SD SLTP Sederajat SLTA sederajat Diploma I /II D III/ diploma D IV /S1 S2 Jenis kelamin Laki-laki 1222 5725 6211 3396 2832 569 91 109 456
54

Jumlah

Perempuan 1439 5694 5802 3403 3166 486 319 215 606 2661 11.419 12.013 6.799 5.998 1.055 410 324 1062

10

S3 Jumlah

57 20.668

20 21.150

77 41.818

Sumber : BPS Kabupaten Solok Tahun 2010

Berdasarkan tabel di atas tingkat pendidikan yang ditamatkan menurut jenis kelamin adalah penduduk yang tidak atau belum sekolah sebanyak laki-laki 1222 orang dan perempuan 1439, dengan jumlah 2661 orang. Penduduk yang tidak tamat SD sebanyak laki-laki 5725 orang dan perempuan 5694 orang, dengan jumlah 11419 orang. Pada penduduk yang tamat SD sebanyak laki-laki 6211 orang dan perempuan 5802 orang, dengan jumlah 12013 orang. Penduduk yang tamat SLTP sederajat sebanyak laki-laki 3396 orang dan perempuan 3403 orang, dengan jumlah 6799 orang. Penduduk yang tamat SLTA sederajat banyaknya, laki-laki 2832 orang dan perempuan 3166 orang, dengan jumlah 5998 orang. Penduduk yang tamat diplomaI/II laki-laki sebanyak 569 orang dan perempuan 486 orang, dengan jumlah 1055 orang. Penduduk yang tamat D III/ Akademi laki-laki sebanyak 91 orang dan perempuan 319 orang, dengan jumlah 410 orang. Penduduk yang tamat DIV/S1 laki-laki sebanyak 109 orang dan perempuan 215 orang dengan jumlah 324 orang. Penduduk yang tamat S2 laki-laki sebanyak 456 orang dan perempuan 606 orang dengan jumlah 1062 orang. Sedangkan penduduk yang pendidikan tertingginya S3 laki-laki sebanyak 57 orang dan perempuan 20 orang dengan jumlah 77 orang.

55

Table 22 : Tingkat Pendidikan Kecamatan bukit sundi Menurut Jenis Kelamin No Tingkat pendidikan yang ditamatkan 1 2 3 4 5 6 Tidak / belum Sekolah TIdak Tamat SD Tamat SD SLTP Sederajat SLTA sederajat Sekolah kejuruan 7 8 9 10 D I/ diploma D III / akademi D IV / S1 S2 / S3 Jumlah 54 62 227 13 9831 164 115 336 8 10.650 218 177 563 21 20841 menengah Jenis kelamin Laki-laki 520 2899 2957 1569 1419 111 Perempuan 573 2918 3035 1818 1593 90 1093 5817 5992 3387 3012 201 Jumlah

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

Berdasarkan tabel di atas tingkat pendidikan yang ditamatkan menurut jenis kelamin adalah penduduk yang tidak atau belum sekolah sebanyak laki-laki 520 orang dan perempuan 573, dengan jumlah 1093 orang. Penduduk yang tidak tamat SD sebanyak laki-laki 2899 orang dan perempuan 2918 orang, dengan jumlah 5817 orang. Pada penduduk yang tamat SD sebanyak laki-laki 2957 orang dan perempuan 3035 orang, dengan jumlah 5992 orang. Penduduk yang tamat SLTP sederajat sebanyak laki-laki 1569 orang dan perempuan 1818 orang, dengan jumlah 3387 orang. Penduduk yang tamat SLTA sederajat banyaknya, laki-laki 1419 orang dan perempuan 1593 orang, dengan jumlah 5998 orang. Penduduk yang tamat Sekolah Menengah Kejuruan laki-laki sebanyak 111 orang dan perempuan 90 orang dengan jumlah 201 orang. Penduduk yang tamat diplomaI/II laki-laki sebanyak 54 orang dan perempuan 164 orang, dengan jumlah 218 orang.
56

Penduduk yang tamat D III/ Akademi laki-laki sebanyak 62 orang dan perempuan 115 orang, dengan jumlah 410 orang. Penduduk yang tamat DIV/S1 laki-laki sebanyak 227 orang dan perempuan 336 orang dengan jumlah 563 orang. Sedangkan penduduk yang pendidikan tertingginya tamat S2 laki-laki sebanyak 13 orang dan perempuan 8 orang dengan jumlah 21 orang.

Table 23 : Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Pendidikan yang ditamatkan Jenis kelamin Laki-laki perempuan Jumlah

SD SLTP SLTA UNIVERSITAS

18.74 13.75 13.40 2.46

19.97 13.19 13.05 5.61

38.53 26.95 26.46 8.07

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2009

57

Grafik : Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Dan Jenis Kelamin Tahun 2009

20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0

19.97 18.74 13.75 13.19 13.4 13.05

Jumlah

5.61 2.46

laki-laki perempuan

Pendidikan yang ditamatkan

Dari grafik di atas dapat terlihat gambaran bahwa persentase pendidikan tertinggi yang ditamatkan penduduk berumur 10 tahun ke atas cenderung menurun pada jenjang yang lebih tinggi.Faktor ekonomi, menikah dan masuk dunia kerja merupakan penyebab kecenderungan tersebut.Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya penduduk umur 10 tahun keatas yang menamatkan SLTA dan Diploma /Universitas mengalami peningkatan namun dari 38.83 % dan 26.86% menjadi 38.53% dan 26.95% pada tahun 2009. Hal ini berarti banyak penduduk berumur 10 tahun keatas yang tamat SD tidak melanjutkan ke jenjang SLTP dan yang tamat SLTP tidak melanjutkan ke SLTA.Hal iini mengindikasikan bahwa program dilaksanakan. pendidikan wajib belajr 9 tahun belum tuntas

58

c. Tingkat melek huruf Salah satu masalah dalam dunia pendidikan di kabupeten solok adalah masih adanya angka buta huruf, artinya masih ada yang tidak bias membaca dan menulis kalimat sedikitpun, namun jika dilihat dari angka melek huruf sudah semakin tinggi. Angka melek huruf adalah kemampuan seseorang untuk membaca dan menulis kalimat sederhana sehingga mampu berinteraksi dan dapat memperoleh

informasi.Tingkat melek huruf atau tingkat kemampuan membaca tulis dan tingkat buta huruf merupakan indokator penting untuk melihat keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan. Table 24: Persentase Melek Huuruf Dan Buta Huruf Penduduk Yang Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin Tahun 2009 Melek huruf & Buta huruf Melek huruf Buta huruf Jumlah Jenis kelamin Laki-laki 97.40 2.60 100.00 Perempuan 96.05 3.95 100.00

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2009

59

Grafik : melek huruf dan buta huruf penduduk yang berumur 10 tahun ke atas menurut jenis kelamin tahun 2009

96.05 97.4 100.00 80.00 Jumlah 60.00 40.00 4.4 20.00 0.00 melek huruf buta huruf 2.6 laki-laki perempuan

Dari garfik di atas terlihat bahwa keadaan penduduk Kabupaten Solok yang melek huruf mengalami perkembangan kearah yang lebih baik.Hal ini ditandai dengan meningkatnya persentase penduduk yang melek huruf yang bearti jumlah penduduk kabupaten solok yang buta huruf semakin berkurang. Pada tahun 2009 persentase penduduk yang melek huruf yang berusia di atas 10 tahun sebesar 98.69% mengalami sedikit peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya .Berdasarkan jenis kelamin tingkat melek huruf perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki yakni perempuan yang melek huruf sebesar 96.05 % sedangkan laki-laki 97.40 %. Sebaliknya persentase tingkat buta huruf penduduk berumur 10 tahun ke atas mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan thaun sebelumnya, artinya penduduk

60

yang berumur 10 tahun keatas yang tidak bias membaca dan menulis berkurang yaitu 4.87 % pada tahun 2008 menjadi 3.31 % pada tahun 2009. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin tingkat buat huruf penduduk perempuan lebih tinggi dibandingkan penduduk laki-laki yaitu 3.95% penduduk perempuan dan 2.60% penduduk laki-laki yang mengalami buta huruf.Hal ini berkaitan dengan tingkat partisipasi sekolah penduduk laki-laki kebih besar dari pada perempuan sehingga persentase penduduk laki-laki yang buta huruf cenderung lebih kecil dibandingkan dengan perempuan.

C. KESEHATAN Kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia seseorang.Orang yang sehat akan mampu melakukan segala kegiatan sehingga akan memperoleh hasil yang optimal.Oleh karenanya pemerintah setiap tahunnya senantiasa meningkatkan Anggaran dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor kesehatan. Upaya pemerintah mengutamakan pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara luas yang mana nantinya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan yang lebih utama yakni untuk menurunkan angka kematian bayi atau balita. Target pembangunan kesehatan lebih diutamakan untuk kelompok masyarakat tertinggal, serta dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas penyeediaan sarana kesehatan. Tenaga kesehatan dan penyediaan obat-obatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat. a) Sarana Kesehatan Salah satu upaya pemerintah Kota Solok dalam pembangunan bidang kesehatan adalah melalui peningkatan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat yang memadai sehingga mempermudah akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

61

 Rumah Sakit Tabel 25: Jumlah Rumah Sakit Kecamatan 1. Lembang Jaya 2. Gunung Talang 3. Bukit Sundi Rumah Sakit 1 Jumlah 1 -

Sumber : BPS Kab. Solok Tahun 2010

Dari table di atas dapat kita ketahui bahwa pada kelompok tanaman pangan hanya terdapat 1 rumah sakit yaitunya pada Kecamatan Gunung Talang dan untuk Kecamatan Lembang Jaya dan Bukit Sundi tidak terdapat rumah sakit.  Puskesmas Tabel 26: Jumlah Puskesmas
Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu

1. Lembang jaya 2. Gunung talang 3. Bukit sundi

Bukik Sileh Talang, Jua Gaek, kayu jao Bukit sundi

8 9 6

Sumber : BPS Kab.Solok tahun 2010

Untuk sarana puskesmas pada Kecamatan Lembang Jaya terdapat 1 puskesmas pusat yang terdapat di daerah Bukik Sileh dan terdapat 8 puskesmas pembantu, untuk Kecamatan Gunung Talang terdapat 3 puskesmas pusat yaitu pada daerah Talang, Jua Gaek dan Kayu Jao sedangkan puskemas pembantunya ada 9 buah dan untuk Kecamtan Bukit Sundi terdapat 1 puskesmas utama yaitu terdapat di daerah Bukit Sundi dan dibantu oleh 6 puskemas pembantu.

62

b) apotik Tabel 27: Jumlah Apotik No Kecamatan Apotik Rumah obat Pedagang Besar (Farmasi) 1 2 3 Lembang jaya Gunung talang Bukit sundi 1 6 -

Sumber : BPS Kab.Solok tahun 2010 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa di Kecamatan Lembang Jaya tidak ada apotik, rumah obat dan farmasi, di Kecamatan Gunung Talang hanya terdapak 6 buah rumah obat, sedangkan untuk di Kecamatan Bukit sundi hanya terdapat 1 buah apotik. c) Rumah Bersalin, klinik dan Posyandu Tabel 28: Jumlah Rumah Bersalin, Klinik Dan Posyandu No 1 2 3 Kecamatan Lembang jaya Gunung talang Bukit sundi Rumah Bersalin Klinik Posyandu 47 69 36

Sumber : BPS Kab. Solok Tahun 2010 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa di 3 kecamatan tersebut hanya terdapat posyandu bersalin dan klinik tidak ada, untuk posyandu dengan jumlah 47 buah terdapat di Kecamatan Lembang Jaya, 69 buah di Kecamatan Gunung Talang dan 36 buah di Kecamatan Bukit Sundi Tabel 29: Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupeten Solok Tahun 2011 No 1 2 3 Sarana Kesehatan Rumah Sakit Umun Puskesmas Puskesmas Keliling
63

Jumlah 1 18 -

4 5 6 7 8 9 10

Puskesmas Pembantu Balai Pengobatan Swasta Rumah Bersalin Rumah obat Apotik Klinik gigi Posyandu Jumlah

84 6 4 578 701

Sumber : BPS Kab.Solok Tahun 2010 Dari tabel diatas diketahui bahwa Kabupaten Solok telah memiliki rumah sakit umum sebanyak 1 buah yang berlokasi di ibu kota kabupaten yaitu di Arosuka.Saranasarana lain tersebar di seluruh kecamatan seperti puskesmas yang berjumlah 18 buah, puskesmas pembantu berjumlah 84 buah, rumah saki obat sebanyak 6 buah, apotik sebanyak 4 buah dan posyandu sebanyak 578 buah.

d) Tenaga Kesehatan

Tebel 29: Tenaga Kesehatan Di Kelompok Tanaman Pangan No Tempat Spesial Dokter Gigi Umum Bidan Paramedis Perawat Non Perawat 1. 2. 3. 4. 5. Bukit Sileh Kayu jao Talang Jua Gaek Muaro Panas Sumber : BPS Kab.Solok Tahun 2010 1 1 1 1 2 1 2 5 2 11 9 14 18 17 12 4 13 9 10 6 6 7 4 4

64

Selain fasilitas kesehatan,tenaga kesehatan pun merupakan prioritas utama di dalam kelompok tanaman pangan,karena berdasarkan tabel diatas dapat kita ketahui bahwa di Kecamatan Lembang Jaya terdapat 2 dokter umum, 11 orang bidan, 12 orang perawat dan 6 non perawat, akan tetapi tenaga kesehatan yang terletak di Bukit Sileh tidak terdapat dokter spesialis dan dokter gigi. e) Banyak kunjungan, lahir hidup, lahir mati, dan kematian ibu menurut puskesmas Tabel 30: Jumlah Kunjungan No 1 2 3 4 Puskesmas Bukit sileh Kayu jao Muara panas Jua gaek Kunjungan 548 250 472 337 Lahir hidup 531 194 369 313 Lahir mati 5 2 5 1 Kematian ibu 2 1 -

Sumber : BPS Kab.Solok Tahun 2010 Dari table di atas dapat dilihat bahwa jumlah kunjungan di puskesmas Bukit sileh sebesar 548, puskesmas kayu tanam sebesar 250, puskesmas muara panas sebesar 472, puskesmas jua gaek hidup gaek sebesar 337. Jumlah lahir hidup yang tertinggi dari empat puskesmas tersebut adalah pada puskesmas Bukit Sileh dengan jumlah kelahiran hidup 531, dan jumlah lahir hidup terendah terdapat pada puskesmas kayu jao dengan jumlah lahir hidup 194. Jumlah lahir mati terbanyak terbanyak terdapat di puskesmas Bukit Sileh dengan jumlah lahir mati sebanyak 5. Jumlah kematian ibu terbanyak terdapat di puskesmas muara panas.

65

f) Jumlah kematian ibu hamil saat bersalin dan jumlah bayi Tabel 31: Jumlah kematian ibu hamil saat bersalin dan jumlah bayi No Kecamatan Kematian ibu hamil saat melahirkan 1 2 3 Lembang jaya Gunung talang Bukit sundi 2 1 531 908 369 Jumlah bayi

Sumber : BPS Kab.Solok Tahun 2010 Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa kelompok tanaman pangan memiliki jumlah kematian ibu hamil saat melahirkan rendah, hal ini dapat terlihat pada data diatas bahwa jumlah bayi yang dilahirkan di kelompok tanaman pangan berjumlah 1808 orang hanya terdapat 3 kematian ibu melahirkan, itu berarti kesehatan di kelompok tanaman pangan bagus.

g) Jumlah ibu melahirkan, anak yang dilahirkan, kelahiran yang ditolong Tabel 32: Jumlah ibu melahirkan, anak yang dilahirkan, kelahiran yang ditolong Kelahiran yang ditolong hidup 531 mati 6

No

Kecamatan

Ibu melahirkan hidup mati -

Anak yang dilahirkan Hidup 531 mati 6

1

Lembang jaya

537

2

Gunung talang

917 395

2 1

908 369

9 26

908 369

9 26

3

Bukit sundi

Sumber : BPS Kab.Solok Tahun 2010

66

1. ANGKA KELAHIRAN BAYI Perlu kita ketahui bahwa angka kelahiran kasar dinegara berkembang tidak sama dengan angka kelahiran kasar di negara maju, angka kelahiran kasar dinegara berkembang lebih besar dibandingkan dengan angka kelahiran kasar dinegara maju untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel di bawah ini: Tabel 33 Interval angka Kelahiran bayi Angka Kelahiran Kasar ( CBR ) Rendah Negara Berkembang < 30 per 1000 penduduk Sedang 30 – 40 per 1000 penduduk Tinggi > 40 per 1000 penduduk < 20 per 1000 penduduk 20 – 30 per 1000 penduduk > 30 per 1000 penduduk Negara Maju

Tabel 34 kelahiran Bayi di Kelompok Tanaman Pangan No Kecamatan Anak yang dilahirkan hidup 1 Lembang jaya 2 Gunung talang 3 Bukit sundi Jumlah 369 1808 26 41 908 9 531 Mati 6

Sumber : BPS Kabupaten Solok 2010

67

Untuk

menggolongkan

setiap

kelahiran

dalam

setahun

dengan

menggunakan rumus angka kelahiran kasar atau Crude Birth Rate (CBR) sebagai berikut (Tri Haryanto(2004: 49)]

CBR = B/P x 1000

Keterangan: CBR B P : Angka Kelahiran Kasar : Jumlah Kelahiran Selama Setahun : Jumlah Penduduk pertengah tahun P = (P0+P1)/2 P0 P1 : penduduk awal tahun : penduduk akhir tahun

CBR = 1849/68510 x 1000 = 26,98 = 27 orang Jadi CBR kelompok tanaman pangan pada tahun 2010 adalah 27 orang,jadi setiap 1000 orang terjadi kelahiran 27 orang. Apabila di lihat dari tabel perbandingan nilai CBR di Negara berkembang dan maju maka niali CBR kelompok tanaman pangan pada tahun 2010 adalah rendah.

68

2. ANGKA KEMATIAN BAYI Dari data diatas kita dapat menggolongkan setiap kematian dalam setahun dengan menggunakan rumus angka kematian kasar Crude Death Rate (CDR ) yang menunjukan jumlah orang yang mati dalam setiap seribu penduduk disuatu wilayah. Crude Death Rate (CDR) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan: CDR D P : Angka Kematian Kasar : Jumlah Kematian bayi Selama Setahun : Jumlah Penduduk/bayi lahir.

Seperti kelahiran, angka kematian di negara maju lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara berkembang, untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel berikut ini: Tabel 35: Interval Angka Kematian Angka Kematian Kasar ( CDR ) Tinggi > 20 jiwa per 1000 penduduk Sedang 10 -20 jiwa per 1000 penduduk Rendah < 10 jiwa per 1000 penduduk > 18 jiwa per 1000 penduduk 14 – 18 jiwa per 1000 penduduk < 14 jiwa per 1000 penduduk Negara Berkembang Negara Maju

69

CDR = 41/1808 x 1000 = 22,67 = 23 orang Jadi CDR kelompok tanaman pangan pada tahun 2010, setiap 1000 kelahiran terdapat 23 kematian .Apabila dilihat dari tabel perbandingan Negara berkembang dan Negara maju bahwa nilai CDR kelompok tanaman pangan tinggi. 3. GIZI BURUK

Tabel 36: Jumlah Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) Dan Gizi Buruk Berdasarkan Kecamatan No 1 2 3 Kecamtan Lembang jaya Gunung talang Bukit sundi BBLR 9 18 6 Gizi buruk 6 1

Sumber : BPS Kab.Solok Tahun 2010 Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa di Kecamatan Lembang Jaya jumlah bayi berat badan lahir rendah yaitu 9 orang dan dari seluruh bayi yang lahir tersebut tidak ada yang mengalami gizi buruk.Di Kecamatan Gunung Talang jumlah bayi berat badan lahir rendah sebanyak 18 orang dan yang mengalami gizi buruk sebanyak 6 orang.Sedangkan untuk Kecamatan Bukit Sundi jumlah bayi berat badan lahir rendah sebanyak 6 orang dan hanya 1 orang yang mengalami gizi buruk.

70

BAB IV ANALISIS EKONOMI WILAYAH

1. PDRB KABUPATEN Tabel 37: PDRB Kab. Solok atas dasar harga konstan 2000 menurut lapangan usaha (jutaan rupiah). n o. 1. pertanian a. t. pangan dan hortikultuta b. tanaman perkebunan c. peternakan d. kehutanan e. perikanan 2. pertambangan & penggalian a.migas dan gas bumi b. non migas c. penggalian 3. listrik dan air a. listrik b. gas c. air 4. industri pengolahan a.industri migas b. industri tanpa 6665.39 5706.02 0.00 959.37 125642.37 0.00 125642.37 7210.31 6186.46 0.00 1023.84 133846.81 0.00 133846.81 7708.43 6612.71 0.00 1095.72 142894.86 0.00 142894.86 8108.43 6944.67 0.00 1163.76 152383.08 0.00 152383.08 8538.71 7300.24 0.00 1238.47 162714.65 0.00 162714.65 58871.80 0.00 0.00 58871.80 65029.79 0.00 0.00 65029.79 69907.03 0.00 0.00 69907.03 75045.20 0.00 0.00 75045.20 80636.06 0.00 0.00 80636.06 726116.64 566082.43 102145.75 35578.67 11404.04 10904.75 768356.70 599707.72 107968.06 37898.40 11293.27 11498.25 813299.87 635510.27 114100.65 40278.42 11252.61 12157.93 861002.25 673513.79 120604.38 42900.54 11142.33 12841.20 915271.88 715608.40 129010.51 45568.96 11277.16 13806.86 lapangan usaha 2006 2007 2008 2009* 2010**

71

migas

5. 6.

bangunan perdagangan, hotel restoran a.perdagangan besar & eceran b. hotel c. restoran

95082.94 240071.32 229949.24 38.61 10083.37

101767.27 25868.34 246091.67 39.79 10736.88

108870.63 276911.33 265434.48 41.01 11435.85

113556.10 296276.58 284041.43 42.25 12192.90

120395.51 317230.41 304236.78 43.55 12950.08

7.

angkutan dan komunikasi a.angkutan darat b. ankutan laut, sungai, danau penyeberangan c. jasa penunjang angkutan d. komunikasi dan

167917.31 160477.48 212.49

179883.22 171357.85 216.92

192285.82 182410.43 221.39

207905.31 196674.93 225.46

224207.55 211681.22 229.43

1064.75 6162.59

1105. 00 7203.46

1162.25 8491.43

1222.79 9782.13

1286.13 11010.77

8.

Keu,persewaan&jas a angkutan a.bank b. lembaga keuangan non bank c. sewa bangunan d. jasa perusahaan

34049.09

36795.21

39799.56

42.285.67

45136.21

18390.91 8653.79 6501.74 502.64

20016.67 9329.65 6928.91 519.97

21806.16 10068.16 7385.52 539.32

22826.69 11042.19 7861.15 554.63

24120.96 11980.78 8462.53 571.94

9.

jasa-jasa a.pemerintahan b. sosial dan kemasyarakatan c. hiburan dan

251079.64 199206.97 13129.72 1166.85 37576.11

262103.36 207553.74 13980.52 1211.89 39357.21

275149.00 217537.07 14929.80 1258.66 41423.47

290694.95 230437.02 15806.16 1297.94 43150.83

300994.57 237811.01 16746.65 1339.99 45096.93

72

rekreasi d. perorangan dan r.tangga

PDRB

1705496.50 1811861.01

1926826.54

2047056.55

2175125. 55

*Angka Diperbaiki **Angka Sementara

Tabel 38: persentase PDRB Kab. Solok atas dasar harga konstan 2000 menurut lapangan usaha tahun 2010 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik dan Air Bangunan Perdagangan, hotel dan restoran Angkutan dan Komunikasi Keu,Persewaan & Jasa Angkutan Jasa-jasa TOTAL Tahun 2010 915271.88 80636.06 162714.65 8538.71 120395.51 317230.41 224207.55 45136.21 300994.57 2175125.55 Persentase (%) 42.08 3.71 7.48 0.40 5.53 14.58 10.31 2.07 13.83 100

73

Diagram Lingkaran PDRB Kab.Solok Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha tahun 2010
pertanian pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan listrk dan air 10.31 42.08 bangunan perdagangan, hotel dan restoran 14.58 angkutan dan komunikas keuangan, persewaan, dan jasa angkutan jasa-jasa

13.83 2.07

5.53 0.4

7.48

3.71

Berdasarkan Tabel PDRB Kab. Solok atas dasar harga konstan 2000 menurut lapangan usaha (jutaan rupiah) di atas dapat kita liat bahwasanya sektor dominan dalam PDRB Kab. Solok adalah berada pada sektor pertanian dimana pertanian pada tahun 2010 memliki angka PDRB 915271.88 juta rupiah dengan persentase hampir sebagian dari PDRB Kabupaten Solok yaitu 42.08 %.. Pada sektor pertanian yang terbagi atas 5 bagian ini dapat kita lihat bahwasanya tanaman pangan dan hortikultura memiliki jumlah PDRB yang lebih besar daripada perkebunan, peternakan, kehutanan, dan

74

perikanan dimana tanaman pangan dan hortikultura ini memiliki PDRB 715608.40 juta rupiah pada tahun 2010. Sektor yang dominan setelah pertanian adalah perdagangan, hotel dan restoran yang menyumbang angka PDRB pada tahun 2010 317230.41 juta rupiah dan 14,58% dari seluruh jumlah PDRB kab. Solok. Pada urutan ketiga ditempati oleh jasa-jasa yang meliputijasa pemerintahan, sosial &kemasyarakatan, hiburan &rekreasi, dan perorangan & R.tangga dimana sektor ini memiliki PDRB sebesar 300994.57 dan persentasenya seesar 13.83. Pada urutan keempat ditempati oleh angkutan dan komunikasi dengan besar PDRB 224207.55 dan persentase 10.31%, selanjutnya pada urutan kelima ditempati oleh industri pengolahan berupa migas dan non migas dengan besar PDRB 162714.65 juta rupiah dan persentase 7.48 %. Pada urutan keenam ditempati oleh lapangan usaha banguna dengan besar PDRB 120395.51 dengan persentase 5.53%. Selanjutnya pada urutan ke tujuh ditempati oleh pertambangan dan penggalian berupa migas, gas bumi, non migas dan penggalian yang memiliki PDRB sebesar 80636.06 juta rupiah. Sedangkan pada urutan ke delapan ditempati oleh keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang memiliki PDRB 45136.21 juta rupiah dan persentasenya 2.07% dari seluruh PDRB di Kabupaten Solok. Dan yang menempati posisi terakhir adalah listrik dan air yang memiliki PDRB adalah 8538.71 juta rupiah dengan hanya menyumbangakan 0.4 % PDRB di Kabupaten Solok.

75

Tabel 39: laju pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Kontan 2000 Menurut Lapangan Usaha (%) Kab. Solok Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan Industri Pengolahan Listrik dan Air Bangunan 2006 5.70 7.46 6.78 8.40 7.62 2007 5.82 10.46 6.53 8.18 7.03 7.00 2008 5.85 7.50 6.76 6.91 6.98 7.80 2009* 5.87 7.35 6.64 5.19 4.12 6.99 2010** 6.30 7.45 6.78 5.31 6.21 7.07

Perdagangan, Hotel dan 6.80 Restoran Angkutan & Komunikasi Keu,Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB *Angka Diperbaiki Sumber : BPS Kab. Solok 4.33 6.02 6.80 5.94

7.13 8.07

6.89 8.17

8.12 6.24

7.84 6.74

4.39 6.24

4.98 6.35

5.65 6.24

3.54 6.26

**Angka Sementara

76

diagram batang laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menurut lapangan usaha
6.4 6.3 6.2 6.1 6.02 6 5.9 5.8 PDRB 6.35 6.26

6.24

6.24

2006 2007 2008 2009 2010

Dari diagram batang diatas dapat kita liat bahwasanya laju pertumbuhan PDRB Kab. Solok tidak begitu signifikan. Laju pertumbuhan Kab. Solok ini 5 tahun terakhir dari tahun 2006 sampai 2010 hanya berkisar pada angka >6 sampai <6,5 %. Pada tahun 2006 laju pertumbuhan PDRB Kab. Solok hanya 6.02 %, pada tahun 2007 laju pertumbuhannya naik menjadi 6,24 %, tahun 2008 naik kembali menjadi 6,35%, dan tahun 2009 laju pertumbuhan PDRB nya turun menjadi 6.24% selanjutnya yang terakhir pada tahun 2010 laju pertumbuhan PDRB kabupaten Solok kembali naik lagi 0,2% dari tahun sebelumnya menjadi 6.26%.

77

2. PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS HASIL PERTANIAN

a. Produktivitas Tanaman Pertanian  Padi Sawah

Tabel 40: produksi luas tanam, luas panen dan produksi padi sawah pada kelompok tanaman pangan Kab. Solok tahun 2009 : Kecamatan Luas Tanam (Ha) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Total 6221 8282 7752 22255 6501 8381 7622 22504 29317.7 58498.1 47334.8 135150.6 Luas Panen(Ha) Produksi (Ton)

= 6072,82 kg/Ha

Tabel 42 produksi luas tanam, luas panen dan produksi padi sawah Kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Luas Tanam (Ha) 3700 1444 2777 3187 2447 Luas Panen(Ha) 3772 981 2594 3423 2597 Produksi (Ton) 17049.6 3040.1 13100.9 16431.6 10336.6

78

Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL

6221 50 8282 7752 2317 7702 5147 1714 2429 55169

6501 50 8381 7622 2318 7695 5311 1753 2012 55010

29317.7 173.3 58498.1 47334.8 11821.4 47707.9 29742.7 10235.7 9334.0 304124.40

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 5512,59 kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas padi sawah kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 6072,82 kg/Ha sedangkan produktivitas padi sawah di kabupaten Solok didapatkan hasil 5512,59 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas padi sawah di kelompok tanaman pangan lebih besar dari produktivitas padi sawah kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih besar dalam hal produksi padi sawah di kabupaten Solok.

79

 Jagung

Tabel 43: luas tanah, luas panen dan produksi jagung pada kelompok tanaman pangan 2009 Kecamatan Luas Tanam (Ha) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Total 50 66 26 142 41 25 24 90 182.00 140.80 124.80 447.6 Luas Panen(Ha) Produksi (Ton)

= 3152,11 kg/Ha

Tabel 44: produksi luas tanam, luas panen dan produksi Jagung Kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi Luas Tanam (Ha) 64 27 19 25 34 50 48 66 26
80

Luas Panen(Ha) 54 18 22 41 51 25 24

Produksi (Ton) 315.90 79.20 70.40 182.00 173.40 140.89 124.80

IX Koto Sungai Lasi Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL

32 25 64 86 40 606

24 31 62 65 54 471

101.80 164.30 399.30 425.10 265.70 2442.70

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 4030,86 kg/Ha Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas jagung kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 3152,11 kg/Ha sedangkan produktivitas jagung di kabupaten Solok didapatkan hasil 4030,86 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas jagung di kelompok tanaman pangan lebih kecil dari produktivitas jagung kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih kecil dalam hal produksi jagung di kabupaten Solok.  Kedelai Tabel 45: luas tanah, luas panen dan produksi kedelai pada kelompok tanaman pangan 2009 Kecamatan Luas Tanam (Ha) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Total 8 3 8 19 8 2 6 16 13.20 3.30 9.48 25,98 Luas Panen(Ha) Produksi (Ton)

81

= 1367,37 kg/Ha

Tabel 46: produksi luas tanam, luas panen dan produksi kedelai kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Luas Tanam (Ha) 1 5 22 8 1 3 8 3 18 3 19 91 Luas Panen(Ha) 1 8 8 2 6 3 18 3 17 66 Produksi (Ton) 1.48 12.8 13.20 3.30 9.48 5.28 30.60 4.60 27.54 108.28

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 1189,89 kg/Ha
82

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas kedelai kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 1367,37 kg/Ha sedangkan produktivitas kedelai di kabupaten Solok didapatkan hasil 1189,89 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas kedelai di kelompok tanaman pangan lebih kecil dari produktivitas kedelai kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih besar dalam hal produksi kedelai di kabupaten Solok.

 Kacang Tanah

Tabel 47: luas tanah, luas panen dan produksi kacang tanah pada kelompok tanaman pangan 2009 Kecamatan Luas Tanam (Ha) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Total 10 14 13 37 12 5 8 25 26.40 11.00 17.6 55 Luas Panen(Ha) Produksi (Ton)

= 1486,49 kg/Ha

83

Tabel 48: produksi luas tanam, luas panen dan produksi kacang tanah Kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Luas Tanam (Ha) 67 2 4 11 10 14 13 14 10 2 8 21 176 Luas Panen(Ha) 61 4 7 12 5 8 14 10 3 8 16 148 Produksi (Ton) 130.54 8.76 15.75 26.40 11.00 17.6 30.94 21.50 6.69 15.52 33.76 317.76

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 1805,45 kg/Ha Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas kacang tanah kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 1486,49 kg/Ha sedangkan produktivitas kacang tanah di kabupaten Solok didapatkan hasil 1805,45 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas kacang tanah di kelompok tanaman pangan lebih kecil dari produktivitas kacang tanah kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman

84

pangan menyumbang PDRB lebih kecil dalam hal produksi kacang tanah di kabupaten Solok.  Kacang Hijau Tabel 49: luas tanah, luas panen dan produksi kacang hijau pada kelompok tanaman pangan 2009 Kecamatan Luas Tanam (Ha) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Total 13 1 14 12 1 13 15.2 1.3 16.5 Luas Panen(Ha) Produksi (Ton)

= 1178,57 kg/Ha

85

Tabel 50: produksi luas tanam, luas panen dan produksi kacang hijau Kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Luas Tanam (Ha) 12 13 1 4 4 2 2 4 42 Luas Panen(Ha) 1 11 12 1 4 4 3 2 6 44 Produksi (Ton) 1 12.7 15.2 1.3 5.1 5.5 4.1 2.6 7.6 55

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 1309,52 kg/Ha

86

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas kacang hijau kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 1178,57 kg/Ha sedangkan produktivitas kacang hijau di kabupaten Solok didapatkan hasil 1309,52 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas kacang hijau di kelompok tanaman pangan lebih kecil dari produktivitas kacang hijau kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih kecil dalam hal produksi kacang hijau di kabupaten Solok.

 Ubi Kayu Tabel 51: luas tanah, luas panen dan produksi ubi kayu pada kelompok tanaman pangan 2009 Kecamatan Luas Tanam (Ha) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Total 41 40 41 122 45 31 24 100 1946.3 1259.2 1076.4 2335.6 Luas Panen(Ha) Produksi (Ton)

= 19144,26 kg/Ha

87

Tabel 52: produksi luas tanam, luas panen dan produksi ubi kayu Kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Luas Tanam (Ha) 21 14 28 20 36 41 11 40 41 25 44 32 14 50 417 Luas Panen(Ha) 16 13 22 21 15 45 6 31 24 15 31 33 8 62 342 Produksi (Ton) 616.2 539.6 742.5 793.8 603.0 1946.3 230.7 1259.2 1076.4 588.2 1050.9 1557.6 382.8 2706.3 14093.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 33797,3 kg/Ha Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas ubi kayu kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 19144,26 kg/Ha sedangkan produktivitas ubi kayu di kabupaten Solok didapatkan hasil 33797,3 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas ubi kayu di kelompok tanaman pangan lebih kecil dari produktivitas ubi kayu kabupaten solok.

88

Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih kecil dalam hal produksi ubi kayu di kabupaten Solok.

 Ubi Jalar Tabel 53: luas tanah, luas panen dan produksi ubi jalar pada kelompok tanaman pangan 2009 Kecamatan Luas Tanam (Ha) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Total 390 90 19 499 331 50 10 396 13389.0 2263.3 386.8 18022.3 Luas Panen(Ha) Produksi (Ton)

= 36116,83 kg/Ha

Tabel 54 produksi luas tanam, luas panen dan produksi ubi jalar Kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Luas Tanam (Ha) 21 255 23 30 22
89

Luas Panen(Ha) 18 245 17 24 20

Produksi (Ton) 661.0 10130.8 624.8 908.4 757.2

Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL

390 59 90 19 25 19 10 9 23 995

331 60 55 10 9 19 8 18 834

13389.0 2370.0 2263.3 386.8 338.4 727.7 296.0 681.3 33534.7

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

=33703,22 kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas ubi jalar kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 36116,83 kg/Ha sedangkan produktivitas ubi jalar di kabupaten Solok didapatkan hasil 33703,22 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas ubi jalar di kelompok tanaman pangan lebih besar dari produktivitas ubi jalar kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih besar dalam hal produksi ubi jalar di kabupaten Solok.

b. Hortikultura

Tabel 55: luas tanam, luas panen dan produksi tanaman sayuran menurut jenis tanaman tahun 2009. Jenis Tanaman Luas Tanam Luas Panen Produksi

90

Bawang merah Bawang putih Bawang daun Kentang Kubis Petsal dan sawi Kacang panjang Cabe Tomat Terong Buncis Ketimun Kangkung Bayam wortel Cabe rawit TOTAL

2134 181 358 1246 2089 48 106 925 812 78 299 41 38 64 321 89 8829

2069 175 357 1335 2152 49 118 879 836 79 309 47 40 67 310 82 8904

19792.8 1164.1 3156.9 25075.8 72547.8 377.0 797.1 6896.9 24427.8 646.0 3526.8 357.3 300.7 337.8 6088.5 661.2 166154.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

=18819 kg/Ha Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas tanaman sayuran di Kabupaten Solok didapatkan angka 18819 dimana hasil ini didapatkan dari jumlah produksi dibagi dengan luas lahan/tanam tanaman sayuran tersebut.

91

Tabel 56: banyaknya pohon dan produksi buah-buahan menurut jenis komuditi tahun 2009 Jenis Komoditi Alpokat Duku Durian Jambu biji Jeruk Mangga Manggis Nangka Nenas Papaya Pisang Rambutan Sawo Markisa Sirsak Sukun TOTAL Jumlah Tanam 223783 4002 139910 8160 309604 14253 32877 11663 3880 19000 245217 102568 12767 1474292 3457 3554 2608987 Produksi (Ton) 28757.1 66.5 2189.1 242.8 2634.2 436.4 814.3 581.4 10.9 425.1 11211.3 886.8 779.3 100826.4 39.5 15.9 149917

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

Berdasarkan tabel di atas, dapat kita lihat bahwasanya jenis komoditi yang paling banyak ditanam di Kabupaten Solok adalah markisa dengan jumlah tanam 1474292 dengan produksi 100826.4 ton. Sedangkan jenis komoditi yang paling kecil adalah sukun dengan jumlah tanam 3554 dengan hasil produksi 15,9 ton.

92

c. Perkebunan  Karet

Tabel 57: luas produksi tanaman karet perkebunan rakyat pada kelompok tanaman pangan kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Luas (Ha) 12.40 236.5 248.9 Produksi (Ton) 30.99 647.16 678.15

=2724.59 kg/Ha

Tabel 58: luas produksi tanaman karet perkebunan rakyat kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Luas (Ha) 34.00 385.00 281.50 465.00 93

Produksi (Ha) 51.96 152.52 360.50 552.50 -

Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL

12.40 236.50 135.00 416.00 167.00 201.50 2333.90

30.99 647.16 60.93 192.43 161.50 400.69 2611.18

=1118.80 kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas karet kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 2724.59 kg/Ha sedangkan produktivitas karet di kabupaten Solok didapatkan hasil 1118.80 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas karet di kelompok tanaman pangan lebih besar dari produktivitas karet di kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih besar dalam hal produksi karet di kabupaten Solok.

94

 kelapa

Tabel 59: luas produksi tanaman kelapa perkebunan rakyat pada kelompok tanaman pangan kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Luas (Ha) 77.00 361.60 185 623.6 Produksi (Ton) 26.15 623.51 430.17 1079.83

=1731.61kg/Ha

Tabel 60 luas produksi tanaman kelapa perkebunan rakyat kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung Luas (Ha) 32.50 28.50 16.00 10.00 77.00 361.60 185 141.50 495.20
95

Produksi (Ha) 65.34 6.01 77.28 11.75 26.15 623.51 430.17 85.96 301.13

X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL

369.00 150.05 488.75 2355.10

1133.84 313.48 567.72 3641.84

Sumber : Dinas pertanian dan Perikanan Kab. Solok

=1546.36 kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas kelapa kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 1731.61 kg/Ha sedangkan produktivitas kelapa di kabupaten Solok didapatkan hasil 1546.36 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas kelapa di kelompok tanaman pangan lebih besar dari produktivitas karet di kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih besar dalam hal produksi kelapa di kabupaten Solok.

 Kayu manis Tabel 61: luas produksi tanaman kayu manis perkebunan rakyat pada kelompok tanaman pangan kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Luas (Ha) 132.25 1433.10 47.15 Produksi (Ton) 52.95 2896.77 107.06

96

TOTAL

1612.5

3056.78

=1895.68 kg/Ha

Tabel 62 luas produksi tanaman kelapa perkebunan rakyat kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Luas (Ha) 1691.00 1103.00 752.00 369.25 1741.00 132.25 93.00 1433.10 47.15 184.25 488.00 622.00 59.50 1911.50 10627.00 Produksi (Ha) 853.56 334.56 211.98 1261.00 192.10 52.95 179.83 2896.77 107.06 126.96 603.84 1864.00 164.00 4398.16 14656.72

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

97

=1379.2kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas kayu manis kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 1895.68 kg/Ha sedangkan produktivitas kayu manis di kabupaten Solok didapatkan hasil 14656.72 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas kayu manis di kelompok tanaman pangan lebih besar dari produktivitas kayu manis di kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih besar dalam hal produksi kayu manis di kabupaten Solok.  Cengkeh

Tabel 63: luas produksi tanaman cengkeh perkebunan rakyat pada kelompok tanaman pangan kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Luas (Ha) 136.00 285.70 119.00 540.00 Produksi (Ton) 32.13 7.80 243.26 283.19

=524.42 kg/Ha

98

Tabel 64: luas produksi tanaman cengkeh perkebunan rakyat kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Luas (Ha) 60.00 39.50 75.25 25.00 136.00 10.00 285.70 119.00 55.00 100.64 368.00 156.00 286.00 1716.09 Produksi (Ha) 59.52 225.35 4.50 32.13 7.80 243.26 24.31 10.88 26.48 147.90 88.10 227.23 1097.54

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 639.56 kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas cengkeh kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 524.42 kg/Ha sedangkan produktivitas cengkeh di kabupaten Solok didapatkan hasil 639.56 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas cengkeh di kelompok tanaman pangan lebih kecil dari produktivitas cengkeh di kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih kecil dalam hal produksi cengkeh di kabupaten Solok.
99

 Kopi

Tabel 65: luas produksi tanaman kopi perkebunan rakyat pada kelompok tanaman pangan kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Luas (Ha) 46.00 837.00 185.00 1068 Produksi (Ton) 19.43 1086.21 273.03 1378.67

=1290.89 kg/Ha

Tabel 66: luas produksi tanaman kopi perkebunan rakyat kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih Luas (Ha) 2045.00 205.00 367.20 440.00 3626.75 46.00 145.00 837.00 185.00 135.00 331.00 894.00 127.50
100

Produksi (Ha) 1396.4 110.03 212.80 719.71 3508.90 19.43 111.22 1086.21 273.03 9.00 167.45 2337.75 410.55

X Koto Diatas TOTAL

490.40 9874.85

467.49 10830.04

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

=1096.73 kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas kopi kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 1290.89 kg/Ha sedangkan produktivitas kopi di kabupaten Solok didapatkan hasil 1096.73 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas kopi di kelompok tanaman pangan lebih besar dari produktivitas kopi di kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih besar dalam hal produksi kopi di kabupaten Solok.

 Coklat

Tabel 67: luas produksi tanaman coklat perkebunan rakyat pada kelompok tanaman pangan kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Luas (Ha) 28.50 123.00 137.50 289.00 Produksi (Ton) 7.20 162.40 36.01 205.61

=711.43 kg/Ha

101

Tabel 68: luas produksi tanaman coklat perkebunan rakyat kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Luas (Ha) 18.50 40.00 490.00 260.00 28.50 123.00 137.50 197.75 358.00 184.00 65.50 198.00 2100.75 Produksi (Ha) 25.50 6.50 640.75 155.00 7.20 162.40 36.01 38.99 147.46 90.00 134.00 309.92 1753.73

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

= 834.81 kg/Ha

Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas coklat kelompok tanaman pangan di dapatkan hasil 711.43 kg/Ha sedangkan produktivitas coklat di kabupaten Solok didapatkan hasil 834.81 kg/Ha. Hal ini berarti jumlah produktivitas coklat di kelompok tanaman pangan lebih kecil dari produktivitas coklat di kabupaten solok. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelompok tanaman pangan menyumbang PDRB lebih kecil dalam hal produksi coklatdi kabupaten Solok.
102

d. Peternakan

Tabel 69: Jumlah pemotongan ternak yang dipotong di dalam & di luar RPH pada kelompok tanaman pangan tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Sapi 336 639 425 1400 Kerbau 53 106 60 219

Tabel 70: Jumlah pemotongan ternak yang dipotong di dalam & di luar RPH Kab. Solok tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Sapi 263 425 152 126 74 336 129 639 425 111 507 644 201 339 4371 Kerbau 8 132 72 27 12 53 19 106 60 23 56 72 20 65 725

Sumber : Dinas Peternakan Kab. Solok

103

Berdasarkan tabel di atas, pada kelompok tanaman pangan didapatkan pemotongan ternak sapi rata-rata 466,67 sedangkan pemotongan sapi di Kab. Solok ratarata 312.2. Dengan demikian, jumlah pemotongan ternak sapi kelompok tanaman pangan lebih besar daripada pemotongan sapi di Kab. Solok. Sedangkan Pada kelompok tanaman pangan didapatkan pemotongan ternak kerbau rata-rata 73 sedangkan pemotongan kerbau di Kab. Solok rata-rata 51,78.

Dengan demikian, jumlah pemotongan ternak kerbau kelompok tanaman pangan lebih besar daripada pemotongan kerbau di Kab. Solok.

e. Perikanan

Tabel 71: Jumlah produksi ikan dari budidaya ikan di kolam dan sawah pada kelompok tanaman pangan Kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Di kolam (ton) 3.25 57.75 37.50 98.50 Di sawah (ton) 0.75 6.57 6.32 13.64

104

Jumlah Produksi Ikan dari budidaya ikan di kolam dan di sawah pada kelompok tanaman pangan tahun 2009
98.5 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 kolam

13.64

sawah

Dari grafik batang diatas dapat kita lihat bahwasanya jumlah produksi ikan dari budi daya ikan di kolam sebesar 98.50 ton dan jumlah produksi ikan dari budidaya di sawah sebesar 13.64 ton sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasanya budidaya ikan lebih banyak terdapat di kolam.

Tabel 72: Jumlah Produksi Ikan Dari Budidaya Ikan Di Kolam Dan Di Sawah Kabupaten Solok Tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Di kolam (Ton) 15.25 8.80 12.50 15.75 8.80 3.25 2.25 Di sawah (Ton) 1.25 1.55 1.04 0.55 0.75 -

105

Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL

57.75 37.50 13.75 72.70 105.50 16.20 13.50 383.50

6.57 6.32 0.45 9.07 14.50 1.07 0.43 43.55

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

Grafik batang : Jumlah Produksi Ikan dari Budidaya Ikan di Kolam dan di Sawah Kab. Solok tahun 2009

383.5 400 350 300 250 200 150 100 50 0 kolam sawah 43.55

Dari grafik batang diatas dapat kita lihat bahwasanya jumlah produksi ikan dari budi daya ikan di kolam sebesar 383.5 ton dan jumlah produksi ikan dari budidaya di sawah sebesar 43.55 ton sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasanya budidaya ikan lebih banyak terdapat di kolam.

106

Tabel 73: Jumlah produksi ikan darat di perairan umum pada kelompok tanaman pangan Kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Danau(ton) Telaga (ton) Sungai (ton) 1.45 2.85 3.45 7.75 Rawa-rawa (ton) -

Tabel 74: jumlah produksi ikan darat di perairan umum Kabupaten Solok tahun 2009 Kecamatan Pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih 23.95 20.55 2.90 3.70 1.75 Koto Danau (Ton) 16.65 19.75 Sungai Sungai (Ton) 3.80 1.50 3.60 1.90 3.70 1.45 2.85 3.45 1.75 Telaga (Ton) Rawa-rawa (Ton) -

107

X Koto Diatas TOTAL

80.90

1.90 34.25

-

-

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Solok

Berdasarkan tabel jumlah produksi ikan darat di perairan umum pada kelompok tanaman pangan, dapat kita rata-ratakan menjadi 2.58 ton pada sungai sedangkan ratarata jumlah produksi ikan darat di perairan umu kab. Solok pada wilayah sungai menjadi 2.45 dan di danau menjadi 5.78. jadi dapat kita menarik kesimpulan bahwasanya jumlah produksi ikan darat di perairan umum pada kelompok tanaman pangan yang di dapatkan di sungai lebih besar dari pada jumlah produksi ikan darat di perairan umum Kab. Solok. Sedangkan ikan yang di dapatkan di danau, jumlah produksi ikan darat di perairan umum pada kelompok tanaman pangan yang di dapatkan di sungai lebih kecil bahkan tidak ditemukan dari pada jumlah produksi ikan darat di perairan umum Kab. Solok.

f. Kehutanan

Tabel 75: produksi hasil hutan menurut kecamatan dan jenis komoditi Kab. Solok tahun 2010 Kecamatan Pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi Getah (Kg) Kayu (kg) 413816 1252924 1122432 Manau (kg) 4600 Sarang (kg) 148.30 -

108

IX Lasi

Koto

Sungai 4293

-

-

-

Kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL

232187 114386 350866

60192 376 2849740

4600

148.30

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Solok

Berdasarkan tabel diatas dapat kta lihat bahwasanya produksi hasil hutan terbesar ditempati jenis komoditi kayu yaitu 2849740 kg, getah sebanyak 350866 kg, manau 4600 kg dan terakhir oleh komoditi sarang sebesar 148.30 kg. pada kelompok tanaman pangan hanya ditemukan jenis komoditi kayu sebesar 1122432 yang berada pada kecamatan Gunung Talang.

3. KOMODITI UTAMA

Kelompok tanaman pangan memiliki komoditi di sektor pertanian, adapun jenis komoditi yang unggul adalah padi sawah, kedelai, dan ubi jalar. Untuk lebih jelasnya kita lihat tabel di bawah ini.

Tabel 76: jumlah komoditi utama pertanian Jenis Komoditi Padi Sawah Kedelai Ubi Jalar Jumlah Kelompok Tanaman Pangan 135150,6 25,98 18022,3 153198,88 Kabupaten 304124,40 108,28 33534,7 337767,38

Sumber: Dinas pertanian dan perikanan Kab.Solok 2009

109

 Padi Sawah

= 0,98

 Kedelai

= 0,053

 Ubi Jalar

= 1,18
110

Jadi dari nilai LQ yang di dapat, sektor basis terdapat pada komoditi ubi jalar dengan nilai LQ 1,18.

4. HASIL TAMBANG Tabel 77: Hasil tambang kelompok tanaman pangan Kab. Solok Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Jenis Bahan Galian Belerang, Clay, dan Lava Andesit Besi, emas, emas aluvial, andesit, batu kapur, kristal kuarsa, kaolin, oasir kuarsa, pasir, sirfukil, tanah liat, dan tanah urug Bukit Sundi Filit dan lava andesit C Golongan B B dan C

 Golongan A (Stategis) Golongan A adalah golongan yang memiliki bahan galian Strategis yang berarti strategis untuk Pertahanan dan Keamanan serta Perekonomian Negara. Contohnya adalah sebagai berikut ; minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam; bitumen padat, aspal; antrasit, batubara, batubara muda; uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya; nikel, kobalt; timah.  Golongan B (vital) Golongan B adalah bahan galian vital yang dapat menjamin hidup orang banyak, contohnya adalah sebagai berikut : besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan; bauksit, tembaga, timbal, seng;
111

emas, platina, perak, air raksa, intan; arsin, antimon, bismut; yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya; berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa; kriolit, fluorpar, barit; yodium, brom, khlor, belerang;  Golongan C Bahan galian yang tidak termasuk bahan galian Strategis dan Vital berarti karena sifatnya tidak langsung memerlukan pasaran yang bersifat internasional. Contohnya adalah sebagai berikut : nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite); asbes, talk, mika, grafit, magnesit; yarosit, leusit, tawas (alum), oker; batu permata, batu setengah permata; pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit; batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth); marmer, batu tulis; batu kapur, dolomit, kalsit; granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan pasir sepanjang tidak mengandung unsur-unsur mineral golongan a amupun golongan b dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan.

Berdasarkan tabel diatas dapat kita liat bahwasanya pada Kecamatan Lembang Jaya dan Bukit Sundi terdapat bahan galian golongan C sedangkan di kecamatan Gunung Talang terdapat bahan galian golongan B (Vital) yang dapat menjamin hidup orang banyak sehingga hasil tambang di wilayah tersebut dapat digunakan masyarakat untuk mata pencahariannya.

112

5.

HASIL INDUSTRI Tabel 78: Banyaknya Perusahaan Kerajinan Industri Kecil/Kerajinan yang Terdaftar Pada Kelompok Tanaman Pangan tahun 2009 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi TOTAL Banyaknya 1 2 3 Tenaga Kerja 5 4 9

Tabel 79 : Banyaknya Perusahaan Kerajinan Industri Kecil/Kerajinan yang Terdaftar Pada Kelompok Tanaman Pangan tahun 2009 Kecamatan pantai Cermin Lembah Gumanti Hiliran gumanti Payung Sekaki Tigo Lurah Lembang Jaya Danau Kembar Gunung Talang Bukit Sundi IX Koto Sungai Lasi kubung X Koto Singkarak Junjung Sirih X Koto Diatas TOTAL Banyaknya 4 1 1 2 8 2 3 21 Tenaga Kerja 20 5 5 4 32 10 17 93

Sumber : Dinas Koperindag Kabupaten Solok Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat bahwasanya industri yang berada di kelompok tanaman pangan dan Kab. Solok adalah industri kecil yang memiliki tenaga
113

kerja kurang dari 10 orang. Jika kita lihat di kelompok tanaman pangan, rata-rata jumlah industrinya di tiga kecamatan tersebut adalah 1 buah industri kecil dengan rata-rata tenaga kerja 3 orang setiap industri. Sedangkan pada kab. Solok rata-rata banyak industri adalah 1,5 dengan tenaga kerja 6,65 orang. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwasanya, banyaknya industri dan tenaga kerja di Kab. Solok lebih besar daripada banyak industri dn jumlah tenaga kerja di kelompok tanaman pangan Kab. Solok.

6. KESIMPULAN

a. Komoditi yang utama Komoditi utama kelompok tanaman pangan adalah dari sektor pertanian, dimana komoditi yang paling utama adalah padi sawah dengan jumlah produksi 135150,6 ton. Adapun nilai produktivitas tanaman padi sawah adalah 6072,82 kg/Ha. Namun nilai LQ yang tertinggi berada pada jenis komoditi ubi jalar dengan nilai LQ 1,18. b. Berapa Kontribusi terhadap kabupaten Dilihat dari PDRB Kab. Solok atas dasar harga konstan 2000 menurut lapangan usaha (jutaan rupiah) bahwasanya sektor dominan dalam PDRB Kab. Solok adalah berada pada sektor pertanian dimana pertanian pada tahun 2010 memliki angka PDRB 915271.88 juta rupiah dengan persentase hampir sebagian dari PDRB Kabupaten Solok yaitu 42.08 %. c. Hasil tambang yang utama Jenis bahan galian yang terdapat pada kelompok tanaman pangan berada pada golongan B dan C. Pada kecamatan Gunung Ta;lang terdapat bahan galian golongan B dan C dengan jenis bahan gelian ( besi, emas, emas alluvial, andesit, batu kapur, Kristal kuarsa, kaolin, pasir kuarsa, pasir,sirfukil, tanah liat dan tanah urug), sedangkan pada kecamatan Bukit Sundi berada pada golongan C dengan jenis bahan galian ( filit dan lava andesit), dan kecamatan Lembang Jaya berada pada golongan B dengan jenis bahan galian ( belerang, clay, dan lava andesit).
114

d. Hasil Industri Hasil industri kabupaten Solok menyumbang PDRB sebesar 7,48%. Pada kelompok tanaman pangan hanya terdapat jenis industri kecil yang memiliki tenaga kerja kurang dari 10 orang.

115

BAB V ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA

Aksesbilitas

Kondisi Jalan Kelompok Tanaman Pangan Tahun 2010

Tabel 80: Perkembangan Ruas Jalan Tahun Kabupaten Solok Tahun 2010

Kecamatan

Jumlah Ruas Jalan

Panjang Jalan (km)

Jenis Permukaan Jalan Aspal (km) Kerikil (km) Tanah (km)

Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi JUMLAH

18

68,20

48,25

4,81

15,14

29

119,73

75,34

17,99

26,40

12 59

45,95 233,88

43,13 166,72

2,82 25,62

41,54

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

116

Tabel 82: Persentase Panjang Jalan Perkecamatan Di Kabupaten Solok Tahun 2010

kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi JUMLAH

Panjang Jalan (km) 68,20 119,73 45,95 233,88

Persentase 29,16 51,19 19,65 100

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010 Persentase Panjang Jalan Perkecamatan Di Kabupaten Solok Tahun 2010

Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi

Berdasarkan tabel dan diagram lingkaran di atas maka panjang jalan kelompok Tanaman Pangan di Kabupaten Solok Tahun 2010 adalah Kecamatan Lembang Jaya dengan panjang jalan 68,20 KM dan luas wilayahnya 99,90 KM2dengan persentase
117

29,16, kecamatan Gunung Talang dengan panjang jalan 119,73 KM dan luas wilayahnya 385,00 KM2 dengan persentase 51,19, dan Kecamatan Bukit Sundi dengan panjang jalan 45,95 KM dengan luas wilayahnya 109,00 KM2 dengan persentase 19,65. Diagram Batang Jenis Permukaan Jalan Kelompok Tanaman Pangan

80 70 60 50 40 30 20 10 0 lembang jaya gunung talang bukit sundi aspal kerikil tanah

Berdasarkan tabel dan diagram batang di atas maka jenis permukaan jalan kelompok Tanaman Pangan di Kabupaten Solok Tahun 2010 adalah Kecamatan Lembang Jaya dengan jenis permukaan jalan aspal yaitu 48,25 Km, jenis permukaan jalan kerikil 4,81 Km, dan jenis permukaan jalan tanah 15,14 Km. Kecamatan

Gunung Talang dengan jenis permukaan jalan aspal yaitu 75,34 Km, jenis permukaan jalan kerikil 17,99 Km, dan jenis permukaan jalan tanah 26,40 Km. Dan Kecamatan Bukit Sundi dengan jenis permukaan jalan aspal yaitu 43,13 Km, jenis permukaan jalan kerikil 2,82 Km, dan di kecamatan Bukit Sundi ini jenis permukaan jalan tanah tidak ada.

118

Table 83 : Luas Wilayah dan Panjang Jalan(baik) Kelompok Tanaman Pangan Tahun 2010 Kecamatan Luas Wilayah (Km2) Panjang Jalan (baik ) (Km) Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Jumlah 99,90 385,00 109,00 593,9 48,25 75,34 43,13 166,72

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

Aksesibilitas Kelompok Tanaman Pangan

= = = 0,280

Aksesibilitas Kabupaten Solok

= = = 0,175

Jadi dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa aksesbilitas kelompok tanaman pangan lebih baik yaitu 0,280 dibandingkan dengan aksesibilitas kabupaten solok yang hanya 0,175. Sehingga dapat dikatakan bahwa kelompok Kelompok Tanaman Pangan daerahnya lebih maju di banding kabupaten Solok.

119

Rasio Usia Sekolah Terhadap Jumlah Sarana

Table 84 : jumlah sarana dan prasarana wilayah kelompok tanaman pangan 2010 Sarana Prasarana Lembang Jaya SD Gunung Talang SMP SMA Bukit Sundi SD SMP SMA

SMP SMA SD

 Ruang Pustaka  Ruang labor  Lapangan Olahraga  Ruang BP  Ruang UKS  Ruang Serba Guna  Ruang Keterampilan Jumlah

10 2 23 -

4 5 7 4 2 4 4

1 1 1 1 -

15 21 5 7 -

5 10 10 3 12 -

2 10 14 2 6 -

10 6 3 3 -

3 4 2 1 2 -

1 3 2 1 -

35

30

4

48

40

34

22

12

7

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010 Table 85: Jumlah Sekolah Wilayah Kelompok Tanaman Pangan 2010 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Jumlah TK 14 27 11 52 SD 23 43 21 87 SMP 5 8 4 17 SMA 2 5 2 9

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

120

Table 86 : Jumlah Penduduk Usia Sekolah Wilayah Kelompok Tanaman Pangan 2010 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Jumlah SD (7-12 tahun) 3814 5922 2939 12675 SMP (13-15 tahun) 1718 2886 1369 5973 SMA (16-18 tahun) 1319 2445 1258 5022

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

SD SMP SMA

= = =

= = =

= 145,68 = 351,352 = 558

Dari data di atas dapat dilihat bahwa ketersediaan sekolah di kelompok tanaman pangan cukup bagus dapat di lihat dari Jumlah penduduk dalam usia sekolah berbanding lurus dengan jumlah sekolah untuk setiap tingkatnya baik SD, SMP, maupun SMA. Hal ini dapat di artikan bahwa kelompok tanaman pangan memiliki tingkat pendidikan yang bagus,tercukupinya antara jumlah usia sekolah dengan jumlah sekolah yang ada.

121

Kesehatan Tabek 87: Jumlah Tenaga Kesehatan 2010 Tenaga Kesehatan Kelompok Tanaman Pangan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Jumlah 12 4 16 30 8 18 56 Kabupaten Solok

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

Table 88: Jumlah Penduduk Kelompok Tanaman Pangan Tahun 2010 Kecamatan Lembang Jaya Gunung Talang Bukit Sundi Jumlah Jumlah Penduduk 25.752 46.738 22.827 95.317

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

Kelompok Tanaman Pangan

=

=

= 5957

Kabupaten Solok

=

=

= 6224

Dari analisis di atas dapat dilihat bahwa kelompok tanaman pangan untuk setiap satu dokter harus menangani sebanyak 5.957 penduduk. Sedangkan untuk tingkat kabupatennya untuk setiap satu dokter harus menangani sebanyak 6.224 penduduk. Dari
122

hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa rendahnya tingkata pelayanan masyarakat yang ada di kabupaten solok, baik untuk tingkat kabupaten maupun tiap kecamatannya. Hal ini dapat di bukitkan dengan besarnya jumlah pasien atau penduduk yang harus di layani oleh setiap satu dokter.

Pelayanan Air Bersih

Table 89: Banyaknya Pelanggan Pdam Menurut Jenis Langganan Tahun 2010 Jenis Langganan Rumah Tangga Niaga Sosial Kran Kantor Jumlah Lembang Jaya Gunung Talang 1933 7 29 8 63 2040 Bukit Sundi 2991 4 40 13 40 3088

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010

Dari tabel diatas pelanggan PDAM pada kelompok tanaman pangan adalah rumah tangga, niaga, sosial, kran, kantor yang keseluruhannya berjumlah 5128, adapun pelanggan PDAM terbesar terdapat pada jenis pelanggan rumah tangga dengan jumlah 4924 pelanggan, tetapi hanya terdapat pada 2 kecamatan saja yaitu kecamatan Gunung Talang dan Kecamatan Bukit Sundi.

123

Pelayanan Listrik Tabel 90: banyaknya pelanggan listrik menurut jenis langganan tahun 2010 Jenis Langganan Sosial Rumah Tangga Usaha Industri Lainnya Jumlah Lembang Jaya Gunung Talang 255 7506 344 2 83 8190 Bukit Sundi 170 3742 16 15 3943

Sumber : BPS Kabupaten Solok tahun 2010 Dari tabel diatas dapat di jelaskan bahwa pelanggan listrik di kelompok tanaman pangan adalah sosial, rumah tangga, usaha, industry, dan lain-lain. Dimana pelanggan listrik paling besar terdapat pada jenis pelanggan rumah tangga dengan jumlah 11258 pelanggan, tetapi hanya terdapat pada 2 kecamatan saja yaitu kecamatan Gunung Talang dan Bukit Sundi.

124

BAB VI KATEGORI DAN GENERALISASI WILAYAH

A. Kategori Aspek Fisik Dasar

Indikator

Hasil Analisis Pada klas lereng kelompok tanaman pangan umumnya

Kesimpulan Gambaran fisik pada wilayah tanaman pangan ini memang cocok sekali untuk pertanian, di lihat dari kelas lerengnya yang datar dan landai, memiliki curah hujan yang rendah, geologi di pengaruhi oleh proses vulkanik yang menjadikan kondisi tanahnya yang subur yang sangat cocok untuk melakukan kegiatan pertanian seperti persawahan,sehingga kondisi fisik ini sangat sesuai dengan pemanfaatan penggunaan lahan yang ada. Tetapi wilayah tanaman pangan ini juga rentan akan bahaya bencana dari gunung talang, kemudian gempa bumi karena adanya sesar gempa, dan longsor pada daerah di dekat pegunungan.

Klas Lereng

memiliki klas lereng 0-8% dan 8 – 15% yaitu memiliki daerah yang bertopografi datar dan landai. Untuk curah hujan kelompok tanaman pangan memiliki

Curah Hujan

tingkat curah hujan yang rendah dengan intensitas rata-rata curah hujan antara 13,61 – 20,60%. Batuan yang pada umumnya ditemukan pada kelompok tanaman pangan yaitu asal

Geologi

proses vulkanik yang mendominasi diantaranya yaitu batu lahar, natu andesit, batu granit. Pada umumnya jenis tanah yang dominan di kelompok tanaman

Jenis Tanah

pangan yaitu jenis tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang sedang yaitu podsolik

125

(kambisol), dan andosol dan jenis tanah tersebut memiliki tingkat kepekaan yang peka terhadap longsor. Pada umunya penggunaan lahan pada kelompok tanaman pangan yaitu di gunakan sebagai lahan pertanian dan sebagian lagi digunakan sebagai lahan bukan pertanian. Lahan yang Penggunaan Lahan digunakan sebagai lahan pertanian untuk kecamatan lembang jaya yaitu 69,35%, kecamatan Gunung Talang 38,22, dan kecamatan Bukit Sundi seluas 85,91%, dan selebihnya dimanfaatkan sebagai bukan lahan pertanian. Kesesuaian lahan pada kelompok tanaman pangan yaitu Kesesuaian Lahan 57,03% nya dimanfaatkan sebagai kawasan penyangga, dan 42,97% nya di jadikan sebagai kawasan budidaya dan tanaman semusim. Kemampuan lahan pada Kemampuan lahan kelompok tanaman pangan berada pada klas I, II, dan Klas III. Rawan Bencana Kelompok tanaman pangan memiliki beberapa bahaya
126

Adapun untuk DASnya dapat dikatakan kritis Karena vegetasi permanen disana sangat sedikit, banyak tanaman pertaniannya.

rawan bencana diantaranya: bahaya gunung merapi (bahaya 1) pada daerah yang dekat dengan gunung merapi, waspada gunung merapi (bahaya 2) pada daerah yang tidak terlalu jauh dari gunung merapi, longsor pada daerah yang memiliki lereng yang curam, daerah kerentanan gerakan tanah yang rendah, daerah kerentanan gerakan tanah yang sedang, dan gempa bumi. DAS Pada salah satu daerah aliran sungai kelompok tanaman pangan memiliki luas das 12. 375 ha dengan persentase hutan 10,4% dan persentase sawah 35,7%. Untuk itu das tersebut dapat dikatakan kritis karena vegetasi permanennya sangat sedikit.

B. Kategori Aspek Penduduk dan SDM

Indikator Jumlah, Pertumbuhan dan

Hasil Analisis

Kesimpulan pada tanaman

Untuk jumlah penduduk tanaman Kependudukan pangan mengalami kenaikan dan kelompok

Struktur penurunan di setiap tahunnya,seperti mengalami pertumbuhan pada tahun 2007 dengan jumlah setiap tahunnya, terdapat
127

Penduduk

penduduk

73.139,

tahun

2008 banyak penduduk yang muda yang tingkat yang baik

dengan jumlah penduduk 114.488, berusia tahun 2009 dengan jumlah penduduk memiliki 109.551 dan tahun 2010 dengan pendidikan jumlah penduduk 95.317 sehingga

berpengaruh

Untuk struktur penduduk kelompok pada kondisi sumber daya tanaman piramida pangan ekspansif membentuk manusia yang berkualitas. (piramida Selain itu tercukupinya

penduduk usia muda) dengan cirri- sarana pendidikan dan ciri penduduk perempuan lebih tingginya angka melek dengan huruf juga menjadi terhadap sumber di tetapi daya daerah dalam

banyak

dibandingkan

penduduk laki-laki dan kelompok pendorong umur muda lebih banyak jumlahnya, kualitas sehingga fertilitas di kelompok manusia

tanaman pangan juga tinggi dan tertentu angka sehingga kematian daerah yang ini

rendah bidang kesehatan masih dengan sarana dan

mengalami terkendala kurangnya

pertumbuhan penduduk yang cepat. Kondisi SDM

Untuk bidang pendidikan, dilihat tenaga dari sarana pendidikan pada sehingga usia kelompok di

kesehatan pelayanan pada tanaman

kelompok tanaman pangan sudah kesehatannya mencukupi antara jumlah

sekolah dengan sarana sekolah.

pangan rendah, hal ini lihat dari

Di lihat dari tingkat pendidikan yang dapat

ditamatkan pada kelompok tanaman tingginya angka kematian pangan jenjang pendidikan tertinggi bayi. yang ditamatkan adalah S3 dengan jumlah semakin masyarakat manusianya 98 orang, tingginya maka jadi dengan

pendidikan sumber daya

juga
128

semakin

berkualitas Di lihat dari angka melek

huruf,penduduk kelompok tanaman pangan sekitar 90% sudah mengerti baca tulis Tingkat Kesehatan Di lihat dari sarana kesehatan, jumlah rumah sakit pada kelompok tanaman pangan hanya terdapat 1 rumah sakit yang terdapat di

kecamatan Gunung Talang, terdapat 23 puskesmas pembantu,1 apaotik, 6 rumah obat, 152 posyandu. Sarana kesehatan ini masih kurang untuk memenuhi pelayanan kesehatan pada kelompok tanaman pangan Dilihat dari tenaga kesehatan,

terdapat 4 dokter gigi,12 dokter umum, 69 bidan, 48 perawat dan 27 non perawat, dari tenaga kesehatan yang tersedia belum mencukupi

pelayanan kesehatan pada kelompok tanaman pangan Dilihat angka kelahiran bayi,pada tahun 2010 setiap 1000 penduduk terdapat kelahiran sebanyak 27

orang, yang berrati nilai CBRnya rendah Dilihat dari angka kematian bayi, pada tahun 2010 setiap 1000

penduduk terdapat 23 kematian, yang berarti nilai CDRnya tinggi
129

C. Kategori Ekonomi

Indikator PDRB

Hasil Analisis

Kesimpulan pada tanaman

Sektor dominan berada pada sektor Perekonomian pertanian dengan persentase 42,08 %, kelompok

memliki angka PDRB 915.271,88 pangan yang menunjang juta rupiah PDRB kabupaten solok pada sektor Sektor yang berupa

Produksi dan Untuk sektor tanaman pangan, sektor adalah Produktivitas hasil pertanian yang memiliki produksi terbanyak pertanian. adalah padi sawah dengan jumlah pertanian produksi 135.150,6 hasil ton

dan menyumbang

produktivitas

pertanian pertanian tanaman sawah

terbanyak adalah tanaman ubi jalar yaitu padi sawah, kedelai dengan nilai produktivitas 36.116,83 dan ubi jalar. Adapun kg/Ha. Untuk sektor hortikultura sektor pertanian yang

hanya lain seperti hortikultura,

terdapat sayur-sayuran dan buah- perkebunan, peternakan buahan, dimana produksi sayuran ,perikanan terbanyak pada sayuran kubis dengan kehutanan jumlah produksi 72.547,8 ton dan nilai produksi dengan buah-buahan buah markisa dan memberikan dalam PDRB. menjadi

tambah

terbanyak menyumbang jumlah Padi sawah

produksi 100.826,4 ton. Untuk sektor perkebunan

produksi terbesar dan ubi jenis jalar menjadi terbesar

tanaman yang memiliki produksi produktivitas produksi pangan. nilai galian Untuk yang

terbanyak ada pada tanaman kayu pada kelompok tanaman manis 3.056,78 dengan ton jumlah dengan bahan terdapat

produktivitasnya 1.895,68 kg/Ha

pada kelompok tanaman

Untuk sektor peternakan, jenis ternak pangan hanya terdapat
130

yang terbanyak yaitu sapi dengan bahan galian B dan C jumlah 1400 ekor adapun jenis berada industry pada tanaman

Untuk sektor perikanan, produksi yang

ikan lebih banyak ikan budidaya kelompok

kolam di bandingkan ikan budidaya pangan adalah industry sawah. Ikan budidaya kolam dengan kecil dengan jumlah

jumlah produksi 98,50 ton dan ikan tenaga kerja kurang dari budidaya kolam dengan produksi 10 orang. 13,64 ton. Untuk sektor kehutanan, hasil

produksinya berasal dari kayu dengan jumlah 1.122.432 kg

Komoditi Utama

Komoditi utama yaitu berasal dari sektor pertanian tanaman pangan dengan jenis komoditi padi sawah, kedelai dan ubi jalar Jenis tanaman ubi jalar merupakan sektor basis dengan nilai LQ nya 1,18

Hasil Tambang

Untuk hasil tambang di kelompok tanaman pangan berada pada

golongan bahan galian B dan C dengan jenis bahan galian yaitu belerang, clay, lava andesit, besi, emas, emas alluvial, andesit, kapur, kaolin, pasir, tanah liat, filit, tanah urug, sirfukil,dll. Hasil Industri Untuk industry di kelompok tanaman pangan hanya terdapat jenis industry kecil yang memiliki tenaga kerja kurang dari 10 orang
131

D. Kategori Sarana dan Prasarana

Indikator Aksesbilitas Untuk

Hasil Analisis aksesbilitas di

Kesimpulan kelompok Aksesbilitas yang

tanaman pangan memiliki kondisi terdapat pada kelompok yang bagus dengan nilai aksesbilitas tanaman pangan dinilai sebesar 0,280 dan dengan panjang sudah jalan aspal 166,72 km Rasio Sekolah Terhadap Jumlah Sarana ditandai jalan cukup bagus dengan yang

Usia Untuk SD adapun nilai rasionya banyaknya berjumlah 145,68 Untuk SMP nilai rasionya 351,352 Untuk SMA nilai rasionya 558

beraspal yang membuat transportasi kelompok pada tanaman

Jadi pada kelompok tanaman pangan pangan menjadi lancar. tingkat pendidikannya cukup bagus Adapun hal ini dapat dilihat dari antara ketersediaan sarana jumlah juga sekolah usia sudah

tercukupinya antara jumlah usia dengan sekolah dengan jumlah sekolah yang sekolah tersedia Kesehatan Untuk pelayanan tanaman kesehatan pangan

mencukupi tetapi dalam di pelayanan kesehatan

kelompok

ini masih perlu mendapatkan dari pelayanan

rendah karena setiap 1 dokter harus perhatian hal ini dapat di menangani sehingga 5.957 pelayanan penduduk, lihat kesehatan kesehatannya, dimana 1 5957 penduduk, hal ini air bersih sangat disayangkan kelompok

kurang maksimal karena kurangnya dokter harus menangani tenaga medis (dokter) Pelayanan Air Untuk bersih pelayanan

pelanggan yang terbanyak berada karena pada pelanggan rumah

tangga tanaman pangan memiliki tingkat aksesbilitas yang dan pendidikan

dengan jumlah pelanggan 4924 Pelayanan

Untuk pelayanan lstrik pelanggan bagus
132

Listrik

terbanyak berada pada pelanggan yang rumah tangga dengan

bagus,

jadi

jumlah pelayanan kesehatan yang terdapat pada kelompok tanaman pangan perlu di carikan solusinya dengan penambahan tenaga dan sarana kesehatan. Untuk pelayanan air bersih dan listrik sudah mencukupi bagi rumah tangga yang berada pada kelompok tanaman pangan.

pelanggan 11.258

E. Generalisasi Wilayah

Wilayah tanaman pangan termasuk kedalam wilayah yang maju dimana dapat dilihat dari gambaran fisik wilayah tanaman pangan, sektor perekonomian, pendidikan ,aksesbilitas yang terdapat di daerah tanaman pangan sudah cukup bagus dan sudah mencukupi kebutuhan yang ada. Tetapi untuk masalah kesehatan, pada wilayah tanaman pangan masih kurang hal ini ditandai dengan kurangnya tenaga kesehatan yang berada di daerah tersebut yang menyebabkan angka kematian bayi tinggi. Adapun tema yang dapat diambil dari masalah ini adalah kurangnya tingkat pelayanan kesehatan di wilayah tanaman pangan.

133

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->