Anda di halaman 1dari 3

BAB I DASAR TEORI

Pengertian Decoder adalah alat yang di gunakan untuk dapat mengembalikan proses encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian Decoder juga dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang di tugaskan untuk menerima input input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut. Kebalikan dari decoder adalah encoder. Fungsi Decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin merangkaian decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan 2to-4 decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16 decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder. Beberapa rangkaian decoder yang sering kita jumpai saat ini adalah decoder jenis 3 x 8 (3 bit input dan 8 output line), decoder jenis 4 x 16, decoder jenis BCD to Decimal (4 bit input dan 10 output line) dan decoder jenis BCD to 7 segmen (4 bit input dan 8 output line). Khusus untuk pengertian decoder jenis BCD to 7 segmen mempunyai prinsip kerja yang berbeda dengan decoder decoder lainnya, di mana kombinasi setiap inputnya dapat mengaktifkan beberapa output linenya. Decode memiliki 2 macam, yaitu : 1. Seleksi Output Harus menggunakan tabel kebenaran sebagai gambaran output mana yang akan di on/off kan. 2. Perubah Code 7 segmen

1. Seleksi Output Contoh tabel kebenaran sebuah Decoder 3 x 8

INPUT A B C
0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1

D0
1 0 0 0 0 0 0 0

D1
0 1 0 0 0 0 0 0

D2
0 0 1 0 0 0 0 0

OUTPUT D3 D4
0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0

D5
0 0 0 0 0 1 0 0

D6
0 0 0 0 0 0 1 0

D7
0 0 0 0 0 0 0 1

Berdasarkan output dari Tabel kebenaran di atas, dibuat rangkaian decoder yang merupakan aplikasi dari gerbang AND

2. Perubah Code Seven Segment adalah tujuh segmen-segmen yang digunakan menampilkan angka. Seven segment merupakan display visual yang umum digunakan dalam dunia digital. Seven segment sering dijumpai pada jam digital, penujuk antrian, diplay angka digital dan termometer digital. Penggunaan secara umum adalah untuk

menampilkan informasi secara visual mengenai data-data yang sedang diolah oleh suatu rangkaian digital. Seven segmen ini tersusun atas 7 buah LED yang disusun membentuk angka 8 yang penyusunnya diberikan label dari a sampai g dan satu lagi untuk dot point (DP). Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ). salah satu terminal LED dihubungkan menjadi satu sebagai kaki common.

Jenis Seven Segments : 1. Common Anode


a 0

Dari 8 (delapan) LED yang ada, bagian anodenya disambungkan menjadi satu dan dihubungkan ke sumber tagangan (+5 volt). Dan bagian Cathode merupakan input data dari display ini (segmen a sampai g), dari rangkaian ini dapat diketahui bahwa LED (segmen)

akan menyala atau berlogika 1 jika diberikan tegangan 0 volt atau dihubungkan dengan ground (berlogika 0) oleh karena itu display jenis ini disebut sebagai display aktif rendah (Active Low), dengan kata lain akan menyala jika diberikan input berlogika 0.

2. Common Katode
1 a

Dari 8 (delapan) LED yang ada, bagian anodenya disambungkan menjadi satu dan dihubungkan ke Ground (GND). Dan bagian Anode merupakan input data dari display ini (segmen a sampai g), dari rangkaian ini dapat diketahui bahwa LED (segmen) akan

menyala atau berlogika 1 jika diberikan tegangan 5 volt atau


e

dihubungkan dengan sumber tegangan +5 volt (berlogika 1) oleh karena itu display jenis ini disebut sebagai display aktif tinggi (Active high), dengan kata lain akan menyala jika diberikan input

berlogika 1.