P. 1
III. Hasil Dan Pembahasan

III. Hasil Dan Pembahasan

4.31

|Views: 6,352|Likes:
Dipublikasikan oleh shinobi32

More info:

Published by: shinobi32 on Jan 30, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2013

Prinsip: Penentuan banyaknya air dengan cara destilasi dengan suatu cairan

organik yang tak bercampur dengan air, dan dikumpulkan dalam suatu

tabung berukuran (Gambar 3).

Gambar 3. Tabung Pengukuran Kadar Air

Tujuan dilakukannya pengukuran kadar air yaitu untuk menentukan berapa kadar

air optimum yang terdapat dalam bahan, sebelum di suling.

Prosedur:

23

1)Gagang cengkeh kering sebanyak 10 g dirajang, kemudian dimasukkan ke

dalam labu ukur.

2)Menambahkan toluen hingga terendam seluruhnya.

3)Labu tersebut digabungkan dengan tabung esktraktor destilasi.

4)Memanaskan selama 3-4 jam dengan menggunakan hotplate.

5)Mengamati hasilnya.

Hasil:

Pengukuran kadar air ini dilakukan pemanasan selama 2,5 jam. Hasilnya, air yang

didapat yaitu sebanyak 1,1 mL.

Perhitungan:

Rumus perhitungan kadar air:

Kadar air =

%

100

×

MV

Keterangan:

V

= Volume air yang ditampung (mL)

M

= Massa bahan yang diuji (g)

Dengan anggapan rapat massa air tepat 1 g/mL.

Kadar air bahan =

%

100

101,

1

×

gml

= 11%

Pembahasan:

24

Pengukuran kadar air dilakukan untuk mengetahui berapa kadar air yang terdapat

dalam bahan. Sehingga kita bisa mengetahui berapa kadar air yang optimal dalam

penyulingan minyak

Pada saat pemanasan, minyak dalam bahan akan larut bersama toluen sedangkan

air yang tidak larut dengan toluen akan menguap dan masuk kedalam tabung

ekstraktor destilasi. Pengujian ini berdasarkan berat jenis dari air. Berat jenis

Toluen lebih ringan daripada air. Sehingga pada saat pemanasan, air yang

menguap serta menetes ke penampung akan berada di bagian bawah toluen.

Setelah pemanasan selama 2,5 jam didapatkan kadar air sebesar 1,1 ml. Kadar air

pada bahan mempengaruhi kadar minyak cengkeh pada saat penyulingan.

Semakin tinggi kadar air, maka kadar rendemennya akan semakin kecil, sehingga

menghasilkan minyak yang sedikit. Oleh karena itu, bahan yang akan disuling

harus cukup kering, agar menghasilkan minyak yang cukup banyak. Menurut

Ketaren (1989), gagang cengkeh yang baik untuk disuling mempunyai kadar air

8,7 – 10,2%. Jadi kadar air dalam gagang cengkeh tersebut (11%), kurang kering

dan kurang baik untuk disuling.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->