P. 1
MANAJEMEN-AGRIBISNIS

MANAJEMEN-AGRIBISNIS

|Views: 487|Likes:
Dipublikasikan oleh Ebuddy W Enstien's

More info:

Published by: Ebuddy W Enstien's on Dec 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2015

pdf

text

original

1

MANAGEMEN AGRIBISNIS:
ORGANISASI DAN MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA

Oleh: DR Ir Soemarno, MS Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang

Makalah disajikan dalam Penatraan Agribisnis bagi Kepala Bidang Pertanian Umum Kanwil Pertanian dan Kepala Sub Dinas Bina Usaha Lingkup Pertanian pada tanggal 30 s/d 3 Oktober 1996 din Hotel Mirama Surabaya.

Managemen Agribisnis

2

PENDAHULUAN Dalam Pelita VI pembangunan ekonomi menjadi prioritas dengan titik berat pada sektor pertanian yaitu peningkatan produksi pertanian dalam usaha mempertahankan swasembada pangan, meningkatkan komoditas ekspor non-migas serta mengembangkan agroindustri. Secara lebih spesifik tujuan pembangunan pertanian adalah meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan industri dalam negeri serta meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, memperluas kesempatan kerja, mendorong pemerataan kesempatan berusaha serta mnedukung pembangunan daerah. Jalur pembangunan pertanian mencakup kegiatan peningkatan komoditi pertanian yang pelaksanaannya melalui pembinaan dan pengembangan agribisnis yang meliputi kegiatan terpadu dan tidak dapat dipisahkan mulai dari penyediaan sarana produksi, pembinaan usahatani, pasca panen, pengolahan hasil serta pemasaran hasil. Propinsi Jawa Timur terbagi dalam 37 Daerah Tingkat II yang masing-masing mempunyai potensi wilayah yang berbeda, baik potensi sumberdaya manusia dengan segenap budayanya maupun potensi sumberdaya alam dengan keanekaragaman hayatinya. Potensi sumberdaya ini masih belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan dan dikembangkan, terutama daerah-daerah lahan kering. Dari sumberdaya lahan yang ada, sebagian besar merupakan lahan kering dan menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar petani. Permasalahan klasik yang ada pada lahan kering ini adalah rendahnya produktivitas lahan. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain karena masih terbatasnnya informasi tentang teknologi yang dapat digunakan untuk mengembangkan wilayah tersebut, tingkat kesulitan faktor pembatas pertumbuhan tanaman yang relatif tinggi dan pengembangan teknologi produksi yang sangat lamban. Pada setiap tahap pengusahaan (usahatani) komoditas andalan, pemasaran dan pengolahannya diperlukan lembaga sosial- ekonomi sebagai suatu wadah, pola organisasi dan atribut yang dibutuhkan oleh para petani untuk dapat melakukan fungsinya. Lembaga sosialekonomi ini dapat bersifat lembaga non-formal atau formal. Suatu bentuk kelembagaan dengan ikatan-ikatan dan hubungan sosialekonomi berdasarkan kebutuhan masyarakat diperlukan dalam penanganan Sistem Agrikoman (Agribisnis Komoditi Andalan). Menemukan lembaga-lembaga tradisional yang tumbuh dalam masyarakat pedesaan, khususnya dalam pengusahaan komoditas andalan, sejak saat penanaman bibit, pengelolaan lahan, pengerahan tenaga kerja, perkreditan, panen dan pengolahan hasil, serta pemasaran hasil merupakan langkah awal dalam upaya rekayasa dan

Managemen Agribisnis

3

peningkatan fungsi kelembagaan tersebut. Selanjutnya, keberhasilan dalam sistem produksi menuntut adanya bentuk-bentuk kelembagaan yang lebih besar dan berorientasi ekonomis sehingga mampu mengelola sistem agribisnis secara lebih efisien dan mampu meningkatkan kesejahteran masyarakat. PENDEKATAN DAN ORIENTASI AGRIBISNIS Sistem usaha pertanian yang mengintegrasikan faktor produksi lahan, tenagakerja, modal dan teknologi/manajemen sangat dipengaruhi oleh kondisi spesifik wilayah, yang mencakup bio- fisik, ekonomi, dan sosial. Sektor pertanian hingga saat ini masih diartikan sebagai "sistem usaha pertanian" yang sangat berkaitan erat dengan sistem lainnya seperti industri hulu, industri hilir, pemasraan/perdagangan dan permintaan datri konsumen. Keseluruhan aspek-aspek ini SALING terintegrasi dan dalam pengertian makna yang luas lazim disebut "Sistem Agribisnis" . Keseluruhan sistem yang berkaitan dengan sektor pertanian tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi sumberdaya, kelembagaan, dan kebijaksanaan pembangunan pertanian. Dari keseluruhan sistem agribisnis seperti yang diabstraksikan di atas, dapat diambil beberapa aspek atau bidang kajian epenting, yaitu: (a). Sistem Agribisnis dan Perdagangan/pemasaran (b). Sumberdaya manusia dan kelembagaan (c). Pengelolaan sumberdaya alam (d). Sistem usaha pertanian (atau usahatani) (e). Pengembangan agroindustri (f). Rintisan dan pengembangan produk. Istilah "agribisnis" telah menjadi semakin populer, berbagai macam pengertian dan pemahaman tentang istilah ini telah berkembang. Dari asal katanya, "agribisnis" terdiri dari dua suku kata, yaitu "agri" (agriculture = pertanian) dan "bisnis" (business = usaha komersial). Oleh karena itu, agribisnis adalah kegiatan bisnis yang berbasis pertanian. Sebagai konsep, agribisnis dapat diartikan sebagai jumlah semua kegiatan-kegiatan yang berkecipung dalam industri dan distribusi alat-alat maupun bahan-bahan untuk pertanian, kegiatan produksi komoditas pertanian, pengolahan, penyimpanan dan distribusi komoditas pertanian atau barang-barang yang dihasilkannya (Davis dan Golberg, 1957). Menurut Snodgrass dan Wallace (1974), kegiatan agribisnis tersebut merupakan kegiatan pertanian yang kompleks sebagai akibat dari pertanian yang semakin modern. Pertanian meliputi perkebunan,

Managemen Agribisnis

yaitu (i) sektor masukan. Menurut Balbin dan Clemente (1986). perikanan dan kehutanan. menangani pemrosesan hasilhasil usahatani. dan (iii) sektor keluaran.4 pertanian tanaman pangan. Dalam kaitannya dengan komoditas di suatu wilayah . sebagian besar aktivitas ekonomi dapat dilakukan oleh petani dan penduduk pedesaan dengan skala ekonomi yang berbeda-beda. sekelompok pendidik dan lembaga lain yang mempengaruhi dan mengarahkan bermacam-macam tingkatan arus komoditas. yang ditangani oleh berbagai industri hilir yang mengubah hasil usahatani menjadi produk konsumsi awetan/olahan dan yang menyalurkan produk ini melalui sistem pemasaran kepada konsumen (Downey dan Erickson. yang ditangani oleh berbagai industri hulu yang memasok bahan masukan kepada sektor pertanian . pabrik susu. terlibat dalam proses produksi bio-ekonomik. yang ditangani oleh berbagai jenis usahatani yang menghasilkan produk-produk bio. penyebaran. Agribisnis dapat memfokuskan kegiatannya pada satu segmen dari keseluruhan industri atau keseluruhan kegiatan secara terintegrasi. Ciri-ciri agribisnis adalah merupakan suatu industri yang kompleks dan berstruktur vertikal. Berdasarkan keterangan di atas. lembaga keuangan. petani. pasar. Dengan demikian "agribisnis" meliputi seluruh sektor yang terlibat dalam pengadaan bahan masukan /input usahatani. koperasi. setiap komponen secara terpisah independen tetapi dalam arti yang luas saling tergantung membentuk sebuah sistem komoditas. asosiasi perdagangan.ekonomik. 1989). Oleh karena itu pengambilan keputusan yang baik memerlukan pengertian tentang keseluruhan struktur industri dan harus mampu memahami titik sentral dari berbagai bagian yang relevan dari berbagai bagian sistem struktural. peternakan. William dan Karen (1985) mengartikan agribisnis sebagai perusahaan besar (profit company) yang berbeda dengan petani kecil. Managemen Agribisnis . Halcrow (1981) mengartikan agribisnis hanya meliputi kegiatan industri jasa dan material untuk usahatani (produksi pertanian) dan industri pengolahan dan pemasaran hasil-hasil pertanian. pabrik pestisida. perusahaan perikanan. pengertian agribisnis dapat diperluas mencakup pemerintah. dan lainnya. pedagang (bakul). seperti perkebunan rakyat. pabrik minyak. (ii) sektor produksi (farm). Agribisnis dapat berupa perusahaan besar seperti perkebunan besar. pabrik pupuk. peternak. Secara struktural usaha bisnis ini terdiri atas tiga sektor yang saling bergantung. nelayan. Selain itu juga dapat berupa perusahaan kecil. "agribisnis" secara luas dapat dipandang sebagai "bisnis" yang berbasis pertanian. dan lainnya. dan penjualan produk-produk pemrosesan tersebut kepada konsumen.

Selain itu pemilihan teknologi terutama didasarkan pada kemampuan produsen. perkebunan. sampai dengan pemungutan hasil. Dari seleksi ini akan didapatkan beberapa komoditas terpilih baik berupa tanaman pangan. Untuk mengetahui tingkat kelayakan usahanya digunakan beberap[a tolok ukur yaitu pendapatan B/C. Pertimbanagn yang sama juga berlaku bagi industri pengolahan dengan mempertimbangkan skala yang memadai dan kemungkinan tersedianya bahan baku. baik dari segi managerial maupun parsialnya. STRATEGI PENANGANAN SISTEM AGRIKOMAN Sebagaimana dijelaskan dalam bagian sebelumnya. Analisis Budidaya dan Pengkajian Kelayakan Usaha Uraian tentang teknik budidaya meliputi persiapan tanam.jenis komoditas yang banyak diusahakan oleh rakyat. dan aspek sosial-budaya (termasuk kelembagaan penunjang). nilai tambah ekonomi bagi petani serta dampaknya terhadap kesempatan kerja dan kelestarian fungsi lingkungan hidup. kemudian baru melibatkan jenis-jenis komoditas yang belum dikenal. yaitu aspek teknis-teknologi (termasuk pertimbangan bio-fisik). Kriteria yang digunakan sebagai dasar seleksi tertumpu pada segi agroteknologinya untuk dikembangkan lebih lanjut serta potensi pasarnya baik domestik maupun ekspor. 1. dengan penyesuaian seperti yang dianjurkan oleh lembaga penelitian. Berdasarkan pada teknologi budidaya yang diterapkan di lapang saat ini. Modal usahatani maupun industri pengolahan diasumsikan berasal dari sistem perbankan formal. sehingga tingkat bunga harus disesuaikan. penyusunan konsep penanganan Sistem Agribisnis Komoditas Andalan dilandasi dengan pendekatan "Agrosistem" dengan tiga aspek utamanya. Inventarisasi dimulai dari jenis. Lama analisis keuangan atau finansial yang dilakukan akan bervariasi disesuaikan selama satu siklus umur tanaman dengan lausan satu hektar. 2. pemeliharaan pertanaman. kecuali untuk tanaman semusim digunakan pendapatn dan R/C. Seleksi Komoditas Seleksi komoditas dilakukan untuk mendapatkan alternatif komoditas yang sesuai dikembangkan di suatu wilayah dengan lngkungan tumbuh tertentu. maupun tanaman hortikultura. aspek ekonomi-bisnis.5 ANALISIS PEWILAYAHAN KOMODITAS 1. MPV dan IRR. Penetapan Komoditas Unggulan Managemen Agribisnis .

Sedang di sektor peternakan nampaknya kambing dan sapi lokal merupakan primadona peternakan yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Masing-masing daerah mempunyai ciri khusus tentang macam komoditi yang dikembangkan. Di Wilayah pedesaan biasanya terdapat dua sektor paling doniman memberikan sumbangan terbesar bagi pendapatan petani yaitu sektor pertanian tanaman dan subsektor peternakan. tanaman perkebunan serta tanaman hutan. kedelai. peternakan. tambang. Dari lima sektor tersebut. Berdasarkan pendekatan ini dari seluruh sektor yang ada di masyarakat yaitu . Analisis ini diperoleh dari selisih antara investasi yang ditanam dari usaha tersebut dengan hasil yang diperoleh. Kepentingan ini dapat direncanakan sejak dini. Managemen Agribisnis .6 Suatu tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik di suatu lahan pertanian apabila kondisi lahan tersebut memenuhi syarat. baik tanaman pangan dan hortiukltura maupun tanaman perkebunan. pertanian tanaman pangan dan hortikultura. ubi kayu. industri. ada lima sektor yang berperan dan sangat menentukan tingkat pendapatan perkapita petani meliputi . Ini dikarenakan adanya perbedaan daya dukung lahan serta alam di lokasi tiap-tiap wilayah. misalnya dengan membuat peta wilayah komoditi pada masing-masing daerah yang akan dikembangkan. jasa . Dari hasil pengamatan didapatkan jenis komoditi yang secara ekonomi berkembang di masyarakat dan banyak diusahakan oleh petani sebagai tumpuhan hidup mereka. kacang tanah. tanaman pangan dan hortikultura. jagung.perdagangan. Dua sektor tersebut masing-masing memberi sumbangan sebesar 60-80 % dan 20-40% dari pendapatan petani. Dengan kata lain tanaman tersebut menguntungkan petani apabila dibudidayakan. masing-masing daerah mempunyai prioritas yang berbeda-beda. Selain kondisi lingkungan yang sesuai tentunya pengembangan komoditi juga harus mempertimbangkan tingkat keuntungan yang dapat dipetik. Untuk menentukan peta wilayah komoditi dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan. Pendekatan ekonomi wilayah Pendekatan ini dilakukan dengan cara menentukan jenis tanaman yang secara ekonomi layak untuk dikembangkan dan dibudidayakan. industri. ubi jalar. yaitu : (a). karena memberikan prospek baik. diantaranya : padi. sektor peternakan. angkutan. tanaman hutan. Dari sektor-sektor usaha yang berkembang di masyarakat akan terpilih beberapa sektor dominan yang layak untuk ditangani lebih serius. Pewilayahan tanaman yang dilakukan berdasar kepada keuntungan atau nilai tambah yang diterima petani dalam upaya meningkatkan pendapatan perkapita. kelapa dan kapok randu. tanaman perkebunan. cabe.

Penentuan Kelompok Sasaran (POKSAR) Program pengembangan ini tentunya diproiritaskan bagi petani yang kurang mampu. kelapa.7 (b). Dengan diketahuinya jenis komoditi yang secara ekomonis lebih menguntungkan atau lebih menguntungkan diantara komoditi lain yang sudah ada dan secara ekologis daerah tersebut sesuai (baik syarat tumbuh maupun kondisi wilayah bersangkutan). jambu mete dan kapok randu. mulai dari persiapan sampai usaha tersebut menghasilkan sesuatu. maka komoditikomoditi tersebut perlu segera dikembangkan. akan diperoleh informasi tentang jenis komoditi yang secara ekologis sesuai untuk dikembangkan. Organisasi dan Kelembagaan Untuk memperlancar program pengembangan Sistem AGRIKOMAN yang sudah terencana. rambutan. mangga.Pendekatan Ekologi Wilayah Pendekatan ini didasarkan pada kesesuaian komoditi pertanian untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di suatu daerah. Paket pengembangan program harus tersusun secara sistematis sehingga tahapan pelaksanaan dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan secara ekologis jenis komoditi yang dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lahan di Kecamatan Kedungdung meliputi : padi. Penentuan kelompok sasaran ini dilakukan dengan cara seleksi yang mendasarkan kepada beberapa kriteria yang dapat digunakan sebagai tolok ukur taraf hidup petani. Untuk menentukan jenis komoditi yang mampu berkembang. Kriteria pemilihan berpedoman kepada beberapa fasilitas sarana fisik yang dimiliki seperti. pemilikan Managemen Agribisnis . Penentuan jenis komoditi yang sesuai untuk dikembangkan di suatu wilayah dilakukan dengan cara pendekatan secara ekologis yaitu dengan cara melihat syarat tumbuh bagi masing-masing komoditi dan juga melihat kondisi wilayahnya. Disamping itu petani tersebut kurang mampu untuk mencari modal yang cukup besar untuk usahataninya. 2. ubi jalar. diperlukan langkah-langkah yang harus dilaksanakan. (a). jeruk. setelah diketahuinya komoditi andalan yang akan dekembangkan. dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan petani kecil. jagung. selain berdasar kepada komoditi yang sudah ada tidak menutup kemungkinan mengembangkan jenis komoditi yang secara ekologis sesuai. Dasar pertimbangannya adalah bahwa petani tersebut biasanya kurang berani mengambil resiko kegagalan dan menanamkan modal untuk usaha yang belum pernah ditekuni. Dari kedua faktor ekologis yang berperan menetukan tingkat kesesuaian lahan yaitu konsidi wilayah dan syarat tumbuh yang dibutuhkan setiap komoditi. ubi kayu. melinjo . cabe.

sementara mereka tidak memperhatikan bibit yang digunakan sebagai bahan tanam. (2). Kelayakan Usaha Berdasarkan Finansial. dll. Karena mereka bersusah payah menunggu sampai bertahuntahun akhirnya tanaman yang diusahakan tidak memuaskan. khususnya mengenai hal. Penyediaan bahan tanam/Bibit Salah satu aspek yang menentukan berhasil tidaknya suatu usahatani adalah tersedianya bahan tanam baik berupa bibit maupun benih. Berdasarkan kenyataan bahwa suatu usaha adalah suatu investasi bisnis. Sebagai contoh. maka kesalahan penggunaan bibit ini akan baru dirasakan setelah menunggu selama 5 . dan daya jangkau kebutuhan masyarakat.7 tahun berikutnya. Opportunity cost. sistem keterkaitan dengan mitra usaha. (b). juga akan rugi waktu. pemeliharaan tanaman sampai kepada pasca panennya. model kredit begulir. Kesalahan dalam memilih bahan tanam tersebut banyak yang mengakibatkan kerugian yang membawa akibat fatal bagi petani. maka prinsip kelayakan usaha juga harus menjadi pertimbangan. Hal yang bersifat noon teknis misalnya manfaat tanaman bagi peningkatan pendapatan. Sehingga petani disamping rugi dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan demikian petani akan terbuka wawasannya dan mempunyai minat besar untuk mengembangkan komoditi tersebut. luas lahan. sehingga tidak mendapatkan prioritas bantuan dan sebaliknya. prospek tanaman untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun peluangnya untuk ekspor dan sebagainya. Pengenalan IPTEK baru ini meliputi beberapa aspek baik teknis maupun non teknis. Partisipasi. model pelunasan pinjaman. maka petani harus diperkenalkan dengan teknologi budidaya tanaman tersebut. kalau seandainya petani ingin menanam kelapa. model pembinaan. (c). meliputi : respon masyarakat. (3). meliputi : Sistem pengorganisasian. alat transport.8 ternak. pemupukan. meliputi: Comparative advantage. rumah serta status pekerjaan. Managemen Agribisnis . dan Economic of scale. Kelayakan Usaha Berdasarkan Sosial. enterprise choice cabang usaha. Prinsip-prinsip tersebut adalah : (1). Apabila petani tersebut lolos dari persyaratan minimal yang diajukan maka tidak memenuhi syarat sebagai petani kurang mampu. Penyuluhan Mengingat tingkat pengetahuan petani lahan kering di wilayah pedesaan miskin sangat terbatas. Hal-hal yang bersifat teknis misalnya teknologi budidaya yang perlu diperhatikan mulai dari penyediaan bibit atau bahan tanam.hal yang mesih dianggap baru. Kelayakan Usaha Berdasarkan Managerial.

"Manajemen" dapat didefinisikan sebagai: seni untuk keberhasilan mencapai hasil yang diinginkan secara gemilang dengan sumber-sumber yang tersedia bagi organisasi. Kemudian manajemen harus memusatkan perhatian pada pengarahan dan pemantauan kegiatan harian. dan mereka berurusan dengan peluang . Berhasil dengan gemilang. pengelolaan balas jasa dan tunjangan. Seni dan bukan ilmu. pengajuan promosi. (2). semakin rumit dan semakin penting permasalahannya. dan tanggung gugat perorangan dirumuskan dengna jelas. Manajer menggunakan apa yang dimiliki untuk memperoleh apa yang didinginkan. untuk mencapai tujuan bisnisnya seefektif mungkin. pengevaluasian. Pengelolaan sumberdaya manusia dalam agribisnis mempunyai banyak dimensi. Pertama. dan pada agribisnis tertentu berurusan dengan serikat pekerja. Investasi berupa waktu dan perhatian kepada bawahan sering mendatangkan imbalan sangat berharga. (1). bukan fantasi. menata. Selain itu. pelatihan. memotivasi dan mengnedlaikan sumberdaya manusia. (4). Sumberdaya yang tersedia. manajemen juga harus mengembangkan struktur organisasi dimana tanbggung jawab. Segera setelah agribisnis melibatkan lebih dari satu orang. pengangkatan. personalia. Kepemimpinan akan menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis apabila manajer berupaya memotivasi dan mengendalikan sumberdaya manusia untuk memaksimasi produktivitas. berbagai hal mengenai organisasi. Setiap orang dapat menggunakan prinsip-prinsip manajemen untuk mewujudkan pertumbuhan dan kemajuan secara berkelanjutan. yaitu perekrutan. melibatkan kesleuruhan fungsi personalia. Semakin besar organisasi. Konsep Manajemen Managemen Agribisnis . wewenang.9 MANAGEMEN SUMBERDAYA DAN ORGANISASI Agribisnis menghimpun sejumlah manusia yang bekerja sama untuk mencapai maksud dan tujuan bersama. (3). Manusia yang melaksanakan manajemen (Manajer) Kemampuan manajer untuk mencapai hasil melalui ornag lain snagat epenting sekali dlaam manajemen yang baik. maka manajemen harus mengemban tanggung jawab tersebut. Oleh karena salah satu tanggung jawab dasar manajer adalah memperoleh. kepemiminan dan faktor pemotivasi pasti langsung bermunculan.

Dewasa ini pendidikan bisnis telah sedemikian canggihnya dengan berbagai model dan kelengkapannya. mulai dari para produsen dasar hingga para pengirim. restoran dan lain sebagainya. kongsi bahan pangan. Konsep Perilaku Manajer memperluas dan memperkaya pekerjaan. Manajer bisnis yang berhasil dibimbing oleh pronsip dan pengetahuan manajemen. memberi lebih banyak tanggungjawab dan wewenang kepada setiap pekerja. perantara. Pengendalian. Konsep 6M Daya upaya untuk mencapai hasil yang diinginkan melalui pemanfaatan yang efektif atas sumberdaya yang tersedia (Money. Namun tentu saja kesan seperti ini tidaklah profesional. pengangkut. dan Pengkoordinasian. Markets. dan Man). (3). Manajer yang baik sangat efektif dalam lingkungan yang memungkinkan perubahan bersifat kreatif. Kemampuan untuk memanajemen atau mengelola sesuatu merupakan bakat bawaan. Konsep 5P. (2). Methods. bukannya memikirkan apa yang tepat untuk dilakukan. pengecer. lembaga keuangan. dan daya-upaya untuk karyawan sebagaimana halnya dengan investasi dalam bentuk tambahan peralatan dan perlengkapan. hal ini mengisyaratkan bahwa keahlian manajemen dapat dipelajari. Seorang manajer dapat dipandang sebagai seorang yang menyiapkan organisasi dengan kepemimpinannya dan bertindak sebagai katalisator perubahan. pedagang borongan. penroses. Perjalanan sepotong roti mulai dari bibit gandum hingga gudang grosir dan toko makanan jelas melibatkan berbagai macam jenis usaha bisnis. Material. diterima dan dipenuhi. Manajer yang tidak efektif memusatkan pikirannya untuk melaksanakan sesuatu dengan cara yang tepat. Jenis-jenis bisnis yang sangat beraneka-ragam. pembuatn barang. Pengorganisasian.10 (1). Bagi sementara orang. usaha pergudangan. "manajemen" dianggap sebagai suatu "kegaiban dan permainan sulap". Manajemen merupakan sederetan fungsi : Perencanaan. Dua fungsi tambahan: Pengkomunikasian dan Pemotivasian. pengepak. Ciri-ciri khusus manajemen agribisnis: (1). Machinery. Keberhasilan agribisnis pada dasarnya tergantung pada efektiftidaknya pemanfaatan sumberdaya organisasi oleh manajer. Bisnis harus mencoba memahami. bahwa mereka harus bersedia menginvestasi waktu. Pengarahan. namun dapat juga merupakan keahlian yang dapat dan harus dipelajari. dan menciptakan lingkungan kerja dimana para pekerja merasa puas karena kebutuhannya diakui. Managemen Agribisnis . uang.

Apabila orangnya dan pekerjaannya tidak serasi.11 (2). Agribisnis cenderung berorientasi pada masyarakat . dan (c) falsafah manajemen puncak mengneai sumberdaya manusia. Para petani (pengusaha tani) ini menghasilkan berbagai produk pertanian. (11). banjir. (3). (4). dan juga karena sifat musiman komoditas. Managemen Agribisnis . mulai dari yang berukuran raksasa hingga organisais yang dikelola oelh satu orang atau satu rumahtangga. (3). motivasi tidak akan timbul. Ukuran agribisnis sangat beragam dan tidak menentu. Tiga hal pokok fungsi sumberdaya manusia dalam kebanyakan agribisnis adalah (a) ukuran perusahaan. hama & penyakit. (9). baik secara langsung maupun tidak langsung. Berjuta bisnis yang berbeda-beda telah lazim menangani route dari produsen hingga pengecer dan konsumen. Agribisnis berukuran kecil dan harus berjuang di pasar yang relatif bebas dnegna penjual yang berjumlah banyak dan pembeli yang lebih sedikit. (2). Suami dan istri seingkali terlibat dengna sangat baik pada tahap pengoperasian dan tahap pengambilan keputusan bisnis berdasarkan mitra kerja penuh. (5). Maslaah-masalah khusus sering muncul sebagai akibat dari eratnya ketergantungan antara agribisnis dengan pengusaha tani. Manajemen Sumberdaya Manusia Pada dasarnya manajemen sumberdaya manusia dapat dibagi menjadi : (1) pengelolaan fungsi dan (2) pengelolaan motivasi. (10). Antar ependuduk dan antar rumahtangga saling kenal dalam jangka panjang. (8). (7).Dampak dari program dan kebijakan pemerintah mengena langsung kepada agribisnis. dan cuaca/iklim. Badan usaha agribisnis cenderung berorientasi pada keluarga. (b) pengetahuan mengenai fungsi sumberdaya manusia. Banyak agribisnis berlokasi di kota kecil dan pedesaan dimana hubungan antar perorangan sangat penting dan ikatan ini bersifat jangka panjang. (4). Pembentukan agribisnis dasar (primer) di sekeliling pengusaha tani. Hampir semua agribisnis terkait dengan pengusaha tani ini. Falsafah hidup tradisional yang dianut oleh para pelaku agribisnis cenderung mengakibatkan agribisnis lebih kolot dibandingkan dengan bisnis lainnya. seperti kekeringna. Agribisnis bersifat musiman. Agribisnis bertalian dengan gejala alam. (6). Fungsi manajemen sumberdaya manusia: Menentukan kebutuhan personil perusahaan Mencari dan merekrut tenagakerja Mengangkat atau memilih tenagakerja Mengorientasikan tenagakerja pada pekerjaannya (1).

Perekrutan mencakup usaha mencari calon karyawan yang qualified atau berbobot. (9). Sumberdaya manusia merupakan aktiva terpenting pada setiap agribisnis. Persyaratan pekerja: pendidikan. Fungsi manajemen sumberdaya manusia bersnagkut paut dengan pengelolaan mekanisme pengkaryaan.12 (5). Managemen Agribisnis . Semakin besar agribisnis. apakah pekerjaan merupakan tugas seumur hidup atau menjanjikan peningkatan karir. Cara-cara khusus untuk menentukan kemampuan pelamar: ujian. Balai Latihan kerja atau penyuluh dapat diminta untuk mencarikan calon pekerja. (7). Pekerjaan dapat dirumuskan dengna menggunakan dua pendekatan: (1) spesifikasi kerja dan (2) uraian kerja. tetapi setiap agribisnis harus mampu menyelenggarakan fungsi personalia secara tuntas. (1). upah atau gaji. Uraian kerja (job description) berittik berat pada kegiatan dan tugas kerja . dan lokasi agribisnis memainkan peranan penting dalam perekrutan karyawan. Spesifikasi kerja ini dapat mencakup beberapa aspek. yaitu: Maksud pekerjaan: tujuannya. dlsb. Jenis pekerjaan: supervisi. kesehatan. kepribadian dlsb. Pertimbangan penting ialah rekomendasi dari karyawan sendiri yang selama ini telah selalu bekerja dengan baik. Apabila pekerjaan memerlukan pelatihan dan pendidikan khusus. (6). Spesifikasi kerja mengisyaratkan kualifikasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara memuaskan. Calon karyawan dapat dicari pada banyak sumber. Tantangan perumusan pekerjaan terletak pada rencana organisasional yang tersusun dan berwawasan mendalam. Manajemen sumberdaya manusia mengawalinya dengan menentukan kebutuhan pengkaryaan. catatan kerja masa lalu. Kualifikasi kerja. (8). tanggungjawabnya. Setiap posisi harus mempunyai job-goals yang menunjang keberhasilan perusahaan. Dalam hal ini biasanya harus ada perumusan atas pekerjaan dan pengembangan uraian kerja sehingga personil yang tepat dapat direkrut. (4). pengalaman. jenis dan ukuran organisasi. kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. semakin formal dan rumit proses tersebut. (2). Menetapkan persyaratan kompensasi dan tunjangan Mengevaluasi prestasi kerja Mengawasi pelatihan dan pengembangan Mengadakan promosi atau kenaikan jabatan Menangani pemutusan hubungna kerja atau pemindahan. pelatihan. Langkah pertama manajemen sumberdaya manusia adalah perumusan pekerjaan yang akan dilakukan. ketrampilan khusus. (3).

faktor lainnya seperti uang sudah merupakan bagian dari pengharapan wajar manusia sehingga hal ini bukan lagi merupakan faktor pemotivasi tetapi sudah merupakan faktor higienik. akan menciptakan ketidak puasan. dan tanggung gugat perorangan ditentukan secara jelas. Pengelolaan sumberdaya manusia merupakan tanggungjawab dasar bagi manajer agribisnis. fungsi personalia juga mencakup evaluasi prestasi kerja karyawan secara teratur dan pengupayaan pertumbuhan profesional yang berkelanjutan melalui program pelatihan dan pengembangan yang diselenggarakan. Managemen Agribisnis . hingga yang bersifat bebas. wewenang.13 wawancara.fungsi utama dalam bisnis. Pelatihan dapat dilaksanakan secara informal. yang jika jumlahnya tidak memadai. Dalam struktur organisasi lini dapat ditambahkan tenaga staf ahli tanpa diberi wewenang dan hanya berhak memberi nasihat kepada para manajer lini organisasi. memotivasi dan mengnedalikan para karyawan agar berupaya mencapai produktivitas yang maksimum. wewenang dan tanggung uggat para karyawan. pendidikan. pemenuhan kebutuhan pokok inilah yang memotivasi manusia. kesehatan. fungsi personalia harus senantiasa mengamati kegiatan-kegiatan pada masa awal pengkaryaan. pensiun. Fungsi personalia lainnya ialah pengembangan dan pengelolaan program tunjangan karyawan. organisasi lini merupakan struktur dimana setiap orang berada dalam rantai komando dan mempunyai tanggungjawab langsung bagi fungsi. Analisis transaksional merupakan salah satu model untuk memahami keinginan karyawan dan dan faktor pemotivasinya. Pemotivasian berarti mendorong karyawan agar bertindak dalam cara. Namun demikian. dan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kerja. dan peran-serta dalam memilih yang terbaik. Manajemen harus mengarahkan dan memantau kegiatan harian. Setelah itu. Kepemimpinan merupakan tugas yang menantang bagi hampir semua manajer agribisnis. Pada kebanyakan agribisnis. asuransi. Maslow menjelaskan kebutuhan pokok manusia sebagai hierarkhi. Banyak gaya kepemimpinan yang berbeda dan berjenjang mulai dari yang bersifat otokratik. Banyak agribisnis menggunakan bagan organisasi formal untuk memperjelas tanggung jawab. sambil kerja. demokratik. dan pelatihannya. atau berupa seminar formal. sedangkan dalam struktur organisasi fungsional para staf ahli diberi wwewenang untuk melaksanakan gagasan-gagasan dalam bidang tanggung-jawabnya.cara tertentu. orientasi. yang semuanya harus mengarah kepada peningkatan produktivitas. kecelakaan kerja . Para manajer harus mengembangkan struktur organisasi dimana tanggungjawab.

Manajemen merupakan proses rumit yang didasarkan pada sifat watak pemimpin. Oleh karenanya. pemasaran. Sebagian besar tanaman mangga ditanam penduduk di lahan pekarangan di sela-sela tanaman lainnya. Beberapa faktor yang terkait dengan masalah ini adalah potensial demand pasar luar negeri dan domestik . maupun sosial. keadaan teknik penanganan pascapanen. Tiga jenis mangga yang dominan adalah Arumanis. ekonomi. Biaya investasi untuk pengusahaan mangga apabila dilakukan secara komersial (perkebunan) cukup besar. 2. (c). Pendahuluan Beberapa permasalahan agribisnis mangga di Jawa Timur yang dapat diidentifikasikan selama ini adalah: (a). transfer teknologi serta permasalahan lainnya. perlu dikaji model pengelolaan yang dapat memecahkan masalah tersebut. dalam rangka pengembangan agribisnis mangga. tetapi hal ini hanya perlu digunakan sebagai alat tambahan saja. DESKRIPSI PROFIL SISTEM AGRIBISNIS KOMODITAS MANGGA DI JATIM 1. Gadung dan Manalagi (Tabel 2) Tabel 1. Potensi Produksi Mangga Perkembangan produksi mangga di Jawa Timur semenjak tahun 1985 menunjukkan peningkatan (Tabel 1). apakah tanaman mangga yang diusahakan secara komersial cukup "layak" (feasible) baik ditinjau dari aspek finansial.14 Analisis transaksional merupakan alat yang bagus untuk membantu para manajer mengerti kehendak bawahan. sifat si terpimpin. serta kendala-kendala kontinyuitas dan peningkatan produksi buah. Tidak ada rumus yang siap pakai atau jawaban yang tepat dalam bentuk yang terbaik untuk memanajemeni manusia. kendala-kendala kualitas (terutama tentang jenis/varietas yang paling disukai konsumen). termasuk permodalan. (b). dan situasi. Volume ekspor buah mangga selama ini mengalami fluktuasi yang sangat tajam dari waktu ke waktu. Perkembangan Produksi Mangga di Jawa Timur Selama Tahun 1985-1990. Managemen Agribisnis . sulit terjangkau oleh petani yang permodalannya lemah. Alternatif pengembangan kebun mangga monokultur pada lahan tegalan atau perkebunan masih belum diketahui secara meyakinkan.

ia cukup tahan kekeringan.290 Manalagi 132.250 1986 207.08 Sumber: Diolah dari laporan Tahunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Timur 1991/1992 Tabel 2. Di daerah iklim kering diperlukan persyaratan bahwa kedalaman air tanah tidak boleh lebih dari 200 cm. Tanaman ini kurang sesuai untuk daerah dataran tinggi (>1000 m dpl).641 Jenis lain 169.70 27. gangguan penyakit Gleosporium dan penggerek buah. Tiga macam faktor agroekologi utama yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mangga adalah Jenis Mangga Persen (%) 35. Tahun 1990 Produksi (ton) Arumanis 216. 3. C dan D).10 21. 1991/1992.15 Tahun Produksi Perkembangan (ton) (% /th) 1985 186.225 7.316 Sumber: Diolah dari Laporan Tahunan Dinas Pangan Jawa Timur. Periode kering sebelum dan sewaktu pembungaan sangat diperlukan untuk keberhasilan pembuahan. Di daerah yang beriklim basah tanaman mangga sering mengalami ganggua seperti kerontokan bunga. sedangkan cuaca berawan dan banyak hujan pada saat pohon berbunga dapat mengganggu perkawinan bunga dan mengakibatkan kerontokan.994 Golek 92.850 37.46 1987 284.21 1988 306.70 Pertanian Tanaman Managemen Agribisnis .50 15.50 1989 452.600 11.500 47. Wilayah Agroekologi Mangga Tanaman mangga sangat cocok untuk daerah-daerah yang mempunyai bulan kering sekitar tiga bulan (tipe iklim yang sesuai B2. Karakteristik tanah yang sesuai adalah gembur dan tekstur lempung berpasir.77 1990 611.250 35. Produksi Mangga Berdasarkan Jenisnya di Jawa Timur. dan solumnya cukup dalam.

3.2000 mm/tahun) Sebaran wilayah ini di Jawa Timur sangat luas dengan kondisi agroekologi sangat beragam. (2). k2 k1. wilayah pengembangan mangga di Jawa Timur dapat dijelaskan seperti berikut. pola hujan sepanjang tahun. (1). yaitu jenis-jenis lokal yang mempunyai perakaran sangat dalam dan luas. penetrasinya kuat dan umumnya mempunyai tajuk yang daunnya kecil-kecil. Development zones (Symbols) A1R1S1 (Sesuai) A1R1S2 (Sesuai) A1R1S3 (Kurang sesuai) Altitude ( m dpl 0-400 0-400 0-400 Tipe iklim C2C3 C2C3 C2C3 Solum (cm) > 100 60100 < 60 Possible constraint*) k1. k2 k3 k4 k5 k3 k4 k5 k3 k4 k5 Managemen Agribisnis . Wilayah pengembangan dataran menengah beriklim basah (400-1000 m dpl. Klasifikasi lahan bagi pengembangan mangga di Jawa Timur (Soemarno dkk. CH = 1000 . (v) faktor khusus. tekstur liat berat atau berpasir. faktor pembatasnya adalah curah hujan yang berlebihan. Wilayah pengembangan dataran menengah beriklim agak basah (400. Secara general.16 ketinggian tempat. Kendala yang mungkin dihadapi adalah solum tanah yang tipis.1000 m dpl. 1992) N o 1. Kendala yang lazim adalah cekaman air tanah yang mengakibatkan kegagalan fruitset. Oleh karena itu kasus yang sering terjadi ialah kerontokan bunga dan bakal buah. (iv) drainase tanah yang jelek/daerah genangan/banjir. Sedangkan faktor-faktor agroekologi lain yang dapat membatasi produktivitas tanaman mangga adalah (i) salinitas tanah yang tinggi. Tabel 3. (3). Keadaan ini memungkinkan berbagai jenis mangga tumbuh dan berkembang dengan baik. CH = < 1000 mm/tahun) Wilayah pengembangan ini hanya sesuai bagi tanaman mangga yang tahan terhadap kekeringan. CH = > 2000 mm/tahun) Daerah ini kurang sesuai bagi tanaman mangga. (iii) tekstur tanah liat berat. k2 k1. 2. Pada saat tanaman mangga menghendaki periode kering ternyata masih turun hujan. Wilayah pengembangan dataran rendah beriklim kering (0-400 m dpl. (ii) muka air tanah yang terlalu dangkal. Hasil evaluasi rekonaisans di Jawa Timur diabstraksikan dalam Tabel 3. dan solum tanah.

k2 k1. 6. k5 = kekeringan. k7 = curah hujan berlebihan. Kondisi agroklimat umumnya sesuai bagi pertumbuhan dan produksi mangga. (4). 8. Kendala yang mungkin dihadapi adalah muka air tanah yang terlalu dangkal. 9. k2 k1. k1. k2 = kedalaman muka air tanah < 50 cm. 10 11 12 13 14 15 16 A1R2S1 (Kurang sesuai) A1R2S2 (Kurang sesuai) A1R3S1 (Kurang sesuai) A1R3S2 (Kurang sesuai) A2R1S1 (Sesuai) A2R1S2 (Sesuai) A2R1S3 (Cukup sesuai) A2R2S1 (Cukup sesuai) A2R2S2 (Cukup sesuai) A2R2S3 (Kurang sesuai) A2R3S1 (Kurang sesuai) A2R3S2 (Kurang sesuai) A3R2S3 (Tidak sesuai) 0-400 0-400 0-400 0-400 4001000 4001000 4001000 4001000 4001000 4001000 4001000 4001000 >1000 D D B. 7.k2 k1. k2 k1. k4 = drainase buruk/daerah genangan/banjir. k2 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k3 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k4 k5 k5 k5 k5 k5 k5 k5 k5 k5 k5 k5 k5 k5 C3 C3 C3 D D D B. E B. k2 k1 . E D Keterangan : *) Kendala yang mungkin ada. k2 k1. dan tekstur tanah liat berat. Periode kering cukup panjang bagi periodisasi pertumbuhan tanaman mangga. k2 k1. CH = 1000-2000 mm/tahun) Wilayah ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat produksi mangga. 5. E C2C2C2- > 100 k2 60100 > 100 60100 > 100 60100 < 60 > 100 60100 < 60 > 100 60100 < 60 k1. k2 k1. k2 k1. k2 k1. Pusat produksi mangga Managemen Agribisnis . 4. drainase yang jelek atau genangan air. k6 = kondisi iklim (suhu dan kelembaban udara) . k1 = salinitas yang tinggi. k2 k1.17 4. E B. k3 = tekstur tanah liat berat. Wilayah pengembangan dataran rendah beriklim agak basah (0400 m dpl.

pemupukan dilakukan ala kadarnya.040 4.270 .434 1.430 . Sumber: Diolah dari Laporan Tahunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Timur.850 . Daerah Sentra Produksi Mangga di Jawa Timur Kabupaten Produksi buah (ton) Kultivar: Arumanis Golek Lainnya 44.575 24.560 975 7. Sebagian besar tanaman berumur tua dan ditanam dari biji. 2 Probolinggo 28.642 .127 8. 5 Jombang 17.128 13.331 5.760 .940 1.025 29. Daerah-daerah sentra produksi aktual mangga di Jawa Timur disajikan dalam Tabel 4. 3 Kediri 4. Tanaman mangga di lahan pekarangan penduduk tidak mendapatkan perawatan secara memadai.620 .143 1 Pasuruan .895 2. Managemen Agribisnis . Keragaan Sistem Agribisnis Mangga 5.436 27.565 9. 5. 1991/92.962 8.524 1964 9.1. pemangkasan tajuk tidak dilakukan. Tabel 4. 4 Lumajang 7.515 . Usahatani Tanaman mangga pada umumnya diusahakan di lahan pekarangan secara sambilan. 7 Mojokerto 7. 8 Ponorogo 7.18 Tanaman mangga di Jawa Timur tersebar pada hampir seluruh wilayah. Estimasi tentang persentase luas pengusahaan mangga berdasarkan sistim pengusahaannya disajikan dalam Tabel 5. 6 Gresik 7.

527 55. Jumlah pohon mangga: Productif Muda Total Kultivar Produksi buah (kw) Gadung 95. 1991/1992. Sistem Pemasaran Managemen Agribisnis . 5. 3.3.932 109. Estimasi Persentase Usahatani Berdasarkan Sistem Pengusahaannya 1. 1992.0 ± 1.986 44. Produktivitas mangga Jumlah tanaman mangga dan produksinya di daerah sentra produksi Probolinggo disajikan dalam Tabel 6. % luasan 90 .936 35.4.972 63. 5.904 142. Jawa Timur. 2.803 Madu 7.047 137. 1990/91.2.19 Tabel 5.357 Golek 20. Tanaman Mangga Farming systems Mangga diusahakan pada lahan pekarangan Mangga diusahakan pada lahan tegal dan tumpangsari dengan tanaman pangan Mangga diusahakan pada lahan tegal secara monokultur Sumber: Soemarno dkk.149 77.085 Manalagi 44.95 ± 5. Jumlah Tanaman dan Produksi Buah Mangga di Kabupaten Probolinggo.950 23.884 58.898 Jenis lain 45.413 204.303 25.229 18..372 Jumlah 214.515 Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Probolinggo.890 419.0 5. Tabel 6.735 33.520 151.303 381.532 7. Usahatani mangga rakyat Deskripsi ringkas sistem usahatani mangga yang dilakukan oleh petani sebagaimana disajikan dalam Tabel 7.

1992/1993 Kondisi aktual 3-5 pohon Lahan pekarangan Tidak beraturan Sebagian besar berasal dari cangkokan Arumanis (gadung) dan Manalagi Umumnya dilakukan pada waktu tanaman umur 1-3 tahun Umumnya dilakukan pada waktu tanaman umur 1-2 tahun dan Jarang dilakukan 1. Pemangkasan 7. Probolinggo dan sekitarnya dipasarkan di dalam wilayah Kabupaten dan sebagian dikirim ke luar wilayah. Cara Pemasaran Penjualan buah mangga pada umumnya dilakukan melalui tiga cara. penentuan harga sangat didominasi oleh pedagang. Marjin pemasaran Marjin pemasaran mangga di Kabupaten Probolinggo sebagaimana Tabel untuk pemasaran sampai luar Probolinggo (ke Managemen Agribisnis . 4. Jenis mangga yang banyak diusahakan 6. 2. b. yakni tebasan. Sebagian besar petani melakukan pemasaran mangganya dengan cara tebasan (80%). Buah mangga sebagian besar dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Rata-rata jumlah pohon Lahan yang digunakan Jarak tanam Sistim penanaman 5.Pemberantasan hama penyakit Sumber: Soemarno dkk. 1986). ijon dan kontrak. 3. 1992. Dalam hal ijon dan kontrak.20 Buah mangga pada umumnya dikonsumsikan dalam bentuk segar. Buah mangga yang dihasilkan di Kabupaten Pasuruan. Tabel 7. a. sisanya dengan cara ijon dan kontrak. Pemupukan 8. kurang dari satu persen dari total produksi yang diproses menjadi bentuk olahan (Direktorat Bina Produksi Hortikultura. Saluran Pemasaran. c. Deskripsi Sistem Usahatani Mangga Yang Dilakukan Petani.

Petani Harga jual 2.285 250 860 5.44 4.301 31.Kuli angkut . Pemasaran Mangga dari Kabupaten Probolinggo ke luar Kabupaten.15 Aktivitas 1.732 9. Tingkat Kelayakan 6.23 1.945 8.94 29.Panen .1.02 0. 1992/1993 Nilai (Rp/100 buah) 14.355 Pangsa (%) 44.Packing .69 17.Transpor ke luardaerah (Jakarta) Total c.280 14. Aspek Agroekologi Managemen Agribisnis . Sebagian besar petani mangga di dua daerah sentra produksi mangga (Pasuruan dan Probolinggo) kurang menerapkan teknologi budidaya mangga.21 Jakarta) . Harga beli b.78 2. Keuntungan Sumber: Soemarno dkk. Market Share petani dari harga beli konsumen hanya sebesar lebih kurang 45% (Tabel 8).70 44.280 714 460 1.70 2.5. Tabel 8. 6.Sortasi . 1993 5. Biaya .12 100 26. Harga jual d. Agroteknologi mangga Berdasarkan hasil penelitian di Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo diperoleh informasi tentang agro-teknologi mangga seperti yang diabstraksikan dalam Tabel 9. atau boleh dikatakan melakukan budidaya apa adanya. Pedagang pengumpul a. Terutama para petani yang menanam mangga di pekarangan dapat dikatakan belum melakukan usaha kearah peningkatan teknologi budidaya.Transport lokal .

Daerah-daerah yang bulan basahnya kurang dari 5 bulan dan bulan keringnya 6 bulan. Untuk lebih membantu respon penduduk ini pemerintah daerah telah mengarahkan bantuan pembangunan desa untuk pengadaan bibit mangga yang baik. kebun campuran. Syarat-syarat tumbuh (pola hujan) untuk tanaman mangga sebagai berikut : (1). sampai yang bulan basahnya 2-4 bulan dan keringnya 8 bulan. Swa sembada pangan Pengembangan tanaman mangga haruslah diarahkan pada lahan kering (pekarangan.2.22 Tanaman mangga dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada tempat-tempat dengan ketinggian 0-600 meter diatas permukaan laut. karena tanaman ini disamping untuk tujuan penghijauan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. dengan kedalaman muka air tanahnya 50 cm sampai dengan 150 cm di bawah permukaan. Jenis tanaman unggulan yang dianjurkan adalah mangga. Pengelolaan lahan kritis Lahan-lahan kritis di Jawa Timur sampai saat ini masih memer lukan penanganan yang lebih serius. (c). sehingga tidak terjangkau oleh sistem perakaran . (b). tegalan. Respons petani Respon petani untuk menanam mangga pada lahan kering (pekarangan. terutama yang berada di kawasan lahan usaha milik penduduk. Kedalaman muka air tanahnya 50 cm atau lebih. (2). Kenyataan ini mendorong adanya kebijakan Pemerintah Daerah untuk menggerakkan program penghijauan. Arah kebijakan ini dipertegas oleh Dinas Pertanian Cabang Kabupaten yang menggelarkan "gerakan mangganisasi". Prospek pengembangan Mangga Keberhasilan pengembangan mangga di Jawa Timur menghadapi beberapa faktor: (a). yaitu menanam tanaman mangga pada setiap jengkal lahan yang kosong. Daerah-daerah yang bulan basahnya 5-7 bulan dan bulan keringnya 4-6 bulan. sedangkan kondisi yang ideal adalah 0-300 m dpl. dengan kedalaman muka air tanah 50 cm sampai 150 cm. 6. daerah toleransinya adalah 7-8 bulan basah dan 4-5 bulan kering . dan lahan-lahan terlantar) cukup besar. dan lahan-lahan kritis). Daerah-daerah yang kondisi iklimnya ditandai oleh bulan basah kurang dari 9 bulan dan bulan kering minimal 2 bulan. Managemen Agribisnis . (3). tegalan. kebuun.

0 % 15.Membeli b.0 30.Tak teratur .Biji . Pemberantasan hama penyakit d.0 12 x 12 75 % 25 % 55 % 45 % 15 % 30 % 20 % 35 % 7x7 10 x 10 85 % 15 % 50 % 20 % 12 % 20 % 20% 80 60% 40 10 x 10 50% 50 80% 90% 70% 80% 55. Tabel 9.00 % 40.00 55. Jarak Tanam.0 % 55.0 % 4.Monokultur II. m .Teratur d. Cara Pembibitan . Dengan demikian penanaman mangga pada lahan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan intensitas produktivitasnya. Bibit dan Pembibitan a.5 % 63. Sistim Penanaman . Pemangkasan/ Benalu b.5 % 0 55. Pada musim kemarau lahan-lahan seperti ini praktis tidak menghasilkan produk.0 % 8x8 10 x 10 100 % - 36.00% Managemen Agribisnis .0 % 26. Keadaan Agro-Teknologi Budidaya Mangga di Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo . Pemeliharaan a. Pasuruan Homeyards Gardens Probolinggo Homeyard s Gardens I.Tumpangsari .00 % 45.55 40.23 (d). Intensifikasi penggunaan lahan Intensitas penggunaan lahan kering masih sangat rendah yakni satu sampai dua kali setahun (tanam yang kedua kadang-kadang berhasil dipanen dan kadang-kadang gagal dipanen karena mengalami kekeringan).0 % 25.00 % % 5. Penyiangan 75. Pemupukan c. sehingga lazimnya dikategorikan sebagai lahan "Sleeping Land". Asal bibit .Cangkok c.Okulasi .Sendiri .00 % 75.Sambungan .0 15.75 % % 11.

Aspek Finansial a. penanaman bibit dan perawatan tanaman. 6. karena usahataninya cukup efisien dan meningkatkan pendapatan petani (Tabel 10). Hal ini dilakukan dengan alasan untuk memperhitungkan faktor resiko dikarenakan adanya mangga yang tidak bisa dipasarkan karena busuk. Dalam rangka penyediaan bibit mangga. 1992.3. 6. Jumlah rata-rata pohon setiap orang Sumber: Soemarno. serta fungsi pascapanen sederhana telah dikuasai penduduk. 6. (e). Perkiraan biaya investasi dan keuntungan iusahatani kebun mangga monokultur disajikan dalam Tabel 11 dan 12. Ketersediaan sarana produksi Ketersediaan sarana produksi untuk pengembangan mangga yang terpenting adalah bibit yang kualitasnya baik. Teknologi bibit dan pembibitan. terlebih dahulu perlu dievaluasi keuntungannya. gangguan hama-penyakit dan lain-lain.5. dkk.4. kecurian. akan tetapi untuk menuju kepada usahatani yang lebih intensif masih diperlukan tambahan informasi teknologi inovatif. pohon 4 60 3 40 Managemen Agribisnis . Kenyataan ini menunjukkan bahwa apabila pengembangan mangga diarahkan pada lahan-lahan petani tersebut diharakan dapat meningkatkan pendapatan petani. peranan masyarakat dalam usahatani pembibitan mangga dipandang perlu dilibatkan. Peningkatan pendapatan petani Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman mangga membe rikan sejumlah pendapatan keluarga. Aspek Sosio-teknologi Penguasaan agroteknologi mangga oleh penduduk pada umumnya sudah menguasai syarat minimal. terlalu kecil. Potensi bibit mangga di Jawa Timur masih dapat dikembangkan lagi sesuai dengan permintaan pasar. Tingkat profit Usahatani mangga apabila akan dikembangkan secara kormersial dalam bentuk kebun mangga monokultur. Ramalan produksi mangga dilakukan hingga umur ekonomi tanaman mangga 30-35 tahun pada tingkat produktivitas medium.24 III.

000.000. Rp.g.Rp. Rp.000 c. Rp.000. 2.800.Penyiraman 25 HKSP x Rp. Analisis Usaha pembibitan mangga dengan volume 1500 buah bibit mangga Bahan : a. 170.000. 50.5 persen.48.5 HKSP x Rp.200. 1.Rp. Rp.000.800.000.d. 484.. Sewa Tanah 015 Ha b.000. 150.800 + Rp.Bedengan 17. 1.. 2.875.000. 100 . Pengairan: . Rp.307..Rp. Benih 2000 x Rp.000. Entris 2000 x Rp.Total Produksi : 1500 bibit x Rp. Pupuk I 10 Kg x Rp.000.000 Pendapatan : Sumber: Soemarno dkk.000.Rp.Bajak 10 HKSP x Rp. 2.100.50. Pemanenan & pembungkusan 50 HKSP x Rp. 791.36.000.Total biaya: Rp.000. Penyambungan 1500 x Rp.000.d. Pengolahan Tanah: . Pemupukan 10 HKSP x Rp. Kranjang 2000 x Rp.1993. Rp.f.20. 484.Rp.f.25.sedangkan besarnya "Internal Rate of Return" (IRR) sekitar 32. 5.Rp.000.000.Rp.250. Penyiangan 18 HKSP x Rp.000. 2.Rp. Rp.e. 10 c. Sedangkan apabila modalnya berasal dari kredit akan dapat terlunasi pada tahun ke-10. Tabel 10 .- Managemen Agribisnis .Ajir & tanam 125 HKSP x Rp. 15 Tenaga_Kerja : a.4. Rp.000.Rp.000. 2. 100. 1.25 Berdasarkan estimasi cash flow selama 30 tahun diperoleh informasi bahwa tanaman mangga baru mendatangkan keuntungan setelah umur 5 tahun.700. 20.Rp.b. Dengan informasi ini dapat disimpulkan bahwa secara finansial usahatani kebun mangga secara monokultur sangat menguntungkan.Pengairan 24 HKSP x Rp.150. 30.000. 1. 307.000.2. 2.000. 20.000.000.II 30 Kg x Rp.Rp.000.- Rp. 100.. 2. Penanaman: .Rp. 170.083. 1.35. Tali Plastik e. Besarnya keuntungan mangga pada "discount rate" 18 persen per tahun dengan "Net Present Value" (NPV) sekitar Rp.

Jenis tanahnya termasuk komplek latosol dengan ketinggian 50 m di atas permukaan laut. Tabel 11. 1992.000 43.500 Tabel 12. Net Present Value (NPV) dengan DF = 18 % 4. Penanaman d. Internal Rate of Return (IRR) Keadaan 4 tahun 10 tahun Rp.068 32.500 940.77 % Managemen Agribisnis . Pengairan e.000 16. 175 11 20 8 175 218.1. Hanani dkk. Luas areal seluruhnya kurang lebih 11 Ha.26 7.750 22. Kecamatan Grati. Umur impas permodalan 3. dengan suhu udara rata-rata 31 oC. Analisis Keuntungan Usahatani kebun mangga (untuk setiap Hektar kebun Mangga) Keterangan 1. Rataan curah hujan tahunan 1100 mm.000 3.000 400. Pendahuluan Kebun percobaan tanaman mangga Cukur Gondang terletak di desa Cukur Gondang. Sarana pengairan (pembuatan sumur) (@ Rp.000 40. Kebun Percobaan Mangga 7. 4. Kabupaten Pasuruan.750 340.059. Pengolahan tanah c.5 m di bawah permukaan tanah. Pupuk dan rabuk Satuan Ha Buah Volume 1 2 Nilai (Rp) 200. Sewa tanah 2. Bibit b. Umur mulai berproduksi 2. 200. Sarana produksi: a. Biaya Investasi Awal Untuk Usahatani Mangga di Probolinggo dan Pasuruan Uraian 1. Kedalaman air tanah dapat mencapai sekitar 1.000 batang HKSP HKSP HKSP unit Sub Total Total of initial invesment Sumber: N.

Affandie. Philip. PUSTAKA ACUAN Afandi. I. 24. Masalah kerontokan buah pada mangga.M. Pengaruh Beberapa macam Media terhadap Pertumbuhan Tiga Varietas Batang Bawah Mangga dan Keberhasilan Sambungan Muda dengan Teknik Mini-Trees. Malang. Aravindakshan. Faperta Unibraw. Harga Sumber: Soemarno dkk. Abstraksi Agroteknologi Jeruk di Jawa Timur. Faperta Unibraw. 1980. 1986. Tesis S1. Departemen Agronomi. Fakultas Pertanian. Lembaga Penelitian Unibraw. Pada bulan juni 1981 yang baru lalu ditambah 6 jenis mangga baru asal Pakistan. 1986. Jurusan Budidaya Pertanian. Tesis S1. tanaman buah-buahan aneka warna.27 5. tanaman pekarangan. Jawa Barat dan luar negeri. Tesis S1. Jurusan Budidaya Pertanian. Faperta Unibraw. South Indian Horticulture 28(3): 94-97 Arifin.4 / buah Tanaman uatamanya adalah mangga yang merupakan tanaman koleksi. S.N. Effect of varying doses of NPK on growth and vigour of mango during prebearing stage. Produksi b. A. Jurusan Budidaya Pertanian. dan J. 1991. Malang. 1995. Adapun tanaman lainnya adalah koleksi pisang. 189 buah / pohon Rp.). Studi tentang Penggunaan Zat Penghambat Pertumbuhan pada Buah Mangga (Mangifera indica L. M. 1979. Aliudin.S. Astawa.1993/94. Jawa Tengah. Nilai Break Event Point (BEP) a.G. 1993. Prosiding Lokakarya Review Hasil-hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/91. Pada umumnya tanaman ini sudah tua ( ditanam tahun 1941). Managemen Agribisnis . Malang. Pengaruh beberapa Wadah Pembibitan dan Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Berbagai Jenis Mangga Sebagai Bahan Batang Bawah. Unibraw. Koleksi mangga terdiri dari 197 jenis yang berasal dari Jawa Timur.

Faperta Unibraw. Laporan Hasil Penelitian PHB I/1 DP-4M. .. Agro-ecological Zone Project. Hanani. G. Laporah Hasil Penelitian No Kontrak 351/P4M DPPM/BD XXI/1990. of Hort. Affandie dan Soemarno. Panda. Orissa Jour. Departemen Kesehatan RI. FAO. Handajani.D.nine (NDimethyl Amino Succinamic Acid) and Maleic Hydrazide on vegetative shoots of late occurrence in mango. Dwiastuti. Deskripsi Sistem Agribisnis Mangga di Jawa Timur. Hort. Downey. dan S. of Assiut. Cabang Lembaga Penelitian Hortikultura. 1995. FAO. 1991.. Ericson. 1989. D. 1973. N. Univ. Managemen Agribisnis . Das.1993/94.28 Budhi. Hanani. R. Assiut. N.A. W. 32. Management Agribisnis. A Framework for Land Evaluation. Food and Agriculture Organization of The United Nations. Fakultas Pertanian Unibraw. Malang. Mangifera indicaL. dan J. 1981. Dept.P. Jurusan Budidaya Pertanian. Penerbit Erlangga. Study on the effect of B. M. Syafrial.D.. Wijana. Jakarta. Soil Resources Report No. 1975. M. Lembaga Penelitian Unibraw. Hussein. Affandie. 48.E. Prosiding Lokakarya Review Hasil-hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/91. 1979. Bhatara Karya Aksara. Hanani. 1978. Studi Kelayakan Pengembangan Komoditas komoditas andalan dalam Rangka Peningkatan Ekspor dan Agribisnis Hortikultura. Direktorat Gizi. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Lembaga Penelitian Unibraw. Soils Bulletin No. Studi Pengembangan Agribisnis Mangga di Jawa Timur. Tesis S1. 1988. A. Youssef. N. Physico-chemical Parameter as An Index of Optimum Maturity in Egyptian Mango Fruit. Mencagah kerontokan buah mangga. Malang. 1978. 4(1&2): 33-36. 1991. Egypt.C. Pengaruh Penyambungan terhadap Tingkat Keberhasilan dan Pertumbuhan Tiga Varietas Batang Bawah Mangga. Jakarta. S. S. Dewani dan A. Rome. dan K..

G.1993/94. Fakultas Pertanian.A. Faperta Unibraw.B. Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Dormex terhadap Pemecahan Kuncup dan Pertumbuhan Tunas Lateral pada Bibit mangga Varietas Lokal. Tesis S1. Kusumaningsih. Studi Budidaya Tanaman Mangga (Mangifera indica L. M. Imam Syafii. 1988. Kartasapoetra dan R. Kebun Percobaan Kraton dan Kebun Percobaan Cukur-Gondang Pasuruan. Faperta Unibraw.29 Idiyah. 1991. Kartasapoetra. Malang. Musrifah. Malang. Masyrofie dan Soemarno. Malang. Management Pertanian (Agribisnis). 1971. Jurusan Budidaya Pertanian. Jurusan Budidaya Pertanian. Prosiding Lokakarya Review Hasil-hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/91. 1985. S.). 1989. Sistem Agribisnis Kenanga di Jawa Timur. Faperta Unibraw. Jurusan Budidaya Pertanian. Mujiono. Tesis S1. Faperta Unibraw. Jurusan Budidaya Pertanian. Lembaga Penelitian Unibraw. Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pembibitan Buah Mangga (Mangifera indica L. Suminto.1993/94. Prosiding Lokakarya Review Hasil-hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/91. 1987. Jakarta. Kartasapoetra. Deskripsi Sistem Agribisnis Tanaman Melinjo di Magetan. 5: 1-24. dan T. Bina Aksara. 1995.) di Balai Benih Induk Pohjentrek . Y. Tesis S1.G. Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis Lokal yang Berpotensi Sebagai Batang Bawah terhadap Keberhasilan Sambungan dengan Batang Atas Mangga Gadung. D. Kusumo. 1989. Lembaga Penelitian Unibraw. Jurusan Budidaya Pertanian. Pengaruh Letak Sambungan dan Waktu Defoliasi Batang Atas Terhadap Keberhasilan Grafting pada Mangga Batang Bawah Varietas Madu.).L. S. Faperta Unibraw. Malang.. Managemen Agribisnis . Unibraw. S. Pengaruh Cara Penyambungan terhadap Tingkat Keberhasilan dan Pertumbuhan Beberapa Varietas Batang Atas Mangga (Mangifera indica L. 1995. A. Jenis-jenis Mangga yang Baik Untuk Buah Meja. Tesis S1. Kuntari. Bulletin Tjahort. Ingdrawati.G. Jurusan Budidaya Pertanian. 1990. Tesis S1.

1988. Faperta Unibraw. Managemen Agribisnis . Faperta Unibraw. 1981. Malang.) Varietas Madu di Pesemaian. Golek. Effect of Pruning and Thinning of Young Shoot Clusters of Mango Vari eties. dan B. 1980. AVI Publishing Company. Laporan Praktek Kerja Lapang.A. South Indian Horticulture 29(1):68-69. Malang. 1986.J. 34(3):60-63.M. S. Volume I. 1988. T.30 Notodimedjo. F. dan Kopyor. 1983. Jurusan Budidaya Pertanian.N. Tesis S1. dan R. Inc..1993/94. 1981. Purwati. Narasimhan. Westport. Malang. Jakarta.K.V. Prosiding Lokakarya Review Hasil-hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/91. 1987. Depletion of Soil Moisture by Young Mango Trees With and Without Irrigation.B. Connecticut. Hortikultura No.M. 1987. K. Indian Food Packer. T. dan A. B. Rao. Budidaya Tanaman Mangga dan Permasalahannya di Kabupaten Pasuruan. 21: 84-92. Investigation Into the Best Period for Soft Wood Grafting of Mango in Situ South Indian Horticulture. PPA. Ryall. Faperta Unibraw. Malang. dan W. Sub Balai Penelitian Hortikultura. 29(2):90-94.L. Pengaruh Penggunaan Berbagai Dosis Herbisida Otyfluorfen Dalam Pengendalian Gulma dan Akibatnya terhadap Pertumbuhan Tanaman Mangga (Mangifera indica L. S. Fakultas Oetomo. Widodo. Handling. 1995. Commodity Profiles. Pertanian. Pengaruh Media dan Saat Penyambungan pada Pembibitan Mangga Secara Cepat. Amin. Rini Dwiastuti. Pusat Pengembangan AGribisnis. Patel. V. Tesis S1. Rachim. Abstraksi Sistem Agribisnis Rambutan di Jawa Timur. Supriyanto. Pengantar Ilmu Hortikultura. Universitas Brawijaya Malang.M. J. Lipton. 1983. Khader. Jurusan Budidaya Pertanian. Pengaruh KNO3 pada Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif mangga Varietas Gadung. Lembaga Penelitian Unibraw. Jurusan Budidaya Pertanian. Transportation and Storage of Fruits and Vegetables. Purbiati.S. A. Purushatham..

Jurusan Budidaya Pertanian. L.W. Soemarno. 1988.31 Santoso. 1995.1993/94. 1987. Jatim. Model Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Pedesaan. R. Malang.1993/94. Penelitian Pengembangan Agroindustri Buah-buahan di Jawa Timur. 1995. Petunjuk Teknis Budidaya dan Konservasi Lahan Kering. Soemarno.D. 1993. Lembaga Penelitian Unibraw. B. Prosiding Lokakarya Review Hasil. 1995. 1991.W. Dewani. Hanani. Unibraw. Sukesi. Makalah disampaikan dalam Seminar Ilmiah Tanggal 12 Juni 1991 di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Soemarno. Lembaga Penelitian Unibraw. Sentra. Konsep Sistem Agribisnis Komoditi Unggulan. W. dan Soemarno. 1991. Prosiding Lokakarya Review Hasil-hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/91. Keberhasilan Umur Penyambungan Muda beberapa Varietas Batang Bawah dan Batang Atas Tanaman Mangga (Mangifera indica L. Kerjasama P2LK Pusat dengan Fakultas Pertanian Unibraw. SP2UK-PPLK.hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/911993/94. Jurusan Budidaya Pertanian. Faperta Unibraw. B. Model Pewilayahan Komoditi Pertanian yang Berwawasan Lingkungan. K. Malang. Agustina. Lembaga Penelitian Unibraw.). Sistem Agribisnis Pisang di Jawa Timur. 1995. Prosiding Lokakarya Review Hasil-hasil Penelitian dalam Rangka Implementasi PIP Unibraw 1990/91.S. Malang. Susinggih. Simon B. dan M. SP2UK-PPLK Jawa Timur. I. Fakultas Pertanian. Suprih. Setiawan. Pasuruan. Malang. Kerjasama antara Bappeda Tk I Jawa Timur dan Pusat Penelitian Universitas Brawijaya. Managemen Agribisnis . Soemarno. dan Sudarto. Tesis S1. Malang. N. Identifikasi Potensi Komoditas Andalan Berdasarkan Agribisnis. Soemarno dan Iksan Semaoen. Pengelolaan Kebun bibit buah-buahan Bank Indonesia.

Buahan dan Bercocok Tanam Buah-Buahan Penting di Indonesia. Diharapkan makalah ini dapat memberikan gambaran kepada para peserta tentang pentingnya program pembangunan agribisnis . Readings in Asian Farm Management. Sukindar. Sunaryono. makalah yang berjudul " MANAGEMEN AGRIBISNIS: Orgasnisasi dan Managemen Sumberdaya Manusia" ini dapat disusun . Faperta Unibraw. Yogyakarta. Jurusan Budidaya Pertanian. E. S. Pasuruan. Malang. maka perkenankanlah kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan yang telah membantu. 1991. Makalah ini menyajikan pokok-pokok pikiran mengenai keterkaitan pengembangan managemen agribisnis yang diabstraksikan dari berbagai referensi. Unibraw. 1981. KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji sykur kehadirat Allah swt. Pengenalan Jenis Tanaman Buah. Pengaruh Zat Antioksida pada Kultur kalus Tanaman Mangga (Mangfera indica L. Penerbit Sinar Baru. Malang. H. Sumarno. Tesis S1. Dengan telah selesainya makalah ini. Tan Bock Thiam dan Shao-Er Ong. Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pembentukan Buah Mangga. Universitas Gajahmada. 1989. 1979. Tesis S1. Malang.) di Kebun Percobaan Cukur Gondang.Z. 1981. Managemen Agribisnis . Fakultas Pertanian. 1988. Departemen Agronomi. atas segala karuniaNya. Makalah ini disajikan sebagai salah satu materi dalam Penataran Agribisnis bagi Kepala Bidang Pertanian Umum Kanwil Pertanian pada tanggal 30 s/d 3 Oktober 1996 di Surabaya. Observasi tanaman mangga (Mangifera indica L.). Sumiatun.32 Suhadak. Usaha Mempercepat Perakaran "Turus Daun" Apel dan Mangga Dengan IBA. Fakultas Pertanian. Nurchasanah dan H. Jurusan Budidaya Pertanian. Danoesastro. Faperta Unibraw. Bandung. Singapore University Press.

SEPTEMBER 1996 Penulis.33 Malang. DAFTAR ISI No KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PENDAHULUAN Teks Halaman 1 2 3 AGRIORGA4 7 PENDEKATAN DAN ORIENTASI AGRIBIS-NIS ANALISIS PEWILAYAHAN KOMODITAS STRATEGI KOMAN MANAJEMEN NISASI PENANGANAN SUMBERDAYA SISTEM DAN Managemen Agribisnis .

34 DESKRIPSI PROFIL SISTEM AGRIBISNIS KOMODITAS MANGGA DI JAWA TIMUR PUSTAKA ACUAN 12 25 Managemen Agribisnis .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->