Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PRAKTIKUM INSTALASI PENERANGAN SATU FASA SATU GRUP

OLEH : GINANJAR ADHI PAMUNGKAS (100534402736)

S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2012

PRAKTIKUM INSTALASI PENERANGAN LISTRIK SATU FASA SATU GRUP

I.

TUJUAN 1. Mampu merancang instalasi penerangan satu fasa satu grup. 2. Mengetahui penerapan instalasi penerangan listrik satu fasa satu grup. 3. Mampu memasang KWh meter dengan PHB pada instalasi penerangan. 4. Mampu membuat arde (melakukan pengardean) dan memasang arde pada instalasi PHB. 5. Mampu menghitung dan mengukur arus pada beban instalasi. 6. Mampu menghitung dan mengukur daya pada instalasi.

II.

WAKTU Jam ke 7 10 (4 x 50 menit.) Rabu, 03 Oktober 2012.

III.

ALAT DAN BAHAN a. Alat Tang kombinasi Tang potong Tang lancip Palu Obeng (-) Obeng (+) Cutter Tespen AVO meter Megger

b. Bahan Box sekering Fuse KWh meter Kabel NYA Pipa PVC 5/8 Lampu Fitting Saklar tunggal Saklar seri Stop kontak Klem Lasdop Kotak sambung

IV.

DASAR TEORI Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik nomor

23/PRT/1978, pasal 1 butir 5 tentang instalasi listrik, menyatakan bahwa instalasi listrik adalah saluran listrik termasuk alat-alatnya yang terpasang di dalam dan atau di luar bangunan untuk menyalurkan arus listrik setelah atau di belakang pesawat pembatas/meter milik perusahaan. a. Syarat-syarat Pemasangan Instalasi Rumah/Gedung Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah/gedung terlebih dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh perencana berdasarkan denah rumah/bangunan dimana instalasinya akan dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik bangunan/rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang harus dipenuhi dari yang berwajib ialah yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN setempat. Syarat-syarat pekerjaan instalasi rumah /gedung : 1. Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan, dimana instalasinya akan dipasang serta rencana penyambungannya dengan jaringan PLN.

2. Gambar instalasi Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana pelayanannya, misalnya titik lampu, saklar dan kotak kontak, panel hubung bagi, data teknis yang penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang. 3. Rekapitulasi Rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari komponen yang diperlukan antara lain: - Rekapitulasi material dan harga - Rekapitulasi daya atau skema bagan arusnya - Rekapitulasi tenaga dan biaya b. Sumber Tegangan Sumber tegangan yang digunakan untuk menyuplai instalasi listrik rumah/gedung adalah sumber tegangan 3 phase, 220 volt/380 volt. Jumlah beban untuk masingmasing fasa dalam sistem 3 phase diharuskan seimbang agar kestabilan distribusi daya dapat terjamin. c. Pemasangan Penghantar Penghantar yang digunakan untuk instalasi penerangan (rangkaian akhir) adalah penghantar jenis NYA dan untuk instalasi daya (feeder/pengisi/incoming) dengan menggunakan penghantar jenis NYM yang memiliki isolasi yang baik, agar mudah cara pemasangan dan perbaikan pemasangan penghantar tersebut masuk ke dalam pipa instalasi. Ukuran penghantar jalur utama termasuk jalur ke stop kontak dan penghantar jalur cabang dari saklar ke lampu yaitu 2,5 mm2 dengan menggunakan penghantar yang sesuai ketentuan maka keselamataninstalasi dapat terjamin dan apabila instalasi akan diperluas masih dalam batas kemampuannya. Penghantar untuk jenis NYM dilengkapi dengan hantaran pentanahan/arde karena untuk instalasi daya, misalnya untuk AC, motor listrik dimaksudkan agar bagian yang terbuat dari logam dapat ternetralisir dan apabila terjadi hubung singkat aliran arus akan segera ke tanah. d. Pipa Instalasi Semua penghantar dalam instalasi listrik dimasukkan dalam pipa PVC dengan ukuran 5/8 " agar penghantar aman dari benturan mekanis, disamping itu juga penghantar akan terisolasi serta mudah dalam perawatan apabila terjadi kerusakan dalam perbaikan. e. Saklar dan Kotak Kontak

Fungsi saklar dalam instalasi listrik penerangan untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik dari sumber ke beban. Di dalam saklar dilengkapi dengan pegas yang dapat memutuskan rangkaian dalam waktu yang sangat singkat, dengan cepatnya pemutusan ini kemungkinan timbulnya busur api antara kontak (tuas) saklar menjadi lebih kecil. Saklar yang digunakan pada umumnya jenis saklar tunggal, saklar seri dan saklar tukar (hotel) jenis inbow (terpendam dalam tembok). Aturan pemasangan saklar : Tinggi pemasangan 150 cm di atas lantai. Dekat dengan pintu dan mudah dicapai tangan/sesuai kondisi tempat. Arah posisi kontak (tuas) saklar seragam bila pemasangan lebih dari satu. Fungsi kotak kontak (stop kontak) dalam instalasi listrik sebagai alat penghubung beban dengan sumber listrik. Aturan pemasangan stop kontak : Tinggi pemasangan 150 cm di atas lantai, apabila kurang dari 150 cm harus dilengkapi tutup. Mudah dicapai tangan. Di pasang sedemikian rupa, sehingga penghantar netralnya berada disebelah kanan atau di sebelah bawah. f. Kotak Pembagi Daya Listrik/PHB/Distribusi Panel (DP) Panel bagi di dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar merata dan seimbang. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara lain rel (busbar), saklar utama, pengaman, pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator. g. Rating Pengaman Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL harus sama dengan atau lebih besar dari arus nominal beban (I pengaman > I nominal). Pengaman yang digunakan dalam instalasi listrik adalah pemutus rangkaian (MCB) untuk pengaman tiap kelompok beban dan pemutus rangkaian pusat (MCCB) untuk pengaman seluruh kelompok beban. Besarnya rating arus MCB maupun MCB diperhitungkan arus beban yang dipikul atau dipasang di dalam instalasi agar memenuhi syarat keamanan.

V.

GAMBAR RANGKAIAN

Gambar bagan

Gambar pengawatan

Gambar pipa

VI.

LANGKAH KERJA

1. Sebelum melakukan praktikum disarankan berdoa terlebih dahulu 2. Pahami betul rangkaian / gambar yang akan di pasang 3. Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan 4. Cek terlebih dahulu kelayakan alat dan bahan yang akan digunakan 5. Pasang boks sekring pada dinding / papan yang digunakkan untuk praktikum 6. Pasang juga OAKA dan KWh meter disamping boks sekring dengan letak yang sejajar (tingginya). 7. Jangan lupa juga memasang MCB pada KWh meter 8. Rangkailah / pasang pipa sesuai dengan gambar/instalasi yang sudah di gambar 9. Rangkailah dan masukkan kabel fasa dan netral kedalam pipa yang sudah dirangkai sesuai gambar 10. Jangan lupa menambahkan kabel ground di dadalam pipa 11. Sambungkan kabel ground dari boks sekring ke tanah melalui tongkat tembaga yang ditusukkan ke dalam tanah (pengardean) 12. Pada saat sambungan kabel di kotak pencabangan, sambungkan kabel denga sambungan pigtail. Cara penyambungan kabel dengan cara sambungan pigtail : a. Berikan jarak/ kabel lebih 10cm di dalam kotak sambung untuk proses penyambungan b. Kupas kedua ujung kabel 3cm c. Lekatkan kedua ujung kabel dalam posisi silang d. Putar kedua ujung kabel dengan menggunakkan tang kombinasi agar mendapatkan smbungan yang sempurna. e. Potong dan rapikan ujung puntiran kabel dengan menggunakkan tang potong f. Sambungan pigtail di lilitkan / di lapisi dengan benang wol g. Setelah di lapisi benang wol, sambungan pigtail ditutupi dengan lasdop agar sambungan tidak terkena air atau sejenisnya. h. Atur sambungan dengan rapi dan menghadap ke atas. i. Tutup kotak sambung. 13. Kemudian, pasang saklar tunggal dan saklar ganda sesuai dengan gambar 14. Pasang juga kotak kontak / stop kontak sesuai gambar. 15. Sambungkan kabel fasa dan netral pada fitting lampu yang telah di pasang

16. Kabel fasa pada saklar dan tambahan kabel ground pada kotak kontak 17. Pasang sekring pada boks sekring 18. Setelah semuanya selesai, rapikan alat dan sisa bahan yang tidak digunakkan 19. Cek sambungan kabel dengan sambungan kabel dengan AVO meter analog 20. Masukkan tegangan / beri tegangan pada KWh meter, hidupkan mcb dan hidupkan juga boks sekring dan siap di coba/dicek pada kondisi saklar dan lampu yang tepasang di fitting, serta kotak kontak yang sudah dipasang. 21. Laporkan hasil praktek ke dosen pembimbing.

VII.

DATA HASIL

A. Pengukuran menggunakan Megger pada a. Fasa Netral b. Fasa Ground c. Netral Ground = 200 M = 200 M = 0 M

B. Beban yang digunakan (lampu pijar) : a. A = 100 Watt b. B1 = 5 Watt c. B2 = 100 Watt d. Ptotal = 205 Watt Setelah dilakukan pengukuran arus menggunakan tang ampere, diperoleh hasil sebagai berikut : a. IA = 0.42 A b. IB1 = 0.05 A c. IB2 = 0.43 A d. Itotal = 0.92 A

VIII.

ANALISA HASIL A. Pada pengukuran beban menggunakan Megger pada Netral Ground 0 (tidak ada hambatan) karena pada netral yang terpasang pada panel terhubung pada GTT dimana netral yang terpasang pada GTT merupakan hasil dari grounding. Jadi sama saja menghitung Ground Ground (short).

B. Karena P = V.I atau I2. R. Jadi Itotal =

= = 0.93 A Nilai yang dihasilkan antara pengukuran dengan perhitungan mempunyai selisih nilai yang sedikit, yaitu 0.01 A. Ini disebabkan karena faktor dari keadaan lampu pijar dan kualitas kabel serta sambungan yang dibuat.

C. Daya V = 220 Volt I = 0.92 A P (Daya Aktif) = V I cos = 220 V . 0,93 A . 1 = 204,6 Watt S (Daya Semu) = V I = 220 V . 0,92 A = 202,4 VA Faktor daya yang digunakan adalah 1 karena beban yang digunakan termasuk beban resistif.