Anda di halaman 1dari 5

Ibu 38 tahun dengan penurunan kesadaran Keluhan utama: Penurunan kesadaran Ibu tersebut menggunakan pil KB 5 tahun yang

lalu 4 minggu terakhir mudah lelah, mual, selera makan menurun, dan pusing

Hipotesis: 1. Hipertensi a. Penurunan kesadaran b. Ada preeclamsia 2 mingggu sebelum kehamilan c. Riwayat penggunaan pil KB (meningkatkan pembekuan darah) 2. Peningkatan kadar estrogen dapat menyebabkan Infark Myocard Akut (IMA) 3. Trauma 4. Perdaraha n subarachnoid hipertensi kronis (pecahnya aneurisma)

Anamnesis tambahan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Apakah pasien pernah melakukan control? Apakah pasien merasakan adanya nyeri? Apakah terdapat riwayat trauma? Apakah terdapat riwayat hipertensi sebelumnya? Apakah terdapat anggotya keluarga yang mengalami penyakit serupa (riwayat keluarga)? Bagaimana riwayat kehamilan pertama pasien?

Penurunan kesadaran (Li) penurunan kadar oksigen, penurunan kadar glukosa Gangguan korteks (gangguan metabolic) Gangguan system aras Derajat, isi secara kualitas

Penurunan kadar oksigen penurunan aliran darah peningkatan kadar oksigen dalam darah (aterosklerosis, nilai hematocrit meningkat, kelainan jantung (IMA))

Peningkatan tekanan intra kranial (abses, ensefalitis, meningitis), herniasi otak Infark vena pil KB oral ada kejang atau tidak?

Bagaimana dengan pernapasan pasien? Ensefalopathy hipertensi hiperternsi menahun Peningkatan cairan oedem peningkatan tekanan intra kranial ensefalopati

Pemeriksaan fisik: Kesadaran : Delirium (gelisah, kacau, disorientasi) Tekanan darah: 220/120 (hipertensi stage II menurut JNC 7) Nadi dan pernapasan normal Suhu: 37,4 oC (terjadi sedikit peningkatan) Berat badan: Obese Konjungtiva normal, pupil lemah karena penurunan kesadaran KGB tiroid negatif, tidak terdapat infeksi Paru, sela iga, sonor, suara nafas vesikuler: normal Pemeriksaan jantung: Ictus 2 cm ke lateral midclavicula, ICS 6 hipertrofi Nyeri tekan epigastrium disebabkan gastritis (penurunan nafsu makan, mual-mual) Hati, limfa, ascites: normal Kekuatan otot lengan, tungkai 3 berarti bisa melawan gravitasi, terjadi paresis Reflex biseps = reflex triceps Babinski dan patologis negative, berarti tidak terdapat lesi diotak Faktor resiko: lifestyle, obese, pil KB

DIAGNOSIS: Hipertensi stage 2 DIFFERENTIAL DIAGNOSIS: gastritis, IMA, enselefati hipertensi

Pemeriksaan penunjang: Urinalisis, gula darah, hematocrit, kolesterol dan lipid, analisa gas darah, elektrolit EKG CT scan otak Echocardiography

Extra: TINJAUAN PUSTAKA

Hipertensi
Apa itu Hipertensi ? Hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah suatu penyakit yang ditandai dengan tekanan darah di atas normal, umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga sering disebut sebagaisilent killer.

Apakah penyebab Hipertensi ?

95% kasus hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut hipertensi primer, namun umumnya dipicu oleh obesitas, asupan garam yang tinggi, dan kolestrol yang tinggi 5% disebabkan oleh Penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, ganguan anak ginjal, dll atau disebut hipertensi sekunder.

Bagaimana gejalanya ? Umumnya penyandang tidak merasakan sakit

Sakit Kepala Pusing Telinga berdenging Jantung berdebar-debar Mimisan, dll

Bagaimana diagnosisnya ? Diperlukan beberapa data pendukung mengenai tekanan darah sebelum penderita didiagnosa hipertensi. Secara umum, seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah > 140/90 mmHg yang diukur lebih dari 2 kali dalam kurun waktu berbeda serta pengukuran dilakukan dalam posisi duduk. Seorang yang baru didiagnosis hipertensi perlu melakukan evaluasi awal untuk menilai pola hidup dan faktor risiko penyakit kardiovaskular, mencari kemungkinan penyebab hipertensi dan menilai ada / tidaknya kerusakan organ target. Pemeriksaan untuk evaluasi awal hipertensi atau Panel Evaluasi Awal Hipertensi meliputi :

Hematologi rutin Urin rutin Glukosa puasa & 2 jam PP Cholesterol total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL Trigliserida Apo B Urea N Kreatinin Asam Urat Albumin Urin Kuantitatif Natrium (serum) Kalium (serum) hs-CRP

Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu dalam penilaian respon jantung terhadap tekanan darah yang naik akibat hipertensi, meliputi :

Foto Rongen Thorax Elektrokardiografi (EKG) Echocardiografi

Selain melakukan terapi, penyandang hipertensi perlu melakukan pemantauan rutin untuk memantau kondisi hipertensi, memantau keberhasilan terapi, menilai risiko komplikasi dan mendeteksi efek samping pengobatan, dengan melakukan pemeriksaan Panel Pemantauan Hipertensi yang terdiri atas pemeriksaan : Urin rutin

Glukosa Puasa & 2 jam PP Cholesterol Total Cholesterol HDL Cholesterol LDL Trigliserida Apo B Urea N Kreatinin Asam Urat Albumin Urin Kuantitatif Natrium (serum) Kalium (serum)

Pengobatan yang dilakukan

Menurunkan berat badan apabila termasuk kelompok overweight Mengatur diet / pola makan Diet rendah garam Diet rendah kolesterol dan lemak jenuh Mengurangi konsumsi alkohol Memperbanyak konsumsi buah dan sayur Meningkatkan konsumsi kalsium dan kalium Berhenti merokok Olahraga teratur Minum obat sesuai petunjuk dokter Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk deteksi dini komplikasi

Pencegahan yang dapat dilakukan

Normalkan tekanan darah dengan menjalani pola hidup sehat Lakukan olah raga Makan makanan yang sehat Hindari stress yang berlebihan

Dampak yang ditimbulkan oleh Hipertensi Akibat dari gangguan sirkulasi darah, dampak langsung dari hipertensi kronis adalah pada pembuluh darah yang bisa rusak lebih cepat, atau pembebanan lebih pada ginjal sebagai filter darah. Lebih jauh dampak tersebut berpengaruh pada jantung sebagai pemompa darah, dan organ-organ vital yang memerlukan suplai darah yang cukup. Komplikasi fatal adalah:

Stroke

Gagal jantung Kerusakan ginjal Disfungsi ereksi