P. 1
Edisi Perdana Juni_2

Edisi Perdana Juni_2

|Views: 198|Likes:
Dipublikasikan oleh ganda99

More info:

Published by: ganda99 on Dec 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Sosok Krikil

M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167 / TAHUN I V / AGUSTUS 2012 HARGA ECERAN Rp. 3. 500, - TERBUT 12 HALAMAN
ANAk dosa, |ah|| d| Kaoupa
|| an 0gan Koro||ng l|| | 0Kl
,Sura|o|a So|a|an, |opa|nya da||
0osa 8a|uarpa|, Kocara|an S||
ah Pu|au Padang. Soja| |ara|
so|o|ah dasa| , 8ah|| |oc|| ro|
|an|au |o 1aWa 8a|a|, oo|ru||r
d| |o|a C|rah|.
Ada| ah h.8ah|| A| arsyah
S|p, pang|a| dan jaoa|an |o|a|h||
ya|n| 8||gjon TNl (Pu|n}, jaoa|an
Kopa|a Pusa| Kod||||as| 0opa||o
ron Po||ahanan Popuo||| lndonos|a ( Kapus|od0ophan Pl}.
8||gjond TNl (Pu|n} h.8ah|| A|arsyah S|p, |a|au o|ca|a d|a spon
|an, su|a cupo|as cop|os, |anpa |odong a||nga||ng, |||||s, |ap|
|o|a|ah doan s||a| rond|d||.
T|da| ho|an o||a |o|an|o|annya d||a|angan r||||o| so|a|u ronju
|u||nya 8ah|| A|arsyah, soo|ang 1ondo|a| poroo|on|a|, |ap|
ros|| oanya| yang ronga|a|an poroo|on|a| pa|a |a|angan so
n|o|nya, |o|u|ara a|asan sopo||| Pang||ra so|a|u sonang dongan
Br igjen TNI (Purn) H.Bahir Alamsyah. Sip;
“ Setelah Pensiun Sudah
Saat nya Aku Kembali ke Desa”
 ßER5AHßuN6 kE hAI 12
+ 3 Heoter|, 0ah|ao |skao, Jao Iar|dz dao
Ag0s HartoWardoyo d| aoggap 0uR| d| mata
5ߥ
- ltu pcla pikir bukan sccranç pcmimpin yanç
bcrjiWa patrict .
+ 0| p0tarao ked0a Pem||0kada 0k|, kaog
5oma a||as h.0ma |rama, pem0s|k Ndang
0ut tebar 5ARA d| masyarakat, meod0k0og
I0kE-NARA. Naog|s d|hadapao para
WartaWao ?.
- Tctcsan "Air Vata 8uaya" cari muka |||||.
+ Zamao 0R0E ßARu ada |st||ah 5u5u
TANTE ( 50mbaogao 50kare|a, Taopa
Tekaoao[ d| Era Reformas| m0oc0| |st||ah
|NPAk (|0rao Paksa[ d||ak0kao para p||t|s|
d| Par|emeo terhadap para ß0pat|.
- |alau kaçak cipaksa, hasil kcrupsi cimakan
ccWc para 8upati |||||.
+ 0| ba||k tera|| bes| Aotasar| Azhar, b0ka
s0ara soa| kas0s ßaok 6eot0ry, 5ߥ p0o
gerah. keoapa ?. Ada apa ?.
- ltu tuças Abraham 5amac, untuk
mcmbcnçkarnya. VA1U T£RU5 0acnç |||||
1akarta, KI - Kasus
pencaplokan tanah seluas
9,7 hektar berlokasi di ko-
mplek perumahan elit Pon-
dok Indah, Jakarta Selatan,
dicaplok oleh Sudwikat-
mono, Liem Sieo Liong,
Ciputra dan kini muncul
nama Siti Hartati Murdaya,
disebut Direktur Utama PT.
Metropolitan Kencana Tbk
dengan menggunakan PT
Metropol itan Kencana
Tbk,sejak 38 tahun lalu, Hj.
Henny tidak mampu meng-
hadapi para pengusaha dan penguasa yang menghalalkan se-
gala cara, termasuk Gubernur DKI Jakartaa Fauzi Bowo yang
'BERKUMIS` itu tidak berpihak kepada yang benar, seperti
kepada pemilik sah Hj.Henny Soehendani, ahli waris dari
Toton Cs.
1akarta, KINT- Ganda
Tampubol on, pengurus
LSM PPPNRI atas nama
msyarakat Tapanuli Utara,
Sumatera Utara tak merasa
lelah terus berteriak mem-
inta Ketua KPK Abraham
Samad, untuk segera
menangkap Toluto (Torang
Lumban Tobing). Teriakan-
nya tidak saja dengan cara
aksi demo di depan kantor
KPK di Jakarta bersama
masyarakat Taput yang ada
di Jakarta, juga lewat surat
resmi dilayangkan ke Ketua KPK.
Namun hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012, Tolu-
to bersama rezimnya masih berleha-leha ditengah kekayaan
hasil korupsi selama 2 priode menjabat Bupati Taput, seolah
tak ada dosa karena Tim KPK belum merangseknya.
Mataram,KINT- Kepala Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN) Bima, Sulaim-
an dilapor ke Polres Kota Bima, karena ter-
bukti telah melakukan kejahatan tindak pidana
korupsi turut menggerogoti anggaran yang nilain-
ya menjcapai Rp 5,5 milliar, guna pembangunan
Vasya|a|a| 0osa| Ko|ua KPK Tang|ap 8upa|| Tapu|
2 Periode Toluto Berleha- leha
di atas penderitaan rakyat
So|ara 38 Tahun Lahan 9.14 ho||a| 0|cap|o| PT VK,
Ahli Waris Menyurati Kepala
Badan Pertanahan Nasional
  ßER5AHßuN6 kE hAI 10
  ßER5AHßuN6 kE hAI 10
ATAS penetapan tanggal itu,
Husni mengaku, Presiden SBY
memberikan respons yang baik,
setelah melakukan pertimban-
gan. 'Misalnya ada pertimban-
gan hari besar keagamaan mau-
pun hari besar kenegaraan, dan
kami sudah mempertimbangkan
hal tersebut,¨ terang Husni.
Husni mengemukakan, dihi-
tung dari bulan sekarang, ada 22
bulan lagi menuju waktu pemilu
2014. KPU mengaku, sudah
mempersiapkan diri untuk
melaksanakan pemilu terbesar di
Indonesia tersebut.
Dijelaskan, tahapan pertama
terhitung mulai 9 Juni lalu, dan
kini KPU tengah mempersiap-
kan untuk tahapan kedua.
'Tahapan kedua dimana pihak
KPU akan melakukan pendaIt-
aran, veriIikasi dan penetapan
partai politik,¨ terangnya.
Secara umum, Husni menu-
turkan, SBY berpesan supaya
semua masalah yang terjadi di
masa lalu menjadi pelajaran.
Kemudian, masalah masa lalu
jangan sampai terulang kembali
lagi di masa mendatang.
Salah satu masalah dalam
pemilu masa lalu itu adalah, soal
daItar pemilih tetap (DPT). Per-
soalan DPT tidak sebatas tang-
gungjawab KPU dan pemerin-
tah semata, tetapi juga tanggung
jawa parpol dan sel uruh
masyarakat. 'Semua komponen
yang ada, ingin melihat DPT
2014 lebih baik maka semua
harus bisa berpartisipasi dengan
baik pula,¨ harap Husni.
Sementara partai politik pe-
serta Pemilu LegislatiI 2014
akan diumumkan 15-16 Desem-
ber 2012, sedangkan pengumu-
man cal on presi siden dan
cawapres, masih menunggu por
1akarta, KINT - Berbagai jenis
pungutan, termasuk pungutan liar
(pungli) dari tahun ke tahun yang
tidak penggunaannya semakin mera-
ja lela, pada setiap penerimaan siswa
baru (PSB) tetap marak dilakukan oleh
para kepala sekolah bersama komite
sekolah, mulai di SD dan SMP negeri.
Meski, Menteri Pendidikan dan Ke-
budayaan telah menerbitkan Per-
mendikbud No. 44/2012 tentang
Larangan Melakukan Pungutan di SD/
SMP negeri.
Dari hasil observasi dan dialog
wartawan KORAN INTEGRITAS
dengan beberapa orang tua siswa dibe-
berapa daerah ,serta laporan
masyarakat yang masuk ke Ombuds-
man .Misalnya, terjadi dikota Ma-
lang, pungli masih tetap terjadi di SD
dan SMP negeri .Penasehat Malang
Corruption Watch (MCW), LutIi J
Kaurniawan menyatakan kalau tahun
lalu tercatat 25 jenis pungli, tahun ini
melonjak menjadi 56 jenis .
Di SDN sawojajar 1 dan SDN
Bunulrejo ,orang tua harus membayar
Rp.1,3 juta hingga Rp.2,15 juta .Se-
dangkan di SMPN 21 Kota Malang,
daItar ulang siswa dipungut
Rp.152.000. Salah satu wali murid
,Sujiati, terdiri dari uang seragam
Rp650.000, Osis Rp.250.000,uang
perpisahan kepala sekolah
Rp. 100.000 dan uang lain lain
Rp.200.000.Saya terpaksa mengga-
daikan barang barang berharga untuk
Menj elang Pemilu 2014 ;
Sej uml ah Pengur us
Par pol Si apkan Capr es
JAkARTA, k0RAN |NTE6R|TA5- Kor|s|
Por|||han brur (KPb} ronjadWa||an pon
yo|ongga|aan por|||han urur (por||u} 2014
oo||angsung ha|| Paou |angga| 9 Ap||| 2014. ha|
|o|soou| d|sarpa||an Ko|ua KPb, husn| Kar||
Van|| usa| oo||oru P|os|don Sus||o 8aroang
Yudhoyono (S8Y} d| |an|o| P|os|don, Son|n, pocan
|a|u.
ßER5AHßuN6 kE hAI 9
Kemenper a Bangun 3000 Rumah Unt uk War t awan
1akarta, KINT - Kementerian
Perumahan Rakyat Republik Indone-
sia, dalam waktu dekat akan mem-
bangun sedikitnnya 3000 unit rumah
murah berlokasi di wilyah Bogor,
Jawa Barat, sebagaimana rilis yang
disampaikan . Humas Kementerian
Perumahan Rakyat kepada para war-
tawan belum lama ini. Dalam siaran
pers tersebut, Menpera H. Djan
Farids, sementara akan membangun
1000 rumah murah untuk wartawan.
Namun karena animo yang begitu be-
sar dari kalangan jurnalis, kemungki-
nan jumlah rumah yang akan diban-
gun bertambah menjadi 3000 unit ru-
mah.
'Tahap pembangunan awal di Cit-
ayam Depok. Kita tinggal tunggu
NJOP. Kalau sudah keluar, kita akan
tinjau. Bareng-bareng ke sana naik
kereta sambil menelusuri rute pulang
pergi,¨ ujar Djan saat ramah tamah
dengan kalangan jurnalis TV di kan-
tor Kemenpera, Jl Raden Patah I,
Jakarta Selatan.
Djan berharap, NJOP bisa didap-
at dengan harga serendah mungkin.
Sebab, dengan harga tanah yang mu-
rah mempengaruhi luas tanah dan
bangunan. 'Kalau harga tanahnya di
bawah 100 ribu, rumah bisa diban-
gun type 45, luas tanahnya pun ber-
tambah menjadi 100 meter. Kalau har-
ga tanahnya 100 ribu per meter, luas
tanahnya cuma 60 meter. Kita akan
berusaha nego semurah mungkin,¨
jelas Djan.
Yang pasti, lanjut Djan, lokasi pe-
rumahan untuk kalangan jurnalis ini
cukup representatiI sebagai tempat
tinggal dan pergi bekerja. 'Naik ojek
dari lokasi ke stasiun antara 5 10
menit. Ke Depok kota, naik kereta
cuma 5 menit. Ke Stasiun Manggarai,
Jakarta kurang lebih 45 menit. Kalau
bawa mobil sendiri, waktunya bisa
lebih lama, mengingat jalanan dari
Depok ke lokasi rumah belum bagus,
ditambah lagi dengan macetnya,¨ pa-
par Djan.
Soal transportasi, Djan mengakui
masih jauh dari kelayakan. 'Kita akan
kerjasama dengan PJKA dan PSU
untuk memperbaiki sarana transpor-
tasi agar lebih mudah dan nyaman
menuju stasiun,¨ ujar Djan.
   ßER5AHßuN6 kE hAI 10
Pungut an Liar di Sekolah Negeri Dari Tahun Ke Tahun Tet ap Subur
Kepsek & Komite Biang Pungli
 ßER5AHßuN6 kE hAI 8
Korupsi dan Menipu Kepala
KPPN Bima Terencam Masuk Bui
   ßER5AHßuN6 kE hAI 7
Palembang, KINT- Pemilihan Umum Ke-
pala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Ogan Ko-
mering Ilir (OKI), Prov Sumatera Selatan peri-
ode 2013-2017 sudah diambang pintu, lima
orang nama balon sudah mengatur strategi un-
tuk tampil dalam pesta demkokrasi lima tahunan.
Enam Nama Balon Bupati Oki
Akan Bersaing di Pilkada 2013
  ßER5AHßuN6 kE hAI 7
1AKARTA,KINT-BUKU judul ' TIONG-
HOA DI TARUTUNG¨ di tulis oleh Sio Hong
Wai dan diterbitkan oleh percetakan Bujana Tirta
di Jl.Cempaka Baru Kemayoran Jakarta, Jakar-
S|o hong wa| Cora||an 8udaya 8a|a|,
LSM PPPNRI Laporkan
Bupati Taput ke Jagung
ßER5AHßuN6 kE hAI 7
Dalam penyediaan rumah khusus wartawan
ini, Djan akan bekerjasama dengan Menristek
dalam penyediaan solar cell sebagai upaya peng-
hematan listrik. 'Tiap rumah akan dipasang so-
lar cell sebanyak 6 titik atau 60 watt untuk 2
ruang tidur, ruang keluarga, teras depan, kamar
P|aooWo Suo|an|o Vah|ud V0 1usu| Ka||a
2
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
OPI NI
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
DALAM delapan tahun terakhir antusiasme mayoritas
rakyat negeri ini untuk merayakan peringatan hari prokla-
masi kemerdekaan kelihatannya semakin menurun, karena
pemerintah sekarang tidak cukup punya kemampuan dan
kewibawaan untuk menjadikan momentum proklamasi se-
bagai momentum untuk memotivasi bangsa yang sudah se-
main terpuruk.
Pidato kenegaraan yang dilakukan di Gedung DPR, hari
kamis 16 Agustus, adalah pidato elit yang sangat berjarak
dengan suasana kejiwaan yang sesungguhnya berkembang
di tengah-tengah rakyat.
Apalagi ramai dibertakan bahwa rangkaian pidato yang
cuma menghabiskan waktu beberapa jam itu menelan bi-
aya mencapai Rp. 1,2 miliar. Sedangkan perayaan HUT RI
yang diselenggarakan oleh Istana Kepresidenan SBY pada
17 Agustus 2012 ini mencapai Rp. 7,8 miliar.
Sebagaimana diberitakan media massa, Koordinator In-
vestigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky KhadaIi, dalam
keterangan persnya, Rabu 15 Agustus 2012 menyatakan,
anggaran untuk dua kegiatan seremonial itu Rp 1,2 miliar,
yaitu kegiatan Rapat Paripurna DPR dalam rangka pidato
kenegaraan Presidententang penyampaian RAPBN 2012
sebesar Rp. 699.050.000, dan kegiatan Rapat Paripurna
DPR dalam rangka pidato kenegaraan Presiden menyam-
but HUT ke 67 RI sebesar Rp. 583.970.000.
FItra juga melansir anggaran pengecatan dan memper-
solek gedung DPR dalam rangka menyambut pidato kene-
garaan SBY di kedua kegiatan itu menelan anggaran Rp. 728
juta.
Sedangkan uang rakyat yang harus dianggarkan untuk
perayaan HUT RI yang diselenggarakan oleh Istana Kepres-
idenan SBY pada 17 Agustus 2012 ini mencapai RP. 7,8
miliar.
Upacara peringatan HUT Proklamasi di Istana Negara
sebenarnya hanya mengingatkan kita pada upacara bendera
para pejabat kolonial Belanda yang dipimpin oleh Guber-
nur Jenderal Hindia Belanda.
Upacara seperti itu tidak punya makna buat mayoritas
rakyat negeri ini, kecuali hanya memunculkan kesan me-
wah seremonial itu sendiri, tidak ubahnya dengan pest-
pesta selebritis atau pesta pora kalangan Ieodalis.
Kalau pemerintah punya nyali dan punya niat bahwa
momentum proklamasi harus dijadikan momentum untuk
memotivasi rakyat, mestinya peringatan hari proklamasi
tidak dilakukan di istana, sebaiknya dilakukan diwilayah-
wilayah perbatasan RI, di papua, dan daerah-daerah lain-
nya di tanah air.
Peringatan atau perayaan hari proklamasi seperti ini
sangat mungkin bisa diwujudkan dan tidak perlu menelan
biaya besar selama yang ditekankan adalah penghematan
anggaran dan satunya kata dengan perbuatan untuk benar-
benar melaksanakannya.
Alokasi anggaran yang sangat besar untuk memperin-
gati hari proklamasi di DPR dan di Istana lagi-lagi membuk-
tikan bahwa para elite negeri ini bukanlah contoh yang baik,
bukanlah teladan yang baik, dalam hal penghematan angga-
ran.
Elit-elit kita hari ini masih mempersepsikan diri sebagai
raja, dengan minaset : kekayaan Negara adalah kekayaanku.
SiIat seperti ini tentu saja dicela oleh rakyat sebagai siIat
yang tidak tahu malu, tidak tahu diri, tidak sensitiI, atau
ndableg.
Terkait adanya kritikan pedas dari Koordinator Investi-
gasi dan Advokasi FITRA, Ketua Panitia Perayaan Hari-
hari Besar Nasional, Lambock VN Nahattands berdalih,
anggaran yang dikeluarkan sudah disesuaikan dengan kebu-
tuhan. 'Jadi jangan dibandingkan dengan acara di kelurah-
an. Besar atau tidaknya anggaran yang dikeluarkan sudah
disesuaikan dengan keadaan,¨ tegasnya.
Kata Lambock, rencana pengeluaran anggaran untuk
perayaan HUT RI sudah diperhitungkan secara matang.
Sebab itu, menurut dia, semua pihak melihat perlu atau
tidaknya dan pantas atau tidak untuk HUT Proklamsi.
'Kita lakukan itu melalui proses yang benar dan waktu
pengajuan anggaran tahun 2012 sudah dihitung semuanya.
Ukurannya adalah sebuah kegiatan, bobot kegiatan. Besar
atu tidak itu adalah harus kita sesuaikan dengan keadaan-
nya,¨ terangnya.
Lambock menegaskan, perhitungan anggaran untuk per-
ingatan HUT RI di Istana sudah melalui proses yang benar.
Begitu juga pengadaannya. 'Pelaksanaan pekerjaan itu di-
lakukan secara transparan. Itu melalui lelang semua,¨ kat-
anya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia HUT ke-67 RI
istana presiden Nanang Priadi mengatakan persiapan per-
ayaan akbar ini sudah dilakukan sejak bulan lalu. Termasuk
pelatihan untuk pasukan pengibar Bendera Pusaka (Paski-
braka).
Panitia, kata dia telah menyebar 8.000 undangan untuk
hadir dalam peringatan ini. Mereka diundang adalah peja-
bat lembaga Negara, anggota kabinet Indonesia Bersatu II,
duta besar, anggota DPR dan DPD, keluarga eks presiden
dan wapres, pejabat eselon 1 dan 2, keluarga pahlawan
nasional, angkatan 1945, perwakilan organisasi masyarakat,
politik, pelajar, pramuka dan juga media.
Apa yang di ucapkan, baik oleh Ketua Panitia Per-
ayaan Hari Hari Besar maupun Ketua Panitia HUT Ke-67
RI ( Lambock VN Nahttands dan Nanang Pribadi) tidak
realistis, menyimpang dari kaidah pakta integritas, yang
selama ini di canangkan oleh SBY lewat Inpres 5 tahun
2004.²²²
Taj uk
HUT Ke 67 RI
Biaya 7,8 Miliar
PENGGALAN puisi itu
dibawakan Budi Darma, seorang
sastrawan, dalam diskusi di har-
ian Kompas tahun 2003, dima-
na saya ikut hadir. Diterangkan-
lah makna puisi itu bahwa un-
tuk menjadi hulubalang waktu
itu, seseorang harus berani men-
jarah. Dan untuk mempertahan-
kan jabatannya, orang itu harus
berani menjarah, menjarah uang
negara dan menjarah uang rakyat.
Melacak jejak korupsi di
bumi Nusantara juga bisa dili-
hat dalam penuturan Budi Dar-
ma ke masa kolonial. Ia men-
gutip pengakuan Nicolas Engel-
hard, Gubernur Pantai Timur
Laut Jawa, dalam memorinya 15
April 1805. Berdasarkan peng-
isahan Dukut Imam Widodo,
penulis buku Soerabaia Tempo
Doeloe, Engelhard kaya raya
karena sogokan orang pribumi
yang menginginkan jabatan. En-
gelhard tinggal memilih upeti
terbesar untuk menentukan sia-
pa yang layak diberi jabatan.
Pendapat bahwa korupsi
menjadi bagian dari keseharian
menimbulkan silang pendapat.
Ada yang menolak, tetapi ada
pula yang mendukung Wakil
Presiden Mohammad Hatta ter-
masuk yang mendukung penda-
pat korupsi telah menjadi bagi-
an dari keseharian kita. 'Korupsi
di Indonesia telah menjadi bagi-
an dari kebudayaan,¨ kata Hat-
ta (Jurnal Aksara, Tempo 19
Februari 2001).
Penulis buku yang
popular di Indonesia, Samuel P.
Huntington, mengaitkan antara
budaya dan korupsi. Bersama
Lawrence E. Harrison dalam
buku Culture Matters . How
Jalues Shape Progress (2000),
Huntington menulis, '...di ant-
ara yang paling korup adalah
Indonesia, Rusia, dan beberapa
negara Amerika Latin dan AIri-
ka...¨
Huntington menulis, korup-
si paling rendah dinegara Eropa
bagian utara dan persemakmu-
ran Inggris yang Protestan.
Negara penganut Konghucu ke-
banyakan berada ditengah-ten-
gah. Tapi Huntington mengec-
ualikan Singapura sebagai nega-
ra yang bersih sejajar dengan
Denmark, Swedia, dan Finland-
ia. 'Anomali Singapura adalah
kepemimpinan Lee Kuan Yew,¨
tulis Huntington.
Di Indonesia, ada keinginan
kuat memberantas korupsi, teta-
pi ada juga yang sebenarnya in-
gin tetap mempertahankan tata
hubungan sosial yang korup.
Namun nyatanya, kekuasaan
Orde Baru berakhir karena ko-
rupsi. Era reformasi aatang.
Dijalan-jalan dan di ruang sidang
parlemen, 10 tahun lalu, terden-
gar teriakan, 'Hukum mati ko-
ruptor'` Perlu aturan soal pem-
buktian terbalik! Dari gedung
MPR lahir Ketetapan MPR
No. XI/1998 yang salah satun-
ya meminta pengusutan ter-
hadap koruptor dan mewajibkan
penyelenggara negara melapor-
kan kekayaan. Komisi Pember-
antasan Korupsi (KPK) lahir
sebagai anak kandung reIorma-
si.
Kehadiran KPK amat di-
harapkan. KPK lahir karena ada
ketidakpercayaan kepada lem-
baga penegak hukum, seperti
kepolisian dan kejaksaan. KPK
menggebrak. Ada mantan Kepa-
la Polri diadili, ada politisi ter-
tangkap basah, ada jaksa ter-
tangkap tangan sedang memper-
dagangkan perkara. Jurus KPK
membuat banyak yang jengah.
Namun, indeks korupsi Indone-
sia membaik. Pemberantasan
korupsi adalah pencapaian sig-
niIikan pemerintah Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun, karena gebrakan
KPK itu pulalah, KPK kini
menjadi musuh bersama. Ia dis-
erang, Pengadilan Korupsi din-
yatakan tidak konstitusi sampai
29 Desember 2009. DPR dan
pemerintah berkewajiban mem-
berikan landasan hukum soal
pengadilan korupsi. Namun,
alih-alih memperkuat eksisten-
si Pengadilan Korupsi, politisi
DPR dengan dalih 'menata sys-
tem¨ malah berniat mengamputa-
si kewenangan KPK, melucuti
kewenangan penuntutan.
Teriakan hukum mati korup-
tor tak lagi terdengar. Dari
Senayan kini malah terdengar
teri akan, 'Kembalikan ke-
wenangan penuntutan kepada
kejaksaan¨. Penyadapan harus
izin ketua pengadilan¨. 'Janga-
nlah KPK merasa paling jujur¨.
KPK dirundung masalah.
Ketua KPK Antasari Azhar pun
tersingkir hingga ke trail besi
(masuk penjara). Wakil Ketua
KPK Chandra Hamzah dan
Bibit Samad Rianto hamper se-
nasib dengan Antasari Azhar.
Kedua orang Wakil Ketua KPK
ini dituduh Polri telah men-
yalahgunakan wewenang ketika
mencekal Anggoro Widjojo dan
Djoko Tjandra. Keduanya bu-
ronan! Publik ragu atas tuduhan
itu. Namun, menjadi kewajiban
Polri untuk membuktikan tudu-
hannya. Jika gagal, reputasi Polri
yang lagi naik karena pember-
antasan terorisme akan hancur.
Korupsi adalah perang yang
belum mampu kita menangi. Ia
telah menjadi sesuatu yang ba-
nal, sesuatu yang biasa. Tidak
ada kondisi sosial yang cen-
derung melawan korupsi (indig-
nation), dimana masyarakat
tidak bisa menerima atau protes
terhadap perilaku korupsi peja-
bat yang menumpuk kekayaan
secara illegal.
Haryatmoko dalam buku Eti-
ka Politik aan Kekuasaan meng-
gambarkan situasi indignation
seperti saat setelah Revolusi
Perancis. Disana, para bang-
sawan, orang kaya tidak berani
menunjukkan diri bahwa mere-
ka kaya. Mereka takut dikejar-
kejar rakyat karena dianggap
pengisap rakyat, koruptor, dan
menyalahgunakan kekayaan
negara.
Sebagaimana ditulis Hunting-
ton, jika korupsi diterima se-
bagai budaya atau terkait den-
gan budaya. Maka Iaktor
kepemimpinanlah yang akan
menentukan. Kepemimpinan
yang kokoh, dan kondisi sosial
yang melawan korupsi. Per-
kembangan sepekan ke depan
akan mengindikasikan apakah
kita sedang dalam arus balik
pemberantasan korupsi. ````
Kisah tentang Korupsi
ß0r0og keoar|
berkekeh- ßerkekeh
d| teogah padaog
1ika ticak bcrani
mcnjarah- Ticak syah
mcnjaci hulubalanç
OLEH: Budiman Tanuredj o
MUNGKIN ini pekerjaan
rumah (PR) untuk Bung Abra-
ham Samad, yang telah ditetap-
kan menjadi Ketua KKPK.
Dengan kehadiran Bung Abra-
ham Samad di lembaga pember-
antasan korupsi ini, masyarakat
meminta untuk Iocus member-
antas kejahatn korupsi.
Lebih dari itu masyarakat,
juga berharap kepada Ketua
KPK bisa dialog dengan para
anggota parlemen serta Mahka-
mah Konstitusi termasuk Ko-
misi Yudicial (KY), agar kantor-
kantor kementerian tidak dip-
impin oleh orang politisi.
Bila seluruh kantor kement-
erian tetap dipimpin oleh orang-
orang parpol, maka kaum
birokrasi akan semakin terping-
girkan. Mungkin ini merupakan
bahasa penulis dalam artikel ini,
bahwa Partai Politik selama ini
telah mengirim limbah ke tatan-
an birokrasi sehingga menjadi
racun.
Genderang perang terhadap
pemeberantasan korupsi sudah
dikumandangkan sejak awal re-
Iormasi, Mei 1998. Namun, ke-
jahatan korupsi semakin mem-
babi buta. Data yang masih ter-
simpan penulis menunjukkan
adanya kemunduran para pene-
gak hukum dalam pemberan-
tasan korupsi. Mungkin selema
beberapa tahun belakangan para
penegak hukum, seperti kejak-
saan, kepolisian dan KPK, mere-
ka harus menghadapi berbagai
Iactor kendala, seperti adanya
campur tangan politisi.
Dampak dari adanya keja-
hatan korupsi dirasakan oleh
sekitar 48,35 juta rakyat miskin
di Indonesia. Miskin yang di-
ukur menurut indicator peng-
hasilan, pendidikan, dan usia
harapan hidup. Realitas kesen-
jangan ekonomi yang kian ek-
trem, membengkaknya kantong-
kantong kemiskinan rakyat kota
dan desa.
Para politisi yang berperan
dibalik birokrasi, mereka berb-
agai cara korupsi dilakukan, sep-
erti menggerogoti hak-hak rakyat
tanpa melihat serta dampak
yang dirasakan oleh rakyat kecil.
Padahal, kasus korupsi yang
melibatkan para politisi, semua
orang sudah mengetahuinya
seperti presiden para angora
dewan, termasuk para penegak
hukum. Namun, apa hendak
dikata, para pelaku kejahatan
korupsi justeru melibatkan para
penyelenggara Negara.
Mungkin suatu kebijakan
para pengambil keputusan, ter-
utama Kementerian Negara Pen-
dayagunaan Aparatur Negera
dan Birokrasi ReIormasi bersa-
ma Badan Kepegawaian Negera
(BKN) serta diperkuat oleh
Undang-Undang dan Peraturan
Pemerintah (PP), yaitu mengacu
pada PP No. 98/2000 Jo PP
No.11/2002 yang pelaksanaan-
nya di jabarkan dengan Kepu-
tusan kepala BKN No. 11/2002
dan Peraturan BKN No.30/
2007, untuk merekrut Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
i tahun 2008 saja Iormasi
sebanyak 50.000, yakni tenaga
honorer sebanyak 17.000, pel-
amar umum 33.000, kemudian
alokasi tambahan Iormasi PNS
untuk provinsi dan kabupaten/
kota berjumlah 250.000, dengan
rincian: tenaga honorer 68.000
orang, sekretaris desa 15.811,
dan pelamar umum 166.989 or-
ang.
Namun, tidak menjadi ram-
bu-rambu bagi politisi untuk
tidak leluasa berbuat melakukan
pergerakan dalam menata mana-
jemen yang menjadi wewenang
dan tugas birokrasi. Pasalnya,
puluhan ribu CPNS yang saban
tahun direkrut bukan sebagai
penentu atau pengambil kebija-
kan, tapi boleh dibilang tidak
obahnya, hanya sebagai pe-
lengkap yang pada muaranya
mereka dijadikan tumbal kaum
politisi.
ntuk tidak memunculkan ke-
san negative adanya mengham-
bur-hamburkan anggaran
hendaknya Iormasi harus di-
dasarkan pada prioritas yang
sangat penting. Pasalnya sela-
ma ini, pengadaan CPNS selalu
tidak didasarkan analisis jabatan
dan analisis kebutuhan riil or-
ganisasi. Selain itu, prosesnya
banyak yang belum transparan
sehinggga menimbulkan praktik
KKN.
Ketua BKN pernah menga-
takan, metode seleksi yang di-
gunakan dalam proses pen-
gaadaan CPNS saat ini memer-
lukan waktu dan biaya yang
cukup besar, dan selalu menda-
pat perhatian dan sorotan tajam
dari masyarakat.
Rekrut CPNS terus dilaku-
kan, aksi korupsipun selama
tahun 2011 semakin menjadi
menyebar ke berbagai lini. In-
dikasi praktik korupsi bahkan
telah melanda ke kalangan
birokrasi, golongan para pegawai
negeri sipil berusia muda.
Seperti pernah dikatakan
Wakil Ketua Pusat Pelaporan
dan Analisis Transaksi Keuan-
gan (PPATK) Agus Santoso,
modus korupsi yang diindikasi-
kan di al akukan kal angan
birokrasi muda,dalam usia muda
( 28-38 tahun ,Red) tersebut
ialah dengan cara mengalirkan
dana ke anak dan istri atau sua-
mi mereka melaui asuransi.
Masih menurut Agus San-
toso, kepada penulis, PPATK
pun berhasil menemukan uang
haram di para pegawai negeri
sipil, uang tersebut merupakan
hasil pencurian dari anggaran
proyek , gratiIikasi serta uang
suap. Meski, jumlahnya tidak
disebutkan namun sangat ber-
dampak bagi biroksi, bahkan
Undang-Undang No.15/2002
yang diperbarui menjadi UU
No.25 tahun 2003 tentang Tin-
dak Pidanan Pencurian Uang
(UU-TPPU),mereka bisa dijer-
at dari pencurian uang tidak han-
ya pelaku, juga penerima dana.
Kata Agus, mereka mungkin
lupa dengan UU TPPU yang
berbeda dengan UU Anti Korup-
si. Bila UU Anti Korupsi hanya
menjerat semua yang kebagian
aliran dana.
Kasus korupsi yang melan-
da ke link birokrasi, dibenarkan
oleh Badan Kepegawaian Nega-
ra (BKN), sedikitnya 1,5 dari
6,64 juta PNS terlibat melaku-
kan kejahatan korupsi. Katan-
ya, para pelaku korupsi dika-
langan birokrasi (PNS) ber-
pangkat golongan berbeda, yak-
ni golongan II A dan IV A, yang
rata-rata penghasilannya menca-
pai Rp 12 juta.
Tidak heran, bila dalam ku-
run waktu 12 bulan di tahun
2011, kejahatan korupsi berger-
ak bak badai, leluasa masuk ke
semua kantor instansi birokra-
si, mulai dari kantor kelurahan,
kantor kementerian, lembaga
tinggi Negara, lembaga parlemen
hingga ke istana.
Bahkan,pihak BPK pernah
mengaudit anggaran di istana
kepresidenan, selama 7 tahun
terakhir, SBY telah menghabis-
kan dana sebesar Rp 103 trilun,
yang tidak jelas peruntukannya.
Ini sudah dilaporkan ke KPK,
tapi tak pernah disikapi. Kena-
pa KPK tidak bergerak ?.
Masalahnya pemberantasan
korupsi di Indonesia masih di-
lakukan tebang pilih.
Padahal, Komisi Pemberan-
tasan Korupsi (KPK) pernah
mengatakan, sarang paling em-
puk para koruptor itu, terdapat
di tiga kantor kementerian, yaitu
Kementerian Agama yang men-
terinya di jabat oleh Suryadar-
ma Ali, politisi PPP, Kemente-
rian Tenaga Kerja dan transmi-
grasi menterinya di jabat oleh
Muhaimain Iskandar, dari PKB,
dan Kementerian Koperasi dan
UKM dijbat oleh SyarieI Has-
san dari Partai Demokrat. Mere-
ka dalam melakukan aksi korup-
si, tidak seperti tikus , mereka
bagaikan penyamun, merampok
uang rakyat lewat berbagai ang-
garan proyek.
Sementara para birokrasi,
PNS usia muda itu dalam kejaha-
tan korupsinya, mereka men-
yamarkan, menyembunyikan har-
ta yang didapat secara haram
tersebut, melalui top-up premi
tunggal polis asuransi jiwa.
Top-up premi diberikan kepa-
da polis asuransi atas nama anak
mereka, dan dengan dana hasil
korupsi itu pula, mereka mem-
perbesar premi hingga Rp 2 mil-
iar per anak. Kenapa para PNS
usia muda ini nekad melakukan-
nya ?. Jawabnya, ya karena dam-
pak dari para politisi yang saat
ini sudah berkerumun di birokra-
si.
Menyikapi para para politis
terlibat dalam kejahatan korupsi,
sangat sependapat dengan KPK,
bahwa benar adanya perbutan
tersebut merupakan kesempatan
mereka merampok uang rakyat,
guna membangun partrai poli-
tiknya masing-masing, karena
politik di Indonesiqa memerlu-
kan dana yang tidak sedikit.
Bersambung edisi depan
Abraham Samad & Tugas Berantas Korupsi
OLEH: Awaluddin Ard
0|TERß|TkAN 0IEh: T|r Vodu| F0KALlST ln|og|||as oo|sara T|ga P||a| Kor|||aan (3pK} & TlV K0PV0NEV lNPPES No 5|2004, Koron|o||an Noga|a Pondayagunaan
Apa|a|u| Noga|aPo|o|ras| 8||o||as| Pl. SlbPP No.b09|SK|Vonpon|0oppon.Pl|1998 d|h. Su|a|a|aoa| ClTPA00N, 0EwAN RE0Ak5|: AWa|udd|n A|d,0|s.V.Fu|qon,V.Ad|'
S,Tu||'S, Vasho|| S, l|.Nas||n h, h.h||rah hVS.SE, T|H PENA5|hAT hukuH: Todung Vu|ya Luo|s Sh (T|anspa|ancy ln|o|na||ona| lndonos|a} ,0P.l|.Pandj| P.had|no|o.Sh,
0|s.h.0jon| w|djaya A| uW| Sh, RE0AkTuR EXEkuT|I: Vay jon TNl(Pu|n} l0K.Van||a, Vayjon Po| (Pu|n} 0|s.lgn. Koos Sujudono, 0|s.h.ha|un A| Pasy|d, 0|s.h.1oos||n
Nasu||on, PEHP|HP|N PERu5AhAAN: (P||}.0anda Tarpuoo|on. PEH|HP|N uHuH|PEH.RE0Ak5||PEN.JAwAß: AWa|udd|n A|d|W|jaya, wAk|I PEH.uHuH: 0|s.Vuharrad
Fu|qon, wAk|I PEH.RE0Ak5| (1[ : Vuharrad Ad| SuWan|o, wAk|I PEH.RE0Ak5| (2[: Tu|| Su||s||yoWa||, 5EkRETAR|5 RE0Ak5|:(P||}. Pa|r|n, RE0AkTuR I|N6kuN6AN
h|0uP: AnWa| hu|aoa|a|, RE0AkTuR |PTEk: 8|ndu Panja||an, RE0AkTuR EkßAN6: Achrad Vau|ana, RE0AkTuR ßAhA5A : Vasho|| Vansyu|, RE0AkTuR PEIAk5ANA: 0anda Tarpuoo|on. 5TRAII RE0Ak5|: Saha|d| AP, Su|||no, Sau| Sa|ag|,
Su|a|no, Su|a|no, ß|R0 0k| 5uH5EI: Aodu||ah San|, k00R0|NAT0R PR0v.ßANTEN: Pud| ho|raWan, ß|R0 kAß|k0TA 5ukAßuH|: 1.Ku|n|aWan ÷ C.Cahyad| , k00R0|NAT0R kRE5|0ENAN ßE5uk|-JAT|H: Achrad Fauz|, TATA IETAk|IA¥0uT: Syar,
RE0Ak5||TATA u5AhA: 1|. Kooon S|||h, No 40 F|oo| lll Su||o 45 Phono|Fax. 0213518111, 1a|a||a Pusa| 1000. w0Rk5h0P: Fo|a||s| Con|o| C||a|oras 2 No.29 Sonopa|| 8|o| S Kooayo|an 8a|u 1a|a||a So|a|an ( 12180} Phono|Fax. 02112581b5, E-
ma||:|r|_|n|og|||as¬yra||.cor, REkEN|N6 ßR| .N0: 019001001341533 bn|| 1a|a||a Tang|| a|n AWa|udd|n A|d|W|jaya, 0|6ETAk 0IEh: PT S|na| Agapo P|oss 1a|a||a ( ls| d||ua| |anggung jaWao po|co|a|an}.
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
Abraham 5amad
3
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
Jakarta, k|NT- Kan|o| Koron|o||an Agara Popuo||| lndonos|a |o|
us rono|us d||o|pa |asus |oooo|o|an ru|a| da|| |asus |o|ups| angga
|an pongadaan A|0u|an ro||oa||an anggo|a doWan, dan so|a|ang
Koron|o||an Agara (Korag} d||o|o|| o|oh pa|a ponyo|ongga|a joraah
haj| yang ro|a|u|an pon|puan. Korag ronca|a| jur|ah haj| non|ua|a
so||ap |ahunnya ron|ng|a|, soron|a|a |ooo|ang|a|an, a|rodas|, |on
surs|, |osoha|an, dan pong|napan so|ara d| Saud| A|ao|a, oo|||u|
poru|angannya ||da| ada. To|nya|a ponyo|ongga|aan haj| jad| |adang
pon|puan.
wa|aupun ||da| ronyoou||an ang|a pon|ng|a|an so||ap |ahun, Von
|o|| Agara Su|yadha|ra A|| roras|||an jur|ah haj| non|uo|a|n| |o|us
ron|ng|a|. Tahun 2011 saja, jur|ahnya |o|ca|a| roncapa| 5.000 o|ang.
haj| non|uo|a ada|ah yng ||da| d|so|ongga|a|an |oh Koron|o||an
Agara a|au o||o |husus yang d||unju| poro||n|ah. Vo|o|a ronjad|
|o|oan pon|puan po|usahaan yang ||da| oo||anggung jaWao. ¨Vo|o|a
oanya| rasa|ah, ada yang sudah oaya|, |o|ap| ||da| oo|ang|a|, ada
yang hanya sarpa| Cong|a|ong a|au 1oddah saja, |o|ap| pu|angnya
||da| ada |||o|. 1ad| |oo|h oanya| rudho|a|nya |o||roang ran|aa|, |a|o
na ||da| ada jar|nan asu|ans| |o|||a ro|o|a sa||| a|aupun |o|||a ron
|ngga| su||| un|u| ronguou|nya,¨ |a|a A|| sousa| Papa| Koo|d|nas| Ponyo
|ongga|aan haj| 2012 yang d|p|rp|n Von|o Kos|a agung |a|sono dan
d|had||| pu|a o|oh ron|o|| Kosoha|an Na|s|ah Voo| d| Kan|o| Kor|o
Kos|a, 1a|a||a, So|asa |a|u.
|m|og-|m|og
Vonu|u|A||,haj| juga ronjad| |adang pon|puan, |a|ona ||u |a rong|r
oau rasya|a|a| aga| ||da| garpang |o|||pu dongan |r|ng|r|ng po|usa
haan yang oo|janj| roroo|ang|a||an joraah haj| dongan o|aya |oo|h
ru|ah dan rudah p|ososnya. Ada juga spo|u|as| po|usahaan yang
ronyoou||an |ooo|ang|a|an o|sa d||a|u|an j||a sudah roronuh| jur
|ah jaraah |o||on|u.
Vasya|a|a| po||u rongo|ahu| oahWa ponyo|ngga|aan haj| oo|dasa|
|an bb 13|2008 ada|ah Korag, ou|an po|usahaan a|au o||o. Korag
|o|ah oo|o|jasara dongan Koron|o||an hu|ur dan har un|u| ronco
gah jaraah haj| non|uo|a |n| d| lr|g|as|.
So|a|n ||u, Korag juga |o|ah oo|o|ja sara dongan Kodu|aan 8osa|
A|ao Saud| un|u| oo|ha||ha|| rongo|ua||an v|sa. Sayangnya |odua
oo|ah |ha| |n| ||da| o|sa rongha|ang| o|ang yang ror||||| v|sa un|u|
oo|ang|a| |o|ua| nogo||.
0| sarp|ng rong|roau, A|| juga oo|janj| a|an rono|||o|an o||o
po|ja|anan yang ro|a|u|an pon|puan, |o|u|ara o||o ur|oh. 8||o |n| |oo|h
rorp||ha||n|an, |a|ona ronjad| sa|ah sa|u suroo| ron|ng|a|nya Wa|
ha Noga|a lndonos|a yng ovo|s|ay d| Saud| A|a|a.
0a|| 100 jaraah yang d|oo|ang|a||an un|u| ur|oh, yang pu|ang
|o|anah a|| hanyasopa|uhnya a|au so|||a| 1580 o|ang., sodang|an
s|sanya |aou| dan oo|o|ja d| noga|a ||u. A|| ronaroah|an, po|s|apan
ponyo|ongga|an haj| |ahun |n| sudah |||s.
1ur|ah jaraah yang a|an d|oo|ang|a||an sooanya| 211.00, |o|d|||
da|| 1b4.000 |ogu|o| dan 1b.000 |husus. Sopo||| sooo|urnya, d|po||||a
|an |ahun |n| pun ada ponaroahn |uo| sooanya| 10.000 jarah da||
yang d|usu||an. Poro||n|ah lndonos|a ada|ah 30.000. 0a|| jur|ah po
naroahan |o|soou|, a|an d|p||o|||as|an un|u| |ans|a oo|us|a 80 |ahun
|oa|as sooanya| 9.000 o|ang, dan s|sanya un|u| jaraah haj| |husus.
Soron|a|a ||u, lndonos|a Co||up||on wac|h (lCw} ronoru|an po|
oodaan ong|os na|| haj| yang sanga| oosa| an|a|a h||ungan vo|s| lCw
dan Koron|o||an Agara (Korag}. To|a| |o|oo|han ong|os haj| vo|s|
lCw d|oad|ng|an Korag oo|jur|ah so|||a| Pp. 101 r|||a|.
bn|u| d||o|ahu|, Korag ronca|a| circct ccst haj|sooosa| bS$
3.b11dan incircct ccst sooosa| bS$ 1.051 dongan |o|a| bS$ 4.b14.
Sodang|an, da|ar h||ungh||ungan lCw circct ccst U5$ J.11ó can
incircct ccst SE8ESAP us$85b 0EN0AN T0TAL us$ 4212,93. 0i-
rcct ccst oo|upa o|aya pono|oangan, porondo|an d| Vo||ah, poron
do|an d| Vad|nah dan livinç ccst.
Vonu|u| coo|d|na|o| lCw, 0anang w|doyo|o, so||s|h h||ungan po|
jaraah haj| roncapa| so|||a| bS$ 401. ¨Ka|ona ||u, a|an |o|jad| |ora
ha|an o|aya haj| yahun 1433 h yang oo|asa| da|| uang jaraah sooosa|
bS$ 401,55 po|jaraah,¨ |a|a 0anang.
1||a d||a|||an dongan jur|ah jaraah haj| lndonos| yang oo|jur|ah
194.000 o|ang dongan bS$ 401 ra|a a|an d|has||jan dana sooosa|
bS$ 11,9 ju|a a|au so|a|a dongan so|||a| Pp. 101 r|||a|. ¨0an po|ons|
pony|rpangan pa||ng oosa| d| o|aya pono|oangan dan o|aya porondo
|an,¨ uja| 0anang'''Ach.Ha0|aoa|k|NT.
Kantor Kementerian Agama
Jadi Aj ang Korupsi
Jakarta, k|NT- ha|ga oa|uoa|a dan r|nya| saW|| ron|ah (c|udo
pa|r o|||CP0} a|an ron|ng|a| h|ngg a|h|| |ahun so|||ng na||nya po|
r|n|aan dan |ondons| |ona||an ha|ga r|nya| ron|ah dun|a. ha|ga oa|u
oa|a d|po|||||an na|| 812º pada a|h|| |ahun d|oand|ng 0osoroo| 2011,
sodang|an CP0 ron|ng|a| 810º.
0or|||an |ang|uran WaWanca|a dongan d||o||u| PT As||a Ag|o Los
|a|| To| 1o|o Sup||yono, hoad o| Posoa|ch 8Nl Socu||||os No||co 0ar
an, Ko|ua brur Asos|as| Pongusaha 8a|uoa|a lndonos|a ( AP8} 8oo
Karandanu, So||o|a||s Po|usahaan PT Ada|o Eno|gy To| 0ov|nd|a
Pa|za|W|n, dan ana||s |orod||as A|||od Pa|as| d| 1a|a||a, So|asa (14|8}.
No||co dan A|||od Pa|as| ronya|a|an, ha|ga |orod||as po||aroan
gan dan po||oounan d||on|u|an o|oh po||oroangan o|onor| g|ooa|, |husus
nya ponyo|osa|an |||s|s E|opa. Soca|a urur, |||s|s saa| |n| rorpo|
|orah po|r|n|aan g|ooa| |o|hadap |orod||as, oa|| r|nya| dan gas (r|
gas}, oa|uoa|a, |ogar, dan CP0.
l|u|ah sooaonya, h|ngga 13 Agus|us 2012, ha|ga |orod||as |o||o|an
d|oand|ng pos|s| a|h|| 0osoroo| 2011. ha|ga oa|uoa|a |o|pang|as 12,1
º |o |ovo| bS$ 9b,25 po| |on, ha|ga r|nya| ||gh| sWoo| |u|un 5,8 º |o
pos|s| bS$ 98,1 po| oa|o|, dan ha|ga CP0 |u|un b,25 5 ronjad| bS$ 915
po| |on. Sodang|an un|u| |ogar, ha|ga ||rah |o||o|o|s| b,9 º ronjad|
bS$ 11.815 po| |on dan n||o| anj|o| 11.b9º ronjad| bS$ 15.400 po| |on.
Narun ha|ga oras ras|h pos||||, na|| 2,8 º ronjad| bS$ 1.b08 po| ||oy
ons.Vonu|u| No||co dan A|||od, ha|ga oa|uoa|a a|an rong||u|| ||on ha|ga
r|nya|. Pada |ua||a| lV, po|r|n|aan r|nya| condo|ung ||ngg| |a|ona
rorasu|| rus|r d|ng|n. No||co rorp|od||s| pada a|h|| |ahun ha|ga
r|nya| ||gh| sWoo| roncapa| bS$ 95100 po| oa|o|, sodang|an A|||od
ronyoou| ang|a us4 100105 po| oa|o|.
Narun, No||co ya||n pongua|an ha|ga oa|uoa|a a|an ro|arpau|
ha|ga r|nya|, |a|ona po||urouhan po|r|n|aan g|ooa|nya |oo|h ||ngg|.
Pada |ua||a| lV a|an oanya| poroang||| ||s|||| d|oangun d| T|ong|o| dan
lnd|a. Po|r|n|aan g|ooa| |o|hadap oa|uoa|a juga ron|ng|a|. ¨P|so| |ar|
ronunju||an ha|ga oa|u oa|a a|an na|| 812 º |ahun |n|,¨ |a|a No||co.
A|||od Pa|as| ronaroah|an, po|r|n|aan oa|uoa|a a|an oo|ja|an so||
|ng dongan |ora oosa| ponanganan |||s|s g|ooa|, |hususnya E|opa. Saa|
|n| po|r|n|aan rorang ronu|un, narun pada |Wa||a| lV a|an ron|ng|a|.
b8S lnvos|ron| da|ar ||so|nya rorapa||an oahWa ha|ga oa|uoa|a
pada |Wa||a| lV2012 condo|ung na|| |a|ona ada poru||han po|r|n|aan
|o|hadap ono|gy d| T|ong|o| dan lnd|a. Kona||an po|r|n|aan g|ooa|, so||a
|orung||nan |oo|ja|an po|ongga|an |||u|d||as g|ooa|.
Vonu|u| Ko|ua brur AP8l 8oo Karandanu, ros|| oooo|apa ou|an
|o|a|h|| ha|ga oa|uoa|a ronu|un, sarpa| a|h|| |ahunha|ga|orod||as |o|so
ou| ronunju||an ||on pon|ng|a|an. ¨Saya po||||a|an ha|ga oa|uoa|a d|
a|h|| |ahun oo|||sa| bS$ 9198 po| |on,¨ |a|a 8oo. T|on pon|ng|a|an ha|ga
oa|uoa|a ||u soja|an dongan pu||hnya po|r|n|aan da|| T|ong|o| dan lnd|a.
So||o|a||s Po|usahaan PT Ada|o Eno|gy To| 0ov|nd|a Pa|za|W|n
oo|ha|ap ha|ga oa|uoa|a o|sa |o|us na||, oah|an o|sa roncapa| bS$ 100
po| |on. ha| ||u d|p|cu |ona||an po|r|n|aan oa|uoa|a da|| lnd|a dan T|on
g|o|. ¨So|a|ang sod|||| |ooound dan |||a ha|ap |an o|s a ronyon|uh |o
bS$ 100 po| |on,' |u|u|nya.'''Anwar h/kINT
Harga Batubara dan CPO
Naik, Pengusaha Bergairah
UNTUK mencapai keingi-
nannya menjadi pengaca Pur-
wanto Kitung, diawali sekolah
di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Indonesia (STIE) Jakarta, ber-
hasil kuliah hingga meraih gelar
sarjana ekonomi (SE). Kemudi-
an di tahun 1994, pasca sarjana
melanjutkan studi di Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Institute
Pengembangan Wiraswasta
meraih gelar sarjana, master
manajemen (MM).
Kepada KORAN INTEG-
RITAS Purwanto Kitung lebih
lanjut bercerita, untuk mendap-
atkan gelar S 1(Sarjana Hukum/
SH) Purwanto Kitung, pada
tahun 2000 kuliah di Sekolah
Tinggi IImu Hukum Jagakarsa,
dan Pasca Sarjana Master Pub-
lic Helth (MPH) dari Universi-
tas Gajah Mada di Jogyakarta
tahun 2011.
Setelah tertatih tatih dalam
mengejar ilmu dengan penuh
kesungguhan serta semangat
yang tinggi Purwanto Kitung, di
tahun 1978 s/.d 2011 selama 33
tahun bekerja di perusahaan mi-
lik Jan Darmadi, yakni JanDar-
madi Group,yang di awali mu-
lai dari staI hingga meraih jaba-
tan Direktur di PT. Salira Indah
dan PT. Property Java. AktiI
sebagai pengurus Karate-Do
Gojukai Indonesia Sejak tahun
1979 dengan jabatan dari Sekre-
taris Komda DKl Jakarta, Ket-
ua Pengurus Provinsi DK1
Jakarta hingga Bendahara Pen-
gurus Besar dan Sekretaris Dew-
an Pembina Pengurus Besar ser-
ta penyandang sabuk hitam
DAN IV(Yon DAN ).
Pada tahun 1999 s/d. 2005
sebagai Pengurus Yayasan AINI
yang mengelola RS. Mata ProI.
DR Isak Salim 'Aini di Jakarta
dengan jabatan terakhir Sekre-
taris Pengurus Yayasan. Pada
tahun 2003 s/d. 2004 sebagai
Dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu
Manajemen Labora di kampus
Depok dan pada Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Jakarta di kam-
pus Depok.
Sebagai proIesi Advokat,
molai sebagai Assisten Advokat
yang bergabung dengan Kantor
Hukum Teddy & Titi, pada
tahun 2000 sd. 2005, kemudian
mendirikan Kantor Hukum PLH
& Partner pada tahun 2006 di
Depok dan pendiri Law OIIice
Purwanto Kitung & Associated
sejak tahun 2008 di Jakarta.
Pengalaman dibidang kepen-
gacaraan di mulai membela
masalah ketenaga-kerjaan, per-
tanahan, perceraian, narkoba,
hutang-piutang, perbankan,
asuransi, pendaItaran merk/
patent, tindak pidana korupsi,
pemilihan kepala daerah (Pilka-
da) hingga malpraktik dokter/RS
serta bermacam perkara pidana
di kepolisian dari tingkat Polsek
hingga Polda.
Tergabung dalam organisasi
proIesi advokat pada Ikatan Pe-
nasehat Hukum Indonesia
(IPHI) sejak tahun 2006 dan
pada tahun 2008 pada Kongres
Advokat Indonesia (KAI).
Dalam bidang Manajamen ber-
gabung dengan Kantor Akuntan
Publik Imam SyaIei sejak tahun
2004 sd.2008 sebagai Tenaga
Ahli Manajemen,
Pada tahun 2004 mendirikan
Konsultan Bisnis dan Manaje-
men melalui badan hukum CV.
Zatira Olita Kreasi di Jakarta se-
bagai Komisaris dan terakhir se-
bagai Direktur.
Sejak t ahun 2005 sudah
menjabat sebagai Konsultan
Bisnis pada beberapa perusa-
haan seperti untuk jasa securi-
ty,
,
tabloid/majalah, industri
batching plan/beton,falan, prop-
erty ,panel listrik , konsultan
tata ruang. Untuk industri jasa
Rumah Sakit sebagai Konsultan
sejak tahun 2008 mulai RS.
Dewi Sri di Karawang, RS. Gra-
ha Juanda, RS. Bhakti Kartini,
RS. Budi Lest ari di Kota
Bekasi,RS. Post Medical Cen-
tre dan RS. Sumber Waras di
Jakarta.
Pengalaman sebagai Konsul-
tan¨3 in 1" untuk klien RS
telah memberikan pen-
dampi ngan dan
pembuatan mulai
Rapat Umum Pe-
megang Saham
(RUPS), Corpo-
rate/ Business
plan, Annual
Report (Lapo-
ran Tahunan),
Management
R e p o r t
(Lap-
o -
ran Manajamen Bulanan), Good
Corporate Governance (GCG),
Board Manual untuk Dewan
Komisaris dan Direksi, Renca-
na Kerja & Anggaran Perusahaan
(RKAP), Business Develop-
ment, Penyempurnaan AD/
ART Perusahaan, Manajemen
Audit, Marketinng, Sumber
Daya Manusia, Akuntansi/
Keuangan, Perpajakan hingga
Peraturan Internal RS /Hospi-
tal By Laws
(HBL).Hingga saat ini
eksis dan berpresta-
si dalam menyikapi
bidang yang diem-
bannya dapat
memberikan yang
terbaik kepada
bangsa dan Nega-
ra. ²²²Canda 1
Purwanto Kitung. SH. MH;
Ber kat Dor ongan Kedua Or ang
Aku Jadi Pengacar a
IAh|R d| 0onpasa|
8a||, |ahun l958, pu||a
po||ara da|| 8
sauda|a, has||
po|n||ahan pasangan
sang ayah oo|nara
K||ung Aouoa|a| asa|
Porang|a|Ka|oa| ,
Kaoupa|on 8ono
Su|aWos| So|a|an
dongan soo|ang
Wan||a, oo|nara
was|yah Ta|ro, asa|
Kaoupa|on 0oroong,
1aWa Tongah. Sang
ayah anggo|a Po||s|.
1akarta KINT. Hasil pen-
gumuman veriIikasi dan valin-
dasi tenaga honorer katagori 1,
calon pengangkatan PNS khusus
Aceh Tenggara menimbulkan
malapetaka. Dari hasil observa-
si KORAN INTEGRITAS dari
sejumnlah sumber di kantor
BKN pusat di Jakarta, veriIika-
si mulang data honorer tahun
2011 dilakukan dengan meng-
gunakan dokumen data palsu
dan tidak sesuai dengan Iakta di
lapangan.
Pasalnya, sekitar 50 persen
dari data matang yang diajukan
oleh pihak BKD Aceh Tenggara
itu data IiktiI. Mereka yang
diloloskan dalam veriIikasi dan
validasi itu ternyata tidak per-
nah menjadi tenega honorer di
Aceh Tenggara.
Saat ini ditengah masyarakat
beredar Hasil investigasi dan
pengumpulan inIormasi yang
dihimpun sejumlah aktivis
masyarakat serta dari FORUM
MASYARAKAT PEMAN-
TAU KINERAJA APARA-
TUR PEMERINTAH (FOR-
MAS-PEKAPE) Aceh, bahwa
di balik ricuhnya data IiktiI ha-
sil veriIikasi tersebut dilakukan
oleh beberapa nama pegawai di
kantor BKN Pusat, bekerjasa-
ma dengan para pejabat BKD
Kab.Aceh Tenggara.
Sementara otak pelaku di
BKN Pusat, disebut sejumlah
nama yaitu Bosman Sitinjak,
Ambrawaty,Iwan Harmanto,
dimana ketiga orang ini bertu-
gas melakukan veriIikasi dan
memang sering mondar mandir
turun ke Kab.Aceh Tenggara.
Mereka melakukan veriIika-
si dengan mengubah data-data
untuk diusulkan dari tenaga hon-
orer menkjadi CPNS/PNS.Maka
,kuat dugaan bahwa disana te-
lah terjadi ,konspirasi ,gratiIika-
si dan kolaborasi suap
menyuap.Pada data yang ada di
Humas BKN RI,jumlah rekapit-
ulasi tenaga honorer yang diusul-
kan dari tiap tiap BKD tercatat
430 ribu.
Dari jumlah itu baru 152.310
orang yang diveriIikasi dan
validasi,namun baru sekitar
47°yang sudah diumumkan
oleh pihak BKN RI,itu pun
masih bermasalah.Masyarakat
, khusunya t enaga
honorer,bertanya tanya tentang
mekanisme persyaratan yang
dilakukan oleh pihak BKN dan
BKD,sehingga permasalahan ini
menjadi begitu rumit.
Hasil pemantauan aktivis
LSM PPPNRI dan di Pemda
Aceh Tenggara ,tidak sesuai den-
gan yang disyaratkan dan bah-
kan orang yang tidak pernah
mengabdi menjadi tenaga hon-
orer justru diloloskan dalam ver-
iIikasi dan validasi kategori
1.Ironisnya ,tenaga honorer
yang sudah mengabdi sekitar 15
-20 tahun justru tidak lolos.
Menurut sumber yang diter-
ima dari aktivis LSM ,apabila
pihak BKD Aceh Tenggara &
BKN RI tidak meninjau ulang
hasil pengumuman kategori 1
itu,pihaknya akan melaporkan
permasalahan ini ke penegak
hukum secara resmi,agar ditin-
dak tegas para oknum yang ter-
libat manipulasi data IiktiI.
Jangan sampai ada tenaga
honorer yang dirugikan dan
mengalami diskriminatiI, kehi-
langan hak,akibat ulah segelintir
oknum BKN RI dan BKD Aceh
Tenggara.Itu akan menjadi per-
buatan criminal yang harus
mendapat ganjaran yang setim-
pal dengan hukuman dipecat dari
PNS , selanjutnya dimasukkan
kedalam bui.
Sementara itu Ganda Tam-
pubolon dari LSM PPPRNRI
mengatakan, kasus pungli yang
dilakukan kedua pejabat BKN
tersebut sudah dilaporkan ke
KPK berdasarkan laporan dari
sejumlah korban dan seorang
saksi yang menyerahkan uang
pungli sebesar Rp 2 miliar. Atas
dasar laporan dari para korban,
hendaknya Pimpinan BKN Pu-
sat dan BKD di Aceh Tenggara
untuk segera mengambil lamng-
kah-langkah untuk menindak
kesua orang oknum pejabat itu.
Yang jelas, kata Ganda, Bos-
man Sitinjak dan Iwan Harman-
to telah menerima uang panjar
Rp.2 Miliar dari seorang berna-
ma Hasan di Aceh, dikirim via
rekeing BRI. Uang tersebut
sebagai panjar untuk melolosk-
an 348 orang tenaga honorer
yang tidak pernah honorer men-
jadi PNS. Ke 348 orang honorer
semula akan dipungli Bosman
Sitinjak sebesar Rp 70.000.000
x 348÷ Rp 24.360.000.000,00.
' Sudah kami laporkan ke
KPK dan Kejaksaan Agung ,agar
diproses dan melakukan tinda-
kan tegas¨, tuturnya seraya
mengatakan, atas nama
masyarakat yang dirugikan
oknum-oknum di BKN,
mengimbau Mendagri, Menteri
PAN & Birokrasi ReIormasi se-
cara hierarchi, agar membatalkan
pengumuman K-1 pada peneta-
pan 393 orang yang lolos pada
veriIikasi dan Validasi khusus
Aceh Tenggara.
Pelaku Tantang Kejaksaan.
Menanggapi keterlibatan di-
rinya dalam kasus pungli ter-
hadap CPNS, Bosman Sitinjak
,yang menangani tenaga honor-
er diberbagai wilayah di Indo-
nesia dengan tegas mengatakan
,dirinya membantah, bahkan
Bosman siap dipecat apabila
terbukti menerima uang dari
sejumlah honorer Aceh Tengga-
ra. 'Terus terang saya sudah
menjabat 10 tahun Direktur di
BKN ,dan masalah issu saya
menerima uang dari Calon PNS
sudah sering saya alami, ' elakn-
ya mengatakan, kapan saya me-
nerima uang ,dari siapa dan bera-
pa jumlahnya.
Lebih lanjut Bosman mem-
berikan alibinya, bahwa dalam
penanganan tenaga honorer di
BKN ada dua direktur yang
menanganinya ,yaitu direktur
pengelolaan data (POLAHTA)
dan direktur yang di pimpinnya
.Setelah data masuk dari PO-
LAHTA maka pihaknya melaku-
kan veriIikasi .Dalam veriIikasi
tersebut , mengirimkan anak
buahnya ke Aceh Tenggara ,yaitu
Dwi Paulus ,Ambar dan kawan
kawan .
Mereka ini melakukan veri-
Iikasi dengan cara acak
(sampling).Dari hasil veriIikasi
di Aceh Tenggara tidak ada dite-
mukan Tenaga Honorer yang ber-
masalah .Apabila dikemudian
hari tenaga honor tersebut meng-
gunakan data data palsu maka
mereka tidak dapat direkrut
menjadIi PNS ujar Bosman Sit-
injak.
Sementara itu ,Direktur PO-
LAHTA BKN,Iwan Hermanto
,menyatakan ,apabila data data
honorer dari Aceh Tenggara di-
palsukan oleh oknum pejabat
setempat ,mereka dapat me-
laporkan kepada Polisi setem-
pat agar pejabat tersebut lang-
sung diperiksa oleh Polisi.
Kami pejabat BKN Pusat
menerima data data dari daerah
,kita sampaikan kepada Direk-
torat pak Bosman Sitinjak un-
tuk diveriIikasi dianggap clear
maka mereka dapat direkrut
menjadi PNS.
Laporan yang masuk kewar-
tawan ,dari Aceh Tenggara men-
yangkut masalah tenaga honor-
er sebanyak 1750 orang sesuai
dengan SK Bupati No.PEG/
351/2012 ,tertanggal 29 Juni
2012,lebih dari setengah tidak
pernah menjadi tenaga honorer
(siluman).
Dat a siluman t ersebut
dikirim kepusat di Jakarta kare-
na lolos veriIikasi. Yang jelas,
tenaga honorer siluman tersebut
dipungut biaya sebesar antara
Rp.75.000. 000,00 s/d
Rp.100.000.000,00 oleh oknum
BKD dan oknum pejabat teras
Pemkab Aceh Tenggara, dan
tidak menutup kemungkinan
adanya keterlibatan Bupati dan
Kepala BKD Aceh Tenggara .
Sampai sejauh mana sikap te-
gas kejaksaan, KORAN IN-
TEGRITAS terus meman-
tau.`` Gantam/KINT
348 Calon PNS Jadi Aj ang Pungli;
Dua Oknum Pejabat BKN dan
Bupati Aceh Tenggara Terlibat
KELUARGA BESAR LSM-DERAS
PENERBI T KORAN SUARA DERAS DI JAKARTA
M engucapkan M engucapkan M engucapkan M engucapkan M engucapkan
DI RGAHAYU HUT KE-67
REPUBLIK INDONESIA
5emoga para pem|mp|o d| oeger| |o| p0oya kom|tmeo 0ot0k
HeW0j0dkao Tata Pemer|otahao yaog ßa|k (6ood 6overoaoce[
Pemer|otahao ßers|h (6|eao 6overomeot[ dao ßebas kkN
dan S dan S dan S dan S dan Sel amat el amat el amat el amat el amat
HARI RAYA
I DUL FI TRI 1433 H
" Hohoo Haaf Iah| r 8 ßath|oº
A.Har0||t0a 5|ahaao
0||o||u| LSV0EPAS
4
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167/
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
1akarta KINT-Bangunan liar di Jakarta Timur semakin
marak, Gubernur, Kadis P2B dan Kadis Tata Kota Provinsi
DKI tak mampu menghalau. Pasalnya, para Kasudin P2B di
masing-masing wilayah kota justeru bermain dengan para pe-
milik bangunan.
Ratusan bangunan yang tidak sesuai dengan perizinan, baik
IMB maupun PIMB semakin marak di lima wilayah kota
Provinsi DKI Jakarta, seperti di wilayah Jakarta Timur, te-
patnya di Kecamatan Pasar Rebo, Krmatjati, Ciracas, Pulo
Gadung,Makasar dan Cipayung, puluhan banguan baik ru-
mah tinggal maupun tempat usaha berdiri mewah.
Dari hasil pantauan KORAN INTEGRITAS, ratusan ban-
gunan yang tidak memenuhi persyaratan IMB tidak tersebut
seolah dibiarkan oleh Gubernur Fauzi Bowo, sehingga tidak
tersentuh hukum, seperti sebuah bangunan milik mantan pe-
jabat negara, yaitu bangunan Percetakan Buku 2 Lapis
PT.Tekindo Gratama hanya mengantongi izin rumah tinggal 2
lapis tahun 2009, terletak di Jalan Inpres Kel.Tengah,
Kec.Krmatjati, ternyata telah dimanupulasi menjadi tempat
usaha, dan sebuah bangunan pergudangan 3,5 lapis di Jalan
Malaka,Kel.Cipayung milik pensiunan Pati TNI, bernama
Mantiri
Kemudian, bangunan ruko 3 lantai diatas tanah asset Mah-
kamah Agung di jalan Pule, Kec.Ciracas Jakarta Timur, dan
Papan Reklame tanpa Izin milik perusahaan PT Oval Jaya
dibangun di Cipinang tanah galian. Warga disekita bangunan
reklame mengatakan, PT Oval Jaya membangun papan rek-
lame sebanyak tujuh unit tersebar di lima wilayah kota Provin-
si DKI Jakarta.
Untuk mengetahui keberadaan bangunan liar, wartawan
KORAN INTEGRITAS bersama LSM-PPNRI berusaha
melakukan cross ceks ke Kasudin P2B Jakarta Timur Bam-
bang Suwondo dan ke Gubernur, namun hingga berita ini naik
cetak kedua pejabat yang bertangung jawab terhadap ban-
gunan-bangunan liar ini tidak pernah mau menanggapi.
Sementara itu wartawan KORAN INTEGRITAS yang
bertugas dilapangan melaporkan adanya sebuah bangunan ru-
mah tinggal milik Buyung PNS di Sudin Pendidikan dan Ke-
budayaan Pemkot Jakarta Pusat. Rumah tingggal tergolong
mewah itu menjadi sorotan masyarakat. Masalahnya Buyung,
sebagai PNS golongan III/b memiliki rumah mewah bernilai
diatas Rp 3 miliar dibangun diatas tanah seluas lebih kurang 5
ribu meter persegi, tanpa izin (liar,Red).
Kekayaanya tidak hanya rumah mewah, juga memilik 3
buah mobil sedan. 1 dari 3 buah mobil sedan tersebut di-
gunakan untuk antar jemput sang isteri bernama Asmida,
kerja di SDN 10 Kampun Rambutan, dengan jabatan kepala
sekolah Asmida.`²CAA1AM/KIA1.
Bogor, KINT- Memasuki H-4 Lebaran, sepanjang Jalan
Raya Puncak mulai dipadati kenderaan pemudik terutama sepe-
da motor. Kepadatan terjadi mulai dari Pertigaan Gadog hingga
perbatasan Cipanas, Kab. Cianjur. Seiring dengan itu para peda-
gang asongan, gelandangan dan kebanyakan pengemis mulai
memadati kawasan ini.
Salah satunya di titik rawan kemacetan Simpang Gadog
hingga Pintu Tol Jagorawi. Sejumlah penegmis mengaku, sen-
gaja menunggu di titik-titik kemacetan. Dan titik-titik kemac-
etan ini menjadi lading rezeki bagi pengemis.
'Kalau di tempat yang ramai hasilnya agaklumayan,¨ cetus
Ain pengemis yang memangkal di Pertigaan Gadog.
Kebanyakan pengemis yang bercokol di kawasan Puncak
berasal dari Cianjur dan Sukabumi. Kehadiran mereka di ka-
wasan ini sudah menjadi agenda musiman. 'Setiap mau Leba-
ran atau liburan saya pasti datang ke Sinai·' tambah Ain,
pengemis asal Desa Cioketang, Cianjur.
'Biasanya musim Lebaran rata-rata hasil ngemis Rp. 250
ribuan sudah dipotong buat makan,¨ ucapnya.
Dia mengaku mengemis karenadiajak teman-teman nya yang
dikoordinatori dua pria dari kampungnya. Mereka dibawa ke
kawasan Puncak dan malam harinya dijemput pulang.
Dari hasil ngemis ini mereka diwajibkan menyetor ke koor-
dinator Rp. 85.000 per orang dengan alas an buat ongkos mo-
bil. 'Meski dipotong kami masih dapat Rp. 130 ribuan,¨ ujarn-
ya.\ Mereka mengaku tak takut di razia Satpol PP, sebab set-
elah di beri uang ke oknum Satpol PP Rp. 50 ribu, dibebaskan
lagi.
Para pengemis dan anak jalanan ini beroperasi di sekitar
Pintu Tol Ciawi, Gadog, Tanjakan Slarong, Pintu Masuk Taman
Wisata Matahari, Simpang Megamendung, sekitar Masjid Arr-
Tawun, Puncak Pass hingga perbatasan Cianjur. Sebab di loka-
si ini biasanya terjadi kemacetan.
Sudah Biasa
Menurut Dadang, pemilik bengkel Cisarua Motor di se-
berang SaIari Hotel, Kecamatan Cisarua, para gepeng berkeli-
aran di kawasan ini sudah rutin menjelang Lebaran atau musim
liburan sekolah. 'Itu tidak aneh, apalagi kalau sudah memasu-
ki musim mudik, para pengemis memanIaatkan kemacetan jalan
untuk meminta-minta,¨ katanya.
Kadisnarkersostrans Kabupaten Bogor Nurhadi berjanji
akan berupaya meminimalisir pengemis dan anak jalanan di
sepanjang jalan Raya Puncak. 'Kita akan razia besar-besa-
ran,¨ katanya. Diakuinya, pihaknya selama Ramadhan ini sudah
empat kalimerazia pengemis dan anak jalanan di sepanjnag
jalan ini, tapu esoknya dating lagi.
'Setiap razia kita amankan 60-an orang lalau kita kirim ke
panti rehabilitasi di Sukabumi, dan yang manula kita masuk-
kan ke panti jompo,¨ katanya.
Banyak pula yang dikenakan tindak pidana tipiring sehing-
ga mereka yang terjaring dikenakan denda Rp. 100 ribu.²²KIA1
Ratusan Pengemis Dikoordinir,
Banj iri Pintu Tol Ciawi Jagorawi
Vonjo|ang Looa|an,
Medan, KINT- Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Agustus
2012 yang mudik ke daerah Sumatera Utara meningkat dis-
banding tahun-tahun yang lalu.Reporter KORAN INTEGRI-
TAS Edi Darnadi, dari Medan melaporkan . Banjir dan tanah
longsor diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah di Sumat-
era Utara (Sumut) menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri
1433 Hijriah. Pasalnya, cuaca ekstrem yang ditandai dengan
datangnya hujan diperkirakanberpotensi menimbulkan long-
sor. Masyarakat, baik yang sedang melakukan mudik maupun
yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, di imbau wad-
pada. 'Berdasarkan inIormasi yang diperoleh dari BMKG,
kemungkinan curah hujan di Sumut akan meningkat pada Agus-
tus 2012. Oleh karena itu, waspadai kemungkinan banjir dan
tanah longsor,¨ kata Kepala BPBD Sumut Ahmad Hidayat di
Medan..
Tanda-tanda ke arah itu, lanjut Ahmad, sudah mulai tam-
pak, yakni turunnya hujan dengan intensitas sedang bebrapa
hari terakhir. Intensitas curah hujan tersebut diperkirakan tidak
terlalu lebat, tetapi perlu untuk waspada,¨ tambahnya.
Ahmad menuturkan, secara aspek geograIis, potensi banjir
dapat terjadi di wilayah pantai timur Sumut, seperti Kabu-
paten Langkat, Deli Serdang, SErdang Bedagai, Asahan, Batu-
bara, Kota Medan, dan Binjai. Sementara itu, potensi longsor
ada di wilayah pantai barat, seperti Kabupaten Tapanuli Ten-
gah, Tapanuli Utara, dan daerah perbukitan Kabupaten Karo
dan Dairi. Longsor tersbut dapat terjadi jika ciuah hujan yang
turun banyajk berada di perbukitan sehingga mendorong tiring
tanah yang berada di bagian atas.
Kondisi itu perlu diwaspadai karena dapat mengganggu
arus transportasi masyarakat yang meningkat menjelang mudik
Lebaran. Ahmad juga mengingatkan masyarakat Sumut untuk
tetap mewaspadai angin kencang yang dapat terjadi akibat
pemanasan local. 'Selain longsor dan banjir, masyarakat harus
mewaspadai angin kencang,¨ kata Ahmad.
Sementara itu dari Denpasar Bali, Moch. Fauzi melapor-
kan, suasana pintu keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk,
Kabupaten Jembrana, pada Rabu (15/8) masih terlihat sepi.
Hal itu, kata Kepala Operasional PT Indonesia Ferry Gili-
manuk Wahyudi Siswanto, lantaran banyak pemudik yang
memilih perjalanan ddi malam hari.¨Kemarin sajasudah 10 ribu
sepeda motor yang menyeberang selama sehari, kenderaan
roda empat 4.000-an,¨ kata Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan, arus puncak di Pelabuhan Gilimanuk
diperkirakan pada H-2 atau H-3 Lebaran. Pada saat itu
diperkirakan motor yang menyeberang mencapai17 ribu unit
dan kenderaan roda empat mencapai 5.600 unit.
Berdasarkan pemantauan melalui layar CCTV yang di-
pasang di Polda Bali kemarin, suasana di arena parkir dan
pintu masuk ke Pelabuhan Gilimanuk terlihat lengang. Mobil
dan motor yang hendak mudik dengan leluasa masuk ke pela-
buhan dan langsung mendapatkan antrean masuk ke kapal.
UNtuk menghadapi lonjakan penyeberang pada arus pun-
cak, Wahyudi mengatakan tidak ada masalah. Dengan men-
goperasikan 30 kapal di selat itu, pihaknya yakin tidak aka
nada antrean yang berarti. Apalagi belakangan ini sebagian
masyarakat mulai mengatur waktu ntuk menyeberang di siang
hari sehingga mereka yang masuk ke pelabuhan tidak tumplek
sekaligus.
Sementara itu, kegiatan mudik di Denpasar, Bali kemaren
mulai terlihat dilakukan secara bergerombolan dan diorgan-
isasikan secara berkelompok²²² Edi :D/Moch.Fauzi/KIA1.
Hujan dan Longsor
Ancam Wilayah di Sumut,
Pemudik Perlu Waspada
Pada Agus|us 2012,
Gubernur dan Kadis P2B
Biarkan Bangunan Liar
KELUARGA BESAR SURAT KABAR UMUM
RODA NASI ONAL
M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan Sel amat el amat el amat el amat el amat
HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H
"H|oa| A|d|o wa|fa|dz|o-Hohoo Haaf Iah|r 8 ßath|oº
Hasher| Haosy0r
Por.brur|Por.Poda|s|
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
HILANGNYA hutan seluas
tersebut, LSM PPPNR akan
melaporkan Gubernur, Kepala
Dinas Kehutanan Provinsi
Sumut ke KPK, Jaksa agung
dan Ombudsman.
Sekitar 190.065,HA luas hu-
tan penghijauan di Tapanuli
Utara,hilang dan diduga beralih
Iungsi dengan cara tidak benar
oleh para oknum pejabat
daerah,hingga saat ini tidak da-
pat dipertanggungjawabkan ke-
pada masyarakat Tapanul i
Utara,maupun kepada pemerin-
tah.
Pada Tahun 1986 Meneteri
Kehutanan RI,menerbitkan
HPH, untuk PT.Inti Indorayon
Utama,seluas 190.065 ha.Ketika
HPH, dikantongi PT.Inti In-
dorayon Utama(IIU) Perusa-
haan Pulp,terbesar di Asia itu
berlangsung, si tuasi t anah
dirubah pungsi ditanami pohon
kayu putih (ecualiptus),dan hu-
tan yang belum ditebangi seper-
ti hutan siharbangan tetap masih
atas penguasaan PT.Inti In-
dorayon Utama.
Akibat kehadiran PT.Inti In-
dorayon Utama (IIU) tidak be-
radmpak positiI untuk men-
ingkatkan perekonomian rakyat,
mendapat aksi protes keras dari
masyarakat,sehingga secara teori
PT.Inti Indorayon Utama ,dila-
rang beroperasi dan dihentikan
oleh presiden secara lisan, se-
mentara hutan hutan yang dikua-
sai sesuai luas HPH oleh PT.Inti
Indorayon Utama,masih bany-
ak yang belum ditebangi.
Ketika pemerintahan Pres-
iden Megawati,yang terkenal
dengan " win win solution"
kembali mengoperasikan PT Inti
Indorayon Utama (IIU) dengan
menutup pabrik rayon ,sedang-
kan Pulp masih dapat beropera-
si kembali dengan nama PT.Toba
Pulp Lestari (TPL).
Keputusan Presiden Mega-
wati , Pabrik Pulp belum dapat
beroperasi,karena rakyat terus
menentang atas dioperasikan-
nya pabrik tersebut,sehingga
para pemegang saham melaku-
kan gugatan kepada PT.Toba
Pulp Lestari ,melalui kuasa hu-
kumnya Adnan Buyung Nasu-
tion, SH,bahwa PT.Toba Pulp
Lestari, telah melakukan perbua-
tan melawan hukum serta men-
untut uang ganti rugi Rp.23.
513.264.000,dan kerugian imma-
teriel sebesar Rp.2.000. 000.
000,00, sebagaimana gugatan
yang didaItarkan di Pengadilan
Negeri Medan No.243/Pdt.G/
02/PN Medan.
PT.Toba Pulp Lestari Tbk,
kembali beroperasi dengan
memberikan 1° dari nilai jual
dengan melibatkan dukungan
masyarakat,dan disebut dengan,
Community Development
(CD) dan CSR. Artinya walau-
pun PT. Toba Pulp Lest ari
Tbk,merugi tetap kewajiban
diberikan 1° dari nilai jual dita-
mbah dana CSR.
Dengan beroperasi nya
PT.Toba Pulp Lestari Tbk,
Menteri Kehutanan kembali
menerbitkan HPH atas hutan
seluas 260.000 ribu ha,maka
kalau dihitung lebih rinci luas
tanah hutan yang dikuasai oleh
PT.Inti Indorayon Utama dan
PT.Toba Pulp Lestari,Tbk ad-
alah sekitar 450.000 ha dari luas
Tapanuli Utara secara keseluru-
han.
Hasil pantauan dan kalari-
Iikasi LSM PPPNRI,berbagai
luas hutan di Tapanuli Utara,
beralih pungsi secara tidak
transparan dan diduga telah ter-
jadi perbuatan melawan hukum,
sebagaimana hutan,Silangit, Hu-
tan Sipintupintu, Hutan Sijaba,
Hutan Parpangiran,Hutan Sihar-
bangan, hutan aek natolu dan
hutan lainnya,LSM PPPNRI
telah mengajukan surat investi-
gasi kepada Menteri Kehutan-
an RI digedung Wahana Mang-
gala Bakti Jakarta,tentang luas
tanah yang dikuasi oleh PT.Toba
Pulp Lestari tbk,luas hutan yang
dikuasai oleh masing masing
Dinas Kehutanan di Empat
Kabupaten setelah dimekarkan
dari Kab.Tapanuli Utara, berikut
status hutan,hingga saat ini tidak
dapat/mampu dijawab oleh Pe-
merintah Prov.Sumatera Utara
dan Planalogi Hutan Wilayah I
Sumatera Utara,dijalan Juanda
No.100 Bogor -Jawa Barat .
Salah satu lokasi hutan yang
sangat signiIikan ditengarai per-
masalahan memicu kepada
penggelapan tanah (occupatie
illegal)seluas 161 ha "Hutan Si-
langit, yang diajukan kepada
Ment eri Kehutanan RI, se-
bagaimana dengan Surat Ment-
eri Kehutanan RI kepada, Dirjen
Planalogi,Gubernur Sumatera
Utara, Kadishut Propinsi
Sumatera Utara, agar memberi-
kan penjelasan dan penyelesa-
ian, yang akurat dan akuntabel,
sebagi reIrensi surat yang di-
layangkan tanggal 11 Maret
2010, oleh Ganda Tampubolon.
Ketika klariIikasi dan Inves-
tigasi LSM PPPNRI & TIM
MODUL FOKALIST INTEG-
RITAS JAKARTA, diruang
Dirjen Planalogi Hutan Wilayah
I ,Sumatera Utara,ditegaskan
bahwa HPH yang diterbitkan
untuk PT.Inti Indorayon Uta-
ma (IIU) seharusnya di adopsi
dengan luas HPH yang diter-
bitkan kepada PT.Toba Pulp
Lestari Tbk,artinya luas tanah
hutan yang dikelola oleh
PT.Toba Pulp Lestari adalah
seluas, 260 ribu hektare dan luas
hutan HPH yang dikuasai oleh
PT.Inti Indorayon Utama ,inilah
yang menjadi permasalahan di
Tapanuli Utara, Tobasa, Hum-
bahas dan Samosir.
Hal ini telah dikonIirmasi
melalui telepon selularnya ke-
pada Humas PT.Toba Pulp Le-
stari (TPL) Tagor Manik,tentang
luas tanah yang dikuasai PT.Toba
Pulp Lestari Tbk,namun dengan
nada enteng menyebutkan pi-
haknya lagi Cuti ,sehingga tidak
berhak untuk memberikan pen-
jelasan.
Ketika di konIirmasi kepada
Direktur Utama PT.Toba Pulp
Lestari , Tbk, Ir.Juanda Pan-
jaitan, tidak mau memberikan
penjelasan,sehingga sangat jelas
dan nyata ada sesuatu yang di-
tutup tutupi oleh PT.Toba Pulp
Lestari Tbk,Dirjen Planalogi
Wilayah I Sumatera Utara dan
Pemerintah Sumatera Utara ,ten-
tang keberadaan hutan 190065,
ha.
Menurut Ganda Tampubo-
lon, peralihan hutan rakyat
diberbagai tempat di Tapanuli
Utara,Tobasa,Humahas dan Sa-
mosir ,tidak terlepas dari tang-
gung jawab Bupati,DPRD dan
Kadis Kehutanan Kabupaten &
Provinsi,pada jabatannya kepala
daerah dan pejabat terkait ber-
hak mendelegerasikan hak im-
plementasinya ,bisa saja dengan
maraknya penebangan kemen-
yan tanaman masyarakat sep-
erti yang terjadi di Pollung Do-
lok Sanggul,dan penebangan hu-
tan lainnya di empat kabupaten
untuk,menutupi luas tanah yang
hilang HPH PT.Inti Indorayon
Utam.
Kalau mau transparan untuk
membuka borok penyimpangan
peralihan atas sejumlah hutan
penghijauan di empat kabupat-
en, Gubernur Sumatera Utara,
seharusnya memerintahkan ja-
jarannya agar memberikan pen-
jelasan yang akurat dan akunta-
bel tentang luas luas tanah hu-
tan dan statusnya hutan ,rebois-
asi, penghijauan,hutan produk-
si, hutan alam ,hutan perke-
bunan inti rakyat (PIR) dan hu-
tan lainnyal.Demikian juga
PT.Toba Pulp Lestari Tbk, se-
harusnya wajib memberikan
penjelasan atas luas tanah hu-
tan yang dikelola baik yang ber-
sumber dari lahan hutan HPH
PT.Inti Indorayon Utama ,seh-
ingga masyarakat mengetahui
dan tidak beranggapan buruk
dan memusuhi PT.Toba Pulp
Lestari```Ganda T/KINT
Hutan Sel aus 190.065 Ha di Taput Hi l ang,
PPPNRI Akan Laporkan Gubsu ke KPK
Jakarta, k|NT- Lahan hu|an asso| Noga|a so|uas
190.0b5 ho|ya| d| W||ayah Tapanu|| b|a|a, Sura|o|a
b|a|a, sooo|ur W||ayah Tapu| d|ro|a||an |o|ah
oo|a||h |ungs|.0||jon P|ana|og| hu|an w||ayah l
Sura|o|a b|a|a, d| 1a|an 1uanda No.100, 8ogo|,
1aWa 8a|a|.
ha| |o| te|ah
d|koof|rmas|
me|a|0| te|epoo
se|0|aroya kepada
h0mas PT.Toba P0|p
Iestar| (TPI[ Tagor
Hao|k, teotaog |0as
taoah yaog d|k0asa|
PT. Toba P0|p
Iestar| Tbk, oam0o
deogao oada eoteog
meoyeb0tkao
p|hakoya |ag| 60t|,
seh|ogga t|dak
berhak 0ot0k
member|kao
peoje|asao.
M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan Sel amat el amat el amat el amat el amat
HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H
"Taqabba|a||ah0 m|ooa Wa m|o'k0m
H|oa| A|d|o wa|fa|dz|o Hohoo Haaf Iah|r 8 ßath|oº
AWa|0dd|o Ard|W|jaya
Por.brur|Por.Poda|s|
5
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
Jakarta, k|NT- Ca|on guoo|nu| (Caguo} |ncuroon| Fauz| 8oWo
(Fo|o} dan Ca|on wa||| 0uoo|nu| (CaWaguo} Nach|oW| Par|| (Na|a}
rondapa| Warninç a||as d||nga||an o|oh Pa||a| ha|| Nu|an| Pa|ya| (ha
nu|a}, yang ronjad| sa|ah sa|u pa||a| pondu|ungnya d| P|||ada 1a|a||a.
Ko|ua brur Pa||a| hanu|a, 1ondo|a| (Pu|n} w|an|o, rong|nga||an
Fo|o aga| jangan rora|n|an |su SAPAa||as Su|u, Agara, Pas dan
An|a|go|ongan d| pu|a|an dua p|||ada.
w||an|o aga|nya ||u|||u|an go|ah ro||ha| po|oda|an |su SAPA d|
a|ona P|||ada 1a|a||a. Vo|a|u| 0ossy ls|anda| P|aso|yo, So|jon Pa||a|
hanu|a, w||an|o soca|a ||da| |angsung rong|nga||an |opada Fo|o aga|
||da| rora|n|an |su SAPA d| P|||ada 1a|a||a.
¨lsu SAPA rorang ca|a yang p|a|||s un|u| ronang, narun oo|
|rp|||as| pada |osa|uan NKPl. 1angan po|nah guna|an |su ||u sooaga|
a|a| poronangan. Pa| w||an|o ||da| rong|ng|n|an ||u,¨ |ogas 0ossy
d|so|aso|a aca|a ponyarou|an |oda|angan |o|o d| |an|o| 0PP Pa||a|
hanu|a d| 1a|an Tanjung Ka|ang, 1a|a||a Pusa|.
Loo|h |anju| 0ossy ronjo|as|an, sooaga| pa||a| pongusung duo|
Fo|oNa|a, Pa||a| hanu|a |o|ah platfcrm oahWa |osa|uan ana| oangsa
ada|ah ha|ga ra||. 0Kl 1a|a||a, saroung 0oss|y ||da| oo|oh d|adu
doroa |su SAPA.
Ka|ona ||u, |a|a 0ossy, Pa| w||an|o ror|n|a ||r su|sos Fo|o
Na|a ||da| rongguna|an |su SAPA un|u| roronang|an P|||ada. 0a||
pada rora|n|an |su SAPA, |a|a 0ossy, hanu|a rongusu||an Fo|o
Na|a rorpo||ajar pondo|a|an p|og|ar pada rasya|a|a|.
0||orpa| |o|p|sah, Ko|ua 0P0 Pa||a| 0o||nd|a 0Kl 1a|a||a, V Tau|||
ronga|a|an |su SAPA yang oo|oda| d| 1a|a||a ||da| a|an rorpon
ga|uh| p|||han Wa|ga |ou|o|a. Sooao Wa|ga 1a|a||a sudah co|das. ¨1ad|
|ar| |o|ap op|r|s d| pu|a|an |odua |n|,¨ uja|nya.
Sonada dongan 0ossy, Tau||| juga ron||a| |su SAPArorang ca|a
yang pa||ng p||||s rornang|an p|||ada, |o|ap| darpa|nya o|sa ror|cu
|on|||| ho||zon|a|.¨bn|u| ||u jangan|ah guna|an SAPA. Nan|| |a|ya|
yang d||ug||an. Va|| |||a jaga |opon||ngan oangsa,¨ |andasnya.
Tau||| juga ronga|a|an duo| 1a|oW| -Aho| a|an |o|ap ronjad| s||a|og|
aWa| ya||u rondo|a||an d||| |opada rasya|a|a| 1a|a||a.
Soron|a|a ||u, pa|| |orun||as| po||||| bn|vo|s||as lndonos|a, a||
junaod|, ronaroah|an, |arpanyo dongan ronooa| |su SAPA ||da|
|aya| d|pa|a|. Sooao dapa| rongganggu Wa|ga 1a|a||a yang no|aoono
p|u|a||s. P||a yang a||ao d|sapa A|jun |n|ronga|a|an, po|oda|an |su
SAPA ||da| hanya ro|ug||an 1o|oW|Aho|, |ap| juga ro|ug||an Fo|o.
¨0ongan oo|oda|nya |su SAPA, Fo|o a|an d|anggap |a|a| rongon
da|||an suasana, |o|o|||oan dan |oaranan so|ara p|||ada,¨ uja|nya.
Ha|okao 5ARA Persemp|t Pem|||h
Sonada dongan por||||an Ko|ua brur Pa||a| hanu|a, 8udayaWan
8o|aW|, P|dWan Sa|d| ron||a| |su su|u, |as, agara, dan an|a|go|on
gan (SAPA} |a| a|an o|o|||| rorponga|uh| por|||h d| P|||ada 0Kl.
P|dWan yang d||ona| sooaga| sosopuh h|rpunan Vahas|sWa ls|ar
(hVl} ||u jus||u p|ha| yang rora|n|an |su PASA a|an |ug| sond|||.
Vonu|u| P|dWan, so|angan oo|oau SAPA |o pasangan 1o|oW|
Aho| jus||u a|an roroang||||an s|rpa|| puo||| |o|hadap pasangan
ca|on yang d|usung P0lP dan 0o||nd|a ||u. To||oo| h |ag| j||a |uou
Fo|o |o|ap rora|n|an |su SAPA so|o|ah oo||oa| |s| dongan Pa||a|
Koad||an Sojah|o|a (PKS}, P|dWan rorp|od||s| |an, pondu|ung
Fo|o pada pu|a|an po||ara a|an ronga| |h|an du|ungannya.
¨Nan|| Wa|ga uj ungnya |a|u| Fo|o jad| guoo|nu| sya||ah. So
j a| aWa| sayaro| | ha| sopo||| | |u,¨ |a|a P| dWan d| 1a|a||a,
|ora||n.'''Red|k|NT.
Jakarta, k|NT- AN00APAN sooa||nya cu|up un|u| ro|a|u|an
|o|o|ras| o||o||as| j||a ada |o|ng|nan |ua| da|| |opa|a dao|ah. 8u|u|n
ya o||o||as| d| dao|ah, yang o|oh poro||n|ah pusa| d||haWa||||an
ronyooao|an poroangunan nas|ora| |o|haroa|, juga d||o|uh|an pa|a
pongusaha. 8ah|an ro|o|a ron||a| o||o||as| d| dao|ah sora||n ou|u|
da|| |ahun |o |ahun. Ponyooao u|aranya |a|ah po|||a|u |opa|a dao|ah
yang onggan oo|uoah dongan rono|us|an ||ad|s| pungu|an ||a| dan
nopo||sro.
S|a| Ah|| 0aoungan Pongusaha Ko|apa SaW|| lndonos|a (0ap||}
8aroang 0|adja| ronco|||a|an oahWa o||o||as| d| dao|ah sora||n
ou|u| soja| d|oo||a|u|annya o|onor| dao|ah. Pa|a po|ngusaha ron
ga|ar| haroa|an da|ar oo||nvos|as|, sopo||| |o|||a rongu|us po||z|nan
usaha.
¨bn|u| rondapa||an |z|n usaha po||oounan |o|apa saW|| d| Sura
|o|o|a dan 1Ka||rn|an, pongusaha ha|us ronunggu Wa||u 2 |ahun.
P|osos sooona|nyanya ||da| panjang, |o|ap| |ara d| |opa|a dao|ah
nya, ¨ jo|as 0|adja|.
Aga| |z|n usaha d||o|ua||an |oo|h copa|, pongusaha d|n|n|a| pungu
|an sarpa| |o |ahap po|a|sanaan. Po|soa|an |a|nnya |a|ah |z|n yang
|urpang ||nd|h. Kopa|a dao|ah rongo|ua||an |z|n usdaha |opada pon
gusaha, padaha| |z|n usaha ||u ras|h ro|upa|an ha| pongusaha |a|n
nya. A||oa|nya, |o|ap |o|jad| song|o|a.
ha| sonada d|ung|ap|an pongusaha pono|vaoangan dan po|ho|o
|an d| Nusa Tongga|a T|ru|, 1uvon|||o. 0|a |o|u|ara ronyoo|o|| |aran
ya rorpo|o|oh po||z|nan usaha. ¨ 8u|uh Wa||u |ara un|u| rorpo|
o|oh |z|n usaha d| s|n|,¨ uja|nya |opada pa|a Wa||aWan.
Sooo|urnya, Von|o|| Po|oncanaan Poroangunan Nas|ona| (PPN}
Kopa|a 8apponas A|r|da S A||syahoana rongung|ap|an ou|u|nya
o||o||as| d| dao|ah a|an rongharoa| poroangunan nas|ona|. Soron
|a|a ||u wa||| Ko|ua 8|dang Koo|ja|an Puo|||, F|s|a|, dan Vono|o|
Kad|n lndonos|a ha|yad| Su|ardan| ron||a| rayo|||as dao|ah ror|
|||| o||o||as| yang rongharoa| usaha. hanya sog|o||n||| 0ao|ah yang
oo||a|ago|| cu|up oa|| da|ar o||o||as| sopo||| So|o dan Kopu|auan
P|au.
¨Kopa|a dao|oah ronjad| ||||| |orah ou|u|nya o||o||as|. Vo|o|a
yang ronjaoa| |ooanya|an |o|jo|oroao pada |oo|asaan ou|u| |opa|a
dao|ahsooo|urnya r|sa|nya p|a||||p|a|||| |z|n usaha d|po||aroa|,
sarpa| p|a|||| nopo||sro. 8u|annya ro|a|u|an ponyoga|an,¨ |u|u|n
ya.
Vonu|u| ha|yad|, |opa|a dao|ah so||ng |a|| oo|a|asan |o|o|ras|
o||o||as| rorou|uh|an dana oosa|. 0| |a|n ha|, angga|an oo|anja dao|
ah ||da| cu|up un|u| ro|a|u|an |o|o|ras| |o|soou|. ¨ 1angan sa|ah, 2|
3 da|| |o|a| oo|anja Noga|a rasu| |o dao|ah. Angga|an sooona|nya
cu|up un|u| ro|aaj|u|an |o|o|ras| o||o||as| j||a ada |o|ng|nan |ua|
da|| |opa|a dao|ahnya,¨ |u|u| ha|yad|.
T0ot0tao 0aerah.
Pada |osorpa|an |o|p|sah, Asos|as| Poro||n|ah Kaoupa|on SoW|u
|uh lndonos|a (Ap|as|} ronun|u| aga| dana ||ans|o| dao|ah d|na||an
da|| 2bº ronjad| r|n|ra| 50º da|| AP8N. Ap|as| ron||a| doson||a|
|sas| |oWonangan poro||n|ah pusa| sooosa| sooosa| 10º |opa|a dao|
ah ||da| oo|oand|ng |u|us dongan dana ||ans|o| yang hanya 2bº ||u.
Poro||n|ah dao|ah juga |ooo|a|an dongan a|u|an yang dao|ah ronga
|o|as||an dana pondarp|ng 5º10º da|| dana a|o|as| urur(0Ab}.
¨ ln| rojad| d||ora||s |a|ona d| sa|u s|s| po||u adanya |aroahan
dana poroangunan. Narun d| s|s| |a|n ha|us ronyod|a|an dana
pondarp|ng. ln| a|an oo||rp|||as| pada oo||u|angnya dana yang d|
guna|an un|u| p|og|ar poroangunan yang soha|usnya ronjad| p||o|
||as dao|ah,¨ ung|ap Ko|ua brur Ap|as| ls|an Noo|, 8upa|| Ku|a|
T|ru|, saa| o|ca|a dongan pa|a anggo|a doWan, yang roroahasnya
da|ar sua|u |apa| dongan 8adan Angga|an 0PP d| 0odung 0PP
Sonayan, po|an |a|u.´'ßAwAI2/kINT.
Para Kepala Daerah Dominan
Mungli di Keluhkan Pengusaha
“ Foke & Nara Jangan
Hembuskan SARA”
ket0a um0m hao0ra w|raoto,
1akarta, KINT- Jel ang
pemilukada Provinsi DKI Jakar-
ta alokasi dana bantuan social
(bansos) di APBD meningkat
mencapai Rp 1,3 triliun. Pen-
ingkatannya setara dengan 200
persen dari nilai sebelumnya.
Meningkatnya anggaran dana
bansos konon langsung dilaku-
kan Fauzibowo, dan kasus ko-
rupsi dana bansos tersebut se-
belumnya telah dilaporkan oleh
Mayjen (Purn) Priyanto man-
tan wagub DKI yang mengun-
durkan diri.
Dalam upaya menyelamat-
kan uang Negara, ratusan maha-
siswa dari Aliansi Mahasiswa
Jakarta Untuk Keadilan (AM-
JAK) awal bulan j uli lalu
melakukan unjuk rasa di depan
Gedung KPK, para mahasiswa
mendesak para pimpinan KPK
untuk segera menangkap dan
memeri ksa Gubernur DKI
Fauzibowo dan keroninya, baik
yang bercokol di Banggar DPRD
maupun mereka yang bertugas
di Dinas Sosial DKI Jakarta.
Koordionator demo, Wiwit
Susanto dari AMJAK kepada
para wartawan di gedung KPK
mengemukakan, penyalah-
gunaan anggaran dan korupsi
terhadap dana bansos yang mel-
ibatkan Gubernur DKI Fauzi-
bowo sangat terasa bagi warga
Jakarta kalangan menengah ke
bawah ( warga miskin,Red).
Yang sangat menusuk
perasaan masyarakat, dengIan
tiba-tiba saja menjelang Pilkada
DKI dana bansos melonjak hing-
ga Rp 1,3 trilun atau setara den-
gan 200 persen. 'Politik angga-
ran i tu biasanya selalu
berkoler4asi dengan peningkatan
kasus-korupsi dana hibah dan
bansos menjelang pilkada .
Fauzibowo harus diperiksa .
Apa loagIi saat ini Fauzibowo
mkencalokan gubernur lagi.
Sebagaimana hasil audit
Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) serta data trtens korup-
si hasil riset ICW dana bansos
banyak diselewengkan untuk
keperluan opilkada . Temuan
ICW , alokasi dana bansos
dalam struktur APBD Jakarta
pada 2009 mencapai Rp 215,57
miliar juga dikorupsi, terjadi
tahun2009. Anggran untuk
mengntaskan masyarakat mis-
kin di Jakarta, ternyata disalah-
gunakan oleh elit untuk mem-
biayai aktivitas politik. Ini
sudah jelas telah menyalah-
gunakian kekuasaan. Rezim
Foke di DKI.
Ditempat terpisah Anggota
Tiga Pilar Kemitraan(3pK) ang-
goat Tim Kormonev Inpres 5/
2004, dari unsure pengusaha
H.Hikmah HMSA.SE menga-
takan, system korupsi
berzamaah yang dilakukan oleh
rezim tidak saja t erjadi di
lingkungan istana kepresidenan,
yang selama ini pelakunya di-
lakukan oleh rezim SBY, juga
terjadi di lingkungan Pemda
DKI, dilakukan oleh rezim
Fauzi Bowo, dan apa yang te-
lah dilaporkan oleh Wagub Pri-
ayanto, adalah benar hanya
tingggal keseriusan KPK.
KLata H.Hikmah, justeru
tingkat kejahatan korupsi di Pro-
voinsio DKI Pling tinggi, dan
sudah merupakan satu kesatuan
antara para kepala dinas hinga ke
sudin masing- masing di lima
wilayah kota dan di Kabupaten
Kepulauan Seribu, ' Sayasebagai
pengusaha dan acap mendapat
perlakuan tidak sehat, baik dari
gubernur, walikota maupun dari
para anggota dewan. Intinya, se-
mua paket proyek tida pernah
dilakukan pelelangan, sungguh-
pun di lelang itu Iactor keterpak-
saan sebagai Iormalitas saha,¨
jelas hikmah. ²²R.ô2/AAR/
CAA1AM KIA1.
Kasus Korupsi Dana Bansos
ICW Desak KPK Usut Fauzi Bowo
Poz|r Fauz| 8oWo, ada|ah po|a|u |o|ups| oo|jaraah sopo||| Kopa|a 0|nas
Sos|a|, Kad|s Po||aranan, Kad|s Ta|a Ko|a, Kad|s Pb 1a|an dan Ponga||an,
Kad|s Pond|d||an dan Kooudayaan, Kad|s 0|ah|aga dan Poruda, Kad|s
Poo|huoungan, Kad|s Kooo|s|han, Kopa|a Po|pa||||an. Ko|ups| sys|or oo|an|a|
h|nga d||a|u|an o|ah pa|a Kopa|a Su|u 0|nas (Sud|n} d| 5 w0||ay|ah Ko|a dan
d| Kaoupa|on Kopu|auan So||ou.
Rezim Fauzi Bowo Berleha-leha
Diatas Penderitaan Rakyat Miskin
1akarta, KINT-. Pemudik
yang menggunakan bus harus
hati-hati memilih kenderaan.
Pasalnya Unit Pengelola Teknis
(UPT) Pengujian Kenderaan
bermotor (PKB) Dinas Per-
hubungan DKI Jakarta men-
catat, dari total 153 bus yang
sudah uji KIR, 15 diantaranya
gagal alias tidak lulus dalam pen-
gujian.
Kepala Seksi Pelayan PKB
Dinas Perhungan DKI Jakarta,
Lukman Iskandar mengaku kha-
watir ke 15 bus yang tak lulus
Uji KIR tersebut tetap di-
gunakan sebagai alat angkut leb-
aran. Pengujian terhadap arma-
da angkutan lebaran itu sendiri
dilakukan sejak H-9 di tujuh ter-
minal pemberangkatan.
'Armada yang tak lulus Uji
KIR ini akan diberitahu
kekurangannya agar segera
diperbaiki. Bus tak lulus Uji
KIR ini tak akan diberi stiker
tanda lulus dan tak boleh men-
gangkut pemudik. Namun untuk
pengawasannya menjadi tang-
gung jawab kepala terminal mas-
ing-masing. Jadi, kalaupun ada
yang nekad beroperasi dengan
mengangkut pemudik, itu tang-
gungjawab kepala terminal kare-
na tugas kami kan hanya memer-
iksa kelaikan kenderaan,¨ kata
Lukman.
Menurutnya, bus yang tak
lulus Uji KIR tersebut umumn-
ya karena menggunakan ban vul-
kanisir . Kaca retak atau pecah.
Kemudian spaling kemudi tak
sesuai ketentuan, baut roda lep-
as hingga body kenderaan kero-
pos dan sebagainya. Kondisi ini
jika dipaksakan untuk menga-
ngkut pemudik, akan mem-
bahayakan penumpang. Ka-
renanya bus direkomendasikan
untuk tidak beroperasi menga-
ngkut pemudik Lebaran ini, se-
belum kerusakan itu diperbaiki
seluruhnya.
'Pemeriksaan Uji KIR ken-
deraan ini dilakukan hanya ter-
hadap bus regular. Sedangkan
bus tambahan, belum dilakukan
karena saat ini memang bus ban-
tuan ini belum dibutuhkan dalam
mengangkut pemudik,¨ terang
Lukman.
Pemeriksaan atau UJI KIR
ini masing-masing dilakukan di
Terminal bus AKAP Puloga-
dung, Kampung Rambutan,
Lebak bulus, Kalideres, Rawa-
mangun, Tanah Merdeka dan
Tanjung Priok.
Ke-15 armada yang tak lulus
Uji KIR tersebut, papar Luk-
man, adadi Terminal Pulogadung
sebanyak empat bus. Kemudi-
an di Terminal Kampung Ram-
butan sebanyak tiga bus, Tanah
Merdeka empat bus, Lebak Bu-
lus satu bus, dan Kalideres tiga
bus.
Perusahan bus tak naikkan
tariff
Sementara itu Kepala Termi-
nal Induk Kota Bekasi Seno
Bahtiar kepada wartawan men-
gatakan, ada pemberlakuan
kenaikan tariI sudah resmi dike-
luarkan, namun sejumlah peru-
sahaan otobus di Kota Bekasi,
memilih tidak menaikkan tariI
lebaran.
Seno Bachtiar, mengatakan
demi menjaga kepercayaan dan
pencitraan perusahaan bebera-
pa Perusahaan Otobus (PO)
belum menaikkan tariI walau-
pun pemberlakuan kenaikan
sudah sejak 12 Agustus. Pada-
hal jumlah penumpang sudah
cukup banyak.
PO yang belum menaikkan
tariI tersebut diantaranya trayek
Bekasi-Bandung dan Bekasi-
Jawa Tengah. Mereka beralasan
kenaikan tariI akan menurunk-
an kepercayaan dan peminat
penumpang menggunakan arma-
da mereka.
Menurut Seno, kenaikan
tariI bus hanya berlakuk bagi
kelas ekonomi. Sedangkan kelas
eksekutiI AC diserahkan kepa-
da masing-masing kebijakan
PO. 'Kenaikannya rata-rata
Rp. 4.000-5.000 dari tariI reg-
ular. Berdasarkan edaran dari
pusat, Rp. 139 perkilometer
untuk bat as atas dan bat as
bawah Rp. 86 per kilometer,¨
katanya.
Kondektur PO Prima Jasa
Bekasi-bandung, Hendro, mem-
benarkan hal itu. Menurut diapen-
gusahabus lebih melihat eIek jang-
ka panjang.²²²YUL1U/KIA1
Kas|opo| PK8 0|shuo Lu|ran ls|anda|,
“15 Bus Mudik Tidak Lulus Uji KI R”
1akarta, KINT- Koordi-
nasi antarlembaga penegak hu-
kum lemah sehingga maIia
hukum dan penyanderaan
berbagai kasus di antara kel-
ompok elite politik masih
marak terjadi. Jika dibiarkan,
kondisi itu berbahaya karena
mempersulit upaya penegak-
kan hukum di Indonesia.
Ketua Mahkamah Konsti-
tusi MahIud MD men-
gungkapkan, lemahnya koor-
dinasi terlihat dari rebutan
kewenangan antara Komisi
Pemberantasan Korupsi dan
Kepolisian Repunlik Indone-
sia dalam penyidikan dugaan
korupsi simulator surat izi
mengemudi di Korps Lalu
Li nt as (Korlant as) Polri .
Masalah tersebut sebenarnya
bisa dipecahkan jika semua
merujuk ke undang-undang.
'Kalau kondisi hukum be-
gini terus, kita tinggal menuju
kehancuran saja. Dibutuhkan
shock therapy. Memang pa-
hit, tetapi itu memberikan ter-
oboson,¨ ujar MahIud dalam
diskusi 'Kaum Muda Indo-
nesia Menggugat Konsolidasi
Kebangsaan Menuju Keadilan
Sosial¨ di Jakarta.
Salah satu shock therapy
itu adalah memuncul kan
kepemimpina nasional yang
bersih dan tidak tersandera
korupsi. Jadikan hokum se-
bagai panglima. Hukuman
mati perlu diterapkan untuk
kasus yang sudah diatur UU,
seperti korupsi besar, pelaku
terorisme, kejahatan terenca-
na, dan kejahatan pada Nega-
ra.
'kita harus optimis, Indo-
nesia adalah Negara hukum,
dan penegakan hukum pernah
berjalan cukup baik pada
tahun 1945 sampai 1973. Saat
itu korupsi juga ada, tetapi
semua pelakunya dapat di
adili,¨ katanya.
KPK maju terus
Terkait kasus dugaan ko-
rupsi Korlantas Polri, KPK
maju terus. KPK mengaku
tidak terpengaruh sama sekali
dengan maneuver pengacara
tersangka maupun langkah
Polri yang masih ikut meny-
idik kasus yang sama.
Hingga kemarin, KPK ter-
us memveriIikasi barang si-
taan hasil penggeledahan si
markas Korl ant as. Ketua
KPK Abraham Samad menga-
takan, veriIikasi barang bukti
oleh penyidik KPK tak me-
makan waktu lama. KPK ter-
us mengebut untuk segera
menunt askan penyi dikan.
KPK sudah cukup memiliki
bukti untuk menyeret tersang-
ka kasus ini.
KPK menetapkan empat
tersangka, yakni mantan ke-
pala Korlantas Inspektur Jen-
deral Djoko Susilo, Wakil Ke-
pala Korlantas Brigadir Jen-
deral (POl) Didik Purnomo,
serta dua rekanan pengadaan
simulator, Budi Susanto dan
Sukotjo Bambang. Tiga nama
terakhir juga ditetapkan se-
bagai tersangka oleh Polri da
ditahan di Mako Brimob.
Juru Bicara KPK Johan
Budi SP mengatakan, selain
memveriIikasi barang bukti,
penyidik juga memeriksa
sejumlah saksi untuk tersang-
ka Djoko. KPK akan me-
manggil Djoko sebagai ter-
sangka seusai Lebaran. KPK
tak membutuhkan mediator
untuk menyelesaikan sen-
gkarut masalah penanganan
kasus ini. 'KPK tak perlu
mediator pihak luar. Pimpinan
KPK sudah bisa melakukan
koordinasi langsung dengan
Kapolri,¨ katanya.
Sementara itu, Kepala Biro
Penerangan Masyarakat Pol-
ri Brigadir (Pol) Boy RaIli
Amar mengatakan, penyidik
polri akan menyelidiki dan
menyidik inIormasi terkait ali-
ran dana. Penyidik dapat me-
minta bantuan PPATK untuk
menelusuri jika ada indikasi
atau Iakta yang mengarah pada
Iakta ada penempatan sejum-
lah uang di Primer Koperasi
Polri Korlantas. Penyidik
Polri juga merencanakan me-
meriksa Djoko sebagai saksi
seusai Lebaran.
Peneliti Pusat Kajian Anti
Korupsi Universitas Gajah
Mada, Yokyakarta, HiIdzil
Alim mengatakan, langkah
KPK membongkar si taan
mesti di ikuti penyelesaian
polemik seputar penyitaan
dokumen itu``AA/KINT.
Ko|ua VK Vah|ud V0,
“Kondisi Hukum Begini Terus Kita
Menuju Kehancuran”
Bogor, KINT- Warga seki-
tar yang berada di dekat lokasi
bangunan serbaguna yang dijadi-
kan sebagai tempat ibadat umat
Katolik Paroki Santo Joannes
Baptista di Kampung Tulang
Kuning, Desa Waru, Kecamatan
Bogor, Jawa Barat mendukung
pendirian gereja Tulang Kuning
di wilayahnya. 'Kami tidak
merasa resah dan tidak kebera-
tan akan aktivitas peribadatan
umat Katolik di sini,¨ kata Ket-
ua RT 01/RW 06, Yayang, dan
Ketua RT 02/RW 06, Syahru-
din, di Bogor, Jawa Barat, Sela-
sa lalu.
Kedua Ketua RT itu juga
mengungkapkan, lebih dari 200
warganya sudah membubuhkan
tanda tangan persetujuan pendi-
rian gereja.
'Kami sudah lama memiliki
hubungan yang harmonis dan
rukun dengan umat Katolik
Gereja Tulang Kuning. Dalam
Banyak hal kami selalu bekerja
sama dan saling membantu,¨ kata
mereka. Saat menjelang per-
ayaan Paskah bulan April lalu,
warga sekitar yang mayoritas
muslim itu bahkan melakukan
kerja bakti dengan umat Kato-
lik, membantu membersihkan
halaman dan mempersiapkan
tenda-tenda yang akan dipakai
untuk ibadat.
Wakil Ketua Dewan Paroki
Santo Joannes Baptista, Alex-
ander Makawangkel menyata-
kan IMB sebagai gedung serba
guna sudah diperoleh sejak tahun
2006.
'Prosedur pendirian Gereja
sesuai persyaratan SKB 2. Se-
lain dukungan dari warga seki-
tar, persetujuannya juga telah
mengalir dari 13 Kepala Desa di
Kecamatan Parung serta instan-
si-instansi terkait. Namun, kami
masih mendapat ganjalan dari
Kepala Desa Waru yang belum
mengesahkan tanda tangan war-
ga. Penolakan juga dating dari
Ketua FKUB (Forum Keruku-
nan Umat Beragama) kabupat-
en bogor tanpa alasan jelas,¨
kata Alexander, di Bogor.
Negara Hukum
'Yang menjadi pertanyaan
besar bagi kami, mengapa justru
Kepala Desa Waru menolak
memberikan pengesahan per-
setujuan ewarganya? Ada apa
inio? Kata pastor Simbol.
Dia juga berharap Bupati
Bogor dapat mengevaluasi
kembali berita acara penyegelan
yang tidak ditandatangani Ke-
pala Satpol PP, Dace Supriadi.
Akibat penyegelan itu hamper
1.000 umat terpaksa menggelar
Misa Kudus dengan beralaskan
koran dihalaman Gereja mereka
yang belum rampung itu.
Terkait penyegelan tenda-
tenda yang dijadikan tempat
beribadat, tokoh muda umat
muslim Kabupaten Bogor, MiI-
tahudin Islam menegaskan, bila
terbukti surat penyegelan itu
cacat hukum karena tidak ada
tandatangan dari kepala Satpol
PP, maka pihak Gereja bisa
mengadukannya secara hukum,
'Negara ini adalah Negara hu-
kum, bukan Negara agama. Se-
mua warga harus taat pada atu-
ran hukum,¨ katanya. Dia juga
menekankan, bila warga sekitar
saja tidak menolak dengan pendi-
rian Gereja, maka tidak boleh ada
pihak lain yang menghalangin-
ya. 'Warga mayoritas harusnya
melindungi umat minoritas.
Negara harus memberikan jami-
nan kebebasan beribadat warg-
anya,¨ katanya.```awal/KIA1
Umat Muslim Bogor Dukung Bangun Gereja
Ia0z| ßoWo
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
6
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167
TAHUN I V
AGUSTUS2012
HENu ßukA Puasa Ena| dan Soha| pas||nya
sanga| |||a nan|||an saa| ou|a puasa ||oa, dan
ronu|u| had|s| dan pa|a pa|a| ra|anan, ronu
yang pa||ng ona| oua| ou|a puasa ada|ah ra
|anan a|au r|nuran yang ran|s un|u| ron
gonroa|||an s|ar|na |uouh |||a so|o|ah soha||an
oo|puasa, dan |a|| |n| oo|||a |o|oa|u lndonos|a
pongon oo|oag| |opada anda sorua |on|ang
ronu ou|a puasa yang ona| dan soha| so||a
oo|g|z|,
Sooaga| Vonu oo|ou|a po||ara |||a pas||nya so||ng roroua| |o|a|,
a|au r|nuran ran|s |a|nya dan pada |osorpa|an ooooapa saa| yang
|a|u saya sudah roroo|| |an |osop |o|a| carpu| |s||roWa |opada
anda dan |a|| |n| saya |ng|n oo|oag| rongona| |osop os carpu| |apa|
yang pas||nya ona| dan soga| oua| ou|a puasa
RE5EP E5 6AHPuR TAPA|
ßAhAN:
200 g |apa| |o|an h|jau
200 g |apa| |o|an h||ar
400 g |apa| s|ng|ong, ouang so|a|nya, po|ongpo|ong
250 g jo||y s||aWoo||y, po|ongpo|ong
S||op van|||
Es oa|u
6ARA HEHßuAT:
Susun |o||ga nara |apo da|ar rang|u| a|au go|as saj|.
8o|| jo||y, s||op van||| dan os oa|u.
Saj||an d|ng|n
Posop Es Condo| Co|o|a|
ßAhAN:
150 g |opung hun|uo
10 g co|o|a| ouou|
½ sd| van||| ouou|
b00 r| a||
Po|ong|ap.
5 ra|a nang|a, po|ong |oc||
100 r| susu |on|a| ran|s pu||h
os oa|u so|u|
6ARA HEHßuAT:
La|u||an |opung hun|uo, co|o|a| dan van||| dongan a||.
Vasa| d| a|as ap| |oc|| saro|| adu|adu| h|ngga |on|a|. Ang|a|.
Tuang |o da|ar co|a|an condo|, goso|goso| dan |arpung condo|
da|ar Wadah oo||s| a|| d|ng|n a|au a|| os. 8|a||an h|ngga d|ng|n dan
rongo|as. T|||s|an.
Ta|uh condo| da|ar go|asgo|as saj|.
8o|| Po|ong|apnya. Saj||an sogo|a.
Posop F|osh Fu|| Coc||a||
ßAhAN:
200 g nanas 200 g ouah ro|on h|jau
200 g s||aWoo||y 200 g dag|ng ouah rangga
5 ho|a| daun r|n|, c|ncang |asa|
6ARA HEHßuAT:
Po|ongpo|ong |oc|| ouahouahan.
Ta|uh da|ar Wadah, |aou|| daun r|n|.
Kuah. Adu| jus jo|u| soga| dongan radu h|ngga |a|a.
Tuang|an |o da|ar Wadah oo||s| ouah. S|rpan da|ar |ora|| os h|ng
ga d|ng|n.
Saa| a|an d|saj||an. Taroah|an os oa|u dan a|| soda ran|s.
Saj||an d|ng|n.
0|a|as ro|upa|an oooo|apa |osop ou|a puasa ona| dan soha| d|rana
|osop d|a|as o|sa anda cooa oua| oahan ou|a puasa oo|sara dongan
|o|ua|ga dan soroga oo|ran|aa| oua| anda sorua, so|ara| roncooa
dan so|ara| oo|puasa''bogarasa|k|NT
Menu I ntegri tas Selama Ramadhan
ASUHAN : ANITA SARASWATY A. M AULANA
kuAh:
500 r| jus jo|u| soga|
3 sdr radu
250 r| soda ran|s
Es oa|u
SELAMA berkecimpung
dalam kancah politik, berbagai
cara pula dilakukannya guna
memperoleh keuntungan, mes-
ki harus melakukan suap
menyuap.Wajar, jika banyak
orang mengatakan, kalau Siti
Hartati Murdaya, tercatat se-
bagai pengusaha yang loyal ter-
hadap Partai Golkar, namun set-
elah meloncat ke partai ber-
lambang logo mercy ini Siti Har-
tati Murdaya, dan mendapat
jabatan sebagai anggota Dewan
Pembina Partai, tersandung ka-
sus korupsi.
Komisi Pemberantasan Ko-
rupsi (KPK) mengonIirmasi pi-
haknya telah menangkap Bupati
Buol, Sulawesi Tengah, Amran
Batalipu. Dia ditangkap di seki-
tar rumahnya, 'Ditangkap di
sekitar rumahnya sekitar 03.30
WITA, ¨ kata Juru Bicara
KPK, Johan Budi, lewat pesan
singkat.Sebelumnya, Moch Is
Bakulu, anggotakeluarga Amran,
mengakui penyidik KPK
menangkap sang bupati saat
hendak tidur.¨Saat mereka da-
tang ke rumah jabatan, tim KPK
langsung menuju kamar tidur
bupati dan membawanya ke
mobil hanya menggunakan kain
sarung yang dipakai tidur,¨ kata
Moch Is Bakulu, seorang ang-
gota keluarga Bupati Buol mela-
lui telepon, seperti dikutip Ant-
ara.
KPK sebelumnya menetap-
kan Bupati Buol Amran
Batalipu sebagai tersangka. Dia
diduga menerima suap terkait
penerbitan hak guna lahan kela-
pa sawit dari PT Hardaya Inti
Plantation, perusahaan milik
anggota Dewan Pembina Partai
Demokrat, Hartati Murdaya
Poo. KPK sebelumnya sudah
menangkap Anshori, manajer di
perusahaan kelapa sawit itu.
KPK pun menangkap tiga or-
ang yang merupakan rekan ker-
ja Anshori. Satu orang telah
ditetapkan tersangka yakni ini-
sial GS dan dua orang lainnya D
dan S akhirnya dilepas setelah
diperiksa secara intensiI.
Komisi Pemberantasan Ko-
rupsi (KPK) sudah mencegah
lima orang terkait kasus suap
Hak Guna Usaha Perkebunan
Kelapa Sawit di Kabupaten
Buol, Sulawesi Tengah. Keli-
manya, yakni Siti Hartati Mur-
daya, Amran Batalipu, Benhard,
Seri Sirithon, dan Arim.
Terkait pengembangan kasus
tersebut, KPK kembali menga-
jukan pencegahan kepada tiga
orang anak buah Hartati Mur-
daya. 'Hari ini, KPK telah men-
girimkan surat permintaan
pencegahan kepada Direktorat
Jendral Imigrasi sebanyak tiga
orang dalam kasus Buol,¨ kata
Juru Bicara KPK, Johan Budi,
di Gedung KPK, Jakarta, Ka-
mis 5 Juli 2012.
Johan menerangkan, tiga
nama yang dicegah itu, yakni
Direktur PT Hardaya Inti Plan-
tations (HIP) Totok Lestiyo,
StaI PT HIP Soekirno, dan Kira-
na Wijaya dari PT Tjakra Cipta
Murdaya. Pencegahan itu ber-
laku untuk enam bulan ke depan.
Menurut Johan, pencegahan
terhadap ketiga anak buah Siti
Hartati itu dilakukan agar ketig-
anya tidak berada di luar negeri
saat dimintai keterangan oleh
penyidik KPK. Sebelumnya,
KPK pada Sel asa 26 Juni
melakukan operasi tangkap tan-
gan. Saat itu, KPK menangkap
seorang pegawai perusahaan
Hardaya Inti Plantation, Yani
Ansori. Selain itu KPK juga
menangkap Gondo Sudjono,
pegawai perusahaan yang sama.
Dengan telah ditetapkannya
Hartati Murdaya sebagai ter-
sangka oleh KPK, Wakil Ketua
MPR RI Melani Leimena Su-
harli, mengaku ikut prihatin atas
pencekalan tersebut. Terlebih
lagi, Leimena dan Hartati sama-
sama duduk di Dewan Pembina
PD. 'Saya ikut prihatin sebagai
sesama anggota. Semoga kasus-
nya cepat selesai, biar tahu
salah atau tidaknya. Sebab sep-
erti yang dibilang Pak SBY, Irak-
si demokrat harus taat hukum,¨
ujar Melani Leimena Suharli di
gedung DPR RI, Senayan, Jakar-
ta, Kamis, pekan lalu.
Leimena mengaku, isu ko-
rupsi yang kembali menimpa
kader Demokrat ini tidak akan
berpengaruh besar jika semua
kader Demokrat tetap kompak.
Dalam pada itu ditempat
terpisah, politikus senior PDIP
AP. Bat ubara berkomentar,
dicekalnya Haratai Murdaya
oleh Ditjen Imigrasi, KPK juga
harus membuka kembali dug-
aan korupsi IT Komisi Pemili-
han Umum (KPU) tahun 2009,
yang diduga juga dilakukan oleh
Hartati, yang saat itu menjabat
sebagai Bendahara Umum Par-
tai Demokrat.
'Ini kesempatan bagi KPK
untuk menelusuri lagi dugaan
korupsi IT KPU yang diduga
melibatkan Hartati Murdaya.
Jangan dihentikan itu,¨ ujar AP
Batubara, serius.
Kata AP Batubara, hingga
kini, pembelian sejumlah peral-
atan IT KPU pada Pemilu 2009
lalu oleh pengusaha Hartarti
Murdaya, memang belum ada
pertanggung jawabannya. 'Ada
dugaan itu kerjasama dengan is-
trinya SBY, Ani Yudhoyono,¨
tegas AP Batubara.
KPK juga, tidak hanya ter-
Iocus menangani kasus Hamba-
lang dan Siti Hartati Murdaya,
juga serius menangani kasus ko-
rupsi Alquran di Kementerian
Agama yang melibatkan anggo-
ta Komisi VIII DPR dari Fraksi
Golkar Zulkarnain Djabbar.
KPK membantah jika penanga-
nan kasus tersebut adalah pen-
galihan isu dari kasus Hambal-
ang yang melibatkan kader Par-
tai Demokrat.
Sebagaimana dikatakan pe-
nasehat KPK Abdullah He-
mahua, saat acara Ijtima` Ulama
Komisi Fatwa MUI ke-IV di
Pondok Pesantren Tasik Ma-
laya, Jawa Barat, bahwa kasus
Al-Quran, ' Kalau memenuhi
unsur kita tangkap,¨ ujarnya.
Lebih lanut dijelaskan, KPK
tidak pandang bulu dalam
menangani seluruh kasus korup-
si. Jika ada alat bukti yang cuk-
up, maka siapapun dari partai
manapun konsisten akan di pros-
es di KPK.
'KPK hanya malaikat saja
yang tidak bisa di tangkap. Anda
tahu Demokrat sudah belasan
orang yang sudah ditangkap,
Demokrat saja kita tangkap
apalagi yang bukan. Persoalan
ini persoalan hukum, cukup atau
tidak alat buktinya,¨ tegasnya.
Selama bberepa bulan ini ra-
mai dimuat disejumlah mass
media cet ak, KPK sedang
menangani sejumlah kasus yang
melibatkan para kader partai
politik. Diantaranya adalah ka-
sus Wisma Atlet dan Hambal-
ang yang melibatkan kader PD
M Nazaruddin dan Angelina
Sondakh.
Terkait sejumlah kasus keja-
hatan korupsi yang banyak mel-
ibatkan anggota dewan dari Par-
tai Demokrat, Golkar, PDIP
bahkan para petinggi ormas
MKGR, sejumlah kader ormas
Musyawarah Kekeluargaan
Gotong Royong (MKGR) ter-
jerat kasus di KPK. Deputi
Sekjen MKGR Indra J.Piliang,
mempersilakan KPK untuk
melakukan bersih-bersih kader
bermasalah, termasuk membuk-
tikan Wakil Ketua Umum
MKGR yang juga Wakil Benda-
hara Umum Golkar Zulkarnaen
Djabbar bersalah atau tidak
dalam kasus suap pengadaan
Alquran Kemenag.
Menurut Indra, kasus pen-
gadaan Alquran sebenarnya ter-
kait posisi Zulkarnaen di DPR.
Dia meyakini kasus tersebut tak
terkait posisinya di MKGR.
'Kalau ini kan ini terkait jaba-
tan di DPR bukan di MKGR.
Artinya kasus hukum Pak Zu-
lkarnaen Djabbar karena keang-
gotannya di DPR karena dia
penyelenggara negara,¨kata In-
dra.
Indra, menegaskan kasus
yang menimpa ketua Gema
MKGR Fahd AraIiq juga karena
tindakan personal. Jadi dia me-
minta semua pihak tak menga-
rahkan ke MKGR secara organ-
isasi.
Dalam kasus korupsi pen-
gadaan Al-Quran di Kementeri-
an Agama, KPK telah menetap-
kan anggota Fraksi Golkar di
Komisi VIII Zulkarnain Djabar
sebagai tersangka. Dengan keter-
libatan Zulkarnain Djabar dalam
kejahatan korupsi, sejumlah kad-
er Partai Golkar yang tergabung
dalam ormas Musyawarah
Kekeluargaan Gotong Royong
mulai melakukan sweeping ter-
hadap para anggotanya yang ter-
libat dalam lingkaran korupsi.
Zulkarnaen Djabar yang
menjadi tersangka kasus Al-Qu-
ran, merupakan Wakil Ketua
Umum MKGR, sementara
anaknya, Dendy Prasetia, adalah
Wakil Bendahara Umum bidang
khusus ormas unaerbow Partai
Golkar itu. Zulkarnaen dan
Dendy merupakan tersangka
awal di kasus ini.
Tak hanya keduanya pengu-
rus MKGR yang berada dalam
pusaran kasus korupsi Al Qu-
ran. KPK mengungkap kasus ini
dari hasil penyidikan kasus ko-
rupsi dana penyesuaian inIras-
truktur daerah (DPID) dengan
tersangka waktu itu Wa Ode
Nurhayati.
Adalah Ketua Bidang Pemu-
da dan Olahraga MKGR Fadh
AraIiq yang menjadi penyam-
bung kasus korupsi DPID den-
gan korupsi Al Quran. Fadh saat
ini sudah ditetapkan KPK se-
bagai tersangka kasus korupsi
DPID. KPK juga, telah memer-
iksa Fadh sebagai saksi dalam
kasus korupsi pengadaan Al
Quran.
Menurut Johan Budi, juru
bicara KPK, KPK telah mem-
inta Ditjen Imigrasi Kementeri-
an Hukum dan HAM mencegah
politisi muda Partai Golkar yang
juga pengurus Generasi Muda
MKGR Vasco Ruseimy,
mencekal mereka untuk tidak
bepergian ke luar negeri.
Sementara itu, Ketua Bidang
Advokasi dan Bantuan Hukum
MKGR Nudirman Munir men-
gatakan, tak ada hubungan ant-
ara MKGR dan keterlibatan
sejumlah kasusnya dalam kasus
korupsi. Nudirman mengaku
baru bergabung di MKGR seh-
ingga tak terlalu tahu kiprah
pengurus lainnya.
Usai diperiksa KPK, Fadh
mengatakan tidak ada kaitan
sama sekali kasus korupsi Al
Quran dengan Ketua Umum
MKGR yang juga Wakil Ketua
DPR Priyo Budi Santoso.Fadh
menolak menjawab saat ditan-
ya apakah tindakan-tindakan-
nya yang berujung pada keterli-
batannya dalam kasus korupsi
sudah sepengetahuan Priyo
Budi Santoso.
Namun kalangan petingggi
Partai Golkar tetap mengantisi-
pasi kemungkinan terburuk
menurunnya elektabilitas kare-
na keterlibatan sejumlah kader
dalam kasus korupsi. Golkar
akan memantau setiap proses
hukum di KPK.
'Kami sebagai pengurus par-
tai akan melakukan langkah an-
tisipasi agar elektabilitas kemba-
li bisa meningkat yakni dengan
konsisten pada komitmen pem-
berantasan korupsi dan juga
birokrasi pemerintahan yang
bersih. Karena ini memang sudah
komitmen sejak awal. Kalau kita
lihat kan sejak awal Golkar juga
aktiI mendukung adanya UU
yang menguatkan pemberan-
tasan korupsi pasca reIormasi
itu tahun 1999,¨ kata Ketua
DPP Golkar, Agun Gunandjar
Sudarsa, saat dihubungi war-
tawan.
Hingga berita ini naik cetak,
ada dua kejadian yang patut di-
catat KORAN INTEGRITAS,
yaitu Anggewlia Sondakc yang
semula mendekam di kamar pen-
jara KPK, sejak tangal 14 Agus-
tus sudah dipindahkan ke LP
Wanita Pondok Bambu, Jakar-
ta, dan peristiwa yang kedua,
adalah Siti Hartatimurdaya
resmi telah mengundurkan diri
dari Parta Demokrat .
Melansir ucapan Sekretaris
Dewan Kehormatan Parta
Demokrat TB Silalahi, setiap
kader yang memiliki masalah
hokum diominta untuk men-
gikuti langkah anggota Dewan
Pembina Partrai Demokat Siti
Hartati Murdaya.
Kata TB Silalahi, sikap sep-
erti Hartati yang meminta un-
tuk mundur dari kepartaian
merupakan langkah positiI di
panggung politik. Langkah itu,
menurutnya, diambil karena
Hartati tidak ingin me3mbawa
kasus korupsi yahjng dihadap-
inta merembet ke Partai
Demokrat. ²²²R.ô2/KH/KIA1.
Set elah Loncat ke Part ai Demokrat
Si ti Har t at i Murdaya Di mangsa KPK
Jakarta, k|NT- Yayasan Loroaga Konsuron lndonos|a (YLKl} Sura|
o|a 8a|a|, ror|n|a poro||n|ah ron|ng|a||an pongaWasan p|odu| ra|an
an ronjo|ang ou|an Paradhan 1433 h|j||ah|2012, dan rong|roau
rasya|a|a| un|u| ||da| rudah |o|g|u| oo|oo|anja d| Supo|ra||o|, sopo|||
Andora||, A||ara|| dan supo|ra||o| |a|nya.
Ko|ua ha||an YLKl Suroa| Syaha|ran Zanha| ronggha|ap|an ron
jo|ang dan saa| Paradhan, d|nas poro||n|ah |o||a|| ha|us ron|ng|a||an
pongaWasan aga| p|odu| d| pasa|an |aya| |onsurs| d| |ongah pon|ng|a
|an |oou|uhan rasya|a|a| ronjo|ang Paradhan, |a|ona oanya| |apo|an
da|| rasya|a|a|, oahWa d|sojur|ah Supo|ra||o| ( lndora|| dan A||ara||}
ras|h d||o|oru|an ra|anan dan r|nuran d|jua| sudah |oda|uWa|sa, dan
o||a d||onsurs| sanga| roroahaya|an.
¨Kar| ror|n|a 0|nas Po||ndus|||an Po|dagangan}, 8adan Ponga
Wasan 0oa| dan Va|anan (8P0V} so||a d|nas |o||a|| |a|nnya un|u|
ron|ng|a||an pongaWasan aga|n p|odu| yang d| pasa|an aran dan |aya|
d||onsurs| o|oh rasya|a|a|,¨ |a|a Syaha|ran, Paou, |a|u.
0|a ronaroah|an, ou|an ||da| rung||n ras|h ada saja po|a|u usaha
yang ||da| juju| dongan ro||vas| ronca|| un|ung d| ou|an puasa, dongan
ronjua| p|odu| yang |oda|ua|sa, ||da| |o|da||a| d| 8P0V, ||da| roronuh|
s|anda| |osoha|an, dan sooaga|nya.
Soron|a|a ||u, |husus un|u| panganan oo|ou|a puasa, YLKl juga
ror|n|a adanya pongaWasan |o|hadap jajanan |o|soou|, |o|u|ara da||
oahaya oahan poWa|na, pongaWo| oo|a|s, |o|ra||n, a|au za| ||r|a |a|nnya
yang d|rasu||an da|ar ra|anan. YLKl ror|n|a p|ha| |o||a|| ron|ng|a|
|an |az|a d| pusa|pusa| po|oo|anjaan, po||o|oan, un|u| ronjar|n |oaran
an |onsuron da|arrorpo|o|oh |oou|uhan oa|angoa|ang p|odu|s|, oa||
oo|upa panganan oo|ou|a puasa, raupun yang oo|oon|u| |ns|an |a|nnya.
So|a|n ror|n|a adanya pongaWasan yang |oo|h |o|a| o|oh p|ha| |o|
|a||, YLKl juga rong|roau pa|a po|a|u usaha aga| ||da| ronjua| p|odu|
yang oo|oahaya oag| rasya|a|a|.
Sodang|an oag| rasya|a|a| a|au |onsuron sond|||, YLKljuga rong|r
oau aga| |oo|h co|das da|ar oo|oo|anja, sa|ah sa|unya dongan ro||ha|
|angga| |ada|ua|sa da|ar so||ap p|odu| yang a|an d|oo||, dan oag| jajanan
oo|ou|a puasa un|u| ro||ha| c|||c||| ra|anan yang rongandung za| oo|
oahaya. ¨0ongan ca|a |n| |onsuron sudah ronyo|ara||an d|||, oah|an
|o|ua|ga da|| p|odu| ra|anan roroahaya|an, dan yang pon||ng d||nga|
|an ada|ah so|a|u rorpo|ha|||an so||ap p|odu| yang a|an d|oo||, oa|| da||
|ua|||as, dan juga s|anda| |osoha|annya,¨ jo|as Syaha|ran.
To||a|| oanya| ra|anan dan r|nuran |oda|uWa|sa ras|h d|jua| d|
Supa|ra||o|, Kopa|a S|a| ln|o|ras| Konsuron 8P0V Suroa| Syah||a|
d| Padang, So|asa, ronga|a|an, rasya|a|a| ha|us so|o|||| ror|||h ra
|anan s|ap saj| so|ara ou|an Paradhan, |o|u|ara yang rongandung za|
||r|a oo|oahaya sopo||| za| poWa|na dan sojon|snya.¨K||a rong|roau
rasya|a|a| aga| |o|||| da|ar oo|oo|anja ra|anan s|ap saj| so|ara ou|an
Paradhan. Sopo||| |ahun|ahun sooo|urnya, oanya| d||oru|anza| poWa|
na oo|oahaya da|ar rasa|an yang d|jua| so|ara ou|an Paradhan,¨
|a|anya.la ronyoou||an, pada saa| |onsurs| rasya|a|a| ron|ng|a| pada
ou|anParadhan |o||adangroroua| pa|apodagang |ng|nro|a|h|oun|un
gan oosa| |anpa ror|||||an darpa| yang dapa| d|||rou||an a||oa| pong
gunaan za|za| oo|oahaya.Pada Paradhan |ahun 2010 yang |a|u, da|| 150
sarpo| ra|anan yang d|uj| 8P0V Suroa|, so|||a| 22 po|son d|an|a|anya
||da| |aya| un|u| d||onsurs| |a|ona rongandung za|za| oo|oahaya.¨0a|a
|o|soou| ronunju|an ras|h oanya| ra|anan s|ap saj| pada ou|an Pa
radhan yang rongandung za| oo|oahaya sopo||| Podar|n8 yang ro|u
pa|an poWa|na pa|a|an, oo|a|, so||a poran|s oua|an yang ro|oo|h| oa|as
|o|o|ans|,¨ uja|nya.Vonu|u| d|a, darpa| yang d|||rou||an ra|anan yang
rongandung za| ||r|a oo|oahaya da|ar jang|a pondo| ada|ah |o|o|ahan
a|au oa|u|, soron|a|a da|ar jang|a panjang dapa| ron|rou||an |an|o|
da|ah, so||a gangguan |aroung dan g|nja|.1on|s ra|anan yang o|asa
d||oru|an rongandung za| oo|oahaya, |a|anya, d|an|a|anya |o|a| do||
ra, condo|, s||up, dan ra|anan sojon|snya.¨8o|dasa||an |oruan pada
|ahun|ahun sooo|urya ||u |||a ror|n|a rasya|a|a| aga| roWaspada|
ra|anan yang oo|oahaya |o|soou|, soron|a|a podagang d|ha|ap|an ||da|
rongguna|an za| |o|soou| da|ar rasa|an ro|o|a,¨ uja| Syah||a|.(suroo|.
an|a|a} .''Neog w|k|NT
Hati Hati di Supermarkert Masih
Banyak Makanan/ Minuman Kedaluwarsa
k|TA rongona| pongooa|an d|
lndonos|a |o|oag| 2 (dua} ca|a,
ya||u, pongooa|an rodo|n dan pon
gooa|an ||ad|s |ona|. lrago yang
ada d||ongah rasya||a|, pongooa
|an rodo|n ||u ada|ah pongooa|an
yang oo|oas| s |o| | ruan (
sc|onco,Pod,} rodo|n, sodang|an
pongooa|an soca|a ||ad|s|ona| oo|
oas|s |opada ||ru po|du|unan a|au
|ao|o yang sya|a| dongan a|||v
||as |||n|| dan sojon|snya.
0ongan |oruncu|an ho|oa
PonaWa| A|Wah|da ( hPA } yang
|u|u| and|| da|arpongooa|an ||ad|s
|ona| d| lndonos|a, oo|oas|s sp||||u
a| yang popu|a| d|soou| sooaga|
|h|ooun naoaW|y ya||u |onsop pon
gooa|an ||r|ah oo|oas|s |osoha
|an Pasu||u|ah, yang sa|a| don
gan n||a|n||a| sp||||ua| ron|ngga||an
ha|ha| sy||||.
Ta||a|a o|ang |ara| roro|c
a|a|an |on|ang Th|o oun NaoaW
|y, ra|a |o|ca|a| da|ar ||n|a
oras oahWa hPA punya |on|||
ous| yang oosa| da|ar rongo
na||an a|an pongooa|an ||ad|s|on
a|. 1||a |||a soou| hPA, ra|a ||da|
|opas da|| soo|ang yang oo| nara
Tn. haj| lsra|| 8|n Ahrad soo|ang
Va|ays|a yang |ah|| d| Po|||s,
Va|ays|a |angga| 1 1un| 19b3.
Ka|a Tn. haj| lsra||, d|a ron
ga|u soja| |oc|| |o|ah |o||a||| d|
dun|a pongooa|an ho|oa yang |o
oo|u|an sang |a|o| soo|ang pon
gara| ho|oa, yang so|a|u ror
oo|| |an pongooa|an |o|hadap
||ng|ungan |o|u a|ga. 0a|| p||a|
||| pongooa|an |o|hadap ||ng|un
gan |o|ua|ga, a|h||nya ro|ooa|
rongooa|| rasya|a|a| Va|ays|a,
soh|ngga rondapa| sarou|an h|ng
ga |oso|u|uh po|oso| Va|ays|a.
Tn haj| juga oo|aja| pada lns||
|u| Po||an|an Va|as|a, dan ror
oua| pong|aj|an |husus da|ar |o
ruan ooa|an.So|o|ah ||u juga oo|a
ja| da|| pongooa|an C|na yang d||o
na| sooaga| T|ad|||ona| Ch|noso
Vod|c|no ( TCV }. Vong|nga| oog||u
oosa|nya ran|aa| pongooa|an
dongan rongguna|an ho|oa, ra|a
pada |ahun 198b Tn. haj| lsra||
8|n Ahrad, oo|has|| rongor oang
|an usaha pongooa|an ho|oa, ron
jad| |ndus||| hEP8A |o|oosa| d|
Va|ays|a oah|an d| As|a.
0ongan ro||o. Pond|d||an,
Pongooa|an dan Ponyo||d||an, Tn.
haj| lsra|| 8|n Ahrad,juga rong
gandong Vu|||ha||o S.Pd, sooaga|
po| Wa|||an hPA d| lndonos|a
d|oaWah naungan po|usahaan
oo|nara PT AVwlT, oo||a|o| d|
0odung Vona|a Sa|oroa F|oo| 8,
1|n. Paya Sa|oroa, 1a|a||a Pu
sa|, juga 21 |an|o| caoang |a|n
nya |o|sooa| d| oooo|apa |o|a d|
lndonos|a.
0||o||u| b|ara PT AVwlT
yang ro|upa|an |an |o| po
rasa|an hPA d| lndonos|a
Vu|||ha||o S.Pd |opada oo|||a
SbAPASEK0LAh ronga|a
|an, dongan oo||oroangnya pon
gooa|an ho|oa, sanga| roroang
ga|an so|a|| oahWa d| lndonosa
saa| |n| |o|dapa| 300 ||ou o|ang
anggo|a hPA, dan pada ou |an
Va|o| 2012 |n| a|an rorou|a
caoang d| 8a||.
0|jo|as|an Vu|||ha||o, ada oo
oo|apa p|og|ar yang d||a|u|an
o|oh anggo|a hPA d| lndonos|a,
ya||u P|og|ar 8|sn|s Coro|
|ang ( P8C }, Ku||ah Po|o
oa|an 1aW| ( KP1 }. Koso
ruanya ron|ng|a||an pongo|o
huan anggo|a a|an pongooa|an
1aW|, dan |oo|h da|| 40 jon|s ooa|
ho|oa yang d| p|odu| hPA, d| an|
a|anya ada p|odu| unggu|an, sop
o||| Kop| Pad|x, Ex||ag|oon, Pa
d|x 0oa| V||| ( susu |aro|ng},
0ara|||o, dan V|nya| ho|oa
1aW| 99. ( Joho.k|b55 [
Pengobatan HPA Dari Malaysia
Berkembang di I ndonesia
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
0AR| k|R| kE kANAN, Vu|||ha||o S.Pd 0||u| PT. AwVlT lndonos|a
oo|sara Tn. h. lsra||.
hartat| H0rdaya
Jakarta, k|NT-5|T| hartat| H0rdaya ,
seoraog Wao|ta |odooes|a, peog0saha
s0kses, se|ama |o| d|keoa| sebaga|
peog0saha papao atas. Pada 2008, pem|||k
6eotra| 6akra H0rdaya|66H 6ro0p |t0
mer0pakao oraog terkaya ke-13 |odooes|a(
vers| Haja|ah Iorbes,Red,[. 5e|a|o peb|so|s,
hartat| j0ga ter||bat da|am po||t|k.
7
SAMBUNGAN
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
baru kantor KPPN Bima 2011.
H.Hikmah HMS.SE, selalku
korban melaporkan Kepala
KPPN Bima ke Polres, karena
Kepala KPPN telah melakukan
tindak pidana penggelapan pem-
bayaran termyn terakhir pem-
bangunan KPPN Kota Bima se-
nilai Rp 1,2 milliar, sebelumn-
ya KKPPN telah ke Polres oleh
MakruI H.M.Saleh, warga Ke-
lurahan Na`e Kota Bima, kare-
na Sulaiman telah melakukan
penipuan.
Hasil wawancara wartawan
KORAN INTEGRITAS bersa-
ma H.Hikmah. HMS.SE
(Korban, Red) di Mataram,
menuturkan, laporan pertama
kaitan penipuan tender eks ma-
terial bangunan kantor KPPN di
Bimna yang lama, telah dilapor-
kan koreban pemenang tender
lelang MakruI di Polres Bima.
Namun hingga berita ini naik
cetak, Kepala KPPN belum di-
tahan Polisi,¨ Padahal bukti
sudah cukup. Polisi dalam
menangani kasus ini banyak per-
timbangan,¨ jelas Hikmah.
H. Hikmah memaparkan,
penggelapan dana itu pada pe-
nyidik polisi mengaku, termyn
keempat dan pemeliharaan 5 per-
sen tidak dibayarkan kepada di-
rinya. Kronologis munculnya
dugaan pidcanan tersebut, beraw-
al ketika mH.Hikmah mencoba
memasukan penawaran paket
pekerjaan pemabngunan kantor
KPPN Bima Tahun 2011. Saat
itu, penawaran yang meng-
gunakan nama perusahaan PT
Talenta Lestari dinyatakan se-
bagai pemenang.¨ Saya pinjam
nama perusahaan itu. Istilahnya,
sewa bendera. Hal itu sudah la-
zim di kalangan dikalanagn para
kontraktor, karena ada aturan
main,¨ tutur Himah.
Untuk menjaga kemungkinan
terburuk yang terjadi, setrelah di-
nayatakan sebagai pemenang,
antara H.Hikmah sebagai peng-
guna benderadengan Direktur PT
Talenta Lestari, Robertson Gul-
tom dibuatkan suarat kuasa
direksi atas nama H.Hikmah
HMS.SE di notaries. Surat kuiasa
direksi itu dibuat sebelum ditan-
da tangani SPK dan kojntrak.
Kata H.Hikmah, setelah ada
SPK H.Hikmah tiba di Bima
untuk memulai mengerjakan
proyek, tapi sebelum pekerjaan
dilaksanakan H.Hikmah bertemu
dengan Kuasa Pengguna
Anggaran(KPA) dan Panitia
Pembuat Komitmen (PPK).
Proyek, secara administrasi din-
yatakan legal. Artinmya, tidak ada
masalah, pembayaran uang muka
dilakukan sebesar 20 persen dari
kontrak dilakukan PPK pada pi-
haknya.
Masih menurut H.Hikmah, '
uang muka 20 persen masuk ke
rekening atas nama H.Hukmah,
selaku kuasa direksi,¨ jelas Hik-
mah seraya mengatakan pem-
bayaran termyn kedua dan keti-
ga, tetap bibayar oleh PPK ma-
suk rekening saya, jelasnya.
Namun, pada pembayaran
termyn keempat dan biaya pe-
meliharaan 5 persen dibayarkan
ke rekening atas nama Robert-
son Gultom.Kata H.Hikmah,
pembayaran termyn keempat
damn biaya pemeliharaan 54 per-
sen tersebut tanpa sepenge-
tahuan dirinya selaku pemegang
kuasa direksi PT Talenta.
Tindakan itu dilakukan oleh
KKPPN Sulaiman, tentunya ada
tujuan tertentu, antara pejabat
Sulaiman dan Dir PT Talenta
kolaborasi untuk mencari keun-
tungan pribadi, dengan cara meni-
pu pihak lain.
Dalam mencermati adminis-
trasi di KPPN H.Hikmah men-
gatakan keheranannya atas
struktur dalam proyek peme-
bangIunan kantot KPPN Bima.
Yaitu, PA, KPA dan PPK
dirangkap oleh Sulaiman yang
kapastasnya sebagai Kepala
KPPN Bima.
Cukup Loyal
Kuasa direksi PT Talenta Ria
Lestari H.Hikmah mengatakan,
ada pekerjaan diluar kontrak
yang menghabiskan biaya sebes-
dar Rp 500 juta, sebagaimana
dalam bestek luas gedung KPPN
yang harus dibangun 2500 meter
persegi, dengan anggaran Rp 5,5
miliar. Biaya permeter Rp
240.000 dibangun lux.
Yang menjadi pertanyaan,
dibalik pengalihan pembayaran
dari rekening bersama kuasa
direksi dengan Direktur PT Tal-
enta Ria Lesatari dialihkan ke re-
kning pribadi Sdr Robertson
Gultom, tentu terjadi kolaborasi
antara Robertson Gultom den-
gan Sulaiman S.Sos.
Hikmah mengatakan, pada
termyn pertama, kedua dan keti-
ga uang masuk ke reking kuasa
direksi. Jumlahnya sekitar Rp 4
miliyar. Untuk selanjutnya, uang
masuk ke rekeing Roibertson
Gultom, tanpa ada musyawarah
dengan kuasa direksi.
Sulaiman selaku Kuasa Peng-
guna Anggaran (KPA) dan Way-
an sebagai PPK dibalik pemind-
ahan setoran berarti ada maksud-
maksud tertentu.
Menyinggung soal PT Talen-
ta Ria Lestari dikenakan denda,
H.Hikmah mengatakan, dari
mana dasarnya harus di denda Rp
276.096,650. Pekerjaan selesai
diluar jadual sebagaimana dalam
kontrak kerja. Namun, bukti pe-
motongan denda hingga peker-
jaan diserah terimakan kepada
KKPPN tidak pernah diberikan
buktinya. Ini membuktikan adan-
ya kolaborasi Sulaiman dengan
Robertson Gultom , dengan ala-
san ada keterlambatan.
Sulaiman yang dilaporkan ke
Polisi awal pekan ini, terkait ten-
der bahan bangunan bekas dari
kantor KPPN Bima. Korban
merasa ditipu karena setelah me-
menangkan tender dan mengam-
bil hasil lelang, ternyata barang
dimaksud tidak di tempat.
Kuasa hukum korban, Su-
laiman MT kepada KORAN
INTEGRITAS mengaku telah
melaporkan Sulaiman pada Pol-
res Bima Kota dengan tuduhan
penggelapan. Kata Sulaiman,
korban ditetapkan sebagai pe-
menang tender bekas bahan ban-
gunan KPPN Bima. 'Klien saya
mengajukan penawaran Rp15
juta dengan item semua jenis ba-
han bangunan hasil bongkar kan-
tor KPPN Bima yang lama. Me-
liputi kayu kusen, kayu kap, besi
serta bahan bangunan lainnya,¨
urai Sulaiman.
Setelah memperoleh doku-
men penetapan sebagai pe-
menang, lanjut Sulaiman MT,
kliennya hendak mengambil
barang bahan bangunan. Namun
oleh Kepala KPPN Bima belum
mengijinkandenganalasan barang
tersebut mau diamankan. Selang
beberapa pekan kemudian, kli-
ennya kembali mendatangi kan-
tor KPPN Bima, namun dikejut-
kan dengan raibnya` barang yang
semula di halaman kantor setem-
pat.
Usut demi usut, ungkapnya,
kliennya mengetahui bahwa
barang tersebut sudah beralih
tangan ke orang yang belum dike-
tahui identitasnya. 'Untuk
mendapatkan keadilan, akhirnya
dilapor Polisi kepala KPPN Bima
selaku pemberi penetapan pe-
menang tender lelang,¨ paparn-
ya. Selain dilaporkan secara pi-
dana, Kepala KPPN Bima juga
digugat perdata di Pengadilan
Negeri Raba Bima, kaitan sisa
termin pembangunan kantor
KPPN Bima yang baru. Bukan
hanya kepala KPPN Bima selaku
Kuasa Pengguna Anggaran
(KPA) saja yang digugat, juga
Panitia Pembuat Komitmen
(PPK) kantor KPPN Bima turut
serta digugat dengan pokok per-
soalan yang sama.
Ditambahkan Sulaiaman,
Untuk mjengerjakan proyek ge-
dung KPPN kliennya cukup loy-
al. Jjelasnya, H.Hikmah atas
nama PT Talenta, banyak peker-
jaan yang dikerjakan diluar draI/
bestek), mengingat membangun
dikampung kelahiran sendiri,
tentu memerlukan kwantitas dan
kualitas,¨ Kalau cerita dan mau
hitung-hitungan dengan klien
saya, silalan,¨ tutur Sulaiman.
Sulaiman MT mengaku telah
mendaItar gugatan perdata di
Pengadilan Negeri Raba Bima
dengan nomor register perkara
37/ Pdt. G /2012 /PN. RBI.
'Kami sudah mendaItarkan guga-
tan perdata di Pengadilan Negeri
Raba Bima kaitan pembayaran
sisa termin, pembayaran biaya
pemeliharaan, biaya ganti rugi
serta biaya addendum yang be-
lum dibayarkan,¨ ucapnya,
Rabu.
Sulaiman MT menceritakan,
tender pembangunan kantor
KPPN Bima tersebut dimenang-
kan oleh PT Talenta Ria Lestari
dengan nilai kontrak Rp5,5 mil-
yar lebih. Direktur perusahaan
tersebut yakni Robertson Gul-
tom.
Ditengah jalan, Robertson
Gultom memberikan surat kua-
sa kepada H. Hikmah sebagai
pelaksana serta penyedia dalam
pekerjaan pembangunan kantor
KPPN Bima tersebut. Adanya
pemberian kuasa tersebut, di-
laporkan pada KPA dan PPK.
'Karena secara administrasi
tidak ada persoalan, KPA mau-
pun PPK akhirnya mengucur-
kan dana 20 persen dari total
nilai kontrak pada penerima
kuasa sebagai tanda dimulainya
pekerjaan pembangunan kantor
KPPN Bima,¨ kisahnya.
Setelah menerima dana 20
persen, peneri ma kuasa
H.Hikmah, memulai pekerjaan
hingga sampai pada tahap Iin-
ishing. 'Proses pembayaran se-
jak termin pertama hingga ter-
min penyelesaian pekerjaan lan-
car-lancar saja,¨ ucapnya.
Namun, ungkapnya, saat kli-
ennya mengajukan pencairan
sisa termin dengan nilai rupiah
Rp1,2 milyar serta 5 persen bi-
aya pemeliharaan, diketahui
sudah dicai rkan. 'Rupanya
KPA dan PPK ini sudah men-
transIer ke rekening Robertson
Gultom,¨ ungkapnya.
Kliennya bingung atas peris-
tiwa tersebut, ujarnya, karena
sepengetahuan kliennya peker-
jaan pembangunan hingga uru-
san keuangan sudah dikuasakan
oleh Robertson Gultom kepada
kliennya. 'Buktinya pencairan
awal dilakukan oleh klien saya,¨
terangnya.
Meski diperoleh penjelasan
demikian, kliennya tetap tidak
mau tahu dengan kejadian terse-
but. Penagihan secara baik sudah
dilakukan beberapa kali, namun
Sulaiman selaku KPA pekerjaan
pembangunan KPPN Bima
tetap pada pendirian semula.
'Mau tidak mau klien kami
menyelesaikan di Pengadilan.
Klien kami menuntut denda ko-
mpensasi akibat kesalahan terse-
but senilai Rp386 juta, menun-
tut pengembalian dana Rp1,2
milyar, menuntut biaya adden-
dum Rp500 juta yang belum
dibayarkan serta biaya pemeli-
haraan 5 persen,¨ pungkasnya.
Sulaiman menjelaskan, klien-
nya menuntut biaya addendum
karena pada saat pelaksanaan
ada pekerjaan tambahan yang
disertai addendum baru, akan
tetapi belum dibayarkan oleh
KPA maupun PPK KPPN
Bima``²R.ô2/KH/KIA1
Korupsi dan Menipu Kepala ........................................................................................................................................................................................................ saroungan ha| 1
Keenam balon itu masing-
masing, Brigjen TNI(Purn)
H.Bahir Alamsyah. Sip (Inde-
pendent), Drs. H.Abdul Rah-
man Rosyidi MM (PNS), Is-
kandar SE ( PAN), Answeky
(PAN),Yusup Mekki, dan seor-
ang perempuan Ny.Hj. Tartilah
(Isteri Ishak Mekki).
Salah seorang bakal calon
(balon) Brigjen TNI (Purn)
H.Bahir Alamsyah. Sip, saat
dikonIirmasi KORAN INTEG-
RITAS secara tegas menyatakan
kesiapannya turut serta menca-
lonkan Bupati Kabupaten OKI
periode 2013-2017.¨Sudah men-
jadi pilihan, saya akan menca-
lonkan diri sebagai cabup pada
pemilukada Ogan Komering Ilir
mendatang,¨ katanya tegas.
H.Bahir mengemukan, dirin-
ya sebagai mantan TNI yang
mempunyai pengalaman selama
memimpin pasukan dibeberapa
daerah di Indonesia, karena di-
rinya memiliki strategi serta sys-
tem dalam memimpin pemerin-
tahan. Sebagai putra daerah yang
lahir di Desa Batuampar, OKI
Sumatera Selatan sudah waktu-
nya kembali ke desa untuk
mengabdi membangun Kabupat-
en OKI bersama rakyat.
Alasan yang sangat men-
dasar untuk kembali ke desa,
selain ingin menyelematkan ket-
erpurukan masyarakat ekonomi
menengah dan kebawah yang
telah didzolimi kaum politisi
yang menghimpun kekayaan le-
wat jabatannya selama jadi bu-
pati.¨ Saya melihat di Kabupat-
en OKI ini banyak pejabat kaya,
namun rakyatnya miskin. Ini
tidak boleh terjadi, dan perlu
saya selamatkan,¨ jelas H.Bair
serius.
Menyinggung soal pasangan
sebagai balon cawabup serta
partai yang akan dijadikan per-
ahu dam kesiapannya dalam
menghdapai lawan-lawannya
yang ambisi untuk mengganti-
kan Bupati OKI Ishak Mekki,
H. Bahir Alamsyah megatakan,
dirinya tidak gentar, dan hal itu
menyangkut teknis terutama
pasangan yang akan digandeng.
Yang pasti katanya, tidak akan
menggunakan perahu partai, '
Saya, calon independent akan
berkoalisi dengan rakyat.
Rakyat sudah malek (bosan,
Red) dengan politik,¨ tuturnya.
Hasil investigasi KORAN
INTEGRITAS di Kabupaten
OKI Sumatera Selatan, bahwa
Pilkada 2013 Kab OKI, tersirat
ada enam nama balon yang am-
bisi untuk memimpin pemerin-
tahan di daerah penghasil ikan,
duku dan durian tersebut, selain
Brigjen TNI (Purn) H. Bahir
Alamsyah Sip, lima nama balon
lainnya yaitu Drs.H. Abdul
Rahman Rosyidi.MM.MBA,
saat ini bertugas sebagai Asis-
ten II Bidang Ekonomi dan Pem-
bangunan Pemkab Ogan Ilir (OI)
di Indralaya.
Salah seorang sumber KO-
RAN INTEGRITAS di Pemk-
ab Oki mengemukan, ketiga
nama balon ini seperti,
Hj.Tartilah, Iskandar SE dan
Answeky, sulit untuk diterima
oleh masyarakt kabupaten
Oki.Pasalnya, mereka itu san-
gat kental dengan aroma KKN.
Contohnya Iskandar SE, dia
pengurus PAN di Sumsel juga
adik kandung Hatta Rajasa
(Menko Perekonomian RI,Red)
namanya sudah tidak mendapat
tempat di sejumlah desa di
Kab.Ok, kecuali di desa Jejawi
dan Sirah Pulau Padang.
Selain itu, nama Tartilah. Dia,
adalah isteri H.Ishak Mekki.
Bila Hj.Tartilah menjadi Bupati,
penyakit sang suami tetap akan
melekat. Selama dua priode sua-
minya (H.Ishak Mekki) menja-
bat Bupati, tidak menunjukkan
seorang pemimpin yang mer-
akyat, lebih dominan menghim-
pun kekayaan dengan cara
merampas tanah rakyat.
Selama Ishak Mekki jadi
Bupati, pembangunan hanya di-
pusatkan disekitar kota Kayu
Agung, dan begitu juga KKN
semakin kuat. ' Bagi saya, se-
bagai warga Kayu Agung, sia-
papun yang jadi Bupati untuk
prode lima tahun ke depan no-
problem, yang penting jangan
Iskandar dan Hj.Tartilah,¨ pin-
ta seorang karyawan di Pemkab
OKI.
Ketua Komisi KPUD OKI,
H. Abdul Hamid Usman SH
Mhum melalui Divisi Humas,
hubungan antar lembaga dan
mata pilih KPUD, Idham Kha-
lik SE mengatakan, Pilkada OKI
dipercepat, bersamaan demng-
han Pilkada Gubsumsel.
Idham Khalik mengatakan,
perubnahan jadual pelaksanaan
Pemilukada
OKI tertsebut sesuai den-
gan tahapan Pemilukada di
KPUD Sumsel, dimana Pilkada
OKI digelar serentak dengan
Pil gub Sulksel , Pil kada
Kab. Banyuasi n, Pelkada
Kab.Lahat dan Pilkada Kab.
Empat Lawang.
'Alasan pengganbungan lima
Pemilukada secara serentak itu
diatur sesuai dengan Pasal 235
Ayat 2 UU No.12/2008 tentang
Perubahan Kedua UU No.32/
2004 tent ang pemerintah
Daereah yang menyatakan peng-
gabungan pelaksanaan Piklkada
Enam Nama Balon Bupati Oki .................................................................................................................................................................................................. saroungan ha| 1
Gubernur dengan Pilkada Bu-
pati/walikota hanya dimungkin-
kan dalam kurun waktu 90 hari¨,
jelas Idham.
Selain dasar UU No.12/2008,
menurut Idham, Pilkada seren-
tak ini akan menimbulkan dam-
pak positiI, terutama dari sisi
waktu dan anggaran, ' Ini per-
intah undang-undang. KPUD
OKI hanya menjalankan perin-
tah dan bekereja sesuai dengan
aturan yang ada, Namun Pemi-
lukada serentak ini banyak
positiInya, seperti mengawet
waktu, pikiran, tenaga, terma-
suk anggaran,¨ tutur Idham
Untuk itu ,KPUD OKI saat
ini sudah mulai nbergerak mem-
persiapkan kebutuhan, seperti
penyusunan anggaran, logistic,
dan berbagai sersasiapan lain-
nya.
'KPUD sekarang sedang
menginventarisir, terutama men-
genai jumlah penduduk atau
mata pilih, Kami akan berkoor-
dinasi dengan Dinas Kepen-
dudukan dan Catatan Sipil, agar
data yang didapat ini benar-be-
nar valid,¨ jelasnya.
Ditempat terpisdah Kadis
Dukcapil OKI, Gamal Abdul
Najib SH mengtakan, saat ini
proses perekaman elelktronik
kartu tanda penduduk ( e-KTP)
di Kab.OKI sudah mencapai 100
persen dari target 472.500 wa-
jibn e-KTP
'Kita telah menyelesaikan
program nasional e-KTP pada 5
April lalu. Data inilah yang ke-
mudian akan dijadikan pedoman
dalam penyelenggaraan berbagai
program Pemerintaha Kab.OKI
, termasuk juga dapat yang di-
gunakan KPUD untuk dijadikan
patokan jumlah mata pilih,¨ tu-
tur Gamal.
Sementara itu, salah seorang
pengamat politik kabupaten
OKI,MT januar SIP mengatakan,
pelaksanaan pilkada serentak ini
merupakan suatu solusi agar leb-
ih eIektiI,dan sebaiknya di set-
iap propinsi itu cukup satu kali
pelaksanaan pilkada, yaitu pilka-
da gubernur, bupati maupun
walikota.
Menurutnya, selama ini kita
disibukkan dengan kegiatan pemi-
lu, baik itu pilkada bupati, gu-
bernur, pemilu legis latiI dan pe-
milihan presiden,hal ini jelas ban-
yak menghabiskan energy dan
biaya, belum lagi potensi mun-
culnya kerawanan di tingkat
masyarakat menjadi lebih tinggi
akibat gesekan-gesekan kepent-
ingan. Dengan pilkada serentak
ini kita dapat meminimalisir ber-
bagai gesekan di tengah masyara-
kat.¨ Jelasnya. `` BAWAL2/
R.02/KINT
ta Pusat, ditulis oleh Sio Hong
Wai pengusaha pemilik toko
emas Onma di kota Tarutung,
Sumatera Utara, buku berisikan
tulisan yang mengisahkan bah-
wa orang batak disebutkannya
sebagai keturunan Kanibalisme
(pemakan daging manusia).
Dengan tulisan tersebut, suku
batak banyak yang menghindar
dan merasa disudutkan.
Sio Hong Wai menerbitkan
buku judul Tionhoa di Tarutung
itu terinspirasi dari adanya pen-
yataan pernyataan diambil le-
wat copvfaste tulisan StamIord
RaIIles tahun 1820,kunjungan
dokter Jerman dan ahli geograIi
Franz Wilhelm Junghuhn,Oscar
Von Kessel yang mengunjungi
Silindung pada tahun 1844,Ida
PIeiIter Augustus 1852 dan cofv-
paste dari buku lainnya yang
tidak dapat di pertanggung
jawabkan kebenarannya.
Dalam buku tersebut di urai-
kan, bahwa etnis Tionghoa di
Tapanuli Utara ditulis Sio
Hong Wai merupakan kebang-
gaan karena keberhasi lan
ekonomi dan harta
kekayaan,demikian juga pada
budaya nya mengesankan Tion-
ghoa tidak pernah dijajah oleh
Belanda, karena takut kepada
Tionghoa. Masih banyak hal
hal yang menyalahi aturan ter-
dapat dalam penulisan dan pen-
erbitan buku tesebut. Ada ke-
san orang batak tidak punya
keberanian untuk melawan pen-
jajah Belanda.
Buku tersebut diluncurkan
pada tanggal 31 Maret 2012,
bertepatan hari ulang tahun
sipengarang, dalam peluncuran
yang disaksikan masyarakat
Tapanuli Utara, Bupati Tapan-
uli Utara Torang Lumban Tob-
ing dalam kata sambutannya
merestui penerbitan buku Sio
Hong Wai,bahkan Bupati Tor-
ang Lumban Tobing sempat
memberikan cendera mata beru-
pa Mangulosi (menyelendang-
kan ulos Batak) kepada sipenu-
lis Sio Hong Wai, Ulos Batak
sebagai bent uk doa restu
sekaligus merayakan hari ulang
tahunnya si penulis.
Dengan adanya ucapan Bu-
pati Taput merestui dan man-
gulosi si penulis, menimbulkan
reaksi keras dari masyarakat
Batak, bai k di Kabupaten
Tapanuli Utara, Sumatra Utara
umunya, bahkan reaksi datang
dari masyarakat Batak yang be-
rada di Jabotabek. Pasalnya,
buku judul ' Tionghoa di Tapan-
uli Utara¨ merupakan pelece-
han kebudayaan dan adat istia-
dat masyarakat Batak.
Kepada KORAN INTEG-
RITAS, Ganda Tampubolon
mengatakan, jangan karena nila
setitik rusak susu sebelanga,
gara gara ulah Sio Hong Wai ter-
jadi pertentangan antara Suku
Batak & Suku Tionghoa di Taru-
tung pada khususnya, dunia
pada umumnya. Menurut Gan-
da, dengan adanya tulisan Sio
Hong Wai di buku tersebut akan
mengeruhkan situasi Kamtib-
mas, bahkan ini bisa saja diman-
Iaatkan untuk kepentingan
politik,menjelang pilkada 2013
di Kabupaten Taput ' Ini un-
tuk mengali hkan perhatian
masyarakat. Menjelang Pilka-
da 2013 suhu politik di Taput
mulai memanas,¨ jelasnya.
Ditambahkan Ketua Umum
LSM-LPPN , buku tersebut
diterbitkan dengan tidak mem-
pertimbangan dampaknya. Jan-
gankan etnis Batak, etnis Tion-
ghoa pun merasa tersinggung
karena secara jelas Sio Hong
Wai telah mendiskreditkan
suku Tionghoa di Tarutung, dan
issu sara mulai berkembang, re-
kasi keras dari masyarakat
Batak dan etnis Tionghoa lain-
nya mulai muncul. Pasalnya,
buku tersebut sudah beredar
dan dibaca masyarakat Sumatra
Utara, khususnya masyarakat
Tapanuli Utara dipasti akan
mengundang kemarahan ter-
hadap etnis Tionghoa
Untuk meredam kemarahan
masyarakat Batak dan etnis
Tionghoa di Taput , Ganda
Tampubolon saat ini bersama
teman-teman di LSM lainya
sedang melakukan investigasi
dilapangan, siapa dalang dibalik
penerbitan buku dan sipenulis
buku Tionghoa di Tarutung,dan
siapakah pihak yang bertang-
gungjawab atas hak ciptanya
sebagaimana UU No.19 Tahun
2002,apakah sipengarang atau
sipenerbit, dan apakah benar
ada keterlibatan Bupati Tapan-
uli Utarata ?,¨ Itu perlu saya
pelajari, ' jelas Ganda.
Lebih lanjut Ganda Tam-
pubolon atas nama LSM yang
dipimpinnya telah melakukan
koordinasi dengan Sekretaris
DPD Partai Hanura Kabupat-
en Tapanuli Utara Riris Lum-
ban Tobing, berkaitan dengan
terjadinya pengulosan terhadap
si penulis buku oleh Bupati Ta-
put, adalah merupakan puku-
lan besar bagi masyarakat
Batak, sehingga Sekretaris
DPD Partai Hanura t elah
melakukan aksi demonstrasi
dan meminta Bupati Torang
Lumbantobing segera men-
delegerasikan hak implemen ta-
sinya atas peredaran buku Tion-
ghoa di Tarutung. Ganda dan
Riris mendesak Dewan Per-
wakilan Rakyat selaku pemega-
ng mandat rakyat, memanggil
Kapolres Tapanuli Utara, un-
tuk segera mengusut tuntas ,,
menindak Sio Hong Wai dan PT
Bujana Tirta sebuah percetakan
yang menerbitkan buku terse-
but .
Menurut Ganda, Wakil Ket-
ua DPD Partai Hanura Tapan-
uli Utara Ny.Riris Lumban To-
bing, ketika mencermati isi
buku yang dibagi bagikan pada
saat pert emuan dengan
masyarakat batak merasa
berkeberatan. Liris pun lang-
sung melakukan protes. Kata
Liris Lumban Tobing, buku
karangan Sio Hong Wai agar di
tarik dari peradaran karena di-
pastikan akan mengundang reak-
si, tulisan yang dimuat di buku
itu menebar Iitnah dan menga-
rah terhadap terjadinya perang
SARA (Suku,Agama,Ras dan
Antar Golongan).
Senada dengan Riris Br
Lumban Tobing, Sekretaris
Jenderal DPP Partai Persatuan
Nasional (PPN), Ratna Ester
Lumban Tobing menyatakan
prihatin adanya budaya dan is-
tiadat suku batak disudutkan
oleh etnis Tionhoa Sio Hai
Wong lewat tulisannya itu.
yang menyatakan keberatan
atas terbitnya buku judul Tion-
ghoa di Tarutung, juga Sekjen
Partai Persatuan Nasional
(PPN) Ratna Ester Lumbanto-
bing, saat ditemui KORAN
INTEGRITAS disebuah pusat
perbelanjaan di Jakarta, Ratna
Est er menyatakan rasa
kekecewaannya terhadap pe-
merintah daerah Kabupaten
Tapanuli Utara, terutama ter-
hadap sikap Bupati Taput yang
mendukung Sio Hai Wai men-
erbitkan buku tersebut, bahkan
Bupati sendiri sempat mengu-
losi Sio Hong Wai 'Ada apa
dibalik itu semua ? '.
Ratna Ester, tidak banya
memberikan komentar, tapi pi-
haknya lewat jalur partai akan
mendalaminya, apakah dibalik
penulisan buku serta penggu-
losan yang dilakukan Bupati
Torang Lumbantobong ada un-
sure politis ataukah hanya se-
batas mencari popularitas Sio
Hong Wai pribadi ?¨ Akan kita
evaluasi lebih dalam,¨ tuturn-
ya.
Untuk meredam amarah
masyarakat Taput, baik yang
ada di tanah batak maupun di
Jabotabek, pihak LSM PPP-
NRI telah melaporkan Sio
Hong Wai dan PT Bujana Tirta
termasuk Bupati Torang Lum-
bant obing dan Kapol res
Tapanuli Utara ke Kapolri, Jak-
sa Agung dan ke Menteri Pen-
didikan & Kebudayaan, karena
Bupati telah melakukan per-
sekongkolan dengan aparat
penegak hukum untuk mem
Back Up Sio Hong Wai.²²R.ô2/
KH/C1/KIA1
Sio Hong Wai Cemarkan Budaya Batak .............................................................................................................................................................................. saroungan ha| 1
To|ang Luroan Too|ng
h.h||rah hVS.SE
8
EDI SI NO. 167 / TAHUN I V / AGUSTUS2012
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
LEMBARAN
Pungutan Liar di Sekolah Negeri Dari Tahun Ke Tahun Tetap Subur
Kepsek & Komi te Bi ang Pungl i
Bogor, KINT-Sejak tahun 2009,dana BOS naik secara
signiIikan menjadi Rp. 400.000/tahun/siswa untuk SD
dan Rp.575.000/tahun/siswa untuk SMP.Skala prioritas
penyerapan bant uan operasional pendidi kan waj ib
bel aj ar sembil an t ahun tersebut adal ah unt uk
pengadaan buku bahan ajar,buku teks pembelajaran,
buku reIrensi, buku pengayaan dan buku lainnya yaitu
buku yang hak ciptanya dibeli/dibayar oleh pemerintah
dan/atau 145 judul buku sesuai Permendiknas No.2
Tahun 2008.
Setiap siswa harus mencakup satu buku satu siswa
dapat dibawa pulang untuk dipelajari dan dikembalikan
setiap akhir tahun/semester,apabila penyediaan buku
tersebut tidak dapat dilakukan secara sekaligus, sekolah
penerima BOS dapat melakukan pembelian secara
bertahap. Setiap siswa harus mencakup 1 buku satu
siswa x jumlah mata pelajaran yang menjadi buku
inventaris dimasing masi ng masing sekolah.Maka
untuk mengetahui jumlah buku inventaris disekolah
yang sumber dana dari bantuan operasional sekolah
(BOS) dimasing masing sekolah adalah jumlah jumlah
siswa x jumlah siswa x jumlah mata pelajaran.
Selai n pembeli an buku dar i sumber dana
BOS,pengadaan buku dari sumber DAK/DAU/Block
Grant/ Hibah/ CD/CSR, Bant uan Sosi al bai k yang
bersumber dari dana APBD/APBN atau kompetensi
pungutan komi te sekolah, sangat berbeda besaran
pengeluaran BOS buku oleh sekolah yang belum pernah
menerima, dimana yang pernah menerima anggaran
tersebut seperti DAK (Dana Alokasi Khusus) telah
menyediakan dana Non Fisik sebesar Rp.52.000.000.
unt uk pengadaan buku pengayaan dan buku
reIrensi,demikian juga sekolah yang pernah mendapat
pembangunan ruang perpustakaan tel ah mendapat
pengadaan dana Non Fisik berupa pengadaan buku.
Berdasarkan Permendi kbud No.60 t ahun
2011"larangan pungutan disekolah SD/MI ,dana BOS
kembali naik sekitar 40 °, sehingga permendikbud
No.60 Tahun 2011, menyimpulkan melakukan pungutan
di sekolah SD/MI dianngab sebagai Pi dana.Namun
yang terjadi di Kabupaten Bogor Jawa Barat,peraturan
tersebut tidak berl aku,sebagaimana yang terjadi di
SDN.05 Bojong Gede, Kab. Bogor, telah memperoleh
pembangunan perpustakaan, dana BOS, BOSDA dan
Block Grant dalam meningkat kan mutu pendidikan
di bidang sarana dan prasarana, hampir setiap saat
menjual buku terhadap siswa,sumber dana BOS buku
yang di alokasi kan dari dana BOS, tidak diketahui
keberadaannya dan di duga kuat dit el an t anpa
dikunyah,pasalnya tidak dapat dibuktikan BUKU yang
dibelanjakan dari Dana BOS sejak dana BOS naik secara
signiIikan tahun 2009 dan 2012.
Demikian juga buku yang bersumber dari dana
pengadaan perpustakaan tahun 2010, mempunyai nasib
yang sama ti dak diket ahui keberadaannya.Keti ka
dikonIirmasi KORANJ INTEGRITAS, kepala sekolah
menghindar dari wartawan, tidak hanya menghindar
dari kejaran wart awan Kepala Sekolah, juga tidak
bersedi a menj awab pertanyaan yang diajukan oleh
pengurus LSM PPPNRI. Hi ngga berit a i ni nai k
cetak,Kepala Sekolah SDN.05 Bojong Gede Kab.Bogor
Jawa Barat ,masih melancarkan penjulan buku Bahasa
Inggris dan bahasa daer4ah masing-masing seharga
Rp.20.000 dan Rp.18.000,-
Pengalokasian dana BSM dan BOSDA untuk tahun
ajaran 2009 s/d 2012 juga tidak diketahui nama nama
siswa selaku sasaran penerima BSM (Bantuan Siswa
Mi ski n) dan pos pos penyerapan dana BOSDA
Rp.25.000/ tahun/ si swa .Unt uk kasus yang sangat
merugikan para orang tua yang anaknya sekolah di
seloha itu, pihak aliansi peduli pendidikan dan LSM
PPPNRI, mendesak Irjen Pendidikan &Mendikbud
agar segera mel akukan ti ndakan t egas terhadap
Kepal a Di nas Pendi dikan dan Bupat i Kabupaten
Bogor, karena dinilai Bupati Kabupaten Bogor tutup
dan mungkin masih tidur, sehingga tidak pekak terdap
dunia pendidikan .``/GANTAM/KINT
Bupat i Kab Bogor Tidur ;
Kepala Sekolah Lakukan Pungli
dan Penjualan Buku Liar di SD/ MI
Jakarta, k|NT- Poz|r Fauz|
8oWo 8o||oha|oha 0|a|as Pon
do|||aan Pa|ya| V|s||n.
Poz|r Fauz| 8oWo, ada|ah
po|a|u |o|ups| oo|jaraah sopo|||
Kopa|a 0|nas Sos|a|, Kad|s Po|
|aranan, Kad|s Ta|a Ko|a, Kad|s
Pb 1a|an dan Ponga||an, Kad|s
Pond| d||an dan Kooudayaan,
Kad|s 0|ah|aga dan Poruda,
Kad|s Poo|huoungan, Kad|s Ko
oo|s|han, Kopa|a Po|pa||||an. Ko
|ups| sys|or oo|an|a| h|nga d||a|u
|an o|ah pa|a Kopa|a Su|u 0|nas
(Sud|n} d| 5 w0||ay|ah Ko|a dan
d| Kaoupa|on Kopu|auan So||ou.
1o|ang por||u|ada P|ov|ns|
0Kl 1a|a||a a|o|as| dana oan|u
an soc|a| (oansos} d| AP80 ron
|ng|a| roncapa| Pp 1,3 |||||un.
Pon|ng|a|annya so|a|a dongan
200 po|son da|| n||a| sooo|urnya.
Von|ng|a|nya angga|an dana oan
sos |onon |angsung d||a|u|an Fauz
|ooWo, dan |asus |o|ups| dana oan
sos |o|soou| sooo|urnya |o|ah d|
|apo||an o|oh Vayjon (Pu|n} P||yan|o
ran|an Waguo 0Kl yang rongun
du||an d|||.
0a|ar upaya ronyo|ara||an
uang Noga|a, |a|usan rahas|sWa da||
A||ans| Vahas|sWa 1a|a||a bn|u|
Koad||an (AV1AK} aWa| ou|an ju||
|a|u ro|a|u|an unju| |asa d| dopan
0odung KPK, pa|a rahas|sWa
rondosa| pa|a p|rp|nan KPK un
|u| sogo|a ronang|ap dan roro|
||sa 0uoo|nu| 0Kl Fauz|ooWo dan
|o|on|nya, oa|| yang oo|co|o| d|
8angga| 0PP0 raupun ro|o|a
yang oo||ugas d| 0|nas Sos|a| 0Kl
1a|a||a.
Koo|d|ona|o| doro, w|W|| Susan
|o da|| AV1AK |opada pa|a Wa|
|aWan d| godung KPK rongoru|a
|an, ponya|ahgunaan angga|an dan
|o|ups| |o|hadap dana oansos yang
ro||oa||an 0uoo|nu| 0Kl Fauz|oo
Wo sanga| |o|asa oag| Wa|ga 1a|a||a
|a|angan ronongah |o oaWah (
Wa|ga r|s||n,Pod}.
Yang sanga| ronusu| po|asaan
rasya|a|a|, dong|an ||oa||oa saja
ronjo|ang P|||ada 0Kl dana oansos
ro|onja| h|ngga Pp 1,3 ||||un a|au
so|a|a dongan 200 po|son. ¨Po|||||
angga|an | |u o| asanya so| a| u
oo||o|o|4as| dongan pon|ng|a|an |a
sus|o|ups| dana h|oah dan oansos
ronjo|ang p|||ada . Fauz|ooWo ha|us
d|po|||sa . Apa |oag|| saa| |n| Fauz|
ooWo r|onca|o|an guoo|nu| |ag|.
Sooaga|rana has|| aud|| 8adan
Poro|||sa Kouangan (8PK} so||a
da|a |||ons |o|ups| has|| ||so| lCw
dana oansos oanya| d|so|oWong|an
un|u| |opo||uan op|||ada . Toruan
lCw , a|o|as| dana oansos da|ar
s||u||u| AP80 1a|a||a pada 2009
roncapa| Pp 215,51 r|||a| juga d||o
|ups|, |o|jad| |ahun2009.Angg|an un
|u| rongn|as|an rasya|a|a| r|s
||n d| 1a|a||a, |o|nya|a d|sa| ah
guna|an o|oh o||| un|u| roro|aya|
a|||v||as po|||||. ln| sudah jo|as |o|ah
ronya|ahguna||an |o|uasaan. Po
z|r Fo|o d| 0Kl.
0||orpa| |o|p|sah Anggo|a T|ga
P||a| Kor|||aan(3pK} anggoa| T|r
Ko|ronov lnp|os 5|2004, da|| un
su|o pongusaha h. h| |rah
hVSA.SE ronga|a|an, sys|or
|o|ups| oo|zaraah yang d||a|u|an
o|oh |oz|r||da| saja |o|jad| d| ||ng|un
gan |s|ana |op|os|donan, yang so
|ara | n| po|a|unya d||a|u|an o|oh
|oz|r S8Y, juga |o|jad| d| ||ng|un
gan Porda 0Kl, d||a|u|an o|oh |o
z|r Fauz| 8oWo, dan apa yang
|o|ah d||apo||an o|oh waguo P||
ayan|o, ada|ah oona| hanya ||ngg
ga| |oso||usan KPK.
KLa|a h.h| |rah, j us|o|u
||ng|a| |ojaha|an |o|ups| d| P|o
vo|ns|o 0Kl P|| ng ||ngg|, dan
sudah ro|upa|an sa|u |osa|uan
an|a|a pa|a |opa|a d|nas h|nga |o
sud|n ras|ng ras|ng d| || ra
W||ayah |o|a dan d| Kaoupa|on
Kopu|auan So|| ou, ¨ Saya so
oaga| pongusaha dan acap
rondapa| po||a|uan ||da| soha|,
oa|| da|| guoo|nu|, Wa|||o|a rau
pun da|| pa|a anggo|a doWan.
ln||nya, sorua pa|o| p|oyo| ||da
po|nah d| |a|u|an po|o|angan,
sungguhpun d| |o|ang ||u |ac|o| |o|
o|pa|saan sooaga| |o|ra| ||as
saha,¨ jo|as h||rah. ''R.02/AAR/
CANTAM kINT.
Kasus Korupsi Dana Bansos,
I CW Desak KPK Usut Fauzi Bowo
menutupi biaya sekolah anak
saya,ujarnya.Sebaliknya Kepa-
la SDN Bunulrejo 2 Sidik Priy-
ono menolak pungutan pungli
,itu dana partisipasi ,sumbangan
sukarela, bukan paksaan .kalau
ingin sekolah berkwalitas, ya
boleh dong orang tua wali murid
menyumbang, ujarnya .
Meski demikian ,pihaknya
akan mengembalikan uang
tersebut,sesuai perintah dari
kepala dinas pendidikan kota
Malang .Kepala bidang pendid-
ikan dasar dinas pendidikan
Kota Malang S Atika menye-
butkan kepala dinas pendidi-
kan telah menginstruksikan
pengembalian uang sumbangan.
Sedangkan kepala dinas pendid-
ikan Kota Malang, Sri Wahyun-
ingtyas menyerahkan semua
permasalahan itu kepada kepa-
la sekolah.
Sekolah memiliki program
,kalau orang tua mau menyum-
bang ,ya silahkan.Kalaui tidak
ya,tidak usah dipaksa, ujarnya.
Dia juga mengaku tidak berani
member sanksi kepada sekolah
yang melakukan pungli. Ber-
dasarkan pantauan KINT di
Denpasar,pungutan saat pener-
imaan siswa baru (PSB) bervari-
asi antara Rp.500.000 sampai
Rp.1 juta .Uang tersebut di-
gunakan untuk kegitatan selama
masa Orientasi sekolah (MOS)
dan pakaian seragam. Saya tidak
berkeberatan harus membayar
pakaian seragam karena demi
anak saya. Saya harus bersyukur
karena anak saya bisa dapat
sekolah negeri. kalau tidak, saya
mesti keluar uang lebih banyak,
ujar Luh Metha,salah satu oar-
ing tua siswa SMP Negeri Den-
pasar.
Sebelumnya, Walikota Den-
pasar, Ida Bagus Rai Dharma
Wi jaya Mantrea memintan
sekolah negeri tidak melakukan
pungli saat PSB. Pungli yang di-
maksud, uang dipungut dari or-
ang tua tak jelas penggunaannya
.Kalau untuk pakaian seragam,
itu wajar,karena pemerintah
atau sekolah tidak ada menye-
diakan pakaian seragam gratis,
ujarnya.Senada dengannya, Ke-
pala dinas pendidikan Kota Den-
pasar, IGN Eddy Mulya meng-
takan pihaknya telah menerjun-
kan petugas untuki mmemantau
proses PSB. Sejauh ini pungu-
tan hanya untu MOS dan serag-
am sekolah dalam jumlah yang
wajar .kalau ada yang bertindak
diluar kewajaran, tentu akan
kami tindak, tegasnya.
Salah satu orang tua murid
diBengkulu mengaku dipungut
Rp.1,5 juta saat memasukkan
anaknya ke SMP Negeri. Uang
itu digunakan untuk pakaian se-
ragam, baju batik dan pakaian
olah raga, dan biaya lainnya.
Saya kebetulan ada uang, lang-
sung saya lunasi sesuai yang di-
minta sekolah. kalau membeli
pakaian seragam saya tidak ke-
beratan katanya.
Terkait hal itu, Kepala di-
nas pendidikan Kota Bengku-
lu, Yunirhan mengatakan pi-
haknya tel ah menghi mbau
sekolah tidak melakukan pun-
gut an kepada wal i
murid.Sekolah yang terbukti
melakukan pungutan akan
diberikan sanksi tegas sesuai
ketentuan yang berlaku.Namun
sejauh ini pihaknya belum
mendapat laporan dari
masyarakat soal pungli di SD,
SMP dan SMA/SMK Negeri.
Kalau ada l aporan dari
masyarakat dan dilengkapi data,
pasti kami tindak, ujarnya. Se-
dangkan di Palu, pungutan saat
masuk SMP mencapai Rp.1,5
juta .Riki Pongiri, salah satu or-
ang tua murid di SMPN 9 Palu
mengaku sejauh ini belum ada
pungutan ,kecuali biaya uang
seragam Rp.220.000.
Yang masih menjadi beban
kami adalah menunggu undan-
gan dari pihak sekolah untuk
menyepakati besaran biaya ma-
suk yang harus disetor. Ka-
barnya , pungut an sekitar
Rp.1,5 juta ,katanya. Dikabu-
pat en Bogor ,Jawa
Barat,Humas Kab.Bogor Roni
Kusmaya,menyatakan hingga
kini pihaknya belum menerima
laporan pungli di tingkat SD dan
SMP.Kalau terbukti sekolah
melakukan pungli ,kepala
sekolahnya akan ditindak.
Sementara itu ,Sekretaris
Komisi D Bidang Pendidikan
dan Kesehatan DPRD Kota
Bogor ,R Laniasari mengatakan
pihaknya akan menampung
laporan masyarakat terkai t
pungli. Untuk SD dan SMP
negeri ,siswa tidak akan dikena-
kan biaya dan sumbangan pen-
didikan seperti uang gedung dan
SPP. Kalaupun ada kebijakan dari
sekolah ,seperti pembelian buku
dan seragam,harus disepakati
dahulu dengan orang tua
murid,dan jangan sampai mem-
beratkan ,katanya.
Di Kabupaten Bogor, Jawa
Barat pungli masih marak .Bah-
kan disetiap SD,SMP,SMK/
SMK Negeri tidak mengenal
pendidikan gratis, Pengurus
LSM PPPNRI, Ganda Tampub-
olon kepada KORAN INTEG-
RITAS mengatakan, pihaknya
telah menyurati Gubernur dan
Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kab. Bogor, Jawa
Barat. Secara rinci, kata Ganda,
ihwal peraktek pungli disekolah-
sekolah dilakukan para kepala
sekolah dan komomite sekolah ,
hingga berita ini naik cetak tidak
pernah dijawab.
Pungli terjadi di SDN ,V Bo-
jong Gede,SDN. 01 Bojong
Gede, SDN.03 Bojong Gede.
Ketika di konIirmasi Kepala Di-
nas Pendidikan Kab. Bogor se-
lalu menghindar,demikian juga
Humas Pendidikan Kab.Bogor
Roni Kusmaya ,tidak memberi-
kan respon yang jelas,sehingga
diduga kuat adanya kerjasama
hitam,dan hanya cari ilmu sela-
mat 'tegas Ganda Tampubolon.
Di Tangerang Selatan, penjua-
lan Buku dan pungli penerimaan
siswa baru (PSB),uang SPP,Osis,
DaItar Ulang dan pungutan lain-
nya masih tetap berlangsung di
SMP 9 Ciputat , SDN.
1,II,III,IV,V dan VI Kelurahan
Sarua dan SMK 1 Tangerang Se-
latan. Ketika dikonIirmasi Kadis-
dikbud Tangerang Selatan men-
yatakan, tidak sepenuhnya
pembiayaan dana pendidikan di-
tanggung oleh pemerintah.Maka
bila berkeberatan uang PendaIta-
ran Ulang Rp.800.000 ribu di
SMK 1 ,orang tua siswa dapat
mengurus Surat Keterangan
Tidak Mampu (SKTM).
Ketikasalah seorang orang tua
siswa mengurus SKTM, pihak
sekolah SMK 1 Tangerang Sela-
tan ,tidak mau menerima ,sehing-
ga terkesan hanya akal akalan
saja.LSM PPPNRI menuding
kerjasama hitam SKPD/UKPD
di dinas pendidikan Tangerang
Selatan,sarat dengan korupsi, di-
mana hingga saat ini masyarakat
Tangerang Selatan tidak menge-
nal pendidikan Gratis. Spanduk
Sekolah di Tangerang Selatan
'Sekolah Menyelenggarakan
Pendidikan Gratis Bagi Siswa
Miskin & Tidak Mampu ,se-
harusnya menyelenggarakan
pemdidikan Gratis Bagi Seluruh
Siswa,maka tetap dapat melaku-
kan pungutan.
Inkonsistensi Permendik-
bud.
Terkait maraknya pungutan
liar disejumlah sekolah negeri di
seluruh Indonesia, masyarakat
semakin kritis untuk mencari so-
lusi tempat mengadu. Masalah-
nya, mengadu/melapor ke Bu-
pati/Walikota dan Kadisdikbud
di daerahnya tempat terjadi ka-
sus pungli tidak pernah menda-
pat pelayanan, di tahun 2012
masyarakat yang menjadi sasa-
ran korban punglu PSB, lebih
percara mengadu/melaporkan-
nya ke Ombudsman dan ICW.
Sebagaimanadijelaskan Budi
Santoso dari Ombudsman, ber-
dasarkan pemantauan dan pen-
gaduan yang masuk ke posko
bersama Ombudsman dan kel-
ompok masyarakat sipil,seperti
Indonesian Coorption Watch
(ICW),di 21 kabupaten/kota di
tujuh provinsi ,rata rata pungu-
tan untuk jenjang SD/MI Rp.1,3
juta,Rp.2 juta untuk SMP/MTs
dan Rp.2,4 juta untuk tingkat
SMA/SMK/MA.Bahkan pun-
gutan disekolah negeri lebih be-
sar disbandi ng sekolah
swasta.Total laporan pelangga-
ran yang diterima mencapai 112
kasus di 108 sekolah diberbagai
jenjang.
Budi Santoso mengatakan,
modus pungutan ,antara lain bi-
aya seragam,biaya operasional
,bangunan,buku,dana kordinasi,
internetkurikuler, sumbangan
pengembangan institute dan
uang pangksal.
Kata Budi, atas nama lem-
baga Ombudsman sangat men-
yesalkan penerbitan Permendik-
bud 44/2012 untuk mengganti-
kan aturan sebelumnya ,Per-
mendikbud No. 60 Tahun 2011
Tentang Larangan Pungutan Bi-
aya Pendidikan pada SD dan
SMP. Dalam Permendikbud
yang baru SD dan SMP swasta
penerima bantuan operasional
sekolah (BOS) di ijinkan me-
narik pungutan ,pada hal sebel-
umnya dilarang. Permendikbud
44/2012 menunjukkan inkonsis-
tensi kebijakan karena tidak
adanya policy making yang ter-
encana dengan baik,matang dan
visioner. Perubahan kebijakan
hanya dalam waktu sekitar enam
bulan dengan materi saling ber-
tolak belakang tidak sesuai den-
gan kebijakan wajib belajar Sem-
bilan tahun ,tegas Budi.
Senada dengannya ,Koordi-
nator Divcisi Pelayanan Publik
ICW Febri Hendri mengatakan
pihaknya juga menerima laporan
soal pungutan saat mendaItar ul-
ang dan penahanan ijazah di
tingkat SMP/MTs dan SMA/
SMK/MA. Rat a-rata uang
daItar ulang untuk SMP sebe-
sar Rp 370.000 dan SMA Rp
1,3 juta.
Pungutan tersebut dinilai
melanggar PP No.48/2008 ten-
tang Pendanaan Pendidikan
yang menyebutkan pungutan
disekolah seharusnya tidak
boleh dikaitkan dengan per-
syaratan akademik atau pe-
nilaian hasil belajar , dan kelulu-
san siswa. Namun, Iaktanya se-
bagian besar sekolah melanggar-
nya dengan menyodorkan daItar
sumbangan yang sanggup diba-
yar oleh orangtua murid, jika
kelak anaknya diterima di
sekolah tersebut.
Terkait masih maraknya
pungutan-pungutan di setiap
sekolah di Indonesia, Plt Direk-
tur Jenderal Pendidikan Dasar
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Suyanto menegas-
kan SD dan SMP negeri sama
sekali tidak boleh menarik pun-
gutan. Pemerintah daerah harus
bersikap tegas untuk memberi-
kan sanki kepada para kepala
sekolah yang masih menarik
pungutan. ' Menurut Per-
mendikbud 44/2012, pungutan
harus dikembalikan kepada or-
angtua. Daerah juga bisa mem-
berikan sanki lain sesuai peratu-
ran disiplin pegawai negeri sip-
il, berupa teguran, penurunan
pangkat, atau pemberhentian
secara tidak hormat¨ papar
Suyanto.
Bubarkan Komite
Dari tahu ke tahun, usai ujian
nasioanl (UN) dan saat peneri-
maan siswa baru(PSB) berbagai
pungutan mulai dilakukan oleh
para kepala sekolah bersama
komite sekolah , baik sekolah
negeri maupun swasta. Tidak
hanya menjelang UN dan PSB,
begitu memasuki tahap belajar
di sekolah para murid dirongrong
oleh adanya pungutan yang dis-
osorkan para kepala sekolah dan
ketua komite.
Untuk memperkecil pungu-
tan liar di setiap sekolan negeri
dan swasta, anggota Tim Mod-
ul Fokalist Integritas-anggoat
Tiga Pilar Kemitraan (3PK) mi-
tra kerja Tim Kormonev Inpres
5/2004, Achmad Fauzi menge-
mukakan, sebaiknya komite
sekolah dibubarkan saja, baik
komite di SD,SMP,SMA negeri
maupun di sekolah swasta, kare-
na tidak berpihak kepada
masyarakat, terutama para or-
ang tua/ wali murid.
Menurut A.Fauzi, kebih baik
dikembalikan lagi ke semula, ke
Persatuan Orangtua/wali Murid
& Guru (POMG), lewat
POMG ini masyarakat orang
tua/wali murid bisa mengontrol
langsung ki nerja kepala
sekolah, tanpa diIilter pihak
lain, seperti adanya komite
sekolah. Lagi pul a, kata
A.Fauzi, orang-orang sangat
tidak bermanIaat bagi orang
tua/wali murid. Kerja komite
sekolah, merekayasa peraturan
Mendikbud dan merekayasa
surat keputusan kepala dinas
Pendikbud bersama para kepala
sekolah, supaya pratek pungu-
tan terhadap murid berjalan mu-
lus. ²²R.ô2-KH/C1AM/KIA1.
H. N0h, Von|o|| Pond|d||an
PENGURUS BESAR
M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan Sel amat el amat el amat el amat el amat
HARI RAYA IDUL FI TRI 1433 H
"H|oa| A|d|o wa|fa|dz| o-Hohoo Haaf Iah|r 8 ßath|oº
0rs. h|kmat 5|regar
Ko|ua brur
9
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
1akarta, KINT- Sejum-
lah wartawan ibu kota, ter-
masuk wartawan KORAN
INTEGRITAS, Ali Cipon-
doh pada pilkada DKI put-
aran kesatu, telah untuk
mengikuti kampanye pasan-
gan nomor urut 3, Jokowi-
Ahok ke Kabuapaten Kepu-
lauan Seribu, Provinsi DKI
Jakarta, dengan menggunaan
kendaraau laut bertolak dari
dari dermaga VI Marina An-
col, Jakarta Utara menuju
gugusan Kepulauan Seribu.
Menggunakan kapal pesiar yang relative mewah, berkapa-
sitas 35 sampai 40 penumpang menuju pulau Untung Jawa,
ditempuh dalam waktu perjalanan 1 jam. Betapa kagetnya
Ahok dan rombongan ketika tiba di Pulau Untung Jawa, yang
menyambut sejumlah kader dan simpatisan PDIP dan Gerin-
dra, karena ternyata sebagian besar warganya 'diungsikan¨, .
Beradar khabar, bahwa warga yang menghuinui Pulau Untung,
telah diangkut ke kawasan obyek wisata di Puncak, Bogor,Jawa
Barat, sebelum Ahok dan rombongan Ahok tiba di Pulau Un-
tung Jawa, agar Ahjok tidak menmdapatr simpati.
Menjawab pertanyaan wartawan, apalah kejadian ini meru-
pakan kesengajaan atau sabotase dari kandidat tertentu, Ahok
menjawab dengan diplomatis ,¨Kejadian ini mirip dengan apa
yang pernah saya alami pada saat mengikuti Pilkada di Bangka
Belitung beberapa tahun lalu. Pada saat saya mengunjungi suatu
desa, dijumpai banyak bus yang mengangkut penumpang ke-
luar meninggalkan desa tersebut, ternyata terjadi kesalahpaha-
man, masyarakat dibohongi dengan inIormasi seolah-olah saya
tidak jadi berkampanye diwilayah itu, melainkan diwilayah
lain.
Sampai-sampai ada pernyataan jangan ketemu dengan Ahok,
yang suka bicara berbaliklah, yang mengatakan Ahok KaIir,
tidak tahu apa-apalah !. Rakyat masih punya nurani, siapa
yang tulus , siapa yang 'bulus¨ mengakali mereka! Seyogyan-
ya jangan sampai menyinggung masalah 'sara¨ (suku, agama,
ras, antar golongan).
Pejabat adalah pelayan publik (masyarakat), jika sudah
menjadi pejabat seharusnya rakyat mudah menghubungi mere-
ka. Sebagai contoh, jika rakyat mempunyai telpon genggam
(HP) mudah menghubungi ambulans yang akan membawa warga
yang sakit kerumah sakit atau puskesmas terdekat , jika puskes-
mas menolak melayani mereka, kita copot kepala puskesmas-
nya!.¨
Sementara dipulau Tidung, rute Ahok berikutnya, Sidik,
seorang Ketua Himpunan Nelayan Pulau Seribu menyatakan
dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ahok. Menanggapi
pernyataan dari Sidik, yang mewakili nelayan setempat itu ,
Ahok mengatakan 'jangan sampai no hp saya hilang, tolong
bantu kami untuk memenangkan Pilkada DKI ini !¨.
Pada pukul 12.00 Wib, rombongan Ahok pun bertemu
dengan rombongan Jokowi di Pulau Pramuka. Dalam sambu-
tannya Jokowi mengatakan , antara lain : 1). Jangan sampai di
Puskesmas setempat, dokternya tidak ada. Banyak dijumpai
anak-anak yang menderita penyakit cacar atau juga ada yang
polio. Seharusnya dokter standby 24 jam.
2). Untuk bidang pendidikan, idealnya sekolah yang terse-
dia dari SD sampai dengan SMU/SMK, sehingga anak-anak
tidak perlu menyebrang dari satu pulau ke pulau lain, untuk
berangkat ke sekolah. Padahal untuk membangun sekolah, dana
yang diperlukan hanya Rp. 10 sampai Rp. 12 Miliar saja, 3).
Soal kematian, perlu disiapkan dana kematian. Mengingat bi-
aya pemakaman di DKI berkisar sampai Rp. 2 Juta-an.
4). Soal air bersih, perlu diupayakan pencarian sumber air
yang baru, meskipun dibeberapa titik sudah ada sumber airn-
ya,5). .Jika Ia terpilih nanti, untuk mengatasinya Jokowi-Ahok,
sudah disiapkan, a). Kartu Jakarta Sehat, terdiri dari Gold
Card untuk yang tidak mampu, dan Silver Card bagi warga
yang mampu, b). Kartu Jakarta Pintar, yang disediakan untuk
peserta anak didik, sekolah gratis dari SD sampai dengan SMU/
SMK.
Dalam dialognya dengan pendudukuk Kepulauan Seribu,
Jokowi mengatakan, bahwa prioritas pasangan ini adalah
masalah kesehatan dan pendidikan, disamping ingin mengem-
bangkan potensi pariwisata di Kepulauan Seribu. Untuk men-
ingkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat, dimana
potensi pariwisata dari pulau ke pulau ini diIasilitasi oleh
pemerintah²²Ratno/ Ali Cipondoh/KIA1
Cawagup Datang Warga Pulau Untung
Diboyong ke Puncak
1AKARTA, KINT - Sebanyak 1.645 peserta mengikuti
ujian masuk bersama (UMB) Regional III Jawa Timur (Jatim)
yang digelar di Universitas Hang Tuah (UHT) dan Institut
Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) Surabaya.
'Karena jumlahnya banyak terpaksa pelaksanaan ujian
dilakukan di dua tempat,¨ kata Ketua Pelaksana UMB Re-
gional III Jatim Soegiono kepada wartawan di Surabaya.
Pelaksanaan UMB yang ditangani oleh Perhimpunan SMPB
Nusantara, diikuti 97.108 mahasiswa se-Indonesia, dan di
Regional III Jatim jumlah pendaItar sebanyak 1.645 mahasiswa.
Membel udaknya jumlah peserta UMB tahun ini
mengejutkan panitia. Pasalnya, sejak awal hanya menargetkan
sebanyak 1.500 calon mahasiswa. Panitia menggelar ujian
hanya selama dua hari.
Materi ujian tidak jauh berbeda dengan yang akan diujikan
pada tahun lalu. Hasil ujian diumumkan pada 21 Juni. Peserta
UMB memperebutkan 10.362 kursi yang disediakan se- In-
donesia, dengan rincian 5.465 kursi untuk jurusan IPA dan
5.104 IPS.
Soegiono mengatakan, perbandingan antara jumlah kursi
yang disediakan dengan pendaItar satu banding sembilan. Ini
menunjukkan antusiasme mahasiswa terhadap SMPB masih
besar. Untuk Regional III Jatim, paling banyak memilih Uni-
versitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kuota UMB ini, tersebar di lima Perguruan Tinggi Negeri
(PTN) yakni, UI, Unhas, Universitas Sumatera Utara (USU),
Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Islam Negeri
(UIN) Jakarta.```Achmad Fauzi/KINT
bn|vo|s||as lndonos|a Vas|h
0|ou|u Ca|aon Vahas|sWa
UMB Jatim Diikuti
1.645 Peserta
I1AZAH lokal langsung
diberikan oleh pihak IAKPSU
tanpa mengikuti perkuliahan
,Ibelala Gea selaku rektor beru-
saha mendapatkan ijazah lokal
jurusan Theologia Kependetaan
dengan gelar STH sebagai pen-
dukung dan gelar tersebut suk-
ses dipergunakan dalam penan-
datanganan mahasiswa yang te-
lah lulus.
Dengan diberikannya Ijazah
lokal kepada Ibelala Gea ,adalah
sebagai dasar untuk ikuti Ujian
Negara (UN) yang tidak pernah
kuliah pada jurusan theologi
kependetaan di IAKPSU, seh-
ingga terkesan adanya kerja sama
hitam. pembohongan terhadap
panitia ujian negara oleh Ibelala
Gea.
Mencermati ijazah Ibelala
Gea, terdapat beberpa kejang-
galan yang sangat menyolok,
terindikasi ijazah tersebut aspal,
seperti pas photo yang di tem-
pel pada ijazah tidak terkena
stempel, pemberian NIDA
berikut pengusulannya dengan
mahasiswa satu angkatan, yang
seharusnya serentak dengan satu
angkatannya.
Ditemukan perbedaan NIDA
dalam satu angkatan,dimana Ibel-
ala Gea mempunyai NIM
: 9 6 1 0 1 9 2 2 , N I D A
:23030061,dan dalam NIM
:99109018,NIDA :21030043
atas nama Bajidu ,satu angkatan
mengesankan adanya penyim-
pangan dalam pengusulan
NIDA.
Pada tahun 2003 s/d 2006
Ibelala Gea Dosen/Ketua Juru-
san Theologi pada STAKPN
Tarutung,pada saat itu juga
dipergunakan ijazah lokal yang
dikeluarkan IAKPSU Medan
(Gelar STh),dari interval waktu
kuliah,Ibelala Gea memperoleh
ijazah STh dan S2 pada teng-
gang waktu yang sama sehingga
kapan di lakukan waktu
kuliah,dan kapan waktu beker-
ja.
Sumber KORAN INTEG-
RITAS di Tarutung, seperti 6
mahasiswa angkatan IAKPSU
menyatakan, bahwa Ibelala Gea
tidak pernah kuliah di IAKPSU,
dan nama Ibelala Gea tidak ter-
daItar di buku wisuda tahun
2003, juga Ibelala Gea tidak per-
nah ada ijin belajar untuk mem-
peroleh ijazah Theologi Kepen-
detaan (1996 2003), kecuali
ijin belajar untuk S2 Lingkun-
gan Hidup.
Ibelala Gea PNS mulai tahun
1996 sebagai Dosen di STAK-
PN Tarutung Tapanuli Utara,
lamanya waktu memperoleh
ijazah STh -S1 Pendidikan Aga-
ma Kristen (PAK) sejak tahun
1996 s/d 2003 tidak masuk
diakal.Sejak Ibelala Gea ketua
Jurusan Theologi,masih meng-
gunakan gelar STh,sesua dengan
tanda tangan ijajzah , namun set-
elah dilantik menjadi ketua
STAKPN Tarutung dalam pen-
andatanganan ijazah mahasiswa
tidaklagi menggunakan gelar STh
.Berdasarkan UU Sisdiknas
No20 Tahun 2003,dapat dipi-
dana dalam pemberian ijazah
yang tidak legal,vide KUHPi-
dana 266 dan 378 (bedrog)
.```Ganda/KINT ```
Dengan Modal I jazah Aspal;
Jadi Rekt or STAKPN Ibel al a
Gea Jadi Rekt or STAKPN
Tar0t0og, k|NT-Peoerb|tao |jazah |oka| atas
oama |be|a 6ea, t|dak ses0a| deogao has||
perk0||ahao yaog d||k0t|oya pada j0r0sao
Theo|og|a kepeodetaao |AkP5u,d|maoa yaog
besaogk0tao t|dak peroah meog|k0t|
perk0||ahao, sebaga|maoa s0rat peroyataao
bermatera| c0k0p o|eh beberapa temao
seaogkataooya.
SEMENTARA itu Indonesia
Corruption Watch (ICW) men-
yatakan, penindakan kasus ko-
rupsi di sektor pendidikan masih
sangat rendah, antara lain kare-
na penegak hukum terkesan
tidak terlalu serius dalam men-
gurus jenis kasus korupsi bidang
pendidikan.
Penindakan kasus korupsi
pendidikan masih sangat rendah
dibandingkan dengan besaran
alokasi pendidikan dan potensi
korupsi pendidikan berdasarkan
audit BPK, kata peneliti bidang
pendidikan ICW Febri Hendry
di Jakarta.
Menurutnya, penindakan
kasus korupsi pendidikan han-
ya mampu menjerat para pel-
aku di tingkat dinas pendidikan
dan sekolah. Sementara itu, pen-
indakan terhadap para pelaku di
tingkat departemen dan DPR
jumlahnya masih sangat sedikit.
Sejauh ini, sebanyak 287 pelaku
telah ditetapkan sebagai tersang-
ka yang sebagian besarnya be-
rasal dari dinas pendidikan (42
orang) dan jajarannya (67 orang).
Waduh...60 Persen Sekolah
Tilap Dana BOS!
Indonesia Corruption Watch
(ICW) menyatakan, sekitar 60
persen dari sekolah yang men-
erima dana Bantuan Operasion-
al Sekolah (BOS) menyeleweng-
kan dana yang telah diberikan
kepada masing-masing sekolah
tersebut.
Berdasarkan audit BPK dike-
tahui bahwa terdapat 6 dari 10
sekolah menyimpangkan dana
BOS, kata peneliti bidang pen-
didikan ICW, Febri Hendry, di
Jakarta.
Dia memaparkan, dana BOS
yang diselewengkan itu rata-rata
mencapai Rp 13,7 juta per
sekolah. Selain itu, ujar Febry,
ICW juga menemukan bahwa
beberapa dinas kabupaten/kota
mengarahkan pengelolaan dana
alokasi khusus (DAK) pada pi-
hak ketiga.
Menurut ICW, terdapat pula
dana sekitar Rp 852,7 miliar
yang berpotensi diselewengkan
dalam pengelolaan anggaran De-
partemen Pendidikan Nasional
(Depdiknas). Febri memapar-
kan, Depdiknas juga dinilai gagal
dalam mengelola anggaran pen-
didikan yang besar karena lapo-
ran keuangan Depdiknas hanya
bisa mendapat status opini Wa-
jar Dengan Pengecualian pada
2008 dari BPK.
Sementara itu, Koordinator
Divisi Monitoring Pelayanan
Publik ICW Ade Irawan mema-
parkan, tingginya dana yang ber-
potensi untuk diselewengkan
tersebut merupakan ironi di ten-
gah meningkatnya anggaran
pendidikan dan anggaran Dep-
diknas.
Depdiknas saat ini merupa-
kan penyandang alokasi angga-
ran yang paling besar, kata Ade.
Dia mengingatkan, Depdik-
nas pada periode 2004-2009
mengelola anggaran 115 persen
lebih besar dari Depdiknas pe-
riode sebelumnya.
Pembangunan Pendidikan
Disesuaikan dengan Potensi
Bangsa
embangunan pendi di kan
harus melihat kebutuhan dan
membangun potensi untuk men-
guatkan bangsa. Demikian di-
ungkapkan pengamat pendidi-
kan, Darmaningtyas dalam Dis-
kusi Meja Bundar bertopik Pan-
gan, Pendidikan dan Penegakan
Hukum yang diselenggarakan
Asosiasi ProIesor Indonesia, di
Jakarta.
Perlu revolusi cara berpikir
tentang pendidikan. Tidak usah
muluk-muluk ingin bersaing den-
gan negara maju dan internasion-
alisasi pendidikan. Kalau hendak
mengejar kemajuan teknologi di
negara maju tentu sulit. Lebih
baik pembuat kebij akan
memikirkan potensi yang sudah
dimiliki dan mengembangkan-
nya sehingga berdaya saing,
ujarnya.
Jika demikian, pendidikan
kelautan, pertanian, kehutan-
an dan perkebunan seharusn-
ya mendapat perhatian seri-
us. Ironis kalau Indonesia
harus mengimpor beras, ujarn-
ya.```/Ganda/KINT
Anggaran Dikorupsi Sektor Pendidikan Sangat Rendah
oahasan Pbb Por||u P|os|don dan
wa||| P|os|don dan has|| por||u |og
|s|a||vo. Pongururan |ons|os|an
Por||u |og|s|a||vo W2014 o|oh KPb
d||a|u|an so|o|ah pa|po| d|nya|a|an
|o|os vo|||||as| |ac|ua|.
ha| ||u d||a|a|an |or|s|ono| KPb
S|g|| Parung|as , A||o| 8ud|ran,
hada| 0uray dan lda 8udh|a||, |o|
|a|| |ahapan po|a|sanaan por||u |og
|s|a||vo 2014. S|g|| ronya|a|an
ponda||a|an pa|opo| poso||a por||u
d|ou|a 10 Agus|us sarpa|l 1 Sop
|oroo|, |orud|an d||a|u|an vo|||||a
s| |a||ua| ru|a| 424 0||ooo| 2012
dongan o|aya so|||a| Pp 200 r|||a|.
So|| ap KPb |aoupa|on||o|a
rono|jun|an 25 po|sono| , soh|ngg
ga da|| 491 |aoupa|on||o|a yang ada,
so||da||nya 12.425 po|sono|. ¨8|sa
juga ro||ao||an p|ha| |a|n, sopo|||
u|n|vo|s||as. To|ap|, da|| KPb |aou
pa|on||o|a, 25 o|ng a|an |u|un |ang
sung |o |apangan un|u| roro|||sa
|an|o| dan jur|ah |opongou|usannya.
Angga|annya saya ||da| ha|a|, |o|ap|
ronrcapa| Pp 200 r|||a|.
0a|ar vo||||as| |ac|ua|, ||r a|an
rorvo|||||as| jur|ah |opongu|usan
dan |an|o| pa|po| yang ro||pu||, 100
po|son un|u| ||ng|a| p|ov|ns|, 15 po|
son dan jur|ah |aoupa|on||o|a pada
p|ov|ns|, so||a 50 po|son da|| jur|ah
|ocara|an pada |aoupa|on||o|a
yang oo|sang|u|an. T|r juga a|an
rorvo||||||as| jur|ah 1.000 anggo|a
pa|po| d| so||ap |aoupa|on||o|a d|s
o||a| ou||| |a||u |anda anggo|a a|au
|a||| |anda pondudu|.(KTP}.
¨Vo|||||as| |ac|ua| sooaga|rana
d|a|u| da|ar Po|a|u|an KPb No 1|
2012, so||ap |ovo| punya anggo|a
vo|||||as|. Ada po|ugas sond||| d|
p|ov|ns| dan |aoupa|on||o|a. S|o
na||o |||a, pada |ovo| |aoupa|on||o|a
oo|jur|ah 25 o|ang yang a|an ro
ro|||sa |angsung |o |apangan, ro||
ha| |angsung |o pongu|usannya,¨
jo|asnya.
Khusus Soro||an pa|po| yang
||n| d| pa||oron, cu|up rro|ong|a
p| do|uron saa|, sodang|an|an pa|
po| |a|n yang |a| |o|os pa|||aron|a|y
|h|osho|d (PT}, Waj|o ronja|an| vo||
|||as| |ac|ua|.
A||o| 8ud|ran ronaroah|an,
jur|ah KPb d| ||ng|a| |aoupa|on||o|a
roncapa| 4901 dongan ||r vo|||||as|
ras|ngras|ng oo|jur|ah 25 o|ang.
¨Vo|||||as| |ac|ua| d||a|u|an o|oh 491
||8r d| KPb |aoupaon||o|a . So
dang|an, PPK,PPS, dan PPLN,
oo|ur |o|oon|u| |a|ona rorang oo
|ur Wa||unya. So||ap ||r oo|anggo|a
|an 25 o|ang,¨ jo|asnya.
Ka|a hada| 0uray, saa| |n| p|
ha|nya oo||onson||as| pada po|s|a
pan por||u |og|s|a|||. bn|u| po|s|a
pan por||u p|os|don, p|ha|nya ras|h
ronungggu bb oa|u yang h|ngga
||n| oo|ur so|osa| d|oahas o|oh pa|
|oron dan poro||n|ah.
To||a|| |os|ou|an KPb rorpo|
s|ap|an jo|ang por||u 2014,sojur
|ah po||||s| yang rongo|o|a pa||a| po||
||| |o|oosa|, sopo||| P.0o||a|, P0lP,
PPP,0oro||a|, hanu|a, 0o||nd|a,
PK8. 8ah|an, pa||a| Nas0or yang
oa|u souru| jagung sudah s|ou|
ronga|u| s||a|og| rorpo|s|ap|an
ca|aonca|onnya un|u| d|jago|an
ronjad| p|os|don po||odo 20142019.
Soou| saja, 1usu| Ka||a (1K}
ru|a| d|||||| Su|ya Pa|oh, soron|a|a
0o||a| sudah rorpo|s|ap|an Aou|
|za| 8a|||o (lca|} d|susu| Pa||a| 0o|
|nd|a d|pas|||an a|an rongusung
P|aooWo Suo|an|o. Yang pa||ng ro
na||| po|ha||an rasya|a|a| dan ron
jad| |uro|s d||a|angan po||||s| ada dua
nara yang a|an runcu|, ya||u Vach
|ud V0 Ko|ua VK dan 1o|o w|do
do, yang d|pas|||an a|an ronjad|
o|ang noro| sa|u d| P|ov|ns| 0Kl.
Konon, so|o|ah 1o|oW| dudu| d| Por
da 0Kl, ranouvo| po||||| ru|a| oo|g
o|a|. Ka|anya, 1o|oW| a|an d||arp||
|an o|oh P0lP dan d|du|ung Pa||a|
0o||nd|a.
Vony|nggung soa| Yusup Ka||a,
Aou||za| 8a|||o oo||oron|a|, ¨So|
ahu saya Pa| 1K ||u d| o|rasnya.
Nah |a|au da|| |nd||as| d|a d|p|||h (ca
p|os} da|| Nasdor nan|| |||a ||ha| da||
has|| |ap|rnas (0o||a|} oaga|rana.
Ka|au saya s|h |o|so|ah saja,¨ uja|
lca|.
Ko|ua brur 0o||a| Aou||za|
8a|||o, d|darp|ng| So|jon 0o||a|
ld|us Va|har, ronga|a|an ha| ||u
usa| rono||ra |oda|angan 0P0 ll
0o||a| da|| Ka|||r d| |od|arannya,
1| K| Vangunsa||o|o, Von|ong,
1a|a||a Pusa|, So|asa, 1u|| |a|u.
0|jo|as|an lca|, ada san|s| oag|
anggo|ayang ronca|on|an d||| da|ar
P||p|os narun da|| pa||a| |a|n. San|
s| a|an d|a|u| da| ar Pap|rnas
0o||a| ronda|ang. ¨1ad| |ap|rnas
a|an roru|us|an, po||ara ca|on
p|os| don, |odua roru|us|an
oaga| rana ro|an| sro da||
caWap|os, |o||ga |a|a ca|a por|||han
dan san|s| oag| anggo|aanggo|a
yang ronca|on|an d||| da|| pa||a|
|a|n,¨ |a|a lca|.
Sooo|urnya, Ko|ua brur Pa|
|a| Nasdor Pa|||co P|o Capo||a ror
oona||an p|ha|nya so||us rono|
opong 1K un|u| p||p|os ronda|ang.
Vonu|u|nya, 1K ada|ah |o|oh oang
sa yang ror||||| sodo|o| ponga|a
ran oo|ha|ga.
Ko|ua 0oWan Po|||roangan Pa|
|a| 0o||a| A|oa| Tandjung juga ronu
|u||an ada |orung||nan 1K d|cap|os
|an Pa||a| Nas0or. Ka|ona 1K
rorang sudah ronya|a|an |os|a
pan nyap|os.
¨Saya |||a |orung||nan ||u ada
|a|ona Pa| 1K juga ronya|a|an
|os|apannya un|u| ronjad| ca|on
p|os|don, naranya juga ada yang
roroo|||andu|ungan dan lca| juga
sudah ronya|a|an |a|au Pa| 1K rau
raju sooaga| ca|on p|os|don s||a|an
|ap| ca|| pa||a| |a|n,¨ |a|a A|oa| |opa
da Wa||aWan d| 0odung 0PP, Sonay
an, 1a|a||a, ppo|an |a|u.
Vonu|u| A|oa|, Nas0or juga |a|
o|sa d|sopo|o|an. Korung||nan Nas
0or o|sa oo||oa||s| rongusung ca
p|os d| Por||u 2014.''AAR|R.02|k|NT
Menj elang Pemilu 2014 ..............................sambungan hal 1
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
Kupang, KINT- Pemilihan Umum Langsung Kepala
Daerah (Pilkada) baik provinsi maupun kabupaten
kota ternyata ikut menyuburkan praktik korupsi.
Karena itu perlu dipertimbangkan cara terbaik untuk
memini mal i si r prakt i k korupsi saat Pil kada
tersebut.Pernyataan ini disampaikan Frans Skera
yang mantan anggota DPR RI dari Partai Golkar (1992-
1999)
Frans Skera mengatakan, pengalaman selama
beberapa kali pilkada di sejumlah daerah Provinsi
Kabupaten dan kota, seperti di NTT baik pemilihan
gubernur maupun bupati/wali kota terlihat sangat
jelas adanya praktik-praktik yang mengarah kepada
korupsi.
"Ketika menjelang pilkada, aka nada arisan para
pengusaha yang datang mengumpulkan uang untuk
kemenangan paket andalan mereka. Setelah pilkada
dan paket itu menang, mereka kembali berkumpul
untuk membagi-bagi proyek. Bagaimana kualitas
proyek itu, bukan menjadi urusan mereka. Inilah
praktik-praktik yang mengarah ke korupsi," katanya.
Frans menandaskan, untuk NTT hampir semua
kandidat memimiki kemampuan keuangan yang sangat
terbatas. Karena itu, setelah terpilih mereka juga akan
melakukan berbagai cara untuk mentupi pengeluaran
selama pilkada.
Mencermati hal ini, kata Frans, sangat diharapkan
pemerintah pusat mengambi l cara yang paling
bijaksana agar korupsi yang terjadi berkaitan pilkada
itu bisa diminimalisir.
"Kalau pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD, tentu
akan sangat menghemat biaya juga menekan bahkan
menghilangkan praktik korupsi itu. Jika pemilihan
oleh DPRD juga merupakan sebuah proses politik
mengapa tidak dilakukan," katanya.
Sementara, praktisi hukum, Frans Tulung pada
kesempatan yang sama menegaskan, korupsi
merupakan penyakit permanen yang sulit diberantas.
Selama ini aparat penegak hukum hanya sebagai
pemadam kebakaran. Mereka tidak pernah berpikir
bagaimana agar orang tidak melakukan korupsi
Menurut Tulung, korupsi terjadi karena ada
ruang. Ada ruang hukum yang lemah sehingga
menjadi pintu masuk bagi orang yang coba-coba
menjadi koruptor. Ruang administrasi negara juga
menjadi celah yang sangat baik untuk dimanIaatkan
pa ra korupt or. Dan i ni t er j adi pada l evel
perencanaan``/R.O2/KINT.
Pilkada Menyuburkan
Prtaktik Korupsi
10
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
1akarta, KINT- Pada kampanye pemilu 2009, Demokrat
mel uncurkan slogan¨Katakan Tidak Pada Korupsi¨
Belakangan, slogan ini seperti terlindas waktu menyusul
sejumlah kader demokray yabg terrsangkut korupsi. Untuk
mengangkat kembali semangat slogan diatas, Demokrat Bali
meluncurkan baju kejujuran.
Ini pertanda apa? Pakar psikologi politik UI ProI Hamdi
Muluk bilang, ini sinyal bahwa di akar rumput gerah dengan
banyaknya orang orang top Demokrat yang terlibat kasus.
Menurut proI Hamdi, peluncuran baju jadi pertanda Ketua
Umum Demokrat Anas Urbaningrum nesti segera bersih-
bersih
Bentuk baju kejujuran ini sih tidak berbeda dengan pakaian
biasa : kemeja motiI kotak kotak dipadu dengan krah putih
dan klir merah didalamnya. )Ang membedakan adalah dua
kantong putih di sisi kiri dan kanan yang menghadap ke bawah.
Baju ini diluncurkan di Warung Tresni. Jalan Drupadi,
Renon, Denpasar, kemarin. Peluncuran dilakukan Ketua DPD
Demokrat Bali Made Mudarta dan di saksikan Ketua Badan
Litbang DPP Demokrat Putu Susta, dan sejumlah kader
Demokrat Bali. Kata Made, baju kejujuran ini, merupakan
simbol agar para politisi, anggota Dewan dan pejabat negara
bertindak jujur dan tidak korupsi.. Kehadiran baju ini juga
diharapkan para pejabat melayani ke bawah dan mendengar
rakyat kecil.
'Itulah sebabnya, baju kejujuran ini dirancang dengan saku
terbalik ke bawah sebagai simbol anti korupsi. -ni pertama
kalinya di dunia, baju yang dirancang dengan menggunakan
saku ke bawah,¨ katanya.
Dengan kantong terbalik, pemakai baju ini tidak dapat
menerima apapun dari orang tertentu yang mau menyuap.
Sebab dengan posisi terbalik, kantong ini tidak bisa di isi
apapun.
'Saku ke bawah merupakan simbol bagi aparatur negara,
anggota legislatiI, dan sebagainya agar lebih melihat kebawah,
melayani ke bawah, mendengar ke bawah, dan tidak
menyangkut di kantong dan seterusnya,¨ papar .Mudarta
Saat ini, baju itu baru di buat sebanyak 17 potong.
Baju ini kemudian di bagikan ke DPP Demokrat yang
diwakili Putu Suasta, Ketua Fraksi dan istri Ketua Fraksi
Demokrat DPRD Bali dan beberapa pimpinan Demokrat.
Rencananya, baju ini juga akan dikirim ke Jakarta untuk Ketua
Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua Dewan
Pembina Demokrat SBY.
Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali AssegaI menyambut
baik peluncuran baju ini. Baginya, itu merupakan inisiatiI
yang bagus untuk memagari kader agar tidak coba-coba
melakukan korupsi.
Tapi, kata dia, sebenarnya pagar di Demokrat sudah sangat
tegas. Jargon Demokrat adalah salah satunya, yaitu nasionalis
religius. 'Ideologi partai jugA jelas, yaitu bersih, jujur, dan
santun. Ini baju kita. Kalau ini benar- benar kita pakai, tidak
akan ada yang korupsi,¨ katanya di sela buka puasa bersama
di Pulau Dua Senayan,
Pakar psikologi politik IU ProI Hamdi Muluk punya
pendapat berbeda. Menurut dia, peluncuran baju ini justru
merupakan kegerahan dan perlawanan kader di akar rumput
dengan banyaknya orang-orang top Demokrat terlihat kasus.
'Dengan baju ini seakan-akan kader Demokrat di bawah
bilang, wahai pimpinan, tolonglah jangan korupsi. Kami muak
dengan semua ini.
Berprilakulah bersih dan jujur,¨ ujarnya. Dengan sindiran
dan oerlawanan ini, kata Hamdi, harusnya pimpinan
Demokray kita sadar. Sebab, partai tidak akan bersih jika
pimpinan nya tidak melakukan bersih. 'Bersih-bersaih itu
harus dari atas. Tidak bisa dari bawah.```Moch.Fauzi/
Syahran Wahyudi/Ahmadi/KINT.
Tidak kurang dari 5.000 or-
ang menjadi korban janji paket
Lebaran. Mereka sudah mem-
bayar uang antara Rp. 500 dan
RP. 5.000 perhari selama 11
bulan. Pihak penyelenggara
merugi setelah menaruh sebagi-
an uang itu dalam investasi ber-
jangka.
Dalam janji paket Lebaran,
konsumen dijanjikan mendapat-
kan aneka barang kebutuhan,
mulai dari beras, daging sapi,
daging ayam, gula, kue, sirup,
hingga uang tunai. Jumlah barang
yang diterima bervariasi sesuai
dengan paket yang diambil.
Paket itu dijanjikan diantar-
kan ke konsumen 14 hari sete-
lah memasuki bulan puasa. Na-
mun hingga rabu (15/8) hanya
sebagian orang yang menerima
barang, dan i tupun belum
lengkap.
Tahun lalu, ada juga paket
lebaran seperti ini, tetapi lancar-
lancar saja. 'Makanya saya ikut
lagi,¨ kata Ines, warga Kampung
Rawa, Kecamatan Johar Baru.
Tahun lalu, dia ikut paket Rp.
1.000 perhari. Karena merasa
mendapatkan untung, ia ikut
kembali tahun ini. Ines mengam-
bil paket Rp. 5.000 per har, to-
talnya sudah Rp. 1,65 juta. Pi-
hak penyelenggara menjanjikan
paket Rp. 5.000 perhari berupa
uang tunai Rp. 1 juta, daging sapi
4 kilogram, beras 20 kg, ayam 2
ekor, dua kue kaleng, satu sir-
up, gula 1 kg, dan kacang tanah
kupas 1 kg.
Musrina, warga Johor Baru,
ikut paket Rp. 1.000. 'Saya juga
ikut paket Rp. 1.000 ditempat
lain dan tak ada masalah. Barang-
nya sudah saya terima sesuai
waktunya. Namun yang satu ini
malah macet,¨ ucapnya.
Ani, korban lainnya, menga-
takan, paket Lebaran ini menja-
di alat bagi warga yang ekonom-
inya pas-pasan untuk mena-
bung. 'Inginnya, pas Lebaran
sudah ada sembako yang dicicil
sehingga tidak terlalu berat,¨ ujar
penjaja nasi uduk ini.
Setelah kejadian ini, para pe-
serta paket ramai-ramai membu-
ru para koordinator. 'Pusing
saya karena harus memberi tahu
perserta yang menyetorkan uang
kepada saya. Mereka belum
tahu kalau ada masalah ini,¨ ujar
Yeni, koordinator di Citayam.
Warga percaya kepada Yeni
karena pada tahun lalu paket
serupa diberikan sesuai janji se-
hingga jumlah peserta naik dari
28 orang jadi 34 orang. Yeni
menjadi coordinator karena ada
imbalan Rp. 15.000-Rp. 20.000
per peserta.
Tambah untung
Peserta dan koordinator
yang marah mendatangi rumah
Sp sebagai penyelenggara di ka-
wasan Johar Baru, Selasa malam.
Namun rumah itu kosong kare-
na Sp sudah menyerahkan diri
ke kantor polisi. 'Saya cuma
ingin menambah keuntungan
dengan menggunakan uang war-
ga untuk investasi berjangka
emas,¨ ujar Sp di Polres Jakarta
Pusat.
Pria yang sudah tujuh tahun
menjalan usaha ini mengaku,
uang paket lebaran tidak mem-
berikan keuntungan besar bag-
inya. Tergiur keuntungan besar,
Sp mencoba mengikuti tawaran
tiga temannya menginvestasikan
uang. kalau ada untung, saya
bisa jual paket lebih murah lagi.
Koordinator-koordinator juga
bisa saya ajak jalan-jalan sebagai
bonus mereka,¨ ujarnya.
Kapolres Jakpus Kombes
AR Yoyol mengatakan tengah
mengumpulkan bukti terkait
kasus penipuan dan penggela-
pan ini. Jika terbukti melalukan
tindakan pidana, Sp terancam
hukuman penjara sampai 5
tahun.
Muhammad Zul karnain,
pengacara yang juga menjadi
korban, mengatakan pihaknya
kan menjadi Iasilitatoragar selu-
ruh pihak mendapatkan yang
terbaik. 'Kalau persoalan ini
dibawa ke ranah hukum, besar
kemungkinan Sp dipenjara. Ka-
lau begitu akan sulit mengem-
balikan dana yang sudah dise-
torkan oleh peserta,¨ ucapnya.
Menipu system bujuk rayu
Duniar Maharani Putri sami-
ta (33) dan Bambang Hermawan
Satria (33), suami istri pengu-
rus Koperasi Putra Pandawa
Mandiri, terancam hukuman
penjara 4 sampai 20 tahun dan
denda sampai Rp. 10 miliar.
Keduanya masih ditahan di Pol-
da Metro Jaya.
Hasil pemeriksaan terhadap
suami istri tersangka tersebut
dana yang dihimpun dari seki-
tar 1.300 nasabah sejak Septem-
bet 2011 hingga Agustus 2012
mencapai sekitar 600 juta. Dana
tabungan nasabah di koperasi itu
rata-rata sebesar Rp. 462.000.
Dana itu sudah habis digunakan
untuk keperluan pribadi ter-
sangka dan operasional kopera-
si.
Rincian penggunaaan dana
itu, Rp 230 juta diserahkan ke-
pada Firman, rekan bisnis ter-
sangka, untuk bisnis properti :
Rp 370 juta untuk operasional
koperasi, termasuk menggaji 30
karyawan dan Rp. 30 juta dibe-
likan barang elektronika dan ker-
ajinan sebagai barang modal pe-
sanan nasabah untuk dijual
kembali.
'Namun, dokumen pen-
dukungnya tidak ada. Seperti
pengakuannya, menyerahkan
uang kepada Firman untuk bis-
nis properti. Kemungkinan juga
Firman itu pun nama IiktiI,¨ kata
Kepala Bidang Humas Polda
Metro Jaya Kombes Rikwan-
to. Dia pun memastikan, dalam
mencari nasabah dilakukan
juga bujuk rayu dan iming-im-
ing menggiurkan sehingga or-
ang tertarik jadi nasabah den-
gan menyimpan uang ke kop-
erasi secara harian atau ming-
guan. ```Sahardi AR/KINT
Pengurus Koperasi PPM Lakukan Penipuan Jelang Lebaran
5000 Warga Jadi Kor ban
Jakarta,k|NT- 50am| dao |ster| ( 00o|ar Ha-
harao| P0tr| 5asm|ta dao ßambaog hermaWao
5atr|a, ked0aoya peog0r0s koperas| P0tra
PaodaWa Haod|r|, teraocam h0k0mao peojara
4 sampa| 20 tah0o dao deoda Rp. 10 m|||ar.
5aat |o| mer|ogk0k d|tahaoao Po|da Hetro Jaya.
Banyak Orang Top
Demokrat Terlibat Korupsi
Prof Hamdi Muluk;
Vonu|u| 0anda, sooona|nya
KPK ||da| ada a|asan oag| KPK un
|u| ||da| ronang|ap dan roro|||
sa 8upa|| Tapanu|| b|a|a dan Ko|ua
0PP0 Tapanu|| b|a|a, |a|ona so
rua oo||as yang d|oo|||an |opada
Ko|ua KPK ro|upa|an |asus |o
|ups| so|ara 2 p|| odo 20092014
yang d|po||ua| dongan has|| aud||
8PK, |a||a hu|ur dan a|u|a|.
8upa|| To|u|o, |a|a 0anda, po|
oua|annya ro|aWan ho|ur, d|a
rorpo||aya d||| sond||| soh|ngga
ro|ug||an |ouangan Noga|a. Pu
rusan |o|ups| pada pasa| 2
,bbNo.3 Tahun 1999,|o|rua| da|ar
pasa| (1} aya| 1 hu|u| ,a ,bb No.3
Tahun 1911, po|oodaan |urusan |o|
| o| a| pada rasu|nya |a|a
¨0apa|¨sooo|ur unsu| ro|ug||an
|ouangan po|o|onor|an Noga|a.
Pada bb No.31 Tahun 1999,pasa|
|n| |o|rasu| yang pa| |ng oanya|
d|guna|an un|u| ror|dana |o|up
|o|.
Ko|ups| yang d||a|u|an 8upa||
To|u|o, pada |ahun 200b |nd||as| |o
|ups| Pp.24.498. 551.548,00 da|| oo
sa|an dana Pp.351.315.130. 340,00
d| Kao.Tapanu|| b|a|a,h|ngga saa|
|n| ||da| |o|ung|ap,Wa|aupun sojur
|ah a|||v|s, LSV , Wa||aWan yang
ro|apo||an |opada ponoga| hu|ur,
ya||u 8an|uan Kouangan |opada pa|
|a| po||||| Pp.525.000.000,00, sosua|
dongan su|a||opu|usan 8upa|| Tapan
u|| b|a|a No.103 |angga| 25 1u|| 200b
,soh|ngga oo||on|angan dongan PP
No.29 Tahun 2005 ¨|on|ang oan|uan
|ouangan |opada pa||a| po|||||.
Poa||sas| poroangunan Ko|ar,
0odung dan Pongadaan Po|a|a|an
Laoo|a|o||ur 8a| a| 8on| h l|an
Pp.2.221. 180.000,00, a|o|as| dana
|o|soou| d| Va|| bp soh|ngga ||da|
sosua| dongan Koprondag|| No.29
Tahun 2002,|on|ang podoran pon
gu|usan , po||ang gung j aWaoan
|ouangan ,jo Kopp|os No.80 Tahun
2003¨|on|ang pongadaan oa|ang &
jasa.
Poa||sas| Angga|an dan Pon
go|oaan dana oo|gu||| pada d|nas
Kpo|as| & bKV ,||da| sosua| don
gan |o|o|angan so||a |o|dapa| |ung
ga|an Pp. 1.138. 4b0.120,00,||da|
dapa| d|po||anggung jaWao|an, so
h|ngga oo||on|angan dongan Su|a|
Eda|an Von|o|| 0a| ar Nogo||
No.903|2429|S1 |on|ang ponyusu
nan AP80,dan Podoran |o|n|s
po||ua|an roda| |o|j a raupun
K|ausa| da|ar po|janj|an pojaoa|
poroua| |or| |ron, Kopo|as| dan
bKV ,d| |o|ups| Pp.400.000.
000,00.
Poa||sas| po|a|sanaan Po|o|
jaan |ohao||||as| godung so|o|ah so
n||a| Pp.19.500.5b5 . b00,00, ||da|
dapa| d|po||anggung jaWao|an, |o|
jad| Va|| bp dongan ca|a ro|uoah
AP80 un|u| ronarpung angga|an
dan ||da| dapa| d|ya||n| |onoona|an
nya sooosa| Pp.1.119.443.800,00,
||da| sosua| dongan Kopu|usan 8u
pa|| Tapanu|| b|a|a No.41 Tahun
200b,|angga| 20 Noporoo| 200b,|on
|ang nara nara so|o|ah sasa|an
pono||ra so||a PP No.58 Tahun
2005¨|on|ang Pongo|o|aanKouangan
0ao|ah (8ao.V}.
Po|||ous| 0ao|ah Tahun 200b
Pp.1.458.821.b54,00 dongan |oa|
|sas| po|uoahan AP80 Pp.1.481.
811.922,00, ou||| so|o| 8ondaha|a
brur |o|dapa| Ponyo|o|an Po|||
ous| 0ao|ah Pp.134.248. 812,00,
||da| dapa| d|po||anggungjaWao|an,
soh|ngga oo||on|angan dongan Kop
rondag|| No.29 Tahun 2002 ¨Ton
|ang Podoran Po||anggungjaWan
an dan PongaWasan Kouangan
0ao|ah so||a Ta|a Ca|a Ponyusua
na AP80,pasa| 41 aya| (2}.
Pongo|ua|an o|aya |og|a|an d|
| ua| pongo|ua|an yang oo|s| |a|
rong||a| dan Waj|o rondahu|u|
Pongosahan AP80 |ahun 200b
,sooosa| Pp.111. 32b.931,00,||da|
sosua| dongan SPVb dan 8u|u
8an| 8ondaha|a brur 0ao|ah,
soh|ngga ||da| sosua| dongan Kop
rondag|| No.29 Tahun 2002 Ton|ang
Podoran Po||anggungjaWaoan &
PongaWasan Kouangan 0ao|ah.
Pada |ahun 200b Por|ao Tapan
u|| b|a|a ,rongosah|an Angga|an
So||o|a|| a| 0PP0 sooosa|
Pp.5.251. 1b1.b00.00, dongan |oa|
|sas| Pp.5.111. 453.913.00.0a|| oo
sa|an angga|an ,Pongo|ua|an 8o
|anja So||o|a||a| 0PP0 sooosa|
Pp.b1. 5b0.000,00 dan So||o|a||a|
0ao|ah (So|da} Pp.431. 990.454,00
|| da| dapa| d| po||anggungj a
Wao|an,dan Pp.300.000.000,00 , d|
a|o|as||an pada |og|a|an ponyu|u
han hu|ur oo|sara
Po||os,Koja|saan Nogo|| & Pong
ad||an Nogo||.
Poa||sas| angga|an oo|anja oag|
has|| dan oan|uan |ouangan pada
Pos So|da Tapanu|| b|a|a |ahun
200b, sooosa| Pp.891. 250.000,00
da|| oosa|an angga|an 8ag| has|| &
8an|uan Kouangan Tahun 200b
Pp.22. 188.801.bb4.00,||da| dapa|
d|po||anggung jaWao|an.
Ponyo|apan angga|an 8|aya
Koo|d|nas| AP80 pada soc|o|a||a|
dao|ah yang d|oooan|an pada 8o
|anja Apa|a|u| 8|aya 0po|as|ona|
dan Poro| | ha|aan Pp.53b.
000.000,00. 0o|uron pada po
rogang KAS So|da ,|o|dapa| adan
ya oan|uan adr|n|s||as| Vusp|da
Pp.340.000.000.00, yang d|oo|||an
sso||ap ou|an |opada Vusp|da Kaou
pa|on Tapanu|| b|a|a,||da| sosua|
dongan SK 8upa|| Tapanu|| b|a|a
No.95 Tahun 200b,|angga| 28 1u||
200b Angga|an oan|uan un|u| ron
du|ung |og| a|an Vusp| da
Kao.Tapanu|| b|a|a,jo Su|a| Eda|an
Vondag|| No.903|2429|S1 po||ha|
podoran ponyusunan AP80, sooo
sa| Pp.11b. 000.000,00 ||da| dapa|
d|po||anggung jaWao|an.
Pada Tahun 200b Pongo|ua|an
8an|uan Kouangan Kopada 0osa |
Ko|u|ahan Pp.1b.015. 109.1b1. 00
dongan |oa||sas| Pp. 15.003.109.
1b1. 00, oo|dasa||an 0ASK So|
0a d||o|ahu| oahWa oan|uan |o|so
ou| ada|ah un|u| o|aya hono| op
o|as| ona| dan poroo|dayaan
rasya|a|a| dosa sooaga|rana SK
8upa|| No.115 Tahun 200b,|angga|
1 Augus|us 200b,yang d|sa|u||an
ro|a|u| 8ANK SbVbT dan ras
|ng ras|ng d|sa|u||an |o |o|on|ng
|opa|a 0osa|Ko|u|ahan. Pada |on
ya|aannya ||da| sosua| dongan PP
No.58 Tahun 2005 ¨Ton|ang Pon
go|o|aan Kouangan 0ao|ah,pasa| b1
(1} Vonya|a|an oahWa so||ap pon
go|ua|an ha|us d|du|ung o|oh ou|||
yang | ong|ap dan sah rongona|
ha| yang d|po|o| oh o| oh p| ha|
yang ronag|h.
0or||| an juga pada Po|unju|
brur Po| a|sanaan 8an|uan
Kouangan Kopa|a 0osa|Ko|u|ahan
yang d||o|ua||an 8upa|| Tapanu| |
b|a|a pada |angga| 5 Sop|oroo|
200b, yang ronya|a|an ro|an|s
ro po|apo|an oan|uan |ouangan
|opada 0osa|Ko| u|ahan ,Cara|
sarpa| |o||ng|a| Kaoupa|on yang
ro|| pu|| |apo|an |oa|| sas| pono||
raan dan ponggunaan |ponya| u
|an oan|uan |opada poro||n|ah
0osa| Ko| u| ahan dan | apo|an
po||oroangan ||s|| dan |ouangan
dana poroangunan dosa|
|o|u|ahan,a|an |o|ap| ||da| |o|oa|
|sas| soponuhnya dan d|duga |ua|
d||o|ups| |a|ona ||da| ror||||| dan
d|du|ung o|oh ou|||.
Poa||sas| oooo|apa Pongadaan
8a|ang lnvon|a||s A| a| Kan|o| &
Purah Tangga r||| | Poro||n|ah
Kaoupa|on Tapanu|| b|a|a |ahun
200b Pp.3.105.811.100.00,ha|
|o|soou| d||o|ahu| oahWa oo|anja
oa|ang |nvon|a||s un|u| |an|o|
8upa|| 0odung 8, narun poroan
gunan oo| ur so|osa| ,soh| ngga
oa|ang oa|ang yang d|oo|anja|an
|o|oong|a| a| dan j uga ||da| ada
|orpa| jar|nan |oaranan, soh|ng
ga ha| |o|soou| || da| rorpo
doran| Kopu|usan Vo|o|| 0a|ar
Nogo|| No.29 Tahun 2002,Ton|ang
Podoran Pongu|usan ,Po||ang
gungj aWaoan dan pongaWasan
|ouangan dao|ah so||a |a|a ca|a
ponyusunan AP80 pasa| b4 aya|
(1} po|n 2 ,ronya|a|an oahWa p||n
s|p p||ns|p pongadaan oa|ang dan
jasa da| ar |ang|a po|a|sanaan
AP80 ada|ah |o|a|ah dan |o||on
da| | sosua| dongan |oou|uhan
da|ar ro|a|sana|an |ugas po|o|
dan pungs| ,j o Kopp|os No.80
Tahun 2003 ¨Ton|ang Pongadaan
8a|ang & 1asa. Pon||ng d||o|ahu|
so|||a| Pp.249. 0b0.155.00 ,||da|
dapa| d| ya||n| ponga|o|as| annya.
'''ßer|anjut edisi depan
Masyarakat Desak Ket ua KPK Tangkap Bupat i Taput .....................................................sambungan hal 1
Dal am upaya menuntut
haknya, Hj Heny Suhendani
yang tak mengenal lelah berjua-
ng selama 38 tahun, guna meng-
mbil alih haknya dari tangan-
tangan kotor para penguasa dan
pengusaha, masih mempunyai
harapan besar yang dapat dise-
lesai oleh Kepala BPN, Hendar-
man Supandji.
Dal am upaya untuk
mengmabil kembali haknya, Hj.
Heny, selaku pemilih sah pada
2 Juli 2012 telah menyurati Ke-
pala BPN Hendarman Supand-
ji, dengan harapan kepada Ke-
pala BPN yang mantan Jaksa
Agung ini dapat menyelesaikan
sehingga adanya kepastian hak
atas tanah miliknya,seluas 9.74
Ha. Eig. Verp No. 6431 Pondok
Pinang, Pondok Indah, Jakarta
Selatan, atas nama Ahli Waris
Toton cs. / Ny. Hj. Heny Su-
hendani selaku pemegang hak,
sangat berharap Hendarman Su-
pandji dapat menuntaskan per-
masalahan tanah Pondok Indah
tersebut.
Kepada KORANJ INTEG-
RITAS Hj.Henny mengtakan,
'Tanah seluas 9.74 Ha tersebut
merupakan pemberian Negara
berdasarkan UU No 1 tahun
1958 setelah tanah Eig. Verp.
No. 6431 Pondok Indah.
Sekarang Pondok Indah seluas
43,83 Ha dikuasai Negara dan
sebagai ganti rugi diberikan tanah
seluas 9,74 Ha secara cuma-
cuma dengan status hak milik
kepada Hj. Heny Suhendani se-
cara resmi melalui beberapa SK
Menteri Agraria/Kepala BPN
Selama 38 Tahun Lahan 9.74 Hektar .............................................................................sambungan hal 1
masa kepemimpinan Hasan
Basri Durin,¨ katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, pem-
berian hak oleh Negara tersebut
juga dikuatkan dengan pen-
gakuan Gubernur DKI dengan
Surat Gubernur DKI 3186/
073.3 tanggal 13 November
1996 dan Surat Gubernur DKI
No 159/1.711.9 tanggal 27 Jan-
uari 1999.
Terkait dengan surat yang
dilayangkan Hj.Henny ke Ke-
pala BPN Pusat, Ketua Umum
LSM-Suara Deras , pihaknya
mendesak Kepala BPN untuk
segera menuntaskan, karena ka-
sus tanah di Pondok Indah bu-
kan kasus baru. ' Ini kasus
lama, semua pejabat di negeri
ini sudah mengetahui, terma-
suk SBY dan Kepal a BPN
Hendarman Soepandji, ketika
masih mejnadi orang nomor satu
di kejaksaan agung.
Kata Maruli Siahaan, atas
segala sepak terjang Kepala
BPN yang baru beberapa bulan
ini menjabat, yakni Hendarman
Supanji. 'Saya mengenal betul
sosok Hendarman Supandji
sewaktu masih menjabat Ket-
ua Timtas Tipikor di Kejaksaan
Agung hingga menjadi Kejagung
RI, dan selanjutnya beberapa
bulan menjabat sebagai Kepala
Badan Pertanahan Nasional
(BPN).
Hendarman Supandji sudah
mulai melakukan gebrakan baru
yang membuat ketar-ketir
sejumlah pejabat BPN yang
merasa dirinya bermasalah.
'Saya memiliki keyakinan kuat,
bahwa beliau memiliki segala
kiat untuk menyelesaikan solu-
si tanah Pondok Indah ini,¨ pin-
tanya.²² Kukuh Harjaya/KIA1
Kemenpera Bangun..sambungan hal 1
rand| dan dapu|. 1ad|, ||s|||| PLN ||u o|sa d|guna|an hanya pas rus|r
hujan saja. Ka|au hujannya so|ara ||ga ha|| oo||u|u||u|u|, sudah pas||
ha|us rongguna|an ||s|||| PLN. Ka|au hujannya cura soha|| saja,
pono|angan ras|h cu|up da|| so|a| co||,¨ ung|ap 0jan.
0||anya soa| |orung||nan |ona||an ha|ga |an|a|an na||nya ha|ga
ha|ga |orponon |urah, 0jan ronga|a|an oahWa |orung||nan ro
rang na||. ¨Kan oangunannya oo||aroah jad| |ypo 45 da|| sooo|urn
ya |ypo 3b. Na|| sod|||| ||da| rasa|ah |an. Lag| pu|a, |ona||an ||u juga
|o|rasu| ponaroahan porasangan so|a| co||,¨ |andas 0jan.
So|a|n C||ayar, 0jan punya a||o|na||| dao|ah |a|n un|u| poroan
gunan |urah Wa||aWan. ¨A||o|na|||nya d| do|a| a||po|| Cong|a|ong. 0|
sana ada |anah 100 ho||a|. Cura ha|ga |anahnya |oo|h raha| da||pada
C||ayar. T|anspo||as| |oo|h su||| |ag| da||pada d| C||ayar,¨ |u|up 0jan.
Koron|o||an Po|urahan Pa|ya| (Koronpo|a} saa| |n| sudah ru|a|
ro||||| |oou|uhan |urah un|u| nonPNS. Sopo||| po|urahan un|u|
pa|a |u|| ||n|a a|au Wa||aWan. Vo|a|u| po|s ||||s yang d|||||r|an |opada
Purah123.cor, Koronpo|a d||oncana|an a|an roroangun so|||a|
1.000 |urah oag| pa|a Wa||aWan d| so|a|an 1a|a||a |oo|h |opa|nya d|
dao|ah C||ayar, 0opo|. P|oyo| poroangunan |urah |o|soou| d||on
cana|an a|an |arpung da|ar Wa||u onar ou|an ronda|ang.
Sopo||| yang d|ung|ap|an Von|o|| Po|urahan Pa|ya| (Vonpo|a}
0jan Fa||dz, poroangunan po|urahan oag| Wa||aWan ro|upa|an sa|ah
sa|u a|ahan da|| P|os|don Sus||o 8aroang Yudhoyono. ¨Pasa|nya,
so|ara |n| P|os|don ro||ha| ||no|ja Wa||aWan sanga| oo|a| ya|n| oaga|r
ana ro|o|a ha|us ronca|| oo|||a yang ha|us d||ayang|an |opada
rasya|a|a| |uas so|ara 24 jar.
Loo|h |anju| Vonpo|a 0jan Fa||dz, rongung|ap|an p|ha|nya a|an
ronunju| Po|urnas un|u| roroangun po|urahan Wa||aWan. ¨Nan||n
ya |o|as| po|urahan |n| a|an oo|ada d|pusa||an d| dao|ah C||ayar,
0opo|,¨ |andasnya. Nah, un|u| dapa| rorpo|o|oh |urah |n|, a|an
d|oo|||an oooo|apa |orudahan. 8osa| uang ru|a d|usaha|an ra|s|
ra| 10 po|son da|| ha|ga |urah. ha|ga |anah yang |o|ah d||aWa||an |o
Koronpo|a so|||a| Pp100.000 po| ro|o| po|sog|. 8o|dasa|an po|h|
|ungan Koronpo|a, o|aya un|u| poroo||an |anah yang d|po||u|an ad
a|ah Pp 10 ju|a. ha|ga oangunan |urah so|||a| Pp 25 ju|a dan sod||||
|oun|ungan un|u| pongoroang. Purah un|u| Wa||aWan |n| d||oncana
|an ha|ganya Pp 45 ju|a dongan c|c||an so|||a| Pp300.000 h|ngga
Pp400.000. Nah, un|u| dapa| rorpo|o|oh |urah |n|, a|an d|oo|||an
oooo|apa |orudahan. 8osa| uang ru|a d|usaha|an ra|s|ra| 10
po|son da|| ha|ga |urah. La|u, apao||a pa|a Wa||aWan sudah d| covo|
o|oh 1arsos|o|. ¨0|ha|ap|an 1arsos|o| o|sa ||u| roroan|u ponyod|
aan uang ru|a |o|soou|,¨ |aroah Vonpo|a 0jan Fa||dz.
Poroangunan p|oyo| po|urahan |n| ronu|u| Vonpo|a 0jan Fa||dz,
d|ha|ap|an o|sa so|osa| da|ar Wa||u onar ou|an ronda|ang. Ka|au
jur|ahnya ||da| |o||a|u oanya| Koronpo|a juga a|an ronggandong
¨Koron|o||an 8bVN un|u| r|n|a CSP da|| 8bVN un|u| pongadaan
po|aoo| |urah |angga,¨ ucapnya'''Ard|k|NT
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
A. Va|u|| Tua S|ahaan honda|ran Soopandj|
11
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
Banyuwangi, KINT- Ini terjadi di Desa Dasri, Kecamatan
Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tanah berupa
lahan pertanian sawah seluas 3,5 ribu meterperegi milik ahli
waris almarhumah Ny. Surah alias Asmarah yang telah
meninggal dunia pada tahun 2006 di Dusun Balokan Desa
Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, oleh
BPN Banyuwangi telah diterbitkan buku sertiIikat tanah atas
nama Alimin.
Tanah seluas tersebut, sejak meninggalnya Ny.Surah
diberikan kepada Ny. Hanisiyah(54), sebagai penerima waris
hingga saat sekarang, tanah seluas tersebut tidak pernah dijual
kepada siapapun, termasuk kepada nama Alimin alias Wiwit
Ariska. Bahkan, secara Iisik masih dikuasai oleh Ny.
Hanisiyah, karena memang dia, sebagai pemilik yang sah.
Anehnya, tanah seluas 3,5 ribu meter persegi telah
disertiIikatkan( diterbitkan buku sertiIikat,Red) oleh Kepala
BPN Banyuwangi atas nama Alimin alias Wiwit Ariska.Dengan
terbitnya buku sertiIikat tersebut menunjukan bahwa adanya
keterlibatan sejumlah oknum di Kantor BPN, Kecamatan
Tegalsari dan di desa Dasri yang dikenadilan oleh maIia tanah
dibawah komando Sdr.Alimin.
Mochamad Fauzi dari Tim Modul Fokalisat Intregritas
Wilayah Kresidenan Besuki, dalam beberapa pecan terakhir
melakukan observasi di lapangan, guna menelusuri seputar
kasus penyerobotan tanah yang dilakukan Alimin, sehingga
timbul buku sertiIikat Hak Milik No.269 atas nama Alimin
alias Pak Wiwit Ariska, dengan Nomor Induk Buku
12.37..67.06.1.00269.SertiIikat ditanda tangani tangal 15 Juni
2001 oleh Kepala BPN Banyuwangi Ir. Nawolo Prasetyo.
Dari data-data yang berhasil dihimpun dilapangan serta
pengakuan dari ahli waris, Kepala BPN Banyuwangi telah
menerbitkan buku sertiIikat tanah No. 269 atas nama Sdr.
Alimin sangat gegabah,sebagaimana dilaporkan Tim Modul
Fokalist Integritas ke redaksi;
1). Bukti akta jual beli atau menjual dari pemilik (ahli
waris) Ny. Hanisiyah kepada Sdr. Alimin tidak ada, 2).Tanda
bukti kutipan leter C dari desa Dasri No.2165 tidak sama
dengan aslinya. Aslinya leter C No.669 atas nama Surah bin
Asmarah. Ternyata terjadi pemalsuan dilakukan oleh Sdr.Alimin
Cs, 3).Izin tertulis/keterangan dari saksi tentang adanya
transaksi jual beli/pemecahan tanah dari pemilih yang sah atas
nama Sorah bin Asmarah, sebagai syarat untuk proses
pembuatan sertiIikat, juga tidak dimiliki oleh Sdr.Alimin,4).
Adanya laporan akta jual beli No Akta 110/Gmr/X/2000, juga
tidak sesuai dengan prosedur yang sebenarnya. Ini terjadi
dilakukan rekayasa oleh maIia tanah berkolaborasi dengan
oknum Kepala BPN dan Notaris selaku PPAT.Pasalnya, surat
akta jual beli tidak terdaItar dalam register di kantor Kecamatan
Tegalsari.
Untuk membongkar kasus maIia tanah yang melilit di kantor
BPN Banyuwangi serta untuk mengembalikan hak-hak milik
Ny. Hasnisiyah, selaku ahli waris Tim Modul Fokalist
Integritas, anggota Tiga Pilar Kemitraan- mitra kerja TIM
KORMONEV INPRES 5/2004, mendesak para penegak
hukum, Polres dan Kejaksaan Banyuwangi untuk menangkap
dan memeriksa nama-nama yang yang terlibat dalam proses
pembuatan buku sertiIikat tahah milik Ny. Hasnisiyah.
Sebagaimana data berhasil dihimpun nama para pelaku,
adalah Alimin (otak pelaku), mengaku kebal, banyak duit.
Dengan duit itu pula, aparat kepolsian di Polres Banyuwangi
segan untuk menagkap Alimin. Selain Alimin, adalah
Wariyanto, Eko Santoko, Moch Setiadi.BA, yang merupakan
jaringannya termasuk oknum Kepala BPN Banyuwangi
Sdr.Ir.Nawolo Prasetyo, yang juga terlibat kasus pembebasan
lahan untuk pembangunan lapangan pesawat terbang di
Banyuwangi. Selain itu, ahli waris minta Kepala BPN
Banyuwangi, untuk segera membatalkan dan menarik buku
seretiIikat tanah No. 269 atas nama Sdr Alimin alias Wiwit
Ariska, gugur demi hukum. Ini tantangan buat Kepala BPN
Hendarman Soepanji,SH```M. Fauzi/KINT.
APA RESEPsukses yang di-
pakai selama bertugas hingga
bisa meraih jabatan Pangkostrad
? Bagaimana pula pandangannya
soal stabilitas ketahanan Nasion-
al dan kondisi kekinian Sumut ?
Berikut wawancara khusus den-
gan Budiman Pardede (BP) den-
gan Pangkostrad Letjen TNI
A.Y. Nasution (Panglima/P), Se-
nin, pecan lalu di kediaman Jalan
Guru Sinomba IV Helvetia
Timur Medan, usai kunjungan
silaturrahmi Panglima ke berb-
agai elemen masyarakat Sumut.
Petikannya :
BP: Panglima disebut-sebut
salah satu jenderal religius
di TNI ?
P : Hahahahahahaha....biasa
aja. Saya sangat percaya praju-
rit yang baik itu adalah yang
dekat dengan Tuhannya. Kalau
dia dekat dan takut kepada Tu-
hannya, maka dia akan mengiku-
ti aturan-aturan yang diberikan
Tuhannya. Sehingga dalam ber-
tugas disiplin, memenuhi keten-
tuan serta takut berbuat kesala-
han. Prajurit itu manusia juga
kok, tidak jauh berbeda. Perin-
tah-perintah Panglima TNI dan
Kasad selalu mengingatkan per-
lunya seorang prajurit untuk ter-
us meningkatkan iman dan tak-
wa kepada Tuhan YME.
BP : Sering sekali jabatan
maupun status ekonomi
membuat seseorang lupa diri.
Enggan berbaur dan alergi
dengan bawahan sendiri atau
masyarakat kecil, pendapat
Panglima ?
P : Saya tidak mengenal itu.
Saya tidak risih berhubungan
dengan siapapun apalagi kepa-
da jajaran anggota dan rakyat
kecil. Semua manusia sama di
mata Tuhan. Kalau di kedina-
san saya sering bergabung sha-
lat berjamaah dengan jajaran
prajurit TNI dan mengarahkan
mereka melalui komunikasi-ko-
munikasi kecil. Kalau di rumah
saya membina keluarga. Sebab
posisi saya sekarang ini bisa se-
bagai komandan, orangtua, pem-
bina, bapak bahkan guru. Posisi
tersebut justru membuat saya
berperan kompleks melalui Iung-
si yang harus berjalan seiring.
Bukan berarti saya komandan
lalu saya menyamaratakan se-
mua orang dan kondisi. Di TNI
saya cenderung berupaya me-
letakkan diri sebagai bapak, te-
man dan saudara-saudara bagi
prajurit.
BP : Saat bersama prajurit
TNI AD apa yang Panglima
lakukan?
P : Begini ya, dengan berko-
munikasi kita akan mengenal
Iikiran orang lain bahkan mema-
hami jalan hidup mereka. Nah,
saat bersama prajurit tentu saja
saya menghubungkan keimanan
dan ketaqwaan menjalankan ag-
ama masing-masing. Hal itu saya
anggap prioritas demi kebaikan
tugas-tugas hingga mengetahui
sejauh mana mereka berhubun-
gan dengan Tuhannya.
BP : Saya dengar Panglima
Menghafal Alquran ?
P : Hahahahahahhaha.... se-
benarnya itu cita-cita keimanan
diri. Saya selalu berusaha mak-
simal mencari waktu tepat. (Tan-
pa diduga-duga, Hanum Siregar,
istri Pangkostrad A.Y. Nasution,
nimbrung bicara). 'Janganlah,
jangan, biar itu urusan bapak
sama Tuhan saja,¨ cetus Hanum
tersenyum kecil.
BP : Apa resep jitu Panglima
mempertahankan stabilitas
keamanan Nasional saat ber-
tugas di daerah operasi semi-
sal Aceh, Poso dan Timtim ?
P : Tidak ada yang aneh-
aneh. Seperti saya tegaskan di
awal, dekat dengan rakyat dan
hanya mendekatkan diri kepada
Tuhan. Hubungan itu membuat
saya tidak pernah takut terhadap
apapun. Karena saya yakin Tu-
han yang mengendalikan lang-
kah hidup ini. Selama saya
memohon terus pada Tuhan, gak
bakal ada yang perlu saya kha-
watirkan. Ibarat catur, Dia pula
yang menggerakkan. Kita minta
melalui doa dan berdoa terus
sepanjang masa. Sebab, satu kali
saja salah bicara/perintah Iatal
bagi prajurit. Makanya saya se-
lalu minta bimbingan Tuhan su-
paya diberi kebijakan dalam
mengambil keputusan-keputu-
san.
BP : Bagaimana era kepe-
mimpinan TNI sekarang dan
apa urgensinya dengan pra-
jurit ?
P : Saat ini jelas berbeda.
Namun satu hal yang harus di-
jaga prajurit khususnya TNI AD
adalah semangat mengikuti se-
mua aturan yang benar saat ber-
tugas, misalnya tidak boleh me-
langgar Hak Asasi Manusia
(HAM). Kadang-kadang posisi
tentara itu dilematis. Pegang
senjata tapi kondisi di lapangan
susah. Dia harus menjaga HAM
sedangkan lawan tidak dituntut
mematuhi HAM. Contohnya
seperti berhadapan dengan Ger-
akan Aceh Merdeka (GAM)
dulu maupun gerakan pem-
berontak yang masih ada di Pap-
ua sekarang. Logikanya, praju-
rit TNI masa kini diwajibkan
berperang dengan aturan semen-
tara lawan tidak. Tentara harus
bertugas dengan cara-cara benar
sesuai aturan internasional.
BP: Ada prinsip-prinsip yang
dipakai Panglima hingga
sukses meraih bintang 3 ?
P : Laksanakan aturan yang
ada, patuhi atasan. Itulah prin-
sip utama saya. Tentara sudah
jelas hirarki komandonya. Pada
sisi lain, saya memang sudah
bercita-cita sejak lama dan be-
rangan-angan menjadi orang ter-
tinggi di Kostrad. Untuk men-
capai itu saya selalu memakai
prinsip minta petunjuk Tuhan.
Itu saja, lagian saya bukan tip-
ikal yang suka bergantung pada
orang lain. Beking saya cuma
Allah Swt. Karena saya bertu-
gas bukan untuk dilihat oang
lain atau pimpinan, gak penting
itu. Saya bertugas sesuai aturan
dan ketentuan saja. Penilaian
setelah itu saya serahkan pada
Tuhan dan pimpinan. Terserah
mau dinilai bagaimana.
BP : Berapa lama sisa dinas
Panglima ?
P : Kurang dari 1 tahun
BP : Program Panglima men-
jelang pensiun ?
P : Saya konsentrasi dulu
membenahi tugas-tugas di Kos-
trad dan maksimal memberi war-
na baik. Saya belum berIikir ke-
mana-mana. Saya mau mening-
galkan Kostrad dengan kondisi
yang betul-betul baik.
BP : Kalau pensiun ?
P : Yang sudah jelas itu ad-
alah menjadi sopir cucu-cucu
saya. Karena kalu saya Pangli-
ma mareka itu Pang tujuh ha . . .
. . ha . . . . Ada kemungkinan di
Medan, Jakarta atau Bandung.
Saya mau dekat dengan mereka.
BP : Rencana lain ?
P : Bila ada rejeki, saya ingin
sekali mengabdikan diri dengan
mendirikan sekolah, lembaga
sosial keagamaan atau yayasan
sosial yang bertujuan memben-
tuk manusia Indonesia lebih baik
lagi. Saya punya pengalaman
membimbing manusiamulai dari
30 orang saat komandan pele-
ton sampai 30 ribu orang praju-
rit. Itu saya lalui berjenjang mu-
lai dari 30, 100, 600, 3.000,
10.000 dan naik terus jumlah-
nya hingga 30.000. Sejak 35
tahun lalu begitulah kehidupan
saya di militer. Rencana lain bila
pensiun dan Tuhan mengizin-
kan, saya dan istri ingin mem-
buat pesantren. Memang ada
keiginan hati kami agar tetap ber-
manIaat bagi rakyat Indonesia.
BP : Cita-cita di militer terca-
pai, Panglima masih ingin
meraih bintang 4 ?
P : Saya serahkan pada Tu-
han apapun yang akan diberikan.
BP: Pesan kepada prajurit
TNI AD ?
P : Lakukan yang terbaik dan
tetap semangat !!. Itu sekaligus
motto saya, Lakukan tugas den-
gan benar sesuai aturan dan ko-
mando atas. Ikuti disiplin dan
dekat dengan rakyat. Banyak
masalah yang bakal dihadapi
nanti tapi kuncinya adalah ke-
bersamaan dengan rakyat, itu
kekuatan TNI.
BP : Kepada warga Sumut ?
P : Jadilah warga yang baik,
tertib, jangan cepat terpancing
emosi walau apapun situasinya.
Jaga kebersamaan dengan men-
gokohkan terus kemajemukan
rakyat. Daerah Medan-Sumut
kita tergolong multi etnis, tapi
sejauh ini bisa terjaga baik. Tetap
pertahankan kondusiIitas
wilayah. Kini Sumut sudah di-
nilai bagus dan menjadi contoh
daerah lain yang harus dijaga ber-
sama.
BP : Panglima punya kiat-kiat
khusus ?
P : Sekali lagi, harus saling
memahami, menghargai antara
satu dan lainnya. Kita perlu be-
lajar memahami orang lain setiap
orang punya kekurangan. Kita
tidak bisa menuntut terlalu ban-
yak. Pemahaman kita pada or-
ang lain itu sangat penting.
BP : Sebagai seorang putera
asli Sumut, bagaimana bila
ada yang meminta Panglima
menjadi pemimpin daerah ?
P : Kelihatannya belum tam-
pak. Tapi kepedulian saya besar
untuk memperbaiki daerah dan
kehidupan masyarakat luas. Ke-
prihatinan saya juga ada untuk
memperbaiki pemahaman rakyat.
Memang belum sampai ke sana,
tapi kalauada yangminta, kita lihat
saja nanti. Masukan orang juga
perlu didengar. Kan boleh-boleh
saja orang berpendapat atau me-
minta. Namun saya akan mem-
baca situasi lalu menganalisanya.
(MS/Budiman Pardede) di kutip
oleh KORAA IA1ECRI1AS
Mantan Pangkostrad AY Nasution;
Komi t men Membangun Sumut
ßerc|ta-c|ta meojad| jeodera| mer0pakao
tekad Ietjeo TN| A.¥. Nas0t|oo yaog terpatr|
semeojak d|o|. hamp|r 35 tah0o meogabd|
sebaga| praj0r|t, k|o| p0tra asa| 50m0t |t0
d|percaya memegaog pos|s| p0ocak d|
komaodo 5trateg|s Aogkatao 0arat (kostrad[.
Mafia Tanah di Banyuwangi
Libatkan Oknum Pejabat BPN
Tantangan Buat Kepala BPN Pusat;
Alimin Cs Mengaku Kebal Hukum
IETJEN TN| A.¥. NA5uT|0N oo|sara 8ud|ran Pa|dodo, usa| WaWanca|a |husus d| |od|aran 1a|an 0u|u
S|noroa lV Vodan,
1akarta, KINT-
Banyaknya para
Direktur Rumah Sakit
milik pemerintah di
Indonesia, tidak lagi
menerapkan pola
pelayanan kemanusian
terhadap setiap pasien
masyarakat kalangan
ekonomi ke bawah.
Sejumlah RSUD,
terutama dalam
manajemen PemdIa
DKI lebih mengutama-
kan komersial, meski
siap melayani pasien
miskin diharuskan
membawa surat
keterangan miskin dari
RT/RW yang diketahui
oleh lurah.
Tidak cukup dengan
selembar surat ket-
arangn miskin dari
kelurahan, juga harus
ada uang jaminan,
seperti yang diterapkan
oleh RSUD di Pasar
Rebo Jakarta Timur
dan RSUD Tarakan
Jakarta Pusat. Dengan
perlakukan pelayanan
para petugas di sejumlah
RSUD di Jakarta, tidak
jarang masyarakat
kalangan ekonomi
menengah mencari
pengobatan alternative,
seperti pasien korban
kecelakaan lalulintas dan
pasien seorang ibu hamil
yang hendak melahirkan,
karena tidak memiliki
uang, mereka melahirkan
lewat dukun kampung,
dan bagi korban kecela-
kaan lalulintas berobat ke
dukun patah tulang.
Untuk mengkritisi
perlakuan para pengelola
RS milik pemerintah,
Koordinator FORUM
MASYARAKAT- PE-
MANTAU KINERJA
APARATUR PEMERIN-
TAH (FORMAS-PE-
KAPE) Ganda Tampubo-
lon, mengajak pihak
LSM-LP2KI ( Lembaga
Pemerhati Pendidikan dan
Kesehatan Indonesia)
untuk sama-sama
memperhatikan rakyat
miskin yang dikesampin-
gan kesehatannya oleh
pemerintah.
Sementara itu ditempat
terpisah Ketua Dewan
Penasehat FORMAS-
PEKAPE Awaluddin Ard,
menyatakan sependapat
bila LSM-LP2KI untuk
bergandengan tangan
melakukan pekerjaan
social membela rakyat
miskin yang enggan
berobat ke RS milik
pemerintah, karnena tidak
memiliki uang banyak.
Awaluddin menambah-
kan, yang perlu dikritisi,
bukan hanya masalah
tidak memiliki uang
jaminan untuk masuk ke
rumah sakit, juga men-
yangkut biaya selama
para pasien inap rawat
(oIname, Red) banyak
biaya yang harus dikelu-
arkan oleh keluarga
pasien, sepeti biaya
periksa setiap hari
untuk dokter, biaya
untuk beli obat.
Yang lebih penting
lagi, kata Awaluddin,
masih banyaknya
dokter yang bertugas
disetiap RSUD mem-
berikan resep kepada
pasien untuk membeli
obat ditentukan di salah
satu apotek,¨ Setahu
saya, bila seorang
dokter mengarahkan
pasien memebli obtan
di salah satu aportek,
dokter itu uaturan itu
mendapat order dari
pemilik apotek atau
apotek tersebut milik si
dokter,¨ tuturnya.
Awaluddin mengajak
pengurus LSM-LP2KI
untuk membongkar
praktek para dokter di
RSUD yang masih
melakukan cari keun-
tungan dari orang
sakit.```Kukuh
Harjaya/KINT
FORMAS PEKAPE Ajak LSM-LP2KI
Kawal Kinerja Seluruh RS Milik Pemerintah
0rs. h|kmat 5|rtegar
0||o||u| LSVLP2Kl
6aoda Tamp0bo|oo
Ko|d|na|o| Fo|ras Po|apo
KELUARGA BESAR PT AL WAHI DA
MARKETI NG I NTERNASI ONAL (AWMI )
M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan S M engucapkan Sel amat el amat el amat el amat el amat
HARI RAYA IDUL FI TRI 1433 H
Taqabba|a||ah0 m|ooa Wa m| o-k0m
Hohoo ma'af |ah| r dao bath|o
H0rt|harto 5.Pd
0||o||u| b|ara PT AwVl
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
s||ap jon|o|ron 8ah|| A|arsyah, |a|ona
d|n||a|nya soo|ang p|aju||| TNl yang d|s|p
||n, oanya| |do, dan sorua yang d||a|u
|an po|s||| dapa| d|po||anggungjaWao|an.
T|da| hanya |oya| dan pos|||| |o ||ng|a|
jaja|an son|o|, h.8ah|| A|arsyah juga |o|
rasu| |orandan yang podu|| ror||||
|an nas|o oaWahan( ana| ouah,Pod} .
Saa| ronjaoa| Korandan Ko|or 101|An|
Ka||ran|an So|a|an, ros|| hanya 3 |ahun
narun ana| ouah, oa|| d| jaja|an Kod|r,
|o|ar|| so||a d|sojur|ah |osa|uan Ko|or
101|An|, |o|rasu| rasya|a|a| d| P|ov|n
s| Ka||r|an So|a|an sanga| |oh||angan
Ko|ono| h.8ah|| A|arsyah. A|asannya,
h.8ah|| A|arsyah sa|ah soo|ang Ko
randan Ko|or flacksiblc dan ro|a|ya|.
T|da| po||u ho|an o||a ro||ha| |a|a||o|
8||gjon TNl (Pu|n} h.8ah|| A|arsyah,
punya s||ap d|s|p||n, |||||s dan |onso|uon,
|a|ona |o|oh yang d| |oda|a|annya ad
a|ah 1ondo|a| TNl (Pu|n} h.V.Sooha||o,
|o|oh nas|ona| yang punya |a||sra, oa||
da|ar |opor|rp|nan r||||o| raupun
da|ar |opor|rp|nan poro||n|ahan.
Kopada Nonong da|| K0PAN lNTE0
PlTAS, h.8ah|| A|arsyah rongoru|a
|an, Pa| ha||o (A|r} ror||||| j|Wa
|opor|rp|nan yang |ua|, d|a soo|ang
noga|aWan soj a||. Pa| ha||o, soso|
por|rp|n yang oo|an| rongaro|| ||s||o
a|as soga|a |opu|usannya, dan por|rp|n
|doa|. Soso| |opor|rp|nan 1ond(Pu|n}
h.V.Sooha||o |n||ah yang ou|uh|an.
h.8ah|| A|arsyah po|W||a ||ngg|
a|urn| AKA8Pl 0a|a| 1914 d| Vago|ang,
ada|ah p|aju||| TNl A0 sa|u ang|a|an don
gan Lo|jon P|aooWo Suo|an|o, ran|an
0anjon Kopassus, Pang|os||ad dan Lo|jon
Syah|||o Sayarsudd|n, waronhar, so
ros|| nya da|ar rorasu|| pons| un
(VPP} d| |anan |||| punda| d|||nya sudah
d|pasang ras|ngras|ng 2 8|n|ang ( Vay
o| 1ondo|a|}, narun apa|ah a|||nya dua
o|n|ang o||a Tuhan YVE oo|ur roroo||
|annya.
Yang jo|as, |a|a 8ah||, d|||nya sudah
oo|juang un|u| rondapa||an dua o|n|ang
, dan sua|u ponga|aran yang |a| dapa|
d||upa|an, pada saa| ronghadap sang
a|asan d| Koronhan d| |ahun 2009, un|u|
rongu|us ha| |opang|a|annya da|| 1
8|n|ang |o 8|n|ang dua, na|| so||ng|a|
ronjad| Vayjon. ha| ||u d|u|usnya rong
|nga| sudah 8 (do|apan} |ahun h.8ah||
A|arsyah ronyandang pang|a| 8|n|ang
1.
Narun apa yang honda| d||a|a,
h.8ah|| A|arsyah ||da| oanya| oo|oua|,
sarpa| saa| pons|un da|| pongaod|annya
|opada oangsa dan Noga|a, sooaga| p|a
ju||| Sap|a Va|ga pada |ahun 2010, |a|
po|nah ada |haoa| dan oo|||a, apa |ag|
yang naranya jaWaoan da|| pa|a pon
garo|| |oo|ja|an d| Koronhan, |o|u|ara
da|| sang a|asan.
0ongan ponga|aran yang |o|go|ong
pah|| ||u, |on|u ronjad| ganja|an d|ha|| rau
pun d|p||||an soo|ang p|aju||| TNl Sap|a
Va|ga h|ngga saa| |n|. Yang jad| gundah
gu|ana sopanjang rasa, ||da| hanyaso
ra|a soa| |opang|a|an, narun |oo|h |o
pada runcu|nya po||anyaan ¨Vongapa
yang soros||nya ronjad| ha|nya saya,
|o|nya|a ||da| d|po|o|oh ?¨, jo|as h.8ah||
A|arsyah so|aya ronga|a|an, so|o|ah
pons|un da|| r||||o| d|||nya, so|a|ang |oo
|h oanya| oo|sara |o|ua|ga, |o|u|ara dua
o|ang cucu yang ras|h 8a|||a d||urah d|
Po|urahan Pondo| Po|u|onan, Ko|u|ah
an Po|u|onan, Tango|ang So|a|an.
bn|u| rongh||ang|an |asa jonuh ro
na|ap Ko|a 1a|a||a, h.8ah|| A|arsyah,
so|o|ah ronjad| Pu|naW||an TNl ron
ga|u |oo|h so||ng pu|ang |arpung |o 0osa
8a|uarpa|, Kaoupa|on 0K Sura|o|a So
|a|an, so|a|n oo||urpu| oo|sara |o|ua|
ga, ro||ha| |ooun dan saWah, juga oo|s|
|a|u|ahr| oo|sara rasya|a|a| 0osa 8a|
uarpa|, Kocara|an S||ah Pu|au Padang,
¨ Saya oo|sara |o|ua|ga sudah saa|nya
un|u| |oroa| | |o |ongah|ongah
rasya|a|a| 0gan Koro||ng l|||, |a|ona
dao|ah ||u ada|ah dao|ah |o|ah||an saya,¨
|u|u|nya so||us.
8o||oron|a| adanya noga|a saa| |n|
ca|u|ra|u|,|o|anan poro||n|ahan sora||n
||da| |o|a|ah, h.8ah|| A|arsyah o|ca|a,
Kond|s| poro||n|ahan d| o|a |o|o|ras| |n|
oanya| |o|orahan, sopo||| da|ar pono
ga||an ho|ur |orah, sys|or poro||n
|ahan |a|ona |o||on|ar|nas| dongan |o
pon||ngan|po||||| |orah. Korud|an |ungs|
|o||||o||a| dan |n|o||jon |o|rasu| undang
undang h|ngga saa| |n| poro||n|ah dan pa|
|oron oo|ur d||ah|||an soh|ngga po|anan
nya ||da| op||ra|.
0ongan ||da| d||ah|||annya bb ln
|o||jon, |o||osan poro||n|ah ada |asa |a|u|
a|au juga |o|aura sopo||| |o|jad| pada
zaran o|do oa|u, |a|ona ada anggapan
|n|o||jon |o|ah d|jad||an sooaga| a|a| pon
guasa. Padaha|, bb sanga| d|po||u|an
|a|ona dongan bb, Loroaga ln|o||jon
ror||||| payung hu|ur. 0|oh |a|ona ||u,
guna rorpo|sa|u|an po|sops| d| nan|a|a
yang p|o dan |on||a po||u d|ada|an don
ga| pondapa|, oa|| dongan c|v||as aca
dor|ca, LSV poro|ha||| ln|o||jon un|u|
rorpo|o|oh rasu|an yang ooyo|||||.
Sang p|aju||| TNl yang sorpa| ror
oangun Va|o|or 101|An| dan Koran
dan Ko|or d| Ka||ran|an 8a|a| ||u, so|a|n
rong|do|a|an 1ondo|a| TNl (Pu|n} h.V.
Sooha||o, juga rong|do|a|an hond|o P||y
ono. A|asan rong|do|a|an hond|o, |a|o
na d|a soo|ang jondo|a| por||||, oah|an
|o|rasu| sa|ah soo|ang TNl A0 pong
gagas |ah||nya |o|o|ras|. So|a|n soso|
yang |oW p|o|||o, |ondah ah||, dan so||ap
ror|||h pa|a poroan|unya so|a|u oo||on
|as| pada P3K. ¨ SoWa||u saya ronjad|
Korandan Kod|r 0502 1a|a||a b|a|a, Pa
hond|o sooaga| Pangdar 1aya,¨ jo|asn
ya so|aya ronga|a|an, h. 8ah|| punya
ph||osophy, 8aga|rana Voroua| 0|ang
La|n Sonang dan To|||ndungn|.
Vonga|h||| o|ncang K0PAN lNTE0
PlTAS dongan 8||gjon TNl (Pu|n} h.8ah||
A|arsyah, ras|h o|ca|a soa| |onangan
|||a |||u, pah|| ran|s |o|||a ras|h a|||| d|
r||||o|. Pah||nya, so|a|u ronoru|an |o
jangga|an yang ||da| soja|an dongan nu
|an|, |a|ona oanya| pojaoa| pongaro||
|opu|usan su|a ronya|ah| a|u|an, dan
jus|o|u saya yang |ona |roasnya. ¨Soa|
|a||o| ||da| |o|capa|, ||u ||da| rasa|ah,
|a|ona a|as dasa| su|a ||da| su|a a|au
L||Wo o| d|s|||o,¨ jo|asnya.
1ang jo|as, so|o|ah pons|un da|| TNl
h. 8ah|| A|arsyah, oo|ur |o|p|||| un|u|
|o|jun |o panggung po|||||,¨ Saya p||||
p|||| du|u, |oacua|| ada pa|po| yang oo
na|oona| punya p|og|ar yang jo|as rasa
dopan dan oona|oona| ror|||||an dan
rorooa|a. Pa|ya| so|a|ang ou|an ro||
ha| pa||a| yang d| usung, yang d|po||u|an
||gu|nya¨. h.8ah|| rongoru|a|an, oan
ya| ronjad| por|rp|n poro||n|ahan ou
|an rongaod| dan pongaod|an, |ap| ro|o
|a rongurpu| |o|ayaan |oWa| spo|u|a
s| dongan pa|a anggo|a doWan, soron
|a|a |opon||ngan |a|ya| , sopo||| pond|d
||an g|a||s dan oo|ru|u, o|onor| ray
upun sos|a|nya ||da| |ag| ro|o|a p||||
|an´´ AAR/R.02/kINT
“ Setelah Pensiun Sudah Saatnya Aku Kembali ke Desa”
Nara Long|ap . h.8ah|| A|arsyah,S|p.
Torpa| |g| |ah|| . 0osa 8a|uarpa|,0KlSura|o|a So|a|an
ls|o|| . Ny.hajjah Fa|raWa||.
Ana| 3 . 1. 0|g.N||a Nu|ya||n 8.A|arsyah
2. Yudha Po|rana 8. A|arsyah
3. 0|.Vao||ha F|ans|sca 8.A|arsyah.
A|ara| . Po|ur Pa|u|onan,Ko|.Pa|u|onan, Tango|ang So|a
|an.
Pang|a| |o|a|h|| . 8||gad|| 1ondo|a| TNl Ang|a|an 0a|a|.
1aoa|an |o|a|h|| . Kopa|a Pusa| Kod|||||as| Koron|o||an Po||ahanan
Popuo||| lndons|a (Kapus|odKo|ronhan Pl }
R|wA¥AT PEN0|0|kAN:
1. 19b4 S0 d| C|rah|
2. 19b1 SVP d| C|rah|
3. 1910 SVA d| 8andung
4. 1914 AKA8Pl 0a|a| d| Vago|ang
5. 1915 Sussa|cao Kava|o||
b. 1984 Sus|apa Kava|o||
1. 1992 Sos|oad d| 8andung
8. 199b S|ud| bn|vo|s||as To|ou|a|F|s|p
9. 2000 Lorhanas
R|wA¥AT kEPAN6kATAN:
1914 Lo|na dua (|o|da}
1911 Lo|nan sa|u (Lo||u}
1980 Kap|on
1985 Vayo|
1993 Lo|nan Ko|ono| (Lo||o|}
199b Ko|ono|
2002 8||gad|| 1ondo|a|
1aoa|an s||a|og|s.
Tahun 2002 lnspo||u| Va|o||a| lnspo||o|a| 1ondo|a|
0ophan. (l|ra| l|jon 0ophan}
Tahun 2004 So||o|a||s 0||o||o|a| 1ondo|a| Sa|ana
Po||ahanan 0ophan (Sosd||jonPanahan}
Tahun 2008 Kopa|a Pusa| Kond||||as| 0ophan Pl
(Kapu|od0ophan}
1asa yg d|po|o|oh.
1. 8|n|ang Ka||||a Pa|s|n Na|a|ya
2. 8|n|ang Yudha 0ha|ra Na|a|ya
3. 8|n|ang Vo|o|an Popuo||| lndonos|a.
BI ODATA
12
M E N G U K I R P R E S T A S I - M E M B A N G U N N K R I
WALAUPUN dana yang
tersedia baru mencapai kurang
lebih 40° dari seluruh kebutuhan
pembangunan gedung, namun
pengurus merasa optimis jika
proyek agama ini akan dapat
terselesaikan.
Seiring dengan berjalannya
waktu, gedung yangdicita-citakan
itupun kini telah berdiri megah
dan sudah dapat digunakan un-
tuk kegiatan shalat berjama`ahdan
ta`lim.
Untuk menambah syi`ar Islam
di sekitar pesantren dan supaya
lebih diakui keberadaannya, maka
pengurus pesantren merasa perlu
untuk mengadakan peresmian ge-
dung baru oleh pihak yang berko-
mpeten dibidang kepesantrenan,
yaitu KementerianAgamaRepub-
lik Indonesia.
Tujuan dibangunnya Ponpes,
tentu untuk lebih mempererat tali
silaturrahim antarajama`ah Majlis
ta`lim dibawah koordinasi Persi-
laan AssaIinah yang diasuh oleh
Tuan Guru Haris Hakam,
SH.MA, juga dalam upaya men-
sosialisasikan keberadaanPersilaan
AssaIinah, Pesantren HaIal Al-
Qur`an dan Matan kepada
masyarakat luas di daerah Jawa
Barat, umumnya warga muslim di
Indonesia.
Penasehat Ponpes Perisilaan
AssaIinah Brigjen TNI (Purn)
H.Bahir Alamsyah, saat melaku-
kan kunjungan ke lokasi Ponpes
mengatakan,Persilaan AssaIinah,
Pesantren HaIal Al-Qur`an dan
Matan berlokasi jln Jampang 1
Kalisuren, Tajurhalang, Parung-
Bogor, akan diresmikan 9 Septem-
ber 2012 oleh Menteri Agama
Suryadarma Ali.
H.Bair menuturkan, niat yang
kuat dari jama`ah Majlis Ta`lim
koordinator Persilaan AssaIinah
untukmembangunpesantren hapal
Al-Qur`an, kinitelah terwujud den-
gan selesainya bangunan pertama
berupa masjid dan aula.
Sementara itu wakil ketua
pelaksana peresmian, M. Syam-
suddin HM, saat ditanya soal bi-
aya pembangunan ponpes men-
gatakan, anggaran untuk menyele-
Menag Akan Resmi kan Ponpes
Persi l aan Assafi nah Bogor
Jakarta, k|NT- 8o|oo|a| |o|ng|nan yang |ua| da||
jara'ah pongaj|an yang d|asuh o|oh Tuan 0u|u
Kh.V.ha||s ha|ar,Sh,VA un|u| rond||||an
soouah Posan||on ha|a| A|0u|'an dan Va|an yang
|o||oson|a|||, ra|a d|ru|a||ah poroangunan
godung Vusho||a dan Au|a pada ou|an Foo|ua||
2011 sooaga| c||a| oa|a| sa|ana oo|aja| san|||.
saikan pembangunan ponpes
tersebut, dana seluruhnya diper-
olehdariinIaq/ sedekah jariyah para
jama`ah dan simpatisan kaum
muslimin. Bahkan sampai saat ini
panitiapembangunan belum men-
geluarkan proposal untuk mem-
peroleh bantuan dari lembaga
manapun baik pemerintah atau
swasta.
Menurut M. Syamsuddin,
bangunan ini adalahbangunanper-
tama yang akan dilanjutkan den-
gan pembangunan berikutnya
berupa sarana belajar, perpusta-
kaan, pemondokan santri, dan sa-
ranalain.
Agar keberadaannyalebih dike-
nal masyarakat, bangunan pesant-
ren yang pertama ini insya Allah
akan diresmikan oleh Menteri Ag-
ama Republik Indonesia. Harapan
kami, agar Persilaan AssaIinah se-
lain diakui keberadaannya oleh
masyarakat juga diakui olehpemer-
intah sebagai salah satu lembaga
yang akanmemberikan kontribusi
besar terhadap negara dalam pem-
binaan umat dan khususnya pe-
meliharaan Al-Qur`an.
Kami, atas nama pendiri, pen-
gurus, paitia serta santriawan dan
santriati ponpes Persilaan AsaIIi-
nah mengucapkanterima kasihke-
pada seluruh pihak yang akan dan
telah membantu kami dalammen-
sukseskan pembangunan nonpes
ini. Karena perjalanan masih pan-
jangan. Aritinya, belum seratus
persen selesai, pengurus ponpes
masih tetap mengharapkan duku-
ngan dana dan do`a dari semua
pihak.²²²AAR/ô2/KIA1
EDI SI NO. 167 /
TAHUN I V / AGUSTUS 2012
GOOD GOVERNANCE
CLEAN GOVERNMENT
Ponasoha| PonPos h. 8ah|| A|arsyah, S.lp d|a|og oo|sara pongu|us
PonPos.
8angunan lndu| PonPos 10º so|osa|
Ponasoha| dan pa|a pongu|us oo|garoa| oo|sara.
8||gjon TNl (Pu|n} h. 8ah|| A|arsyah, S.lp oo|sara |o|ua|ga
8||gjon TNl (Pu|n} h. 8ah||
A|arsyah, S.lp oo|sara |s|||

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->