Konsep lingkungan Hidup

1. Pengertian Lingkungan Hidup Lingkungan adalah satu kesatuan ekosistem yang saling mendukung satu sama lain.Lingkungan hidup di Indonesia berbanding lurus dengan tingkat pertumbuhan masyarakat Indonesia,baik dalam aspek keilmuan atau intelektualitas,aspek ekonomi,aspek politik,dan aspek sosial budaya. 2. Norma-norma Lingkungan Hidup Norma adalah aturan,ukuran,atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai dan membandingkan sesuatu. a. Norma Sosial Norma sosial adalah norma yang dipakai untuk menilai perilaku manusia,terutama terhadap lingkungan hidup,berdasarkan keuatan yang mengikat.Contoh norma sosial adalah cara ( usage ),kebiasan ( folkways ),tingkah laku ( mores ),dan adat istiadat ( custom ). b. Norma Hukum Indonesia memiliki peraturan hukum berupa Undang-undang khusus mengenai lingkungan hidup,diantaranya :
   

UU RI No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,pasal 5 dan pasal 8 UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM,pasal 3 Amandemen ke 2 Undang-undang Dasar 1945,pasal 28 H ayat 1,dan Di Badan Persatuan Bangsa-bangsa ( PBB ) kita telah meratifikasi Protokol Kyoto mengenai lingkungan hidup.

Istilah lingkungan hidup berasal dari kata "Environment" (lingkungan sekitar), yang oleh Michael Allaby diartikan sebagai "The physical, chemical, and biotic condition surrounding an organism", sedangkan Emil Salim mengemukakan bahwa secara umum lingkungan hidup dapat diartikan sebagai benda, kondisi dan keadaannya, serta pengaruh yang terdapat pada ruang yang kita tempati dan mempengaruhi makhluk hidup, termasuk kehidupan manusia. Dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. Dari berbagai dimensi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan hidup pada dasarnya terdiri atas 4 unsur, yaitu materi, energi, ruang dan kondisi/situasi setempat, dengan uraian sebagai berikut :

untuk dapat hidup memerlukan energi dan mineral. Unsur Materi. N. tumbuhan. kemudian melalui proses "rantai makanan".  Unsur Energi Semua makhluk yang bergerak untuk dapat hidup memerlukan energi. yang kemudian dijabarkan ke dalam Peraturan Pemerintah No. Dengan mengetahui ruang habitat suatu ekosistem maka pengelolaan lingkungan dapat lebih mudah ditangani secara spesifik. suatu ekosistem habitat tertentu akan berada pada suatu ruang tertentu. dsb). udara. yang selanjutnya menjadi mangsa dari hewan konsumen Tk. misalnya karena desakan ekonomi masyarakat pada suatu daerah tertentu. 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan serta Pedoman-pedoman Umum Pelaksanaannya. Demikian pula dengan bijibiji dapat tumbuh dan berkembang karena adanya energi matahari ini. Unsur ini mengalami proses siklinal yaitu proses yang berulang kembali kepada keadaan semula. Misalnya tumbuh-tumbuhan. dan jasadnya menjadi mangsa bakteri Saprodit (bakteri pembusuk) yang menguraikan jasad tadi menjadi unsur basa (C.  Unsur Ruang Ruang adalah tempat atau wadah di mana lingkungan hidup berada. adapun dalam perjalanannya akan mengalami perubahan bentuk. maka aspek-aspek Lingkungan Hidup yang terkait dengan pekerjaan konstruksi dapat dibedakan atas : . P dsb) yang diperlukan untuk kehidupan makhluk hidup. artinya mempunyai batas-batas tertentu yang dapat dilihat secara fisik. Sumber energi yang berlimpah berasal dari cahaya matahari. demikian pula untuk dapat berinteraksi diperlukan adanya energi. Menurut Undang-Undang No. tumbuhan dan hewan tersebut mengalami proses kematian.  Unsur Kondisi/Situasi Kondisi atau situasi tertentu dapat mempengaruhi lingkungan hidup. atau abiotik (tanah. Pada saatnya. II (Omnivora = pemakan segala). tumbuhan ini dimakan oleh hewan konsumen Tk. 4 Tahun 1892 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Materi adalah zat yang dapat berbentuk biotik (hewan. Kedua unsur tersebut mempunyai hubungan timbal balik. yang dapat menimbulkan ancaman erosi lahan. maka penduduk di wilayah tersebut terpaksa melakukan pembakaran hutan untuk usaha pertanian. manusia). dan saling pengaruh mempengaruhi secara ekologis. O. I (Herbivora = pemakan tumbuhan). air. S. energi ini dapat menyebabkan pohon dan tumbuhan yang berdaun hidau akan dapat melakukan proses photo sintesa untuk tumbuh menuju suatu proses kehidupan.

Hidrooceanologi. 3. dan mikrobiologisnya. . asimilasi dan integrasi dari berbagai kelompok masyarakat. adat istiada dan pola kebiasaan. angkatan kerja. kelembaban. danau. tanah dan lahan.  Komponen Biologi. Hidrologi. struktur geologi dan tanah. arus dan gelombang/ombak. Iklim seperti suhu. 5. seperti topografi bentuk lahan. rawa. serta satwa yang habitatnya dilindungi undang-undang. curah hujan. habitat. pelapisan sosial dalam masyarakat. Fisiografi. proses sosial. serta pola perkembangan penduduk. Sosial ekonomi. seperti kelimpahan dan keanekaragaman fauna. prasarana dan sarana ekonomi. Termasuk dalam fauna ini adalah penyebaran dan populasi hewan. serta pola pemilikan dan pemanfaatan sumber daya alam. serta adanya keunikan dari vegetasi dan ekosistem yang ada. rencana tata guna tanah. seperti peta zona biogeoklimatik dari vegetasi alami. tingkat pendapatan penduduk. debit aliran. serta kualitas fisik. termasuk indikatornya. pola migrasi. atau sumber hama dan penyakit. seperti kesempatan kerja dan berusaha. rencana pengembangan wilayah. serta keunikan dan kerawanan bentuk lahan secara geologis. Sosial budaya. seperti tata guna lahan yang ada. jenis-jenis vegetasi dan ekosistem yang dilindungi undang-undang. 2. invertebrata yang mempunyai potensi dan peranan sebagai bahan makanan. estetika bentang lahan. pola penyebaran pencemaran udara. serta tingkat kebisingan dan sumbernya. Ruang. 4. 3. Uraian tentang iklim termasuk pula kualitas udara. serta adanya konflik penggunaan lahan yang ada. 2. Komponen Fisik – Kimia 1. Fauna. serta pola iklim makro. seperti pranata sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. atau pola hidrodinamika kelautan seperti pasang surut. akulturasi. kondisi fisik daerah resapan. Demografi seperti struktur kependudukan. rencana tata ruang.  Komponen Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya 1. keadaan angin. perubahan sosial yang terjadi serta sikap dan persepsi masyarakat. 1. tingkat erosi. populasi hewan budidaya. 2. morphologi pantai serta abrasi dan akresi pantai. intensitas radiasi matahari. penyebaran. tingkat penyediaan dan pemanfaatan air. kimia. tingkat kepadatan. tingkat kelahiran dan kematian. Flora. seperti karakteristik fisik sungai. hari hujan.

jenis dan jumlah fasilitas kesehatan. sedangkan jika ditelaah dari konsep ekologi manusia. yaitu segala kondisi yang ada disekitar makhluk hidup yang bukan berupa organisme hidup seperti : batuan. tanah. Komponen kesehatan masyarakat. termasuk manusia dan perilakunya. dan lingkungan budaya . yaitu manusia baik secara individu maupun kelompok yang ada diluar diri kita. 3. mineral. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. daya keadaan. Lingkungan Alam. Pengaruh terhadap suatu unsur akan merambat pada unsur lain. Hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya adalah sirkuler. seperti sanitasi lingkungan. Lingkungan Sosial. tetangga. air. Secara umum. lingkungan sosial. karena pada umumnya dalam lingkungan hidup itu terdapat banyak unsur. lingkungan itu dibedakan antara lingkungan abiotik dan lingkungan biotik atau organik. udara. 4. yaitu segala kondisi baik yang berupa materi maupun non materi yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. yaitu kondisi alamiah baik abiotik maupun biotik yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia yang berpengaruh terhadap kehidupan umat manusia.Lingkungan Abiotik. Lingkungan Biotik. Lingkungan hidup didefenisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda. Lingkungan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. yaitu segala makhluk hidup mulai dari mikroorganisme yang tidak dapat kita lihat secara kasat mata sampai kepada binatang dan tumbuh-tumbuhan raksasa yang ada disekitar kita atau makhluk lain yang berpengaruh terhadap kehidupan dipermukaan bumi. merupakan lingkungan sosial yang berpengaruh terhadap perubahan dan perkembangan kehidupan kita. yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. kreativitas dan penciptaan yang . Lingkungan Budaya. teman. dan makhluk hidup. penduduk sekampung. lingkungan itu dibedakan antara lingkungan alam. energi matahari. cakupan pelayanan paramedis. sampai manusia antar bangsa. Lingkungan juga membentuk dan terbentuk oleh lingkungan hidupnya. serta proses dan daya yang terjadi padanya. Interaksi antara manusia dengan lingkungan hidupnya bersifat kompleks.4. tingkat gizi dan kecukupan pangan serta insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan rencana kegiatan. manusia termasuk kedalam lingkungan biotik ini 2. 1. Keluarga.

Lingkungan sosial yang terdiri dari orang-orang. senjata. yakni semua benda mati yang ada disekeliling manusia. Lingkungan fisik. 2. . baik individual maupun kelompok yang berada di sekita manusia. Lingkungan biologi. yakni segala sesuatu disekeliling manusia yang berupa organisme yang hidup (manusia termasuk juga di dalamnya).berpengaruh terhadap kehidupan umat manusia. 3. dan sebagainya. peralatan. Lingkungan budaya yang berupa benda atau materi meliputi bangunan. pakaian. Menurut Soerjono Soekanto Lingkungan dibedakan dalam kategori-kategori sebagai berikut: 1.