Anda di halaman 1dari 16

Ohmmeter adalah alat yang umumnya tergabung pada multimeter (denganvoltmeter dan ammeter) yang digunakan untuk mengukur

resistansi suatukomponen. Selain untuk mengukur resistansi, ohmmeter bisa juga digunakan untukmengetes kekontinuan/sambungan suatu rangkaian (continuity test). Banyakohmmeter digital yang modern bisa mengeluarkan bunyi untuk mengindikasikanbahwa suatu rangkaian terputus dari suatu titik ke titik yang lain.ohmmeter digital yang bisa mengeluarkan suara membantu penggunanya untukmendeteksi suatu sambungan pada suatu rangkaian tanpa melihat langsungmenggunakan mata. Umumnya ohmmeter berguna s ebagai alat yang dapat mendeteks i suatu rangkaian dalamkeadaan terhubung singkat (short circuit) atau terbuka (open circuit). Hubung singkat (shortcircuit) terj adi ketika konduktor yang lazimn ya mempunyai res is tans i yang s angat rendah terhubung dengan konduktor lain diantara dua titik pada suatu rangkaian. Karena resistansi yangrendah inilah hubung singkat terjadi, arus akan melangkahi (bypass)rangkaian yang seharusnyadilewati karena arus ini akan memilih jalur yang terhubung sing kat tadi. Ohmmeter akan menunjukkan nilai resistansi yang sangat rendah (secara teori sama dengan nol) ketika digunakanuntuk mengukur rangkaian yang terhubung singkat ini.Rangkaian terbuka (open circuit) terjadi ketika suatu konduktor rusak diantara kedua titik yangdiukur. Ohmmeter akan menu nj ukkan pembacaan nilai r s i s t a n s i ya n g s a n g a t b e s a r s e k a l i (secara teori tak hingga) ketika mengukur rangkaian yang terbuka. Cara Penggunaan Ohmmeter:1. Ohmmeter digunakan untuk mengukur resistansi/tahananDigunakan untuk mengukur tahanan suatu device/alat, misalnya: resistor, lampu,atau lainnya.Cara penggunaan:1. Jangan mengukur resistansi rangkaian yang ada tegangannya.2. Putar knob pemilih cakupan pada cakupan yang tepat.

http://voltraf.blogspot.com/2012/03/ohmmeter.html Ohmmeter adalah alat yang umumnya tergabung pada multimeter (dengan voltmeter dan ammeter)yang digunakan untuk mengukur resistansi suatu komponen. Selain untuk mengukur resistansi,ohmmeter bisa juga digunakan untuk mengetes kekontinuan/sambungan suatu rangkaian (continuitytest). Banyak ohmmeter digital yang modern bisa mengeluarkan bunyi untuk mengindikasikan bahwasuatu rangkaian terputus dari suatu titik ke titik yang lain.ohmmeter digital yang bisa mengeluarkan suara membantu penggunanya untuk mendeteksi suatusambungan pada suatu rangkaian tanpa melihat langsung menggunakan mata.

Umumnya ohmmeter berguna sebagai alat yang dapat mendeteksi suatu rangkaian dalamkeadaan terhubung singkat (short circuit) atau terbuka (open circuit). Hubung singkat (shortcircuit) terjadi ketika konduktor yang lazimnya mempunyai resistansi yang sangat rendahterhubung dengan konduktor lain diantara dua titik pada suatu rangkaian. Karena resistansi yangrendah inilah hubung singkat terjadi, arus akan melangkahi (bypass)rangkaian yang seharusnyadilewati karena arus ini akan memilih jalur yang terhubung singkat tadi. Ohmmeter akanmenunjukkan nilai resistansi yang sangat rendah (secara teori sama dengan nol) ketika digunakanuntuk mengukur rangkaian yang terhubung singkat ini.Rangkaian terbuka (open circuit) terjadi ketika suatu konduktor rusak diantara kedua titik yangdiukur. Ohmmeter akan menunjukkan pembacaan nilai resistansi yang sangat besar sekali(secara teori tak hingga) ketika mengukur rangkaian yang terbuka. Cara Penggunaan Ohmmeter: 1. Ohmmeter digunakan untuk mengukur resistansi/tahanan Digunakan untuk mengukur tahanan suatu device/alat, misalnya: resistor, lampu,atau lainnya. Cara penggunaan: 1. Jangan mengukur resistansi rangkaian yang ada tegangannya. 2. Putar knob pemilih cakupan pada cakupan yang tepat.

2. Test Continuity Digunakan untuk mengetahui kontinuitas jalur atau koneksi suatu rangkaian.Biasanya memiliki logo :

Logo continuity

Cara melakukan test continuity:Pasang probe pada posisi A dan B, jika jalur masih continous (tidak putus) maka akan ada bunyi, jika tidak maka jalur sudah putus. Kalibrasi pada Ohmmeter Kalibrasi perlu dilakukan agar nilai yang terbaca akurat, terutama di Ohmmeter Analog, carauntuk melakukan kalibrasi adalah sebagai berikut:Hubung singkat kaki meter merah dan hitam dan putar pengatur nol ohm, sehingga penunjuk lurus pada 0 ? ( jika penunjuk gagal berayun ke nol. meskipun pengatur penunjuk nol ohm sudahdiputar penuh searah jarum jam, gantilah baterai yang berada di dalam meter dengan bateraiyang baru

http://www.scribd.com/doc/69578687/Ohmmeter-Adalah-Alat-Yang-UmumnyaTergabung-Pada-Multi-Meter

OHM Meter Tipe Seri Dan Shunt Ohm meter merupakan instrument elektronika yang berfungsi untuk mengetahui nilai resistansi suatu beban elektronika atau komponen elektronika. Ohm meter pada umumnya digunakan untuk mengukur nilai resistansi suatu resistor. Dalam artikel ini fokus membahas tentang konsep dasar dari sebuah OHM Meter tipe seri dan Ohm Meter tipe Shunt. OHM Meter Tipe Seri Ohmmeter tipe seri sesungguhnya mengandung sebuah gerakan dArsonval yang dihubungkan seri dengan tahanan dan batere ke sepasang terminal untuk hubungan ke tahanan yang tidak diketahui. Berarti arus melalui alat ukur bergantung pada tahanan yang diketahui, dan indikasi alat ukur sebanding dengan nilai yang tidak diketahui, dengan syarat bahwa masalah kalibrasi diperhitungkan.

Dimana : R1 = tahanan pembatas R2 = tahanan pengatur nol E = batere didalam alat ukur Rm = tahnan dalam d Arsonval Rx = tahanan yang tidak diketahui Desain dapat didekati dengan mengingat bahwa, jika Rh menyatakan arus Idp, tahanan yang tidak diketahui harus sama dengan tahanan dalam total ohmmeter. Berarti : OHM Meter Tipe Shunt Diagram rangkaian sebuah ohmmeter tipe shunt ditunjukkan pada dibawah. Alat ini terdiri dari senuah tahanan pengatur R1 dan gerak dArsonval. Tahanan yang akan diukur dihubungkan ke terminal-terminal A dan B. Di dalam rangkaian ini diperlukan sebuah sakelar menghidupkan mematikan (off-on switch) untuk meutuskan hubungan

batere ke rangkaian bila instrumen tidak digunakan.

Analisa ohmmeter tipe shunt serupa dengan ohmmeter tipe seri, arus skala penuh adalah:

Dimana : E = Tegangan batere R1 = tahanan pembatas arus Rm = tahanan-dalam dari gerakan Rh = tahanan luar yang menyebabkan defleksi 0.5 skala Read more at: http://elektronika-dasar.com/instrument/ohm-meter-tipe-seri-dan-shunt/ Copyright Elektronika Dasar

Pembuatan OHM meter digital untuk pengukuran resistansi yang kecil Untuk mengukur besarnya harga resistansi yang kecil dari sebuah tahanan seperti kabel atau shunt resistor sedikit mengalami kesulitan. Selain itu faktor R wire (hambatan yang terdapat pada kabel) pada kabel probe berpengaruh terhadap proses pengukuran resistansi. Oleh karena itu, dibuat sebuah ohm meter digital yang dapat melakukan pengukuran terhadap resistansi yang kecil. Dimana hambatan yang terdapat pada probe sangat kecil sekali. Proses kerja dari alat ini adalah R yang diukur dihubungkan dengan jembatan kelvin berganda melalui probe, sehingga timbul beda tegangan pada jembatan Kelvin berganda. Beda tegangan yang dihasilkan sangat kecil, sehingga harus diperbesar menggunakan instrumentasi amplifier. Output ini kemudian dihubungkan dengan ICL 7107 sebagai konverter dari data analog menjadi digital sekaligus berfungsi sebagai display. Dari hasil pengujian sistem didapatkan sistem yang dapat digunakan untuk mengukur resistansi yang kecil dengan range pengukuran 1m 1m. Dari hasil pengujian ohm meter digital dibandingkan dengan hasil pengujian dengan

menggunakan portable double bridge type 2769 sebagai acuan, terdapat error sebesar 5.959%. https://dvanhlast.wordpress.com/tag/ohm-meter/

Ohm-meter adalah alat pengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm. Desain asli dari ohmmeter menyediakan baterai kecil untuk menahan arus listrik. Ini menggunakan galvanometer untuk mengukur arus listrik melalui hambatan. Skala dari galvanometer ditandai pada ohm, karena voltase tetap dari baterai memastikan bahwa hambatan menurun, arus yang melalui meter akan meningkat. Ohmmeter dari sirkui itu sendiri, oleh karena itu mereka tidak dapat digunakan tanpa sirkuit yang terakit. Tipe yang lebih akurat dari ohmmeter memiliki sirkuit elektronik yang melewati arus constant (I) melalui hambatan, dan sirkuti lainnya yang mengukur voltase (V) melalui hambatan. Menurut persamaan berikut, yang berasal dari hukum Ohm, nilai dari hambatan (R) dapat ditulis dengan:

V menyatakan potensial listrik (voltase/tegangan) dan I menyatakan besarnya arus listrik yang mengalir. Untuk pengukuran tingkat tinggi tipe meteran yang ada di atas sangat tidak memadai. Ini karena pembacaan meteran adalah jumlah dari hambatan pengukuran timah, hambatan kontak dan hambatannya diukur. Untuk mengurangi efek ini, ohmmeter yang teliti untuk mengukur voltase melalui resistor. Dengan tipe dari meteran ini, setiap arus voltase turun dikarenakan hambatan dari gulungan pertama dari timah dan hubungan hambatan mereka diabaikan oleh meteran. Teknik pengukuran empat terminal ini dinamakan pengukuran Kelvin, setelah metode William Thomson, yang menemukan Jembatan Kelvin pada tahun 1861 untuk mengukur hambatan yang sangat rendah. Metode empat terminal ini dapat juga digunakan untuk melakukan pengukuran akurat dari hambatan tingkat rendah.

Sebuh ohmmeter http://id.wikipedia.org/wiki/Ohm-meter

A. OHM METER Ohm-meter adalah alat pengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm. Desain asli dari ohmmeter menyediakan baterai kecil untuk menahan arus listrik. Ini menggunakan galvanometer untuk mengukur arus listrik melalui hambatan. Skala dari galvanometer ditandai pada ohm, karena voltase tetap dari baterai memastikan bahwa hambatan menurun, arus yang melalui meter akan meningkat. Ohmmeter dari sirkui itu sendiri, oleh karena itu mereka tidak dapat digunakan tanpa sirkuit yang terakit.

Tipe yang lebih akurat dari ohmmeter memiliki sirkuit elektronik yang melewati arus constant (I) melalui hambatan, dan sirkuti lainnya yang mengukur voltase (V) melalui hambatan. Menurut persamaan berikut, yang berasal dari hukum Ohm, nilai dari hambatan (R) dapat ditulis dengan: V menyatakan potensial listrik (voltase/tegangan) dan I menyatakan besarnya arus listrik yang mengalir. Untuk pengukuran tingkat tinggi tipe meteran yang ada di atas sangat tidak memadai. Ini karena pembacaan meteran adalah jumlah dari hambatan pengukuran timah, hambatan kontak dan hambatannya diukur. Untuk mengurangi efek ini, ohmmeter yang teliti untuk mengukur voltase melalui resistor. Dengan tipe dari meteran ini, setiap arus voltase turun dikarenakan hambatan dari gulungan pertama dari timah dan hubungan hambatan mereka diabaikan oleh meteran. Teknik pengukuran empat terminal ini dinamakan pengukuran Kelvin, setelah metode William Thomson, yang menemukan Jembatan Kelvin pada tahun 1861 untuk mengukur

hambatan yang sangat rendah. Metode empat terminal ini dapat juga digunakan untuk melakukan pengukuran akurat dari hambatan tingkat rendah. 2. 1. GAMBAR ALAT UKUR OHM METER

1.

BAGIAN ALAT UKUR DAN FUNGSINYA

A. OHMMETER

Bagian Ohmmeter dan fungsinya Dari gambar diatas, dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya : (1) Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw), berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar

sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil. (2) Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust Knob), berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar pemilih diputar pada posisi (Ohm), test lead + (merah dihubungkan ke test lead (hitam), kemudian tombol pengatur kedudukan 0 diputar ke kiri atau ke kanan sehingga menunjuk pada kedudukan 0 . (3) Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi pengukuran, yaitu : (4) Posisi (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10; dan K (5) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000. (6) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur :10; 50; 250; 500; dan 1000. (7) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500. (8) Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama. (9) Lubang kutub + (V A Terminal), berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna merah.

(10) Lubang kutub (Common Terminal), berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub - yang berwarna hitam. (11) Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch), berfungsi untuk

memilih polaritas DC atau AC. (12) Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat komponenkomponen multimeter. (13) Jarum penunjuk meter (Knife edge Pointer), berfungsi sebagai penunjuk besaran yang diukur. (14) Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan meter. http://abang-sahar.blogspot.com/2012/07/ohmmeter-dan-galvanometer.html Ohmmeter Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik yangmerupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada konduktor. Alattersebut menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yangkemudian dikalibrasi ke satuan ohm.

Prinsip Kerja Ohm-meter : Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrikyang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuanohm.Desain asli dari ohmmeter menyediakan baterai kecil untuk menahan arus listrik.Inimenggunakan galvanometer untuk mengukur arus listrik melalui hambatan. Skala darigalvanometer ditandai pada ohm, karena voltase tetap dari baterai memastikan bahwahambatan menurun, arus yang melalui meter akan meningkat. Ohmmeter dari sirkui itusendiri, oleh karena itu mereka tidak dapat digunakan tanpa sirkuit yang terakit http://www.scribd.com/doc/92162203/Damayanti-Sari

Mengukur resistansi dengan Ohmmeter


Posted: Agustus 6, 2011 in ELEKTRO Kaitkata:konsleting, ohmmeter, open circuit, short circuit

Ohmmeter adalah alat yang umumnya tergabung pada multimeter (dengan voltmeter dan ammeter) yang digunakan untuk mengukur resistansi suatu komponen. Walaupun punya batasan, ohmmeter banyak digunakan di toko dan di laboraturium untuk mengukur resistansi dari komponen dan untuk menentukan kesalahan pada suatu rangkaian. Selain itu, ohmmeter juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi suatu komponen semikonduktorseperti dioda dan transisitor. Gambar 3-17 menunjukkan ohmmeter baik analog dan digital.

Untuk mengukur resistansi komponen atau rangkaian yang terisolasi, ohmmeter dipasangkan melintang dari komponen yang akan diukur, seperti ditunjukkan pada gambar 3-18. Kemudian nilai resistansinya akan ditampilkan.

Ketika menggunakan ohmmeter untuk mengukur resistansi suatu komponen pada suatu rangkaian yang beroperasi, berikuti caranya: 1. Seperti pada gambar 3-19, lepaskan semua suplay daya dari rangkaian atau komponen yang akan diukur. Bila langkah ini tidak dilakukan, maka pengukuran ini akan menjadi sia-sia, dan ohmmeter bisa rusak. 2. Jika anda hanya ingin mengukur resistansi dari satu komponen saja pada suatu rangkaian, maka komponen yang akan diukur harus diasingkan dari rangkaian tersebut dengan cara memutuskan minimal satu terminal komponen tersebut dari rangkaian. Bila cara ini tidak dilakukan, maka hasil pembacaan dari ohmmeter bukanlah menunjukkan resistansi dari komponen yang anda maksud, namun resistansi gabungan dari komponen-komponen pada rangkaian itu.

3. Seperti tampak pada gambar 3-19 (b), hubungkan kedua probe (penunjuk) dari ohmmeter melintasi komponen yang diukur. Penjepit hitam dan merah dari ohmmeter boleh ditukar-tukar posisinya untuk mengukur resistor tersebut. Namun ada beberapa ohmmeter dimana posisi penjepit merah dan hitamnya mempengaruhi pembacaan nilai resistansi. 4.Pastikan bahwa skala range pembcaan ohmmeter dipilih secara tepat, sehingga hasil pembacaannya akurat. Misal, walaupun multimeter digital (DMM) dapat membaca niai resistor yang mempunyai nilai resistansi sebesar 1.2 k pada skala range 2 M, ohmmeter yang sama akan memperoleh pembacaan digit yang lebih akurat (detail) sehingga pembacaannya lebih presisi ketika dipilih skala range 2-k. Untuk yang analog, akurasi pembacaan yang terbaik diperoleh apabila jarum penunjuknya berada di tengah-tengah skala pembacaan. 5. Ketika anda telah selesai menggunakan ohmmeter, matikan ohmmeter tersebut. Karena ohmmeter menggunakan baterai internal untuk mendeteksi arus, apabila kedua probe tidak sengaja bersentuhan, maka baterai multimeter anda akan tersedot.

Selain untuk mengukur resistansi, ohmmeter bisa juga digunakan untuk mengetes kekontinuan/sambungan suatu rangkaian (continuity test). Banyak ohmmeter digital yang modern bisa mengeluarkan bunyi untuk mengindikasikan bahwa suatu rangkaian terputus dari suatu titik ke titik yang lain. Seperti tampak pada gambar 3-20 (a), ohmmeter digital yang bisa mengeluarkan suara membantu penggunanya untuk mendeteksi suatu sambungan pada suatu rangkaian tanpa melihat langsung menggunakan mata. Umumnya ohmmeter berguna sebagai alat yang dapat mendeteksi suatu rangkaian dalam keadaan terhubung singkat (short circuit) atau terbuka (open circuit). Hubung singkat (short circuit) terjadi ketika konduktor yang lazimnya mempunyai resistansi yang sangat rendah terhubung dengan konduktor lain diantara dua titik pada suatu rangkaian. Karena resistansi yang rendah inilah hubung singkat terjadi, arus akan melangkahi (bypass)rangkaian yang seharusnya dilewati karena arus ini akan memilih jalur yang terhubung singkat tadi. Ohmmeter akan menunjukkan nilai resistansi yang sangat rendah (secara teori sama dengan nol) ketika digunakan untuk mengukur rangkaian yang terhubung singkat ini.

Rangkaian terbuka (open circuit) terjadi ketika suatu konduktor rusak diantara kedua titik yang diukur. Ohmmeter akan menunjukkan pembacaan nilai resistansi yang sangat besar sekali (secara teori tak hingga) ketika mengukur rangkaian yang terbuka. Gambar 3-20 menggambarkan rangkaian yang mempunyai hubung singkat dan rangkaian terbuka. Catatan Praktis Ketika ohmmeter digital digunakan untuk mengukur rangkaian terbuka (open circuit), tampilan meterannya akan menunjukkan angka digit 1 di sebelah kiri, tanpa diikuti digit angka dibelakangnya. Hal ini terkandang membuat bingung dengan pembacaan nilai resistansi 1 , 1 k, atau 1 M, yang ditampilkan di sebelah kanan. http://airlangga25.wordpress.com/2011/08/06/mengukur-resistansi-dengan-ohmmeter/