Anda di halaman 1dari 9

Mata Kuliah Agama

Oleh

Muslim, S.Ag
(Dosen Akper Tjoet Nya Dhien B.Aceh)

Agama
Secara

etimologis; Menurut Ensiklopedi Indonesia I, istilah agama berasal dari bahasa Sansekerta: a berati tidak, gam berarti pergi atau berjalan dan a yang berarti bersifat atau keadaan.

a.

b. c.

d.

Secara terminologis; Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan ghaib yang harus dipatuhi. Pegangan atau pedoman untuk mencpai hidup kekal. Kepercayaan kepada keuatan yang ghaib yang menimbulkan cara hidup tertentu. Ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang Rasul.

Kedudukan dan Fungsi Agama:


Menjelaskan dan menerangkan kepada manusia tentang dunia. Juga tentang kedudukan manusia di dunia. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah SWT dan setiap manusia harus menaati-Nya. Menjawab berbagai persoalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. Ada persoalan yang menjadi tanda tanya bagi manusia merupakan persoalan yang tidak terjawab oleh akal mahusia sendiri. Contohnya, kehidupan setelah mati, tujuan hidup, nasib dan sebagainya.

Membentuk, mempererat mempersatukan rasa kemanusiaan. Agama merupakan satu faktor dalam pembentukan kelompok manusia. Sebabnya adalah karena sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama tetapi tingkah laku, pandangan dan nilai yang sama. Perekat sosial. Agama pada dasarnya menyarankan,mengarahkan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama telah digariskan hal yang wajib dilakukan dan yang harus ditinggalkan oleh penganutnya.

Motivasi dan Tujuan Agama:


Mengarahkan

hidup kepada kebaikan dan sesuai dengan ketentuan Allah Sebagai perwujudan penghambaan diri kepada Allah Sang Pencipta manusia & alam semesta. Mencapai kesuksesan hidup dunia dan akhirat

Kenapa kita perlu agama?


Fitrah manusia, Agama adalah kebutuhan fitri manusia. Dalam diri setiap manusia terdapat potensi (fitrah) yang dianugerahkan Allah. Lihat Q.S. al-Rum: 30, alAraf:172 Historis dan antropologis, Disini dapat diketahui bahwa manusia primitif yang tidak pernah datang informasi tentang tuhan, ternayata mereka mempercayai adanya Tuhan, sungguhpun Tuhan yang mereka percayai itu terbatas pada daya tangkap mereka.

Kelemahan dan kekurangan manusia. Dalam diri manusia terdapat an-Nafs (dorongan hati yang berpotensi positif dan negatif) yang diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi untuk menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan. Tantangan kehidupan. Dalam kehidupan senantiasa menghadapi berbagai tantangan, cobaan, baik yang datang dari dalam maupun luar.

Daftar Bacaan:
Abuddin

Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001 Agus M. Hardjana, Religiositas, Agama & Spiritualitas, Yogyakarta: Kanisius, 2005 Tim Perumus, Metodologi Pengajaran Agama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004