Anda di halaman 1dari 3

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan keletihan, anoreksia atau dispenia, dan peningkatan

metabolisme tubuh.
Tujuan : Dalam waktu 3x24 jam setelah diberikan tindakan keperawatan, intake nutiri klien terpenuhi. Kriteria evaluasi : -Klien dapat mempertahankan status gizinya dari yang semula kuranng menjadi adekuat. -Pernyataan motivasi kuat untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya Rencana Intervensi Rasional Kaji status nutrisi klien, turgor kulit, berat badan, Memvalidasi dan menetapkan derajat masalah derajat penurunan berat badan, integritas mukosa untuk menetapkan pilihan intervensi yang tepat. oral, kemampuan menelan, riwayat mual/muntah, dan diare. Fasilitasi klien untuk memperoleh diet biasa yang Memperhitungkan keinginan individu dapat disukai klien (sesuai indikasi) memperbaiki intake gizi Pantau intake dan output, timbang berat badan Berguna dalam mengukur keefektifan intake gizi secara periodik (sekali seminggu) dan dukungan cairan Lakukan dan ajarkan perawatan mulut sebelum Menurunkan rasa tak enak karena sisa makanan, dan sesudah makan serta sebelum dan sesudah sisa sputum atau obat pada pengobatan sistem intervensi/pemeriksaan per oral pernapasan yang dapat merangsang pusat muntah Fasilitasi pemberian diet TKTP, berikan dalam porsi Memaksimalkan intake nutrisi tanpa kelelahan dan kecil tapi sering energi besar serta menurunkan iritasi saluran cerna Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menetapkan Merencanakan diet dengan kandungan gizi yang komposisi dan jenis diet yang tepat cukup untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi dan kalori sehubungan dengan status hipermetabolik klien Kolaborasi untuk pemeriksaan laboratorium Menilai kemajuan terapi diet dan membantu khusunya BUN, protein serum, dan albumin perencanaan intervensi selanjutnya Kolaborasi untuk pemberian multivitamin Multivitamin bertujuan untuk memenuhi kebutuhan vitamin yang tinggi sekunder dari peningkatan laju metabolisme umum

Cemas yang berhubungan dengan adanya ancaman kematian yang dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernapas), dan prognosis penyakit yang belum jelas. Tujuan : Dalam waktu 1x24 jam klien mampu memahami dan menerima keadaan sehingga tidak terjadi kecemasan Kriteria evaluasi : -Klien terlihat mampu bernapas secara normal dan mampu beradaptasi dengan keadaan. Respons nonverbal klien tampak rileks dan santai Rencana Intervensi Rasional Bantu dalam mengidentifikasi sumber koping yang Pemanfaatan sumber koping yang ada secara ada konstruktif sangat bermanfaat dalam mengatasi stres Ajarkan tenik relaksasi Mengurangi ketegangan otot dan kecemasan Pertahankan hubungan saling percaya antara Hubungan saling percaya membantu perawat dan klien memperlancar proses terapeutik Kaji faktor yang menyebabkan timbulnya rasa Tindakan yang tepat diperlukan dalam mengatasi cemas masalah yang dihadapi klien dan membangun kepercayaan dalam mengurangi kecemasan Bantu klien mengenali dan mengakui rasa Rasa cemas merupakan efek emosi sehingga cemasnya apabila sudah teridentifikasi dengan baik, maka perasaan yang mengganggu dapat diketahui

Kurangi informasi dan pengetahuan mengenai kondisi, aturan pengobatan, proses penyakit,dan penatalaksanaan perawatan dirumah Tujuan : Dalam waktu 1x24 jam klien mampu melaksanakan apa yang telah diinformasikan Kriteria evaluasi : -Klien terlihat mengalami penurunan potensi menularkan penyakit yang ditunjukan oleh kegagalan kontak klien Rencana Intervensi Rasional Kaji kemampuan klien untuk mengikuti Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi pembelajaran (tingkat kecemasan, kelemahan oleh kesiapan fisik, emosional, dan lingkungan umum, pengetahuan klien sebelumnya, dan yang kondusif susana yang tepat Jelaskan tentang dosis obat, frekuensi pemberian, Meningkatkan partisipasi klien dalam program kerja yang diharapkan, dan alasan mengapa pengobatan dan mencegah putus obat karena pengobatan TB berlangsung dalam waktu lama membaiknya kondisi fisik klien sebelum jadwal terapi selesai Ajarkan dan nilai kemampuan klien untuk Dapat menunjukan pengaktifan ulang proses mengidentifikasi gejala/tanda reaktivasi penyakit penyakit dan efek obat yang memerlukan evaluasi (hemoptisis, demam, nyeri dada, kesulitan lanjut bernapas, kehilangan pendengaran, dan vertigo) Tekanan pentingnya mempertahankan intake Diet TKTP dan cairan yang adekuat memenuhi nutrisi yang mengandung protein dan kalori yang peningkatan kebutuhan metabolik tubuh. tinggi serta intake cairan yang cukup setiap hari Pendidikan kesehatan tentang hal itu akan meningkatkan kemandirian klien dalam perwatan penyakitnya