Anda di halaman 1dari 9

Perbandingan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

A. Kuantitatif Dalam penelitian kuantitatif metode yang digunakan antara lain : metode survey, expost facto, eksperimen, evaluasi, action research, policy research (selain metode naturalistic dan sejarah), setelah metode penelitian ditentukan, maka yang perlu dilakukan adalah penyusunan instrumen penelitian, yang digunakan sebagai alat pengumpul data yang dapat berbentuk tes, angket/kuesioner, untuk pedoman dan wawancara atau observasi. Dalam menentukan instrumen perlu diteliti terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya. Setelah data terkumpul, selanjutnya data dianalisis, sampai menghasilkan kesimpulan yang merupakan langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan proses penelitian kuantitatif tersebut, maka penelitian kuantitatif bersifat linier, di mana langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, teori, hipotesis, mengumpulkan data, analisis data, sera membuat kesimpulan dan saran. Penggunaan konsep dan teori yang relevan dalam menyusun hipotesis merupakan aspek logika, sedangkan untuk pemilihan metode penelitian, menyusun instrumen, mengumpulkan data dan analisisnya adalah aspek metodologi untuk memverifikasikan hipotesis yang diajukan. Contoh Penelitian Kuantitatif yang kami gunakan adalah Jurnal Penelitian yang berjudul Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan Terhadap Efektivitas Sistem Self Assestment Oleh Ari Bramasto Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana Bandung 1. Desain Penelitian Subyek penelitian ini adalah Kantor Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi. Penelitian ini dilaksanakan pada 67 wajib pajak yang terdaftar pada Kanor Pelayanan Pajak Cimahi. Dalam penelitian ini, jumlah wajib pajak badan Kantor Pelayanan Pajak Cimahi sebagai populasi, relatif besar sehingga berdasarkan waktu dan biaya yang tersedia jumlah tersebut tidak mungkin untuk diteliti secara keseluruhan, dengan demikian dalam penelitian ini diambil sampel yang dianggap representatif untuk mewakili populasi perusahaan wajib pajak badan Kantor Pelayanan Pajak Cimahi.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti (responden) melalui wawancara baik secara tertulis maupun lisan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain analisis kausalitas dengan mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

2. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : a) Mengetahui kepatuhan wajib pajak penghasilan badan dan kualitas informasi akuntansi keuangan secara bersama-sama berpengaruh terhadap efektivitas sistem menghitung pajak sendiri. b) Mengetahui kepatuhan wajib pajak penghasilan badan berpengaruh terhadap efektivitas sistem menghitung pajak sendiri. c) Mengetahui kualitas informasi akuntansi keuangan berpengaruh terhadap efektivitas sistem menghitung pajak sendiri.

3. Teknik Penelitian Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Dengan metode ini, semua mempunyai hak yang sama untuk dipilih. Teknik pengambilan sampel ini dapat dilakukan karena populasi dianggap homogen (Sekaran, 2000). Menentukan ukuran sampel (sample size) minimal, digunakan rumus (Harun Al Rasjid,1994). Penelitian ini menggunakan analisis korelasi maka ukuran sampel yang digunakan didasarkan pada ukuran sampel minimal untuk metode korelasi.

Dalam penelitian digunakan taraf nyata () = 0,05 dan kuasa uji (1 - ) = 0,85 serta dengan memperkirakan koefisien korelasi () terkecil antara variabel Xi dengan variabel Y secara intuitif sebesar 0,4, dan diperoleh nilai z pada distribusi normal pada pengujian dua arah sebagai berikut :

Karena dari iterasi pertama dan kedua diperoleh nilai yang berbeda, maka harus dilakukan iterasi ketiga.

4. Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini data yang digunakan untuk diolah adalah data primer dengan metode survei yaitu data yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner ke setiap petugas pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi.

5. Data Penelitian Unit analisis dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Badan yang terdaftar yang berada dalam ruang lingkup kewenangan pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Cimahi. Pemilihan unit analisis ini didasarkan pada argumentasi bahwa pada setiap wajib pajak, menjalankan kewajiban perpajakannya dilaksanakan berbeda sehingga kepatuhan wajib pajak dan kualiatas informasi akan berbeda pada setiap wajib pajak badan. Dengan adanya perbedaan tersebut kemungkinan besar diduga tingkat efektivitas sistem menghitung pajak sendiri sesuai dengan potensi pajak penghasilan yang ada di masing-masing wajib pajak badan juga akan berbeda. Responden dalam penelitian adalah Petugas Pajak yang melaksanakan administrasi perpajakan tempat wajib pajak tersebut terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh wajib pajak badan yang membayar dan melapor pajak badannya di Kantor Pelayanan Pajak Cimahi. Wajib Pajak Badan yang dimaksud adalah BUMN/ BUMD dan Swasta. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak Cimahi terdapat 7565 wajib pajak badan yang terdiri dari, 62 wajib pajak BUMN/ BUMD dan 7503 wajib pajak Swasta, yang perinciannya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1 Perincian Jumlah Wajib Pajak Badan Yang Terdaftar Pada KPP CIMAHI (Kantor Pelayanan Pajak Cimahi)

6. Sampel Jumlah sampel minimal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 67 responden. Sampel yang diteliti ditentukan dengan cara diundi dan hasilnya diperoleh terdiri 67 wajib pajak Swasta sedangkan kelompok wajib Pajak BUMN/ BUMD tidak dapat dijadikan sampel dengan alasan Kelompok wajib pajak tersebut merupakan kantor perwakilan atau cabang, meskipun terdaftar di KPP Cimahi tetapi kewajiban Pajak Penghasilan Badan dilaksanakan di Kantor Pusat masing-masing.

7. Analisis Data yang terkumpul dari kuesioner sebelum dilakukan analisis data dilakukan pengeditan dan pengkodean untuk setiap butir pertanyaan dari setiap variabel. Setelah proses ini maka dilakukan uji validitas dengan menggunakan korelasi Spearman Rank dan uji reliabilitas dengan menggunakan metode Split Half. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda (Multiple Regression Analysis).

Analisis dan Pembahasan Uji Hipotesis Secara Simultan : Hasil pengujian koefisien regresi secara simultan menunjukkan bahwa nilai F-hitung adalah 136,632 dimana nilai ini menjadi statistik uji yang akan dibandingkan dengan nilai F dari tabel untuk = 0.05. Dari tabel F untuk = 0.05 dan derajat bebas (2), diperoleh nilai F-tabel = 3,140 , karena Fhitung lebih besar dibanding Ftabel maka dengan derajat kekeliruan 5% ( =0.05), Ho ditolak. Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa Kepatuhan Wajib Pajak dan Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Sistem Self Assesment pada Kantor Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi.

Uji Hipotesis Secara Parsial : Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak terhadap Efektivitas Sistem Self Assesment Hasil perhitungan diperoleh dengan nilai t-hitung = 6,924 sedangkan dari tabel tstudent untuk = 0.05 dan derajat bebas = 64 pada pengujian dua sisi diperoleh nilai t-tabel = 1,669. Dengan kriteria pengujian dua sisi adalah tolak Ho jika t-hitung > t-tabel atau thitung < -t-tabel, karena nilai t-hitung untuk variabel Kepatuhan Wajib Pajak lebih besar dari t-tabel maka pada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak dan H1 diterima, sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepatuhan Wajib Pajak terhadap terhadap Efektivitas Sistem Self Assesment pada Kantor Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi. Pengaruh Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan Pajak terhadap Efektivitas Sistem Self Assesment Hasil perhitungan diperoleh dengan nilai t-hitung = 9,009 sedangkan dari tabel tstudent untuk t-tabel = 1,669. Dengan kriteria pengujian dua sisi adalah tolak Ho jika t-hitung > t-tabel atau thitung < -t-tabel, karena nilai t-hitung untuk variabel Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan lebih besar dari t-tabel maka pada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak H1 diterima, sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan terhadap kinerja manajerial pada terhadap Efektivitas Sistem Self Assesment pada Kantor Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi. Dan juga dapat diketahui bahwa Kepatuhan Wajib Pajak dan Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan secara bersamasama berpengaruh signifikan 81,0 % terhadap Efektivitas Sistem Self Assesment pada Kantor Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi. Besarnya pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diamati adalah sebesar 19,0 % iperoleh nilai

8. Hubungan Dengan Responden Hubungan Peneliti berjarak dengan responden karena Peneliti hanya memberikan kuisoner kepada responden.

9. Usulan Desain Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain analisis kausalitas dengan mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

B. Kualitatif Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan ambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil g penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan enelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari p teori menuju data, an berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang d digunakan; sedangkan alam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan d teori yang ada sebagaibahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori. Penelitian kualitatif lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, d alam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam (Wikipedia: 2009) Metode kualitatif menggunakan beberapa bentuk pengumpulan data seperti transkrip w awancara terbuka, deskripsi observasi, serta analisis dokumen dan artefak lainnya. Data t ersebut di analisis dengan tetap mempertahankan keaslian teks yang memaknainya. Hal ini dilakukan karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena dari sudut p andang partisipan, konteks sosial dan institusional. Sehingga pendekatan kualitatif umumnya ersifat induktif. b Contoh Penelitian Kuantitatif yang kami gunakan adalah Jurnal Penelitian yang berjudul Analisis Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak WanitaKawin.

1. Desain Penelitian Penelitian ini mengangkat permasalahan umum yang terjadi di masyarakat, yaitu mengenai permasalahan gender. Permasalahan kesetaraan wanita ini telah ditegaskan dalam Konferensi Dunia Hak Asasi Manusia di Wina tahun 1993. Dalam konferensi tersebut ditegaskan perlu adanya langkah-langkah strategis untuk memajukan dan melindungi hak perempuan. Kewajiban yang harus dijalankan salah satunya adalah membayar pajak bagi mereka yang telah mempunyai penghasilan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Kewajiban ini juga tidak terlepas bagi wanita kawin.

2. TujuanPenelitian Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan realitas yang komplek mengenai kesetaraan gender, mengenai peraturan yang memberikan kebebasan bagi wajib pajak wanita kawin untuk menentukan status perpajakannya. Penentuan status bagi wajib pajak wanita kawin tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam pemberian hak dan kewajiban perpajakan bagi wajib pajak wanita kawin. Perkembangan ini juga menunjukkan upaya untuk mengurangi permasalahan gender. Dikuranginya permasalahan dalam ketidaksetaraan gender, maka hal tersebut juga mengupayakan untuk menyamakan kedudukan pria dan wanita kawin dalam perpajakan.

3. TeknikPenelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (Creswell, 1994). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan studi lapangan.

4. Data Berdasarkan jenis tujuan penelitian, penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pada penelitian ini peneliti menggambarkan tentang masalah-masalah yang dihadapi wajib pajak wanita kawin serta Perbandingan Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Wanita Kawin yang Menjalankan Hak dan Kewajiban Perpajakannya Sendiri di Indonesia dan Malaysia.

5. Sampel Informan meliputi Direktur Jenderal Pajak yaitu Direktorat Peraturan Perpajakan II Direktur Jenderal Pajak Subdit Orang Pribadi dan Potong Pungut, akademisi di bidang perpajakan yaitu dosen Ilmu Administrasi Fiskal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Konsultan Pajak, Wanita yang menikah dengan WPDN dan memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri.

6. Analisis Penelitian ini menggunakan analisis induktif yang dilakukan dengan metode kualitatif dengan studi kepustakaan dan studi lapangan, dan setelah melakukan analisis peneliti baru dapat menemukan hasil analisis dari penelitian yang dilakukan, yaitu:

Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan Pemberian hak bagi wajib pajak wanita
kawin untuk memilih menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri merupakan upaya untuk memberikan hak dan kewajiban yang sama bagi wajib pajak tanpa memperhatikan jenis kelaminnya......

7. Hubungan Dengan Responden Hubungan Peneliti lebih dekat dengan responden karena Peneliti melakukan wawancara langsung untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan didalam penelitian.

8. Usulan Desain Pada penelitian ini peneliti tidak merumuskan hipotesis, karena peneliti akan menemukan hipotesis setelah penelitian dilakukan.