Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Darah adalah komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup, karena mempunyai peran yang sangat banyak, terutama dalam pengangkutan zat-zat yang penting bagi proses metabolisme tubuh. Jika darah mengalami gangguan, maka segala proses metabolisme tubuh akan terganggu pula. Dalam kehidupan seharihari, bila kita menyebut darah, hal itu diidentikkan dengan darah yang berwarna merah. Padahal warna merah pada darah itu tidak selalu tetap, artinya warna itu bisa berubah-ubah. Terkadang darah cenderung berwarna merah tua, namun terkadang berwarna merah muda. Apakah yang menyebabkan warna darah menjadi demikian? Untuk menjawab pertanyaan itu, coba perhatikan seekor ayam yang sedang disembelih. Darah yang keluar dari ayam yang sedang disembelih berwarna merah muda dan cair, tetapi setelah dibiarkan beberapa saat, darah itu akan berwarna merah tua, dan selanjutnya setelah beberapa lama darah itu akan membeku dan berwarna merah kehitam-hitaman. Jadi, apa yang menyebabkan darah dapat berwarna merah tua? Bila kadar oksigen dalam darah tinggi, maka darah akan berwarna merah muda, sedangkan bila kadar CO2 nya yang tinggi maka darah akan berwarna merah tua. Anda tentu pernah terluka, misalnya tersayat pada bagian permukaan kulit. Ketika tersayat, dari permukaan kulit Anda akan keluar cairan berwarna merah yang disebut darah. Jadi apakah darah itu? Apakah yang diangkut lewat darah? Untuk mengetahuinya karena itulah disusun makalah ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah yang kami ambil adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Darah manusia Golongan darah, donor darah, transfusi darah Alat peredaran darah pada manusia Macam macam peredaran darah manusia Sistem peredaran getah bening Gangguan/kelainan pada sistem peredaran darah

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah agar kita lebih memahami tentang sistem peredaran manusia.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Darah Manusia
Pada manusia, darah merupakan cairan tubuh yang meliputi 8% dari berat tubuh seseorang, kira-kira mempunyai volume 4-5 liter. Mengapa darah memiliki peran penting bagi tubuh manusia? Dalam tubuh manusia, darah berperan sebagai berikut. 1. Sebagai alat pengangkut zat-zat makanan, air, dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Darah membawa zat-zat yang diperlukan tubuh, misalnya vitamin, gula, lemak, dan air untuk diberikan kepada sel dalam jumlah yang tepat. Pada saat berolahraga, kebutuhan sel akan meningkat, sehingga dapat meningkatkan pula kegiatan sistem peredaran darah. Sebaliknya, pada saat tidur, maka kegiatan sistem peredaran darah juga ikut menurun. 2. Sel darah merah membawa karbon dioksida dan zat-zat sisa metabolisme menuju alat-alat ekskresi. 3. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke bagian tubuh tertentu. 4. Mempertahankan keseimbangan suhu tubuh, dengan cara mengangkut energi panas dari tempat aktif ke tempat yang tidak aktif. 5. Sel darah putih sebagai alat pertahanan tubuh dari infeksi kuman penyakit. 6. Mengatur keseimbangan asam dan basa darah untuk menghindari kerusakan jaringan karena adanya senyawa penyangga (bakteri) berupa hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat, dan protein plasma. 7. Mengedarkan enzim-enzim ke seluruh tubuh. 8. Mengedarkan air ke seluruh tubuh. 9. Cairan plasma membagi protein yang diperlukan untuk pembentukan jaringan, menyebarkan cairan jaringan karena melalui cairan ini semua sel tubuh menerima makanannya. Dan merupakan kendaraan untuk mengangkut bahan buangan ke berbagai organ pengeluaran untuk dibuang Begitu banyak fungsi darah sehingga darah merupakan cairan tubuh yang penting dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh anggota tubuh yang lain. Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) .Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Sample Darah Manusia

Darah manusia: a - eritrosit; b - neutrofil; c - eosinofil; d - limfosit.

Komposisi Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula (sel sel darah) yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. 1.Korpuskula darah terdiri dari: Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%). Sel darah merah merupakan penyusun sel-sel darah yang jumlahnya paling banyak. Pada wanita, jumlahnya 4,5 juta/mm3 darah, sedangkan pada laki-laki 5 juta/mm3 darah. Akan tetapi, jumlah itu bisa naik atau turun, tergantung dari kondisi seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah: a) Jenis Kelamin Pada laki-laki normal jumlah (konsentrasi) eritrosit mencapai 5,1 5,8 juta per mililiter kubik darah. Pada wanita normal 4,3 5,2 juta per mililiter kubik darah. b) Usia Orang dewasa memiliki jumlah eritrosit lebih banyak dibanding anakanak. c) Tempat Ketinggian Orang yang hidup di dataran tinggi cenderung memiliki jumlah ertrosit lebih banyak. d) Kondisi Tubuh Seseorang Sakit dan luka yang mengeluarkan banyak darah dapat mengurangi jumlah ertrosit dalam darah.

Sel-sel darah merah bentuknya bulat, bikonkaf, nggak berinti, dindingnya pun elastis, serta fleksibel, dengan diameter 75 nm, ketebalan di tepi 2 nm dan ketebalan di tengah 1 nm . Sel-sel darah merah mempunyai usia 120 hari. Setiap detik ada 3 juta sel darah merah yang mati dan dibersihkan oleh hati dan limpa. Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum tulang merah yang letaknya itu di dalam tulang pipih dan tulang pendek.. Sel-sel pembentuk sel darah merah ini disebut eritroblast, tetapi pada embrio (bayi), sel sel darah merah dibentuk di dalam hati dan limpa. Sumsum tulang dapat menghasilkan 4-5 kali laju kerusakan sel darah merah. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darahWarna sel-sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah suatu protein yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin mengandung zat besi (Fe). Hb ini mempunyai daya ikat tinggi terhadap O2. Dalam peredarannya ke seluruh tubuh, darah diikat oleh Hb yang kemudian diberi nama oksihemoglobin. Selain mengikat O2, Hb juga dapat mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang melalui organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut karbominohemoglobin. Pada kasus donor darah, kehilangan darah pada tubuh seseorang akan bisa cepat diatasi karena sumsum tulang akan menghasilkan dan mengembalikan sel darah merah menjadi normal kembali. Tetapi pada kasus pendarahan yang hebat misalnya kecelakaan, apabila hilangnya sel darah merah melebihi laju pembentukannya, akan mengakibatkan seseorang kekurangan sel darah merah, sehingga dapat mengakibatkan anemia. Selain pendarahan, anemia juga disebabkan karena gizi buruk dan infeksi kuman penyakit.

Pembentukan Sel Darah Merah Eritrosit dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin turun. Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang mieloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati. Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam

jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin, yaitu yang berwarna kehijau-hijauan yang dapat dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Fungsi leukosit atau sel darah putih ini adalah untuk melindungi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh kita dengan cara memakan kuman-kuman penyakit tersebut (fagosit). Lekosit memiliki ciri-ciri yaitu : nggak berwarna (bening), Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap, berinti, serta ukurannya pun lebih besar dari pada sel darah merah. Sel darah putih ibarat serdadu penjaga tubuh dari serangan musuh. Jika kita terluka, maka sel darah putih ini akan berkumpul di bagian tubuh yang terkena luka, agar tidak ada kuman penyakit yang masuk melalui luka itu. Jika ada kuman yang masuk, maka dia akan segera melawannya. Dapat digambarkan, bahwa akan terjadi pertarungan antara kuman dengan sel darah putih. Timbulnya nanah pada luka itu merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, kuman, selsel tubuh, dan cairan tubuh. Sel darah putih mempunyai nukleus dengan bentuk yang bervariasi. Ukurannya berkisar antara 10 nm25 nm. Fungsi sel darah putih ini adalah untuk melindungi badan dari infeksi penyakit serta pembentukan antibodi di dalam tubuh. Jumlah sel darah putih lebih sedikit daripada sel darah merah dengan perbandingan 1:700. Pada tubuh manusia, jumlah sel darah putih berkisar antara 6 ribu9 ribu butir/mm3, namun jumlah ini bisa naik atau turun. Faktor penyebab turunnya sel darah putih, antara lain karena infeksi kuman penyakit. Kondisi sel darah putih yang turun di bawah normal disebut leukopeni. Pada kondisi ini seseorang harus diberikan obat antibiotik untuk meningkatkan daya tahan dan keamanan tubuh. Apabila tidak, maka orang tersebut dapat meninggal dunia. Pada orang yang terkena kanker darah atau leukemia, sel darah putih bisa mencapai 20 ribu butir/mm3 atau lebih. Kondisi di mana jumlah sel darah putih naik di atas jumlah normal disebut leukositosis.

Sel darah putih dibuat di dalam sumsum tulang, limfe, dan kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit dan granulosit. Agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit bila plasmanya bergranuler Berdasarkan bentuknya,sel darah putih atau leukosit terbagi menjadi 4 yaitu sebagai berikut: 1. Neutrofil punya fungsi yaitu bersifat fagosit, intinya bermacam-macam, dengan bentuk bermacam-macam pula antara lain batang, bengkok, dan bercabangcabang. Sel-sel netrofil paling banyak dijumpai pada sel darah putih. Sel golongan ini mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam dan basa serta tampak berwarna ungu. 2. Eosinofil bersifat fagosit dan cenderung berwarna merah. Sel eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah putih. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah. 3. Basofil bersifat fagosit dan cenderung berwarna biru. Warna biru ini disebabkan karena sel basofit menyerap pewarna basa 4. Monosit memilki inti sel yang besar serta berbentuk bulat atau bulat panjang. 5. Limfosit memiliki inti dengan bentuk hampir bundar, berfungsi untuk kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum tulang. Mereka mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap kuman-kuman penyakit. Dengan kemampuannya sebagai fagosit mereka memakan bakteri-bakteri hidup yang masuk ke peredaran darah. Pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. Dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas di dalam mengitari seluruh bagian tubuh. Dengan cara ini mereka dapat: 1) mengepung daerah yang terkena infeksi 2) menangkap kuman-kuman penyakit hidup 3) menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran. Selain itu juga juga mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan, dan membuangnya. Dengan cara ini jaringan yang rusak atau terluka dapat dibuang dan memungkinkan untuk penyembuhan. Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, yaitu peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatan sel darah putih tersebut tidak berhasil dengan baik, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi kuman-kuman yang sudah mati.

Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)

Ketika kita mengalami luka pada permukaan tubuh, maka tubuh akan mengeluarkan darah. Terjadinya pendarahan itu disebabkan oleh sobeknya pembuluh darah. Pada keadaan luka yang ringan, setelah beberapa saat darah akan berhenti mengalir. Dalam hal ini tubuh kita memiliki keistimewaan bukan? Pada saat terjadi luka pada permukaan tubuh, komponen darah, yaitu trombosit akan segera berkumpul mengerumuni bagian yang terluka dan akan menggumpal sehingga dapat menyumbat dan menutupi luka. Di dalam darah terdapat protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman dan terisi keping darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan dan akhirnya darah bisa membeku Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Dalam sistem perdaran darah manusia Keping darah lah yang punya ukuran yang paling kecil dengan yang lainya , bentuknya pun nggak teratur,serta tidak memiliki inti sel. Trombosit dibuatnya di dalam sumsum merah pada tulang pipih dan tulang pendek. o Mekanisme Penggumpalan Darah Pembekua darah terjadi dalam tiga tahap yaitu :
1. Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase. 2. Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca2+) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat ini merupakanenzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. 3. Trombin yang terbentuk akan mengubah firbrinogen menjadi benangbenang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah.

Faktor penggumpalan darah dari trombosit bercampur dengan faktor penggumpalan darah dari plasma darah.Tronbin akan mengkatalisis perubahan nibrinogan menjadi benang-benang fibrin. 7. Plasma Darah Dalam diri manusia selain tedapat darah ternyata dalam diri manusia juga terdapat plasma darah, Plasma darah ini merupakn zat anti bodi bagi manusia. Plasma darah juga punya ciri umum yaitu plasma darah merupakan cairan darah yang punya warna merah kekuningan. Di dalam plasma darah terlarut berbagai macam zatBeberapa zat tersebut antara lain seperti berikut. a. Zat makanan dan mineral, antara lain glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, kolesterol, dan garam mineral. b. Zat hasil produksi dari sel-sel, antara lain enzim, hormon, dan antibodi.

c. Protein, Protein dalam plasma darah terdiri atas: 1) antiheofilik berguna mencegah anemia; 2) tTromboplastin berguna dalam proses pembekuan darah; 3) protrombin mempunyai peranan penting dalam pembekuan darah; 4) fibrinogen mempunyai peranan penting dalam pembekuan darah; 5) albumin mempunyai peranan penting untuk memelihara tekanan osmotik darah; 6) gammaglobulin berguna dalam senyawa antibodi. d. Karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen. Apabila plasma darah diambil fibrinogennya maka yang akan tersisa adalah suatu cairan yang berwarna kuning yang biasa dinamakan serum. Dan Di dalam serum inilah, terdapat suatu zat yaitu zat antibodi. Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas: 1. Air: 91,0% 2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen) 3. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi, dll) Serum bisa diperoleh dari larutan darah yang diputar dalam alat pemusing atau sentrifuge. Apabila ada benda asing masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan berusaha untuk merespons dengan cara membinasakan atau mengeluarkan benda asing tersebut. Benda asing tersebut disebut antigen. Antigen ini akan merangsang pembentukan zat antibodi. Cara kerja antibodi spesifik untuk zat-zat tertentu, antara lain tampak pada table dibawah ini: No 1 Jenis Antibodi Aglutinin Cara Kerja Menggumpalkan antigen. Dengan aglutinasi terbentuk gumpalan- gumpalan yang terdiri atas struktur besar berupa antigen pada permukaannya, bakteri bakteri, atau sel darah merah. Menetralkan racun. Kerja antitoksin, yaitu dengan menutupi tempat- tempat yang toksik dari agen penyebab penyakit Menguraikan antigen Lisin mampu langsung menyerang membran sel agen penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut rusak

Antitoksin

Lisin

2.2 Golongan Darah


Menurut Karl Landsteiner ahli di bidang biologi golongan darah manusia dapat dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya aglutinogen dan aglutinin (anti aglutinogen). Aglutinogen merupakan protein yang terdapat di dalam sel darah merah, sedangkan aglutinin terdapat dalam plasma darah. Aglutinin dapat menggumpalkan aglutinogen. Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Antigen adalah zat yang mendatangkan respon imun spesifik bila terjadi kontak dengan benda asing. Sistem imun tubuh berespon dengan memproduksi antibody untuk memusnahkan penyerang. Reaksi Antigen (Ag) dan Antibodi (AB) ini diperlihatkan dengan aglutinasi atau hemolisis. Antibodi dalam serum berespon terhadap antigen penyerang dengan mengelompokkan sel-sel darah merah bersama-sama dan menjadikan mereka tidak efektif atau memusnahkan sel darah merah. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau Onegatif Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah ABpositif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

10

Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

Tabel pe warisan golongan darah kepada anak:

IBU
O A B AB

O O O,A O,B A,B

A O,A O,A

AYAH B O,B O,A,B,AB O,B A,B,AB

AB A,B A,B,AB A,B,AB A,B,AB

O,A,B,AB A,B,AB

Rhesus (Rh)
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh- dapat menyebabkan

11

produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat memengaruhi janin pada saat kehamilan. Sistem rhesus ini dalam tranfusi darah juga harus diperhatikan. Apabila golongan darah Rh + maka tidak boleh digunakan sebagai donor untuk golongan darah Rh-, karena bisa terjadi aglutinasi (penggumpalan).

Tabel kecocokan RBC Golongan darah resipien O O+ A A+ B B+ AB AB+ O O+ A Donor A+ B B+ AB AB+

Tabel kecocokan plasma Resipien O A B AB O A Donor B AB

12

2.3 Donor darah


Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah. Donor darah biasa dilakukan rutin di pusat donor darah lokal. Dan setiap beberapa waktu, akan dilakukan acara donor darah di tempat-tempat keramaian, misalnya di pusat perbelanjaan, kantor perusahaan besar, tempat ibadah, serta sekolah dan universitas. Pada acara ini, para calon pendonor dapat menyempatkan datang dan menyumbang tanpa harus pergi jauh atau dengan perjanjian. Selain itu sebuah mobil darah juga dapat digunakan untuk dijadikan tempat menyumbang. Biasanya bank darah memiliki banyak mobil darah.

Proses donor darah. Syarat donor darah Untuk dapat menyumbangkan darah, seorang donor darah harus memenuhi syarat sebagai berikut:

calon donor harus berusia 17-60 tahun, berat badan minimal 45 kg tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-100 (diastole). menandatangani formulir pendaftaran lulus pengujian kondisi berat badan, hemoglobin, golongan darah, dan pemeriksaan oleh dokter untuk menjaga kesehatan dan keamanan darah, calon donor tidak boleh dalam kondisi atau menderita sakit seperti alkoholik, penyakit hepatitis,

13

diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui.

2.4 Transfusi darah

Donor untuk transfusi darah Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah. Darah dapat ditransfusikan kepada orang lain. Orang yang memberikan darahnya kepada orang lain dinamakan donor, sedangkan orang yang menerima darah dari si pendonor darah dinamakan resipien. Syarat dalam transfusi darah adalah zat aglutinogen donor tidak bertemu dengan zat antinya di dalam plasma darah resipien yang dapat menyebabkan penggumpalan. Golongan darah O merupakan donor universal atau donor seluruhnya karena dapat memberikan transfusi kepada semua golongan darah yang lain. Sedangkan Golongan darah AB merupakan resipien universal karena dapat menerima transfusi dari semua golongan darah.

14

2.5 Alat Peredaran Darah Pada Manusia


Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.

1. Jantung
Dalam diri manusia terdapa bagian tubuh yang gunanya untuk memompa darah yaitu jantung, yang terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Dinding jantung terdiri atas 3 lapisan, antara lain perikardium, miokardium, dan endokardium. Perikardium adalah selaput pembungkus jantung. Yang terdiri dari 2lembar : lamina panistalis di sebelah luar dan lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung. Di antara kedua lapisan perikardium di pisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan yang disebabkan oleh gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Miokardium adalah otot jantung, adapun endokardium adalah selaput yang membatasi ruangan jantung. Antara ruangan jantung terdapat klep (katup) yang berfungsi untuk mengatur aliran darah agar tetap searah. Klep pada ruangan jantung tersebut, antara lain: a. Valvula trikuspidalis dan valvula mitral Klep (katup) ini terdapat antara serambi kanan dan bilik kanan. b. Valvula bikuspidalis Letak klep (katup) ini terdapat antara serambi kiri dan bilik kiri. c. Valvula semilunaris Klep (katup) ini terdapat pada pangkal nadi besar. Jantung dapa dibagi menjadi 4 ruang, yaitu serambi kanan dan kiri serta bilik kanan dan kiri. Atrium (serambi) : Atrium atau serambi dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu kanan dan kiri. a. Dalam Atrium atau serambi kanan merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik atau pembuluh vena, yaitu vena kava superior dan vena kavam inferior yang banyak mengandung C02.

15

b. Atrium kiri menerima darah, dan darah tersebut berasal dari paruparu yang banyak mengandung 02.

Ventrikel (bilik) a. Ventrikel atau bilik kanan menerima darah dari atrium kanan untuk dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. b Ventrikel atau bilik kiri mempunyai otot yang 3-4 kali lebih tebal dibanding ventrikel kanan sehingga dapat memompa lebih kuat. Ventrikel atau bilik kiri menerima darah kaya02 dari atrium kiri, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui aorta. Cara kerja jantung. Darah dari paru-paru -> masuk ke serambi kiri -> diteruskan ke bilik kiri -> dipompa keluar jantung menuju ke seluruh tubuh -> darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung -> masuk ke serambi kanan -> masuk ke bilik kanan -> dipompa keluar dari jantung menuju paru-paru. Jantung merupakan organ yang tugasnya sangat berat, karena ia harus bekerja 24 jam setiap hari, yaitu memompa darah. Selama sehari 100 ribu kali, jantung berdenyut. Ini berarti jika usia seseorang 45 tahun, maka jantungnya sudah berdenyut sebanyak 2 miliar kali, dan memompa darah sebanyak 130 juta liter. Bahkan, perlu kita ketahui ternyata jantung inilah organ pertama yang mempunyai fungsi sejak janin berusia 2 bulan. Pada janin yang berusia 2 bulan, jantung sudah mulai berdenyut memompa darah. Kerja jantung tidak diperintah otak sadar. Karunia ini harus kita syukuri, yaitu merupakan bukti kekuasaan TuhanYang Maha Esa. Periode dari suatu akhir kontraksi hingga akhir kontraksi berikutnya disebut siklus jantung. Siklus jantung dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut. 1. Periode Relaksasi Pada saat ini serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang maksimal. Darah masuk ke jantung. Kondisi ini dinamakan diastol. 2. Periode Kontraksi Pada saat ini otot bilik jantung menguncup. Darah dalam bilik di pompa ke pembuluh nadi paru-paru atau ke aorta secara bersama. Kondisi ini dinamakan sistol.

16

Pada pengukuran tekanan darah yang diukur adalah sistol dan diastol ini. Pada seorang dewasa sehat tekanan darahnya 120/80 mm Hg. Artinya adalah tekanan sistol 120 mmHg dan diastol 80 mmHg. Alat untuk mengukur tekanan darah ini disebut dengan tensimeter (sphygmomanometer). Kasus lain terjadi pada peredaran darah janin (fetus) yang agak berbeda dengan peredaran darah pada orang dewasa seperti pada penjelasan di atas. Hal ini disebabkan bayi belum bernapas dengan paru-paru, sehingga kebutuhan akan O2 dan makanan harus dipenuhi dari ibunya, dengan bantuan plasenta. Darah dari serambi kanan melalui foramen ovale masuk ke serambi kiri. Selanjutnya, darah akan menuju plasenta dengan melalui arteria umbilikalis. Di dalam plasenta, darah akan mengambil O2 dan sari makanan. Dengan melewati vena umbilikalis, maka darah akan dibawa kembali ke dalam tubuh bayi. Detak Jantung Detak jantung setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, berat badan, jenis kelamin, kesehatan, dan aktifitas seorang. Pada saat duduk, denyut nadi seseorang 72 permenit. Tetapi pada saat berdiri denyut nadi mencapai 83 permenit. Pada anak-anak, denyut nadi nya lebi cepat dibandingkan orang dewasa. Orang terkejut denyut nadinya menjadi lebih cepat.

2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah dapat dibagi menjadi 3 yaitu pembuluh nadi, pembuluh balik:dan pembuluh kapiler. a. Pembuluh nadi (arteri). Pembuluh nadi adalah merupakan pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung menuju kapiler. Terdiri atas : 1. Aorta yaitu Pembuluh nadi yang paling besar yang fungsinya untuk mengalirkan darah dari jantung sebelah kiri menuju ke seluruh lapisan sel tubuh. 2. Arteri Paru-Paru (Arteri Pulmonalis) yaitu Pembuluh nadi yang mengalirkan darah dari bilik kanan menuju ke paru-paru 3. Arteriol yaitu percabangan arteri yang berhubungan langsung dengan
kapiler. Pada kapiler ini akan terjadi pertukaran gas, kemudian

17

dari kapiler ini darah akan kembali ke jantung melalui venula dan dibawa ke pembuluh balik (vena).

b. Pembuluh balik (vena). Pembuluh balik adalah merupakan pembuluh yang mengalirkan darah kembali ke jantung. Terdiri dari : 1. Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju serambi kanan jantung. 2. Vena cava inferior yang mengalirkan darah yang banyak mengandung karbon dioksida dari tubuh bagian atas dan bagian bawah menuju ke serambi kanan jantung. 3. Vena cava pulmonalis atau pembuluh balik yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri jantung. Berikut ini bagan perbedaan antara pembuluh nadi dan pembuluh balik. Sifat Dinding pembuluh Aliran darah Letak Pembuluh Nadi Tebal, kuat, dan elastis Meninggalkan jantung Tersembunyi, di bagian dalam Katup Hanya sebuah katup (valvula semilunaris) pada pangkal aorta yang berada tepat di luar jantung Denyut Terasa (lebih kuat) Jika terluka Darah memancar Gerakan darah Kontraksi otot jantung disebabkan oleh Pembuluh Balik Tipis, tidak elastis Menuju jantung Terletak di dekat permukaan kulit Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah. Tidak Terasa (lebih lemah) Darah hanya menetes Kontraksi otot rangka

3. Pembuluh Kapiler : a. Diameter lebih kecil dibandingkan arteri dan vena. b. Dindingnya terdiri atas sebuah lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal. Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler :

18

o Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler. o Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler tersebut akan berkurang.

Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu : 1. Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium 2. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastic 3. Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastic

2.6 Macam Macam Peredaran Darah Manusia


Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda yang terdiri dari : 1. Peredaran darah panjang/besar/sistemik Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung. Skemanya sebagai berikut. jantung (bilik kiri) -> seluruh tubuh -> jantung (serambi kanan) 2. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis. Skemanya sebagai berikut. jantung (bilik kanan) -> paru-paru -> jantung (serambi kiri)

19

Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.

2.7 Sistem Peredaran Getah Bening


Limfa disebut juga getah bening, merupakan cairan tubuh yang tak kalah penting dari darah. Ada beberapa perbedaan antara limfa dengan darah. Di antaranya dapat dijelaskan di bawah ini. Cairan limfa berwarna kuning keputih-putihan yang disebabkan karena adanya kandungan lemak dari usus. Jika darah tersusun dari banyak sel-sel darah, maka pada limfa hanya terdapat satu macam sel darah, yaitu limfosit, yang merupakan bagian dari sel darah putih. Limfosit inilah yang akan menyusun sistem imunitas pada tubuh, karena dapat menghasilkan antibodi. Cairan limfa juga memiliki kandungan protein seperti pada plasma darah, namun pada limfa ini kandungan proteinnya lebih sedikit dan mengandung lemak yang dihasilkan oleh usus. Perbedaan lain juga terlihat pada pembuluh limfa. Berbeda dengan pembuluh darah, pembuluh limfa ini memiliki katup yang lebih banyak dengan struktur seperti vena kecil dan bercabang-cabang halus dengan bagian ujung terbuka. Dari bagian yang terbuka inilah cairan jaringan tubuh dapat masuk ke dalam pembuluh limfa. Pembuluh limfa mempunyai fungsi seperti berikut. 1. Mengangkut cairan dan protein dari jaringan tubuh ke dalam darah. 2. Menghancurkan kuman penyakit. 3. Menghasilkan zat antibodi. 4. Mengangkut emulsi lemak dari usus ke dalam darah Pembuluh limfa utama dalam tubuh terdiri atas bagian-bagian berikut. 1. Duktus Limfatikus Dekster (Pembuluh Limfa Kanan) Pembuluh ini terletak pada pembuluh balik di bawah tulang selangka kanan. Pembuluh limfe kanan merupakan tempat muara dari semua cairan limfe yang berasal dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan lengan kanan. 2. Duktus Toraksikus (Pembuluh Limfa Dada)

20

Pembuluh ini terletak pada pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri. Pembuluh ini merupakan tempat muara pembuluh lemak dari usus. Pembuluh limfe ini juga mengumpulkan cairan limfe yang berasal dari bagian lain selain yang disebutkan di atas. Peredaran limfe dimulaidari seluruh tubuh dan berakhir di pembuluh balik. Pada tempat-tempat pertemuan pembuluh limfe terdapat kelenjar limfa. Kelenjar ini menghasilkan zat antibodi yang disebut limfosit, berfungsi untuk membasmi bibit penyakit. Kelenjar limfa yang terdapat dalam tubuh manusia, antara lain terdapat pada ketiak, leher, paha, lipatan siku, tonsil, amandel, adenoid.

2.8 Gangguan/Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah


Pada uraian sebelumnya sudah dibahas secara mendetail tentang darah. Begitu pentingnya peredaran darah dalam tubuh kita, sehingga kita perlu menjaga kesehatannya dan menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah. Beberapa gangguan yang perlu kita waspadai berkaitan dengan sistem peredaran darah adalah sebagai berikut. 1. Anemia Penyakit ini dapat disebabkan karena kekurangan sel darah merah atau sel darah merahnya malah kekurangan hemoglobinnya. Penyakit Anemia ini dapat diatasi dengan memakan bahan makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti kayak pisang, kacang-kacangan, hati, daging, maupun bayam. 2. Leukemia Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. Penyakit ini disebut juga dengan penyakit kanker darah.Penyakit ini terjadi akibat kesalahan pada pembelahan sel darah putih yang mengakibatkan jumlah sel darah putih meningkat dan kemudian memakan sel darah putih yang normal. Pengobatannya sendiri merupakan kombinasi antara operasi, radioterapi,dan kemoterapi. Hemofilia Hemofilia merupakan suatu penyakit menurun yang dapat menyebabkan darah sulit membeku. Ada Beberapa usaha untuk dapat mengatasi penyakit hemofilia, antara lain yaitu mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat, menjaga berat tubuh jangan berlebihan karena berat badan yang berlebihan dapat mengakibatkan pendarahan pada sendi-sendi di bagian kaki, dan berhatihati lah dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkecil risiko terluka.

3.

21

4.

Polisitemia Penyakit polisitemia merupakan penyakit yang terjadi karena Kelebihan produksi sel darah merah sehingga darah menjadi lebih kental dan mengalir sangat lambat. Akibatnya adalah akan mengakibatkan dapat terjadi penggumpalan dalam pembuluh darah yang akan dapat mengakibatkan kematian. Cara Penanggulangannya dalam menghadapi penyakit polisitemia ini adalah dengan melakukan transfusi darah atau anti parsial untuk membuang sebagian darah serta menggantinya dengan plasma dalam jumlah yang sama.

5.

Varises Penyakit Varises ini adalah suatu gangguan yang terjadi berupa pelebaran pembuluh balik (vena) pada kaki. Gangguan ini sering sekali diderita oleh orang yang banyak berdiri atau wanita yang sedang hamil. Untuk penanggulanganya ada Beberapa upaya untuk mengatasi terjadinya varises, antara lain adalah jangan sekali-kali menyilangkan kaki serta bertumpu pada lutut karena akan dapat menambah tekanan pada pembuluh darah di kaki bagian bawah dan akan menghambat aliran darah yang menuju ke seluruh tubuh.

6.

Hemeroid (Ambeien atau wasir) Ambeien adalah penyakit yang terjadi karena adanya gangguan berupa pelebaran pembuluh balik (vena) pada dubur. Biasanya ini diderita oleh orang yang kebanyakan duduk, karena itu jangan seering-sering duduk ya. Penyakit ambeien atau wasir ini dapat dicegah dengan Cara mengatasi wasir dari awal, antara lain dengan cara membiasakan minum air minimum 2,5 liter sehari serta cukup melakukan gerak badan untuk menstimulasi buang air besar.

7.

Hipertensi Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan yang abnormal di dalam arteri hingga mencapai 150/90 mm Hg. Cara mengatasinya adalah dengan meberikan kepada si penderita yang berguna untuk melebarkan pembuluh darah serta untuk dapatmenurunkan keluaran darah jantung hingga normal. Hipotensi

8.

22

Tekanan darah rendah (hipotensi) adalah suatu keadaan tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmHg sehingga sering sekali menimbulkan gejala-gejala seperti pusing bahkan pingsan. Cara mengatasinya dengan cara menggunakan obat-obatan yang fungsinya untuk mempertahankan tekanan darah pada saat darah meninggalkan jantung dan beredar ke seluruh tubuh.

9.

Pingsan Pingsan dapat didefinisikan sebagai suatu kehilangan kesadaran yang terjadi secara mendadak dan dalam waktu yang singkat. Hal ini merupakan gejala dari tidak memadainya suplai oksigen ke dalam otak 10. Stroke Stroke adalah kematian pada jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya suatu aliran darah dan oksigen ke dalam otak. Pada stroke pendarahan, pembuluh darah pecah sehingga menghambat laju aliran darah normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak serta merusaknya. 11. Arteriosklerosis Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak) Ambolus Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak. Trombus Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak .

12. 13.

14.

Erithroblastosis fetalis Erithroblastosis fetalis yaitu adalah merusaknya eritrosit bayi atau janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan darah Rh- dan embrio Rh+.

15.

Thalasemia Thalesemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun. 16. Miokarditis Penyakit ini diakibatkan radang yang terjadi pada otot jantung.

23

17.

Jantung Koroner Penyakit ini disebabkan tersumbatnya pembuluh darah arteri oleh lemak, sehingga aliran darah menuju jantung tidak lancar Penyakit Kaki Gajah (Elephantiasis) Penyakit kaki gajah disebabkan karena larva cacing filaria. Larva cacing filaria ini masuk ke dalam darah melalui gigitan nyamuk Culex sp. Larva ini kemudian terbawa dalam peredaran darah. Di dalam pembuluh getah bening (limfa) larva akan menetas menjadi cacing. Cacing-cacing tersebut akan menyumbat saluran limfa dan menyebabkan pecahnya saluran limfa. Cairan limfa yang keluar dari saluran inilah yang akan mengisi jaringan di bagian kaki sehingga kaki menjadi bengkak. Aids Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV AIDS, biasanya terjadi pada orang yang memiliki gaya hidup berganti pasangan serta pengguna jarum suntik untuk obat-obatan terlarang. Sekitar 60% pengguna jarum suntik obatobatan terlarang terinfeksi virus ini. Sebagian besar masyarakat kita menganggap penyakit AIDS adalah penyakit tabu karena biasanya yang menderita penyakit ini adalah orang orang yang memiliki gaya hidup tidak baik seperti disebutkan di atas. Seseorang yang mengidap penyakit ini jika terinfeksi penyakit walaupun ringan, penyakit tersebut mudah sekali menjadi parah. Kasus tersebut merupakan sebagian kecil dari akibat rusaknya sel darah putih. Seseorang yang terkena penyakit yang merusak sel darah putih, berakibat ia tidak lagi memiliki kekebalan tubuh. Jika seseorang tidak punya daya kebal dalam tubuhnya, maka ia mudah terinfeksi penyakitpenyakit lain. Inilah yang menunjukkan fungsi utama dari sel darah putih, yaitu untuk kekebalan tubuh.

18.

19.

Beberapa tindakan yang dapat kita lakukan untuk mencegah gangguan itu adalah sebagai berikut. Bila suatu saat kita mendapat luka terbuka, usahakan darah tidak terus mengalir. Jika terjadi kekurangan darah yang berat, harus segera diberikan penambahan darah melalui transfusi darah. Membiasakan olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur bisa melancarkan peredaran darah. Cara ini berguna untuk mencegah beberapa penyakit, seperti varises, hipotensi, dan hipertensi. Sering mengkonsumsi makanan yang berserat seperti buah-buahan, sayursayuran serta biji-bijian untuk melancarkan buang air besar. Sulit buang air besar merupakan salah satu faktor pencetus wasir.

24

Hindari kebiasaan menahan buang air besar, karena dapat menyebabkan tinja menjadi keras. Tinja yang keras dapat memecahkan pembuluh vena, sehingga mengakibatkan wasir. Kurangi mengonsumsi makanan yang berlemak untuk mencegah penyakit jantung koroner, berpola pikir positif, menghindari tekanan batin dan stres, karena ini akan memicu serangan jantung. Mengimbangi kesehatan jasmani dengan kesehatan rohani, misalnya dengan beribadah sesuai ajaran agama yang dianut dan menerapkan ajaran agama dengan baik serta terbiasa berpola pikir positif.

BAB III PENUTUP


3.1

KESIMPULAN
Sistem peredaran darah pada manusia terdiri atas darah, jantung, dan pembuluh darah. Darah manusia terdiri atas sel-sel darah dan plasma darah yang fungsi utamanya adalah sebagai alat transpor (pengangkut). Sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping-keping darah (trombosit). Pembuluh darah terdiri atas pembuluh nadi, pembuluh balik, dan pembuluh kapiler. Peredaran darah pada makhluk hidup terdiri atas peredaran darah terbuka dan tertutup. Peredaran darah terbuka jika selama beredar darah tidak berada di dalam pembuluh darah, sedangkan peredaran darah tertutup terjadi, jika selama beredar darah berada di dalam pembuluh. Peredaran darah pada manusia adalah peredaran ganda, yang terdiri atas peredaran darah besar dan kecil. Peredaran darah besar adalah darah dari jantung dipompa ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Adapun peredaran darah kecil adalah darah dari jantung dipompa menuju ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung. Selain itu juga terdapat perdarab limfa. Limfa disebut juga getah bening, merupakan cairan tubuh yang tak kalah penting dari darah. Gangguan/penyakit pada system perdaran darah antara lain : Anemia, Leukemia, Hemofilia, Polisitemia, Varises, Hemeroid (Ambeien atau wasir), Hipertensi, Hipotensi, Pingsan, Stroke, Arteriosklerosis, Ambolus, Trombus , Erithroblastosis fetalis, Thalasemia, Miokarditis, Jantung Koroner, Penyakit Kaki Gajah (Elephantiasis), dan Aids.

3.2 SARAN

25

Kita harus tau dan juga sebaiknya memahami seperti apa perdaran darah pada manusia, apa itu darah dan kandungannya, alat-alat dalam perdearan darah tersebut, macam macam peredaran darah, termasuk juga sistem peredaran getah bening. Hal ini akan menambah wawasan dan pengetahuan terhadap diri kita sendiri yaitu manusia. Selain itu kita dapat mengerti bagaimana menentukan golongan darah, cara mendonorkan darah dan tranfusi darah yang tentu akan membantu kita dalam kehidupan sehari hari , mungkin tidak sekarang tapi nantinya tentu sangan berguna. Dan kita bisa melakukan beberapa tindakan untuk mencegah maupun mengobati gangguan/penyakit dalam system peredaran darah.

26

DAFTAR PUSTAKA
Buku
o Endang Sri Lestari & Idun Kistinnah. 2006. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya untuk SMA/MA kelas XI. Sumatera Selatan: CV. Putra Negara o Susilo. 2006. Buku Ajar Biologi untu SMA/MA Kelas XI Semester 2. Surakarta: Citra Pustaka o DA. Pratiwi, dkk. Penerbit : Erlangga 2006. Biologi untuk SMA Kelas XI.Jilid 2 Jakarta. Penerbit Erlangga.

Internet
http://9reeners.wordpress.com/2009/01/30/sistem-peredaran-darahmanusia/ http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-biologi/sistemperedaran-darah-pada-makhluk-hidup/ http://id.wikipedia.org/wiki/Darah /Golongan_darah /Transfusi_darah /Donor_darah http://nyawoeng.wordpress.com/category/education/ http://www.bergaul.com/pages/blog/showblog.php?blogid=2744 http://www.bergaul.com/pages/blog/showblog.php?blogid=1579 http://mily.wordpress.com/2009/09/09/sistem-peredaran-darah/

27