Anda di halaman 1dari 18

PEMERIKSAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL 1. Tujuan Percobaan 1.1.

Untuk mendapatkan keterampilan dalam memeriksa kadar kolesterol total dalam sampel 1.2.Untuk dapat memahami metode penentuan kadar kolestrol total 1.3.Untuk dapat memahami peranan pemeriksaan kadar kolesterol

2. Teori Dasar 2.1. Kolesterol Kolesterol merupakan sterol utama dalam tubuh manusia. Kolesterol merupakan komponen struktural membran sel dan lipoprotein plasma, dan juga merupakan bahan awal pembentukan asam empedu serta hormon steroid. Sterol dan derivatnya sukar larut dalam larutan berair tetapi larut dalam pelarut organik, terutama alkohol. Sehingga senyawa ini dimasukkan kedalam golongan lipid. Ketidaknormalan dalam metabolisme atau pengankutan kolesterol lewat plasma rupa-rupanya ada kaitannya dengan dengan perkembangan arterosklerosis. Selain itu batu empedu yang yang terjadi tersusun terutama dari kolesterol (Montgomery, 1993). Kolesterol merupakan steroida penting, bukan saja karena merupakan komponen membran tetapi juga karena merupakan pelopor biosintetik umum untuk steroida lain termasuk hormon steroida dan garam empedu (Page, 1985). Kolesterol dihubungkan dengan metabolisme lipid, dan merupakan sumber untuk sintesa hormon steroid. Kolesterol dieksresikan ke dalam empedu sebagai kolesterol yang tak berubah atau asam empedu, kolesterol dipertahankan dalam bentuk larutan didalam empedu oleh garam-garam empedu dan fospolipid. Kolesterol yang dilepaskan dari jaringan tepi diesterifikasi di dalam plasma dengan asam lemak yang berasal dari lesitin oleh lesistin kolesterol asiltransferase (LCAT) dan diangkut sebagai HDL ke hepar. Ester kolesterol ini bias diangkut ke lipoprotewin lain oleh penukaran dengan trigliserida. Penurunan ester kolesterol plasma timbul bila terdapat kerusakan sel parenkim hepar, karena defesiensi LCAT yang berasal dari hepar. Terdapat defisiensi LCAT yang jarang, pada mana terjadi akumulasi kolesterol bebas di dalam plasma dan jaringan (Baron, D.N 1990).
Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C |1

2.2. Jenis-jenis kolestrol Lipoprotein terbagi menjadi 5 fraksi sesuai dengan berat jenisnyayang dibedakan dengan cara ultrasentrifugasi. Kelima fraksi tersebutadalah kilomikron, very low density lioprotein (VLDL), intermediatedensity lipoprotein (IDL), low density lipoprotein (LDL), dan high density lipoproteinhigh (HDL).
1. Kilomikron merupakan lipoprotein dengan berat molekul terbesar danmengandung

Apo-B48. Kandungannya sebagian besar trigliserida (80-95%) untuk dibawa ke jaringan lemak dan otot rangka. Kilomikron juga mengandung kolesterol (2-7%) untuk dibawa ke hati. Setelah 8-10 jamsejak makan terakhir, kilomikron tidak ditemukan lagi di dalam plasma.Adanya kilomokron sewaktu puasa dianggap abnormal (Dalimartha,2008).
2. Low Density Lipoprotein (LDL) ini sering disebut dengan istilah kolesterol jahat

adalah kolesterol yang mengangkut paling banyak kolesterol dan lemak di dalam darah. Kadar LDL yang tinggi dan pekat ini akan menyebabkan kolesterol lebih banyak melekat pada dinding-dinding pembulu darah pada saat transportasi dilakukan. Kolesterol yang melekat itu perlahan-lahan akan mudah membentuk tumpukan-tumpukan yang mengendap, seperti plak pada dinding-dinding pembulu darah. Akibatnya saluran darah terganggu dan ini bisa meningkatkan resiko penyakit pada tubuh seseorang seperti stroke, jantung koroner, dan lain sebagainya (Graha, 2010).
3. High Density Lippoprotein (HDL) ini sering disebut dengan istilah kolesterol baik.

Kolesterol HDL ini mengangkut kolesterol lebih sedikit dan mengandung banyak protein. HDL berfungsi membuang kelebihan kolesterol yang dibawa oleh LDL dengan membawanya kembali kehati dan kemudian diurai kembali. Dengan membawa kelebihan koletserol yang dibawa oleh LDL tadi, maka HDL membantu mencegah terjadinya pengendapan dan mengurangi terjadinya plak dipembulu darah yang dapat mengganggu peredaran darah dan membahayakan tubuh. Karena itu kolesterol HDL ini disebut kolesterol baik (Graha, 2010).
4.

Very Low Density Lioprotein (VLDL) Dibentuk dari asam lemak bebas di hati dengan kandungan Apo-B100. VLDL mengandung 55-80% trigliserida dan 5-15% kolesterol(Dalimartha, 2008).

5.

Intermediate Density Lipoprotein (IDL)


|2

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

Juga mengandung trigliserida (20-50%) dan kolesterol (20-40%).IDL merupakan zat antara yang terjadi sewaktu VLDL dikatabolisme menjadi LDL. IDL disebut juga VLDL sisa (Dalimartha, 2008). 2.3. Pembentukan Kolesterol

Kolesterol merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang dibutuhkan oleh tubuh, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi kolesterol bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah ( junkfood). Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke(Indica, 2010). Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL( Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kelebihan kolesterol akan diangkutkembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu. LDL mengandung lebih banyak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalahApo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat"karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluhdarah. Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluhdarah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yangmembentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat (Parker, 2010).

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

|3

Proses sintesis kolesterol terdiri dari lima tahapan utama, antara lain: 1. Merubah Asetil CoA menjadi 3-hydroxy-3-methylglutaryl-CoA (HMG-CoA). 2. Merubah HMG-CoA menjadi mevalonate 3. Mevalonate diubah menjadi molekul dasar isoprene, isopentenyl pyrophosphate (IPP), bersamaan dengan hilangnya CO2. 4. IPP diubah menjadi squalene 5. Squalene diubah menjadi kolesterol.

(Gambar 2) Biosintesis Kolesterol 2.4. Penyakit dan Gejala Kolesterol 2.4.1. Penyakit kolesterol a. Pengertian Hiperlipidemia Hiperlipidemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh peningkatan kadar lipid / lemak di darah melewati batas normal. Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Hiperlipidemia Primer Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetik. Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium secara kebetulan. Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat tampak adanya Xantoma (penumpukan lemak di bawah jaringan kulit). 2. Hiperlipidemia Sekunder Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misal : diabetes mellitus, gangguan tiroid, penyakit hepar, dan penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder bersifat reversible ( berulang ).
Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C |4

b. Etiologi Hiperlipidemi Penyebab primer, yaitu faktor keturunan (genetik), penyebab sekunder, seperti : 1) Usia --> kadar lipoprotein, terutama LDL, meningkat sejalan dengan bertambahnya usia 2) Jenis kelamin pria memiliki kadar LDL lebih tinggi dalam keadaan normal, tetapi menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat. 3) Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia 4) Obesitas 5) Menu makanan yang mengandung asam lemak jenuh, seperti : mentega, margarin, whole milk, es krim, keju, daging 6) Kurang melakukan olahraga 7) Penggunaan alkohol 8) Merokok 9) Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik 10) Gagal ginjal 11) Kelenjar tiroid yang kurang aktif 12) Obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu metabolisme lemak seperti estrogen, pil KB, kortikosteroid, diuretik tiazid (pada keadaan tertentu) c. Gejala Hiperlipidemia Biasanya kadar lemak yang tinggi tidak menimbulkan gejala. Kadang-kadang, jika kadarnya sangat tinggi, endapan lemak akan membentuk suatu pertumbuhan yang disebut xantoma di dalam tendo (urat daging) dan di dalam kulit. Kadar trigliserida yang sangat tinggi (sampai 800 mg / dl atau lebih ) bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa dan gejala-gajala dari pankreatitis (misalnya nyeri perut yang hebat). d. Faktor Resiko - Aterosklerosis - Penyakit jantung koroner - Pankreatitis (peradangan pada organ pankreas) - Diabetes melitus - Gangguan tiroid - Penyakit hepar dan penyakit ginjal - Penyakit jantung
Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C |5

e.

Diagnosa Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total. Untuk mengukur kadar kolesterol LDL, HDL, dan trigliserida sebaiknya perderita berpuasa dulu minimal selam 12 jam. Kadar Lemak Darah Pemeriksaan Laboratorium Kolesterol total Kilomikron VLDL LDL HDL Perbandingan LDL dengan HDL Trigliserida Kisaran yang Ideal ( mg/dl darah ) 120 200 Negatif (setelah berpuasa selama 12 jam) 1 30 60 160 35 65 < 3,5 10 160 Seorang pasien dinyatakan hiperlipidemia apabila kadar lemak dalam darah menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari yang tertulis di atas.

2.5. Manifestasi Klinik Hiperlipidemia Hiperlipidemia atau hiperlipoproteinemia merupakan suatu kondisi, bukan merupakan suatu penyakit sehingga tidak ada gejala-gejala klinisnya.

Manifestasi klinik dapat terllihat setelah pemeriksaan klinik di laboratorium. Pada tahap lebih lanjut, beberapa simptom yang mungkin timbul antara lain: terjadinya pengendapan lemak pada otot dan kulit (xanthoma). Pada kondisi kadar

trigliserida yang sangat tinggi (800 mg/dl atau lebih) dapat menyebabkan pembengkakan hati dan limpa serta simptom pankreatitis seperti sakit perut.

2.6. Pengobatan Hiperlipidemia Obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan kadar lemak darah yaitu :
Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C |6

Jenis Obat

Contoh

Cara Kerja Mengikat asam empedu di usus Meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah

Penyerap Asam Kolestiramin empedu Kolestipol

Penghambat sintesa Lipoprotein Penghambat Koenzim reduktase

Niasin

Mengurangi

kecepatan

pembentukan VLDL (merupakan prekursor dari LDL) -Adrenalin, A Fluvastin -Lovastatin -Pravastatin -Simvastatin Menghambat pembentukan

kolesterol - Meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah

Derivat fibrat

asam Klofibrat Fenofibrat Gemfibrosil

Belum

diketahui,

mungkin

meningkatkan pemecahan lemak.

2.7. Pemeriksaan Kolesterol Pemeriksaan kolesterol dapat dilakukan dengan 2 cara yakni melalui pemeriksaan darah di laboratorium oleh tenaga medis atau pemeriksaan sendiri dengan alat pemeriksa kolesterol yang mudah didapatkan di apotek atau toko perlengkapan alat kesehatan. Meskipun pemeriksaan sendiri dengan alat yang dijual bebas di apotek lebih praktis, namun, tidak sedikit terjadi ketidakcocokan hasil dengan pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium kesehatan. Hal ini sering membingungkan pasien. Biasanya, hal tersebut terjadi karena bisa saja pasien tidak melakukan puasa terlebih dahulu sebelumnya. Pemeriksaan kolesterol di laboratorium menghasilkan hasil pemeriksaan yang lebih spesifik dan akurat karena pemeriksaan yang dilakukan terhadap kadar trigliserida, LDL, dan HDL dilakukan secara terpisah dan juga bersamaan dalam bentuk total kolesterol. Sedangkan pada alat periksa praktis, hanya menyajikan hasil akhir berupa total kolesterol. Padahal total kolesterol biasanya terdiri atas 2 faktor penting yaitu LDL dan HDL yang memiliki fungsi serta pengaruh yang berbeda pada tubuh. Oleh karena itu, banyak dokter menyarankan pasien untuk memeriksakan kolesterolnya di laboratorium kesehatan. Proses pemeriksaan dilakukan dengan cara:
Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C |7

Sebelum melakukan pemeriksaan kolesterol, pasien biasanya dianjurkan untuk puasa sepanjang malam, kurang lebih 9-12 jam. Tujuannya, agar tidak terjadi kesalahan pengukuran akibat adanya pengaruh dari lemak yang baru dikonsumsi. Selain itu, 24 jam sebelum melalukan pemeriksaan kolesterol sebaiknya pasien juga tidak melakukan aktivitas berat karena kelelahan yang amat sangat dapat berpengaruh pada hasil pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, darah akan diambil untuk kemudian diukur kadar kolesterolnya. Hasil pemeriksaan akan menyajikan informasi akurat mengenai kadar kolesterol dalam tubuh seseorang. Hasil pemeriksaan tersebut akan dibandingkan dengan tabel klasifikasi kadar kolesterol standar dalam dunia kedokteran sehingga kadar kolesterol seseorang dapat dianalisis berdasarkan tabel tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu dasar diagnosis bagi dokter selain wawancara yang dilakukan terhadap pasien mengenai riwayat kolesterol tinggi pada keluarga atau mengenai penyakit-penyakit lain yang pernah diderita pasien. Cara Mengetahui Hasil pemeriksaan: Kolesterol diukur dalam satuan miligram per desiliter darah yang biasa disingkat mg/dL atau milimol per liter darah yang disingkat mmol/L. Di dalam hasil pemeriksaan yang diberikan laboratorium atau rumah sakit, biasanya akan disajikan informasi mengenai 4 komponen lemak utama dalam darah yakni total kolesterol, HDL kolesterol, LDL kolesterol, dan trigliserida. Total Kolesterol Total kolesterol menunjukkan jumlah antara HDL kolesterol, LDL kolesterol, dan trigliserida. Jika kadar total kolesterol melebihi 240 mg/dL (6,21 mmol/L), pasien harus waspada terhadap resiko penyakit jantung. Dalam melihat hasil pemeriksaan kolesterol, nilai dari masing-masing jenis kolesterol perlu diperhatikan karena kadar kolesterol yang tinggi tidak otomatis menandakan adanya bahaya kolesterol karena bisa saja yang tinggi adalah HDL kolesterol (kolesterol baik) yang justru bermanfaat bagi kesehatan. HDL Kolesterol Kadar HDL menunjukkan seberapa besar kolesterol baik yang terdapat dalam darah karena HDL berperan dalam tubuh untuk membawa kolesterol dalam darah menuju hati

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

|8

untuk diproses lebih lanjut guna menghindari terjadinya penumpukan kolesterol pada saluran darah. Kolesterol HDL .< 40 mg/dL (1,04 mmol/L) >60 mg/dL (1,56 mmol/L) Rendah Tinggi

Semakin tinggi kadar HDL dalam darah maka akan semakin baik. Jika sebaliknya, maka patut diwaspadai adanya resiko penyakit jantung. LDL Kolesterol Kadar LDL menunjukkan berapa banyak kolesterol yang kurang baik yang terdapat dalam darah. Bila jumlahnya ditemukan berlebih dalam darah, maka akan menumpuk pada saluran pembuluh darah dan dapat membahayakan tubuh. Kolesterol LDL <100 mg/dL (2,6 mmol/L) 100-129 mg/dL (2,6-3,34 mmol/L) 130-159 mg/dL (3,34-4,13 mmol/L) 160-189 mg/dL (4,14-4,90 mmol/L) > 190 mg/dL (4,91 mmol/L) Optimal Mendekati optimal Batas normal tertinggi Tinggi Sangat tinggi

Semakin tinggi kadar kolesterol LDL dalam tubuh seseorang maka akan semakin tinggi pula resiko yang dimiliki seseorang terkena penyakit jantung. Bila seseorang memiliki penyakit jantung dan kolesterol, sebaiknya kolesterol LDL selalu dijaga dalam batas 100 mg/dL. Trigliserida Kadar trigliserida dalam darah juga dapat menggambarkan resiko seseorang terhadap penyakit jantung.

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

|9

Trigliserida < 150 mg/dL (1,69 mmol/L) 150-199 mg/dL (1,69-2,25 mmol/L) 200-499 mg/dL (2,26-2,65 mmol/L) >500 mg/dL (5,64 mmol/L) Normal Batas normal tertinggi Tinggi Sangat tinggi

Meskipun kadar kolesterol berlebih tidak baik bagi kesehatan, kadar kolesterol yang rendah ternyata tidak selalu berarti baik bagi tubuh. Kadar kolesterol yang rendah dapat menjadi salah satu petunjuk adanya kelainan dalam tubuh seperti adanya gangguan kekurangan energi yang berat, radang hati, infeksi hati, gangguan fungsi ginjal.

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 10

3.

Alat dan Bahan Alat Tabung Makropipet/dispenser 1,0 mL Mikropipet 0,01 mL (10 L) Kolorimeter dengan panjang Bahan Serum/plasma EDTA Enzim (kolesterol esterase,

kolesterol oksidase, peroksidase) Pelarut Standar

gelombang 492-546 nm

4.

Prosedur 10 L serum/plasma

Dimasukkan kedalam tabung uji

Dilarutkan dengan 10 L larutan standar

Dicampurkan sampai merata

Dibiarkan pada suhu kamar selama 20 menit

Dibaca absorbansi larutan standar yang telah didiamkan selama 20 menit

Terhadap blangko pada panjang gelombang 492-546 nm

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 11

5. Data Pengamatan a. Tabel Pengamatan Uji/Sampel KELOMPOK SHIFT A 1 0,238 SHIFT B 0,182 SHIFT C 0,090

0,250

0,194

0,098

0,249

0,271

0,091

0,252

Rata-rata

0,247 mg/dl

0,215 mg/dl

0,093mg/dl

b. Tabel Pengamatan Standar KELOMPOK SHIFT A 4 SHIFT B 0,156 SHIFT C 0,159

0,422

0,432

0,187

0,336

0,198

Rata-rata c. Perhitungan i. Shift A

0,422 mg/dl

0,308 mg/dl

0,181mg/dl

Rata-Rata Standar = 0,422 mg/dl Rata-Rata Sampel = Kadar kolesterol total (mg/dl) =

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 12

Dik: Kadar standar = 300 mg/dl Kadar Kolesterol total (mg/dl) =


( )

x 300 mg/dl = 175,7 mg/dl

Standar Deviasi = SD Sampel =


(

= 0,000629 : x 300 mg/dl = 169,19 mg/dl x 300 mg/dl = 177,72 mg/dl x 300 mg/dl = 177,01 mg/dl x 300 mg/dl = 179,14 mg/dl = 175,765 mg/dl Kolesterol=
) ( )

Kadar Kolesterol (mg/dl) Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 = = = =

Kadar Kolesterol Rata-Rata (mg/dl) = SD


( ) (

Kadar
) (

= 4,47

ii. Shift B Rata-Rata Standar = Rata-Rata Sampel = = 0,308 mg/dl = 0,215 mg/dl

Kadar kolesterol total (mg/dl) = absorbansi sampel x kadar standar absorbansi standar Dik: Kadar standar = 300 mg/dl Kadar Kolesterol total (mg/dl) = x 300 mg/dl = 209,4 mg/dl
| 13

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

Standar Deviasi =
(

SD Sampel =

=
(

= 0,0483
) ( ) ( )

SD Standar =

= 0,139 : = = = x 300 mg/dl = 350 mg/dl x 300 mg/dl = 134,72 mg/dl x 300 mg/dl = 241,96 mg/dl = 242,22 mg/dl
( ) ( )

Kadar Kolesterol (mg/dl) Kelompok (1 & 4) Kelompok (2 & 5) Kelompok (3 & 6)

Kadar Kolesterol Rata-Rata (mg/dl) = SD Kadar Kolesterol = = iii. Shift C Rata-Rata Standar = Rata-Rata Sampel = = 0,181 mg/dl 1 = 0,093 mg/dl
( )

= 107,64

Kadar kolesterol total (mg/dl) = absorbansi sampel x kadar standar absorbansi standar Dik: Kadar standar = 300 mg/dl Kadar Kolesterol total (mg/dl) =
( )

x 300 mg/dl = 154,14 mg/dl

Standar Deviasi =

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 14

SD Sampel =

=
(

= 0,00435
) ( ) ( )

SD Standar = =

= 0,0193 : = = = x 300 mg/dl = 169,81 mg/dl x 300 mg/dl = 157,22 mg/dl x 300 mg/dl = 137,87 mg/dl = 154,97 mg/dl
( ) ( )

Kadar Kolesterol (mg/dl) Kelompok (1 & 4) Kelompok (2 & 5) Kelompok (3 & 6)

Kadar Kolesterol Rata-Rata (mg/dl) = SD Kadar Kolesterol = =


( )

= 16,088

iv. Kadar Kolesterol Total (shift A, B dan C) 1. Kadar Kolesterol Total Shiff A 2. Kadar Kolesterol Total Shiff B 3. Kadar Kolesterol Total Shiff C : 175,7 mg/dl : 209,4 mg/dl : 154,14 mg/dl = 179,746 mg/dl

Rata-Rata Kolesterol Total (Shiff A, B dan C) = SD Kolesterol Total (Shiff A, B dan C)


( ) ( ) (

=
)

= 27,85

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 15

6. Pembahasan Pada praktikum ini, hasil yang diperoleh yaitu shift a didapatkan hasil kadar kolesterol darahnya 175,7 mg/dl ,shift b 209,4 mg/dl dan shift c 154,14 mg/dl ini menunjukan bahwa kadar kolesterolnya normal, meskipun hasilnya bervariasi tetapi tetap berada pada kisaran kadar kolesterol normal yaitu 140 250 mg/dl. Jika kadar kolesterol darah rendah maka keadaannya disebut hipolipidemia. Hipolipidemia / hipoproteinemia adalah rendahnya kadar lipoprotein dalam darah atau plasma darah yang dapat menyebabkan ganguan sekunder hipertiroidisme karena kurangnya hormon pertumbuhan di dalam tubuh karena tubuh tidak mendapat asupan lemak untuk membuat hormon- hormon, salah satunya hormon tiroid. Hipolipidemia juga disebabkan oleh malabsorcion dan kekurangan gizi. Rendahnya tingkat lipoprotein juga dapat di temukan pada penderita AIDS, pada pasien kanker hati yang ganas, pada penderita leukimia mielocitica akut dan kronis serta pada gangguan esplenomegalia seperti pada penyakit Gaucher. Jika pada keadaan normal kadar kolesterolnya disebut normolipidemic, jumlah HDL biasanya lebih banyak atau setara dengan LDL.

Keadaan seseorang yang kadar kolesterolnya tinggi disebut dengan hiperlipidemia. Pada hiperlipide kadar lemak (kolesterol, trigliserida, atau keduanya) dalam darah meningkat sebagai manivestasi kelainan metabolisme atau transportasi lemak/lipid. Lipid atau lemak adalah zat yang kaya akan energi, yang berfungsi sebagai sumber utama dalam proses metabolisme. Untuk mengetahui adanya gangguan hiperlipidemia dalam diri seseorang maka perlu dilakukan pengukuran profil lemak darah. Profil lemak darah diperoleh melalui pengukuran level lipoprotein darah. Lipoprotein terdiri dari trigliserida, kolesterol,

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 16

dan phospholipida. Seseorang dapat dikatakan mengalami hiperlipidemia memiliki lebih dari satu kriteria berikut: 1. Peningkatan kolesterol total (TC : Total Cholesterole) 2. Peningkatan low density lipoprotein (LDL) 3. Peningkatan trigliserida (TG) 4. Penurunan High density lipoprotein (HDL) Pada data pengamatan yang didapat, tidak ada peningkatan kolesterol total (karena hasil yang didapatkan dari pemeriksaan kolesterol total), karena hasil yang didapatkan tidak melebihi batas maksimal kadar normal kolesterol dalam darah. Pada pemeriksaan hasil yang di dapat hasil yang didapatkan berbeda beda meskipun hasil yang didapat kadarnya tidak kurang atau lebih dari batas normal, padahal sampel yang dipakai berasal dari 1 sumber, hanya pemeriksaan sampel uji dilakukan pada waktu yang berbeda sehingga sampel mungkin tidak fresh karena dalam penyimpanan tidak baik sehingga menjadi kotor atau ada enzim yang mereduksi kolesterol pada saat sampel disimpan atau kemungkinan ada kesalahan teknis, pada saat pengambilan reagen; sambungan kuvet tidak rapat (kendor) sehingga ukuran kurang akurat. 7. Kesimpulan 1. Dari hasil pemeriksaan kolesterol total pada praktikum kali ini : - Shift A : normal - Shift B : normal - Shift C : normal 2. Kadar kolesterol total berhubungan dengan resiko PJK (Penyakit Jantung Koroner).

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 17

8. Daftar Pustaka Kimball, John W. 1983. Biologi, Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga Lehninger, Albert L. 1994. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 3. Jakarta: Erlangga Nogrady, Thomas. 1992. Kimia Medisinal Terbitan Kedua. Bandung: Penerbit ITB Villee, Claude A. 1999. Zoologi Umum Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga

Laporan Praktikum Kimia Klinik - Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Kelompok 5C

| 18