Anda di halaman 1dari 61

PENGANTAR PENDIDIKAN (3 SKS)

08127829826 barus3smk@yahoo.co.id
Drs. Albert Barus, MPd STKIP PGRI LUBUKLINGGAU

Silabus mata kuliah :

1. Hakekat manusia & pengembangannya. 2. Pengertian/Hakekat dan unsur-unsur 3. 4. 5. 6. 7.


pendidikan Landasan dan asas-asas pendidikan Aliran-aliran pendidikan Permasalahan pendidikan Sistem pendidikan nasional Pendidikan dan Pembangunan.

Konsep Pendidikan :
Pertanyaan utk memahami konsep pendidikan: 1. Apa: yg dimaksud dgn pendidikan? (difinisi) 2. Mengapa: pendidikan itu penting? (tujuan) 3. Untuk siapa: yg menjadi sasaran? (peserta didik) 4. Oleh Siapa: yg melaksanakan proses pendidikan? ( guru & tenaga kependidikan) 5. Bagaimana: cara dan prosedurnya? (belajar
dan pembelajaran).

HAKEKAT PENDIDIKAN
PENDIDIKAN ADALAH USAHA SADAR DAN TERENCANA UNTUK MEWUJUDKAN SUASANA BELAJAR DAN PROSES PEMBELAJARAN AGAR PESERTA DIDIK SECARA AKTIF MENGEMBANGKAN POTENSI DIRINYA UNTUK MEMILIKI KEKUATAN SPIRITUAL KEAGAMAAN, PENGENDALIAN DIRI, KEPRIBADIAN, KECERDASAN, AKHLAK MULIA, SERTA KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DIRINYA, MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA (UU RI NO 20 TAHUN 2003 PASAL 1)

Difinisi Pendidikan
Driyarkara (1980) : Pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Crow and Crow (1960) : Pendidikan tdk hanya dipandang sebagai sarana utk persiapan hidup yg akan datang, tetapi juga utk kehidupan sekarang yg dialami individu dlm perkembangannya menuju ketingkat kedewasaannya.

Ciri-ciri pendidikan :

1. Mengandung tujuan, yaitu kemampuan


utk berkembang sehingga bermanfaat utk kepentingan hidup 2. Tujuan akan dicapai jika melakukan usaha yg terencana dlm memilih isi, strategi, dan teknik penilaiannya 3. Kegiatan pendidikan dilakukan dlm lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

HAKEKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA


Tugas mendidik akan berhasil jika :

1. Pendidik memiliki gambaran tentang siapa manusia


itu sebenarnya.

2. Perkembangan IPTEK.

A. Sifat Hakekat Manusia


Pendidikan adalah praktek yang berlandasan dan

bertujuan ( filosofis normatif).


universal ttg ciri hakiki manusia.

Filosofis didasari kajian mendasar, sistematis,


Normatif, pendidikan mempunyai tugas menumbuh
kembangkan sifat hakikat manusia sebagai sesuatu yang bersifat luhur.

Hakekat Pendidikan
Hakekat pendidikan = hakekat manusia,

Urusan utama pendidikan adalah manusia.


Peranan kunci dari Pendidik/Guru : Pengendalian, (Pemandirian subjek didik)

Guru harus menyadari bahwa otoritas profesional


yang diberikan kepadanya hanya mempunyai satu tujuan yaitu Memandirikan anak didik. Bukan untuk menjinakkannya.

Wujud Sifat Hakikat Manusia Menurut paham filsafat Eksistensialisme, : a. Kemampuan menyadari diri b. Kemampuan bereksistensi c. Pemilikan kata hati d. Moral e. Kemampuan bertanggung jawab f. Rasa kebebasan (kemerdekaan) g. Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak h. Kemampuan menghayati kebahagiaan

Dimensi-dimensi Hakikat manusia

Empat macam dimensi hakikat manusia : 1. Dimensi keindividuan 2. Dimensi kesosialan 3. Dimensi kesusilaan 4. Dimensi keberagamaan

1. Dimensi Keindividuan :

M.J. Langeveld (setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain), menjadi dirinya sendiri. Dewey : tugas sekolah mengajar anak bagaimana berpikir.

2. Dimensi Kesosialan :

Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas. Kesediaan untuk saling memberi dan menerima.

3. Dimensi Kesusilaan : Kesusilaan mencakup etika ( kebaikan) dan etiket ( kepantasan dan kesopanan) Implikasi pedagogis bahwa pendidikan kesusilaan berarti menamkan kesadaran dan kesediaan melakukan kewajiban di samping menerima hak pada peserta didik.

4. Dimensi keberagamaan :
Manusia adalah makhluk religius (homo religius) Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. Ph. Kohnstamm : Pendidikan agama menjadi tugas orangtua dalam lingkungan keluarga.

KONSEP DAN HAKEKAT PENDIDIKAN Pendidikan adalah suatu proses interaksi manusiawi antara pendidik dengan subjek didik

untuk mencapai tujuan pendidikan.


Konsep Pendidikan Dua konsep pendidikan yang berkembang di dunia pendidikan yaitu : Konsep Tradisional, dan konsep pendidikan yang menyatukan semua kegiatan pendidikan (Pendidikan seumur hidup terpadu).

Konsep pendidikan life long integrated education mengandung 2 pengertian yang esensial yaitu :

Pendidikan berlangsung sepanjang hidup

manusia Pendidikan merupakan kegiatan terpadu anatara kegiatan pendidikan dalam sekolah maupun diluar sekolah.
Konsepsi Pendidikan di Indonesia Pelajari tentang pengertian Pendidikan, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan yang termuat dalam Undangundang RI tentang Sistem pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003.

Ki Hajar Dewantara, merumuskan pengelolaan pendidikan dengan asas pengendalian kependidikan yang terkenal dengan ajaran :

Tut wuri handayani (di belakang memberi doronga) Ing madyo mangun karso ( jika di tengah-tengah
membangkitkan hasrat untuk belajar) Ing Karso Sung tuludo (di depan menjadi teladan) Pola interaksi pendidik dan anak didik mencerminkan hubungan manusiawi serta merangsang berpikir siswa, memanfaatkan bermacam-macam sumber, kegiatan belajar yang dilakukan murid bervariasi.

PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

1. Batasan tentang pendidikan.


Batasan pendidikan beraneka ragam disebabkan oleh Orientasi, konsep, falsafah.

a. b. c. d.

Pend. sbg proses transformasi budaya Pend. sbg proses pembentukan pribadi Pend. sbg proses penyiapan warga negara Pend. sbg penyiapan tenaga kerja.

FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN

Faktor Faktor Faktor Faktor Faktor Faktor

tujuan Pendidikan Pendidik anak didik isi/materi pendidikan cara/metode dan alat pendidikan situasi lingkungan pendidikan.

TUJUAN
ANAK DIDIK PENDIDIK

ISI/MATERI

METODE

LINGKUNGAN

A. Tujuan Pendidikan : Harus normatif baik, tidak bertentangan dengan hakekat perkembangan anak didik dan dapat diterima sebagai nilai hidup yang baik. Tujuan pendidikan bersifat Ideal (masih umum), Tujuan pendidikan nyata (khusus) misal: Tujuan Pendidikan Nasional, pasal 3 UUSPN no. 20/2003 : berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Alasan tujuan umum dijadikan tujuan khusus adalah Karakteristik anak didik: Intelektual, bakat, minat, Tuntutan persyaratan dunia kerja Perbedaan pandangan hidup suatu bangsa Perbedaan tujuan lembaga pendidikan Kemampuan guru/pendidik Tujuan pendidikan yang ada di sekolah : Tujuan umum ( tercantum dalam UUSPN) Tujuan Institusional (tujuan sekolah) Tujuan Kurikuler (tujuan dari mata pelajaran) Tujuan Instruksional ( tujuan setiap kegiatan PBM atau masing-masing pokok bahasan.)

B. Pendidik Pendidik/Guru adalah orang yang mempunyai tanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran. Dua kategori Pendidik : Pendidik menurut kodratnya, yaitu orangtua Pendidik menurut jabatan, yaitu guru. Seorang guru dituntut harus : Bersikap/sifat kasih sayang kepada anak didik Bertanggung jawab pada tugas mendidik

C. Anak Didik : Makhluk manusia yg berkepribadian.


Empat hal hakekat anak didik: Bertanggung jawab atas pendidikanya. Mempunyai potensi (fisik dan psikologis) Memerlukan pembinaan/ perlakuan manusiawi Insan yang aktif menghadapi lingkungannya. Tugas guru membimbing dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh anak didik.

Perbedaan individu terjadi karena adanya faktor perkembangan misalnya (kemampuan dasar, lingkungan, kepribadian).

D. Isi/Materi Pendidikan : Ditetapkan berawal dari tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh guru. Guru harus dapat memberi penafsiran yang tepat mengenai jenis dan fungsi tujuan yang akan dicapainya secara konkret.

Pendidikan bertujuan mengembangkan aspek

kognitif, afektif, dan psikomotorik.


Syarat utama pertimbangan pemilihan materi ajar: Harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan Harus sesuai dengan perkembangan anak didik

Materi Diskusi : Contoh bagaimana anda mengajarkan kepada siswa dalam hal dimensi manusia dari sisi a. Sebagai makhluk beragama b. Sebagai makhluk sosial c. Sebagai makhluk pribadi d. Sebagai makhluk susila
Bagaimana usaha anda dalam mengembangkan siswa anda agar memiliki kemampuan dari sisi Problem Solving ( Pemecahan masalah )

E. Metode dan Alat Pendidikan Proses pendidikan ditandai adanya interaksi edukatif Metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat utk mencapai tujuan pendidikan.
Faktor-faktor dalam memilih metode mengajar 1. Tujuan pendidikan yang ingin dicapai 2. Tingkat perkembangan anakdidik 3. Kemampuan guru (penguasaan materi ajar) Alat Pendidikan:segala sesuatu yang secara langsung membantu terwujudnya pencapaian tujuan pendidika Dua macam pengertian ttg alat pendidikan yaitu : 1. Alat pendidikan bersifat tindakan 2. Berupa kebendaan (alat bantu mengajar)

Alat pendidikan yang bersifat tindakan yaitu upaya guru dlm kaitan penegakan kewibawaan.

fungsi nya : Preventif (pencegahan) misal teladan, anjuran,


pengarahan, suruhan.
hadiah, hukuman, teguran.

Represif (reaksi setelah ada perbuatan) misal pujian,


Alat pend bersifat tindakan digunakan dgn: Bijaksana, sesuai dgn sikon setempat, rasa kasih sayang dan tanggung jawab.

Pertimbangan penting dalam memilih tindakan : 1.Situasi hubungan antara guru dan murid. 2.Perbedaan sifat dan tabiat murid 3.Untuk anak normal gunakan tindakan preventif 4.Hukuman yang diberikan harus bersifat edukatif.
Hukuman harus diakhiri dgn PEMBERIAN MAAF

Faktor-faktor yang mempertimbangkan guru dalam memilih alat pendidikan yang berupa kebendaan (alat bantu mengajar) :

1. 2. 3. 4. 5.

Tujuan instruksional mata pelajaran ? Alat yang tersedia di sekolah ? Pendidikan mana yg akan menggunakannya ? Karakteristik anak didik ? Dimana alat tersebut digunakan ?

Fungsi alat bantu pengajaran :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Merekam Manipulatif Stimulatif Mengingat kembali Memperagakan Mengaktifkan respon murid Evaluatif Umpan balik.

Lingkungan Pendidikan 1. Lingk alam (yang ada didunia yang berada diluar diri anak yang bukan manusia) 2. Lingk sosial (semua manusia yg berada di luar diri seseorang yg dapat mempengaruhi diri orang tsb) Lingkungan tempat pelaksanaan pendidikan yaitu : 1. Keluarga 2. Sekolah 3. Masyarakat. Lingkungan mempengaruhi proses dan hasil didik Jika lingkungan berpengaruh negatif terhadap pendidikan, maka lingkungan tsb menjadi pembatas

pendidikan.

Tugas Guru mengelola lingkungan dgn baik sehingga dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

PERANAN SEKOLAH, KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN : Hubungan Sekolah dengan masyarakat : Partisipasi sekolah dlm kehidupan masyarakat al : 1.Alat merubah citra masyarakat terhadap pengertian salah tentang kebijakan sekolah. 2.Memberikan informasi tentang program dan kebijakan sekolah. 3.Mengurangi kritik-kritik tajam terhadap sekolah. Pengaruh sekolah terhadap masyarakat : 1.Menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan masyarakat. 2.Berintegrasi dengan kehidupan masyarakat.

3. Metode pembelajaran yg digunakan dapat


4.

5.

merangsang anak mengenal kehidupan nyata. Menumbuhkan sikap pada murid untuk belajar dan bekerja dari kehidupan sekitarnya. Mengembangkan masyarakat dengan cara mengadakan pembaruan tata kehidupan masyarakat.

Peran sekolah terhadap perkembangan masyarakat : 1. Mencerdaskan kehidupan bangsa 2. Visi pembaharuan 3. Melahirkan warga masyarakat yang siap berkiprah di lingkungannya. 4. Melahirkan sikap positif dan konstruktif bagi masyarakat

Pengaruh masyarakat terhadap sekolah :

1. Sebagai arah dalam menentukan tujuan 2.

3. 4. 5.

sekolah. Input dalam menentukan proses belajar mengajar Sebagai sumber belajar Sebagai pemberi dana dan fasilitas lainnya Sebagai laboratorium guna pengembangan dan penelitian sekolah.

Mengapa Pendidik/Guru harus memahami konsepkonsep Pendidikan ?.

1. Memudahkan praktek pendidikan. 2. Menimbulkan rasa kecintaan pada diri

guru terhadap tugas profesionalnya. 3. Menghindari kesukaran dan kesalahan dalam bertugas sebagai guru. (misal: cara mendidik yang terlalu keras atau terlalu lunak, menghambat kreativitas anak, kesalahan menekankan tujuan pendidikan).

Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan dipakai sebagai alat ( IT Base Education ) IT sebagai standart IT sebagai content. Content itu harus didelivery dengan baik. e-learning adalah untuk memperkaya dan memperkuat pembelajaran.

Prof.Drs Suyanto,MEd, Phd pada seminar Pemberdayaan Masyarakat Madani menuju format Indonesia Baru di Yogyakarta (rabu,8/3/2000) mengemukakan masalah pendidikan di SD sbb:
Pendidikan di SD telah jauh menyimpang dari prinsip Children Oriented, sekarang ini anak lebih banyak diberondong informasi kognitif yang tidak relevan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan psikologis dan fisiknya. Sebaliknya, aspek afektif seperti kecerdasan emosional dan sistem nilai terabaikan. Akibatnya pengembangan kepribadian anak sejak dini terabaikan. Sentuhan seni dan budaya yang mampu mengembangkan keluhuran budi tidak pernah disemaikan pada anak-anak SD.

Budaya Sekolah :

PROSES PENDIDIKAN

PROSES PBM DI KELAS

BUDAYA SEKOLAH = BUDAYA BELAJAR

Melalui : 1. Pengembangan disiplin diri dan tanggung jawab. 2. Pengembangan motivasi belajar. 3. Pengembangan rasa kebersamaan.

Belajar bukan untuk sekolah

Belajar untuk hidup

Belajar bukan untuk ujian

Belajar untuk memecahkan Problema kehidupan.

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

1. Aliran Empirisme :
Perintis John Locke (1704-1932), dgn teori Tabularasa. ciri-cirinya : a. mementingkan stimulasi eksternal dlm perkembangan manusia. b. perkembangan anak tergantung pada lingkungan, sedang pembawaan tidak penting. c. peranan pendidik berupa menyediakan lingkungan yang baik sebagai pengalaman anak. Kekurangan aliran ini : hanya mementingkan peranan

pengalaman, tdk mempertimbangkan bakat anak , kecerdasan atau kemauan keras anak.

2. Aliran Nativisme Pelopor filsuf jerman Schopenhauer (1788-1860), ciri-cirinya : a. menekankan kemampuan dalam diri anak b. faktor lingkungan/pendidikan kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. c. hasil pendidikan tergantung pada pembawaan. d. bayi lahir sudah dengan pembawaan baik dan buruk, dan tidak dapat diubah dari kekuatan luar. e. dalam diri individu terdapat suatu inti pribadi. (dorongan dari dalam jiwa manusia, misal wujud diri, membuat keputusan sendiri, kebebasan.)

3. Aliran Naturalisme : Pelopor filsuf prancis JJ.Rousseau (1772-1778). Ciri-cirinya : a. Semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan buruk. b. Pendidikan yg diberikan orang dewasa dapat merusak pembawaan anak yang baik. c. Pendidik wajib membiarkan pertumbuhan anak dalam alam. d. Perlu adanya permainan bebasbagi anak utk mengembangkan pembawaannya.

Gagasan naturalisme sangat menolak campur tangan pendidikan.

4. Aliran Konvergensi Perintisnya William Stern (1871-1939), ahli pendidikan jerman. Ciri-cirinya : a. Anak dilahirkan dgn sifat pembawaan baik dan buruk. b. Hasil pendidikan tergantung dari pembawaan dan lingkungan. c. Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan. d. Pendidikan adalah merupakan pertolongan dari lingkungan bagi anak untuk mengembangkan potensi baik dan mencegah potensi buruk.

Aliran pendidikan berciri khas Indonesia : 1. Perguruan kebangsaan Taman Siswa : Pendiri Ki Hajar Dewantara (1889-1932), lahir di Jogyakarta. asas 1922 : a. setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri. b. pengajaran harus memberikan manfaat lahir batin, dan kebebasab diri. c. pengajaran harus berlandaskan kebudayaan dan kebangsaan sendiri. d. pengajaran harus terjangkau untuk seluruh rakyat. e. mengutamakan kemampuan sendiri. f. hidup sederhana dan hemat. g. berhamba kepada anak didik.

Dasar-dasar 1947 (Panca Darma) : 1. Asas kemerdekaan 2. Asas kodrat alam 3. Asas kebudayaan 4. Asas kebangsaan 5. Asas kemanusiaan

Pendidikan yang dikelola taman siswa berupa Taman

Indria sampai Sarjana Wiyata.

2. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam : Pendirinya Mohammad Sjafei, lahir di matan Kalbar tahun 1895. asasnya : a. berfikir logis dan rasional b. keaktifan dan kegiatan c. pendidikan masyarakat d. memperhatikan pembawaan anak e. menentang intelektualisme. Dasar-dasar pendidikan yang dikembangkan adalah : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan 3. Kesusilaan 4. kerakyatan

5. Kebangsaan 6. Pendidikan jalur umum dan kejuruan 7. Percaya pada diri sendiri juga pada Tuhan 8. Berakhlak (bersusila) setinggi mungkin 9. Bertanggung jawab akan keselamatan nusa dan bangsa 10. Berjiwa aktif positif 11. Mempunyai daya cipta 12. Cerdas, logis dan rasional 13. Berperasaan tajam, halus, dan estetis 14. Gigih dan ulet 15. Cakap berbahasa indonesia, inggris, dan arab 16. Hidup sederhana dan bersusah payah. 17. Bekerja dengan peralatan apa adanya. 18. Guru tidak hanya pandai menyuruh saja.

Permasalahan Pendidikan
Secara umum ada dua masalah pokok yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia yaitu : 1. Bagaimana semua warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan (pemerataan). 2. Bagaimana hasil pendidikan membekali anak dengan keterampilan kerja yang mantap di masyarakat (mutu, relevansi, efisiensi pendidikan). Permasalahan pokok pendidikan : 1. Pemerataan pendidikan 2. Mutu pendidikan 3. Efisiensi pendidikan 4. Relevansi pendidikan.

1. Masalah Pemerataan Pendidikan :


Masalah akan timbul jika : banyak anak usia sekolah

tidak dapat ditampung oleh lembaga pendidikan.


Persoalannya adalah bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang luas bagi warga

negara memperoleh pendidikan.


Tujuan Pemerataan Pendidikan : Menyiapkan warga negara untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

Pendidikan Dasar

(pertimbangan kuantitatif)
Pemerataan : Pendidikan Pendidikan Menengah

( kualitatif dan relevan)


Pendidikan Tinggi

(kualitatif, relevansi IPTEK)


Bagaimana pemecahan masalah pemerataan pendidikan ? a. Cara konvensional (sekolah baru, RKB, double shift) b. Cara inovatif. (Guru kunjung, SMP terbuka, SD kecil, Kejar Paket A/B, Univ Terbuka).

2. Masalah Mutu Pendidikan


Masalah timbul jika hasil pendidikan belum sesuai harapan masyarakat. Mutu keluaran Mutu proses belajar Lembaga Pendidikan (produsen) Mutu Pendidikan : User/konsumen (performance test) Mutu pendidikan dilihat dari keluaran lembaga pendidikan Dua pengaruh mutu keluaran pendidikan yang diharapkan : a. Nurturant effect (pribadi IMTAQ, mandiri, bertanggung jawab, cinta tanah air, peka thd persoalan masyarakat) b. Instructional effect (hasil belajar dalam ujian sekolah).

Pemecahan masalah mutu pendidikan :


Sasarannya adalah : Perbaikan kualitas komponen

pendidikan.
Upayanya adalah : 1. SPMB yang rasional pada jenjang SLTA dan PT 2. Peningkatan kualitas guru 3. Penyempurnaan kurikulum 4. Pengembangan prasarana/lingkungan belajar 5. Penyempurnaan media pembelajaran 6. Pengelolaan adm menejemen anggaran 7. Kegiatan pengendalian mutu.

a. Akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan b. Supervisi dan monitoring c. Akreditasi

3. Masalah Efisiensi Pendidikan :


Persoalannya adalah bagaimana sistem pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai t ujuan. Masalah efisiensi pendidikan yang penting adalah :

a. Bagaimana tenaga kependidikan difungsikan

b.
c.

(pengangkatan, penempatan, pengembangan) Bagaimana pemberdayaan prasarana/sarana pendidikan (SD Inpres, alat peraga dan laboraturium) Penyelenggaraan pendidikan

4. Masalah Relevansi Pendidikan


Masalah relevansi pendidikan adalah sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan luaran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Kondisi sistem pendidikan yang ada sekarang : a. Status lembaga pendidikan dengan ragam kualitasnya. b. Keluaran lembaga pendidikan baru tahap siap latih c. Peta kebutuhan tenaga kerja dan peryaratannya dari user, belum digunakan sebagai pedoman lembaga pendidikan. Gambaran umum kebutuhan tenaga kerja di lapangan : L>K>P L = produksi, K = kebutuhan, P = pengangkatan.

Relevansi

Kebututuhan masyarakat

Hasil pendidikan
Mutu

Tujuan pendidikan

Efisiensi

Proses pendidikan Rancangan pendidikan Warga negara (input)

Pemerataan

Faktor yg mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan Secara makro masalah pendidikan dipengaruhi oleh faktorfaktor : 1. Perkembangan IPTEK dan seni

Ilmu pengetahuan adalah hasil eksplorasi secara sistem dan terorganisasi mengenahi alam semesta, sedang teknologi adalah penerapan yang direncanakan dari IP untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kajilah berbagai inovasi ( aspek konsepsional, dan struktural) pendidikan yg dibuat pemerintah.

2. Laju pertumbuhan penduduk


Pertambahan penduduk yang dibarengi dengan meningkatnya usia usia hidup dan menurunnya tingkat kematian serta penyebarannya yang tidak merata

3. Aspirasi masyarakat :

kesadaran masyarakat bahwa untuk dapat hidup layak harus ada pekerjaan tetap, dan ini didapat dari hasil pendidikan.
4. Keterbelakangan Budaya dan Sarana Kehidupan,

Keterbelakangan budaya dapat terjadi misalnya : a. letak geografis tempat tinggal masyarakat (terpencil) b. penolakan masyarakat atas unsur budaya baru (pendidikan) c. ketidakmampuan masyarakat secara ekonomis menyangkut unsur budaya tsb.

Permasalahan Aktual Pendidikan di Indonesia : Masalah aktual yang dikemukakan ini adalah : 1. Masalah keutuhan mencapai sasaran 2. Masalah Kurikulum 3. Masalah peranan guru 4. Masalah pendidikan dasar 9 tahun Tugas : buatlah sebuah tulisan dalam bentuk opini upaya penanggulangannya.

PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN


Esensi Pendidikan dan Pembangunan : a. Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan Pembangunan merupakan usaha keluar dari diri manusia.

b. Pendidikan menghasilkan SDM yang menunjang


Pembangunan, dan hasil Pembangunan dapat menunjang pendidikan misalnya : Pembinaan, Sarana/Prasarana dll.

Pendidikan menduduki posisi sentral dlm pembangunan karena sasarannya peningkatan kualitas SDM.

Pendidikan mengarah ke dalam diri manusia, sedang pembangunan mengarah keluar yaitu lingkungan manusia.

Sumbangan Pendidikan pada Pembangunan:

1. Segi Sasaran (menjadi SDM Pembangunan) 2. Segi Lingkungan Pendidikan (keluarga,


sekolah, masyarakat).

3. Segi Jenjang Pendidikan (Dikdas, Dikmen, PT)

4. Segi Pembidangan kerja atau sektor kehidupan


meliputi bid. Ekonomi, hukum, sospol, dll.

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL


1. Pengertian Sistem Pendidikan Nasional 2. Macam jalur, jenjang, dan jenis program

pendidikan nasional 3. Pengelolaan jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. 4. Upaya-upaya yang dilakukan untuk pengembangan sistem pendidikan nasional.

DAFTAR RUJUKAN
Suwarno. 1981. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Akhyaruddin dkk. 1994. Pengantar Pendidikan. FKIP Universitas Jambi. Surya, HM. 1997. Kapita Selekta Pendidikan SD. Jakarta: Universitas Terbuka Undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Nasution, S. 2002. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Bina Aksara Utomo, dkk. 1991. Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta: Gramedia.