Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN (AHYT 252)

PENGARUH ZAT PENGHAMBAT TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI

Oleh: ROBBY PRIMADANI AIC204002 KELOMPOK VI

Dosen Pembimbing: Dra. Hj. Noorhidayati, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2006

PRAKTIKUM X
Topik Tujuan Hari/ tanggal Tempat : Pengaruh zat penghambat terhadap perkecambahan biji. : Untuk mengetahui pengaruh berbagai zat penghambat terhadap proses perkecambahan biji : Rabu, 06 Desember 2006 : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN: a. Alat: - Petridish - Sentrifuge - Pipet tetes - Gelas ukur - Lumpang + alu porselin b. Bahan: - Biji padi, terong, tomat, bayam, dan cabe. - Ekstrak buah tomat - Ekstrak buah jeruk - Coumarin - Aquadest II. CARA KERJA 1. Memilih biji padi, lombok, tomat, terong, bayam dan jagung sebanyak 5x10 biji, kemudian memasukan ke dalam petridish yang telah disediakan. 2. Membuat ekstrak buah tomat dan jeruk, sentrifuge selama 5 menit, 100 ppm. 3. Membuat larutan coumarin dengan konsentrasi: 100, 75, 50 dan 25 ppm. 4. Memberi perlakuan pada biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam: a. 20 ml aquadest + 10 biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam.

b. 20 ml ekstrak tomat + 10 biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam. c. 20 ml ekstrak jeruk + 10 biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam. d. 20 ml coumarin 100 ppm + 10 biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam. e. 20 ml coumarin 75 ppm + 10 biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam. f. 20 ml coumarin 50 ppm + 10 biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam. g. 20 ml coumarin 25 ppm + 10 biji padi, lombok, terong, tomat dan bayam. 5. Mengamati kapan biji padi, lombok, terong tomat dan bayam berkecambah. Jika kesemua biji pada kontrol (4a) telah berkecambah 70 %. Mencuci biji padi, lombok, tomat, terong dan bayam pada perlakuan b g dan merendam kembali ke dalam air (1-2 jam). Mengamati apa yang terjadi dan mencatat hasil pengamatan.

III. TEORI DASAR


Pertumbuhan di dalam biji biasanya tertunda, pada waktu biji masak dan disebabkan secara alami. Embrio akan tumbuh kembali dalam suatu proses yang dinamakan perkecambahan biji. Perkecambahan biji banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor eksternal maupun internal. Tiga diantara faktor eksternal (lingkungan) yang berpengaruh adalah: temperatur, air dan oksigen sangat penting dalam berlangsungnya perkecambahan biji. Hal ini karena dalam pekecambahan diperlukan temperatur, kadar air dan oksigen yang cocok. Meskipun demikian apa yang cocok untuk suatu spesies belum tentu cocok bagi spesies yang lain. Dormansi pada biji antara lain disebabkan dengan adanya zat penghambat perkecambahan, baik yang berasal dari dalam biji sendiri (internal) maupun dari luar (eksternal). Misalnya ekstrak dari buah atau daun tertentu mengandung zat penghambat, sehingga dapat mencegah , memperlambat atau mengahambatperkecambahan biji yang bersangkutan. Hal ini dapat dicegah atau di halangi antara lain dengan cara mencuci atau membersihkan biji, sehingga zat penghambatnya hilang.

IV. HASIL PENGAMATAN Tabel hasil pengamatan jumlah biji yang berkecambah. No Perlakuan Biji Padi Bayam Tomat 1 Kontrol 8 2 Ekstrak tomat 3 3 Ekstrak jeruk 4 Coumarin 25 ppm 2 5 Coumarin 50 ppm 3 6 Coumarin 75 ppm 8 7 Coumarin 100 ppm 1 -

Terung 14 2 4 5 10

Cabe 1

Jika biji-bijiantersebut direndam (setelah direndam dari coumarin) dan juga dari ekstrak tomat dan jeruk dengan berbagai konsentrasi kemudian dicuci dengan air maka pengaruh zat penghambat tersebut akan hilang. VI. KESIMPULAN 1. Zat penghambat merupakan salah satu faktor lingkungan yang menghambat proses perkecambahan. 2. Contoh zat penghambat adalah coumarin dan ekstrak buah misalnya ekstrak jeruk dan tomat. 3. Coumarin sebagai zat penghambat kerjanya dipengaruhi oleh besar kecilnya konsentrasi.

V. ANALISIS DATA Dari hasil pengamatan terhadap biji padi, terong, tomat, bayam dan cabe yang telah diberi zat penghambat dalam perkecambahan ada 3 biji yang dapat berkecambah yaitu biji bayam, tomat dan cabe. Dari praktikum ini perendaman dengan coumarin 25 ppm didapat 2 biji bayam dan 4 biji tomat saja yang berkecambah sedangkan biji yang lainnya tidak berkecambah. Pada coumarin 50 ppm didapat 3 biji bayam saja yang berkecambah, biji tanaman lainnya tidak menunjukkan proses perkecambahan. Pada coumarin 75 ppm ada 8 biji bayam dan 5 biji tomat saja yang mengalami perkecambahan. Pada coumarin 100 ppm didapat 1 biji bayam, 10 biji tomat dan 1 biji cabe saja yang mengalami perkecambahan biji, pada ekstrak tomat ada 3 biji bayam saja yang berkecambah. Pada ekstrak jeruk ada 2 biji tomat saja yang berkecambah. Dari hasil yang diperoleh tersebut diketahui bahwa ekstrak jeruk dan tomat juga merupakan zat penghambat pada perkecambahan biji. Selain menggunakan ekstrak dari buah-buahan juga bisa menggunakan ekstrak dari daun-daun tertentu untuk menghambat proses perkecambahan biji-biji. Macam-macam ekstrak tersebut dan juga coumarin merupakan salah satu faktor dari luar atau lingkungan yang menyebabkan terjadinya dormansi pada biji-bijian.