Anda di halaman 1dari 6

UJIAN AKHIR SEMESTER PRAKTIKUM SOAL NO.

I.

TUJUAN Melaksanakan evaluasi dalam melakukan pemasangan instalasi penerangan dua grup dengan baik dan benar

II.

WAKTU Jam 13.00 16.00 WIB Jumat, 30 November 2012.

III.

DASAR TEORI a. KWh Meter KWh meter adalah alat pengukur energi listrik yang mengukur secara langsung hasil kali tegangan, arus factor kerja, kali waktu yang tertentu (UI Cos t) yang bekerja padanya selama jangka waktu tertentu tersebut. Hal ini berdasarkan bekerjanya induksi megnetis oleh medan magnit yang dibangkitkan oleh arus melalui kumparan arus terhadap disc (piring putar) kWh meter, dimana induksi megnetis ini berpotongan dengan induksi mgnetis yang dibangkitkan oleh arus melewati kumparan tegangan terhadap disc yang sama. Instalasi pengukuran langsung. Diagram pengawatan meter kWh 1 Phasa.

1 L N

Kebeban

b. Perangkat Hubung Bagi Panel bagi di dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar merata dan seimbang. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara lain rel (busbar), saklar utama, pengaman, pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator.

c. Saklar Tukar Saklar tukar adalah saklar yang yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah penggunaan dua buah saklar untuk meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu dengan cara bergantian. Rangkaian instalasi penerangan yang menggunakan saklar tukar banyak dijumpai di hotel-hotel atau di rumah penginapan maupun di loronglorong yang panjang. Sehingga saklar tukar ini dikenal juga sebagai saklar hotel maupun saklar lorong. Tujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis. Dibawah ini adalah contoh rangkaian saklar tukar:

Prinsip kerja rangkaian di atas adalah, lampu akan menyala jika kedua saklar berada pada posisi yang sama, misal posisi saklar berada dibagian kontak atas semua atau kontak bawah semua. Dapat dilihat dari rangkaian diatas. Sedangkan lampu akan padam jika posisi saklar berbeda tempat, misal satu saklar berada di kontak atas dan satu lainnya di kontak bawah atau sebaliknya. Konsep inilah yang menyebabkan saklar bisa dihidupkan maupun dimatikan dari arah bergantian.

d. Saklar Tunggal dan Seri Fungsi sakelar adalah untuk menghubungkan atau memutuskan arusl istrik dari sumber ke pemakai/beban. Sakelar terdiri dari banyak jenis tergantung dari cara pemasangan, sistem kerja, dan bentuknya. Berdasarkan sistem kerjanya, sakelar dibagi menjadi tujuh : 1) Sakelar tunggal Fungsi sakelat tunggal adalah untuk menyalakan dan mematikan lampu. Pada sakelar ini terdapat dua titik kontak yang menghubungkan hantaran fasa dengan lampu atau alat yang lain. 2) Sakelar seri Sakelar seri adalah sebuah sakelar yang dapat menghubungkan dan memutuskan dua lampu, atau dua golongan lampu baik secara bergantian maupun bersama-sama. Sakelar seri sering disebut pula sakelar deret.

e. Kabel NYA N adalah kabel tembaga pejal Y adalah PVC A adalah kabel berisolasi Dalam satu kabel hanya terdiri dari satu core Terdiri dari macam-macam warna ( hitam, kuning ,biru, & merah ) Untuk pemasangan tetap diluar jangkauan tangan, boleh dipasang terbuka tapi harus menggunakan rol isolator atau pipa

IV.

SOAL PRAKTIKUM

V.

GAMBAR SINGLE LINE

VI.

GAMBAR PENGAWATAN

VII.

ALAT DAN BAHAN 1. Alat Tang kombinasi Tang jepit Tang potong Obeng (-) kecil Palu Cutter 2. Bahan Kabel NYA Benang wol Lasdop Paku Sekrup (bila perlu)

VIII.

KESELAMATAN KERJA 1. Pakailah jas praktikum saat melakukan UAS praktek 2. Gunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya 3. Jangan bekerja sambil bergurau 4. Jangan mencampur alat dengan bahan 5. Jangan bekerja jika ada tegangan yang masuk.

IX.

LANGKAH KERJA 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Siapkan gambar rencana 3. Rangkailah pengawatan sesuai dengan gambar 4. Pasanglah rangkaian kelistrikannya 5. Jangan lupa sambungan pigtail harus rapi dan benar 6. Periksalah sebelum diuji coba 7. Masukkan sumber tegangan 8. Cobalah mengoprasikan sesuai dengan fungsi rangkaian 9. Laporkan pada Penguji 10. Setelah diuji matikan sumber tegangan 11. Bongkar kembali rangkaian tersebut 12. Kembalikan alat dan bahan ketempat masing - masing 13. Buatlah laporan 14. Bersihkan ruangan seperti sedia kala

X.

ANALISA 1. Saat membuat sambungan pigtail diperlukan kerapian agar rangkaian muat dalam kotak sambung 2. Sambungan kabel mempengaruhi daya yang mengalir pada instalasi 3. Pemasangan PHB tidak boleh terbalik dan harus benar agar tidak instalasi tidak trip 4. Gunakan alat dan bahan dengan benar agar pemasangan cepat selesai dan baik

XI.

KESIMPULAN 1. Rangkaian akan dinyatakan rapi dan baik apabila penyambungan kabel secara pigtail sudah baik dan cukup pada kotak sambung 2. Saklar tukar digunakan untuk menghidupkan atau mematikan 1 lampu secara bergantian 3. Sakar seri digunakan untuk mengghidupkan atau mematikan 2 lampu secara bersamaan ataupun bergantian 4. Semakin rapi instalasi dan sambungan pigtail, maka semakin kecil tingkat korsleting instalasi 5. Pemasangan kabel pada kWh meter dan PHB dengan rapi dan benar sangat mempengaruhi instalasi yang terpasang 6. Besar daya lampu yang terpasang pada instalasi mempengaruhi kecepatan penghitung daya pada kWh meter. 7. Kerapian dan kecepatan pemasangan instalasi merupakan aspek penting dalam dunia kelistrikan 8. Ketelitian sangat diperlukan agar tidak ada trip yang terjadi pada instalasi