Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH KENAIKAN HARGA GABAH TERHADAP UPAH NOMINAL BURUH TANI DI INDONESIA Oleh 1111082000032 1111082000034

Siti Adiati M Gita Syardiana

0818658775 085694298807

Mata Kuliah MK3 Dosen Pembina Tony S. Chendrawan, ST., SE., M.Si Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
ABSTRACT The purpose of this research is to examine the influence of the increase in grain prices to the farm workers wages. Survey descriptive method is used in this research, with the documentary analysis of time series data of 2007-2012. This method uses secondary data analysis from Badan Pusat Statistik. The subject of this research is the Indonesian Farm Workers. The population in this research is the Farm Workers in Indonesia. The conclusion from this research is that the grain prices significantly influence about 67,2% to the farm workers' wages, and the 32,8% from the other factors.

Key words: Grain prices, wages. I. PENDAHULUAN Upah merupakan sumber utama penghasilan seorang pekerja, sehingga upah harus cukup memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dengan wajar. Negara Indonesia yang didominasi oleh wilayah pedesaan dengan mayoritas penduduk sebagai petani, dalam perkembangan pertaniannya tidak akan terlepas dari peran tenaga kerja yaitu buruh tani. Buruh tani sebagai penghasil nilai dan secara langsung berperan sebagai penentu kelangsungan prosuksi pada sektor pertanian harus diperhatikan juga kesejahteraannya. Untuk menciptakan kinerja sumber daya manusia yang lebih baik, diperlukan jaminan maupun kompensasi. Sistem pengupahan memiliki peran penting dalam menunjang inisiatif kerja, semangat kerja dan motivasi kerja yang nantinya akan berpengaruh pada stabilitas karyawan, peningkatkan kinerja dan prokdutifias. Penetapan upah pada buruh tani harus berdasarkan kualitas kerja sesorang, sehingga tidak terjadi diskriminasi upah pada tenaga kerja Indonesia. Peningkatan produksi padi ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan para buruh tani di Indonesia. Mayoritas para buruh tani dikategorikan dalam golongan menengah ke bawah dan banyak juga di antara para buruh tani yang masih kurang untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dari penghasilannya sebagai seorang buruh. Hal utama yang menyebabkan masalah ini adalah masih minimnya upah yang didapatkan mereka sebagai seorang buruh tani. Sangat memprihatinkan memang jika buruh tani yang sudah bekerja dengan waktu yang lama masih mendapatkan upah yang tidak sesuai atau upah yang rendah. Mereka menerima upah yang tidak sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Standar upah yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka tidak sesuai dengan kebutuhan yang harus mereka penuhi setiap harinya sehingga para buruh tani kecewa pada pemerintah.

Penghasilan yang rendah menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan di antara para buruh tani. Buruh tani juga manusia yang butuh kesejahteraan dan perlu perlindungan dari pemerintah. Jika tidak ada buruh, pertanian dan kelancaran sistem perekonomian tidak akan bisa tercapai. Tabel 1 Upah Nominal Petani (dalam Rupiah) Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 Upah (Harian) 15.467 28.538 36.827 38.041 39.153 % Kenaikan 84,5 29,05 3,3 2,92 2,67

2012 40.198 Sumber: www.bps.go.id

Pada Tabel 1 terlihat bahwa upah nominal buruh tani di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan atau kenaikan. Kenaikan upah nominal tertinggi terjadi pada saat tahun 2008 sebesar 84,5%. Sedangkan kenaikan upah nominal terendah terjadi pada saat tahun 2012, yaitu sebesar 2,67%. Sebagai negara agraris yang mempunyai potensi sumber daya lahan yang melimpah, Indonesia dapat memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Dalam sistem agribisnis padi, pada umumnya petani padi menjual gabah secara langsung kepada penjual besar atau tengkulak pada saat musim panen. Sebagian besar petani tidak mempunyai bangunan dan alat penyimpanan serta penggilingan padi sehingga proses tersebut dilakukan oleh pedagang besar. Ketika harga beras naik, maka pedagangpedagang beras akan menikmati keuntungan dari kenaikan harga beras tersebut. Kondisi tersebut sangat menyulitkan petani terutama pada musim panen karena harga gabah yang sering anjlok. Ditambah lagi dengan masuknya beras impor yang menyebabkan harga

beras dalam negeri turun dan semakin terpuruknya kondisi petani. Kesejahteraan petani yang menjadi sasaran pembangunan pertanian perlu diperhatikan lebih serius. Petani sebagai pelaku yang berperan dalam meningkatkan produksi seharusnya mendapatkan perhatian terutama dari pemerintah. Petani selalu menjadi pihak yang dirugikan, dengan biaya produksi yang tinggi, tetapi tidak diimbangi dengan harga jual hasil panen yang tinggi sehingga pendapatan petani tidak meningkat. Pemerintah berusaha menolong petani dengan berbagai instrumen kebijakan. Salah satu kebijakan tersebut adalah dengan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) nasional terhadap gabah, pemerintah tidak lagi berkewajiban dan tanggung jawab formal dan juridis untuk menjamin harga dasar gabah pada tingkat harga tertentu, serta bukan menjamin harga dasar gabah minimum di tingkat petani sebagaimana lazimnya pada konsep kebijakan HDG. Dengan kewajiban HPP Pemerintah tidak wajib membeli gabah dari petani. Harga jual gabah pada saat panen dianggap masih rendah dan informasi mengenai HPP tidak sampai kepada petani, sehingga penetapan HPP nasional terkadang kurang memberikan solusi yang berarti. Oleh karena itu, salah satu faktor yang mempengaruhi upah nominal buruh tani adalah harga gabah. Tabel 2 Harga Gabah (dalam Rupiah) Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Harga Gabah (Per Kg) 2.000 2.150 2.400 2.640 2.640 3.168 Sumber: www.bps.go.id % Kenaikan 7,5 11,62 10 0 20

Pada Tabel 2 terlihat bahwa kenaikan harga gabah dari tahun ke tahun rata-rata terus meningkat, walaupun pada

tahun 2011 tidak terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya. Peningkatan terendah terjadi pada saat tahun 2008, yaitu sebesar 7,5%. Sedangkan peningkatan tertinggi terjadi pada saat tahun 2012, yaitu sebesar 20%. Dengan meningkatnya harga gabah tersebut, berarti terjadi peningkatan harga yang dibayarkan oleh pihak penggilingan kepada pihak petani (dalam hal ini buruh tani). Tabel 3 Harga Gabah dan Upah Nominal Petani (dalam Rupiah) Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Harga Gabah (Per Kg) 2.000 2.150 2.400 2.640 2.640 3.168 Sumber: www.bps.go.id Upah (Harian) 15.467 28.538 36.827 38.041 39.153 40.198

kualitas gabah tersebut yang tujuannya untuk melindungi petani dengan adanya jaminan harga yang wajar. Kebijakan penetapan harga pembelian pemerintah ini diharapkan disamping untuk menjaga stabilitas harga, juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi beras (padi) dan menjamin peningkatan pendapatan petani. Harga jual pada saat panen yang rendah maka upaya yang dilakukan petani hanya menjual gabahnya dengan jumlah tertentu cukup untuk membayar pengeluaran usahatani yang mendesak seperti membayar sewa lahan atau iuran irigasi dan lain-lain. Dari uraian di atas bahwa tinggirendahnya pendapatan yang diperoleh petani, ditentukan oleh tinggi rendahnya harga gabah yang dijual. Semakin tinggi harga gabah, maka semakin tinggi pendapatan yang akan diperoleh petani. 2. 2. Teori Harga

2. 2. 1. Definisi Harga Menurut Kotler (2001 : 439) harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Masih menurut Kotler dan Amstrong (2004 : 345) harga adalah jumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa atau jumlah nilai konsumen pertukaran untuk mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa. Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang atau jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang dan jasa. Produk yang mahal sering kali dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi dan lebih rentan untuk kalah dalam persaingan harga dibandingkan produk yang lebih murah (Blattberg dan Winniewski 1989; Dodds, Manroe, dan Grewa, 1991; Kamakura dan Rusel 1993; Miligrom dan Roberts 1986; Olson 1977) Sedangkan pengertian harga menurut Wiliam J Stanton (1993 : 13) adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan, sedangkan

Dari uraian paparan fenomena yang terjadi di atas, penulis tertarik untuk membahas mengenai pengaruh antara harga gabah terhadap upah nominal petani di Indonesia. II. KAJIAN PUSTAKA 2. 1. Pengaruh Kenaikan Harga Gabah terhadap Upah Nominal Buruh Tani

Menurut John Stuart Mill dalam Teori Dana Upah, Tinggi rendahnya upah tegantung dari ketersediaan jumlah modal yang digunakan untuk pembayaran upah. Banyaknya penawaran tenaga kerja akan menyebabkan tingkat upah menjadi rendah, begitu juga ketika keuntungan perusahaan menurun maka tingkat upah ikut menurun. Menurut Dahlan Sijabat, berdasarkan pengamatannya dalam skripsi yang berjudul Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah adalah besaran harga terendah yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap gabah sesuai dengan

menurut Nitisemito (1993 : 55) harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dari jumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain. Buch dan Houston (1985) memberikan definisi atau pengertian harga dengan mengatakan Price is the value assigned to the utility one receives from products or services. Usually price is the amount of money that is given up to acquire a given quantity of goods or service. Atau dalam terjemahannya bahwa harga adalah nilai yang diberikan untuk satu kegunaan yang diterima dari produk-produk atau jasajasa. Dengan kata lain, harga adalah sejumlah uang yang dikorbankan untuk memperoleh sejumlah barang-barang atau jasa-jasa. Mason dan Ezell (1987) memberikan definisi atau pengertian harga dengan mengatakan Price is the way a free enterprise society allocates scarce resources. Atau dalam terjemahannya bahwa harga adalah cara yang digunakan perusahaan-perusahaan bebas untuk mengalokasikan sumber-sumber langka. Pengertian harga menurut Buchari Alma (2006 : 79) adalah nilai suatu barang atau jasa yang dinyatakan dengan uang. Kemudian harga ini ada yang mau bersifat tetap dan ada pula yang dicapai dengan tawar menawar. Menurut Simamora (2003 : 195) harga adalah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan, atau kepemilikan barang atau jasa. Menurut Andrian Payne (2000 : 171) harga dibuat dengan menambah persentasi mark-up pada biaya atas manfaat-manfaat dalam memakai atau menggunakan suatu jasa dan produk. 2. 2. 2. Definisi Gabah Gabah adalah bulir padi. Biasanya mengacu pada bulir padi yang telah dipisahkan dari tangkainya (jerami). Dalam perdagangan komoditas, gabah merupakan tahap yang penting dalam pengolahan padi sebelum dikonsumsi karena perdagangan padi dalam partai besar dilakukan dalam bentuk gabah. Terdapat definisi teknis perdagangan untuk gabah, yaitu hasil tanaman padi yang telah dipisahkan dari

tangkainya dengan cara perontokan (AAK, 1990). 2. 2. 3. Harga Pembelian Pemerintah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah adalah harga minimal yang harus dibayarkan pihak penggilingan kepada petani sesuai dengan kualitas gabah sebagaimana yang telah ditetapkan Pemerintah. Penetapan harga dilakukan secara kolektif antara Departemen Pertanian, Menko Bidang Perekonomian, dan Bulog. 2. 3. Teori Upah

2. 3. 1. Definisi Upah F.X. Soedjadi (dalam Saksono, 1998 : 38), memberikan pengertian upah adalah jumlah seluruh uang yang ditetapkan dan diterima seseorang sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan oleh tenaga kerja selama jangka waktu tertentu dan dengan sarat tertentu. Menurut Sihotang (2007 : 235), upah adalah suatu imbalan yang diterima tenaga kerja dari pengusaha atas pekerjaan atau dinilai dalam bentuk uang yang diterapkan munurut suatu persetujuan atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja termasuk tunjangan baik untuk pekerja sendiri atau untuk keluarganya. Menurut Edwin B. Flippo (1984 : 281) ...a wage is a price for the service human being... yang mana artinya adalah upah merupakan harga yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepada para karyawan atas dasar jasa yang telah diberikan oleh karyawan. Menurut Hadi Poernomo, upah adalah jumlah keseluruhan yang dibayarkan sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan tenaga kerja meliputi masa atau syarat tretentu. Pengertian upah menurut ketentuan umum Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 30 tentang Ketenagakerjaan, upah adalah hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja atau buruh yang ditetapkan dan

dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundangundangan, termasuk tunjangan bagi pekerja atau buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan. Dewan Penelitian Pengupahan Nasional memberikan definisi pengupahan sebagai berikut, upah ialah suatu penerimaan kerja untuk berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi dinyatakan menurut suatu persetujuan Undang-undang dan Peraturan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan penerima kerja. Sedangkan menurut Mulio Nasution (1994), upah adalah suatu penerimaan sebagai suatu imbalan dari pemberian kerja kepada penerima kerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dan atau akan dilakukan, berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu pekerjaan atas dasar suatu perjanjian kerja. Sedangan pengertian Upah Nominal, yaitu sejumlah upah yang dinyatakan dalam bentuk uang yang diterima secara rutin oleh para pekerja. 2. 4. Teori Hipotesis IV.

3. 2. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, pertama-tama dilakukan dengan uji analisis jalur untuk memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Analisis jalur dipergunakan dengan pertimbangan bahwa pola hubungan antar variabel dalam penelitian adalah bersifat korelatif dan kausalitas. Untuk mengetahui pengaruh antara variabel harga gabah terhadap upah nominal buruh tani. Adapun uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis). 3. 3. Model Penelitian variabel berikut: Hubungan struktur jalur antar dapat digambarkan sebagai

Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Harga gabah berpengatuh positif terhadap upah nominal buruh tani di Indonesia.

HASIL PENELITIAN 4. 1. Pengaruh Kenaikan Harga Gabah terhadap Upah Nominal Buruh Tani di Indonesia

III.

METODA PENELITIAN 3. 1. Populasi dan Prosedure Populasi dalam penelitian ini adalah Buruh Tani di Indonesia. Pada penelitian ini dirata-ratakan upah buruh tani di Indonesia dengan alasan untuk memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian dan pengambilan data. Unit analisis pada penelitian ini difokuskan pada upah buruh tani di Indonesia.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis jalur. Adapun persamaan yang diperoleh dari proses analisis adalah sebagai berikut: Y = -13968,035 + 18,85X 2 Errorvar = 0.328, R = 0,672 Nilai R atau koefisien determinasi multiple sebesar 0,672 memperlihatkan besarnya pengaruh harga gabah (X) secara keseluruhan terhadap upah nominal buruh tani yaitu sebesar 0,672. Sementara itu nilai errorvar yaitu sebesar 0,328 memperlihatkan besarnya pengaruh faktor lain di luar harga gabah secara keseluruhan terhadap upah nominal buruh tani sebesar 0,328.
2

Koefisien regresi harga gabah (X) adalah 18,85 hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan variabel harga gabah sebesar satu satuan nilai akan meningkatkan upah nominal buruh tani (Y) sebesar 18,85 satuan nilai dengan asumsi variabel lainnya adalah konstan. Untuk mengetahui signifikan tidaknya pengaruh harga gabah secara keseluruhan terhadap upah nominal buruh tani secara keseluruhan, maka dilakukan uji t. 4. 2. Uji Hipotesis

V.

IMPLIKASI PENELITIAN (KESIMPULAN) Pada penelitian ini dibahas mengenai pengaruh harga gabah terhadap upah nominal buruh tani. Adapun kesimpulan yang muncul yaitu sebagai berikut: (1) Hasil pengujian menunjukkan bahwa harga gabah di Indonesia cukup rendah; (2) Berdasarkan uji statistik bahwa variabel harga gabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap upah nominal buruh tani.

VI.

REFERENSI Sijabat, Dahlan. 2011. Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Per 1 Januari 2010 Terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara. Sopian, Deli. 2008. Analisis Harga Gabah Dan Tingkat Pendapatan Petani Di Lokasi Program Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP). (Skripsi). Institut Pertanian Bogor. Zamroni, Muhammad. 2009. Buku Kantong SMA IPS. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Widyatama. http://www.bps.go.id/ http://www.bungokab.go.id/content/ revitalisasi-pertanian-dan-ekspektasipeningkatan-pendapatan-bagi-pelakuusaha-tani http://dds.bps.go.id/brs_file/ntp03mar08.pdf? https://docs.google.com/viewer?a= v&q=cache:nWDpAnobYDgJ:elibrary.ub.ac. id/bitstream/123456789/26294/5/perbedaan -upah-buruh-tani-laki-laki-dan-buruh-taniperempuan-pada-komoditi-tebu%28ringkasan%29.pdf+penetapan+upah+b uruh+tani+di+indonesia&hl=en&gl=id&pid= bl&srcid=ADGEESi6etM0rl6hhUQgQycXr1 WWrMeJ9edEof4Wf9qJYnNSJaFV07Xb2Z 39Nt9j_gzSmTZlhkX2YNQd3_s3Uns5gWWXZLls9te0ooA BSqBCylfy0TNyhhLPYIWjL4QFWMx7kz1b XZV&sig=AHIEtbSKU--TLsG8ME1dtfFgVS2v3ZC2A http://dokumen.deptan.go.id/doc/B DD2.nsf/714f2ec0e19361aa472569300031 75b1/15c8d0605507c226c7256c6900568b d0?OpenDocument

Nilai thitung adalah sebesar 2,860. Nilai thitung tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel. Apabila nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel, maka dapat disimpulkan pengujian signifikan dan pengaruhnya dapat digeneralisir terhadap seluruh populasi buruh tani di Indonesia. Sebaliknya apabila nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel, maka pengujian tidak signifikan atau pengaruh tidak dapat digeneralisir terhadap seluruh populasi buruh tani di Indonesia. Adapun kesimpulan yang dapat diambil pada Tabel 4. Tabel 4 Kesimpulan Pengujian Secara Individual
Variabel Nilai thitung Nilai ttabel Keterangan Kesimpulan

2,860

2,571

Signifikan

Berpengaruh positif

Sumber: Hasil Perhitungan Dari Tabel 4 di atas terlihat bahwa X memiliki pengaruh yang signifikan. Artinya apabila terjadi perubahan sedikit saja pada variabel X (harga gabah), maka akan langsung terjadi perubahan yang berarti pada variabel Y (upah nominal). Selain itu pengaruhnya dapat digeneralisir terhadap seluruh populasi buruh tani di Indonesia. Atas dasar perhitungan di atas, hasil penelitian yang dapat dikemukakan adalah harga gabah (X) yang secara langsung menentukan perubahanperubahan upah nominal (Y) adalah sebesar 67,2%.

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/1 32/jbptunikompp-gdl-s1-2007-aansyuhadi6590-bab-ii-ta.pdf http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/3 02/jbptunikompp-gdl-ismimunand-15052-3bab2ti-a.pdf http://library.binus.ac.id/eColls/eTh esis/Bab2/Bab%202_10-01.pdf http://repository.upi.edu/operator/up load/s_l5051_032730_chapter2.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/26371/4/Chapter%20II.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/26822/5/Chapter%20I.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/29359/4/Chapter%20II.pdf http://repository.usu.ac.id/handle/12 3456789/29359 http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2 010-2-00386-MN%20bab%202.pdf http://www.scribd.com/doc/8886707 4/6/G-Sistem-Upah http://www.dkn.go.id/wantannas/im ages/stories/bps/IP_Februari_2012.pdf