Anda di halaman 1dari 29

an oleh Fadly Fadillah di 00:56 on Kamis, 13 Oktober 2011 Tara Kalor Listrik

Tara kalor listrik adalah perbandingan antara energi listrik yang diberikan terhadap panas yang di hasilkan

J = W/H [Joule/kalori]

teori yang melandasi tentang tara kalor listrik: hukum joule dan azas black

Suatu bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi yang lain. Misalnya pada peristiwa gesekan energi mekanik berubah menjadi panas. Pada mesin uap panas diubah menjadi energi mekanik. Demikian pula energi listrik dapat diubah menjadi panas atau sebaliknya. Sehingga dikenal adanya kesetaraan antara panas dengan energi mekanik/listrik, secara kuantitatif hal ini dinyatakan dengan angka kesetaraan panas-energi listrik/mekanik. Kesetaraan panas-energi mekanik pertama kali diukur oleh Joule dengan mengambil energi mekanik benda jatuh untuk mengaduk air dalam kalorimeter sehingga air menjadi panas. Energi listrik dapat

diubah menjadi panas dengan cara mengalirkan arus listrik pada suatu kawat tahanan yang tercelup dalam air yang berada dalam kalorimeter. Energi listrik yang hilang dalam kawat tahanan besarnya adalah:

W = V.i.t [joule]

dimana : V = beda potensial antara kedua ujung kawat tahanan [volt] i = kuat arus listrik [ampere] t = lamanya mengalirkan arus listrik [detik]

Energi listrik sebesar V.i.t joule ini merupakan energi mekanik yang hilang dari elektron-elektron yang bergerak dari ujung kawat berpotensial rendah ke ujung yang berpotensial tinggi.

Energi ini berubah menjadi panas. Jika tak ada panas yang keluar dari kalorimeter maka panas yang timbul besarnya:

H = (M + Na).(ta tm) [kalori]

dimana: M = m air.c air Na = Nilai air kalorimeter (kal/g oC) ta = suhu akhir air tm = suhu mula-mula air

Banyak panas yang dihasilkan dari kalorimeter dapat dikompensasi dengan memulai percobaan pada suhu di bawah suhu kamar, dan mengakhirinya pada suhu di atas suhu kamar.

Energi kalor : (energi panas) dirumuskan : Q = m.c.t dimana : Q = energi kalor (kal) ; m = massa (kg) ; c = kalor jenis (kal/gr.C) ; t = perubahan suhu (C)

Energi Listrik :

dirumuskan : W = P.t = V.I.t dimana : W = energi listrik (Joule) P = daya listrik (watt) ; V = tegangan (volt) ; I = arus listrik (amp) ; dan t = waktu (s)

Tara kalor listrik : energi kalor (Q) biasanya dinyatakan dalam satuan kalori energi listrik (W) biasanya dinyatakan dalam satuan Joule maka agar W dan Q dapat menjadi setara (sama nilainya), maka nilai W yang masih dalam Joule, harus diubah kedalam kalori, dimana nilai energi : 1 kal = 4,186 Joule nilai 4,186 dikenal dengan nama tara kalor-mekanik Pada rumusan yang saudara tuliskan : Q = a. W => konstanta a adalah faktor pengali untuk mengubah satuan W (Joule) menjadi dalam satuan kalori, agar kedua ruas mempunyai satuan yang sama. => Jadi : a = 1/(4,186) = 0,239 inilah tara kalor-listrik => artinya : 1 Joule = 0,239 kal

Jika ternyata energi kalor (Q) sudah ndalam satuan Joule, maka kita tidak perlu

lagi memakai nilai kesetaraan tsb, jadi boleh langsung kita tulis : Q = W (kedua ruas sudah dalam satuan Joule)

Tara Kalor Mekanik

Pengertian Kalor

Pada permulaan abad 19 orang percaya bahwa kalor merupakan suatu zat yang dapat mengalir. Zat ini dinamakan kalorik d, terdapat dalam benda apa pun. Kalorik dapat berpindah ketil benda bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda bersuhu renda

Namun, konsep kalor sebagai suatu zat tidak didukung oleh hasil eksperimen. Benjamin Thompson (1753-1814) adalah orang pertama yang menolak konsep kalorik. Ia melakukan eksperimen ketika sedang memimpin pembuatan meriam unt Jerman. la mendapati bahwa panas yang timbul karena gesek antara alat bor dengan meriam sebanding dengan kerja ya dilakukan oleh alat bor. Di Kelas VII telah dipelajari bahwa kerja (usaha) merupakan ukuran energi yang dimiliki suatu benda. Berarti, kalor merupakan suatu bentuk energi, bukan suatu zat.

Masalah yang timbul bagaimana menentukan hubung antara kalor dengan energi. Upaya untuk memecahkan masal ini dirintis oleh James Joule (1818-1889) dari Inggris. Ia melakukan eksperimen yang sangat terkenal (Gambar 3.1). Ia menyiapkan kalorimeter (A) yang didalamnya terdapat air. Kemudian, didalam kalorimeterjuga terdapa poros (B) yang dilengkapi dengan beberapa sudu (D). Poros bagian atas dilengkapi jentera (E) yang dibelit dengan sepotong tali melalui dua katrol (C). Pada masing-masing ujung tali digantungkan beban (m). Poros beserta sudu-sudu diputar dengan cara menjatuhkan beban (m) berulang kali dari ketinggian kira-kira 5 meter.

Usaha yang dilakukan oleh beban (m) dapat dihitung. Demikian pula kalor yang dihasilkan dalam kalorimeter. Kemudia, perbandingan antara usaha dengan kalor dapat diketahui. Ternyata, perbandingan antara usaha dengan kalor selalu tetap, yaitu 4,2 joule/kalori. Bilangan ini dinamakan tara kalor mekanik.

Satuan kalor

Perhatikan kembali satuan yang digunakan pada tara kalor mekanik, yaitu joule/kalori. Joule menyatakan satuan usaha,

Sedangkan kalori menyatakan satuan kalor. Kalori (kal) merupakan satuan kalor yang biasa digunakan untuk menyatakan kandungan energi alam bahan makanan. Contohnya: sepotong roti memiliki kandungan energi 200 kalori dan sepotong daging memiliki kandungan energi 600 kalori.

[IPA-Fisika] BAB 7 KAlOR(1) - Thread Not Solved Yet

KALOR Kalor menyatakan bentuk energi. Pernyataan ini pertama kali dibuktikan oleh Robert Von Mayer melalui percobaan berikut ini : Botol diisi dengan air dingin, kemudian digonoang-goncangkan selama beberapa menit, Apa yang dapat anda rasakan pada air tersebut? Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari benda yang lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan. Hasul percobaan menunjukkan bahwa air terasa hangat. Hangatnya air dalam botol karena memperoleh kalor (panas) yang berasal dari perubahan energi kinetik (gerak) air tersebut. Energ kalor dapat ditimbulkan dari berbagai bentuk energi, seperti energi kimia, energi listrik, energi kinetik, energi

nuklir dan sebagainya. Satuan kalor dalam sistem Internasional (SI) dinyatakan dalam Joule (J). Satuan kalor lainnya adalah kalori. 1 kilo kalori = 1000 kalori = 10 kubik kalori.

Menurut James Prescott Joule: 1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

1 Kkal = 4,2 x 10 joule, angka ini disebut tara kalor mekanik. Tara kalor mekanik adalah bilangan yang menyatakan kesetaran antara satu kalor dan satuan energi. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 10 C."

Kalor Dapat Mengubah Suhu Benda Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat berpindah karena adanya perbedaan suhu. Kalor dapat menyebabkan perubahan suhu suatu bnda. Dalam Fisika, pengertian kalor berbeda dengan suhu. Kalor sebagai bentuk energi menyatakan jumlah (kuantitas) panas, sedangkan suhu menyatakan ukuran derajat panas. Secara ilmiah, kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi menuju benda yang suhunya rendah bila kedua benda dicampur.

Karena kalor sebagai bentuk energi, maka berlaku hukum kekekalan energi untuk kalor. Menurut Joseph Black, kalor yang diterima sama dengan kalor yang dilepas. Pernyataan ini disebut Asas Black.

Kalor yang diterima = kalor yang dilepaskan Qterima = Qlepas (m . c. At)terima = (m . c. At)lepas

Kalor yang diterima/dilepaskan sebanding dengan massa zat, penurunan/kenaikan suhu dan kabr jenis zat. Dirumuskan:

Q = m . c. At

Keterangan: Q = kalor, satuannya Joule (J) m = massa, satuannya kg c = kalorjenis, satuannya J/kgC At = selisih suhu, satuannya C

Kalor jenis suatu zat adalah bilangan yang menunjukkan banyak kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1C dan 1 kg zat. Bila dinyatakan dengan rumus:

C= Q/ m. At

Kapasitas Kalor Kapasitas kalor suatu zat adlah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat itu sebesar 1C. Jika dinyatakan dengan rumus dapat di tulis:

H = Q/At

Keterangan: H = Kapasitas kalor, satuan Joule/C

Hubungan antara kapasitas kalor dan kalorjenis zat dapat ditulis:

H = Q/At = mxcxt/At = m xc

C = H/m

Untuk menentukan kalorjenis zat dapat digunakan alat yang disebut kalorimeter.

Contoh Soal: 1. Berapa energi kalor yang diperlukan oleh 1,5 kg alumunium jika dipanaskan dan 20C sampai 60C dan kalorjenis alumunium 9 x 10 J/kgC?

Penyelesaian : Diketahui : m = 1,5 kg c = 9 x 10kuadrat J/kgC = 900 J/kgC At = 60C - 20C = 40C

Ditanya : Q=....?

Jawab : Q = m.c.At Q = 1,5x900x40 Q =d54.000 Joule Tanda + berarti memerlukan kalor.

2. Berapa kalor yang dilepaskan oleh Alkohol jika suhunya turun dan 75 menjadi 25C. Massa alkohol 8 kg dan kalor alkohol 2300 J/kgC. Penyelesaian: Diketahui : m = 8 kg c = 2300 J/kgC At 25 - 75 = -50C

Ditanya Q =....? Jawab 0 = m . c. At

= 8.2300 x -50 = -920.000 Joule

Tanda-berarti melepaskan kalor.

3. Untuk menaikkan suhu benda dan 30C menjadi 80C diperlukan kalor sebanyak 80.000 Joule. Bila massa benda yang dipanaskan 5 kg.

a) Berapa kapasitas kalor benda itu? b) Berapakah kalor jenisnya?

Penyelesaian: Diketahui : Q = 80000 Joule m = 5kg Dt = 80C - 30C = 50C

Ditanya

a) H = ........? b) c = ........?

Jawab : a) H = Q/At = 80.000 = 1600 J/C Lt 50 b) c = c/m = 1600/5 = 320 J/kgC

4. Pada 0,5 kg panci alumunium yang bersuhu 15C diberikan kalor sebesar 22.500 J. Berapakah suhu akhir panci alumunium tersebut? (Kalorjenis alumunium = 900 KIkgC)

Penyelesaian: Diketahui : Massa panci alumunium m = 0,5 k9 Suhu awal = 15C

Kalor yang diberikan Q = 22.500 J Kalorjenis alumunium c = 900 J/kgC

Ditanya : Suhu akhir panci

Jawab Oleh karena panci alumunium menerima kalor, maka suhunya akan naik. Kenaikan suhu (At) dapat dihitung dengan persarnaan

Q = m.c.At

At = Q/mxc = 22.500J/(0,5 kg) (900 JIkgC) = 50C

Suhu akhir = suhu awal + kenaikan suhu At = 15C + 50C = 65C Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat Kita telah mengetahui bahwa zat terdiri atas tiga tingkat wujud zat, yaitu padat, cair dan gas. Akibat perubahan energi kalor yang terjadi pada zat itu, zat dapat mengalami perubahan wujud. Misalnya sepotong es jika dipanaskan akan berubah menjadi air dan jika dipanaskan terus air berubah menjadi uap. Pada peristiwa ini terjadi perubahan wujud dari cair yang disebut melebur dan perubahan wujud dari

cair menjadi gas yang disebut menguap. Perubahan-perubahan wujud zat ini ada yang memerlukan kalor dan ada yang membebaskan kalor. Perubahan wujud suatu zat tidak selalu mengikuti kaidah tersebut, tetapi ada zat tertentu yang langsung mengalami perubahan wujud dan padat langsung menjadi gas tanpa melalui wujud cair, yang disebut menyublim. Contoh: kapur barus, yodium dan naftalena.

Untuk memahami peristiwa perubahan wujud, perhatikan diagram perubahan wujud zat di bawah ini:

Ketika zat sedang mengalami perubahan wujud, suhu zat tetap meskipun terus diberi kalor. Kalor yang diserap itu tidak dipakai untuk menaikkan suhu, tetapi dipakai untuk mengubah wujud zat, Kalor yang dipakai untuk mengubah wujud zat disebut kalor laten (tersembunyi). Pada zat padat molekul-mo)ekulnya sangat rapat dan mempunyai gaya tarikmenarik antar molekul yang cukup besar. Ketika jumlah kalor diberikan pada balok es, energi getaran molekul-molekul bertambah dan rnengakibatkan molekulmolekul itu lepas dan ikatannya. Pada akhirnya es (zat padat) berubah menjadi air (zat cair).

Pada Waktu Menguap Zt Memerlukan Kalor

Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas. Bila zat dipanaskan, molekul-molekul zat cair itu bergerak makin cepat dan bebas, sehingga dapat meninggalkan permukaan zat cair tersebut. Penistiwa ini disebut penguapan. Pada saat menguap memerlukan kalor. Penguapan dapat terjadi pada berbagai suhu Untuk mempercepat proses penguapan dapat dilakukan dengan 4 cara, yaitu: a. Pemanasan/diberi kalor b. Memperluas permukaan zat cair c. Mengalirkan (meniupkan) udara ke permukaan zat cair. d. Mengurangi tekanan uap di atas permukaan zat cair. Pengembunan adalah proses kebalikan dan penguapan yaltu perubahan wujud dari cair ke gas. Bila ke dalam gelas yang berisi air kita masukkan sepotong es, maka pada dinding luar gelas terjadi pengembunan (terdapat butir-butir air). Butir-butir air terjadi dan uap di udara mengenai dinding gelas sehingga mengalami pendinginan. Uap air ini melepaskan kalor dan terjadilah pengembunan pada dindin gelas. Jadi saat mengembun zat melepaskan kalor.

Zat Mendidih Dengan Suhu Tetap Asalkan Tekanan Tidak Berubah Mendidih adalah peristiw penguapan di seluruh bagian zat cair dan terjadi pada titik didih. Suhu zat cair saat mendidih disebut titik didih. Titik didih normal adalah suhu zat cair yang mendidih pada tekanan 76 cmHg (1 atmosfer). Misalnya

titik didih normal air adalah 100C. Bil tekanan udara kurang dari 1 atmosfer, maka zat cair dapat mendidih di bawah titik didih normalnya dan kenaikan tekanan pada permukaan air akan menaikkan titik didihnya. Jadi titik didih zat bergantung pada tekanan udara di atas permukaan zat itu. Banyaknya kalor yang diperlukan selama mendidih sebanding dengan massa zat dan kalor uapnya. Persamaannya dapat ditulis:

Q=mxU

Keterangan: Q = kalor yang diperlukan, satuannya joule m = massa zat, satuannya kg U = kalor uap, satuannya joule/kg

Kalor uap adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat untuk menguap pada titik didihnya. Kalor embun adalah banyaknya kalor yang dilepaskan pada zat berubah dan wujud uap menjadi cair pada titik didihnya.

Kalor uap = kalor embun

Contoh Soal: Hitunglah banyak kalor yang diperlukan untuk menguapkan 3 kg air pada suhu 100C. Dimana kalor uap air adalah 2260 KJ/kg.

Penyelesaian: Diketahui : m = 3 kg U = 2260 KJ/kg Ditanya Q = .....?

Jawab : Q = m.U = 3x2260 = 6780 KJ = 6780000 Joule

Pada Waktu Zat Melebur Diperlukan Kalor dan Suhunya Tetap Melebur adalah peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi cair dan terjadi pada titik leburnya. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk melebur sebanding dengan

massa zat dan bergantung pada jenis zatnya.

Jumlah kalor yang diperlukan untuk melebur dapat ditulis dengan persamaan:

Q = mxL

Keterangan: Q = kalor yang diperlukan, satuan JOule m = massa zat, satuan kg L = kalor lebur, satuan J/kg

Contoh soal: Berapa banyaknya kalor yang diperlukan untuk meleburkan es 2 kg dan suhu 0C menjadi air pada suhu 0C?

Penyelesaian: Diketahui : m = 2 kg L = 336000 J/kg

Ditanya Q = ........? Jawab Q = mxL = 2 x 336000 = 672000 Joule

Kalor lebur adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah satu satuan massa zat padat menjadi zat cair pada titik leburnya. Titik lebur adalah suhu zat ketika melebur.

Pada waktu membeku, zat melepaskan kalor dan terjadi pada titik bekunya. Banyak kalor yang dilepaskan oleh satu satuan massa zat cair menjadi titik bekunya disebut kalor beku. Titik beku adalah suhu zat ketika membeku. Titik lebur zat sama dengan titik bekunya.

Tabel Nilai Kalor Lebur Berbagai Zat

Pemanfaatan Sifat Kalor

Manfaat sifat kalor dalam kehidupan sehari-hari antara lain : untuk memasak

makanan atau air, membuat es, penyulingan air dan mensterilkan alat-alat kedokteran (otokiaf). Peralatan yang memanfaatkan prinsip kerja kalor, antara lain alat penyulingan air, alat canting untuk membatik, panci tekan (pressure cooker), lemari es. Cara kerja alat penyulingan yaitu air tak murni dalam labu didih dipanaskan sampai titik didihnya sehingga menjadi uap.

Kemudian uap air murni hasil penguapan tersebut dialirkan melalui pipa yang diselubungi oleh kondesor yang secara terus-menerus dialiri air dingin, sehingga uap air murni dalam pipa ni mengembun menghasilkan air murni dan ditampung dalam gelas.

Contoh soal:

1. 0,2 kg tembaga yang suhunya 100 C dimasukkan ke dalam 0,256 kg air yang suhunya 31C, sehingga suhu air naik menjadi 36C. Berapa kalorjenis tembaga, bila kalor jenis air 4200 J/KgC?

Penyelesaian: Diketahui :

mt 0,2 kg t = 100C ma = 0,256kg ta = 31C tc = 36C Ca = 4200 J/kgC Ditanya : c =....?

Jawab : Q yang dilepas tembaga = Q yang diterima air

mt x ct x (tt-tc) = ma x ca x (tc-ta) O,2 x Ct x (lOO-36) = 0,256 x 4200 x (36-31) 12,8 x ct = 5376 ct = 5376/12,8 Ct = 420 J/kgC Jadi, kalorjenis tembaga adalah 420 J/kgC

2. Sejumlah 50 gram suatu zat padat dipanaskan sehingga menghasilkan grafik

seperti gambar berikut.

Berapakah:

a. titik lebur benda b. kalor yang dibutuhkan untuk mencairkan zat c. kalor lebur (L)

Jawab: a. Titik lebur dapat diperoleh dengan mengamati grafik garis lurus mendatar yang menunjukkan terjadinya pencairan pada benda. Jadi titik lebur benda 250C.

b. Kalor yang diperlukan agar terjadi pencairan diperoleh dan selisih kalor pada garis mendatar pada grafik. Q = 1000 joule - 500 joule = 500 joule

c. Kalor lebur L = Q/m

Massa zat 50 gram = 50/100 kg = 0,05 kilogram

L = 500 j/0,05 kg = 10.000 J/kg

3. Berapa banyaknya energi kalor yang di perlukan untuk mengubah 5 kg es dan suhu -5C menjadi air pada suhu 40C? kalor lebur es = 336.000 J/kg, kalor jenis air = 4.200 J/kgC, dan kalor jenis es = 2100 J/kgC.

Penyelesaian: Diketahui m = 5kg tes = -5C ta = 40C L = 336.000 J/kg Ca = 4200 J/kgC

Ces 2100 J/kgC

Jawab

Q1 = Mes x Ces x At = 5x2100x(0-(-5)) = 5x2100x5=52500Joule

Q2 = Mes x L 5x336000 = 1680000 Joule

Q3 = Ma x Ca x At 5x4200x(40-0) = 840000 Joule

Qt = Q1 + Q2 + Q3 = 52500 + 1680000 + 840000 = 2572500 Joule Jadi, kalor yang diperlukan sebanyak 2572500 Joule.