Anda di halaman 1dari 2

Nama : Rahmi Nim : 101314029 Kelas : B

1. Cara menganalisis air dalam bahan makanan Penentuan kadar air dapat dilakukan dengan cara mengeringkan bahan dalam oven pada suhu 105-110oC selama 3 jam atau sampai didapat berat yang konstan. Selisih berat sebelum dan sesudah pengeringan adalah banyaknya air yang diuapkan. Untuk bahan-bahan yang tidak tahan panas, seperti bahan berkadar gula tinggi, minyak, daging, kecap dll pemanasan dilakukan dalam oven vakum dengan suhu rendah. Kadang-kadang pengeringan dilakukan tanpa pemanasan. Bahan dimasukkan dalam eksikator dengan H2SO4 pekat sebagai pengering, sampai dicapai berat yang konstan. Untuk bahan-bahan yang kadar airnya tinggi dan mengandung senyawa-senyawa yang mudah menguap (volatile) seperti sayuran dan susu menggunakan cara destilasi dengan pelarut tertentu misalnya toluene, xilol, dan heptana yang berat jenisnya kurang dari berat jenis air ataupun dengan menggunakan refraktometer untuk bahan makanan dengan kadar gula tinggi. 2. Cara menentukan kadar air per basah Kadar air basis basah dapat ditentukan dengan persamaan berikut :

Dimana : m Wm Wd Wt = Kadar air basis basah (%) = Berat air dalam bahan (gr) = berat bahan kering mutlak (gr) = Berat total = Wm + Wd dalam (gr )

3. Cara menetukan kadar air per kering cara lain untuk menyatakan kadar air adalah kadar air basis kering yaitu : air yang diuapkan dibagi berat bahan setelah pengeringan. Jumlah air yang diuapkan adalah berat bahan sebelum pengeringan dikurangi berat bahan setelah pengeringan dan dinyatakan dalam persamaan berikut:

Dimana : M Wd m = Kadar air basis kering (%) = Berat air dalam bahan (gr) = Berat bahan kering mutlak (gr)

= Kadar air basis basah