Anda di halaman 1dari 10

Nama

: Kurniawan Suganda

Kelas : XII TKJ A No. Absen : 13 Senin, 19 November 2012

DIAGNOSA WAN
FRAME RELAY

Topologi Hypernet Indodata

Pembimbing : Antoni Budiman, SPd Rudi Haryadi, ST M. Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen : Nilai & Paraf :

I.
-

TUJUAN Siswa dapat memahami penerapan Frame Relay. Siswa dapat memahami konsep Frame Relay. Siswa dapat mengetahui perbedaan PPP dan Frame Relay Siswa dapat melakukan konfigurasi penerapan Frame Relay pada software simulasi.

II. PENDAHULUAN
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui virtual circuit sampai tujuan. Frame Relay itu sebuah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice. Perangkat Frame Relay Sebuah jaringan frame relay terdiri dari PC, server, atau komputer host, perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Virtual Circuit (VC) Frame Relay Suatu jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi fisik antara endpoint dengan lainnya, melainkan jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (twoway), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe virtual circuit (VC):

Switched Virtual Circuit (SVC) Switched Virtual Circuits (SVC), adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay. Permanent Virtual Circuit (PVC) PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan call-by-call. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi circuit dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti dedicated point-to-point circuit. Struktur Frame Dalam sebuah frame Frame Relay, paket data user tidak berubah, Frame Relay menambahkan header dua-byte pada paket. Struktur frame adalah sebagai berikut:

Flags - menandakan awal dan akhir sebuah frame Address - terdiri dari DCLI (data link connection identifier), Extended Address (EA), C/R, dan Congestion control information DLCI Value - menunjukkan nilai dari data link connection identifier. Terdiri dari 10 bit pertama dari Address field/alamat. Extended Address (EA) - menunjukkan panjang dari Address field, yang panjangnya 2 bytes. C/R - Bit yang mengikuti byte DLCI dalam Address field. Bit C/R tidak didefinisikan saat ini. Congestion Control - Tiga bit yang mengontrol mekanisme pemberitahuan antrian (congestion) Frame Relay. Data - terdiri dari data ter-encapsulasi dari upper layer yang panjangnya bervariasi. FCS - (Frame Check Sequence) terdiri dari informasi untuk meyakinkan keutuhan frame.

III. ALAT DAN BAHAN


PC atau Notebook Software simulasi (Packet Tracer 5.3) LANGKAH KERJA 1. Siapkan alat & bahan yang digunakan untuk praktek tersebut. 2. Saya akan melakukan percobaan Frame Relay pada topologi tersebut.

IV.

Terdapat 3 buah router dan 3 jaringan. Menggunakan protokol Frame Relay. 3. Setelah tersedia, buka software Packet Tracer untuk memulai konfigurasi. 4. Lalu seperti yang diperintahkan, buatkan simulasinya, siapkan host dan switchnya. Lalu hubungkan dengan connections pilih media yang akan kita gunakan untuk menghubungkan. 5. Jadilah topologi seperti pada contoh. Seperti berikut :

6. Memberikan IP address ke tiap PC. Setting IP Address untuk PC 1

Setting IP Address untuk PC 2

7. Setelah melakukan penambahan IP Address pada setiap PC. Lalu melakukan konfigurasi IP Address dan Frame Relay pada setiap router yang ada.

Konfigurasi untuk Router 1 Pada interface Serial 2/0, interface yang terhubung dengan router lain ditambahkan clock rate. Perintah no shutdown untuk mengaktifkan interface dan agar tidak merestart.

Interface Serial 2/0 Masuk dalam inteface serial2/0. Ip address 10.10.10.1 255.255.255.248 Memberi IP address pada serial 2/0 yaitu 10.10.10.1/29 Clock rate 9600 Memberikan jumlah Clock Rate yaitu 9600 Encapsulation frame-relay Menggunakan protokol enkapsulasi frame relay pada topologi ini Frame-relay lmi-type cisco Menggunakan tipe Local Management Interface Cisco yang akan digunakan. Frame-relay interface dlci-102 Menentukan nomor dlci untuk interface tersebut.. Interface FastEthernet0/0 Memasuki interface tersebut. Ip address 192.168.0.1 255.255.255.0 Memberikan IP Address pada interface Fast Ethernet. Ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.2 Melakukan static routing terhadap 192.168.1.0/24 melalui 10.10.10.2 Router 2

Sama seperti router 1 lakukan penambahan konfigurasi Frame Relay pada interface Serial 2/0 atau interface yang terhubung dengan cloud.

Interface FastEthernet0/0 Memasuki interface tersebut. Ip address 192.168.1.1 255.255.255.0 Memberikan IP Address pada interface Fast Ethernet. Interface Serial 2/0 Masuk dalam inteface serial2/0. Ip address 10.10.10.2 255.255.255.0 Memberi IP address pada serial 2/0 yaitu 10.10.10.2/24 Clock rate 9600 Memberikan jumlah Clock Rate yaitu 9600 Encapsulation frame-relay Menggunakan protokol enkapsulasi frame relay pada topologi ini Frame-relay lmi-type cisco

Menggunakan tipe Local Management Interface Cisco yang akan digunakan. Frame-relay interface dlci-201 Menentukan nomor dlci untuk interface tersebut.

Ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.2 Melakukan static routing terhadap 192.168.1.0/24 melalui 10.10.10.2 8. Konfigurasi pada Cloud.

Masuk pada interface Serial0 yang terhubung dengan Router 1. Pilih tipe LMI cisco. Lalu masukkan nomor DLCI yang digunakan pada Router 1 dan kasih dengan sembarang nama.

Lalu masuk pada Serial 2 yang terhubung dengan Router 2. Gunakan type LMI Cisco dan masukkan nomor DLCI yang digunakan pada Router tersebut dan beri sembarang nama.

9. Masih pada cloud, atur Connection Frame Relay dan hubungkan antar DLCI dari setiap Serial.

10. Setelah selesai melakukan konfigurasi, lakukan uji koneksi dengan ping, trace route.

V.

HASIL KERJA A. Router 1 melakukan ping dan trace route terhadap router yang lainnya.

B. Router 2, melakukan uji koneksi ping dan trace route ke setiap router.

C. Uji koneksi ping setiap PC ke PC antar router.

VI.

KESIMPULAN Pengaturan clock rate pada router dalam implementasi jaringan WAN merupakan hal yang harus diperhatikan untuk jaringan WAN dengan jenis Leased Line dan juga Circuit Switching. Jika hanya melakukan pengaturan clock rate pada router makan jenis koneksi WAN yang akan terbentuk merupakan koneksi Leased Line yang biasanya menggunakan protokol HDLC.