P. 1
Laporan Kapsel PP FINAL

Laporan Kapsel PP FINAL

|Views: 287|Likes:
Dipublikasikan oleh hendri_donutzzz

More info:

Published by: hendri_donutzzz on Dec 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2015

pdf

text

original

TUGAS TK5046 TOPIK-TOPIK PERANCANGAN PROSES

Perancangan Proses Produksi Aseton dengan Bahan Baku Isopropil Alcohol Menggunakan Simulator Aspen HYSYS®

Design of Acetone Production Process from Isopropyl Alcohol Using Simulator Aspen HYSYS®

Disusun oleh : Tonny Yuliantino (13009003) Yoel Frederick (13009007) Hendri Kurniawan (13009033)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

especially for dissolving various plastic and synthetic fiber. 2-propanone. biosphenol-A (BPA). In beauty industry. Acetone is a substance that dissolves easily and it is so much exploited by that property. Demand of acetone continues to grow each year. propan-2-one.232. the author tries to design a manufacturing process using raw acetone isopropyl alcohol. Acetone can be found naturally in the human body in small amounts. In 2006 alone. The design process is carried out using Aspen HYSYS® simulator program. acetone. or βdimethyl formaldehyde ketopropane is a colorless flammable liquid compound. Despite the need for acetone in Indonesia.649 kg/year. and methacrylic acid. Keywords: design process. and not least in Indonesia.942 kg/year acetone from abroad. On this occasion. acetone is used as a solvent in chemical experiments and cleaning laboratory equipment. there is no acetone manufacturing plant in this country. The need for even greater consumption of acetone demands better production process of acetone. According to data in 2006. extractive distillation 1 .404. Development process involved the usage of extractive distillation to obtain the pure product. exports of isopropyl alkohol balance recorded 1. The most common usage of acetone as a solvent.ABSTRACT Acetone. dimethyl ketone. Indonesia imported 13. In the laboratory activities. Opportunities to provide acetone with isopropyl alcohol feedstock is wide open. acetone is used as nail polish remover and glue skin remover on a wig and a false beard. also known as propanone. Acetone can also be used to produce a variety of important chemicals such as methyl methacrylate (MMA).

Indonesia mengimpor 13. Perancangan proses dilakukan menggunakan program simulator Aspen HYSYS®. dan β-ketopropana adalah senyawa berbentuk cairan tidak berwarna yang mudah terbakar. aseton dapat ditemukan di dalam tubuh manusia dalam jumlah sedikit. 2-propanon. Pada tahun 2006. distilasi ekstraktif 2 . Menurut data pada tahun 2006. seperti methyl methacrylate (MMA). biosphenol-A(BPA) dan methacrylic acid. belum ada pabrik pembuatan aseton di Indonesia.649 kg/tahun. propan-2-on dimetil formaldehida. Secara alamiah. Pada kegiatan laboratorium aseton digunakan sebagai pelarut di berbagai percobaan kimia dan pembersih peralatan lab. yang juga dikenal sebagai propanon. aseton.942 kg/tahun dari luar negri. Aseton dapat juga digunakan untuk memproduksi berbagai bahan kimia penting. Meskipun kebutuhan aseton di Indonesia besar. penulis mencoba untuk merancang proses pembuatan aseton menggunakan bahan baku isopropil alcohol. Peluang untuk menyediakan aseton dengan bahan baku isopropil alkohol terbuka lebar. Pada kesempatan ini. dan jenggot palsu.404. dimetil keton. Penggunaan aseton terus tumbuh tiap tahunnya dan tidak terkecuali di Indonesia.232. Salah satu pengembangan proses yang dilakukan adalah menggunakan distilasi ekstraktif untuk mendapatkan produk yang murni. Kebutuhan aseton yang semakin besar menuntut pengembangan proses produksi aseton yang lebih baik dan efisien. Indonesia tercatat telah membukukan neraca ekspor isopropyl alkohol sebesar 1.ABSTRAK Aseton. Kegunaan paling umum dari aseton adalah sebagai pelarut terutama untuk melarutkan berbagai plastic dan fiber sintetik. Kata kunci: perancangan proses. Pada industry kecantikan aseton digunakan sebagai penghilang cat kuku dan penghilang lem kulit pada wig. Aseton merupakan zat yang mudah melarutkan sehingga banyak dimanfaatkan.

peneliti yang pertama kali menerangkan secara jelas pembuatan aseton adalah Jean Bequin. Umpan berada dalam kondisi cair pada temperatur dan tekanan ambien.5 × 105 1/s = 72.1. neraca massa. konsumsi utilitas. Sumber yang melimpah dari propylein pada sekitar tahun 1960 mengarahkan proses pembuatan aseton dengan hidrogenasi isopropil alkohol atau cumene peroxidation. TUJUAN Tujuan dari tugas ini adalah merancang produksi aseton dari bahan baku isopropyl alkohol. dan dimensi alat utama. 3. 3 . TINJAUAN PUSTAKA Proses awal untuk memproduksi aseton didasarkan pada dekomposisi termal dari kalsium asetat atau fermentasi karbohidrat dari pati jagung atau molasses. LATAR BELAKANG Proses produksi aseton dengan bahan baku isopropylalcohol dirancang menggunakan umpan campuran isopropil alkohol dengan kadar 88% berat (azeotrop). kondisi operasi tiap unit operasi. Reaksi pembentukan aseton dilangsungkan pada fasa gas.38 MJ/kmol [=] kmol/m3gas Kapasitas produksi aseton yang diinginkan adalah 5 ton/jam. Produk aseton yang dihasilkan dikehendaki memiliki kemurnian 99. ) 2. seorang pharmacist Perancis yang menulis penyiapan aseton dalam bukunya yang berjudul Tyrocenium Chymicum pada tahun 1610.5% dan berada dalam fasa cair pada temperatur ambien. Menurut catatan sejarah. Perancangan meliputi penggambaran dan pendeskripsian PFD (Process Flow Diagram). Reaksi dibantu dengan penambahan katalis padat sehingga reaksi memiliki spesifikasi sebagai berikut ( dengan:    = 3.

Pada umumnya. Reaksi: Hasil dari oksidasi ini pada reaktor pertama mengandung 9-12% cumene hydroperoxide. Kemudian dengan penambahan asam. serta dengan penambahan Na2CO3. 4 .a. Keempat proses tersebut adalah 1. Temperatur yang digunakan adalah antara 80–130oC dengan tekanan 620 kPa. sedangkan menara kedua untuk memisahkan fraksifraksi berat yang sebagaian besar terdiri dari air. produk reaktor keempat diuapkan hingga konsentrasi cumene hydroperoxide menjadi 75–85%. Aseton diperoleh sebagai hasil atas pada menara kedua.Proses Cumene Hydroperoxide Pada proses cumene hydroperoxide. seperti cumylphenols. reaksi pembelahan cumene hydroperoxide akan terjadi membentuk suatu campuran yang terdiri dari phenol. dan hidroxyaseton. dimethylphenylcarbinol. Selanjutnya. Campuran ini kemudian dinetralkan dengan menambahkan larutan natrium phenoxide atau basa yang lain atau dengan resin penukaran ion (ion exchanger resin). menara pertama berfungsi untuk memisahkan pengotor seperti asetaldehyde dan propionaldehyde. Proses Pembuatan Aseton Pada dasarnya. proses oksidasi ini dijalankan dalam tiga atau empat reaktor yang dipasang secara seri. mula-mula cumene dioksidasi menjadi cumene hydroperoxide dengan udara atmosfer atau udara kaya oksigen dalam satu atau beberapa oksidator. proses produksi aseton yang umum digunakan terdiri dari empat jenis. acetophenols. Jika digunakan dua kolom. Selanjutnya. aseton dan berbagai produk lain. pada reaktor ketiga 24–29% dan pada reaktor keempat 32-39%. α-methylstyrene. pada reaktor kedua 15–20%. campuran dipisahkan dan crude acetone diperoleh dengan cara distilasi. Penambahan satu atau dua kolom distilasi perlu dilakukan untuk mendapatkan kemurnian yang diinginkan.

Proses ini jarang digunakan bila dibandingkan dengan proses dehidrogenasi isopropil alkohol. karena gas hidrogen bersifat noncondensable. Sebelum dialirkan kedalam reaktor. Zn. Adapun katalis lain yang digunakan bisa bermacam-macam. 5 . Proses Oksidasi Isopropil Alkohol Pada pembuatan isopropil alkohol dengan proses ini. air dan propene. isopropil alkohol dicampur dengan udara dan digunakan sebagai umpan reaktor yang beroperasi ada temperatur 400–600oC. Diantaranya adalah Cu. Selanjutnya aseton dimurnikan dengan cara distilasi. Reaksi dapat berjalan dengan baik dengan mengunakan katalis seperti halnya pada proses dehidrogenasi isopropil alkohol. maupun oksida-oksidanya. Produk keluar reaktor adalah aseton sebagai produk utama. isopropil alkohol. Reaksi: (CH3)2CHOH +1/2 O2 —–> (CH3)2CO + H2O Reaksi ini sangat eksothermis (180 kJ atau 43 kkal/mol pada temperatur 25oC). untuk itulah diperlukan pengontrolan suhu yang cermat untuk mencegah turunnya yield yang dihasilkan. gas hidrogen. Proses Dehidrogenasi Isopropil Alkohol Pada pembuatan aseton dengan proses dehidrogenasi katalitik isopropanol (isopropil alkohol) digunakan katalis kombinasi ZnO dan ZrO dalam prosesnya. Reaktor dirancang agar hasil reaksi dapat langsung didinginkan untuk mendapatkan konversi yang baik. Pemisahan aseton dari gas hidrogen dilakukan dengan kondensasi. Cr. Produk samping utama dari reaksi ini adalah propylene. Reaksi yang terjadi dalam reaktor adalah sebagai berikut: (CH3)2CHOH ——> (CH3) 2CO + H2 Reaksi ini terjadi pada fase gas dengan temperatur diatas 350oC dan tekanan lebih kurang 2 bar. Reaksi: (CH3)2CHOH ——> CH3CH=CH2 + H2O 3. Pb.2. isopropanol terlebih dahulu diuapkan.

Produk bawah dapat dipisahkan oleh salah satu metode yang tersedia. Pelarut berinteraksi berbeda dengan komponen campuran sehingga menyebabkan volatilitas relatif mereka untuk berubah. Produk bawah terdiri dari campuran pelarut dan komponen lainnya. namun tidak membentuk campuran azeotropik. Katalis yang dipakai adalah katalis padat dan berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan kemungkinan katalis adalah ZnO. b. Hal ini memungkinkan campuran tiga-bagian baru untuk dipisahkan dengan distilasi normal. Distilasi Ekstraktif Metode distilasi ekstraktif menggunakan pemisahan pelarut.4. Steam dibangkitkan karena reaksi dehidrogenasi berlangsung dalam fasa gas. Tipe reaktor yang digunakan adalah plug flow reactor karena dapat menangani katalis padat dan sesuai dengan kelakuan kinetika reaksi. Tekanan dinaikkan agar dapat mengatasi hilang tekan dan menyediakan tekanan optimal yang dibutuhkan untuk reaksi. Produk yang diperoleh dipisahkan dengan steam distilasi dan selanjutnya difraksionasikan. DESAIN PERANCANGAN PROSES Umpan azeotropik (88% berat dalam air) isopropanol dinaikkan tekanannya menggunakan pompa. Penukar panas pertama menggunakan cooling water sedangkan penukar panas kedua 6 . Reaktor dipanaskan dengan furnace melalui aliran lelehan garam. Pemilihan reaktor plug flow akan memberikan volume yag lebih kecil dibandingkan dengan tipe reaktor yang lain dengan konversi yang sama. dan etanol dengan konsentrasi keseluruhan 2%. aseton. Selanjutnya umpan dipanaskan dengan heat exchanger sehingga terjadi evaporasi yang menghasilkan steam tekanan tinggi. Komponen asli dengan volatilitas terbesar memisahkan keluar sebagai produk atas. yang lagilagi dapat dipisahkan dengan mudah karena pelarut tidak membentuk azeotrop dengan itu. 4. memiliki titik didih tinggi dan bercampur dengan campuran. yang umumnya nonvolatil. Produk hasil reaksi kemudian didinginkan dengan 2 penukar panas yang dipasang secara berurutan. Fermentasi dari Karbohidrat Fermentasi cormeal atau molasses dengan genus clostridium menghasilkan suatu campuran yang terdiri dari 1-butanol. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi endoterm sehingga pada reaktor harus desediakan pemanas.

Aliran komponen volatil menguap ke atas kemudian diabsorpsi dengan air untuk mendapatkan aseton.menggunakan air yang telah direfrigerasi. Air yang didapatkan akan digunakan di kolom absorber. Pendinginan dimaksudkan agar komponen volatil dapat dipisahkan. Aliran di kondensasi sehingga hidrogen yang non-kondensabel dapat terpisahkan. Selanjutnya aliran bawah memasuki reboiled adsorber untuk memisahkan air dari etilen glikol. Diagram proses dapat dilihat pada Gambar 1. 7 . Pemisahan hidrogen dilakukan karena hidrogen pada tekanan rendah dapat menyebabkan coking dan akan menyebabkan kesulitan pemisahan berikutnya yaitu pada unit distilasi. Pada splitter hydrogen dipisahkan dengan aliran cairan. Splitter pada dasarnya hanyalah suatu unit untuk mempermudah pemisahan secara sederhana dan tidak memiliki dasar teoritik. Aliran cairan hasil absorpsi kemudian digabungkan dengan aliran non-volatil menggunakan mixer. Kolom distilasi pertama (main fractionator) digunakan untuk memisahkan aseton menggunakan prinsip distilasi ekstraktif. Distilasi ekstraktif menggunakan etilen glikol sebagai penarik air sehingga aseton dapat diperoleh dengan kemurnian tinggi (minimal 99. Absorpsi yang dilakukan selain mengabsorb aseton ternyata mengabsorb hydrogen juga sehingga aliran hasil mixer perlu dipisahkan menggunakan splitter. Aliran proses selanjutnya dipisahkan dengan kolom dua distilasi.5%). Etilen Glikol yang di dapatkan pada bottom absorber akan dikembalikan ke main fractionator.

Diagram proses produksi aseton dengan bahan baku isopropil alkohol 8 .Gambar 1.

97 Mixed_Product 0.17 0.34 to_Fractionator 0.00 8.00 30.00 <empty> <empty> 17.04 27.63 1.00 1.21 -5820.00 0.25 6630.80 682.27 Fresh_IPA 0.00 30.00 610.74 -43921.97 1276.02 11768.23 -12070.30 141.80 597.53 30253.00 ` 2.00 99.16 233.87 Reactor_In 1.00 350.13 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Rich_Water 0.95 1.24 -61535.03 -1224.32 -52834.63 1.15 6.00 46.92 water_to_absorber 0.05 487.53 30253.00 30.16 111.00 8.11 5026.07 10666.24 -57162.00 46.73 4910.33 4.06 Lean_Water 0.95 1102.28 Hydrogen 1.00 1.83 EG_from_Storage 0.57 10.67 -1515.77 pressurized_water 0.33 6630.48 20.53 30253.00 -0.27 10.06 1.64 1.74 17.57 1.27 10.98 cool_EG 0.85 EG_pure 0.24 -61534.00 99.01 12.92 10771.69 -45925.25 6630.00 99.06 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Bottom_MF 0.80 592.00 25.80 487.25 6630.29 1.01 10.80 1097.70 560.00 592.00 198.06 0.69 -45925.80 -40898.00 125.55 42021.31 15904.02 1.68 17.01 141.38 1.12 waste 0.44 Cool_Acetone 0.29 15904.39 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW recyle_EG 0.23 -12071.00 1.85 0.25 84.16 682.03 0.00 35.79 -46378.27 1.61 -10137.23 -9086.00 55.55 487.50 Water Vapor 1.41 V_Product 1.00 8.80 141.05 10.54 11.58 Cool_Product 0.59 39.08 9 .00 20.95 10551.00 1.00 -250.01 745.04 27.07 10666.00 108.00 1.04 27.Tabel neraca massa dan kondisi operasi aliran proses Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW IPA_from_storage 0.04 -106798.32 -52834.00 1.95 1.04 1.

79 -122315.61 -7628.26 -61593.30 13426.37 242.00 25.69 6.05 27.01 84.55 487.73 4910.15 6.04 1.63 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Reactor_Out 1.00 1.29 10 .48 241879.80 12.07 1.85 1.16 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW mixed_EG 0.33 6630.01 745.00 1.30 364.93 1496.34 6563.66 RoomT_Ace 0.28 H2_Rich_Gas 1.00 73.01 10.38 27.00 25.00 1.38 27.00 30.01 10.58 -28717.30 1539.00 1.33 6630.00 40.00 1.54 6.00 20.00 25.54 6.76 Acetone_to_Storage 0.37 -1062565.58 -28833.75 84.34 6563.45 27733.48 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Water_Out_2 0.00 30.00 350.15 1539.36 5353.08 Water_In_2 0.29 Fresh_EG 0.79 -121343.08 -3682.17 0.58 -8913.34 Water_Out 0.21 -5849.15 13426.00 40.26 Acetone_Product 0.00 83.00 1.93 -63108.22 Chilled_Water_In 0.72 Lean_EG 0.65 148.15 6.99 30281.00 10.88 27.00 1.04 27.80 487.00 31027.73 4910.24 -61424.00 1.45 Water_In 0.00 1.21 -5704.00 1.61 -9164.00 25.37 242.37 -1058304.64 EG_Pure_Cool 0.15 364.66 233.00 35.80 500.00 1.85 4.00 1.53 30253.85 60.21 -5849.79 Chilled_Water_Out 0.45 27733.76 233.15 84.00 40.73 4910.48 241879.15 6.01 Reactor_Out2 0.00 0.04 1.Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW L_Product 0.16 121.00 30.67 -1515.

000 0.000 1.000 0.000 waste 0.000 0.000 0.000 1.000 0.000 1.395 0.019 0.000 Lean_Water 0.000 0.000 11 .000 V_Product 0.021 0.000 0.395 0.000 Reactor_Out 0.395 0.000 Reactor_Out2 0.000 0.687 0.000 0.125 0.000 0.868 0.039 0.000 0.000 0.125 0.000 0.000 L_Product Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.189 0.000 Reactor_In 0.000 Rich_Water 0.868 0.455 Lean_EG Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 0.000 Mixed_Product 0.021 0.695 water_to_absorber 0.000 recyle_EG 0.618 0.000 0.000 1.000 0.313 0.000 Chilled_Water_Out 0.000 0.000 0.395 0.000 Hydrogen 0.000 1.000 Bottom_MF 0.000 0.611 0.161 0.540 0.000 0.189 0.000 0.000 to_Fractionator Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 0.003 0.000 1.000 Water_In 0.000 0.278 0.334 0.000 0.000 0.822 0.000 1.000 mixed_EG 0.000 Chilled_Water_In Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 0.000 0.Tabel Komposisi Aliran Proses IPA_from_storage Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 0.000 0.000 Fresh_IPA 0.000 0.313 0.021 0.000 0.687 0.000 1.395 0.395 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Cool_Product 0.027 0.005 0.189 0.000 Water_Out 0.015 0.687 0.007 0.350 0.000 0.980 0.313 0.000 H2_Rich_Gas 0.048 0.000 0.997 0.007 0.000 1.000 0.000 0.000 0.003 0.000 1.000 0.000 Acetone_Product 0.000 0.000 0.000 0.000 0.

33 0.26 0.000 Cool_Acetone Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 Water_Out_2 0.000 0.000 0.000 1.000 0.EG_from_Storage Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.403 2984.000 0.000 Water_In_2 Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.33 4001.000 pressurized_water 0.000 0.000 0.000 cool_EG 0.28 -1458.000 Fresh_EG 0.000 Tabel Neraca Energi Unit Feed_Pump Feed_Heater Reactor Cond MF Q Reb MF Q Reboiler Absorber Q EG Cooler Q EG Recycle Pump Q_Lean_Water_Pump Q EG Pump Q Quench Q Product Cooler Heat Flow ( kW) 0.000 0.000 0.21 Tabel Utilitas Daya Total Konsumsi Air Pendingin 23383.001 0.000 Water Vapor 0.000 0.997 0.003 0.000 0.000 0.000 1.000 0.000 0.003 0.000 0.000 0.000 1.000 1.000 RoomT_Ace 0.000 0.81 111.000 1.31 1.02 153.000 0.24 8736.020 EG_pure 0.000 1.997 0.997 0.000 0.000 0.13 7440.000 1.008 0.000 0.000 0.000 0.000 0.041 276176.000 0.000 1.000 0.971 0.000 0.000 0.29 kW kg/jam 12 .000 EG_Pure_Cool 0.003 0.000 0.000 0.000 0.000 Acetone_to_Storage 0.000 0.37 29.

Tabel Dimensi Reaktor total volume (m3) length (m) diameter (m) number of tubes wall thickness (mm) void fraction void volume (m3) 30 4. Tabel Dimensi Main Fractionator Section diameter (m) X-Sectional Area (m2) hole area (m2) active area (m2) DC area (m2) tray spacing (m) section height (m) 2.6 18 b. Tabel Dimensi Absorber internals sieve hole pitch (mm) sieve hole diameter (mm) % hole area side wire type weir height (mm) max weir loading (m3/h-m) downcomer type downcomer clearance maximum DC backup foaming factor max flooding (%) max delta P (ht of liq) (mm) tray spacing (m) tray thickness (mm) sieve 19.3228 0.913 1 5 0.5 2.08 straight 50.93 0.1 50 1 80 203.8 89.42 vertical 38.134 3.575 0.35 10.2 0.34 13 .6096 3.293 2.Tabel Dimensi Alat Utama a.05 6.6096 21.175 c.

University of Califormia Press: 1962 Hoffman. Tabel Dimensi Regenerator EG Max Delta P (Ht Of Liq) (mm) Max Flooding (%) Tray Spacing (m) Tray Thickness (mm) Hole Area (%) Weir Height (mm) Max Weir Loading (m3/h-m) Downcomer Type Downcomer Clearance (mm) Maximum DC Backup (%) 203. Edward Jack.8 89. Mel.175 10 50.6096 3. The History of Acetone Vol 8 .2 80 0.1 50 5.42 vertical 38. DAFTAR PUSTAKA Gorman. 14 . Azeotropic and Extractive Distillation.d. Interscience Publisher: 1964.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->