Anda di halaman 1dari 2

BAB 1 PENDAHULUAN Periode pasca bedah merupakan tindak lanjut dari kondisi pra dan intra bedah.

Pasien yang mengalami hipotensi intraoperatif perlu dinilai seksama hemodinamikanya. Pasien yang mengalami perdarahan intraoperatif demikian pula, harus dipastikan kondisi hemodinamikanya baik. Komunkias antara anestesiologis, dokter bedah dan petugas di ruang pulih adalah krusial. Jika dinilai kondisi tidak memuaskan, selayaknya diputuskan untuk memantau ketat seluruh fungsi tubuh di tempat yang memiliki fasilitas lengkap, misalnya PACU atau ICU.1 Pasien yang sejak prabedah sudah direncanakan menjalani perawatan ICU, begitu operasi usai harus segera dibawa menuju ruang tersebut, jika kondisinya memungkinkan. Semua pasien yang tidak memerlukan perawatan intesif di ICU, harus diobservasi di ruang pulih.1 Pekerjaan anetesiologis pada hakekatnya adalah pemantauan yang dilakukan terus menerus, sejak pasien tiba di ruang operasi hingga keluar dari ruang pulih atauun dilanjutkan lagi di ICU. Pemantauan mempunyai arti luas, bukan berarti hanya mencatat apa yang tampak pada layar pantau. Meskipun beberapa prosedur khusus mempunyai standar minimal pemantauan yang diantaranya ditinggalkan.1 Pada hakekatnya, semua sistem tubuh perlu dipantau selama anestesi. Berbagai kejadian yang tidak diinginkan dapat terjadi selama anestesi dan pembedahan, baik dikarenakan obat dan teknik anestesi maupun karena prosedur pembedahannya. Komplikasi ini dapat mengenai organ atau sistem manapun. Pemantauan dasar paling sedikit harus dapat mendeteksi hal-hal yang mengancam nyawa, oleh karena itu sering dikenal dengan tanda-tanda vital )vital sign). Sistem tubuh yang berhubungan erat dengan kegawatan yang mengancam nyawa adalah sistem kardiovaskuler dan pernafasan.1 melibatkan alat-alat canggih, pemantau alami tidak boleh

Kemajuan

dalam

bidang

mikroelektronik

dan

bioenginering

memungkinkan kita memonitor lebih efektif dan dapat mengetahui peringatan awal dari masalah yang potensial, sehingga kita dapat cepat mengerjakan hal-hal yang perlu untuk mengembalikan fungsi organ vital sefisiologis mungkin. Tetapi alat monitor kurang bermanfaat kalau arti dan limitasi dari informasi yang diberikan kurang dimengerti.2 Tujuan monitoring untuk membantu anestesis mendapatkan informasi fungsi organ vital selama perianestesi, ataupun pasca anestesi supaya dapat bekerja dengan aman. Monitoring secara elektronik membantu anestesis mengadakan observasi pasien lebih efisien secara terus menerus.2