P. 1
Kliping Tik - Contoh Pelanggaran Haki

Kliping Tik - Contoh Pelanggaran Haki

|Views: 610|Likes:
Dipublikasikan oleh Jhen

More info:

Published by: Jhen on Dec 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2014

pdf

text

original

CONTOH PELANGGARAN HAKI

Pelanggaran hak cipta software komputer masih tinggi Senin, 9 Juli 2012 14:47 WIB | 9599 Views

Ilustrasi (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki) Berdasarkan studi bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, produk software ilegal menjadi salah satu produk yang banyak digunakan konsumen pada 2010 mencapai 34,1 persen Yogyakarta (ANTARA News) - Pelanggaran hak ciptasoftware komputer di Indonesia masih tinggi dan bentuknya pun beragam, kata Sekjen Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan, Justisiari P Kesumah, Senin. Pelanggaran yang terjadi seperti perbanyakan secara ilegal, penggunaan software tanpa lisensi oleh individu dan perushaaan untuk kegiatan komersial, juga pemasangan software tanpa lisensi oleh penjualhardware. "Berdasarkan International Data Cooperation (IDC) yang disiarkan pada April 2012, Indonesia masih menempati peringkat ke-11 dengan jumlah peredaransoftware bajakan sebesar 86 persen, dengan nilai kerugian 1,46 miliar dolar AS atau Rp12,8 triliun," katanya dalam acara sosialisasi "Program Mal IT Bersih" di Yogyakarta. Ia mengatakan tingginya angka pembajakan itu berdampak negatif terhadap negara, antara lain berkurangnya potensi penerimaan negara di sektor pajak, hilangnya peluang kerja, berkurangnya kreativitas membuat software sendiri, serta menurunnya daya saing bagi industri kreatif di Indonesia. Guna mengantisipasi pelanggaran ini, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bekerja sama dengan Mabes Polri dan Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM menggelar "Program Mal IT Bersih" dari pembajakan software. Program ini diselenggaran Juli hingga November 2012 di beberapa kota besar di Indonesia, antara lain Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar. Sementara itu, Direktur Penyidikan Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Muhammad Adri mengatakan pelanggaran hak ciptasoftware berada pada taraf yang meresahkan. "Pelanggaran hak cipta ini tidak saja menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga

menurunkan kreativitas, dan menurunkan kepercayaan dari negara-negara produsen," katanya. (H008) Editor: Heppy COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda dim.antaranews.com PELANGGARAN HAK CIPTA: Bos Duniatex Divonis Satu Tahun Senin, 17 September 2012 16:10 WIB | Bony Eko Wicaksono/JIBI/SOLOPOS | Dilihat: 3090 Kali

Jau Tau Kwan saat menjalani persidangan di PN Karanganyar, beberapa waktu lalu. (JIBI/SOLOPOS/Farid Syafrodhi) KARANGANYAR–Bos PT Delta Merlin Dunia Tekstil (DMDT), Jau Tau Kwan yang terlibat kasus pelanggaran hak cipta kain grey rayon milik PT Sritex divonis satu tahun penjara serta denda senilai Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Vonis tersebut menyusul pengajuan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikabulkan Mahkamah Agung (MA). Ketua Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Winarno mengatakan pihaknya telah menerima putusan pengabulan kasasi dari MA. Selanjutnya, salinan putusan tersebut telah dikirim ke JPU dan PN Sukoharjo dan PN Jakarta Pusat. Pasalnya, terdakwa berdomisili di Sukoharjo sementara kuasa hukumnya berdomisili di Jakarta. “Salinan putusan kasasi telah dikirim ke JPU dan terdakwa pada Rabu (12/9/2012). Kami sudah melaksanakan tugas sesuai prosedur,” ujarnya, saat ditemui wartawan, Senin (17/9/2012). Putusan MA tertanggal 14 Agustus 2012 berisi membatalkan vonis majelis hakim PN Karanganyar yang membebaskan terdakwa dari dakwaan JPU. Terdakwa terbukti bersalah karena melanggar Pasal 72 ayat 1 UU Nomor 19/2002 tentang HAKI yaitu PT Duniatex telah secara sengaja dan tanpa hak memproduksi dan memperbanyak kain grey rayon dengan kode garis kuning di sepanjang tepi kain.

Menurutnya, putusan MA mermpunyai kekuatan hukum karena telah dimusyawarahkan oleh majelis hakim di tingkat MA. “Ya jelas kami akan menaati karena putusan MA kan tingkat akhir dan mempunyai kekuatan hukum yang tetap,” ujarnya. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Agus Winoto mengakui telah menerima salinan putusan MA pada Jumat (14/9/2012) lalu. Selanjutnya, Kejaksaan bakal mengeksekusi terdakwa sesuai putusan MA tersebut. Pihaknya juga telah mengirim surat pemberitahuan kepada terdakwa dan kuasa hukumnya terkait putusan MA tersebut. Dia berharap terdakwa bisa kooperatif saat pelaksanaan proses eksekusi. “Secepatnya akan dilakukan eksekusi, walaupun nanti terdakwa melakukan upaya terakhir dengan mengajukan peninjauan kembali (PK). Mungkin pekan depan,” jelasnya. Sementara kuasa hukum terdakwa, O.C Kaligis maupun Dea Tunggaesti belum dapat dimintai konfirmasi. Saat Solopos.com menghubungi melalui ponsel tidak diangkat, begitu pula pesan singkat yang dikirim tidak dibalas. Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Direktur Utama PT DMDT Jau Tau Kwan. Majelis hakim yang diketuai Djoko Indiarto dan hakim anggota Syahru Rizal serta Benny Eko Supriyadi menyatakan bos Duniatex tidak terbukti bersalah dan dinyatakan bebas dari segala dakwaan JPU. JPU menuntut terdakwa selama dua tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Media: Samsung Terbukti Melanggar Hak Paten Apple KONTEN TERKAIT Lihat Foto

San Francisco (AFP/ANTARA) - Seorang hakim akhirnya memutuskan dalam persidangan pada Jumat dengan mengatakan bahwa Samsung melanggar hak paten Apple atas smartphone dan tablet, lapor media, sebuah putusan yang akan menyebabkan reaksi pasar yang besar. Hakim di San Jose, California, yang memeriksa 700 pelanggaran yang diklaim oleh Apple dan Samsung, memutuskan bahwa perusahaan elektronik raksasa Korea Selatan tersebut melanggar sejumlah hak paten, ujar situs teknologi Cnet dan The Verge di blog ruang sidang secara langsung.

Apple, yang menuduh perusahaan elektronik raksasa Korea Selatan sangat meniru iPhone dan iPad, meminta ganti rugi sebesar 2,75 miliar dolar Amerika (sebesar Rp26 triliun) dan meminta putusan pengadilan yang dapat menghentikan pemasaran beberapa produk Samsung di pasar Amerika Serikat. Juri membacakan daftar klaim, dan putusan terhadap gugatan balik Samsung atas pelanggaran hak paten oleh Apple belum jelas. Putusan tersebut berdampak pada hak paten sejumlah produk terkenal Samsung di antaranya smartphone Galaxy dan tablet Galaxy 10-nya yang terkenal, perangkat yang diduga merupakan tiruan dari iPhone dan iPad. (dh/ik)

Pelanggaran Hak Cipta pada Konser Kidung Abadi Chrisye Dilaporkan Penulis : Sabrina Asril | Senin, 6 Agustus 2012 | 18:31 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Yockie Suryoprayogo tampil dalam aksi seni dan renungan kebudayaan Indonesia Membaca Rendra, yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, 29 Oktober 2009. JAKARTA, KOMPAS.com -- Yockie Suryoprayogo dan Debby Nasution, dua pencipta sebagian lagu yang dinyanyikan dalam Konser Kidung Abadi Chrisye, mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (6/8/2012). Mereka datang untuk melaporkan pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh event organizer(penyelenggara) Live Action, Erwin Gutawa, Once Mekel, Band GIGI, dan Sophia Latjuba serta Metro TV. Yockie menuturkan, laporannya itu terkait tayangan Konser Kidung Abadi Chrisye di Metro TVpada 5 April 2012 dan 14 April 2012. Di situ, ada empat lagu ciptaan Yockie dan lima lagu karya Debby Nasution yang dinyanyikan oleh para penampil dalam konser yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 5 April 2012. Menurut Yockie, pemakaian lagu-lagu itu tanpa sepengetahuan dirinya dan Debby. Yockie dan Debby sudah memersoalkan hal tersebut sejak penayangan di Metro TV. "Selama empat bulan sejak saya tuntut, sudah tiga kali lakukan somasi. Dalam itu, sudah ada upaya bertemu. Saya sudah berikan waktu cukup, tapi sampai sekarang tidak ada solusi konkret. Terkesan lempar tanggung jawab," ujar Yockie, Senin, usai membuat laporan di Mapolda Metro Jaya. Yockie menuturkan pula, pihak event organnizer dan stasiun televisi mengatakan bahwa mereka meminta izin Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI). Namun, Yockie dan Debby tidak pernah mendaftarkan karya mereka ke lembaga mana pun. "Saya tidak tahu institusi mana yang bertanggung jawab. Itu urusan mereka. Yang saya lihat hanya pihak-pihak ini. Silakan mereka sendiri yang tunjuk siapa yang bersalah," papar Yockie. Empat lagu ciptaan Debby bersama Eros Djarot yang dinyanyikan oleh para penampil dalam konser tersebut adalah "Khayalku", "Angin Malam", "Cintaku", dan "Semusim". Sementara itu, lima lagu karya Yockie adalah "Juwita", "Selamat Jalan Kekasih", "Hening", "Resesi", dan "Semusim".

Semua lagu itu masuk dalam tayangan Metro TV pada 5 April 2012. Tetapi, dalam tayangan ulangnya, pada 14 April 2012, hanya ada lagu-lagu Debby bersama Eros. "Saya sendiri tidah pernah tahu lagu saya dipakai di acara itu," ujar Debby. Yockie menambahkan, Live Action dilaporkan karena berperan sebagai penyelenggara dan penanggung jawab konser, Metro TV berperan menyiarkan rekaman audio visual konser, dan Erwin Gutawa berperan aranjer lagu. Sementara itu, lanjut Yockie, Once Mekel, GIGI, dan Sophia Latjuba dilaporkan karena membawakan lagu-lagu tersebut tanpa izin. "Saya ingin berikan pelajaran kepada adik-adik saya ini tentang etika bermusik. Mereka yang menyanyikan lagu ini jangan mau dikorbankan, asal menyanyikan lagu orang. Pastikan apakah lagu itu sudah dapat izin penciptanya apa belum," tekan Yockie . Baik Yockie maupun Debby melaporkan para terlapor dalam kasus itu dengan pasal 72 ayat (1) jo pasal 72 ayat (2) Undang-undang nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Di dalam laporan mereka kali ini, Yockie dan Debby membawa barang bukti berupa kaset lagu, rekaman Konser Kidung Abadi Chrisye, selebaran, bukti pengumuman konser pada lembaran tket, dan harga tiket konser. Editor : Ati Kamil OKEFOOD | Computer & IT Pemberantasan Software Bajakan Kini Hantui Banten SELASA, 26 AGUSTUS 2008 15:50 wib Sarie - Okezone

SERANG - Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan Business Software Alliance (BSA) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang penegakan hukum tindak pidana hak cipta program komputer (software). "Maksud dan tujuan MoU ini adalah untuk mengoptimalkan tindakan penyelidikan dan penyidikan, membangun kesepahaman, keselarasan bertindak, dan keterbukaan dalam melaksanakan tugas penegakan hukum atas pelanggaran hak cipta program komputer di wilayah Polda Banten," ujar Kapolda Banten Brigjen Polisi Rumiah di Serang, Selasa (26/8/2008). Dalam upaya penyidikan itu, BSA memberikan bantuan, dukungan, dan pengawasan. Kongkritnya, BSA memberikan informasi maupun data yang dibutuhkan Penyidik Polda

Banten untuk mendukung proses penyidikan dan bersedia menjadi saksi dalam proses penyidikan. "Sementara itu, Penyidik Polda Banten bersedia memberikan informasi, data, dan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) tentang pelaksanaan penyidikan tindak pidana hak cipta program komputer di wilayah Polda Banten," tambahnya Menurut Rumiah, kalangan industri di wilayah Banten diberi tenggang waktu selama dua bulan untuk mempersiapkan diri menggunakan piranti lunak (software) berlisensi. Waktu dua bulan itu dinilai cukup bagi industri dan juga Kepolsian Daerah Banten untuk melakukan sosialiasi. "Bila dalam jangka waktu itu masih ada industri yang menggunakan software bajakan, maka Kepolisian Daerah Banten siap menegakkan hukum sesuai Undang-Undang Nomor 19/2002 tentang Hak Cipta dan dikenakan sanksi berupa denda Rp 500 juta atau penjara lima tahun. Sasaran kami adalah perusahaan atau industri yang menggunakan software untuk tujuan komersial," tandasnya. "Untuk memudahkan industri atau pengguna akhir korporasi memiliki program komputer legal, BSA telah menyiapkan program sertifikasi software komputer yang disebut ?PIAGAM HKI? (Hak Kekayaan Intelektual). Program ini didukung oleh Kepolisian RI. Perusahaan dapat mengisi formulir registrasi yang disediakan dan dikirimkan kepada Konsultan Hukum BSA untuk mendapatkan piagam ini. Selanjutnya audit akan dilakukan secara komprehensif oleh tim software auditor yang ditunjukan BSA," ujar Donny A Sheyoputra selaku perwakilan BSA Indonesia. Laporan International Data Center (IDC) pada 2007 menyebutkan, software ilegal di komputer yang beredar di Indonesia masih tinggi, yakni mencapai 84 persen. Akibat tindakan pembajakan tersebut, potensi kerugian yang diderita industri software Indonesia USD 411 juta atau Rp 3,8 triliun. (srn) Indonesia Perangi Peredaran SoftwareBajakan SELASA, 10 JULI 2012 10:01 wib Prabowo - Okezone

ilustrasi software bajakan (Foto: Technorati.com) YOGYAKARTA - Informasi dari International Data Corporation (IDC) yang dikeluarkan April 2012 lalu, menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-11 sebagai negara pengguna software ilegaldengan jumlah peredaransoftware bajakan sebesar 86 persen. Nilai kerugian diperkirakan mencapai USD 1,46 miliar atau sekira Rp12,8 triliun. Ironisnya, produk software ilegal (bajakan) menjadi salah satu produk yang banyak digunakan konsumen sepanjang 2010 lalu sebesar 34,1 persen. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti Pembajakan (MIAP) Justisiari P Kusumah saat peluncuran 'Mal IT Bersih dari Pembajakan Software' di Hotel Jambuluwuk, Yogyakarta hari ini. Menurutnya, Indonesia masuk dalam 20 negara tertinggi dalam urusan pembajakan perangkat lunak. "Tingginya angka pembajakan itu berdampak negatif terhadap negara," ujar Justisiari. Sebagai upaya mencegah maraknya aksi pembajakan, MIAP, Kepolisian dan pengelola mal, mulai gencar melakukan program 'Mal IT Bersih' yang dilaksanakan mulai Juli hingga November 2012. Program itu dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, diantaranya Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar. Kegiatannya berupa sosialisasi dan edukasi dengan talk show, pendistribusian poster anti pembajakan di mal-mal juga perencanaan program MASLI Award atau penghargaan Mal Peduli Asli. Bukan hanya itu, upaya pencegahan lainnya dengan cara melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Sementara itu, Direktur Penyidikan, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Muhammad Adri menambahkan, sosialisasi program 'Mal IT Bersih' sebagai salah satu upaya penegakkan hak kekayaan intelektual. (amr)

Butuh Dukungan Pemerintah untuk Kurangi Pembajakan KAMIS, 18 OKTOBER 2012 09:02 wib Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone

ilustrasi (foto: capture) JAKARTA - Marketing Manager MelOn Indonesia, Samuel May Ratifil berpendapat pembajakan tidak akan mati. Namun, pembajakan tetap bisa dikurangi dengan dukungan dari pemerintah. "Kalau bilang bisa berkurang, pembajakan bisa saja berkurang. tapi kami butuh dukungan pemerintah," ujar Samuel di Jakarta, Rabu sore. Samuel membuat perbandingan dengan Korea Selatan. Menurutnya, brand MelOn yang sejatinya berasal dari sana telah berdiri sejak pengunduhan ilegal masih diperbolehkan pemerintah setempat. Namun beberapa lama berselang, pemerintah setempat pun mengeluarkan aturan yang melarang pengunduhan ilegal. "Di sinilah MelOn mulai naik, meskipun tetap saja ada yang membajak," ungkapnya. "Pembajakan tidak akan mati karena tetap saja ada yang peretas-peretas yang melakukan pembobolan," paparnya. Di Indonesia, MelOn hadir melalui joint venture PT Telekomunikasi Indonesia dengan SK Telecom dari Korea Selatan. Portal musik digital ini menyajikan berbagai lagu orisinil via kerjasama dengan 55 label lokal dan 8 label internasional. Portal musik digital ini menggunakan paket berlangganan untuk memikat penggunanya, sekaligus menangkal pembajakan. Pengguna MelOn bisa mengunduh lagu sepuasnya selama sebulan dengan membayar Rp 10 ribu, namun lagu tersebut hanya bisa didengarkan selama masa aktif saja. Selain itu, lagu yang diunduh dari MelOn hanya bisa diputar menggunakan MelOn Player. Tapi MelOn juga menyediakan lagu secara a la carte (satuan) dengan tarif per lagu dan

berformat mp3, sehingga bisa dimainkan dimanapun. Samuel mengatakan, saat ini MelOn telah mencatat sekira 300 ribu pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, 20 persennya adalah pengguna a la carte dan 80 persen adalah pengguna berlangganan. (yhw)

Sutradara "Detektif Conan" bicara soal pembajakan di Indonesia Sabtu, 24 November 2012 08:55 WIB | 4070 Views

Kubon Shizuno, sutradarafilm anime "Detektif Conan" usai menjadi pembicara di seminar Pekan Produk Kreatif Indonesia 2012 (ANTARA News/ Nanien Yuniar) ....pada realitanya, itu memang sulit dikalahkan." Jakarta (ANTARA News) - Kebudayaan Jepang sudah menjamur di Indonesia, termasuk anime. Sebut sajaDoraemon, Samurai X, Naruto, One Piece, danDetektif Conan. Namun, tidak semuanya diakses dengan cara legal karena isu pembajakan masih merebak di Indonesia. Sutradara film anime Detektif Conan, Kobun Shizuno, menanggapi maraknya isu pembajakan di Indonesia. Dia mengemukakan, pembajakan di Indonesia adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi. "Pembajakan adalah challenge yang harus kita hadapi, pada realitanya, itu memang sulit dikalahkan," kata dia pada Seminar Konten Digital Internasional di Pekan Produk Kreatif Indonesia 2012, Jakarta, Jumat. Dia menambahkan, internet memang menjadi tempat yang tepat untuk menyebarkan pembajakan. Oleh karena itu, lanjut dia, perlu ada sistem canggih yang dapat mencegah pembajakan yang menyebar luas lewat internet. Sementara itu, Kobun Shizuno adalah sutradara film anime Detektif Conan sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, dia sempat berkarir di Amerika Serikat dengan membantu menggarap animasi GI Joe. Dia mengatakan bahwa film animasi Detektif Conanterbaru sedang dipersiapkan untuk tayang tahun depan. (nan) Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda dim.antaranews.com

Polrestabes Surabaya sidik pembajakan karya Rhoma Irama Selasa, 18 September 2012 23:11 WIB | 1712 Views

ilustrasi Pelantun dangdut Rhoma Irama mengiringi Ridho Rhoma. (ANTARA/Zarqoni) Ya, saat ini kami sedang melakukan penyidikan tentang hak cipta. Kami sudah memeriksa beberapa saksi, khususnya saksi korban," Surabaya (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya saat ini sedang menyidik kasus pembajakan lagi-lagu hak cipta karya "Raja Dangdut" Rhoma Irama oleh pihak-pihak yang diduga tidak izin terhadap pemiliknya. "Ya, saat ini kami sedang melakukan penyidikan tentang hak cipta. Kami sudah memeriksa beberapa saksi, khususnya saksi korban," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman di Surabaya, Selasa. Pihaknya mengaku sudah menentukan tersangka dalam kasus ini, yakni JLS. Tersangka diduga melanggar Pasal 72 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Beberapa saksi yang dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan yakni Ketua Soneta Fans Club Indonesia (SCFI) Jawa Timur Surya Aka dan Ketua Persatuan Artis Musik MelayuDangdut Indonesia (PAMMI) Jawa Timur Puri Rahayu. Keduanya diperiksa selama hampir tiga jam oleh Tim Penyidik Pidana Ekonomi dengan menjawab 11 pertanyaan. "Saya mendapat mandat penuh dari Rhoma Irama untuk mengawal kasus ini. Sungguh ini sangat memprihatinkan dan semoga yang terakhir," kata Surya Aka ketika ditemui setelah dimintai keterangan. Ia menjelaskan, jumlah lagu yang dibajak oleh oknum tertentu sekitar 115 karya cipta. Modusnya, dengan merekam kegiatannya menyanyi di panggung terbuka, kemudian memperjualbelikannya dalam bentuk kepingan CD secara umum tanpa izin pencipta lagu. "Tidak ada izin sama sekali dan itu jelas sangat merugikan, baik secara meteri maupun nonmateri. Secara materi kerugiannya di atas Rp1 miliar, sedangkan nonmateri kerugiannya bisa merusak industri musik dangdut karena dibajak," papar dia.

Sementara itu, Ketua PAMMI Jatim Puri Rahayu mengimbau kepada semua penyanyi dangdut, khususnya di Jatim, untuk tidak seenaknya merekam lagu kemudian memasarkan secara umum tanpa melalui prosedur atau perizinan. "Tidak ada pelarangan merekam, namun jangan dijualbelikan seenaknya, sebab merugikan musisi dan kejadian seperti ini sudah sejak dulu. Kami harap polisi menghukum pelaku pembajakan sesuai dengan kesalahannya," kata Puri. (ANT-165/E011) Editor: Ruslan Burhani COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda dim.antaranews.com Pembajakan Hak Cipta Charly Minta SBY Turun Tangan Atasi Pembajakan

Tribun Jakarta/JEPRIMA Muhammad Charly van Houten atau lebih dikenal dengan sebutan Charly TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Musisi Charly Van Houten mengatakan selain memikirkan permasalahan politik, seharusnya presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memikirkan nasib para seniman. Menurut Charly sekarang industri musik merosot hingga 90 persen. Musikalitas bertambah banyak, tetapi secara penjualan CD/kaset lagu industri musik telah jatuh. "Aku berharap Pak Presiden turun tangan benahi musik kita yang dilanda pembajakan. Semoga tindakan beliau bisa mengangkat kembali industri musik tanah air," ujarnya di kantor Achmad Rifai & Partners, Gedung Mayapada Tower Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman kav 28 Jakarta, Senin, (8/10/2012).

"Apalagi Pak SBY juga pintar bikin lagu. Aku ingat judulnya "Jangan Takut Menjadi Indonesia." Aku bangga kok. Udah lama sih, kadang-kadang dinyayiin juga," tandasnya. (Ferro Maulana) DUNIA

AS: RI Masuk Daftar Pelanggaran Hak Cipta Indonesia tidak sendiri. Ada juga China, Rusia, Israel, Kanada, Thailand, dan India. Selasa, 1 Mei 2012, 08:38Renne R.A Kawilarang

Sejumlah produk bajakan dijajakan di suatu toko di Shanghai, China(Reuters/Aly Song) VIVAnews - Amerika Serikat kembali menggolongkan Indonesia dalam daftar negara yang sangat bermasalah dalam pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual. AS berkepentingan dalam penyusunan daftar ini mengingat sebagian besar ekspor mereka terkait dengan hak cipta. Menurut kantor berita Reuters, penyusunan daftar terbaru itu diumumkan oleh kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC pada Senin waktu setempat. Daftar tahunan itu dikenal dengan nama Special 301 Report. "Laporan Special 301 tahun ini lebih signifikan, mengingat data pemerintah AS menunjukkan bahwa industri yang terkait dengan hak cipta telah mendukung 40 juta pekerjaan bagi rakyat Amerika dan hingga 60 persen ekspor AS," demikian Kepala Perwakilan Dagang AS, Ron Kirk, yang bertugas memperjuangkan kepentingan dagang AS di mancanegara. AS tahun ini menggolongkan Indonesia dalam daftar "priority watch list" untuk pelanggaran hak cipta. Namun, Indonesia tidak sendiri. Di daftar itu juga terdapat China, Rusia, Argentina, Kanada, India, Aljazair, Chile, Israel, Pakistan, Thailand, Ukraina, dan Venezuela. Negara-negara penghuni priority watch list nyaris sama dengan yang disusun AS tahun lalu. Namun, tahun ini punya satu pendatang baru, yaitu Ukraina. Daftar negara yang paling bermasalah dengan pelanggaran hak cipta ini tidak berakibat munculnya sanksi. Namun, sekadar untuk membuat efek malu bagi pemerintah negara yang bersangkutan untuk lebih giat lagi memberantas pembajakan dan pemalsuan merek dagang serta memperbaiki penegakan hukum masing-masing di bidang perlindungan kekayaan intelektual. Negara yang paling sering menghuni daftar priority watch list adalah Rusia, yaitu 16 tahun berturut-turut. China pemegang rekor delapan tahun berturut-turut. Sementara itu, ada sejumlah negara yang naik status dari kelompok "watch list," yang setingkat lebih baik dari "priority watch list." Mereka adalah Malaysia dan Spanyol. Menurut Kirk, Malaysia tidak lagi masuk watch list, karena pemerintah setempat telah

mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual serta menerbitkan peraturan yang melindungi data uji farmasi. Sedangkan Spanyol, menurut AS, berhasil menerapkan sejumlah peraturan untuk memerangi pembajakan hak cipta di Internet. (art) © VIVA.co.id | Share :

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->