Anda di halaman 1dari 4

Review Film Kungfu Panda 2 | 1

Inner Peace; Kedamaian dalam Diri dan Kekuatan Untuk Mengubah Dunia (Review Film Kungfu Panda 2)

Judul Film

: Kungfu Panda 2

Release Date : May 27, 2011 Director Script Producer : Jennifer Yuh : Jonathan Aibel, Glenn Berger : Melissa Cobb, Guillermo Del Toro, Jonathan Aibel, Glenn Berger

Film Kungfu Panda 2 bercerita tentang seorang Panda gendut bernama Po. Film Kungfu Panda 2 merupakan kelanjutan dari Kungfu pada 1 namun dalam film kungfu Panda 2 ini menceritakan asal usul Po. Dalam film Kungfu Panda 1, dikisahkan bahwa Po adalah seorang pelayan sebuah warung mie. Po sangat terobsesi menjadi seorang pendekar kungfu namun niat itu selalu dianggap gila oleh ayahnya (ayah angkat). Pada suatu ketika di sebuah perguruan kungfu ada pemilihan Dragon Warrior, seorang pendekar legendaris. Po dipilih oleh Oogway (seekor kura-kura tua bijaksana pencipta ilmu kugfu), semula pilihan Oogway ini dianggap salah, tubuh Po gendut dan Po adalah panda yang ceroboh dan bodoh. Semua orang meragukan kemampuannya, namun setelah Shifu (guru kungfu) tahu bagaimana cara melatif Po dan mampu menumbuhkan kepercayaan diri Po. Po teringat akan nasihat orang tuanya bahwa untuk menjadi sesuatu yang spesial cukup percaya saja kalau dirinya adalah spesial. Po tumbuh menjadi pendekar yang tangguh namun sebagai pendekar naga ia perlu mempunyai inner peace kedamaian dalam diri. Pendekar naga memiliki tugas untuk menjaga kedamaian dunia maka ia harus menciptakan perdamaian dalam dirinya terlebih dahulu sebelum membawa kedamaian ke dunia. Saat seorang pendekar kungfu bisa menciptakan inner peace maka ia akan mampu menguasi jurus kungfunya secara maksimal dan mempunyai kekuatan yang hebat. Master Shifu guru dari Po mengatakan inner peace bisa di dapat melalui meditasi panjang atau saat orang bisa mengatasi penderitaan dan sakit hati.

Review Film Kungfu Panda 2 | 2

Shifu menunjukkan pada Po sebuah jurus saat seorang penderkar kungfu mencapai inner peace, Po sangat terkesan dengan jurus itu. Saat berbincang dengan Master Shifu di dalam gua Po diberitahu bahwa ada segerombolan penjahat yang menyerang desa. Ia dan kelima pendekar lain segera menolong warga desa, dengan mudah ia mengalahkan para penjahat itu. Para penjahat yang berniat mencuri besi di desa musik dapat diusir namun ada kejadian aneh, saat ada seorang prajurit yang hendak memukul Po dengan gada besi, Po tiba-tiba melihat simbol aneh. Po tidak tahu apa arti simbol itu namun tiba-tiba ia melihat banyak bayi panda yang sedang mengis dan induk panda. Mulai dari peristiwa itu Po merasa gelisah, ia bertanya sebenarnya ia berasal dari mana. Ia bertanya kepada ayahnya yang seekor angsa, ayahnya sendiri tidak begitu tahu dari mana Po berasal. Ia menemukan Po di kotak sayuran di dekat toko mie miliknya. Ia lalu mengasuh Po sampai ia dewasa, namun ia tidak tahu darimana Po berasal. Po tidak berhasil mencari informasi mengenai siapa dirinya dari ayahnya. Ia kembali ke gunung dan mendapat berita bahwa Master Badak telah dibunuh oleh Lord Shen. Lord Shen menciptakan senjata yang dapat membunuh pendekar kungfu yang hebat sekalipun. Ia mendapat tugas untuk menggagalkan niat jahat Lord Shen. Saat perjalanan menuju kota Gongmen ia bermimpi bertemu dengan ayah dan ibunya dan ini membuatnya makin gelisah. Po berhasil bertemu dengan Lord Shen namun saat bertarung dengan Lord Shen yang adalah seekor merak ia teringat lagi akan masa lalunya dan ini membuatnya tidak konsentrasi sehingga kalah dari Lord Shen. Lord Shen dalam pertarungan berikutnya berhasil menembakkan senjatanya ke arah Po dan membuatnya terlempar dan jatuh ke sungai. Saat Po pingsan ia ditolong oleh seekor domba yang bekerja sebagai peramal di Kerajaan Gongmen. Po sadar dan saat ia sadar ia merasa tidak asing dengan tempat dimana ia berasal. Setelah ia mencoba bangun dan berjalan ke luar ruangan ia baru menyadari bahwa itu adalah desa tempat dia dan orangtuanya tinggal. Desa itu telah hancur di serang oleh Lord Shen dan pasukannya beberapa tahun sebelumnya. Ia juga ingat bahwa ibunya yang membawanya lari dan menempatkannya di sebuah keranjang sayuran. Pada saat penyerangan yang dilakukan oleh Lord Shen ia hanya melihat lambang burung merak dan ternyata ini mengakibatkan trauma bagi Po.

Review Film Kungfu Panda 2 | 3

Po awalnya menganggap mimpinya melihat bayi menangis dan juga burung merak hanya mimpi biasa, tapi itu sebenarnya bukan mimpi melainkan suatu peristiwa yang ada di bawah sadarnya. Po mencoba melawan ingatan-ingat buruk itu namun kambing tua yang menolongnya berkata Berhentilah melawan, biarkan itu mengalir. Po lalu menirukan gerakan Master Shifu sambil mengingat semua peristiwa buruk yang dialaminya. Peristiwa saat ia dan ibunya dikejar oleh pasukan Lord Shen dan akhirnya ibunya menyembunyikan Po dalam sebuah kotak sayuran. Po membiarkan semua pengalaman itu mengalir bersamaan dengan aliran air yang jatuh dari langit yang jatuh di tangannya dan ia gerakkan dan kemudian meletakkannya di atas daun. Kisahmu mungkin memang tidak baik di awal. Tapi itu tidak menentukan jadi siapa kau. Ini adalah kelanjutan kisah mu. Kau memilih menjadi siapa. Kata peramal tua yang telah menolongnya. Kata-kata itu membuat Po kembali ingat akan semua peristiwa bahagia yang ia alami, peristiwa saat ia dipilih oleh Oogway menjadi pendekar naga, peristiwa saat ia berlatih dengan Master Shifu. Ia menyadari semua peristiwa hidupnya. Penerimaan akan segala pengalaman buruknya membuatnya mencapai inner peace. Ia pun kembali ke Kota Gongmen untuk menolong teman-temannya dan menghentikan Lord Shen. Po berhasil membebaskan teman-temannya namun Lord Shen dengan senjata saktinya berhasil mendesak Po. Po jatuh di tengah laut dan Lord Shen membidik Po dengan senjatanya hendak membunuh Po. Suatu kejadian ajaib terjadi, Po yang sudah mencapai inner peace berhasil menghindari peluru dari senjata Shen. Ia mampu menangkap peluru itu dan mengembalikannya ke Lord Shen. Lord Shen dan pasukannya terdesak. Lord Shen bertanya dengan penuh keheranan kepada Po Bagaimana kau bisa melakukannya? Po menjawab bahwa ia hanya melonggarkan badannya. Shen bertanya lagi Bagaiaman kau bisa menemukan kedamaian? Aku telah merampas orangtuamu dan segala yang kau miliki. Aku membuat mu takut untuk hidup, Kau lihat, ini adalah sesuatu Shen.penyembuhan luka kata Po Penyembuhan luka tanya Shen heran tak percaya.

Review Film Kungfu Panda 2 | 4

Luka-luka itu sudah tidak terasa sakit lagi. Kau harusnya melakukan hal yang sama Shen. jangan biarkan dirimu hidup di masa lalu. Masalah yang ada padamu adalah soal jalan yang kau pilih. Kata Po memberi penjelasan kepada Shen. Perkataan Po tidak membuat Shen sadar, ia malah menyerang Po kembali. Akhirnya Shen mati tertimpa senjata buatannya sendiri. Master Shifu heran mengetahui bahwa Po telah mencapai inner peace. Po yang selama ini dianggapnya bodoh ternyata bisa mencapai inner peace dalam usia muda. Po berhasil berdamai dengan dirinya sendiri dan menciptakan kedamaian di dalam inner peace. Tahap ini dicapai setelah ia mengetahui masa kecilnya yang tidak menyenangkan. Ia bisa berdamai dengan segala pengalaman buruk yang ia alami. Ia bisa memaafkan Lord Shen yang telah menghancurkan desanya. Saat ia bertarung dengan Lord Shen ia tidak bertarung dengan tujuan ingin membalas dendam kematian orang-orang terdekatnya. Po ingin menolong Shen yang telah memilih jalan menyimpang. Po mengatakan bahwa Shen hidup dalam ketakutan masa lalunya dan ambisinya untuk menguasai dunia. Shen tidak bisa mewudukan keinginannya itu karena ia tidak memiliki kedamaian dalam dirinya. Hati Shen dipenuhi dengan dendam dan ambisi. Pengalaman yang dialami Po adalah pengalaman buruk yang bisa menimpa siapa saja. Po bisa menemukan makna terdalam dalam hidupnya dan bisa menemukan jalan mana yang harus dilaluinya. Pengalam masa lalunya buruk namun ia tetap punya kebebasan untuk memilih dan mengarahkan ke mana ia akan membawa dirinya. Po mampu mencapai tahap iiner peace yang membuatnya memiliki kekuatan yang sangat besar. Inner peace atau kedamaian dalam diri memang merupakan ciri pribadi sehat. Kedamaian yang ada dalam diri membuat orang mampu untuk bisa mewujudkan kemanusiaannya secara utuh dan sempurna.