Anda di halaman 1dari 10

RANCANG BANGUN SEPEDA STATIS PENGHASIL ENERGI LISTRIK YANG ERGONOMIS

Febrian Dio Rhapsody, Eka Maulana, Agri Suwandi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Pancasila, Jakarta

ABSTRAK
Kebutuhan energi semakin hari kian meningkat, terutama kebutuhan akan energi listrik. Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia saat ini sebesar 55.000 MW, sementara energi listrik yang mampu disuplai oleh PLN sebesar 32.000 MW dan sisanya disuplai oleh perusahaan swasta. Pemenuhan kebutuhan energi listrik oleh pemerintah tersebut masih banyak mengalami kendala. Oleh karena itu dibutuhkan sumber energi listrik baru yang ramah lingkungan. Proses rancang bangun sepeda statis penghasil energi listrik yang ergonomis dilakukan dengan menggunakan metode Pahl and Beitz yakni, perencanaan dan penjelasan tugas, perancangan konsep produk, perancangan bentuk produk, serta perancangan detail. Energi listrik yang dihasilkan oleh sepeda statis ini disimpan ke dalam aki kering, untuk dimanfaatkan sebagai sarana penerangan rumah. Dari seleksi konsep diperoleh rancangan sepeda statis penghasil energi listrik yang ergonomis dengan dimensi panjang 1632,6 mm, lebar 569,5 mm dan tinggi 1315 mm, serta hasil dari perhitungan dan analisis rancangan dapat menghasilkan energi listrik yang dapat disimpan ke dalam aki kering dengan kapasitas 120 Ah. Energi listrik yang tersimpan digunakan untuk penerangan rumah selama kurang lebih 10 jam dengan menggunakan tiga buah lampu LED 7 Watt dan dua buah lampu LED 5 Watt dengan total arus yang dibutuhkan 20 Ah. Kata kunci : Energi mekanik, sepeda statis, ergonomis, energi listrik

ABSTRACT
The need for energy is increasing, especially the need for a power source. Electricity needs in Indonesia is currently at 55,000 MW, while the electrical energy that can be supplied by PLN of 32,000 MW and the rest is supplied by a private company. Electrical energy needs by the government are still many obstacles experienced. Therefore, it needs a new source of electrical energy and environmentally friendly. Process design of static bike ergonomic producing electrical energy using the method of Pahl and Beitz that is planning and task description, product concept design, product design shape and design detail. The electrical energy produced by the static bike is stored in dry batteries, and used as a for lighting of the house. From the selection of design concept static bike ergonomic producing electrical energy has dimensions of length 1632.6 mm, 569.5 mm wide and 1315 mm high, the results of the calculation and analysis of the design can produce electrical energy that can be stored in the dry battery with a capacity of 120 Ah. Stored electrical energy is used for lighting the home for about 10 hours using three LED 7 Watt and two 5 Watt LED light with a total current required 20 Ah. Key words: Mechanical energy, static bike, ergonomic, electrical energy

PENDAHULUAN Saat ini bersepeda merupakan sarana olahraga yang digemari oleh semua kalangan usia, selain menyenangkan juga bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Banyak orang memanfaatkan sepeda
1

statis sebagai sarana olahraga yang dapat dilakukan kapan pun di rumah maupun di tempat fitness. Dapat dipastikan bahwa dengan berolahraga manusia banyak mengeluarkan energi. Dari persoalan tersebut muncul ide untuk memanfaatkan sepeda statis sebagai

sumber penghasil energi listrik. Energi listrik tersebut dihasilkan melalui energi mekanik sepeda statis yang dikonversikan menjadi energi listrik yang kemudian disimpan ke dalam aki dan selanjutnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Dengan memanfaatkan renewable energy bisa melakukan penghematan dan mengurangi ketergantungan dengan sumber energi fosil. Untuk menghasilkan rancang bangun sepeda statis ergonomis penghasil energi listrik yang optimal, dibutuhkan tahapan-tahapan meliputi: perancangan sepeda statis yang ergonomis, analisis dan perhitungan kekuatan material, serta perhitungan energi listrik yang dihasilkan. BAHAN DAN METODE Perancangan merupakan kegiatan awal dari usaha merealisasikan suatu produk yang kebutuhannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Setelah perancangan selesai maka kegiatan yang menyusul adalah pembuatan produk. Kedua kegiatan tersebut dilakukan dua orang atau dua kelompok orang dengan keahlian masing-masing, yaitu perancangan dilakukan oleh tim perancang dan pembuatan produk oleh tim kelompok pembuat produk.[5] Pahl dan Beitz mengusulkan cara merancang produk sebagaimana yang dijelaskan dalam bukunya; Engineering Design : A Systematic Approach. Cara merancang Pahl and Beitz tersebut terdiri dari 4 kegiatan atau fase, yang masing-masing terdiri dari beberapa langkah yaitu [5]: 1. Perencanaan dan penjelasan tugas 2. Perancangan konsep produk 3. Perancangan bentuk produk (embodiment design) 4. Perancangan detail

Didalam tulisan yang berjudul Product design: techniques for robustness, reliability and optimization ditulis oleh Dr. Jose Carlos Miranda V, dijelaskan bahwa "Design Engineering adalah proses merancang sistem, komponen, atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Dalam proses ini pengambilan keputusan sering dilakukan secara berulang dimana ilmuilmu dasar, matematika dan ilmu teknik diterapkan untuk mengkonversikan sumber daya secara optimal untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dalam suatu disain. Di antara elemen fundamental dari proses disain adalah pembentukan tujuan dan kriteria, sintesis, analisis, konstruksi, pengujian dan evaluasi. Sangat penting untuk memasukkan berbagai kendala realistis seperti faktor ekonomi, keamanan, kehandalan, estetika, etika dan dampak sosial [2].

Gambar 1. Hubungan kebutuhan dan disain [2] Tegangan adalah perbandingan antara gaya tarik yang bekerja terhadap luas penampang benda sesuai dengan gambar dibawah ini.
F
A

Gambar 2. Tegangan [10] Rumus tegangan yakni gaya yang bekerja dibagi dengan luas penampang benda [10]: =
F (N/mm2) (1) A

dimana : = Tegangan Geser(N/mm2) F = Gaya (N) A = Luas (mm2)

Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam sirkuit listrik. Satuan SI daya listrik adalah watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/second). Arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dengan hambatan listrik menimbulkan kerja. [24] Besarnya daya listrik dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut, P = V . I (Watt) (2) Dimana : P = Daya (Watt) V = Tegangan (Volt) I = Arus (Ampere) Pemilihan bahan material untuk rancang bangun sepeda statis ini menggunakan beberapa bahan material yang akan disimulasikan dengan pertimbanagan sebagai berikut : 1). Aluminium Rangka sepeda statis ini sebagian besar menggunakan bahan material aluminium campuran Al 6061, dikarenakan aluminium jenis ini mempunyai kekuatan material yang cukup tinggi sekitar 40000 psi, ringan, mudah dibentuk dan murah. Aluminium jenis ini memiliki komposisi, 98% aluminium, 0,04% chromium, 0,14% copper, 0,7% iron, 1,2% magnesium, 0,15% mangan, 0,8% silicon, dan 0,25% zinc. 2). Stainless Steels Baja stainless adalah material rancang bangun yang sering digunakan untuk perancangan suatu alat, dikarenakan sifat dari material ini yang memiliki kekuatan yang cukup tinggi serta tahan terhadap korosif. Untuk rancang bangun sepeda satatis ini memnggunakan

beberapa komponen dengan bahan material stainless steels 304. Berikut adalah kelebihan dari stainless steels: Kekuatan tinggi dengan ketangguhan baik Kekakuan tinggi Kebanyakan Sangat murah Mudah untuk dibentuk 3). Baja Karbon Baja karbon adalah paduan antara besi dan karbon dengan sedikit campuran dari Si, Mn, P, S dan Cu. Sifat baja karbon sangat tergantung pada jumlah dari kadar karbon yang digunakan, karena itu baja ini dikelompokkan berdasarkan kadar karbonnya. Berikut adalah klasifikasi dari baja karbon : Baja karbon rendah (low carbon steel) dengan kandungan karbon sebesar 0,05 % sampai 0,30%. Baja karbon menegah (medium carbon steel) dengan kandungan karbon sebesar 0,30 % sampai 0,60%. Baja karbon tinggi (high carbon steel) dengan kandungan karbon sebesar 0,60 % sampai 1,30%. Jenis baja karbon yang digunakan untuk bahan material poros sepeda statis ini menggunakan S45C-D yakni baja karbon menengah dangan kandungan karbon sebesar 0.45%. Proses perancangan sepeda statis ini melalui beberapa tahapan yang diperlihatkan pada gambar diagram alir perancangan.

TABEL 1 DAFTAR KEBUTUHAN SEPEDA STATIS PENGHASIL ENERGI LISTRIK


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Daftar Kebutuhan Mudah dioperasikan Stabil digunakan Tahan lama Ergonomis Listrik yang dihasilkan optimal Kapasitas listrik bertahan lama Mudah perawatan Mudah dibuat Mudah dibongkar pasang Disain menarik Tingkat kepentingan 4 4 4 5 4 4 3 3 3 3

Gambar 3. Diagram alir perancangan HASIL DAN PEMBAHASAN Studi literatur yang telah dilakukan beserta data-data pendukung, maka didapatkan bahwa daftar kebutahan untuk rancang bangun sepeda statis penghasil energi ini yang dijelaskan pada tabel 1.

Dari kebutuhan tersebut kemudian, dibuat seleksi konsep untuk menetukan rancangan konsep yang akan digunakan, dan berikut adalah seleksi konsep dalam bentuk tabel 2 pada halaman 5. Seleksi konsep tersebut dipilih varian 2 dengan gambar sebagai berikut:

Gambar 3. Contoh varian 2

TABEL 2 SUB FUNGSI & SOLUSI SEPEDA STATSI PENGAHASIL ENERGI LISTRIK

Pemakaian sepeda statis berlangsung, jika sepeda statis digunakan selama 6 jam/hari maka total energi yang dihasilkan oleh sepeda statis adalah, Total Daya = 688,5 Wh Total Arus = 51 Ah Spesifikasi baterai atau aki yang digunakan adalah aki kering dengan kapasitas yang dibutuhkan tidak kurang dari total arus yang dihasilkan oleh pemakaian sepeda statis. Total arus yang dihasilkan atau nilai Ampere hour sebesar 51 Ah. Sesuai dengan ketentuan penggunaan deep cycle battery yang hanya di-discharge sedalam 50% dari kapasitas totalnya [27], maka total nilai Ah sebesar 51 Ah dikali 2, menjadi 102 Ah. Kapasitas yang harus dimiliki oleh aki atau battery adalah sebesar 102 Ah. Sehingga aki yang digunakan adalah aki 12V 120 Ah untuk digunakan menyimpan hasil energi listrik dari sepeda statis. TABEL 3 JUMLAH KEBUTHAN ENERGI LISTRIK UNTUK PENERANGAN RUMAH
Tempat Ruang Tamu Kamar Teras Dapur Jumlah Lampu 1 2 1 1 Daya Lampu 7 Watt 5 Watt 7 Watt 7 Watt Lama Pemakaian 5 Jam 10 Jam 10 Jam 5 Jam Jumlah Arus Dikali Lama Pemakaian 2,9 Ah 8,4 Ah 5,8 Ah 2,9 Ah 20 Ah

Penghasil energi listrik untuk rancangan sepeda statis ini, menggunakan dinamo ampere atau biasa disebut alternator, dengan speksifikasi alternator sebagai berikut : Spesifikasi Alternator Diameter puli altenator : 72 mm Putaran masksimum : 1500 rpm Putaran minimum : 1000 rpm Tegangan output altenator : 12 Volt Arus output altenator : 30 Ampere Putaran pada alternator kendaraan roda empat sebesar 1030 rpm menghasilkan arus pada alternator sebesar 8,5 A serta tegangan output sebesar 13,5 V. Daya yang dibangkitkan dapat dihitung menggunakan persamaan (2), yakni : P=V.I

Total Arus (Ah)


Sumber : http://www.panelsurya.com/

Bila kondisi aki yang digunakan dalam dalam keadaan penuh 90% maka kapasitas aki sebesar 108 Ah, kemudian digunakan untuk penerangan rumah sehingga kapasitas aki menjadi 88 Ah (kapasitas aki dikurang total arus yang digunakan). Tingkat kehilangan muatan pada aki sebesar 32 Ah, maka untuk mengisi kembali kapasitas aki hingga

100% atau 120 Ah dibutuhkan waktu pengisian selama: Waktu pengisian = 4,5 jam (dengan faktor hambatan sebesar 1,2) Sehingga lamanya penggunaan sepeda statis untuk mengisi kembali kapasitas aki yang telah hilang muatan sebesar 32 Ah adalah 4,5 jam. Perhitungan dan analisis kekuatan material pada rancangan sepeda statis penghasil energi listrik ini memiliki empat proses utama, yakni : 1. Menggambar diagram benda bebas rangka bangku, untuk mengetahui distribusi gaya-gaya yang bekerja. 2. Menghitung distribusi gaya-gaya yang bekerja pada setiap batang rangka. 3. Menggambar distribusi gayagaya yang bekerja pada setiap komponen benda kerja. Gambar rancangan rangka bangku beserta komponen-komponennya dapat dilihat pada Gambar V-2.

Plat Pengunci Baut Pengunci Batang Aluminium Berongga Baut Pengunci 9. Track kaki Gambar diagram benda bebas beserta distribusi gaya-gaya yang terjadi dapat dilihat pada Gambar V-3.

5. 6. 7. 8.

Gambar 5. Diagram benda bebas rangka bangku Perhitungan gaya yang bekerja pada titik tumpuan A dan B dapat diketahui menggunakan persamaan kesetimbangan gaya. Reaksi gaya pada titik A (RAy) MA = 0 = (W . L1) (Ay . (L1+L2)) Reaksi gaya pada titik B (RBy) MB = 0 = (W . L2) (Ay . (L1+L2)) Perhitungan distribusi gaya yang bekerja pada batang rangka dapat diketahui, yakni: Reaksi gaya pada batang CB Mc = 0 = (Bx . L3) + (By . L4) Fx = 0 = Cx Bx Fy = 0 = Cy By Fy = 0 = Ax Cx Reaksi gaya pada batang AD Fx = 0 = Dx Ax Fy = 0 = Dy Ay Fy = 0 = Bx Dx

Gambar 4. Rangka Bangku

keterangan: 1. Poros Bangku 2. Dudukan 3. Sandaran 4. Penahan Sandaran

Luas penampang batang AD dapat dihitung yakni: A = b.d b1.d1 Besarnya tegangan kerja pada penampang batang AD dapat dihitung menggunakan persamaan (2.4) dengan diketahui F sebesar 656,892 N dan A sebesar 96 mm2 =
F A

(N/mm2)

Gambar 6. Distribusi Gaya Batang Rangka Distribusi gaya yang terjadi pada batang AD dilihat dari Gambar V-4, menjelaskan bahwa gaya pada Ax sebesar 436,94 N dan Ay sebesar 490,5 N, Sehingga resultan gayanya (R) sebesar, 656,892 N

Dimana : = Tegangan Kerja A = Luas Penampang Batang AD F = Resultan Gaya Batang AD Rancangan rangka bangku dibuat dengan menggunakan software Pro Engineering dengan skala 1:1 dan kemudian dilakukan simulasi kekuatan material deangan gaya yang diberikan sebesar 100 N. Dengan material untuk rangka bangku menggunalan bahan aluminium Al 6061 dengan modulus elastisitas sebesar 68,9476 GPa serta mempunyai tegangan yield material sebesar 4 x 104 psi atau sama dengan 2,7579 x 102 N/mm2.

Gambar 7. Resultan Gaya Pada Batang AD

Gambar 8. Penampang batang AD

Gambar 9. Hasil simulasi rangka sepeda statis

Dari Hasil simulasi serta perhitungan kekuatan material, didapatkan bahwa : 1) Perhitungan kekutan material Tegangan kerja pada penampang batang AD sebesar 6,843 N/mm2 2) Hasil Simulasi Tegangan Von Mises maksimum sebesar 9,562 x 10 N/mm2 Besarnya tegangan Von Mises pada Gambar V-7 grafik hasil simulasi antara 3 N/mm2 24 N/mm2. 3) Factor of safety atau faktor keamanan Faktor keamanan adalah perbandingan antara tegangan luluh pada material dengan tegangan kerja maksimum. Joseph P. Vidosic [4] menjelaskan bahwa angka faktor keamanan yang sesuai, berdasarkan tegangan luluh yaitu berdasarkan tabel dibawah ini, TABEL 4 FAKTOR NILAI KEMAMANAN MATERIAL
Nilai Faktor Keamanan Sf Keterangan untuk bahan yang sangat handal digunakan dalam kondisi terkendali dan dikenai beban dan tekanan yang dapat ditentukan dengan pasti dan hampir selalu digunakan di mana berat rendah adalah pertimbangan yang sangat penting. diketahui bahan, dalam kondisi lingkungan cukup konstan, dikenai beban dan tekanan yang dapat ditentukan dengan mudah untuk bahan rata-rata dioperasikan di lingkungan biasa dan dikenai beban dan tekanan yang dapat ditentukan untuk bahan rapuh dalam kondisi rata-rata lingkungan, beban, dan stres. untuk bahan belum dicoba digunakan di bawah kondisi rata-rata lingkungan, beban, dan stres

N/mm2 dan nilai faktor keamanan 2,0 adalah,

maks =

Tegangan Luluh Material

Sf Hasil simulasi kekuatan material menjelaskan bahwa tegangan Von Mises maksimum (maks) sebesar 9,562 x 10 N/mm2 dan masih dibawah tegangan kerja maksimum material (kerja) sebesar 13,789 N/mm2 atau maks > kerja sehingga rancangan rangka bangku sepeda statis ini sangat aman digunakan. SIMPULAN Berdasarkan hasil rancang bangun alat sepeda statis penghasil energi listrik yang optimal, dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Hasil seleksi konsep rancangan dipilih varian solusi 2 sebagai konsep rancang bangun alat dengan bobot nilai sebesar 4 ukuran dimensi panjang 1632,6 mm, lebar 569,5 mm dan tinggi 1315,0 mm. 2. Hasil perhitungan dan simulasi kekuatan material bahan aluminium yang digunakan untuk rancangan rangka sepeda statis ini aman digunakan dikarenakan nilai tegangan Von Mises maksimum sebesar 9,562 x 10 N/mm2 dan masih lebih kecil dari nilai tegangan kerja maksimum material yang sebesar 13,789 N/mm2. 3. Dari hasil perhitungan didapat bahwa penggunaan sepeda statis penghasil energi listrik selama 30 menit tubuh manusia dewasa pada umumnya mampu mengeluarkan kalori sebesar 263,64 kkal dan energi listrik yang dihasilkan sebesar 57,375 Wh dengan arus 4 Ah. 4. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa energi listrik yang disimpan

1,25 1,5

1,5 2,0

2,0 2,5 2,5 3,0 3,0 4,0

Sumber : Joseph P. Vidosic, Elements of design engineering

Tegangan kerja maksimum (maks) dari material Al 6061 dengan tegangan luluh material sebesar 2,7579 x 102

ke dalam aki 12 volt dengan kapasitas 120 Ah dapat dimanfaatkan untuk penerangan rumah selama 10 jam yang terdiri dari tiga buah lampu LED 7 Watt dan dua buah lampu LED 5 Watt dengan arus aki yang terpakai sebesar 20 Ah, maka dibutuhkan 4 sampai 5 jam pemakaian sepeda statis untuk mengisi kembali energi listrik yang terpakai pada aki kering. DAFTAR KEPUSTAKAAN 1. Ach. Muhib, Kekuatan Bahan, ANDI, Yogyakarta, 2008 2. Carlos Jos, Product Design : Techbique For Robustnes, Realiability And Optimazation,
Monterrey Institute of Technology, Spanyol, 2004.

International Journal Technology Volume 2 Issue 2 Pages 122, 2011. 12. Sartono., Perawatan Aki Kendaraan Bermotor, Eksplorium No 110, Jakarta Agustus 1997.

Joseph E, Larry D, Perencanaan Teknik Mesin Edisi Keempat Jilid 2, Erlangga, Jakarta, 1984. 4. Joseph P. Vidosic, Elements of design engineering, John Wiley & Sons Inc, New York, 1969 5. Pahl, Beitz, Engineering Design : A Systematic Approach, First English Edition, Biddle Ltd, Guildfort and Kings Lynn, United Kindom, 1984. 6. Robert L, Elemen-Elemen Mesin Dalam Perancangan Mekanis Jilid 1, ANDI, Yogyakarta, 2009. 7. Sularso, Kiyokatsu Suga., Dasar Perancangan dan Pemilihan Elemen Mesin, Pradnya Paramita, Bandung, 2004. 8. T. Surdia, S. Saito, Pengetahuan Bahan Teknik, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1985. 9. W Djoko, Mekanika Kekuatan Material, Universitas Pancasila, Jakarta, 2007. 10. W Djoko, Statika Struktur, Universitas Pancasila, Jakarta, 2007. 11. Erlinda Muslim., Ergonomic Evaluation of A Folding Bike Using Virtual Environment Modelling,

3.

SELESAI

Anda mungkin juga menyukai